P. 1
5

5

|Views: 21|Likes:

5

5

More info:

Published by: Sekolah Tinggi Teknologi Garut on Dec 20, 2012
Copyright:Attribution

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/17/2013

Volume 09, April 2011

Asep Deddy Supriatna Eko Retnadi Rd. Erwin Gunadhi

Analisis Perencanaan Kebutuhan Dan Pengadaan Barang Daerah Milik Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Garut Analisis Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web Menggunakan Unified Approach Analisis Sistem Pemesanan Alat Tulis Kantor

Bunyamin Dini Destiani SF Eko Retnadi Eri Satria Bunyamin Rd. Erwin Gunadhi
Asep Deddy Supriatna Rd. Erwin Gunadhi Partono

Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sistem Pernapasan Berdasarkan Symptom

Volume 09, April 2011

ISSN: 1412-3622

Jurnal ALGORITMA
Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Teknik Informatika
Dipublikasikan oleh:

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

Jurnal ALGORITMA

merupakan media yang ditunjukan untuk membantu percepatan sosialisasi dan penyebaran informasi serta gagasan ilmiah mengenai perkembangan ilmu dan hasil penelitian dengan bidang kajian kekhususan Ilmu Teknik Informatika.

Pimpinan redaksi Dini destiani, S.F., Dra. M.T.

Dewan Redaksi: Asep Deddy Supriatna, M.Kom. A. Hajairin Ramli, Dipl.Inform amli, Wahyudin, M.kom Dhami Johar D Damiri, MT. Yadi Ruslan, MT. Eri Satria. M.Si

Alamat Redaksi: Jl. Mayor Syamsu No. 2 Garut, Jawa Barat

Volume 09, April 2011

ISSN: 1412-3622

Jurnal ALGORITMA
Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Teknik Informatika
Telp. (0262) 232773 Fax. (0262) 232773

Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Teknik Informatika

ISSN: 1412-3614

Jurnal

ALGORITMA
Volume 09, No 01, April 2011, pp. 1- 9 ,

ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGADAAN BARANG DAERAH MILIK DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN GARUT Asep Deddy Supriatna asepdeddy y_supriatna@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Eko Retnadi ekoretnadi@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Rd. Erwin Gunadhi erwin_ erwin_gunadhi@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut

ABSTRAK Perencanaan kebutuhan dan penentuan kebutuhan barang/aset merupakan kegiatan merumuskan suatu dasar atau pedoman dalam rincian rencana pengadaan barang/perlengkapan/aset yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang di emban oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersangkutan.Sebagai penduk Sebagai pendukung terhadap pengelolaan pengadaan barang tersebut, dibutuhkan suatu sistem. Adapun tujuan dari perancangan sistem ini adalah mengakomodasi pengolahan data barang daerah sehingga dapat dilakukan perencanaan pengadaan barang daerah yang matang dan sistem menjadi alat detektor otomatis bila ada data barang njadi yang ganda karena adanya sebuah data base, sehingga dapat memudahkan petugas/pengguna barang dalam mengelola data barang.

1

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 Metode perancangan sistem yang digunakan merupakan metodologi konvensional dengan menggunakan Waterfall dikemukakan oleh Sandra Donalson Dewitz (1996) yang terdiri dari tahapan-tahapan Preliminary Investigation, System Analysis, System Design, System Implementation serta menggunakan Data Flow Diagram (DFD) untuk memodelkan kebutuhan sistem. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sistem yang dibangun dapat mendukung Perencanaan Kebutuhan Barang Daerah dan dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna barang dalam merencanakan pengadaan barang. Kata Kunci : Sistem Informasi Perencanaan Kebutuhan Barang Daerah, Traditional (Waterfall) System Development Methodology, Data Flow Diagram (DFD) 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang DPPKA (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset), merupakan salah satu dinas yang ada dipemerintahan Kabupaten Garut sebagai bagian yang memiliki tugas pokok melaksanakan kewenangan dalam mengelola keuangan serta kekayaan (aset) daerah. Bagian aset yang bertugas mengelola aset serta pengelolaan barang milik daerah, termasuk perencanaan kebutuhan barang milik daerah. Dalam melakukan perencanaan dan penentuan kebutuhan barang/inventaris harus didasarkan pada beberapa alasan yang dapat dipertimbangkan secara logis atas beban tugas dan tanggung jawab masing – masing unit sesuai anggaran yang tersedia dan dapat menjawab pertanyaan untuk keperluan apa aset/barang diperlukan. Dan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan – pertimbangan yaitu: 1) Untuk memenuhi kebutuhan barang pada masing-masing Unit/Satuan Kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan nya; 2) Untuk mengganti barang-barang yang rusak, dihapus, dijual, hilang, mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian; 3) untuk memenuhi kebutuhan akan barang/inventaris guna menunjang pengembangan organisasi dan atau penambahan personil (karyawan) pada satuan kerja yang bersangkutan; 4) Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah (terutama pada barang stok habis) untuk perkiraan pemakaian pada satu tahun anggaran mendatang agar efisien dan efektif; dan 5) Pertimbangan perkembangan teknologi. Seperti pembelian komputer, scanner dan sebagainya. 2

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 Perencanaan untuk pemenuhan kebutuhan barang harus terinci dengan memuat banyaknya barang, nama barang, waktu dan jumlah biaya yang diperlukan. Dalam kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan didasarkan atas beban tugas dan tanggung jawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) barang apa yang dibutuhkan ( nama, jenis, spesifikasi, dan sebagainya ); b) dimana dibutuhkan; c) mengapa dibutuhkan; d) berapa biayanya; e) siapa yang mengurusnya dan siapa yang menggunakannya; f) berapa banyak dibutuhkan; dan g) bagaimana cara pengadaan. Identifikasi Masalah Pengolahan data perencanaan kebutuhan barang yang dilakukan di DPPKA Kabupaten Garut pada saat ini masih menimbulkan beberapa permasalahan. Berdasarkan pemaparan sebelumnya yang telah penyusun sampaikan, adapun permasalahan yang diidentifikasi adalah: a. Pembuatan laporan cenderung melebihi dengan jadwal yang telah ditentukan dan dalam pembuatan laporan tersebut sering kali memerlukan tenaga kerja tambahan sehingga memerlukan anggaran tambahan disertai waktu tambahan (lembur). b. Kebutuhan barang yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga diperlukan perencanaan kebutuhan yang matang serta penganggaran yang tepat sesuai dengan kemampuan daerah, maka diperlukan system pengolahan data – data yang akurat. Batasan Masalah Agar pada kajian ini tidak melebar atau keluar dari ruang lingkup masalah, maka pembahsan perlu dibatasi pada: 1. Sistem informasi yang dibuat adalah sistem yang didasarkan hanya pada aktifitas bisnis perencanaan kebutuhan barang milik daerah di DPPKA kab. Garut. 2. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah VisualBasic dan untuk databasenya menggunakan MicrosoftAccess. 3. Penggunaan metode perancangan sistem informasi perencanaan kebutuhan barang menggunakan metode Traditional (Waterfall) System Development Methodology - Sandra D. Dewitz dan hanya sampai pada tahapan simulasi 1.3. 1.2

3

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 1.4.Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi perencanaan kebutuhan barang milik daerah di DPPKA Kabupaten Garut.
1.5 Metode Pengembangan Sistem

Metodologi perancangan perangkat lunak yang akan digunakan adalah Waterfall yang dikemukakan oleh Sandra Donalson Dewitz pada tahun 1996, yaitu Traditional (Waterfall) System Development Methodology. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu : a. Preliminary Investigation, yaitu tahap permulaan dan persiapan dimana dilakukan identifikasi objek, melakukan batasan pada objek dan juga ruang lingkup objek di DPPKA Kabupaten Garut. b. System Analysis, yaitu tahap menganalisis dan menginvestigasi current system untuk memahami lingkungan, komponen dan fungsi serta untuk mengidentifikasi masalah. Menganalisis konteks dan kebutuhan organisasi, mengumpulkan data maka digabungkan atau diklasifikasikan data tersebut dan di analisis dengan menggunakan beberapa pemodelan dan pemrosesan yang akan dirancang untuk sistem baru. c. System Design, yaitu tahap merancang sistem, dimana dilakukan dengan pemilihan data atau peralatan perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware) yang digunakan sebagai pendukung perancangan sistem untuk merinci program, merinci basis data dan membuat rancangan sistem baru. d. System Implementation, yaitu tahap setelah merancang dilanjutkan dengan membuat program dengan pengimpelementasiannya menggunakan bahasa pemrograman yang telah ditentukan.

Gambar 1Traditional (Waterfall) System Development Methodology (Dewitz, 1996)

4

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 1.6. Kerangka Pemikiran Untuk dapat merancang Sistem Informasi Perencanaan Kebutuhan Barang Daerah, maka terlebih dahulu melakukan analisis system. Untuk lebih memperjelas maka di gambarkan kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar 2 Pihak terkait pengelolaan barang 2. Analisis Sistem 2.1 Analisis Sistem Berjalan

5

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 Gambar 3 Flowmap current system

Gambar 4. Sistem baru (usulan)

6

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 3. PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pemodelan Data NewSystem
pembantu pengelola barang

RK BMD telah dikoreksi dan verifikasi

RK BMD 1 data barang standar harga

info standar harga pengguna barang data SKPD info RK BMD sistem perencanaan kebutuhan barang daerah standar sarana dan prasarana RKA SKPD info standar sarana dan prasarana DK BMD kepala daerah

+

info RKA SKPD

laporan hasil RK BMD

DPA SKPD

Tim APBD

Gambar 5.Diagram konteks perencanaan kebutuhan barang daerah Rancangan aliran data yang digunakan dalam perancangan sistem perencanaan barang daerah di DPPKAD kab. Garut yaitu dengan menggunakan Data Flow Diagram. Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) menggambarkan keterhubungan antar entitas yang ada pada system, maka perlu dilakukan desain entity relationship diagram sehingga nantinya diperoleh gambaran setiap fungsi yang ada pada system yang akan dirancang. Adapun ER-D untuk system perencanaan kebutuhan barang daerah adalah sebagai berikut: 3.2.1

7

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011

Gambar 6. ER-Diagram perencanaan kebutuhan barang daerah 4. Kesimpulan Berdasarkan kajian, tinjauan teori yang dimiliki, serta dari hasil analisis dan perancangan Sistem Informasi Perencanaan Barang Milik Daerah di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset, kesimpulan yang dapat diambil yaitu: 1. Sistem informasi perencanaan barang milik daerah ini merupakan alat bantu yang dapat membantu meringankan pekerjaan dalam mengelola perencanaan barang daerah. 2. Dengan adanya fasilitas pencarian data standar harga barang secara otomatis dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan. 3. Mengurangi waktu dalam melakukan verifikasi yang sesuai dengan standar harga.

8

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 01 2011 DAFTAR PUSTAKA Amsyah, Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005. Data-data dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Garut. 2010 Dewitz, Sandra Donaldson, “System Analysis and Design and The Transmition to Objects”, McGraw-Hill, Singapore, 1996. Fathansyah, “Basis Data”, Informatika, Bandung, 2004. Jogiyanto, HM, “Analisis Dan Desain Sistem Informasi”, Andi, Yogyakarta, 2005. Ladjamudin, Al-Bahra, “Analisis dan Desain Sistem Informasi”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005. Kendall & Kendall, “Analisis Dan Perancangan Sistem”, Jilid 1, Edisi Bahasa Indonesia, PT.Prenhallindo, Jakarta, 2006. Kristanto, Andri, “Perancangan Sistem Informasi Dan Aplikasinya”, Gava Media, Yogyakarta, 2008. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 6 Th. 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Jakarta. 2006. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Jakarta. 2007. Peraturan Bupati Garut No. 413 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Kabupaten Garut, Garut. 2008.

9

Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Teknik Informatika

ISSN: 1412-3614

Jurnal ALGORITMA
Volume 09, Nomor 02 April 2011, pp. 10-16 9, 02,

ANALISIS SISTEM INFORMASI PEMESANAN KAMAR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN UNIFIED APPROACH Bunyamin bunyamin@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Dini Destiani dini_destiani@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Eko Retnadi ekoretnadi@sttg.ac.id retnadi@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut ABSTRAK Internet pada saat ini telah berkembang dalam pemanfaatannya, tidak hanya untuk berkomunikasi melainkan dijadikan sebuah media pemasaran sebuah jasa ataupun produk. Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam Garut merupakan salah satu pengaplikasian sistem yang terkomputerisasi dalam bidang teknologi informasi melalui internet. Tujuan dari perancangan sistem ini adalah merancang sistem informasi pemesanan kamar berbasis web di Resort Banyu Alam Cipanas Garut, sebagai media atau sarana informasi semua fasilitas serta ketersediaan kamar yang di inginkan, sehingga pengunjung bisa dengan mudah dan cepat memesan kamar di Resort Banyu Alam. Metode perancangan sistem yang digunakan merupakan metodologi berorientasi objek yaitu Unified Approach (UA) dikemukakan oleh Ali Bahrami (1999) yang terdiri dari tahapan tahapan-tahapan Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD), serta menggunakan Unified Modelling Language (UML) untuk memodelkan kebutuhan sistem. Tahapan Tahapantahapan yang dilalui dalam proses analisis dan perancangan sistem anatara

10

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 02 2011 lain, identifikasi aktor, pengembangan activity diagram, pengembangan use case diagram, pengembangan interaction diagram (sequence diagram), pengembangan class diagram, perancangan layer akses, dan perancangan layer antarmuka. Dari hasil analisis dan desain yang dilakukan di Resort Banyu Alam akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan analisis pemodelan object oriented menggunakan unified approach diperoleh class-class yang dibutuhkan oleh sistem. Kata Kunci: Web, Pemesanan Kamar, Unified Approach (UA) , Unified Modelling Language (UML). 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan perhotelan yang merupakan salah satu bagian dari sektor pariwisata mengalami pertumbuhan, yang diperlihatkan dengan semakin banyaknya industri pariwisata dan pengembangan hotel. Salah satunya adalah tempat wisata yang berada di Kabupaten Garut yang terkenal dengan nama Cipanas. Banyaknya pengunjung yang hendak menikmati wisata di Cipanas sering kali membuat semua hotel di Cipanas menjadi penuh sehingga para wisatawan bayak yang tidak kebagian penginapan atau hotel karena tidak mengetahui ketersediaan kamar. Diperlukan antisipasi untuk kenyamanan para pengunjung misal nya dengan menggunakan sebuah kemajuan teknologi komputerisasi dimana internet pada saat ini marak digunakan oleh berbagai kalangan. Resort Banyu Alam merupakan resort baru yang belum memiliki media promosi melalui internet, maka dengan pembuatan web di internet diharapkan menjadi salah satu cara efektif Untuk mempermudah pengunjung dalam melakukan pemesanan kamar dan megetahui informasi tentang Resort Banyu Alam. Perancangan sistem ini perlu adanya metode untuk menganalisis dan mendesain sebuah sistem. 1.2 Identifikasi Masalah Dalam perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi, antara lain: 1. Banyaknya calon tamu yang tidak mengetahui ketersediaan kamar yang mereka inginkan. 2. Tamu memesan kamar harus datang langsung atau melalui telepon yang membutuhkan waktu dan biaya. 3. Tamu tidak mengetahui tipe-tipe kamar yang dimiliki resort Banyu Alam serta harga sewa kamar.

11

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 02 2011 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah merancang sistem informasi pemesanan kamar berbasis web di Resort Banyu Alam Cipanas Garut, sebagai media atau sarana informasi semua fasilitas serta ketersediaan kamar yang di inginkan, sehingga apabila sistem ini diterapkan pengunjung bisa dengan mudah dan cepat memesan kamar di Resort Banyu Alam. 1.4 Pembatasan Masalah Perancangan sistem informasi pemesanan kamar berbasis web ini di batasi atas hal-hal sebagai berikut : a. Ruang lingkup pembahasan adalah hanya pada pemesanan kamar dari berbagai tipe dan yang disimulasikan pemesanan kamar dengan contoh harga weekday. b. Pemesanan kamar dilakukan secara on-line yaitu melalui website. c. Semua transaksi pemesanan kamar yang sudah dilakukan tamu akan tersimpan pada history reservasi tamu (member). d. Pembayaran dilakukan dengan transfer melalui Bank BCA, cara pembayaran tersebut hanya berupa simulasi. e. Konfirmasi pemesanan melalui alamat email info@banyualam.com, alamat email tersebut hanya berupa contoh alamat email. f. Laporan yang dihasilkan dari sistem adalah berupa laporan hasilpemesanan kamar harian. g. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999) yang terdiri pada tahap analisis serta perancangan. h. Tahap analisis dan perancangan sistem menggunakan bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML) dengan menggunakan softwareRational Rose. i. Sistem dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP untuk interface program dan MySQL 5.0 Comunity sebagai database. j. Web server menggunakan software xampp dan untuk menguji sistem dilakukan pada localhost.

12

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 02 2011 1.4. Kerangka Pemikiran

Gambar 1. Kerangka Pemikiran 1.5. Metode Pengembangan Sistem Dalam Unified Approach terdiri dari tahapan Object Oriented Analysis dan Object Oriented Design. 1. Tahap analisis : Identifikasi aktor, pengembangan diagram use case dan diagram aktifitas, pengembangan diagram interaksi, Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method, pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya. 2. Tahap perancangan : Perancangan kelas, asosiasi, metode dan atribut, menyaring (Memeriksa) UML Class Diagram, perancangan layer akses dan layer antarmuka , pengujian.

13

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 02 2011 2. Analisis Sistem 2.1. Activity Diagram pada Sistem Informasi Pemesanan Kamar

Gambar 2. Activity Diagram pada Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam

14

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 02 2011 2.2. Use Case Diagram untuk Sistem Informasi Pemesanan Kamar

Gambar 3. Use Case Diagram untuk Sistem Informasi Pemesanan Kamar Berbasis Web di Resort Banyu Alam 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil kajian dan tinjauan teori yang ada, kesimpulan yang diambil dari hasil analisis dan perancangan Sistem Informasi Pemesanan Kamar berbasis web ini adalah sebagai berikut: 1. Dari hasil Tahapan analisis yang dilakukan di Resort Banyu Alam dengan pemodelan object oriented menggunakan unified approach diperoleh class-class yang diusulkan untuk kebutuhan sistem yang akan dirancang diantaranya class data tamu, class transaksi, class data kamar, dan class laporan. 2. Kelas-kelas yang teridentifikasi dari tahap analisis dikaji ulang dari sisi atribut serta method-methodnya pada masing-masing kelas dengan menambahkan beberapa informasi pada masing-masing atribut dan method berupa visibilitas, serta untuk atribut ditambahkan informasi tipe data masing-masing atribut. 3. Dari hasil tahap perancangan layer akses dan layer antarmuka yang dirancang berdasarkan class diagram pada tahap sebelumnya dapat menampilkan informasi utama tentang Resort Banyu Alam.

15

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 02 2011 DAFTAR PUSTAKA Amsyah, Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama,Jakarta, 2005. Bahrami, Ali, “Object Oriented Systems Development”, Irwin McGrawHill,Singapore, 1999. Booch, Grady; Jacobson, Ivar; and Rumbaugh, James, ”The Unified ModelingLanguage User Guide”, Addison Wesley Longman, Inc.,Massachusetts., 1999. Hariyanto, Bambang, ”Rekayasa Sistem Berorientasi Objek”, Informatika,Jakarta, 2004. Jogiyanto, ”Analisis dan Desain”, Andi, Yogyakarta, 1999. Kadir, Abdul, “Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP”,Andi, Yogyakarta, 2003. Kroenke, David M. ”Dasar-dasar, Desain, dan Implementasi DatabaseProcessing (Edisi Kesembilan-Jilid 1)”, Erlangga, Jakarta, 2005. Munawar, “Pemodelan Visual dengan UML”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005. Nugroho, Adi, ”Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek”, Informatika, Bandung, 2005 _______, Adi, ”Rational Rose Untuk Pemodelan Berorientasi Objek”,Informatika., Bandung., 2005. Santosa, Insap,”Interaksi Manusia dan Komputer Teori dan Praktek”, Andi,Yogyakarta, 2004. Sommerville, Ian, ”Software Engineering”, Erlangga, Jakarta, 2003. Whitten, Jeffry; D. Bentley, Lonnie; and C. Dittman, Kevin, ”Metode Desain danAnalisis Sistem”, The McGraw-Hill Education, Massachusetts dan Tim Penerjemah ANDI, Yogyakarta, 2004. www.oldversion.com/Macromedia_Dreamweaver.html, Internet; diakses Juli 2010. www.phpeasystep.com/downloadsview.php, Internet; diakses Juli 2010. www.visual-paradigm.com, Internet; diakses November 2009

16

Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Teknik Informatika

ISSN: 1412-3614

Jurnal ALGORITMA
Volume 09, Nomor 03, April 20 pp. 17 -25 , 2011,

ANALISIS SISTEM PEMESANAN ALAT TULIS KANTOR

Eri Satria eri_satria@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Bunyamin bunyamin@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut

Rd. Erwin Gunadhi erwin_gunadhi@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut

ABSTRAK Teknologi informasi diperlukan juga oleh Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut, untuk meningkatkan pelayanan terhadap kegiatan diantaranya adalah Informasi Pemesanan dan Penerimaan Barang. Bagi pengelola Alat Tulis Kantor Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut teknologi informasi ini juga sangat diperlukan agar informasi-informasi untuk pengambilan keputusan dapat dihasilkan de informasi dengan tepat dan akurat, dengan demikian kesalahan kesalahan-kesalahan dalam membuat laporan dapat dihindari. Pada penelitian ini akan dirancang aplikasi pemesanan dan penerimaan alat tulis kantor. Metodologi pengembangan sistem yang dipakai pada perancangan aplikasi tem ini adalah dengan menggunakan metode waterfall yang dikemukakan oleh Sandra Donalson Dewitz (1996) yang terdiri dari tahapan tahapan-tahapan Preliminary Investigation, System Analysis, System Design, System

17

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 Implementation serta menggunakan Data Flow Diagram (DFD) untuk memodelkan kebutuhan sistem. Sistem baru yang dirancang akan mencoba memperbaiki kekurangan pada sistem lama, sehingga sistem dapat dijalankan dengan cepat, tepat dan akurat. Dalam sistem baru dilakukan dengan sistem komputerisasi, sehingga data–data dan laporan yang dibuat akan sesuai kenyataan yang sebenarnya. Kata Kunci: Aplikasi Pemesanan Dan Penerimaan Alat Tulis Kantor, Waterfall, Data Flow Diagram (DFD) 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang LAPAN adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia. Dalam pelaksanaan tugasnya dikoordinasikan oleh menteri yang bertanggung-jawab di bidang riset dan teknologi. Teknologi informasi diperlukan juga oleh Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut, untuk meningkatkan pelayanan terhadap kegiatan diantaranya adalah Informasi Pemesanan dan Penerimaan Barang. Bagi pengelola Alat Tulis Kantor Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut teknologi informasi ini juga sangat diperlukan agar informasi-informasi untuk pengambilan keputusan dapat dihasilkan dengan tepat dan akurat, dengan demikian kesalahan-kesalahan dalam membuat laporan dapat dihindari. 1.2. Identifikasi Masalah 1. Penginputan data Pemesanan dan Penerimaan ATK Studi Kasus di Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut 2. Pengolahan data Pemesanan dan Penerimaan ATK Studi Kasus di Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut 3. Pelaporan Kondisi akhir Pemesanan dan Penerimaan ATK Studi Kasus di Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut 1.3. Batasan Masalah Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah Sistem Informasi Pemesanan dan Penerimaan ATK dapat mempermudah dalam proses penginputan data? 2. Apakah Sistem Informasi Pemesanan dan Penerimaan ATK dapat mempermudah dalam proses pengolahan data? 3. Apakah Sistem Informasi yang baru dapat lebih mengefektifkan dalam pembuatan laporan?

18

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 1.4. Tujuan Penelitian Sedangkan tujuan sistem ini adalah : 1. Untuk membuat suatu sistem informasi yang terintegrasi sehingga informasi yang dibutuhkan lebih akurat. 2. Diharapkan dengan merancang sistem informasi stock barang ini dapat meningkatkan efektifitas yang ada pada sistem yang lama. 3. Mampu melaksanakan studi kelayakan dan analisa sistem untuk kebutuhan informasi, spesifikasi masalah dan alternatif pemecahannya. 1.5.Metode Pengembangan Sistem Proses perancangan sistem melewati beberapa tahapan dari sistem itu direncanakan sampai sistem tersebut diterapkan. Berikut digambarkan Metode Waterfall atau Sistem Development Life Cycle (siklus hidup pengembangan system) dimana metode ini memerlukan beberapa tahapan sebagai berikut :

Identifikasi Kebutuhan Analisa Design Code Test Change Over Maintenance
Gambar1. Siklus Hidup

19

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 1.6. Kerangka Pemikiran

Identi fikasi Kebutuhan Analisa Design Code Test Change Over Maintenance

Gambar 2 Kerangka pemikiran

20

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011

2. Analisis Sistem 2.1. Flowchart Pemesanan Barang

Gambar 3. Flowmap sistem lama pemesanan barang

21

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 2.2. Flowmap Penerimaan Barang

Gambar 4. Flowmap sistem lama penerimaan barang

22

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 3. Desain Sistem 3.1 Flowmap sistem baru pemesanan barang

Gambar 3. Flowmap sistem baru pemesanan barang

23

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 3.2 Flowmap Sistem Baru Penerimaan Barang

Gambar 4. Flowmap Sistem Baru Penerimaan Barang 3.3 Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) menggambarkan keadaan aliran data yang ada pada kegiatan Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN – Pameungpeuk Garut. Sistem yang digunakan adalah program yang masih sederhana, namun semua itu cukup membantu aliran datanya.

24

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 03 2011 3.4 Contex Diagram

Gambar 4.3 Contex Diagram

4. Kesimpulan Dari uraian yang tertulis pada pendahuluan, analisis sistem yang berhubungan dengan Sistem Informasi Pemesanan dan Penerimaan Alat Tulis Kantor di Koperasi Instalasi Uji Terbang Roket LAPAN Pameungpek Garut maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Bahwa sistem pengolahan data mengenai Pemesanan ATK masih terdapat kekurangannya, karena pada sistem tersebut masih dilakukan secara manual. 2. Sistem baru yang dirancang akan mencoba memperbaiki kekurangan pada sistem lama, sehingga sistem dapat dijalankan dengan cepat, tepat dan akurat. Dalam sistem baru dilakukan dengan sistem komputerisasi, sehingga data – data dan laporan yang dibuat akan sesuai kenyataan yang sebenarnya. 3. Mempermudah petugas koperasi dalam pembuatan laporan yang sesuai dengan informasi. DAFTAR PUSTAKA Fatansyah, Ir.1999. Database. Bandung: Informatika Fatansyah, Ir.1992. Sistem. Bandung: Informatika. Jogiyanto, H,M. 1989. Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset. Jogiyanto, H.M. 1999. Bagan Alir. Yogyakarta: Andi Offset. Prof. Dr. Sukamto Reksohadiprodjo, M.Com.1988. Manajemen koperasi edisi 5. Yogyakarta: BPFE

25

Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Teknik Informatika

ISSN: 1412-3614

Jurnal ALGORITMA
Volume 09 Nomor 04, April 2 , 2011, pp. 26-34

PPEMBANGUNAN APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN BERDASARKAN SYMPTOM
Asep Dedy Supriatna asepdeddy_supriatna@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Erwin Gunadhi erwin_gunadhi@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut Partono partono@sttg.ac.id Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1, Garut

ABSTRAK Dalam membangun sistem pakar diagnosa penyakit pernapasan, sistem ini menggunakan metodologi pengembangan sist sistem pakar yang terdiri dari tahap penilaian keadaan, tahap akuisisi pengetahaun, tahap perancangan sistem, tahap tes, dan tahap dokumentasi. Sistem pakar ini menggunakan basis pengetahuan dan mesin inferensi yang merupakan pembeda dengan sistem yang lain. Basis pengetahuan pada sistem pakar yang sedang asis dirancang dan dibangun berasal dari literatur yang berhubungan dengan penyakit sistem pernapasan. Inferensi yang digunakan pada sistem pakar ini adalah menggunakan cara Forward Chaining. Hasil dari sistem pakar yang telah dibangun adalah program aplikasi sistem pakar penegakan diagnosa penyakit sistem pernapasan berdasarkan symptom dimana masukannya berupa gejala. Keluaran dari sistem merupakan penentuan jenis penyakit dan solusi terhadap penyakit

26

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011 berdasarkan gejala. Pada sistem pakar ini, hasil keluaran tersebut sudah benar dan sesuai dengan masukan. Kata Kunci : Sistem Pakar, Diagnosa Penyakit, Sistem Pernapasan. 1. Pendahuluan Dalam dekade terakhir ini perkembangan dalam diagnosa dan pengobatan penyakit sistem pernapasan amat pesat. Diagnosa dan pengobatan penderita penyakit Sistem Pernapasan melibatkan peralatan-peralatan yang canggih dengan biaya dan obat-obatan yang sangat mahal. Untuk itu perlu perencanaan yang baik dan pendekatan yang rasional untuk mendapatkan efisiensi dalam diagnosa penyakit Sistem Pernapasan. Diagnosa adalah penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya. Dimana diagnosa tersebut dilakukan berdasarkan gejalagejala yang teramati. Sejalan dengan berkembang intelegensia buatan maka komputer sebagai alat bantu diagnosa telah banyak dipakai. Sistem diagnosa merupakan salah satu bidang aplikasi sistem pakar yang mencoba meniru dalam proses pengambilan keputusan oleh seorang pakar dalam melakukan diagnosa berdasarkan gejala-gejala yang teramati. Beberapa hal yang menjadi daya tarik dalam pengembangan sistem diagnosa ini, yaitu : 1. Pengetahuan dari pakar adalah sumber yang terbatas dan mahal. Karena untuk mengkonsultasikan suatu masalah kepada pakar, seseorang harus menyediakan waktu untuk bertemu pakar dan menyediakan dana untuk biaya konsultasi tersebut. 2. Memudahkan dan mempercepat proses penyerapan pengetahuan pakar oleh orang bukan pakar sehingga membuat lebih banyak orang yang bisa bertindak seperti seorang pakar. 3. Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karena menjadi lebih efisien, karena dengan demikian dapat ditarik kesimpulan atas masalah yang terjadi dan dapat mengambil tindakan yang benar untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem diagnosa yang dibangun tidak bisa diamati unjuk kerjanya tanpa adanya sistem lain yang menjadi objek. Sistem yang menjadi objek disini adalah sistem pakar diagnosa penyakit Sistem Pernapasan dengan pertimbangan dari orang-orang yang akan menggunakan sistem pakar ini. Ruang lingkup dari sistem pakar ini adalah orang-orang yang berkepentingan dalam hal diagnosa penyakit pernapasan, misalnya untuk pendidikan perawat atau yang terkait dengan profesi kesehatan di rumah sakit. Sistem ini dirancang dan dibangun supaya para pengguna memilki perkiraan atas jenis penyakit yang menyerang seseorang berdasarkan gejala-gejala awal yang diderita orang tersebut sehingga pengguna memilki informasi awal tentang

27

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011 suatu penyakit. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sistem Pernapasan berdasarkan symptom dapat dipakai oleh para perawat dan profesi kesehatan di rumah sakit. 2. Analisis Sistem 2.1. Penilaian Keadaan Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu. Aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit sistem pernapasan berdasarkan symptom akan mengindentifikasi gejala yang diajukan oleh pengguna dan mengolahnya menjadi suatu informasi nama penyakit serta memberikan solusi layaknya seorang pakar dalam bidang sistem pernapasan. 2.2. Akuisisi Pengetahuan Teknik representasi pengetahuan yang dipergunakan yaitu rule (aturan) sebuah struktur pengetahuan yang menghubungkan beberapa informasi lainnya sehingga dapat ditarik kesimpulan. Sebagai contoh dari representasi pengetahuan, penyusun akan mengambil salah satu contoh penyakit yaitu Penyakit Tuberkulosis (TB) menggunakan kode penyakit ”PYKT01” dan memiliki kelompok gejala sebagai berikut: 1. Kode gejala “A.1” yakni Batuk darah,Batuk lebih dari 4 minggu,Demam dengan suhu rendah,Gejala Flu,Tidak enak badan (Malaise),Nyeri dada 2. Kode gejala “A.2” yakni Keringat saat malam hari, Hilangnya nafsu makan, Batuk produktif, Napas/dada terasa sakit Gejala-gejala pada Tuberkulosis diberi kode “G01” untuk kelompok gejala yang pertama dan kode “G02” untuk kelompok gejala yang kedua. Berdasarkan literatur yang dikutip pada penyakit sistem pernapasan, maka penyakit ini memilki solusi Pemberian obat isoniazid (INH), rifampisin ®, pirazinamid (Z), streptomisin (S) dan etambutol (E), pemberian obat setidaknya 9 bulan atau lebih lama. Solusi ini memiliki kode “S1”. Kodekode yang telah dibuat berdasarkan basis pengetahuan. Penjelasan dari contoh representasi pengetahuan di atas adalah sebagai berikut : 1. Tuberkulosis memilki kode penyakit “PYKT01”. “PYKT” merupakan singkatan yang diambil dari kata “PENYAKIT” dan “01” merupakan posisi no urut dari susunan kode yang menunjukan posisi pertama. 2. Gejala–gejala yang terdapat pada contoh merupakan gejala dari penyakit Tuberkulosis (TB). Gejala-gejala tersebut diambil dari literatur yang dijelaskan pada sub bab 2.6 tentang penyakit Tuberkulosis (TB). Gejalagejala pada penyakit Tuberkulosis memilki kode “G01” dan “G02”. “G” 28

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011 merupakan kode yang diambil dari kata “GEJALA” sedangkan untuk “ 01” dan “02” merupakan kode urut dari gejala. Solusi penyakit diberi kode S1. “S” merupakan singkatan dari kata “SOLUSI” dan “1” merupakan no. urut dari solusi. Dalam membuat aturan inferensi, menggunakan Forward Chaining dimana pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis. Untuk memperjelas aturan Forwad Chaining ini, penyusun memberikan contoh diagnosa penyakit sistem pernapasan pada penyakit Tuberkulosis (TB). Adapun aturan dari adalah sebagai berikut : 1. Kode “G01” dan kode “G02” merupakan gabungan dari gejala kelompok 1 dan kelompok 2. Kode “PYKT01” merupakan nama penyakit dan kode “S1” merupakan solusi penyakit. 2. Maksud dari aturan pada gambar 4.1. adalah jika teradapat gejala “G01” dan gejala “G02” maka dapat diidentifikasi penyakitnya adalah Tuberkulosis dengan kode “PYKT01” dan solusi penyakit adalah dengan Pemberian obat isoniazid (INH), rifampisin ®, pirazinamid (Z), streptomisin (S) dan etambutol (E), pemberian obat setidaknya 9 bulan atau lebih lama. Solusi ini memiliki kode “S1”.

2.3. Perancangan Sistem

Gbr 2. Diagram Konteks Perancangan Sistem Pakar

29

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011

Gbr 3. Data Flow Diagram Perancangan Sistem Pakar

Gbr 4. Data flow diagram level 1 pada proses 2 perancangan sistem pakar Entity Relationship Diagram (ERD)

Gbr 5. Relationship Diagram Data Penyakit Sistem Pernapasan

30

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011 Rancangan DataBase

Gbr 6. Rancangan tabel relasi

Hasil Tabel Relasi Menggunakan Microsoft Access 2003 Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan prosedur dari suatu program. Di atas telah ditunjukan flowchart proses pemberian informasi konsultasi pengguna dan flowchart proses diagnosa dan analisis data penyakit.

31

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011

Gbr 7. Flowchart proses pemberian Informasi konsultasi pengguna

Gbr 8. Flowchart Proses Diagnosis dan Analisis Data Penyakit

32

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011 Rancangan Struktur Menu

Gbr 9. Rancangan menu 2.4. Tahap Pengujian

Dengan menggunakan metode evaluasi BlackBox, maka pengujian (Testing) terhadap aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit sistem pernapasan memilki

33

Jurnal ALGORITMA, Vol.09 No. 04 2011 keluaran (output) yang Benar dan sesuai dengan harapan. Kata ”benar” mengacu pada pernyataan bahwa hasil keluaran dari aplikasi sistem pakar diagnosis penyakit sistem pernapasan sesuai dengan teori penyakit sistem pernapasan. 2.5. Tahap Dokumentasi Masukan (input) dari tahap dokumentasi adalah catatan dari awal sampai pekerjaan akhir dan dan keluaran (output) dibentuk dalam dokumen yang mungkin berguna bagi pengguna. Dokumen-dokumen itu antara lain : 1. Tampilan-tampilan antarmuka dari aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit sistem pernapasan 2. Tabel penyakit, tabel gejala, tabel solusi dan aturan (rule) inferensi pengetahuan. 3. Menampilkan source code (kode program) dari aplikasi yang dibangun. Menampilkan hasil dari pengujian 3. Kesimpulan Sistem pakar diagnosa penyakit sistem pernapasan berdasarkan symptom yang telah dibangun memilki keluaran sistem yang sudah benar sesuai dengan teori penyakit sistem pernapasan. Hal tersebut diperkuat oleh pendapat ahli dokter spesialis penyakit dalam. Pengembangan sistem pakar diagnosa penyakit harus sesuai dengan rekomendasi dokter ahli. DAFTAR PUSTAKA H. Alwi, et al., Kamus Besar Bahasa Indonesia, ed. ke-3, Jakarta: Balai Pustaka, 2007. E.J. Corwin, Buku Saku : Patofisiologi, ed. ke-3, Jakarta: EGC, 2009, pp 521-580. J. Durkin, Expert System Design and Development, Prentice-Hall InternationaL Inc. 1994. S. Kusumadewi, Artificial Intelligence: Teknik dan Aplikasinya, Jogjakarta: Graha Ilmu, 2003, pp. 107-120. B. Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi , Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005. A. Mansjoer,et al., Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapsius, 2008.

34

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->