HAND URI A W

TU T

PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM
(CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)

Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

2010

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

i

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii .

Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna.KATA PENGANTAR Pada tahun 2007. program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Jakarta. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah. Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma. daya inovatif. berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. MPA. namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Ph. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. kemampuan pemecahan masalah.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii . Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv .

.. Alokasi Waktu ......................................... Langkah-langkah CTL ………………………………………………......……......... E....................................................................... Penerapan PAIKEM…………………………………………………… i iii v 1 1 1 2 2 2 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….....................………………........................... PENDAHULUAN ................. C......................................………………………… B........................... B.............. 4 4 7 14 15 17 21 21 24 26 26 29 31 33 34 Jenis-jenis PAIKEM ……………………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………................................................................ Latar belakang ....... Evaluasi Otentik dalam CTL ...................... Indikator Pencapaian Kompetensi .....…………............................................................ Latar Belakang Filosofis dan Psikologis .............. D........................ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v .. D................................ E......... Skenario .......... Kompetensi yang Hendak Dicapai ........ Latar Belakang ………………………....…………………………………………… Karakteristik PAIKEM ………………………………………. G. A.......………………………….....................................…… Tujuan PAIKEM …………..................……………………………................ KATA PENGANTAR ...………………… Strategi Pembelajaran Kontekstual ................... C...............………..... B................. Dimensi Kompetensi ........................................ Karakteristik Pembelajaran CTL………………........DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK .......................... C......................... Konsep Dasar Pembelajaran ………………………………………......... F...…………………………................................…................... A.................................................... F.... Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional ............……………………................. D. F................................................................... Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas .............……… DAFTAR ISI ..... E....................… A.. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ............ H..………….

.................... G..................... Implikasi Pembelajaran Tematik ........ D........ Pembelajaran IPA Terpadu ............................................................................ B........... Landasan Pembelajaran Tematik .............. A......................................................... A................................................................................. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................. Penilaian Pembelajaran Tematik ............. Pembelajaran IPS Terpadu ........... Tahap Persiapan Pembelajaran ..... D..................................................................... 55 55 58 59 59 90 109 109 111 115 118 119 121 121 123 127 130 PEMBELAJARAN TEMATIK ..........................………................................. Latar Belakang ............................................................................................................................................................. E....................................PEMBELAJARAN TERPADU ............................................................................................ C.................... Tahap Pelaksanaan Pembelajaran .... B.............................................................................. H.............................. Karakteristik Pembelajaran Tematik ........................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi ........ Kerangka Berpikir . Latar Belakang ........ C. F........................................... I............. E...... Jenis-jenis Pembelajaran ....................... J............................. Tujuan Pembelajaran Terpadu ....................................................... Pengertian Pembelajaran Tematik ..............

kreatif.PENDAHULUAN A. SLB. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung SMK. dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah. apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori. strategi dan metode pembelajaran yang tepat. bahasa Indonesia. IPA. SMP. untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan. maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru. IPS. SD. SMA. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. sehingga menjadikan siswa aktif. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. melalui praktek-praktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK. Paling tidak. B. dan bahasa Inggris. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1 .

alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. Materi Diklat Alokasi 4 jam 4 jam 4 jam 1. Pre-test 4. Alokasi Waktu No. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. 2. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. inovatif. Pembelajaran Berbasis CTL 2. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1.C. E. 3. Penyampaian Materi Diklat: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 . Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. D. kreatif. Pembelajaran Tematik F. 5. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. indikator. mampu memecahkan masalah melalui matamata pelajaran yang relevan. Perkenalan 2. IPS Terpadu) 3. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Skenario 1. melalui pendekatan andragogi. 3.

7. Post test. inovatif. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. menganalisis. b. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. efektif. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Menggunakan pendekatan andragogi. 6. menyenangkan. 8.a. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. c. menyimpulkan. dan bermakna. kreatif. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 .

Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa.PEMBELAJARAN PAIKEM A. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. dengan memberikan ide-ide. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 .

pengamatan. (4) rangkaian verbal. (5) membedakan. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Dalam tipe belajar pemecahan masalah. yaitu: (1) belajar isyarat. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . penelitian sederhana. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. (2) stimulus-respon.tingkat pemahaman yang lebih tinggi. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. pemecahan masalah. Di lihat dari urutan belajar. (6) pembentukan konsep. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 . eksperimen. (3) rangkaian gerak. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu.

Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. inspiratif. lingkungan. menyenangkan. pengalaman siswa. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. sumber belajar. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. dan aktivitas guru. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. dan kemadirian sesuai denganbakat. media. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. menantang. peran. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.optimal. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. sistem informasi. elaborasi. krativitas. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 . dan konfirmasi. sosial. kemampuan berpikir. dll. aktivitas. minat. sistem instruksional. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran.

sehingga terjadi perubahan tingkah laku. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. keterampilan (kecakapan). dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. yaitu pengetahuan. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. kondisi fisik. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. pemahaman. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Faktor internal. minat. bakat (aptitude). Konsep Dasar Pembelajaran 1. motivasi. dan mental. dan perbuatan. dan sebagainya. yaitu: kecerdasan. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. sikap. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 .B. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. (4) bersifat positif dan aktif. (5) memiliki arah dan tujuan. sikap. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. (3) tidak bersifat sementara. mencakup pengetahuan.

dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadiankejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. sosio kultural. 1991). adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. dan keadaan masyarakat). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 . Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. materi. waktu. metode. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. 1985). Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. baik anak-anak maupun manusia dewasa. keluarga dan masyarakat (keadaan sosioekonomis. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik.Faktor eksternal. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. dan sumber daya. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik.

Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. lingkungan sosial. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. penguasaan bahan. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Berdasarkan pendekatan yang digunakan.Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. dan lingkungan sekolah. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 . melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Raka Joni. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. 1992). kondisi fisik. dan motivasi kerja. Faktor lingkungan.

yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).

Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

10

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

11

Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

2.

PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif,

Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis /Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya

kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik,

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

12

guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). kreatif. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.potensi. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. d. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kecakapan sistematis dalam menilai. kesulitan maupun ancaman. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 . memberi keyakinan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. menarik keputusan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. e. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. memecahkan masalah.

Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik.f. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). kemacetan lalu lintas. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. umpamanya masalah kemiskinan. Dsb. pembusukan makanan. kejahatan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 . wabah penyakit. memecahkan masalah menarik keputusan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. kegagalan panen. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. C. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. memberi keyakinan. kecakapan sistematis dalam menilai. pemalsuan produk.

pengalaman dan kemandirian siswa. interaksi dan refleksi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • • Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.D. Interaksi. 1. makna. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. Komunikasi. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. komunikasi. 2. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o o o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 . maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. aktivitas.

4. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. motivasi. IPS Terpadu). Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara Lesson Study. lain dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 . tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Pembelajaran Terpadu (Tematik. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. IPA Terpadu. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. retensi. persepsi. perhatian. E. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). dan transfer dalam belajar. Tanggung jawab belajar. memang berada pada diri siswa.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. observasi di sekolah. diskusi kelas. Sekolah standar. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. SMP terdiri dari 40 menit. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. tanya jawab. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. presentasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. diskusi kelompok. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 . Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). atau simulasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. atau demonstrasi. diskusi kelas. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. kegiatan tugas terstruktur. 1. tanya jawab. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. presentasi. eksperimen. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. demonstrasi.F. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS.

Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. observasi lingkungan. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. yaitu relating. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. atau simulasi. cooperating. demonstrasi. peran guru sebagai fasilitator. Metode yang digunakan seperti penugasan. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). teman belajar. observasi di sekolah. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. experiencing. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. 3. observasi lingkungan. tutor. eksperimen. applying. atau proyek.2. atau proyek. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 .

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. b. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi. alokasi waktu terbatas. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. a. alokasi waktu cukup tersedia. c. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. d. dan bahan cukup. sumber referensi terbatas. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. dan e. alat. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 . Preparasi. dan e. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. sumber referensi. media. d. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. a. b. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. c. materi pembelajaran tidak terlalu luas.Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut.

Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru.c. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 . eksperimen. Metode yang digunakan adalah observasi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. diskusi kelompok. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. ekplorasi. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. diskusi kelas. dan sebagainya. dan tanya jawab. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. simulasi.

Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 . Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. 2. 6. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. 5.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. 3. Selain teori progressivisme John Dewey. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. 4. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Intinya. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah.

Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. berubah dan tidak menentu. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Menurut filosofi konstruktivisme. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. pengetahuan bersifat non-objektif. Untuk itu. Melalui strategi. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 . CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. temporer.dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Segala sesuatu bersifat temporer. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Berpijak pada dua pandangan itu. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. filosofi konstruksivisme berkembang. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. dan selalu berubah.

atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). Karena penekanannya pada siswa aktif. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Dengan paham kontruksivisme. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 . Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Dengan demikian. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. konsep.

dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Dalam pandangan kontruksivistik. 5. B. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Dengan demikian. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. 4. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Dengan konsep ini. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran merupakan Kontekstual suatu proses (Contextual pendidikan Teaching yang and Learning/CTL) dan bertujuan holistik memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 . kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. sosial. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. 3.

Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. masyarakat belajar (learning community). tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dalam kelas kontekstual. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. cooperating. experiencing. bertanya (questioning). Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. menemukan (inquiri). yakni: konstruktivisme (constructivism). yaitu relating. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif.Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. applying. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 . Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). pemodelan (modeling). dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.

11. Siswa kritis guru kreatif. 2. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. bidang studi apa saja. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. 5. 4. Ciptakan masyarakat belajar. Belajar dengan bergairah. 9. Menyenangkan. 6. artikel. karangan siswa dan lain-lain Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 . Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Secara garis besar. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. 8. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. tidak membosankan. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.C. Menggunakan berbagai sumber. laporan hasil pratikum. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. peta-peta. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. 4. 3. Siswa aktif. 7. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. D. 10. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Kerjasama. 3. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Sharing dengan teman. 6. 2. 5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Saling menunjang. gambar. Pembelajaran terintegrasi. humor dan lain-lain. 7.

dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. lang-kah-langkah pembelajaran. mereka menemukan makna. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. le-bih sedangkan program pada untuk pembelajaran kontekstual menekankan skenario pembelajarannya. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Dalam konteks itu. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. media untuk mencapai tujuan tersebut. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. ilmu pengetahuan alam. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 . Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. materi pembelajaran. dan authentic assessment-nya. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan pembelajaran yang dan mengarah pengajaran pada makna adalah Ketika jantung siswa dari dapat kontekstual. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL.Dalam pembelajaran kontekstual.

Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. sikap. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 5. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi.2. 4. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. memecahkan masalah menarik keputusan. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. tanggung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 . minat. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. kecakapan sistematis dalam menilai. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. memberi keyakinan. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. mandiri. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. merupakan pembelajaran yang aktif. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. 6.

E. 2004: 56). penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 . mencapai keunggulan (excellent). Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. dan mentor. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. 1. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 8. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. dsb. kebutuhan dan kemampuannya. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal.jawab. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. motif berprestasi. disiplin. 7. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Yasin dan Senduk.

2. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran.pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. 5. mensintesis. 3. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Jadi dalam hal ini. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. tempat kerja atau sejenisnya dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 . Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. 4. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna.

saling mengoreksi. 2. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. F. Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. diskusi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 . Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 6. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. 7. Dengan kata lain.berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa.

seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. dan dilatihkan. 10. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. Dalam pembelajaran kontekstual. 4. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual.3. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. diterima dan dilafalkan. yang harus dikembangkan. 8. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis.. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. Dalam pembelajaran kontekstual. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . Dalam pembelajaran kontekstual. 9. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. 7. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 6. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. 5. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor.. Dalam pembelajaran kontekstual. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata.

Dalam pembelajaran kontekstual. pemecahan masalah. konsep. 11. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. pengamatan. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. mendengarkan. dan penyelesaian soal. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. penelitian. G. menghapal). Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. mengerjakan tugas. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. melakukan latihan. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. menyeluruh dan terus menerus. mencatat.pembelajaran yang efektif. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. percobaan. mengerjakan tugas. atau hukum yang brada di luar diri manusia. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. Bagaimana siswa melakukan berbagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 .

tengah semester atau akhir unit. H. bertanya menemukan (inquiry). lisan. rangkuman. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). baik berupa rancangan. masyarakat belajar (learning community). berbentuk tes obyektif atau essay. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. maka makin mendekati evaluasi otentik. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . pemodelan (modeling) refleksi (reflection). evaluasi kenyataan. itu adalah konstruktivisme (constructivism). bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. karena evaluasi dengan menggunakan tes. makalah. hasil karya dan portfolio. laporan. Ketujuh komponen (questioning). Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. biasanya hanya digunakan tes. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. model.kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. gambar. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. Hal ini tidak berarti. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. akhir semester. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode.

Dengan dasar ini pembelajaran mnerima harus dikemas menjadi proses berpikir mengkontruksi bukan pengetahuan. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar.1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. Landasan konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 . Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Dalam pandangan konstruktivisme. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. konsep. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. dan bergelut dengan ide-ide. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran.

2. (5) penyimpulan. antara guru dan siswa. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. gambar. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur. (2) mengecek pemahaman siswa. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. teman kelas. atau audience lainnya.laporan. dan karya lainnya. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36 . (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. Siklus inquiry adalah (1) observasi. (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. antara siswa dengan guru. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia. (2) mengamati atau melakukan observasi. guru. bagan tabel. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. 3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. (4) pengumpulan data. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. (3) membangkitkan respon pada siswa. (3) mengajukan dugaan. (2) bertanya. (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa.

4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam

melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan

kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

37

6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami

kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

38

(learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.

Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP.

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SMP .......................................... IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) IX (Sembilan)/ 2 (Dua) 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

: 4.

Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

B. Kompetensi Dasar

: 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

39

6. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.1 (Ulangan Harian. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. 2. D. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan kemagnetan.3. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Lebih dari 2000 tahun yang lalu. orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. 4). sifat Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. 3. 4. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 . mendeskripsikan kemagnetan bumi. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi.d. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. materi Pertemuan 1 s. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. 4. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1.

Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). baja. yaitu utara (U) dan selatan (S). Besi. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. Setiap magnet. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. kaca. dan kobalt termasuk bahan magnetik. Allah itu satu. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. nikel. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. aluminium. kedua kutub tersebut akan tolakmenolak. Namun. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Sedangkan kayu.Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. Oleh karena itu. bagaimanapun bentuknya. tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 . ”Allah.

Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. ”Bersatu kita teguh. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai.” Apabila kita ingin pandai. ”Rajin pangkal pandai. jika didekatkan akan tarik-menarik. dan tidak mudah menyerah.” Dalam suatu komunitas. manusia mempunyai dua jenis kelamin. kita harus rajin belajar. bercerai kita runtuh. maka apapun yang • • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 . apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. Bagi ajaran agama Islam. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul.beranak dan tidak diperanakkan. jika didekatkan akan tolak-menolak. Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Secara kodrati. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut.

kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. bel listrik. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). Namun. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Menjelaskan konsep kemagnetan. Catu daya (baterai) F. dll. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. Menanyakan kepada siswa. motor listrik. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. tape recorder. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. Alat peraga magnet. Buku Sumber (Referensi) lain 3. dan motor listrik 5. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 . E. misalnya munculnya para provokator-provokator. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Serbuk besi 6. LKS Kemagnetan 4.

magnet memiliki dua kutub. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 . • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 1 dan LKS 2.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet.magnet dapat menarik benda. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain.Tahap Pembelajaran • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. antara lain berkaitan dengan: . . Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. . (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Terlaksana Ya Tidak • • • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Pengaruh Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 1 ini. Pertemuan 2 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan pakupaku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. yaitu: U dan S.

Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif.pembuatan magnet dengan cara menggosok. Terlaksana Ya Tidak • • Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak.Tahap Pembelajaran • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut.pembuatan magnet dengan cara induksi. . • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). susunan atom-atomnya harus dibuat searah. antara lain berkaitan dengan: . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 3. induksi. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. Agar besi menjadi magnet. dan mengalirkan arus listrik. . Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 2 ini.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 . • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya.

• (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 . serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa.cara menghilangkan sifat kemagnetan. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). Kemagnetan Bumi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. tentang Pengaruh Magnet. • Meminta siswa membaca Buku Siswa.keberadaan kemagnetan bumi. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. antara lain berkaitan dengan: . dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. . apakah suatu magnet.Pertemuan 3 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang.

guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 3 ini.Tahap Pembelajaran Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara menghilangkan sifat kemagnetan dan keberadaan kemagnetan bumi. Menanyakan pada siswa. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. Pertemuan 4 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang Terlaksana Ya Tidak Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 . mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 4 dan LKS 5.

Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. yaitu: . Terlaksana Ya Tidak • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 .sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.1.Tahap Pembelajaran dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. H. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 7 dan LKS 8. guru mengajukan pertanyaanpertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 4 ini. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).

menuliskan data hasil pengamatan. Melakukan pengamatan. Metode Pembelajaran 1. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3.Model :Cooperatif Learning 2. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. Kompetensi Dasar 3. 6. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. berkomunikasi B. melakukan inferensi.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran PERTEMUAN 1 A. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . Memahami keanekara-gaman makhluk hidup.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Memahami wujud zat dan perubahannya 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6.

Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Buku siswa 2.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . Kegiatan Penutup . apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. air kolam c.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain penyaringan. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. .Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . kerikil d. Kegiatan Inti . . . ijuk f. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. pasir e. .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. .ahan. meliputi: a. Sumber Belajar 1.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. .apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahan-bahan yang E.D. 3. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut.guru dapat langsung memberikan bimbingan. botol plastik 2l bekas air mineral b. . LKS 3.Langkah-langkah 1. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 .

Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. menuliskan data hasil pengamatan.guru dapat langsung memberikan bimbingan.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. melakukan inferensi.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. . Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. berkomunikasi B.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.PERTEMUAN 2 A.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. .Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Kegiatan inti . . Mendiskusikan pemisahan campuran selain penyaringan dan destilasi.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 . Diskusi D. . .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . . Melakukan pengamatan. yakni kristalisasi.Langkah-langkah 1.

Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) . botol plastik 2l bekas air mineral b. kerikil d. air kolam c. pisau PERTEMUAN KETIGA A.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 .Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.3. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Buku siswa 2. Langkah-langkah 1. Kegiatan inti . ijuk f.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Kegiatan penutup . meliputi: a. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. Sumber Belajar 1. pasir e. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . LKS 3. Tujuan Peserta didik dapat 1.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas.

dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. E. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. Kegiatan penutup .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk membaca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain.guru dapat langsung memberikan bimbingan. sehingga kamu mendapatkan air tawar. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. Poster dapat berupa diagram alir. garam. Penilaian 1.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Tes unjuk kerja Tes tulis Bentuk Instrumen Lembar Observasi (rating scale) Isian 2.Buku Siswa 2. Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 . Membinbing siswa melakukan kegiatannya.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar .- - Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. atau sesuai kreasi anak. 3. peta konsep.Peralatan untuk membuat poster F. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. Sumber belajar 1. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi.

Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No 1 2 3 4 Aspek Yang Diamati 0 (tidak ada) Melakukan pengamatan Menuliskan data pengamatan Melakukan tafsiran terhadap data Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian Skor 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) nilai = skor yang didapat × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 .Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut.

menganalisis. merumuskan memadukan. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu.PEMBELAJARAN TERPADU A. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. terutama dalam keterampilan berpikir. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. mengukur. melakukan percobaan. IPS Terpadu. mengambil keputusan. menginterpretasikan. mengurutkan. berpikir deduktif. membandingkan. dan mengamati. Beberapa ini. berpikir konvergen. berkomunikasi. menyimpulkan. memperkirakan. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. berpikir divergen. mengelompokan. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. keterampilan seperti: berpikir dikembangkan dalam pembelajaran menduga hipotesis. berpikir induktif. membedakan. siswa sebagai peserta didik yang aktif. bertanya. menggenarilasisikan. menilai. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 . merencanakan.

guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain.PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL Mata Pelajaran Terpisah RENTANGAN fragmented connected nested DESKRIPSI Tiap Mapel disampaikan terpisah. Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa. dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilanketerampilan yang tumpang tindih (overlap). Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. Integrasi beberapa Mata Pelajaran Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated Lintas Peserta didik immersed networked Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 . berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain.

berpikir kreatif. pengambilan keputusan. Mengembangkan ide. alternative pemecahan. penyelidikan. pemikiran. Memberikan alas an. Menentukan alternatif pemecahan. Merumuskan masalah. adalah: pemecahan masalah. Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 . Berpikir Kritis Menjelaskan ide dan pemikiran Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). Berpikir Kreatif Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) • • • • 4. berpikir kritis. Menyusun rencana tindakan pelaksanaan.Model-model pembelajaran pembelajaran terpadu berpikir yang dapat digunakan evaluasi dalam kritis. Pemecahan Masalah • • • • • • • • • • • Menghimpun fakta-fakta. Beberapa kegiatan utama dari model-model pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. pemecahan. argumentasi bagi keputusan. Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. 2. Evaluasi Kritis Menentukan kriteria Menyusun alternative pemikiran.

peserta didik dengan peserta didik. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. peserta didik/guru dengan nara sumber. dan dalam konteks yang lebih bermakna. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. belajar dalam situasi nyata. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. sehingga belajar lebih menyenangkan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. sehingga memudahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 . guru dengan peserta didik.B.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar.pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. antropologi. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. konsep-konsep. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. D. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 . C. politik. geografi. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. Webbed (tematik) dan Integrated. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). sejarah. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. ekonomi. filsafat. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kajian tentang sosiologi. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1.

mahluk hidup. biologi. universal. IPA ended. dan penarikan kesimpulan. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. sistematis. perancangan eksperimen atau percobaan. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis.peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. prinsip. • produk: berupa fakta. bumi antariksa. metodik. dengan ciri: objektif. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. dan hukum. meliputi mata pelajaran fisika. berlaku umum (universal). evaluasi. teori. dan tentatif. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Merujuk pada pengertian IPA itu. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. pengukuran. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. fenomena alam. bersifat open Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 .

sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. pada domain kognitif yang Peserta didik hanya mempelajari IPA terendah. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Akibatnya IPA sebagai proses. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. sikap. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. metode ilmiah. menghafalkan konsep.Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. teori dan hukum. lingkungan belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 . Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Kecenderungan pembelajaran IPA kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA pada masa sebagai produk. sarana. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak.

Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. serta dapat berargumentasi secara benar. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. terutama teknologi informasi dan komunikasi. serta bumi dan alam semesta. energi dan perubahannya. Dalam kenyataan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. kreatif. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. mampu berpikir logis. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. disesuaikan dengan lingkungan setempat.Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 . efisien. keterbatasan kemampuan peserta didik. kreatif. bekerja sama dalam kelompok. kritis. makhluk hidup dan proses kehidupan. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Oleh karena itu. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. materi dan sifatnya. dan efektif. karena dianggap sukar. Melalui pembelajaran IPA terpadu. Namun demikian. serta bersikap ilmiah.

Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. pengamatan. prediksi. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 . dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. mencari jawaban. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati.2. dan eksperimen. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. memahami jawaban. “mengapa”. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. menyusun hipotesa. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen.

mengukur. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. dan menganalisis data. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 . Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. dan bekerja sama dengan orang lain. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. peduli terhadap lingkungan. lisan. menerapkan ide pada situasi baru. mengolah. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. disiplin. menyusun hipotesis. yaitu dengan gambar. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. jujur.metode ilmiah. ulet. memperhatikan keselamatan kerja. sabar. terbuka. kritis. mengklasifikasikan. tidak percaya tahyul. tekun. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). menggolongkan. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. cermat. dan sebagainya. tulisan. mengajukan pertanyaan.

Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. Lagi pula.sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. Atas dasar itu. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisahpisah dalam fisika. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. biologi. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. dan biologi. serta membosankan bagi peserta didik. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. kimia. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alatalat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. a. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 . kimia. 3.

Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. menerima. c. menyeluruh. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 . dinamis. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. kemampuan analitik. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Guru dituntut memiliki kecermatan. dan sarana. b. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. teratur. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menyerap. dan analitik. Dalam hal ini. utuh. sistemik.memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. tenaga. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. menyeluruh. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

4. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. kompetensi dasar. Di samping itu. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA.236). yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 .dapat diajarkan sekaligus. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. fisika. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. dan astronomi. geologi. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. kimia.

peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkungan.Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. namun ada pula yang tak bersayap. b. d. guru. ‘membaca’. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. kolaborasi. Pada umumnya insekta bersayap. dan berinteraksi dengan teman. e. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA.teknologi-masyarakat. Oleh karena itu. berdisiplin. dan dunia nyata. c. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 . dan mandiri. ‘berbicara’. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a.

namun dapat dicoba. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. merebaknya penyakit demam berdarah.dan ada pula yang tidak. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 . sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. dan sebagai hewan terbang. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. memahami rantai makanan. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. dan penyebab timbulnya ledakan hama. di pohon. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. sebagai penyerbuk tanaman. dan masih banyak lagi peranan insekta. sebagai hama tanaman. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem.di dalam air. malaria. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. Dengan insekta sebagai tema sentral. Misalnya. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan.

Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.Proyek:Koleksi insekta Mencari informasi dari buku yang relevan Kunjungan ke tempat pemeliharaan lebah dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi insekta INSEKTA seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Menyelidiki siklus hidup berbagai insekta Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk Mempelajari istilah tentang bagian tubuh insekta Menyelidiki pengaruh perubahan lingkungan thd populasi serangga vektor penularan penyakit Menyelidiki habitat serangga dalam ekosistem Gambar 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 .1. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2.

bakat. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a.5. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dipadukan Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 . Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. kebutuhan. dan kemampuan).

1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6. antarsemester pada kelas yang sama.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik.1 Mendeskripsik an besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya KD MP Kimia 2. Contoh lihat lampiran. 2. Tema Kerja Ilmiah Waktu 20 x 40’ 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Penjernih an Air 20 x 40’ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 .2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia KD MP Biologi 5. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika 1. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 . Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu.Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. Contoh lihat lampiran. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Contoh lihat lampiran. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. Contoh lihat lampiran. kegiatan inti. Contoh lihat lampiran. dan lainnya. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. misalnya penyakit demam berdarah. HIV/AIDS. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Contoh lihat lampiran. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. b.

memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran.Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 . diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: • • • • menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan.

yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 .Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). di antaranya adalah sebagai berikut ini. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar.

Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. membaca materi pelajaran tertentu. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. a) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. menyimpulkan materi yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 . penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. kelompok. dan perorangan.

Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. jenis dan bentuk penilaian. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. serta alat evaluasi yang digunakan. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. keterampilan.c. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 . Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes.

dan nilai Tes Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan • • • • • • • • Skala sikap Daftar periksa Kuesioner Catatan anekdot Portofolio Catatan sekolah Jurnal Cuplikan kerja Tes tertulis/ uraian a.PENILAIAN Non tes Pengetahuan. sikap. Tes tertulis/ objektif Pilihan ganda Benar salah Menjodohkan Isian singkat Isian panjang Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 . Tes tertutup/ terbatas/ terstruktur Bebas terbuka • • • • • • • b. keterampilan.

2. Nontes Tes perbuatan Laporan praktikum Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 .Berikut ini adalah contoh penilaian LINGKUNGAN SEKITAR KITA untuk tema/topik tentang TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Prosedur Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Mengidentifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama dalam biosfer Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dan menjelaskan peranan masingmasing tingkat trofik Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan pangan Tes awal Dapat dilakukan dapat pula tidak tergantung kondisi Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Pilihan ganda Laporan dan isian hasil pengamatan Instrumen Soal pilihan ganda yang berkaitan dengan pemahaman awal peserta didik mengenai tema Penugasan Nontes Lembar penilaian laporan Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Praktikum 1.

dan tanah dalam kaitannya dengan kegiatan manusia Mengemukakan contoh langkahlangkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Penugasan Nontes Karya tulis Lembar penilaian karya tulis Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 .KD Indikator Prosedur Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Instrumen Mengaplikasik an peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh pencemaran air. udara.

KD Indikator Prosedur Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai pemutih. pembersih. prinsip "usaha dan energi" serta penerapan-nya dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 . pembersih. pengharum. pengharum. dan pembasmi serangga Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Praktikum Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Tes perbuatan Instrumen Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya. dan pembasmi serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih.

Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. Penilaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 . misalnya merupakan hasil pengamatan di luar kelas.KD Indikator Prosedur Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalah-an lingkungan Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya terhadap masalah lingkungan Menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Penugasan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Laporan Instrumen Lembar penilaian Tes akhir Soal Pilihan ganda Kunci jawaban dan cara penilaian Soal uraian singkat Berdasarkan contoh itu. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. maupun psikomotor. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. afektik. baik tes maupun nontes. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian.

biologi. kimia. penggunaan media. Bila di sekolah. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . indikator. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Guru Dalam pelaksanaannya. dan materi. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. biologi. 6. dan strategi mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. maka dalam penyusunan silabus. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. perencanaan pembelajaran. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. kimia.untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. a. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 . dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA.

• Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. atau bersama-sama. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. mulai dari silabus. • Penguasaan bahan ajar. • Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. pembelajaran terpadu juga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 . Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaannya di lapangan.agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. • Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. • Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Selain meningkatkan kerja sama. Bila hal ini dapat dilaksanakan. Oleh karena itu. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu.

Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. b. Dalam pembelajaran terpadu. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Peserta didik Bagi peserta didik. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara teknis. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya.meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. suatu bahan ajar dapat dibahas dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 . Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. c.

maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. e. d. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran.akan lebih terbuka. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 . Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan.

sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 . model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. guru dengan peserta didik. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. dan Biologi. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. sehingga belajar lebih menyenangkan. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. peserta didik dengan peserta didik. belajar dalam situasi nyata. Kimia. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. dan dalam konteks yang lebih bermakna. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Kimia. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Perlu disadari. peserta didik/guru dengan narasumber. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran.Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika.

Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi.bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. a. Semua ini akan menunjang. mungkin juga fasilitas internet. terpadu menekankan asosiatif pada kemampuan analitik kemampuan (menghubung-hubungkan). Hal ini terjadi karena model pembelajaran (mengurai). Tanpa kondisi ini. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. rasa percaya diri yang tinggi. memperkaya. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. b. keterampilan metodologis yang handal. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. c. dan mempermudah pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 . memiliki kreativitas tinggi. Bila kondisi ini tidak dimiliki. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. Secara akademik.

wawasan. maka guru substansi berkecenderungan gabungan menekankan sesuai atau dengan mengutamakan tersebut pemahaman. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Dalam kaitan ini. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. metode. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 . guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Dengan kata lain. f. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. d. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. e. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Bila sarana ini tidak dipenuhi. selera. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri.

Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. organisasi politik. hukum. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. dan budaya).Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. hukum. teknologi. kepercayaan. sejarah. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. ekspresi-ekspresi dan spiritual. politik. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. dan budaya. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. politik. ekonomi. antropologi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 . dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. dan psikologi sosial. sejarah. geografi. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. aktivitasaktivitas ekonomi. sejarah. ekonomi. politik. E. geografi. struktur sosial. ekonomi. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. filsafat. sejarah. geografi. Geografi.

seperti konsep peran. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. antropologi. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi Sosiologi Psikologi Sosial Filsafat Antropologi 2. ekonomi. meliputi bahan kajian: sosiologi. 1980. psikologi sosial. geografi. kelompok. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat.20) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 . filsafat. politik. proses interaksi dan kontrol sosial. sejarah. institusi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja.

yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. struktur. sosiologi. sosiologi. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. hukum dan politik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 . sejarah. ekonomi. kewarganegaraan. ekonomi. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut.Dalam implementasinya. 1981). Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. 2001). Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. hukum dan politik. sejarah. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. kekuasaan. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. kewilayahan. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. bahkan juga bidang humaniora. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat.

Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam kehidupan manusia Area dan substansi pembelajaran Ruang Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Adaptasi spasial dan eksploratif Waktu Alam dan kehidupan yang selalu berproses. prospektif. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. 1998). Sosiologi/Antropologi Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sumber: Sardiman. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. masa lalu. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala programprogram pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 . • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. 2004 3. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. antisipatif Sejarah Nilai/Norma Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Ekonomi. saat ini. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. dan yang akan datang Berpikir kronologis.

selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. 1996:3).• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. menyimpan. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. serta mampu membuat analisis yang kritis. 4. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. Dengan demikian. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 . menggali.

potensi pariwisata. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. pemukiman kumuh. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 . dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. diperluas. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. misalnya ‘pariwisata’. modernisasi. IPTEK. mobilitas sosial. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. kemudian dilengkapi. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Pengembangan pembelajaran terpadu. Secara sosiologis. dalam hal ini. a. dibahas. dan permasalahan yang berkembang. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. Selanjutnya. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat.Pada pendekatan pembelajaran terpadu. contohnya banjir. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. peristiwa.

Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. sebagai contoh. historis kronologis dan kausalitas. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. sosial/antropologis. Persebaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 . Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. kondisi fisik daerah objek wisata Sejarah perkembangan daerah wisata Sejarah Geografi PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi masyarakat Pengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Sosiologi Politik Ekonomi Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”.melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. serta perilaku masyarakat terhadap aturan.

Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Faktor Ekonomi Perilaku terhadap aturan Faktor historis Gambar 4. sosial. Pada pembelajaran terpadu.Keadaan Alam • Potensi objek wisata Sosiologis/ antropologis BALI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA • Memupuk aspirasi terhadap kesenian Keadaan Politik • Keamanan dan stabilitas daerah Ekonomi • Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. Faktor sosial. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. dan budaya. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 . Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Di antaranya adalah faktor ekonomi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. bakat. dan kemampuan). Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. kebutuhan. • Pemetaan Kompetensi Dasar • Penentuan Topik/tema • Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema • Pengembangan Silabus • Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini.5.

• Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. • • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 .

dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. produksi.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 1 5. 1. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha. Sejarah Semester 2 5.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. serta peninggalanpeningalannya Pemanfaatan Peta Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 . 2. Semester 2 4. kebudayaan.4 Menguraikan proses interaksi sosial Semester 1 3.1 Menggunakan peta.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Sosiologi Semester 1 2.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Ekonomi Semester 2 6. Semester 2 6.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. kebudayaan.Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. kebudayaan. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan. penggunaan lahan.1 Mendeskripsikan interkasi sebagai proses sosial. Kelangkaan Sumber Daya 3. dan distribusi barang/jasa. produksi dan distribusi barang/jasa.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 6. serta peninggalanpeninggalannya Semester 2 5. penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. serta peninggalanpeningalannya 5. Geografi Semester 2 6. kebudayaan. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Kegiatan Ekonomi Penduduk 2 Semester 2 2.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2. Semester 2 4.

Semester 1 1. Semester 2 7. identitas Indonesia.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 1 6. Semester 1 1. Tema Globalisasi 2. serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya. Semester 2 6. dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. kebudayaan.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi.No. Peran Indonesia dalam Pergaulan Antarbangsa Semester 1 2.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. 1. Otonomi Daerah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 .2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Semester 2 7. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Geografi Semester 1 1.2 Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. 3. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 5.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Ekonomi Semester 1 4. Sosiologi Semester 2 6. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. Sejarah Semester 1 2.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.

1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Geografi Sosiologi Ekonomi 7.No. 1.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. Semester 2 1. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Sejarah Tema 4.1Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 2. Semester 2 6.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 2 4. Pelestarian Lingkungan Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No. Sosiologi Semester 1 3. Sejarah Semester 2 7.1 Menginterpretasikan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Pengembangan Pariwisata Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 .2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.1Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat 3. Geografi Semester 2 5.

4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Sejarah Semester 2 7. • Topik.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Semester 2 7. Dengan demikian. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 . dalam pembelajaran IPS Terpadu. Semester 2 7.No.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antar negara terhadap perekonomian Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Kerjasama Internasional 7. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. Semester 2 5.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Ekonomi Semester 2 7. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Sosiologi Semester 2 7. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Modernisasi 3.2Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Semester 2 7. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Semester 1 1. 2 Geografi Semester 2 5. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.

dan distribusi barang/jasa.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. • Dalam menentukan topik.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No 1.• Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Pertumbuhan Industri. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. serta peninggalanpeninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 .1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Penyakit Folio. kelangkaan sumber daya alam. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. Pemberlakuan Otonomi Daerah. produksi. Sejarah Semester 2 5. Penyakit Busung Lapar. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Contohnya. Sosiologi Semester 1 2. contohnya. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. penggunaan lahan. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. dan pemanfaatan peta. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Geografi Semester 2 6. kebudayaan. Ekonomi Semester 2 6. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung.

Sosiologi Semester 1 3. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No 1. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. Kelas IX SMP. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 .1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Sejarah 2. Sejarah Semester 2 7.1 Menginterpretasi-kan peta tentang bentuk dan pola muka bumi. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.1 Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. Geografi Semester 2 1.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.1 Mendeskripsi-kan perubahan sosialbudaya pada masyarakat 3.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No 1. Sosiologi Semester 2 6. Geografi Semester 2 5.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Ekonomi Semester 2 4.

dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. dan distribusi barang/jasa. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. • Menguraikan kegiatan produksi barang dan jasa.Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. nonpertanian). pengunaan lahan. produksi. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 .

Geografi. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. standar proses. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. dan Ekonomi). Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Indikator. dan penilaian. Sejarah.Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. Kompetensi Dasar. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 . serta peninggalanpeninggalannya. kebudayaan. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. alokasi waktu. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. standar penilaian. Pengalaman belajar.

prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. b. peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 . sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masing-masing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. bahan ajar.

dan kreatif. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. EQ.PEMBELAJARAN TEMATIK A. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. analitis. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. dan tiga berada pada rentangan usia dini. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 . sistematis. dua. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. serta kemampuan bekerjasama. kritis. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. Saat ini. mengelola.

mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. serta Pendidikan Jasmani. kritis. serta kematangan emosional dan sosial. Ilmu Pengetahuan Sosial. sistematis. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Sementara itu. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. dan kreatif. Pendidikan Kewarganegaraan. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. memperhalus budi pekerti. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. tidak pasti. Matematika. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 . Bahasa Indonesia. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. serta kemampuan bekerjasama. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Seni Budaya dan Keterampilan. analitis. baik secara lisan maupun tulis. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama.memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. Ilmu Pengetahuan Alam. dan kompetitif.

mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. dua. Oleh karena itu. Selain itu. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 . KERANGKA BERPIKIR 1.hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. B. model. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. perbedaan pendekatan.

senang berbicara. dan mandiri. telah dapat mengontrol emosi. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 .sepeda roda dua. mengelompokkan obyek. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. telah mampu berbagi. berminat terhadap angka dan tulisan. Selain itu. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). meningkatnya perbendaharaan kata. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. mempunyai sahabat. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. 2. Menurutnya.

volume zat cair. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. dan berat. luas. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. prinsip ilmiah sederhana. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. didengar. lebar. dan diotak atik. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. (2) Mulai berpikir secara operasional. panjang. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret.pengetahuan baru menjadi seimbang. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 . maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. yaitu: a. dan (5) Memahami konsep substansi. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. dibaui. Berdasarkan hal tersebut. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. diraba.

dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 . keadaan yang alami. b. dan kepandaian. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. kebiasaan. keterkaitan antar materi. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. sehingga lebih nyata. c. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. lebih faktual. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . sikap. Sehubungan dengan hal tersebut. 3. lebih bermakna. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. mereka belum mampu memilahmilah konsep dari berbagai disiplin ilmu.

agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Dengan kata lain. Dengan demikian. karakteristik cara anak belajar. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. informasi atau situasi baru dengan komponenkomponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. C. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspekaspek. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan.Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 . konsep-konsep.

gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan antaranya: 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. memberikan banyak keuntungan, di

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

116

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

117

dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecahpecah. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek,

fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme

melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

118

dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Landasan yuridis tersebut adalah UU No. E. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. minat. UU No. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 . Berpusat pada siswa 2. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1.Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.

Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6.Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12.Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Dengan demikian.berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Dengan pengalaman langsung ini. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. Memberikan pengalaman langsung 4. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Bersifat fleksibel 10. 7. 13. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 3. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). 9. 11. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. 5.

menyenangkan dan utuh. terhadap sarana-prasarana. lingkungan. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. RAMBU-RAMBU 1. 6. menarik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 . pengaturan ruangan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. dan pemilihan metode pembelajaran. menulis. minat. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. 5. terhadap siswa. dan daerah setempat. G. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak.F. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. pasangan. 4. kelompok kecil ataupun klasikal. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. sumber belajar media.

sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 . dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Oleh karena itu. mengadakan penelitian sederhana. • Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design).• Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. prasarana.

H. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. demonstrasi. bermain peran. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. Misalnya percobaan. tanya jawab.• Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. 1. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. bercakap-cakap. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 . TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. pengembangan jaringan tema.

Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati.a. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. untuk menentukan tema tersebut. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. Cara kedua. sebagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 .

Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. 2. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. kebutuhan. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. alat/sumber. kompetensi dasar. 4. disesuaikan termasuk dengan usia dan dan perkembangan kemampuannya minat. b.• Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema siswa. indikator. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 . 3. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. pengalaman belajar. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. dan penilaian.

2) 3) 4) 5) 6) Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan pembelajaran Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. 10) Sumber belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 . kelas. 7) 8) Alokasi waktu Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. inti dan penutup).1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. semester. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian).

Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 . dan menyanyi b. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. TAHAP PELAKSANAAN 1. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. kegiatan inti. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. dan kegiatan penutup. kelompok kecil.I. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. ataupun perorangan. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. tulis dan hitung. kegiatan fisik/jasmani. c. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit).

enceritakan pengalkaman. musik/apresiasi musik. pesan-pesan moral. pantomim. membacakan cerita dari buku. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Kegiatan inti Kegiatan penutup • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 . melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) • • • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. menyanyi. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Kegiatan pembukaan Kegiatan inti Jenis kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil mengikluti irama musik menari Kegiatan penutup • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Kegiatan pembukaan Jenis kegiatan Waktu berkumpul (anak m. mendongeng.dilakukan.

10 8.ind Matematika IPS KTK P. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.Ind. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran.2. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama.Ind. Agama Mulok B.3510.10 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu IPA Matematika B. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. Ind.108.009. Matematika B.35 9. Penjaskes IPA Matematika B. Penjaskes Matematika B. Matematika B. Ind.Agama MULOK Istirahat B.45 8. Matematika KTK P. II Waktu 7.007.358.459.35 7.Ind.Ind Matematika IPS KTK Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 .00 9.

Prinsip a. e. dan porto folio. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. ejaan kata. d.J. Kemampuan membaca. maupun angka. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu. b. c. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. catatan harian perkembangan siswa. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 . misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. Tes mencakup: tertulis. lisan. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. atau perbuatan. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masingmasing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. 2.

Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi C. kata atau angka. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial • • • Tes Lisan Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Ilmu Pengetahuan Alam 3. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Jean. melainkan sudah terpisahpisah sesuai dengan Kompetensi Dasar.bantu. B. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 . Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut.

Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Matematika. Ilmu Pengetahuan Alam. Seni Budaya dan Keterampilan. dan Pendidikan Jasmani. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Olahraga dan kesehatan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 . yaitu: Bahasa Indonesia.

2000. Bandung: Sinar Baru. Tita. Bandung: Tarsito Ibrahim R. 2005. Wina. Et al. Jakarta. 2009. Syaodih S Nana. Nasution. 2009. Nana.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 1990. Models of Teaching. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 . Direktorat Pembinaan SMA. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Tesis-S-2 Program Studi Pengembangan Kurikulum. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Strategi Pembelajaran. Direktorat Pembinaan SMP. Bandung: Sinar Baru. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. S. Jakarta. 1989. Nana. Allyn & Bacon: London Lestari. Depdiknas. Jakarta: Media Prenada Sudjana. 6th Ed. 2006. Jakarta. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Joyce Bruce. Bahan Sosialisasi KTSP. Sanjaya. Sudjana. Oemar. Jakarta: Bumi Aksara. 1997. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. 2008. Perencanaan Pengajaran. Depdiknas. 2003. Direktorat Tenaga Kependidikan. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Hamalik. 1989.

Perencanaan Pembelajaran. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Hamzah. 2004. Martinis. Yamin. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 . Jakarta: Gaung Persada Press. andung. 2006. 2006. Jakarta: Bumi Aksara. B. Uno. Nana. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Kesuma Karya.Syaodih.

LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 .

Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI DASAR MENDENGARKAN Membedakan bunyi bahasa Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA INDIKATOR • KEGIATAN BELAJAR Menirukan bunyi suara burung Bermain peran menjadi berbagai kendaraan Menirukan suara ombak SARANA/SUMBER Kaset dan tape PENILAIAN Pengamatan • Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung. kendaraan. • ombak. • BERBICARA • Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyebutkan nama • orangtua dan saudara kandung tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 . dan lain-lain.

Menanyakan data • diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas •

tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) melakukan permainan menanyakan data diri temannya melakukan permainan menanyakan data diri bercerita tentang data dirinya Menjiplak kartu kata Menjiplah bentuk-bentuk gambar Menjiplak bentuk-bentuk geometri • • • Kartu kata Kartu bentuk gambar Kartu bentuk geometri

Menyebutkan data • diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat • sederhana Menjiplak berbagai • bentuk gambat, lingkaran, dan • bentuk huruf •

MENULIS Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

142

MATEMATIKA

Membilang banyak benda

Membilang atau menghitung secara urut

• •

Membilang benda-benda di kelas Membilang sambil Memantulkan bola Mengamati lalu menyebutkan nama benda yang dilihatnya Praktek langsung mengambil dua kumpulan benda lalu dihitung

Bola

Menyebutkan banyak benda

Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari

Batu-batuan

Menentukan waktu (pagi, siang, malam, hari dan jam (bulat)

Bercerita tentnag pengalamannya

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

143

IPS

Menguindentifikasi identitas diri,keluarga, dan kerabat

• Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan •

Menyebutkan nama lengkapnya Menyebutkan alamat rumahnya Menggambarkan tubuhnya lalu menyebutkan nama bagianbagian tubuhnya dan kegunaannya Praktek pengelompokkan Batu, daun, biji salak

Menyebutkan • alamat tempat tinggal Menyebutkan nama bagianMenyebutkan kegunaan bagianbagian tubuh • •

IPA

Makhluk Hidup dan Proses kehidupannya Mengenal bagianbagian tubuh dan kegunaannya Mengindetifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatannya

• •

Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Menunjukkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Praktek langsung mengamati lingkungan dan menyebutkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

144

Praktek langsung berjalan dengan pola Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah • SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Mengamati lingkungan lalu menyebutkan benda-benda yang dilihatnya Mengamati lingkungan lalu mengelompokka n benda berdasarkan garis. toleransi dan percaya diri SENI RUPA Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. bintik dsb • Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari. berlari dan melompat. berlari dan melompat. warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 . lari dan loncat dalam permainan sederhana. serta nilai sportivitas.PENDIDIKAN JASMANI. • Praktek langsung Menerapkan konsep arah dalam berjalan. • kerjasama. OLAHRAGA DAN KESEHATAN Mempraktikkan • gerak dasar jalan. bidang. • kejujuran.

SENI MUSIK Mengidentifikasi unsur/elemen musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI Mengidentifikasi fungsi tubuh dalam melaksanaan gerak di tempat PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Bertepuk tangan dengan pola • Bermain tepuk tangan dengan berbagai pola yang dicontohkan • Bergerak bebas sesuai irama musik • Mendengarkan musik dan bergerak bebas mengikuti irama • Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. Meyebutkan agamaagama yang ada di Indonesia • Menyebutkan jenis kelamin teman sebangkunya Menyebutkan agama yang dikenalnya • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 .

Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TEMA MINGGU/HARI ALOKASI WAKTU : I : LINGKUNGAN : I/Senin : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. lingkaran. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 . berlari dan melompat. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI KEGIATAN A.

perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 . dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. C. memilih benda yang ada di kelas. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya.Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. siang hari dan malam hari • B. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. • • • Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful