HAND URI A W

TU T

PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM
(CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)

Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

2010

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

i

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii .

berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma. MPA. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas. Ph.KATA PENGANTAR Pada tahun 2007. Jakarta. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. kemampuan pemecahan masalah. program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Direktorat Tenaga Kependidikan. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii . Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut. daya inovatif. namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv .

..................................………………............………………………….. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… i iii v 1 1 1 2 2 2 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….......... E.... Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ....................…….............. Latar Belakang ………………………..............................................................................................................................................……….................…………………………………………… Karakteristik PAIKEM ………………………………………........ Skenario ........... F................…………………………. E........ G...........................................................…… Tujuan PAIKEM ………….......... C............. B......... 4 4 7 14 15 17 21 21 24 26 26 29 31 33 34 Jenis-jenis PAIKEM ……………………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) …………………….................. F....……… DAFTAR ISI ....................................... A................ F.......... C.............…………............... H. Evaluasi Otentik dalam CTL .......... PENDAHULUAN ..... D.......DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK . Kompetensi yang Hendak Dicapai ............… A................................... Dimensi Kompetensi ............. Indikator Pencapaian Kompetensi .......... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v ... A......................………….....................................………………………… B................ Karakteristik Pembelajaran CTL………………........ Latar belakang ............ C........ B.... Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional ................... Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas ............………………… Strategi Pembelajaran Kontekstual ........... KATA PENGANTAR ............ Langkah-langkah CTL ………………………………………………............................ E...................................…........... Pengertian Pembelajaran Kontekstual .....……………………………............................................................................. D......... Konsep Dasar Pembelajaran ………………………………………..……………………................................................. Alokasi Waktu ............................................................. D...

........................................................................................PEMBELAJARAN TERPADU ................... Tujuan Pembelajaran Terpadu .................................................................................................................................................... 55 55 58 59 59 90 109 109 111 115 118 119 121 121 123 127 130 PEMBELAJARAN TEMATIK .... E........................ B........................ E. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................. Pengertian Pembelajaran Tematik .. D................... Penilaian Pembelajaran Tematik .................................... B...... Pembelajaran IPA Terpadu ......................... Landasan Pembelajaran Tematik .. H.………............................................... Jenis-jenis Pembelajaran .............................. Latar Belakang ........................................ A............................ Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ......... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi ....................................................... J................................................................ Karakteristik Pembelajaran Tematik ...... Implikasi Pembelajaran Tematik .................................. A..... Pembelajaran IPS Terpadu .......................................... Latar Belakang ........................ C....................................................................................................... G................................. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ..... F......................... Kerangka Berpikir ....................... I.... C....................................................................................................... D....

bahasa Indonesia. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan. terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran. apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori. IPS. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung SMK. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1 . dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru. dan bahasa Inggris. SMA. sehingga menjadikan siswa aktif. IPA. Paling tidak. SMP. kreatif. strategi dan metode pembelajaran yang tepat. SD. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan. B. maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika. melalui praktek-praktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK. SLB.PENDAHULUAN A.

memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. Perkenalan 2.C. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. D. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. E. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Materi Diklat Alokasi 4 jam 4 jam 4 jam 1. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. inovatif. mampu memecahkan masalah melalui matamata pelajaran yang relevan. 3. 3. Penyampaian Materi Diklat: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 . 5. Pembelajaran Berbasis CTL 2. 2. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. IPS Terpadu) 3. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. melalui pendekatan andragogi. Skenario 1. Pre-test 4. Pembelajaran Tematik F. indikator. Alokasi Waktu No. kreatif.

6. yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. kreatif. menyenangkan.a. dan bermakna. Post test. c. Menggunakan pendekatan andragogi. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. efektif. 7. inovatif. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. menganalisis. b. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 . 8. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. menyimpulkan. Praktik pengembangan strategi pembelajaran.

dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya.PEMBELAJARAN PAIKEM A. dengan memberikan ide-ide. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar.

(5) membedakan. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). pengamatan. penelitian sederhana. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. eksperimen. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. pemecahan masalah. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. (3) rangkaian gerak. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah.tingkat pemahaman yang lebih tinggi. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. (6) pembentukan konsep. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. (2) stimulus-respon. yaitu: (1) belajar isyarat. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 . Dalam tipe belajar pemecahan masalah. Di lihat dari urutan belajar. (4) rangkaian verbal.

Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. dan aktivitas guru. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. peran. media. sistem informasi. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. dan konfirmasi. menantang. dll.optimal. aktivitas. lingkungan. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. menyenangkan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. sumber belajar. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. inspiratif. dan kemadirian sesuai denganbakat. kemampuan berpikir. krativitas. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. sosial. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. sistem instruksional. elaborasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 . pengalaman siswa. minat.

Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. (4) bersifat positif dan aktif. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. yaitu: kecerdasan. sikap. (3) tidak bersifat sementara. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. yaitu pengetahuan. mencakup pengetahuan. Konsep Dasar Pembelajaran 1. dan mental. dan sebagainya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 . bakat (aptitude). sikap. (5) memiliki arah dan tujuan. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Faktor internal. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar.B. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. keterampilan (kecakapan). yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. dan perbuatan. kondisi fisik. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. minat. motivasi. pemahaman. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan.

Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. materi. waktu. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. peserta didik. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. dan sumber daya.Faktor eksternal. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. sosio kultural. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadiankejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. 1985). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 . dan keadaan masyarakat). ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. keluarga dan masyarakat (keadaan sosioekonomis. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. 1991). Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. metode.

lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). 1992). secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. kondisi fisik. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. lingkungan sosial. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. dan lingkungan sekolah. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. penguasaan bahan. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. dan motivasi kerja. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 . Faktor lingkungan.Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Raka Joni. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas.

yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).

Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

10

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

11

Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

2.

PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif,

Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis /Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya

kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik,

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

12

d. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. memberi keyakinan. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 . kreatif. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. kesulitan maupun ancaman. dan kecepatan belajar yang beragam. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.potensi. memecahkan masalah. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. menarik keputusan. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. e. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. kecakapan sistematis dalam menilai.

f. wabah penyakit. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). kecakapan sistematis dalam menilai. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. kegagalan panen. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. Dsb. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. memecahkan masalah menarik keputusan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. pemalsuan produk. umpamanya masalah kemiskinan. C. memberi keyakinan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 . menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kemacetan lalu lintas. kejahatan. pembusukan makanan.

Interaksi. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • • Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Komunikasi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. aktivitas. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o o o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 . makna. pengalaman dan kemandirian siswa. 1.D. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. interaksi dan refleksi. 2. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. komunikasi.

Pembelajaran Terpadu (Tematik. lain dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 . maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. IPA Terpadu. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). persepsi. retensi. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. perhatian. dan transfer dalam belajar. Tanggung jawab belajar. motivasi. memang berada pada diri siswa. E. IPS Terpadu). tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara Lesson Study.4. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.

kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Sekolah standar. diskusi kelompok. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. demonstrasi. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. 1. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. diskusi kelas. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. atau simulasi. kegiatan tugas terstruktur. observasi di sekolah. atau demonstrasi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. presentasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 . tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. tanya jawab. tanya jawab. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. presentasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. SMP terdiri dari 40 menit. diskusi kelas. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. eksperimen.F.

ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. observasi di sekolah. atau proyek. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. yaitu relating. demonstrasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. atau simulasi. experiencing. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). applying. observasi lingkungan. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. tutor. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. cooperating. teman belajar.2. atau proyek. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. observasi lingkungan. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. peran guru sebagai fasilitator. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Metode yang digunakan seperti penugasan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 . 3. eksperimen. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).

Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. alokasi waktu terbatas. materi pembelajaran tidak terlalu luas. dan bahan cukup. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 . b. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. d. dan e. sumber referensi terbatas. Preparasi. a. c. a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. alokasi waktu cukup tersedia. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. dan e.Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. sumber referensi. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. d. c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. b. alat. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. media. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Resitasi.

Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. simulasi. ekplorasi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. diskusi kelompok. eksperimen. diskusi kelas. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah observasi. dan sebagainya. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 . Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan tanya jawab. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d.c.

teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. 3. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. 6. Intinya. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 . Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. 5. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. 2. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Selain teori progressivisme John Dewey. 4. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru.

Menurut filosofi konstruktivisme. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit.dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Berpijak pada dua pandangan itu. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. pengetahuan bersifat non-objektif. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Segala sesuatu bersifat temporer. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 . dan selalu berubah. Melalui strategi. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Untuk itu. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. temporer. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. berubah dan tidak menentu. filosofi konstruksivisme berkembang. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan.

maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu.atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. konsep. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Dengan paham kontruksivisme. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 . Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Karena penekanannya pada siswa aktif. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Dengan demikian.

sosial. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. 4. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 . Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. B. 5. 3. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Dengan konsep ini. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Dengan demikian. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Dalam pandangan kontruksivistik. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran merupakan Kontekstual suatu proses (Contextual pendidikan Teaching yang and Learning/CTL) dan bertujuan holistik memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi.

Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. masyarakat belajar (learning community). Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. experiencing. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). yakni: konstruktivisme (constructivism). applying. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 .Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). yaitu relating. bertanya (questioning). tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. menemukan (inquiri). dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. cooperating. Dalam kelas kontekstual. pemodelan (modeling).

dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 6. Sharing dengan teman. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. 7. Secara garis besar. D. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 3. 11. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. 4. Siswa aktif. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. karangan siswa dan lain-lain Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 . 2. Menggunakan berbagai sumber. 9. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. 2. 7. Belajar dengan bergairah. laporan hasil pratikum. Ciptakan masyarakat belajar. 6. bidang studi apa saja. Kerjasama. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. gambar. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. humor dan lain-lain. tidak membosankan. Saling menunjang. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. 5. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Siswa kritis guru kreatif. 3. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. 4. 10. artikel. peta-peta. Pembelajaran terintegrasi. 8. Menyenangkan.C. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. 5.

lang-kah-langkah pembelajaran. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan pembelajaran yang dan mengarah pengajaran pada makna adalah Ketika jantung siswa dari dapat kontekstual. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 . dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. materi pembelajaran.Dalam pembelajaran kontekstual. media untuk mencapai tujuan tersebut. dan authentic assessment-nya. Dalam konteks itu. ilmu pengetahuan alam. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. mereka menemukan makna. le-bih sedangkan program pada untuk pembelajaran kontekstual menekankan skenario pembelajarannya.

kecakapan sistematis dalam menilai. memecahkan masalah menarik keputusan. minat. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. memberi keyakinan. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. 4. sikap. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. 6. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. 5. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama.2. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. merupakan pembelajaran yang aktif. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. tanggung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 . memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. mandiri. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur.

Dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 . kebutuhan dan kemampuannya. Yasin dan Senduk. E. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu.jawab. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. dan mentor. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. motif berprestasi. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. 2004: 56). Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. disiplin. 7. mencapai keunggulan (excellent). dsb. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. 8. 1.

Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Jadi dalam hal ini. 5.pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. 4. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. tempat kerja atau sejenisnya dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 . 2. mensintesis. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. 3. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja.

Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya.berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. Dengan kata lain. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. 2. 6. diskusi. Dalam pembelajaran kontekstual. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. 7. Dalam pembelajaran kontekstual. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. F. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 . saling mengoreksi. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif.

Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. 4. yang harus dikembangkan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 5. 8. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Dalam pembelajaran kontekstual. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran kontekstual. 6. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. Dalam pembelajaran kontekstual. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. 10. 7.3.. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . 9.. dan dilatihkan. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. diterima dan dilafalkan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. Dalam pembelajaran kontekstual. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa.

konsep. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. penelitian. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. pengamatan. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. menghapal). Bagaimana siswa melakukan berbagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 . mencatat. 11. atau hukum yang brada di luar diri manusia. G. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. Dalam pembelajaran kontekstual. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. mendengarkan. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. melakukan latihan. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. dan penyelesaian soal.pembelajaran yang efektif. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. mengerjakan tugas. mengerjakan tugas. pemecahan masalah. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. percobaan. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. menyeluruh dan terus menerus. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran.

H. model. evaluasi kenyataan. karena evaluasi dengan menggunakan tes. Ketujuh komponen (questioning). rangkuman. laporan. itu adalah konstruktivisme (constructivism). hasil karya dan portfolio. makalah. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. gambar. tengah semester atau akhir unit. biasanya hanya digunakan tes. lisan. akhir semester. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. masyarakat belajar (learning community). dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . Dalam evaluasi hasil pembelajaran. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). berbentuk tes obyektif atau essay. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. Hal ini tidak berarti. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). baik berupa rancangan.kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. maka makin mendekati evaluasi otentik. bertanya menemukan (inquiry). ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal.

Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 . Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa. dan bergelut dengan ide-ide. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. konsep. Dengan dasar ini pembelajaran mnerima harus dikemas menjadi proses berpikir mengkontruksi bukan pengetahuan. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. Landasan konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif.1. yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36 . antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur. (2) mengamati atau melakukan observasi. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun.laporan. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. (3) membangkitkan respon pada siswa. teman kelas. (5) penyimpulan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. (2) mengecek pemahaman siswa. (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa.2. 3. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. bagan tabel. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. (4) pengumpulan data. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. atau audience lainnya. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. (2) bertanya. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. dan karya lainnya. antara siswa dengan guru. gambar. Siklus inquiry adalah (1) observasi. guru. (3) mengajukan dugaan. Pada semua aktivitas belajar. antara guru dan siswa.

4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam

melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan

kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

37

6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami

kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

38

(learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.

Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP.

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SMP .......................................... IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) IX (Sembilan)/ 2 (Dua) 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

: 4.

Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

B. Kompetensi Dasar

: 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

39

mendeskripsikan kemagnetan bumi. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. D. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. 2. 4). memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia.3. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.1 (Ulangan Harian. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Lebih dari 2000 tahun yang lalu.d. 4. sifat Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. 2. materi Pertemuan 1 s. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 . 5. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan kemagnetan. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 6. orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. 3.

kaca. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. ”Allah. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Sedangkan kayu.Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Allah itu satu. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. Setiap magnet. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. baja. tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 . Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. dan kobalt termasuk bahan magnetik. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. bagaimanapun bentuknya. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Namun. yaitu utara (U) dan selatan (S). tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. aluminium. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. nikel. Besi. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. kedua kutub tersebut akan tolakmenolak. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. Oleh karena itu. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut.

Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. ”Rajin pangkal pandai. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. dan tidak mudah menyerah. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. Secara kodrati. Bagi ajaran agama Islam.” Apabila kita ingin pandai. jika didekatkan akan tarik-menarik. manusia mempunyai dua jenis kelamin. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). bercerai kita runtuh. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. kita harus rajin belajar. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. maka apapun yang • • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 . Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). ”Bersatu kita teguh.” Dalam suatu komunitas. jika didekatkan akan tolak-menolak.beranak dan tidak diperanakkan. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai.

Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. LKS Kemagnetan 4. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. misalnya munculnya para provokator-provokator. dll. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 . Alat/Bahan/Sumber belajar 1. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). bel listrik. Menanyakan kepada siswa. motor listrik. Buku Sumber (Referensi) lain 3. dan motor listrik 5. Alat peraga magnet. Serbuk besi 6. E. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik.kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Catu daya (baterai) F. Menjelaskan konsep kemagnetan. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Namun. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. tape recorder.

. Pertemuan 2 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan pakupaku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. antara lain berkaitan dengan: . Terlaksana Ya Tidak • • • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Pengaruh Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 1 ini. Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. yaitu: U dan S. .Tahap Pembelajaran • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.magnet memiliki dua kutub. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 . • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 1 dan LKS 2. Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.magnet dapat menarik benda. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).

antara lain berkaitan dengan: .pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. induksi. . Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 3.pembuatan magnet dengan cara induksi.Tahap Pembelajaran • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Agar besi menjadi magnet. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 . • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. susunan atom-atomnya harus dibuat searah.pembuatan magnet dengan cara menggosok. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. Terlaksana Ya Tidak • • Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 2 ini. dan mengalirkan arus listrik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. .

.cara menghilangkan sifat kemagnetan. antara lain berkaitan dengan: . • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. Kemagnetan Bumi. tentang Pengaruh Magnet. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 . dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. apakah suatu magnet. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Meminta siswa membaca Buku Siswa.keberadaan kemagnetan bumi. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3).Pertemuan 3 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang.

• Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. Menanyakan pada siswa. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik.Tahap Pembelajaran Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara menghilangkan sifat kemagnetan dan keberadaan kemagnetan bumi. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 4 dan LKS 5. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. Pertemuan 4 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang Terlaksana Ya Tidak Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 . dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 3 ini. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya.

guru mengajukan pertanyaanpertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 4 ini. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. yaitu: . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 . • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 7 dan LKS 8.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. Terlaksana Ya Tidak • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.Tahap Pembelajaran dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. H. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.1.

Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. Metode Pembelajaran 1.CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3. melakukan inferensi.Model :Cooperatif Learning 2. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Melakukan pengamatan.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran PERTEMUAN 1 A. berkomunikasi B.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. menuliskan data hasil pengamatan.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Memahami wujud zat dan perubahannya 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. 6. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Kompetensi Dasar 3. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

Kegiatan Penutup . .Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. Kegiatan Inti .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain penyaringan. air kolam c.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut. pasir e.ahan. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. .Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 . Sumber Belajar 1.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. .apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahan-bahan yang E.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih. LKS 3. . meliputi: a.D.Langkah-langkah 1. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . . kerikil d. ijuk f. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Buku siswa 2. . 3. botol plastik 2l bekas air mineral b.guru dapat langsung memberikan bimbingan. .

Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan.PERTEMUAN 2 A.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . . Kegiatan inti . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. . . berkomunikasi B. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. .Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 .Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. Diskusi D. Melakukan pengamatan.Langkah-langkah 1. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. . Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. yakni kristalisasi. Mendiskusikan pemisahan campuran selain penyaringan dan destilasi.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . melakukan inferensi. menuliskan data hasil pengamatan.guru dapat langsung memberikan bimbingan.

Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. pisau PERTEMUAN KETIGA A. Sumber Belajar 1. Kegiatan penutup . meliputi: a. LKS 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 . botol plastik 2l bekas air mineral b. Buku siswa 2.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Tujuan Peserta didik dapat 1.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) . air kolam c. ijuk f.3. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . pasir e. Langkah-langkah 1. kerikil d. Kegiatan inti .

guru dapat langsung memberikan bimbingan. Membinbing siswa melakukan kegiatannya. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Tes unjuk kerja Tes tulis Bentuk Instrumen Lembar Observasi (rating scale) Isian 2. Poster dapat berupa diagram alir. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 . Penilaian 1. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .- - Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. garam. Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya.Peralatan untuk membuat poster F. Sumber belajar 1. E. peta konsep. Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . sehingga kamu mendapatkan air tawar. Kegiatan penutup . 3.Buku Siswa 2.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk membaca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. atau sesuai kreasi anak.

Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No 1 2 3 4 Aspek Yang Diamati 0 (tidak ada) Melakukan pengamatan Menuliskan data pengamatan Melakukan tafsiran terhadap data Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian Skor 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) nilai = skor yang didapat × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 .Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut.

Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. mengambil keputusan. berkomunikasi. menganalisis. berpikir induktif. berpikir konvergen. merumuskan memadukan. menilai. berpikir deduktif. berpikir divergen. keterampilan seperti: berpikir dikembangkan dalam pembelajaran menduga hipotesis. memperkirakan. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. menggenarilasisikan. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. mengelompokan. IPS Terpadu. Beberapa ini. merencanakan. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. menyimpulkan. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik.PEMBELAJARAN TERPADU A. melakukan percobaan. mengurutkan. membedakan. siswa sebagai peserta didik yang aktif. terutama dalam keterampilan berpikir. dan mengamati. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 . membandingkan. bertanya. mengukur. menginterpretasikan.

guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa. dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilanketerampilan yang tumpang tindih (overlap). Integrasi beberapa Mata Pelajaran Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated Lintas Peserta didik immersed networked Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 . berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan.PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL Mata Pelajaran Terpisah RENTANGAN fragmented connected nested DESKRIPSI Tiap Mapel disampaikan terpisah. Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri.

pemikiran. Pemecahan Masalah • • • • • • • • • • • Menghimpun fakta-fakta. adalah: pemecahan masalah. Evaluasi Kritis Menentukan kriteria Menyusun alternative pemikiran. alternative pemecahan. 2. berpikir kritis. pengambilan keputusan. penyelidikan. Mengembangkan ide. Berpikir Kritis Menjelaskan ide dan pemikiran Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). berpikir kreatif. Beberapa kegiatan utama dari model-model pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. Berpikir Kreatif Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) • • • • 4.Model-model pembelajaran pembelajaran terpadu berpikir yang dapat digunakan evaluasi dalam kritis. Memberikan alas an. Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. Merumuskan masalah. Menentukan alternatif pemecahan. pemecahan. Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 . argumentasi bagi keputusan.

• Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. peserta didik dengan peserta didik. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. sehingga belajar lebih menyenangkan. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. belajar dalam situasi nyata. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. guru dengan peserta didik. peserta didik/guru dengan nara sumber. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.B. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. sehingga memudahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 .

filsafat. konsep-konsep. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. ekonomi. C. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). D. politik. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 . PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Sedangkan kajian tentang sosiologi. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. sejarah. Webbed (tematik) dan Integrated. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. geografi. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. antropologi.pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected.

pengukuran. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. evaluasi. berlaku umum (universal). biologi. fenomena alam.peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. dan tentatif. dan hukum. IPA ended. universal. mahluk hidup. bersifat open Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 . Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. dan penarikan kesimpulan. prinsip. metodik. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. teori. • produk: berupa fakta. meliputi mata pelajaran fisika. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. sistematis. perancangan eksperimen atau percobaan. bumi antariksa. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dengan ciri: objektif. Merujuk pada pengertian IPA itu. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya.

menghafalkan konsep. lingkungan belajar. Akibatnya IPA sebagai proses. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Kecenderungan pembelajaran IPA kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA pada masa sebagai produk. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 . Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. teori dan hukum. sikap. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. metode ilmiah. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual.Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. sarana. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. pada domain kognitif yang Peserta didik hanya mempelajari IPA terendah. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri.

energi dan perubahannya. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. Oleh karena itu. kritis. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. mampu berpikir logis. Melalui pembelajaran IPA terpadu. kreatif. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 .Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. materi dan sifatnya. disesuaikan dengan lingkungan setempat. karena dianggap sukar. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. serta bersikap ilmiah. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. keterbatasan kemampuan peserta didik. efisien. serta bumi dan alam semesta. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. kreatif. terutama teknologi informasi dan komunikasi. dan efektif. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Namun demikian. bekerja sama dalam kelompok. serta dapat berargumentasi secara benar. Dalam kenyataan. makhluk hidup dan proses kehidupan. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA.

mencari jawaban. “mengapa”. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. memahami jawaban. dan eksperimen. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 . serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. prediksi. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan.2. menyusun hipotesa. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. pengamatan. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. (3) dikembangkannya sikap ilmiah.

jujur. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. lisan. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. menerapkan ide pada situasi baru. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. peduli terhadap lingkungan. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 . Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. mengolah. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). tulisan. tidak percaya tahyul. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. sabar. mengukur. cermat. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. tekun. mengklasifikasikan. memperhatikan keselamatan kerja. kritis. yaitu dengan gambar. menyusun hipotesis.metode ilmiah. terbuka. disiplin. dan sebagainya. dan bekerja sama dengan orang lain. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. dan menganalisis data. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. menggolongkan. mengajukan pertanyaan. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. ulet.

pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. Atas dasar itu. dan biologi. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. kimia. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alatalat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 . maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. 3. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. serta membosankan bagi peserta didik. kimia. biologi. a. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisahpisah dalam fisika.sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. Lagi pula. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut.

c. sistemik. kemampuan analitik. dan sarana. menyeluruh. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 . Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. menyerap. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. b. teratur. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. menyeluruh. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. dan analitik. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. Dalam hal ini. utuh. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. Guru dituntut memiliki kecermatan. dinamis. tenaga. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. menerima.memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain.

Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. kompetensi dasar. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. dan astronomi.dapat diajarkan sekaligus. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 . Di samping itu. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. 4.236). Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. kimia. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. fisika. geologi.

teknologi-masyarakat. Oleh karena itu. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan mandiri. e. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkungan. b. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 . namun ada pula yang tak bersayap. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. ‘membaca’. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a.Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. ‘berbicara’. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. dan dunia nyata. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. c. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. d. guru. kolaborasi. dan berinteraksi dengan teman. berdisiplin. Pada umumnya insekta bersayap.

Habitat insekta juga tersebar sangat luas. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. memahami rantai makanan. dan sebagai hewan terbang. merebaknya penyakit demam berdarah. Misalnya. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan.dan ada pula yang tidak. dan masih banyak lagi peranan insekta. malaria. Dengan insekta sebagai tema sentral. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. sebagai hama tanaman. sebagai penyerbuk tanaman. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 . namun dapat dicoba. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. dan penyebab timbulnya ledakan hama. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas.di dalam air. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. di pohon. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik.

1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.Proyek:Koleksi insekta Mencari informasi dari buku yang relevan Kunjungan ke tempat pemeliharaan lebah dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi insekta INSEKTA seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Menyelidiki siklus hidup berbagai insekta Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk Mempelajari istilah tentang bagian tubuh insekta Menyelidiki pengaruh perubahan lingkungan thd populasi serangga vektor penularan penyakit Menyelidiki habitat serangga dalam ekosistem Gambar 2. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 . Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik.1.

PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. kebutuhan. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. bakat.5. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dipadukan Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 . dan kemampuan).

Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Penjernih an Air 20 x 40’ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 .1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik. 2.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lihat lampiran.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia KD MP Biologi 5. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika 1. antarsemester pada kelas yang sama. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar.1 Mendeskripsik an besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya KD MP Kimia 2. Tema Kerja Ilmiah Waktu 20 x 40’ 3.Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.

dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Contoh lihat lampiran. dan lainnya. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. misalnya penyakit demam berdarah. b. Contoh lihat lampiran. HIV/AIDS. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 . Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. Contoh lihat lampiran. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. kegiatan inti.Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu.

memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. memberikan acuan topik yang akan dibahas. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 . Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: • • • • menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama.

Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik.Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 . Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik.

c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. a) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. menyimpulkan materi yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 . Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. membaca materi pelajaran tertentu.menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. dan perorangan. kelompok. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.

serta alat evaluasi yang digunakan.c. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 . Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. keterampilan. jenis dan bentuk penilaian. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes.

Tes tertutup/ terbatas/ terstruktur Bebas terbuka • • • • • • • b. dan nilai Tes Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan • • • • • • • • Skala sikap Daftar periksa Kuesioner Catatan anekdot Portofolio Catatan sekolah Jurnal Cuplikan kerja Tes tertulis/ uraian a. keterampilan.PENILAIAN Non tes Pengetahuan. Tes tertulis/ objektif Pilihan ganda Benar salah Menjodohkan Isian singkat Isian panjang Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 . sikap.

2.Berikut ini adalah contoh penilaian LINGKUNGAN SEKITAR KITA untuk tema/topik tentang TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Prosedur Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Mengidentifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama dalam biosfer Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dan menjelaskan peranan masingmasing tingkat trofik Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan pangan Tes awal Dapat dilakukan dapat pula tidak tergantung kondisi Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Pilihan ganda Laporan dan isian hasil pengamatan Instrumen Soal pilihan ganda yang berkaitan dengan pemahaman awal peserta didik mengenai tema Penugasan Nontes Lembar penilaian laporan Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Praktikum 1. Nontes Tes perbuatan Laporan praktikum Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 .

KD Indikator Prosedur Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Instrumen Mengaplikasik an peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh pencemaran air. udara. dan tanah dalam kaitannya dengan kegiatan manusia Mengemukakan contoh langkahlangkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Penugasan Nontes Karya tulis Lembar penilaian karya tulis Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 .

prinsip "usaha dan energi" serta penerapan-nya dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 . pembersih. pembersih. dan pembasmi serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. pengharum. pengharum.KD Indikator Prosedur Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai pemutih. dan pembasmi serangga Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Praktikum Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Tes perbuatan Instrumen Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya.

Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. misalnya merupakan hasil pengamatan di luar kelas. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. maupun psikomotor. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian.KD Indikator Prosedur Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalah-an lingkungan Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya terhadap masalah lingkungan Menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Penugasan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Laporan Instrumen Lembar penilaian Tes akhir Soal Pilihan ganda Kunci jawaban dan cara penilaian Soal uraian singkat Berdasarkan contoh itu. afektik. Penilaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 . baik tes maupun nontes.

penggunaan media. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. perencanaan pembelajaran. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. Guru Dalam pelaksanaannya. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. a. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah.untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. kimia. maka dalam penyusunan silabus. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . biologi. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. biologi. kimia. dan materi. dan strategi mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 . indikator. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. 6. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. Bila di sekolah.

Oleh karena itu. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaannya di lapangan. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. pembelajaran terpadu juga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 . • Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. • Penguasaan bahan ajar. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. • Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Selain meningkatkan kerja sama. Bila hal ini dapat dilaksanakan. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian.agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. • Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. • Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. atau bersama-sama. mulai dari silabus.

Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. b. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Dalam pembelajaran terpadu. Peserta didik Bagi peserta didik. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan.meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Secara teknis. suatu bahan ajar dapat dibahas dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 . pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. c. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 . Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . d. Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. e.akan lebih terbuka. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran.

sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. sehingga belajar lebih menyenangkan. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. guru dengan peserta didik. Kimia. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. peserta didik/guru dengan narasumber.Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. belajar dalam situasi nyata. Perlu disadari. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. dan dalam konteks yang lebih bermakna. peserta didik dengan peserta didik. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 . karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. dan Biologi. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Kimia. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu.

oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. c. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. terpadu menekankan asosiatif pada kemampuan analitik kemampuan (menghubung-hubungkan). Bila kondisi ini tidak dimiliki. memiliki kreativitas tinggi. Tanpa kondisi ini. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. dan mempermudah pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 . akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. Hal ini terjadi karena model pembelajaran (mengurai). mungkin juga fasilitas internet. rasa percaya diri yang tinggi. memperkaya. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. keterampilan metodologis yang handal. b. Secara akademik. Semua ini akan menunjang. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. a.bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep.

sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. maka guru substansi berkecenderungan gabungan menekankan sesuai atau dengan mengutamakan tersebut pemahaman. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Dalam kaitan ini. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. e. Dengan kata lain. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). pada saat mengajarkan sebuah TEMA. f. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. selera.wawasan. d. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Bila sarana ini tidak dipenuhi. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 . berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). metode.

politik. filsafat. aktivitasaktivitas ekonomi. sejarah. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. geografi. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. antropologi. geografi. teknologi. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. sejarah. geografi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 . dan budaya. dan psikologi sosial. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. ekspresi-ekspresi dan spiritual. hukum. dan budaya). hukum. Geografi. ekonomi. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. organisasi politik. E. ekonomi. kepercayaan. sejarah. sejarah. politik. struktur sosial. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. ekonomi.Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. politik. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan.

Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). filsafat. psikologi sosial.20) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 . politik.seperti konsep peran. sejarah. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. ekonomi. meliputi bahan kajian: sosiologi. institusi. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 1980. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi Sosiologi Psikologi Sosial Filsafat Antropologi 2. geografi. proses interaksi dan kontrol sosial. kelompok. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. antropologi.

perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. sejarah. bahkan juga bidang humaniora. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. kewilayahan. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. ekonomi. ekonomi. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum.Dalam implementasinya. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. kewarganegaraan. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. sosiologi. hukum dan politik. 1981). hukum dan politik. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. kekuasaan. struktur. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 . sosiologi. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. 2001). sejarah.

• Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. Sosiologi/Antropologi Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sumber: Sardiman. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. dan yang akan datang Berpikir kronologis. 2004 3. prospektif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 . masa lalu. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala programprogram pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. saat ini. 1998).Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam kehidupan manusia Area dan substansi pembelajaran Ruang Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Adaptasi spasial dan eksploratif Waktu Alam dan kehidupan yang selalu berproses. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. antisipatif Sejarah Nilai/Norma Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Ekonomi.

selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. menggali. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. serta mampu membuat analisis yang kritis. dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya.• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. menyimpan. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. Dengan demikian. 1996:3). 4. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 . sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari.

Pengembangan pembelajaran terpadu. contohnya banjir. dalam hal ini. dibahas. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. a. misalnya ‘pariwisata’. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 . Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. IPTEK. pemukiman kumuh. modernisasi.Pada pendekatan pembelajaran terpadu. mobilitas sosial. Secara sosiologis. potensi pariwisata. Selanjutnya. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. dan permasalahan yang berkembang. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. peristiwa. diperluas. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. kemudian dilengkapi. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial.

historis kronologis dan kausalitas.melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 . sosial/antropologis. kondisi fisik daerah objek wisata Sejarah perkembangan daerah wisata Sejarah Geografi PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi masyarakat Pengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Sosiologi Politik Ekonomi Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. Persebaran. sebagai contoh. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.

Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Faktor sosial. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Faktor Ekonomi Perilaku terhadap aturan Faktor historis Gambar 4. sosial.Keadaan Alam • Potensi objek wisata Sosiologis/ antropologis BALI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA • Memupuk aspirasi terhadap kesenian Keadaan Politik • Keamanan dan stabilitas daerah Ekonomi • Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. Pada pembelajaran terpadu. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 . dan budaya. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. Di antaranya adalah faktor ekonomi.

dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.5. kebutuhan. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. bakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. dan kemampuan). 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. • Pemetaan Kompetensi Dasar • Penentuan Topik/tema • Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema • Pengembangan Silabus • Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini.

• Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 . Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. • • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja.Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan.

produksi dan distribusi barang/jasa. Sosiologi Semester 1 2. produksi.4 Menguraikan proses interaksi sosial Semester 1 3. Kelangkaan Sumber Daya 3. Geografi Semester 2 6.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. penggunaan lahan. kebudayaan.1 Menggunakan peta.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan.1 Mendeskripsikan interkasi sebagai proses sosial.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 1 5. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Kegiatan Ekonomi Penduduk 2 Semester 2 2.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 6.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2. kebudayaan. 2.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 2 4. Ekonomi Semester 2 6. serta peninggalanpeningalannya 5.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. dan distribusi barang/jasa. penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. kebudayaan. serta peninggalanpeningalannya Pemanfaatan Peta Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 .2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. kebudayaan. 1. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Sejarah Semester 2 5. Semester 2 4. serta peninggalanpeninggalannya Semester 2 5.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Semester 2 6. dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha.

Semester 1 1.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat.No. Semester 2 7.2 Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 1 6.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. 3. Semester 1 1. dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia. Sosiologi Semester 2 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 5. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. identitas Indonesia. Semester 2 6.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Otonomi Daerah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 .2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Ekonomi Semester 1 4. Peran Indonesia dalam Pergaulan Antarbangsa Semester 1 2. serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya. kebudayaan. Sejarah Semester 1 2.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Semester 2 7.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. Tema Globalisasi 2.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. 1.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Geografi Semester 1 1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi.

Geografi Sosiologi Ekonomi 7.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 2.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Pengembangan Pariwisata Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 . Pelestarian Lingkungan Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Sejarah Tema 4.1Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat 3.1Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. Geografi Semester 2 5.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Semester 2 1. Sosiologi Semester 1 3.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. Semester 2 6.No. Sejarah Semester 2 7. 1. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 2 4.1 Menginterpretasikan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.

3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Ekonomi Semester 2 7. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Semester 1 1. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. • Topik.2Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Semester 2 7.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Kerjasama Internasional 7. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS. 2 Geografi Semester 2 5. dalam pembelajaran IPS Terpadu. Semester 2 7.No.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Sejarah Semester 2 7. Semester 2 5.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Semester 2 7.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antar negara terhadap perekonomian Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. Dengan demikian.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Modernisasi 3.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Sosiologi Semester 2 7. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 .

kebudayaan.• Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No 1. dan pemanfaatan peta.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung. Sejarah Semester 2 5.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. kelangkaan sumber daya alam. dan distribusi barang/jasa.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. Sosiologi Semester 1 2. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. produksi. Pertumbuhan Industri. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Penyakit Folio. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Ekonomi Semester 2 6. serta peninggalanpeninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 . contohnya. Pemberlakuan Otonomi Daerah. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. penggunaan lahan. • Dalam menentukan topik. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Contohnya. Geografi Semester 2 6. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. Penyakit Busung Lapar.

1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Sejarah 2. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No 1. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.1 Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. Geografi Semester 2 1.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7. Sosiologi Semester 1 3. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 .1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Geografi Semester 2 5.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6.1 Mendeskripsi-kan perubahan sosialbudaya pada masyarakat 3. Kelas IX SMP.Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No 1.1 Menginterpretasi-kan peta tentang bentuk dan pola muka bumi. Sosiologi Semester 2 6. Sejarah Semester 2 7.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Ekonomi Semester 2 4.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 .Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. produksi. nonpertanian). dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. dan distribusi barang/jasa. • Menguraikan kegiatan produksi barang dan jasa. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. pengunaan lahan.

Geografi. dan penilaian. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 . kebudayaan. serta peninggalanpeninggalannya. Kompetensi Dasar. standar proses. Indikator. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. alokasi waktu. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. Pengalaman belajar. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. standar penilaian. Sejarah.Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. dan Ekonomi). Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa.

Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 . sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masing-masing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. peserta didik. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. b.prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). bahan ajar.

Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. kritis. dan tiga berada pada rentangan usia dini. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. dua. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. EQ. mengelola. serta kemampuan bekerjasama. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. sistematis. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Saat ini.PEMBELAJARAN TEMATIK A. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 . dan kreatif. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). analitis. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa.

baik secara lisan maupun tulis. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. serta kemampuan bekerjasama. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Bahasa Indonesia. Seni Budaya dan Keterampilan. dan kompetitif. analitis. Ilmu Pengetahuan Alam. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 . serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. kritis. serta Pendidikan Jasmani. Sementara itu. Ilmu Pengetahuan Sosial.memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. serta kematangan emosional dan sosial. sistematis. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. tidak pasti. Matematika. memperhalus budi pekerti.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. dan kreatif.

dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. perbedaan pendekatan. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. dua. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Selain itu. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. model. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Oleh karena itu. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi.hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. B. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. KERANGKA BERPIKIR 1. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 . Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang.

meningkatnya perbendaharaan kata. 2. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. berminat terhadap angka dan tulisan. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. mengelompokkan obyek. mempunyai sahabat. Selain itu. Menurutnya.sepeda roda dua. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. dan mandiri. telah dapat mengontrol emosi. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). telah mampu berbagi. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 . dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). senang berbicara.

Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. dibaui. lebar. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. (2) Mulai berpikir secara operasional. Berdasarkan hal tersebut. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. dan diotak atik. dan berat. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. panjang.pengetahuan baru menjadi seimbang. prinsip ilmiah sederhana. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. dan (5) Memahami konsep substansi. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. didengar. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. luas. volume zat cair. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. diraba. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. yaitu: a. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 .

Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. 3. mereka belum mampu memilahmilah konsep dari berbagai disiplin ilmu. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. lebih faktual. b. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Sehubungan dengan hal tersebut. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. kebiasaan. keterkaitan antar materi. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. c. lebih bermakna. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. sikap. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. dan kepandaian. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . sehingga lebih nyata.dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 . keadaan yang alami. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak.

maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspekaspek.Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Dengan kata lain. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. C. karakteristik cara anak belajar. Dengan demikian. informasi atau situasi baru dengan komponenkomponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 . PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. konsep-konsep. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. konsep belajar dan pembelajaran bermakna.

gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan antaranya: 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. memberikan banyak keuntungan, di

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

116

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

117

dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecahpecah. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek,

fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme

melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

118

pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). E.Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Berpusat pada siswa 2. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. UU No. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. minat. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Landasan yuridis tersebut adalah UU No.

Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 13.Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Dengan demikian. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. 11. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Bersifat fleksibel 10. Dengan pengalaman langsung ini. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6.Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). 3. Memberikan pengalaman langsung 4. 5. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. 7. 9.berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12.

minat. menulis. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. sumber belajar media. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. 6. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 . Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. menarik. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. terhadap sarana-prasarana. 5. pasangan. dan daerah setempat. G. 4. RAMBU-RAMBU 1. jangan dipaksakan untuk dipadukan. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. dan pemilihan metode pembelajaran. lingkungan. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri.F. kelompok kecil ataupun klasikal. pengaturan ruangan. menyenangkan dan utuh. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. terhadap siswa. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan.

maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization).• Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 . dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Oleh karena itu. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. mengadakan penelitian sederhana. • Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. prasarana.

sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. bercakap-cakap. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih.• Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. demonstrasi. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. pengembangan jaringan tema. tanya jawab. H. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 . Misalnya percobaan. bermain peran. 1.

1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator.a. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. Cara kedua. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. untuk menentukan tema tersebut. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. sebagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 .

Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. kebutuhan. 4. alat/sumber. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. 3. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. disesuaikan termasuk dengan usia dan dan perkembangan kemampuannya minat. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. b. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. pengalaman belajar. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 .• Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema siswa. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. 2. indikator. kompetensi dasar. dan penilaian. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi.

alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar.1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. semester. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). 7) 8) Alokasi waktu Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. inti dan penutup). kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. 2) 3) 4) 5) 6) Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan pembelajaran Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 . dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). kelas. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. 10) Sumber belajar.

I. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. tulis dan hitung. dan menyanyi b. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. dan kegiatan penutup. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 . ataupun perorangan. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. TAHAP PELAKSANAAN 1. kegiatan fisik/jasmani. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. kelompok kecil. c. kegiatan inti. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.

musik/apresiasi musik. mendongeng. menyanyi. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Kegiatan inti Kegiatan penutup • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 . Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Kegiatan pembukaan Kegiatan inti Jenis kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil mengikluti irama musik menari Kegiatan penutup • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Kegiatan pembukaan Jenis kegiatan Waktu berkumpul (anak m. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) • • • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. pesan-pesan moral.enceritakan pengalkaman. pantomim. membacakan cerita dari buku.dilakukan. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi.

Ind.007.Ind.00 9. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I.3510.Ind Matematika IPS KTK Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 .Ind.Agama MULOK Istirahat B.Ind. Penjaskes Matematika B.108.2.35 9.358.10 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu IPA Matematika B. Matematika B.10 8.459.ind Matematika IPS KTK P. Ind.45 8. Penjaskes IPA Matematika B.35 7. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan. Matematika B. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. II Waktu 7. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. Agama Mulok B.009. Matematika KTK P.

catatan harian perkembangan siswa. e. Tes mencakup: tertulis. lisan. Kemampuan membaca. maupun angka. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Prinsip a. d. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masingmasing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. atau perbuatan. dan porto folio. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 . Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.J. 2. Oleh karena itu. ejaan kata. b. c. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar.

Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Jean. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial • • • Tes Lisan Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi C. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 . Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Ilmu Pengetahuan Alam 3. melainkan sudah terpisahpisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. kata atau angka.bantu. B.

Ilmu Pengetahuan Alam.Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. dan Pendidikan Jasmani. Olahraga dan kesehatan. yaitu: Bahasa Indonesia. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 . Seni Budaya dan Keterampilan. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Matematika.

Tesis-S-2 Program Studi Pengembangan Kurikulum. Et al. 2000. Jakarta. Allyn & Bacon: London Lestari. Sanjaya. S. Bandung: Tarsito Ibrahim R. 1989. Syaodih S Nana. Joyce Bruce. Depdiknas. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Strategi Pembelajaran. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Bandung: Sinar Baru. Jakarta. Bandung: Sinar Baru. Nasution. Tita. Perencanaan Pengajaran. Bahan Sosialisasi KTSP. Jakarta: Rineka Cipta. Oemar. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Depdiknas. 2009. 2006. 1989. 1997. 2005. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Nana. Wina. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Nana. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 . Direktorat Pembinaan SMP. 1990. Hamalik. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. 2009. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. Direktorat Pembinaan SMA. Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008. Sudjana. 6th Ed. Jakarta: Media Prenada Sudjana. Models of Teaching. 2003. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 . Yamin. 2006. Kesuma Karya. Jakarta: Gaung Persada Press.Syaodih. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. B. 2006. Uno. Perencanaan Pembelajaran. Nana. andung. Jakarta: Bumi Aksara. 2004. Martinis. Hamzah. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi.

LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 .

Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI DASAR MENDENGARKAN Membedakan bunyi bahasa Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA INDIKATOR • KEGIATAN BELAJAR Menirukan bunyi suara burung Bermain peran menjadi berbagai kendaraan Menirukan suara ombak SARANA/SUMBER Kaset dan tape PENILAIAN Pengamatan • Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung. kendaraan. • BERBICARA • Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyebutkan nama • orangtua dan saudara kandung tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 . • ombak. dan lain-lain.

Menanyakan data • diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas •

tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) melakukan permainan menanyakan data diri temannya melakukan permainan menanyakan data diri bercerita tentang data dirinya Menjiplak kartu kata Menjiplah bentuk-bentuk gambar Menjiplak bentuk-bentuk geometri • • • Kartu kata Kartu bentuk gambar Kartu bentuk geometri

Menyebutkan data • diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat • sederhana Menjiplak berbagai • bentuk gambat, lingkaran, dan • bentuk huruf •

MENULIS Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

142

MATEMATIKA

Membilang banyak benda

Membilang atau menghitung secara urut

• •

Membilang benda-benda di kelas Membilang sambil Memantulkan bola Mengamati lalu menyebutkan nama benda yang dilihatnya Praktek langsung mengambil dua kumpulan benda lalu dihitung

Bola

Menyebutkan banyak benda

Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari

Batu-batuan

Menentukan waktu (pagi, siang, malam, hari dan jam (bulat)

Bercerita tentnag pengalamannya

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

143

IPS

Menguindentifikasi identitas diri,keluarga, dan kerabat

• Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan •

Menyebutkan nama lengkapnya Menyebutkan alamat rumahnya Menggambarkan tubuhnya lalu menyebutkan nama bagianbagian tubuhnya dan kegunaannya Praktek pengelompokkan Batu, daun, biji salak

Menyebutkan • alamat tempat tinggal Menyebutkan nama bagianMenyebutkan kegunaan bagianbagian tubuh • •

IPA

Makhluk Hidup dan Proses kehidupannya Mengenal bagianbagian tubuh dan kegunaannya Mengindetifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatannya

• •

Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Menunjukkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Praktek langsung mengamati lingkungan dan menyebutkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

144

Praktek langsung berjalan dengan pola Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah • SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Mengamati lingkungan lalu menyebutkan benda-benda yang dilihatnya Mengamati lingkungan lalu mengelompokka n benda berdasarkan garis. • Praktek langsung Menerapkan konsep arah dalam berjalan. serta nilai sportivitas. • kejujuran. lari dan loncat dalam permainan sederhana. berlari dan melompat. OLAHRAGA DAN KESEHATAN Mempraktikkan • gerak dasar jalan. warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 . toleransi dan percaya diri SENI RUPA Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar • Menerapkan konsep arah dalam berjalan.PENDIDIKAN JASMANI. bidang. berlari dan melompat. • kerjasama. bintik dsb • Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari.

SENI MUSIK Mengidentifikasi unsur/elemen musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI Mengidentifikasi fungsi tubuh dalam melaksanaan gerak di tempat PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Bertepuk tangan dengan pola • Bermain tepuk tangan dengan berbagai pola yang dicontohkan • Bergerak bebas sesuai irama musik • Mendengarkan musik dan bergerak bebas mengikuti irama • Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. Meyebutkan agamaagama yang ada di Indonesia • Menyebutkan jenis kelamin teman sebangkunya Menyebutkan agama yang dikenalnya • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 .

Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TEMA MINGGU/HARI ALOKASI WAKTU : I : LINGKUNGAN : I/Senin : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. berlari dan melompat. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 . siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI KEGIATAN A. lingkaran.

dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. memilih benda yang ada di kelas. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. C. siang hari dan malam hari • B. • • • Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 .Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful