2011

Rekayasa Reproduksi dan Bioteknologi

Disusun Oleh
Intan Kumara P. 9A/18 05/12/2011

SMP NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO
Jl. Satria No. 1 Ketegan Taman Telp. (031) 7881538 Kdpos 61257

2

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah biologi yang berjudul “Rekayasa Reproduksi dan Bioteknologi” untuk memenuhi tugas makalah dari Bu. Maria Yohana. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi dan manfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Taman, 5 November 2011

Penyusun

2

3

DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN………………………………………………………………………..………1 Kata pengantar………………………………………………………………………………..…..2 Daftar Isi…………………………………………………………………………………….……3 BAB I : PENDAHULUAN………………………………………………………………………4 BAB II : PEMBAHASAN……………………………………………………………………….6 A. Pengertian Rekayasa Reproduksi…………………………………………………….6 B. Teknik Rekayasa Reproduksi………………………………………………………...6 1. Kultur Jaringan……………………………………………………………………7 2. Kloning……………………………………………………………………….….10 3. Makhluk Hidup Transgenik……………………………………………………..12 4. Hibridisasi……………………………………………………………………….14 5. Inseminasi Buatan……………………………………………………………….14 6. Bayi Tabung……………………………………………………………………..15 C. Dampak Rekayasa Reproduksi……………………………………………………..16 D. Pengertian Bioteknologi…………………………………………………………….16 E. Produk-produk Bioteknologi dan Cara Pembuatannya…………………………….17 1. Pengolahan Makanan dengan teknik Bioteknologi Konvensional…………….18 2. Penerapan Bioteknologi Modern………………………………………………..24 3. Penerapan Bioteknologi di bidang Kedokteran………………………………...30 4. Penerapan Bioteknologi di bidang Pertanian…………………………………...30 5. Penerapan Bioteknologi di bidang Peternakan…………………………………35 6. Bioteknologi Bahan Bakar masa depan…………………………………………36 7. Bioteknologi untuk Pengolahan Limbah………………………………………..38 8. Pengolahan Sekam Padi Menjadi Bahan Bakar Alternatif melalui proses Pirolisis Lambat………………………………………………………………….40 BAB III : PENUTUP……………………………………………………………………………42 1. Kesimpulan…………………………………………………………………………42 2. Kata Penutup………………………………………………………………………..43 3. Daftar Pustaka………………………………………………………………………44

3

4

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan penerapan Rekayasa Reproduksi dan Bioteknologi bagi kelangsungan hidup manusia. BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Rekayasa genetika (Ing. genetic engineering) dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu. Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi didifinisikan sebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel; atau fusi sel di luar keluarga taksonomi; yang dapat menembus rintangan reproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan seleksi tradisional. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja.

B. Permasalahan a. Apakah pengertian dari rekayasa reproduksi? b. Apa sajakah macam teknik rekayasa reproduksi? c. Apa sajakah dampak penerapan rekayasa reproduksi bagi manusia? d. Apa pengertian dari bioteknologi? e. Apa sajakah produk dari Bioteknologi dan bagaimanakah proses pembuatannya? f. Apa sajakah dampak penerapan bioteknologi bagi manusia?

4

Ruang Lingkup Meliputi tumbuhan dan hewan serta manusia. tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. 3. Kegunaan Manfaat dan kegunaan penyusunan karya makalah ini diharapkan bisa: 1.Merumuskan masalah yang akan diterangkan dan menyusunnya dengan jelas . Memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang Rekayasa reproduksi dan bioteknologi. Mengetahui tentang berbagai macam produk bioteknologi. Mengetahui pengertian dari rekayasa reproduksi. Sistematika Ada beberapa cara / sistematika untuk dapat menyusun karya tulis ini yaitu diantaranya: .5 C. 6. 2. genetika. Menumbuhkan minat seseorang untuk mempelajari teknik Rekayasa reproduksi dan bioteknologi. Melalui sumber-sumber tersebut penulis berharap agar dapat memperoleh informasi dan data secara jelas walaupun tidak seakurat mungkin. teknikkimia. Mengetahui tentang berbagai macam teknik rekayasa reproduksi. Mengetahui dampak penerapan bioteknologi bagi manusia.Menentukan tema yang akan di bahas . Metode Penelitian Metode penelitian untuk mengumpulkan data-data dalam rangka penulisan karya tulis ini dengan cara sebagai berikut : 1. F. Mengetahui pengertian dari bioteknologi. 4. Metode tertulis. yaitu dengan menggunakan sumber-sumber dari berbagai buku sebagai panduan karya tulis tersebut. Mengetahui dampak penerapan rekayasa reproduksi bagi manusia. Ilmu-ilmu pendukung dalam bioteknologi meliputi mikrobiologi. 2. biologi sel. Memberikan motivasi untuk bisa berkreasi dan kreatif 3. Adapun tujuannya adalah agar dapat: 1. biokimia. 5 . 5. Tujuan Dalam penyusunan makalah biologi ini.Menggunakan kata – kata yang mudah di mengerti oleh pembaca G. D. dan enzimologi E.

Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi didifinisikan sebagai teknik invitro asam nukleat. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. dan bayi tabung. yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu. Rekayasa genetika (Ing. kloning. termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel. tetapi manusia juga bisa dijadikan objek dalam teknologi. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. 6 . masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit. genetic engineering) dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. yang dapat menembus rintangan reproduksi dan rekombinasi alami. Pengertian Rekayasa Reproduksi Nama lain Rekayasa Reproduksi adalah Rekayasa Genetika.6 BAB II PEMBAHASAN A. dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan seleksi tradisional. B. inseminasi buatan. antara lain dengan cara kultur jaringan. Teknik Rekayasa Reproduksi Rekayasa reproduksi tidak hanya dilakukan pada tumbuhan dan hewan. Ada beberapa teknik rekayasa reproduksi yang kita kenal. Rekayasa reproduksi adalah suatu usaha manusia untuk mengembangbiakan makhluk hidup dengan cara rekayasa tahapan-tahapan proses reproduksi yang berlangung secara alami. atau fusi sel di luar keluarga taksonomi. Walaupun demikian. hibridisasi.

Kultur jaringan sebenarnya memanfaatkan sifat totipotensi yang dimiliki oleh sel tumbuhan. Totipotensi yaitu kemampuan setiap sel tumbuhan untuk menjadi individu yang sempurna. Teori totipotensi ini dikemukakan oleh G. Heberlandt tahun 1898. Misalnya batang hanya seluas beberapa millimeter persegi saja.7 1. ujung daun.C Steward 7 . Misalnya ujung batang. kita bisa mendapatkan keturunan bibit unggul dalam jumlah yang banyak dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Pada teknik ini kamu hanya membutuhkan bagian tubuh dari tanaman. Gottlieb Haberlandt F. Jaringan yang kamu ambil untuk dikultur disebut eksplan. yang dijadikan eksplan adalah jaringan muda yang masih mampu membelah diri. Dengan teknik ini. dan ujung akar. Tanaman yang dikultur biasanya adalah bibit unggul. Kultur jaringan memerlukan pengetahuan dasar tentang kimia dan biologi. Kultur jaringan Pelaksanaan teknik kultur jaringan bertujuan untuk memperbanyak jumlah tanaman. Biasanya.

dan Riker.C Steward Langkah-langkah dalam proses Kultur Jaringan meliputi : · Inisiasi · Sterilisasi · Multiplikasi · Pengakaran · Aklimatisasi Kultur jaringan dapat dilakukan secara sederhana. Mo. Mensterilkan eksplan. hormon. Masukkan potongan jaringan yang sudah disterilkan di atas media dalam botol. bahan-bahan di atas campur dengan agar-agar. kultur jaringan dipopulerkan oleh Muer. c. Steward bisa menumbuhkannya menjadi satu individu wortel. 8 . Mn. Steward menguji ulang teori tersebut dengan menggunakan objek empulur wortel. O. vitamin. dengan perbandingan tertentu. So. P. S. Ca. Cara pengujian ulang teori totipotensi olehF. Media padat. F.C. Gunakan botol atau tabung yang sudah disterilkan.8 Dia adalah seorang ahli fisiologi yang berasal dari Jerman. H. Media yang digunakan terdiri atas:  Unsur-unsur atau garam mineral: Unsur makro: C. Media cair. Unsur mikro: Zn.    Asam amino. Pada tahun 1969. gula. Mg. Inisiasi Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan di Kultur · Anakan · Cuci dengan air mengalir · Dikecilkan dengan pisau · Dimasukan dalam media b. bahan-bahan di atas dicampur akuades. Hildebrandt. Caranya adalah direndam dalam alkohol 70% atau kalsium hipoklorit 5% selama beberapa menit. N. F. K. Pada tahun 1954. isi dengan media. Dengan mengambil satu sel empulur wartel. yaitu: a.C.

maka bisa dipindahkan ke media tanah atau lahan pertanian. Pengakaran Hasil multiplikasi selanjutnya dipindah dalam media pengakaran sehingga terbentuk tanaman yang sempurna (planlet) Media pengakaran adalah MS + 5 ppm NAA + Charcoal 1 g/l . Jika tanaman tersebut sudah kuat. Kalus yang tumbuh bisa dipotong-potong untuk dipisahkan dan di tanam pada media lain.5 . Aklimatisasi Aklimatisasi adalah proses penyesuaian palnlet dari kondisi mikro dalam botol (heterotrof) ke kondisi lingkungan luar (autotrof) g. e. serta menjamin pertukaran udara lebih cepat. f. Simpan di tempat yang aman pada suhu kamar.9 Media cair dan padat tersebut kemudian disterilkan dengan menggunakan mesin khusus yang disebut dengan autoklaf. Multiplikasi Multiplikasi adalah kegiatan pemotongan dan pemindahan eksplan ke media baru. d. kemudian pindahkan ke pot. Bisa juga selama pemeliharaan dilakukan pengocokan dengan mesin pengocok yang bergoyang 70 kali permenit. d.2 bulan.000 lux selama 16 jam/hari 9 . Pemilihan Kultur Botol kultur dipelihara dalam ruang kultur aseptik (steril) dengan suhu 18-25 C dan intensitas cahaya 3000 – 10. Kalus tersebut akan tumbuh menjadi tanaman muda (plantlet). Tujuan dari pengocokan adalah untuk merangsang sel-sel eksplan supaya giat bekerja dan memperlancar proses persiapan zat dan penyebaran makanan merata. tunggu untuk beberapa lama maka akan tumbuh kalus (gumpalan sel baru). Pengocokan dilakukan selama 1.

tebu. Membutuhkan modal investasi awal yang tinggi untuk bangunan (laboratorium khusus). Tanaman yang dihasilkan lebih cepat berproduksi.     Sifat tanaman yang dikultur sesuai dengan sifat tanaman induk.Kloning Kloning adalah penggunaan sel somatik makhluk hidup multiseluler untuk membuat satu atau lebih individu dengan materi genetik yang sama atau identik. Kloning ditemukan pada tahun 1997 oleh Dr. Contoh tanaman yang bisa menjadi objek kultur adalah pisang. Tidak perlu menunggu tanaman dewasa. Diperlukan persiapan SDM yang handal untuk mengerjakan perbanyakan kultur jaringan agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan Produk kultur jaringan pada akarnya kurang kokoh 2. Domba hasil rekayasa ilmuan Skotlandia tersebut diberi nama Dolly. maka jaringan ini dapat diambil dan ditanam. 10 . cara kultur jaringan dinilai mahal dan sulit. Kekurangan Pemanfaatan teknik Kuktur Jaringan adalah :     Bagi orang tertentu.10 Kultur jaringan dapat disimpan dalam suhu rendah sebagai stok atau cadangan. dan anggrek. Jika sewaktu-waktu diperlukan. Keuntungan dari kultur jaringan adalah:  Dalam waktu singkat dapat menghasilkan bibit yang diperlukan dalam jumlah banyak. kita sudah dapat membiakkannya. mangga. peralatan dan perlengkapan. Tidak membutuhkan area tanam yang luas. Ian Willmut seorang ilmuan Skotlandia dengan menjadikan sebuah sel telur domba yang telah direkayasa menjadi seekor domba tanpa ayah atau tanpa perkawinan.

dan mengambil kelenjar mamae dari domba betina lain. Kemudian. 11 .11 Gambar: Domba Dolly dan Dr. Sel telur dikembalikan ke uterus domba induknya semula (domba donor sel telur). Nukleus yang berasal dari sebuah sel di dalam usus seekor kecebong di trans -plantasikan ke dalam sel telur dari katak jenis lain yang nukleusnya telah dikeluarkan. Kloning juga bisa dilakukan pada seekor katak. Sel telur yang mengandung sel kelenjar mamae dimasukkan ke dalam uterus domba. Sel germa adalah sel yang menumbuhkan telur dari sperma. domba hasil kloning merupakan domba hasil perkembangbiakan secara vegetatif karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma.  Jadi. telur ini akan berkembang menjadi zigot buatan dan akan berkembang lagi menjadi seekor katak dewasa. Memasukkan sel kelenjar mamae ke dalam sel telur yang tidak memiliki nukleus lagi. Ian Willmut Cara kloning domba Dolly yang dilakukan oleh Dr. Ian Willmut adalah sebagai berikut:  Mengambil sel telur yang ada dalam ovarium domba betina.  Kloning akan berhasil apabila nukleus ditransplantasikan ke dalam sel yang akan menghasilkan embrio (sel telur) termasuk sel germa.     Mengeluarkan nukleus sel telur yang haploid. kemudian domba tersebut akan hamil dan melahirkan anak hasil dari kloning.

Teknik ini mengubah factor keturunan untuk mendapatkan sifat baru. antara lain sebagai berikut: a. Pengubahan gen dilakukan dengan jalan menyisipkan gen lain ke dalam plasmid sehingga menghasilkan individu yang memiliki sifat tertentu sesuai dengan keinginan si pembuat. Teknik ini dikenal dengan rekayasa genetika atau teknologi plasmid. Produksi insulin Caranya adalah dengan menyambungkan gen pengontrol pembuatan insulin manusia ke dalam DNA bakteri.12 Cara kloning domba Dolly yang dilakukan oleh Dr. Makhluk hidup transgenik Makhluk hidup transgenik sering disebut sebagai GMOs (Genetically Modified organisms) yang merupakan hasil rekayasa genetika. Teknologi ini dapat dipelajari dari beberapa aplikasi yang telah dikembangkan oleh manusia. Ian Willmut 3. Kemudian dari hasil penyambungan tersebut akan terbentuk bakteri 12 .

Bakteri ini dipelihara di laboratorium untuk menghasilkan insulin. Menciptakan bibit unggul Tanaman hasil rekayasa genetika yang mampu memupuk sendiri Rekayasa genetika untuk memperbaiki tumbuhan supaya menjadi lebih baik. Insulin yang dihasilkan bisa untuk mengobati penyakit kencing manis. 13 . yaitu:  Pencakokan gen pembentuk pestisida pada tumbuhan sehingga mampu menghasilkan pestisida mematikan hama. Teknologi ini mampu membuat tanaman yang bisa memupuk dirinya sendiri. Membuat Insulin dengan teknik Plasmid Gen /DNA digunting dengan Enzim Endonuklease Restriksi Gen /DNA disambung dengan Enzim Ligase DNA/gen → hormon insulin Inang/host → DNA. Gen sumber dari sel Bakteri : Escherricia coli dan Pancreas manusia isolid plasmid → dipotong dengan enzim endonuklease → isolasi gen sumber oleh enzim endonuklease Plasmid tunggal → Single gen/gen gabung dengan enzim ligase → terbentuk DNA rekombinan → dimasukkan ke sel bakteri sebagai vektor → Bakteri menghasilkan hormone insulin b.  Rekayasa tumbuhan yang mampu melakukan fiksasi nitrogen.13 baru yang mampu menghasilkan hormon insulin manusia.

Jadi. dan anggrek. tebu. Inseminasi Buatan pada hewan kambing Inseminasi buatan dilakukan karena bibit pejantan unggul yang hendak dikawinkan dengan bibit betina lokal tidak memiliki waktu masa subur yang bersamaan. 14 . Teknik ini dapat dilakukan pada tumbuhan dan hewan.14  Rekayasa genetika yang mampu menciptakan tanaman yang mampu memproduksi zat anti koagulan. fertilisasi ini tidak membutuhkan hewan jantan. tetapi hanya membutuhkan spermanya saja. 5. Inseminasi buatan Inseminasi buatan adalah pembuahan atau fertilisasi yang terjadi pada sel telur dengan sperma yang disuntikkan pada kelamin betina. Hibridisasi Hibridisasi anggrek Hibridisasi adalah persilangan antara varietas dalam spesies yang sama yang memiliki sifat unggul. Hasil dari hibridisasi adalah hibrid yang memiliki sifat perpaduan dari kedua induknya. Bibit pejantan unggul dikawinkan dengan bibit betina lokal supaya dapat menghasilkan keturunan yang lebih baik. 4. kelapa. padi. Contoh hibrid tumbuhan yang telah dibudidayakan adalah jagung.

Sel telur dipertemukan dengan sperma di bawah mikroskop dan diamati sehingga terjadi fertilisasi. Sel telur yang mengalami ovulasi pada induk atau wanita diambil dengan suatu alat dan disimpan di dalam tabung yang berisi medium seperti kondisi yang ada pada rahim wanita hamil. b.  Proses pembuatan bayi tabung adalah sebagai berikut: a. Jika sel telur yang sudah dibuahi. Gambar: Proses pembuatan bayi tabung Kita biasanya sering mendengar istilah bayi tabung bagi pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan. untuk mendapatkan bibit pejantan unggul untuk mengawini bibit betina lokal tidak perlu dengan membawa individunya tetapi cukup dengan membawa spermanya. d. Kedua-duanya sama-sama merupakan perkembangbiakan generatif. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut dikembalikan ke dalam tabung. 6. hanya proses pembuahan pada bayi tabung terjadi di luar sedangkan inseminasi terjadi di dalam tubuh. Jadi. Teknologi ini sebenarnya kelanjutan dari teknologi inseminasi buatan. maka embrio tersebut akan disuntikkan kembali ke dalam rahim induknya semula. c. Hal ini merupakan jalan pintas bagi mereka untuk segera mendapatkan keturunan. disebut zigot. Hal ini juga memudahkan proses pengiriman dari suatu negara ke negara lain. berkembang dengan baik dan menjadi embrio. Bayi tabung Bayi tabung adalah bayi yang merupakan hasil pembuahan yang berlangsung di dalam tabung.15 Teknologi ini menggunakan metode penyimpanan sperma pada suhu rendah (-80° sampai 20°). 15 .

Membantu pasangan yang kesulitan mendapatkan anak dengan jalan pintas yaitu bayi tabung. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sesuai dengan keinginan manusia.   Merugikan petani dan peternak local yang mengandalkan reproduksi secara alami.16 C.  Mengganggu proses seleksi alam D. Dampak negatif rekayasa reproduksi sebagai berikut:  Pada perbanyakan keturunan dengan kultur jaringan yang memiliki materi genetis yang sama akan mudah terkena penyakit. Meningkatkan gizi masyarakat. Dampak positif rekayasa reproduksi sebagai berikut:      Menciptakan bibit unggul. Dikhawatirkan adanya penyalahgunaan teknologi reproduksi untuk kepentingan pribadi yang merugikan orang lain. Pengertian Bioteknologi 16 . Dampak Penerapan Rekayasa Reproduksi Rekayasa teknologi tidak semuanya berdampak positif bagi kehidupan manusia maupun bagi makhluk hidup lain dan lingkungan. Teknologi yang diciptakan dengan tujuan untuk memakmurkan umat manusia bisa saja menghancurkan manusia itu sendiri jika tidak diikuti dengan keimanan dan ketaqwaan. Melestarikan plasma nutfah. Misalnya misi sebuah Negara yang hendak menguasai dunia dengan menciptakan prajurit tangguh dengan teknik pengkloningan.

seperti DNA rekombinan. DNA rekombinan yaitu pemutusan dan penyambungan DNA. Bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk dan jasa guna kepentingan manusia. E. Produk Produk Bioteknologi dan Cara pembuatannya Bioteknologi ada dua yaitu bioteknologi Konvensional dan bioteknologi Modern. 17 .17 Bioteknologi adalah pemanfaatan organisme hidup untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. dengan cara kultur jaringan. dan fusi sel. a) Bioteknologi Konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk atau jasa. yaitu : * adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu * adanya penggunaan enzim b) Sedangkan Bioteknologi Modern adalah bioteknologi yang menggunakan teknik rekayasa genetika. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional. cloning. misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan.

b. keju. yaitu Lactobacillus dan Streptococcus.0 sebagai akibat dari kegiatan bakteri asam laktat.18 PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN DENGAN TEKNIK BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL A. f. 18 . Diawali dengan pemanasan susu dengan suhu 90oC atau dipasteurisasi. Selama penyimpanan tersebut pH akan turun menjadi 4. Proses pembuatan keju: a. Selanjutnya bakteri asam laktat dicampurkan. e. c. Bakteri tersebut berfungsi memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat. d. c. yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt. seperti yoghurt. 2) Keju Dalam pembuatan keju digunakan bakteri asam laktat. susu dipasteurisasi terlebih dahulu. Kemudian didinginkan sampai 30oC. 1) Yoghurt Untuk membuat yoghurt yaitu: a. selanjutnya disimpan selama ± 5 jam pada temperatur 45oC. selanjutnya sebagian besar lemak dibuang. b. Pengolahan produk susu Susu dapat diolah menjadi bentuk-bentuk baru. dan mentega. Kedua bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah yang seimbang. Selanjutnya susu didinginkan dan dapat diberi cita rasa.

