P. 1
dampak kebudayaan negatif dan positif terhadap kesehatan

dampak kebudayaan negatif dan positif terhadap kesehatan

|Views: 650|Likes:
Published by Ucum Kecut
Contoh Kebudayaan
Contoh Kebudayaan

More info:

Published by: Ucum Kecut on Dec 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2014

pdf

text

original

Mata Kuliah : Ekologi Pangan dan Gizi

Konsep Budaya Yang Memberikan Efek Positif Dan Negatif Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Modern

Kusuma Cutwardani J1A212088

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALUOLEO 2012

Misal ketika akan bermain pistol-pistolan. Biasanya aturan tersebut merupakan aturan umum yang digunakan kemudian ditambah dengan sejumlah kesepakatan-kesepakatan antar pemain. ternyata tersimpan sebuah makna yang cukup dalam bagi anak balita yang memainkannya. Ketika bermain pun demikian. mencari lidi yang tajam kemudian dirangkai menjadi pistol-pistolan. Selain itu pula dengan bermain bersama maka akan mengasah emosinya sehingga dapat menciptakan rasa toleransi terhadap teman yang lain. Dampak Positif Dibalik sederhananya permainan tradisional. teriak dan bergerak. Dengan meluapkan emosinya ini akan menjadi terapi yang manjur manakala anak balita menderita penyakit-penyakit tertentu. Dapat mengasah kecerdasan intelektual anak Beberapa permainan tradisional seperti congkak dapat melatih anak untuk berhitung dan mengatur stategi agar dapat memperoleh poin lebih banyak. Anak balita akan diajarkan temannya yang pandai tentang bagimana cara membuat pistolpistolan mulai dari memilih pelepah pisang yang baik. Nah di sinilah anak balita dituntut untuk kreatif dalam menciptakan aturan main yang cocok dengan kondisi mereka. 3. Aturan main dalam permainan pistol-pistolan tidak mempunyai aturan yang baku. Dapat menjadi terapi yang manjur Ketika bermain anak balita akan meluapkan segala emosinya baik tertawa. Berikut ini beberapa dampak positif dari permainan tradisional. 2.Konsep Budaya Yang Memberikan Efek Positif Dan Negatif Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Modern A. Mengasah daya kreativitas Sejak dulu kala permainan tradisional telah membuat anak Indonesia menjadi kreatif. maka terlebih dahulu membuat alat permainan pistol-pistolan dari pelepah pisang. . Tentu kegiatan ini dapat memacu daya kreativitas anak. Kreativitas tersebut terbentuk mulai dari membuat alat permainan hingga ketika bermain. 1.

Melatih kepemimpinan Karena umumnya permainan tradisional dimainkan secara beregu. pisang dan lain-lain. dengan konsep kesehatan modern. Sebagai contoh. Nah dengan begitu anak balita akan belajar disiplin untuk taat pada aturan yang telah disepakati bersama. Misal anak yang dapat berlari cepat maka akan diposisikan di depan.4. Mereka percaya bahwa apa yang keluar dari mulut ibu merupakan yang terbaik untuk bayi. bubur nasi. Sementara pada masyarakat Kerinci di Sumatera Barat. 6. pada usia sebulan bayi sudah diberi bubur tepung. Jika salah satu pemain curang maka pemain yang lain akan menjatuhkan sangsi sosial berupa tidak diikutkannya pemain curang tersebut mengikuti permainan selanjutnya. Namun. Kemudian anak yang dapat menghadang lawan dan agak besar maka akan diposisikan di belakang. Ada . Dampak Negatif Pada beberapa masyarakat tradisional di Indonesia kita bisa melihat konsep budaya yang terwujud dalam perilaku berkaitan dengan pola pemberian makan pada bayi yang berbeda. ibu yang baru bersalin selain memberikan nasi pakpak (nasi yang telah dikunyah oleh ibunya lebih dahulu) kepada bayinya agar bayinya tumbuh sehat dan kuat. pada suku Sasak di Lombok. 5. Anak akan mulai berfikir bahwa setiap anggota regu pasti memiliki kelebihan masing-masing. dan batu akan mendidik anak balita untuk mengenal alam secara lebih dekat. Belajar jujur dan disiplin Setiap permainan tradisional biasanya memiliki aturan main yang telah disepakati bersama. Menyatu dengan alam Dengan digunakannya bahan-bahan alami seperti pelepah pisang. maka untuk memenangkan permainan tersebut tentu dibutuhkan kerjasama antar pemain. B. Nah disinilah akan muncul jiwa-jiwa pemimpin. kulit jeruk bali. pasir. pemberian ASI menurut konsep kesehatan moderen ataupun medis dianjurkan selama 2 (dua) tahun dan pemberian makanan tambahan berupa makanan padat sebaiknya dimulai sesudah bayi berumur 4 tahun.

beberapa suku bangsa. Hal ini disebabkan banyaknya pantangan terhadap makanan yang dikonsumsi si ibu baik pada saat hamil maupun sesudah melahirkan. Sementara. api dan air.pula kebiasaan memberi roti. . Di beberapa daerah ada yang memantangkan ibu yang menyusui untuk memakan telur. pada masyarakat Kerinci ibu yang sedang menyusui pantang untuk mengkonsumsi bayam. muntah dan masuk angin pada bayi. Adanya pantangan makanan ini merupakan gejala yang hampir universal berkaitan dengan konsep “panas-dingin” yang dapat mempengaruhi keseimbangan unsur-unsur dalam tubuh manusia yaitu tanah. teh manis kepada bayi baru lahir sebelum ASI keluar. nasi yang sudah dilumatkan ataupun madu. ibu yang sedang menyusui kondisi tubuhnya dipandang dalam keadaan “dingin” sehingga ia harus memakan makanan yang “panas” dan menghindari makanan yang “dingin”. Disamping pola pemberian yang salah. Sebagai contoh. Pada. pisang. kualitas ASI juga kurang. Untuk mengembalikan keseimbangan unsur-unsur tersebut maka seseorang harus mengkonsumsi makanan atau menjalani pengobatan yang bersifat lebih “dingin” atau sebaliknya. namun yang menjadi permasalahan adalah pola pemberian ASI yang tidak sesuai dengan konsep medis sehingga menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan bayi. Apabila unsur-unsur di dalam tubuh terlalu panas atau terlau dingin maka akan menimbulkan penyakit. Di beberapa masyarakat tradisional. 1990). Walaupun pada masyarakat tradisional pemberian ASI bukan merupakan permasalahan yang besar karena pada umumnya ibu memberikan bayinya ASI. udara. ikan laut atau sayur nangka. Hal sebaliknya harus dilakukan oleh ibu yang sedang hamil (Reddy. Demikian pula halnya dengan pembuangan colostrum (ASI yang pertama kali keluar). colostrum sangat berperan dalam menambah daya kekebalan tubuh bayi. Selain itu. colostrum ini dianggap sebagai susu yang sudah rusak dan tak baik diberikan pada bayi karena warnanya yang kekuning-kuningan. ada yang menganggap bahwa colostrum dapat menyebabkan diare.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->