P. 1
AIR SADAH

AIR SADAH

5.0

|Views: 520|Likes:
Published by Fitri Bintankz
air sadah dapat menghabiskan deterjen yang banyak
air sadah dapat menghabiskan deterjen yang banyak

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Fitri Bintankz on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2015

pdf

text

original

DI SUSUN OLEH

:
APRILIA FITRI N BELINDA RATNAWATI BUDI WIRATMAKA FITRI MARYANI HANDINI CITRASWARI NEO HUSEIN NIDDAL WINARNI KRITIANTI

 Pada air yang memiliki kadar kesadahan rendah, air

akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Hal sebaliknya terjadi pada air yang memiliki kadar kesadahan tinggi. Air dengan kesadahan tinggi sulit, bahkan tidak akan dapat membentuk busa jika ia dicampur dengan sabun. Selain itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam kaitannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH.  Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ionion Ca2+ dan Mg2+, juga oleh Mn2+, Fe2+ dan semua kation yang bermuatan dua.

Kesadahan air digolongkan menjadi dua : 1. Kesadahan tetap Kesadahan tetap bersifat menetap dan sulit untuk dikembalikan ke kondisi awalnya dan disebabkan

oleh adanya kalsium atau magnesium sulfat yang
proses pelunakannya melalui proses kapur-soda abu, proses zeolit dan proses resin organik.

2. Kesadahan sementara Kesadahan sementara bersifat sementara dan kesadahan sementara disebabkan oleh adanya ion-ion kalsium dan bikarbonat dalam air. Kesadahan

sementara dapat dihilangkan dengan jalan
mendidihkan air tersebut karena terjadi reaksi : Ca2+ + 2 HCO3-(aq) → CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l).

 Kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu:

Kesadahan umum (“general hardness” atau GH). 2. Kesadahan karbonat (“carbonate hardness” atau KH).
1.

Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai kesadahan total atau total hardness.

 Berikut adalah kriteria selang kesadahan yang biasa

dipakai:
1.

0 – 4 dH, 0 – 70 ppm : sangat rendah (sangat lunak)

2.
3. 4. 5. 6.

4 – 8 dH, 70 – 140 ppm : rendah (lunak)
8 – 12 dH, 140 – 210 ppm : sedang 12 – 18 dH, 210 – 320 ppm : agak tinggi (agak keras) 18 – 30 dH, 320 – 530 ppm : tinggi (keras) Untuk air minum, kesadahan dibawah 250 ppm masih dapat diterima, sementara diatas 500 ppm akan merusak kesehatan.

 Dampak Positif 1.

Menyediakan kalsium yang diperlukan tubuh, misalnya untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Mempunyai rasa yang lebih baik dari air lunak. 3. Senyawa timbal (dari pipa air) lebih sukar larut dalam air sadah (timbal merupakan racun bagi tubuh) sehingga kemungkinan terjadinya pencemaran air oleh logam berat ini dapat diminimalkan.
2.

Dampak negative :
 Air sadah mengakibatkan konsumsi sabun lebih tinggi,

karena adanya hubungan kimiawi antara ion kesadahan

dengan molekul sabun menyebabkan sifat detergen sabun
hilang.
 Bila titik jenuh dilampaui, terjadi endapan garam kalsium

karbonat CaCO3 dan membuat kerak yang terlihat pada
dinding pipa atau dasar ketel. Namun, pada proses pelunakan ini keadaan harus dibuat sehingga sedikit

jenuh, karena dalam keadaan tidak jenuh terjadi reaksi
yang mengakibatkan karat terhadap pipa.

 Kesadahan tetap dapat dihilangkan dengan cara

berikut ini :
1. 2.

Distilasi(penyulingan) Menambahkan natrium karbonat atau soda pencuci (Na2CO3) Natrium karbonat menghilangkan kesadahan sementara maupun kesadahan tetap

karena mengendapkan ion-ion kalsium dan
magnesium yang terdapat dalam air sadah.

3. Menggunakan resin penukar ion Resin penukar ion kini
banyak digunakan untuk melunakkan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk industri. Resin penukar ion mengandung ion-ion natrium bebas. Jika air sadah dilewatkan melalui kolom resin penukaran ion maka

resin akan menahan ion-ion kalsium dan magnesium.
Dengan demikian diperoleh air lunak karena tidak lagi mengandung ion kalsium dan magnesium, melainkan ion

natrium yang tidak menyebabkan kesadahan.

 Menurut PERMENKES RI

No.416/MENKES/PER/IX/1990 kesadahan air minum tidak boleh melebihi 500 mg/l. Air yang bersifat sadah

bila dikonsumsi manusia akan
menyebabkan gangguan kesehatan.

 Air sadah yang mengandung anion diluar bikarbonat,

misalnya Cl dan NO3 cara menghilangkan dengan penambahan senyawa karbonat yang larut dalam air seperti Na2CO3. CaCl2(aq) + Na2CO3(aq) 2CaCO3(s) + 2H2O(l)
 CaCO3(s) berupa padatan akan mengendap dan dapat

dibuang. Air sadah tidak begitu berbahaya bagi

kesehatan, hanya harus berhati-hati untuk penderita
batu ginjal

SEKIAN TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->