Apakah Pelumas itu??

Pelumas adalah cairan atau padatan yang terbuat dari campur base oil (bahan dasar pelumas) dan additive Additive oil adalah zat tambahan yang digunakan untuk menambah performance dari base oil menjadi lebih baik dalam penggunaan di beberapa aplikasi. Base oil yang banyak digunakan umumnya berasal dari minyak bumi (dihasilkan dari proses destilasi minyak mentah di kilang). Sedangkan base oil yang tidak berasal dari minyak bumi dihasilkan dari proses reaksi kimia di pabrik atau dihasilkan dari minyak nabati yang biasanya disebut dengan Pelumas Sintetik. Pelumas yang menggunakan base oil dari minyak bumi, sering disebut dengan Pelumas Mineral.

Bahan dasar dari pelumas itu sendiri apa yah??
Pada dasarnya pelumas dapat terbuat dari: a. Bahan Organik, misalnya:

Hewani

Sapi

Babi

Lumba-lumba

Minyak hewani diperoleh dengan cara merebus atau memeras tulang belulang atau lemak dari hewan tersebut di atas. Minyak hewan yang terpenting untuk keperluan teknik ialah minyak tulang dan ikan. Minyak hewan dan minyak tumbuh-tumbuhan keduanya memiliki daya lumas yang baik, Oleh sebab itu minyak hewan dan tumbuhan sangat baik untuk melumasi mesin.

Ester Fluor Pelumas Sintetis Silikon Klor Glikol . Bahan Hasil Tambang Bahan yang lazim digunakan saat ini adalah fraksi pelumas yang berasal dari pengolahan minyak bumi. Bahan Sintetik Bahan sintetik adalah bahan kimia yang bukan hasil langsung pengolahan minyak bumi. Cara menyuling Pelumas c.Tumbuhan Buah Jarak Kelapa Sawit b. Bahan ini merupakan hasil rekayasa ahli kimia dan ahli pelumas didalam pembuatan minyak pelumas. biasanya disebut minyak mineral.

Jenis-jenis Pelumas: Pada dasarnya pelumas terbagi menjadi tiga jenis yaitu: a. serta daya tahan terhadap beban kejut pada bantalan. permukaan logam yang terlumasi akan mengurangi besar tenaga yang diperlukan akibat terserap gesekan dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan akan berkurang. akan terjadi peristiwa pergesekan antara logam. Sebagai peredam hentakan terutama pada roda gigi. daya lumas tidak berubah Mempunyai sifat menahan benturan yang besar Mempunyai sifat anti korosi dan oksidasi Berdasarkan sifat-sifat tersebut. Pelumas semi-solid Penambahan additive seperti sabun yang dicampur dengan pelumas mineral dapat menghasilkan gemuk. gemuk pelumas dapat digunakan untuk melumasi bagianbagian yang tidak dapat dilumasi oleh pleumas cair (oli). antara lain. Aluminium. dan adapula yang bahan dasarnya sintetik. Sifat-sifat khusus gemuk. perapat (efek seal). pembersih. Dan untuk mencegah atau mengurangi keausan yang lebih parah maka saat itulah pelumas diperlukan. Selain untuk mencegah keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara permukaan logam yang satu dengan permukaan logam yang lain secara terus menerus. Keadaan dimana logam melepaskan partikel disebut dengan aus. Sodium.Lalu Apa Fungsi Pelumas itu sendiri?? Pada berbagai jenis mesin dan peralatan yang sedang bergerak. Calcium. Oleh karena itu akan terjadi peristiwa pelepasan partikel-partikel dari pergesekan tersebut. pelindung terhadap karat.. sehingga dapat melindungi dari pengaruh udara lembab dan air. Gemuk pelumas memiliki daya lekat yang baik pada permukaan logam. Jenis-jenis sabun tersebut ada beberapa macam. dan meskipun ada molekul-molekul air. fungsi yang lain adalah sebagai pendingin. Membentuk lapisan (oil film) di dalam komponen mesin. Menyekat kotoran-kotoran yang masuk atau keluar Tidak terpengaruh oleh temperature Sukar mengalir dan menguap Mencegah masuknya air. Pelumas cair (oli) b. terutama pada bantalan-bantalan yang bergerak juga merupakan fungsi pelumas. seperti: Bagian yang mudah terkena debu dan air . antara lain: Lithium.

CH-4.c. SG. Bagian yang tidak rapat Bagian yang mempunyai tekanan tinggi Bagian yang sukar dicapai Pelumas Gas Pelumas gas memenuhi syarat sebagai pelumas pada 100. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA. Dalam memilih pelumas ada dua hal yang harus diperhatikan dengan seksama yaitu. SF. SC. Dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan persyaratan mesin yang telah ditentukan oleh pembuat mesin. Karena itu Anda perlu mengenali mesin dan mengetahui pelumas dengan spesifikasi seperti apa yang harus Anda gunakan. SE. yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin. Karena itu ada pelumas yang dirancang khusus untuk mesin bensin. SJ. Tetapi ada juga pelumas yang dapat digunakan untuk keduanya. dan CI-4 (untuk mesin diesel) pelumas yang memenuhi standar . Digunakan pada penerapan energi nuklir. Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service) dan Tingkat Kekentalan Pelumas (SAE). Karenanya tak jarang dari banyak pengguna pelumas yang masih bingung dalam memilih pelumas yang sesuai dengan kebutuhan mesinnya. Sayangnya. CF-4. SH.00 rpm atau lebih dan dimana poros harus berputar di tempat yang tidak mungkin dihampiri. American Petroleum Intitute adalah sebuah lembaga resmi Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia. untuk mesin bensin sekaligus mesin diesel. SB. CB. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. CE. tak semua dari pengguna pelumas memahami dasar penggunaan pelumas. baik otomotif maupun industry. Klasifikasi Mutu Pelumas (API) Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. SD. berarti pelumas tersebut dapat digunakan untuk mesin bensin (dengan spesifikasi SG) dan mesin diesel (dengan spesifikasi CD). Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah mesin. dan SL (untuk mesin bensin) dan CA. Pelumas yang pada spesifikasinya tercantum kode ganda misalnya SG/CD. Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Biasanya pemilik kendaraan hanya menyerahkan semua urusan penggantian pelumas kepada mekanik di bengkel. Mesin-mesin berbahan bakar solar seperti truk atau angkutan umum berbeda kebutuhannya dengan mobil yang berbahan bakar bensin. Penyebutan kode SG terlebih dahulu menyatakan bahwa pelumas tersebut lebih diutamakan untuk mesin bensin. dan adapula yang dirancang khusus untuk mesin diesel. Lalu bagaimana sebenarnya cara memilih pelumas yang baik untuk mesin?? Minyak pelumas terdiri dari berbagai jenis. Pemilihan dan pengguanaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin. Bagaimana memilih Pelumas yang baik?? Saat ini banyak sekali jenis dan merek pelumas yang beredar dipasaran. CF. masing-masing pelumas yang ada menawarkan kelebihan. CD. CC.

Contohnya pelumas SAE 20W-50.mutu ditandai dengan pencantuman kata “API Service”. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relative luas atau lebar.Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade) Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-40. demikian seterusnya. sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperature. yang berlaku juga untuk mesin diesel. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50. Semoga pengetahuan yang Author dapatkan bisa bermanfaat bagi siapa saja yang membaca. SAE 30. SAE 40. setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH. Jadi apakah Anda sudah dapat mengetahui jenis spesifikasi pelumas seperti apa yang baik untuk kendaraan Anda? Cermatlah memilih pelumas untuk kendaraan Anda. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas Multi grade. . maka hal itu akan menambah umur kendaraan Anda. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperature. Oleh pembuat mesin. dll. Jika standar API digunakan untuk mengukur standar mutu pelumas. SAE 20W-50. Dibanding dengan pelumas mono grade. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin. SAE 90.. Tingkat Kekentalan Untuk mengurangi gesekan dan keausan. Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Contoh: Penzoil GT Perforance Plus. pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Tetapi sangat tidak disarankan menggunakan pelumas dengan klasifikasi lebih rendah dari yang ditentukan karena akan berakibat kurang baik pada mesin. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas... . Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu. maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar SAE – Society of American Engineers. Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu: . Jika kekentalan pelumas rendah. panas tidak cair”. dibutuhkan “lapisan” di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Wassalam.Pelumas denga kekentalan tunggal (mono grade) Mono grade ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10. maka pelumas ini relative cocok dipakai untuk semua mesin. maka pelumas multi grade bisa disebut “dingin tidak beku. Huruf W pada SAE 20W-50 menunukkan bahwa bila peluas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin). API Service SJ. Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service CF-4. maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis.dll. yang tercantum dalam buku manual. diikuti dengan klasifikasinya. Jika kekentalan pelumas tinggi. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. tidak jadi masalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.