Biasanya digunakan sebagai olesan roti dan biskuit. dan kadang-kadang bahan untuk menggoreng. g. Enzim rennin dewasa ini telah digantikan dengan enzim buatan. yaitu klimosin. Adapun whey yang terbentuk diperas lalu digunakan untuk makanan sapi. Pengganti mentega ialah margarin. dan memiliki sedikit lemak dan kolesterol. sebagai perantara lemak di beberapa resep roti dan masakan. i. kemudian ditekan untuk membuang air dan disimpan agar matang. yang biasanya lebih murah. dibuat dengan mengaduk krim yang didapat dari susu.19 Gambar: Berbagai macam jenis dari keju d. kemudian ditambahkan enzim renin dari lambung sapi muda untuk mengumpulkan dadih. Dadih yang terbentuk selanjutnya dipanaskan pada temperature 32oC – 420oC dan ditambah garam. h. f. Akibat dari kegiatan bakteri tersebut pH menurun dan susu terpisah menjadi cairan whey dan dadih padat. e. Gambar : Mentega 19 . 3) Mentega Mentega adalah ialah produk makanan susu.

Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. b. kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu Gambar : Kecap Asin Gambar : Kecap manis 20 . Selanjutnya. Bakteri-bakteri tersebut membentuk proses pengasaman. Produk makanan non susu 1) Kecap Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak. menggunakan mikroorganisme Streptococcus lactis dan ectonostoceremoris. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan dasar air kelapa yang umumnya berasa asin.20 Pembuatan mentega : a. Kemudian lemak mentega diaduk untuk menghasilkan mentega yang siap dimakan. atau bahkan ikan laut. susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega dipisahkan. B. c.

mempercepat proses penyembuhan duodenitis. c. Di samping itu tempe mempunyai beberapa khasiat. Akan tetapi. menghambat ketuaan. Aspergillus oryzae dibiakkanpada kulit gandum terlebih dahulu. b. Gambar : Tempe Gambar: Masakan yang terbuat dari tempe 21 . Jamur. bergantung pada bahan dasarnya. 2) Tempe Tempe kadang-kadang dianggap sebagai bahan makananmasyarakat golongan menengah ke bawah. Tempe mempunyai nilai gizi yang baik. tempe mulai banyak dicari dan digemari masyarakat dalam maupun luar negeri. sehingga masyarakat merasa gengsi memasukkan tempe sebgai salah satu menu makanannya. dapat menurunkan kadar kolesterol. penyakit gula. serta mampu menghambat resiko jantung koroner. meningkatkan vitalitas. memperlancar pencernaan. Jamur Aspergillus oryzae bersama-sama dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak menghancurkan campuran gandum. setelah diketahui manfaatnya bagi kesehatan. Jenis tempe sebenarnya sangat beragam. namun yang paling luas penyebarannya adalah tempe kedelai. dan kanker. Setelah proses fermentasi karbohidrat berlangsung cukup lama akhirnya akan dihasilkan produk kecap. dapat mengurangi toksisitas. seperti dapat mencegah dan mengendalikan diare.21 Pembuatan kecap: a. mencegah anemia.

potong sesuai selera dan dicuci bersih. 4. Ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol. bias memakai plastic ataupun memakai daun pising atau daun jati. b. dalam hal ini kapang. Taburkan ragi halus ke singkong-singkong yang sudah dingin sampai rata. 3) Tape Tape dibuat dari bahan dasar ketela pohon dengan menggunakan sel-sel ragi. Proses fermentasi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada protein. Masyarakat kita membuat tape tersebut berdasarkan pengalaman. Pilihlah singkong yang bagus dan rata.22 Cara membuat tempe: a. dipotong. 22 . Gambar: Tape singkong Proses pembuatan tape singkong adalah: 1. Tunggu singkong tersebut sampai dingin. dan Rhyzopus oryzae. Rhyzopus stolonifer. 6. Rhyzopus arrhizus. dan karbohidrat. Dalam proses pembuatan tempe paling sedikit diperlukan empat jenis kapang dari genus Rhizopus. Miselium dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai dan memfermentasikannya menjadi produk tempe. d. kemudian dikupas. lemak. Ragi merupakan kumpulan spora mikroorganisme. 3. Perubahan tersebut meningkatkan kadar protein tempe sampai sembilan kali lipat. c. bias juga pakai kipas angin. Kemudian potongan singkong tersebut direbus sampai matang kemudian ditiriskan. Sediakan ragi tape yang bias dibeli di took obat makanan. yaitu Rhyzopus oligosporus. kemudian ditumbuk halus dan diayak pakai ayakan atau saringan. Sediakan tempat untuk menyimpan singkong yang sudah ditaburi ragi tersebut. Selain diperlukan bahan dasar kedelai juga diperlukan ragi. 5. 2.

2. 3. 7. yaitu: 1.23 7. 3. Lactobacillum plantarum  Bioteknologi ini mempunyai beberapa manfaat. Peram bungkusan singkong tersebut kurang lebih 3 hari 8. Dapat membuat makanan yang tahan lama. dan tape singkong siap dinikmati. 9. Setelah 3 hari bukalah bungkusan singkong tersebut. 8. Produk-Produk Bioteknologi Konvensional lainnya dapat dilihat di table berikut : No 1. 4. 6. 5. Mikroorganisme Rhizopus oligosporus Aspergilus oryzae Aspegilus oyae Monillia sitophilia Streptococcus thermophilus Lactobacillus vulgaris Lactobacillus vulgaris Lactobacillus lactis Streptococcus lactis Enzim Protease Protease Protease Protease Laktase Laktase Lipase Lipase Lipase Laktase Bahan Kedelai Kedelai Kedelai Bungkil kacang Susu Susu Susu Susu Susu Kubis Produk Tempe Tauco Kecap Oncom Yoghurt Yoghurt Keju Keju Mentega Asinan 10. misalnya asinan. 2. misalnya dari air kelapa dapat diciptakan makanan baru yaitu Nata de coco. 4. Menciptakan sumber makanan baru. Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman. Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi sederhana tidak banyak membutuhkan biaya sehingga masyarakat kecil bisa melakukannya dan menjual hasilnya untuk keperluan hidup sehari-hari 23 .

Blastula tersebut selanjutnya dipotong-potong menjadi banyak sel dan diambil intinya. Beberapa penerapan bioteknologi modern sebagai berikut : 1. membuat antibodi monoklonal. Setelah diberi inti baru. maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang. penanganan polusi. Manfaat fusi sel. Pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah banyak. Transplantasi inti Transplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat sesuai dengan inti yang diterimanya. antara lain untuk pemetaan kromosom. 2. Dengan adanya berbagai penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian inti-inti tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti yang lain. sehingga terbentuk ovum dengan inti diploid.24 PENERAPAN BIOTEKNOLOGI MODERN Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien. seperti rekayasa genetika. bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang. Dewasa ini. Inti sel tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti. penciptaan sumber energi. para ahli telah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Inti sel yang dipindahkan adalah inti dari sel-sel usus katak yang bersifat diploid. Gambar: Fusi Sel 24 . dan sebagainya. Transplantasi inti pernah dilakukan terhadap sel katak. Fusi sel Adalah peleburan dua sel baik dari spesies yang sama maupun berbeda supaya terbentuk sel bastar atau hibridoma. dan membentuk spesies baru. Masing-masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat dan jenis kelamin yang sama. ovum membelah secara mitosis berkali-kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi blastula. Fusi sel diawali oleh pelebaran membran dua sel serta diikuti oleh peleburan sitoplasma (plasmogami) dan peleburan inti sel (kariogami).

rekombinasi DNA disebut juga rekombinasi gen. c) fusigen (zat-zat yang mempercepat fusi sel). d) sifat plasmid pada keturunan bakteri sama dengan plasmid induk. Rekombinasi DNA dapat dilakukan karena alasan-alasan sebagai berikut: 1) Struktur DNA setiap spesies makhluk hidup sama. Karena sifat-sifat tersebut di atas plasmid digunakan sebagai vektor atau pemindah gen ke dalam sel target. 4. Tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu. Teknologi plasmid Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang terdapat di dalam sel bakteri atau ragi di luar kromosomnya. Gambar: Teknologi Plasmid Sifat-sifat plasmid. antara lain: a) merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu. 3. Rekombinasi DNA Rekombinasi DNA adalah proses penggabungan DNA-DNA dari sumber yang berbeda. b) sel wadah (sel yang mampu membelah cepat). c) dapat berpindah ke sel bakteri lain. 2) DNA dapat disambungkan 25 .25 Di dalam fusi sel diperlukan adanya: a) sel sumber gen (sumber sifat ideal). b) dapat beraplikasi diri.

Contohnya E. alat transportasi disebut wahana kloning atau vektor Vektor yang digunakan biasanya berupa plasmid  Agen (sel target) Agen / sel target yang digunakan biasanya berupa mikroba. coli Bakteri yang telah diinfeksi memperbanyak plasmid „titipan‟ ketika bereproduksi 26 . Nama lain dari enzim penyambung adalah enzim ligase. transformasi Buatan : penyambungan DNA secara in vitro FAKTOR-FAKTOR DNA REKOMBINAN :  Enzim (pemotong & penyambung) Enzim pemotong dikenal dengan nama enzim restriksi endonukleaseFungsi enzim ini adalah untuk memotong-motong benang DNA yang panjang menjadi pendek agar dapat disambung-sambungkan kembali.26 Gambar: Rekombinasi DNA Rekombinasi DNA terbagi menjadi:   Alami : pindah silang.  Vektor DNA yang akan diklonkan membutuhkan alat transportasi untuk menuju tempat pembiakannya. Enzim ligase berfungsi menyambung untaian-untaian nukleotida. umunya bakteri. transduksi.

Manfaat antibodi monoklonal. dan penggunaan medan listrik. fusi.[2] Sel hibrid kemudian ditumbuhkan pada media pertumbuhan. Fusi sel ini menghasilkan sel hibrid yang mampu menghasilkan antibodi seperti pada sel limpa dan dapat terus menerus dibiakan seperti sel myeloma. Imunisasi dapat dilakukan dengan imunisasi konvensional.[2] Penambahan berbagai macam sistem pemberi makan dapat meningkatkan pertumbuhan sel hibridoma. Frekuensi terjadinya fusi sel ini relatif rendah sehingga sel induk yang tidak mengalami fusi dihilangkan agar sel hasil fusi dapat tumbuh. Pembuatan antibodi monoclonal Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu sumber tunggal. antara lain: a) untuk mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita hamil b) mengikat racun dan menonaktifkannya c) mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain. Gambar: membuat antiboti mnonoklonal Antibodi monoklonal adalah antibodi monospesifik yang dapat mengikat satu epitop saja. Pembuatan sel hibridoma terdiri dari tiga tahap utama yaitu imunisasi. misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal. antibiotika dan hormon. Frekuensi fusi sel dapat diperbanyak dengan menggunakan Polietilen glikol (PEG).27 PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DI BIDANG KEDOKTERAN Dalam bidang kesehatan bioteknologi mampu menciptakan produk obat untuk penyakit. imunisasi sekali suntik intralimpa. Bioteknologi mempunyai peran penting dalam bidang kedokteran. 27 . maupun imunisasi in vitro. DMSO. 1. vaksin. dan kloning.[2] PEG berfungsi untuk membuka membran sel sehingga mempermudah proses fusi.

Gambar: Antibiotika Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. nalidixic acid. misalnya ampicillin. Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar-besaran pada Perang Dunia II oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris. misalnya rifampicin. 28 . Pembuatan antibiotika Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh organism tertentu dan berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organism lain yang ada di sekitarnya. Polypeptide dan Cephalosporin.28 2.  Inhibitor transkripsi dan replikasi. Gambar: Pembuatan vaksin malaria 3. penicillin G. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut. Pembuatan vaksin Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mikroorganisme. Ada enam kelompok antibiotika[1] dilihat dari target atau sasaran kerjanya(nama contoh diberikan menurut ejaan Inggris karena belum semua nama diindonesiakan atau diragukan pengindonesiaannya):  Inhibitor sintesis dinding sel bakteri. actinomycin D. Antibiotika dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu. mencakup golongan Quinolone. mencakup golongan Penicillin.

Mengurangi rasa sakit. dewasa ini telah digunakan mikroorganisme untuk memproduksi hormon. kanamycin. untuk penyembuhan. 5. dan testosteron. Antibiotika. 8. antibiotika yang beredar hanya sekitar 60-an. Lalu biakan ini dipindahkan kebejana fermentasi yang menyerupai tangki besar. b. 4. Mengontrol kadar gula darah (diabetes mellitus). streptomycin. mencakup banyak jenis antibiotik. Menyerang dan membunuh sel tumor atau kanker. Pembuatan hormone Dengan rekayasa DNA. Produk-produk bioteknologi untuk pengobatan lainnya dapat dilihat di table berikut : No.  Pembuatan antibiotika terdiri atas beberapa tahap : a. kortison. tunicamycin. 29 . terutama dari golongan Macrolida. meningkatkan system kekebalan. tidak mengherankan bila hingga kini. 2. Melihat proses produksinya yang rumit. 10. Mengaktifkan system kekebalan. c. dan Tetracycline. pertama. misalnya oligomycin. chloramphenicol. misalnya ionomycin. mikroorganisme yang menghasilkan antibiotika itu dikembangbiakan. seperti golongan sulfa atau sulfonamida. 9. 4. Meningkatkan kekebalan tubuh. 1. Dari cairan biakan itu antibiotika diekstrakdan dimurnikan. Nama Produk Inferferon Insulin Vaksin Penicillin Hormon pertumbuhan Beta endorphin Activator plasminogen Inferleukun 2 Antibodi monoklonal Enzim Kegunaan Melawan infeksi. Hormon-hormon yang telah diproduksi.29  Inhibitor sintesis protein. misalnya insulin. melawan infeksi oleh bakteri atau jamur. Melarutkan darah beku. mencegah stroke.   Inhibitor fungsi membran sel. misalnya azaserine. hormon pertumbuhan. oxytetracycline. Melawan kekerdilan. 7. Aminoglycoside. 3. Inhibitor fungsi sel lainnya. valinomycin. Meningkatkan reaksi /biokatalisator baik untuk keperluan manusia maupun indsutri. tetracycline. dan  Antimetabolit. 6. Disini. misalnya gentamycin. mikroorganisme dipacu dengan lingkungan yang cocok agar berbiak dengan cepat.

Jadi. tergantung media yang digunakan. yaitu penanaman secara hidroponik dan aeroponik. Ada dua cara penanaman tumbuhan yang merupakan hasil dari pengembangan bioteknologi. iii. hidroponik artinya pengerjaan air atau bekerja dengan air. antara lain: i. metode kultur air (menggunakan media air) metode kultur pasir (menggunakan media pasir) dan metode porus (menggunakan media kerikil. 30 . pecahan batu bata. Penanaman secara hidroponik Hidroponik berasal dari kata bahasa Yunani hydro yang berarti air dan ponos yang berarti bekerja.30 PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DI BIDANG PERTANIAN Manfaat boteknologi di bidang pertanian selain menciptakan bibit unggul. Gambar: Tanaman ditanam yang secara hidroponik p Gambar: Skema teknik hidroponik Adapun metode yang digunakan dalam hidroponik. ii. juga dapat diterapkan pada proses penanaman . A. Dalam praktiknya hidroponik dilakukan dengan berbagai metode. dan lain-lain).

Apakah cukup dengan air dan nutrien? Bahan dasar yang dibutuhkan tanaman adalah air. ii. tidak perlu lahan yang terlalu luas. Sementara itu kebutuhan air dan mineral dapat diberikan dengan sistem hidroponik. iv. Pada umumnya orang bertanam dengan menggunakan tanah. 2. dalam hidroponik tidak lagi digunakan tanah. yang perlu kamu lakukan adalah sebagai berikut: 1. vitamin. 4. biasanya pada tahap awal 100 ml nutrisi per hari. pemindahan tanaman dari pot ke polibag tanaman berbeda-beda waktunya sesuai dengan jenis tanaman. kira-kira ¾ dari permukaan. atau bak-bak tanaman.1. 8.  tanaman dapat dibudidayakan di segala tempat. Beberapa keuntungan bercocok tanam dengan hidroponik. namun ada yang bersifat umum. yaitu kebutuhan akan: makronutrien. Siapkan media tanaman (pasir. Siapkan pot-pot yang akan kamu pakai untuk tempat menanam. hanya dibutuhkan air yang ditambah nutrien sebagai sumber makanan bagi tanaman. dan erosi tidak ada. Namun. masukkan ke dalam lubang-lubang yang telah dibuat. artinya keberadaan tanah sebenarnya bukanlah hal yang utama. Siram dengan cairan nutrisi. 3. vi. mineral. 6. Bersihkan akar bibit tanaman dari tanah.5 liter dilakukan 5 . lengkapi dengan instalasi cara pengairannya. Siapkan nutrisi. mikronutrien. Untuk melakukan penanaman secara hidroponik. cahaya.  Pada hidroponik. Penyiraman sebanyak 1 . bebas dari hama dan hemat biaya perawatan. dan CO2. antara lain : i. risiko kerusakan tanaman karena banjir. dan ZPT (zat pengatur tubuh). atau arang sekam) yang sebelumnya telah dilestarikan dengan cara merebus dalam tong untuk mematikan mikroorganisme dan lain-lain. iii. Cahayatelah terpenuhi oleh cahaya matahari. Demikian pula CO2 sudah cukup melimpah di udara. 31 .31 Metode yang tergolong berhasil dan mudah diterapkan adalah metode pasir. setiap tanaman mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda. kurang air. 5. Masukkan pasir ke dalam pot atau bak tidak sampai penuh. Buat lubang sesuai dengan ukuran bibit yang akan ditanam. pertumbuhan tanaman lebih cepat. 7. v.8 kali setiap hari dengan air dan larutan makanan. hasilnya berkualitas dan berkuantitas tinggi.

Jadi. antara lain tomat. Dracaena. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap larutan hara tersebut. Sebenarnya aeroponik merupakan tipe hidroponik (memberdayakan air). 4. Penanaman secara aeroponik Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponos yang berarti daya. Aglonema. 2. paprika. melon. Gambar: Tomat hidroponik B. karena air yang berisi larutan unsur hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. dan Spatyphilum. dan bayam. Adapun jenis tanaman buah yang dapat dihidroponikkan. mentimun. 3. selada. aeroponik adalah pemberdayaan udara. 32 . Golongan sayuran yang dapat dihidroponikkan. dan belimbing. antara lain jambu air.32  Coba kamu perhatikan Tabel! No 1. sawi. Tomat Melon Paprika Timun Jenis Tanaman Saat Pemindahan 3-4 minggu setelah semi 2 minggu setelah semi 4 minggu setelah semi 2 minggu setelah semi Jenis tanaman yang telah banyak dihidroponikkan dari golongan tanaman hias antara lain Philodendron. kangkung. kedondong bangkok.

para peneliti mencoba mengembangkan agar bakteri Rhizobium dapat hidup di dalam akar selain tumbuhan polongpolongan. Pada tumbuhan polong-polongan sering ditemukan nodul pada akarnya. Penanaman sepanjang tahun 3. sehingga tumbuhan polong-polongan dapat mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri. C. b. seperti juga makhluk hidup yang lain. Penanaman tidak serempak 4. itu juga berupaya meningkatkan kemampuan bakteri dalam mengikat nitrogen dengan teknik rekombinasi gen. salah satu yang terpenting adalah serangga herbivora. Penggunaan varietas yang rentan terhadap hama 5. tumbuhan akan menghadapi tekanan dari musuh alaminya. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara. Di bidang pertanian.33 Gambar: Penanaman tumbuhan cara Aeroponik  Prinsip penanaman dari aeroponik adalah sebagai berikut: a. D. yaitu: 1. yang disebabkan oleh beberapa hal. anak semai sayuran ditancapkan pada lubang tanam. Pembuatan tumbuhan tahan hama Pada dasarnya. Di samping. tanaman mendapatkan tekanan yang luar biasa dari serangga herbivora (lazim kemudian disebut sebagai hama). d. Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen Nitrogen (N2) merupakan unsur esensial dari protein DNA dan RNA. Dengan menggunakan ganjal busa atau rockwool. Helaian styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. Di bawah helaian styrofoam terdapat sprinkler (pengabut) yang memancarkan kabut larutan hara ke atas hingga mengenai akar. Penggunaan pestisida secara luas dan tidak bijaksana 33 . Penanaman monokultur dan dalam areal luas 2. c. Dengan bioteknologi. Kedua upaya di atas dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan penggunaan pupuk nitrogen yang dewasa ini banyak digunakan di lahan pertanian dan menimbulkan efek samping yang merugikan.

Growth rate hypothesis Tumbuhan akan mengembangkan jenis sistem pertahanan kimiawi (menggunakan senyawa metabolit sekunder) yang sangat tergantung pada kondisi di lingkungan tumbuhan tersebut tumbuh. Growth-differentiation balance hypothesis 4. Pada beberapa penelitian. tampak bahwa tumbuhan membentuk ketahanan yang sifatnya khas lingkungan. Pada dasarnya. Misalnya. kemudian disisipkan pada sel tanaman kentang. hipotesis yang dapat digunakan untuk menerangkan mekanisme tersebut ada beberapa. Selanjutnya tanaman kentang tersebut dapat diperbanyak dan disebarluaskan. maka senyawa metabolit sekunder berbasis karbon akan lebih banyak disintesis. terdapat hubungan timbal-balik (ko-evolusi) antara tumbuhan dan serangga herbivora yang mekanismenya cukup kompleks dan rumit.34 Tanaman yang tahan hama dapat dibuat melalui rekayasa genetika dengan rekombinasi gen dan kultur sel. yaitu: 1.  Bioteknologi mampu menciptakan pemberantas hama secara biologis (Bacillus thuringensis) dan tanaman tahan hama karena di dalam tubuhnya disisipi gen bakteri (tanaman transgenic). yang pada akhirnya menentukan kemampuannya bertahan terhadap cekaman lingkungan. Secara garis besar. Sedangkan dalam bidang pertambangan. Demikian pula sebaliknya. bioteknologi modern mampu melakukan pengelolaan biji besi (Thiobacillus ferrooxidans). Sel tanaman kentang tersebut. jika tumbuhan hidup pada tanah yang miskin nitrogen. Tanaman yang tahan hama Ada dua tipe ketahanan tumbuhan. dan tidak didapatkan di lingkungan yang berbeda 34 . untuk mendapatkan tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukan gen yang menentukan sifat kebal penyakit. termasuk herbivora. Gen tersebut. Tumbuhan diasumsikan mempunyai sistem pertumbuhan yang ditentukan oleh lingkungan. Salah satu mekanisme yang umum dipelajari orang adalah “untung-rugi”yang “dipertimbangkan” oleh tumbuhan ketika menjalankan strategi pertahanan. Optimal defense hypothesis 2. yaitu ketahanan kimiawi dan mekanik. kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang tahan penyakit. Carbon:nutrient balance hypothesis 3. Contohnya.

Hormon tersebut direkayasa dari bakteri yang. misalnya berupa hormon pertumbuhan yang dapat merangsang pertumbuhan hewan ternak. Dengan bioteknologi dapat dikembangkan produk-produk peternakan. jika diinfeksikan pada hewan dapat mendorong pertumbuhan dan menaikkan produksi susu sampai 20%. Gambar: BST (Bovin Somatotropin Hormon) Gambar: Hormon pertumbuhan 35 . Produk tersebut.35 BIOTEKNOLOGI BIDANG PETERNAKAN Dalam bidang pertanian dan peternakan bioteknologi mampu menciptakan bibit-bibit unggul yang akan memberikan produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitasnya. Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan hormon pertumbuhan hewan buatan atau BST (Bovin Somatotropin Hormon).

kertas. sambah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. Gasohol adalah sbg bahan altenative bahan bakar minyak. Pengkristalan sukrosa . dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit. memakai sumber tenaga dari bagasse. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahanbahan organik termasuk diantaranya.Distilasi(penyulingan) alkohol pekat menjadi etanol murni . suatu saat akan habis. Fermentase molasse oleh khamir saccaharomyces cerevisiae menjadi alkohol pekat 5. Gasohol dihasilkan dari fermentasi khamir terhadap gula tebu yg melimpah. dan India terdapat beberapa kelompok masyarakat yang hidup di desa yang telah menerapkan teknologi fermenter gasbio untuk menghasilkan metana. Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak. yaitu gasbio (metana) dan gasohol (alkohol). Oleh karena itu. Penanaman tebu 2. antara lain adalah biogas dan gasohol. Di negara Cina. dan lain-lain yang akan diuraikan oleh bakteri dalam fermenter. Pada fase anaerob akan dihasilkan gas metana yang dibakar dan digunakan untuk bahan bakar. Gasohol bersifat murah. Biogas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik sangat populer digunakan untuk mengolah limbah biodegradable karena bahan bakar dapat dihasilkan sambil menghancurkan bakteri patogen dan sekaligus mengurangi volume limbah buangan. kotoran manusia dan hewan. Metana dalam biogas. Biogas dibuat dalam fase anaerob dalam fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. daun-daunan. limbah domestik (rumah tangga).  Proses pembuatan gasohol meliputi 5 tahap: 1. Hal itu merupakan tantangan bagi para ilmuwan untuk menemukan bahan bakar pengganti yang diproduksi melalui bioteknologi. Gasohol dihasilkan dari fermentasi kapang terhadap gula tebu yang melimpah. Saat ini telah ditemukan dua jenis bahan bakar yang diproduksi dari fermentasi limbah. bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batu bara. 36 .yang menyisakan sirup glukosa yang disebut mollase 4. dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi. Sedangkan teknologi gasohol telah dikembangkan oleh negara Brazil sejak harga minyak meningkat sekitar tahun 1970. Ekstrasi gula dgn memecah dan membilas tebu 3. Bahan baku teknologi fermenter tersebut adalah feses hewan.36 BIOTEKNOLOGI BAHAN BAKAR MASA DEPAN Kamu sudah mengetahui bahwa bahan bakar minyak termasuk sumber daya yang tidak bisa diperbarui.

Oleh karena itu Biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah. Gambar: proses pembuatan biogas 37 . Karbondioksida (25-45%). ia dapat menggantikan gas alam terkompresi (CNG) yang digunakan pada kendaraan. Nitrogen (0. butana. maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil. Saat ini. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman.37 Pemanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metana merupakan gas rumah kaca yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkan dengan karbon dioksida.3%). Biogas tersebut dapat digunakan sama seperti penggunaan gas alam. batu bara. Kompisisi kandungan Biogas adalah Metana (55-75%). sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon diatmosfer bila dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil. Hidrogen Sulfida (3%) dan Oksigen (0. Jika dikompresi. LPG.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. pemanas ruangan dan pemanas air. banyak negara maju meningkatkan penggunaan biogas yang dihasilkan baik dari limbah cair maupun limbah padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan biologi mekanis pada tempat pengolahan limbah. Pemanfaatannya seperti distribusi melalui jaringan gas. pembangkit listrik.5%) Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6. Hidrogen (1-5%).

Proses pirolisis yaitu proses dekomposisi bahan-bahan sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen. Bahan-bahan tersebut dinamakan limbah atau sampah. sisa aktivitas pertanian atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak dikehendaki oleh manusia. Dalam pembuatan kompos. misalnya selulosa. kertas bekas. Bahan hasil perombakan zat-zat makroorganik (dari hewan. Hasil pengomposan bermanfaat sebagai pupuk. Salah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis. Di antara semua cara tersebut yang paling baik adalah dengan daur ulang. harus ada upaya untuk menanganinya. tumbuhan. atau didaur ulang. dan sisa makanan.38 BIOTEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH Kaleng. manusia ataupun gabungannya) secara biologiskimiawi dengan bantuan mikroorganisme (misalnya bakteri. dibakar. gas (misal: metana) dan bahan anorganik. Jenis mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan kompos bergantung pada bahan organik yang digunakan serta proses yang berlangsung (misalnya proses itu secara aerob atau anaerob). pembentukan asam organik terutama asam humat yang penting dalam pembuatan humus. Selama proses pengomposan terjadilah penguraian. Keberadaan limbah sangat mengancam lingkungan. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar. Oleh karena itu. Kelebihan bahan bakar hasil proses ini adalah rendahnya kandungan sulfur. misalnya dengan ditimbun. sangat diperlukan mikroorganisme. Dengan cara ini sampah dapat diubah menjadi arang. 38 . jamur) serta oleh hewan-hewan kecil disebut kompos. sehingga cukup mengurangi tingkat pencemaran. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara.

pengolahan limbah menjadi terkontrol dan efektif.39 Gambar: Teknologi Pengolah Limbah Bioteknologi dapat diterapkan dalam pengolahan limbah. Salah satu zat pengemulsi. Cara lain dalam mengatasi polusi minyak. Dengan bioteknologi. Pengolahan limbah secara bioteknologi melibatkan kerja bakteri-bakteri aerob dan anaerob. air limbah. yaitu polisakarida yang disebut emulsan. misalnya menguraikan minyak. 39 . yaitu dengan menggunakan pengemulsi yang menyebabkan minyak bercampur dengan air sehingga dapat dipecah oleh mikroba. dan plastik. diproduksi oleh bakteri Acinetobacter calcoaceticus.

stabilitas. Diantara sifat-sifat utama dari bahan bakar adalah viskositas. bahan bakar padat dapat diolah menjadi gas. Namun demikian. Ini menunjukkan bahwa dalam minyak pirolisis nantinya akan mempunyai kadar oksigen dalam jumlah yang banyak. Zat silika yang terdapat dalam sekam padi mencapai 16. Bagaimanapun juga aktivitas untuk memproses sekam padi menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pirolisis lambat masih sangat terbatas dilakukan di Indonesia. dan 40 . Aktivitas lain pemanfaatan sekam padi adalah untuk membuat arang sekam untuk media tanaman.98% (Hambali. sebelum minyak tersebut dapat digunakan perlu dilakukan penelitian mengenai sifatsifatnya. Kandungan belerang dalam sekam padi adalah nol.8 MJ/kg dan sedikit dibawah nilai kalor kayu (~ 17-20 MJ/kg). Dengan kadar volatil yang tinggi diharapkan dapat diperoleh gas dan cairan dari proses pirolisis dalam jumlah yang banyak. nilai kalor. Dengan menggunakan pirolisis. Kadar karbon dan kadar oksigen dalam sekam padi juga hampir berimbang sekitar 35-38%. Gambar: Alat untuk melakukan proses pirolisis lambat sekam padi Akibatnya hasil pembakaran dari minyak pirolisis sekam padi akan lebih ramah lingkungan dibandingkan hasil pembakaran batubara. 2007). Nilai kalor dari sekam padi adalah sekitar 14.40 PENGOLAHAN SEKAM PADI MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF MELALUI PROSES PIROLISIS LAMBAT Jumlah sekam padi ini sangat melimpah dan sampai sekarang hanya sejumlah kecil saja yang dimanfaatkan untuk pembakaran dan pembuatan batubata. Menurut (Gaur & Reed. Pemanfaatan secara konvensional dari bio oil adalah sebagai bahan bakar untuk kompor minyak skala rumah tangga. Teknologi pirolisis yang sederhana adalah pirolisis lambat. 1998) dari analisis ultimate dan analisis proximate pada sekam padi terlihat bahwa sebagian besar sekam padi terdiri dari volatil. cairan dan padatan. Sifat-sifat minyak pirolisis (bio oil) dari biomasa sangat bergantung pada jenis biomasa dan parameter operasi seperti temperature reaksi dan waktu tinggal biomasa dalam reaktor.

cairan (tar) dan char. Berbeda dengan gas. Mekanisme utama adalah konversi biomasa menjadi gas. 41 . 2008).41 komposisi bahan penyusunnya. unjuk kerja dari kompor minyak skala rumah tangga dengan menggunakan minyak pirolisis juga perlu diteliti. tetapi 35% gas yang dihasilkan dapat dibakar langsung untuk menyediakan panas yang diperlukan pada proses pirolisis (Suyitno. cairan (tar) adalah gas yang dapat dikondensasi. Walaupun dengan pirolisis cepat dihasilkan cairan yang lebih banyak. Pada proses terakhir ini. tetapi proses ini jauh lebih rumit dan sangat beresiko dibandingkan proses pirolisis lambat. Peneliti lain mengusulkan reaksi tar sekunder (secondary tar reaction) yang terjadi pada temperatur yang tinggi. Gambar: Biochar Dengan mengkombinasikan data eksperimen dan pemodelan. tar terdekomposisi menjadi gas dan bentuk lain tar. beberapa mekanisme reaksi pirolisis telah dikembangkan oleh beberapa peneliti. Selain itu. Dengan proses pirolisis lambat hanya dihasilkan cairan sekitar 30%.

Misalnya misi sebuah Negara yang hendak menguasai dunia dengan menciptakan prajurit tangguh dengan teknik pengkloningan. kesimpulan yang saya peroleh adalah bahwa Rekayasa reproduksi adalah suatu usaha manusia untuk mengembangbiakan makhluk hidup dengan cara rekayasa tahapan-tahapan proses reproduksi yang berlangung secara alami. Dikhawatirkan adanya penyalahgunaan teknologi reproduksi untuk kepentingan pribadi yang merugikan orang lain.   Merugikan petani dan peternak local yang mengandalkan reproduksi secara alami. namun juga memiliki beberapa kerugian.42 BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. dengan cara kultur jaringan. Rekayasa Reproduksi dan bioteknologi memiliki banyak keuntungan. yaitu : * adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu * adanya penggunaan enzim Sedangkan Bioteknologi Modern adalah bioteknologi yang menggunakan teknik rekayasa genetika. dan fusi sel.  Mengganggu proses seleksi alam 42 . cloning. DNA rekombinan yaitu pemutusan dan penyambungan DNA. misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan. Bioteknologi Konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk atau jasa. Diantaranya :  Pada perbanyakan keturunan dengan kultur jaringan yang memiliki materi genetis yang sama akan mudah terkena penyakit. seperti DNA rekombinan. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. 43 . tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan “Rekayasa Reproduksi dan Bioteknologi”.43 Kata Penutup Demikian yang dapat saya paparkan mengenai Rekayasa Reproduksi dan Bioteknologi.

id/search?um=1&hl=id&biw=1235&bih=544&tbm=isch&q=tempe&oq=te mpe&aq=f&aqi=g10&gs_upl=4549l5950l0l6556l5l5l0l0l0l0l289l1082l0.4.wordpress.wikipedia.wordpress.google.wordpress.lienaaifen.org/wiki/Rekayasa_genetika http://www.2.yahoo.com/kesehatan/yoghurt-makanan-enak-dan-sehat/ http://antokoe.wikipedia.com/question/index?qid=20081029045234AAwuqCD http://ilmuserangga.yahoo.org/wiki/Kultur_jaringan http://nicedaysblue.org/wiki/Tanaman_transgenik http://id.co.blogspot.com/2011/03/23/penggunaan-varietas-tanaman-tahan-untukmengatasi-serangan-hama/ http://id.com/2010/07/21/pengolahan-sekam-padi-menjadi-bahan-bakaralternatif-melalui-proses-pirolisis-lambat/ http://id.com/2009/04/17/teknik-budidaya-sayuran-secara-hidroponik/ http://www.wikipedia.blogspot.id/index.at/en/print/uarc1www_haberlandt.1l6l0 http://www.membuatblog.blogspot.co.google.web.html http://calvinsuwito.html http://www.wordpress.html 44 .wikipedia.files.org/wiki/Gottlieb_Haberlandt http://eshaflora.com/2011/09/dampak-bioteknologi.php/my-project/39-science-and-tech/62-kultur-jaringan http://id.html http://id.wikipedia.blogspot.com/tag/tukang-kecap/ http://uanipa2010.id/search?um=1&hl=id&safe=off&biw=1235&bih=544&tbm=isch&sa=1& q=cheese&oq=cheese&aq=f&aqi=g10&aql=&gs_sm=e&gs_upl=1821l3187l0l3567l6l6l0l0l0l0l32 5l1488l0.com/2011/04/transplantasi-gen-teknik-plasmid.answers.answers.id/2010/02/teknik-kultur-jaringan.org/wiki/Bioteknologi http://xteknologi.1.ediskoe.blogspot.com/question/index?qid=20111201004245AAOLTgN http://www.44 DAFTAR PUSTAKA http://id.uni-graz.jpg http://www.com/2010/02/aklimatisasi.com/2011/04/menyambut-tebu-transgenik-tahan-bagian-1/ http://ayobertani.com/ http://telingabebal.com/2009/11/bioteknologi-konvensional-dan-modern.html http://netsains.jpg http://id.web.com/2011/06/tape-singkong-enak.3l5l0 http://permatailmugroup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful