Hydrotalcite

Struktur Lempung dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu lempung kationik dan lempung anionik. Lempung kationik banyak ditemukan di alam dan mempunyai struktur secara muatan elektrik bertolak belakang dengan lempung anionik. Lempung anionik jarang ditemukan di alam, tetapi mudah disintesis. Hydrotalcite merupakan senyawa layered double hydroxides (LDHs) termasuk ke dalam keluarga lempung anionik. Hydrotalcite mempunyai ciri yang sama dengan lempung umumnya, bila basah akan mengembang dan liat, dan bila dipanaskan akan menjadi keras. Struktur hydrotalcite merupakan lembaran dengan kation logam dikelilingi oleh enam hidroksida, M(OH)6, secara oktahedral koplanar. Terbentuk lembaran karena adanya pembagian yang sama pada sisi-sisi dari M(OH)6, sehingga struktur lembaran ini menyerupai struktur dari brucite, Mg(OH)2. Lembaran ini tersusun berlapis dengan dipisahkan oleh anion dan molekul air. Anion yang berada di antara lembaran ini mengkopensasi muatan positif pada lembaran terjadi karena penggantian kation divalen dengan kation trivalen yang memiliki ukuran yang tidak jauh berbeda. x+ x− II Rumus umum hydrotalcite adalah M 1− x M III ( OH ) 2 A m/−m .nH 2 O , di mana MII adalah x x kation logam divalen maupun monovalen seperti Mg2+, Zn2+, Fe2+, Cu2+ , dan lain-lain, MIII adalah kation logam trivalen seperti Al3+, Cr3+, Mn3+, Co3+, La3+, dan lain-lain. Am- adalah anion baik anion anorganik maupun anion organik seperti Cl-, Br-, I-, NO3-, CO32-, SO42-, polioksometalat, silikat, dan lain-lain yang berada di dalam bidang antarlapis. X adalah perbandingan MIII/(MII+ MIII). Skema struktur hydrotalcite seperti disajikan dalam gambar berikut

[

] [

]

Skema struktur hydrotalcite yang merupakan lembaran berlapis

Struktur sel satuan hydrotalcite dengan lembar oktahedral

Posisi atom-atom di daerah antar lembaran

dan diaduk dalam waktu tertentu. dan penstabil. Endapan yang terbentuk dibiarkan dalam larutan dan dipanaskan pada suhu tertentu.Struktur lembaran dari hydrotalcite Sintesis Sintesis hydrotalcite dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu : 1. yang meliputi : a. Dari kedua cara tersebut. Dalam bidang kesehatan. (2) temperatur kurang dari 373 K. Dengan metode hidrotermal akan diperoleh endapan yang optimal dan terjadi perubahan dari kristal hydrotalcite yang kecil menjadi lebih besar dan lebih baik dari endapan amorf menjadi endapan kristalin hydrotalcite. c. 2. Metode ini tergantung pada kemampuan anion yang dipertukarkan. sehingga diperoleh hydrotalcite dengan anion yang dikehendaki. dengan anion di antara lembaran yang dapat dipertukarkan. Sebagai adsorben dari molekul anorganik maupun organik. Proses pelarutan kembali dilakukan pada suhu kamar. pada suhu tinggi dalam waktu tertentu hingga menjadi amorf. e. Metode pengendapan langsung dapat dilakukan dengan menambahkan larutan basa pada campuran larutan garam-garam kation atau dengan menambahkan larutan garam kation divalen pada campuran larutan garam kation trivalen dan larutan basa. Sifat-sifat hydrotalcite sangat ditentukan oleh kandungan kation dan anion penyusunnya. Padatan amorf tersebut kemudian dilarutkan dalam larutan yang mengandung anion yang dikehendaki. dilakukan dengan mencampurkan larutan garam-garam dari logam-logam kation yang telah ditentukan kemudian diatur pH campuran tersebut pada nilai tertentu dengan larutan basa (biasanya NaOH atau amoniak dalam air) kemudian diaduk. Sebagai katalis dan pengemban katalis b. digunakan sebagai elektroda termodifikasi d. reaksi fotokimia dari fotoaktif molekul. khususnya dalam bidang lingkungan. umumnya pada temperatur 120o C dalam waktu tertentu. Dua kondisi hidrotermal yang biasa digunakan yaitu : (1) temperatur lebih tinggi dari 373 K. Beberapa sifat hydrotalcite sehingga potensial baik sebagai adsorben. yang biasa disebut dengan perlakuan pemeraman. serta perbandingan antara M2+ dan M3+. penambahan larutan basa pada campuran larutan garam-garam kation menghasilkan endapan yang lebih banyak. Dalam fotokimia. Memory Effect. Kemampuan ini disebabkan hydrotalcite mempunyai struktur terdiri atas lembaran bermuatan positif. Metode ini diawali dengan pengendapan langsung. Cara ini dilakukan dengan memanaskan hydrotalcite yang telah disistesis. Metode ini dilakukan dengan mempertukarkan anion yang terdapat dalam hydrotalcite yang telah disitesis dengan cara hydrothermal dengan anion lain yang telah ditentukan. Juga sifat hidrofilik hydrotalcite karena permukaan lembaran hydrotalcite kaya dengan gugus hidroksida sehingga hydrotalcite dapat berinteraksi dengan senyawa lain. Dalam elektrokimia. dan dilakukan dalam autoclave. antara lain : . Pertukaran ion (Ion Exchange). Kegunaan Hydrotalcite atau LDHs mempunyai beberapa kegunaan. tekanan rendah. Hydrotalcite dengan anion (a) dicampur dengan larutan yang mengandung anion (b) kemudian diaduk beberapa waktu pada temperatur kamar. sehingga menyerupai resin penukar ion. 3. hydrotalcite digunakan sebagai antiasam. antipeptin. Metode hidrotermal.

amida. adsorpsi pada permukaan. Senyawa humat tersusun atas kerangka karbon aromatis yang tinggi dan mengandung gugus-gugus fungsional yang umumnya mengandung oksigen. (2) asam fulvat fraksi ini larut dalam air dengan berbagai kondisi. Karakteristik yang khusus dari senyawa humat adalah kemampuannya untuk berinteraksi dengan oksida.a. Keasaman total senyawa humat dalam tanah terjadi karena adanya proton atau ion-ion H+ pada gugus karboksilat. Senyawa humat banyak ditemui dalam batubara dan tanah gambut. Secara kuantitas asam humat lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan asam fulvat pada berbagai tanah. gaya elektrostatik. Asam humat merupakan komponen dari senyawa humat yang larut dalam air dengan kondisi basa dan tidak larut dalam air dengan kondisi asam (< pH 2). van der Waals. Dapat dilakukan regenerasi setelah dipakai untuk adsorpsi. dan ikatan koordinasi. Berat molekul. Stabil pada temperatur dan tekanan tinggi f. Hydrotalcite mudah dimodifikasi. fosfat. fenol. Luas permukaan yang besar (100-300 m2/g) b. Senyawa humat memiliki berat molekul yang tinggi berkisar antara ratusan untuk asam fulvat dan ribuan untuk humin. Adsorpsi senyawa organik pada hydrotalcite disebabkan terjadinya interaksi baik interaksi fisika maupun kimia dari gugus–gugus aktif hydrotalcite dengan senyawa organik sebagai adsorbat. Senyawa Humat Pengertian Menurut Tan (1998): Senyawa humat merupakan komponen yang dominan dari tanah gambut selain senyawa organik dan anorganik lain. memungkinkan meningkatnya efektivitas dan jumlah sisi pertukaran anion d. baik asam maupun basa. Berdasarkan kelarutannya dalam berbagai variasi keasaman larutan. Interdispersi yang homogen c. Berat molekul senyawa humat sangat heterogen untuk setiap komponen. Tanah gambut merupakan hasil pembusukan bahan organik dalam kondisi kekurangan oksigen. (3) humin. Interaksi yang terjadi pada senyawa humat dikelompokkan sebagai reaksi pertukaran ion. dan senyawa organik. dan gugus fungsional merupakan parameter penting yang menentukan sifat-sifat kimia dan biologis senyawa humat. gugus –OH fenolat. alkohol. karbonil. Menurut Schnitzer (1986) senyawa humat menempati 70-80 % dari bahan organik dalam hampir semua tanah mineral. e. gaya London. fraksi senyawa humat yang tidak larut dalam air dengan pH di bawah 2. adalah fraksi senyawa humat yang tidak larut dalam semua kondisi air. senyawa humat dapat dibedakan beberapa fraksi yaitu : (1) asam humat. Menurut Schnitzer kandungan gugus-gugus fungsional asam humat dan asam fulvat dirangkum dalam tabel berikut : . hidrokarbon. baik asam maupun basa. –OH alkoholat baik yang terikat pada cincin aromatik maupun pada rantai alifatik. Interaksi melibatkan ikatan hidrogen. Efek-efek sinergis antar lapisan. dan sulfida. Asam humat mengandung gugus fungsional utama yaitu karboksilat. berwarna kuning hingga coklat kehitaman. dan koagulasi. ion logam. mineral. pengkhelatan. Sifat Sifat-sifat kimia dari senyawa humat sangat ditentukan oleh gugus fungsi yang terkandung dalam senyawa humat. Senyawa humat merupakan senyawa dengan berat molekul relatif tinggi berupa koloidal terdispersi yang amorf. kearomatisan. tetapi secara kimia komposisinya homogen Menurut Aiken (1985) senyawa humat merupakan kategori umum dari bahan organik tanah heterogen yang terjadi secara umum dengan karakter berwarna kuning hitam memiliki berat molekul yang besar dan bersifat refraktori. yang memungkinkan berinteraksi dengan spesies dalam larutan . Adsorpsi dapat terjadi pada permukaan adsorben maupun pada bidang lembaran.

iodometri dan metode Ca-asetat.7 5. Keasaman total (cmol/kg) dapat dihitung menggunakan metode barium hidroksida dengan persamaan : (Vb − Vs ) xNx10 6 keasaman total ( cmol / kg ) = miligram sampel dengan Vb = volume larutan standar asam yang digunakan untuk titrasi blangko Ba(OH)2. N adalah normalitas larutan basa standar.9 44.2 0.1 1.OH fenolat 310 310 .C=O (kuinon dan keton) 290 270 -OCH3 60 80 Komposisi unsur AH dan AF Unsur C H N S O AH (%) 56. Metode ini menggunakan prinsip titrasi potensiometri tidak langsung.8 35.OH alkoholat 260 500 . Kandungan gugus –OH total dalam asam humat dapat ditentukan dengan metode asetilasi dengan asetat anhidrat atau metilasi dengan dimetil sulfat. N = normalitas larutan standar asam. dengan asumsi bahwa yang mengalami metilasi adalah gugus –OH fenolat dan –OH alkoholat. dekarboksilasi.Tabel Kandungan gugus fungsional asam humat dan asam fulvat Asam Humat Asam Fulvat Gugus Fungsional (cmol/kg) (cmol/kg) Keasaman total 670 1130 -COOH 360 820 . esterifikasi.5 AF (%) 45. Vs = Volume larutan standar asam yang digunakan untuk titrasi sisa Ba(OH)2 dan larutan sampel.4 2. Ciri lain dari asam humat adalah terkandungnya gugus karboksilat yang lebih rendah daripada asam fulvat.7 3. Vb adalah volume larutan basa standar yang digunakan untuk menitrasi blangko. Metode Ca-asetat didasarkan pada reaksi pembentukan asam asetat menurut reaksi berikut : 2R-COOH + Ca(CH3COO)2 (RCOO)2Ca + 2CH3COOH Kadar –COOH ditentukan dengan menitrasi asam asetat yang dihasilkan dengan larutan basa standar.2 4.8 Analisis yang digunakan untuk menentukan keasaman total dari asam humat umumnya menggunakan metode adsorpsi Ba(OH)2 karena menghasilkan nilai keasaman total yang lebih tinggi dibanding metode lain. Reaksi yang terjadi dapat ditulis 2RH + Ba(OH)2 berlebih → R2Ba dan + 2 H2O Ba(OH)2 sisa + 2 HCl → BaCl2 + 2H2O Di mana R adalah makromolekuler dan H adalah proton pada gugus –COOH dan –OH yang bersifat asam. Kandungan asetil ditentukan dengan persamaan sebagai berikut : Kandungan asetil = (Vs – Vb) x N x 106 Milligram sampel . Kandungan gugus karboksilat dalam asam humat dapat ditentukan dengan berbagai metode di antaranya pertukaran ion. Kandungan gugus –COOH (cmol/kg) dihitung menggunakan persamaan berikut : Gugus −COOH = ( V s − V b ) × N × 10 miligram sampel 6 Dengan Vs adalah volume larutan basa standar yang digunakan untuk menitrasi sampel.

atau C = O dari ikatan –H konjugasi keton C=C aromatik. N adalah normalitas larutan basa standar. perubahan C–H dari CH2 dan CH3. ulur asimetris COO-. ulur N – H Ulur C – H alifatik Ulur C = O dari COOH dan keton Ulur C=O dari amida. Si – O pengotor silika. Ulur C – O dan perubahan OH dari COOH. Vb adalah volume larutan basa standar yang digunakan untuk menitrasi blangko. ikatan –H pada C = O Ulur simetris COO-. sedangkan gugus –OH alkoholat ditentukan dari selisih antara gugus –OH total dengan gugus –OH fenolat. kuinon. Identifikasi gugus-gugus fungsional utama senyawa humat dengan spektoskopi inframerah tersaji pada tabel berikut : Bil.042 x kandungan asetil Gugus –OH fenolat dihitung berdasarkan selisih antara keasaman total dan kandungan gugus karboksilat. ulur C–O dari aril eter Ulur C – O polisakarida. Kandungan OH total = Kandungan asetil /1-0. Spektra asam humat dan asam fulvat menurut Stevenson dan Goh Spektra inframerah asam humat menurut Stevenson dan Goh .Dengan Vs adalah volume larutan basa standar yang digunakan untuk menitrasi sampel.Gelombang (cm-1) 3400 – 3300 2940 – 2900 1725 – 1720 1660 – 1630 1620 – 1600 1590 – 1517 1460 – 1450 1400 – 1390 1280 – 1200 1117 – 950 Gugus Fungsi Ulur O – H . N – H deformasi dan ulur C = N C – H alifatik Perubahan OH dan ulur C – O fenol.

Cincin aromatis di atau trihidroksi benzena. Modifikasi lignin secara fisiokimia meliputi hilangnya gugus metoksi (-OCH3) menghasilkan gugus –OH fenolik dan oksidasi rantai samping lignin (pembelahan cincin aromatis) menghasilkan gugus –COOH. Kondensasi senyawa kuinon menghasilkan senyawa humat. Teori Kondensasi Gula Amina : senyawa humat yang berwarna coklat dihasilkan dari reaksi kondensasi gula dan amina yang telah tereduksi oleh aktifitas mikrobia. Di antara struktur yang diajukan antara lain C6H1 1O5 C O O H O (4 ) HO O O (1) C H2 O CH 2 (1 ) OCH 3 HC CH 2 (2) CH N O OH (1 ) C H2 O (1 ) CH 2 OH HC CH 2 (2 ) CH N O C 8H1 6O3N (4) Gambar O (1 ) H2C O (1 ) O OH C HN Ket : 1. Struktur Asam Humat Struktur asam humat secara pasti belum dapat ditentukan. selanjutnya mengalami polimerisasi dengan atau tanpa senyawa amino membentuk senyawa humat. Oksidasi senyawa aromatik oleh mikrobia membentuk hidroksikuinon 3. Teori Polifenol : menurut teori ini lignin mengalami perusakan oleh mikrobia melepaskan fenolik aldehid dan asam secara enzimatis dikonversi kuinon. (3 ) Nitrogen siklik. Residu Karbohidrat Struktur hipotetik asam humat menurut Drogunov .Pembentukan senyawa humat Teori lignin : lignin tidak sempurna dimanfaatkan oleh mikrobia dan residunya menjadi bagian dari humus tanah. Dekomposisi hidrolitik sisa tanaman dengan diikuti sintesis senyawa aromatis sederhana 2. Nitrogen komponen rantai 4. dengan reaksi awal penambahan amina pada gula. Secara umum minimal terdapat tiga tahap pembentukan senyawa humat : 1. Kemudian mengalami penataan ulang membentuk senyawa yang mudah mengalami polimerisasi dan membentuk senyawa humat. Hanya saja secara hipotetik banyak model struktur asam humat yang diajukan oleh banyak peneliti sebagai kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. O bagian ikatan rangkap gugus kuinon 2. membentuk 1-amino-2-deoksi-ketosa. 3.

-COOH. -OH fenolik. enolik. Pada struktur ini asam humat mengandung gugus –OH fenolat. yang terikat pada cincin aromatik dan kuinon dengan jembatan nitrogen dan oksigen Gugus –OH fenolat (ikatan hidrogen) CH=O C OOH C OOH C OOH Gugus COOH aromatik (terisolasi) Gugus quinon) Gula (C H -O H ) 4 (gu la) C = O O CH 2 O N O OH O H O O O HC CH NH R CH C=O H O OH C OOH HO O HO OH OH R CH N O O O O C OOH Gugus –OH fenolat bebas Oksigen sebagai jembatan N siklik peptida N H Gugus COOH yang saling berdampingan Gambar Struktur hipotetik asam humat menurut Stevenson (1994) Interaksi dengan Logam Senyawa humat dapat berinteraksi dengan kation logam khususnya logam-logam transisi karena mengandung gugus fungsional yang kaya oksigen dan nitrogen seperti COOH. Interaksi senyawa humat dengan . -OH alkoholik dan C=O serta adanya amino.Ar O H 2C OH OH OH HO HO OH HO C3 OCH 3 HO OH OH O O O O NH O COOH COOH OH HO O OH OH O CH 2 O Ar Gambar Struktur hipotetik asam humat menurut Flaig O H O CO OH CO OH H O O H O H O H O HO C O CO OH CO OH CO OH Gambar Struktur hipotetik asam humat menurut Fuch Struktur hipotetik asam humat yang dianggap memenuhi konsep-konsep yang ada diajukan oleh Stevenson.

b. Li. Kation-kation ini menunjukkan afinitas yang kuat dengan ligan yang mengandung O. Kestabilan kompleks yang terbentuk antara senyawa humat dengan ion logam sangat dipengaruhi oleh sifat logam dan ligan itu sendiri. Pola interaksi antara asam humat dengan ion logam dapat melalui (1) pembentukan ikatan hidrogen. Ni2+. Fe2+. Dalam sistem perairan logam ini membentuk kompleks yang stabil sehingga tidak ditemukan dalam bentuk bebas. melibatkan ion Na. tingginya rintangan sterik yang dimiliki oleh ligan akan menurunkan stabilitas kompleks. (2) polarisabilitas dan momen dipol. Gugus fungsional asam humat yang mengandung oksigen seperti –O . Sifat ion logam meliputi : (1) ukuran ion logam. Pada pH rendah. Mg. Sifat ligan yang meliputi : (1) kebasaan.O. c.(cincin N) > -COOH (karboksil) > . melibatkan Mn2+. Urutan kekuatan beberapa gugus fungsional sebagai berikut : -O.logam terjadi pada sejumlah sisi-sisi aktif. pH sistem sangat mempengaruhi interaksi logam dan ligan. gugus-gugus fungsional asam humat mempunyai kemampuan sebagai ligan yang berbeda-beda dalam membentuk kompleks dengan ion logam. makin tinggi polaritas dan polarisabilitas suatu ligan makin stabil kompleks yang terbentuk. dan Hg2+.yang banyak menyebabkan situs aktif ligan mengalami deprotonasi. Sr. dan S.dan -COOmerupakan situs aktif yang menentukan kemampuan senyawa humat dalam mengikat kation. Kation yang memiliki daya polarisasi yang tinggi cenderung menghasilkan interaksi yang kuat dengan senyawa humat karena kerapatan muatan positif yang tinggi. dan Pb2+. makin kecil ukuran ion logam maka kompleks yang terbentuk semakin stabil. (2) Polarisabilitas ion logam. Co2+. dan (4) pembentukan struktur khelat. Au+. Rb. Umumnya interaksi senyawa humat dengan logam alkali dan alkali tanah melibatkan pembentukan ikatan ion. N. dan Ba. makin tinggi energi ionisasi suatu logam maka kompleks yang terbentuk semakin stabil. Ca. dengan afinitas ikatan mulai dari energi rendah sampai energi tinggi membentuk ikatan koordinasi yang stabil. Umumnya interaksi antara asam humat dengan logam bertambah dengan meningkatkan pH larutan. jumlah OH. Zn2+. (3) pembentukan ikatan koordinasi. Cs. dan (3) faktor sterik. Studi spektroskopi inframerah telah mengkonfirmasi peranan penting dari gugus karboksilat dari senyawa humat dalam membentuk kompleks dengan ion logam. Interaksi pertukaran kation cepat. Kationkation ini memiliki afinitas yang kuat dengan ligan yang menggandung nitrogen dan sulfur. secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: a.(eter) > -C=O (karbonil). Cd+. Interaksi pertukaran kation kurang cepat. berarti jumlah H+ semakin banyak sehingga situs aktif ligan akan mengalami protonasi. melibatkan Cu+. makin kuat basa lewis suatu ligan maka semakin stabil kompleks yang terbentuk. (3) energi ionisasi. K. Menurut Aiken (1985). Interaksi pertukaran kation lambat. sedangkan dengan unsur-unsur logam transisi melibatkan ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinasi atau pembentukan kompleks. . Kation-kation ini cenderung membentuk kompleks dengan ligan oksigen menghasilkan senyawa kompleks yang relatif tidak stabil sehingga mengalami pertukaran kation yang cepat dalam air. Ikatan yang lebih lemah dapat diperoleh apabila sisi aktif dari asam humat yang mengikat logam secara kuat telah jenuh. (2) pertukaran ion. Ti+. Interaksi dapat terjadi melalui satu atau beberapa mekanisme. Interaksi antara ion logam dengan ligan yang berasal dari bahan alam pada umumnya berlangsung melalui pertukaran kation. makin tinggi polarisabilitas ion logam maka kompleks yang terbentuk semakin stabil.(enolat) > -NH2 (amina) > -N=N (azo) > -N. sebaliknya pada pH tinggi. Interaksi antara asam humat dengan ion logam yang menghasilkan ikatan paling kuat dapat diperoleh bila melalui mekanisme pembentukan ikatan koordinasi atau pembentukan struktur khelat. Ag+. Cu2+.

penghilangan warna serta pemisahan komponen-komponen dalam sistem mengalir bentuk granular lebih disukai.Karbon Aktif Karbon aktif adalah karbon yang telah mengalami proses pengaktifan sehingga mempunyai daya serap yang tinggi terhadap senyawa lain sepeti zat warna. Struktur mikrokristal ini dipengaruhi oleh pengotor dan metode pembuatan yang digunakan. Karbon bentuk granular biasanya digunakan untuk adsorpsi gas. Gugus heterosiklis ini mempengaruhi sifat-sifat dari karbon aktif. serta tidak larut dalam air. uap. Karbon aktif terdiri atas pelat-pelat datar. Tiga dari empat elektron karbon membentuk ikatan kovalen dengan atom sekitar sedangkan satu elektron beresonansi dengan beberapa struktur ikatan valensi. Karbon aktif menurut bentuknya dibagi menjadi dua yaitu bentuk granular dan berbentuk bubuk. tidak mempunyai struktur kristal tertentu. atom C tersusun dalam sisi heksagonal dan setiap atom karbon terikat secara kovalen dengan atom karbon yang lain. Gambar struktur grafit. Luas permukaan yang besar ini disebabkan karena karbon mempunyai permukaan dalam (internal surface) yang berongga. Struktur karbon aktif menyerupai struktur grafit. Elemen-elemen ini akan berkombinasi dengan karbon dalam struktur cincin membentuk gugus heterosiklis pada bagian ujung bidang. Kristal grafit terdiri atas bidang-bidang datar heksagonal yang tersusun dari atom-atom karbon yang mempunyai cincin-cincin aromatis dalam senyawa organik. Hal ini karena karbon aktif mempunyai pemukaan yang luas antara 300. Karbon aktif mengandung elemen-elemen yang terikat secara kimia seperti oksigen dan hidrogen. Antar lapisan terikat dengan gaya Van der Waals. Sifat-sifat umum karbon aktif adalah amorf.tidak berbau. tetapi dalam proses deklorinasi. Elmen-elemen ini berasal dari bahan baku dan akibat dari proses yang tidak sempurna baik pada tahap karbonisasi maupun pada tahap aktivasi. Demikian pula dengan adanya abu yang bukan merupakan bagian produk dapat mempengaruhi sifat-sifat dari karbon aktif. tidak berasa. Pada grafit. basa. bau. pelat-pelat ini lebih dekat satu sama lainnya dan terikat dengan cara tertentu yang tidak dijumpai pada karbon kristal. atau zat terlarut. zat-zat beracun dan zat-zat kimia lain. Berdasar data spektrograf sinar X struktur ini diinterpretasikan sebagai struktur mikrokristal. Gugus-gugus fungsional yang terbentuk dalam karbon aktif adalah : 1 2 3 4 5 . berwarna hitam. Karbon aktif berbentuk amorf mempunyai daya serap yang tinggi terhadap gas. asam encer dan pelarut organik.2500 m2/gram. Struktur Karbon aktif adalah karbon amorf. Bidang-bidang datar tidak tersusun pada sumbu tegak lurus melainkan antara lapis yang satu dengan lapis yang lain membentuk sudut tak tentu dan saling tumpang tindih tidak beraturan. Untuk adsorpsi larutan biasanya menggunakan karbon dalam bentuk bubuk. dan mempunyai daya serap tinggi.

3. Pori-pori yang dihasilkan dari proses aktivasi ada beberapa macam bentuk yaitu : (1) bentuk kapiler yang terbuka pada kedua ujung. dengan adanya pori-pori mikro antar partikuler yang sangat banyak jumlahnya pada karbon aktif.7 mL/gram. karbon aktif memiliki gugus fungsional pada permukaan sebagai pusat aktif .8-2 nm. Secara umum faktor yang menyebabkan karbon aktif memiliki daya serap adalah 1. mesopori. karakter fasa cair (larutan) antara lain temperatur. hal ini akan menimbulkan gejala kapiler. 3.5 mL/gram dan luas permukaan spesifik mencapai 95% dari luas permukaan spesifik keseluruhan. volume pori dapat mencapai 0. (2) bentuk kapiler dengan salah satu ujungnya tertutup. panas adsorpsi rendah. karakter dari adsorben.5-2 m2 /gram. dan mikropori. Karbon aktif dengan porositas mesopori yang diperbesar. volume antara 0. Untuk karbon aktif.1 mL/gram. pada karbon aktif makropori tidak banyak berperan dalam proses adsorpsi kecuali untuk adsorbat organik yang mempunyai ukuran molekul besar. luas permukaan yang sangat besar. 4. jumlah pori. Makropori mempunyai radius efektif lebih besar dari 100 nm. Hal ini karena gaya yang berperan utama pada proses adsorpsi pada karbon aktif adalah gaya van der Waals. dan luas permukaan mencapi 200-450 m2/gram.8 mL/gram dengan luas permukaan 0. gugus fungsional sebagai sisi aktif (active site) 2. Selama proses aktivasi elemenelemen pengotor terbebaskan. karbon aktif tidak memerlukan proses awal yang rumit sebelum digunakan pada proses memisahkan dan pemurnian larutan. Sifat-sifat adsorpsi karbon aktif tidak hanya ditentukan oleh porinya. Struktur pori adsorben karbon aktif dibagi menjadi tiga kategori : yaitu makropori. 2. konsentrasi adsorbat dalam fasa cair. dapat menyerap molekul-molekul organik non polar dan sedikit polar lebih baik daripada adsorben lain pada kondisi temperatur kamar dan tekanan rendah. tetapi ditentukan juga oleh komposisi kimianya. perbandingan adsorbat dengan adsorben. Seperti kandungan gugus fungsional dan pengotor yang terjadi baik yang berasal dari bahan baku maupun karena proses karbonisasi dan aktivasi. Luas permukaan spesifiknya 20-70 m2/gram. 2. waktu kontak adsorpsi. Radius efektif mikropori lebih kecil dari 1.15-0. volume mikropori sekitar 0.02-0. dan bentuk meruncing (huruf V). Pada permukaan mesopori terjadi adsorpsi monomolekuler dan polimolekuler. memiliki permukaan internal yang luas. Mesopori mempunyai ukuran antara 50 -100 nm dan 2 nm. sehingga mudah dilakukan regenerasi.2-0. Karbon aktif secara luas telah digunakan sebagai adsorben karena memiliki beberapa kelebihan : 1. sehingga jumlah pori-pori menjadi lebih banyak dan ukuran menjadi besar. karakter dari adsorbat antara lain ukuran molekul. (3) bentuk kapiler leher sempit. pH 5. Sifat adsorpsi Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi adalah : 1. kepolaran 3. ukuran pori. Karbon aktif mempunyai radius efektif biasanya 4-20 nm dengan volume antara 0. Pada karbon aktif radius efektif makropori berkisar 500-2000 nm. Luas permukaan yang kecil. ukuran dan distribusi sesuai dengan yang diharapkan. antara lain luas permukaan.6 7 (1) hidroksida (2) lakton (3) kaboksilat anhidrat (4) karboksilat (5) karbonil (6) kuinon (7) lakton tipe fluoresein Struktur pori-pori Proses aktivasi adalah proses pengubahan pori-pori yang sudah dari bahan menjdi lebih banyak.

Karbon aktif digunakan dalam bahan makanan yang tidak dapat dimurnikan dengan cara pengkristalan dan destilasi.zat pengaktif yang digunakan adalah ZnCl2.Adsorpsi dibedakan menjadi dua. masih banyak pengotor. ukuran pori seragam dan terdistribusi sesuai denga yang diinginkan. hasil karbonisasi adalah arang yang kurang aktif. 4. aktivasi kimia. yaitu tiap-tiap lapisan yang terbentuk di dahului oleh lapisan pada bagian atas dengan banyaknya lapisan berbanding dengan besarnya konsentrasi. Bila gaya tarik (energi) yang terjadi lemah maka adsorbat dengan mudah didesorpsi. NaOH. penjernihan air Karbon aktif digunakan pada tahap akhir proses penjernihan air. Proses aktivasi yang biasa dilakukan ada dua macam yaitu : 1. asam fosfat. Adsorpsi jenis ini merupakan multi lapisan atau multi molekuler. 2. menyerap gas dan peroksida. aktivasi fisika. Karbon aktif dapat memperbaiki warna dan rasa dari makanan seperti gelatin. Untuk mengubah arang menjadi lebih aktif perlu dilakukan aktivasi. Proses pembuatan karbon aktif. tempurung. bahan makan lain. Preparasi bahan baku dilakukan dengan memilih bahan baku yang mengadung karbon seperti batu bara. 3. Aktivasi fisika dilakukan dengan mengalirkan gas panas pada arang hasil karbonisasi. Kegunaan karbon aktif Karbon aktif dapat digunakan sebagai bahan pemucat. industri kimia dan farmasi 6. dan sebagainya. menjaga terjadinya penyusutan. Dengan proses aktivasi. potasium sulfida. cuka. dan uap air. pada proses ini dilakukan kontrol terhadap laju alir gas. sebanding dengan energi ikatan kimia. (3) aktivasi arang hasil karbonasi. Energi adsorpsi fisika sekitar 5-10 kkal/mol. karena memiliki luas permukaan yang hanya mencapai beberapa meterpersegi. Proses aktivasi dilakukan untuk mengubah pori-pori dari bahan baku yang telah ada menjadi lebih banyak. potasium tiosianat. Adsorpsi fisika terjadi bila perbedaan energi atau gaya tarik elektris lemah antara adsorbat dengan adsorben yang menyebabkan adsorbat terikat pada adsorben. sehingga laju reaksi permukaan lebih lambat daripada laju difusi pori. tetapi dapat menyerap bahan asing dalam makanan yang tidak dikehendaki. Kegunaan karbon aktif : 1. dan zat lain yang dapat mencegah terbentuknya pengotor. senyawa-senyawa nitrogen dan koloid liofilik pada gula. penurnian gula karbon aktif dapat menyerap zat warna. pemurnian minyak karbon aktif merupakan bahan yang baik untuk menyerap zat warna minyak. Adsorpsi kimia merupakan proses satu lapisan (monomolekuler). Proses aktivasi kimia umumnya digunakan untuk arang yang berbahan baku lignin. yaitu adsorpsi fisika (physisorption) dan adsorpsi kimia (chemisorption). katalis dalam reaksi . Pada adsorpsi kimia terjadi pertukaran atau penggunaan elektron bersama antara adsorbat dan permukaan adsorben sehingga membentuk ikatan kimia. karbon hasil karbonisasi akan memilki luas permukaan lebih besar dan pori-pori sesuai dengan kebutuhan. Adsorpsi kimia terjadi bila antara adsorbat dengan adsorben terjadi reaksi kimia membentuk senyawa kimia baru pada permukaan adsorben. penyerap gas. dan menggunakan gas oksidator lemah seperti CO2. dan lain-lain. KOH. (2) karbonisasi bahan baku pada tempertur rendah. Untuk menghasilkan pori yang seragam. Aktivasi kimia dilakukan dengan menambahkan zat pengaktif pada saat proses karbonisasi. Adsorpsi fisika adalah reversibel (dapat balik) tergantung pada kekuatan gaya tarik antar molekul. Karbon aktif dibuat melalui beberapa tahap yaitu (1) preparasi bahan baku. Karbon aktif tidak bereaksi dengan makanan. Energi yang terlibat dalam adsorpsi kimia lebih besar dari 10 kkal/mol. Temperatur pada proses ini sekitar 700-1100O C. sehingga proses penyaringan dan kristalisasi lebih baik. penyerap logam dan sebagainya. 5. Proses karbonisasi dengan cara pirolisis bahan baku pada temperatur sekitar 400-500 OC. 2. kayu. tanah gambut. serta pori-pori tidak seragam.

.Postulat adalah teori yang belum tentu kebenarannya tapi dalam dalam pengujiannnya hasilnya benar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful