Keluarga berencana (disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran

. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an. Ada pula sebuah lagu mengenai keluarga berencana yang sering dinyanyikan.

Daftar isi

 

1 Tujuan keluarga berencana o 1.1 Tujuan umum o 1.2 Tujuan khusus 2 Pandangan agama tentang keluarga berencana 3 Pranala luar

Tujuan keluarga berencana
Tujuan keluarga berencana di Indonesia adalah:

Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Tujuan khusus
  

Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi. Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran

Pandangan agama tentang keluarga berencana
Keluarga berencana termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat Islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan keluarga berencana dan yang menolak keluarga berencana. Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan keluarga berencana, diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Selain itu, program keluarga berencana juga didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak 1970, program keluarga berencana nasional telah meletakkan dasar-dasar mengenai pentingnya perencanaan dalam

Dari Jabir berkata: "Kami melakukan azl di masa Rasulullah SAW. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab untuk mendapatkan keturunan dan memperbanyak jumlah umat. Allah berfirman: “  Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Hal ini didasarkan pada firman Allah Qs. Di lain pihak. Maka dari itu. AlIsra':31 yang berbunyi: “ Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Hal tersebut yang paling sering diperdebatkan dalam Islam. maka hukumnya mubah. Hukum keluarga berencana dalam Islam dilihat dari 2 pengertian:  Tahdid an-nasl (pembatasan kelahiran) Jika program keluarga berencana dimaksudkan untuk membatasi kelahiran. Sedangkan metode di zaman ini yang tentunya belum pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW membutuhkan kajian yang mendalam dan melibatkan ahli medis dalammenentukan kebolehan atau keharamannya. tidak bolehnya membunuh anak apalagi karena takut miskin atau tidak mampu memberikan nafkah. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian. kita harus mempelajari pengetahuan tentang keluarga berencana dari beberapa sudut pandang sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas serta meyakinkan masyarakat tentang hukum keluarga berencana. Namun tentunya bukan asal banyak. karena sesungguhnya . Rasulullah Shallallahu walaihi wa sallam artinya: Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang. Kita mengenal keluarga berencana sebagai metode yang dipakai untuk mencegah kehamilan. beberapa ulama berpendapat bahwa keluarga berencana itu haram. Contoh metode pencegah kehamilan yang pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW adalah azl yakni mengeluarkan air mani di luar vagina istri atau yang lazim disebut sanggama terputus. Intinya. bagaimanapun motifnya. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki keturunanyang sangat banyak. Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran. namun tidak dilarang oleh Rasul. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian. Al-Isra' 31) ” Tanzhim an-nasl (pengaturan kelahiran) Jika program keluarga berencana dimaksudkan untuk mencegah kelahiran dengan berbagai cara dan sarana. —(Qs. tetapi berkualitas sehingga perlu dididik dengan baik supaya dapat mengisi alam semesta ini dengan manusia yang shalih dan beriman. dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya (HR Muslim)". Al-Isra' 31) ” Oleh karena itu. Berdasarkan keputusan yang telah ada sebagian ulama menyimpulkan bahwa pil-pil untuk mencegah kehamilan tidak boleh dikonsumsi. maka hukumnya haram. tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. Misalnya.keluarga. Bahkan terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak anak. —(Qs.mereka tidak memperbolehkan keluarga berencana.

sehingga mereka beribadah kepada Allah. maka tidak mengapa (menggunakan pil-pil tersebut) untuk keperluan ini. maka tidak terlarang mengkonsumsi pil-pil tersebut dalam waktu tertentu. untuk menjaga keselamatan jiwa. sehingga ia merasa ringan untuk kembali hamil. kesehatan atau pendidikan anak-anak. sehingga ia bisa mendidik dengan selayaknya. Dengan kata lain. seperti takut miskin. Namun keluarga berencana bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilandasi dengan niat dan alasan yang salah. dan Allah akan menjaga mereka dan tipu daya musuh-musuh mereka. sehingga berbahaya jika hamil. jika sudah memiliki anak banyak. Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan. tidak membolehkannya dan tidak menggunakannya kecuali darurat. Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu. melindungi kaum muslimin dengan izin Allah. penilaian tentang keluarga berencana tergantung pada individu masing-masing. sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang. mengatur jarak di antara dua kelahiran. maka hal itu tidak boleh. maka dapat disimpulkan bahwa keluarga berencana diperbolehkan dengan alasan-alasan tertentu misalnya untuk menjaga kesehatan ibu. atau anggota badan yang lain. Jika dalam keadaan darurat maka tidak mengapa. berjihad di jalan-Nya. seperti:   Sang istri tertimpa penyakit di dalam rahimnya. . takut tidak bisa mendidik anak. seperti setahun atau dua tahun dalam masa menyusui. Maka wajib untuk meninggalkan perkara ini (membatasi kelahiran).aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat lain di hari kiamat (dalam riwayat yang lain: dengan para nabi di hari kiamat) Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak. sedangkan isteri keberatan jika hamil lagi. Demikian juga. dan takut mengganggu pekerjaan orang tua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful