P. 1
SURFAKTAN

SURFAKTAN

|Views: 130|Likes:
Published by Khafriati Atik

More info:

Published by: Khafriati Atik on Dec 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2015

pdf

text

original

SURFAKTAN

Nama : Khafriati Nur Azizah NIM : 116133 Kelas : II B

Wednesday, 26 December 2012

I. Bila surfaktan ditambahkan melebihi konsentrasi ini maka surfaktan mengagregasi membentuk misel. sedangkan gugus lipofilik bersifat non polar dan mudah bersenyawa dengan minyak. surfaktan ditingkatkan. Demikian pula sebaliknya. Di dalam molekul surfaktan. Tegangan permukaan akan menurun hingga CMC tercapai. maka molekul-molekul surfaktan tersebut akan diabsorpsi lebih kuat oleh minyak dibandingkan dengan air. Akibatnya tegangan permukaan minyak menjadi lebih rendah sehingga mudah menyebar dan menjadi fase kontinu. Konsentrasi terbentuknya misel ini disebut Critical Micelle Concentration (CMC). salah satu gugus harus lebih dominan jumlahnya. akan Setelah konstan mencapai walaupun konsentrasi konsentrasi tertentu. Akibatnya tegangan permukaan air menjadi lebih rendah sehingga mudah menyebar dan menjadi fase kontinu. Surfaktan memiliki karakter yang unik karena dapat berinteraksi dengan senyawa yang polar dan juga non polar. Hal ini dikarenakan struktur surfaktan yang memiliki gugus polar dan non polar sekaligus. Setelah CMC tercapai. Gugus hidrofilik pada surfaktan bersifat polar dan mudah bersenyawa dengan air. Bila gugus polarnya yang lebih dominan. DEFINISI Surfaktan yang merupakan kepanjangan dari surface active agent adalah suatu senyawa kimia yang dapat mengaktifkan permukaan suatu zat lain yang awalnya tidak dapat berinteraksi. Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. 26 December 2012 . Penambahan surfaktan dalam larutan akan menyebabkan turunnya tegangan tegangan permukaan permukaan larutan. bila gugus non polarnya lebih dominan. maka molekul-molekul surfaktan tersebut akan diabsorpsi lebih kuat oleh air dibandingkan dengan minyak. tegangan permukaan akan konstan yang menunjukkan bahwa antar muka menjadi jenuh dan terbentuk Wednesday.

Berdasarkan jenisnya emulsi dibedakan menjadi dua yaitu: Wednesday. kationik. Surfaktan akan berbusa dengan baik di segala jenis air dan akan dapat dibilas dengan mudah dan sempurna. Penggunaan dengan surfaktan cara ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan emulsi menurunkan tegangan antarmuka. Bahan pembersihnya akan membersihkan rambut dan kulit kepala. Surfaktan adalah senyawa yang molekul-molekulnya mempunyai dua ujung yang berbeda interaksinya dengan air. yaitu sebagai bahan pembasah (wetting agent). Emulsi didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari dua fasa cairan yang tidak saling melarut. 1990). yakni ujung satu (biasa disebut kepala) yang suka air dan ujung satunya (yang disebut ekor) yang tidak suka air. sabun telah diganti dengan bahan aktif yang disebut surfaktan Sebagian besar sampo kini dalam kemasan 2 in 1. Surfaktan dipergunakan baik berbentuk emulsi minyak dalam air maupun berbentuk emulsi air dalam minyak. Penggunaan surfaktan terbagi atas tiga golongan. antara fasa minyak dan fasa air. bahan pengemulsi (emulsifying agent) dan bahan pelarut (solubilizing agent). 26 December 2012 . sedangkan cairan yang mengelilingi globulaglobula dinamakan fase kontinu atau medium dispersi. surfaktan dibagi atas surfaktan anionik. Cairan yang terpecah menjadi globula-globula dinamakan fase terdispersi.misel yang berada dalam keseimbangan dinamis dengan monomernya (Genaro. sementara conditioner-nya akan membuat rambut lebih mudah disisir ketika basah dan akan membuat rambut ketika kering lebih tampak "berisi (seolah lebih besar volumenya)" tanpa tampak beterbangan Pasalnya. kimiawan sebelum tahun 1980-an percaya penuh bahwa tidak mungkin mencampurkan bahan pembersih dan conditioner. dimana salah satu cairan terdispersi dalam bentuk globula-globula cairan lainnya. Dalam sampo modern. dan amfoterik. nonionik. bahan pembersih sekaligus conditioner. sedangkan conditonernya adalah surfaktan kationik. seperti disebut di atas pembersihnya adalah surfaktan anionik.

Bagian polar molekul surfaktan dapat bermuatan positif. adalah emulsi dimana bahan pengemulsinya mudah larut dalam minyak. minyak-air dan zat padat-air. Apabila ditambahkan ke suatu cairan pada konsentrasi rendah. Permukaan yaitu antarmuka dimana satu fasa kontak dengan gas. negatif atau netral. II. Aktifitas surfaktan diperoleh karena sifat ganda dari molekulnya. Umumnya bagian non polar (lipofilik) adalah merupakan rantai alkil yang panjang. dalam kontak dengan zat padat ataupun terendam dalam fase minyak. 1998). (Jatmika. 26 December 2012 . 2) Emulsi air dalam minyak (W/O). Antarmuka adalah bagian dimana dua fasa saling bertemu/kontak. Molekul surfaktan memiliki bagian polar yang suka akan air (hidrofilik) dan bagian non polar yang suka akan minyak/lemak (lipofilik). maka dapat mengubah karakteristik tegangan permukaan dan antarmuka cairan tersebut. Sifat rangkap ini yang menyebabkan surfaktan dapat diadsorbsi pada antar muka udara-air.1) Emulsi minyak dalam air (O/W). STRUKTUR KIMIA Surfaktan adalah bahan aktif permukaan. adalah emulsi dimana bahan pengemulsinya mudah larut dalam air sehingga air dikatakan sebagai fase eksternal. sementara bagian yang polar (hidrofilik) mengandung gugus hidroksil. Wednesday. membentuk lapisan tunggal dimana gugus hidrofilik berada pada fase air dan rantai hidrokarbon ke udara. biasanya udara.

Hidrokarbon Dapat berupa rantai alkyl lurus. Gugus Hidrofobik a. Bermuatan positif dan negatif --> surfaktan amfoterik (ampholyte. Bermuatan negatif --> surfaktan anionik b. becabang. tidak jenush. Gugus Hidrofilik Gugus hidrofilik molekul surfaktan dapat bermuatan positif. Bermuatan positif --> surfaktan kationik c.1. zwitterion) d. jenuh. Skema Molekul Surfaktan 2. sebagian siklik ataupun aromatik Wednesday. Jenis muatan tersebut akan menentukan jenis surfaktan yang terbentuk. Tidak bermuatan --> surfaktan nonionic 3. negative maupun tidak bermuatan. 26 December 2012 . a.

Kelompok Surfaktan Wednesday. perfluoronated sempurna atau diikat pada hidrokarbon c. Siloxane Seringkali diikatkan ke gugus hidrofilik melalui perantara rantai alkyl pendek d. 26 December 2012 . Polyoxypropylene atau polyoxybutylene 4 Struktur Molekul Surfaktan dalam suatu Sistem Emulsi 5. Perfluorohidrokarbon Dapat berupa rantai lurus atau bercabang.b.

Karena adanya rantai hidrokarbon. dan senyawa silikon. Ada empat yang termasuk dalam golongan ini. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. suatu molekul sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. zat yang dapat mengaktifkan permukaan. surfaktan nonion yang tak terionisasi dalam larutan. surfaktan yang bermuatan positif. zat anti busa. yaitu surfaktan yang larut dalam minyak dan surfaktan yang larut dalam air. tetapi dengan mudah akan tersuspensi di dalam air. yaitu surfaktan anion yang bermuatan negatif. yaitu ujung polar (hidrofilik) dan ujung non polar (hidrofobik) . 2. Surfaktan yang larut dalam pelarut air Golongan ini banyak digunakan antara lain sebagai zat pembasah. Surfaktan dapat digolongkan menjadi dua golongan besar. karena cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. yaitu senyawa polar berantai panjang. Molekul surfaktan mempunyai dua ujung yang terpisah. sedangkan ujung ion bersifat hidrofilik dan larut dalam air.Surfaktan (surface active agents). Surfaktan yang larut dalam minyak Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini. zat pembusa. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan. Bagian hidrokarbon dari molekul sabun bersifat hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar. dan surfaktan amfoter yang bermuatan negatif dan positif bergantung pada pH-nya. sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar-benar larut dalam air. zat pengemulsi. Wednesday. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatanikatan hidrogen pada permukaan. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepalakepala hidrofiliknya pada permukaan air dengan ekor-ekor hidrofobiknya terentang menjauhi permukaan air. senyawa fluorokarbon. zat flotasi. 26 December 2012 . dan lain-lain. detergen. pencegah korosi. Sabun dapat membentuk misel (micelles). 1.

Sebaliknya adsorpsi negatif menunjukkan bahwa molekulmolekul zat terlarut lebih banyak terdapat dalam rongga larutan daripada di permukaan. 2. Perubahan yang mendadak ini disebabkan oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari beberapa molekul surfaktan menjadi satu. sedangkan misel mempunyai kelarutan tinggi. zat terlarut akan terkonsentrasi pada permukaan dan terjadi adsorpsi positif. Kesetimbangan ini akan mencapai konsentrasi kritik misel.III. Kelarutan dan daya melarutkan Partikel-partikel tunggal dari surfaktan relatif tidak larut. yaitu pada konsentrasi kritik misel. 3. makin tinggi temperatur kritik larutan. Sifat-sifat umum surfaktan adalah sebagai berikut: 1. gumpalan ini disebut misel atau agregat baik berbentuk sferik (daya hantar listriknya tinggi) atau lamelar (daya hantar listriknya kecil disebut juga koloid netral) dan ada dalam kesetimbangan dengan sekitarnya (pelarut atau dispersi larutan). Sebagai larutan koloid Pada konsentrasi tinggi partikel koloid akan saling menggumpal. Hubungan antara derajat penyerapan dan penurunan tegangan permukaan dinyatakan dalam persamaan Gibbs. Wednesday. 26 December 2012 . Adsorpsi Apabila larutan mempunyai tegangan permukaan lebih kecil daripada pelarut murni. Pada konsentrasi kritik misel terjadi penggumpalan atau agregasi dari molekul-molekul surfaktan membentuk misel. Makin panjang rantai hidrokarbonnya. Misel biasanya terdiri dari 50 sampai 100 molekul asam lemak dari sabun Sifat-sifat koloid dari larutan elektrolit sodium dedosil sulfat. Sifat Larutan Yang Mengandung Surfaktan Larutan surfaktan dalam air menunjukkan perubahan sifat fisik yang mendadak pada daerah konsentrasi yang tertentu.

3%. Variabel – variabel yang digunakan adalah suhu (110ºC. ditambahkan katalis H2SO4 dengan jumlah tertentu dan tiap 30 menit (selama 3 jam) dilakukan pengambilan sampel untuk dilakukan analisa yang meliputi analisa bilangan asam. Sejumlah asam oleat dan gliserol dengan perbandingan mol 1 : 2 dimasukkan ke dalam sebuah labu leher tiga (berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi) yang dilengkapi termometer. hilangnya kelembaban alami yang ada pada permukan kulit dan meningkatkan permeabilitas permukaan luar. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kulit manusia hanya mampu memiliki toleransi kontak dengan bahan kima dengan kandungan 1 % LAS dan AOS dengan akibat iritasi ‘sedang’ pada kulit. pengaduk dan refluks condenser. Pembasahan Perubahan 5. densitas. yang tidak saling melarutkan. Daya Busa Busa ialah dispersi gas dalam cairan dan zat aktif permukaan memperkecil tegangan antarmuka. dan viskositas dari GMO yang terbentuk. Surfaktan akan menurunkan tegangan antarmuka. 150ºC) dan konsentrasi katalis (1%.4. 6. 26 December 2012 . sehingga busa akan stabil. PEMBUATAN SURFAKTAN Surfaktan dari Asam Oleat Pembuatan surfaktan Gliserol Mono Oleat (GMO) dari asam oleat dan gliserol ini merupakan suatu reaksi esterifikasi. Daya Emulsi Emulsi adalah suspensi partikel cairan dalam fasa cairan yang lain. Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar. lalu dipanaskan dengan oil bath. dalam tegangan permukaan yang menyertai proses pembasahan dinyatakan oleh Hukum Dupre. 5%). Wednesday. 130ºC. jadi surfaktan mempunyai daya busa. Saat suhu reaksi tercapai. sehingga terjadi emulsi yang stabil. IV.

dengan reactor untuk mereaksi metil ester minyak inti sawit sebagai bahan baku utama dengan reaktan natrium bisulfit. yang harus diperhatikan setelah proses dengan yang NaOH akan adalah terbentuknya garam produk alkali samping sehingga sulfonasinya menghasilkan menurunkan biogradabilitas dari surfaktan MES ini. V. serta pH dan suhu netralisasi.5 . waktu netralisasi. Pereaksi tersebut antara lain oleum ( larutan SO dalam H2SO4) dan sulfur trioksida (SO3).Surfaktan metal ester sulfonat Pada pembuatan metil ester sulfonat dilakukan drngan mereaksikan metil ester dengan pereaksi sulfonasi. Proses yang terakhir adalah netralisasi reaksi dapat menggunakan NaOH 20%. Untukmenghasilkan kualitas terbaik. suhu reaksi. PENGGUNAAN SURFAKTAN Dalam bidang kefarmasian surfaktan digunakan sebagai emulgator dalam pembuatan sediaan obat emulsi. jenis dan konsentrasi katalis. Proses pertama dilakukan dengan proses sulfonasi metil ester. dengan rasio mol metil ester dan natrium bisulfit 1:1.5 jam. Selanjutnya proses produksi dilakukan secara batch. suhu reaksi 100oC dan lama reaksi 4.5 jam. emulsifer Dalam emulsi setiap emulgator dalam hal ini surfaktan memiliki harga keseimbangan yang besarnya tidak sama. Harga keseimbangan ini dikenal Wednesday. beberapa perlakuan penting yang harus dipertimbangkan adalah rasio mol. 26 December 2012 . konsentrasi gugus sulfat yang ditambahkan. Proses dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan methanol 30% pada suhu 50oC dengan netralisasi lama reaksi 1. Namun. Proses sulfonasi dilakukan pada skala laboraturium (500 mL).

artinya emulgator tersebut lebih mudah larut dalam air dan demikian sebaliknya.dengan istilah HLB ( Hydrophyl Lipophyl Balance). 26 December 2012 . yaitu angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok hidrofil dengan kelompok lipofil. Wednesday. berarti semakin banyak kelompok yang suka air. Semakin besar harga HLB.

kecuali untuk fosfolipid kacang kedelai (lesitin. pasta gigi. Diduga bahwa mereka tidak berbhaya karena senyawa tersebut adalah ester polialkohol asam lemak seperti sorbitan.A%) Keterangan: X = Harga HLB yang diminta A = Harga HLB yang tinggi B = Harga HLB yang rendah b. disinfektan. 26 December 2012 . Cara dengan rumus 1 A% b = ( x – HLBb) X 100 % (HLBa . sukrosa dan gliserin. Perhitungan Emulgator Untuk menentukan komposisi emulgator (tween span) sesuai dengan nilai HLB yang dikehendaki . detergen . dan kosmetik.Semua surfaktan yang bisa digunakan untuk makanan adalah surfaktan non ionik. dapat dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut : a. Surfaktan dalam kehidupan sehari-hari juga digunakan sebagai sabun. surfaktan amfoter).HLBb) B% a = (100% . mouth wash. Cara dengan rumus 2 (B1 X HLB1) + (B2 X HLB2) = (Bcampuran X HLBcampuran) Keterangan : B = Bobot emulgator Wednesday.

com/doc/46836151/Bab-1 Wednesday.scribd. DAFTAR PUSTAKA 1. 26 December 2012 .VI. http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->