P. 1
Praktikum bagaimana menghitung dan mencari nilai Protein efisiensi ratio dan NPU pada percobaan

Praktikum bagaimana menghitung dan mencari nilai Protein efisiensi ratio dan NPU pada percobaan

|Views: 1,149|Likes:
Published by Septian Jian
Mengetahui dan mengenali cara menghitung nilai PER dan NPU
Mengetahui dan mengenali cara menghitung nilai PER dan NPU

More info:

Published by: Septian Jian on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2014

pdf

text

original

EVALUASI NILAI GIZI PROTEIN DENGAN PARAMETER PER DAN

NPR SECARA IN VIVO PADA TIKUS PERCOBAAN
Oleh :
Golongan P2; Kelompok 1
Nurul Agustina Chandradewi F24!42
"ila Kharisma F24!4#
$ian %eptian F24!4&
A'u Cah'aning (ulan F24!1#
)idiet *a'adi F24&1+#
)osen : ,r- %utrisno Koeswara. "-%i
Asisten Praktikum : )ede %aputra. %-Pi. "-%i
/mi Kulsum. %-0P
DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belaa!"
Protein adalah sen'awa organik kompleks 1er1o1ot molekul tinggi 'ang
merupakan polimer dari monomer2monomer asam amino 'ang dihu1ungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida- "olekul protein mengandung kar1on. hidrogen.
oksigen. nitrogen. dan kadang kala sul3ur serta 3os3or- Protein 'ang terkandung
dalam 1ahan pangan setelah dikonsumsi akan mengalami pen4ernaan
5peme4ahan6hidrolisis7 oleh en8im2en8im protease men9adi unit2unit pen'usunn'a
5"u4htadi 1!!#7- Kekurangan Protein dapat men'e1a1kan pen'akit kwashiorkor
dan 9ika ter9adi kekurangan 'ang terus2menerus akan men'e1a1kan marasmus
hingga 1eraki1at kematian-
"etode 'ang digunakan dalam teknik e:aluasi nilai gi8i protein kali ini
adalah metode in:i:o 'ang dilakukan di dalam tu1uh makhluk hidup. 1erupa
hewan per4o1aan atau manusia 5Palupi dan Prangdimurti 2;7- "etode in :i:o
merupakan metode e:aluasi nilai 1iologis pangan 'ang sensiti3 dan dapat
mem1erikan in3ormasi 'ang akurat mengenai man3aat dan keamanan pangan
karena dilakukan dengan menggunakan organisme hidup se4ara utuh- Prinsip dari
metode ini adalah melakukan pem1erian makan pada hewan atau manusia untuk
melihat man3aat suatu 1ahan pangan terhadap tu1uh 5<akaria 2=7-
>ampir se1agian 1esar makhluk hidup tersusun oleh protein- "an3aat 'ang
dimiliki protein 4ukup 1er:ariasi- Fungsi 1iologis 'ang 1er:ariasi dari protein
dapat dikategorikan se1agai 1erikut: katalis en8im. protein struktural. protein
kontraktil 5m'osin. a4tilin. tu1ulin7. hormon 5insulin. hormon pertum1uhan7.
protein trans3er 5serum al1umin. trans3erin. hemoglo1in7. anti1odi
5immunoglo1ulin7. protein simpan 5al1umin telur. protein 1i9i7. dan protein
perlindungan 5to?in dan allergen7 5Fennema 1!!&7- Namun. 3ungsi 'ang 1an'ak
ini tidak akan 1erman3aat se4ara optimal 9ika tidak dapat di4erna maupun diserap
dengan 1aik- "eski kandungann'a sama. protein dari 1er1agai sum1er 4enderung
memiliki 1ioa:ai1ilitas 'ang 1er1eda- >al ini dipengaruhi oleh mutu protein dari
sum1er terse1ut-
Ada 1e1erapa 4ara 'ang digunakan untuk mengetahui mutu dari protein
'ang 1erasal dari sum1er tertentu- Pertum1uhan adalah salah satu indikator dari
peman3aatan protein se4ara optimal- Ke4epatan pertum1uhan suatu 1inatang
per4o1aan dalam kondisi tertentu dapat dipakai se1agai ukuran untuk kualitas
suatu protein makanan 5Nia 1!;+7- P@* dan NP* adalah 4ontoh metode 'ang
dapat digunakan untuk mengetahui mutu protein terkait dengan pertum1uhan
'ang ditun9ukkan dari hewan per4o1aan-
Kedelai merupakan komoditi 'ang sangat penting karena mengandung
protein dan lemak 'ang tinggi 5Aiang 1!!!7- Analisis untuk mengetahui pengaruh
protein ransum adalah melalui penentuan nilai NP* 5Net Protein *atio7. P@*
5Protein @33i4ien4' *atio7. Biologi4al Calue 5BC7. Net Protein /tili8ation 5NP/7.
Protein *etention @33i4ien4' 5P*@7. *elati:e Protein Calue 5*PC7. Chemi4al
s4ore. dan Protein s4ore- Protein e3isien rasio merupakan hasil 1agi antara
kenaikan 1erat 1adan dengan 9umlah protein 'ang dikonsumsi- Kelemahan dari
perhitungan P@* adalah seluruh protein 'ang dimakan diasumsikan dipakai untuk
pertum1uhan dan tidak ada 'ang digunakan untuk mempertahankan 9aringan 'ang
sudah ada 5maintenan4e7 5Nia 1!;+7- Oleh karena itu mun4ul metode 1aru untuk
menutupi kelemahan dari P@*. 'aitu Net Protein *atio 5NP*7- Nilai NP*
mem1erikan in3ormasi kemampuan protein dalam mem1antu memelihara
5maintenan4e7 dan pertum1uhan 5Fennema 1!!&7- Penentuan NP* hampir mirip
dengan penentuan P@*. han'a sa9a pada NP* diperlukan adan'a data mengenai
kelompok tikus 'ang di1eri makanan tanpa protein6 non2protein- Pengu9ian ini
memerlukan adan'a protein re3erensi se1agai standar peem1andingann 'aitu
kasein-
1.2 T#$#a!
0u9uan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh pem1erian
protein ransum terhadap nilai gi8i protein dengan perhitungan nilai P@* 5Protein
Efisiensi Ratio) dan NP* 5Net Protein ratio7- %erta menghitung nilai 0). BC. dan
NP/ dalam pem1erian ransum tikus menggunakan data sekunder-
2. METODOLOGI
2.1 Alat
Peralatan 'ang digunakan dalam praktikum ini terdiri dari kandang
pemeliharaan. nera4a analitik. plastik. saringan teh-
2.2 Ba%a!
Bahan21ahan 'ang digunakan dalam praktikum ini adalah tepung kasein.
tepung tempe. min'ak na1ati. selulosa 5Carboxy Metil Cellulose7 se1agai
sum1er serat. air. :itamin. 4ampuran mineral dan mai8ena se1agai sum1er
kar1ohidrat 5pati7- Air minum tikus adalah air putih dan se1agai perlakuan
digunakan air se4ang-
2.& Pr'(e)#r
Praktikum ini menggunakan sampel tikus 'ang telah di1eri 1er1agai
ma4am perlakuan ransum-
0a1el 1- Komposisi ransum
Bahan21ahan $umlah 5D7
Protein 5sampel7 A E 1-& ? 1D N
"in'ak na1ati ; F 5A ? D ekstrak eter7
1
Campuran garam 5mineral7 + F 5A ? D kadar a1u7
1
Campuran :itamin 1
%erat 1 F 5A ? D kadar serat kasar7
1
Air + F 5A ? D kadar air7
1
Kar1ohidrat 5pati7 )i1uat 1D
a- Persiapan *ansum
"elakukan perhitungan ransum
%erat. kasein 6 tepung tempe. pati. min'ak. air. dan mineral ditim1ang
Campurkan dengan diaduk2aduk 5pen4ampuran pati dilakukan terakhir7
0im1ang 12 g 4ampuran
"asukkan ke dalam kantong plastik ke4il
1- Pem1erian *ansum
)isiapkan & ekor tikus 9enis Wistar untuk setiap kelompok ransum
)itim1ang 1erat 1adan awal setiap tikus
%etiap tikus dalam tiap kelompok di1eri ransum 5ad libitum7 'ang sama sesuai
dengan perlakuan selama 1 hari 5se1elumn'a telah dilakukan masa adaptasi7
)iamati pertam1ahan 1erat tikus dan sisa ransum setiap hari selama 1 hari
)itim1ang 1erat akhir tikus
)ihitung kenaikan 1erat 1adan tikus
)ihitung nilai P@* dan NP*
4- Pengelompokan 0ikus
0ikus 'ang digunakan pada per4o1aan ini adalah tikus 1erusia
2122; hari- 0ikus terse1ut dikelompokkan dalam 4 kelompok tikus dan
tiap kelompok terdiri dari enam tikus- )alam per4o1aan ini. per1edaan
1erat antar kelompok tikus tidak 1oleh le1ih dari 1 gram dan per1edaan
1erat dalam satu kelompok tidak 1oleh le1ih dari + gram- Adapun
pengelompokan tikus pada per4o1aan kali ini adalah se1agai 1erikut :
0a1el 2- Perlakuan ransum dan minum pada kelompok tikus
Kelompok %tandar
%um1er Protein : Kasein
"inum : Air 1ening
Kelompok Non Protein
%um1er Protein : 2
"inum : Air 1ening
Kelompok %OG
%um1er Protein : 0epung tempe
"inum : Air 1ening
Kelompok %PA
%um1er Protein : kasein
"inum : %e4ang
&. DATA HASIL PERCOBAAN
Berikut data hasil perhitungan P@* dan NP/ 1e1erapa tikus 'ang di1eri
perlakuan dalam konsumsi ransum 1erupa kasein. protein tempe. non protein. dan
ransum standar dengan minuman se4ang- )ata konsumsi ransum tikus per4o1aan
dapat dilihat pada 0a1el 11. 0a1el 12. 0a1el 1#. dan 0a1el 14 5lampiran7-
0a1el #-0ikus 1
Perlakuan
HBB
5gram7
Konsumsi
protein
5gram7
P@*
51 hari7
P@* kasein
terkoreksi
P@*
%ampel
0erkoreksi
NP*
Protein tempe 12 1-&&+# 1-12+1 1-42+ -&+&#
Protein standar # 11-11;2 2-&!;# -!2&+ 2-+ 2-24;&
Protein
standarIse4ang
1! 11-42!& 1-&&24 1-+42 1-224!
Non protein 2+ - 2 2 2 2
0a1el 4-0ikus 2
Perlakuan
HBB
5gram7
Konsumsi
protein
5gram7
P@*
51 hari7
P@* kasein
terkoreksi
P@*
%ampel
0erkoreksi
NP*
Protein tempe 1+-+ 11-+& 1-42& 1-=411 -#1&=
Protein standar 24 11-!1&= 2-14 1-241# 2-+ 1-=
Protein
standarIse4ang
22 11-+#1; 1-!=; 2-#&;2 -;&=2
Non protein 212 - 2 2 2 2
0a1el +-0ikus #
Perlakuan
HBB
5gram7
Konsumsi
protein
5gram7
P@*
51 hari7
P@* kasein
terkoreksi
P@*
%ampel
0erkoreksi
NP*
Protein tempe 22 1-+;1 2-=!4 1-=;;! 1-41=;
Protein standar #+ 12-44& 2-!+! -;&# 2-+ 2-#24=
Protein
standarIse4ang
22 11-&22# 1-;!2! 1-&2;+ 1-2!&
Non protein 2= - 2 2 2
0a1el &-0ikus 4
Perlakuan
HBB
5gram7
Konsumsi
protein
5gram7
P@*
51 hari7
P@* kasein
terkoreksi
P@*
%ampel
0erkoreksi
NP*
Protein tempe 2-+ 12-4= 1-&+#1 1-!=&1 -=2+;
Protein standar 2# 1-!!=2 2-!14 1-1!+# 2-+ 1-4+=
Protein
standarIse4ang
14 1-;+& 1-2!# 1-+42# -2#4
Non protein 211-+ - 2 2 2 2
0a1el =-0ikus +
Perlakuan
HBB
5gram7
Konsumsi
protein
5gram7
P@*
51 hari7
P@* kasein
terkoreksi
P@*
%ampel
0erkoreksi
NP*
Protein tempe 1! 1-==;= 1-=&2= 1-!#+4 -;#+
Protein standar 2= 11-;+;1 2-2=&! 1-!; 2-+ 1-4##&
Protein
standarIse4ang
1& 1-!1!; 1-4&+2 1-&;; -+4!+
Non protein 21 - 2 2 2 2
0a1el ;-0ikus &
Perlakuan
HBB
5gram7
Konsumsi
protein
5gram7
P@*
51 hari7
P@* kasein
terkoreksi
P@*
%ampel
0erkoreksi
NP*
Protein tempe ##-+ 11-&=2# 2-;= 4-&=; 2-1##
Protein standar 1= 1-!1=# 1-++=2 1-&++ 2-+ -&412
Protein
standarIse4ang
1= 11-11; 1-+#1# 2-4+;+ -&#+
Non protein 21 - 2 2 2 2
Contoh perhitungan 50ikus + Protein tempe7 :
P@* 51 hari7 E
P@* 51 hari7 E
E 1.=&2=
P@* kasein terkoreksi E
P@* kasein terkoreksi E
E 1.!;
P@* sampel terkoreksi E

? 2.+
E ? 2.+
E 1.!#+4
NP* E
E .;#+
0a1el !- *ata2*ata Peru1ahan BB dan *ata2*ata nilai NP* J P@*
Perlakuan
*ata2*ata
NP*
*ata2*ata
P@*
*ata2*ata
Peru1ahan
BB
Protein tempe .!!41 2.1;2 2.41&=
Protein standar 1.4+1 1.1+4+ 2&.
Protein standarIse4ang .=!;; 1.;+== 1;.####
Non protein . . 2!.2+
Gam1ar 1- Gra3ik *ata2*ata Nilai NP* dan P@*
0a1el 1- )ata sekunder perhitungan nilai )C 50)7. BC. dan NP/-
0ikus
Kasein %ampel Non protein
,ntake N
/rin Feses /rin Feses /rin Feses
1 -##1 -;!& -214 -2;!4 -1& -#2= 2-#12
2 -221! -121! -2#!& -# -+#! -#2= 2-24
# -2&4 -+=# -2=1! -#1=# -#!4 -211 2-2+12
4 -2!&! -&== -2#1 -#144 -1& -1=# 2-#=2
+ -4+=# -=+ -1=!+ -2=11 -2+ -42# 2-#1&;
& -1+ -42= -2&4 -1=11 -#!4 -1& 2-24!&
= -1=# -#+4 -#&4 -242# -211 -1& 2-1424
BC 5D7 0) 5D7 NP/ 5D7 *ata2rata BC 5D7 *ata2rata 0) 5D7
*ata2rata NP/
5D7
Kasein %ampel Kasein %ampel Kasein %ampel Kasein %ampel Kasein
%ampe
l
Kasein %ampel
1-4= !-2; !=-+4 ;;-! ;4-;! ;-2&
!1-&! ;!-& !=-!! ;!-1 ;=-!= =!-2;
!2-1! !-+! !&-2 ;;-= ;;-+2 =!-=;
!-2 ;;-11 !;-#! ;&-;4 ;;-+= =&-+1
;=-#1 !-42 !=-;2 ;=-12 ;+-41 =;-=;
;-!1 !2-#! !;-=; !-12 =!-!# ;#-2&
!+-1 ;!-42 !;-+= !2-;= !#-&& ;#-4
!+-!# ;2-24 !;-;4 ;!-1! !4-;2 =#-#+
*. PEMBAHASAN
/9i 1iologis merupakan salah satu 4ara 'ang dapat dilakukan untuk
menilai kualitas protein dari perlakuan 'ang di1erikan- /9i 1iologis dilakukan
dengan meli1atkan penggunaan hewan per4o1aan 5tikus7 dan 9uga menggunakan
manusia 5(inarno 227- Pada per4o1aan ini. u9i 1iologis dilakukan pada tikus
putih 5Rattus norvegicus7- @:aluasi kualitas protein dapat dilakukan dengan
1er1agai metode. antara lain dengan penghitungan P@* 5Protein Efficiency
Ratio7. NP* 5Net Protein Ratio7. NP/ 5Net Protein Utilization7. dan BC
5Biological alue7- P@* merupakan pengukuran 'ang 1iasan'a meli1atkan
penggunaan tikus 9antan 'ang 1erumur 222# hari- "asa per4o1aan 1erlangsung
selama 2; hari. dengan pengukuran 1erat 1adan dan makanan 'ang dikonsumsi
per harin'a-
Ke4epatan pertum1uhan tikus per4o1aan terse1ut dipakai se1agai ukuran
pengu9ian mutu protein 'ang dikonsumsi- NP* dikem1angkan untuk men9awa1
kelemahan 'ang terdapat pada metode P@*- Per1edaan kedua metode terse1ut
terletak pada penam1ahan grup non2protein pada NP*. serta masa perlakuan 'ang
han'a 1 hari- )engan penam1ahan grup non2protein. dapat diperkirakan 9umlah
protein 'ang 9uga digunakan untuk pemeliharaan 9aringan. selain untuk
pertum1uhan 'ang selama ini dia4u metode P@*- Net Protein Utilization 5NP/7
din'atakan dalam satuan persen nitrogen 'ang dikonsumsi oleh tikus per4o1aan-
"etode ini didasarkan pada keseim1angan nitrogen. 'aitu keseim1angan antara
nitrogen 'ang masuk ke dalam 1adan dan nitrogen 'ang keluar dari 1adan
5(inarno 227- Nitrogen dapat hilang melalui 3eses. urin. kulit. dan ram1ut- Oleh
karena itu. pada metode NP/ dilakukan pengukuran terhadap kadar protein pada
3eses dan urin hewan per4o1aan- "enurut (inarno 5227. BC atau 'ang dikenal
dengan nilai 1iologis merupakan harga atau 9umlah 3raksi nitrogen 'ang masuk ke
dalam tu1uh 'ang kemudian dapat ditahan oleh tu1uh dan diman3aatkan dalam
proses pertum1uhan. atau untuk men9aga supa'a tu1uh tetap dalam keadaan
normal-
0ikus per4o1aan 'ang digunakan adalah tikus putih 5Rattus norvegicus7
9antan 1erumur sekitar tiga minggu. memiliki 1erat 1adan 4!2&2 gram. 1er9umlah
24 ekor tikus- 0ikus terle1ih dahulu men9alani masa adaptasi selama # hari
se1elum memasuki tahap perlakuan- Pada masa adaptasi ini. tikus di1eri ransum
standar 'aitu tepung kasein se4ara ad libitum- "asa adaptasi 1ertu9uan untuk
men'esuaikan dengan lingkungan 1aru atau lingkungan la1oratorium. mengamati
apakah tikus terus digunakan atau tidak dalam per4o1aan misaln'a tidak sakit dan
1erprilaku normal dan men'eragamkan kondisi tikus se1elum di1eri perlakuan
Puspaningrum 52#7- %elama masa adaptasi semua tikus diperlakukan sama.
di1eri makan ransum standar dan air- *ansum 'ang di1erikan pada tikus dalam
1entuk 1u1uk. 1er9umlah 12 gram6ekor6hari- Pem1erian ransum dalam 9umlah 2
gram6ekor6hari sudah men4ukupi ke1utuhan konsumsi ransum tikus perhari untuk
1erat 1adan diatas 2+ gram dan untuk menentukan 9umlah ransum riil 'ang
dikonsumsi setiap harin'a Puspaningrum 52#7- *ansum dan minum 'ang
di1erikan pada tikus setiap hari pada waktu 'ang sama 'aitu pukul 1- (,B-
>al ini 1ertu9uan untuk mengurangi :aria1ilitas tikus- *ansum sisa ditim1ang
setiap hari untuk mengetahui konsumsi riil setiap hari- Penim1angan 1erat 1adan
tikus dilakukan setiap dua hari 'ang 1ertu9uan untuk mengetahui pertum1uhan
dan kesehatan tikus per4o1aan- Pem1ersihan kandang dilakukan setiap kondisi
kandang kelihatan 1asah-
Pada akhir masa adaptasi tikus putih dikelompok ke dalam empat
kelompok tikus se1agai perlakuan terdiri dari: 517 kelompok standar 5%0)7 'aitu
di1eri ransum dengan sum1er protein tepung kasein; 527 kelompok perlakuan
protein 5%OG7 'aitu di1eri ransum dengan sum1er protein tepung tempe; 5#7
kelompok non protein 5NON7 'aitu tidak di1eri ransum dengan sum1er protein;
dan 547 kelompok perlakuan antioksidan 5%PA7 'aitu di1eri ransum dengan
sum1er protein tepung kasein dan minuman ekstrak ka'u se4ang- "asing2masing
kelompok tikus terdiri dari enam ekor sehingga 9umlah tikus 'ang digunakan
dalam per4o1aan ini se1an'ak 24 ekor- Pem1erian ransum sesuai kelompok tikus
ini dilakukan selama 1# hari-
%elama masa per4o1aan. tikus mengalami peru1ahan 1erat 1adan 'ang
1er1eda21eda- Pertum1uhan tikus dipengaruhi oleh asupan 8at gi8i 'ang diterima
selama per4o1aan- <at makanan seperti kar1ohidrat. protein. dan lemak di dalam
tu1uh akan dioksidasi men9adi energi- %emakin 1an'ak energi 'ang dihasilkan.
maka semakin 1an'ak pula energi 'ang tidak terpakai- @nergi 'ang tidak terpakai
akan disimpan dalam tu1uh 1erupa tim1unan lemak se1agai 4adangan energi-
Pada kelompok nonprotein tikus terlihat mengalami penurunan 'ang 4ukup n'ata-
>al ini wa9ar ter9adi mengingat peran protein 'ang sangat 1esar terhadap
pertum1uhan- "enurut "u4htadi 51!;!7. kegunaan utama protein 1agi tu1uh
adalah se1agai 8at pem1angun tu1uh. 8at pengatur dalam tu1uh. mengganti 1agian
tu1uh 'ang rusak. serta mempertahankan tu1uh dari serangan mikro1a pen'e1a1
pen'akit- >asil pengamatan 9uga menun9ukkan 1ahwa kelompok tikus 'ang tidak
di1eri protein mengalami akti:itas 1ergerak 'ang sedikit di1andingkan kelompok
lain- >al ini dikarenakan tikus tidak memiliki energi 'ang 4ukup untuk 1ergerak.
seperti 'ang din'atakan oleh )u >iggin1otham dan (hite 527 1ahwa
penurunan konsumsi protein 5kasein7 dari 1D men9adi 2D dalam diet tikus akan
menurunkan 1erat 1adan. air tu1uh. 1erat karkas. dan energi tu1uh- >al ini diduga
ter9adi aki1at terganggun'a neurotransmitter dan transport elektron. hingga
akhirn'a menurunkan kelin4ahan dan na3su makan tikus- Pada kelompok
nonprotein. nilai pertam1ahan 1o1ot 1adann'a terus menurun setiap harin'a-
/9i 1iologis tikus per4o1aan dilakukan untuk menilai kualitas protein dari
perlakuan 'ang di1erikan- Berdasarkan hasil perhitungan. diperoleh nilai NP*
rata2rata tertinggi diperoleh kelompok tikus %0) 'aitu se1esar 1.4+1. diikuti
oleh kelompok tikus %OG 5.!!417. kelompok tikus %PA 5.=!;;7. dan kelompok
tikus NON 5.7- Nilai NP* 'ang tertinggi pada kelompok %0)
mengindikasikan 1ahwa protein 'ang terdapat dalam tepung kasein mampu
1erperan untuk pertum1uhan dan pemeliharaan 9aringan pada tikus se4ara optimal
karena memiliki kualitas protein 'ang 4ukup 1aik- Penelitian 'ang dilakukan oleh
>anda'ani 52+7 mem1uktikan 1ahwa semakin tinggi pem1erian ekstrak
antioksidan pada tikus per4o1aan dapat men'e1a1kan pem1entukan protein 'ang
semakin tinggi pula- Kandungan antioksidan diper4a'a mampu melindungi
protein dan )NA se1agai unit pem1entuk protein dari kerusakan- Apa1ila
dikorelasikan dengan data per4o1aan. dapat disimpulkan 1ahwa kandungan
antioksidan pada tempe serta ekstrak ka'u se4ang tidak mempengaruhi
peningkatan nilai NP* se4ara signi3ikan-
"etode lain 'ang dapat digunakan untuk menilai kualitas protein adalah
metode keseim1angan nitrogen. 'ang diukur 1erdasarkan 9umlah N 'ang
dikonsumsi. 9umlah N 'ang diserap. dan 9umlah N 'ang ditahan- Berdasarkan
analisis kadar nitrogen dari ransum 'ang dikonsumsi 5N inta!e7. urin. dan 3eses.
maka dapat dihitung Biological alue 5BC7. da'a 4erna se9ati 50)7. dan Net
Protein Utilization 5NP/7- "enurut Almatsier 5217. nilai 1iologis suatu produk
menun9ukkan 9umlah nitrogen produk 'ang ditahan tu1uh dan dapat digunakan
untuk pertum1uhan serta pemeliharaan tu1uh 'ang 1erasal dari 9umlah nitrogen
produk 'ang dia1sor1si- "akanan 'ang memiliki nilai 1iologis =D atau le1ih
mampu mem1eri pertum1uhan 1ila dikonsumsi dalam 9umlah 'ang 4ukup dan
konsumsi energi men4ukupi- >asil pengolahan data sekunder menun9ukkan
1ahwa nilai 1iologis 5BC7. da'a 4erna se9ati 50)7. dan net "rotein utilization
5NP/7 kelompok kasein masing2masing se1esar ;!.==D. !=.!!D. dan ;=.!=D.
sedangkan kelompok sampel masing2masing se1esar ;!.&D. ;!.1D. dan
=!.2;D- Nilai 1iologis 'ang di atas =D menandakan 1ahwa ransum 'ang
di1erikan mengandung asam amino 'ang terdapat dalam 9umlah tinggi sesuai
dengan 'ang di1utuhkan oleh tu1uh. sehingga protein 'ang dia1sor1si tu1uh
mampu ditahan dalam tu1uh dan digunakan untuk pertum1uhan 5Almatsier 227-
+. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perhitungan. diperoleh nilai NP* rata2rata tertinggi
diperoleh kelompok tikus %0). diikuti oleh kelompok tikus %OG. kelompok tikus
%PA .dan kelompok tikus NON- >asil pengolahan data sekunder menun9ukkan
1ahwa nilai 1iologis 5BC7. da'a 4erna se9ati 50)7. dan net "rotein utilization
5NP/7 kelompok kasein masing2masing se1esar ;!.==D. !=.!!D. dan ;=.!=D.
sedangkan kelompok sampel masing2masing se1esar ;!.&D. ;!.1D. dan
=!.2;D- Nilai 1iologis 'ang di atas =D menandakan 1ahwa ransum 'ang
di1erikan mengandung asam amino 'ang terdapat dalam 9umlah tinggi sesuai
dengan 'ang di1utuhkan oleh tu1uh. sehingga protein 'ang dia1sor1si tu1uh
mampu ditahan dalam tu1uh dan digunakan untuk pertum1uhan-
,. DAFTAR PUSTAKA
Almatsier. %- 22- Prinsi" #asar $lmu %izi- $akarta: Gramedia Pustaka /tama-
)u F. )A >iggin1otham dan B) (hite- 2- Food ,ntake. @nerg' Balan4e and
%erum Aeptin Con4entrations in *ats Fed Aow Protein )iets- &merican
'ociety for Nutritional 'ciences- +142+21-
Fennema O*- 1!!&- (ood C)emistry *rd edition- New Gork : "ar4el )ekker. ,n4-
>anda'ani CA- 2+- Pem1uatan 0epung Kedelai Ka'a ,so3la:on "elalui
@kstraksi Asetonitril dan >idrolisis Bromelin %erta @:aluasi Nilai Gi8i
Proteinn'a se4ara Biologis- +esis- Bogor: %ekolah Pas4asar9ana ,nstitut
Pertanian Bogor-
Aiang. $>- 1!!!- Floures4en4e due to intera4tions o3 o?idi8ing so'1ean oil and
so' proteins- ,- (ood C)em -.//0 12*3124-
"u4htadi ) . " Astawan. dan N% Palupi- 1!!#- Metabolisme 5at %izi- 'umber.
(ungsi dan 6ebutu)an bagi Manusia- $akarta: Pustaka %inar- >arapan-
Nia OK- 1!;+- Cara "enentukan Kualitas Protein %uatu Bahan "akanan- Cermin
#unia 6edo!teran 7*8) ""- /93/:-
Palupi N% dan @ Prangdimurti- 2;-"odul 0eknik @:aluasi Nilai Biologis
Citamin dan "ineral- ,0P2,PB. Bogor-
Puspaningrum *- 2#- Pengaruh @kstrak Ka'u %e4ang 0erhadap Proli3erasi %el
Aim3osit Aimpa 0ikusdan %el Kanker K2+&2 %e4ara ,n Citro- '!ri"si- Bogor:
Fakultas 0eknologi Pertanian. ,nstitut Pertanian Bogor-
(inarno FG- 22- 6imia Pangan dan %izi- $akarta: Gramedia Pustaka /tama-
<akaria F*. "ellasanti "A. %an9a9a. Pramud'a %". *i4hards A-1!!=- Akti:itas
Proli3erasi Aim3osit )arah 0epi Konsumen "akanan $a9anan di Bogor. $awa
Barat- Bul +e! dan $nd Pangan $$$79) ""- ;83/;-
AA"P,*AN
0a1el 11- )ata tikus per4o1aan ransum standar
Har- e T-#( 1 T-#( 2 T-#( &
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
126 1+ + 1+ 4! 1+ +
1#6 12 1-+; 1-42 1-42 12 #-;4&2 ;-1+#; -;1+4 12 #-==2 ;-22!; -;2#
146 12 4-!!+; =-42 &# -=4 12 2-2##& !-=&&4 &2 -!=&& 12 -+!4! 11-4+1 +& 1-14+
1+61 12 2-++! !-!441 &2 -!!44 12 -;!#; 11-1&2 &+ 1-11& 12 -=# 11-!2= +4 1-1!2=
1&662 1+ -!;&4 14-1#& &! 1-414 1+ -&2= 14-!#=# = 1-4!#= 1+ - 1+- &4 1-+
1=6# 1+ #-+2; 11-4=!2 =4 1-14=! 1+ - 1+- =4 1-+ 1+ 1-#+& 1#-&44 &; 1-#&44
1;64 12 - 12- =+ 1-2 12 -2!;; 11-=12 == 1-1=1 12 -11+# 11-;;4= =1 1-1;;+
1!6+ 12 #-4!+& ;-+44 ;2 -;+4 12 4-2+=! ;-=421 ; -;=42 12 #-# ;-= =+ -;=
26& 12 1-+; 1-42 ;2 1-42 12 2-2##& !-=&&4 ;# -!=&& 12 -+!4! 11-4+1 =; 1-14+
216= 12 - 12- ; 1-2 12 -1= 11-!;# ;2 1-1!;# 12 -+1! 11-!4;1 =& 1-1!4;
226; 12 - 12- ;& 1-2 12 - 12- ; 1-2 12 - 12- ;4 1-2
2#6! 12 2-&;! !-#1!1 ! -!#1! 12 -#1& 11-!&;4 ;& 1-1!&; 12 -+21 11-!4=! ;& 1-1!4;
2461 12 -4!;+ 11-+1+ !2 1-1+2 12 -#++ 11-!&4+ ;! 1-1!&4 12 -111 11-!;;! ;! 1-1!;!
Har- e T-#( * T-#( + T-#( ,
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
1+ +1 1+ +1 1+ 4!
12 +-;1 &-!1! -&!1! 12 2-44& !-++4 -!++4 12 -=4= 11-2!+# 1-12!+
12 2-2&= !-!=## &2 -!!=# 12 -4#1 11-!+&! && 1-1!+= 12 -1;! 11-!;11 & 1-1!;1
1 12 2-2=4 !-;& &2 -!;& 12 1-=&2# 1-!; &# 1-!; 12 -4;1+ 11-== &# 1-1==
2 1+ 1-=!=2 1#-22; && 1-#2# 1+ - 12- &; 1-2 1+ -112! 11-;;=1 &+ 1-1;;=
# 1+ 4-2# 1-!== = 1-!== 1+ - 1+- =# 1-+ 1+ - 1+- &; 1-+
4 12 - 12- =2 1-2 12 -1+!# 11-;4= =& 1-1;41 12 - 12- = 1-2
+ 12 #-4+ ;-++ =+ -;++ 12 1-42 1-+; =; 1-+; 12 1-1= 1-;# =# 1-;#
& 12 2-2&= !-!=## == -!!=# 12 -4=1 11-!+&! ;1 1-1!+= 12 -1;14 11-!;11 =# 1-1!;1
= 12 -#! 11-&1 +! 1-1&1 12 - 12- &# 1-2 12 -+1 11-4! &4 1-14!
; 12 -;++& 11-1444 ; 1-1144 12 - 12- ;& 1-2 12 -=11 11-2!;! =& 1-12!!
! 12 -!4 11-& ;# 1-1& 12 - 12- ;; 1-2 12 2-12 !-;; ; -!;;
1 12 -4+# 11-+!4= ;+ 1-1+!+ 12 1-===2 1-222; ! 1-22# 12 -=2# 11-!2== ; 1-1!2;
Keterangan :
"A :1erat ransum awal
"% :1erat ransum sisa
K" :1erat ransum 'ang dikonsumsi
BB :1erat 1adan tikus
KP :9umlah protein 'ang dikonsumsi 5kadar protein ransum 1D7
0a1el 12- )ata tikus per4o1aan ransum protein tempe
Har- e T-#( 1 T-#( 2 T-#( &
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
1+ +# 1+ +# 1+ +4
12 -1=1 11-;2! 1-1;2! 12 2-2=1# 1-=2;= 1-=2! 12 ;-1+1& #-;4;4 -#;4;
12 - 12- &+ 1-2 12 - 12- &2 1-2 12 =-2= 4-=# &2 -4=#
1 12 #-+!& ;-4!4 &# -;4!1 12 2-+4; !-4!+2 &2 -!4!+ 12 4-4=1# =-+2;= & -=+2!
2 1+ 2-=;2 12-21!; &= 1-222 1+ #-!& 11-!!4 &# 1-1!! 1+ 4-21!; 1-=;2 &4 1-=;
# 1+ 2-4!&# 12-+#= &= 1-2+4 1+ 2-;21 12-1=! &+ 1-21=! 1+ #-!#2 11-&; && 1-1&;
4 12 -1=&1 11-;2#! &= 1-1;24 12 1-4&& 1-!+#4 &= 1-!+# 12 2-24# !-=+!= &; -!=&
+ 12 #-4=1+ ;-+2;+ =2 -;+2; 12 -2## 11-+4 &! 1-1+4 12 2-=##4 11-!;#+ =2 1-1!;4
& 12 -=2= 11-2=!# = 1-12=! 12 -21#1 11-=;&! =1 1-1=;= 12 -&; 11-#2 =# 1-1#2
= 12 -;&# 11-1!#= =2 1-11!4 12 -41!+ 11-+;+ =# 1-1+; 12 -+;1= 11-41;# =& 1-141;
; 12 1-;+4# 1-14+= =# 1-14& 12 -#;# 11-&!1= =4 1-1&!2 12 2-2=& !-=24 =; -!=24
! 12 1-+! 1-41 =+ 1-41 12 2-#+ !-&+ =& -!&+ 12 1-&; 1-#2 ;1 1-#2
1 12 1-!42; 1-+=2 =+ 1-+= 12 2-2=;! !-=211 ==-+ -!=21 12 -12# 11-;!== ;2 1-1;!;
Har- e T-#( * T-#( + T-#( ,
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
1+ +4 1+ +4 1+ +2
12 -21&# 11-=;#= 1-1=;4 12 -=2+! 11-2=41 1-12=4 12 -&1# 11-#!;= 1-1#!!
12 -; 11-!2 && 1-1!2 12 #-1 ;-!! &4 -;!! 12 2 2 &4 2
1 12 1-#+4+ 1-&4++ +; 1-&4& 12 #-#+2! ;-&4=1 &# -;&4= 12 1-2+ 1-=+ += 1-=+
2 1+ -#!;& 14-&14 =1 1-4&1 1+ 2-1&4 12-;!#& &; 1-2;!4 1+ 2-&22 12-#=!; = 1-2#;
# 1+ -1&1 14-!;#! =2 1-4!;4 1+ 2-&#; 12-#&2 = 1-2#&2 1+ 2-22! 12-==1 =# 1-2==1
4 12 - 12- =2 1-2 12 -=#+ 11-2&!+ =1 1-12= 12 1-!; 1-!!2 =+ 1-!!
+ 12 - 12- =# 1-2 12 2-2!&= !-=## =4 -!=# 12 -;4;# 11-1+1= =; 1-1+2
& 12 -14&& 11-;+#4 =2 1-1;+4 12 -1&+ 11-!;#+ =4 1-1!;4 12 -214! 11-=;+1 ; 1-1=;+
= 12 - 12- =4 1-2 12 1-=+2 1-24; =; 1-24; 12 -=+& 11-!244 ;# 1-1!24
; 12 -4== 11-!+2# =+ 1-1!+2 12 1-##4! 1-&&+1 =! 1-&&+ 12 -12== 11-;=2# ;& 1-1;=2
! 12 - 12- =; 1-2 12 1-!= 1-# ;1 1-# 12 -#! 11-&1 ! 1-1&1
1 12 -2!& 11-!=+ =;-+ 1-1!= 12 2-#1++ !-&;4+ ;2 -!!;4 12 -;=;! 11-1211 !-+ 1-1121
Keterangan :
"A :1erat ransum awal
"% :1erat ransum sisa
K" :1erat ransum 'ang dikonsumsi
BB :1erat 1adan tikus
KP :9umlah protein 'ang dikonsumsi 5kadar protein ransum 1D7
0a1el 1#- )ata tikus per4o1aan ransum non protein
Har- e T-#( 1 T-#( 2 T-#( &
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
12 &2 12 +& 12 &1
12 4-!;#1 =-1&! -=1= 12 +-41= &-+;# -&+;# 12 #-&=14 ;-#2;& -;#2!
12 -2! 11-=1 = 1-1=1 12 #-=! ;-21 &# -;21 12 -1 11-! &; 1-1!
1 12 #-!;1= ;-1;# =+ -;1; 12 2-=;## !-21&= && -!21= 12 -+++ 11-4!4+ = 1-14!4
2 12 -;2 11-1; =# 1-11; 12 1-1&24 1-;#=& &1 1-;#; 12 1-111& 1-;;;4 &! 1-;;;
# 12 2-1#+; !-;&42 &; -!;&4 12 2-+&+! !-4#41 &1 -!4#4 12 1-==;4 1-221& && 1-222
4 12 #-!&2= ;-#=# =1 -;#= 12 2-+#!+ !-4&+ &1 -!4& 12 -41#+ 11-+;&+ &! 1-1+;&
+ 12 #-!+=! ;-421 = -;42 12 -=##; 11-2&&2 & 1-12&& 12 -1;=1 11-;12! &; 1-1;1#
& 12 4-&+ =-!#!+ &; -=!4 12 -;= 11-1!!# +! 1-11!! 12 -2!&4 11-=#& && 1-1=4
= 12 2-&;! !-#1!1 && -!#1! 12 -#1& 11-!&;4 += 1-1!&; 12 -+21 11-!4=! && 1-1!4;
; 12 #-1=!1 ;-;2! &+ -;;21 12 2-;142 !-1;+; +& -!1;& 12 -1!& 11-;!4 && 1-1;!
! 12 #-21;+ ;-=;1+ && -;=;2 12 -;= 11-1# +& 1-11# 12 4-& =-!4 &4 -=!4
1 12 -#2## 11-&=&= = 1-1&== 12 4-144 =-!;+& +4 -=!;& 12 #-1;1+ ;-;1;+ &# -;;1;
Har- e T-#( * T-#( + T-#( ,
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
12 +& 12 +; 12 +=
12 &-;&= +-1#!# -+1#! 12 1-;4;1 1-1+1! 1-1+2 12 2-+4&= !-4+## -!4+#
12 1-4; 1-+2 &= 1-+2 12 #-+1 ;-4! &; -;4! 12 -4 11-!& &; 1-1!&
1 12 2-;&#= !-1#&# &; -!1#& 12 2-442# !-++== = -!++; 12 -#=!4 11-&2& &= 1-1&21
2 12 1-==## 1-22&= &= 1-22= 12 1-&+2! 1-#4=1 &; 1-#4= 12 -#14 11-!&;& &; 1-1!&!
# 12 2-; !-!!!2 &4 -!!!! 12 2-#=; !-!&22 &= -!!&2 12 - 12- &= 1-2
4 12 2-+#& !-4&!4 &+ -!4&! 12 4-+## =-4!&= && -=4!= 12 - 12- && 1-2
+ 12 2-424+ !-+=++ &+ -!+=& 12 #-&++4 ;-#44& &+ -;#4+ 12 -#!21 11-&=! &+ 1-1&;
& 12 1-2;!+ 1-=1+ &1 1-=1 12 2-121 !-!;=! &# -!!;; 12 -;+#2 11-14&; &# 1-114=
= 12 1-!+& 1-!44 +! 1-!4 12 -4=1 11-+2! &# 1-1+2! 12 -1;14 11-;1;& &4 1-1;1!
; 12 1-&+&1 1-#4#! +; 1-#44 12 - 12- &# 1-2 12 -&&!+ 11-##+ &2 1-1##
! 12 -1;=1 11-;12! &4 1-1;1# 12 2-424+ !-+=++ &# -!+=& 12 - 12- &# 1-2
1 12 2-!2= !-!=# +&-+ -!!= 12 -1221 11-;==! & 1-1;=; 12 2-1+#4 !-;4&& += -!;4=
Keterangan :
"A :1erat ransum awal
"% :1erat ransum sisa
K" :1erat ransum 'ang dikonsumsi
BB :1erat 1adan tikus
KP :9umlah protein 'ang dikonsumsi 5kadar protein ransum 1D7
0a1el 14- )ata tikus per4o1aan ransum standarIse4ang
Har- e T-#( 1 T-#( 2 T-#( &
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
12 ++ 12 ++ 12 ++
12 4-4+&& =-+4#4 -=+4# 12 1-&&# 1-##= 1-##= 12 #-=41& !-2+;4 -!2+;
12 2-;+ !-1+ &+ -!1+ 12 - 12- &= 1-2 12 1-## 1-&= &2 1-&=
1 12 2-#+4 !-&!4& &; -!&!+ 12 -4;! 11-+!11 &; 1-1+!1 12 -2!1 11-!=! &# 1-1!=1
2 12 -&+&; 11-#4#2 =1 1-1#4# 12 - 12- =2 1-2 12 -4&+; 11-+#42 &; 1-1+#4
# 12 -2++ 11-!=4+ =# 1-1!=4 12 1-=++4 1-244& =4 1-24+ 12 -4!= 11-+# &! 1-1+#
4 12 -12+1 11-;=4! =+ 1-1;=+ 12 - 12- =& 1-2 12 -12&2 11-;=#; =4 1-1;=4
+ 12 - 12- =4 1-2 12 1-!4=; 1-+22 =; 1-+2 12 #- !- =1 -!
& 12 1-;+4# 1-14+= =# 1-14& 12 -#;# 11-&!1= =! 1-1&!2 12 2-2=& !-=24 =! 1-2=24
= 12 - 12- ; 1-2 12 -1= 11-!;# ;2 1-1!;# 12 -+1! 12- =& 1-2
; 12 -=2= 11-2=!# ;# 1-12=! 12 -21#1 11-=;&! ;# 1-1=;= 12 -1&+ 11-!;#+ =! 1-1!;4
! 12 -2 11-!!; ;+ 1-1!!; 12 - 11-!;2& ;+ 1-1!;# 12 - 12- ;4 1-2
1 12 -141 11-!;+! ;= 1-1!;& 12 -1+# 11-!;4= ! 1-1!;+ 12 -#&=2 11-&#2; ;+ 1-1&##
Har- e T-#( * T-#( + T-#( ,
MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/ MA ."/ MS ."/ KM ."/ BB ."/ KP ."/
12 ++ 12 +& 12 ++
12 1-##+; 1-&&42 1-&&4 12 #-;4&1 ;-1+#! -;1+4 12 4-21& =-!=;4 -=!=;
12 2-&& !-#4 &; -!#4 12 4-1! =-;1 &4 -=;1 12 &-21 +-=! &4 -+=!
1 12 #-4;=+ ;-+12+ =1 -;+12 12 1-!=!; 1-22 =+ 1-2 12 12- = 1-2
2 12 1-!42= 1-+=# =1 1-+= 12 2-24=; !-=+22 =+ -!=+2 12 -##+ 11-!&&+ = 1-1!&&
# 12 1-4;## 1-+1&= =2 1-+1= 12 2-#21= !-&=;# == -!&=; 12 1-&2! 1-#!=1 =1 1-#!=
4 12 4-##+1 =-&&4! =+ -=&&+ 12 - 12- =! 1-2 12 - 12- =# 1-2
+ 12 -4!! 11-!+1 =4 1-1!+ 12 - 12- ;4 1-2 12 4-+4 =-4& =4 -=4&
& 12 -4== 11-!+2# =+ 1-1!+2 12 1-##4! 1-&&+1 ; 1-&&+ 12 -12== 11-;=2# =! 1-1;=2
= 12 -; 12- =4 1-2 12 -=14 11-!2;& =; 1-1!2! 12 -&;!# 11-#1= =! 1-1#11
; 12 -14&& 11-;+#4 ; 1-1;+# 12 2-;1&! !-1;#1 ;; -!1;# 12 -214! 11-=;+1 ;# 1-1=;+
! 12 - 12- ;# 1-2 12 - 11-!;# ! 1-1!;# 12 - 12- ;4 1-2
1 12 - 12- ;+ 1-2 12 -11; 11-!;;2 !1 1-1!;; 12 1-==2& 1-22=4 ;= 1-22=
Keterangan :
"A :1erat ransum awal
"% :1erat ransum sisa
K" :1erat ransum 'ang dikonsumsi
BB :1erat 1adan tikus
KP :9umlah protein 'ang dikonsumsi 5kadar protein ransum 1D7

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->