DR. Ainur Rofiq, M.

Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara),” Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam Perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing I

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

ii

M. Nur, S.Ag, M.Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara)”. Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing II

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522

iii

PENGESAHAN Skripsi berjudul DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA) Yang disusun oleh: Ahmad Anfasul Marom NIM: 99363504 Telah dimunaqasyahkan di depan sidang munaqasyah pada tanggal 10 Februari 2004 M / 19 Dzulhijjah 1424 H. Dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam Hukum Islam.

Yogyakarta, 1 Muharram 1425 H 22 Februari 2004 M DEKAN FAKULTAS SYARI‟AH IAIN SUNAN KALIJAGA

Drs. Malik Madany, M.Ag. NIP: 150182698 Panitia Munaqasyah Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Drs. Kholid Zulfa, M.Si NIP: 150266740 Pembimbing I

Drs. Slamet Khilmi NIP:150252260 Pembimbing II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213 Penguji I

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522 Penguji II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

A. Yani Anshori, S.Ag, M,Ag NIP: 150276308

iv

serta Ponakan-ponakanku Guru-Guruku Yang Penuh Ikhlas Mendidikku Dan Yang Tak Sekedar Hasrat Perjuangan Yakni Sang Waktu Yang Setia Mengiringi Pengembaraan Intelektualku v . Adikku Azim. Untuk Kampus Putih IAIN Ibu (Almarhumah) dan Bapak Mbak Luluk.Kupersembahkan. Mas Asfan. Mbak Arin.

kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8) . Alam Nasyrah : 1-8) vi .Motto: ‫اىرٙ أّقغ ظٖـسك‬ ●‫أىٌ ّشـسذ ىل طد زك● ٗٗػؼـْاػْل ٗشزك‬ ّ ّ ‫ٗزفؼْا ىل ذمسك● فئُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● إُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● فئذا‬ ● ‫فسغد فاّظـة● ٗإىٚ زتّل فازغـة‬ Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) Dan kami telah menghilangkan beban darimu (2) Yang memberatkan punggungmu (3) Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). (QS.

Secara garis besar uraiannya adalah sebagai berikut: A. Konsonan Tunggal Huruf Arab ‫ا‬ ‫ب‬ ‫خ‬ ‫ز‬ ‫ج‬ ‫ذ‬ ‫ش‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫ز‬ ‫ش‬ ‫ض‬ ‫غ‬ ‫ص‬ Nama Alif Ba‟ Ta‟ Sa‟ Jim H{a Kha Dal Z|al Ra‟ Zai Sin Syin S{ad Huruf Latin Tidak dilambangkan B T S| J H{ Kh D Z| R Z S Sy S{ Keterangan Tidak dilambangkan Be Te Es (titik di atas) Je Ha (titik di bawah) Ka dan ha De Zet (titik di atas) Er Zet Es Es dan Ye Es (titik di bawah) vii . 0543 b/U/1987. 158 dan no.PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam penyusunan skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi dari keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no.

dan Dammah ( _َ_ ) ditulis u. Kasrah ( _َ_ ) ditulis I. viii . Konsonan Rangkap Konsonan rangkap yang disebabkan Syaddah ditulis rangkap. Contoh : ّ ‫ ّص ه‬ditulis nazzala. Vokal Pendek Fathah ( _َ_ ) ditulis a. ّ ِٖ‫ت‬ C.‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ظ‬ ‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ف‬ ‫ق‬ ‫ك‬ ‫ه‬ ً ُ ٗ ‫ٕـ‬ ‫ء‬ ٛ D{ad T{a Z{a „Ain Gain Fa‟ Qaf Kaf Lam Mim Nun Wau Ha‟ Hamzah Ya D{ T{ Z{ „G F Q K L M N W H ‟Y De (titik di bawah) Te (titik di bawah) Zet (titik di bawah) Koma terbalik (di atas) Ge Ef Qi Ka El Em En We Ha Apostrof Ye B. ditulis bihinna.

) di atasnya. Ta’ Marbutah di Akhir Kata Bila dimatikan ditulis h. Contoh : ‫تداٝح اىَدرٖد‬ ditulis Bida>yah al-Mujtahid. Kata ini tidak berlaku terhadap kata „Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia seperti: salat. ‫ زفك‬ditulis rafiqa. bunyi I panjang ditulis I dan bunyi u panjang ditulis u. masing-masing dengan tanda hubung ( . ix . Vokal Panjang Bunyi a panjang ditulis a. Kasrah + Ya‟ mati ditulis i ‫ٍٞثاق‬ ditulis mi>s}aq 3. 1. Fathah + Wawu mati ditulis au ‫ؽ٘ق‬ ditulis t}auq F. D. zakat dan sebagainya kecuali bila dikehendaki lafaz aslinya.Contoh : ‫ أزَد‬ditulis ah}mada. Fathah + Alif ditulis a ‫فال‬ ditulis fala> 2. ‫ طير‬ditulis s}aluha. Dammah + Wawu mati ditulis u ‫أط٘ه‬ ditulis us}u>l E. Fathah + Ya‟ mati ditulis ai ٜ‫ اىصزٞي‬ditulis az-Zuh}aili> 2. Vokal Rangkap 1.

2. Bila diikuti huruf syamsiyah. ‫ٗؽء‬ ditulis wat}‟un 3. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). Kata Sandang Alif + Lam 1. Bila terletak di awal kata.G. ‫اىثقسج‬ ditulis al-Baqarah. ُٗ‫ ذؤخر‬ditulis ta‟khużu>na. H. Bila terletak di tengah kata dan berada setelah vokal hidup. huruf ‫ ا‬diganti dengan huruf syamsiyah yang bersangkutan. ‫زتائة‬ ditulis raba>‟ib 4. maka ditulis berdasarkan bunyi vokal yang mengiringinya. Bila terletak di akhir kata. Hamzah 1. x . ‫اىْعاء‬ ditulis an-Nisa‟. maka ditulis sesuai dengan bunyi vokalnya. Bila terletak di tengah kata dan dimatikan. ُ‫إ‬ ditulis inna 2.

Rasul dengan misi suci untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Namun. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad S. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. berkat pertolongan Allah xi .KATA PENGANTAR ‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬ ‫اىسَد هلل زب اىؼاىَِٞ ، أشٖد أُ ال إىٔ إال هللا ٗأشٖد أُ ٍسَدا‬ ‫زظ٘ه هللا ، ظثساُ اىرٙ ٕداّا تقظض اىغاتسِٝ ، ٗخؼيٖا ػثسج‬ ‫ىيراتؼِٞ إىٚ ًٝ٘ اىدِٝ ، ٗاىظالج ٗاىعالً ػيٚ ظٞدّا ٍسَد زظ٘ه هللا‬ ِ‫طيٚ هللا ػيٞٔ ٗظيٌ ، اىرٙ ماّد زٞاذٔ ٍَيؤج تَنازً األخالق ٍٗساظ‬ ‫اىظفاخ ، ٗػيٚ أىٔ ٗأطساتٔ أخَؼِٞ ، أٍا تؼد‬ Puji syukur saya haturkan ke Hadirat Allah s. karunia dan hidayah-Nya.t. Rasul pembawa misi pembebasan dari pemujaan terhadap berhala. Semoga kesejahteraan senantiasa menyelimuti keluarga dan sahabat Nabi beserta seluruh ummat Islam. Yang telah menganugerahkan nikmat Islam dan Iman.A. Dengan tetap mengharapkan pertolongan.w. Penyusun menyadari. dengan judul : Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia: Studi Pemikiran M. alhamdulillah penyusun mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini untuk melengkapi salah satu syarat memperolah gelar sarjana dalam Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. penyusunan skripsi ini tentunya tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan serta menjadi pekerjaan yang berat bagi penyusun yang jauh dari kesempurnaan intelektual.W.

Dan bantuan dari berbagai pihak. Agus Nadjib.Ag. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh civitas akademika Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. di antaranya seluruh pegawai UPT dan perpustakaan Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga. akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. dan sekaligus sahabat diskusi dalam penyusunan skripsi ini. 3. S. M. yang dengan sabar bersedia membimbing kesulitan penyusun di tengah kesibukan waktunya. dan Perpustakaan LKiS.Ag.Ag. xii . perpustakaan ST.Ag. M. 5. yang semuanya ada di Yogyakarta. Ainur Rofiq. 4. penyusun ucapkan terima kasih atas semua pengetahuan yang telah diberikan. M. selaku pembimbing I. Abdul Halim. Karena itu. 2. Drs.S. M.T. selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan PMH.Ag. penyusun ucapkan terima-kasih pula pada pihak-pihak yang banyak membantu proses akumulasi data. M. Nur. Selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.W. MA dan Moh. dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada: 1. Ignatius. Selain itu. Dr. Malik Madany. selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan dan arahannya yang sangat berharga dalam membantu penyempurnaan skripsi ini.

teman-teman kelas PMH-2 ‟99 xiii . Nadim. Arul. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima-kasih kepada semua keluarga terkait yang mendukung studi saya di Yogyakarta. yaitu Bahru.Ag. Najib. Seluruh keluarga yang berkat kasih-sayangnya benar-benar memahami kemauan saya.Ed. Humaida. Saudara Ahmad Sahidah. yang telah memberikan bantuan beasiswa atas penulisan skripsi ini. terkhusus Ayahanda dan Ibunda tercinta (almarhumah). Mbak Arin-Mas Jun. Mas Umarrudin Masdar.Ag. Mas Asfan-Mbak Anis. yang senantiasa melantunkan do‟a di sela-sela waktunya dengan tulus dan ikhlas. Rekan-rekan “Senat Mahasiswa” di Lembaga S M I (Senat Mahasiswa Institut) IAIN Sunan Kalijaga. M. 9. serta keponakankeponakanku. Untuk kakak-kakak dan adikku: Mbak Luluk-Mas Sohib. 8. serta untuk seluruh komunitas “Griya Natural” 45i Sapen yang hampir setiap hari selalu bersama dalam menjalani proses belajar. dan harapan pada diri penyusun. demi proses pengembaraan intelektual ananda. Mas Udin. Aliya. 7. M. yang telah banyak menaruh perhatian. dan Mas Atho‟ yang ikut memperkaya wawasan saya mengenai sejarah dan perkembangan politik di Tanah Air ini.6. sehingga meringankan penyusun dalam memperoleh data buku atau karya ilmiah yang berkaitan. S. dan Ainul Yaqin. Bank Indonesia (BI). adinda Azim. melalui perbincangan ringan yang selalu menyegarkan. Mas Isfah (Alex). sahabat-sahabat diskusi di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Yogyakarta.T. dan mereka yang tidak bisa penyusun sebut satu persatu di sini. 23 Desember 2003 Penyusun Ahmad Anfasul Marom xiv . Tatinia. 10.yang sedikit banyak turut membantu proses pendewasaan berfikir. Yang tidak sekedar indah. Amin. hidayah dan ma‟unah dari Allah S. yang terakhir dan yang telah memberikan arti dalam diri penyusun. Semoga mereka semua selalu mendapatkan rahmat.W.

......... Latar Belakang Masalah ..... 22 BAB II : ASAL ............... xi DAFTAR ISI ..... A........… 24 xv ............................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... HALAMAN MOTTO ............................….....................................USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ........................................................ B...... Tujuan Dan Kegunaan ............... C............ Sistematika Pembahasan ............................................................ E............................................ i ii iv v vi PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN ........................................................................ D............................ Pokok Masalah ................................ vii KATA PENGANTAR ............. Telaah Pustaka ..................................... HALAMAN NOTA DINAS ..................................................................................................................................................... 1 1 7 7 8 11 Metode Penelitian ............................................................................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN ... xv BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................................... Kerangka Teoretis .................. F....................................... 19 G...….............. HALAMAN PENGESAHAN ............

................................................................... BAB III : POKOK-POKOK PEMIKIRAN M.................…........................................ 1.... 85 1.. 57 2. 57 1.................... Perspektif Modernisme .. Pemikiran M..... Tipologi Pemikiran Islam dan Negara .................... 85 2.. Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid ...................................................... 96 BAB IV : ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M..... 148 xvi ............................................................... Implikasi ....... Kesimpulan ............ Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia 24 45 48 51 ..... 57 A........................................ NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ...................... Perspektif Neo-Modernisme ................................................... Perbedaan ..............................................................Natsir .......................... Natsir tentang Relasi Islam dan Negara ..................………................................................. 111 A........... 111 B.......... B.................. 2.............................................................................…......................................A........ 129 BAB V : PENUTUP ........................................................................................ Persamaan ......................... Latar belakang Sosial Politik ........... 117 C................. Sketsa Biografi M..... 148 A.... 68 B.......... Pemikiran Gus Dur tentang Relasi Islam dan Negara ................................................................... Latar belakang Sosial Politik ..................................................

.................................................. Daftar Istilah .. III Lampiran III... IX xvii ...................... Curiculum Vitae ................................................ Biografi Ulama ................................................................................................................................................................................................... 150 BIBLIOGRAFI ............................... Terjemahan ................... VII Lampiran IV................ Lampiran I......B...................... 151 LAMPIRAN-LAMPIRAN: ............. Saran-Saran .. I I Lampiran II...................

1 Pada tahun 1950-1955 melahirkan sistem multipartai. khususnya Islam. ini merupakan kesempatan besar bagi Partai Islam untuk memperjuangkan Islam sebagai asas Negara. pancasila menjadi bagian perdebatan politik yang tak terelakan oleh Politikus dan Agamawan. hlm.BAB I PENDAHULUAN A. 2002). Ramage. baik itu yang berideologikan nasionalis. ke-1(Jogjakarta: Mata Bangsa. Hampir bisa dipastikan ketegangan dan perdebatan ini muncul menjelang pemilu karena momen ini merupakan kesempatan besar bagi semua golongan yang ingin memperjuangkan aspirasi politiknya. akan tetapi apa yang dicita-citakannya masih belum bisa dicapai sampai sekarang. maupun Islam. Islam. akan tetapi wacana ini selalu survive pada momen-momen tertentu. Hal yang sama terjadi pada 1999 tahun lalu yang menggunakan sistem multipartai dan lagi-lagi Islam belum cukup kuat untuk meletakkan ideologi Islam sebagai dasar negara. tidak menutup kemungkinan bahwa Douglas E. Gagasan tentang relasi Islam dan Negara selalu menjadi wacana aktual di Indonesia meskipun telah diperdebatkan beberapa tahun yang lalu. Sejak pancasila dijadikan dasar ideologi formal Republik Indonesia pada tahun 1945 oleh Soekarno. 2 1 xviii . Berhubung partai politik merupakan salah satu alat untuk mewujudkan cita-cita gagasan. dan Ideologi Toleransi. alih bahasa Hartono Hadikusumo. cet. dan mengalami fluctuative discourse dalam percaturan politik di Indonesia. Percaturan Politik di Indonesia: Demokrasi. Latar Belakang Masalah.

Kedua. Menurut Munawir Sjadzali ada tiga kategori dalam memandang hubungan Islam dan negara di kalangan tokoh Islam. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. 19. aliran integratif modernis. Sebelumnya pada tahun 1978-1985 telah terjadi ideologisasi pancasila yang diinstruksikan oleh Soeharto. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail 2 Ibid. dan kemudian menimbulkan perdebatan yang luar biasa di kalangan tokoh dan gerakan ideologi Islam. Untuk penulisan selanjutnya Penyusun akan mengganti nama Abdurrahman Wahid menjadi Gus Dur yang telah akrab dikalangan masyarakat luas.2 khususnya mengenai sistem negara apa yang akan dipakai untuk membangun Indonesia. apakah berasaskan Islam atau sekuler ? Penelitian ini mengambil judul "Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia (Studi Pemikiran M. hlm. Pertama. yakni mengenai perdebatan ideologi.. Insiden politik semacam itu sempat terulang kembali pada tahun 1990 di negeri ini. aliran konservatif tradisionalis. Sebenarnya sumber perdebatan itu adalah relasi Islam dan negara. Natsir dan Abdurrahman Wahid3 tentang Relasi Islam dan Negara). Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. 3 xix .pemilu 2004 yang akan datang juga muncul polemik sistem negara apalagi Islam formalis masih berada di ujung kekakalahan." penyusun lebih memfokuskan pada dua tokoh ini yang tentunya telah banyak mewarnai wacana perdebatan Islam dan Negara sepanjang lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia sampai saat ini. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara.

khususnya azas negara. Tokoh yang terkemuka yaitu M. hlm. Husein Haikal. edisi ke-5 (Jakarta: UI Press. sedangkan Gus Dur sebagai tokoh neo-modernis (meminjam istilah Greg Barton). Djohan Effendi. 1999). alih bahasa Nanang Tahqiq. Greg Barton. hlm. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. 1-2.tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. ini karena pemikirannya yang liberal dan rasional tentang isu kontemporer (baik itu politik. aliran nasionalis sekuler. Gus Dur yang dibesarkan dalam lingkungan Baca. dalam hal ini penyusun lebih suka memposisikan M. ke-1 (Jakarta: Paramadina. Dan yang Ketiga. 518. Munawir Sjadzali. cet.5 Kedua tokoh ini menarik untuk dikaji. Sejarah dan Pemikiran. Natsir sebagai tokoh modernis.4 Dari ketiga aliran tersebut. budaya dan agama) dengan tetap setia pada posisi konservatif- tradisional bahwa kejujuran dan kebenaran al-Qur'an tidak perlu diganggu gugat. M. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Islam dan Tata Negara: Ajaran. 5 4 xx . Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. Islam tidak ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Pertama. Natsir dan Gus Dur memang masuk dalam kategori aliran integratif modernis yang sebenarnya dalam klasifikasinya Munawir Sjadzali merupakan terma dari modernis. 1993). apalagi kelompok (background) yang diwakilinya sangat kontradiktif dengan gagasan dan prilaku politik tokoh tersebut. secara umum keduanya masuk dalam kategori aliran yang sama yaitu integratif modernis tetapi beda pendapat mengenai relasi Islam dan negara.

kaum tradisionalis,6 yaitu NU yang nota bene orientasi politiknya berkiblat pada ulama klasik seperti Al-Mawardi dan Al-Ghazali ternyata mampu mengapresiasikan pemikiran liberal yang cenderung ala Ali Abd al-Raziq,7 sedangkan M. Natsir yang dibesarkan dalam lingkungan modernis justru lebih akrab dengan pemikiran politik Islam fundamentalis seperti al-Maududi yang sangat menginginkan Islam dijadikan sebuah dasar negara karena menurut M. Natsir sendiri meniru sistem pemerintahan Barat adalah tindakan sekuler yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.8 Kedua, wacana ini selalu aktual di Indonesia apalagi ketika mendekati pemilu. Dan tentunya gagasan kedua tokoh tersebut juga masih banyak mempengaruhi wacana perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Setidaknya kedua alasan inilah yang menyebabkan penelitian ini dilakukan. M. Natsir menawarkan Islam sebagai azas negara bukanlah aksi pembangkangan negara (makar), akan tetapi lebih pada penghidupan demokrasi. Oleh sebab itu dalam pidatonya pada sidang pleno konstituante (12 November 1957) ia menghendaki negara Indonesia ini berazaskan ideologi Islam. "Negara demokrasi berdasarkan Islam".9 Keinginannya ini Bukan semata-mata karena Islam agama mayoritas di Indonesia melainkan ajaran

Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan, (Jakarta: Rajawali Press, 1999), hlm. 39. Andrée Feillard, NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna, (Yogyakarta: LkiS, 1999), hlm. 380. M. Natsir, Agama dan Negara dalam Perspektif Islam, cet. ke-1 (Jakarta: Media Dakwah, 2001), hlm. 200.
9 8 7

6

Ibid.

xxi

Islam mengenai ketatanegaraan dan kehidupan bermasyarakat itu mempunyai sifat yang sempurna dalam menjamin kerukunan beragama dan bernegara.10 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara, M. Natsir berpendapat boleh meniru pemerintahan Barat asalkan tidak melanggar nilainilai dasar Islam. Karena baginya Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna.11 Ini menarik untuk dicermati satu sisi M. Natsir terbuka untuk memakai sistem apa yang akan dipakai di Indonesia sisi lain dia bersikeras memperjuangkan Islam sebagai azas ideologi negara.12 Sedangkan menurut Gus Dur apabila politik, budaya dan agama diideologikan fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal.13 Hal yang senada diungkapkan oleh Cak Nur bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi, sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologiideologi yang ada di dunia.14 Dalam memandang relasi Islam dan negara, masalah ketatanegaraan merupakan hal yang tak bisa ditinggalkan, sebab faktor inilah yang kemudian seringkali memunculkan perdebatan antara kelompok muslim idealis dan
10

Ibid., hlm. 203.

Kamaruzzaman, Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. (Magelang: IndonesiaTera, 2001), hlm. 70. Natsir berpendapat bahwa Islam bukan hanya suatu agama tapi juga sebuah ideologi karena di dalamnya mengandung dua unsur yaitu Mu„ammalah ma„a Allah dan Mu„a,,alah ma„a an-Nas. baca M. Natsir, Agama dan Negara, 219. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nurcholis Madjid, dan Jalaluddin Rakhmat, (Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998), hlm. 77.
14 13 12

11

Ibid. hlm. 169.

xxii

realis di negara kita. Adanya “Sistem Kekhalifahan” di masa Rasulullah S.A.W. dan Sahabat membuat sebagian masyarakat muslim dunia semakin menyakini bahwa jauh sebelum sistem demokrasi muncul, sebenarnya Islam telah mempunyai sistem Tata Negara sendiri. Dalam perspektif Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ah pemerintahan dinilai dari segi fungsionalnya bukan pada formalitas bentuknya, apakah negara Islam atau bukan. Disamping itu, menurut Gus Dur Islam tidak mempunyai konsep pemerintahan yang definitif, misalnya tentang suksesi kepemimpinan terkadang memakai istikhla>f, bay„ah, dan ahl al-H{alli wa al-Aqdi (sistem formatur). Hal ini menunjukkan Islam inkonsisten dan tidak mempunyai konsep yang baku.15 Atas dasar pemikiran inilah, Gus Dur menerima ideologi pancasila sebagai azas negara, dan yang terpenting baginya adalah umat Islam bisa melaksanakan kehidupan beragama secara penuh dan tetap berpegang pada etika sosial (social ethic). Berbeda dengan M. Natsir yang menolak secara tegas ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tetapi bukan berarti jalannya pemerintahan terlepas dan terpisah dari keagamaan begitu saja karena baginya Islam sendiri tidak asing dengan nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan. Menurut penyusun "posisi Gus Dur yang menempatkan pancasila sebagai pra-syarat

15

Ibid.

xxiii

Islam dan nasionalisme inilah yang secara intelektual politis melatarbelakangi keikutsertaan Islam dalam diskursus politik dan ideologi negara di Indonesia selama ini. keduanya sama-sama menjunjung nilai demokrasi tetapi berbeda dalam gagasan dan prilaku politiknya Hal ini bisa disebabkan latar belakang sosiohistoris yang berbeda. 16 Andrrée Fillard dkk. Bagaimanakah pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara? 2."16 Integrasi antara kemajemukan.demokratisasi dan pembangunan keIslaman yang sehat di Indonesia nampaknya harus dilihat dari perspektif neo-modernisme. 1994). Di samping itu juga berguna untuk memperjelas arah penelitian yang dimaksud. Mengapa kedua tokoh itu mengajukan tesis yang berbeda? 3. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. C. xxiv . Dari uraian di atas dipaparkan bahwa ada persamaan dan perbedaan pemikiran di antara M. demokrasi. Apa implikasi tesis mereka terhadap pemikiran politik Islam di Indonesia? Tiga pokok masalah di atas diharapkan dapat mewakili (cover) dari beberapa masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini. (Yogyakarta: LKiS. Pokok Masalah. Natsir dan Gus Dur mengenai hubungan Islam dan negara. 104.. Oleh sebab itu perlu penyusun tegaskan bahwa fokus dari permasalahan ini yaitu: 1. hlm. Tujuan dan Kegunaan. B.

2. pendidikan dan politik. Mengidentifikasi asal-usul gagasan kedua tokoh tersebut dalam perspektif perbandingan. 3. Untuk mendapatkan penjelasan (explanation) yang lebih tajam tentang karakteristik pemikiran antara M. Dapat diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap karakteristik pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mengkaji azas negara (Pancasila). Sebagai prediksi. Selain itu juga ada tujuan yang lain yaitu: 1.Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam bidang Perbandingan Madzhab Dan Hukum di Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Telaah Pustaka. Bisa dijadikan salah satu sumber diskusi dalam mengkaji relasi Islam dan negara di Indonesia. Adapun dari penulisan ini diharapkan dapat diambil beberapa manfaat atau kegunaan. Mendapatkan deskripsi yang jelas mengenai implikasi kedua gagasan tersebut dalam konteks perkembangan Islam dan politik Indonesia saat ini. 2. Natsir dan Gus Dur mengenai wacana Islam dan negara. sejauh mana implikasi kedua pemikiran itu dalam perubahan dan perkembangan politik Islam di Indonesia saat ini. 3. xxv . khususnya dalam perspektif Islam modernis dan neomodernis. khususnya azas negara Indonesia. D. di antaranya: 1. baik itu latar belakang sosial.

Natsir dan Gus Dur mengenai Relasi Islam dan Negara di Indonesia. Dalam tesisnya A. Natsir dan Gus Dur adalah tokoh pemikir dan sekaligus seorang politikus yang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Natsir namun tidak lengkap karena lebih memfokuskan pada gerakan partai politiknya. Kedua. namun gagasannya selalu aktual bahkan sering dijadikan rujukan dalam diskusi dan aksi politik. maka penyusun merasa perlu menelaah buku-buku yang berkaitan dengan variabel tersebut. Syafi'i Maarif yang dibukukan dengan judul Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Penelitian ini mempunyai Dua variabel. Karena penulisan ini meliputi dua variabel di atas. prilaku politik maupun gagasannya. Pertama. Akan tetapi pembahasan itu sering kali tidak dilakukan secara bersamaan hanya difokuskan pada satu tokoh saja kalau memang ada yang mengkaji perbandingan itu juga tidak membahas M. Natsir dan Gus Dur sekaligus. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama'at Islami xxvi . mengenai diskursus pemikiran politik Islam di Indonesia. Karya ini meneliti tentang relasi Islam dan politik yang kemudian menggambarkan prilaku partai-partai Islam dalam menghadapi kebijakan politik Soekarno saat itu. Natsir dan Gus Dur. meskipun keduanya hidup pada masa yang berlainan. Banyak buku atau karya ilmiah yang membahas M. Disamping itu. Di sini penyusun sempat membahas M. baik itu biografi.M. pemikiran M. khususnya partai Masyumi yang dibubarkannya.

Ramage membahas Islam dan demokrasi. Natsir dan Maududi sebagai representasi dari modernisme dan fundamentalisme akan tetapi kedua tokoh itu tidak menjadi fokus kajiannya karena lebih pada partai tempat tokoh ini berpolitik. Natsir dengan Soekarno mengenai azas negara. Natsir vis-a-vis Soekarno. Buku politics in Indonesia: Democracy. Sementara itu. Islam and Ideology of Tolerance yang ditulis Douglas E. Natsir. khususnya pandangan M. Dengan kesimpulan bahwa buku ini hanya menyoroti keterwakilan kaum muslim secara proporsional dalam lembaga-lembaga negara dan dipertahankannya komitmen bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler. Natsir dibanding Natsir yang mewakili tokoh modernisme Islam. Buku ini merupakan hasil penelitian yang banyak didasarkan pada wawancara personal xxvii .(Pakistan) karya Yusril Ihza Mahendra. Di samping itu penulis juga menyinggung sedikit polemik M. Sedangkan Ahmad Suhelmi dalam bukunya Soekarno Versus Natsir: Kemenangan Barisan Megawati Reinkarnasi Nasionalis Sekuler (1999) juga mengkaji pemikiran kenegaraan dalam perspektif M. buku ini lebih menitik beratkan pada partai-partai di atas meskipun ada tokoh yang dilibatkan seperti M. Buku ini lebih melihat sosok pemikir M. khususnya mengenai ideologi pancasila dalam relevansinya dengan persoalan dekonfensionalisasi politik Islam di Indonesia. Bahtiar Effendy dalam bukunya Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (1998) yang menjelaskan relasi Islam dan negara di Indonesia.

untuk melihat pola pemikirannya Abdurrrahman Wahid dalam mengakaji pancasila sebagai asas negara. Skrpisi yang dibukukan dengan judul Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Demokrasi. Karya Umaruddin Masdar, berusaha melacak pola pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mempertemukan Islam dan demokrasi. Dalam hal ini penulis lebih memfokuskan pada konsep demokrasi dengan menggunakan teori politik sunni sebagai rujukan utama untuk meneliti gagasan kedua tokoh tersebut. Sedangkan buku Islam Demokrasi Atas Bawah: Polemik Perjuangan Umat Model Gus Dur dan Amien Rais yang disunting oleh Arief Affandi merupakan buku yang lebih menyoroti tentang strategi perjuangan kedua tokoh tersebut dalam menyikapi gerakan demokratisasi di Indonesia. Dan yang terakhir tesis yang berjudul Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur Dan Amien Rais Tentang Negara karya Ma'mun Murod al-Brebesy, tesis ini telah dibukukan dengan fokus kajian membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara, civil society dan demokratisasi. Selain buku-buku di atas penyusun juga menelaah karya asli dari kedua tokoh tersebut yang banyak berupa tulisan lepas dan artikel media. E. Kerangka Teoretis. Lahirnya kemerdekaan Indonesia membuat para tokoh nasional, baik paham nasionalis, sekuler maupun Islam untuk berfikir serius dalam meletakan dasar filosofis negara, terlepas itu perjuangan atau kepentingan

xxviii

golongan yang jelas Indonesia saat itu memerlukan konsep dasar negara yang kuat sehingga terjamin kemaslahatannya dan terhindar dari segala

kemudlaratan . Lebih lanjut, karena penelitian ini mengkaji masalah Islam dan negara maka penyusun mengkategorikannya dalam perspektif Fiqih as-Siyya>syah atau Siyya>syah as-Syar„iyyah. Menurut Abdul Wahab Khallaf definisi Siyya>syah as-Syar„iyyah ialah wewenang seorang penguasa atau pemimpin dalam mengatur kepentingan umum demi terciptanya kemaslahatan dan terhindar dari kemudaratan.17 Dengan demikian siapapun yang ingin membangun pemerintahan yang baik harus berlandaskan pada Mas}lah}ah alMursalah (kepentingan umum). Menurut Imam Malik Mas}lah}ah al-Mursalah itu merupakan salah satu dari epistimologi syari'ah. Dengan syarat bahwa: 1) kepentingan umum itu bukanlah suatu hal yang berkaitan dengan ibadat (transeden). 2) kepentingan umum itu selaras dan tidak bertentangan dengan nilai dasar Syari„ah (Alqur'an dan Sunnah).3) kemaslahatan umum itu haruslah merupakan kepentingan esensial yang sangat diperlukan.18 Setidaknya kepentingan esensial yang diperlukan di atas sejalan dengan dirumuskannya lima tujuan syari'ah meskipun tidak tercover secara Ka>ffah, lima tujuan tersebut yaitu: memelihara kemaslahatan agama, memelihara jiwa,

Abdul Aziz Dahlan (ed), dkk., Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996)V: 1626, artikel "Siyasyah as-Syar'iyyah". Dikutip dari, Muhammad Tahir Azhary, Negara Hukum: Suatu Studi tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Madinah dan Masa Kini, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 7
18

17

xxix

memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta dan kehormatan.19 Objek kajian fiqih siyasah atau Siya>syah as-Syari„yyah menurut Abdul Wahab Khallaf adalah membuat peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk mengurus negara sesuai dengan dasar ajaran agama yang bertujuan merealisasikan kemaslahatan manusia untuk kebutuhan mereka.20 Dengan demikian secara garis besar bahasan Fiqih as-Siya>syah meliputi tiga aspek utama di antaranya: 1) Peraturan dan Perundang-Undangan Negara sebagai pedoman dan landasaan idiil dalam mewujudkan kemaslahatan umat. 2) Pengorganisasian untuk mewujudkan kemaslahatan. 3) Mengatur hubungan antara penguasa dan rakyat serta hak dan kewajiban masing-masing dalam usaha mencapai negara.21 Untuk mengkaji pemikiran politik Islam memang tidak lepas dari Fiqih asSiya>syah dan hukum Islam. Hukum Islam dibagi menjadi dua yaitu hukum yang bersifat Qat}„i (Syari'ah) dan yang bersifat Z}anni (fiqih), karena politik seringkali mengalami perubahan sesuai dengan situasi maka penyusun memasukkanya dalam kategori fiqih. Dimana fiqih siyasah mempunyai

19

Ismail Muhammad Syah dkk., Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Abdul Wahab Khallaf, Al-Siyasat al-Syari'at, (AL-Qahirat: Dār al-Anshār, 1977), hlm.

hlm. 67.
20

4. J. Suyuthi Pulungan, Fiqih Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 28.
21

xxx

lebih khusus lagi dalam menentukan sistem dasar ketatanegaraan.22 Dengan demikian al-Mas}lahah al-Mursalah menempati posisi yang sangat penting dalam mengkaji diskursus relasi Islam dan negara. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. musyawarah. hlm. tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. perdamaian. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Ada tiga aliran dalam hal ini. Dalam diskursus pemikiran politik Islam dewasa ini. Ibrahim Hoesen. 1997). IV (1993). Pertama. kebebasan. Lihat. 79.23 sehingga terciptalah kemaslahatan umum sesuai dengan kebutuhan zaman. Nilai dasar al-Qur‟an dalam hal ini ialah amanah. keadilan. kesejahteraan dan ketaatan rakyat. Muhammad Azhar. Jurnal Ulumul Qur'an.2 Vol. Tokoh aliran ini ialah Muhammad Abduh dan Muhammad Husein Haikal. “Fiqih Siyasi dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik”. meskipun berbeda dalam menggunakan terma aliran ini akan tetapi substansinya sama. Ketiga. aliran integratif modernis. 23 22 xxxi . 15.dimensi yang sangat luas dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara seperti menjamin kemaslahatan. Kedua.H. hlm. Apakah berideologikan Islam atau sekuler? Karena yang terpenting bukanlah formalitas bentuk pemerintahan tetapi esensi nilai dasar al-Qur'an dan Sunnah tetap berjalan (tidak kontradiktif). Tahir Azhary. lihat. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara karena menurutnya Islam adalah ad-Din wa ad-Daulah. Negara Hukum. penyusun meminjam istilah Munawir Sjadzali dalam mengkategorikan aliran yang concern terhadap relasi Islam dan negara. M. keadilan dan kestabilan. No. K. aliran konservatif tradisionalis. 58. hlm. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam Dan Barat.

142. dekat Kanar. Azhar. Ibid. 126. hlm. Natsir dan Gus Dur. 2) menentang kolonialisme atas dominasi barat. Islam dan Tata Negara. hlm. Dikutip dari Munawir Sjadzali. hlm. yang kemudian saat ini berembrio menjadi OKI. Azhar. Pan-Islamisme yaitu suatu ikatan politik yang bertujuan mempersatukan seluruh ummat Islam di dunia. Filsafat Politik. 28 27 26 25 24 Munawir Sjadzali. M. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. diantaranya Jamaluddin al-Afghani. (Yogyakarta: Tiara Wacana. 117. Filsafat Politik. xxxii . 26 Pemikiran politiknya besifat reaktif terhadap kondisi kemunduran umat Islam saat itu. Tokoh aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. hlm. Munawir Sjadzali. 1-2. yang mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. 14. lihat juga Masykuri Abdillah. Ia dilahirkan pada tahun 1838 di As'adabad. Islam dan Tata Negara. M. Jamaluddin al-Afghani. 1999). 111. Afganistan. baca.aliran nasionalis sekuler. 107. hlm.28 Munawir Sjadzali. Azhar. Abdul Raziq dan Fazlur Rahman. Untuk memastikan tokoh-tokoh tersebut adalah kelompok pemikir kontemporer. wilayah Kabul. Lihat.24 Dalam paragraf ini penyusun mencoba memaparkan beberapa tokoh politik sunni kontemporer sebagai landasan teoritis penelitian ini. Filsafat Politik. hlm.25 Tokoh-tokoh ini dikaji guna membidik kerangka teoritis pemikiran M. Islam dan Tata Negara. 57. M. hlm. hlm. yang tidak jauh berbeda visi dan misinya. dengan menganjurkan pembentukan Jam„iyah Isla>miyah yang biasa disebut Pan-Islamisme.27 ikatan ini didasarkan pada akidah Islam yang bertujuan 1) menentang sistem pemerintahan yang despotik (sewenang-wenang) dan diganti dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam.

seperti pembentukan pemerintah dan dewan melalui partisipasi rakyat. karena menurutnya tidak ada ayat ataupun hadis yang bisa dijadikan dasar kuat untuk mendirikan khilafah.29 Hal inilah yang sering kali mengakibatkan pengusiran atas dirinya dari negara yang ia kunjungi. Disamping itu dia cukup reseptif dan akomodaif terhadap peradaban Barat yang kemudian membawanya pada semangat nasionalisme dan paham sekulerisme di kalangan cendikiawan Islam Mesir. Prancis. 139. Teheran.31 menurutnya nabi Muhammad hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan syiar agama Islam.30 Oleh sebab itu Afghani lebih cocok diposisikan sebagai tokoh aktivis dan agitator politik daripada pemikir politik. Lahir pada tahun 1888 dan wafat 1966 M. xxxiii .Dalam perjalanan politiknya ia selalu memunculkan gagasan revolusioner. Inggris.. ia penganut Abduh meskipun secara langsung tidak sempat belajar banyak darinya. Mesir. 117...128-129. Ali Abdul Raziq. dan Persia. 32 31 30 Ibid. untuk itu tidak ada maksud dalam misinya mendirikan sebuah negara Islam (Khilafah). Islam dan Tata Negara. hlm. lebih lanjut ia menolak adanya keharusan sistem khilafah dalam pengertian pemimpin negara. hlm. Baca. hlm. Karyanya yang terkenal yaitu Islam wa Usul al-Hukm. Ibid. al-Raziq memang mengakui perlunya pemerintahan untuk mengatur negara 29 Ibid. India. Negara-negara tersebut yaitu: Afganistan. hlm.32 Dia sama seperti nabinabi sebelumnya bukan nabi atau pendiri negara yang diutus mendirikan kerajaan dalam arti politik. Dikutip dari Munawir Sjadzali. selain itu dia juga menganjurkan kepada rakyat untuk merebut kebebasan dan kemerdekaannya melalui revolusi kalau perlu dengan pertumpahan darah. 142.

terkecuali Abu Bakar. dan al-Hajj (17): 40. Umat Islam diharapkan mampu menengahi antara sikap kekakuan ideologi komunisme dan kapitalisme atau sikap ekstrem yang lain. Ibid.34 Fazlur Rahman. 34 Dikutip dari Taufiq Adnan Amal.33 Meskipun ia mengakui Ijma„ sebagai H{ujjah Syar„iyyah akan tetapi dalam hal ini ia tidak mengakuinya sebagai ijma' yang shahih. Dalam al-Qur'an. Ali „Imran (4 ) : 110. Filsafat Politik. 116. 141. alasannya sejak sistem khilafah dibentuk sampai sekarang selalu saja ada pihak oposisi yang tidak setuju dan seringkali menimbulkan bencana bagi Islam dan umatnya. Azhar. 36 35 M.38 33 M. (Bandung: Mizan. hlm. hlm. 79. hlm. Umar dan Usman.35 pada hakikatnya Pemikiran politik Rahman didasarkan pada konsepsi al-Qur'an. umat merupakan suatu "penengah" sehingga menjadi saksi terhadap umat manusia..1989).36 "Tugas umat adalah menciptakan ketertiban di muka bumi di mana tata tertib itu merupakan sosiopolitis yang harus ditegakkan atas dasar etika yang sah dan viable. 155. Azhar. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. 37 38 xxxiv . hlm.tapi bukan berarti harus bentuk khilafah boleh konstitusional. menurut Rahman. Islam dan Tata Negara. diktator.37 Sebagaimana yang tertulis dalam al-Qur‟an. republik atau totaliter. Filsafat Politik. Munawir Sjadzali.

menurut hemat penyusun sikap ini muncul sebagai respon terhadap tantangan modernitas yang tak terelakan.40 39 Ibid. 12. hlm. 156. bagi Rahman meskipun modernisme memberikan sumbangan positif pada era kebangkitan Islam tetapi tetap memperlihatkan kelemahan dan kekurangan tertentu. Demokrasi di Persimpangan. Rahman dikenal sebagai pemikir kontemporer yang menggagas aliran neo-modernisme Islam. hlm."Baca. 40 xxxv . menurut Rahman Istilah syura yang merupakan nilai dasar al-Qur'an bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang efektif dan permanen seperti halnya di Barat..ِ‫مْرٌ خٞس أٍـﺔ أخسخد ىيْـاض ذؤٍسُٗ تاىَؼسٗف ٗذـُْٖ٘ ػ‬ ٌٍْٖ ٌٖ‫اىَْنسٗذؤٍُْ٘ تاهلل ٗى٘أٍِ إٔو اىنـراب ىناُ خٞساى‬ )١١۰ :ُ‫ (اه ػَسا‬ ُ٘‫اىَؤٍُْ٘ ٗأمثسٌٕ اىفاظقـ‬ ‫اىرِٝ أخسخ٘اٍِ دٝازٌٕ تغـٞسزك إالاُ ٝق٘ى٘ازتْـاهللا ٗى٘دفغ هللا‬ ‫اىْاض تؼؼٌٖ تثؼغ ىٖدٍد ط٘اٍغ ٗتٞغ ٗطي٘اخ‬ ٙ٘‫ٍٗعاخدٝرمسفٖٞااظٌ هللا مثٞـساٗىْٞظسُ هللا ٍِ ْٝظسٓ إُ هللا ىق‬ )٤۰:‫ (اىسح‬‫ػصٝص‬ Lebih lanjut. selain itu penolakannya terhadap potensi kekayaan pemikiran Islam tradisional. akan tetapi apabila secara formal institusional proses dan bentuk demokrasi „ala Barat itu tetap sejalan dengan orientasi nilai dasar Islam maka sistem ini bisa diterapkan di dunia Islam.39 Rahman memang liberal dan radikal dalam gagasannya. Dikatakan demikian karena pemikirannya yang selalu berusaha menemukan titik temu antara kaum Islam modernis dengan kaum Islam tradisionalis. Masykuri Abdillah. "Salah satu kelemahan tersebut ialah kurangnya sistematika dan metodologi yang komprehensif untuk menafsirkan al-Qur'an dan Sunnah.

Jenis penelitian. menurut penyusun tidak ada seorang tokohpun yang bisa dibidik Pemikirannya menganut satu paham tokoh sebelumnya karena dalam kenyataannya banyak tokoh yang mengadopsi suatu paham tertentu untuk masalah tertentu dan paham lain untuk masalah yang lain pula. 41 H.Demikianlah sepintas gambaran mengenai tokoh-tokoh Islam kontempoer yang nantinya diharapkan banyak membantu penyusun dalam membuat kerangka teoritis.41 2. Metode Memahami Agama Islam. Hal yang sama terjadi pada M. Metode Penelitian. Karena ini studi tokoh maka ada dua metode pokok untuk memperoleh pemikiran tokoh tersebut. (Jakarta: Bulan Bintang. Natsir dan Gus Dur. tehnik pengumpulan data. 1991). penelitian tentang biografinya sejak dari permulaan sampai akhir pemikiran politiknya. Sifat Penelitian. Pertama. sifat penelitian. Antara lain meliputi jenis penelitian. Kedua. xxxvi . yang mana lebih mengutamakan bahan perpustakaan sebagai sumber utamanya. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). A. hlm. penelitian pikiran dan keyakinan kedua tokoh tersebut. 1. Mukti Ali. F. sekilas pemikiran Natsir tampak maududian akan tetapi banyak juga diwarnai paham Abduhis. pendekatan-pendekatannyadan analisa data. Dalam sub bab ini perlu penyusun paparkan tentang metode penelitian yang digunakan. 34.

Karya-karya asli dari kedua tokoh tersebut baik buku. Adapun analisis disini adalah analisis dalam pengertian historis. Yang dimaksud dengan deskriptif adalah menggambarkan karakteristik dan fenomena yang terdapat dalam masyarakat atau literatur. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. Tehnik Pengumpulan Data. yakni meneliti akar sejarah yang melatarbelakangi gagasan mereka. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan sosio-historis. 4. Yang dimaksud pendekatan normatif ialah suatu xxxvii . dalam hal ini penyusun lebih memfokuskan pada dua aliran pemikiran Islam kontemporer yakni modernis dan neo-modernis yang penyusun anggap sebagai representasi dari kedua tokoh tersebut. Dalam penelitian ini. Sedangkan komparatif berarti membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut dalam proses penelitiannya. Sedangkan karya yang mengkaji tentang gagasan kedua tokoh tersebut dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kajian ini dimasukkan sebagai data sekunder. Dengan kata lain karakter dan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini ialah karakter dari kedua tokoh tersebut dan fenomena yang mempengaruhi pemikiran mereka.Studi yang merupakan penelitian pustaka ini lebih bersifat deskriptifanalisis dan komparatif. Pendekatan. artikel dan kumpulan tulisan yang dibukukan dianggap sebagai data primer. 3. supaya mendapatkan letak persamaan dan perbedaan yang tepat.

Deduksi yaitu metode yang berawal dari pengetahuan umum ditarik ke pengetahuan khusus. Metodologi Reseach. (Yogyakarta: Titian Ilahi Press. Peneliti dan Peteliti. Sementara komparasi dimaksudkan M. 1998). (Yogyakarta: Ranggon Studi. hlm. (Yogyakarta:Andi Offset. Analisa Data Setelah data terkumpul penyusun akan menganalisa dengan metode kualitatif analisis deduksi dan komparasi. hlm. hlm. Natsir dan Gus Dur akan dikaji sepanjang peristiwa tersebut mempengaruhi pemikiran mereka dalam masalah ini. 1983). Adapun pendekatan sosio-historis yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa setiap produk pemikiran itu merupakan hasil interaksi pemikir dengan lingkungan sosio-kultural dan sosio-politik yang mengitarinya. 42. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. khususnya fiqih siya>sah. khususnya mengenai asas negara akan dipersempit dalam paradigma modernisme dan neo-modernisme Islam. Sutrisno Hadi. 5.43 Dalam hal ini analisa dari kedua tokoh tersebut tentang Islam dan negara di Indonesia. 8. 1989). Di samping itu penelitian ini berupa telaah pustaka maka metode yang dipakai adalah deduksi sebab metode ini memang tidak menuntut penelitiaan lapangan. Atho' Mudzhar.pendekatan untuk menjelaskan masalah yang dikaji dengan norma atau hukum (fiqih) yang berlaku sebagai upaya penegasan.42 Berkaitan dengan penelitian ini sudah barang tentu sosial politik dan kultur yang melatarbelakangi metode pemikiran M. Baca. Hal ini penting untuk dilakukan karena diskursus Islam dan negara merupakan bagian dari kajian hukum Islam. 43 42 xxxviii . Soenjoto. 105.

tujuan dan kegunaan. yaitu modernisme dan neo-modernisme. (Yogyakarta: Kanisius. Natsir dan Gus Dur. Bab pertama memuat pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. telaah pustaka. Selain itu karakteristik pemikiran ini kemudian dibagi pada dua perspektif. Bab ketiga memaparkan biografi M. Dalam pembahasan ini penyusun membagi menjadi lima bab. rumusan masalah. 1999).untuk membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut apakah terdapat persamaan dan perbedaan yang tajam dan signifikan di antara keduanya. Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Yang dalam pembahasannya kedua perspektif tersebut akan dihadapkan pada dua tokoh yang dikaji. metodologi penelitian. 44 xxxix . Penelaahan ini meliputi latar belakang sosial dan prilaku politik kedua tokoh tersebut dalam menggagas relasi Islam dan negara di Indonesia. Bab kedua melacak asal-usul dan tipologi relasi agama dan negara dalam sejarah politik Islam. kerangka teoritis. 51. yang tentunya berimplikasi terhadap pemikiran tokoh politik Islam Indonesia dalam mengkaji hubungan Islam dan negara di Indonesia. Bab ini juga menyinggung sedikit cita-cita ideologi negara yang mereka perjuangkan sebagai repesentasi tokoh muslim yang peduli terhadap bangsa. Metodologi Penelitian Filsafat. hlm. Sistematika Pembahasan. di antaranya yang berkaitan dengan Islam. dan yang terakhir sistematika pembahasan. demokrasi dan dasar negara.44 G.

Bab keempat menganalisa pemikiran kedua tokoh tersebut tentang relasi Islam dan negara, khususnya tentang demokrasi dan ideologi pancasila, yaitu dengan membandingkan gagasan kedua tokoh di atas, apakah dalam penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan. Selain itu, bab ini juga berusaha menjelaskan implikasi gagasan kedua tokoh tersebut terhadap tokoh politisi muslim Indonesia dan pemikiran politik Islam generasi saat ini. Bab kelima penutup, berisi kesimpulan dan saran-saran. Kesimpulan dimaksudkan untuk memperlihatkan letak signifikansi penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, dengan memberikan konklusi pemikiran M. Natsir dan Gus Dur tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia, sedangkan saransaran ditujukan bagi para penyusun atau peneliti yang akan mengkaji masalahmasalah yang berkaitan dengan variabel skripsi ini lebih lanjut.

xl

BAB II ASAL-USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA A. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia. Wacana tentang makna, penafsiran dan fungsi pancasila telah menjadi perdebatan sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia, setidaknya sejak bangsa ini merdeka, perdebatan ini selalu menjadi aktual di kalangan akademisi dan politisi Indonesia sampai saat ini. Apalagi didorong dengan lahirnya beberapa Partai Islam, permintaan diberlakukannya syariat Islam di Aceh (NAD), munculnya teroris-teroris yang berkedok Islam, laskar serta organisasi yang bernafaskan Islam kanan, di antaranya Laskar Jihad, Hizbu Tahrer, Jaringan Islamiyah dan Front Pembela Islam (FPI). Selain itu yang paling jelas menjadi indikator perlunya kejelasan relasi Islam dan negara dalam kehidupan berbangsa terlihat pada menguatnya ide-ide pencantuman Syari„at Isla>m dalam amandemen UUD 45 setiap ST MPR hasil pemilu 1999.45 Hal ini juga sering terjadi dalam wacana politik Indonesia di penghujung tahun 1990-an yang juga sibuk memperdebatkan ideologi dan peristiwaperistiwa politik yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini, di antaranya mengenai hubungan Islam dan negara, peran ABRI dalam politik, dan bentuk demokrasi yang sesuai dengan negara ini.46 Dalam skripsi ini penyusun

Ahmad Suhelmi, Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir, cet. ke-1 (Bandung: Teraju, 2002), hlm. xi
46

45

Douglas E. Ramage, Percaturan Politik, hlm. 16.

xli

menitikberatkan pada masalah yang pertama yaitu mengenai hubungan Islam dan negara. Untuk memperjelas tahap-tahap perjuangan umat Islam Indonesia dalam merespon perdebatan Islam dan negara. M. Rusli Karim membagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, 1912 hinggga proklamasi kemerdekaan, tahap kedua 1945-1955, tahap ketiga, 1955-1965 dan tahap keempat 1965 sampai sekarang.47 Akan tetapi dalam bab ini penyusun akan memfokuskan asal-usul lahirnya perdebatan Islam dan negara sepanjang sejarah perpolitikkan Indonesia secara global. Perdebatan ini mulai aktual sejak dibentuknya Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai upaya persiapan kemerdekaan yang diharapkan,48 dan telah disetujui oleh pemerintahan Jepang. Hal ini juga dinyatakan dalam pidato Perdana Menteri Kuniaki Koiso kepada Parlemen Jepang pada tahun 1944 yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dalam "waktu dekat".49 Akan tetapi kalau kita teliti lebih dalam bahwa persinggungan antara Islam dan negara di Nusantara ini sudah berlangsung lama sebelum Indonesia merdeka yakni di bawah tekanan kolonial Belanda dan Jepang, namun
Tahap keempat ini masih dibagi lagi menjadi empat era: 1965-1972 sebagai era mencari bentuk, 1973-1985 sebagai era partai tunggal, 1985 1989 sebagai era transisi rekonsiliasi, dan 1990 sampai sekarang sebagai era akomodasi, baca M. Rusli Karim, Negara dan Peminggiran Islam Politik, cet. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1999), hlm. 21. Badan Penyelidik Usaha-Usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di bentuk pada tanggal 7 Desember 1945 yang terdiri dari tokoh-tokoh kelompok sosial, etnis, regional dan politisi di Hindia Belanda yang diduduki Jepang. Lihat, Douglas E Ramage, ibid, hlm. 18. Deliar Noer, Partai Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965, (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1987), hlm. 30. Lihat juga Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, vol. VI (Jakarta: Departemen P&K, 1984), hlm. 66.
49 48 47

xlii

di antaranya. mereka yang ingin menegakkan demokrasi konstitusional sekuler. dan ketiga. Anggota BPUPKI ini terdiri dari berbagai macam kelompok ideologi yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencari titik temu (Kalimah as-Sawa‟) posisi masing-masing anggota tersebut. Pertama. Sukiman Wirjosandjojo yang telah mewacanakan suatu kekuasaan atau pemerintahan Islam di akhir tahun 1920-an.demikian untuk melacak isu tentang istilah negara Islam di Indonesia bukanlah suatu pekerjaan mudah.50 Saat itu Surjopronoto menggunakan tema een Islamietsche regeering (Suatu Pemerintahan Islam) sementara Sukiman memakai istilah een eigen Islamietisch bestuur onder een eigen vlag (Suatu kekuassan Islam di bawah benderanya sendiri) semua ini digunakan untuk menciptakan kekuasaan Islam di Indonesia yang substansinya sebagai alat mencapai kemerdekaan. Ibid. Yang paling emosional dan 50 Ahmad Suhelmi.51 Barangkali wacana dan teori tentang Negara Islam ini belum banyak ditulis secara terperinci oleh pemimpin Islam pada saat itu. Kedua. hlm. Viii. sehingga dalam sidang BPUPKI pada 1945 wacana ini terkesan begitu aktual diperdebatkan karena secara resmi peristiwa ini muncul pertama kalinya dalam panggung politik Indonesia. 51 xliii . mereka yang menganjurkan negara integralistik. Polemik Negara Islam. karena sejauh ini yang diketahui hanyalah pemimpin-pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Surjopronoto dan Dr.

dari 29 Mei . 1999). (Jakarta:).2 Juni 1945 membahas masalah umum. 54 53 xliv . cet.53 Sedangkan pada sidang kedua. hlm. 17. (Jakarta: Yayasan Prapanca. peri kemanusiaan. peri kerakyatan . hlm. hlm. kalau memang tulisan Yamin tentang perdebatan sidang BPUPKI dapat dipercaya maka lahirnya pancasila itu belum tentu gagasan Soekarno murni karena sebelum Soekarno melahirkan konsep Pancasila . Lahirnya Pancasila. 87-21.konfrontasional adalah mereka yang menginginkan Islam dijadikan dasar negara. Percaturan Politik. Yamin telah mengemukakan kelima sila tesebut dalam pidatonya di depan sidang Badan Penyelidik. pada sidang pertama. 19. peri ke-Tuhanan.52 Badan penyelidik ini mengadakan dua kali sidang. Muhamad Yamin. dalam bukunya Deliar Noer sidang pertama berlangsung dari 29-Mei-2 Juni 1945 dan sidang kedua dari 10-14 Juni 1945. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana. 1959). Masalah yang sangat krusial dan mengundang perdebatan dalam sidang ini adalah tentang “peletakkan dasar negara” sebab masalah ini berkaitan dengan integritas agama. sedangkan menurut Yamin sidang pertama berlangsung dari 29 Mei-1 Juni dan sidang keduanya berlangsung dari 10-16 Juli 1945.54 Dalam kedua pembahasan sidang ini menimbulkan perdebatan keras di antara para anggota penyelidik terutama kalangan Islam yang diwakili Abdoel Kahar Moezakkir dengan cita-cita ideologi Islamnya dan kalangan nasionalis diwakili oleh Soekarno yang cenderung netral terhadap agama. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. 10-14 Juni 1945 membahas tentang isi konstitusi negara yang akan dibentuk. yaitu: peri kebangsaan. Departemen Penerangan. peri kesejahteraan rakyat yang juga meliputi keadilan sosial. budaya dan bangsa yang plural. dikutip dari karyanya Faisal Ismail. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. dalam sidang ini Soekarno membuat pidato yang sangat berpengaruh tentang dasar negara dan kemudian dikenal dengan Lahirnya Pancasila. Karena khawatir akan kegagalan Badan Penyelidik yang terus-menerus semakin memanas maka para 52 Douglas E. lihat. Ramage. Mengenai sidang BPUPKI terdapat perbedaan dalam tenggang waktunya.

Rajiman Widiodiningrat. untuk Ketua dan wakil ketua BPUPKI dijabat oleh Rajiman Widiodiningrat dan R.56 Statistik ini menunjukkan betapa tidak seimbangnya representasi dari masing-masing kelompok itu.H. K. hlm. A. dari 68 anggota BPUPKI.H. Abdul Halim. hanya 15 orang (+ 20%) yang menyuarakan aspirasi politik Islam yakni berasal dari nasionalisme-Islam. ini menunjukkan bahwa kepemimpinan BPUPKI berada di tangan kelompok nasionalis. hlm. 57 55 Deliar Noer. K. Naskah Persiapan.H. 60-61. R. Sanusi. P. antara lain.55 Semula anggota BPUPKI ini berjumlah 62 orang. hlm. untuk mengamati secara lebih detail keanggotaan Badan Penyelidik ini maka penyusun paparkan pendapat Prawoto Mangkusasmito. Soeroso. 34-35. Di antara wakil dari kelompok Islam yaitu. Agus Salim. Soepomo. 60-61. Buntaran Martoatmojo dan Muhammad Yamin. P. Abdul Kahar Muzakkir. lalu ditambah enam orang yang kebanyakan berasal dari Jawa dan satu orang lagi dari Jepang yakni Ichibangase yang menjabat sebagai ketua yunior dan anggota luar biasa. Mohammad Hatta. H. H. Dr. Prawoto Mangkusasmito. Soekarno. K.H. dan K. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. sedangkan wakil dari kelompok nasionalis. Sartono. Masykur. xlv . 1970). A. 57 56 Muhamad Yamin. Wahid Hasyim.anggota mengambil iniasiatif dengan membentuk panitia BPUPKI yang terdiri dari 9 orang. K. Parta-Partai Islam. sedangkan 80 %-nya berasal dari kelompok nasionalis-sekuler. Prof. (Jakarta: Hudaya. Ki Bagus Hadikusumo. Soeroso. Sukiman Wiryosanjoyo. Abikusno Cokrosujoso. Mas Mansur. Wongsonegoro.

hlm. Achmad Subarjo. akan tetapi umat Islam terpaksa harus kecewa karena dalam UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 itu. 59 xlvi . Abikusno. Wahid Hasyim. Rusli Karim. A. M. A. Partai-Partai Islam. Negara dan Peminggiran. Pada tanggal 21 Juni 1945 BPUPKI menyetujui Piagam Jakarta yang rumusan sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syari„at Isla>m bagi pemeluk-pemeluknya”. Maramis.59 kesepakatan ini merupakan hasil perjuangan Islam politik dalam kepentingannya saat itu. K. 35. 170. sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. yaitu: empat orang dari kalangan Islam (H. sebagai jalan tengah akhirnya Jepang membentuk “Panitia Sembilan” di atas.58 Dalam panitia ini. Agus salim. Kepentingan tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok nasionalis sekuler yang memang secara kuantitatif anggota mereka dalam badan ini merupakan mayoritas. Yamin).H. Islam politik mempunyai kepentingan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. hlm. dan Abdul Kahar Muzakkir) dan lima orang dari kalangan Naionalis (Soekarno. dan M.Akan tetapi karena banyaknya anggota Badan Penyelidik yang malah dikhawatirkan akan membawa kegagalan Badan Penyelidik itu sendiri (atas perdebatan yang semakin memanas) maka dibentuklah Panitia Kecil BPUPKI yang hanya terdiri dari 9 orang itu. ternyata telah 58 Deliar Noer. Mohammad Hatta.

Kedua. Pancasila dan Asas Tunggal. (Jakarta: Tintamas. selain sebagai pejuang mayoritas kemerdekaan. Keinginan keras umat Islam saat itu bisa dimaklumi.108. tentang makna penting pancasila jika dibanding dengan agama. xlvii . Peristiwa ini dikenal sebagai sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merupakan pengganti dari BPUPKI yang telah dibubarkan. Pertama. hlm. pancasila sendiri menyimpan dua faktor yang sangat debatable. hlm.60 Ini merupakan kekecewaan Islam politik yang pertama dalam perjuangan politiknya. (Jakarta: yayasan perkhidmatan. tentang kandungan pancasila itu sendiri. Diterimanya pancasila sebagai asas dan ideologi negara merupakan puncak dari pertentangan dan sekaligus menunjukkan kekalahan kelompok Islam yang harus berkompromi dengan kepentingan lain.61 Kompromi politik dalam bentuk Piagam Jakarta rupanya hanya mampu bertahan selama 57 hari. hlm.. 452. Umat Islam yang sebelumnya memperjuangkan ideologi Islam sebagai dasar negara dalam mukadimah UUD 1945 harus mengalah dengan pancasila. Memoir. Deliar Noer. 60 Ibid. 62 61 Hatta.menghapuskan Piagam Jakarta tersebut. 1983). ini dikarenakan pengiring redaksi sila pertama yang mewajibkan umat Islam menjalankan Syari„at Isla>m dirasakan oleh kawasan Timur Indonesia sebagai sikap diskriminatif terhadap pemeluk agama lain. 1978). 23. Islam.62 Maka demi persatuan bangsa akhirnya para pemimpin politik Islam terpaksa menelan kekecewaan cita-cita politiknya pada 18 Agustus 1945 dengan menghilangkan anak kalimat tersebut dari pembukaan UUD 1945.458.

29. Akan tetapi apabila diteliti lebih jauh pertarungan ideologi yang menjadi pertimbangan dalam peletakkan dasar negara saat itu bukan hanya ideologi nasionalis dan Islam. hlm. hlm 457- 458. cet. terang saja latar belakang Hatta ini bisa dijadikan pelebur sikap keras Ki Bagus yang selalu bersekukuh mempertahankan rumusan Piagam Jakarta. Hatta. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965. Baca 65 xlviii . yaitu Ki Bagus Hadikusumo. Secara kultural Soekarno mewakili kultur Jawa sedangkan Hatta dari kultur Minang/Sumatera. maka melalui Hatta yang memanfaatkan Teuku Moehammad Hassan anggota PPKI dari Sumatera berhasil melunakan sikap keras Ki Bagus dan dalam waktu 15 menit anak kalimat pada sila Ketuhanan itu diganti dengan Yang Maha Esa. kemudian atas usul Soekarno akhirnya ditambah menjadi 27 orang. Memoir. Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 bertujuan menetapkan UUD dan memilih presiden dan wakilnya.Jumlah anggota PPKI semula sebanyak 21 orang. yaitu Nasionalis dan Islam. Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi konsistensi Ki Bagus yang tetap bertahan dengan Piagam tersebut. hlm 21-22. K. kebetulan presiden yang dipilih adalah ketua dan wakil PPKI saat itu yaitu Soekarno dan Hatta. Perumusan Historis. Wahid Hasyim dan Kasman Singodimedjo.65 Golongan nasionalis adalah kelompok yang Ahmad Syafi‟i Ma‟arif.H. 1996). dan yang menarik dicermati dari total jumlah ini ternyata hanya tiga anggota dari organisasi Islam. tetapi lebih besar dari itu yaitu pertarungan dua ideologi besar dunia antara kapitalis dan komunis. ke-1 (Jakarta: Gema Insani Press. 64 63 Prawoto Mangkusasmito.63 Betapa ironisnya umat Islam sebagai mayoritas populasi dan penggerak melawan penjajah di negeri ini hanya diwakili oleh tiga anggota.64 Akar perdebatan ini tidak lepas dari letupan pertarungan ideologi saat itu.

majalah Timboel. Hindu dll. 66 Ahmad Suhelmi. protestan. ke-1 (Yogyakarta: LKiS. Soekarno dan lain-lain. cet. Natsir dengan tokohtokoh Nasionalis-sekuler yang diwakili Tjipto Mangunkusumo. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekuler. hlm. Meskipun secara personal mereka bukan kaum sukularis dan kelompok yang tidak lepas dari sentimen. Sedangkan negara memang merupakan masalah politik yang berurusan dengan duniawi. tendensi dan afiliasi keagamaan. kelompok ini terdiri dari muslim. (Bandung: Pustaka Salman. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. hlm. Mereka tetap memilih untuk tidak menggunakan agama sebagai ideologi politik. dengan keyakinan bahwa fungsi agama hanya mengurusi ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kehidupan akhirat dan urusan pribadi saja. Sebaliknya apa yang dimaksud nasionalis muslim adalah kelompok pemimpin muslim yang menginginkan Islam harus dijadikan dasar negara.. 4.66 Sementara itu golongan Islam saat itu berprinsip bahwa agama (dalam hal ini Islam) tidak dapat dipisahkan dari urusan kenegaraan. melainkan juga hubungan sesama manusia. Ahmad Suhelmi. 1981). 68 Hasyim Wahid dkk. kasus Jawi Hisworo. karena Islam menurut mereka tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok pemimpin politik Indonesia yang menolak secara tegas agama sebagai dasar negara. Polemik Negara Islam. karena bagi mereka agama dan politik 68 67 xlix .berprinsip bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan negara) harus dipisahkan secara tegas dan proporsional. Ahmad Hassan dan M.17-24. hlm 4 dan 54-55. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. Polemik inilah yang kemudian berlanjut sampai sekarang. katolik. lingkungan dan alam semesta. Agus Salim. Endang Saefuddin Anshary. 8. 1999). Polemik Negara Islam. lihat juga. Ibid.67 Indikasi pertarungan ideologi ini bisa dilihat sejak tahun 1920-1930-an dari kasus retaknya hubungan Sarekat Islam (SI) dengan Partai Nasionalis Indonesia (PNI). seperti Tjokroaminoto. hlm. Swara Oemoem dan peristiwa itu perdebatan sengit antara tokoh Nasionalis-Muslim.

69 Jadi. 1994). Demokrasi di Persimpangan Makna. sahabat dan komunitas muslim lainnya juga ikut mempengaruhi lahirnya perdebatan Islam dan negara di Indonesia. hlm.Di sisi lain. 70 Munawir Sjadzali. 5. Polemik Negara Islam. 57. jelasnya bahwa tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam ajaran Islam. hlm. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. perlu penyusun bahas secara singkat tentang teori-teori yang diajukan para intelektual muslim. di Bawah Bendera Revolusi (Jakarta:Panitia di bawah bendera revolusi. oleh sebab itu menurut pandangan ini konstitusi negara harus didasarkan pada Islam. untuk memaparkan secara lebih jelas pemikiran politik tokoh Islam dan keterkaitan mereka dalam memperjuangkan negara berdasarkan Islam di Indonesia. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. 14. sebab munculnya terma Piagam Jakarta di Indonesia sedikit banyak terinspirasi dari konsep Piagam Madinah yang pasti tidak bisa lepas dari persinggungan wacana politik Islam yang telah berlaku di bangsa Arab itu. Secara umum pemikiran politik Muslim bisa diklasifikasikan menjadi tiga teori. Azhar. Ahmad Suhelmi. konsep “Piagam Madinah” dan praktek pemerintahan Islam pada zaman Rasulullah. hlm. 369402. 1997). Soekarno. Selain itu praktik pemerintahan Negara Turki yang memisahkan negara dan agama juga ikut mewarnai perdebatan ini. lihat juga Masykuri Abdillah. M. hlm. Islam dan Tata Negara. 5. Faisal Ismail. hlm. tidak bisa dipisahkan. Baca. Memudahkan Pengertian Islam. 1-2. Ideologi Hegemoni. 69 l . karena Islam merupakan agama yang integral dan komprehensif dalam mengatur kehidupan baik urusan duniawi maupun ukhrawi. hlm.70 Pemikiran pertama berpendapat bahwa negara dan agama tidak harus dipisahkan.

1969). hlm. dia pernah akan dijatuhi hukuman mati oleh penguasa karena aktivitas politiknya pada tahun 1953. 37. namun pada nilai sekuler. Tentang Ikwan al-Muslimun. salah satu karyanya yaitu. Maududi adalah seorang politikus dan pengarang yang terkenal dalam Islam. setelah Nasser mengetahui rencana makar mereka dalam menjatuhkan rezim. edisi ke-10 (Lahore: Islamic Publication. The Society of Muslim Brothers. Sayyid Qutb72 (1906-1966) dan para ideolog lain Ikhwan al-Muslimin73 dari Mesir. al-Baqarah (2): 208. Mitcell. alih bahasa Khursihid Ahmad. 1990). Pada tahun 1966. Sayyid Qutb dan beberapa pemimpin Ikhwan al-Muslimun lainya ditangkap dan diadili. contoh konkret teori ini adalah negara Turki Modern. Richard P. bisa dibaca dalam karyanya. Abu A‟la Maududi71 (1903-1979) dari Pakistan yang memimpin Jamiy„ah al-Isla>m. Ideologi Hegemoni. 75 li . sepakat dengan adanya pemisahan antara agama dan negara dalam arti konstitusi negara tidak harus didasarkan Maududi . agama dan negara harus dipisahkan. 203. hlm. Pakistan dan Saudi Arabia. namun hukuman tersebut dibatalkan atas desakan pemimpin dunia muslim pada Pemerintahan Pakistan. Islamic Law and Constitution. 1962).Tokoh teori ini antara lain . Teori ketiga. (Kairo: Dar al-Qalam. 1962). hal ini bisa dilihat dari jargon politiknya bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan Negara) tidak bisa dipisahkan. Baik Jam„iyah al-Isla>m maupun Ikhwan al-Muslimin dikenal sebagai gerakan Fundamentalis di Iran. Hadha al-Din. 74 73 72 71 Faisal Ismail.ِٞ‫إّّٔ ىنٌ ػدٗ ٍث‬ ّ ّ Menurut teori yang kedua. urusan agama sebatas pada urusan pibadi dan ukhrawi tidak perlu mencampuri urusan politik. Oleh sebab itu konstitusi negara dalam pandangan ini tidak harus didasarkan pada Islam.74 Pandangan komprehensif ini dikutip dari nash al-Qur‟an75: ِ‫ٝاأٖٝااىر ِٝ أٍْ٘ا ادخي٘ا فىاىعيٌ مآّفح ٗال ذرثؼ٘ا خط٘اخ اىشٞطـ‬ )٢۰٨: ‫ (اىثقسج‬. Khas}ais} at-Tas}awwuri al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu (Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. (Oxford: Oxford University Press.

Ibid. hlm. pada tanggal 31-Mei 1945 Soepomo lebih mendukung gagasan Hatta yang mengusulkan bentuk Indonesia sebagai negara kesatuan daripada keinginan umat Islam dalam meletakkan dasar negara . Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. beliau hanyalah seorang utusan yang dikirim oleh Tuhan semata. 76 Ketiga teori ini mewakili pilihan-pillihan yang dapat menentukan karakteristik struktur sosial dan politik negara-negara muslim dunia dalam menghadapi tantangan modernitas. 115. akan tetapi nilai agama harus menjadi ruh kehidupan masyarakat bernegara.Islam. konflik ideologi antara kaum nasionalis-sekuler dan nasionalis-muslim bisa diperkirakan sejak menjelang kemerdekaan (Sidang BPUPKI). Faisal Ismail. Terutama teori pertama ini sangat kuat mewarnai pemikiran politik muslim Indonesia tahun 1940-an dan 1950-an. Ideologi Hegemoni.78 76 Faisal Ismail. Naskah Persiapan. 77 Selain itu tidak ada indikasi yang tampak bahwa pemikiran politik nasionalis-muslim Indonesia saat itu. I. Lihat Muhammad Hatta. 456-458. Vol. Memoir. lii . 77 78 hlm. Yamin. Melengkapi data sebelumnya. karena dalam sidang BPUPKI 1945 maupun konstituante (1956-1959) para pemimpin muslim berjuang keras agar Islam dijadikan dasar negara. hlm. yakni memisahkan negara dari persoalan agama. M. dipengaruhi oleh Kemal Attaturk ataupun Ali Abd alRaziq (1888-1966) yang berpendapat bahwa Nabi tidak pernah berupaya membangun sebuah negara. 38.

Soekarno mengatakan bahwa ia cemas.80 Dengan mengingat kekhawatiran yang diungkapkan Hatta pada tahun 1945. 80 81 liii .81 Melihat keberatan kelompok nasionalis-muslim terhadap Negara Sekuler mengharuskan kita meninjau kembali sejarah Islam yang menyatukan pemahaman antara agama (di>n) dan negara (daulah). hlm. Istilah “negara” dalam bahasa Indonesia mempunyai arti. hlm. Ideologi Hegemoni. kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang 79 Dikutip dari Faisal Ismail. organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Kedua. Meskipun Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin. pertama. jika negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas. Douglas E. 29. Percaturan Politik. kelompok kecil ini tidak akan merasakan keterlibatannya dalam negara. yakni pengakuan Islam secara legal formal di negara ini. Ibid.Menurut Soepomo sendiri. Dikutip dari. atau negara bekas jajahan Hindia Belanda seperti Irian Barat juga tidak ikut menggabungkan diri dengan Indonesia yang ber-ruh Islami ini. 40. apabila umat Islam Indonesia tetap memaksakan kehendaknya (negara Islam). Ramage. karena cita-cita negara Islam tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. kalau banyak bagian negara Republik Indonesia memisahkan diri.79 Pada tahun 1953 Soekarno juga mengungkapkan kekhawatirannya secara terbuka tentang implikasi-implikasi negatif yang muncul.

hlm. 1994). edisi ke-2. Vol I (Jakarta : Paramadina. 85 liv . 685. No. Lihat Olaf Schumann. 59. hlm. beredar dan berputar adalah perputaran (legitimasi) kekuasaan dari yang lama (demisioner) kepada yang baru diamanati oleh kekuasaan lama tersebut. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. 2.diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif. beredar dan berputar (rotate. Istilah daulah berasal dari bahasa Arab yang bermakna bergilir. Ibid. Ibid. Sebenarnya yang dimaksud bergilir. Daulah.” Jurnal Pemikiran Islam Paramadina. cet. ke-3 (Jakarta: Balai Pustaka. khalifah. 1999). “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam..83 menurut Olaf Schuman istilah “daulah” sama dengan “dinasti atau wangsa” yang berarti sistem kekuasaan yang berpuncak pada seorang pribadi dan didukung oleh keluarganya atau clanya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. selain itu Paham ini juga erat dengan paham Da>r alIsla>m yang bermakna bahwa kekuasaan tertinggi terletak di tangan seorang penguasa muslim yang memberlakukan Hukum Islam sebagai hukum utama di dalam wilayahnya.85 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. take turns or Occur priodically). imamah dan kesultanan yang seringkali dikonotasikan dengan istilah negara. alernate. Di samping itu teori-teori tersebut paling tidak ikut mempengaruhi pemikiran politik Islam di Indonesia. a. 57.84 Jadi dalam konteks sekarang istilah tersebut bisa diartikan negara. hlm. mempunyai kesatuan politik. 84 83 82 Olaf Schumann.82 Dalam Bab ini penyusun merasa perlu mengkaji pula istilah-istilah dalam kajian politik Islam seperti daulah.

50. M. ke-5 (Jakarta: UI Press. yaitu: konsensus elit politik (ijma„) dan pemberian legitimasi (Bay„ah). cet.87 b. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. alih bahasa Ihsan Ali Fausi. hlm. berarti masa itu terdapat pada daullah Umayyah yang kemudian begilir pada keluarga Bani Abbas (Daulah Abbasiyyah). 8. khilafah didasarkan pada dua rukun. (Jakarta: Logos. Bahasa Politik Islam. Istilah “Khila>fah” berasal dari bahasa arab yang bermakna perwakilan atau pergantian. karena pemimpin dalam hal ini dipilih bukan merupakan sistem monarkhi yang bersifat turun-temurun. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. menurut Harun Nasution sistem ini menyerupai dengan sistem republik daripada sistem kerajaan. 1985). 1998).89 Sistem khilafah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam setelah Nabi Muhammad wafat. Hamid Enayat. Din Syamsuddin.86 Kalau memang istilah ini pernah ada. Khilafah.88 Oleh sebab itu sudah menjadi hal yang lazim dalam pemilihan pemimpin Islam bahwa pemilihan pemimpin ditetapkan oleh elit politik melalu ijma„ kemudian baru di Bay„ah . (Bandung: Pustaka. Dalam perspektif politik sunni. 89 88 87 86 lv . 1994). (Jakarta: Gramedia. 2000). I: 95. hlm.Menurut sejarah istilah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam ketika masa kemenangan kekhalifahan dinasti Abbasiyyah pada pertengahan abad delapan. 78. hlm. Harun Nasution. yaitu pada masa khalifah Abu Bakar. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. alih bahasa Asep Hikmat. dalam pidato inagurasinya Abu Bakar menyatakan dirinya sebagai Khalifah Rasul Allah Bernard Lewis.

hlm. Etika Agama. M. Sejarah Empirik. Kesultanan. hlm. 80. baca juga karya asli. Imamah. (Bangil: Al-Izzah.91 c. 79. hlm. 9. 94 93 Hamid Enayat. dengan demikian menurut Munawir Sjadzali. imamah dan khilafah merupakan dua istilah yang sama maknanya. Mawardi memberikan ruang bagi agama suatu jabatan politik yaitu kepala negara. 61. Munawir Sjadzali. Relasi Islam dan Negara. Reaksi Politik Sunni. alih bahasa Moh. hlm. Bahasa Politik Islam. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. Selain kedua istilah di atas. hlm. 90 M.93 Pada dasarnya teori imamah lebih banyak berkembang di aliran syi‟ah daripada aliran sunni. Islam dan Tata Negara. “imamah” dalam kajian Islam juga sering digunakan sebagai teori yang menyerupai makna negara. Menurut Mawardi. Din Syamsuddin.94 d. Taqiyuddin an-Nabhani. 63.dalam artian sebagai “Pengganti Rasulullah” yang bertugas meneruskan misimisinya. Din Syamsuddin. karena khilafah adalah suatu kepemimpinan yang berlaku secara umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari‟at dan mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Etika Agama. sultan atau kepala negara.1996). Sejarah dan Doktrin. Bernard Lewis. raja. 39. 91 92 Dikutip dari Kamaruzzaman. imam bisa dimaknai khalifah. Magfur Wachid. dalam aliran Syi‟ah Imama>h menekankan dua rukun. 32. yaitu kekuasaan imam (wilayah) dan kesucian Imam („ismah).92 Sementara menurut Taqiyuddin anNabhani. hlm. hlm. lvi .90 Sedangkan menurut Bernard Lewis istilah khalifah muncul pertama kali pada masa pra-Islam abad ke-6 Masehi dalam suatu prasasti Islam di Arabia.

karena secara de facto ternyata Islam mempraktekkan beberapa istilah yang bersinonom dengan konsep negara. secara umum menggunakan istilah sultan untuk pemerintah. Khila>fah. M. Ima>mah dan S{ult}aniyyah. Mengingat wacana negara Islam di Indonesia selalu menjadi perdebatan panjang dalam sejarah didirikannya negara ini. lvii . Natsir salah satu tokoh Islam yang kontra dengan gagasan Soekarno mengklaim bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu cita-cita Islam oleh sebab itu 95 Bernard Lewis.95 Dari uraian di atas. Bahasa Politik. oleh sebab itu merupakan hal yang lazim kalau wacana Negara Islam selalu hangat untuk diperdebatkan. sedangkan secara konseptual atau de jure Islam memang tidak mengenal konsep negara yang detail. tampak bahwa istilah negara dalam Islam memiliki beberapa sinonim di antaranya Daulah. yaitu karena mereka bertujuan menerapkan Syari„at secara efektif di seluruh penjuru wilayah negara. sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang. Patut dicari apa sebenarnya yang membuat tokoh muslim berkeinginan keras meletakkan Islam sebagai dasar negara Indonesia? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini. Namun demikian patut diteliti apakah teori-teori tersebut untuk konteks modern saat ini bisa dikategorikan sebuah konsep negara. Abd Hamid. 49. yang hidup pada awal abad kedelapan.Adapun istilah kesultanan seringkali diartikan kekuasaan dalam kitab alQur‟an. hlm. menurut Lewis ada seorang penulis dari kelompok scribal.

Pangeran Diponegoro (pemimpin Perang Diponegoro 1825-1830. Ideologi Hegemoni.98 Menurut hemat penyusun organisasi ini merupakan alat konsolidasi yang sangat efektif saat itu. Sultan Hasanuddin dari Makassar. Percaturan Politik. Untuk mendukung opini ini bisa dilihat dari semangat jihad Islam yang terukir dalam sejarah tanah air ini. 96 Dikutip dari Faisal Ismail. bahwa umat Islam Indonesia sebagai kelompok mayoritas mempunyai peran yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.96 Tampaknya klaim ini didasarkan pada kenyataan saat itu. Ibid. Ramage. hlm. The Modernist Muslim Movement in Indonesia. dan organisasi Tradisionalis NU (didirikan 1926). kekecewaan umat Islam atas dihapuskannya “Piagam Jakarta” bisa juga dipahami melalui berbagai organisasi kultural dan ekonomis Islam yang telah didirikan jauh sebelum Indonesia merdeka. Imam Bonjol (pemimpin Perang Padri 1921-1937). 98 lviii . misalnya Sarekat Islam (didirikan tahun 1912). Tjut Nya‟Dien dan Tengku Tjhik di Tiro (pemimpin Perang Aceh tahun 18721912). hlm. Lihat juga Douglas E. Selain alasan di atas. seperti Sultan Babullah dari Ternate. gerakan Modernis Muhammadiyah (yang juga didirikan tahun 1912. Teuku Umar.97 Di samping itu terdapat juga ulama-ulama Jawa. apalagi organisasi tersebut banyak memberi konstribusi dalam kemerdekaan ini. 97 Deliar Noer.pencapaian kemerdekaan Indonesia merupakan bagian integral dari perjuangan Islam untuk menerapkan Syari„at. 1900-1942 (Singapura: Oxford University Press. 26. salah satunya Syekh Hayim Asy‟ari yang terkenal dengan “Resolusi Jihadnya”. 1973). 41.

Budha. Ramage. menurut Fred von den Mehden "Indonesia sebagai satu bangsa Islam tidak seluruhnya sepakat dengan apa yang harus dilakukan sebagai pemeluk Islam”. Douglas E. hlm. lix . sebagaimana yang dinyatakan Cliford Geertz bahwa rakyat Indonesia terbagi menjadi tiga aliran atau trikotomi. dan kejawen. dinamika ini memiliki implikasi-implikasi penting bagi perpolitikan nasional. 27. Douglas E. 184. Ramage. Aliran santri menunjuk pada pemeluk Islam yang taat dan setiap harinya dekat dengan prilaku spritual atau sosial yang didasarkan pada al-Qur‟an. hlm.100 Perbedaan relegius dan politik dalam komunitas Muslim tampak jelas dalam wacana pancasila. Seperti halnya yang penyusun bahas di atas. Santri dan Abangan. Dalam catatan sejarah. Ibid. hlm.Meski dalam kenyataanya umat Islam merupakan mayoritas dalam bangsa ini dan organisasi Islam memainkan peran penting pada masa kemerdekaan. 28. Baca. hlm. 1986). Sementara Abangan adalah pemeluk Islam nominal.101 Sebagaimana yang akan dibahas dalam bab-bab berikut. 27. Ramage. yaitu Priyayi.99 Hal ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan penafsiran dan praktik agama yang dikerjakan. Ibid. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse: Syracause University Press. yang bagi mereka Islam adalah lapisan terakhir yang menyelubungi kepercayaankepercaaan relegius Hindu. 101 100 99 Douglas E. Percaturan Politik. tuntutan-tuntutan Islam politik atas negara sangat tampak dalam pemberontakkan Darul Islam melawan Pemerintahan Pusat Fred von den Mehden. Dengan demikian suatu dinamika “Islam versus Pancasila” telah mempengaruhi sebagian besar perdebatan dan wacana pemikiran politik Indonesia sepanjang tahun 1980-an sampai 1990-an.

hlm. Djohan Effendi. Sedangkan partai Islam lebih pada substansi tujuan. 31. tidak sepakat dengan cara pandang militer ini. seperti nama Darul Islam. The Struggle of Islam in Modern Indonesia.102 Akibat serangan pemberontakan ini. bentuk konkret ancaman “ekstrem kanan” (istilah yang secara resmi dipakai untuk menunjuk fundamentalisme Islam di era Orde Baru) semakin jelas. Jadi tentu berbeda dengan gerakan Darul Islam yang dipimpin oleh S. (The Hague: Martinus Nijhoff. Dikutip dari Douglas E. lx .J. hlm. hlm.104 Peristiwa ini sedikit banyak menumbuhkan citra negatif pada sebagian kalangan bangsa kita dalam merespon hubungan Islam dan negara. 18 Desember 1992. Dalam kasus ini gerakan Kartosuwiryo tidak berkesempatan mengembangkan pemikiran substansi tujuannya karena terburu menggunakan kekerasan.antara tahun 1948-1962. Satu-satunya perbedaan. Percaturan Politik. sedangkan yang kedua dengan kekuatan illegal. baginya citacita partai Islam ini dilakukan secara demokratis. Monash University. 430.M. Djohan Effendi menambahkan bahwa Darul Islam mempertinggi kecurigaan militer bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara partai-partai Islam dengan pemberontak Darul Islam. The contribution of the Islamic Parties to the Decline of Democracy in the 1950s. 1971 dan 1982). Partai-Partai Islam. makalah Confrence on Indonesia Democracy. 54-74. Mengenai pemberontakan Darul Islam bisa dilihat B.103 Deliar Noer. istilah Imam untuk Kepala negara dan lain sebagainya. 104 103 102 Deliar Noer. gerakan ini menggunakan kekerasan dan mementingkan simbol-simbol. menurut pihak militer adalah bahwa yang pertama memperjuangkan negara Islam dengan jalan legal. Kartosuwiryo. Boland. yang kemudian berdampak negatif pula terhadap cita-cita dan perjuangan partai-partai Islam selama ini. Ramage.

Semoga prawacana ini 105 NU saat itu masih bergabung dalam partai tersebut. karena dituduh terlibat dalam pemberontakan regional berideologi Islam. melainkan juga sebuah konsep NASAKOM. dan komunisme Soekarno tidak hanya menganjurkan konsep Pancasila. lxi . 106 NASAKOM.108 Demikian pembahasan asal-usul perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Ramage.Dan saat itu. Selain itu masalah pemberontakan PRRI/Permesta (19581961) juga sering dihubungkan dengan cita-cita Islam sehingga membuat partai Masyumi dibubarkan (tahun 1960). 108 107 Douglas E. berarti persatuan antara nasionalisme. 34.106 Posisi Islam semakin mengkhawatirkan ketika Soekarno membubarkan partai Islam terbesar. agama dan komunisme. Schmidt. Percaturan Politik. nasionalisme. Padahal dalam kasus DI ini secara perlahan-lahan juga ditunggangi oleh golongan yang tidak bersimpati terhadap RI.107 yang akhirnya malah menimbulkan struktur politis dan ideologis yang labil pada awal tahun 1960-an karena masing-masing kepentingan politisnya jelas saling berlawanan. Masyumi. hlm. Konsep ini dimunculkan Soekarno pada masa demokrasi terpimpin. dan Van Kleef. Dalam usaha menyeimbangkan kekuatan-kekuatan ideologis antara Islam. Ibid. citra negatif ini digunakan untuk mendeskriditkan kedudukan partai Masyumi105 dan umat Islam secara umum. walupun banyak orang Kristen yang terlibat di dalamnya karena tokoh-tokoh cabang Parkindo dan komandan daerah yang beragama Kristen jelas-jelas menyokong pemberontakan ini. di antaranya orang-orang Belanda seperti Jungschlager.

Suatu hal yang wajar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia wacana relasi Islam dan negara mendapatkan komentar. Islam di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari dinamika pemikiran dan gerakan pembaharuan.akan lebih memudahkan kita dalam memahami babbab berikutnya.. B. masih terdapat kuatnya madzhab yang dilestarikan oleh para kyai melalui pesantren. di antaranya dipengaruhi ide-ide pembaharuan Abduh yang dianggap rasional-liberal. Oleh sebab itu untuk memamahami tokoh pemikir Islam harus diletakkan pada kerangka Ijtiha>d. cet. 66.109 Di sisi lain. Tipologi Pemikiran Relasi Islam dan Negara. sedangkan “pemikiran Islam” adalah kebenaran subjektif yang dihasilkan dari penangkapan seseorang terhadap pesan obyektif Tuhan. hlm. Sebelum membahas lebih jauh. Islam Transformatif. lxii . yang dianggap sebagai basis kelompok tradisionalis Islam. hlm. 67. Menurut Moslem Abdurrahman “Islam” adalah wahyu. 1995). penyusun ingin mempertegas antara Islam dan pemikiran Islam. ke-2 (Jakarta: Pustaka Firdaus. 110 109 Ibid. kritik dan debat yang tajam Moslem Abdurrahman.110 Sebagai kebenaran subjektif pemikiran Islam bisa berubah-rubah sesuai dengan konteks dan perkembangan pemahaman seseorang tersebut terhadap pesan Tuhan. dan kemudian di Indonesia berpadu dengan faham Wahabiyyah yang skriptural-formal. Dengan adanya dialektika modernis versus tradisionalis inilah yang akhirnya melahirkan pemikiran neo-modernisme Islam Indonesia.

Untuk itu generasi kedua ini tidak menginginkan Islam dijadikan sebuah ideologi. (RE) Politisasi Islam. Seperti yang penyusun bahas sebelumnya. baik dari pihak Islam politik maupun negara. Padahal perdebatan ini sudah pernah menemukan titik temunya. Dalam pandangan ini Islam politik merupakan sesuatu yang sulit untuk dijual karena trauma politik yang membekas para aktivis politik saat itu. 2000). Upaya penyelesaian masalah tersebut pada sidang konstituante kandas di tengah jalan karena dipotong oleh Soekarno melalui Dekrit 1959. Diawali perdebatan antara Natsir dan Soekarno.111 Akhirnya. Pada tahun 1940-an sampai 1990-an sering terjadi perdebatan hangat mengenai masalah tersebut. 191. Dalam pandangan umum. yang sengaja menutupi kemungkinan-kemungkinan tersebut. yaitu dalam konsep “Piagam Jakarta”. cet. dengan Bahtiar Effendy.karena masalah ini termasuk kategori Ijtiha>d seseorang dalam memahami teks Tuhan. situasi inilah yang mendorong pemikir Islam Indonesia generasi kedua (sejak tahun 1970-an). langkah-langkah ini telah menempatkan Islam dalam posisi antagonistik vis-a-vis negara dengan seluruh implikasinya. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. hlm. akhirnya Islam mencari jalannya sendiri dalam kehidupan sosial politiknya dengan cara yang bisa dibilang formalistik. yang kemudian dianulir sehari setelah kemerdekaan. 111 pembicaraan mengenai persoalan lxiii . agar kehadirannya tidak hanya dirasakan tapi juga diakui. ke1 (Bandung: Mizan. yang kemudian sering disebut sebagai kelompok “Islam kultural”. Demikian pula yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru.

Munawir Sjadzali mengklasifikasikan relasi Islam dan negara menjadi tiga kategori. aktivitas Islam kultural dan Islam politik mempunyai persamaan. Di antaranya pandangan dasar Nurcholish Madjid yang mengemukakan desakralisasi. dan Munawir Sjadzali yang menyatakan perlunya melihat Islam dalam konteks Indonesia. aliran modernis. 191. Husein Haikal. dan egalitarianisme yang disesuaikan dengan spirit Islam. Lihat Abdurrahman Wahid. (Jakarta: P3M. Lebih spesifik dalam pembahasan ini. Kedua. Tokoh yang terkemuka yaitu M. Abdurrahman Wahid dengan gagasan Pribumisasi Islam. Jadi bukan meninggalkan norma demi budaya. dengan menonjolkan aspekaspek keadilan. aliran konservatif.112 Dawam Rahardjo yang menggeluti Masyarakat pedesaan melalui pesantren.memfokuskan pada bidang garapan “transformasi sosial” yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. 113 112 Bahtiar Effendy. Pertama. yaitu fiqih dan qaidah fiqih. 83. “Pribumisasi Islam” dalam Islam Indonesia Menatap Masa Depan. (RE) Politisasi Islam. aliran sekuler. musyawarah. akan tetapi agar norma-norma itu menampung kebutuhan-kebutuhan budaya dengan mempergunakan pemahaman nash. hlm. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. 1989).113 Sebenarnya kalau dilihat dari aspek politik. karena kalangan inilah yang meletakkan dasar-dasar kehidupan politik yang demokratis. Islam tidak Yang dimaksud Pribumisasi Islam adalah bagaimana mempertimbangkan kebutuhankebutuhan lokal dalam merumuskan hukum-hukum agama. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. tanpa mengubah hukum itu sendiri. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. Ketiga. hlm. lxiv .

Demokrasi di Persimpangan. sementara kelompok neo-modernis menggunakan pendekatan kultural yang biasa disebut kaum realistis atau akomodasionis.117 Di bawah pengaruh modernisme Islam. 227. Moslem Abdurrahman. hlm. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein114 Akan tetapi dalam tipologi ini. 114 Munawir Sjadzali. Menyimak Pemikiran Islam. hlm.62-114. yakni sebuah organisasi politik Islam modern pertama kali di Indonesia yang didasarkan pada sebuah prinsip antipenjajahan. dalam karyannya. penyusun akan mengkaji pada kategori kedua. kelompok modernis biasanya menggunakan pendekatan struktural yang dapat juga disebut sebagai kaum idealis. hlm. yang kemudian penyusun klasifikasikan kembali menjadi dua aliran: modernis dan neo-modernis. yakni aliran Modernis. Islam dan Tata Negara. Islam Transformatif. Pemikiran modernisme Islam sudah dimulai sejak abad ke 20-an sebelum Indonesia merdeka. 116 115 Masykuri Abdillah. Perspektif Modernisme. Dalam pandangan politik Islam. bahwa pemikiran politik Islam di Indonesia memang tidak lepas dari hubungan dialektis antara aliran tradisionalis dan modernis. Pada tahun 1912 didirikan sarekat Islam.115 yang akhirnya melahirkan neomodernisme tersebut. 1-2. lxv . Untuk lebih lengkapnya baca.ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara.116 1. Pemetaan ini didasarkan pada analisa pemikiran yang telah bekembang.

Natsir. dalam. penulis katakan rasionalfundamental karena satu sisi Natsir mengakui bahwa di dalam Islam juga mengandung unsur-unsur demokrasi. AS.nilai-nilai demokrasi menjadi suatu yang lazim di kalangan intelektual muslim prakemerdekaan. 215- 216. Mahfud MD.118 Menurut Mukti Ali. Moslem Abdurrahman. 20. hlm.. hlm. Rajawali. Natsir bersikap keras meletakkan Islam Anders Uhlin. perspektif ini dihadapkan penyusun pada pemikiran M. Pengantar ke pemikiran politik. wajar apabila kalangan modernisme mengagendakan sebuah apologia melalui “ideologisasi Islam” bahwa Islam adalah agama yang Ka>ffah. dalam artian demokrasi adalah sistem pemerintahan yang bermanfaat bagi rakyat atau dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. 1983). cet. hlm. Oposisi Berserak. Islam Transformatif. Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. 32 118 117 Deliar Noer. Moh.119 Sebagai reaksi terhadap Barat. Dalam konteks pembahasan. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama Dan Orde Baru. Tokoh ini dikategorikan dalam perspektif modernis karena gagasannya yang rasional-fundamental.dkk. M. (Jakarta: CV. Wacana Politik Hukum dan Demokrasi Indonesia. 1998). ke-2 (Bandung: Mizan. 28. Hikam. 119 Dikutip dari. M. 120 lxvi . munculnya Modernisme karena didorong kesadaran akan kemunduran umat Islam yang disebabkan telah meninggalkan sumber ajaran al-Qur‟an yang asli. (Yogyakarta: Pustaka pelajar. 1999). Oleh sebab itu kalangan modernisme seringkali menyerukan umat Islam untuk “kembali kepada al-Qur‟an dan sunnah secara murni”.120 sisi fundamentalnya. alih Bahasa Rofik Suhud. hlm.

Islam dan 121 Kamaruzzaman.122 Di Indonesia sendiri menurut Dawam Rahardjo ciri yang menonjol dari kalangan modernisme adalah “apologik”. “substansialis”-kelompok ini lebih mengedepankan pada isi daripada bentuk. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thought and Action in New Order Indonesia. Anders Uhlin. 211. Merambah Jalan Baru Islam. perlu penyusun tegaskan bahwa yang dimaksud modernisme di sini adalah aliran pemikiran yang selalu mengidealkan pemerintahan Islam. liberal dan demokratis sosial. dengan tetap menerima sistem Barat asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. lxvii . hlm. Sebenarnya secara genetik kelompok ini sudah ada sebelum Orde Baru lahir. menurut tokoh-tokoh modernis. M. M. M. hlm. Negara dan Peminggiran. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendekiawan Muslim. hlm.sebagai dasar negara. Dawam Rahardjo. Relasi Islam dan Negara.(Bandung:Mizan. Rusli Karim.121 Ide-ide pemikiran modernisme tentang Islam dan negara cenderung bercirikan konservatif. 77. lihat juga. 125 124 123 122 Ibid.123 sedangkan dalam pandangan Liddle istilah modernisme dalam politik mempunyai dua corak. Oposisi Berserak. yaitu Masyumi dan Muhammadiyah. 1993). hlm. 98. hlm. kertas kerja belum diterbitkan. Bahtiar Effendy dan Fachry Ali. Baca juga. “skripturalistis”-yang masih menginginkan bentuk negara Islam dan berlakunya undang-undang Islam. lihat karya asli William Liddle. 1986). dengan tujuan supaya ajaran Islam bisa laksanakan secara utuh dan konsekuen dalam kehidupan bernegara. pertama.124 Untuk memperjelas pada pembahasan lebih lanjut. 284. kedua. pemurnian dan “skripturalistik”. Negara dan Peminggiran. Rusli Karim. 171.125 Kedua organisasi ini mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang konsep negara. 211. (Bandung: Mizan. Dikutip dari. hlm.

dan terlalu apriori terhadap kekayaan potensi pemikiran Islam tradisional. hlm. masih ada alasan-alasan lain yang akan dibahas dalam bab selanjutnya. mengapa tokoh modernisme seperti M. 127 128 lxviii . hlm.negara mempunyai hubungan integral. Dikutip dari.128 126 Kamaruzzaman.126 Pada intinya aliran modernisme semacam ini mendukung negara Islam secara ideologis. Masykuri Abdillah. maka dari itu apabila negara Islam nanti didirikan boleh mengadopsi sistem Barat asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Natsir sendiri Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna. 70-72. tetapi aliran ini masih menunjukkan kelemahan-kelemahan tertentu.127 Selain itu.. Untuk lebih lengkapnya akan penyusun bahas dalam bab selanjutnya. hlm. tetapi bukan berarti menolak sistem Barat secara totalitas. Pola pemikiran neo-modernisme sangat identik dengan Fazlur Rahman. karena baginya secara tekstual. menurutnya meskipun di era modern pemikiran modernisme memberikan sumbangan positif terhadap kebangkitan Islam. Natsir ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. 73. 12. Perspektif Neo-Modernisme. Demokrasi di Persimpangan. di antaranya adalah kurangnya metodologi dalam menafsirkan al-Qur‟an dan Sunnah. Karena menurut M. al-Qur‟an dan Sunnah telah menunjukkan perangkat dasar negara yang dapat diterapkan di zamannya. 2. Relasi Islam dan Negara. Ibid.

neo-modernisme Islam mengarfimasi 129 Dedy Djamaluddin Malik.Lebih lanjut. karena pemikiran-pemikirannya seringkali terjebak pada proses pengambilalihan konsep-konsep Barat. hlm. Gibb. 191. hlm. kemudian pada tahun 1980-an generasi kedua ini dikenal dengan sebutan Islam kultural. aliran ini sangat berbeda dengan fundamentalisme yang menganggap Barat sebagai ancaman bagi umat Islam. dia mengkritik kaum modernisme Islam bahwa kalangan ini menurutnya. tetapi juga mengajukan argumentasi bahwa Islam juga mempunyai kepedulian yang sama terhadap ide-ide Barat seperti demokrasi dan hak-hak asasi manusia. 11. Neo-modernis justru membela ide-ide liberal Barat. 130 131 132 lxix . Ibid. hlm. perubahan dan pembangunan. sebagai pemikiran generasi kedua setelah modernisme yang mengarah pada Islam politik. neo modernisme adalah gerakan pemikiran progresif yang mempunyai sikap positif terhadap modernitas. artinya mengambil pokoknya saja tanpa memahami latar belakangnya. Ketiga.132 Menurut Greg Barton. Pertama. Yaitu:  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Neo-Modernisme adalah aliran pemikiran yang melakukan usaha-usaha untuk menemukan titik temu antara kaum Islam tradisionalis dengan kaum Islam modernis. Masykuri Abdillah. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa meninggalkan tradisi lama akan menimbulkan jump to conslusion (kesimpulan yang melompat). 130 sebagai prinsip pengembangan pemikirannya. Zaman Baru Islam.131 Di Indonesia sendiri gagasan neo-modernisme Islam dimulai sejak tahun 1970-an. akan terancam intellectual impoverisment (pemiskinan intelektual).A.129 dengan meminjam istilah H.R. dan Idy Subandy Ibrahim. Kedua. Bahtiar Effendy. Oleh sebab itu kaum neo-modernisme menggunakan kaidah Islam klasik berikut ini. Demokrasi di Persimpangan. 178. (RE) Politisasi Islam. ada lima ciri yang menonjol dari aliran neo modernisme.

135 Dalam memandang relasi Islam dan negara. 134 Dalam pembahasan ini. meskipun mereka tidak sepenuhnya sama dalam Dikutip dari. neomodernisme sangat mengedepankan pemahaman Islam yang terbuka. 18. (RE) Politisasi Islam. 135 lxx . meskipun Abdurrahman Wahid sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di tahun 1990-an. neo-modernisme selalu berijtihad dalam membuat sintesis antara khazanah pemikiran Islam tradisional dengan 133 gagasan-gagasan Barat mengenai ilmu-ilmu sosial dan humoniora. hlm. 134 133 Bahtiar Effendy. kalangan ini lebih suka menggunakan pendekatan kultural. Masykuri Abdillah. Abdurrahman Wahid. Dawam Rahardjo. inklusif dan liberal. dan moralitas bangsa. hlm. corak pemikiran neo-modernisme akan penyusun hadapkan dengan pemikiran Abdurrahman Wahid. di antaranya. khususnya dalam merespon pluralisme masyarakat. 122. Di antara kalangan neo-modernis yang paling utama mendukung pendekatan kultural ini adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. politik. karena menurutnya alQur‟an dan Sunnah tidak pernah menyuruh mendirikan negara Islam. 191. Keempat.semangat sekularisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak penulis yang mengkategorikan tokoh-tokoh muslim Indonesia. 1999). tetapi dia tergolong akomodasionis terhadap sistem sosial yang berlaku di Indonesia. Kelima. Umaruddin Masdar. hlm. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. dan Munawir Sjadzali masuk dalam aliran ini. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. seperti Nurcholish Madjid. yakni dengan memerankan Islam sebagai “faktor komplementer” untuk mengembangkan sosio-ekonomi. ia seorang neo-modernis yang latar belakang sosialnya berasal dari golongan tradisionalis. Demokrasi di Persimpangan.

Polemik Negara Islam. 138 137 Dedy Djamaluddin M. hlm. karena secara teoritis dalam konteks agama dan negara kedua pemikiran tersebut memang 136 Ibid. dan Idy Subandy Ibrahim. dalam kaidah fiqihnya "Tas}araf al Ima>m manu>t}un bi al-Mas}lahah" (kebijaksanaan kepala pemerintah harus mengikuti kesejahteraan rakyat)”. 170. karena dalam pemikirannya selalu mempertimbangkan aspek fiqih. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. Zaman Baru Islam. baik modernisme maupun neo-modernisme dalam memandang agama dan negara sudah tentu berbeda. tetapi mereka menyadari bahwa secara historis ekspresi Islam ideologis tidak pernah berhasil. hlm. sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia.. Hal ini terlihat dalam pemikiran Abdurrahman Wahid yang mengajukan dalil agar kebijaksanaan pemerintah harus senantiasa disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan fiqih. Ahmad Suhelmi. Dedy Djamaluddin M. 139 lxxi .139 Pokok pikiran kedua aliran ini. 116. 169.berpendapat. 77. hlm. yakni diideologikan.136 Selain itu.138 Meskipun demikian. hlm. Zaman Baru Islam.137 hal yang senada diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi. menurut Abdurrahman Wahid kalau Islam di Indonesia dijadikan faktor alternatif. maka fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal dan ancaman disintegrasi bangsa.. Ibid. baca juga. bukan berarti pemikir neo-modernisme ini mengabaikan aspek agama dalam politik. 239.

Kelompok modernis lebih suka menggunakan pendekatan Islam politik dalam kehidupan bernegara. yang menempatkan syari‟ah sebagai tata nilai masyarkat dalam kehidupan bernegara. 1987). hlm. yang menekankan pada substansi bukan sebuah bentuk formal. 140 Ibid. Dalam kerangka pemikiran idealistik dirumuskan sebuah sistem negara yang sepenuhnya berdasarkan wawasan Islam. karena pada dasarnya agama adalah urusan pribadi yang tidak bisa diintervensi siapapun. akan tetapi dalam aksi politiknya masing-masing berbeda.terbagi dua. baik itu faktor organisasi ataupun studi yang dijalaninya. Sebenarnya kedua kelompok di atas sama-sama menyadari bahwa di dalam al-Qur‟an maupun Sunnah memang tidak ada yang menyatakan untuk mendirikan negara Islam.141 Sementara generasi kedua. Dari uraian di atas. neo-modernisme tidak tertarik dengan pendekatan Islam politik tetapi lebih pada Islam kultural. bisa dimengerti mengapa persoalan agama dan negara di Indonesia selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan intelektual muslim kita. Sementara pemikiran realistik lebih tertarik menempatkan Islam sebagai “faktor komplementer”. karena untuk memberlakukan syari‟ah pasti membutuhkan kekuatan politik dan yang memiliki kekuatan itu adalah negara. Amien Rais. Ini tidak lain karena pengaruh geneologi pemikiran yang melatarbelakangi keduanya. (Bandung: Mizan. 41. 140 dan kemudian penyusun kategorikan sebagai kelompok neo-modernisme. 141 lxxii . sedangkan negara dalam pandangan mereka adalah penjaga syari‟ah. yakni idealistik dan realistik. Cakrawala Islam. Kelompok inilah yang kemudian menggunakan Islam sebagai “tawaran alternatif” dan selanjutnya penyusun kategorikan dalam “kelompok modernis”.

NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID lxxiii .BAB III POKOK-POKOK PEMIKIRAN M.

Natsir 1. Selain seorang tokoh yang gigih memperjuangkan cita-cita Islam. 21. maupun keagamaan. Diantaranya: Imam Bonjol.142 M. dan dibentuk sesuai tradisi kepala kelompok suku keluarga yang didasarkan pada suatu sistem Anwar Harjono. nama M. baik dalam bidang politik. Hal ini bisa dilihat dari masyarakatnya sendiri yang terdiri dari sejumlah republik (negeri-negeri). Nastir untuk meyakinkan masyarakat bahwa ada kemungkinan RI bisa bersatu kembali. Natsir berasal dari Sumatera Barat. Keadaan inilah yang akhirnya menggigihkan semangat M. 143 142 lxxiv . M. (Jakarta: Gema Insani Press. HAMKA. Haji Agus Salim. Muhammad Hatta. Latar Belakang Sosial Politik Dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Natsir tidak pernah luput dari pembahasan. hlm. Thohir Luth. 1999). budaya dan agama. pendidikan.TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA Sketsa Biografi M. Selama pemerintahan RIS (Republik Indonesia Serikat). dia juga dikenal sebagai bapak pemersatu bangsa karena mosi yang dilontarkannya dalam Sidang Parlemen RIS 3 April 1950. dan Sutan Sjahrir. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. cet. yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Nastir. Indonesia terpecah-belah menjadi 17 negara bagian. hlm. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. dkk. 2001). masyarakat Minangkabau telah akrab dengan dunia politik.10.143 Secara tidak langsung. ke-3 (Jakarta: Pustaka Firdaus. daerah yang memang banyak memunculkan tokoh-tokoh pembaharu nasional.

hlm. Ahmad Suhelmi. Bahkkan di antara mereka itu ada yang berguru secara langsung kepada tokoh-tokoh Wahabi. melahirkan para gerakan pembaharu Islam. hlm. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. suku juga sangat dipertahankan. lxxv . Mahmud Yunus. dan dipengaruhi kuat dengan gagasan-gagasannya M. Padahal kedua praktik itu telah menjadi tradisi masyarakat setempat.144 Di sisi lain adat-istiadat.147 Dikutip dari. selain dua masalah di atas Syeikh Ahmad Khatib selaku penulis buku tersebut. 91. Vol. lihat juga. awal timbulnya aliran pembaharuan Islam ini disebabkan beredarnya buku yang mengecam ulama dengan melarang berdiri waktu membaca “Maulid Nabi” (waktu Marh}aban) dan melafalkan Us}alli ketika niat sholat. hlm. 1982). Akibat tradisi keagamaan yang berlangsung di daerah itu. Ahmad Suhelmi. mereka adalah ulama muda yang dipengaruhi oleh gerakan Wahabi di Arab Saudi dan gerakan pembaharuan Islam Mesir. Indonesian Sociological Studies: Selected Writing. (Amsterdam: W Van Hoeve ltd. 29. 145 144 Ibid. 91. I. hlm.Matriarchat. Polemik Negara Islam.145 Salah satu tuntutan gerakan ini adalah pemurnian ajaran Islam (purifikasi). Menurut Mahmud Yunus. terutama oleh golongan adat atau kaum tradisionalis. (Jakarta: Hidayat Agung. B. hlm. 1982). Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942. Schrieke. (Jakarta: LP3ES. Polemik Negara Islam. juga menentang keras praktik T{ariqah Naqsabandiyyah dan peraturan-peraturan adat tentang warisan. 29. 95. 147 146 Deliar Noer. 1955). Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh.146 Deliar Noer menambahkan.

Sebuah Biografi. Kabupaten Solok. Kedua golongan itu juga berlomba-lomba menyelidiki. Akibatnya masyarakat terpolarisasi menjadi kaum adat dan puritan. Natsir. sekolah ini didirikan oleh almarhum Abdullah Ahmad pada 1909. 1990). majalah al-Munir. mendalami ilmu-ilmu agama. menurut penyusun membawa implikasi besar dalam kehidupan masyarakat. akibatnya ilmu agama semakin berkembang di Minangkabau dan melahirkan banyak madrasah agama.Gerakan pembaharuan ini. membahas. 145- 149 152.S. hlm. Kedua. sehingga mengkondisikan lahirnya institusi keagamaan. Natsir lahir pada tgl 17 Jumadil Akhir 1326 H. sedangkan dari kalangan tradisional ada Tarbiyah Islamiyah dan majalah al-Mizan. gerakan ini menimbulkan reaksi keras dari kalangan tradisionalis dan Kepala suku. al-Imam al-Basyir dan al-Ittiqan.149 pola pemikirannya sedikit banyak dipengaruhi dengan kondisi sosiologis di mana ia tumbuh. Pendidikan formalnya ditempuh di HIS (Holland Inlandische School) Adabiyah150 dan Madrasah 148 Mahmud Yunus. al-Bayan. gerakan ini membawa perubahan-perubahan positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat Minangkabau. 92 Ajib Rosidi. 150 lxxvi . Sejarah Pendidikan Islam. Pertama. (Hollands Inlandsche School) Adabiyah adalah madrasah sekolah agama yang pertama di Minangkabau.I. Seperti yang di tulis Mahmud Yunus bahwa ada sisi positif dari dealektika dikotomi di atas. yakni saat masyarakat Minangkabau bersemangat bangkit melawan politik kolonial dan mengadakan perubahan doktrin keagamaan. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Idris Sutan Saripado Dan Khadijah. bertepatan dengan tanggal 17 Juli 1908 di Jembatan Berukir Alahan Panjang. antara lain: “Dari kalangan pembaharu melahirkan Sumatera Thawalib. H.”148 M. (Jakarta: Girimurti Pustaka. M. dan mencari dalil untuk memperkuat fakta masing-masing.

Natsir sendiri mengakui bahwa bahasa-bahasa Eropa. M. Yusril Ihza Mahendra. 55. 153 Jika dilihat dari jenjang pendidikannya. Setengah waktu digunakan untuk pelajaran bahasa. Belanda. sastra. Baca.” Jurnal ISLAMIKA. filsafat. Inggris. 65. di antaranya sejarah. politik dan orientalisme. 137141. dan kemudian beralih ke Jong Islameten Bond (JIB). no 13. 154 155 153 152 151 Kamaruzzaman. lxxvii . setelah lulus dari HIS ia melanjutkan ke MULO151 (Meer Uitgerbreid Lager Onderswij) Padang. MULO adalah sekolah rendah dengan program yang diperluas. Natsir. 63. dan sekolah terminal bagi mereka yang tidak melanjutkan studinya. S. Di dalamnya terdiri 4 program bahasa. AMS adalah sekolah lanjutan MULO dan sebagai persiapan untuk Universitas di Nederland. oleh sebab itu bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa belanda. 1973).Diniyah Solok pada tahun 1916-1923. (Jakarta: Bumi Aksara. ke-3 (Jakarta: Bulan Bintang.154 Selain itu. dan Jermaan. 132. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. hlm. Pada Juli 1927 ia tamat dari MULO dan melanjutkan ke AMS152 (Algemene Middelbare School) dengan jurusan sastra Barat (Eropa) klasik di Bandung. M. hlm. hlm.S pada tahun 1915. (1994). yang kemudian berubah menjadi H. Prancis. Natsir mulai terlibat organisasi sejak di MULO. Mahmud Yunus. M. Sejarah Pendidikan Indonesia. dengan demikian bisa dipastikan kalau ia tidak banyak mengalami kesulitan dalam memahami karya-karya bangsa Eropa. cet. Capita Selecta. Natsir tampak menguasai bahasa-bahasa Eropa tersebut. Sejarah Pendidikan Islam. hlm. M. Relasi Islam Dan Negara. Ibid. hlm. Inggris dan sebagainya memang banyak membantu kecerdasan bangsa Indonesia. 122 dan 128. awalnya ia masuk Jong Sumatranen Bond di Padang. 1995). sepertiga untuk matematika dan ilmu pengetahuan sosial. sekolah kejuruan. Nasution. kedua organisasi tersebut diketuai oleh Sanusi Pane. hlm.155 Adabiyah ini berlangsung sebagai sekolah agama sampai tahun 1914. Sekolah ini berfungsi sebagai subkultur AMS.I. yaitu: Belanda.

seorang pengikut gerakan pembaharuan Islam yang juga merupakan kawan dekat Haji Rasul yakni seorang tokoh pembaharu pemikiran di Minangkabau. Baginya bahasa Arab bukanlah bahasa agama semata. Natsir mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan Haji 156 Ibid. M. 227. hal ini bisa dilihat dari pengaruh gurunya. Rasyid Ridha. dan Syed Amir Ali di Asia Selatan.158 Pada dasarnya M.157 Di samping itu ia juga tertarik dengan pemikiran-pemikiran keagamaan para tokoh modernis. Selain itu.Namun demikian. 55. dari yang mudah sampai yang sesulit-sulitnya atau dari yang bersifat Maddah (konkrit) sampai yang bersifat Ma„nawi (abstrak).156 Melalui bahasa arab tersebut. Relasi Islam dan Negara. tidak heran juga kalau M. Mohammad Natsir Pemadu Politik dan Dakwah. Natsir sangat tertarik dengan karya Ibnu Taimiyah dan Ibn Qayyim. Kamarruzaman. dalam Azyumardi Azra dan Saiful Umam (ed. 133..). 158 lxxviii . Dikutip dari. oleh sebab itu baginya bahasa Arab lebih kaya dari bahasa Eropa manapun juga. hlm. 55. Lihat juga. bukan satu dialek atau salah satu bahasa propinsi. 157 Ali Nuhannif. Hlm. Relasi Islam dan Negara. malainkan suatu bahasa dunia yang merupakan kunci dari berbagai pengetahuan yang kaya raya untuk mengutarakan suatu pengertian. Natsir telah mengenal ajaranajaran Islam yang bercorak pembaharuan sejak usia muda. seperti Muhammad Abduh. Kamaruzzaman. Ahmad Khan. ia juga mempunyai kepedulian khusus terhadap karya-karya klasik ulama Islam yang berbahasa Arab. hlm. (Jakarta: Badan Litbang Agama Depag RI dan PPIM. Tuanku Mudo Amid. hlm. 1998). Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial-Intelektual.

Kamarruzaman. 11. namun organisasi ini memang baru terlihat karakternya sebagai kubu gerakan muslim modernis pada waktu dipimpin oleh Ahmad Hassan. hlm. Hlm. Akhmad Minhaji. Kedua. 56. Relasi Islam dan Negara. 1970). hlm.162 159 Kamarruzaman. hlm. Deliar Noer. Hassan sangat menguasai berbagai ajaran Islam. hal ini terlihat bagaimana Hassan mampu menghadapi persoalan masyarakat muslim yang berkembang saat itu. Pertama. (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta. Natsir ada dua alasan mengapa ia tertarik berguru pada Ahmad Hassan. 95.161 Menurut M. Ahmad Hassan. tanpa bermaksud memperkecil peranan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus sebagai pelopor pendiri Persis. hlm.159 Pemikiran Natsir semakin berkembang ketika ia belajar pada tokoh utama Persis (Persatuan Islam) di Bandung160. tetapi kemudian meluas pada diskusi pergerakan dan wacana pembaharuan Islam. 161 160 Ahmad Suhelmi. Persatuan Islam: Islamic Reform in Twentith Century Indonesia.Abdullah Ahmad secara teratur. Relasi Islam dan Negara. Lihat Howard Fidersfield. (Ithacha: Cornell University Press. Polemik Negara Islam. seorang tokoh pembaharu di Padang. pendekatan Hassan terhadap kajian Islam sangatlah menarik bagi generasi muda muslim karena cara yang digunakan sangat berbeda dengan para ulama lainnya. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). selain Ahmad Hassan ada juga Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus yang ikut mendirikan organisasi tersebut. Persis resmi dibentuk pada tanggal 12 September 1923 oleh sekelompok Muslim yang pada dasarnya menaruh perhatian pada kajian dan kegiatan keagamaan.. 56. 2001). salah seorang pendiri organisasi Persis. hlm. Gerakan Modern Islam. 162 lxxix . Baca juga. 340. 36.

hlm 129. Karena pada masa kecil. 1989). Natsir. JIB berdiri pada tanggal 1 Januari 1925. lxxx . di mana ia banyak terlibat dalam organisasi. Untuk lebih detailnya baca. 164 Kamarruzaman. selain itu orgainasasi ini juga meningkatkan kemajuan jasmani dan rohani anggotanya dengan cara menahan diri dan sabar. hlm. yaitu pertentangan antara kaum adat dengan kaum muslim puritan. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. menyelenggarakan kursus agama.164 Dan kemudian ia mengajar Islam di Hollands Inlandse Kweekkschool (HIK) atau sekolah guru dan MULO di kota ini juga. 57. dalam Kustiniyati Mochtar (peny). Natsir menjadi anggota JIB cabang Bandung. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan kalau pandangan Natsir tentang keagamaan nanti sedikit banyak terpengaruh dengan fenomena yang ia lihat sewaktu kecil. Mohammad Roem. Pola pemikiran politik Natsir mulai terlihat khas ketika ia berdomisili di Bandung. yang kemudian ikut membentuk pemikirannya dalam menentang paham sekulerisme. darmawisata dan olah raga dengan menggunakan label Islam. seni.Selain pengaruh dari tokoh-tokoh di atas. ia telah menyaksikan pertentangan antara kaum adat dan agamawan di daerahnya. kondisi sosial masyarakat Minangkabau juga ikut mempengaruhi corak pemikiran M. menumbuhkan rasa simpati dan toleran antar sesama muslim atau dengan golongan yang lain. Pada tahun 1929 M. 163 JIB merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempelajari dan memotivasi hidupnya agama Islam. organisasi ini merupakan perkumpulan generasi muda muslim yang didirikan di Jakarta dan kemudian membuka cabang di daerah-daerah. Sejarah Berdirinya Jong Islamieten Bond. Relasi Islam dan Negara. di antaranya Jong Islamieten Bond 163(the Association of Muslim Youth) dan Persis (The Unity of Islam). (Jakarta: Gramedia.

Thoir Luth. dan 165 Deliar Noer. 168 167 Ibid. 169 lxxxi .Namun demikian. negarawan. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. dan kemudian majalah ini dilarang penguasa karena dianggap menyerang misi Kristen. hlm. Natsir merasa lebih banyak mendapatkan teman yang dapat memecahkan masalah yang sedang berkembang dalam pemikirannya. 100. penerbitan majalah. selain itu yang menarik bagi Natsir adalah perhatian besarnya Persis pada kegiatan-kegiatan pendidikan.168 Yang semuanya itu mengantarkannya sebagai pejuang. terutama yang sedang belajar di sekolah menengah Belanda. khususnya dalam bidang politik dan agama. 166 Pembela Islam adalah Majalah tengah bulanan yang diterbitkan tokoh-tokoh Persis di Bandung (1929-1935). Karena dalam Persis M.169 Oleh sebab itu. hlm. Kamaruzaman. 58. tabligh dan publikasi. hlm 29. Natsir mempunyai hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh Persis. buku. bisa dikatakan bahwa Persis merupakan wahana awal yang menjadikannya sebagai tokoh nasional. Relasi Islam dan Negara. karena melalui kegiatan yang dipelopori Persis seperti tablig. adanya majalah Persis Pembela Islam 167 yang memberinya kesempatan untuk menuangkan pendapat-pendapatnya dalam bentuk tulisan.166 Ditambah lagi. pengaruh Persis terhadap dirinya lebih dominan ketimbang JIB. dan agamawan di negara Republik Indonesia ini. Ibid.165 M. Gerakan Modern Islam. M. apalagi ia juga sangat tekun dalam mengikuti kelas khusus yang memang diperuntukkan anggota muda Persis oleh Hassan.

33. Pemerintah Belanda sempat menawarkan sebuah beasiswa untuk mengantarkannya ke Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta atau Sekolah Tinggi Ekonomi di Rotterdam Belanda. Arab. Prancis dan Latin. Inggris. Prancis. dan Yunani dengan menggunakan literatur yang berbahasa Arab. Gerakan Modern Islam. 172 lxxxii . mulai terlihat saat ia mengkritik pandangan guru Belandanya yang menganggap bahwa sistem kerja kolonial di pabrik-pabrik gula di Jawa telah banyak memberi keuntungan kepada petani.pendidikan itulah ia berkesempatan terjun langsung sebagai juru bicara. dan team redaksi Pembela Islam. Melihat kecerdasan yang dimiliki Natsir. Menurut 170 171 Ahmad Suhelmi. dengan demikian tidak heran apabila ia dengan mudah menjelajahi dunia intelektual. secara akademis ia juga terlihat lebih serius dalam mempelajari ilmu pengetahuan Barat di AMS Bandung daripada sebelumnya. hlm. dan Latin). Deliar Noer. di sekolahan ini ia telah banyak mempelajari berbagai aspek sejarah peradaban Islam. 100.172 Kesadaran Natsir untuk menentang sistem kolonial Belanda.170 Selain pengalaman organisasi di atas. pendidik. hlm. 37. hlm.171 Jadi bisa dikatakan bahwa dalam usia yang relatif muda (21 tahun) Natsir telah menguasai lima bahasa asing (Belanda. tetapi ia menolak tawaran beasiswa tersebut karena kecintaannya terhadap studi keislaman saat itu. Ibid. Polemik Negara Islam. Romawi. Dikutip dari Ahmad Suhelmi.

2000). hlm.174 Oleh sebab itu bisa dimungkinkan bahwa pemikiran politik Natsir pasca kemerdekaan juga dipengaruhi atas perjuangan politiknya ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini melawan bangsa kolonial.173 Inilah awal perlawanan Natsir terhadap kolonial Belanda. Natsir yang mendapat keuntungan bukanlah petani melainkan para pemilik modal dan bupati yang memaksa rakyatnya untuk menyewakan tanah mereka dengan sewa rendah. hlm 49. cet. 174 Deliar Noer. M. Lihat juga. yang dipelopori oleh PNI dengan tokoh utamanya Ir. ke-2 (Bandung: Mizan. Natsir 173 Ahmad Suhelmi. 175 lxxxiii . ia terdorong untuk mempelajari politik lebih dalam. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. ia mulai berontak akan penindasan yang dilakukan Belanda atas bangsanya.175 Organisasi ini berbasiskan anggota di Bandung. Polemik Negara Islam. Soekarno. Dari peristiwa tersebut.M. tempat di mana Natsir mengembangkan pemikiran politik dan agamanya. hlm. Dan justru sistem inilah menurutnya yang membuat petani semakin menderita karena tidak pernah bebas dari beban-beban hutang. Ibid. Tjipto Mangunkusumo dan lain-lain. Polemik Negara Islam. 34. ia sadar bahwa untuk melawan tirani kolonialisme sangat ditentukan oleh perjuangan politik rakyat. Ahmad Suhelmi. Sebagai aktivis Persis yang bermukim di kota tersebut. Sedangkan Peristiwa lain yang juga memperkuat cita-cita politik keislaman Natsir pada periode ini adalah responnya terhadap kalangan nasionalis netral agama atau yang biasa dikenal dengan sebutan kalangan sekuler. 38.

Yusril Ihza Mahendra. lxxxiv . Mohammad Mawardi. Mohammad Natsir. (Jakarta: Paramadina. Prawoto Mangkusasmito. 62. Partai ini didirikan pada tanggal 7 Novemper 1945 dalam kondisi revolusi yang bergolak untuk menentang tentara kolonial yang hendak kembali lagi ke Indonesia. Polemik Negara Islam. Abdul Wahid Hasyim.176 Perbedaan ideologi politik itulah. yang perlu dicermati setelah kondisi di atas adalah keterlibatan Natsir dalam mendirikan partai Islam di Indonesia yaitu Masyumi. Prof.178 M. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia dan Partai Jama‟at I-islami (Pakistan).tertarik dan seringkali mengujungi propoganda PNI yang dikampanyekan Soekarno. 39. 1999). Natsir sendiri pernah memimpin partai ini selama beberapa periode. Dan selanjutnya. Mohammad Roem. setelah kemerdekaan Indonesia ini tercapai. Ki Bagus Hadikusumo. dalam pidatonya yang disampaikan pada hari jadinya Masyumi yang kesebelas (7 november 1956). hlm. ide pembentukan partai ini datang dari sejumlah tokoh politik dan pergerakan sosial keagamaan Islam Indonesia yang telah aktif sejak zaman Belanda. yang kemudian mempengaruhi perdebatan keras di antara keduanya dalam menentukan bentuk dan dasar negara.177 Menurut Yusril Ihza Mahendra. Sukiman Wiryosajoyo. hlm. ia menyampaikan bahwa Masyumi didirikan Ahmad Suhelmi. Abu Hanifah. Di antaranya adalah Haji Agus Salim. Dr. Abdul Kahar Muzakkir. hanya saja ia tidak suka ketika kampanye PNI merendahkan aturanaturan agama. dan Dr. 177 178 176 Ibid.

45. Islam adalah agama negara. (Yogyakarta: LkiS. yang di dalamnya mengandung falsafah hidup atau ideologi seperti kalangan Kristen. Natsir tentang Relasi Islam dan Negara. Perikatan Umat Islam. Pemikiran M. hlm. yaitu Muhammadiyah. Relasi Islam dan Negara. 128. M. ََaż-ża>riya>t (27) : 56.181 Namun demikian. 184 185 lxxxv . meskipun tidak disebutkan dalam konstitusi. Natsir menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia merupakan negara Islam. pada bulan April 1952 Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Masyarakat terbesar di nusantara ini. 183 182 M. pada tahun 1945. akhirnya memisahkan diri dari keanggotaan partai tersebut dan kemudian mendirikan partai politik sendiri. hlm. Yogyakarta. 1954. M. Nahdlatul Ulama. selanjutnya pada tahun 1945 ia dipilih sebagi ketua sampai lima kali berturut-turut dari tahun 1951. 1952. 87. Natsir beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam.atas hasrat umat Islam yang diwakili oleh para tokoh Ulama dan Zuama dari seluruh kepulauan Indonesia di ibukota Republik Indonesia. 1999). Kamarruzaman. Baginya secara de facto sudah pasti menunjukkan bahwa Islam diakui sebagai agama dan anutan jiwa bangsa Indonesia. Bentuk dan Makna. NU Vis-à-Vis Negara: Pencariaan isi.180 Masyumi merupakan partai Islam yang asalnya terdiri dari empat macam organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam. dan persatuan Umat Islam Indonesia. Muchlis. Agama dan Negara. Fasis Atau Komunisme.183 Menurut A. Relasi Islam dan Negara. bahkan lebih dari itu persoalan kenegaraan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari agama. 180 181 Andrée Feillard. Hlm. 60. Ahmad Suhelmi. Lihat data lengkap Deliar Noer. Polemik Negara Islam. Natsir menyebutkan185: 179 Kamarruzaman. yang sekaligus menjadi salah satu anggota Partai Masyumi sebelumnya.184 Dengan berdasarkan H{ujjah nas} al-Qur‟a>n yang dianggapnya mendukung pendapatnya tentang Islam sebagai dasar negara. 107-111.59. M. Dalam pidatonya di Pakistan.179 Dalam organisasi partai tersebut. dan 1956.182 2. Natsir masih menjadi anggota. hlm. hlm. Partai Islam. Natsir.

Relasi Islam dan Negara.186 Namun demikian. hlm. dan hak serta kewajiban masyarakat terhadap diri seseorang. 61. menurut Ahmad Suhelmi ada dua faktor yang perlu diperhatikan. akhirnya melahirkan gagasan-gagasan yang cukup reaksioner terhadap pemikiran Soekarno yang cenderung sekuler.188 Sedangkan dalam konteks eforia politik Islam saat itu. Pertama. hlm. ia berkesimpulan bahwa cita-cita hidup seorang muslim di dunia ini hanyalah ingin menjadi hamba Allah dengan arti yang sepenuhnya. lxxxvi . Soekarno Versus Natsir. yakni golongan nasionalis Islam dan nasionalis netral agama. 315. 189 188 Kamarruzaman. 61. wacana tersebut juga sedang hangat diperdebatkan di Timur Tengah karena isu tentang sekulerisme juga sangat kuat di sana. 187 Ahmad Suhelmi. yang kemudian di antara aturan-aturan yang berhubungan dengan muamalah sesama makhluk itu. Di antaranya aturan-aturan yang berhubungan dengan sesama manusia. 436. lihat Juga. yakni : Aturan atau cara kita berlaku berhubungan dengan Tuhan yang menjadikan kita. faktor sosial politik pada tahun 1940-an yang memunculkan polemik dan pertarungan ideologi antara kaum nasionalis Islam dengan nasionalis sekuler. dan cara kita berhubungan dengan sesama manusia. yang saat ini diistilahkan dengan urusan kenegaraan. Natsir Allah telah memberikan aturan-aturan kepada manusia. 187 Untuk melacak pemikiran M. Kamaruzaman. Relasi Islam dan Negara. hlm. Ibid.189 186 M. diberikan garis-garis besarnya seseorang terhadap masyarakat. untuk mencapai kejayaan tersebut. Kedua. faktor emosional Natsir selaku tokoh negarawan muslim saat itu. Yakni pemisahan antara agama dan negara seperti halnya yang diterapkan Kemal Fasya di Turki. baca Deliar Noer.)٥٦:‫(اىرازٝاخ‬  ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Jadi. Deliar Noer juga berpendapat bahwa pandangan mereka ( Soekarno dan Natsir) mewakili pandangan dua golongan besar di Indonesia. agar mendapat kejayaan dunia dan akhirat kelak.73. hlm. Gerakan Modern Islam. Natsir tentang negara. Capita Selecta. menurut M. Natsir.

191 lxxxvii . Paham sekulerisme menurutnya sangat berbahaya dalam membentuk masyarakat ke depan. Natsir juga berkeinginan memposisikan Indonesia seperti Pakistan yang telah menjadi Republik Islam.190 Di samping itu.191 Dari pernyataan tegas Natsir tersebut bisa disimpulkan bahwa M. Agama dan Negara. Natsir telah memberikan dua pilihan tersebut sebagai respon atas menguatnya dualisme pemikiran Islam saat itu antara yang menginginkan dasar negara Islam dan sekular. M. tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran-pemikiran Soekarno banyak dipengaruhi oleh sekularisasi yang sedang terjadi di Turki. 204. yaitu Sekulerisme. hlm. tanpa agama (La> diniyyah) dan paham agama (Dini>). Natsir pernah menegaskan dalam pidatonya dalam sidang Pleno Konstituante 12 November 1957 bahwa mengenai dasar negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan. banyaknya ide pembaharuan dari tokoh-tokoh Indonesia dan Timur Tengah yang melekat dalam jiwa Natsir. Natsir. dan di sisi lain. karena paham ini akan menagakibatkan manusia kehilangan pegangan hidup yang asasnya kokoh. yakni gampang terserang belum 190 Ibid.Oleh sebab itu. Padahal saat itu Indonesia merdeka. meskipun dengan cara memperkenalkan Pancasila yang sebelumnya ia tentang sendiri. M. juga telah ikut mempengaruhi pemikirannya dalam menggagas kenegaraan dalam Islam. M. Khususnya dalam menyumbangkan pemikirannya tentang bentuk negara Indonesia yang ideal menurut Islam.

yakni ditentukan oleh keadaan masyarakat sendiri. Kedua.193 Paham inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menggerakkan fikiran Natsir.192 Sebagaimana yang ia katakan bahwa ajaran sekulerisme. selalu memandang remeh kehidupan agama. Ketiga. Dengan memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. 62. yakni mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. dan masyarakat muslimlah yang mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi nusantara ini. Relasi Islam dan Negara. Dikutip dari Kamarruzaman. adanya fakta normatif yang jauh sebelum Pancasila lahir.penyakit syaraf dan rohani.. Pertama. sebagai pemikir Islam. umat Islam di Indonesia telah menjadikan dan mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-harinya. adanya komitmen yang sangat 192 Ibid. seorang sekulerisme memang beranggapan bahwa konsep tentang Tuhan adalah relatif. memandang bahwa alasan Natsir bersama-sama partai-partai Islam lainnya mengusulkan Islam sebagai dasar negara karena tiga hal. karena “menurunkan nilai-nilai hidup manusia dari taraf kehidupan kepada taraf kemasyarakatan semata-mata”. 206 Ibid.194 Adapun Thohir Luth. Selain itu berdasarkan atas alasan bahwa secara sosiologis. mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. 193 194 lxxxviii . di samping itu baginya ajaran Islam mempunyai sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dalam menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan. adanya fakta sosiologis. hlm. bukan oleh Wahyu. hlm.

Isa Anshari. dan ketiga. Natsir. kata Natsir. hlm. 437. hlm. Natsir dan teman-temannya mengusulkan agar Islam dijadikan ideologi bangsa Indonesia. Gibb.198 195 Thohir Luth. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Natsir juga menyebutkan bahwa agama Islam adalah agama yang meliputi semua kaedah-kaedah. 1998). 105. ia merupakan suatu kebudayaan yang lengkap dan sempurna. keunggulan Islam atas ideologi dunia lain. 196 197 Bahtiar Efendy. menurut garis yang telah ditetapkan oleh Islam.kuat tentang Islam dalam diri Natsir. maka kita dapat simpulkan bahwa Islam is much more than a religious system. kenyataaan bahwa Islam dipeluk oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Zaenal Abidin. hukum dan pendidikan. (Jakarta: Paramadina. dkk. H. 107. seperti masalah sosial politik. hlm. 199.196 Artinya Islam tidak hanya membicarakan persoalan keakhiratan unsich.A.R. melainkan juga masalah keduniawiaan. kedua. Capita Selecta. Anwar Harjono. dan K. M. it is a complete civilization. Islam itu lebih dari sebuah sistem peribadatan. Pemikiran dan Perjuangan. hudud-hudud (batas-batas) dalam muamalah (pergaulan) masyarakat. Watak holistik Islam. hal ini terbukti dalam pernyataannya yang memperjuangkan Islam sebagai pedoman kehidupan bernegara dan bermasyarakat.195 Kalau kita meminjam perkataan seorang orientalis. Yang dimaksud teman-teman Natsir adalah Kasman Singodimedjo. Bukan hanya itu.Masjkur.H.197 Dengan demikian bisa dikatakan bahwa berdasarkan : pertama. hlm. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. 198 lxxxix .

Relasi Islam dan Negara. ke-3 (Jakarta:LP3ES. cet. oleh sebab. agama memberi kemungkinan lebih banyak kepada pemeluknya untuk mencari ilmu pengetahuan dan kebenaran. Pertama. maka sangat ironis jika agama Islam menjadi minoritas di negara ini. sedangkan dalam filsafat hanya mengakui tiga dasar berpikir tidak mengakui adanya wahyu.199 Dari pandangan-pandangan tokoh dan pendapat Natsir sendiri. Azyumardi Azra. 1994). rasionalisme dan intusionisme. 200 Dikutip dari Kamarruzaman. jangkauan agama meliputi seluruh aspek kehidupan.Sedangkan menurut Ahmad Syafi‟i Ma‟arif menyatakan bahwa ketika Mohammad Natsir berbicara tentang kelebihan agama. hlm. mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. 23-58. untuk lebih lengkapnya mengenai kedatangan Islam dan perkembangannya di Indonesia. 1996) hlm. hlm. mengemukakan dua premis pokok. 65. Sebelumnya ia berpendapat bahwa sudah sewajarnya Islam dijadikan dasar negara karena secara sosiologis umat Islam Ahmad Syafi‟i Maarif. ini terbukti dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Islam yang hampir semuanya menjadikan Islam sebagai dasar ideologi kerajaan tersebut. Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. yang terkesan tidak konsisten dalam menyatakan alasan. 164. apalagi dalam sejarah dinyatakan bahwa sejak Islam masuk di Indonesia telah menjadi salah satu sumber kekuatan politik di nusantara ini. Baca. Kedua. Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melcak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. itu untuk memperkuat ajaran Islam dalam jiwa masyarakat muslim Indonesia. yang menyebutkan alasan historis sosiologis di atas. (Bandung: Mizan.200 Menarik untuk dicermati kembali isi pidato Natsir. yaitu empirisme. 199 xc . Islam perlu dijadikan dasar negara.

Machiavely. “kalau pun besar tidak akan melanda. kami memajukan Islam sebagai dasar negara kita. 202 203 Ibid.203 Dan mengenai dasar negara menurut Natsir dapat dirumuskan dalam klausul-klausul yang bersifat umum sepanjang mencerminkan kehendak-kehendak Islam. 203. 205. tetapi berdasarkan pada keyakinan kami bahwa ajaran-ajaran Islam yang mengenai ketatanegaraan dan masyarakat hidup itu mempunyai sifat-sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dan masyarakat.204 Untuk menjelaskan sebuah negara. Ibnu Khaldun. hlm.202 Sedangkan dalam sisi lain. Yusril Ihza Mahendra mengatakan. serta dapat menjamin hidup keagaman atas saling harga menghargai antara berbagai golongan di dalam negara ini”. sedangkan dalam kesempatan lain ia menyatakan: “bukan semata-mata umat Islam adalah golongan terbanyak di kalangan rakyat Indonesia seluruhnya. bahwa pernyataan Natsir sebagai salah satu anggota Masyumi tentang maksud suatu negara akan bersifat Islam bukan berarti secara formal harus dinamakan negara Islam ataupun berdasarkan Islam. kalupun tinggi malah akan melindungi”. apalagi sudah terdapat banyak pandangan tokoh yang berlainan dalam hal ini di antaranya. 201 M. Natsir juga menyatakan dalam pidatonya. Marx. Yusril Ihza Mahendra. Agama dan Negara. 201 Dengan usaha meyakinkan pada seluruh lapisan bangsa Indonesia. Ibid. hlm. menurut Natsir tidak perlu memberi definisi panjang karena malah tidak akan menjelaskan pengertian apa-apa tentang negara ini. Natsir pada 24 Oktober 1988.di Indonesia memang mayoritas jumlahnya. M. 204 xci .. Natsir. yang diperkuat dengan hasil wawancara antara Yusril dan M. Modernisme dan Fundamentalisme. baik dalam teori maupun praktiknya. tetapi negara disusun sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Hegel.

b) Rakyat. Mempunyai alat untuk melaksanakan tujuan.205 Negara menurut Natsir adalah suatu institusi yang mempunyai hak. 208 Melihat dari karakteristik yang disampaikan Natsir di atas.. i. Bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di lapangan jasmani maupun rohani. c) Pemerintah. h. Natsir. Mempunyai keanggotaan. Hobbes. Rosseau dan lain sebagainya.Adam Smith. Robert Owen. D) Kedaulatan. Natsir menambahkan bahwa untuk sesuatu dinamakan institusi apabila207 : a. 205 M. b. Mempunyai daerah berlakunya. Memberikan hukuman terhadap pelanggaran atas peraturan-peraturan dan normanormanya. tugas dan tujuan khusus. Mempunyai kedaulatan atas anggotanya. g. atau suatu sumber hukum dan kekuasaan lain yang tidak tertulis. norma-norma dan nilai-nilai tertentu.206 Lebih dari itu. d. Institusi secara umum adalah suatu badan atau organisasi yang mempunyai tujuan khusus dan dilengkapi oleh alat-alat material. Berdasarkan atas paham hidup. Diakui oleh masyarakat. Ibid. Ibid. 198. hlm 199. f. E) Undang-undang Dasar. Mempunyai peraturan-peraturan. Agustinus. Agama dan Negara. maka bisa dikatakan bahwa konsep negara yang dinyatakan termasuk syarat-syarat negara modern. Maka negara sebagai suatu institutsi. e. menurutnya harus mempunyai: a) wilayah. 206 207 208 xcii . Plato. c. hlm. . Ibid. peraturan-peraturan sendiri dan diakui oleh umum.

Capita Selecta. baik itu manusia zaman unta. karena ia berpandangan bahwa negara bisa menjadi alat yang kokoh bagi berlakunya hukum-hukum Islam. Ahmad Suhelmi. 89.Menurutnya. manusia zaman kapal terbang dan lain sebagainya. 442.209 Mengenai bersikerasnya M. melainkan hanya alat untuk merealisasikan aturan-aturan Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah.211 Menurutnya negara di sini berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan “kesempurnaan berlakunya undangundang Ilahi. Polemik Negara Islam. 447. 452. hlm. kewajiban zakat. yakni mewujudkan ajaran-ajaran Islam. seperti halnya kepentingan dan keperluan masyarakat manusia yang tidak berubah-ubah selama manusia masih bersifat manusia. Capita Selecta. Natsir dalam memperjuangkan Islam sebagai dasar negara republik ini. pemberantasan perzinaan dan lain-lain.baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia sendiri. hlm. hlm. 210 211 212 xciii .210 Dengan demikian negara hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan. Ibid..(sebagai individu) ataupun sebagai anggota masyarakat”. hlm. Sebagaimana di atas. Natsir menegaskan bahwa negara bukanlah tujuan akhir Islam. dalam kenegaraan Islam memang hanya mengatur dasar dan pokok-pokoknya saja. Natsir.212 209 Natsir. ia menyebutkan bahwa di antara aturan-aturan tersebut yaitu kewajiban belajar.

442-443. Ia menyatakan bahwa: Tidak diragukan lagi Pakistan adalah sebuah negeri Islam karena telah menyatakan Islam sebagai agama negara. sikapnya yang anti Pancasila berubah. 89. begitu pula Indonesia. karena kenyataannya negara ini diakui sebagai agama rakyat. M. padahal dalam pidatonya di depan Pakistan Institute of World Affairs pada 1952. Tetapi Indonesia tidak mengeluarkan agama dari sistem kenegaraan. hlm. hlm. ada atau tidak adanya Islam. Capita Selecta. Polemik Negara Islam. Jadi dengan Islam atau tidak tetap saja merupakan sebuah negara.Menanggapi statemen tentang tidak adanya doktrin agama yang menyuruh dan mendirikan negara sebagaimana dinyatakan oleh Soekarno.213 Menurut Natsir. menurutnya pengutipan ijma„ oleh hanya mempersulit persoalan. menurutnya negara ini juga negeri Islam.214 Melihat pemikiran Natsir tentang dasar negara Indonesia di atas. eksistensi negara nerupakan keharusan di dunia ini dan di zaman apapun. 214 xciv . bahwa tidak ada ijma„ ulama yang memerintahkan membentuk negara dibantah oleh Natsir. eksistensi negara telah ada sebelum dan sesudah Islam. Natsir. menimbulkan kesan bahwa Natsir selama perjuangannya adalah anti Pancasila. mendirikan negara tidak perlu disuruh Rasulullah lagi. meskipun dalam konstitusi kami tidak dinyatakan tegas sebagai agama negara. bahkan kepercayaan tauhid (monothestic belief) telah Soekarno tentang masalah ini 213 Ahmad Suhelmi.

pada 1957 di sidang konstituante ia kembali menolak Pancasila sebagai dasar negara. Dikutip dari. 66.215 Dalam tulisannya yang berjudul “Apakah Islam bertolak belakang dengan doktrin al-Qur‟an ?”. Natsir mengatakan: “Pancasila adalah formulasi lima cita-cita kebaikan sebagai hasil dari konsensus para pemimpin kita pada tahap perjuangan sembilan tahun yang lalu. hlm. karena ideologi ini dianggap sebagai hasil ciptaan manusia dan tergolong sekuler. Natsir terlihat inkonsisten dengan pendiriaannya. terang-terangan ia menyatakan bahwa sidang konstituante adalah forum tempat mengemukakan pendapat dan pikiran anggota secara lurus. Dan kemudian ia menambahkan. rumusan Pancasila tidak memperlihatkan sesuatu yang asing dalam ajaran al-Qur‟an. 72 216 217 Ahmad Syafi‟i Maarif. hlm. 155. Faisal Ismail. hlm. Deliar Noer. dan mencerminkan pemikiran yang hidup di masyarakat.216 Namun kemudian. Islam dan Masalah Kenegaraan. hlm. Pancasila adalah manifestasi dari maksud dan cita-cita tentang kebaikan dimana kita akan melakukan setiap usaha untuk meletakannya ke dalam praktik negara kita. Dalam pandangan umat Islam. Ideologi Hegemoni. 218 xcv . Dalan hal ini Syafi‟i Ma‟arif memandang bahwa mungkin Natsir mengambil sikap keras dalam majelis karena telah terjadi pengaburan interprestai Pancasila yang dibuat-buat oleh masyarakat kita. yang berfungsi sebagai dasar etik. Dan sebagai lima dasar kebaikan tidaklah bertentangan dengan al-Qur‟an. 141.217 Bahkan dalam sidang konstituante tersebut. Relasi Islam dan Negara. Partai Islam.ditempatkan pada tempat teratas dari sila Pancasila . dan meskipun tidak identik dengan Islam itu sendiri. kecuali apabila dimasuki oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan al-Qur‟an. moral dan spritual bangsa dan negara kita. jujur. Oleh sebab itu ia beranggapan bahwa kesempatan inilah yang tepat untuk menolak Pancasila .218 215 Kamarruzaman. Pancasila telah mencakup cita-cita islam.

Namun perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan Natsir dalam sidang konstituante tersebut secara konstitusional adalah sah. hlm.Menurut Njoto. dengan mempertanyakan memperlihatkan mengapa sikap-sikap Natsir “kejam” dalam terhadap sidang-sidang Pancasila majelis. yang telah diberlakukan sejak 1945 sampai tejadinya perdebatan ideologis di majelis konstituante 1957.221 219 Faisal Ismail. netral. dengan menyebutnya tidak berdasar. 73. 72 Ibid. apakah Natsir pada tahun 1954 atau Natsir pada tahun 1957? Atau malah tidak kedua-duanya. 220 221 xcvi .. karena dalam majelis tersebut. hlm. salah satu tokoh komunis. ia sepenuhnya menolak Pancasila .219 Dan lebih keras lagi. Ideologi Hegemoni. Njoto kemudian mengajukan pertanyaan: Natsir yang mana yang harus diikuti. dan streril yang sepenuhnya menolak Pancasila. mengatakan bahwa penerimaan Natsir terhadap Pancasila selama 12 tahun sebagai dasar dan ideologi negara sekedar “di bibir saja”.220 Sebagai seorang demokrat sejati Natsir harus menerima Pancasila sebagai dasar negara.. Njoto menyerang pandangan Natsir di atas. Ibid. Natsir sebagai representasi dari pihak muslim berhak mengajukan Islam sebagai dasar negara melawan pendukung Pancasila dalam momen itu. karena pada saat itu majelis belum menetapkan dasar negara baru yang permanen. 74. Dan sebagaimana tokoh politik yang lain. dan bahkan mengusulkan Islam sebagai dasar dan ideologi negara.

menurut Deliar Noer dipicu oleh tiga alasan. yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. Natsir juga menjelaskan usulannya secara argumentatif pula. 74. Partai Islam. Kedua. Capita Selecta. presiden dan lain sebagainya. Ketiga.222 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara. menurutnya boleh saja bernama khalifah.. hlm. Pertama. Ibid. dalam majelis.Perubahan sikap Natsir dalam sidang konstituante saat itu. Lihat juga. Natsir mengatakan boleh saja meniru negara non Islam asalkan tidak menyalahi ajaran-ajaran Islam. Amir alMu„minin. Natsir. hlm.223 Selain itu titel “kholifah” menurutnya tidak menjadi syarat mutlak dalam pemerintahan Islam. Natsir juga tidak bersikeras menggunakan istilahistilah penguasa Islam. yang terpenting adalah seorang kepala negara tersebut sanggup bertindak bijaksana dan menerapkan peraturan-peraturan Islam dengan semestinya dalam susunan kenegaraan baik 222 Deliar Noer. sebagaimana wakil-wakil non muslim yang menjelaskan argumentasi usulan mereka. hlm. sebab dari syarat-sayarat negara yang ia sebut di atas adalah tidak sepenuhnya sistem negara Islam. 223 xcvii . Natsir dan teman-temanya memikul tanggung jawab agama dan politik dalam memperjuangkan aspirasi politik umat Islam. Faisal. 447. 284-285. bukan conditio sine qua non. Kemudian menyinggung soal nama penguasa negara. majelis konstituante merupakan forum tertinggi bagi para anggotanya untuk mengusulkan ideologi negara yang mereka yakini dan cocok untuk negara Indonesia.

Adapun untuk urusan-urusan yang di luar ketetapan agama. wajib bermusyawarah dengan orang-orang yang layak diajaknya dalam mengatur umat. bisa dikatakan bahwa Natsir menganggap Islam tidak mempunyai sistem negara yang lengkap sehingga ia harus mencontoh Barat.224 Dan untuk syarat sebagai kepala negara Islam. Natsir.225 Dalam menjalankan roda pemerintahan.226 Oleh sebab itu. akhlak dan kecakapannya dalam menjalankan kekuasaan yang diberikan kepadanya. Ibid..443. Natsir menilai dari sisi: agamanya. Baca juga Ahmad Suhelmi.. Natsir membolehkan umat Islam untuk mencontoh sistem negara lain. Capita Selecta. dalam hal ini ia menuliskan: Bila sudah ada sistem yang dikehendaki itu terdapat di negara-negara lain. 450. yang tidak berlawanan dengan agama kita. dan tidak melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan. dengan cara-cara yang Muna>sabah. Rusia. bukan dari bangsa dan keturunannya atau semata-mata keintelekannya saja. hlm. atau dari Finlandia umpamanya. Polemik Negara Islam. Kita ada hak mengambil peraturanperaturan yang baik. bukanlah monopoli salah satu bangsa atau salah satu negara saja. Relasi Islam dan Negara. 69. semua boleh diatur menurut keadaan zaman..227 Dengan demikian Natsir mengakui sistem pemerintahan sekular. 225 226 227 xcviii . sifat dan tabi‟atnya. hlm. Sebab tiap-tiap hasil kebudayaan. 90 Kamarruzaman. kita orang Islam ada hak mencontoh negara itu selama tidak berlawanan atau bertentangan dengan aturan-aturan yang diadakan Islam. 224 Ibid. seorang kepala negara menurut Natsir. Jadi. hlm. sebab dari negara-negara yang ia sebut di atas adalah negara yang memisahkan agama dan negara. hlm. hlm. Jepang. 448. dan lebih spesifik. dari Inggris.dalam kaidah maupun praktiknya.

sebab Dalam parlemen negara Islam yang boleh dimusyawarahkan hanyalah masalah tata cara pelaksanaan hukum Islam (syari‟at Islam). 70. 91 M. hlm. sengaja ditunjukkan oleh Natsir. hlm. Ahmad Suhelmi. Relasi Islam dan Negara. bukan dasar negaranya. apalagi Rusia adalah sebuah negara komunis. anti absolutisme dan kesewenang-wenangan.Lebih lanjut. 452. semata-mata ingin memeperlihatkan bahwa doktrin politik Islam itu bersifat terbuka untuk beradaptasi dengan sistem-sistem pemerintahan yang telah ada di dunia ini.228 Namun demikian. hlm. ketika Natsir berbicara tentang sistem pemerintahan demokrasi.229 Bukan berarti bahwa dalam pemerintahan Islam semua urusan diserahkan kepada keputusan majelis Syura. sebab dalam pandangannya prinsip musyawarah dalam Islam tidak selalu identik dengan azas demokrasi. 229 230 xcix . karena Jepang di masa itu adalah sebuah negara totaliter yang berhaluan fasis. Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan hal yang sama. Polemik Negara Islam. meskipun ia mengemukakan bahwa Islam anti Istiibdad (despostisme). yakni contoh negara-negara yang disebutkan Natsir di atas sangatlah liberal. Kamarruzaman.230 Dalam Islam pengertian demokrasi diartikannya suatu aturan yang memberikan hak kepada rakyat untuk mengkritik dan membetulkan 228 Dikutip dari. Natsir. perlu dicermati lebih lanjut. Capita Selecta. Contoh-contoh itu lanjut Yusril.

. kalau perlu menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghilangkannya. 453. 439. hlm. Ia menyatakan bahwa perjalanan demokrasi dari abad ke abad telah memperlihatkan beberapa sifatnya yang baik. menurutnya demokrasi tidak kosong dari berbagai bahaya yang terkandung di dalamnya. hlm. 232 233 234 235 c . yaitu demokrasi yang dilandasakan pada “Thestic nilai-nilai ketuhanan. 71. Ibid. Namun kemudian dalam sidang konstituante 1957 ia memperkenalkan konsep demokrasi yang ia maksudkan. Ibid.233 Hal ini disebabkan karena politik tidaklah semata-mata harus didasarkan kepada kemauan mayoritas anggota parlemen.235 Maksudnya keputusan mayoritas yang berpedoman kepada 231 Ibid. baca juga. 452. Modernisme Islam.232 Dengan tegas ia mengatakan bahwa Islam adalah suatu pengertian. 79. bukan pula otokrasi 100%. suatu paham. Democracy”... hlm. Keputusan itu tidak dapat melampaui H{udud (batas-batas) yang telah ditetapkan Tuhan. Ibid. hlm. akan tetapi sistem kenegaraan Islam tidaklah menggantungkan semua urusannya kepada instrumen demokrasi. Relasi Islam dan Negara. Akan tetapi bukan berarti ia lepas sama sekali dari pelbagai sifat-sifat bahaya.pemerintahan yang zalim.234 Dari uraian di atas. yang juga mempunyai sifat-sifat sendiri. Islam itu…yah Islam”. Intinya “Islam tak usah demokrasi 100%.231 Natsir mengakui bahwa demokrasi itu baik. Natsir tidak menjelaskan bagaimana sesungguhnya demokrasi dalam Islam.. Kamarruzaman. suatu begrip sendiri. hlm. Yusril Ihza Mahendra.

yang kemudian ia anggap sebagai ijma‟ yang mengikat untuk tempat dan zaman tertentu. 236 Natsir. ci . melainkan sebuah alat. sistem ketatanegaraan dalam pandangan Natsir boleh meniru bentuk mana saja (Barat). Ketiga. bukan begitu! Dan urusan kenegaraan pada dasarnya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. Bagi kita kaum muslimin negara bukanlah suatu badan tersendiri yang menjadi tujuan. berdasarkan fakta di atas. sebab Islam tidak seperti agama yang lain. kesimpulan tersebut bisa dilihat dari pernyataannya bahwa: Fungsi agama dalam negara sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan sama sekali. ataupun sebagai masyarakat236. Yang menjadi tujuan adalah kesempurnaan berlakunya undang-undang Ilahi. Persatuan tersebut bukanlah dimaksudkan bahwa agama itu cukup dimasuk-masukkan saja di sana sini kepada negara. dan secara tersurat ia mendukung Islam dijadikan ideologi negara. Islam baginya telah menyediakan perangkat dasar yang dapat diterapkan sesuai zamannya. Oleh sebab itu. berangkat dari pandangan-pandangan Natsir di atas dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa hubungan Islam dan negara tidak dapat dipisahkan. baik yang berkenaan dengan perikehidupan manusia sendiri (individu). Kedua.nilai-nilai ketuhanan. Pertama. hubungan agama dan negara dalam politik Islam tidak dapat dipisahkan satu sama lain. asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Capita Selecta. 442. menurutnya. satu “intergreerend deel” dari Islam. Dan pada intinya. Natsir sebagai tokoh muslim tampak ingin sekali menjadikan Islam sebagai dasar negara Indonesia. lebih lanjut ia mendefiniskan persatuan agama dan negara.

Kemudian. Hadratus Syeikh Hasyim Asy‟ari. Natsir juga menghimbau kepada kaum muslimin agar dalam masalah persatuan atau pemisahan agama dan negara ini tidak menjadikan “sejarah sebagai ukuran” kebenaran terakhir. Dedy Djamaluddin Malik. Pada saat usia kanak-kanak ia tidak seperti kebanyakan anak-anak seusianya.238 Tahun 1950. 238 cii . Latar Belakang Sosial Politik Berbeda dengan Natsir. Abdurrahman Wahid lahir dari latar belakang kalangan tradisional. sejak kecil ia dididik dan dibesarkan dalam naungan keluarga ulama. Zaman Baru Islam. 489. hlm.237 Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid 1. ia mulai mengenal politik dari orang-orang yang tiap hari hilir mudik di rumah kakeknya. Dan saat tinggal serumah dengan kakeknya itulah. Jombang dan sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga Gus Dur tinggal di Hotel Des Indes yang sekarang menjadi pusat pertokoan Duta Merlin. Gus Dur tidak memilih tinggal bersama ayahnya. Karena kedudukan bapaknya ini pulalah. 79. Sehingga mengharuskannya bermukim di Jakarta. ia semakin akrab dengan dunia politik yang ia dengar dari rekan-rekan ayahnya saat bincang-bincang di 237 Ibid. Gus Dur dan saudara-saudaranya harus pindah ke Jakarta.. hlm. dan Idy Subandy Ibrahim. Kakeknya adalah seorang pelopor pesantren Tebuireng. tetapi ikut bersama kakeknya. sebab saat itu bapaknya dilantik menjadi menteri agama Republik Indonesia.

Maka tak heran menurut pengakuan ibunya. “sejak usia lima tahun. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid.241 Sementara itu.242 Kegemaran Gus Dur terhadap berbagai hal tersebut. teman baik bapaknya yang telah berpindah ke agama Islam dan dipanggil dengan nama Williem Iskandar Bueller. hlm. Gus Dur termasuk anak yang sangat peka mengamati dunia sekelilingnya. baik buku yang diterbitkan oleh orang-orang katolik atau non muslim lainnya. agama. (Yogyakarta: LkiS. dia sudah lancar membaca. dan nonton film. hlm. Biografi Gus Dur.239 Selain membaca buku. Gus Dur mempunyai hobi lain. cerita silat.. catur. perkenalannya dengan musik dimulai lewat pertemuannya dengan seorang pria Jerman. 240 Greg Barton. Ibid. Di usia yang masih belasan tahun ia sudah banyak menghabiskan segala macam majalah. Ini disebabkan sangat gandrungnya ia 239 Ibid. 39. musik. membuat sekolah formalnya terganggu. khususnya karya Bethoven. yaitu: main bola. Dan dari sinilah pertama kali Gus Dur tertarik dan mencintai musik klasik.240 Buku-buku itu bisa ia dapatkan dari perpustakaan pribadi bapaknya. dan gurunya saat itu adalah bapaknya sendiri”. 242 241 Ibid. Mulai dari filsafat. surat kabar. yang memang terdapat berbagai macam buku yang dikoleksinya. dan fiksi cerita. bahkan sampai membuatnya tidak naik kelas di sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP). sejarah. ciii . buku.rumahnya itu. 2003). 40. Lagi pula.

Sementara ibunya. pendiri pesantren Denanyar. Abdul Wahid Hasyim. bernama Nyai Hj. pada tanggal 4 sya‟ban menurut penanggalan Islam. di samping itu juga karena ia masih dalam keadaan sedih karena kehilangan bapaknya saat kecelakaan mobil tanggal 18 April 1953. Memang dalam kebanyakan penulis yang menulis biografi Gus Dur selalu menganggapnya tanggal 4 bulan Agustus sebagai hari kelahirannya. seringkali mengundang kontroversial. hlm. sebagaimana terlihat dalam aspek kepribadiannya yang nyleneh pula.244 hal ini memang aneh. dan Idy Subandy Ibrahim. Jombang. Ditilik dari geneologi keluarganya. hlm. Jombang. Abdurrahman Wahid.H. Gus Dur tidak ingin sekolah di sekolahan elit yang biasanya dimasuki anak- 243 Dedy Djamaluddin Malik. 245 244 civ . Ia merupakan anak dari K. Bisri Syamsuri.H. 80. hlm. 25. Greg Barton.243 Gus Dur dilahirkan di Denanyar. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. Namun demikian perayaan hari kelahirannya selalu diadakan pada tanggal 4 Agustus. (Jakarta: Grasindo. Gus Dur termasuk dari golongan “darah biru” pesantren.245 Walupun bapaknya seorang menteri dan terkenal di lingkungan Jakarta.dalam menonton sepak bola dan membaca buku. yang kemudian bertepatan dengan tanggal 7 September 1940 M. Biografi Gus Dur. Jombang. Wahab Hasbullah. Dan kedua kakeknya itu dikenal sebagai Founding Father NU di samping K. 1999). 27.H. Zaman Baru Islam. yang ia sendiri merupakan anak dari Hadratu al-Syaikh Hasyim Asy‟ari. pendiri pesantren Tebuireng. Siti Salekhah yang merupakan anak dari K.

47-49. seoarang ulama kecil yang terlibat dalam gerakan organisasi Muhammadiyah. Yogyakarta. hlm. hlm. 49. menurutnya sekolahan elit membuatnya tidak betah. Gus Dur Menjual Bapaknya. Gus Dur sudah mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik dan bisa membaca tulisan dalam bahasa Prancis dan Belanda. Gus Dur tamat dari sekolah dasarnya di Jakarta. Hartono Ahmad Jaiz. Selain itu. 248 Ketika di Jakarta. Kiai Junaidi. Biografi Gus Dur. Biografi Gus Dur. di Jakarta Pusat. di bawah asuhan K.247 Di kota ini persisnya di desa Kauman. yang pada saat itu jelas sekali tidak ada pertautan antara organisasi modernis Muhammadiyah dengan kaum tradisionalis NU. yang terletak di dekat rumah keluarganya yang baru di Matraman. hlm. ia lebih menyukai sekolah-sekolah biasa. Namun ketika ia belajar di kota 246 Greg Barton. Lihat. ia juga termasuk anggota Majelis Tarjih (Dewan Penasihat Agama Muhammadiyah).H. 2003). hlm. 248 247 cv . Ia hanya mengikuti kelas tiga dan empat di sekolahan ini. Lalu setahun setelah tamat SD.anak pejabat pemerintah. Gus Dur juga mengaji tiga kali seminggu di pesantren Al-Munawwir Krapyak. Gus Dur bermukim di rumah salah seorang teman ayahnya. Gus Dur memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SD) KRIS. karena kemudian ia pindah ke Sekolah Dasar Matraman Perwari. karena Gus Dur lahir dari latar belakang NU. 40. serta sudah mengerti bahasa Arab tetapi masih pasif. tentang Biorafi Gus Dur. Ali Maksum. (Jakarta: Darul Falah. Baca Greg Barton. Bahkan Lebih dari itu. Ini sangat menarik untuk dicermati. pada tahun 1954 ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Yogyakarta dan berhasil menamatkannya pada tahun 1956. 30. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. akan tetapi menurut tulisannya Greg Barton. Jakarta Pusat.246 Pada tahun 1953. baik dalam aspek pendekatan maupun penafsiran agama. ia tamat dari SMEP pada tahun 1957.

Jogja merupakan kota pembawa berkah bagi perkembangannya. cvi . 249 Greg Barton. hlm. 119. Di samping itu.251 Pada masa-masa itulah (sejak akhir 1950-an sampai 1963) Gus Dur mengalami konsolidasi dalam studi formalnya tentang Islam dan sastra Arab klasik.Yogyakarta.250 Kemudian pada tahun 1959. 50. Ibid. hlm. namun kemudian Gus Dur pindah lagi ke pesantren Krapyak Yogyakarta dan tinggal di rumah Kiai Ali Ma‟shum. 251 250 Umaruddin Masdar. Setelah tamat dari SMEP di Yogyakarta pada tahun 1957. Gus Dur mulai mengikuti pelajaran pesantren secara penuh. Di sini ia sempat mengajar dan menjadi kepala sekolah. Membaca Pikiran Gus Dur. yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. salah satu pemuka NU. Karena kebanyakan para santri di sini menghabiskan waktu studinya selama empat tahun sedangkan Gus Dur cuma dua tahu.249 Bagi Gus Dur yang suka membaca buku. menjadikannya mulai serius memasuki dunia bacaan: tokohtokoh teori sosial Eropa dan novel-novel besar Inggris. selain di pesantren Gus Dur juga menghabiskan sebagaian besar waktunya di luar kelas dengan membaca buku-buku Barat. hlm. yang dalam proses pertumbuhan dari kanak-kanak menjadi remaja. Di bawah asuhan Kiai Khudori. Di bawah bimbingan Kiai Wahab Chasbullah. Lihat Greg Barton. tepatnya di pesantren Tegalrejo Magelang. perpindahannya dari Yogyakarta ke Magelang dan kemudian ke Jombang. 49. sampai pada tahun 1963. Gus Dur termasuk santri yang cerdas dan berbakat. Ia belajar di pesantren ini dari tahun 1957-1959 pada Kiai Khudori. Gus Dur pindah ke pesantren Tambak beras Jombang. Parancis dan Rusia. Ibid. perkembangan bahasanya berkembang cepat.

Di samping itu ia juga tertarik pada ide Lenin tentang ketelibatan sosial secara radikal. Di negeri ini. Dedy Djamaluddin Malik. Zaman Baru Islam. di Mesir Gus Dur lebih memilih aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia daripada menekuni belajarnya. cvii . 53. dan Idy Subandy Ibrahim.Sebagai seorang remaja ia mulai mencoba memahami tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles. sebagian waktunya ia habiskan untuk membaca di perpustakaan terkenal di kota itu. ia merasa tidak betah belajar di sini karena materi yang diajarkannya tidak jauh berbeda dengan apa yang ia dapatkan di pesantren dulu. Saat itu ia sedang berumur 23 tahun. melalui beasiswa Departemen Agama. Gus Dur mengambil spesialisasi bidang Syari‟ah.252 Setelah menimba ilmu dari pesantren-pesantren di atas. American University Library. hlm. Namun. Kedua buku itu menurutnya gampang diperoleh.253 Oleh sebab itu. sebuah perpustakaan 252 253 Greg Barton. Pada saat yang sama ia juga tertarik menggeluti karya Das Kapital yang ditulis oleh Marx dan What is Tobe Done nya Lenin. Dengan demikian. 83. seperti dalam Infantile Communism (kekiri-kirian Penyakit Kekanak-kanakan) dan dalam Little Res Book-Mao (kutipan kata-kata ketua Mao). dua pemikir penting bagi sarjana-sarjana mengenai Islam zaman pertengahan. hlm. dan telah menyelesaikan gramatika bahasa Arab sebanyak 1000 bait (Alfiah) di luar kepala. karena saat itu partai komunis Indonesia membuat kemajuan besar. pada tahun 1964 Gus Dur memperoleh kesempatan belajar ke Universitas al-Azhar Kairo Mesir. Biografi Gus Dur.

1997). Greg Barton dan Greg Fealy. selain itu Gus Dur juga pernah menjadi ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Timur Tengah dari tahun 1964 sampai 1970. cviii . hlm. karena di kota ini ia juga banyak memanfaatkan kelompok diskusi dengan para intelektual muda Mesir untuk bertukar fikiran. Menurut pengakuannya ia sangat senang dengan sistem Universitas Baghdad ini karena kampus tersebut jauh lebih mirip Eropa daripada al-Azhar Kairo.255 Dari Kairo Gus Dur pindah ke Irak. 83. sebab referensi buku tentang Indonesia cukup banyak tersedia di sana. Dedy Djamaluddin Malik. 164. di samping menonton kegemarannya film-film Prancis dan sepak bola. Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara. Tradisionalisme Radikal. 83.terlengkap di kota Kairo dan waktu lebihnya ia manfaatkan menonton film. 165. untuk mengikuti kuliah di Universitas Baghdad.254 Namun demikian bukan berarti Gus Dur kecewa sepenuhnya kepada institusi al-Azhar. Di sini ia banyak belajar tentang sastra dan kebudayaan Arab. Dan akhirnya di univesitas Baghdad ini pulalah ia diminta untuk meneliti asal-usul historis Islam di Indonesia. hlm. Zaman Baru Islam. filsafat Eropa dan teori sosial. hlm. (Yogyakarta: LkiS. 256 257 255 Ibid.. dan Idy Subandy Ibrahim.256 Di negeri inilah bakat empirismenya tumbuh pesat. hlm. selama empat tahun.257 254 Greg Barton. Fakultas Sastra. lingkungan baru ini juga membantunya banyak membaca karya-karya pemikiran seperti pemikiran Emile Durkhim. Minatnya tentang Indonesia juga mulai tumbuh di Universitas tersebut. Biografi Gus Dur.

Lalu pada tahun 1971. Gus Dur juga banyak terlibat dalam kepemimpinan nasional NU. Abdurrahman Wahid. yang sekarang menjadi Institut Keislaman Hasyim Asy‟ari (IKAHA). Sampai akhirnya pada tahun 1979 ia hijrah ke Jakarta. sebelum akhirnya mendirikan Pesantren 258 Greg Barton dan Greg Fealy. 259 cix . Tradisionalisme Radikal. Akan tetapi dalam wawancaranya Ma‟mun Murod dengan Gus Dur. Baca. hlm.259 Setelah itu. ia menjadi sekretaris umum pondok pesantren Tebuireng. karena background studinya di Kairo dan Baghdad tidak diakui di Eropa. sebagian karena diilhami oleh berita-berita perkembangan baru dunia pesantren yang menggembirakan. Sempat mengantarkannya menjadi kandidat Master (S2) di Sorbone University. yaitu setengah tahun di Belanda. 165. Jombang. Ia juga sempat bermaksud pergi ke McGill Univesity di Kanada. dan mengawali kariernya di PB NU sebagai katib awal Syuriah NU. 165. dan dua bulan di Prancis. Tradisionalisme Radikal. tetapi harapan ini sukar terwujud. 33. 260 Greg Barton dan Greg Fealy. untuk belajar program studi Islam yang sangat diseganinya. hlm. Tapi tidak kesampaian karena ia lebih memilih balik ke Indonesia. empat bulan di Jerman. Kemudian dari tahun 1975-1979. dan menjadi dosen IAIN Syarif Hidayatullah. Prancis. dinyatakan bahwa petualangan Gus Dur ke Eropa yang menghabiskan waktu selama satu tahun itu. Jombang.260 Selama periode ini. ia menjadi dosen dan dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Hasyim Asy‟ari (UNHASY). akhirnya Gus Dur kembali lagi ke Indonesia dan kehidupan pesantren. 258 Tetapi. Pada tahun 1972-1974. Mengurai Hubungan Agama. kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia saja. hlm. Gus Dur melanjutkan petualangannya ke negeri Eropa dengan harapan bisa belajar di salah satu universitas di sana.

261 Selain itu. meskipun Gus Dur tidak pernah menempuh pendidikan formalnya di Barat. Ibid. seperti Nurcholish Madjid dan Djohan Effendi untuk ikut bergabung dalam forum diskusi dan lingkaran studi mereka.263 Rentetan petualangan pendidikannya di atas.262 Setelah menetap di Jakarta. hlm. pendidikan Islam dan masyarakat muslim. kemudian ia diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1982-1985. progresif dan inklusif inilah. Selain belajar secara otodidak. ia juga banyak terlibat dalam berbagai proyek dan aktivitas di Jakarta termasuk mengajar di dalam program pelatihan bulanan kependetaan Protestan. akan tetapi sikap dan pemikirannya jauh lebih siap untuk berpartisipasi dalam wacana-wacana besar mengenai pemikiran Barat. 262 263 264 cx . hlm.Ciganjur. 166. Mengurai Hubungan Agama. Ia juga pernah menjadi juri pada Festifal Film 261 Abdurrahman Wahid. hlm. telah menjadikannya sebagai tokoh intelektual yang berfikiran liberal.264 Karena sikap liberal. 165. akan tetapi Gus Dur jauh lebih siap untuk menggagas wacana agama yang bercorak liberal. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. di Jakarta Selatan. studinya di Baghdad juga banyak memberikan dasar-dasar yang baik mengenai wacana liberal yang bercorak Barat dan sekular. secara teratur ia melakukan kontak dengan intelektual muslim progresif di Jakarta. longgar dan moderat. Bahkan menurut Greg Barton.. Meskipun latar belakang pendidikannya berbeda. Ibid. Tradisionalisme Radikal.

Choirul Anam.Indonesia. Baca. Gus Dur juga terlibat dalam 265 Umaruddin Masdar. hlm. dan Bievendido Lumbrera (Filiphina).269 Namun sebelumnya dalam periode yang sama tahun 1993. Kemudian Rukun tetangga. hlm. Gus Dur dinobatkan sebagai seorang yang layak menerima piagam “Ramon Magsasay” dan hadiah senilai 50. Baca Douglas E. di antaranya pada tahun 1984. Tradisionalisme Radikal. Imron Hamzah dan Drs. Mengurai Hubungan Agama. Maksud Pribumisasi Islam ialah mengokohkan kembali akar budaya kita dengan tetap berusaha menciptakan masyarakat yang taat beragama. 120. cet. Membaca Pikiran Gus Dur. Ramage. Vo-Tong Xuan (Vietnam).H. 83. Zaman Baru Islam.270 Bersamaan pada periode itu. Gus Dur telah terpilih empat kali menjabat ketua PBNU. hlm.000 dollar AS. K. dan sejak tahun 1994 ia menjadi penasehat International Dialogue Foundation on Perspective Studies of Syari‟ah and Secular Law. Banoo Coyaji (India). 265 Sikap dan pemikiran Gus Dur semakin liberal dan progresif ketika dipercaya menjabat ketua PBNU pada tahun 1984. Gus Dur Diadili Kiai-Kiai. 93. dan lain sebagainya. hlm. rukun tetangga (sosial).266 hal ini bisa dilihat dari gagasangagasannya. Berangkat dari usaha menjembatani persoalan antara kehidupan muslim yang baik tapi a-sosial dengan muslim yang begitu sosial tapi tanpa keimanan. 1989).267 seperti Pribumisasi Islam. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. sebuah istilah yang memandang dimensi pribadi menjadi dimensi sosial. orang-orang non muslim menjadi presiden Indonesia. hlm. yang saat itu masih dianggap tabu oleh kaum santri (NU). Percaturan Politik. di Den Haag. 30 268 267 266 Abdurrahman Wahid. 1994 dan 1999. dan Idy Subandy Ibrahim. 270 269 cxi . ke-1 (Surabaya: Jawa Pos. 166. sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan pada tokoh Asia karena dinilai telah memberi kemajuan yang khas bagi bangsanya. Dedy Djamaluddin Malik. tokoh tokoh Asia tersebut ialah Noboru Iwamura (Jepang).268 Kemudian dari tahun 1985 hingga 1990 ia berkhidmat dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. 1989. hlm.

K. dengan menyatakan bahwa PKB bukanlah Partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. ia dijuluki sebagai salah satu tokoh pembawa gerbong reformasi. hlm. dengan cara yang sangat demokratis telah mengangkat citra kelompok santri dalam percaturan politik nasional.271 Karena kritik politiknya terhadap kediktatoran negara dan gagasangagasannya yang berkaitan dengan demokrasi. M. pluralisme agama. pada tanggal 23 Juli 1998. Gus Dur dan Demokrasi. di sini ia menjabat sebagai ketuanya. maka tidak aneh saat reformasi 1998 terjadi. telah berhasil mengantarkannya pada kursi kepresidenan pada tahun 1999 di masa reformasi ini. Titian Ilahi Press). Bodohnya NU Apa NU Dibodohi?.272 Dengan dukungan PKB dan Partai-Partai Islam yang dinamakan “poros tengah” saat itu. seperti LSM Fodem (Forum Demokrasi). Akhirnya pada tahun 1998 pasca reformasi. dan pribumisasi Islam. Yusuf Hasyim.aktivitas-aktivitas sosial. ini menunjukkan bahwa Gus Dur sebenarnya seorang demokrat. kebebasan berpendapat. oleh sebab itu menimbulkan kritik keras di kalangan NU. 272 271 cxii . Arief Hakim. (Yogyakarta. bahkan sempat menyatakan akan memilih Fodem daripada NU. Namun Gus Dur tetap tabah. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. yang sebelumnya seringkali dimarginalkan. khususnya pamannya sendiri. telah mendapat respon dari kalangan luas (sejak tahun 1980-an sampai 1990-an). hlm.H. Terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden. dalam Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur Dan Gerakan Sosial NU. Namun sayang masa pemerintahan Gus Dur harus berhenti di tengah jalan pada tanggal 23 Juli Jabatannya di Fodem bersamaan dengan masa jabatannya sebagai ketua PBNU. Gus Dur yang saat itu masih aktif menjabat ketua umum PBNU mendirikan sebuah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 147 Dikutip dari karyanya Bahrul Ulum. (Yogyakarta: Ar-Ruzz: 2002). 135-136.

Cara pemberhentian ini benar-benar menyakiti kalangan santri. yang kemudian membuat mereka terpaksa kembali menelan kepahitan politik di awal sejarah reformasi ini. yaitu pemisahan antara agama dan negara. cxiii . hlm. Namun yang menjadi cukup menarik setelah ia dijatuhkan dari kepresidenan. Minahasa. Berbeda dengan M. Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. yang menginginkan Islam dijadikan kekuatan ideologi dan dasar negara ini. ia masih menjabat sebagai ketua Dewan Syura partai tersebut. Sulawesi Utara. oleh sebab itu banyak orang yang melakukan review terhadap pemikirannya ini. politik dan budaya diideologikan fungsinya akan terdistorsi dan 273 Hartono Ahmad Jaiz. Gus Dur sebaliknya. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa arus pemikiran Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara dapat dikategorikan sebagai pemikiran yang sekularistik. dari pengamat dan lawan politik yang mengantarkannya dulu. karena menurutnya kalau agama. 2. yang sejalan dengan pemikiran Ali Abd al-Raziq. Gus Dur kembali membuat geger masyarakat muslim dengan menerima penobatan sebagai anggota kehormatan Legium Kristus pada 28 Januari 2002 di Tataaran Tonando. ia menolak Islam dijadikan ideologi. Natsir dengan berbagai alasannya di atas. Masalah relasi Islam dan negara merupakan salah satu hal yang penting dalam pemikiran Gus Dur. Gus Dur Menjual Bapaknya.2001 secara inkonstitusional karena sikap politiknya yang mengundang banyak kritik. 32.273 Dan mengenai peran Gus Dur di PKB saat ini (tahun 2003-2004).

semuanya diangkat melalui mekanisme yang berbeda satu sama lain.276 padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan. (Jakarta: Lakpesdam. 122-123. Selain itu. dalam konteks negara pluralistik seperti Indonesia. 275 cxiv . Zaman Baru Islam. Memang dalam al-Qur‟an ada ayat yang berbunyi Baldatun T{ayibatun wa rabbun Gafur. ada dua alasan mengapa ia menolak didirikannya negara Islam. menjadikan Islam atau agama apapun sebagai ideologi negara hanya akan memicu disintegrasi bangsa. Khamami Zada. dan Idy Subandy Ibrahim.bukan malah mendapatkan struktur yang lebih baik. 2002). melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. Dikutip dari. dan Tata Negara. hlm. melainkan justru akan memicu disintegrasi yang berbasis sekretarian dan konflik horizontal. Atas dasar inilah Islam tidak memberi konsep yang jelas. 78. penuh pengampunan Tuhan. Ini bisa dilihat dari keempat khalifah pertama sepeninggalnya Rasulullah. karena menurutnya sangat tidak mungkin memberlakukan formalisme agama tertentu dalam komunitas agama masyarakat yang sangat 274 Dedy Djamaluddin Malik. Kedua. argumentasi historis. 21-33. Islam. Neraca Gus Dur di Panggung Kekuasaan.275 Pertama.274 Menurutnya. yaitu negara yang baik. Munawir Sjadzali. yaitu berkaitan dengan fakta bahwa dalam sejarah Islam tidak pernah menunjukan adanya mekanisme baku bagaimana suksesi dalam Islam. argumentasi normatif-teologis. 276 Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. sebuah ayat yang lebih pada konteks sosiologis. yang menyebutkan bahwa Daulah Isla>miyyah (Islamic State) tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur‟an. hlm. hlm.

beragam. Membaca Pikiran Gus Dur. dan seharusnya Islam dijadikan sebuah nilai etik sosial (social ethics). Oleh sebab itu. bagi Gus Dur. toleran dan keadilan. hlm. yang berarti Islam berfungsi komplementer dalam kehidupan negara. baginya pluralitas merupakan hukum alam atau Sunnatullah di negeri ini.277 Apabila Islam dijadikan ideologi negara. hlm. Neraca Gus Dur. Selanjutnya. Khamami Zada. 129. merupakan pengingkaran terhadap demokrasi yang ingin ditegakkan di negeri ini. Untuk itu Gus Dur sepakat dengan aksioma bahwa Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion). padahal dalam negara demokrasi nilai egalitarianisme sangatlah 277 Umaruddin Masdar. hlm. yang berjalan di kalangan masyarakat melalui persuasif.279 Pemaksaan formalisasi hukum Islam melalui struktur negara. yang lahir dalam konteks protes terhadap ketidakadilan di tengah komersial Arab dengan nilai-nilai dasarnya.278 Baginya Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. 127. Gus Dur menyatakan bahwa agama merupakan dimensi privat yang paling independen dari manusia dan tidak boleh diintervensi oleh negara yang bersifat publik. bukan melalui perundangan negara yang bersifat kohesif. Membaca Pikiran Gus Dur. Umaruddin Masdar. padahal ajaran-ajaran agama itu sendiri bersifat privat. persamaan dan keadilan. 278 279 cxv . berarti akan membuka peluang intervensi negara terhadap agama dan politisasi agama. 125. seperti musyawarah.

Hlm. yang ditugaskan menetapkan sebuah konstitusi bagi republik ini. pertentangan itu tercermin dalam kemacetan sidang konstituante pada tahun 1959.281 Ini dikarenakan gagasangagasannya yang liberal dan tetap menggunakan esensi khazanah pemikiran tradisional (legacy of past). sementara agama tetap dijadikan landasan kepercayaan. yang ia sampaikan dalam sambutannya saat menerima penghargaan Magsaysay. cet. Mengurai Hubungan Agama. ideologi ini merupakan asas negara yang harus kita miliki dan perjuangkan. 281 cxvi . bukan malah menjadikan pemeluk agama lain menjadi warga negara kelas dua. Fachry Ali dan Bachtiar Effendi. ke-2 (Bandung: Mizan. 282 Dikutip dari. hlm.dijunjung tinggi. di satu sisi adalah pemberontakan kelompok militan muslim yang dikenal pada tahun 1950-an sebagai Darul Islam. yang saat itu ditawarkan dalam bentuk ideologi melawan Pancasila . Dedy Djamaluddin Malik. Fachry Ali. Gus Dur dikategorikan dalam aliran neo-modernis. 93. 1990).280 Dalam pandangan Greg Barton. Gus Dur menunjukkan pemikirannya dengan berkomentar mengenai prestasi umat Islam Indonesia: “Pada mulanya ada semacam pertentangan antara Islam. Pengakuan atas berbagai ragam agama dan ideologi nasional itu memberi jaminan kebebasan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan kepercayaannya masingmasing”. Indonesia mampu menyelesaikan masalah itu secara pasti. Baca. Gus Dur juga menyatakan bahwa tanpa Pancasila negara Indonesia akan bubar. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan 280 Abdurrahman Wahid. 169.282 Lebih dari itu. hlm. Berkaitan dengan ideologi Pancasila. dan Idy Subandy Ibrahim. yaitu dengan menghasilkan sebuah formulasi mendasar bahwa Pancasila dijadikan asas dasar dan ideologi setiap organisasi. Sisi lain. 29-81. Zaman Baru Islam. Sebagai sebuah bangsa. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikian Islam Indonesia Masa Orde Baru. dan Bachtiar Effendi.

lihat juga Khamami Zada. sedangkan negara tidak mungkin memberlakukan nilai-nilai yang tidak diterima oleh masyarakat yang berbedabeda agama dan pandangan hidupnya. 1995).284 Selanjutnya. atau malah disalahgunakan oleh keduanya.285 Singkatnya. Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia. Lalu bagaimana ia 283 Dikutip dari pernyataan Gus Dur dalam. Doktrin Islam Dalam Sejarah. 124. antara kaum nasionalis dan kaum muslim. 80. Ramage.283 Ini merupakan pernyataan yang penuh resiko pada tahun 1990-an. (Jakarta: Paramadina. mengenai relasi antara agama dan negara yang selalu menimbulkan ketegangan sejak periode awal Indonesia merdeka.. Douglas E. Neraca Gus Dur.H. tidak peduli apakah ia dikebiri angkatan bersenjata. Percaturan Politik. hlm.nyawa saya sendiri. dengan menyatakan bahwa Islam sebagai agama memberlakukan nilai-nilai normatif dalam kehidupan perorangan maupun kolektif. berupaya untuk mencairkan ketegangan tersebut. hlm. bahkan sepak bola Pancasila . karena pada saat itu rakyat Indonesia sudah sangat bosan dan jenuh mendengar Pancasila yang selalu disebut oleh pejabat-pejabat dan hampir setiap hari dipropogandakan dalam media massa. 85. Achmad Siddiq. Seolah-olah Pancasila saat itu telah menjadi mantra pemerintahan dalam menjalankan kebijakan. hlm. Islam. Gus Dur sebagaimana K. ekonomi Pancasila . 583. seperti pers Pancasila . hlm. dan sempat menjadi ejekan karena semua kegiatan harus berlabelkan Pancasila . dalam Budhy Munawar Rahman. Ibid. dimanipulasi umat Islam. Gus Dur menginginkan adanya pemisahan wewenang fungsional agama dan negara yang berbau sekularistik. Abdurrahman Wahid. 285 284 cxvii .

Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun (Muqadimah). di antaranya sistem Istikhlaf. Dan 286 287 Khamami Zada. Neraca Gus Dur. Gus Dur berbicara tentang “hukum Islam” yang dalam kenyataannya hanya berlaku sebagai panduan moral yang dilakukan atas kesadaran masyarakat. memang pernah ada tiga sistem yang dipakai dalam Islam. meskipun berbeda agama.H. sebuah hukum agama dapat diundangkan negara apabila hal itu dapat berlaku untuk seluruh komponen masyarakat.287 Ada beberapa teoritisi Islam seperti al-Mawardi (al-Ah}ka>m asS}ultaniyyah). bahwa rumusan Pancasila sebagai ideologi negara harus kita pegang teguh. 124. Imron Hamzah dan Drs. bukan karena dipaksa negara. cxviii . Di samping itu. Bay„ah.menanggapi tuntutan sebagian masyarakat yang selalu mendesak penerapan syari‟at Islam dengan mengundangkan secara positif dalam hukum negara? Untuk menjawab ini. yang telah banyak merumuskan konsepsi kenegaraan. (Wad„u al-Ah}kam fi H{alati Imka>niyyah Wad„ihi). Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. hlm. tetapi ini hanya terjadi dalam tempo 13 tahun. Dan menurutnya. Dalam Islam sendiri tidak mengenal sistem pemerintahan yang definitif. 55. Ahl H{alli wa al-„Aqdi. K. seperti yang dikatakan negara bangsa (nation state) saat ini. Ibnu Abi „Arabi. hlm. Choirul Anam. mengikat dengan sendirinya (Mulzimun binafsihi). 286 Sebagaimana yang ia katakan di atas. yang terpenting bagi umat Islam menurut Gus Dur adalah pengaturannya (al-H{ukmu) bukan alQur‟an.

105. setidaknya secara de jure.288 Dalam konteks ini. cxix . Ketegangan itu bisa dikatakan relatif berhenti. 132. A. hlm. oleh sebab itu tidak aneh kalau Gus Dur menolak Islam sebagai ideologi negara di Indonesia. menurut Gus Dur pernah digali oleh pikiran cemerlang Ibnu Khaldun. 290 291 289 Ibid. menjadikan Islam sebagai etika sosial dalam 288 Ibid. sekalipun agama itu merupakan anutan mayoritas penduduk di negara ini. menurut Ibnu Khaldun. Sebab. Pembentukan negara. Umaruddin Masdar. Gaffar Karim. hubungan Islam dan negara pernah mengalami ketegangan politik yang tajam. Gus Dur setuju dengan pendapat Ibnu Khaldun yang menyatakan. Membaca Pikiran Gus Dur.291 Ada dua hal yang ditawarkan Gus Dur dalam menetralisasi ketegangan kedua pihak tersebut. Pertama. 1995).ternyata paham kebangsaan ini.289 Dan yang tak kalah penting menurutnya adalah fungsi negara sebagai penyerap heterogenitas dan kepentingan masyarakat. alasan berdirinya sebuah negara karena adanya perasaan kebangsaan. disamping paham keagamaan juga diperlukan rasa „As}h}abiyyah (perasaan keterikatan) untuk membentuk ikatan sosial kemasyarakatan. bahwa agama saja tidak cukup untuk dapat membentuk negara. hlm. sebab Islam politik dianggap sebagai pesaing yang mengusik basis kebangsaan. Metamorfosis NU dan Politisasai Islam Indonesia.290 Di Indonesia. semua ormas Islam menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi pada tahun 1980-an yang lalu. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

no. 295 cxx .294 Pendapat-pendapat Gus Dur tersebut merupakan konsekuensinya dalam memperjuangkan demokrasi dan semangat pluralisme di negeri ini. hlm.kehidupan berbangsa dan bernegara. bukan dari norma formal eksistensinya. Abdurrahman Wahid. Dan kedua tawaran itu kemudian mengarah pada penempatan Islam sebagai faktor komplementer dalam kehidupan sosio-kultural dan politik di Indonesia.. 293 294 Abdurrahman Wahid. dan yang dimaksud nilai dan prilaku tersebut adalah Ah}laq al-Karimah. menurutnya dalam prespektif Ahl as-Sunnah wa alJama„ah. Zaman Baru Islam. 4 (April 1984). maka cara penyampaian menjadi masalah sekunder. hlm 132-133. 169. Mengurai Hubungan Agama. dan Idy Subandy Ibrahim. Ibid. 292 Ibid. Gus Dur menegaskan bahwa Islam bertugas melestarikan sejumlah nilai dan prilaku sosial yang mengaitkan pencapaian tujuan dengan kemulian cara yang digunakan. hlm 35.292 Dengan berprinsip al-Gayah wa al-Wasa>il (tujuan dan cara penyampaiannya). Islam berfungsi sebagai etika sosial yang memandu jalannya kehidupan bernegara bukan sebagai bentuk kenegaraan tertentu. 75. Dedy Djamaluddin Malik. Di samping itu.295 Selama kaum muslim dapat menyelenggarakan kehidupan beragama mereka secara penuh. Kedua. maka bentuk pemerintahannya tidak lagi menjadi pusat pemikirannya.” Prisma. “Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia. lihat juga. negara Islam atau bukan. pemerintahan ditilik dan dinilai dari segi fungsionalnya.293 Jelaslah dengan demikian. Oleh sebab itu. mengembangkan Islam sesuai dengan konteks setempat atau yang biasa dikenal pribumisasi Islam. hlm. menurutnya selama tujuan masih tetap.

dan Idy Subandy Ibrahim. Namun Gus Dur membantah itu. hlm 170. 296 Dedy Djamaluddin Malik. yakni idealistik dan realistik. melainkan keabsahan di mata hukum fiqih.297 Secara teoritis. 297 298 cxxi . Zaman Baru Islam.296 Dan Gus Dur sendiri dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa pemerintahan yang berideologikan Pancasila ini.298 Dalam pemikiran idealistik menginginkan sebuah konsep kenegaraan yang sepenuhnya berwawasan Islam. tak heran kalau banyak orang yang menuduh NU sebagai organisasi opurtunistik. Ibid. yang kemudian arus ini dinamakan Gus Dur sebagai kelompok alternatif. Lebih lanjut. NU di bawah aksi politik yang dimotori Gus Dur secara sadar menerima asas tunggal Pancasila. karena bagi NU. pedomannya bukanlah strategi perjuangan politik atau ideologi Islam dalam artian yang abstrak. Da>ru al-H{arbi dan Da>ru as-S}ulh}.Dan atas dasar kerangka berfikir inilah. Gus Dur juga mengakui bahwa pemikiran negara dalam Islam telah terbagi menjadi dua arus. dan tentunya dengan mendapat persetujuan para ulama organisasi tersebut. bisa dikategorikan dalam negara damai (Da>ru as-S}ulh) yang harus dipertahankan. Melihat kebijakan NU. yang dalam sejarah politik Indonesia acapkali menunjukkan sikap akrab dengan negara. Pancasila dalam pandangan NU merupakan ideologi bangsa yang sejalan dengan visi Imam Syafi‟i tentang tiga jenis negara: Da>ru al-Isla>m. Ibid.

301 299 A. hlm.299 Ini dikarenakan sepak terjangnya yang terkesan tidak membela Islam. 95. menurutnya kita bisa melihat sepak terjang Gus Dur. 108. Karena semuanya itu terletak pada grand theory yang tidak sukar dipahami.300 Sedangkan meminjam analisis Cak Nun. Kedua. di antara para tokoh tradisionalis. khusus kaitannya dengan Islam. Gus Dur adalah seorang tokoh yang paling unik.” Yogya Post. 94. Dedy Djamaluddin Malik. dalam perspektif universal ia bermaksud menumbuhkan demokrasi setelanjangtelanjangnya. Dikutip dari. lebih tertarik pada pemecahan masalah bagaimana perkembangan historis yang berkaitan dengan negara dapat ditampung dalam pandangan Islam. dalam konstelasi keindonesiaan ia bermaksud menerapkan suatu ideologi nasionalisme habis-habisan. PKB maupun di Pemerintahan. Ketiga. agen Zionis dan berbagai tuduhan minor lainnya. baik dari sikapnya yang biasa-biasa saja. hlm. Zaman Baru Islam.Sementara pandangan realistik. yang gendheng.. 300 hlm. Ibid. yang kontroversial. Gus Dur dengan segala resikonya berkehendak melakukan domestikasi atau pembumian nilai-nilai Islam dalam kerangka nuansa kultural yang tak bersedia ditawar oleh segala “kegamangan teologis” apapun. Pertama. Oleh sebab itu. Gus Dur seringkali memunculkan gagasan kontroversial di mata masyarakat. yakni dengan menomorsatukan apa pun yang indikatif terhadap primordialisme dan anti-nasionalisme. 301 cxxii . Gaffar Karim. maupun yang membingungkan. dan Idy Subandy Ibrahim. baik ketika di NU. Metamorfosis NU. yang radikal. ia kerap memperoleh serangan sebagai pro-Kristen. (12 April 1991). yang kemudian dalam konteks ini Islam dijadikan sebagai faktor komplementer bagi ideologi negara. Emha Ainun Nadjib. karena sering memimpin ke mana para pengikutnya tidak mau ikut. Bahkan menurut Liddle. Untuk lebih jelasnya baca. “Gus Dur Pelindung Minoritas.

. Ibid. sekular dan nasionalis. Ia kemudian menunjukkan bahwa ayahnya. Percaturan Politik. Ramage. baca juga. ia banyak bersikap positif dan fleksibel dalam merespon modernitas. seorang pemimpin NU pada tahun 1945 juga sepakat mendukung sebuah negara nasional non Islam.Sejak dipilih sebagai pemimpin NU pada tahun 1984. ia mengkombinasikan antara apa yang baik dalam nilai-nilai modernitas dengan komitmen terhadap rasionalitas. Berkaitan dengan sumbersumber pemikiran Islam. dan menegaskan bahwa watak pluralistik dan multi komunal masyarakat Indonesia harus dipertahankan dari kecenderungan-kecenderungan sektarianistik. Ramage. Douglas E. Dari sini bisa dilihat bahwa pemikiran politiknya didasarkan pada visi politik yang demokratis. hlm. Gus Dur lebih sering menggunakan ideologi Pancasila daripada Islam dalam melegitimasi partisipasinya dalam wacana politik dan pengekspresian gagasan kunci politiknya. dalam Greg Barton dan Greg Fealy. Pandangan ini menurutnya penting untuk disampaikan karena beberapa muslim memandang Pancasila sebagai ideologi sekular yang tidak sesuai dengan Islam. 302 cxxiii . Toleransi Agama Dan Pancasila : Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid. Tradisionalisme Radikal. retorika Gus Dur semakin bernada liberal dan progresif.302 Bagi Gus Dur Pancasila adalah ideologi nasional yang esensial untuk mempertahankan kesatuan nasional. keulamaan dan kebudayaan tradisional. hlm. 303 Pernyataan Wahid Hasyim. 194.93. Untuk mendukung tujuan-tujuan demokratis dan sosialnya. Demokrasi. hlm 196. Wahid Hasyim.303 Douglas E. dikutip dari.

200. Khamami Zada. cxxiv . berkaitan dengan perannya sebagai Kepala Presiden yang relatif singkat. pendidikan dan keagamaan. 14 tahun 1967 tentang agama.. Keputusan untuk keluar dari politik atau yang dikenal dengan kembali ke khittah 1926. bukan hanya karena adanya keinginan untuk memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan sosial. perlu ditinjau terlebih dahulu “keluarnya NU” dari panggung politik formal pada tahun 1984. 6 tahun 2000. NU adalah ormas Islam yang pertama kali menyetujui asas tunggal.304 Selanjutnya. kepercayaan dan adat istiadat cina.305 304 305 Ibid. Neraca Gus Dur. NU ingin tetap menjaga independensi politiknya dan menghindari intervensi serta manipulasi pemerintah. Singkatnya. terlihat tidak adanya pengakuan hak-hak penganut Konghucu sehingga mereka terpaksa harus pindah ke agama lain. Visi demokrasi. Namun pada masa Pemerintahan Gus Dur Inpres No. 14 tahun 1967 itu dicabut dengan Kepres No. karena saat itu pemerintah terus-terusan menekan politik Islam dengan menggunakan Pancasila untuk membatasi kegiatan partai politik yang legal pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an.Untuk memahami sepenuhnya politik Abdurrahman Wahid dan penggunaannya terhadap Pancasila dalam mengembangkan demokratisasi. Dalam Inpres ini. hlm. Padahal pada tahun 1983. humanisme dan toleransi agama yang Gus Dur perjuangkan semakin kuat. ini terlihat dalam upaya pencabutan Inpres No. menurut Gus Dur. tetapi juga sebagai respons terhadap depolitisasi orde baru. hlm. 142.

melainkan membiarkan rakyat untuk menguji wacana tersebut..Selain itu. dapat disimpulkan beberapa hal pemikirannya mengenai hubungan Islam dan negara. karena banyaknya kalangan yang khawatir akan campur tangan negara terhadap agama dan politisasi agama.308 Berdasarkan uraian panjang lebar di atas. yakni adanya masyarakat muslim yang ingin menghidupkan kembali “Piagam Jakarta” dan mengharapakan penerapan Syari„ah Islam melalui power negara. Gus Dur selalu ingin menjaga independensi keberagamaan masyarakat dalam 306 Ibid. Tetapi hasrat kedua parpol tersebut gagal. 62. 145. 307 cxxv .. Tujuh kata itu berbunyi: …dan kewajiban menjalankan Syari„ah Isla>m bagi para pemeluknya. hlm. Leninisme dan Komunisme. Akhirnya. 308 Ibid. pada Sidang Tahunan Agustus 2000. sebagaimana yang pernah diungkapkan Gus Dur. ada ide yang lebih kontroversial.306 Di luar masalah tersebut. sebagai seorang demokrat Gus Dur tidak memangkas keinginan itu melalui kekuasaannya. dua partai politik Islam (PPP dan PBB) mengusulkan kembali “Tujuh Kata Piagam Jakarta”307 untuk dimasukkan dalam pasal yang mengatur bab agama dalam proses amandemen 1945. Akan tetapi ide pencabutan kemudian memunculkan gelombang demonstran selama kurun masa kekuasaannya dan akhirnya di tolak oleh MPR. Pertama. Gus Dur juga harus menghadapi sebuah cita-cita politik yang bertolak belakang dengan trade mark pemikirannya. yang menurutnya telah mendiskriminasikan sebagian warga dalam kehidupan publik dan negara. yakni pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran Marxisme.

cxxvi . sebuah refleksi pemikirannya dalam membangun relasi Islam dan negara. partai mayoritas muslim yang tidak melabelkan Islam. karena ketaatan seseorang harus muncul dari kesadaran pribadi. yang menunjukkan bahwa ia menolak bentuk formalisme agama dalam kehidupan politik. yaitu bagaimana membangun independensi agama dan para pemeluknya vis a vis negara. bukan dari paksaan negara. Ketiga. Begitu juga sebaliknya agama tidak perlu mengemis legitimasi kepada negara karena hal tersebut bukan menguatkan eksistensi agama sebagai kepercayaan. berarti pengingkaran nilai-nilai demokrasi. Kedua. sikap dan gagasan Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara sebenarnya cukup jelas. Sikap itu begitu tegas disampaikan oleh Gus Dur. Hal ini juga bisa dilihat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dideklarasikannya. yakni menempatkan masyarakat secara egaliter di hadapan negara. merupakan konsekuensi dari pemahaman demokrasi yang ia perjuangakan. penolakan Gus Dur terhadap sebagian masyarakat muslim yang ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. baik melalui tulisantulisan maupun ceramahnya. negara tidak boleh mengintervensi urusan-urusan agama masyarakat. Karena pengistimewaan agama tertentu dalam negara yang plural ini. melainkan justru merendahkan.menghadapi negara. Sebagai seorang pemikir dan aktivis Islam. baik sebagai kehendak masyarakat maupun sebagai kehendak negara. Yang mana agama sebagai wilayah privat manusia seharusnya tidak boleh dicampuri oleh siapapun.

Sebagaimana yang telah diuraikan pada Bab III.BAB IV ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M. bahwa gambaran kedua tokoh di atas sangat diperlukan untuk menganalisa pemikiran keduanya. Di antaranya mengenai latar belakang kehidupan. Persamaan. Selain itu ulasan tersebut. cxxvii . dan organisasi yang menjadi dapur pertama pemikiran politiknya. karier politik. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID A.

sejak dasawarsa 1930-an antara M. Terlepas dari itu. tetapi pemikiran politik kedua tokoh tersebut masih tetap mewarnai panggung politik Indonesia sampai saat ini. yang kemudian dinamakan Islam kultural.310 Meskipun keduanya hidup pada masa yang tidak bersamaan. Ibid. 309 310 Bahtiar Effendy. Oleh sebab itu kalangan ini lebih memilih garapan transformasi sosial. Natsir dan Soekarno. 190.setidaknya dapat dijadikan pertimbangan sebelum menempatkan atau mengklaim kedua tokoh tersebut dalam kategori aliran tertentu. cxxviii . Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa M. yang kemudian dalam situasi itulah Islam menapaki langkah-langkah yang boleh dibilang idealistik atau formalistik. karena masih kuatnya trauma politik yang membekas antara aktivis politik Islam dengan negara. Natsir sebagai Prototype modernisme Islam dan Gus Dur sebagai neo-modernisme Islam. perlu diakui bahwa perdebatan Islam dan negara sudah lama terjadi. Singkatnya. Yang kemudian terpolarisasi pada kelompok modernis dan neo-modernis. dengan menawarkan Islam yang sesuai dengan konteks Indonesia dan tidak begitu ideologis. telah banyak mewarnai sejarah perpolitikan Indonesia. hlm. (RE) Politisasi Islam. Islam politik merupakan sesuatu yang sulit dijual. gerakan ini ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. Dalam pandangan kelompok ini.309 Situasi inilah yang mendorong aktivis dan pemikir Islam generasi kedua pada tahun 1970-an.

Dengan demikian pemikiran-pemikiran politik kaum modernis Islam banyak diwarnai oleh idiom-idiom al-Qur‟an dan Hadis. 160. ada dua faktor yang telah disepakati sebagai penyebab kemunduran dunia Islam. merupakan rintisan yang tepat dengan realitas politik Islam saat itu. cxxix . misalnya dengan menawarkan sistem ekonomi Islam dan negara Islam sebagai alternatif menghadapi Barat. hanya saja doktrin tersebut kemudian terkontaminasi dengan sikap anti Barat yang rigid dan akhirnya melahirkan pemikiran normatif dan cenderung apologetik. 311 Umaruddin Masdar. Persis. sebuah organisasi yang mengedepankan motif gerakan kembali ke al-Qur‟an dan Hadis. abadi dan akan tetap relevan dengan perubahan zaman dan tempat. hlm. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais. dianggap sebagai faktor lain (eksternal) yang dominan menyebabkan kemuduran dunia Islam. secara internal.311 Di Indonesia Gerakan modernis ini termanifestasikan dalam beberapa organisasi. Pertama. al-Irsyad dan Sarekat Islam. peradaban Barat sekular yang mulai masuk dalam percaturan peradaban Islam. yang menurutnya sebagai sumber ilmu yang otentik. Pada dasarnya doktrin kembali ke al-Qur‟an dan Hadis di atas. oleh sebab itu pembaharuan doktrin Islam sangat diperlukan. yang kemudian menyebabkan umat Islam mengalami kemunduran.Dalam diskursus kaum modernis. praktikpraktik keagamaan umat Islam telah banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang asli. seperti Muhammadiyah. Kedua. (S{a>lih} Likulli Zama>nin wa Maka>nin). al-Qur‟an dan Hadits.

kaidah di atas dapat dijadikan sebagai landasan teori hukum atau referensi untuk pengambilan keputusan hukum aktual.313 Teori kemaslahatan inilah yang kemudian dijadikan pisau analisis oleh M. maslahah itu bersifat essensial. As-Sulam.). apabila memenuhi tiga kriteria berikut ini. Ada beberapa persamaan dari kedua tokoh tersebut dalam merespon hubungan Islam dan negara. upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dirumuskan dalam suatu kaidah312:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Menurut Abd al-Wahab Khalaf. 1977). Ketiga. Pertama. ke-11 (Kairo: Dar al-Qalam. yakni kepentingan yang secara praksis dapat mewujudkan kesejahteraan umum dan mencegah timbulnya kerusakan.t. memang perlu diawali dari teori ini. 313 86-87. maslahah itu tidak bertentangan dengan ketetentuan atau dalil-dalil umum nash. cet. 312 Abd al-Hamid Hakim. bukan individu. Abd al-Wahab Khalaf. cxxx . Dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut. Natsir dan Gus Dur dalam memecahkan persoalan hubungan Islam dan negara.Dalam diskursus politik Islam (al-Fiqh as-Siya>syi). II: 65. t. maslahah itu ditujukan pada kepentingan rakyat banyak. Kedua. Dan yang pasti secara esensial kedua tokoh tersebut sepakat bahwa tujuan diterapkannya demokrasi di negeri ini adalah untuk mencapai kemaslahatan bersama dan keadilan yang merata bagi umat manusia. „Ilm Usūl al-Fiqh. (Jakarta: Sa‟adiyah Putra. hlm.

Natsir dengan Gus Dur dalam membangun relasi Islam dan negara adalah pengakuan mereka tentang tidak adanya sistem politik yang rigid dalam Islam sebagaimana yang telah ada dewasa ini. dan kebersamaan. Natsir banyak menggunakan syarat-syarat sebuah negara modern. Gus Dur juga menyatakan secara tegas bahwa Islam tidak memberi konsep yang jelas untuk membangun sebuah negara. Natsir dan Gus Dur dikenal sebagai pemikir muslim yang sekaligus praktisi politik terkemuka di negeri ini. cxxxi . seperti musyawarah. Undang-Undang Dasar atau sumber hukum atau kekuasaan lain yang tidak tertulis. semuanya diangkat melalui mekanisme yang 314 Natsir. Pemerintah. di antaranya harus mempunyai wilayah.314 Masih dalam konteks yang sama. dan bagi mereka yang ada dalam Islam hanyalah prinsip dasar berbangsa dan bernegara. hlm. Menurut Natsir. Kedaulatan. rakyat.Dalam sejarah politik Indonesia. persamaan. kebebasan. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. M. Islam hanyalah mengatur dasar dan pokok-pokokmya saja seperti yang dinyatakan di atas. keduanya sama-sama mempunyai komitmen untuk menjadikan Islam sebagai agama pembebas yang membebaskan manusia dari segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi Sedangkan sisi persamaan yang dominan antara M. dalam kenegaraan. keadilan. maka dari itu dalam membangun sebuah negara M. Secara historis juga telah terbukti bahwa dari keempat khalifah sepeninggalnya Rasulullah. 199. Capita Selecta.

akan tetapi bukan berarti ia menerima konsep sekulerisme sebagaimana yang inheren dalam sistem Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. Islam dan Tata Negara. demokrasi yang berdasarkan doktrin kedaulatan rakyat diterima secara terbuka.315 ini menunjukkan bahwa Islam memang tidak mempunyai mekanisme baku sebuah suksesi. akan tetapi tidak jarang pendapat-pendapat Natsir yang mengarah pada faham fundamentalisme. Natsir menganggap sumber kekuasaan bagi pemerintahan adalah rakyat. Mengenai tipologi pemikiran kedua tokoh tersebut. Oleh sebab itu.berbeda satu sama lain. 21-33. padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan. sistem demokrasi menurut kedua tokoh tersebut merupakan sistem yang paling realistik untuk mewujudkan terbentuknya suatu masyarakat yang adil. M. Karena itu. egaliter dan manusiawi sebagaimana yang dicitacitakan Islam. Sebagaimana Abduh. menentang pemisahan agama dan negara. sebab walaupun Yusril mengkategorikan Natsir sebagai kalangan modernis. memang tidak sepenuhnya murni sebagaimana yang telah penyusun tempatkan. Munawir Sjadzali. Karena dengan adanya nilai-nilai dasar di atas Islam bisa dikatakan sebagai agama pembebas sepenuhnya kompatibel dengan aturan demokrasi. 315 cxxxii . namun juga terkadang terlihat konservatif dalam wacana keislaman yang lain. yang menurut Greg Barton seringkali terkesan sekuler . Begitu juga dengan pemikiran Gus Dur. hlm.

Oleh sebab itu ia menawarkan sebuah konsep thestic democracy. mengenai meskipun paradigma keduanya dalam dan melindungi memperjuangkan sama-sama menerima demokrasi secara terbuka. Islam mempunyai prinsip-prinsip dasar dalam berbangsa dan bernegara. Dengan demikian ada perbedaan yang sangat konsep mendasar demokrasi. ia menjelaskan bahwa konsep demokrasi ini ditujukan untuk menetapkan hak-hak dan kewajiban timbal balik antara rakyat dengan penguasa. bagaimana reaksi dan sikap keduanya dalam memandang Pancasila di negeri ini. dan sistem yang ada harus mampu menegakkan keadilan. sehingga pelaksanaan Syari„ah memerlukan dukungan kekuasaan politik. Lebih lanjut. yaitu negara. Sedangkan Gus Dur ingin menegakkan demokrasi yang seutuhnya. Dan sebenarnya sikap ini sudah jelas terlihat di atas. Atas dasar pemahaman. Terlepas bagaimana cara kedua tokoh itu dalam memperjuangkannya. artinya tidak ada tendensi agama yang melekat pada konsep ini. Syari„ah sebagai suatu sistem hukum terpadu dan lengkap hanya bisa dilaksanakan apabila ada suatu otoritas yang melakasanakan penerapan (law enforcement). kebebasan.demokrasi Barat. cxxxiii . Dengan demikian tujuan pertama didirikannya negara demokrasi adalah untuk menjaga Syari„at itu sendiri. yaitu demokrasi yang sesuai dengan prinsip tauhid. maka keduanya sepakat untuk menjadikan demokrasi sebagai sistem yang paling rasional untuk negara republik ini. persamaan sebagaimana yang dituntut oleh Islam secara radikal. Menurutnya.

Perbedaan. Kedua. Natsir ingin membuktikan bahwa Indonesia telah terkontaminasi dengan paham ini. pemikiran politik mereka dalam menyikapi demokrasi dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara di Indonesia ini. Natsir dengan tegas menolak negara yang berdasarkan sekularisme. Ditarik dalam konteks Indonesia. karena keduanya mempunyai fungsi timbal balik. simbiosis 316 Ahmad Syafi‟i Maarif. cxxxiv . Natsir dan Gus Dur dalam memandang relasi Islam dan negara yang paling fundamental terdapat dua hal. M. Islam dan Masalah Kenegaraan. baik dalam sikap. bisa dikatakan bahwa hubungan Islam dan negara. tingkah laku. tujuan. 127. respon mereka terhadap paham sekuler. Pertama.B. karena konsep ini jelas bercorak La>-diniyyah yang tidak mau mengakui wahyu sebagai sumbernya. menurutnya sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham. hlm. Sedangkan sisi perbedaan antara pemikiran M. di samping itu Pancasila adalah hasil penggalian dari masyarakat.316 Dilihat dari beberapa pernyataan Natsir pada bab-bab sebelumnya. yang memisahkan antara agama dan negara. tampaknya M. Baginya dengan adanya konsep Pancasila berarti telah terbukti bahwa negara Indonesia telah terjangkit penyakit sekularisme. Berangkat dari wacana relasi Islam dan negara di atas. dan sikap yang hanya sebatas keduniawian saja. menurutnya tidak dapat dipisahkan. Walaupun para sekularis mengakui adanya Tuhan. tapi dalam kehidupan sehari-harinya tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan. ibadah dan tindakan sehari-harinya.

Capita Selecta. hlm. yang berkenaan dengan kehidupan manusia sebagai individu. 318 cxxxv . juga mempunyai kekuatan penuh untuk menjaga dan memberlakuan undang-undang Syari„ah. bagi Gus Dur. Pancasila sebagai ideologi negara sudah sesuai dengan konteks demokrasi dan tidak 317 Natsir. Abdurrahman Wahid. berarti negara di sini selain merupakan institusi pemerintahan. seperti tuntutan diberlakuannya syariah oleh negara. negara adalah sebuah alat bukan tujuan. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. maupun masyarakat secara kolektif. Maksudnya agama berperan mendorong kegiatan individu melalui nilai-nilai yang diserap Pancasila dengan menjadikannya sebagai bentuk pandangan hidup bangsa. Baginya. 92. Jadi. 442. hlm. berarti kita telah melakukan pengingkarana terhadap nilai-nilai demokrasi. Dan tentunya. lebih mengasumsikan agama sebagai sumber motivasi pandangan hidup bangsa atau ideologi negara (Pancasila). karena menurutnya hanya akan menciptakan diskriminasi agama.318 Jadi agama di sini hanyalah bersifat dialogis bukan simbiosis. Ia tidak pernah berkeinginan untuk memanfaatkan negara sebagai alat pemberlakuan hukum agama tertentu. mengingat gagasan yang ia hasilkan selalu mengesampingkan simbolisasi agama terhadap negara atau sebaliknya.317 Sedangkan Gus Dur. kalau kebijakan tersebut sampai diterapkan di negara yang sangat heterogen ini.mutualisme. Pola pemikiran Gus Dur ini bisa dikategorikan cukup sekuler. persamaan hak dan kemaslahatan umat. karena telah mengabaikan prinsip-prinsip pluralisme agama.

hlm. dan konsep demokrasi yang cocok bagi Indonesia adalah demokrasi yang tidak meninggalkan nilainilai ketuhanan. Dalam modernisasi politik Islam. hlm.perlu lagi diperdebatkan. sedangkan kedaulatan Yusril Ihza Mahendra. Natsir mewajibkan seoarang muslim untuk berpolitik sebagai sarana dakwah Islam. 320 Thoir Luth. 71. 79. Meskipun ia merupakan hasil ijtihad manusia. thestic democracy. Natsir. No. dan politik Islam yang terkandung di dalam al-Qur‟an dan sunnah dengan menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. M. (1994). Natsir Dakwah dan Pemikirannya. 319 cxxxvi . Gus Dur menilai demokrasi sebagai suatu kedaulatan rakyat sepenuhnya. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik M. Baginya demokrasi adalah urusan manusia yang diberi kebebasan untuk mengatur dunia. demokrasi yang menurut Natsir dan Gus Dur merupakan konsep paling rasional untuk sistem negara. baca juga Kamaruzaman. hlm. ia tidak sepakat kalau urusan Tuhan dicampuradukkan dalam kepentingan ini. Islam tetap tidak perlu menganut demokrasi 100%. Relasi Islam dan Negara. apalagi diganti. kerohanian.319 Ini menunjukkan bahwa Natsir selaku tokoh modernis muslim sangat selektif dalam menerapkan filterisasi (saringan) terhadap Barat. Selain itu.320 Berbeda dengan Natsir. keputusan mayoritas yang berpedoman pada ketuhanan.” Jurnal Islamika. maksudnya. sosial. Natsir mempunyai pandangan untuk berusaha menerapkan ajaran dan nilai-nilai. 85. 3. Secara tegas dikatakan Natsir. Selanjutnya.

91-105. hlm. hlm. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien. terdapat berbagai macam pemahaman. Natsir masuk dalam birokrasi pemerintahan berharap akan bisa memperjuangkan pemeberlakuan syari‟ah Islam melalui otoritas negara. ada enam kaidah demokrasi dalam Islam. Berbicara mengenai Syari„ah. 176. apabila hukum Islam atau hukum gereja harus diberlakukan oleh negara melalui (taqnin. 3) Ta„a>wun (kerja sama). Syari„ah merupakan kehendak Ilahi yang suci dan 321 Umaruddin Masdar. Sedangkan Gus Dur justru sebaliknya. (Bandung: Mizan. Menurut terori klasik. legislasi) ajaran agama tersebut pada hakikatnya merupakan pengingkaran hakikat demokrasi yang ingin kita tegakkan di negeri ini. Kuntowijoyo. ia malah berkeinginan untuk meminimalisir intervensi negara terhadap agama. Abdurrahman Wahid. 1999). akan tetapi keduanya mempunyai tujuan politik yang berbeda. 2) Syu>ra (musyawarah). 169.323 Natsir dan Gus Dur sama-sama terlibat dalam pemerintahan.322 karena akan menjadikan mereka yang tidak memeluk agama mayoritas menjadi warga negara kelas dua dan kehilangan haknya dalam memperoleh keadilan sesama dalam bernegara. Identitas Politik Umat Islam. 4) Mas}lah}ah (menguntungkan masyarakat). yaitu: 1) Ta„a>ruf (saling mengenal).Tuhan (Syari„ah) merupakan prinsip-prinsip universal yang menjadi patokan etik moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk merealisasikan demokrasi tersebut. 322 323 cxxxvii . Mengurai Hubungan Agama. dan 6) Tagyir (perubahan). hlm.321 Terlebih lagi. termasuk penolakannya terhadap pemberlakuan syari‟ah di negara ini. 5) „Adl (adil).

Berdasarkan definisi Syari„ah di atas. ditanya tentang syari‟at Islam. Surat 5: 51: 17.324 Sedangkan dalam alQur‟an kata Syir„ah atau Syari„ah dimaknai agama. Imam Abu Hanifah yang mendefinisikan fiqih dengan Ma„rifat al-Nafsi ma>laha wa ma> „alaiha (pengetahuan seseorang tentang hak-hak dan Mun‟im A. Sebuah Pengantar.325 baik sebagai jalan lurus (T{ariq Mustaqi>mah) yang ditentukan oleh Allah untuk manusia atau suatu ketentuan yang harus dilaksanakan. Sejarah Fiqih Islam. Ketika nabi Muhammad S.. cet. 1996). puasa. ibadah. Ada beberapa definisi fiqih yang kemudian dikemukakan oleh ulama. ke-2 (Surabaya: Risalah Gusti. beliau menjelaskan tentang sholat. Syari„ah pada masa nabi Muhammad S. Mun‟im A. Sirry. dan haji.326 Ini menunjukkan bahwa secara terminologis. Dinyatakan demikian.bertujuan mengatur kehidupan masyarakat muslim. 325 324 Al-Qur‟an. digunakan untuk menyebut masalah essensial dalam ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah yang telah diyakini kesahihannya. Ibid.A. zakat. 326 cxxxviii . dan tata kehidupan umat manusia untuk mencapai kebahagian mereka di dunia dan akhirat. hlm. ulama fiqih dan usul fiqih menyatakan bahwa Syari„ah merupakan sumber fiqih. 16. karena fiqih merupakan hasil ijtihad atau pemahaman ulama terhadap ayatayat suci al-Qur‟an tersebut. Lebih lanjut.W.W. Sirry.A. Manna al-Qattan (ahli fiqh) mendefiniskan Syari„ah sebagai segala ketentuan Allah bagi hambanya yang meliputi masalah akidah.

I: 5. Namun demikian. Walaupun pada masalah-masalah tertentu mereka juga mempunyai persamaan pendapat. yang kemudian secara teoritis membedakan gagasan kedua tokoh tersebut. Al-Amidi.328 selain itu. 13. sebagaimana dalam kaidah fiqihnya bahwa “seluruh kebijakan penguasa harus sesuai dengan kepentingan seluruh warga negara”. al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. mendefinisikan fiqih sebagai ilmu tentang hukum-hukum syari‟ah amaliah dari dalil-dalilnya yang terperinci („adilah tafs}iliyyah). hlm.kewajibannya). hlm. Pola pemikiran Natsir yang cenderung idealistik dalam memahami ad-Din wa ad-Daulah. setiap apa yang dirumuskan dan diinterpretasikan merupakan produk ijtihad yang bebas. sehingga masuk dalam wilayah fiqih. 328 cxxxix . Ibid. menurut fuqaha Malikiyyah. Tampaknya. pola pemikiran Gus Dur di atas.Amidi. 327 Ibid. kreativitas itu harus mengacu pada kemaslahatan rakyat. baik dari akidah. didasarkan pada pertimbangan fiqih bahwa urusan politik atau negara lebih pada kepentingan dan kreativitas manusia. fiqih adalah ilmu tentang perintah-perintah syari‟ah dalam masalah khusus yang diperoleh dari aplikasi teori Istidla>l atau pencarian hukum dengan dalil (process of reasoning). Dan sebagai wilayah fiqih.327 Sedangkan al. definisi ini memberi gambaran bahwa fiqih meliputi aspek kehidupan. seorang ulama Syafi‟iyyah terkemuka dalam bukunya al-Ih}kam fi us}uli al-Ah}ka>m. Paradigma di ataslah. 14. hukum sampai pada tingkah laku kehidupan. sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari pemikiran politik yang didasarkan pada konsep tauhid...

dengan cara memperbaharui doktrin-doktrin sesuai dengan tuntutan zaman.Konsep tauhid menderivasikan prinsip-prinsip universal yang kemudian menjadi sumber etik-moral bagi sebuah negara demokrasi. alQur‟an dan sunnah. seperti fiqih. Modernisme Islam mempunyai kecenderungan kuat untuk mengembalikan kejayaan dan keunggulan Islam atas partai atau peradaban yang lain. faktor perbedaan masa kehidupan juga cukup mempengaruhi pola pemikiran keduanya. antara modernisme dan neo-modernisme. antara keharusan menyesuaikan diri dengan perubahan arus modernitas atau menegaskan diri sebagai agama secara eksklusif. Di samping paradigma. Perbedaan paradigma dan masa itulah yang kemudian melahirkan polarisasi aliran. apa yang dihadapi Gus Dur tentang wacana keislaman sebenarnya juga masih banyak diwarnai wacana-wacana keislaman di masa Natsir hidup. pasca kolonial. di mana Natsir hidup pada masa kolonial dan pasca kolonial yang selalu berjuang memerdekakan bangsa ini melalui jargon Islam. Gerakan modernisme di Indonesia lahir sejak tahun 1912-an. Us}ul al-Fiqh ataupun Qawa>„id al-Fiqhiyyah. daripada menggunakan metodologi khazanah intelektual sunni klasik. sebagai salah satu respon intelektual terhadap berbagai persoalan aktual modern yang secara umum menempatkan Islam pada posisi dilematis. Sedangkan gagasan dan perjuangan Gus Dur dihadapkan pada masa 1980-an. selain itu Natsir juga lebih suka mendasarkan gagasannya pada dua sumber utama Syari„ah. Secara cxl . Namun demikian.

seperti apa yang tertulis dalam Qawa>„id al-Fiqh. cxli . seperti apa yang diungkapkan oleh mayoritas kalangan modernis Islam saat ini.329 yaitu:  ‫دزء اىَفا ظد ٍقدً ػيٚ خية اىَظاىر‬  ‫اىساخـﺔ ذـْصه ٍْصه اىؼسٗزج‬  ‫اىؼسٗزج ذثٞر اىَسظ٘زج‬ Selanjutnya. dengan pemikiran neo-modernisme Islam. II: 65. Oleh sebab itu. al-Qur‟an dan sunnah. Sedangkan untuk mengelaborasi wacana pemikiran Islam semacam ini. yang baru lahir pada masa 1970-an. sikap modernitas seharusnya tidak menggantikan sama sekali nulai-nilai lama dengan nilai-nilai baru. Di antaranya.  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Selain kaidah di atas. Lain halnya.teoritis gerakan ini cenderung eksklusif karena dasar argumentasinya lebih ditekankan pada sumber Syari„ah yang absolut. masih banyak kaidah lain yang digunakan sebagai upaya melaksanakan transformasi gagasan. Gus Dur menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan kelompok modernis. Ibid. seperti legalisme (pemikiran keislaman yang telah dibakukan lewat 329 Abd al-Hamid Hakim. Kalangan ini cenderung akomodasionis dalam merespon tradisionalisme dan modernisme. melainkan bahwa antara tradisi dan modernitas harus dilihat sebagai proses kontinuitas. bisa dikatakan bahwa gagasan modern yang mereka tawarkan bukan berarti anti tradisionalisme sama-sekali. Menurutnya. bagi mereka penggunaan metodologi fiqh atau Qawa>„id al-Fiqh transformatif lebih cocok daripada memakai konsep tauhid yang cenderung dogmatis.

Untuk itu. memisahkan agama dan negara. yang kemudian mempengaruhi sikap mereka dalam menerima ideologi Pancasila. bisa disimpulkan bahwa antara M. Natsir dan Gus Dur sangat berbeda dalam memandang relasi Islam dan negara. 8) dan asas konvergensi. Dan pandangan inilah. 3) asas kontinuitas sejarah. over idealissasi Islam sebagai sistem kehidupan alternatif tidak menunjukkan prospek yang baik. akan tetapi konsep ini harus tetap dipertahankan demi kemaslahatan bangsa Indonesia yang plural ini. Zaman Baru Islam. menurutnya perlu dibuat kerangka pemahaman kontekstualisasi ajaran Islam dengan berdasarkan asas-asas sebagai berikut: 1) asas menyeluruh. hlm. 2) asas keterbukaan. sedangkan Natsir lebih memilih Islam sebagai ideologi negara 330 Dedy Djamaluddin Malik. 5) asas depoloitisasi Islam. cxlii . sebaliknya dengan Gus Dur. meskipun Pancasila merupakan hasil ijtihad manusia yang ditentukan oleh kondisi sosialnya. ia lebih mengarah pada paham sekular. Natsir beranggapan bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan sebagai konsekuensi dari penolakannya atas paham sekular.mazhab yang empat) baik dalam kerangka mazhab fiqih. tetapi dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai motivasi bukan formalisasi dalam berbangsa dan bernegara. 6) asas kesejarahan 7) asas pluralitas. dan Idy Subandy Ibrahim. Ditambah lagi.330 Beradasarkan uraian di atas dan bab-bab sebelumnya. 182. Bagi Gus Dur. bahkan menjurus ke situasi traumatik di masa depan. 4) asas deinstitusionalisasi Islam. maupun melalui pembaharuan (pemurnian) ternyata malah tidak mampu menjawab tantangan zaman.

yakni modernisme dan neo-modernisme.331 Demikianlah persamaan dan perbedaan antara pemikiran M. PERSAMAAN PEMIKIRAN M. yang kemudian melahirkan klasifikasi pemikiran. Polemik Negara Islam. sangat dipengaruhi oleh realitas sosial politik di saat mereka hidup. karena dengan ideologi ini masyarakat akan terjamin kehidupan beragama dan bernegaranya. Untuk lebih singkatnya bisa dilihat dalam tabel berikut ini. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID 331 Ahmad Suhelmi. Natsir dan Gus Dur.daripada Pancasila. 114 cxliii . Dan dari sisi inilah. hlm. Sebenarnya apa yang ingin penyusun tegaskan di sini adalah bahwa pemikiran kedua tokoh di atas.

PERBEDAAN PEMIKIRAN M. Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion) yang membebaskan manusia dari segala bentuk eskploitasi dan diskriminasi. Sebagai agama pembebasan Islam sepenuhnya kompatibel dengan demokrasi. 4. dan manusiawi sebagaimana yang diidealkan Islam. 5. Seorang pemikir dan praktisi politik yang terlibat langsung dalam lembaga kenegaraan.1. Demokrasi diterima sebagai sistem yang paling rasional dan realistik untuk mewujudkan masyarakat yang adil. 2. 3. egaliter. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID Perbedaan tentang M. Natsir Gus Dur cxliv . Penggagas dan pendiri partai politik.

Basis pendidikan 2. Sifat pemikiran 4. Pluralisme yang diterima 10. Tipologi aliran pemikiran 5. Tujuan membela demokrasi 9. Fungsi politik Untuk melindungi pluralitas Pluralisme inklusif Menerima secara terbuka Menolak Partai sekular Partai Islam Gerakan moral Gerakan dakwah C. sudah pasti semakin menambah cxlv . Dasar paradigma pemikiran 3. Implikasi. Pandangan terhadap sistem nilai Islam Pendidikan modern Al-qur‟an dan Hadits. Natsir dan Gus Dur yang berkaitan dengan wacana relasi Islam dan negara di atas. Pesantren tradisional Konsep Fiqih Transformatif Islam kultural Neo-modernisme Islam ideologis Modernisme Islam sebagai sumber hukum yang lengkap Islam hanya salah satu unsur dalam bangunan kebangsaan yang ada Afirmatif 6. Sikap terhadap sekularisasi 7. Pemikiran-pemikiran M. Penerapan ideologi Pancasila 11.1. Negara demokrasi yang dicita-citakan Negatif (menolak dengan tegas) Thestic Democracy (Demokrasi yang tidak meninggalkan nilai-nilai ketuhanan) Untuk melindungi Syari‟ah Pluralisme eksklusif Negara demokrasi yang utuh dan tidak ada unsur fundamentalismenya 8. Partai yang diperjuangkan 12.

khazanah pemikiran politik Islam di negara kita. bahkan lebih dari itu. yang berarti pemikiran mereka tidak hanya berimplikasi pada sebuah partai saja. sejak keterlibatannya dalam pembentukan partai Islam yang pertama kali di Indonesia. Manuver dan pemikiran politiknya sampai saat ini masih tetap mendapat tempat istimewa di kalangan generasi muslim modernis abad 20-an ini. sebuah partai Islam yang berhasil mengantarkannya ke kursi birokrasi negara. pemikiranpemikiran tersebut membawa implikasi besar terhadap kehidupan politik masyarakat Indonesia. Dan tentunya. Peran politik Natsir mulai diperhitungkan oleh khalayak umum. aspek ini lebih mengarah pada pemikiran suatu lembaga organisasi atau partai politik saja. baik itu partai yang mereka pimpin sendiri atau bukan. tetapi juga terhadap praktik dan pemahaman masyarakat dalam bernegara. Pertama. tampaknya generasi yang terinspirasi ini. tidak hanya cxlvi . Untuk lebih jelasnya. khususnya bagi generasi muslim selanjutnya. keaktifan Natsir di partai ini sudah jelas menunjukkan bahwa manuver dan pemikirannya memang bersifat idealistik. yaitu implikasi yang bersifat institusional (Institusional Implication) dan implikasi personal (Personal Implication). banyak mengundang simpati para kalangan modernis Islam Indonesia. Sebenarnya. Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam melalui dakwah politiknya. penyusun akan membagi implikasi pimikiran kedua tokoh tersebut menjadi dua aspek. Kedua. implikasi institusional. Khususnya bagi generasi pemikir politik masa sekarang. Masyumi. implikasi personal.

mengaguminya namun juga mengembangkan ide dan perjuangan politiknya melalui gerakan dan partai Islam yang sama sekali baru. Pada zaman orde lama. pemikiran Natsir banyak mempengaruhi visi dan strategi partai politik Masyumi yang dibubarkan Soekarno. Natsir Dari sisi institusional. di antaranya Masyumi. bahkan ia menganjurkan umat Islam untuk menggunakan politik sebagai media dakwah umat. Dalam pandangan Natsir dakwah merupakan sarana yang cukup efektif dalam memperjuangkan ajaran dan kepentingan politik umat Islam Indonesia. selain disebabkan keterlibatannya sebagai pendiri yang sekaligus pemimpin partai selama 5 kali berturut-turut. cxlvii . ide-pemikiran M. Parmusi (Partai Muslim Indonesia). Pemikiran-pemikiran Natsir disambut baik oleh kalangan modernis muslim Indonesia. Ia juga tertarik lantaran platform partai ini sangat cocok dengan ide perjuangannya yang menurutnya sebagai representasi kelompok Islam. sebab spirit pesan yang disampaikannya sama-sama bertujuan mengembalikan kejayaan Islam. Dan salah satu cita-cita partai yang sesuai dengan ide pemikirannya yaitu mentransformasikan hukum Islam menjadi hukum nasional. yakni dengan cara menerapkan pembaharuan pemikiran-pemikiran Islam klasik dan kemudian dipadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. PBB dan DDII. Natsir ini sangat mempengaruhi karakter partai dan organisasi muslim modernis Indonesia. Implikasi Pemikiran M.

Sebagai tokoh politisi Islam modernis. Selanjutnya pada masa orde baru. Meskipun partai Masyumi sebelumnya merupakan partai Islam yang terdiri dari berbagai aliran Islam (fundamentalis. ia mencoba memadukan ilmu pengetahuan modern dengan ajaran-ajaran Islam yang kemudian diaplikasikannya sesuai dengan keadaan masyarakat setempat. ektsrem kanan untuk partai Islam (Masyumi) dan ekstrem kiri untuk partai komunis (PKI). Untuk mengetahui visi dan misi partai Masyumi bisa dilihat dalam karyanya Yusril Ihza Mahendra. Istilah ekstrem merupakan stigma politik yang dilontarkan negara terhadap kelompok tertentu. pengekangan dan pengkebirian hak politiknya oleh negara. 333 332 cxlviii . namun pada perkembangan selanjutnya partai ini lebih didominasi oleh pemkiran-pemikiran kelompok Islam modernis. bahwa cita-cita dan pemikiran Natsir mempunyai pengaruh yang besar terhadap misi perjuangan partai Islam ini. Modernisme dan Fundamentalisme. sehingga pada proses selanjutnya politik Islam seringkali menerima intimidasi. politik Islam masih saja menemui jalan buntu.332 Tampak jelas. tradisionalis dan modernis). Keinginannya untuk memasukkan nilai-nilai dasar Islam dalam institusi negara inilah yang kemudian menggerakkannya untuk tetap konsisten mempertahankan dan memperjuangkan misi partai Islam yang bercorak modern di atas (Masyumi). ia juga ditempatkan sebagai kelompok yang berhaluan ekstrem kanan333 serta dinilai berpotensi melahirkan kekacauan nasional karena berupaya mendirikan negara Islam di tengah masyarakat yang plural. Selain dibatasi ruang geraknya.

113-115. Natsir. Islam dan Negara (Jakarta: Paramadina. 1999). tampaknya membuat mantan aktivis Masyumi harus memilih jalan lain. Sejatinya secara historis.Sikap negara yang memusuhi politik Islam ini. dua pegiat terkemuka dari Muhammadiyah. Rosjidi yang sebelumnya bergerak dalam satu wadah yang dinamai dengan Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI).H. Masykur. orde baru dan sampai sekarang masa reformasi. Natsir juga masih banyak mempengaruhi peta politik Islam saat ini. asalkan pemimpin dan penggiat partai Masyumi dicoret dari daftar kepemimpin. H.334 Selain di Masyumi dan Parmusi. embrio lahirnya partai ini telah dirintis oleh tokoh-tokoh Islam terkenal. H. seperti Dr. atas gencarnya gerakan 334 Bahtiar Efendy. pemikiran M. K. yakni dari masa politik orde lama. Rusli Abdul Wahid dan Prof. akan tetapi juga mempunyai perjalanan sejarah yang lebih panjang. tetapi idealisme dan semangat Masyumi diharapkan tetap mengalir di dalamnya. pendiriannya dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pemuka muslim tersebut. hlm. M. cxlix . FUI didirikan pada tanggal 17 Agustus 1989.H.M. yakni dengan membentuk sebuah partai politik yang sama sekali baru. sehingga pada tanggal 20 Februari 1968 lahir “Partai Muslimin Indonesia” (Parmusi) di bawah pimpinan Djarnawi Hadikusumo dan Lukman Harun. Akhirnya dengan jalan penuh liku negara mengizinkan pembentukan partai ini. K. Partai ini bukan hanya lahir karena dorongan eforia politik pasca reformasi 1998. Dr. khususnya PBB (Partai Bulan Bintang).

seperti DDII. 2003). Zainal Abidin Amir. Pertama. cet. 65. ke-1 (Jakarta: Pustaka LP3ES.336 Dari uraian-uraian tersebut bisa dipahami. Di antara implikasi yang sangat menonjol dari partai-partai Islam itu adalah semangat juangnya yang selalu menjadikan prinsip-prinsip Universal Islam itu sebagai rujukan dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat dan negara seperti kemiskinan. sistem kenegaraan. Kedua. hlm. bahwa pemikiran M. Natsir secara institusional mempunyai implikasi besar terhadap pembentukan partaipartai Islam di atas. di antaranya Masyumi. 1999) 336 335 cl . ketimpangan sosial ekonomi. dan PBB.335 Pada mulanya Partai Bulan Bintang akan diberi nama “Partai Politik Islam Masyumi” oleh tim perumus partai ini. 61 Ibid. Selain itu labelisasi Islam sebagai asas partai ini tidak pernah mereka tinggalkan. dan akibatnya akan mencoreng nama baik Masyumi. FUI. Meskipun masih banyak organisasi lain yang juga terpengaruh oleh pemikirannya.. dan simbiosisme antara agama dan negara dan seterusnya.tans}iriyyah (kristenisasi) dalam merongrong akidah umat Islam Indonesia selama rezim Orde Baru berkuasa. Persis dan lain sebagainya. hlm. untuk lebih lengkapnya mengenai proses pembentukan PBB didasarkan pada buku Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang (Jakarta: DPP PBB. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. tokoh-tokoh Masyumi di masa lalu dikenal integritas pribadinya yang tak tebantahkan. Namun keinginan itu diurungkan karena beberapa alasan. sehingga generasi baru yang akan memimpin partai ini dikhawatirkan akan sangat berat menanggung beban moral apabila tidak mampu menjaganya. Parmusi. selama ini penyebutan keluarga besar Bulan Bintang pun identik dengan keluarga Masyumi.

akan tetapi ada masalah-masalah tertentu yang membuat mereka terkesan Natsiris dalam mengkomunikasikan gagasan-gagasannya. Meskipun tidak sepenuhnya mereka sama dalam memahami relasi Islam dan negara. Sebagai tokoh pembaharu Muhammadiyah. Apalagi mengingat figur tokoh Islam Indonesia yang sangat dikagumi Amien ketika muda adalah M. sebagaimana yang ditunjukkan Natsir sebelumnya. Dalam analisanya. yang 337 Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim.337 Ini terlihat dari sikap kritisnya terhadap Barat dan kecintaannya terhadap umat Islam. Sedangkan dari aspek personal. Nurcholish Madjid. Natsir.Sehingga tidak aneh kalau kelompok ini sangat kritis dan selektif terhadap pemikiran Barat. Amien cenderung anti terhadap Orientalisme dan sekularisme. baik itu yang berkaitan dengan masalah kenegaraan maupun keagamaan. Zaman Baru Islam. hlm. cli . pemikiran Natsir ini juga cukup berpengaruh pada generasi intelektual muslim Indonesia zaman sekarang. Amien Rais sangat apresiatif dengan pemikiran-pemikiran Natsir sepanjang sejarah perpolitikan bangsa ini. yakni dengan cara imprerialisme baru. Ini terlihat dalam pemikiran-pemikiran tokoh muslim modernis seperti Amien Rais. melakukan proses peng-alienasian masyarakat Islam dari agamanya dan meracuninya dengan pemikiran-pemikaran Barat (Westoxication). oleh sebab itu tidaklah berlebihan kalau Cak Nur mengatakan : “Dia itu sangat Natsiris”. dan Yusril Ihza Mahendra. umat Islam dunia sengaja dipisahkan dari ajaran-ajarannya oleh hegemoni Barat. Lebih khusus. 112.

karena pemikiran Cak Nur yang saat itu dianggap mereka kelewat liberal. Natsir kemudian pupus. 137. Namun demikian. Islam dan Modernitas. Dari uraian-uraian tersebut tampak jelas bahwa pengaruh Natsir dalam pemikiran Amien sangatlah besar. Akan tetapi harapan kalangan Modernis untuk menjadikan Cak Nur sebagai generasi penerus M. hlm. hlm. hlm.mengakibatkan umat Islam terjangkit penyakit Westomania. sewaktu muda Cak Nur juga pernah menyandang gelar sebagai “Natsir Muda”.338 Selanjutnya. clii . yang justu menggagas wacana sekularisme di tahun 1980-an. sekuler dan bahaya (tidak berdasarkan informasi yang cukup).341 Selain Amien Rais dan Nurcholis. Natsir. oleh sebab itu ia dengan tegas menolak ide sekularisme. baca juga. ia berpendapat bahwa antara agama dan negara adalah saling bersatu yang berarti satu sama lainnya tak bisa dipisahkan. dalam Cakrawala Islam. Natsir merasa kecewa dan marah terhadap Cak Nur yang sudah dianggap sebagai anak asuhnya sendiri itu. Biografi Gus Dur. 113. Zaman Baru Islam.339 Berbeda dengan Nurcholis Madjid. hlm. Secara pribadi M. 341 340 339 338 Greg Barton. Hal ini disebabkan inovasi pemikirannya yang dirasa sesuai oleh kaum Islam modernis yang lebih tua saat itu. Yusril Ihza Mahendara juga sangat dikenal sebagai kader penerus gagasan-gagasan M. 123. 36 Ibid. Natsir.340 bahkan selama masih menjadi mahasiswa Cak Nur secara luas dianggap sebagai generasi penerus spritual M. Ini terlihat bagaimana ia memperjuangkan aspirasi partai yang dipimpinnya. dalam tulisannya. yakni PBB Amien Rais.. “Beberapa Catatan Kecil tentang Pemerintahan Islam”. baik itu sekulerisme moderat ataupun radikal. sejenis penyakit jiwa yang menganggap Barat adalah segala-galanya. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim.

(Partai Bulan Bintang) yang sampai saat ini masih eksis mempertahankan Islam sebagai asas dasar partainya. pada tahun 1978-an NU yang saat itu masih berafiliasi dengan PPP. Tuduhan itu diangkat dari tindakan protes dan walk out para tokoh NU dari sidang MPR yang membahas tentang rancangan ketetapan P4. Menurut Sidney Jones NU adalah Organisasi Sosial terbesar di negara ini yang masih memiliki aspirasi-aspirasi politis. ia mengingatkan “walk out” (walau tidak menyebut NU) sebagaimana yang dilakukan ketika pembahasan masalah 342 Douglas E. cliii . Meskipun secara lahiriyah NU merupakan organisasi sosial akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sense natural politiknya selalu muncul di tengah-tengah kemelut politik bangsa ini.342 Prilaku inilah yang membuat NU menjadi sasaran tuduhan anti Pancasila oleh rezim Soeharto. Percaturan Politik. Lebih lanjut. Soeharto memperingatkan untuk tidak mencoba mengubah Pancasila atau UUD 1945. ditegaskan dalam pidato presiden Soeharto pada Rapim ABRI 1980 di Pekanbaru. Dan pada tahun 1971 ia menolak untuk mematuhi pedoman-pedoman Orde Baru tentang prilaku Politik. pemikiran Abdurrahman Wahid cukup mewarnai manuver politik NU. hlm. Hal ini bisa dilihat dari sejarah perjuangannya. Implikasi Pemikiran Gus Dur Secara institusional. 56. dituduh oleh rezim Orde Baru sebagai embrio gerakan anti Pancasila. kemudian pada tahun 1981 NU juga menolak mendukung Soeharto untuk menjabat kembali atau memberinya gelar “Bapak Pembangunan”. Ramage.

mempunyai akar fondasi nasionalis yang kuat sebagaimana yang telah dikatakan bapaknya (Wahid Hasyim) bahwa ia bersedia mendukung suatu negara nasionalis nonIslami. dan tentu saja inisiatif ini dimaksudkan untuk menjaga independensi politik NU dari intervensi Soeharto. karena Islam tetap bisa 343 Ibid.343 Ini menunjukkan kecemasan Soeharto terhadap gerakan politik Islam. implikasi pemikiran Gus Dur terhadap NU ini tampaknya harus dilihat dari aspek nasionalisme dan Islam. Gus Dur menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada kontradiksi antara Islam dan nasionalisme. Pemikiran liberal Gus Dur sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan Ormas Islam ini. Yusuf Hasyim. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 1945 Soekarno meminta nasihat para pemimpin NU. cliv .P4 pada tahun 1978 adalah salah satu contoh gerakan anti-Pancasila yang harus diwaspadai. ia mengingatkan bahwa penerimaan NU kepada Pancasila bisa diterima karena beberapa alasan. hlm. Gus Dur juga sering menekankan aspek-aspek nasionalis NU. dalam sebuah pidato penting kepada anggota-anggota NU pada tahun 1992. Lebih dari itu. NU menurut Gus Dur. Selain itu.. termasuk bapaknya untuk membantu Soekarno merumuskan lima asas Pancasila. yang seringkali menentang inisiatif dan pernyataan-pernyataannya. 58. Untuk itu. Dalam perkembangan politik selanjutnya. di antaranya para Kyai dan tokoh senior NU. termasuk pamannya. NU yang saat itu sedang dipimpin Gus Dur semakin dinamis dan akomodatif dalam merespon kebijakan pemerintahan. ia menjadi aktor politik “nonpolitis” yang paling penting atau yang biasa disebut dengan istilah NU kembali ke khittah 1926. Misalnya. meskipun ada juga beberapa pemimpin NU terkemuka yang tidak sepakat dengan pemikirannya.

Dan yang perlu diingat bahwa Pernyataan tersebut ditegaskan di tengah-tengah iklim politis yang saat itu benar-benar dalam keadaan memanas antara Islam dan negara.344 Akibat dari pemikirannya yang bisa dikatakan nasionalis-Islam.. 94-95. yakni pengeboman di Jakarta. yang kemudian dipertegas kembali pada Muktamar ke 27-1984 di Situbondo Jawa-Timur bahwa Indonesia adalah negara yang didasarkan Pancasila. Sebelumnya Ahmad Shidiq pernah menjelaskan bahwa NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal karena merupakan hasil filsafat manusia. 346 clv . 344 Ibid.berkembang dalam suatu negara nasionalisme yang tidak didasarkan pada Islam resmi.. 345 Kyai Ahmad Shidiq adalah sosok Kyai kharismatik yang sangat dihormati di kalangan NU. Ibid. dan UUD 1945 adalah merupakan “Bentuk Final dari Negara” yang akan memerintah kepulauan Indonesia.345 pasca peristiwa Tanjungpriok dan Sebenarnya yang mengeluarkan inisiatif kompromi Pancasila di atas adalah Kyai Ahmad Shidiq346 (almh) dan Gus Dur sendiri dalam membentuk dwitunggal yang bertangung jawab bagi transformasi dan revitalisasi NU sebagai basis kekuatan Islam yang pluralis dan neomodernis. hlm. 97. hlm. sikap dan manuver politiknya membuat NU yang sebelumnya sering dicurigai menjadi lebih bisa diterima oleh negara. Akhirnya pada tahun 1983 Nahdlatul Ulama menjadi Ormas Islam besar pertama yang menerima Pancasila dalam Anggaran Dasarnya. sementara Islam merupakan wahyu Tuhan.

K.H. PKB dipelopori oleh K.Selain berimplikasi di NU. Di lain kesempatan. Ilyas Ruchiyat. hlm. bahwa PKB 347 Zainal Abidin Amir.H. Gus Dur yang saat itu didampingi oleh Matori Abdul Djalil pernah menyatakan. Maka tidaklah mustahil kalau PKB selama ini tetap menempatkannya sebagai Dewan Pertimbangan Penting di partai ini. Peta Islam Politik.347 Melihat komposisi dari para pelopor di atas. masih tetap bertahan dalam memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal di era reformasi ini. ditambah lagi Gus Dur yang saat itu sebagai Ketua Umum PB NU. meskipun saat itu rezim Orde Baru telah jatuh dan eforia politik Islam sedang mendapatkan kebebasannya.H. dan K. K.H. 113. Pembentukan PKB merupakan upaya jalan tengah warga NU untuk berjuang di garis struktural politik. clvi . termasuk Gus Dur. Munasir Ali. K.H. meskipun masih juga terdapat pro-kontra dalam pembentukannya. Muchit Muzadi. Mustofa Bisri. Kekonsistenan pemikiran para tokoh NU. pemikiran Gus Dur juga banyak mempengaruhi visi dan misi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang ia pelopori sendiri. sangatlah absurd kalau PKB tidak terkait sama sekali dari kepentingan NU. dengan seraya melakukan gerakan kultural melalui NU yang tetap dipertahankan sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam„iyah Diniyyah) seiring dengan perubahan yang terjadi di pentas nasional. Abdurrahman Wahid. sebab sebagian besar yang membidani pembentukan partai ini adalah dari kalangan Kyai NU.

hlm. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. yang keduanya itu tampak dalam AD/ART PKB yang menjadikan Pancasila sebagai asas partai. karena Republik Indonesia adalah sebuah negara dengan kepentingan-kepentingan nasional dan bukan sebuah negara agama. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 3 Bahrul Ulum. 352 351 Republika. parpol berasaskan Islam tidak bisa dibuat jaminan. Mengurai Agama dan Negara.349 Mengenai dipilihnya nasionalisme dan demokrasi yang dijadikan landasan dasar PKB daripada dasar agama. Sebagaimana uraian di atas bahwa implikasi pemikiran Gus Dur ini tidak lepas dari aspek nasionalisme dan Islam.350 PKB senantiasa mengutamakan substansi Hukum Islam melalui Hukum Nasional dan bukan mengutamakan simbol-simbol formal keagamaan. Islam hanya dijadikan mereknya saja. hlm. 352 348 Bahrul Ulum. dkk. clvii . tapi mereka main tipu. bagi Gus Dur bukan berarti karena PKB tidak mengusung simbol-simbol Islam kemudian dikatakan partai yang tidak Islami. main curang dan tidak berakhlak Islami. “Syariah dan Negara Sekuler”. 349 350 Abdurrahma Wahid. PKB. Jadi. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. 352-353. Banyak partai yang berasaskan Islam. Lihat.351 Sedangkan dari sisi Islamnya. Gus Dur mengatakan bahwa PKB mengutamakan kepentingan nasional. dalam tulisannya. hlm. 27 Mei 1999.348 Dari sini bisa dilihat seberapa jauh implikasi pemikiran Gus Dur terhadap strategi perjuangan partai ini. tapi isinya. 136. Peta Politik Islam.bukanlah partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. hlm. Dalam kaitan ini Gus Dur mengatakan: “Tidak penting bagi PKB berasaskan Islam. baca juga. Dan PKB tidak mementingkan mereknya. 140. 114. Yang penting PKB adalah Partai Islam. dkk.. Zainal Abidin Amir..

Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 4. tetapi kelakuan dan tauhidnya orang Islam. Allah S. Peta Politik Islam. tetapi yang penting adalah nilai ajaran Islam harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. asas bukan Islam. menjunjung tinggi menjaga persatuan. Pemakaian Pancasila sebagai asas partai dilandasi oleh cara pandang tokoh PKB dalam melihat Islam. maka lebih baik seperti PKB.“Akhlak dari Tauhid PKB adalah Islam. menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahl as-Sunnah wa al-Jama„ah”.T. “pengabdian menegakkan kepada keadilan. akan tetapi dalam kenyataannya tetap tidak membuat partai ini tergoda untuk menegaskan dirinya sebagai partai Islam. Pemikiran-pemikiran Gus Dur tampaknya banyak mewarnai perjuangan PKB. Daripada parpol yang berasas Islam tapi tidak Islami. mereka meyakini bahwa Islam tidak perlu dilembagakan secara formal.354 Walaupun kekentalan PKB dengan aspek Islam sedemikan rupa. hlm. 114. pemikiran Gus Dur juga mempunyai implikasi yang bersifat personal terhadap tokoh-tokoh politik dan pemikir 353 Jawa Pos.355 Selain dari aspek institusional di atas. di mana sebuah partai yang nota bene berbasiskan muslim santri pedesaan ternyata mampu membuat mereka (konstituennya) menerima pendekatan partai yang bersifat nasionalis atau Islam-kultural dibanding Islam-formal.W. Zainal Abidin Amir..353 Penegasan bahwa PKB merupakan Partai Islam dengan corak keislaman yang substantif dapat ditemukan pula dalam Prinsip Perjuangan Partai yang menyatakan: kebenaran. 29 Mei 1999. 354 355 clviii .

358 Menurutnya. tetapi yang terpenting adalah usaha untuk menanamkan substansi dan essensi Islam dalam menciptakan masyarakat yang beradab. Mengemban Tuntutan Jaman. 4 Februari 1999. 358 357 356 Alwi Shihab. 60. Kompas Harian Amanat Rakyat. Mengemban Tuntutan. sehingga banyak kalangan yang menganggap kedua tokoh ini merupakan duet yang ideal. Selasa. hlm.359 Lebih lanjut. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. 2000). ia juga dikenal sebagai politisi yang mengedepankan etika dan moralitas. 359 clix .Indonesia. Mengenai visi dan misinya dalam PKB.356 Dan istimewanya lagi ia dinilai mampu menerjemahkan pola pemikiran Gus Dur. cet ke-1 (Yogyakarta: Wahyu Pustaka. Bukan bentuk. hlm. Alwi juga menandaskan agama idealnya dapat mendorong proses demokratisasi bukan malah menjadi alat legitimasi politik. Alwi mengatakan bahwa agama dan demokrasi Alwi Shihab.357 Di samping itu. 60. apabila Masyarakat telah menerapkan moralitas tentunya akan membentuk negara yang bermoral pula. ia menyatakan bahwa partai ini merupakan partai terbuka dan inklusif yang bercita-cita mewujudkan masyarakat bermoral. sistem atau asas yang diutamakannya. sebagaimana yang sering dikatakan Gus Dur mengenai demokrasi. bukan membentuk sebuah negara yang berdasarkan Syari„at Isla>m. Alwi Shibab merupakan salah satu politisi sekaligus akademisi yang sedikit banyak mempunyai persamaan visi dan misi dengan Gus Dur dalam memandang “relasi agama dan negara”. Ibid.

ia menegaskan bahwa tujuan Islam adalah menciptakan masyarakat yang bermoral bukan menciptakan negara agama karena hanya akan memecah belah keutuhan bangsa saja. 361 clx . Persamaan visi dan misi membuatnya dekat dengan Gus Dur.tokohindonesia. pemerataan. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. kehadirannya dalam dunia politik patut diperhitungkan oleh kawan dan lawan politiknya. Maka tak heran kalau dia kelihatan cukup fasih dalam membahasakan kebijakan Gus Dur seperti hubungan dagang dengan Israil. maka ide semacam itu harus ditinggalkan. Di samping itu.360 Saat ini Alwi Shihab menjabat sebagai Ketua Umum PKB. Dr. tetapi karena secara argumentatif memang ada nilainilai positif baginya. 62 http://www. Alwi adalah seorang pengajar Islamic Studies di Harvard Divity School dan di Auburn Theological 360 Ibid.juga sangat berkaitan. sebelum mejabat Ketua Umum PKB Alwi juga sempat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia di era kepresidenan Gus Dur. 11 Desember 2003. sebab sebelum terjun di dunia politik praktis. bahkan karena kedekatannya ia diangap sebagai loyalis Gus Dur.com.. di antaranya yaitu keadilan. Sekali lagi. hlm.361 Sebenarnya Karier politik Alwi lebih dilatarbelakangi dari jalur akademisi daripada organisasi. dan persamaan. karena nilai-nilai substansi tersebut telah mendukung proses demokrasi. Namun demikian bukan berarti pembelaannya ini hanya disebabkan kedekatannya dengan Gus Dur semata.

Namun demikian. clxi .Seminary of New York. penulis buku inclusive Islam (1997) ini. ia juga sepakat kalau Syari„at Isla>m tidak perlu diundang-undangkan di negara ini. menyusul banyaknya pengeboman yang dilakukan Islam radikal itu. Dalam acara silaturrahmi warga NU dan PKB di Jember. seperti yang dilakukan kalangan Islam Radikal. Mengenai eksistensi agama di Indonesia. Alwi Shihab meminta pada seluruh umat Islam Ahl asSunnah wa al-Jama„ah untuk berhati-hati terhadap berkembangnya Islam radikal. meskipun Islamlah yang mayoritas di negara ini. Dan katanya. Selain itu. Baginya Islam adalah agama rah}matan li al-„alami>n. namun dalam kenyataannya tidak semua orang Islam Indonesia mengerti dan menjalankan „Aqidah dan Syari„ah-nya. kita adalah satu-satunya partai yang memiliki otoritas keagamaan yang dapat menkounter radikalisme ini. sikap dan pemikiran politisnya yang elegan tersebut membuatnya bisa diterima oleh kalangan organisatoris tokoh NU dan PKB dan terpilih sebagai Ketua Umum PKB. tidak jauh berbeda dengan pemikiran Gus Dur. karena hanya akan memicu disintegrasi bangsa yang plural ini.362 Untuk itu. jadi tidak perlu menggunakan kekerasan dalam mendakwahkan ajaran. Lalu apakah harus dipaksa? Padahal Islam dalam mensyiarkan Syari„ah-nya itu 362 Ibid.

364 clxii . pemisahan 363 Ibid. dan Islam Universal. Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana.. 2003). sebelumnya ia aktif di LAKPESDAM NU. ke-2 (Yogyakarta: eLSAQ. Pemikirannya sempat mengundang reaksi keras para tokoh Islam Indonesia yang tergabung dalam FUI. seperti Pribumisasi Islam. dkk. cet. Beberapa pemahaman yang menurut Ulil perlu disegarkan kembali. Sebenarnya ada beberapa pokok pikiran Ulil yang secara essensial sama dengan pemikiran Gus Dur. Saat ini Ulil menjabat sebagai Direktur JIL (Jaringan Islam Liberal) di Jakarta. hlm. Ulil Abshar Abdalla. baik dalam memahami agama maupun negara (politik). meskipun ia tidak akrab dengan dunia politik praktis tetapi kekritisannya mengenai intervensi negara terhadap agama menyegarkan kembali pemahaman wacana Islam di negara kita yang cenderung membeku baginya.selalu bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri. Salah satunya adalah Ulil Abshar Abdalllah.363 Selain Alwi Shihab. Kedua. substansial dan sesuai dengan peradaban manusia yang selalu berubah. banyak generasi muda NU yang saat ini masih terus mencoba mengembangkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. Islam kontekstual. ia dikenal sebagai intelektual muda yang sangat kontroversial di kalangan NU. dalam tulisannya. Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. 2. di antaranya yaitu:364 Pertama. yang sampai mengeluarkan fatwa hukuman mati untuknya. penafsiran Islam yang non literal.

dkk. dan kemungkinan yang lebih parah lagi adalah terjadinya penyempitan pemahaman dan penyeragaman umat Islam dalam beragama. akal. Dalam wawancara yang dilakukan majalah Gatra. Di antaranya yaitu perlindungan atas kebebasan beragama. 366 365 clxiii . karena itu hanyalah ekspresi lokal partikular Islam Arab saja.unsur-unsur budaya lokal dan nilai fundamental dalam ajaran Islam. Meskipun demikian nilai-nilai universal agama365 tetap diharapkan partisipasinya dalam membentuk nilai-nilai publik.. Misalnya. artinya kita harus membedakan mana ajaran dalam Islam yang merupakan pengaruh kultur Arab dan yang bukan. perlu adanya pemisahan yang jelas antara kekuasaan politik dan agama. Jubbah dan ekspresi budaya arab lainnya. Baca juga Ulil Abshar Abdalla. Ibid. Bagi Ulil budaya semacam itu tidak wajib diikuti. Tafsir Agama Pemicu Fatwa. keluarga/keturunan. 16 Desember 2002. 05. Bagi Ulil agama adalah urusan pribadi. sedangkan pengaturan kehidupan publik adalah sepenuhnya hasil konsesi masyarakat melalui prosedur demokrasi. justru yang wajib diikuti adalah nilai universal yang melandasi praktik-praktik itu. padahal perbedaan itu sendiri adalah sunnatullah. Ulil mengatakan bahwa Islam sebagai agama adalah masalah privat.366 Oleh sebab itu menurutnya. kepemilikan. Islam tidak perlu memformalkan Syari„at Isla>m karena hanya akan melibatkan peran negara (publik) secara penuh terhadap kehidupan beragama kita (privat). mengenai tuntutan pemberlakuan syariat Islam oleh negara.. jenggot. Yang dimaksud nilai-nilai universal agama adalah prinsip-prinsip umum universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut Maqa>s}id al-Syari‟ah atau tujuan umum syari‟at Islam. Majalah GATRA. 206. masalah jilbab. rajam. kehormatan dan lain sebagainya. no. potong tangan. Ketiga.

22 Desember 2002.367 Hal ini sesuai dengan apa yang Gus Dur citacitakan selama ini bahwa umat Islam tidak harus menjadikan Islam sebagai merk atau label belaka. clxiv . 367 Majalah TEMPO.Selanjutnya ia mengkritik secara tegas terhadap cara pandang yang menyebutkan Islam adalah agama dan negara. no. baginya agama haruslah dipisahkan dari peran negara sebagaimana yang ia uraikan di atas. Fatwa Itu Lemah Tapi Menghawatirkan. akan tetapi lebih ditekankan pada nilai-nilai substansinya karena kita hidup di negara yang sangat plural agama dan budayanya. agar kesucian agama tetap terjaga. dan tentunya sangat berbeda dengan tradisi Arab di sana. 42.

Natsir dan Gus Dur memang berbeda. bisa dipahami bahwa secara historis kondisi sosial politiknya M. ia beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam yang di dalamnya mengandung ideologi atau falsafah hidup. Secara normatif paradigma M. supaya tidak terjadi pendistorsian. Islam dan negara adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan (integratif). penyusun simpulkan sebagai berikut: 1. akan tetapi secara praksis aksi politik mereka berbeda. Dan seharusnya Islam hanya dijadikan sebagai etika sosial saja dalam kehidupan bernegara. Dari uraian di atas. Akan tetapi secara ideologis perjuangan dan cita-cita politik mereka masih terus mewarnai panggung politik Indonesia hingga saat ini. bukan sebagai landasan ideologi. Kesimpulan. Dan untuk lebih jelasnya.BAB V PENUTUP A. Natsir. meskipun secara teoritis keduanya sepakat bahwa Islam tidak mempunyai sistem kenegaraan yang baku. Sementara menurut Gus Dur. Natsir mengenai relasi Islam dan negara di atas didasarkan pada salah satu ayat al-Qur‟an yang berbunyi: clxv . 2. Menurut M. antara agama dan negara harus dipisahkan secara jelas fungsi wewenangnya (sekular). Hal ini bisa dilihat dari implikasi pemikiran dan cita-cita mereka terhadap pemikiran politik Islam yang sedang berkembang kini. Mengenai relasi Islam dan negara.

sebuah kelompok yang afirmatif dalam merespon sekulerisme. Corak pemikiran politik M. M. dan secara tegas menolak formalisasi agama. aspek sosio-historis juga sangat mempengaruhi cita-cita politik mereka baik dari setting sosial maupun aktivitas organisasinya. Dan sebagai konsekuensinya. yang mereformasi doktrin-doktrin lama dengan tetap berlandaskan al-Qur‟an. clxvi . Natsir dikategorikan sebagai kelompok idealis dalam wacana politik Islam. Sedangkan Gus Dur tumbuh besar di lingkungan Islam tradisionalis. yang memegang teguh doktrin Islam klasik dengan mengkontekskan pada tradisi atau budaya setempat. Sedangkan pemikiran politik Gus Dur dikategorikan sebagai kelompok realis. Meskipun berlatar belakang tradisionalis. akan tetapi pemikirannya cukup mewarnai di kalangan Islam neo-modernis. 3. Natsir dibesarkan di lingkungan Islam modernis. pemikiran semacam ini banyak berimplikasi pada tokoh Islam modernis. yang sudah banyak melakukan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam. ) ٥٦: ‫(اىرازٝاخ‬ ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Sedangkan paradigma Gus Dur didasarkan pada salah satu kaidah Usul Fiqih yang berbunyi:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Selain dari aspek normatif tersebut. akan tetapi tetap menolak keras paham sekular. yang cenderung moderat dalam merespon realitas sosial.

apalagi menjelang Pemilu baik di era orde lama ataupun orde baru. Dan lebih menitik beratkan pada perbedaan cita-cita ideologi negara yang kemudian penyusun hadapkan pada dua tokoh. Dan tentunya. Relasi Islam dan negara selalu mengalami ketegangan. Selain itu penyusun sendiri sadar bahwa karya ini merupakan buah pertama dari proses panjang pendewasaan intelektual penyusun. Selanjutnya. Akan tetapi ketegangan itu telah mengalami metamorfosis di era reformasi ini. karena aspirasi politik Islam sudah tidak dipasung lagi dalam berpolitik praktis seperti mendirikan partai Islam.B. M. sehingga masih sangat dimungkinkan jauh dari kesempurnaan. Saran-saran. Di antaranya mengenai demokrasi. berkaitan dengan skripsi ini penyusun mengharapkan saran dan kritik para pembaca guna memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang ada. clxvii . Untuk itu masih banyak aspek lain yang bisa diteliti oleh penyusun selanjutnya mengingat baru sebagian masalah yang saat ini penyusun kaji dari pemikiran kedua tokoh tersebut. skripsi ini hanyalah salah satu cara bagaimana menyikapi relasi Islam dan negara di Indonesia. sistem tata negara Islam. Natsir dan Gus Dur. eksistensi partai Islam di Indonesia dan pandangan mereka terhadap pemberlakuan Syari„at Isla>m. dalam kehidupan politik Indonesia.

Dar al-Ma'arif. Anggaran Dasar PKB. 1996. Jakarta. Implementasinya Pada Periode Madinah Dan Masa Kini. Dar al-Qolam. 1997. Suyuthi. Mesir. Kairo. J. Khallaf. A Mun‟im. Fiqih Siyasah: ajaran. 1983.an dan Terjemahnya.BIBLIOGRAFI I. Pustaka Firdaus. Muhammad Husein. Muhammad Tahir. Tiara Wacana. 1995. 1977. Abd. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. AL-Qahirat: Dār al-Anshār. ---------------------------. Islam Transformatif. Al-'Athi Muhammad. Haikal. Jakarta. Kelompok Fiqih/Usul Fiqih Azhary. Bulan Bintang. 1999. 1992. 1996. al-Maiat al-Mishriyyat al-'Ammat li al-Kitab. 1978. al-Hukumat al-Islamiyyat. Surabaya. Dkk. clxviii . Raja Grafindo Persada. Al-Siyasat as-Syari'at. Madinah: tp. sejarah dan pemikiran. III. Risalah Gusti. Kelompok Buku Lain Abdillah. Ahmad. Moslem. Abdul Wahab. Al-Qur. Jakarta. Pulungan. Kelompok Al-Qur‟an/Tafsir Departemen Agama RI (pengawas). 26 Rajab 1415 H II. Sirry. Sejarah Fiqih Islam: Sebuah Pengantar. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. Abdurrahman. Abdul Aziz Dahlan (ed). Negara Hukum: Suatu Studi Tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam. Masykuri. „Ilm Usul al-Fiqh. Yogyakarta. Mesir. 1977. al-Fikr al-Siyasi Li al-Imam Muhammad Abduh. Ensiklopedi Hukum Islam.

Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. Amal. Jakarta. 2003. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. Djohan Effendi. Jakarta. Bulan Bintang. ---------------------. 2003. Greg. Bandung. Yogyakarta. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Di Indonesia Masa Orde Baru. Jakarta. ---------------------. Bandung. Taqiyuddin. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial Intelektual. 1998. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. ----------------------------------------. 1999. Amir. Sejarah Empirik. Azra. Metode Memahami Agama Islam. Mizan. Mizan 1989. Ali. An-Nabhani. 1990. Mukti. Bandung. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Paramadina. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. Metodologi Penelitian Filsafat.Ali. Bakker. ----------------. Bandung. Biografi Gus Dur. Muhammad. Sejarah dan Doktrin. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. Pergolakan Politik Islam Fundamentalisme. Pustaka LP3ES. Gagasan Islam Liberal Di Indonesia: Pemikiran NeoModernisme Nurcholish Madjid. Fachry & Bahtiar Effendi. 1991. Modernisme dan Post Paramadina. cet. 1996. Anton & Achmad Charris Zubair. Taufiq Adnan. Mizan. 1999. di Indonesia dari Modernisme. Mizan. 1999. dan Saiful Umam (ed). 1994. Badan Litbang DEPAG RI dan PPM. Jakarta. Azyumardi. Yogyakarta. al-Izzah. 1997. 1. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Azhar. Barton. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. LKiS. 1981. 1995. Pustaka Salman. A. alih bahasa Nanang Tahqiq. Bandung. Jakarta. Endang Saefuddin. Bangil. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. Jakarta. Anshari. Kanisius. Raja Grafindo Persada. Zainal Abidin. clxix .

2000. 1997. 1999. clxx . Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. Effendy. 16 Desesmber. LKiS. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. Islam dan Negara. dan Fachry Ali. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. Abd al-Hamid. Greg. Bumi Aksara. 2002. Sutrisno. 15. Bandung. Dkk. No. Gatra. Tradisionalisme Radikal. Dkk. LkiS. Boland. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. tt. Yogyakarta. Yogyakarta. Bandung. Bandung. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. eLSAQ. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. 1999. LKiS. Yogyakarta. Bahtiar. 1971 dan 1982. 2003. Monash University. Hadi. makalah Confrense on Indonesia Democrasy. The Contribution of The Islamic Parties to The Decline of Democracy in the 1950. Jakarta. Mizan. Yogyakarta. 1989. Merambah Jalan Baru Islam. Djohan. Dkk. 1999. Jakarta. 2001. Jakarta. Hakim. Paramadina. Yogyakarta. Jakarta. dan Greg Fealy. Dkk. Pustaka Firdaus. Andrrée Fillard. Effendy. Hgue. Paramadina. Feillard. Enayat. 18 Desember 1992. Andi Offset. Martinus Nijhoff. Metodologi Reseach. Dkk. Bahtiar. Persinggungan Nahdlatul Ulama Negara. 1998. Andrée. as-Sulam. Hasyim Wahid.Barton. Ulil Abshar Abdalla. --------------------. --------------------. Jakarta. B.J. 1992.. Anwar Haryono. 1998. Bentuk dan Makna. 1994. Hamid. Ismail Muhammad Syah. Sa‟adiyah Putra. Effendy. 1986. Filsafat Hukum Islam. Yogyakarta. Pustaka. Islam Liberal dan Fundamental: sebuah Pertarungan Wacana. NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi. (RE) Politisasi Islam. LKiS. Mizan. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?.

Jakarta. Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan. Selasa. http://www. 1999. Negara dan Peminggiran Islam Politik. Yogyakarta. Surabaya. Ismail. 1999. Gaffar. Memoir. Darul Falah.IV/1993. 11 Desember 2003. Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur dan Gerakan Sosial NU.Hakim. Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia. Surabaya. clxxi . Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. dan Choirul Anam.H. 1989. Tintamas. Karim. Karim. 4 Februari 1999.com. Kamaruzzaman. Tiara Wacana. Rajawali Press. K. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. Hatta. 29 Mei 1999. Gus Dur Menjual Bapaknya. Hoesen. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. Tiara Wacana Yogya. Kompas Harian Amanat Rakyat. Jakarta. Yogyakarta. Jakarta. 1995. Laode dan & Thantowi Jauhari. Ulumul Qur'an. Gus Dur diadili Kiai-kiai. Faisal. 1999. Ibrahim. Tiara Wacana. Hartono Ahmad. Yogyakarta. IndonesiaTera. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. 1999. M. Imron. DPP PBB. Kreatif Islam dan Pancasila . Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang. Yogyakarta. Jaiz. Jawa Pos.2 Vol. No. K. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Titian Ilahi Press. Relasi Islam Dan Negara: Perspektif Modernis Dan Fundamentalis. 1978. Jakarta. 2003.tokohindonesia. Fiqih Siyasi Dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik. Ida. 2001. Arief. Dr. Muhammad Rusli. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. A. Hamzah. Jawa Pos.H. 1999. Magelang.

Bandung. Thoir. Bernard. Malik.Kuntowijoyo. 1970. Fred Den. MD. ---------------------------. Paramadina. Jakarta. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Peta Bumi Intelektualisme Islam Indonesia. Islam dan Masalah kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. Lewis. Gramedia. Nurcholis Madjid. 1994. Jakarta. Prawoto. Bahasa Politik Islam. No 13. 1995. 1999. 1999. Mehden. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thougt and Action in New Order Indonesia. Dedy Djamaluddin & Idy Subandy Ibrahim. Mahendra. ---------------------------. Mizan. Bandung. Mahendra. M. Jakarta. Identitas Politik Umat Islam. Yogyakarta. 1986. Liddle. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse. clxxii . Mangkusasmito. Zaman Wacana Mulia. 1996. Amien Rais. Jurnal ISLAMIKA. Jakarta. Lahore. Hudaya. Pustaka Pelajar. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. Pustaka Pelajar. 1990. Mahfud. William. Jakarta. Luth. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Yusril Ihza. 1996. Yusril Ihza. Islamic Publication. Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. 994. dan Jalaluddin Rakhmat. Bandung. Gema Insani Press. 1999. 1999. Ma'arif. Maududi. Mizan. Gema Insani Press. Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid. kertas kerja tidak diterbitkan. Syracuse University Press. Masdar. LP3ES. Islamic Law and Constitution. 1999. Ahmad Syafi'i. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama dan Orde Baru. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama‟at IIslami (Pakistan). Moh. Jakarta. Yogyakarta. M. Umaruddin. 1998. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi terpimpin 1959-1965.

Bulan Bintang. 1966. Nasution. 1989. Jakarta. S. Capita Selecta. Khas}ais} al-Tasawwur al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu. Mudzhar. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. Poesponegoro. Dawam. Titian Ilahi Press. LP3ES. Bandung. 2000. ----------------. Jakarta. The Society of Muslim Brother. 1973. M. 1983. Nasution. Jakarta. Marwati Djoenod. Gramedia. ----------------. dan Nugroho Notosusanto. Jakarta. 1987. 2001. 2001. -----------. 1995. Jakarta. 1973. Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. Jakarta. dan Asas tunggal. Jakarta. Kurnia Kalam Semesta. Deliar. Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam. clxxiii . M. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. ----------------. Jakarta. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942. Harun.Minhaji. Bandung. LP3ES. Islam Di Indonesia 1900-1942. Mitchel. Kustiniyati (peny). Mochtar. Departemen P&K. Gerakan Modern.. 1993. 1962 Rahardjo. Singapura. 1969. Mizan. Yogyakarta. Islam Di Indonesia 1900-1942. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendikiawan Muslim. Gerakan Modern. Jakarta. 1982. Islam. Yogyakarta. 1984. cet 1. Yayasan ----------------. Bumi Aksara. 1998. Noer. Natsir. Ahmad. M. Sayyid. Qutb. Pancasila Perkhidmatan. 1985. Sejarah Nasional Indonesia. Oxford Universuty Press. Jakarta. Mizan. Media Dakwah. Pustaka Utama Grafiti. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Richard P. Oxford University Press. Partai-Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. Oxford. Sejarah Pendidikan Indonesia. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. ----------------. Atho'.

2. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. Sitompul. Bandung. 1994. 1990. Teraju. No. 2002. di Bawah Bendera Revolusi. Ajib. cet. Uhlin. clxxiv . M. Jakarta. Bandung. Sebuah Biografi. Soenjoto. Yogyakarta. 27 Mei 1999. 1995. NU dan Pancasila. Wahyu Pustaka. 2000. Pustaka Sinar Harapan. Girimurti Pustaka. Balai Pustaka. Jakarta. Islam. 3. Arus Deras Demokratisasi Glombong Ketiga di Indonesia. Schuman. 1993. Anders. Jurnal Paramadina. Mengemban Tuntutan Jaman. Ulum. Yogyakarta. Jakarta. 1989. Sjadzali. No. Olaf. Munawir. Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir. Jakarta. Ranggon Studi. Logos. Vol I. 22 Desember 2002. Bodohnya NU apa NU Dibodohi?. Budhy Munawar. Jakarta. 1994. Republika. Doktrin Islam dalam Sejarah. Bahrul. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Jakarta. Tempo. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1999 Shihab. Ahmad. M. 1998. Memudahkan Pengertian Islam. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam”. UI Press. Einar M. 42. Natsir. Jakarta. Rosidi. Panitia di Bawah bendera Revolusi. Suhelmi. I. Alwi. Jogjakarta. Paramadina. Peneliti dan peteliti.Rahman. Paramadina. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Din.. Jakarta. Soekarno. hlm. Syamsuddin. Yogyakarta. Sejarah dan Pemikiran. Mizan. Mata Bangsa. Ramage. 2002. dan Ideologi Toleransi. 1983. Percaturan Politik Di Indonesia: Demokrasi. Oposisi berserak. Douglas Edward. edisi V. 2000. Islam dan Tata Negara: Ajaran.

Jakarta. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. Terjemahan Bab I Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. ---------------------------. Lampiran I. tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Yayasan Prapanca. Abdurrahman. 4. Sekiranya Ahli Kitab beriman. 1989. 1999. Prisma Pemikiran Gus Dur. ---------------------------. Yamin. Yogya Post. Muhammad. LkiS. 12 April 1991. hlm. dan beriman kepada Allah. menyuruh pada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang mungkar. kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. 2. 18 38 18 38 (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. Jakarta. Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia. ---------------------------. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. rumahrumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid. yogyakarta. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. yang di clxxv . Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Jakarta. No. tentulah itu lebih baik bagi mereka.N. Grasindo.Wahid. gereja-gereja. di antara mereka ada yang beriman. 1999. Prisma. TERJEMAHAN Hlm F. 1959. April 1984. P3M.

34 75 Bab II 52 130 Hai orang-orang beriman. 125 125 329 329 clxxvi . Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. Kebutuhan setara dengan keadaan darurat. Menutup kemungkinan bahaya harus didahulukan sebelum melakukan kemaslahatan. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengembangkan nilainilai baru yang lebih baik. Keadaan darurat kemungkinan dihalalkannya yang dilarang. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 113 312 Bab IV 125 329 Kebijakan penguasa yang diberlakukan untuk warga negara harus didasarkan pada pertimbangan kesejahteraan. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 69 185 Bab III Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.dalamnya banyak disebut nama Allah.

Ia sempat berkiprah di Dar al-Islam. dan berasal dari keluarga syarif (keluarga tokoh muslim India Utara) dari Delhi yang bermukim di Deskan. Lahir pada 25 September 1903 M (3 Rajab 1321 H) di Aurangabad India Selatan. Ahmad Syafi’i Ma’arif. sebuah proyek pendidikan di Punjab yang semula diprakarsai oleh M. Iqbal. pada 22 September 1979 dan dimakamkan di Lahore. Abu al-A’la al-Maududi. sejak pemerintahan Ayub Khan sampai Ziaul Haq.Lampiran II. New York. 2. clxxvii . Maududi meninggal di Bufallo. namun ketertarikannya pada politik memalingkannya dari Dar al-Islam. Ketika India pecah. BIOGRAFI TOKOH-ULAMA 1. Maududi bersama 385 anggota Jema‟at Islam memilih Pakistan dan mendirikan markas di Lahore. Melalui Jema‟at Islam Maududi banyak berkiprah dalam perpolitikan Pakistan. Momentum dari aksi politik Maududi adalah berdirinya Jema‟at Islam pada 1941.

IAIN Sunan Kalijaga dan UII Yogyakarta. Lalu pada tahun 1972 Amien melanjutkan pendidikannya di Universitas Notre Dame. dan saat ini ia memegang jabatan penting di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua Umum. American Academy of Relegion.Lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Sumpurkudus Sumatera Barat. Mesir.P Muhammadiyah sampai sekarang. Dan sejak 1996 ia tercatat sebagai pengajar agama Islam di Hartford Seminary. Amien melanjutkan kuliah di Fisipol UGM. Ia pernah belajar di Madrasah Mu‟alimin Muhammadiyah Lintau (1953) dan Yogyakarta (1956). selanjutnya ia juga sempat tercatat sebagai mahasiswa luar biasa di Universitas al-Azhar. Yogyakarta. Karya-karyanya yang telah diterbitkan yaitu : Inclusive Islam (1997).D. Pada tahun 1980 ia meraih gelar Doktornya yang pertama dari Universitas „Ain Syam. Kairo (1978-1979). ayah dan ibunya adalah aktivis Muhammadiyah. dan tamat FKIS IKIP Yogyakarta (1968). selain itu ia masih tercatat sebagai anggota International Connection Commite. dan pada tahun 1999 ia menjabat sebagai Ketua Umum P. Pada tahun 1974 ia berhasil meraih gelar Master of Art (MA). Kemudian pada tahun 1999-2000 ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI. Sufistic Islam (2001) dan Teaching Islam in the West (segera). Antara 19951996. AS. kemudian ia hijrah ke Universitas Temple. Sembari meluangkan waktu untuk mengajar studi agama Islam di almamaternya tersebut. clxxviii . untuk melanjutkan studi Doktornya di Ilmu Politik. Sejak jenjang TK hingga SMA seluruh pendidikannya dihabiskan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Selain menjadi Dosen di UGM. Amien Rais. 4. sebelum terjun di politik ia dikenal sebagai seorang akademisi dan pengusaha. ketika itu ia sudah meraih gelar Master dari Universitas al-Azhar.D dalam bidang pemikiran Islam diperoleh dari the University of Chichago. Alwi Shihab. dalam bidang yang sama. Indiana. belajar sejarah pada Nothern Illionis University (1973) dan memperoleh gelar MA dalam ilmu sejarah pada OHIO University. Alwi mengikuti Program Pasca Doktoralnya di Pusat Studi AgamaAgama Dunia (The Centre for Studi of World Relegion). Amerika. Muhammadiyah Movement and Controversy With Christian Mission (1998). AS. Alwi mendapat gelar sarjana di bidang Akidah Filsafat di IAIN Alaudin Ujung Pandang pada 1986. Lahir pada 26 April 1944 di Solo. Amerika Serikat (1982). Kemudian menjadi dosen FKIS IKIP Yogyakarta. Georgia. pada 1962. ia juga tercatat sebagai mahasiswa Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. Mesir dalam bidang Filasafat. Athens Amerika Serikat (1980) dan meraih gelar ph. 3. karena belum merasa cukup. Setamat dari SMA Muhammadiyah Solo. di Universitas Harvard. sebuah organisasi sosial keagamaan kalangan modernis Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. FKIP Universitas Cokroaminoto Surakarta sampai sarjana Muda (1941). Atlanta. akhirnya pada tahun 1981 ia berhasil meraih gelar ph. untuk meneruskan studinya di bidang Agama. Lahir pada 19 Agustus 1946 di Rappang Sulawesi Selatan. kemudian pada tahun 1975 ia berangkat ke Universitas Chichago.

pada 1995 Amien juga sempat menjabat sebagai ketua umum P.P Muhammadiyah. Selain itu. Ia juga dikenal sebagai seorang politisi, tepat pasca Reformasi 1998 ia mempelopori berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan diketuainya. sehingga pada tahun 1999-sekarang ia menjabat di birokrasi pemerintahan sebagai Ketua Umum MPR RI. 5. Azyumardi Azra. Lahir pada Maret 1955 di Lubuk Aling, Sumatera Barat. Pada tahun 1982 ia menyelesaikan sarjana strata 1 di Fakultas Tarbiyyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pada tahun 1986 ia memperoleh beasiswa Fullbright untuk melanjutkan studi di Columbia University, saat ini ia menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karya tulisnya antara lain: Islam dan Masalah-masalah Kemasyarakatan, Perkembangan Modern dalam Islam, Perspektif Islam di Asia Tenggara dan Jaringan Ulama Timur Tengah Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. 6. Fazlur Rahman. Lahir pada tahun 1919 M di Barat Laut Pakistan, ia termasuk salah satu pemikir pembaharuan Islam yang liberal dan radikal. Rahman dibesarkan di keluarga yang memiliki tradisi Madzhab Hanafi yang dikenal lebih rasionalis dibanding dengan madzhab lainnya. Pada tahun 1942 ia berhasil meraih gelar MA dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Punjab. Sebelumnya ia pernah diajak bergabung oleh Maududi dalam Jama'at al-Islami, seraya berkata "semakin engkau (Rahman) banyak belajar maka semakin beku kemampuan praktismu" akan tetapi Rahman lebih memilih meneruskan studinya, bahkan menjadi seorang kritikus yang tangguh terhadap pemikiran keagamaan Maududi. Pada tahun 1950 ia berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Oxford Inggris dengan desertasi tentang Ibnu Sina, setelah menyelesaikan studinya Rahman lebih memilih untuk tetap tinggal di Inggris sambil mengajar di berbagai perguruan tinggi seperti Durham University, Inggris. Dan Institute of Islamic Studies, McGill Kanada. Pada tahun 1962 Rahman kembali ke Pakistan dan mendapat banyak jabatan di negerinya, akan tetapi ia merasa lingkungannya tidak mendukung pengembangan intelektualnya, akhirnya ia pindah ke Chichago, Amerika Serikat Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Rahman sudah banyak menghasilkan karya ilmiah, di antaranya adalah Islam and Modernity: Transformation of Intellectual Tradition, Islamic Methodology in History, Major Themes of The Qur‟an dll. 7. Kuntowijoyo. Seorang dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Lahir di Yogyakarta pada 18 September 1938. Ia memperoleh gelar MA dari Universitas Connecticat, Amerika Serikat dan ph.D pada 1980 dari Colombia University, selain menerbitkan banyak karya tulis yang terhimpun dalam beberapa buku, Kunto juga dikenal sebagai budayawan yang banyak menghasilkan karangankarangan fiksi, di antara tulisan-tulisannya yang sudah diterbitkan yaitu:

clxxix

Paradigma Islam, Interprestasi untuk Aksi (1991), Identitas Politik Umat Islam (1997) dan Muslim tanpa Masjid, Esai-esai Agama Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Trasendental (2001). 8. M. Din Syamsuddin. Seorang guru besar pemikiran politik Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lahir di Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958. Ia pernah nyantri di Gontor sampai tahun 1975, lalu melanjutkan di IAIN Jakarta sampai tahun 1982. Dan meraih gelar Master (1988) dan Doktor (1991) dari University of Califonia Los Angeles (UCLA). Selain seorang akademisi, ia juga aktif di banyak organisasi seperti Muhammadiyah, ICMI, MUI, bahkan sempat menjadi aktivis Golkar, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Pusat dan menjadi Pengurus Pusat Muhammadiyah. 9. Munawir Sjadzali. Lahir di Klaten 7 November 1925, ia seorang intelektual, pernah belajar di University of Exeter, Inggris (1953-1954) dan memperoleh gelar MA dari Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul Indonesian‟s Muslim Parties and Their Political Concept (1959). Selain seorang intelektual ia juga dikenal sebagai seorang diplomat dan pernah menjabat berbagai posisi penting di Pemerintahan, antara lain: Dubes untuk beberapa negara Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Perserikatan Keamiran Arab (1976-19800), menjadi Menteri Agama selama dua periode yaitu Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

10. Nurcholish Madjid. Lahir 17 Maret 1939 di Mojoanyar, Jombang Jawa Timur, Ia dikenal sebagai tokoh pembaharu pemikiran Islam di Indonesia. Cak Nur menyelesaikan pendidikannya dengan meraih gelar ph.D dari University of Chichago dengan desertasi yang berjudul Pimikiran Filsafat dan Kalam Ibnu Taimiyyah. Semasa mahasiswa Cak Nur aktif di organisasi, HMI dan IFSO (International Islamic Federation of Students Organizations). Saat ini, ia menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Selain itu menjelang pemilu 2004 ini, Cak Nur juga sedang sibuk dicalonkan menjadi calon Presiden RI ke-6. Karya-karyanya banyak yang telah diterbitkan. Di antaranya Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1988), Islam, Doktrin dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Terhadap Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan (1992).

clxxx

Lampiran III.

DAFTAR ISTILAH
Ahl al-H{all wa al-Aqdi: Kelompok sahabat-sahabat utama Nabi Muhammad yang senantiasa diajak bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang behubungan dengan kepentingan umum, semacam parlemen di dalam konsepsi fiqih abad pertengahan. Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ ah: Madzhab yang mengikuti tradisi Nabi Muhammad dan merupakan menempati posisi mayoritas secara nominal. „Ash}abiyah: Sentimen etnik, chauvinism Asas Tunggal: Prinsip yang terdapat dalam ideologi nasional, Pancasila, yang diberlakukan sebagai asas tunggal bagi semua partai politik dan organisasi pada masa tahun 1985.

clxxxi

kemudian melalui Parmusi. Natsir hingga wafatnya tahun 1993. Mu„ammalah: Amalan-amalan yang bersifat kemasyarakatan dan keduniaan.Bay„ah: Sumpah setia kepada seorang khalifah atau pemimpin BPUPKI: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah merupakan gerakan reformis yang lebih luwes dibanding Persis dan al-Irsyad. ia menjadi partai politik muslim modernis yang kemudian dilarang oleh Soekarno tahun 1960. Nahdlatul Ulama (NU): Kebangkitan kembali para ulama. untuk menyebut pemberontakan Kartosoewiryo dan tentaranya yang memberontak. Doktrin: Ajaran agama. Masyumi: Singkatan dari Majelis syura Muslimin Indonesia. Darul Islam: Nama yang diberikan untuk negara Islam yang diproklamasikan oleh Kartosoewiryo di Jawa Barat tangal 7 Agustus 1949. Muhammadiyah: Gerakan reformis dan modernis yang didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta. perkumpulan alim ulama yang didirikan pada tahun 1936. Nasakom: Singkatan yang menunjukkan persekutuan antara nasionalisme. dibentuk pada tahun 1991. Dalam arti yang lebih sempit adalah upaya untuk menggunakan metode pemikiran melalui analogi. kelompok pro-demokrasi yang diketuai oleh Abdurrahman Wahid. teks-teks keagamaan. Secara politis ia menyalurkan aspirasi politiknya melalui Masyumi. lalu ke PPP di bawah Orde Baru. Dipimpin oleh M. agama dan komunisme. DDII: Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia. didirikan pada tahun 1943. DI-TII: Singkatan dari Darul Islam-Tentara Islam Indonesia. badan dakwah kaum modernis radikal. konsep yang diajukan oleh Soekarno. PKI: Partai Komunis Indonesia clxxxii . Fodem: Forum Demokrasi. Sebagai perluasan makna digunakan juga untuk menyebut pemberontakan. Ijtiha>d: Dalam hukum Islam adalah upaya untuk menetapkan hukum melalui penalaran bebas berdasarkan ayat-ayat al-Qur‟an. menjadi partai politik pada tahun 1952 kemudian kembali menjadi organisasi sosial pada tahun 1984. namun juga dapat ditemukan di Golkar.

juga berarti dominasi penduduk asli di bidang ekonomi Indonesia. penekanan identitas muslim khas Indonesia. murid dari sekolahan ini biasa disebut santri. Alamat di Yogyakarta : Komplek IAIN “Griya Natural” CT XI 45i Sapen Yogyakarta 55281. Pesantren: Sekolah agama yang didirikan oleh para kyai. kabupaten Bojonegoro Jawa-Timur 62192. Islam tanpa arabisasi. Kanor 504 RT 16 RW 9 Pasinan-Baureno. pemerintahan ini dibentuk untuk menentang Soekarno dan partai komunis yang sedang menanjak. Nama Ayah Nama Ibu Pendidikan Formal: : H. : Hj. Lampiran IV. Nasionalis sekular: golongan yang menganut paham kebangsaan yang menghendaki agama dipisahkan dari kehidupan negara. didirikan pada tahun 1958 di Sumatera Barat dan dihancurkan dalam beberapa bulan saja. Tanfidziah: Badan eksekutif NU. CURRICULUM VITAE Nama Tempat/Tgl Lahir Alamat Asal : Ahmad Anfasul Marom. Wahhabi>: Paham pembaharuan keagamaan Islam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab di tanah Hijaz. Tradisionalisme: Paham yang mempertahankan pandangan-pandangan keagamaan yang diwariskan oleh tradisi Islam zaman abad pertengahan. 7 November 1981. Pribumisasi: Kata baru yang dibentuk dari “pribumi”. Sekularisme: Paham yang memisahkan urusan keagamaan dengan urusan keduniaan.PRRI: Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Syari„ah: Peraturan-peraturan hukum dalam al-Qur‟an dan as-Sunnah. : Bojonegoro. clxxxiii . Ahwan Affandi. Siti Azah (Almarhumah). : Jl.

(1999 Sekarang). 5. Pengalaman Organisasi : 1. MTs Islamiyyah at-Tanwir Sumberjo . Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.1996). Kursus Komputer di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta. MI Darul Ulum Baureno . clxxxiv . 4.Jombang.1. 2. (1996-1999). Pondok Pesantren “at-Tanwir” Sumberjo Bojonegoro Jawa-Timur. 3. 3.1993). 4. Sekjend Senat Mahasiswa Institut (SMI) 2003-2004 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Tebuireng . 2. 3. Ketua Ospek 2001 Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta.Bojonegoro (1993 . Anggota Divisi Lembaga Kajian eLSIP (Lingkar Studi Islam Pembebasan) 2000-2001 Kordiska IAIN Sunan Kalijaga. Sekjend PMII Rayon Faklutas Syari‟ah 2000-2001 IAIN Sunankalijaga Yogyakarta. Masuk 2001 Sekarang. Departemen Kajian dan Intelektual BEMJ PMH 2000-2002. Pendidikan Informal: 1. Sekretaris Organisasi Daerah CSPB (Collega Siswa Pesantren Bojonegoro) 1997-1998 di Pesantren Tebuireng Jombang. 6. 2. 4. IAIN Sunan kaliga Yogyakarta. 5.Bojonegoro (1987 . Pondok Pesantren “Tebuireng” Jombang Jawa-Timur. Kursus Bahasa Inggris di “Wisma Bahasa” Yogyakarta. English Extension Sanata Dharma Yogyakarta.

clxxxv .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful