BAHAN-BAHAN MAGNETIK

TUGAS BAHAN LISTRIK

PUTU RUSDI ARIAWAN NIM. 0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA JIMBARAN-BALI 2010

ABSTRAK

Menurut sifatnya terhadap adanya pengaruh kemagnetan, bahan dapat digolongkan menjadi 5 yaitu diamagnetik, paramagnetik, feromagnetik, anti ferromagnetik, dan ferrimagnetik (ferri). Parameter–parameter dari bahan magnetik tersebut adalah permeabilitas dan susceptibilitas magneti, momen magnetik, dan magnetasi. Ada beberapa cara untuk mengubah bahan magnetik lunak untuk menjadi baja kelistrikan, namun cara yang paling praktis adalah dengan menambah silikon ke dalam komposisinya. Cara ini akan mengurangi rugi histeris dan arus pusar dengan tajam karena relativitasnya bertambah. Bahan magnetik lunak lain yang banyak digunakan adalah paduan anatara besi dan nikel. Pada saat sebuah bahan ferromagnetik diamagnetisasi, umumnya secara fisik akan terjadi perubahan dimensi. Hal atau gejala seperti ini disebut magnetostriksi. Namun pengaruh dari magnetostriksi sangatlah terbatas yaitu pada penggunaan relatif tinggi magnetotriksinya harus rendah. bahan-bahan yang

PUTU RUSDI ARIAWAN

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan petunjuk-Nyalah Paper Bahan-bahan Magnetik ini dapat diselesaikan. Dengan karunia kesehatan dan kesempatan dari-Nya pula, laporan ini pun dapat rampung tepat pada waktunya. Ucapan terima kasih kami berikan kepada semua pihak yang telah banyak membantu kami dalam penyusunan laporan ini. Khususnya kepada Bapak Ir. Ketut Wijaya selaku dosen Mata Kuliah Bahan Listrik Jurusan Teknik Elektro dan juga berbagai pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahan Listrik. Disamping itu juga untuk memberikan informasi kepada para pembaca mengenai materi Bahan-bahan Magnetik. Kami menyadari sepenuhnya laporan ini masih jauh dari sempurna, sehingga kami sebagai penyusun mengharapkan berbagai saran dan kritik yang bersifat membangun, agar nantinya dapat dijadikan pedoman bagi kami dalam penyusunan laporan berikutnya.

Denpasar, Juli 2010

Penyusun

PUTU RUSDI ARIAWAN

iii

.......DAFTAR ISI JUDUL ... TINJAUAN PUSTAKA ................. 6 Data ..................................................................................3 Tujuan Penulisan .................................................................. 2 1.................................................................. 7 BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................................................................................... METODELOGI ...................................1 3..........2....................................................................1..............................................................5 Batasan Masalah ................2 Jenis data .......................................2 Rumusan Masalah ..................4 Manfaat Penulisan ... 6 3................................. 3 BAB II.................... 4 2............1.....................................................8 4.................................1 Latar Belakang ......................... i ABSTRAK ........................ ii KATA PENGANTAR .......................... 2 1...................... 2 1............................ 8 4.....4 Tahap-tahap Pengolahan Data ....................2 Laminasi Baja Kelistrikan ..................................................... 1 1......... 12 4......... 6 3.................1 Bahan Magnetik ....................................................................................................................2 Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................2 Bahan-bahan Ferromagnetik..............................1 Sumber data .... 6 3.......................................................................................... vi DAFTAR TABEL ....2............. 14 PUTU RUSDI ARIAWAN iv ......... 1 1................ 5 BAB III......... PENDAHULUAN ..................................................................6 Sistematika Pembahasan ............................................................................................................. iii DAFTAR ISI . vii BAB I...................1 Parameter-parameter Magnetik..............................................................................................................................2.... 4 2....... 6 3.3 Metode pengumpulan data ................. 10 4............................................ 6 3......... 7 Aspek-Aspek yang Dikaji ....................................................... 1 1................2 Bahan Magnetik lunak Lain ................................3 3..............................1 Penggolongan Bahan-bahan Magnetik..........................................................

................................................................................................................. 22 BAB V PENUTUP DAFTAR PUSTAKA....................................................... 22 Saran-saran ........................ 23 PUTU RUSDI ARIAWAN v ..................3 4.........................................2 Bahan Magnet Permanen.............. 18 Magnetotriksi ................ 19 Simpulan...................................................................4..................1 5.......................3 5.....................

................2 Jerat histeris bahan ferro ........................................................... 13 Gambar 4..........................................DAFTAR GAMBAR Gambar 2........1 Dwikutub bahan-bahan magnetik......4  = f (f) pada permaolly ................ 11 Gambar 4...............5 Jerat histeris ferrit ....3 Kurva B-H baja transformator ....................................... 18 Gambar 4...... 14 Gambar 4...1 Susunan dwikutub bahan-bahan magnetik............4 Magnetotriksi joule sebagai fungsi dari medan magnet ........................ 20 PUTU RUSDI ARIAWAN vi .............................................. 9 Gambar 4....... 17 Gambar 4................... 5 Gambar 4...........6  = f (T) beberapa ferrit ..............................................................

................... 12 Tabel 4........2 Beberapa bahan magnet keras......................... ....DAFTAR TABEL Tabel 4................16 Tabel 4.......2 Bahan-bahan magnetik lunak.......19 PUTU RUSDI ARIAWAN vii ...................................1 Campuran Si pengaruhnya thdp resistivitas & massa jenis Baja..... .....

Bahan listrik khususnya bahan magnetik sudah sering digunakan oleh masyarakat luas untuk berbagai macam aplikasi peralatan listrik seperti yang telah disebutkan di ats. yaitu diamagnetik. Untuk itu pengguna harus mengetahui bahan magnetik yang ada dan diperhatikan dalam ketepatan pemilihan bahan oleh para pengguna. anti ferromagnetik.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu: 1 Bagaimana penggolongan bahan-bahan magnetik dan parameter-parameter magnetik tersebut? PUTU RUSDI ARIAWAN 1 . Untuk itu diperlukan suatu informasi bagi pengguna agar dapat menentukan bahan-bahan magnetik yang dapat digunakan pada peralatan listrik khususnya mengenai bahan-bahan magnetik. dan ferrimagnetik (ferri).1 Latar Belakang Magnet tentu saja bukan merupakan suatu kata yang baru untuk kita dengar. paramagnetik.BAB I PENDAHULUAN 1. Bahan-bahan dibagi menjadi 5 berdasarkan sifatnya terhadap kemagnetannya. Sebagai contoh penggunaan bahan magnetik adalah inti transformator. Magnet bahkan telah sangat banyak berperan di dalam kehidupan manusia. magnet pada pengeras suara dan masih banyak lagi contoh penggunaan ahan magnetik yang lain. feromagnetik. melainkan suatu kata yang sangat lumrah dan tak asing di telinga kita. 1. Dan tentunya peralatan tersebut didukung oleh keamanan peralatan serta keamanan konsumen atau pengguna.

3. 2. Sebagai acuan ataupun menjadi pertimbangan bagi industri kelistrikan di dalam merencanakan pemakaian bahan magnetik sebagai bahan listrik atau bahan lain. 1. parametet-parameternya.2 3 Apa saja bahan-bahan magnetik lunak yang lain dan bahan magnet permanen? Bagaimana pengertian dan jenis-jenis magnetostriksi? 1. Menambah pengetahuan mengenai bahan magnetik sebagai bahan listrik baik bagi mahasiswa atau mahasiswi maupun bagi masyarakat umum. 3. maka perlu dibatasi permasalahannya pada masalah penggolongan bahan berdasarkan sifat kemagnetan.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah : 1. Mengetahui pengertian dan jenis-jenis magnetostriksi 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat dari pembuatan laporan ini adalah:. 2. 1. Mengetahui penggolongan bahan-bahan magnetik dan parameter-parameter magnetik.5 Ruang lingkup dan Batasan Masalah Melihat luasnya permasalahan dalam penyusunan laporan ini.serta bahan-bahan magnet lunak lain. Sebagai referensi dalam pengembangan lebih lanjut mengenai bahan magnetik. Mengetahui bahan-bahan magnetik lunak yang lain dan bahan magnet permanen. PUTU RUSDI ARIAWAN 2 .

serta mengetahui bahan-bahan magnet lunak lain. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini memaparkan kepustakaan yang berisikan tentang konsep dan penggunaan bahan magnetik secara umum dan karakteristik bahan magnetik dalam bidang keteknikan. rumusan masalah. PUTU RUSDI ARIAWAN 3 . BAB V : PENUTUP Merupakan bab yang berisikan kesimpulan dari uraian pembahasan dan saran-saran yang menghubungkan dengan pembahasan sebelumnya. batasan masalah yang akan dibahas dan sistematika penulisan mengenai bahan magnetik. sumber data dan jenis data.1. tujuan. BAB III : METODE Dalam bab ini diuraikan tempat dan waktu penelitian. BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini membahas hasil penelitian yang telah dilakukan guna mengetahui penggolongan bahan magnetik parametet-parameternya. manfaat.6 Sistematika Pembahasan Adapun sistematika pembahasan yang digunakan dalam penulisan laporan ini adalah : BAB I : PENDAHULUAN Berisikan secara lengkap gambaran umum isi tulisan. mulai latar belakang.

dan ferrimagnetik (ferri). paramagnetik. Sedangkan pada bahan ferrimagnetik resisitivitasnya jauh lebih tinggi dibanding bahan ferromagnet. feromagnetik.1. Resisitivitas bahan ferromagnet adalah rendah. anti ferromagnetik. Gambaran dwikutub bahan-bahan magnet seperti gambar 2. tetapi perubahan suscepbilitas karena suhu adalah keadaan yang sangat khusus. Bahan ferrimagnetik memiliki resisitivitas yang jauh lebih tinggi dibanding bahan ferromagnet. Bahan diamagnetik adalah bahan yang sulit menyalurkan garis gaya magnet (ggm). bahan dapat digolongkan menjadi 5 yaitu diamagnetik. Susunan dwikutubnya adalah sejajar tetapi berlawanan arah. Karena itu ferrimagnet (ferrit) layak digunakan pada peralatan yang menggunakan frekuensi tinggi disamping arus-eddy yang terjadi padanya kecil. Bahan anti ferromagnetik mempunyai suscepbilitas positif yang kecil pada segala suhu. Menurut sifatnya terhadap adanya pengaruh kemagnetan. susunan dwikutubnya tidak beraturan. Hal ini yang menyebabkan pemakaian ferromagnet terbatas pada frekuensi rendah. Bahan paramagnetik adalah bahan yang dapat menyalurkan ggm tetapi tidak banyak. Permeabilitasnya jauh di atas 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bahan ferromagnetik mudah menyalurkan ggm.1 Bahan Magnetik Bahan magnetik adalah suatu bahan yang memiliki sifat kemagnetan dalam komponen pembentuknya. (a) (b) PUTU RUSDI ARIAWAN 4 . Permeabilitasnya sedikit lebih besar dari 1.

rele. untuk Xm kecil dan positif 10-3 pada suhu kamar (karena Xm berbanding terbalik dengan suhu) adalah paramagnetik . magnetisasi. Susunan dwikutub bahan-bahan magnetik Bahan-bahan ferromagnetik dapat dikategorikan menjadi dua yaitu: 1. bahan ini digunakan untuk pabrikasi magnet permanen. peralatan sonar atau radar. ferromagnetik d.(c) a. antiferromagnetik 2. Magnetisasi pada bahan magnet seperti halnya polarisasi pada bahan dielektrik. Bahan ini banyak digunakan untuk inti transformator. Berdasarkan susceptibilitasnya dapat dibedakan sifat kemagnetan suatu bahan yaitu untuk Xm negatif 10-5 adalah diamagnetik. PUTU RUSDI ARIAWAN 5 . untuk Xm yang besar adalah ferromagnetik . momen magnetik. inti motor atau generator. paramagnetik c. Momen atom dan molekul-molekul yang menyebabkan adanya dwikutub adalah sama dengan momen dwikutub pada bahan dielektrik.2 Bahan-bahan Ferromagnetik (d) b.1. 2. Bahan yang mudah dijadikan magnet yang lazim disebut bahan magnetik lunak. Bahan ferromagnetik yang sulit dijadikan magnet tetapi setelah menjadi magnet tidak mudah kembali seperti semula disebut bahan magnetik keras. ferrimagnetik Gambar 2. Sifat-sifat bahan magnetik adalah mirip dengan sifat-sifat bahan dielektrik. Setiap bahan magnetik memiliki parameter-parameter magnetik di antaranya Permeabilitas dan susceptibilitas magnetik.

3.Muhaimin 2. Media internet www.2.1 Sumber data Data yang digunakan pada proses penyusunan laporan Bahan-bahan Magnetik ini diperoleh dari literatur-literatur yang berupa konsep dan aplikasi dari bahan magnetik serta sumber online (internet).2.2. yaitu mengumpulkan data dari buku-buku referensi.ugm.3 Metode pengumpulan data Metode yang digunakan dalam pengumpulan data laporan ini adalah metode studi literatur.1 Tempat dan Waktu Pencarian Data Pencarian data dalam penyusunan laporan ini dilakukan di Kampus Bukit Jimbaran.elektroindonesia.id/index.2 Data 3.php?page=rilis&artikel=120 Http. modul-modul yang relevan dengan objek permasalahan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.org/wiki.ac. Bahan-bahan listrik untuk Politeknik Oleh : Drs.com 3. 3. PUTU RUSDI ARIAWAN 6 . wikipedia.//www.2 Jenis data Data yang digunakan dalam menganalisis adalah data sekunder yang berasal dari kajian pustaka dengan data-data sebagai berikut : 1. pada bulan juli 2007.com Http://www.

5 Teknik Mengambil Kesimpulan Berbagai pertimbangan penulis dalam menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. 3. tetapi berdasarkan berbagai referensi. Kesimpulan merupakan jawaban dari masalah dan tujuan penulisan PUTU RUSDI ARIAWAN 7 . 3 Menyusun data yang diperoleh menurut sistematika laporan. 2.3 Tahap-Tahap Pengolahan Data Adapun tahap-tahap pengolahan data adalah sebagai berikut: 1 Mencari hal-hal penting yang berhubungan dengan penulisan dari buku-buku atau literatur lainnya. 3. 1. Kesimpulan langsung berhubungan dengan rumusan masalah yang dibuat. 2 Menentukan rumusan masalah yang akan dibahas.3. 3. 3.4 Aspek-Aspek yang Dikaji Adapun aspek-aspek ysng dikaji adalah sebagai berikut: 1. Magnetotriksi. Kesimpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak sepihak. 4 Menarik kesimpulan yang bisa menjawab rumusan masalah. Bahan magnetic lunak dan bahan permanent lain. 2. Penggolongan bahan berdasarkan sifat kemagnetannya dan parameterparameternya.

Ta. 1. Gd. Fe2SO4. Ni SO4. Permeabilitasnya jauh di atas 1. Bahan ferrimagnetik memiliki resisitivitas yang jauh lebih tinggi dibanding bahan ferromagnet. Co.BAB IV PEMBAHASAN Penggolongan Bahan-bahan Magnetik Menurut sifatnya terhadap adanya pengaruh kemagnetan. dan ferrimagnetik (ferri). Bahan-bahan diamagnetik antara lain: Bi. susunan dwikutubnya tidak beraturan. Au. Bahan anti ferromagnetik antara lain: MnO2. FeSO4. Bahan anti ferromagnetik mempunyai suscepbilitas positif yang kecil pada segala suhu. tetapi perubahan suscepbilitas karena suhu adalah keadaan yang sangat khusus. Permeabilitasnya sedikit lebih kecil dari 1 dan tidak mempunyai dwikutub yang permanen. Teori anti ferromagnetik dikembangkan oleh Neel seorang ilmuwan Perancis. 5. feromagnetik. 3. dan CoO. MnO. bahan dapat digolongkan menjadi 5 yaitu diamagnetik. Pb. Susunan dwikutubnya adalah sejajar tetapi berlawanan arah. FeO. Mo. Bahan-bahan paramagnetik antara lain: Al. dan Ag. Dy. paramagnetik. Karena itu ferrimagnet (ferrit) layak digunakan pada peralatan yang menggunakan frekuensi tinggi disamping arus-eddy yang terjadi PUTU RUSDI ARIAWAN 8 . Pt. FeCl2. Cu. Bahan ferromagnetik antara lain: Fe. Bahan paramagnetik adalah bahan yang dapat menyalurkan ggm tetapi tidak banyak. Hal ini yang menyebabkan pemakaian ferromagnet terbatas pada frekuensi rendah. anti ferromagnetik. Resisitivitas bahan ferromagnet adalah rendah. Bahan ferromagnetik mudah menyalurkan ggm. 2. Al2O3. W. Ni. Permeabilitasnya sedikit lebih besar dari 1. Bahan diamagnetik adalah bahan yang sulit menyalurkan garis gaya magnet (ggm). 4.

padanya kecil. Bahan yang mudah dijadikan magnet yang lazim disebut bahan magnetik lunak. βZnO. Sifat-sifat bahan magnetik adalah mirip dengan sifat-sifat bahan dielektrik. (a) (b) (c) a. ferromagnetik d. antiferromagnetik (d) Gambar 4. Bahan ferromagnetik yang sulit dijadikan magnet tetapi setelah menjadi magnet tidak mudah kembali seperti semula disebut bahan magnetik keras.1. Contoh: ferrit. PUTU RUSDI ARIAWAN 9 . ferrimagnetik Istilah bahan magnetik untuk umum yang digunakan hanyalah bahan ferromagnetik. peralatan sonar atau radar. Gambaran dwikutub bahan-bahan magnet seperti gambar 4. Fe2O3 dimana α+β =1. Mg. nikel rumusnya adalah αNiO. Magnetisasi pada bahan magnet seperti halnya polarisasi pada bahan dielektrik. Zn. Bahan-bahan ferromagnetik dapat dikategorikan menjadi dua yaitu: 3.1. paramagnetik c. bahan ini digunakan untuk pabrikasi magnet permanen. Ni. Momen atom dan molekul-molekul yang menyebabkan adanya dwikutub adalah sama dengan momen dwikutub pada bahan dielektrik. Susunan dwikutub bahan-bahan magnetik b. inti motor atau generator. Fe2O3 (M adalah logam bervalensi 2 yaitu Mn. seng. Cu. rele. Cd). Rumus bahan ferrimagnetik adalah MO. Bahan ini banyak digunakan untuk inti transformator. 4. Co.

maka diperoleh kurva PQ yaitu pada saat I sama dengan nol.1 Parameter – Parameter Magnetik 1. π . 10-7 H/m. Besarnya μo = 4.4. Daya Koersip (coersive force) yaitu apabila besar H akan bertambah sehingga B menjadi nol dititik R dan diperoleh Hc .1. PUTU RUSDI ARIAWAN 10 . hal ini karena B telah mencapai kejenuhan (saturasi). kemudian I diturunkan secara bertahap. H μ adalah permeabilitas bahan yang merupakan hasil perkalian permeabilitas absolut (μo) dengan permeabilitas relatif (μr) . Pada gambar 4. μo . Permeabilitas dan susceptibilitas magnetik Pada perhitungan – perhitungan tentang magnet. Pada gambar 4.2 setelah titik P dicapai . masih terdapat sisa kemagnetan (Br) . Kuantitas yang diekspresikan (μr – 1) disebut magnetisasi per unit dari intensitas maka demikian pula dengan μr.1.2 kurva OP mula – mula naik dengan tajam . Besarnya μ untuk bahan ferromagnetik adalah tidak konstan. μo sehingga : B = μr . dan kalau inti diberi arus bolak – balik akan menimbulkan eddy current yang disebut arus pusar atau arus focoult. kemudian setelah mencapai tahapan tertentu kurvanya mendatar. Selanjutnya prosedur diatas diulang maka didapat kurva PQRSCTP yang disebut Jerat Histerisis magnetik yang luasnya sebanding dengan volume bahan magnetic yang dimagnetisasi . Jika arus I dialirkan melalui kumparan dengan inti adalah bertambah dari nol bertahap sehingga medan magnet dan rapat fluksi bertambah. terdapat hubungan antara fluxi (B) dengan satuan Wb/m2 atau tesla dengan kuat medan (H) dengan satuan A lilit/ m sebagai berikut : B=μ H μ = μr .

4.+B P Q Br -H R 0 He C q S T +H -B Gambar.dt atau A/m . dikatakan sebagai momen dwikutub sebagai produk dari kuat kutub dan jarak antara kutub-kutub. Apabila batang magnet permanen diletakan didalam medan yang merata akan menyebabkan torsi . Momen dwikutub magnetik hubungan dengan torsi adalah : pm = I . Momen magnetik Jika sebuah yang dilewati arus (I) diletakan pada rapat fluksi yang merata akan menimbulkan torsi . 3 Magnetisasi Semua bahan adalah memungkinkan menghasilkan medan magnetik . arus dan rapat fluksi yang terpotong bidang kumparan. besar torsi akan tergantung pada : Luas kumparan .2 Jerat histerisis bahan ferro 2. A kumparan Pm dengan satuan A/m2 adalah merupakan vektor yang arahnya tegak lurus terhadap kumparan. dari itu secara eksperimental untuk menimbulkan momem magnetik. Jika magnet mendapatkan kutub – kutub bebas yang berlawanan. Besar momen ini per unit volume disebut magnetisasi dari madium (M) dengan satuan C/m. PUTU RUSDI ARIAWAN 11 .

H = Xm . M M =( μ – 1) . untuk Xm yang besar adalah ferromagnetik . Paduan baja dengan tambahan silikon sekarang ini merupakan bahan yang sangat penting untuk bahan megnetik lunak pada teknik listrik.1. untuk Xm kecil dan positif 10-3 pada suhu kamar (karena Xm berbanding terbalik dengan suhu) adalah paramagnetik .2 Laminasi Baja Kelistrikan Cara yang paling praktis untuk mengubah bahan magnetik lunak untuk menjadi baja kelistrikan adalah dengan menambah silikon ke dalam komposisinya. PUTU RUSDI ARIAWAN 12 . H Xm adalah susceptifitas magnetik . pm N adalah jumlah dwikutub magnetic per unit volume. m2 / dt atau A/m2 dimana : M = N . Cara ini akan mengurangi rugi histeris dan arus pusar dengan tajam karena relativitasnya bertambah. Namun perlu diingat bahwa penambahan silikon akan menyebabkan bahan menjadi rapuh. Berdasarkan susceptibilitasnya dapat dibedakan sifat kemagnetan suatu bahan yaitu untuk Xm negatif 10-5 adalah diamagnetik.1 memberikan data campuran silikon pada baja sehubungan dengan relativitas dan massa jenisnya. H + μo . 4.Induksi magnetik (rapat fluksi) adalah penjumlahan dari effek pada keadaan fakem suatu bahan. Tabel 4. Magnetisasi (M) dari bahan dapat diekspresikan sebagai momen dwikutub magnetik (pm) dengan satuan C. besar rapat fluksi (B) menjadi : B = μo .

8 1.Tabel 4. Kemampuan baja listrik sangat tinggi terutama jika fluksi magnetiknya searah dengan panjang laminasi.8 – 1.35 mm dan 0.4 1.4 0.1 hingga 1 mm dan yang bisa dipasarkan adalah 0.4 0.65 7.75 Masa Jenis g/cm3 7.3 Kurva B – H baja transformator H (A/m) Baja listrik jenis lain adalah baja listrik dengan proses dingin. B (tesla) 1.2 0 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 Gambar.mm2/m 1. Karena kristal baja ini dibuat searah dengan proses dingin dan aniling pada ruang yang diisi hidrogen. Namun hal ini dapat diubah-ubah berdasarkan standar masing-masing negara penghasil mesin-mesin tersebut.0 4.8 1.2 1 0.8 0. 4.6 1.5 mm dalam bentuk lembaran 2 x 1 m.5 0.75 7.1 Campuran Si pengaruhnya terhadap relativitas & masa jenis Baja.3. Selanjutnya periksa Tabel 10. Kandungan Si (%) 0.0 – 4.6 0.8 – 2.8 – 4.8 Resistivitas ohm.5 x 0.2.75 Laminasi untuk transformator umumnya mengandung Si sekitar 4%. 4. sedangkan untuk jangkar motor listrik kandungan Si-nya 1 – 2 %.25 0.75 m.8 7. Ketebalan laminasi baja transformator untuk inti peralatan listrik adalah 0.8 2. Kurva magnetisasi baja transformator seperti ditunjukan pada Gambar. 1. Baja ini digunakan pada pembuatan inti PUTU RUSDI ARIAWAN 13 .

Paduan yang terdiri dari besi-nikel dengan tambahan molybdenum.4.transformatordengan lilitan jenis ribbon (misalnya : transformator arus).4. chromium atau tembaga dinamakan permalloy. Baja ini memungkinkan mengurangi berat dan dimensi transformator 20 hingga 25% dan untuk transformator radio.4 menunjukkan hubungan permeabilitas dengan komposisi antara besi dan nikel. Permalloy dibedakan berdasarkan kandungan nikelnya. Kurva pada Gambar.4 ampere lilit/m. Permeabillitas permalloy berbanding terbalik dengan frekuensinya.2. PUTU RUSDI ARIAWAN 14 . Permalloy nikel rendah permalloy nikel tinggi. hal tersebut dapat mencapai 40%. permalloy nikel rendah yaitu permalloy yang mengandung nikel 40-50% dan permalloy nikel tinggi yaitu permalloy yang mengandung nikel 72-80 %. Daya koersipnya rendah yaitu 0.32 hingga 0. 4. Permalloy yang mengandung Ni sangat tinggi akan mempunyai permeabilitas yang tinggi (hingga 800.4. Bahan Magnetik Lunak Lain Bahan magnetik lunak yang banyak digunakan adalah paduan besi-nikel. mempunyai permeabilitas yang lebih rendah dibanding namun induksinya lebih tinggi pada keadaan jenuh. Permalloy sensitif terhadap benturan dan kemagnetannya sangat dipengaruhi tekanan.000) setelah diadakan tritmen termal.5% . Pada komposisi nikel 20% paduan menjadi non-magnetis dan permeabilitas maksimum dicapai pada komposisi nikel 21. Permalloy difabrikasi pada lembaran tipis hingga sampai 3 mikron. seperti yang ditunjukkan Gambar.

Sekarang banyak digunakan Ferrit pada peralatan yang bekerja pada frekuensi tinggi.000. Co dengan Al. 30% Cu.5% Fe. Ferrit dibuat dengan campuran PUTU RUSDI ARIAWAN 15 . beberapa paduan antara Fe.59 Ampere lilit/m dan resitivitasnya 0. Yang menarik dari bahan ini adalah bahan akan kehilangan sifat ferromagntiknya (titik Curie) pada suhu yang relative rendah yaitu 100 C (titik Curie untuk Fe adalah 768 C). Dielektrikmagnet digunakan untuk inti peralatan rangkaian rangkaian magnetik yang bekerja pada frekuensi yang sangat tinggi dengan kerugian arus pusar yang rendah. Bahan-bahan ferromagnetik yang berubah ukurannya pada medan magnet diantaranya Ni. Zn. Bahan ini adalah kompon keramik yang mempunyai rumus umum MOFeO3. Cu. Harganya lebih murah daripada permalloy karena kompsisinya tidak tergantung Ni. 3.5% Ni. Mn.6% Al dan sisanya besi. Cr. 5.4 µo = f (f) pada permalloy µ Permeabilitas absolut dari paduan alfiser yang komposisinya 9. daya koersip 1. berkisar antara 10.000 hingga 35. Gejala perubahan ukuran tersebut dinamakan magnetostriksi.5% Si. danNi.4.81 Ohm mm2/m Alfiser sangat regas. Camalloy termasuk bahan magnetik lunak yang komposisinya 66. sehingga sangat mudah dijadikan bubuk untuk dibuat bahan dielektrikmagnet.20000 µo 15000 10000 5000 0 10 0 10 00 10 0 00 10 6 +0 1E 00 00 10 Hz frekuensi Gambar. M adalah logam diantara Fe.

4 %Al.9 1.7 % Si 1% Si 1. 9.5 g/cm3 kapasitas termal 0.7 .8 0.3 0. Karena Resitivitas yang tinggi tersebut. 0.47.7 2. Besi murni untuk listrik II. muai panjang 105 / oC.2 % Cu 50% Ni 76 % Ni.5 0. Tabel 4.5 %C 6.5% Mn 7.2 Bahan-bahan magnetik lunak Klasifikasi 1 I.47 1.2 4.32 .79 23.2. Dinamo dan Transformator Baja trafo I Baja trafo II Baja trafo III Baja trafo IV IV.1 2 1.1.3 % Si 158 252. Bahan-bahan yang mengandung Ni Permenorm 3601K1 (it) Nikkel murni Hyperm Memetal Supermalloy V Bahan-bahan yang mengandung Al Sendust Vacadur 5.01 % C 2 – 3.2 .17 kalori/g oC.10 W/cm oC.6 % Si 1.1 36 %Si 99% Ni. dengan tambahan sebikit bahan-bahan organik untuk mengikat atau merekatkan. Besi tuang III.2.2 0.74 . 55 Mo. Ferrit mempunyai massa jenis 3 . konduktivitas panas 5. 5 % Cu 79 % Ni.31.6 1.74 1.senyawa-senyawa Oksidanya dengan perbandingan yang tepat dalam bentuk bubuk.9 1.8 63.7 .1 .5 Komposisi (sisanya % Fe) 2 Hc Ampere lilit/m 3 Br Wb/m^2 4 PUTU RUSDI ARIAWAN 16 .4 2.4. Ferrit adalah semikonduktor yang mempunyai resitifitas antara 102 hingga 107 Ω cm. 0.15 >1.6 126. maka sangat tepat digunakan pada frekuensi tinggi karena rugi daya yang disebabkan arus pusar adalah kecil.7 % Si 3.95 1. ditekan dan dipanasi 1100 – 1400o C di ruang yang berisi oksida.78 0.9 baja 0.4 .

6 790 2. misalnya : H = 7900 Ampere lilit/m t = 0o C B = 0.8 VII. PUTU RUSDI ARIAWAN 17 .5 Jerat histerisis ferrit. 1.35 7.8 V 99 % Co 3.065 Keterangan : it adalah inti toroida 1 A lilit /m = 0.Paduan Termo Termofluks 65/1000 30 Ni induksinya sangat tergantung pada suku.9 110.41 t = 20o C B = 0.3 t = 60o C B = 0.16 Al VI Bahan-bahan yang mengandung Co Vacaflux 50 Cobal murni 49% C0. sebagai alat switching dan penyimpan informasi. +B -H +H -B Gambar 4.0126 Oersted 1Wb/m2 = 104 Gauss Bahan-bahan yang mempunyai jerat histerisis persegi seperti yang ditunjukkan pada gambar digunakkan pada komputer sebagai perangkat memory atau komponen opersi logic.95 0.

nikel dan kobal. mka baja karbon ditambah wolfram. 4000 μ0 3000 2000 1000 0 50 100 T(0C) 150 200 Gambar 4. Bahan-bahan tersebut mempunyai sifat kemagnetan yang tinggi dan lebih murah dibanding baja kobal kualitas tinggi. maka paduan disebut alnisi. wolfram.3 Bahan Magnet Permanen Magnet permanen digunakan pada instrumen pengindraan. PUTU RUSDI ARIAWAN 18 . nikel dan besi . Sedangkan alnico adalah bahan paduan yang terdiri dari aluminium. Untuk menaikkan mutu kemagnetannya. Baja karbon yaitu baja dengan komposisikarbon 0. rele. dan baja kobal harus dikeraskan di dalam air atau minyak mineral sebelum dimagnetisasi.7 % merupakan bahan dasar pembuatan magnet permanen. Kemagnetan bahan ini relatif lebih mudah untuk hilang terutama disebabkan oleh pukulan atau vibrasi.4. Jika bahan tersebut ditambah lagi dengan Si.6 μ0 = f(T) beberapa ferrit Bahan paduan alni terdiri dari aluminium. Magnet yang dibuat dari karbon murni. Walaupun bahan ini tergolong harganya murah tetapi kualitas kemagnetannya tidak terlalu tinggi. kromium.4 hingga 1. kromium atau kobal. mesin-mesin listrik yang kecil dan banyak lagi.

1%C. Perubahan ini dapat bertambah panjang atau berkurang.400 11. kobal oksida sedangkan ferroxdure adalah bahan paduan yang terdiri dari besi oksida dan barium. Hal atau gejala seperti ini disebut magnetostriksi.6 0.05 0.800 63. 34%Ni.9 0. 12%Co. bahan ini juga disebut barium ferrit dan di pasaran dengan nama arnox. Penggunaanya antara lain : magnet pada pengeras suara. 14%Al 51%Fe.7 1. PUTU RUSDI ARIAWAN 19 . 14%Ni. umumnya secara fisik akan terjadi perubahan dimensi.00 0 45. 8%Al 44%Fe3O4. 25%Ni.440 4.800 4. Terdapat tiga jenis magnetostriksi.3% Fe. Magnetostriksi longitudinal. 14%Al 55%Fe. 17%Ni.2 0. 24%Co.perangkat penggandeng magnetik. pembuatannya adalah dari bubuk bahan yang akan dipadukan pada suhu yang tinggi. 23%Co Hc A-lilit/m 4.4 0.000 70. 0.800 17. 5%Cr. yaitu : a. indox atau ferroba. 30%Fe2O3. 5%W.700 50. 1%Si.Vectolit adalah bahan paduan yang terdiri dari besi.000 Br Wb/m2 1.20 0 17.55 0. 1%C.000 200.3 Beberapa Bahan Magnet Keras Nama Baja wolfram Baja chrom Baja kobal Alni Alnisi Alnico II Alnico V Vektolit Platina kobal Komposisi 93. yaitu perubahan panjang searah dengan magnetisasi.000 50.200 7. 4%Cu. 30%Co 57%Fe.00 0 4.00 0 4.4 Magnetostriksi Pada saat sebuah bahan ferromagnetik diamagnetisasi. 26%Co2O3 77%Pt. 10%Al 51%Fe. 3%Cr 59%Fe. 6%W 96%Fe.000 16.45 (BH) Maks J/m3 2.500 43.400 2.9 0.7%C. Beberapa sifat kemagnetan dari bahan magnet permanen paduan seperti terlihat pada tabel berikut: Tabel 4.

c. Magnetostriksi volume.b. Umumnya harga tidak lebih dari 30. magnetostriksi beberapa bahan ditunjukan pada gambar. Hal ini disebut Efek Villari. yaitu perubahan dimensi tegak lurus dengan arah magnetisasi. Magnetostriksi transversal.7 Magnetostriksi joule sebagai fungsi dari medan magnet (H) Perubahan searah panjang juga menyebabkan perubahan permeabilitas kearah perubahan panjang tersebut. Perubahan panjang atau ( ∆ℓl) searah induksi magnetisasi disebut Efek joule. Magnetostriksi joule (τ ) adalah perbandingan antara perubahan panjang (∆ℓ) dengan panjang semula (ℓ).7 +Ve 36% Ni + 64% Fe 0 Fe Co H Ni -Ve Gambar. yaitu perubahan volume sebagai akibat dari kedua efek diatas. Secara umum dapat dikatakan bahwa permeabilitas akan naik karena penurunan perubahan atau kenaikan tegangan tarik. Sebaliknya untuk bahan dengan τ negatif.4. tekanan yang digunakan akan mengurangi permeabilitas.4. PUTU RUSDI ARIAWAN 20 .10-6.

Karena permeabilitas adalah berhubungan dengan magnetostriksi. Beberapa pemakaian yang memperhatikan magnetostriksi antara lain : Oscilator frekuensi tinggi dan Generator super sound. PUTU RUSDI ARIAWAN 21 . maka untuk penggunaan bahan-bahan yang permeabilitasnya tinggi harus diusahakan megnetostriksinya serendah mungkin.Secara praktis pengaruh dari penggunaan magnetostriksi adalah sangat terbatas. Detektor-detektor suara. Proyektor suara bawah air.

2.1 Simpulan Dari pemabahasan materi bahan-bahan magnetik kesimpulan antara lain: 1. Bahan magnetik dapat digolongkan menjadi 5 yaitu diamagnetik. Ada 3 jenis magnetostriksi yaitu : magnetostriksi longitudinal. Parameter – Parameter magnetik antara lain : Permeabilitas dan susceptibilitas magnetik. 4. dan ferrimagnetik (ferri). magnetisasi 3. momen magnetik. 5. di atas dapat ditarik PUTU RUSDI ARIAWAN 22 . Yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat mulai sekarang ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai bahan magnetik dan melestarikan bahan-bahan anorganik maupun organik sebagai bahan dasar pembuat bahan magnetik ini. feromagnetik. anti ferromagnetik.BAB V SIMPULAN 5. magnetostriksi volume.2 Saran Bahan magnetik merupakan salah satu bahan listrik yang sering digunakan oleh masyarakat. magnetostriksi transversal. Bahan magnetik lunak yang banyak digunakan adalah paduan besi-nikel yang digunakan dibidang kelistrikan misalnya ferrit digunakan sebagai bahan semikonduktor. paramagnetik. Magnetostriksi adalah gejala perubahan ukuran secara fisik dari bahan-bahan magetik.

Yogyakarta: Andi Offset.org/wiki. Pengetahuan Bahan Untuk Mesin Dan Listrik. MA. Jakarta : PT Pradnya Paramita. _ _ _ . 1944.Drs. 2007. wikipedia. Bahan-Bahan Listrik Untuk Politeknik.com PUTU RUSDI ARIAWAN 23 .//www. Http. 1993.DAFTAR PUSTAKA Muhaimin. Sumanto.

com www. 19 April 1990 : Hindu Mahasiswa Teknik Elektro Unv.info@gmail.facebook.com/turusdi PUTU RUSDI ARIAWAN 24 . Udayana Email : turusdi.BIODATA PENULIS Nama TTL Agama : Putu Rusdi Ariawan : Denpasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful