P. 1
Makalah Pemikiran Islam

Makalah Pemikiran Islam

|Views: 171|Likes:
Published by Agus Nurhakim

More info:

Published by: Agus Nurhakim on Dec 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2015

pdf

text

original

KONSEP KETUHANAN DAN PENCIPTAAN ALAM MENURUT AL-KINDI, AL-FARABI, AL-RAZI

Disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah “Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam” Dosen Pembimbing : Dr. Syamsuri, MA.

Disusun Oleh : AGUS NURHAKIM

1

. Dalam islam tidak ada yang melarang dan mencegah untuk mempelajarinya. Dalam sejarah dan peradaban umat Islam telah dijumpai berbagai macam aliran pemikiran yang masing-masing mempunyai corak dan karasteristik tertentu. dan Al-Razi. Dan apabila keduanya dapat dibuktikan secara empiris. Begitu juga dalam masalah filsafat yang menjadi perdebatan hebat antara beberapa filosof Islam pada masa lalu. Perbedaan yang ada tentunya tidak dapat dinafikan begitu saja tanpa melakukan sebuah penyelidikan atau upaya untuk mencari grass root sebuah aliran pemikiran. Sebab padanya akan kita ketemukan kaitan antara ilmu dengan amal. Justru antara beberapa hal di atas merupakan beberapa aspek yang memang harus dikaji dan dipelajari oleh umat manusia. Maka. sehingga suatu agama yang tidak ada/tidak jelas Tuhannya maka bukanlah agama. tentu menjadi sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. و بعد‬ Islam merupakan ajaran agama yang tidak menerima pertentangan dan juga pemisahan antara kehidupan rohaniyah dengan keduaniawian atau antara akal dan hati dan juga antara ilmu dan amal. yang mana akal kita dituntut untuk menelusuri kebenaran yang muncul dari dalam hati kita. Juga adanya keterkaitan antara akal dan hati. Sebab dalam ruang lingkup ajaran islam memuat semua segi yang ada dalam kehidupan tanpa menafikan salah satu diantaranya. pada makalah ini penulis akan mengkaji beberapa pemikiran tentang konsep ke-Tuhan-an menurut Al-Kindi. Ilmu yang kita dapatkan akan menjadi landasan bagi seseorang untuk melakukan suatu perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan. Masalah ke-Tuhanan merupakan suatu hal yang pokok/dasar dalam setiap agama.KONSENTRASI ILMU SYARIAH PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 2012 M / 1434 H BAB I PENDAHULUAN ‫الحمد ل الذي ألف بين قلوبنا فأصبحنا بنعمته إخوانا ، أشهد أن ل إله إل ال و أشهد أن محمببدا عبببده و‬ : ‫رسوله ، اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين . Al-Farabi.

Al Kindi menulis banyak karya lain dalam berbagai bidang: geometri. aritmatika. tapi ia mengadapsi menjadi karya pemikirannya tersendiri. 668 H) penulis Tabaqāt al-Atibbā’ mencatat al-Kindi sebagai salah satu dari empat penerjemah mahir pada era gerakan penerjemahan. Filsafat Aristoteles telah mempengaruhi konsep Al Kindi dalam berbagai doktrin pemikiran terutama di bidang sains dan psikologi. Al-Kindi mendapat julukan Filosof Arab. Al-Kindi Nama lengkap al-Kindi adalah Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq Al-Kindi. 2009). Kitab fi Isti’māl al-‘Adad al-Hindī. akan tetapi meliputi filsafat. Ia berasal dari kalangan bangsawan dari Irak. selain Hunayn bin Ishāq. Pengantar Filsafat Islam. Ia dikenal 1 Cemill al-Hajj. astrologi. Karya-karya al-Kindi tidak hanya satu aspek. Risālah fī al-Illah al-Failai al-Madd wa alFazr. (Bandung: Pustaka Setia. Ia merupakan seorang tokoh besar dari bangsa Arab yang mempelajari filsafat Aristoteles. 2009). Kitāb al-Şu’aat. The Medical Formulary of Aqrabadhin of al-Kindi. Mawsū’ah al-Falsafah Jilid II.BAB II PEMBAHASAN A.3Beberapa karya al-Kindi baik yang ditulis sendiri atau oleh orang lain adalah. (Beirut: al-Mu’assasah al-‘Arabiyah li al-Dirāsāt wa al-Nasy. astronomi. meteorologi. Kitab Kimiya’ al-‘Ithr. logika.Konsep Filsuf dan Ajarannya. h. 460 2 Abdul Rahman Badawiy. Konsep Filsuf dan Ajarannya. musik (yang dibangunnya dari berbagai prinsip aritmatis).4 Ia juga dikenal sebagai filosof muslim yang berusaha mengkompromikan antara teori filsafat dan agama dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu yang benar. hidup di Basra dan meninggal di Bagdad pada tahun 876 M / 260 H. 54 3 . Ia berasal dari suku Kindah. al-Kindi’s Metaphysics: a Translation fo Yaqub ibn Ishaq al-Kindi’s Treatise “On First Philosophy”. h. musik. 297 3 Dedi Supriyadi. Dilahirkan di kota Kufah pada tahun 800 M / 185 H. Al-Kindi tidak hanya menerjemah karya Yunani. Pengantar Filsafat Islam. dan politik. Tabit bin Qurrah dan Umar bin Farkhan al-Tabari.2 Ibn Abi Usaibi’ah (w. p. 51 4 Dedi Supriyadi. psikologi. (Bandung: Pustaka Setia. fisika.1 Selain filsafat. 1984). aritmatika. p. (Beirut: Maktabah Lubnan Nasyirun). Al-Mawsū’ah al-Muyassarah fi Fikri al-Falsafi wa al-Ijtima’i. medis.

5 6 7 M. Filsafat al-Kindi memiliki kekhasan sendiri. Abdul Hadi Abu Zaidah. (Bandung: Mizan. hari kebangkitan. Tujuan filsafatnya adalah mencari yang benar. Meskipun dalam beberapa teoritik. konsep-konsep yang lainnya yang diturunkan dari konsep Tuhan akan hadir dalam bentuk berbeda pula. Dengan ilmu ini hakikat ilmu didefinisikan. Al-Qur’an memberikan pemecahan-pemecahan atas masalah yang hakiki. Hal ini yang membedakan dengan filosof Yunani. misalnya tentang teori penciptaan. al-Kindi mengadopsi dari Aristoteles. bahwa dasar antara filsafat dan agama memiliki kesamaan. Menurut al-Kindi filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang yang benar. ketiga. dan keempat. bahwa tujuan filsafatnya dan tujuan pokok agama adalah sama. h.6 Bagi al-Kindi. wahyu yang diturunkan kepada Nabi SAW dan kebenaran filsafat saling bersesuaian. h. kiamat. Dalam arti. Bahkan filasafat al-Kindi memiliki corak sendiri. Kajian tentang sesuatu yang benar abolut ini bagi al-Kindi adalah pengkajian konsep Tuhan. yakni keduanya adalah ilmu dalam rangka mencapai kepada yang benar. 1993). jelas dan menyeluruh. al-Kindi mempertemukan dengan agama. dan tujuan filosof memperlajari filsafat adalah mengetahui Al-Haq (Allah)”. 17 Dedi Supriyadi. akan tetapi diadapsi dan disaring sehingga hasil ijtihadnya berbeda dari sumber asalnya. dan sebagainya. 63 . (Dar al-Fikr al-‘Arabiy.7 Dengan pemikirannya tersebut. Kejelasan hubungan antar keduanya dapat dilihat dari penjelasan al-Kindi. menurut ilmu. sehingga al-Qur’an telah mengungguli dalih-dalih para filosof. Orientasi Filsafat. Ia mengatakan:”Sesunggunghnya ilmu manusia yang derajatnya paling mulya adalah ilmu filosof. ia berusaha mendamaikan antara warisan Yunani yang tidak bertentangan dengan syari’at dengan agama Islam. doktrin-doktrin filosofisnya dan segi peritilahan. Dalam beberapa hal. ilmu agama merupakan bagian dari filsafat. ia mengadopasi dari Aristoteles Neo-Platonis. secara logika diperintahkan dalam agama. teori penciptaan alam adalah diantara aspek yang berseberangan dengan filsafat Yunani. filsafat Islam didasarkan kepada al-Qur’an. ilmu filsafat oleh al-Kindi ditempatkan sebagai bagian dari budaya Islam. Aristoteles. 1950). Konsep ketuhanan al-Kindi dibangun atas dasar metafisika.sebagai filosof yang pertama kali membwa sistem pemikiran yang berdasarkan logika filsafat Yunani. tentang Keesaan Tuhan. Maka.5 Pada asas pokok filsafatnya ini. Hal tersebut menurut al-Kindi sangat meyakinkan. akan tetapi gagasan-gagasannya dari mengintegrasikan filsafat dan agama itu menghasilkan gagasan baru. h. ilmu filsafat menurut al-Kindi adalah ilmu yang paling mulya. teologi adalah bagian dari filsafat dan umat Islam wajib belajar teologi juga filsafat. Para Filosof Muslim. Rasāil al-Kindī al-Falsafiyah. Tampak sekali. akan tetapi hal tersebut tidak diambil secara penuh oleh al-Kindi. 97 MM Syarif (ed). Oleh sebab itu. Kesamaan tersebut terdapat dalam empat hal: pertama. Mencari yang benar itu menurut al-Kindi tidak lain sama halnya dengan yang dipraktikkan dalam mempelajari agama. Pengantar Filsafat Islam. Pencapaian kebenaran menurut al-Kindi adalah dengan filsafat. kedua. Konsepsi filsafat al-Kindi secara umum memusatkan pada penjelasan tentang metafisika dan studi tentang kebenaran. Konsep Filsuf dan Ajarannya. produk ijtihadnya akan membedakan baik dengan Aristoteles maupun filosof muslim setelahnya.

Ia mengatakan “Falsafah yang termulia dan tertinggi derajatnya adalah falsafah utama.dengan asas-asas yang berdasarkan metafisik. maka ia menyatakan bahwa filsafat mengikuti jalur ahli logika dan memandang bahwa agama sebagai sebuah ilmu rabbāniyah dan memposisikannya di atas filafat. Dengan demikian. berarti pandangan hidupnya juga berbeda. Tuhan adalah tema sentral. Al-Faruqi dan Lois Lamya Al-Faruqi. Thomas F Wall mengatakan. Maka. filsafat alKindi adalah membahas soal Tuhan dan agama menjadi dasar filsafatnya. 2009). bahwa antar keduanya tidak ada perbedaan yang kontras. Alam semesta berjalan secara 8 Isma’il R. Pencapaian kebenaran agama. Sebab. 126-127 10 Baca Alfred L Irvy. ia memberi penekanan pada konsep ketuhanan. Fi al-Falsafah al-‘Ula. (New York: State University of New York Press. seperti konsep keesaan Tuhan. 337 9 Thomas F Wall. Thinking About Philosophical Problem. filsafat al-Kindi bisa dikatakan telah memasuki konteks ini. tidak mungkin banyak. yaitu ilmu tentang Yang Benar Pertama. Ia adalah sumber kebenaran yang utama yang mutlak. Sebab. yang menjadi sebab bagi segala yang benar”. hal itu dibuktikan dalam beberapa konsep dan teorinya secara diametral bersebarangan dengan konsepsi Aristoteles maupun Plato. dan penciptaan dari ketiadaan. 56 5 . Ia mengatakan filsafat yang pertama (al-Falsafah al-Ūlā) adalah pengetahuan kebenaran pertama yang merupakan penyebab dari semua kebenaran. agama menjadi selaras dengan filsafat. 2003). disamping dengan wahyu.al-Kindi’s Metaphysics. terj. h. terj. sebagai sumber pokok ilmu pengetahuan juga mempergunakan akal. Ilmu ini diambil melalui jalur para Nabi. Allah adalah Penyebab segalanya dan penyebab kebenaran. percaya pada Tuhan berimplikasi pada kepercayaan bahwa sumber pengetahuan dan moralitas adalah Tuhan dan sebaliknya tidak percaya pada Tuhan akan menghasilkan kepercayaan bahwa sumber pengetahuan adalah subyektifitas manusia. (Bandung: Mizan. bukan fisik belaka. Dia dikenal orang yang pertama menyususn kosa kata Arab untuk istilah-istilah filsafat dan menetapkan definisi berbagai kategori. Pengantar Filsafat Islam Konsep. h. 1974) 11 Dedi Supriyadi. Dengan demikian kerja filsafat yang dilakukan al-Kindi adalah mengharmonisasi antara fislafat dan agama. (Wadsworth: Thomas Learning United States).11 Hal ini yang membedakan dengan orientasi filafat Aristoteles. Sedangakan falsafah juga mempergunakan akal. Ia menggunakan istilahistilah filsafat Yunani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Atlas Budaya Menjelajah Khasanah Peradaban Gemilang Islam. al-Kindi]. (Bandung: Pustaka Setia.8 Karena asas yang dibangun di atasnya adalah agama. alam. h. Untuk tujuan ini dia menulis sebuah buku Risālah fī Hudūd alAsyyā wa Rusūmihā. Bagi al-Kindi. Filsuf dan Ajarannya. bahwa filsafat adalah ilmu tentang wujud karena yang banyak. Untuk mengatakan bahwa Allah adalah penyebab segala kebenaran adalah sama saja dengan mengatakan bahwa Allah adalah penyebab dari semua ini. sebuah teori atau konsep lahir dari pandangan hidup seseorang dan akan menjadi perbeda teori tersebut jika pandangannya tentang Tuhan berbeda. Sebab dari segala sebab itu adalah Allah. Sebab itu hanya satu. Melalui penafsiran filosofis.9 Dalam konteks epistemologi Islam. Jika konsep Tuhan berseberangan dengan filsafat Aristoteles. oleh Ilyas Hasan. bahkan falsafah alKindi juga mendasarkan pada wahyu.10 Sang Penyebab semua sebab itulah adalah Tuhan.

56 . yang akan menjelaskan hal-hal yang tidak mampu disingkap oleh akal manusia. Manusia adalah satu spesies tetapi terdiri dari banyak individu dan manusia yang tunggal adalah salah satu individu dari individu-individu yang lain terdiri dari banyak bagian tubuh. secara jelas meyakini bahwa rasio manusi memiliki sisi kelemahan. yang lain bisa mengandung arti banyak. sedangkan yang lain adalah pelaku yang metaforis. bukanlah disebabkan oleh stipan serangkaian bagian yang lain. Filsuf dan Ajarannya. harus ada penyebab luar untuk semua keanekaragaman yang integral tersebut. Tuhan yang seperti ini dinamakan agen yang benar. Karena kelemahan itulah. hakikat sebagai juz’i yang disebut al-aniyah dan hakikat kulli yang disebut māhiyah yakni hakikat yang bersifat universal dalam bentuk genus dan spesies. Al-Kindi berpendapat bahwa setiap jenis predikat menunjukkan kesatuan dan keanekaragaman. yakni kulliyāt (universal). Tuhan juga tidak mempunyai bentuk mahiyah karena Tuhan tidak termasuk genus atau spesies. maka diturunkanlah Nabi. (Bandung: Pustaka Setia.teratur atas dasar sebab Dzat yang Satu. jiwa dan ruh. baginya. eksklusif dan sepenuhnya bebas dari keragaman yang multi genus. alam atas dan alam bahwah. Tuhan adalah pelaku yang sebenarnya. Sifat. Karena. yaitu Tuhan. manusia perlu dibimbing oleh wahyu. yang berbeda dengan yang lain. yang merupakan penyebab dari segala sesuatu dan mendiskusikan kebenaran the True One ini. Yang Satu itulah Yang Benar. Pengantar Filsafat Islam Konsep. Tiap-tiap benda memiliki dua hakikat. karena Ia bukan termasuk dalam benda-benda yang ada dalam alam. Wujud. benda-benda di alam ini merupakan juz’iyyāt. penyebab itu satu. Proses keberadaan antara wujud alam atas dan alam bawah ini berbeda Alam atas yang terdiri dari wujud spiritual. sebagai utusan Allah. yang tidak lain adalah Tuhan. Misalnya hewan. Al-Kindi menyebut. akan tetapi yang paling penting dalam falsafahnya adalah hakikat dalam partikular itu. Berkaitan dengan teori penciptakan. ia beragurmen. Kajian filsafat ketuhannannya bukanlah pada juziyyāt yang jumlahnya tak terbatas itu. Selanjutnya. Sedangkan alam bahwah adalah teridiri dari wujud badaniyah manusia.12 Tuhan tidak mempunyai hakikat dalam arti aniyah atau mahiyah. Ia Dzat yang unik. Al-Kindi. keduanya bertindak dan ditindaklanjuti. Ia mengungkapkan. tidak semua pengetahuan tidak bisa ditangkap oleh akal. Sehingga konsep sentral dalam teologi filsafat pertamanya adalah tentang keesaan. eksistensi dan keberadaan sama sekali tidak bisa dipahami secara penuh oleh akal manusia. seperti akal. adalah salah satu genus. Berarti. Dia menjadi penyebab dan bertindak aktif. Wujud Tuhan itu adalah eksklusif. Secara general. 2009). Pertama-tama al-Kindi menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa menjadi penyebabnya sendiri. Maka untuk membantu pemahaman yang tidak bisa dijelaskan akal maka. wujud alam tersebut disebabkan oleh Penyebab Pertama. Maka. Penjelasan Allah yang dibawa oleh Nabi melalui media yang dinamakan wahyu. untuk memahami itu semua. tetapi terdiri dari sebuah keragaman spesies. Teologi filsafat al-Kindi memiliki dua aspek utama: pertama. Ia membagi alam menjadi dua. Satu bagian. keragaman itu memiliki hubungan produk integral. materi bentuk alam dunia dan lain sebagainya. al-Kindi memiliki keunikan tersendiri. 12 Dedi Supriyadi. h. membuktikan harus ada yang Satu yang Benar. Tuhan hanya satu dan tidak ada yang srupa dengan Tuhan.

akan tetapi Tak Tergerakkan. akal atau jiwa setelah terpisah. Al-Farabi Nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad bin Muhammad Tarkhan bin Auzalagh. dan bergerak di dalam ruang dan waktu. Berarti. analisis secara umum al-Kindi tetap dikatakan bahwa Tuhan baginya adalah pencipta bukan penggerak pertama. Hanya Allah-lah yang kekal. Namun. waktu merupakan jumlah yang dahulu dan yang berikutnya. Maka setiap benda terdiri atas materi dan bentuk. terbatas raung dan bergerak dalam waktu. Jadi. spesises.13 Alam atas. bentuk. karena alam terbatas dalam ruang dan waktu. ia tidak kekal. dan lebih terkenal dengan sebutan Al-Farabi. Karena terbatas. Waktu bukanlah bilangan tersendiri. Setelah beremanasi. meskipun benda tersebut adalah wujud dunia. Tetapi terpisah dari-Nya. sebab baginya. Bilangan ada dua macam. Sedangkan menurut Aristoteles alam adalah qadīm. yang berkait erat dengan fisik. Mengenai hal ini. benar-benar substansi. Sebab gerak alam seabadi dengan Sang Penggerak Tak Tergerakkan. ia memberikan pemecahan yang radikal. Maka. ia diciptakan dari ketiadaan. Sedang alam dalam konsep Aristoteles. Oleh sebab itu. Dengan kata lain. Yang beremanasi dari sebab pertama adalah alam. karena mereka takkan ada. Di kalangan orang-orang Latin Abad Tengah. akan tetapi ia ada melalui emanasi. bergantung dan berkaitan dengan al-Haq. Benda-benda fisik teridiri atas materi dan bentuk. Handout for The Course of Islamic Philosophy. karena alam ini diciptakan. karena setiap gerak akan melahirkan sifat baru. melainkan bilangan pengukur gerak karena waktu tidak lain adalah yang dahulu dan yang kemudian. gerak dan waktu adalah kuantitas. kecuali dalam keterbatasan. ruang dan waktu merupakan unsur dari setiap fisik. jika Tuhan bergerak. Sedangkan alam bawah keberadaannya melalui proses penciptaan. tetapi tak terbatas oleh waktu. 215 7 . h. yang berporoses dari dulu hingga kelak. Terbilangnya sifat menjadikan terbilangnya dzat. yaitu tersendiri dan berkesinambungan. waktu dan ruang adalah terbatas. waktu dapat ditentukan.Alam atas sebagai wujud spiritual keberadaanya tidak melaui proses penciptaan. dengan membahas gagasan tentang ketakterhinggaan secara matematik. Konsep Tuhan sebagai penggerak pertama adalah konsep Aristoteles. Waktu bukanlah gerak. Ia dilahirkan di kota Farab (Wasij sekarang Atrar. dalam arti alam atas tadi. wujud intelek dan jiwa tadi memiliki genus. diferensia. materi. First Pubished. esensinya berbeda dengan Tuhan. Waktu adalah bagian dari pengetahuan tentang kuantitas. bagi al-Kindi alam dunia mempunyai permulaan. yang berkesinambungan. Para Filosof Muslim. Alam menurut al-Kindi tidak qadīm. Turkistan) 257 H/ 870 M. Ruang. sifat dan aksiden. Wujud. Ia dzat yang terbatas. maka ia akan berbilang. Tuhan bagi Aristoteles adalah Penggerak. pada mulanya beremanasi dari sebab pertama. 2006 14 MM Syarif (ed). Keabadian alam ditolak oleh al-Kindī. tetapi berkesinambungan. B. ia 13 Lihat al-Kindi A Muslim Peripatetic Philosopher. terbatas oleh ruang.14 Teori keabadian alam al-Kindī juga berbeda dengan filosof muslim paripatetik setelahnya.

ia pergi ke Iraq dan menetap di sana untuk belajar ilmu nahwu kepada Abu Bakar as-Saraj. 'Uyun al-Masail. t. (Jakarta: Gaya Media Pratama. ia dipengaruhi oleh Aristoteles.dikenal dengan Abu Nasr (Abunaser). 185. h. h. penyair. yaitu al-Maujud al-Awal (wujud pertama) sebagai sebab pertama dari segala yang ada. juga antara agama dan filsafat. 135-136 17 Hasyimsyah Nasution. Al-Siyasah al-Madaniyah. De Boer bahwa konsep ketuhanan yang Al-Farabi sampaikan adalah. Risalah fi Otsbat al-Mufaraqah. Aristoteles. Pada tahun 330 H/ 945 M. Kemudian ia pindah ke Harran. h. dan berguru kepada Yuhana bin Hailan. Kitab Tashil al-Sa'adah. 2005 mengutip tulisan TJ. ia dipengaruhi oleh Plato. yang menggunakan buku Aristoteles sebagai rujukan. Filsafat Islam.15 Pada waktu muda.Cit. 31 20 Hasyimsyah Nasution.20 Hasyimsyah Nasution dalam bukunya Filsafat Islam. Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah. 1995). dan Plotinus. Risalah al-Aql. TarikhAl Falsafah Al Arabiyah. Vol 4 19 Sudarsono. h. Ia wafat di Damaskus pada Desember 950 M dalam usia 80 tahun. Selain itu. ahli fiqih. Sedangkan dalam pembuktian adanya Allah. ia kembali lagi ke bagdad untuk memperdalam filsafat. ahli bahasa. 32 16 Jamil Shaliba. ia mengemukakan dalil Wajib al Wujud dan Mumkin al-Wujud. 34 . h. 16 Akan tetapi tidak beberapa lama. pusat kebudayaan Yunani di Asia Kecil. h.18 Beberapa karya-karyanya adalah. 17 Ia mendapat gelar kehormatan sebagai guru kedua dalam lapangan logika setelah gelar guru pertama dialamatkan pada Aristoteles. Akan tetapi. Ini dapat dibuktikan dengan melihat ilmu logika dan filsafatnya. 2005). 33 18 Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. 15 Hasyimsyah Nasution. Syuruh Risalah Zainun al-Kabir al-Yunani. Pemikiran dan Peradaban. dan Al-Jam'u baina Ra'yain alHakimain. Fushul al-Hukm. dan kaum cendekiawan lainnya. sultan Dinasti Hamdan di Aleppo. ia pindah ke Damaskus dan bertemu dengan saif adDaulah al-Hamdani. Ayahnya seorang jenderal berkebangsaan Persia dan ibunya seorang berkebangsaan Turki. Kurang lebih 10 tahun ia hidup di 2 kota ini. Al-Farabi juga diikutsertakan dalam penyerbuan itu. ia lebih memilih kehidupan yang sederhana (zuhud).t).19 Dalam berfilsafat. Maqalat fi Ma'ani al-Aql. terutama pemikiran Plato. sampai akhirnya hubungan antara pengusa keduanya memburuk dan akhirnya Saif ad-Daulah menyerbu Damaskus dan dapat dikusai. AlTa'liqat. Op. dan tidak ada alternatif yang ketiga. (Jakarta: PT. (Jakarta: Rineka Cipta. Risalah fima Yajibu Ma'rifatqabla Ta'allumi al-Fasafah. adalah ia bertemu dengan banyak para sastrawan. dan belajar mantiq kepada Abu Basr Matta bin Yusuf. Ictiar Baru Van Hoeve. Kemudian ia diberikan kedudukan sebagai ulama istana dengan tunjangan yang sangat besar. Al-Ibanah 'an Ghardi Aristo fi Kitabi ma ba'da at-Thabi'ah. Dalam etika dan politik. sehingga tunjangannya ia berikan kepada fakir miskin dan amal sosial di Aleppo dan Damaskus. Ihsha' al-'Ulum wa al-Ta'rif bi Aghradiha. Dan dipengaruhi oleh Plotinus dalam persoalan metafisika. Al-Farabi dikenal dengan filsuf sinkretisme yang memadukan beberapa aliran filsafat yang berkembang sebelumnya. (Bairut: Dar al Kitab al Alimi. ada sesuatu yang paling menggembirakan di tempat itu. memadukan antara filsafat aristoteles dan Neo-Platonisme. Filsafat Islam. 2005). Al-Masail al-Falsafiyah wa al-Ajwibah 'anha.

Rentetan wujud yang esensunya tidak berfisik. benda-benda tambang.2005. melaikan sebagai pengerak pertama. Hasyimsyah Nasution mengutip tulisan TJ. maka mustahil ada wujud lain. h. dan itu bukan dirinya akan tetapi Wajib al-Wujud.2004 mengutip tulisan AlFarabi Ara' Ahl al-Madinah al-Fadhilah bahwa Tuhan adalah 'Aql murni. ada dengan sendirinya. Ia esa adanya sehingga Ia menjadi pemikir substansi-Nya sendiri dan sekaligus yang menjadi obyek pemikiran-Nya hanya substansi-Nya. Al-Farabi sejalan dengan paham Mu'tazilah. Tuhan adalah 'Aql. Rentetan wujud yang berfisik (benda-benda langit.Wajib al-Wujud adalah wujudnya harus ada (tidak boleh tidak ada) dan sempurna selamanya dan tidak didahului oleh tiada. Substansi yang berfikir. dan Materi). dan 'Uqaul al-Aflak). Misalnya. Jika wujud ini tidak ada. Jadi. tumbuhtumbuhan. Al-Farabi juga mengemukakan ayat al-Quran yang berkenaan dengan sucinya Tuhan dari sifat-sifat. 21 Hasyimsyah Nasution. Maka penciptaan alam ini sudah sejak zaman azali dengan materi yang berasal dari energi yang qadim dan susunan materi yang menjadi alam ini adalah baru. seseorang boleh menyebutasma' al husna sebanyak yang diketahui. Surat as-Soffaat: 180 َ ْ ُ ِ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ ّ َ َ َِ َ َ ْ ُ ‫سبحان ربك رب العزة عما يصفون‬ ِ Teori Neo-Platonisme-monistik tentang emanasi yang digunakan olen Al-Farabi pada proses kejadian alam. . esensi dan wujudnya adalah sama dan satu. 36 9 .tidak berfisik dan tidak menempati fisik (Allah. 'Aql Pertama. yaitu sifat Tuhan tidak berbeda dengan substansi-Nya (zat-Nya). karena adanya wujud lain itu tergantung padanya.21 Dalam bukunya Filsafat Islam. dan unsure yang 4. manusia. bentuk. b.'aqil' dan Ma'qul (Akal. dan substansi yang dipikirkan). udara. Sirajuddin Zar dalam bukunya Filsafat Islam. yaitu: a. dan api). Ini bertentangan dengan doktrin Mutakallimin. Bagi Al-Farabi Tuhan menciptakan sesuatu dari bahan yang sudah ada secara pancaran. Sedangkan Mumkin al-Wujud tidak akan menjadi wujud yang nyata tanpa adanya wujud yang menguatkan. Disebutkan juga bahwa Al-Farabi mengklasifikasikan yang wujud kepada 2 rentetan. akan tetapi nama-nama tersebut tidak menunjukkan adanya bagian-bagian pada zat Tuhan atau sifat-sifat yang berbeda dari zatNya. hewan. Sedang menurut kebanyakan filusuf yunani mengatakan bahwa Tuhan bukan sebagai pencipta alam. tanah. De Boer mengenai sifat Tuhan. Tentang ilmu tuhan. air. Al-Farabi terpengaruh dengan pemikiran Aristoteles yang mengatakan bahwa Tuhan tidak mengetahui dan tidak memikirkan alam. Karena Tuhan mengetahu yang juz'i tidak secara langsung melainkan lewat kulli yang ia sebab sebagai yang juz'i. -tidak berfisik tetapi menempati fisik (Jiwa. yang mengatakan Tuhan adalah pencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Artinya pengetahuan Tuhan tentang yang juz'i tidak sama dengan manusia menggunakan panca indra. Kemudian ini dikembangkannya dengan mengatakan Tuhan tidak mengetahui yang Juz'yiyah (particular).

Ini dapat dilihat dari keadaan binasah yang dimiliki jasad tidak akan membawa kebinasahan jiwa. Ar-Razi adalah seorang yang ulet dalam bekerja dan belajar. h. akal aktual. yang pada dirinya terdapat jasad dan jiwa. ia menjadi tukang intan. Selain hal di atas. dan bergerak). Muhammad Ibn Zakariya ar-Razi. yang kemudian disebut dengan Ar-Razi. Sedangkan jiwa berasal dari alam Ilahi. dan Al-Shukuk ‘ala Proclus. Pada masa mudanya.22 Diperkirakan karya Ar-Razi mencapai 200 judul dalam berbagai bidang keilmuan. artinya antara keduanya memiliki substansi yang berbeda. Al-Judar wa alHasbah (tentang analisa penyakit cacar dan campak serta pencegahannya).Vol. untuk daya teoritis dibagi dalam 3 tingkatan. Ia hidup pada masa pemerintahan Dinasti Saman (204-395 H). Al-‘Ilm alIlahi. dan kimia.Tujuan utama Al-Farabi mengemukakan tentang teori emanasi ini adalah untuk menegaskan kemaha esaannya Tuhan. Al-Razi Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Zakariya Ibn Yahya ar-Razi. dan berkembang) b. yaitu jasad berasal dari alam Khalq (berbentuk.23 Ar-Razi tidak memberi tempat bagi kekuatan irasional yang hanya berpijak pada kebiasaan (tradisi) ataupun intuisi mistis. Karya-karya Ar-Razi dimaksud adalah: AlAsrar (bidang kimia). Kesatuan antara keduanya merupakan kesatuan secara accident. penukar uang (money Changer). berkadar. h. 435 23 Ibid. Al-Hawi (merupakan ensiklopedi kedokteran sampai abad ke 16 di Eropa).M. bahwa manusia adalah termasuk dalam kategori rentetan wujud yang berfisik. 10 jilid). berupa. dan ilmu-ilmu kuno. dan akal mustafad. astronomi. belajar filsafat kepada AlBalkhi. menguasai filsafat. Daya berfikir (akal praktis dan akal teoritis). dalam M. 1963. tetapi banyak karya tersebut yang hilang. Al-Mansuri Liber al-Mansories (bidang kedokteran. Hal ini menyebabkannya dituduh sebagai seorang atheis yang mempertuhankan akal. memelihara. yaitu: a. seorang yang senang mengembara. Sharif (ed). Amarah al-Iqbal al-Dawlah. Al-Sirah al-Falsafiyyah. Di Barat dikenal Rhazes. Di kota Ray ini ia belajar kedokteran kepada Ali ibn Rabban al-Thabari (192-240 H/808-855 M). Pendek kata. Al-Thibb alRuhani. C. A History of Muslim Philosophy. karenanya tidak heran kalau ia tampak menonjol dibanding rekan-rekan semasanya. ia diciptakan ketika jasad sudah siap menerima kehadirannya. Ia juga belajar matematika. Al-Ladzdzah. Daya gerak (makan. sastra. Ada beberapa daya yang dimilki oleh jiwa manusia. Otto Harrassowitz. sumber antara keduanya juga berbeda. akal potensial. 439 . Karena itu ia juga menolak doktrin-doktrin keagamaan yang dipandang tidak memiliki dasar pembenaran secara logis. Wisbaden. Daya mengetahui (merasa dan imajinasi) c. Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah. Seperti yang dikatakan Al-Farabi. dan sebagai pemusik kecapi. Ia lahir di Ray dekat Teheran pada 1 Sya’ban 251 H (865 M). bahkan ia sangat tenar. 22 Abdurrahman Badawi. I.

. Dalam tubuh manusia. h. yang memandang manusia secara holistik. mengingat keberadaannya hanya sebagai aparat dari unsur yang pertama. Asmin. Ketiganya menunjukkan gambaran kepribadian manusia secara utuh menurut potensi-potensi dasar yang dimiliki. Berbagai khazanah pemikiran tersebut selanjutnya dikoreksi kembali berdasarkan hasil penelitiannya sendiri.26 Masing-masing unsur jiwa tersebut menyiratkan potensi dasar yang memiliki manusia sebagai penopang kepribadiannya. dipadukan dengan pendapat pemikir-pemikir lain. 1993. yang menempatkan jiwa rasional juga sebagai unsur al-Uluhiyyah dalam diri manusia. Dalam hal ini arRazi disamakan dengan Bacon. 16 26 Ar-Razi. Unsur jiwa rasional dan ketuhanan 2. yang sebagian di antara kesalahan-kesalahannya telah dikoreksi oleh ar-Razi.24 Ar-Razi membangun filsafat manusianya berdasarkan hasil pengembangan pemikiran para filosof Yunani. yaitu. emosi. Kecenderungan ke salah satu potensi akan membentuk corak kepribadian tertentu. Filsafat Islam.. tempat jiwa rasional bersemayam dan menjalankan fungsinya. Plato dan Aristoteles. Pandangan tersebut terangkum dalam dua tinjauan. namun keberadaannya sangat penting guna menopang jiwa an-natiqah. Jiwa rasional dan ketuhanan membekali manusia dengan potensi mengembangkan daya pikir ke arah kebenaran. Dua unsur jiwa lainnya (an-nabatiyyah dan al-ghadlabiyyah) bersifat temporal dan terbatas. Metode dan Penerapan. intelegensi. h 27 11 . seorang tokoh perpaduan antara fisikawan dan filosof yang mempropagandakan pendekatan eksperimentatif serta mempercayai teori kemajuan ilmiah yang kontinyu. at-Tibb ar Ruhani. Ar-Razi disebut sebagai peletak dasar filsafat manusia secara menyeluruh. otak menjadi instrumen pertama (awwal alah wa adah) 24 Ibrahim Madkour. h. terutama Sokrates. Raja Grafindo Persada. mulai dari struktur biologis.Tidak seperti para pemikir pada masanya yang berpandangan bahwa generasi terdahulu tidak meninggalkan apa-apa bagi generasi berikutnya.M. Kepribadian manusia terbentuk dari cara bagaimana manusia memainkan ketiga potensi tersebut. dipadukan dengan khazanah pemikiran yang berkembang pada masanya. serta dari segi psikis dan moral yang melahirkan Pengobatan Ruhani. Bagian I. Ar-Razi mengembangkan pandangan ini berdasarkan pemikiran Aristoteles. dan merupakan harkat dan martabat tertinggi manusia yang mencerminkan hakekat manusia itu sendiri. yaitu: 1. Unsur an-natiqah bersifat kekal karena memiliki substansi khusus. PT. terjemahan Yudian W.25 Pemikiran ar-Razi tentang manusia didasarkan pada konsep tiga macam jiwa Plato. Banyak hal telah diwariskan oleh generasi terdahulu. serta potensi-potensi lain yang dapat dibina agar menjadi manusia mulia. Unsur jiwa berkembang dan nafsu. Unsur jiwa amarah dan hewani 3. yang muara akhirnya adalah pencapaian keyakinan tentang Tuhan. at-Tibb ar-Ruhani. khususnya Sokrates dan Aristoteles. ar-Razi justru berpandangan sebaliknya. Jiwa an-nabatiyyah wa asy-syahwaniyyah berfungsi memberi makan tubuh termasuk otak. dari segi organisme atau biologis yang melahirkan Pengobatan Fisik. Struktur kepribadian manusia terbangun oleh ketiga macam unsur jiwa tersebut. Jakarta. Meski kedua unsur tersebut memiliki keterbatasan. Ahmad H. yang akhirnya membentuk sumbangan pemikiran orisinil ar-Razi. 111 25 Ar-Razi.

28 Jiwa an-natiqah merupakan unsur Ilahiyyah. yang kemudian memancarkan jiwa rasional atau akal.kan jenisnya.bagi jiwa rasional. karenanya jiwa nafsu secara keseluruhan menjadi sifat pembawaan hati. Kebutuhan-kebutuhan biologis ini menuntut untuk dipenuhi secara memadai.. khususnya hati (qalb). Dorongan-dorongan biologis tersebut berhubungan erat dengan organ hati yang berfungsi mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan. Unsur ini dipahami sebagai unsur alami yang mendorong manusia memenuhi kebutuhan-kebutuhan alamiah. yang dapat dijadikan perangkat pengendali untuk dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan sifatsifat Allah SWT. h.29 Jiwa berkembang dan nafsu merupakan potensi biologis. berkembang dan mempertahan. Sedangkan fungsi jiwa al-ghadlabiyyah adalah membantu jiwa rasional mengekang jiwa nafsu agar tidak menguasai jiwa rasional. seperti makan.30 Keterkaitan antara dorongan-dorongan biologis dengan organ hati didasarkan atas adanya saling reaksi antara kebutuhan fisik dan aktifitas organ biologis. Selanjutnya jiwa rasional ini mencari bentuk materi. ar-Razi memandang adanya peran serta unsur lain. yang dikembangkan dari anima vegatativanya Plato. Ar-Razi menekankan perlunya keseimbangan berbagai unsur kejiwaan yang ada. h. tidak menaruh perhatian terhadap kenyataan hidup sesudah mati. maka hati segera memberikan reaksi dengan mengeluarkan zat kimia tertentu melalui organ-organ di sekitarnya. Kelebihan dalam jiwa rasional terjadi manakala jiwa nafsu diabaikan sama sekali. h. h. Setelah gambaran itu terwujud seperti gambaran semula. Dalam tinjauan ilmu kedokteran dewasa ini. seperti kelenjar empedu dan pankreas. Akal universal ini memancarkan jiwa universal. Bila terjadi ketidak-seimbangan kimiawi dalam tubuh. hati berfungsi mengatur keseimbangan kimia dalam tubuh. dalam arti tidak kurang dan juga tidak berlebihan. Kekurangan dalam jiwa rasional terjadi manakala seseorang tidak sempat berfikir. serta lebih dikuasai hawa nafsu. Kondisi sehat secara medis menjadi ukuran kestabilan pribadi yang nantinya sangat menentukan optimalisasi daya pikir. Unsur-unsur ini membentuk daya-daya yang mampu mengantarkan manusia kepada nilai-nilai kebaikan mendekati kesempurnaan Allah SWT. Pendidikan dan pengajaran akan membantu menajamkan daya berfikir.. berupa tubuh manusia.. 28 Ibid. akal memproyeksikan suatu gambaran sebelum menjadi kenyataan. yang bertempat di dalam otak. Kekurangan atau kelebihan pemenuhan 27 28 29 30 Ibid. merenung dan memperhatikan keagungan alam beserta isinya. sehingga antara akal dan otak terjalin hubungan fungsional. di antaranya di tandai dengan munculnya depresi.. seseorang baru dapat menyadari bahwa daya akal mampu meramalkan sesuatu yang pernah digambarkan atau diperkirakan sebelumnya. disertai unsur-unsur kehidupan yang disebut unsur tumbuhan dan unsur hewan. Unsur tersebut menggerakkan fungsi-fungsi otak melalui susunan saraf pusat. sebagai hasil pancaran akal universal dari Allah SWT melalui pancaran cahaya. tumbuh.27 Berbeda dengan Aristoteles yang memandang kerja akal dalam otak semata berlangsung secara mekanis. Dengan perantaraan fungsi-fungsi otak yang mengantisipasi suatu bayangan. Untuk itu diperlukan perlakuan diri secara adil. 27 . sehingga mengacaukan temperamen tubuh. 29 Ibid. 18 Ibid.

Sokrates lebih condong pada sikap mengurangi kebutuhan dengan mengambil batas minimal. Rd.32 Adapun unsur an-nafs al-ghadlabiyyah wa al-hayawaniyyah di kembangkan arRazi dari pemikiran Plato yang dikenal dengan anima sensitive. tak tersusun substansi lain (jauhar mujarrad).35 Di antara lima hal yang kekal terdapat dua dzat yang hidup dan bergerak. terutama Demokritos dan Phythagoras. Unsur alghadlabiyyah wa al-hayawaniyyah mengantarkan manusia pada pertimbangan moral. 191-194 35 Khasru. 107 33 Ar-Razi. Demikian halnya bila pemenuhan kebutuhan tersebut kurang dari porsi yang semestinya. An-Nafs alnatiqah akan berperan optimal bila didukung pemenuhan kebutuhan biologis dalam jumlah yang cukup. Al-Rasa’il Falsafiyyah. Ruh adalah substansi murni. yakni Tuhan dan ruh. h. Unsur ini berperan sebagai pengendali keinginan-keinginan an-nafs asysyahwaniyyah yang condong pada kesenangan-kesenangan inderawi. ed. Maha Kuasa. 29 34 Nasyir Khasru. ar-Razi memberikan proposisi aksiomatik dengan mempercapai bahwa dunia ini diciptakan dalam interval waktu tertentu dan bersifat sementara. as-Sirah al-Falsafiyah dalam Lajnah Ihya’ at-Turas al-Araby. Pemenuhan kebutuhan secara berlebihan dapat dikategorikan sebagai kecenderungan hidup hedonis yang dapat berakibat negatif pada keseimbangan tubuh.. ed. Maha Pandai dan Maha Bijaksana. dan berusaha memenuhi batas maksimal. sekaligus mengatasi kepastian.Rasa’il Falsafiyyah.. harga diri. 31 Ibid.33 Kalangan ilmuan klasik menisbatkan doktrin al-qudama al-khamsah pada ajaran as-Sabi’iyyah dan Harraniyyah yang berkembang di sebuah pusat studi pra Islam. al-Qaul fi al-Qudama. sementara Plato cenderung pada sikap berlebihan. al-Qaul fi al-Qudama’ al-Khamsah dalam Lajnah Ihya’ at-Turas al-Arabi. Dasar keyakinan atas kekekalan Tuhan adalah keyakinan bahwa adanya alam ini karena ada yang menciptakan. Ar-Razi tidak mengajukan pembuktian tentang kekekalan Pencipta. 29-30 32 Ar-Razi. Ruh dipandang sebagai keabadian lain selain Tuhan karena berasal dari jiwa universal yang bersifat kekal.34 Melalui doktrinlima hal yang kekal. maka keseimbangan tubuh akan terganggu.. ruh universal. h. h. yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Pencipta alam tiada lain selain Zat Yang Maha Kekal (Qadim). Kehidupan terpancarkan dari hadirat Maha Pencipta laksana cahaya yang terpencar dari sinar mentari. yang diartikan dengan sikap agresif. Belakangan diketahui bahwa doktrin tersebut merupakan pengaruh filosof Yunani periode awal. yakni Tuhan. 197 13 . h. dengan memunculkan sikap-sikap yang biasa dijadikan pertimbangan moral. h.31 Pandangan ini merupakan jalan tengah yang ditempuh ar-Razi guna menjembatani pemikiran Sokrates dan Plato. at-Tibb Ruhani. Maha Tahu. ar-Razi menyatakan bahwa lima hal yang kekal.. Tidak sebagaimana Plato yang memandang dunia diciptakan dan abadi untuk selamanya. Tuhan memancarkan karunia-Nya berupa kesempurnaan akal serta jiwa yang menerangi kehidupan hingga dapat mengatasi kebodohan. ar-Razi tidak berusaha membuktikan kekekalan ruh maupun Tuhan. Sikap-sikap tersebut adalah sikap jantan atau ksatria. ed.kebutuhan tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan. serta berani.. materi pertama. Yang tiada lalai dan alpa. ruang mutlak dan waktu mutlak.

terutama lebih dekat pada pemikiran Demokritos. Pembebasan ruh dari unsur-unsur materi berarti menghapus keraguan akan kekekalan dunia sekaligus menghapus kejahatan. Pandangan ar-Razi cenderung atomistis.36 Kesenangan dalam dunia benda tidak akan membebaskan ruh dari rasa sakit. bukan berarti kejahatan akan hapus sama sekali. Saeed Sheikh. Namun demikian bukan berarti kehendak Tuhan berlangsung atas dorongan pihak lain (ruh). serta akan selalu tinggal di alam materi. serta dapat membersihkan diri. Kebodohan menyebabkan ruh tertarik kepada materi dan berupaya membuat bentuk darinya untuk memperoleh kebahagiaan kebendaan. tetapi materi menolak. Tuhan memancarkan Jiwa Rasional berupa kecerdasan akal. Tuhan yang semula tidak berkehendak mencipta kemudian membentuk alam untuk menolong ruh agar ia beroleh kesenangan materi di dalamnya. maka ruh tidak akan selamat dari keadaan buruk. tidak dapat kembali ke tempat asalnya. Keyakinan atas keabadian. sebab keterperangkapan ruh pada materi merupakan bibit-bibit kejahatan. Studies in Muslim Philosophy. yang dapat dicapai dengan mempelajari filsafat sebagai pengasah pikiran. A History of Islamic Philosophy. memperoleh pengetahuanm. sebab menurutnya segala sesuatu pasti diciptakan dari bahan atau materi lain. h 205 Fakhry. Iluminasi akal atas ruh menyadarkannya atas tempat kebahagiaan sejati. h. Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. Ia menolak pandangan creation ex nihilo. dikarenakan keterperangkapan ruh pada materi tidak mungkin sepenuhnya dihilangkan. Di tengah alam Tuhan menciptakan bentukbentuk yang kuat.. Guna mengingatkan ruh agar senantiasa menyadari dunia sejatinya. alam ini akan hancur. Ruh akan tetap di dunia materi hingga disadarkan kembali oleh filsafat tentang rahasia dirinya. Bulan Bintang. dan hanya dapat mengetahui sesuatu berdasarkan pengalaman.38 Tuhan mengarahkan pada kemurnian ruh dari materi melalui penganugerahan akal.Ruh memiliki sifat bodoh. h. Adam Publisher&Distributors. ruh dapat mengetahui dunia sejatinya. h. Bila seluruh ruh sudah bersih. 1983. Bila tidak demikian.39 Ar-Razi meyakini bahwa alam dan segala yang ada di dalamnya diciptakan Allah dari sesuatu (unsur-unsur) yang lain. Setiap materi tersusun oleh partikel-partikel atom yang mempunyai volume 36 37 38 39 Ibid. 1994.. 23 M. dan seluruh materi kembali ke tempat asalnya. Delhi.Jakarta. tapi ketika terbebas dari jeratan materi. termasuk manusia agar ruh dapat bertempat di dalamnya serta memperoleh kebahagiaan jasmani. Tuhan tahu bahwa ruh membutuhkan kesenanagan materi.37 Dengan mempelajari filsafat. Namun demikian. doktrin perpindahan jiwa serta peran filsafat sebagai jalan tembus ke arah purifikasi dan pembebasan jiwa dari belenggu materi (tubuh) merefleksikan pengaruh pemikiran platonic-phytagorean. 70 . 101 Harun Nasution. Pandangan ar-Razi tentang materi mengacu pada pandangan platonic dan praSokratik. Kebodohan menyebabkan ruh tidak mengetahui bahwa kesenangan sejati yang bebas dari penderitaan bukan terletak pada materi.

Ar-Razi membedakan ruang ke dalam dua bagian. buram. udara. Karena itulah materi dipandang sebagai sesuatu yang kekal. Ruang absolut merupakan tempat beredarnya materi. Penciptaan dari tiada adalah mustahil. Keberadaan ruang ini tidak tergantung adanya benda-benda angkasa. Unsur bumi tersusun oleh substansi yang lebih padat.41 Setiap wujud (al-mutamakkin) memerlukan ruang sebagai tempat berwujud. Kekekalan materi dicoba dibuktikan oleh ar-Razi dengan memberikan dua argumentasi: 1. bukan sejak penciptaannya. A History of Islamic Philosophy. berat. Bila alam ini diciptakan. Tuhan menciptakan sesuatu dengan materi yang terbentuk. Konsep kekekalan materi ini tidak bertentangan dengan barunya alam. Bila benda-benda tersebut diangkat dari bejana. ArRazi mencontohkan ruang absolut dengan sebuah bejana yang berisi benda-benda. padat. digunakan untuk menjelaskan komposisi materi berdasarkan proporsi unsur dan kehampaannya. ed. melalui proses. yang adanya tergantung pada adanya wujud yang menempati. Substansi yang lebih renggang menjadi unsur air. Bila tidak ada yang menempati. h. h. segala sesuatu terjadi dengan susunan. Atom-atom tersebut menghasilkan lima unsur. Berbeda dengan Aristoteles. 71 Fakhry. maka ruang tempat materi berada juga kekal. Karena materi yang menempati ruang bersifat kekal. Kekuatan Pencipta (Tuhan) diperlukan guna membentuk dan menyusun materi itu. karena itu ruang pasti ada. terang.40 Hancurnya materi ataupun dunia ini tidak akan menjadikan substansi penyusunnya musnah tanpa bekas. dan transparan. Berdasarkan pengamatan (al-istiqra’ al-kulli). 40 41 42 Ibid. 2. maka materi yang dikenai kekuatan Pencipta juga kekal. Ruang merupakan tempat bagi setiap yang wujud maupun yang bukan wujud. h. di mana ruang tidak dapat dipisahkan dari tubuh (inseparable from body). air dan unsur eter (celestial element). partikel terkecil yang tidak bisa dibagi lagi. 15 . kemudian lebih renggang lagi unsur udara. bahkan setelah hancurnya alam menjadi materi-materi yang lain. bukan dengan cara sekejap mata. Sifat-sifat unsur tersebut. sebab penciptaan alam dimulai sejak penyusunan materi. Karena itu Tuhan tidak mungkin membuat sesuatu tanpa.. yaitu: bumi. Tanpa benda apapun ruang tetap ada. Jika Penciptanya kekal. yaitu ruang relatif (al-makan al-mudaf) dan ruang absolut (al-makan al-mutlaq). 253. ar-Razi memahami ruang (al-makan/locus) sebagai konsep abstrak. baik sebelum atau sesudah diciptakan. Bila serpihan tersebut terus terurai. dan unsur api merupakan unsur paling renggang. 103 Khasru. maka ruang itu tidak ada. maka akan sampai pada partikel atom. Ruang relatif adalah ruang yang terbatas. al-Qaul fi al-Makan wa az-Zaman dalamRasa’il Falsafiyyah. melainkan hanya menjadi serpihan-serpihan materi yang lain. api.. tentu saja ada Penciptanya.42 Sedangkan ruang absolut adalah ruang yang ditempati oleh seluruh materi. maka bejananya tidak terangkat.tertentu hingga dapat disusun dan dibentuk.

Ar-Razi juga menjadikan kekekalan materi sebagai dasar keyakinan atas kekalnya ruang. merentang dan kekal. ed. Jika bukan ruang. dan jika bukan wujud sesuatu itu tentu ruang. dalam Lajnah Ihya’at-Turas al-Araby. Waktu yang hanya ditentukan berdasarkan rotasi maupun gerak bola bumi mengitari matahari merupakan waktu terbatas. bulan. Waktu mutlak dapat dipahami dari kekekalan gerak dan perubahan materi dalam ruang yang tak terbatas dan kekal.. Dua benda yang begerak dalam waktu yang bersamaan tidak mungkin menghasilkan jumlah waktu yang berbeda. Waktu tudak dapat dipahami sebagai jumlah gerak benda sebagaimana pendapat Aristoteles dan para pengikutnya. mengingat ruang itu tidak terbatas. sedang yang di luar wujud tersebut ada ruang dan bukan ruang. keberlangsungan dan materi tidak lain hanyalah nama yang maknanya kembali pada substansi yang satu. Ruang adalah tempat adanya wujud fisik. Perhitungan atas gerakan planet tersebut menyebabkan waktu terbatas dapat dibagi-bagi menjadi segmen-segmen waktu. Waktu absolut ini digunakan ar-Razi untuk menjelaskan waktu sebelum dan sesudah diciptakan dan fananya alam ini. Rasa’il Falsafiyyah. sesuatu itu pasti wujud yang terbatas. tahun dan seterusnya. 43 Abu Hatim ar-Razi.43 Adapun waktu absolut yang disebut juga dengan al-dahr (keberlangsungan) akan senantiasa kekal dan bergerak. tanpa harus tergantung pada pergerakan falak. Adapun waktu menurut Ar-Razi adalah substansi yang mengalir (jauhar yajri). A’lam an-Nubuwwah. seperti terbit dan tenggelamnya matahari. karena itu yang menempati ruang terdiri dari yang wujud dan yang bukan wujud. h. Ini selaras dengan Transyahri yang memandang bahwa zaman. sehingga bisa diukur (measurable). dan ketidakterbatasannya menunjukkan bahwa sesuatu itu kekal. karena itu waktu absolut juga kekal. Waktu yang terbatas (al-waqt/time) ditentukan berdasarkan pergerakan falak. mulai dari hari. Ar-Razi membedakan waktu menjadi dua: waktu mutlak atau waktu absolut dan waktu terbatas. Setiap yang wujud pasti menempati ruang. 304 . Wujud itu terbatas karena ia ada dalam ruang.

. 1994 M.. Delhi. 1950 Nasyir Khasru. Otto Harrassowitz. 2005 Ibrahim Madkour. Asmin. ed. dalam M.. Saeed Sheikh. ed. Jakarta: Gaya Media Pratama. 2006 Ar-Razi. 1984.M. Mawsū’ah al-Falsafah. Sharif (ed). 2009 Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Filsafat Islam. Al-Rasa’il Falsafiyyah Dedi Supriyadi. Ahmad H. A History of Muslim Philosophy. Jakarta: PT. Rd. Handout for The Course of Islamic Philosophy. Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. Rasa’il Falsafiyyah Al-Kindi A Muslim Peripatetic Philosopher. TarikhAl Falsafah Al Arabiyah. terjemahan Yudian W. Filsafat Islam. Raja Grafindo Persada. Jilid II Abdurrahman Badawi.. Pemikiran dan Peradaban. A’lam an-Nubuwwah. 1963 Abu Hatim ar-Razi.DAFTAR PUSTAKA Abdul Rahman Badawiy.M. Beirut: al-Mu’assasah al-‘Arabiyah li al-Dirāsāt wa al-Nasy. al-Qaul fi al-Qudama’ al-Khamsah dalam Lajnah Ihya’ at-Turas al-Arabi. 1995 M. 1983 Hasyimsyah Nasution.. Pengantar Filsafat Islam Konsep. First Pubished. Jakarta: PT. Rasāil al-Kindī al-Falsafiyah. Wisbaden. t. Ictiar Baru Van Hoeve. Muhammad Ibn Zakariya ar-Razi. Bagian I Jamil Shaliba. Bandung: Pustaka Setia. Abdul Hadi Abu Zaidah. Adam Publisher&Distributors. Bairut: Dar al Kitab al Alimi. as-Sirah al-Falsafiyah dalam Lajnah Ihya’ at-Turas al-Araby. 1993. Metode dan Penerapan. Dar al-Fikr al-‘Arabiy. Studies in Muslim Philosophy. Filsuf dan Ajarannya. Jakarta: Bulan Bintang. ed.Rasa’il Falsafiyyah 17 ..t) Harun Nasution. Lajnah Ihya’at-Turas al-Araby.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->