HAND URI A W

TU T

PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM
(CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)

Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

2010

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

i

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii .

Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah. Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas. Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. daya inovatif. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Ph.KATA PENGANTAR Pada tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii . Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut. Direktorat Tenaga Kependidikan. Jakarta. Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. kemampuan pemecahan masalah. MPA.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv .

............ D....…......…………………………........ D..... B................................. Kompetensi yang Hendak Dicapai ........ C.....................................…… Tujuan PAIKEM …………............ Skenario ................................. F................................................... Indikator Pencapaian Kompetensi ................ C....... Latar Belakang ………………………...............………………..………..................... Dimensi Kompetensi ............................ A.................................. KATA PENGANTAR ................. Alokasi Waktu ....………………………… B............. Karakteristik Pembelajaran CTL………………............DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................... Pengertian Pembelajaran Kontekstual ......... Latar Belakang Filosofis dan Psikologis .. E..........… A...................…………………………....................……… DAFTAR ISI . Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….....………………… Strategi Pembelajaran Kontekstual .............................................…………............…………………………………………… Karakteristik PAIKEM ……………………………………….... Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional .........................………….............................. A...............................................……………………............. Latar belakang ................................................................................ F........ D.... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v .............. H.............. F........................ B............ Penerapan PAIKEM…………………………………………………… i iii v 1 1 1 2 2 2 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….. E............... Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................................. E............... C..... G...................................……...............……………………………............ PENDAHULUAN .. 4 4 7 14 15 17 21 21 24 26 26 29 31 33 34 Jenis-jenis PAIKEM ……………………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..................... Langkah-langkah CTL ………………………………………………................................................ Evaluasi Otentik dalam CTL .....................

..................... I............................................................. H...................... Tahap Pelaksanaan Pembelajaran .......................... Landasan Pembelajaran Tematik ............................ Tujuan Pembelajaran Terpadu ......PEMBELAJARAN TERPADU .................. Jenis-jenis Pembelajaran ............. E.......................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi ............................ E................................................................... Tahap Persiapan Pembelajaran .... Pembelajaran IPS Terpadu ................... B........................ D............ Implikasi Pembelajaran Tematik .... Pengertian Pembelajaran Tematik ...... Rambu-rambu Pembelajaran Tematik .................. B......................................................... A................... Kerangka Berpikir .......................... F..................... J.....................................……….................................................................................................. C......... G............................... Latar Belakang ..................................................... Pembelajaran IPA Terpadu ................................................. C................................. A...................................................................................................... Penilaian Pembelajaran Tematik ....... Latar Belakang ........................ D.............................................. 55 55 58 59 59 90 109 109 111 115 118 119 121 121 123 127 130 PEMBELAJARAN TEMATIK .................. Karakteristik Pembelajaran Tematik ...............................................................................

Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. kreatif. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran.PENDAHULUAN A. B. bahasa Indonesia. maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. dan bahasa Inggris. terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. SMP. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru. IPS. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. melalui praktek-praktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1 . Paling tidak. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan. SMA. apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori. SLB. SD. untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika. dan belajar dalam suasana senang serta efektif. sehingga menjadikan siswa aktif. strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung SMK. IPA.

Skenario 1. Perkenalan 2. Penyampaian Materi Diklat: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 . IPS Terpadu) 3. Pre-test 4. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. 3. E.C. D. Materi Diklat Alokasi 4 jam 4 jam 4 jam 1. kreatif. inovatif. 5. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. Alokasi Waktu No. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. 3. 2. indikator. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Pembelajaran Tematik F. melalui pendekatan andragogi. Pembelajaran Berbasis CTL 2. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. mampu memecahkan masalah melalui matamata pelajaran yang relevan. memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis.

yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. 8. kreatif. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. c. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. 6.a. menganalisis. inovatif. dan bermakna. Menggunakan pendekatan andragogi. Post test. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 . menyimpulkan. 7. b. menyenangkan. efektif.

Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. dengan memberikan ide-ide. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa.PEMBELAJARAN PAIKEM A. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan.

tingkat pemahaman yang lebih tinggi. penelitian sederhana. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). (4) rangkaian verbal. pengamatan. (5) membedakan. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). (3) rangkaian gerak. (6) pembentukan konsep. yaitu: (1) belajar isyarat. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Di lihat dari urutan belajar. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. eksperimen. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 . Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. (2) stimulus-respon. pemecahan masalah.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 . lingkungan. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. sistem instruksional. minat. dll. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. aktivitas.optimal. media. inspiratif. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. krativitas. kemampuan berpikir. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. sumber belajar. peran. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. menantang. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. dan aktivitas guru. sistem informasi. pengalaman siswa. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. dan kemadirian sesuai denganbakat. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. menyenangkan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. dan konfirmasi. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. sosial. elaborasi.

dan mental. (4) bersifat positif dan aktif. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 . dan perbuatan. (5) memiliki arah dan tujuan. yaitu pengetahuan. Faktor internal. yaitu: kecerdasan. keterampilan (kecakapan). sikap. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. motivasi. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas.B. kondisi fisik. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. dan sebagainya. (3) tidak bersifat sementara. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. pemahaman. sikap. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Konsep Dasar Pembelajaran 1. bakat (aptitude). Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. minat. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. mencakup pengetahuan. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 . sosio kultural. baik anak-anak maupun manusia dewasa. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang.Faktor eksternal. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. 1991). dan keadaan masyarakat). peserta didik. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. materi. waktu. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadiankejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. keluarga dan masyarakat (keadaan sosioekonomis. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. 1985). dan sumber daya. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. metode. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak.

secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Raka Joni. Faktor lingkungan. penguasaan bahan. dan lingkungan sekolah. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. lingkungan sosial. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 . oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. kondisi fisik. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. dan motivasi kerja. 1992). melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey).Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran.

yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).

Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

10

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

11

Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

2.

PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif,

Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis /Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya

kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik,

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

12

sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. e. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. d. menarik keputusan. kesulitan maupun ancaman.potensi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). kreatif. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. dan kecepatan belajar yang beragam. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. memecahkan masalah. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 . Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. kecakapan sistematis dalam menilai. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. memberi keyakinan.

menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. umpamanya masalah kemiskinan. kecakapan sistematis dalam menilai. pembusukan makanan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality).f. wabah penyakit. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). kegagalan panen. pemalsuan produk. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 . siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. C. Dsb. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. kemacetan lalu lintas. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. memecahkan masalah menarik keputusan. memberi keyakinan. kejahatan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri.

aktivitas.D. interaksi dan refleksi. Interaksi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. 2. pengalaman dan kemandirian siswa. komunikasi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. makna. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o o o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 . 1. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • • Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Komunikasi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3.

• mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara Lesson Study. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. retensi. IPA Terpadu. lain dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 . motivasi. perhatian. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Tanggung jawab belajar.4. memang berada pada diri siswa. dan transfer dalam belajar. Pembelajaran Terpadu (Tematik. IPS Terpadu). Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. persepsi. E.

Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. 1. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). demonstrasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif.F. tanya jawab. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. atau simulasi. diskusi kelas. observasi di sekolah. diskusi kelas. presentasi. tanya jawab. Sekolah standar. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. diskusi kelompok. SMP terdiri dari 40 menit. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. presentasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. eksperimen. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 . pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. atau demonstrasi. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. kegiatan tugas terstruktur.

ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. peran guru sebagai fasilitator. eksperimen. tutor. experiencing. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 . pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri.2. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). atau proyek. atau simulasi. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. observasi lingkungan. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). 3. cooperating. Metode yang digunakan seperti penugasan. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. teman belajar. observasi lingkungan. observasi di sekolah. demonstrasi. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. atau proyek. applying. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. yaitu relating.

a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. media. dan e. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Resitasi. c. d. dan e. b. c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Preparasi. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. b. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. alokasi waktu cukup tersedia. sumber referensi. sumber referensi terbatas. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. d. dan bahan cukup. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 . materi pembelajaran tidak terlalu luas. alokasi waktu terbatas. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. a. alat.Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a.

diskusi kelas. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan tanya jawab. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 .c. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Metode yang digunakan adalah observasi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. ekplorasi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. dan sebagainya. diskusi kelompok. simulasi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. eksperimen. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e.

Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 . Intinya. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. 5. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Selain teori progressivisme John Dewey. 3. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. 4. 2. 6.

Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 .dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. berubah dan tidak menentu. Menurut filosofi konstruktivisme. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. temporer. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. pengetahuan bersifat non-objektif. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. dan selalu berubah. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Untuk itu. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Berpijak pada dua pandangan itu. Segala sesuatu bersifat temporer. filosofi konstruksivisme berkembang. Melalui strategi.

Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 .atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Dengan paham kontruksivisme. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. konsep. Dengan demikian. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Karena penekanannya pada siswa aktif. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan.

Dengan konsep ini. 5. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2.Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 . B. Dengan demikian. Dalam pandangan kontruksivistik. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. sosial. 3. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran merupakan Kontekstual suatu proses (Contextual pendidikan Teaching yang and Learning/CTL) dan bertujuan holistik memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. 4. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Kerja kelompok dianggap sangat berharga.

dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 .Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. cooperating. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. experiencing. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. menemukan (inquiri). Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. applying. yaitu relating. masyarakat belajar (learning community). Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. pemodelan (modeling). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. yakni: konstruktivisme (constructivism). bertanya (questioning). bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Dalam kelas kontekstual. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa).

6. gambar. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. bidang studi apa saja. Secara garis besar. Belajar dengan bergairah. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Sharing dengan teman. Menggunakan berbagai sumber. karangan siswa dan lain-lain Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 . Lakukan refleksi di akhir pertemuan. 5. 2. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. peta-peta. tidak membosankan. Ciptakan masyarakat belajar. Siswa aktif. Menyenangkan. 9. 10. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 6. artikel. Siswa kritis guru kreatif. 5. 4. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. 3. D. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. 7. 11. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Pembelajaran terintegrasi. 7. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. 4. 8. laporan hasil pratikum. Saling menunjang. 2.C. humor dan lain-lain. 3. Kerjasama. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa.

le-bih sedangkan program pada untuk pembelajaran kontekstual menekankan skenario pembelajarannya. Dalam konteks itu. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). mereka menemukan makna. ilmu pengetahuan alam. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. materi pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 . dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. media untuk mencapai tujuan tersebut. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya.Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. dan authentic assessment-nya. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan pembelajaran yang dan mengarah pengajaran pada makna adalah Ketika jantung siswa dari dapat kontekstual. lang-kah-langkah pembelajaran. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri.

sikap. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. memberi keyakinan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. 5. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. 4. mandiri. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. memecahkan masalah menarik keputusan.2. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kecakapan sistematis dalam menilai. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. 6. tanggung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 . tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. merupakan pembelajaran yang aktif. minat.

dsb. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 2004: 56).jawab. 1. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. mencapai keunggulan (excellent). Dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 . kebutuhan dan kemampuannya. motif berprestasi. disiplin. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. 7. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. 8. Yasin dan Senduk. E. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. dan mentor.

3. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. tempat kerja atau sejenisnya dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 . 4. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. 2. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. mensintesis. Jadi dalam hal ini. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran.pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. 5.

sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 .berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Dalam pembelajaran kontekstual. Dengan kata lain. diskusi. F. Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. saling mengoreksi. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. 2. 6. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. 7. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual.

Dalam pembelajaran kontekstual. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. 7. 5. Dalam pembelajaran kontekstual. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. 4. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. Dalam pembelajaran kontekstual. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 10. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan.. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 9. Dalam pembelajaran kontekstual. 6. dan dilatihkan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. diterima dan dilafalkan. kemudian dilatihkan (drill). perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. 8.. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. sedangkan dalam pembelajaran tradisional.3. yang harus dikembangkan. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan.

konsep. penelitian. menyeluruh dan terus menerus. G. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. menghapal). sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. mengerjakan tugas. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. 11. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. pengamatan. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kontekstual.pembelajaran yang efektif. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. percobaan. atau hukum yang brada di luar diri manusia. mencatat. pemecahan masalah. mengerjakan tugas. mendengarkan. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. Bagaimana siswa melakukan berbagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 . dan penyelesaian soal. melakukan latihan.

itu adalah konstruktivisme (constructivism). bertanya menemukan (inquiry). mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. gambar. karena evaluasi dengan menggunakan tes. Hal ini tidak berarti. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. berbentuk tes obyektif atau essay. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . hasil karya dan portfolio. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. rangkuman. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). pemodelan (modeling) refleksi (reflection). masyarakat belajar (learning community). biasanya hanya digunakan tes. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. laporan. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. baik berupa rancangan. H. akhir semester. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. makalah. evaluasi kenyataan. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. Ketujuh komponen (questioning). lisan.kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. maka makin mendekati evaluasi otentik. model. tengah semester atau akhir unit. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka.

Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. konsep.1. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Landasan konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. dan bergelut dengan ide-ide. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme. Dengan dasar ini pembelajaran mnerima harus dikemas menjadi proses berpikir mengkontruksi bukan pengetahuan. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 .

(8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. (2) bertanya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36 . (2) mengamati atau melakukan observasi.2. (5) penyimpulan. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Siklus inquiry adalah (1) observasi. antara siswa dengan guru. dan karya lainnya. guru. antara guru dan siswa. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. (2) mengecek pemahaman siswa. Pada semua aktivitas belajar. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. (3) membangkitkan respon pada siswa. (4) pengumpulan data. (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia. (3) mengajukan dugaan. teman kelas. atau audience lainnya. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. gambar.laporan. 3. bagan tabel. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa.

4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam

melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan

kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

37

6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami

kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

38

(learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.

Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP.

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SMP .......................................... IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) IX (Sembilan)/ 2 (Dua) 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

: 4.

Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

B. Kompetensi Dasar

: 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

39

mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi.d. 4. 6. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Lebih dari 2000 tahun yang lalu.3. materi Pertemuan 1 s. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 . memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. 4). Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan kemagnetan.1 (Ulangan Harian. 4. 3. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 2. D. orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia. sifat Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi.

Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. Setiap magnet. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). dan kobalt termasuk bahan magnetik. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 . Oleh karena itu. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Allah itu satu. Namun. kedua kutub tersebut akan tolakmenolak. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. baja. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. nikel. Sedangkan kayu. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. aluminium. ”Allah. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. yaitu utara (U) dan selatan (S).” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan.Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. kaca. bagaimanapun bentuknya. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. Besi.

Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. jika didekatkan akan tolak-menolak. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai.” Dalam suatu komunitas. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. bercerai kita runtuh.” Apabila kita ingin pandai. kita harus rajin belajar. ”Bersatu kita teguh. ”Rajin pangkal pandai. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. manusia mempunyai dua jenis kelamin. Secara kodrati. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai.beranak dan tidak diperanakkan. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). dan tidak mudah menyerah. Bagi ajaran agama Islam. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. maka apapun yang • • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 . jika didekatkan akan tarik-menarik.

• Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Serbuk besi 6. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2.kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. dll. LKS Kemagnetan 4. misalnya munculnya para provokator-provokator. E. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. bel listrik. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. dan motor listrik 5. Buku Sumber (Referensi) lain 3. Menanyakan kepada siswa. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). Catu daya (baterai) F. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Namun. Alat peraga magnet. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 . Menjelaskan konsep kemagnetan. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. tape recorder. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. motor listrik. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.

sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain.Tahap Pembelajaran • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 1 dan LKS 2. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 .magnet memiliki dua kutub. . Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. antara lain berkaitan dengan: . yaitu: U dan S. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. .magnet dapat menarik benda. Pertemuan 2 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan pakupaku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Terlaksana Ya Tidak • • • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Pengaruh Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 1 ini. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.

• Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 .pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. susunan atom-atomnya harus dibuat searah. Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). . Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.Tahap Pembelajaran • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. induksi. Terlaksana Ya Tidak • • Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak.pembuatan magnet dengan cara induksi. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. antara lain berkaitan dengan: . Agar besi menjadi magnet.pembuatan magnet dengan cara menggosok. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 2 ini. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. dan mengalirkan arus listrik. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 3. . Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).

cara menghilangkan sifat kemagnetan.keberadaan kemagnetan bumi. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.Pertemuan 3 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). . antara lain berkaitan dengan: . • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. tentang Pengaruh Magnet. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. apakah suatu magnet. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 . Kemagnetan Bumi. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet.

mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya.Tahap Pembelajaran Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara menghilangkan sifat kemagnetan dan keberadaan kemagnetan bumi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang Terlaksana Ya Tidak Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 . Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 4 dan LKS 5. Pertemuan 4 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 3 ini. Menanyakan pada siswa.

(Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). guru mengajukan pertanyaanpertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 4 ini. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. H. Terlaksana Ya Tidak • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 . yaitu: . • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 7 dan LKS 8.1.Tahap Pembelajaran dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.

CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 .1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Kompetensi Dasar 3. Melakukan pengamatan. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. 6. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Metode Pembelajaran 1.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran PERTEMUAN 1 A.Model :Cooperatif Learning 2. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. menuliskan data hasil pengamatan. melakukan inferensi. berkomunikasi B.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

. Kegiatan Inti . kerikil d. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut. Kegiatan Penutup . ijuk f. botol plastik 2l bekas air mineral b.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . .Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian.ahan.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . .guru dapat langsung memberikan bimbingan.D. Sumber Belajar 1.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. .Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. .apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahan-bahan yang E. pasir e. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain penyaringan. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 .Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. . 3.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih.Langkah-langkah 1. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. LKS 3.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. air kolam c.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. meliputi: a. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Buku siswa 2.

Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Melakukan pengamatan. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. berkomunikasi B.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. .Langkah-langkah 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 . .Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. melakukan inferensi. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. .guru dapat langsung memberikan bimbingan.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. . menuliskan data hasil pengamatan. Kegiatan inti . Mendiskusikan pemisahan campuran selain penyaringan dan destilasi.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. yakni kristalisasi. . Diskusi D.PERTEMUAN 2 A.

Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) . Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . meliputi: a. Langkah-langkah 1. LKS 3. Kegiatan penutup . Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. Buku siswa 2. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 . Tujuan Peserta didik dapat 1. pisau PERTEMUAN KETIGA A. ijuk f.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. botol plastik 2l bekas air mineral b. Kegiatan inti .Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. air kolam c.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. kerikil d. Sumber Belajar 1. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.3.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. pasir e.

Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk membaca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi.Peralatan untuk membuat poster F.Buku Siswa 2. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi.guru dapat langsung memberikan bimbingan. E. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. garam. peta konsep. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. sehingga kamu mendapatkan air tawar. Poster dapat berupa diagram alir. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. Kegiatan penutup . Sumber belajar 1.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .- - Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 . 3. Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . atau sesuai kreasi anak.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Tes unjuk kerja Tes tulis Bentuk Instrumen Lembar Observasi (rating scale) Isian 2. Membinbing siswa melakukan kegiatannya. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. Penilaian 1.

Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No 1 2 3 4 Aspek Yang Diamati 0 (tidak ada) Melakukan pengamatan Menuliskan data pengamatan Melakukan tafsiran terhadap data Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian Skor 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) nilai = skor yang didapat × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 .

Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. berpikir konvergen. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. berpikir induktif. IPS Terpadu. berpikir deduktif. mengurutkan. merencanakan. melakukan percobaan. menyimpulkan. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. siswa sebagai peserta didik yang aktif. keterampilan seperti: berpikir dikembangkan dalam pembelajaran menduga hipotesis. membedakan. Beberapa ini. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. berpikir divergen. terutama dalam keterampilan berpikir. menginterpretasikan. mengambil keputusan. membandingkan. mengelompokan. berkomunikasi.PEMBELAJARAN TERPADU A. merumuskan memadukan. bertanya. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 . menggenarilasisikan. dan mengamati. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. mengukur. menilai. memperkirakan. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. menganalisis.

Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa. Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. Integrasi beberapa Mata Pelajaran Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated Lintas Peserta didik immersed networked Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 . guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka.PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL Mata Pelajaran Terpisah RENTANGAN fragmented connected nested DESKRIPSI Tiap Mapel disampaikan terpisah. dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilanketerampilan yang tumpang tindih (overlap). berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan.

2. Beberapa kegiatan utama dari model-model pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. penyelidikan.Model-model pembelajaran pembelajaran terpadu berpikir yang dapat digunakan evaluasi dalam kritis. alternative pemecahan. Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 . Merumuskan masalah. Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. argumentasi bagi keputusan. berpikir kritis. Berpikir Kreatif Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) • • • • 4. Berpikir Kritis Menjelaskan ide dan pemikiran Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). pemikiran. Evaluasi Kritis Menentukan kriteria Menyusun alternative pemikiran. berpikir kreatif. Memberikan alas an. pemecahan. pengambilan keputusan. adalah: pemecahan masalah. Mengembangkan ide. Pemecahan Masalah • • • • • • • • • • • Menghimpun fakta-fakta. Menentukan alternatif pemecahan. Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3.

sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. peserta didik/guru dengan nara sumber. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. belajar dalam situasi nyata. sehingga belajar lebih menyenangkan. dan dalam konteks yang lebih bermakna. guru dengan peserta didik. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik.B. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. peserta didik dengan peserta didik. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. sehingga memudahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 . • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait.

D. ekonomi. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. Sedangkan kajian tentang sosiologi. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. filsafat. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. politik. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. geografi. C. antropologi. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 . Webbed (tematik) dan Integrated. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. konsep-konsep. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. sejarah.

prinsip. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. fenomena alam. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. pengukuran. dan penarikan kesimpulan. dan hukum.peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. universal. metodik. perancangan eksperimen atau percobaan. sistematis. berlaku umum (universal). teori. bersifat open Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 . maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. dengan ciri: objektif. Merujuk pada pengertian IPA itu. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. biologi. evaluasi. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. mahluk hidup. dan tentatif. IPA ended. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. • produk: berupa fakta. meliputi mata pelajaran fisika. bumi antariksa.

Akibatnya IPA sebagai proses. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. sarana. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. sikap. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. teori dan hukum. metode ilmiah. menghafalkan konsep. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 . sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. lingkungan belajar. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered.Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kecenderungan pembelajaran IPA kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA pada masa sebagai produk. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. pada domain kognitif yang Peserta didik hanya mempelajari IPA terendah. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar.

materi dan sifatnya. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. terutama teknologi informasi dan komunikasi. efisien. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. disesuaikan dengan lingkungan setempat. dan efektif. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. serta bumi dan alam semesta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 . Dalam kenyataan. kreatif. makhluk hidup dan proses kehidupan. karena dianggap sukar. Oleh karena itu. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. energi dan perubahannya. mampu berpikir logis. serta dapat berargumentasi secara benar. kritis. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah.Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. serta bersikap ilmiah. keterbatasan kemampuan peserta didik. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Melalui pembelajaran IPA terpadu. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. kreatif. bekerja sama dalam kelompok. Namun demikian. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah.

dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. pengamatan. menyempurnakan jawaban tentang “apa”.2. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. mencari jawaban. “mengapa”. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 . dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. menyusun hipotesa. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. prediksi. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. dan eksperimen. memahami jawaban.

tekun. mengklasifikasikan. kritis. memperhatikan keselamatan kerja. menerapkan ide pada situasi baru.metode ilmiah. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 . Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. dan bekerja sama dengan orang lain. mengolah. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). lisan. sabar. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. cermat. yaitu dengan gambar. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. tulisan. tidak percaya tahyul. menyusun hipotesis. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. terbuka. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. mengajukan pertanyaan. menggolongkan. dan menganalisis data. jujur. disiplin. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. peduli terhadap lingkungan. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. dan sebagainya. ulet. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. mengukur.

(4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alatalat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. kimia. dan biologi. Atas dasar itu. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 . Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. serta membosankan bagi peserta didik. biologi. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan.sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisahpisah dalam fisika. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. kimia. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. a. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. 3. Lagi pula.

Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. dinamis. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. sistemik. teratur. dan analitik. tenaga. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. kemampuan analitik. menyeluruh. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. b. c. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menyerap. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Dalam hal ini. Guru dituntut memiliki kecermatan. dan sarana.memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 . dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. menyeluruh. utuh. menerima.

Di samping itu. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. fisika. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi.dapat diajarkan sekaligus.236). kimia. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. dan astronomi. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. 4. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 . kompetensi dasar. geologi. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan.

guru. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. ‘berbicara’. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. dan dunia nyata. ‘membaca’. c. Oleh karena itu. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi.teknologi-masyarakat. Pada umumnya insekta bersayap. kolaborasi. d. e. dan berinteraksi dengan teman. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. b.Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. dan mandiri. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkungan. namun ada pula yang tak bersayap. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 . berdisiplin.

sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. Misalnya. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 . dan penyebab timbulnya ledakan hama. malaria. namun dapat dicoba. sebagai hama tanaman. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak.dan ada pula yang tidak. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik.di dalam air. di pohon. dan masih banyak lagi peranan insekta. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. Dengan insekta sebagai tema sentral. memahami rantai makanan. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. dan sebagai hewan terbang. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. merebaknya penyakit demam berdarah. sebagai penyerbuk tanaman. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 .1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta.Proyek:Koleksi insekta Mencari informasi dari buku yang relevan Kunjungan ke tempat pemeliharaan lebah dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi insekta INSEKTA seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Menyelidiki siklus hidup berbagai insekta Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk Mempelajari istilah tentang bagian tubuh insekta Menyelidiki pengaruh perubahan lingkungan thd populasi serangga vektor penularan penyakit Menyelidiki habitat serangga dalam ekosistem Gambar 2.1. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah.

PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 . PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. dan kemampuan). Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. bakat. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dipadukan Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.5. kebutuhan.

1 Mendeskripsik an besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya KD MP Kimia 2. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu. antarsemester pada kelas yang sama.Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika 1.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Penjernih an Air 20 x 40’ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 . 2. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan. Contoh lihat lampiran. Tema Kerja Ilmiah Waktu 20 x 40’ 3.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia KD MP Biologi 5.

Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu.Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. HIV/AIDS. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. dan lainnya. b. Contoh lihat lampiran. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. misalnya penyakit demam berdarah. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. kegiatan inti. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 . dan kegiatan penutup/tindak lanjut.

memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: • • • • menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif.Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 .

Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 . Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya.Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar.

c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. kelompok. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. membaca materi pelajaran tertentu. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. menyimpulkan materi yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 . menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. dan perorangan. a) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat.menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.

Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. jenis dan bentuk penilaian. serta alat evaluasi yang digunakan. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 .c. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. keterampilan. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Tes tertulis/ objektif Pilihan ganda Benar salah Menjodohkan Isian singkat Isian panjang Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 . Tes tertutup/ terbatas/ terstruktur Bebas terbuka • • • • • • • b. sikap.PENILAIAN Non tes Pengetahuan. dan nilai Tes Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan • • • • • • • • Skala sikap Daftar periksa Kuesioner Catatan anekdot Portofolio Catatan sekolah Jurnal Cuplikan kerja Tes tertulis/ uraian a. keterampilan.

Nontes Tes perbuatan Laporan praktikum Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 .Berikut ini adalah contoh penilaian LINGKUNGAN SEKITAR KITA untuk tema/topik tentang TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Prosedur Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Mengidentifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama dalam biosfer Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dan menjelaskan peranan masingmasing tingkat trofik Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan pangan Tes awal Dapat dilakukan dapat pula tidak tergantung kondisi Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Pilihan ganda Laporan dan isian hasil pengamatan Instrumen Soal pilihan ganda yang berkaitan dengan pemahaman awal peserta didik mengenai tema Penugasan Nontes Lembar penilaian laporan Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Praktikum 1. 2.

KD Indikator Prosedur Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Instrumen Mengaplikasik an peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh pencemaran air. udara. dan tanah dalam kaitannya dengan kegiatan manusia Mengemukakan contoh langkahlangkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Penugasan Nontes Karya tulis Lembar penilaian karya tulis Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 .

KD Indikator Prosedur Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai pemutih. pembersih. prinsip "usaha dan energi" serta penerapan-nya dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 . dan pembasmi serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. dan pembasmi serangga Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Praktikum Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Tes perbuatan Instrumen Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya. pengharum. pengharum. pembersih.

afektik. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi.KD Indikator Prosedur Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalah-an lingkungan Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya terhadap masalah lingkungan Menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Penugasan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Laporan Instrumen Lembar penilaian Tes akhir Soal Pilihan ganda Kunci jawaban dan cara penilaian Soal uraian singkat Berdasarkan contoh itu. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. baik tes maupun nontes. maupun psikomotor. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. misalnya merupakan hasil pengamatan di luar kelas. Penilaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 . Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi.

biologi. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. maka dalam penyusunan silabus. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. perencanaan pembelajaran. biologi. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. Bila di sekolah. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. indikator. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA.untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. kimia. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 . Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. penggunaan media. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. kimia. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. dan strategi mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. 6. a. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. dan materi. Guru Dalam pelaksanaannya. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu.

• Penguasaan bahan ajar. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Selain meningkatkan kerja sama. atau bersama-sama. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. • Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja.agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. • Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. pembelajaran terpadu juga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 . Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. mulai dari silabus. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. • Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. Dalam pelaksanaannya di lapangan. • Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. Oleh karena itu. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Bila hal ini dapat dilaksanakan.

karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. suatu bahan ajar dapat dibahas dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 . c. b. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada.meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Peserta didik Bagi peserta didik. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Secara teknis. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Dalam pembelajaran terpadu. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan.

d. Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. e. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA .akan lebih terbuka. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 . Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu.

sehingga belajar lebih menyenangkan.Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. guru dengan peserta didik. peserta didik dengan peserta didik. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 . model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. dan Biologi. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. belajar dalam situasi nyata. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. Perlu disadari. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. dan dalam konteks yang lebih bermakna. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. peserta didik/guru dengan narasumber. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Kimia. Kimia. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait.

Semua ini akan menunjang. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memiliki kreativitas tinggi. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. Bila kondisi ini tidak dimiliki. Secara akademik. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. b.bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. mungkin juga fasilitas internet. keterampilan metodologis yang handal. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. c. Hal ini terjadi karena model pembelajaran (mengurai). Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. a. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). memperkaya. dan mempermudah pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 . terpadu menekankan asosiatif pada kemampuan analitik kemampuan (menghubung-hubungkan). Tanpa kondisi ini. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. rasa percaya diri yang tinggi. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan.

guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Dengan kata lain. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. f. maka guru substansi berkecenderungan gabungan menekankan sesuai atau dengan mengutamakan tersebut pemahaman. Dalam kaitan ini. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 . e. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. metode. selera. d. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Bila sarana ini tidak dipenuhi. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif).wawasan. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut.

Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 . politik. teknologi. ekonomi. hukum. Geografi. sejarah. geografi. dan psikologi sosial. hukum. struktur sosial. dan budaya. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. sejarah. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. ekonomi. geografi. kepercayaan. filsafat.Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. dan budaya). dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. politik. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. geografi. aktivitasaktivitas ekonomi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. antropologi. sejarah. organisasi politik. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. E. ekspresi-ekspresi dan spiritual. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. politik. ekonomi. sejarah.

seperti konsep peran. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. filsafat. meliputi bahan kajian: sosiologi. institusi. politik. psikologi sosial. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi.20) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 . antropologi. ekonomi. geografi. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). kelompok. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. sejarah. proses interaksi dan kontrol sosial. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). 1980. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi Sosiologi Psikologi Sosial Filsafat Antropologi 2.

hukum dan politik. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut.Dalam implementasinya. ekonomi. kekuasaan. sosiologi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 . • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. kewilayahan. sejarah. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. 1981). • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. bahkan juga bidang humaniora. 2001). perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. sejarah. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. hukum dan politik. sosiologi. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. ekonomi. struktur. kewarganegaraan. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut.

• Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala programprogram pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. dan yang akan datang Berpikir kronologis. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. 1998). Sosiologi/Antropologi Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sumber: Sardiman.Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam kehidupan manusia Area dan substansi pembelajaran Ruang Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Adaptasi spasial dan eksploratif Waktu Alam dan kehidupan yang selalu berproses. 2004 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 . prospektif. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. saat ini. antisipatif Sejarah Nilai/Norma Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Ekonomi. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. masa lalu.

dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. menggali. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud.• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. 4. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. Dengan demikian. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 . sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. menyimpan. 1996:3). serta mampu membuat analisis yang kritis.

IPTEK. Pengembangan pembelajaran terpadu. potensi pariwisata. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Selanjutnya. kemudian dilengkapi. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. misalnya ‘pariwisata’. Secara sosiologis. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. dalam hal ini. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. dan permasalahan yang berkembang. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 . dibahas. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. pemukiman kumuh. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. a.Pada pendekatan pembelajaran terpadu. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. contohnya banjir. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. mobilitas sosial. peristiwa. modernisasi. diperluas.

“Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Persebaran. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. historis kronologis dan kausalitas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 . sosial/antropologis. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. sebagai contoh.melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. kondisi fisik daerah objek wisata Sejarah perkembangan daerah wisata Sejarah Geografi PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi masyarakat Pengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Sosiologi Politik Ekonomi Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu.

Pada pembelajaran terpadu. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 . dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Faktor Ekonomi Perilaku terhadap aturan Faktor historis Gambar 4. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Faktor sosial. sosial.Keadaan Alam • Potensi objek wisata Sosiologis/ antropologis BALI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA • Memupuk aspirasi terhadap kesenian Keadaan Politik • Keamanan dan stabilitas daerah Ekonomi • Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. dan budaya. Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya.

kebutuhan. bakat. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat.5. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. dan kemampuan). 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. • Pemetaan Kompetensi Dasar • Penentuan Topik/tema • Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema • Pengembangan Silabus • Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini.

Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 .Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. • • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.

1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Ekonomi Semester 2 6. Sejarah Semester 2 5. Kelangkaan Sumber Daya 3. kebudayaan. Semester 2 4.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 6. penggunaan lahan. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan. serta peninggalanpeningalannya Pemanfaatan Peta Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 . Sosiologi Semester 1 2.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. kebudayaan.1 Menggunakan peta. produksi.Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. Geografi Semester 2 6. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2. penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. 1.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 1 5. Semester 2 4. 2. Semester 2 6.4 Menguraikan proses interaksi sosial Semester 1 3.1 Mendeskripsikan interkasi sebagai proses sosial. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan distribusi barang/jasa. dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. serta peninggalanpeninggalannya Semester 2 5. produksi dan distribusi barang/jasa.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. kebudayaan. kebudayaan. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Kegiatan Ekonomi Penduduk 2 Semester 2 2. serta peninggalanpeningalannya 5.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.

1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. identitas Indonesia.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi. Semester 1 1. Semester 2 7. Sejarah Semester 1 2. Geografi Semester 1 1. Sosiologi Semester 2 6. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.2 Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya. dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia. Semester 2 6. Otonomi Daerah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 .1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Semester 2 7.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. 1. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 5.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat.2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. Peran Indonesia dalam Pergaulan Antarbangsa Semester 1 2. 3.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 1 6.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Ekonomi Semester 1 4. Tema Globalisasi 2. kebudayaan.No.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Semester 1 1.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No.

Semester 2 1.1Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. Sejarah Tema 4.1 Menginterpretasikan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. Sejarah Semester 2 7. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Pelestarian Lingkungan Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 2. Geografi Semester 2 5.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Sosiologi Semester 1 3.No. Semester 2 6. Geografi Sosiologi Ekonomi 7.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Pengembangan Pariwisata Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 .1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. 1.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.1Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat 3.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 2 4.

2 Geografi Semester 2 5. Semester 2 7.2Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Semester 2 7. Dengan demikian.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Modernisasi 3. dalam pembelajaran IPS Terpadu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Sejarah Semester 2 7.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Kerjasama Internasional 7. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Semester 2 7.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Sosiologi Semester 2 7. Semester 2 5. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antar negara terhadap perekonomian Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. • Topik.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Semester 1 1.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Ekonomi Semester 2 7. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 .No.

Ekonomi Semester 2 6. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. Pemberlakuan Otonomi Daerah. serta peninggalanpeninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 . Sosiologi Semester 1 2.• Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Sejarah Semester 2 5. dan distribusi barang/jasa. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. penggunaan lahan. • Dalam menentukan topik. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Pertumbuhan Industri. dan pemanfaatan peta.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Contohnya. Penyakit Busung Lapar. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Penyakit Folio. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. Geografi Semester 2 6. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No 1. kebudayaan. kelangkaan sumber daya alam. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. produksi. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. contohnya.

Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 . Kelas IX SMP.Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No 1. Sosiologi Semester 1 3. Geografi Semester 2 5. Geografi Semester 2 1.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. Sosiologi Semester 2 6. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No 1. Sejarah Semester 2 7.1 Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.1 Menginterpretasi-kan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Ekonomi Semester 2 4. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.1 Mendeskripsi-kan perubahan sosialbudaya pada masyarakat 3.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Sejarah 2.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.

Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. dan distribusi barang/jasa. produksi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 . • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. pengunaan lahan. • Menguraikan kegiatan produksi barang dan jasa. nonpertanian).Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial.

• Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. standar penilaian. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 . standar proses. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. serta peninggalanpeninggalannya. Sejarah.Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. alokasi waktu. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. dan Ekonomi). dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Kompetensi Dasar. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. dan penilaian. Geografi. kebudayaan. Pengalaman belajar. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Indikator. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa.

bahan ajar. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masing-masing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. peserta didik.prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). b. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 .

Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Saat ini. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.PEMBELAJARAN TEMATIK A. serta kemampuan bekerjasama. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. dua. dan tiga berada pada rentangan usia dini. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. kritis. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 . analitis. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. dan kreatif. mengelola. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). EQ. sistematis. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis.

sistematis. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. analitis. serta kemampuan bekerjasama. dan kreatif. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. dan kompetitif. Matematika.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. Ilmu Pengetahuan Alam. Bahasa Indonesia.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. memperhalus budi pekerti. tidak pasti. Sementara itu. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual.memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. serta Pendidikan Jasmani. serta kematangan emosional dan sosial. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 . memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Seni Budaya dan Keterampilan. Ilmu Pengetahuan Sosial. baik secara lisan maupun tulis. kritis. Pendidikan Kewarganegaraan.

KERANGKA BERPIKIR 1. B. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Oleh karena itu. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. Selain itu. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 . Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang.hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. perbedaan pendekatan. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. model. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. dua. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan.

sepeda roda dua. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. senang berbicara. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. berminat terhadap angka dan tulisan. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. mengelompokkan obyek. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 . mempunyai sahabat. dan mandiri. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. meningkatnya perbendaharaan kata. telah mampu berbagi. Selain itu. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. Menurutnya. telah dapat mengontrol emosi. 2.

Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. luas. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Berdasarkan hal tersebut. dan diotak atik. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. prinsip ilmiah sederhana. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. didengar. dan (5) Memahami konsep substansi. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.pengetahuan baru menjadi seimbang. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 . panjang. (2) Mulai berpikir secara operasional. diraba. dibaui. dan berat. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. lebar. volume zat cair. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. yaitu: a. dan mempergunakan hubungan sebab akibat.

Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. c. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. mereka belum mampu memilahmilah konsep dari berbagai disiplin ilmu. keterkaitan antar materi. b. lebih faktual. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks.dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. keadaan yang alami. kebiasaan. Sehubungan dengan hal tersebut. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 . Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. sehingga lebih nyata. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. dan kepandaian. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. 3. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. sikap. lebih bermakna.

informasi atau situasi baru dengan komponenkomponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. konsep-konsep. Dengan kata lain. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. C. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspekaspek. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik.Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 . agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. karakteristik cara anak belajar. Dengan demikian. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan.

gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan antaranya: 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. memberikan banyak keuntungan, di

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

116

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

117

dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecahpecah. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek,

fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme

melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

118

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Berpusat pada siswa 2. minat. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 . Landasan yuridis tersebut adalah UU No. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. UU No. E.

Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. 11. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 .berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 5. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. 9. 13.Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Dengan demikian. Bersifat fleksibel 10. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Memberikan pengalaman langsung 4. 3.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Dengan pengalaman langsung ini. 7. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh.

terhadap sarana-prasarana. pengaturan ruangan. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. kelompok kecil ataupun klasikal. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. RAMBU-RAMBU 1. minat. 4.F. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. lingkungan. terhadap siswa. pasangan. dan daerah setempat. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. jangan dipaksakan untuk dipadukan. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. 6. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 . Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. menulis. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. sumber belajar media. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. dan pemilihan metode pembelajaran. G. menarik. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. menyenangkan dan utuh. 5.

Oleh karena itu. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization).• Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. prasarana. mengadakan penelitian sederhana. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. • Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 .

TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. 1. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. bercakap-cakap. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Misalnya percobaan. pengembangan jaringan tema.• Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. demonstrasi. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. bermain peran. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 . H. tanya jawab. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar.

1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Cara kedua. untuk menentukan tema tersebut. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. sebagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati.a.

Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 . pengalaman belajar. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. 3. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. 2. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. kompetensi dasar. kebutuhan. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. 4. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran.• Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema siswa. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. dan penilaian. alat/sumber. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. b. disesuaikan termasuk dengan usia dan dan perkembangan kemampuannya minat. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. indikator. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema.

serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). inti dan penutup).1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. semester. 7) 8) Alokasi waktu Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 . 2) 3) 4) 5) 6) Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan pembelajaran Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. kelas. 10) Sumber belajar. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan.

Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit).I. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. TAHAP PELAKSANAAN 1. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. kegiatan inti. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. kegiatan fisik/jasmani. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 . Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. dan menyanyi b. dan kegiatan penutup. ataupun perorangan. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. kelompok kecil. c. tulis dan hitung.

mendongeng.enceritakan pengalkaman. musik/apresiasi musik. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Kegiatan inti Kegiatan penutup • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 . Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Kegiatan pembukaan Kegiatan inti Jenis kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil mengikluti irama musik menari Kegiatan penutup • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Kegiatan pembukaan Jenis kegiatan Waktu berkumpul (anak m. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) • • • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.dilakukan. menyanyi. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. pesan-pesan moral. pantomim. membacakan cerita dari buku.

Agama MULOK Istirahat B.45 8.Ind. Agama Mulok B. II Waktu 7.358.ind Matematika IPS KTK P.009. Ind.Ind.2. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. Matematika KTK P. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran.Ind. Penjaskes IPA Matematika B.10 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu IPA Matematika B. Matematika B.007.3510. Penjaskes Matematika B. Ind.Ind Matematika IPS KTK Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 .35 9. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.459.00 9. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama.10 8. Matematika B.108.35 7.

menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. atau perbuatan. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. Prinsip a.J. Oleh karena itu. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. 2. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. Tes mencakup: tertulis. penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. maupun angka. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masingmasing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. d. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. lisan. dan porto folio. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. e. ejaan kata. c. b. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. Kemampuan membaca. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 . catatan harian perkembangan siswa. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung.

khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. B.bantu. kata atau angka. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 . Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Ilmu Pengetahuan Alam 3. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial • • • Tes Lisan Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. melainkan sudah terpisahpisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. Jean. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi C.

Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial.Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 . Matematika. Seni Budaya dan Keterampilan. Olahraga dan kesehatan. dan Pendidikan Jasmani. Ilmu Pengetahuan Alam. yaitu: Bahasa Indonesia.

Sudjana. Bandung: Sinar Baru. Bandung: Tarsito Ibrahim R. 2008. 1989. S. 1990. Bahan Sosialisasi KTSP. 1997. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Direktorat Pembinaan SMA. Wina. Et al. Syaodih S Nana. Jakarta. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Jakarta: Rineka Cipta. Allyn & Bacon: London Lestari. Sanjaya. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. 2000. Models of Teaching. 1989. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Nana. Hamalik. 2009. 2005. Depdiknas. Perencanaan Pengajaran. 2009. 2006. 2003. Jakarta: Media Prenada Sudjana. Jakarta: Bumi Aksara. Direktorat Pembinaan SMP. Tesis-S-2 Program Studi Pengembangan Kurikulum. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Oemar. Tita. Jakarta. Nana. Strategi Pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 . Depdiknas. Direktorat Tenaga Kependidikan. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. 6th Ed. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung: Sinar Baru. Nasution. Joyce Bruce. Jakarta.

2006. Uno. Yamin. Nana. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Gaung Persada Press. Perencanaan Pembelajaran. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Hamzah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 . Martinis. 2004. andung. 2006. Kesuma Karya. B.Syaodih.

PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 .LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 .

• BERBICARA • Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyebutkan nama • orangtua dan saudara kandung tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 . • ombak. dan lain-lain.Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI DASAR MENDENGARKAN Membedakan bunyi bahasa Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA INDIKATOR • KEGIATAN BELAJAR Menirukan bunyi suara burung Bermain peran menjadi berbagai kendaraan Menirukan suara ombak SARANA/SUMBER Kaset dan tape PENILAIAN Pengamatan • Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung. kendaraan.

Menanyakan data • diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas •

tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) melakukan permainan menanyakan data diri temannya melakukan permainan menanyakan data diri bercerita tentang data dirinya Menjiplak kartu kata Menjiplah bentuk-bentuk gambar Menjiplak bentuk-bentuk geometri • • • Kartu kata Kartu bentuk gambar Kartu bentuk geometri

Menyebutkan data • diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat • sederhana Menjiplak berbagai • bentuk gambat, lingkaran, dan • bentuk huruf •

MENULIS Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

142

MATEMATIKA

Membilang banyak benda

Membilang atau menghitung secara urut

• •

Membilang benda-benda di kelas Membilang sambil Memantulkan bola Mengamati lalu menyebutkan nama benda yang dilihatnya Praktek langsung mengambil dua kumpulan benda lalu dihitung

Bola

Menyebutkan banyak benda

Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari

Batu-batuan

Menentukan waktu (pagi, siang, malam, hari dan jam (bulat)

Bercerita tentnag pengalamannya

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

143

IPS

Menguindentifikasi identitas diri,keluarga, dan kerabat

• Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan •

Menyebutkan nama lengkapnya Menyebutkan alamat rumahnya Menggambarkan tubuhnya lalu menyebutkan nama bagianbagian tubuhnya dan kegunaannya Praktek pengelompokkan Batu, daun, biji salak

Menyebutkan • alamat tempat tinggal Menyebutkan nama bagianMenyebutkan kegunaan bagianbagian tubuh • •

IPA

Makhluk Hidup dan Proses kehidupannya Mengenal bagianbagian tubuh dan kegunaannya Mengindetifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatannya

• •

Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Menunjukkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Praktek langsung mengamati lingkungan dan menyebutkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

144

bidang. berlari dan melompat. lari dan loncat dalam permainan sederhana. Praktek langsung berjalan dengan pola Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah • SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Mengamati lingkungan lalu menyebutkan benda-benda yang dilihatnya Mengamati lingkungan lalu mengelompokka n benda berdasarkan garis. • kejujuran. bintik dsb • Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari. berlari dan melompat. • kerjasama. warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 . OLAHRAGA DAN KESEHATAN Mempraktikkan • gerak dasar jalan. serta nilai sportivitas. • Praktek langsung Menerapkan konsep arah dalam berjalan.PENDIDIKAN JASMANI. toleransi dan percaya diri SENI RUPA Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar • Menerapkan konsep arah dalam berjalan.

SENI MUSIK Mengidentifikasi unsur/elemen musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI Mengidentifikasi fungsi tubuh dalam melaksanaan gerak di tempat PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Bertepuk tangan dengan pola • Bermain tepuk tangan dengan berbagai pola yang dicontohkan • Bergerak bebas sesuai irama musik • Mendengarkan musik dan bergerak bebas mengikuti irama • Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. Meyebutkan agamaagama yang ada di Indonesia • Menyebutkan jenis kelamin teman sebangkunya Menyebutkan agama yang dikenalnya • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 .

OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. lingkaran. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI KEGIATAN A.Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TEMA MINGGU/HARI ALOKASI WAKTU : I : LINGKUNGAN : I/Senin : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. berlari dan melompat. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 .

C. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. • • • Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya.Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. siang hari dan malam hari • B. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 . menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. memilih benda yang ada di kelas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful