Rumus Empiris Kata Kunci: rasio perbandingan, rumus empiris Ditulis oleh Zulfikar pada 23-09-2010 Rumus empiris

adalah rumus kimia yang menyatakan rasio perbandingan terkecil dari atom-atom pembentuk sebuah senyawa. Untuk lebih mudah membedakan antara rumus molekul dan rumus empiris, kita bahas contoh untuk senyawa glukosa dan asam cuka. Glukosa memiliki rumus molekul C6H12O6 yang mengindikasikan bahwa rasio C : H : O adalah 6 : 12 : 6. Rasio ini dapat kita sederhanakan kembali misalnya kita bagi dengan angka 6, maka rasionya menjadi 1 : 2 : 1, Rasio ini adalah rasi terkecil. Jika kita tuliskan rasio ini, maka rumus kimia yang kita dapat adalah CH2O, rumus ini disebut dengan rumus empiris. Kita ambil contoh kedua, yaitu asam cuka dengan rumus molekul C2H4O2, dengan mudah kita katakan bahwa rasio terkecilnya 1 : 2 : 1, sehingga rumus empirsnya adalah CH2O. Menarik bukan? bahwa glukosa dan asam cuka memiliki rumus empiris yang sama. Ingat, bahwa rumus empiris bukan menyatakan sebuah senyawa atau zat. Rumus empiris hanya memberikan informasi rasio paling sederhana dari sebuah molekul. Kasus menarik untuk Vanili C8H8O3, komposisi atom penyusunnya adalah C, H dan O, dengan rasio 8 : 8 : 3, rasio ini tidak dapat kita sederhanakan lagi sehingga untuk kasus vanili rumus molekulnya sama dengan rumus empirisnya. Kasus ini juga terjadi pada senyawa air H2O, dimana perbandingan antara atom H dan O nya sudah merupakan rasio terkecil. Demikian pula dengan karbon dioksida CO2, juga sudah memiliki rasio rasio terkecil. Untuk kedua zat ini rumus molekul sama dengan rumus empirisnya. Pada table 2.13 disajikan beberapa contoh rumus molekul dan rumus empirisnya dari beberapa senyawa. Tabel. 2.13. Rumus molekul, empiris dan rasio atom penyusunnya

Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul Zat
Kata Kunci: Menentukan Rumus Empiris Zat, Menentukan Rumus Kimia Zat, Menentukan Rumus Molekul Zat Ditulis oleh Budi Utami pada 10-08-2011

Menentukan Rumus Empiris Zat Dalam menentukan rumus empiris, perbandingan mol unsur-unsur dalam zat haruslah merupakan perbandingan paling sederhana. Contoh: Sejumlah sampel zat mengandung 11,2 gram Fe dan 4,8 gram O (Ar Fe = 56 dan O = 16). Tentukan rumus empiris senyawa tersebut! Jawab: Untuk menentukan rumus empiris zat, kita menghitung perbandingan mol Fe dan O sebagai berikut.
Komponen Penyusun Massa(gram) Zat Fe 11,2 gram Mol Komponen Mol Fe

=0,2 mol
O 4,8 gram Mol O

=0,3 mol Diperoleh perbandingan Fe : O = 0,2 : 0,3 = 2 : 3. Jadi, rumus empiris senyawa adalah Fe2O3. Menentukan Rumus Empiris Berdasarkan Persen Massa Unsur-unsur Penyusun Zat Vanila yang digunakan untuk memberi cita rasa makanan mempunyai komposisi: 63,2% C, 5,2% H, dan 31,6% O (Ar C = 12, H = 1, dan O = 16).

kita menghitung perbandingan mol C.66 : 1 =8:8:3 Jadi.6 31. dan O.98 = 2. Sebagai contoh: Rumus Molekul C2H2 Rumus Empiris CH n 2 Nama Zat Etuna/gas asetilena . 1990) Menentukan Rumus Molekul Zat Pada dasarnya rumus molekul merupakan kelipatan-kelipatan dari rumus empirisnya.2 gram = = 5.66 : 2. H.2 gram = = 5.6 gram = = 1.2 mol Mol O = O 31.Tentukan rumus empirisnya! Jawab: Untuk menentukan rumus empiris vanila. Brady. Misalkan dalam 100 gram sampel vanila.2 63. Komponen Persen Penyusun Massa Zat Massa per 100 gram Sampel Mol Komponen Mol C = C 63.27 mol Mol H = H 5.2 : 1.2 5.27 : 5. (James E.98 mol Diperoleh perbandingan mol C : H : O = 5. rumus empiris vanila adalah C8H8O3.

persamaan reaksi. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut! Jawab: Mr = n × (Ar C + Ar H) 26 = n × (12 + 1) 26 = n × 13 n=2 Jadi.C2H4 C6H14 CH3COOH C6H12O6 NaCl CO(NH2)2 H2O CO2 CH2 C3 H 7 CH2O CH2O NaCl CO(NH2)2 H 2O CO2 2 2 2 6 1 1 1 1 Etena Heksana Asam asetat/asam cuka Glukosa Natrium klorida Urea Air Karbon dioksida Untuk menentukan rumus molekul maka: (rumus empiris)n = rumus molekul dengan n = bilangan bulat Nilai n dapat ditentukan jika rumus empiris dan massa molekul relatif (Mr) zat diketahui. Mr rumus molekul = n × (Mr rumus empiris) Contoh: Suatu senyawa dengan rumus empiris CH (Ar C = 12 dan H = 1) mempunyai Mr = 26. Rumus Empiris dan Rumus Molekul. Hipotesis Avogadro 20 Komentar Posted by Emel Seran pada 31 Oktober 2010 . rumus molekul senyawa tersebut adalah (CH)2 = C2H2 STOIKIOMETRI: rumus kimia.

Rumus kimia sendiri terbagi menjadi rumus empiris dan rumus molekul. Rumus molekul dan rumus empiris suatu senyawa hanya terjadi perbedaan jumlah atom. Dari perbandingan atom atau perbandingan mol ini dapat ditentukan perbandingan massa dan % massa dari unsur-unsur yang menyusun senyawa tersebut.O = (6 x 12) : (8 x 1) : (6 x 16) = 72 : 8 : 96 · Jumlah perbandingan = Mr 72 + 8 + 96 = 176 · % massa masing-masing unsur . jadi rumus kimia suatu senyawa merupakan perbandingan mol atom unsur penyusun senyawa tersebut.H : 6 x Ar. C : 8 x Ar. Untuk memperjelas hal ini perhatikan contoh berikut! misalnya vitamin C yang mengandung asam askorbat dengan rumus molekul C6H8O6. sedangkan atom unsur penyusun senyawa tetap. misalnya H2O (air) dan NH3 (amoniak).!!!!!!!!!TULISANNYA TIDAK BEGITU RAPI HARAP MAKLUM!!!!!!!!!!!!!!! Rumus Kimia Seperti yang telah disinggung rumus kimia merupakan salah satu ciri khas senyawa kimia. Rumus kimia suatu senyawa menyatakan lambang dan jumlah atom unsur yang menyusun suatu senyawa tanpa menyebut senyawa tersebut termasuk senyawa ionik atau kovalen. maka: · Rumus molekul C6H8O6 · Perbandingan mol atom unsur C:H:O=6:8:6 · Perbandingan massa unsur C : H : O = 6 x Ar. Namun demikian beberapa senyawa memiliki rumus molekul dan rumus empirisnya yang sama. Jumlah atom dalam suatu rumus kimia menyatakan jumlah mol dari unsur terkait.

Dari mol atom tentukan massa masing-masing unsur dalam senyawa dengan cara: kalikan dengan atom relatif (Ar) masing-masing atom Atom C = 1 mol x 12 g/mol = 12 g Atom O = 1 mol x 16 g/mol = 16 g Atom N = 2 mol x 14 g/mol = 28 g Atom H = 4 mol x 1 g/mol = 4 g 3. jika diketahui Ar. O. CO(NH2)2.N = 28 dan Ar.O = 16. Tentukan mol masing unsur-unsur dalam senyawa Atom C = 1 mol Atom O = 1 mol Atom N = 2 mol Atom H = 4 mol 2.H =1? Jawab Langkah penyelesaian 1.C = 12. Ar. Jumlahkan massa semua atom yang telah diperoleh untuk memperoleh massa molekul (massa molekul relatif) Atau dengan cara H .Berikut adalah rumus untuk menghitung % massa unsur dalam senyawa Contoh soal menentukan kadar unsur dalam senyawa Berapa persen (%) C. Ar. N dan H yang terdapat dalam urea.

ddan Ar. maka rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2.4. Contoh Suatu senyawa mengandugn 64. 45. Dengan cara ini diperoleh: Jika terdapat 120 Kg urea maka massa N adalah sebesar = 46. Ar.2 g belerang dan 90 g oksigen. artinya untuk menentukan rumus empiris yang perlu dicari adalah perbandingan mol dari unsur-unsur dalam senyawa tersebut. Rumus Empiris dan Rumus Molekul Rumus Empiris Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil jumlah atom-atom pembentuk senyawa. 67% x 120 Kg = 56 Kg.O = 16. Misalnya senyawa etena yang memiliki rumus molekul C2H4. Dalam menentukan rumus empiris yang dicari terlebih dahulu adalah massa atau persentase massa dalam senyawa. Jika diketahui Ar.S = 32. Maka tentukan rumus empiris senyawa tersebut? Jawab .N = 23. Tentukan % massa masing-masing unsur dengan cara: Massa masing-masing atom dibagi dengan massa semua atom dalam senyawa (massa molekul relatif) kemudian dikali 100%. kemudian dibagi dengan massa atom relatif (Ar) masingmasing unsur.6 g natrium.

Jika diketahui Ar. Artinya dari rumus molekul kita dapat menunjukan atom-atom saling berikatan. Pada molekul asam cuka atom C yang pertama mengikat 3 atom H dan 1 atom C berikutnya dan atom C berikunya mengikat 2 atom O kemudian 1 atom O mengikat 1 atom H.C = 12.6% hidrogen dan sisanya adalah oksigen. Maka tentukan rumus molekul senyawa ini? Jawab Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2O . Ar. Contoh soal menentukan rumus molekul dari rumus empiris 200 g senyawa organik mempunyai massa molekul relatif = 180.Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah Na2SO4. Rumus Molekul Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun suatu senyawa. senyawa ini terdiri dari 40% karbon. Rumus molekul dapat didefinisikan sebagai rumus kimia yang menyatakan perbandingan jumlah dan jenis atom sesungguhnya dari suatu senyawa. dan Ar. Beberapa alasan rumus molekul asam cuka tidak ditulis demikian yaitu 1. Misalnya: C2H4 (etena). 6. 2.H = 1. Rumus molekul menggambarkan struktur molekul.O = 16. Dari rumus molekul asam cuka diketahui bahwa rumus molekul tersebut tidak ditulis C2H4O2. Untuk membedakan dengan senyawa lain yang memiliki jumlah atom penyusun yang sama misalnya metil format (HCOOCH3). CO(NH2)2 (urea) dan asam asetat atau asam cuka (CH3COOH).

Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul Berdasarkan Ar dan Mr Tentukan rumus molekul yang dimiliki senyawa dengan umus empiris CH. Contoh Soal Massa molekul relatif suatu senyawa organik yang memiliki rumus empiris CH2O adalah 180.O = 16.Dari rumus molekul yang telah diperoleh maka rumus molekul dapat ditentukan sbagai berikut CH2O)n (Ar C x n) + (2.O) = Mr senyawa 12n + 2n + 16n = 180 30n = 180 n=6 jadi rumus molekulnya adalah C6H12O6. jika diketahui Ar.Ar H x n) + (Ar. jika diketahui Mr senyawa tersebut adalah 78? Jawab Mr senyawa = (CH)n 78 = (12 + 1)n 78 = 13n n=6 jadi rumus molekul yang dimiliki senyawa tersebut adalah (CH)n = C6H6. tentukan rumus molekul senyawa tersebut? Jawab Mr senyawa = (CH2O)n 180 = (12 + 2+ 16)n 180 = 30n n=6 .H =1 Ar.C= 12. Ar.

· Bilangan yang mendahului rumus kimia (2 pada H2. energi panas dan energienergi yang lainnya. sehingga zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah zat-zat yang sama. baca: akues) untuk zat yang larut dalam air. yang digambarkan sebagai berikut: Keterangan: · tanda panah menunjukan arah reaksi. Rekasi yang dimaksud disini bukan reaksi fisi atau reaksi fusi. Agar lebih jelas perhatikan reaksi yang terjadi antara gas hidrogen dan gas oksigen untuk membentuk air. Wujud zat dinyatakan dengan singkatan yakni § s (solid) untuk zat berwujud padat § l (liquid) untuk zat berwujud cair § g untuk zat berwujud gas § aq (aqueous. Reaksi kimia yang terjadi biasanya tulis dalam bentuk persamaan reaksi. Persamaan reaksi merupakan pernyataan yang mengungkapkan atau menggambarkan suatu proses kimia dengan menggunakan rumus kimia. Karena itu penulisan persamaan reaksi harus dapat menyatakan fenomena kimia yang sebenarnya. . Dibaca membentuk atau menghasilkan atau bereaksi menjadi. Pada reaksi kimia terdapat zat awal yang belum mengalami perubahan yang disebut reaktan atau pereaksi dan zat yang telah mengalami perubahan yang disebut produk atau zat hasil reaksi. sedangkan kebalikan dari reaksi eksoterm disebut reaksi endoterm. bahwa perubahan kimia yang terjadi pada materi disebut juga reaksi kimia. Energi yang terlibat dapat berupa energi cahaya.jadi rumus molekul yang miliki senyawa tersebut adalah (CH2O)n = C6H12O6 Persamaan Reaksi Seperti yang telah disinggung pada bab sebelumnya. Zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dapat berupa unsur dan senyawa. 1 pada O2 dan 2 pada H2O) disebut koefisien reaksi. · Huruf kecil dalam tanda kurung yang setelah rumus kimia (yang ditulis miring) menyatakan wujud zat. Koefisien reaksi untuk menyetarakan jumlah atom atau jumlah molekul atau jumlah ion sebelum dan sesudah reaksi. Reaksi kimia yang terjadi dapat berlangsung secara eksoterm dan endoterm. dimana zat-zat yang bereaksi dan zat-zat hasil reaksi harus tergambarkan dengan jelas. Reaksi berlangsung secara eksoterm bila reaksi yang terjadi disertai pembebasan sejumlah energi.

namun selain itu kofisien reaksi juga menyatakan mol zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Artinya jumlah dan jenis atom dalam reaksi kimia adalah tetap atau sama. Tulislah persamaan reaksi dan penyetaraannya? . hal ini disebut persamaan setara. persamaan reaksi dibubuhkan atribut lain.Pada contoh di atas dapat diketahui bahwa jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Hukum kekealan massa berbunyi “dalam sistem tertutup massa zat sebelum dan setelah reaksi adalah tetap” dan tori atom dalton menyatakan “dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang atau tercipta tetapi hanya terjadi penataan ulang”. Berikut adalah penjumlahannya: · Jumlah atom H di ruas kiri = jumlah atom H di ruas = 4 · Jumlah atom O di ruas kiri = jumlah atom O di ruas = 2 Untuk keperluan tertentu. Misalnya contoh pembentukan air: Koefisien yang dimiliki menyetakan 2 mol gas hidrogen bereaksi dengan 1 mol gas oksigen membentuk 2 mol air atau 2 molekul gas hidogen bereaksi dengan 1 molekul gas oksigen membentuk 2 molekul air. Agar jumlah dan jenis atom yang terdapat pada reaktan dan produk tetap maka pada persamaan reaksi masing-masing spesi yang terlibat dalam reaksi kimia diberi koefisien yang sesuai. Berikut adalah beberapa atribut yang biasa ditemukan pada persaaman reaksi: · Warna zat · Δ ada bawah atau atas anak panah= tanda proses pemanasan · = tanda kesetimbangan · ΔH = harga perubahan entalpi · E° = harga potensial elektrode Tujuan dan Penyetaraan Persamaan Reaksi Tujuan dari penyetaran persamaan reaksi yaitu untuk memenuhi hukum kekekalan massa atau hukum Lavoisier dan teori atom Dalton. Seperti pada contoh pembentukan H2O koefisien reaksi menyatakan jumlah atom. jumlah ion ataupun jumlah molekul. Berikut adalah langkah-langkah menulis persamaan reaksi dan penyetaraannya Misalnya logam aluminium bereaksi dengan gas O2 membentuk aluminium oksida.

Koefisien Al2O3 = 1 Maka Al diruas kanan = 2 Al diruas kiri = 1 Agar jumlah atom Al pada kedua ruas sama maka Al pada ruas kiri diberi kofisien 2. Agar diperoleh bilangan bulat maka kedua ruas dikali 2. Pada reaksi di atas spesi yang lebih kompleks adalah Al2O3 = 1 3) Setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang telah diberi koefisien 1. . sehingga diperoleh persamaan reaksi yang setara dengan koefisien dalam bentuk bilangan bulat: 4) Biasanya oksigen disetarakan paling terakhir jika masih terdapat unsur-unsur lain. 2) Tetapkan koefisien salah satu spesi sama dengan 1 (biasanya spesi yang rumus kimianya lebih kompleks). Persamaan reaksinya menjadi: Agar koefisien tidak dalam bentuk pecahan koefisien pada kedua ruas dikalikan dengan satu bilangan sehingga memberikan suatu bilangan bulat.1) Menulis rumus kimia atau lambang unsur dari reaktan dan produk dengan wujud masingmasing spesies. Mka persamaan reaksinya menjadi: Atom O Koefisien Al2O3 = 1 Maka atom O diruas kanan = 3 Jumlah atom O diruas kiri = 2 Agar jumlah atom O pada kedua ruas sama maka atom O pada ruas kiri diberi koefisien 3/2.

Setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang telah diberi koefisien 1.Contoh Reaksi gas metana (CH4) dengan gas oksigen membentuk gas karbon dioksida dan uap air. maka persamaan reaksinya menjadi: 3. koefisien zat yang lain disetarakan dengan huruf. Menulis rumus kimia atau lambang unsur dari reaktan dan produk dengan wujud masingmasing spesies. penyetaraan atom C Atom C diruas kiri = 1 Atom C diruas kanan = b Maka jumlah atom C diruas kanan = b = 1 Penyetaraan atom H Jumlah atom H di ruas kiri = 4 Jumlah atom H di ruas kanan = 2c Maka jumlah atom H di ruas kanan atau harga koefisien c = 2c = 4. Tulislah persamaan reaksi dan setarakan persamaan reaksi tersebut? Jawab 1. CH4 = 1. c = 2 Dari penyetaraan ini maka persamaan reaksi menjadi . 2. Dari reaksi tersebut unsur yang beriktan langsung dengan zat telah diberi koefisien 1 adalah C dan H. Sedangkan koefisien yang lainnya disetarakan huruf sebagai kofisien sementara. Tetapkan koefisien salah satu spesi sama dengan 1 (biasanya spesi yang rumus kimianya lebih kompleks).

4. Sedangkan koefisien yang lainnya disetarakan huruf sebagai kofisien sementara. 2. Setarakan atom O Jumlah atom O di ruas kanan = 2 + 2 = 4 Jumlah atom O di ruas kiri = 2a Maka jumlah atom O di ruas kiri atau harga koefisien a = 2a = 4. Tulislah persamaan reaksi dan setarakan persamaan reaksi tersebut? Jawab 1. Contoh Reaksi besi(III) oksida dengan larutan asam sulfat membentuk besi(III) sulfat dan air. Koefisien Fe2(SO4)3 = 1 dan koefisien yang lain menggunakan huruf. Menulis rumus kimia atau lambang unsur dari reaktan dan produk dengan wujud masingmasing spesies. a = 2 Maka persamaan reaksinya menjadi: Catatan: koefisien 1 biasanya tidak ditulis. Persamaan reaksi menjadi: 3. Tetapkan koefisien salah satu spesi sama dengan 1 (biasanya spesi yang rumus kimianya lebih kompleks). Setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang telah diberi koefisien 1. penulisan du atas dan untuk penyetaraan reaksi selanjutnya hanya untuk memberikan gambaran mengenai tahap-tahap penyetaraan saja. S dan O. Dari reaksi tersebut unsur yang beriktan langsung dengan zat telah diberi koefisien 1 adalah Fe. Namun O disetarakan terakhir karena unsur O terdapat di lebih dari dua zat. Penyetaraan atom Fe .

terbukti jumlah atom O pada ruas kiri dan ruas kanan telah setara. a = 1 Penyetaraan atom S Jumlah atom S di ruas kiri = b Jumlah atom S di ruas kanan = 3 Maka jumlah atom S di ruas kiri atau harga koefisien b = 3 Persamaan reaksinya menjadi: 4. Atom O disetarakan setelah semua atom setara. Untuk meyakinkan jumlah atom O pada kedua ruas telah setara. Jumlah atom O di ruas kiri = 3 + 12 = 15 Jumlah atom O di ruas kanan = 12 + 3 = 15.Jumlah atom Fe di ruas kiri = 2a Jumlah atom Fe di ruas kanan = 2 Maka jumlah atom Fe diruas kiri atau harga koefisien a = 2a = 2. c = 3 Persamaan reaksinya menjadi: 5. Setarakan atom lainnya. Penyetaraan atom H Jumlah atom H di ruas kiri = 6 Jumlah atom H di ruas kanan = 2c Maka jumlah atom H di ruas kanan atau harga koefisien b = 2c = 6. Setarakan atom O. Karena semua atom telah setara. Jadi persamaan reaksi setaranya adalah sebagai beriktu: . maka dilakukan penjumlahan atom O pada kedua ruas. maka oksigen seharusnya telah setara juga. Dari penjumlahan ini.

Pada reaksi di atas. Menulis rumus kimia atau lambang unsur dari reaktan dan produk dengan wujud masingmasing spesies. Tulislah persamaan reaksi dan setarakan persamaan reaksi tersebut? Jawab 1. Maka untuk menyetarakannya ikuti persamaan-persamaan berikut: · Menyetarakan atom N : b = 2 + c ……………………… (1) · Menyetarakan atom H : b = 2d ………………………….5 b Substitusikan nilai c cdan d ke dalam persamaan (3) 3b = 6 + c + d 3b = 6 + b – 2 + 0. b = 2d berarti d = 0. Persamaan reaksi menjadi: 3. sebagai berikut: · Dari persamaan (1).5 b . (2) · Menyetarakan atom O : 3b = 6 + c + d ……………… (3) Dari persamaan-persamaan di atas nyatakan nilai c dan d dalam b. b = 2 + c berarti c = b – 2 · Dari persamaan (2). hanya Cu yang dapat langsung disetarakan yaitu a = 1. 2. Untuk unsur yang lainnya walaupun terkait langsung dengan Cu(NO3)2 tetapi tidak dapat langsung disetarakan karena terdapat di lebih dari dua zat yang belum mempunyai harga korfisien. Koefisien Cu(NO3)2 = 1.Contoh Reaksi antara tembaga dengan larutan asam nitrat encer menghasilkan tembaga(II) sulfat. Sedangkan koefisien yang lainnya disetarakan huruf sebagai kofisien sementara. Tetapkan koefisien salah satu spesi sama dengan 1 (biasanya spesi yang rumus kimianya lebih kompleks). dan koefisien yang lain menggunakan huruf. Setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang telah diberi koefisien 1. gas nitrogen oksida dan air.

1. koefisien zat dalam suatu persamaan reaksi menyatakan jumlah mol zat itu. Mol zat yang telah diketahui dapat digunakan untuk menentukan massa zat yang diperlukan dalam suatu reaksi. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama b. Dengan mengeahui koefisien persamaan reaksi maka jumlah mol suatu zat dalam persamaan reaksi telah diketahui. Stoikiometri Reaksi Hubungan mol dengan koefisien reaksi Seperti yang telah dijelaskan pada bagian-sebelumnya. Stoikiometri reaksi ini sangat diperlukan terutama dalam merencanaakan banyaknya zat yamg akan dihasilkan dari suatu reaksi kimia dalam industri maupun dalam laboratorium. Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol.5b = 4 b= nilai b yang telah diperoleh di substitusikan ke persamaan (1) dan (2) untuk memperoleh nilai c dan d. Oleh sebab itu jumlah mol zat atau massa zat yang terlibat dalam suatu reaksi dapat ditentukan. Khusus untuk yang berwujud gas perbandingan koefisien menyatakan perbandingan volume pada suhu den tekanannya sama. Sifat persamaan reaksi a. Aspek kuantitatif zat-zat yang terlibat dalam dalam reaksi inilah yang disebut stoikiometri reaksi. Karena hal tersebut koefisien reaksi disebut sebagai dasar stoikiometri reaksi. Maka nilai c dan d berturut-turut adalah Maka persamaan reaksinya menjadi: karena masih dalam bentuk pecahan maka dikalikan 3 sehingga diperoleh koefisien dalam bentuk bilangan bulat. Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama c. Contoh .

4 gram Al? (Ar Al = 27) Jawab a) Setarakan reaksi kimia yang terjadi jika persamaan reaksi belum setara. Dari mol gas hidrogen yang telah diketahui dapat ditentukan massa hidrogen yang dihasilkan.75 mol gas hidrogen. Contoh Perhatikan reaksi berikut: Berapa volume gas hidrogen (STP) yang terbentuk jika digunakan 5. Massa hidrogen dapat ditentukan dengan cara mengalikan mol hidrogen yang diperoleh dengan Mr. Pada persamaan reaksi di atas telah setara sehingga tidak perlu disetarakan. b) Menyatakan jumlah mol zat yang diketahui.5 mol aluminium yang dilarutkan dalam asam sulfat? Jawab artinya dengan melarutkan 0.H2. .Logam aluminium yang dilarutkan ke dalam asam sulfat menghasilkan aluminium sulfat dan gas hidrogen.5 mol aluminium menghasilkan 0. sesuai reaksi berikut: Berapa mol mol gas hidrogen yang dihasilkan jika digunakan 0. yakni aluminium.

5 mol gas oksigen volumenya adalah 2 liter. gas-gas yang memiliki volume sama mengandung jumlah molekul (jumlah mol) yang sama pula”.3 mol x 22.c) Menentukan jumlah mol zat yang ditanyakan yakni gas H2. d) Menentukan volume gas H2 yang dihasilkan V = n x Vm = 0. Artinya pada P dan T sama. Hitunglah volume dari 1. maka volume gas yang terlibat dalam suatu reaksi sama dengan koefisien zat itu. Hipotesis Avogadro dan Hubungan Volume dengan Koefisien Reaksi Pada tahun 1811. perbandingan volume gas-gas yang terlibat dalam suatu reaksi sama dengan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi tersebut.4 L mol‾1 = 6. Ameo Avogadro mengemukakan sebuah hipotesis yang mengatakan: “pada tekanan (P) dan suhu (T) yang sama. Karena pada persamaan reaksi.72 L. koefisien menyatakan jumlah mol zat. Hubungan antara koefisien suatu zat dengan volume dapat dirumuskan sebagai berikut: Contoh Pada suhu dan tekanan tertentu 0.5 mol gas hidrogen pada suhu dan tekanan yang sama dengan gas oksigen tersebut Jawab .

Contoh Tentukan berapa volume gas belerang trioksida (SO3) yang dihasilkan dan berapa volume gas O2 yang dibutukan. jika direaksikan 1 liter gas belerang dioksida (SO2) dengan gas oksigen? Jawab Persamaan reaksi SO2(g) + O2(g) SO2 yang bereaksi = 1 liter 2SO3(g) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful