TURUNNYA PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PILKADA PUTARAN PERTAMA DI JAKARTA TAHUN 2012

Anisa Ganing Permata 1206205572

PROGRAM STUDI ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS INDONESIA 2012

ABSTRAKSI

Makalah ini memaparkan kajian tentang Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Putaran Pertama di Jakarta Tahun 2012. Pilkada merupakan momentum penting untuk mengukur demokrasi. Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai Pilkada, pentingnya partisipasi politik, partisipasi masyarakat dalam pilkada, dan mengapa partisipasi masyarakat dalam pilkada kemarin cenderung menurun dan apa yang menjadi faktornya. Berdasarkan pemaparan di atas, akan di dapat bahwa pilkada, partisipasi politik dan masyarakat nya sangat berkaitan satu dengan lainnya dan memberi efek satu dengan lainnya pula.

1

.......................................................................... Kerangka Teori atau Kerangka Konsep.....................................................3 Ruang Lingkup............... 16 4....4 Tujuan Penulisan................. 4 1........................ PENDAHULUAN 1.....................................1 Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012................................................ Kesimpulan dan Saran 4.................... 1 BAB I...............................2 Rumusan Masalah............... 9 3................................................................................... 18 2 ........................................................................................................................1............1 Pilkada Jakarta.............................. 16 Daftar Pustaka............................................... 4 1...........1 Latar Belakang.......1 Kesimpulan.................2 Saran.................................................................................................................DAFTAR ISI Abstraksi...................... Pembahasan 3.....2 Penyebab Menurunnya Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012 ............................................ 4 1................................................... 12 BAB IV......................................................................................... 3 1................................................................................. 10 3......................................................................... 4 BAB II......5 Metodologi................................. 5 BAB III...............................

Momen sederhana yang bisa di gunakan untuk berpartisipasi politik adalah pilkada. Dalam demokrasi. Adalah sebuah kegembiraan sendiri jikalau melihat masyarakat berbondong-bondong dan antusias jika pergi ke TPS untuk menyalurkan aspirasi dan hak politik nya. Karena kesadaran berdemokrasi adalah langkah awal pembentukan demokrasi yang baik dan benar. di pilih langsung oleh rakyat. Tidak menggunakan hak politiknya adalah misalnya golput (golongan putih) dalam pilkada. Merupakan suatu apresiasi juga jikalau suatu masyarakat menggunakan hak politik nya secara benar dan menggunakan nya secara sungguh-sungguh. Perhitungan ini berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh pihak Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) dengan sampel 440 TPS yang ada di Jakarta. masyarakat sangat di tuntut dalam hal kesadaran partisipasi politik nya. Masyarakat sangatlah perlu di didik kesadaran berdemokrasi nya agar asas demokrasi dapat berjalan lancar dan momentum politik seperti pilkada dapat maksimal partisipasi dari masyarakat nya. Masyarakat yang sama sekali tidak menggunakan hak politik nya benar-benar masih di rasakan keberadaan nya. Pilkada merupakan tolak ukur masyarakat dalam menilai sudah berjalankah demokrasi secara benar atau belum. Misalnya golput terbanyak pada pilkada kemarin adalah di Jakarta Selatan dengan presentase mencapai sebesar 30%. 3 . yaitu sama sekali tidak memilih calon pemimpin nya. Tetapi mungkin masih ada beberapa masyarakat yang masih tidak menggunakan hak politik nya atau menggunakan nya tetapi tidak secara sungguh-sungguh. Momen ini juga di anggap sebagai pembelajaran masyarakat untuk berdemokrasi yaitu dengan memilih pemimpin sesuai hati nurani mereka.1 Latar Belakang Pilkada atau pemilihan kepala daerah merupakan momen politik yang besar untuk mengukur demokrasi.BAB I PENDAHULUAN 1. Demokrasi adalah mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat.

observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Serta kebetulan Jakarta Selatan merupakan kawasan tempat tinggal peneliti sehingga memudahkan dalam pengumpulan data. Apakah penyebab menurunya partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama dan adakah faktor yang mempengaruhinya? 1. 1.1. fasilitas dan kemudahan transportasi nya. Bagaimana partisipasi politik masyarakat Jakarta pada pilkada putaran pertama 2012 2.2 Rumusan Masalah 1.5 Metodologi Metode yang di gunakan untuk mendapatkan data-data alam penelitian ini adalah dengan wawancara terhadap sumber partisipan politik dalam pilkada di Jakarta. hal apa sajakah yang mempengaruhi nya 1. Untuk mengetahui apakah penyebab dari turun nya partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama 2012 dan apa saja yang menjadi faktor turun nya partisipasi politik masyarakat itu. terutama Jakarta Selatan karena Jakarta Selatan merupakan kawasan dengan tingkat ke tidak di gunakan nya partisipasi politik nya (misal golput) cukup banyak di banding kawasan lain di Jakarta yaitu 30%.4 Tujuan Penulisan 1. 4 . studi literatur. wawancara dengan sumber. Untuk mengetahui seberapa besar partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama 2012 2.3 Ruang Lingkup Lokasi penelitian ini adalah di Jakarta.

(Verba. Rousseau. kecilnya atau tidak adanya pengetahuan mengenai proses politik atau prioritas lain. 5 . 1995: 15-16). yang berarti bahwa para pesertanya tidak di paksa untuk melakukan nya dan tidak di bayar. karena mereka tidak mau. dan klub budaya tidaklah bersifat politis. (Saiful Mujani. dan keterampilan untuk menggunakan uang dan waktu secara efektif. perilaku atau kecenderungan. bukan elite pemerintah. Ada tiga jawaban yaitu : karena mereka tidak mampu. Aksi oleh pemerintah bersifat politis. Schlozman. “Tidak bisa” menunjukkan kurangnya sumber-sumber yang di perlukan-waktu untuk ambil bagian. Partisipasi politik bukan sekedar aksi. hanya melalui partisipasi seluruh warga negara dalam kehidupan politik secara langsung dan bekelanjutan. “Tidak ada yang meminta” mengimplikasikan seseorang dari jaringan rekrutmen di mana warga negara di mobillisasi ke dalam arena politik. warga negara biasa.Setidaknya ada tiga alasan mengapa orang tidak mengambil bagian dalam partisipasi politik. sebab ia tidak di arahkan untuk mempengaruhi kebijakan atau aktivitas pemerintah. walaupun mempengaruhi suatu aksi politik seseorang. dan Brady. politik dan pengaruh. 1995: 38-9) Aktivitas dalam perkumpulan sosial seperti kerja sosial di gereja. dan karena tidak ada yang meminta. tetapi bukan merupakan partisipasi politik. klub olahraga.BAB II KERANGKA TEORI ATAU KERANGKA KONSEP Verba dan Nie (1972) mendefinisikan partisipasi politik sebagai “berbagai aktivitas yang dilakukan individu-individu warga negara yang kurang lebih secara langsung bertujuan untuk mempengaruhi pemilihan aparat pemerintahan dan/atau aksi yang mereka ambil”. maka negara dapat terikat ke dalam tujuan kebaikan sebagai kehendak bersama. Brady (1999) . “Tidak mau” memusatkan perhatian pada ketiadaan keterlibatan politik-kecilnya minat terhadap politik dan kecilnya kepedulian terhadap masalah publik. melainkan aksi oleh warga negara biasa. uang untuk di sumbangkan dalam kampanye dan kegiatan politik lain. Partisipasi politik adalah adalah tindakan sukarela. Hal itu bukan hanya pemikiran. “Aksi” atau “Aktivitas” dalam partisipasi politik merupakan sesuatu yang dilakukan oleh seseorang. partisipasi politik mencakup empat konsep dasar : aktivitas atau aksi.

1994) mengemukakan bahwa dalam pengertian sehari-hari. kecilnya atau tidak adanya pengetahuan mengenai proses politik atau prioritas lain. legal atau ilegal. Partisipasi politik adalah kegiatan warga yang bertindak sebagai pribadi-pribadi. sustained or 6 . dan sebagainya”. partisipasi akan lebih tepat diartikan sebagikeikutsertaan seseorang didalam suatu kelompok sosial untuk mengambil bagian dalam kegiatan masyarakatnya. mempengaruhi kebijakan Pemerintah (public policy). teroraganisir atau spontan. Mengacu pada pendapat Saiful Mujani tentang alasan mengapa orang tidak mengambil bagian dalam partisipasi politik. Oleh karena itu. masih ada beberapa masyarakat yang masih belum tahu kandidat kepala daerah nya. yaitu dengan jalan memilih pimpinan Negara dan secara langsung atau tidak langsung. Budiardjo (1996:183) memaknai partisipasi politik adalah: “Kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik.Theodorson dalam Mardikanto. mengadakan hubungan (contacting) dengan pejabat Pemerintah atau anggota parlemen. yang dimaksud untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah. secara damai atau melalui kekerasan. di luar pekerjaan atau profesinya sendiri. Partisipasi bisa bersifat individual atau kolektif. serta siapa saja tokoh-tokoh masyarakat yang berafiliasi dengan si calon kepala daerah itu. Dalam konteks ini. yaitu memusatkan perhatian pada ketiadaan keterlibatan politik-kecilnya minat terhadap politik dan kecilnya kepedulian terhadap masalah publik. menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan. mantap atau sporadis. Kegiatan ini mencakup tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum menghadiri rapat umum. Participan may be individual or collective. Masih banyaknya masyarakat yang masih belum melek politik menjadikan salah satu turun atau kurang nya partisipasi masyarakat dalam berpolitik. “Tidak mau”. organized or spontaneous. partisipasi merupakan keikutsertaan atau keterlibatan seseorang (individu atau warga masyarakat) dalam suatu kegiatan tertentu. efektif atau tidak efektif. (By political participan we mean activity by private citizens designed to influence government decision making. lalu apa keuntungan yang akan di dapat dari kandidat. Keikutsertaan atau keterlibatan yang dimaksud disini bukanlah bersifat pasif tetapi secara aktif ditujukan oleh yang bersangkutan. salah satu bentuk partisipasi politik adalah pilkada.

dan bahwa mereka sedikit banyak dapat memengaruhi tindakan dari mereka yang berwenang untuk membuat keputusan tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun. terdorong oleh keyakinan bahwa melalui kegiatan bersama itu kepentingan mereka akan tersalur atau sekurang-kurangnya di perhatikan. Tapi. Partisipasi politik berbeda dengan kegiatan politik. Partisipasi politik berupa kegiatan atau perilaku luar individu warga negara yang dapat di amati. hlm 3. maupun dengan cara-cara di luar prosedur yang yang wajar (tak konvensional) dan berupa kekerasan (violence).sporadic.2 Orang yang secara aktif berpartisipasi aktif dalam kegiatan politik di sebut politisi. misalnya melalui pemberian suara atau kegiatan lain. melakukan kontak tatap muka dan menulis surat. 1 Samuel P Huntington dan Joan M. 7 . Ada beberapa kegiatan yang di maksud sebagai partisipasi politik. No Easy Choice : Political Participation in Developing Countries (Cambridge. Jakarta. Nelson. sedangkan secara tidak langsung berarti mempengaruhi pemerintah melalui pihak lain yang di anggap dapat meyakinkan pemerintah. serangan bersenjata. effective or ineffective). Kegiatan itu hanya dapat disebut sebagai kegiatan politik saja. legal or illegal. masyarakat ini pembangkangan halus (seperti lebih memilih kotak kosong daripada memilih calon yang di sodorkan pemerintah). huru-hara. bukan perilaku dalam yang yang berupa sikap dan orientasi.1 Anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam proses politik. Kegiatan di arahkan untuk mempengaruhi pemerintah selaku pembuat dan pelaksana keputusan politik. Kegiatan mempengaruhi pemerintah dapat dilakukan melalui prosedur yang wajar (konvensional) dan tak berupa kekerasan (non violence) seperti ikut memilih dalam pemilihan umum atau pilkada. Ramlan. Mass: Harvard University Press. Kegiatan politik yang dilakukan warga negara dalam kedudukan nya sebagai rakyat biasa di sebut partisipasi politik. Kegiatan yang berhasil maupun yang gagal mempengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik. peacefulk or violence. Keduanya termasuk dalam kategori partisipasi politik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Kegiatan mempengaruhi pemerintah dapat di lakukan secara langsung ataupun secara tidak langsung. mengajukan petisi. 1992. pembangkangan sipil. 1977). dan gerakan-gerakan politik seperti kudeta dan revolusi. Memahami Ilmu Politik. kegiatan politik yang dijalankan oleh para penguasa politik-mereka juga warga negara dan anggota masyarakat –dalam kedudukan mereka sebagai pengambil keputusan politik tidak dapat dinamakan partisipasi politik. mogok. Kegiatan yang langsung berarti individu mempengaruhi pemerintah tanpa menggunakan perantara. seperti demonstrasi (unjuk rasa). hal 141. 2 Surbakti.

yaitu proses pembuatan keputusan politik: partisipan bertujuan untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan di ambil agar keputusan itu menguntungkannya atau.Jadi partisipasi politik mengandung adanya sasaran yang dituju. 8 . paling tidak. tidak merugikannya.

9. 1991. menyadari. tingkat partisipasi politik nya cenderung rendah. Seharusnya pilkada menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi politik rakyat.3 Tetapi pada pilkada Jakarta putaran pertama 2012. Hal ini akan mengubah kultur politik daerah. Setiap warga negara yang memenuhi persyaratan undang-undang berhak memilih baik dalam pemilihan wakil rakyat ataupun pilpres/pilkada. politisi maupun calon pejabat akan belajar berkomunikasi dengan konstituennya. bukan hanya menjadi euphoria politik semata.1 Pilkada Jakarta Indonesia adalah negara demokrasi. Maswadi Rauf. karena hal ini menimbulkan perubahan mendasar dalam hubungan politisi dan pemilihnya. partisipasi politik rakyat adalah keterlibatan rakyat secara perseorangan (privat citizen) untuk mengerti. Ini merupakan suatu hak warga negara. Masih banyak presentase warga Jakarta yang tidak ikut serta dalam proses politik ini. Dengan adanya pemilihan kepala daerah secara langsung ini berarti partisipasi politik rakyat akan lebih efektif. melobi dan memprotes suatu kebijakan yang ditelurkan oleh pemerintah dengan tujuan mempengaruhi kebijakan agar aspiratif terhadap kepentingan mereka. Demokrasi merupakan hak bagi setiap warga negara.BAB III PEMBAHASAN 3. mengkaji. jadi jika tidak menggunakan hak nya pun tidak akan ada tuntutan atau sanksi apapun. mengingat para pemilih akan menggunakan suaranya untuk memilih pemimpin yang dianggap mampu melayani masyarakat dengan lebih baik. Menjadikan kepala daerah bertanggungjawab langsung kepada para pemilihnya berpotensi besar untuk memperkuat tata pemerintahan. presentase warga yang berpartisipasi politik pastilah berbeda satu sama lainnya.4 3 4 Program Pilkada The Asia Foundation di Indonesia pada 2007 didanai oleh Australia Indonesia Partnership. Tetapi pilkada Jakarta putaran pertama kemarin malah menunjukkan bahwa partisipasi politik warga Jakarta masih cukup rendah dalam Pilkada. Dalam konteks Negara. dan ketika berkuasa akan memenuhi janjinya. Tidak semua warga negara ikut serta dalam proses politik. 9 . 9. Melalui Pilkada. “Ciri-Ciri Teori Pembangunan Politik: Kasus Partisipasi Politik” dalam Jurnal Ilmu Politik.

Jakarta sangat penting sebagai pusat pemerintahan Indonesia.co. KPUD harus mengantisiapsi hal itu dari awal. suku. Pilkada Jakarta kemarin di anggap penting hingga menyedot perhatian tidak hanya oleh warga Jakarta saja tetapi warga Indonesia. ras dan budaya bercampur di Jakarta.Berlandaskan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tetapi ia mengkhawatirkan akan ada peningkatan jumlah golput dalam pilkada putaran kedua. Pemungutan dan Perhitungan 5 http://www. Perhitungan ini berdasarkan hasil quick count yang di lakukan oleh pihak Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) dengan sampel 440 TPS yang ada di Jakarta. Jakarta menjadi icon atau acuan bagi daerah-daerah lainnya. Dengan landasan itu juga di harapkan masyarakat menjadi lebih sadar politik dan masyarakat lebih kreatif dan kritis dalam memilih calon kepala daerahnya. Kecerdasan rakyat dalam memilih calon kepala daerah dalam pilkada juga secara tidak langsung telah mendidik rakyat juga untuk memilih calon presiden mendatang. wawasan serta pendidikan politik. Caranya adalah dengan melakukan penyadaran secara terus menerus kepada masyarakat Ibu Kota. 3.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/12/06/02/m4zurf-pengamat-golput-berpeluangmeningkat-di-putaran-kedua di akses pada 8 Oktober 2012 10 . Jakarta bisa di ibaratkan sebagai miniatur proses demokrasi Indonesia. Oleh karena itu tidaklah heran jika media massa selalu menayangkan hiruk pikik pesta demokrasi di Jakarta. Andrinof Chaniago menuturkan bahwa pada putaran pertama partisipasi politik bisa mencapai kisaran 70-80 persen.republika. Pilkada Jakarta juga bisa di jadikan gambaran untuk pilpres 2014. Rakyat dari berbagai agama. di harapkan rakyat mengetahui dan memahami isi dari undang-undang tersebut untuk lebih meningkatkan pengetahuan.1. Pilkada berpeluang untuk membangun pematangan berdemokrasi.5 Golput terbanyak pada pilkada kemarin terjadi di Jakarta Selatan dengan presentase mencapai sebesar 30%. masyarakat yang mempunyai kesadaran berdemokrasi adalah langkah awal menuju demokrasi yang benar.1 Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012 Pengamat politik dari Universitas Indonesia. Ketua Kelompok Kerja Sosialisasi.

Nomor 6 Sumber: data Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Hal ini di sebabkan karena ada nya suara mengambang dan tingkat golput.com/berita/322509/golput-pilkada-dki-putaran-pertama-363-persen di akses pada 5 Oktober 2012 11 . Foke mempunyai tingkat popularitas oleh publik Jakarta sebesar 95 persen. Tabel Perkembangan Tingkat Golput dalam Pilkada di Pulau Jawa 6 DKI 11-07-2012 36. pasangan calon sangat perlu meyakinkan pemilih agar tidak terjadi golput. Adapun Jokowi memiliki tingkat popularitas di publik Jakarta sebesar 88. sementara pilkada Jakarta 2012 tercatat 37 persen. Jika pada pilkada Jakarta 2007 tercatat 35 persen. maka KPU DKI perlu melakukan sosialisasi yang lebih baik lagi mengenai pilkada. Kompas diolah. Tingkatan golput saat itu di prediksi tidak akan berubah.6 Menurut Sumarno. Pada putaran kedua pun di prediksi angka golput masih berada pada kisaran 30 sampai 40 persen. Sumarno.Suara Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta. Lembaga Survey Indonesia juga melakukan survey kemarin saat pilkada putaran pertama.7 persen.antaranews. juga menyebutkan bahwa golput pada pilkada Jakarta putaran pertama kemarin mencapai 36. Dalam survey nya kemarin. Kamis (27/9)7 6 http://www. Dengan diketahui angka pasti pemilih yang golput.3 Nomor 1-5 Sumber: PPs UNIS Tangerang 2008.3 persen. Hasilnya adalah LSI masih belum bisa memprediksi siapa pemenang pilkada Jakarta kemarin.

di karenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena kesalahan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang amburadul dalam pendataan calon-calon pemilih menyebabkan masyarakat tidak terdaftar dalam DPT ini.2 Penyebab Menurunnya Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pilkada Jakarta Putaran Pertama 2012 Banyak hal-hal yang menjadi penyebab mengapa warga negara tidak ikut serta dalam partisipasi politik. Misalnya adalah pergi kerja ke pabrik bagi para buruh 7 http://www. Golput karena masalah teknis. 3. Misalnya dalam hal ekonomi. saat ini masih saja di temukan kegiatan politik seperti kampanya yang oleh kandidat masih menggunakan cara money politic. Banyak pemilih yang sudah terdaftar tetapi tidak hadir di hari pilkada tersebut karena kepentingan individu yang di anggap lebih penting. Permasalah DPT ini sudah merupakan permasalahan yang lazim terjadi di tiap-tiap momentum politik seperti ini. Oleh karena itu masyarakat golongan seperti ini akan merasa rugi jika meninggalkan pekerjaan mereka. tentu ini memberikan suatu pukulan bagi demokrasi di Indonesia. Permasalahan ini seakan-akan tidak mempunyai solusi.Dari data tersebut menunjukkan bahwa secara kuantitatif tingkat golput cukup signifikan yakni 30% dari jumlah pemilih terdaftar. Faktor yang menjadi pengaruh terhadap tinggi-rendah nya tingkat partisipasi politik di antara nya adalah kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintah (sistem politik). biasanya yang mendahulukan kepentingan individu terlebih dahulu ini adalah golongan rakyat kecil yang bekerja oada sektor informal. Partisipasi juga di pengaruhi oleh kepentingan individual itu sendiri.metrotvnews. Masyarakat belum bisa memilih secara rasional dan cerdas sehingga mudah tergiur oleh uang. tentu ini sangat berakibat pada rendahnya partisipasi pemilih.com/jakartamemilih/news/2012/09/27/107687/Angka-Golput-Pemilu-Kada-DKI-Turun/6 di akses pada 9 Oktober 2012 12 . Kegiatan perpolitikan di Indonesia masih tidak bisa di jauhkan oleh kegiatan money politic. Jika partisipasi politik adalah adalah tindakan sukarela. yang berarti bahwa para pesertanya tidak di paksa untuk melakukan nya dan tidak di bayar. dimana penghasilan nya sangat bergantung pada tingkat intensitas ia bekerja.

Alasan lainnya adalah ada nya rasa bosan masyarakat terhadap politik. mereka belum mengetahui atau mengenali calon nya. Para calon juga di nilai kurang memaparkan program-program nya dengan jelas. Mereka tidak percaya dengan pemerintah dan calon yang ada. karena siapa tahu saja letak kesalahannya ada pada pemerintah itu sendiri. tetapi tidak menggunakan nya secara sungguh-sungguh. tetapi tidak menggunakan hak pilih nya. mereka merasa bosan terhdap janji-janji yang muluk dari para calon serta bosan karena sudah seringnya momentum pilkada tetapi tidak memberikan perubahan sama sekali terhadap daerahnya. Mereka juga bingung terhadap calon pemimpinnya. Kita juga tidak boleh serta merta menyalahkan rakyat karena golput.Masyarakat yang bersifat apatis. Alasan ini biasanya di anut oleh golongan masyarakat yang sudah tidak percaya lagi dengan sistem atau pemerintah nya. Biasanya sikap apatis ini timbul karena pandangan mereka yang meyakini bahwa para calon tidak mempunyai kesanggupan untuk mewujudkan harapan mereka. Dalam hal ini banyak berbagai contoh kasus. Tetapi jika sikap abstain ini di biarkan terus menerus tentulah akan berakibat besar pada kemajuan demokrasi kita. Mereka sadar mempunyai hak pilih. 13 . Besarnya tingkatan golput pada pilkada harus di sikapi secara arif. Walaupun masih ada beberapa masyarakat yang sadar untuk pulang ke daerahnya untuk memberikan suara pada pilkada. di antaranya :     Memilih calon tetapi tidak di sertai kesungguhan (Asal-asalan daripada tidak memilih sama sekali) Mencoblos beberapa gambar calon agar suara tidak sah Membiarkan surat suara kosong sama sekali tidak di coblos Tidak ikut dalam pilkada Sikap abstain atau tidak ikut berpartisipasi dalam proses politik pasti selalu terjadi dalam proses demokrasi. Bagi mahasiswa dan masyarakat lainnya juga bisa terpaksa golput karena sedang berada di luar daerah karena terikat suatu pekerjaan. Ada pula golongan masyarakat yang menggunakan hak pilih nya dalam pilkada.

Dalam pendidikan kewarganegaraan sudah di ketahui bahwa pemerintahan Indonesia dalah dari rakyat. partai politik saat ini di harapkan tidak hanya sibuk mengurusi urusan nya sendiri. JPPR telah menerjunkan 60. Liburan jangan di jadikan alasan untuk tidak datang ke TPS. mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam Pilkada DKI Jakarta. Itu berarti. JPPR memberi kesempatan penting bagi masyarakat untuk terlibat dalam partisipasi demokratis selain memberikan suara. Sumarno. Partai politik pun saat ini juga di tuntut untuk membantu masyarakat dalam menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat akan politik.000 pemantau.8 Untuk mengantisipasi tingginya angka golongan putih dalam pilkada kedua. kita mewakilkan 8 Program Pilkada The Asia Foundation di Indonesia pada 2007 didanai oleh Australia Indonesia Partnership. Sumarno juga menjelaskan negara Indonesia menganut sistem demokrasi yang sehingga peran masyarakat sangat penting dalam mengawal berbagai kebijakan dan menentukan para pemimpinnya. justru liburan seharusnya di jadikan kesempatan untuk masyarakat pergi ke TPS. misalnya Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Karenanya. Untuk pilkada. Partisipasi aktif ini diwujudkan dengan mendatangi TPS pada 20 September dan menggunakan hak suara dengan memilih pasangan cagub dan cawagub yang diyakini mampu memimpin DKI Jakarta. Seiring perkembangan zaman saat ini sudah banyak muncul organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang politik. Pandangan berlibur lebih penting daripada memiliha dalah pemikiran yang salah.Pendidikan politik saat ini sangatlah di butuhkan. jika kita ikut memilih. yang memberikan informasi kepada para pemilih (miskin maupun mereka yang berada di daerah terpencil) mengenai informasi yang diperlukan untuk berperan serta secara penuh dalam proses demokrasi tersebut. dan memiliki dampak besar terhadap demokratisasi Indonesia dengan menghasilkan aktivis-aktivis demokrasi yang terdidik dan berkomitmen sebagai kader yang berdedikasi di setiap desa di seluruh negeri. JPPR menjadi suatu media yang sangat efektif untuk menyampaikan pendidikan maupun pesan-pesan bagi para pemilih mengenai asas dan nilai demokrasi. JPPR adalah suatu jaringan nasional yang berkembang dari suatu lokakarya pendidikan pemilih nasional yang disponsori oleh The Asia Foundation di tahun 1998. Ketua Pokja Sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Provinsi DKI Jakarta. oleh rakyat dan untuk rakyat. memproduksi poster dan menyebarkan leaflet. 14 . JPPR sering menyelenggarakan pertemuanpertemuan pendidikan pemilih. Karena dengan pendidikan politik itu akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan politik dengan baik.

Partisipasi pemilih pemula.kompas.com/berita/read/2012/09/11/01262018/Pilkada.Uangnya.Jangan.Jangan. Sumarno menilai pemilih pemula ini bersikap kritis dan jumlahnya cukup signifikan. Untuk itu.Terima.kedaulatan kita kepada orang yang kita percayai. Kontribusi mereka akan memberikan hal positif untuk pilkada kali ini. Sumarno berharap para calon pemilih tersebut tidak menjadi golput atau mengabaikan hak pilihnya.Orangnya di akses pada 18 Oktober 2012 15 . dalam menentukan pemimpin DKI Jakarta pun dinilai sangat penting.9 9 http://pilkada. seperti anakanak SMA.Pilih.

16 . rasa bosan terhadap politik dikarenakan masyarakat sudah bosan terhadap janji-janji muluk para calon pemimpin nya. sifat apatisme masyarakat. dan alasan tidak berada di tempat di karenakan sedang terikat suatu pekerjaan yang mengharuskan mereka meninggalkan Jakarta. melalui pilkada. Alasan masalah teknis terjadi karena pemilih tidak terdaftar dalam DPT. Sebagai contoh seorang buruh yang bekerja di pabrik lebih mementingkan kegiatan ekonomi nya daripada ikut memilih karena kalau ia meninggalkan pekerjaan nya. 4.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Berbagai macam alasan dan faktor timbul karena kurang nya minat partisipasi masyarakat. Bisa di simpulkan juga bahwa pemberian suara (voting) dimana tingginya penurunan tingkat partisipasi politik masyarakat Jakarta di pengaruhi oleh tingkat pekerjaan. Masyarakat dengan status pekerjaan lebih tinggi cenderung lebih tinggi tingkat partisipasinya dibandingkan masyarakat dengan status pekerjaan yang lebih rendah. kepentingan individu (misal dalam hal ekonomi). tidak memberikan suara dalam pilkada. Kalau komitmen untuk berdemokrasi tidak ada. rasa bosan terhadap politik dan alasan tidak berada di tempat. maka sulitlah membangun kesadaran warga negara untuk aktif berpartisipasi politik. Bentuk partisipasi yang paling dominan adalah voting. sifat apatisme masyarakat karena tidak percaya pada siapa yang akan dipilihnya. Baik pemerintah maupun masyarakat sebaiknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita.1 Kesimpulan Partisipasi politik masyarakat di Jakarta meliputi kegiatan kampanye dan pemberian suara. Tingginya tingkat penurunan partisipasi politik masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama ini antara lain di sebabkan oleh faktor masalah teknis. alasan kepentingan individu karena masyarakat tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.2 Saran Partisipasi masyarakat Jakarta dalam pilkada putaran pertama kemarin masih tergolong rendah karena lebih dari 30% warga nya golput. ia tidak mendapatkan upah.

Semoga penelitian ini dapat di teliti lebih jauh demi peningkatan ilmu pengetahuan. dan kesadaran masyarakat Jakarta dalam berpolitik. 17 .Semoga hasil penelitian ini dapat di pergunakan dalam proses menyadarkan masyarakat Jakarta akan pentingnya pilkada dan betapa di butuhkan nya suara masyarakat tersebut dalam pilkada. waasan.

Jakarta. 1998. Dalam Demetologasi Politik Indonesia. Nelson. Syarofin Arba MF (edt). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sistem Politik Indonesia. Budaya Demokrasi dan Partisipasi Politik di Indonesia Pasca Orde Baru. Budaya. MR Khairul. Ramlan. Mansur Semma. Harvard University Press. Menggugat Partisipasi Publik Dalam Pemerintahan Daerah (Sebuah Kajian Dengan Pendekatan Berfikir Sistem). Jakarta. 2004.DAFTAR PUSTAKA A. Perilaku politik. IKIP Semarang Press. Bayu Media Malang. Affan. 18 . Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2008. Merangsang Partisipasi Politik Rakyat.H.Rahman. 1995. Joan M.I.manusia Indonesia. 1992. Yogyakarta: Graha Ilmu. Huntington. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta: Pustaka Cidesindo. Demokrasi di Indonesia: Demokrasi parlementer dan demokrasi Pancasila. 2007. PT Gramedia Pustaka Utama. Negara dan korupsi: pemikiran Mochtar Lubis atas negara. Surbakti.).2007 Muslim Demokrat: Islam. Dasar-dasar Ilmu Politik. Miriam.. dalam Jurnal Ilmu Politik Mujani. and Samuel P. Muluk. 2003. Identitas dan Postkolonialitas di Indonesia. Gaffar. Budiardjo. No Easy Choice :Political Participation in Developing Countries. Sastroatmodjo. dan perilaku politik. (1996). 1976. Semarang. Susanto. 2007. Saiful. Memahami Ilmu Politik. M. Yogyakarta: Kanisius. Yayasan Obor Indonesia. Kasus Partisipasi Politik”. Budiardjo. Sudijono. Maswadi Rauf (1991) “Ciri-ciri Teori Pembangunan Politik. Budi (ed.

metrotvnews.pdf http://books.http://books.co.unj.id/fe/sites/default/files/PEDOMAN%20PENULISAN%20SKRIPSI% 20TAHUN%202012.id/books?id=Gg_hyf7VG2sC&pg=PA142&lpg=PA142&dq=parti sipasi+politik&source=bl&ots=KO2WXAkv1g&sig=UBrjOcQEL_65uqq3jCW85XefJg&hl=id&sa=X&ei=4OtwUMm3GYOGrAezgIHYDA&ved=0CDEQ6AEwA Q#v=onepage&q=partisipasi%20politik%20indonesia&f=false http://www.pdf http://isnuansa.blogspot.id/books?id=mMKxsD7xAHgC&pg=PA73&lpg=PA73&dq=parti sipasi+politik+di+jakarta&source=bl&ots=mTLgZtY4ov&sig=UUFBk26cF8PfIopKPTbtID BNZws&hl=en&sa=X&ei=T9p_UJroEYqyrAfMnICgAg&redir_esc=y#v=onepage&q=partis ipasi%20politik%20di%20jakarta&f=false 19 .com/2009/08/pilkada-dan-partisipasi-politik.unand.id/books?id=Gg_hyf7VG2sC&pg=PA142&lpg=PA142&dq=parti sipasi+politik&source=bl&ots=KO2WXAkv1g&sig=UBrjOcQEL_65uqq3jCW85XefJg&hl=id&sa=X&ei=4OtwUMm3GYOGrAezgIHYDA&ved=0CDEQ6AEwA Q#v=onepage&q=partisipasi%20politik%20adalah&f=false http://pasca.google.ui.id/id/wp-content/uploads/2011/09/PARTISIPASI-POLITIKMASYARAKAT-DALAM-PELAKSANAAN-PEMILU-KADA.com/jakartamemilih/news/2012/09/27/107687/Angka-GolputPemilu-Kada-DKI-Turun/6 http://books.ac.pdf http://www.ac.co.google.ac.google.co.id/books?id=hl5ZE620VIC&pg=PA198&lpg=PA198&dq=partisipasi+politik+di+indonesia&source=bl&ots =nSc4nk9h7E&sig=8NrOP0DEtLKF7mzc5LalLw1fbf8&hl=en&sa=X&ei=G_B_UP7IIo3xr QfGo4B4&redir_esc=y#v=onepage&q=partisipasi%20politik%20di%20indonesia&f=false http://books.google.id/contents/koleksi/2/8141c4beae79dde4e73aa111d63fbfd369e0bc 4d.html http://repository.co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful