HAND URI A W

TU T

PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM
(CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)

Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

2010

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

i

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii .

Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii . daya inovatif. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah. MPA. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan. Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna.KATA PENGANTAR Pada tahun 2007. kemampuan pemecahan masalah. Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Ph. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut. Jakarta.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv .

....... E................ Skenario .............................................. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas ........ Kompetensi yang Hendak Dicapai ............ E.................. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional ................... G.... Penerapan PAIKEM…………………………………………………… i iii v 1 1 1 2 2 2 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ………………………... H...................................................................... B......………………................... A........…………………………….. D......................................................................... Alokasi Waktu ... Langkah-langkah CTL ………………………………………………....……………………...... F..................................................................... Pengertian Pembelajaran Kontekstual ......... Latar Belakang ………………………....….......................……… DAFTAR ISI ... E...................… A........... D. KATA PENGANTAR .................………………… Strategi Pembelajaran Kontekstual .............................…………………………...... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v ..........DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK . F.........…………............ B............ Evaluasi Otentik dalam CTL ............. C..................................………. Dimensi Kompetensi ................................................... D........ A............ F..........…….................................. Latar belakang ....... Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......................................…………………………………………… Karakteristik PAIKEM ………………………………………................................................ PENDAHULUAN ...................... 4 4 7 14 15 17 21 21 24 26 26 29 31 33 34 Jenis-jenis PAIKEM ……………………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………...... Karakteristik Pembelajaran CTL………………....................................................................…… Tujuan PAIKEM ………….. Indikator Pencapaian Kompetensi .....………………………… B......................... C.…………………………................................ Konsep Dasar Pembelajaran ………………………………………................................………….................... C...............

........................ H........................................................................... D........................... Karakteristik Pembelajaran Tematik . DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi . 55 55 58 59 59 90 109 109 111 115 118 119 121 121 123 127 130 PEMBELAJARAN TEMATIK ..................................................... Implikasi Pembelajaran Tematik ............................................................... Penilaian Pembelajaran Tematik ................................................................................... Latar Belakang ............................. C.................... B........................................................ C...... Pembelajaran IPS Terpadu .............. E...... D. G..... A.. Tujuan Pembelajaran Terpadu .............................………............ E...................................... Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ............................................................. F.... B................................................................... Pembelajaran IPA Terpadu ................................................................... Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................................... Latar Belakang .... Tahap Persiapan Pembelajaran ...............................PEMBELAJARAN TERPADU ....... Landasan Pembelajaran Tematik ... Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ......................... I........................................... Kerangka Berpikir ...................................................................... A....... J.................................. Pengertian Pembelajaran Tematik ..........................................................

Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung SMK. untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika. SLB. SD. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan. sehingga menjadikan siswa aktif. dan bahasa Inggris. IPS. kreatif. strategi dan metode pembelajaran yang tepat. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. B. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah. SMP. maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik.PENDAHULUAN A. IPA. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1 . Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. SMA. terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan. Paling tidak. melalui praktek-praktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK. dan belajar dalam suasana senang serta efektif. bahasa Indonesia. apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori.

2. 3. Alokasi Waktu No. memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. Materi Diklat Alokasi 4 jam 4 jam 4 jam 1. mampu memecahkan masalah melalui matamata pelajaran yang relevan. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. melalui pendekatan andragogi. Skenario 1. Pembelajaran Berbasis CTL 2. kreatif. Perkenalan 2. 5.C. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. 3. D. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. E. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. Penyampaian Materi Diklat: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 . Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. indikator. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. Pre-test 4. inovatif. IPS Terpadu) 3. Pembelajaran Tematik F.

Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran.a. menyimpulkan. b. kreatif. c. Post test. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 . efektif. Menggunakan pendekatan andragogi. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. menyenangkan. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. menganalisis. yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. 8. 6. inovatif. dan bermakna. 7. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif.

Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 .PEMBELAJARAN PAIKEM A. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. dengan memberikan ide-ide. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa.

tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. eksperimen. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. (6) pembentukan konsep. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). (4) rangkaian verbal. pemecahan masalah. (5) membedakan. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. (2) stimulus-respon. pengamatan. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. penelitian sederhana. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 . tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. Di lihat dari urutan belajar. (3) rangkaian gerak. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah.tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . yaitu: (1) belajar isyarat. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok.

sosial. dan aktivitas guru. sistem instruksional. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. dan konfirmasi. sistem informasi. minat. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. aktivitas. menyenangkan. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. dll. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. sumber belajar. lingkungan. elaborasi. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. inspiratif. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. peran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 . Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. pengalaman siswa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. kemampuan berpikir. menantang. krativitas. dan kemadirian sesuai denganbakat.optimal. media.

Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. sikap. pemahaman. kondisi fisik.B. minat. yaitu pengetahuan. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. motivasi. dan perbuatan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 . bakat (aptitude). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. dan mental. keterampilan (kecakapan). Konsep Dasar Pembelajaran 1. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. sikap. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. (4) bersifat positif dan aktif. (5) memiliki arah dan tujuan. (3) tidak bersifat sementara. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. yaitu: kecerdasan. mencakup pengetahuan. dan sebagainya. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. Faktor internal.

metode. dan sumber daya. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. peserta didik. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 . 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. sosio kultural. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. 1985). Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. dan keadaan masyarakat). keluarga dan masyarakat (keadaan sosioekonomis.Faktor eksternal. materi. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. waktu. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadiankejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. 1991). dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak.

penguasaan bahan. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 . lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Faktor lingkungan. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. 1992). secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Raka Joni. kondisi fisik. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. dan lingkungan sekolah. lingkungan sosial.Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. dan motivasi kerja. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey).

yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).

Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

10

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

11

Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

2.

PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif,

Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis /Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya

kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik,

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

12

Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. menarik keputusan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 . e. memberi keyakinan. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. dan kecepatan belajar yang beragam. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. kecakapan sistematis dalam menilai. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. d. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). memecahkan masalah. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.potensi. kreatif. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. kesulitan maupun ancaman.

Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). memberi keyakinan. memecahkan masalah menarik keputusan. kegagalan panen. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). umpamanya masalah kemiskinan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. kecakapan sistematis dalam menilai. wabah penyakit.f. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. kejahatan. kemacetan lalu lintas. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. C. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 . ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Dsb. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. pemalsuan produk. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. pembusukan makanan.

serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. interaksi dan refleksi. Komunikasi. 2. aktivitas. Interaksi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o o o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 . 1. pengalaman dan kemandirian siswa. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • • Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa.D. komunikasi. makna.

IPS Terpadu).4. motivasi. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). perhatian. lain dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 . Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara Lesson Study. Tanggung jawab belajar. E. IPA Terpadu. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. memang berada pada diri siswa. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Pembelajaran Terpadu (Tematik. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. dan transfer dalam belajar. persepsi. retensi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.

F. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. SMP terdiri dari 40 menit. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. presentasi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. eksperimen. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. presentasi. 1. demonstrasi. diskusi kelas. diskusi kelas. tanya jawab. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 . maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. tanya jawab. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. kegiatan tugas terstruktur. diskusi kelompok. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Sekolah standar. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. atau demonstrasi. observasi di sekolah. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. atau simulasi. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

atau proyek. yaitu relating. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. atau proyek. cooperating. Metode yang digunakan seperti penugasan. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. atau simulasi. eksperimen. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 . dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. observasi lingkungan. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). 3. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). observasi di sekolah. tutor. experiencing. observasi lingkungan. applying. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. peran guru sebagai fasilitator. teman belajar. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. demonstrasi.2.

alokasi waktu terbatas. d. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Resitasi.Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. d. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. dan e. Preparasi. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. b. sumber referensi terbatas. a. media. b. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. dan e. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. c. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. dan bahan cukup. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 . Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. sumber referensi. materi pembelajaran tidak terlalu luas. a. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. alat. alokasi waktu cukup tersedia.

oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. eksperimen. simulasi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik.c. diskusi kelompok. ekplorasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 . Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. diskusi kelas. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. dan sebagainya. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan tanya jawab. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Metode yang digunakan adalah observasi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi.

Selain teori progressivisme John Dewey. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. 4. 6. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. 2. 3. Intinya. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 . Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. 5.

berubah dan tidak menentu. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Menurut filosofi konstruktivisme. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Berpijak pada dua pandangan itu. Melalui strategi. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Segala sesuatu bersifat temporer. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. pengetahuan bersifat non-objektif. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. temporer. Untuk itu. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 . tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. filosofi konstruksivisme berkembang. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar.dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. dan selalu berubah.

Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. konsep. Dengan demikian.atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Karena penekanannya pada siswa aktif. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Dengan paham kontruksivisme. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 . Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas.

CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik.Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. sosial. Dalam pandangan kontruksivistik. Dengan demikian. 3. 4. B. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Dengan konsep ini. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran merupakan Kontekstual suatu proses (Contextual pendidikan Teaching yang and Learning/CTL) dan bertujuan holistik memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 . 5. Kerja kelompok dianggap sangat berharga.

dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. pemodelan (modeling). Dalam kelas kontekstual. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. experiencing.Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. menemukan (inquiri). cooperating. applying. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. yakni: konstruktivisme (constructivism). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 . Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. masyarakat belajar (learning community). yaitu relating. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. bertanya (questioning).

Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. 5. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. 2. Siswa kritis guru kreatif. laporan hasil pratikum. 3. 8. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. bidang studi apa saja. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Pembelajaran terintegrasi. 10. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Menyenangkan. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Ciptakan masyarakat belajar. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Saling menunjang. 4. 3. 11. 5. Menggunakan berbagai sumber. 6. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Sharing dengan teman. 6. Kerjasama. tidak membosankan. gambar. Siswa aktif. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. 4. 7. D. humor dan lain-lain. Belajar dengan bergairah. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. peta-peta. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 7. Secara garis besar. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1.C. 2. 9. artikel. karangan siswa dan lain-lain Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 .

mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 . media untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. dan authentic assessment-nya. le-bih sedangkan program pada untuk pembelajaran kontekstual menekankan skenario pembelajarannya.Dalam pembelajaran kontekstual. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. ilmu pengetahuan alam. mereka menemukan makna. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan pembelajaran yang dan mengarah pengajaran pada makna adalah Ketika jantung siswa dari dapat kontekstual. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). lang-kah-langkah pembelajaran. Dalam konteks itu. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). materi pembelajaran.

tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. sikap. merupakan pembelajaran yang aktif. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. 5. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. memberi keyakinan. kecakapan sistematis dalam menilai. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. tanggung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 . Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. 6. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. mandiri. minat. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama.2. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. memecahkan masalah menarik keputusan. 4.

penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. dsb. mencapai keunggulan (excellent).jawab. 1. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. 8. disiplin. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 7. Yasin dan Senduk. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. E. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 . serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. dan mentor. 2004: 56). kebutuhan dan kemampuannya. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. motif berprestasi.

Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja.pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. mensintesis. 4. Jadi dalam hal ini. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. 5. 3. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. tempat kerja atau sejenisnya dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 . 2.

Dalam pembelajaran kontekstual. F. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. 2. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Dengan kata lain. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. diskusi. saling mengoreksi. 7. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. 6. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan.berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Dalam pembelajaran kontekstual. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 .

bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. dan dilatihkan. 6. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. Dalam pembelajaran kontekstual. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. 5.3. 10. 8. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. diterima dan dilafalkan.. yang harus dikembangkan. 4. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata.. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 7. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. kemudian dilatihkan (drill). 9. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak.

11. melakukan latihan. menghapal). mengerjakan tugas. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit.pembelajaran yang efektif. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. konsep. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. mengerjakan tugas. Bagaimana siswa melakukan berbagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 . Dalam pembelajaran kontekstual. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. menyeluruh dan terus menerus. dan penyelesaian soal. mendengarkan. pemecahan masalah. mencatat. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. pengamatan. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. atau hukum yang brada di luar diri manusia. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. percobaan. penelitian. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. G. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri.

lisan. evaluasi kenyataan. maka makin mendekati evaluasi otentik. model. masyarakat belajar (learning community). Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. tengah semester atau akhir unit.kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. baik berupa rancangan. berbentuk tes obyektif atau essay. Hal ini tidak berarti. akhir semester. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. rangkuman. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. karena evaluasi dengan menggunakan tes. biasanya hanya digunakan tes. hasil karya dan portfolio. laporan. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. makalah. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). bertanya menemukan (inquiry). gambar. Ketujuh komponen (questioning). itu adalah konstruktivisme (constructivism). ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. H. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka.

dan bergelut dengan ide-ide. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 . Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Dalam pandangan konstruktivisme. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya.1. konsep. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa. Landasan konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dengan dasar ini pembelajaran mnerima harus dikemas menjadi proses berpikir mengkontruksi bukan pengetahuan. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.

Siklus inquiry adalah (1) observasi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. antara siswa dengan guru. (2) bertanya. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. gambar.2. (3) membangkitkan respon pada siswa. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. (5) penyimpulan. (3) mengajukan dugaan. (2) mengecek pemahaman siswa. dan karya lainnya. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. (4) pengumpulan data. atau audience lainnya. bagan tabel. Pada semua aktivitas belajar. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36 . (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa. 3. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa.laporan. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. guru. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. (2) mengamati atau melakukan observasi. antara guru dan siswa. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. teman kelas. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa.

4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam

melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan

kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

37

6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami

kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

38

(learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.

Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP.

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SMP .......................................... IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) IX (Sembilan)/ 2 (Dua) 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

: 4.

Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

B. Kompetensi Dasar

: 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

39

orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. 4. 2. D. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 4). Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 . Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4. 4. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 2. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. materi Pertemuan 1 s. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok.1 (Ulangan Harian. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Lebih dari 2000 tahun yang lalu. orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan kemagnetan. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. mendeskripsikan kemagnetan bumi. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. sifat Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. 3. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik.d.3.

tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 . PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan.Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. bagaimanapun bentuknya. Sedangkan kayu. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Besi. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. dan kobalt termasuk bahan magnetik. kedua kutub tersebut akan tolakmenolak. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. aluminium. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. Allah itu satu. baja. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. ”Allah. yaitu utara (U) dan selatan (S). Oleh karena itu. Namun. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. nikel. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). kaca. Setiap magnet. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S).

kita harus rajin belajar. Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. manusia mempunyai dua jenis kelamin.” Dalam suatu komunitas. Bagi ajaran agama Islam. jika didekatkan akan tolak-menolak. ”Rajin pangkal pandai. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. dan tidak mudah menyerah. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Secara kodrati.beranak dan tidak diperanakkan. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). bercerai kita runtuh. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. maka apapun yang • • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 . ”Bersatu kita teguh.” Apabila kita ingin pandai. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. jika didekatkan akan tarik-menarik.

Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 . dll. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. dan motor listrik 5. Menjelaskan konsep kemagnetan. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. LKS Kemagnetan 4. E. Serbuk besi 6. Catu daya (baterai) F. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Namun. Menanyakan kepada siswa. motor listrik. tape recorder.kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. Alat peraga magnet. bel listrik. misalnya munculnya para provokator-provokator. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Buku Sumber (Referensi) lain 3. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1).

antara lain berkaitan dengan: . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Terlaksana Ya Tidak • • • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Pengaruh Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 1 ini. Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. .sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet.magnet memiliki dua kutub. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). yaitu: U dan S. . Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 . Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.Tahap Pembelajaran • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. Pertemuan 2 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan pakupaku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 1 dan LKS 2.magnet dapat menarik benda.

Terlaksana Ya Tidak • • Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. . Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). dan mengalirkan arus listrik. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.pembuatan magnet dengan cara induksi. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 2 ini.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 3. . susunan atom-atomnya harus dibuat searah. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 . Agar besi menjadi magnet.pembuatan magnet dengan cara menggosok. induksi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.Tahap Pembelajaran • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). antara lain berkaitan dengan: .

• Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.keberadaan kemagnetan bumi.cara menghilangkan sifat kemagnetan. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 . menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang.Pertemuan 3 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. Kemagnetan Bumi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. apakah suatu magnet. . dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. antara lain berkaitan dengan: . tentang Pengaruh Magnet. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). • Meminta siswa membaca Buku Siswa.

dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 3 ini. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4).Tahap Pembelajaran Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara menghilangkan sifat kemagnetan dan keberadaan kemagnetan bumi. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang Terlaksana Ya Tidak Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 . Pertemuan 4 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 4 dan LKS 5. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. Menanyakan pada siswa.

Tahap Pembelajaran dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.1. guru mengajukan pertanyaanpertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 4 ini. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 7 dan LKS 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 . yaitu: .sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Terlaksana Ya Tidak • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. H. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).

Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup.Model :Cooperatif Learning 2.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. berkomunikasi B.CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. Kompetensi Dasar 3. Metode Pembelajaran 1. 6. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. menuliskan data hasil pengamatan. Melakukan pengamatan. melakukan inferensi.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran PERTEMUAN 1 A. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C.

kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain.Langkah-langkah 1. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Inti . .Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahan-bahan yang E. . Sumber Belajar 1. meliputi: a. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. . 3. kerikil d. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih. LKS 3.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain penyaringan.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . Kegiatan Penutup . pasir e. air kolam c.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. . botol plastik 2l bekas air mineral b.guru dapat langsung memberikan bimbingan.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 .Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar.D. Buku siswa 2. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. . ijuk f.ahan.

Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan. . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. Diskusi D.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . Mendiskusikan pemisahan campuran selain penyaringan dan destilasi. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. . yakni kristalisasi. menuliskan data hasil pengamatan.guru dapat langsung memberikan bimbingan.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . melakukan inferensi. . berkomunikasi B.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Kegiatan inti . . selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. .Langkah-langkah 1.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. . Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. Melakukan pengamatan.PERTEMUAN 2 A.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 .

air kolam c.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas.3. botol plastik 2l bekas air mineral b. Langkah-langkah 1. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. LKS 3. Sumber Belajar 1. Tujuan Peserta didik dapat 1. meliputi: a. Kegiatan inti .Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) . Kegiatan penutup . Buku siswa 2.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . pisau PERTEMUAN KETIGA A. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 . pasir e. ijuk f.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. kerikil d.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Kegiatan penutup . Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 .- - Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. sehingga kamu mendapatkan air tawar.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .Peralatan untuk membuat poster F. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. peta konsep. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. garam. Poster dapat berupa diagram alir. atau sesuai kreasi anak.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk membaca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Tes unjuk kerja Tes tulis Bentuk Instrumen Lembar Observasi (rating scale) Isian 2. 3. Penilaian 1. E. Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . Membinbing siswa melakukan kegiatannya. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. Sumber belajar 1. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi.Buku Siswa 2.

Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No 1 2 3 4 Aspek Yang Diamati 0 (tidak ada) Melakukan pengamatan Menuliskan data pengamatan Melakukan tafsiran terhadap data Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian Skor 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) nilai = skor yang didapat × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 .

Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. menginterpretasikan. berpikir deduktif. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. berpikir induktif. IPS Terpadu. berpikir konvergen. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 . dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. mengukur. mengurutkan. berkomunikasi. menggenarilasisikan. merencanakan. melakukan percobaan. memperkirakan. berpikir divergen. membedakan. menilai. Beberapa ini. bertanya. dan mengamati. menganalisis. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. siswa sebagai peserta didik yang aktif. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. terutama dalam keterampilan berpikir. keterampilan seperti: berpikir dikembangkan dalam pembelajaran menduga hipotesis. menyimpulkan. mengelompokan.PEMBELAJARAN TERPADU A. merumuskan memadukan. membandingkan. mengambil keputusan. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik.

Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. Integrasi beberapa Mata Pelajaran Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated Lintas Peserta didik immersed networked Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 . jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilanketerampilan yang tumpang tindih (overlap). guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri.PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL Mata Pelajaran Terpisah RENTANGAN fragmented connected nested DESKRIPSI Tiap Mapel disampaikan terpisah. Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain.

penyelidikan.Model-model pembelajaran pembelajaran terpadu berpikir yang dapat digunakan evaluasi dalam kritis. Menentukan alternatif pemecahan. Berpikir Kritis Menjelaskan ide dan pemikiran Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. berpikir kritis. adalah: pemecahan masalah. pemikiran. Merumuskan masalah. berpikir kreatif. Memberikan alas an. pemecahan. Evaluasi Kritis Menentukan kriteria Menyusun alternative pemikiran. Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. alternative pemecahan. pengambilan keputusan. Pemecahan Masalah • • • • • • • • • • • Menghimpun fakta-fakta. Berpikir Kreatif Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) • • • • 4. argumentasi bagi keputusan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 . Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. Mengembangkan ide. 2. Beberapa kegiatan utama dari model-model pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1.

sehingga belajar lebih menyenangkan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. guru dengan peserta didik. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. sehingga memudahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 . • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. dan dalam konteks yang lebih bermakna. belajar dalam situasi nyata. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut.B. peserta didik dengan peserta didik. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. peserta didik/guru dengan nara sumber.

Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 . Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. D. politik. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery).pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. C. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. ekonomi. geografi. konsep-konsep. antropologi. filsafat. Webbed (tematik) dan Integrated. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. sejarah. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. Sedangkan kajian tentang sosiologi.

bersifat open Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 . teori. mahluk hidup. berlaku umum (universal). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. prinsip. biologi. perancangan eksperimen atau percobaan. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur.peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. sistematis. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. meliputi mata pelajaran fisika. bumi antariksa. dan tentatif. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. universal. • produk: berupa fakta. evaluasi. Merujuk pada pengertian IPA itu. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. metodik. dan hukum. IPA ended. dan penarikan kesimpulan. pengukuran. dengan ciri: objektif. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. fenomena alam. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar.

Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 . Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. menghafalkan konsep. Kecenderungan pembelajaran IPA kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA pada masa sebagai produk. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. metode ilmiah. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. sikap. Akibatnya IPA sebagai proses. pada domain kognitif yang Peserta didik hanya mempelajari IPA terendah. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor.Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. sarana. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. teori dan hukum. lingkungan belajar. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh.

dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. serta bersikap ilmiah. karena dianggap sukar. Oleh karena itu. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. kreatif. serta dapat berargumentasi secara benar. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. mampu berpikir logis. energi dan perubahannya. kritis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 .Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. dan efektif. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. efisien. keterbatasan kemampuan peserta didik. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. makhluk hidup dan proses kehidupan. bekerja sama dalam kelompok. Dalam kenyataan. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. materi dan sifatnya. kreatif. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. serta bumi dan alam semesta. Namun demikian. Melalui pembelajaran IPA terpadu. disesuaikan dengan lingkungan setempat. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. terutama teknologi informasi dan komunikasi. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi.

Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. memahami jawaban.2. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. pengamatan. prediksi. dan eksperimen. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 . menyusun hipotesa. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. “mengapa”. mencari jawaban. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. menyempurnakan jawaban tentang “apa”.

ulet. kritis. sabar. jujur. menyusun hipotesis. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. tidak percaya tahyul. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati.metode ilmiah. disiplin. menerapkan ide pada situasi baru. tulisan. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 . terbuka. dan sebagainya. peduli terhadap lingkungan. dan bekerja sama dengan orang lain. lisan. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengklasifikasikan. mengukur. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. cermat. mengajukan pertanyaan. mengolah. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. yaitu dengan gambar. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). dan menganalisis data. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. tekun. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. memperhatikan keselamatan kerja. menggolongkan.

a. 3. Atas dasar itu. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. dan biologi. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. Lagi pula. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisahpisah dalam fisika. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alatalat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. kimia. Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 . biologi. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. kimia. serta membosankan bagi peserta didik. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif.sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak.

Dalam hal ini. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menyerap. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Guru dituntut memiliki kecermatan. kemampuan analitik. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. dan sarana. teratur. c.memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. utuh. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. menerima. menyeluruh. dinamis. tenaga. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 . Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. menyeluruh. b. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan analitik. sistemik.

kimia. geologi.236). 4.dapat diajarkan sekaligus. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. fisika. Di samping itu. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 . Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. dan astronomi. kompetensi dasar. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi.

c. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. namun ada pula yang tak bersayap. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. guru. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. kolaborasi. e. ‘berbicara’. berdisiplin. Pada umumnya insekta bersayap. d.teknologi-masyarakat. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 . ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. ‘membaca’.Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. dan berinteraksi dengan teman. Oleh karena itu. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkungan. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. dan mandiri. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. dan dunia nyata. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. b.

merebaknya penyakit demam berdarah. Misalnya. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. dan sebagai hewan terbang. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. di pohon. memahami rantai makanan. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 . Dengan insekta sebagai tema sentral. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta.di dalam air. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. dan masih banyak lagi peranan insekta. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. dan penyebab timbulnya ledakan hama. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. sebagai hama tanaman. malaria. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. sebagai penyerbuk tanaman. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik.dan ada pula yang tidak. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. namun dapat dicoba. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai.

Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 .Proyek:Koleksi insekta Mencari informasi dari buku yang relevan Kunjungan ke tempat pemeliharaan lebah dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi insekta INSEKTA seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Menyelidiki siklus hidup berbagai insekta Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk Mempelajari istilah tentang bagian tubuh insekta Menyelidiki pengaruh perubahan lingkungan thd populasi serangga vektor penularan penyakit Menyelidiki habitat serangga dalam ekosistem Gambar 2. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik.1.

bakat. kebutuhan. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dipadukan Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.5. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. dan kemampuan).1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 . Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.

Tema Kerja Ilmiah Waktu 20 x 40’ 3.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia KD MP Biologi 5. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.1 Mendeskripsik an besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya KD MP Kimia 2.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Penjernih an Air 20 x 40’ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 . antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. 2. Contoh lihat lampiran. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama.Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. antarsemester pada kelas yang sama. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika 1.

Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 . Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. misalnya penyakit demam berdarah. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Contoh lihat lampiran. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. b. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Contoh lihat lampiran. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu.Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. Contoh lihat lampiran. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. HIV/AIDS. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. kegiatan inti. dan lainnya.

yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 . diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan.Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: • • • • menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit.

Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 . Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. di antaranya adalah sebagai berikut ini. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik.Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar.

memberikan motivasi atau bimbingan belajar. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. kelompok. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini.menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. a) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. dan perorangan. membaca materi pelajaran tertentu. menyimpulkan materi yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 . yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis.

sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 . Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. keterampilan. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. serta alat evaluasi yang digunakan. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak.c. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. jenis dan bentuk penilaian.

PENILAIAN Non tes Pengetahuan. Tes tertutup/ terbatas/ terstruktur Bebas terbuka • • • • • • • b. Tes tertulis/ objektif Pilihan ganda Benar salah Menjodohkan Isian singkat Isian panjang Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 . dan nilai Tes Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan • • • • • • • • Skala sikap Daftar periksa Kuesioner Catatan anekdot Portofolio Catatan sekolah Jurnal Cuplikan kerja Tes tertulis/ uraian a. sikap. keterampilan.

Nontes Tes perbuatan Laporan praktikum Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 . 2.Berikut ini adalah contoh penilaian LINGKUNGAN SEKITAR KITA untuk tema/topik tentang TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Prosedur Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Mengidentifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama dalam biosfer Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dan menjelaskan peranan masingmasing tingkat trofik Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan pangan Tes awal Dapat dilakukan dapat pula tidak tergantung kondisi Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Pilihan ganda Laporan dan isian hasil pengamatan Instrumen Soal pilihan ganda yang berkaitan dengan pemahaman awal peserta didik mengenai tema Penugasan Nontes Lembar penilaian laporan Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Praktikum 1.

dan tanah dalam kaitannya dengan kegiatan manusia Mengemukakan contoh langkahlangkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Penugasan Nontes Karya tulis Lembar penilaian karya tulis Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 . udara.KD Indikator Prosedur Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Instrumen Mengaplikasik an peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh pencemaran air.

prinsip "usaha dan energi" serta penerapan-nya dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 . pembersih. dan pembasmi serangga Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Praktikum Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Tes perbuatan Instrumen Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya. pengharum.KD Indikator Prosedur Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai pemutih. pembersih. dan pembasmi serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. pengharum.

KD Indikator Prosedur Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalah-an lingkungan Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya terhadap masalah lingkungan Menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Penugasan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Laporan Instrumen Lembar penilaian Tes akhir Soal Pilihan ganda Kunci jawaban dan cara penilaian Soal uraian singkat Berdasarkan contoh itu. baik tes maupun nontes. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. misalnya merupakan hasil pengamatan di luar kelas. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. Penilaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 . afektik. maupun psikomotor.

biologi. indikator. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. perencanaan pembelajaran. Bila di sekolah.untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. a. biologi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. penggunaan media. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. 6. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. dan materi. kimia. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. kimia. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. Guru Dalam pelaksanaannya. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 . maka dalam penyusunan silabus. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. dan strategi mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya.

maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain.agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. pembelajaran terpadu juga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 . Dalam pelaksanaannya di lapangan. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Selain meningkatkan kerja sama. • Penguasaan bahan ajar. mulai dari silabus. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. • Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. • Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. • Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. Oleh karena itu. Bila hal ini dapat dilaksanakan. atau bersama-sama. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. • Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah.

pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema.meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Peserta didik Bagi peserta didik. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. c. Secara teknis. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. b. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Dalam pembelajaran terpadu. suatu bahan ajar dapat dibahas dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 .

Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. e. d. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran.akan lebih terbuka. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 . maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu.

Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. dan Biologi. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. Perlu disadari. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. peserta didik dengan peserta didik. belajar dalam situasi nyata. sehingga belajar lebih menyenangkan. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. Kimia. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. Kimia. guru dengan peserta didik. peserta didik/guru dengan narasumber. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya.Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 .

c.bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. keterampilan metodologis yang handal. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Hal ini terjadi karena model pembelajaran (mengurai). memperkaya. b. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. dan mempermudah pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 . terpadu menekankan asosiatif pada kemampuan analitik kemampuan (menghubung-hubungkan). mungkin juga fasilitas internet. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. Semua ini akan menunjang. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. Secara akademik. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. a. Tanpa kondisi ini. Bila kondisi ini tidak dimiliki. memiliki kreativitas tinggi. rasa percaya diri yang tinggi. dan berani mengemas dan mengembangkan materi.

d. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Dalam kaitan ini. Bila sarana ini tidak dipenuhi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 . dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri.wawasan. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. metode. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. selera. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. maka guru substansi berkecenderungan gabungan menekankan sesuai atau dengan mengutamakan tersebut pemahaman. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Dengan kata lain. f. e. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif).

sejarah. teknologi. E. geografi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. antropologi. ekonomi. dan budaya). geografi. politik. hukum. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. dan psikologi sosial. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. organisasi politik. politik. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. politik.Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. hukum. dan budaya. ekspresi-ekspresi dan spiritual. ekonomi. Geografi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 . filsafat. struktur sosial. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. sejarah. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. sejarah. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. kepercayaan. geografi. ekonomi. sejarah. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. aktivitasaktivitas ekonomi.

seperti konsep peran. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi Sosiologi Psikologi Sosial Filsafat Antropologi 2. institusi. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). proses interaksi dan kontrol sosial. filsafat. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. sejarah. 1980. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. kelompok. geografi. psikologi sosial. antropologi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). politik.20) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 . meliputi bahan kajian: sosiologi. ekonomi.

ekonomi. 2001). sosiologi. sosiologi. kekuasaan. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. kewarganegaraan. sejarah. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. sejarah. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. struktur. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. hukum dan politik. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. ekonomi. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. bahkan juga bidang humaniora. kewilayahan. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 . hukum dan politik. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi.Dalam implementasinya. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. 1981). • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat.

1998).Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam kehidupan manusia Area dan substansi pembelajaran Ruang Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Adaptasi spasial dan eksploratif Waktu Alam dan kehidupan yang selalu berproses. Sosiologi/Antropologi Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sumber: Sardiman. 2004 3. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. dan yang akan datang Berpikir kronologis. prospektif. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. masa lalu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 . Tujuan tersebut dapat dicapai manakala programprogram pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. saat ini. antisipatif Sejarah Nilai/Norma Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Ekonomi. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya.

Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. serta mampu membuat analisis yang kritis.• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Dengan demikian. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 . menggali. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. 1996:3). • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. menyimpan. 4. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner.

kemudian dilengkapi. contohnya banjir. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. pemukiman kumuh. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. Pengembangan pembelajaran terpadu. potensi pariwisata. a. modernisasi. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. dalam hal ini. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. misalnya ‘pariwisata’. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. dan permasalahan yang berkembang. Secara sosiologis. dibahas. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu.Pada pendekatan pembelajaran terpadu. mobilitas sosial. Selanjutnya. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. IPTEK. diperluas. peristiwa. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 . Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal.

“Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 . Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. historis kronologis dan kausalitas. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. sosial/antropologis. kondisi fisik daerah objek wisata Sejarah perkembangan daerah wisata Sejarah Geografi PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi masyarakat Pengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Sosiologi Politik Ekonomi Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b.melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. sebagai contoh. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. Persebaran.

Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 . Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Pada pembelajaran terpadu. dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Faktor Ekonomi Perilaku terhadap aturan Faktor historis Gambar 4. Faktor sosial.Keadaan Alam • Potensi objek wisata Sosiologis/ antropologis BALI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA • Memupuk aspirasi terhadap kesenian Keadaan Politik • Keamanan dan stabilitas daerah Ekonomi • Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. dan budaya. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. sosial.

bakat. • Pemetaan Kompetensi Dasar • Penentuan Topik/tema • Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema • Pengembangan Silabus • Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. dan kemampuan). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . kebutuhan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a.5.

Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran.Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 . • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. • • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan.

produksi dan distribusi barang/jasa. produksi. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Semester 2 6. kebudayaan. dan distribusi barang/jasa.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 1 5. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. 2.1 Mendeskripsikan interkasi sebagai proses sosial.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 6.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2. serta peninggalanpeninggalannya Semester 2 5.1 Menggunakan peta.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi.Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Kegiatan Ekonomi Penduduk 2 Semester 2 2. dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha. Geografi Semester 2 6. kebudayaan.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Ekonomi Semester 2 6. kebudayaan. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. penggunaan lahan. Sosiologi Semester 1 2. Semester 2 4. serta peninggalanpeningalannya Pemanfaatan Peta Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 . kebudayaan. Sejarah Semester 2 5. Semester 2 4. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan. 1. serta peninggalanpeningalannya 5. penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.4 Menguraikan proses interaksi sosial Semester 1 3. Kelangkaan Sumber Daya 3.

kebudayaan.2 Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Semester 2 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 5.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Tema Globalisasi 2.No. Semester 1 1.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Ekonomi Semester 1 4. serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya. Semester 1 1.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Peran Indonesia dalam Pergaulan Antarbangsa Semester 1 2. 3. 1.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. identitas Indonesia. Geografi Semester 1 1.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 1 6.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Semester 2 7.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. Sosiologi Semester 2 6. dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia. Semester 2 7. Otonomi Daerah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 .2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. Sejarah Semester 1 2.

1Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat 3. 1.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6.No. Sejarah Tema 4. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. Geografi Sosiologi Ekonomi 7.1Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. Semester 2 6.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Geografi Semester 2 5. Sosiologi Semester 1 3. Pelestarian Lingkungan Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No.1 Menginterpretasikan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Sejarah Semester 2 7.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Pengembangan Pariwisata Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 .2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 2 4. Semester 2 1.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 2.

dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Sosiologi Semester 2 7. Semester 2 5.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju. dalam pembelajaran IPS Terpadu. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Semester 2 7. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.2Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Semester 2 7. • Topik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antar negara terhadap perekonomian Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. Dengan demikian.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Semester 1 1.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Modernisasi 3. 2 Geografi Semester 2 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 .3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Ekonomi Semester 2 7.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Kerjasama Internasional 7.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Semester 2 7.No.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Sejarah Semester 2 7. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema.

Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. • Dalam menentukan topik. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. Sejarah Semester 2 5. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No 1.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. kebudayaan. Pertumbuhan Industri. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. contohnya. Sosiologi Semester 1 2. serta peninggalanpeninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 . dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Ekonomi Semester 2 6. kelangkaan sumber daya alam. Contohnya.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Penyakit Folio. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami.• Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. penggunaan lahan. dan distribusi barang/jasa. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. Penyakit Busung Lapar. Geografi Semester 2 6. dan pemanfaatan peta. Pemberlakuan Otonomi Daerah.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. produksi. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.

1 Mendeskripsi-kan perubahan sosialbudaya pada masyarakat 3.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7. Sosiologi Semester 1 3.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Ekonomi Semester 2 4. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus.1 Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No 1. Kelas IX SMP.Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No 1. Sosiologi Semester 2 6.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Sejarah 2.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 .1 Menginterpretasi-kan peta tentang bentuk dan pola muka bumi. Sejarah Semester 2 7. Geografi Semester 2 5. Geografi Semester 2 1.

Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. • Menguraikan kegiatan produksi barang dan jasa. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. nonpertanian). • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat.Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. pengunaan lahan. dan distribusi barang/jasa. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. produksi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 .

alokasi waktu. serta peninggalanpeninggalannya. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Kompetensi Dasar. standar proses. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. dan penilaian. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu.Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. Indikator. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. Sejarah. dan Ekonomi). Geografi. standar penilaian. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. kebudayaan. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. Pengalaman belajar. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 . Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran.

Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 . peserta didik. b. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru.prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). bahan ajar. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masing-masing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu.

dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 . Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. analitis. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. dua. sistematis. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. mengelola. kritis.PEMBELAJARAN TEMATIK A. serta kemampuan bekerjasama. EQ. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. dan tiga berada pada rentangan usia dini. Saat ini. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. dan kreatif. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa.

dan kompetitif. Ilmu Pengetahuan Sosial. memperhalus budi pekerti.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. sistematis. Sementara itu. analitis. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. serta Pendidikan Jasmani. Matematika.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. Seni Budaya dan Keterampilan. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. tidak pasti. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. serta kemampuan bekerjasama. Pendidikan Kewarganegaraan. dan kreatif.memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. baik secara lisan maupun tulis. serta kematangan emosional dan sosial. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Bahasa Indonesia. kritis. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 . menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Ilmu Pengetahuan Alam.

dua. model. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu.hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. KERANGKA BERPIKIR 1. Oleh karena itu. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Selain itu. B. perbedaan pendekatan. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 . dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu.

Selain itu. telah dapat mengontrol emosi. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). Menurutnya. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). dan mandiri. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting.sepeda roda dua. mempunyai sahabat. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. senang berbicara. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. 2. mengelompokkan obyek. berminat terhadap angka dan tulisan. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. meningkatnya perbendaharaan kata. telah mampu berbagi. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 .

Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. dan berat. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. panjang. prinsip ilmiah sederhana. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. lebar. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 . volume zat cair. dibaui. dan (5) Memahami konsep substansi. didengar. diraba. luas. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. (2) Mulai berpikir secara operasional. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. yaitu: a.pengetahuan baru menjadi seimbang. dan diotak atik. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai.

sikap. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . lebih bermakna. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. mereka belum mampu memilahmilah konsep dari berbagai disiplin ilmu. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. dan kepandaian. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. b. keadaan yang alami. sehingga lebih nyata.dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. c. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. lebih faktual. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Sehubungan dengan hal tersebut. kebiasaan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 . keterkaitan antar materi. 3. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan.

Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspekaspek. konsep-konsep. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Dengan demikian. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik.Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. informasi atau situasi baru dengan komponenkomponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. karakteristik cara anak belajar. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 . Dengan kata lain. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. C. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan.

gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan antaranya: 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. memberikan banyak keuntungan, di

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

116

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

117

dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecahpecah. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek,

fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme

melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

118

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. E. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). minat. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Berpusat pada siswa 2. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat.Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. UU No. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 .

11.berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Dengan pengalaman langsung ini. 3.Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Bersifat fleksibel 10. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. 7. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. 13. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Memberikan pengalaman langsung 4. 5. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. 9.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12.Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences).

pasangan. menyenangkan dan utuh. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. pengaturan ruangan. RAMBU-RAMBU 1. 5. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. 4. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 . Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. G. menulis. jangan dipaksakan untuk dipadukan. kelompok kecil ataupun klasikal. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. minat. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. terhadap sarana-prasarana. dan daerah setempat.F. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. lingkungan. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. sumber belajar media. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. menarik. dan pemilihan metode pembelajaran. 6. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. terhadap siswa.

maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu. prasarana. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 . • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana.• Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. • Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. mengadakan penelitian sederhana.

demonstrasi.• Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. bercakap-cakap. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 . H. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. tanya jawab. pengembangan jaringan tema. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. 1. Misalnya percobaan. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. bermain peran. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik.

menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. sebagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.a. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. Cara kedua. untuk menentukan tema tersebut.

Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. indikator. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. kompetensi dasar. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. disesuaikan termasuk dengan usia dan dan perkembangan kemampuannya minat. dan penilaian. b. alat/sumber. 2. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 .• Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema siswa. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. kebutuhan. 3. pengalaman belajar. 4. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi.

kelas. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. 2) 3) 4) 5) 6) Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan pembelajaran Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 . semester. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan.1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. 7) 8) Alokasi waktu Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. 10) Sumber belajar. inti dan penutup).

Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. ataupun perorangan. kelompok kecil. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 .I. tulis dan hitung. c. kegiatan inti. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. dan menyanyi b. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). kegiatan fisik/jasmani. TAHAP PELAKSANAAN 1. dan kegiatan penutup. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.

enceritakan pengalkaman. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. mendongeng.dilakukan. pantomim. musik/apresiasi musik. pesan-pesan moral. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Kegiatan pembukaan Kegiatan inti Jenis kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil mengikluti irama musik menari Kegiatan penutup • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Kegiatan pembukaan Jenis kegiatan Waktu berkumpul (anak m. menyanyi. membacakan cerita dari buku. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Kegiatan inti Kegiatan penutup • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 . melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) • • • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.

10 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu IPA Matematika B. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran.35 9.459.Ind.108. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.007.Ind Matematika IPS KTK Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 . Agama Mulok B. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. II Waktu 7.Agama MULOK Istirahat B.3510.45 8. Penjaskes Matematika B.Ind. Ind.009.10 8.ind Matematika IPS KTK P.2.35 7. Ind.00 9. Matematika KTK P.358. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. Matematika B. Penjaskes IPA Matematika B. Matematika B.Ind.

dan porto folio. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 . b. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. maupun angka.J. 2. ejaan kata. c. Kemampuan membaca. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Tes mencakup: tertulis. Prinsip a. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masingmasing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. Oleh karena itu. d. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. e. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. lisan. catatan harian perkembangan siswa. atau perbuatan.

Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. melainkan sudah terpisahpisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. B. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 . kata atau angka.bantu. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial • • • Tes Lisan Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi C. Jean. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Ilmu Pengetahuan Alam 3.

dan Pendidikan Jasmani. yaitu: Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Matematika. Olahraga dan kesehatan.Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Seni Budaya dan Keterampilan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 .

2005. Nana. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Media Prenada Sudjana. 2006. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. Bandung: Sinar Baru. 2009. 1997. 1990. S. Direktorat Pembinaan SMP. 1989. Nasution. Sudjana. Syaodih S Nana. Bahan Sosialisasi KTSP. Hamalik. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. 2009. Nana. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Depdiknas. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Jakarta: Rineka Cipta. 1989. 2000. Oemar. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Jakarta: Bumi Aksara. Models of Teaching. 2003. Allyn & Bacon: London Lestari. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Bandung: Tarsito Ibrahim R. Tita. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. 6th Ed. Strategi Pembelajaran. 2008. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Sanjaya. Direktorat Tenaga Kependidikan. Direktorat Pembinaan SMA. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 . Joyce Bruce. Bandung: Sinar Baru. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Tesis-S-2 Program Studi Pengembangan Kurikulum. Et al. Wina. Depdiknas.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 . Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi.Syaodih. 2006. andung. B. Jakarta: Gaung Persada Press. Jakarta: Bumi Aksara. Kesuma Karya. Uno. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Hamzah. Martinis. Yamin. Nana. 2006. 2004. Perencanaan Pembelajaran.

PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 .LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 .

Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI DASAR MENDENGARKAN Membedakan bunyi bahasa Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA INDIKATOR • KEGIATAN BELAJAR Menirukan bunyi suara burung Bermain peran menjadi berbagai kendaraan Menirukan suara ombak SARANA/SUMBER Kaset dan tape PENILAIAN Pengamatan • Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung. kendaraan. dan lain-lain. • BERBICARA • Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyebutkan nama • orangtua dan saudara kandung tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 . • ombak.

Menanyakan data • diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas •

tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) melakukan permainan menanyakan data diri temannya melakukan permainan menanyakan data diri bercerita tentang data dirinya Menjiplak kartu kata Menjiplah bentuk-bentuk gambar Menjiplak bentuk-bentuk geometri • • • Kartu kata Kartu bentuk gambar Kartu bentuk geometri

Menyebutkan data • diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat • sederhana Menjiplak berbagai • bentuk gambat, lingkaran, dan • bentuk huruf •

MENULIS Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

142

MATEMATIKA

Membilang banyak benda

Membilang atau menghitung secara urut

• •

Membilang benda-benda di kelas Membilang sambil Memantulkan bola Mengamati lalu menyebutkan nama benda yang dilihatnya Praktek langsung mengambil dua kumpulan benda lalu dihitung

Bola

Menyebutkan banyak benda

Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari

Batu-batuan

Menentukan waktu (pagi, siang, malam, hari dan jam (bulat)

Bercerita tentnag pengalamannya

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

143

IPS

Menguindentifikasi identitas diri,keluarga, dan kerabat

• Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan •

Menyebutkan nama lengkapnya Menyebutkan alamat rumahnya Menggambarkan tubuhnya lalu menyebutkan nama bagianbagian tubuhnya dan kegunaannya Praktek pengelompokkan Batu, daun, biji salak

Menyebutkan • alamat tempat tinggal Menyebutkan nama bagianMenyebutkan kegunaan bagianbagian tubuh • •

IPA

Makhluk Hidup dan Proses kehidupannya Mengenal bagianbagian tubuh dan kegunaannya Mengindetifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatannya

• •

Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Menunjukkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Praktek langsung mengamati lingkungan dan menyebutkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

144

toleransi dan percaya diri SENI RUPA Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. Praktek langsung berjalan dengan pola Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah • SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Mengamati lingkungan lalu menyebutkan benda-benda yang dilihatnya Mengamati lingkungan lalu mengelompokka n benda berdasarkan garis. berlari dan melompat. • kejujuran.PENDIDIKAN JASMANI. • Praktek langsung Menerapkan konsep arah dalam berjalan. • kerjasama. lari dan loncat dalam permainan sederhana. warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 . bintik dsb • Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari. berlari dan melompat. bidang. OLAHRAGA DAN KESEHATAN Mempraktikkan • gerak dasar jalan. serta nilai sportivitas.

SENI MUSIK Mengidentifikasi unsur/elemen musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI Mengidentifikasi fungsi tubuh dalam melaksanaan gerak di tempat PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Bertepuk tangan dengan pola • Bermain tepuk tangan dengan berbagai pola yang dicontohkan • Bergerak bebas sesuai irama musik • Mendengarkan musik dan bergerak bebas mengikuti irama • Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. Meyebutkan agamaagama yang ada di Indonesia • Menyebutkan jenis kelamin teman sebangkunya Menyebutkan agama yang dikenalnya • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 .

OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. berlari dan melompat. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 . dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. lingkaran.Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TEMA MINGGU/HARI ALOKASI WAKTU : I : LINGKUNGAN : I/Senin : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI KEGIATAN A.

C. memilih benda yang ada di kelas.Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 . Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. siang hari dan malam hari • B. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. • • • Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air.