PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN BAHASA

A.

Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan Piaget Proses Kognitif Proses Kognitif. Dalam memahami dunia mereka secara aktif, anak-anak menggunakan skema (kerangka kognitif atau kerangka referensi). Sebuah skema (sctrcmal adalah konsep atau kerangka yang eksis di dalam pikiran individu yang dipakai untuk mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi. Skema bisa merentang mulai dari skema sederhana (seperti skema sebuah mobil) sampai skema kompleks (seperti skema tentang apayang membentuk alam semesta). Anak usia enam tahun yang mengetahui bahwa lima mainan kecil dapat disimpan didalam kotak kecil berukuran sama berarti ia sudah memanfaatkan skema angka atau jumlah. Minat Piaget terhadap skema difokuskan pada bagaimana anak

mengorganisasikan dan memahami pengalaman mereka. Piaget (1952) mengatakan bahwa ada dua proses yang bertanggungjawab atas cara anak menggunakan dan mengadaptasi skema mereka: asimilasi dan akomodasi.

1.

Asimilasi tedadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru kedalam pengetahuan yang sudah ada. Yakni, dalam asimilasi, anak mengasimilasikan lingkungan ke dalam suatu skema.

2.

Akonodasi terjadi ketika anak menyesuaikan diri pada informasi baru. Yakni, anak menyesuaikan skema mereka dengan lingkungannya. Piaget juga mengatakan bahwa untuk memahami dunianya, anak-anak secara kognitif mengorganisasikan pengalaman mereka. Organisasl adalah konsep piaget yang berarti usaha mengelompokkan perilaku yang terpisah-pisah ke dalam urutan yang lebih teratur, ke dalam sistem fungsi Kognitif. Setiap level pemikiran akan diorganisasikan. Perbaikan terusmenerus terhadap organisasi ini adalah bagian inheren dari perkembangan.

Dengan cara yang sama. bayi memperlihatkan tak lebih dari pola reflektif untuk beradaptasi dengan dunia. Tahap Operasional Formal Tahap ini yang muncul pada usia tujuh sampai lima belas tahun. Tahap Operasional Konkret Ini adalah tahap perkembangan kognitif piagetian ketiga. Tahap pra-operosional Tahap ini adalah tahap Piagetian kedua. adalah tahap keempat menurut Piaget dan tahap kognitif terakhir. yang berlangsung sejak kelahiran sampai sekitar usia dua tahun. tahap ini lebih bersifat egosentris dan intuitif ketimbang logis. adalah tahap Piagetian pertama. bayi menyusun pemahaman dunia dengan mengoordinasikan pengalaman indra (sensory) mereka (seperti melihat dan mendengar) dengan gerakan motor (otot) mereka (menggapai. pada awal tahap ini. Kualitas kemajuan berbeda-beda. 4. Tahap ini berlangsung kurang lebih mulai dari usia dua tahun sampai tujuh tahun ini adalah tahap pemikiran yang lebih simbolis ketimbang pada tahap sensorimotor tetapi tidak melibatkan pemikiran operasional Namun. Organisasi terjadi di dalam tahap perkembangan. 3. Menjelang akhir tahap ini. Kemampuan menggolong-golongkan sudah ada. Pemikiran operasional konkret mencakup penggunaan operasi. Tahapan Piaget itu adalah: 1. anak-anak teru mengintegrasikan dan mengkoordinasikan banyak cabang pengetahuan lainnya yang sering kali berkembang secara independen. Menurut Piaget. semakin banyak informasi tidak membuat pikiran anak semakin maju. dimulai dari sekitar umur tujuh tahun sampai sekitar sebelas tahun. Dalam tahap ini. tetapi belum bias memecahkan problem-problem abstrak. menyentuh dan karenanya diistilahkan sebagai sensorimotor. bayi menunjukan sensorimotor yang lebih kompleks. penalaran logika menggantikan penalaran intuitif tetapi hanya dalam situasi konkret. Pada tahap ini . 2. Tahap sensorimotor Tahap ini.

B. dan logis. Dengan mediasi itu. Oleh karena itu. 2. Anak-anak tidak dapat memprediksikan atau mengeksplorasi hasil yang akan dicapai apabila mereka tidak belajar sistem simbol yang mencerminkan dunia. Pertumbuhan tergantung pada perkembangan intelektual dan sistem pengolahan informasi yang dapat menggambarkan realita. idealis. anak memerlukan representasi mental tentang dunia di sekitarnya. Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan Bruner Bruner memiliki pandangan mengenai proses belajar yaitu langkahlangkah bagaimana orang memilih. 3. untuk memahami pengalaman yang ada di luar dirinya. mempertahankan. mere belajar memediasi hubungan antara stimulus dan respon. Ketika anak itu memperoleh sistem bahasa. dan apa yang akan dilakukannya sesuah memperoleh informasi untuk mendapatkan pemahaman yang memberikan kemampuan tersendiri baginya. memodifikasi respon. Dimana perhatian tentang kognitif Bruner berpusat pada masalah apa yang dilakukan manusia dengan informasi yang diterimanya. . dan memiliki respon yang sama walaupun stiulusnya berubahubah. mengenai apa yang telah dikerjakan dan apa yang dikerjakannya.individu sudah memikirkan pengalaman di luar pengalaman konkret. melalui kata-kata atau simbol. dan mentransformasikan informasi secara aktif. a) Konsep Jerome Bruner dalam menyusun teori perkembangan kognitif memperhitungkan enam hal. Perkembangan intelektual ditandai oleh meningkatnya variansi respon terhadap stimulus. Anak yang pada mulanya berada dalam kendali stimulus. anak belajar membedakan gratifikasi. belajar membebaskan diri dari stimulus. dan memikirkannya secara lebih abstrak. yaitu sebagai berikut: 1. Perkembangan intelektual memerlukan peningkatan kecakapan untuk mengatakan pada dirinya sendiri dan orang lain.

Misalnya. Tahap enaktif (0-2 tahun) Pada tahap ini. menyentuh. Pertumbuhan kognitif ditandai oleh semakin meningkatnya kemampuan menyelesaikan berbagai alternatif secara simultan. anak memahami objek sepeda berdasarkan apa yang dilakukannya. dan sebagainya. sehingga guru harus menafsirkan dan berbagi kebudayaan dengan anak agar mereka mengalami perkembangan intelektual. 2. yaitu: 1. Orang tua. menggerakkan. memukul. guru.Hal ini menjelaskan adanya kesadaran diri. Kebudayaan yang ada di masyarakat tidak cukup mampu mengembangkan perkembangan intelektual anak. maka tidak akan terjadi perilaku analitik yang diarahkan pada dirinya sendiri atau terhadap lingkungannya. Kemampuan berbahasa ini menjadi sarana untuk mengaitkan berbagai peristiwa dalam bentuk sebab akibat. 5. Tahap ikonik (2-4 tahun) . 4. namun berdasarkan pengamatannya terhadap perilaku anak. 6. Tanpa perkembangan untuk menggambarkan kegiatan masa lalu dan masa depan. anak memahami lingkungannya. Bahasa menjadi perkembangan kognitif. b) Tahap-Tahap Perkembangan Bruner memahami karakteristik perkembangan kognitif tidak didasarkan pada usia tertentu. dan anggota masyarakat harus mendidik anakanak. dan mengalokasikan perhatian secara runtut pada berbagai situasi tertentu. Adapun tahap-tahap perkembangan kognitif menurut Bruner. misalnya dengan memegang. melakukan berbagai kegiatan secara bersamaan. Interaksi antara guru dengan siswa adalah penting bagi perkembangan kognitif. Belajar naik sepeda berarti lebih mengutamakan kecakapan motorik. Setiap individu belajar menggunakan bahasa untuk memediasi peristiwa yang terjadi di dunia. tidak ada kata yang membantu orang dewasa ketika mengajar anak berlatih naik sepeda. Pada tahap ini.

. merasakan. Bruner menyatakan bahwa perkembangan kognitif seseorang berkembang dari tahap enaktif ke ikonik dan pada akhirnya ke simbolik. Anak menjadi tahanan atas dunia perseptualnya. Guru perlu memperlihatkan fenomena atau masalah kepada anak. logika.Pada tahap ini. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan wawancara atau pengamatan terhadap objek. 3. Karakteristik tunggal pada objek yang diamati dijadikan sebagai pegangan. akan belajar dengan baik apabila mereka memanipulasi objek yang dipelajari. misalnya dengan melihat. Tahap simboik (5-7 tahun) Pada tahap ini. Anak dipengaruhi oleh cahaya yang tajam. Anak memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. orang dewasa lebih banyak menggunakan cara berpikir simbolik dibandingkan dengan enaktif dan ikonik. gangguan suara. dan gerakan. bukan berarti orang dewasa tidak lagi mengkodekan pengalamannya melalui sistem enaktif dan ikonik. tindakan tanpa pemikiran terlebih dahulu dan pemahaman perseptual sudah berkembang. 2. namun karena adanya banyak pengalaman. Bahasa. dan pada akhirnya anak mengembangkan memori visualnya. Meskipun demikian. yaitu sebagai berikut: 1. informasi dibawa anak melalui imageri. Tahap simbolik ini memberikan peluang anak untuk menyusun gagasannya secara padat. misalnya menggunakan gambar yang saling menghubungkan bentuk-bentuk rumus tertentu. dan sebagainya. Pendekatan pembelajaran diskoveri atau pendekatan pembelajaran induktif lainnya akan lebih efektif dalam proses pembelajaran anak. terutama pada pendidikan anak usia dini dana anak SD kelas rendah. mencium. c) Implikasi dalam Pembelajaran Implikasi tentang perkembangan kognitif menurut Bruner dalam pembelajaran. matematika memegang peranan penting. Anak.

Hal ini terjadi karena si pembelajar dituntut berpikir secara bebas. Dengan demikian. Bruner menggunakan cara belajar discovery learning (belajar penemuan) yang digagas sesuai dengan pencarian pengetahuan atau ilmu secara aktif yang dilakukan oleh si pembelajar atau siswa. cara belajar Bruner dalam bingkai kognitif melibatkan tiga proses yang bersamaan. Pengetahuan yang diperoleh akan dapat bertahan lama dan lebih mudah diingat dengan dibandingkan dengan cara belajar mendengarkan. artinya adanya penghalusan dan penambahan dari informasi yang dimiliki seseorang sebelumnya. Hasil belajar yang didapat mempunyai efek ftransfer yang lebih baik dari hasil belajar lainnya. nalar si pembelajar akan aktif bekerja dan memiliki peningkatan. antara lain: 1. . Adapun hasilnya adalah apa yang ditemukan akan memberikan pengetahuan yang benar-benar bermakna bagi si pembelajar. Memperoleg informasi baru. Menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.3. dengan menerapkan cara belajar discovery learning akan memberikan tiga manfaat besar bagi si pembelajar atau siswa. Menurut Bruner. 3. Dalam pembelajaran. Pengalaman baru yang berinteraksi dengan struktur kognitif dapat menarik minat dan mengembangkan pemahaman anak. Di sini adanya penilaian mengenai apakah cara kita memperlakukan pengetahuan sudah cocok dengan tugas yang ada. pengalaman baru yang dipelajari anak harus sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki anak. Transformasi informasi. 2. Oleh karena itu. artinya cara yang dilakukan oleh seseorang dalam menerapkan pengetahuan barunya yang sesuai dengan tugasnya. Dengan belajar menggunakan metode discovery learning. 2. 3. yaitu sebagai berikut: 1.

artinya pengetahuan didistribusikan di antara orang dan lingkungan. dan komunitas tempat orang berinteraksi dengan orang lain. seperti bahasa. tapi dapat dipelajari dengan bantuan orang dewasa atau anak yang lebih . dan bentuk diskursus yang berfungsi sebagai alat psikologis untukmembantu dan menstraformasi aktivitas mental. Zone of proximal development (ZPD) adalah serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian. bahasa mulai digunaka sebagai alat yang membantu anak untuk merancang aktivitas dan memecahkan problem. Vygotsky mengemukakan beberapa ide tentang zone of proxsimal development (ZPD). Vygotsky berpendapat bahwa pada masa kanak kanak awal (early childhood ).1998): (1) keahlian kognitif anak dapat dipahami apabila di analisis dan pahami apabila dianalisis dan di interpretasikan secara developmental. buku. konsep ketiga ini dimaksudkn mungkin berupa pelajaran menghitung dengan menggunkan computer. Pada satu kultur. alat. (2) kemampuan kognitif yang di mediasi dengan kata. Oleh karena itu karena itu perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari kegiatan social dan cultural ( Holland. perhatian dan nalar. yang mencaku objek artifak. Vygotsky percaya bahwa kemampuan kognitif berasal dari hubungan social dan kebudayaan. melibatkan pembelajaran untuk menggunakan alat yang ada dalam masyarakat. namun dalam kultur yang berbeda. pembelajaran ini mungkin berupa pelajaran berhitung menggunakan batu dan jari. Perkembangan Kognitif Menurut Pandangan Vygotsky Tiga konsep yang dikembangkan dalam teori vygotsky (Tappan. dan (3) kemampuan kognitif berasal dari relasi social dan dipengaruhi oleh latarbelakag sosiokultural. dan strstegi memori. Dia percaya bahwa perkembangan memori . Sehingga dapat dikatakan bahwa perkembangan kognitif berasal dari situasi social. system matematika. dkk 2001 ).C. bahasa. Teori vygotsky mengandung dan pandangan bahwa pengetahuan itu dipengaruhi situasi bersifat kolaboratif.

ZPD menurut vygotsky menunjukkan akan pentingnya pengaruh social. kemudian pelan-pelan memperkenalkan strategi membaca yang belum dikenal dan kemudian menyerahkan control aktivitas kepada si anak sendiri ( Clay & Cazden dalam Santrocks. 2008 ). yaitu tingkat tanggung jawab atau tugas tambahan yang dapat dikerjakan anak dengan bantuan instruktur yang mampu. . 2001). untuk membedakannya dengan istilah :buah” perkembangan. dan memperkenalkan elemen awal dari solusi. ZPD melibatkan kemampuan kognitif anak yang berada dalam proses pendewasaan dan tingkat kinerja mereka dengan bantuan orang yang lebih ahli (Panofsky. kita tidak bisa berhenti sampai disini saja. terdapat batasan atas. Menurut vygotsky. Dengan bantuan atau kerjasama dengan orang dewasa ini.masing anak akan berusaha menyelesaikan problem yang dimaksudkan untuk anak yang lebih tua. yang dimaksud adalah tingkat problem yang dapat dipecahkan oleh anak seorang diri. Kita harus menentukan bagaimana masing.mampu. Jadi. 1999). yang sudah dicapai anak secara independen. diharapkan pasca bantuan ini anak tatkala melakukan tugas sudah mampu tanpa bantuan orang lain dan batas bawah. Misalnkan pada tes kecerdasan. salah satu anak berasil memecahkan persoalan yang sesungguhnya untuk level anak usia 12 tahun. Salah satu Contoh aplikasi konsep ZPD adalah tutorial tatap muka yang diberikan pada guru Selandia Baru dalam program Reading Recovery. Tugas ini dimulai dengan tugas membaca yang sudah dikenal dengan baik. usia mental dari dua orang anak adalah 8 tahun. Vygotsky member contoh cara menilai ZPD anak. mengajukan pertanyaan. Untuk memahami batasan ZPD anak. terutama pengaruh instruksi atau pengajaran terhadap perkembangan kognitif anak ( Hasse. Kita membantu masing-masing anak dengan menunjukkan. Perbedaan antara usia mental dan tingkat kinerja yang mereka capai dengan bekerjasama dengan orang dewasa akan mendefinisikan ZPD. Vygotsky (1987) menyebut ini sebagai “kembang” perkembangan. sedangkan anak yang satunya memecahkan problem untuk level anak usia 9 tahun.

maka semakin sedikit bimbingan yang diberikan. Vygotsky berkeyakinan bahwa anak menggunakan bahasa bukan hanya untuk berkomunkikasi saja. Ketika tugas siswa yang akan di pelajari merupakan tugas baru. Menurut vygotsky. ketika anak kecil bicara kepada dirinya sendiri. Karena anak menginternalisasikan pembicaraan egosentrisnya dalam bentuk pembicaraan batin kemudian pembicaraan batin ini menjadi pemikiran mereka. mereka menggunakan bahasa untuk mengatur perilaku mereka sendiri. maka orang yang lebih ahli dapat menggunakan teknik intruksi langsung. Menurut piaget. dinamakan pembicaraan batin (inner speech) atau berbicara sendiri (private speech). Dialog merupakan alat penting dalam teknik ini di dalam ZPD . bahkan dalam bentuknya yang paling awal sekalipun. Pandangan vygotsky menentang gagasan piaget tentang bahasa dan pemikiran. dan spontan. Tatkala anak mendapatkan bimbingan dari para ahli. namun tidak sistematis. Penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri. sedangkan .dan rasional. Didalam hal ini vygotsky menganggap anak memmpunyai konsep yang banyak. mereka akan membahas konsep yang lebih sitematis. melainkan juga untuk merencanakan. logis . Oleh karena itu pembicaraa batin dapat mempresentasikan transisi awal untuk menjadi lebih komuniktif secara social. berbasis social. sedangkan piaget lebih menganggap pembicaraan anak sebagai nonsosial dan egosentris. Saat kemampuan sisa meningkt. Bahasa dan pemikiran. orang yang lebih ahli ( guru atau siswa yang lebih mampu ) menyesuaikan jumlah bimbingannya dengan level kinerja siswa yang di capai. Tatkala anak sering meakukan pembicaraan batin. Selama sesi pengajaran. berbicara sendiri bersifat egosentris dan tidak dewasa tetapi menurut vygotsky adalah alat penting bagi pemikiran selama mas kanak kanak. tidak teratur. memonitor perilaku mereka dengan caranya sendiri.Scaffolding yaitu teknik untuk mengubah tingkat dukungan. Vygotsky mengatakan bahwa bahasa. ia justru akan lebih kompeten secara social.

tindakan. orang lain dan bahasa merupakan bagian peran penting dalam perkembangan kognitif seorang anak. komentar. IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN Pembelajaran akan lebih efektif tatkala seorang guru mengajar dengn menggunakan teori vygotsky sebagai landasan.piaget percaya bahwa kegiatan bicara dengan diri sendiri itu mencerminkan ketidakdewasaan (immaturity). Bagi Vygotsky. 1997). Menurut Vygotsky aspek kognitif anak akan berkembang dengan sangat baik bilamana anak-anak tidak hanya bermain melakukan eksperimen pada alat-alat mainnya tetapi juga berinteraksi dengan orang dewasa dan teman-teman sebayanya yang memiliki pengetahuan lebih banyak darinya. juga ditentukan oleh lingkungan social secara aktif.Diaz & Montero. Pada saat anak bermain didampingi oleh guru yang memberikan bimbingan lisan. Para periset menemukan bukti yang mendukung pandangan vygotsky tentang peran positif dari private speech dalam perkembangan anak (Winsler. anak-anak mengonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial. Dalam teori Vygotsky. bentuk pembelajaran yang dimaksud adalah : . Teori Vygotsky merupakan pendekatan konstruktivis sosial yang menekankan konteks sosial pembelajaran dan konstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial. dan pertanyaan-pertanyaan terbuka akan dapat membantu anak meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengetahuan. pertanyaan. Perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif. Bermain dengan anak atau orang lain memberikan kesempatan pada anak untuk menanggapi saran-saran. dan contoh-contoh dari orang tersebut. apa yang dapat anak-anak lakukan dengan bantuan orang lain dapat memberikan gambaran akurat tentang kemampuan anak daripada bila ia melakukannya sendiri. bantuan fisik. Menurut Vygotsky. Demikian pula teman sebaya yang memiliki keterampilan lebih akan membantu anak-anak belajar melalui pemberian contoh dan percakapan.

Namun kita bias mengilustrasikan kemampuan linguistic anak dengan beberapa . Dampak pengiringnya adalah siswa dapat belajar sampai tingkat keahlian yang diharapkan dan mencapai ZPD pada batas atas. h. 1986:243) Chomsky telah memutuskan penilitiannya kepada aturan-aturan untuk membuat transformasi kalimat. Kemudian mereka mencapai penyusunan kalimat yang tepat saat kejadian-kejadian tertentu muncul ( Brown dan Herrnstein. menyusun tatabahasa dari ucapan-ucapan. karena secara rutin kita selalu menciptakan kalimat-kalimat baru. Chomsky sendiri mengamati anak tidak secara tidak langsung. 1975.444) Chomsky sebnaliknya membuktikan kalau pandangan ini tidak tepat. Untuk mengembangkan pembelajaran yang komunitas seorang guru perlu memanfaatkan tutor sebaya didalam kelas. seorang guru hendaknya dapat memahami ZPD siswa batas bawah sehingga bermanfaat untuk menyusun struktur mteri pembelajaran. b. Manusia tidak hanya belajar sejumlah kalimat. Dalam pembelajaran seorang guru hendaknya menggunakan teknik scaffolding dengan tujuan siswa dapat belajar atas inisiatifnya sendiri. Perkembangan bahasa dalam psikolinguistik diartikan sebagai proses untuk memperoleh bahasa. sehingga tidak melulu selalu memberikan bimbingan kepada siswa. c. Implikasinya guru lebih akuat tatkala menyusun strategi mengajarnya. kebanyakan orang percaya kepada temuan teori belajar bahasa bahwa Brown yang disebut „gudang penyimpanan‟ anak-anak mengimitasi orang lain dan memperoleh sejumlah besar kalimat yang mereka simpan di kepala mereka.a. seperti saat kita mengubah sebuah kalimat pernyataan menjadi kalimat pertanyaan. D. sehingga mereka dapat mencapai keahlian pada batas atas ZPD. Perkembangan Bahasa Menurut Pandangan Chomsky Sebelum Chomsky dikenal. Sebelum mengajar. memilih ukuran penilaian tatabahasa yang paling tepat dan paling sederhana dari bahasa tersebut (Tarigan.

2. Pengucapan satu-kata Pada usia sekitar satu tahun anak mulai memproduksi kata tunggal untuk mengekspresikan seluruh kalimat. sebagai reaksi terhadap orang lain yang mencari kontak verbal dengan anak tersebut atau sebaliknya (Monks. Bahasa Awal Tahap awal perkembangan bahasa dimulai sejak lahir. Pengembangan gramatika Diusia dua sampai tiga tahun anak mulai meletekan tiga atau lebih kata secara bersamaan. 1989:137) 3. 6. Chomsky sudah menginspirasi banyak peneliti. Pada bayi yang baru lahir sudah menunjukan gerakan-gerakan tubuh yang sangat halus sebagai atas respon yang didengarnya sebagai respon kepada ucapanucapan. Pengucapan dua-kata Pada usia 1-2 tahun seorang anak sudah mulai mengucapkan dua kata secara bersamaan dan bahasa mereka menunjukan struktur tertentu. Mendekati gramatika orang dewasa . 4. untuk mempelajari perkembangan bahasa anak-anak secara lebih mendetail. dan gerakan mereka menjadi beragam sesuai ikatan suara dan kata-kata dari ucapan tersebut. 5.temuan Roger Brown (1973) yang sangat terinspirasikan oleh Chomsky. para ahli psikolinguistik khususny. Brown merekam di sebuah kaset beberapa ucapan anak-anak secara diam-diam selama beberapa tahun dan menemukan di antara hal-hal yang lain. Tahap pralinguistik Pada tahap ini anak mengeluarkan bunyi ujaran dalam bentuk ocehan yang mempunyai fungsi komunikatif. bagaimana mereka memulai membuat transformasi kalimat dengan apa yang disebut questions tag. Berikuti ini beberapa tahap perkembangan bahasa secara universal: 1.

1989:228) Dalam aktivitas berpikir di dalamnya melibatkan bahasa. 1989:231). Tahap kompetensi lengkap Pada usia 11-dewasa pembendaharaan kata semakin meningkat. Mengupayakan lingkungan yang dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perkembangan bahasa secara optimal. Kemampuan Berbahasa dan Berpikir Berpikir merupakan rangkaian proses kognisi yang bersifat pribadi yang berlangsung selama terjadinya stimulus sampai dengan munculnya respons (Morgan. sehingga kecapakan berkomunikasi semakin baik dan fasih. Implikasi Dalam Pembelajaran Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Karakteristik Perkembangan Bahasa Karakteristik perkembangan bahasa tidak jauh dari apa yang telah dijelaskan diatas. . Bahasa merupakan alat untuk berpikir dan berpikir mengekspresikan hasil pemikiran tersebut. Berpikir merupakan percakapan dalam hati inner speech (Morgan. namun belum mampu menyusun kalimat pasif yang kompleks. 7. diantaranya adalah: a.Anak pada usia 5-9 tahun sudah menguasai perkembangan bahasa yang cukup kompleks. Pengenalan sejak dini terhadap lingkungan yang memiliki variasi kemampuan bahasa pada anak sangat diperlukan untuk mengacu perkembangan bahasanya. sehingga kita menengok kembali pada pembahasan tersebut. b.

mengalami langsung. antara lain: cara untuk memudahkan mengingat. bermain. Mengembangkan strategi untuk mempermudah penguasaan bahasa.c. meniru. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful