TUGAS PRESENTASI KASUS BLOK ECCE III STASE BEDAH MULTIPLE TUMOR COLLI

PEMBIMBING dr. Kamal AgungWijaya, Sp.B Oleh : Karina Adistyarini Mina Rahmanda P Novia Mantari Muarif G1A009010 G1A009011 G1A009012 G1A009013

JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO

2012

Sp.B NIP.LEMBAR PENGESAHAN PRESENTASI KASUS BLOK ECCE III STASE BEDAH MULTIPLE TUMOR COLLI Disusun oleh : Karina Adistyarini Mina Rahmanda P Novia Mantari Muarif G1A009010 G1A009011 G1A009012 G1A009013 Telah diprensentasikan dan disetujui Pada tanggal 6 Desember 2012 Pembimbing. dr. 196712172006041001 . Kamal Agung Wijayana.

n.sternokleidomastoideus dan berlanjut ke garis tengah di leher untuk bertemu dengan fasia sisi lain. Kelompok kelenjar limfe yang lain adalah submental. retrofaring.facialis.carotis interna dan a.mammaria interna). fasia colli superfisialis membungkus m.I.carotis externa). Fasia colli media membungkus otot pretrakeal dan bertemu pula dengan fasia sisi lain di garis tengah yang juga merupakan pertemuan dengan fasia colli superfisialis.carotis communis . dan incsura jugularis dan tepi superior clavicula (di bawah). Inervasi oleh plexus cervicalis. Kelenjar yang terletak di segitiga submental dan submandibula . Ke dorsal fasia colli media membungkus a.vertebralis dan a. Pembuluh darah arteri pada leher antara lain a.vagus menjadi satu. Kelenjar limfe yang selalu terlibat dalam metastasis tumor adalah kelenjar limfe rangkaian jugularis interna yang terbentang antara klavicula sampai dasar tengkorak. setinggi cornu superior cartilago thyroidea bercabang menjadi a.jugularis interna). skalenus anterior dan supraclavicula.vagus. n. spinalis asesorius. Pembuluh darah vena antara lain v.carotis communis (dilindungi oleh vagina carotica bersama dengan v.jugularis interna dan n.vagus. Vasa lymphatica meliputi nnll. Fasia colli profunda membungkus m.prevertebralis dan bertemu ke lateral dengan fasia colli lateral.jugularis externa) dan nnll. servicalis superficial. paratrakeal. dan n.subclavia (bercabang menjadi a.cervicalis profundi (berjalan sepanjang v.glossopharyngeus.jugularis externa dan v. submandibula. media dan inferior. v. menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center Classification dibagi dalam 5 daerah penyebaran kelompok kelenjar yaitu daerah: I. PENDAHULUAN Leher merupakan bagian tubuh yang terletak antara inferior mandibula dan linea nuchae superior (diatas).Sistem aliran limfe leher penting untuk dipelajari karena hampir semua bentuk radang atau keganasan kepala dan leher akan terlihat dan bermanifestasi ke kelenjar limfe leher. dimana rangkaian ini terbagi menjadi kelompok superior.jugularis interna. Jaringan leher dibungkus oleh 3 fasia.jugularisinterna dan n. a. Daerah kelenjar limfe leher.cervicalis superficialis (berjalan sepanjang v.

omohioid dengan m. Tumor ini terjadi padatingkat tahunan sebesar 3% -7%. Kelenjar yang berada di segitiga posterior servikal Pada tahun 2003. Kelenjar yang terletak di 1/3 atas dan termasuk kelenjar limfe jugular superior.300 kasus kanker faring. alam sejarah. Grup kelenjar di daerah jugularis inferior dan supraclavicula V.400 kasus kanker rongga mulut. kelenjar digastik dan kelenjar servikal posterior superior III. diperkirakan bahwa kanker kepala dan leher akan terdiri dari2% -3% dari seluruh kanker di Amerika Serikat dan untuk 1% -2% dari semua kematiankanker.500 kasusdan 8.II. Selain itu. Kebanyakan pasien dengan kanker kepala dan leher (regional nodal kanker leher memiliki penyakit metastasis pada saat diagnosis 43% danmetastasis dalam 10%. IV. Total ini mencakup 19. dan pendekatan terapeutik . sternokleidomastoid. dan 50% -75% dari kanker baru seperti terjadi disaluran aerodigestive atas atau paru-paru.sternokleidomastoid dan batas posterior m.Kanker kepala dan leher mencakup berbagai kelompok tumor biasa yangseringkali agresif dalam perilaku biologis mereka.Anatomi kepala dan leher adalah kompleks dan dibagi menjadi situs dan subsites. pasien dengan kanker kepala dan leher sering berkembang menjadi tumor primer kedua.Masing-masing tumor memiliki epidemiologi yang unik. Kelenjar limfe jugularis diantara bifurkasio karotis dan persilangan m. kanker laring 9. anatomi.

yaitu benjolan di daerah leher .. kebanyakan penulismendapatkan perbandingan dalam jenis kelamin wanita lebih banyak dari laki-laki = 3 : 1 dengan umur rata-rata 40-70 tahun. Tahun 1974.Umumnya dari jumlah tersebut 60% diantaranya tumor primernya tidak pernahditemukan. 60% penderita kebanyakan datangdengan hanya satu keluhan. tetapi tumor metastasis ini tidak terdapatdi leher melainkan terdapat di daerah costovetebral. ROCHANI menunjukan 1 kasus dengan tumor metastasis yang asalnya tidak diketahui.Umumnya tumor primer dapat ditemukan kecuali pada 5-15% penderita. Sejak tahun 1976 di temukan 2 orang penderita dimana terdapatmetastasis kelenjar getah bening di leher dengan tumor primer yang tidak diketahui asalnya.

Rangsangan fisik berulang yaitu gesekan atau benturan pada salah satu bagian tubuh yang berulang dalam waktu yang lama merupakan rangsangan yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker pada bagian tubuh tersebut. tumor dapat merupakan kelainan congenital. TINJAUAN PUSTAKA A. virus. dan zat karsinogenik. Pada 50% kasus benjolan pada leher berasal dari tiroid. kista branchial .II. hormone. rahim. 10 % berasal dari peradangan atau kelainan kongenital. Etiologi dan Predisposisi Secara umum. Definisi Tumor colli adalah setiap massa baik kongenital maupun didapat yang timbul pada segitiga anterior atau posterior leher diantara klavikula pada bagian inferior dan mandibula serta dasar tengkorak pada bagian superior. Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada kelainan ini . benjolannya dapat berupa benjolan yang timbul sejak lahir atau timbul pada usia kanakkanak bahkan terkadang muncul setelah usia dewasa. berhubungan dengan jenis kelamin. B. radiasi). karena luka atau cedera pada tempat tersebut tidak sempat sembuh dengan sempurna. Kelainan kongenital yang sering terjadi di daerah leher antara lain adalah hygroma colli . Zat yang terdapat pada asap . Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara. infeksi. dan juga di tengah-tengah di bawah dagu. Karsinogenik (bahan kimia.benjolan yang paling sering terletak di leher samping bagian kiri atau kanan di sebelah atas . usia. Kelainan kongenital adalah kelainan yang dibawa sejak lahir. indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria). gaya hidup. akibat gangguan genetic. rangsangan fisik berulang. 40% benjolan pada leher disebabkan oleh keganasan. Ukuran benjolan bisa kecil beberapa cm tetapi bisa juga besar seperti bola tenis. kista ductus thyroglosus.

Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker.1 patogenesis tumor . Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Sinar ultra-violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Gambar 2.rokok dapat menyebabkan kanker paru pada perokok dan perokok pasif (orang bukan perokok yang tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau sinar radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukemia.

hemangioma. obat-obatan dan alkohol. kista brankial (Kista Bronkhiogenik) 1. pembentukan sakus primitive telah sempurna. vena mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala yang di daerah tertentu. Pada embrio usia 2 bulan.Gambar 2. Ketika virus menginfeksi ibu. Bila hubungan saluran kea rah sentral tidak terbentuk maka timbullah penimbunan cairan yang akhirnya membentuk kista berisi cairan. cold abcess. maka virus akan masuk ke dalam tubuh . Higroma kistik dapat terjadi akibat beberapa factor antara lain: Dapat disebabkan oleh infeksi karena virus selama masa kehamilan dan penyalahgunaan zat. Beberapa tumor colli yang banyak ditemukan adalah higroma kistik (limfangioma). pathogenesis 2 tumor. Kelainan ini dapat meluas ke segala arah seperti ke jaringan sublingualis di mulut. tumor glomus caroticus. akan berkembang menjadi sakus limfatikus. Higroma kistik (limfangioma) Anyaman pembuluh limfe yang pertama kali terbentuk di sekitar pembuluh.2. Hal ini paling sering terjadi di daerah leher (higroma kistik koli). Infeksi pavovirus merupakan yang paling sering terjadi.

18. Hemangioma bersifat. abnormalitas kromosom termasuk trisome 13. biasanya pada umur 9-12 bulan. Hemangioma muncul di setiap tempat seperti kepala.dan menyerang ke plasenta dan dapat menyebabkan higroma pada janin. pertumbuhannya relatif cepat dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Perkembangannya sangat lambat dimana terjadi inflamasi . sangat sulit untuk memprediksi durasi dari pertumbuhan dan fase involusi untuk setiap individu. Walaupun perjalanan penyakit dari hemangioma sudah diketahui. Superfisial hemangioma biasanya mencapai ukuran yang maksimal sekitar 6-8 bulan. tapi sekitar 20% mempunyai pengaruh pada bayi dengan lesi yang multipel. muka. kaki atau dada. 21 dan 47 XXY juga dapat menyebabkan higroma kistik. leher. 3.olid. Jarang sekali hemangioma menunjukkan pertumbuhan tumor pada saat lahir. Bila besar maksimum sudah tercapai. Hemangioma memiliki diameter beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. tapi hemangioma yang lebih dalam mungkin berproliferasi untuk 12-14 bulan. Seringkali. warnanya merah terang bila jenis strawberry atau biru bila jenis kavernosa. dimana terjadi abnormalitas pada wanita yang mempunyai satu kromosom X disbanding yang mempunyai dua kromosom X. Mayoritas higroma kistik yang ditemukan pada masa prenatal banyak dihubungkan dengan Syndrom Turner. Cold abcess Suatu abses yang umumnya berhubungan dengan tuberculosis. Gambaran klinis umum ialah adanya bercak merah yang timbul sejak lahir atau beberapa saat setelah lahir. 2. hemangioma bisa berada di superfisial dan di dalam kulit. Hemangioma Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak / tumor vaskuler jinak akibat proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah. warnanya menjadi merah gelap.

Dimana pada anak-anak dijumpai keluhan pireksia. sementara itu MRI dapat .ringan.menunjukkan proses multiple lebih lanjut dan dapat di evaluasi. dari ukuran sebesar kacang sampai telur ayam. Abses pada psoas dapat joga merupakan masalah sekunder yang berhubungan dengan spondylitis tuberculosa atau berhubungan dengan penyakit infeksi pada usus. Pada gambaran radiology mungkin memberikan gambaran adanya erosi tulang lokal pada abses atau adanya perluasan kompresi pada organ. Sedangkan abses primer biasa ditemukan pada pasien dengan penyakit sickle cell. nyeri pada region flank serta keluhan lain pada panggul. letaknya dibatas atas kartilago tiroid. atau berlobulasi dan muncul gerakan kelateral namun gerakan ke vertikal terbatas. Bervariasi ukurannya. 4. Alat sinogram akan d perluasan abses didemonstrasikan pada abses. Tumor ini licin. panggul. pertumbuhan lambatdan terbatas di leher saja. immunocompromised individuals dan penyandang HIV positif. Tumor glomus caroticus Merupakan tumor yang jarang terjadi terdapat pada kemoreseptor badan karotis yang muncul sebagai benjolan tidak nyeri pada bungkus karotis. Ultrasonografi sangat berguna untuk menunjukkan adanya pembesaran musculus psoas ditunjukkkann dengan gambaran hypoechogenic. Meskipun abses primer pada psoas jarang dijumpai pada anak-anak di Negara berkembang akan tetapi tidak jarang kita menemukan di Negara tropic dan subtropik dengna kondisi social-ekonomi yang lemah. Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri di lingkungan yang sering menimbulkan adanya infeksi. Tipe abses ini mungkin dapat muncul dimanapun bagian tubuh tetapi terutama ditemukan pada tulang belakang. tapi ini bukan hasil yang akurat dibandingkan hasil yang ditunjukkan oleh CT-scan. nodus limfatik. atau daerah genital. Sangat jarang menimbulkan efek penekanan pada nervus hipoglosuss. drug user. Invasi . simpatica servical atau arteri karotis interna. dan berubah menjadi nyeri hanya ketika terjadi tekanan pada daerah sekitar.

sternokleidomastoideus. Arkus brankialis ke-3 membentuk os. krikoid. Fistel terletak di depan m. Hormon. Genetic. Fistel yang masuk ke sinus pirifomis berasal dari celah brankialis ketiga. Gaya hidup. Bila penutupan terjadi sebagian. C. virus. Keras dan putih. sebelah kranial dari fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila leher ditegangkan dengan cara menarik ke kaudal. seperti spons dan kaya vascularisasi. Sinus dari celah brankialis keempat tiak pernah ditemukan. karsinogenik (bahan kimia.sternokleidomastoid dan mengeluarkan cairan. Jaringan ini menuju ke kraniodorsal sepanjang tepi depan m. Usia. atau merupakan lekukan kecil yang dapat ditemukan unilateral atau bilateral. Fistel kranial dari tulang hioid yang berhubungan dengan meatus akutikus eksternus berasal dari celah brankialis pertama.stenokleidomastoid. . Kista dapat langsung diekstirpasi. Infeksi. Sinus atau fistel mungkin berupasaluran yang lengkap tau mungkin menutup sebagian. Patofisiologi Kelainan congenital.hioid. Bila terbuka ke kulit akan menjadi fistel. kista dan tulang rawan ektopik. Fistulografi mungkin memperlihatkan masuknya bahan kontras ke faring.sternokleidomastoideus berasal dari celah brankialis kedua. Rangsangan fisik berulang. radiasi) dapat menimbulkan tumbuh atau berkembangnya sel tumor. sedangkan arkus brankialis ke-4 membentuk skelet laring yaitu rawan tiroid. Gender / jenis kelamin. dan aritenoid. Kista brankial (Kista Bronkhiogenik) Kelainan brankiogen dapat berupa fistel. sisanya dapat membentuk kista yang terletak agak tinggi di bawah sudut rahang. Fistel diisi bahan warna. 5. kemudian dapat disi bahan pewarna. Pada palpasi. Pada anamnesa diketahui bahwa kista merupakan benjolan sejak lahir. Fistel brankial sisa celah brankialis ke-2 akan terdapat tepat di depan m.malignansi ke struktur lokal dan limfonodi jarang terjadi. Fistel yang buntu akan membengkak dan merah. Fistel anatara fosa tonsilaris ke pinggir depan m.

D. tumbuh menyusup ke jaringan sehat sekitarnya. Biopsi dengan tujuan untuk mengetahui jenis neoplasma. sehingga tumor jinak pada umumnya tidak cepat membesar. Anamnesis Anamnesa tertuju pada penderita yang dicurigai dan pada kelompok resiko tinggi. Penyusupan sel kanker ke jaringan sehat pada alat tubuh lainnya dapat merusak alat tubuh tersebut sehingga fungsi alat tersebut menjadi terganggu. Resonansi magnetik nuclear dan Skintigrafi. 2. Penegakan Diagnosis 1. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan adalah biopsi dan eksplorasi. sedangkan eksplorasi dengan tujuan utama melihat asal tumor dari mana dan sudah sampai ke mana mana yang dapat dideteksi dengan teknik Pencitraan (Imaging). sehingga tumor ganas pada umumnya cepat menjadi besar. Tomografi Komputer (CT Scan). Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dengan orientasi tertuju pada organ yang dicurigai serta organ penyebab yang umum terjadi pada suatu keganasan 3. Sedangkan sel tumor pada tumor ganas (kanker) tumbuh cepat. . Sel tumor pada tumor jinak bersifat tumbuh lambat. Pemeriksaan Rontgen Konvensional. sehingga digambarkan seperti kepiting dengan kaki-kakinya mencengkeram alat tubuh yang terkena. sekitarnya secara serempak Sel tumor mendesak jaringan sehat terbentuk simpai (serabut sehingga pembungkus yang memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat). membuat anak sebar (metastasis) ke bagian alat tubuh lain yang jauh dari tempat asalnya melalui pembuluh darah (hematogen) dan pembuluh getah bening (limfogen) dan tumbuh kanker baru di tempat lain. Oleh karena bersimpai maka pada umumnya tumor jinak mudah dikeluarkan dengan cara operasi.Sel tumor dapat bersifat benign (jinak) atau bersifat malignant (ganas).

Fine Needle Biopsi Dengan jarum diambil kemudian diletakkan diobyek glass dan diperiksa di PA. keluar dalam bentuk seperti benang kemudian diperisa di PA. lendir. Patokan dibagian bedah tumor ≤3 cm dan tidak ada perlekatan dengan jaringan disekitarnya.Biopsi dapat dilakukan dengan cara eksisi yaitu dilakukan pada tumor tumor kecil. Kriteria Diagnosis Diagnosis klinis berasal dari histopatologinya. darah kemudian dibuat preparat darah hapus. bentuk dan ukuran bervariasi Sering . yaitu pemotongan sebagian kecil tumor. ekstensi dan Gambaran mitotik Anaplasia Polaritas Biasanya jarang Tidak ada Teratur Tidak teratur . 4. Core biopsi/ trephine dengan jarum yang lebih besar. mungkin atipik Dalam derajat berbagai Substrat. serta dapat dengan cara pemeriksaan sitologi preparat dahak. Kriteria histopatologis: Jinak/ benigna Pertumbuhan Sifat pertumbuhan Prognosa Faktor genetic Faktor resiko Struktur inti Lambat Tak menyebar Baik Bentuk. hiperkromatik. warna normal Ganas/ maligna cepat menyebar buruk + + Besar. Insisi. ukuran. lokasi. Patokan tumor besar dan sudah ada perlekatan dengan jaringan sekitar dan ada hal hal lain yang berkaitan. Dilakukan pada tumor besar. kriteria yang jelas tidak disebutkan.

Prognosis Jika hasil biopsi menunjukkan gambaran histologipatologi jinak.Infiltrasi lokal Kapsul Rekrensi Metastase Efek sistemik Tidak ada kecuali angioma Ada Tidak ada / jarang Tidak ada Jarang Biasanya ada Tidak ada Sering Sering Sering E. prognosis dapat mengarah ke molam. yaitu salah satu atau kombinasi dari beberapa prosedur berikut : Pembedahan (Operasi) Penyinaran (Radioterapi) Pemakaian obat-obatan pembunuh sel kanker (sitostatika/khemoterapi) Peningkatan daya tahan tubuh (imunoterapi) Pengobatan dengan hormone 2. Penatalaksanaan 1. tujuan utama untuk mengurangi penderitaan / rasa sakit F. . Medikamentosa Pengobatan kanker pada dasarnya sama. mengurangi cacat. Nonmedikamentosa Paliatif. Ad vitam Ad sanationam Ad functionam : ad bonam : ad bonam : ad bonam Namun jika hasil biopsi menunjukkan histopatologi gambaran ganas. maka prognosisnya adalah.

tulang. Metastase regional ke limfonodi sekitar seperti supraklavikula dan aksila. hati. otak.G. Komplikasi Jika terbukti ganas. serta metastase jauh ke paru. berkemungkinan terjadi metastase regional maupun metastase jauh. . dan kulit.

dan tidak dirasakan nyeri pada benjolan. dan usulan pemeriksaan penunjang. Kasjo berusia 52 tahun dicurigai menderita tumor multipel colli. Untuk menentukan keganasan benjolan abnormal tersebut disarankan pemeriksaan penunjang biopsi. yang semakin membesar. . Dari anamnesis didapatkan keluhan adanya benjolan di leher kanan yang timbul sejak 1 tahun yang lalu.5 cm. dengan diameter 1.III. Pada pemeriksaan fisik. teraba dengan konsistensi kenyal. warna tumor sama dengan kulit sekitar. pemeriksaan fisik. mobile. tidak nyeri dan berbatas tegas dengan permukaan rata atau tidak berbenjol. KESIMPULAN Tn. yang didasarkan atas anamnesis.

PH. Cancer imunol Immunother. 50:3 Robbins. Kumar. A listing of human tumor antigen recognized by T cell.. Lancet 358: 345. 2001.. 2001. 2001. Hanahan. Mol aspects med. D. JS. 2000. The molecular biology of cancer.DAFTAR PUSTAKA Bertram. Krammer. 2007. Derangement of apoptosis in cancer.100: 57. . Renkvist... 21:167 Eichhorst. Jakarta: EGC. Cell. Weinberg. The hallmarks of cancer. Buku Ajar Patologi Edisi 7 Volume 2. ST. RA. Cotran. N.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful