P. 1
Gas ideal

Gas ideal

|Views: 61|Likes:
Published by Hafshah Love Popeye
Fisika
Fisika

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hafshah Love Popeye on Dec 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Pengetahuan akan fisika dasar sangatlah dibutuhkan dalam rangka membangun konsep pemahaman terhadap penggunaan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat fisika sebagai fondasi dari ilmu alam, maka sudah sewajarnyalah bila ilmu fisika menjadi ilmu wajib bagi para ilmuwan, peneliti dan para mahasiswa. Seiring berjalannya waktu, ilmu fisika pun menjadi semakin kompleks. Gas, sebagai salah satu sifat dan bentuk alam, memiliki karakteristik yang khas. Berbeda dengan bentuk zat lainnya, karakteristik gas sangat erat kaitannya dengan tekanan, temperatur dan volume. Beberapa teori dan hukum yang sangat mempengaruhi dalam pemahaman sifat gas yang diantaranya adalah teori kinetik gas dan hukum termodinamika. Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut momentum. Peninjauan teori ini bukan pada kelakuan sebuah partikel, tetapi diutamakan pada sifat zat secara keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel-partikel zat tersebut. Subyek termodinamika berkaitan dengan kesimpulan yang dapat ditarik dari hukum-hukum eksperimen tertentu, dan memanfaatkan kesimpulan ini untuk menghubungkan sifat-sifat material seperti kapasitas panas, koefisien ekspansi, kompresibilitas etc. Terlihat tidak ada hipotesa apa pun tentang sifat-sifat atau penyusun materi. Kedua teori dan hukum tentang gas tersebut sampai sekarang masih digunakan dan masih terus diteliti. Tekanan gas didalam ruang tertutup sama dengan tekanan gas pada dinding tempatnya, yang dipikirkan sebagai akibat tumbukan molekul-molekul gas pada dinding itu, dapat dijabarkan berdasarkan transfer momentum mv sewaktu molekul gas menumbuk perukaan. Gayatumbuk yang merupakan laju momentum yang diterima permukaan itulah yang disebut gaya tekanan. Tekanan adalah gaya tekan per satuan luas pemukaan yang kena gaya.

Keadaan untuk suatu gas di tentukan oleh 4 sifat fisiknya : Tekanan, P Volume, V Suhu, T Jumlah (bil. mol), n
1

Gas mudah berubah bentuk dan volumenya. hanya kerapatannya jauh lebih kecil. 2. Jenis-jenis gas : 1. Gas sejati (alam) 2 .Sifat gas umum : 1. Gas dapat digolongkan sebagai fluida. Gas ideal (sempurna) 2.

Yang menimbulkan efek tekanan gas didalam ruangan tersebut. 5) Partikel-partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dalam wadah. Molekul-molekul gas didalam suatu ruangan yang dibatasi dinding bergerak kesegala arah dengan tidak beraturan (chaotic motion ). dan pengaruh volume molekul sendiri. sehingga dimungkinkan penurunan 3 . dan volume ruangan (V). Dari mekanisme gerakan molekul tersebut. Namun untuk menurunkan persamaan hubungan secara analitis mengalami kesulitan. sebelum menabrak dinding batas ruangan. akan tetapi sifat itu dapat didekati oleh gas pada temperatur tinggi dan tekanan rendah atau gas pada kondisi jauh di atas titik kritis dalam diagram PT. Karena itu kemudian diasumsikan adanya suatu jenis gas idea yang mempunyai sifat ideal. maka semakin besar kecepatan geraknya sehingga menyebabkan momentum tumbukan terhadap dinding semakin besar. Volume ruangan juga merupakan variabel karena menentukan jarak lintasan gerak molekul sebelum menabrak dinding. maka dapat dibayangkan adanya suatu persamaan matematik hubungan antar variabelproperty gas didalam ruangan. Akibatnya tekanan yang terjadi dida lam ruangan akan semakin besar pula. 6) Gerak partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak. Pengertian Gas ideal Dalam hal ini yang disebut gas ideal adalah gas yang memenuhi asumsiasumsi sebagai berikut : 1) Terdiri atas partikel dalam jumlah yang banyak dan tidak ada gaya tarikmenarik antarpatikel 2) Setiap partikel gas selalu bergerak dengan arah acak(sembarang) 3) Ukuran partikel diabaikan terhadap ukuran wadah 4) Setiap tumbukan yang terjadi secara lenting sempurna. Karena gerakan tidak beraturan tersebut kemungkinan sering terjadi tumbukan antar molekul. terutama tekanan (P).BAB II TEORI GAS IDEAL A. temperatur (T). kita tidak menemukan suatu gas yang memenuhi kriteria di atas. Tabrakan molekul ke dinding ruangan tersebut terjadi secara terusmenerus. karena kompleksitas gerakan molekul. Semakin tinggi temperatur gas. Di dalam kenyataannya. adanya gaya tarikmenarik antar molekul.

B.31451 kPa L K-1 mol-1 = 8. Pada tekanan dan suhu yang sama.31451 J K-1 mol-1 [J = kg m2 s-2] = 8.31451 Pa m3 K-1 mol-1 [Pa = kg m-1 s-2] = 8. Apabila jumlah molekulnya sama maka jumlah molnya sama. V = n (P. Gaya tarik-menarik antar molekul gas diabaikan. T sama) V = konstanta x n Konstanta ini tidak bergantung kepada identitas gas.082 liter atm/mol K) T.31451 x10-2 L bar K-1 mol-1 4 . temperatur mutlak (Kelvin) Gas Pada Suhu dan Tekanan Sama Prinsip Avogrado Avogadro melalui percobaannya menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan yang sama. Total volume molekul gas diabaikan terhadap volume ruangan. Nilainya bergantung kepada unit P dan V: R = 8. Persamaan keadaan bagi gas ideal R dinamakan konstanta gas. Jadi pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan mol gas sama dengan perbandingan volume gas. volume yang sama bagi gas-gas yang berlainan mengandung bilangan molekul (atau bil. mol) yang sama. gas-gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama.persamaan matematis hubungan antar beberapa variabel dari property gas. Satuan Mol Persamaan gas ideal dinyatakan dengan: PV=nRT keterangan: P: tekanan gas (atm) V:volume gas (liter) N:jumlah mol gas R: tetapan gas ideal (0. 2. Sifat-sifat gas ideal yang diinginkan tersebut tersebut adalah: 1.

volum. 1 mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang ada pada 12 gram atom karbon-12 yaitu sebanyak 6. PV=nRT Dimana: P = tekanan gas (atm atau n/m2) V = volum gas (m3 atau liter) n = jumlah mol gas (mol) R = tetapam gas universal (8.02 x 1023) Konstanta perbandingan universal. bilangan 6.31 j/mol k) T = suhu gas (k) 5 . dan suhu ternyata ada kesebandingan antara hasil kali tekanan dan volum terhadap suhu yaitu sebagai berikut : PV = T Demikian juga dengan massa system gas setelah divariasi dengan tekanan.02 x 1023 partikel.02 x 1023 disebut bilangan avogrado dengan demikian mol zat dapat dinyatakan dalam jumlah partikel n seperti berikut : n = atau n = n na Dimana n = jumlah zat (mol) n = banyaknya partikel (molekul) na = bilangan avogrado (6.= 0. dan suhu terdapat kesebandingan yaitu sebagai berikut : PV = MT Untuk membuat persamaan mol menjadi sempurna maka diperlukan suatu konstanta pembanding yang nilainya sama untuk semua gas. yang berlaku untuk semua gas adalah r (konstanta gas universal) sehingga persamaan keadaan gas ideal dapat ditulis manjadi seperti berikut.9872 cal K-1 mol-1 Berdasarkan eksperimen persamaan keadaan gas yang telah dilakukan dengan mengubah besaran tekanan. volum.0820578 L atm K-1 mol-1 = 1. dari hasil eksperimen nilai konstanta pembanding adalah berbeda untuk setiap gas jika kita menggunakan satuan massa tetapi menggunakan mol.

dan suhu suatu gas. berikut persamaan yang ditemukan dalam bentuk hukum fisika. PV = RT PV = nkT Dimana k = tetapan boltzman (1.Oleh karena n = maka persamaan keadaan gas ideal dapat dinyatakan dalam jumlah molekul. selain gaya tarik antarpartikel juga terdapat gaya tolak antarpartikel yang berasal dari sifat elektris inti atom yang bermuatan positif. Melalui percobaan ini. fisikawan dan kimiawan ternama Irlandia. Tekanan gas kemudian dapat ditentukan dengan menghitung perbedaan ketinggian air raksa di bagian pendek tabung yang tertutup dan bagian panjang tabung yang terbuka. massa atom terpusat pada inti atom sehingga juka jarak atom terlalu dekat maka akan terjadi gaya tolak yang cukup besar dari atom-atom tersebut. Hukum-hukum gas ideal  Hukum Boyle (1662) Hukum Boyle mungkin adalah pernyataan paling awal dari persamaan keadaan. C. melakukan serangkaian percobaan menggunakan tabung gelas bentuk-J yang ujung bagian pendeknya tertutup. volume. Boyle mencatat bahwa perubahan volume gas berbanding terbalik dengan tekanan. partikel-partikel zat saling memberikan gaya tarik berasal dari sifat elektris maupun gravitasinya (hukum newton tentang gravitasi). Robert Boyle. Pada 1662. persamaan keadaan gas ideal Persamaan gas ideal adalah suatu persamaan yang menyetakan hubungan antara tekanan. Kemudian perubahan volume gas diukur dengan teliti seiring ditambahkannya air raksa sedikit demi sedikit ke dalam tabung. dengan demikian. memerangkap sejumlah tetap gas di ujung tabung yang pendek dan tertutup.38×10-23 j/k) P = tekanan gas (n/m2) V = volum gas (m3) n = jumlah molekul T = suhu gas (k) Jika ditinjau dari sudut pandang mikroskopik. Air raksa ditambahkan ke dalam tabung. Bentuk matematikanya dapat dituliskan sebagai berikut: 6 . terdapat jarak minimum yang harus dipertahankan oleh atom-atom tersebut agar tidak terjadi gaya tolak.

selama massa dan tekanan gas dijaga konstan. Berdasarkan hasil percobaannya. v = kt. Istilah kerennya tekanan gas berbanding terbalik dengan volume gas Hukum boyle yang berbunyi bila massa dan suhu suatu gas dijaga konstan maka volum gas akan berbanding terbalik dengan tekanan mutlak. dengan k adalah konstanta kemudian untuk gas dalam suatu wadah yang mengalami perubahan volum dan suhu dari keadaan 1 ke keadaan 2 saat tekanan dan massa dijaga konstan.Berdasarkan percobaan yang dilakukannya. volume gas semakin berkurang. dikemukakan oleh jacques charles tahun 1787. maka ketika suhu mutlak gas bertambah. Hubungan ini dikenal dengan julukan hukum Charles. maka ketika tekanan gas bertambah. Pernyataan lain dari hukum boyle adalah bahwa hasil kali antara tekanan dan volum akan bernilai konstan selama massa dan suhu gas dijaga konstan. om Cale menemukan bahwa apabila tekanan gas dijaga agar selalu konstan. volume gas semakin bertambah. secara matematis dapat di tulis PV=C Keterangan: P = tekanan gas (n/ m2 atau pa) V = volum gas (m3) C = tetapan berdimensi usaha  Hukum Charles Seratus tahun setelah Boyle menemukan hubungan antara volume dan tekanan. volume gas juga ikut2an berkurang. dengan demikian volum dan suhu suatu gas pada tekanan konstan adalah berbanding lurus dan secara matematis kesebandingan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut. sebaliknya ketika suhu mutlak gas berkurang. Hukum charles berbunyi volum gas berbanding lurus dengan suhu mutlak.Robert Boyle menemukan bahwa apabila suhu gas dijaga agar selalu konstan. Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang. dapat dirumuskan berikut : 7 . seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis yang bernama om Jacques Charles (1746-1823) menyelidiki hubungan antara suhu dan volume gas. volume gas pun ikt2an bertambah.

suhu mutlak gas pun ikut2an bertambah. Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang. dari hukum ini kita bisa mendapatkan: PV/T=konstan 8 . Biasanya di dalam soal rumus yang sering digunakan adalah rumus dari hukum ini. anda bisa menamai hukum ini dengan hukum Boyle dan Guy Lussac . maka ketika tekanan gas bertambah. Berdasarkan percobaan yang dilakukannya. pada proses 1 dan 2 hukum gey lussac dapat ditulis seperti berikut : Keterangan: P1 = tekanan mula-mula (atm) P2 = tekanan akhir (atm) T1 = suhu mutlak mula-mula (k) T2 = suhu akhir (k)  Hukum Boyle-Guy Lussac Hukum Boyle dan Guy Lussac merupakan penggabungan dari hukum Boyle dengan hukum Guy Lussac. secara matematis ditulis sebagai berikut : P = C. tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas. Jose menemukan bahwa apabila volume gas dijaga agar selalu konstan. Istilah kerennya. om Joseph Gay-Lussac pun tak mau ketinggalan. dinyatakan oleh joseph gey lussac (1778-1850). tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas. Hubungan ini dikenal dengan julukan Hukum Gay-Lussac pada volume konstan. pada volume konstan. suhu mutlak gas pun ikut2an berkurang.T Untuk gas dalam suatu wadah yang mengalami pemanasan dengan volum dijaga tetap.Keterangan: V1 = volum gas mula-mula (m3) V2 = volum gas akhir (m3) T1 = suhu gas mula-mula (k) T2 = suhu gas akhir (k)  Hukum Gay Lussac Setelah Boyle dan Charles mengabadikan namanya dalam ilmu fisika. hubungan inidikenal dengan julukan hukum gay-lussac. Sekedar trik dari saya.

T sama) V = konstanta x n  Hukum Gas Ideal (Dalam jumlah molekul) Kalau sebelumnya Hukum gas ideal dinyatakan dalam jumlah mol (n). maka setiap gas tersebut memiliki jumlah molekul yang sama. Hal ini pertama kali ditemukan oleh alhamrum Amedeo Avogadro (1776-1856). Seperti yang telah gurumuda jelaskan sebelumnya. Avogadro mengatakan bahwa ketika volume. kita akan menemukan bahwa ketika jumlah mol (n) sama. mantan ilmuwan Italia. Secara matematik. V= n (P. tapi dalam jumlah mol (n). maka kali ini hukum gas ideal dinyatakan dalam jumlah molekul (N). volume yang sama bagi gas-gas yang berlainan mengandung bilangan molekul (atau bil. tekanan dan 9 . hal ini dapat direpresentasikan untuk n jenis gas. maka konstanta gas universal (R) berlaku untuk semua gas. Hipotesa Avogadro ini sesuai dengan kenyataan bahwa konstanta R sama untuk semua gas. Hukum tekanan parsial Dalton (1801) Hukum Tekanan Parsial Dalton: Tekanan sebuah campuran gas adalah sama dengan jumlah tekanan masing-masing gas penyusunnya. tekanan dan suhu setiap gas sama. jika kita menyelesaikan soal menggunakan persamaan hukum gas ideal (PV = nRT). Berikut ini beberapa pembuktiannya: Pertama. berlaku:  Prinsip Avogrado Pada tekanan dan suhu yang sama. apabila kita menyatakan ukuran zat tidak dalam bentuk massa (m). Kalimat yang dicetak tebal ini dikenal dengan julukan hipotesa Avogadro (hipotesa = ramalan atau dugaan). mol) yang sama.

maka volume semua gas akan bernilai sama. Volume 3 mol gas = 67.8 liter. seperti temperatur.  Hukum gas ideal klasik Hukum gas ideal klasik dapat dituliskan sebagai berikut: Hukum gas ideal dapat juga diekspresikan sebagai berikut: dimana ρ adalah kerapatan.02 x 1023 molekul/mol = 6. sehingga memperkenankan simulasi untuk mematuhi Hukum Pertama. apabila kita menggunakan konstanta gas universal (R = 8.02 x 1026 /kmol Untuk memperoleh jumlah total molekul (N). Kedua. Persamaan keadaan adalah sebuah persamaan konstitutif yang menyediakan hubungan matematik antara dua atau lebih fungsi keadaan yang berhubungan dengan materi. Bentuk terakhir adalah murni dalam suku-suku kuantitas intensif dan berguna ketika mensimulasikan persamaan Euler karena mengekspresikan hubungan antara energi dalam dan bentuk-bentuk energi lain (seperti energi kinetik).2 liter. jumlah molekul dalam 1 mol sama untuk semua gas.suhu juga sama. setiap gas yang memiliki jumlah mol (n) yang sama akan memiliki volume yang sama. volume dan energi dalam. maka kita bisa mengalikan jumlah molekul per mol (NA) dengan jumlah mol (n).02 x 1023 /mol = 6.K). Persamaan keadaan 10 .315 J/mol. Keadaan Normal Di dalam fisika dan termodinamika. Dan seterusnya… ini berlaku untuk semua gas. Volume 1 mol gas pada STP = 22. tekanan. D.4 liter. Besarnya bilangan Avogadro diperoleh melalui pengukuran : NA = 6. Jumlah molekul dalam 1 mol = jumlah molekul per mol = bilangan avogadro (NA). Karenanya dirimu jangan pake heran kalau pada STP. γ indeks adiabatik. persamaan keadaan adalah persamaan termodinamika yang menggambarkan keadaan materi di bawah seperangkat kondisi fisika.02 x 1026 molekul/kmol = 6. Volume 2 mol gas = 44. Jadi bilangan Avogadro bernilai sama untuk semua gas. dan e energi dalam.

termasuk bintang netron. campuran fluida. terdapat juga beberapa persamaan keadaan dalam memperkirakan volume padatan. padatan. Terdapat juga persamaan-persamaan yang memodelkan bagian dalam bintang. tidak ada persamaan keadaan tunggal yang dapat dengan akurat memperkirakan sifat-sifat semua zat pada semua kondisi. Saat ini. Salah satu persamaan keadaan paling sederhana dalam penggunaan ini adalah hukum gas ideal. yang cukup akurat dalam memprediksi keadaan gas pada tekanan rendah dan temperatur tinggi. Tetapi persamaan ini menjadi semakin tidak akurat pada tekanan yang makin tinggi dan temperatur yang makin rendah.berguna dalam menggambarkan sifat-sifat fluida. termasuk transisi padatan dari satu keadaan kristal ke keadaan kristal lainnya. Namun demikian. 11 . sejumlah persamaan keadaan yang lebih akurat telah dikembangkan untuk berbagai macam gas dan cairan. dan gagal dalam memprediksi kondensasi dari gas menjadi cairan. dan bahkan bagian dalam bintang. Penggunaan paling umum dari sebuah persamaan keadaan adalah dalam memprediksi keadaan gas dan cairan. Konsep yang juga berhubungan adalah mengenai fluida sempurna di dalampersamaan keadaan yang digunakan di dalam kosmologi. Selain memprediksi kelakuan gas dan cairan.

T tetap) Charles: V =T (n. Karakteristik gas ideal sangat bergantung kepada tekanan. Thermodinamika adalah ilmu mengenai fenomena-fenomena tentang energi yang berubah-ubah karena pengaliran panas dan usaha yang dilakukan. 2. P tetap) Gay-Lussac: P = T (n. Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut momentum. dilakukan dengan Gabungankan hukum-hukum gas. V tetap) Avogadro: V = n (P. 4. 3. 6. Termodinamika berkaitan dengan kesimpulan yang dapat ditarik dari hukum-hukum eksperimen tertentu. dapat menggunakan langkah-langkah yang sederhana. koefisien ekspansi. maka didapat : Boyle: P = 1/V (n.BAB III PENUTUP Dalam hal ini yang disebut gas ideal adalah gas yang memenuhi asumsiasumsi sebagai berikut : 1. 5. Cara menghasilkan suhu yang rendah. T tetap) 12 . dan memanfaatkan kesimpulan ini untuk menghubungkan sifat-sifat material seperti kapasitas panas. temperatur dan volume. Beberapa teori dan hukum yang sangat mempengaruhi dalam pemahaman sifat gas yang diantaranya adalah teori kinetik gas dan hukum termodinamika. kompresibilitas.

094 liter 3) gas dalam ruang tertutup memiliki volum 2.? Penyelesaian: pada tekanan tetap berlaku hubungan seperti berikut. tekanan 2 atm. berapakah volum gas sekarang? pembahasan Dik: p = 10 atm V1 = 1l T1 = 470c = 320 k T2 = 770c = 350 k Dit:V2….4 L = 1 atm. gas dipanaskan pada tekanan tetap sehingga suhunya menjadi 770c.5 l p1 = 2 atm = ==> p2 = p1 ==> p2 = x 2 13 .T1 V2= 1. kemudian tekanan gas menjadi 1/4 dari tekanan semula dan suhu gas dijaga konstan. berapakah tekanan gas tersebut jika suhu dinaikan menjadi 670c pada volum tetap? pembahasan : Dik: v = 2. berapakah volum gas sekarang? pembahasan : Dik: p1 = 4 atm p2 = ¼ p1 = 1 atm t = 470c v1 = 4l Dit: v2 =…. V1.? Penyelesaian: dari hukum boyle. pada suhu tetap hubungan yang berlaku adalah : P1.V2 4 atm.V1 = P2. V2 V2=16 L 2) gas dalam ruang tertutup memiliki volum 1 liter pada tekanan 10 atm dan suhu 470c.5 liter.T2=V2.SOAL DAN PEMBAHASAN 1) Dalam suatu wadah terdapat 4 liter gas dengan tekanan 4 atm dan suhu 47 0c. dan suhu 270c.

Tentukan volume gas jika: a) diberikan nilai R = 8.4 x 10-3 m3 (22.4 x 10-3 m3/mol) Volume gas oksigen pada STP = 20 m3 Massa molekul oksigen = 32 gram/mol (massa 1 mol oksigen = 32 gram). Tentukan massa gas oksigen tersebut (massa molekul oksigen = 32 kg/kmol = 32 gram/mol) Pembahasan P = Patm + Pukur = (1 x 105 N/m2) + (20 x 105 N/m2) = 21 x 105 N/m2 T = 20 oC + 273 = 293 K V = 4 liter = 4 dm3 = 4 x 10-3 m3 R = 8.T1 P2= 2.314 J/mol.11 kg 6) 16 gram gas Oksigen (M = 32 gr/mol) berada pada tekanan 1 atm dan suhu 27oC.4 dm3 = 22. massa gas oksigen adalah : 32 gram 5) Sebuah tangki berisi 4 liter gas oksigen (O2).4 liter = 22.27 atm Dit: p2…? Penyelesaian: pada volum tetap berlaku hukum gey lussac.T2=P2.27 atm 4) Volume gas oksigen pada STP = 20 m3.t1 = 270c = 300k p2 = 2.K Massa molekul O2 = 32 gram/mol = 32 kg/kmol Massa O2 = ? Massa gas oksigen = 110 gram = 0.315 J/mol. Berapa massa gas oksigen ? Pembahasan Volume 1 mol gas pada STP = 22. Dengan demikian. Suhu gas oksigen tersebut = 20oC dan tekanan terukurnya = 20 x 105 N/m2.27 atm t2 = 670c = 340k jadi.K b) diberikan nilai R = 8314 J/kmol. tekanan gas pada suhu 670c adalah 2.K = 8. P1.315 Nm/mol.K 14 .

K Data : R = 8. dan pemuaian tabung diabaikan tentukan: a) massa gas yang tersisa di tabung b) massa gas yang keluar dari tabung c) perbandingan massa gas yang keluar dari tabung dengan massa awal gas d) perbandingan massa gas yang tersisa dalam tabung dengan massa awal gas e) perbandingan massa gas yang keluar dari tabung dengan massa gas yang tersisa dalam tabung 15 .5 mol P = 1 atm = 105 N/m2 7) Gas bermassa 4 kg bersuhu 27oC berada dalam tabung yang berlubang.K T = 27oC = 300 K n = 16 gr : 32 gr/mol = 0.Pembahasan a) untuk nilai R = 8.K T = 27oC = 300 K n = 16 gr : 32 gr/mol = 0.5 mol P = 1 atm = 105 N/m2 b) untuk nilai R = 8314 J/kmol.314 J/mol. Jika tabung dipanasi hingga suhu 127oC.314 J/mol.K Data : R = 8314 J/kmol.

Pembahasan Data : Massa gas awal m1 = 4 kg Massa gas tersisa m2 Massa gas yang keluar dari tabung Δ m = m2 − m1 a) massa gas yang tersisa di tabung b) massa gas yang keluar dari tabung c) perbandingan massa gas yang keluar dari tabung dengan massa awal gas d) perbandingan massa gas yang tersisa dalam tabung dengan massa awal gas e) perbandingan massa gas yang keluar dari tabung dengan massa gas yang tersisa dalam tabung 16 .

2001. Jakarta : Penerbit Erlangga 17 .DAFTAR PUSTAKA www.com Wikipedia Giancoli.. Jakarta : Penerbit Erlangga Halliday dan Resnick. Fisika Jilid I (terjemahan).google. Fisika Jilid I. 1991. Douglas C. Terjemahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->