3

BAB II DASAR-DASAR LOGIKA 2.1 Kalimat Deklaratif

• Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). • Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan-pernyataan (statements).
2.1.1 Proposisi • • kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

Contoh 1.1 Semua pernyataan di bawah ini adalah proposisi: (a) 13 adalah bilangan ganjil (b) Soekarno adalah alumnus UGM. (c) 1 + 1 = 2 (d) 8 ≥ akar kuadrat dari 8 + 8 (e) Ada monyet di bulan (f ) Hari ini adalah hari Rabu (g) Untuk sembarang bilangan bulat n ≥ 0, maka 2n adalah bilangan genap (h) x + y = y + x untuk setiap x dan y bilangan riil Contoh 1.2 Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi (a) Jam berapa kereta api Argo Bromo tiba di Gambir? (b) Isilah gelas tersebut dengan air! (c) x + 3 = 8 (d) x > 3

Proposisi dilambangkan dengan huruf kecil p, q, r, …. p : 13 adalah bilangan ganjil. q : Soekarno adalah alumnus UGM. r: 2+2=4

2.1.2 Mengkombinasikan Proposisi • Misalkan p dan q adalah proposisi.

3 Diketahui proposisi-proposisi berikut : p : Hari ini hujan q : Murid-murid diliburkan dari sekolah p ∧q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan dari sekolah p ∨q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan dari sekolah ¬p : Tidak benar hari ini hujan (atau : Hari ini tidak hujan) Contoh 1.4 1. Ingkaran (negation) dari p: tidak p Notasi: ¬ p • • p dan q disebut proposisi atomik Kombinasi p dengan q menghasilkan proposisi majemuk (compound proposition Contoh 1.4 Diketahui proposisi-proposisi berikut : p : Pemuda itu tinggi q : Pemuda itu tampan Nyatakan dalam bentuk simbolik : (a) (b) (c) (d) (e) (f) Pemuda itu tinggi dan tampan Pemuda itu tinggi tapi tidak tampan Pemuda itu tidak tinggi maupun tampan Tidak benar bahwa pemuda itu pendek atau tidak tampan Pemuda itu tinggi. atau pendek dan tampan Tidak benar bahwa pemuda itu tidak tinggi maupun tampan Penyelesaian : (a) p ∧q (b) p ∧ ¬ q (c) ¬ p ∧ ¬ q . Disjungsi (disjunction): p atau q Notasi: p ∨q 3. Konjungsi (conjunction): p dan q Notasi p ∧q 2.

Tabel 2.5 Misalkan FT p : 17 adalah bilangan prima (benar) F q : bilangan prima selalu ganjil (salah) F p ∧q : 17 adalah bilangan prima dan bilangan prima selalu ganjil (salah) T Contoh 1.3 p q p ∧q ¬ (p ∧q) p ∨ ¬ (p ∧q) .2 Tautologi dan Kontradiksi • • Proposisi majemuk disebut tautologi jika ia benar untuk semua kasus Proposisi majemuk disebut kontradiksi jika ia salah untuk semua kasus Contoh 1.7 p ∨ ¬ (p ∧q) adalah sebuah tautologi Tabel 2.6 Bentuklah tabel kebenaran dari proposisi majemuk (p ∧q) ∨( ¬ q ∧r).2 p T T T T F F F F q T T F F T T F F r T F T F T F T F p ∧q T T F F F F F F ¬ q F F T T F F T T ¬ q ∧r F F T F F F T F (p ∧q) ∨( ¬ q ∧r) T T T F F F T F 2.T F FT F T pqp ∧qpqp ∨qpqT (d) ¬ ( ¬ p ∨ ¬ q) (e) p ∨( ¬ p ∧q) (f) ¬ ( ¬ p ∧ ¬ q) 5 FT F Tabel 2.1 F FT T F FT F T FT T T Contoh 1.

8 (p ∧q) ∧ ¬ (p ∨q) adalah sebuah kontradiksi Tabel 2. . 2. Tabel 2.) dan Q(p.3 Hukum-hukum Logika • Disebut juga hukum-hukum aljabar proposisi.5 p T T F F q T F T F p ∧q T F F F ¬ (p ∧q) F T T T ¬p F F T T ¬q F T F T ¬ p ∨¬ q F T T T 2. Hukum identitas: p ∨F ⇔ p p ∧T ⇔ p p ∧F ⇔ F p ∨T ⇔ T 3.6 T T F F T F T F T T T F F T T T T T T T Contoh 1. …) Contoh 1.4 p T T F F • q T F T F p ∧q T F F F p ∨q T T T F ¬ (p ∨q) F F F T (p ∧q) ∧ ¬ (p ∨q) F F F F Dua buah proposisi majemuk. Hukum negasi: − − 4. …) ⇔ Q(p.. P(p. Hukum idempoten: − − p ∨¬ p ⇔T p ∧¬ p ⇔F p ∨p ⇔ p p ∧p ⇔ p . Hukum null/dominasi: − − − − 1. q.9 Hukum De Morgan: ¬ (p ∧q) ⇔ ¬ p ∨ ¬ q. q. Notasi : P(p.. q. . q.) disebut ekivalen secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identik.

Hukum komutatif: − − − p ∧(p ∨q) ⇔ p 8. Hukum De Morgan: − − p ∨(q ∧r) ⇔ (p ∨q) ∧(p ∨r) p ∧(q ∨r) ⇔ (p ∧q) ∨(p ∧r) ¬ (p ∧q) ⇔ ¬ p ∨ ¬ q ¬ (p ∨q) ⇔ ¬ p ∧ ¬ q Contoh 1. Inclusive or “atau” berarti “p atau q atau keduanya” Contoh: “Tenaga IT yang dibutuhkan menguasai Bahasa C++ atau Java”.7 5.10 Tunjukkan bahwa p ∨ ¬ (p ∨ q) dan p ∨ ¬ q keduanya ekivalen secara logika.4 Disjungsi Eksklusif • Kata “atau” (or) dalam operasi logika digunakan dalam dua cara: 1.11 Buktikan hukum penyerapan : p ∧(p ∨q) ⇔ p Penyelesaian : p ∧(p ∨q) ⇔ (p ∨F) ∧(p ∨q) ⇔ p ∨(F ∧q) ⇔ p ∨F ⇔p 2. (Hukum Identitas) (Hukum distributif) (Hukum Null) (Hukum Identitas) . Hukum asosiatif: − − p ∨q ⇔ q ∨p p ∧q ⇔ q ∧p p ∨(q ∨r) ⇔ (p ∨q) ∨r p ∧(q ∧r) ⇔ (p ∧q) ∧r 9. Penyelesaian: p ∨ ¬ (p ∨q ) ⇔ p ∨( ¬ p ∧ ¬ q) ⇔ (p ∨ ¬ p) ∧(p ∨ ¬ q) ⇔ T ∧(p ∨ ¬ q) ⇔p ∨¬ q (Hukum De ogran) (Hukum distributif) (Hukum negasi) (Hukum identitas) Contoh 1. Hukum penyerapan (absorpsi): − ¬ ( ¬ p) ⇔ p p ∨(p ∧q) ⇔ p 7. Hukum distributif: − − 10. Hukum involusi (negasi ganda): − 6.

premis. Jika suhu mencapai 80°C. maka q Jika p. • Operator logika disjungsi eksklusif: xor Notasi: ⊕ Tabel 2. Contoh 1. antesenden.5 Proposisi Bersyarat (kondisional atau implikasi) • • • • Bentuk proposisi: “jika p.12 a. maka alarm akan berbunyi c. Jika anda tidak mendaftar ulang.6 p T T F F q T F T F p⊕q F T T F 2. maka q” Notasi: p → q Proposisi p disebut hipotesis.8 2. maka anda dianggap mengundurkan diri • Cara-cara mengekspresikan implikasi p → q : (a) (b) (c) (d) (e) Jika p. maka saya mendapat hadiah dari ayah b. atau kondisi Proposisi q disebut konklusi (atau konsekuen). q p mengakibatkan q q jika p p hanya jika q (hipotesis menyatakan syarat cukup (sufficient condition) ) (p implies q) (f) p syarat cukup untuk q . Contoh: “Ia lahir di Bandung atau di Padang”. Jika saya lulus ujian. Exclusive or “atau” berarti “p atau q tetapi bukan keduanya”.

(f) Syarat cukup agar pom bensin meledak adalah percikan api dari rokok. (d) Orang itu mau berangkat jika ia diberi ongkos jalan. (h) Jika hutan-hutan ditebangi.14 Ubahlah proposisi c sampai h pada Contoh 13 di atas ke dalam bentuk proposisi “jika p maka q” Penyelesaian : (c) Jika es mencair di kutub.9 (g) q syarat perlu untuk p condition) ) (h) q bilamana p (konklusi menyatakan syarat perlu (necessary (q whenever p) Contoh 1. maka banjir bandang terjadi. Contoh 1. (f) Pernyataan yang diberikan ekivalen dengan “Percikan api dari rokok adalah syarat cukup untuk membuat pom bensin meledak” atau “Jika api memercik dari rokok maka pom bensin meledak” (g) Pernyataan yang diberikan ekivalen dengan “Mengontrak pemain asing kenamaan adalah syarat perlu untuk Indonesia agar ikut Piala Dunia” atau “Jika Indonesia ikut Piala Dunia maka Indonesia mengontrak pemain asing kenamaan”. (h) Banjir bandang terjadi bilamana hutan ditebangi. (c) Es yang mencair di kutub mengakibatkan permukaan air laut naik. (g) Syarat perlu bagi Indonesia agar ikut Piala Dunia adalah dengan mengontrak pemain asing kenamaan.15 Misalkan . (d) Jika orang itu diberi ongkos jalan. (e) Ahmad bisa mengambil matakuliah Teori Bahasa Formal hanya jika ia sudah lulus matakuliah Matematika Diskrit. maka ia mau berangkat.13 Proposisi-proposisi berikut adalah implikasi dalam berbagai bentuk : (a) Jika hari hujan. (b) Jika tekanan gas diperbesar. maka ia sudah lulus matakuliah Matematika Diskrit. (e) Jika Ahmad mengambil matakuliah Teori Bahasa Formal. maka tanaman akan tumbuh subur. Contoh 1. mobil melaju kencang. maka permukaan air laut naik.

Notasi simbolik: ¬ x → ¬ y. Ingat: p → q bisa dibaca “p syarat cukup untuk q”. (d) Jika anda tidak dapat memperoleh SIM maka anda tidak berusia 17 tahun. • Tabel kebenaran implikasi Tabel 2. (c) Syarat perlu agar anda dapat memperoleh SIM adalah anda berusia 17 tahun. (b) Pernyataan yang ekivalen: “Anda berusia 17 tahun adalah syarat cukup untuk dapat memperoleh SIM”. Notasi simbolik: y → x. Ingat: p → q bisa dibaca “p hanya jika q”. (d) (e) ¬y→¬x Ingat: p → q bisa dibaca “q bilamana p”.10 x : Anda berusia 17 tahun y : Anda dapat memperoleh SIM Nyatakan preposisi berikut ke dalam notasi implikasi : (a) Hanya jika anda berusia 17 tahun maka anda dapat memperoleh SIM.7 p T T F F q T F T F p →q F T T F . (b) Syarat cukup agar anda dapat memperoleh SIM adalah anda berusia 17 tahun. (c) Pernyataan yang ekivalen: “Anda berusia 17 tahun adalah syarat perlu untuk dapat memperoleh SIM”. (e) Anda tidak dapat memperoleh SIM bilamana anda belum berusia 17 tahun. Notasi simbolik: x → y. Ingat: p → q bisa dibaca “q syarat perlu untuk q”. Notasi simbolik: y → x. Penyelesaian : (a) Pernyataan yang ekivalen: “Anda dapat memperoleh SIM hanya jika anda berusia 17 tahun”.

8 p T T F F q T F T F ¬p F F T T p →q T F T T ¬ p ∨q T F T T ∴ “Jika p. ∴dosen anda benar. Kasus 2 : Nilai ujian akhir anda di atas 80 (hipotesis benar) tetapi anda tidak mendapat nilai A (konklusi salah). maka q” ⇔ “Tidak p atau q”. maka anda akan mendapat nilai A untuk kuliah ini”. Kasus 4 : Nilai ujian akhir anda di bawah 80 (hipotesis salah) dan anda tidak mendapat nilai A (konklusi salah). Kasus 3 : Nilai ujian akhir anda di bawah 80 (hipotesis salah) dan anda mendapat nilai A (konklusi benar). ∴pernyataan dosen benar. ∴dosen anda tidak dapat dikatakan salah (Mungkin ia melihat kemampuan anda secara rata-rata bagus sehingga ia tidak ragu memberi nilai A).11 • Penjelasan (dengan contoh) Dosen: “Jika nilai ujian akhir anda 80 atau lebih. ∴dosen berbohong (pernyataannya salah). Penyelesaian: Tabel 2. Contoh 1.16 Tunjukkan bahwa p → q ekivalen secara logika dengan ¬ p ∨q. . Apakah dosen anda mengatakan kebenaran atau dia berbohong? Tinjau empat kasus berikut ini: Kasus 1 : Nilai ujian akhir anda di atas 80 (hipotesis benar) dan anda mendapat nilai A untuk kuliah tersebut(konklusi benar).

Pedagang pertama mengumbar moto “Barang bagus tidak murah” sedangkan pedagang kedua mempunyai moto “Barang murah tidak bagus”. S tidak dieksekusi jika c salah. Tabel 2.17 Tentukan ingkaran (negasi) dari p → q. ∴Kedua moto tersebut menyatakan hal yang sama. Apakah kedua moto pedagang tersebut menyatakan hal yang sama? Penyelesaian : p : Barang itu bagus q : Barang itu murah. S dieksekusi jika c benar.12 Contoh 1. Moto pedagang pertama : “Jika barang itu bagus maka barang itu tidak murah” atau p → ¬q Moto kedua dapat ditulis sebagai “Jika barang itu murah maka barang itu tidak bagus” atau q → ¬ p.18 Dua pedagang barang kelontong mengeluarkan moto jitu untuk menarik pembeli. Penyelesaian : ¬ (p → q) ⇔ ¬ ( ¬ p ∨q) ⇔ ¬ ( ¬ p) ∧ ¬ q ⇔ p ∧ ¬ q Contoh 1. . • Implikasi Dalam Bahasa Pemrograman if c then S c : ekspresi logika yang menyatakan syarat/kondisi S : satu atau lebih pernyataan.9 p T T F F q T F T F ¬p F F T T ¬q F T F T p→¬q F T T T q→¬p F T T T ∴p → ¬ q ⇔ q → ¬ p.

sebaliknya jika c salah maka S tidak dieksekusi. (ii) x = 3 dan y = 5 Ekspresi x > y bernilai salah Pernyataan y:=x+10 tidak dilakukan Nilai y tetap seperti sebelumnya.13 • Struktur if-then pada bahasa pemrograman berbeda dengan implikasi if-then yang digunakan dalam logika. Interpreter hanya memeriksa kebenaran kondisi c. Berapa nilai y setelah pelaksanaan eksekusi if-then jika: (i) x = 2. yaitu 5. Pernyataan if-then dalam bahasa pemrograman bukan proposisi karena tidak ada korespondensi antara pernyataan tersebut dengan operator implikasi (→). 2. Interpreter atau compiler tidak melakukan penilaian kebenaran pernyataan if-then secara logika. y = 5? Penyelesaian : (i) x = 2 dan y = 1 Ekspresi x > y bernilai benar Pernyataan y:=x+10 dilaksanakan Nilai y sekarang menjadi y = 2 + 10 = 12.19 Misalkan di dalam sebuah program yang ditulis dalam Bahasa Pascal terdapat pernyataan berikut: if x > y then y:=x+10. jika c benar maka S dieksekusi. y = 1 (ii) x = 3. • • Contoh 1.6 Varian Proposisi Bersyarat Konvers (kebalikan) : Invers Kontraposisi : : q →p ¬p→¬q ¬q→¬p .

maka ia orang kaya” Penyelesaian : Konvers Invers : Jika Amir orang kaya. maka ia tidak bersalah. Penyelesaian : (a) Jika ia tidak dimasukkan ke dalam penjara. (c) “Jika Iwan lulus ujian maka ia sudah belajar”. Kontraposisi: “Jika hari ini tidak dingin maka hari tidak hujan”. Kontraposisi: “Jika Iwan tidak belajar maka ia tidak lulus ujian” (d) “Jika ia mendapat pekerjaan maka ia tidak terlambat” Kontraposisi: “Jika ia terlambat maka ia tidak akan mendapat pekerjaan itu” (e) “Ada angin adalah syarat perlu agar layang-layang bisa terbang” ekivalen dengan “Jika layang-layang bisa terbang maka hari ada angin”. (f) “Hari hujan adalah syarat cukup agar hari ini dingin”. Perlu ada angin agar layang-layang bisa terbang. dan kontraposisi dari: “Jika Amir mempunyai mobil. Kontraposisi: “Jika hari tidak ada angin. Hanya jika ia tdk terlambat maka ia akan mendapat pekerjaan. Ekivalen dengan “Jika hari hujan maka hari ini dingin”. Iwan lulus ujian hanya jika ia belajar. invers.14 Tabel 2. Jika 6 lebih besar dari 0 maka 6 bukan bilangan negatif.20 Tentukan konvers.21 Tentukan kontraposisi dari pernyataan: (a) (b) (c) (d) (e) (f) Jika dia bersalah maka ia dimasukkan ke dalam penjara. maka layang-layang tidak bisa terbang”. (b) Jika 6 bilangan negatif. . maka ia mempunyai mobil : Jika Amir tidak mempunyai mobil. maka 6 tidak lebih besar dari 0. maka ia bukan orang kaya Kontraposisi : Jika Amir bukan orang kaya. Cukup hari hujan agar hari ini dingin.10 p T T F F q T F T F ¬p F F T T ¬q F T F T Implikasi p →q T F T T Konvers q →p T T F T ¬p→¬q T T F T Invers Kontraposisi ¬q→¬p T F T T Contoh 1. maka ia ia tidak mempunyai mobil Contoh 1.

(b) Syarat cukup dan syarat perlu agar hari hujan adalah kelembaban udara . dan sebaliknya. (c) Jika anda orang kaya maka anda mempunyai banyak uang. Contoh 1. Tabel 2.7 Bikondisional (Bi-implikasi) Bentuk proposisi: “p jika dan hanya jika q” Notasi: p ↔ q p T T F F • Tabel 2.12 p T T F F • q T F T F p↔q T F F T p →q T F T T q →p T T F T (p → q) ∧(q → p) T F F T Dengan kata lain. Contoh 1. tinggi.15 2. Jika p maka q. p adalah syarat perlu dan cukup untuk q.11 q p↔q T T F F T F F T p ↔ q ⇔ (p → q) ∧(q → p). dan jika anda membeli es krim maka udara di luar panas. dan sebaliknya.23 Tuliskan setiap proposisi berikut ke dalam bentuk “p jika dan hanya jika q”: (a) Jika udara di luar panas maka anda membeli es krim. pernyataan “p jika dan hanya jika q” dapat dibaca “Jika p maka q dan jika q maka p”. • Cara-cara menyatakan bikondisional p ↔ q: (a) (b) (c) p jika dan hanya jika q.22 Proposisi majemuk berikut adalah bi-implikasi: (a) 1 + 1 = 2 jika dan hanya jika 2 + 2 = 4.

dilambangkan dengan P(p.8 Aksioma. . begitu sebaliknya. Jika diberikan dua buah titik yang berbeda. Teorema. Teorema : Dua buah proposisi majemuk.) disebut ekivalen secara logika. (e) Kereta Penyelesaian : (a) Anda membeli es krim jika dan hanya jika udara di luar panas. jika P ↔ Q adalah tautologi. maka hasilnya adalah tautologi. bila dua proposisi majemuk yang ekivalen di-bikondisionalkan. berlaku x + y = y + x (hukum komutatif penjumlahan). (c) Anda naik jabatan jika anda punya koneksi. (d) Jika anda lama menonton televisi maka mata anda lelah. …). • . …) ⇔ Q(p. Lemma. dan anda punya koneksi jika anda naik jabatan. q. q. api datang terlambat tepat pada hari-hari ketika saya membutuhkannya. . (d) Mata anda lelah jika dan hanya jika anda lama menonton televisi. Aksioma tidak memerlukan pembuktian kebenaran lagi. (c) Anda naik jabatan jika dan hanya jika anda punya koneksi. Teorema adalah proposisi yang sudah terbukti benar.. Contoh-contoh aksioma : (a) (b) Untuk semua bilangan real x dan y. Corollary Aksioma adalah proposisi yang diasumsikan benar. q. P(p. (b) Anda melakukan banyak latihan adalah syarat perlu dan cukup untuk anda memenangkan pertandingan.. 2.16 (b) Syarat cukup dan perlu agar anda memenangkan pertandingan adalah anda melakukan banyak latihan.) dan Q(p. maka hanya ada satu garis lurus yang melalui dua buah titik tersebut. (e) Kereta api datang terlambat jika dan hanya jika saya membutuhkan kereta hari itu. q.

p1. dan q disebut konklusi. p2. Contoh corollary : Jika sebuah segitiga adalah sama sisi. yang dalam hal ini pembuktian tersebut dapat lebih mudah dimengerti bila menggunakan sederetan lemma. setiap lemma dibuktikan secara individual. maka n – 1 bilangan positif atau n – 1 = 0. Argumen ada yang sah (valid) dan palsu (invalid). Contoh lemma : Jika n adalah bilangan bulat positif. jika x ≤ y dan y ≤ z.9 Argumen Argumen adalah suatu deret proposisi yang dituliskan sebagai p1 p2  pn ∴ q yang dalam hal ini. Jika dua sisi dari sebuah segitiga sama panjang. Corollary ini mengikuti teorema (a) di atas. y. dan z. Lemma adalah teorema sederhana yang digunakan dalam pembuktian teorema lain. maka sudut yang berlawanan dengan sisi tersebut sama besar. Corollary adalah teorema yang dapat dibentuk langsung dari teorema yang telah dibuktikan. Lemma biasanya tidak menarik namun berguna pada pembuktian proposisi yang lebih kompleks. Catatlah bahwa kata “valid” tidak sama maknanya dengan “benar” (true). Contoh-contoh teorema : a. pn disebut hipotesis (atau premis). Untuk semua bilangan real x. maka x ≤ z (hukum transitif). atau dapat dikatakan corollary adalah teorema yang mengikuti dari teorema lain. maka segitiga tersebut sama sudut.17 Bentuk khusus dari teorema adalah lemma dan corolarry. …. 2. . b.

p dan p → q benar secara bersama-sama pada . Periksa di tabel. dan p → q Tabel 2. dan p → q Tabel kebenaran untuk p. sebuah tautologi).18 Sebuah argumen dikatakan sah jika konklusi benar bilamana semua hipotesisnya benar. Jika argumen sah. Maka. sebaliknya argumen dikatakan palsu (fallacy atau invalid). maka konklusinya benar. Kita periksa apabila hipotesis p dan p → q benar.13 p T T F F q T F T F p →q T F T T Argumen yang palsu menunjukkan proses Argumen dikatakan sah jika semua hipotesisnya benar. maka tsunami datang. Keduanya menggunakan tabel kebenaran. Air laut surut setelah gempa di laut. q.” Penyelesaian : Misalkan p adalah proposisi “Air laut surut setelah gempa di laut” dan q adalah proposisi “tsunami datang”. Perlihatkan bahwa argumen berikut: “Jika air laut surut setelah gempa di laut. maka kadang-kadang kita mengatakan bahwa secara logika konklusi mengikuti hipotesis atau sama dengan memperlihatkan bahwa implikasi (p1 ∧p2 ∧… ∧pn) → q adalah benar (yaitu. q. Cara 1 : Bentuklah tabel kebenaran untuk p. maka konklusi q juga benar sehingga argumen dikatakan sah. argumen di dalam soal dapat ditulis sebagai: p →q p ∴ q Ada dua cara yang dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran argumen ini. Karena itu tsunami datang. penalaran yang tidak benar.

Pada tabel terlihatkan bahwa [ p ∧ (p → q) ] → p suatu tautologi.19 baris 1. Jadi. sehingga penalaran menjadi tidak benar. maka 5 bukan bilangan prima. . Pada baris 1 ini q juga benar. Cara 2 : Perlihatkan dengan tabel kebenaran apakah [ p ∧(p → q) ] → p merupakan tautologi. Jadi. argumen yang berbentuk modus ponen di atas sah.14 p T T F F q T F T F p→ q T F T T p ∧(p → q) T F F F [ p ∧(p → q) ] → p T T T T Perhatikanlah bahwa penarikan kesimpulan di dalam argumen ini menggunakan modus ponen. Tsunami datang. Perlihatkan bahwa penalaran pada argumen berikut: “Jika air laut surut setelah gempa di laut. argumen tersebut tidak sah atau palsu. air laut surut setelah gempa di laut” Penyelesaian : Argumen di atas berbentuk p →q q ∴ p Dapat dilihat bahwa hipotesis q dan p → q benar pada baris ke-3. Jadi. sehingga argumen dikatakan sah. kita kita juga telah memperlihatkan bahwa modus ponen adalah argmen yang sah. tetapi pada baris 3 ini konklusi p salah. maka tsunami datang. [ p ∧(p → q) ] → p adalah tautologi Tabel 2. Periksa kebenaran argumen berikut ini : Jika 5 lebih kecil dari 4. Jadi.

Maka argumen di atas berbentuk: p→¬q ¬p ∴ q Baris ke-3 dan ke-4 pada tabel adalah baris di mana p → ¬ q dan ¬ p benar secara bersama-sama. Perhatikanlah bahwa meskipun konklusi dari argumen tersebut kebetulan merupakan pernyataan yang benar (“5 adalah bilangan prima” adalah benar).20 5 tidak lebih kecil dari 4. ∴5 adalah bilangan prima Penyelesaian : Misalkan p adalah proposisi “5 lebih kecil dari 4” dan q adalah proposisi “5 adalah bilangan prima”. tetapi pada baris ke-4 konklusi q salah (meskipun konklusi q benar). Ini berarti argumen tersebut palsu. dan q Tabel 2.15 p T T F F q T F T F pada baris ke-3 ¬q F T F T p→¬q F T T T ¬p F F T T . ¬ p. Tabel kebenaran untuk p → ¬ q. tetapi konklusi dari argumen ini tidak sesuai dengan bukti bahwa argumen tersebut palsu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful