DIKTAT KULIAH

ALAT BANTU DAN ALAT UKUR

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARMA PERSADA 2005

DIKTAT KULIAH

ALAT BANTU DAN ALAT UKUR

Disusun :

ASYARI DARYUS
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Jakarta.

Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.

ii

iii . terutama yang menggunakan bahasa Indonesia dalam bidang teknik. maka kali ini penulis menyempatkan diri untuk ikut membuat sebuah buku/diktat yang bisa digunakan oleh mahasiswa teknik. Kali ini penulis menyiapkan diktat yang ditujukan untuk mata kuliah Alat Bantu dan Alat Ukur. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Dalam penyusunan buku ini penulis berusaha menyesuaikan materinya dengan kurikulum di jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri.KATA PENGANTAR Untuk memenuhi buku pegangan dalam perkuliahan. 9 September 2005 IR. Akhir kata. Universitas Darma Persada Indonesia. sehingga mahasiswa perlu untuk membaca buku-buku referensi lain untuk melengkapi pengetahuannya tentang materi buku ini. Tak lupa penulis mengucapkan banyak-banyak terima-kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian pembuatan buku ini. MSc. terutama mahasiswa jurusan teknik mesin dan teknik industri. Jakarta. ASYARI DARYUS SE. Perlu ditekankan bahwa buku ini belum merupakan referensi lengkap dari pelajaran Alat Bantu dan Alat Ukur. mudah-mudahan buku ini bisa menjadi penuntun bagi mahasiswa dan memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

95 BAB 10.DAFTAR ISI BAB 1. Tujuan Desain Alat Bantu. 60 BAB 7. Elemen Dasar Mesin Perkakas. Teori Pemotongan. Jenis Dan Fungsi Jig Dan Fixture. 42 BAB 6. Dimensi. 25 BAB 5. 65 BAB 8. Toleransi dan Suaian. Pendahuluan. 1 BAB 2. 109 Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. 5 BAB 3. 81 BAB 9. Konsep-konsep Dasar Pengukuran. 13 BAB 4. Analisa Data Eksperimen. Desain Perkakas Pemotong. Alat Ukur. iv .

Karakteristik geometrik ditentukan oleh siperancang yang dituangkan dalam gambar teknik. maka letak titik Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. poros berdimensi besar akan lebih besar pula kekuatannya dibandingkan dengan poros berdimensi kecil. bentuk dan kehalusan permukaan dari masing-masing komponen (lubang dan poros). Apabila sebuah poros dipasangkan dengan sebuah bantalan maka diameter poros harus lebih kecil dari diameter dalam/lubang bantalan supaya poros mempunyai kelonggaran yang tertentu untuk mempermudah pelumasan dan mengurangi gesekan. Dengan menggunakan material yang sama. Untuk komponen mesin dengan kecepatan tinggi. dalam hal ini mengenai ukuran (dimensi). Kekuatan suatu komponen mesin tergantung atas dimensinya. Komponen mesin boleh dikatakan bercirikan karakteristik geometrik yang teliti dan utama. 1 . Besarnya kelonggaran tersebut tergantung ukuran poros maupun lubang yang dalam bantalan. berarti mesin tersebut mempunyai karakteristik fungsional. Pada saat pembuatan.BAB I PENDAHULUAN Karakteristik Geometrik Mesin didesain untuk melakukan fungsi tertentu. Hubungan antara Karakteristik Geometrik dengan Karakteristik Fungsional Hubungan antara karakteristik fungsional dengan karakteristik hal ini merupakan karakteristik geometrik geometrik adalah sangat penting. Misalnya karakteristik fungsional dari bantalan tergantung atas karakteristik geometrik dari poros maupun lubangnya. seperti baling-baling dengan porosnya yang digunakan pada pesawat udara. pembuat akan membuat produk sesuai yang dicantumkan pada gambar teknik tersebut.

Penyetelan mesin perkakas. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. 3. 4.beratnya memegang peranan penting. Penyimpangan Selama Proses Pembuatan Suatu komponen mesin mempunyai karakteristik geometrik yang ideal apabila komponen tersebut sesuai dengan apa yang dikehendaki. mempunyai: 1. Ukuran/dimensi yang teliti. 2. Dalam kenyataannya adalah tidak mungkin membuat suatu komponen dengan karakteristik yang ideal. namun akan timbul penyimpangan penyimpangan. Metrologi dan kontrol kualitas Didalam sebuah industri ditemui tingkatan-tingkatan dalam proses pembuatan suatu produk/mesin berlangsung. Spesifikasi. Perubahan temperatur. 6. Dari berbagai media komunikasi yang digunakan salah satunya dapat dianggap sebagai media yang terpenting yaitu gambar teknik. Kesalahan bentuk pada bagiannya akan mengubah letak titik berat sehingga fungsi mesin akan terganggu karena getaran yang diakibatkan oleh kesalahan titik berat. Gerakan mesin perkakas. Jadi sekarang masalahnya adalah menentukan seberapa jauh penyimpangan yang diperbolehkan. Oleh sebab itu solusinya adalah dengan mentolerir penyimpangan yang terjadi. Permukaan yang halus sekali. 3. Keausan pahat (perkakas potong) 5. Pengukuran geometri produk. Dapat disimpulkan bahwa produk/komponen dengan karakteristik geometrik yang ideal adalah tidak mungkin diproduksi. Besarnya gaya pemotongan. 2 . Misalnya dalam proses pemesinan timbul penyimpangan yang bersumber dari satu atau lebih dari faktor-faktor berikut : 1. Bentuk yang sederhana. tingkatan perancangan. tingkatan pembuatan dan perakitan. Tingkatan-tingkatan itu berupa : tingkatan politik perusahaan. 2. dan tingkatan distribusi dan purna jual.

inilah yang dapat menyandang predikat bermutu bagus. yang diketahui dengan mengukur karakteristiknya (geometrik. Jika acuan telah dimengerti dan dipahami maka teknologi pembuatan produk dapat dipilih yang sesuai. Pada tingkatan produksi pemeriksaan kualitas geometrik dilakukan pada produk untuk membandingkan dengan spesifikasi geometrik yang ada pada gambar teknik. 3 . Pemeriksaan/inspeksi adalah sama dengan kontrol kualitas yaitu melaksanakan pengukuran karakteristik produk yang kemudian dibandingkan Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Istilah metrologi geometrik atau disebut juga metrologi industri didefinisikan sebagai : ilmu dan teknologi untuk melakukan pengukuran karakteristik geometrik dari suatu produk (komponen mesin/peralatan) dengan alat dan cara yang cocok sedemikian rupa sehingga hasil pengukurannya dianggap sebagai yang paling dekat dengan geometri sesungguhnya dari komponen mesin yang bersangkutan. fisik.Gambar teknik haruslah jelas dan dimengerti oleh semua orang. Apakah Mutu Tersebut ? Mutu atau kualitas adalah istilah yang mengandung arti relatif yang digunakan untuk menilai tingkat persesuaian suatu hal terhadap acuannya. pengontrol kualitas selama proses produksi berlangsung. fisik. perancang proses produksi. kimiawi). dan bisa juga kimiawi). Hanya produk yang sesuai dengan spesifikasi. material. baik oleh perancang produk. Oleh sebab itu pengetahuan mengenai cara penulisan dan arti dari spesifikasi geometrik suatu produk yang akan dibuat yang tercantum pada gambar teknik haruslah seragam untuk menghindari salah pengertian. Apabila ada perbedaan. dan orang-orang dari bagian servis. Acuan dapat berupa benda nyata (contoh) tetapi lebih sering berupa benda maya atau imajiner yang dituangkan dalam bentuk spesifikasi (rincian karakteristik geometrik. operator-operator mesin. material. maka haruslah diambil tindakan untuk memperbaiki dan menjaga kualitas produk.

Berapa banyak produk yang harus diperiksa untuk satu kali pemeriksaan. Kontrol kualitas lebih dalam materinya dari pada pemeriksaannya dimana selain dilakukan pengukuran juga dipikirkan metoda untuk menangani berbagai masalah antara lain : 1. disimpulkan dan tindakan apa yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi proses. berarti suatu tindakan harus segera diambil untuk mencari penyebab perubahan dan membetulkan variabel yang mempengaruhi proses produksi. 4. Karakteristik proses pembuatan dapat dipelajari melalui berbagai bentuk diagram kontrol. 2. Berapa lama pemeriksaan harus diulang atau berapa selang waktunya (frekwensinya) antara pemeriksaan yang satu dengan berikutnya.dengan acuan yang dibakukan. 4 . Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Kapan pemeriksaan produk dilakukan dan dengan metoda apa pengukuran dilaksanakan. Bagaimana data pengukuran diolah. Tujuan terpenting dari kontrol kualitas adalah untuk memberikan tanda “lampu merah”. 3. Tetapi pada pemeriksaan hasilnya hanya sampai pada taraf penyajian data bahwa sekian produk adalah baik dan sebagian lain adalah jelek.

105. 5 . diambil 5 ukuran yang didapat hasilnya adalah 104. .1 kPa dalam keseluruhan jangkauan bacaan pengukuran tersebut.Cacah terkecil (least count) : adalah beda terkecil antara dua penunjukan yang dapat dideteksi (dibaca) pada skala instrumen.BAB II DIMENSI. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.Ketelitian (accuracy) instrumen menunjukan deviasi atau penyimpangan terhadap masukan yang diketahui. Instrumen yang mempunyai skala 12 inchi mempunyai kemampubacaan lebih tinggi dari instrumen yang mempunyai skala 6 inchi dan jangkauan sama. . TOLERANSI DAN SUAIAN DEFINISI DAN ISTILAH-ISTILAH Sebelum membahas lebih jauh tentang pengukuran baiklah terlebih dahulu dijelaskan istilah-istilah yang sering digunakan dalam metrologi (ilmu pengukuran).Kemampubacaan (readability) : adalah menunjukan berapa teliti skala suatu instrumen dapat dibaca.1 % karena deviasi maksimum dari harga rata-rata 104 V adalah 1 V. 103.Ketepatan atau presisi suatu instrumen adalah menunjukan kemampuan instrumen itu menghasilkan kembali bacaan tertentu dengan ketelitian yang diketahui. contoh : suatu instrumen mengukur tegangan 100 Volt. . misal : pengukur tekanan 100 kPa yang mempunyai ketelitian 1 % artinya teliti disekitar +/. 103 dan 105 V. Terlihat bahwa ketelitian tidak lebih baik dari 5% (5 V) sedang presisinya +/. .

standar primer 2. 6 . Tahun 1960 meter standar didefinisikan dengan panjang gelombang cahaya merah-jingga lampu krypton-86. dengan sumber masukan yang diketahui.73 panjang gelombang 1 detik (sekon) adalah waktu yang diperlukan untuk 9. Kilogram adalah massa platina-iridium yang disimpan di Biro tersebut. 3.0 DIMENSI DAN SATUAN Dimensi fundamental adalah : L = panjang Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.770 periode radiasi yang berhubungan dengan transisi dua tingkat yang sangat halus daripada keadaan fundamental atom Cesium-133. Skala suhu absolut diusulkan oleh Lord Kelvin pada tahun 1854 : K = oC + 273.763.650.631. Kalibrasi dilakukan terhadap : 1. standar sekunder yang mempunyai ketelitian lebih tinggi dari instrumen yang dikalibrasi.67 F = 9/5 oC + 32. Standar-standar sekunder mengenai massa dan panjang disimpan di National Bureau of Standard (USA) untuk kegunaan kalibrasi. Standar Meter baku (standar) didefinisikan sebagai panjang suatu batang platina-iridium yang dipelihara pada kondisi yang sangat teliti di Biro Internasional untuk Bobot dan Ukuran (International Bureau of Weights and Measures) di Sevres.15 o o R = oF + 459.192. Perancis.Kalibrasi Kalibrasi atau peneraan adalah memeriksa instrumen terhadap standar yang diketahui untuk selanjutnya mengurangi kesalahan dalam ketelitiannya. Meter standar adalah : 1 meter = 1.

m = 1 joule (J) • Bobot suatu benda didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada benda itu sebagai percepatan gravitasi.v)/dτ F = K. F = k d(m. W = g/gc . N.a atau : F = m.a/gc • k = konstanta proporsional a = percepatan = dv/dτ 1/gc = k Kerja atau usaha mempunyai dimensi hasil perkalian gaya dengan jarak. .M = massa F = gaya τ = waktu T = suhu Gaya ≈ laju perpindahan momentum menurut waktu. m W = bobot g = gravitasi Satuan-satuan dasar dan tambahan dalam SI : Besaran Satuan Dasar Panjang Massa Waktu Arus Temperatur termodinamika Jumlah zat Intensitas cahaya Satuan tambahan Sudut bidang Sudut ruang Satuan yang diturunkan Percepatan Percepatan sudut meter per sekon kwadrat radian per sekon kwadrat m/s2 rad/s2 7 radian steradian rad sr meter kilogram sekon amper kelvin mole kandela m kg s A K mol cd Satuan Lambang SI Rumus Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.m.

8 . Bagi elemen yang tidak kritis toleransi geometriknya tak perlu atau lebih tegasnya jangan diberikan. Dalam hal spesifikasi geometrik mencakup toleransi atas ukuran. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. melainkan hanya mungkin dihasilkan produk yang berbeda-beda karakteristiknya. hal ini bukan berarti toleransinya nol namun artinya toleransinya terbuka yang artinya spesifiksi geometriknya boleh menyimpang secara wajar. Toleransi Berikut ini uraian dan penjelasan mengenai prinsip serta definisi standar ISO. bentuk. Proses duplikasi produk dengan sempurna tidak akan dicapai. Toleransi ukuran adalah perbedaan ukuran antara kedua harga batas dimana harga ukuran atau jarak permukaan/batas geometri komponen harus terletak. posisi serta kekasaran permukaan produk. Hal ini menuntut perancang produk mempunyai kesadaran bahwa suatu toleransi harus diperhitungkan pada waktu spesifikasi produk ditetapkan.Kecepatan sudut Luas Berat jenis Kapasitas listrik dsb radian persekon meter persegi kilogram per meter kubik farad rad/s m2 kg/m3 F TOLERANSI DAN SUAIAN Produk yang dihasilkan dari proses produksi mempunyai ragam atau variasi. Ukuran dasar ini sedapat mungkin dinyatakan dalam bilangan bulat. Memberikan toleransi berarti menentukan bata-batas maksimum dan minimum dimana penyimpangan produk harus terletak. Namun tidak semua spesifikasi geometrik menjadi perhatian utama/kritis seperti misalnya tebal pelat penutup yang tidak memerlukan spesifikasi yang ketat. Untuk setiap komponen perlu didefinisikan suatu ukuran dasar sehingga kedua harga batas (maksimum dan minimum) dapat dinyatakan dengan suatu penyimpangan terhadap ukuran dasar. Lain halnya kalau komponen tersebut kritis maka batas-batas toleransinya harus pasti.

Misalnya kedua penyimpangan dari lubang adalah positif dan kedua penyimpangan poros adalah negatif maka diagram skematik yang menunjukkan pasangan tersebut adalah sebagaimana gambar 2. Diagram skematik untuk penggambaran toleransi dimensi/ukuran. Pada gambar 2. 9 . berikut ini. Posisi daerah toleransi baik utnuk lubang maupun untuk poros dapat terletak diatas maupun dibawah garis nol. diperlihatkan posisi daerah toleransi poros beserta notasi-notasi yang menunjukan penyimpangannya.Dalam penentuan dimensi lobang dan poros diperlihatkan istilah istilah yang sering digunakan yang diperlihatkan pada gambar 2.3.2. + lubang garis nol - poros ukuran dasar Gambar 2. Untuk tujuan mempermudah penggambaran toleransi maka dibuat diagram secara skematik denga catatan bahwa sumbu komponen selalu diletakkan di bawah.1. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Gambar 1.2.

Suaian Pas (Transition fit) yaitu suaian yang dapat menghasilkan kelonggaran ataupun kerapatan. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.es ei IT/2 ei es=0 es ei garis nol gambar 3. Suaian Longgar. Suaian Apabila dua buah komponen akan dirakit maka hubungan yang terjadi yang ditimbulkan oleh karena adanya perbedaan ukuran sebelum mereka disatukan disebut suaian (fit). Ada tiga jenis suaian : 1. Daerah toleransi lubang selalu terletak dibawah daerah toleransi poros. Suaian Paksa (Interference fit) yaitu suaian yang selalu akan menghasilkan kerapatan. Posisi daerah toleransi poros terhadap garis nol. Sebaliknya untuk sistem suaian berbasis lubang maka penyimpangan bawah toleransi lubang selalu bernilai nol (EI = 0). Daerah toleransi lubang selalu terletak di atas toleransi poros. Pada sistem suaian berbasis poros maka penyimpangan atas toleransi poros selalu berharga nol (es=0). Daerah toleransi lubang dan daerah toleransi poros berpotongan (sebagian saling menutupi). 3. 2. Dalam ISO ditetapkan dua buah sistem suaian yang dapat dipilih yaitu sistem suaian berbasis poros dan sistem suaian berbasis lobang. yaitu suaian yang selalu menghasilkan kelonggaran. 10 .

02 . C penulisan dengan menyatakan harga penyimpangan yang simetrik terhadap ukuran dasar 45 g 7 D penulisan dengan menyatakan ukuran dasar dan simbol huruf dan angka yang menggambarkan toleransi ukuran menurut sistem ISO Bagi dimensi luar (poros) atau dalam (lubang) harganya dinyatakan dengan angka (satuan dalam mm untuk sistem metrik) yang dituliskan diatas garis tanda ukuran.06 32 B penulisan dengan menyatakan harga penyimpangan terhadap ukuran dasar.1 32 30 A penulisan dengan me nyatakan batas ukuran atas dan bawah (maks & min) + 0. Jika dilihat sepintas cara A kurang memberikan informasi dibandingkan dengan cara B & C. + 0.0.2 32 0 .02 32.82 ± 0. Cara Penulisan Toleransi Dan Dimensi Berbagai cara penulisan toleransi ukuran yang bisa dan biasa digunakan ditunjukkan pada gambar di bawah ini. yang meskipun tidak secara Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.Gambar 4.15 31.0.1 . Cara D. 11 .0.

langsung menyebutkan harga batas-batas penyimpangan. Harga penyimpangan haruslah dituliskan sekali saja dengan didahului tanda ±. Rincian penjelasan cara penulisan toleransi adalah sebagai berikut : A Ukuran maksimum dituliskan diatas ukuran minimum. 12 . tetapi simbol toleransi dengan kode huruf dan angka (g7) mengandung informasi lain yang sangat bermanfaat yaitu sifat suaian bila komponen bertemu pasangannya. B Dengan menuliskan ukuran dasar beserta harga-harga penyimpangannya. C Serupa dengan cara B apabila toleransi terletak simetrik terhadap ukuran dasar. Merupakan cara lama yang dipakai di Amerika dan Inggris (dengan satuan inchi). dengan jumlah angka desimal yang sama (kecuali untuk penyimpangan nol). Penggunaan standar ISO akan menguntungkan dalam hal : • memperlancar komunikasi sebab dilakukan secara internasional • mempermudah perancangan karena dikaitkan dengan fungsi • mempermudah perencanaan proses sebab menunjukkan aspek pembuatan. Cara penulisan yang demikian ini. Cara ini mulai banyak digunakan di negara-negara industri karena berbagai keuntungan yang bisa diperoleh akibat penerapannya secara intensif. cara pembuatan dan metode pengukuran. meskipun memudahkan penyetelan mesin perkakas yang mempunyai alat kontrol terhadap dimensi produk. Cara penulisan ini lebih baik dari cara A karena memudahkan baik bagi siperancang untuk menghitung dan menuliskan toleransi maupun bagi si pembuat (operator mesin) dalam usahanya untuk mencapai dimensi produk yang diinginkan. dan • memungkinkan pengontrolan kualitas karena acuannya jelas. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Penyimpangan atas dituliskan disebelah atasnya penyimpangan bawah. D Cara penulisan ukuran (ukuran nominal) yang menjadi ukuran dasar bagi toleransi dimensi yang dinyatakan dengan kode/simbol anjuran ISO. tetapi tidak praktis dipandang dari segi perancangan yaitu dalam hal perhitungan toleransi dan penulisannya pada gambar teknik.

13 . Gambar 1. merekam dan mengendalikan variabel yang diukur. yaitu tahap yang fungsinya menunjukkan. yaitu mengubah sinyal langsung dengan penguatan.BAB III KONSEP-KONSEP DASAR PENGUKURAN Bentuk Umum Sistem Pengukuran Umumnya sistem pengukuran terdiri dari tahap-tahap berikut : 1. penyaringan dikehendaki. 3. yaitu tahap yang mendeteksi besaran fisika dan melakukan transformasi secara mekanik atau listrik untuk mengubah sinyal menjadi bentuk yang lebih berguna. Tahap detektor-transduser. Tahap akhir atau penutup. Tahap antara. 2. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. agar didapatkan keluaran yang Gambar 1. Pengukur tekanan tabung Bourdon sebagi suatu sistem umum pengukuran. atau cara-cara lain. berikut adalah contoh sebuah alat ukur dalam hal ini yaitu pengukur tekanan tabung bourdon sederhana.

Konsep-konsep Dasar Dalam Pengukuran Dinamik Pengukuran statik besaran fisika dilakukan bila besaran itu tidak berubah dengan waktu. Variabel fisik yang harus diukur sinyal masukan Tahap detektor transduser sinyal kalibrasi Sumber sinyal kalibrasi menunjukkan nilai variabel fisik yang diketahui sinyal umpan balik untuk pengendalian Pengendali sinyal yang ditransdusi Tahap antara sinyal yang dimodifikasi Penunjuk Perekam Tahap keluaran Gambar 2. • tahap penunjuk akhir terdiri dari jarum penunjuk dan susunan muka-baca (dial). yang bila dikalibrasi dengan dengan masukan tekanan yang diketahui. akan menunjukkan sinyal tekanan yang diberikan tabung bourdon itu. 14 .Dari gambar diatas maka tahap-tahap pengukurannya adalah : • Tahap detektor-transduser adalah tabung bourdon yang berfungsi merubah sinyal tekanan menjadi gerakan mekanik tabung. Diagram skema sistem umum pengukuran ditunjukkan oleh gambar 2. • Tahap antara adalah susunan roda gigi yang memperkuat gerakan diujung tabung sehingga gerakan kecil saja bisa menghasilkan sampai tigaperempat putaran pada roda gigi pusat. berikut. Skema umum sistem pengukuran Sinyal umpan balik digunakan untuk pengendali pada tahap akhir pengukuran. Contoh besaran statik adalah lenturan balok karena Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.

d x1 d 2 x2 dx2 + kx2 = c + kx1 2 +c dt dt dt m jika x1(t) fungsi harmonik : x1(t) = x0 cos ω1t dimana : x0 = amplitudo anjakan ω1 = frekwensi Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Andaikan gaya redam berbanding lurus dengan kecepatan. defleksinya akan berubah-rubah menurut waktu. Baik x1 maupun x2 berubah menurut waktu. dan menjadi sulit bila harus dilakukan pada waktu terdapat perubahan. Sistem sederhana peredam pegas-massa. Gambar 3. displacement) masukan yang bekerja pada susunan pegas-massa itu adalah x1(t) dan menghasilkan anjakan x2(t) sebagai keluaran. Lain halnya jika balok tersebut mengalami getaran.suatu beban tetap. Sistem ini bisa dianggap sebagai sistem pengukuran mekanik sederhana dimana variabel anjakan (pergerakan. Pengukuran proses-proses aliran jauh lebih mudah bila fluida itu mengalir dalam keadaan stedi (keadaan tunak. 15 . Perhatikan sistem peredam pegas-massa seperti gambar 3. dan proses pengukurannyapun akan sulit. maka sesuai dengan hukum Newton tentang gerakan yaitu : d 2x ⎛ dx dx ⎞ k ( x1 − x2 ) + c⎜ 1 − 2 ⎟ = m 22 ⎝ dt dt ⎠ dt Dituliskan dalam bentuk lain. steady state).

Dari eksperimen sederhana pada sistem pegas-massa menunjukan bahwa anjakan massa tidak satu fase dengan anjakan yang diberikan artinya anjakan maksimum massa tidak terjadi pada saat yang sama dengan anjakan maksimum fungsi yang diberikan. Fungsi gaya yang diberikan : F(t) = F0 cos ω1t Persamaan diferensial sistem : m d 2x dt 2 +c dx dt + kx = F0 cosω1t Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Jika massa timbangan m dan konstanta pegas k dan gesek mekanik yang terdapat ditimbangan tersebut dinyatakan dengan c. Respon dari timbangan akan maksimal pada frekwensi alamiah timbangan tersebut (natural frequency). Untuk melihat respon frekwensi dan pergeseran fase. 16 .Secara sederhana prinsip diatas diterapkan pada timbangan. misalkan sistem pegas massa seperti gambar 4. badan timbangan mengikuti osilasi yang diberikan. maka osilasi timbangan akan berada dibawah osilasi Gambar 4. dibawah ini. Pada osilasi yang diberikan berada diatas dan dibawah frekwensi alamiahnya maksimalnya. Fungsi anjakan x2(t ) akan tergantung pada fungsi masukan x1(t) dan disebut sistem memberikan respon yang tergantung frekwensi masukan. timbangan diberi frekwensi tertentu. Fenomena ini disebut pergeseran fase (phase shift). Sistem peredam pegas-massa yang diberi masukan gaya.

Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. untuk menunjukkan contoh karakteristik geseran fase. dan sudut fase digambarkan grafiknya pada gambar 6. 2. Karakteristik pergeseran fase merupakan fungsi kuat rasio redaman pada semua frekwensi. menunjukkan respon frekwensi sistem itu. diberikan oleh : x0 = F0 / k {[1 − (ω1 / ωn ) ] + [2(c / cc )(ω1 / ωn )]2 }1/ 2 2 2 grafiknya pada gambar 5. 17 . Dari grafik tersebut dapat kita amati sebagai berikut: 1. dimana x0 ialah amplitudo gerakan. Untuk nilai c/cc besar (sistem lewat-redam) amplitudo berkurang dengan nyata. 3.Persamaan diatas mempunyai penyelesaian : x= ( F0 / k ) cos(ω1t − φ ) {[1 − (ω1 / ω n ) 2 ]2 + [ 2 ( c / cc )(ω1 / ω n )]2 }1/ 2 dan : φ = tan −1 k m 2 ( c / cc )(ω1 / ωn ) 1 − (ω1 / ωn ) 2 ωn = cc = 2 m. Untuk nilai c/cc rendah.k dimana : φ = sudut fase ωn = frekwensi alamiah cc = koefisien peredam kritis Perbandingan antara amplitudo keluaran dan masukan x0/(F0 /k). amplitudo hampir konstan sampai rasio frekwensi 0.3.

3 karena amplitudo hampir konstan dalam jangkauan tersebut. 18 . Gambar 6. Karakteristik pergeseran fasa sistem dalam Gambar 4. Respon Sistem Respon frekwensi linier adalah apabila sistem mempunyai sifat mempunyai rasio amplitudo keluaran dan masukan sama dalam jangkauan frekwensi tertentu. Respon-frekuensi sistem dalam Gambar 4. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta.Gambar 5. Dapatlah dikatakan bahwa sistem ini mempunyai linieritas yang baik pada rasio redaman rendah sampai rasio frekwensi 0.

Apabila kepada suatu sistem diberikan masukan tiba-tiba (step). laju maksimum yang dapat dikelola sistem disebut laju-kenaikan (slew-rate). E (t ) = e− (1/ RC ) t E0 dimana : R = tahanan C = kapasitansi E(t) = tegangan melalui C E0 = tegangan awal Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Beberapa sistem bisa juga menunjukan gejala pelemahan (melapuk) secara eksponensial. dan kelambatan ini disebut waktu-naik (rise time) atau tunda (delay) dari sistem tersebut. Sistem disebut terlewati. 19 . terdorong-lewat (overriden) apabila jangkauan linier Gambar 7.Respon amplitudo linier adalah apabila rasio amplitudo keluaran dan masukan harus tetap dalam jangkauan amplitudo masukan tertentu. Pengaruh waktu naik pada respon keluaran sistem itu terhadap masukan lompat. Contoh kapasitor membuang muatan melalui suatu tahanan. Fenomena ini ditunjukan pada gambar 7. voltasenya akan berubah secara eksponen. biasanya akan terdapat sedikit kelambatan sebelum terlihat respon keluaran.

Pengaruh respon frekwensi yang buruk dan respon pergeseran fase yang tidak baik terhadap bentuk gelombang yang kompleks dilustrasikan pada gambar 9. (a) Skema.Gambar 8. Buangan kapasitor melalui tahanan. (b) Grafik tegangan. Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Distorsi Distorsi adalah adanya varian/cacat sinyal terhadap bentuk aslinya. Jika input merupakan suatu fungsi harmonik yang terdiri dari berbagai frekwensi atau spektrum frekwensi bentuk gelombang datang yang cukup luas. sehingga bentuk frekwensi keluaran mungkin tidak ada kesamaannya lagi dengan masukan. 20 . maka setiap komponen frekwensi akan mengalami karakteristik pergeseran fase dan amplitudo yang berbeda. hal demikian disebut distorsi.

Terminal-terminal penghubung instrumen ditandai dengan A dan B. Pengaruh respon frekuensi dan respon pergeseran fasa pada bentuk gelombang yang kompleks. untuk melakukan pengukuran secara menyeluruh berbagai peralatan listrik perlu dihubungkan satu sama lain. Kesesuaian Impendansi Dalam perangkat eksperimen. dan tegangan rangkaian terbuka atau tegangan beban nol Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Piranti dua terminal dengan impendansi dalam Ri.Gambar 9. Jika berbagai peralatan disambungkan harus diperhatikan bahwa impendansi antar peralatan tersebut harus sesuai. Piranti ini mempunyai tahanan dalam Ri dihubungkan dalam seri dengan sumber tegangan dalam E. Pada gambar 10 terlihat impedansi masukan suatu piranti berterminal dua. 21 . Gambar 10.

Potensial yang terdapat pada terminal keluaran ialah : E AB = E R R + Ri Makin besar nilai R.tegangan yang terdapat pada terminal keluaran A dan B akan bergantung nilai R. Artinya : Daya maksimum akan diperoleh jika impendansi beban luar persis sama dengan impendansi dalam. 22 . Atau jika kita ingin mengukur tegangan dalam E. impendansi alat ukur yang dihubungkan dengan terminal harus cukup besar dibandingkan dengan impendansi dalam. Perencanaan Eksperimen Kunci keberhasilan dalam eksperimen adalah selalu mempertanyakan: Apa yang saya cari? Mengapa saya mengukur besaran ini? Dapatkah pengukuran ini benar-benar bisa menjawab pertanyaan saya? Apakah yang Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Jika beban luar dihubungkan dengan piranti itu. maka impendasi luar (beban ) harus cukup besar agar tegangan pada terminal tetap. makin dekat pula tegangan terminal mendekati tegangan dalam E.(open circuit voltage) pada terminal ini ialah tegangan dalam E. Misalkan kita ingin menyampaikan daya dari piranti itu ke beban luar R. Jika piranti ini digunakan sebagai sumber tegangan dengan impendansi dalam. Daya diberikan oleh persamaan : 2 E AB P= R maka : E2 ⎛ R ⎞ ⎜ ⎟ P= R ⎝ R + Ri ⎠ 2 Kondisi maksimum dicapai jika : dP/dR=0 sehingga : R = Ri. sedang tegangan E masih tetap.

Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. Berapa banyak titik data yang perlu didapatkan? 5. Berapa ketelitian instrumen yang diperlukan? 6. Adakah instrumen itu terdapat di pasaran atau harus dibuat khusus? 8. Berapakah dana yang tersedia? 10. Berapakah jangkauan variabel yang diperlukan untuk menerangkan fenomena yang dikaji? 4.saya dapat ketahui dari pengukuran ini? Pertanyaan-pertanyaan ini nampaknya sederhana. Persiapan apakah yang sudah dibuat mengenai perekaman data? Eksperimen itu harus dianalisa. Untuk data yang “tampaknya buruk” tidak boleh dibuang begitu saja. Apakah variabel primer yang akan diselidiki? 2. Kesalahan akan ada pada sebuah eksperimen. Persiapan keselamatan apa yang harus dilakukan? 9. 23 . Data yang buruk yang disebabkan oleh kekeliruan yang nyata harus dibuang. Bila melibatkan pengukuran dinamik. adapula yang disebabkan kekeliruan pelaksanaan eksperimen. namun harus selalu ditanyakan selama pelaksanaan program eksperimen tersebut. hanya karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan kecuali kita tahu betul bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Apakah kendali yang harus dilakukan terhadap eksperimen itu? 3. Kesalahan ada yang bersifat acak. bagaimana respon frekwensi instrumen itu seharusnya? 7. Beberapa pertanyaan khusus yang harus dipertanyakan pada tahap awal perencanaan eksperimen : 1.

4. Frekwensi alamiahnya ialah 100 Hz dan rasio redam c/cc ialah 0. Berapakah konstanta-waktu sistem ini ? Asyari Daryus – Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. 2. 5. Sebuah termometer digunakan untuk jangkauan 200 sampai 400 0F. Suatu fungsi desakan sinusoida diberikan pada sistem dalam gambar 4. dan tunjukkan bagian-bagian mana termometer itu yang dimaksudkan oleh kotak-kotak dalam gambar 2. Berapakah kemampuannya dan cacah terkecil skala itu? 6.Soal Latihan 1. Hitunglah amplitudo dan keterlambatan (time lag) sistem itu untuk frekwensi masukan 40 Hz. Untuk frekwensi alamiah 100 Hz dan rasio redam 0. dan ketelitiannya dikatakan seperempat persen. Sebuah timbangan baja diberi tanda skala setiap 1/32 in. Perhatikan suatu termometer raksa-dalam-gelas biasa sebagai suatu sistem pengukuran. Pada waktu nol muatan kapasitor itu dibuang melalui resistor 1 MΩ.01. 24 . Suatu kapasitor 10 μF diberi muatan sampai potensial 100 V.00 ± 0.7. Berapakah ketelitian itu dalam suhu ? 3.7 hitunglah jangkauan frekwensi-masukan untuk sistem dalam gambar 4 yang mempunyai rasio amplitudo 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful