P. 1
diskursus pemikiran politik islam di Indonesia

diskursus pemikiran politik islam di Indonesia

|Views: 239|Likes:
Published by Husni Bertahlil
tentang berbagai pemikiran politik yang berkembang di Indonesia
tentang berbagai pemikiran politik yang berkembang di Indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Husni Bertahlil on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2015

pdf

text

original

DR. Ainur Rofiq, M.

Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara),” Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam Perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing I

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

ii

M. Nur, S.Ag, M.Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara)”. Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing II

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522

iii

PENGESAHAN Skripsi berjudul DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA) Yang disusun oleh: Ahmad Anfasul Marom NIM: 99363504 Telah dimunaqasyahkan di depan sidang munaqasyah pada tanggal 10 Februari 2004 M / 19 Dzulhijjah 1424 H. Dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam Hukum Islam.

Yogyakarta, 1 Muharram 1425 H 22 Februari 2004 M DEKAN FAKULTAS SYARI‟AH IAIN SUNAN KALIJAGA

Drs. Malik Madany, M.Ag. NIP: 150182698 Panitia Munaqasyah Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Drs. Kholid Zulfa, M.Si NIP: 150266740 Pembimbing I

Drs. Slamet Khilmi NIP:150252260 Pembimbing II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213 Penguji I

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522 Penguji II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

A. Yani Anshori, S.Ag, M,Ag NIP: 150276308

iv

serta Ponakan-ponakanku Guru-Guruku Yang Penuh Ikhlas Mendidikku Dan Yang Tak Sekedar Hasrat Perjuangan Yakni Sang Waktu Yang Setia Mengiringi Pengembaraan Intelektualku v . Adikku Azim. Untuk Kampus Putih IAIN Ibu (Almarhumah) dan Bapak Mbak Luluk. Mbak Arin.Kupersembahkan. Mas Asfan.

kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8) .Motto: ‫اىرٙ أّقغ ظٖـسك‬ ●‫أىٌ ّشـسذ ىل طد زك● ٗٗػؼـْاػْل ٗشزك‬ ّ ّ ‫ٗزفؼْا ىل ذمسك● فئُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● إُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● فئذا‬ ● ‫فسغد فاّظـة● ٗإىٚ زتّل فازغـة‬ Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) Dan kami telah menghilangkan beban darimu (2) Yang memberatkan punggungmu (3) Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). (QS. Alam Nasyrah : 1-8) vi .

Konsonan Tunggal Huruf Arab ‫ا‬ ‫ب‬ ‫خ‬ ‫ز‬ ‫ج‬ ‫ذ‬ ‫ش‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫ز‬ ‫ش‬ ‫ض‬ ‫غ‬ ‫ص‬ Nama Alif Ba‟ Ta‟ Sa‟ Jim H{a Kha Dal Z|al Ra‟ Zai Sin Syin S{ad Huruf Latin Tidak dilambangkan B T S| J H{ Kh D Z| R Z S Sy S{ Keterangan Tidak dilambangkan Be Te Es (titik di atas) Je Ha (titik di bawah) Ka dan ha De Zet (titik di atas) Er Zet Es Es dan Ye Es (titik di bawah) vii .PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam penyusunan skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi dari keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. 158 dan no. Secara garis besar uraiannya adalah sebagai berikut: A. 0543 b/U/1987.

dan Dammah ( _َ_ ) ditulis u. Konsonan Rangkap Konsonan rangkap yang disebabkan Syaddah ditulis rangkap. ditulis bihinna. Contoh : ّ ‫ ّص ه‬ditulis nazzala. Kasrah ( _َ_ ) ditulis I. viii . ّ ِٖ‫ت‬ C. Vokal Pendek Fathah ( _َ_ ) ditulis a.‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ظ‬ ‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ف‬ ‫ق‬ ‫ك‬ ‫ه‬ ً ُ ٗ ‫ٕـ‬ ‫ء‬ ٛ D{ad T{a Z{a „Ain Gain Fa‟ Qaf Kaf Lam Mim Nun Wau Ha‟ Hamzah Ya D{ T{ Z{ „G F Q K L M N W H ‟Y De (titik di bawah) Te (titik di bawah) Zet (titik di bawah) Koma terbalik (di atas) Ge Ef Qi Ka El Em En We Ha Apostrof Ye B.

Ta’ Marbutah di Akhir Kata Bila dimatikan ditulis h. Vokal Panjang Bunyi a panjang ditulis a. Dammah + Wawu mati ditulis u ‫أط٘ه‬ ditulis us}u>l E. ‫ طير‬ditulis s}aluha. ix . D. zakat dan sebagainya kecuali bila dikehendaki lafaz aslinya. Vokal Rangkap 1. Kata ini tidak berlaku terhadap kata „Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia seperti: salat. Contoh : ‫تداٝح اىَدرٖد‬ ditulis Bida>yah al-Mujtahid.) di atasnya. Kasrah + Ya‟ mati ditulis i ‫ٍٞثاق‬ ditulis mi>s}aq 3.Contoh : ‫ أزَد‬ditulis ah}mada. Fathah + Ya‟ mati ditulis ai ٜ‫ اىصزٞي‬ditulis az-Zuh}aili> 2. 1. Fathah + Alif ditulis a ‫فال‬ ditulis fala> 2. bunyi I panjang ditulis I dan bunyi u panjang ditulis u. Fathah + Wawu mati ditulis au ‫ؽ٘ق‬ ditulis t}auq F. masing-masing dengan tanda hubung ( . ‫ زفك‬ditulis rafiqa.

G. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). x . H. huruf ‫ ا‬diganti dengan huruf syamsiyah yang bersangkutan. ُٗ‫ ذؤخر‬ditulis ta‟khużu>na. Bila terletak di tengah kata dan berada setelah vokal hidup. ‫زتائة‬ ditulis raba>‟ib 4. maka ditulis berdasarkan bunyi vokal yang mengiringinya. Bila terletak di awal kata. ُ‫إ‬ ditulis inna 2. Bila diikuti huruf syamsiyah. ‫اىْعاء‬ ditulis an-Nisa‟. ‫ٗؽء‬ ditulis wat}‟un 3. Hamzah 1. ‫اىثقسج‬ ditulis al-Baqarah. 2. Bila terletak di akhir kata. maka ditulis sesuai dengan bunyi vokalnya. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). Bila terletak di tengah kata dan dimatikan. Kata Sandang Alif + Lam 1.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad S. berkat pertolongan Allah xi . alhamdulillah penyusun mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini untuk melengkapi salah satu syarat memperolah gelar sarjana dalam Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. karunia dan hidayah-Nya. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. dengan judul : Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia: Studi Pemikiran M.KATA PENGANTAR ‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬ ‫اىسَد هلل زب اىؼاىَِٞ ، أشٖد أُ ال إىٔ إال هللا ٗأشٖد أُ ٍسَدا‬ ‫زظ٘ه هللا ، ظثساُ اىرٙ ٕداّا تقظض اىغاتسِٝ ، ٗخؼيٖا ػثسج‬ ‫ىيراتؼِٞ إىٚ ًٝ٘ اىدِٝ ، ٗاىظالج ٗاىعالً ػيٚ ظٞدّا ٍسَد زظ٘ه هللا‬ ِ‫طيٚ هللا ػيٞٔ ٗظيٌ ، اىرٙ ماّد زٞاذٔ ٍَيؤج تَنازً األخالق ٍٗساظ‬ ‫اىظفاخ ، ٗػيٚ أىٔ ٗأطساتٔ أخَؼِٞ ، أٍا تؼد‬ Puji syukur saya haturkan ke Hadirat Allah s.t.W.A. Semoga kesejahteraan senantiasa menyelimuti keluarga dan sahabat Nabi beserta seluruh ummat Islam. Namun. penyusunan skripsi ini tentunya tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan serta menjadi pekerjaan yang berat bagi penyusun yang jauh dari kesempurnaan intelektual. Penyusun menyadari. Rasul pembawa misi pembebasan dari pemujaan terhadap berhala.w. Yang telah menganugerahkan nikmat Islam dan Iman. Dengan tetap mengharapkan pertolongan. Rasul dengan misi suci untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Ag.W. Karena itu. di antaranya seluruh pegawai UPT dan perpustakaan Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga. 5. Nur. Dan bantuan dari berbagai pihak. dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada: 1. M. M.Ag. akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. Abdul Halim.S. dan sekaligus sahabat diskusi dalam penyusunan skripsi ini. Selain itu. yang dengan sabar bersedia membimbing kesulitan penyusun di tengah kesibukan waktunya. Malik Madany. penyusun ucapkan terima kasih atas semua pengetahuan yang telah diberikan. M.Ag. M. Selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.T. perpustakaan ST. dan Perpustakaan LKiS. xii . selaku pembimbing I. Ainur Rofiq. Drs. selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan PMH. penyusun ucapkan terima-kasih pula pada pihak-pihak yang banyak membantu proses akumulasi data. S. 2. Dr.Ag. Ignatius. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh civitas akademika Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. yang semuanya ada di Yogyakarta. Agus Nadjib.Ag. 3. 4. MA dan Moh. M. selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan dan arahannya yang sangat berharga dalam membantu penyempurnaan skripsi ini.

Seluruh keluarga yang berkat kasih-sayangnya benar-benar memahami kemauan saya. Najib. Rekan-rekan “Senat Mahasiswa” di Lembaga S M I (Senat Mahasiswa Institut) IAIN Sunan Kalijaga. yang telah memberikan bantuan beasiswa atas penulisan skripsi ini. terkhusus Ayahanda dan Ibunda tercinta (almarhumah). Mas Isfah (Alex). Mas Umarrudin Masdar. yaitu Bahru. dan Mas Atho‟ yang ikut memperkaya wawasan saya mengenai sejarah dan perkembangan politik di Tanah Air ini. serta untuk seluruh komunitas “Griya Natural” 45i Sapen yang hampir setiap hari selalu bersama dalam menjalani proses belajar. dan Ainul Yaqin. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima-kasih kepada semua keluarga terkait yang mendukung studi saya di Yogyakarta. M. Bank Indonesia (BI). Aliya. 9. S. M.Ed. Mbak Arin-Mas Jun. teman-teman kelas PMH-2 ‟99 xiii . demi proses pengembaraan intelektual ananda.6. adinda Azim. Arul. Humaida. Untuk kakak-kakak dan adikku: Mbak Luluk-Mas Sohib. serta keponakankeponakanku.Ag. dan harapan pada diri penyusun. Nadim. melalui perbincangan ringan yang selalu menyegarkan. sehingga meringankan penyusun dalam memperoleh data buku atau karya ilmiah yang berkaitan. 8. yang senantiasa melantunkan do‟a di sela-sela waktunya dengan tulus dan ikhlas. sahabat-sahabat diskusi di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).Ag. 7. yang telah banyak menaruh perhatian. Mas Asfan-Mbak Anis. Mas Udin. Saudara Ahmad Sahidah.

Semoga mereka semua selalu mendapatkan rahmat. Amin. 10. Yang tidak sekedar indah.T.W. yang terakhir dan yang telah memberikan arti dalam diri penyusun. Yogyakarta.yang sedikit banyak turut membantu proses pendewasaan berfikir. hidayah dan ma‟unah dari Allah S. 23 Desember 2003 Penyusun Ahmad Anfasul Marom xiv . dan mereka yang tidak bisa penyusun sebut satu persatu di sini. Tatinia.

........................ B............. 22 BAB II : ASAL ................................. A..........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........ HALAMAN NOTA DINAS ... xv BAB I : PENDAHULUAN ..................................................................................... Pokok Masalah ................USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA .................................... C..............................… 24 xv . E................................................ Sistematika Pembahasan ................................................................................….................................................................. i ii iv v vi PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN ........................... F...................................................................................................................…........ Telaah Pustaka .......... D.......... 19 G................ HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. HALAMAN MOTTO ....................... xi DAFTAR ISI ..................................... Kerangka Teoretis ............................................. vii KATA PENGANTAR ........ Tujuan Dan Kegunaan ................................................................ Latar Belakang Masalah ................................................................................................................................................... 1 1 7 7 8 11 Metode Penelitian ................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................

.............. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ....... 85 2..... 2..................................................................... 68 B................... 57 A..................................................................... 85 1.................................................... Latar belakang Sosial Politik ............................ 148 xvi .......................... Perspektif Neo-Modernisme ......................... 129 BAB V : PENUTUP ................................ Pemikiran M.......... Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid .................................................... 96 BAB IV : ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M......... B....…....... 57 1................................... 117 C......... 111 B...... Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia 24 45 48 51 ..................... Tipologi Pemikiran Islam dan Negara ...A.........................Natsir ......... Sketsa Biografi M........................ 1.................................................................. BAB III : POKOK-POKOK PEMIKIRAN M. Latar belakang Sosial Politik ..................………....................................... Implikasi ......... 57 2........................ Pemikiran Gus Dur tentang Relasi Islam dan Negara ... Perbedaan ............. Natsir tentang Relasi Islam dan Negara ................... Kesimpulan ................….................................................................... NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID............................................................................................................................................ Persamaan ...... 111 A.............. 148 A...... Perspektif Modernisme ................................

......................... Curiculum Vitae .................................. Biografi Ulama ..............B........ Terjemahan ...................... 150 BIBLIOGRAFI ......... VII Lampiran IV........................................................................................................................................... IX xvii ....................................................................................... I I Lampiran II...................................... III Lampiran III......... Saran-Saran .............. Lampiran I....................... 151 LAMPIRAN-LAMPIRAN: .......... Daftar Istilah ................

Gagasan tentang relasi Islam dan Negara selalu menjadi wacana aktual di Indonesia meskipun telah diperdebatkan beberapa tahun yang lalu. Islam. Percaturan Politik di Indonesia: Demokrasi. alih bahasa Hartono Hadikusumo. ini merupakan kesempatan besar bagi Partai Islam untuk memperjuangkan Islam sebagai asas Negara. Hampir bisa dipastikan ketegangan dan perdebatan ini muncul menjelang pemilu karena momen ini merupakan kesempatan besar bagi semua golongan yang ingin memperjuangkan aspirasi politiknya. akan tetapi apa yang dicita-citakannya masih belum bisa dicapai sampai sekarang. hlm. 2 1 xviii . Sejak pancasila dijadikan dasar ideologi formal Republik Indonesia pada tahun 1945 oleh Soekarno. dan Ideologi Toleransi. baik itu yang berideologikan nasionalis. Latar Belakang Masalah. tidak menutup kemungkinan bahwa Douglas E. pancasila menjadi bagian perdebatan politik yang tak terelakan oleh Politikus dan Agamawan. ke-1(Jogjakarta: Mata Bangsa. akan tetapi wacana ini selalu survive pada momen-momen tertentu. 1 Pada tahun 1950-1955 melahirkan sistem multipartai. 2002). dan mengalami fluctuative discourse dalam percaturan politik di Indonesia. maupun Islam. Ramage. Hal yang sama terjadi pada 1999 tahun lalu yang menggunakan sistem multipartai dan lagi-lagi Islam belum cukup kuat untuk meletakkan ideologi Islam sebagai dasar negara.BAB I PENDAHULUAN A. khususnya Islam. cet. Berhubung partai politik merupakan salah satu alat untuk mewujudkan cita-cita gagasan.

19. Untuk penulisan selanjutnya Penyusun akan mengganti nama Abdurrahman Wahid menjadi Gus Dur yang telah akrab dikalangan masyarakat luas. aliran integratif modernis. 3 xix . yakni mengenai perdebatan ideologi.2 khususnya mengenai sistem negara apa yang akan dipakai untuk membangun Indonesia. apakah berasaskan Islam atau sekuler ? Penelitian ini mengambil judul "Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia (Studi Pemikiran M." penyusun lebih memfokuskan pada dua tokoh ini yang tentunya telah banyak mewarnai wacana perdebatan Islam dan Negara sepanjang lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia sampai saat ini. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. Kedua. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. Sebelumnya pada tahun 1978-1985 telah terjadi ideologisasi pancasila yang diinstruksikan oleh Soeharto. Insiden politik semacam itu sempat terulang kembali pada tahun 1990 di negeri ini. Pertama. dan kemudian menimbulkan perdebatan yang luar biasa di kalangan tokoh dan gerakan ideologi Islam. hlm. Natsir dan Abdurrahman Wahid3 tentang Relasi Islam dan Negara). yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail 2 Ibid. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. Menurut Munawir Sjadzali ada tiga kategori dalam memandang hubungan Islam dan negara di kalangan tokoh Islam..pemilu 2004 yang akan datang juga muncul polemik sistem negara apalagi Islam formalis masih berada di ujung kekakalahan. Sebenarnya sumber perdebatan itu adalah relasi Islam dan negara. aliran konservatif tradisionalis.

M. Natsir sebagai tokoh modernis. aliran nasionalis sekuler. Natsir dan Gus Dur memang masuk dalam kategori aliran integratif modernis yang sebenarnya dalam klasifikasinya Munawir Sjadzali merupakan terma dari modernis. secara umum keduanya masuk dalam kategori aliran yang sama yaitu integratif modernis tetapi beda pendapat mengenai relasi Islam dan negara. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. 1999). budaya dan agama) dengan tetap setia pada posisi konservatif- tradisional bahwa kejujuran dan kebenaran al-Qur'an tidak perlu diganggu gugat.tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. 1-2.5 Kedua tokoh ini menarik untuk dikaji. Munawir Sjadzali. Greg Barton. Sejarah dan Pemikiran. 5 4 xx . Djohan Effendi. cet. dalam hal ini penyusun lebih suka memposisikan M. sedangkan Gus Dur sebagai tokoh neo-modernis (meminjam istilah Greg Barton). Pertama. hlm. alih bahasa Nanang Tahqiq. 1993). Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. Tokoh yang terkemuka yaitu M. apalagi kelompok (background) yang diwakilinya sangat kontradiktif dengan gagasan dan prilaku politik tokoh tersebut.4 Dari ketiga aliran tersebut. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. ini karena pemikirannya yang liberal dan rasional tentang isu kontemporer (baik itu politik. ke-1 (Jakarta: Paramadina. 518. Dan yang Ketiga. edisi ke-5 (Jakarta: UI Press. Islam dan Tata Negara: Ajaran. hlm. khususnya azas negara. Islam tidak ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Gus Dur yang dibesarkan dalam lingkungan Baca. Husein Haikal.

kaum tradisionalis,6 yaitu NU yang nota bene orientasi politiknya berkiblat pada ulama klasik seperti Al-Mawardi dan Al-Ghazali ternyata mampu mengapresiasikan pemikiran liberal yang cenderung ala Ali Abd al-Raziq,7 sedangkan M. Natsir yang dibesarkan dalam lingkungan modernis justru lebih akrab dengan pemikiran politik Islam fundamentalis seperti al-Maududi yang sangat menginginkan Islam dijadikan sebuah dasar negara karena menurut M. Natsir sendiri meniru sistem pemerintahan Barat adalah tindakan sekuler yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.8 Kedua, wacana ini selalu aktual di Indonesia apalagi ketika mendekati pemilu. Dan tentunya gagasan kedua tokoh tersebut juga masih banyak mempengaruhi wacana perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Setidaknya kedua alasan inilah yang menyebabkan penelitian ini dilakukan. M. Natsir menawarkan Islam sebagai azas negara bukanlah aksi pembangkangan negara (makar), akan tetapi lebih pada penghidupan demokrasi. Oleh sebab itu dalam pidatonya pada sidang pleno konstituante (12 November 1957) ia menghendaki negara Indonesia ini berazaskan ideologi Islam. "Negara demokrasi berdasarkan Islam".9 Keinginannya ini Bukan semata-mata karena Islam agama mayoritas di Indonesia melainkan ajaran

Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan, (Jakarta: Rajawali Press, 1999), hlm. 39. Andrée Feillard, NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna, (Yogyakarta: LkiS, 1999), hlm. 380. M. Natsir, Agama dan Negara dalam Perspektif Islam, cet. ke-1 (Jakarta: Media Dakwah, 2001), hlm. 200.
9 8 7

6

Ibid.

xxi

Islam mengenai ketatanegaraan dan kehidupan bermasyarakat itu mempunyai sifat yang sempurna dalam menjamin kerukunan beragama dan bernegara.10 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara, M. Natsir berpendapat boleh meniru pemerintahan Barat asalkan tidak melanggar nilainilai dasar Islam. Karena baginya Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna.11 Ini menarik untuk dicermati satu sisi M. Natsir terbuka untuk memakai sistem apa yang akan dipakai di Indonesia sisi lain dia bersikeras memperjuangkan Islam sebagai azas ideologi negara.12 Sedangkan menurut Gus Dur apabila politik, budaya dan agama diideologikan fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal.13 Hal yang senada diungkapkan oleh Cak Nur bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi, sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologiideologi yang ada di dunia.14 Dalam memandang relasi Islam dan negara, masalah ketatanegaraan merupakan hal yang tak bisa ditinggalkan, sebab faktor inilah yang kemudian seringkali memunculkan perdebatan antara kelompok muslim idealis dan
10

Ibid., hlm. 203.

Kamaruzzaman, Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. (Magelang: IndonesiaTera, 2001), hlm. 70. Natsir berpendapat bahwa Islam bukan hanya suatu agama tapi juga sebuah ideologi karena di dalamnya mengandung dua unsur yaitu Mu„ammalah ma„a Allah dan Mu„a,,alah ma„a an-Nas. baca M. Natsir, Agama dan Negara, 219. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nurcholis Madjid, dan Jalaluddin Rakhmat, (Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998), hlm. 77.
14 13 12

11

Ibid. hlm. 169.

xxii

realis di negara kita. Adanya “Sistem Kekhalifahan” di masa Rasulullah S.A.W. dan Sahabat membuat sebagian masyarakat muslim dunia semakin menyakini bahwa jauh sebelum sistem demokrasi muncul, sebenarnya Islam telah mempunyai sistem Tata Negara sendiri. Dalam perspektif Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ah pemerintahan dinilai dari segi fungsionalnya bukan pada formalitas bentuknya, apakah negara Islam atau bukan. Disamping itu, menurut Gus Dur Islam tidak mempunyai konsep pemerintahan yang definitif, misalnya tentang suksesi kepemimpinan terkadang memakai istikhla>f, bay„ah, dan ahl al-H{alli wa al-Aqdi (sistem formatur). Hal ini menunjukkan Islam inkonsisten dan tidak mempunyai konsep yang baku.15 Atas dasar pemikiran inilah, Gus Dur menerima ideologi pancasila sebagai azas negara, dan yang terpenting baginya adalah umat Islam bisa melaksanakan kehidupan beragama secara penuh dan tetap berpegang pada etika sosial (social ethic). Berbeda dengan M. Natsir yang menolak secara tegas ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tetapi bukan berarti jalannya pemerintahan terlepas dan terpisah dari keagamaan begitu saja karena baginya Islam sendiri tidak asing dengan nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan. Menurut penyusun "posisi Gus Dur yang menempatkan pancasila sebagai pra-syarat

15

Ibid.

xxiii

Apa implikasi tesis mereka terhadap pemikiran politik Islam di Indonesia? Tiga pokok masalah di atas diharapkan dapat mewakili (cover) dari beberapa masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini. (Yogyakarta: LKiS. Oleh sebab itu perlu penyusun tegaskan bahwa fokus dari permasalahan ini yaitu: 1. Pokok Masalah. 16 Andrrée Fillard dkk.demokratisasi dan pembangunan keIslaman yang sehat di Indonesia nampaknya harus dilihat dari perspektif neo-modernisme. Dari uraian di atas dipaparkan bahwa ada persamaan dan perbedaan pemikiran di antara M. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. Di samping itu juga berguna untuk memperjelas arah penelitian yang dimaksud. hlm. Natsir dan Gus Dur mengenai hubungan Islam dan negara. C. Bagaimanakah pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara? 2. 104."16 Integrasi antara kemajemukan. Mengapa kedua tokoh itu mengajukan tesis yang berbeda? 3. demokrasi. xxiv .. Islam dan nasionalisme inilah yang secara intelektual politis melatarbelakangi keikutsertaan Islam dalam diskursus politik dan ideologi negara di Indonesia selama ini. 1994). B. Tujuan dan Kegunaan. keduanya sama-sama menjunjung nilai demokrasi tetapi berbeda dalam gagasan dan prilaku politiknya Hal ini bisa disebabkan latar belakang sosiohistoris yang berbeda.

Untuk mendapatkan penjelasan (explanation) yang lebih tajam tentang karakteristik pemikiran antara M. Dapat diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap karakteristik pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mengkaji azas negara (Pancasila). 3. khususnya dalam perspektif Islam modernis dan neomodernis. baik itu latar belakang sosial. D. 2. Adapun dari penulisan ini diharapkan dapat diambil beberapa manfaat atau kegunaan. xxv . 2. 3. Sebagai prediksi. sejauh mana implikasi kedua pemikiran itu dalam perubahan dan perkembangan politik Islam di Indonesia saat ini. Natsir dan Gus Dur mengenai wacana Islam dan negara. Bisa dijadikan salah satu sumber diskusi dalam mengkaji relasi Islam dan negara di Indonesia.Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam bidang Perbandingan Madzhab Dan Hukum di Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mendapatkan deskripsi yang jelas mengenai implikasi kedua gagasan tersebut dalam konteks perkembangan Islam dan politik Indonesia saat ini. di antaranya: 1. Mengidentifikasi asal-usul gagasan kedua tokoh tersebut dalam perspektif perbandingan. Selain itu juga ada tujuan yang lain yaitu: 1. pendidikan dan politik. khususnya azas negara Indonesia. Telaah Pustaka.

meskipun keduanya hidup pada masa yang berlainan. Kedua. Pertama. Karena penulisan ini meliputi dua variabel di atas. Banyak buku atau karya ilmiah yang membahas M. Penelitian ini mempunyai Dua variabel. maka penyusun merasa perlu menelaah buku-buku yang berkaitan dengan variabel tersebut. Natsir dan Gus Dur mengenai Relasi Islam dan Negara di Indonesia. prilaku politik maupun gagasannya.M. namun gagasannya selalu aktual bahkan sering dijadikan rujukan dalam diskusi dan aksi politik. Natsir dan Gus Dur adalah tokoh pemikir dan sekaligus seorang politikus yang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Karya ini meneliti tentang relasi Islam dan politik yang kemudian menggambarkan prilaku partai-partai Islam dalam menghadapi kebijakan politik Soekarno saat itu. Di sini penyusun sempat membahas M. baik itu biografi. mengenai diskursus pemikiran politik Islam di Indonesia. Akan tetapi pembahasan itu sering kali tidak dilakukan secara bersamaan hanya difokuskan pada satu tokoh saja kalau memang ada yang mengkaji perbandingan itu juga tidak membahas M. pemikiran M. Natsir namun tidak lengkap karena lebih memfokuskan pada gerakan partai politiknya. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama'at Islami xxvi . Natsir dan Gus Dur. Syafi'i Maarif yang dibukukan dengan judul Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Natsir dan Gus Dur sekaligus. khususnya partai Masyumi yang dibubarkannya. Disamping itu. Dalam tesisnya A.

Dengan kesimpulan bahwa buku ini hanya menyoroti keterwakilan kaum muslim secara proporsional dalam lembaga-lembaga negara dan dipertahankannya komitmen bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler. Sementara itu. buku ini lebih menitik beratkan pada partai-partai di atas meskipun ada tokoh yang dilibatkan seperti M. Di samping itu penulis juga menyinggung sedikit polemik M. Natsir dan Maududi sebagai representasi dari modernisme dan fundamentalisme akan tetapi kedua tokoh itu tidak menjadi fokus kajiannya karena lebih pada partai tempat tokoh ini berpolitik. Natsir dibanding Natsir yang mewakili tokoh modernisme Islam. Bahtiar Effendy dalam bukunya Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (1998) yang menjelaskan relasi Islam dan negara di Indonesia. Natsir. Natsir vis-a-vis Soekarno. khususnya pandangan M. Sedangkan Ahmad Suhelmi dalam bukunya Soekarno Versus Natsir: Kemenangan Barisan Megawati Reinkarnasi Nasionalis Sekuler (1999) juga mengkaji pemikiran kenegaraan dalam perspektif M. Buku ini lebih melihat sosok pemikir M. Buku politics in Indonesia: Democracy. Natsir dengan Soekarno mengenai azas negara. khususnya mengenai ideologi pancasila dalam relevansinya dengan persoalan dekonfensionalisasi politik Islam di Indonesia. Ramage membahas Islam dan demokrasi.(Pakistan) karya Yusril Ihza Mahendra. Buku ini merupakan hasil penelitian yang banyak didasarkan pada wawancara personal xxvii . Islam and Ideology of Tolerance yang ditulis Douglas E.

untuk melihat pola pemikirannya Abdurrrahman Wahid dalam mengakaji pancasila sebagai asas negara. Skrpisi yang dibukukan dengan judul Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Demokrasi. Karya Umaruddin Masdar, berusaha melacak pola pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mempertemukan Islam dan demokrasi. Dalam hal ini penulis lebih memfokuskan pada konsep demokrasi dengan menggunakan teori politik sunni sebagai rujukan utama untuk meneliti gagasan kedua tokoh tersebut. Sedangkan buku Islam Demokrasi Atas Bawah: Polemik Perjuangan Umat Model Gus Dur dan Amien Rais yang disunting oleh Arief Affandi merupakan buku yang lebih menyoroti tentang strategi perjuangan kedua tokoh tersebut dalam menyikapi gerakan demokratisasi di Indonesia. Dan yang terakhir tesis yang berjudul Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur Dan Amien Rais Tentang Negara karya Ma'mun Murod al-Brebesy, tesis ini telah dibukukan dengan fokus kajian membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara, civil society dan demokratisasi. Selain buku-buku di atas penyusun juga menelaah karya asli dari kedua tokoh tersebut yang banyak berupa tulisan lepas dan artikel media. E. Kerangka Teoretis. Lahirnya kemerdekaan Indonesia membuat para tokoh nasional, baik paham nasionalis, sekuler maupun Islam untuk berfikir serius dalam meletakan dasar filosofis negara, terlepas itu perjuangan atau kepentingan

xxviii

golongan yang jelas Indonesia saat itu memerlukan konsep dasar negara yang kuat sehingga terjamin kemaslahatannya dan terhindar dari segala

kemudlaratan . Lebih lanjut, karena penelitian ini mengkaji masalah Islam dan negara maka penyusun mengkategorikannya dalam perspektif Fiqih as-Siyya>syah atau Siyya>syah as-Syar„iyyah. Menurut Abdul Wahab Khallaf definisi Siyya>syah as-Syar„iyyah ialah wewenang seorang penguasa atau pemimpin dalam mengatur kepentingan umum demi terciptanya kemaslahatan dan terhindar dari kemudaratan.17 Dengan demikian siapapun yang ingin membangun pemerintahan yang baik harus berlandaskan pada Mas}lah}ah alMursalah (kepentingan umum). Menurut Imam Malik Mas}lah}ah al-Mursalah itu merupakan salah satu dari epistimologi syari'ah. Dengan syarat bahwa: 1) kepentingan umum itu bukanlah suatu hal yang berkaitan dengan ibadat (transeden). 2) kepentingan umum itu selaras dan tidak bertentangan dengan nilai dasar Syari„ah (Alqur'an dan Sunnah).3) kemaslahatan umum itu haruslah merupakan kepentingan esensial yang sangat diperlukan.18 Setidaknya kepentingan esensial yang diperlukan di atas sejalan dengan dirumuskannya lima tujuan syari'ah meskipun tidak tercover secara Ka>ffah, lima tujuan tersebut yaitu: memelihara kemaslahatan agama, memelihara jiwa,

Abdul Aziz Dahlan (ed), dkk., Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996)V: 1626, artikel "Siyasyah as-Syar'iyyah". Dikutip dari, Muhammad Tahir Azhary, Negara Hukum: Suatu Studi tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Madinah dan Masa Kini, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 7
18

17

xxix

memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta dan kehormatan.19 Objek kajian fiqih siyasah atau Siya>syah as-Syari„yyah menurut Abdul Wahab Khallaf adalah membuat peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk mengurus negara sesuai dengan dasar ajaran agama yang bertujuan merealisasikan kemaslahatan manusia untuk kebutuhan mereka.20 Dengan demikian secara garis besar bahasan Fiqih as-Siya>syah meliputi tiga aspek utama di antaranya: 1) Peraturan dan Perundang-Undangan Negara sebagai pedoman dan landasaan idiil dalam mewujudkan kemaslahatan umat. 2) Pengorganisasian untuk mewujudkan kemaslahatan. 3) Mengatur hubungan antara penguasa dan rakyat serta hak dan kewajiban masing-masing dalam usaha mencapai negara.21 Untuk mengkaji pemikiran politik Islam memang tidak lepas dari Fiqih asSiya>syah dan hukum Islam. Hukum Islam dibagi menjadi dua yaitu hukum yang bersifat Qat}„i (Syari'ah) dan yang bersifat Z}anni (fiqih), karena politik seringkali mengalami perubahan sesuai dengan situasi maka penyusun memasukkanya dalam kategori fiqih. Dimana fiqih siyasah mempunyai

19

Ismail Muhammad Syah dkk., Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Abdul Wahab Khallaf, Al-Siyasat al-Syari'at, (AL-Qahirat: Dār al-Anshār, 1977), hlm.

hlm. 67.
20

4. J. Suyuthi Pulungan, Fiqih Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 28.
21

xxx

1997). Tahir Azhary. K. meskipun berbeda dalam menggunakan terma aliran ini akan tetapi substansinya sama. keadilan dan kestabilan.22 Dengan demikian al-Mas}lahah al-Mursalah menempati posisi yang sangat penting dalam mengkaji diskursus relasi Islam dan negara. lihat. aliran konservatif tradisionalis. keadilan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.2 Vol. tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. “Fiqih Siyasi dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik”. Nilai dasar al-Qur‟an dalam hal ini ialah amanah. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam Dan Barat. Dalam diskursus pemikiran politik Islam dewasa ini. penyusun meminjam istilah Munawir Sjadzali dalam mengkategorikan aliran yang concern terhadap relasi Islam dan negara. kebebasan. Apakah berideologikan Islam atau sekuler? Karena yang terpenting bukanlah formalitas bentuk pemerintahan tetapi esensi nilai dasar al-Qur'an dan Sunnah tetap berjalan (tidak kontradiktif). Ibrahim Hoesen.H. 15. hlm. 58. lebih khusus lagi dalam menentukan sistem dasar ketatanegaraan. Tokoh aliran ini ialah Muhammad Abduh dan Muhammad Husein Haikal.dimensi yang sangat luas dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara seperti menjamin kemaslahatan. Lihat. aliran integratif modernis. Ada tiga aliran dalam hal ini. Ketiga. Negara Hukum. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. No.23 sehingga terciptalah kemaslahatan umum sesuai dengan kebutuhan zaman. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara karena menurutnya Islam adalah ad-Din wa ad-Daulah. hlm. 79. M. Jurnal Ulumul Qur'an. kesejahteraan dan ketaatan rakyat. musyawarah. Muhammad Azhar. IV (1993). Kedua. hlm. Pertama. 23 22 xxxi . perdamaian.

Tokoh aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. Pan-Islamisme yaitu suatu ikatan politik yang bertujuan mempersatukan seluruh ummat Islam di dunia. 2) menentang kolonialisme atas dominasi barat. M. lihat juga Masykuri Abdillah. 111. Natsir dan Gus Dur. Dikutip dari Munawir Sjadzali. Filsafat Politik.28 Munawir Sjadzali. Islam dan Tata Negara. Jamaluddin al-Afghani. 126. hlm. yang mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. xxxii .25 Tokoh-tokoh ini dikaji guna membidik kerangka teoritis pemikiran M. Islam dan Tata Negara. Munawir Sjadzali. Azhar. 28 27 26 25 24 Munawir Sjadzali. 57. hlm. diantaranya Jamaluddin al-Afghani. Filsafat Politik. hlm. M. hlm. 26 Pemikiran politiknya besifat reaktif terhadap kondisi kemunduran umat Islam saat itu. Lihat. Azhar. dengan menganjurkan pembentukan Jam„iyah Isla>miyah yang biasa disebut Pan-Islamisme. yang tidak jauh berbeda visi dan misinya. hlm.aliran nasionalis sekuler. 142. hlm. yang kemudian saat ini berembrio menjadi OKI.24 Dalam paragraf ini penyusun mencoba memaparkan beberapa tokoh politik sunni kontemporer sebagai landasan teoritis penelitian ini. Filsafat Politik. Afganistan. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. 1-2. Islam dan Tata Negara. hlm. hlm. baca. Ibid. 14. wilayah Kabul. 107. (Yogyakarta: Tiara Wacana. 1999). Azhar. Untuk memastikan tokoh-tokoh tersebut adalah kelompok pemikir kontemporer. Ia dilahirkan pada tahun 1838 di As'adabad. Abdul Raziq dan Fazlur Rahman. dekat Kanar.27 ikatan ini didasarkan pada akidah Islam yang bertujuan 1) menentang sistem pemerintahan yang despotik (sewenang-wenang) dan diganti dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam. M. 117.

Karyanya yang terkenal yaitu Islam wa Usul al-Hukm. Lahir pada tahun 1888 dan wafat 1966 M. 142..128-129.Dalam perjalanan politiknya ia selalu memunculkan gagasan revolusioner. India. Teheran. Dikutip dari Munawir Sjadzali. Mesir.30 Oleh sebab itu Afghani lebih cocok diposisikan sebagai tokoh aktivis dan agitator politik daripada pemikir politik. ia penganut Abduh meskipun secara langsung tidak sempat belajar banyak darinya. Disamping itu dia cukup reseptif dan akomodaif terhadap peradaban Barat yang kemudian membawanya pada semangat nasionalisme dan paham sekulerisme di kalangan cendikiawan Islam Mesir. Ibid. hlm. hlm. Baca. Negara-negara tersebut yaitu: Afganistan.31 menurutnya nabi Muhammad hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan syiar agama Islam. selain itu dia juga menganjurkan kepada rakyat untuk merebut kebebasan dan kemerdekaannya melalui revolusi kalau perlu dengan pertumpahan darah. al-Raziq memang mengakui perlunya pemerintahan untuk mengatur negara 29 Ibid. 139. hlm..32 Dia sama seperti nabinabi sebelumnya bukan nabi atau pendiri negara yang diutus mendirikan kerajaan dalam arti politik. untuk itu tidak ada maksud dalam misinya mendirikan sebuah negara Islam (Khilafah). karena menurutnya tidak ada ayat ataupun hadis yang bisa dijadikan dasar kuat untuk mendirikan khilafah. Inggris. Prancis. 32 31 30 Ibid.29 Hal inilah yang sering kali mengakibatkan pengusiran atas dirinya dari negara yang ia kunjungi. Islam dan Tata Negara. 117. hlm. lebih lanjut ia menolak adanya keharusan sistem khilafah dalam pengertian pemimpin negara.. xxxiii . seperti pembentukan pemerintah dan dewan melalui partisipasi rakyat. Ali Abdul Raziq. dan Persia.

Munawir Sjadzali. 155. 79. 36 35 M. Umat Islam diharapkan mampu menengahi antara sikap kekakuan ideologi komunisme dan kapitalisme atau sikap ekstrem yang lain. dan al-Hajj (17): 40. Dalam al-Qur'an.38 33 M. alasannya sejak sistem khilafah dibentuk sampai sekarang selalu saja ada pihak oposisi yang tidak setuju dan seringkali menimbulkan bencana bagi Islam dan umatnya. Filsafat Politik. Azhar. menurut Rahman..tapi bukan berarti harus bentuk khilafah boleh konstitusional. hlm.33 Meskipun ia mengakui Ijma„ sebagai H{ujjah Syar„iyyah akan tetapi dalam hal ini ia tidak mengakuinya sebagai ijma' yang shahih.35 pada hakikatnya Pemikiran politik Rahman didasarkan pada konsepsi al-Qur'an. 141. Filsafat Politik.1989). terkecuali Abu Bakar.37 Sebagaimana yang tertulis dalam al-Qur‟an. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. diktator. 37 38 xxxiv .36 "Tugas umat adalah menciptakan ketertiban di muka bumi di mana tata tertib itu merupakan sosiopolitis yang harus ditegakkan atas dasar etika yang sah dan viable. Ibid. hlm. Ali „Imran (4 ) : 110. republik atau totaliter. Islam dan Tata Negara. hlm. umat merupakan suatu "penengah" sehingga menjadi saksi terhadap umat manusia. (Bandung: Mizan. hlm.34 Fazlur Rahman. 34 Dikutip dari Taufiq Adnan Amal. Umar dan Usman. Azhar. 116.

40 xxxv . bagi Rahman meskipun modernisme memberikan sumbangan positif pada era kebangkitan Islam tetapi tetap memperlihatkan kelemahan dan kekurangan tertentu.. Rahman dikenal sebagai pemikir kontemporer yang menggagas aliran neo-modernisme Islam. selain itu penolakannya terhadap potensi kekayaan pemikiran Islam tradisional. hlm.40 39 Ibid.39 Rahman memang liberal dan radikal dalam gagasannya. hlm. menurut Rahman Istilah syura yang merupakan nilai dasar al-Qur'an bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang efektif dan permanen seperti halnya di Barat."Baca. akan tetapi apabila secara formal institusional proses dan bentuk demokrasi „ala Barat itu tetap sejalan dengan orientasi nilai dasar Islam maka sistem ini bisa diterapkan di dunia Islam. menurut hemat penyusun sikap ini muncul sebagai respon terhadap tantangan modernitas yang tak terelakan. 156.ِ‫مْرٌ خٞس أٍـﺔ أخسخد ىيْـاض ذؤٍسُٗ تاىَؼسٗف ٗذـُْٖ٘ ػ‬ ٌٍْٖ ٌٖ‫اىَْنسٗذؤٍُْ٘ تاهلل ٗى٘أٍِ إٔو اىنـراب ىناُ خٞساى‬ )١١۰ :ُ‫ (اه ػَسا‬ ُ٘‫اىَؤٍُْ٘ ٗأمثسٌٕ اىفاظقـ‬ ‫اىرِٝ أخسخ٘اٍِ دٝازٌٕ تغـٞسزك إالاُ ٝق٘ى٘ازتْـاهللا ٗى٘دفغ هللا‬ ‫اىْاض تؼؼٌٖ تثؼغ ىٖدٍد ط٘اٍغ ٗتٞغ ٗطي٘اخ‬ ٙ٘‫ٍٗعاخدٝرمسفٖٞااظٌ هللا مثٞـساٗىْٞظسُ هللا ٍِ ْٝظسٓ إُ هللا ىق‬ )٤۰:‫ (اىسح‬‫ػصٝص‬ Lebih lanjut. Masykuri Abdillah. Dikatakan demikian karena pemikirannya yang selalu berusaha menemukan titik temu antara kaum Islam modernis dengan kaum Islam tradisionalis. Demokrasi di Persimpangan. "Salah satu kelemahan tersebut ialah kurangnya sistematika dan metodologi yang komprehensif untuk menafsirkan al-Qur'an dan Sunnah. 12.

hlm. penelitian pikiran dan keyakinan kedua tokoh tersebut. pendekatan-pendekatannyadan analisa data. 41 H. penelitian tentang biografinya sejak dari permulaan sampai akhir pemikiran politiknya. F. Natsir dan Gus Dur. Sifat Penelitian. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Dalam sub bab ini perlu penyusun paparkan tentang metode penelitian yang digunakan. yang mana lebih mengutamakan bahan perpustakaan sebagai sumber utamanya. sekilas pemikiran Natsir tampak maududian akan tetapi banyak juga diwarnai paham Abduhis. menurut penyusun tidak ada seorang tokohpun yang bisa dibidik Pemikirannya menganut satu paham tokoh sebelumnya karena dalam kenyataannya banyak tokoh yang mengadopsi suatu paham tertentu untuk masalah tertentu dan paham lain untuk masalah yang lain pula. Jenis penelitian. Karena ini studi tokoh maka ada dua metode pokok untuk memperoleh pemikiran tokoh tersebut. 34. Mukti Ali.Demikianlah sepintas gambaran mengenai tokoh-tokoh Islam kontempoer yang nantinya diharapkan banyak membantu penyusun dalam membuat kerangka teoritis. 1. Kedua. xxxvi .41 2. Antara lain meliputi jenis penelitian. (Jakarta: Bulan Bintang. sifat penelitian. Pertama. Metode Penelitian. 1991). A. tehnik pengumpulan data. Metode Memahami Agama Islam. Hal yang sama terjadi pada M.

4. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. dalam hal ini penyusun lebih memfokuskan pada dua aliran pemikiran Islam kontemporer yakni modernis dan neo-modernis yang penyusun anggap sebagai representasi dari kedua tokoh tersebut. Sedangkan karya yang mengkaji tentang gagasan kedua tokoh tersebut dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kajian ini dimasukkan sebagai data sekunder. Dalam penelitian ini. artikel dan kumpulan tulisan yang dibukukan dianggap sebagai data primer. Karya-karya asli dari kedua tokoh tersebut baik buku. Yang dimaksud pendekatan normatif ialah suatu xxxvii . 3.Studi yang merupakan penelitian pustaka ini lebih bersifat deskriptifanalisis dan komparatif. Pendekatan. Dengan kata lain karakter dan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini ialah karakter dari kedua tokoh tersebut dan fenomena yang mempengaruhi pemikiran mereka. Tehnik Pengumpulan Data. supaya mendapatkan letak persamaan dan perbedaan yang tepat. Adapun analisis disini adalah analisis dalam pengertian historis. yakni meneliti akar sejarah yang melatarbelakangi gagasan mereka. Sedangkan komparatif berarti membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut dalam proses penelitiannya. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan sosio-historis. Yang dimaksud dengan deskriptif adalah menggambarkan karakteristik dan fenomena yang terdapat dalam masyarakat atau literatur.

1983). Sutrisno Hadi. Metodologi Reseach. Analisa Data Setelah data terkumpul penyusun akan menganalisa dengan metode kualitatif analisis deduksi dan komparasi. 42. 43 42 xxxviii . Deduksi yaitu metode yang berawal dari pengetahuan umum ditarik ke pengetahuan khusus. khususnya mengenai asas negara akan dipersempit dalam paradigma modernisme dan neo-modernisme Islam. Sementara komparasi dimaksudkan M. Di samping itu penelitian ini berupa telaah pustaka maka metode yang dipakai adalah deduksi sebab metode ini memang tidak menuntut penelitiaan lapangan. Natsir dan Gus Dur akan dikaji sepanjang peristiwa tersebut mempengaruhi pemikiran mereka dalam masalah ini. Hal ini penting untuk dilakukan karena diskursus Islam dan negara merupakan bagian dari kajian hukum Islam. 8. 5. Soenjoto.pendekatan untuk menjelaskan masalah yang dikaji dengan norma atau hukum (fiqih) yang berlaku sebagai upaya penegasan. hlm. (Yogyakarta: Ranggon Studi. khususnya fiqih siya>sah. (Yogyakarta:Andi Offset. Baca. Adapun pendekatan sosio-historis yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa setiap produk pemikiran itu merupakan hasil interaksi pemikir dengan lingkungan sosio-kultural dan sosio-politik yang mengitarinya. 105. Atho' Mudzhar. Peneliti dan Peteliti.42 Berkaitan dengan penelitian ini sudah barang tentu sosial politik dan kultur yang melatarbelakangi metode pemikiran M. 1998). Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. hlm. hlm. 1989).43 Dalam hal ini analisa dari kedua tokoh tersebut tentang Islam dan negara di Indonesia. (Yogyakarta: Titian Ilahi Press.

44 G. Dalam pembahasan ini penyusun membagi menjadi lima bab. Natsir dan Gus Dur. telaah pustaka. rumusan masalah.untuk membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut apakah terdapat persamaan dan perbedaan yang tajam dan signifikan di antara keduanya. di antaranya yang berkaitan dengan Islam. dan yang terakhir sistematika pembahasan. hlm. Selain itu karakteristik pemikiran ini kemudian dibagi pada dua perspektif. Bab ini juga menyinggung sedikit cita-cita ideologi negara yang mereka perjuangkan sebagai repesentasi tokoh muslim yang peduli terhadap bangsa. demokrasi dan dasar negara. Bab kedua melacak asal-usul dan tipologi relasi agama dan negara dalam sejarah politik Islam. 1999). Bab pertama memuat pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. 44 xxxix . metodologi penelitian. Yang dalam pembahasannya kedua perspektif tersebut akan dihadapkan pada dua tokoh yang dikaji. Metodologi Penelitian Filsafat. yang tentunya berimplikasi terhadap pemikiran tokoh politik Islam Indonesia dalam mengkaji hubungan Islam dan negara di Indonesia. Bab ketiga memaparkan biografi M. Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Sistematika Pembahasan. tujuan dan kegunaan. (Yogyakarta: Kanisius. kerangka teoritis. yaitu modernisme dan neo-modernisme. 51. Penelaahan ini meliputi latar belakang sosial dan prilaku politik kedua tokoh tersebut dalam menggagas relasi Islam dan negara di Indonesia.

Bab keempat menganalisa pemikiran kedua tokoh tersebut tentang relasi Islam dan negara, khususnya tentang demokrasi dan ideologi pancasila, yaitu dengan membandingkan gagasan kedua tokoh di atas, apakah dalam penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan. Selain itu, bab ini juga berusaha menjelaskan implikasi gagasan kedua tokoh tersebut terhadap tokoh politisi muslim Indonesia dan pemikiran politik Islam generasi saat ini. Bab kelima penutup, berisi kesimpulan dan saran-saran. Kesimpulan dimaksudkan untuk memperlihatkan letak signifikansi penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, dengan memberikan konklusi pemikiran M. Natsir dan Gus Dur tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia, sedangkan saransaran ditujukan bagi para penyusun atau peneliti yang akan mengkaji masalahmasalah yang berkaitan dengan variabel skripsi ini lebih lanjut.

xl

BAB II ASAL-USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA A. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia. Wacana tentang makna, penafsiran dan fungsi pancasila telah menjadi perdebatan sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia, setidaknya sejak bangsa ini merdeka, perdebatan ini selalu menjadi aktual di kalangan akademisi dan politisi Indonesia sampai saat ini. Apalagi didorong dengan lahirnya beberapa Partai Islam, permintaan diberlakukannya syariat Islam di Aceh (NAD), munculnya teroris-teroris yang berkedok Islam, laskar serta organisasi yang bernafaskan Islam kanan, di antaranya Laskar Jihad, Hizbu Tahrer, Jaringan Islamiyah dan Front Pembela Islam (FPI). Selain itu yang paling jelas menjadi indikator perlunya kejelasan relasi Islam dan negara dalam kehidupan berbangsa terlihat pada menguatnya ide-ide pencantuman Syari„at Isla>m dalam amandemen UUD 45 setiap ST MPR hasil pemilu 1999.45 Hal ini juga sering terjadi dalam wacana politik Indonesia di penghujung tahun 1990-an yang juga sibuk memperdebatkan ideologi dan peristiwaperistiwa politik yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini, di antaranya mengenai hubungan Islam dan negara, peran ABRI dalam politik, dan bentuk demokrasi yang sesuai dengan negara ini.46 Dalam skripsi ini penyusun

Ahmad Suhelmi, Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir, cet. ke-1 (Bandung: Teraju, 2002), hlm. xi
46

45

Douglas E. Ramage, Percaturan Politik, hlm. 16.

xli

menitikberatkan pada masalah yang pertama yaitu mengenai hubungan Islam dan negara. Untuk memperjelas tahap-tahap perjuangan umat Islam Indonesia dalam merespon perdebatan Islam dan negara. M. Rusli Karim membagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, 1912 hinggga proklamasi kemerdekaan, tahap kedua 1945-1955, tahap ketiga, 1955-1965 dan tahap keempat 1965 sampai sekarang.47 Akan tetapi dalam bab ini penyusun akan memfokuskan asal-usul lahirnya perdebatan Islam dan negara sepanjang sejarah perpolitikkan Indonesia secara global. Perdebatan ini mulai aktual sejak dibentuknya Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai upaya persiapan kemerdekaan yang diharapkan,48 dan telah disetujui oleh pemerintahan Jepang. Hal ini juga dinyatakan dalam pidato Perdana Menteri Kuniaki Koiso kepada Parlemen Jepang pada tahun 1944 yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dalam "waktu dekat".49 Akan tetapi kalau kita teliti lebih dalam bahwa persinggungan antara Islam dan negara di Nusantara ini sudah berlangsung lama sebelum Indonesia merdeka yakni di bawah tekanan kolonial Belanda dan Jepang, namun
Tahap keempat ini masih dibagi lagi menjadi empat era: 1965-1972 sebagai era mencari bentuk, 1973-1985 sebagai era partai tunggal, 1985 1989 sebagai era transisi rekonsiliasi, dan 1990 sampai sekarang sebagai era akomodasi, baca M. Rusli Karim, Negara dan Peminggiran Islam Politik, cet. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1999), hlm. 21. Badan Penyelidik Usaha-Usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di bentuk pada tanggal 7 Desember 1945 yang terdiri dari tokoh-tokoh kelompok sosial, etnis, regional dan politisi di Hindia Belanda yang diduduki Jepang. Lihat, Douglas E Ramage, ibid, hlm. 18. Deliar Noer, Partai Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965, (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1987), hlm. 30. Lihat juga Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, vol. VI (Jakarta: Departemen P&K, 1984), hlm. 66.
49 48 47

xlii

karena sejauh ini yang diketahui hanyalah pemimpin-pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Surjopronoto dan Dr. Pertama. Anggota BPUPKI ini terdiri dari berbagai macam kelompok ideologi yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencari titik temu (Kalimah as-Sawa‟) posisi masing-masing anggota tersebut. Sukiman Wirjosandjojo yang telah mewacanakan suatu kekuasaan atau pemerintahan Islam di akhir tahun 1920-an. hlm. mereka yang ingin menegakkan demokrasi konstitusional sekuler.demikian untuk melacak isu tentang istilah negara Islam di Indonesia bukanlah suatu pekerjaan mudah. Polemik Negara Islam. Yang paling emosional dan 50 Ahmad Suhelmi. sehingga dalam sidang BPUPKI pada 1945 wacana ini terkesan begitu aktual diperdebatkan karena secara resmi peristiwa ini muncul pertama kalinya dalam panggung politik Indonesia. Viii. mereka yang menganjurkan negara integralistik.50 Saat itu Surjopronoto menggunakan tema een Islamietsche regeering (Suatu Pemerintahan Islam) sementara Sukiman memakai istilah een eigen Islamietisch bestuur onder een eigen vlag (Suatu kekuassan Islam di bawah benderanya sendiri) semua ini digunakan untuk menciptakan kekuasaan Islam di Indonesia yang substansinya sebagai alat mencapai kemerdekaan. 51 xliii . Ibid.51 Barangkali wacana dan teori tentang Negara Islam ini belum banyak ditulis secara terperinci oleh pemimpin Islam pada saat itu. Kedua. di antaranya. dan ketiga.

Percaturan Politik. lihat. peri kesejahteraan rakyat yang juga meliputi keadilan sosial. Ramage. peri kerakyatan . dari 29 Mei . budaya dan bangsa yang plural. Lahirnya Pancasila. dalam sidang ini Soekarno membuat pidato yang sangat berpengaruh tentang dasar negara dan kemudian dikenal dengan Lahirnya Pancasila.54 Dalam kedua pembahasan sidang ini menimbulkan perdebatan keras di antara para anggota penyelidik terutama kalangan Islam yang diwakili Abdoel Kahar Moezakkir dengan cita-cita ideologi Islamnya dan kalangan nasionalis diwakili oleh Soekarno yang cenderung netral terhadap agama. 17. hlm. pada sidang pertama. 1959). cet.53 Sedangkan pada sidang kedua. Masalah yang sangat krusial dan mengundang perdebatan dalam sidang ini adalah tentang “peletakkan dasar negara” sebab masalah ini berkaitan dengan integritas agama. Mengenai sidang BPUPKI terdapat perbedaan dalam tenggang waktunya. Yamin telah mengemukakan kelima sila tesebut dalam pidatonya di depan sidang Badan Penyelidik. peri kemanusiaan.2 Juni 1945 membahas masalah umum. (Jakarta:). Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. 10-14 Juni 1945 membahas tentang isi konstitusi negara yang akan dibentuk. kalau memang tulisan Yamin tentang perdebatan sidang BPUPKI dapat dipercaya maka lahirnya pancasila itu belum tentu gagasan Soekarno murni karena sebelum Soekarno melahirkan konsep Pancasila . hlm. sedangkan menurut Yamin sidang pertama berlangsung dari 29 Mei-1 Juni dan sidang keduanya berlangsung dari 10-16 Juli 1945. 54 53 xliv . (Jakarta: Yayasan Prapanca. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. 1999). Muhamad Yamin. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana. Karena khawatir akan kegagalan Badan Penyelidik yang terus-menerus semakin memanas maka para 52 Douglas E.52 Badan penyelidik ini mengadakan dua kali sidang. hlm. 87-21. peri ke-Tuhanan. 19. dikutip dari karyanya Faisal Ismail. dalam bukunya Deliar Noer sidang pertama berlangsung dari 29-Mei-2 Juni 1945 dan sidang kedua dari 10-14 Juni 1945.konfrontasional adalah mereka yang menginginkan Islam dijadikan dasar negara. yaitu: peri kebangsaan. Departemen Penerangan.

lalu ditambah enam orang yang kebanyakan berasal dari Jawa dan satu orang lagi dari Jepang yakni Ichibangase yang menjabat sebagai ketua yunior dan anggota luar biasa. Soekarno. Prof.anggota mengambil iniasiatif dengan membentuk panitia BPUPKI yang terdiri dari 9 orang. Abdul Kahar Muzakkir. Prawoto Mangkusasmito.H. P. ini menunjukkan bahwa kepemimpinan BPUPKI berada di tangan kelompok nasionalis. untuk mengamati secara lebih detail keanggotaan Badan Penyelidik ini maka penyusun paparkan pendapat Prawoto Mangkusasmito. sedangkan wakil dari kelompok nasionalis. Agus Salim. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Parta-Partai Islam. sedangkan 80 %-nya berasal dari kelompok nasionalis-sekuler. hlm. 1970). xlv . K. (Jakarta: Hudaya.H. Dr. hlm.H. 57 56 Muhamad Yamin. Mohammad Hatta. hlm. 34-35. Soeroso. K. Masykur. Ki Bagus Hadikusumo. H. untuk Ketua dan wakil ketua BPUPKI dijabat oleh Rajiman Widiodiningrat dan R. Sanusi. Abdul Halim. Soeroso. Buntaran Martoatmojo dan Muhammad Yamin. K. dan K. Mas Mansur.56 Statistik ini menunjukkan betapa tidak seimbangnya representasi dari masing-masing kelompok itu. antara lain. Abikusno Cokrosujoso.H. Soepomo. Rajiman Widiodiningrat. Wahid Hasyim. 60-61. hanya 15 orang (+ 20%) yang menyuarakan aspirasi politik Islam yakni berasal dari nasionalisme-Islam. 60-61. A. H. dari 68 anggota BPUPKI. Sartono. Di antara wakil dari kelompok Islam yaitu. K. R. 57 55 Deliar Noer. Wongsonegoro.55 Semula anggota BPUPKI ini berjumlah 62 orang. A. P. Naskah Persiapan. Sukiman Wiryosanjoyo.

Akan tetapi karena banyaknya anggota Badan Penyelidik yang malah dikhawatirkan akan membawa kegagalan Badan Penyelidik itu sendiri (atas perdebatan yang semakin memanas) maka dibentuklah Panitia Kecil BPUPKI yang hanya terdiri dari 9 orang itu. Wahid Hasyim. Partai-Partai Islam.H.59 kesepakatan ini merupakan hasil perjuangan Islam politik dalam kepentingannya saat itu. Maramis. Rusli Karim. sebagai jalan tengah akhirnya Jepang membentuk “Panitia Sembilan” di atas. dan M. K. A. ternyata telah 58 Deliar Noer. Abikusno. A. akan tetapi umat Islam terpaksa harus kecewa karena dalam UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 itu. Kepentingan tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok nasionalis sekuler yang memang secara kuantitatif anggota mereka dalam badan ini merupakan mayoritas. 170. Islam politik mempunyai kepentingan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. hlm. hlm. Achmad Subarjo. Pada tanggal 21 Juni 1945 BPUPKI menyetujui Piagam Jakarta yang rumusan sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syari„at Isla>m bagi pemeluk-pemeluknya”. sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. dan Abdul Kahar Muzakkir) dan lima orang dari kalangan Naionalis (Soekarno. Yamin). 59 xlvi . yaitu: empat orang dari kalangan Islam (H. Agus salim. 35. Negara dan Peminggiran. Mohammad Hatta. M.58 Dalam panitia ini.

tentang kandungan pancasila itu sendiri. Peristiwa ini dikenal sebagai sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merupakan pengganti dari BPUPKI yang telah dibubarkan.. Islam. hlm. Pertama.62 Maka demi persatuan bangsa akhirnya para pemimpin politik Islam terpaksa menelan kekecewaan cita-cita politiknya pada 18 Agustus 1945 dengan menghilangkan anak kalimat tersebut dari pembukaan UUD 1945. 1978). 62 61 Hatta.60 Ini merupakan kekecewaan Islam politik yang pertama dalam perjuangan politiknya. selain sebagai pejuang mayoritas kemerdekaan. 23.menghapuskan Piagam Jakarta tersebut. (Jakarta: yayasan perkhidmatan. tentang makna penting pancasila jika dibanding dengan agama. 452. hlm. Umat Islam yang sebelumnya memperjuangkan ideologi Islam sebagai dasar negara dalam mukadimah UUD 1945 harus mengalah dengan pancasila. hlm. 1983). (Jakarta: Tintamas.108. Memoir. 60 Ibid.61 Kompromi politik dalam bentuk Piagam Jakarta rupanya hanya mampu bertahan selama 57 hari. Kedua. Pancasila dan Asas Tunggal. Keinginan keras umat Islam saat itu bisa dimaklumi. pancasila sendiri menyimpan dua faktor yang sangat debatable. ini dikarenakan pengiring redaksi sila pertama yang mewajibkan umat Islam menjalankan Syari„at Isla>m dirasakan oleh kawasan Timur Indonesia sebagai sikap diskriminatif terhadap pemeluk agama lain. xlvii . Deliar Noer.458. Diterimanya pancasila sebagai asas dan ideologi negara merupakan puncak dari pertentangan dan sekaligus menunjukkan kekalahan kelompok Islam yang harus berkompromi dengan kepentingan lain.

Secara kultural Soekarno mewakili kultur Jawa sedangkan Hatta dari kultur Minang/Sumatera. yaitu Ki Bagus Hadikusumo. Perumusan Historis.65 Golongan nasionalis adalah kelompok yang Ahmad Syafi‟i Ma‟arif. dan yang menarik dicermati dari total jumlah ini ternyata hanya tiga anggota dari organisasi Islam. Wahid Hasyim dan Kasman Singodimedjo. yaitu Nasionalis dan Islam. hlm 457- 458. Akan tetapi apabila diteliti lebih jauh pertarungan ideologi yang menjadi pertimbangan dalam peletakkan dasar negara saat itu bukan hanya ideologi nasionalis dan Islam. terang saja latar belakang Hatta ini bisa dijadikan pelebur sikap keras Ki Bagus yang selalu bersekukuh mempertahankan rumusan Piagam Jakarta. hlm. 29.63 Betapa ironisnya umat Islam sebagai mayoritas populasi dan penggerak melawan penjajah di negeri ini hanya diwakili oleh tiga anggota. 64 63 Prawoto Mangkusasmito. tetapi lebih besar dari itu yaitu pertarungan dua ideologi besar dunia antara kapitalis dan komunis. 1996).H. Hatta.Jumlah anggota PPKI semula sebanyak 21 orang. K. hlm 21-22. Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 bertujuan menetapkan UUD dan memilih presiden dan wakilnya. Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi konsistensi Ki Bagus yang tetap bertahan dengan Piagam tersebut. Baca 65 xlviii . kemudian atas usul Soekarno akhirnya ditambah menjadi 27 orang. maka melalui Hatta yang memanfaatkan Teuku Moehammad Hassan anggota PPKI dari Sumatera berhasil melunakan sikap keras Ki Bagus dan dalam waktu 15 menit anak kalimat pada sila Ketuhanan itu diganti dengan Yang Maha Esa. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965. cet. Memoir. ke-1 (Jakarta: Gema Insani Press. kebetulan presiden yang dipilih adalah ketua dan wakil PPKI saat itu yaitu Soekarno dan Hatta.64 Akar perdebatan ini tidak lepas dari letupan pertarungan ideologi saat itu.

lihat juga.66 Sementara itu golongan Islam saat itu berprinsip bahwa agama (dalam hal ini Islam) tidak dapat dipisahkan dari urusan kenegaraan. Endang Saefuddin Anshary. dengan keyakinan bahwa fungsi agama hanya mengurusi ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kehidupan akhirat dan urusan pribadi saja. 1981). karena bagi mereka agama dan politik 68 67 xlix . hlm 4 dan 54-55.berprinsip bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan negara) harus dipisahkan secara tegas dan proporsional. Ahmad Suhelmi. Ahmad Hassan dan M.17-24. hlm. lingkungan dan alam semesta.67 Indikasi pertarungan ideologi ini bisa dilihat sejak tahun 1920-1930-an dari kasus retaknya hubungan Sarekat Islam (SI) dengan Partai Nasionalis Indonesia (PNI). Polemik inilah yang kemudian berlanjut sampai sekarang. melainkan juga hubungan sesama manusia. kasus Jawi Hisworo. 66 Ahmad Suhelmi. majalah Timboel. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. kelompok ini terdiri dari muslim. Polemik Negara Islam. Ibid. Polemik Negara Islam. katolik. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. Hindu dll. 4. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok pemimpin politik Indonesia yang menolak secara tegas agama sebagai dasar negara. Sebaliknya apa yang dimaksud nasionalis muslim adalah kelompok pemimpin muslim yang menginginkan Islam harus dijadikan dasar negara. ke-1 (Yogyakarta: LKiS. Meskipun secara personal mereka bukan kaum sukularis dan kelompok yang tidak lepas dari sentimen. cet. (Bandung: Pustaka Salman. Natsir dengan tokohtokoh Nasionalis-sekuler yang diwakili Tjipto Mangunkusumo. 1999). tendensi dan afiliasi keagamaan. 68 Hasyim Wahid dkk. Swara Oemoem dan peristiwa itu perdebatan sengit antara tokoh Nasionalis-Muslim. Soekarno dan lain-lain. protestan.. Mereka tetap memilih untuk tidak menggunakan agama sebagai ideologi politik. hlm. Sedangkan negara memang merupakan masalah politik yang berurusan dengan duniawi. Agus Salim. karena Islam menurut mereka tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja. seperti Tjokroaminoto. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekuler. hlm. 8.

lihat juga Masykuri Abdillah. 5.Di sisi lain. Soekarno. 57. sebab munculnya terma Piagam Jakarta di Indonesia sedikit banyak terinspirasi dari konsep Piagam Madinah yang pasti tidak bisa lepas dari persinggungan wacana politik Islam yang telah berlaku di bangsa Arab itu. 70 Munawir Sjadzali. sahabat dan komunitas muslim lainnya juga ikut mempengaruhi lahirnya perdebatan Islam dan negara di Indonesia. M.70 Pemikiran pertama berpendapat bahwa negara dan agama tidak harus dipisahkan. hlm. 1-2. 1997). 369402. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm. di Bawah Bendera Revolusi (Jakarta:Panitia di bawah bendera revolusi. karena Islam merupakan agama yang integral dan komprehensif dalam mengatur kehidupan baik urusan duniawi maupun ukhrawi. Faisal Ismail. 14. hlm. hlm. hlm. untuk memaparkan secara lebih jelas pemikiran politik tokoh Islam dan keterkaitan mereka dalam memperjuangkan negara berdasarkan Islam di Indonesia. konsep “Piagam Madinah” dan praktek pemerintahan Islam pada zaman Rasulullah. Islam dan Tata Negara. perlu penyusun bahas secara singkat tentang teori-teori yang diajukan para intelektual muslim. Secara umum pemikiran politik Muslim bisa diklasifikasikan menjadi tiga teori. Ideologi Hegemoni. Baca. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. tidak bisa dipisahkan.69 Jadi. 1994). Polemik Negara Islam. hlm. 69 l . Ahmad Suhelmi. 5. Demokrasi di Persimpangan Makna. oleh sebab itu menurut pandangan ini konstitusi negara harus didasarkan pada Islam. jelasnya bahwa tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam ajaran Islam. Memudahkan Pengertian Islam. Selain itu praktik pemerintahan Negara Turki yang memisahkan negara dan agama juga ikut mewarnai perdebatan ini. Azhar.

ِٞ‫إّّٔ ىنٌ ػدٗ ٍث‬ ّ ّ Menurut teori yang kedua. The Society of Muslim Brothers. Sayyid Qutb dan beberapa pemimpin Ikhwan al-Muslimun lainya ditangkap dan diadili. Islamic Law and Constitution. 203. dia pernah akan dijatuhi hukuman mati oleh penguasa karena aktivitas politiknya pada tahun 1953. namun pada nilai sekuler. Abu A‟la Maududi71 (1903-1979) dari Pakistan yang memimpin Jamiy„ah al-Isla>m. Teori ketiga. namun hukuman tersebut dibatalkan atas desakan pemimpin dunia muslim pada Pemerintahan Pakistan. 1990). sepakat dengan adanya pemisahan antara agama dan negara dalam arti konstitusi negara tidak harus didasarkan Maududi . Mitcell. (Kairo: Dar al-Qalam. 74 73 72 71 Faisal Ismail. 1962). setelah Nasser mengetahui rencana makar mereka dalam menjatuhkan rezim. urusan agama sebatas pada urusan pibadi dan ukhrawi tidak perlu mencampuri urusan politik. Maududi adalah seorang politikus dan pengarang yang terkenal dalam Islam. edisi ke-10 (Lahore: Islamic Publication. (Oxford: Oxford University Press. bisa dibaca dalam karyanya. 1969). hlm. 75 li . 1962). Tentang Ikwan al-Muslimun. hlm.Tokoh teori ini antara lain . alih bahasa Khursihid Ahmad. Ideologi Hegemoni. Sayyid Qutb72 (1906-1966) dan para ideolog lain Ikhwan al-Muslimin73 dari Mesir. Oleh sebab itu konstitusi negara dalam pandangan ini tidak harus didasarkan pada Islam. agama dan negara harus dipisahkan. Khas}ais} at-Tas}awwuri al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu (Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. Pakistan dan Saudi Arabia. hal ini bisa dilihat dari jargon politiknya bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan Negara) tidak bisa dipisahkan. salah satu karyanya yaitu.74 Pandangan komprehensif ini dikutip dari nash al-Qur‟an75: ِ‫ٝاأٖٝااىر ِٝ أٍْ٘ا ادخي٘ا فىاىعيٌ مآّفح ٗال ذرثؼ٘ا خط٘اخ اىشٞطـ‬ )٢۰٨: ‫ (اىثقسج‬. Richard P. Pada tahun 1966. Baik Jam„iyah al-Isla>m maupun Ikhwan al-Muslimin dikenal sebagai gerakan Fundamentalis di Iran. al-Baqarah (2): 208. Hadha al-Din. 37. contoh konkret teori ini adalah negara Turki Modern.

hlm. beliau hanyalah seorang utusan yang dikirim oleh Tuhan semata. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. Terutama teori pertama ini sangat kuat mewarnai pemikiran politik muslim Indonesia tahun 1940-an dan 1950-an. 77 78 hlm. lii . Melengkapi data sebelumnya. Vol. 456-458. Naskah Persiapan.78 76 Faisal Ismail. hlm. 76 Ketiga teori ini mewakili pilihan-pillihan yang dapat menentukan karakteristik struktur sosial dan politik negara-negara muslim dunia dalam menghadapi tantangan modernitas. Memoir. Faisal Ismail. Ideologi Hegemoni. 77 Selain itu tidak ada indikasi yang tampak bahwa pemikiran politik nasionalis-muslim Indonesia saat itu. pada tanggal 31-Mei 1945 Soepomo lebih mendukung gagasan Hatta yang mengusulkan bentuk Indonesia sebagai negara kesatuan daripada keinginan umat Islam dalam meletakkan dasar negara . akan tetapi nilai agama harus menjadi ruh kehidupan masyarakat bernegara. M. Ibid. Lihat Muhammad Hatta.Islam. 38. karena dalam sidang BPUPKI 1945 maupun konstituante (1956-1959) para pemimpin muslim berjuang keras agar Islam dijadikan dasar negara. yakni memisahkan negara dari persoalan agama. dipengaruhi oleh Kemal Attaturk ataupun Ali Abd alRaziq (1888-1966) yang berpendapat bahwa Nabi tidak pernah berupaya membangun sebuah negara. I. Yamin. 115. konflik ideologi antara kaum nasionalis-sekuler dan nasionalis-muslim bisa diperkirakan sejak menjelang kemerdekaan (Sidang BPUPKI).

kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang 79 Dikutip dari Faisal Ismail. atau negara bekas jajahan Hindia Belanda seperti Irian Barat juga tidak ikut menggabungkan diri dengan Indonesia yang ber-ruh Islami ini. organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. hlm. Soekarno mengatakan bahwa ia cemas. Meskipun Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin. 29. karena cita-cita negara Islam tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. Ideologi Hegemoni. Ibid. hlm. Percaturan Politik.80 Dengan mengingat kekhawatiran yang diungkapkan Hatta pada tahun 1945. jika negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas. persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. kelompok kecil ini tidak akan merasakan keterlibatannya dalam negara.79 Pada tahun 1953 Soekarno juga mengungkapkan kekhawatirannya secara terbuka tentang implikasi-implikasi negatif yang muncul. Kedua. Douglas E.Menurut Soepomo sendiri. apabila umat Islam Indonesia tetap memaksakan kehendaknya (negara Islam). 80 81 liii . pertama. yakni pengakuan Islam secara legal formal di negara ini. Ramage. Istilah “negara” dalam bahasa Indonesia mempunyai arti. 40.81 Melihat keberatan kelompok nasionalis-muslim terhadap Negara Sekuler mengharuskan kita meninjau kembali sejarah Islam yang menyatukan pemahaman antara agama (di>n) dan negara (daulah). Dikutip dari. kalau banyak bagian negara Republik Indonesia memisahkan diri.

edisi ke-2. 59. 1994). Ibid. Sebenarnya yang dimaksud bergilir.83 menurut Olaf Schuman istilah “daulah” sama dengan “dinasti atau wangsa” yang berarti sistem kekuasaan yang berpuncak pada seorang pribadi dan didukung oleh keluarganya atau clanya..” Jurnal Pemikiran Islam Paramadina. Daulah. Kamus Besar Bahasa Indonesia. hlm. a. mempunyai kesatuan politik. hlm. Ibid. imamah dan kesultanan yang seringkali dikonotasikan dengan istilah negara.84 Jadi dalam konteks sekarang istilah tersebut bisa diartikan negara. 2. cet. Di samping itu teori-teori tersebut paling tidak ikut mempengaruhi pemikiran politik Islam di Indonesia. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. selain itu Paham ini juga erat dengan paham Da>r alIsla>m yang bermakna bahwa kekuasaan tertinggi terletak di tangan seorang penguasa muslim yang memberlakukan Hukum Islam sebagai hukum utama di dalam wilayahnya. 1999). 85 liv .diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif. beredar dan berputar (rotate. 685. alernate. beredar dan berputar adalah perputaran (legitimasi) kekuasaan dari yang lama (demisioner) kepada yang baru diamanati oleh kekuasaan lama tersebut. Istilah daulah berasal dari bahasa Arab yang bermakna bergilir. No.85 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 84 83 82 Olaf Schumann. hlm. 57. khalifah. take turns or Occur priodically). Vol I (Jakarta : Paramadina.82 Dalam Bab ini penyusun merasa perlu mengkaji pula istilah-istilah dalam kajian politik Islam seperti daulah. Lihat Olaf Schumann. ke-3 (Jakarta: Balai Pustaka.

87 b. 2000). alih bahasa Ihsan Ali Fausi.86 Kalau memang istilah ini pernah ada. 1998). Din Syamsuddin. hlm. 89 88 87 86 lv . 78. cet. hlm. Khilafah. yaitu: konsensus elit politik (ijma„) dan pemberian legitimasi (Bay„ah). ke-5 (Jakarta: UI Press.Menurut sejarah istilah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam ketika masa kemenangan kekhalifahan dinasti Abbasiyyah pada pertengahan abad delapan. Dalam perspektif politik sunni. 50.89 Sistem khilafah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam setelah Nabi Muhammad wafat. I: 95. yaitu pada masa khalifah Abu Bakar. Hamid Enayat. karena pemimpin dalam hal ini dipilih bukan merupakan sistem monarkhi yang bersifat turun-temurun.88 Oleh sebab itu sudah menjadi hal yang lazim dalam pemilihan pemimpin Islam bahwa pemilihan pemimpin ditetapkan oleh elit politik melalu ijma„ kemudian baru di Bay„ah . Harun Nasution. M. khilafah didasarkan pada dua rukun. (Jakarta: Logos. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. 1994). Bahasa Politik Islam. hlm. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. (Jakarta: Gramedia. Istilah “Khila>fah” berasal dari bahasa arab yang bermakna perwakilan atau pergantian. berarti masa itu terdapat pada daullah Umayyah yang kemudian begilir pada keluarga Bani Abbas (Daulah Abbasiyyah). 8. menurut Harun Nasution sistem ini menyerupai dengan sistem republik daripada sistem kerajaan. (Bandung: Pustaka. 1985). dalam pidato inagurasinya Abu Bakar menyatakan dirinya sebagai Khalifah Rasul Allah Bernard Lewis. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. alih bahasa Asep Hikmat.

9. dengan demikian menurut Munawir Sjadzali. imam bisa dimaknai khalifah.90 Sedangkan menurut Bernard Lewis istilah khalifah muncul pertama kali pada masa pra-Islam abad ke-6 Masehi dalam suatu prasasti Islam di Arabia. Din Syamsuddin. Din Syamsuddin. 94 93 Hamid Enayat. Etika Agama. Kesultanan.91 c. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. alih bahasa Moh. Magfur Wachid. 80. baca juga karya asli. Menurut Mawardi.92 Sementara menurut Taqiyuddin anNabhani. 91 92 Dikutip dari Kamaruzzaman. (Bangil: Al-Izzah. hlm. Sejarah dan Doktrin.dalam artian sebagai “Pengganti Rasulullah” yang bertugas meneruskan misimisinya. “imamah” dalam kajian Islam juga sering digunakan sebagai teori yang menyerupai makna negara. dalam aliran Syi‟ah Imama>h menekankan dua rukun. yaitu kekuasaan imam (wilayah) dan kesucian Imam („ismah). Bernard Lewis.94 d. hlm. M. 63. Munawir Sjadzali. Relasi Islam dan Negara. karena khilafah adalah suatu kepemimpinan yang berlaku secara umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari‟at dan mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. hlm. Bahasa Politik Islam. Etika Agama. Mawardi memberikan ruang bagi agama suatu jabatan politik yaitu kepala negara. hlm. imamah dan khilafah merupakan dua istilah yang sama maknanya. Imamah. Islam dan Tata Negara. Reaksi Politik Sunni. 79. 90 M. sultan atau kepala negara. Taqiyuddin an-Nabhani. 32. 39. Selain kedua istilah di atas.93 Pada dasarnya teori imamah lebih banyak berkembang di aliran syi‟ah daripada aliran sunni. 61. hlm. raja. lvi . hlm. hlm. Sejarah Empirik.1996).

hlm. 49. Khila>fah. Bahasa Politik. Mengingat wacana negara Islam di Indonesia selalu menjadi perdebatan panjang dalam sejarah didirikannya negara ini. yang hidup pada awal abad kedelapan. Natsir salah satu tokoh Islam yang kontra dengan gagasan Soekarno mengklaim bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu cita-cita Islam oleh sebab itu 95 Bernard Lewis. secara umum menggunakan istilah sultan untuk pemerintah.Adapun istilah kesultanan seringkali diartikan kekuasaan dalam kitab alQur‟an.95 Dari uraian di atas. Abd Hamid. yaitu karena mereka bertujuan menerapkan Syari„at secara efektif di seluruh penjuru wilayah negara. lvii . sedangkan secara konseptual atau de jure Islam memang tidak mengenal konsep negara yang detail. Patut dicari apa sebenarnya yang membuat tokoh muslim berkeinginan keras meletakkan Islam sebagai dasar negara Indonesia? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini. oleh sebab itu merupakan hal yang lazim kalau wacana Negara Islam selalu hangat untuk diperdebatkan. karena secara de facto ternyata Islam mempraktekkan beberapa istilah yang bersinonom dengan konsep negara. M. tampak bahwa istilah negara dalam Islam memiliki beberapa sinonim di antaranya Daulah. Ima>mah dan S{ult}aniyyah. sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang. menurut Lewis ada seorang penulis dari kelompok scribal. Namun demikian patut diteliti apakah teori-teori tersebut untuk konteks modern saat ini bisa dikategorikan sebuah konsep negara.

Ramage. 1973). Sultan Hasanuddin dari Makassar. 1900-1942 (Singapura: Oxford University Press. 26. Ideologi Hegemoni. gerakan Modernis Muhammadiyah (yang juga didirikan tahun 1912.98 Menurut hemat penyusun organisasi ini merupakan alat konsolidasi yang sangat efektif saat itu. bahwa umat Islam Indonesia sebagai kelompok mayoritas mempunyai peran yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. The Modernist Muslim Movement in Indonesia. Tjut Nya‟Dien dan Tengku Tjhik di Tiro (pemimpin Perang Aceh tahun 18721912). 96 Dikutip dari Faisal Ismail. 97 Deliar Noer. 98 lviii . Pangeran Diponegoro (pemimpin Perang Diponegoro 1825-1830. salah satunya Syekh Hayim Asy‟ari yang terkenal dengan “Resolusi Jihadnya”. hlm. Teuku Umar. dan organisasi Tradisionalis NU (didirikan 1926). Percaturan Politik. Untuk mendukung opini ini bisa dilihat dari semangat jihad Islam yang terukir dalam sejarah tanah air ini.96 Tampaknya klaim ini didasarkan pada kenyataan saat itu.97 Di samping itu terdapat juga ulama-ulama Jawa. misalnya Sarekat Islam (didirikan tahun 1912). 41. seperti Sultan Babullah dari Ternate. apalagi organisasi tersebut banyak memberi konstribusi dalam kemerdekaan ini. Imam Bonjol (pemimpin Perang Padri 1921-1937). hlm. Selain alasan di atas. Ibid. kekecewaan umat Islam atas dihapuskannya “Piagam Jakarta” bisa juga dipahami melalui berbagai organisasi kultural dan ekonomis Islam yang telah didirikan jauh sebelum Indonesia merdeka.pencapaian kemerdekaan Indonesia merupakan bagian integral dari perjuangan Islam untuk menerapkan Syari„at. Lihat juga Douglas E.

27. Dalam catatan sejarah. Ramage. Ibid.100 Perbedaan relegius dan politik dalam komunitas Muslim tampak jelas dalam wacana pancasila. Santri dan Abangan.101 Sebagaimana yang akan dibahas dalam bab-bab berikut. Percaturan Politik. yang bagi mereka Islam adalah lapisan terakhir yang menyelubungi kepercayaankepercaaan relegius Hindu. 184. menurut Fred von den Mehden "Indonesia sebagai satu bangsa Islam tidak seluruhnya sepakat dengan apa yang harus dilakukan sebagai pemeluk Islam”. yaitu Priyayi. 101 100 99 Douglas E. Aliran santri menunjuk pada pemeluk Islam yang taat dan setiap harinya dekat dengan prilaku spritual atau sosial yang didasarkan pada al-Qur‟an. Sementara Abangan adalah pemeluk Islam nominal.Meski dalam kenyataanya umat Islam merupakan mayoritas dalam bangsa ini dan organisasi Islam memainkan peran penting pada masa kemerdekaan. Ramage. Ramage. Baca. dan kejawen. 27. dinamika ini memiliki implikasi-implikasi penting bagi perpolitikan nasional. hlm. Douglas E. hlm. sebagaimana yang dinyatakan Cliford Geertz bahwa rakyat Indonesia terbagi menjadi tiga aliran atau trikotomi. lix . tuntutan-tuntutan Islam politik atas negara sangat tampak dalam pemberontakkan Darul Islam melawan Pemerintahan Pusat Fred von den Mehden. Douglas E. 28. hlm. hlm. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse: Syracause University Press.99 Hal ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan penafsiran dan praktik agama yang dikerjakan. Budha. Dengan demikian suatu dinamika “Islam versus Pancasila” telah mempengaruhi sebagian besar perdebatan dan wacana pemikiran politik Indonesia sepanjang tahun 1980-an sampai 1990-an. 1986). Seperti halnya yang penyusun bahas di atas. Ibid.

104 103 102 Deliar Noer.102 Akibat serangan pemberontakan ini. Sedangkan partai Islam lebih pada substansi tujuan. The contribution of the Islamic Parties to the Decline of Democracy in the 1950s. hlm. The Struggle of Islam in Modern Indonesia.103 Deliar Noer. Jadi tentu berbeda dengan gerakan Darul Islam yang dipimpin oleh S. Percaturan Politik. Partai-Partai Islam. tidak sepakat dengan cara pandang militer ini. sedangkan yang kedua dengan kekuatan illegal. Djohan Effendi. Djohan Effendi menambahkan bahwa Darul Islam mempertinggi kecurigaan militer bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara partai-partai Islam dengan pemberontak Darul Islam. lx . makalah Confrence on Indonesia Democracy.antara tahun 1948-1962.104 Peristiwa ini sedikit banyak menumbuhkan citra negatif pada sebagian kalangan bangsa kita dalam merespon hubungan Islam dan negara. 31. 54-74. Boland. menurut pihak militer adalah bahwa yang pertama memperjuangkan negara Islam dengan jalan legal. baginya citacita partai Islam ini dilakukan secara demokratis. Satu-satunya perbedaan. istilah Imam untuk Kepala negara dan lain sebagainya.J. Kartosuwiryo. 18 Desember 1992. 1971 dan 1982). bentuk konkret ancaman “ekstrem kanan” (istilah yang secara resmi dipakai untuk menunjuk fundamentalisme Islam di era Orde Baru) semakin jelas. seperti nama Darul Islam. hlm. hlm. Dikutip dari Douglas E. Ramage. (The Hague: Martinus Nijhoff. 430. Dalam kasus ini gerakan Kartosuwiryo tidak berkesempatan mengembangkan pemikiran substansi tujuannya karena terburu menggunakan kekerasan.M. gerakan ini menggunakan kekerasan dan mementingkan simbol-simbol. Monash University. yang kemudian berdampak negatif pula terhadap cita-cita dan perjuangan partai-partai Islam selama ini. Mengenai pemberontakan Darul Islam bisa dilihat B.

107 yang akhirnya malah menimbulkan struktur politis dan ideologis yang labil pada awal tahun 1960-an karena masing-masing kepentingan politisnya jelas saling berlawanan. citra negatif ini digunakan untuk mendeskriditkan kedudukan partai Masyumi105 dan umat Islam secara umum. karena dituduh terlibat dalam pemberontakan regional berideologi Islam.106 Posisi Islam semakin mengkhawatirkan ketika Soekarno membubarkan partai Islam terbesar. dan komunisme Soekarno tidak hanya menganjurkan konsep Pancasila. agama dan komunisme. walupun banyak orang Kristen yang terlibat di dalamnya karena tokoh-tokoh cabang Parkindo dan komandan daerah yang beragama Kristen jelas-jelas menyokong pemberontakan ini. Konsep ini dimunculkan Soekarno pada masa demokrasi terpimpin. Percaturan Politik. Padahal dalam kasus DI ini secara perlahan-lahan juga ditunggangi oleh golongan yang tidak bersimpati terhadap RI. lxi . Selain itu masalah pemberontakan PRRI/Permesta (19581961) juga sering dihubungkan dengan cita-cita Islam sehingga membuat partai Masyumi dibubarkan (tahun 1960). dan Van Kleef. 108 107 Douglas E. Semoga prawacana ini 105 NU saat itu masih bergabung dalam partai tersebut. Masyumi. hlm. melainkan juga sebuah konsep NASAKOM. berarti persatuan antara nasionalisme. Ibid. nasionalisme. Ramage.108 Demikian pembahasan asal-usul perdebatan Islam dan negara di Indonesia.Dan saat itu. 34. di antaranya orang-orang Belanda seperti Jungschlager. Dalam usaha menyeimbangkan kekuatan-kekuatan ideologis antara Islam. 106 NASAKOM. Schmidt.

Islam di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari dinamika pemikiran dan gerakan pembaharuan. yang dianggap sebagai basis kelompok tradisionalis Islam. dan kemudian di Indonesia berpadu dengan faham Wahabiyyah yang skriptural-formal. Tipologi Pemikiran Relasi Islam dan Negara.110 Sebagai kebenaran subjektif pemikiran Islam bisa berubah-rubah sesuai dengan konteks dan perkembangan pemahaman seseorang tersebut terhadap pesan Tuhan. 67. 110 109 Ibid. sedangkan “pemikiran Islam” adalah kebenaran subjektif yang dihasilkan dari penangkapan seseorang terhadap pesan obyektif Tuhan. Islam Transformatif.. kritik dan debat yang tajam Moslem Abdurrahman. cet. di antaranya dipengaruhi ide-ide pembaharuan Abduh yang dianggap rasional-liberal. Oleh sebab itu untuk memamahami tokoh pemikir Islam harus diletakkan pada kerangka Ijtiha>d. penyusun ingin mempertegas antara Islam dan pemikiran Islam. masih terdapat kuatnya madzhab yang dilestarikan oleh para kyai melalui pesantren. Sebelum membahas lebih jauh. ke-2 (Jakarta: Pustaka Firdaus. 1995).akan lebih memudahkan kita dalam memahami babbab berikutnya. lxii . Suatu hal yang wajar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia wacana relasi Islam dan negara mendapatkan komentar. B. Dengan adanya dialektika modernis versus tradisionalis inilah yang akhirnya melahirkan pemikiran neo-modernisme Islam Indonesia. hlm. 66.109 Di sisi lain. Menurut Moslem Abdurrahman “Islam” adalah wahyu. hlm.

yang kemudian sering disebut sebagai kelompok “Islam kultural”. yang kemudian dianulir sehari setelah kemerdekaan. langkah-langkah ini telah menempatkan Islam dalam posisi antagonistik vis-a-vis negara dengan seluruh implikasinya. Diawali perdebatan antara Natsir dan Soekarno.karena masalah ini termasuk kategori Ijtiha>d seseorang dalam memahami teks Tuhan. Demikian pula yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru. baik dari pihak Islam politik maupun negara. 111 pembicaraan mengenai persoalan lxiii . Pada tahun 1940-an sampai 1990-an sering terjadi perdebatan hangat mengenai masalah tersebut. agar kehadirannya tidak hanya dirasakan tapi juga diakui. 191. Upaya penyelesaian masalah tersebut pada sidang konstituante kandas di tengah jalan karena dipotong oleh Soekarno melalui Dekrit 1959. Untuk itu generasi kedua ini tidak menginginkan Islam dijadikan sebuah ideologi.111 Akhirnya. dengan Bahtiar Effendy. 2000). hlm. Padahal perdebatan ini sudah pernah menemukan titik temunya. akhirnya Islam mencari jalannya sendiri dalam kehidupan sosial politiknya dengan cara yang bisa dibilang formalistik. Dalam pandangan ini Islam politik merupakan sesuatu yang sulit untuk dijual karena trauma politik yang membekas para aktivis politik saat itu. yang sengaja menutupi kemungkinan-kemungkinan tersebut. ke1 (Bandung: Mizan. situasi inilah yang mendorong pemikir Islam Indonesia generasi kedua (sejak tahun 1970-an). Dalam pandangan umum. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. Seperti yang penyusun bahas sebelumnya. (RE) Politisasi Islam. cet. yaitu dalam konsep “Piagam Jakarta”.

karena kalangan inilah yang meletakkan dasar-dasar kehidupan politik yang demokratis. “Pribumisasi Islam” dalam Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Lihat Abdurrahman Wahid. Islam tidak Yang dimaksud Pribumisasi Islam adalah bagaimana mempertimbangkan kebutuhankebutuhan lokal dalam merumuskan hukum-hukum agama. aliran konservatif. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. (Jakarta: P3M. akan tetapi agar norma-norma itu menampung kebutuhan-kebutuhan budaya dengan mempergunakan pemahaman nash. Munawir Sjadzali mengklasifikasikan relasi Islam dan negara menjadi tiga kategori. yaitu fiqih dan qaidah fiqih. Ketiga. Di antaranya pandangan dasar Nurcholish Madjid yang mengemukakan desakralisasi. 1989). tanpa mengubah hukum itu sendiri. aliran sekuler. Jadi bukan meninggalkan norma demi budaya.112 Dawam Rahardjo yang menggeluti Masyarakat pedesaan melalui pesantren. Tokoh yang terkemuka yaitu M. hlm. 83.memfokuskan pada bidang garapan “transformasi sosial” yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Abdurrahman Wahid dengan gagasan Pribumisasi Islam.113 Sebenarnya kalau dilihat dari aspek politik. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. (RE) Politisasi Islam. dan egalitarianisme yang disesuaikan dengan spirit Islam. Husein Haikal. dan Munawir Sjadzali yang menyatakan perlunya melihat Islam dalam konteks Indonesia. aktivitas Islam kultural dan Islam politik mempunyai persamaan. hlm. lxiv . dengan menonjolkan aspekaspek keadilan. 191. Kedua. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. 113 112 Bahtiar Effendy. aliran modernis. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. Lebih spesifik dalam pembahasan ini. Pertama. musyawarah.

Perspektif Modernisme. lxv . yang kemudian penyusun klasifikasikan kembali menjadi dua aliran: modernis dan neo-modernis. yakni aliran Modernis. Dalam pandangan politik Islam. Untuk lebih lengkapnya baca. Menyimak Pemikiran Islam. penyusun akan mengkaji pada kategori kedua. yakni sebuah organisasi politik Islam modern pertama kali di Indonesia yang didasarkan pada sebuah prinsip antipenjajahan.ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Islam dan Tata Negara. 114 Munawir Sjadzali.62-114. Pemikiran modernisme Islam sudah dimulai sejak abad ke 20-an sebelum Indonesia merdeka. bahwa pemikiran politik Islam di Indonesia memang tidak lepas dari hubungan dialektis antara aliran tradisionalis dan modernis. 227. Pemetaan ini didasarkan pada analisa pemikiran yang telah bekembang. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein114 Akan tetapi dalam tipologi ini. 1-2. Moslem Abdurrahman. Islam Transformatif. hlm. sementara kelompok neo-modernis menggunakan pendekatan kultural yang biasa disebut kaum realistis atau akomodasionis.117 Di bawah pengaruh modernisme Islam. kelompok modernis biasanya menggunakan pendekatan struktural yang dapat juga disebut sebagai kaum idealis. Demokrasi di Persimpangan. dalam karyannya. 116 115 Masykuri Abdillah.115 yang akhirnya melahirkan neomodernisme tersebut. Pada tahun 1912 didirikan sarekat Islam. hlm. hlm.116 1.

nilai-nilai demokrasi menjadi suatu yang lazim di kalangan intelektual muslim prakemerdekaan. Dalam konteks pembahasan..120 sisi fundamentalnya. Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. 1998). Islam Transformatif. hlm. 1999). AS.dkk. 119 Dikutip dari. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama Dan Orde Baru.118 Menurut Mukti Ali. Mahfud MD. Natsir bersikap keras meletakkan Islam Anders Uhlin. (Jakarta: CV. Hikam. penulis katakan rasionalfundamental karena satu sisi Natsir mengakui bahwa di dalam Islam juga mengandung unsur-unsur demokrasi. dalam. Wacana Politik Hukum dan Demokrasi Indonesia. Moh. Moslem Abdurrahman. (Yogyakarta: Pustaka pelajar. Oleh sebab itu kalangan modernisme seringkali menyerukan umat Islam untuk “kembali kepada al-Qur‟an dan sunnah secara murni”. perspektif ini dihadapkan penyusun pada pemikiran M. dalam artian demokrasi adalah sistem pemerintahan yang bermanfaat bagi rakyat atau dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. Rajawali. 28. 215- 216. ke-2 (Bandung: Mizan. 20. Natsir.119 Sebagai reaksi terhadap Barat. Oposisi Berserak. wajar apabila kalangan modernisme mengagendakan sebuah apologia melalui “ideologisasi Islam” bahwa Islam adalah agama yang Ka>ffah. hlm. 120 lxvi . 32 118 117 Deliar Noer. hlm. munculnya Modernisme karena didorong kesadaran akan kemunduran umat Islam yang disebabkan telah meninggalkan sumber ajaran al-Qur‟an yang asli. M. 1983). Tokoh ini dikategorikan dalam perspektif modernis karena gagasannya yang rasional-fundamental. alih Bahasa Rofik Suhud. Pengantar ke pemikiran politik. hlm. M. cet.

hlm. 211.125 Kedua organisasi ini mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang konsep negara. 77.122 Di Indonesia sendiri menurut Dawam Rahardjo ciri yang menonjol dari kalangan modernisme adalah “apologik”. yaitu Masyumi dan Muhammadiyah. Rusli Karim. 125 124 123 122 Ibid.sebagai dasar negara. pertama. Baca juga. lihat karya asli William Liddle. Relasi Islam dan Negara. pemurnian dan “skripturalistik”.121 Ide-ide pemikiran modernisme tentang Islam dan negara cenderung bercirikan konservatif. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendekiawan Muslim. Negara dan Peminggiran. Islam dan 121 Kamaruzzaman. 284. dengan tujuan supaya ajaran Islam bisa laksanakan secara utuh dan konsekuen dalam kehidupan bernegara. kedua. menurut tokoh-tokoh modernis. kertas kerja belum diterbitkan. lxvii . (Bandung: Mizan.124 Untuk memperjelas pada pembahasan lebih lanjut. hlm. M. hlm. Anders Uhlin. “skripturalistis”-yang masih menginginkan bentuk negara Islam dan berlakunya undang-undang Islam. 1986). hlm. “substansialis”-kelompok ini lebih mengedepankan pada isi daripada bentuk. M. M. 211. perlu penyusun tegaskan bahwa yang dimaksud modernisme di sini adalah aliran pemikiran yang selalu mengidealkan pemerintahan Islam. Dikutip dari. liberal dan demokratis sosial. hlm. Bahtiar Effendy dan Fachry Ali.(Bandung:Mizan.123 sedangkan dalam pandangan Liddle istilah modernisme dalam politik mempunyai dua corak. 98. hlm. Sebenarnya secara genetik kelompok ini sudah ada sebelum Orde Baru lahir. Oposisi Berserak. lihat juga. Rusli Karim. Negara dan Peminggiran. dengan tetap menerima sistem Barat asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dawam Rahardjo. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thought and Action in New Order Indonesia. 1993). 171. Merambah Jalan Baru Islam.

negara mempunyai hubungan integral. 12. mengapa tokoh modernisme seperti M. 2. Ibid.126 Pada intinya aliran modernisme semacam ini mendukung negara Islam secara ideologis.128 126 Kamaruzzaman. Karena menurut M.. Untuk lebih lengkapnya akan penyusun bahas dalam bab selanjutnya. masih ada alasan-alasan lain yang akan dibahas dalam bab selanjutnya. hlm. dan terlalu apriori terhadap kekayaan potensi pemikiran Islam tradisional. karena baginya secara tekstual. Dikutip dari. 70-72. maka dari itu apabila negara Islam nanti didirikan boleh mengadopsi sistem Barat asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. 73. Perspektif Neo-Modernisme. 127 128 lxviii . tetapi bukan berarti menolak sistem Barat secara totalitas. al-Qur‟an dan Sunnah telah menunjukkan perangkat dasar negara yang dapat diterapkan di zamannya. Demokrasi di Persimpangan. Pola pemikiran neo-modernisme sangat identik dengan Fazlur Rahman. hlm. Natsir ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. menurutnya meskipun di era modern pemikiran modernisme memberikan sumbangan positif terhadap kebangkitan Islam. Masykuri Abdillah. tetapi aliran ini masih menunjukkan kelemahan-kelemahan tertentu. Natsir sendiri Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna. di antaranya adalah kurangnya metodologi dalam menafsirkan al-Qur‟an dan Sunnah. Relasi Islam dan Negara.127 Selain itu. hlm.

neo modernisme adalah gerakan pemikiran progresif yang mempunyai sikap positif terhadap modernitas. ada lima ciri yang menonjol dari aliran neo modernisme. (RE) Politisasi Islam. tetapi juga mengajukan argumentasi bahwa Islam juga mempunyai kepedulian yang sama terhadap ide-ide Barat seperti demokrasi dan hak-hak asasi manusia. 178. perubahan dan pembangunan. akan terancam intellectual impoverisment (pemiskinan intelektual). Demokrasi di Persimpangan. 130 sebagai prinsip pengembangan pemikirannya. 130 131 132 lxix . Ketiga. aliran ini sangat berbeda dengan fundamentalisme yang menganggap Barat sebagai ancaman bagi umat Islam. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa meninggalkan tradisi lama akan menimbulkan jump to conslusion (kesimpulan yang melompat). Ibid. dia mengkritik kaum modernisme Islam bahwa kalangan ini menurutnya.Lebih lanjut. Masykuri Abdillah. hlm. 191. karena pemikiran-pemikirannya seringkali terjebak pada proses pengambilalihan konsep-konsep Barat.132 Menurut Greg Barton. hlm. Oleh sebab itu kaum neo-modernisme menggunakan kaidah Islam klasik berikut ini.129 dengan meminjam istilah H. artinya mengambil pokoknya saja tanpa memahami latar belakangnya. Bahtiar Effendy. neo-modernisme Islam mengarfimasi 129 Dedy Djamaluddin Malik. dan Idy Subandy Ibrahim. Zaman Baru Islam. 11. Gibb. hlm.A. Yaitu:  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Neo-Modernisme adalah aliran pemikiran yang melakukan usaha-usaha untuk menemukan titik temu antara kaum Islam tradisionalis dengan kaum Islam modernis. Pertama. kemudian pada tahun 1980-an generasi kedua ini dikenal dengan sebutan Islam kultural.R. Kedua. Neo-modernis justru membela ide-ide liberal Barat. sebagai pemikiran generasi kedua setelah modernisme yang mengarah pada Islam politik.131 Di Indonesia sendiri gagasan neo-modernisme Islam dimulai sejak tahun 1970-an.

inklusif dan liberal. kalangan ini lebih suka menggunakan pendekatan kultural. 191. neo-modernisme selalu berijtihad dalam membuat sintesis antara khazanah pemikiran Islam tradisional dengan 133 gagasan-gagasan Barat mengenai ilmu-ilmu sosial dan humoniora. dan moralitas bangsa. Abdurrahman Wahid. tetapi dia tergolong akomodasionis terhadap sistem sosial yang berlaku di Indonesia. hlm. Kelima. Di antara kalangan neo-modernis yang paling utama mendukung pendekatan kultural ini adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. hlm. Masykuri Abdillah. di antaranya. dan Munawir Sjadzali masuk dalam aliran ini. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. hlm. Dawam Rahardjo. corak pemikiran neo-modernisme akan penyusun hadapkan dengan pemikiran Abdurrahman Wahid. 134 Dalam pembahasan ini. Demokrasi di Persimpangan. (RE) Politisasi Islam. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 122. seperti Nurcholish Madjid. 134 133 Bahtiar Effendy. Keempat. karena menurutnya alQur‟an dan Sunnah tidak pernah menyuruh mendirikan negara Islam. Banyak penulis yang mengkategorikan tokoh-tokoh muslim Indonesia. neomodernisme sangat mengedepankan pemahaman Islam yang terbuka. meskipun Abdurrahman Wahid sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di tahun 1990-an. 135 lxx . 1999). Umaruddin Masdar. yakni dengan memerankan Islam sebagai “faktor komplementer” untuk mengembangkan sosio-ekonomi. meskipun mereka tidak sepenuhnya sama dalam Dikutip dari. politik.semangat sekularisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ia seorang neo-modernis yang latar belakang sosialnya berasal dari golongan tradisionalis. khususnya dalam merespon pluralisme masyarakat. 18.135 Dalam memandang relasi Islam dan negara.

Ibid.. dan Idy Subandy Ibrahim. Zaman Baru Islam. 116.136 Selain itu. 138 137 Dedy Djamaluddin M. baik modernisme maupun neo-modernisme dalam memandang agama dan negara sudah tentu berbeda. Ahmad Suhelmi. Polemik Negara Islam. hlm. dalam kaidah fiqihnya "Tas}araf al Ima>m manu>t}un bi al-Mas}lahah" (kebijaksanaan kepala pemerintah harus mengikuti kesejahteraan rakyat)”. baca juga. 170. yakni diideologikan.139 Pokok pikiran kedua aliran ini. hlm. 139 lxxi . Zaman Baru Islam. hlm.137 hal yang senada diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi. 169. hlm. menurut Abdurrahman Wahid kalau Islam di Indonesia dijadikan faktor alternatif. Dedy Djamaluddin M.138 Meskipun demikian. bukan berarti pemikir neo-modernisme ini mengabaikan aspek agama dalam politik. 239. sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia. dan Idy Subandy Ibrahim. karena dalam pemikirannya selalu mempertimbangkan aspek fiqih. karena secara teoritis dalam konteks agama dan negara kedua pemikiran tersebut memang 136 Ibid. Hal ini terlihat dalam pemikiran Abdurrahman Wahid yang mengajukan dalil agar kebijaksanaan pemerintah harus senantiasa disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan fiqih.berpendapat.. hlm. tetapi mereka menyadari bahwa secara historis ekspresi Islam ideologis tidak pernah berhasil. 77. maka fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal dan ancaman disintegrasi bangsa.

1987). neo-modernisme tidak tertarik dengan pendekatan Islam politik tetapi lebih pada Islam kultural. Kelompok inilah yang kemudian menggunakan Islam sebagai “tawaran alternatif” dan selanjutnya penyusun kategorikan dalam “kelompok modernis”. sedangkan negara dalam pandangan mereka adalah penjaga syari‟ah. bisa dimengerti mengapa persoalan agama dan negara di Indonesia selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan intelektual muslim kita. yang menekankan pada substansi bukan sebuah bentuk formal. karena untuk memberlakukan syari‟ah pasti membutuhkan kekuatan politik dan yang memiliki kekuatan itu adalah negara. yang menempatkan syari‟ah sebagai tata nilai masyarkat dalam kehidupan bernegara. baik itu faktor organisasi ataupun studi yang dijalaninya. 41. Dalam kerangka pemikiran idealistik dirumuskan sebuah sistem negara yang sepenuhnya berdasarkan wawasan Islam. (Bandung: Mizan. Sebenarnya kedua kelompok di atas sama-sama menyadari bahwa di dalam al-Qur‟an maupun Sunnah memang tidak ada yang menyatakan untuk mendirikan negara Islam.141 Sementara generasi kedua. Dari uraian di atas. Sementara pemikiran realistik lebih tertarik menempatkan Islam sebagai “faktor komplementer”. 140 dan kemudian penyusun kategorikan sebagai kelompok neo-modernisme. yakni idealistik dan realistik. Kelompok modernis lebih suka menggunakan pendekatan Islam politik dalam kehidupan bernegara. 141 lxxii .terbagi dua. hlm. Cakrawala Islam. akan tetapi dalam aksi politiknya masing-masing berbeda. Amien Rais. 140 Ibid. Ini tidak lain karena pengaruh geneologi pemikiran yang melatarbelakangi keduanya. karena pada dasarnya agama adalah urusan pribadi yang tidak bisa diintervensi siapapun.

NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID lxxiii .BAB III POKOK-POKOK PEMIKIRAN M.

Thohir Luth. Natsir berasal dari Sumatera Barat. ke-3 (Jakarta: Pustaka Firdaus. Nastir untuk meyakinkan masyarakat bahwa ada kemungkinan RI bisa bersatu kembali. budaya dan agama. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Keadaan inilah yang akhirnya menggigihkan semangat M. maupun keagamaan. HAMKA. Haji Agus Salim. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. nama M. Selain seorang tokoh yang gigih memperjuangkan cita-cita Islam. daerah yang memang banyak memunculkan tokoh-tokoh pembaharu nasional.TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA Sketsa Biografi M.142 M. dia juga dikenal sebagai bapak pemersatu bangsa karena mosi yang dilontarkannya dalam Sidang Parlemen RIS 3 April 1950. dan dibentuk sesuai tradisi kepala kelompok suku keluarga yang didasarkan pada suatu sistem Anwar Harjono. masyarakat Minangkabau telah akrab dengan dunia politik. (Jakarta: Gema Insani Press. dkk. hlm. 21. Selama pemerintahan RIS (Republik Indonesia Serikat). yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Nastir. dan Sutan Sjahrir. 143 142 lxxiv . 2001). Indonesia terpecah-belah menjadi 17 negara bagian. hlm. Hal ini bisa dilihat dari masyarakatnya sendiri yang terdiri dari sejumlah republik (negeri-negeri).143 Secara tidak langsung. Natsir tidak pernah luput dari pembahasan.10. 1999). pendidikan. baik dalam bidang politik. Latar Belakang Sosial Politik Dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Muhammad Hatta. Diantaranya: Imam Bonjol. M. cet. Natsir 1.

Schrieke. I. 1982). mereka adalah ulama muda yang dipengaruhi oleh gerakan Wahabi di Arab Saudi dan gerakan pembaharuan Islam Mesir. B. 1955). awal timbulnya aliran pembaharuan Islam ini disebabkan beredarnya buku yang mengecam ulama dengan melarang berdiri waktu membaca “Maulid Nabi” (waktu Marh}aban) dan melafalkan Us}alli ketika niat sholat. 91. Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942. (Jakarta: Hidayat Agung. Akibat tradisi keagamaan yang berlangsung di daerah itu. Polemik Negara Islam. Padahal kedua praktik itu telah menjadi tradisi masyarakat setempat. juga menentang keras praktik T{ariqah Naqsabandiyyah dan peraturan-peraturan adat tentang warisan. 29. Vol. hlm. selain dua masalah di atas Syeikh Ahmad Khatib selaku penulis buku tersebut. hlm. Mahmud Yunus. Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh. (Jakarta: LP3ES. dan dipengaruhi kuat dengan gagasan-gagasannya M. lxxv . suku juga sangat dipertahankan. hlm.146 Deliar Noer menambahkan. Menurut Mahmud Yunus. Ahmad Suhelmi. 91.147 Dikutip dari.145 Salah satu tuntutan gerakan ini adalah pemurnian ajaran Islam (purifikasi). hlm. (Amsterdam: W Van Hoeve ltd. lihat juga. 29. hlm. Polemik Negara Islam. 147 146 Deliar Noer. 145 144 Ibid. Indonesian Sociological Studies: Selected Writing. 95. terutama oleh golongan adat atau kaum tradisionalis. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. melahirkan para gerakan pembaharu Islam. Bahkkan di antara mereka itu ada yang berguru secara langsung kepada tokoh-tokoh Wahabi. 1982).144 Di sisi lain adat-istiadat.Matriarchat. Ahmad Suhelmi.

145- 149 152. Kedua golongan itu juga berlomba-lomba menyelidiki. yakni saat masyarakat Minangkabau bersemangat bangkit melawan politik kolonial dan mengadakan perubahan doktrin keagamaan. gerakan ini membawa perubahan-perubahan positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat Minangkabau. sehingga mengkondisikan lahirnya institusi keagamaan. menurut penyusun membawa implikasi besar dalam kehidupan masyarakat. (Jakarta: Girimurti Pustaka. 1990). al-Imam al-Basyir dan al-Ittiqan. hlm.S. Pertama. membahas. Sebuah Biografi. mendalami ilmu-ilmu agama. (Hollands Inlandsche School) Adabiyah adalah madrasah sekolah agama yang pertama di Minangkabau.149 pola pemikirannya sedikit banyak dipengaruhi dengan kondisi sosiologis di mana ia tumbuh. Akibatnya masyarakat terpolarisasi menjadi kaum adat dan puritan. M. sekolah ini didirikan oleh almarhum Abdullah Ahmad pada 1909. 92 Ajib Rosidi. bertepatan dengan tanggal 17 Juli 1908 di Jembatan Berukir Alahan Panjang. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Idris Sutan Saripado Dan Khadijah.I. dan mencari dalil untuk memperkuat fakta masing-masing. antara lain: “Dari kalangan pembaharu melahirkan Sumatera Thawalib. H. akibatnya ilmu agama semakin berkembang di Minangkabau dan melahirkan banyak madrasah agama. 150 lxxvi . Kabupaten Solok. Natsir lahir pada tgl 17 Jumadil Akhir 1326 H. Kedua. sedangkan dari kalangan tradisional ada Tarbiyah Islamiyah dan majalah al-Mizan. Seperti yang di tulis Mahmud Yunus bahwa ada sisi positif dari dealektika dikotomi di atas. Sejarah Pendidikan Islam. Pendidikan formalnya ditempuh di HIS (Holland Inlandische School) Adabiyah150 dan Madrasah 148 Mahmud Yunus. Natsir. gerakan ini menimbulkan reaksi keras dari kalangan tradisionalis dan Kepala suku.”148 M. al-Bayan.Gerakan pembaharuan ini. majalah al-Munir.

yang kemudian berubah menjadi H. S. hlm. lxxvii . cet. hlm. yaitu: Belanda.155 Adabiyah ini berlangsung sebagai sekolah agama sampai tahun 1914. Inggris. Baca. 1973). Sekolah ini berfungsi sebagai subkultur AMS. Natsir sendiri mengakui bahwa bahasa-bahasa Eropa. MULO adalah sekolah rendah dengan program yang diperluas. hlm. 132.154 Selain itu. 137141. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. Belanda. filsafat. Yusril Ihza Mahendra. 154 155 153 152 151 Kamaruzzaman. 63. Relasi Islam Dan Negara. hlm.” Jurnal ISLAMIKA. M.S pada tahun 1915. AMS adalah sekolah lanjutan MULO dan sebagai persiapan untuk Universitas di Nederland. 153 Jika dilihat dari jenjang pendidikannya. setelah lulus dari HIS ia melanjutkan ke MULO151 (Meer Uitgerbreid Lager Onderswij) Padang. M. Inggris dan sebagainya memang banyak membantu kecerdasan bangsa Indonesia. Natsir mulai terlibat organisasi sejak di MULO. 65. Natsir tampak menguasai bahasa-bahasa Eropa tersebut.Diniyah Solok pada tahun 1916-1923. (Jakarta: Bumi Aksara. sastra. politik dan orientalisme. di antaranya sejarah. hlm. no 13. Natsir. dan kemudian beralih ke Jong Islameten Bond (JIB). ke-3 (Jakarta: Bulan Bintang. 55. dengan demikian bisa dipastikan kalau ia tidak banyak mengalami kesulitan dalam memahami karya-karya bangsa Eropa. Setengah waktu digunakan untuk pelajaran bahasa. sepertiga untuk matematika dan ilmu pengetahuan sosial. 122 dan 128. 1995). sekolah kejuruan. hlm. Sejarah Pendidikan Islam. Ibid. Pada Juli 1927 ia tamat dari MULO dan melanjutkan ke AMS152 (Algemene Middelbare School) dengan jurusan sastra Barat (Eropa) klasik di Bandung. M. (1994). M. kedua organisasi tersebut diketuai oleh Sanusi Pane. Nasution. dan sekolah terminal bagi mereka yang tidak melanjutkan studinya. Capita Selecta. oleh sebab itu bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa belanda. awalnya ia masuk Jong Sumatranen Bond di Padang. Mahmud Yunus. dan Jermaan. Prancis.I. Sejarah Pendidikan Indonesia. Di dalamnya terdiri 4 program bahasa.

Kamaruzzaman. Relasi Islam dan Negara. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial-Intelektual. Kamarruzaman. Dikutip dari. Relasi Islam dan Negara. hlm. bukan satu dialek atau salah satu bahasa propinsi. Rasyid Ridha.157 Di samping itu ia juga tertarik dengan pemikiran-pemikiran keagamaan para tokoh modernis. M. Natsir telah mengenal ajaranajaran Islam yang bercorak pembaharuan sejak usia muda.156 Melalui bahasa arab tersebut. seperti Muhammad Abduh. dan Syed Amir Ali di Asia Selatan.Namun demikian.158 Pada dasarnya M. hlm. Selain itu. malainkan suatu bahasa dunia yang merupakan kunci dari berbagai pengetahuan yang kaya raya untuk mengutarakan suatu pengertian. ia juga mempunyai kepedulian khusus terhadap karya-karya klasik ulama Islam yang berbahasa Arab. hlm. Lihat juga. Natsir sangat tertarik dengan karya Ibnu Taimiyah dan Ibn Qayyim. hal ini bisa dilihat dari pengaruh gurunya. Natsir mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan Haji 156 Ibid. 158 lxxviii .. Hlm. Tuanku Mudo Amid.). seorang pengikut gerakan pembaharuan Islam yang juga merupakan kawan dekat Haji Rasul yakni seorang tokoh pembaharu pemikiran di Minangkabau. dari yang mudah sampai yang sesulit-sulitnya atau dari yang bersifat Maddah (konkrit) sampai yang bersifat Ma„nawi (abstrak). 157 Ali Nuhannif. oleh sebab itu baginya bahasa Arab lebih kaya dari bahasa Eropa manapun juga. (Jakarta: Badan Litbang Agama Depag RI dan PPIM. 227. Mohammad Natsir Pemadu Politik dan Dakwah. dalam Azyumardi Azra dan Saiful Umam (ed. 1998). tidak heran juga kalau M. 133. Baginya bahasa Arab bukanlah bahasa agama semata. 55. Ahmad Khan. 55.

162 159 Kamarruzaman. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). hlm. tetapi kemudian meluas pada diskusi pergerakan dan wacana pembaharuan Islam. (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta. 11. 2001). 340. Kamarruzaman. 162 lxxix . Ahmad Hassan. Gerakan Modern Islam. namun organisasi ini memang baru terlihat karakternya sebagai kubu gerakan muslim modernis pada waktu dipimpin oleh Ahmad Hassan. 161 160 Ahmad Suhelmi. Polemik Negara Islam. Deliar Noer. Natsir ada dua alasan mengapa ia tertarik berguru pada Ahmad Hassan. Kedua. tanpa bermaksud memperkecil peranan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus sebagai pelopor pendiri Persis.Abdullah Ahmad secara teratur. hal ini terlihat bagaimana Hassan mampu menghadapi persoalan masyarakat muslim yang berkembang saat itu.159 Pemikiran Natsir semakin berkembang ketika ia belajar pada tokoh utama Persis (Persatuan Islam) di Bandung160. hlm. 56. 95. hlm. Persatuan Islam: Islamic Reform in Twentith Century Indonesia. hlm. pendekatan Hassan terhadap kajian Islam sangatlah menarik bagi generasi muda muslim karena cara yang digunakan sangat berbeda dengan para ulama lainnya.161 Menurut M. 1970). Hassan sangat menguasai berbagai ajaran Islam. Relasi Islam dan Negara. salah seorang pendiri organisasi Persis. Persis resmi dibentuk pada tanggal 12 September 1923 oleh sekelompok Muslim yang pada dasarnya menaruh perhatian pada kajian dan kegiatan keagamaan. Hlm. Lihat Howard Fidersfield.. Pertama. Relasi Islam dan Negara. Akhmad Minhaji. 56. selain Ahmad Hassan ada juga Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus yang ikut mendirikan organisasi tersebut. seorang tokoh pembaharu di Padang. Baca juga. hlm. (Ithacha: Cornell University Press. 36.

darmawisata dan olah raga dengan menggunakan label Islam. organisasi ini merupakan perkumpulan generasi muda muslim yang didirikan di Jakarta dan kemudian membuka cabang di daerah-daerah. yang kemudian ikut membentuk pemikirannya dalam menentang paham sekulerisme. 57.164 Dan kemudian ia mengajar Islam di Hollands Inlandse Kweekkschool (HIK) atau sekolah guru dan MULO di kota ini juga. lxxx . dalam Kustiniyati Mochtar (peny). hlm. Mohammad Roem. Pada tahun 1929 M. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. (Jakarta: Gramedia. ia telah menyaksikan pertentangan antara kaum adat dan agamawan di daerahnya. selain itu orgainasasi ini juga meningkatkan kemajuan jasmani dan rohani anggotanya dengan cara menahan diri dan sabar. Sejarah Berdirinya Jong Islamieten Bond. Karena pada masa kecil. di antaranya Jong Islamieten Bond 163(the Association of Muslim Youth) dan Persis (The Unity of Islam).Selain pengaruh dari tokoh-tokoh di atas. yaitu pertentangan antara kaum adat dengan kaum muslim puritan. menumbuhkan rasa simpati dan toleran antar sesama muslim atau dengan golongan yang lain. hlm 129. seni. Pola pemikiran politik Natsir mulai terlihat khas ketika ia berdomisili di Bandung. 163 JIB merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempelajari dan memotivasi hidupnya agama Islam. di mana ia banyak terlibat dalam organisasi. Relasi Islam dan Negara. 164 Kamarruzaman. menyelenggarakan kursus agama. kondisi sosial masyarakat Minangkabau juga ikut mempengaruhi corak pemikiran M. 1989). JIB berdiri pada tanggal 1 Januari 1925. Natsir. Natsir menjadi anggota JIB cabang Bandung. Untuk lebih detailnya baca. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan kalau pandangan Natsir tentang keagamaan nanti sedikit banyak terpengaruh dengan fenomena yang ia lihat sewaktu kecil.

100. buku. tabligh dan publikasi. apalagi ia juga sangat tekun dalam mengikuti kelas khusus yang memang diperuntukkan anggota muda Persis oleh Hassan. selain itu yang menarik bagi Natsir adalah perhatian besarnya Persis pada kegiatan-kegiatan pendidikan.168 Yang semuanya itu mengantarkannya sebagai pejuang. dan kemudian majalah ini dilarang penguasa karena dianggap menyerang misi Kristen. hlm. Gerakan Modern Islam. Karena dalam Persis M. penerbitan majalah. karena melalui kegiatan yang dipelopori Persis seperti tablig. dan 165 Deliar Noer. hlm 29. Natsir merasa lebih banyak mendapatkan teman yang dapat memecahkan masalah yang sedang berkembang dalam pemikirannya.Namun demikian. M. bisa dikatakan bahwa Persis merupakan wahana awal yang menjadikannya sebagai tokoh nasional. khususnya dalam bidang politik dan agama.165 M.166 Ditambah lagi. terutama yang sedang belajar di sekolah menengah Belanda.169 Oleh sebab itu. pengaruh Persis terhadap dirinya lebih dominan ketimbang JIB. dan agamawan di negara Republik Indonesia ini. Thoir Luth. hlm. Ibid. Relasi Islam dan Negara. Kamaruzaman. 166 Pembela Islam adalah Majalah tengah bulanan yang diterbitkan tokoh-tokoh Persis di Bandung (1929-1935). Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. 168 167 Ibid. Natsir mempunyai hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh Persis. negarawan. 58. adanya majalah Persis Pembela Islam 167 yang memberinya kesempatan untuk menuangkan pendapat-pendapatnya dalam bentuk tulisan. 169 lxxxi .

secara akademis ia juga terlihat lebih serius dalam mempelajari ilmu pengetahuan Barat di AMS Bandung daripada sebelumnya. hlm. di sekolahan ini ia telah banyak mempelajari berbagai aspek sejarah peradaban Islam. Arab.171 Jadi bisa dikatakan bahwa dalam usia yang relatif muda (21 tahun) Natsir telah menguasai lima bahasa asing (Belanda. dan Latin). Melihat kecerdasan yang dimiliki Natsir. Gerakan Modern Islam. hlm. Inggris.172 Kesadaran Natsir untuk menentang sistem kolonial Belanda. dan Yunani dengan menggunakan literatur yang berbahasa Arab. pendidik.170 Selain pengalaman organisasi di atas. Deliar Noer. tetapi ia menolak tawaran beasiswa tersebut karena kecintaannya terhadap studi keislaman saat itu. mulai terlihat saat ia mengkritik pandangan guru Belandanya yang menganggap bahwa sistem kerja kolonial di pabrik-pabrik gula di Jawa telah banyak memberi keuntungan kepada petani. 37. Polemik Negara Islam. hlm. Prancis dan Latin. Dikutip dari Ahmad Suhelmi. 33. Ibid. Romawi. Pemerintah Belanda sempat menawarkan sebuah beasiswa untuk mengantarkannya ke Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta atau Sekolah Tinggi Ekonomi di Rotterdam Belanda. dengan demikian tidak heran apabila ia dengan mudah menjelajahi dunia intelektual. dan team redaksi Pembela Islam. Menurut 170 171 Ahmad Suhelmi.pendidikan itulah ia berkesempatan terjun langsung sebagai juru bicara. 172 lxxxii . 100. Prancis.

Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. 38. Polemik Negara Islam. Ibid.173 Inilah awal perlawanan Natsir terhadap kolonial Belanda. Dan justru sistem inilah menurutnya yang membuat petani semakin menderita karena tidak pernah bebas dari beban-beban hutang. ia mulai berontak akan penindasan yang dilakukan Belanda atas bangsanya. 175 lxxxiii . Lihat juga. ia terdorong untuk mempelajari politik lebih dalam. Polemik Negara Islam. 174 Deliar Noer.175 Organisasi ini berbasiskan anggota di Bandung. hlm 49. cet. Soekarno. Sedangkan Peristiwa lain yang juga memperkuat cita-cita politik keislaman Natsir pada periode ini adalah responnya terhadap kalangan nasionalis netral agama atau yang biasa dikenal dengan sebutan kalangan sekuler. ke-2 (Bandung: Mizan. 2000). yang dipelopori oleh PNI dengan tokoh utamanya Ir. hlm. 34. M.M. Sebagai aktivis Persis yang bermukim di kota tersebut.174 Oleh sebab itu bisa dimungkinkan bahwa pemikiran politik Natsir pasca kemerdekaan juga dipengaruhi atas perjuangan politiknya ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini melawan bangsa kolonial. Natsir yang mendapat keuntungan bukanlah petani melainkan para pemilik modal dan bupati yang memaksa rakyatnya untuk menyewakan tanah mereka dengan sewa rendah. Natsir 173 Ahmad Suhelmi. tempat di mana Natsir mengembangkan pemikiran politik dan agamanya. Ahmad Suhelmi. hlm. Tjipto Mangunkusumo dan lain-lain. Dari peristiwa tersebut. ia sadar bahwa untuk melawan tirani kolonialisme sangat ditentukan oleh perjuangan politik rakyat.

dalam pidatonya yang disampaikan pada hari jadinya Masyumi yang kesebelas (7 november 1956). setelah kemerdekaan Indonesia ini tercapai. 39. yang kemudian mempengaruhi perdebatan keras di antara keduanya dalam menentukan bentuk dan dasar negara. Natsir sendiri pernah memimpin partai ini selama beberapa periode. lxxxiv . Di antaranya adalah Haji Agus Salim. 62. Prawoto Mangkusasmito. Prof. ia menyampaikan bahwa Masyumi didirikan Ahmad Suhelmi. Abdul Kahar Muzakkir. Partai ini didirikan pada tanggal 7 Novemper 1945 dalam kondisi revolusi yang bergolak untuk menentang tentara kolonial yang hendak kembali lagi ke Indonesia. Mohammad Roem. Sukiman Wiryosajoyo. hlm. hanya saja ia tidak suka ketika kampanye PNI merendahkan aturanaturan agama. Mohammad Natsir. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia dan Partai Jama‟at I-islami (Pakistan). yang perlu dicermati setelah kondisi di atas adalah keterlibatan Natsir dalam mendirikan partai Islam di Indonesia yaitu Masyumi. ide pembentukan partai ini datang dari sejumlah tokoh politik dan pergerakan sosial keagamaan Islam Indonesia yang telah aktif sejak zaman Belanda.178 M. Abdul Wahid Hasyim. Ki Bagus Hadikusumo.177 Menurut Yusril Ihza Mahendra. Abu Hanifah. 177 178 176 Ibid. dan Dr.176 Perbedaan ideologi politik itulah. Polemik Negara Islam. hlm.tertarik dan seringkali mengujungi propoganda PNI yang dikampanyekan Soekarno. Yusril Ihza Mahendra. Mohammad Mawardi. (Jakarta: Paramadina. Dr. Dan selanjutnya. 1999).

179 Dalam organisasi partai tersebut. Natsir menyebutkan185: 179 Kamarruzaman. 45. hlm. Islam adalah agama negara. Natsir. Nahdlatul Ulama. 60. Hlm. akhirnya memisahkan diri dari keanggotaan partai tersebut dan kemudian mendirikan partai politik sendiri. ََaż-ża>riya>t (27) : 56.184 Dengan berdasarkan H{ujjah nas} al-Qur‟a>n yang dianggapnya mendukung pendapatnya tentang Islam sebagai dasar negara. 180 181 Andrée Feillard. NU Vis-à-Vis Negara: Pencariaan isi. Perikatan Umat Islam. dan persatuan Umat Islam Indonesia. selanjutnya pada tahun 1945 ia dipilih sebagi ketua sampai lima kali berturut-turut dari tahun 1951. Muchlis.180 Masyumi merupakan partai Islam yang asalnya terdiri dari empat macam organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam. hlm. Bentuk dan Makna.182 2. 87. Dalam pidatonya di Pakistan. Agama dan Negara. Baginya secara de facto sudah pasti menunjukkan bahwa Islam diakui sebagai agama dan anutan jiwa bangsa Indonesia. bahkan lebih dari itu persoalan kenegaraan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari agama. (Yogyakarta: LkiS. Ahmad Suhelmi.59. yaitu Muhammadiyah. pada tahun 1945. Lihat data lengkap Deliar Noer. Natsir menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia merupakan negara Islam. yang di dalamnya mengandung falsafah hidup atau ideologi seperti kalangan Kristen. Fasis Atau Komunisme. 128. Kamarruzaman. Yogyakarta. yang sekaligus menjadi salah satu anggota Partai Masyumi sebelumnya. pada bulan April 1952 Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Masyarakat terbesar di nusantara ini. M. M.183 Menurut A. 184 185 lxxxv . 1954. dan 1956. Relasi Islam dan Negara. Pemikiran M. Natsir masih menjadi anggota. Natsir beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam. 107-111. Polemik Negara Islam. 1999). Partai Islam. 183 182 M. Natsir tentang Relasi Islam dan Negara. Relasi Islam dan Negara.atas hasrat umat Islam yang diwakili oleh para tokoh Ulama dan Zuama dari seluruh kepulauan Indonesia di ibukota Republik Indonesia. 1952.181 Namun demikian. meskipun tidak disebutkan dalam konstitusi. hlm. hlm. M.

diberikan garis-garis besarnya seseorang terhadap masyarakat. hlm. hlm. 315. ia berkesimpulan bahwa cita-cita hidup seorang muslim di dunia ini hanyalah ingin menjadi hamba Allah dengan arti yang sepenuhnya. Relasi Islam dan Negara. yakni golongan nasionalis Islam dan nasionalis netral agama. untuk mencapai kejayaan tersebut. Soekarno Versus Natsir. wacana tersebut juga sedang hangat diperdebatkan di Timur Tengah karena isu tentang sekulerisme juga sangat kuat di sana. menurut M. Natsir. 189 188 Kamarruzaman. 187 Ahmad Suhelmi. Deliar Noer juga berpendapat bahwa pandangan mereka ( Soekarno dan Natsir) mewakili pandangan dua golongan besar di Indonesia. 61. agar mendapat kejayaan dunia dan akhirat kelak. 187 Untuk melacak pemikiran M. Natsir tentang negara. lihat Juga.186 Namun demikian. 61. baca Deliar Noer. lxxxvi .189 186 M. hlm. Pertama. faktor sosial politik pada tahun 1940-an yang memunculkan polemik dan pertarungan ideologi antara kaum nasionalis Islam dengan nasionalis sekuler. yang saat ini diistilahkan dengan urusan kenegaraan. Natsir Allah telah memberikan aturan-aturan kepada manusia. hlm. yakni : Aturan atau cara kita berlaku berhubungan dengan Tuhan yang menjadikan kita. dan cara kita berhubungan dengan sesama manusia. yang kemudian di antara aturan-aturan yang berhubungan dengan muamalah sesama makhluk itu. faktor emosional Natsir selaku tokoh negarawan muslim saat itu. Yakni pemisahan antara agama dan negara seperti halnya yang diterapkan Kemal Fasya di Turki. dan hak serta kewajiban masyarakat terhadap diri seseorang. Kamaruzaman.188 Sedangkan dalam konteks eforia politik Islam saat itu. akhirnya melahirkan gagasan-gagasan yang cukup reaksioner terhadap pemikiran Soekarno yang cenderung sekuler. Gerakan Modern Islam. Relasi Islam dan Negara. Di antaranya aturan-aturan yang berhubungan dengan sesama manusia. Kedua. Ibid. 436. Capita Selecta.)٥٦:‫(اىرازٝاخ‬  ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Jadi. menurut Ahmad Suhelmi ada dua faktor yang perlu diperhatikan.73.

M. meskipun dengan cara memperkenalkan Pancasila yang sebelumnya ia tentang sendiri. Padahal saat itu Indonesia merdeka. Paham sekulerisme menurutnya sangat berbahaya dalam membentuk masyarakat ke depan. karena paham ini akan menagakibatkan manusia kehilangan pegangan hidup yang asasnya kokoh. hlm. Natsir juga berkeinginan memposisikan Indonesia seperti Pakistan yang telah menjadi Republik Islam. tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran-pemikiran Soekarno banyak dipengaruhi oleh sekularisasi yang sedang terjadi di Turki. juga telah ikut mempengaruhi pemikirannya dalam menggagas kenegaraan dalam Islam. 191 lxxxvii . Natsir pernah menegaskan dalam pidatonya dalam sidang Pleno Konstituante 12 November 1957 bahwa mengenai dasar negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan.191 Dari pernyataan tegas Natsir tersebut bisa disimpulkan bahwa M. dan di sisi lain. M.190 Di samping itu. yakni gampang terserang belum 190 Ibid. banyaknya ide pembaharuan dari tokoh-tokoh Indonesia dan Timur Tengah yang melekat dalam jiwa Natsir. Agama dan Negara. 204. tanpa agama (La> diniyyah) dan paham agama (Dini>). M. Khususnya dalam menyumbangkan pemikirannya tentang bentuk negara Indonesia yang ideal menurut Islam.Oleh sebab itu. Natsir. yaitu Sekulerisme. Natsir telah memberikan dua pilihan tersebut sebagai respon atas menguatnya dualisme pemikiran Islam saat itu antara yang menginginkan dasar negara Islam dan sekular.

192 Sebagaimana yang ia katakan bahwa ajaran sekulerisme. bukan oleh Wahyu. selalu memandang remeh kehidupan agama. 62. memandang bahwa alasan Natsir bersama-sama partai-partai Islam lainnya mengusulkan Islam sebagai dasar negara karena tiga hal. Kedua. Selain itu berdasarkan atas alasan bahwa secara sosiologis. 206 Ibid..194 Adapun Thohir Luth. hlm. Relasi Islam dan Negara. umat Islam di Indonesia telah menjadikan dan mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-harinya. karena “menurunkan nilai-nilai hidup manusia dari taraf kehidupan kepada taraf kemasyarakatan semata-mata”. yakni mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. sebagai pemikir Islam. Dikutip dari Kamarruzaman. adanya fakta normatif yang jauh sebelum Pancasila lahir. hlm. Pertama. mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. 193 194 lxxxviii . dan masyarakat muslimlah yang mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi nusantara ini. Ketiga.penyakit syaraf dan rohani.193 Paham inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menggerakkan fikiran Natsir. adanya fakta sosiologis. seorang sekulerisme memang beranggapan bahwa konsep tentang Tuhan adalah relatif. Dengan memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. yakni ditentukan oleh keadaan masyarakat sendiri. adanya komitmen yang sangat 192 Ibid. di samping itu baginya ajaran Islam mempunyai sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dalam menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan.

(Jakarta: Paramadina. 437. Gibb. Pemikiran dan Perjuangan. Natsir juga menyebutkan bahwa agama Islam adalah agama yang meliputi semua kaedah-kaedah. dan K.197 Dengan demikian bisa dikatakan bahwa berdasarkan : pertama. H. Zaenal Abidin. kata Natsir. Isa Anshari. melainkan juga masalah keduniawiaan. Islam itu lebih dari sebuah sistem peribadatan.kuat tentang Islam dalam diri Natsir. hlm. 196 197 Bahtiar Efendy. 199. Watak holistik Islam.Masjkur. keunggulan Islam atas ideologi dunia lain. hudud-hudud (batas-batas) dalam muamalah (pergaulan) masyarakat. Natsir. 107.R. menurut garis yang telah ditetapkan oleh Islam. Natsir dan teman-temannya mengusulkan agar Islam dijadikan ideologi bangsa Indonesia. Anwar Harjono. kedua. hukum dan pendidikan. Yang dimaksud teman-teman Natsir adalah Kasman Singodimedjo. Bukan hanya itu.198 195 Thohir Luth. it is a complete civilization. 198 lxxxix .A. hlm.196 Artinya Islam tidak hanya membicarakan persoalan keakhiratan unsich. M. dkk.H. hlm. 105. dan ketiga. Capita Selecta. ia merupakan suatu kebudayaan yang lengkap dan sempurna.195 Kalau kita meminjam perkataan seorang orientalis. 1998). hal ini terbukti dalam pernyataannya yang memperjuangkan Islam sebagai pedoman kehidupan bernegara dan bermasyarakat. seperti masalah sosial politik. hlm. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. kenyataaan bahwa Islam dipeluk oleh mayoritas masyarakat Indonesia. maka kita dapat simpulkan bahwa Islam is much more than a religious system.

hlm. Baca. Islam perlu dijadikan dasar negara. Kedua. mengemukakan dua premis pokok. yang terkesan tidak konsisten dalam menyatakan alasan. jangkauan agama meliputi seluruh aspek kehidupan. agama memberi kemungkinan lebih banyak kepada pemeluknya untuk mencari ilmu pengetahuan dan kebenaran. 1994). Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melcak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. 65.Sedangkan menurut Ahmad Syafi‟i Ma‟arif menyatakan bahwa ketika Mohammad Natsir berbicara tentang kelebihan agama. hlm. 1996) hlm. cet. 199 xc . Relasi Islam dan Negara. yang menyebutkan alasan historis sosiologis di atas. 23-58. Azyumardi Azra. 164. rasionalisme dan intusionisme. ini terbukti dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Islam yang hampir semuanya menjadikan Islam sebagai dasar ideologi kerajaan tersebut. yaitu empirisme. oleh sebab. Pertama. maka sangat ironis jika agama Islam menjadi minoritas di negara ini. Sebelumnya ia berpendapat bahwa sudah sewajarnya Islam dijadikan dasar negara karena secara sosiologis umat Islam Ahmad Syafi‟i Maarif. (Bandung: Mizan. apalagi dalam sejarah dinyatakan bahwa sejak Islam masuk di Indonesia telah menjadi salah satu sumber kekuatan politik di nusantara ini. itu untuk memperkuat ajaran Islam dalam jiwa masyarakat muslim Indonesia. sedangkan dalam filsafat hanya mengakui tiga dasar berpikir tidak mengakui adanya wahyu. untuk lebih lengkapnya mengenai kedatangan Islam dan perkembangannya di Indonesia. ke-3 (Jakarta:LP3ES. Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. 200 Dikutip dari Kamarruzaman. mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam.199 Dari pandangan-pandangan tokoh dan pendapat Natsir sendiri.200 Menarik untuk dicermati kembali isi pidato Natsir.

M. Modernisme dan Fundamentalisme. Natsir pada 24 Oktober 1988. bahwa pernyataan Natsir sebagai salah satu anggota Masyumi tentang maksud suatu negara akan bersifat Islam bukan berarti secara formal harus dinamakan negara Islam ataupun berdasarkan Islam. Natsir juga menyatakan dalam pidatonya. Machiavely. yang diperkuat dengan hasil wawancara antara Yusril dan M. Yusril Ihza Mahendra. Ibnu Khaldun. tetapi berdasarkan pada keyakinan kami bahwa ajaran-ajaran Islam yang mengenai ketatanegaraan dan masyarakat hidup itu mempunyai sifat-sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dan masyarakat. Yusril Ihza Mahendra mengatakan. 204 xci . apalagi sudah terdapat banyak pandangan tokoh yang berlainan dalam hal ini di antaranya.204 Untuk menjelaskan sebuah negara. hlm. 201 Dengan usaha meyakinkan pada seluruh lapisan bangsa Indonesia.203 Dan mengenai dasar negara menurut Natsir dapat dirumuskan dalam klausul-klausul yang bersifat umum sepanjang mencerminkan kehendak-kehendak Islam. baik dalam teori maupun praktiknya. 203. kalupun tinggi malah akan melindungi”. tetapi negara disusun sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.di Indonesia memang mayoritas jumlahnya. Marx. 205. hlm. Natsir. kami memajukan Islam sebagai dasar negara kita. Hegel. menurut Natsir tidak perlu memberi definisi panjang karena malah tidak akan menjelaskan pengertian apa-apa tentang negara ini. serta dapat menjamin hidup keagaman atas saling harga menghargai antara berbagai golongan di dalam negara ini”.202 Sedangkan dalam sisi lain.. Ibid. 202 203 Ibid. sedangkan dalam kesempatan lain ia menyatakan: “bukan semata-mata umat Islam adalah golongan terbanyak di kalangan rakyat Indonesia seluruhnya. Agama dan Negara. 201 M. “kalau pun besar tidak akan melanda.

. b) Rakyat. Maka negara sebagai suatu institutsi. 208 Melihat dari karakteristik yang disampaikan Natsir di atas. maka bisa dikatakan bahwa konsep negara yang dinyatakan termasuk syarat-syarat negara modern.Adam Smith. 205 M. E) Undang-undang Dasar. Rosseau dan lain sebagainya. g. d. b. Mempunyai alat untuk melaksanakan tujuan. f. Mempunyai kedaulatan atas anggotanya. Agama dan Negara.205 Negara menurut Natsir adalah suatu institusi yang mempunyai hak.206 Lebih dari itu. h. c. 198. Ibid. Natsir. Berdasarkan atas paham hidup. Mempunyai keanggotaan. Ibid.. i. hlm. norma-norma dan nilai-nilai tertentu. Hobbes. peraturan-peraturan sendiri dan diakui oleh umum. Bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di lapangan jasmani maupun rohani. Natsir menambahkan bahwa untuk sesuatu dinamakan institusi apabila207 : a. Institusi secara umum adalah suatu badan atau organisasi yang mempunyai tujuan khusus dan dilengkapi oleh alat-alat material. D) Kedaulatan. Mempunyai peraturan-peraturan. atau suatu sumber hukum dan kekuasaan lain yang tidak tertulis. hlm 199. e. 206 207 208 xcii . tugas dan tujuan khusus. Robert Owen. Memberikan hukuman terhadap pelanggaran atas peraturan-peraturan dan normanormanya. c) Pemerintah. Diakui oleh masyarakat. Ibid. Mempunyai daerah berlakunya. menurutnya harus mempunyai: a) wilayah. Agustinus. Plato.

melainkan hanya alat untuk merealisasikan aturan-aturan Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah. Sebagaimana di atas. hlm. baik itu manusia zaman unta. Natsir dalam memperjuangkan Islam sebagai dasar negara republik ini.Menurutnya.209 Mengenai bersikerasnya M. Natsir. 447.baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia sendiri.(sebagai individu) ataupun sebagai anggota masyarakat”. hlm. 452. yakni mewujudkan ajaran-ajaran Islam. 442. 210 211 212 xciii . hlm.211 Menurutnya negara di sini berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan “kesempurnaan berlakunya undangundang Ilahi. Ibid. 89. manusia zaman kapal terbang dan lain sebagainya. dalam kenegaraan Islam memang hanya mengatur dasar dan pokok-pokoknya saja. pemberantasan perzinaan dan lain-lain. Ahmad Suhelmi. Natsir menegaskan bahwa negara bukanlah tujuan akhir Islam. kewajiban zakat. hlm.212 209 Natsir. seperti halnya kepentingan dan keperluan masyarakat manusia yang tidak berubah-ubah selama manusia masih bersifat manusia. Capita Selecta. ia menyebutkan bahwa di antara aturan-aturan tersebut yaitu kewajiban belajar. Capita Selecta. karena ia berpandangan bahwa negara bisa menjadi alat yang kokoh bagi berlakunya hukum-hukum Islam.210 Dengan demikian negara hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan. Polemik Negara Islam..

menurutnya negara ini juga negeri Islam. menimbulkan kesan bahwa Natsir selama perjuangannya adalah anti Pancasila. ada atau tidak adanya Islam. mendirikan negara tidak perlu disuruh Rasulullah lagi.442-443. hlm. padahal dalam pidatonya di depan Pakistan Institute of World Affairs pada 1952. eksistensi negara nerupakan keharusan di dunia ini dan di zaman apapun. menurutnya pengutipan ijma„ oleh hanya mempersulit persoalan. karena kenyataannya negara ini diakui sebagai agama rakyat. bahwa tidak ada ijma„ ulama yang memerintahkan membentuk negara dibantah oleh Natsir. Jadi dengan Islam atau tidak tetap saja merupakan sebuah negara.213 Menurut Natsir.214 Melihat pemikiran Natsir tentang dasar negara Indonesia di atas. eksistensi negara telah ada sebelum dan sesudah Islam. meskipun dalam konstitusi kami tidak dinyatakan tegas sebagai agama negara.Menanggapi statemen tentang tidak adanya doktrin agama yang menyuruh dan mendirikan negara sebagaimana dinyatakan oleh Soekarno. Capita Selecta. Ia menyatakan bahwa: Tidak diragukan lagi Pakistan adalah sebuah negeri Islam karena telah menyatakan Islam sebagai agama negara. bahkan kepercayaan tauhid (monothestic belief) telah Soekarno tentang masalah ini 213 Ahmad Suhelmi. 89. begitu pula Indonesia. Polemik Negara Islam. Natsir. sikapnya yang anti Pancasila berubah. Tetapi Indonesia tidak mengeluarkan agama dari sistem kenegaraan. M. hlm. 214 xciv .

jujur. Pancasila telah mencakup cita-cita islam. Partai Islam. 218 xcv . pada 1957 di sidang konstituante ia kembali menolak Pancasila sebagai dasar negara. hlm. Pancasila adalah manifestasi dari maksud dan cita-cita tentang kebaikan dimana kita akan melakukan setiap usaha untuk meletakannya ke dalam praktik negara kita. Dikutip dari.218 215 Kamarruzaman. Relasi Islam dan Negara.215 Dalam tulisannya yang berjudul “Apakah Islam bertolak belakang dengan doktrin al-Qur‟an ?”. hlm.216 Namun kemudian. Natsir mengatakan: “Pancasila adalah formulasi lima cita-cita kebaikan sebagai hasil dari konsensus para pemimpin kita pada tahap perjuangan sembilan tahun yang lalu. karena ideologi ini dianggap sebagai hasil ciptaan manusia dan tergolong sekuler. moral dan spritual bangsa dan negara kita. 155. Ideologi Hegemoni. rumusan Pancasila tidak memperlihatkan sesuatu yang asing dalam ajaran al-Qur‟an. Dalam pandangan umat Islam. terang-terangan ia menyatakan bahwa sidang konstituante adalah forum tempat mengemukakan pendapat dan pikiran anggota secara lurus. 72 216 217 Ahmad Syafi‟i Maarif. dan meskipun tidak identik dengan Islam itu sendiri. hlm. dan mencerminkan pemikiran yang hidup di masyarakat. hlm. Dan sebagai lima dasar kebaikan tidaklah bertentangan dengan al-Qur‟an. kecuali apabila dimasuki oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan al-Qur‟an. 141. Natsir terlihat inkonsisten dengan pendiriaannya. Faisal Ismail. Dalan hal ini Syafi‟i Ma‟arif memandang bahwa mungkin Natsir mengambil sikap keras dalam majelis karena telah terjadi pengaburan interprestai Pancasila yang dibuat-buat oleh masyarakat kita. Oleh sebab itu ia beranggapan bahwa kesempatan inilah yang tepat untuk menolak Pancasila .217 Bahkan dalam sidang konstituante tersebut. Islam dan Masalah Kenegaraan. Dan kemudian ia menambahkan. Deliar Noer.ditempatkan pada tempat teratas dari sila Pancasila . 66. yang berfungsi sebagai dasar etik.

netral. apakah Natsir pada tahun 1954 atau Natsir pada tahun 1957? Atau malah tidak kedua-duanya.220 Sebagai seorang demokrat sejati Natsir harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. salah satu tokoh komunis. Njoto kemudian mengajukan pertanyaan: Natsir yang mana yang harus diikuti.221 219 Faisal Ismail. dengan menyebutnya tidak berdasar. hlm. Ibid. Dan sebagaimana tokoh politik yang lain. yang telah diberlakukan sejak 1945 sampai tejadinya perdebatan ideologis di majelis konstituante 1957.219 Dan lebih keras lagi. ia sepenuhnya menolak Pancasila . Natsir sebagai representasi dari pihak muslim berhak mengajukan Islam sebagai dasar negara melawan pendukung Pancasila dalam momen itu. dan streril yang sepenuhnya menolak Pancasila. dengan mempertanyakan memperlihatkan mengapa sikap-sikap Natsir “kejam” dalam terhadap sidang-sidang Pancasila majelis.. 73. karena pada saat itu majelis belum menetapkan dasar negara baru yang permanen. mengatakan bahwa penerimaan Natsir terhadap Pancasila selama 12 tahun sebagai dasar dan ideologi negara sekedar “di bibir saja”. 220 221 xcvi .. dan bahkan mengusulkan Islam sebagai dasar dan ideologi negara. Ideologi Hegemoni. Namun perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan Natsir dalam sidang konstituante tersebut secara konstitusional adalah sah. hlm. 72 Ibid. 74. Njoto menyerang pandangan Natsir di atas.Menurut Njoto. karena dalam majelis tersebut.

Natsir mengatakan boleh saja meniru negara non Islam asalkan tidak menyalahi ajaran-ajaran Islam. Natsir juga tidak bersikeras menggunakan istilahistilah penguasa Islam. majelis konstituante merupakan forum tertinggi bagi para anggotanya untuk mengusulkan ideologi negara yang mereka yakini dan cocok untuk negara Indonesia.222 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara. 223 xcvii .Perubahan sikap Natsir dalam sidang konstituante saat itu. menurut Deliar Noer dipicu oleh tiga alasan. Partai Islam. dalam majelis. Capita Selecta. hlm. Natsir juga menjelaskan usulannya secara argumentatif pula. sebab dari syarat-sayarat negara yang ia sebut di atas adalah tidak sepenuhnya sistem negara Islam. Natsir dan teman-temanya memikul tanggung jawab agama dan politik dalam memperjuangkan aspirasi politik umat Islam. 447. menurutnya boleh saja bernama khalifah. hlm. Ibid. yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. 284-285. yang terpenting adalah seorang kepala negara tersebut sanggup bertindak bijaksana dan menerapkan peraturan-peraturan Islam dengan semestinya dalam susunan kenegaraan baik 222 Deliar Noer. Ketiga. Pertama. Lihat juga. Amir alMu„minin.. sebagaimana wakil-wakil non muslim yang menjelaskan argumentasi usulan mereka. 74. Natsir. hlm.223 Selain itu titel “kholifah” menurutnya tidak menjadi syarat mutlak dalam pemerintahan Islam. presiden dan lain sebagainya. Faisal. Kedua. bukan conditio sine qua non. Kemudian menyinggung soal nama penguasa negara.

448. dengan cara-cara yang Muna>sabah.. Baca juga Ahmad Suhelmi. Jepang. atau dari Finlandia umpamanya. sifat dan tabi‟atnya.227 Dengan demikian Natsir mengakui sistem pemerintahan sekular. dalam hal ini ia menuliskan: Bila sudah ada sistem yang dikehendaki itu terdapat di negara-negara lain. seorang kepala negara menurut Natsir. Capita Selecta. hlm.443. wajib bermusyawarah dengan orang-orang yang layak diajaknya dalam mengatur umat. Adapun untuk urusan-urusan yang di luar ketetapan agama..dalam kaidah maupun praktiknya. Ibid. Natsir menilai dari sisi: agamanya. Kita ada hak mengambil peraturanperaturan yang baik. akhlak dan kecakapannya dalam menjalankan kekuasaan yang diberikan kepadanya. 90 Kamarruzaman. Natsir. 224 Ibid. dan tidak melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan.224 Dan untuk syarat sebagai kepala negara Islam. hlm. Sebab tiap-tiap hasil kebudayaan.225 Dalam menjalankan roda pemerintahan. 450. 69. hlm. dan lebih spesifik.. bukanlah monopoli salah satu bangsa atau salah satu negara saja. yang tidak berlawanan dengan agama kita. Relasi Islam dan Negara. Rusia. Natsir membolehkan umat Islam untuk mencontoh sistem negara lain. dari Inggris. Jadi. sebab dari negara-negara yang ia sebut di atas adalah negara yang memisahkan agama dan negara.226 Oleh sebab itu. hlm. kita orang Islam ada hak mencontoh negara itu selama tidak berlawanan atau bertentangan dengan aturan-aturan yang diadakan Islam. hlm. 225 226 227 xcviii . bisa dikatakan bahwa Natsir menganggap Islam tidak mempunyai sistem negara yang lengkap sehingga ia harus mencontoh Barat. bukan dari bangsa dan keturunannya atau semata-mata keintelekannya saja. Polemik Negara Islam. semua boleh diatur menurut keadaan zaman.

ketika Natsir berbicara tentang sistem pemerintahan demokrasi. hlm. 229 230 xcix . sebab dalam pandangannya prinsip musyawarah dalam Islam tidak selalu identik dengan azas demokrasi. apalagi Rusia adalah sebuah negara komunis. Capita Selecta. hlm. Natsir. Relasi Islam dan Negara. Kamarruzaman.228 Namun demikian. Contoh-contoh itu lanjut Yusril. semata-mata ingin memeperlihatkan bahwa doktrin politik Islam itu bersifat terbuka untuk beradaptasi dengan sistem-sistem pemerintahan yang telah ada di dunia ini. Ahmad Suhelmi. 91 M. anti absolutisme dan kesewenang-wenangan. 452. meskipun ia mengemukakan bahwa Islam anti Istiibdad (despostisme). karena Jepang di masa itu adalah sebuah negara totaliter yang berhaluan fasis.Lebih lanjut. Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan hal yang sama. hlm. yakni contoh negara-negara yang disebutkan Natsir di atas sangatlah liberal. Polemik Negara Islam.230 Dalam Islam pengertian demokrasi diartikannya suatu aturan yang memberikan hak kepada rakyat untuk mengkritik dan membetulkan 228 Dikutip dari. 70. sengaja ditunjukkan oleh Natsir. perlu dicermati lebih lanjut. bukan dasar negaranya.229 Bukan berarti bahwa dalam pemerintahan Islam semua urusan diserahkan kepada keputusan majelis Syura. sebab Dalam parlemen negara Islam yang boleh dimusyawarahkan hanyalah masalah tata cara pelaksanaan hukum Islam (syari‟at Islam).

Keputusan itu tidak dapat melampaui H{udud (batas-batas) yang telah ditetapkan Tuhan.231 Natsir mengakui bahwa demokrasi itu baik. Ibid. Relasi Islam dan Negara. 439.. Ia menyatakan bahwa perjalanan demokrasi dari abad ke abad telah memperlihatkan beberapa sifatnya yang baik. akan tetapi sistem kenegaraan Islam tidaklah menggantungkan semua urusannya kepada instrumen demokrasi.pemerintahan yang zalim.232 Dengan tegas ia mengatakan bahwa Islam adalah suatu pengertian. suatu begrip sendiri. Intinya “Islam tak usah demokrasi 100%. Democracy”. bukan pula otokrasi 100%. Namun kemudian dalam sidang konstituante 1957 ia memperkenalkan konsep demokrasi yang ia maksudkan. 232 233 234 235 c . hlm. Modernisme Islam. menurutnya demokrasi tidak kosong dari berbagai bahaya yang terkandung di dalamnya. 453. Natsir tidak menjelaskan bagaimana sesungguhnya demokrasi dalam Islam. Ibid..235 Maksudnya keputusan mayoritas yang berpedoman kepada 231 Ibid. hlm. yaitu demokrasi yang dilandasakan pada “Thestic nilai-nilai ketuhanan. Yusril Ihza Mahendra. 71. 452.233 Hal ini disebabkan karena politik tidaklah semata-mata harus didasarkan kepada kemauan mayoritas anggota parlemen. Kamarruzaman. Islam itu…yah Islam”. Ibid. suatu paham. hlm.. hlm. 79. baca juga. kalau perlu menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghilangkannya.. yang juga mempunyai sifat-sifat sendiri. hlm.234 Dari uraian di atas. Akan tetapi bukan berarti ia lepas sama sekali dari pelbagai sifat-sifat bahaya.

Pertama. melainkan sebuah alat. Natsir sebagai tokoh muslim tampak ingin sekali menjadikan Islam sebagai dasar negara Indonesia. ataupun sebagai masyarakat236. Yang menjadi tujuan adalah kesempurnaan berlakunya undang-undang Ilahi. bukan begitu! Dan urusan kenegaraan pada dasarnya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. satu “intergreerend deel” dari Islam. dan secara tersurat ia mendukung Islam dijadikan ideologi negara. Kedua. Islam baginya telah menyediakan perangkat dasar yang dapat diterapkan sesuai zamannya. 442. Dan pada intinya. sistem ketatanegaraan dalam pandangan Natsir boleh meniru bentuk mana saja (Barat). Capita Selecta. sebab Islam tidak seperti agama yang lain. asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. ci . yang kemudian ia anggap sebagai ijma‟ yang mengikat untuk tempat dan zaman tertentu. Oleh sebab itu. kesimpulan tersebut bisa dilihat dari pernyataannya bahwa: Fungsi agama dalam negara sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan sama sekali. baik yang berkenaan dengan perikehidupan manusia sendiri (individu). berdasarkan fakta di atas. lebih lanjut ia mendefiniskan persatuan agama dan negara. hubungan agama dan negara dalam politik Islam tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Persatuan tersebut bukanlah dimaksudkan bahwa agama itu cukup dimasuk-masukkan saja di sana sini kepada negara. menurutnya. 236 Natsir. Ketiga.nilai-nilai ketuhanan. Bagi kita kaum muslimin negara bukanlah suatu badan tersendiri yang menjadi tujuan. berangkat dari pandangan-pandangan Natsir di atas dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa hubungan Islam dan negara tidak dapat dipisahkan.

Karena kedudukan bapaknya ini pulalah. tetapi ikut bersama kakeknya. Gus Dur tidak memilih tinggal bersama ayahnya. ia semakin akrab dengan dunia politik yang ia dengar dari rekan-rekan ayahnya saat bincang-bincang di 237 Ibid. dan Idy Subandy Ibrahim. Natsir juga menghimbau kepada kaum muslimin agar dalam masalah persatuan atau pemisahan agama dan negara ini tidak menjadikan “sejarah sebagai ukuran” kebenaran terakhir. Pada saat usia kanak-kanak ia tidak seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Jombang dan sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga Gus Dur tinggal di Hotel Des Indes yang sekarang menjadi pusat pertokoan Duta Merlin. Zaman Baru Islam. hlm.238 Tahun 1950. hlm. Abdurrahman Wahid lahir dari latar belakang kalangan tradisional. sejak kecil ia dididik dan dibesarkan dalam naungan keluarga ulama. Latar Belakang Sosial Politik Berbeda dengan Natsir..237 Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid 1. Hadratus Syeikh Hasyim Asy‟ari. 238 cii . Sehingga mengharuskannya bermukim di Jakarta. Gus Dur dan saudara-saudaranya harus pindah ke Jakarta. sebab saat itu bapaknya dilantik menjadi menteri agama Republik Indonesia. 489. ia mulai mengenal politik dari orang-orang yang tiap hari hilir mudik di rumah kakeknya. Kakeknya adalah seorang pelopor pesantren Tebuireng.Kemudian. Dan saat tinggal serumah dengan kakeknya itulah. Dedy Djamaluddin Malik. 79.

agama. Biografi Gus Dur. baik buku yang diterbitkan oleh orang-orang katolik atau non muslim lainnya. 240 Greg Barton. surat kabar. bahkan sampai membuatnya tidak naik kelas di sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP). teman baik bapaknya yang telah berpindah ke agama Islam dan dipanggil dengan nama Williem Iskandar Bueller. Di usia yang masih belasan tahun ia sudah banyak menghabiskan segala macam majalah. perkenalannya dengan musik dimulai lewat pertemuannya dengan seorang pria Jerman. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. 40.239 Selain membaca buku. Ibid. Lagi pula. “sejak usia lima tahun. catur. membuat sekolah formalnya terganggu. buku. (Yogyakarta: LkiS. hlm. cerita silat.rumahnya itu. Mulai dari filsafat. 2003). dia sudah lancar membaca. Ini disebabkan sangat gandrungnya ia 239 Ibid. yang memang terdapat berbagai macam buku yang dikoleksinya. ciii . Gus Dur mempunyai hobi lain. hlm.. Dan dari sinilah pertama kali Gus Dur tertarik dan mencintai musik klasik.242 Kegemaran Gus Dur terhadap berbagai hal tersebut. Gus Dur termasuk anak yang sangat peka mengamati dunia sekelilingnya.241 Sementara itu.240 Buku-buku itu bisa ia dapatkan dari perpustakaan pribadi bapaknya. dan gurunya saat itu adalah bapaknya sendiri”. sejarah. dan fiksi cerita. khususnya karya Bethoven. yaitu: main bola. 39. 242 241 Ibid. dan nonton film. musik. Maka tak heran menurut pengakuan ibunya.

Mengurai Hubungan Agama dan Negara.245 Walupun bapaknya seorang menteri dan terkenal di lingkungan Jakarta.H. pendiri pesantren Denanyar. yang kemudian bertepatan dengan tanggal 7 September 1940 M. (Jakarta: Grasindo. di samping itu juga karena ia masih dalam keadaan sedih karena kehilangan bapaknya saat kecelakaan mobil tanggal 18 April 1953.H. Dan kedua kakeknya itu dikenal sebagai Founding Father NU di samping K. sebagaimana terlihat dalam aspek kepribadiannya yang nyleneh pula. bernama Nyai Hj. Jombang. Ia merupakan anak dari K. Namun demikian perayaan hari kelahirannya selalu diadakan pada tanggal 4 Agustus. yang ia sendiri merupakan anak dari Hadratu al-Syaikh Hasyim Asy‟ari. Abdurrahman Wahid. 1999).dalam menonton sepak bola dan membaca buku. dan Idy Subandy Ibrahim. Ditilik dari geneologi keluarganya. pendiri pesantren Tebuireng. Siti Salekhah yang merupakan anak dari K.H. Abdul Wahid Hasyim.243 Gus Dur dilahirkan di Denanyar. Zaman Baru Islam. Memang dalam kebanyakan penulis yang menulis biografi Gus Dur selalu menganggapnya tanggal 4 bulan Agustus sebagai hari kelahirannya. seringkali mengundang kontroversial. Greg Barton. 27. Gus Dur termasuk dari golongan “darah biru” pesantren. hlm. Jombang. hlm.244 hal ini memang aneh. 80. hlm. 245 244 civ . Biografi Gus Dur. Gus Dur tidak ingin sekolah di sekolahan elit yang biasanya dimasuki anak- 243 Dedy Djamaluddin Malik. Jombang. Bisri Syamsuri. Sementara ibunya. pada tanggal 4 sya‟ban menurut penanggalan Islam. 25. Wahab Hasbullah.

di bawah asuhan K. karena Gus Dur lahir dari latar belakang NU. Baca Greg Barton. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. Ali Maksum. Gus Dur Menjual Bapaknya. Jakarta Pusat. (Jakarta: Darul Falah. ia lebih menyukai sekolah-sekolah biasa. ia tamat dari SMEP pada tahun 1957. baik dalam aspek pendekatan maupun penafsiran agama. 248 247 cv . karena kemudian ia pindah ke Sekolah Dasar Matraman Perwari. Lihat. di Jakarta Pusat. Gus Dur sudah mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik dan bisa membaca tulisan dalam bahasa Prancis dan Belanda. 30. Gus Dur tamat dari sekolah dasarnya di Jakarta. Ia hanya mengikuti kelas tiga dan empat di sekolahan ini.anak pejabat pemerintah. Yogyakarta. seoarang ulama kecil yang terlibat dalam gerakan organisasi Muhammadiyah. 47-49. akan tetapi menurut tulisannya Greg Barton. menurutnya sekolahan elit membuatnya tidak betah. 40. Gus Dur bermukim di rumah salah seorang teman ayahnya. 49. hlm.246 Pada tahun 1953.247 Di kota ini persisnya di desa Kauman. pada tahun 1954 ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Yogyakarta dan berhasil menamatkannya pada tahun 1956. Lalu setahun setelah tamat SD. Kiai Junaidi. yang terletak di dekat rumah keluarganya yang baru di Matraman. Ini sangat menarik untuk dicermati. hlm. Namun ketika ia belajar di kota 246 Greg Barton. serta sudah mengerti bahasa Arab tetapi masih pasif.H. Biografi Gus Dur. Biografi Gus Dur. Gus Dur juga mengaji tiga kali seminggu di pesantren Al-Munawwir Krapyak. hlm. Bahkan Lebih dari itu. hlm. tentang Biorafi Gus Dur. 2003). 248 Ketika di Jakarta. ia juga termasuk anggota Majelis Tarjih (Dewan Penasihat Agama Muhammadiyah). Selain itu. Gus Dur memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SD) KRIS. yang pada saat itu jelas sekali tidak ada pertautan antara organisasi modernis Muhammadiyah dengan kaum tradisionalis NU. Hartono Ahmad Jaiz.

119. Gus Dur termasuk santri yang cerdas dan berbakat. yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. perkembangan bahasanya berkembang cepat. perpindahannya dari Yogyakarta ke Magelang dan kemudian ke Jombang.250 Kemudian pada tahun 1959. selain di pesantren Gus Dur juga menghabiskan sebagaian besar waktunya di luar kelas dengan membaca buku-buku Barat. Parancis dan Rusia. salah satu pemuka NU. 50. sampai pada tahun 1963. Ibid. Lihat Greg Barton. Karena kebanyakan para santri di sini menghabiskan waktu studinya selama empat tahun sedangkan Gus Dur cuma dua tahu. Di samping itu. hlm. 49. Setelah tamat dari SMEP di Yogyakarta pada tahun 1957.249 Bagi Gus Dur yang suka membaca buku. Di bawah bimbingan Kiai Wahab Chasbullah. Jogja merupakan kota pembawa berkah bagi perkembangannya. Membaca Pikiran Gus Dur. cvi . menjadikannya mulai serius memasuki dunia bacaan: tokohtokoh teori sosial Eropa dan novel-novel besar Inggris. Gus Dur pindah ke pesantren Tambak beras Jombang. tepatnya di pesantren Tegalrejo Magelang. Di sini ia sempat mengajar dan menjadi kepala sekolah.251 Pada masa-masa itulah (sejak akhir 1950-an sampai 1963) Gus Dur mengalami konsolidasi dalam studi formalnya tentang Islam dan sastra Arab klasik. Gus Dur mulai mengikuti pelajaran pesantren secara penuh. hlm. 251 250 Umaruddin Masdar.Yogyakarta. 249 Greg Barton. Ia belajar di pesantren ini dari tahun 1957-1959 pada Kiai Khudori. Ibid. hlm. yang dalam proses pertumbuhan dari kanak-kanak menjadi remaja. Di bawah asuhan Kiai Khudori. namun kemudian Gus Dur pindah lagi ke pesantren Krapyak Yogyakarta dan tinggal di rumah Kiai Ali Ma‟shum.

dan telah menyelesaikan gramatika bahasa Arab sebanyak 1000 bait (Alfiah) di luar kepala. Gus Dur mengambil spesialisasi bidang Syari‟ah. melalui beasiswa Departemen Agama.253 Oleh sebab itu. ia merasa tidak betah belajar di sini karena materi yang diajarkannya tidak jauh berbeda dengan apa yang ia dapatkan di pesantren dulu. sebuah perpustakaan 252 253 Greg Barton. hlm. karena saat itu partai komunis Indonesia membuat kemajuan besar. 83.Sebagai seorang remaja ia mulai mencoba memahami tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles. dua pemikir penting bagi sarjana-sarjana mengenai Islam zaman pertengahan. Kedua buku itu menurutnya gampang diperoleh. Pada saat yang sama ia juga tertarik menggeluti karya Das Kapital yang ditulis oleh Marx dan What is Tobe Done nya Lenin. Dengan demikian.252 Setelah menimba ilmu dari pesantren-pesantren di atas. hlm. American University Library. 53. sebagian waktunya ia habiskan untuk membaca di perpustakaan terkenal di kota itu. Dedy Djamaluddin Malik. cvii . Saat itu ia sedang berumur 23 tahun. Namun. seperti dalam Infantile Communism (kekiri-kirian Penyakit Kekanak-kanakan) dan dalam Little Res Book-Mao (kutipan kata-kata ketua Mao). Di negeri ini. dan Idy Subandy Ibrahim. Di samping itu ia juga tertarik pada ide Lenin tentang ketelibatan sosial secara radikal. pada tahun 1964 Gus Dur memperoleh kesempatan belajar ke Universitas al-Azhar Kairo Mesir. di Mesir Gus Dur lebih memilih aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia daripada menekuni belajarnya. Zaman Baru Islam. Biografi Gus Dur.

Biografi Gus Dur.255 Dari Kairo Gus Dur pindah ke Irak. Tradisionalisme Radikal. hlm. Dedy Djamaluddin Malik. Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara.254 Namun demikian bukan berarti Gus Dur kecewa sepenuhnya kepada institusi al-Azhar. 1997).. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. 256 257 255 Ibid. selama empat tahun. 83. filsafat Eropa dan teori sosial. Zaman Baru Islam. di samping menonton kegemarannya film-film Prancis dan sepak bola. (Yogyakarta: LkiS. selain itu Gus Dur juga pernah menjadi ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Timur Tengah dari tahun 1964 sampai 1970. Dan akhirnya di univesitas Baghdad ini pulalah ia diminta untuk meneliti asal-usul historis Islam di Indonesia.256 Di negeri inilah bakat empirismenya tumbuh pesat. 165.terlengkap di kota Kairo dan waktu lebihnya ia manfaatkan menonton film. untuk mengikuti kuliah di Universitas Baghdad. lingkungan baru ini juga membantunya banyak membaca karya-karya pemikiran seperti pemikiran Emile Durkhim. sebab referensi buku tentang Indonesia cukup banyak tersedia di sana. karena di kota ini ia juga banyak memanfaatkan kelompok diskusi dengan para intelektual muda Mesir untuk bertukar fikiran. Fakultas Sastra. Greg Barton dan Greg Fealy. 83. Menurut pengakuannya ia sangat senang dengan sistem Universitas Baghdad ini karena kampus tersebut jauh lebih mirip Eropa daripada al-Azhar Kairo. 164. Di sini ia banyak belajar tentang sastra dan kebudayaan Arab. hlm. Minatnya tentang Indonesia juga mulai tumbuh di Universitas tersebut. cviii . hlm.257 254 Greg Barton.

Tapi tidak kesampaian karena ia lebih memilih balik ke Indonesia. 260 Greg Barton dan Greg Fealy. dan menjadi dosen IAIN Syarif Hidayatullah. Mengurai Hubungan Agama. sebagian karena diilhami oleh berita-berita perkembangan baru dunia pesantren yang menggembirakan. dan mengawali kariernya di PB NU sebagai katib awal Syuriah NU. Sampai akhirnya pada tahun 1979 ia hijrah ke Jakarta. Pada tahun 1972-1974. Prancis. Sempat mengantarkannya menjadi kandidat Master (S2) di Sorbone University. dinyatakan bahwa petualangan Gus Dur ke Eropa yang menghabiskan waktu selama satu tahun itu. hlm. hlm.260 Selama periode ini. akhirnya Gus Dur kembali lagi ke Indonesia dan kehidupan pesantren. hlm. kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia saja. Baca. Tradisionalisme Radikal. 165. 258 Tetapi. Tradisionalisme Radikal. tetapi harapan ini sukar terwujud. untuk belajar program studi Islam yang sangat diseganinya. 33. Akan tetapi dalam wawancaranya Ma‟mun Murod dengan Gus Dur.259 Setelah itu. yang sekarang menjadi Institut Keislaman Hasyim Asy‟ari (IKAHA).Lalu pada tahun 1971. Gus Dur melanjutkan petualangannya ke negeri Eropa dengan harapan bisa belajar di salah satu universitas di sana. Jombang. sebelum akhirnya mendirikan Pesantren 258 Greg Barton dan Greg Fealy. ia menjadi dosen dan dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Hasyim Asy‟ari (UNHASY). 259 cix . 165. Gus Dur juga banyak terlibat dalam kepemimpinan nasional NU. empat bulan di Jerman. Kemudian dari tahun 1975-1979. yaitu setengah tahun di Belanda. ia menjadi sekretaris umum pondok pesantren Tebuireng. Jombang. dan dua bulan di Prancis. Abdurrahman Wahid. karena background studinya di Kairo dan Baghdad tidak diakui di Eropa. Ia juga sempat bermaksud pergi ke McGill Univesity di Kanada.

262 Setelah menetap di Jakarta.261 Selain itu. Selain belajar secara otodidak. Mengurai Hubungan Agama. hlm. pendidikan Islam dan masyarakat muslim. seperti Nurcholish Madjid dan Djohan Effendi untuk ikut bergabung dalam forum diskusi dan lingkaran studi mereka. Ia juga pernah menjadi juri pada Festifal Film 261 Abdurrahman Wahid. secara teratur ia melakukan kontak dengan intelektual muslim progresif di Jakarta. Bahkan menurut Greg Barton. studinya di Baghdad juga banyak memberikan dasar-dasar yang baik mengenai wacana liberal yang bercorak Barat dan sekular. ia juga banyak terlibat dalam berbagai proyek dan aktivitas di Jakarta termasuk mengajar di dalam program pelatihan bulanan kependetaan Protestan.. akan tetapi Gus Dur jauh lebih siap untuk menggagas wacana agama yang bercorak liberal. progresif dan inklusif inilah.264 Karena sikap liberal. Meskipun latar belakang pendidikannya berbeda. longgar dan moderat. kemudian ia diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1982-1985. meskipun Gus Dur tidak pernah menempuh pendidikan formalnya di Barat. hlm. hlm. 165. Tradisionalisme Radikal. Ibid. 262 263 264 cx . telah menjadikannya sebagai tokoh intelektual yang berfikiran liberal. Ibid. di Jakarta Selatan.263 Rentetan petualangan pendidikannya di atas.Ciganjur. akan tetapi sikap dan pemikirannya jauh lebih siap untuk berpartisipasi dalam wacana-wacana besar mengenai pemikiran Barat. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. 166.

cet. Maksud Pribumisasi Islam ialah mengokohkan kembali akar budaya kita dengan tetap berusaha menciptakan masyarakat yang taat beragama. ke-1 (Surabaya: Jawa Pos. Tradisionalisme Radikal. hlm. orang-orang non muslim menjadi presiden Indonesia. 1989). yang saat itu masih dianggap tabu oleh kaum santri (NU). 30 268 267 266 Abdurrahman Wahid.268 Kemudian dari tahun 1985 hingga 1990 ia berkhidmat dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). dan Bievendido Lumbrera (Filiphina). Dedy Djamaluddin Malik. di antaranya pada tahun 1984. tokoh tokoh Asia tersebut ialah Noboru Iwamura (Jepang). Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. Banoo Coyaji (India). sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan pada tokoh Asia karena dinilai telah memberi kemajuan yang khas bagi bangsanya. 120.Indonesia. Gus Dur juga terlibat dalam 265 Umaruddin Masdar. Baca. Berangkat dari usaha menjembatani persoalan antara kehidupan muslim yang baik tapi a-sosial dengan muslim yang begitu sosial tapi tanpa keimanan. Membaca Pikiran Gus Dur. Zaman Baru Islam. Choirul Anam.H. hlm.266 hal ini bisa dilihat dari gagasangagasannya. hlm. 1994 dan 1999.267 seperti Pribumisasi Islam. Baca Douglas E. Imron Hamzah dan Drs. rukun tetangga (sosial). Gus Dur Diadili Kiai-Kiai. dan lain sebagainya. hlm. dan sejak tahun 1994 ia menjadi penasehat International Dialogue Foundation on Perspective Studies of Syari‟ah and Secular Law. Kemudian Rukun tetangga. Gus Dur telah terpilih empat kali menjabat ketua PBNU. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. Percaturan Politik. 166. Gus Dur dinobatkan sebagai seorang yang layak menerima piagam “Ramon Magsasay” dan hadiah senilai 50. hlm.000 dollar AS. 83. 93.269 Namun sebelumnya dalam periode yang sama tahun 1993. Ramage. Vo-Tong Xuan (Vietnam). 265 Sikap dan pemikiran Gus Dur semakin liberal dan progresif ketika dipercaya menjabat ketua PBNU pada tahun 1984.270 Bersamaan pada periode itu. 1989. K. 270 269 cxi . sebuah istilah yang memandang dimensi pribadi menjadi dimensi sosial. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. Mengurai Hubungan Agama. di Den Haag.

pada tanggal 23 Juli 1998. Akhirnya pada tahun 1998 pasca reformasi. ia dijuluki sebagai salah satu tokoh pembawa gerbong reformasi. Namun sayang masa pemerintahan Gus Dur harus berhenti di tengah jalan pada tanggal 23 Juli Jabatannya di Fodem bersamaan dengan masa jabatannya sebagai ketua PBNU. M. (Yogyakarta: Ar-Ruzz: 2002). dengan cara yang sangat demokratis telah mengangkat citra kelompok santri dalam percaturan politik nasional. K. oleh sebab itu menimbulkan kritik keras di kalangan NU. hlm. Gus Dur dan Demokrasi. khususnya pamannya sendiri. maka tidak aneh saat reformasi 1998 terjadi. Gus Dur yang saat itu masih aktif menjabat ketua umum PBNU mendirikan sebuah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). kebebasan berpendapat. Titian Ilahi Press). telah mendapat respon dari kalangan luas (sejak tahun 1980-an sampai 1990-an). telah berhasil mengantarkannya pada kursi kepresidenan pada tahun 1999 di masa reformasi ini.H. Namun Gus Dur tetap tabah. 147 Dikutip dari karyanya Bahrul Ulum. dalam Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur Dan Gerakan Sosial NU. bahkan sempat menyatakan akan memilih Fodem daripada NU. pluralisme agama. hlm.aktivitas-aktivitas sosial. Terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden.272 Dengan dukungan PKB dan Partai-Partai Islam yang dinamakan “poros tengah” saat itu. ini menunjukkan bahwa Gus Dur sebenarnya seorang demokrat. seperti LSM Fodem (Forum Demokrasi). 272 271 cxii . Yusuf Hasyim. 135-136. dengan menyatakan bahwa PKB bukanlah Partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. (Yogyakarta. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi?.271 Karena kritik politiknya terhadap kediktatoran negara dan gagasangagasannya yang berkaitan dengan demokrasi. dan pribumisasi Islam. Arief Hakim. di sini ia menjabat sebagai ketuanya. yang sebelumnya seringkali dimarginalkan.

ia menolak Islam dijadikan ideologi. Natsir dengan berbagai alasannya di atas. ia masih menjabat sebagai ketua Dewan Syura partai tersebut. Gus Dur sebaliknya.2001 secara inkonstitusional karena sikap politiknya yang mengundang banyak kritik. Gus Dur Menjual Bapaknya. 2. Berbeda dengan M. Gus Dur kembali membuat geger masyarakat muslim dengan menerima penobatan sebagai anggota kehormatan Legium Kristus pada 28 Januari 2002 di Tataaran Tonando. Cara pemberhentian ini benar-benar menyakiti kalangan santri. Minahasa. hlm. Masalah relasi Islam dan negara merupakan salah satu hal yang penting dalam pemikiran Gus Dur. Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. Namun yang menjadi cukup menarik setelah ia dijatuhkan dari kepresidenan. politik dan budaya diideologikan fungsinya akan terdistorsi dan 273 Hartono Ahmad Jaiz. yang menginginkan Islam dijadikan kekuatan ideologi dan dasar negara ini. oleh sebab itu banyak orang yang melakukan review terhadap pemikirannya ini. 32. Sulawesi Utara. cxiii . dari pengamat dan lawan politik yang mengantarkannya dulu. yang kemudian membuat mereka terpaksa kembali menelan kepahitan politik di awal sejarah reformasi ini. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa arus pemikiran Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara dapat dikategorikan sebagai pemikiran yang sekularistik. karena menurutnya kalau agama. yang sejalan dengan pemikiran Ali Abd al-Raziq. yaitu pemisahan antara agama dan negara.273 Dan mengenai peran Gus Dur di PKB saat ini (tahun 2003-2004).

Selain itu. dalam konteks negara pluralistik seperti Indonesia.bukan malah mendapatkan struktur yang lebih baik. 2002). 275 cxiv . hlm. penuh pengampunan Tuhan. Neraca Gus Dur di Panggung Kekuasaan. ada dua alasan mengapa ia menolak didirikannya negara Islam. karena menurutnya sangat tidak mungkin memberlakukan formalisme agama tertentu dalam komunitas agama masyarakat yang sangat 274 Dedy Djamaluddin Malik. semuanya diangkat melalui mekanisme yang berbeda satu sama lain. hlm. sebuah ayat yang lebih pada konteks sosiologis. dan Idy Subandy Ibrahim. argumentasi historis. Dikutip dari. 78. hlm.274 Menurutnya. 276 Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. yang menyebutkan bahwa Daulah Isla>miyyah (Islamic State) tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur‟an. Ini bisa dilihat dari keempat khalifah pertama sepeninggalnya Rasulullah. argumentasi normatif-teologis. Kedua.276 padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan. yaitu negara yang baik. Zaman Baru Islam. Khamami Zada. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. yaitu berkaitan dengan fakta bahwa dalam sejarah Islam tidak pernah menunjukan adanya mekanisme baku bagaimana suksesi dalam Islam.275 Pertama. menjadikan Islam atau agama apapun sebagai ideologi negara hanya akan memicu disintegrasi bangsa. 21-33. Memang dalam al-Qur‟an ada ayat yang berbunyi Baldatun T{ayibatun wa rabbun Gafur. melainkan justru akan memicu disintegrasi yang berbasis sekretarian dan konflik horizontal. 122-123. Munawir Sjadzali. (Jakarta: Lakpesdam. dan Tata Negara. Atas dasar inilah Islam tidak memberi konsep yang jelas. Islam.

padahal dalam negara demokrasi nilai egalitarianisme sangatlah 277 Umaruddin Masdar. bukan melalui perundangan negara yang bersifat kohesif. yang lahir dalam konteks protes terhadap ketidakadilan di tengah komersial Arab dengan nilai-nilai dasarnya. baginya pluralitas merupakan hukum alam atau Sunnatullah di negeri ini. Khamami Zada. Umaruddin Masdar. hlm. padahal ajaran-ajaran agama itu sendiri bersifat privat. toleran dan keadilan. berarti akan membuka peluang intervensi negara terhadap agama dan politisasi agama. 125. dan seharusnya Islam dijadikan sebuah nilai etik sosial (social ethics). Selanjutnya. yang berarti Islam berfungsi komplementer dalam kehidupan negara.beragam. Untuk itu Gus Dur sepakat dengan aksioma bahwa Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion). Membaca Pikiran Gus Dur. hlm.278 Baginya Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. persamaan dan keadilan. Membaca Pikiran Gus Dur. yang berjalan di kalangan masyarakat melalui persuasif. merupakan pengingkaran terhadap demokrasi yang ingin ditegakkan di negeri ini. 129.277 Apabila Islam dijadikan ideologi negara. bagi Gus Dur. 278 279 cxv . Neraca Gus Dur. Oleh sebab itu. hlm. Gus Dur menyatakan bahwa agama merupakan dimensi privat yang paling independen dari manusia dan tidak boleh diintervensi oleh negara yang bersifat publik.279 Pemaksaan formalisasi hukum Islam melalui struktur negara. 127. seperti musyawarah.

dijunjung tinggi. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan 280 Abdurrahman Wahid. hlm. Fachry Ali dan Bachtiar Effendi. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikian Islam Indonesia Masa Orde Baru. yang ditugaskan menetapkan sebuah konstitusi bagi republik ini. pertentangan itu tercermin dalam kemacetan sidang konstituante pada tahun 1959. yaitu dengan menghasilkan sebuah formulasi mendasar bahwa Pancasila dijadikan asas dasar dan ideologi setiap organisasi. Baca. 29-81. dan Bachtiar Effendi. dan Idy Subandy Ibrahim. Hlm. di satu sisi adalah pemberontakan kelompok militan muslim yang dikenal pada tahun 1950-an sebagai Darul Islam. bukan malah menjadikan pemeluk agama lain menjadi warga negara kelas dua. cet. ideologi ini merupakan asas negara yang harus kita miliki dan perjuangkan. Berkaitan dengan ideologi Pancasila.282 Lebih dari itu. yang ia sampaikan dalam sambutannya saat menerima penghargaan Magsaysay. Zaman Baru Islam. 1990). Sebagai sebuah bangsa. Gus Dur juga menyatakan bahwa tanpa Pancasila negara Indonesia akan bubar. sementara agama tetap dijadikan landasan kepercayaan. Gus Dur dikategorikan dalam aliran neo-modernis. 169. Mengurai Hubungan Agama. 282 Dikutip dari. ke-2 (Bandung: Mizan.280 Dalam pandangan Greg Barton. Fachry Ali. Pengakuan atas berbagai ragam agama dan ideologi nasional itu memberi jaminan kebebasan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan kepercayaannya masingmasing”. yang saat itu ditawarkan dalam bentuk ideologi melawan Pancasila . hlm. Gus Dur menunjukkan pemikirannya dengan berkomentar mengenai prestasi umat Islam Indonesia: “Pada mulanya ada semacam pertentangan antara Islam. Indonesia mampu menyelesaikan masalah itu secara pasti. 93.281 Ini dikarenakan gagasangagasannya yang liberal dan tetap menggunakan esensi khazanah pemikiran tradisional (legacy of past). Dedy Djamaluddin Malik. Sisi lain. 281 cxvi .

Lalu bagaimana ia 283 Dikutip dari pernyataan Gus Dur dalam. antara kaum nasionalis dan kaum muslim.283 Ini merupakan pernyataan yang penuh resiko pada tahun 1990-an. mengenai relasi antara agama dan negara yang selalu menimbulkan ketegangan sejak periode awal Indonesia merdeka.284 Selanjutnya. tidak peduli apakah ia dikebiri angkatan bersenjata. 80. Gus Dur sebagaimana K. lihat juga Khamami Zada. Abdurrahman Wahid. ekonomi Pancasila . dimanipulasi umat Islam. hlm. 124. Neraca Gus Dur. karena pada saat itu rakyat Indonesia sudah sangat bosan dan jenuh mendengar Pancasila yang selalu disebut oleh pejabat-pejabat dan hampir setiap hari dipropogandakan dalam media massa. bahkan sepak bola Pancasila . berupaya untuk mencairkan ketegangan tersebut. hlm.H. Doktrin Islam Dalam Sejarah. Douglas E..285 Singkatnya. (Jakarta: Paramadina. 1995). Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia. dalam Budhy Munawar Rahman. Percaturan Politik. Seolah-olah Pancasila saat itu telah menjadi mantra pemerintahan dalam menjalankan kebijakan. sedangkan negara tidak mungkin memberlakukan nilai-nilai yang tidak diterima oleh masyarakat yang berbedabeda agama dan pandangan hidupnya. seperti pers Pancasila . Gus Dur menginginkan adanya pemisahan wewenang fungsional agama dan negara yang berbau sekularistik. dengan menyatakan bahwa Islam sebagai agama memberlakukan nilai-nilai normatif dalam kehidupan perorangan maupun kolektif. atau malah disalahgunakan oleh keduanya.nyawa saya sendiri. hlm. 285 284 cxvii . Achmad Siddiq. dan sempat menjadi ejekan karena semua kegiatan harus berlabelkan Pancasila . Ramage. Ibid. 85. hlm. Islam. 583.

55.287 Ada beberapa teoritisi Islam seperti al-Mawardi (al-Ah}ka>m asS}ultaniyyah). yang telah banyak merumuskan konsepsi kenegaraan. Bay„ah.menanggapi tuntutan sebagian masyarakat yang selalu mendesak penerapan syari‟at Islam dengan mengundangkan secara positif dalam hukum negara? Untuk menjawab ini. Ibnu Abi „Arabi. Dan menurutnya. hlm. Dalam Islam sendiri tidak mengenal sistem pemerintahan yang definitif. 124. seperti yang dikatakan negara bangsa (nation state) saat ini. meskipun berbeda agama. Imron Hamzah dan Drs. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. sebuah hukum agama dapat diundangkan negara apabila hal itu dapat berlaku untuk seluruh komponen masyarakat. Choirul Anam. hlm.H. Ahl H{alli wa al-„Aqdi. di antaranya sistem Istikhlaf. yang terpenting bagi umat Islam menurut Gus Dur adalah pengaturannya (al-H{ukmu) bukan alQur‟an. memang pernah ada tiga sistem yang dipakai dalam Islam. mengikat dengan sendirinya (Mulzimun binafsihi). (Wad„u al-Ah}kam fi H{alati Imka>niyyah Wad„ihi). bukan karena dipaksa negara. cxviii . Neraca Gus Dur. 286 Sebagaimana yang ia katakan di atas. Dan 286 287 Khamami Zada. Gus Dur berbicara tentang “hukum Islam” yang dalam kenyataannya hanya berlaku sebagai panduan moral yang dilakukan atas kesadaran masyarakat. bahwa rumusan Pancasila sebagai ideologi negara harus kita pegang teguh. Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun (Muqadimah). tetapi ini hanya terjadi dalam tempo 13 tahun. K. Di samping itu.

Gus Dur setuju dengan pendapat Ibnu Khaldun yang menyatakan.288 Dalam konteks ini. alasan berdirinya sebuah negara karena adanya perasaan kebangsaan. Gaffar Karim. Umaruddin Masdar.289 Dan yang tak kalah penting menurutnya adalah fungsi negara sebagai penyerap heterogenitas dan kepentingan masyarakat. menjadikan Islam sebagai etika sosial dalam 288 Ibid. Metamorfosis NU dan Politisasai Islam Indonesia. Membaca Pikiran Gus Dur. 290 291 289 Ibid. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. hubungan Islam dan negara pernah mengalami ketegangan politik yang tajam.291 Ada dua hal yang ditawarkan Gus Dur dalam menetralisasi ketegangan kedua pihak tersebut. Pembentukan negara.290 Di Indonesia.105. sebab Islam politik dianggap sebagai pesaing yang mengusik basis kebangsaan. sekalipun agama itu merupakan anutan mayoritas penduduk di negara ini. menurut Ibnu Khaldun.ternyata paham kebangsaan ini. 132. setidaknya secara de jure. disamping paham keagamaan juga diperlukan rasa „As}h}abiyyah (perasaan keterikatan) untuk membentuk ikatan sosial kemasyarakatan. Pertama. oleh sebab itu tidak aneh kalau Gus Dur menolak Islam sebagai ideologi negara di Indonesia. 1995). menurut Gus Dur pernah digali oleh pikiran cemerlang Ibnu Khaldun. semua ormas Islam menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi pada tahun 1980-an yang lalu. A. cxix . Ketegangan itu bisa dikatakan relatif berhenti. hlm. bahwa agama saja tidak cukup untuk dapat membentuk negara. Sebab.

Oleh sebab itu. Ibid. 4 (April 1984). Dan kedua tawaran itu kemudian mengarah pada penempatan Islam sebagai faktor komplementer dalam kehidupan sosio-kultural dan politik di Indonesia. Di samping itu. hlm 35. negara Islam atau bukan. Dedy Djamaluddin Malik.” Prisma.kehidupan berbangsa dan bernegara. 293 294 Abdurrahman Wahid. hlm.. lihat juga. Zaman Baru Islam. Mengurai Hubungan Agama. dan yang dimaksud nilai dan prilaku tersebut adalah Ah}laq al-Karimah. Kedua.295 Selama kaum muslim dapat menyelenggarakan kehidupan beragama mereka secara penuh. “Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia. Islam berfungsi sebagai etika sosial yang memandu jalannya kehidupan bernegara bukan sebagai bentuk kenegaraan tertentu. mengembangkan Islam sesuai dengan konteks setempat atau yang biasa dikenal pribumisasi Islam. 169. maka bentuk pemerintahannya tidak lagi menjadi pusat pemikirannya.292 Dengan berprinsip al-Gayah wa al-Wasa>il (tujuan dan cara penyampaiannya). dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. bukan dari norma formal eksistensinya. 292 Ibid. Gus Dur menegaskan bahwa Islam bertugas melestarikan sejumlah nilai dan prilaku sosial yang mengaitkan pencapaian tujuan dengan kemulian cara yang digunakan. maka cara penyampaian menjadi masalah sekunder. 75. pemerintahan ditilik dan dinilai dari segi fungsionalnya. Abdurrahman Wahid. 295 cxx . menurutnya dalam prespektif Ahl as-Sunnah wa alJama„ah.293 Jelaslah dengan demikian. no. hlm 132-133. menurutnya selama tujuan masih tetap.294 Pendapat-pendapat Gus Dur tersebut merupakan konsekuensinya dalam memperjuangkan demokrasi dan semangat pluralisme di negeri ini.

tak heran kalau banyak orang yang menuduh NU sebagai organisasi opurtunistik. dan tentunya dengan mendapat persetujuan para ulama organisasi tersebut. dan Idy Subandy Ibrahim. melainkan keabsahan di mata hukum fiqih. bisa dikategorikan dalam negara damai (Da>ru as-S}ulh) yang harus dipertahankan. 297 298 cxxi . Ibid. Pancasila dalam pandangan NU merupakan ideologi bangsa yang sejalan dengan visi Imam Syafi‟i tentang tiga jenis negara: Da>ru al-Isla>m.297 Secara teoritis. Lebih lanjut. Melihat kebijakan NU. Zaman Baru Islam. NU di bawah aksi politik yang dimotori Gus Dur secara sadar menerima asas tunggal Pancasila.Dan atas dasar kerangka berfikir inilah. yang dalam sejarah politik Indonesia acapkali menunjukkan sikap akrab dengan negara. Namun Gus Dur membantah itu. yakni idealistik dan realistik.296 Dan Gus Dur sendiri dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa pemerintahan yang berideologikan Pancasila ini. Da>ru al-H{arbi dan Da>ru as-S}ulh}. hlm 170. 296 Dedy Djamaluddin Malik. pedomannya bukanlah strategi perjuangan politik atau ideologi Islam dalam artian yang abstrak. karena bagi NU. Gus Dur juga mengakui bahwa pemikiran negara dalam Islam telah terbagi menjadi dua arus. Ibid. yang kemudian arus ini dinamakan Gus Dur sebagai kelompok alternatif.298 Dalam pemikiran idealistik menginginkan sebuah konsep kenegaraan yang sepenuhnya berwawasan Islam.

Gus Dur dengan segala resikonya berkehendak melakukan domestikasi atau pembumian nilai-nilai Islam dalam kerangka nuansa kultural yang tak bersedia ditawar oleh segala “kegamangan teologis” apapun. di antara para tokoh tradisionalis. 301 cxxii .299 Ini dikarenakan sepak terjangnya yang terkesan tidak membela Islam. lebih tertarik pada pemecahan masalah bagaimana perkembangan historis yang berkaitan dengan negara dapat ditampung dalam pandangan Islam. Emha Ainun Nadjib. Bahkan menurut Liddle. 301 299 A. (12 April 1991). menurutnya kita bisa melihat sepak terjang Gus Dur. Gus Dur adalah seorang tokoh yang paling unik. Gus Dur seringkali memunculkan gagasan kontroversial di mata masyarakat. PKB maupun di Pemerintahan. Metamorfosis NU. Dikutip dari. 300 hlm. 95.” Yogya Post. yakni dengan menomorsatukan apa pun yang indikatif terhadap primordialisme dan anti-nasionalisme. baik ketika di NU. Kedua. yang radikal. 108. ia kerap memperoleh serangan sebagai pro-Kristen.. dan Idy Subandy Ibrahim. Zaman Baru Islam. agen Zionis dan berbagai tuduhan minor lainnya. karena sering memimpin ke mana para pengikutnya tidak mau ikut. dalam konstelasi keindonesiaan ia bermaksud menerapkan suatu ideologi nasionalisme habis-habisan. hlm. baik dari sikapnya yang biasa-biasa saja. “Gus Dur Pelindung Minoritas. yang gendheng. dalam perspektif universal ia bermaksud menumbuhkan demokrasi setelanjangtelanjangnya. Oleh sebab itu. Gaffar Karim. Karena semuanya itu terletak pada grand theory yang tidak sukar dipahami. Dedy Djamaluddin Malik. khusus kaitannya dengan Islam.Sementara pandangan realistik. Ketiga. Pertama. Ibid. maupun yang membingungkan. 94. Untuk lebih jelasnya baca. hlm. yang kemudian dalam konteks ini Islam dijadikan sebagai faktor komplementer bagi ideologi negara. yang kontroversial.300 Sedangkan meminjam analisis Cak Nun.

dikutip dari. Toleransi Agama Dan Pancasila : Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid. hlm. keulamaan dan kebudayaan tradisional. ia mengkombinasikan antara apa yang baik dalam nilai-nilai modernitas dengan komitmen terhadap rasionalitas. baca juga. Tradisionalisme Radikal.302 Bagi Gus Dur Pancasila adalah ideologi nasional yang esensial untuk mempertahankan kesatuan nasional.Sejak dipilih sebagai pemimpin NU pada tahun 1984. Pandangan ini menurutnya penting untuk disampaikan karena beberapa muslim memandang Pancasila sebagai ideologi sekular yang tidak sesuai dengan Islam. dalam Greg Barton dan Greg Fealy. Wahid Hasyim. retorika Gus Dur semakin bernada liberal dan progresif. Ramage. Dari sini bisa dilihat bahwa pemikiran politiknya didasarkan pada visi politik yang demokratis. Berkaitan dengan sumbersumber pemikiran Islam. 303 Pernyataan Wahid Hasyim. ia banyak bersikap positif dan fleksibel dalam merespon modernitas. Ia kemudian menunjukkan bahwa ayahnya.93. 302 cxxiii . Douglas E. Gus Dur lebih sering menggunakan ideologi Pancasila daripada Islam dalam melegitimasi partisipasinya dalam wacana politik dan pengekspresian gagasan kunci politiknya. dan menegaskan bahwa watak pluralistik dan multi komunal masyarakat Indonesia harus dipertahankan dari kecenderungan-kecenderungan sektarianistik. 194. Percaturan Politik. sekular dan nasionalis. hlm.303 Douglas E.. hlm 196. Untuk mendukung tujuan-tujuan demokratis dan sosialnya. Demokrasi. Ramage. Ibid. seorang pemimpin NU pada tahun 1945 juga sepakat mendukung sebuah negara nasional non Islam.

cxxiv . 142. hlm. berkaitan dengan perannya sebagai Kepala Presiden yang relatif singkat. ini terlihat dalam upaya pencabutan Inpres No. humanisme dan toleransi agama yang Gus Dur perjuangkan semakin kuat. pendidikan dan keagamaan. Singkatnya. Keputusan untuk keluar dari politik atau yang dikenal dengan kembali ke khittah 1926. Namun pada masa Pemerintahan Gus Dur Inpres No. 14 tahun 1967 tentang agama. 14 tahun 1967 itu dicabut dengan Kepres No.304 Selanjutnya. tetapi juga sebagai respons terhadap depolitisasi orde baru. NU adalah ormas Islam yang pertama kali menyetujui asas tunggal. hlm. Dalam Inpres ini. terlihat tidak adanya pengakuan hak-hak penganut Konghucu sehingga mereka terpaksa harus pindah ke agama lain. Padahal pada tahun 1983. karena saat itu pemerintah terus-terusan menekan politik Islam dengan menggunakan Pancasila untuk membatasi kegiatan partai politik yang legal pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an. menurut Gus Dur. 6 tahun 2000.305 304 305 Ibid. Neraca Gus Dur. bukan hanya karena adanya keinginan untuk memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan sosial. perlu ditinjau terlebih dahulu “keluarnya NU” dari panggung politik formal pada tahun 1984. NU ingin tetap menjaga independensi politiknya dan menghindari intervensi serta manipulasi pemerintah. Visi demokrasi. kepercayaan dan adat istiadat cina.. Khamami Zada.Untuk memahami sepenuhnya politik Abdurrahman Wahid dan penggunaannya terhadap Pancasila dalam mengembangkan demokratisasi. 200.

145. yakni pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran Marxisme. yang menurutnya telah mendiskriminasikan sebagian warga dalam kehidupan publik dan negara. Gus Dur selalu ingin menjaga independensi keberagamaan masyarakat dalam 306 Ibid. 62. hlm. 308 Ibid. dapat disimpulkan beberapa hal pemikirannya mengenai hubungan Islam dan negara. sebagai seorang demokrat Gus Dur tidak memangkas keinginan itu melalui kekuasaannya. ada ide yang lebih kontroversial.306 Di luar masalah tersebut. Akhirnya. melainkan membiarkan rakyat untuk menguji wacana tersebut.. Tetapi hasrat kedua parpol tersebut gagal. Akan tetapi ide pencabutan kemudian memunculkan gelombang demonstran selama kurun masa kekuasaannya dan akhirnya di tolak oleh MPR. Gus Dur juga harus menghadapi sebuah cita-cita politik yang bertolak belakang dengan trade mark pemikirannya. Pertama. pada Sidang Tahunan Agustus 2000. karena banyaknya kalangan yang khawatir akan campur tangan negara terhadap agama dan politisasi agama. yakni adanya masyarakat muslim yang ingin menghidupkan kembali “Piagam Jakarta” dan mengharapakan penerapan Syari„ah Islam melalui power negara. Tujuh kata itu berbunyi: …dan kewajiban menjalankan Syari„ah Isla>m bagi para pemeluknya. Leninisme dan Komunisme. dua partai politik Islam (PPP dan PBB) mengusulkan kembali “Tujuh Kata Piagam Jakarta”307 untuk dimasukkan dalam pasal yang mengatur bab agama dalam proses amandemen 1945. 307 cxxv .Selain itu.. sebagaimana yang pernah diungkapkan Gus Dur.308 Berdasarkan uraian panjang lebar di atas.

partai mayoritas muslim yang tidak melabelkan Islam. sebuah refleksi pemikirannya dalam membangun relasi Islam dan negara. merupakan konsekuensi dari pemahaman demokrasi yang ia perjuangakan. sikap dan gagasan Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara sebenarnya cukup jelas. penolakan Gus Dur terhadap sebagian masyarakat muslim yang ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. berarti pengingkaran nilai-nilai demokrasi. Sebagai seorang pemikir dan aktivis Islam.menghadapi negara. baik sebagai kehendak masyarakat maupun sebagai kehendak negara. negara tidak boleh mengintervensi urusan-urusan agama masyarakat. cxxvi . Hal ini juga bisa dilihat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dideklarasikannya. Sikap itu begitu tegas disampaikan oleh Gus Dur. yang menunjukkan bahwa ia menolak bentuk formalisme agama dalam kehidupan politik. karena ketaatan seseorang harus muncul dari kesadaran pribadi. Ketiga. melainkan justru merendahkan. Begitu juga sebaliknya agama tidak perlu mengemis legitimasi kepada negara karena hal tersebut bukan menguatkan eksistensi agama sebagai kepercayaan. Yang mana agama sebagai wilayah privat manusia seharusnya tidak boleh dicampuri oleh siapapun. yakni menempatkan masyarakat secara egaliter di hadapan negara. yaitu bagaimana membangun independensi agama dan para pemeluknya vis a vis negara. bukan dari paksaan negara. Kedua. Karena pengistimewaan agama tertentu dalam negara yang plural ini. baik melalui tulisantulisan maupun ceramahnya.

bahwa gambaran kedua tokoh di atas sangat diperlukan untuk menganalisa pemikiran keduanya. Persamaan. cxxvii . dan organisasi yang menjadi dapur pertama pemikiran politiknya. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID A. karier politik. Di antaranya mengenai latar belakang kehidupan. Sebagaimana yang telah diuraikan pada Bab III. Selain itu ulasan tersebut.BAB IV ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M.

yang kemudian dalam situasi itulah Islam menapaki langkah-langkah yang boleh dibilang idealistik atau formalistik. karena masih kuatnya trauma politik yang membekas antara aktivis politik Islam dengan negara. perlu diakui bahwa perdebatan Islam dan negara sudah lama terjadi. Ibid. cxxviii . telah banyak mewarnai sejarah perpolitikan Indonesia. Singkatnya. Natsir sebagai Prototype modernisme Islam dan Gus Dur sebagai neo-modernisme Islam. Yang kemudian terpolarisasi pada kelompok modernis dan neo-modernis. 190. gerakan ini ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. Terlepas dari itu.setidaknya dapat dijadikan pertimbangan sebelum menempatkan atau mengklaim kedua tokoh tersebut dalam kategori aliran tertentu. Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa M. dengan menawarkan Islam yang sesuai dengan konteks Indonesia dan tidak begitu ideologis. tetapi pemikiran politik kedua tokoh tersebut masih tetap mewarnai panggung politik Indonesia sampai saat ini.310 Meskipun keduanya hidup pada masa yang tidak bersamaan. (RE) Politisasi Islam. Islam politik merupakan sesuatu yang sulit dijual. Dalam pandangan kelompok ini. Oleh sebab itu kalangan ini lebih memilih garapan transformasi sosial. hlm. yang kemudian dinamakan Islam kultural. 309 310 Bahtiar Effendy.309 Situasi inilah yang mendorong aktivis dan pemikir Islam generasi kedua pada tahun 1970-an. sejak dasawarsa 1930-an antara M. Natsir dan Soekarno.

cxxix . Kedua. yang kemudian menyebabkan umat Islam mengalami kemunduran. al-Irsyad dan Sarekat Islam. peradaban Barat sekular yang mulai masuk dalam percaturan peradaban Islam.311 Di Indonesia Gerakan modernis ini termanifestasikan dalam beberapa organisasi. yang menurutnya sebagai sumber ilmu yang otentik. abadi dan akan tetap relevan dengan perubahan zaman dan tempat. secara internal. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais. hlm. al-Qur‟an dan Hadits. dianggap sebagai faktor lain (eksternal) yang dominan menyebabkan kemuduran dunia Islam. 311 Umaruddin Masdar. (S{a>lih} Likulli Zama>nin wa Maka>nin). Persis. oleh sebab itu pembaharuan doktrin Islam sangat diperlukan. sebuah organisasi yang mengedepankan motif gerakan kembali ke al-Qur‟an dan Hadis. merupakan rintisan yang tepat dengan realitas politik Islam saat itu. 160.Dalam diskursus kaum modernis. Pertama. ada dua faktor yang telah disepakati sebagai penyebab kemunduran dunia Islam. Pada dasarnya doktrin kembali ke al-Qur‟an dan Hadis di atas. Dengan demikian pemikiran-pemikiran politik kaum modernis Islam banyak diwarnai oleh idiom-idiom al-Qur‟an dan Hadis. hanya saja doktrin tersebut kemudian terkontaminasi dengan sikap anti Barat yang rigid dan akhirnya melahirkan pemikiran normatif dan cenderung apologetik. seperti Muhammadiyah. misalnya dengan menawarkan sistem ekonomi Islam dan negara Islam sebagai alternatif menghadapi Barat. praktikpraktik keagamaan umat Islam telah banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang asli.

maslahah itu ditujukan pada kepentingan rakyat banyak. upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dirumuskan dalam suatu kaidah312:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Menurut Abd al-Wahab Khalaf. cxxx . 313 86-87. memang perlu diawali dari teori ini. Ada beberapa persamaan dari kedua tokoh tersebut dalam merespon hubungan Islam dan negara. ke-11 (Kairo: Dar al-Qalam. Dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut. apabila memenuhi tiga kriteria berikut ini. kaidah di atas dapat dijadikan sebagai landasan teori hukum atau referensi untuk pengambilan keputusan hukum aktual. maslahah itu bersifat essensial. As-Sulam. hlm. Abd al-Wahab Khalaf. t.t. II: 65.Dalam diskursus politik Islam (al-Fiqh as-Siya>syi). (Jakarta: Sa‟adiyah Putra. „Ilm Usūl al-Fiqh. bukan individu. yakni kepentingan yang secara praksis dapat mewujudkan kesejahteraan umum dan mencegah timbulnya kerusakan.). Pertama. Dan yang pasti secara esensial kedua tokoh tersebut sepakat bahwa tujuan diterapkannya demokrasi di negeri ini adalah untuk mencapai kemaslahatan bersama dan keadilan yang merata bagi umat manusia. maslahah itu tidak bertentangan dengan ketetentuan atau dalil-dalil umum nash. Kedua. 312 Abd al-Hamid Hakim. Natsir dan Gus Dur dalam memecahkan persoalan hubungan Islam dan negara.313 Teori kemaslahatan inilah yang kemudian dijadikan pisau analisis oleh M. 1977). Ketiga. cet.

dalam kenegaraan. Natsir banyak menggunakan syarat-syarat sebuah negara modern. Undang-Undang Dasar atau sumber hukum atau kekuasaan lain yang tidak tertulis. Gus Dur juga menyatakan secara tegas bahwa Islam tidak memberi konsep yang jelas untuk membangun sebuah negara. keadilan. Natsir dengan Gus Dur dalam membangun relasi Islam dan negara adalah pengakuan mereka tentang tidak adanya sistem politik yang rigid dalam Islam sebagaimana yang telah ada dewasa ini. 199. M. cxxxi . Islam hanyalah mengatur dasar dan pokok-pokokmya saja seperti yang dinyatakan di atas. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. Natsir dan Gus Dur dikenal sebagai pemikir muslim yang sekaligus praktisi politik terkemuka di negeri ini. seperti musyawarah. Menurut Natsir. keduanya sama-sama mempunyai komitmen untuk menjadikan Islam sebagai agama pembebas yang membebaskan manusia dari segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi Sedangkan sisi persamaan yang dominan antara M. dan kebersamaan. maka dari itu dalam membangun sebuah negara M.Dalam sejarah politik Indonesia. Pemerintah. Secara historis juga telah terbukti bahwa dari keempat khalifah sepeninggalnya Rasulullah. persamaan. hlm.314 Masih dalam konteks yang sama. Kedaulatan. di antaranya harus mempunyai wilayah. dan bagi mereka yang ada dalam Islam hanyalah prinsip dasar berbangsa dan bernegara. Capita Selecta. semuanya diangkat melalui mekanisme yang 314 Natsir. rakyat. kebebasan.

21-33. namun juga terkadang terlihat konservatif dalam wacana keislaman yang lain. menentang pemisahan agama dan negara. demokrasi yang berdasarkan doktrin kedaulatan rakyat diterima secara terbuka. 315 cxxxii . Natsir menganggap sumber kekuasaan bagi pemerintahan adalah rakyat. hlm. Begitu juga dengan pemikiran Gus Dur. Munawir Sjadzali. memang tidak sepenuhnya murni sebagaimana yang telah penyusun tempatkan. M. Islam dan Tata Negara.berbeda satu sama lain. akan tetapi bukan berarti ia menerima konsep sekulerisme sebagaimana yang inheren dalam sistem Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. egaliter dan manusiawi sebagaimana yang dicitacitakan Islam. Karena dengan adanya nilai-nilai dasar di atas Islam bisa dikatakan sebagai agama pembebas sepenuhnya kompatibel dengan aturan demokrasi. yang menurut Greg Barton seringkali terkesan sekuler . Karena itu. akan tetapi tidak jarang pendapat-pendapat Natsir yang mengarah pada faham fundamentalisme. sebab walaupun Yusril mengkategorikan Natsir sebagai kalangan modernis. sistem demokrasi menurut kedua tokoh tersebut merupakan sistem yang paling realistik untuk mewujudkan terbentuknya suatu masyarakat yang adil. Sebagaimana Abduh. Oleh sebab itu. Mengenai tipologi pemikiran kedua tokoh tersebut. padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan.315 ini menunjukkan bahwa Islam memang tidak mempunyai mekanisme baku sebuah suksesi.

Dengan demikian tujuan pertama didirikannya negara demokrasi adalah untuk menjaga Syari„at itu sendiri. bagaimana reaksi dan sikap keduanya dalam memandang Pancasila di negeri ini. persamaan sebagaimana yang dituntut oleh Islam secara radikal. Lebih lanjut. maka keduanya sepakat untuk menjadikan demokrasi sebagai sistem yang paling rasional untuk negara republik ini. Sedangkan Gus Dur ingin menegakkan demokrasi yang seutuhnya. Atas dasar pemahaman. kebebasan. ia menjelaskan bahwa konsep demokrasi ini ditujukan untuk menetapkan hak-hak dan kewajiban timbal balik antara rakyat dengan penguasa. Oleh sebab itu ia menawarkan sebuah konsep thestic democracy. Dengan demikian ada perbedaan yang sangat konsep mendasar demokrasi. Menurutnya. cxxxiii . Islam mempunyai prinsip-prinsip dasar dalam berbangsa dan bernegara. yaitu demokrasi yang sesuai dengan prinsip tauhid. Terlepas bagaimana cara kedua tokoh itu dalam memperjuangkannya.demokrasi Barat. artinya tidak ada tendensi agama yang melekat pada konsep ini. yaitu negara. Dan sebenarnya sikap ini sudah jelas terlihat di atas. dan sistem yang ada harus mampu menegakkan keadilan. mengenai meskipun paradigma keduanya dalam dan melindungi memperjuangkan sama-sama menerima demokrasi secara terbuka. sehingga pelaksanaan Syari„ah memerlukan dukungan kekuasaan politik. Syari„ah sebagai suatu sistem hukum terpadu dan lengkap hanya bisa dilaksanakan apabila ada suatu otoritas yang melakasanakan penerapan (law enforcement).

Baginya dengan adanya konsep Pancasila berarti telah terbukti bahwa negara Indonesia telah terjangkit penyakit sekularisme. Natsir ingin membuktikan bahwa Indonesia telah terkontaminasi dengan paham ini. yang memisahkan antara agama dan negara. Walaupun para sekularis mengakui adanya Tuhan. dan sikap yang hanya sebatas keduniawian saja. tampaknya M. M. hlm. baik dalam sikap. Natsir dengan tegas menolak negara yang berdasarkan sekularisme. Berangkat dari wacana relasi Islam dan negara di atas. 127. karena keduanya mempunyai fungsi timbal balik. Kedua. respon mereka terhadap paham sekuler. cxxxiv . di samping itu Pancasila adalah hasil penggalian dari masyarakat. Natsir dan Gus Dur dalam memandang relasi Islam dan negara yang paling fundamental terdapat dua hal. tujuan. Pertama. menurutnya sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham. Ditarik dalam konteks Indonesia. tapi dalam kehidupan sehari-harinya tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan. simbiosis 316 Ahmad Syafi‟i Maarif. Perbedaan. menurutnya tidak dapat dipisahkan.B. karena konsep ini jelas bercorak La>-diniyyah yang tidak mau mengakui wahyu sebagai sumbernya.316 Dilihat dari beberapa pernyataan Natsir pada bab-bab sebelumnya. Islam dan Masalah Kenegaraan. tingkah laku. Sedangkan sisi perbedaan antara pemikiran M. bisa dikatakan bahwa hubungan Islam dan negara. pemikiran politik mereka dalam menyikapi demokrasi dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara di Indonesia ini. ibadah dan tindakan sehari-harinya.

kalau kebijakan tersebut sampai diterapkan di negara yang sangat heterogen ini. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. Pancasila sebagai ideologi negara sudah sesuai dengan konteks demokrasi dan tidak 317 Natsir. seperti tuntutan diberlakuannya syariah oleh negara. Baginya. Pola pemikiran Gus Dur ini bisa dikategorikan cukup sekuler. lebih mengasumsikan agama sebagai sumber motivasi pandangan hidup bangsa atau ideologi negara (Pancasila). 92. 318 cxxxv . Dan tentunya. juga mempunyai kekuatan penuh untuk menjaga dan memberlakuan undang-undang Syari„ah. Abdurrahman Wahid. yang berkenaan dengan kehidupan manusia sebagai individu.318 Jadi agama di sini hanyalah bersifat dialogis bukan simbiosis. hlm. maupun masyarakat secara kolektif.317 Sedangkan Gus Dur. karena menurutnya hanya akan menciptakan diskriminasi agama. persamaan hak dan kemaslahatan umat. Maksudnya agama berperan mendorong kegiatan individu melalui nilai-nilai yang diserap Pancasila dengan menjadikannya sebagai bentuk pandangan hidup bangsa. berarti negara di sini selain merupakan institusi pemerintahan. bagi Gus Dur. hlm. negara adalah sebuah alat bukan tujuan. berarti kita telah melakukan pengingkarana terhadap nilai-nilai demokrasi. mengingat gagasan yang ia hasilkan selalu mengesampingkan simbolisasi agama terhadap negara atau sebaliknya. karena telah mengabaikan prinsip-prinsip pluralisme agama. 442.mutualisme. Ia tidak pernah berkeinginan untuk memanfaatkan negara sebagai alat pemberlakuan hukum agama tertentu. Capita Selecta. Jadi.

sedangkan kedaulatan Yusril Ihza Mahendra. demokrasi yang menurut Natsir dan Gus Dur merupakan konsep paling rasional untuk sistem negara.” Jurnal Islamika. Relasi Islam dan Negara.320 Berbeda dengan Natsir. 71. Natsir. Natsir mempunyai pandangan untuk berusaha menerapkan ajaran dan nilai-nilai. baca juga Kamaruzaman. Baginya demokrasi adalah urusan manusia yang diberi kebebasan untuk mengatur dunia.319 Ini menunjukkan bahwa Natsir selaku tokoh modernis muslim sangat selektif dalam menerapkan filterisasi (saringan) terhadap Barat. Meskipun ia merupakan hasil ijtihad manusia. 320 Thoir Luth. Secara tegas dikatakan Natsir. apalagi diganti. keputusan mayoritas yang berpedoman pada ketuhanan. 85. Islam tetap tidak perlu menganut demokrasi 100%. Selain itu. (1994). thestic democracy.perlu lagi diperdebatkan. Natsir Dakwah dan Pemikirannya. hlm. Gus Dur menilai demokrasi sebagai suatu kedaulatan rakyat sepenuhnya. kerohanian. 3. dan politik Islam yang terkandung di dalam al-Qur‟an dan sunnah dengan menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik M. 79. No. dan konsep demokrasi yang cocok bagi Indonesia adalah demokrasi yang tidak meninggalkan nilainilai ketuhanan. Natsir mewajibkan seoarang muslim untuk berpolitik sebagai sarana dakwah Islam. M. Dalam modernisasi politik Islam. hlm. hlm. maksudnya. Selanjutnya. 319 cxxxvi . ia tidak sepakat kalau urusan Tuhan dicampuradukkan dalam kepentingan ini. sosial.

323 Natsir dan Gus Dur sama-sama terlibat dalam pemerintahan. 176. ia malah berkeinginan untuk meminimalisir intervensi negara terhadap agama. 3) Ta„a>wun (kerja sama). Sedangkan Gus Dur justru sebaliknya. 169. terdapat berbagai macam pemahaman. legislasi) ajaran agama tersebut pada hakikatnya merupakan pengingkaran hakikat demokrasi yang ingin kita tegakkan di negeri ini.322 karena akan menjadikan mereka yang tidak memeluk agama mayoritas menjadi warga negara kelas dua dan kehilangan haknya dalam memperoleh keadilan sesama dalam bernegara. Abdurrahman Wahid. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien. 4) Mas}lah}ah (menguntungkan masyarakat). 91-105. hlm. apabila hukum Islam atau hukum gereja harus diberlakukan oleh negara melalui (taqnin. yaitu: 1) Ta„a>ruf (saling mengenal). termasuk penolakannya terhadap pemberlakuan syari‟ah di negara ini. 5) „Adl (adil). 2) Syu>ra (musyawarah). akan tetapi keduanya mempunyai tujuan politik yang berbeda. Berbicara mengenai Syari„ah. dan 6) Tagyir (perubahan). Untuk merealisasikan demokrasi tersebut. 1999). 322 323 cxxxvii . hlm. (Bandung: Mizan. hlm. Menurut terori klasik. Mengurai Hubungan Agama. Identitas Politik Umat Islam.321 Terlebih lagi. Natsir masuk dalam birokrasi pemerintahan berharap akan bisa memperjuangkan pemeberlakuan syari‟ah Islam melalui otoritas negara. ada enam kaidah demokrasi dalam Islam. Kuntowijoyo.Tuhan (Syari„ah) merupakan prinsip-prinsip universal yang menjadi patokan etik moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Syari„ah merupakan kehendak Ilahi yang suci dan 321 Umaruddin Masdar.

Sejarah Fiqih Islam. Mun‟im A.. Dinyatakan demikian. ditanya tentang syari‟at Islam. puasa. Berdasarkan definisi Syari„ah di atas. cet. ulama fiqih dan usul fiqih menyatakan bahwa Syari„ah merupakan sumber fiqih.W.324 Sedangkan dalam alQur‟an kata Syir„ah atau Syari„ah dimaknai agama. Manna al-Qattan (ahli fiqh) mendefiniskan Syari„ah sebagai segala ketentuan Allah bagi hambanya yang meliputi masalah akidah. karena fiqih merupakan hasil ijtihad atau pemahaman ulama terhadap ayatayat suci al-Qur‟an tersebut. 16.326 Ini menunjukkan bahwa secara terminologis. Ada beberapa definisi fiqih yang kemudian dikemukakan oleh ulama.bertujuan mengatur kehidupan masyarakat muslim.A.A. Sebuah Pengantar. Ibid. Surat 5: 51: 17. Syari„ah pada masa nabi Muhammad S. digunakan untuk menyebut masalah essensial dalam ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah yang telah diyakini kesahihannya. beliau menjelaskan tentang sholat. dan tata kehidupan umat manusia untuk mencapai kebahagian mereka di dunia dan akhirat. zakat. ibadah. ke-2 (Surabaya: Risalah Gusti. 326 cxxxviii . Sirry. 1996).W. Imam Abu Hanifah yang mendefinisikan fiqih dengan Ma„rifat al-Nafsi ma>laha wa ma> „alaiha (pengetahuan seseorang tentang hak-hak dan Mun‟im A. Lebih lanjut. Sirry. Ketika nabi Muhammad S. 325 324 Al-Qur‟an.325 baik sebagai jalan lurus (T{ariq Mustaqi>mah) yang ditentukan oleh Allah untuk manusia atau suatu ketentuan yang harus dilaksanakan. dan haji. hlm.

sehingga masuk dalam wilayah fiqih. Paradigma di ataslah. menurut fuqaha Malikiyyah. Dan sebagai wilayah fiqih.328 selain itu.327 Sedangkan al.. al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. pola pemikiran Gus Dur di atas. Namun demikian. yang kemudian secara teoritis membedakan gagasan kedua tokoh tersebut. 328 cxxxix . mendefinisikan fiqih sebagai ilmu tentang hukum-hukum syari‟ah amaliah dari dalil-dalilnya yang terperinci („adilah tafs}iliyyah). hlm. sebagaimana dalam kaidah fiqihnya bahwa “seluruh kebijakan penguasa harus sesuai dengan kepentingan seluruh warga negara”. didasarkan pada pertimbangan fiqih bahwa urusan politik atau negara lebih pada kepentingan dan kreativitas manusia. definisi ini memberi gambaran bahwa fiqih meliputi aspek kehidupan. Al-Amidi. setiap apa yang dirumuskan dan diinterpretasikan merupakan produk ijtihad yang bebas. baik dari akidah. hlm. hukum sampai pada tingkah laku kehidupan. seorang ulama Syafi‟iyyah terkemuka dalam bukunya al-Ih}kam fi us}uli al-Ah}ka>m.Amidi. 14.. I: 5. Walaupun pada masalah-masalah tertentu mereka juga mempunyai persamaan pendapat. sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari pemikiran politik yang didasarkan pada konsep tauhid. Tampaknya. fiqih adalah ilmu tentang perintah-perintah syari‟ah dalam masalah khusus yang diperoleh dari aplikasi teori Istidla>l atau pencarian hukum dengan dalil (process of reasoning). 13. 327 Ibid.kewajibannya). Pola pemikiran Natsir yang cenderung idealistik dalam memahami ad-Din wa ad-Daulah. kreativitas itu harus mengacu pada kemaslahatan rakyat. Ibid.

antara modernisme dan neo-modernisme. Us}ul al-Fiqh ataupun Qawa>„id al-Fiqhiyyah. sebagai salah satu respon intelektual terhadap berbagai persoalan aktual modern yang secara umum menempatkan Islam pada posisi dilematis. faktor perbedaan masa kehidupan juga cukup mempengaruhi pola pemikiran keduanya. apa yang dihadapi Gus Dur tentang wacana keislaman sebenarnya juga masih banyak diwarnai wacana-wacana keislaman di masa Natsir hidup. selain itu Natsir juga lebih suka mendasarkan gagasannya pada dua sumber utama Syari„ah. di mana Natsir hidup pada masa kolonial dan pasca kolonial yang selalu berjuang memerdekakan bangsa ini melalui jargon Islam. Di samping paradigma. Perbedaan paradigma dan masa itulah yang kemudian melahirkan polarisasi aliran. pasca kolonial.Konsep tauhid menderivasikan prinsip-prinsip universal yang kemudian menjadi sumber etik-moral bagi sebuah negara demokrasi. Sedangkan gagasan dan perjuangan Gus Dur dihadapkan pada masa 1980-an. antara keharusan menyesuaikan diri dengan perubahan arus modernitas atau menegaskan diri sebagai agama secara eksklusif. seperti fiqih. alQur‟an dan sunnah. Modernisme Islam mempunyai kecenderungan kuat untuk mengembalikan kejayaan dan keunggulan Islam atas partai atau peradaban yang lain. Secara cxl . Namun demikian. dengan cara memperbaharui doktrin-doktrin sesuai dengan tuntutan zaman. Gerakan modernisme di Indonesia lahir sejak tahun 1912-an. daripada menggunakan metodologi khazanah intelektual sunni klasik.

Kalangan ini cenderung akomodasionis dalam merespon tradisionalisme dan modernisme. II: 65. cxli . al-Qur‟an dan sunnah. sikap modernitas seharusnya tidak menggantikan sama sekali nulai-nilai lama dengan nilai-nilai baru.teoritis gerakan ini cenderung eksklusif karena dasar argumentasinya lebih ditekankan pada sumber Syari„ah yang absolut. Gus Dur menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan kelompok modernis. seperti apa yang tertulis dalam Qawa>„id al-Fiqh. Di antaranya. Lain halnya.  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Selain kaidah di atas. bagi mereka penggunaan metodologi fiqh atau Qawa>„id al-Fiqh transformatif lebih cocok daripada memakai konsep tauhid yang cenderung dogmatis. melainkan bahwa antara tradisi dan modernitas harus dilihat sebagai proses kontinuitas. Ibid. Sedangkan untuk mengelaborasi wacana pemikiran Islam semacam ini. yang baru lahir pada masa 1970-an.329 yaitu:  ‫دزء اىَفا ظد ٍقدً ػيٚ خية اىَظاىر‬  ‫اىساخـﺔ ذـْصه ٍْصه اىؼسٗزج‬  ‫اىؼسٗزج ذثٞر اىَسظ٘زج‬ Selanjutnya. seperti apa yang diungkapkan oleh mayoritas kalangan modernis Islam saat ini. Menurutnya. dengan pemikiran neo-modernisme Islam. masih banyak kaidah lain yang digunakan sebagai upaya melaksanakan transformasi gagasan. seperti legalisme (pemikiran keislaman yang telah dibakukan lewat 329 Abd al-Hamid Hakim. bisa dikatakan bahwa gagasan modern yang mereka tawarkan bukan berarti anti tradisionalisme sama-sekali. Oleh sebab itu.

182. Bagi Gus Dur.mazhab yang empat) baik dalam kerangka mazhab fiqih. 3) asas kontinuitas sejarah. Zaman Baru Islam. 2) asas keterbukaan. menurutnya perlu dibuat kerangka pemahaman kontekstualisasi ajaran Islam dengan berdasarkan asas-asas sebagai berikut: 1) asas menyeluruh. ia lebih mengarah pada paham sekular. 6) asas kesejarahan 7) asas pluralitas. Untuk itu. hlm. Natsir beranggapan bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan sebagai konsekuensi dari penolakannya atas paham sekular. Dan pandangan inilah. 8) dan asas konvergensi. bahkan menjurus ke situasi traumatik di masa depan. tetapi dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai motivasi bukan formalisasi dalam berbangsa dan bernegara. dan Idy Subandy Ibrahim. cxlii . over idealissasi Islam sebagai sistem kehidupan alternatif tidak menunjukkan prospek yang baik. sebaliknya dengan Gus Dur. 4) asas deinstitusionalisasi Islam. memisahkan agama dan negara. yang kemudian mempengaruhi sikap mereka dalam menerima ideologi Pancasila.330 Beradasarkan uraian di atas dan bab-bab sebelumnya. akan tetapi konsep ini harus tetap dipertahankan demi kemaslahatan bangsa Indonesia yang plural ini. Natsir dan Gus Dur sangat berbeda dalam memandang relasi Islam dan negara. Ditambah lagi. sedangkan Natsir lebih memilih Islam sebagai ideologi negara 330 Dedy Djamaluddin Malik. bisa disimpulkan bahwa antara M. meskipun Pancasila merupakan hasil ijtihad manusia yang ditentukan oleh kondisi sosialnya. 5) asas depoloitisasi Islam. maupun melalui pembaharuan (pemurnian) ternyata malah tidak mampu menjawab tantangan zaman.

Natsir dan Gus Dur. 114 cxliii . Untuk lebih singkatnya bisa dilihat dalam tabel berikut ini. Polemik Negara Islam. Sebenarnya apa yang ingin penyusun tegaskan di sini adalah bahwa pemikiran kedua tokoh di atas. Dan dari sisi inilah. karena dengan ideologi ini masyarakat akan terjamin kehidupan beragama dan bernegaranya. hlm. yakni modernisme dan neo-modernisme.daripada Pancasila. PERSAMAAN PEMIKIRAN M. yang kemudian melahirkan klasifikasi pemikiran.331 Demikianlah persamaan dan perbedaan antara pemikiran M. sangat dipengaruhi oleh realitas sosial politik di saat mereka hidup. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID 331 Ahmad Suhelmi.

Natsir Gus Dur cxliv . Sebagai agama pembebasan Islam sepenuhnya kompatibel dengan demokrasi. 4. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID Perbedaan tentang M. egaliter. Penggagas dan pendiri partai politik. 2. dan manusiawi sebagaimana yang diidealkan Islam. Seorang pemikir dan praktisi politik yang terlibat langsung dalam lembaga kenegaraan. 5. PERBEDAAN PEMIKIRAN M. Demokrasi diterima sebagai sistem yang paling rasional dan realistik untuk mewujudkan masyarakat yang adil.1. Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion) yang membebaskan manusia dari segala bentuk eskploitasi dan diskriminasi. 3.

Implikasi. Natsir dan Gus Dur yang berkaitan dengan wacana relasi Islam dan negara di atas. Pandangan terhadap sistem nilai Islam Pendidikan modern Al-qur‟an dan Hadits. Sifat pemikiran 4. Pluralisme yang diterima 10. Sikap terhadap sekularisasi 7. Pesantren tradisional Konsep Fiqih Transformatif Islam kultural Neo-modernisme Islam ideologis Modernisme Islam sebagai sumber hukum yang lengkap Islam hanya salah satu unsur dalam bangunan kebangsaan yang ada Afirmatif 6. Tipologi aliran pemikiran 5. Basis pendidikan 2. Dasar paradigma pemikiran 3. Partai yang diperjuangkan 12.1. Fungsi politik Untuk melindungi pluralitas Pluralisme inklusif Menerima secara terbuka Menolak Partai sekular Partai Islam Gerakan moral Gerakan dakwah C. Tujuan membela demokrasi 9. Penerapan ideologi Pancasila 11. sudah pasti semakin menambah cxlv . Negara demokrasi yang dicita-citakan Negatif (menolak dengan tegas) Thestic Democracy (Demokrasi yang tidak meninggalkan nilai-nilai ketuhanan) Untuk melindungi Syari‟ah Pluralisme eksklusif Negara demokrasi yang utuh dan tidak ada unsur fundamentalismenya 8. Pemikiran-pemikiran M.

tetapi juga terhadap praktik dan pemahaman masyarakat dalam bernegara. sejak keterlibatannya dalam pembentukan partai Islam yang pertama kali di Indonesia. yang berarti pemikiran mereka tidak hanya berimplikasi pada sebuah partai saja. keaktifan Natsir di partai ini sudah jelas menunjukkan bahwa manuver dan pemikirannya memang bersifat idealistik. sebuah partai Islam yang berhasil mengantarkannya ke kursi birokrasi negara. Sebenarnya. Masyumi. implikasi personal. banyak mengundang simpati para kalangan modernis Islam Indonesia. Kedua. khususnya bagi generasi muslim selanjutnya. Dan tentunya.khazanah pemikiran politik Islam di negara kita. Manuver dan pemikiran politiknya sampai saat ini masih tetap mendapat tempat istimewa di kalangan generasi muslim modernis abad 20-an ini. Khususnya bagi generasi pemikir politik masa sekarang. aspek ini lebih mengarah pada pemikiran suatu lembaga organisasi atau partai politik saja. Pertama. Untuk lebih jelasnya. Peran politik Natsir mulai diperhitungkan oleh khalayak umum. bahkan lebih dari itu. implikasi institusional. yaitu implikasi yang bersifat institusional (Institusional Implication) dan implikasi personal (Personal Implication). tidak hanya cxlvi . penyusun akan membagi implikasi pimikiran kedua tokoh tersebut menjadi dua aspek. tampaknya generasi yang terinspirasi ini. Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam melalui dakwah politiknya. pemikiranpemikiran tersebut membawa implikasi besar terhadap kehidupan politik masyarakat Indonesia. baik itu partai yang mereka pimpin sendiri atau bukan.

Pada zaman orde lama. Natsir ini sangat mempengaruhi karakter partai dan organisasi muslim modernis Indonesia. Ia juga tertarik lantaran platform partai ini sangat cocok dengan ide perjuangannya yang menurutnya sebagai representasi kelompok Islam. PBB dan DDII. Parmusi (Partai Muslim Indonesia). selain disebabkan keterlibatannya sebagai pendiri yang sekaligus pemimpin partai selama 5 kali berturut-turut. cxlvii . Natsir Dari sisi institusional. Dan salah satu cita-cita partai yang sesuai dengan ide pemikirannya yaitu mentransformasikan hukum Islam menjadi hukum nasional.mengaguminya namun juga mengembangkan ide dan perjuangan politiknya melalui gerakan dan partai Islam yang sama sekali baru. bahkan ia menganjurkan umat Islam untuk menggunakan politik sebagai media dakwah umat. yakni dengan cara menerapkan pembaharuan pemikiran-pemikiran Islam klasik dan kemudian dipadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. ide-pemikiran M. Pemikiran-pemikiran Natsir disambut baik oleh kalangan modernis muslim Indonesia. sebab spirit pesan yang disampaikannya sama-sama bertujuan mengembalikan kejayaan Islam. di antaranya Masyumi. Implikasi Pemikiran M. pemikiran Natsir banyak mempengaruhi visi dan strategi partai politik Masyumi yang dibubarkan Soekarno. Dalam pandangan Natsir dakwah merupakan sarana yang cukup efektif dalam memperjuangkan ajaran dan kepentingan politik umat Islam Indonesia.

Selain dibatasi ruang geraknya.332 Tampak jelas. sehingga pada proses selanjutnya politik Islam seringkali menerima intimidasi. Selanjutnya pada masa orde baru. politik Islam masih saja menemui jalan buntu.Sebagai tokoh politisi Islam modernis. Istilah ekstrem merupakan stigma politik yang dilontarkan negara terhadap kelompok tertentu. bahwa cita-cita dan pemikiran Natsir mempunyai pengaruh yang besar terhadap misi perjuangan partai Islam ini. pengekangan dan pengkebirian hak politiknya oleh negara. tradisionalis dan modernis). namun pada perkembangan selanjutnya partai ini lebih didominasi oleh pemkiran-pemikiran kelompok Islam modernis. ia juga ditempatkan sebagai kelompok yang berhaluan ekstrem kanan333 serta dinilai berpotensi melahirkan kekacauan nasional karena berupaya mendirikan negara Islam di tengah masyarakat yang plural. Meskipun partai Masyumi sebelumnya merupakan partai Islam yang terdiri dari berbagai aliran Islam (fundamentalis. Keinginannya untuk memasukkan nilai-nilai dasar Islam dalam institusi negara inilah yang kemudian menggerakkannya untuk tetap konsisten mempertahankan dan memperjuangkan misi partai Islam yang bercorak modern di atas (Masyumi). ia mencoba memadukan ilmu pengetahuan modern dengan ajaran-ajaran Islam yang kemudian diaplikasikannya sesuai dengan keadaan masyarakat setempat. Untuk mengetahui visi dan misi partai Masyumi bisa dilihat dalam karyanya Yusril Ihza Mahendra. Modernisme dan Fundamentalisme. 333 332 cxlviii . ektsrem kanan untuk partai Islam (Masyumi) dan ekstrem kiri untuk partai komunis (PKI).

yakni dengan membentuk sebuah partai politik yang sama sekali baru.334 Selain di Masyumi dan Parmusi. cxlix . dua pegiat terkemuka dari Muhammadiyah. Akhirnya dengan jalan penuh liku negara mengizinkan pembentukan partai ini. Natsir juga masih banyak mempengaruhi peta politik Islam saat ini.H. embrio lahirnya partai ini telah dirintis oleh tokoh-tokoh Islam terkenal. Masykur. H. Rosjidi yang sebelumnya bergerak dalam satu wadah yang dinamai dengan Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI). seperti Dr. sehingga pada tanggal 20 Februari 1968 lahir “Partai Muslimin Indonesia” (Parmusi) di bawah pimpinan Djarnawi Hadikusumo dan Lukman Harun. H. 113-115. atas gencarnya gerakan 334 Bahtiar Efendy.Sikap negara yang memusuhi politik Islam ini. Islam dan Negara (Jakarta: Paramadina. M. pemikiran M. yakni dari masa politik orde lama. tampaknya membuat mantan aktivis Masyumi harus memilih jalan lain. khususnya PBB (Partai Bulan Bintang). akan tetapi juga mempunyai perjalanan sejarah yang lebih panjang. K. Natsir. K. tetapi idealisme dan semangat Masyumi diharapkan tetap mengalir di dalamnya. FUI didirikan pada tanggal 17 Agustus 1989.M. asalkan pemimpin dan penggiat partai Masyumi dicoret dari daftar kepemimpin. Sejatinya secara historis. Rusli Abdul Wahid dan Prof. Dr. orde baru dan sampai sekarang masa reformasi. pendiriannya dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pemuka muslim tersebut. Partai ini bukan hanya lahir karena dorongan eforia politik pasca reformasi 1998. 1999).H. hlm.

tokoh-tokoh Masyumi di masa lalu dikenal integritas pribadinya yang tak tebantahkan. sistem kenegaraan. Namun keinginan itu diurungkan karena beberapa alasan. sehingga generasi baru yang akan memimpin partai ini dikhawatirkan akan sangat berat menanggung beban moral apabila tidak mampu menjaganya. Persis dan lain sebagainya. dan akibatnya akan mencoreng nama baik Masyumi. Pertama. ke-1 (Jakarta: Pustaka LP3ES. bahwa pemikiran M. seperti DDII. 2003). selama ini penyebutan keluarga besar Bulan Bintang pun identik dengan keluarga Masyumi. Parmusi. ketimpangan sosial ekonomi. Natsir secara institusional mempunyai implikasi besar terhadap pembentukan partaipartai Islam di atas. 1999) 336 335 cl . Di antara implikasi yang sangat menonjol dari partai-partai Islam itu adalah semangat juangnya yang selalu menjadikan prinsip-prinsip Universal Islam itu sebagai rujukan dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat dan negara seperti kemiskinan.335 Pada mulanya Partai Bulan Bintang akan diberi nama “Partai Politik Islam Masyumi” oleh tim perumus partai ini. Selain itu labelisasi Islam sebagai asas partai ini tidak pernah mereka tinggalkan. Kedua. hlm.tans}iriyyah (kristenisasi) dalam merongrong akidah umat Islam Indonesia selama rezim Orde Baru berkuasa.336 Dari uraian-uraian tersebut bisa dipahami. untuk lebih lengkapnya mengenai proses pembentukan PBB didasarkan pada buku Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang (Jakarta: DPP PBB. Zainal Abidin Amir. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. FUI. 61 Ibid.. dan PBB. Meskipun masih banyak organisasi lain yang juga terpengaruh oleh pemikirannya. hlm. dan simbiosisme antara agama dan negara dan seterusnya. 65. cet. di antaranya Masyumi.

baik itu yang berkaitan dengan masalah kenegaraan maupun keagamaan. Sebagai tokoh pembaharu Muhammadiyah. Natsir. Ini terlihat dalam pemikiran-pemikiran tokoh muslim modernis seperti Amien Rais. umat Islam dunia sengaja dipisahkan dari ajaran-ajarannya oleh hegemoni Barat. Nurcholish Madjid.Sehingga tidak aneh kalau kelompok ini sangat kritis dan selektif terhadap pemikiran Barat. dan Yusril Ihza Mahendra. hlm.337 Ini terlihat dari sikap kritisnya terhadap Barat dan kecintaannya terhadap umat Islam. pemikiran Natsir ini juga cukup berpengaruh pada generasi intelektual muslim Indonesia zaman sekarang. akan tetapi ada masalah-masalah tertentu yang membuat mereka terkesan Natsiris dalam mengkomunikasikan gagasan-gagasannya. Zaman Baru Islam. Sedangkan dari aspek personal. 112. sebagaimana yang ditunjukkan Natsir sebelumnya. Lebih khusus. Amien cenderung anti terhadap Orientalisme dan sekularisme. Amien Rais sangat apresiatif dengan pemikiran-pemikiran Natsir sepanjang sejarah perpolitikan bangsa ini. oleh sebab itu tidaklah berlebihan kalau Cak Nur mengatakan : “Dia itu sangat Natsiris”. melakukan proses peng-alienasian masyarakat Islam dari agamanya dan meracuninya dengan pemikiran-pemikaran Barat (Westoxication). cli . Apalagi mengingat figur tokoh Islam Indonesia yang sangat dikagumi Amien ketika muda adalah M. Dalam analisanya. yakni dengan cara imprerialisme baru. yang 337 Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. Meskipun tidak sepenuhnya mereka sama dalam memahami relasi Islam dan negara.

dalam Cakrawala Islam. Biografi Gus Dur. yakni PBB Amien Rais. dalam tulisannya. hlm. “Beberapa Catatan Kecil tentang Pemerintahan Islam”.339 Berbeda dengan Nurcholis Madjid. Hal ini disebabkan inovasi pemikirannya yang dirasa sesuai oleh kaum Islam modernis yang lebih tua saat itu.mengakibatkan umat Islam terjangkit penyakit Westomania.340 bahkan selama masih menjadi mahasiswa Cak Nur secara luas dianggap sebagai generasi penerus spritual M. Yusril Ihza Mahendara juga sangat dikenal sebagai kader penerus gagasan-gagasan M.338 Selanjutnya. baik itu sekulerisme moderat ataupun radikal. Dari uraian-uraian tersebut tampak jelas bahwa pengaruh Natsir dalam pemikiran Amien sangatlah besar. oleh sebab itu ia dengan tegas menolak ide sekularisme. clii . Natsir merasa kecewa dan marah terhadap Cak Nur yang sudah dianggap sebagai anak asuhnya sendiri itu. Ini terlihat bagaimana ia memperjuangkan aspirasi partai yang dipimpinnya. baca juga. sewaktu muda Cak Nur juga pernah menyandang gelar sebagai “Natsir Muda”. Natsir kemudian pupus. Akan tetapi harapan kalangan Modernis untuk menjadikan Cak Nur sebagai generasi penerus M. 113. sekuler dan bahaya (tidak berdasarkan informasi yang cukup). Islam dan Modernitas. karena pemikiran Cak Nur yang saat itu dianggap mereka kelewat liberal. Natsir. Namun demikian. Zaman Baru Islam. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. 137.341 Selain Amien Rais dan Nurcholis. Natsir. sejenis penyakit jiwa yang menganggap Barat adalah segala-galanya. hlm. 36 Ibid.. Secara pribadi M. ia berpendapat bahwa antara agama dan negara adalah saling bersatu yang berarti satu sama lainnya tak bisa dipisahkan. hlm. hlm. 341 340 339 338 Greg Barton. 123. yang justu menggagas wacana sekularisme di tahun 1980-an.

342 Prilaku inilah yang membuat NU menjadi sasaran tuduhan anti Pancasila oleh rezim Soeharto.(Partai Bulan Bintang) yang sampai saat ini masih eksis mempertahankan Islam sebagai asas dasar partainya. Ramage. pemikiran Abdurrahman Wahid cukup mewarnai manuver politik NU. Implikasi Pemikiran Gus Dur Secara institusional. Lebih lanjut. Meskipun secara lahiriyah NU merupakan organisasi sosial akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sense natural politiknya selalu muncul di tengah-tengah kemelut politik bangsa ini. pada tahun 1978-an NU yang saat itu masih berafiliasi dengan PPP. kemudian pada tahun 1981 NU juga menolak mendukung Soeharto untuk menjabat kembali atau memberinya gelar “Bapak Pembangunan”. cliii . dituduh oleh rezim Orde Baru sebagai embrio gerakan anti Pancasila. ditegaskan dalam pidato presiden Soeharto pada Rapim ABRI 1980 di Pekanbaru. 56. Soeharto memperingatkan untuk tidak mencoba mengubah Pancasila atau UUD 1945. Tuduhan itu diangkat dari tindakan protes dan walk out para tokoh NU dari sidang MPR yang membahas tentang rancangan ketetapan P4. Percaturan Politik. Hal ini bisa dilihat dari sejarah perjuangannya. Menurut Sidney Jones NU adalah Organisasi Sosial terbesar di negara ini yang masih memiliki aspirasi-aspirasi politis. hlm. ia mengingatkan “walk out” (walau tidak menyebut NU) sebagaimana yang dilakukan ketika pembahasan masalah 342 Douglas E. Dan pada tahun 1971 ia menolak untuk mematuhi pedoman-pedoman Orde Baru tentang prilaku Politik.

yang seringkali menentang inisiatif dan pernyataan-pernyataannya. Misalnya. termasuk pamannya. meskipun ada juga beberapa pemimpin NU terkemuka yang tidak sepakat dengan pemikirannya. Dalam perkembangan politik selanjutnya. cliv . Pemikiran liberal Gus Dur sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan Ormas Islam ini.. NU yang saat itu sedang dipimpin Gus Dur semakin dinamis dan akomodatif dalam merespon kebijakan pemerintahan. Selain itu. hlm. Lebih dari itu. dan tentu saja inisiatif ini dimaksudkan untuk menjaga independensi politik NU dari intervensi Soeharto.343 Ini menunjukkan kecemasan Soeharto terhadap gerakan politik Islam. Gus Dur menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada kontradiksi antara Islam dan nasionalisme. 58. NU menurut Gus Dur. ia mengingatkan bahwa penerimaan NU kepada Pancasila bisa diterima karena beberapa alasan. mempunyai akar fondasi nasionalis yang kuat sebagaimana yang telah dikatakan bapaknya (Wahid Hasyim) bahwa ia bersedia mendukung suatu negara nasionalis nonIslami. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 1945 Soekarno meminta nasihat para pemimpin NU.P4 pada tahun 1978 adalah salah satu contoh gerakan anti-Pancasila yang harus diwaspadai. termasuk bapaknya untuk membantu Soekarno merumuskan lima asas Pancasila. Gus Dur juga sering menekankan aspek-aspek nasionalis NU. Untuk itu. karena Islam tetap bisa 343 Ibid. dalam sebuah pidato penting kepada anggota-anggota NU pada tahun 1992. ia menjadi aktor politik “nonpolitis” yang paling penting atau yang biasa disebut dengan istilah NU kembali ke khittah 1926. Yusuf Hasyim. implikasi pemikiran Gus Dur terhadap NU ini tampaknya harus dilihat dari aspek nasionalisme dan Islam. di antaranya para Kyai dan tokoh senior NU.

. 345 Kyai Ahmad Shidiq adalah sosok Kyai kharismatik yang sangat dihormati di kalangan NU. Sebelumnya Ahmad Shidiq pernah menjelaskan bahwa NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal karena merupakan hasil filsafat manusia. hlm. 97. dan UUD 1945 adalah merupakan “Bentuk Final dari Negara” yang akan memerintah kepulauan Indonesia. Ibid.344 Akibat dari pemikirannya yang bisa dikatakan nasionalis-Islam. sikap dan manuver politiknya membuat NU yang sebelumnya sering dicurigai menjadi lebih bisa diterima oleh negara. Dan yang perlu diingat bahwa Pernyataan tersebut ditegaskan di tengah-tengah iklim politis yang saat itu benar-benar dalam keadaan memanas antara Islam dan negara. 346 clv .345 pasca peristiwa Tanjungpriok dan Sebenarnya yang mengeluarkan inisiatif kompromi Pancasila di atas adalah Kyai Ahmad Shidiq346 (almh) dan Gus Dur sendiri dalam membentuk dwitunggal yang bertangung jawab bagi transformasi dan revitalisasi NU sebagai basis kekuatan Islam yang pluralis dan neomodernis. 94-95.. yang kemudian dipertegas kembali pada Muktamar ke 27-1984 di Situbondo Jawa-Timur bahwa Indonesia adalah negara yang didasarkan Pancasila. Akhirnya pada tahun 1983 Nahdlatul Ulama menjadi Ormas Islam besar pertama yang menerima Pancasila dalam Anggaran Dasarnya. yakni pengeboman di Jakarta. hlm. sementara Islam merupakan wahyu Tuhan.berkembang dalam suatu negara nasionalisme yang tidak didasarkan pada Islam resmi. 344 Ibid.

Munasir Ali. bahwa PKB 347 Zainal Abidin Amir. hlm. meskipun masih juga terdapat pro-kontra dalam pembentukannya. Mustofa Bisri. masih tetap bertahan dalam memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal di era reformasi ini.Selain berimplikasi di NU. sangatlah absurd kalau PKB tidak terkait sama sekali dari kepentingan NU. clvi . Peta Islam Politik. Gus Dur yang saat itu didampingi oleh Matori Abdul Djalil pernah menyatakan. Muchit Muzadi.H.H. termasuk Gus Dur.347 Melihat komposisi dari para pelopor di atas. K. ditambah lagi Gus Dur yang saat itu sebagai Ketua Umum PB NU. dan K. Ilyas Ruchiyat.H. dengan seraya melakukan gerakan kultural melalui NU yang tetap dipertahankan sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam„iyah Diniyyah) seiring dengan perubahan yang terjadi di pentas nasional. sebab sebagian besar yang membidani pembentukan partai ini adalah dari kalangan Kyai NU.H. Kekonsistenan pemikiran para tokoh NU. PKB dipelopori oleh K. K. K. meskipun saat itu rezim Orde Baru telah jatuh dan eforia politik Islam sedang mendapatkan kebebasannya. 113. Maka tidaklah mustahil kalau PKB selama ini tetap menempatkannya sebagai Dewan Pertimbangan Penting di partai ini. pemikiran Gus Dur juga banyak mempengaruhi visi dan misi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang ia pelopori sendiri.H. Abdurrahman Wahid. Di lain kesempatan. Pembentukan PKB merupakan upaya jalan tengah warga NU untuk berjuang di garis struktural politik.

dkk. hlm. 349 350 Abdurrahma Wahid. Lihat. Sebagaimana uraian di atas bahwa implikasi pemikiran Gus Dur ini tidak lepas dari aspek nasionalisme dan Islam. dkk. bagi Gus Dur bukan berarti karena PKB tidak mengusung simbol-simbol Islam kemudian dikatakan partai yang tidak Islami. 136.350 PKB senantiasa mengutamakan substansi Hukum Islam melalui Hukum Nasional dan bukan mengutamakan simbol-simbol formal keagamaan. “Syariah dan Negara Sekuler”. Dan PKB tidak mementingkan mereknya. hlm. yang keduanya itu tampak dalam AD/ART PKB yang menjadikan Pancasila sebagai asas partai. tapi mereka main tipu. Yang penting PKB adalah Partai Islam. hlm. parpol berasaskan Islam tidak bisa dibuat jaminan. 352 348 Bahrul Ulum. PKB. Peta Politik Islam. Jadi.. hlm. Islam hanya dijadikan mereknya saja. 140. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 3 Bahrul Ulum. Gus Dur mengatakan bahwa PKB mengutamakan kepentingan nasional. main curang dan tidak berakhlak Islami. 114.351 Sedangkan dari sisi Islamnya. baca juga. karena Republik Indonesia adalah sebuah negara dengan kepentingan-kepentingan nasional dan bukan sebuah negara agama. Zainal Abidin Amir. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. Banyak partai yang berasaskan Islam.bukanlah partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. 27 Mei 1999. clvii . 352-353. Dalam kaitan ini Gus Dur mengatakan: “Tidak penting bagi PKB berasaskan Islam. dalam tulisannya. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. Mengurai Agama dan Negara.. tapi isinya.348 Dari sini bisa dilihat seberapa jauh implikasi pemikiran Gus Dur terhadap strategi perjuangan partai ini. 352 351 Republika.349 Mengenai dipilihnya nasionalisme dan demokrasi yang dijadikan landasan dasar PKB daripada dasar agama.

Zainal Abidin Amir.353 Penegasan bahwa PKB merupakan Partai Islam dengan corak keislaman yang substantif dapat ditemukan pula dalam Prinsip Perjuangan Partai yang menyatakan: kebenaran. mereka meyakini bahwa Islam tidak perlu dilembagakan secara formal. Pemakaian Pancasila sebagai asas partai dilandasi oleh cara pandang tokoh PKB dalam melihat Islam. di mana sebuah partai yang nota bene berbasiskan muslim santri pedesaan ternyata mampu membuat mereka (konstituennya) menerima pendekatan partai yang bersifat nasionalis atau Islam-kultural dibanding Islam-formal. 354 355 clviii .W. Allah S. Peta Politik Islam. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 4.“Akhlak dari Tauhid PKB adalah Islam. hlm.355 Selain dari aspek institusional di atas. tetapi kelakuan dan tauhidnya orang Islam. menjunjung tinggi menjaga persatuan. tetapi yang penting adalah nilai ajaran Islam harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.T. akan tetapi dalam kenyataannya tetap tidak membuat partai ini tergoda untuk menegaskan dirinya sebagai partai Islam. “pengabdian menegakkan kepada keadilan. 114. menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahl as-Sunnah wa al-Jama„ah”.. asas bukan Islam. 29 Mei 1999. pemikiran Gus Dur juga mempunyai implikasi yang bersifat personal terhadap tokoh-tokoh politik dan pemikir 353 Jawa Pos. maka lebih baik seperti PKB. Pemikiran-pemikiran Gus Dur tampaknya banyak mewarnai perjuangan PKB.354 Walaupun kekentalan PKB dengan aspek Islam sedemikan rupa. Daripada parpol yang berasas Islam tapi tidak Islami.

356 Dan istimewanya lagi ia dinilai mampu menerjemahkan pola pemikiran Gus Dur. Mengemban Tuntutan Jaman. ia menyatakan bahwa partai ini merupakan partai terbuka dan inklusif yang bercita-cita mewujudkan masyarakat bermoral. sehingga banyak kalangan yang menganggap kedua tokoh ini merupakan duet yang ideal.357 Di samping itu. apabila Masyarakat telah menerapkan moralitas tentunya akan membentuk negara yang bermoral pula. sistem atau asas yang diutamakannya. 60. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. cet ke-1 (Yogyakarta: Wahyu Pustaka. Bukan bentuk. Ibid.Indonesia. Alwi Shibab merupakan salah satu politisi sekaligus akademisi yang sedikit banyak mempunyai persamaan visi dan misi dengan Gus Dur dalam memandang “relasi agama dan negara”. Mengemban Tuntutan. 359 clix . sebagaimana yang sering dikatakan Gus Dur mengenai demokrasi. bukan membentuk sebuah negara yang berdasarkan Syari„at Isla>m. hlm. Mengenai visi dan misinya dalam PKB. Alwi juga menandaskan agama idealnya dapat mendorong proses demokratisasi bukan malah menjadi alat legitimasi politik. Alwi mengatakan bahwa agama dan demokrasi Alwi Shihab. Selasa. 358 357 356 Alwi Shihab. Kompas Harian Amanat Rakyat. tetapi yang terpenting adalah usaha untuk menanamkan substansi dan essensi Islam dalam menciptakan masyarakat yang beradab.358 Menurutnya. ia juga dikenal sebagai politisi yang mengedepankan etika dan moralitas.359 Lebih lanjut. hlm. 60. 4 Februari 1999. 2000).

di antaranya yaitu keadilan.com. Persamaan visi dan misi membuatnya dekat dengan Gus Dur. hlm.juga sangat berkaitan. karena nilai-nilai substansi tersebut telah mendukung proses demokrasi. ia menegaskan bahwa tujuan Islam adalah menciptakan masyarakat yang bermoral bukan menciptakan negara agama karena hanya akan memecah belah keutuhan bangsa saja.. maka ide semacam itu harus ditinggalkan. dan persamaan. sebelum mejabat Ketua Umum PKB Alwi juga sempat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia di era kepresidenan Gus Dur. pemerataan. Alwi adalah seorang pengajar Islamic Studies di Harvard Divity School dan di Auburn Theological 360 Ibid.360 Saat ini Alwi Shihab menjabat sebagai Ketua Umum PKB. Namun demikian bukan berarti pembelaannya ini hanya disebabkan kedekatannya dengan Gus Dur semata. Maka tak heran kalau dia kelihatan cukup fasih dalam membahasakan kebijakan Gus Dur seperti hubungan dagang dengan Israil. tetapi karena secara argumentatif memang ada nilainilai positif baginya. Dr. bahkan karena kedekatannya ia diangap sebagai loyalis Gus Dur. 62 http://www.361 Sebenarnya Karier politik Alwi lebih dilatarbelakangi dari jalur akademisi daripada organisasi. Di samping itu. 361 clx . Sekali lagi. 11 Desember 2003. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. sebab sebelum terjun di dunia politik praktis.tokohindonesia. kehadirannya dalam dunia politik patut diperhitungkan oleh kawan dan lawan politiknya.

sikap dan pemikiran politisnya yang elegan tersebut membuatnya bisa diterima oleh kalangan organisatoris tokoh NU dan PKB dan terpilih sebagai Ketua Umum PKB. penulis buku inclusive Islam (1997) ini.362 Untuk itu. menyusul banyaknya pengeboman yang dilakukan Islam radikal itu. Namun demikian. karena hanya akan memicu disintegrasi bangsa yang plural ini. tidak jauh berbeda dengan pemikiran Gus Dur. seperti yang dilakukan kalangan Islam Radikal. jadi tidak perlu menggunakan kekerasan dalam mendakwahkan ajaran. Lalu apakah harus dipaksa? Padahal Islam dalam mensyiarkan Syari„ah-nya itu 362 Ibid. clxi . ia juga sepakat kalau Syari„at Isla>m tidak perlu diundang-undangkan di negara ini. Alwi Shihab meminta pada seluruh umat Islam Ahl asSunnah wa al-Jama„ah untuk berhati-hati terhadap berkembangnya Islam radikal. Selain itu. kita adalah satu-satunya partai yang memiliki otoritas keagamaan yang dapat menkounter radikalisme ini. namun dalam kenyataannya tidak semua orang Islam Indonesia mengerti dan menjalankan „Aqidah dan Syari„ah-nya. Dan katanya. Dalam acara silaturrahmi warga NU dan PKB di Jember. Baginya Islam adalah agama rah}matan li al-„alami>n.Seminary of New York. Mengenai eksistensi agama di Indonesia. meskipun Islamlah yang mayoritas di negara ini.

2. banyak generasi muda NU yang saat ini masih terus mencoba mengembangkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. substansial dan sesuai dengan peradaban manusia yang selalu berubah. 364 clxii . dan Islam Universal. Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana. Pemikirannya sempat mengundang reaksi keras para tokoh Islam Indonesia yang tergabung dalam FUI. penafsiran Islam yang non literal. Ulil Abshar Abdalla. Beberapa pemahaman yang menurut Ulil perlu disegarkan kembali. baik dalam memahami agama maupun negara (politik). Kedua. yang sampai mengeluarkan fatwa hukuman mati untuknya. sebelumnya ia aktif di LAKPESDAM NU. Saat ini Ulil menjabat sebagai Direktur JIL (Jaringan Islam Liberal) di Jakarta. seperti Pribumisasi Islam. di antaranya yaitu:364 Pertama. dkk. Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. hlm. Salah satunya adalah Ulil Abshar Abdalllah. ke-2 (Yogyakarta: eLSAQ. dalam tulisannya.363 Selain Alwi Shihab.selalu bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri. Islam kontekstual. ia dikenal sebagai intelektual muda yang sangat kontroversial di kalangan NU. cet. 2003). meskipun ia tidak akrab dengan dunia politik praktis tetapi kekritisannya mengenai intervensi negara terhadap agama menyegarkan kembali pemahaman wacana Islam di negara kita yang cenderung membeku baginya. Sebenarnya ada beberapa pokok pikiran Ulil yang secara essensial sama dengan pemikiran Gus Dur. pemisahan 363 Ibid..

Islam tidak perlu memformalkan Syari„at Isla>m karena hanya akan melibatkan peran negara (publik) secara penuh terhadap kehidupan beragama kita (privat). no. perlu adanya pemisahan yang jelas antara kekuasaan politik dan agama. Bagi Ulil budaya semacam itu tidak wajib diikuti. Yang dimaksud nilai-nilai universal agama adalah prinsip-prinsip umum universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut Maqa>s}id al-Syari‟ah atau tujuan umum syari‟at Islam. Misalnya..366 Oleh sebab itu menurutnya. kepemilikan. Baca juga Ulil Abshar Abdalla. Ketiga. karena itu hanyalah ekspresi lokal partikular Islam Arab saja. dkk. Majalah GATRA. 366 365 clxiii . jenggot. 16 Desember 2002. rajam. 206. akal. kehormatan dan lain sebagainya. sedangkan pengaturan kehidupan publik adalah sepenuhnya hasil konsesi masyarakat melalui prosedur demokrasi. padahal perbedaan itu sendiri adalah sunnatullah. artinya kita harus membedakan mana ajaran dalam Islam yang merupakan pengaruh kultur Arab dan yang bukan. Bagi Ulil agama adalah urusan pribadi. potong tangan. keluarga/keturunan. justru yang wajib diikuti adalah nilai universal yang melandasi praktik-praktik itu. Dalam wawancara yang dilakukan majalah Gatra. Ulil mengatakan bahwa Islam sebagai agama adalah masalah privat. dan kemungkinan yang lebih parah lagi adalah terjadinya penyempitan pemahaman dan penyeragaman umat Islam dalam beragama. masalah jilbab. Ibid. 05. Tafsir Agama Pemicu Fatwa..unsur-unsur budaya lokal dan nilai fundamental dalam ajaran Islam. mengenai tuntutan pemberlakuan syariat Islam oleh negara. Di antaranya yaitu perlindungan atas kebebasan beragama. Jubbah dan ekspresi budaya arab lainnya. Meskipun demikian nilai-nilai universal agama365 tetap diharapkan partisipasinya dalam membentuk nilai-nilai publik.

akan tetapi lebih ditekankan pada nilai-nilai substansinya karena kita hidup di negara yang sangat plural agama dan budayanya.367 Hal ini sesuai dengan apa yang Gus Dur citacitakan selama ini bahwa umat Islam tidak harus menjadikan Islam sebagai merk atau label belaka. 22 Desember 2002. dan tentunya sangat berbeda dengan tradisi Arab di sana. no. 42. clxiv . 367 Majalah TEMPO. Fatwa Itu Lemah Tapi Menghawatirkan.Selanjutnya ia mengkritik secara tegas terhadap cara pandang yang menyebutkan Islam adalah agama dan negara. baginya agama haruslah dipisahkan dari peran negara sebagaimana yang ia uraikan di atas. agar kesucian agama tetap terjaga.

meskipun secara teoritis keduanya sepakat bahwa Islam tidak mempunyai sistem kenegaraan yang baku. Dan untuk lebih jelasnya. Natsir dan Gus Dur memang berbeda.BAB V PENUTUP A. Mengenai relasi Islam dan negara. Natsir. bisa dipahami bahwa secara historis kondisi sosial politiknya M. Islam dan negara adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan (integratif). penyusun simpulkan sebagai berikut: 1. bukan sebagai landasan ideologi. Secara normatif paradigma M. Dan seharusnya Islam hanya dijadikan sebagai etika sosial saja dalam kehidupan bernegara. Kesimpulan. Hal ini bisa dilihat dari implikasi pemikiran dan cita-cita mereka terhadap pemikiran politik Islam yang sedang berkembang kini. Sementara menurut Gus Dur. antara agama dan negara harus dipisahkan secara jelas fungsi wewenangnya (sekular). supaya tidak terjadi pendistorsian. akan tetapi secara praksis aksi politik mereka berbeda. Dari uraian di atas. ia beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam yang di dalamnya mengandung ideologi atau falsafah hidup. Natsir mengenai relasi Islam dan negara di atas didasarkan pada salah satu ayat al-Qur‟an yang berbunyi: clxv . Akan tetapi secara ideologis perjuangan dan cita-cita politik mereka masih terus mewarnai panggung politik Indonesia hingga saat ini. Menurut M. 2.

sebuah kelompok yang afirmatif dalam merespon sekulerisme. yang sudah banyak melakukan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam. Sedangkan pemikiran politik Gus Dur dikategorikan sebagai kelompok realis. Corak pemikiran politik M. 3. Meskipun berlatar belakang tradisionalis. Natsir dikategorikan sebagai kelompok idealis dalam wacana politik Islam. yang mereformasi doktrin-doktrin lama dengan tetap berlandaskan al-Qur‟an. M. aspek sosio-historis juga sangat mempengaruhi cita-cita politik mereka baik dari setting sosial maupun aktivitas organisasinya. dan secara tegas menolak formalisasi agama. pemikiran semacam ini banyak berimplikasi pada tokoh Islam modernis. akan tetapi pemikirannya cukup mewarnai di kalangan Islam neo-modernis. ) ٥٦: ‫(اىرازٝاخ‬ ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Sedangkan paradigma Gus Dur didasarkan pada salah satu kaidah Usul Fiqih yang berbunyi:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Selain dari aspek normatif tersebut. yang memegang teguh doktrin Islam klasik dengan mengkontekskan pada tradisi atau budaya setempat. Sedangkan Gus Dur tumbuh besar di lingkungan Islam tradisionalis. yang cenderung moderat dalam merespon realitas sosial. akan tetapi tetap menolak keras paham sekular. Dan sebagai konsekuensinya. clxvi . Natsir dibesarkan di lingkungan Islam modernis.

Dan tentunya. clxvii . Dan lebih menitik beratkan pada perbedaan cita-cita ideologi negara yang kemudian penyusun hadapkan pada dua tokoh. berkaitan dengan skripsi ini penyusun mengharapkan saran dan kritik para pembaca guna memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang ada. Selain itu penyusun sendiri sadar bahwa karya ini merupakan buah pertama dari proses panjang pendewasaan intelektual penyusun. Akan tetapi ketegangan itu telah mengalami metamorfosis di era reformasi ini. Selanjutnya. Di antaranya mengenai demokrasi. dalam kehidupan politik Indonesia. Relasi Islam dan negara selalu mengalami ketegangan. Natsir dan Gus Dur. karena aspirasi politik Islam sudah tidak dipasung lagi dalam berpolitik praktis seperti mendirikan partai Islam. sistem tata negara Islam. Untuk itu masih banyak aspek lain yang bisa diteliti oleh penyusun selanjutnya mengingat baru sebagian masalah yang saat ini penyusun kaji dari pemikiran kedua tokoh tersebut. apalagi menjelang Pemilu baik di era orde lama ataupun orde baru. Saran-saran.B. M. skripsi ini hanyalah salah satu cara bagaimana menyikapi relasi Islam dan negara di Indonesia. eksistensi partai Islam di Indonesia dan pandangan mereka terhadap pemberlakuan Syari„at Isla>m. sehingga masih sangat dimungkinkan jauh dari kesempurnaan.

1997. Muhammad Tahir. sejarah dan pemikiran. 1977. Suyuthi. Tiara Wacana. Mesir. clxviii . Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. 1995. Bulan Bintang. 1978. J. 1999. Abd. Khallaf. Ahmad. Dkk. Yogyakarta. Kairo. Dar al-Ma'arif. al-Maiat al-Mishriyyat al-'Ammat li al-Kitab. Moslem. 1992. A Mun‟im. Ensiklopedi Hukum Islam. al-Fikr al-Siyasi Li al-Imam Muhammad Abduh. 1983. III. 26 Rajab 1415 H II. Pulungan. Islam Transformatif. Risalah Gusti. Dar al-Qolam. 1996. Raja Grafindo Persada. AL-Qahirat: Dār al-Anshār. Al-Qur. ---------------------------. Mesir. Abdul Aziz Dahlan (ed). Jakarta. Al-Siyasat as-Syari'at. Muhammad Husein. Jakarta.an dan Terjemahnya. Surabaya. Anggaran Dasar PKB. Kelompok Buku Lain Abdillah. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. Abdul Wahab. Jakarta. al-Hukumat al-Islamiyyat. Al-'Athi Muhammad. Kelompok Fiqih/Usul Fiqih Azhary. 1996. Masykuri.BIBLIOGRAFI I. Fiqih Siyasah: ajaran. Pustaka Firdaus. Haikal. Negara Hukum: Suatu Studi Tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam. Sirry. Implementasinya Pada Periode Madinah Dan Masa Kini. 1977. Abdurrahman. Madinah: tp. Sejarah Fiqih Islam: Sebuah Pengantar. Kelompok Al-Qur‟an/Tafsir Departemen Agama RI (pengawas). „Ilm Usul al-Fiqh.

LKiS. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. Biografi Gus Dur. 1998. Jakarta. Bandung. Fachry & Bahtiar Effendi. Bakker. ----------------. 1981. Taqiyuddin. Kanisius. Anshari. Badan Litbang DEPAG RI dan PPM. Sejarah Empirik. Yogyakarta. Pustaka Salman. Azhar. An-Nabhani. Gagasan Islam Liberal Di Indonesia: Pemikiran NeoModernisme Nurcholish Madjid. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. A. Mizan. Bandung. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial Intelektual. Bandung. Bandung. 1. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. Bangil. Sejarah dan Doktrin.Ali. di Indonesia dari Modernisme. Mizan. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Jakarta. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. 1996. Pergolakan Politik Islam Fundamentalisme. Mizan 1989. Anton & Achmad Charris Zubair. clxix . Metodologi Penelitian Filsafat. 1990. Barton. ----------------------------------------. 2003. Raja Grafindo Persada. Mizan. 1999. Muhammad. Mukti. Greg. Jakarta. Jakarta. 1995. Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. Amal. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. Endang Saefuddin. Yogyakarta. Azyumardi. 1999. 1994. cet. Bandung. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler. Azra. Ali. Metode Memahami Agama Islam. Bulan Bintang. Paramadina. al-Izzah. 1999. Amir. ---------------------. Zainal Abidin. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Jakarta. dan Saiful Umam (ed). Djohan Effendi. Pustaka LP3ES. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. 1997. 1991. Taufiq Adnan. Jakarta. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Di Indonesia Masa Orde Baru. alih bahasa Nanang Tahqiq. ---------------------. Modernisme dan Post Paramadina. 2003.

Bahtiar. 1999. Islam dan Negara. Bumi Aksara. Monash University. Hadi. 1989. Djohan. 15.Barton. Andrée. 2003. 1998. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Hamid.J. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. 1971 dan 1982. 18 Desember 1992. Greg. Dkk. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. 2002. Pustaka. Tradisionalisme Radikal. Effendy. dan Fachry Ali. Hgue. No. makalah Confrense on Indonesia Democrasy. Paramadina. LKiS. Persinggungan Nahdlatul Ulama Negara. dan Greg Fealy. Andi Offset. Dkk. 2000. Abd al-Hamid. Mizan. Bandung. Feillard. tt. Hakim. Andrrée Fillard. 1992. Gatra. Bandung. Jakarta. B. Yogyakarta. Filsafat Hukum Islam. Yogyakarta. 1999. Yogyakarta. Enayat. --------------------. 1997. 16 Desesmber. The Contribution of The Islamic Parties to The Decline of Democracy in the 1950. eLSAQ. LkiS. Dkk. Sutrisno. (RE) Politisasi Islam. Yogyakarta. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. Jakarta. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. LKiS.. Merambah Jalan Baru Islam. Ulil Abshar Abdalla. Yogyakarta. Martinus Nijhoff. Sa‟adiyah Putra. Anwar Haryono. Paramadina. Hasyim Wahid. Ismail Muhammad Syah. NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi. clxx . Yogyakarta. 2001. as-Sulam. Dkk. Jakarta. Mizan. Metodologi Reseach. 1999. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. Bentuk dan Makna. Dkk. Bandung. Islam Liberal dan Fundamental: sebuah Pertarungan Wacana. Pustaka Firdaus. LKiS. Effendy. Bahtiar. 1986. Boland. Jakarta. 1998. Effendy. 1994. --------------------. Jakarta. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia.

2003.2 Vol. Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur dan Gerakan Sosial NU. dan Choirul Anam. K.H. Yogyakarta. No. 1999. Tintamas. Jaiz. Tiara Wacana. 1995. Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang. Fiqih Siyasi Dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik. Dr.tokohindonesia. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. Memoir. Jakarta. Yogyakarta. IndonesiaTera. Yogyakarta. Karim. Kamaruzzaman. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. Jawa Pos. 1978. Ida. Jakarta. Ismail. A. Laode dan & Thantowi Jauhari. Pustaka Pelajar. Negara dan Peminggiran Islam Politik. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. DPP PBB. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. Hoesen.Hakim. Karim. Magelang. 1999. Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan. Gaffar.H. Ibrahim. M. Hatta. 11 Desember 2003. Rajawali Press. Titian Ilahi Press. 1999. 1999. Arief. Darul Falah. Kreatif Islam dan Pancasila . http://www. Muhammad Rusli. 1989. clxxi . Yogyakarta. Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia. Ulumul Qur'an. Relasi Islam Dan Negara: Perspektif Modernis Dan Fundamentalis. Imron. Surabaya. Jakarta. Gus Dur diadili Kiai-kiai. 4 Februari 1999. 1999. Jawa Pos. K. Kompas Harian Amanat Rakyat. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. Tiara Wacana. 2001. Jakarta. 29 Mei 1999.com. Hamzah. Yogyakarta.IV/1993. Surabaya. Tiara Wacana Yogya. Hartono Ahmad. Selasa. Faisal. Gus Dur Menjual Bapaknya.

Nurcholis Madjid. Fred Den. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Yusril Ihza. Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. Yogyakarta. Prawoto. 1999. Masdar. 1990. 1998. Dedy Djamaluddin & Idy Subandy Ibrahim. Mahfud. Paramadina. Gema Insani Press. Bahasa Politik Islam. Bandung.Kuntowijoyo. Thoir. 1986. Zaman Wacana Mulia. kertas kerja tidak diterbitkan. Moh. Jakarta. Yusril Ihza. Mizan. 1999. ---------------------------. Islamic Publication. LP3ES. Ma'arif. 1994. Syracuse University Press. MD. Gramedia. Jakarta. Ahmad Syafi'i. Mizan. Mehden. Jakarta. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Maududi. 1996. William. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama dan Orde Baru. Mahendra. Lewis. Mangkusasmito. Bandung. 1970. Malik. clxxii . 1999. dan Jalaluddin Rakhmat. Islam dan Masalah kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. Pustaka Pelajar. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi terpimpin 1959-1965. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama‟at IIslami (Pakistan). ---------------------------. Lahore. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse. Bernard. Yogyakarta. Mahendra. Bandung. Gema Insani Press. Jurnal ISLAMIKA. Identitas Politik Umat Islam. Hudaya. 1995. 1999. Pustaka Pelajar. Luth. M. Jakarta. 994. Jakarta. Jakarta. Peta Bumi Intelektualisme Islam Indonesia. Islamic Law and Constitution. M. Liddle. 1996. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thougt and Action in New Order Indonesia. No 13. Umaruddin. Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid. 1999. Amien Rais.

Minhaji. Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam. The Society of Muslim Brother. Harun. 1962 Rahardjo. LP3ES. Oxford.. LP3ES. Bandung. Jakarta. Kustiniyati (peny). Departemen P&K. 1973. 2000. Gramedia. Sejarah Pendidikan Indonesia. Richard P. Poesponegoro. Gerakan Modern. Mochtar. Nasution. Yogyakarta. Bandung. S. Singapura. 2001. Media Dakwah. Bulan Bintang. Yogyakarta. Mitchel. Islam. Natsir. ----------------. ----------------. Nasution. dan Nugroho Notosusanto. Yayasan ----------------. Jakarta. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942. 1969. 1985. Mudzhar. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendikiawan Muslim. Qutb. ----------------. Mizan. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. Oxford Universuty Press. -----------. cet 1. Jakarta. 1989. Atho'. Khas}ais} al-Tasawwur al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu. Jakarta. Noer. 1993. 1982. Jakarta. 1984. Pustaka Utama Grafiti. Islam Di Indonesia 1900-1942. Oxford University Press. M. 1995. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta. Marwati Djoenod. Kurnia Kalam Semesta. Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. ----------------. Gerakan Modern. Bumi Aksara. Titian Ilahi Press. Deliar. Sejarah Nasional Indonesia. Ahmad. M. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). Islam Di Indonesia 1900-1942. Mizan. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Pancasila Perkhidmatan. Jakarta. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. dan Asas tunggal. Capita Selecta. 1987. 1973. Jakarta. Jakarta. 1983. Jakarta. 1966. M. clxxiii . Partai-Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. 2001. Dawam. 1998. Sayyid.

Teraju. 3. Syamsuddin. Uhlin. dan Ideologi Toleransi. 2. 2002. 27 Mei 1999. Jakarta. 1983. Yogyakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Soekarno. Sitompul. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam”. Memudahkan Pengertian Islam. M. hlm. Jakarta. Jakarta. 2000. Peneliti dan peteliti. 2002. 2000. Bodohnya NU apa NU Dibodohi?. Bahrul. Vol I. 1999 Shihab. Jakarta. Panitia di Bawah bendera Revolusi. Paramadina. Paramadina. Munawir. clxxiv . Balai Pustaka. Yogyakarta. Doktrin Islam dalam Sejarah. Sjadzali. Mata Bangsa. di Bawah Bendera Revolusi. 1989.Rahman. Jakarta. 1994. 42. No.. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. I. Arus Deras Demokratisasi Glombong Ketiga di Indonesia. Ahmad. Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir. Suhelmi. 1993. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Jakarta. Olaf. 22 Desember 2002. 1990. Rosidi. Natsir. 1994. Jakarta. Republika. Pustaka Sinar Harapan. Soenjoto. Anders. Sejarah dan Pemikiran. M. Din. Islam dan Tata Negara: Ajaran. No. Islam. NU dan Pancasila. Yogyakarta. Schuman. UI Press. Ranggon Studi. Einar M. Ulum. Alwi. 1998. Logos. 1995. Wahyu Pustaka. Jakarta. Ajib. Jurnal Paramadina. Bandung. Bandung. Douglas Edward. Mizan. Tempo. cet. Sebuah Biografi. 2002. Oposisi berserak. Girimurti Pustaka. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jogjakarta. Budhy Munawar. Percaturan Politik Di Indonesia: Demokrasi. edisi V. Mengemban Tuntutan Jaman. Ramage.

kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Prisma Pemikiran Gus Dur. LkiS. Muhammad. No. 2. P3M. yogyakarta. Yamin. Terjemahan Bab I Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. ---------------------------. Sekiranya Ahli Kitab beriman. Islam Indonesia Menatap Masa Depan. 1999. 18 38 18 38 (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. 12 April 1991. 1959. Jakarta.Wahid. Grasindo. gereja-gereja. dan beriman kepada Allah. tentulah itu lebih baik bagi mereka. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. yang di clxxv . menyuruh pada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang mungkar. di antara mereka ada yang beriman. 1989. Yogya Post. rumahrumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid. April 1984. Lampiran I. TERJEMAHAN Hlm F. Prisma. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. Abdurrahman.N. Jakarta. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Jakarta. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. ---------------------------. hlm. 1999. 4. Yayasan Prapanca. Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia. tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. ---------------------------.

Keadaan darurat kemungkinan dihalalkannya yang dilarang. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengembangkan nilainilai baru yang lebih baik. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Menutup kemungkinan bahaya harus didahulukan sebelum melakukan kemaslahatan. 113 312 Bab IV 125 329 Kebijakan penguasa yang diberlakukan untuk warga negara harus didasarkan pada pertimbangan kesejahteraan. 125 125 329 329 clxxvi . sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. 34 75 Bab II 52 130 Hai orang-orang beriman. Kebutuhan setara dengan keadaan darurat. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.dalamnya banyak disebut nama Allah. 69 185 Bab III Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Maududi bersama 385 anggota Jema‟at Islam memilih Pakistan dan mendirikan markas di Lahore. Momentum dari aksi politik Maududi adalah berdirinya Jema‟at Islam pada 1941. Abu al-A’la al-Maududi. clxxvii . Lahir pada 25 September 1903 M (3 Rajab 1321 H) di Aurangabad India Selatan. sebuah proyek pendidikan di Punjab yang semula diprakarsai oleh M. BIOGRAFI TOKOH-ULAMA 1. Ketika India pecah. 2. namun ketertarikannya pada politik memalingkannya dari Dar al-Islam.Lampiran II. pada 22 September 1979 dan dimakamkan di Lahore. Maududi meninggal di Bufallo. dan berasal dari keluarga syarif (keluarga tokoh muslim India Utara) dari Delhi yang bermukim di Deskan. Ia sempat berkiprah di Dar al-Islam. Melalui Jema‟at Islam Maududi banyak berkiprah dalam perpolitikan Pakistan. Ahmad Syafi’i Ma’arif. sejak pemerintahan Ayub Khan sampai Ziaul Haq. Iqbal. New York.

Dan sejak 1996 ia tercatat sebagai pengajar agama Islam di Hartford Seminary. Kairo (1978-1979). Ia pernah belajar di Madrasah Mu‟alimin Muhammadiyah Lintau (1953) dan Yogyakarta (1956). dan pada tahun 1999 ia menjabat sebagai Ketua Umum P. Amien melanjutkan kuliah di Fisipol UGM. Athens Amerika Serikat (1980) dan meraih gelar ph. Amerika. pada 1962.P Muhammadiyah sampai sekarang. Kemudian menjadi dosen FKIS IKIP Yogyakarta. dalam bidang yang sama. ayah dan ibunya adalah aktivis Muhammadiyah. Amien Rais.Lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Sumpurkudus Sumatera Barat. Indiana. dan saat ini ia memegang jabatan penting di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua Umum. 3. sebelum terjun di politik ia dikenal sebagai seorang akademisi dan pengusaha. Mesir dalam bidang Filasafat. 4. Sejak jenjang TK hingga SMA seluruh pendidikannya dihabiskan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. American Academy of Relegion. Muhammadiyah Movement and Controversy With Christian Mission (1998). kemudian ia hijrah ke Universitas Temple. Antara 19951996. akhirnya pada tahun 1981 ia berhasil meraih gelar ph. Amerika Serikat (1982). Alwi mengikuti Program Pasca Doktoralnya di Pusat Studi AgamaAgama Dunia (The Centre for Studi of World Relegion). Lahir pada 19 Agustus 1946 di Rappang Sulawesi Selatan. di Universitas Harvard. Yogyakarta. sebuah organisasi sosial keagamaan kalangan modernis Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. selanjutnya ia juga sempat tercatat sebagai mahasiswa luar biasa di Universitas al-Azhar. Setamat dari SMA Muhammadiyah Solo. ketika itu ia sudah meraih gelar Master dari Universitas al-Azhar. Sufistic Islam (2001) dan Teaching Islam in the West (segera). karena belum merasa cukup. Georgia. Selain menjadi Dosen di UGM. untuk melanjutkan studi Doktornya di Ilmu Politik. Mesir. Kemudian pada tahun 1999-2000 ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI.D. IAIN Sunan Kalijaga dan UII Yogyakarta. Lalu pada tahun 1972 Amien melanjutkan pendidikannya di Universitas Notre Dame. clxxviii . selain itu ia masih tercatat sebagai anggota International Connection Commite. kemudian pada tahun 1975 ia berangkat ke Universitas Chichago. AS. Atlanta. Alwi mendapat gelar sarjana di bidang Akidah Filsafat di IAIN Alaudin Ujung Pandang pada 1986. Karya-karyanya yang telah diterbitkan yaitu : Inclusive Islam (1997). FKIP Universitas Cokroaminoto Surakarta sampai sarjana Muda (1941). AS. Sembari meluangkan waktu untuk mengajar studi agama Islam di almamaternya tersebut. Pada tahun 1974 ia berhasil meraih gelar Master of Art (MA). Pada tahun 1980 ia meraih gelar Doktornya yang pertama dari Universitas „Ain Syam. untuk meneruskan studinya di bidang Agama. ia juga tercatat sebagai mahasiswa Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. Lahir pada 26 April 1944 di Solo.D dalam bidang pemikiran Islam diperoleh dari the University of Chichago. belajar sejarah pada Nothern Illionis University (1973) dan memperoleh gelar MA dalam ilmu sejarah pada OHIO University. dan tamat FKIS IKIP Yogyakarta (1968). Alwi Shihab.

pada 1995 Amien juga sempat menjabat sebagai ketua umum P.P Muhammadiyah. Selain itu. Ia juga dikenal sebagai seorang politisi, tepat pasca Reformasi 1998 ia mempelopori berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan diketuainya. sehingga pada tahun 1999-sekarang ia menjabat di birokrasi pemerintahan sebagai Ketua Umum MPR RI. 5. Azyumardi Azra. Lahir pada Maret 1955 di Lubuk Aling, Sumatera Barat. Pada tahun 1982 ia menyelesaikan sarjana strata 1 di Fakultas Tarbiyyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pada tahun 1986 ia memperoleh beasiswa Fullbright untuk melanjutkan studi di Columbia University, saat ini ia menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karya tulisnya antara lain: Islam dan Masalah-masalah Kemasyarakatan, Perkembangan Modern dalam Islam, Perspektif Islam di Asia Tenggara dan Jaringan Ulama Timur Tengah Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. 6. Fazlur Rahman. Lahir pada tahun 1919 M di Barat Laut Pakistan, ia termasuk salah satu pemikir pembaharuan Islam yang liberal dan radikal. Rahman dibesarkan di keluarga yang memiliki tradisi Madzhab Hanafi yang dikenal lebih rasionalis dibanding dengan madzhab lainnya. Pada tahun 1942 ia berhasil meraih gelar MA dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Punjab. Sebelumnya ia pernah diajak bergabung oleh Maududi dalam Jama'at al-Islami, seraya berkata "semakin engkau (Rahman) banyak belajar maka semakin beku kemampuan praktismu" akan tetapi Rahman lebih memilih meneruskan studinya, bahkan menjadi seorang kritikus yang tangguh terhadap pemikiran keagamaan Maududi. Pada tahun 1950 ia berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Oxford Inggris dengan desertasi tentang Ibnu Sina, setelah menyelesaikan studinya Rahman lebih memilih untuk tetap tinggal di Inggris sambil mengajar di berbagai perguruan tinggi seperti Durham University, Inggris. Dan Institute of Islamic Studies, McGill Kanada. Pada tahun 1962 Rahman kembali ke Pakistan dan mendapat banyak jabatan di negerinya, akan tetapi ia merasa lingkungannya tidak mendukung pengembangan intelektualnya, akhirnya ia pindah ke Chichago, Amerika Serikat Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Rahman sudah banyak menghasilkan karya ilmiah, di antaranya adalah Islam and Modernity: Transformation of Intellectual Tradition, Islamic Methodology in History, Major Themes of The Qur‟an dll. 7. Kuntowijoyo. Seorang dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Lahir di Yogyakarta pada 18 September 1938. Ia memperoleh gelar MA dari Universitas Connecticat, Amerika Serikat dan ph.D pada 1980 dari Colombia University, selain menerbitkan banyak karya tulis yang terhimpun dalam beberapa buku, Kunto juga dikenal sebagai budayawan yang banyak menghasilkan karangankarangan fiksi, di antara tulisan-tulisannya yang sudah diterbitkan yaitu:

clxxix

Paradigma Islam, Interprestasi untuk Aksi (1991), Identitas Politik Umat Islam (1997) dan Muslim tanpa Masjid, Esai-esai Agama Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Trasendental (2001). 8. M. Din Syamsuddin. Seorang guru besar pemikiran politik Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lahir di Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958. Ia pernah nyantri di Gontor sampai tahun 1975, lalu melanjutkan di IAIN Jakarta sampai tahun 1982. Dan meraih gelar Master (1988) dan Doktor (1991) dari University of Califonia Los Angeles (UCLA). Selain seorang akademisi, ia juga aktif di banyak organisasi seperti Muhammadiyah, ICMI, MUI, bahkan sempat menjadi aktivis Golkar, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Pusat dan menjadi Pengurus Pusat Muhammadiyah. 9. Munawir Sjadzali. Lahir di Klaten 7 November 1925, ia seorang intelektual, pernah belajar di University of Exeter, Inggris (1953-1954) dan memperoleh gelar MA dari Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul Indonesian‟s Muslim Parties and Their Political Concept (1959). Selain seorang intelektual ia juga dikenal sebagai seorang diplomat dan pernah menjabat berbagai posisi penting di Pemerintahan, antara lain: Dubes untuk beberapa negara Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Perserikatan Keamiran Arab (1976-19800), menjadi Menteri Agama selama dua periode yaitu Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

10. Nurcholish Madjid. Lahir 17 Maret 1939 di Mojoanyar, Jombang Jawa Timur, Ia dikenal sebagai tokoh pembaharu pemikiran Islam di Indonesia. Cak Nur menyelesaikan pendidikannya dengan meraih gelar ph.D dari University of Chichago dengan desertasi yang berjudul Pimikiran Filsafat dan Kalam Ibnu Taimiyyah. Semasa mahasiswa Cak Nur aktif di organisasi, HMI dan IFSO (International Islamic Federation of Students Organizations). Saat ini, ia menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Selain itu menjelang pemilu 2004 ini, Cak Nur juga sedang sibuk dicalonkan menjadi calon Presiden RI ke-6. Karya-karyanya banyak yang telah diterbitkan. Di antaranya Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1988), Islam, Doktrin dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Terhadap Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan (1992).

clxxx

Lampiran III.

DAFTAR ISTILAH
Ahl al-H{all wa al-Aqdi: Kelompok sahabat-sahabat utama Nabi Muhammad yang senantiasa diajak bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang behubungan dengan kepentingan umum, semacam parlemen di dalam konsepsi fiqih abad pertengahan. Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ ah: Madzhab yang mengikuti tradisi Nabi Muhammad dan merupakan menempati posisi mayoritas secara nominal. „Ash}abiyah: Sentimen etnik, chauvinism Asas Tunggal: Prinsip yang terdapat dalam ideologi nasional, Pancasila, yang diberlakukan sebagai asas tunggal bagi semua partai politik dan organisasi pada masa tahun 1985.

clxxxi

Muhammadiyah: Gerakan reformis dan modernis yang didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Secara politis ia menyalurkan aspirasi politiknya melalui Masyumi. Dipimpin oleh M. DI-TII: Singkatan dari Darul Islam-Tentara Islam Indonesia. didirikan pada tahun 1943. agama dan komunisme. kelompok pro-demokrasi yang diketuai oleh Abdurrahman Wahid. Fodem: Forum Demokrasi. badan dakwah kaum modernis radikal. ia menjadi partai politik muslim modernis yang kemudian dilarang oleh Soekarno tahun 1960. teks-teks keagamaan. namun juga dapat ditemukan di Golkar. Mu„ammalah: Amalan-amalan yang bersifat kemasyarakatan dan keduniaan.Bay„ah: Sumpah setia kepada seorang khalifah atau pemimpin BPUPKI: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Muhammadiyah merupakan gerakan reformis yang lebih luwes dibanding Persis dan al-Irsyad. Darul Islam: Nama yang diberikan untuk negara Islam yang diproklamasikan oleh Kartosoewiryo di Jawa Barat tangal 7 Agustus 1949. dibentuk pada tahun 1991. kemudian melalui Parmusi. konsep yang diajukan oleh Soekarno. perkumpulan alim ulama yang didirikan pada tahun 1936. Dalam arti yang lebih sempit adalah upaya untuk menggunakan metode pemikiran melalui analogi. menjadi partai politik pada tahun 1952 kemudian kembali menjadi organisasi sosial pada tahun 1984. Masyumi: Singkatan dari Majelis syura Muslimin Indonesia. lalu ke PPP di bawah Orde Baru. Nahdlatul Ulama (NU): Kebangkitan kembali para ulama. Natsir hingga wafatnya tahun 1993. DDII: Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia. Nasakom: Singkatan yang menunjukkan persekutuan antara nasionalisme. Doktrin: Ajaran agama. Ijtiha>d: Dalam hukum Islam adalah upaya untuk menetapkan hukum melalui penalaran bebas berdasarkan ayat-ayat al-Qur‟an. Sebagai perluasan makna digunakan juga untuk menyebut pemberontakan. untuk menyebut pemberontakan Kartosoewiryo dan tentaranya yang memberontak. PKI: Partai Komunis Indonesia clxxxii .

CURRICULUM VITAE Nama Tempat/Tgl Lahir Alamat Asal : Ahmad Anfasul Marom. clxxxiii . kabupaten Bojonegoro Jawa-Timur 62192. Siti Azah (Almarhumah). didirikan pada tahun 1958 di Sumatera Barat dan dihancurkan dalam beberapa bulan saja. Nasionalis sekular: golongan yang menganut paham kebangsaan yang menghendaki agama dipisahkan dari kehidupan negara. : Bojonegoro. Tanfidziah: Badan eksekutif NU. Syari„ah: Peraturan-peraturan hukum dalam al-Qur‟an dan as-Sunnah. Sekularisme: Paham yang memisahkan urusan keagamaan dengan urusan keduniaan. Pesantren: Sekolah agama yang didirikan oleh para kyai. Nama Ayah Nama Ibu Pendidikan Formal: : H. Ahwan Affandi. Islam tanpa arabisasi. 7 November 1981. Lampiran IV. Tradisionalisme: Paham yang mempertahankan pandangan-pandangan keagamaan yang diwariskan oleh tradisi Islam zaman abad pertengahan. pemerintahan ini dibentuk untuk menentang Soekarno dan partai komunis yang sedang menanjak. Alamat di Yogyakarta : Komplek IAIN “Griya Natural” CT XI 45i Sapen Yogyakarta 55281. Wahhabi>: Paham pembaharuan keagamaan Islam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab di tanah Hijaz. : Hj. juga berarti dominasi penduduk asli di bidang ekonomi Indonesia. penekanan identitas muslim khas Indonesia. Kanor 504 RT 16 RW 9 Pasinan-Baureno.PRRI: Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. : Jl. Pribumisasi: Kata baru yang dibentuk dari “pribumi”. murid dari sekolahan ini biasa disebut santri.

Anggota Divisi Lembaga Kajian eLSIP (Lingkar Studi Islam Pembebasan) 2000-2001 Kordiska IAIN Sunan Kalijaga. 4. 5. Pondok Pesantren “at-Tanwir” Sumberjo Bojonegoro Jawa-Timur. 2. clxxxiv . MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Tebuireng .Bojonegoro (1987 . Kursus Komputer di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta. 3. 6. MI Darul Ulum Baureno . 2. (1996-1999).1993). Masuk 2001 Sekarang. Sekjend PMII Rayon Faklutas Syari‟ah 2000-2001 IAIN Sunankalijaga Yogyakarta. Ketua Ospek 2001 Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta. English Extension Sanata Dharma Yogyakarta. Sekretaris Organisasi Daerah CSPB (Collega Siswa Pesantren Bojonegoro) 1997-1998 di Pesantren Tebuireng Jombang. 5. Departemen Kajian dan Intelektual BEMJ PMH 2000-2002. 3. IAIN Sunan kaliga Yogyakarta.1996). Kursus Bahasa Inggris di “Wisma Bahasa” Yogyakarta.Jombang.1. 4. Pendidikan Informal: 1. Pengalaman Organisasi : 1. 4. Pondok Pesantren “Tebuireng” Jombang Jawa-Timur. (1999 Sekarang). 3. Sekjend Senat Mahasiswa Institut (SMI) 2003-2004 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. MTs Islamiyyah at-Tanwir Sumberjo .Bojonegoro (1993 . 2. Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

clxxxv .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->