HAND URI A W

TU T

PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM
(CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik)

Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

NI YA

2010

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

i

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii .

Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah. kemampuan pemecahan masalah. MPA. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Ph. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas. Jakarta. Direktorat Tenaga Kependidikan. berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma. Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007.KATA PENGANTAR Pada tahun 2007. namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. daya inovatif.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii . Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv .

................................. B...........……….......................... A................…… Tujuan PAIKEM ………….………………...................................... Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas .. C.... Indikator Pencapaian Kompetensi ...........................………………………… B............ D........ F....... Karakteristik Pembelajaran CTL………………...............…………………………................... Konsep Dasar Pembelajaran ………………………………………........... C....................................... H........ Latar belakang .........……………………………................................. Latar Belakang ………………………........………….................. E......…………………………………………… Karakteristik PAIKEM ………………………………………................ E............…………..........…….................... KATA PENGANTAR ...... Pengertian Pembelajaran Kontekstual ........……… DAFTAR ISI .. Evaluasi Otentik dalam CTL ....... PENDAHULUAN ...... D.................................. Skenario .................. F........ Kompetensi yang Hendak Dicapai .......... C....................................... Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ..................... D............................ G........................ A............... E........ F.......................................… A.........................…......................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v .................... B............................ 4 4 7 14 15 17 21 21 24 26 26 29 31 33 34 Jenis-jenis PAIKEM ……………………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………................... Langkah-langkah CTL ………………………………………………................................................ Alokasi Waktu ...............……………………......................................................DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK .................................................. Dimensi Kompetensi ............................ Penerapan PAIKEM…………………………………………………… i iii v 1 1 1 2 2 2 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ………………………........... Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional ....................………………… Strategi Pembelajaran Kontekstual ........…………………………..........

............................................................................................................... B.............................. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ..................................................... E................ I.................... Penilaian Pembelajaran Tematik ............................................... A................ G............................................ Latar Belakang ... Landasan Pembelajaran Tematik ...... E........ Tahap Persiapan Pembelajaran ........................................... D......... Jenis-jenis Pembelajaran ........................................................... H.................... Tujuan Pembelajaran Terpadu .................... Karakteristik Pembelajaran Tematik ............... C................................................ Kerangka Berpikir ......................................................... 55 55 58 59 59 90 109 109 111 115 118 119 121 121 123 127 130 PEMBELAJARAN TEMATIK ........................................ Latar Belakang .......................................................... A....... Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................................................................. C......................................... Implikasi Pembelajaran Tematik .………............. Pembelajaran IPA Terpadu ...........................................PEMBELAJARAN TERPADU ......... F........... Tahap Pelaksanaan Pembelajaran .......... Pengertian Pembelajaran Tematik ............................................. B..................................................... J.................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi ........ D.

Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung SMK. Paling tidak. IPA. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1 . terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran. apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teori-teori. maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan. dan belajar dalam suasana senang serta efektif. IPS. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan. kreatif. namun juga membina guru melalui supervisi akademik. SD. maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika. melalui praktek-praktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK. SMA. strategi dan metode pembelajaran yang tepat. SLB. sehingga menjadikan siswa aktif. dan bahasa Inggris.PENDAHULUAN A. SMP. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah. bahasa Indonesia. B.

C. Pre-test 4. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. IPS Terpadu) 3. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. D. 5. Alokasi Waktu No. Skenario 1. melalui pendekatan andragogi. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. Penyampaian Materi Diklat: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 . Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. indikator. 3. 3. E. Materi Diklat Alokasi 4 jam 4 jam 4 jam 1. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. inovatif. Perkenalan 2. Pembelajaran Tematik F. kreatif. Pembelajaran Berbasis CTL 2. mampu memecahkan masalah melalui matamata pelajaran yang relevan. memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. 2.

inovatif. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Menggunakan pendekatan andragogi. kreatif. dan bermakna. c. Post test. yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. 8. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. 6. b. menganalisis. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. menyenangkan. menyimpulkan. efektif. 7. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 . Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran.a.

tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa.PEMBELAJARAN PAIKEM A. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. dengan memberikan ide-ide. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek.

Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. penelitian sederhana. yaitu: (1) belajar isyarat. Di lihat dari urutan belajar. (3) rangkaian gerak. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 . (2) stimulus-respon. (5) membedakan. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. (4) rangkaian verbal. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). pemecahan masalah. pengamatan. (6) pembentukan konsep. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL).tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. eksperimen. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah.

menyenangkan. minat. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. krativitas. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. inspiratif. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. lingkungan. pengalaman siswa. elaborasi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menantang. kemampuan berpikir. sumber belajar. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. sosial. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. sistem informasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 . media. dan kemadirian sesuai denganbakat.optimal. dan aktivitas guru. sistem instruksional. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. dan konfirmasi. peran. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. dll. aktivitas.

dan sebagainya.B. bakat (aptitude). dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. motivasi. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. yaitu pengetahuan. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. mencakup pengetahuan. sikap. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Proses perubahan tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. minat. dan perbuatan. sikap. keterampilan (kecakapan). (4) bersifat positif dan aktif. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 . dan mental. Faktor internal. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. (5) memiliki arah dan tujuan. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. kondisi fisik. pemahaman. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. yaitu: kecerdasan. (3) tidak bersifat sementara. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan.

baik anak-anak maupun manusia dewasa. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. peserta didik. sosio kultural. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. keluarga dan masyarakat (keadaan sosioekonomis. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. materi. dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadiankejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. dan keadaan masyarakat). metode. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. dan sumber daya. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. 1991). waktu. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. 1985). Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah.Faktor eksternal. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 .

secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Faktor lingkungan. Raka Joni. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). lingkungan sosial.Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. penguasaan bahan. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 . yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). 1992). Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. kondisi fisik. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. dan lingkungan sekolah. dan motivasi kerja. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru.

yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).

Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap, pengetahuan dan keterampilan, serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal.

Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai; b. sumber referensi terbatas; c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak; d. alokasi waktu terbatas; dan e. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. a. Preparasi, guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Resitasi, pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

10

Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai; b. sumber referensi, alat, media, dan bahan cukup; c. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak; d. materi pembelajaran tidak terlalu luas; dan e. alokasi waktu cukup tersedia.

Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi

Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi, diskusi kelas, dan tanya jawab. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.

Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh, oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

11

Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah observasi, diskusi kelompok, eksperimen, ekplorasi, simulasi, dan sebagainya.

2.

PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif,

Inspiratif/Interaktif/Inovatif, Kritis /Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya

kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik,

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

12

kecakapan sistematis dalam menilai. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. memecahkan masalah.potensi. dan kecepatan belajar yang beragam. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. kreatif. d. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. kesulitan maupun ancaman. e. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. menarik keputusan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 . memberi keyakinan.

Dsb. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 . kejahatan.f. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. kemacetan lalu lintas. pembusukan makanan. memberi keyakinan. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan creative thinking). kegagalan panen. umpamanya masalah kemiskinan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. wabah penyakit. pemalsuan produk. kecakapan sistematis dalam menilai. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. memecahkan masalah menarik keputusan. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). C.

bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o o o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi Makna yang terbangun semakin mantap Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 . interaksi dan refleksi.D. Karakteristik PAIKEM Sesuai dengan singkatan PAIKEM. komunikasi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Interaksi. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • • Siswa belajar banyak melalui berbuat Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. aktivitas. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. Komunikasi. 2. 1. pengalaman dan kemandirian siswa. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. makna.

dan transfer dalam belajar. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). lain dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 . E. retensi. IPS Terpadu). IPA Terpadu.4. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Pembelajaran Terpadu (Tematik. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. motivasi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. persepsi. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara Lesson Study. Tanggung jawab belajar. perhatian. memang berada pada diri siswa. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan.

atau simulasi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. demonstrasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. diskusi kelas. observasi di sekolah. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 . tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. 1. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). atau demonstrasi. presentasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif.F. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Sekolah standar. tanya jawab. diskusi kelompok. eksperimen. diskusi kelas. Penerapan PAIKEM Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. tanya jawab. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. SMP terdiri dari 40 menit. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. kegiatan tugas terstruktur. presentasi.

Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. atau proyek. peran guru sebagai fasilitator. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 . applying. tutor. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. observasi lingkungan. Metode yang digunakan seperti penugasan. observasi lingkungan. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. teman belajar. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). cooperating. atau proyek. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. observasi di sekolah. experiencing. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. demonstrasi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.2. eksperimen. atau simulasi. 3. Kegiatan Tugas terstruktur Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. yaitu relating.

Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 . materi pembelajaran tidak terlalu luas. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. d. dan e. alokasi waktu cukup tersedia. alat. sumber referensi terbatas. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. alokasi waktu terbatas. c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. c. sumber referensi. Preparasi. Resitasi. b. a. dan e. a. dan bahan cukup. b. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. media. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. d.Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.

diskusi kelas. dan tanya jawab. simulasi.c. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan sebagainya. diskusi kelompok. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 . eksperimen. Metode yang digunakan adalah observasi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. ekplorasi.

6. 4. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. 2. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. 5.PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Intinya. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. 3. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 . Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Selain teori progressivisme John Dewey. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat.

Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 . filosofi konstruksivisme berkembang. Segala sesuatu bersifat temporer. pengetahuan bersifat non-objektif. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. berubah dan tidak menentu. Berpijak pada dua pandangan itu. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. dan selalu berubah. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri.dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Untuk itu. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. Melalui strategi. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Menurut filosofi konstruktivisme. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. temporer. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru.

maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (student-centered instruction). Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Karena penekanannya pada siswa aktif. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. konsep.atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 . Dengan paham kontruksivisme. Dengan demikian. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas.

Dalam pandangan kontruksivistik. 4. Dengan demikian. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 . Dengan konsep ini. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. sosial. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar.Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. 5. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran merupakan Kontekstual suatu proses (Contextual pendidikan Teaching yang and Learning/CTL) dan bertujuan holistik memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. B. 3.

dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. applying. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. experiencing. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 . Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). pemodelan (modeling). masyarakat belajar (learning community). bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. bertanya (questioning). tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. cooperating. Dalam kelas kontekstual. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. yaitu relating. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. yakni: konstruktivisme (constructivism). menemukan (inquiri).Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).

Menggunakan berbagai sumber. peta-peta. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. 7. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. 9. laporan hasil pratikum. Belajar dengan bergairah. gambar. Sharing dengan teman. Pembelajaran terintegrasi. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Menyenangkan. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. 4. 7. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. 3. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. karangan siswa dan lain-lain Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 . 5. 6. artikel. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. 8. Secara garis besar. Siswa kritis guru kreatif. humor dan lain-lain. 3. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Saling menunjang. Ciptakan masyarakat belajar. 4. bidang studi apa saja. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. D. Kerjasama. 6. 2. 2. 10. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. 11. tidak membosankan.C. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Siswa aktif. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. 5.

materi pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 . yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. le-bih sedangkan program pada untuk pembelajaran kontekstual menekankan skenario pembelajarannya. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65).Dalam pembelajaran kontekstual. mereka menemukan makna. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. lang-kah-langkah pembelajaran. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan pembelajaran yang dan mengarah pengajaran pada makna adalah Ketika jantung siswa dari dapat kontekstual. mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. media untuk mencapai tujuan tersebut. ilmu pengetahuan alam. dan authentic assessment-nya. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Dalam konteks itu. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar.

menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. 6.2. memecahkan masalah menarik keputusan. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. merupakan pembelajaran yang aktif. 5. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. tanggung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 . memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. sikap. 4. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual dan keterampilan. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. kecakapan sistematis dalam menilai. Melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. mandiri. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. minat. memberi keyakinan. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri.

Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. 2004: 56). E. dsb. dan mentor. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. mencapai keunggulan (excellent). disiplin. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. 1. kebutuhan dan kemampuannya. 8. 7. Yasin dan Senduk. Dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 . Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu.jawab. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. motif berprestasi.

Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. 3. Jadi dalam hal ini. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. mensintesis.pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. 5. 4. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. tempat kerja atau sejenisnya dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 . Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. 2. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya.

Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. 6. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasa-layanan tersebut. saling mengoreksi. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Dengan kata lain. Dalam pembelajaran kontekstual. 2. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. diskusi. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 .berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. Dalam pembelajaran kontekstual. F. 7.

Dalam pembelajaran kontekstual. dan dilatihkan.. 5.. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. 6.3. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Dalam pembelajaran kontekstual. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. 10. yang harus dikembangkan. 7. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. Dalam pembelajaran kontekstual. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. diterima dan dilafalkan. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 9. 4. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . 8. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman.

menyeluruh dan terus menerus. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. percobaan. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. dan penyelesaian soal. atau hukum yang brada di luar diri manusia. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. pemecahan masalah. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. mencatat. G. mengerjakan tugas. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. Bagaimana siswa melakukan berbagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 . Dalam pembelajaran kontekstual. menghapal). penelitian. mendengarkan. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. konsep. melakukan latihan. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit.pembelajaran yang efektif. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. 11. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. pengamatan. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. mengerjakan tugas.

maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. pemodelan (modeling) refleksi (reflection). ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. bertanya menemukan (inquiry). biasanya hanya digunakan tes. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka.kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. lisan. tengah semester atau akhir unit. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. gambar. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. akhir semester. Ketujuh komponen (questioning). laporan. Hal ini tidak berarti. hasil karya dan portfolio. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. baik berupa rancangan. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. karena evaluasi dengan menggunakan tes. masyarakat belajar (learning community). maka makin mendekati evaluasi otentik. evaluasi kenyataan. itu adalah konstruktivisme (constructivism). H. berbentuk tes obyektif atau essay. rangkuman. model. makalah.

dan bergelut dengan ide-ide. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 . yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran.1. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. konsep. dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. Dengan dasar ini pembelajaran mnerima harus dikemas menjadi proses berpikir mengkontruksi bukan pengetahuan. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. Dalam pandangan konstruktivisme. Landasan konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif. yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.

guru. (4) pengumpulan data. (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. Kata kunci dari strategi inquiry adalah siswa menemukan sendiri. selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif. dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca.laporan. gambar. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. (5) penyimpulan. atau audience lainnya. (3) membangkitkan respon pada siswa. (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa. dan karya lainnya. (2) mengecek pemahaman siswa. adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. (2) bertanya. antara guru dan siswa. 3. (2) mengamati atau melakukan observasi. bagan tabel. teman kelas. (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang. antara siswa dengan guru. Siklus inquiry adalah (1) observasi. Pada semua aktivitas belajar. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36 . antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa.2. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia. (3) mengajukan dugaan.

4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam

melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan

kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

37

6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami

kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

38

(learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran.

Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP.

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : : : : SMP .......................................... IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) IX (Sembilan)/ 2 (Dua) 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

: 4.

Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan seharihari.

B. Kompetensi Dasar

: 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet.

C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

39

D. memberikan pemaknaan terhadap cara-cara menghilangkan kemagnetan. 5. orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. sifat Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. 4. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1.1 (Ulangan Harian. 4. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia. 6. mendeskripsikan kemagnetan bumi.d. orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. materi Pertemuan 1 s. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet disebut kemagnetan. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 4).3. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 . memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 2.

Besi. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Allah itu satu. dan kobalt termasuk bahan magnetik. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Oleh karena itu. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. kaca. Namun.Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. yaitu utara (U) dan selatan (S). baja. Sedangkan kayu.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Bahan-bahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. bagaimanapun bentuknya. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 . nikel. Setiap magnet. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. ”Allah. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). aluminium. kedua kutub tersebut akan tolakmenolak.

Secara kodrati. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. maka apapun yang • • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 . Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. dan tidak mudah menyerah. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. jika didekatkan akan tolak-menolak. Sifat kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S).beranak dan tidak diperanakkan.” Apabila kita ingin pandai. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. kita harus rajin belajar. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. Apabila kita ingin menjadi orang ”baik-baik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. jika didekatkan akan tarik-menarik. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). ”Rajin pangkal pandai. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. bercerai kita runtuh. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Bagi ajaran agama Islam. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). manusia mempunyai dua jenis kelamin. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. ”Bersatu kita teguh.” Dalam suatu komunitas. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta.

mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet.kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. E. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Serbuk besi 6. bel listrik. Namun. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 . dan motor listrik 5. Menanyakan kepada siswa. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). LKS Kemagnetan 4. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. tape recorder. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. dll. Menjelaskan konsep kemagnetan. motor listrik. Alat peraga magnet. misalnya munculnya para provokator-provokator. Buku Sumber (Referensi) lain 3. Catu daya (baterai) F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar.

Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. .sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 1 dan LKS 2. Pertemuan 2 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan pakupaku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.Tahap Pembelajaran • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”.magnet memiliki dua kutub. yaitu: U dan S. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. antara lain berkaitan dengan: . Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. . (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain.magnet dapat menarik benda. Terlaksana Ya Tidak • • • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Pengaruh Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 1 ini.

Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). . Terlaksana Ya Tidak • • Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 3. antara lain berkaitan dengan: . . susunan atom-atomnya harus dibuat searah. induksi. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). dan mengalirkan arus listrik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 .pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. Agar besi menjadi magnet.Tahap Pembelajaran • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Menginformasikan bahwa hari ini akan dilakukan percobaan membuat magnet dengan cara menggosok. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 2 ini.pembuatan magnet dengan cara induksi. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.pembuatan magnet dengan cara menggosok. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.

Kemagnetan Bumi. • Meminta siswa membaca Buku Siswa.cara menghilangkan sifat kemagnetan. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. antara lain berkaitan dengan: . menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.keberadaan kemagnetan bumi. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 . • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). . • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. apakah suatu magnet. tentang Pengaruh Magnet. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain.Pertemuan 3 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang.

• Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 3 ini. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). • Meminta siswa membaca Buku Siswa. Pertemuan 4 Tahap Pembelajaran Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing.Tahap Pembelajaran Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara menghilangkan sifat kemagnetan dan keberadaan kemagnetan bumi. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 4 dan LKS 5. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. Menanyakan pada siswa. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang Terlaksana Ya Tidak Terlaksana Ya Tidak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 .

H.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). guru mengajukan pertanyaanpertanyaan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada Pertemuan 4 ini. yaitu: .Tahap Pembelajaran dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.1. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 . • Meminta siswa merangkum materi sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dan mempresentasikan jawaban benar dari LKS 7 dan LKS 8. Terlaksana Ya Tidak • • • Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4.

menuliskan data hasil pengamatan.Model :Cooperatif Learning 2. berkomunikasi B.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. Kompetensi Dasar 3. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. 6.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Metode Pembelajaran 1. melakukan inferensi. Melakukan pengamatan. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup.CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran PERTEMUAN 1 A. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1.

3. . air kolam c.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.D. LKS 3.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. botol plastik 2l bekas air mineral b.ahan. meliputi: a.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . . . apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Buku siswa 2.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Langkah-langkah 1.apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahan-bahan yang E.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. .Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 . pasir e. . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Kegiatan Penutup .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut. Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Inti .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain penyaringan. ijuk f. . Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih.guru dapat langsung memberikan bimbingan. . Sumber Belajar 1. kerikil d.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 . Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. . Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. melakukan inferensi. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. .Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. menuliskan data hasil pengamatan.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar . .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. berkomunikasi B.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. . Kegiatan inti . Diskusi D.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Mendiskusikan pemisahan campuran selain penyaringan dan destilasi. yakni kristalisasi.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .PERTEMUAN 2 A.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1.guru dapat langsung memberikan bimbingan.Langkah-langkah 1.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C. Melakukan pengamatan.

meliputi: a. Buku siswa 2.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) .Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . ijuk f. LKS 3. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 .3. Kegiatan inti .Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. pasir e. Sumber Belajar 1. Kegiatan penutup . Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . kerikil d. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2. pisau PERTEMUAN KETIGA A. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. botol plastik 2l bekas air mineral b. Langkah-langkah 1.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. air kolam c. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Tujuan Peserta didik dapat 1.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.

Membinbing siswa melakukan kegiatannya. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. peta konsep. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. garam. Poster dapat berupa diagram alir. Sumber belajar 1. E. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. sehingga kamu mendapatkan air tawar. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan percobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. atau sesuai kreasi anak.Buku Siswa 2. Kegiatan penutup .Peralatan untuk membuat poster F. Penilaian 1.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 .Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Tes unjuk kerja Tes tulis Bentuk Instrumen Lembar Observasi (rating scale) Isian 2.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk membaca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan dengan benar .- - Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. 3.

Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No 1 2 3 4 Aspek Yang Diamati 0 (tidak ada) Melakukan pengamatan Menuliskan data pengamatan Melakukan tafsiran terhadap data Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian Skor 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) nilai = skor yang didapat × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 .

Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. IPS Terpadu. berkomunikasi. menggenarilasisikan. mengelompokan. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. bertanya. berpikir deduktif. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 . Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. Beberapa ini. mengambil keputusan. merumuskan memadukan. menilai. terutama dalam keterampilan berpikir. membedakan. mengukur. membandingkan. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. mengurutkan. menyimpulkan. menganalisis. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. siswa sebagai peserta didik yang aktif. berpikir konvergen.PEMBELAJARAN TERPADU A. keterampilan seperti: berpikir dikembangkan dalam pembelajaran menduga hipotesis. berpikir divergen. melakukan percobaan. berpikir induktif. memperkirakan. menginterpretasikan. merencanakan. dan mengamati.

Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa. dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilanketerampilan yang tumpang tindih (overlap). jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. Integrasi beberapa Mata Pelajaran Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated Lintas Peserta didik immersed networked Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 . pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri.PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL Mata Pelajaran Terpisah RENTANGAN fragmented connected nested DESKRIPSI Tiap Mapel disampaikan terpisah. Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka.

Model-model pembelajaran pembelajaran terpadu berpikir yang dapat digunakan evaluasi dalam kritis. adalah: pemecahan masalah. Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. penyelidikan. Mengembangkan ide. Berpikir Kreatif Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) • • • • 4. Evaluasi Kritis Menentukan kriteria Menyusun alternative pemikiran. 2. Memberikan alas an. Menentukan alternatif pemecahan. Pemecahan Masalah • • • • • • • • • • • Menghimpun fakta-fakta. berpikir kritis. Berpikir Kritis Menjelaskan ide dan pemikiran Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). Merumuskan masalah. berpikir kreatif. alternative pemecahan. Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. pemecahan. Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. argumentasi bagi keputusan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 . Beberapa kegiatan utama dari model-model pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. pemikiran. pengambilan keputusan.

B. peserta didik dengan peserta didik. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. peserta didik/guru dengan nara sumber. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. dan dalam konteks yang lebih bermakna. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga memudahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 . • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. sehingga belajar lebih menyenangkan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. guru dengan peserta didik. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. belajar dalam situasi nyata. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik.

C. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. D. politik. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. filsafat. geografi. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. antropologi. konsep-konsep. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 . serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. ekonomi. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Webbed (tematik) dan Integrated. sejarah. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. Sedangkan kajian tentang sosiologi. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya.pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan.

berlaku umum (universal). metodik. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. dan hukum. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. IPA ended. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. mahluk hidup.peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. bumi antariksa. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. sistematis. dengan ciri: objektif. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. teori. dan penarikan kesimpulan. pengukuran. prinsip. evaluasi. dan tentatif. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. • produk: berupa fakta. universal. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. Merujuk pada pengertian IPA itu. fenomena alam. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. biologi. bersifat open Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 . perancangan eksperimen atau percobaan. meliputi mata pelajaran fisika.

sarana. lingkungan belajar. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. menghafalkan konsep. sikap. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. teori dan hukum. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 . memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. pada domain kognitif yang Peserta didik hanya mempelajari IPA terendah. Kecenderungan pembelajaran IPA kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA pada masa sebagai produk. Akibatnya IPA sebagai proses. metode ilmiah. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran.Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. serta bersikap ilmiah. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. kritis. Dalam kenyataan. Namun demikian. bekerja sama dalam kelompok. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Oleh karena itu. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. kreatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 . Melalui pembelajaran IPA terpadu. mampu berpikir logis. energi dan perubahannya. karena dianggap sukar. makhluk hidup dan proses kehidupan. keterbatasan kemampuan peserta didik. materi dan sifatnya. serta bumi dan alam semesta. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. disesuaikan dengan lingkungan setempat. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. terutama teknologi informasi dan komunikasi. dan efektif. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. kreatif. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA.Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. efisien. serta dapat berargumentasi secara benar.

pengamatan. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. mencari jawaban. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. memahami jawaban. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. menyusun hipotesa. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. “mengapa”. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. prediksi. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi.2. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. dan eksperimen. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 . memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati.

Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. tekun. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. menyusun hipotesis. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. terbuka. ulet. tidak percaya tahyul. menerapkan ide pada situasi baru. memperhatikan keselamatan kerja. menggolongkan. mengajukan pertanyaan. dan bekerja sama dengan orang lain. dan sebagainya. dan menganalisis data. mengukur. lisan. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. peduli terhadap lingkungan. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). yaitu dengan gambar. disiplin.metode ilmiah. sabar. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. mengolah. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 . jujur. tulisan. mengklasifikasikan. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. kritis. cermat. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika.

karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 . dan biologi. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. a. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. Atas dasar itu. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. biologi. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. kimia. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alatalat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah.sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. 3. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. serta membosankan bagi peserta didik. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisahpisah dalam fisika. Lagi pula. kimia. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun.

Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. utuh. menyerap. Guru dituntut memiliki kecermatan. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. teratur. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 . dinamis. dan sarana. menyeluruh. sistemik. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. tenaga.memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. Dalam hal ini. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan analitik. c. menyeluruh. b. menerima. kemampuan analitik.

dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. kimia. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 . Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. 4. kompetensi dasar. dan astronomi. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi.dapat diajarkan sekaligus. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. geologi.236). Di samping itu. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. fisika. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat.

peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya.teknologi-masyarakat. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkungan. c. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. b. kolaborasi. ‘membaca’. guru. dan berinteraksi dengan teman.Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. Oleh karena itu. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. Pada umumnya insekta bersayap. e. ‘berbicara’. dan dunia nyata. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. namun ada pula yang tak bersayap. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. berdisiplin. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. dan mandiri. d. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 . Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat.

memahami rantai makanan. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah.di dalam air. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. di pohon. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta.dan ada pula yang tidak. dan masih banyak lagi peranan insekta. dan penyebab timbulnya ledakan hama. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 . merebaknya penyakit demam berdarah. sebagai penyerbuk tanaman. Dengan insekta sebagai tema sentral. dan sebagai hewan terbang. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. sebagai hama tanaman. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. malaria. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. Misalnya. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. namun dapat dicoba. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 . namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta.1. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik.Proyek:Koleksi insekta Mencari informasi dari buku yang relevan Kunjungan ke tempat pemeliharaan lebah dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi insekta INSEKTA seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Menyelidiki siklus hidup berbagai insekta Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk Mempelajari istilah tentang bagian tubuh insekta Menyelidiki pengaruh perubahan lingkungan thd populasi serangga vektor penularan penyakit Menyelidiki habitat serangga dalam ekosistem Gambar 2.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dipadukan Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 .5. kebutuhan. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. dan kemampuan). bakat. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.

2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. antarsemester pada kelas yang sama.3 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia KD MP Biologi 5. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu. Tema Kerja Ilmiah Waktu 20 x 40’ 3. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan. 2. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika 1.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6.1 Mendeskripsik an besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya KD MP Kimia 2.1 Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a-biotik. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama.Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Penjernih an Air 20 x 40’ Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 . Contoh lihat lampiran. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar.

Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. b. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. Contoh lihat lampiran. HIV/AIDS. Contoh lihat lampiran. misalnya penyakit demam berdarah. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. kegiatan inti. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Contoh lihat lampiran. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Contoh lihat lampiran.Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. dan lainnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 . dan kegiatan penutup/tindak lanjut. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Contoh lihat lampiran.

Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: • • • • menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 . mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. memberikan acuan topik yang akan dibahas. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu.

di antaranya adalah sebagai berikut ini. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 . Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah.

menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. membaca materi pelajaran tertentu. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. a) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. kelompok. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. menyimpulkan materi yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 . melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. dan perorangan. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini.

Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar. serta alat evaluasi yang digunakan. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 . jenis dan bentuk penilaian. keterampilan. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional.c. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak.

Tes tertulis/ objektif Pilihan ganda Benar salah Menjodohkan Isian singkat Isian panjang Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 . Tes tertutup/ terbatas/ terstruktur Bebas terbuka • • • • • • • b. dan nilai Tes Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan • • • • • • • • Skala sikap Daftar periksa Kuesioner Catatan anekdot Portofolio Catatan sekolah Jurnal Cuplikan kerja Tes tertulis/ uraian a.PENILAIAN Non tes Pengetahuan. keterampilan. sikap.

Berikut ini adalah contoh penilaian LINGKUNGAN SEKITAR KITA untuk tema/topik tentang TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Prosedur Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem Mengidentifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama dalam biosfer Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan dan menjelaskan peranan masingmasing tingkat trofik Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan Memperkirakan hubungan antara populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan pangan Tes awal Dapat dilakukan dapat pula tidak tergantung kondisi Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Pilihan ganda Laporan dan isian hasil pengamatan Instrumen Soal pilihan ganda yang berkaitan dengan pemahaman awal peserta didik mengenai tema Penugasan Nontes Lembar penilaian laporan Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Praktikum 1. Nontes Tes perbuatan Laporan praktikum Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 . 2.

dan tanah dalam kaitannya dengan kegiatan manusia Mengemukakan contoh langkahlangkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Penugasan Nontes Karya tulis Lembar penilaian karya tulis Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 . udara.KD Indikator Prosedur Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Instrumen Mengaplikasik an peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh pencemaran air.

KD Indikator Prosedur Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Mengelompokkan bahan kimia dari kemasan yang digunakan sebagai pemutih. pengharum. pembersih. dan pembasmi serangga Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Praktikum Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Tes perbuatan Instrumen Lembar penilaian laporan Lembar penilaian kinerja Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya. dan pembasmi serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. pengharum. pembersih. prinsip "usaha dan energi" serta penerapan-nya dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan bentuk energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari Penugasan Nontes Laporan hasil pengamatan Lembar penilaian laporan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 .

Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. afektik. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah.KD Indikator Prosedur Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan litosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalah-an lingkungan Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi berkaitan dengan masalah lingkungan Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya terhadap masalah lingkungan Menjelaskan pengaruh prosesproses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Penugasan Sistem penilaian Jenis dan Jenis tagihan bentuk Nontes Laporan Instrumen Lembar penilaian Tes akhir Soal Pilihan ganda Kunci jawaban dan cara penilaian Soal uraian singkat Berdasarkan contoh itu. Penilaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 . maupun psikomotor. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. misalnya merupakan hasil pengamatan di luar kelas. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. baik tes maupun nontes.

Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. penggunaan media. Bila di sekolah. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . biologi. 6. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 . Guru Dalam pelaksanaannya. dan strategi mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. kimia. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. maka dalam penyusunan silabus. a. biologi. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. kimia.untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. perencanaan pembelajaran. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. dan materi. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. indikator. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini.

Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. mulai dari silabus.agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. pembelajaran terpadu juga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 . • Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. atau bersama-sama. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Selain meningkatkan kerja sama. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Oleh karena itu. • Penguasaan bahan ajar. • Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. • Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. • Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Bila hal ini dapat dilaksanakan. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA.

suatu bahan ajar dapat dibahas dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 .meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. c. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. b. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Dalam pembelajaran terpadu. Peserta didik Bagi peserta didik. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Secara teknis.

e. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang.akan lebih terbuka. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. d. Salah satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 . Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran.

sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 . • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. peserta didik dengan peserta didik. peserta didik/guru dengan narasumber. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. belajar dalam situasi nyata. sehingga belajar lebih menyenangkan. Perlu disadari. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. dan Biologi. Kimia. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Kimia. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. guru dengan peserta didik.Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut.

dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Bila kondisi ini tidak dimiliki. keterampilan metodologis yang handal. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. dan mempermudah pengembangan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 . Semua ini akan menunjang. memiliki kreativitas tinggi. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. c. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. memperkaya. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas.bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. a. Tanpa kondisi ini. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. Secara akademik. Hal ini terjadi karena model pembelajaran (mengurai). oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. rasa percaya diri yang tinggi. terpadu menekankan asosiatif pada kemampuan analitik kemampuan (menghubung-hubungkan). guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. b. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). mungkin juga fasilitas internet. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”.

maka guru substansi berkecenderungan gabungan menekankan sesuai atau dengan mengutamakan tersebut pemahaman. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. e. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). selera. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Dalam kaitan ini. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes.wawasan. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Dengan kata lain. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 . d. metode. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. f. Bila sarana ini tidak dipenuhi.

Geografi. sejarah. geografi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. ekspresi-ekspresi dan spiritual. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. politik. organisasi politik. dan psikologi sosial. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. kepercayaan. sejarah. hukum. ekonomi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah.Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. dan budaya). PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. ekonomi. dan budaya. sejarah. aktivitasaktivitas ekonomi. teknologi. filsafat. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. geografi. politik. politik. E. hukum. geografi. ekonomi. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. struktur sosial. antropologi. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 . PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. sejarah.

filsafat. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. sejarah. politik. 1980. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi Sosiologi Psikologi Sosial Filsafat Antropologi 2. proses interaksi dan kontrol sosial. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. ekonomi. antropologi. meliputi bahan kajian: sosiologi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial. geografi. institusi. kelompok. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).seperti konsep peran. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). psikologi sosial.20) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 .

hukum dan politik. sosiologi. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. 2001). yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. sejarah. kekuasaan. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. hukum dan politik. struktur.Dalam implementasinya. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. bahkan juga bidang humaniora. kewilayahan. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. kewarganegaraan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 . • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. 1981). keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. sosiologi. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. ekonomi. sejarah. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. ekonomi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 . dan yang akan datang Berpikir kronologis. 2004 3. Sosiologi/Antropologi Contoh Kompetensi Dasar yang dikembangkan Alternatif penyajian dalam mata pelajaran Geografi Sumber: Sardiman. prospektif. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. 1998). • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. masa lalu. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam kehidupan manusia Area dan substansi pembelajaran Ruang Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Adaptasi spasial dan eksploratif Waktu Alam dan kehidupan yang selalu berproses. saat ini. antisipatif Sejarah Nilai/Norma Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu Ekonomi. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala programprogram pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat.

menyimpan. serta mampu membuat analisis yang kritis. 1996:3). Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. menggali. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat.• Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 . 4. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. Dengan demikian.

Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. diperluas. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. a. contohnya banjir. dalam hal ini. IPTEK. misalnya ‘pariwisata’. dan permasalahan yang berkembang. peristiwa. kemudian dilengkapi. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 . Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. modernisasi. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Secara sosiologis. dibahas.Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. pemukiman kumuh. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. Pengembangan pembelajaran terpadu. Selanjutnya. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. mobilitas sosial. potensi pariwisata.

Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. kondisi fisik daerah objek wisata Sejarah perkembangan daerah wisata Sejarah Geografi PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi masyarakat Pengaruh terhadap perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Sosiologi Politik Ekonomi Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. historis kronologis dan kausalitas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 . Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. sebagai contoh.melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. Persebaran. sosial/antropologis. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”.

Pemukiman Kumuh ditinjau dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Faktor Ekonomi Perilaku terhadap aturan Faktor historis Gambar 4. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 . Faktor sosial.Keadaan Alam • Potensi objek wisata Sosiologis/ antropologis BALI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA • Memupuk aspirasi terhadap kesenian Keadaan Politik • Keamanan dan stabilitas daerah Ekonomi • Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. dan budaya. sosial. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. Pada pembelajaran terpadu. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma.

bakat. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. kebutuhan. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. dan kemampuan). Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . • Pemetaan Kompetensi Dasar • Penentuan Topik/tema • Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema • Pengembangan Silabus • Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini.5.

• Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 . melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran.Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. • • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan.

produksi.1 Menggunakan peta. serta peninggalanpeningalannya 5.1 Mendeskripsikan interkasi sebagai proses sosial. penggunaan lahan.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Semester 2 4. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Kegiatan Ekonomi Penduduk 2 Semester 2 2. dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha. Geografi Semester 2 6. produksi dan distribusi barang/jasa. kebudayaan. Sosiologi Semester 1 2. Semester 2 6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Ekonomi Semester 2 6. 1.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. dan distribusi barang/jasa.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.4 Menguraikan proses interaksi sosial Semester 1 3. kebudayaan. serta peninggalanpeningalannya Pemanfaatan Peta Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 . Sejarah Semester 2 5.Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. Semester 1 5. kebudayaan. Kelangkaan Sumber Daya 3. Semester 2 4. kebudayaan. serta peninggalanpeninggalannya Semester 2 5. penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. 2.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 6.

1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk. Geografi Semester 1 1. Sejarah Semester 1 2. dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. Semester 2 7.2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. Sosiologi Semester 2 6. 1.No. Tema Globalisasi 2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Semester 2 6.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat. 3. Semester 1 1. identitas Indonesia.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Ekonomi Semester 1 4. serta peran pemerintah dalam upaya penanggulangannya.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Otonomi Daerah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 . Peran Indonesia dalam Pergaulan Antarbangsa Semester 1 2.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 1 6. Semester 1 1. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Tema Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat Semester 2 7.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. kebudayaan.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi.2 Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 5.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk.

1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. 1.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas 2.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. Sosiologi Semester 1 3.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Sejarah Tema 4.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Semester 2 4. Geografi Sosiologi Ekonomi 7. Geografi Semester 2 5.No. Semester 2 1.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Pengembangan Pariwisata Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 .3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan. Semester 2 6.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.1 Menginterpretasikan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.1Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat 3. Sejarah Semester 2 7.1Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Pelestarian Lingkungan Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No.

3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Semester 2 7. Semester 2 5.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Sosiologi Semester 2 7. Semester 2 7. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. 2 Geografi Semester 2 5.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Sejarah Semester 2 7. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antar negara terhadap perekonomian Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema.2 Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Tema Modernisasi 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 .2Menguraikan perkembangan lembagalembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional Semester 2 7. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.3 Menguraikan perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global Ekonomi Semester 2 7.No.4 Mendeskripsikan kerjasama antar negara di bidang ekonomi Kerjasama Internasional 7.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsurunsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara Semester 1 1. dalam pembelajaran IPS Terpadu. • Topik. Dengan demikian.

Geografi Semester 2 6. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. serta peninggalanpeninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 . Contohnya. dan pemanfaatan peta. Sejarah Semester 2 5. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No 1. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Ekonomi Semester 2 6. Penyakit Folio. Pertumbuhan Industri. kebudayaan. penggunaan lahan. Penyakit Busung Lapar. dan distribusi barang/jasa. Pemberlakuan Otonomi Daerah. produksi. • Dalam menentukan topik. contohnya. kelangkaan sumber daya alam.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.• Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. Sosiologi Semester 1 2.

1 Menginterpretasi-kan peta tentang bentuk dan pola muka bumi.2 Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan Ekonomi Semester 1 7.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial 6. Sosiologi Semester 1 3.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat. Geografi Semester 2 5.1 Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No 1.1 Mendeskripsi-kan perubahan sosialbudaya pada masyarakat 3.2 Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat 6. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 . maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah di Indonesia. Sejarah Semester 2 7. Sosiologi Semester 2 6. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No 1. Geografi Semester 2 1. Kelas IX SMP.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Ekonomi Semester 2 4.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Sejarah 2.

dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. nonpertanian). Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. dan distribusi barang/jasa. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 . Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. • Menguraikan kegiatan produksi barang dan jasa. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. pengunaan lahan. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. produksi.

dan Ekonomi). Geografi. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. standar penilaian. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 . Indikator.Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. serta peninggalanpeninggalannya. Kompetensi Dasar. alokasi waktu. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. Pengalaman belajar. standar proses. kebudayaan. dan penilaian. Sejarah. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran.

b. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 .prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). bahan ajar. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. peserta didik. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masing-masing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru.

Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. sistematis. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic).PEMBELAJARAN TEMATIK A. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 . perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. serta kemampuan bekerjasama. mengelola. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. dan tiga berada pada rentangan usia dini. dan kreatif. EQ. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. dua. kritis. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. Saat ini. analitis.

yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. Ilmu Pengetahuan Sosial. Sementara itu. dan kompetitif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 .Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran.memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. baik secara lisan maupun tulis. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Seni Budaya dan Keterampilan. Bahasa Indonesia. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. sistematis. Ilmu Pengetahuan Alam. kritis. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. tidak pasti. serta kemampuan bekerjasama. serta Pendidikan Jasmani. analitis. Matematika. memperhalus budi pekerti. Pendidikan Kewarganegaraan. serta kematangan emosional dan sosial. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. dan kreatif.

model.hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. KERANGKA BERPIKIR 1. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. B. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 . dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Selain itu. perbedaan pendekatan. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. dua. Oleh karena itu. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik.

Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 . Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. meningkatnya perbendaharaan kata. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. senang berbicara. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. berminat terhadap angka dan tulisan. mengelompokkan obyek. Menurutnya. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. dan mandiri. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. mempunyai sahabat.sepeda roda dua. 2. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Selain itu. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). telah dapat mengontrol emosi. telah mampu berbagi.

Berdasarkan hal tersebut. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. panjang. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. lebar. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. dan berat. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. volume zat cair. dan diotak atik. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret.pengetahuan baru menjadi seimbang. (2) Mulai berpikir secara operasional. luas. dan (5) Memahami konsep substansi. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. didengar. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 . dibaui. diraba. prinsip ilmiah sederhana. yaitu: a.

3. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. lebih faktual. b. c. mereka belum mampu memilahmilah konsep dari berbagai disiplin ilmu. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. keadaan yang alami. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 . dan kepandaian. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. kebiasaan. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. sikap. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi .dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. sehingga lebih nyata. Sehubungan dengan hal tersebut. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. lebih bermakna. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. keterkaitan antar materi. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual.

C. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Dengan demikian. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspekaspek. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. karakteristik cara anak belajar. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. Dengan kata lain. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. informasi atau situasi baru dengan komponenkomponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. konsep-konsep. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 .Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.

gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan antaranya: 1. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, 2. Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama; 3. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; 5. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas; 6. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain; 7. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. memberikan banyak keuntungan, di

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

116

Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa, karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

117

dihilangkan, 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecahpecah. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

D. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek,

fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Aliran humanisme

melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

118

hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 .Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. minat. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Berpusat pada siswa 2. E. UU No. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b).

siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. 5.berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 13.Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. Memberikan pengalaman langsung 4. Bersifat fleksibel 10. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. 9. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . 11. 7. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Dengan demikian.Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Dengan pengalaman langsung ini. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 3. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8.

6. terhadap sarana-prasarana. G. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 . minat. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. 4. menarik. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. dan pemilihan metode pembelajaran. menyenangkan dan utuh. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. jangan dipaksakan untuk dipadukan. sumber belajar media. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. 5. terhadap siswa. pasangan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. lingkungan. pengaturan ruangan. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru.F. menulis. RAMBU-RAMBU 1. dan daerah setempat. kelompok kecil ataupun klasikal.

maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana.• Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. mengadakan penelitian sederhana. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 . dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Oleh karena itu. prasarana. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. • Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari.

demonstrasi. bercakap-cakap. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. tanya jawab.• Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. bermain peran. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 . H. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Misalnya percobaan. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. 1. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. pengembangan jaringan tema. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik.

guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. sebagai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan.a. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. untuk menentukan tema tersebut. Cara kedua. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran.

kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. indikator. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. kebutuhan. kompetensi dasar.• Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema siswa. alat/sumber. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. 4. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. disesuaikan termasuk dengan usia dan dan perkembangan kemampuannya minat. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 . pengalaman belajar. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. b. 2. dan penilaian. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. 3.

1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). 10) Sumber belajar. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). 7) 8) Alokasi waktu Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 . kelas. inti dan penutup). semester. 2) 3) 4) 5) 6) Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator pencapaian kompetensi Tujuan pembelajaran Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator.

I. TAHAP PELAKSANAAN 1. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. kelompok kecil. dan kegiatan penutup. ataupun perorangan. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. c. kegiatan inti. kegiatan fisik/jasmani. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 . tulis dan hitung. dan menyanyi b.

menyanyi. pesan-pesan moral. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Kegiatan pembukaan Kegiatan inti Jenis kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil mengikluti irama musik menari Kegiatan penutup • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Kegiatan pembukaan Jenis kegiatan Waktu berkumpul (anak m. musik/apresiasi musik.dilakukan. membacakan cerita dari buku. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) • • • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. mendongeng. pantomim.enceritakan pengalkaman. menggambar hewan hasil pengamatan Mendongeng Pesan-pesan moral Musik/menyanyi Kegiatan inti Kegiatan penutup • • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 . misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi.

45 8. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. II Waktu 7.108.00 9. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I.Ind. Agama Mulok B. Penjaskes Matematika B. Penjaskes IPA Matematika B.10 8.009.10 Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu IPA Matematika B.35 9. Matematika B. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama.358. Ind.3510. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.ind Matematika IPS KTK P.2.35 7.Ind. Matematika KTK P.459.Ind Matematika IPS KTK Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 .Ind. Ind.007. Matematika B.Agama MULOK Istirahat B.

maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 . lisan. dan porto folio. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal.J. 2. ejaan kata. Prinsip a. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. atau perbuatan. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. b. d. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. e. Oleh karena itu. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masingmasing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. c. catatan harian perkembangan siswa. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Kemampuan membaca. Tes mencakup: tertulis. maupun angka. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio.

bantu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 . khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. B. kata atau angka. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. melainkan sudah terpisahpisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. Jean. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi C. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Ilmu Pengetahuan Alam 3. Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial • • • Tes Lisan Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan.

Matematika. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 . Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Olahraga dan kesehatan. Seni Budaya dan Keterampilan. yaitu: Bahasa Indonesia. dan Pendidikan Jasmani. Ilmu Pengetahuan Alam.Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar.

Tesis-S-2 Program Studi Pengembangan Kurikulum. 2000. Direktorat Pembinaan SMA. Joyce Bruce. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Oemar. S. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 . Bandung: Sinar Baru. Et al. Bahan Sosialisasi KTSP. Strategi Pembelajaran. 2005. Nana. 2006. 2009. Jakarta: Bumi Aksara. Direktorat Tenaga Kependidikan. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. Depdiknas. 1990. Wina. Sanjaya. Models of Teaching. 2003. Sudjana.DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 2008. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Jakarta. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. 1997. Bandung: Tarsito Ibrahim R. Hamalik. Jakarta. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Depdiknas. 1989. Tita. Jakarta: Rineka Cipta. Allyn & Bacon: London Lestari. Nana. Syaodih S Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Direktorat Pembinaan SMP. Jakarta. Bandung: Sinar Baru. Perencanaan Pengajaran. Nasution. 6th Ed. Jakarta: Media Prenada Sudjana. 2009.

Martinis. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Uno. Kesuma Karya. 2006. 2006. Jakarta: Gaung Persada Press. Hamzah. andung. B. Perencanaan Pembelajaran. Yamin. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 .Syaodih. Nana. 2004. Jakarta: Bumi Aksara. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi.

LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 .

• ombak. kendaraan. • BERBICARA • Memperkenalkan diri sendiri dengan kalimat sederhana dan bahasa yang santun Menyebutkan nama • orangtua dan saudara kandung tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 .Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI DASAR MENDENGARKAN Membedakan bunyi bahasa Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA INDIKATOR • KEGIATAN BELAJAR Menirukan bunyi suara burung Bermain peran menjadi berbagai kendaraan Menirukan suara ombak SARANA/SUMBER Kaset dan tape PENILAIAN Pengamatan • Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung. dan lain-lain.

Menanyakan data • diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas •

tanya jawab tentang nama orang tuanya dan saudara kandungnya (berpasangan) melakukan permainan menanyakan data diri temannya melakukan permainan menanyakan data diri bercerita tentang data dirinya Menjiplak kartu kata Menjiplah bentuk-bentuk gambar Menjiplak bentuk-bentuk geometri • • • Kartu kata Kartu bentuk gambar Kartu bentuk geometri

Menyebutkan data • diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat • sederhana Menjiplak berbagai • bentuk gambat, lingkaran, dan • bentuk huruf •

MENULIS Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

142

MATEMATIKA

Membilang banyak benda

Membilang atau menghitung secara urut

• •

Membilang benda-benda di kelas Membilang sambil Memantulkan bola Mengamati lalu menyebutkan nama benda yang dilihatnya Praktek langsung mengambil dua kumpulan benda lalu dihitung

Bola

Menyebutkan banyak benda

Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari

Batu-batuan

Menentukan waktu (pagi, siang, malam, hari dan jam (bulat)

Bercerita tentnag pengalamannya

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

143

IPS

Menguindentifikasi identitas diri,keluarga, dan kerabat

• Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan •

Menyebutkan nama lengkapnya Menyebutkan alamat rumahnya Menggambarkan tubuhnya lalu menyebutkan nama bagianbagian tubuhnya dan kegunaannya Praktek pengelompokkan Batu, daun, biji salak

Menyebutkan • alamat tempat tinggal Menyebutkan nama bagianMenyebutkan kegunaan bagianbagian tubuh • •

IPA

Makhluk Hidup dan Proses kehidupannya Mengenal bagianbagian tubuh dan kegunaannya Mengindetifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatannya

• •

Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. Menunjukkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Praktek langsung mengamati lingkungan dan menyebutkan sebanyakbanyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah

144

berlari dan melompat. OLAHRAGA DAN KESEHATAN Mempraktikkan • gerak dasar jalan. bintik dsb • Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari. • kejujuran. • Praktek langsung Menerapkan konsep arah dalam berjalan. • kerjasama. berlari dan melompat. bidang. lari dan loncat dalam permainan sederhana.PENDIDIKAN JASMANI. warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 . Praktek langsung berjalan dengan pola Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah • SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Mengamati lingkungan lalu menyebutkan benda-benda yang dilihatnya Mengamati lingkungan lalu mengelompokka n benda berdasarkan garis. toleransi dan percaya diri SENI RUPA Mengidentifikasi unsur rupa pada benda di alam sekitar • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. serta nilai sportivitas.

SENI MUSIK Mengidentifikasi unsur/elemen musik dari berbagai sumber bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI Mengidentifikasi fungsi tubuh dalam melaksanaan gerak di tempat PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN • Bertepuk tangan dengan pola • Bermain tepuk tangan dengan berbagai pola yang dicontohkan • Bergerak bebas sesuai irama musik • Mendengarkan musik dan bergerak bebas mengikuti irama • Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. Meyebutkan agamaagama yang ada di Indonesia • Menyebutkan jenis kelamin teman sebangkunya Menyebutkan agama yang dikenalnya • • Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 .

SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI KEGIATAN A. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 . dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna.Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS TEMA MINGGU/HARI ALOKASI WAKTU : I : LINGKUNGAN : I/Senin : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. berlari dan melompat. lingkaran.

perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 .Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. siang hari dan malam hari • B. • • • Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful