PENDEKATAN KOMUNIKASI ORGANISASI

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Komunikasi Organisasi Dosen Pembimbing Ade Masturi, M.A.

Oleh: Githarama Mahardhika 109051000181 KPI/VII/F

KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2012

pendekatan sistem dan pendekatan budaya. Berdasarkan konteks uraian diatas. Agar masing-masing kelompok ini dapat menyokong pencapaian tujuan organisasi. pendekatan individual berpusat kepada tingkah laku komunikasi individual dalam organisasi. sedangkan menurut Mulyana (2011). Menurut Pace & Feules (2001:11). Dalam kajian ini tentu memahami pendekataan komunikasi organisasi yaitu melihat dari konteks cara pemikiran dan perilaku-perilaku organisasi. apa saja pendekatan komunikasi yang menjadi landasan dalam berorganisasi? Serta bagaimana proses pendekatan komunikasi dalam organisasi?. Maka tentu adanya suatu pendekatanpendekatan dalam komunikasi organisasi. yang mempunyai tujuan masing-masing. pendekatan hubungan antar manusia. menyatakan bahwa pendekatan dalam suatu organisasi meliputi empat pendekatan yaitu: pendekatan struktur dan fungsi organisasi. Dalam organisasi biasanya terdapat bermacam-macam kelompok sosial. Pendekatan Makro. pendekatan hubungan masyarakat. mengemukakan bahwa ada dua pendekatan dalam memahami organisasi yaitu pendekatan objektif dan pendekatan subjektif. membahas komunikasi organisasi mengikuti teori manajemen klasik. dalam pendekatan makro organisasi dipandang sebagai suatu struktur global yang berinteraksi dengan lingkungannya. dan peristiwa-peristiwa eksis di dunia nyata dan terlepas dari pengamatannya. Pendekatan Individual. yang menempatkan suatu bayaran pada daya produksi. memunculkan pertanyaan untuk memecahkan masalah ini. sedangkan “subjektif” menunjukan bahwa realitas itu sendiri adalah kontruksi sosial. yang namanya organisasi sekurang-kurangnya meliputi empat pendekatan yaitu: pendekatan ilmiah. presisi. Pendekatan Mikro. Dan ada Menurut Goldhaber (1990). 3. pendekatan ini terutama memfokuskan kepada komunikasi dalam unit dan sub unit pada suatu organisasi. pendekatan komunikasi sebagai proses pengorganisasian dan pendekatan organisasi secara kultur. pimpinan organisasi hendaknya melakukan suatu pendekatan komunikasi organisasi dan memberikan informasi mengenai tujuan organisasi sehingga 2 . Pertanyaan mayornya adalah bagaimana memahami pendekatan komunikasi didalam organisasi? Serta beberapa pertanyaan minornya yaitu.ABSTRAK Manusia adalah mahluk sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengorganisasikan kegiatannya dalam mencapai satu tujuan bahkan kita di lahirkan dalam organisasi dan didik dalam suatu organisasi. Pendekatan komunikasi yang menjadi landasan dalam berorganisasi yaitu ada tiga: 1. realitas sebagai suatu proses kreatif yang memungkinkan orang menciptakan apa yang di luar sana. dan efisiensi. Makna “objektif” dalam konteks ini merujuk dalam pandangan bahwa objek-objek. Proses dalam pendekatan sendiri yaitu tergantung cara pendekatan yang seperti apa yang kita ambil. perilaku-perilaku. 2. Teori pendekatan komunikasi organisasi Griffin (2003) dalam “A First Look at Communication Theory”.

3 . realitas. subjektif. Kata kunci: objek. makro. struktur.masing-masing kelompok merasakan bahwa tujuan organisasi adalah tujuan mereka bersama. mikro.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.1 Firman Allah dalam surat Al-Hujurat (49) ayat 13 yang berbunyi: Artinya: “Hai manusia. Yogyakarta: BPFE UST. hlm. maka orang dapat sukses. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. tetapi dari cara komunikasinya pula orang dapat gagal dalam mencapai tujuannya. 745. hlm. Dalam kehidupan modern seperti sekarang komunikasi memegang peran yang sangat penting. karena justru dari cara komunikasi yang digunakan. berbangsa dan bernegara. 2002. yang hidup bersama dengan manusia lain secara berkelompok. 151. Dan hidup bersama-sama dengan orang lain itu timbul komunikasi. Al Quran dan Terjemahannya. 2003. Departemen Agama RI.2 1 2 Soehardi Sigit. Esensi Perilaku Organisasional. Bagaimana kita berkomunikasi dalam kehidupan bersama itu-lah yang menjadi salah satu faktor yang sangat penting di dalam kehidupan bersama. Semarang: PT Karya Putra Toha. 4 .BAB I PENDAHULUAN Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia adalah makhluk sosial. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. bersama-sama dalam suatu daerah. baik di dalam organisasi ataupun kelompok. bersama-sama sukunya.

4 3 4 Redi Panuju. 2001. 5 . Bahkan boleh dikata.Mengapa komunikasi penting dalam suatu organisasi? Pertanyaan ini kerap dilontarkan oleh mereka yang “concern” terhadap kajian fenomena komunikasi maupun mereka yang tertarik pada gejala-gejala keorganisasian. hlm. 2006. Komunikasi Organisasi. Pengantar Teori Komunikasi. Conection komunikasi merupakan sistem aliran yang menghubungkan dan membangkitkan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan sinergi. organisasi tanpa komunikasi ibarat sebuah mobil yang di dalamnya terdapat rangkaian alat-alat otomotif. 100. Tommy Suprapto. Apabila komunikasi berhenti maka aktivitas organisasi akan berhenti. hlm. Yogyakarta: Media Pressindo. 1-2. Dalam kenyataannya masalah komunikasi senantiasa muncul dalam proses organisasi. Dengan demikian tinggalah kegiatan-kegiatan individu yang tidak terorganisasi. yang terpaksa tidak berfungsi karena tidak adanya aliran fungsi antara satu bagian dengan bagian yang lain.3 Komunikasi menyediakan allt-alat untuk pengambilan keputusan menerima umpanbalik dan mengoreksi tujuan serta prosedur organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

2. De Vito.6 Wayne dan Don mengemukakan dua defenisi komunikasi yaitu:7 1. Komunikasi Organisasi. 2000. Pada organisasi yang beranggotakan tiga orang. Wayne P. 7 R. dan Don F. 5 6 Joseph A. 340. tetapi organisasi yang beranggotakan seribu orang komunikasinya sangat kompleks. Komunikasi Organisasi (organizational communication) Komunikasi organisasi merupakan pengiriman dan penerimaan berbagai pesan di dalam organisasi – di dalam kelompok formal maupun informal organisasi. Jika organisasi semakin besar dan semakin kompleks. 1997. 2001.” Atau dengan kata lain komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.. Defenisi interpretif komunikasi organisasi adalah proses penciptaan makna atas interaksi yang merupakan organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. hlm. Arni Muhammad. “organizational communications is the process of creating and exchanging messages within a network of independent relationship to cope with environmental uncertainty. 31-33. hlm. komunikasinya relatif sederhana.67. maka demikian juga komunikasinya. hlm. Komunikasi Antar Manusia. 6 . Dalam artian perilaku pengorganisasian yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat dalam proses itu bertransaksi dan memberi makna atas apa yang sedang terjadi. Defenisi fungsional komunikasi organisasi dapat didefenisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.5 Goldhaber (1986) memberikan defenisi komunikasi organisasi sebagai berikut. Komunikasi Organisasi.BAB II PEMBAHASAN A.F. Jakarta: Profesional Books.

Arni Muhammad. op. Yang dimaksud dengan pesan adalah susunan symbol yang penuh arti tentang orang. Karena organisasi merupakan suatu sistem terbuka. beberapa orang. Karena gejala menciptakan dan enukar informasi ini berjalan terus-menerus dan tidak ada henti-hentinya maka dikatakan suatu proses. Hubungan. Organisasi terdiri dari satu seri orang yang tiap-tiapnya menduduki posisi atau peranan tertentu dalam organisasi. bersifat formal dan juga informal. juga termasuk gossip. 75. Keadaan Saling Tergantung. hlm. sistem kehidupan sosial maka untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan manusia. Komunikasi organisasi seringkali melibatkan komunikasi diadik. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. objek. komunikasi horizontal. Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguanmaka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan mungkin juga kepada seluruh system organisasi. 8 9 Deddy Mulyana. cit. Suatu organisasi adalah suatu system yang terbuka yang dinamis yang menciptakan dan menukar pesan di antara anggotanya. dan berlangsung dalam suatu jaringan yang lebih besar dari pada komunikasi kelompok. seperti komunikasi antar sejawat.. 7 . yakni komunikasi ke bawah. komunikasi antar-pribadi dan ada kalanya juga komunikasi public. kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang.Deddy Mulyana mengemukakan lingkup kajian komunikasi organisasi (organization communication) sebagai berikut: komunikasi organisasi. hlm. Proses. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang-orang ini sesamanyaterjadi memlalui suatu set jalan kecilyang dinamakan jaringan komunikasi. komunikasi ke atas. Sedangkan komunikasi informal tidak bergantung pada struktur organisasi. atau keseluruhan organisasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Hal ini telah menjadi sifat dari suatu organisasi yang merupakan suatu system terbuka. 68-74. 5. Komunikasi formal adalah komunikasi menurut struktur organisasi. 2000. Untuk berkomunikasi sesorang harus sanggup menyusun suatu gambaran pesan yang efektif. Jaringan. 3.8 Dari penjelasan di atas ada tujuh konsep kunci di dalam komunikasi organisasi:9 1. 2. Suatu jaringan komunikasi ini mungkin mencakup hanya dua orang. 4. sehingga pesan yang dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang dimaksud antara pengirim dan penerima pesan tersebut. Pesan.

minimal terjadi proses penyebarluasan (deffusi) dimensidimensi organisasi pada setiap orang. Ketidakpastian. staf. Melalui kegiatan komunikasi yang terencana dan substansi isinya terdesain. tetapi lebih banyak bersumber dari ketidakmengertian mereka terhadap eksistensi organisasinya. hlm. saingan dan teknologi. Sedangkan lingkungan eksternal dari organisasi adalah langganan. 6. 7. Yang dimaksud ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang diharapkan. hlm. 3. dan komponen organisasi lainnya. karena ketidakmengertian merupakan rangsangan (stimulus) yang membangkitkan (prejudice). Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi perlu dipelajari diantaranya.Dengan kata lain jaringan melalui mana jalannya pesan dalam suatu organisasi dihubungkan oleh manusia.11 10 11 Redi Panuju. sikap.. Tujuan komunikasi dalam proses organisasi tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual understanding). Lingkungan. skil. Yang termasuk lingkungan internal adalah personalia. 8 . moral yang dilakukan oleh seorang pengawas. Lingkungan ini dapat dibedakan atas lingkungan internal dan eksternal. Berbagai aksi demo (unjuk rasa) yang dilakukan karyawan atau pegawai bukan hanya persoalan ketidakpuasan terhadap pendapatan dan reward (ganjaran). cit. op.10 Ketidakmengertian (misunderstanding) merupakan sumber disintegrasi dan konflik. Yang dimaksud dengan lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan factor social yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu system. Ibid. 2.

mengadakan identifikasi. Kadang integrasi dengan saingan terlalu bersifat institusional seperti dalam organisasi perdagangan. c) Integrasi dengan organisasi lain Tidak ada organisasi bergerak dalam keadaan terisolasi. Proses penyusaian diri dinamakan dengan identifikasi. a) Memproses organisasi perlu memproses informasi dari lingkungannya. Organisasi mesti memonitor aktivitasi ini. Pendekatan Makro Dalam pendekatan makro organisasi dipandang sebagai suatu struktur global yang berinteraksi dengan lingkungannya.BAB III PENDEKATAN KOMUNIKASI ORGANISASI A. memuntutkan apa pengaruh aktivitas-aktivitas itu kepadanya. Informasi ini kemudian digunakan untuk melakukan identifikasi dan penentuan tujuan organisasi. b) Identifikasi Suatu organisasi menggunakan informasi yang telah diproses dari lingkungan untuk mencapai beberapa macam negoisasi. Memproses informasi dalam hal ini maksudnya adalah menyesuaikan apa yang terjadi pada lingkungan dengan jalan mentrasfer informasi yang relevan dengan keadaan dalam organisasi. kemudian merumuskan suatu respon yang tepat terhadap “input” informasi tersebut. Kelompok-kelompok ini mempunyai anggota yang bersifat terbuka hanya kepada orang-orang dalam bidangnya. Mereka melakukan 9 . Dalam berinteraksi ini organisasi melakukan aktivitas tertentu seperti memproses informasi dari lingkungan. Setiap organisasi dipengaruhi oleh aktivitas organisasi lain dalam lingkungannya. persetujuan dangan relasi-relasi yang potensial dari langganannya. melakukan integrasi dan menentukan tujuan organisasi.

10 . Organisasi seharusnya tidaklah menentukan tujuannya sebelum memperoleh informasi mengenai lingkungan memprosesnya. Untuk menentukan tujuan. a) Orientasi dan latihan. status pengaturan menurut pemerintah. komunikasi dalam mensupervisi dan pengarahan pekerjaan dan komunikasi untuk mengetahui rasa kepuasan kerja dalam oganisasi. Suatu tujuan adalah tempat yang di inginkan organisasi sesudah diberikan periode waktu tertentu. Pendekatan Mikro Pendekatan ini terutama memfokuskan kepada komunikasi dalam unit dan subunit pada suatu organisasi. tersedianya bahan mentah. Informasi yang berasal dari semua interaksi ini kemudian dapat digunakan untuk menentukan tujuan organisasi. Informasi ini kemudian digunakan untuk merumuskan tujuan yang dapat diharapkan dicapai secara realistik oleh organisasi. Komunikasi yang diperlukan pada tingkat ini adalah komunikasi antara anggota kelompok. Kadang-kadang organisasi perlu memberikan orientasi dan latihan untuk melatih orang-orang dalam suatu organisasi agar dapat melakukan suatu pekerjaan tertentu. dan tingkah laku dari saingan. d) Penentuaan tujuan Dari semua organisasi secara makro yang memerlukan komunikasi yang sangat penting adalah menentukan tujuan organisasi. Tujuan dari organisasi industri umumnya memproduksi suatu produksi dengan biaya yang minimum dan menjualnya dengan mendapat keuntungan bagi produksi. komunikasi untuk melibatkan anggota kelompok dalam tugas kelompok. melakukan identifikasi dengan langganan yang potensil dan melakukan integrasi yang cukup dengan organisasi lain untuk memperjelas tujuannya. organisasi mesti mengembangkan informasi kekuatan intenal dan eksternal organisasi. Kekuatan eksternal organisasi mencakup sikap langganan. B. makin banyak keuntungan dan makin sukses organisasi. komunikasi untuk menjaga iklim organisasi. komunikasi untuk pemberian orientasi dan latihan.konvensi dan rapat menggunakan materi yang memberikan informasi yang relevan bagi kepentingan golongannya.

Atau dengan kata-kata lian ketidak puasan kerja ini 11 . Tetapi pada umumnya iklim organisasi ditentukan oleh tingkah laku komunikasi dari pimpinan kepada kelompoknya. Sebab bila suatu unit kerja organisasi macet akan mempengaruhi kepada keseluruhan tugas-tugas organisasi. d) Supervisi dan pengarahan Tugas-tugas dalam organisasi perlu diawasi dikontrol serta diarahkan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.Untuk melakukan aktivitas ini memerlukan komunikasi. Yang kedua. e) Kepuasan Kerja Ada dua hal yang mungkin menyebabkan orang tidak puas dengan pekerjaanya.Orientasi adalah proses yang terus menerus yang menghendaki komunikasi untuk membawa orang lain melihat apa yang sedang berlangsung dalam suatu organisasi. Tugas memberi orientasi ini dapat dilakukan oleh pimpinan unit-unit organisasi maupun oleh anggota unit lainnya. apabila hubungan sesama teman sekerja kurang baik. Semua kegiatan supervisi dilakukan dengan menggunakan komunikasi. b) Keterlibatan Anggota Dalam organisasi sangat diperlukan keterlibatan anggota dalam unitnya masingmasing untuk menjaga kelancaran tugas organisasi. tingkah laku teman sekerja. Supervisor bertanggung jawab terhadap orang-orang yang dibawahnya dan membantu orang tersebut agar dapat melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Hal pertama. Untuk mengajak atau mendorong anggota unit organisasi mau bekerja adalah dengan mnggunakan komunikasi dan itu adalah merupakan tugas dari pimpinan unit masing-masing. Tugas ini dilakukan oleh beberapa orang pimpinan organisasi terhadap orang-orang dibawah hirarkinya. apabila orang tersebut tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaannya. dan tingkah laku dari organisasi. c) Penentuan Iklim Organisasi Iklim organisasi ditentukan oleh bermacam-macam faktor diantaranya tingkah laku pimpinan.

seorang supervisor atau anggota lainnya.berhubungan dengan masalah komunikasi. Berbicara terhadap kelompok kerja ini dapat dilakukan oleh seorang anggota kelompok. menulis dan mengonsep surat. Untuk mengatasi rasa ketidakpuasan kerja dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang cukup kepada karyawan sehingga mereka dapat melakukan pekerjaanya dengan baik dan merasa puas dengan hasil yang dilakukannya. Materi ini diantaranya didistribusikan dalam organisasi dan untuk luar organisasi. memberikan informasi bila diperlukan. b) Menghadiri dan berinteraksi dalam rapat-rapat Rapat adalah satu cara kehidupan organisasi yang umun. Pendekatan Individual Pendekatan individual berpusat kepada tingkah laku komuikasi individual dalam organisasi. Oleh karena itu seorang mesti mempunyai keterampilan berkomunikasi dengan orang lain untuk mendapatkan dan memberikan informasi yang diperlukan dalam melakukan tugas kelompok. memperdebatkan suatu usulan dan sebagainya. alat membujuk anggota lain untuk menerima usulan dan mengarahkan rapat bila diperlukan. Semua tugas-tugas yang telah diuraikan pada kedua pendekatan yang terdahulu akhirnya diselesaikan oleh komunikasi individual satu sama lainnya. c) Menulis Organisasi banyak memerlukan matei cetak dan tertulis. mengunjungi dan berinteraksi dalam rapat. Hubungan komunikasi sesama teman yang kurang baik mungkin dapat diatasi dengan jalan mengadakan kesempatan bersilaturrahmi secara rutin diantara sesama anggota organisasi sehingga satu sama lain dapat saling kenal dengan baik dan senagn bergaul sesamanya. Komunikasi individual ini ada beberapa bentuknya diantaranya berbicara dalam kelompok kerja. C. a) Berbicara pada kelompok kerja Kerja kelompok adalah pusat efektifnya kerja organisasi. Oleh karena itu seorang anggota organisasi harus terampil dalam interaksi rapat-rapat yang mencakup keterampilan. Tiap lembaran dari 12 .

materi tersebut dilakukan oleh anggota organisasi yang khusus bertugas untuk itu biasa disebut sebagai pegawai tata usaha. 13 .

yang namanya organisasi sekurang-kurangnya meliputi empat pendekatan yaitu: pendekatan ilmiah. Pendapat-pendapat diatas memiliki kesamaan.d) Berdebat untuk suatu usulan Orang dalam organisasi mesti membuat suatu usulan atau program baru mengenai aktivitas yang akan dilakukan. Agar usulan ini berhasil atau dapat diterima orang perlu keterampilan berkomunikasi untuk meyakinkan akan memebentuk orang lain untuk menerima usulan atau programnya. Pendekatan manajemen ilmiah ini dipelopori oleh Frederick W. menyatakan bahwa pendekatan dalam suatu organisasi meliputi empat pendekatan yaitu: pendekatan struktur dan fungsi organisasi. A. dan pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan. pendekatan hubungan antarmanusia. Jenis penelitian yang lebih mencirikan manajemen ilmiah adalah studi waktu dan gerak. Taylor melakukan studi waktu dan gerak untuk pekerja menyekop batubara. 14 . Pendekatan Ilmiah Pendakatan ilmiah menganggap bahwa organisasi harus menggunakan metodemetode ilmiah dalam meningkatkan produktivitas. Studi pengendalian secara ilmiah akan memudahkan sebuah organisasi mengindentifikasi cara-cara atau alat untuk meningkatkan produktivitas. sedangkan menurut Mulyana (2011). Menurut Goldhaber (1990). Implikasinya adalah kemampuan jumlah pekerja yang dibutuhkan. Beberapa pendekatan lain dalam komunikasi organisasi. yang pada intinya lebih menekankan proses pendekatan dalam suatu organisasi. kemudian dia menganalisis dan membandingkan berbagai ukuran skop serta tugas yang harus diselesaikan. pendekatan hubungan masyarakat. Studi ini lebih menekankan tentang penghematan waktu dalam menyelesaikan tugas tertentu dalam sebuah organisasi. Taylor sebagaimana ditulisan dalam bukunya “Scientific Management” (1911). pendekatan komunikasi sebagai proses pengorganisasian dan pendekatan organisasi secara kultur. pendekatan sistem dan pendekatan budaya.

komunisasi membuat sistem tersebut vital dan tetap hidup. Pendekatan Sistem Pendekatan sistem merupakan kombinasi dari unsur-unsur terbaik dari pendekatan ilmiah dan pendekatan hubungan antar manusia. Pendekatan Budaya Pendekatan budaya adalah pendekatan konternporer tentang organisasi. responsif terhadap lingkungan. Organisasi dipandang sebagai suatu sistem terbuka terhadap informasi. 15 . Pilotta dkk (1988) menggap bahwa pendekatan budaya harus dipandang sebagai suatu kesatuan sosial dan budaya. C. Pendekatan Hubungan Antar Manusia Pendekatan hubungan manusia berkembang sebagai reaksi terhadap perhatian ekslusif ekslusif faktor fisik dalam mengukur keberhasilan organisasi. fungsi manajemen adalah menjaga agar karyawan terus merasa puas. D.B. Salah satu asumsi dasar dari pendekatan hubungan antar manusia adalah kenaikan kepuasan kerja akan mengakibatkan kenaikan produktivitas. Pendekatan hubungan antar manusia sangat menghargai pemimpin demokratis. dan faktor sosial serta psikologis sebagai pendekatan hubungan antar manusia. Pemimpin tipe ini mendorong angotanya untuk berpartisipasi untuk menjalankan organisasi dengan memberikan saran-saran. umpan balik dan menyelesaikan masalah dan keluhannya sendiri. Pendekatan sistem menganggap bakwa kedua faktor. Komunikas merupakan salah satu alat penting dalam manajeman untuk mencapai hasil yang ingin di capai. Oleh karena itu. yaitu faktor fisik dan psikologis sebagai pendekatan ilmiah. dimana setiap faktor mempengaruhi faktor lainnya semua harus dipertimbangkan jika menginginkan organisasi dapat berfungsi dengan baik. Semua anggota organisasi harus berpartisipasi dalam membuat keputusan yang pada akhirnya mempengaruhi mereka. Seorang karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif. dinamis dan selalu berubah. Pendekatan ini memandang bahwa organisasi adalah suatu sistem dimana semua bagian berinteraksi dan mempengaruhi bagian lain.

namun komunikasi harus dilihat secara integral didalam organisasi. dimana tujuan dari analisis ini adalah untuk memahami bagaimana organisasi berfungsi. mempengaruhi dan dipengaruhi oleh anggotanya dalam budaya orgasisasi tersebut. berikut: a) Pendekatan sistem. yang menempatkan suatu bayaran pada daya produksi. Inti dari setiap organisasi adalah suatu cara atau tindakan tertentu sehingga memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dimana komunikasi memainkan peran didalamnya. presisi. Dalam pandangan budaya.Dalam pendekatan budaya organisasi harus mengidentifikasi jenis kultur. membahas komunikasi organisasi mengikuti teori management klasik. sehingga organisasi merupakan sesuatu yang akan dicapai oleh sekelompok orang melalui proses yang terus menerus dilaksanakan secara berkesinambungan. Ia meyakini organisasi akan bertahan dan tumbuh subur hanya ketika anggota-anggotanya mengikutsertakan banyak kebebasan (free-flowing) dan komunikasi interaktif. dan penyimpanan informasi. Griffin (2003) dalam “A First Look at Communication Theory”. melalui satu atau lebih saluran. Ketiga pendekatan itu adalah sebagai . dimana teori pengorganisasian memandang organisasi bukan sebagai suatu struktur atau kesatuan. Pengorganisasian merupakan proses memahami informasi yang samar-samar melalui pembuatan. Pendekatan komunikasi sebagai proses pengorganisasian. Untuk itu. komunikasi bukan sekedar pesan yang disampaikan dari satu anggota keanggota lainnya. dan efisiensi. Jadi aktivitas organisasi terdiri dari interaksi antar bagian yang ada didalamnya. E. Organisasi sebagai kehidupan organis yang harus terus menerus beradaptasi pada suatu perubahan lingkungan untuk mempertahankan hidup. Pendekatan ini lebih didasarkan pada anggapan yang menyatakan bahwa komunikasi dalam organisasi merupakan proses pengorganisasian. normanorma atau nilai-nilai yang dianutnya. ketika dihadapkan 16 dimana Griffin menyadur tiga pendekatan untuk membahas komunikasi organisasi. namun sutau aktivitas. pemilihan.

b) Pendekatan budaya. dan tipe-tipe aktivitas lainnya untuk memproduksi dan mereproduksi seperangkat pemahaman. 17 . dan kehidupan kita banyak ditentukan oleh keputusan-keputusan yang dibuat atas kepentingan pengaturan organisasi-organisasi perusahaan. atau manajerialisme. Salah seorang penganut pendekatan ini. simbol-simbol. manajer harus bertumpu pada komunikasi dari pada aturan-aturan. ritual. tetapi budaya adalah sesuatu organisasi. budaya organisasi dihasilkan melalui interaksi dari anggota-anggotanya. para teoris interpretatif menganggap bahwa budaya bukan sesuatu yang dipunyai oleh sebuah organisasi. Asumsi interaksi simbolik mengatakan bahwa manusia bertindak tentang sesuatu berdasarkan pada pemaknaan yang mereka miliki tentang sesuatu itu. c) Pendekatan kritik. Bahasa adalah medium utama dimana realitas sosial diproduksi dan direproduksi. menganggap bahwa kepentingankepentingan perusahaan sudah mendominasi hampir semua aspek lainnya dalam masyarakat.pada situasi yang mengacaukan. Manajer dapat menciptakan kesehatan organisasi dan nilai-nilai demokrasi dengan mengkoordinasikan partisipasi stakeholder dalam keputusankeputusan korporat. Pendekatan ini mengkaji cara individuindividu menggunakan cerita-cerita. Tindakan-tindakan yang berorientasi tugas tidak hanya mencapai sasaran-sasaran jangka pendek namun menciptakan atau memperkuat cara-cara yang lain selain perilaku tugas ”resmi” dari para karyawan. karena aktivitas-aktivitas sehari-hari yang paling membumi juga memberi kontribusi bagi budaya tersebut.

karena dimanapun kita berada kita akan bertemu dengan hal tersebut. 18 . perasaannya. komunikasi organisasi meliputi orang dan sikapnya. Serta komunikasi organisasi juga bisa dijadikan konsep penelitian dilapangan nantinya. komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal maupun eksternal. Saran Sebagai seorang mahasiswa komunikasi khususnya dan jurusan lain pada umumnya agar dapat memahami komunikasi organisasi. ketidakmengertian (misunderstanding) yang merupakan sumber disintegrasi dan konflik. hubungannya dan keterampilan / skillnya. 3.BAB III PENUTUP A. Bahwa suatu pendekatan komunikasi organisasai sangat diperlukan sekali untuk memahami proses perubahan pada suatu lingkungan organisasi agar tidak terjadinya B. Simpulan Beberapa hal yang umum dapat disimpulkan yaitu: 1. 2.

A First Look at Communication Theory. RI. McGrraw-Hill Companies Sigit. 2003. 2011. Yogyakarta: BPFE UST. Redi. 2002.F. R. Dewi. 1993. 1996. 2003. Yogyakarta. Al Quran dan Terjemahannya. Komunikasi Bisnis.. 2006. Wayne P. Soehardi. Semarang: PT Karya Putra Toha. Komunikasi Organisasi . Terjemahan oleh Agus Maulana. 2001. 2000. Terjemahan oleh Deddy Mulyana. Joseph. dan Don F. Panuju. Deddy. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Profesional Books. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. Tommy Suprapto.Gajah Mada University Press. Em Griffin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007. Departemen Agama. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset Mulyana. Pengantar Teori Komunikasi.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Sutrisna. De Vito. Muhammad. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. 2001. 2000. Yogyakarta: Media Pressindo. Arni. Komunikasi Organisasi. 1997. Yogyakarta: CV Andi Offset. Bandung: PT Remaja Rosda Karya 19 . Komunikasi Organisasi. Esensi Perilaku Organisasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful