TURUNNYA PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PILKADA PUTARAN PERTAMA DI JAKARTA TAHUN 2012

Anisa Ganing Permata 1206205572

PROGRAM STUDI ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA 2012

ABSTRAKSI

Makalah ini memaparkan kajian tentang Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Putaran Pertama di Jakarta Tahun 2012. Pilkada merupakan momentum penting untuk mengukur demokrasi. Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai Pilkada, pentingnya partisipasi politik, partisipasi masyarakat dalam pilkada, dan mengapa partisipasi masyarakat dalam pilkada kemarin cenderung menurun dan apa yang menjadi faktornya. Berdasarkan pemaparan di atas, akan di dapat bahwa pilkada, partisipasi politik dan masyarakat nya sangat berkaitan satu dengan lainnya dan memberi efek satu dengan lainnya pula.

1

................................................................... 1 BAB I............................................ Kerangka Teori atau Kerangka Konsep......................................................................1 Latar Belakang................................... 18 2 ..................................1................................................. 12 BAB IV...................1 Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012................ 4 BAB II...........................................1 Pilkada Jakarta.....................................................4 Tujuan Penulisan....................................... PENDAHULUAN 1...................... Pembahasan 3............................... 4 1......................................................................................... 5 BAB III..........................................5 Metodologi.....................................2 Saran........ 4 1.............................2 Rumusan Masalah.1 Kesimpulan....................................2 Penyebab Menurunnya Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012 ................................................................... 9 3............... 16 Daftar Pustaka.......................... Kesimpulan dan Saran 4......................................................................................................DAFTAR ISI Abstraksi...... 4 1..................................................... 16 4..................... 3 1...........................................................3 Ruang Lingkup............................................. 10 3.......................................................

Tetapi mungkin masih ada beberapa masyarakat yang masih tidak menggunakan hak politik nya atau menggunakan nya tetapi tidak secara sungguh-sungguh. Momen ini juga di anggap sebagai pembelajaran masyarakat untuk berdemokrasi yaitu dengan memilih pemimpin sesuai hati nurani mereka. Dalam demokrasi. masyarakat sangat di tuntut dalam hal kesadaran partisipasi politik nya. Demokrasi adalah mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. Masyarakat yang sama sekali tidak menggunakan hak politik nya benar-benar masih di rasakan keberadaan nya. Tidak menggunakan hak politiknya adalah misalnya golput (golongan putih) dalam pilkada. yaitu sama sekali tidak memilih calon pemimpin nya. Perhitungan ini berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh pihak Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) dengan sampel 440 TPS yang ada di Jakarta. Momen sederhana yang bisa di gunakan untuk berpartisipasi politik adalah pilkada. Misalnya golput terbanyak pada pilkada kemarin adalah di Jakarta Selatan dengan presentase mencapai sebesar 30%. 3 .1 Latar Belakang Pilkada atau pemilihan kepala daerah merupakan momen politik yang besar untuk mengukur demokrasi. Pilkada merupakan tolak ukur masyarakat dalam menilai sudah berjalankah demokrasi secara benar atau belum. Karena kesadaran berdemokrasi adalah langkah awal pembentukan demokrasi yang baik dan benar.BAB I PENDAHULUAN 1. di pilih langsung oleh rakyat. Masyarakat sangatlah perlu di didik kesadaran berdemokrasi nya agar asas demokrasi dapat berjalan lancar dan momentum politik seperti pilkada dapat maksimal partisipasi dari masyarakat nya. Adalah sebuah kegembiraan sendiri jikalau melihat masyarakat berbondong-bondong dan antusias jika pergi ke TPS untuk menyalurkan aspirasi dan hak politik nya. Merupakan suatu apresiasi juga jikalau suatu masyarakat menggunakan hak politik nya secara benar dan menggunakan nya secara sungguh-sungguh.

3 Ruang Lingkup Lokasi penelitian ini adalah di Jakarta.5 Metodologi Metode yang di gunakan untuk mendapatkan data-data alam penelitian ini adalah dengan wawancara terhadap sumber partisipan politik dalam pilkada di Jakarta. Untuk mengetahui apakah penyebab dari turun nya partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama 2012 dan apa saja yang menjadi faktor turun nya partisipasi politik masyarakat itu. observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Untuk mengetahui seberapa besar partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama 2012 2.4 Tujuan Penulisan 1.1. hal apa sajakah yang mempengaruhi nya 1. studi literatur.2 Rumusan Masalah 1. 1. wawancara dengan sumber. Serta kebetulan Jakarta Selatan merupakan kawasan tempat tinggal peneliti sehingga memudahkan dalam pengumpulan data. Bagaimana partisipasi politik masyarakat Jakarta pada pilkada putaran pertama 2012 2. terutama Jakarta Selatan karena Jakarta Selatan merupakan kawasan dengan tingkat ke tidak di gunakan nya partisipasi politik nya (misal golput) cukup banyak di banding kawasan lain di Jakarta yaitu 30%. fasilitas dan kemudahan transportasi nya. Apakah penyebab menurunya partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama dan adakah faktor yang mempengaruhinya? 1. 4 .

klub olahraga. Ada tiga jawaban yaitu : karena mereka tidak mampu. walaupun mempengaruhi suatu aksi politik seseorang. melainkan aksi oleh warga negara biasa. dan karena tidak ada yang meminta. (Verba. tetapi bukan merupakan partisipasi politik. 1995: 38-9) Aktivitas dalam perkumpulan sosial seperti kerja sosial di gereja. perilaku atau kecenderungan. uang untuk di sumbangkan dalam kampanye dan kegiatan politik lain. dan keterampilan untuk menggunakan uang dan waktu secara efektif.BAB II KERANGKA TEORI ATAU KERANGKA KONSEP Verba dan Nie (1972) mendefinisikan partisipasi politik sebagai “berbagai aktivitas yang dilakukan individu-individu warga negara yang kurang lebih secara langsung bertujuan untuk mempengaruhi pemilihan aparat pemerintahan dan/atau aksi yang mereka ambil”. 1995: 15-16). politik dan pengaruh. 5 . Brady (1999) . “Tidak bisa” menunjukkan kurangnya sumber-sumber yang di perlukan-waktu untuk ambil bagian. yang berarti bahwa para pesertanya tidak di paksa untuk melakukan nya dan tidak di bayar. Rousseau. bukan elite pemerintah. maka negara dapat terikat ke dalam tujuan kebaikan sebagai kehendak bersama.Setidaknya ada tiga alasan mengapa orang tidak mengambil bagian dalam partisipasi politik. Hal itu bukan hanya pemikiran. warga negara biasa. dan Brady. (Saiful Mujani. “Tidak mau” memusatkan perhatian pada ketiadaan keterlibatan politik-kecilnya minat terhadap politik dan kecilnya kepedulian terhadap masalah publik. karena mereka tidak mau. dan klub budaya tidaklah bersifat politis. Schlozman. kecilnya atau tidak adanya pengetahuan mengenai proses politik atau prioritas lain. partisipasi politik mencakup empat konsep dasar : aktivitas atau aksi. Partisipasi politik bukan sekedar aksi. sebab ia tidak di arahkan untuk mempengaruhi kebijakan atau aktivitas pemerintah. “Aksi” atau “Aktivitas” dalam partisipasi politik merupakan sesuatu yang dilakukan oleh seseorang. Partisipasi politik adalah adalah tindakan sukarela. “Tidak ada yang meminta” mengimplikasikan seseorang dari jaringan rekrutmen di mana warga negara di mobillisasi ke dalam arena politik. Aksi oleh pemerintah bersifat politis. hanya melalui partisipasi seluruh warga negara dalam kehidupan politik secara langsung dan bekelanjutan.

mengadakan hubungan (contacting) dengan pejabat Pemerintah atau anggota parlemen. legal atau ilegal. sustained or 6 . efektif atau tidak efektif. Masih banyaknya masyarakat yang masih belum melek politik menjadikan salah satu turun atau kurang nya partisipasi masyarakat dalam berpolitik. mantap atau sporadis. masih ada beberapa masyarakat yang masih belum tahu kandidat kepala daerah nya. Oleh karena itu. Kegiatan ini mencakup tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum menghadiri rapat umum. organized or spontaneous. lalu apa keuntungan yang akan di dapat dari kandidat. salah satu bentuk partisipasi politik adalah pilkada. Mengacu pada pendapat Saiful Mujani tentang alasan mengapa orang tidak mengambil bagian dalam partisipasi politik. Dalam konteks ini. “Tidak mau”. menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan. Participan may be individual or collective. kecilnya atau tidak adanya pengetahuan mengenai proses politik atau prioritas lain. dan sebagainya”. partisipasi merupakan keikutsertaan atau keterlibatan seseorang (individu atau warga masyarakat) dalam suatu kegiatan tertentu.Theodorson dalam Mardikanto. Partisipasi bisa bersifat individual atau kolektif. Keikutsertaan atau keterlibatan yang dimaksud disini bukanlah bersifat pasif tetapi secara aktif ditujukan oleh yang bersangkutan. Budiardjo (1996:183) memaknai partisipasi politik adalah: “Kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. yaitu dengan jalan memilih pimpinan Negara dan secara langsung atau tidak langsung. serta siapa saja tokoh-tokoh masyarakat yang berafiliasi dengan si calon kepala daerah itu. di luar pekerjaan atau profesinya sendiri. (By political participan we mean activity by private citizens designed to influence government decision making. mempengaruhi kebijakan Pemerintah (public policy). partisipasi akan lebih tepat diartikan sebagikeikutsertaan seseorang didalam suatu kelompok sosial untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakatnya. Partisipasi politik adalah kegiatan warga yang bertindak sebagai pribadi-pribadi. secara damai atau melalui kekerasan. 1994) mengemukakan bahwa dalam pengertian sehari-hari. teroraganisir atau spontan. yang dimaksud untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah. yaitu memusatkan perhatian pada ketiadaan keterlibatan politik-kecilnya minat terhadap politik dan kecilnya kepedulian terhadap masalah publik.

bukan perilaku dalam yang yang berupa sikap dan orientasi. Tapi. masyarakat ini pembangkangan halus (seperti lebih memilih kotak kosong daripada memilih calon yang di sodorkan pemerintah). Kegiatan yang langsung berarti individu mempengaruhi pemerintah tanpa menggunakan perantara. Mass: Harvard University Press. sedangkan secara tidak langsung berarti mempengaruhi pemerintah melalui pihak lain yang di anggap dapat meyakinkan pemerintah. Kegiatan politik yang dilakukan warga negara dalam kedudukan nya sebagai rakyat biasa di sebut partisipasi politik. terdorong oleh keyakinan bahwa melalui kegiatan bersama itu kepentingan mereka akan tersalur atau sekurang-kurangnya di perhatikan. Partisipasi politik berbeda dengan kegiatan politik. Kegiatan di arahkan untuk mempengaruhi pemerintah selaku pembuat dan pelaksana keputusan politik. 1 Samuel P Huntington dan Joan M. seperti demonstrasi (unjuk rasa). huru-hara. Jakarta. 2 Surbakti. serangan bersenjata. Kegiatan itu hanya dapat disebut sebagai kegiatan politik saja. Keduanya termasuk dalam kategori partisipasi politik. Kegiatan mempengaruhi pemerintah dapat di lakukan secara langsung ataupun secara tidak langsung. hal 141. maupun dengan cara-cara di luar prosedur yang yang wajar (tak konvensional) dan berupa kekerasan (violence). Ramlan. legal or illegal.1 Anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam proses politik. Memahami Ilmu Politik. Kegiatan mempengaruhi pemerintah dapat dilakukan melalui prosedur yang wajar (konvensional) dan tak berupa kekerasan (non violence) seperti ikut memilih dalam pemilihan umum atau pilkada.2 Orang yang secara aktif berpartisipasi aktif dalam kegiatan politik di sebut politisi. melakukan kontak tatap muka dan menulis surat. peacefulk or violence. effective or ineffective). 1992. dan bahwa mereka sedikit banyak dapat memengaruhi tindakan dari mereka yang berwenang untuk membuat keputusan tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun.sporadic. mengajukan petisi. Nelson. mogok. misalnya melalui pemberian suara atau kegiatan lain. No Easy Choice : Political Participation in Developing Countries (Cambridge. kegiatan politik yang dijalankan oleh para penguasa politik-mereka juga warga negara dan anggota masyarakat –dalam kedudukan mereka sebagai pengambil keputusan politik tidak dapat dinamakan partisipasi politik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 1977). hlm 3. 7 . dan gerakan-gerakan politik seperti kudeta dan revolusi. Ada beberapa kegiatan yang di maksud sebagai partisipasi politik. Kegiatan yang berhasil maupun yang gagal mempengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik. Partisipasi politik berupa kegiatan atau perilaku luar individu warga negara yang dapat di amati. pembangkangan sipil.

tidak merugikannya. 8 . yaitu proses pembuatan keputusan politik: partisipan bertujuan untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan di ambil agar keputusan itu menguntungkannya atau.Jadi partisipasi politik mengandung adanya sasaran yang dituju. paling tidak.

“Ciri-Ciri Teori Pembangunan Politik: Kasus Partisipasi Politik” dalam Jurnal Ilmu Politik. Seharusnya pilkada menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi politik rakyat. Tetapi pilkada Jakarta putaran pertama kemarin malah menunjukkan bahwa partisipasi politik warga Jakarta masih cukup rendah dalam Pilkada. Setiap warga negara yang memenuhi persyaratan undang-undang berhak memilih baik dalam pemilihan wakil rakyat ataupun pilpres/pilkada.3 Tetapi pada pilkada Jakarta putaran pertama 2012. Ini merupakan suatu hak warga negara. 9. Dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung ini berarti partisipasi politik rakyat akan lebih efektif. Hal ini akan mengubah kultur politik daerah. 1991. jadi jika tidak menggunakan hak nya pun tidak akan ada tuntutan atau sanksi apapun.BAB III PEMBAHASAN 3. Maswadi Rauf. 9 .4 3 4 Program Pilkada The Asia Foundation di Indonesia pada 2007 didanai oleh Australia Indonesia Partnership. politisi maupun calon pejabat akan belajar berkomunikasi dengan konstituennya. Masih banyak presentase warga Jakarta yang tidak ikut serta dalam proses politik ini. dan ketika berkuasa akan memenuhi janjinya. Melalui Pilkada.1 Pilkada Jakarta Indonesia adalah negara demokrasi. Menjadikan kepala daerah bertanggungjawab langsung kepada para pemilihnya berpotensi besar untuk memperkuat tata pemerintahan. melobi dan memprotes suatu kebijakan yang ditelurkan oleh pemerintah dengan tujuan mempengaruhi kebijakan agar aspiratif terhadap kepentingan mereka. mengingat para pemilih akan menggunakan suaranya untuk memilih pemimpin yang dianggap mampu melayani masyarakat dengan lebih baik. karena hal ini menimbulkan perubahan mendasar dalam hubungan politisi dan pemilihnya. menyadari. tingkat partisipasi politik nya cenderung rendah. Tidak semua warga negara ikut serta dalam proses politik. partisipasi politik rakyat adalah keterlibatan rakyat secara perseorangan (privat citizen) untuk mengerti. bukan hanya menjadi euphoria politik semata. mengkaji. Dalam konteks Negara. presentase warga yang berpartisipasi politik pastilah berbeda satu sama lainnya. Demokrasi merupakan hak bagi setiap warga negara. 9.

Berlandaskan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.5 Golput terbanyak pada pilkada kemarin terjadi di Jakarta Selatan dengan presentase mencapai sebesar 30%. Jakarta bisa di ibaratkan sebagai miniatur proses demokrasi Indonesia. suku. Pilkada Jakarta kemarin di anggap penting hingga menyedot perhatian tidak hanya oleh warga Jakarta saja tetapi warga Indonesia. KPUD harus mengantisiapsi hal itu dari awal.republika. Caranya adalah dengan melakukan penyadaran secara terus menerus kepada masyarakat Ibu Kota. Dengan landasan itu juga di harapkan masyarakat menjadi lebih sadar politik dan masyarakat lebih kreatif dan kritis dalam memilih calon kepala daerahnya. Tetapi ia mengkhawatirkan akan ada peningkatan jumlah golput dalam pilkada putaran kedua. Andrinof Chaniago menuturkan bahwa pada putaran pertama partisipasi politik bisa mencapai kisaran 70-80 persen. Pilkada berpeluang untuk membangun pematangan berdemokrasi. Kecerdasan rakyat dalam memilih calon kepala daerah dalam pilkada juga secara tidak langsung telah mendidik rakyat juga untuk memilih calon presiden mendatang. Perhitungan ini berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh pihak Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) dengan sampel 440 TPS yang ada di Jakarta. 3. Pemungutan dan Perhitungan 5 http://www.co. di harapkan rakyat mengetahui dan memahami isi dari undang-undang tersebut untuk lebih meningkatkan pengetahuan. Jakarta menjadi icon atau acuan bagi daerah-daerah lainnya.1. Rakyat dari berbagai agama. Ketua Kelompok Kerja Sosialisasi.1 Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012 Pengamat politik dari Universitas Indonesia.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/06/02/m4zurf-pengamat-golput-berpeluangmeningkat-di-putaran-kedua di akses pada 8 Oktober 2012 10 . Pilkada Jakarta juga bisa di jadikan gambaran untuk pilpres 2014. Oleh karena itu tidaklah heran jika media massa selalu menayangkan hiruk pikik pesta demokrasi di Jakarta. wawasan serta pendidikan politik. Jakarta sangat penting sebagai pusat pemerintahan Indonesia. ras dan budaya bercampur di Jakarta. masyarakat yang mempunyai kesadaran berdemokrasi adalah langkah awal menuju demokrasi yang benar.

Lembaga Survey Indonesia juga melakukan survey kemarin saat pilkada putaran pertama. Dalam survey nya kemarin.com/berita/322509/golput-pilkada-dki-putaran-pertama-363-persen di akses pada 5 Oktober 2012 11 . Nomor 6 Sumber: data Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.Suara Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. sementara pilkada Jakarta 2012 tercatat 37 persen. juga menyebutkan bahwa golput pada pilkada Jakarta putaran pertama kemarin mencapai 36. Adapun Jokowi memiliki tingkat popularitas di publik Jakarta sebesar 88. Hal ini di sebabkan karena ada nya suara mengambang dan tingkat golput. Foke mempunyai tingkat popularitas oleh publik Jakarta sebesar 95 persen.7 persen. Kamis (27/9)7 6 http://www. Tingkatan golput saat itu di prediksi tidak akan berubah.6 Menurut Sumarno. Dengan diketahui angka pasti pemilih yang golput. pasangan calon sangat perlu meyakinkan pemilih agar tidak terjadi golput. Pada putaran kedua pun di prediksi angka golput masih berada pada kisaran 30 sampai 40 persen. Jika pada pilkada Jakarta 2007 tercatat 35 persen. maka KPU DKI perlu melakukan sosialisasi yang lebih baik lagi mengenai pilkada.3 persen. Tabel Perkembangan Tingkat Golput dalam Pilkada di Pulau Jawa 6 DKI 11-07-2012 36.3 Nomor 1-5 Sumber: PPs UNIS Tangerang 2008. Kompas diolah.antaranews. Sumarno. Hasilnya adalah LSI masih belum bisa memprediksi siapa pemenang pilkada Jakarta kemarin.

Misalnya adalah pergi kerja ke pabrik bagi para buruh 7 http://www. Banyak pemilih yang sudah terdaftar tetapi tidak hadir di hari pilkada tersebut karena kepentingan individu yang di anggap lebih penting. biasanya yang mendahulukan kepentingan individu terlebih dahulu ini adalah golongan rakyat kecil yang bekerja oada sektor informal. dimana penghasilan nya sangat bergantung pada tingkat intensitas ia bekerja. tentu ini memberikan suatu pukulan bagi demokrasi di Indonesia. Partisipasi juga di pengaruhi oleh kepentingan individual itu sendiri. Permasalah DPT ini sudah merupakan permasalahan yang lazim terjadi di tiap-tiap momentum politik seperti ini.Dari data tersebut menunjukkan bahwa secara kuantitatif tingkat golput cukup signifikan yakni 30% dari jumlah pemilih terdaftar.2 Penyebab Menurunnya Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012 Banyak hal-hal yang menjadi penyebab mengapa warga negara tidak ikut serta dalam partisipasi politik. yang berarti bahwa para pesertanya tidak di paksa untuk melakukan nya dan tidak di bayar.com/jakartamemilih/news/2012/09/27/107687/Angka-Golput-Pemilu-Kada-DKI-Turun/6 di akses pada 9 Oktober 2012 12 . 3.metrotvnews. Permasalahan ini seakan-akan tidak mempunyai solusi. di karenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena kesalahan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang amburadul dalam pendataan calon-calon pemilih menyebabkan masyarakat tidak terdaftar dalam DPT ini. Golput karena masalah teknis. Masyarakat belum bisa memilih secara rasional dan cerdas sehingga mudah tergiur oleh uang. Jika partisipasi politik adalah adalah tindakan sukarela. Misalnya dalam hal ekonomi. Kegiatan perpolitikan di Indonesia masih tidak bisa di jauhkan oleh kegiatan money politic. Faktor yang menjadi pengaruh terhadap tinggi-rendah nya tingkat partisipasi politik di antara nya adalah kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintah (sistem politik). Oleh karena itu masyarakat golongan seperti ini akan merasa rugi jika meninggalkan pekerjaan mereka. tentu ini sangat berakibat pada rendahnya partisipasi pemilih. saat ini masih saja di temukan kegiatan politik seperti kampanya yang oleh kandidat masih menggunakan cara money politic.

Tetapi jika sikap abstain ini di biarkan terus menerus tentulah akan berakibat besar pada kemajuan demokrasi kita. di antaranya :     Memilih calon tetapi tidak di sertai kesungguhan (Asal-asalan daripada tidak memilih sama sekali) Mencoblos beberapa gambar calon agar suara tidak sah Membiarkan surat suara kosong sama sekali tidak di coblos Tidak ikut dalam pilkada Sikap abstain atau tidak ikut berpartisipasi dalam proses politik pasti selalu terjadi dalam proses demokrasi. Mereka juga bingung terhadap calon pemimpinnya. Dalam hal ini banyak berbagai contoh kasus. Walaupun masih ada beberapa masyarakat yang sadar untuk pulang ke daerahnya untuk memberikan suara pada pilkada. 13 . Alasan lainnya adalah ada nya rasa bosan masyarakat terhadap politik. Bagi mahasiswa dan masyarakat lainnya juga bisa terpaksa golput karena sedang berada di luar daerah karena terikat suatu pekerjaan. Mereka sadar mempunyai hak pilih. tetapi tidak menggunakan nya secara sungguh-sungguh. mereka merasa bosan terhdap janji-janji yang muluk dari para calon serta bosan karena sudah seringnya momentum pilkada tetapi tidak memberikan perubahan sama sekali terhadap daerahnya. Mereka tidak percaya dengan pemerintah dan calon yang ada. Ada pula golongan masyarakat yang menggunakan hak pilih nya dalam pilkada. karena siapa tahu saja letak kesalahannya ada pada pemerintah itu sendiri. Besarnya tingkatan golput pada pilkada harus di sikapi secara arif.Masyarakat yang bersifat apatis. Para calon juga di nilai kurang memaparkan program-program nya dengan jelas. Biasanya sikap apatis ini timbul karena pandangan mereka yang meyakini bahwa para calon tidak mempunyai kesanggupan untuk mewujudkan harapan mereka. mereka belum mengetahui atau mengenali calon nya. Alasan ini biasanya di anut oleh golongan masyarakat yang sudah tidak percaya lagi dengan sistem atau pemerintah nya. tetapi tidak menggunakan hak pilih nya. Kita juga tidak boleh serta merta menyalahkan rakyat karena golput.

Partisipasi aktif ini diwujudkan dengan mendatangi TPS pada 20 September dan menggunakan hak suara dengan memilih pasangan cagub dan cawagub yang diyakini mampu memimpin DKI Jakarta. partai politik saat ini di harapkan tidak hanya sibuk mengurusi urusan nya sendiri. JPPR adalah suatu jaringan nasional yang berkembang dari suatu lokakarya pendidikan pemilih nasional yang disponsori oleh The Asia Foundation di tahun 1998. Ketua Pokja Sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Provinsi DKI Jakarta. Partai politik pun saat ini juga di tuntut untuk membantu masyarakat dalam menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat akan politik. memproduksi poster dan menyebarkan leaflet. JPPR telah menerjunkan 60. Sumarno. 14 . Itu berarti. justru liburan seharusnya di jadikan kesempatan untuk masyarakat pergi ke TPS. mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Pilkada DKI Jakarta.8 Untuk mengantisipasi tingginya angka golongan putih dalam pilkada kedua. Karenanya. Dalam pendidikan kewarganegaraan sudah di ketahui bahwa pemerintahan Indonesia dalah dari rakyat. jika kita ikut memilih. oleh rakyat dan untuk rakyat. yang memberikan informasi kepada para pemilih (miskin maupun mereka yang berada di daerah terpencil) mengenai informasi yang diperlukan untuk berperan serta secara penuh dalam proses demokrasi tersebut. kita mewakilkan 8 Program Pilkada The Asia Foundation di Indonesia pada 2007 didanai oleh Australia Indonesia Partnership. dan memiliki dampak besar terhadap demokratisasi Indonesia dengan menghasilkan aktivis-aktivis demokrasi yang terdidik dan berkomitmen sebagai kader yang berdedikasi di setiap desa di seluruh negeri. Seiring perkembangan zaman saat ini sudah banyak muncul organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang politik. misalnya Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). JPPR memberi kesempatan penting bagi masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi demokratis selain memberikan suara.Pendidikan politik saat ini sangatlah di butuhkan. Karena dengan pendidikan politik itu akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan politik dengan baik. Untuk pilkada. JPPR sering menyelenggarakan pertemuanpertemuan pendidikan pemilih. Sumarno juga menjelaskan negara Indonesia menganut sistem demokrasi yang sehingga peran masyarakat sangat penting dalam mengawal berbagai kebijakan dan menentukan para pemimpinnya. Pandangan berlibur lebih penting daripada memiliha dalah pemikiran yang salah. JPPR menjadi suatu media yang sangat efektif untuk menyampaikan pendidikan maupun pesan-pesan bagi para pemilih mengenai asas dan nilai demokrasi. Liburan jangan di jadikan alasan untuk tidak datang ke TPS.000 pemantau.

9 9 http://pilkada.Jangan.Jangan.Uangnya. Kontribusi mereka akan memberikan hal positif untuk pilkada kali ini. seperti anakanak SMA. Sumarno menilai pemilih pemula ini bersikap kritis dan jumlahnya cukup signifikan.kedaulatan kita kepada orang yang kita percayai.com/berita/read/2012/09/11/01262018/Pilkada. Sumarno berharap para calon pemilih tersebut tidak menjadi golput atau mengabaikan hak pilihnya. Untuk itu.Orangnya di akses pada 18 Oktober 2012 15 . Partisipasi pemilih pemula.Pilih.Terima.kompas. dalam menentukan pemimpin DKI Jakarta pun dinilai sangat penting.

Bentuk partisipasi yang paling dominan adalah voting. sifat apatisme masyarakat.1 Kesimpulan Partisipasi politik masyarakat di Jakarta meliputi kegiatan kampanye dan pemberian suara. Berbagai macam alasan dan faktor timbul karena kurang nya minat partisipasi masyarakat. Baik pemerintah maupun masyarakat sebaiknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita. tidak memberikan suara dalam pilkada. Alasan masalah teknis terjadi karena pemilih tidak terdaftar dalam DPT. sifat apatisme masyarakat karena tidak percaya pada siapa yang akan dipilihnya. 4. Bisa di simpulkan juga bahwa pemberian suara (voting) dimana tingginya penurunan tingkat partisipasi politik masyarakat Jakarta di pengaruhi oleh tingkat pekerjaan. dan alasan tidak berada di tempat di karenakan sedang terikat suatu pekerjaan yang mengharuskan mereka meninggalkan Jakarta. Kalau komitmen untuk berdemokrasi tidak ada. rasa bosan terhadap politik dan alasan tidak berada di tempat. Tingginya tingkat penurunan partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama ini antara lain di sebabkan oleh faktor masalah teknis.2 Saran Partisipasi masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama kemarin masih tergolong rendah karena lebih dari 30% warga nya golput.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. melalui pilkada. alasan kepentingan individu karena masyarakat tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. maka sulitlah membangun kesadaran warga negara untuk aktif berpartisipasi politik. ia tidak mendapatkan upah. Masyarakat dengan status pekerjaan lebih tinggi cenderung lebih tinggi tingkat partisipasinya dibandingkan masyarakat dengan status pekerjaan yang lebih rendah. 16 . kepentingan individu (misal dalam hal ekonomi). Sebagai contoh seorang buruh yang bekerja di pabrik lebih mementingkan kegiatan ekonomi nya daripada ikut memilih karena kalau ia meninggalkan pekerjaan nya. rasa bosan terhadap politik dikarenakan masyarakat sudah bosan terhadap janji-janji muluk para calon pemimpin nya.

17 . dan kesadaran masyarakat Jakarta dalam berpolitik. waasan.Semoga hasil penelitian ini dapat di pergunakan dalam proses menyadarkan masyarakat Jakarta akan pentingnya pilkada dan betapa di butuhkan nya suara masyarakat tersebut dalam pilkada. Semoga penelitian ini dapat di teliti lebih jauh demi peningkatan ilmu pengetahuan.

Miriam. PT Gramedia Pustaka Utama. Dalam Demetologasi Politik Indonesia. Sistem Politik Indonesia. Negara dan korupsi: pemikiran Mochtar Lubis atas negara.DAFTAR PUSTAKA A. Perilaku politik. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. Budi (ed. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Surbakti. 18 .H.manusia Indonesia. and Samuel P. Muluk. 2008. Affan. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta: Graha Ilmu. Budaya Demokrasi dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca Orde Baru. Huntington. 1998. Demokrasi di Indonesia: Demokrasi parlementer dan demokrasi Pancasila. Bayu Media Malang. (1996). 1995. Jakarta: Pustaka Cidesindo. Memahami Ilmu Politik. Joan M.I. Saiful. Menggugat Partisipasi Publik Dalam Pemerintahan Daerah (Sebuah Kajian Dengan Pendekatan Berfikir Sistem).). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2004.2007 Muslim Demokrat: Islam. Ramlan. Syarofin Arba MF (edt).. Nelson. Merangsang Partisipasi Politik Rakyat. Identitas dan Postkolonialitas di Indonesia. 1976. Jakarta. M. Kasus Partisipasi Politik”. Susanto. 2007. Budaya. dan perilaku politik. Budiardjo. Budiardjo. 1992. IKIP Semarang Press. Harvard University Press. Maswadi Rauf (1991) “Ciri-ciri Teori Pembangunan Politik. dalam Jurnal Ilmu Politik Mujani. MR Khairul. 2003. Sastroatmodjo. No Easy Choice :Political Participation in Developing Countries. Mansur Semma. Dasar-dasar Ilmu Politik. Gaffar. Semarang.Rahman. 2007. Sudijono.

google.blogspot.id/fe/sites/default/files/PEDOMAN%20PENULISAN%20SKRIPSI% 20TAHUN%202012.pdf http://isnuansa.google.co.id/contents/koleksi/2/8141c4beae79dde4e73aa111d63fbfd369e0bc 4d.id/books?id=hl5ZE620VIC&pg=PA198&lpg=PA198&dq=partisipasi+politik+di+indonesia&source=bl&ots =nSc4nk9h7E&sig=8NrOP0DEtLKF7mzc5LalLw1fbf8&hl=en&sa=X&ei=G_B_UP7IIo3xr QfGo4B4&redir_esc=y#v=onepage&q=partisipasi%20politik%20di%20indonesia&f=false http://books.co.google.co.pdf http://www.unand.id/books?id=Gg_hyf7VG2sC&pg=PA142&lpg=PA142&dq=parti sipasi+politik&source=bl&ots=KO2WXAkv1g&sig=UBrjOcQEL_65uqq3jCW85XefJg&hl=id&sa=X&ei=4OtwUMm3GYOGrAezgIHYDA&ved=0CDEQ6AEwA Q#v=onepage&q=partisipasi%20politik%20indonesia&f=false http://www.unj.id/books?id=Gg_hyf7VG2sC&pg=PA142&lpg=PA142&dq=parti sipasi+politik&source=bl&ots=KO2WXAkv1g&sig=UBrjOcQEL_65uqq3jCW85XefJg&hl=id&sa=X&ei=4OtwUMm3GYOGrAezgIHYDA&ved=0CDEQ6AEwA Q#v=onepage&q=partisipasi%20politik%20adalah&f=false http://pasca.com/2009/08/pilkada-dan-partisipasi-politik.http://books.id/books?id=mMKxsD7xAHgC&pg=PA73&lpg=PA73&dq=parti sipasi+politik+di+jakarta&source=bl&ots=mTLgZtY4ov&sig=UUFBk26cF8PfIopKPTbtID BNZws&hl=en&sa=X&ei=T9p_UJroEYqyrAfMnICgAg&redir_esc=y#v=onepage&q=partis ipasi%20politik%20di%20jakarta&f=false 19 .ac.ac.ac.co.com/jakartamemilih/news/2012/09/27/107687/Angka-GolputPemilu-Kada-DKI-Turun/6 http://books.pdf http://books.html http://repository.google.id/id/wp-content/uploads/2011/09/PARTISIPASI-POLITIKMASYARAKAT-DALAM-PELAKSANAAN-PEMILU-KADA.metrotvnews.ui.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful