3

BAB II DASAR-DASAR LOGIKA 2.1 Kalimat Deklaratif

• Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). • Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan-pernyataan (statements).
2.1.1 Proposisi • • kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

Contoh 1.1 Semua pernyataan di bawah ini adalah proposisi: (a) 13 adalah bilangan ganjil (b) Soekarno adalah alumnus UGM. (c) 1 + 1 = 2 (d) 8 ≥ akar kuadrat dari 8 + 8 (e) Ada monyet di bulan (f ) Hari ini adalah hari Rabu (g) Untuk sembarang bilangan bulat n ≥ 0, maka 2n adalah bilangan genap (h) x + y = y + x untuk setiap x dan y bilangan riil Contoh 1.2 Semua pernyataan di bawah ini bukan proposisi (a) Jam berapa kereta api Argo Bromo tiba di Gambir? (b) Isilah gelas tersebut dengan air! (c) x + 3 = 8 (d) x > 3

Proposisi dilambangkan dengan huruf kecil p, q, r, …. p : 13 adalah bilangan ganjil. q : Soekarno adalah alumnus UGM. r: 2+2=4

2.1.2 Mengkombinasikan Proposisi • Misalkan p dan q adalah proposisi.

atau pendek dan tampan Tidak benar bahwa pemuda itu tidak tinggi maupun tampan Penyelesaian : (a) p ∧q (b) p ∧ ¬ q (c) ¬ p ∧ ¬ q . Konjungsi (conjunction): p dan q Notasi p ∧q 2.4 1. Disjungsi (disjunction): p atau q Notasi: p ∨q 3. Ingkaran (negation) dari p: tidak p Notasi: ¬ p • • p dan q disebut proposisi atomik Kombinasi p dengan q menghasilkan proposisi majemuk (compound proposition Contoh 1.4 Diketahui proposisi-proposisi berikut : p : Pemuda itu tinggi q : Pemuda itu tampan Nyatakan dalam bentuk simbolik : (a) (b) (c) (d) (e) (f) Pemuda itu tinggi dan tampan Pemuda itu tinggi tapi tidak tampan Pemuda itu tidak tinggi maupun tampan Tidak benar bahwa pemuda itu pendek atau tidak tampan Pemuda itu tinggi.3 Diketahui proposisi-proposisi berikut : p : Hari ini hujan q : Murid-murid diliburkan dari sekolah p ∧q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan dari sekolah p ∨q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan dari sekolah ¬p : Tidak benar hari ini hujan (atau : Hari ini tidak hujan) Contoh 1.

3 p q p ∧q ¬ (p ∧q) p ∨ ¬ (p ∧q) .6 Bentuklah tabel kebenaran dari proposisi majemuk (p ∧q) ∨( ¬ q ∧r).1 F FT T F FT F T FT T T Contoh 1.2 Tautologi dan Kontradiksi • • Proposisi majemuk disebut tautologi jika ia benar untuk semua kasus Proposisi majemuk disebut kontradiksi jika ia salah untuk semua kasus Contoh 1.5 Misalkan FT p : 17 adalah bilangan prima (benar) F q : bilangan prima selalu ganjil (salah) F p ∧q : 17 adalah bilangan prima dan bilangan prima selalu ganjil (salah) T Contoh 1.T F FT F T pqp ∧qpqp ∨qpqT (d) ¬ ( ¬ p ∨ ¬ q) (e) p ∨( ¬ p ∧q) (f) ¬ ( ¬ p ∧ ¬ q) 5 FT F Tabel 2. Tabel 2.2 p T T T T F F F F q T T F F T T F F r T F T F T F T F p ∧q T T F F F F F F ¬ q F F T T F F T T ¬ q ∧r F F T F F F T F (p ∧q) ∨( ¬ q ∧r) T T T F F F T F 2.7 p ∨ ¬ (p ∧q) adalah sebuah tautologi Tabel 2.

q. q. Hukum null/dominasi: − − − − 1.5 p T T F F q T F T F p ∧q T F F F ¬ (p ∧q) F T T T ¬p F F T T ¬q F T F T ¬ p ∨¬ q F T T T 2.) dan Q(p.9 Hukum De Morgan: ¬ (p ∧q) ⇔ ¬ p ∨ ¬ q. Hukum idempoten: − − p ∨¬ p ⇔T p ∧¬ p ⇔F p ∨p ⇔ p p ∧p ⇔ p . …) ⇔ Q(p.3 Hukum-hukum Logika • Disebut juga hukum-hukum aljabar proposisi.8 (p ∧q) ∧ ¬ (p ∨q) adalah sebuah kontradiksi Tabel 2. .) disebut ekivalen secara logika jika keduanya mempunyai tabel kebenaran yang identik. . q. Hukum identitas: p ∨F ⇔ p p ∧T ⇔ p p ∧F ⇔ F p ∨T ⇔ T 3. …) Contoh 1. P(p.6 T T F F T F T F T T T F F T T T T T T T Contoh 1. Tabel 2. q.. Hukum negasi: − − 4. Notasi : P(p.. 2.4 p T T F F • q T F T F p ∧q T F F F p ∨q T T T F ¬ (p ∨q) F F F T (p ∧q) ∧ ¬ (p ∨q) F F F F Dua buah proposisi majemuk.

7 5. Hukum komutatif: − − − p ∧(p ∨q) ⇔ p 8.10 Tunjukkan bahwa p ∨ ¬ (p ∨ q) dan p ∨ ¬ q keduanya ekivalen secara logika. Hukum distributif: − − 10. Hukum involusi (negasi ganda): − 6.11 Buktikan hukum penyerapan : p ∧(p ∨q) ⇔ p Penyelesaian : p ∧(p ∨q) ⇔ (p ∨F) ∧(p ∨q) ⇔ p ∨(F ∧q) ⇔ p ∨F ⇔p 2. Inclusive or “atau” berarti “p atau q atau keduanya” Contoh: “Tenaga IT yang dibutuhkan menguasai Bahasa C++ atau Java”. Hukum penyerapan (absorpsi): − ¬ ( ¬ p) ⇔ p p ∨(p ∧q) ⇔ p 7. Hukum asosiatif: − − p ∨q ⇔ q ∨p p ∧q ⇔ q ∧p p ∨(q ∨r) ⇔ (p ∨q) ∨r p ∧(q ∧r) ⇔ (p ∧q) ∧r 9. Penyelesaian: p ∨ ¬ (p ∨q ) ⇔ p ∨( ¬ p ∧ ¬ q) ⇔ (p ∨ ¬ p) ∧(p ∨ ¬ q) ⇔ T ∧(p ∨ ¬ q) ⇔p ∨¬ q (Hukum De ogran) (Hukum distributif) (Hukum negasi) (Hukum identitas) Contoh 1.4 Disjungsi Eksklusif • Kata “atau” (or) dalam operasi logika digunakan dalam dua cara: 1. Hukum De Morgan: − − p ∨(q ∧r) ⇔ (p ∨q) ∧(p ∨r) p ∧(q ∨r) ⇔ (p ∧q) ∨(p ∧r) ¬ (p ∧q) ⇔ ¬ p ∨ ¬ q ¬ (p ∨q) ⇔ ¬ p ∧ ¬ q Contoh 1. (Hukum Identitas) (Hukum distributif) (Hukum Null) (Hukum Identitas) .

Jika anda tidak mendaftar ulang. atau kondisi Proposisi q disebut konklusi (atau konsekuen). Exclusive or “atau” berarti “p atau q tetapi bukan keduanya”. maka saya mendapat hadiah dari ayah b. • Operator logika disjungsi eksklusif: xor Notasi: ⊕ Tabel 2. maka anda dianggap mengundurkan diri • Cara-cara mengekspresikan implikasi p → q : (a) (b) (c) (d) (e) Jika p. premis. Contoh 1.5 Proposisi Bersyarat (kondisional atau implikasi) • • • • Bentuk proposisi: “jika p. Jika saya lulus ujian. Jika suhu mencapai 80°C.12 a.6 p T T F F q T F T F p⊕q F T T F 2. q p mengakibatkan q q jika p p hanya jika q (hipotesis menyatakan syarat cukup (sufficient condition) ) (p implies q) (f) p syarat cukup untuk q . antesenden. maka q Jika p.8 2. maka alarm akan berbunyi c. Contoh: “Ia lahir di Bandung atau di Padang”. maka q” Notasi: p → q Proposisi p disebut hipotesis.

mobil melaju kencang.15 Misalkan .13 Proposisi-proposisi berikut adalah implikasi dalam berbagai bentuk : (a) Jika hari hujan.9 (g) q syarat perlu untuk p condition) ) (h) q bilamana p (konklusi menyatakan syarat perlu (necessary (q whenever p) Contoh 1. Contoh 1.14 Ubahlah proposisi c sampai h pada Contoh 13 di atas ke dalam bentuk proposisi “jika p maka q” Penyelesaian : (c) Jika es mencair di kutub. (d) Jika orang itu diberi ongkos jalan. maka permukaan air laut naik. (h) Banjir bandang terjadi bilamana hutan ditebangi. (c) Es yang mencair di kutub mengakibatkan permukaan air laut naik. maka banjir bandang terjadi. (f) Pernyataan yang diberikan ekivalen dengan “Percikan api dari rokok adalah syarat cukup untuk membuat pom bensin meledak” atau “Jika api memercik dari rokok maka pom bensin meledak” (g) Pernyataan yang diberikan ekivalen dengan “Mengontrak pemain asing kenamaan adalah syarat perlu untuk Indonesia agar ikut Piala Dunia” atau “Jika Indonesia ikut Piala Dunia maka Indonesia mengontrak pemain asing kenamaan”. Contoh 1. maka tanaman akan tumbuh subur. (g) Syarat perlu bagi Indonesia agar ikut Piala Dunia adalah dengan mengontrak pemain asing kenamaan. (b) Jika tekanan gas diperbesar. (d) Orang itu mau berangkat jika ia diberi ongkos jalan. (e) Jika Ahmad mengambil matakuliah Teori Bahasa Formal. maka ia mau berangkat. maka ia sudah lulus matakuliah Matematika Diskrit. (f) Syarat cukup agar pom bensin meledak adalah percikan api dari rokok. (h) Jika hutan-hutan ditebangi. (e) Ahmad bisa mengambil matakuliah Teori Bahasa Formal hanya jika ia sudah lulus matakuliah Matematika Diskrit.

• Tabel kebenaran implikasi Tabel 2. Notasi simbolik: x → y.7 p T T F F q T F T F p →q F T T F . (b) Syarat cukup agar anda dapat memperoleh SIM adalah anda berusia 17 tahun. (d) Jika anda tidak dapat memperoleh SIM maka anda tidak berusia 17 tahun. (b) Pernyataan yang ekivalen: “Anda berusia 17 tahun adalah syarat cukup untuk dapat memperoleh SIM”. (c) Syarat perlu agar anda dapat memperoleh SIM adalah anda berusia 17 tahun. Notasi simbolik: ¬ x → ¬ y. Ingat: p → q bisa dibaca “p syarat cukup untuk q”. Ingat: p → q bisa dibaca “p hanya jika q”. (e) Anda tidak dapat memperoleh SIM bilamana anda belum berusia 17 tahun. (d) (e) ¬y→¬x Ingat: p → q bisa dibaca “q bilamana p”. Notasi simbolik: y → x. (c) Pernyataan yang ekivalen: “Anda berusia 17 tahun adalah syarat perlu untuk dapat memperoleh SIM”.10 x : Anda berusia 17 tahun y : Anda dapat memperoleh SIM Nyatakan preposisi berikut ke dalam notasi implikasi : (a) Hanya jika anda berusia 17 tahun maka anda dapat memperoleh SIM. Penyelesaian : (a) Pernyataan yang ekivalen: “Anda dapat memperoleh SIM hanya jika anda berusia 17 tahun”. Ingat: p → q bisa dibaca “q syarat perlu untuk q”. Notasi simbolik: y → x.

∴dosen anda tidak dapat dikatakan salah (Mungkin ia melihat kemampuan anda secara rata-rata bagus sehingga ia tidak ragu memberi nilai A). Kasus 4 : Nilai ujian akhir anda di bawah 80 (hipotesis salah) dan anda tidak mendapat nilai A (konklusi salah). ∴pernyataan dosen benar. maka q” ⇔ “Tidak p atau q”.8 p T T F F q T F T F ¬p F F T T p →q T F T T ¬ p ∨q T F T T ∴ “Jika p. .11 • Penjelasan (dengan contoh) Dosen: “Jika nilai ujian akhir anda 80 atau lebih. Apakah dosen anda mengatakan kebenaran atau dia berbohong? Tinjau empat kasus berikut ini: Kasus 1 : Nilai ujian akhir anda di atas 80 (hipotesis benar) dan anda mendapat nilai A untuk kuliah tersebut(konklusi benar). Kasus 2 : Nilai ujian akhir anda di atas 80 (hipotesis benar) tetapi anda tidak mendapat nilai A (konklusi salah). Kasus 3 : Nilai ujian akhir anda di bawah 80 (hipotesis salah) dan anda mendapat nilai A (konklusi benar). maka anda akan mendapat nilai A untuk kuliah ini”. ∴dosen berbohong (pernyataannya salah).16 Tunjukkan bahwa p → q ekivalen secara logika dengan ¬ p ∨q. ∴dosen anda benar. Penyelesaian: Tabel 2. Contoh 1.

9 p T T F F q T F T F ¬p F F T T ¬q F T F T p→¬q F T T T q→¬p F T T T ∴p → ¬ q ⇔ q → ¬ p. ∴Kedua moto tersebut menyatakan hal yang sama. S tidak dieksekusi jika c salah.18 Dua pedagang barang kelontong mengeluarkan moto jitu untuk menarik pembeli. Moto pedagang pertama : “Jika barang itu bagus maka barang itu tidak murah” atau p → ¬q Moto kedua dapat ditulis sebagai “Jika barang itu murah maka barang itu tidak bagus” atau q → ¬ p. Penyelesaian : ¬ (p → q) ⇔ ¬ ( ¬ p ∨q) ⇔ ¬ ( ¬ p) ∧ ¬ q ⇔ p ∧ ¬ q Contoh 1.17 Tentukan ingkaran (negasi) dari p → q. Tabel 2. S dieksekusi jika c benar.12 Contoh 1. • Implikasi Dalam Bahasa Pemrograman if c then S c : ekspresi logika yang menyatakan syarat/kondisi S : satu atau lebih pernyataan. Pedagang pertama mengumbar moto “Barang bagus tidak murah” sedangkan pedagang kedua mempunyai moto “Barang murah tidak bagus”. . Apakah kedua moto pedagang tersebut menyatakan hal yang sama? Penyelesaian : p : Barang itu bagus q : Barang itu murah.

sebaliknya jika c salah maka S tidak dieksekusi. (ii) x = 3 dan y = 5 Ekspresi x > y bernilai salah Pernyataan y:=x+10 tidak dilakukan Nilai y tetap seperti sebelumnya.19 Misalkan di dalam sebuah program yang ditulis dalam Bahasa Pascal terdapat pernyataan berikut: if x > y then y:=x+10. • • Contoh 1.6 Varian Proposisi Bersyarat Konvers (kebalikan) : Invers Kontraposisi : : q →p ¬p→¬q ¬q→¬p . Pernyataan if-then dalam bahasa pemrograman bukan proposisi karena tidak ada korespondensi antara pernyataan tersebut dengan operator implikasi (→). yaitu 5. Interpreter atau compiler tidak melakukan penilaian kebenaran pernyataan if-then secara logika. jika c benar maka S dieksekusi. y = 1 (ii) x = 3. Interpreter hanya memeriksa kebenaran kondisi c. Berapa nilai y setelah pelaksanaan eksekusi if-then jika: (i) x = 2. 2. y = 5? Penyelesaian : (i) x = 2 dan y = 1 Ekspresi x > y bernilai benar Pernyataan y:=x+10 dilaksanakan Nilai y sekarang menjadi y = 2 + 10 = 12.13 • Struktur if-then pada bahasa pemrograman berbeda dengan implikasi if-then yang digunakan dalam logika.

21 Tentukan kontraposisi dari pernyataan: (a) (b) (c) (d) (e) (f) Jika dia bersalah maka ia dimasukkan ke dalam penjara. . maka ia mempunyai mobil : Jika Amir tidak mempunyai mobil. maka ia orang kaya” Penyelesaian : Konvers Invers : Jika Amir orang kaya. dan kontraposisi dari: “Jika Amir mempunyai mobil. Kontraposisi: “Jika hari ini tidak dingin maka hari tidak hujan”. maka ia tidak bersalah. maka layang-layang tidak bisa terbang”. Iwan lulus ujian hanya jika ia belajar. maka ia ia tidak mempunyai mobil Contoh 1. Perlu ada angin agar layang-layang bisa terbang. Cukup hari hujan agar hari ini dingin. invers. Kontraposisi: “Jika Iwan tidak belajar maka ia tidak lulus ujian” (d) “Jika ia mendapat pekerjaan maka ia tidak terlambat” Kontraposisi: “Jika ia terlambat maka ia tidak akan mendapat pekerjaan itu” (e) “Ada angin adalah syarat perlu agar layang-layang bisa terbang” ekivalen dengan “Jika layang-layang bisa terbang maka hari ada angin”.10 p T T F F q T F T F ¬p F F T T ¬q F T F T Implikasi p →q T F T T Konvers q →p T T F T ¬p→¬q T T F T Invers Kontraposisi ¬q→¬p T F T T Contoh 1.14 Tabel 2. maka ia bukan orang kaya Kontraposisi : Jika Amir bukan orang kaya. Penyelesaian : (a) Jika ia tidak dimasukkan ke dalam penjara. Jika 6 lebih besar dari 0 maka 6 bukan bilangan negatif. Kontraposisi: “Jika hari tidak ada angin. (b) Jika 6 bilangan negatif. maka 6 tidak lebih besar dari 0.20 Tentukan konvers. Ekivalen dengan “Jika hari hujan maka hari ini dingin”. Hanya jika ia tdk terlambat maka ia akan mendapat pekerjaan. (c) “Jika Iwan lulus ujian maka ia sudah belajar”. (f) “Hari hujan adalah syarat cukup agar hari ini dingin”.

11 q p↔q T T F F T F F T p ↔ q ⇔ (p → q) ∧(q → p). Tabel 2. Contoh 1. pernyataan “p jika dan hanya jika q” dapat dibaca “Jika p maka q dan jika q maka p”.22 Proposisi majemuk berikut adalah bi-implikasi: (a) 1 + 1 = 2 jika dan hanya jika 2 + 2 = 4. dan sebaliknya.23 Tuliskan setiap proposisi berikut ke dalam bentuk “p jika dan hanya jika q”: (a) Jika udara di luar panas maka anda membeli es krim. (b) Syarat cukup dan syarat perlu agar hari hujan adalah kelembaban udara .15 2.7 Bikondisional (Bi-implikasi) Bentuk proposisi: “p jika dan hanya jika q” Notasi: p ↔ q p T T F F • Tabel 2. • Cara-cara menyatakan bikondisional p ↔ q: (a) (b) (c) p jika dan hanya jika q. dan jika anda membeli es krim maka udara di luar panas. (c) Jika anda orang kaya maka anda mempunyai banyak uang. Jika p maka q. p adalah syarat perlu dan cukup untuk q. tinggi.12 p T T F F • q T F T F p↔q T F F T p →q T F T T q →p T T F T (p → q) ∧(q → p) T F F T Dengan kata lain. Contoh 1. dan sebaliknya.

Teorema adalah proposisi yang sudah terbukti benar. …) ⇔ Q(p. q. (b) Anda melakukan banyak latihan adalah syarat perlu dan cukup untuk anda memenangkan pertandingan. maka hanya ada satu garis lurus yang melalui dua buah titik tersebut. (c) Anda naik jabatan jika dan hanya jika anda punya koneksi. (e) Kereta Penyelesaian : (a) Anda membeli es krim jika dan hanya jika udara di luar panas. Corollary Aksioma adalah proposisi yang diasumsikan benar. q. maka hasilnya adalah tautologi...16 (b) Syarat cukup dan perlu agar anda memenangkan pertandingan adalah anda melakukan banyak latihan. Aksioma tidak memerlukan pembuktian kebenaran lagi. dan anda punya koneksi jika anda naik jabatan. berlaku x + y = y + x (hukum komutatif penjumlahan). Lemma. api datang terlambat tepat pada hari-hari ketika saya membutuhkannya. q.) disebut ekivalen secara logika. dilambangkan dengan P(p. bila dua proposisi majemuk yang ekivalen di-bikondisionalkan. Teorema. 2.8 Aksioma. begitu sebaliknya. (e) Kereta api datang terlambat jika dan hanya jika saya membutuhkan kereta hari itu. Jika diberikan dua buah titik yang berbeda. jika P ↔ Q adalah tautologi. P(p. . Teorema : Dua buah proposisi majemuk. (d) Jika anda lama menonton televisi maka mata anda lelah. q. (d) Mata anda lelah jika dan hanya jika anda lama menonton televisi. (c) Anda naik jabatan jika anda punya koneksi. Contoh-contoh aksioma : (a) (b) Untuk semua bilangan real x dan y.) dan Q(p. …). . • .

17 Bentuk khusus dari teorema adalah lemma dan corolarry. maka sudut yang berlawanan dengan sisi tersebut sama besar. Lemma adalah teorema sederhana yang digunakan dalam pembuktian teorema lain. jika x ≤ y dan y ≤ z. maka x ≤ z (hukum transitif). maka n – 1 bilangan positif atau n – 1 = 0. ….9 Argumen Argumen adalah suatu deret proposisi yang dituliskan sebagai p1 p2  pn ∴ q yang dalam hal ini. p1. Untuk semua bilangan real x. 2. b. y. maka segitiga tersebut sama sudut. Jika dua sisi dari sebuah segitiga sama panjang. yang dalam hal ini pembuktian tersebut dapat lebih mudah dimengerti bila menggunakan sederetan lemma. pn disebut hipotesis (atau premis). setiap lemma dibuktikan secara individual. Corollary adalah teorema yang dapat dibentuk langsung dari teorema yang telah dibuktikan. Lemma biasanya tidak menarik namun berguna pada pembuktian proposisi yang lebih kompleks. Corollary ini mengikuti teorema (a) di atas. . Contoh corollary : Jika sebuah segitiga adalah sama sisi. dan z. atau dapat dikatakan corollary adalah teorema yang mengikuti dari teorema lain. dan q disebut konklusi. Catatlah bahwa kata “valid” tidak sama maknanya dengan “benar” (true). Contoh-contoh teorema : a. p2. Contoh lemma : Jika n adalah bilangan bulat positif. Argumen ada yang sah (valid) dan palsu (invalid).

Karena itu tsunami datang.” Penyelesaian : Misalkan p adalah proposisi “Air laut surut setelah gempa di laut” dan q adalah proposisi “tsunami datang”. Perlihatkan bahwa argumen berikut: “Jika air laut surut setelah gempa di laut. Cara 1 : Bentuklah tabel kebenaran untuk p. q. Keduanya menggunakan tabel kebenaran. maka tsunami datang. Maka. sebuah tautologi). maka kadang-kadang kita mengatakan bahwa secara logika konklusi mengikuti hipotesis atau sama dengan memperlihatkan bahwa implikasi (p1 ∧p2 ∧… ∧pn) → q adalah benar (yaitu. maka konklusi q juga benar sehingga argumen dikatakan sah. maka konklusinya benar. p dan p → q benar secara bersama-sama pada .18 Sebuah argumen dikatakan sah jika konklusi benar bilamana semua hipotesisnya benar.13 p T T F F q T F T F p →q T F T T Argumen yang palsu menunjukkan proses Argumen dikatakan sah jika semua hipotesisnya benar. Periksa di tabel. argumen di dalam soal dapat ditulis sebagai: p →q p ∴ q Ada dua cara yang dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran argumen ini. Jika argumen sah. dan p → q Tabel 2. Air laut surut setelah gempa di laut. dan p → q Tabel kebenaran untuk p. Kita periksa apabila hipotesis p dan p → q benar. q. sebaliknya argumen dikatakan palsu (fallacy atau invalid). penalaran yang tidak benar.

sehingga penalaran menjadi tidak benar. Jadi. Jadi. Perlihatkan bahwa penalaran pada argumen berikut: “Jika air laut surut setelah gempa di laut.14 p T T F F q T F T F p→ q T F T T p ∧(p → q) T F F F [ p ∧(p → q) ] → p T T T T Perhatikanlah bahwa penarikan kesimpulan di dalam argumen ini menggunakan modus ponen.19 baris 1. [ p ∧(p → q) ] → p adalah tautologi Tabel 2. Tsunami datang. Pada tabel terlihatkan bahwa [ p ∧ (p → q) ] → p suatu tautologi. Periksa kebenaran argumen berikut ini : Jika 5 lebih kecil dari 4. Pada baris 1 ini q juga benar. argumen yang berbentuk modus ponen di atas sah. Jadi. Cara 2 : Perlihatkan dengan tabel kebenaran apakah [ p ∧(p → q) ] → p merupakan tautologi. kita kita juga telah memperlihatkan bahwa modus ponen adalah argmen yang sah. . sehingga argumen dikatakan sah. air laut surut setelah gempa di laut” Penyelesaian : Argumen di atas berbentuk p →q q ∴ p Dapat dilihat bahwa hipotesis q dan p → q benar pada baris ke-3. maka 5 bukan bilangan prima. maka tsunami datang. tetapi pada baris 3 ini konklusi p salah. Jadi. argumen tersebut tidak sah atau palsu.

∴5 adalah bilangan prima Penyelesaian : Misalkan p adalah proposisi “5 lebih kecil dari 4” dan q adalah proposisi “5 adalah bilangan prima”.15 p T T F F q T F T F pada baris ke-3 ¬q F T F T p→¬q F T T T ¬p F F T T . tetapi konklusi dari argumen ini tidak sesuai dengan bukti bahwa argumen tersebut palsu. dan q Tabel 2. Tabel kebenaran untuk p → ¬ q. ¬ p. Ini berarti argumen tersebut palsu.20 5 tidak lebih kecil dari 4. Perhatikanlah bahwa meskipun konklusi dari argumen tersebut kebetulan merupakan pernyataan yang benar (“5 adalah bilangan prima” adalah benar). Maka argumen di atas berbentuk: p→¬q ¬p ∴ q Baris ke-3 dan ke-4 pada tabel adalah baris di mana p → ¬ q dan ¬ p benar secara bersama-sama. tetapi pada baris ke-4 konklusi q salah (meskipun konklusi q benar).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful