P. 1
Interaksi Obat Dengan Obat Lain

Interaksi Obat Dengan Obat Lain

|Views: 143|Likes:
Published by Lee Diah

More info:

Published by: Lee Diah on Dec 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2016

pdf

text

original

1. Interaksi obat dengan obat lain a.

Transamin (Asam Traneksamat) resiko penggumpalan darah meningkat jika digunakan dengan kontrasepsi oral yang mengandung Estrogen. b. Ranitidine Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek/toksisitas siklosporin (meningkatkan serum kreatinin), gentamisin (blokade neuromuskuler), glipizid, glibenklamid, midazolam (meningkatkan konsentrasi), metoprolol, pentoksifilin, fenitoin, kuinidin, triazolam. Mempunyai efek bervariasi terhadap warfarin. Antasida dapat mengurangi absorpsi ranitidin. Absorpsi ketokonazol dan itrakonazol berkurang; dapat mengubah kadar prokainamid dan ferro sulfat dalam serum, mengurangi efek nondepolarisasi relaksan otot, cefpodoksim, sianoklobalamin (absorpsi berkurang), diazepam dan oksaprozin, mengurangi toksisitas atropin. Penggunaan etanol dihindari karena dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung. c. Metronidazol Dengan Obat Lain : Efek Cytochrome P450 : menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderate) Meningkatkan efek/toksisitas : Etanol dapat menyebabkan reaksi seperti disulfiram. Warfarin dan metronidazol dapat meningkatkan bleeding time (PT) yang menyebabkan perdarahan. Simetidin dapat meningkatkan kadar metronidazol. Metronidazol dapat menghambat metabolisme cisaprid, menyebabkan potensial aritmia; hindari penggunaan secara bersamaan. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas lithium. Metronidazol dapat meningkatkan efek/toksisitas benzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, siklosporin, turunan ergot, HMGCoa reduktase inhibitor tertentu, mirtazapine, nateglinid, nefazodon, sildenafil ( dan PDE-5 inhibitor yang lain), takrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 yang lain. Menurunkan efek: fenobabital, fenobarbital (inducer enzim yang lain), dapat menurunkan efek dan waktu paro metronidazol

d. Ciprofloxacin Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Meningkatkan efek toksik dari substrat CYP1A2 (seperti; aminofilin, fluvoxamine, mexiletin, mirtazapin, ropinirol, trifluoperazin), gliburid, metotreksat, ropivacaine, teofilin, dan warfarin. Jika digunakan dengan kortikosteroid maka akan dapat meningkatkan kerusakan tendon. Jika digunakan dengan foscarnet dapat meningkatkan efek kejang. Probenezid kemungkinan meningkatkan kadar siprofloksasin. Menurunkan efek: Antasida, suplemen elektrolit oral, quinapril, sukralfat, kemungkinan juga siprofloksasin dapat menurunkan kadar fenitoin

e. Ceftriaxon

Dengan Obat Lain :Chephalosporin : menigkatkan efek antikoagulan dari derivat kumarin(Dikumarol dan Warfarin) Agen urikosurik: (Probenesid, Sulfinpirazon) dapat menurunkan ekskresi sefalosporin, monitor efek toksik. 2. Obat dengan makanan dan minuman a. Ampicillin (Viccillin) : Makanan dapat memperlambat absorpsi obat b. Bisacodyl (Dulcolax) : Makanan yang mengandung susu dapat melarutkan lapisan/salut gula, tablet bisacodyl dilapisi oleh salut enterik yang bertujuan untuk mencegah obat mengiritasi lambung. c. Ciprofloxacin (Ciproxin) : Makanan yang mengandung kalsium dapat menyebabkan terbentuknya ikatan kompleks yang susah di absorpsi. d. Tetracycline (Tetrin) : Makanan dapat menurunkan absopsi obat sekitar 46%. Produk susu dapat menyebabkan terbentuknya ikatan kompleks yang susah diabsopsi sehingga menurunkan absopsi obat sekitar 20-75%.

e. Theophylline (Theobron) : Absopsi obat meningkat apabila diminum bersama makanan yang mengandung tinggi lemak. Hal ini dapat beresiko toksik/berbahaya di dalam tubuh. f. Konsumsi alkohol dengan obat anti histamin atau anti alergi (seperti obat alergi, flu, dan batuk) dapat menambah rasa kantuk dan memperlambat performa motoric dan mental. Selain itu juga, konsumsi alkohol yang bersamaan dengan parasetamol dapat meningkatkan kerusakan hati dan pendarahan lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari konsumsi makanan yang mengandung alkohol berlebihan seperti tape ketan atau tape beras g. Makanan berkolesterol tinggi Saat penderita asma mengkonsumsi makanan berkolesterol maka terjadi peningkatan sel imun yang disebut neutrophils pada saluran napas. Neutrophils merupakan indikator adanya peradangan jika kosentrasinya tinggi pada suatu jaringan tertentu maka dicurigai terdapat peradangan pada jaringan tersebut. Adanya peradangan pada saluran napas dapat menyebabkan kekambuhan Asma, makanan berkolesterol juga menghambat kinerja obat asma seperti teofilin. Makanan berkadar lemak tinggi juga menghambat efektivitas obat anti kolesterol seperti gemfibrozil. h. Makanan fermentasi Makanan hasil fermentasi seperti keju mengandung tyramine yang akan bereaksi dengan obat antidepresan yang disebut monoamine oxidase inhibitor atau disingkat MAO-I (fenelzin, moklobemid) Tiramin adalah suatu amin simpatomimetik yang dapat melepaskan NorEpinefrin dari neuron

adrenergik menyebabkanvasokonstriksi pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat. disebut juga sebagai krisis hipertensi atau cheese efect. Kondisi ini akan mengakibatkan sakit kepala dan pusing sampai tingkat bahaya. MAO-I juga berinteraksi dengan daging, MSG, kecap, coklat, apokat, daging asap yang mengandung banyak tyramin. Pada pasien asma juga tidak disarankan mengkonsumsi makanan ini karena dapat memicu kekambuhan asma. i. Jus buah jus anggur mengandung senyawa yang disebut dengan furanokumarin yang dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Kondisi ini akan membuat lebih banyak obat yang diserap sehingga efektivitasnya lebih tinggi dari yang seharusnya dan meningkatkan efek samping obat-obatan seperti antidepresan (Citalopram, Fluoxetine, Amitriptyline, Imipramine, Venlafaxine, Duloxetine, Trazodone dan Nefazodone), antihistamin/obat alergi (Cetirizine, Fexofenadine, Prometazin), dan obat anti kejang/obat antiepilepsi (Gabapentin, Karbamazepin, asam valproat). Jus anggur juga menghambat efektivitas antibiotik Eritromisin. j. jus cranberry dan jus delima bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah obat dan pada obat antidepresan (Citalopram, Fluoxetine, Amitriptyline, Imipramine, Venlafaxine, Duloxetine, Trazodone dan Nefazodone) bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat. k. Jus semangka akan memperkuat efek obat penurun tekanan darah seperti Captopril,Enalapril akan meningkatkan efek obat tersebut sehingga tekanan darah menurun drastis dan efek yang paling terasa adalah keseimbangan berkurang dan pusing. l. Jus jeruk/sunkies, jus ini mengandung mineral Al yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi obat-obatan yang mengandung Al dengan meningkatkan absorbsinya sehingga efek obat tersebut terlalu tinggi dari yang seharusnya, dan jika dibarengi dengan obat-obatan antibiotik tingkat keasaman jus jeruk dapat menurunkan efek anti bakterinya. m. Sayuran hijau Sebagian besar sayuran hijau seperti brokoli, kobis, kacang hijau, selada, hati sapi, bayam mengandung kadar vitamin K yang tinggi dan vitamin ini membantu pembekuan darah. Tetapi jika dikonsumsi saat anda minum obat pengencer darah seperti warfarin akan membuat obat ini menjadi tidak berguna. Bahkan dapat menyebabkan kematian karena warfarin sering digunakan untuk terapi pencegahan stroke agar tidak terjadi penggumbalan darah pada pembuluh darah. n. Makanan berserat tinggi atau oat meal Makanan yang tinggi serat bisa memperlambat obat digoksin yang digunakan untuk terapi Gagal jantung, aritmia supraventrikular (irama detak jantung tidak beraturan), obat diabetes seperti metformin dan mencegah penyerapan obat penurun kolesterol statin. Tapi bukan berarti makanan berserat harus dihilangkan dari menu makanan, hindari mengonsumsinya dalam waktu 2 jam sebelum atau sesudah minum obat digoksin

3. Interaksi obat dengan kosmetik a. Vitamin a Vitamin A berinteraksi dengan produk yang mengandung senyawa retinoid (seyawa kimianya menyerupai vitamin A). Retinoid terdiri atas isotretinoin dan acitretin, yang biasanya digunakan pada obat jerawat dan obat psoriasis. Jadi jika ada pasien mendapat resep yang dimana isinya produk yang mengandung retinoid, pharmacist harus memperingatkan pasien itu untuk menghindari penggunaan vitamin A. Karena dapat meningkatkan toksisitas vitamin A. Pharmamcist juga sebaiknya menginfokan gejala toksisitas vitamin A kepada pasien, yang meliputi mual, muntah, pusing, penglihatan kabur, Contoh obat jerawat yang mengandung retinoid adalah : Retin-A®, Nuface®, Jeraklin®, Skinovit®, Tracne®, Trentin®, Vitacid®, dll

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->