BAB II LANDASAN TEORI

A. Sistem Starting Sistem starter adalah suatu sistem yang dapat merubah energi listrik menjadi energi mekanik yang dapat mengerakkan motor starter. Motor starter harus bisa menghasilkan momen yang cukup besar meskipun daya tersedia pada baterai cuma 12 volt. Sekarang ini, kebanyakan kendaraan menggunakan jenis motor gulungan series yang sumber tenaganya battery untuk motor starter. Motor jenis gulungan series menghasilkan putaran rendah dengan daya yang besar. Apabila bebannya dikurangi, gaya putarnya akan berkurang namun kecepatan putarnya akan meningkat. Karena itulah, kecepatan putarannya akan beragam. Karena mesin tidak dapat berputar dengan sendirinya, dibutuhkan tenaga dari luar untuk mengengkol dan membantunya untuk hidup. Diantara berbagai peralatan yanga ada, sekarang automobil menggunakan motor listrik yang dikombinasikan dengan magnetic switch untuk mendorong pinion gear yang berputar ke dalam atau keluar dari/hubungan dengan ring gear yang ada pada roda penerus (flywheel) mesin. Motor starter harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar dari sumber tenaga baterai yang terbatas. Pada waktu yang bersamaan harus ringa dan kompak. Oleh karena itu maka dipergunakanlah motor seri DC (direct current). Mesin tidak akan dapat start sebelum melakukan siklus operasionalnya berulangulang yaitu langkah hisap, kompresi, pembakaran dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, kemudian memutarkannya dan menyebabkan siklus

karena tegangan di terminal baterai banyak turun. karena tegangan yang masuk ke kumparan primer dari ignition coil tidak cukup. Motor starter harus dapat menghasilkan gaya putar yang bisa tahan terhadap gaya kompresi dari cylinder mesin dan gaya gesek yang timbul dari komponen di dalam mesin. Jenis yang paling cocok diantara jenis motor yang ada untuk keperluan tersebut adalah jenis motor gulungan series. gaya putar untuk starting mesin harus besar. maka kemampuan pembakaran akan menurun. Karena karakteristik motor starter semakin rendah putarannya. ia akan mengambil arus lebih besar dari baterai. dan tahan terhadap kejutan mekanis.pembakaran pendahuluan. tahan terhadap guncangan. harus dapat bekerja dengan kapasitas arus yang kecil. Bila ini terjadi. harus bisa sekecil dan seringan mingkin dan mempunyai output yang besar. Kaidah ulir kanan: Bila arus mengalir dalam suatu penghantar (conductor). medan magnet akan bangkit pada arah yang terlihat pada ilustrasi di dibawah sesuai kaidah ulir kanan. dan baterai mungkin tidak mampu untuk memberikan tenaga yang cukup ke sistem pengapian (pada motor bensin) selama pemutaran awal. Ketentuan yang diperlukan adalah sebagai berikut. menyebabkan tegangan sekunder yang dikirimkan ke busi tidak cukup. sehingga gaya putarnya harus cukup besar. . Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada konstruksi dan kondisi operasinya tetapi pada umumnya 40 sampai 60 rpm untuk motor bensin dan 80 sampai 100 rpm untuk motor diesel. Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awal.

dan jari tengah untuk menunjuk arah arus listrik.2. Gambar 2. Kaidah Tangan Kiri Fleming .Gambar 2. kemudian ibu jari menunjukkan arah pergerakan dari kawat. Kaidah Ulir Kanan Kaidah tangan kiri Fleming : Jika tangan kiri diposisikan sehingga ibu jari. Telunjuk digunakan untuk menunjukkan arah dari garis gaya magnet.1. telunjuk dan jari tengah seperti terlihat pada gambar.

1. Motor starter berfungsi untuk mengerakkan fly wheel. Start motor terdiri dari tiga komponen utama sesuai dengan prinsip kerjanya. Ketika komponen utama ini ukuran dan banyaknya kutub dan brush berbeda. fly wheel berfungsi untuk menerima dan mempertahankan daya putar poros engkol sehingga piston dapat bergerak turun naik melakukan proses pembakaran. brush starter kemudian ke komutator dan dilanjutkan ke brush negatif dan berakhir di massa. Prinsip Kerja Motor Starter Prinsip kerja dari motor starter adalah sebagai berikut: Saat kunci kontak start maka arus akan mengalir dari baterai menuju selenoid. Apabila pada starter selenoid terjadi aliran arus maka motor starter akan berputar. output dari alternator diatur tetap konstan dengan menggunakan voltage regulator. starter selenoid berfungsi sebagai kontak penghubung antara kunci kontak dengan motor starter. Sementara alternator berfungsi untuk mengisi baterai. . Namun demikian umumnya struktur dan prinsip kerjanya adalah sama. mengikuti tegangan sumber dan outputnya. a) Komponen untuk meghasilkan gaya putar b) Komponen untuk menyalurkan gaya putar ke engine fly-wheel ring gear c) Komponen penghubung agar pinion dengan flywheel ring gear bisa bertemu melalui gerakan meluncur.

rasio kompresi. sumber kelistrikan. Gaya Putar Untuk Starting Gaya putar dan kecepatan yang diperlukan untuk motor starter mesin akan tergantung dari jenis mesinnya (volume cylinder. Karena itulah. karakteristik start motor dan performa battery harus dipertimbangkan juga. dan jenis pengapiannya) atau temperatur (temperatur daerah setempat atau temperatur oli pelumasi). Rasio ini dapat diperloleh dengan .Gambar 2. gaya putar yng diperlukan pada motor starter untuk memutar crank shaft melawan tahanan putar disebut dengan starting rotation force (gaya putar starter).3. Tahanan putar pada mesin ditentukan oleh gaya yang diperlukan untuk menekan campuran udara dan bahan bakar di dalam cylinder dan gaya gesek pada cylinder. Gaya putar starter dapat dinaikkan dengan cara memperbesar rasio antara flywheel ring gear dan pinion gear (sekitar 10-15:1). Pada saat mesin distart. piston ring. Performa starting umumnya dipengaruhi oleh status battery. Prinsip Kerja Rangkaian Motor Starter 2. bearing dan gear. pada saat akan menentukan performa starting motor kondisi mesin.

Batas terendah kecepatan putaran untuk menghidupkan mesin disebut dengan minimum starting rotation speed (kecepatan putar starting minimal).persamaan sebagai berikut. Untuk mesin 2 tak. Kecepatan putaran mesin diesel sedikit lebih besar disbanding dengan mesin bensin. dan 180 rpm untuk mesin diesel. jenis pengapian dan seterusnya. Untuk mesin bensin. bentuk ruang bakar. Juga beragam tergantung dari jumlah cylinder. jumlah siklus. (Rotation Resistance of engine) x (Tooth number of pinion gear) Rotating force = (Tooth number of flywheel ring gear) . kecepatan putaran minimum adalah sekitar 150-200 rpm dengan suhu 15 derat celcius. Putaran Awal Untuk Start Mesin Untuk menghidupkan mesin. Untuk mesin diesel. jika kompresi adiabatic tidak mencukupi untuk dilakukan. kecepatan dan gaya putar harus lebih dari gaya putar crankshaft. putarannya lebih dari 100 rpm untuk mesin bensin. maka selanjutnya temperatur untuk membakar bahan bakar tidak akan dapat diperoleh. jika tegangan yang disuplai ke ignition coil terlalu rendah. Umumnya kecepatan putaran minimal akan tinggi begitu temperaturnya tinggi. sehingga tekanan kompresi untuk starting dapat diperoleh. Jika kecepatan putarannya terlalu rendah. maka pengapiannya akan gagal. Gaya putar motor ini akan besar begitu voleme cylinder volume atau rasio kompresinya besar. maka gas yang ditekan antara cylinder dan piston akan lemah. begitu juga pengaruh dari tempratur luar. Untuk mesin 4 langkah. 3.

4. sehingga output-nya akan berkurang. pada bebarapa hal. Karakteristik Start Motor Berdasarkan Kapasitas Battery Pada saat kapasitas battery kecil. Gambar 2. tegangan terminal akan turun dan kecepatan putarannya juga lambat untuk menghidupkan mesin.4 menunjukkan satu contoh aneka karakteristik berdasarkan ragam battery yang mempunyai kapasitas berbeda untuk menjalankan start motor. Performa Starting Pada Mesin Output pada start motor beragam tergantung dari kapasitas battery dan temperatur. kemudian. Gambar 2. performa starting akan menurun. kapasitas aktualnya juga diturunkan begitu temperaturnya rendah. Karena itulah. . 2.5. sehingga output pada start motor juga berkurang.4. seperti tampak pada gambar Fig.

Gambar 2. Karakteristik Start Motor Terhadap Temperatur Gambar 2.5. Namun. Karakteristik Engine Starting . sehingga tahanan putar dari mesin juga akan naik.6. gaya putar penggeraknya akan berkurang karena penurunan kapasitas battery.6 menunjukkan hubungan antara kecepatan putaran mesin yang diputar oleh motor starter dan gaya putar untuk menjalankan mesin melalui pinion gear dan flywheel ring gear.Gambar 2. Ketika temperaturnya rendah. tingkat kekentalan oli pelumas akan naik.

pole core. Komponen-Komponen Sistem Starter 1. maka semakin besar pula gaya putarnya. Shaft pada armature terbuat dari baja khusus untuk mencegah agat tidak mudah patah. Untuk daerah luarnya. penyok atau berubah dari gaya yang besar. a) Armature Armature terdiri dari shaft dan inti besi. dst. Kedua ujung shaft ditopang oleh bearing dan dapat berputar dengan inti besi yoke. etc) dan komponen tetap (field coil. Inti besi pada armature akan menjadi sirkuit magnetik bagi medan magnet yang dihasilkan dari inti kutub dan merubah gaya electromagnetic yang dihasilkan diantara gaya magnetik dari inti kutub dan armature coil ke gaya putar. kemajemukan gulungan armature coil yang dibungkus disekelilingnya dan commutator. commutator. Shaft tersebut mempunyai satu spline dimana pinion bisa meluncur. Shaft tersebut harus kuat agar tidak mudah aus. . Komponen Elektromotor/Komponen Berputar Komponen electromotor terdiri dari komponen yang berputar (armature. Bahannya terdiri dari besi. brush. ada slot untuk armature coil dengan tujuan agar inti besinya tidak overheating. nikel atau cobalt yang mempunyai daya permanen magnet yang besar. semakin besar armature coil.). Inti besi dari armature terdiri dari banyak lembaran baja tipis yang dibungkus dan dilekatkan untuk mengalirkan magnetic flux dengan baik dan untuk mengurangi pusaran arus.B. Karena itulah.

Karena itulah gaya putar yang dihasilkan dari masing-masing coil pada saat arusnya dialirkan ketika itu. Coil disisipkan ke dalam slot yang sudah diisolasi dimana satu ujung coil dihubungkan ke kutub N dan ujung lainnya dihubungkan ke kutub S. Struktur Armature Armature coil harus mempunyai arus yang besar sehingga terbuat dari conductor persegi yang digulung. kedua ujung coil tersebut disolder ke commutator. memutar armature.Gambar 2. Struktur Armature Coil .7. Gambar 2.8.

fiber atau plastik.10.9.9 (a). Gambar 2. Bentuk Slot Inti Besi Armature b) Commutator Seperti tampak pada gambar 2.10.9. Gambar 2. Commutator dan Undercut . sehingga bentuk bagian melintangnya seperti tampak pada gambar 2. Umumnya dua coil disisipkan ke dalam satu. Armature coil disolder dengan pelat commutator. (b) dan (c). ada beberapa pelat tembaga commutator yang disusun dalam bentuk melingkar dengan insulator (mica) diantara pelat tersebut. bahan untuk membungkus armature coil adalah kertas mica.Bentuk inti besinya tampak terlihat pada gambar 2. Dengan cara tersebut maka arus dapat mengalir dari brush dalam satu arah ke armature coil.

field coil.2mm) lebih kecil dari diamter luar commutator. sehingga terdapat arus yang besar diantara brush dan commutator. penyelarasan yang kurang baik.8mm (max 0. 2. Karena itulah komponen start motor kuat dan tahan lama.Bagian dalam komponen commutator lebih tipis dari komponen bagian luar. Pada saat field coil dililit sekelilingnya dengan inti kutub. armature shaft. Untuk mencegah agar tidak tidak lepas. ini kutub ini dipasang dengan sekrup. yang mempunyai peranan pada kutub magnetik mendukung field coil. maka komponen ini digabungkan dengan mica berbentuk V atau ring penjepit berbentuk V. brush untuk mengirimkan arus dari field coil ke armature coil commutator. Komponen Tetap (Fixed Part) Fixed part (komponen tetap) pada start motor terdiri dari yoke yang menghasilkan medan magnet untuk memutar armature. Bagian kecil ini disebut dengan undercut yang mempunyai peran penting dalam melindungi commutator dari pemutusan. atau kerusakan karena getaran. brush holder. masing potongan pelat commutator dibungkus oleh mica yang mempunyai ketebalan sekitar 1mm dan diameter 0. a) Yoke & Inti Kutub Yoke adalah jalan bagi magnetic field sama seperti frame pada start motor. Pelama berputar commutator selalu dihubungkan dengan brush. melalui dan rangka depan-belakang untuk menopang . pole core. Karena itulah temperaturnya bisa tinggi dan mudah rusak.5~0. Dibagian dalam permukaannya ada inti kutub.

Arus mengalir melewati field coil untuk menghasilkan kemagnetan yang kuat pada pole core dan memperkuat garis gaya magnet. Field coil terbuat dari lempengan tembaga untuk dapat mengalirkan arus listrik yang cukup besar. Gambar 2. Jika jumlah initi kutubnya adalah 4 maka electromagnet mempunyai 4 kutub. Yoke dan Inti Kutub b) Field Coil Field coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet ke suatu kumparan. .11. Field coil disambungkan secara seri dengan armature coil agar arus juga mengalir ke armature coil. Besarnya electromagnet ditentukan oleh jumlah inti kutub.ini kutub tersebut akan menjadi electromagnet ketika arus dialirkan ke field coil.

Dua diantaranya ditopang oleh insulated holder dan dihubungkan ke commutator (disebut dengan brush positif (+)) . Karena start motor mempunyai arus yang besar dan dijalankan dalam jangka waktu yang pendek. dan kedua brush lainnya ditopang oleh grounded holder dan dihubungkan ke commutator (disebut dengan brush negatif (-)). maka bahan metallic graphitic carbon untuk tegangan rendah dan arus listrik besar biasanya dipakai oleh start motor. Brush terbuat dari carbon. brush harus kontak ke commutator menggunakan . electrical graphitic carbon.12. atau metallic graphitic carbon yang mempunyai kemampuan pelumasasan dan kemampuan mengalirkan arus listrik dengan baik. Agar supaya brush dapat mensuplai arus ke armature coil melalui commutator. sehingga tingkat tahanannya rendah.Gambar 2. graphitic carbon. Field Coil c) Brush & brush holder Empat brush menyalurkan arus ke armature coil melalui commutator. Metallic graphitic carbon brush terbuat dari bubuk tembaga dan graphite yang mempunyai rasio tembaga sekitar 50~90%.

0 kgf/Ω. Armature Brake .5~1.13. Kekuatan spring tension pada brush adalah sekitar 0. Putaran armature perlu dipercepat berhentinya supaya mesin dapat langsung hidup pada saat start pertama setelah starter switch di-OFF-kan. Brush dan Brush Holder d) Armature Brake Armature brake befungsi untuk pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus. Gambar 2.spring tension untuk menggeser holder ke atas dan bawah. Gambar 2. Jika brush sepertiganya sudah aus maka harus diganti dengan yang baru.14.

e) Drive Lever ( Tuas Pengungkit) Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan roda penerus.15. dan melepaskan perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus. Drive Lever f) . Gambar 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful