P. 1
2. Ps - Model Paikem

2. Ps - Model Paikem

|Views: 90|Likes:
Published by MoreNa

More info:

Published by: MoreNa on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • A. Latar belakang
  • B. Dimensi Kompetensi
  • C. Kompetensi yang Hendak Dicapai
  • D. Indikator Pencapaian Kompetensi
  • E. Alokasi Waktu
  • F. Skenario
  • A. Latar Belakang
  • B. Konsep Dasar Pembelajaran
  • C. Tujuan PAIKEM
  • D. Karakteristik PAIKEM
  • E. Jenis-Jenis PAIKEM
  • F. Penerapan PAIKEM
  • PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
  • A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis
  • B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual
  • C. Langkah-langkah CTL
  • D. Karakteristik Pembelajaran CTL
  • E. Strategi Pembelajaran Kontekstual
  • H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas
  • PEMBELAJARAN TERPADU
  • A. LATAR BELAKANG
  • D. PEMBELAJARAN IPA TERPADU
  • E. PEMBELAJARAN IPS TERPADU
  • PEMBELAJARAN TEMATIK
  • C. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK
  • D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK
  • E. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK
  • G. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK
  • J. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

HAND URI A W

TU T

PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM
(CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)

Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

2010

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

i

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii .

Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Jakarta. kemampuan pemecahan masalah. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Direktorat Tenaga Kependidikan. program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia.KATA PENGANTAR Pada tahun 2007. daya inovatif. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas. Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma. MPA. Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut. Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii . Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv .

.......... E... Alokasi Waktu .................................................... F.......... Latar belakang ....................... Kompetensi yang Hendak Dicapai .......………………………… B....... Skenario ....……… DAFTAR ISI .............................. Dimensi Kompetensi .. Karakteristik Pembelajaran CTL………………............... E......... D..... B......……………………………......... Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional ....………………… Strategi Pembelajaran Kontekstual .............. 4 4 7 14 15 17 21 21 24 26 26 29 31 33 34 Jenis-jenis PAIKEM ……………………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) …………………….. Langkah-langkah CTL ………………………………………………................……………….. H... Evaluasi Otentik dalam CTL .........…… Tujuan PAIKEM …………................................................ Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ..............………......................................................... A................. G........ C........ Konsep Dasar Pembelajaran ………………………………………..... D............DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ............................ KATA PENGANTAR ............... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v ................................. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ......................…………………………………………… Karakteristik PAIKEM ………………………………………........…….... A.....................................…………......... E....................................................................... B.… A...................................................................... C....................... Latar Belakang ………………………. D..............................................................…………………………...... PENDAHULUAN ...............…………………………........................................................ Indikator Pencapaian Kompetensi ... F................................................…... Penerapan PAIKEM…………………………………………………… i iii v 1 1 1 2 2 2 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ………………………......... Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................... C................... F...................……………………................................…………...

................................................... Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................................................................................................................ D........................……….............. H....... G................................... A.. Implikasi Pembelajaran Tematik .. B........................................................................................ Tahap Pelaksanaan Pembelajaran .................................................................................... Pembelajaran IPA Terpadu .......... Penilaian Pembelajaran Tematik ............. Pembelajaran IPS Terpadu ......... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi ............... Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................... 55 55 58 59 59 90 109 109 111 115 118 119 121 121 123 127 130 PEMBELAJARAN TEMATIK ........... J.... Kerangka Berpikir ... C............... E........ F.................... Tahap Persiapan Pembelajaran ................................................................ Latar Belakang ................................PEMBELAJARAN TERPADU ........... E............................................... Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................. D............................................................................................................................................................................... Landasan Pembelajaran Tematik ................. A............. B............. C..... I.............................. Karakteristik Pembelajaran Tematik ............................................... Jenis-jenis Pembelajaran ........................... Latar Belakang ....

dan bahasa Inggris. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran. SD. sehingga menjadikan siswa aktif. IPS. SMA. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung SMK. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1 . melalui praktek-praktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. IPA. SMP. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru. Paling tidak. terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori. kreatif. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan. SLB. maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. strategi dan metode pembelajaran yang tepat. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan. bahasa Indonesia. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah. dan belajar dalam suasana senang serta efektif. untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika. B.PENDAHULUAN A.

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. Penyampaian Materi Diklat: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 . Pre-test 4. kreatif. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. inovatif. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. IPS Terpadu) 3. 2. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik.C. 3. mampu memecahkan masalah melalui matamata pelajaran yang relevan. Pembelajaran Berbasis CTL 2. 3. melalui pendekatan andragogi. 5. Alokasi Waktu No. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. E. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Skenario 1. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. Perkenalan 2. Pembelajaran Tematik F. indikator. memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. Materi Diklat Alokasi 4 jam 4 jam 4 jam 1. D.

inovatif. dan bermakna. 7. Menggunakan pendekatan andragogi. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. b. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. 6. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. menyimpulkan. menyenangkan. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 . kreatif. menganalisis.a. yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. 8. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. c. Post test. efektif.

PEMBELAJARAN PAIKEM A. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. dengan memberikan ide-ide. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa.

(4) rangkaian verbal. (2) stimulus-respon. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah.tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . yaitu: (1) belajar isyarat. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). penelitian sederhana. pemecahan masalah. eksperimen. pengamatan. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. (5) membedakan. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 . (3) rangkaian gerak. (6) pembentukan konsep. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Di lihat dari urutan belajar. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah.

dan aktivitas guru. krativitas. menantang. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. aktivitas. dll. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. menyenangkan. elaborasi. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. peran.optimal. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. dan konfirmasi. media. sistem instruksional. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. sosial. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. minat. sistem informasi. dan kemadirian sesuai denganbakat. sumber belajar. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. lingkungan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 . pengalaman siswa. inspiratif. kemampuan berpikir.

Konsep Dasar Pembelajaran 1. yaitu: kecerdasan. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal.B. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. dan perbuatan. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. (4) bersifat positif dan aktif. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. minat. bakat (aptitude). kondisi fisik. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. mencakup pengetahuan. sikap. keterampilan (kecakapan). yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. dan sebagainya. sikap. pemahaman. dan mental. (5) memiliki arah dan tujuan. motivasi. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. yaitu pengetahuan. Faktor internal. (3) tidak bersifat sementara. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 . Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan.

Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. keluarga dan masyarakat (keadaan sosioekonomis. dan keadaan masyarakat). metode. 1991). Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadiankejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. sosio kultural. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. dan sumber daya. waktu. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. 1985).Faktor eksternal. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. materi. peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 . Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak.

oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam.Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan motivasi kerja. dan lingkungan sekolah. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 . kondisi fisik. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. penguasaan bahan. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. Raka Joni. 1992). melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. Faktor lingkungan. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. lingkungan sosial.

yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).

Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

10

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

11

Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

2.

PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif,

Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis /Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya

kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik,

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

12

kesulitan maupun ancaman. kreatif. e. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. dan kecepatan belajar yang beragam. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah.potensi. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. kecakapan sistematis dalam menilai. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. memecahkan masalah. menarik keputusan. d. memberi keyakinan. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 . sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.

umpamanya masalah kemiskinan. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). kecakapan sistematis dalam menilai. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). pembusukan makanan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kejahatan.f. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. memberi keyakinan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Dsb. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. wabah penyakit. kemacetan lalu lintas. C. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 . memecahkan masalah menarik keputusan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kegagalan panen. pemalsuan produk.

aktivitas. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o o o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 . makna. Interaksi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. pengalaman dan kemandirian siswa. komunikasi. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3.D. 2. 1. interaksi dan refleksi. Komunikasi. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • • Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera.

IPS Terpadu). Pembelajaran Terpadu (Tematik. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. lain dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 . perhatian. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. retensi. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. IPA Terpadu. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL).4. memang berada pada diri siswa. E. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara Lesson Study. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). motivasi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. persepsi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar. dan transfer dalam belajar.

presentasi. kegiatan tugas terstruktur. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. atau demonstrasi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. 1. tanya jawab. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 . tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. observasi di sekolah. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. diskusi kelompok. Sekolah standar. presentasi. diskusi kelas. SMP terdiri dari 40 menit. tanya jawab. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. atau simulasi. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). demonstrasi.F. diskusi kelas. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. eksperimen. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. experiencing. Metode yang digunakan seperti penugasan. peran guru sebagai fasilitator. tutor. cooperating. applying. atau simulasi. demonstrasi. teman belajar. observasi di sekolah. eksperimen. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik.2. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. atau proyek. yaitu relating. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). 3. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. observasi lingkungan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 . Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). atau proyek. observasi lingkungan.

dan e. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Preparasi. b. d. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. a. materi pembelajaran tidak terlalu luas. alokasi waktu terbatas. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a.Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. media. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. sumber referensi terbatas. dan e. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. dan bahan cukup. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Resitasi. alat. d. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 . alokasi waktu cukup tersedia. c. sumber referensi. b.

Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. simulasi. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. ekplorasi. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. dan sebagainya.c. diskusi kelompok. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. diskusi kelas. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. eksperimen. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 . Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi.

teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. 3. Intinya. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Selain teori progressivisme John Dewey. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. 2. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 . 4. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. 5. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. 6. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar.

Melalui landasan filosofi konstruksivisme. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. filosofi konstruksivisme berkembang. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. pengetahuan bersifat non-objektif. Untuk itu. temporer. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Segala sesuatu bersifat temporer. berubah dan tidak menentu. Melalui strategi. Menurut filosofi konstruktivisme. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 . Berpijak pada dua pandangan itu. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan.dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. dan selalu berubah.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 . Dengan paham kontruksivisme. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi.atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Karena penekanannya pada siswa aktif. Dengan demikian. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. konsep. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. atau prinsip bagi diri mereka sendiri.

Dengan konsep ini. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. 3. 5. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. B. Dengan demikian. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran merupakan Kontekstual suatu proses (Contextual pendidikan Teaching yang and Learning/CTL) dan bertujuan holistik memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 . Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. sosial. 4. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar.Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Dalam pandangan kontruksivistik. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata.

cooperating. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. experiencing. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. pemodelan (modeling). yaitu relating. yakni: konstruktivisme (constructivism). Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. bertanya (questioning). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 . tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. masyarakat belajar (learning community). dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). menemukan (inquiri). applying. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Dalam kelas kontekstual. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.

Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. 3. 5. Pembelajaran terintegrasi. 7. gambar. 5. Sharing dengan teman. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 7. artikel. 6. 2. Siswa kritis guru kreatif. humor dan lain-lain. 6. Menggunakan berbagai sumber. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 8. laporan hasil pratikum.C. bidang studi apa saja. peta-peta. 9. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Saling menunjang. Kerjasama. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. 11. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Belajar dengan bergairah. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. D. Siswa aktif. karangan siswa dan lain-lain Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 . 4. Secara garis besar. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Menyenangkan. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. 2. 4. 10. 3. Ciptakan masyarakat belajar. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. tidak membosankan.

mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 . le-bih sedangkan program pada untuk pembelajaran kontekstual menekankan skenario pembelajarannya. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan pembelajaran yang dan mengarah pengajaran pada makna adalah Ketika jantung siswa dari dapat kontekstual. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. materi pembelajaran. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Dalam konteks itu. mereka menemukan makna. dan authentic assessment-nya. lang-kah-langkah pembelajaran. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65).Dalam pembelajaran kontekstual. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. ilmu pengetahuan alam. media untuk mencapai tujuan tersebut.

Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. tanggung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 . melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. minat. memecahkan masalah menarik keputusan. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. memberi keyakinan. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. mandiri. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 6. 5. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. 4.2. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. merupakan pembelajaran yang aktif. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. sikap. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kecakapan sistematis dalam menilai. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri.

dsb. disiplin. E. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.jawab. 1. 2004: 56). asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. motif berprestasi. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 8. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. mencapai keunggulan (excellent). Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 . kebutuhan dan kemampuannya. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. 7. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Yasin dan Senduk. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. dan mentor. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor.

Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Jadi dalam hal ini. tempat kerja atau sejenisnya dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 . Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata.pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. 2. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. mensintesis. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. 4. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. 3. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. 5.

jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. 7. Dalam pembelajaran kontekstual. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut. 6. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 . Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. 2. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. diskusi. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. saling mengoreksi. Dalam pembelajaran kontekstual.berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. F. Dengan kata lain.

siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa.. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan.. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. 6. 10. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. yang harus dikembangkan. dan dilatihkan. 5. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 9. kemudian dilatihkan (drill). sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. 8. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. 7. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran kontekstual. 4. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. Dalam pembelajaran kontekstual.3. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. diterima dan dilafalkan. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual.

konsep. Dalam pembelajaran kontekstual. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. mencatat. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. pengamatan. G. 11. percobaan. pemecahan masalah. mengerjakan tugas. dan penyelesaian soal. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. mengerjakan tugas. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Bagaimana siswa melakukan berbagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 . melakukan latihan. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran.pembelajaran yang efektif. penelitian. menyeluruh dan terus menerus. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. mendengarkan. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. menghapal). atau hukum yang brada di luar diri manusia. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran.

Hal ini tidak berarti. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. baik berupa rancangan. lisan. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. maka makin mendekati evaluasi otentik. itu adalah konstruktivisme (constructivism). laporan. rangkuman. tengah semester atau akhir unit. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. karena evaluasi dengan menggunakan tes. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. bertanya menemukan (inquiry). makalah. masyarakat belajar (learning community). biasanya hanya digunakan tes. Ketujuh komponen (questioning). Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. model.kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. akhir semester. H. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). gambar. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. berbentuk tes obyektif atau essay. hasil karya dan portfolio. evaluasi kenyataan.

Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa. konsep. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 . dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. Dengan dasar ini pembelajaran mnerima harus dikemas menjadi proses berpikir mengkontruksi bukan pengetahuan. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. dan bergelut dengan ide-ide. yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme. Landasan konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit.

(5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia. atau audience lainnya. antara siswa dengan guru. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. (3) membangkitkan respon pada siswa. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar. Siklus inquiry adalah (1) observasi.laporan. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. 3. dan karya lainnya. teman kelas. (2) bertanya. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. (3) mengajukan dugaan. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. (4) pengumpulan data. antara guru dan siswa. gambar. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca.2. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. (2) mengecek pemahaman siswa. guru. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36 . (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa. (2) mengamati atau melakukan observasi. (5) penyimpulan. bagan tabel.

4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam

melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan

kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

37

6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami

kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

38

(learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.

Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP.

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SMP .......................................... IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) IX (Sembilan)/ 2 (Dua) 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

: 4.

Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

B. Kompetensi Dasar

: 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

39

mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik.3. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. 2. 2. 4. 4). menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 . orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh.1 (Ulangan Harian. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4. 5. sifat Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6.d. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Lebih dari 2000 tahun yang lalu. materi Pertemuan 1 s. D. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. 3. 4. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan kemagnetan. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendeskripsikan kemagnetan bumi.

”Allah. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. baja. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. dan kobalt termasuk bahan magnetik. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Sedangkan kayu. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. Allah itu satu. Namun. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 . tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). kaca. kedua kutub tersebut akan tolakmenolak. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. aluminium. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. Setiap magnet. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. bagaimanapun bentuknya. yaitu utara (U) dan selatan (S). Besi.Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. nikel. Oleh karena itu. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan.

Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama.beranak dan tidak diperanakkan. Secara kodrati. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. maka apapun yang • • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 . Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta.” Dalam suatu komunitas. jika didekatkan akan tolak-menolak. ”Rajin pangkal pandai. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. dan tidak mudah menyerah. Bagi ajaran agama Islam. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. manusia mempunyai dua jenis kelamin. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut.” Apabila kita ingin pandai. bercerai kita runtuh. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. kita harus rajin belajar. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. jika didekatkan akan tarik-menarik. ”Bersatu kita teguh.

dan motor listrik 5. Alat peraga magnet. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. Buku Sumber (Referensi) lain 3. Catu daya (baterai) F. Serbuk besi 6. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. E. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Namun. Menanyakan kepada siswa. motor listrik. bel listrik. misalnya munculnya para provokator-provokator. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. LKS Kemagnetan 4. Menjelaskan konsep kemagnetan. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). tape recorder. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 . Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. dll.kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai.

magnet memiliki dua kutub. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. yaitu: U dan S.Tahap Pembelajaran • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. . Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Pertemuan 2 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan pakupaku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Terlaksana Ya Tidak • • • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Pengaruh Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 1 ini. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 1 dan LKS 2. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).magnet dapat menarik benda. antara lain berkaitan dengan: . Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. . Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet.

antara lain berkaitan dengan: . Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 3.pembuatan magnet dengan cara induksi. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Agar besi menjadi magnet. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.Tahap Pembelajaran • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 . Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. Terlaksana Ya Tidak • • Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. . Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 2 ini. induksi. dan mengalirkan arus listrik. . • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. susunan atom-atomnya harus dibuat searah.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya.pembuatan magnet dengan cara menggosok. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.

• Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Kemagnetan Bumi. antara lain berkaitan dengan: . . • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. apakah suatu magnet. tentang Pengaruh Magnet. • Meminta siswa membaca Buku Siswa.cara menghilangkan sifat kemagnetan. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 . • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi.keberadaan kemagnetan bumi.Pertemuan 3 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.

• Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 4 dan LKS 5. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 3 ini. • Meminta siswa membaca Buku Siswa.Tahap Pembelajaran Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara menghilangkan sifat kemagnetan dan keberadaan kemagnetan bumi. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang Terlaksana Ya Tidak Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 . • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. Menanyakan pada siswa. Pertemuan 4 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 . • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 7 dan LKS 8.Tahap Pembelajaran dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Terlaksana Ya Tidak • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. H. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. guru mengajukan pertanyaanpertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 4 ini. yaitu: . Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4.1.

menuliskan data hasil pengamatan.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Melakukan pengamatan. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. Kompetensi Dasar 3.CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran PERTEMUAN 1 A.Model :Cooperatif Learning 2. berkomunikasi B. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Metode Pembelajaran 1. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. melakukan inferensi. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. 6.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 .

kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut.guru dapat langsung memberikan bimbingan. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar .Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. kerikil d. .ahan. meliputi: a. pasir e. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih. . . Buku siswa 2. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Kegiatan Penutup .Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. Sumber Belajar 1.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. air kolam c. ijuk f. LKS 3. botol plastik 2l bekas air mineral b.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Langkah-langkah 1. . Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Inti .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahan-bahan yang E.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. 3.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. . dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain penyaringan. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. .D.

Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.PERTEMUAN 2 A. . berkomunikasi B.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. menuliskan data hasil pengamatan. Melakukan pengamatan. .Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. Diskusi D.Langkah-langkah 1.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 . dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. Kegiatan inti . Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. .guru dapat langsung memberikan bimbingan. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. melakukan inferensi. . Mendiskusikan pemisahan campuran selain penyaringan dan destilasi. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. yakni kristalisasi.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . .Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.

Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. botol plastik 2l bekas air mineral b. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. kerikil d.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) .Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Kegiatan inti . Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) .Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 . ijuk f. Kegiatan penutup .3.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Sumber Belajar 1. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Tujuan Peserta didik dapat 1. Buku siswa 2. pisau PERTEMUAN KETIGA A.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. LKS 3. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2. air kolam c. meliputi: a. Langkah-langkah 1. pasir e.

Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Sumber belajar 1.Peralatan untuk membuat poster F. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. 3. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain.Buku Siswa 2. Kegiatan penutup .- - Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. peta konsep.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk membaca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. atau sesuai kreasi anak. sehingga kamu mendapatkan air tawar. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 . ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. garam. Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Membinbing siswa melakukan kegiatannya. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. E. Penilaian 1.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Tes unjuk kerja Tes tulis Bentuk Instrumen Lembar Observasi (rating scale) Isian 2. Poster dapat berupa diagram alir.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi.

Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No 1 2 3 4 Aspek Yang Diamati 0 (tidak ada) Melakukan pengamatan Menuliskan data pengamatan Melakukan tafsiran terhadap data Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian Skor 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) nilai = skor yang didapat × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 .Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut.

dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. mengelompokan. berkomunikasi. menyimpulkan.PEMBELAJARAN TERPADU A. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 . Beberapa ini. dan mengamati. membandingkan. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. siswa sebagai peserta didik yang aktif. merumuskan memadukan. menganalisis. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. berpikir induktif. menilai. keterampilan seperti: berpikir dikembangkan dalam pembelajaran menduga hipotesis. berpikir divergen. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. mengurutkan. terutama dalam keterampilan berpikir. mengambil keputusan. membedakan. bertanya. mengukur. berpikir konvergen. menginterpretasikan. IPS Terpadu. berpikir deduktif. menggenarilasisikan. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. memperkirakan. merencanakan. melakukan percobaan. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu.

Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa. berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilanketerampilan yang tumpang tindih (overlap). Integrasi beberapa Mata Pelajaran Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated Lintas Peserta didik immersed networked Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 . Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain.PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL Mata Pelajaran Terpisah RENTANGAN fragmented connected nested DESKRIPSI Tiap Mapel disampaikan terpisah. pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif.

Mengembangkan ide. berpikir kreatif. Memberikan alas an. Pemecahan Masalah • • • • • • • • • • • Menghimpun fakta-fakta. berpikir kritis. Berpikir Kritis Menjelaskan ide dan pemikiran Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). Berpikir Kreatif Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) • • • • 4.Model-model pembelajaran pembelajaran terpadu berpikir yang dapat digunakan evaluasi dalam kritis. Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. adalah: pemecahan masalah. 2. pengambilan keputusan. argumentasi bagi keputusan. Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. Beberapa kegiatan utama dari model-model pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. Evaluasi Kritis Menentukan kriteria Menyusun alternative pemikiran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 . Menentukan alternatif pemecahan. alternative pemecahan. penyelidikan. Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. Merumuskan masalah. pemikiran. pemecahan.

Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. peserta didik dengan peserta didik. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. guru dengan peserta didik. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. belajar dalam situasi nyata. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya.B. peserta didik/guru dengan nara sumber. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga belajar lebih menyenangkan. dan dalam konteks yang lebih bermakna. sehingga memudahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 .

konsep-konsep. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. Webbed (tematik) dan Integrated. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. sejarah. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. antropologi. geografi. filsafat.pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. D. Sedangkan kajian tentang sosiologi. ekonomi. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. C. politik. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 . Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery).

metodik. berlaku umum (universal). yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. IPA ended. meliputi mata pelajaran fisika. teori. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. biologi. mahluk hidup. perancangan eksperimen atau percobaan. dengan ciri: objektif. fenomena alam. dan tentatif. • produk: berupa fakta. bumi antariksa. prinsip. bersifat open Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 . evaluasi.peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. universal. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. Merujuk pada pengertian IPA itu. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. pengukuran. sistematis. dan hukum. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. dan penarikan kesimpulan. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar.

Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. sikap. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Akibatnya IPA sebagai proses. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Kecenderungan pembelajaran IPA kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA pada masa sebagai produk. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 .Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. metode ilmiah. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. lingkungan belajar. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. teori dan hukum. menghafalkan konsep. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. pada domain kognitif yang Peserta didik hanya mempelajari IPA terendah. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. sarana. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual.

kritis. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. disesuaikan dengan lingkungan setempat. dan efektif. karena dianggap sukar. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. Oleh karena itu. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. kreatif. Namun demikian.Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. kreatif. serta bersikap ilmiah. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. mampu berpikir logis. serta dapat berargumentasi secara benar. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. efisien. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 . makhluk hidup dan proses kehidupan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. keterbatasan kemampuan peserta didik. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. energi dan perubahannya. materi dan sifatnya. terutama teknologi informasi dan komunikasi. bekerja sama dalam kelompok. Dalam kenyataan. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. Melalui pembelajaran IPA terpadu. serta bumi dan alam semesta.

dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. “mengapa”. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dan eksperimen. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 . (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. prediksi. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. pengamatan. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen.2. menyusun hipotesa. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. mencari jawaban. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. memahami jawaban.

Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. menerapkan ide pada situasi baru. tidak percaya tahyul. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. sabar. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 . yaitu dengan gambar. disiplin. peduli terhadap lingkungan. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. menggolongkan. mengolah. dan sebagainya. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. menyusun hipotesis. mengukur. memperhatikan keselamatan kerja. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati.metode ilmiah. ulet. jujur. mengajukan pertanyaan. mengklasifikasikan. cermat. dan bekerja sama dengan orang lain. tekun. terbuka. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. lisan. tulisan. dan menganalisis data. kritis. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis).

Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisahpisah dalam fisika. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. a. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alatalat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial.sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. kimia. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. Atas dasar itu. 3. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. Lagi pula. Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 . Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. dan biologi. kimia. biologi. serta membosankan bagi peserta didik.

sistemik. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 . Dalam hal ini. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. b. dan analitik. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. tenaga. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. menyeluruh. Guru dituntut memiliki kecermatan. teratur. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. c. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. menyeluruh. utuh. menyerap. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. kemampuan analitik. dinamis. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. menerima.memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. dan sarana.

maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. geologi. kompetensi dasar. 4.dapat diajarkan sekaligus. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. Di samping itu. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. dan astronomi. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian.236). dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 . kimia. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. fisika. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran.

Oleh karena itu. dan dunia nyata. Pada umumnya insekta bersayap. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. dan mandiri. b. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkungan. c. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’.Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. e. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. namun ada pula yang tak bersayap. dan berinteraksi dengan teman. kolaborasi. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 . karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a.teknologi-masyarakat. ‘berbicara’. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. berdisiplin. ‘membaca’. d. guru. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya.

Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. sebagai hama tanaman. dan sebagai hewan terbang. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. sebagai penyerbuk tanaman. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 . namun dapat dicoba. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta.dan ada pula yang tidak. Misalnya. di pohon. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia.di dalam air. dan penyebab timbulnya ledakan hama. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. malaria. dan masih banyak lagi peranan insekta. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. Dengan insekta sebagai tema sentral. merebaknya penyakit demam berdarah. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. memahami rantai makanan.

namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.Proyek:Koleksi insekta Mencari informasi dari buku yang relevan Kunjungan ke tempat pemeliharaan lebah dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi insekta INSEKTA seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Menyelidiki siklus hidup berbagai insekta Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk Mempelajari istilah tentang bagian tubuh insekta Menyelidiki pengaruh perubahan lingkungan thd populasi serangga vektor penularan penyakit Menyelidiki habitat serangga dalam ekosistem Gambar 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 . Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2.1. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik.

bakat.5. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dipadukan Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3. dan kemampuan). kebutuhan.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 . PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.

Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Tema Kerja Ilmiah Waktu 20 x 40’ 3.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia KD MP Biologi 5.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik. Contoh lihat lampiran. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.1 Mendeskripsik an besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya KD MP Kimia 2. 2.Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Penjernih an Air 20 x 40’ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 .2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika 1. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. antarsemester pada kelas yang sama.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.

Contoh lihat lampiran. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Contoh lihat lampiran. dan lainnya.Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. b. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 . kegiatan inti. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Contoh lihat lampiran. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Contoh lihat lampiran. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. HIV/AIDS. Contoh lihat lampiran. misalnya penyakit demam berdarah. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan.

karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: • • • • menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif.Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 . diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. memberikan acuan topik yang akan dibahas. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

• Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 .Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. di antaranya adalah sebagai berikut ini. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan.

dan perorangan. menyimpulkan materi yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 . d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. a) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. membaca materi pelajaran tertentu. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. kelompok.menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik.

Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. serta alat evaluasi yang digunakan. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. jenis dan bentuk penilaian. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 . sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. keterampilan. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional.c. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes.

dan nilai Tes Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan • • • • • • • • Skala sikap Daftar periksa Kuesioner Catatan anekdot Portofolio Catatan sekolah Jurnal Cuplikan kerja Tes tertulis/ uraian a.PENILAIAN Non tes Pengetahuan. sikap. keterampilan. Tes tertutup/ terbatas/ terstruktur Bebas terbuka • • • • • • • b. Tes tertulis/ objektif Pilihan ganda Benar salah Menjodohkan Isian singkat Isian panjang Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 .

Berikut ini adalah contoh penilaian LINGKUNGAN SEKITAR KITA untuk tema/topik tentang TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Prosedur Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Mengidentifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama dalam biosfer Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dan menjelaskan peranan masingmasing tingkat trofik Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan pangan Tes awal Dapat dilakukan dapat pula tidak tergantung kondisi Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Pilihan ganda Laporan dan isian hasil pengamatan Instrumen Soal pilihan ganda yang berkaitan dengan pemahaman awal peserta didik mengenai tema Penugasan Nontes Lembar penilaian laporan Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Praktikum 1. 2. Nontes Tes perbuatan Laporan praktikum Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 .

udara.KD Indikator Prosedur Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Instrumen Mengaplikasik an peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh pencemaran air. dan tanah dalam kaitannya dengan kegiatan manusia Mengemukakan contoh langkahlangkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Penugasan Nontes Karya tulis Lembar penilaian karya tulis Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 .

pengharum. dan pembasmi serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih.KD Indikator Prosedur Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai pemutih. pembersih. pengharum. dan pembasmi serangga Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Praktikum Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Tes perbuatan Instrumen Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya. prinsip "usaha dan energi" serta penerapan-nya dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 . pembersih.

Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. misalnya merupakan hasil pengamatan di luar kelas. afektik. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. Penilaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 . Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi.KD Indikator Prosedur Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalah-an lingkungan Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya terhadap masalah lingkungan Menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Penugasan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Laporan Instrumen Lembar penilaian Tes akhir Soal Pilihan ganda Kunci jawaban dan cara penilaian Soal uraian singkat Berdasarkan contoh itu. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. maupun psikomotor. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. baik tes maupun nontes. baik yang termasuk dalam ranah kognitif.

perencanaan pembelajaran. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 . a. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. maka dalam penyusunan silabus. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. kimia. indikator. 6. biologi. kimia. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. dan strategi mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. biologi. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. dan materi. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. penggunaan media.untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. Guru Dalam pelaksanaannya. Bila di sekolah.

Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. pembelajaran terpadu juga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 . Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. Selain meningkatkan kerja sama. Dalam pelaksanaannya di lapangan. • Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Bila hal ini dapat dilaksanakan. Oleh karena itu. • Penguasaan bahan ajar. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini.agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. • Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. mulai dari silabus. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. • Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. • Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. atau bersama-sama. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran.

Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Dalam pembelajaran terpadu. Peserta didik Bagi peserta didik.meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Secara teknis. suatu bahan ajar dapat dibahas dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 . Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. c. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. b.

maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang.akan lebih terbuka. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 . Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. e. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. d. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA .

• Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga belajar lebih menyenangkan. guru dengan peserta didik. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 . sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Kimia. peserta didik dengan peserta didik. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. dan Biologi. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. belajar dalam situasi nyata. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA.Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. Perlu disadari. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. peserta didik/guru dengan narasumber. Kimia. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam.

keterampilan metodologis yang handal. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. c. mungkin juga fasilitas internet. a. Semua ini akan menunjang. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memperkaya. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. Tanpa kondisi ini. rasa percaya diri yang tinggi. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi.bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. b. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. dan mempermudah pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 . Hal ini terjadi karena model pembelajaran (mengurai). guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Secara akademik. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. terpadu menekankan asosiatif pada kemampuan analitik kemampuan (menghubung-hubungkan). memiliki kreativitas tinggi. Bila kondisi ini tidak dimiliki.

berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). Dalam kaitan ini. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. f. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. d. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. e. selera. maka guru substansi berkecenderungan gabungan menekankan sesuai atau dengan mengutamakan tersebut pemahaman.wawasan. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). metode. Dengan kata lain. Bila sarana ini tidak dipenuhi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 . Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda.

geografi. ekonomi. geografi. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. hukum. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. aktivitasaktivitas ekonomi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 . Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. struktur sosial. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. politik. antropologi. dan budaya). Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. ekspresi-ekspresi dan spiritual. sejarah. E. sejarah. sejarah. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. ekonomi. dan psikologi sosial. politik. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. teknologi. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. geografi. filsafat.Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. Geografi. organisasi politik. hukum. kepercayaan. ekonomi. politik. sejarah. dan budaya.

geografi. kelompok. ekonomi. filsafat. sejarah. proses interaksi dan kontrol sosial. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi.20) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 . KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. 1980. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. institusi. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi Sosiologi Psikologi Sosial Filsafat Antropologi 2. meliputi bahan kajian: sosiologi.seperti konsep peran. psikologi sosial. antropologi. politik.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 . • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. sejarah. kewilayahan. adaptasi dan pengelolaan lingkungan.Dalam implementasinya. sosiologi. kekuasaan. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. 1981). • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. bahkan juga bidang humaniora. struktur. ekonomi. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. 2001). hukum dan politik. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. sosiologi. ekonomi. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. hukum dan politik. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. sejarah. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. kewarganegaraan.

• Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 .Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam kehidupan manusia Area dan substansi pembelajaran Ruang Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Adaptasi spasial dan eksploratif Waktu Alam dan kehidupan yang selalu berproses. 2004 3. saat ini. antisipatif Sejarah Nilai/Norma Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Ekonomi. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. prospektif. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. 1998). Tujuan tersebut dapat dicapai manakala programprogram pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Sosiologi/Antropologi Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sumber: Sardiman. dan yang akan datang Berpikir kronologis. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. masa lalu.

serta mampu membuat analisis yang kritis. 4. menggali. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. menyimpan.• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. 1996:3). Dengan demikian. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 . KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner.

dalam hal ini. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. dan permasalahan yang berkembang. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. pemukiman kumuh. kemudian dilengkapi. modernisasi. Secara sosiologis. Selanjutnya. misalnya ‘pariwisata’. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata.Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. dibahas. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. a. peristiwa. mobilitas sosial. contohnya banjir. potensi pariwisata. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. IPTEK. Pengembangan pembelajaran terpadu. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. diperluas. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 .

Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. sebagai contoh. sosial/antropologis. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. kondisi fisik daerah objek wisata Sejarah perkembangan daerah wisata Sejarah Geografi PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi masyarakat Pengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Sosiologi Politik Ekonomi Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. Persebaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 .melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. historis kronologis dan kausalitas. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam.

serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 . dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Faktor Ekonomi Perilaku terhadap aturan Faktor historis Gambar 4. sosial. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Faktor sosial.Keadaan Alam • Potensi objek wisata Sosiologis/ antropologis BALI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA • Memupuk aspirasi terhadap kesenian Keadaan Politik • Keamanan dan stabilitas daerah Ekonomi • Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. Pada pembelajaran terpadu. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Di antaranya adalah faktor ekonomi. dan budaya.

bakat. kebutuhan. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a.5. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. • Pemetaan Kompetensi Dasar • Penentuan Topik/tema • Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema • Pengembangan Silabus • Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . dan kemampuan).

jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran.Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. • • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 . melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.

Semester 2 6.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. produksi dan distribusi barang/jasa. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2.4 Menguraikan proses interaksi sosial Semester 1 3.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.1 Menggunakan peta. kebudayaan. kebudayaan. serta peninggalanpeningalannya 5. serta peninggalanpeningalannya Pemanfaatan Peta Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 .1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha. 1. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Kegiatan Ekonomi Penduduk 2 Semester 2 2. dan distribusi barang/jasa. Sosiologi Semester 1 2. kebudayaan. 2. produksi.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 6.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan. Semester 1 5. Geografi Semester 2 6. Semester 2 4.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Ekonomi Semester 2 6.1 Mendeskripsikan interkasi sebagai proses sosial. kebudayaan. penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. penggunaan lahan. Sejarah Semester 2 5.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Kelangkaan Sumber Daya 3.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. serta peninggalanpeninggalannya Semester 2 5.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 2 4.

Geografi Semester 1 1.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. kebudayaan. Semester 1 1.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 5.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi. Semester 1 1.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Tema Globalisasi 2.No. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. 1. dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia. Semester 2 7.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 1 6. 3.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Semester 2 6. Otonomi Daerah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 .2 Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Ekonomi Semester 1 4.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Semester 2 7. identitas Indonesia. Sosiologi Semester 2 6. Sejarah Semester 1 2. Peran Indonesia dalam Pergaulan Antarbangsa Semester 1 2.

1Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat 3. Semester 2 1. Semester 2 6.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Pengembangan Pariwisata Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 .2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7. Geografi Semester 2 5. Geografi Sosiologi Ekonomi 7.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Sejarah Tema 4. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Pelestarian Lingkungan Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No.1 Menginterpretasikan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. 1. Sosiologi Semester 1 3.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Sejarah Semester 2 7.1Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.No.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 2.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 2 4.

merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Sosiologi Semester 2 7. • Topik. 2 Geografi Semester 2 5.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Modernisasi 3. Dengan demikian. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Semester 1 1. dalam pembelajaran IPS Terpadu. Semester 2 5.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Semester 2 7. Semester 2 7.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Ekonomi Semester 2 7.No.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antar negara terhadap perekonomian Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Sejarah Semester 2 7.2Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Semester 2 7.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Kerjasama Internasional 7. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 .

dan distribusi barang/jasa. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. serta peninggalanpeninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 . Penyakit Busung Lapar. contohnya. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Penyakit Folio. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Ekonomi Semester 2 6. kelangkaan sumber daya alam. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. dan pemanfaatan peta. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. Pertumbuhan Industri. Geografi Semester 2 6. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. kebudayaan. penggunaan lahan. • Dalam menentukan topik. Sosiologi Semester 1 2. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. Sejarah Semester 2 5. Contohnya.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. produksi.• Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. Pemberlakuan Otonomi Daerah. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No 1.

Sosiologi Semester 1 3.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 .1 Menginterpretasi-kan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Sejarah 2. Kelas IX SMP.1 Mendeskripsi-kan perubahan sosialbudaya pada masyarakat 3. Sejarah Semester 2 7.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus.Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No 1. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No 1.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Ekonomi Semester 2 4. Sosiologi Semester 2 6.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Geografi Semester 2 5. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. Geografi Semester 2 1.1 Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.

Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat.Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 . nonpertanian). dan distribusi barang/jasa. pengunaan lahan. • Menguraikan kegiatan produksi barang dan jasa. produksi.

Pengalaman belajar. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 . Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Indikator. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. alokasi waktu. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. Kompetensi Dasar. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Sejarah. standar penilaian. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. serta peninggalanpeninggalannya. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran.Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. dan penilaian. Geografi. standar proses. kebudayaan. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. dan Ekonomi).

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 .prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masing-masing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. peserta didik. b. bahan ajar.

Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic).PEMBELAJARAN TEMATIK A. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. serta kemampuan bekerjasama. dan tiga berada pada rentangan usia dini. kritis. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 . mengelola. analitis. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. dan kreatif. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Saat ini. sistematis. EQ. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. dua.

Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. analitis. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Seni Budaya dan Keterampilan. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Bahasa Indonesia. dan kreatif.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 .mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. baik secara lisan maupun tulis.memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. tidak pasti. serta kematangan emosional dan sosial. sistematis. Pendidikan Kewarganegaraan. Sementara itu. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. dan kompetitif. memperhalus budi pekerti. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Matematika. serta kemampuan bekerjasama. kritis. Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan Alam. serta Pendidikan Jasmani.

hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. B. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 . Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Oleh karena itu. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. model. perbedaan pendekatan. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. Selain itu. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. dua. KERANGKA BERPIKIR 1. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu.

memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. meningkatnya perbendaharaan kata. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. berminat terhadap angka dan tulisan. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 . telah mampu berbagi. telah dapat mengontrol emosi. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. senang berbicara.sepeda roda dua. dan mandiri. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. mengelompokkan obyek. 2. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Selain itu. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. mempunyai sahabat. Menurutnya. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya.

bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. diraba. Berdasarkan hal tersebut.pengetahuan baru menjadi seimbang. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. dan diotak atik. dibaui. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. didengar. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 . luas. volume zat cair. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. panjang. prinsip ilmiah sederhana. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. dan (5) Memahami konsep substansi. yaitu: a. dan berat. (2) Mulai berpikir secara operasional. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. lebar.

kebiasaan. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. 3. Sehubungan dengan hal tersebut. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. keadaan yang alami. lebih bermakna. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. sikap. mereka belum mampu memilahmilah konsep dari berbagai disiplin ilmu. dan kepandaian. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar.dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. keterkaitan antar materi. sehingga lebih nyata. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. lebih faktual. c. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 . Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. b. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi .

Dengan demikian. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. konsep-konsep. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan kata lain. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspekaspek. informasi atau situasi baru dengan komponenkomponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 . karakteristik cara anak belajar. C. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak.Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. konsep belajar dan pembelajaran bermakna.

gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan antaranya: 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. memberikan banyak keuntungan, di

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

116

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

117

dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecahpecah. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek,

fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme

melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

118

UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). minat. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. E. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Berpusat pada siswa 2. Landasan yuridis tersebut adalah UU No.

Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Bersifat fleksibel 10. Dengan pengalaman langsung ini. 3. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). 7. 9. 5.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. 11. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Memberikan pengalaman langsung 4. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. 13. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8.Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. Dengan demikian. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh.

lingkungan.F. RAMBU-RAMBU 1. pasangan. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. kelompok kecil ataupun klasikal. 6. jangan dipaksakan untuk dipadukan. 4. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. G. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. dan daerah setempat. menarik. terhadap sarana-prasarana. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 . juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. sumber belajar media. menulis. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. terhadap siswa. 5. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. menyenangkan dan utuh. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. dan pemilihan metode pembelajaran. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. pengaturan ruangan. minat.

dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. prasarana. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. Oleh karena itu. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 . mengadakan penelitian sederhana.• Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. • Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design).

Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 . bercakap-cakap. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. H. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. bermain peran. demonstrasi. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi.• Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. Misalnya percobaan. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. tanya jawab. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. 1. pengembangan jaringan tema. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik.

dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. untuk menentukan tema tersebut. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. sebagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. Cara kedua.a. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. indikator. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. 2. pengalaman belajar. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. 4. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. 3. kebutuhan. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. kompetensi dasar. dan penilaian. disesuaikan termasuk dengan usia dan dan perkembangan kemampuannya minat.• Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema siswa. alat/sumber. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. b. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 .

9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. 7) 8) Alokasi waktu Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. semester.1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 . inti dan penutup). kelas. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). 10) Sumber belajar. 2) 3) 4) 5) 6) Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan pembelajaran Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.

Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 . Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). tulis dan hitung. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. TAHAP PELAKSANAAN 1. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. dan kegiatan penutup. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. ataupun perorangan. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. dan menyanyi b.I. kegiatan inti. c. kelompok kecil. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. kegiatan fisik/jasmani.

mendongeng. musik/apresiasi musik. pantomim. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Kegiatan inti Kegiatan penutup • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 . Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Kegiatan pembukaan Kegiatan inti Jenis kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil mengikluti irama musik menari Kegiatan penutup • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Kegiatan pembukaan Jenis kegiatan Waktu berkumpul (anak m. menyanyi. membacakan cerita dari buku. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi.dilakukan. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) • • • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.enceritakan pengalkaman. pesan-pesan moral.

35 7.ind Matematika IPS KTK P.35 9.007.Ind Matematika IPS KTK Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 .10 8.3510.Ind. Agama Mulok B. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama.45 8.Ind. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. Ind. Ind.10 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu IPA Matematika B.108.00 9. Matematika KTK P. Penjaskes Matematika B. Matematika B. Matematika B.009.Agama MULOK Istirahat B. II Waktu 7.Ind. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. Penjaskes IPA Matematika B.358. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.2.459.

Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masingmasing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. dan porto folio. e. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. atau perbuatan. penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. maupun angka. Tes mencakup: tertulis.J. Kemampuan membaca. 2. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. lisan. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. d. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 . maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. ejaan kata. b. catatan harian perkembangan siswa. Prinsip a. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. c.

bantu. B. melainkan sudah terpisahpisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi C. Ilmu Pengetahuan Alam 3. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. kata atau angka. Jean. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 . Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial • • • Tes Lisan Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A.

Seni Budaya dan Keterampilan. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. dan Pendidikan Jasmani. Olahraga dan kesehatan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 .Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. yaitu: Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam. Matematika.

Bahan Bimbingan Teknis KTSP.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 . Bandung: Tarsito Ibrahim R. Nana. Sanjaya. Hamalik. Jakarta. Et al. Nana. Tita. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Jakarta. Tesis-S-2 Program Studi Pengembangan Kurikulum. Sudjana. Bandung: Sinar Baru. 6th Ed. Nasution. 2000. Jakarta: Rineka Cipta. Syaodih S Nana. Direktorat Pembinaan SMP. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. 2008. 2003. 1989. 2005. 1997. Perencanaan Pengajaran. Strategi Pembelajaran. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. 2006. 2009. Direktorat Tenaga Kependidikan. 2009. Jakarta. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Depdiknas. Jakarta: Bumi Aksara. Joyce Bruce. Depdiknas. Direktorat Pembinaan SMA. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Jakarta: Media Prenada Sudjana. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. 1990. Wina. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. S. Allyn & Bacon: London Lestari. 1989. Models of Teaching. Bahan Sosialisasi KTSP. Oemar. Bandung: Sinar Baru.

Uno. 2006. 2006.Syaodih. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 . 2004. Hamzah. Jakarta: Gaung Persada Press. B. Perencanaan Pembelajaran. Kesuma Karya. Nana. Jakarta: Bumi Aksara. Yamin. Martinis. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. andung. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi.

PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 .LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 .

• ombak.Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI DASAR MENDENGARKAN Membedakan bunyi bahasa Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA INDIKATOR • KEGIATAN BELAJAR Menirukan bunyi suara burung Bermain peran menjadi berbagai kendaraan Menirukan suara ombak SARANA/SUMBER Kaset dan tape PENILAIAN Pengamatan • Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung. • BERBICARA • Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyebutkan nama • orangtua dan saudara kandung tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 . kendaraan. dan lain-lain.

Menanyakan data • diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas •

tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) melakukan permainan menanyakan data diri temannya melakukan permainan menanyakan data diri bercerita tentang data dirinya Menjiplak kartu kata Menjiplah bentuk-bentuk gambar Menjiplak bentuk-bentuk geometri • • • Kartu kata Kartu bentuk gambar Kartu bentuk geometri

Menyebutkan data • diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat • sederhana Menjiplak berbagai • bentuk gambat, lingkaran, dan • bentuk huruf •

MENULIS Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

142

MATEMATIKA

Membilang banyak benda

Membilang atau menghitung secara urut

• •

Membilang benda-benda di kelas Membilang sambil Memantulkan bola Mengamati lalu menyebutkan nama benda yang dilihatnya Praktek langsung mengambil dua kumpulan benda lalu dihitung

Bola

Menyebutkan banyak benda

Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari

Batu-batuan

Menentukan waktu (pagi, siang, malam, hari dan jam (bulat)

Bercerita tentnag pengalamannya

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

143

IPS

Menguindentifikasi identitas diri,keluarga, dan kerabat

• Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan •

Menyebutkan nama lengkapnya Menyebutkan alamat rumahnya Menggambarkan tubuhnya lalu menyebutkan nama bagianbagian tubuhnya dan kegunaannya Praktek pengelompokkan Batu, daun, biji salak

Menyebutkan • alamat tempat tinggal Menyebutkan nama bagianMenyebutkan kegunaan bagianbagian tubuh • •

IPA

Makhluk Hidup dan Proses kehidupannya Mengenal bagianbagian tubuh dan kegunaannya Mengindetifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatannya

• •

Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Menunjukkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Praktek langsung mengamati lingkungan dan menyebutkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

144

lari dan loncat dalam permainan sederhana. Praktek langsung berjalan dengan pola Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah • SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Mengamati lingkungan lalu menyebutkan benda-benda yang dilihatnya Mengamati lingkungan lalu mengelompokka n benda berdasarkan garis. • kejujuran. • kerjasama. toleransi dan percaya diri SENI RUPA Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. bintik dsb • Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari. • Praktek langsung Menerapkan konsep arah dalam berjalan. OLAHRAGA DAN KESEHATAN Mempraktikkan • gerak dasar jalan. serta nilai sportivitas. berlari dan melompat. berlari dan melompat.PENDIDIKAN JASMANI. warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 . bidang.

Meyebutkan agamaagama yang ada di Indonesia • Menyebutkan jenis kelamin teman sebangkunya Menyebutkan agama yang dikenalnya • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 .SENI MUSIK Mengidentifikasi unsur/elemen musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI Mengidentifikasi fungsi tubuh dalam melaksanaan gerak di tempat PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Bertepuk tangan dengan pola • Bermain tepuk tangan dengan berbagai pola yang dicontohkan • Bergerak bebas sesuai irama musik • Mendengarkan musik dan bergerak bebas mengikuti irama • Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga.

siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. lingkaran. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. berlari dan melompat. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 . dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI KEGIATAN A. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan.Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TEMA MINGGU/HARI ALOKASI WAKTU : I : LINGKUNGAN : I/Senin : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar.

dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. siang hari dan malam hari • B. C. memilih benda yang ada di kelas. • • • Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya.Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->