Cerita pendek ( cerpen ) merupakan sebuah bentuk karya sastra berupa prosa naratif yang bersifat fiktif.

Cerpen memiliki isi yang relatif pendek dan padat. Tidak seperti karya sastra berbentuk prosa lainnya yang cenderung panjang (noel), cerpen ini memiliki isi yang dapat selesai dibaca dalam sekali duduk, artinya, isi dan jalan ceritanya yang sinfkat. Isinya tidak lebih dari 10.000 kata. Ciri-ciri Cerita Pendek Sebagai sebuah karya sastra berbentuk prosa naratif, cerita oendek tentu saja memiliki unsur instrinsik yang sama dengan karya sastra lainnya. Namun, di samping unsur untrinsik tersebut, cerpen memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda dengan karya sastra bentuk prosa naratif lainnya. Adapun yang menjadi ciri khusus cerpen, diantaranya sebagai berikut .  Isinya cenderung kurang kompleks  Fokus cerita terpusat pada satu kejadian  Hanya menggunakansatu alus cerita yang rapat  Tokoh dalam cerpen sangat terbatas dan diulas secara sekilas  Setting yang digunakan biasanya tunggal  Tempo waktunya relatip pendek  Menampilkan konflik yyang tidak menimbulkan perubahan nasib pada tokohnya Cara Membuat Cerita Pendek Setiap pembuatan karya sastra yang berbentuk prosa tentu tak akan pernah terlepas dari yang namanya unsur intrinsik. Baik itu membuat novel atau pun membuat cerpen. Nah, pada bahasan ini penulis akan menyajikan bahasan tentang cara atau lanakah membuat cerpen. Cerita cerpen bisa dalam bebagi jenis, namun langkah pembuatanya memiliki pola dasar yang hampir sama, yakni menampilkan suatu keadaan yang harus dihadapi tokoh atau pelaku, kemudian perlahan-lah muncul sebuah masalah atau konflik yang pada akhirnya akan mencapai puncaknya, setelah itu konflik akan mulai mereda dan masalahpun bisa diselesaikan prlaku. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipahami dan diperhatikan ketika anda hendak membuat sebuah cerpen. 1. Tema. Setiap tulisan agar dibuat tentu harus memiliki arti atau pesan yang tersirat agar hasilnya bisa dinikmati. Untuk itu, anda memerlukan sebuah tema yang berfungsi sebagai tali penghubung antar awal cerita dan akhir cerita. Apapun yang ingin anda tulis, usahakan selalu berkaitan dengan tema ini. 2. Tempo Waktu. Tempo waktu penceritaan dalam sebuah cerpen sangatlah pendek, yakni hanya dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam. Tempo yang singkat ini biasanya berupa gambaran tentanga suatu kejadian yang dialamu=i atau terjadi dalam kehidupan tokoh utama. Usahakan agara tema yang Anda angkat tadi bisa dimunculkan dalam kejadiana yang dialami si tokoh. 3. Setting. Ingat setting dalam cerpen ini bersifat tunggal, jadi anda harus pintar dalam memilih setting. Usahakan agar setting yang dipilih cukup familliar dengan calon 1

Baca ulang. Jika dua hal ini anda abaikan. Titik pertama orang pandang akan mengacu pada karakter sentral sebagai „aku‟ bukan „dia‟ atau „dia‟  Pengembangan dan kekuatan dari sudut pandang narasi. atau atribut positif lainnya. bukan mustahil cerita yang menarik sekalipun akan kehilangan maknanya karena pembaca sudah lebih dahulu terpengaruh format penulisan yang tidak rapi. akan menetukan jalan cerita. 6. mati-matian. jadi jangan terlalu banyak menyertakan tokoh dalam cerpen. Alur ini akan sangat menentukan menarik tidaknya sebuah cerita. atau orang vs tuhan atau nasib. Tokoh dalam cerita pendek sangatlah terbatas dan itu pun hanya dibahas sekilas. atau sebagai narator terpisah yang menyajikan pengalaman dan pengamatan ( orang ketiga yang terbatas ). atau sebagai narator terpisah yang menyajikan pengalaman dan pengamatan dari beberapa karakter (orang ketiga yang mahatau). Munculkan alur yang baik. orang vs masyarakat. sehingga efektivitas cerita tetap terjaga.pembaca agar mereka pun bisa merasakan suasana cerita melalui setting yang anda pilih tadi. bahkan mengalami dan mengatas masalahnya sendiri. untuk menciptakan cerita dimana pembaca akan peduli  Membangun ketegangan cerita pendek dengan memiliki tokoh protagonis yang die hard. membuatnya antagonis untuk melayani mereka yng protagonis makan harus ada pertentangan yang fair  Menetapkan karakter terpercaya dan pengaturan. Sebelum mempublikasikan cerpen yang anda buat. namun akan kehilangan greget dalam proses pencarian jati diri. Anda dapat menulis kisah sebagai dalam salah satu karakter ( orang pertama ). 1 sampai 2 tokoh rasanya sudah sangat cukup. Tentu saja sudut pandang orang ketiga akan lebih leluasa mengeksplorasi si tokok dan bagaimana penokohan berlangsung. dengan deskripsi yang jelas dan dialog. orang vs dirinya sendiri. Penokohan. Perhatikan penggunaan tanda baca dan tata bahasa yang anda pakai. Langkah langkahnya antara lain :  Pilih titik narasi sudut pandang cerita pendek. Hal ini biasanya disebut sebagai klimaks cerita  Memperpanjang fase resolusi. di awal paragraf cerpen anda agar pembaca merasa tertarik dan penasaran untuk mengetahui kelanjutan cerpen yang anda buat. Konflik dari cerita pendek harus mengambil salah satu ari lima bentuk dasar: orang vs orang. orang vs alam. sebaiknya anda membaca terlebih dahulu. Alur.  Buat protagonis atau karakter utama ini harus menjadi yang paling berkembang dan biasannya karakter paling simpatik dalam cerita  Buat masalah atau konflik atau sudut kerja bagi protagonis. Jika anda memilih orang vs orang. 4. 2 . 5. jika nada sukam dengan merefleksikan tindakan dan cerita dan signifikansinya dengan karakter atau masyarakat.  Menciptakan krisi yang berfungsi sebagai kesempatan terakhir bagi protagonis untuk memecahkan masalahnya  Menyelesaikan ketegangan dengan membuat protagonis lolos dari lubang jarum melalui kreativitas keberanian intelijensia.

Cerita pendek umumnya bertujuan untuk membangkitkan tanggapan emosional tunggal dalam pembaca.Cara menulis analisis kritis dari cerita pendek Sebuah analisis lritis perlu pada cerita pendek dan menunjukkan bahwa yang “tersembunyi” pesan yang menyebalkan dari penulis dapat diterjemahkan dan menentukan apakah itu jelas disampaikan. Kesesuain fakta di dalamnya. Nah langkahnya : 1. 2. Menganalisis unsur-unsur sastrawi 3 . Apa gunanya penulis mencoba membuat konflik untuk pembaca? 3. Karakter yang masuk akal dan sejenisnya. Putuskan apa makna dari cerita yang dibaca. Hal ini baik merangsang keingintahuan para siswa sekolah agar bisa mengasah cerita versi sendiri.

Kawan-kawanku ada yang berbaring tidur untuk menikmati mimpinya yang mungkin tidak akan pernah lagi kembali. bersiap. Di depan nyala api. ”Bang. Imanku sudah runtuh mendengar sapa yang menyengatkan listrik ribuan voltase itu.” ”Kenapa? Apa yang bisa aku lakukan. Dan baunya bukan main harum. dan lelah yang sudah tidak aku pedulikan lagi. Abang hanya akan melihat sebuah tiang bendera. Setan datang dengan wajah yang gemilang. sisasisa peluru. kami semua. Bila subuh pecah dan matahari menyerakkan bara di langit timur. Mengumpulkan tenaga. memang begitu. rasa sakit. Lebih cantik dari semua bintang layar kaca atau bidadari di kelir wayang yang pernah aku tonton.” 4 .” ”Betul. para prajurit. Roda sejarah ini tidak boleh berhenti. komandan termenung seperti membaca apa yang akan terjadi. Waktu itulah sebuah tangan menepuk pundakku. ”Bang. Senyumnya menghancurkan seluruh duka yang bersembunyi di balik tulang dan uraturatku yang sudah patah dan rengat.MENJELANG pertempuran terakhir yang menentukan. Ada yang menulis surat buat keluarganya meskipun dia tahu semua itu tidak akan pernah sampai. aku hanya manusia biasa yang sudah bertahun-tahun tidak sempat tidur. Paling banter Abang hanya akan kepingin menaiki tiang itu untuk mengibarkan bendera. mengerahkan jiwa-raga untuk mengakhiri habis-habisan benturan yang sudah berlangsung ratusan tahun ini.” suaranya mendesah membasahi telinga. kami harus menyerbu.” ”Kalau Abang hanya melihat yang ada di depan Abang. Hidup atau mati itu soal nanti. Abang punya waktu sebentar aku ganggu?” ”Pesan apa?” ”Jangan memandang ke depan hanya sebatas pandang. Aku duduk di batang pohon kelapa yang mati disambar geledek. Di pangkuanku senjata. Aku tak berani menoleh. Semerbak sehingga medan pertempuran yang anyir oleh bau darah itu berubah jadi kamar hotel berbintang sembilan yang sensual. aku datang membawa pesan untukmu.

sampah pabrik. tapi para pemimpin. Tembak semuanya itu. tetapi tak pernah berpihak kepada kemanusiaan. juga mempergunakan ideologi. Demi merdeka jiwa-raga harus rela dikorbankan. Termasuk menipu. membunuh. bersihkan musuh-musuh dalam selimut yang sudah membuat enam puluh lima tahun merdeka itu lebih neraka dari apa yang ada sekarang. ilmu pengetahuan. itu melanggar janji seorang prajurit. pertempuran yang tidak seimbang ini akan memusnahkan kami semua. Tambah sakit lagi tidak akan berarti apa-apa. Uang adalah dewa yang paling tinggi yang ingin dimiliki oleh semua orang dengan segala macam cara.” ”Itu bodoh. Enam puluh lima tahun lagi.”Paling banter Abang hanya akan menikmati bendera itu mengibas-ngibas ditiup oleh angin yang bertiup membawa asap knalpot. Abang akan menyesali apa yang sudah Abang lakukan. dan debu-debu kotor yang penuh penyakit. tetapi di samping dan di belakang. tidak ada lagi yang akan sempat melihat pagi dan senja merah. Kecuali kalau Abang terima ini!” Setan mengulurkan sebuah cek. semua direbut oleh kendaraan mewah punya para konglomerat. Di jalanan tidak ada lagi ruang bagi pejalan kaki dan sepeda. karena senjata-senjata kuman sudah terlebih dahulu akan mematuk nyawa Abang.” ”Aku harus meletakkan senjata? Tidak!” ”O tidak. Aku sudah biasa sakit. karena langit sudah dihancurkan oleh dosa-dosa pembangunan. Karena itu.” ”Abang sudah tertipu! Lihatlah ke depan. Buanglah senjata yang tidak akan sempat meletus itu. Tetap saja angkat senjata Abang dan kemudian tembakkan. Tapi tidak apa. Aku diminta menyampaikan ini kepada Abang. dan agama. tidak! Abang tak perlu meletakkan senjata. Abang harus terus hidup untuk mengalami apa yang akan terjadi. Sebentar lagi ini akan berakhir. ketua-ketua partai. Itu tidak perlu terjadi.” ”Tidak apa. Begitu rona merah menebarkan api di langit. cek ini akan bunyi tetapi dengan satu syarat. Untuk apa berjuang kalau hanya untuk mati?” ”Untuk merdeka. menindas. kesenian. Karena itulah gunanya senjata itu diberikan. Tapi jangan menembak ke arah depan. Dalam waktu sekejap Abang akan sakit. dan para cerdik pandai yang nenjadi selebriti karena teori-teori kemanusiaannya yang luar biasa cerdas. Karena musuh yang sebenarnya bukan di depan. ”Berapa saja angka yang Abang taruh di atasnya. pohon-pohon itu akan ditebangi jadi jalan dan mall. kalau Abang merdeka. Terutama di dalam diri Abang sendiri. Jalan layang melilit kota. Kehidupan ini bukan milik rakyat. terimalah ini.” ”Kenapa?” ”Enam puluh tahun lagi dari sekarang.” 5 . Pencakar-pencakar langit akan menancap di setiap jengkal tanah di seluruh tubuh kota.

” Aku terkejut. Semua temanku sudah tertembak mati. Ia membuka mulutnya tetapi begitu lemah.” ”Bukan. Aku terpanggang di dalam api setan. karena setan sudah memilih. berkenan? Mohon jangan menolak. ”Menembak ke dalam diriku sendiri?” ”Ke samping dan ke belakang juga. lalu langsung roboh. Di depanku. Aku ingin berada di puncak kebahagiaan itu selama-lamanya. aku tidak bisa bilang tidak. Tetapi.Aku tercengang. jangan tidur. Pagutan tangannya adalah lengan-lengan gurita yang mengurung dan membelit sukma sehingga aku ringsek total. karena aku akan kecewa dan sedih. Lalu mencium dengan mulutnya menempel seperti bekicot. Wajahnya begitu dekat. Lupa pada cek yang ada di kantung. tembak. sehingga dalam ketegangan yang tak tertahan.” ”Tapi. apalagi ia datang menyerahkan diri kepadaku tanpa syarat. Itu pembersihan rohani!” ”Itu berarti aku akan membunuh teman-teman seperjuanganku sendiri. Apa yang lebih berharga lebih dari rasa bahagia. itu bunuh diri. Ketika aku terbangun. mereka menyerbu sebelum kita sadar. Aku kelenger. Tinggal aku sendiri yang luput karena sudah bermimpi atau memang aku disisihkan supaya katut menang. Aku gugup tapi berdiri. Aku hanyut dan menyerah. tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku. sementara cek yang diselusupkan ke kantung bajuku seperti tangan nakal yang merogoh liar kegairahanku. Dia langsung menjatuhkan diri ke pelukanku. aku terperanjat. Ciuman lengket itu membuat tubuhku meleleh. Aku melambung dilalap kenikmatan yang belum pernah kualami. Apa aku harus menolak apa yang dikejar oleh semua orang dengan mengorbankan jiwa-raga dan kehormatannya. Senjata itu terlepas dari tanganku.” Setan tidak menunggu jawabanku. Lupa pada gambar yang sudah ditempelkan setan di benakku tentang kebobrokan 65 tahun yang akan datang. Bangun. Belum pernah aku menikmati kenikmatan yang begitu panjang dan seakanakan tidak akan pernah berakhir. aku angkat senjata. sehingga aku tepercik oleh darah yang menetes dari lubang peluru di dahinya. sahabat karibku berlumuran darah. Sekitarku sudah menjadi lautan mayat. Mereka itu musuh dalam selimut. ”Bagaimana. Tapi mana 6 . katanya. sehingga aku menempelkan telingaku untuk mendengar.” ”Bukan.

220 juta kawula. Negeriku sudah merdeka. Aku menadahkan muka ke atas menjerit minta pertolongan. Bencana alam menghantam. tanganku kaku. Betul tidak. aku terperanjat. Setan tertawa ngakak. Rakyat kelaparan sementara para pejabat sibuk bertengkar saling menyalahkan dan menghasut dialah yang paling tepat memimpin. Tiba-tiba. Tanganku kosong. Kemerdekaan hanya buat orang kaya dan yang berkuasa. betul tidak apa yang aku aku katakan. akan tetap menjadi budak yang tidak punya masa depan. Taksu. Kalian. Kupandang Taksu seperti melihat terowongan gelap. Rakyat bebas. Jantungku yang robek dijahitnya kembali. Sungai kering dan laut terpolusi. mereka yang pernah menderaku selama 27 tahun itu akan terus menyandera diri dan jiwaku. petualang-petualang politik dan para elite yang melihat kehidupan dari balik teori-teori akademisnya yang abstrak.” Aku terkejut. Ketika kubuka mata. ”Kalau kubiarkan dan pelihara terus kekesalan dan kebencian kepada para penindas. hajar habis semua kebiadaban itu. korupsi. aku luka. sehingga aku benar-benar merasa sebagai orang yang bebas dan merdeka. Aku meledak. anakku. Gagah dan bergelora dikibas-kibaskan angin. di atas sana aku lihat bendera sang saka berkibar di puncak tiang. longsor tetapi hutan terbakar. gontokgontokan agama. Bukan kalian yang akan menulis sejarah tapi para konglomerat. disintegrasi. berdiri di depanku dan berbisik. ludahi. gunung meletus. ketika memandang di sekitar. tapi tidak bisa. Aku jadi muak! Benci! Marah! Sumpek! Aku sumpahi. Demam berdarah. Terima kasih Tuhan! Tapi. Tidak ada gunanya kemerdekaan. Hutan dan gunung gundul. Karenanya aku buang semua kebencian itu. kemiskinan. Aku terlempar ke 65 tahun yang akan datang di tahun 2010. tapi suaraku ditelan kebekuan kalah. Kesedihanku berubah jadi kegembiraan. 7 . Hujan. Musim hujan tidak karuan. banjir. Aku angkat tanganku. Aku ingin menjadi orang yang merdeka. senjata entah di mana.senjataku. Aku berontak. flu babi. ”Apa? Coba ulangi!” Taksu mengucapkan sekali lagi. Keos! Lalu aku dengar setan tertawa. kata setan. Aku berteriak histeris. sementara aku memejamkan mata. Kalimat-kalimat itu seperti ujung jarum yang menembus kuping dan masuk langsung ke hulu hatiku. sumur bumi muncrat menenggelamkan kota dalam kubangan lumpur. narkoba. aku sakit! Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundakku. Sedang hulu hatiku yang tertutup dibukanya lebar-lebar agar udara yang segar berembus masuk mencuci pikiranku yang sumpek. Aku malu.

dan mulia. dan penuh dengan harapan. tetapi bukan itu yang kita perlukan. wah.” 8 . bersemangat. kubuka mata seperti orang baru sadar dari pingsan. tetapi tindakan selalu lebih konkret dari kata-kata yang hanya akan menenggelamkan Bapak ke dalam mimpi siang! Good-bye!” Sebaliknya. daripada membantah aku memejamkan mata kembali. Itu pemahaman kemerdekaan yang luar biasa. Indonesia di usia 65 sudah inflasi kata-kata mutiara. salah satu kawanku di FB. lega. dan berangasan!” Taksu ketawa mengejek. marah. dewasa.” gumanku ketika istriku lewat mau ke dapur. tak terbatas. yang sangat perlu direnungkan oleh seluruh bangsa Indonesia sekarang yang hatinya penuh benci. ”Mengerti apa?” ”Apa sejatinya makna kemerdekaan. hebat sekali dia!” ”Itu kutipan dari ucapan Nelson Mandela. wah! Hebat!” ”Yang hebat Nelson Mandela!” ”Tidak! Teman kamu dan kamu juga hebat! Hanya orang-orang yang hebat mengerti maknamakna yang hebat. Kita memerlukan tindakan. ”Sekarang aku mengerti. ”Itu pesan Facebook dari Yulie Panthi. ”Berarti Bapak juga hebat dong sebab memuji kalimat itu setinggi langit. Luar biasa! Aku tatap anakku dengan kagum. Luas. Taksu! Sejak kapan kamu berpikir mulia begitu?” Taksu membuka HP. Seperti aku harapkan. Buat aku sih biasabiasa saja. Aku seperti dilahirkan lagi. Itu pemaknaan yang baru terhadap kemerdekaan yang membuat horison menjadi berbeda. Nelson Mandela sudah meniupkan angin baru yang membuat aku bebas. dan siap untuk ditempuh sekali lagi. Segar.” ”Pemimpin Afrika Selatan itu?” ”Betul!” ”Wah.Begitu Taksu selesai bicara. dia berhenti. ”Kamu hebat sekali. Kuno! Kata-kata mutiara bisa dibuat seratus biji dalam satu menit. dan lapang dada. dengki.” ”Waduh. Sekecil apa pun. Entah dari mana perasaan yang indah itu begitu saja merasukiku.

Tetapi nyatanya Nelson Mandela sudah membuktikan itu. Hal-hal mengenai pemindahan kekuasan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bukan hanya kita yang sudah bangkotan karena kebanyakan makan garam ini saja.” ”Dan apa sejatinya makna kebebasan?!” ”Apa?” ”Melupakan!” Istriku terkejut. padahal usianya sudah uzur.”Apa?” ”Bebas.” Dewi. mulia. akan terus menyandera diri dan jiwaku. Tak mungkin orang besar dari Afrika Selatan itu mampu bertahan disekap puluhan tahun di penjara. ”Hebat. Bu. istriku. sehingga ketika dibebaskan dia masih sehat jasmani dan rohani sehingga mampu memimpin sebagai presiden pertama Afrika Selatan!” Lalu kuulangi Mandela seperti yang aku dengar dari Taksu. Orang kecil. meskipun memang pantas dibenci!” Istriku termenung. sehingga kita bisa melihat apa sebenarnya inti baik. sehingga aku benar-benar merasa sebagai orang yang bebas dan merdeka. mereka yang pernah menderaku selama 27 tahun itu. buruk. Anak kita. itu sih wayang. manggut-manggut. Bu?” ”Ya. Bukan hanya karena dia berdiri paling depan kalau kita berperang. orang besar memang pikirannya juga harus besar!” ”Lho. adil. iyalah Pak. dan khususnya kemerdekaan itu. Tidak seperti kita sekarang di Indonesia ini yang sibuk membenci orang lain. bukan orang besar saja. bahkan sepele. seperti kita juga harus meneladani apa yang ditemukan oleh orang-orang besar itu. ”Jadi Bapak setuju pada Mandela?” ”Lho bukan hanya aku yang sudah tua bangka ini. ”Melupakan? Masak?” ”Ya! Kelihatannya tidak mungkin.” ”Memang dari dulu begitu kan? Masak baru tahu? Makanya Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan kita. Karenanya aku buang semua kebencian itu. Karena itulah kita sebut dia pemimpin. rakyat jelata. Aku ingin menjadi orang yang merdeka. ”Kalau kubiarkan dan pelihara terus kekesalan dan kebencian kepada para penindas. Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. dan sangat agung pikirannya kan. si Taksu yang masih mentah 9 . Tetapi karena dia membuka makna-makna di dalam kehidupan.

Tepat sekali. Yang menyenangkan. Hanya kata-kata. tahu. yang konkret dan arif-bijaksana itu. Bapak kalau lagi senang suka melebih-lebihkan begitu. harus. perlu. terdengar suara azan dan beduk tanda buka puasa. Tapi ketika membuka tutup meja makan aku terkejut. Tetapi pikirannya tentang kemerdekaan dan kebebasan itu sangat agung. Tak cukup kepada beberapa tetangga. Perutku langsung gemeletuk minta diisi. kusamper warung dekat rumah. Nikmat. aku serius! Ini penting sekali. setelah diberi penjelasan. Kutumpahkan ucapan Nelson Mandela itu. lengkap dengan kecap manisku. yang baik dan sudah adil juga jadi salah. Sore hari baru aku pulang. Aku pujikan usaha berpikir positif. Nelson Mandela tidak usah dipuja-puja. kalau mau mengubah keadaan baik di Indonesia maupun di batin kita sendiri. Umpama Ibu hanyamasak tempe-tahu atau ikan asin tok seperti biasanya. Kita harus menjadi manusia yang merdeka. Ya nggak?” ”Jadi Bapak sekarang pengikut Nelson Mandela?” ”Bukan. Begitu hebatnya arti kata-kata. bebas. keplok tangan. tetapi cukup bisa mengubah perasaanku. Pikiranku seperti dicuci bersih. Tapi kalau di hati sudah rusuh dan kotor.” ”Lho. ini bukan kultus individu. lalu nyruput teh manis panas yang sudah dihidangkan istriku. apa saja. Tempe. suamimu ini tidak akan sambat lagi. sehingga aku seperti mendapat pencerahan. Batu pun rasanya sekarang enak!” ”Ah. 10 . hampir semua. sehat. Kalau di dalam sini sudah bener. Justru dia yang tadi membacakan pikiran agung Nelson Mandela itu kepadaku. semuanya akan jalan. Tak ada yang lebih indah dari seteguk teh panas manis di ujung puasa.itu. ”Kok hanya tempe-tahu dan ikan asin tok? Beribu-ribu kali aku sudah makan tempe-tahu dan ikan asin. Dia juga manusia biasa. juga setuju. ”Sekarang aku ke tetangga dulu dan menyebarkan virus kemerdekaan dan kebebasan Nelson Mandela ini. Masak aku mesti makan semuanya itu sekali lagi sekarang sesudah 12 jam tidak makan dan minum? Mana pecel lelenya?” Istriku cepat datang. Perubahan itu tidak dimulai dari penampakan jasmani. dan mesti kita laksanakan. Aku tularkan konsep kemerdekaan yang membebaskan perasaan itu kepada semua orang. tetapi rohani. Perasaanku jadi tenang setelah mendapat siraman kebenaran dari Mandela. sepakat menganggap Nelson Mandela sudah memasok rumusan penting untuk membuka citra baru tentang apa itu merdeka. plong sekarang oleh kebenaran yang diulurkan Mandela. Aku bergegas masuk. Ketika membuka pintu. wajib. Hal-hal yang baik tidak ada gunanya kalau tidak disosialisasikan! Ini ibadah!” Aku bergegas keluar. Itu dia kehebatan seni. dan waras!” Dewi menganguk-angguk. bukan. dan ikan asin lagi.

Ibu tarik semua uang kita yang dipinjam oleh tetangga-tetangga. ”Besok pagi kita kabulkan permintaan Taksu yang sudah dua tahun kita tunda. karena khawatir dia ketularan budaya kemewahan. takut akan aku tagih! 11 . Kita belikan dia motor baru. Peluh berleleran dari kepalaku. Tempe-tahu dan ikan asin juga enak kalau batu saja enak!” Kontan kulupakan pecel lele. dan lapang. Batu pun jadi enak!” Aku tertegun. ”Ya. merdeka. Tempe-tahu dan ikan asin tiap hari. Bapak bilang. Dengan garang aku lahap tempe-tahu dan ikan asin itu dengan nikmat. seperti ada hantu. karena kesal dicurigai mau nagih hutang-nagih hutang melulu. ya sudah. ”Aku bilang begitu?” ”Ya. Istriku takjub seperti tak percaya. kenapa tidak? Tiga bulan lalu mestinya sudah mereka kembalikan!” ”Itu dia. Daripada aku tekanan batin sampai malas keluar rumah ketemu tetangga. apa pun jadi baik. ”Bener nikmat?” Nikmat sekali. Lalu aku berbisik mesra untuk membuktikan kenikmatanku. tapi setelah itu Bapak bilang …” ”Pecel lele!” ”Tidak! Setelah minta pecel lele. Bapak bilang begitu!” Aku terhenyak. memang harus begitu. Nggak ada masalah. karena memang sudah lama betul belum dikembalikan. Tempe-tahu dan ikan asin itu aku andaikan dalam hati ikan reca-reca. kalau aku sudah bilang begitu.” ”Tidak bisa!” ”Lho. setiap aku keluar mau bersilaturahmi mereka langsung mencelup masuk. kalau hati sudah plong.”Kenapa Pak?” ”Kenapa tempe-tahu dan ikan asin lagi. Mana pecel lelenya? Aku kan sudah minta sekali ini pecel lele? Aku kan minta pecel lele?” ”Ya!” ”Mana?” ”Tapi?” ”Jangan tetapi! Pecel lele! Mana? Aku kan minta pecel lele. kembali pada Nelson Mandela. bersih. Pak. bukan tempe-tahu dan ikan asin! Pecel lele!” ”Ya Bapak memang minta pecel lele.

alangkah beratnya memperjuangkan kemerdekaa. Batu-batu itu mengganjal kerongkonganku sehingga aku tercekik. hutanghutangnya dilupakan saja semua.” Aku langsung berhenti makan.Sudah berapa hari ini aku jadi segan keluar rumah. alangkah beratnya hidup sesudah merdeka!” *** 12 . ”Ya Tuhan. Supaya bisa bebas dari tekanan batin dan merdeka lagi. sekarang aku sudah bisa tenang lagi seperti kata Nelson Mandela. tadi aku datangi mereka dan bilang pada semuanya. Tapi seberat-beratnya berjuang merebut kemerdekaan. Jadi. ya sudah. ya Tuhan. Tempe-tahu dan ikan asin itu terasa sekeras batu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful