P. 1
Teori Teori Kewirausahaan

Teori Teori Kewirausahaan

|Views: 144|Likes:
Published by Kelli Phillips

More info:

Published by: Kelli Phillips on Dec 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

Teori Teori Kewirausahaan

:
1.

Richard Cantillon dan Jean Baptista Istilah Entrepreneurship pertama kali diperkenalkan oleh

Richard Catilon (1755), berasal dari kata Entreprende dalam bahasa perancis, yang secara harfiah berarti perantara. Awalnya istilah ini digunakan untuk mereka yang membeli barang dan menjualnya kembali dengan harga yang berbeda. istilah ini semakin populer setelah digunakan oleh Jean Baptista Say (1803), seorang pakar ekonomi, untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu meningkatkan sumber daya ekonomis dari tingkat produktifitas rendah ke tingkat produktifitas yang lebih tinggi). Pendapatnya erat terkait dengan banyaknya penemuan baru yang mendukung produksi pada abad 18 tersebut, antara lain penemuan mesin uap, mesin pemintal, dan sebagainya. Bersama dengan waktu, semakin banyak ahli yang membahas kewirausahaan dari berbagai sudut pandang dan mencetuskan definisi yang berbeda-beda tentang entrepreneurship. . 2. Joseph Alois Schumpeter Secara etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.Sedangkan dalam istilah “entrepreneur” berasal dari perkataan bahasa Perancis dan secara harfiah berarti perantara (Bahasa Inggris: Between-taker atau go-Between). Pada abad ke-19 dan permulaan

abad ke-20 para entrepreneur seringkali tidak dibedakan dengan kelompok manajer dan kelompok pengusaha terutama dipandang dari sudut perspektif ekonomi. Richard T. Elly dan Ralph H.Hess, yang dikutip oleh Winardi, menyatakan bahwa secara singkat seorang entrepreneur mengorganisasi dan mengoperasikan sebuah perusahaan untuk mencapai keuntungan pribadi. Ia membayar harga-harga yang berlaku untuk bahan-bahan yang digunakannya di dalam perusahaannya, misalnya untuk penggunaan tanah, di mana perusahaannya didirikan untuk sejumlah jasa-jasa pribadi yang dimanfaatkannya dan untuk modal yang digunakannya (modal pinjaman). Kemudian serta dan Ia ia menyumbangkan dalam hal dan rugi inisiatifnya, merencanakan, mengelola atau laba keterampilannya, mengorganisasi, perusahaannya. upayanya

mengorganisasi

menghadapi

kemungkinan

sehubungan dengan kejadian-kejadian yang tidak diduga semula dan yang tidak dapat dikendalikannya. Sisa bersih (netto) dari penghasilan tahunan perusahaannya setelah dikurangi semua biaya yang dikeluarkan menjadi laba atau ruginya. Pada pertengahan abad ke-20, muncullah pandangan tentang seorang entrepreneur sebagai seorang innovator (orang yang menemukan hal-hal baru/inovasi). Dalam beberapa dasawarsa pertama abad ini, dari segolongan kecil ahli ekonomi yang menumpahkan perhatian mereka terhadap masalah pembangunan, Joseph Schumpeter adalah yang paling terkemuka. Teorinya mengenai pembangunan ekonomi dikemukakan untuk pertama kalinya dalam salah satu bukunya yang terkenal, yaitu: The Theory of Economic

Development, yang diterbitkan dalam tahun 1911 dan ditulis dalam bahasa Jerman. Baru pada tahun 1934 buku tersebut diterbitkan dalam proses bahasa Inggeris. Sejak ditebitkannya lanjut utama buku tersebut mengenai Schumpeter mengembangkan dan lebih faktor teorinya yang

pembangunan

menentukan

pembangunan ekonomi , dan teorinya yang lebih lengkap mengenai pembangunan ekonomi dikemukakan dalam buku: Business Cycle yang diterbitkan pada tahun 1939. Salah satu pendapat Schumpeter yang penting, yang selanjutnya merupakan landasan bagi teori pembangunannya, adalah keyakinannya bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang pesat. Tetapi walaupun demikian, dalam jangka panjang Schumpeter memberikan ramalan yang sangat pesimistik mengenai proses pembangunan, yaitu sistem kapitalisme akhirnya akan mengalami keadaan tidak pendapat dalam Schumpeter panjang Alois berkembang atau stagnation. Jadi berbeda dengan pandangan akan tidak proses

kebanyakan ahli ekonomi Klasik, yang juga meramalkan bahwa jangka pembangunan tidak ekonomi mengalami keadaan yang demikian. Joseph Schumpeter sependapat dengan pandangan ahli-ahli ekonomi Klasik yang menganggap bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang bersifat gradual dan yang berjalan secara harmonis. Menurut pendapatnya pertambahan dalam pendapatan Negara dari masa ke masa perkembangannya sangat tidak stabil dan keadaanya ditentukan oleh besarnya kemungkinan untuk menjalankan pembentukan modal yang menguntungkan yang akan dilakukan oleh para

pengusaha.

Ketidakstabilan

ini

berarti

bahwa

dalam

proses

pembangunan ekonomi, kemakmuran dan depresi akan timbul secara silih berganti. Pada suatu masa tertentu perekonomian akan mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja yang tinggi dan pada masa lainnya pengangguran ini oleh Marx, yang serius mungkin terjadi. yang bahwa lancar, Pandangan Schumpeter ekonomi sangat yang bersamaan juga harmonis Tetapi dengan dan

dikemukakan perkembangan tengah

berpendapat

tidak

selalu

melainkan selalu mengalami kemundurna-kemunduran di tengahkemajuan-kemajuan yang terjadi. persamaan pendapat mereka hanya terbatas pada aspek tersebut, karena dalam berbagai persoalan lain pandangan kedua-dua ahli ekonomi tersebut sangat berbeda sama sekali dan sangat bertentangan satu sama lain. Misalnya, Schumpeter sangat yakin bahwa system kapitalisme adalah lebih baik daripada system komunisme, sedangkan Marx berpendapat sebaliknya.[6] Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori itu ditunjukkan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi: memperkenalkan barang-barang memproduksikan baru, mempertinggikan efisiensi dalam sesuatu barang, memperluas pasar sesuatu

barang ke pasaran-pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi perusahaan dengan tujuan mempertinggi efisiensinya.

Di dalam mengemukakan teori pertumbuhannya Schumpeter memulai analisisnya dengan memisalkan bahwa perekonomian sedang dalam keadaan tidak berkembang. Tetapi keadaan ini tidak akan berlangsung lama. Pada waktu keadaan tersebut berlaku segolongan pengusaha menyadari tentang berbagai kemungkinan untuk mengadakan inovasi yang menguntungkan. Didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dari mengadakan pembaruan tersebut, mereka akan meminjam modal dan melakukan penanaman modal. Inovasi yang baru ini akan meninggikan tingkat kegiatan ekonomi Negara. Maka pendapatan masyarakat akan bertambah untuk dan tingkat konsumsi menjadi barang bertambah dan tinggi. Kenaikan tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan lain menghasilkan lebih banyak melakukan penanaman modal baru. Maka menurut Schumpeter, investasi boleh dibedakan dalam dua golongan, penanaman modal outonomi dan penanaman modal terpengaruh. Penanaman modal outonomi adalah penanaman modal yang ditimbulkan oleh kegiatan ekonomi yang timbul sebagai akibat kegiatan inovasi. Sedangkan penanaman modal terpengaruh adalah penanaman modal modal yang dilakukan sebagai akibat dari adanya kenaikan dalam produksi, pendapatan, penjualan, atau keuntungan perusahaanperusahaan. Dari kedua jenis penanaman modal tersebut, penanaman modal terpengaruh adalah yang lebih besar jumlahnya. Menurut Joseph Alois Schumpeter , perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap (tak ada laba, tidak ada suku bunga, tidak ada tabungan, tidak ada investasi, tidak ada pengangguran terpaksa). Keseimbangan ini ditandai "arus sirkuler". Pembangunan adalah perubahan yang spontan dan

terputus-putus

pada

saluran-saluran

arus

sirkuler

tersebut,

gangguan terhadap keseimbangan yang selalu mengubah dan mengganti keadaan keseimbangan yang ada sebelumnya. Unsur utama pembangunan adalah inovasi dan pengusaha merupakan tokoh kunci di dalam analisa Schumpeter. Pengusaha adalah inovator. Menurut Schumpeter makin tinggi tingkat kemajuan sesuatu perekonomian makin terbatas kemungkinan untuk mengadakan inovasi. Maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi bertambah lambat jalannya. Pada akhirnya akan tercapai tingkat “keadaan tidak berkembang” atau stationary state. Akan tetapi , berbeda dengan pandangan Klasik, dalam pandangan Schumpeter tingkat keadaan tidak berkembang itu dicapai pada tingkat pembangunan yang tinggi. (Dalam pandangan Klasik dijelaskan bahwa tingkat tersebut dicapai pada waktu perekonomian telah berada kembali di tingkat ) pendapatan cukup hidup, yaitu pada tingkat pendapatan yang sangat rendah. Joseph Schumpeter mengemukakan pandangannya; “Fungsi para entrepreneur adalah mengubah atau merevolusionerkan pola produksi dengan jalan memanfaatkan sebuah penemuan baru (invention) atau secara lebih umum, sebuah kemungkinan teknologikal untuk memproduksi sebuah komoditi baru, atau memproduksi sebuah komoditi lama dengan cara baru, membuka sebuah sumber suplai bahan-bahan baru, atau suatu cara penyaluran baru atau mereorganisasi sebuah industri baru”. Schumpeter berkeyakinan bahwa pembangunan ekonomi terutama diciptakan oleh inisiatif dari golongan pengusaha yang

inovatif atau golongan entrepreneur, yaitu golongan masyarakat yang mengorganisasi dan menggabungkan faktor-faktor produksi lainnya untuk menciptakan barang-barang golongan dapat yang diperlukan yang para masyarakat. Mereka merupakan yang masyarakat oleh

menciptakan inovasi atau pembaharuan dalam perekonomian. Pembaharuan-pembaharuan pengusaha. Sebagai pencipta pembaharuan kegiatan para pengusaha harus dibedakan dengan kegiatan seorang pemimpin perusahaan dan pemilik modal. kegiatan Pemimpin perusahaan dalam (manager) suasana hanya struktur memimpin memproduksi diciptakan

organisasi dan teknik memproduksi yang tidak berubah. Sedangkan para pengusaha terutama berusaha menciptakan pembaharuan dan perbaikan atas kegiatan-kegiatan ekonomi yang telah ada. Hanya apabila pemimpin perusahaan melaksanakan pula pembahruanpembaharuan, mereka dapat digolongkan sebagai pengusaha yang inovatif atau entrepreneur. Begitu pula pemilik modal tidak dapat disamakan dengan pengusaha, karena pemilik modal hanya menyediakan modal sedangkan pengusaha merupakan orang yang menggunakan modal tersebut untuk menciptakan pembaharuan dalam perekonomian. Akhirnya, kegiatan pengusaha perlu pula dibedakan dengan kegiatan penyelidik-penyelidik ilmiah yang secara terus menerus berusaha menemukan barang-barang yang baru atau yang lebih baik, proses produksi yang baru atau organisasi perusahaan yang lebih efisien. Penemuan yang mereka ciptakan (invention) belum merupakan pembaharuan (innovation) dalam masyarakat dan belum merupakan pula pembangunan ekonomi selama belum ada usaha untuk menggunakan penemuan

tersebut dalam kegiatan untuk memproduksikan barang-barang yang diperlukan masyarakat. Fungsi yang demikian dilakukan oleh para yang pengusaha. lebih baik Dengan mutunya, demikian, proses para penyelidik yang ilmiah dan fungsinya hanya terbatas kepada menemukan barang baru, barang produksi baru sebagainya. Penemuan-penemuan tersebut merupakan

pembaharuan yang potensial. Mereka memerlukan tindakan para pengusaha untuk mengumpulkan modal dan faktor-faktor produksi lainnya untuk menciptakan pembaharuan yang sebenarnya. Maka menurut cukup pendapat Schumpeter penemuan baru, walaupun merupakan syarat yang perlu, tetapi merupakan syarat yang belum untuk menciptakan pembaharuan dan pembangunan ekonomi. Pembaharuan, dan selanjutnya pembangunan ekonomi, baru tercipta apabila penemuan-penemuan baru yang terjadi digunakan oleh para pengusaha untuk menciptakan pembaharuanpembaharuan di dalam perekonomian. Perubahan-perubahan yang sangat mengurangi peranan para pengusaha dapat dibedakan dalam tiga golongan. Pertama, perkembangan ekonomi akan menyebabkan teknologi kegiatan pembaharuan peristiwa dan yang pengembangan rutin. Tugas telah menjadi

mengembangkan hal tersebut akan dilakukan oleh orang-orang yang khusus ditugaskan untuk melakukan hal tersebut, yang dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan. Dengan demikian kegiatan pembaharuan sekarang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang dipimpin oleh pimpinan perusahaan yang sangat terdidik. Kedua, pembangunan ekonomi akan menghancurkan rangka dasar institusionil system kapitalisme, yaitu modernisasi akan menciptakan perusahaan-

perusahaan raksasa yang dipimpin oleh pimpinan perusahaan professional. Mereka ini kebanyakan mempunyai sikap sebagai pegawai dan bukan sebagai pengusaha yang inovatif. Sedangkan para pemegang saham, yang menjadi pemilik perusahaan, sangat terpisah dari kegiatan sehari-hari perusahaan dan dengan demikian tidak mampu menyumbangkan pikiran untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Akhirnya, pembangunan ekonomi akan menyebabkan system politik dan pemerintahan yang menjadi dasar dari sistem kapitalisme –yaitu system kerajaan dan tuan tanah— mengalami kehancuran dan digantikan oleh system pemerintahan dan politik yang dikuasai oleh saudagar, pemilik modal dan industrialis. Di samping ketiga-tiga faktor penting di atas terdapat pula faktor lain yang akan membantu kehancuran kapitalisme, yaitu timbulnya kritik terhadap system sosial yang ada. Kritik tersebut terutama datang dari cendikiawan, yang jumlahnya berkembang dengan sangat pesat sebagai akibat dari perkembangan pendidikan. Di samping itu dalam system kapitalisme akan tercipta pula persatuan-persatuan buruh, yang akan menjadi rekan kaum cendekiawan untuk mengkritik dan menghancurkan system kapitalisme. Akhirnya, faktor lain yang menghancurkan system kapitalisme adalah pengaruh dari perkembangan pemikiran rasional dalam kehidupan keluarga, yaitu anggota keluarga menjadi bertambah sedikit dan mengurangi keinginan untuk menciptakan dinasti keluarga. Akibatnya keinginan untuk mengumpulkan harta bertambah lemah dan selanjutnya mengurangi keinginan para pengusaha untuk menciptakan pembaharuan. Padahal kegiatan pembaharuan yang dilakukan oleh para pengusaha akan

mempertinggi pendapatan masyarakat dan menaikkan tingkat konsumsi mereka. Kenaikan tersebut akan mendorong perusahaanperusahaan lain untuk memperbesar tingkat produksinya dan mengadakan penanaman modal baru. Demikian sekilas uraian tentang teori Joseph Alois Schumpeter dalam dunia entrepreneurship atau kewirausahaan yang dapat disimpulkan bahwa J.A.Schumpeter berpandangan proses pembangunan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan dan penurunan kegiatan ekonomi yang berjalan secara silih berganti. Dalam proses ini tingkat keseimbangan yang baru akan selalu berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada tingkat keseimbangan bahwa roses sebelumnya. pertumbuhan Meramalkan tersebut mengenai akhirnya proses akan pertumbuhan dalam system kapitalisme, Schumpeter berpendapat pada menciptakan suatu keadaan tidak berkembang atau stagnasi. Tetapi keadaan tidak berkembang tersebut tidaklah seburuk seperti yang digambarkan oleh kaum Klasik. Schumpeter berkeyakinan bahwa pembangunan ekonomi terutama diciptakan oleh inisiatif dari golongan pengusaha yang inovatif atau golongan entrepreneur, yaitu golongan masyarakat yang mengorganisasi dan menggabungkan faktor-faktor produksi lainnya untuk menciptakan barang-barang yang diperlukan masyarakat. Mereka merupakan golongan masyarakat yang menciptakan inovasi atau pembaharuan dalam perekonomian.

DAFTAR PUSTAKA

Tulisan Kasmir, “Ciri-Ciri Wirausaha”, Http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan.

2007,

dalam

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->