P. 1
Laporan Praktikum Biologi

Laporan Praktikum Biologi

|Views: 2,439|Likes:
Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro 2012
Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro 2012

More info:

Published by: Mohammad Ridwan Setiyono on Dec 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

Pada tumbuhan monokotil, batang memiliki ukuran yang sama dari batang

sampai ujung. Tanaman monokotil tidak mempunyai cabang ikatan pembuluh

tertutup, tidak berkambium, mempunyai akar serabut, biji berkeping satu, dan biji

14

berkeping tiga Saktiyono (1989). Tumbuhan monokotil batangnya tidak

bercabang, mempunyai ruas batang, ikatan pembuluh tersebar dan bertipe

kolateral tertutup sedangkan akarnya tidak berkambium, tidak mempunyai stele

dan iktan pembuluh konsentris Pratiwi (2004).

Sedangkan pada tumbuhan dikotil, xylem merupakan untuk sirkulasi air

dan mineral dari akar. Xylem merupakan suatu jaringan pengangkut kompleks

yang terdiri dari berbagai macam bentuk sel. Epidermis adalah tersusun oleh

selapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Epidermis dapat membentuk

derivat antara lain menjadi sel silica dan sel gabus Poedjadi (1994). Tumbuhan

dikotil memiliki kambium, mempunyai embrio yang terdiri atas dua kotiledon,

kelopak bunga yang mempunyai kelipatan dua, empat, atau lima, daun menjari

dan bisa tumbuh berkembang menjadi besar Isnaeni (2006).

15

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa tumbuhan jagung mempunyai

akar serabut. Struktur akar tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar berupa

korteks, endodermis, empulur, dan berkas pembuluh. Semua itu dimiliki oleh

tumbuhan kacang tanah yang memiliki kambium. Secara umum juga struktur

batang tersususn atas epidermis. Perbedaan akar monokotil dan akar dikotil adalah

xylem pada tumbuhan dikotil mengumpul di bagian tengah silinder pusat, dengan

empulur yang kecil atau tanpa empulur, sedangkan pada tumbuhan monokotil

xylem dan floem letaknya berselang-seling. Perbedaan batang monokotil dan

dikotil adalah pada batang dikotil terdapat empulur (silinder pusat).

3.2. Saran

Berdasarkan praktikum pengamatan jaringan, praktikan harus mengamati

jaringan-jaringan tumbuhan dengan cermat dan teliti, agar bagian-bagiannya dapat

terlihat jelas dan diharapkan lebih hati-hati dalam penggunaan alat-alat praktikum

dan juga lebih fokus ketika sedang mengamati struktur jaringan tumbuhan jagung

dan kacang tanah.

16

DAFTAR PUSTAKA

Cahyana, D. 2003. Biologi. Erlangga, Jakarta.

Fried. 2000. Biologi. Erlangga, Jakarta.

Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Kanisius, Yogyakarta.

Pratiwi, P. A. 2004. Biologi. Erlangga, Jakarta.

Salisbury, Frank B dan Cleon W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB,
Bandung.

Saktiyono. 1989. Biologi. Bumi Aksara, Jakarta.

Sudjadi. 2005. Biologi. Erlangga, Jakarta

17

BAB I

METERI DAN METODE

Praktikum Biologi dengan materi Fotosintesis dilaksanakan pada hari

Rabu tanggal 10 Oktober 2012 pukul 11.00-13.00 WIB di Laboratorium Fisiologi

dan Biokimia Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas

Diponegoro, Semarang.

1.1. Materi

Alat yang digunakan dalam praktikum adalah kertas timah atau aluminium

foil untuk membungkus sebagian daun, penjepit kertas untuk menjepit aluminium

foil, cawan petri untuk meletakkan daun saat diberi JKJ, beker gelas tempat

melarutkan klorofil, lampu spirtus untuk memanaskan alkohol, pipet tetes untuk

meneteskan JKJ dan alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan. Bahan yang

digunakan yaitu daun gamal, alkohol untuk melarutkan klorofil, JKJ untuk

melihat daun yang beramilum atau tidak.

1.2. Metode

Metode praktikum dilakukan dengan cara memilih daun gamal yang

terkena sinar matahari secara langsung kemudian menutup bagian daun dengan

kertas timah atau aluminium foil dengan cara melipatkan kertas timah atau

aluminium foil pada permukaan daun selama 2 x 24 jam. Memasukkan daun

18

kedalam alkohol panas hingga dan tampak berwana putih atau klorofil larut.

Mengambil daun yang tekah dipanaskan lalu diletakkan dalam cawan petri,

meneteskan larutan JKJ pada permukaan daun hingga rata dan memperhatikan

warna yang terjadi.

19

BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->