P. 1
AZAS PENDIDIKAN

AZAS PENDIDIKAN

|Views: 108|Likes:
Published by b4rret

More info:

Published by: b4rret on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

 Latar Belakang Masalah

Pendidikan sebagai usaha sadar yang sestematik-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu. Beberapa diantara landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofi, sosiologis, dan cultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuanpendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan itu menjemput masa depan. Kajian berbagai landasan landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan. Dengan wawasan dan pendidikan yang tepat , serta dengan menerapkan asa-asas pendidikan yang tepat pula, akan dapat member peluang yang lebih besar dalam merancang dan menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan itu akan memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan, baik dalam aspek konseptual maupun operasional. Bab III ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan asas pendidikan, serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. Landasan tersebut adalah filosofis, cultural, psikologis, serta ilmiah dan teknologi. Sedangkan asas yang dikaji adalah asas Tut Wuri Handayani, belajar sepanjang hayat, dan kemandirian dalam belajar. Pengkajian tentang landasan dan asas pendidikan tersebut selalu diarahkan pula pada upaya dan permasalahan penerapannya.

arif. meskipun pendidikan itu universal. sermasuk di Indonesia. Filsafat menelaah sesuatu secara radikal. namun terjadi perbedaan-perbedaan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar sosiokultural tersebut. terdapat dua landasan lain yang selalu erat kaitannya dalam setiap upaya pendidikan. Landasan psikologis akan memebekali tenaga pendidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. philein berarti mencintai. tentang sumber bahan ajaran. Selanjutnya. Landasan Pendidikan Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak putus dari generasi ke generasi manapun didunia ini. Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat. apa yang seharusnya menjadi tujuannya. Pengkajian landasan psikologis dan landasan iptek tersebut akan membekali tenaga kependidikan suatu pegangan dalam mewujudkan keseimbangan dan keselarasan yang dinamis antara pengembangan jati diri peserta didik dan penguasaan iptek tersebut. menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-kosnsepsi mengenai kehidupan dan . Landasan Filosofis. mengapa pendidikan itu diperlukan. Sedangkan landasan iptek akan membekali tenaga kependidikan.BAB II PEMBAHASAN A. falsafah). Sedangkan landasan iptek akan membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan. yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan itu. atau bijaksana. khususnya guru. Oleh karena itu. sosiologis. dan cultural) akan memebekali setiap tenaga kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya. Dengan kata lain pendidikan diselenggarakan berlandaskan filsafata hidup serta berlandaskan sosiokultural setiap masyarakat. Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan alam latar sosial-kebudayaan setiap masyarakat tertentu. Kata filsafat (philosophy) bersumber dari bahasaYunani. dan sophos atau sophis berarti hikmah. utamanya pengajaran. 1. dan sebagainya. yakni landasan psikologis dan landasan iptek. Kajian ketiga landasan itu (filosofis.

yang dapat dilakukan oleh setiap orang serta sangat bermanfaat dalam memberi makna kepada ilmu pengetahuannya itu. 1986: Modul1/9). 2. Naturalisme . Keterbatasan manusia sebagai mahluk hidup yang banyak menghadapi tantangan. etika (tentang baik dan buruk). epistemology. Masyarakat dan kebudayaannya. metafisika (tentang hakikat yang “ada”. dan estetika. estetika (tentang indah dan jelek). Filsafat sebagai kajian khusus yang formal. serta social dan politik (filsafat pemerintahan). yakni: 1. Perlunya landasan pemikiran dalam pekerjaan pendidikan. etika. termasuk pendidikan. namun lebih dekat dengan ilmu pengetahuan karena filsafat timbul dari keraguan dan karena mengandalkan akal manusia (Redja Mudyahardjo. Filsafat sebagai kelanjutan dari berpikir ilmiah. metafisika dan lain-lain) akan besar pengaruhnya terhadap pendidikan. c. epistemology (tentang benar dan salah). berarti berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang sesuatu itu. homo sapiens. Keberadaan dan kedudukan manusia sebagai mahluk didunia ini. utamnya tentang konsepsi manusia dan dunianya. yang mencakup logika. sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan. Hasil-hasil kajian filsafat tersebut. Filsafat berada dianatara keduanya: Kawasannya seluas religi. Konsepsi-konsepsi silosofis tentang kehidupan manusia dan dunianya pada umumnya bersumber dari dua faktor.dunia.) Tinjauan filosofis tentang sesuatu. b. Peranan filsafat dalam bidang pendidikan tersebut berkaitan dengan hasil kajian antara lain tentang: a. termasuk akal itu sendiri). 1992: 126134. dan d.. karena prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran hasil kajian tersebut pada umumnya diterapkan dalam bidang pendidikan. dan sebagainya. Kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai cabang filsafat (logika. et. seperti yang disimpulkan sebagai zoon politicon. utamanya filsafat pendidikan (Wayan Ardhana. Beberapa aliran filsafat yaitu sebagai berikut: 1. Penggunaan istilah filsafat dapat dalam dua pendekatan.al. animal educandum. yaitu: o Religi dan etika yang bertumpu pada keyakinan o Ilmu pengetahuan yang mengandalkan penalaran.

salah seorang tokoh pragmatisme. Pragmatisme Naturalisme merupakan aliran filsafat yang menganggap segala kenyataan yang bisa ditangkap oleh panca indera sebagai kebenaran yang sebenarnya. Al. yakni timbulnya situasi ketegangan didalam pengalaman yang perlu dijabarkan secara spesifik. bagi paragtisme. John Dewey (dari Redja Mudyahardjo. Diagnosi. yakni mempertajam masalah termasuk perkiraan factor penyebabnya. Idealisme 3. dengan kata lain. . yakni mempertimbangkan hasilnya setelah hipotesis terbaik dilaksanakan. 3. Ide sebagai gagasan kejiwaan itulah sebagai kebenaran atau nilai sejati yang absolute dan abadi. Situasi tak tentu (indeterminate situation). paham ini menyatakan yang berfaedah itu harus benar. 1992: 144). Aliran ini biasa pula diberi nama yang berbeda sesuai dengan variasi penekanan konsepsinya tentang manusia dan dunianya. Evaluasi. Progresivisme menentang pendidikan tradisionalis serta mengembangkan teori pendidikan dengan prinsip-prinsip antara lain: a. 1950: 136). Atau ukuran kebenaran didasarkan kepada kemanfaatan dari sesuatu itu kepada manusia (Abu Hanifah. Anak harus bebas agar dapat berkembang wajar. Pengaruh aliran paragtisme tersebut bahkan terwujud dalam gerakan pendidikan progresif atau progresivisme sebagai bagian dari suatu gerakan reformasi sosiopolitik pada akhir abad XIX dan awal abad XX di Amerika Serikat. Pengujian hipotesis. et. Oleh karena itu. Berbeda dengan aliran diatas.. mengemukakan bahwa penerapan konsep pragmatisme secara eksperimental melalui lima tahap: 1.2. Hipotesis. 2. 5. pendidikan adalah suatu proses eksperimental dan metode mengajar yang penting adalah metode pemecahan masalah. yakni penemuan gagasan yang diperkiarakan dapat mengatasi masalah. yakni pelaksanaan berbagai hipotesis dan membandingkan hasilnya serta implikasinya masing-masing jika dipraktekkan. Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengemukakan bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi nilai kegunaan praktis. Idealisme menegaskan bahwa hakikat kenyataan adalah ide sebagai gagasan kejiwaan. atau ukuran kebenaran didasarkan pda kemanfaatan dari sesuatu itu harus benar. Apa yang dianggap kebenaran realitas hanyalah bayangan atau refleksi dari ide sebagai kebenaran bersifat spiritual atau mental. 4.

materiil dan nyata Menurut Mazhab ensesialisme. karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil. yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang poko-pokok (subject centered). Menumbuhkan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Wayan Ardhana. d. Filsafat idealisme memberikan dasara tinjauan yang realistic.b. Esensialisme. Filsafat e. yaitu: a. Ilmu kealaman Matematika g. Matematika yang sangat diutmakan idealisme. 1986: 16-17) Selanjutnya perlu dikemukakan secara ringkas empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan. juga penting artinya bagi filsafat realism. Keindahan (beauty) . Kesusateraan d. c. 1992: 144-150. Gramatika c. Seni keindahan (fine arts) 2. Berdasarkan eklektisisme tersebut tersebut maka esensialisme tersebut menitikberatkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. Sejarah h. Perbedaannya ialah perenialisme menekankan keabadian teori kehikamatan. yaitu: a. Keempat mazhab filsafat pendidikan itu (Redja Mudyahardjo. Pengetahuan yang benar (truth) b. 1986 :14-18) adalah: 1. Harus ada kerja sama sekolah dan rumah. Perenialisme Ada persama antara perenialisme dan esensialisme. Penguasaan bahasa termasuk rerorika b. Esensialisme merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis. f.. et. e. Al. Sekolah progresif harus merupakan suatu laboraturium untuk melakukan eksperimentasi (Wayan Ardhana. yang termasuk the liberalarts. Guru harus menjadi peneliti dan pembimbing kegiatan belajar.

Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar. Prinsip pendidikan antaralain: a. aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional. Sekolah progresif harus merupakan sebuah laboratorium untuk melakukan reformasi pedagogis dan ekperimentasi. Konsep pendidikan itu bersifat abadi. karena hakikat manusia tak pernah berubah. d. Manusia akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. tapi haruslah memelopori masyarakat kearah masyarakatbaru yang diinginkan. Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada beberapa prinsip. c. 4. b. e. Kebenaran abadi itu diajarkan melalui pelajaran-pelajaran dasar (basic subjects) 3. Pragmatisme dan Progresivisme Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis. Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar. Rekonstruksionisme Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan. Progresivisme yaitu perubahan untuk maju.c. di bidang pendidikan. Kecintaan kepada kebaikan (goodness) Oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materi yang konstan atau perennial. antara lain sebagai berikut: a. Anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar b. Inti pendidikan haruslah mengembangkan kekhususan mahluk manusia yang unik. yaitu kemampuan berpikir. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini disekolah. Tujuan belajar ialah mengenal kebenaran abadi dan universal. Pendidikan merupakan persiapan bagi kehidupan sebenarnya. . c. d.

Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya. Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.kebudayaam dan kelompok kelompok dalam masyarakat 2. Landasan Sosiologis Manusia yang hidup berkelompok.pada wayan Ardhan hidup berkelompok pada hewan memiliki ciri:      Pembagian pada anggotanya Ketergantungan pada anggota Ada kerjasama anggota Komunikasi antar anggota Dan adanya diskrimunasi antara individu satu denan yang lain dalam kelompok 1.yang mempelajari:  Peranan sosial guru . Hubungan kemanusiaan di sekolah yang meliputi:   Sifat kebudayaan dalam sekolah yang khusus dan berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah Pola interaksi dan struktur masyarakat sekolah 3.bahakan dua generasi dan memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan diri.yang mempelajari:      Fungsi pendidikan dalam kebudayaan Hubungan sisitem pendidikan dan proses kontrol sosiala dengan sstem kekuasaan lain Fungsi pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan Hubungan antar kelas sosial Fungsional pendidikan formal yang mencakup hubungan dengan ras.sehingga melahirkan cabang cabang sosiologi antara lain sosiologi pendidikan dan ruang lingkup yang di pelajari antara lain: 1.Dan dalam pengertian lain. sesuatu yang terjadi dengan yang lain sama halnya hewan.tetapi pengelompokan pada manusia lebih rumit dari pada hewan. Pengertian tentang landasan sosiologi Dimana suatu proses interaksi antar dua individu. Hubungan pendidikan dengan aspek masyarakat lain. 2.

   Sifat kepribadian guru Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laju sisiwa Fungsi sosial sekolah pada sosialisasi anak anak 4. 2. gagasan. nilai dan sebagainya. dan Fisik yakni benda hasil karya manusia 2. Landasan Kultural Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbale balik. 3.mempelajari pola interaksi antara sekolah dalam komunitasnya yang meliputi:     Pelukisan komunitas sekolah sepertti tampaknya dalam prganisasi sekolah Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak pada kaum sosila tak terpelajar Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi pendidikannya Faktor faktor demografi dan ekologi dalam organisasi sekolah Dalam keempat nidang di atas yang di pelajari untuk memahami pendidikan dalam masyarakat menurut Wayan ardhan. Masyarakat indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional (sisdiknas) Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri utama anatara lain:    Adanya interaksi antar warga warganya Pola tingkah laku yang diatur adat istiadat.hukum dan norma yang berlaku Adanya rasa identitas yang mengikat pada warganya. sehingga kebudayaan dapat dilestarikan/dikembang dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan. dan dalam belajar arti luas dapat berwujud:    Ideal seperti ide. Kegiatan yang berpola dari manusia dalam masyarakat. Pengertian tentang Landasan Kultural Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan. Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sisitem Pendidikan Nasional . baik secara informal maupan formal.sekolah dalam komunitas. 1.

sebagai perubahan maju (progresif) ataupun kadang-kadang kemunduran (regresif). sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. utamanya agar dapat diwujudkan kepribadian yang mantap dan mandiri. dimana kehidupan masyarakat indonesia yang majemuk dan akan kaya kebudayaannya dan keberadaan semua itu semakin kukuh.Seperti yang di kemukakakan sisdiknas. khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar. Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian. Oleh karena itu. istrahat dan sebagainya) Kebutuhan rasa aman: kebutuhan terus nenerus merasa aman dan bebasdari ketakutan Kebutuhan akan cinta dan pengakuan:kebutuhan rasa kasih sayang dalam kelompok Kebutuhan akan alkuturasi diri:kebutuhan akan potensi potensi yang di miliki Kebutuhan untuk mengetahui dan di pahami:kebutuhan akan berkaitan dengan penguasaan iptek 2. Pada umumnya landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia. Landasan Psikologis Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia. kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yang dinamis. Perkembangan peserta didik sebagai landasan psikologis Perkembangan manusia berlangsung sejak konsepsi (pertemuan ovum dan sperma) sampai saat kematian. Disebut sebagai prinsip prinsip umum karena: . yaitu pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia. merupakan faktor keberhasilan untuk pendididkan. Pengertian Landasan Psiklogis Pemahaman peserta didik utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan. Meskipun terdapat variasi pendapat.maslow kategori kebutuhan menjadi enam kategori meliputi: Kebutuhan fisiologis: kebutuhan memmpertahankan hidup (makan. tidur.      Seperti di kemukakakn teori A. 1. Psikologi menyediakan sejumlah informasi/kebutuhan tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi. seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Dalam maksud itu. namun dapat dikemukakan beberapa prinsip umum kepribadian. 4.

Bukti historis menunjukkan bahwa usaha mula bidang keilmuan yang tercatat adalah oleh bangsa Mesir purba. Asas-Asas Pokok Pendidikan Asas-asas pendidikan merupakan suatu kebenaran menjadi dasar atau tumpukan berpikir. B. iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran. Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu: .  Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kedudukan masing-masing yakni pengetahuan. ilmu pengetahuan. geometri dan kegiatan survey.    Prinsip tersebut yang dikemukakan dengan variasi tertentu dalam berbagai teori kepribadian. pendidikan sangat berperan penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.M. Tut Wuri Handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. 5.  Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. dan wahyu. intuisi. penalaran (rasio). R. baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia. Landasan Ilmiah dan Teknologis Seperti yang kita ketahui. Terjadi tingkah laku yang konsisiten dalam menghadapi lingkungan. teknologi. Prinsip itu akan tampak bervariasi pada kepribadian manusia tertentu (sebab: kepribadian itu unik) Terdapat dua hal kepribadian yang penting di tinjau dari konteks perkembangan kepribadian. terdapat tiga asas yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. dengan kata lain.yakni: Terintegrasinya seluruh komponen ke dalam struktur yang teroganisir secara sistematik. Khusus untuk pendidikan di Indonesia. Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta. Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama.P. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri sendiri. yaitu Ing Ngarsa Sung Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa. dimana banjir tahunan sungai Nil menyebabkan berkembangnya system almanac. yaitu sebagai berikut: 1.

Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan. 3. Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Asas tut wuri handayani pada prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan siswa untuk mandiri. karena adalah tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru ataupun orang lain. . Asas Kemandirian dalam Belajar Baik asas tut wuri handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung erat kaitannya dengan asas kemandirian dalam belajar. 2. guru mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar itu.  Ing Madya Mangun Karsa (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan membangkitkan semangat). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal. Sebagai fasilitator guru diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian sehingga memudahkan peserta didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. Ing Ngarsa Sung Tulada ( jika di depan menjadi contoh). Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah. termasuk mandiri dalam belajar. Selanjutnya. organisator dan sebagainya.  Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan/mengikuti dengan awas). asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apa bila didasarkan pada asumsi bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar. a. Sedangkan sebagai motivator. b. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan mampu menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator. disamping peran-peran lain: informator.

Oleh karena itu apabila terjadi suatu kekeliruan yang berakibat kegagalan. Semoga apa yang kami sampaikan berguna bagi kedepannya.BAB III PENUTUP  Kesimpulan Pendidikan selalu berkaitan dengan manusia. pada umumnya sudah terlambat untuk memperbaikinya. Diperlukan satu generasi untuk melihat suatu akhir dari pendidikan itu. . Kenyataan ini menuntut agar pendidikan itu dirancang dan dilaksanakan secermat mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asas pendidikan. dan hasilnya tidak segera tampak. dan menjadi tolak ukur bagi kita untuk menuju sebuah kemajuan dalam dunia pendidikan kita.

1950. et. Jilid I. Jakarta: Gramedia. Rintisan Filsafat. . Pendekatan Keterampilan Proses. Umar Tirtarahardja. al. dkk. 1951. Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.DAFTAR PUSTAKA Abu Hanifah. Pengantar Pendidikan. 2005. Dr. Prof. Jakarta: Balai Pustaaka. Filsafat Barat Ditilik dengan Jiwa Timur. Conny Seniawan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->