P. 1
Kampanye

Kampanye

|Views: 266|Likes:
Published by Popo Mangun
Makalah
Makalah

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Popo Mangun on Dec 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2014

pdf

text

original

STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim

Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor, Jawa Barat)

Oleh: Yuddi Yustian A14204057

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2008

RINGKASAN YUDDI YUSTIAN. STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor, Jawa Barat). Di bawah bimbingan SARWITITI S. AGUNG).

Perubahan sistematika pemilihan kepala daerah yang ditandai dengan disahkannya Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan revisi dari Undang-undang No. 22 Tahun 1999, telah mengubah tata cara pemilihan kepala daerah yang sebelumnya dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui pemilihan umum yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perubahan tata cara pemilihan tersebut juga merubah cara-cara dan pendekatan kampanye politik yang dijalankan oleh masing-masing pasangan calon. Saat pemilihan dilakukan oleh DPRD, kampanye dengan cara lobi politik kepada anggota dewan lebih diutamakan, sedangkan dalam pemilihan secara langsung oleh masyarakat, pengenalan calon kepala daerah kepada masyarakat melalui kampanye politik yang melibatkan masyarakat dijadikan cara utama untuk menarik perhatian dan suara dari konstituen yaitu masyarakat daerah setempat. Kampanye dalam pemilihan kepala daerah dilakukan dengan beragam teknik kampanye, yang dihasilkan melalui tahapan perencanaan kampanye politik yang meliputi tahap perencanaan anggaran dan pendanaan kampanye, konsolidasi internal dan eksternal tim kampanye, segmentasi sasaran kampanye, targeting sasaran kampanye, dan positioning yang dinyatakan dalam bentuk slogan kampanye. Beragam teknik kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye politik

diyakini akan membentuk suatu citra politik bagi pasangan calon yang dikampanyekan. Citra politik yang menarik dan dianggap penting oleh masyarakat akan mendorong pemilih untuk menjatuhkan pilihan politiknya kepada calon tersebut. Subjek dari penelitian ini adalah pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana (DA’I) yang berstatus sebagai calon incumbent dan didukung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat, dan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (HADE) sebagai calon pendatang baru yang didukung oleh PKS dan PAN. Perbedaan status antara kedua calon kepala daerah tersebut diyakini akan mempengaruhi teknik-teknik dan bentuk kampanye politik yang dijalankan oleh kedua pasangan calon kepala daerah. Penelitian dalam skripsi ini memfokuskan pada aspek perencanaan strategi kampanye politik, kegiatan kampanye politik yang dilakukan, kesesuaian citra antara yang ditangkap oleh pemilih dan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye politik, serta perbandingan strategi kampanye politik dari tim kampanye calon gubernur incumbent dan calon gubernur pendatang baru, di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus tipe instrumental, untuk mengetahui proses dan tahapan perencanaan kampanye politik, serta teknik dan bentuk kampanye politik yang digunakan oleh tim kampanye pasangan calon kepala daerah incumbent dan pendatang baru. Pada penelitian ini juga digunakan metode polling untuk mengukur kesesuaian citra yang ditangkap oleh pemilih DA’I dan HADE di Kota Bogor, dengan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye mereka. Jumlah responden polling dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu

Hasil penelitian ini mengungkap bahwa mekanisme kerja tim kampanye HADE yang bekerja berdasarkan masing-masing partai politik pendukung menjadi HADE PKS dan HADE PAN. Sementara itu tim kampanye DA’I yang anggota-anggotanya berasal dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. Penggunaan perjanjian ”kontrak politik” antara pasangan calon dengan masyarakat juga meningkatan rasa kepercayaan masyarakat kepada calon . Teknik-teknik kampanye yang menggunakan model komunikasi satu-satu ternyata lebih efektif untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat dibandingkan model komunikasi satu-banyak.30 responden yang memilih pasangan DA’I dan 30 responden yang memilih pasangan HADE. yaitu Kecamatan Bogor Tengah. dan Kecamatan Tanah Sareal. konsolidasi internal dan eksternal yang dilakukan. Responden tersebut dipilih dari tiga kecamatan di Kota Bogor. ternyata mempengaruhi bentuk-bentuk kegiatan kampanye yang dilakukan dan pada akhirnya berperan menjadi faktor-faktor yang berpengaruh untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. justru mengalami berbagai hambatan yang menyebabkan kondisi ”saling tunggu” karena sulitnya koordinasi antara anggota-anggota tim kampanye dari parpol yang berbeda. Selain itu jumlah dana. targeting sasaran kampanye. ternyata lebih efektif dalam menjalankan kegiatan kampanye yang hanya berlangsung kurang dari dua minggu. Bogor Utara. Teknik kampanye yang dijalankan juga berpengaruh terhadap peluang untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. visi-misi. serta kalimat positioning. Model komunikasi satu-satu tersebut digolongkan ke dalam teknik kampanye dari rumah ke rumah. yang dilakukan dengan cara mendatangi dan menjelaskan biografi pasangan calon. dan program kerja yang akan dijalankan jika nanti terpilih.

dan ketepatan momentum mengenai citra pasangan muda dengan isu yang sedang berkembang saat itu. Sementara itu faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan pasangan DA’I antara lain adalah. bentuk-bentuk kampanye yang inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat juga turut mempengaruhi pilihan politik masyarakat. Faktor-faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan HADE antara lain adalah. kurangnya konsolidasi internal tim kampanye dan partai ke tingkat atas dan bawah. menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan kemampuan individu dalam menangkap citra dengan tepat. dengan pandangan masyarakat mengenai pasangan DA’I.yang melakukan perjanjian ”kontrak politik”. kegiatan kampanye politik yang inovatif. dan ketidaksesuaian citra yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I. penggunaan strategi kampanye yang tepat melalui direct selling. mekanisme kerja tim kampanye yang efektif. Selain itu. kesalahan dalam penggunaan strategi kampanye melalui strategi ”panggung” yang merupakan cara-cara lama dalam berkampanye. . Usia dan tingkat pendidikan pemilih ternyata tidak mempengaruhi kesesuaian citra politik pasangan calon kepala daerah yang ditangkap oleh pemilih dan yang dikomunikasikan oleh tim kampanye. Persentase kesesuaian citra dari kedua pasangan berdasarkan usia dan tingkat pendidikan pemilih pasangan DA’I dan HADE yang lebih dari 50 persen (kecuali pemilih HADE yang berpendidikan menengah yaitu sebesar 30 persen).

STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor. Jawa Barat) Oleh: Yuddi Yustian A14204057 SKRIPSI Sebagai Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

MS NIP. 131 879 331 Mengetahui. Dosen Pembimbing Dr. M. Dr.Agr NIP. Ir. Agung. Jawa Barat) Dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 131 124 019 Tanggal Lulus: . Dekan Fakultas Pertanian Prof. Menyetujui. Ir. Sarwititi S. Didy Sopandie.PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh: Nama NRP Judul : Yuddi Yustian : A14204057 : STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor.

September 2008 Yuddi Yustian A14204057 .PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL STRATEGI PENDATANG KAMPANYE BARU POLITIK CALON INCUMBENT KEPALA DAN DALAM PEMILIHAN DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor. Bogor. DEMIKIAN PERNYATAAN INI SAYA BUAT DENGAN SESUNGGUHNYA DAN SAYA BERSEDIA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERNYATAN INI. Jawa Barat) INI BENAR-BENAR MERUPAKAN HASIL KARYA YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI KARYA ILMIAH PADA SUATU PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN DAN JUGA BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI TIDAK MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITULIS ATAU DITERBITKAN OLEH PIHAK LAIN KECUALI SEBAGAI BAHAN RUJUKAN YANG DINYATAKAN DALAM NASKAH.

kemudian dilanjutkan di SMU PGRI I Bogor dan lulus pada tahun 2003. melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Fakultas Pertanian. merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. . yang dilahirkan di Bandung pada tanggal 2 Desember 1985 dari orangtua bernama Buntara. Institut Pertanian Bogor. SE dan Kenny Afantini. Pendidikan formal penulis dimulai di SD Negeri Pengadilan 5 Bogor dan lulus pada tahun 1997. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor Fakultas Pertanian IPB periode 2006-2007. penulis aktif menjadi pengurus pada beberapa organisasi intra dan ekstra kampus. dan Profesi pada Himpunan Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (MISETA) periode 2007-2008. Pada tahun 2004 penulis diterima di Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. penulis juga bekerja paruh waktu sebagai Marketing Officer pada Majalah Bogor-Q. Selama penulisan skripsi ini. selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 2 Bogor dan lulus pada tahun 2000.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Yuddi Yustian. penulis juga pernah menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Dasar-dasar Komunikasi pada semester ganjil tahun 2006. Bakat. Selama menjadi mahasiswa. di antaranya adalah Ketua Departemen Minat. Selain aktif di organisasi kemahasiswaan.

Bogor. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Penelitian skripsi ini merupakan proses belajar yang dilakukan oleh penulis agar penulis dapat mengenal.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. pada pemilihan kepala daerah Jawa Barat yang dilakukan oleh tim kampanye calon incumbent dan pendatang baru. Demikianlah skripsi ini disusun dengan suatu tema tulisan yang dipandang cukup relevan untuk ditelaah lebih lanjut saat ini. mempelajari. Skripsi ini berjudul: STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor. Penulisan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. yang kemudian disajikan dalam bentuk karya ilmiah berupa skripsi. September 2008 Penulis . Jawa Barat). dan menganalisis fakta-fakta mengenai kampanye politik. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para akademisi dan pihak-pihak yang berkepentingan. Penelitian yang ditulis dalam skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dan melakukan perbandingan pada tahap-tahap perencanaan dan kegiatan kampanye politik. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

2...... 12 2...4..................................... Pencitraan Politik .....................................8....... 23 2...3.................1.................. 11 2..1.................................................... 32 3........1...............................7................................................. Penentuan Subjek Penelitian dan Responden Polling ....... Definisi Kampanye Politik ......................... 1........ Tinjauan Pustaka.2.............................................................................1................. Metode Penelitian . 2................................................ 26 2..................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA ANALISIS .................................................. Tim Kampanye .......................1....................... 33 3.... Teknik Analisis Data dan Penyajian Data............ Persuasi Politik ................ 13 2...........................1......................... 2..... Kerangka Analisis ............................. 29 BAB III METODOLOGI ................... Kegunaan Penelitian .......................2..1......................................................... Tahapan Pemasaran Politik ............3............ 1..........4.................2..................3................... 36 3... 1...... Latar Belakang. 20 2............................... 26 2...................1..................... 2..5......................................................3......... Strategi Kampanye Politik ....1.................................................................. Teknik Pengumpulan Data...... 32 3........... 1........4..................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN ....1..... Teknik-teknik Kampanye Politik ................ Perumusan Masalah ........................................ Tujuan Penelitian ................. 28 2...........6................. Definisi Konseptual .....................1.....................................1......... 37 1 1 5 8 8 9 9 9 . Fenomena Kekalahan Calon Incumbent dalam Pilkada ...

...... Tahapan Perencanaan Strategi Kampanye Politik DA’I ..... Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye ....................4.2.1......................3.. 40 4.. 42 4........... 39 4........................ Profil Tim Kampanye HADE . 54 5................................4......2.....3..........4......2...5......................................... 55 5.........3........... 51 5.... 56 5................................. 48 5.. Targeting ............... Positioning .... Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye ..................1........................ Segmentasi ......... 59 5.....................................1......2......... 54 5..... Segmentasi .... Positioning ................... 46 BAB V PERENCANAAN STRATEGI KAMPANYE POLITIK ..............1....... 60 5..................................... Tahapan Perencanaan Strategi Kampanye Politik HADE... Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye ..............3........... 62 BAB VI KEGIATAN KAMPANYE POLITIK .....5............. Profil Pasangan Pendatang Baru (HADE) ...........1.................................2.......... Profil Pasangan Incumbent (DA’I) .................................. Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik ... Targeting .....5.....................1... Profil Tim Kampanye DA’I Kota Bogor ....................1.1... 48 5........... 44 4...............................................2....................................... 39 4....................2.......... Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye ............... 49 5............... 57 5.. 65 .............. 50 5.2.........BAB IV PROFIL CALON GUBERNUR DAN TIM KAMPANYE ..............1............... Perbandingan antara Tim Kampanye DA’I dan HADE ......2.. 61 5.............

................................................. Pawai Motor Simpatik ... Perbandingan Kesesuaian Citra ......... 93 7...................................................... Kampanye Massa Tidak Langsung ..............2..........2....6................... Kampanye Massa Langsung ...3.......................... Kegiatan Kampanye Politik Tim HADE Kota Bogor ........ Kampanye Dialogis dan Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda .....4........5..........................2.... 86 6...............5...............1. Kampanye Direct Selling .................1.......3..........1................1... Kampanye Pembukaan ............................4....... 82 6.......... Pengaruh Kampanye terhadap Keputusan Memilih DA’I dan HADE .... Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye HADE ............... Kegiatan Kampanye Politik Tim DA’I Kota Bogor........... Angkot Gratis ......1.................. Kendala dalam Pelaksanaan Kegiatan Kampanye ...........2. 73 6................... 95 7........ 72 6................... 97 .......... Kampanye Massa Tidak Langsung ...........3..... Kunjungan Langsung ke Masyarakat oleh Pasangan HADE.....2.........................2........................ 81 6..................2..........2....... 84 6....................3. 89 BAB VII PENCITRAAN PASANGAN CALON GUBERNUR ..................................... 85 6..........................5........................... 75 6...... 87 6............ 71 6......... 65 6.............1............ Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye DA’I 93 7.......... Perbandingan Kegiatan Kampanye DA’I dan HADE ...........4. Kampanye Massa Langsung .............................1.................................................... 66 6........ 75 6.............................1.................. 72 6.........2..................1..

.................1...... 109 9.............................................. 116 ........................................................ Faktor-faktor Kekalahan Pasangan Incumbent (DA’I)......1........... Saran ..2................................................................................ 106 BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN .. Faktor-faktor Kemenangan Pasangan Pendatang Baru (HADE) ... Strategi Kampanye Politik ......BAB VIII STRATEGI KAMPANYE POLITIK DAN FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA.......... Kesimpulan .... 109 9.................................. 102 8..............................3............................................................................................2...... 114 LAMPIRAN. 112 DAFTAR PUSTAKA....................................... 102 8............................................................... 104 8....................................

............................................................. Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Citra yang ingin dibentuk.... Tabel 2...................... 68 Tabel 5............ Tabel 4.... Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan Hubungannya dengan sasaran Kampanye .............................. 70 Tabel 7....................... 2008 ............................... Matriks Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik ....................................................................................................................... 78 Tabel 10................. 62 Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Sasaran Kampanye............. 51 Matriks Organisasi Pendukung Pasangan HADE di Kota Bogor .... Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan Hubungannya dengan Slogan Kampanye .......................................................................... 78 Tabel 9..... 77 Tabel 8.... Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Slogan Kampanye ............... 58 Tabel 3................................. 88 ..................... 69 Tabel 6.... Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan Hubungannya dengan Citra yang Ingin Dibentuk ....... Matriks Organisasi Pendukung Pasangan DA’I di Kota Bogor .........DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1............................. Persentase Pemilih DA’I di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye DA’I.

... 96 Tabel 17................... Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor. 2008... Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor............... 2008... 95 Tabel 16.. 97 Tabel 18.... 88 Tabel 12........... 2008 . 2008... 90 Matriks Kegiatan Kampanye DA’I di Kota Bogor ........ Matriks Kegiatan Kampanye HADE di Kota Bogor ...... 2008 ............ 2008........ Tabel 14.... 94 Tabel 15............... 98 Tabel 19.............. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor................. Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.. Tabel 13............................. 91 Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor............................................. 2008..... Persentase Pemilih DA’I di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye HADE.........................Tabel 11.... 99 .... Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor..

.... Kota Bogor........ 71 Pawai Motor Simpatik Pendukung DA’I .... Kerangka Analisis Strategi Kampanye Politik Calon Incumbent dan Pendatang Baru dalam Pemilihan Kepala Daerah.................. Gambar 6........... Gambar 9.............. 15 Gambar 2....... 80 Kampanye HADE di Lapangan Sempur Kota Bogor ...... 83 Gambar 12......................................... 81 Gambar 10. 79 Baligo Pasangan HADE di Jalan Juanda Bogor ...DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1...................... Gambar 5.............................................. Kriteria Calon Gubernur Menurut Warga Jawa Barat ... 29 Gambar 4....... 83 Gambar 11................ Kampanye Direct Selling HADE di Jembatan Merah.................. 2008 ........ 70 Juru Kampanye sedang Mengkampanyekan Pasangan DA’I ...... Kota Bogor ............. 25 Gambar 3.................. Gambar 8......................... Kunjungan Ahmad Heryawan ke Pasar Anyar Bogor ....... 73 Pamflet Kampanye Pasangan HADE ....... 85 ......... Tahapan Marketing Politik .. Kunjungan Dede Yusuf ke Stasiun Kereta Api Bogor . Gambar 7.......................................... Baligo Pasangan DA’I di daerah Pondok Rumput......................................................................

................124 Kuesioner Polling Pemilih HADE......119 Catatan Lapang Kampanye HADE. Lampiran 5........................ Lampiran 3.... Lampiran 4..................127 .............................................123 Kuesioner Polling Pemilih DA’I ...............................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Lampiran 6..117 Struktur Tim Kampanye HADE Kota Bogor .............................121 Catatan Lapang Kampanye DA’I............... Struktur Tim Kampanye DA’I Kota Bogor .................................. Lampiran 2...........................

telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan demokrasi politik di Indonesia. Disahkannya Undang-undang No.BAB I PENDAHULUAN 1. bupati dan walikota yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2005 dan setelahnya akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam suatu pemilihan langsung yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). rahasia. Perubahan sistematika pemilihan kepala daerah telah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memilih calon-calon kepala daerah (gubernur. 22 Tahun 1999. Latar Belakang Reformasi di segala bidang yang dilakukan pasca pemerintahan orde baru pada bulan Mei 1998. ‘Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara langsung. karena partisipasi masyarakat dalam menyalurkan suara politiknya akan menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerah selama sedikitnya lima tahun ke depan. Ketentuan ini tertuang dalam pasal 56 ayat 1 undang-undang tersebut yaitu. jujur dan adil’. Dengan demikian gubernur. umum. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan revisi dari Undangundang No. bebas. bupati dan walikota) yang dikehendakinya secara langsung tanpa diwakili oleh DPRD. Kepala daerah yang sebelumnya dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diubah menjadi dipilih langsung oleh masyarakat.1. . telah mengubah tata cara pemilihan kepala daerah. Sistem pemilihan secara langsung dengan mengumpulkan suara terbanyak seperti ini memerlukan upaya persuasif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar turut berpartisipasi dalam demokrasi politik.

Selama masa kampanye yang dilaksanakan dalam jangka waktu 14 hari dan berakhir tiga hari sebelum pemungutan suara. sedangkan dalam pemilihan secara langsung oleh masyarakat. Saat pemilihan dilakukan oleh DPRD. Mc Quail 1983). sehingga saluran komunikasi yang paling banyak digunakan dalam kampanye politik adalah media massa. 2004. Kampanye merupakan hal yang sangat esensial dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Media massa dipilih karena memiliki kekuatan untuk menjangkau khalayaknya secara luas dan serentak (Hamad. memaksa pasangan calon kepala daerah beserta tim kampanyenya untuk merencanakan strategi kampanye politik secara efektif agar dapat menjangkau seluruh masyarakat di daerah pemilihan. Kesempatan seorang calon kepala daerah untuk memenangkan pemilihan secara . pengenalan calon kepala daerah kepada masyarakat melalui kampanye politik yang melibatkan masyarakat dijadikan cara utama untuk menarik perhatian dan suara dari konstituen yaitu masyarakat daerah setempat. Terbatasnya waktu kampanye yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum. kampanye dengan cara lobi politik kepada anggota dewan lebih diutamakan.Perubahan tata cara pemilihan tersebut juga akan merubah cara-cara dan pendekatan kampanye politik yang dijalankan oleh masing-masing pasangan calon. pasangan calon kepala daerah bersama tim kampanyenya akan berusaha memperkenalkan dirinya serta memaparkan visi-misi mengenai rancangan kebijakan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan masa kepemimpinannya jika terpilih. Jenis komunikasi yang dianggap sesuai untuk memenuhi kebutuhan itu adalah komunikasi massa.

karena kekalahan Ratu Atut belum tentu hanya disebabkan oleh faktor kurang maksimalnya kinerja tim kampanye Ratu Atut. Tim kampanye dari setiap pasangan calon kepala daerah akan berusaha menciptakan citra diri yang positif dari pasangan calon tersebut di mata masyarakat. Luwarso (n.langsung pun bergantung pada penggunaan beragam media massa dalam kampanye politik yang dilakukannya (Nimmo.d. Kelebihan-kelebihan tersebut harus dikemas dengan baik melalui kegiatan kampanye politik yang telah disiapkan secara matang. sebab citra diri yang positif dan prestasi calon kepala daerah berpengaruh besar bagi pemilih pemula dalam menentukan pilihannya (Suryatna.) dalam Amir (2006) menyatakan bahwa politik di era media massa adalah soal membuat citra. 2005). tetapi kedua . Penelitian mengenai strategi komunikasi dalam pemilihan kepala daerah sebelumnya telah dilakukan oleh Yuddho (2007). Yuddho mencoba mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan oleh tim kampanye calon Gubernur Banten yaitu Ratu Atut dalam Pilkada Banten di Kota Tangerang dan mencari faktor kekalahan Ratu Atut di Kota tersebut. tetapi mungkin karena strategi komunikasi yang dijalankan oleh calon gubernur lainnya lebih tepat sasaran. Penelitian lainnya yang dilakukan dalam konteks pemilihan umum secara langsung telah dilakukan oleh Amir (2006) dan Suryatna (2007). 2007). Hal tersebut menjadi kelemahan penelitian. tetapi penelitian itu dirasa kurang sempurna karena Yuddho hanya menggali strategi komunikasi dari satu pasangan calon gubernur dan tidak melakukan perbandingan strategi dengan pasangan calon gubernur lainnya. sehingga dapat dijadikan sebagai nilai jual bagi pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengikuti pemilihan umum.

Kombinasi dari beberapa faktor tersebut yang didokumentasikan oleh media massa telah menimbulkan citra tersendiri di benak pemilih. menemukan bahwa terdapat hubungan nyata antara karakteristik pemilih dan terpaan informasi kampanye dengan perilaku memilih. jajak pendapat atau polling.penelitian tersebut tidak membahas mengenai proses penyusunan rencana kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon kepala pemerintahan. Amir (2006). Pada ketiga penelitian tersebut belum dibahas mengenai proses perumusan dan perbandingan strategi komunikasi dan kampanye oleh tim kampanye pasangan calon kepala daerah atau pemerintahan. Ide dan strategi komunikasi kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye masing-masing calon kepala pemerintahan bertujuan untuk menimbulkan suatu citra mental positif tersendiri dalam benak masyarakat. berhasil mengidentifikasi beberapa faktor penentu kemenangan SBY-JK dalam pemilihan umum langsung Presiden RI tahun 2004. penelitian Suryatna (2007) tentang hubungan karakteristik pemilih dan terpaan informasi kampanye politik dengan perilaku memilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tahun 2006. serta program hukum dan janji kampanye. faktor kepemimpinan. momen atau peristiwa khusus. yaitu faktor ketokohan atau figur pribadi SBY. strategi memilih pasangan. Penelitian Suryatna ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pemilih yang terdaftar dalam pilkada Cianjur. Sementara itu. . padahal pesan-pesan dalam kampanye pemilihan langsung memiliki sifat persuasif atau bahkan mengandung propaganda sehingga pesan-pesan yang dimuat atau diedarkan pastilah tidak bebas nilai.

32 Tahun 2004 mengenai tata cara pemilihan kepala daerah. sedangkan pasangan DA’I memperoleh suara sebanyak 3. Amir 2006). http://www.544 suara (25.29%). kesesuaian citra antara yang ditangkap oleh pemilih dan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye politik. Sementara itu untuk pemilihan di Kota Bogor.10%). menempatkan pasangan HADE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pilihan masyarakat dengan jumlah suara sebanyak1 5.id/?mod=addOnApps/situng/oprRekapSuaraPerDaerah&idMenuKiri =139 (Diakses pada tanggal 30 April 2008) .kpu. hanya 1 Hasil penghitungan suara Pilgub. 2005. 1. serta perbandingan strategi kampanye politik dari tim kampanye calon gubernur incumbent dan calon gubernur pendatang baru di daerah pemilihan Kota Bogor.jabarprov.58%).sehingga pada akhirnya akan mendorong masyarakat untuk memberikan suaranya kepada calon tersebut (Nimmo.55%) berbanding dengan jumlah suara pasangan DA’I sebanyak 73. Penelitian dalam skripsi ini memfokuskan pada aspek perencanaan strategi kampanye politik. pasangan HADE juga mampu mengungguli pasangan DA’I dengan jumlah suara sebanyak 191. Perumusan Masalah Kegiatan kampanye politik yang dilakukan sebelum disahkannya Undangundang No.449 suara (39.410.go. Hasil dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 20082013.238.271 suara (20.167 suara (52.2. Subjek dari penelitian ini adalah tim kampanye pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana (DA’I) sebagai calon incumbent dan pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HADE) sebagai pendatang baru. kegiatan kampanye politik yang dilakukan.

atribut citra positif yang melekat di pasangan calon kepala daerah merupakan hal utama yang mendorong pemilih dalam memilih pasangan calon kepala daerah. Bentuk kampanye tersebut antara lain adalah debat publik.dipusatkan dalam internal pemerintahan atau kampanye antar elit politik. Proses pencitraan tersebut sebagian besar dibentuk selama . dan sebagainya. Proses pemasaran politik tersebut meliputi tahap segmentasi. pasar). Bentuk-bentuk kampanye tersebut dihasilkan melalui tahapan perencanaan strategi komunikasi dan kampanye serta pemasaran politik yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon kepala daerah. Sebelum undang-undang tersebut disahkan. kunjungan ke pusat aktivitas masyarakat (kantor. kegiatan sosial. Setelah disahkannya Undang-undang No. 32 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat. sekolah. Hasil dari proses tersebut akan memudahkan tim kampanye dalam menyusun strategi kampanye untuk menjaring pemilih sebanyak-banyaknya. Bentuk kampanye yang umum digunakan saat ini lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai konstituennya. Dalam pemilihan secara langsung. kepala daerah dipilih oleh DPRD melalui mekanisme musyawarah sehingga pendekatan utama dalam kampanye yang digunakan adalah lobi politik kepada anggota-anggota DPRD. apel akbar. cara dan pendekatan dalam kampanye pemilihan kepala daerah ikut berubah pula. hal tersebut dilakukan untuk meraih simpati dan dukungan dari masyarakat secara langsung. kunjungan ke rumah sakit. Aspek penting yang perlu diutamakan dalam menjaring pemilih adalah soal pembentukan citra positif pasangan calon kepala daerah. targeting dan positioning.

dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kekalahan pasangan DA’I sebagai calon incumbent dalam pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. Bagaimana bentuk kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. Bagaimana tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. Pertanyaan umum tersebut dirinci ke dalam perumusan masalah khusus. sehingga pada akhirnya akan melekat di pikiran pemilih dan mendorong pemilih untuk menjatuhkan pilihannya pada calon kepala daerah tersebut. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dikemukakan di atas. yaitu sejauh mana efektivitas strategi kampanye yang dijalankan oleh kedua pasangan. Bagaimana kesesuaian citra diri pasangan DA’I dan HADE yang dibentuk oleh tim kampanye dengan citra diri pasangan DA’I dan HADE yang terkonstruksi dalam pikiran para pemilihnya di Kota Bogor sebagai sasaran kegiatan kampanye politik? . untuk meraih dukungan masyarakat dan suara pemilih dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor? 3. dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kemenangan pasangan HADE sebagai calon pendatang baru. sebagai berikut: 1.masa kampanye dan dilakukan berulang-ulang. maka timbul pertanyaan besar yang dirumuskan ke dalam perumusan masalah umum. melakukan tahapan pemasaran politik dan perencanaan strategi kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor? 2.

Referensi bagi praktisi komunikasi dalam mendesain sebuah strategi komunikasi dan kampanye politik untuk pemilihan umum. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai: 1. 2. Menggambarkan bagaimana tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. Menganalisis kesesuaian citra diri pasangan DA’I dan HADE yang dibentuk oleh tim kampanyenya dengan citra diri pasangan DA’I dan HADE yang terkonstruksi dalam pikiran masyarakat Kota Bogor sebagai sasaran kegiatan kampanye politik. melakukan tahapan pemasaran politik dan perencanaan strategi komunikasi dalam kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor. 2.1. Memberikan kontribusi bagi pengembangan studi komunikasi politik.4. . Mengkaji bentuk kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. 1. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. terutama dalam konteks pemilihan kepala daerah secara langsung di Indonesia. untuk meraih dukungan masyarakat dan suara pemilih dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor. 3.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan-perumusan masalah yang telah dikemukakan di atas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA ANALISIS 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Definisi Kampanye Politik Terdapat banyak definisi mengenai kampanye yang dikemukakan oleh para ilmuwan komunikasi, namun berikut ini adalah beberapa definisi yang populer. Snyder (2002) dalam Venus (2004), mendefinisikan bahwa kampanye komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung ditujukan kepada khalayak tertentu, pada periode waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu. Pfau dan Parrot (1993) dalam Venus (2004), mendefinisikan kampanye sebagai kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menunjang dan meningkatkan proses pelaksanaan yang terencana pada periode tertentu yang bertujuan mempengaruhi khalayak sasaran tertentu. Rogers dan Storey (1987) dalam Venus (2004), mendefiniskan kampanye sebagai serangkaian kegiatan komunikasi yang terorganisasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu. Berdasarkan beberapa definisi di atas, Venus (2004) mengidentifikasi bahwa aktivitas kampanye setidaknya harus mengandung empat hal yakni, (1) ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak tertentu (2) ditujukan kepada jumlah khalayak sasaran yang besar (3) dipusatkan dalam kurun waktu tertentu dan (4) dilakukan melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi. Kampanye politik adalah bentuk komunikasi politik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu

untuk memperoleh dukungan politik dari masyarakat (Arifin, 2003). Salah satu jenis kampanye politik adalah kampanye massa, yaitu kampanye politik yang ditujukan kepada massa (orang banyak), baik melalui hubungan tatap muka maupun dengan menggunakan berbagai media, seperti surat kabar, radio, televisi, film, spanduk, baligo, poster, folder dan selebaran serta medium interaktif melalui komputer (internet). Penyampaian pesan politik melalui media massa merupakan bentuk kampanye yang handal dalam hal menjangkau khalayak luas. Kampanye politik saat ini sudah mengadopsi prinsip-prinsip pemasaran dan pembentukan citra. Hal tersebut dimungkinkan terjadi karena perubahan sistematika pemilihan kepala daerah dari yang sebelumnya dipilih oleh legislatif menjadi dipilih langsung oleh masyarakat. Menurut Ruslan (2005), kampanye politik merupakan jenis kampanye yang pada umumnya dimotivasi oleh hasrat untuk meraih kekuasaan politik. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk memenangkan dukungan masyarakat terhadap kandidat-kandidat yang diajukan partai politik agar dapat menduduki jabatan-jabatan politik yang diperebutkan lewat proses pemilihan umum. Kampanye politik dapat diartikan pula sebagai bentuk komunikasi politik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dari rakyat (Arifin, 2003). Kegiatan untuk membangun citra atau image merupakan bagian penting dalam kampanye politik untuk memperoleh dukungan. Terkait dengan komunikasi dalam kampanye politik, terdapat beberapa aktivitas komunikasi yang dapat diidentifikasi. Menurut Nimmo (2005), kegiatan komunikasi politik adalah kegiatan simbolik dimana kata-kata itu mencakup ungkapan yang dikatakan atau

dituliskan, gambar, lukisan, foto, film, gerak tubuh, ekspresi wajah dan segala cara bertindak. Orang-orang yang mengamati simbol-simbol itu,

menginterpretasikannya dengan cara-cara yang bermakna sehingga membentuk citra mental tentang simbol-simbol tersebut.

2.1.2. Teknik-teknik Kampanye Politik Selama masa kampanye, tim kampanye berusaha menggalang dukungan dan simpati pemilih agar pemilih menjatuhkan pilihannya pada calon kepala daerah yang dikampanyekannya. Tim kampanye poltik menggunakan teknikteknik kampanye politik yang kemudian diwujudkan dalam suatu bentuk kegiatan kampanye politik untuk mempengaruhi pemilih. Imawan (1997) dalam Amir (2006) merumuskan beberapa teknik kampanye politik, yaitu: 1. Kampanye dari rumah ke rumah (door to door campaign), yaitu calon kepala daerah mendatangi langsung para pemilih sambil menanyakan persoalanpersoalan yang dihadapi. Kampanye ini efektif dilakukan pada pemilihan umum tahun 1955, dengan mendatangi orang-orang yang pilihannya dianggap masih ragu dan dapat dibujuk atau diancam untuk mengubah sikap dan pilihan politik mereka. 2. Diskusi Kelompok (group discussion), dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok diskusi kecil yang membicarakan masalah yang dihadapi masyarakat. 3. Kampanye massa langsung (direct mass campaign), dilakukan dalam bentuk aktivitas yang menarik perhatian massa, seperti pawai, pertunjukkan kesenian

1. 2003). menetapkan metode. Kampanye massa tidak langsung (indirect mass campaign). yaitu (1) Ketokohan dan kelembagaan. dan cara (ways). 2. menyusun pesan persuasif. . 4. 2006). Teknik inilah yang dilarang dalam kampanye Pemilu 1992. melalui kemampuan berkompromi dan kesediaan untuk membuka diri. diperlukan strategi yang disebut strategi komunikasi dalam konteks kampanye politik. Strategi Kampanye Politik Strategi dalam pengertian sempit maupun luas terdiri dari tiga unsur. (2) Menciptakan kebersamaan dengan memahami khalayak. Terdapat tiga jenis strategi komunikasi dalam konteks kampanye politik (Arifin. dengan cara memantapkan ketokohan dan merawat kelembagaan. yaitu tujuan (ends). Dengan demikian strategi adalah cara yang digunakan dengan menggunakan sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Nasution. televisi atau memasang iklan di media cetak dan elektronik. karena selain tidak efektif juga berpotensi menimbulkan bentrokan fisik. serta memilah dan memilih media. yang dilakukan dengan cara berpidato di radio. Tujuan akhir dalam kampanye pemilihan kepala daerah adalah untuk membawa calon kepala daerah yang didukung oleh tim kampanye politiknya menduduki jabatan kepala daerah yang diperebutkan melalui mekanisme pemilihan secara langsung oleh masyarakat.dan sebagainya. dan (3) Membangun konsensus. Agar tujuan akhir tersebut dapat dicapai. sarana (means).3.

khususnya menjatuhkan pilihan pada kandidat tertentu. berdimensi jangka panjang dan jangka pendek. Mengembangkan kredibilitas dan kepercayaan para pendukung.) dalam Nursal (2004). 2. langsung atau tidak langsung. para pemilih lainnya dan sumber-sumber eksternal agar mereka memberi dukungan finansial dan untuk mengembangkan dan menjaga struktur manajemen di tingkat lokal maupun nasional. kepada para pendukungnya dan para pemilih lainnya. Mengkomunikasikan pesan-pesannya. baik lisan maupun non-lisan. orientasi. yakni political meaning yang dihasilkan oleh stimulus politik berupa komunikasi politik.1. sikap. strategis tetapi juga taktis.4. Makna tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi sikap. aspirasi dan perilku politik. Menurut Baines et al. Tujuannya membentuk dan menanamkan harapan. Perilaku pemilih yang diharapkan adalah dukungan dalam berbagai bentuk. Pemasaran politik bertitik tolak dari konsep meaning. Tahapan Pemasaran Politik Menurut Nursal (2004).d. baik langsung maupun tanpa perantara. . pemasaran politik adalah cara-cara yang digunakan organisasi politik untuk enam hal berikut: 1. ditargetkan atau tidak ditargetkan. termasuk pilihan politik. dan perilaku pemilih. untuk menyebarkan makna politik kepada para pemilih. pada dasarnya pemasaran politik adalah serangkaian aktivitas terencana. keyakinan. Makna yang muncul dari stimulus tersebut berupa persepsi yang tidak selalu mencerminkan makna yang sebenarnya.2. (n.

tentang informasi. 5. fungsi dari kegiatan pemasaran politik adalah sebagai berikut: 1. Sarana untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif-alternatif strategi. 4. Sarana untuk menetapkan tujuan objektif kampanye. 5. Berusaha mempengaruhi dan mendorong para pemilih. terhadap kontestan-kontestan yang akan bertarung di arena pemilu. dan masyarakat umum dalam pengembangan dan pengadaptasian kebijakan-kebijakan dan strategi. para kompetitor. Berinteraksi dan merespon dengan para pendukung. 3. influencers. 2. marketing effort dan pengalokasikan sumberdaya. . pemasar. melalui berbagai media. para legislator. sumberdaya infomasi dan materi-materi kampanye untuk kandidat. Sarana untuk menganalisis posisi pasar. saran dan kepemimpinan yang diharapkan atau dibutuhkan dalam negara demokrasi. 6. Sarana untuk memantau dan mengendalikan penerapan strategi untuk mencapai sasaran objektif yang telah ditetapkan. Sarana untuk mengimplementasikan strategi untuk membidik segemensegmen tertentu yang menjadi sasaran berdasarkan sumberdaya yang ada. dan atau para aktivis partai. Menurut Nursal (2004). 4. media-media dan influencers penting lainnya untuk mendukung partai atau kandidat yang diajukan organisasi dan atau supaya jangan mendukung para pesaing. baik konstituen. yakni memetakan persepsi dan preferensi para pemilih. Menyelenggarakan pelatihan. Menyampaikan kepada semua pihak berkepentingan atau stakeholders.3. para agen.

org/downloads/Marketing_Politik_-_Firmanzah. 2007. . marketing politik tidak menjamin sebuah kemenangan. Formulasi khusus tersebut berbentuk strategi komunikasi dan tahapan strategi pemasaran politik yang dijalankan untuk mengidentifikasi khalayak pemilih potensial yang sesuai dengan platform kandidat kepala daerah.Menurut O’Shaughnessy (2001) dalam Firmanzah (2007)2. yaitu segmentasi.pdf (Diakses tanggal 13 Maret 2008) 3 Loc. dan positioning (Gambar 1). Marketing Politik : Strategi Alternatif Partai Politik. http://forumpolitisi. Kompetisi dalam memperebutkan suara pemilih. menuntut tim kampanye dari masing-masing kandidat kepala daerah untuk mendesain suatu formulasi khusus untuk menjaring suara pemilih sebanyak mungkin. targeting. Tahapan Marketing Politik 2 Firmanzah. tapi menyediakan tools bagaimana menjaga hubungan dengan pemilih untuk membangun kepercayaan dan selanjutnya memperoleh dukungan suara. Tahap 1 Segmentasi Pasar Politik  Identifikasi dasar segmentasi pemilih Menyusun profil dari segmentasi pemilih  Tahap 2 Targetisasi Pasar Politik Menyusun kriteria pemilihan segmen pemilih Memilih target segmen pemilih  Tahap 3 Positioning Pasar Politik Menyusun strategi positioning di setiap segmen Menyusun bauran marketing di setiap segmen politik    Gambar 1. Tahapan strategi pemasaran politik tersebut terdiri dari tiga tahap3.cit.

2.1.4.1. Segmentasi Segmentasi adalah proses pengelompokan yang menghasilkan kelompok berisi individu-individu yang dihasilkan disebut sebagai segmen. Menurut Nursal (2004), segmentasi pada dasarnya bertujuan untuk mengenal lebih jauh kelompokkelompok khalayak, hal ini berguna untuk mencari peluang, menggerogoti segmen pemimpin pasar, merumuskan pesan-pesan komunikasi, melayani lebih baik, menganalisa perilaku konsumen, mendesain produk dan lain sebagainya. Para politisi perlu memahami konsep segmentasi karena berhadapan dengan para pemilih yang sangat heterogen, para politisi dapat memberi tawaran politik yang efektif bila mereka mengetahui karakter segmen yang menjadi sasaran. Segmentasi pada pemasaran politik dikatakan efektif jika segmen-segmen yang dihasilkan memenuhi lima syarat (Kotler, 1994) dalam Nursal (2004), yaitu: 1. Dapat diukur, khalayak hasil dari segmentasi harus dapat diukur untuk memproyeksikan jumlah perolehan suara yang mungkin diraih dari setiap segmen. 2. Dapat diakses, khalayak hasil segmentasi harus dapat diakses untuk menyampaikan makna politik kepada khalayak seperti melalui media massa, rapat umum, surat, kontak pribadi dan bentuk komunikasi lainnya. 3. Substansial, jumlah populasi dari setiap segmen yang relatif homogen harus cukup besar dan signifikan terhadap total perolehan suara. 4. Respon khas, segmentasi dikatakan efektif jika setiap segmen yang dihasilkan tersebut memberikan respon khas terhadap tawaran politik tertentu. 5. Program pemasaran khas, segmentasi yang efektif memungkinkan para pemasar untuk menciptakan program pemasaran yang efektif untuk membidik

satu atau beberapa segmen itu. Program pemasaran khas tersebut diciptakan berdasarkan karakter khas segmen pasar yang dibidik. Segmentasi dapat dilakukan dengan banyak pendekatan. Para pemasar dapat memilih salah satu pendekatan atau mengkombinasikan beberapa pendekatan sebagai kerangka menyusun strategi pemasaran. Nursal (2004) dan Ruslan (2005) menyajikan beberapa pendekatan untuk melakukan segmentasi dalam pemasaran politik, yaitu: 1. Segmentasi Demografis Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan tingkat sosial ekonomi, usia ratarata dan tingkat pendidikan. Segmentasi demografis dalam pemasaran politik dapat memberi pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik khalayak pemilih. 2. Segmentasi Agama Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Hingga saat ini, segmentasi berdasarkan agama merupakan salah satu pendekatan segmentasi yang penting dalam memahami karakter pemilih Indonesia. 3. Segmentasi Geografis Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan wilayah tempat tinggal. Berdasarkan konteks wilayah Indonesia, pembagian dapat dilakukan berdasarkan pembagian tiga kawasan yaitu barat, tengah, dan timur.

4. Segmentasi Psikografis Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan kecenderungan pilihan, preferensi, keinginan, citra-rasa, gaya hidup, sistem nilai atau pola yang dianut, hingga masalah-masalah yang sifatnya pribadi.

2.1.4.2. Targeting Targeting atau menetapkan sasaran adalah memilih salah satu atau beberapa segmen yang akan dibidik untuk mencapai sasaran obyektif. Targeting dilakukan untuk memfokuskan kegiatan kampanye dan isu yang dibuat. Sebelum menentukan target sasaran kampanye, terlebih dahulu dimulai dengan memahami wilayah pemilihan. Tim kampanye harus melihat jumlah total pemilih di suatu wilayah, dari situ akan ditetapkan jumlah pemilih minimal yang harus diraih untuk memenangkan pemilihan secara umum. Khalayak sasaran yang dipilih oleh tim kampanye kandidat kepala daerah terutama adalah individu-individu yang dianggap masih belum menjatuhkan pilihannya kepada kandidat kepala daerah tertentu. Selain itu, kampanye juga dilakukan kepada basis massa pendukung utamanya dalam rangka proses reinforcement.

2.1.4.3. Positioning Menurut Nursal (2004), definisi positioning dalam pemasaran politik adalah tindakan untuk menancapkan citra tertentu ke dalam benak para pemilih agar tawaran produk politik dari suatu kandidat memiliki posisi khas, jelas dan

solusi bahwa kontestan bersangkutan mampu mengatasi masalah yang dihadapi para pemilih. harus diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang enak dan mudah didengar serta terpercaya. Political positioning menurut Kasali (1998) seperti diadaptasi oleh Nursal (2004). yaitu: 1. atributatribut yang dipakai harus unik. dan kontestan yang . berhubungan dengan event marketing. dapat didefinisikan sebagai strategi komunikasi untuk memasuki pikiran pemilih agar seorang kandidat kepala daerah mengandung arti tertentu yang berbeda yang mencerminkan keunggulannya terhadap kandidat pesaing dalam bentuk hubungan yang asosiatif. atau secara sederhana mewakili unique selling proposition. 3. Atribut yang ditonjolkan harus dianggap penting oleh pemilih. Kata-kata itu adalah atribut yang menunjukkan segi-segi keunggulan kontestan terhadap kontestan pesaing. Semua kata-kata harus didesain berdasarkan informasi pasar. Kata-kata itu diolah dalam suatu bentuk rangkaian kalimat menarik yang disampaikan dengan manis. Citra itu harus berupa hubungan asosiatif yang mencerminkan karakter suatu kontestan. Positioning yang efektif akan menunjukkan perbedaan nyata dan keunggulan seorang kandidat dibandingkan dengan kandidat pesaing. Positioning adalah sebuah strategi komunikasi yang bersifat dinamis. berhubungan dengan atribut-atribut kandidat.meaningful. 2. 4. Harus dapat mewakili citra yang hendak ditanam dalam benak para pemilih. kumpulan atribut yang menguntungkan pemilih. memberi makna penting kepada para pemilih. Berikut adalah beberapa persyaratan positioning statement (slogan kampanye) yang efektif seperti yang disarankan oleh Nursal (2004).

dan momentum waktu yang tepat. Positioning harus dikomunikasikan kepada para pemilih agar persepsi pemilih tentang citra calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai dengan citra yang dikehendaki oleh tim kampanye. promosi. Pernyataan yang dihasilkan harus cukup singkat. Slogan kampanye tersebut adalah tema utama tunggal yang menjadi titik sentral pemasaran calon kepala daerah. Persuasi Politik Menurut Nimmo (2005). 7. Proses penyusunan dan penyampaian produk politik pada akhirnya bertujuan untuk menopang dan memperkuat positioning. diidentifikasi melalui saling memberi dan menerima diantara pihak-pihak yang terlibat. mudah diulang-ulang dalam iklan.dipasarkan percaya dan mampu meyakinkan bahwa kontestan tersebut memenuhi klaim tersebut.5.1. pilihan media yang pas. frekuensi yang optimal. Oleh karena itu. Persuasi adalah suatu pembicaraan politik yang . persuasi adalah pembicaraan pengaruh yang bercirikan kemungkinan. 2. 1998). event. 6. dan bentuk sosialisasi lainnya. perlu diciptakan pernyataan singkat atau slogan kampanye yang menjadi inti dari komunikasi calon kepala daerah. Disebarluaskan dengan teknik-teknik yang jitu. 5. Slogan kampanye tersebut harus ditampilkan berulang-ulang melalui berbagai media komunikasi agar dapat memasuki benak para pemilih. dan harus memiliki dampak yang kuat terhadap para pemilih sasaran. Mengandung kalimat yang unik dan bukti yang mendukung (Meyer. pidato.

Agar persuasi terjadi. dan retorika. Kedua.dengan sadar atau tidak orang-orang yang terlibat dalam politik mencoba untuk mengubah persepsi. tahap dimana khalayak persuasif menganggap bahwa imbauan persuasif tersebut relevan dengan keadaan dirinya. disengaja (intentional). kepercayaan. pikiran. Ada tiga cara pandang mengenai persuasi politik menurut Nimmo (2005) yaitu. (5) Retensi. (2) Perhatian. dimana harus ada imbauan persuasif terlebih dahulu yang disajikan melalui beragam saluran komunikasi. harus ada orang yang memperhatikan imbauan persuasif tersebut sehingga menciptakan keterlibatan aktif khalayak persuasif. memerlukan lebih banyak lagi tindakan dari anggota khalayak persuasif. propaganda. keenam langkah tersebut adalah: (1) Penyajian. (6) Tanggapan ketaatan. Pemahaman berarti mengerti argumentasi dan kesimpulan pesan. McGuire percaya bahwa harus ada enam langkah berurutan untuk memproses informasi persuasif. tindakan yang sesuai dengan imbauan persuasif. menunjukkan bahwa seseorang tetap pada pandangan yang baru diperolehnya dalam jangka waktu yang lama. McGuire (1968) dalam Nimmo (2005) telah mengembangkan teori tentang bagaimana orang menginterpretasikan imbauan persuasif. Ketiganya serupa dalam hal: semuanya memiliki tujuan (purposive). dan melibatkan pengaruh. nilai. (4) Penerimaan. ada perbedaan dalam . sehingga menghasilkan berbagai tingkat perubahan dalam persepsi. periklanan. merupakan hasil praktis dari kegiatan ini. Pertama. perasaan. dan pengharapan pribadi. (3) Pemahaman. ada perbedaan antara tekanan satu-kepada-banyak dan dua arah dalam meneruskan pesan-pesan. bukan hanya sekedar menyatakan persetujuan dan kemudian melupakan seluruh pandangan itu. Namun ada cara-cara yang berbeda dalam pendekatan ini. dan pengharapan lawan bicaranya.

masingmasing menggunakan fokus yang berbeda dalam merumuskan kampanye persuasi.1. propaganda didefinisikan sebagai komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakantindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu. (2) beroperasi kepada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok.orientasi pendekatan.5. akan tetapi terdapat perbedaan yang sangat jelas mengenai keduanya. Definisi dari Ellul tersebut menghasilkan ciri-ciri utama dari propaganda. (3) sebagai mekanisme kontrol sosial dengan menggunakan persuasi untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat. independen. 2. tidak ada . dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungkan dalam suatu organisasi.5.2. 2. Ketiga. yaitu apa diarahkan kepada perseorangan atau kelompok.1. semua pendekatan tersebut mengesankan pandangan yang berbeda tentang apa yang memungkinkan terbentuknya ketertiban masyarakat. sedangkan periklanan mendekati orang-orang sebagai individu-individu tunggal.1. Hubungan antara iklan dan pembeli adalah hubungan langsung. Persuasi Politik Sebagai Propaganda Menurut Jacques Ellul (1965) dalam Nimmo (2005). terpisah dari kelompok apapun atau anonim. Keempat. Propaganda ditujukan kepada orang-orang sebagai anggota kelompok. periklanan massal adalah komunikasi satu-kepada-banyak. Persuasi Politik Sebagai Periklanan Nimmo (2005) berpendapat bahwa seperti propaganda. yaitu: (1) komunikasi satu-kepada-banyak.

. Persuasi Politik Sebagai Retorika Menurut pemikiran Nimmo (2005). Salah satu tujuan kampanye politik adalah membentuk citra politik yang baik untuk konsumsi khalayak pemilih. Pencitraan Politik Kampanye pencitraan menurut Postman (2000) dalam Amir (2006). Retorika adalah komunikasi dua arah. retorika politik berbeda dengan propaganda dan periklanan dalam hal-hal yang penting. Setiap individu bertindak atas pilihannya sendiri.1. 2. Citra politik adalah suatu gambaran tentang politik yang memiliki makna. yang menghubungkan orang-orang bukan sebagai anggota kelompok (propaganda) atau individu-individu yang anonim (periklanan).organisasi atau kepemimpinan yang seakan-akan dapat mengirimkan kelompok pembeli itu kepada penjual.6. walaupun tidak selamanya sesuai dengan realitas politik yang sebenarnya. satu-kepada-satu bukan satu-kepada-banyak.3. ia bekerja melalui hubungan interpersonal yang inheren.5. Periklanan mengandalkan keselektifan konvergen dalam menciptakan ketertiban masyarakat. substantif dan ideologi politik. ditandai dengan munculnya berita-berita dan informasi yang sarat citra dan gaya seorang politisi (politician image and style) dan berkurang bahkan hilangnya berita-berita yang mengupas isu-isu krusial. Tujuan akhir dari komunikasi politik adalah partisipasi politik dan kemenangan para calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah.1. 2. Retorika politik adalah suatu proses yang memungkinkan terbentuknya ketertiban masyarakat melalui negosiasi.

kekuatan.Ketokohan adalah gambaran orang yang memiliki kredibilitas atau kompetensi. busana dan dukungan fisik lainnya. kejujuran. yang meliputi kedermawanan atas harta (sifat Dewa Indra). . Strategi ketokohan merupakan upaya untuk membangun citra diri calon kepala daerah sebagai seorang yang memiliki sifatsifat pahlawan politik dan daya tarik fisik. ketokohan juga berhubungan dengan daya tarik fisik tubuh. Selain itu. kegiatan dan energi yang merupakan gabungan sifat pahlawan politik. kesungguhan. karena media massa memiliki pengaruh dalam membentuk citra dan mengangkat status seseorang. yaitu media massa. seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat asthabarata atau delapan watak dewa (Wiwoho dkk. 1998). kepahlawanan dalam memberantas kejahatan (Dewa Yama/Maut). dan keberanian menghancurkan musuh (Dewa Brahma/Api). Menurut Nimmo (1978) dalam Amir (2006). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberi suara dalam pemilu cenderung menjatuhkan pilihannya kepada kandidat yang sesuai dengan citra jabatan ideal baginya. daya tarik dan kekuasaan yang sah. kedermawanan atas harta dan hiburan (Dewa Kuwera/Harta dunia). ramah dan bijaksana (Dewa Surya/Matahari). ketelitian (Dewa Bayu/Angin). kecerdasan (Dewa Baruna/Lautan). Citra diri ini dapat terbentuk melalui pengalaman langsung (melalui pergaulan dan aktivitas yang lama dengan politisi tersebut) juga melalui pengalaman tidak langsung. kasih sayang (Dewa Candra/Bulan). orang yang memiliki ketokohan adalah orang yang memiliki sifatsifat pemegang jabatan ideal yang cenderung abstrak seperti kedewasaan. Menurut konsep kepemimpinan budaya Jawa.

Proses membentuk citra dalam politik sudah menyerupai kemunculan bintang film di dunia hiburan yang hanya mengutamakan tampilan fisik dan popularitas dalam 4 Lembaga Survei Indonesia.) dalam Yuddho (2007) sebagai pseudocharisma.1 persen mengharapkan gubernur yang jujur. terutama yang menggunakan televisi.7 persen responden menginginkan gubernur yang perhatian pada rakyat.3 persen responden menginginkan gubernur yang mampu mengatasi masalah ekonomi. Upaya ini ditemukan pada banyak kampanye politik. Gambar 2. dan 19.lsi.d. sedangkan 28. yang disebut Bensman dan Rosenberg (n. www. Data lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2. Sebanyak 30.or. Kriteria Calon Gubernur Menurut Warga Jawa Barat Saat ini citra seorang calon pemimpin dimunculkan dengan perencanaan melalui upaya-upaya periklanan.id/file_download/39 (Diakses tanggal 25 Maret 2008) .Berdasarkan temuan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI)4 yang dilakukan pada 24-29 September 2007 kepada 808 sampel yang tersebar di 82 Desa/Kelurahan dari seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.

karakteristik komunikator (juru kampanye) dalam kampanye politik adalah berpendidikan tinggi melebihi rata-rata populasi. Hal ini kemudian menjadikan para calon pemimpin menjadi seperti selebritis.pelaksanaan kampanye.1. terlibat aktif dalam politik. memiliki pendapatan dan status sosial yang lebih tinggi. Tugas mereka adalah merumuskan rencana-rencana strategis sebagai bagian dari usaha untuk memenangkan pasangan yang didukungnya.7.kpid-jabar. selain itu sebagai kepala daerah yang 5 Pedoman siaran kampanye dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di wilayah Jawa Barat melalui media penyiaran. memiliki kepercayaan politik. http://www.8.go. karena dalam menjalankan kampanye politiknya calon incumbent memiliki beberapa keuntungan antara lain mereka sudah dikenal oleh masyarakat setempat. dan berpengaruh besar terhadap pembuatan kebijakan. 2. 2.1. Tim Kampanye Tim Kampanye adalah sebuah tim yang dibentuk oleh pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan kampanye calon kepala daerah dan wakil kepala daerah5. Anggota tim kampanye sebagian besar berasal dari anggota partai politik pendukung pasangan calon kepala daerah. Menurut Nimmo (2005). sehingga saat ini populer istilah “politisi selebriti” karena maraknya iklan politik yang menampilkan tokoh-tokoh politik di berbagai media massa.id/Pedoman_Pilkada. Fenomena Kekalahan Calon Incumbent dalam Pilkada Calon incumbent yang mengikuti pemilihan kepala daerah sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang dibandingkan dengan calon kepala daerah pendatang baru.pdf (Diakses 13 Maret 2008) .

sebanyak 124 pilkada langsung (59. karena dalam pemilihan legislatif partai yang didukung oleh orang (calon anggotaanggota legislatif).jppr.95%) calon incumbent mengalami kekalahan. 8 As Rifai. Pada tahun 2007. http://www.id/index2.cit. setengahnya (15 orang) mengalami kekalahan. sedangkan di 87 daerah pemilihan (40.radarsulteng.asp?Berita=Opini&id=44793 (Diakses tanggal 11 Juni 2008) 6 . sehingga yang penting dalam pemilihan kepala daerah adalah faktor figur dari calon kepala daerah8.05%) dimenangkan oleh incumbent. http://www. Teori Dasar Pilkada dan Kekalahan Incumbent. pada tahun 2005.masih menjabat. Fenomena Kekalahan Incumbent dalam Pilkada.or.com/berita/index. calon incumbent juga dapat memanfaatkan program-program dan anggaran pemerintah untuk memperkuat popularitasnya sebelum masa kampanye resmi dimulai6.php?option=com_content&do_pdf=1&id=589 (Diakses tanggal 11 Juni 2008) 7 Loc. dari 31 calon incumbent yang maju dalam pilkada. karena dalam pemilihan kepala daerah secara langsung yang dipilih oleh masyarakat adalah orang yang didukung oleh partai. Berdasarkan temuan Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR)7. dari 211 pilkada langsung yang diikuti oleh incumbent. Sementara itu calon gubernur pendatang baru memiliki kelebihan antara lain sebagai pilihan alternatif bagi sebagian masyarakat yang tidak puas dengan kinerja gubernur sebelumnya. Hal tersebut berbeda dengan pemilihan legislatif. Fenomena kekalahan incumbent dalam pemilihan kepala daerah secara langsung sebenarnya adalah merupakan suatu kewajaran. 2008. Calon incumbent juga dapat menciptakan isu yang menarik dengan penciptaan opini publik melalui media massa. sehingga publikasi kampanyenya semakin meluas.

segmentasi. maka dirumuskanlah teknik-teknik kampanye yang akan dilakukan untuk menjaring dukungan dan pemilih sebanyak mungkin. yang pada akhirnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan politiknya. Beragam teknik kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye politik pada akhirnya akan menimbulkan suatu citra mental tersendiri dalam pikiran khalayak pemilih terutama sasaran kegiatan kampanye politik. dan positioning. diduga akan menyebabkan perbedaan dalam penggunaan teknik- . ikut terpengaruh pula oleh mekanisme kerja tim kampanye politik. dan (4) kampanye massa tidak langsung. Tahap-tahap perencanaan yang terpengaruh itu antara lain adalah. Kerangka Analisis Mekanisme kerja tim kampanye politik yang meliputi cara kerja tim kampanye. Tahapan pemasaran politik yang meliputi tahap segmentasi. konsolidasi internal dan eksternal partai yang akan mempengaruhi jumlah anggaran dan sumber dana yang diterima. yaitu incumbent dan pendatang baru. targeting. jumlah anggota pada tiap bidang. Perbedaan status antara kedua calon kepala daerah. Setelah melalui tahap-tahap perencanaan kampanye politik yang meliputi konsolidasi internal dan eksternal.2. dan positioning. (2) diskusi kelompok.2. (3) kampanye massa langsung. dan pengaruh partai dalam tim kampanye. targeting. perencanaan anggaran biaya dan sumber dana. Teknik-teknik kampanye tersebut antara lain adalah (1) kampanye dari rumah ke rumah. ikut mempengaruhi tahap-tahap perencanaan kampanye politik.

dan pengaruh partai dalam tim kampanye. jumlah anggota tiap bidang. Konsolidasi internal dan eksternal adalah kegiatan penguatan dan perawatan lembaga. Definisi Konseptual 1. 2. Kerangka analisis dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3. Mekanisme kerja tim kampanye politik meliputi.3. Mekanisme Kerja Tim Kampanye Politik Konsolidasi Segmentasi Targeting Positioning Anggaran dan sumber dana Kampanye Teknik-teknik Kampanye Citra Mengenai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Keterangan Gambar: : Hubungan sebab-akibat : Tahapan pemasaran politik : Pengukuran kesesuaian citra Gambar 3.teknik kampanye yang dijalankan oleh tim kampanye politk masing-masing pasangan calon kepala daerah. cara kerja tim kampanye. 2008 2. Kerangka Analisis Strategi Kampanye Politik Calon Incumbent dan Pendatang Baru dalam Pemilihan Kepala Daerah. dengan cara menggalang dukungan dari organisasi-organisasi lain .

anggaran menunjukkan jumlah biaya yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan kampanye politik. Indikator dari segmentasi yang efektif adalah jika segmen-segmen yang dihasilkan memenuhi lima syarat: dapat diukur. Anggaran dan Sumber dana kampanye.(konsolidasi eksternal). Positioning yang efektif akan menunjukkan perbedaan nyata dan keunggulan seorang kandidat dibandingkan dengan kandidat pesaing. Teknik-teknik kampanye adalah pilihan cara kampanye yang dapat dilakukan oleh tim kampanye politik calon kepala daerah untuk menarik simpati massa. 3. 5. substansial. Segmen yang menjadi sasaran haruslah segmen yang menjanjikan jumlah suara potensial untuk memenangi pemilihan umum. jelas dan meaningful. 6. Positioning adalah tindakan untuk menancapkan citra tertentu ke dalam benak para pemilih agar tawaran produk politik dari suatu kandidat memiliki posisi khas. maupun dengan cara pelatihan anggota sebagai persiapan dalam melakukan kampanye politik (konsolidasi internal). 7. dapat diakses. sedangkan sumber dana menunjukkan asal atau pemberi dana kampanye. dan bisa dibidik dengan program pemasaran yang khas. 4. Targeting adalah pemilihan salah satu atau beberapa segmen yang akan dibidik untuk mencapai sasaran obyektif. mempunyai respon khas. (2) diskusi kelompok dengan cara membentuk atau mengadakan . yang terdiri dari (1) kampanye dari rumah ke rumah dengan mendatangi langsung masyarakat ke rumah atau pusat-pusat keramaian dan aktivitas masyarakat. Segmentasi adalah pengelompokan yang menghasilkan kelompok berisi individu-individu yang dihasilkan disebut sebagai segmen.

8. juga sebagai sarana penampungan ide dan aspirasi dari kelompok peserta diskusi. biasanya dengan pengerahan banyak orang/pendukung. stiker. dan (4) kampanye massa tidak langsung yang dilakukan dengan media perantara seperti media massa. baligo. dan kaos. Citra diri adalah suatu gambaran tentang atribut sifat dan fisik dari pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dimaknai oleh sasaran kampanye. pamflet.kelompok diskusi untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. (3) kampanye massa langsung dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas yang menarik perhatian masyarakat. .

Pendekatan ini dipilih karena dianggap mampu memberikan pemahaman yang mendalam dan rinci berkaitan dengan suatu peristiwa atau gejala sosial yang dalam hal ini mengenai strategi kampanye politik dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat di Kota Bogor. Data tambahan yang berkaitan dengan topik penelitian didapatkan melalui studi dokumen yang relevan dengan fokus penelitian.1. serta wawancara yang dilakukan peneliti kepada tim kampanye DA’I dan HADE mengenai proses perencanaan dan strategi kampanye politik dalam pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. yaitu mengenai anggaran dana. notulen rapat.BAB III METODOLOGI 3. Pendekatan kualitatif juga digunakan untuk mengetahui kondisi tentang permasalahan penelitian yang didasarkan pada pemahaman serta pembentukan pemahaman yang diikat oleh teori terkait dan penafsiran peneliti. jadwal kampanye. 1998). dan foto-foto kegiatan kampanye dari tim kampanye DA’I dan HADE di Kota Bogor. 1984 dalam Sitorus. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata lisan atau tulisan dari manusia atau tentang perilaku manusia yang dapat diamati (Taylor dan Bogdan. . pemberitaan media massa cetak dan elektronik mengenai kegiatan kampanye yang dilakukan oleh pasangan DA’I dan HADE juga digunakan sebagai data tambahan untuk memperkaya substansi penulisan skripsi. Data yang dihasilkan merupakan hasil pengamatan dari kegiatan kampanye politik pasangan DA’I dan HADE di Kota Bogor.

Citra yang ingin dibentuk oleh tim kampanye DA’I dan HADE diperoleh melalui wawancara dengan anggota tim kampanye DA’I dan HADE serta pengamatan selama masa kampanye melalui tulisan-tulisan pada atribut kampanye masing-masing pasangan calon kepala daerah dan wakil wakil kepala daerah.Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. pasangan HADE menempati urutan teratas dalam pemilihan di . polling digunakan untuk mendapatkan informasi tentang suatu fenomena. Alasan dipilihnya pasangan DA’I dan HADE sebagai subjek penelitian adalah (1) Selisih jumlah suara pemilihan di Kota Bogor yang cukup signifikan. yang menggunakan teori pemasaran politik dari Nursal (2004) sebagai pijakan teori utama. Kasus khusus yang dibahas dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi dan kampanye politik dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013 di Kota Bogor. seperti yang dikemukakan oleh Stake dalam Sitorus (1998). Menurut Eriyanto (1999). dalam hal ini polling digunakan untuk melihat bagaimana pandangan khalayak pemilih DA’I dan HADE mengenai pencitraan terhadap pasangan DA’I dan HADE. Penentuan Subjek Penelitian dan Responden Polling Subjek dalam penelitian ini adalah tim kampanye pasangan DA’I (Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana) dan pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) di Kota Bogor. dilakukan dengan metode polling. Tipe studi kasus yang dipilih ialah studi kasus instrumental. 3. Pengukuran kesesuaian citra dan pengaruh kampanye politik yang dikomunikasikan oleh tim kampanye kepada khalayak pemilih DA’I dan HADE di Kota Bogor.2. bahwa studi kasus instrumental merupakan kajian atas suatu kasus khusus untuk memperoleh wawasan atas suatu isu atau wawasan untuk penyempurnaan teori.

Tineliti dalam penelitian ini adalah Bapak Hr dan Bapak Jm dari tim kampanye DA’I Kota Bogor. Menurut Nainggolan (1998) dalam Eriyanto (1999). serta Ibu An dan Bapak Im dari tim kampanye HADE Kota Bogor.Kota Bogor dengan jumlah 52.35 persen. melainkan potensi tiap tineliti untuk memberi pemahaman teoritis yang lebih baik mengenai aspek yang dipelajari (Sitorus. dan DA’I 20. dengan menentukan jumlah target responden yang harus dipenuhi dari masing-masing kelompok responden. Jumlah responden ditentukan berdasarkan kategori atau karakteristik yang telah dibuat. Penentuan sampel responden dalam metode polling dilakukan dengan teknik sampel kuota (quota sampling). Pasangan AMAN (Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim) tidak disertakan dalam penelitian. 1998). Tineliti dalam penelitian kualitatif tidak tergantung kepada jumlah. teknik sampel kuota adalah proses pengidentifikasian kategori atau karakteristik responden yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik. tineliti dalam penelitian ini merupakan perwakilan dari tim kampanye pasangan DA’I dan HADE di Kota Bogor.55 persen.10 persen. (2) Status pasangan HADE sebagai pendatang baru dalam pentas politik Jawa Barat. sedangkan pasangan DA’I sebagai incumbent (gubernur yang sedang menjabat selama masa kampanye). karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pasangan DA’I dan AMAN. AMAN 27. Ketidakbedaan tersebut terutama dalam hal status sebagai incumbent dimana Nu’man Abdul Hakim sebagai wakil gubernur yang sedang menjabat saat pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah akan dilangsungkan. Penentuan tineliti untuk metode kualitatif dilakukan secara sengaja (purposive). Teknik sampel kuota .

dan rendah. Responden juga dikelompokkan ke dalam dua kelompok usia yaitu. dengan citra yang ditangkap oleh pemilih DA’I dan HADE dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. sehingga total responden dalam penelitian ini adalah 60 orang. . maupun data hasil polling. Pembedaan responden berdasarkan tingkat pendidikan dan usia didasarkan pada dugaan bahwa proses pembentukan citra dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan dan usia responden. 1980). dan bulan Juli-Agustus 2008. Responden dikelompokan berdasarkan tingkat pendidikan yang digolongkan ke dalam pendidikan tinggi. yaitu pemilih yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun dan pemilih yang berusia lebih dari 35 tahun. yaitu sampel yang mewakili pemilih pasangan HADE dan pemilih pasangan DA’I di Kota Bogor. Masing-masing sampel tersebut terdiri dari 30 responden. kelompok dewasa awal dan kelompok dewasa tengah (Hurlock.digunakan untuk menghindari keseragaman responden berdasarkan karakteristik tertentu dari responden polling yang kerangka sampelnya tidak tersedia. data hasil wawancara. Data hasil polling tidak ditujukan untuk uji statistik melainkan hanya untuk mendeskripsikan kesesuaian citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye DA’I dan HADE. Penelitian dilakukan bertahap pada bulan Maret-April 2008 saat masa kampanye berlangsung. Kurun waktu penelitian yang dimaksud adalah waktu yang digunakan untuk mengumpulkan data. Sampel metode polling dalam penelitian ini dibagi menjadi dua. baik data hasil pengamatan lapangan. sedang.

dan surat keputusan pembentukan tim kampanye. dokumentasi kegiatan kampanye DA’I . mengenai pengalaman.3. Bahan tertulis yang dijadikan sumber penulisan skripsi antara lain daftar anggota tim kampanye DA’I dan HADE. c. notulen rapat tim kampanye. interaksi dan perilaku yang diamati secara langsung di lapangan. Hasil pembicaraan yang dimaksud berupa tanggapan tineliti dari pertanyaan yang diajukan kepada mereka seputar perencanaan strategi komunikasi dan kampanye politik. anggaran biaya kampanye HADE di Kota Bogor. Data hasil pengamatan: tulisan dalam bentuk deskripsi mengenai situasi. dan citra diri yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I dan HADE. Teknik Pengumpulan Data Data kualitatif yang dihasilkan selama penelitian ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. pelaksanaan kegiatan kampanye politik. jadwal kampanye HADE. yang disajikan dalam bentuk catatan lapang. kejadian/peristiwa. Data hasil pembicaraan: kutipan langsung dari pernyataan anggota tim kampanye DA’I dan HADE yang menjadi tineliti dalam penelitian ini. Data tertulis: petikan atau keseluruhan bagian dari dokumen yang berkaitan dengan kampanye politik dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008. saat penulis melakukan pengamatan kegiatan kampanye HADE pada tanggal 27 Maret 2008 dan kampanye DA’I pada tanggal 8 April 2008 di Lapangan Sempur.3. laporan evaluasi kampanye DA’I. keyakinan dan pandangan/pemikiran mereka dalam kesempatan wawancara dengan peneliti. b. orang-orang. sikap. notulensi rapat persiapan kampanye DA’I. Kota Bogor. yaitu: a.

data yang telah direduksi kemudian diorganisasikan dan disajikan dalam bentuk tulisan yang memiliki arti dan kemampuan untuk menjawab masalah-masalah penelitian.4. peneliti juga melakukan analisis data. penyajian data dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kampanye politik dan pencitraan mengenai pasangan DA’I dan HADE yang dimaknai oleh pemilihnya. tahapan analisis data dijabarkan sebagai berikut: a. dan berbagai kutipan penjelasan dari tineliti dan hasil pengisian kuesioner oleh responden polling. dilakukan dengan cara memberikan kode terhadap data-data yang sesuai dengan kebutuhan data penelitian untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari perumusan masalah penelitian. dan artikel berita dari media massa cetak dan elektronik mengenai kampanye politik pasangan DA’I dan HADE di Kota Bogor. Penyebaran kuesioner polling dilakukan di tiga wilayah Kota Bogor. 1992). Semua data yang telah didapat kemudian diolah melalui tiga jalur analisis data kualitatif yaitu reduksi data. Kecamatan Bogor Tengah. Tabel digunakan untuk melihat perbandingan perencanaan strategi komunikasi dan bentuk kampanye yang . 3. Penyajian data. Reduksi data. gambar.dan HADE di Kota Bogor. yaitu Kecamatan Tanah Sareal. dan Kecamatan Bogor Utara. Secara rinci. Teknik Analisis Data dan Penyajian Data Selama peneliti melakukan pengumpulan data di lapangan. data hasil polling didapatkan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner polling. Penyajian data juga dilakukan dalam bentuk: tabel. b. Sementara itu.

Selama proses analisis dan penyajian data. tingkat pendidikan pemilih. Data hasil polling dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang untuk melihat hubungan-hubungan antara dua variabel penelitian. Hubungan-hubungan antar variabel tersebut disajikan dalam bentuk tabel yang berisi besaran persentase hubungan antar variabel. dilakukan selama proses pengumpulan data dengan tetap meninjau data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk memastikan bahwa data yang dibutuhkan sudah lengkap. sehingga penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan tepat berdasarkan data-data yang sudah terkumpul. citra yang ditangkap oleh pemilih. .dilakukan oleh tim kampanye pasangan HADE dan DA’I di Kota Bogor. c. Variabel-variabel tersebut antara lain adalah usia pemilih. Penarikan kesimpulan. dan kesesuaian citra. sedangkan gambar digunakan untuk menunjukkan kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye masing-masing pasangan calon kepala daerah. penulis juga terus melakukan penyempurnaan atau bahkan merevisi kerangka analisis yang disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Tujuannya adalah untuk membantu penulis dalam menarik suatu kesimpulan yang akan mengarahkan pada pengambilan kesimpulan berikutnya. Tabel juga digunakan untuk menjelaskan persentase kesesuaian citra dari pemilih DA’I dan HADE. Kutipan langsung digunakan untuk menjelaskan proses perencanaan strategi komunikasi dan mengetahui citra yang diharapkan muncul dalam benak masyarakat sebagai sasaran kegiatan kampanye. sebelum akhirnya data-data tersebut diinterpretasikan.

I Jawa Barat. Kepala Bagian Pemerintahan di Kabupaten Lebak. Iwan Ridwan Sulanjana adalah calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 yang mendampingi Danny Setiawan. Iwan Sulanjana tinggal di daerah Cikeas Kabupaten Bogor.BAB IV PROFIL CALON GUBERNUR DAN TIM KAMPANYE 4. sebelum akhirnya pensiun dari lingkungan militer dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Operasi KASAD. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan Danny Setiawan banyak dihabiskan di bidang pemerintahan. Kepala Bidang Sosial dan Budaya BAPPEDA Tk.1. beliau merupakan mantan Panglima Daerah Militer Jawa Barat (Pangdam Siliwangi). atas dasar itulah tim . Latar belakang profesi Iwan Sulanjana adalah sebagai pejabat militer. di antaranya adalah sebagai Camat Cimarga Kabupaten Lebak. ia merupakan lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Danny Setiawan juga pernah menjabat beberapa jabatan di lingkungan pemerintahan. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. lalu melanjutkan pendidikan pemerintahannya di IIP Malang. Sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 melalui pemilihan yang dilakukan oleh DPRD Jawa Barat. Profil Pasangan Incumbent (DA’I) Danny Setiawan adalah Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 yang mencalonkan kembali (incumbent) dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. kemudian dilanjutkan kembali dengan mengambil program S2 Kebijakan Publik di Universitas Padjadjaran Bandung.

kampanye DA’I Kota Bogor menekankan isu “pilih orang Bogor asli!!” selama masa kampanye pemilihan gubernur di Kota Bogor. Tim kampanye DA’I Kota Bogor terdiri dari pengurus Partai Golkar dan Partai Demokrat Kota Bogor. Anggota-anggota tim kampanye tersebut dipilih berdasarkan track record dan kesesuaian bidang kerja yang selama ini dijabatnya di tingkat partai. Sulanjana (DA’I) terdiri dari dua partai yang berkoalisi di tingkat Jawa Barat yaitu. Danny Setiawan dan Iwan R. 4. Kombinasi antara pengalaman Danny Setiawan yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan Iwan Sulanjana sebagai mantan panglima militer daerah Jawa Barat. Pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana dapat dikatakan sebagai pasangan yang berpengalaman dalam memerintah Jawa Barat. Profil Tim Kampanye DA’I Kota Bogor Tim kampanye pasangan calon gubernur Jawa Barat. dijadikan sebagai nilai jual utama selama masa kampanye oleh tim kampanye pasangan DA’I. Anggota-anggota tim kampanye tersebut dipilih melalui proses musyawarah terpisah yang dilakukan oleh masing-masing partai.2. Sebanyak 12 anggota DPRD Kota . hingga akhirnya muncul beberapa nama yang direkomendasikan untuk mengisi posisi-posisi yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun visi pasangan DA’I untuk Jawa Barat adalah penguatan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keunggulan Jawa Barat. Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrat. Kesepakatan koalisi tersebut diwujudkan dalam bentuk pertemuan khusus untuk membentuk Tim Kampanye DA’I Kota Bogor yang terdiri dari anggota-anggota kedua partai tersebut. guna mewujudkan visi Jawa Barat sebagai provinsi termaju.

Selama menjalankan kampanye pemilihan kepala Daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor. Struktur tim kampanye DA’I terdiri dari sembilan bidang kerja beserta ketua. dan penanggung jawab. bidang pemungutan suara dan saksi. Pembagian kerja tidak dilakukan berdasarkan keanggotaan partai. Partai Golkar mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan Partai Demokrat dalam tim kampanye DA’I. serta bidang penggalangan massa. Selama masa kampanye. tim kampanye DA’I Kota Bogor tidak menggunakan atau menyewa tempat khusus sebagai kantor tim kampanye DA’I Kota Bogor. bidang kampanye. bidang monitor dan evaluasi. Besarnya pengaruh Partai Golkar dibandingkan Partai Demokrat dapat dilihat dari terpilihnya kader Golkar. tim kampanye gabungan dari Golkar dan Demokrat ini selalu berusaha untuk bekerja bersama atas nama tim kampanye DA’I Kota Bogor. sehingga Partai Golkar lebih mempunyai tanggung jawab memenangkan kader partainya dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. bidang advokasi dan hukum. Bidang-bidang kerja tersebut antara lain adalah. bidang humas dan media massa. dengan total jumlah anggota tim kampanye sebanyak 36 anggota. yaitu Tauhid Jagorga Tagor sebagai ketua tim kampanye DA’I Kota Bogor. wakil ketua. wakil bendahara. wakil sekretaris. tetapi berdasarkan bidang-bidang kerja yang ada dalam struktur tim kampanye DA’I Kota Bogor. sekretaris. hal itu terjadi karena calon gubernur yaitu Danny Setiawan merupakan kader partai Golkar. bendahara. bidang logistik. bidang perencanaan.Bogor dari Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat juga tergabung dalam tim kampanye DA’I. adapun tempat yang digunakan sebagai kantor tim kampanye DA’I . bidang kesekretariatan.

Dede Yusuf juga pernah menduduki posisi-posisi penting di berbagai organisasi dan pekerjaan. antara lain sebagai dosen Universitas Ibnu Khaldun Bogor. dosen tidak tetap ekstensi Fakultas Ekonomi UI. Red Box Media Imaji. Yusuf Macan Efendi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dede Yusuf merupakan bintang film pada tahun 1990-an. Saat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. hingga menjadi pembimbing haji Ummul Quro. dosen Pusat Studi Islam Al-Manar. Profil Pasangan Pendatang Baru (HADE) Ahmad Heryawan merupakan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga menjabat sebagai ketua umum Persatuan Umat Islam (PUI). Wakil Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).3. di antaranya adalah sebagai Ketua Yayasan Simpay Wargi Urang. Saat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. . Latar belakang pekerjaannya kebanyakan dihabiskan di bidang pendidikan. selain itu keputusan tersebut juga diambil dengan melihat keadaan bahwa tim kampanye DA’I Jawa Barat juga berkantor di sekretariat DPD Partai Golkar Jawa Barat di Bandung. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menghemat biaya kampanye. Ahmad Heryawan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. dan saat ini menjabat sebagai Komisaris PT. Gen Komunika. Dede Yusuf terdaftar sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN. 4. Ia memasuki jalur politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dengan jabatan terakhir di PAN sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.Kota Bogor adalah kantor sekretariat Partai Golkar Kota Bogor. Direktur Utama PT.

Visi HADE untuk Jawa Barat adalah terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang mandiri. . Visi tersebut dituangkan ke dalam bentuk kontrak politik atau perjanjian tertulis dengan masyarakat Jawa Barat selama masa kampanye berlangsung. belum ditentukan siapa yang akan maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. hal tersebut dijadikan sebagai isu utama oleh tim kampanye mereka dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. anak. Usia mereka berdua saat diresmikan menjadi calon gubernur adalah 41 tahun. dan pembangunan serta revitalisasi Posyandu untuk ibu. Program-program yang menjadi andalan pasangan ini selama masa kampanye adalah mengusahakan sekolah gratis sampai setingkat SMA untuk seluruh warga Jawa Barat dan peningkatan gaji guru negeri serta swasta di Jawa Barat.Pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 termuda. Pada awal terbentuk koalisi antara PKS dan PAN. namun akhirnya posisi calon gubernur dan wakil gubernur pun terisi dengan cara menentukan yang lebih tua usianya di antara pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. dinamis. dan lansia. salah satu poin kontrak tersebut antara lain adalah pasangan HADE siap mengundurkan diri jika janji-janji mereka selama kampanye tidak terwujud dalam jangka waktu tiga tahun sejak mereka menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Ahmad Heryawan akhirnya ditentukan sebagai calon gubernur karena usianya lebih tua tiga bulan daripada Dede Yusuf. dan sejahtera. penyerapan satu juta lapangan kerja melalui program UKM.

yang pada akhirnya menetapkan Dadang Ruchyana dari PKS sebagai Ketua tim kampanye HADE di Kota Bogor. bidang media dan humas. Partai Amanat Nasional (PAN). Bidang-bidang tersebut adalah. dan bidang pengamanan suara. Ketiga komponen organisasi tersebut sepakat mencalonkan pasangan HADE untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat setelah melalui proses yang cukup panjang. bidang logistik.4. dan organisasi masyarakat Persatuan Umat Islam (PUI). Tim kampanye HADE Kota Bogor dibentuk oleh dua partai politik pendukung yaitu PKS dan PAN. bidang pendanaan. Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HADE) terdiri dari tiga komponen yaitu.4. Pembentukan tim kampanye diawali dengan pertemuan di antara ketiga komponen tersebut. Bidang-bidang tersebut dibentuk sesuai dengan bidang-bidang yang terdapat pada tim kampanye HADE Jawa Barat. Setelah itu dibentuklah bidang-bidang kerja beserta anggotanya untuk memaksimalkan pelaksanaan kampanye. Partai Keadilan Sejahtera (PKS). yang didukung juga dengan bantuan personil untuk anggota kampanye dari PUI Kota Bogor. bidang advokasi dan hukum. anggota-anggota tersebut didistribusikan ke dalam bidang-bidang kerja yang proporsi jumlah anggota setiap . Total anggota tim kampanye HADE Kota Bogor sebanyak 61 orang. bidang jaringan dan kewilayahan. penyeragaman bidang kerja tersebut dilakukan untuk memudahkan koordinasi antar tim kampanye pusat dan daerah. Profil Tim Kampanye HADE Kota Bogor Tim kampanye pasangan calon Gubernur Jawa Barat. Anggota tim kampanye HADE tersebut dipilih berdasarkan kompetensi dirinya yang disesuaikan dengan bidang kerja yang ditempatinya.

Proses kreatif dan perencanaan kampanye juga dilakukan dengan melibatkan kader-kader dan simpatisan di luar tim kampanye resmi HADE. partai politik. saran dan .000 kader PKS dan simpatisan HADE. sebagai pusat aktivitas dan informasi mengenai pasangan HADE yang diberi nama “HADE Pisan Center”. Ia bertugas untuk menggalang kampanye melalui media massa. Konseptor utama kampanye HADE di Kota Bogor adalah Bapak Iman Nugraha yang menjabat sebagai koordinator bidang Media dan Humas.bidang disesuaikan dengan kebutuhan kerja tiap bidang tersebut. Ruko tersebut dijadikan sebagai sarana informasi untuk merumuskan strategi dan kegiatan kampanye pasangan HADE di Kota Bogor. dan seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta kampanye yang dialogis dimana masyarakat menyampaikan secara langsung harapan-harapan. Bapak Im mampu melakukan hal-hal tersebut karena sebelumnya Ia pernah bekerja di bidang jurnalistik dan Ia juga pernah aktif di LSM Yayasan SIDIK (Studi dan Informasi Dunia Islam Kontemporer) Jakarta. Bapak Iman mampu membina hubungan baik dengan para wartawan media massa. Delapan anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS dan Fraksi PAN juga ikut bergabung dengan tim kampanye HADE Kota Bogor. Selama masa kampanye pemilihan Gubernur Jawa Barat. pemimpin masyarakat. ide. tim kampanye HADE menyewa ruko di daerah Jl. dan kemudian menggerakkan wartawan-wartawan tersebut sebagai peliput kampanye HADE di Kota Bogor. wartawan. Pajajaran Bogor. pelaksanaan kampanye HADE di Kota Bogor juga didukung oleh lebih dari 10. Selain itu HADE Pisan Center juga berguna sebagai jembatan informasi antara pasangan HADE dengan masyarakat calon pemilih. Selain tim kampanye resmi.

Tim kampanye DA’I mendistribusikan anggota tim kampanye untuk masing-masing bidang kerja dengan jumlah yang hampir sama yaitu sekitar dua sampai dengan empat orang dalam satu bidang. Pendistribusian tim kampanye HADE untuk masing-masing bidang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang kerja. Tim kampanye pasangan DA’I hanya terdiri dari 36 orang. 4. Tim kampanye dari PKS menjadi panitia kampanye utama dan PAN hanya menjadi pendamping saja jika yang berkampanye adalah calon gubernur Ahmad Heryawan.bahkan permasalahan yang dimilikinya untuk membangun Jawa Barat menjadi lebih baik lagi. begitu pun sebaliknya. sedangkan tim kampanye pasangan HADE terdiri dari 61 orang. Tim kampanye gabungan hanya bekerjasama saat Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf melakukan kampanye terbuka di Lapangan Sempur. tim kampanye HADE menempatkan 22 orang anggota untuk mengisi bidang itu karena bidang tersebut memang membutuhkan banyak orang untuk disebarkan dan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat di berbagai wilayah di Kota Bogor. Perbandingan antara Tim Kampanye DA’I dan HADE Perbedaan utama dari tim kampanye DA’I dan HADE adalah jumlah anggota tim kampanye dan distribusi jumlah anggota pada setiap bidang. sedangkan untuk bidang advokasi dan hukum hanya diisi oleh empat orang anggota karena bidang tersebut memang tidak bertugas langsung ke lapangan melainkan hanya menunggu laporan-laporan yang . Mekanisme kerja tim kampanye HADE Kota Bogor dibagi berdasarkan partai dan kegiatan calon gubernur dan wakil gubernur.5. Seperti misalnya untuk bidang jaringan dan kewilayahan.

justru menunjukkan kinerja yang kurang efektif karena terhambat oleh perbedaan ide. birokrasi. Tim kampanye DA’I yang terdiri dari Partai Golkar dan Partai Demokrat selalu bekerja bersama mulai perencanaan hingga pelaksanaan kampanye berlangsung. . Mekanisme kerja tim kampanye DA’I yang bekerja bersama dan berasal dari dua partai. Perbedaan lainnya juga dapat dilihat pada mekanisme kerja tim kampanye DA’I dan HADE di Kota Bogor. Kondisi tersebut menyebabkan kampanye yang dijalankan menjadi tidak optimal. dan cara kerja. sedangkan tim kampanye HADE yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) kebanyakan bekerja sendiri-sendiri selama masa kampanye dilaksanakan. sedangkan tim kampanye HADE mampu menjalankan kegiatan kampanye dan sosialisasi calon kepala daerah dengan optimal karena mereka memiliki “dua” tim kampanye. sehingga proses sosialiasi pasangan DA’I tidak berjalan baik. sehingga terjadi saling tunggu antara masing-masing bidang kerja yang akan melaksanakan kegiatan kampanye. terutama dengan waktu kampanye yang disediakan oleh KPU sangat terbatas.bersinggungan dengan hukum dan peraturan selama masa kampanye di Kota Bogor berlangsung. yaitu tim kampanye HADE dari PKS dan PAN. Mekanisme kerja tim kampanye HADE yang dibagi berdasarkan partai ternyata terbukti lebih efektif dalam menjalankan kampanye politik yang hanya diberi waktu selama dua minggu. Ketidakoptimalan kegiatan kampanye pasangan DA’I terutama terlihat dari terjadinya kekurangan logistik untuk kampanye.

dengan beragam seni hiburan untuk menyemarakkan kegiatan kampanye. tetapi tetap sesuai dengan prosedur dan tujuan yang telah ditetapkan oleh tim kampanye pusat. . Hal-hal yang menjadi perhatian utama pada saat perencanaan kampanye adalah kegiatan-kegiatan kampanye yang akan dijalankan untuk mencapai target 60 persen suara di Kota Bogor. Tim kampanye di daerah kota dan kabupaten diharuskan menerapkan strategi tersebut di daerahnya masing-masing. Perencanaan kampanye pasangan DA’I di Kota Bogor dilakukan oleh tim kampanye DA’I Kota Bogor beserta perwakilan partai Golkar dan Partai Demokrat di tingkat kecamatan. hingga masalah penempatan saksi untuk tiap tempat pemungutan suara (TPS) pada saat pemilihan dilakukan. sasaran atau target kampanye politik pasangan DA’I. namun dalam pelaksanaannya tim kampanye DA’I Kota Bogor melakukan beberapa modifikasi dengan menggunakan teknikteknik lain. perencanaan kampanye melalui media massa. Tahapan Perencanaan Strategi Kampanye Politik DA’I Strategi kampanye politik yang dijalankan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor pada dasarnya mengadaptasi strategi kampanye politik yang telah direncanakan oleh tim kampanye DA’I pusat (Jawa Barat).BAB V PERENCANAAN STRATEGI KAMPANYE POLITIK 5. Teknik kampanye massa secara langsung dipilih karena dapat menjangkau masyarakat dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat dibandingkan kampanye dari rumah ke rumah. namun biaya yang dikeluarkan biasanya lebih besar dibandingkan dengan teknik kampanye lainnya.1. Strategi yang dijalankan tersebut diwujudkan dalam teknik kampanye massa secara langsung.

Selama masa kampanye pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. KPU Jawa Barat .1. anggota tim kampanye DA’I Kota Bogor. karena kampanye politik dalam pemilihan kepala daerah secara langsung membutuhkan dana yang cukup besar untuk mempromosikan kandidat yang didukungnya.. Banyaknya sumbangan-sumbangan kecil dari kader partai juga membuat sulit pencatatan dana masuk dan keluar. juga ada sumbangan dari beberapa kader kedua partai tersebut dan sumbangan dari calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung.. anggota tim kampanye DA’I Kota Bogor) Jumlah tersebut diakui oleh Jm memang tidak sesuai karena seharusnya biaya yang dikeluarkan lebih dari itu.1.250. Tanpa adanya dukungan finansial. sulit untuk mengembangkan teknik kampanye. ”. seperti diungkapkan oleh Jm. setelah masa kampanye pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Jawa Barat berakhir. Sebagai gambaran umum. namun karena pengelolaan keuangan yang kurang tertib membuat data-data mengenai anggaran dana tidak tercatat dengan baik. coba sekarang kamu percaya ga jumlah dana buat kampanye segitu?” (Jm.000. Dana tersebut sebagian besar berasal dari kas Partai Golkar dan Partai Demokrat.. Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye Masalah anggaran biaya dan pendanaan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan kampanye.kalau engga salah waktu itu di laporan evaluasi kampanye juga jumlah pengeluarannya sekitar 250 juta.00.5. oleh karena itu dibutuhkan perencanaan anggaran dana yang efektif dan efisien sehingga tujuan dari kampanye politik dapat dicapai.000. tim kampanye DA’I mengeluarkan dana sekitar Rp.

Pemuda Partai Demokrat. http://www.229.co. Karang Taruna.000.391. Selama masa kampanye Pilkada Jawa Barat 2008 di Kota Bogor.2.000. Dukungan dari organisasi masyarakat (Ormas) diperlukan untuk mempengaruhi pemilih yang memilih kepala daerah berdasarkan fatsoen politik. dan Gagak Lemayung (Tabel 1). sedangkan tim kampanye HADE Jawa Barat mendapatkan dana sebesar Rp. Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). tim kampanye DA’I Jawa Barat mendapatkan dana sebesar Rp. pasangan DA’I mendapatkan dukungan dari beragam Ormas. Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye Konsolidasi internal dan eksternal dilakukan dalam rangka penguatan organisasi partai dan simpatisan yang memberikan dukungan kepada pasangan DA’I dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008.00. beberapa di antaranya adalah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).mengumumkan bahwa selama masa kampanye berlangsung9. Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FORKAGAMA). KPU tegur tim AMAN.000. 5. 3.id/?ar_id=OTM3Ng==&click=MTE0 (Diakses tanggal 18 Agustus 2008) . Ikatan Keluarga Besar Cimande (IKBC). dengan cara mengeluarkan kebijakan dari pimpinan organisasi untuk mendukung pasangan DA’I.radar-bogor.00. Gerakan Relawan Pendukung Iwan Sulanjana.000. Pembacaan deklarasi dukungan dari organisasi masyarakat terhadap pasangan DA’I dilakukan pada saat kampanye terbuka di Lapangan Sempur. Karukunan Warga Bogor (KWB). Selain dukungan dari Organisasi 9 Dana kampanye tidak jelas. surat dukungan tersebut diterima secara langsung oleh calon gubernur Danny Setiawan. Gerakan Sunda Tandang. Himpunan Pengrajin Industri Kecil. Pendekar Jalak Banten (PJB). 16.1.

Forum Kerukunan Antar Umat Beragama. dan Pemuda Partai Demokrat. sebagai bahan acuan untuk merumuskan strategi . Himpunan Pengrajin Industri Kecil. dan Gagak Lemayung. Organisasi Profesi dan Komunitas Organisasi Keanggotaan Pemuda (OKP) Organisasi binaan partai politik (underbow) Konsolidasi internal tim kampanye DA’I dilakukan dengan cara menggelar rapat-rapat persiapan sebelum dan selama masa kampanye berlangsung. 5. Persiapan tersebut meliputi penguatan jaringan-jaringan partai hingga ke pengurus kecamatan dan kelurahan. Segmentasi Tim kampanye DA’I menargetkan jumlah suara sebesar 60 persen dari total pemilih di Kota Bogor. untuk mencapai target jumlah suara sebesar 60 persen tersebut tim kampanye DA’I Kota Bogor melakukan riset mengenai perilaku pemilih di Kota Bogor. Gerakan Relawan Pendukung Iwan Sulanjana. Karang Taruna.3. Pendekar Jalak Banten. Tabel 1.1. pencarian dan penganggaran dana kampanye. Ikatan Keluarga Besar Cimande. AMPI. AMPG.masyarakat tim kampanye DA’I juga melakukan pendekatan kepada beberapa tokoh masyarakat. tokoh budaya dan seni. pemilihan media dan teknik kampanye. serta pemuka agama di Kota Bogor. persiapan saksi-saksi di tiap TPS. Gerakan Sunda Tandang. pemantauan perkembangan kompetitor di tiap kelurahan. Matriks Organisasi Pendukung Pasangan DA’I di Kota Bogor Jenis Organisasi Nama Organisasi Karukunan Warga Bogor. serta penggalangan massa untuk kampanye.

mahasiswa. serta prestasi yang sudah dicapai oleh calon gubernur dan wakil gubernur. karena pemilih tersebut merasa bahwa ideologi dan aspirasi politiknya sudah sesuai dengan partai tersebut. Upaya untuk mengumpulkan suara dari kelompok ini dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet yang berisi tentang riwayat pendidikan dan pekerjaan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana.dan kegiatan kampanye politik di Kota Bogor. Kelompok yang mementingkan dan memperhatikan kompetensi calon ini biasanya dianut oleh kalangan intelektual. Kelompok . riwayat pekerjaan. 2. Hasil dari riset tersebut mengelompokkan pemilih ke dalam lima segmen. yaitu pemilih yang memilih berdasarkan: 1. profesional dan praktisi. Cara yang dilakukan untuk meraih suara dari kelompok ini adalah dengan melakukan penegasan posisi Partai Golkar dan Demokrat yang mendukung pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat. Ideologi Partai Pemilih pada segmen ini adalah masyarakat yang memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan melihat partai pendukungnya. Kompetensi calon Kelompok ini memilih calon gubernur dan wakil gubernur berdasarkan latar belakang pendidikan. sehingga ia tidak ragu lagi untuk memilih calon yang diajukan oleh partai politik yang didukung oleh pemilih tersebut. Kharismatik calon Kelompok masyarakat yang menginginkan pemimpin kharismatik biasanya mereka yang masih terikat erat dengan budaya dan pranata lokal. 3.

5. isu yang diciptakan adalah pasangan DA’I merupakan putra asli . Mereka memutuskan memilih seorang calon gubernur dan wakil gubernur karena faktor fisik atau bisa juga karena hal-hal lain yang menarik dan memancing emosional masyarakat. Kelompok ini jumlahnya sangat signifikan dan sangat potensial untuk dijadikan sasaran kampanye. agar organisasi masyarakat tersebut melimpahkan dukungannya untuk pasangan DA’I. Cara yang dapat dilakukan untuk mendekati kelompok ini adalah dengan melakukan pendekatan kepada tokoh budaya dan seni yang telah berjasa mengembangkan dan mempertahankan seni sunda di Kota Bogor. Pada setiap organisasi masyarakat biasanya ada kebijakan-kebijakan internal organisasi untuk mendukung salah satu calon kepala daerah. 4. Cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh suara dari kelompok ini adalah dengan memperbanyak pamflet. Mengikuti perasaan Pemilih dalam kelompok ini biasanya adalah kelompok pemilih pemula yang belum memiliki pilihan politik yang tetap dan jelas. agar dapat mempengaruhi pemikiran dan perasaan kelompok ini. baligo yang bergambar pasangan DA’I. Fatsoen politik/kelompok Biasanya kelompok pemilih ini tergabung dalam ormas dan OKP yang bersandarkan pada isu-isu tertentu. Cara lain yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan menciptakan isu-isu tertentu yang mengundang simpati masyarakat. spanduk. Oleh karena itu untuk mendapatkan suara dari kelompok ini perlu dilakukan pendekatan-pendekatan antar organisasi.seperti ini dapat disentuh dengan pendekatan-pendekatan melalui kebudayaan dan seni.

tim kampanye DA’I Kota Bogor menggunakan beberapa kalimat positioning yang disebut juga sebagai slogan kampanye. adapun slogan lain yang dibuat oleh tim kampanye DA’I Kota Bogor adalah ”Pilih orang Bogor asli!” .4. 5. Tidak adanya sasaran utama dari kelima kelompok pemilih tersebut. jumlah dana yang dikeluarkan juga dipastikan semakin bertambah karena beragamnya teknik kampanye yang harus dijalankan untuk meraih suara dari segmen-segmen tersebut. mereka telah menyiapkan cara-cara tersendiri untuk meraih simpati dari kelima kelompok pemilih yang telah mereka tetapkan. menyebabkan tim kampanye DA’I harus melakukan pendekatan yang berbedabeda berdasarkan perilaku memilih masyarakat dalam segmen-segmen tersebut. 5.1. Oleh karena itu. diperlukan jumlah kader partai dan simpatisan yang cukup banyak. Untuk menjalankan kampanye yang berbeda-beda itu. Positioning Selama masa kampanye pemilihan kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013. bagi tim kampanye DA’I semua masyarakat Bogor yang mempunyai hak pilih dianggap sebagai sasaran kampanye demi mengamankan target perolehan suara sebesar 60 persen di Kota Bogor.Bogor dan masyarakat Bogor harus bangga jika nanti Jawa Barat dipimpin oleh orang Bogor. Targeting Tim kampanye DA’I tidak menetapkan segmen-segmen khusus sebagai sasaran utama kampanye. Slogan kampanye yang digunakan tersebut di antaranya adalah slogan kampanye yang menjadi slogan utama DA’I se-Jawa Barat yaitu ”Mengabdi dengan hati”.1.5.

hingga penandatanganan kontrak politik antara pasangan HADE yang diwakili oleh tim kampanyenya. . Sebelumnya juga ada slogan lain yaitu. sehingga tim kampanye HADE menitikberatkan kampanye pencitraan untuk memperkenalkan pasangan ini kepada masyarakat. Terdapat lebih dari 10. karena dianggap cukup sukses maka strategi ini kembali diterapkan pada Pilkada Jawa Barat. strategi ini dipilih karena sesuai dengan kondisi partai pendukung HADE terutama PKS. ”Jika ingin AMAN dan HADE. dengan masyarakat Jawa Barat.2. Pengenalan pasangan HADE dimasukan dalam agenda direct selling karena pasangan ini merupakan pendatang baru di lingkungan politik Jawa Barat.000 kader dan relawan PKS yang siap menjalankan strategi direct selling. Tujuan utama dari direct selling ini adalah memperkenalkan figur pasangan HADE. pilih DA’I”.karena Iwan Sulanjana (calon wakil gubernur) memang berasal dari Bogor. Strategi direct selling ini digunakan sebagai strategi kampanye HADE se-Jawa Barat. Perencanaan Strategi Komunikasi Tim Kampanye HADE Strategi kampanye HADE selama mengikuti pemilihan kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013 adalah metode direct selling. 5. Strategi ini merupakan strategi partai keadilan sejahtera (PKS) dalam pemilihan legislatif tahun 2004 yang lalu. menjelaskan program kerja dan visi misi. karena PKS memiliki kader dan relawan yang banyak serta loyal kepada partai. namun slogan tersebut tidak jadi digunakan karena slogan tersebut dianggap ikut mempopulerkan pasangan AMAN dan HADE yang merupakan pesaing pasangan DA’I dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013.

1.000.000.700. Anggaran biaya kampanye terbesar digunakan oleh bidang media dan humas yang menyedot anggaran dana sebesar Rp. pelaksanaan konferensi pers.00. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kampanye terbuka HADE di Lapangan Sempur Bogor pada tanggal 29 Maret 2008. spanduk.00. Dana tersebut digunakan untuk pemasangan iklan di media massa cetak dan elektronik lokal.2.000. perencanaan kampanye juga dilakukan oleh masing-masing tim kampanye HADE di kecamatan dan kelurahan. dimana pada masing-masing TPS ditempatkan dua orang saksi dari tim HADE sehingga jumlah biaya yang harus dikeluarkan tercatat sebesar Rp. Pengeluaran lain yang cukup besar adalah anggaran biaya untuk konsumsi saksi saat penghitungan suara di 1360 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Kota Bogor. dan atribut kampanye lainnya seperti stiker. 466.830. 513. . pembuatan buletin HADE. yaitu sebesar Rp. seperti misalnya dalam pelaksanaan kampanye “Angkot Gratis dari HADE” pada hari terakhir kampanye yang direncanakan dan dilaksanakan oleh tim kampanye HADE di Kecamatan Bogor Timur. 136. Tim kampanye di kecamatan dan kelurahan diberikan keleluasaan untuk melakukan kegiatan kampanye sendiri asalkan tetap dalam pantauan tim kampanye utama di Kota Bogor.000.Perencanaan strategi kampanye politik tidak hanya dilakukan oleh tim kampanye utama. 5.00. baligo. dan kaos. Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye Perumusan anggaran biaya untuk kampanye politik dilakukan oleh masing-masing bidang kerja yang dipantau langsung oleh bendahara tim kampanye HADE. Bidang logistik juga menggunakan dana yang cukup besar.

Sumbangan kampanye terbesar berasal dari kader-kader PKS dan simpatisan HADE Kota Bogor. Lelang tersebut diprakarsai oleh DPC PKS (tingkat kecamatan) yang dilaksanakan sebanyak dua kali selama masa kampanye. Total dana kampanye yang dikeluarkan oleh tim kampanye HADE Kota Bogor dan sumbangan-sumbangan dari kader dan simpatisan selama masa kampanye berlangsung ditaksir kira-kira mencapai Rp. 500.000. pendanaan kampanye. 140.2. Pertemuan antar tim kampanye HADE se-Jawa Barat di Bandung ini membahas dan mensosialisasikan mengenai strategi kampanye yang digunakan.000. selama masa kampanye mereka melakukan lelang yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dan bantuan atribut kampanye untuk sosialisasi pasangan HADE di Kota Bogor. sumbangan masing-masing anggota legislatif ditetapkan sebesar Rp. dari lelang tersebut dikumpulkan dana sebesar Rp. dan penyediaan peralatan kampanye.00.2.Dana kampanye HADE di Kota Bogor terutama berasal dari kas Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.200. selain itu tim kampanye HADE Kota Bogor juga menghimpun sumbangan dana dari para kader partai dan anggota legislatif (DPRD) PKS dan PAN. .000. Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye Konsolidasi internal tim kampanye HADE dimulai setelah tim kampanye HADE pusat resmi dibentuk dan disusul dengan tim kampanye HADE di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat.000.00/anggota. 1.000. 5. Konsolidasi internal tim kampanye di Kota Bogor juga dilakukan dengan cara memberikan motivasi dan pelatihan kepada pengurus partai di tingkat kelurahan mengenai cara-cara kampanye yang baik dan sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan oleh tim kampanye pusat.00. target-target yang harus dicapai.

dan Forum Silaturahim Pemuda Bogor (Tabel 2). Gema Keadilan. SOLAR 46. dan Pasundar. Nisa Kreatif. Komunitas Kesehatan. Silaturahim Jawara Bogor (Sijago). Sijago. Korps Muballighoh. Serikat Pekerja Nasional (SPN). Organisasi Keanggotaan Pemuda (OKP) Forum Silaturahim Pemuda Kota Bogor. Gema Keadilan. Persatuan Umat Islam (PUI). Korpora. Jaringan Majlis Ta’lim. Pos Wanita Keadilan. Solidaritas Angkot Bogor (SOLAR 46). Pos Wanita Keadilan. Becak Bogor Bersatu (Bagoes). Organisasi binaan partai politik (underbow) . Paguyuban Masyarakat Sunda Bogor (Pasundar). Nisa Kreatif. Jaringan Majlis Ta’lim. tokoh-tokoh agama dan masyarakat juga kita menjalin silaturahmi. anggota tim kampanye HADE Kota Bogor) Organisasi masyarakat yang mendukung pasangan HADE antara lain adalah. serta tokoh budaya Sunda. Tabel 2. SPN. tokoh wanita. Komunitas Kesehatan. PUI.simpul-simpul masyarakat kita rangkul melalui silaturahim. Matriks Organisasi Pendukung Pasangan HADE di Kota Bogor Jenis Organisasi Organisasi Profesi dan Komunitas Nama Organisasi Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan. Komunitas Bogor Peduli Olahraga (Korpora).” (An. Korps Muballighoh Muhammadiyah. Forsita PKS. Ojeg Bogor Bersatu (OBOS). OBOS. dan Pekasa. Perkumpulan Motor Keadilan Sejahtera (Pekasa).Konsolidasi eksternal tim kampanye HADE Kota Bogor juga dilakukan dengan mencari dukungan dari berbagai organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh agama. “…. masyarakat umum kita datangi langsung. Forsitma PKS. Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). Bagoes.

Organisasi masyarakat pada Tabel 2 tersebut dibagi berdasarkan organisasi profesi, organisasi kepemudaan, dan organisasi underbow yang merupakan binaan partai politik. Organisasi-organisasi masyarakat tersebut menyatakan

dukungannya kepada pasangan HADE, yang diwakilkan oleh tokoh-tokoh organisasi masyarakat tersebut pada saat kampanye terbuka di Lapangan Sempur.

5.2.3. Segmentasi Segmentasi yang dilakukan oleh tim kampanye HADE mengelompokkan pemilih berdasarkan ciri-ciri demografis yaitu, usia pemilih, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin. Dari segi usia, pemilih di Jawa Barat didominasi oleh kaum muda yang berusia 17-35 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan, karena Bogor memang terkenal dengan kota kaum intelektual maka pemilih di Bogor didominasi oleh pemilih yang tingkat pendidikannya cukup tinggi atau setara SMA, sedangkan berdasarkan jenis kelamin hampir berimbang namun lebih banyak jumlah wanita walaupun jumlahnya tidak terlalu signifikan. Selain melakukan segmentasi pemilih, tim kampanye HADE juga melakukan survey mengenai pencitraan tokoh yang dilakukan jauh sebelum masa kampanye dimulai. Survey dilakukan bertahap kepada pemilih di Jawa Barat, survey pertama dilakukan dengan mengajukan tiga nama calon gubernur yaitu Danny Setiawan, Agum Gumelar, dan Ahmad Heryawan, dengan tidak menggunakan foto (hanya nama calon gubernur), hasilnya yang meraih suara terbanyak adalah Danny Setiawan, Agum Gumelar, lalu Ahmad Heryawan. Beberapa hari setelah itu dilakukan kembali survey serupa, namun kali ini disertakan foto calon gubernur beserta namanya, hasilnya adalah Ahmad Heryawan menempati urutan teratas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pencitraan secara visual mampu mempengaruhi pemilih dalam menjatuhkan pilihannya. Pemilih

mempertimbangkan kondisi fisik dan raut wajah untuk menilai kepribadian calon gubernur yang tidak dikenalnya secara langsung. Berdasarkan hasil riset tersebut, maka tim kampanye HADE menggarap dengan serius foto kampanye pasangan HADE agar sesuai dengan citra yang ingin ditampilkan, yaitu pasangan muda yang siap memimpin Jawa Barat. Untuk memperkuat citra “pasangan muda”, pasangan HADE tidak menggunakan kopiah sebagai penutup kepala, karena berdasarkan hasil survey juga didapat kesimpulan bahwa penggunaan kopiah cenderung identik dengan golongan tua. 5.2.4. Targeting Berdasarkan hasil segmentasi dan pemetaan karakteristik pemilih yang telah dilakukan sebelumnya, maka selanjutnya tim kampanye HADE menentukan sasaran utama kampanye politiknya. Penentuan sasaran utama ini dilakukan agar kampanye yang dijalankan lebih fokus, efektif dan efisien, namun tim HADE juga tetap melakukan kampanye dan sosialisasi kepada kelompok-kelompok lainnya. Target utama kampanye HADE adalah kaum muda dan ibu rumah tangga. Kelompok itu dipilih karena sesuai dengan isu dan tema kampanye pasangan HADE yang mengedepankan perubahan di Jawa Barat. Kaum muda dianggap sesuai karena mereka merupakan calon-calon pemimpin yang akan membawa Jawa Barat menuju perubahan ke arah yang lebih baik, selain itu golongan muda merupakan kelompok umur yang paling banyak jumlahnya di Jawa Barat sehingga sangat potensial untuk memberikan suara. Ibu rumah tangga dipilih karena perannya sebagai pendidik utama generasi muda di tingkat keluarga.

Selain itu ibu rumah tangga khususnya kaum wanita juga dianggap sebagai penggerak utama kegiatan Posyandu dan Puskesmas yang menjadi salah satu fokus program pasangan HADE sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan keluarga, bayi dan kalangan lanjut usia. 5.2.5. Positioning Selama masa kampanye pemilihan kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013, tim kampanye HADE mengeluarkan dua slogan atau kalimat positioning yang mencerminkan keunggulannya dari kandidat lain. Slogan tersebut adalah “Harapan baru Jawa Barat” dan “HADE basana, HADE akhlakna, HADE elmuna”. Slogan “Harapan baru Jawa Barat”, mencerminkan HADE sebagai pasangan muda yang siap merealisasikan harapan-harapan masyarakat Jawa Barat yang selama ini belum terealisasikan. Slogan kedua menggunakan bahasa Sunda yang mencerminkan keunggulan pasangan HADE sebagai pasangan yang sopan dalam bertutur kata, beriman kepada Tuhan YME, dan terampil dalam memimpin. Slogan dalam bahasa Sunda tersebut dibuat untuk melengkapi arti kata ”hade” dalam bahasa Sunda yang berarti ”bagus” dalam bahasa Indonesia. Kedua slogan tersebut berasal dari tim kampanye HADE pusat, tim kampanye HADE di Kota Bogor tidak membuat slogan khusus untuk Bogor karena dirasakan hal tersebut sudah cukup. Tim kampanye HADE Kota Bogor lebih memfokuskan kepada sosialisasi pasangan calon dan pengenalan visi misi melalui direct selling.

walaupun jumlah . yaitu sebesar Rp. Demografis Golongan Pemuda dan Ibu Tidak Melakukan rumah tangga ”Mengabdi dengan hati”. baligo.00. ”Harapan baru Jawa Barat” dan ”Pilih orang Bogor dan.00. melalui pemberitaan media cetak. tim kampanye DA’I dan HADE melakukan perencanaan strategi komunikasi dan kampanye politik yang meliputi segmentasi sasaran kampanye. dan pamflet. HADE asli!” elmuna.2 Milyar. stiker.200. Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik Sebelum melaksanakan kegiatan kampanye politik untuk Pilkada Jawa Barat periode 2008-2013. Konsolidasi internal kurang berjalan baik. Berasal dari kas partai dan sumbangan kader partai. Sementara itu tim kampanye DA’I hanya menghabiskan dana sebesar Rp.000. ”HADE basana. 250. positioning. Konsolidasi eksternal berhasil didukung oleh lebih dari 17 Organisasi di Kota Bogor. anggota legislatif PKS dan PAN. targeting sasaran kampanye. serta kader dan simpatisan. media elektronik. Konsolidasi internal berjalan sangat baik dengan memanfaatkan jaringan PKS. Berasal dari kas paratai. Dana tersebut sebagian besar dihabiskan untuk melakukan teknik kampanye massa tidak langsung. Tabel 3. serta konsolidasi internal dan eksternal partai beserta tim kampanye (Tabel 3). 1.000. spanduk.000. Sedangkan konsolidasi eksternal berhasil didukung oleh lebih dari 12 Organisasi di Kota Bogor. Perilaku memilih HADE Anggaran dana dan pendanaan kampanye Konsolidasi internal Dan eksternal Segmentasi Targeting Positioning Anggaran dana mencapai 1.5. penyusunan anggaran dan pendanaan kampanye. HADE akhlakna” Jumlah dana yang dikeluarkan oleh tim kampanye HADE untuk menjalankan kegiatan kampanye di Kota Bogor sangat besar.000.3. Matriks Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik Tahapan Perencanaan DA’I Anggaran dana yang dikeluarkan tercatat 250 juta.

terutama ibu-ibu rumah tangga. Kedua slogan tersebut cukup menggambarkan keunggulan pasangan HADE dibandingkan pasangan lainnya. Slogan ”Mengabdi dengan hati” mencoba menggambarkan Danny Setiawan sebagai sosok yang telah berhasil membangun Jawa Barat selama lima tahun ke belakang. yaitu pasangan muda yang siap membawa perubahan dan melayani masyarakat Jawa Barat. Forum Silaturahim Pemuda Kota Bogor. kaum muda dan ibu rumah tangga.tersebut diragukan kepastiannya. Tim kampanye HADE melakukan konsolidasi eksternal dengan cara menggalang dukungan dari ormas dan OKP yang sesuai dengan visi misi. Slogan tersebut memberikan gambaran tentang pasangan HADE sebagai pasangan alternatif bagi masyarakat yang tidak puas akan kepemimpinan gubernur sebelumnya. Upaya untuk menjangkau fokus sasaran kampanye HADE yaitu. Popularitas Dede Yusuf sebagai mantan bintang film juga digunakan untuk menarik simpati dan dukungan dari sasaran kampanye HADE. Ormas dan OKP tersebut di antaranya adalah Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). dan akan kembali melakukan pengabdian untuk lima tahun ke depan bagi masyarakat Jawa Barat. dan sasaran kampanye politiknya. Tim kampanye DA’I menggunakan slogan ”Mengabdi dengan hati” dan ”Pilih orang Bogor asli!” untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang memilih berdasarkan perasaan. Jaringan Majlis Ta’lim. dan Komunitas Kesehatan. Slogan ”Pilih . Serikat Pekerja Nasional (SPN). tetapi diperkirakan jumlahnya tidak melebihi jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pasangan HADE. HADE akhlakna. dilakukan menggunakan kalimat positioning atau slogan kampanye yang berbunyi ”Harapan Baru Jawa Barat” dan ”HADE basana. HADE elmuna”. program kerja.

.orang Bogor asli” diciptakan untuk memancing rasa sentimen kedaerahan pemilih yang tinggal di Bogor. Namun slogan kampanye yang diciptakan oleh tim kampanye DA’I kurang berhasil menyentuh masyarakat. agar memilih calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari Bogor. karena slogan tersebut dianggap tidak memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Jawa Barat. terutama masalah ekonomi dan pendidikan.

Kegiatan Kampanye Politik Tim DA’I Kota Bogor Pelaksanaan kegiatan kampanye politik pasangan DA’I merupakan tahap lanjutan setelah kegiatan perencanaan selesai dilakukan dan menghasilkan berbagai informasi untuk melaksanakan kegiatan kampanye politik. Kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor ditekankan pada isu pengalaman memimpin serta calon gubernur dan wakil gubernur yang berasal dari Bogor. Alasannya karena pasangan DA’I tidak ingin terlalu banyak mengobral janji-janji program yang muluk-muluk yang pada akhirnya hanya membuat masyarakat kecewa jika janji-janji tersebut tidak terpenuhi. Selama masa kampanye resmi. dalam usahanya untuk mengantar . Pasangan DA’I berkomitmen bahwa mereka akan terus melakukan pembangunan demi pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat. serta jumlah sumber daya dan sumber dana yang tersedia. Isu itu dikomunikasikan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan kampanye politik. Kegiatan-kegiatan kampanye politik yang dilakukan disesuaikan pada kelompokkelompok pemilih yang telah diriset terlebih dahulu pada saat tahap segmentasi.BAB VI KEGIATAN KAMPANYE POLITIK 6. sambil merampungkan program-program yang masih berjalan selama masa kepemimpinan Danny Setiawan lima tahun terakhir.1. Berikut ini adalah kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I Kota Bogor berdasarkan kronologis pelaksanaan kegiatan kampanye. Informasi tersebut antara lain adalah perilaku pemilih. tim kampanye DA’I tidak terlalu sering mensosialisasikan visi misi dan program-program yang ditawarkan oleh pasangan DA’I jika nanti terpilih.

sehingga cukup menggugah antusiasme masyarakat untuk memilih pasangan ini. barulah kampanye melalui media massa dimulai. tim kampanye DA’I memasang iklan di media cetak dan elektronik berupa ajakan untuk memilih pasangan bernomor urut 1 ini pada tanggal 13 April 2008. Menurut Ellul (1965) dalam Nimmo (2005).pasangan Danny-Iwan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Kampanye Massa Tidak Langsung Teknik kampanye massa tidak langsung yang dilakukan melalui media massa cetak dan elektronik dilakukan sebelum masa kampanye resmi dilakukan. 6. namun isinya hanya berupa pemberitahuan kepada masyarakat bahwa pasangan DA’I (khususnya Danny Setiawan) akan mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Selain itu terdapat juga ajakan untuk memilih pasangan DA’I yang disuarakan berulang-ulang dengan iringan musik yang bernada patriotik. Tim kampanye DA’I menggunakan surat kabar dan radio lokal sebagai sarana kampanye selama 14 hari ke depan. Setelah masa kampanye resmi dimulai pada tanggal 27 Maret 2008. persuasi politik semacam ini digolongkan kepada persuasi politik yang mengandung propaganda. isi dari iklan tersebut sebagian besar berupa ajakan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang sudah berpengalaman dan mengetahui kondisi Jawa Barat dan jangan memilih pendatang baru yang belum teruji kemampuannya. Tim kampanye DA’I membuat dua versi iklan kampanye untuk radio. yaitu komunikasi yang disampaikan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan- .1.1.

Danny Setiawan Iwan Sulanjana Coblos nomor satu. Berikut ini adalah naskah dari dua versi iklan radio kampanye pasangan DA’I. Danny Setiawan Iwan Sulanjana Coblos nomor satu. Coblos DA’I. pasti akan lebih baik jika dibandingkan dengan tidak pernah memimpin Jabar (suara wanita) Jangan anggap mudah memimpin Jabar. Danny Setiawan Iwan Sulanjana Coblos nomor satu. dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis. pemimpin yang telah teruji. Jawa Baratku Pilih nomor satu pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Mengabdi dengan hati Coblos nomor satu. IKLAN RADIO DA’I (1) Karena aku telah mengenalmu sepanjang hidupku Karena ku lahir di pangkuanmu Karena kau telah memberiku kesempatan untuk berbagi ilmu dan menjadikannya bermanfaat Karena kau memang layak dan berhak untuk dicintai Karena kau berhak untuk segala hal yang terbaik Karenamu aku mengabdi.tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu. itulah yang pantas menakhodai Jabar lima tahun ke depan (suara pria) Kekuatan Danny Iwan adalah kekuatan rakyat Jabar (suara wanita) Kemenangan Danny-Iwan adalah kemenangan masyarakat Jawa Barat (suara pria) Marilah kita menjadi tuan rumah di kampung halaman kita sendiri Dengan memilih pemimpin yang telah terbukti mengabdi untuk jabar (musik keroncong dan nyanyian) Coblos DA’I. Coblos DA’I. (suara pria dan wanita) Coblos nomor 1 pasangan Danny Setiawan Iwan Sulanjana sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar lima tahun ke depan . mengabdi untuk terus mewujudkan harapan. mengabdi dengan hati. Danny Setiawan Iwan Sulanjana IKLAN RADIO DA’I (2) (suara pria) Membangun dengan bekal pengalaman memimpin. mengabdi untukmu. pasangan serasi Danny-Iwan.

Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Sasaran Kampanye Sasaran kampanye Kesamaan ideologi Kompetensi calon Iklan DA’I (1) Iklan DA’I (2) ”Jangan anggap mudah memimpin Jabar. Sementara itu untuk iklan radio DA’I versi kedua.Berdasarkan hasil analisis teks iklan kampanye radio DA’I. Tabel 4. tidak menjadi sasaran kampanye melalui iklan radio DA’I. pemimpin yang telah teruji. mengabdi dengan hati. mengandung unsur kata yang ditujukan bagi sasaran pemilih yang memilih berdasarkan kompetensi calon. itulah yang pantas menakhodai Jabar lima tahun ke depan” Kharismatik calon Fatsoen politik/kelompok Mengikuti perasaan ”Karenamu aku mengabdi. dan fatsoen kelompok atau politik. karena segmen pemilih tersebut hanya dapat diraih dengan efektif melalui pendekatan yang dilakukan oleh pengurus dan anggota partai politik secara langsung. Jawa Baratku” . mengabdi untukmu. pemimpin yang telah teruji. dan memilih dengan menggunakan perasaan. Tipe pemilih yang memilih berdasarkan ideologi partai. dapat dilihat lebih jelas pada Tabel 4. Keterangan mengenai iklan radio DA’I dan hubungannya dengan sasaran kampanye. mengandung unsur kata yang ditujukan bagi sasaran pemilih yang memilih dengan mengikuti perasaan. ditemukan bahwa teks iklan radio DA’I versi pertama. itulah yang pantas menakhodai Jabar lima tahun ke depan” Dengan penggunaan musik keroncong sebagai latar iklan ”Jangan anggap mudah memimpin Jabar. mengabdi untuk terus mewujudkan harapan. kharismatik calon.

. Jawa Baratku” Iklan DA’I (2) ”Membangun dengan bekal pengalaman memimpin. dan pengalaman dalam memimpin Jawa Barat merupakan kunci utama dalam membangun Jawa Barat. Informasi lebih lanjut mengenai iklan radio DA’I dengan citra yang ingin dibentuk dapat dilihat pada Tabel 5. menunjukkan bahwa kedua naskah iklan radio DA’I tersebut merupakan pengembangan dari slogan kampanye pasangan DA’I yaitu ”Mengabdi dengan hati”.Iklan radio pasangan DA’I pada kedua versi itu juga digunakan untuk mengkomunikasikan citra yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I. karena ku lahir di pangkuanmu. pasti akan lebih baik jika dibandingkan dengan tidak pernah memimpin Jabar” Informasi pada Tabel 6. sehingga materi dari iklan radio ini pun diseragamkan untuk seluruh daerah di Jawa Barat. Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Citra yang ingin dibentuk Citra Pasangan yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat Iklan DA’I (1) ”Karena aku telah mengenalmu sepanjang hidupku. Slogan kampanye ”Pilih orang Bogor asli” tidak dikomunikasikan melalui iklan radio. Teks pada kedua iklan tersebut mencoba menunjukkan bahwa pasangan DA’I adalah pasangan yang sudah berpengalaman. Tabel 5. . yaitu pasangan yang telah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. karena iklan radio kampanye ini diproduksi secara langsung oleh tim kampanye DA’I pusat.. .

mengabdi untukmu. ”Mengabdi dengan hati”. Gambar 4. Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Slogan Kampanye Slogan Kampanye Mengabdi dengan hati Iklan DA’I (1) ”Karenamu aku mengabdi. peci. mengabdi dengan hati. mengabdi untuk terus mewujudkan harapan. yang ditonjolkan adalah foto diri dari pasangan calon yang berpakaian rapi lengkap dengan jas.. Kota Bogor Dalam kampanye berbentuk visual ini (Gambar 4).dengan memilih pemimpin yang telah terbukti mengabdi untuk Jabar” - Pilih orang Bogor asli! - Sementara itu kampanye yang dilakukan di media massa cetak dan baligo hanya terbatas pada pemuatan gambar diri dari pasangan DA’I beserta kalimat singkat yang merupakan slogan kampanye DA’I yaitu. yang menampilkan citra sepasang birokrat yang sudah berpengalaman. dasi.. Baligo yang .Tabel 6. Jawa Baratku” Iklan DA’I (2) ”. Baligo pasangan DA’I di daerah Pondok Rumput.

ditujukan agar foto diri dan slogan kampanye pasangan DA’I dapat lebih jelas terlihat. Walaupun pasangan DA’I tidak hadir dalam acara ini.2. Juru Kampanye sedang Mengkampanyekan Pasangan DA’I . tokoh-tokoh Partai Golkar Kota Bogor. Gambar 5.digunakan berukuran sangat besar. serta seniman-seniman Kota Bogor. agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bogor selama masa kampanye berlangsung. Kampanye Pembukaan Kampanye ini dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2008. bertempat di kantor sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bogor. Acara yang hanya berlangsung sekitar tiga jam ini dibuka oleh Ketua Partai Golkar dan Partai Demokrat Kota Bogor. namun dihadiri oleh lebih dari seratus pendukung DA’I yang menggunakan atribut kampanye DA’I. Kampanye ini disemarakkan oleh pertunjukkan seni keroncong dari Grup Suara Pakuan Rupaya. 6. Dalam kesempatan ini Walikota Bogor menghimbau kepada para peserta kampanye pemilihan Gubernur Jawa Barat khususnya pendukung DA’I. hadir dalam acara ini Walikota Bogor.1.

Kampanye yang dilaksanakan siang hari pada tanggal . memilih pasangan DA’I karena Danny-Iwan merupakan kombinasi yang tepat untuk memimpin Jawa Barat selama lima tahun ke depan. 6.3.1. sedangkan Iwan Sulanjana merupakan tokoh militer yang sudah mengetahui teritori dan keamanan di wilayah Jawa Barat karena Ia merupakan mantan Pangdam Siliwangi.1. Ketua Partai Golkar dan Ketua Partai Demokrat Kota Bogor menghimbau agar masyarakat yang memiliki hak pilih. 6. Danny Setiawan merupakan birokrat yang berpengalaman dalam membangun Jawa Barat.Dalam kampanye ini. Pawai Motor Simpatik Kegiatan ini dilakukan setelah kampanye dialogis dan silaturahmi dengan tokoh pemuda berakhir. Sasaran dari kampanye dialogis ini adalah pemilih yang memilih calon kepala daerah berdasarkan kompetensi calon dan pemilih yang memilih dengan alasan fatsoen politik atau kelompok. Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang ini ditujukan untuk menjaring ide dan aspirasi dari organisasi-organisasi kepemudaan tersebut sekaligus menggalang dukungan dan membina silaturahmi dengan organisasi-organisasi tersebut.4. Pemuda Partai Demokrat (organisasi binaan Partai Demokrat). Kampanye Dialogis dan Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda Kampanye yang dilaksanakan di Gedung Balai Binarum Pajajaran pada hari Rabu pagi tanggal 2 April 2008 ini merupakan kampanye yang berbentuk dialogis sekaligus ajang silaturahmi antara tim kampanye DA’I dengan organisasi kepemudaan yang berada di Kota Bogor. seperti AMPI dan AMPG (organisasi binaan Partai Golkar). dan organisasi kepemudaan lain seperti Karang Taruna Kota Bogor.

Pada kampanye kali ini. di sana mereka melakukan orasi singkat berisi ajakan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih pasangan DA’I sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. 6. Pawai Motor Simpatik Pendukung DA’I Rombongan ini membagi-bagikan atribut kampanye DA’I seperti stiker. Pasangan Danny-Iwan datang ke Lapangan Sempur dengan menggunakan angkot yang disewa dari arah Terminal Baranangsiang.2 April 2008 ini diikuti oleh ratusan pendukung DA’I yang merupakan kader partai Golkar dan Demokrat Kota Bogor.5. Kampanye Massa Langsung Kampanye massa secara langsung ini dilaksanakan di Lapangan Sempur pada tanggal 8 April 2008. Gambar 6. sekaligus menutup rangkaian kampanye DA’I ke daerah-daerah pemilihan di Jawa Barat. Kampanye terbuka ini dihadiri oleh ribuan massa pendukung DA’I yang sebagian besar . Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana berkesempatan hadir untuk menemui ribuan pendukungnya di Kota Bogor. Mereka mengunjungi pusat-pusat keramaian di sekitar Jalan Pajajaran hingga ke Pasar Bogor.1. pamflet dan pin bergambar pasangan DA’I kepada masyarakat yang mereka lewati.

. Mulyatma Soepardi (ketua DPD Partai Demokrat Bogor). dibacakan juga pernyataan dukungan dari berbagai Ormas di Kota Bogor yang isinya mendukung pasangan Danny-Iwan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. tidak ada isu khusus yang dibawa dalam kampanye di Kota Bogor. Selama pelaksanaan kampanye di Sempur. tim kampanye membagikan berbagai atribut kampanye berupa bola sepak. nasi bungkus hingga air mineral yang bergambar pasangan DA’I. Para juru kampanye tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan DA’I karena mereka adalah pasangan yang berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat dan sudah teruji.00 ini sebagian besar menampilkan hiburan lagu dangdut dari penyanyi Kinkin Kintamani dan penyanyi dangdut lainnya. dan beberapa pengurus DPD Golkar dan Partai Demokrat Jawa Barat.00-15. tabloid birokrat. Sebelum pasangan DA’I meninggalkan Lapangan Sempur. sedangkan waktu untuk orasi dari juru kampanye dan pasangan Danny-Iwan hanya memakan waktu sekitar 30 menit.menggunakan kaos bergambar pasangan DA’I. surat dukungan tersebut diterima secara langsung oleh Danny Setiawan. payung. Juru kampanye dalam kampanye terbuka ini antara lain adalah Ruhut Sitompul. Kampanye yang berlangsung dari pukul 11. Danny Setiawan menyatakan tidak ingin mengumbar banyak janji selama masa kampanye. selain itu mereka juga adalah asli putra daerah Bogor. kaos. Ia hanya berkomitmen akan meneruskan pembangunan yang sudah berjalan dengan baik selama ini di wilayah Jawa Barat. Cheppy Harun (ketua DPD Golkar Bogor).

. 6. Tim kampanye HADE membuat buletin pekanan yang berisi tentang pasangan HADE mulai Febuari hingga April. dimana kegiatan kampanye dilakukan oleh perorangan secara langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan program dan sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang mereka usung. yaitu kaum muda dan ibu rumah tangga.1. melainkan semua masyarakat Bogor. Kegiatan Kampanye Politik Tim HADE Kota Bogor Kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye HADE beserta ribuan kader dan simpatisannya difokuskan pada kampanye direct selling. Kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan juga sebagian besar difokuskan untuk melayani masyarakat. tim kampanye HADE melakukan pemasangan iklan politik di tiga surat kabar lokal yaitu Radar Bogor.6. dan Pakuan Raya.2.2. Berikut ini adalah kegiatan kampanye berdasarkan urutan waktu dari kampanye hari pertama hingga kampanye hari terakhir yang dilakukan oleh tim kampanye HADE Kota Bogor untuk mengantar pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Kampanye Massa Tidak Langsung Kampanye di media massa dan media luar ruang juga tidak luput dari pasangan HADE. Kegiatan kampanye HADE tidak difokuskan hanya untuk sasaran kampanyenya saja. Kampanye di media cetak dilakukan saat masa kampanye sudah diresmikan. Jurnal Bogor. upaya ini dilakukan untuk menciptakan citra bahwa pasangan HADE adalah figur yang siap melayani masyarakat. buletin tersebut disebar hanya untuk kalangan terbatas sebagai sumber informasi mengenai programprogram dan pemikiran HADE untuk Jawa Barat.

yaah mirip jaman Pak Harto dulu lah. Berbeda dengan iklan radio pasangan DA’I yang berkali-kali mengajak masyarakat untuk memilih pasangan DA”I. dalam iklan tersebut hanya disebutkan bahwa pemimpin Jawa Barat harus memiliki semangat baru untuk melayani masyarakat. oleh karena itu diperlukan tokoh muda yang amanah. RRI. yang penting bisa sekolah. merakyat dan bebas dari korupsi. . Buat gue pelajar. (Suara pria) Saya mah cuma seorang guru ngaji. dan Elfas. pemimpin Jawa Barat harus memiliki semangat baru melayani rakyat. Lesmana. saya teh ingin pemimpin Jawa Barat yang mampu mengatasi pengangguran dan kemiskinan. dan muda loh! (Suara wanita muda) Sebagai Mahasiswa..Kampanye melalui media elektronik dilakukan melalui stasiun radio Megaswara. saya berpendapat Jawa Barat perlu dipimpin oleh tokoh muda yang amanah. saya berharap Jawa Barat dipimpin oleh tokoh yang mampu memajukan pertanian. bukan malah bersemangat kalo dilayani rakyat.. merakyat dan bebas dari korupsi. (Suara wanita) Bagi ibu-ibu seperti saya. melayani rakyat (Suara pria) Sebagai petani. IKLAN RADIO HADE (2) Semangat baru. Mars. IKLAN RADIO HADE (1) Semangat baru melayani rakyat (Suara pria dewasa) Birokrasi identik dengan pelayanan publik. Berikut ini adalah teks dari iklan radio kampanye pasangan HADE. sembako jadi murah dan mudah. bebas berekspresi. iklan radio pasangan HADE tidak menyebutkan nama pasangan HADE sama sekali. (Suara pria muda) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Jawa Barat perlu Gubernur dan Wakil Gubernur yang membuat rakyat sejahtera.

merakyat dan bebas dari korupsi” Iklan HADE (2) --- Ibu rumah tangga --- ”Bagi ibu-ibu seperti saya.Teks pada iklan radio kampanye HADE tersebut mengandung pesan-pesan yang ditujukan bagi sasaran utama kegiatan kampanye. Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan hubungannya dengan sasaran kampanye Sasaran Kampanye Kaum muda Iklan HADE (1) ”Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. bebas berekspresi. Pada iklan radio HADE yang pertama mengandung pesan yang ditujukan untuk kaum muda. Jawa Barat perlu Gubernur dan Wakil Gubernur yang membuat rakyat sejahtera. Sementara itu pada iklan kampanye radio HADE versi kedua tidak muncul citra HADE sebagai pasangan muda. yaitu kaum muda dan ibu rumah tangga. dalam teks iklan radio tersebut disebutkan harapan-harapan dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang mendambakan Jawa Barat dipimpin oleh pemimpin muda. Tabel 7. pada iklan HADE versi kedua menampung . saya berpendapat Jawa Barat perlu dipimpin oleh tokoh muda yang amanah. dan muda loh!” dan ”Sebagai Mahasiswa. terhadap calon gubernur yang diinginkannya. yang penting bisa sekolah. Iklan radio HADE yang kedua juga menggambarkan harapan ibu rumah tangga terhadap sosok gubernur yang diinginkan (Tabel 7). Buat gue pelajar. dengan teks yang menggambarkan harapan-harapan pelajar dan mahasiswa. sembako jadi murah dan mudah” Citra HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat dikomunikasikan melalui iklan kampanye radio HADE versi pertama.

HADE akhlakna. bebas berekspresi. Harapanharapan pada iklan radio HADE versi kedua lebih mengutamakan harapanharapan dari segi ekonomi rakyat.. Tabel 8. merakyat dan bebas dari korupsi” Iklan HADE (2) --- Slogan kampanye pasangan HADE yaitu ”Harapan baru Jawa Barat” ditunjukkan pada kedua iklan kampanye radio HADE.. HADE elmuna” ditunjukkan secara tidak langsung melalui kalimat ”..”. Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan hubungannya dengan Citra yang ingin dibentuk Citra Pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat Iklan HADE (1) ”Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.tokoh muda yang amanah. Sementara itu slogan ”HADE basana.. yang penting bisa sekolah. Buat gue pelajar.. dengan penggunaan kalimat ”semangat baru melayani rakyat” sebagai pembuka iklan kampanye.. saya berpendapat Jawa Barat perlu dipimpin oleh tokoh muda yang amanah.. Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan hubungannya dengan Slogan Kampanye Slogan Kampanye Harapan baru Jawa Barat HADE basana. (Tabel 9). petani. dan guru ngaji. dan muda loh!” dan ”Sebagai Mahasiswa. Tabel 9. HADE akhlakna.” --- . Informasi mengenai hubungan iklan kampanye radio HADE dengan citra yang ingin dibentuk dapat dilihat pada Tabel 8.harapan-harapan kalangan ibu rumah tangga. HADE elmuna Iklan HADE (1) Iklan HADE (2) ”Semangat baru melayani ”Semangat baru melayani rakyat” rakyat” ”.tokoh muda yang amanah..

dan tanpa kumis atau janggut. oleh karena itu pasangan HADE tidak menggunakan peci dan kumis serta janggut dalam foto tersebut agar timbul kesan muda dan reformis. spanduk printing. Foto tersebut berusaha menampilkan sosok HADE sebagai pasangan muda yang profesional dan siap mewujudkan harapan baru masyarakat Jawa Barat. spanduk kain. Pamflet Kampanye Pasangan HADE Atribut kampanye kampanye tersebut menampilkan foto Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi. Contoh baligo kampanye dari pasangan HADE dapat dilihat pada Gambar 8. dan pamflet yang berisi visi misi. dan stiker (Gambar 7). tanpa peci.Kegiatan kampanye tidak langsung tanpa melalui media massa dilakukan dengan cara memproduksi baligo. . Gambar 7.

karena pemberitaan merupakan sarana kampanye yang murah dan efektif. tim kampanye HADE juga melibatkan wartawan untuk merancang sebuah kegiatan kampanye yang unik dan kreatif. tim kampanye HADE melalui bidang media dan humas melakukan kampanye media massa dengan cara menjalin hubungan dengan wartawan lokal. . Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan biaya untuk memasang iklan di media cetak yaitu sebesar Rp. 1.00/edisi.000.500. cara ini dilakukan untuk menghemat biaya pemasangan iklan di media massa.000.00. Setiap wartawan yang hadir dan meliput kegiatan kampanye HADE diberikan souvenir sebesar Rp. Tim HADE selalu mengundang wartawan dalam setiap kegiatan kampanye.Gambar 8. 500. sehingga wartawan pun merasa puas dan antusias dalam meliput berita. Baligo Pasangan HADE di Jalan Juanda Bogor Selama masa kampanye berlangsung. Selain itu.

Sedangkan Dede Yusuf datang beberapa saat kemudian dengan menggunakan mobil. Kampanye yang dihadiri oleh ribuan pendukung HADE ini dibuka dengan tilawah lalu dimeriahkan oleh grup lawak Barakatak yang juga membuat lagu kompilasi untuk mendukung kampanye pasangan HADE.2.2. Kampanye HADE di Lapangan Sempur Kota Bogor Juru kampanye pada kampanye terbuka pasangan HADE ini antara lain adalah Achmad Ru’yat (Wakil Ketua DPRD Jawa Barat). Ahmad Heryawan beserta istrinya datang ke tempat kampanye dengan menggunakan becak.6. Kampanye Massa Langsung Kampanye terbuka pasangan HADE dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2008 di Lapangan Sempur. Ahmad Heryawan menjadi pengemudi becak dan istrinya menjadi penumpang. Gambar 9. Dede Yusuf mengatakan dalam orasi yang disampaikannya . Sunmandjaja Rukmandis (PKS) dan Lalu Suryade (PKS). turut hadir juga Ibunda Dede Yusuf yaitu Rahayu Effendi.

Saat di pasar. sedangkan Ahmad Heryawan dalam orasinya berjanji akan membawa perubahan untuk Jawa Barat. dan Pasar Bogor. kedua calon gubernur dan wakil gubernur tersebut melakukan diskusi dengan pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Selain itu juga dilakukan simulasi pencoblosan HADE yang dilakukan secara simbolis oleh tokoh komunitas pendukung. Pasar yang dikunjungi antara lain Pasar Anyar. Komunitas Angkot. khususnya di bidang pendidikan. 6. . dan perluasan lapangan kerja.2. Pada kegiatan kampanye ini juga dibacakan pernyataan dukungan dan orasi dari perwakilan ormas yang mendukung HADE. kegiatan ini dilakukan sebelum dan sesudah kampanye di Lapangan Sempur. dan ormas lainnya. yang diikuti oleh ribuan massa yang hadir. diantaranya adalah dukungan dari tokoh budaya Sunda .bahwa dia adalah asli orang Bogor. Hasil dari diskusi tersebut antara lain adalah pasar tradisional harus dilindungi keberadaannya dengan payung hukum yang jelas agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf secara terpisah melakukan kampanye dengan cara mengunjungi pasar-pasar tradisional yang terdapat di Kota Bogor. pemberdayaan perempuan. Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). dia tumbuh remaja di Kota Bogor khususnya di Gang Menteng.3. Serikat Pekerja Nasional (SPN). Kunjungan langsung ke Masyarakat oleh Pasangan HADE Kegiatan kampanye ini dilakukan pada hari yang sama dengan kegiatan kampanye terbuka di Lapangan Sempur yaitu pada tanggal 29 Maret 2008. Pasar Merdeka.

Gambar 11. Ahmad Heryawan juga sempat mengunjungi Jalan KH Sholeh Iskandar (Jalan Baru). Pada kesempatan itu juga ia melakukan dialog dengan masyarakat yang tertarik akan aksinya. Kunjungan Ahmad Heryawan ke Pasar Anyar Bogor Selain kunjungan ke pasar.Gambar 10. disana ia melakukan aksi simbolis memperbaiki jalan yang memang terkenal selalu rusak parah walaupun sudah diperbaiki berkali-kali. Kunjungan Dede Yusuf ke Stasiun Kereta Api Bogor . sedangkan Ahmad Heryawan melakukan kunjungan ke pesantren. Dede Yusuf juga melakukan kunjungan ke stasiun Bogor untuk menyapa dan berdialog dengan masyarakat.

tim kampanye juga menawarkan penandatanganan kontrak politik yang berisi rencana program-program yang akan dijalankan beserta target waktu pencapaian programprogram tersebut. mereka akan mengundurkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. karena Dede Yusuf selalu menjadi pusat perhatian masyarakat saat kunjungan dilakukan. Kampanye Direct Selling Kampanye direct selling atau sosialisasi pasangan HADE ke masyarakat dilakukan secara masif dan intensif sejak kampanye resmi dimulai hingga hari terakhir masa kampanye resmi berlangsung. kader dan simpatisan HADE tersebut menjelaskan secara langsung kepada masyarakat mengenai visi misi dan programprogram yang ditawarkan oleh pasangan HADE jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur nantinya.2.Kunjungan-kunjungan langsung ke pusat aktivitas dan keramaian oleh calon gubernur dan wakil gubernur merupakan cara yang tepat untuk meraih simpati pemilih. selain sebagai upaya kampanye untuk mensosialisasikan visi misi. kunjungan tersebut juga sangat berguna untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. Pada kampanye “Tok-tok HADE” tersebut. Kampanye direct selling dilakukan dengan cara mengunjungi rumah-rumah penduduk secara langsung atau yang dikenal juga dengan “Tok-tok HADE”. dan jika sampai pada waktu yang sudah disepakati pasangan HADE belum bisa memenuhi target tersebut. .4. Kepopuleran Dede Yusuf juga memegang peranan penting dalam mensukseskan kampanye kunjungan ke lapangan ini. 6.

Kampanye Direct Selling HADE di Jembatan Merah.000 kader dan simpatisan HADE di Bogor.2. Pada kesempatan itu.Gambar 12. kader dan simpatisan HADE membagikan bunga dan hasil kerajinan lain yang mereka buat sendiri. menurut tim kampanye HADE cara kampanye seperti ini merupakan cara yang paling murah dan sesuai dengan kondisi PKS yang memang memiliki kader-kader yang loyal dan siap bekerja tanpa bayaran untuk partai dan calon yang didukung. Merdeka. Kota Bogor Kampanye direct selling juga dilakukan dengan turun-turun ke jalan yang menjadi pusat keramaian masyarakat seperti di sekitar Jalan Pajajaran. Kegiatan kampanye direct selling ini diperkirakan berhasil menjangkau puluhan ribu masyarakat dan calon pemilih. karena kampanye direct selling ini dilakukan oleh sekitar 10. Angkot Gratis Program kampanye “Angkot Gratis Sehari Penuh” ini dilakukan pada saat memasuki hari terakhir kampanye yaitu pada tanggal 7 April 2008. 6. Angkutan . Terminal Baranangsiang. dengan menyelipkan pamflet dan stiker HADE yang berisi visi misi pasangan HADE bagi Jawa Barat. dan Stasiun Kereta Bogor. Air Mancur.5.

dan satu Angkot Pajajaran-Ramayana. karena selama ini kampanye yang dilakukan oleh partai politik atau calon kepala daerah biasanya banyak merugikan masyarakat seperti misalnya membuat macet jalan umum. sumbangan sembako. Masyarakat cenderung memberikan dukungan dan suara politiknya bagi calon pemimpin yang memberikan bantuan secara materil.Kota (Angkot) yang digratiskan ini berjumlah tujuh unit. Atribut kampanye HADE dan tulisan “Gratis dari HADE”. Berdasarkan hasil wawancara dengan perwakilan tim kampanye DA’I Kota Bogor. terlihat dari jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan kampanye ini. Kegiatan kampanye ini dibuat dengan alasan untuk melayani masyarakat. namun dalam kampanye HADE kali ini keadaan tersebut dibalikkan menjadi melayani masyarakat. masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih tergolong masyarakat miskin tidak terlalu responsif terhadap isu-isu yang ditawarkan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. tim kampanye dari pasangan DA’I dan HADE mengalami beberapa kendala yang menghambat pelaksanaan kegiatan kampanye politik. dua Angkot Ciheuleut-Ramayana. . yaitu tiga Angkot jurusan Bantar kemang-Ramayana. 6. seperti sumbangan pembangunan di tempat-tempat tertentu. dan bahkan sumbangan uang secara langsung. memenuhi badan Angkot yang disewa tersebut.3. Kampanye ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat. satu Angkot Baranangsiang-Ciawi. kendala utama yang dirasakan oleh tim kampanye DA’I adalah ketidaksiapan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat dalam menjalankan demokrasi politik. Kendala dalam Pelaksanaan Kegiatan Kampanye Selama menjalankan kegiatan kampanye politik di Kota Bogor.

sehingga menyulitkan untuk menjalani kegiatan kampanye yang bersifat dialogis seperti penyampaian visi misi dan rencana program kerja. Oleh karena itu. tim kampanye DA’I lebih memfokuskan pada kampanye melalui media massa dan penggunaan baligo serta pamflet sebagai media utama dalam menjalankan kampanye. Oleh karena itu. misalnya dengan melakukan penyebaran pamflet dan stiker selama perjalanan mereka pulang dari tempat kerja dan kampus. . Tim kampanye HADE Kota Bogor menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapinya adalah keterbatasan waktu kader untuk menjalankan strategi kampanye mereka yaitu strategi direct selling. Pengaruh Kampanye terhadap Keputusan Memilih DA’I dan HADE Tujuan utama dari kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I dan HADE adalah untuk mengumpulkan suara dari pemilih sebanyak-banyaknya agar dapat mengantarkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang didukungnya ke dalam posisi tersebut.4. sehingga mereka baru bisa melakukan direct selling pada saat hari libur. 6.Kendala lainnya adalah waktu kampanye resmi yang disediakan oleh KPU selama dua minggu dan dibagi rata untuk ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dianggap tidak cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat. Keterbatasan waktu tersebut dikarenakan kesibukan para kader dan simpatisan yang sebagian besar berprofesi sebagai mahasiswa dan pekerja kantor. Kendala tersebut dapat diatasi dengan loyalitas kader dan simpatisan yang tetap melakukan kampanye direct selling secara mandiri di tempat mereka beraktivitas sehari-hari.

Berbagai kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I dan HADE mendapat respon yang beragam dari masyarakat. Persentase Pemilih DA’I di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye DA’I.67 persen berpendapat bahwa kegiatan kampanye politik yang dilakukan pasangan HADE tidak mempengaruhi pilihan politiknya (Tabel 11). 2008 Pengaruh kampanye terhadap keputusan memilih Berpengaruh Tidak berpengaruh Total Jumlah responden 25 5 30 (%) 83. 2008 Pengaruh kampanye terhadap keputusan memilih Berpengaruh Tidak berpengaruh Total Jumlah responden 20 10 30 (%) 66. Tabel 11.67 33. persentase responden yang terpengaruh oleh kegiatan kampanye tim HADE dalam memilih pasangan HADE adalah sebesar 83. dan sisanya sebanyak 16.67 100 .33 100 Sementara itu untuk pemilih HADE di Kota Bogor. Tabel 10.67 persen responden menyatakan bahwa kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor telah mempengaruhi keputusan mereka untuk menetapkan pilihannya pada pasangan DA’I. Persentase Pemilih HADE di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye HADE.33 16. untuk memilih pasangan yang diusungnya.kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan oleh masing-masing tim kampanye haruslah dapat merubah atau memperkuat suara dari pemilih.33 persen. tercatat sebanyak 66. Berdasarkan data hasil polling terhadap 30 pemilih pasangan DA’I di Kota Bogor yang terdapat pada Tabel 10.

Hal ini sesuai dengan tujuan dari kampanye politik. . Perbandingan Kegiatan Kampanye DA’I dan HADE Perbedaan utama dalam kegiatan kampanye yang dijalankan oleh tim kampanye DA’I dan HADE dapat terlihat jelas pada sasaran kegiatan kampanye. Pada setiap kegiatan kampanye.5. Kegiatan kampanye seperti itu dapat dilihat pada kegiatan kampanye direct selling “Tok-tok HADE” yang disertai dengan penandatanganan “kontrak politik”.Data-data di atas menunjukkan bahwa kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I dan HADE dapat mempengaruhi sebagian besar responden untuk memilih pasangan DA’I dan HADE dalam pemilihan gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. sehingga terjadi kedekatan melalui komunikasi interpersonal untuk menggalang dukungan dan aspirasi langsung dari masyarakat. dimana kegiatan-kegiatan kampanye dilakukan sebagai usaha persuasif kepada masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih. 6. tim kampanye HADE selalu menetapkan masyarakat luas sebagai sasaran kegiatan kampanyenya terutama dengan menggunakan teknik kampanye dari rumah ke rumah atau direct selling yang menemui masyarakat secara langsung dengan model komunikasi satu-satu. untuk memilih pasangan calon gubernur yang dikampanyekan oleh tim kampanye. serta kunjungan langsung Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf ke pusat-pusat aktivitas masyarakat seperti ke pasar tradisional dan stasiun kereta api di Kota Bogor (Tabel 12).

Selain itu. dilakukan saat acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh pemuda di Gedung Balai Binarum Bogor. dan proses negosiasi melalui pengadaan ”kontrak politik” antara masyarakat dan pasangan HADE.Tabel 12. dapat digolongkan ke dalam bentuk persuasi sebagai periklanan. dengan melihat dari aspek komunikasi satu-satu. Matriks Kegiatan Kampanye HADE di Kota Bogor Kegiatan kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye direct selling (Tok-tok HADE) Kampanye massa langsung Kunjungan langsung ke masyarakat Angkot gratis dari HADE Waktu 29 Maret – 10 April 2008 29 Maret – 10 April 2008 29 Maret 2008 29 Maret 2008 7 April 2008 Teknik kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye pintu ke pintu Kampanye massa langsung Kampanye pintu ke pintu Kampanye massa langsung Sasaran kampanye Masyarakat luas Masyarakat luas Masyarakat luas Masyarakat luas Masyarakat luas Kegiatan kampanye HADE dapat digolongkan ke dalam persuasi politik sebagai retorika. namun karena acara tersebut dilaksanakan di dalam gedung. Satusatunya model kampanye dialogis yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I. kegiatan kampanye HADE dengan teknik kampanye massa tidak langsung melalui media massa yang dilakukan selama masa kampanye. Kampanye massa langsung yang dilaksanakan di sekretariat DPD Golkar Kota Bogor juga diperuntukkan bagi . maka khalayak kampanye pada kegiatan tersebut terbatas pada anggota-anggota organisasi kepemudaan. Sementara itu tim kampanye DA’I banyak menerapkan teknik kampanye massa secara langsung dengan model komunikasi satu-kepada-banyak. Kegiatankegiatan tersebut dapat dilihat dalam kegiatan kampanye DA’I di Lapangan Sempur dan kampanye pembukaan di sekretariat DPD Golkar Kota Bogor. serta undangan lainnya.

dengan manipulasi psikologis berupa digulirkannya isu-isu sentimental kedaerahan seperti dalam slogan kampanye “Pilih orang Bogor asli!!”. Kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye HADE lebih mampu menyentuh masyarakat karena kegiatan-kegiatan kampanyenya langsung bersentuhan dengan masyarakat. dan saat pawai motor simpatik mengelilingi Kota Bogor (Tabel 13). kampanye massa langsung di Lapangan Sempur. Tabel 13. terutama dalam hal komunikasi satu-kepadabanyak. Kegiatan-kegiatan kampanye .kalangan terbatas. Selain itu tim kampanye DA’I juga melakukan bentuk persuasi sebagai periklanan. bahkan bersifat melayani masyarakat seperti pada kegiatan “Angkot gratis dari HADE” yang memberikan pelayanan transportasi gratis selama satu hari bagi masyarakat. melalui pemasangan iklan di media massa dan cetak. yaitu pendukung pasangan DA’I yang juga merupakan kader dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. serta undangan lainnya. Kegiatan kampanye yang menyertakan masyarakat luas sebagai sasaran kampanye hanya dilakukan melalui kampanye massa tidak langsung. Matriks Kegiatan Kampanye DA’I di Kota Bogor Kegiatan kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye pembukaan Kampanye dialogis Pawai motor simpatik Kampanye massa langsung Waktu 29 Maret – 10 April 2008 30 Maret 2008 2 April 2008 2 April 2008 8 April 2008 Teknik kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye massa langsung Kampanye dialogis Kampanye massa langsung Kampanye massa langsung Sasaran kampanye Masyarakat luas Pendukung DA’I (kalangan terbatas) Anggota OKP (kalangan terbatas) Masyarakat luas Masyarakat luas Kegiatan-kegiatan kampanye DA’I dapat digolongkan ke dalam bentuk persuasi politik sebagai propaganda.

yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut mendapatkan respon positif dari sebagian besar masyarakat Kota Bogor. . sehingga pada akhirnya mereka menjatuhkan pilihan politiknya dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013 kepada pasangan HADE.

Citra yang ingin ditampilkan dari pasangan DA’I selama masa kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat Periode 2008-2013 di Kota Bogor adalah. Citra tersebut ditangkap oleh 50 persen responden penelitian yang .BAB VII PENCITRAAN PASANGAN CALON GUBERNUR 7.1. dimana citra yang paling banyak ditangkap dari pasangan DA’I oleh pemilih DA’I di Kota Bogor berdasarkan jenjang pendidikan pemilih adalah citra mengenai pasangan DA’I yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. pamflet. Citra mengenai pengalaman memimpin pasangan DA’I memang dianggap penting oleh sebagian besar responden polling pemilih DA’I sebagai kompetensi utama yang dibutuhkan dari seorang gubernur. elektronik. Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye DA’I Kampanye pencitraan yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I ditujukan untuk membentuk suatu gambaran positif dari pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana yang berbeda dan menunjukkan keunggulan pasangan DA’I dibandingkan pasangan lainnya. spanduk. Citra tersebut dikomunikasikan kepada masyarakat pemilih selama masa kampanye melalui media massa cetak. baligo. pasangan DA’I sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat karena Danny Setiawan adalah calon gubernur incumbent dan Iwan Sulanjana adalah mantan Pangdam Siliwangi Jawa Barat. Citra tersebut dikomunikasikan secara berulang-ulang agar mudah diingat dan untuk meyakinkan masyarakat bahwa citra yang dikomunikasikannya itu adalah penting. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil kuesioner polling yang disajikan dalam Tabel 14. dan kampanye secara langsung.

Citra berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat ditangkap oleh 66. dan masing-masing 70 persen responden penelitian yang berpendidikan menengah dan tinggi. sebanyak 58.33 100 30 Informasi pada Tabel 15 menunjukkan bahwa citra mengenai pasangan DA’I yang ditangkap oleh responden penelitian yang memilih pasangan DA’I pada pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013.33 63. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor.33 10 3.33 6. berdasarkan usia pemilih yang dibagi ke dalam dua kategori usia yaitu pemilih yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun dan usia pemilih yang lebih dari 35 tahun adalah citra “berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat”.berpendidikan rendah. 2008 Citra yang Ditangkap Berasal dari Bogor Berpengalaman Peduli terhadap masalah rakyat Adil dan bijak Solusi bagi Jawa Barat Mengetahui kondisi Jawa Barat Total (%) Total Responden ≤ SD (%) 30 50 20 100 10 Jenjang Pendidikan SMP-SMA > SMA (%) (%) 10 70 70 10 10 10 10 10 100 100 10 10 Total (%) 13.67 persen responden penelitian yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun. Tabel 14.33 persen responden penelitian yang berusia lebih dari 35 tahun juga sepakat memilih citra pasangan DA’I sebagai pasangan yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat sebagai citra utama.67 3. .

33 100 100 18 12 Total (%) 13. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.33 100 30 Berdasarkan hasil polling mengenai citra yang ditangkap oleh pemilih yang memilih pasangan DA’I di Kota Bogor. Citra tersebut disesuaikan dengan fakta bahwa pasangan HADE merupakan calon gubernur dan wakil gubernur termuda yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013. 7. juga berguna untuk membentuk citra positif dari pasangan ini. Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye HADE Kampanye pencitraan merupakan salah satu program utama dari pasangan HADE.33 6. Kampanye pencitraan dilakukan selain untuk memperkenalkan pasangan HADE yang merupakan pendatang baru dalam pentas politik Jawa Barat. Citra yang ingin dikomunikasikan oleh tim kampanye HADE kepada masyarakat adalah “pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat”.Tabel 15. 2008 Citra yang Ditangkap Berasal dari Bogor Berpengalaman Peduli terhadap masalah rakyat Adil dan bijak Solusi bagi Jawa Barat Mengetahui kondisi Jawa Barat Total Total Responden Usia (tahun) ≤ 35 > 35 (%) (%) 16.55 16.67 8. dapat disimpulkan bahwa tim kampanye DA’I Kota Bogor telah cukup berhasil mengkomunikasikan atribut citra dari pasangan DA’I.33 10 3.67 8.67 3.33 63.33 11.67 58. Citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat .33 66.2. Hal ini dapat dilihat dari jumlah persentase sampel penelitian pemilih DA’I yang mampu menangkap dengan tepat citra utama yang ingin ditampilkan dari pasangan DA’I yaitu “Berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat”.11 8.33 5.

Citra tersebut ditangkap oleh 68.19 persen pemilihnya yang berusia di bawah atau sama dengan 35 tahun. Citra pasangan .untuk memimpin Jawa Barat dikomunikasikan kepada masyarakat Kota Bogor melalui berbagai cara.67 3. sebanyak 30 persen dari pemilih berpendidikan menengah dan 80 persen yang berpendidikan tinggi juga sepakat bahwa pasangan HADE merupakan pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat. baik melalui media massa.33 10 6. Berdasarkan polling yang dilakukan kepada 30 responden yang memilih pasangan HADE di Kota Bogor. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor. diketahui bahwa sebanyak 100 persen pemilih HADE yang berpendidikan rendah. dan 75 persen pemilihnya yang berusia di atas 35 tahun. 2008 Citra yang Ditangkap Pasangan muda yang tepat Siap melayani masyarakat Peduli terhadap rakyat Pintar dan sopan bertutur kata Reformis dan pembaharu Mampu bersikap adil dan bijak Total Total Responden ≤ SD (%) 100 100 10 Jenjang Pendidikan SMP-SMA > SMA (%) (%) 30 80 20 10 20 10 10 10 10 100 100 10 10 Total (%) 70 6. menangkap citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat. Tabel 16. hingga saat kampanye terbuka di Lapangan Sempur Kota Bogor. melalui kampanye direct selling.33 100 30 Hasil polling mengenai citra pasangan HADE yang ditangkap oleh pemilih HADE berdasarkan usia pemilih di Kota Bogor juga menunjukkan bahwa citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat merupakan citra yang paling banyak ditangkap oleh pemilihnya. Hasil polling pemilih HADE berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat lebih lengkap pada Tabel 16.67 3.

3.33 10 6. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 17.09 4.5 100 100 22 8 Total (%) 70 6.09 12.19 75 9.54 9.09 12. dapat disimpulkan bahwa tim kampanye HADE Kota Bogor telah berhasil mengkomunikasikan atribut citra dari pasangan HADE. Tabel 17.67 3. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor. Perbandingan Kesesuaian Citra Berdasarkan hasil polling mengenai kesesuaian citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye dan citra yang ditangkap oleh pemilih. Hal ini dapat dilihat dari jumlah persentase sampel penelitian pemilih HADE yang mampu menangkap dengan tepat citra utama yang ingin ditampilkan dari pasangan HADE yaitu “pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat”. 2008 Citra yang Ditangkap Pasangan muda yang tepat Siap melayani masyarakat Peduli terhadap rakyat Pintar sopan bertutur kata Reformis dan pembaharu Mampu bersikap adil dan bijak Total Total Responden Usia (tahun) ≤ 35 > 30 (%) (%) 68. dapat disimpulkan bahwa tim kampanye DA’I dan HADE telah berhasil mengkomunikasikan citra utama dari pasangan DA’I dan HADE kepada para . 7.HADE sebagai pasangan muda mendominasi hasil jajak pendapat.67 3.33 100 30 Berdasarkan hasil polling mengenai citra yang ditangkap oleh pemilih yang memilih pasangan HADE di Kota Bogor.5 9. sehingga menyebabkan citra-citra lainnya hanya mampu ditangkap oleh kurang dari 10 persen pemilih yang didasarkan pada usia pemilih.

19 persen. 2008 Kesesuaian Citra Sesuai Tidak Sesuai Total Total Responden DA’I ≤ 35 Tahun 66. Pemilih HADE yang berusia sama dengan atau kurang dari 35 tahun yang mampu menangkap dengan sesuai atribut citra pasangan HADE yaitu ”Pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat” adalah sebesar 68.67 % 100 % 12 HADE ≤ 35 Tahun > 35 Tahun 68. sedangkan pemilih DA’I yang berusia lebih dari 35 tahun yang mampu menangkap citra pasangan DA’I dengan tepat hanya sebesar 58. Pemilih DA’I yang berusia sama dengan atau kurang dari 35 tahun lebih mampu menangkap dengan tepat citra dari pasangan DA’I yaitu ”Berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat” dengan persentase sebesar 66. Hal ini dikarenakan pemilih pasangan DA’I yang berusia sama dengan atau kurang dari 35 tahun lebih aktif dalam mencari informasi kampanye khususnya mengenai pasangan DA’I dari berbagai sumber.33 % 41. Tidak ada perbedaan yang .33 persen.67 % 33. Pemilih HADE yang berusia lebih dari 35 tahun lebih mampu menangkap citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye HADE dengan tepat yang ditunjukkan dengan presentase sebesar 75 persen (Tabel 18).67 persen. Tabel 18. Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.33 % 100 % 18 > 35 Tahun 58.81 % 25 % 100 % 100 % 22 8 Angka-angka dalam bentuk persentase pada Tabel 18.pemilihnya. memberikan penjelasan bahwa ternyata faktor usia pemilih tidak berhubungan dengan kemampuan pemilih dalam menangkap citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye kedua pasangan calon kepala daerah.19 % 75 % 31.

Tabel 19. 2008 Kesesuaian Citra Sesuai Tidak Sesuai Total Total Responden ≤ SD 50 % 50 % 100 % 10 DA’I SMPSMA 70 % 30 % 100 % 10 > SMA 70 % 30 % 100 % 10 ≤ SD 100 % 0% 100 % 10 HADE SMPSMA 30 % 70 % 100 % 10 > SMA 80 % 20 % 100 % 10 Kesesuaian citra pemilih DA’I berdasarkan tingkat pendidikan responden pada Tabel 19. dengan pemilih yang berusia lebih dari 35 tahun. menunjukkan bahwa pemilih DA’I yang berpendidikan terakhir setara SMP hingga perguruan tinggi lebih mampu menangkap citra pasangan DA’I dengan tepat yang ditunjukkan dengan presentasi sebesar 70 persen. dibandingkan dengan pemilih DA’I yang berpendidikan sama dengan atau kurang dari SD yang persentasenya sebesar 50 persen. Peningkatan persentase kesesuaian citra dari pemilih yang berpendidikan rendah hingga pemilih berpendidikan tinggi menunjukkan bahwa untuk pemilih DA’I di Kota Bogor. Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor. Sebanyak 100 persen pemilih HADE yang berpendidikan rendah mampu . Kesesuaian citra yang ditangkap oleh pemilih HADE di Kota Bogor dengan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye HADE di Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikan pemilih yang menjadi responden polling. menunjukkan bahwa pemilih HADE yang berpendidikan setara atau kurang dari SD (berpendidikan rendah) justru lebih tinggi presentase kesesuaian citranya dibandingkan dengan pemilih yang berpendidikan tinggi dan menengah. persentase kesesuaian citra ditentukan oleh tingkat pendidikan.signifikan antara persentase kesesuaian citra dari pemilih yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun. semakin tinggi tingkat pendidikan pemilih maka semakin besar peluang kesesuaian citra.

sehingga citra pasangan DA’I sebagai pasangan yang sudah berpengalaman jadi dianggap kurang penting. selain itu mereka juga mendapatkan berbagai macam atribut kampanye HADE seperti kaos dan stiker. sedang berkembang isu mengenai pemimpin muda yang dianggap mampu memberikan harapan baru kepada masyarakat yang kecewa dan jenuh dengan pemimpin-pemimpin tua yang identik dengan pemerintahan orde lama yang dianggap korup. Hal itu ditunjukkan melalui angka-angka dalam bentuk persentase kesesuaian citra yang ditangkap oleh pemilih DA’I dan HADE di Kota Bogor yang menjadi responden polling dalam penelitian ini. Sementara itu selama masa kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hal tersebut dikarenakan seluruh responden dari kelompok yang berpendidikan rendah mengikuti kampanye massa langsung HADE di Lapangan Sempur Bogor.menangkap citra pasangan HADE dengan tepat yaitu sebagai ”Pasangan muda yang siap memimpin Jawa Barat”. Isu mengenai pemimpin muda dan kekecewaan masyarakat terhadap pembangunan di Jawa Barat selama Danny Setiawan menjadi Gubernur. dibandingkan dengan citra DA’I sebagai figur yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. Hal tersebut terjadi karena masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bogor tidak puas dengan hasil pembangunan selama lima tahun terakhir saat Danny Setiawan memimpin. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tim kampanye dari kedua pasangan calon kepala daerah telah berhasil mengkomunikasikan citra utama dari pasangan DA’I dan HADE kepada pemilihnya masing-masing. . Namun citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat dianggap lebih penting oleh masyarakat pemilih di Kota Bogor.

menjadi lebih penting dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat saat itu. sehingga pasangan HADE mendapatkan jumlah suara yang lebih besar dari pasangan DA’I.menjadikan citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang siap memimpin Jawa Barat. .

Kampanye politik dapat dilihat juga sebagai persuasi politik yang dikategorikan oleh Nimmo (2005) ke dalam tiga cara. namun ada beberapa perbedaan antara tahapan pemasaran politik yang dilakukan oleh tim kampanye HADE dan DA’I. Namun demikian. Tidak adanya sasaran khusus. Tim kampanye DA’I tidak melakukan targeting kampanye dari hasil segmentasi yang dibuatnya. menyebabkan tidak adanya segmen khalayak khusus yang dapat dijadikan sebagai sasaran kampanye. Persuasi . menyebabkan kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I sebagian besar dilakukan dengan teknik kampanye massa langsung (strategi panggung).BAB VIII STRATEGI KAMPANYE POLITIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA 8. Strategi Kampanye Politik Perencanaan kampanye politik yang dilakukan oleh pasangan HADE dan DA’I pada dasarnya mengadopsi tahapan pemasaran politik yang dirumuskan oleh Nursal (2004). dan retorika.1. agar dapat menjangkau banyak khalayak kampanye yang berasal dari berbagai segmen. Tidak dilakukannya targeting oleh tim kampanye DA’I. sehingga kampanye yang dilakukan menjadi tidak fokus. Persuasi politik yang dilakukan oleh tim kampanye HADE menggunakan persuasi politik melalui periklanan dan retorika. periklanan. hal tersebut dilakukan karena tim kampanye DA’I berusaha meraih 60 persen suara pemilih di Kota Bogor. yaitu melalui propaganda. teknik tersebut tidak dapat menjalin ikatan dengan khalayak kampanye seperti halnya kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye HADE melalui strategi direct selling yang dilakukannya.

untuk mensosialisasikan pasangan HADE dan melakukan kontrak politik. sehingga masyarakat Bogor harus memilih calon kepala daerah yang berasal dari Bogor pula. Persuasi politik melalui retorika yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan HADE dan persuasi politik melalui propaganda yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan DA’I. Persuasi politik melalui periklanan dilakukan dengan cara memasang iklan di media massa dan memasang atribut kampanye DA’I di sepanjang jalan di Kota Bogor.politik melalui periklanan dilakukan dengan cara memasang iklan di media massa dan memasang atribut-atribut kampanye di sepanjang jalan di Kota Bogor. kemudian massa tersebut ditekan dengan slogan kampanye yang berbunyi ”Pilih orang Bogor asli!!”. Persuasi politik melalui retorika yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan HADE lebih mampu menarik simpati dan dukungan masyarakat. tim kampanye DA’I melakukan persuasi politik melalui periklanan dan propaganda. karena cara tersebut bekerja dengan mekanisme komunikasi satu-kepada-satu. Sementara itu. sehingga lebih mampu menjalin kedekatan emosional dibandingkan model komunikasi satu-kepada-banyak yang bekerja pada persuasi politik melalui propaganda yang dilakukan oleh pasangan . Persuasi melalui propaganda dilakukan melalui teknik kampanye massa tidak langsung dengan cara menyatukan individuindividu ke dalam suatu massa yang disebut sebagai masyarakat Bogor. Persuasi politik melalui retorika dilakukan dengan cara mengunjungi secara langsung masyarakat pemilih ke rumahnya dan tempat-tempat aktivitas masyarakat. dilakukan sebagai tindakan lanjutan untuk mempengaruhi masyarakat yang dalam hal ini khususnya adalah pemilih.

Pasangan HADE yang sejak awal tidak diperhitungkan. Faktor-faktor Kemenangan Pasangan Pendatang Baru (HADE) Kemenangan pasangan HADE sebagai calon pendatang baru dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat memang cukup fenomenal.238.DA’I. pasangan HADE selalu menempati urutan terakhir di belakang pasangan DA’I dan AMAN.29%). Hal tersebut mengindikasikan bahwa ada semacam kekuatan yang bekerja selama masa kampanye dilaksanakan.449 suara (39. Persuasi politik melalui retorika tersebut juga berhasil karena melibatkan proses negosiasi antara masyarakat pemilih dengan pasangan HADE. karena diramalkan Pilkada Jawa Barat hanya merupakan persaingan antara DA’I dan AMAN saja. Berikut ini akan dibahas beberapa faktor yang menjadi penentu kemenangan . Penggunaan beragam strategi kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan DA’I dan HADE pada akhirnya akan mempengaruhi pemilih. pada akhirnya akan menentukan kemenangan maupun kekalahan pasangan calon kepala daerah. 8. Strategi kampanye politik yang dilakukan dan diimplementasikan dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan kampanye politik.2. ternyata mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dengan jumlah suara total sebanyak 5. sehingga mampu mengubah pilihan masyarakat menjadi mendukung pasangan HADE. melalui perjanjian kontrak politik. Kemenangan ini disebut fenomenal juga karena berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei sebelum pemilihan dilaksanakan. yang digambarkan dalam jumlah suara yang didapat oleh masing-masing pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah yang sudah dilangsungkan.

Hal ini menunjukkan kesiapan tim kampanye dalam menerapkan strategi direct selling. mekanisme kerja tim kampanye HADE yang dibagi berdasarkan partai politik. Kedua.pasangan HADE khususnya di Kota Bogor. Pertama. karena mampu mengeliminasi berbagai hambatan yang muncul akibat ketidakharmonisan dan ketidakkompakkan kerja akibat perbedaan birokrasi. ide. faktor kemenangan HADE disebabkan oleh keberhasilan implementasi strategi kampanye dengan menggunakan teknik kampanye door to door campaign (direct selling). Perawatan kader partai dan kelembagaan tersebut berupa penguatan jaringan hingga ke lapisan paling bawah. berdasarkan aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian skripsi ini. Keberhasilan strategi kampanye direct selling tersebut merupakan implikasi dari kegiatan konsolidasi internal yang sesuai dengan pendapat Arifin (2003). Jumlah kader yang bergerak untuk melakukan direct selling sebanyak 10. yaitu tingkat kelurahan/desa. dan terutama sifat dan gaya individu anggota partai. yaitu kurang dari dua minggu. . Pembagian kerja seperti itu ternyata mampu meningkatkan efektifitas kinerja tim kampanye.000 kader juga merupakan faktor kunci keberhasilan kampanye pasangan HADE di Kota Bogor. Pembagian kerja tersebut juga efektif dalam menjalankan kampanye politik dengan waktu yang terbatas. yang menyatakan bahwa salah satu jenis strategi komunikasi dalam konteks politik adalah dengan cara merawat kelembagaan dan kader partai. menjadi tim kampanye HADE PKS dan HADE PAN. serta pemberian pelatihan cara sosialisasi dan kampanye kepada tim kampanye tingkat bawah.

Citra pasangan HADE sebagai pasangan muda juga memposisikan HADE sebagai pasangan alternatif. yaitu sebanyak 60 persen suara.Ketiga. Keberanian pasangan HADE lewat tim kampanye.410. citra pasangan HADE sebagai pemimpin muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat.544 suara (25. Pasangan DA’I yang didukung oleh dua partai besar yaitu Partai Golkar dan Partai Demokrat. yang juga merupakan pesaing pasangan HADE. Berikut ini akan dibahas beberapa faktor yang menjadi penyebab kekalahan pasangan .3. Keempat. untuk melakukan kontrak politik dengan masyarakat juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pasangan HADE. bagi yang tidak puas dengan kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya. yaitu sebanyak 3. secara mengejutkan menduduki urutan terakhir berdasarkan jumlah suara keseluruhan yang diterimanya. Kegiatan seperti ”Angkot gratis dari HADE” merupakan salah satu bentuk kampanye inovatif yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. kegiatan-kegiatan kampanye politik yang dijalankan oleh tim kampanye HADE lebih mampu menarik simpati masyarakat. sesuai dengan isu yang sedang ramai bergulir saat itu mengenai kepemimpinan muda yang dipelopori oleh calon presiden Amerika Serikat.58%).271 suara (20. sangat jauh dari jumlah suara yang ditargetkan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor.10%). yaitu pasangan DA’I dan AMAN. dan jumlah suara untuk pemilihan di Kota Bogor sebanyak 73. 8. Barrack Obama. Faktor-faktor Kekalahan Pasangan Incumbent (DA’I) Kekalahan pasangan DA’I yang berstatus sebagai incumbent merupakan salah satu kejutan yang terjadi dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013.

sehingga pelaksanaan kampanye di tingkat bawah tidak dapat berlangsung maksimal. sehingga menyebabkan kekacauan sampai ke tingkat kelurahan dan desa. kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I masih menggunakan cara-cara lama. kegagalan disebabkan karena kurangnya konsolidasi internal yang dilakukan oleh tim kampanye dan pengurus partai. sehingga kurang mendapat simpati dari masyarakat. Ketiga. Citra tersebut malah membuat . berdasarkan hasil analisis dari data-data yang didapat selama penelitian skripsi ini. sehingga mengganggu pelaksanaan kegiatan kampanye. kesalahan dalam menentukan strategi kampanye dengan penggunaan strategi ”panggung”. yang mengutamakan teknik kampanye massa secara langsung.DA’I di Kota Bogor. Tim kampanye dan pengurus partai di tingkat kelurahan dan desa kurang mendapat dukungan dan sosialiasi mengenai kegiatan kampanye. Hal tersebut terjadi dikarenakan buruknya koordinasi antara tim kampanye pusat dan tim kampanye di daerah. sehingga kurang menghasilkan hubungan emosional yang dekat dengan masyarakat. karena model komunikasi yang digunakan adalah satu-kepada-banyak. Kurangnya konsolidasi internal juga menyebabkan keterlambatan dalam pendistribusian atribut kampanye. yang biasanya malah membuat macet jalan raya. kurang mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat Jawa Barat. citra yang ingin dibentuk yaitu pasangan yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. yang dilakukan dalam bentuk kampanye dengan mengerahkan banyak massa pendukung. Pertama. Kedua. Selain itu. Teknik kampanye yang digunakan oleh tim kampanye DA’I kurang dapat menimbulkan kesan di hati pemilih.

sehingga masyarakat mengalihkan pilihannya kepada sosok lain.masyarakat berfikir mengenai apa saja yang telah diberikan oleh Danny Setiawan selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008. dan ternyata hasil pemilkiran masyarakat tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa banyak masyarakat yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan Danny Setiawan. .

dan mekanisme kerja tim kampanye.000 kader partai dan simpatisan yang mendukung pelaksanaan kampanye. tim kampanye pendatang baru melakukan targeting. yaitu HADE PKS dan HADE PAN lebih mampu menjalankan kampanye politik yang efektif dalam menghadapi waktu kampanye yang hanya kurang dari dua minggu. distribusi anggotaanggota tim kampanye ke dalam tiap bidang kerja. sementara tim incumbent tidak melakukannya. 1. Pada tahap perencanaan kampanye. membuat kampanye yang dilakukan oleh tim .000. sehingga kegiatan kampanye yang dijalankan menjadi terganggu.000.1. Tim kampanye incumbent tidak menetapkan sasaran kampanye karena ingin menjangkau sebanyak mungkin pemilih agar dapat mencapai target perolehan suara sebesar 60 persen. Tim kampanye pasangan incumbent yang merupakan gabungan dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. Kesimpulan Perbedaan utama dari tim kampanye pasangan calon incumbent dan pendatang baru adalah dari segi jumlah anggota tim kampanye.BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN 8. menghadapi berbagai hambatan yang menyebabkan terjadinya kondisi ”saling tunggu” dalam pendistribusian atribut-atribut kampanye. namun kurangnya sumber daya dan sumber dana yang dimiliki oleh tim kampanye incumbent menyebabkan kegiatan kampanye yang dilaksanakan tidak maksimal.00 dan bantuan dari 10. Sementara itu jumlah dana kampanye sebesar Rp. Mekanisme kerja tim kampanye calon pendatang baru yang dibagi dua berdasarkan partai pendukung.200.

karena dilakukan dengan teknik kampanye dari rumah ke rumah (direct selling) dan kunjungan ke pusat aktivitas masyarakat. Persuasi periklanan dilakukan melalui pemasangan iklan pasangan HADE di media massa dan pemasangan atribut kampanye di sepanjang jalan di Kota Bogor. seperti “Angkot gratis dari HADE” juga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap janji pasangan HADE yang akan senantiasa melayani masyarakat. Persuasi politik yang dijalankan oleh tim kampanye HADE tergolong ke dalam persuasi politik dengan cara periklanan dan retorika. kampanye pembukaan di sekretariat DPD Golkar Kota Bogor. Kegiatan kampanye yang inovatif dan dapat langsung terasa manfaatnya oleh masyarakat.kampanye pasangan pendatang baru lebih maksimal dalam menjangkau khalayak kampanye secara langsung. Teknik kampanye semacam ini lebih mampu menyentuh masyarakat secara langsung sehingga menimbulkan kepercayaan dan kejelasan mengenai visi misi dan program-program yang dijanjikan. seperti kampanye massa langsung di Lapangan Sempur. Kepercayaan masyarakat terhadap pasangan pendatang baru juga dibentuk dengan cara melakukan “kontrak politik” antara pasangan pendatang baru dengan masyarakat Jawa Barat. kampanye massa tidak langsung melalui media massa. Kegiatan- . Sementara itu kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan incumbent lebih banyak didominasi oleh kegiatan kampanye satukepada-banyak. dan pawai motor simpatik. Teknik kampanye pasangan pendatang baru lebih mampu menyentuh masyarakat secara langsung. sedangkan persuasi retorika diimplementasikan melalui strategi direct selling kepada masyarakat.

dan dipengaruhi dengan slogan kampanye yang berbunyi ”Pilih orang Bogor asli!!”. Persuasi politik yang dijalankan oleh tim kampanye DA’I tergolong ke dalam persuasi politik dengan cara periklanan dan propaganda. menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan kemampuan individu dalam menangkap citra dengan tepat. karena tidak memberikan jaminan akan mengatasi permasalahan masyarakat secara langsung. Citra utama yang dikomunikasikan oleh tim kampanye pasangan incumbent. yaitu pasangan yang berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat tidak dianggap penting oleh masyarakat Jawa Barat dan Kota Bogor pada khususnya. Pencitraan pasangan calon kepala daerah yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan incumbent dan pendatang baru menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih yang menjadi responden polling mampu menangkap citra utama dari kedua pasangan tersebut yang dikomunikasikan oleh tim kampanye dari kedua pasangan calon tersebut. karena masyarakat merasa kurang puas dengan pembangunan yang dilakukan selama lima tahun kepemimpinan calon incumbent. agar menjatuhkan pilihannya pada pasangan DA’I. sedangkan persuasi propaganda dilakukan dengan cara menyatukan individu-individu ke dalam suatu massa yang diidentifikasi sebagai masyarakat Bogor. Masyarakat justru . Persuasi periklanan dilakukan melalui pemasangan iklan pasangan DA’I di media massa dan pemasangan atribut kampanye di sepanjang jalan di Kota Bogor.kegiatan kampanye tersebut sudah tidak mampu menarik minat dan menggalang kepercayaan masyarakat. Persentase kesesuaian citra dari kedua pasangan berdasarkan usia dan tingkat pendidikan pemilih pasangan DA’I dan HADE yang lebih dari 50 persen (kecuali pemilih HADE yang berpendidikan menengah yaitu sebesar 30 persen).

Saran Berdasarkan hasil kesimpulan. penggunaan strategi kampanye yang tepat melalui direct selling. kesalahan dalam penggunaan strategi kampanye melalui strategi ”panggung” yang merupakan cara-cara lama dalam berkampanye. 8.lebih tertarik dengan citra pasangan calon pendatang baru. yaitu: 1. karena selama masa kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat sedang ramai isu mengenai kemunculan pemimpinpemimpin muda di dunia. maka saran yang dikemukakan ditujukan kepada pihak yang paling terkait dengan isi pembahasan. perlu mengembangkan teknik-teknik kampanye alternatif yang bersifat kreatif dan dapat dirasakan manfaatnya secara . Saran-saran tersebut. Selanjutnya saran ditujukan kepada para peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian mengenai kampanye politik dalam pemilihan umum.2. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas. yaitu tim kampanye politik sebagai perencana dan pelaksana kegiatan-kegiatan kampanye politik. dan ketepatan momentum mengenai citra pasangan muda dengan isu yang sedang berkembang saat itu. kegiatan kampanye politik yang inovatif. maka faktor-faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan HADE antara lain adalah. yaitu pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat. Sementara itu faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan pasangan DA’I antara lain adalah. kurangnya konsolidasi internal tim kampanye dan partai ke tingkat atas dan bawah. dengan pandangan masyarakat mengenai pasangan DA’I. dan ketidaksesuaian citra yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I. Kepada tim kampanye politik. mekanisme kerja tim kampanye yang efektif.

2. maka penulis menyarankan kepada peneliti yang berminat pada studi kampanye politik dalam pemilihan umum untuk melakukan penelitian mengenai kampanye politik oleh calon kepala daerah yang berasal dari jalur non-partai. agar tidak mudah timbul pertikaian akibat perbedaan pilihan politik. Dengan disahkannya Undang-undang mengenai calon kepala daerah dari jalur non-partai politik. . karena dalam penelitian ini kedua subjek penelitiannya adalah calon kepala daerah yang diusung oleh partai politik. Selain itu perlu dikembangkan teknik-teknik kampanye yang sifatnya memberikan pendidikan politik untuk masyarakat.langsung oleh masyarakat. sehingga biaya untuk kampanye politik tidak terbuang percuma.

Jakarta: Penerbit Erlangga McQuaill. Jakarta: Penerbit Granit. Eriyanto. Strategi Kampanye Politik di Media Massa oleh Pasangan SBY-JK dalam Kampanye pemilihan Presiden langsung 2004. Analisis Data Kualitatif. Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. Matthew dan Michael Huberman. 2006. Hamad. Jakarta: Penerbit Erlangga. Tesis. Venus. Nasution. Arifin. 1999. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Elisabeth. Denis. Adman.DAFTAR PUSTAKA Amir. Jakarta: Balai Pustaka. 1998. Komunikasi Politik: Komunikator. Dan. Metodologi Polling: Memberdayakan Suara Rakyat. Nimmo. 2005. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Suryatna. Undang. 2004. Rosady. Hubungan Karakteristik Pemilih dan Terpaan Informasi Kampanye Politik dan Perilaku Memilih (Kasus Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2006). Sitorus. Depok: Universitas Indonesia. 2007. 2004. Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa (Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik). . Ruslan. 2006. Bobolnya Kandang Banteng : Sebuah Otokritik. Skripsi. Felix. Sekolah Pasca Sarjana. Komunikasi Politik: Paradigma-Teori-Aplikasi Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia. Anwar. 2005. Antar. Miles. Ibnu. Pesan. Penelitian Kualitatif Suatu Perkenalan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1983. Jakarta: UI Press. Jakarta: PT Rajawali Pers. dan Media. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. 2003. 1992. Manajemen Kampanye. Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu. 2004. Hurlock. Nursal. 1980. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Fauziah. Jakarta: Penerbit Suara Bebas. Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Bogor: Sosek Fakultas Pertanian IPB. Noviantika.

Skripsi. Yuddho. 1998. . Kepemimpinan Jawa: Falsafah dan Aktualisasi. dkk (ed). Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Wiwoho. Departemen Ilmuilmu Sosial Ekonomi. 2004. Depok: Universitas Indonesia. Jakarta: PT Bina Rena Pariwara. Pedoman Teknis Menulis Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Ekawati Sri.Wahyuni. 2007. Andy Satrio. Strategi Komunikasi Kandidat Gubernur (Kajian Terhadap Strategi Kampanye Tim Sukses Kandidat Gubernur Ratu Atut dalam Pilkada Banten 2006 di Kota Tangerang).

LAMPIRAN .

Sc : Ir. Maman Herman. SE : Adhi Daluputra : E. MM : Zulkarnain Asman : Ir.MH : Deddy D Karyadi. MM. S. Sugandi. SH Ir.Mufti Faoqi : Didin Fathurrochman.MH : Bonaparte Situmorang. H. M. R. Cheppy Harun.Sudarjat. Struktur Tim Kampanye DA’I Kota Bogor TIM KAMPANYE CALON GUBERNUR DAN CALON WAKIL GUBERNUR JABAR PERIODE 2008 – 2013 H. SE : Jimmy S Mustopa : Mad Halim : H. IWAN R SULANDJANA Penanggung Jawab : 1. MM Hj. ST : Drs.SE : Endy K Hermawan. Gunarto. Gatut Susanta.Lampiran 1.Hut. Nanny Ratnawaty Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Bendahara Wakil Bendahara BIDANG – BIDANG Kesekretariatan Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Bidang Perencanaan Ketua Wakil Ketua Advokasi dan Hukum Ketua Wakil Ketua Logistik Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Kampanye Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua : Tauhid Jagorga Tagor : Drs.Budi Sulistio. SH. 4. 3.SH. MH Mulyatma Soepardi. H. MM : Melly Maria Silviano : Mulyadi. 2. H.SE .SH : Ir. : Heri Cahyono. Iwan Kustiawan. K. DANNY SETIAWAN DAN H.

SE .Fahleri : Umar Suhendra.Humas dan Media Massa Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Monitor dan Evaluasi Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Pemungutan Suara & Saksi Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Penggalangan Massa Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua : HR.Ip : Subali Wantamani : H.H. Suhendar : Dian Ardiansyah : Ir. Cheppy.Eddie Piyoto.MM : H.S. AS : Yadi Suharyadi : Ferro Sopacua : Rulli Karim : Ir. Usman Mahmud : Ir. Momon Permono : Agus Sulaksana.

Bima 6. SH 4. Abdullah Marassabesy 4. Ridho Jauhari 7. .) 2. Santi Yulia 22. SH 3. Syam Makmur 18. Duan Bari. Masrial 16. SH (Co. Eliyawati 4. Samino 14. H. Handy Sutriana 15. Toriq Nasution (Co. Syaiful Anwar 3. Dadeng S. MS. M.sos. Fauzi Sutopo.) 2. Mahakaty. Udi Fahrudin 17. Karantiano : Dedeh Surya Atmaja. Iwan Suwandi. : Beni Mahyudin. Ery Nugroho 3. S. Irfan Sholeh 19. M. Donny Syamsul. Hadi Badrussalam 5. Gumilar Nugraha 13. Iman Nugraha.Lampiran 2. Tim Kampanye HADE Kota Bogor TIM KAMPANYE HADE KOTA BOGOR Ketua Sekretaris Bendahara : Dadang Ruhiyana. Ade Supriatna 11. Ani Sumarni. Mad Syarif 12. SP Bidang Jaringan dan Kewilayahan 1. Agus Satria 20. Yono Suryatno 9. Effendi 21. SH Bidang Media dan Humas 1. Dudi Sumantri 5. H. Bastian Rasyid 6. Nasri 10. SH (Co. Ir. M. Iwan Suryawan Bidang Advokasi dan Hukum 1.) 2. Uran Cahyono 8. R. Safrudin A. Didin Fahrudin.

Saiful Bahri 10.) 2. Aditya 3. Amd.) 2. H. Siti Laemah A 8. Muhammad H. Wahyudin 3. Edwin Ikhwan 6. Basyir 6. Dedeh Usman (Co. Suhenri 5. Yusuf Dardiri 6. Taufik Bidang Pendanaan 1. Hanafi Bidang Pengamanan Suara 1. Margani 9. 5. Andi Yuliansyah Bidang Logistik 1. Bambang Wahyu Hidayat 4. Djati Kusumo 3.7. Atang Trisnanto (Co. Rahmat Saleh 4. Indah Siti Khulaidah (Co. Teguh Rihananto. Nana Djuhana 4. H.) 2. Masrial 5. Drs. Ir. Ak. Fariz HK Tholib . Hardiyan Noviyanto 7.

hingga musik perkusi. Orasi politik dimulai oleh Ahmad Heryawan yang berjanji akan membawa perubahan bagi Jawa Barat. suasana di tempat kampanye semakin ramai dengan kedatangan Ahmad Heryawan yang mengayuh becak. langsung dari atas panggung. Setelah kedatangan Ahmad Heryawan.30. sehingga sampah berkurang dan masyarakat mendapatkan penghasilan. suasana tempat kampanye sudah dipenuhi oleh massa pendukung dari pasangan HADE yang jumlahnya diperkirakan sekitar 5000 orang.20-12.Lampiran 3. Beberapa saat setelah saya datang yaitu sekitar pukul 09. dengan memanfaatkan semua potensi SDA dan SDM Jawa Barat. .20 Dede Yusuf muncul bersama rombongan dengan menggunakan mobil. Para pendukung HADE tersebut mengibarkan beberapa bendera yang diantaranya berlambang PKS. dan lain-lain. khususnya terkait dengan bidang pendidikan. Mungkin hal itu ingin menunjukkan bahwa sedang ada acara besar yang digagas oleh kedua partai tersebut di Lapangan Sempur. Kemudian disambung dengan orasi dari Dede Yusuf yang berjanji akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serikat Pekerja Nasional (SPN). setelah itu pasangan HADE beserta istrinya masing-masing. yaitu Rahayu Effendi juga hadir pada acara kampanye ini. karena ia dulu tinggal dan besar di daerah Menteng Bogor. Kedatangan Ahmad Heryawan langsung disambut pendukung HADE dengan tepuk tangan dan teriakan “HIDUP HADE” yang diiringi musik nasyid yang bertema lagu-lagu perjuangan. Ibu dari Dede Yusuf. sambil mempromosikan anaknya dengan cara memberi tahu bahwa Dede Yusuf adalah orang Bogor. Para juru kampanye juga tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk memilih pasangan HADE. Untuk saat ini biarlah orang yang sudah tua hanya menjadi pembina.00 : Lapangan Sempur Kota Bogor : Kampanye Terbuka pasangan HADE di Kota Bogor Selama perjalanan menuju lokasi kampanye. acara di panggung lebih banyak diisi oleh hiburan-hiburan musik mulai dari musik nasyid. Sekitar pukul 10. karena saat ini Jawa Barat perlu dipimpin oleh pemimpin muda. Saat saya sampai di lapangan sempur sekitar pukul 09.20. Catatan Lapang Kampanye HADE Hari/Tanggal Pukul Lokasi Konteks : Kamis. PAN. didampingi oleh para juru kampanye menduduki kursi di atas panggung untuk melakukan orasi politik. Persatuan Umat Islam (PUI). sedangkan istrinya duduk di kursi penumpang. dan perluasan lapangan kerja. lapangan yang hampir selalu dijadikan tempat kampanye partai politik sejak zaman orde baru. pemberdayaan perempuan. dengan stamina yang masih prima. seperti melatih pengangguran untuk membuat pupuk kompos. 27 Maret 2008 : 09. Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). banyak bendera berlambang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dikibarkan.

JMPP. . bendera. stiker. Ibu-ibu Majlis Tak’lim.Acara dilanjutkan dengan berbagai orasi dari juru kampanye yang berasal dari organisasi-organisasi pendukung HADE seperti SPN. dengan cara melakukan simbolisasi coblos HADE yang diikuti oleh seluruh peserta kampanye. Setelah melakukan orasi. yang dibarengi juga pembagian atribut-atribut kampanye HADE seperti pamflet. termasuk saya. Acara kampanye diakhiri sekitar pukul 12. yang diterima secara langsung oleh Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. para tokoh yang berasal dari organisasi pendukung HADE ini lalu memberikan pernyataan dukungan terhadap pasangan HADE dalam menghadapi pemilihan gubernur Jawa Barat. Substansi dari orasi mereka pada intinya mengajak masyarakat untuk memilih pasangan HADE. dll. yang bergambar pasangan HADE.00 siang.

dibacakan pula ikrar dukungan bagi pasangan DA’I dari ormas-ormas di Kota Bogor dan sekitarnya yang dibacakan secara langsung oleh perwakilannya. orasinya hanya ditekankan pada ajakan untuk memilih pasangan nomor urut 1 tersebut pada pemilihan tanggal 13 April mendatang.20 : Lapangan Sempur Kota Bogor : Kampanye hari terakhir pasangan DA’I di Kota Bogor Siang ini matahari bersinar sangat terik. “Iwan”. nasi bungkus dan air mineral yang semuanya bergambar atau bertuliskan pasangan DA’I. selain itu juga ia merasa bahwa Danny Setiawan memang sudah terbukti kinerjanya sebagai Gubernur Jawa Barat. Beliau menyatakan bahwa dari awal memang sudah mendukung pasangan DA’I karena faktor Iwan Sulanjana yang berasal dari Kota Bogor. Sebelum Pasangan DA’I meninggalkan panggung. Saat itu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana sudah berdiri diatas panggung bersama beberapa pengurus DPD Partai Golkar dan Demokrat. namun panasnya matahari nampak tidak menyurutkan semangat ribuan pendukung dan simpatisan pasangan calon gubernur DA’I yang sebagian besar mengenakan kaos putih bergambar pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana. dan “DA’I” pun diselipkan disetiap lirik lagu yang ditampilkan. Danny dan Iwan hanya sedikit mengeluarkan orasi politiknya. Ditengah-tengah lagu pun dibagikan berbagai souvenir seperti kaos. baliho. 8 April 2008 : 13. saya menghampiri seorang pria yang bernama Pa Ucin (40 Tahun) yang tinggal di daerah Abesin Bogor. Acara pun dilanjutkan kembali dengan hiburan musik dangdut oleh penyanyi Kin-Kin Kintamani. Selain itu. pasangan Danny dan Iwan pun bergegas turun panggung dan langsung menuju bus kampanye yang bergambar pasangan tersebut untuk menuju ke tempat kampanye berikutnya di Cibinong. karena Iwan merupakan orang Bogor asli. Pa Ucin . kalimat “Danny”. poster. Suara juru kampanye yang berisi ajakan untuk memilih pasangan dari koalisi Partai Golkar dan Demokrat ini terus menggema dari atas panggung kampanye. bendera dan atribut kampanye yang sebagian besar bergambar pasangan Danny dan Iwan bertebaran di sekitar lapangan tersebut.15-14. diatas panggung juga terlihat public figure yang juga dikenal sebagai aktiivis politik yaitu Ruhut Sitompul. Mereka telah memenuhi lapangan sempur sejak pukul 11. Di sela-sela acara. Setelah ikrar dibacakan.Lampiran 4. Berbagai spanduk. Catatan Lapang Kampanye DA”I Hari/Tanggal Pukul Lokasi Konteks : Selasa. Juru kampanye pasangan ini pun berkali-kali mengajak masyarakat Kota Bogor agar memilih Gubernur yang sudah teruji dan tidak obral janji yaitu Danny Setiawan. payung. karena beliau sudah terbukti kualitasnya sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2004-2008. juru kampanye juga mengajak masyarakat Kota Bogor untuk mendukung Iwan Sulanjana sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. koran Birokrat.00.

dari mana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) Mengikuti kampanye terbuka pasangan DA’I ( ) lain-lain. Apakah anda memperhatikan informasi tentang kampanye pasangan DA’I dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. sebutkan ………………………………… 3. ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… . Sebutkan visi misi atau program tersebut. Apakah anda mengetahui visi misi atau program yang dijanjikan oleh pasangan DA’I jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. Lampiran 5.menyatakan sudah sangat yakin untuk memilih pasangan Danny-Iwan pada pemilihan tanggal 13 April nanti. pada jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda 1. Kuesioner Polling Pemilih DA’I Kuesioner polling untuk pemilih DA’I di Kota Bogor Nama : Umur : Pendidikan Terakhir : Pekerjaan : Petunjuk pengisian kuesioner: Beri tanda checklist “√”. sebutkan ………………………………… 2. darimana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) lain-lain. Apakah anda mengikuti perkembangan informasi atau berita kampanye dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya.

Apakah anda mendapat atribut kampanye atau bantuan dalam bentuk materi dari tim kampanye DA’I? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. jika tidak ada/kurang sesuai dengan citra yang sudah tersedia. silakan isi di kolom “lainnya” dengan maksimal 5 citra. sebutkan atribut dan bantuan yang didapat.4. Citra apa yang menurut anda sesuai dengan pasangan DA’I? Keterangan: pilih 5 dari 10 atribut citra yang tersedia. Apa alasan anda memilih pasangan DA’I dalam Pilkada Jawa Barat 20082013? 7. Apakah cara-cara kampanye yang dilakukan oleh pasangan mempengaruhi keputusan anda untuk memilih pasangan DA’I? ( ) Ya ( ) Tidak DA’I 6. Atribut Citra Pasangan DA’I Berpengalaman dalam memimpin Jujur dan amanah dalam mengemban tugas Mampu bersikap adil dan bijaksana Peduli terhadap permasalahan rakyat Mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyat Jawa Barat Mengetahui kondisi Jawa Barat secara keseluruhan Pasangan DA’I adalah asli putra Bogor Berwibawa dan berkharisma Tegas dalam mengambil keputusan Lainnya : - . ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5.

8. Dari kelima citra yang telah anda pilih/sebutkan tadi. citra apa yang menurut anda paling utama (pilih satu) melekat di pasangan DA’I? Mengapa? -Terima Kasih Atas Partisipasi Anda- .

Sebutkan visi misi atau program tersebut. darimana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) lain-lain. pada jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda 1. Apakah anda mengikuti perkembangan informasi atau berita kampanye dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. sebutkan ………………………………… 2. Apakah anda mengetahui visi misi atau program yang dijanjikan oleh pasangan HADE jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya.Lampiran 6. sebutkan ………………………………… 3. dari mana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) Mengikuti kampanye terbuka pasangan HADE ( ) lain-lain. ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… . Apakah anda memperhatikan informasi tentang kampanye pasangan HADE dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. Kuesioner Polling Pemilih HADE Kuesioner polling untuk pemilih HADE di Kota Bogor Nama : Umur : Pendidikan Terakhir : Pekerjaan : Petunjuk pengisian kuesioner: Beri tanda checklist “√”.

Apakah anda mendapat atribut kampanye atau bantuan dalam bentuk materi dari tim kampanye HADE? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya.4. jika tidak ada/kurang sesuai dengan citra yang sudah tersedia. Citra apa yang menurut anda sesuai dengan pasangan HADE? Keterangan: pilih 5 dari 10 atribut citra yang tersedia. Apakah cara-cara kampanye yang dilakukan oleh pasangan HADE mempengaruhi keputusan anda untuk memilih pasangan HADE? ( ) Ya ( ) Tidak 6. silakan isi di kolom “lainnya” dengan maksimal 5 citra. sebutkan atribut dan bantuan yang didapat. ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5. Apa alasan anda memilih pasangan HADE dalam Pilkada Jawa Barat 20082013? 7. Atribut Citra Pasangan HADE Pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat Jujur dan amanah dalam mengemban tugas Mampu bersikap adil dan bijaksana Peduli terhadap permasalahan rakyat Mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyat Jawa Barat Reformis dan berjiwa pembaharu Siap membawa perubahan untuk Jawa Barat Siap melayani masyarakat Jawa Barat Pintar dan sopan dalam bertutur kata Lainnya : - .

Dari kelima citra yang telah anda pilih/sebutkan tadi. citra apa yang menurut anda paling utama (pilih satu) melekat di pasangan HADE? Mengapa? -Terima Kasih Atas Partisipasi Anda- .8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->