P. 1
35989517-KeL-PIH

35989517-KeL-PIH

|Views: 17|Likes:
Published by Agung Afif

More info:

Published by: Agung Afif on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

~Pengenalan Ilmu Hukum~

RANGKUMAN
TUGAS PENGENALAN ILMU HUKUM

1. DIKTAT P.I.H UNPAR
A. Arti dan Tujuan hukum Tentang tujuan hukum, seperti juga tentang pelbagai aspek antara lain dari hukum, terdapat banyak pendapat atau teori. Namun, dalam pelbagai pendapat atau teori tentang tujuan hukum itu dapat hukum kita temukan adanya dua teori dasar tentang tujuan melandasi pelbagai teori atau pendapat yang yang

dimaksud tadi, yakni teori etis dan teori utilitas. Teori-teori yang lain itu merupakan varian atau kombinasi dari teori etis dan atau teori utilitas. 1. Teori Etis Ariestoteles yang pertama kali mengemukakan teori etis berpendapat bahwa tujuan hukum adalah untuk mewujudkan keadilan. Menurut Aristoteles, keadilan berarti memberikan kepada setiap orang ada yang menjadi bagian atau haknya. Ariestoteles membedakan adanya dua jenis keadilan, yaitu keadilan distributif dan keadilan komutatif. o Keadilan distributif adalah keadilan yang memberikan kepada setiap orang bagian atau jatah sesuai dengan jasanya. Yang menjadi asas pada keadilan distributif bukanlah persamaan bagian, melainkan kesebandingan. o Keadilan komutatif adalah kepada tiap orang bagian keadilan yang memberikan yang sama banyak tanpa 1

~Pengenalan Ilmu Hukum~

memperhatikan jasanya. Yang menjadi asas dalam keadilan komutatif adalah asas persamaan. 2. Teori Utilitas Hukum bertujuan untuk mewujudkan apa yang berfaedah atau kegunaan (doelmatig) bagi orang, yakni mewujudkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya bagi sebanyak mungkin orang (the greatest happiness for the greatest number). Teori ini sangat mementingkan faktor kepastian hukum. Pelopor teori utilitas adalah Jeremy Bentham. Catatan : kedua teori diatas mengandung kelemahan yang sama, yakni terlalu berat sebelah. 3. Teori Pengayoman Hukum bertujuan untuk memberikan pengayoman atau untuk mengayomi manusia, yang berarti melindungi manusia dalam arti pasif dan aktif.  Melindungi secara pasif yang artinya mencegah tindakan Melindungi secara aktif artinya meliputi usaha untuk sewenang-wenang dan pelanggaran hak.  menciptakan kondisi kemasyarakatan yang membuka jalan seluas mungkin serta mendorong manusia untuk terus-menerus memanusiakan diri. Maksudnya, hukum bertujuan untuk menciptakan kondisi kemasyarakatan yang manusiawi yang memungkinkan proses-proses kemasyarakatan secara wajar. Usaha 1. 2. mewujudkan pengayoman itu mencakup usaha mewujudkan : ketertiban dan keteraturan, perdamaian sejati, berlangsung

2

~Pengenalan Ilmu Hukum~

3. 4. 5.

keadilan

yang

meliputi

:

keadilan

distributif,

komutatif, vindikatif dan protektif, kesejahteraan dan keadilan social pemeliharaan dan pengembangan akhlak

Definisi keadilan ialah secara sukarela tetap dan terus menerus memberikan kepada setiap orang apa yang sudah menjadi begian atau haknya. Keadilan vindikatif adalah memberikan ganjaran atau hukuman yang sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Keadilan protektif adalah memberikan perlindungan kepada setiap manusia sehingga tidak seorang pun akan mendapat perlakuan sewenang-wenang. B. Kaidah hukum Usaha untuk memperoleh pengertian kaidah hukum berarti mengajukan pertanyaan “apakah hukum itu?” beberapa contoh definisi tentang hukum : 1. Marcus Tullius Cicero (Romawi) mengatakan : Hukum adalah akal tertinggi ( the highest reason) yang ditanamkan oleh alam dalam diri manusia untuk menetapkan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. 2. Hugo Grotius (Hugo de Grooot) dari Belanda, mengatakan : Hukum adalah aturan tentang tindakan moral yang mewajibkan apa yang benar. 3. Thomas Hobbes (inggris) mengatakan : Hukum adalah perintah-perintah dari orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah dan memaksakan perintahnya kepada orang lain. 4. Mochtar Kusumaatmadja (Indonesia) mengatakan :

3

~Pengenalan Ilmu Hukum~ Pengertian hukum yang memadai harus tidak hanya memandang hukum itu sebagai suatu perangkat kaidah dan asas-asa yang mengatur kehidupan menusia dalam masyarakat. menderogasi (mengesampingkan berlakunya suatu kaidah atau aturan tertentu) Klasifikasi kaidah Menurut J. mengizinkan 4. Kaidah agama. yakni peraturan hidup yang yang berasal dari Tuhan. Kaidah atau norma adalah pedoman perilaku manusia. memberikan kewenangan 3. Van Kan 1. 1. Hans kelsen mengatakan bahwa fungsi dari kaidah itu meliputi . Isi dari setiap kaidah adalah berupa ketentuan tentang prilaku apa dan bagaimana yang boleh atau dilarang (tidak boleh dijalankan oleh orang didalam suatu masyarakat). Dari beberapa contoh definisi tentang hukum tadi terdapat perbedaaan yang disebabkan oleh perbedaan sudut pandang dari mana pertanyaan tentang arti hukum itu didekati. yakni peraturan hidup yang timbul dalam kelompok tertentu dalam kehidupan sehari-hari 4. 2. tapi harus pula mencakup lembaga (institusi) dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan hukum itu dalam kenyataan. memerintah 2. Kaidah hukum 4 yakni peraturan hidup yang digariskan . Kaidah Kesusilaan. oleh suara hati 3. Kaidah Kesopanan.

Gejala sosial adalah sesuatu atau peristiwa yang terjadi dan hanya terjadi di dalam dan disebabkan oleh hubungan antar manusia. kaidah kesopanan. Kaidah budi nurani bertujuan untuk membuat manusia menjadi manusia yang ideal atau sempurna. kaidah sosial timbul karena disebabkan oleh pergaulan hidup manusia kaidah sosial terdiri atas . Kaidah Moral Positif (kaidah kesusilaan) Kaidah moral positif adalah pendapat masyarakat. Yang menentukan adalah pendapat umum. Kaidah Budi Nurani Budi nurani adalah sesuatu dalam diri manusia yang selalu menilai dan menyatakan penilaian apa yang baik dan apa yang buruk tentang sikap prilaku manusia. 2. kaidah bukan kaidah sosial adalah kaidah agama Kaidah bukan kaidah hukum 1. Kaidah moral positif 5 . Tuhan juga menurunkan kaidah-kaidah agama yang memuat aturan yang harus jadi pedoman bagi perilaku manusia dalam hubungan kemasyarakatannya. 3. Kaidah Agama Pada hakikatnya agama itu bukan gejala sosial (fenomena sosial). kesusilaan dan hukum B.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Menurut Soediman Kartohadiprodjo Beliau membagi kaidah menjadi dua kelompok besar. yakni kaidah sosial dan kaidah bukan kaidah sosial A.

yaitu yang berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu dan Hukum Internasional. Lingkungan Waktu (sphere of time) 6 .~Pengenalan Ilmu Hukum~ mempunyai kekuatan objektif. Kebiasaan adalah perulangan perilaku yang sama setiap kali terjadi situasi kemasyarakatan yang sama. yakni berlaku bagi setiap terlepas dari keyakinan dan perasaan pribadi. Teori wilayah berlakunya kaidah hukum Berdasarkan wilayah berlakunya kaidah hukum. Kaidah Kesopanan Kaidah antarmanusia keluwesan Kesopanan yang adalah dari kaidah kaidah pergaulan pada timbul kebutuhan hubungan manusia kesamaan bentuk serta kebutuhan dan keramah-tamahan dan dalam mewujudkan kemasyarakatan sehari-hari. Kaidah moral positif dinamakan kode etik. 5. Kaidah kesopanan bertujuan untuk menghindarkan adanya perasaan yang tersinggung. yaitu . a. 4. dikenal beberapa penggolongan atau klasifikasi. Hans kelsen beranggapan bahwa wilayah berlaku suatu aturan hukum dapat ditinjau dari 4 lingkungan . Kode etik adalah seperangkat kaidah moral positif yang berlaku dalam suatu kelompok anggota masyarakat yang memiliki ciri-ciri atau kesamaan dalam hal tertentu. Kaidah Kebiasaan Kaidah Kebiasaan adalah tuntutan untuk melakukan prilaku tertentu. Pandangan tradisional yang umumnya digunakan adalah penggolongan ke dalam : a. yaitu hukum yang berlaku dalam mengatur hubungan-hubungan yang berlangsung dengan melampaui batas-batas wilayah Negara. b. Hukum Nasional .

orang dapat memasalahkan : Bagaimana suatu kaidah/aturan hukum berlaku Dimana suatu kaidah/ atutan hukum berlaku. Lingkungan Material (Material sphere) Dari pandangan kelsen dapat disimpulkan bahwa dari segi wilayah berlakunya hukum suatu kaidah hukum. Peraturan (regel). Prof Soerjono Soekanto menganggap bahwa dengan kriteria “wilayah belakunya suatu aturan hukum” orang dapat membuat klasifikasi kaidah hukum ke dalam : a. Lingkungan Personal ( personal sphere) d. b. Lingkungan Ruang (sphere of space) c. yaitu kaidah kaidah hukum yang ada dan berlaku di tempat tertentu dan pada waktu tertentu. Terhadap siapa kaidah hukum/ aturan hukum itu hendak Apa objek atau materi yang diatur di dalam suatu kaidah atau aturan hukum. Kaidah Hukum Positif . yakni putusan pemerintah yang isinya berlaku atau mengikat secara umum . karena di dalamnya terkandung nilai-nilai tentang keadilan yang bersifat mutlak dan universal. yaitu kaidah-kaidah hukum yang dianggap ada dan mengatasi hukum positif. jadi berlaku bagi umum. Kaidah Hukum Alam. Sumber hukum formal Undang-undang Ialah semua undang-undang adalah keputusan pemerintah. C. yaitu : 1. Keputusan pemerintah dapat dibedakan kedalam tiga jenis. 7 diberlakukan .~Pengenalan Ilmu Hukum~ b.

bahwa sumber hukum dalam arti formal itu adalah sumber hukum yang didalamnnya kita dapat menemukan kaidah 8 dalam proses arti Formal adalah keputusan bentuk pembentukannya serta . Undang-undang dibedakan dalam dua macam. Peraturan daerah dan keputusan pejabat yang berwenang. yakni . Yang adalah cara. Dapat dikatakan juga. jadi tidak berlaku umntuk umum. Undang-undang dalam arti Formal Undang-undang dalam arti materiil adalah keputusan pemerintah yang isinya mengikat dan berlakunya bagi umum.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Pada dasarnya peraturan itu mengatur keadaan pada waktu sekarang dan yang akan dating. Sumber hukum dalam arti formal dan materiil Adalah peristiwa-peristiwa penting disini dari mana atau dengan apa terbentuk kaidah hukum yang berlaku (kaidah hukum positif). Undang-undang dalam arti Materiil 2. yakni keputusan pemerintah yang hanya berlaku bagi orang-orang tertentu saja . 1. undang-undang dalam arti materiil ini dapat berbentuk undangundang dalam arti formal (undang-undang). Penetapan atau ketetapan (beschikking). Vonis. yakni keputusan badan peradilan (hakim) yang menetapkan apa hukumnya bagi kasus konkret tertentu untuk menyeleseikannya. 2. peraturan Pemerintah. yakni prosedur terbentuknya serta bentuk yang didalamnya kaidah hukum tersebut dirumuskan. 3.. Undang-undang pemerintah karena perumusannya Keseluruhan undang-undang dalam arti materiil yang berlaku dalam suatu Negara disebut perundang-undangan.

proses politik.. Faktor kemasyarakatan merujuk pada kenyataan masyarakat yang aktual dan yang menjadi landasan pengaturan hidup kemasyarakatan. Traktat d. Faktor idiil adalah patokanpatokan yang tetap (tidak berubah). kebiasaan. dan kesejahteraan masyarakat. Undang-undang b. yakni keadilan. Faktor tesebut dapat dibedakan dalam faktor idiil dan kemasyarakatan.asas-asas kesusilaan yang paling dasar. Yang dimaksud dengan “sumber hukum materiil” adalah faktorfaktor yang mempengaruhi atau turut menentukan isi dari hukum atau kaidah-kaidah hukum. Kebiasaan Sebagai sumber hukum formal. struktur dan kondisi ekonomi. yakni sumber hukum formal dan sumber hukum materiil. yaitu . Kebiasaan c. Faktor kemasyarakatan meliputi. Secara umum dapat dibedakan adanya tiga jenis Hukum Kebiasaan. Suatu kebiasaan baru menjadi Hukum Kebiasaan apabila kebiasaan itu diyakini oleh masyarakat sebagai suatu kewajiban hukum karena dirasakan sesuai dengan tuntutan keadilan. perlu dibedakan antara pengertian “kebiasaan” dan pengertian “adat” Kebiasaan adalah perulangan perilaku yang sama setiap kali terjadi situasi kemasyarakatan yang sama. Yurisprudensi Secara umum dapat kita bedakan adanya dua ssumber hukum. keyakinan kesusilaan dll. pandangan hidup. tata hukum yang ada. 9 .~Pengenalan Ilmu Hukum~ hukum positif. Secara umum (tradisional) sumber hukum dalam arti formal itu meliputi : a.

Traktat Traktat adalah perjanjian antarnegara. Hukum khusus atau Kebiasaan Kelompok yang berlaku dalam lingkungan kelompok tertentu. yaitu : A. Pembentukan 3 tahap 1. Penandatangannan yaitu penandatanganan hasil perundingan tersebut. Adat adalah sekumpulan kaidah yang secara tradisional yang turun menurun hidup di dalam masyarakat dan dimaksudkan untuk mengatur tata tertib masyarakat yang bersangkutan. terdapat dua cara pembentukan traktat. 2. Hukum Kebiasaan setempat yang belaku dalam lingkungan wilayah yang lebih kecil 3. Hukum Kebiasaan Umum yang berlaku untuk seluruh wilayah Negara. 2. Pembentukan 2 tahap 1. Yurisprudensi 10 . Ratifikasi yaitu pengesahan oleh masing-masing Negara peserta perjanjian. B. Menurut Mochtar Kusumaatmadja. Perundingan atau negosiasi yaitu kedua pihak saling merundingkan perjanjian yang telah dibuat. 2.~Pengenalan Ilmu Hukum~ 1. 3. Perundingan atau negosiasi yaitu kedua pihak saling merundingkan perjanjian yang telah dibuat. Penandatangannan yaitu penandatangannan hasil perundingan tersebut.

dapat disimpulkan secara logikal sebagai kehendak pembuat UU” Dalam usaha mencari dan menentukan “kehendak Pembuat UU” itulah maka dalam ilmu hukum dikembangkan beberapa metoda atau cara menafsirkan peraturan perUUan. D. Penafsiran Sejarah/Historis Penafsiran Sejarah dilakukan terhadap isi suatu peraturan perUUan dengan meninjau latar belakang sejarah dari pembentukan atau terjadinya peraturan UU yang bersangkutan. hakim tidak dapat bertindak sewenang-wenang. 3. prof J. seorang hakim diwajibkan untuk mencari maksud dan kehendak Pembuat UU dan ia tidak dapat itu.. Prof J.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Yurisprudensi adalah keputusan hakim (vonis) dalam suatu kasus yang dijadikan dasar untuk menyelesaikan kasus-kasus serupa di kemudian hari.H. 2. Penafsiran Sistematis 11 melakukan penafsiran terhadap UU sedemikian rupa sehingga menyimpang dari apa yang dikehendaki oleh pembuat UU . Penafsiran berdasarkan arti kata/gramatikal Yaitu penafiran yang dilakukan terhadap peristilahan/ kata-kata atau tata kalimat yang digunakan pembuat UU di dalam peratutan perUUAn tertentu. Yang dapat digunakan seorang hakim yaitu .A Logemann berpendapat bahwa : “Dalam melakukan penafsiran hukum. 1.H. Penafsiran Hukum (rechtsinterpretatie) Dalam melakukan penafsiran hukum terhadap suatu peraturan perundang-undangan yang dianggap tidak lengkap atau tidak jelas.A Logemann menganggap bahwa kehendak pembuat UU itu adalah : “Segala sesuatu yang berdasarkan cara penafsiran yang baik.

walaupun semua 12 . penghalusan hukum c. Peristiwa hukum Peristiwa hukum adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan akibat-akibat yang diatur oleh kaidah-kaidah hukum. Penafsiran Sosiologis Salah satu tugas hakim ialah menyesuaikan peraturan perUUan dengan hal-hal yang konkrit yang ada di dalam masyarakat. tetapi di dalam ilmu hukum dikembangkan beberapa bentuk konstruksi hukum yang sebenarnya merupakan variasi dari analogi itu. penghalusan hukum dan konstruksi Argumentum a digunakan untuk menyelesaikan metode perkara penafsiran yang telah bersangkutan.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Yaitu penafsiran terhadap suatu peratuaran perUUan. Konstruksi hukum (rechtsconstructie) Dalam usaha menyelesaikan suatu perkara adakalanya hakim menghadapi masalah belum adanya peraturan perUUan yang dapat langsung digunakan. analogi b. Pada dasarnya konstruksi hukum dinamakan Analogi . Argumentum a contrario H. Penafsiran Otentik (tambahan) Yaitu penafsiran terhadap kata. 4. dengan cara menyelidiki suatu sistem tertentu yang terdapat di dalam suatu tata hukum. 5. istilah atau pengertian di dalam peraturan perUUan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pembuat UU sendiri. yaitu konstruksi contrario a.

hak untuk melepaskan hak atas harta perkawinan. yaitu : Semua peristiwa hukum yang tidak timbul karena perbuatan subjek hukum atau badan hukum. misalnya 1. Perbuatan hukum dapat dibedakan antara : a. tetapi dapat menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu bila terjadi. yaitu perbuatan-perbuatan hukum yang akibat hukumnya yang timbul karena kehendak dari satu subjek hukum. yaitu perbuatan-perbuatan subjek hukum yang menimbulkan akibat-akibat hukum dan akibat hukum itu memang dikehendaki timbulnya oleh si pelaku perbuatan.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Menurut Prof. Van Apeldoorn : “peristiwa hukum adalah peristiwa yang berdasarkan hukum menerbitkan atau menghapuskann hak dan atau kewajiban”. pembuatan surat wasiat (testament) 2. memang perbuatan. penerimaan atau penolakan wasiat 3. 13 yaitu tidak perbuatan-perbuatan dikehendaki subjek hukum si yang pelaku menimbulkan akibat-akibat hukum dan akibat hukum itu timbulnya oleh . Perbuatan Subjek Hukum yang merupakan Bukan Perbuatan Hukum. Perbuatan Subjek Hukum yang merupakan Perbuatan Hukum. b. Perbuatan Subjek Hukum dapat dibedakan antara : a. Perbuatan hukum bersegi satu. Peristiwa hukum yang Bukan Perbuatan Subjek Hukum. Peristiwa hukum dibedakan menjadi : Peristiwa hukum yang merupakan Perbuatan Subjek Hukum. yaitu : Semua perbuatan yang dilakukan manusia atau badan hukum yang dapat menimbulkan akibat hukum.

dengan mencari jawaban dari pertanyaan “apa yang dimaksud hukum itu?” bahkan seorang ahli hukum pun sangat kesulitan untuk memaparkan apa yang dimaksud dengan hukum itu. Perbuatan hukum bersegi dua. Perbuatan subjek hukum yang bukan perbuatan hukum dapat dibedakan menjadi : 1. bertentangan dengan yaitu : perbuatan-perbuatan kesusilaan yang yang dapat bertentangan dengan kaidah-kaidah atau asas-asas hukum atau kepatutan.L. Setiap saat hidup kita dikuasai oleh hukum. 2.Dr. Arti Dan Tujuan Hukum Pendahuluan pelajaran hukum memang harus dimulai dengan yang tersukar. yaitu perbuatan hukum yang akibat-akibat hukumnya timbul karena kehendak dari dua atau lebih subjek hukum yang melakukan perbuatan itu. Prof. namun perbuatan ini tidak melanggar kaidah dan asas-asas hukum dan bagi hukum “kehendak” si pelaku tidak dipersoalkan. Misalnya : Zaakwaarneming 2. Perbuatan yang tidak melawan hukum.~Pengenalan Ilmu Hukum~ b. hukum mencampuri urusan manusia sebelum ia lahir dan masih mencampurinya 14 .Mr. Perbuatan yang merupakan perbuatan yang melawan hukum (onrechtmatigedaad).J Van Apel Dorn A. menimbulkan akibat hukum tertentu bagi pelakunya. yaitu : perbuatanperbuatan yang akibat-akibatnya di atur oleh hukum walaupun akibat-akibat hukumnya tidak dikehendaki oleh pelakunya.

Hukum Kanonik. kebangsaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa hukum itu ialah segala peraturan tingkah laku dalam melakukan hubungan manusia didalam kehidupannya setiap saat. dari mana timbul kebudayaan bangsa-bangsa Eropah. Hukum ditilik dari sudut pandang ilmu pengetahuan adalah sebagian dari kebudayaan. pertalian darah. asuransi) semua hubungan itu diatur oleh hukum. perdagangan. keadilan yang pertama ialah keadilan distributif dan keadilan yang kedua ialah keadilan Komutatif. penyimpanan. artinya peraturan dan pada mana antar didalamnya setiap orang terdapat keseimbangan sebanyak keselarasan yang kepentingan-kepentingan yang dilindungi haknya. pada mana memperoleh mungkin menjadi bagianya. pinjaman uang . sama dengan sumber-sumber hukum dari kebanyakan negara Eropah lainnya : Hukum Romawi. Hukum menghendaki perdamaian (Franka Salis. 500th SM) jika ia menuju peraturan yang adil. tempat tinggal. Aristoteles mengajarkan ia mengenal dua macam keadilan. perkawinan. pemberian jasa yang beraneka ragam (sewa menyewa. Dari mulai hubungan antara manusia-manusia hubungan langsung dari asal-usul.~Pengenalan Ilmu Hukum~ sesudah meninggal. Bukankah sumber-sumber hukum yang penting. pengangkutan. Keadilan komutatif ialah keadilan yang memberikan pada setiap 15 . tiap-tiap bangsa mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri akan tetapi ada terdapat kebudayaan Eropah. dan hukum Germania. Tujuan hukum ialah mengatur pergaulan hidup secara damai dan adil. Keadilan distributif ialah keadilan yang memberikan kepada tiap-tiap orang jatah menurut jasanya. adalah sama? Dan demikian juga sumber-sumber hukum Belanda.

B. 16 . Berlin 1950). Tujuan kaidah kesusilaan ialah menyempurnakan seseorang . dengan melakukan kehendak baik didalam batin maupun diluar batin (Hanz welzel . Yang pada dasarnya keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. dalam hukum kekuasaan dari luarlah yang meletakkan kemauaanya pada kita. hukum dan adat. Sebaliknya kesusilaan suatu tuntutan yang dilakukan orang terhadap dirinya sendiri. Perbedaan hukum dan kesusilaan (Kant). Kesusilaan adalah otonom. sedangkan kekuatan diluar diri sendiri yakni masyarakat. petunjuk- bertingkah menimbulkan kewajiban-kewajiban bagi manusia kita tangkap dengan nama “Etika” (kaidah) meliputi peraturan-peraturan agama. Hukum ingin menjamin kebahagiaan yang besar untuk jumlah manusia yang terbesar (eudaemanisme atau utilitarisme). Meniadakan pandangan keadilan hukum berarti menyamakan hukum dengan kekuasaan. kesusilaan. sedangkan hukum menurut (Kant) bersifat heteronom. Hukum Dan Kaidah-Kaidah Etika Lainya Segala petunjuk peraturan-peraturan bagaimana manusia yang mengandung laku. Jadi adapun tujuan hukum ialah tata tertib masyarakat yang damai dan adil.~Pengenalan Ilmu Hukum~ orang sama banyaknya dengan tidak memandang dan mengingat jasa-jasa seorang. Pandangan ini bercorak sepihak karena barulah sesuai dengan daya guna atau berfaedah jika sebanyak mungkin mengejar keadilan. Das gesinnungsmoment im Recht .

Banyak yang menyangkal bahwa mode termasuk adat (kesiasaan). dan kesopanan. adat (kebiasaan) adalah sesuatu hal yang berarti lazim dipakai atau digunakan. kesusilaan. Menurut (Rudolf Von Ihering . tetapi siapa yang akan menyangkal bahwa mode itu adalah kebiasaan belaka.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Agama :kaidah agama ialah kewajiban menuruti kehendak tuhan itu sendiri maka manusia merasa terikat untuk melakukan kegiatan yang bersifat pribadi serta mengikuti perintah tuhanya itu. hukum mempunyai sifat jika tidak diikuti akan mendapat sanksi. maupun secara tidak langsung (melalui ajaran . Kaidah-kaidah etika yang beragam itu saling memperkuat daya guna masing-masing. Sumber-Sumber Hukum (Formal Dan Materil) 17 dibawah pimpinan tuhan) seperti pemuka agama. Baik secara langsung (kepada mereka yang menempatkan dirinya langsung kitab suci) Hukum dan adat (kebiasaan) :kaidah adat (kebiasaan) ialah menyatakan tingkah laku anggota-anggota lingkungan atau masyarakat tertentu. melainkan harus juga bersandar pada hal bahwa banyak orang merasa terdorong mengikuti segala peraturan-peraturan berdasarkan kaidah-kaidah agama. Ustad dll. pendeta. Hukum dan adat (kebiasaan) ditunjukan pada manusia sebagai makluk sosial. jadi mengenai pergaulan hidup dan tidak semata-mata mengenai individu. melainkan adat (kebiasaan) akan mendapatkan kucilan dari masyarakat setempat dan perasan bersalah didalam hatinya. peraturan-peraturan hukum diikuti tidak semata-mata bersandarkan pada kekuasaan yang memaksa dari pihak pembuaat hukum atau pemerintah. Perbedaan hukum dan adat (kebiasaan) terletak pada paksaan. tetapi kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. walaupun tidak mempunyai pegangan pada suatu kewajiban. C. Leipzig 1904).

Hal itu kita sebut sebagai sumber hukum dalam arti formil. yaitu tiap-tiap keputusan pemerintah.Undang-undang 2. bahwa perjanjian harus dipenuhi dan ditaaati (pasta servanda sunt). yang menetapkan peraturan-peraturan yang sifatnya mengikat secara umum. dengan tidak menanyakan asal-usul isi peraturanperaturan hukum. Kebiasaan 3. Undang-undang dalam arti materiil ialah suatu keputusan pemerintah. karena kita semata-mata mengingat cara dan bentuk dalam mana timbul hukum positif. harus juga ditaaati. Undang-undang Undang-undang dibagi menjadi dua bagian. Traktat Peraturan-peraturan dapat menjelma menjadi undang-undang atau kebiasaan. mengigat isinya disebut undang-undang. Jadi undang-undang dan kebiasaan adalah sumber hukum (sumber berlakunya hukum) berhubung dengan kesadaran hukum yang berlaku. 18 . Adapun sumber-sumber hukum formil ialah : 1. bahwa kita harus tunduk pada pembentuk undang-undang dan bahwa kebiasaan harus ditaati. Sedangkan undang-undang dalam arti formil adalah tiap-tiap keputusan yang ditetapkan raja dan statengeneraal nya bersama-sama. dikarenakan kesadaran hukum yang berlaku memberikan kekuasaan yang mengikat pada undang-undang dan kebiasaaan. Traktat adalah sumber hukum berhubungan dengan kesadaran hukum yang berlaku. diikuti atau dilakukan sebagai kaidah yang sangat mengikat. dari mana timbul hukum yang berlaku (mengikat hakim dan penduduk).~Pengenalan Ilmu Hukum~ Sumber hukum dalam arti formil adalah peristiwa-peristiwa.

jadi berdasarkan keyakinan bahwa mereka memenuhi kewajiban hukum. dengan kebiasaaan menghendaki demikian. Kesadaran hukum pada seluruh rakyat yang demikian itu hanya terdapat terhadap peristiwa-peristiwa hukum yang terjadi dalam kehidupan hampir tiap-tiap orang : kelahiran. Peraturan pemerintah 5. yakni dari peraturan-peraturan yang terbentuk dari tindakan menurut garis tingkah laku yang tetap. Dasar hukum kebiasaaan ialah kesadaran hukum bersama. Peraturan pelaksanaan Kebiasaan Kebiasaan ialah peraturan yang timbul dari pergaulan hidup sendiri. Undang-undang 4. Keputusan Presiden 6. jual beli dsb. perkawinan. bahwa mereka sudah semestinya berbuat begitu . Jadi untuk terbentuknya hukum kebiasaan terdapat dua syarat : Satu yang bersifat materiil. Dan peristiwa-peristiwa hukum ini semuanya diatur oleh undang-undang. Dua yang bersifat psikhologis (bukan psikhologis perorangan. Dalam pada itu janganlah 19 . Syarat-syarat yang terutama untuk terbentuknya hukum kebiasaan adalah kebiasaan biasanya menimbulkan kesadaran. Undang-undang dasar 2. melainkan psikhologis golongan atau kelompok) keyakinan akan kewajiban hukum sudah melekat sejak dini pada kebiasaan dan biasaanyapun tidak semudah demikian. pewarisan.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Adapun yang termasuk sumber hukum formal dalam undangundang di Indonesia: 1. Ketetapan MPR 3. Kebiasaan rakyat kini sudah hampir tak merupakan sumber hukum lagi.

dengan tiada persetujuan perwakilan rakyat sebagai yang diharuskan oleh hukum negara. TRAKTAT Traktat antara dua negara atau lebih. Traktat-traktat kolektif tersebut. itu masih merupakan soal yang dipertikaikan orang-orang di seluruh penjuru bumi. undang-undang dasar menentukan. bahwa ikut serta dalam dan pembatalan perjanjian. bahwa undang-undang itu untuk sebagian besar adalah hukum kebiasaan yang bertulis. 20 . Berhubungan dengan hal tersebut. maka dengan demikian merupakan sumber hukum dalam arti formil. mengikat terhadap negara asing dengan mana perjanjian tersebut diadakan. hanya dapat dilakukan oleh Raja berdasarkan undang-undang (pasal 60 ayat 3). Pertanyaan adakah negara traktat yang diratifisir oleh kepala negara.~Pengenalan Ilmu Hukum~ kita lupakan. biasanya membuka kemungkinan untuk masuknya negara-negara yang tidak merupakan pihak pada pembentukannya. Menurut hukum antara negara traktat itu baru mengikat sesudah dikukuhkan atau ratifisir dengan suatu peryataan resmi dari kepala negara (yang mewakili negara terhadap negara lain). bahwa perjanjian tersebut harus dipandang sebagai hal yang mengikat. Ajaran Hukum Yang dimaksud dengan ajaran hukum ialah apa yang biasanya disebut ilmu pengetahuan hukum dogmatis atau sistimatis. Traktat acapkali diadakan antara lebih dari dua negara. lebihlebih pada waktu ini. biasaanya memuat berbagai peraturan-peraturan hukum. D.

pada abad menengah dan kemudian memperoleh kekuasaan mengikat untuk hakim dengan melalui hukum kebiasaan. Juga kini tulisan-tulisan tersebut sebagai book of authority di samping decisions of the superior courts of 21 . ajaran hukum adalah sumber hukum dalam arti formil. itupun sepanjang tidak mengenai hukum Rumawi. yang termuda adalah Commentaries on the Laws of England dari Sir william Blackstone (1723-1780) . Untuk sebagian kaidah-kaidah menjelma dalam perkataanperkataan (undang-undang. kemudian berulang sekali lagi di Eropah. Yang tertua ialah karangan-karangan tentang hukum Inggris (de legibus et consuetudinibus Angliae) dari Ranulf de Glanvil (abad ke-12) dan Heri Bracton (abad ke-13). adalah kitab-kitab hukum. Sejarah tentang terjadinya hukum yuris Rumawi dan peranan yang dipegang hukum itu. sehingga tak ada seorang pun yang meragukan kehebatan sumber hukum Rumawi. Hasil utama ajaran hukum dari zaman menengah. usaha mempelajari hukum Rumawi secara ilmiah berkembang pesat.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Maksudnya ialah pencatatan sistimatis dari kaidah-kaidah hukum yang berlaku pada waktu yang ditentukan dalam masyarakat yang tertentu. Pada bangsa Rumawi. Pemberian kekuasaan yang mengikat kepada ajaran hukum seluruhnya (yang diwakili oleh para ahli hukum yang ternama) . kemudian juga di Perancis. dan dapat diuraikan serta ditafsirkan secara ilmiah. Sesudah zaman kemunduran. mula-mula di Bologna. sangat terkenal. Dalam sejarah hukum dapat juga kita beberapa contoh bahwa karangan beberapa orang yuris memperoleh kekuasaan kitab undang-undang. atara usaha glossateron dan post-glossatoren. sebagai dahulu dilakukan di Roma. melainkan hukum asli. sejak abad ke12. keputusan-keputusan dsb) atau dalam perbuatan-perbuatan (kebiasaan-kebiasaan) yang dapat dilihat sebagai kenyataan. Di Inggris tulisan-tulisan beberapa para ahli hukum.

.and digested for general use in the authoriative wrinting’’ . melainkan agak merupakan sesuatu hasil keseniaan yang gemilang perihal praktek hukum (ars boni aequi) dalah tersusun dari nasehat-nasehat yang diberikan oleh para ahli hukum mengenai peristiwa-peristiwa yang diacarakan dan karena itu dapat dipakai untuk praktek.. segera umum diterima oleh para ahli hukum sipil yang terkemuka. Dengan keputusan tertanggal 31 Januari 1919 (N. dengan keputusan practicaal Dewan en koopmanshandboek (1806) dari Joannes van der Liden. Di kekuasaan Afrika Selatan Regtsgeleerd. hal. Di Nederland.R. ajaran hukum bukan sumber hukum dalam arti formil. Di Inggris Books of authority” dari yuris-yuris Inggris yang termashur lebih-lebih berdasarkan pada keputusankeputusan.1919. misalnya H. yang diberikan oleh .courts of justice”.~Pengenalan Ilmu Hukum~ justice masih mengambil tempat dalam sumber-sumber common law Inggris dan mempunyai kekuasaan bagi hakim. dan setelah mula-mula ditentang oleh beberapa orang. 22 . peristiwa demi peristiwa. dan bila ia bungkam terhadap sesuatu hal. yakni dalam lapangan hukum perdata internasional.161) .. Ajaran itu mempunyai pengaruh yang terbesar didalam praktek pada lapangan hukum. diberi undang-undang Rakyat tertanggal 19 September 1859. dimana undang-undang terbanyak kali tidak memberikan petunjuk kepada haklim.W. setidaktidaknya sepanjang isinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan zaman modern. maka kekuasaan itu diberikan kepada Roomsch Hollandsch recht dari Simon van Leeuwen dan Inleiding tot de Hollandsche rechts-geleer-theyd dari Hugo de Groot.J. Hukum yuris Rumawi. menerima pentafsiran yang luas dari pasal 1401 B. yang sebenarnya bukan ilmu pengetahuan.

Perubahan sosial warga masyarakat yang semakin kompleks. Artinya. Aliran normative-dogmatik yang dianut oleh Van Kan menganggap bahwa pada asasnya hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum. Pemikiran Van Kan ini bersumber dari pemkiran positivistis yang lebih melihat hukum dalam bentuk peraturan tertulis. sebenarnya tidak hanya dapat diartikan sebagai sarana untuk mentertibkan kehidupan masyarakat. Arti hukum dan Tujuan hukum Orang mempergunakan perkataan denga berbagai arti.~Pengenalan Ilmu Hukum~ 3. dampak itu juga dapat mempengaruh tujuantujuan hukum itu sendiri. Tujuan hukum Keberadaan hukum dalam masyarakat. juga mempengaruhi bekerjanya hukum dalam mencapai tujuannya. Perubahan masyarakat yang sangat semakin pesat dalam setiap aspek kehidupannya. membawa dampak terhadap keberadaan dan berlakunya hukum. melainkan juga dijadikan sarana yang mampu mengubah pola pikir dan pola perilaku warga masyarakat. Tetap dalam arti subyektif dapat kita pergunakan pula dalam arti abstrak sebagai kekuasaan potensil. yang terdapat dalam kaidah. karena hukum itu otonom sehingga tujuan hukum semata-mata untuk kepastian hukum dalam 23 . Hal ini mengeruhkan tijauan sendiri dan seringkali mengabaikan pertukaran pikiran. baik dalam bahasa sendiri maupun bahasa orang lain. Van Kan A. dengan tiada sadar akan perbedaan-perbedaan dan arti-arti yang berbagai itu.

peraturan-peraturan yang oleh yang bertaat padanya dianggap sebagai perintah Tuhan. kaidah agama. Ada kalanya bahwa orang berangapan. Kaidah hukum. Kaidah-kaidah hukum dan kaidah sosial lainnya. Tugas dari tata hukum ialah mengadakan kepentingan. yang dalam kontak dari pergaulan hidup terancam akan tergencet. yang diadakan untuk kepentingan-kepentingan untuk melindungi masyarakat. menghendaki perlindungan yang dapat dipaksakan. bahwa manusia tujuan agar hukum tidak adalah diganggu menjaga dan setiap terjamin B. peraturan hukum akan menjamin suatu kepentingan tertentu bagi setiap orang yang bersangkutan yang karena terikat pada suatu peraturan hukum bersama. Jadi. Dalam zaman yang lampau agama sekali-sekali merupakan satu-satunya tenaga 24 . Dalam suatu masyarakat terdapat suatu jaring peraturanperaturan atau kaidah-kaidah yang sangat rapatnya : 1. 2.~Pengenalan Ilmu Hukum~ melegalkan kepastian hak dan kewajiban seseorang. Hukum sebagai suatu rumpunan kaidah-kaidah yang bersifat memaksa atau dengan perkataan lain suatu rumpunan peraturan hidup yang bersifat memaksa. bahawa semua peraturan yang ditaati adalah peraturan-peraturan Tuhan. Van Kan berpendapat kepentingan kepastiannya. Peraturan itu itu diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan manusia. yaitu peraturan-peraturan yang bersifat memaksa melindungi kaidah-kaidah dan hukum adalah serumpunan orang peraturandalam yang peraturan yang bersifat memaksa.

Sumber 25 . namun kini pun agama agama masih memainkan peranan yang sangat penting. yang menghauskan mereka melakukan tindakan tertentu. Sumber-sumber hukum Sumber hukum materill Sumber hukum materill adalah sumber hukum yang menentukan isi suatu peraturan atau kaidah hukum yang mengikat setiap orang. kaidah kesopanan. Peraturan-peraturan diakui dan ditaati oleh kebanyakan dari mereka yang tidak mau mengakui perintah-perintah Tuhan atau hubungan yang bersifat yang mengatur dan yang diatur diantara Tuhan dan manusia. kamu tidak boleh C. tetapi tata agama dan kesusilaan hanya sebagian persamaannya.. ialah peraturan-peraturan yang terdapat didalam lingkungan-lingkungan pergaulan besar dan kecil yang sering kali bersimpang siur.’kamu bezina”. Juga kaidah-kaidah ini ikut membantu pula dalam usaha untuk mencapai tujuan yang sama. 3. yang timbul dari akhlak manusia.~Pengenalan Ilmu Hukum~ pendorong yang mengatur tingkah laku manusia. 4. ialah perlindungan dan perkembangan kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. dimana hampir setiap orang hidup. kaidah kesusilaan. meskipun saat ini agama sudah tidak berpengaruh banyak. Isi dari kaidah kesusilaan dapat bersamaan dengan isi dari kaidah agama. Banyak manfaat dari peraturan-peraturan agama seperti. tidak boleh mencuri”. Sumber hukum materill berasal dari perasaan hukum masyarakat seperti kondisi sosial ekonomi masyarakat.

yang bersifat abstrak. undang-undang. doktrin. sosiologi. kebiasaan.~Pengenalan Ilmu Hukum~ hukum ini juga menentukan materi berlakunya hukum ini seyogyanya ditinjau dari beberapa aspek cabang ilmu pengetahuan seperti sejarah. Sumber hukum formil Sumber hukum formil yang dikenal dalam ilmu hukum berasal dari enam jenis yaitu. agama. tetapi peraturan-peraturan yang bersifat abstrak dan ditujukan kepada kumpulan yang tidak tertentu. hukum formil bisa di artikan merupakan sumber hukum yang menentukan bentuk dan sebab terjadinya suatu peraturan atau kaidah hukum. dan hukum agama. traktat. Faktor yang menjadi sumber sumber hukum formil merupakan sumber hukum dalam bentuk tertentu yang menjadi dasar sah dan berlakunya hukum secara formal. Salah satu masalah yang terpenting dari hukum ialah mengenai cara. peraturanperaturan yang tidak tertujukan pada seseorang atau orang-orang yang tertentu berkenaan dengan suatu hal yang konkrit. Penafsiran Memaksudkan kaidah-kaidah. yang timbul didalam masyarakat. dan psikologi. yurisprudensi. D. Peristiwa hukum Peristiwa hukum adalah semua kejadian atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai akibat hukum. E. bagaimana peraturan-peraturan hidup yang abstrak itu harus dilaksanakan dalam hal-hal yang konkrit. 26 .

Kaidah hukum hanya mampu membuat suatu kualifikasi tertentu atau suatu kategori tertentu. E. dan kaidah itu bermacam-macam tetapi merupakan kesatuan. Sumber-Sumber Hukum Formal dan Materiil 27 . Pada umumnya tiada kaidah yang tidak memuat anasir yang memaksa. Kaidah Sebagai kaidah hukum ialah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat yang harus ditaati oleh anggota masyarakat bersangkutan. Setiap peraturan hukum itu ialah abstrak dan hipotesis. demikian peraturan hukum adalah terutama peraturan yang memaksa orang berkelakuan seperti yang dianggap patut oleh masyarakat. Adanya peristiwa hukum menyebabkan hukum akan bergerak untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Hukum merupakan suatu himpunan kaidah-kaidah. c.~Pengenalan Ilmu Hukum~ sebagai contoh’orang menikah otomatis menimbulkan akibat-akibat hukum dikarenakan adanya hak dan kewajiban. Kaidah adalah petunjuk hidup yang memaksa . Oleh karena itu maka setiap hukum umum harus disusun sedemikian sehingga hakim diberikan kesempatan menggolongkan kejadian-kejadian didalam satu golongan yakni golongan peraturan hukum itu. B. 4. Utrecht A. Kaidah hukum tidak diadakan untuk menyelesaikan hanya satu perkara yang tersendiri. Arti hukum dan Tujuan Hukum Tujuannya hukum harus membuat peraturan umum.

Mr. yaitu :    Analogi. Ada tiga Sendi Konstruksi.E. Menghaluskan hukum. Prof. menentukan berlakunya dari hukum.~Pengenalan Ilmu Hukum~  Sumber hukum materiil yaitu perasaan hukum individu dan pendapat umum .M Meyers.Van Apeldorn. menentukan isi dari hukum.S.  Sumber hukum formal yaitu menjadi determinan formil membentuk hukum.C. menurut Prof. Konstruksi itu tidak boleh didasarkan atas anasir-anasir yang diluar sistem material positif. D.Konstruksi itu harus didasarkan atas pengertian-pengertian memang Undang-undang bersangkutan dan yang menjadi dasar UU yang bersangkutan itu. karena tidak mungkin untuk mengadakannya yang sesuai dengan kenyataan. Penafsiran dan Konstruksi Hukum Konstruksi hukum yang tidak boleh ada diadakan dalam secara sewenangyang wenang. Drs. yang menjadi determinan materiil membentuk hukum . Arti hukum dan Tujuan hukum Definisi tentang hukum.T Kansil A. 5. Argumentum a Contario. Hukum adalah “semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan. Pendapat para sarjana tentang hukum : 1. adalah sangat sulit untuk dibuat. ditunjukan kepada tingkah laku 28 .

H . 2. Teori Etis “ Keadilan “ dan “ ketertiban “.~Pengenalan Ilmu Hukum~ manusia dalam masyarakat. syarat mendatangkan kemakmuran 29 . 3. maka peraturan Dengan hukum yang ada harus itu sesuai dan tidak boleh adanya bertentangan dengan asas-asas keadilan dari masyarakat tersebut. Subekti S. menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan”. Immanuel Kant Hukum adalah “ keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan bebas dari orang lain. Tujuan Hukum Untuk menjaga agar peraturan hukum itu dapat berlangsung terus dan diterima oleh seluruh anggota masyarakat. demikian hukum bertujuan menjamin kepastian hukum dan hukum itu harus pula bersendikan pada keadilan. dan yang menjadi pedoman bagi penguasa Negara dalam melakukan tugasnya” 2. Hukum ialah “aturan tingkah laku para anggota masyarakat. Beberapa pendapat yang berkenaan dengan tujuan hukum: 1. yaitu asas keadilan dari masyarakat itu. aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu”. Hukum yang melayani pokok untuk tujuan Negara tersebut dengan dan menyelenggarakan kebahagiaan. Leon Duguit. Prof.

bahwa hukum mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Bentham ( Teori Utilitis) Berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah bagi orang.Sumber Hukum 30 . yaitu peraturan hidup yang mempengaruhi tingkah laku manusia didalam masyarakat. Norma agama ialah peraturan yang diterima sebagai perintah. Norma kesusilaan ialah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia ( insane – kamil ). Norma kesopanan ialah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia. B.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Menurut teori etis isi hukum itu semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis kita mengenai apa yang adil dan yang tidak adil. Norma hukum ( kaidah hukum ) ialah peraturan yang timbul dari norma hukum yang dibuat oleh penguasa Negara. Dan sebagai Unsur daripada keadilan disebutkannya “ kepentingan daya guna dan kemanfaatan “. Sumber. Kaidah Kehidupan manusia didalam pergaulan masyarakat diliputi oleh norma/kaidah. 3. 3. Dalam pergaulan hidup dibedakan 4 macam norma/kaidah yaitu : 1. Jelaslah disini. Geny “ Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. dan anjuran yang berasal dari Tuhan. 4. larangan. 4. 2. C.

 Traktat ( treaty ) Perjanjian yang dilakukan oleh dua Negara. Sumber hukum materiil dapat ditinjau dari berbagai sudut . Sumber hukum formal antara lain :  Undang-undang ( Statue ) Suatu peraturan Negara yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara. 31 .  Pendapat sarjana Hukum ( Doktrin ) Pendapat para sarjana yang ternama juga mempunyai kekuasaan dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh hakim.  Kebiasaan ( Costum ) Perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Sumber hukum adalah segala apa yang menimbulkan aturanaturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa yakni aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. misalnya     Ekonomi Sejarah Sosiologi Filsafat 2. Sumber hukum itu dapat kita tinjau dari segi Materiil dan Formal : 1.  Keputusan hakim (Jurispudentie) Keputusan hakim terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan oleh hakim kemudian mengenai masalah yang sama.

yaitu penafsiran menilik susunan yang berhubungan dengan bunyi pasal lainnya baik dalam undangundang itu maupun undang-undang yang lain. 4. dengan berpedoman pada arti perkataan dalam hubungan dalam kalimat yang digunakan undang-undang. resmi ) ialah penafsiran yang pasti terhadap 3. yaitu cara penafsiran berdasarkan pada bunyi ketentuan undang-undang . Penafsiran Resktriktif ialah penafsiran dengan membatasi arti kata dalam peraturan itu. Penafsiran Sistematis. Penafsiran a Contrario ialah suatu cara menafsirkan undangundang yang didasarkan pada perlawanan pengertian antara soal yang dihadapi dan soal yang diatur dalam pasal undangundang. Penafsiran Analogis yaitu memberi tafsiran pada suatu peraturan hukum dengan memberi ibarat pada kata-kata tersebut sesuai dengan asas hukumnya. 7. Penafsiran sahih ( autentik. Penafsiran tata bahasa . 9. Penafsiran nasional ialah penafsiran menilik sesuai tidaknya dengan sistem hukum yang berlaku. 8. Penafsiran Ekstensip yaitu tafsiran dengan memperluas arti katakata dalam peraturan itu sehingga sesuatu peristiwa dapat dimasukkan.~Pengenalan Ilmu Hukum~ D. 6. 5. Penafsiran arti kata itu sebagaimana penafsiran yang diberikan oleh pembentuk undang-undang histories. 2. 10. 32 . Penafsiran Teologis. Penafsiran hukum ( Interpretasi Hukum ) Ada beberapa macam penafsiran. antara lain : 1. yaitu berdasarkan sejarah terjadinya hukum tersebut. yaitu penafsiran dengan mengingat maksud dan tujuan undang-undang itu.

Tujuan Hukum adalah untuk memahami dan “menguasai” pengetahuan tentang kaidah dan asas-asas itu untuk kemudian dapat mengambil keputusan berdasarkannya. kampung atau desa. itu juga diatur oleh kaidah-kaidah lain. atau suatu Negara. B. moral positif dan 33 . kebiasaan. kehidupan manusia bermasyarakat kesopanan. Arti Hukum Dan Tujuan Hukum Hukum adalah perangkat asas dan kaidah-kaidah yang mengatur hubungan antar manusia dalam masyarakat. Mochtar. Peristiwa kemasyarakatan yang oleh hukum diberikan akibat-akibat dinamakan Peristiwa Hukum atau kejadian hukum (rechtsfeit ) 6. Arief Sidarta A. Kaidah Manusia dapat hidup bermasyarakat tanpa diatur oleh hukum yang pembentukan dan penegakannya dilakukan oleh Negara. baik yang merupakan kekerabatan.~Pengenalan Ilmu Hukum~ E. Peristiwa Hukum Anggota masyarakat setiap hari mengadakan hubungan satu dengan yang lainnya yang menimbulkan peristiwa kemasyarakatan. Kusumaatmadja dan Prof. Hal ini hanya mungkin apabila selain hukum. Ada beberapa kaidah yaitu: kaidah agama.

namun ukuran kesopanan itu sering juga berlain-lain di dalam suatu masyarakat yang sama namun berbeda menurut generasi. C. 4. Kaidah agama : kaidah yg mengatur hubungan antar manusia dalam masyarakat. Teori mengatakan bahwa orang mentaati hukum karena Tuhan atau alam menghendakinya.~Pengenalan Ilmu Hukum~ 1. artinya harus dituruti. 34 . Kaidah sopan santun sering tidak mengikat Karena kaidah kesopanan itutidak hanya berbeda dari satu lingkungan masyarakat ke lingkungan masyarakat lain. 2. Sumber-Sumber Hukum Materiil Penjelasan mengapa orang mentaati hukum atau tunduk pada hukum bisa juga diberikan berdasarkan teori-teori hukum. juga dirasakan sebagai kaidah yg patut dituruti. Kewajiban moral baru mengikat apabila kewajiban moral itu oleh masyarakat dianggap mengikat. Penjelasan aliran-aliran hukum ala mini ditentang oleh kaum positivisme yang mengatakan bahwa orang tunduk pada hukum karena hukum itu merupakan kehendak penguasa yang dapat dipaksakan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari uraian mengenai kaidah sosial dan mengikat atau tidaknya terhadap anggota masyarakat atau individu adalah bahwa perlu atau tidaknya seseorang anggota masyarakat tunduk pada suatu aturan. Kebiasaan peristiwa : pola tindak yang berulang dengan mengenai hal yang yang sama berkenaan bersamaan pula 3.

D. yakni berupa timbulnya atau hapusnya hak dan atau kewajiban tertentu bagi subjek hukum tertentu yang terkait pada peristiwa tersebut.~Pengenalan Ilmu Hukum~ Formal Sumber hukum dalam arti formal bertalian dengan masalah dimana kita bisa mendapatkan ketentuan-ketentuan atau kaidahkaidah hukum yang mengatur kehidupan manusia dalam bermasyarakat. 35 . Peristiwa Hukum Peristiwa hukum adalah peristiwa yang oleh kaidah hukum diberi akibat hukum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->