BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Permasalahan pembangunan yang terjadi seringkali menuntut adanya penyelesaian dari aspek keruangan (spasial). Selain itu semakin disadari bahwa pembangunan umum pada dan hakekatnya adalah demi memajukan bangsa.

kesejahteraan

mencerdaskan

kehidupan

Perencanaan harus sesuai dengan

data, realistis, tepat dan akurat,

dengan demikian arah penetapan kebijakan pembangunan dapat sejalan dengan aspirasi masyarakat. Pembangunan partisipatif merupakan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan hakikat otonomi daerah yang meletakkan landasan pembangunan yang tumbuh berkembang dari masyarakat,

diselenggarakan secara sadar dan mandiri oleh masyarakat dan hasilnya dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pada prakteknya program

perencanaan dan pembangunan di berbagai tempat selama ini cenderung terlalu ke atas dan kurang memperhatikan aspirasi masyarakat. Program pembangunan yang dijalankan akhirnya tidak sesuai dan kurang bermanfaat bagi rakyat. Partisipasi masyarakat adalah bagian penting dari sebuah

pembangunan. Menurut Bintoro, partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam pembangunan. Administrasi pembangunan yang sedang berjalan, tidak akan sempurna (efektif) jika tidak terdapat partisipasi masyarakat. Paling tidak partisipasi dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan. Dalam kapasitasnya sebagai konsumen,

LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1

Page 1

partisipasi luas dari masyarakat menurut Peters (1994) meningkatkan kinerja pelayanan birokrasi pemerintah. Pembangunan yang bertumpu pada masyarakat/rakyat atau

Community Development (CD) adalah pembangunan alternatif yang kini menjadi model utama perencanaan. CD memiliki prinsip utama

bagaimana proses pembangunan dapat sepenuhnya melibatkan rakyat, sehingga hasilnya pun dapat dinikmati oleh masyarakat. CD

berpandangan bahwa masyarakat memiliki kemampuan, potensi, dan sumber daya untuk berkembang. Tujuan dari pembangunan berbasis partisipasi masyarakat adalah agar pembangunan yang ada dapat sesuai aspirasi masyarakat dan betulbetul melibatkan masyarakat. Community Development (CD) adalah sebuah program yang bertumpu pada keterlibatan masyarakat. Anggota masyarakat ikut mempengaruhi dan melakukan kontrol pada

pembangunan. Pasar Loak Kerung-Kerung adalah pasar tradisional yang ikut bertumbuh dengan kota Makassar. Partisipasi masyarakat dalam pasar, hubungan antara masyarakat dengan pemerintah, peran komunitas pasar bagi pengembangan pasar, adalah sekelumit masalah yang kami hadapi di lapangan. Sehingga kita perlu melihatnya secara seksama dan tidak memisahkan tiap poin, tetapi memandang semuanya sebagai satu kesatuan masalah, yaitu bagaimana partisipasi masyarakat dalam Pasar Kerung-Kerung. Lewat survey ini, kami ingin memantau arah pembangunan di Pasar Kerung-Kerung dan bagaimana partisipasi masyarakat di dalamnya. Kami juga ingin ikut menganalisa dan membuat sebuah perencanaan pembangunan yang lebih baik bagi pasar ini.

LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1

Page 2

pedagang pasar. Rumusan Masalah a. Mengetahui pengadaan lahan dan prasarana di Pasar KerungKerung c. Mendapat gambaran tentang keadaan sosial ekonomi komunitas pasar tradisional e. d. Tanggungjawab dari pemerintah. dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Tujuan a. serta masyarakat sekitar terhadap keadaan pasar. toko masyarakat. b. 3. c.2. Bagaimana keterlibatan masyarakat dalam mengikuti pertemuan. menyampaikan usulan/saran. Bagaimana tingkat peran serta atau partisipasi masyarakat. e. Memahami hubungan antara para pedagang dengan pemerintah sekitar d. Bagaimana kontribusi tenaga dan finansial dari masyarakat. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 3 . Menentukan faktor-faktor yang menghambat perkembangan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Faktor apa yang menghambat peran serta atau partisipasi masyarakat. Mengetahui tingkat partisipasi masyarakat sekitar terhadap Pasar Kerung-Kerung b.

Kerung. Kelurahan Gusung. Kota Makassar.4. Waktu dan Tempat a. Tempat Tempat kasus survey adalah Pasar Loak Kerung . LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 4 . Waktu Adapun survey mata kuliah sistem kependudukan dilaksanakan pada Hari Tanggal : : Sabtu : 13 Oktober 2012 b. Kecamatan Makassar.

dan berkelanjutan. dan kontrol warga negara. Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat untuk mengakomodasi kepentingan mereka dalam proses penyusunan rencana pembangunan (Penjelasan Pasal 2 ayat 4 huruf d UU No 25 ). ataupun sekelompok keikutsertaan seseorang LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 5 . yang dapat membuat mereka berbagi manfaat dari masyarakat atas.BAB II STUDI PUSTAKA 1. efesien. Pembagian kewenangan ini dilakukan berdasarkan tingkat keikutsertaan (level of involvement) masyarakat dalam kegiatan tersebut. pelimpahan kekuasaan. memberi tahu. kerjasama. PENGERTIAN PARTISIPASI MASYARAKAT Partisipasi masyarakat merupakan suatu proses teknis untuk memberikan kesempatan dan wewenang yang lebih luas kepada masyarakat untuk secara bersama-sama memecahkan berbagai persoalan. terapi. Arnstein (1969) menjelaskan partisipasi sebagai arti di mana warga negara dapat mempengaruhi perubahan sosial penting. Dia mencirikan delapan anak tangga yang meliputi: manipulasi. konsultasi. Partisipasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam mencapai Partisipasi keberhasilan berarti dan keberlanjutan program pembangunan. Partisipasi masyarakat bertujuan untuk mencari solusi permasalahan yang lebih baik dalam suatu komunitas dengan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk ikut memberikan kontribusi sehingga implementasi kegiatan berjalan lebih efektif. penentraman. Antoft dan Novack (1998) mengartikan partisipasi masyarakat (sipil) sebagai keterlibatan secara terus-menerus dan aktif dalam pembuatan keputusan yang mempengaruhinya.

1997) a) Pembangunan hanya menguntungkan segolongan kecil masyarakat dan tidak menguntungkan rakyat banyak. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Korten. tingkat pendapatan. Keadaan ini dapat terjadi karena beberapa sebab antara lain: (Kartasasmita. tetapi rakyat kurang memahami maksud itu c) Pembangunan dimaksudkan untuk menguntungkan rakyat dan rakyat memahaminya. dan ini akan meliputi dua aspek menyangkut system social politik makro dimana komunitas tersebut berada. dan mata pencaharian. (2005) menyebutkan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan.137-143). partisipasi Kegagalan dalam kegiatan mencapai hasil dari program pembangunan tidak mencapai sasaran karena kurangnya partisipasi masyarakat. 1983 dalam Setiawan. 2. b) Pembangunan meskipun dimaksudkan menguntungkan rakyat banyak. bagian 1990) mengartikan bersama. Faktorfaktor tersebut dapat dikelompokkan dalam dua kategori yakni faktor internal dan faktor eksternal. usia. Jnabrabota sebagai dalam (Ndraha. tingkat pendidikan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar komunitas.masyarakat Bhattacharyya pengambilan dalam suatu kegiatan secara sadar. Faktor internal merupakan faktor dari dalam komunitas yang berpengaruh dalam program partisipasi masyarakat. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 6 . Menurut Slamet (1993:97. d) Pembangunan dipahami akan menguntungkan rakyat tetapi sejak semula rakyat tidak diikutsertakan. tetapi cara pelaksanaannya tidak sesuai dengan pemahaman mereka. faktor-faktor internal yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah jenis kelamin.

Berdasarkan derajat kesukarelaan. 2. 3. Berdasarkan Intensitas dan Frekuensi Kegiatan.yaitu Partisipasi Intensif dan Partisipasi Ekstensif 6. yaitu Partisipasi Tak Terbatas dan Partisipasi Terbatas 7.ada 6 langkah: Perumusan tujuan Penelitian Persiapan rencana Pelaksanaan dan Penilaian tingkatan organisasi. yaitu Partisipasi yang 4. Berdasarkan      keterlibatan dalam berbagai tahap proses pembangunan terencana. yaitu partisipasi bebas dan partisipasi terpaksa. Partisipasi Bebas. terjadi apabila seseorang melibatkan dirinya secara suka rela sedangkan Partisipasi Terpaksa terjadi dalam berbagai cara yaitu partisipasi terpaksa oleh hukum dan terpaksa karena keadaan kondisi sosial ekonomi. Berdasarkan Lingkup Liputan Kegiatan. Berdasarkan Terorganisasi dan Partisipasi yang Tidak Terorganisasi 5. yaitu semua pihak yang berkepentingan dan mempunyai pengaruh terhadap program (Sunarti dalam Suciati 2007:39) seperti pemerintah dan swasta.yaitu Partisipasi Efektif dan Tidak Efektif LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 7 . yaitu Partisipasi Langsung dan Partisipasi Tidak Langsung 3. Bentuk-bentuk Partisipasi Masyarakat Dusseldrop membuat klasifikasi partisipasi dalam 9 penggolongan yaitu: 1.Sementara itu faktor-faktor eksternal dapat dikatakan sebagai petaruh (stakeholder). Berdasarkan pada Efektifitas. Berdasarkan cara keterlibatan.

bentuk-bentuk partisipasi meliputi: 1. 8. yaitu penduduk dalam masyarakat dan bukan penduduk Wakil – wakil masyarakat yang terpilih. Konsultasi. yaitu penduduk dalam masyarakat dan bukan penduduk Orang – orang luar. 2. Berdasarkan pada Gaya partisipasi. Perencanaan Sosial. Aksi massa. Berdasarkan pada Siapa yang terlibat. 4. yaitu Pembangunan Lokalitas. dan Aksi Sosial Menurut Keith Davis dalam Sastropoetro (1988:16).8. Adapun jenis-jenis partisipasinya meliputi: (1)Pikiran. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 8 . Mendirikan proyek yang sifatnya berdikari dan donornya berasal dari pihak ketiga. (5) Barang.yaitu :     Anggota masyarakat setempat. biasanya dalam bentuk jasa. Mengadakan pembangunan di kalangan keluarga. 7. 3. yaitu berdasarkan wilayah dan berdasarkan kelompok – kelompok 9. (2) Tenaga. Membangun proyek masyarakat yang bersifat otonom. 5. (4) Keahlian. Mendirikan proyek yang sifatnya berdikari dan dibiayai seluruhnya oleh masyarakat. (3) Pikiran dan tenaga. 6. dan (6) Uang. Sumbangan spontan berupa uang dan barang.yaitu penduduk setempat dan pemimpin setempat Pegawai pemerintah. Sumbangan dalam bentuk kerja.

Partisipasi masyarakat dijadikan kendaraan public relation oleh pemegang kekuasaan. Pemberian Informasi (Informing) Tingkat partisipasi masyarakat pada tahap ini merupakan transisi antara tidak ada partisipasi dengan tokenism. Terapi dilakukan untuk menyembuhkan “penyakit” masyarakat. Kita dapat melihat dua karakteristik yang bercampur yaitu: LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 9 . Tingkat Partisipasi Masyarakat Menurut Sherry Arnstein pada makalahnya yang termuat di Journal of the American Institute of Planners dengan judul “A Ladder of Citizen Participation”.“hubungan masyarakat” dan “dukungan. akan tetapi pemegang kekuasaan memanipulasi partisipasi masyarakat melalui sebuah program untuk mendapatkan “persetujuan” dari masyarakat. kata “terapi” digunakan untuk merawat penyakit. dalam Panudju (1999:72-77) bahwa terdapat delapan tangga tingkat partisipasi berdasarkan kadar kekuatan masyarakat dalam memberikan pengaruh perencanaan. Terapi (Therapy) Untuk tingkatan ini.seperti berikut: 1. Masyarakat sering ditempatkan sebagai komite atau badan penasehat dengan maksud sebagai “pembelajaran” atau untuk merekayasa dukungan mereka. Pada kenyataannya. Ketidakberdayaan adalah penyakit mental. penyakit masyarakat terjadi sejak distribusi kekuasaan antara ras atau status ekonomi (kaya dan miskin) tidak pernah seimbang. Masyarakat diundang untuk terlibat dalam komite atau badan penasehat dan sub-sub komitenya. Bukan hanya tidak berdaya.4. Pemegang kekuasaan memanipulasi fungsi komite dengan “pengumpulan informasi”. Manipulasi (Manipulation) Pada tingkat ini partisipasi masyarakat berada di tingkat yang sangat rendah. 3. Praktek pada tingkatan ini biasanya adalah program-program pembaharuan desa.” 2.

Dengan demikian. atau menjawab sebuah kuesioner.1. dan respon untuk bertanya. dan dengar pendapat. pertemuan antar tetangga. 2. Namun. tetapi pemegang kekuasaan tetap berhak untuk menentukan legitimasi atau fisibilitas dari LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 10 . Konsultasi (Consultation) Konsultasi dan mengundang pendapat-pendapat masyarakat merupakan langkah selanjutnya setelah pemberian informasi. Pada umumnya mayoritas masih dipegang oleh elit kekuasaan. Akan tetapi tidak ada umpan balik (feedback) dari masyarakat. Pemberian informasi ini terjadi hanya merupakan informasi satu arah (tentunya dari aparat pemerintah kepada masyarakat). Metode yang biasanya digunakan pada konsultasi masyarakat adalah survei mengenai perilaku. pamflet. dan pilihan-pilihan masyarakat adalah langkah pertama menuju partisipasi masyarakat. Dengan kata lain. membawa pulang brosur-brosur. Masyarakat pada umumnya hanya menerima gambaran statistik. dan partisipasi merupakan suatu penekanan pada berapa jumlah orang yang datang pada pertemuan. 4. masyarakat dapat dengan mudah dikalahkan dalam pemilihan atau ditipu. Arnstein menyatakan bahwa langkah ini dapat menjadi langkah yang sah menuju tingkat partisipasi penuh. Di sini partisipasi tetap menjadi sebuah ritual yang semu. tanggung jawab. Alat yang sering digunakan dalam komunikasi satu arah adalah media massa. Penentraman (Placation) Strategi penentraman menempatkan sangat sedikit masyarakat pada badan-badan urusan masyarakat atau pada badan-badan pemerintah. 5. poster. mereka membiarkan masyarakat untuk memberikan saran-saran atau rencana tambahan. Pemberian informasi mengenai hak-hak. komunikasi dua arah ini sifatnya tetap buatan (artificial) karena tidak ada jaminan perhatian-perhatian masyarakat dan ide-ide akan dijadikan bahan pertimbangan.

Pendelegasian Kekuasaan (Delegated Power) Pada tingkat ini. Kedua pemeran tersebut sepakat untuk membagi tanggung jawab perencanaan dan pengambilan keputusan melalui badan kerjasama. diberikan honor yang masuk akan atas usaha-usaha mereka. Pengawasan Masyarakat (Citizen Control) LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 11 . 7. dan mekanisme untuk memecahkan kebuntuan masalah. (2) Tambahan dimana masyarakat diatur untuk menekan prioritasprioritas tersebut. (2) pada saat kelompok memiliki sumber daya keuangan untuk membayar pemimpinnya. Ada dua tingkatan dimana masyarakat pada bantuan teknis yang mereka miliki dalam membicarakan prioritas-prioritas mereka. komitekomite perencanaan. partisipasi masyarakat memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dengan pemegang kekuasaan. 6. dan manajer (community organizer) mereka sendiri. (3) ketika kelompok memiliki sumber daya untuk menyewa dan mempekerjakan teknisi. Kemitraan (Partnership) Pada tingkat kemitraan. Kekuatan tawar menawar pada tingkat ini adalah alat dari elit kekuasaan dan mereka yang tidak memiliki kekuasaan. masyarakat memegang kekuasaan yang signifikan untuk menentukan program-progam pembangunan.saran-saran ditentramkan: (1) Kualitas tersebut.pengacara. pemegang kekuasaan perlu untuk memulai proses tawar menawar dibandingkan dengan memberikan respon yang menekan. 8. Beberapa kondisi untuk membuat kemitraan menjadi efektif adalah: (1) adanya sebuah dasar kekuatan yang terorganisir di dalam masyarakat dimana pemimpin-pemimpinnya akuntabel. Untuk memecahkan perbedaan-perbedaan.

7. yaitu : 1.Pada tingkat tertinggi ini. partisipasi masyarakat berada di tingkat yang maksimum. yaitu: a. Hambatan struktural yang membuat iklim atau lingkungan menjadi kurang kondusif untuk terjadinya partisipasi 2. Untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan mengukur tingkat partisipasi individu atau keterlibatan individu dalam kegiatan bersama-sama yang dapat diukur dengan skala yang dikemukakan oleh Chapin dalam Slamet (1993: 82-83). Pengawasan masyarakat di setiap sektor meningkat. Masyarakat pengawasan) meminta yang dengan menjamin mudah tingkat dan kekuasaan penduduk (atau dapat partisipan menjalankan sebuah program atau suatu lembaga akan berkuasa penuh baik dalam aspek kebijakan maupun dan dimungkinkan untuk menegosiasikan kondisi pada saat di mana pihak luar bisa menggantikan mereka. Pada tingkat 1 dan 2 disimpulkan sebagai tingkat yang bukan partisipasi atau non participation. Hambatan dan Kendala Partisipasi Masyarakat Kok dan Elderbloem dalam Nampila (2005) dalam Rustiningsih (2002) serta Hana (2003) menguraikan ada beberapa kendala dalam mewujudkan pembangunan partisipatif. dan 8 disebut tingkatan kekuatan masyarakat atau Degree of Citezen Power. Tingkat 3. dan 5 disebut tingkat penghargaan/tokenisme atau Degree of Tokenism. 4. Keanggotaan di dalam kepengurusan e. Keanggotaan dalam organisasi b. Dan tingkat 6. Kehadiran di dalam pertemuan c. Hambatan internal masyarakat sendiri LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 12 . Kedudukan anggota di dalam kepengurusan 5. Sumbangan-sumbangan d.

Dimana struktur hukum dan birokrasi yang kaku. Faktor-Faktor yang menghambat peran serta/partisipasi masyarakat: 1. 3. Hambatan partisipasi. Anggota masyarakat berpenghasilan rendah kerap kali mengalami kelemahan tubuh sehingga sulit untuk menyumbangkan waktu dan tenaganya dalam kegiatan berorganisasi serta masih kurangnya rasa kepercayaan kepada pihak lain dalam menggungkapkan masalahnya. 2. Hambatan yang berkaitan dengan birokrasi pemerintah. Dengan kondisi ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat minimal. Hambatan pengadaan lahan dan prasarana serta mekanisme teknis di lapangan. Sebagian besar penduduk kota besar di negara berkembang tidak mampu mendapatkan lahan yang legal untuk membuka usaha serta izin dari pemerintah meski kebutuhan mereka sangat sederhana dan minimal. Hambatan pendanaan . Hambatan pembentukan organisasi. karena kurang terkuasainya metode dan teknik Apabila tidak ada kesepakatan masyarakat terhadap kebutuhan dalam cara mewujudkan kebutuhan tersebut.tidak mungkin masyarakat tersebut dituntut untuk menyediakan dana yang cukup besar.seringkali kurang luwes dalam menghadapi aspirasi mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah.Disamping itu masyarakat juga seringkali mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan prasarana yang diperlukan karena mahalnya pengadaan prasarana. 4. Hambatan tidak adanya dukungan dari masyarakat luas.3.kurang pedulinya pemerintah serta keterbatasan pemerintah. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 13 . 5. serta apabila kebutuhan tesebut tidak langsung mempengaruhi kebutuhan mendasar anggota masyarakat.

Pendekatan untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Rolalisasi (2008) mengatakan bahwa partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan melalui peningkatan modal sosial yang ada di masyarakat. dan lain-lain. Pemihakan ditujukan langsung pada yang memerlukan. 3) Meminta tanggapan dan saran tentang keputusan dan perencanaan yang akan dikeluarkan. c. b. 6) Meningkatkan pendelegasian wewenang. Partisipasi masyarakat akan meningkat seiring meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap permukiman di sekitarnya serta meningkatnya keterlibatan dalam organisasi sosial. 4) Meminta informasi tentang segala sesuatu kepada mereka dalam usaha membuat keputusan dan perencanaan. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 14 . Untuk meningkatkan peran serta masyarakat dapat pula dilakukan dengan: a. Berbasis kelompok. Nitisemito. 5) Memberikan kesempatan untuk ikut memiliki. 2) Menjelaskan tentang maksud dan tujuan keputusan dan perencanaan yang dikeluarkan.bahkan lebih efektif dilaksanakan oleh sekaligus meningkatkan kemampuan mereka. S (1996) mengatakan cara-cara untuk meningkatkan partisipasi masyarakat adalah sebagai berikut: 1) Mengikutsertakan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Mengikutsertakan masyarakat agar masyarakat.Tidak adanya dukungan dari masyarakat sekitar yang mengganggap kegiatan pelaku usaha mengganggu dan merusak lingkungan sekitar. 6.

Indikator keberhasilan partisipasi masyarakat menurut Marschall (2006) dalam studinya di Tanzania bergantung pada representasi. peran fasilitator. adanya penguatan kelembagaan. Sedangkan menurut Asian and Pasific Development Centre tahun 1988 tercapai konsensus bahwa partisipasi masyarakat dapat dikatakan berhasil jika (Bamberger dan Shams (1989:72-73)): mampu meningkatkan kontrol masyarakat terhadap sumber daya. komunikasi.d. dan Grass Root Need Assesment. meningkatnya partisipasi secara politis. Diperlukan pendampingan/pembimbingan. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 15 .

Barang dagangan mereka berasal dari dalam dan luar kota. baik dari luar kabupaten. Gambaran Umum Keadaan Pasar Pasar Loak Kerung – Kerung Pasar Loak Kerung-Kerung merupakan salah satu tempat penjualan barang bekas. Lapak ini berdiri diatas tanah milik pribadi. Setiap lapak terbuat dari kayu dengan rata-rata luas setiap lapak sekitar 4 sampai 6 meter persegi. Pasar Loak ini terdiri atas sekitar 20 lapak. bahkan luar pulau. dan sampai merek lokal disediakan di pasar ini. Pasar ini terdiri dari lapak – lapak pedagang yang terletak di pinggir jalan di sekitar Jalan Kerung – Kerung. propinsi.BAB III PEMBAHASAN A. Pasar ini telah ada sejak tahun 70’-an. Yamaha. Hampir sebagian besar dari para pedagang di pasar ini merupakan masyarakat Makassar asli. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 16 . Mereka umumnya adalah generasi kedua atau ketiga yang berdagang di sana. dan di pasar ini disediakan hampir seluruh jenis onderdil bekas dari berbagai merek motor. khususnya onderdil motor. roda. Onderdil yang disediakan di pasar ini banyak macamnya seperti body motor. kaca spion. Honda. mulai dari merek Suzuki. dan lain sebagainya.

Keadaan lapak pasar ini juga cukup memprihatinkan. masih ada pihak yang memanfaatkan situasi LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 17 . Hasil Survey Pasar Loak Kerung . Seperti namanya.Kerung merupakan satu dari beberapa tempat kegiatan jual . Hal ini wajar. Lapak – lapak pasar ini berdiri di atas lahan sendiri serta tidak dikenakan pungutan bahkan pajak. Terdapat lapak yang terbuat dari kayu yang sudah tanpak lapuk dan tua. sehingga pasar ini tidak memiliki kepala pasar. pasar ini menyediakan onderdil motor bekas untuk beberapa jenis motor.B. Sketsa lokasi survey pasar Tradisional dan Pasar Loak Kerung . mengingat bahwa pasar ini sering disebut “pasar gelap”. Pasar loak ini bukan merupakan pasar yang berada dibawah naungan Pemkot Makassar.beli lainnya yang ada di Makassar. Namun begitu.Kerung.

ini untuk meminta uang kepada para pemilik lapak dengan dalih pajak pemerintah. Daftar pedagang pasar loak Sumber: hasil survey kelompok 1 No Nama Penghasilan/ bulan (juta) Usia lokasi 1 2 3 4 5 Bapak Soni Bapak Rais Bapak Anto Bapak Dg. ia adalah seorang pedagang onderdil motor di pasar ini. Tabel 1. Beddu Bapak Rudi 3 4 3 2 3 44 38 39 30 28 1 2 3 4 5 Bapak Soni. Kita tahu bahwa pasar loak ini masih terbilang pasar gelap yang belum jelas statusnya. Lapak yang ia dapatkan bukan dari bantuan pemerintah melainkan warisan dari keluarganya. Pak Soni mengatakan bahwa pemerintah tak pernah meninjau lapak-lapak para penjual onderdil dengan alasan bukan merupakan tanggung jawab pemkot. Lapak yang ia miliki dirawat dan dikembangkannya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Kami hanya bisa mendapatkan 5 orang responden sebab banyak pedagang menolak untuk diwawancarai. Kami mengambil secara acak sampel dan mewawancarai lima orang pedagang. Meski mereka membayar pajak. mereka tetaplah belum dianggap sebagai badan usaha yang sah. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 18 . Sehingga banyak pedagang yang enggan diwawancarai.

Lapak pedagang pasar loak Sumber : dokumentasi kelompok 1 Lain lagi dengan bapak Anto. Gamabar. tapi ternyata itu hanya gertakan kosong.Barang beliau jual diperoleh dari dealer-dealer di Makassar. Barang dagangannya berasal dari Makassar dan sekitarnya. tiap Minggu warga berinisiatif untuk membersihkan lingkungan pasar. Tidak adanya himpunan pedagang dan kurangnya sosialisasi antar masyarakat membuat kawasan mereka lamban berkembang. 1. adapula Pak Rais yang juga pedagang onderdil motor. Harga barangnya berkisar dari 50 sampai 70 ribu. pak Rais mewarisi lapak dari keluarganya. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 19 . Seperti pak Soni. Ia mengatakan bahwa terkadang muncul orang yang mengaku sebagai orang pemerintah yang meminta uang “sewa” berkisar 300 – 400 ribu per bulan. Sempat ada ancaman dari pihak-pihak tertentu yang ingin menggusur lapak. Meski tak ada kunjungan pemerintah. Selain bapak Soni.

Para pedagang seakan – akan hanya terpaku dengan kegiatan sehari – harinya dan masih kurang dalam berpartisipasi dengan masyarakat sekitar pasar dan begitu pula sebaliknya. Gambar 3. sebab mereka tidak memiliki status yang sah untuk sebuah pasar. Lapak pedagang Sumber : dokumentasi kelompok 1 Pak Rudi adalah pedagang terakhir yang kami temui.Mereka merupakan oknum – oknum yang menguras dompet para pedagang tanpa memberikan suatu kontribusi atau bantuan bagi pasar. Daeng Bedu bercerita bahwa kendala – kendala lain yang mereka hadapi adalah masyarakat sekitar yang kurang peduli dan tidak mau ikut bersosialisasi dalam pengembangan pasar loak. Ia juga menambahkan bahwa pasar mereka seperti main kucing – kucingan. para pedagang ini mengatakan bahwa mereka masih berharap bahwa pemerintah akan peduli terhadap mereka. Ia mengatakan bahwa penghasilan para pedagang di sana rata – rata dua sampai lima juta rupiah per bulan. Walaupun demikian. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 20 .

sedangkan pemerintah jarang turun ke lapangan untuk membantu mereka. Kenyataan yang kami dapati. seorang individu melibatkan dirinya secara sukarela di dalam suatu kegiatan partisipatif tertentu. Dalam partisipasi spontan. Melihat perilaku para pedagang dalam beraktivitas. Seharusnya pemerintah turun LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 21 . Para pedagang berjuang sendiri mengatasi masalah. Contohnya mereka berpartisipasi dalam kerja bakti tiap hari Minggu.Gambar. partisipasi mereka kebanyakan tergolong ke dalam partisipasi spontan. Lapak pedagang onderdil bekas Sumber : dokumentasi kelompok 1 Dari hasil survey ini kami ingin menentukan bagaimana dan seperti apa tingkat partisipasi masyarakat dalam suatu kawasan.3. Kegiatan seperti ini menambah ikatan di antara para pedagang dan ikut memberikan efek positif bagi lingkungan. pemerintah jarang hadir dalam kehidupan para pedagang.

Pajak dan retribusi yang mereka bayar adalah contoh partisipasi terpaksa oleh hukum. Hal ini disebabkan masih kurangnya rasa percaya diri pedagang untuk menyampaikan opininya karena mereka mengganggap bahwa opini yang mereka sampaikan tidak akan didengar oleh pemerintah atau sia-sia. mereka harus membayar pajak tiap bulan. Saat itu para pedagang saling bahu membahu memadamkan api dan membantu korban. Mereka juga mengganggap bahwa berorganisasi itu hal yang tidak penting dan lebih memilih berusaha sendiri. Daerah Kerung-kerung merupakan basis masa bagi seorang calon gubernur. Namun dapat dikatakan bahwa pajak yang diberikan agak menyulitkan para pedagang karena penghasilan yang mereka dapatkan makin menurun tiap waktu akibat pengunjung yang makin berkurang. Dalam hal organisasi. kepada para pedagang calon mendelegasikan partisipasinya seorang gubernur. seperti kebakaran yang terjadi di kawasan sekitar pasar sebulan lalu. maka partisipasi yang ada tidak tergolong partisipasi tidak terorganisasikan.terlihat jelas dengan adanya poster besar calon tersebut di tepi jalan.memberi penyuluhan dan membantu pedagang mengembangkan usahanya. Ada juga partisipasi hak tidak langsung. Partisipasi tidak terorganisasikan juga bersifat insidentil atau tiba – tiba. Karena mereka tidak memiliki organisasi pedagang. Partisipasi terjadi hanya pada saat-saat tertentu. mereka belum memiliki organisasi untuk mengayomi dan menyalurkan opini mereka. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 22 . Demi kelanjutan usahanya.

Dari survey yang didapatkan. Para pedagang hanya merupakan alat bagi segelintir oknum yang membutuhkan uang. meskipun telah ada pedagang yang mendapatkan bantuan dari koperasi namun jumlah pedagang yang tidak ikut koperasi jauh lebih banyak. dan masyarakat. Para pedagang berusaha sendiri – sendiri tanpa kehadiran pemerintah. membuat hubungan pedagang atau partisipasi pedagang yang dalam hal ini merupakan masyarakat pasar menjadi tidak maksimal dan cenderung tertutup.Dalam hal pendanaan. Dengan banyaknya kendala yang dihadapi masyarakat. Padahal kemajuan sebuah pasar ditentukan oleh kerjasama yang baik antara pedagang. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 23 . Pemkot yang menjadi harapan. Tingkat partisipasi yang merupakan level terendah yang ada.1969) pedagang-pedagang di Pasar Kerung-Kerung masih berada pada tingkat manipulasi (manipulation) karena masih kurangnya peran masyarakat pasar dalam hal pembaharuan pasar. Tidak adanya wadah bagi para pedagang untuk berkumpul dan juga mengemukakan aspirasi membuat persoalan yang mereka hadapi semakin kusut. Hal ini disebabkan oleh kurang diberikannya sosialisasi tentang koperasi oleh pemerintah. tingkat partisipasi masyarakat (Artein. Tidak ada organisasi atau persatuan yang bisa mewadahi para pedagang di pasar. tidak memperhatikan peadagang dan seakan menutup mata dengan masalah ini. pemerintah.

yaitu sudah saatnya untuk pemerintah mulai terbuka terhadap keadaan masyarakatnya khususnya para pedagang di Pasar Loak Kerung . agar usulan/saran dan aspirasi pedagang pasar tersalurkan. 4. yaitu : 1. Perlu dilakukan pembentukan sebuah wadah bagi pedagang dalam menyampaikan aspirasi mereka seperti sebuah organisasi. Perlu dicanangkan program pemberian modal kepada pedagang pasar yang kekurangan modal. 2. SARAN Berdasarkan pembahasan materi di bab sebelumnya. 3. penulis dalam hal ini kelompok 1 memberikan saran kepada pihak terkait. SOLUSI Berdasarkan pembahasan materi di bab sebelumnya serta berdasar pada masalah yang ada. Pemberian penyuluhan kepada pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan kenyamanaan pasar. B. Peningkatan kualitas pasar untuk menunjang transaksi jual beli. sehingga akan meningkatkan pendapatan pedagang pasar. 5. dalam hal ini Pemkot Makassar. Diharapkan masyarakat sekitar pasar lebih aktif dalam bersosialisasi dan berpartisipasi dengan pedagang pasar LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 24 . penulis telah menyimpulkan beberapa solusi yang bisa membantu.kerung agar sarana dan prasarana yang ada bisa diperbaiki dan dilengkapai guna menunjang terciptanya masyarakat yang sejahtera. serta perlu ada kontrol secara berkala dari pemerintah terhadap keadaan pasar.BAB IV SARAN DAN SOLUSI A.

Masih kurangnya keaktifan masyarakat sekitar pasar dalam mengajak dan membantu pedagang pasar untuk aktif dalam berpartisipasi. Kurangnya perhatian dari pemerintah kota terhadap keadaan pasar – pasar tersebut. Pendanaan ataupun modal turut menjadi kendala bagi pedagang guna meningkatkan usahanya. Sarana dan prasarana yang ada belum maksimal. Kota Makassar. Tidak adanya wadah bagi masyarakat khususnya pedagang di pasar untuk menyampaikan saran maupun solusi. Partisipasi masyarakat masih sangat kurang terhadap keberadaan pasar loak. Pasar ini terletak di Kelurahan Maccini Gusung. 3. Pasar Kerung – Kerung memiliki luas 100 m2 dengan bentuk persegi panjang yang terdapat di sepanjang jalan Macinni. 5. Dengan melihat uraian dari pembahasan bab sebelumnya. membuat partisipasi pedagang dalam masyarakat menjadi tidak maksimal. 2. Pengembangan Pasar Loak Kerung – kerung masih jauh dari harapan masyarakat. 4. 6. Pungutan liar yang diterima pedagang menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang harus diselesaikan. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 8. 7. LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 25 .BAB V KESIMPULAN Pasar Loak Kerung-Kerung yang terletak di jalan Kerung – kerung merupakan pusat perekonomian di jalan tersebut yang tingkat partisipasi masyarakatnya masih rendah. Kecamatan Makassar.

DAFTAR PUSTAKA www.shvoong.com id.wordpress.com/04-konsep-konsep-dasar/partisipasi/ zuryawanisvandiarzoebir.google. Makassar 2012 LAPORAN SURVEY KELOMPOK 1 Page 26 .com/2008/06/08/pemberdayaanperan-serta-masyarakat-dalam-pembangunan-daerah/ Kajian Materi Mata Kuliah Sistem Sosial Kependudukan : Unhas.wordpress.com/social-sciences/sociology/2146743-partisipasimasyarakat/#ixzz29B4oMYBRk bebasbanjir2025.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful