P. 1
pusat laba

pusat laba

|Views: 118|Likes:
Published by Arya Jaya Putra
pusat laba
pusat laba

More info:

Published by: Arya Jaya Putra on Dec 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

SISTEM PENGENDALIAN MENAJEMEN

MATERI KULIAH PUSAT LABA

Penyusun Oleh:

AFLY YESSIE, SE, Msi
PROGRAM S1 JURUSAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA Ta. 2008/2009

Manajer harus memiliki akses ke informasi relevan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan serupa. Kondisi-kondisi dalam Mendelegasikan Tanggung Jawab Laba Keputusan manajemen melibatkan usulan untuk meningkatkan beban dengan harapan bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam pendapatan penjualan.UMB Afly Yessie. Pelimpahan wewenang tersebut berbeda dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain. maka pusat ini disebut sebagai pusat laba (profit center). 1. Kelaziman Suatu Pusat Laba Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Keputusan semacam ini disebut sebagai pertimbangan biaya/pendapatan (expense/revenue trade-off). b.Pusat Laba Finansial suatu pusat tanggung jawab diukur dalam ruang lingkup laba (yaitu. maka ada dua kondisi yang harus dipenuhi. tetapi wewenang yang lengkap untuk menghasilkan laba tidak pernah dilimpahkan ke satu segmen tunggal dalam suatu bisnis. Suatu organisasi diubah menjadi organisasi di mana setiap unit utama bertanggung jawab baik atas produksi maupun pemasaran. Pertimbangan Umum Organisasi fungsional adalah organisasi di mana fungsi produksi atau pemasaran utama dilakukan oleh unit organisasi yang terpisah. a. SE. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan manajemen senior untuk dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif. Perusahaan membuat unit-unit bisnis karena mereka telah memutuskan untuk melimpahkan wewenang yang lebih luas kepada manajer-manajer operasi. Untuk dapat mendelegasikan keputusan trade-off semacam ini dengan aman ke tingkat manajer yang lebih rendah. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . Harus ada semacam cara untuk mengukur efektivitasnya suatu trade-off yang dibuat oleh manajer. dibandingkan jika harus menggunakan beberapa indikator (beberapa di antaranya menunjuk ke arah yang berbeda). maka proses ini disebut dengan istilah divisionalisasi. selisih antara pendapatan dan beban). Langkah utama dalam membuat pusat laba adalah menentukan titik terendah dalam organisasi di mana kedua kondisi di atas terpenuhi. 2.

lebih bebas untuk menggunakan imajinasi dan inisiatif-nya. Perusahaan-perusahaan tidak mengabaikan sistem-sistem tersebut melainkan tetap menggunakannya sebagai alat untuk mengimplementasikan strategi. maka pusat laba memberikan tempat pelatihan yang sempurna bagi manajemen umum. Karena pusat-pusat laba serupa dengan perusahaan yang independen. perusahaan-perusahaan tersebut menyadari kelemahan-kelemahan yang ada.UMB Afly Yessie. maka pusat laba sangat responsif terhadap tekanan untuk meningkatkan kinerja kompetitifnya. Manajemen kantor pusat bebas dari pengambilan keputusan harian sehingga dapat berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih luas. c. Para manajer mendapatkan pengalaman dalam mengelola seluruh area fungsional. SE. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Pada saat yang sama. • Kesadaran laba (profit consciousness) dapat ditingkatkan karena para manajer yang bertanggung jawab atas laba akan selalu mencari cara untuk meningkatkan labanya. Manfaat Pusat Laba Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba dapat memberikan manfaat sebagai berikut : • • • • • Kualitas keputusan dapat meningkat karena keputusan tersebut dibuat oleh para manajer yang paling dekat dengan titik keputusan. Kecepatan dan pengambilan keputusan operasional dapat meningkat karena tidak perlu mendapat persetujuan terlebih dahulu dan kantor pusat. dan manajemen yang lebih tinggi mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi potensi pekerjaan yang tingkatnya lebih tinggi. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . cenderung untuk menyetujui pengeluaran promosi yang dapat meningkatkan penjualan. dan banyak di antaranya yang mulai menggunakan suatu scorecard dengan kombinasi ukuran kinerja finansial dan nonfinansial.Perusahaan besar di AS melakukan divisionalisasi dan desentralisasi atas tanggung jawab laba pada tingkaf unit bisnis. misalnya. Manajer karena tunduk pada hanya sedikit batasan dan korporat. • Pusat laba memberikan informasi yang siap pakai bagi manajemen puncak (top • management) mengenai profitabilitas dan komponen-komponen individual perusahaan. Karena keluaran (output) yang dihasilkan telah siap pakai. (Seorang manajer yang bertanggung jawab untuk kegiatan pemasaran. Sistem-sistem pengendalian finansial juga mendapat banyak kritik selama lebih dari 20 tahun. sama halnya seperti manajer yang bertanggung jawab atas laba yang akan termotivasi untuk membuat promosi yang akan meningkatkan laba).

• Para manajer umum yang kompeten mungkin saja tidak ada dalam organisasi fungsional karena tidak adanya kesempatan yang cukup bagi untuk mengembangkan kompensi manajemen umum. Kecendungan ini khususnya terjadi ketika frekuensi pergantian manajer pusat laba relatif tinggi. maka kualitas keputusan yang diambil pada tingkat unit akan berkurang. • Perselisihan dapat meningkat karena adanya argumen-argumen mengenai harga transfer yang sesuai. Dalam situasi seperti ini. para manajer memiliki alasan yang tepat untuk percaya bahwa tindakan-tindakan yang mereka ambil tidak mempengaruhi profitabilitas sampai mereka pindah ke pekerjaan lain. dan kredit untuk pendapatan yang sebelumnya dihasilkan secara bersama-sama oleh dua atau Iebih unit bisnis. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . jika digunakan di unit lain. programprogram pelatihan. Dalam situasi seperti ini. pengalokasian biaya umum (common cost) yang tepat. Peningkatan laba untuk satu manajer dapat berarti pengurangan laba bagi manajer yang lain. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . • Jika manajemen kantor pusat lebih mampu dan memiliki informasi yang lebih baik daripada manajer pusat laba pada umumnya.UMB Afly Yessie. ataupun perawatan. Kesulitan dengan Pusat Laba Pusat-pusat laba dapat menimbulkan beberapa kesulitan: • Pengambilan keputusan yang terdesentralisasi akan memaksa manajemen puncak untuk lebih mengandalkan laporan pengendalian manajemen dan bukan wawasan pribadinya atas suatu operasi. dan pembukuan yang dibutuhkan. Karena ingin melaporkan laba yang tinggi. pegawai. • Divisionalisaai dapat mengakibatkan biaya tambahan karena adanya tambahan manajemen. • Unit-unit organisasi yang pernah bekerja sama sebagai unit fungsional akan saling berkompetisi satu sama lain.d. • Mungkin ada terlalu banyak tekanan atas profitabilitas jangka pendek dengan mengorbankan profitabilitas jangka panjang. sehingga mengakibatkan hilangnya pengendalian. seorang manajer dapät saja gagal untuk memberikan potensi penjualan ke unit lain yang lebih tepat untuk merealisasikannya. atau membuat keputusan produksi yang memiliki konsekuensi biaya yang tidak diinginkafl bagi unit lain. dan mungkin mengakibatkan duplikasi tugas di setiap pusat laba. manajer pusat laba dapat lalai melaksanakan penelitian dan pengembangan. menimbun pegawai atau peralatan yang akan lebih baik. SE. dan sudut pandang seluruh perusahaan.

Satu batasan adalah bahwa unit bisnis harus menyesuaikan diri terhadap sistem pengendalian manajemen dan akuntansi perusahaan. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . Unit Bisnis Sebagai Pusat Laba Semua proses unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba karena manajer yang bertanggungiawab atas unit tersebut memiliki kendali atas pengembangan produk. Batasan atas Wewenang Unit Bisnis Batasan dari Unit Bisnis Lain Salah satu masalah utama tenjadi ketika suatu unit bisnis harus berurusan dengan unit bisnis lain. a. (2) keputusan pemasaran (bagaimana. di mana. Para manajer tersebut berperan untuk mempengaruhi pendapatan dan beban sedemikian rupa sehingga dapat dianggap bertanggung jawab atas “laba bersih”. Sangatlah berguna untuk memikirkan pengelolaan suatu pusat laba dalam hal pengendalian atas tiga jenis keputusan: (1) keputusan produk (barang atau jasa apa saja yang harus dibuat dan dijual).• Tidak ada sistem yang sangat memuaskan untuk memastikan bahwa optimalisasi laba dari masing-masing pusat laba akan mengoptimalkan laba perusahaan secara keseluruhan. dan pemasaran. produksi. Batasan tersebut dapat menjadi masalah besar bagi unit unit yang baru diakuisisi dan perusahaan lain dan telah dirancang dengan menggunakan sistem yang berbeda. dan (3) batasan yang timbul dari nilai ekonomis sentralisasi. Unit-unit Fungsional Pusat Pengembangan Bahan Ajar . SE. Perusahaan-perusahaafl mengenakan batasan pada unit-unit bisnis karena kebutuhan akan keseragaman. dan berapa jumlah barang atau jasa yang akan dijual?). Batasan dari Manajemen Korporat Batasan-batasan yang dikenakan oleh manajemen korporat dikelompokkan menjadi tiga bagian: (1) batasan yang timbul dari pertimbangan-pertimbangan strategis.UMB Afly Yessie. Pusat Laba Lainnya a. dan (3) keputusan perolehan (procurement) atau sourcing (bagaimana mendapatkan atau memproduksi barang atau jasa). (2) batasan yang timbul karena adanya keseragaman yang diperlukan.

Pemasaran Aktivitas pemasaran dapat dijadikan sebagai pusat laba dengan membebankan biaya dan produk yang terjual. subunit yang ada dalam unit bisnis tersebut dapat saja terorganisasi secara fungsional. Tetapi. ukuran ini dapat menimbulkan masalah. Hal ini dapat dioperasikan kantor pusat dan divisi pelayanan perusahaan atau dapat dipenuhi di dalam unit bisnis itu sendiri. layanan konsumen. SE. Tidak ada prinsip-prinsip tertentu yang menyatakan bahwa jenis unit tertentu yang merupakan pusat laba sementara yang lainnya bukan. dan aktivitas pendukung sejenis dapat dijadikan sebagai pusat laba. dan jasa—sebagai pusat laba. Salah satu cara untuk mengukur aktivitas organisasi manufaktur secara keseluruhan adalah dengan menjadikannya pusat laba dan memberikan nilai berdasarkan untuk harga jual produk dikurangi dengan estimasi biaya pemasaran. Harga transfer yang dibebankan ke pusat laba harus berdasarkan biaya standar. transportasi. konsultan. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . di mana manajemen dinilai berdasarkan kinerja versus biaya standar dan anggaran overhead. dengan tujuan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan praktik standar untuk mengukur manajer pusat laba berdasarkan profitabilitasnya akan memberikan evaluasi terhadap trade-off yang dibuat. Unit bisnis tersebut membebankan biaya pelayanan yang diberikan. Harga transfer ini memberikan informasi yang relevan bagi manajer pemasaran dalam membuat trade-off pendapatan / pengeluaran yang optimal. Manufaktur Aktivitas manufaktur biasanya merupakan pusat beban. karena ukuran tersebut tidak mengindikasikan sejauh mana kinerja manajemen atas seluruh aspek dan pekerjaannya. Unit Pendukung dan Pelayanan Unit-unit pemeliharaan. dan bukan biaya aktual dan produk yang terjual. Keputusan pihak manajemen untuk pusat labanya haruslah berdasarkan besarnya pengaruh (bahkan jika bukan pengendalian total) yang dilaksanakan oleh manajer unit terhadap aktivitas yang mempengaruhi laba bersih. Tetapi. Terkadang lebih mudah untuk membuat satu atau lebih unit fungsional : misalnya aktivitas operasi pemasaran.UMB Afly Yessie. Dengan menggunakan dasar biaya standar memisahkan kinerja biaya pemasaran dan kinerja biaya manufaktur. di mana setiap unit diperlakukan sebagai unit penghasil laba yang independen. teknik. manufaktur.Perusahaan multibisnis biasanya terbagi ke dalam unit-unit bisnis. teknologi informasi. di mana hal ini mempengaruhi perubahan tingkat efisiensi yang berada di luar kendali manajer pemasaran.

SE. Pengukuian ini digunakan untuk perencanaan (planning). 1. Permasalahan dari argumen tersebut adalah bahwa alasannya tidak tepat.UMB Afly Yessie. Mengukur Profitabilitas Terdapat dua jenis pengukuran profitabilitas yang digunakan dalam mengevaluasi suatu pusat laba.finansial untuk menghasilkan bisnis yang mencukupi sehingga pendapatan setara dengan pengeluaran. pengukuran kinerja manajemen. dialokasikan ke pusat laba). Jenis-jenis Ukuran Kinerja Kinerja ekonomis suatu pusat laba selalu diukur dari laba bersih (yaitu. sama halnya seperti dalam mengevaluasi perusahaan secara keseluruhan. Alasan utama mengapa ini digunakan sebagai alat pengukur kinerja manajer pusat laba adalah bahwa karena beban tetap (fixed expense) berada di luar kendali manajer tersebut. ukuran kinerja ekonomis yang memiliki fokus pada bagaimana kinerja pusat laba sebagai suatu entitas ekonomi. yang memiliki focus pada bagaimana hasil kerja para manajer. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Organisasi Lainnya Suatu perusahaan dengan operasi cabang yang bertanggung jawab atas pemasaran produk perusahaan di wilayah geografis tertentu sering kali menjadi pusat laba secara alamiah. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . 2. b. termasuk porsi yang pantas untuk overhead korporat. sehingga para manajer harus memusatkan perhatian untuk memaksimalkan margin kontnibusi. laporan kinerja manajemen suatu toko cabang dapat memperlihatkan bahwa manajer toko tersebut memiliki kinerja yang sangat baik tetapi laporan kinerja ekonomisnya dapat memperlihatkan bahwa toko tersebut kehilangan posisinya di pasar dan harus ditutup karena adanya kondisi persaingan dan ekonomi yang tidak menguntungkan diwilayah tersebut. (1) Margin Kontribusi Margin kontribusi (contribution margin) menunjukkan rentang (spread) antara pendapatan dengan beban variabel. koordinasi (coordinating) dan pengendalian (controlling) kegiatan sehari-hari dari pusat laba dan sebagai alat untuk memberikan motivasi yang tepat bagi para manajer. pendapatan yang tersisa setelah séluruh biaya. Maksud dari kedua ukuran di atas berbeda satu sama lain Sebagai contoh.

hampir seluruh pengeluaran tetap dapat dikendalikan oleh para manajer. SE. pengeluaran yang terjadi dikantor pusat tidak termasuk dalam perhitungan ini. Jika biayabiaya ini termasuk dalam sistem pengukuran. Meskipun demikian. baik yang dikéluarkan oleh atau dapat ditelusuri langsung ke pusat laba tersebut tanpa mempedulikan apakah pos-pos ini ada dalam kendali manajer pusat laba atau tidak. paling tidak pada tingkat tertentu. Ukuran ini menggabungkan seluruh pengeluaran pusat laba. karena biaya-biaya yang dikeluarkan oleh staf di departemen korporat seperti bagian keuangan akuntansi dan bagian sumber daya manusia tidak dapat dikendalikan oleh manajer pusat laba maka manajer tersebut sebaiknya tidak dianggap bertanggung jawab untuk biaya tersebut. ini seluruh overhead korporat dialokasikan ke pusat laba berdasarkan jumlah relatif dari beban yang dikeluarkan oleh pusat laba. (2) LabaLangsung Laba langsung (direct profit) mencerminkan kontribusi pusat laba terhadap overhead umum dan laba perusahaan. Ada dua argumen utama yang menentang penggunaan metode ini: (1) laba setelah pajak sering kali merupakan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Kedua. (5) Laba Bersih Perusahaan mengukur kinerja pusat laba domestik berdasarkan laba bersih (net income) yaitu jumlah laba bersih setelah pajak. maka laba yang dihasilkan setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang dipengaruhi oleh manajer pusat laba tersebut. Dapat dikendalikan adalah pengeluaran-pengeluaran yang dapat dikendalikan. sulit untuk mengalokasikan jasa staf korporat dengan cara yang secara wajar mencerminkan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh setiap pusat laba. Ada dua argumen yang menentang alokasi ini. oleh manajer unit bisnis-layanan teknologi informasi. (3) Laba yang Dapat Dikendalikan Pengeluaran-pengeluaran kantor pusat dapat dikelompokkan menjadi dua kategori dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Kelemahan dari pengukuran laba langsung adalah bahwa ia tidak memasukkan unsur manfaat thotivasi dan biaya-biaya kantor pusat. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . Pertama. Kekurangan utama dari ukuran ini adalah karena ukuran tersebut tidak memasukkan beban kantor pusat yang tidak dapat dikendalikan maka ukuran ini tidak dapat langsung dibandingkan baik dengan data yang diterbitkan atau data asosiasi dagang yang melaporkan laba dari perusahaan-perusahaan lain di industri yang sama (4) Laba sebelum Pajak Dalam ukuran.UMB Afly Yessie.karena pada kenyataannya.

bahkan jika mereka tidak memiliki pengendalian penuh terhadap pos tersebut. dan pos-pos yang jelas tidak dipengaruhi harus dielimmnasi seperti fluktuasi dalam nilai tukar mata uang. SE. Banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian masalah pendapatan umum ini. Jika para manajer dapat mempengaruhi jumlah pajak yang dibayarkan oleh unit mereka.persentase yang konstan atas laba sebelum pajak dalam kasus mana tidak terdapat manfaat dengan memasukkan unsur pajak penghasilan. Jika seseorang hanya mernpertimbangkan pengukuran terhadap manajer jasa. Pertimbangan Manajemen Mengukur kinerja manajer pusat laba biasanya terjadi sebagam akibat dari kegagalan untuk memisahkan antara pengukuran kinerja manajer dengan pengukuran ekonomis suatu pusat laba. dan (2) karena banyak keputusan yang mempengaruhi pajak penghasilan dibuat di kantor pusat maka tidaklah tepat jika para manajer pusat laba harus menanggung konsekuensi dari keputusan-keputusan tersebut Pendapatan Memilih metode pengakuan pendapatan yang tepat sangatlah penting. suatu perusahaan mendelegasikan wewenangnya dalam pengambilan keputusan ke tingkat lebih Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dalam perusahaan pada umumnya. dan bahwa tenaga penjualan harus menyadari bahwa mereka tidak hanya bekerja untuk pusat laba tempat mereka bekerja melainkan juga untuk kebaikan selurub perusahaan. pos-pos ini mungkin meliputi seluruh biaya yang dikeluarkan oleh pusat laba. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . Perusahaan mengambil posisi bahwa identifikasi tanggung jawab yang tepat untuk penciptaan pendapatan merupakan sesuatu yang sangat sulit dilaksanakan. Perusahaan Iainnya mencoba menyelesaikan masalah tanggung jawab penjualan umum dengan memberikan nilai pada unit bisnis yang melayani pesanan atas produk yang dihasilkan oleh unit lain dengan cara memberikan imbalan seperti komisi untuk pialang atau suatu fee. maka mereka harus dinilai berdasarkan penghasilan unit setelah pajak. maka solusinya sering kali tampak nyata: Para manajer harus diukur berdasarkan pos-pos yang dapat mereka kendalikan. Dalam menetapkan suatu pusat laba. Rangkuman Pusat laba adalah suatu unit organisasi yang di dalamnya pendapatan dan beban diukur secara moneter. Apakah pendapatan dicatat ketika pesanan dibuat ketika pesanan dikirim ataukah ketika uang kas diterima.UMB Afly Yessie.

UMB Afly Yessie. Penilaian-penilaian yang berhubungan dengan pengukuran pendapatan dan biaya-biaya harus dipertimbangkan tidak hanya berdasarkan teknik akuntansi. Kuncinya adalah memasukkan beban dan pendapatan dalam laporan manajer pusat laba yang dipengaruhi oleh tindakan manajer tersebut. Msi SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN . SE. bahkan jika tidak secara penuh. Dalam kondisi tertentu. Batasan ini harus secara eksplisit disadari dalam aktivitas operasi pusat laba. penilaian tetap harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Batasan pada otonomi pusat laba mungkin ditimbulkan oleh unit-unit bisnis lain dan oleh manajemen korporat. Mengukur laba dalam suatu pusat laba melibatkan penilaian berkaitan dengan bagaimana pendapatan dan pengeluaran diukur. memusatkan perhatian yang lebih besar untuk profitabilitas.rendah yang memiliki informasi yang relevan dalam membuat trade-off pengeluaran/ pendapatan. Dalam hal pendapatan pilihan metode pengakuan pendapatan sangatlah penting. termasuk pajak penghasilan. melainkan yang lebih penting lagi adalah berdasarkan pertimbangan perilaku. dan memberikan pengukuran yang lebih luas atas kinerja manajemen yang merupakan beberapa di antara keunggulan-keunggulan yang ada. pengukuran dapat bervariasi mulai dari biaya variabel yang dikeluarkan pusat laba sampai overhead korporat yang dialokasikan penuh. meskipun fungsi produksi dan pemasaran dapat dijadikan sebagai pusat laba tersendiri. kualitas keputusan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dalam hal pengeluaran. Tindakan ini dapat meningkatkan kecepatan dalam pengambilan keputusan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->