DR. Ainur Rofiq, M.

Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara),” Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam Perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing I

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

ii

M. Nur, S.Ag, M.Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara)”. Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing II

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522

iii

PENGESAHAN Skripsi berjudul DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA) Yang disusun oleh: Ahmad Anfasul Marom NIM: 99363504 Telah dimunaqasyahkan di depan sidang munaqasyah pada tanggal 10 Februari 2004 M / 19 Dzulhijjah 1424 H. Dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam Hukum Islam.

Yogyakarta, 1 Muharram 1425 H 22 Februari 2004 M DEKAN FAKULTAS SYARI‟AH IAIN SUNAN KALIJAGA

Drs. Malik Madany, M.Ag. NIP: 150182698 Panitia Munaqasyah Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Drs. Kholid Zulfa, M.Si NIP: 150266740 Pembimbing I

Drs. Slamet Khilmi NIP:150252260 Pembimbing II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213 Penguji I

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522 Penguji II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

A. Yani Anshori, S.Ag, M,Ag NIP: 150276308

iv

Mas Asfan. Adikku Azim. Mbak Arin. serta Ponakan-ponakanku Guru-Guruku Yang Penuh Ikhlas Mendidikku Dan Yang Tak Sekedar Hasrat Perjuangan Yakni Sang Waktu Yang Setia Mengiringi Pengembaraan Intelektualku v .Kupersembahkan. Untuk Kampus Putih IAIN Ibu (Almarhumah) dan Bapak Mbak Luluk.

Motto: ‫اىرٙ أّقغ ظٖـسك‬ ●‫أىٌ ّشـسذ ىل طد زك● ٗٗػؼـْاػْل ٗشزك‬ ّ ّ ‫ٗزفؼْا ىل ذمسك● فئُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● إُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● فئذا‬ ● ‫فسغد فاّظـة● ٗإىٚ زتّل فازغـة‬ Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) Dan kami telah menghilangkan beban darimu (2) Yang memberatkan punggungmu (3) Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). (QS. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8) . Alam Nasyrah : 1-8) vi .

Secara garis besar uraiannya adalah sebagai berikut: A. 0543 b/U/1987. 158 dan no.PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam penyusunan skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi dari keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. Konsonan Tunggal Huruf Arab ‫ا‬ ‫ب‬ ‫خ‬ ‫ز‬ ‫ج‬ ‫ذ‬ ‫ش‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫ز‬ ‫ش‬ ‫ض‬ ‫غ‬ ‫ص‬ Nama Alif Ba‟ Ta‟ Sa‟ Jim H{a Kha Dal Z|al Ra‟ Zai Sin Syin S{ad Huruf Latin Tidak dilambangkan B T S| J H{ Kh D Z| R Z S Sy S{ Keterangan Tidak dilambangkan Be Te Es (titik di atas) Je Ha (titik di bawah) Ka dan ha De Zet (titik di atas) Er Zet Es Es dan Ye Es (titik di bawah) vii .

ditulis bihinna.‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ظ‬ ‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ف‬ ‫ق‬ ‫ك‬ ‫ه‬ ً ُ ٗ ‫ٕـ‬ ‫ء‬ ٛ D{ad T{a Z{a „Ain Gain Fa‟ Qaf Kaf Lam Mim Nun Wau Ha‟ Hamzah Ya D{ T{ Z{ „G F Q K L M N W H ‟Y De (titik di bawah) Te (titik di bawah) Zet (titik di bawah) Koma terbalik (di atas) Ge Ef Qi Ka El Em En We Ha Apostrof Ye B. Kasrah ( _َ_ ) ditulis I. dan Dammah ( _َ_ ) ditulis u. Contoh : ّ ‫ ّص ه‬ditulis nazzala. viii . Konsonan Rangkap Konsonan rangkap yang disebabkan Syaddah ditulis rangkap. Vokal Pendek Fathah ( _َ_ ) ditulis a. ّ ِٖ‫ت‬ C.

Ta’ Marbutah di Akhir Kata Bila dimatikan ditulis h. 1. Kasrah + Ya‟ mati ditulis i ‫ٍٞثاق‬ ditulis mi>s}aq 3. Vokal Panjang Bunyi a panjang ditulis a. Dammah + Wawu mati ditulis u ‫أط٘ه‬ ditulis us}u>l E. Kata ini tidak berlaku terhadap kata „Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia seperti: salat. Contoh : ‫تداٝح اىَدرٖد‬ ditulis Bida>yah al-Mujtahid. masing-masing dengan tanda hubung ( . ‫ طير‬ditulis s}aluha. ‫ زفك‬ditulis rafiqa. zakat dan sebagainya kecuali bila dikehendaki lafaz aslinya. Fathah + Ya‟ mati ditulis ai ٜ‫ اىصزٞي‬ditulis az-Zuh}aili> 2.) di atasnya. Vokal Rangkap 1. ix . D. bunyi I panjang ditulis I dan bunyi u panjang ditulis u.Contoh : ‫ أزَد‬ditulis ah}mada. Fathah + Alif ditulis a ‫فال‬ ditulis fala> 2. Fathah + Wawu mati ditulis au ‫ؽ٘ق‬ ditulis t}auq F.

‫اىْعاء‬ ditulis an-Nisa‟. Bila terletak di awal kata. huruf ‫ ا‬diganti dengan huruf syamsiyah yang bersangkutan. ُٗ‫ ذؤخر‬ditulis ta‟khużu>na. 2. x . maka ditulis sesuai dengan bunyi vokalnya. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). Kata Sandang Alif + Lam 1. Bila terletak di tengah kata dan berada setelah vokal hidup. ‫ٗؽء‬ ditulis wat}‟un 3. Bila terletak di akhir kata. Bila diikuti huruf syamsiyah. Hamzah 1.G. ‫اىثقسج‬ ditulis al-Baqarah. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al. Bila terletak di tengah kata dan dimatikan. maka ditulis berdasarkan bunyi vokal yang mengiringinya. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). ‫زتائة‬ ditulis raba>‟ib 4. H. ُ‫إ‬ ditulis inna 2.

w. Namun. Semoga kesejahteraan senantiasa menyelimuti keluarga dan sahabat Nabi beserta seluruh ummat Islam. Dengan tetap mengharapkan pertolongan. Penyusun menyadari. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara.A. alhamdulillah penyusun mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini untuk melengkapi salah satu syarat memperolah gelar sarjana dalam Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rasul pembawa misi pembebasan dari pemujaan terhadap berhala. berkat pertolongan Allah xi .t. dengan judul : Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia: Studi Pemikiran M. Rasul dengan misi suci untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. penyusunan skripsi ini tentunya tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan serta menjadi pekerjaan yang berat bagi penyusun yang jauh dari kesempurnaan intelektual. Yang telah menganugerahkan nikmat Islam dan Iman. karunia dan hidayah-Nya.W.KATA PENGANTAR ‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬ ‫اىسَد هلل زب اىؼاىَِٞ ، أشٖد أُ ال إىٔ إال هللا ٗأشٖد أُ ٍسَدا‬ ‫زظ٘ه هللا ، ظثساُ اىرٙ ٕداّا تقظض اىغاتسِٝ ، ٗخؼيٖا ػثسج‬ ‫ىيراتؼِٞ إىٚ ًٝ٘ اىدِٝ ، ٗاىظالج ٗاىعالً ػيٚ ظٞدّا ٍسَد زظ٘ه هللا‬ ِ‫طيٚ هللا ػيٞٔ ٗظيٌ ، اىرٙ ماّد زٞاذٔ ٍَيؤج تَنازً األخالق ٍٗساظ‬ ‫اىظفاخ ، ٗػيٚ أىٔ ٗأطساتٔ أخَؼِٞ ، أٍا تؼد‬ Puji syukur saya haturkan ke Hadirat Allah s. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad S.

penyusun ucapkan terima-kasih pula pada pihak-pihak yang banyak membantu proses akumulasi data. yang semuanya ada di Yogyakarta. MA dan Moh.Ag.Ag. 5. M. 4. Karena itu.Ag. M. xii . Selain itu. dan sekaligus sahabat diskusi dalam penyusunan skripsi ini. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh civitas akademika Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Malik Madany. selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan dan arahannya yang sangat berharga dalam membantu penyempurnaan skripsi ini. Dr. M. Ainur Rofiq. Abdul Halim. akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. 2. selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan PMH. Nur. Ignatius. M.S.Ag. perpustakaan ST. Drs.T. M.Ag. Dan bantuan dari berbagai pihak. penyusun ucapkan terima kasih atas semua pengetahuan yang telah diberikan.W. di antaranya seluruh pegawai UPT dan perpustakaan Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga. Selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada: 1. yang dengan sabar bersedia membimbing kesulitan penyusun di tengah kesibukan waktunya. 3. Agus Nadjib. selaku pembimbing I. S. dan Perpustakaan LKiS.

Mas Udin. Rekan-rekan “Senat Mahasiswa” di Lembaga S M I (Senat Mahasiswa Institut) IAIN Sunan Kalijaga. Untuk kakak-kakak dan adikku: Mbak Luluk-Mas Sohib. yaitu Bahru. serta untuk seluruh komunitas “Griya Natural” 45i Sapen yang hampir setiap hari selalu bersama dalam menjalani proses belajar. yang senantiasa melantunkan do‟a di sela-sela waktunya dengan tulus dan ikhlas. dan Ainul Yaqin. S. dan harapan pada diri penyusun. Seluruh keluarga yang berkat kasih-sayangnya benar-benar memahami kemauan saya. Nadim. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima-kasih kepada semua keluarga terkait yang mendukung studi saya di Yogyakarta. Najib. melalui perbincangan ringan yang selalu menyegarkan. serta keponakankeponakanku. 8. teman-teman kelas PMH-2 ‟99 xiii .Ag. Mas Umarrudin Masdar. M. Mbak Arin-Mas Jun. Mas Asfan-Mbak Anis. 9. Aliya.6.Ed. yang telah banyak menaruh perhatian. Mas Isfah (Alex). Humaida. Arul. adinda Azim. demi proses pengembaraan intelektual ananda.Ag. dan Mas Atho‟ yang ikut memperkaya wawasan saya mengenai sejarah dan perkembangan politik di Tanah Air ini. M. sahabat-sahabat diskusi di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). yang telah memberikan bantuan beasiswa atas penulisan skripsi ini. terkhusus Ayahanda dan Ibunda tercinta (almarhumah). Bank Indonesia (BI). 7. sehingga meringankan penyusun dalam memperoleh data buku atau karya ilmiah yang berkaitan. Saudara Ahmad Sahidah.

dan mereka yang tidak bisa penyusun sebut satu persatu di sini. Tatinia. hidayah dan ma‟unah dari Allah S. Yogyakarta. yang terakhir dan yang telah memberikan arti dalam diri penyusun. 10. Amin.W.T. 23 Desember 2003 Penyusun Ahmad Anfasul Marom xiv . Semoga mereka semua selalu mendapatkan rahmat.yang sedikit banyak turut membantu proses pendewasaan berfikir. Yang tidak sekedar indah.

...................................USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ....... C............................... E............................................… 24 xv ................................... D................................ 19 G... Tujuan Dan Kegunaan .................................................................................................................................... Latar Belakang Masalah ...........................…..................... B........... A..................................................... i ii iv v vi PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN ...................... 22 BAB II : ASAL ................................................................. Sistematika Pembahasan ...................................................................... HALAMAN NOTA DINAS . Telaah Pustaka ................................................................. F..................................................................................................................................... xv BAB I : PENDAHULUAN ... HALAMAN PENGESAHAN ................................................... Pokok Masalah ..........…............................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ....... xi DAFTAR ISI ............................. Kerangka Teoretis .............................................................................. vii KATA PENGANTAR ......................... 1 1 7 7 8 11 Metode Penelitian .......... HALAMAN MOTTO ................................

............ 57 2.. 85 2..................... 1......................................... 96 BAB IV : ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M.................................................. Latar belakang Sosial Politik .............. Tipologi Pemikiran Islam dan Negara ... Sketsa Biografi M........................... 68 B................ 117 C.................A.............................. Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid ............................. Implikasi .........………............................................... 129 BAB V : PENUTUP ......................................................................................... Kesimpulan .................................. Pemikiran M.. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia 24 45 48 51 .............…........................................ Natsir tentang Relasi Islam dan Negara ...... 57 A............. 148 A........... Perspektif Modernisme ........................................Natsir ........................................ Latar belakang Sosial Politik ................. Persamaan ....................... 148 xvi .............................................. B............... Perspektif Neo-Modernisme ............................................ BAB III : POKOK-POKOK PEMIKIRAN M. 111 B......................... Pemikiran Gus Dur tentang Relasi Islam dan Negara ....…......... NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID............ Perbedaan ........... 85 1.............................................................. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ............ 2........................................... 111 A............................................................ 57 1............................................

........................................................... 151 LAMPIRAN-LAMPIRAN: . Curiculum Vitae .......... I I Lampiran II.............................. VII Lampiran IV........ Terjemahan ........................ Lampiran I............. 150 BIBLIOGRAFI ............................. IX xvii .............................................. Biografi Ulama ....................................................................... III Lampiran III.........................B............................................... Saran-Saran ........................ Daftar Istilah .............................................................

khususnya Islam. maupun Islam. Berhubung partai politik merupakan salah satu alat untuk mewujudkan cita-cita gagasan. alih bahasa Hartono Hadikusumo. ini merupakan kesempatan besar bagi Partai Islam untuk memperjuangkan Islam sebagai asas Negara. 2 1 xviii . ke-1(Jogjakarta: Mata Bangsa. dan mengalami fluctuative discourse dalam percaturan politik di Indonesia. Hampir bisa dipastikan ketegangan dan perdebatan ini muncul menjelang pemilu karena momen ini merupakan kesempatan besar bagi semua golongan yang ingin memperjuangkan aspirasi politiknya.BAB I PENDAHULUAN A. Hal yang sama terjadi pada 1999 tahun lalu yang menggunakan sistem multipartai dan lagi-lagi Islam belum cukup kuat untuk meletakkan ideologi Islam sebagai dasar negara. dan Ideologi Toleransi. Latar Belakang Masalah. akan tetapi apa yang dicita-citakannya masih belum bisa dicapai sampai sekarang. Ramage. Sejak pancasila dijadikan dasar ideologi formal Republik Indonesia pada tahun 1945 oleh Soekarno. tidak menutup kemungkinan bahwa Douglas E. Percaturan Politik di Indonesia: Demokrasi. akan tetapi wacana ini selalu survive pada momen-momen tertentu. baik itu yang berideologikan nasionalis. hlm. Gagasan tentang relasi Islam dan Negara selalu menjadi wacana aktual di Indonesia meskipun telah diperdebatkan beberapa tahun yang lalu. 2002). Islam. cet. pancasila menjadi bagian perdebatan politik yang tak terelakan oleh Politikus dan Agamawan. 1 Pada tahun 1950-1955 melahirkan sistem multipartai.

Untuk penulisan selanjutnya Penyusun akan mengganti nama Abdurrahman Wahid menjadi Gus Dur yang telah akrab dikalangan masyarakat luas. Kedua.. aliran integratif modernis. dan kemudian menimbulkan perdebatan yang luar biasa di kalangan tokoh dan gerakan ideologi Islam. Insiden politik semacam itu sempat terulang kembali pada tahun 1990 di negeri ini. yakni mengenai perdebatan ideologi. Sebelumnya pada tahun 1978-1985 telah terjadi ideologisasi pancasila yang diinstruksikan oleh Soeharto. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail 2 Ibid. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. aliran konservatif tradisionalis. Pertama. 19. 3 xix . Natsir dan Abdurrahman Wahid3 tentang Relasi Islam dan Negara). hlm. Menurut Munawir Sjadzali ada tiga kategori dalam memandang hubungan Islam dan negara di kalangan tokoh Islam." penyusun lebih memfokuskan pada dua tokoh ini yang tentunya telah banyak mewarnai wacana perdebatan Islam dan Negara sepanjang lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia sampai saat ini.2 khususnya mengenai sistem negara apa yang akan dipakai untuk membangun Indonesia. apakah berasaskan Islam atau sekuler ? Penelitian ini mengambil judul "Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia (Studi Pemikiran M.pemilu 2004 yang akan datang juga muncul polemik sistem negara apalagi Islam formalis masih berada di ujung kekakalahan. Sebenarnya sumber perdebatan itu adalah relasi Islam dan negara.

Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. aliran nasionalis sekuler. Greg Barton. cet. Husein Haikal. Islam tidak ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. dalam hal ini penyusun lebih suka memposisikan M.4 Dari ketiga aliran tersebut. Djohan Effendi. Tokoh yang terkemuka yaitu M. Islam dan Tata Negara: Ajaran. hlm. 5 4 xx . ini karena pemikirannya yang liberal dan rasional tentang isu kontemporer (baik itu politik. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. Natsir dan Gus Dur memang masuk dalam kategori aliran integratif modernis yang sebenarnya dalam klasifikasinya Munawir Sjadzali merupakan terma dari modernis. apalagi kelompok (background) yang diwakilinya sangat kontradiktif dengan gagasan dan prilaku politik tokoh tersebut. M. alih bahasa Nanang Tahqiq. Pertama. 518.5 Kedua tokoh ini menarik untuk dikaji. Natsir sebagai tokoh modernis.tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Sejarah dan Pemikiran. Munawir Sjadzali. 1993). Dan yang Ketiga. budaya dan agama) dengan tetap setia pada posisi konservatif- tradisional bahwa kejujuran dan kebenaran al-Qur'an tidak perlu diganggu gugat. secara umum keduanya masuk dalam kategori aliran yang sama yaitu integratif modernis tetapi beda pendapat mengenai relasi Islam dan negara. hlm. Gus Dur yang dibesarkan dalam lingkungan Baca. edisi ke-5 (Jakarta: UI Press. ke-1 (Jakarta: Paramadina. khususnya azas negara. 1999). 1-2. sedangkan Gus Dur sebagai tokoh neo-modernis (meminjam istilah Greg Barton).

kaum tradisionalis,6 yaitu NU yang nota bene orientasi politiknya berkiblat pada ulama klasik seperti Al-Mawardi dan Al-Ghazali ternyata mampu mengapresiasikan pemikiran liberal yang cenderung ala Ali Abd al-Raziq,7 sedangkan M. Natsir yang dibesarkan dalam lingkungan modernis justru lebih akrab dengan pemikiran politik Islam fundamentalis seperti al-Maududi yang sangat menginginkan Islam dijadikan sebuah dasar negara karena menurut M. Natsir sendiri meniru sistem pemerintahan Barat adalah tindakan sekuler yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.8 Kedua, wacana ini selalu aktual di Indonesia apalagi ketika mendekati pemilu. Dan tentunya gagasan kedua tokoh tersebut juga masih banyak mempengaruhi wacana perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Setidaknya kedua alasan inilah yang menyebabkan penelitian ini dilakukan. M. Natsir menawarkan Islam sebagai azas negara bukanlah aksi pembangkangan negara (makar), akan tetapi lebih pada penghidupan demokrasi. Oleh sebab itu dalam pidatonya pada sidang pleno konstituante (12 November 1957) ia menghendaki negara Indonesia ini berazaskan ideologi Islam. "Negara demokrasi berdasarkan Islam".9 Keinginannya ini Bukan semata-mata karena Islam agama mayoritas di Indonesia melainkan ajaran

Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan, (Jakarta: Rajawali Press, 1999), hlm. 39. Andrée Feillard, NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna, (Yogyakarta: LkiS, 1999), hlm. 380. M. Natsir, Agama dan Negara dalam Perspektif Islam, cet. ke-1 (Jakarta: Media Dakwah, 2001), hlm. 200.
9 8 7

6

Ibid.

xxi

Islam mengenai ketatanegaraan dan kehidupan bermasyarakat itu mempunyai sifat yang sempurna dalam menjamin kerukunan beragama dan bernegara.10 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara, M. Natsir berpendapat boleh meniru pemerintahan Barat asalkan tidak melanggar nilainilai dasar Islam. Karena baginya Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna.11 Ini menarik untuk dicermati satu sisi M. Natsir terbuka untuk memakai sistem apa yang akan dipakai di Indonesia sisi lain dia bersikeras memperjuangkan Islam sebagai azas ideologi negara.12 Sedangkan menurut Gus Dur apabila politik, budaya dan agama diideologikan fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal.13 Hal yang senada diungkapkan oleh Cak Nur bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi, sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologiideologi yang ada di dunia.14 Dalam memandang relasi Islam dan negara, masalah ketatanegaraan merupakan hal yang tak bisa ditinggalkan, sebab faktor inilah yang kemudian seringkali memunculkan perdebatan antara kelompok muslim idealis dan
10

Ibid., hlm. 203.

Kamaruzzaman, Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. (Magelang: IndonesiaTera, 2001), hlm. 70. Natsir berpendapat bahwa Islam bukan hanya suatu agama tapi juga sebuah ideologi karena di dalamnya mengandung dua unsur yaitu Mu„ammalah ma„a Allah dan Mu„a,,alah ma„a an-Nas. baca M. Natsir, Agama dan Negara, 219. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nurcholis Madjid, dan Jalaluddin Rakhmat, (Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998), hlm. 77.
14 13 12

11

Ibid. hlm. 169.

xxii

realis di negara kita. Adanya “Sistem Kekhalifahan” di masa Rasulullah S.A.W. dan Sahabat membuat sebagian masyarakat muslim dunia semakin menyakini bahwa jauh sebelum sistem demokrasi muncul, sebenarnya Islam telah mempunyai sistem Tata Negara sendiri. Dalam perspektif Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ah pemerintahan dinilai dari segi fungsionalnya bukan pada formalitas bentuknya, apakah negara Islam atau bukan. Disamping itu, menurut Gus Dur Islam tidak mempunyai konsep pemerintahan yang definitif, misalnya tentang suksesi kepemimpinan terkadang memakai istikhla>f, bay„ah, dan ahl al-H{alli wa al-Aqdi (sistem formatur). Hal ini menunjukkan Islam inkonsisten dan tidak mempunyai konsep yang baku.15 Atas dasar pemikiran inilah, Gus Dur menerima ideologi pancasila sebagai azas negara, dan yang terpenting baginya adalah umat Islam bisa melaksanakan kehidupan beragama secara penuh dan tetap berpegang pada etika sosial (social ethic). Berbeda dengan M. Natsir yang menolak secara tegas ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tetapi bukan berarti jalannya pemerintahan terlepas dan terpisah dari keagamaan begitu saja karena baginya Islam sendiri tidak asing dengan nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan. Menurut penyusun "posisi Gus Dur yang menempatkan pancasila sebagai pra-syarat

15

Ibid.

xxiii

C. 1994). hlm. Dari uraian di atas dipaparkan bahwa ada persamaan dan perbedaan pemikiran di antara M. Islam dan nasionalisme inilah yang secara intelektual politis melatarbelakangi keikutsertaan Islam dalam diskursus politik dan ideologi negara di Indonesia selama ini. Bagaimanakah pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara? 2. Natsir dan Gus Dur mengenai hubungan Islam dan negara. Oleh sebab itu perlu penyusun tegaskan bahwa fokus dari permasalahan ini yaitu: 1. keduanya sama-sama menjunjung nilai demokrasi tetapi berbeda dalam gagasan dan prilaku politiknya Hal ini bisa disebabkan latar belakang sosiohistoris yang berbeda."16 Integrasi antara kemajemukan. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. xxiv . B. 16 Andrrée Fillard dkk.demokratisasi dan pembangunan keIslaman yang sehat di Indonesia nampaknya harus dilihat dari perspektif neo-modernisme. Pokok Masalah. Tujuan dan Kegunaan. demokrasi. 104. (Yogyakarta: LKiS. Mengapa kedua tokoh itu mengajukan tesis yang berbeda? 3.. Apa implikasi tesis mereka terhadap pemikiran politik Islam di Indonesia? Tiga pokok masalah di atas diharapkan dapat mewakili (cover) dari beberapa masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini. Di samping itu juga berguna untuk memperjelas arah penelitian yang dimaksud.

pendidikan dan politik. Selain itu juga ada tujuan yang lain yaitu: 1. 3. Sebagai prediksi. 3. baik itu latar belakang sosial. Adapun dari penulisan ini diharapkan dapat diambil beberapa manfaat atau kegunaan. di antaranya: 1. Telaah Pustaka. khususnya azas negara Indonesia. Untuk mendapatkan penjelasan (explanation) yang lebih tajam tentang karakteristik pemikiran antara M. sejauh mana implikasi kedua pemikiran itu dalam perubahan dan perkembangan politik Islam di Indonesia saat ini. Mengidentifikasi asal-usul gagasan kedua tokoh tersebut dalam perspektif perbandingan.Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam bidang Perbandingan Madzhab Dan Hukum di Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. D. 2. Mendapatkan deskripsi yang jelas mengenai implikasi kedua gagasan tersebut dalam konteks perkembangan Islam dan politik Indonesia saat ini. xxv . Natsir dan Gus Dur mengenai wacana Islam dan negara. Bisa dijadikan salah satu sumber diskusi dalam mengkaji relasi Islam dan negara di Indonesia. Dapat diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap karakteristik pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mengkaji azas negara (Pancasila). khususnya dalam perspektif Islam modernis dan neomodernis. 2.

Di sini penyusun sempat membahas M. Dalam tesisnya A. Disamping itu. mengenai diskursus pemikiran politik Islam di Indonesia. Natsir namun tidak lengkap karena lebih memfokuskan pada gerakan partai politiknya. meskipun keduanya hidup pada masa yang berlainan. baik itu biografi. maka penyusun merasa perlu menelaah buku-buku yang berkaitan dengan variabel tersebut. pemikiran M. Syafi'i Maarif yang dibukukan dengan judul Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Banyak buku atau karya ilmiah yang membahas M. Akan tetapi pembahasan itu sering kali tidak dilakukan secara bersamaan hanya difokuskan pada satu tokoh saja kalau memang ada yang mengkaji perbandingan itu juga tidak membahas M. Natsir dan Gus Dur sekaligus.M. Natsir dan Gus Dur adalah tokoh pemikir dan sekaligus seorang politikus yang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Natsir dan Gus Dur mengenai Relasi Islam dan Negara di Indonesia. namun gagasannya selalu aktual bahkan sering dijadikan rujukan dalam diskusi dan aksi politik. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama'at Islami xxvi . Natsir dan Gus Dur. khususnya partai Masyumi yang dibubarkannya. Kedua. prilaku politik maupun gagasannya. Karya ini meneliti tentang relasi Islam dan politik yang kemudian menggambarkan prilaku partai-partai Islam dalam menghadapi kebijakan politik Soekarno saat itu. Pertama. Karena penulisan ini meliputi dua variabel di atas. Penelitian ini mempunyai Dua variabel.

Bahtiar Effendy dalam bukunya Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (1998) yang menjelaskan relasi Islam dan negara di Indonesia. Natsir vis-a-vis Soekarno. Sementara itu. Buku ini lebih melihat sosok pemikir M. Di samping itu penulis juga menyinggung sedikit polemik M. Natsir dan Maududi sebagai representasi dari modernisme dan fundamentalisme akan tetapi kedua tokoh itu tidak menjadi fokus kajiannya karena lebih pada partai tempat tokoh ini berpolitik. khususnya mengenai ideologi pancasila dalam relevansinya dengan persoalan dekonfensionalisasi politik Islam di Indonesia. khususnya pandangan M. Islam and Ideology of Tolerance yang ditulis Douglas E. Sedangkan Ahmad Suhelmi dalam bukunya Soekarno Versus Natsir: Kemenangan Barisan Megawati Reinkarnasi Nasionalis Sekuler (1999) juga mengkaji pemikiran kenegaraan dalam perspektif M.(Pakistan) karya Yusril Ihza Mahendra. Dengan kesimpulan bahwa buku ini hanya menyoroti keterwakilan kaum muslim secara proporsional dalam lembaga-lembaga negara dan dipertahankannya komitmen bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler. Natsir dibanding Natsir yang mewakili tokoh modernisme Islam. Ramage membahas Islam dan demokrasi. Buku ini merupakan hasil penelitian yang banyak didasarkan pada wawancara personal xxvii . Natsir dengan Soekarno mengenai azas negara. buku ini lebih menitik beratkan pada partai-partai di atas meskipun ada tokoh yang dilibatkan seperti M. Natsir. Buku politics in Indonesia: Democracy.

untuk melihat pola pemikirannya Abdurrrahman Wahid dalam mengakaji pancasila sebagai asas negara. Skrpisi yang dibukukan dengan judul Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Demokrasi. Karya Umaruddin Masdar, berusaha melacak pola pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mempertemukan Islam dan demokrasi. Dalam hal ini penulis lebih memfokuskan pada konsep demokrasi dengan menggunakan teori politik sunni sebagai rujukan utama untuk meneliti gagasan kedua tokoh tersebut. Sedangkan buku Islam Demokrasi Atas Bawah: Polemik Perjuangan Umat Model Gus Dur dan Amien Rais yang disunting oleh Arief Affandi merupakan buku yang lebih menyoroti tentang strategi perjuangan kedua tokoh tersebut dalam menyikapi gerakan demokratisasi di Indonesia. Dan yang terakhir tesis yang berjudul Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur Dan Amien Rais Tentang Negara karya Ma'mun Murod al-Brebesy, tesis ini telah dibukukan dengan fokus kajian membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara, civil society dan demokratisasi. Selain buku-buku di atas penyusun juga menelaah karya asli dari kedua tokoh tersebut yang banyak berupa tulisan lepas dan artikel media. E. Kerangka Teoretis. Lahirnya kemerdekaan Indonesia membuat para tokoh nasional, baik paham nasionalis, sekuler maupun Islam untuk berfikir serius dalam meletakan dasar filosofis negara, terlepas itu perjuangan atau kepentingan

xxviii

golongan yang jelas Indonesia saat itu memerlukan konsep dasar negara yang kuat sehingga terjamin kemaslahatannya dan terhindar dari segala

kemudlaratan . Lebih lanjut, karena penelitian ini mengkaji masalah Islam dan negara maka penyusun mengkategorikannya dalam perspektif Fiqih as-Siyya>syah atau Siyya>syah as-Syar„iyyah. Menurut Abdul Wahab Khallaf definisi Siyya>syah as-Syar„iyyah ialah wewenang seorang penguasa atau pemimpin dalam mengatur kepentingan umum demi terciptanya kemaslahatan dan terhindar dari kemudaratan.17 Dengan demikian siapapun yang ingin membangun pemerintahan yang baik harus berlandaskan pada Mas}lah}ah alMursalah (kepentingan umum). Menurut Imam Malik Mas}lah}ah al-Mursalah itu merupakan salah satu dari epistimologi syari'ah. Dengan syarat bahwa: 1) kepentingan umum itu bukanlah suatu hal yang berkaitan dengan ibadat (transeden). 2) kepentingan umum itu selaras dan tidak bertentangan dengan nilai dasar Syari„ah (Alqur'an dan Sunnah).3) kemaslahatan umum itu haruslah merupakan kepentingan esensial yang sangat diperlukan.18 Setidaknya kepentingan esensial yang diperlukan di atas sejalan dengan dirumuskannya lima tujuan syari'ah meskipun tidak tercover secara Ka>ffah, lima tujuan tersebut yaitu: memelihara kemaslahatan agama, memelihara jiwa,

Abdul Aziz Dahlan (ed), dkk., Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996)V: 1626, artikel "Siyasyah as-Syar'iyyah". Dikutip dari, Muhammad Tahir Azhary, Negara Hukum: Suatu Studi tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Madinah dan Masa Kini, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 7
18

17

xxix

memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta dan kehormatan.19 Objek kajian fiqih siyasah atau Siya>syah as-Syari„yyah menurut Abdul Wahab Khallaf adalah membuat peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk mengurus negara sesuai dengan dasar ajaran agama yang bertujuan merealisasikan kemaslahatan manusia untuk kebutuhan mereka.20 Dengan demikian secara garis besar bahasan Fiqih as-Siya>syah meliputi tiga aspek utama di antaranya: 1) Peraturan dan Perundang-Undangan Negara sebagai pedoman dan landasaan idiil dalam mewujudkan kemaslahatan umat. 2) Pengorganisasian untuk mewujudkan kemaslahatan. 3) Mengatur hubungan antara penguasa dan rakyat serta hak dan kewajiban masing-masing dalam usaha mencapai negara.21 Untuk mengkaji pemikiran politik Islam memang tidak lepas dari Fiqih asSiya>syah dan hukum Islam. Hukum Islam dibagi menjadi dua yaitu hukum yang bersifat Qat}„i (Syari'ah) dan yang bersifat Z}anni (fiqih), karena politik seringkali mengalami perubahan sesuai dengan situasi maka penyusun memasukkanya dalam kategori fiqih. Dimana fiqih siyasah mempunyai

19

Ismail Muhammad Syah dkk., Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Abdul Wahab Khallaf, Al-Siyasat al-Syari'at, (AL-Qahirat: Dār al-Anshār, 1977), hlm.

hlm. 67.
20

4. J. Suyuthi Pulungan, Fiqih Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 28.
21

xxx

Tahir Azhary. Ada tiga aliran dalam hal ini. 15. lebih khusus lagi dalam menentukan sistem dasar ketatanegaraan. keadilan. “Fiqih Siyasi dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik”. hlm. perdamaian. No. Negara Hukum. tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. kesejahteraan dan ketaatan rakyat. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. hlm. keadilan dan kestabilan. musyawarah. meskipun berbeda dalam menggunakan terma aliran ini akan tetapi substansinya sama. kebebasan. aliran konservatif tradisionalis. Dalam diskursus pemikiran politik Islam dewasa ini. M.22 Dengan demikian al-Mas}lahah al-Mursalah menempati posisi yang sangat penting dalam mengkaji diskursus relasi Islam dan negara. Tokoh aliran ini ialah Muhammad Abduh dan Muhammad Husein Haikal. 58. IV (1993). Jurnal Ulumul Qur'an. Ibrahim Hoesen.23 sehingga terciptalah kemaslahatan umum sesuai dengan kebutuhan zaman. Ketiga. hlm. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara karena menurutnya Islam adalah ad-Din wa ad-Daulah. Kedua. lihat. penyusun meminjam istilah Munawir Sjadzali dalam mengkategorikan aliran yang concern terhadap relasi Islam dan negara.2 Vol. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 23 22 xxxi . K.dimensi yang sangat luas dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara seperti menjamin kemaslahatan. Lihat.H. Nilai dasar al-Qur‟an dalam hal ini ialah amanah. aliran integratif modernis. Apakah berideologikan Islam atau sekuler? Karena yang terpenting bukanlah formalitas bentuk pemerintahan tetapi esensi nilai dasar al-Qur'an dan Sunnah tetap berjalan (tidak kontradiktif). Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam Dan Barat. 1997). 79. Muhammad Azhar. Pertama.

baca. 57. 14.aliran nasionalis sekuler. Islam dan Tata Negara. M. Pan-Islamisme yaitu suatu ikatan politik yang bertujuan mempersatukan seluruh ummat Islam di dunia.25 Tokoh-tokoh ini dikaji guna membidik kerangka teoritis pemikiran M. Azhar. M. 117. hlm. hlm. Natsir dan Gus Dur. Afganistan. Azhar. hlm. 107. hlm. 1-2. Filsafat Politik. wilayah Kabul. M. 1999). Ibid. Ia dilahirkan pada tahun 1838 di As'adabad. yang mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Jamaluddin al-Afghani.28 Munawir Sjadzali. hlm. Lihat. 26 Pemikiran politiknya besifat reaktif terhadap kondisi kemunduran umat Islam saat itu. dekat Kanar. diantaranya Jamaluddin al-Afghani.24 Dalam paragraf ini penyusun mencoba memaparkan beberapa tokoh politik sunni kontemporer sebagai landasan teoritis penelitian ini. lihat juga Masykuri Abdillah. xxxii . (Yogyakarta: Tiara Wacana. Tokoh aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. Dikutip dari Munawir Sjadzali. 28 27 26 25 24 Munawir Sjadzali. 126. hlm. Filsafat Politik. hlm. Islam dan Tata Negara. hlm. 2) menentang kolonialisme atas dominasi barat. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. Filsafat Politik. Islam dan Tata Negara. Abdul Raziq dan Fazlur Rahman. Munawir Sjadzali.27 ikatan ini didasarkan pada akidah Islam yang bertujuan 1) menentang sistem pemerintahan yang despotik (sewenang-wenang) dan diganti dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam. Untuk memastikan tokoh-tokoh tersebut adalah kelompok pemikir kontemporer. yang tidak jauh berbeda visi dan misinya. Azhar. dengan menganjurkan pembentukan Jam„iyah Isla>miyah yang biasa disebut Pan-Islamisme. 111. 142. yang kemudian saat ini berembrio menjadi OKI.

Lahir pada tahun 1888 dan wafat 1966 M.. Prancis. India. Disamping itu dia cukup reseptif dan akomodaif terhadap peradaban Barat yang kemudian membawanya pada semangat nasionalisme dan paham sekulerisme di kalangan cendikiawan Islam Mesir. seperti pembentukan pemerintah dan dewan melalui partisipasi rakyat.. selain itu dia juga menganjurkan kepada rakyat untuk merebut kebebasan dan kemerdekaannya melalui revolusi kalau perlu dengan pertumpahan darah.Dalam perjalanan politiknya ia selalu memunculkan gagasan revolusioner. Inggris. Ibid. 117. hlm. hlm. Karyanya yang terkenal yaitu Islam wa Usul al-Hukm. 32 31 30 Ibid. hlm. Baca. dan Persia. Ali Abdul Raziq. 142.30 Oleh sebab itu Afghani lebih cocok diposisikan sebagai tokoh aktivis dan agitator politik daripada pemikir politik. 139. Dikutip dari Munawir Sjadzali. karena menurutnya tidak ada ayat ataupun hadis yang bisa dijadikan dasar kuat untuk mendirikan khilafah. untuk itu tidak ada maksud dalam misinya mendirikan sebuah negara Islam (Khilafah). ia penganut Abduh meskipun secara langsung tidak sempat belajar banyak darinya. Islam dan Tata Negara. xxxiii .31 menurutnya nabi Muhammad hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan syiar agama Islam. Teheran. hlm. Mesir..32 Dia sama seperti nabinabi sebelumnya bukan nabi atau pendiri negara yang diutus mendirikan kerajaan dalam arti politik. Negara-negara tersebut yaitu: Afganistan.128-129. al-Raziq memang mengakui perlunya pemerintahan untuk mengatur negara 29 Ibid. lebih lanjut ia menolak adanya keharusan sistem khilafah dalam pengertian pemimpin negara.29 Hal inilah yang sering kali mengakibatkan pengusiran atas dirinya dari negara yang ia kunjungi.

dan al-Hajj (17): 40.36 "Tugas umat adalah menciptakan ketertiban di muka bumi di mana tata tertib itu merupakan sosiopolitis yang harus ditegakkan atas dasar etika yang sah dan viable. Ibid. Dalam al-Qur'an.37 Sebagaimana yang tertulis dalam al-Qur‟an. 155.33 Meskipun ia mengakui Ijma„ sebagai H{ujjah Syar„iyyah akan tetapi dalam hal ini ia tidak mengakuinya sebagai ijma' yang shahih. 37 38 xxxiv . diktator. Munawir Sjadzali. Ali „Imran (4 ) : 110. Azhar. Filsafat Politik.1989). (Bandung: Mizan. 79. 36 35 M. Islam dan Tata Negara. alasannya sejak sistem khilafah dibentuk sampai sekarang selalu saja ada pihak oposisi yang tidak setuju dan seringkali menimbulkan bencana bagi Islam dan umatnya. Umat Islam diharapkan mampu menengahi antara sikap kekakuan ideologi komunisme dan kapitalisme atau sikap ekstrem yang lain. terkecuali Abu Bakar.tapi bukan berarti harus bentuk khilafah boleh konstitusional.. 34 Dikutip dari Taufiq Adnan Amal.35 pada hakikatnya Pemikiran politik Rahman didasarkan pada konsepsi al-Qur'an. hlm. Umar dan Usman. umat merupakan suatu "penengah" sehingga menjadi saksi terhadap umat manusia. Azhar. Filsafat Politik.34 Fazlur Rahman. republik atau totaliter. 116.38 33 M. 141. hlm. hlm. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. hlm. menurut Rahman.

ِ‫مْرٌ خٞس أٍـﺔ أخسخد ىيْـاض ذؤٍسُٗ تاىَؼسٗف ٗذـُْٖ٘ ػ‬ ٌٍْٖ ٌٖ‫اىَْنسٗذؤٍُْ٘ تاهلل ٗى٘أٍِ إٔو اىنـراب ىناُ خٞساى‬ )١١۰ :ُ‫ (اه ػَسا‬ ُ٘‫اىَؤٍُْ٘ ٗأمثسٌٕ اىفاظقـ‬ ‫اىرِٝ أخسخ٘اٍِ دٝازٌٕ تغـٞسزك إالاُ ٝق٘ى٘ازتْـاهللا ٗى٘دفغ هللا‬ ‫اىْاض تؼؼٌٖ تثؼغ ىٖدٍد ط٘اٍغ ٗتٞغ ٗطي٘اخ‬ ٙ٘‫ٍٗعاخدٝرمسفٖٞااظٌ هللا مثٞـساٗىْٞظسُ هللا ٍِ ْٝظسٓ إُ هللا ىق‬ )٤۰:‫ (اىسح‬‫ػصٝص‬ Lebih lanjut. bagi Rahman meskipun modernisme memberikan sumbangan positif pada era kebangkitan Islam tetapi tetap memperlihatkan kelemahan dan kekurangan tertentu.39 Rahman memang liberal dan radikal dalam gagasannya. Demokrasi di Persimpangan. Masykuri Abdillah.40 39 Ibid.. selain itu penolakannya terhadap potensi kekayaan pemikiran Islam tradisional. 12. Dikatakan demikian karena pemikirannya yang selalu berusaha menemukan titik temu antara kaum Islam modernis dengan kaum Islam tradisionalis. 40 xxxv . Rahman dikenal sebagai pemikir kontemporer yang menggagas aliran neo-modernisme Islam. hlm. 156. menurut Rahman Istilah syura yang merupakan nilai dasar al-Qur'an bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang efektif dan permanen seperti halnya di Barat. akan tetapi apabila secara formal institusional proses dan bentuk demokrasi „ala Barat itu tetap sejalan dengan orientasi nilai dasar Islam maka sistem ini bisa diterapkan di dunia Islam."Baca. "Salah satu kelemahan tersebut ialah kurangnya sistematika dan metodologi yang komprehensif untuk menafsirkan al-Qur'an dan Sunnah. menurut hemat penyusun sikap ini muncul sebagai respon terhadap tantangan modernitas yang tak terelakan. hlm.

yang mana lebih mengutamakan bahan perpustakaan sebagai sumber utamanya. tehnik pengumpulan data. Natsir dan Gus Dur.41 2. Metode Penelitian. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). hlm. penelitian tentang biografinya sejak dari permulaan sampai akhir pemikiran politiknya. Antara lain meliputi jenis penelitian.Demikianlah sepintas gambaran mengenai tokoh-tokoh Islam kontempoer yang nantinya diharapkan banyak membantu penyusun dalam membuat kerangka teoritis. 34. A. Karena ini studi tokoh maka ada dua metode pokok untuk memperoleh pemikiran tokoh tersebut. xxxvi . 1991). (Jakarta: Bulan Bintang. Jenis penelitian. Kedua. pendekatan-pendekatannyadan analisa data. Mukti Ali. Hal yang sama terjadi pada M. sifat penelitian. 1. menurut penyusun tidak ada seorang tokohpun yang bisa dibidik Pemikirannya menganut satu paham tokoh sebelumnya karena dalam kenyataannya banyak tokoh yang mengadopsi suatu paham tertentu untuk masalah tertentu dan paham lain untuk masalah yang lain pula. penelitian pikiran dan keyakinan kedua tokoh tersebut. sekilas pemikiran Natsir tampak maududian akan tetapi banyak juga diwarnai paham Abduhis. Pertama. 41 H. Dalam sub bab ini perlu penyusun paparkan tentang metode penelitian yang digunakan. Metode Memahami Agama Islam. F. Sifat Penelitian.

Yang dimaksud pendekatan normatif ialah suatu xxxvii . Sedangkan komparatif berarti membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut dalam proses penelitiannya. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan sosio-historis. Dengan kata lain karakter dan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini ialah karakter dari kedua tokoh tersebut dan fenomena yang mempengaruhi pemikiran mereka. supaya mendapatkan letak persamaan dan perbedaan yang tepat. Pendekatan. Sedangkan karya yang mengkaji tentang gagasan kedua tokoh tersebut dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kajian ini dimasukkan sebagai data sekunder. dalam hal ini penyusun lebih memfokuskan pada dua aliran pemikiran Islam kontemporer yakni modernis dan neo-modernis yang penyusun anggap sebagai representasi dari kedua tokoh tersebut. Dalam penelitian ini. artikel dan kumpulan tulisan yang dibukukan dianggap sebagai data primer. Yang dimaksud dengan deskriptif adalah menggambarkan karakteristik dan fenomena yang terdapat dalam masyarakat atau literatur. 3. Tehnik Pengumpulan Data. Karya-karya asli dari kedua tokoh tersebut baik buku. 4.Studi yang merupakan penelitian pustaka ini lebih bersifat deskriptifanalisis dan komparatif. Adapun analisis disini adalah analisis dalam pengertian historis. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. yakni meneliti akar sejarah yang melatarbelakangi gagasan mereka.

hlm. 8. Hal ini penting untuk dilakukan karena diskursus Islam dan negara merupakan bagian dari kajian hukum Islam. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. 1983). Sementara komparasi dimaksudkan M. (Yogyakarta:Andi Offset. 42. Atho' Mudzhar. (Yogyakarta: Titian Ilahi Press. Soenjoto. Di samping itu penelitian ini berupa telaah pustaka maka metode yang dipakai adalah deduksi sebab metode ini memang tidak menuntut penelitiaan lapangan. khususnya mengenai asas negara akan dipersempit dalam paradigma modernisme dan neo-modernisme Islam. khususnya fiqih siya>sah.42 Berkaitan dengan penelitian ini sudah barang tentu sosial politik dan kultur yang melatarbelakangi metode pemikiran M. 1989). Sutrisno Hadi. hlm. 43 42 xxxviii .43 Dalam hal ini analisa dari kedua tokoh tersebut tentang Islam dan negara di Indonesia. 105. Natsir dan Gus Dur akan dikaji sepanjang peristiwa tersebut mempengaruhi pemikiran mereka dalam masalah ini. (Yogyakarta: Ranggon Studi. Adapun pendekatan sosio-historis yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa setiap produk pemikiran itu merupakan hasil interaksi pemikir dengan lingkungan sosio-kultural dan sosio-politik yang mengitarinya.pendekatan untuk menjelaskan masalah yang dikaji dengan norma atau hukum (fiqih) yang berlaku sebagai upaya penegasan. Metodologi Reseach. Analisa Data Setelah data terkumpul penyusun akan menganalisa dengan metode kualitatif analisis deduksi dan komparasi. 5. Baca. Deduksi yaitu metode yang berawal dari pengetahuan umum ditarik ke pengetahuan khusus. Peneliti dan Peteliti. 1998). hlm.

1999).untuk membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut apakah terdapat persamaan dan perbedaan yang tajam dan signifikan di antara keduanya. demokrasi dan dasar negara. yang tentunya berimplikasi terhadap pemikiran tokoh politik Islam Indonesia dalam mengkaji hubungan Islam dan negara di Indonesia. Bab kedua melacak asal-usul dan tipologi relasi agama dan negara dalam sejarah politik Islam. Selain itu karakteristik pemikiran ini kemudian dibagi pada dua perspektif. Metodologi Penelitian Filsafat. Yang dalam pembahasannya kedua perspektif tersebut akan dihadapkan pada dua tokoh yang dikaji. Penelaahan ini meliputi latar belakang sosial dan prilaku politik kedua tokoh tersebut dalam menggagas relasi Islam dan negara di Indonesia. kerangka teoritis. dan yang terakhir sistematika pembahasan. tujuan dan kegunaan. hlm. Bab ini juga menyinggung sedikit cita-cita ideologi negara yang mereka perjuangkan sebagai repesentasi tokoh muslim yang peduli terhadap bangsa.44 G. metodologi penelitian. Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Dalam pembahasan ini penyusun membagi menjadi lima bab. Bab ketiga memaparkan biografi M. yaitu modernisme dan neo-modernisme. Sistematika Pembahasan. di antaranya yang berkaitan dengan Islam. telaah pustaka. 44 xxxix . (Yogyakarta: Kanisius. Natsir dan Gus Dur. 51. Bab pertama memuat pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. rumusan masalah.

Bab keempat menganalisa pemikiran kedua tokoh tersebut tentang relasi Islam dan negara, khususnya tentang demokrasi dan ideologi pancasila, yaitu dengan membandingkan gagasan kedua tokoh di atas, apakah dalam penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan. Selain itu, bab ini juga berusaha menjelaskan implikasi gagasan kedua tokoh tersebut terhadap tokoh politisi muslim Indonesia dan pemikiran politik Islam generasi saat ini. Bab kelima penutup, berisi kesimpulan dan saran-saran. Kesimpulan dimaksudkan untuk memperlihatkan letak signifikansi penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, dengan memberikan konklusi pemikiran M. Natsir dan Gus Dur tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia, sedangkan saransaran ditujukan bagi para penyusun atau peneliti yang akan mengkaji masalahmasalah yang berkaitan dengan variabel skripsi ini lebih lanjut.

xl

BAB II ASAL-USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA A. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia. Wacana tentang makna, penafsiran dan fungsi pancasila telah menjadi perdebatan sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia, setidaknya sejak bangsa ini merdeka, perdebatan ini selalu menjadi aktual di kalangan akademisi dan politisi Indonesia sampai saat ini. Apalagi didorong dengan lahirnya beberapa Partai Islam, permintaan diberlakukannya syariat Islam di Aceh (NAD), munculnya teroris-teroris yang berkedok Islam, laskar serta organisasi yang bernafaskan Islam kanan, di antaranya Laskar Jihad, Hizbu Tahrer, Jaringan Islamiyah dan Front Pembela Islam (FPI). Selain itu yang paling jelas menjadi indikator perlunya kejelasan relasi Islam dan negara dalam kehidupan berbangsa terlihat pada menguatnya ide-ide pencantuman Syari„at Isla>m dalam amandemen UUD 45 setiap ST MPR hasil pemilu 1999.45 Hal ini juga sering terjadi dalam wacana politik Indonesia di penghujung tahun 1990-an yang juga sibuk memperdebatkan ideologi dan peristiwaperistiwa politik yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini, di antaranya mengenai hubungan Islam dan negara, peran ABRI dalam politik, dan bentuk demokrasi yang sesuai dengan negara ini.46 Dalam skripsi ini penyusun

Ahmad Suhelmi, Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir, cet. ke-1 (Bandung: Teraju, 2002), hlm. xi
46

45

Douglas E. Ramage, Percaturan Politik, hlm. 16.

xli

menitikberatkan pada masalah yang pertama yaitu mengenai hubungan Islam dan negara. Untuk memperjelas tahap-tahap perjuangan umat Islam Indonesia dalam merespon perdebatan Islam dan negara. M. Rusli Karim membagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, 1912 hinggga proklamasi kemerdekaan, tahap kedua 1945-1955, tahap ketiga, 1955-1965 dan tahap keempat 1965 sampai sekarang.47 Akan tetapi dalam bab ini penyusun akan memfokuskan asal-usul lahirnya perdebatan Islam dan negara sepanjang sejarah perpolitikkan Indonesia secara global. Perdebatan ini mulai aktual sejak dibentuknya Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai upaya persiapan kemerdekaan yang diharapkan,48 dan telah disetujui oleh pemerintahan Jepang. Hal ini juga dinyatakan dalam pidato Perdana Menteri Kuniaki Koiso kepada Parlemen Jepang pada tahun 1944 yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dalam "waktu dekat".49 Akan tetapi kalau kita teliti lebih dalam bahwa persinggungan antara Islam dan negara di Nusantara ini sudah berlangsung lama sebelum Indonesia merdeka yakni di bawah tekanan kolonial Belanda dan Jepang, namun
Tahap keempat ini masih dibagi lagi menjadi empat era: 1965-1972 sebagai era mencari bentuk, 1973-1985 sebagai era partai tunggal, 1985 1989 sebagai era transisi rekonsiliasi, dan 1990 sampai sekarang sebagai era akomodasi, baca M. Rusli Karim, Negara dan Peminggiran Islam Politik, cet. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1999), hlm. 21. Badan Penyelidik Usaha-Usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di bentuk pada tanggal 7 Desember 1945 yang terdiri dari tokoh-tokoh kelompok sosial, etnis, regional dan politisi di Hindia Belanda yang diduduki Jepang. Lihat, Douglas E Ramage, ibid, hlm. 18. Deliar Noer, Partai Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965, (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1987), hlm. 30. Lihat juga Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, vol. VI (Jakarta: Departemen P&K, 1984), hlm. 66.
49 48 47

xlii

dan ketiga. Viii. karena sejauh ini yang diketahui hanyalah pemimpin-pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Surjopronoto dan Dr. sehingga dalam sidang BPUPKI pada 1945 wacana ini terkesan begitu aktual diperdebatkan karena secara resmi peristiwa ini muncul pertama kalinya dalam panggung politik Indonesia. hlm. Yang paling emosional dan 50 Ahmad Suhelmi. mereka yang ingin menegakkan demokrasi konstitusional sekuler.demikian untuk melacak isu tentang istilah negara Islam di Indonesia bukanlah suatu pekerjaan mudah. di antaranya. mereka yang menganjurkan negara integralistik. Ibid.51 Barangkali wacana dan teori tentang Negara Islam ini belum banyak ditulis secara terperinci oleh pemimpin Islam pada saat itu. Pertama. Polemik Negara Islam. Sukiman Wirjosandjojo yang telah mewacanakan suatu kekuasaan atau pemerintahan Islam di akhir tahun 1920-an. Anggota BPUPKI ini terdiri dari berbagai macam kelompok ideologi yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencari titik temu (Kalimah as-Sawa‟) posisi masing-masing anggota tersebut. 51 xliii . Kedua.50 Saat itu Surjopronoto menggunakan tema een Islamietsche regeering (Suatu Pemerintahan Islam) sementara Sukiman memakai istilah een eigen Islamietisch bestuur onder een eigen vlag (Suatu kekuassan Islam di bawah benderanya sendiri) semua ini digunakan untuk menciptakan kekuasaan Islam di Indonesia yang substansinya sebagai alat mencapai kemerdekaan.

54 53 xliv .2 Juni 1945 membahas masalah umum. (Jakarta:). (Jakarta: Yayasan Prapanca. peri kerakyatan . dalam sidang ini Soekarno membuat pidato yang sangat berpengaruh tentang dasar negara dan kemudian dikenal dengan Lahirnya Pancasila. lihat. 1959).52 Badan penyelidik ini mengadakan dua kali sidang. hlm. Yamin telah mengemukakan kelima sila tesebut dalam pidatonya di depan sidang Badan Penyelidik. 19. Karena khawatir akan kegagalan Badan Penyelidik yang terus-menerus semakin memanas maka para 52 Douglas E. pada sidang pertama. Ramage. Lahirnya Pancasila. yaitu: peri kebangsaan. hlm. dari 29 Mei . sedangkan menurut Yamin sidang pertama berlangsung dari 29 Mei-1 Juni dan sidang keduanya berlangsung dari 10-16 Juli 1945.54 Dalam kedua pembahasan sidang ini menimbulkan perdebatan keras di antara para anggota penyelidik terutama kalangan Islam yang diwakili Abdoel Kahar Moezakkir dengan cita-cita ideologi Islamnya dan kalangan nasionalis diwakili oleh Soekarno yang cenderung netral terhadap agama. cet. Masalah yang sangat krusial dan mengundang perdebatan dalam sidang ini adalah tentang “peletakkan dasar negara” sebab masalah ini berkaitan dengan integritas agama. Percaturan Politik. peri kesejahteraan rakyat yang juga meliputi keadilan sosial. hlm. 10-14 Juni 1945 membahas tentang isi konstitusi negara yang akan dibentuk. 87-21. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana. peri ke-Tuhanan. kalau memang tulisan Yamin tentang perdebatan sidang BPUPKI dapat dipercaya maka lahirnya pancasila itu belum tentu gagasan Soekarno murni karena sebelum Soekarno melahirkan konsep Pancasila .konfrontasional adalah mereka yang menginginkan Islam dijadikan dasar negara. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. 17. peri kemanusiaan. Muhamad Yamin. Mengenai sidang BPUPKI terdapat perbedaan dalam tenggang waktunya.53 Sedangkan pada sidang kedua. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. Departemen Penerangan. dalam bukunya Deliar Noer sidang pertama berlangsung dari 29-Mei-2 Juni 1945 dan sidang kedua dari 10-14 Juni 1945. budaya dan bangsa yang plural. dikutip dari karyanya Faisal Ismail. 1999).

dan K. 1970). 57 55 Deliar Noer. Abdul Halim. P. K. Buntaran Martoatmojo dan Muhammad Yamin. K. Mas Mansur. xlv . 60-61. P. Soepomo.H. hlm. hlm. ini menunjukkan bahwa kepemimpinan BPUPKI berada di tangan kelompok nasionalis. H.H. Wahid Hasyim. Wongsonegoro. Ki Bagus Hadikusumo. Masykur. 34-35. dari 68 anggota BPUPKI. Soeroso. Rajiman Widiodiningrat. Prof. Abikusno Cokrosujoso. Parta-Partai Islam. lalu ditambah enam orang yang kebanyakan berasal dari Jawa dan satu orang lagi dari Jepang yakni Ichibangase yang menjabat sebagai ketua yunior dan anggota luar biasa. Soeroso.H.55 Semula anggota BPUPKI ini berjumlah 62 orang. A. untuk mengamati secara lebih detail keanggotaan Badan Penyelidik ini maka penyusun paparkan pendapat Prawoto Mangkusasmito. hlm. antara lain. R.56 Statistik ini menunjukkan betapa tidak seimbangnya representasi dari masing-masing kelompok itu. H. Di antara wakil dari kelompok Islam yaitu. Sanusi. sedangkan wakil dari kelompok nasionalis. (Jakarta: Hudaya. K.anggota mengambil iniasiatif dengan membentuk panitia BPUPKI yang terdiri dari 9 orang. Soekarno. A. sedangkan 80 %-nya berasal dari kelompok nasionalis-sekuler. Naskah Persiapan. Prawoto Mangkusasmito. Mohammad Hatta. K. Dr. 60-61. hanya 15 orang (+ 20%) yang menyuarakan aspirasi politik Islam yakni berasal dari nasionalisme-Islam. untuk Ketua dan wakil ketua BPUPKI dijabat oleh Rajiman Widiodiningrat dan R. Abdul Kahar Muzakkir.H. Sartono. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Sukiman Wiryosanjoyo. Agus Salim. 57 56 Muhamad Yamin.

H. A. sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. Yamin). 35.59 kesepakatan ini merupakan hasil perjuangan Islam politik dalam kepentingannya saat itu. hlm. dan M. Mohammad Hatta. Rusli Karim. Pada tanggal 21 Juni 1945 BPUPKI menyetujui Piagam Jakarta yang rumusan sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syari„at Isla>m bagi pemeluk-pemeluknya”. K. ternyata telah 58 Deliar Noer. Achmad Subarjo. sebagai jalan tengah akhirnya Jepang membentuk “Panitia Sembilan” di atas. Negara dan Peminggiran.58 Dalam panitia ini. 59 xlvi . A. akan tetapi umat Islam terpaksa harus kecewa karena dalam UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 itu. Abikusno. 170. yaitu: empat orang dari kalangan Islam (H. dan Abdul Kahar Muzakkir) dan lima orang dari kalangan Naionalis (Soekarno.Akan tetapi karena banyaknya anggota Badan Penyelidik yang malah dikhawatirkan akan membawa kegagalan Badan Penyelidik itu sendiri (atas perdebatan yang semakin memanas) maka dibentuklah Panitia Kecil BPUPKI yang hanya terdiri dari 9 orang itu. Wahid Hasyim. Maramis. Agus salim. Kepentingan tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok nasionalis sekuler yang memang secara kuantitatif anggota mereka dalam badan ini merupakan mayoritas. M. hlm. Partai-Partai Islam. Islam politik mempunyai kepentingan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara.

62 Maka demi persatuan bangsa akhirnya para pemimpin politik Islam terpaksa menelan kekecewaan cita-cita politiknya pada 18 Agustus 1945 dengan menghilangkan anak kalimat tersebut dari pembukaan UUD 1945. (Jakarta: Tintamas. Pertama. selain sebagai pejuang mayoritas kemerdekaan. 1983). ini dikarenakan pengiring redaksi sila pertama yang mewajibkan umat Islam menjalankan Syari„at Isla>m dirasakan oleh kawasan Timur Indonesia sebagai sikap diskriminatif terhadap pemeluk agama lain. pancasila sendiri menyimpan dua faktor yang sangat debatable. 452. hlm. (Jakarta: yayasan perkhidmatan. Diterimanya pancasila sebagai asas dan ideologi negara merupakan puncak dari pertentangan dan sekaligus menunjukkan kekalahan kelompok Islam yang harus berkompromi dengan kepentingan lain. Pancasila dan Asas Tunggal.. hlm. Deliar Noer.61 Kompromi politik dalam bentuk Piagam Jakarta rupanya hanya mampu bertahan selama 57 hari. 62 61 Hatta. xlvii . 1978). Peristiwa ini dikenal sebagai sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merupakan pengganti dari BPUPKI yang telah dibubarkan. hlm. 23. Umat Islam yang sebelumnya memperjuangkan ideologi Islam sebagai dasar negara dalam mukadimah UUD 1945 harus mengalah dengan pancasila. Memoir.60 Ini merupakan kekecewaan Islam politik yang pertama dalam perjuangan politiknya. tentang makna penting pancasila jika dibanding dengan agama. Islam.458. Kedua. Keinginan keras umat Islam saat itu bisa dimaklumi. tentang kandungan pancasila itu sendiri. 60 Ibid.108.menghapuskan Piagam Jakarta tersebut.

K.63 Betapa ironisnya umat Islam sebagai mayoritas populasi dan penggerak melawan penjajah di negeri ini hanya diwakili oleh tiga anggota. hlm 457- 458. Akan tetapi apabila diteliti lebih jauh pertarungan ideologi yang menjadi pertimbangan dalam peletakkan dasar negara saat itu bukan hanya ideologi nasionalis dan Islam. 29.H. tetapi lebih besar dari itu yaitu pertarungan dua ideologi besar dunia antara kapitalis dan komunis. kebetulan presiden yang dipilih adalah ketua dan wakil PPKI saat itu yaitu Soekarno dan Hatta. Perumusan Historis. kemudian atas usul Soekarno akhirnya ditambah menjadi 27 orang. 64 63 Prawoto Mangkusasmito. Wahid Hasyim dan Kasman Singodimedjo. Baca 65 xlviii . cet. terang saja latar belakang Hatta ini bisa dijadikan pelebur sikap keras Ki Bagus yang selalu bersekukuh mempertahankan rumusan Piagam Jakarta. yaitu Nasionalis dan Islam. Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi konsistensi Ki Bagus yang tetap bertahan dengan Piagam tersebut. yaitu Ki Bagus Hadikusumo.Jumlah anggota PPKI semula sebanyak 21 orang. maka melalui Hatta yang memanfaatkan Teuku Moehammad Hassan anggota PPKI dari Sumatera berhasil melunakan sikap keras Ki Bagus dan dalam waktu 15 menit anak kalimat pada sila Ketuhanan itu diganti dengan Yang Maha Esa. ke-1 (Jakarta: Gema Insani Press. Secara kultural Soekarno mewakili kultur Jawa sedangkan Hatta dari kultur Minang/Sumatera. Memoir. hlm 21-22. Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 bertujuan menetapkan UUD dan memilih presiden dan wakilnya. hlm. Hatta.64 Akar perdebatan ini tidak lepas dari letupan pertarungan ideologi saat itu. 1996). dan yang menarik dicermati dari total jumlah ini ternyata hanya tiga anggota dari organisasi Islam. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965.65 Golongan nasionalis adalah kelompok yang Ahmad Syafi‟i Ma‟arif.

berprinsip bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan negara) harus dipisahkan secara tegas dan proporsional. kasus Jawi Hisworo.67 Indikasi pertarungan ideologi ini bisa dilihat sejak tahun 1920-1930-an dari kasus retaknya hubungan Sarekat Islam (SI) dengan Partai Nasionalis Indonesia (PNI). (Bandung: Pustaka Salman. Polemik Negara Islam.. Ahmad Suhelmi. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. Natsir dengan tokohtokoh Nasionalis-sekuler yang diwakili Tjipto Mangunkusumo. Mereka tetap memilih untuk tidak menggunakan agama sebagai ideologi politik. hlm. Polemik Negara Islam. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekuler. Meskipun secara personal mereka bukan kaum sukularis dan kelompok yang tidak lepas dari sentimen. Endang Saefuddin Anshary. hlm. Polemik inilah yang kemudian berlanjut sampai sekarang. tendensi dan afiliasi keagamaan. karena Islam menurut mereka tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja. Sedangkan negara memang merupakan masalah politik yang berurusan dengan duniawi. karena bagi mereka agama dan politik 68 67 xlix . 1981). Hindu dll. hlm. Soekarno dan lain-lain. ke-1 (Yogyakarta: LKiS. melainkan juga hubungan sesama manusia.66 Sementara itu golongan Islam saat itu berprinsip bahwa agama (dalam hal ini Islam) tidak dapat dipisahkan dari urusan kenegaraan. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok pemimpin politik Indonesia yang menolak secara tegas agama sebagai dasar negara. Ibid. 68 Hasyim Wahid dkk. protestan. Swara Oemoem dan peristiwa itu perdebatan sengit antara tokoh Nasionalis-Muslim. 8. 1999). cet. kelompok ini terdiri dari muslim. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. Agus Salim. 66 Ahmad Suhelmi. lingkungan dan alam semesta. majalah Timboel.17-24. Ahmad Hassan dan M. hlm 4 dan 54-55. seperti Tjokroaminoto. dengan keyakinan bahwa fungsi agama hanya mengurusi ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kehidupan akhirat dan urusan pribadi saja. Sebaliknya apa yang dimaksud nasionalis muslim adalah kelompok pemimpin muslim yang menginginkan Islam harus dijadikan dasar negara. 4. katolik. lihat juga.

70 Pemikiran pertama berpendapat bahwa negara dan agama tidak harus dipisahkan. hlm. hlm. karena Islam merupakan agama yang integral dan komprehensif dalam mengatur kehidupan baik urusan duniawi maupun ukhrawi. 369402. Baca. Demokrasi di Persimpangan Makna. sebab munculnya terma Piagam Jakarta di Indonesia sedikit banyak terinspirasi dari konsep Piagam Madinah yang pasti tidak bisa lepas dari persinggungan wacana politik Islam yang telah berlaku di bangsa Arab itu. M. 14. Azhar. 69 l . hlm. sahabat dan komunitas muslim lainnya juga ikut mempengaruhi lahirnya perdebatan Islam dan negara di Indonesia. di Bawah Bendera Revolusi (Jakarta:Panitia di bawah bendera revolusi. hlm. 70 Munawir Sjadzali. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. Faisal Ismail. oleh sebab itu menurut pandangan ini konstitusi negara harus didasarkan pada Islam. lihat juga Masykuri Abdillah. Soekarno. hlm. konsep “Piagam Madinah” dan praktek pemerintahan Islam pada zaman Rasulullah. perlu penyusun bahas secara singkat tentang teori-teori yang diajukan para intelektual muslim. 5. hlm. 5. tidak bisa dipisahkan. 57.69 Jadi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1-2. Ahmad Suhelmi. Secara umum pemikiran politik Muslim bisa diklasifikasikan menjadi tiga teori. Polemik Negara Islam. Islam dan Tata Negara. jelasnya bahwa tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam ajaran Islam. Selain itu praktik pemerintahan Negara Turki yang memisahkan negara dan agama juga ikut mewarnai perdebatan ini. Ideologi Hegemoni. 1997). 1994).Di sisi lain. untuk memaparkan secara lebih jelas pemikiran politik tokoh Islam dan keterkaitan mereka dalam memperjuangkan negara berdasarkan Islam di Indonesia. Memudahkan Pengertian Islam.

Tokoh teori ini antara lain . hal ini bisa dilihat dari jargon politiknya bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan Negara) tidak bisa dipisahkan. 74 73 72 71 Faisal Ismail. Mitcell. hlm. Sayyid Qutb dan beberapa pemimpin Ikhwan al-Muslimun lainya ditangkap dan diadili. Pada tahun 1966. namun pada nilai sekuler. bisa dibaca dalam karyanya. Maududi adalah seorang politikus dan pengarang yang terkenal dalam Islam. 1969). setelah Nasser mengetahui rencana makar mereka dalam menjatuhkan rezim.ِٞ‫إّّٔ ىنٌ ػدٗ ٍث‬ ّ ّ Menurut teori yang kedua.74 Pandangan komprehensif ini dikutip dari nash al-Qur‟an75: ِ‫ٝاأٖٝااىر ِٝ أٍْ٘ا ادخي٘ا فىاىعيٌ مآّفح ٗال ذرثؼ٘ا خط٘اخ اىشٞطـ‬ )٢۰٨: ‫ (اىثقسج‬. (Kairo: Dar al-Qalam. 37. 1962). hlm. salah satu karyanya yaitu. edisi ke-10 (Lahore: Islamic Publication. sepakat dengan adanya pemisahan antara agama dan negara dalam arti konstitusi negara tidak harus didasarkan Maududi . al-Baqarah (2): 208. Baik Jam„iyah al-Isla>m maupun Ikhwan al-Muslimin dikenal sebagai gerakan Fundamentalis di Iran. Pakistan dan Saudi Arabia. Teori ketiga. 75 li . Islamic Law and Constitution. agama dan negara harus dipisahkan. 1990). Abu A‟la Maududi71 (1903-1979) dari Pakistan yang memimpin Jamiy„ah al-Isla>m. Hadha al-Din. contoh konkret teori ini adalah negara Turki Modern. namun hukuman tersebut dibatalkan atas desakan pemimpin dunia muslim pada Pemerintahan Pakistan. (Oxford: Oxford University Press. Ideologi Hegemoni. dia pernah akan dijatuhi hukuman mati oleh penguasa karena aktivitas politiknya pada tahun 1953. alih bahasa Khursihid Ahmad. 203. Richard P. Tentang Ikwan al-Muslimun. urusan agama sebatas pada urusan pibadi dan ukhrawi tidak perlu mencampuri urusan politik. Sayyid Qutb72 (1906-1966) dan para ideolog lain Ikhwan al-Muslimin73 dari Mesir. The Society of Muslim Brothers. 1962). Khas}ais} at-Tas}awwuri al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu (Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. Oleh sebab itu konstitusi negara dalam pandangan ini tidak harus didasarkan pada Islam.

Ideologi Hegemoni. Terutama teori pertama ini sangat kuat mewarnai pemikiran politik muslim Indonesia tahun 1940-an dan 1950-an. 38. hlm. Yamin. yakni memisahkan negara dari persoalan agama. akan tetapi nilai agama harus menjadi ruh kehidupan masyarakat bernegara. 77 78 hlm. Melengkapi data sebelumnya. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. Naskah Persiapan. dipengaruhi oleh Kemal Attaturk ataupun Ali Abd alRaziq (1888-1966) yang berpendapat bahwa Nabi tidak pernah berupaya membangun sebuah negara. Vol. 115. beliau hanyalah seorang utusan yang dikirim oleh Tuhan semata. hlm. konflik ideologi antara kaum nasionalis-sekuler dan nasionalis-muslim bisa diperkirakan sejak menjelang kemerdekaan (Sidang BPUPKI).78 76 Faisal Ismail. Faisal Ismail. 76 Ketiga teori ini mewakili pilihan-pillihan yang dapat menentukan karakteristik struktur sosial dan politik negara-negara muslim dunia dalam menghadapi tantangan modernitas. Ibid. Memoir. lii . karena dalam sidang BPUPKI 1945 maupun konstituante (1956-1959) para pemimpin muslim berjuang keras agar Islam dijadikan dasar negara. I. pada tanggal 31-Mei 1945 Soepomo lebih mendukung gagasan Hatta yang mengusulkan bentuk Indonesia sebagai negara kesatuan daripada keinginan umat Islam dalam meletakkan dasar negara . 456-458.Islam. M. Lihat Muhammad Hatta. 77 Selain itu tidak ada indikasi yang tampak bahwa pemikiran politik nasionalis-muslim Indonesia saat itu.

apabila umat Islam Indonesia tetap memaksakan kehendaknya (negara Islam). Kedua. Meskipun Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin. Dikutip dari. Soekarno mengatakan bahwa ia cemas. atau negara bekas jajahan Hindia Belanda seperti Irian Barat juga tidak ikut menggabungkan diri dengan Indonesia yang ber-ruh Islami ini. yakni pengakuan Islam secara legal formal di negara ini. jika negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas. Ibid. kalau banyak bagian negara Republik Indonesia memisahkan diri.81 Melihat keberatan kelompok nasionalis-muslim terhadap Negara Sekuler mengharuskan kita meninjau kembali sejarah Islam yang menyatukan pemahaman antara agama (di>n) dan negara (daulah). pertama. karena cita-cita negara Islam tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. Ideologi Hegemoni. Percaturan Politik. 80 81 liii . Douglas E. hlm. hlm. kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang 79 Dikutip dari Faisal Ismail.Menurut Soepomo sendiri. kelompok kecil ini tidak akan merasakan keterlibatannya dalam negara.79 Pada tahun 1953 Soekarno juga mengungkapkan kekhawatirannya secara terbuka tentang implikasi-implikasi negatif yang muncul. Istilah “negara” dalam bahasa Indonesia mempunyai arti. 29. Ramage. persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. 40.80 Dengan mengingat kekhawatiran yang diungkapkan Hatta pada tahun 1945. organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat.

1999). hlm. ke-3 (Jakarta: Balai Pustaka. 685.diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif.83 menurut Olaf Schuman istilah “daulah” sama dengan “dinasti atau wangsa” yang berarti sistem kekuasaan yang berpuncak pada seorang pribadi dan didukung oleh keluarganya atau clanya. 59.84 Jadi dalam konteks sekarang istilah tersebut bisa diartikan negara. No. khalifah. imamah dan kesultanan yang seringkali dikonotasikan dengan istilah negara. 57. selain itu Paham ini juga erat dengan paham Da>r alIsla>m yang bermakna bahwa kekuasaan tertinggi terletak di tangan seorang penguasa muslim yang memberlakukan Hukum Islam sebagai hukum utama di dalam wilayahnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. take turns or Occur priodically). 85 liv . a. Ibid.” Jurnal Pemikiran Islam Paramadina. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. Vol I (Jakarta : Paramadina.82 Dalam Bab ini penyusun merasa perlu mengkaji pula istilah-istilah dalam kajian politik Islam seperti daulah. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam. 84 83 82 Olaf Schumann. Sebenarnya yang dimaksud bergilir. hlm. 1994). Daulah. Ibid. Istilah daulah berasal dari bahasa Arab yang bermakna bergilir. Di samping itu teori-teori tersebut paling tidak ikut mempengaruhi pemikiran politik Islam di Indonesia. beredar dan berputar (rotate. mempunyai kesatuan politik. edisi ke-2. beredar dan berputar adalah perputaran (legitimasi) kekuasaan dari yang lama (demisioner) kepada yang baru diamanati oleh kekuasaan lama tersebut. Lihat Olaf Schumann. 2.85 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.. cet. alernate. hlm.

Menurut sejarah istilah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam ketika masa kemenangan kekhalifahan dinasti Abbasiyyah pada pertengahan abad delapan. ke-5 (Jakarta: UI Press. 8. 2000).86 Kalau memang istilah ini pernah ada. khilafah didasarkan pada dua rukun. alih bahasa Asep Hikmat. Bahasa Politik Islam. (Jakarta: Gramedia.89 Sistem khilafah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam setelah Nabi Muhammad wafat. Din Syamsuddin. (Bandung: Pustaka. 1998). yaitu pada masa khalifah Abu Bakar. 1985). menurut Harun Nasution sistem ini menyerupai dengan sistem republik daripada sistem kerajaan. 1994). dalam pidato inagurasinya Abu Bakar menyatakan dirinya sebagai Khalifah Rasul Allah Bernard Lewis. Dalam perspektif politik sunni. (Jakarta: Logos. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya.87 b. alih bahasa Ihsan Ali Fausi. Hamid Enayat.88 Oleh sebab itu sudah menjadi hal yang lazim dalam pemilihan pemimpin Islam bahwa pemilihan pemimpin ditetapkan oleh elit politik melalu ijma„ kemudian baru di Bay„ah . hlm. cet. Harun Nasution. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. 78. I: 95. Istilah “Khila>fah” berasal dari bahasa arab yang bermakna perwakilan atau pergantian. hlm. Khilafah. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. 50. karena pemimpin dalam hal ini dipilih bukan merupakan sistem monarkhi yang bersifat turun-temurun. berarti masa itu terdapat pada daullah Umayyah yang kemudian begilir pada keluarga Bani Abbas (Daulah Abbasiyyah). 89 88 87 86 lv . M. hlm. yaitu: konsensus elit politik (ijma„) dan pemberian legitimasi (Bay„ah).

hlm. Etika Agama. 79. 80. Mawardi memberikan ruang bagi agama suatu jabatan politik yaitu kepala negara. baca juga karya asli. Bahasa Politik Islam. Islam dan Tata Negara. Din Syamsuddin. 9. Menurut Mawardi. sultan atau kepala negara. “imamah” dalam kajian Islam juga sering digunakan sebagai teori yang menyerupai makna negara. dengan demikian menurut Munawir Sjadzali. hlm. Din Syamsuddin. Bernard Lewis. 32. hlm. 90 M. lvi .94 d. imam bisa dimaknai khalifah. yaitu kekuasaan imam (wilayah) dan kesucian Imam („ismah). Imamah. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin.91 c. alih bahasa Moh. hlm.93 Pada dasarnya teori imamah lebih banyak berkembang di aliran syi‟ah daripada aliran sunni.1996). Selain kedua istilah di atas. hlm.92 Sementara menurut Taqiyuddin anNabhani. raja. 91 92 Dikutip dari Kamaruzzaman. 61. karena khilafah adalah suatu kepemimpinan yang berlaku secara umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari‟at dan mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Etika Agama. Taqiyuddin an-Nabhani. Munawir Sjadzali.90 Sedangkan menurut Bernard Lewis istilah khalifah muncul pertama kali pada masa pra-Islam abad ke-6 Masehi dalam suatu prasasti Islam di Arabia. 94 93 Hamid Enayat. hlm. Magfur Wachid. Reaksi Politik Sunni. 39. imamah dan khilafah merupakan dua istilah yang sama maknanya. Sejarah dan Doktrin. Relasi Islam dan Negara. Kesultanan.dalam artian sebagai “Pengganti Rasulullah” yang bertugas meneruskan misimisinya. 63. Sejarah Empirik. hlm. dalam aliran Syi‟ah Imama>h menekankan dua rukun. M. (Bangil: Al-Izzah.

lvii . yang hidup pada awal abad kedelapan. Bahasa Politik.95 Dari uraian di atas.Adapun istilah kesultanan seringkali diartikan kekuasaan dalam kitab alQur‟an. secara umum menggunakan istilah sultan untuk pemerintah. Ima>mah dan S{ult}aniyyah. sedangkan secara konseptual atau de jure Islam memang tidak mengenal konsep negara yang detail. yaitu karena mereka bertujuan menerapkan Syari„at secara efektif di seluruh penjuru wilayah negara. Namun demikian patut diteliti apakah teori-teori tersebut untuk konteks modern saat ini bisa dikategorikan sebuah konsep negara. 49. oleh sebab itu merupakan hal yang lazim kalau wacana Negara Islam selalu hangat untuk diperdebatkan. hlm. Khila>fah. karena secara de facto ternyata Islam mempraktekkan beberapa istilah yang bersinonom dengan konsep negara. Patut dicari apa sebenarnya yang membuat tokoh muslim berkeinginan keras meletakkan Islam sebagai dasar negara Indonesia? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini. M. sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang. Natsir salah satu tokoh Islam yang kontra dengan gagasan Soekarno mengklaim bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu cita-cita Islam oleh sebab itu 95 Bernard Lewis. Abd Hamid. Mengingat wacana negara Islam di Indonesia selalu menjadi perdebatan panjang dalam sejarah didirikannya negara ini. tampak bahwa istilah negara dalam Islam memiliki beberapa sinonim di antaranya Daulah. menurut Lewis ada seorang penulis dari kelompok scribal.

Pangeran Diponegoro (pemimpin Perang Diponegoro 1825-1830. Imam Bonjol (pemimpin Perang Padri 1921-1937). salah satunya Syekh Hayim Asy‟ari yang terkenal dengan “Resolusi Jihadnya”. hlm. 98 lviii . The Modernist Muslim Movement in Indonesia. 41. Untuk mendukung opini ini bisa dilihat dari semangat jihad Islam yang terukir dalam sejarah tanah air ini. apalagi organisasi tersebut banyak memberi konstribusi dalam kemerdekaan ini. hlm. Selain alasan di atas. 96 Dikutip dari Faisal Ismail. Teuku Umar.pencapaian kemerdekaan Indonesia merupakan bagian integral dari perjuangan Islam untuk menerapkan Syari„at. Percaturan Politik. 1973). Tjut Nya‟Dien dan Tengku Tjhik di Tiro (pemimpin Perang Aceh tahun 18721912). dan organisasi Tradisionalis NU (didirikan 1926).97 Di samping itu terdapat juga ulama-ulama Jawa.98 Menurut hemat penyusun organisasi ini merupakan alat konsolidasi yang sangat efektif saat itu. 1900-1942 (Singapura: Oxford University Press. 26. 97 Deliar Noer. Ibid. Lihat juga Douglas E. Ideologi Hegemoni. gerakan Modernis Muhammadiyah (yang juga didirikan tahun 1912. seperti Sultan Babullah dari Ternate. misalnya Sarekat Islam (didirikan tahun 1912). bahwa umat Islam Indonesia sebagai kelompok mayoritas mempunyai peran yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Ramage. kekecewaan umat Islam atas dihapuskannya “Piagam Jakarta” bisa juga dipahami melalui berbagai organisasi kultural dan ekonomis Islam yang telah didirikan jauh sebelum Indonesia merdeka.96 Tampaknya klaim ini didasarkan pada kenyataan saat itu. Sultan Hasanuddin dari Makassar.

Ramage. tuntutan-tuntutan Islam politik atas negara sangat tampak dalam pemberontakkan Darul Islam melawan Pemerintahan Pusat Fred von den Mehden. hlm. hlm. 28.Meski dalam kenyataanya umat Islam merupakan mayoritas dalam bangsa ini dan organisasi Islam memainkan peran penting pada masa kemerdekaan. lix . Santri dan Abangan. Ibid. Percaturan Politik.101 Sebagaimana yang akan dibahas dalam bab-bab berikut. 1986). Ramage. Sementara Abangan adalah pemeluk Islam nominal. hlm. dinamika ini memiliki implikasi-implikasi penting bagi perpolitikan nasional. Ibid. Ramage. dan kejawen. 101 100 99 Douglas E. 27. 184. yaitu Priyayi. Douglas E. sebagaimana yang dinyatakan Cliford Geertz bahwa rakyat Indonesia terbagi menjadi tiga aliran atau trikotomi. yang bagi mereka Islam adalah lapisan terakhir yang menyelubungi kepercayaankepercaaan relegius Hindu. Douglas E. Budha. 27. Baca. menurut Fred von den Mehden "Indonesia sebagai satu bangsa Islam tidak seluruhnya sepakat dengan apa yang harus dilakukan sebagai pemeluk Islam”.99 Hal ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan penafsiran dan praktik agama yang dikerjakan. Seperti halnya yang penyusun bahas di atas. hlm. Dengan demikian suatu dinamika “Islam versus Pancasila” telah mempengaruhi sebagian besar perdebatan dan wacana pemikiran politik Indonesia sepanjang tahun 1980-an sampai 1990-an.100 Perbedaan relegius dan politik dalam komunitas Muslim tampak jelas dalam wacana pancasila. Dalam catatan sejarah. Aliran santri menunjuk pada pemeluk Islam yang taat dan setiap harinya dekat dengan prilaku spritual atau sosial yang didasarkan pada al-Qur‟an. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse: Syracause University Press.

102 Akibat serangan pemberontakan ini. 31. makalah Confrence on Indonesia Democracy. Jadi tentu berbeda dengan gerakan Darul Islam yang dipimpin oleh S. bentuk konkret ancaman “ekstrem kanan” (istilah yang secara resmi dipakai untuk menunjuk fundamentalisme Islam di era Orde Baru) semakin jelas. hlm. Mengenai pemberontakan Darul Islam bisa dilihat B.J. hlm. lx . yang kemudian berdampak negatif pula terhadap cita-cita dan perjuangan partai-partai Islam selama ini. Djohan Effendi. 104 103 102 Deliar Noer. Satu-satunya perbedaan. 1971 dan 1982). sedangkan yang kedua dengan kekuatan illegal. Kartosuwiryo. tidak sepakat dengan cara pandang militer ini.antara tahun 1948-1962. 18 Desember 1992. istilah Imam untuk Kepala negara dan lain sebagainya. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. Dikutip dari Douglas E. (The Hague: Martinus Nijhoff. gerakan ini menggunakan kekerasan dan mementingkan simbol-simbol. baginya citacita partai Islam ini dilakukan secara demokratis.M.104 Peristiwa ini sedikit banyak menumbuhkan citra negatif pada sebagian kalangan bangsa kita dalam merespon hubungan Islam dan negara. Percaturan Politik. Partai-Partai Islam. Sedangkan partai Islam lebih pada substansi tujuan. hlm. Dalam kasus ini gerakan Kartosuwiryo tidak berkesempatan mengembangkan pemikiran substansi tujuannya karena terburu menggunakan kekerasan. Boland. Djohan Effendi menambahkan bahwa Darul Islam mempertinggi kecurigaan militer bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara partai-partai Islam dengan pemberontak Darul Islam. Monash University. The contribution of the Islamic Parties to the Decline of Democracy in the 1950s. menurut pihak militer adalah bahwa yang pertama memperjuangkan negara Islam dengan jalan legal.103 Deliar Noer. 54-74. 430. seperti nama Darul Islam. Ramage.

34. hlm. Ramage. walupun banyak orang Kristen yang terlibat di dalamnya karena tokoh-tokoh cabang Parkindo dan komandan daerah yang beragama Kristen jelas-jelas menyokong pemberontakan ini.108 Demikian pembahasan asal-usul perdebatan Islam dan negara di Indonesia. dan Van Kleef. nasionalisme.106 Posisi Islam semakin mengkhawatirkan ketika Soekarno membubarkan partai Islam terbesar. Padahal dalam kasus DI ini secara perlahan-lahan juga ditunggangi oleh golongan yang tidak bersimpati terhadap RI. 108 107 Douglas E. Semoga prawacana ini 105 NU saat itu masih bergabung dalam partai tersebut. melainkan juga sebuah konsep NASAKOM. agama dan komunisme. di antaranya orang-orang Belanda seperti Jungschlager. lxi . Schmidt.107 yang akhirnya malah menimbulkan struktur politis dan ideologis yang labil pada awal tahun 1960-an karena masing-masing kepentingan politisnya jelas saling berlawanan. 106 NASAKOM. Selain itu masalah pemberontakan PRRI/Permesta (19581961) juga sering dihubungkan dengan cita-cita Islam sehingga membuat partai Masyumi dibubarkan (tahun 1960). berarti persatuan antara nasionalisme. karena dituduh terlibat dalam pemberontakan regional berideologi Islam. Percaturan Politik. Dalam usaha menyeimbangkan kekuatan-kekuatan ideologis antara Islam. dan komunisme Soekarno tidak hanya menganjurkan konsep Pancasila.Dan saat itu. Masyumi. Konsep ini dimunculkan Soekarno pada masa demokrasi terpimpin. Ibid. citra negatif ini digunakan untuk mendeskriditkan kedudukan partai Masyumi105 dan umat Islam secara umum.

Menurut Moslem Abdurrahman “Islam” adalah wahyu. Tipologi Pemikiran Relasi Islam dan Negara.akan lebih memudahkan kita dalam memahami babbab berikutnya. masih terdapat kuatnya madzhab yang dilestarikan oleh para kyai melalui pesantren. Islam Transformatif. dan kemudian di Indonesia berpadu dengan faham Wahabiyyah yang skriptural-formal.. Sebelum membahas lebih jauh. yang dianggap sebagai basis kelompok tradisionalis Islam. 66. hlm. Oleh sebab itu untuk memamahami tokoh pemikir Islam harus diletakkan pada kerangka Ijtiha>d. B. Suatu hal yang wajar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia wacana relasi Islam dan negara mendapatkan komentar. Islam di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari dinamika pemikiran dan gerakan pembaharuan. penyusun ingin mempertegas antara Islam dan pemikiran Islam.110 Sebagai kebenaran subjektif pemikiran Islam bisa berubah-rubah sesuai dengan konteks dan perkembangan pemahaman seseorang tersebut terhadap pesan Tuhan. sedangkan “pemikiran Islam” adalah kebenaran subjektif yang dihasilkan dari penangkapan seseorang terhadap pesan obyektif Tuhan. 110 109 Ibid. hlm.109 Di sisi lain. di antaranya dipengaruhi ide-ide pembaharuan Abduh yang dianggap rasional-liberal. kritik dan debat yang tajam Moslem Abdurrahman. cet. 1995). Dengan adanya dialektika modernis versus tradisionalis inilah yang akhirnya melahirkan pemikiran neo-modernisme Islam Indonesia. lxii . 67. ke-2 (Jakarta: Pustaka Firdaus.

Dalam pandangan ini Islam politik merupakan sesuatu yang sulit untuk dijual karena trauma politik yang membekas para aktivis politik saat itu.karena masalah ini termasuk kategori Ijtiha>d seseorang dalam memahami teks Tuhan. ke1 (Bandung: Mizan. 191. yang sengaja menutupi kemungkinan-kemungkinan tersebut. 111 pembicaraan mengenai persoalan lxiii . yang kemudian dianulir sehari setelah kemerdekaan. yaitu dalam konsep “Piagam Jakarta”. agar kehadirannya tidak hanya dirasakan tapi juga diakui. cet. situasi inilah yang mendorong pemikir Islam Indonesia generasi kedua (sejak tahun 1970-an). Pada tahun 1940-an sampai 1990-an sering terjadi perdebatan hangat mengenai masalah tersebut. akhirnya Islam mencari jalannya sendiri dalam kehidupan sosial politiknya dengan cara yang bisa dibilang formalistik.111 Akhirnya. 2000). Dalam pandangan umum. Demikian pula yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru. Padahal perdebatan ini sudah pernah menemukan titik temunya. Seperti yang penyusun bahas sebelumnya. langkah-langkah ini telah menempatkan Islam dalam posisi antagonistik vis-a-vis negara dengan seluruh implikasinya. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. Diawali perdebatan antara Natsir dan Soekarno. (RE) Politisasi Islam. baik dari pihak Islam politik maupun negara. Upaya penyelesaian masalah tersebut pada sidang konstituante kandas di tengah jalan karena dipotong oleh Soekarno melalui Dekrit 1959. hlm. Untuk itu generasi kedua ini tidak menginginkan Islam dijadikan sebuah ideologi. dengan Bahtiar Effendy. yang kemudian sering disebut sebagai kelompok “Islam kultural”.

Kedua. Abdurrahman Wahid dengan gagasan Pribumisasi Islam. dan Munawir Sjadzali yang menyatakan perlunya melihat Islam dalam konteks Indonesia. Tokoh yang terkemuka yaitu M. hlm. aliran konservatif.memfokuskan pada bidang garapan “transformasi sosial” yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu.113 Sebenarnya kalau dilihat dari aspek politik. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. (Jakarta: P3M. aktivitas Islam kultural dan Islam politik mempunyai persamaan. 1989). yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. (RE) Politisasi Islam. 191. lxiv . musyawarah. aliran sekuler. yaitu fiqih dan qaidah fiqih. akan tetapi agar norma-norma itu menampung kebutuhan-kebutuhan budaya dengan mempergunakan pemahaman nash.112 Dawam Rahardjo yang menggeluti Masyarakat pedesaan melalui pesantren. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. dengan menonjolkan aspekaspek keadilan. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. Pertama. Ketiga. 113 112 Bahtiar Effendy. tanpa mengubah hukum itu sendiri. dan egalitarianisme yang disesuaikan dengan spirit Islam. “Pribumisasi Islam” dalam Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Munawir Sjadzali mengklasifikasikan relasi Islam dan negara menjadi tiga kategori. Husein Haikal. Di antaranya pandangan dasar Nurcholish Madjid yang mengemukakan desakralisasi. Islam tidak Yang dimaksud Pribumisasi Islam adalah bagaimana mempertimbangkan kebutuhankebutuhan lokal dalam merumuskan hukum-hukum agama. aliran modernis. Lebih spesifik dalam pembahasan ini. hlm. 83. karena kalangan inilah yang meletakkan dasar-dasar kehidupan politik yang demokratis. Lihat Abdurrahman Wahid. Jadi bukan meninggalkan norma demi budaya.

Dalam pandangan politik Islam. penyusun akan mengkaji pada kategori kedua.ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Pemikiran modernisme Islam sudah dimulai sejak abad ke 20-an sebelum Indonesia merdeka. 116 115 Masykuri Abdillah. Pemetaan ini didasarkan pada analisa pemikiran yang telah bekembang. lxv . Untuk lebih lengkapnya baca. yakni aliran Modernis. bahwa pemikiran politik Islam di Indonesia memang tidak lepas dari hubungan dialektis antara aliran tradisionalis dan modernis. hlm. yang kemudian penyusun klasifikasikan kembali menjadi dua aliran: modernis dan neo-modernis. Pada tahun 1912 didirikan sarekat Islam. Demokrasi di Persimpangan. Moslem Abdurrahman. hlm. 114 Munawir Sjadzali.62-114. Islam Transformatif. dalam karyannya. Menyimak Pemikiran Islam. Perspektif Modernisme. hlm. yakni sebuah organisasi politik Islam modern pertama kali di Indonesia yang didasarkan pada sebuah prinsip antipenjajahan. 1-2.116 1. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein114 Akan tetapi dalam tipologi ini.115 yang akhirnya melahirkan neomodernisme tersebut. 227. kelompok modernis biasanya menggunakan pendekatan struktural yang dapat juga disebut sebagai kaum idealis.117 Di bawah pengaruh modernisme Islam. sementara kelompok neo-modernis menggunakan pendekatan kultural yang biasa disebut kaum realistis atau akomodasionis. Islam dan Tata Negara.

Pengantar ke pemikiran politik. 32 118 117 Deliar Noer. M. hlm. Hikam. hlm.119 Sebagai reaksi terhadap Barat. Natsir. hlm. AS. 1983). 20. penulis katakan rasionalfundamental karena satu sisi Natsir mengakui bahwa di dalam Islam juga mengandung unsur-unsur demokrasi. ke-2 (Bandung: Mizan. Oleh sebab itu kalangan modernisme seringkali menyerukan umat Islam untuk “kembali kepada al-Qur‟an dan sunnah secara murni”..120 sisi fundamentalnya. 28. Moslem Abdurrahman. 120 lxvi . perspektif ini dihadapkan penyusun pada pemikiran M. alih Bahasa Rofik Suhud. (Jakarta: CV. 119 Dikutip dari. hlm.nilai-nilai demokrasi menjadi suatu yang lazim di kalangan intelektual muslim prakemerdekaan. wajar apabila kalangan modernisme mengagendakan sebuah apologia melalui “ideologisasi Islam” bahwa Islam adalah agama yang Ka>ffah. Dalam konteks pembahasan. Rajawali. Moh.dkk.118 Menurut Mukti Ali. munculnya Modernisme karena didorong kesadaran akan kemunduran umat Islam yang disebabkan telah meninggalkan sumber ajaran al-Qur‟an yang asli. Oposisi Berserak. Wacana Politik Hukum dan Demokrasi Indonesia. 215- 216. Islam Transformatif. 1999). cet. Natsir bersikap keras meletakkan Islam Anders Uhlin. (Yogyakarta: Pustaka pelajar. dalam. 1998). Tokoh ini dikategorikan dalam perspektif modernis karena gagasannya yang rasional-fundamental. Mahfud MD. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama Dan Orde Baru. Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. M. dalam artian demokrasi adalah sistem pemerintahan yang bermanfaat bagi rakyat atau dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

hlm. Anders Uhlin.(Bandung:Mizan. hlm. kedua. “substansialis”-kelompok ini lebih mengedepankan pada isi daripada bentuk. hlm. Rusli Karim. Merambah Jalan Baru Islam. hlm. Baca juga.121 Ide-ide pemikiran modernisme tentang Islam dan negara cenderung bercirikan konservatif. Negara dan Peminggiran. 171. hlm.125 Kedua organisasi ini mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang konsep negara. yaitu Masyumi dan Muhammadiyah. dengan tetap menerima sistem Barat asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. pertama. Dikutip dari. Negara dan Peminggiran. (Bandung: Mizan. dengan tujuan supaya ajaran Islam bisa laksanakan secara utuh dan konsekuen dalam kehidupan bernegara. Dawam Rahardjo. Relasi Islam dan Negara. liberal dan demokratis sosial. 125 124 123 122 Ibid.123 sedangkan dalam pandangan Liddle istilah modernisme dalam politik mempunyai dua corak. Rusli Karim. 211. 1986). “skripturalistis”-yang masih menginginkan bentuk negara Islam dan berlakunya undang-undang Islam. kertas kerja belum diterbitkan. 98. Bahtiar Effendy dan Fachry Ali. M. Oposisi Berserak. lihat juga. Sebenarnya secara genetik kelompok ini sudah ada sebelum Orde Baru lahir.124 Untuk memperjelas pada pembahasan lebih lanjut. 77. pemurnian dan “skripturalistik”. 211. lxvii . Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendekiawan Muslim.sebagai dasar negara. M. lihat karya asli William Liddle. menurut tokoh-tokoh modernis. 1993). 284. perlu penyusun tegaskan bahwa yang dimaksud modernisme di sini adalah aliran pemikiran yang selalu mengidealkan pemerintahan Islam. hlm. M. Islam dan 121 Kamaruzzaman.122 Di Indonesia sendiri menurut Dawam Rahardjo ciri yang menonjol dari kalangan modernisme adalah “apologik”. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thought and Action in New Order Indonesia.

tetapi bukan berarti menolak sistem Barat secara totalitas.127 Selain itu. Relasi Islam dan Negara. 12. Natsir ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. hlm. 2. 73. maka dari itu apabila negara Islam nanti didirikan boleh mengadopsi sistem Barat asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. dan terlalu apriori terhadap kekayaan potensi pemikiran Islam tradisional. tetapi aliran ini masih menunjukkan kelemahan-kelemahan tertentu. Masykuri Abdillah.126 Pada intinya aliran modernisme semacam ini mendukung negara Islam secara ideologis. Untuk lebih lengkapnya akan penyusun bahas dalam bab selanjutnya. Pola pemikiran neo-modernisme sangat identik dengan Fazlur Rahman.128 126 Kamaruzzaman. 127 128 lxviii . di antaranya adalah kurangnya metodologi dalam menafsirkan al-Qur‟an dan Sunnah..negara mempunyai hubungan integral. Karena menurut M. Dikutip dari. hlm. hlm. Demokrasi di Persimpangan. 70-72. masih ada alasan-alasan lain yang akan dibahas dalam bab selanjutnya. Natsir sendiri Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna. Ibid. al-Qur‟an dan Sunnah telah menunjukkan perangkat dasar negara yang dapat diterapkan di zamannya. mengapa tokoh modernisme seperti M. karena baginya secara tekstual. menurutnya meskipun di era modern pemikiran modernisme memberikan sumbangan positif terhadap kebangkitan Islam. Perspektif Neo-Modernisme.

Lebih lanjut.129 dengan meminjam istilah H. Masykuri Abdillah. Ketiga. Ibid. Pertama. Bahtiar Effendy.132 Menurut Greg Barton. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa meninggalkan tradisi lama akan menimbulkan jump to conslusion (kesimpulan yang melompat). 178. hlm. 11. Yaitu:  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Neo-Modernisme adalah aliran pemikiran yang melakukan usaha-usaha untuk menemukan titik temu antara kaum Islam tradisionalis dengan kaum Islam modernis. (RE) Politisasi Islam. perubahan dan pembangunan. hlm.A. akan terancam intellectual impoverisment (pemiskinan intelektual). neo modernisme adalah gerakan pemikiran progresif yang mempunyai sikap positif terhadap modernitas. ada lima ciri yang menonjol dari aliran neo modernisme. artinya mengambil pokoknya saja tanpa memahami latar belakangnya. 130 sebagai prinsip pengembangan pemikirannya. Gibb. 130 131 132 lxix .R. neo-modernisme Islam mengarfimasi 129 Dedy Djamaluddin Malik. dan Idy Subandy Ibrahim. kemudian pada tahun 1980-an generasi kedua ini dikenal dengan sebutan Islam kultural. hlm. Oleh sebab itu kaum neo-modernisme menggunakan kaidah Islam klasik berikut ini. Demokrasi di Persimpangan. 191.131 Di Indonesia sendiri gagasan neo-modernisme Islam dimulai sejak tahun 1970-an. karena pemikiran-pemikirannya seringkali terjebak pada proses pengambilalihan konsep-konsep Barat. Kedua. Neo-modernis justru membela ide-ide liberal Barat. dia mengkritik kaum modernisme Islam bahwa kalangan ini menurutnya. Zaman Baru Islam. sebagai pemikiran generasi kedua setelah modernisme yang mengarah pada Islam politik. tetapi juga mengajukan argumentasi bahwa Islam juga mempunyai kepedulian yang sama terhadap ide-ide Barat seperti demokrasi dan hak-hak asasi manusia. aliran ini sangat berbeda dengan fundamentalisme yang menganggap Barat sebagai ancaman bagi umat Islam.

Banyak penulis yang mengkategorikan tokoh-tokoh muslim Indonesia. Dawam Rahardjo. 122.135 Dalam memandang relasi Islam dan negara. Demokrasi di Persimpangan. di antaranya. 18. hlm. 191. (RE) Politisasi Islam. Keempat. hlm. inklusif dan liberal. meskipun Abdurrahman Wahid sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di tahun 1990-an. tetapi dia tergolong akomodasionis terhadap sistem sosial yang berlaku di Indonesia. neo-modernisme selalu berijtihad dalam membuat sintesis antara khazanah pemikiran Islam tradisional dengan 133 gagasan-gagasan Barat mengenai ilmu-ilmu sosial dan humoniora. 134 133 Bahtiar Effendy. 134 Dalam pembahasan ini. kalangan ini lebih suka menggunakan pendekatan kultural. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. ia seorang neo-modernis yang latar belakang sosialnya berasal dari golongan tradisionalis. dan Munawir Sjadzali masuk dalam aliran ini. politik. seperti Nurcholish Madjid. hlm. neomodernisme sangat mengedepankan pemahaman Islam yang terbuka. 135 lxx . 1999). yakni dengan memerankan Islam sebagai “faktor komplementer” untuk mengembangkan sosio-ekonomi.semangat sekularisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Abdurrahman Wahid. khususnya dalam merespon pluralisme masyarakat. Masykuri Abdillah. corak pemikiran neo-modernisme akan penyusun hadapkan dengan pemikiran Abdurrahman Wahid. meskipun mereka tidak sepenuhnya sama dalam Dikutip dari. Di antara kalangan neo-modernis yang paling utama mendukung pendekatan kultural ini adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. karena menurutnya alQur‟an dan Sunnah tidak pernah menyuruh mendirikan negara Islam. dan moralitas bangsa. Umaruddin Masdar. Kelima.

138 137 Dedy Djamaluddin M.138 Meskipun demikian. baca juga. sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia. maka fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal dan ancaman disintegrasi bangsa. Zaman Baru Islam. Ibid. 169. Dedy Djamaluddin M. yakni diideologikan. hlm. bukan berarti pemikir neo-modernisme ini mengabaikan aspek agama dalam politik.136 Selain itu.137 hal yang senada diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi. 239. karena dalam pemikirannya selalu mempertimbangkan aspek fiqih. baik modernisme maupun neo-modernisme dalam memandang agama dan negara sudah tentu berbeda. Ahmad Suhelmi. dan Idy Subandy Ibrahim.. menurut Abdurrahman Wahid kalau Islam di Indonesia dijadikan faktor alternatif. 170..139 Pokok pikiran kedua aliran ini. 116. hlm. Polemik Negara Islam. Hal ini terlihat dalam pemikiran Abdurrahman Wahid yang mengajukan dalil agar kebijaksanaan pemerintah harus senantiasa disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan fiqih. hlm. 77. karena secara teoritis dalam konteks agama dan negara kedua pemikiran tersebut memang 136 Ibid. hlm. 139 lxxi . dalam kaidah fiqihnya "Tas}araf al Ima>m manu>t}un bi al-Mas}lahah" (kebijaksanaan kepala pemerintah harus mengikuti kesejahteraan rakyat)”.berpendapat. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. Zaman Baru Islam. tetapi mereka menyadari bahwa secara historis ekspresi Islam ideologis tidak pernah berhasil.

Sebenarnya kedua kelompok di atas sama-sama menyadari bahwa di dalam al-Qur‟an maupun Sunnah memang tidak ada yang menyatakan untuk mendirikan negara Islam. hlm. bisa dimengerti mengapa persoalan agama dan negara di Indonesia selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan intelektual muslim kita.141 Sementara generasi kedua. (Bandung: Mizan. 140 dan kemudian penyusun kategorikan sebagai kelompok neo-modernisme. 41. baik itu faktor organisasi ataupun studi yang dijalaninya. Dalam kerangka pemikiran idealistik dirumuskan sebuah sistem negara yang sepenuhnya berdasarkan wawasan Islam. sedangkan negara dalam pandangan mereka adalah penjaga syari‟ah. yang menekankan pada substansi bukan sebuah bentuk formal. 140 Ibid. 1987). Kelompok modernis lebih suka menggunakan pendekatan Islam politik dalam kehidupan bernegara. Amien Rais. Kelompok inilah yang kemudian menggunakan Islam sebagai “tawaran alternatif” dan selanjutnya penyusun kategorikan dalam “kelompok modernis”. 141 lxxii . Dari uraian di atas. Ini tidak lain karena pengaruh geneologi pemikiran yang melatarbelakangi keduanya. Sementara pemikiran realistik lebih tertarik menempatkan Islam sebagai “faktor komplementer”. Cakrawala Islam.terbagi dua. karena untuk memberlakukan syari‟ah pasti membutuhkan kekuatan politik dan yang memiliki kekuatan itu adalah negara. yakni idealistik dan realistik. neo-modernisme tidak tertarik dengan pendekatan Islam politik tetapi lebih pada Islam kultural. akan tetapi dalam aksi politiknya masing-masing berbeda. yang menempatkan syari‟ah sebagai tata nilai masyarkat dalam kehidupan bernegara. karena pada dasarnya agama adalah urusan pribadi yang tidak bisa diintervensi siapapun.

BAB III POKOK-POKOK PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID lxxiii .

143 Secara tidak langsung. nama M. yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Nastir.10. Latar Belakang Sosial Politik Dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Diantaranya: Imam Bonjol. Haji Agus Salim. Nastir untuk meyakinkan masyarakat bahwa ada kemungkinan RI bisa bersatu kembali. Thohir Luth. Natsir 1. dia juga dikenal sebagai bapak pemersatu bangsa karena mosi yang dilontarkannya dalam Sidang Parlemen RIS 3 April 1950. baik dalam bidang politik. masyarakat Minangkabau telah akrab dengan dunia politik. dan Sutan Sjahrir. pendidikan. dkk. Selain seorang tokoh yang gigih memperjuangkan cita-cita Islam. Selama pemerintahan RIS (Republik Indonesia Serikat). ke-3 (Jakarta: Pustaka Firdaus. 143 142 lxxiv . Muhammad Hatta. 2001). Hal ini bisa dilihat dari masyarakatnya sendiri yang terdiri dari sejumlah republik (negeri-negeri). maupun keagamaan. dan dibentuk sesuai tradisi kepala kelompok suku keluarga yang didasarkan pada suatu sistem Anwar Harjono. daerah yang memang banyak memunculkan tokoh-tokoh pembaharu nasional. hlm. (Jakarta: Gema Insani Press. Natsir tidak pernah luput dari pembahasan. hlm. Natsir berasal dari Sumatera Barat.142 M. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. budaya dan agama. HAMKA. M. 1999). Indonesia terpecah-belah menjadi 17 negara bagian. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. cet. Keadaan inilah yang akhirnya menggigihkan semangat M. 21.TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA Sketsa Biografi M.

hlm. Polemik Negara Islam.146 Deliar Noer menambahkan.145 Salah satu tuntutan gerakan ini adalah pemurnian ajaran Islam (purifikasi). 1982). hlm. lxxv . Akibat tradisi keagamaan yang berlangsung di daerah itu. 145 144 Ibid. (Jakarta: LP3ES. 29. awal timbulnya aliran pembaharuan Islam ini disebabkan beredarnya buku yang mengecam ulama dengan melarang berdiri waktu membaca “Maulid Nabi” (waktu Marh}aban) dan melafalkan Us}alli ketika niat sholat. melahirkan para gerakan pembaharu Islam.144 Di sisi lain adat-istiadat. (Amsterdam: W Van Hoeve ltd. Bahkkan di antara mereka itu ada yang berguru secara langsung kepada tokoh-tokoh Wahabi. selain dua masalah di atas Syeikh Ahmad Khatib selaku penulis buku tersebut.Matriarchat. Polemik Negara Islam. dan dipengaruhi kuat dengan gagasan-gagasannya M. (Jakarta: Hidayat Agung. 91. 1982). 29. lihat juga. 1955). 95. Padahal kedua praktik itu telah menjadi tradisi masyarakat setempat. B. Indonesian Sociological Studies: Selected Writing. hlm. hlm. Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh. hlm. juga menentang keras praktik T{ariqah Naqsabandiyyah dan peraturan-peraturan adat tentang warisan. 91. Ahmad Suhelmi. Ahmad Suhelmi. Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942. suku juga sangat dipertahankan. Mahmud Yunus. Menurut Mahmud Yunus. 147 146 Deliar Noer. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Schrieke. terutama oleh golongan adat atau kaum tradisionalis. mereka adalah ulama muda yang dipengaruhi oleh gerakan Wahabi di Arab Saudi dan gerakan pembaharuan Islam Mesir. I. Vol.147 Dikutip dari.

Kedua golongan itu juga berlomba-lomba menyelidiki. membahas. al-Imam al-Basyir dan al-Ittiqan. menurut penyusun membawa implikasi besar dalam kehidupan masyarakat. Kabupaten Solok. (Jakarta: Girimurti Pustaka. al-Bayan. bertepatan dengan tanggal 17 Juli 1908 di Jembatan Berukir Alahan Panjang. hlm. H. Natsir lahir pada tgl 17 Jumadil Akhir 1326 H. majalah al-Munir. sedangkan dari kalangan tradisional ada Tarbiyah Islamiyah dan majalah al-Mizan. akibatnya ilmu agama semakin berkembang di Minangkabau dan melahirkan banyak madrasah agama. gerakan ini membawa perubahan-perubahan positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat Minangkabau. antara lain: “Dari kalangan pembaharu melahirkan Sumatera Thawalib.”148 M. 150 lxxvi .149 pola pemikirannya sedikit banyak dipengaruhi dengan kondisi sosiologis di mana ia tumbuh. Kedua. yakni saat masyarakat Minangkabau bersemangat bangkit melawan politik kolonial dan mengadakan perubahan doktrin keagamaan. gerakan ini menimbulkan reaksi keras dari kalangan tradisionalis dan Kepala suku. Pertama. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Idris Sutan Saripado Dan Khadijah.S. Natsir. (Hollands Inlandsche School) Adabiyah adalah madrasah sekolah agama yang pertama di Minangkabau. M. Seperti yang di tulis Mahmud Yunus bahwa ada sisi positif dari dealektika dikotomi di atas. sekolah ini didirikan oleh almarhum Abdullah Ahmad pada 1909.I. 1990). sehingga mengkondisikan lahirnya institusi keagamaan. Sebuah Biografi. Sejarah Pendidikan Islam. 145- 149 152. mendalami ilmu-ilmu agama. Pendidikan formalnya ditempuh di HIS (Holland Inlandische School) Adabiyah150 dan Madrasah 148 Mahmud Yunus. 92 Ajib Rosidi.Gerakan pembaharuan ini. Akibatnya masyarakat terpolarisasi menjadi kaum adat dan puritan. dan mencari dalil untuk memperkuat fakta masing-masing.

132. Setengah waktu digunakan untuk pelajaran bahasa. 65.155 Adabiyah ini berlangsung sebagai sekolah agama sampai tahun 1914. 153 Jika dilihat dari jenjang pendidikannya. yang kemudian berubah menjadi H. 63. Baca. yaitu: Belanda. Yusril Ihza Mahendra.” Jurnal ISLAMIKA. 122 dan 128. hlm. 1973). hlm. dan kemudian beralih ke Jong Islameten Bond (JIB). MULO adalah sekolah rendah dengan program yang diperluas. M. Sejarah Pendidikan Indonesia. S. hlm. Inggris. Inggris dan sebagainya memang banyak membantu kecerdasan bangsa Indonesia. AMS adalah sekolah lanjutan MULO dan sebagai persiapan untuk Universitas di Nederland. awalnya ia masuk Jong Sumatranen Bond di Padang. Mahmud Yunus. politik dan orientalisme. Capita Selecta. Prancis.I.154 Selain itu. filsafat. M. hlm.Diniyah Solok pada tahun 1916-1923. sepertiga untuk matematika dan ilmu pengetahuan sosial. hlm. M. di antaranya sejarah. no 13. Ibid. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. lxxvii . ke-3 (Jakarta: Bulan Bintang. sekolah kejuruan. 1995). dan sekolah terminal bagi mereka yang tidak melanjutkan studinya. Di dalamnya terdiri 4 program bahasa. (Jakarta: Bumi Aksara.S pada tahun 1915. cet. dengan demikian bisa dipastikan kalau ia tidak banyak mengalami kesulitan dalam memahami karya-karya bangsa Eropa. Sejarah Pendidikan Islam. Pada Juli 1927 ia tamat dari MULO dan melanjutkan ke AMS152 (Algemene Middelbare School) dengan jurusan sastra Barat (Eropa) klasik di Bandung. kedua organisasi tersebut diketuai oleh Sanusi Pane. hlm. Natsir mulai terlibat organisasi sejak di MULO. Natsir sendiri mengakui bahwa bahasa-bahasa Eropa. Natsir tampak menguasai bahasa-bahasa Eropa tersebut. Natsir. 154 155 153 152 151 Kamaruzzaman. Nasution. Relasi Islam Dan Negara. oleh sebab itu bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa belanda. (1994). setelah lulus dari HIS ia melanjutkan ke MULO151 (Meer Uitgerbreid Lager Onderswij) Padang. 55. sastra. dan Jermaan. M. Sekolah ini berfungsi sebagai subkultur AMS. Belanda. 137141.

Namun demikian. Natsir sangat tertarik dengan karya Ibnu Taimiyah dan Ibn Qayyim. Mohammad Natsir Pemadu Politik dan Dakwah. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial-Intelektual. Lihat juga. Natsir telah mengenal ajaranajaran Islam yang bercorak pembaharuan sejak usia muda. hal ini bisa dilihat dari pengaruh gurunya. Tuanku Mudo Amid. hlm. Natsir mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan Haji 156 Ibid. dalam Azyumardi Azra dan Saiful Umam (ed.). dan Syed Amir Ali di Asia Selatan. Hlm. hlm. seperti Muhammad Abduh.157 Di samping itu ia juga tertarik dengan pemikiran-pemikiran keagamaan para tokoh modernis.156 Melalui bahasa arab tersebut. (Jakarta: Badan Litbang Agama Depag RI dan PPIM. 1998). 227. Relasi Islam dan Negara. Rasyid Ridha. Kamarruzaman. hlm.158 Pada dasarnya M. 133. dari yang mudah sampai yang sesulit-sulitnya atau dari yang bersifat Maddah (konkrit) sampai yang bersifat Ma„nawi (abstrak).. ia juga mempunyai kepedulian khusus terhadap karya-karya klasik ulama Islam yang berbahasa Arab. Kamaruzzaman. 158 lxxviii . Selain itu. seorang pengikut gerakan pembaharuan Islam yang juga merupakan kawan dekat Haji Rasul yakni seorang tokoh pembaharu pemikiran di Minangkabau. 55. tidak heran juga kalau M. M. Ahmad Khan. Relasi Islam dan Negara. malainkan suatu bahasa dunia yang merupakan kunci dari berbagai pengetahuan yang kaya raya untuk mengutarakan suatu pengertian. bukan satu dialek atau salah satu bahasa propinsi. Baginya bahasa Arab bukanlah bahasa agama semata. Dikutip dari. 157 Ali Nuhannif. 55. oleh sebab itu baginya bahasa Arab lebih kaya dari bahasa Eropa manapun juga.

Gerakan Modern Islam.Abdullah Ahmad secara teratur. Deliar Noer. Relasi Islam dan Negara. Hassan sangat menguasai berbagai ajaran Islam. 161 160 Ahmad Suhelmi. Persis resmi dibentuk pada tanggal 12 September 1923 oleh sekelompok Muslim yang pada dasarnya menaruh perhatian pada kajian dan kegiatan keagamaan.. Natsir ada dua alasan mengapa ia tertarik berguru pada Ahmad Hassan.161 Menurut M. (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta. Kamarruzaman. Hlm. 11. Kedua. Pertama. 95. (Ithacha: Cornell University Press. 56. hlm. namun organisasi ini memang baru terlihat karakternya sebagai kubu gerakan muslim modernis pada waktu dipimpin oleh Ahmad Hassan. 56. hal ini terlihat bagaimana Hassan mampu menghadapi persoalan masyarakat muslim yang berkembang saat itu. tanpa bermaksud memperkecil peranan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus sebagai pelopor pendiri Persis. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). Akhmad Minhaji. Persatuan Islam: Islamic Reform in Twentith Century Indonesia. hlm. tetapi kemudian meluas pada diskusi pergerakan dan wacana pembaharuan Islam.162 159 Kamarruzaman. seorang tokoh pembaharu di Padang. Baca juga. selain Ahmad Hassan ada juga Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus yang ikut mendirikan organisasi tersebut. hlm. 162 lxxix . hlm.159 Pemikiran Natsir semakin berkembang ketika ia belajar pada tokoh utama Persis (Persatuan Islam) di Bandung160. Ahmad Hassan. pendekatan Hassan terhadap kajian Islam sangatlah menarik bagi generasi muda muslim karena cara yang digunakan sangat berbeda dengan para ulama lainnya. Lihat Howard Fidersfield. salah seorang pendiri organisasi Persis. 36. 1970). 2001). 340. Polemik Negara Islam. Relasi Islam dan Negara. hlm.

Pada tahun 1929 M. menumbuhkan rasa simpati dan toleran antar sesama muslim atau dengan golongan yang lain. Relasi Islam dan Negara. 57. yaitu pertentangan antara kaum adat dengan kaum muslim puritan. JIB berdiri pada tanggal 1 Januari 1925. hlm. Natsir menjadi anggota JIB cabang Bandung. 164 Kamarruzaman. 163 JIB merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempelajari dan memotivasi hidupnya agama Islam. Natsir. selain itu orgainasasi ini juga meningkatkan kemajuan jasmani dan rohani anggotanya dengan cara menahan diri dan sabar. hlm 129. di antaranya Jong Islamieten Bond 163(the Association of Muslim Youth) dan Persis (The Unity of Islam). 1989).164 Dan kemudian ia mengajar Islam di Hollands Inlandse Kweekkschool (HIK) atau sekolah guru dan MULO di kota ini juga. Untuk lebih detailnya baca. yang kemudian ikut membentuk pemikirannya dalam menentang paham sekulerisme. organisasi ini merupakan perkumpulan generasi muda muslim yang didirikan di Jakarta dan kemudian membuka cabang di daerah-daerah. Karena pada masa kecil. seni. di mana ia banyak terlibat dalam organisasi. kondisi sosial masyarakat Minangkabau juga ikut mempengaruhi corak pemikiran M. dalam Kustiniyati Mochtar (peny). lxxx . darmawisata dan olah raga dengan menggunakan label Islam. Mohammad Roem. ia telah menyaksikan pertentangan antara kaum adat dan agamawan di daerahnya. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan kalau pandangan Natsir tentang keagamaan nanti sedikit banyak terpengaruh dengan fenomena yang ia lihat sewaktu kecil. Pola pemikiran politik Natsir mulai terlihat khas ketika ia berdomisili di Bandung. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. (Jakarta: Gramedia.Selain pengaruh dari tokoh-tokoh di atas. menyelenggarakan kursus agama. Sejarah Berdirinya Jong Islamieten Bond.

negarawan. buku. bisa dikatakan bahwa Persis merupakan wahana awal yang menjadikannya sebagai tokoh nasional.165 M. karena melalui kegiatan yang dipelopori Persis seperti tablig. Ibid. penerbitan majalah. Thoir Luth. dan kemudian majalah ini dilarang penguasa karena dianggap menyerang misi Kristen. selain itu yang menarik bagi Natsir adalah perhatian besarnya Persis pada kegiatan-kegiatan pendidikan. Natsir mempunyai hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh Persis. khususnya dalam bidang politik dan agama. Karena dalam Persis M. adanya majalah Persis Pembela Islam 167 yang memberinya kesempatan untuk menuangkan pendapat-pendapatnya dalam bentuk tulisan. 166 Pembela Islam adalah Majalah tengah bulanan yang diterbitkan tokoh-tokoh Persis di Bandung (1929-1935). Gerakan Modern Islam. 169 lxxxi . M. dan 165 Deliar Noer. 58. tabligh dan publikasi. hlm 29. 100. 168 167 Ibid. Relasi Islam dan Negara.169 Oleh sebab itu. terutama yang sedang belajar di sekolah menengah Belanda. Natsir merasa lebih banyak mendapatkan teman yang dapat memecahkan masalah yang sedang berkembang dalam pemikirannya. hlm. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Kamaruzaman. pengaruh Persis terhadap dirinya lebih dominan ketimbang JIB. apalagi ia juga sangat tekun dalam mengikuti kelas khusus yang memang diperuntukkan anggota muda Persis oleh Hassan. dan agamawan di negara Republik Indonesia ini.168 Yang semuanya itu mengantarkannya sebagai pejuang.Namun demikian.166 Ditambah lagi. hlm.

dan Latin). 172 lxxxii .pendidikan itulah ia berkesempatan terjun langsung sebagai juru bicara. hlm. Inggris. Romawi. Pemerintah Belanda sempat menawarkan sebuah beasiswa untuk mengantarkannya ke Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta atau Sekolah Tinggi Ekonomi di Rotterdam Belanda.172 Kesadaran Natsir untuk menentang sistem kolonial Belanda. Prancis dan Latin. 37. di sekolahan ini ia telah banyak mempelajari berbagai aspek sejarah peradaban Islam. Deliar Noer.170 Selain pengalaman organisasi di atas. Arab. hlm. secara akademis ia juga terlihat lebih serius dalam mempelajari ilmu pengetahuan Barat di AMS Bandung daripada sebelumnya. tetapi ia menolak tawaran beasiswa tersebut karena kecintaannya terhadap studi keislaman saat itu. Melihat kecerdasan yang dimiliki Natsir. Ibid. Prancis. pendidik. dan Yunani dengan menggunakan literatur yang berbahasa Arab. 100. Menurut 170 171 Ahmad Suhelmi. Polemik Negara Islam.171 Jadi bisa dikatakan bahwa dalam usia yang relatif muda (21 tahun) Natsir telah menguasai lima bahasa asing (Belanda. dan team redaksi Pembela Islam. 33. mulai terlihat saat ia mengkritik pandangan guru Belandanya yang menganggap bahwa sistem kerja kolonial di pabrik-pabrik gula di Jawa telah banyak memberi keuntungan kepada petani. Dikutip dari Ahmad Suhelmi. Gerakan Modern Islam. dengan demikian tidak heran apabila ia dengan mudah menjelajahi dunia intelektual. hlm.

Soekarno. Dan justru sistem inilah menurutnya yang membuat petani semakin menderita karena tidak pernah bebas dari beban-beban hutang.175 Organisasi ini berbasiskan anggota di Bandung. Sebagai aktivis Persis yang bermukim di kota tersebut. hlm. Lihat juga. Sedangkan Peristiwa lain yang juga memperkuat cita-cita politik keislaman Natsir pada periode ini adalah responnya terhadap kalangan nasionalis netral agama atau yang biasa dikenal dengan sebutan kalangan sekuler. 2000). tempat di mana Natsir mengembangkan pemikiran politik dan agamanya. hlm. Ahmad Suhelmi. Natsir 173 Ahmad Suhelmi. 38. Ibid.M. Dari peristiwa tersebut. ia sadar bahwa untuk melawan tirani kolonialisme sangat ditentukan oleh perjuangan politik rakyat. ia terdorong untuk mempelajari politik lebih dalam. Polemik Negara Islam. Tjipto Mangunkusumo dan lain-lain. yang dipelopori oleh PNI dengan tokoh utamanya Ir. 174 Deliar Noer. cet.174 Oleh sebab itu bisa dimungkinkan bahwa pemikiran politik Natsir pasca kemerdekaan juga dipengaruhi atas perjuangan politiknya ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini melawan bangsa kolonial. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. Polemik Negara Islam. ke-2 (Bandung: Mizan. ia mulai berontak akan penindasan yang dilakukan Belanda atas bangsanya. 34. hlm 49. Natsir yang mendapat keuntungan bukanlah petani melainkan para pemilik modal dan bupati yang memaksa rakyatnya untuk menyewakan tanah mereka dengan sewa rendah. 175 lxxxiii . M.173 Inilah awal perlawanan Natsir terhadap kolonial Belanda.

Mohammad Mawardi. Sukiman Wiryosajoyo. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia dan Partai Jama‟at I-islami (Pakistan). Partai ini didirikan pada tanggal 7 Novemper 1945 dalam kondisi revolusi yang bergolak untuk menentang tentara kolonial yang hendak kembali lagi ke Indonesia. Abdul Kahar Muzakkir. Abdul Wahid Hasyim. Mohammad Natsir. Di antaranya adalah Haji Agus Salim. dalam pidatonya yang disampaikan pada hari jadinya Masyumi yang kesebelas (7 november 1956). Mohammad Roem. (Jakarta: Paramadina. hlm. Prawoto Mangkusasmito. hanya saja ia tidak suka ketika kampanye PNI merendahkan aturanaturan agama. setelah kemerdekaan Indonesia ini tercapai. yang kemudian mempengaruhi perdebatan keras di antara keduanya dalam menentukan bentuk dan dasar negara. yang perlu dicermati setelah kondisi di atas adalah keterlibatan Natsir dalam mendirikan partai Islam di Indonesia yaitu Masyumi. 177 178 176 Ibid.tertarik dan seringkali mengujungi propoganda PNI yang dikampanyekan Soekarno. Polemik Negara Islam. 39. Dr. Dan selanjutnya. Ki Bagus Hadikusumo.176 Perbedaan ideologi politik itulah.177 Menurut Yusril Ihza Mahendra. Abu Hanifah. dan Dr. Prof. ia menyampaikan bahwa Masyumi didirikan Ahmad Suhelmi. ide pembentukan partai ini datang dari sejumlah tokoh politik dan pergerakan sosial keagamaan Islam Indonesia yang telah aktif sejak zaman Belanda. 62. hlm.178 M. 1999). Yusril Ihza Mahendra. lxxxiv . Natsir sendiri pernah memimpin partai ini selama beberapa periode.

Natsir tentang Relasi Islam dan Negara. dan 1956.183 Menurut A. 1954. 128. Lihat data lengkap Deliar Noer. Natsir beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam. Nahdlatul Ulama. Natsir menyebutkan185: 179 Kamarruzaman. hlm. Islam adalah agama negara. Pemikiran M. Ahmad Suhelmi. Natsir menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia merupakan negara Islam. M. meskipun tidak disebutkan dalam konstitusi. M. NU Vis-à-Vis Negara: Pencariaan isi. pada bulan April 1952 Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Masyarakat terbesar di nusantara ini. 60. 183 182 M.atas hasrat umat Islam yang diwakili oleh para tokoh Ulama dan Zuama dari seluruh kepulauan Indonesia di ibukota Republik Indonesia. pada tahun 1945. Agama dan Negara. dan persatuan Umat Islam Indonesia. Polemik Negara Islam. Fasis Atau Komunisme.59.179 Dalam organisasi partai tersebut. yaitu Muhammadiyah. ََaż-ża>riya>t (27) : 56. 1999). (Yogyakarta: LkiS. bahkan lebih dari itu persoalan kenegaraan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari agama. hlm. Relasi Islam dan Negara. Relasi Islam dan Negara. 87. Perikatan Umat Islam. 180 181 Andrée Feillard. Bentuk dan Makna. 184 185 lxxxv . Muchlis. Natsir.182 2. 1952. Dalam pidatonya di Pakistan. Yogyakarta. 107-111. Natsir masih menjadi anggota. 45. Baginya secara de facto sudah pasti menunjukkan bahwa Islam diakui sebagai agama dan anutan jiwa bangsa Indonesia.184 Dengan berdasarkan H{ujjah nas} al-Qur‟a>n yang dianggapnya mendukung pendapatnya tentang Islam sebagai dasar negara. yang di dalamnya mengandung falsafah hidup atau ideologi seperti kalangan Kristen. hlm. selanjutnya pada tahun 1945 ia dipilih sebagi ketua sampai lima kali berturut-turut dari tahun 1951. Hlm.180 Masyumi merupakan partai Islam yang asalnya terdiri dari empat macam organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam. Kamarruzaman. Partai Islam. hlm. yang sekaligus menjadi salah satu anggota Partai Masyumi sebelumnya. akhirnya memisahkan diri dari keanggotaan partai tersebut dan kemudian mendirikan partai politik sendiri. M.181 Namun demikian.

187 Ahmad Suhelmi. agar mendapat kejayaan dunia dan akhirat kelak. yakni golongan nasionalis Islam dan nasionalis netral agama. untuk mencapai kejayaan tersebut. baca Deliar Noer. Soekarno Versus Natsir. Ibid. Kamaruzaman. lihat Juga. akhirnya melahirkan gagasan-gagasan yang cukup reaksioner terhadap pemikiran Soekarno yang cenderung sekuler. Relasi Islam dan Negara. faktor emosional Natsir selaku tokoh negarawan muslim saat itu. hlm. 187 Untuk melacak pemikiran M. Yakni pemisahan antara agama dan negara seperti halnya yang diterapkan Kemal Fasya di Turki.188 Sedangkan dalam konteks eforia politik Islam saat itu. Di antaranya aturan-aturan yang berhubungan dengan sesama manusia. Deliar Noer juga berpendapat bahwa pandangan mereka ( Soekarno dan Natsir) mewakili pandangan dua golongan besar di Indonesia. menurut M. 61. dan hak serta kewajiban masyarakat terhadap diri seseorang. Pertama. yang saat ini diistilahkan dengan urusan kenegaraan.)٥٦:‫(اىرازٝاخ‬  ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Jadi.189 186 M. faktor sosial politik pada tahun 1940-an yang memunculkan polemik dan pertarungan ideologi antara kaum nasionalis Islam dengan nasionalis sekuler. hlm. Gerakan Modern Islam.73. Capita Selecta. dan cara kita berhubungan dengan sesama manusia. wacana tersebut juga sedang hangat diperdebatkan di Timur Tengah karena isu tentang sekulerisme juga sangat kuat di sana. 61. Natsir tentang negara. Natsir. 189 188 Kamarruzaman. yang kemudian di antara aturan-aturan yang berhubungan dengan muamalah sesama makhluk itu. lxxxvi . 436.186 Namun demikian. Relasi Islam dan Negara. menurut Ahmad Suhelmi ada dua faktor yang perlu diperhatikan. hlm. yakni : Aturan atau cara kita berlaku berhubungan dengan Tuhan yang menjadikan kita. ia berkesimpulan bahwa cita-cita hidup seorang muslim di dunia ini hanyalah ingin menjadi hamba Allah dengan arti yang sepenuhnya. diberikan garis-garis besarnya seseorang terhadap masyarakat. 315. Natsir Allah telah memberikan aturan-aturan kepada manusia. hlm. Kedua.

juga telah ikut mempengaruhi pemikirannya dalam menggagas kenegaraan dalam Islam. Padahal saat itu Indonesia merdeka. M. Natsir.191 Dari pernyataan tegas Natsir tersebut bisa disimpulkan bahwa M. Paham sekulerisme menurutnya sangat berbahaya dalam membentuk masyarakat ke depan. 191 lxxxvii . yakni gampang terserang belum 190 Ibid. hlm. M.Oleh sebab itu. dan di sisi lain. banyaknya ide pembaharuan dari tokoh-tokoh Indonesia dan Timur Tengah yang melekat dalam jiwa Natsir. karena paham ini akan menagakibatkan manusia kehilangan pegangan hidup yang asasnya kokoh. yaitu Sekulerisme. meskipun dengan cara memperkenalkan Pancasila yang sebelumnya ia tentang sendiri. 204. Natsir juga berkeinginan memposisikan Indonesia seperti Pakistan yang telah menjadi Republik Islam. tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran-pemikiran Soekarno banyak dipengaruhi oleh sekularisasi yang sedang terjadi di Turki. Natsir telah memberikan dua pilihan tersebut sebagai respon atas menguatnya dualisme pemikiran Islam saat itu antara yang menginginkan dasar negara Islam dan sekular.190 Di samping itu. Natsir pernah menegaskan dalam pidatonya dalam sidang Pleno Konstituante 12 November 1957 bahwa mengenai dasar negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan. M. Agama dan Negara. tanpa agama (La> diniyyah) dan paham agama (Dini>). Khususnya dalam menyumbangkan pemikirannya tentang bentuk negara Indonesia yang ideal menurut Islam.

193 194 lxxxviii . Selain itu berdasarkan atas alasan bahwa secara sosiologis. dan masyarakat muslimlah yang mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi nusantara ini. sebagai pemikir Islam. Pertama. seorang sekulerisme memang beranggapan bahwa konsep tentang Tuhan adalah relatif. yakni ditentukan oleh keadaan masyarakat sendiri. hlm. Ketiga. mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. di samping itu baginya ajaran Islam mempunyai sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dalam menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan. Kedua.. adanya komitmen yang sangat 192 Ibid.194 Adapun Thohir Luth. Dikutip dari Kamarruzaman. yakni mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. hlm.193 Paham inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menggerakkan fikiran Natsir. bukan oleh Wahyu. Dengan memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. adanya fakta sosiologis.penyakit syaraf dan rohani. karena “menurunkan nilai-nilai hidup manusia dari taraf kehidupan kepada taraf kemasyarakatan semata-mata”.192 Sebagaimana yang ia katakan bahwa ajaran sekulerisme. selalu memandang remeh kehidupan agama. 206 Ibid. 62. adanya fakta normatif yang jauh sebelum Pancasila lahir. Relasi Islam dan Negara. umat Islam di Indonesia telah menjadikan dan mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-harinya. memandang bahwa alasan Natsir bersama-sama partai-partai Islam lainnya mengusulkan Islam sebagai dasar negara karena tiga hal.

melainkan juga masalah keduniawiaan.R. Zaenal Abidin. Bukan hanya itu.A. Yang dimaksud teman-teman Natsir adalah Kasman Singodimedjo.Masjkur. kata Natsir.198 195 Thohir Luth. Natsir juga menyebutkan bahwa agama Islam adalah agama yang meliputi semua kaedah-kaedah.kuat tentang Islam dalam diri Natsir. dan K. menurut garis yang telah ditetapkan oleh Islam. hlm. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Isa Anshari. it is a complete civilization. dkk. dan ketiga. Capita Selecta. Watak holistik Islam. 107.196 Artinya Islam tidak hanya membicarakan persoalan keakhiratan unsich. keunggulan Islam atas ideologi dunia lain. Gibb.H. hlm. 199. 105. hukum dan pendidikan. H. ia merupakan suatu kebudayaan yang lengkap dan sempurna. hlm. kenyataaan bahwa Islam dipeluk oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Anwar Harjono. 196 197 Bahtiar Efendy. Islam itu lebih dari sebuah sistem peribadatan. 198 lxxxix . kedua. 437. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. maka kita dapat simpulkan bahwa Islam is much more than a religious system. Natsir dan teman-temannya mengusulkan agar Islam dijadikan ideologi bangsa Indonesia. hlm. hudud-hudud (batas-batas) dalam muamalah (pergaulan) masyarakat. seperti masalah sosial politik. 1998). Natsir.197 Dengan demikian bisa dikatakan bahwa berdasarkan : pertama. M. Pemikiran dan Perjuangan.195 Kalau kita meminjam perkataan seorang orientalis. hal ini terbukti dalam pernyataannya yang memperjuangkan Islam sebagai pedoman kehidupan bernegara dan bermasyarakat. (Jakarta: Paramadina.

Islam perlu dijadikan dasar negara. Baca.199 Dari pandangan-pandangan tokoh dan pendapat Natsir sendiri. 199 xc . oleh sebab. untuk lebih lengkapnya mengenai kedatangan Islam dan perkembangannya di Indonesia. sedangkan dalam filsafat hanya mengakui tiga dasar berpikir tidak mengakui adanya wahyu. ke-3 (Jakarta:LP3ES. Pertama. yaitu empirisme. 164.Sedangkan menurut Ahmad Syafi‟i Ma‟arif menyatakan bahwa ketika Mohammad Natsir berbicara tentang kelebihan agama. ini terbukti dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Islam yang hampir semuanya menjadikan Islam sebagai dasar ideologi kerajaan tersebut. apalagi dalam sejarah dinyatakan bahwa sejak Islam masuk di Indonesia telah menjadi salah satu sumber kekuatan politik di nusantara ini. itu untuk memperkuat ajaran Islam dalam jiwa masyarakat muslim Indonesia. Sebelumnya ia berpendapat bahwa sudah sewajarnya Islam dijadikan dasar negara karena secara sosiologis umat Islam Ahmad Syafi‟i Maarif. yang terkesan tidak konsisten dalam menyatakan alasan. mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. cet. yang menyebutkan alasan historis sosiologis di atas. 1996) hlm. Kedua. maka sangat ironis jika agama Islam menjadi minoritas di negara ini. jangkauan agama meliputi seluruh aspek kehidupan. rasionalisme dan intusionisme. 200 Dikutip dari Kamarruzaman. 23-58. Azyumardi Azra. hlm. Relasi Islam dan Negara.200 Menarik untuk dicermati kembali isi pidato Natsir. hlm. 65. 1994). Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melcak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. agama memberi kemungkinan lebih banyak kepada pemeluknya untuk mencari ilmu pengetahuan dan kebenaran. Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. (Bandung: Mizan. mengemukakan dua premis pokok.

Yusril Ihza Mahendra mengatakan. 203. tetapi berdasarkan pada keyakinan kami bahwa ajaran-ajaran Islam yang mengenai ketatanegaraan dan masyarakat hidup itu mempunyai sifat-sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dan masyarakat. Machiavely. 202 203 Ibid. tetapi negara disusun sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Modernisme dan Fundamentalisme. hlm. Natsir pada 24 Oktober 1988. hlm. “kalau pun besar tidak akan melanda. Yusril Ihza Mahendra. 204 xci . serta dapat menjamin hidup keagaman atas saling harga menghargai antara berbagai golongan di dalam negara ini”. kalupun tinggi malah akan melindungi”. kami memajukan Islam sebagai dasar negara kita.204 Untuk menjelaskan sebuah negara. Hegel. Natsir juga menyatakan dalam pidatonya.202 Sedangkan dalam sisi lain. 201 M. Ibnu Khaldun. apalagi sudah terdapat banyak pandangan tokoh yang berlainan dalam hal ini di antaranya. bahwa pernyataan Natsir sebagai salah satu anggota Masyumi tentang maksud suatu negara akan bersifat Islam bukan berarti secara formal harus dinamakan negara Islam ataupun berdasarkan Islam. M.di Indonesia memang mayoritas jumlahnya. menurut Natsir tidak perlu memberi definisi panjang karena malah tidak akan menjelaskan pengertian apa-apa tentang negara ini.. Natsir. baik dalam teori maupun praktiknya. Ibid. 201 Dengan usaha meyakinkan pada seluruh lapisan bangsa Indonesia. sedangkan dalam kesempatan lain ia menyatakan: “bukan semata-mata umat Islam adalah golongan terbanyak di kalangan rakyat Indonesia seluruhnya.203 Dan mengenai dasar negara menurut Natsir dapat dirumuskan dalam klausul-klausul yang bersifat umum sepanjang mencerminkan kehendak-kehendak Islam. yang diperkuat dengan hasil wawancara antara Yusril dan M. 205. Marx. Agama dan Negara.

Agustinus. Natsir. Ibid. tugas dan tujuan khusus. i. hlm. e. c) Pemerintah. c. Mempunyai daerah berlakunya. Plato. Maka negara sebagai suatu institutsi.Adam Smith. Agama dan Negara. E) Undang-undang Dasar.206 Lebih dari itu. Mempunyai alat untuk melaksanakan tujuan. f. Ibid. maka bisa dikatakan bahwa konsep negara yang dinyatakan termasuk syarat-syarat negara modern. Mempunyai keanggotaan. 198. menurutnya harus mempunyai: a) wilayah. hlm 199. atau suatu sumber hukum dan kekuasaan lain yang tidak tertulis. 208 Melihat dari karakteristik yang disampaikan Natsir di atas. 206 207 208 xcii . Mempunyai peraturan-peraturan.. Ibid. Hobbes. b.205 Negara menurut Natsir adalah suatu institusi yang mempunyai hak. Mempunyai kedaulatan atas anggotanya. Diakui oleh masyarakat. . d. D) Kedaulatan. Robert Owen. peraturan-peraturan sendiri dan diakui oleh umum. Institusi secara umum adalah suatu badan atau organisasi yang mempunyai tujuan khusus dan dilengkapi oleh alat-alat material. h. Rosseau dan lain sebagainya. g. norma-norma dan nilai-nilai tertentu. b) Rakyat. Bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di lapangan jasmani maupun rohani. Berdasarkan atas paham hidup. Memberikan hukuman terhadap pelanggaran atas peraturan-peraturan dan normanormanya. Natsir menambahkan bahwa untuk sesuatu dinamakan institusi apabila207 : a. 205 M.

Natsir dalam memperjuangkan Islam sebagai dasar negara republik ini. kewajiban zakat.(sebagai individu) ataupun sebagai anggota masyarakat”. 442.209 Mengenai bersikerasnya M. baik itu manusia zaman unta. 452. hlm. 210 211 212 xciii . hlm. Capita Selecta. Ahmad Suhelmi. seperti halnya kepentingan dan keperluan masyarakat manusia yang tidak berubah-ubah selama manusia masih bersifat manusia. Capita Selecta. 89.212 209 Natsir. manusia zaman kapal terbang dan lain sebagainya. melainkan hanya alat untuk merealisasikan aturan-aturan Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah. Polemik Negara Islam. ia menyebutkan bahwa di antara aturan-aturan tersebut yaitu kewajiban belajar. hlm. dalam kenegaraan Islam memang hanya mengatur dasar dan pokok-pokoknya saja. hlm. yakni mewujudkan ajaran-ajaran Islam. 447. Sebagaimana di atas. Ibid.210 Dengan demikian negara hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan.Menurutnya. Natsir menegaskan bahwa negara bukanlah tujuan akhir Islam.211 Menurutnya negara di sini berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan “kesempurnaan berlakunya undangundang Ilahi. pemberantasan perzinaan dan lain-lain. karena ia berpandangan bahwa negara bisa menjadi alat yang kokoh bagi berlakunya hukum-hukum Islam.. Natsir.baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia sendiri.

442-443. 214 xciv . hlm. bahwa tidak ada ijma„ ulama yang memerintahkan membentuk negara dibantah oleh Natsir. menurutnya pengutipan ijma„ oleh hanya mempersulit persoalan. padahal dalam pidatonya di depan Pakistan Institute of World Affairs pada 1952. 89. menimbulkan kesan bahwa Natsir selama perjuangannya adalah anti Pancasila. sikapnya yang anti Pancasila berubah. hlm. mendirikan negara tidak perlu disuruh Rasulullah lagi. Natsir. meskipun dalam konstitusi kami tidak dinyatakan tegas sebagai agama negara. begitu pula Indonesia. Capita Selecta. Polemik Negara Islam.213 Menurut Natsir. bahkan kepercayaan tauhid (monothestic belief) telah Soekarno tentang masalah ini 213 Ahmad Suhelmi. Tetapi Indonesia tidak mengeluarkan agama dari sistem kenegaraan. menurutnya negara ini juga negeri Islam.214 Melihat pemikiran Natsir tentang dasar negara Indonesia di atas. M. ada atau tidak adanya Islam. Ia menyatakan bahwa: Tidak diragukan lagi Pakistan adalah sebuah negeri Islam karena telah menyatakan Islam sebagai agama negara.Menanggapi statemen tentang tidak adanya doktrin agama yang menyuruh dan mendirikan negara sebagaimana dinyatakan oleh Soekarno. eksistensi negara nerupakan keharusan di dunia ini dan di zaman apapun. Jadi dengan Islam atau tidak tetap saja merupakan sebuah negara. karena kenyataannya negara ini diakui sebagai agama rakyat. eksistensi negara telah ada sebelum dan sesudah Islam.

66. pada 1957 di sidang konstituante ia kembali menolak Pancasila sebagai dasar negara. Natsir mengatakan: “Pancasila adalah formulasi lima cita-cita kebaikan sebagai hasil dari konsensus para pemimpin kita pada tahap perjuangan sembilan tahun yang lalu. rumusan Pancasila tidak memperlihatkan sesuatu yang asing dalam ajaran al-Qur‟an. Dikutip dari. Dalan hal ini Syafi‟i Ma‟arif memandang bahwa mungkin Natsir mengambil sikap keras dalam majelis karena telah terjadi pengaburan interprestai Pancasila yang dibuat-buat oleh masyarakat kita. Pancasila telah mencakup cita-cita islam. dan meskipun tidak identik dengan Islam itu sendiri.218 215 Kamarruzaman. terang-terangan ia menyatakan bahwa sidang konstituante adalah forum tempat mengemukakan pendapat dan pikiran anggota secara lurus.215 Dalam tulisannya yang berjudul “Apakah Islam bertolak belakang dengan doktrin al-Qur‟an ?”. Natsir terlihat inkonsisten dengan pendiriaannya. 141. Partai Islam. Dan kemudian ia menambahkan. yang berfungsi sebagai dasar etik.216 Namun kemudian. karena ideologi ini dianggap sebagai hasil ciptaan manusia dan tergolong sekuler. 155. hlm. hlm. hlm. Dalam pandangan umat Islam. kecuali apabila dimasuki oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan al-Qur‟an. Pancasila adalah manifestasi dari maksud dan cita-cita tentang kebaikan dimana kita akan melakukan setiap usaha untuk meletakannya ke dalam praktik negara kita. moral dan spritual bangsa dan negara kita. jujur. Deliar Noer. Faisal Ismail. Oleh sebab itu ia beranggapan bahwa kesempatan inilah yang tepat untuk menolak Pancasila . 72 216 217 Ahmad Syafi‟i Maarif. hlm. Relasi Islam dan Negara.ditempatkan pada tempat teratas dari sila Pancasila . Ideologi Hegemoni. 218 xcv .217 Bahkan dalam sidang konstituante tersebut. Islam dan Masalah Kenegaraan. Dan sebagai lima dasar kebaikan tidaklah bertentangan dengan al-Qur‟an. dan mencerminkan pemikiran yang hidup di masyarakat.

220 221 xcvi . karena pada saat itu majelis belum menetapkan dasar negara baru yang permanen. dengan mempertanyakan memperlihatkan mengapa sikap-sikap Natsir “kejam” dalam terhadap sidang-sidang Pancasila majelis.219 Dan lebih keras lagi.220 Sebagai seorang demokrat sejati Natsir harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. Dan sebagaimana tokoh politik yang lain. mengatakan bahwa penerimaan Natsir terhadap Pancasila selama 12 tahun sebagai dasar dan ideologi negara sekedar “di bibir saja”. Namun perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan Natsir dalam sidang konstituante tersebut secara konstitusional adalah sah. salah satu tokoh komunis.221 219 Faisal Ismail. yang telah diberlakukan sejak 1945 sampai tejadinya perdebatan ideologis di majelis konstituante 1957. Ibid.. Ideologi Hegemoni. dan bahkan mengusulkan Islam sebagai dasar dan ideologi negara. dengan menyebutnya tidak berdasar. 74. Njoto menyerang pandangan Natsir di atas. netral. Natsir sebagai representasi dari pihak muslim berhak mengajukan Islam sebagai dasar negara melawan pendukung Pancasila dalam momen itu. hlm. 72 Ibid. Njoto kemudian mengajukan pertanyaan: Natsir yang mana yang harus diikuti. dan streril yang sepenuhnya menolak Pancasila. 73. hlm. ia sepenuhnya menolak Pancasila . karena dalam majelis tersebut. apakah Natsir pada tahun 1954 atau Natsir pada tahun 1957? Atau malah tidak kedua-duanya..Menurut Njoto.

447. dalam majelis. bukan conditio sine qua non. 223 xcvii . Lihat juga. menurut Deliar Noer dipicu oleh tiga alasan. Kedua. hlm. Natsir dan teman-temanya memikul tanggung jawab agama dan politik dalam memperjuangkan aspirasi politik umat Islam. 74. Capita Selecta. Ibid. sebagaimana wakil-wakil non muslim yang menjelaskan argumentasi usulan mereka. sebab dari syarat-sayarat negara yang ia sebut di atas adalah tidak sepenuhnya sistem negara Islam. Kemudian menyinggung soal nama penguasa negara. Ketiga. Pertama. Natsir mengatakan boleh saja meniru negara non Islam asalkan tidak menyalahi ajaran-ajaran Islam.222 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara. 284-285.223 Selain itu titel “kholifah” menurutnya tidak menjadi syarat mutlak dalam pemerintahan Islam. Faisal. Amir alMu„minin. menurutnya boleh saja bernama khalifah. hlm. presiden dan lain sebagainya. Partai Islam. yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. Natsir juga tidak bersikeras menggunakan istilahistilah penguasa Islam.Perubahan sikap Natsir dalam sidang konstituante saat itu. Natsir juga menjelaskan usulannya secara argumentatif pula. hlm. majelis konstituante merupakan forum tertinggi bagi para anggotanya untuk mengusulkan ideologi negara yang mereka yakini dan cocok untuk negara Indonesia. yang terpenting adalah seorang kepala negara tersebut sanggup bertindak bijaksana dan menerapkan peraturan-peraturan Islam dengan semestinya dalam susunan kenegaraan baik 222 Deliar Noer. Natsir..

dalam kaidah maupun praktiknya. Capita Selecta. Natsir membolehkan umat Islam untuk mencontoh sistem negara lain. Rusia. bukanlah monopoli salah satu bangsa atau salah satu negara saja. dan lebih spesifik. bisa dikatakan bahwa Natsir menganggap Islam tidak mempunyai sistem negara yang lengkap sehingga ia harus mencontoh Barat.. Polemik Negara Islam. sebab dari negara-negara yang ia sebut di atas adalah negara yang memisahkan agama dan negara. sifat dan tabi‟atnya. semua boleh diatur menurut keadaan zaman. dari Inggris. hlm. Natsir. Jepang. 90 Kamarruzaman. Ibid. 69.226 Oleh sebab itu. seorang kepala negara menurut Natsir. dalam hal ini ia menuliskan: Bila sudah ada sistem yang dikehendaki itu terdapat di negara-negara lain. hlm. Adapun untuk urusan-urusan yang di luar ketetapan agama. hlm. kita orang Islam ada hak mencontoh negara itu selama tidak berlawanan atau bertentangan dengan aturan-aturan yang diadakan Islam. 224 Ibid. Relasi Islam dan Negara. 225 226 227 xcviii . Kita ada hak mengambil peraturanperaturan yang baik.. 450. 448..227 Dengan demikian Natsir mengakui sistem pemerintahan sekular.443. Natsir menilai dari sisi: agamanya. yang tidak berlawanan dengan agama kita. dan tidak melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan.225 Dalam menjalankan roda pemerintahan. wajib bermusyawarah dengan orang-orang yang layak diajaknya dalam mengatur umat. hlm. atau dari Finlandia umpamanya. Sebab tiap-tiap hasil kebudayaan. dengan cara-cara yang Muna>sabah. Baca juga Ahmad Suhelmi. hlm. bukan dari bangsa dan keturunannya atau semata-mata keintelekannya saja.224 Dan untuk syarat sebagai kepala negara Islam. akhlak dan kecakapannya dalam menjalankan kekuasaan yang diberikan kepadanya. Jadi.

Relasi Islam dan Negara. Natsir. hlm. hlm. Polemik Negara Islam. semata-mata ingin memeperlihatkan bahwa doktrin politik Islam itu bersifat terbuka untuk beradaptasi dengan sistem-sistem pemerintahan yang telah ada di dunia ini. ketika Natsir berbicara tentang sistem pemerintahan demokrasi. sebab Dalam parlemen negara Islam yang boleh dimusyawarahkan hanyalah masalah tata cara pelaksanaan hukum Islam (syari‟at Islam). karena Jepang di masa itu adalah sebuah negara totaliter yang berhaluan fasis. 70. Kamarruzaman. Ahmad Suhelmi. apalagi Rusia adalah sebuah negara komunis. 91 M. Capita Selecta. anti absolutisme dan kesewenang-wenangan.228 Namun demikian.230 Dalam Islam pengertian demokrasi diartikannya suatu aturan yang memberikan hak kepada rakyat untuk mengkritik dan membetulkan 228 Dikutip dari. 452. hlm. 229 230 xcix .Lebih lanjut. sebab dalam pandangannya prinsip musyawarah dalam Islam tidak selalu identik dengan azas demokrasi. sengaja ditunjukkan oleh Natsir. Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan hal yang sama. perlu dicermati lebih lanjut. meskipun ia mengemukakan bahwa Islam anti Istiibdad (despostisme). bukan dasar negaranya. Contoh-contoh itu lanjut Yusril.229 Bukan berarti bahwa dalam pemerintahan Islam semua urusan diserahkan kepada keputusan majelis Syura. yakni contoh negara-negara yang disebutkan Natsir di atas sangatlah liberal.

Namun kemudian dalam sidang konstituante 1957 ia memperkenalkan konsep demokrasi yang ia maksudkan. baca juga. hlm. Modernisme Islam. hlm.231 Natsir mengakui bahwa demokrasi itu baik. Keputusan itu tidak dapat melampaui H{udud (batas-batas) yang telah ditetapkan Tuhan.233 Hal ini disebabkan karena politik tidaklah semata-mata harus didasarkan kepada kemauan mayoritas anggota parlemen..232 Dengan tegas ia mengatakan bahwa Islam adalah suatu pengertian. 79. yang juga mempunyai sifat-sifat sendiri.pemerintahan yang zalim. Islam itu…yah Islam”. 439. Natsir tidak menjelaskan bagaimana sesungguhnya demokrasi dalam Islam.. menurutnya demokrasi tidak kosong dari berbagai bahaya yang terkandung di dalamnya. 71.. kalau perlu menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghilangkannya. suatu begrip sendiri.234 Dari uraian di atas. akan tetapi sistem kenegaraan Islam tidaklah menggantungkan semua urusannya kepada instrumen demokrasi. suatu paham. 453. hlm. Intinya “Islam tak usah demokrasi 100%. Ibid. Ia menyatakan bahwa perjalanan demokrasi dari abad ke abad telah memperlihatkan beberapa sifatnya yang baik. Akan tetapi bukan berarti ia lepas sama sekali dari pelbagai sifat-sifat bahaya. Ibid. Relasi Islam dan Negara.. Democracy”. 452. Yusril Ihza Mahendra. hlm. Kamarruzaman. yaitu demokrasi yang dilandasakan pada “Thestic nilai-nilai ketuhanan. Ibid. bukan pula otokrasi 100%.235 Maksudnya keputusan mayoritas yang berpedoman kepada 231 Ibid. 232 233 234 235 c . hlm.

Kedua. Oleh sebab itu. Ketiga. bukan begitu! Dan urusan kenegaraan pada dasarnya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. yang kemudian ia anggap sebagai ijma‟ yang mengikat untuk tempat dan zaman tertentu. Capita Selecta. berdasarkan fakta di atas. satu “intergreerend deel” dari Islam. dan secara tersurat ia mendukung Islam dijadikan ideologi negara. ci . melainkan sebuah alat. 442. sebab Islam tidak seperti agama yang lain. asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. berangkat dari pandangan-pandangan Natsir di atas dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa hubungan Islam dan negara tidak dapat dipisahkan. sistem ketatanegaraan dalam pandangan Natsir boleh meniru bentuk mana saja (Barat). Natsir sebagai tokoh muslim tampak ingin sekali menjadikan Islam sebagai dasar negara Indonesia. Pertama. ataupun sebagai masyarakat236. menurutnya. kesimpulan tersebut bisa dilihat dari pernyataannya bahwa: Fungsi agama dalam negara sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan sama sekali. baik yang berkenaan dengan perikehidupan manusia sendiri (individu). hubungan agama dan negara dalam politik Islam tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dan pada intinya. lebih lanjut ia mendefiniskan persatuan agama dan negara. 236 Natsir. Yang menjadi tujuan adalah kesempurnaan berlakunya undang-undang Ilahi. Persatuan tersebut bukanlah dimaksudkan bahwa agama itu cukup dimasuk-masukkan saja di sana sini kepada negara. Islam baginya telah menyediakan perangkat dasar yang dapat diterapkan sesuai zamannya.nilai-nilai ketuhanan. Bagi kita kaum muslimin negara bukanlah suatu badan tersendiri yang menjadi tujuan.

Kemudian. sebab saat itu bapaknya dilantik menjadi menteri agama Republik Indonesia. sejak kecil ia dididik dan dibesarkan dalam naungan keluarga ulama. Latar Belakang Sosial Politik Berbeda dengan Natsir. 489. tetapi ikut bersama kakeknya. Zaman Baru Islam. Gus Dur dan saudara-saudaranya harus pindah ke Jakarta. ia mulai mengenal politik dari orang-orang yang tiap hari hilir mudik di rumah kakeknya. hlm. Hadratus Syeikh Hasyim Asy‟ari. Gus Dur tidak memilih tinggal bersama ayahnya.237 Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid 1. Keluarga Gus Dur tinggal di Hotel Des Indes yang sekarang menjadi pusat pertokoan Duta Merlin. 238 cii .. Natsir juga menghimbau kepada kaum muslimin agar dalam masalah persatuan atau pemisahan agama dan negara ini tidak menjadikan “sejarah sebagai ukuran” kebenaran terakhir. Dan saat tinggal serumah dengan kakeknya itulah. Kakeknya adalah seorang pelopor pesantren Tebuireng. Jombang dan sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU). ia semakin akrab dengan dunia politik yang ia dengar dari rekan-rekan ayahnya saat bincang-bincang di 237 Ibid. Pada saat usia kanak-kanak ia tidak seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Karena kedudukan bapaknya ini pulalah. Abdurrahman Wahid lahir dari latar belakang kalangan tradisional. 79.238 Tahun 1950. Dedy Djamaluddin Malik. hlm. Sehingga mengharuskannya bermukim di Jakarta. dan Idy Subandy Ibrahim.

khususnya karya Bethoven. sejarah. catur.. Ibid. Dan dari sinilah pertama kali Gus Dur tertarik dan mencintai musik klasik.239 Selain membaca buku. 40. “sejak usia lima tahun. Di usia yang masih belasan tahun ia sudah banyak menghabiskan segala macam majalah. membuat sekolah formalnya terganggu. yang memang terdapat berbagai macam buku yang dikoleksinya. 2003). perkenalannya dengan musik dimulai lewat pertemuannya dengan seorang pria Jerman. dan nonton film.rumahnya itu. (Yogyakarta: LkiS. buku. teman baik bapaknya yang telah berpindah ke agama Islam dan dipanggil dengan nama Williem Iskandar Bueller. yaitu: main bola. Lagi pula. surat kabar. hlm. agama. hlm.241 Sementara itu. 242 241 Ibid.242 Kegemaran Gus Dur terhadap berbagai hal tersebut. musik. Biografi Gus Dur. 39. 240 Greg Barton. Mulai dari filsafat. cerita silat. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Gus Dur termasuk anak yang sangat peka mengamati dunia sekelilingnya. Maka tak heran menurut pengakuan ibunya. dan fiksi cerita. Gus Dur mempunyai hobi lain. ciii . Ini disebabkan sangat gandrungnya ia 239 Ibid. bahkan sampai membuatnya tidak naik kelas di sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP).240 Buku-buku itu bisa ia dapatkan dari perpustakaan pribadi bapaknya. dia sudah lancar membaca. dan gurunya saat itu adalah bapaknya sendiri”. baik buku yang diterbitkan oleh orang-orang katolik atau non muslim lainnya.

245 244 civ . Siti Salekhah yang merupakan anak dari K. 27. bernama Nyai Hj. dan Idy Subandy Ibrahim. 25. hlm. pendiri pesantren Tebuireng. pendiri pesantren Denanyar.245 Walupun bapaknya seorang menteri dan terkenal di lingkungan Jakarta.244 hal ini memang aneh. Abdul Wahid Hasyim. Zaman Baru Islam. Gus Dur tidak ingin sekolah di sekolahan elit yang biasanya dimasuki anak- 243 Dedy Djamaluddin Malik. Biografi Gus Dur. Abdurrahman Wahid. Memang dalam kebanyakan penulis yang menulis biografi Gus Dur selalu menganggapnya tanggal 4 bulan Agustus sebagai hari kelahirannya.H. Dan kedua kakeknya itu dikenal sebagai Founding Father NU di samping K.H. Ditilik dari geneologi keluarganya.H. (Jakarta: Grasindo. Ia merupakan anak dari K.dalam menonton sepak bola dan membaca buku. hlm. di samping itu juga karena ia masih dalam keadaan sedih karena kehilangan bapaknya saat kecelakaan mobil tanggal 18 April 1953. seringkali mengundang kontroversial. Gus Dur termasuk dari golongan “darah biru” pesantren. Greg Barton. Jombang. yang kemudian bertepatan dengan tanggal 7 September 1940 M. sebagaimana terlihat dalam aspek kepribadiannya yang nyleneh pula. hlm. Jombang. Sementara ibunya. yang ia sendiri merupakan anak dari Hadratu al-Syaikh Hasyim Asy‟ari.243 Gus Dur dilahirkan di Denanyar. 1999). Namun demikian perayaan hari kelahirannya selalu diadakan pada tanggal 4 Agustus. Jombang. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. 80. pada tanggal 4 sya‟ban menurut penanggalan Islam. Bisri Syamsuri. Wahab Hasbullah.

Bahkan Lebih dari itu. Yogyakarta. Gus Dur tamat dari sekolah dasarnya di Jakarta. Ia hanya mengikuti kelas tiga dan empat di sekolahan ini. 248 Ketika di Jakarta. Lihat. akan tetapi menurut tulisannya Greg Barton. baik dalam aspek pendekatan maupun penafsiran agama. Gus Dur sudah mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik dan bisa membaca tulisan dalam bahasa Prancis dan Belanda. yang pada saat itu jelas sekali tidak ada pertautan antara organisasi modernis Muhammadiyah dengan kaum tradisionalis NU. Ali Maksum. 2003). hlm.247 Di kota ini persisnya di desa Kauman. 49. ia juga termasuk anggota Majelis Tarjih (Dewan Penasihat Agama Muhammadiyah). ia tamat dari SMEP pada tahun 1957. karena Gus Dur lahir dari latar belakang NU. Lalu setahun setelah tamat SD. serta sudah mengerti bahasa Arab tetapi masih pasif. Baca Greg Barton. karena kemudian ia pindah ke Sekolah Dasar Matraman Perwari. Gus Dur bermukim di rumah salah seorang teman ayahnya. 30. hlm. 248 247 cv . yang terletak di dekat rumah keluarganya yang baru di Matraman. Hartono Ahmad Jaiz. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. Gus Dur Menjual Bapaknya. (Jakarta: Darul Falah. 40. Gus Dur juga mengaji tiga kali seminggu di pesantren Al-Munawwir Krapyak. Gus Dur memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SD) KRIS. Namun ketika ia belajar di kota 246 Greg Barton. di bawah asuhan K. Ini sangat menarik untuk dicermati. Biografi Gus Dur. hlm. tentang Biorafi Gus Dur. di Jakarta Pusat. 47-49. Kiai Junaidi. pada tahun 1954 ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Yogyakarta dan berhasil menamatkannya pada tahun 1956. menurutnya sekolahan elit membuatnya tidak betah.H. Selain itu.anak pejabat pemerintah. hlm. Biografi Gus Dur.246 Pada tahun 1953. Jakarta Pusat. ia lebih menyukai sekolah-sekolah biasa. seoarang ulama kecil yang terlibat dalam gerakan organisasi Muhammadiyah.

hlm. cvi . 119. tepatnya di pesantren Tegalrejo Magelang.249 Bagi Gus Dur yang suka membaca buku. Di samping itu. hlm. namun kemudian Gus Dur pindah lagi ke pesantren Krapyak Yogyakarta dan tinggal di rumah Kiai Ali Ma‟shum. Jogja merupakan kota pembawa berkah bagi perkembangannya. Gus Dur termasuk santri yang cerdas dan berbakat. Parancis dan Rusia. selain di pesantren Gus Dur juga menghabiskan sebagaian besar waktunya di luar kelas dengan membaca buku-buku Barat. 49. Ia belajar di pesantren ini dari tahun 1957-1959 pada Kiai Khudori. Setelah tamat dari SMEP di Yogyakarta pada tahun 1957. 50. Ibid.251 Pada masa-masa itulah (sejak akhir 1950-an sampai 1963) Gus Dur mengalami konsolidasi dalam studi formalnya tentang Islam dan sastra Arab klasik. Lihat Greg Barton. hlm. Di bawah bimbingan Kiai Wahab Chasbullah. salah satu pemuka NU. yang dalam proses pertumbuhan dari kanak-kanak menjadi remaja. perpindahannya dari Yogyakarta ke Magelang dan kemudian ke Jombang. yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. 251 250 Umaruddin Masdar. Karena kebanyakan para santri di sini menghabiskan waktu studinya selama empat tahun sedangkan Gus Dur cuma dua tahu. Di sini ia sempat mengajar dan menjadi kepala sekolah. Di bawah asuhan Kiai Khudori. Gus Dur mulai mengikuti pelajaran pesantren secara penuh. 249 Greg Barton. Ibid. Membaca Pikiran Gus Dur. perkembangan bahasanya berkembang cepat. sampai pada tahun 1963. Gus Dur pindah ke pesantren Tambak beras Jombang. menjadikannya mulai serius memasuki dunia bacaan: tokohtokoh teori sosial Eropa dan novel-novel besar Inggris.Yogyakarta.250 Kemudian pada tahun 1959.

Pada saat yang sama ia juga tertarik menggeluti karya Das Kapital yang ditulis oleh Marx dan What is Tobe Done nya Lenin. di Mesir Gus Dur lebih memilih aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia daripada menekuni belajarnya. Kedua buku itu menurutnya gampang diperoleh. sebuah perpustakaan 252 253 Greg Barton. Di negeri ini. Biografi Gus Dur.Sebagai seorang remaja ia mulai mencoba memahami tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles. dan Idy Subandy Ibrahim. melalui beasiswa Departemen Agama. karena saat itu partai komunis Indonesia membuat kemajuan besar. Gus Dur mengambil spesialisasi bidang Syari‟ah. sebagian waktunya ia habiskan untuk membaca di perpustakaan terkenal di kota itu. dan telah menyelesaikan gramatika bahasa Arab sebanyak 1000 bait (Alfiah) di luar kepala. American University Library. ia merasa tidak betah belajar di sini karena materi yang diajarkannya tidak jauh berbeda dengan apa yang ia dapatkan di pesantren dulu. Di samping itu ia juga tertarik pada ide Lenin tentang ketelibatan sosial secara radikal. cvii . Saat itu ia sedang berumur 23 tahun. 53. hlm. 83. Zaman Baru Islam.252 Setelah menimba ilmu dari pesantren-pesantren di atas. hlm.253 Oleh sebab itu. dua pemikir penting bagi sarjana-sarjana mengenai Islam zaman pertengahan. Dedy Djamaluddin Malik. pada tahun 1964 Gus Dur memperoleh kesempatan belajar ke Universitas al-Azhar Kairo Mesir. Namun. seperti dalam Infantile Communism (kekiri-kirian Penyakit Kekanak-kanakan) dan dalam Little Res Book-Mao (kutipan kata-kata ketua Mao). Dengan demikian.

untuk mengikuti kuliah di Universitas Baghdad. 164. Dedy Djamaluddin Malik. 83. cviii . Dan akhirnya di univesitas Baghdad ini pulalah ia diminta untuk meneliti asal-usul historis Islam di Indonesia. selain itu Gus Dur juga pernah menjadi ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Timur Tengah dari tahun 1964 sampai 1970. Greg Barton dan Greg Fealy.terlengkap di kota Kairo dan waktu lebihnya ia manfaatkan menonton film. 1997). 256 257 255 Ibid. Menurut pengakuannya ia sangat senang dengan sistem Universitas Baghdad ini karena kampus tersebut jauh lebih mirip Eropa daripada al-Azhar Kairo. hlm. di samping menonton kegemarannya film-film Prancis dan sepak bola.. Minatnya tentang Indonesia juga mulai tumbuh di Universitas tersebut. Tradisionalisme Radikal. filsafat Eropa dan teori sosial. Zaman Baru Islam. lingkungan baru ini juga membantunya banyak membaca karya-karya pemikiran seperti pemikiran Emile Durkhim. Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara. Biografi Gus Dur. selama empat tahun. karena di kota ini ia juga banyak memanfaatkan kelompok diskusi dengan para intelektual muda Mesir untuk bertukar fikiran. sebab referensi buku tentang Indonesia cukup banyak tersedia di sana.257 254 Greg Barton. Fakultas Sastra.256 Di negeri inilah bakat empirismenya tumbuh pesat. hlm.255 Dari Kairo Gus Dur pindah ke Irak. hlm. hlm. Di sini ia banyak belajar tentang sastra dan kebudayaan Arab.254 Namun demikian bukan berarti Gus Dur kecewa sepenuhnya kepada institusi al-Azhar. dan Idy Subandy Ibrahim. (Yogyakarta: LkiS. 165. 83.

Tradisionalisme Radikal. hlm. dan menjadi dosen IAIN Syarif Hidayatullah. Ia juga sempat bermaksud pergi ke McGill Univesity di Kanada. Mengurai Hubungan Agama.259 Setelah itu. Tapi tidak kesampaian karena ia lebih memilih balik ke Indonesia. ia menjadi dosen dan dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Hasyim Asy‟ari (UNHASY). Jombang.260 Selama periode ini. Pada tahun 1972-1974. akhirnya Gus Dur kembali lagi ke Indonesia dan kehidupan pesantren. sebagian karena diilhami oleh berita-berita perkembangan baru dunia pesantren yang menggembirakan. Kemudian dari tahun 1975-1979. sebelum akhirnya mendirikan Pesantren 258 Greg Barton dan Greg Fealy. Tradisionalisme Radikal. Prancis. Jombang. 260 Greg Barton dan Greg Fealy. kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia saja. Abdurrahman Wahid. 165. yang sekarang menjadi Institut Keislaman Hasyim Asy‟ari (IKAHA). hlm. untuk belajar program studi Islam yang sangat diseganinya. Akan tetapi dalam wawancaranya Ma‟mun Murod dengan Gus Dur. Gus Dur juga banyak terlibat dalam kepemimpinan nasional NU. empat bulan di Jerman. Baca. dan mengawali kariernya di PB NU sebagai katib awal Syuriah NU. 259 cix .Lalu pada tahun 1971. Gus Dur melanjutkan petualangannya ke negeri Eropa dengan harapan bisa belajar di salah satu universitas di sana. tetapi harapan ini sukar terwujud. Sampai akhirnya pada tahun 1979 ia hijrah ke Jakarta. yaitu setengah tahun di Belanda. 33. dan dua bulan di Prancis. 165. 258 Tetapi. dinyatakan bahwa petualangan Gus Dur ke Eropa yang menghabiskan waktu selama satu tahun itu. karena background studinya di Kairo dan Baghdad tidak diakui di Eropa. Sempat mengantarkannya menjadi kandidat Master (S2) di Sorbone University. hlm. ia menjadi sekretaris umum pondok pesantren Tebuireng.

kemudian ia diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1982-1985. hlm. meskipun Gus Dur tidak pernah menempuh pendidikan formalnya di Barat. pendidikan Islam dan masyarakat muslim. Ibid.Ciganjur. telah menjadikannya sebagai tokoh intelektual yang berfikiran liberal. studinya di Baghdad juga banyak memberikan dasar-dasar yang baik mengenai wacana liberal yang bercorak Barat dan sekular. akan tetapi Gus Dur jauh lebih siap untuk menggagas wacana agama yang bercorak liberal.264 Karena sikap liberal. hlm. progresif dan inklusif inilah.262 Setelah menetap di Jakarta. Ia juga pernah menjadi juri pada Festifal Film 261 Abdurrahman Wahid. 262 263 264 cx . Meskipun latar belakang pendidikannya berbeda. 166. Selain belajar secara otodidak.263 Rentetan petualangan pendidikannya di atas. hlm. longgar dan moderat. 165. akan tetapi sikap dan pemikirannya jauh lebih siap untuk berpartisipasi dalam wacana-wacana besar mengenai pemikiran Barat. Mengurai Hubungan Agama. Tradisionalisme Radikal. ia juga banyak terlibat dalam berbagai proyek dan aktivitas di Jakarta termasuk mengajar di dalam program pelatihan bulanan kependetaan Protestan. di Jakarta Selatan. seperti Nurcholish Madjid dan Djohan Effendi untuk ikut bergabung dalam forum diskusi dan lingkaran studi mereka. 33 Greg Barton dan Greg Fealy.. secara teratur ia melakukan kontak dengan intelektual muslim progresif di Jakarta. Bahkan menurut Greg Barton. Ibid.261 Selain itu.

268 Kemudian dari tahun 1985 hingga 1990 ia berkhidmat dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Choirul Anam. hlm. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. Kemudian Rukun tetangga. cet. Gus Dur juga terlibat dalam 265 Umaruddin Masdar.270 Bersamaan pada periode itu. Vo-Tong Xuan (Vietnam). yang saat itu masih dianggap tabu oleh kaum santri (NU). sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan pada tokoh Asia karena dinilai telah memberi kemajuan yang khas bagi bangsanya. Gus Dur telah terpilih empat kali menjabat ketua PBNU.000 dollar AS. Banoo Coyaji (India).266 hal ini bisa dilihat dari gagasangagasannya. dan Bievendido Lumbrera (Filiphina). 30 268 267 266 Abdurrahman Wahid. di antaranya pada tahun 1984. 120. dan Idy Subandy Ibrahim. 83. orang-orang non muslim menjadi presiden Indonesia. tokoh tokoh Asia tersebut ialah Noboru Iwamura (Jepang). 166. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. Gus Dur dinobatkan sebagai seorang yang layak menerima piagam “Ramon Magsasay” dan hadiah senilai 50.Indonesia. Baca. hlm. hlm. rukun tetangga (sosial). 270 269 cxi .267 seperti Pribumisasi Islam. Berangkat dari usaha menjembatani persoalan antara kehidupan muslim yang baik tapi a-sosial dengan muslim yang begitu sosial tapi tanpa keimanan. Percaturan Politik. Dedy Djamaluddin Malik. ke-1 (Surabaya: Jawa Pos. 1989. hlm. di Den Haag. 1989). Gus Dur Diadili Kiai-Kiai. Ramage. hlm. Baca Douglas E. Imron Hamzah dan Drs. 1994 dan 1999. Zaman Baru Islam. Maksud Pribumisasi Islam ialah mengokohkan kembali akar budaya kita dengan tetap berusaha menciptakan masyarakat yang taat beragama. Mengurai Hubungan Agama. dan sejak tahun 1994 ia menjadi penasehat International Dialogue Foundation on Perspective Studies of Syari‟ah and Secular Law. K. dan lain sebagainya.H. Tradisionalisme Radikal. 93. Membaca Pikiran Gus Dur. 265 Sikap dan pemikiran Gus Dur semakin liberal dan progresif ketika dipercaya menjabat ketua PBNU pada tahun 1984.269 Namun sebelumnya dalam periode yang sama tahun 1993. hlm. sebuah istilah yang memandang dimensi pribadi menjadi dimensi sosial.

Yusuf Hasyim. di sini ia menjabat sebagai ketuanya. (Yogyakarta. seperti LSM Fodem (Forum Demokrasi). M. dengan cara yang sangat demokratis telah mengangkat citra kelompok santri dalam percaturan politik nasional. Gus Dur dan Demokrasi. hlm. Gus Dur yang saat itu masih aktif menjabat ketua umum PBNU mendirikan sebuah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden. telah berhasil mengantarkannya pada kursi kepresidenan pada tahun 1999 di masa reformasi ini. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi?.272 Dengan dukungan PKB dan Partai-Partai Islam yang dinamakan “poros tengah” saat itu. pluralisme agama. Arief Hakim. oleh sebab itu menimbulkan kritik keras di kalangan NU. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik.aktivitas-aktivitas sosial. 147 Dikutip dari karyanya Bahrul Ulum. 135-136. hlm. telah mendapat respon dari kalangan luas (sejak tahun 1980-an sampai 1990-an). (Yogyakarta: Ar-Ruzz: 2002).H. yang sebelumnya seringkali dimarginalkan. 272 271 cxii . Namun sayang masa pemerintahan Gus Dur harus berhenti di tengah jalan pada tanggal 23 Juli Jabatannya di Fodem bersamaan dengan masa jabatannya sebagai ketua PBNU. ini menunjukkan bahwa Gus Dur sebenarnya seorang demokrat. Titian Ilahi Press). khususnya pamannya sendiri. dengan menyatakan bahwa PKB bukanlah Partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. maka tidak aneh saat reformasi 1998 terjadi.271 Karena kritik politiknya terhadap kediktatoran negara dan gagasangagasannya yang berkaitan dengan demokrasi. dan pribumisasi Islam. ia dijuluki sebagai salah satu tokoh pembawa gerbong reformasi. pada tanggal 23 Juli 1998. bahkan sempat menyatakan akan memilih Fodem daripada NU. K. dalam Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur Dan Gerakan Sosial NU. kebebasan berpendapat. Akhirnya pada tahun 1998 pasca reformasi. Namun Gus Dur tetap tabah.

Gus Dur Menjual Bapaknya.273 Dan mengenai peran Gus Dur di PKB saat ini (tahun 2003-2004). oleh sebab itu banyak orang yang melakukan review terhadap pemikirannya ini. hlm. Gus Dur kembali membuat geger masyarakat muslim dengan menerima penobatan sebagai anggota kehormatan Legium Kristus pada 28 Januari 2002 di Tataaran Tonando. yang menginginkan Islam dijadikan kekuatan ideologi dan dasar negara ini. cxiii . 32.2001 secara inkonstitusional karena sikap politiknya yang mengundang banyak kritik. Sulawesi Utara. dari pengamat dan lawan politik yang mengantarkannya dulu. Berbeda dengan M. 2. Cara pemberhentian ini benar-benar menyakiti kalangan santri. Namun yang menjadi cukup menarik setelah ia dijatuhkan dari kepresidenan. Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. karena menurutnya kalau agama. yang kemudian membuat mereka terpaksa kembali menelan kepahitan politik di awal sejarah reformasi ini. yang sejalan dengan pemikiran Ali Abd al-Raziq. politik dan budaya diideologikan fungsinya akan terdistorsi dan 273 Hartono Ahmad Jaiz. yaitu pemisahan antara agama dan negara. Minahasa. Natsir dengan berbagai alasannya di atas. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa arus pemikiran Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara dapat dikategorikan sebagai pemikiran yang sekularistik. ia masih menjabat sebagai ketua Dewan Syura partai tersebut. Masalah relasi Islam dan negara merupakan salah satu hal yang penting dalam pemikiran Gus Dur. ia menolak Islam dijadikan ideologi. Gus Dur sebaliknya.

Memang dalam al-Qur‟an ada ayat yang berbunyi Baldatun T{ayibatun wa rabbun Gafur.276 padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan. hlm. 21-33. Khamami Zada. Dikutip dari. penuh pengampunan Tuhan. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. menjadikan Islam atau agama apapun sebagai ideologi negara hanya akan memicu disintegrasi bangsa. Neraca Gus Dur di Panggung Kekuasaan. Munawir Sjadzali. argumentasi normatif-teologis. dalam konteks negara pluralistik seperti Indonesia. 122-123. yaitu berkaitan dengan fakta bahwa dalam sejarah Islam tidak pernah menunjukan adanya mekanisme baku bagaimana suksesi dalam Islam. Zaman Baru Islam. 2002).274 Menurutnya. yaitu negara yang baik. argumentasi historis.bukan malah mendapatkan struktur yang lebih baik. 275 cxiv . Selain itu. Atas dasar inilah Islam tidak memberi konsep yang jelas. semuanya diangkat melalui mekanisme yang berbeda satu sama lain. sebuah ayat yang lebih pada konteks sosiologis. dan Tata Negara.275 Pertama. melainkan justru akan memicu disintegrasi yang berbasis sekretarian dan konflik horizontal. yang menyebutkan bahwa Daulah Isla>miyyah (Islamic State) tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur‟an. dan Idy Subandy Ibrahim. Ini bisa dilihat dari keempat khalifah pertama sepeninggalnya Rasulullah. Islam. ada dua alasan mengapa ia menolak didirikannya negara Islam. karena menurutnya sangat tidak mungkin memberlakukan formalisme agama tertentu dalam komunitas agama masyarakat yang sangat 274 Dedy Djamaluddin Malik. (Jakarta: Lakpesdam. hlm. hlm. 276 Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. Kedua. 78.

seperti musyawarah. merupakan pengingkaran terhadap demokrasi yang ingin ditegakkan di negeri ini. yang berjalan di kalangan masyarakat melalui persuasif. hlm. 129. dan seharusnya Islam dijadikan sebuah nilai etik sosial (social ethics).278 Baginya Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. berarti akan membuka peluang intervensi negara terhadap agama dan politisasi agama. Umaruddin Masdar. toleran dan keadilan. Neraca Gus Dur.277 Apabila Islam dijadikan ideologi negara. yang lahir dalam konteks protes terhadap ketidakadilan di tengah komersial Arab dengan nilai-nilai dasarnya. hlm. 125. bagi Gus Dur. bukan melalui perundangan negara yang bersifat kohesif. padahal ajaran-ajaran agama itu sendiri bersifat privat. Membaca Pikiran Gus Dur. padahal dalam negara demokrasi nilai egalitarianisme sangatlah 277 Umaruddin Masdar. baginya pluralitas merupakan hukum alam atau Sunnatullah di negeri ini. yang berarti Islam berfungsi komplementer dalam kehidupan negara.279 Pemaksaan formalisasi hukum Islam melalui struktur negara.beragam. persamaan dan keadilan. 127. Oleh sebab itu. Gus Dur menyatakan bahwa agama merupakan dimensi privat yang paling independen dari manusia dan tidak boleh diintervensi oleh negara yang bersifat publik. hlm. Untuk itu Gus Dur sepakat dengan aksioma bahwa Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion). Membaca Pikiran Gus Dur. Selanjutnya. Khamami Zada. 278 279 cxv .

ideologi ini merupakan asas negara yang harus kita miliki dan perjuangkan. Berkaitan dengan ideologi Pancasila. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan 280 Abdurrahman Wahid. Hlm. cet. 281 cxvi . Indonesia mampu menyelesaikan masalah itu secara pasti. Pengakuan atas berbagai ragam agama dan ideologi nasional itu memberi jaminan kebebasan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan kepercayaannya masingmasing”. 169. yang ditugaskan menetapkan sebuah konstitusi bagi republik ini.280 Dalam pandangan Greg Barton. ke-2 (Bandung: Mizan. 1990). Gus Dur menunjukkan pemikirannya dengan berkomentar mengenai prestasi umat Islam Indonesia: “Pada mulanya ada semacam pertentangan antara Islam. dan Bachtiar Effendi. Gus Dur juga menyatakan bahwa tanpa Pancasila negara Indonesia akan bubar. 93.282 Lebih dari itu. hlm. pertentangan itu tercermin dalam kemacetan sidang konstituante pada tahun 1959. Gus Dur dikategorikan dalam aliran neo-modernis. yang ia sampaikan dalam sambutannya saat menerima penghargaan Magsaysay. 282 Dikutip dari. yang saat itu ditawarkan dalam bentuk ideologi melawan Pancasila . Sisi lain.281 Ini dikarenakan gagasangagasannya yang liberal dan tetap menggunakan esensi khazanah pemikiran tradisional (legacy of past). sementara agama tetap dijadikan landasan kepercayaan. Fachry Ali dan Bachtiar Effendi. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikian Islam Indonesia Masa Orde Baru. dan Idy Subandy Ibrahim. yaitu dengan menghasilkan sebuah formulasi mendasar bahwa Pancasila dijadikan asas dasar dan ideologi setiap organisasi. Baca. Dedy Djamaluddin Malik. Mengurai Hubungan Agama. Zaman Baru Islam.dijunjung tinggi. Sebagai sebuah bangsa. di satu sisi adalah pemberontakan kelompok militan muslim yang dikenal pada tahun 1950-an sebagai Darul Islam. Fachry Ali. bukan malah menjadikan pemeluk agama lain menjadi warga negara kelas dua. 29-81. hlm.

Percaturan Politik. 80. 583. berupaya untuk mencairkan ketegangan tersebut. lihat juga Khamami Zada. Ramage. (Jakarta: Paramadina. Achmad Siddiq. Douglas E. Gus Dur sebagaimana K. dan sempat menjadi ejekan karena semua kegiatan harus berlabelkan Pancasila . Doktrin Islam Dalam Sejarah. 285 284 cxvii . antara kaum nasionalis dan kaum muslim. Seolah-olah Pancasila saat itu telah menjadi mantra pemerintahan dalam menjalankan kebijakan. hlm. bahkan sepak bola Pancasila . Abdurrahman Wahid. hlm. Gus Dur menginginkan adanya pemisahan wewenang fungsional agama dan negara yang berbau sekularistik. sedangkan negara tidak mungkin memberlakukan nilai-nilai yang tidak diterima oleh masyarakat yang berbedabeda agama dan pandangan hidupnya. karena pada saat itu rakyat Indonesia sudah sangat bosan dan jenuh mendengar Pancasila yang selalu disebut oleh pejabat-pejabat dan hampir setiap hari dipropogandakan dalam media massa. Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia. seperti pers Pancasila . ekonomi Pancasila . 124.. tidak peduli apakah ia dikebiri angkatan bersenjata.283 Ini merupakan pernyataan yang penuh resiko pada tahun 1990-an. 1995). mengenai relasi antara agama dan negara yang selalu menimbulkan ketegangan sejak periode awal Indonesia merdeka. hlm. atau malah disalahgunakan oleh keduanya.284 Selanjutnya.H.nyawa saya sendiri. dalam Budhy Munawar Rahman. dimanipulasi umat Islam. Lalu bagaimana ia 283 Dikutip dari pernyataan Gus Dur dalam. hlm. 85. dengan menyatakan bahwa Islam sebagai agama memberlakukan nilai-nilai normatif dalam kehidupan perorangan maupun kolektif. Neraca Gus Dur. Islam. Ibid.285 Singkatnya.

bahwa rumusan Pancasila sebagai ideologi negara harus kita pegang teguh. bukan karena dipaksa negara. Ahl H{alli wa al-„Aqdi. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan.H. memang pernah ada tiga sistem yang dipakai dalam Islam. Dalam Islam sendiri tidak mengenal sistem pemerintahan yang definitif. di antaranya sistem Istikhlaf. 55. K. yang terpenting bagi umat Islam menurut Gus Dur adalah pengaturannya (al-H{ukmu) bukan alQur‟an. Bay„ah. seperti yang dikatakan negara bangsa (nation state) saat ini. Dan menurutnya. cxviii . Di samping itu. sebuah hukum agama dapat diundangkan negara apabila hal itu dapat berlaku untuk seluruh komponen masyarakat. 124. hlm. Choirul Anam. mengikat dengan sendirinya (Mulzimun binafsihi). Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun (Muqadimah). Ibnu Abi „Arabi. meskipun berbeda agama. Imron Hamzah dan Drs. (Wad„u al-Ah}kam fi H{alati Imka>niyyah Wad„ihi). 286 Sebagaimana yang ia katakan di atas. hlm. Gus Dur berbicara tentang “hukum Islam” yang dalam kenyataannya hanya berlaku sebagai panduan moral yang dilakukan atas kesadaran masyarakat.menanggapi tuntutan sebagian masyarakat yang selalu mendesak penerapan syari‟at Islam dengan mengundangkan secara positif dalam hukum negara? Untuk menjawab ini. Neraca Gus Dur. yang telah banyak merumuskan konsepsi kenegaraan. tetapi ini hanya terjadi dalam tempo 13 tahun.287 Ada beberapa teoritisi Islam seperti al-Mawardi (al-Ah}ka>m asS}ultaniyyah). Dan 286 287 Khamami Zada.

menurut Ibnu Khaldun. hubungan Islam dan negara pernah mengalami ketegangan politik yang tajam. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1995). Membaca Pikiran Gus Dur. 132. menurut Gus Dur pernah digali oleh pikiran cemerlang Ibnu Khaldun. A.290 Di Indonesia. Sebab. 290 291 289 Ibid. Gus Dur setuju dengan pendapat Ibnu Khaldun yang menyatakan. setidaknya secara de jure. bahwa agama saja tidak cukup untuk dapat membentuk negara. semua ormas Islam menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi pada tahun 1980-an yang lalu. sebab Islam politik dianggap sebagai pesaing yang mengusik basis kebangsaan. cxix . Pembentukan negara.105.ternyata paham kebangsaan ini. alasan berdirinya sebuah negara karena adanya perasaan kebangsaan. hlm. sekalipun agama itu merupakan anutan mayoritas penduduk di negara ini.291 Ada dua hal yang ditawarkan Gus Dur dalam menetralisasi ketegangan kedua pihak tersebut. Umaruddin Masdar. menjadikan Islam sebagai etika sosial dalam 288 Ibid.288 Dalam konteks ini. Pertama.289 Dan yang tak kalah penting menurutnya adalah fungsi negara sebagai penyerap heterogenitas dan kepentingan masyarakat. disamping paham keagamaan juga diperlukan rasa „As}h}abiyyah (perasaan keterikatan) untuk membentuk ikatan sosial kemasyarakatan. Metamorfosis NU dan Politisasai Islam Indonesia. Ketegangan itu bisa dikatakan relatif berhenti. hlm. oleh sebab itu tidak aneh kalau Gus Dur menolak Islam sebagai ideologi negara di Indonesia. Gaffar Karim.

Dan kedua tawaran itu kemudian mengarah pada penempatan Islam sebagai faktor komplementer dalam kehidupan sosio-kultural dan politik di Indonesia.295 Selama kaum muslim dapat menyelenggarakan kehidupan beragama mereka secara penuh. Dedy Djamaluddin Malik. 293 294 Abdurrahman Wahid. hlm 132-133.292 Dengan berprinsip al-Gayah wa al-Wasa>il (tujuan dan cara penyampaiannya). dan Idy Subandy Ibrahim.. maka bentuk pemerintahannya tidak lagi menjadi pusat pemikirannya. “Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia. 292 Ibid. lihat juga. hlm. 295 cxx . dan yang dimaksud nilai dan prilaku tersebut adalah Ah}laq al-Karimah. menurutnya dalam prespektif Ahl as-Sunnah wa alJama„ah.kehidupan berbangsa dan bernegara. mengembangkan Islam sesuai dengan konteks setempat atau yang biasa dikenal pribumisasi Islam. Di samping itu. maka cara penyampaian menjadi masalah sekunder.” Prisma. Abdurrahman Wahid. menurutnya selama tujuan masih tetap. Kedua. negara Islam atau bukan. 169. Gus Dur menegaskan bahwa Islam bertugas melestarikan sejumlah nilai dan prilaku sosial yang mengaitkan pencapaian tujuan dengan kemulian cara yang digunakan. bukan dari norma formal eksistensinya. hlm 35. Mengurai Hubungan Agama. Islam berfungsi sebagai etika sosial yang memandu jalannya kehidupan bernegara bukan sebagai bentuk kenegaraan tertentu. 4 (April 1984). hlm. Ibid. no. pemerintahan ditilik dan dinilai dari segi fungsionalnya. 75.294 Pendapat-pendapat Gus Dur tersebut merupakan konsekuensinya dalam memperjuangkan demokrasi dan semangat pluralisme di negeri ini. Oleh sebab itu. Zaman Baru Islam.293 Jelaslah dengan demikian.

297 Secara teoritis. Da>ru al-H{arbi dan Da>ru as-S}ulh}. karena bagi NU. Pancasila dalam pandangan NU merupakan ideologi bangsa yang sejalan dengan visi Imam Syafi‟i tentang tiga jenis negara: Da>ru al-Isla>m. Zaman Baru Islam. Lebih lanjut.298 Dalam pemikiran idealistik menginginkan sebuah konsep kenegaraan yang sepenuhnya berwawasan Islam. bisa dikategorikan dalam negara damai (Da>ru as-S}ulh) yang harus dipertahankan. Namun Gus Dur membantah itu. yang kemudian arus ini dinamakan Gus Dur sebagai kelompok alternatif.Dan atas dasar kerangka berfikir inilah.296 Dan Gus Dur sendiri dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa pemerintahan yang berideologikan Pancasila ini. hlm 170. melainkan keabsahan di mata hukum fiqih. Ibid. yang dalam sejarah politik Indonesia acapkali menunjukkan sikap akrab dengan negara. 297 298 cxxi . pedomannya bukanlah strategi perjuangan politik atau ideologi Islam dalam artian yang abstrak. dan tentunya dengan mendapat persetujuan para ulama organisasi tersebut. Melihat kebijakan NU. tak heran kalau banyak orang yang menuduh NU sebagai organisasi opurtunistik. yakni idealistik dan realistik. Ibid. 296 Dedy Djamaluddin Malik. dan Idy Subandy Ibrahim. Gus Dur juga mengakui bahwa pemikiran negara dalam Islam telah terbagi menjadi dua arus. NU di bawah aksi politik yang dimotori Gus Dur secara sadar menerima asas tunggal Pancasila.

dalam perspektif universal ia bermaksud menumbuhkan demokrasi setelanjangtelanjangnya. Untuk lebih jelasnya baca. agen Zionis dan berbagai tuduhan minor lainnya.Sementara pandangan realistik. Gus Dur seringkali memunculkan gagasan kontroversial di mata masyarakat. di antara para tokoh tradisionalis. Gaffar Karim. yang kontroversial. 301 cxxii . dan Idy Subandy Ibrahim. baik ketika di NU. khusus kaitannya dengan Islam. (12 April 1991). Ketiga.299 Ini dikarenakan sepak terjangnya yang terkesan tidak membela Islam. Zaman Baru Islam. yang kemudian dalam konteks ini Islam dijadikan sebagai faktor komplementer bagi ideologi negara. hlm. 300 hlm. hlm. baik dari sikapnya yang biasa-biasa saja. 301 299 A. Ibid. dalam konstelasi keindonesiaan ia bermaksud menerapkan suatu ideologi nasionalisme habis-habisan. Kedua. 95. Dikutip dari. Oleh sebab itu. Metamorfosis NU.” Yogya Post. Gus Dur adalah seorang tokoh yang paling unik. Bahkan menurut Liddle. 94. Pertama. menurutnya kita bisa melihat sepak terjang Gus Dur. “Gus Dur Pelindung Minoritas. maupun yang membingungkan. lebih tertarik pada pemecahan masalah bagaimana perkembangan historis yang berkaitan dengan negara dapat ditampung dalam pandangan Islam. karena sering memimpin ke mana para pengikutnya tidak mau ikut. PKB maupun di Pemerintahan.300 Sedangkan meminjam analisis Cak Nun. yang radikal.. ia kerap memperoleh serangan sebagai pro-Kristen. Emha Ainun Nadjib. Gus Dur dengan segala resikonya berkehendak melakukan domestikasi atau pembumian nilai-nilai Islam dalam kerangka nuansa kultural yang tak bersedia ditawar oleh segala “kegamangan teologis” apapun. Dedy Djamaluddin Malik. yakni dengan menomorsatukan apa pun yang indikatif terhadap primordialisme dan anti-nasionalisme. 108. yang gendheng. Karena semuanya itu terletak pada grand theory yang tidak sukar dipahami.

Wahid Hasyim.302 Bagi Gus Dur Pancasila adalah ideologi nasional yang esensial untuk mempertahankan kesatuan nasional. Dari sini bisa dilihat bahwa pemikiran politiknya didasarkan pada visi politik yang demokratis. dalam Greg Barton dan Greg Fealy. Demokrasi.93. seorang pemimpin NU pada tahun 1945 juga sepakat mendukung sebuah negara nasional non Islam. Berkaitan dengan sumbersumber pemikiran Islam. Ia kemudian menunjukkan bahwa ayahnya. hlm. Tradisionalisme Radikal. hlm 196. hlm. 303 Pernyataan Wahid Hasyim. Ramage. ia banyak bersikap positif dan fleksibel dalam merespon modernitas. Gus Dur lebih sering menggunakan ideologi Pancasila daripada Islam dalam melegitimasi partisipasinya dalam wacana politik dan pengekspresian gagasan kunci politiknya. keulamaan dan kebudayaan tradisional.. Pandangan ini menurutnya penting untuk disampaikan karena beberapa muslim memandang Pancasila sebagai ideologi sekular yang tidak sesuai dengan Islam. Percaturan Politik. dan menegaskan bahwa watak pluralistik dan multi komunal masyarakat Indonesia harus dipertahankan dari kecenderungan-kecenderungan sektarianistik. baca juga. dikutip dari. ia mengkombinasikan antara apa yang baik dalam nilai-nilai modernitas dengan komitmen terhadap rasionalitas.303 Douglas E. Douglas E. Untuk mendukung tujuan-tujuan demokratis dan sosialnya. Ramage. 302 cxxiii . 194. retorika Gus Dur semakin bernada liberal dan progresif. sekular dan nasionalis. Ibid.Sejak dipilih sebagai pemimpin NU pada tahun 1984. Toleransi Agama Dan Pancasila : Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid.

cxxiv .. terlihat tidak adanya pengakuan hak-hak penganut Konghucu sehingga mereka terpaksa harus pindah ke agama lain. 142. karena saat itu pemerintah terus-terusan menekan politik Islam dengan menggunakan Pancasila untuk membatasi kegiatan partai politik yang legal pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an. NU adalah ormas Islam yang pertama kali menyetujui asas tunggal.304 Selanjutnya.305 304 305 Ibid. Singkatnya. Padahal pada tahun 1983. humanisme dan toleransi agama yang Gus Dur perjuangkan semakin kuat. 200. hlm. NU ingin tetap menjaga independensi politiknya dan menghindari intervensi serta manipulasi pemerintah. 6 tahun 2000. 14 tahun 1967 itu dicabut dengan Kepres No. ini terlihat dalam upaya pencabutan Inpres No. Visi demokrasi. Namun pada masa Pemerintahan Gus Dur Inpres No. menurut Gus Dur.Untuk memahami sepenuhnya politik Abdurrahman Wahid dan penggunaannya terhadap Pancasila dalam mengembangkan demokratisasi. berkaitan dengan perannya sebagai Kepala Presiden yang relatif singkat. Khamami Zada. bukan hanya karena adanya keinginan untuk memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan sosial. perlu ditinjau terlebih dahulu “keluarnya NU” dari panggung politik formal pada tahun 1984. Neraca Gus Dur. tetapi juga sebagai respons terhadap depolitisasi orde baru. kepercayaan dan adat istiadat cina. pendidikan dan keagamaan. Dalam Inpres ini. Keputusan untuk keluar dari politik atau yang dikenal dengan kembali ke khittah 1926. hlm. 14 tahun 1967 tentang agama.

yang menurutnya telah mendiskriminasikan sebagian warga dalam kehidupan publik dan negara. Leninisme dan Komunisme. dapat disimpulkan beberapa hal pemikirannya mengenai hubungan Islam dan negara. Gus Dur selalu ingin menjaga independensi keberagamaan masyarakat dalam 306 Ibid. hlm.306 Di luar masalah tersebut. Akhirnya. karena banyaknya kalangan yang khawatir akan campur tangan negara terhadap agama dan politisasi agama. melainkan membiarkan rakyat untuk menguji wacana tersebut. ada ide yang lebih kontroversial. 62. yakni adanya masyarakat muslim yang ingin menghidupkan kembali “Piagam Jakarta” dan mengharapakan penerapan Syari„ah Islam melalui power negara.. 308 Ibid. 307 cxxv .. Tetapi hasrat kedua parpol tersebut gagal. Akan tetapi ide pencabutan kemudian memunculkan gelombang demonstran selama kurun masa kekuasaannya dan akhirnya di tolak oleh MPR.308 Berdasarkan uraian panjang lebar di atas. Pertama. 145. Gus Dur juga harus menghadapi sebuah cita-cita politik yang bertolak belakang dengan trade mark pemikirannya. dua partai politik Islam (PPP dan PBB) mengusulkan kembali “Tujuh Kata Piagam Jakarta”307 untuk dimasukkan dalam pasal yang mengatur bab agama dalam proses amandemen 1945. pada Sidang Tahunan Agustus 2000. sebagai seorang demokrat Gus Dur tidak memangkas keinginan itu melalui kekuasaannya.Selain itu. Tujuh kata itu berbunyi: …dan kewajiban menjalankan Syari„ah Isla>m bagi para pemeluknya. yakni pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran Marxisme. sebagaimana yang pernah diungkapkan Gus Dur.

cxxvi . karena ketaatan seseorang harus muncul dari kesadaran pribadi. melainkan justru merendahkan. Hal ini juga bisa dilihat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dideklarasikannya. Begitu juga sebaliknya agama tidak perlu mengemis legitimasi kepada negara karena hal tersebut bukan menguatkan eksistensi agama sebagai kepercayaan. yang menunjukkan bahwa ia menolak bentuk formalisme agama dalam kehidupan politik. merupakan konsekuensi dari pemahaman demokrasi yang ia perjuangakan. sebuah refleksi pemikirannya dalam membangun relasi Islam dan negara. Kedua. berarti pengingkaran nilai-nilai demokrasi. sikap dan gagasan Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara sebenarnya cukup jelas. negara tidak boleh mengintervensi urusan-urusan agama masyarakat. yaitu bagaimana membangun independensi agama dan para pemeluknya vis a vis negara. Sikap itu begitu tegas disampaikan oleh Gus Dur. Karena pengistimewaan agama tertentu dalam negara yang plural ini. baik melalui tulisantulisan maupun ceramahnya.menghadapi negara. yakni menempatkan masyarakat secara egaliter di hadapan negara. Ketiga. partai mayoritas muslim yang tidak melabelkan Islam. penolakan Gus Dur terhadap sebagian masyarakat muslim yang ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. Yang mana agama sebagai wilayah privat manusia seharusnya tidak boleh dicampuri oleh siapapun. bukan dari paksaan negara. baik sebagai kehendak masyarakat maupun sebagai kehendak negara. Sebagai seorang pemikir dan aktivis Islam.

Sebagaimana yang telah diuraikan pada Bab III. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID A. cxxvii . karier politik.BAB IV ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M. dan organisasi yang menjadi dapur pertama pemikiran politiknya. bahwa gambaran kedua tokoh di atas sangat diperlukan untuk menganalisa pemikiran keduanya. Selain itu ulasan tersebut. Di antaranya mengenai latar belakang kehidupan. Persamaan.

309 Situasi inilah yang mendorong aktivis dan pemikir Islam generasi kedua pada tahun 1970-an. Islam politik merupakan sesuatu yang sulit dijual. (RE) Politisasi Islam. tetapi pemikiran politik kedua tokoh tersebut masih tetap mewarnai panggung politik Indonesia sampai saat ini. yang kemudian dalam situasi itulah Islam menapaki langkah-langkah yang boleh dibilang idealistik atau formalistik. hlm. yang kemudian dinamakan Islam kultural. Yang kemudian terpolarisasi pada kelompok modernis dan neo-modernis. Terlepas dari itu. karena masih kuatnya trauma politik yang membekas antara aktivis politik Islam dengan negara.setidaknya dapat dijadikan pertimbangan sebelum menempatkan atau mengklaim kedua tokoh tersebut dalam kategori aliran tertentu. sejak dasawarsa 1930-an antara M.310 Meskipun keduanya hidup pada masa yang tidak bersamaan. gerakan ini ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. dengan menawarkan Islam yang sesuai dengan konteks Indonesia dan tidak begitu ideologis. Natsir sebagai Prototype modernisme Islam dan Gus Dur sebagai neo-modernisme Islam. Dalam pandangan kelompok ini. 190. Natsir dan Soekarno. Ibid. perlu diakui bahwa perdebatan Islam dan negara sudah lama terjadi. Singkatnya. Oleh sebab itu kalangan ini lebih memilih garapan transformasi sosial. 309 310 Bahtiar Effendy. telah banyak mewarnai sejarah perpolitikan Indonesia. Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa M. cxxviii .

abadi dan akan tetap relevan dengan perubahan zaman dan tempat. Kedua. dianggap sebagai faktor lain (eksternal) yang dominan menyebabkan kemuduran dunia Islam.311 Di Indonesia Gerakan modernis ini termanifestasikan dalam beberapa organisasi. merupakan rintisan yang tepat dengan realitas politik Islam saat itu. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais. (S{a>lih} Likulli Zama>nin wa Maka>nin).Dalam diskursus kaum modernis. yang menurutnya sebagai sumber ilmu yang otentik. seperti Muhammadiyah. Pada dasarnya doktrin kembali ke al-Qur‟an dan Hadis di atas. ada dua faktor yang telah disepakati sebagai penyebab kemunduran dunia Islam. praktikpraktik keagamaan umat Islam telah banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang asli. cxxix . oleh sebab itu pembaharuan doktrin Islam sangat diperlukan. 160. Pertama. sebuah organisasi yang mengedepankan motif gerakan kembali ke al-Qur‟an dan Hadis. Persis. al-Qur‟an dan Hadits. 311 Umaruddin Masdar. al-Irsyad dan Sarekat Islam. Dengan demikian pemikiran-pemikiran politik kaum modernis Islam banyak diwarnai oleh idiom-idiom al-Qur‟an dan Hadis. peradaban Barat sekular yang mulai masuk dalam percaturan peradaban Islam. hanya saja doktrin tersebut kemudian terkontaminasi dengan sikap anti Barat yang rigid dan akhirnya melahirkan pemikiran normatif dan cenderung apologetik. misalnya dengan menawarkan sistem ekonomi Islam dan negara Islam sebagai alternatif menghadapi Barat. hlm. secara internal. yang kemudian menyebabkan umat Islam mengalami kemunduran.

„Ilm Usūl al-Fiqh. maslahah itu tidak bertentangan dengan ketetentuan atau dalil-dalil umum nash. yakni kepentingan yang secara praksis dapat mewujudkan kesejahteraan umum dan mencegah timbulnya kerusakan. Abd al-Wahab Khalaf. II: 65.). upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dirumuskan dalam suatu kaidah312:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Menurut Abd al-Wahab Khalaf. apabila memenuhi tiga kriteria berikut ini. As-Sulam. ke-11 (Kairo: Dar al-Qalam. Natsir dan Gus Dur dalam memecahkan persoalan hubungan Islam dan negara.313 Teori kemaslahatan inilah yang kemudian dijadikan pisau analisis oleh M. Ketiga. cet. (Jakarta: Sa‟adiyah Putra. Kedua. bukan individu. Ada beberapa persamaan dari kedua tokoh tersebut dalam merespon hubungan Islam dan negara. 313 86-87. 312 Abd al-Hamid Hakim. Dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut. cxxx . maslahah itu ditujukan pada kepentingan rakyat banyak. kaidah di atas dapat dijadikan sebagai landasan teori hukum atau referensi untuk pengambilan keputusan hukum aktual. Pertama. Dan yang pasti secara esensial kedua tokoh tersebut sepakat bahwa tujuan diterapkannya demokrasi di negeri ini adalah untuk mencapai kemaslahatan bersama dan keadilan yang merata bagi umat manusia.t. 1977). maslahah itu bersifat essensial. hlm.Dalam diskursus politik Islam (al-Fiqh as-Siya>syi). memang perlu diawali dari teori ini. t.

Menurut Natsir. persamaan. Gus Dur juga menyatakan secara tegas bahwa Islam tidak memberi konsep yang jelas untuk membangun sebuah negara. Pemerintah. di antaranya harus mempunyai wilayah. cxxxi . Natsir banyak menggunakan syarat-syarat sebuah negara modern.314 Masih dalam konteks yang sama. hlm. maka dari itu dalam membangun sebuah negara M. Secara historis juga telah terbukti bahwa dari keempat khalifah sepeninggalnya Rasulullah. M. dalam kenegaraan. keadilan. dan bagi mereka yang ada dalam Islam hanyalah prinsip dasar berbangsa dan bernegara. rakyat. dan kebersamaan. seperti musyawarah. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara.Dalam sejarah politik Indonesia. 199. Kedaulatan. Undang-Undang Dasar atau sumber hukum atau kekuasaan lain yang tidak tertulis. Natsir dengan Gus Dur dalam membangun relasi Islam dan negara adalah pengakuan mereka tentang tidak adanya sistem politik yang rigid dalam Islam sebagaimana yang telah ada dewasa ini. semuanya diangkat melalui mekanisme yang 314 Natsir. Natsir dan Gus Dur dikenal sebagai pemikir muslim yang sekaligus praktisi politik terkemuka di negeri ini. Islam hanyalah mengatur dasar dan pokok-pokokmya saja seperti yang dinyatakan di atas. keduanya sama-sama mempunyai komitmen untuk menjadikan Islam sebagai agama pembebas yang membebaskan manusia dari segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi Sedangkan sisi persamaan yang dominan antara M. kebebasan. Capita Selecta.

Karena dengan adanya nilai-nilai dasar di atas Islam bisa dikatakan sebagai agama pembebas sepenuhnya kompatibel dengan aturan demokrasi. demokrasi yang berdasarkan doktrin kedaulatan rakyat diterima secara terbuka. yang menurut Greg Barton seringkali terkesan sekuler . sistem demokrasi menurut kedua tokoh tersebut merupakan sistem yang paling realistik untuk mewujudkan terbentuknya suatu masyarakat yang adil. Mengenai tipologi pemikiran kedua tokoh tersebut. egaliter dan manusiawi sebagaimana yang dicitacitakan Islam. padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan. menentang pemisahan agama dan negara. M. 315 cxxxii . Munawir Sjadzali. Sebagaimana Abduh. akan tetapi bukan berarti ia menerima konsep sekulerisme sebagaimana yang inheren dalam sistem Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. Karena itu. namun juga terkadang terlihat konservatif dalam wacana keislaman yang lain.berbeda satu sama lain. akan tetapi tidak jarang pendapat-pendapat Natsir yang mengarah pada faham fundamentalisme. Natsir menganggap sumber kekuasaan bagi pemerintahan adalah rakyat. Begitu juga dengan pemikiran Gus Dur. sebab walaupun Yusril mengkategorikan Natsir sebagai kalangan modernis.315 ini menunjukkan bahwa Islam memang tidak mempunyai mekanisme baku sebuah suksesi. Oleh sebab itu. 21-33. Islam dan Tata Negara. hlm. memang tidak sepenuhnya murni sebagaimana yang telah penyusun tempatkan.

Syari„ah sebagai suatu sistem hukum terpadu dan lengkap hanya bisa dilaksanakan apabila ada suatu otoritas yang melakasanakan penerapan (law enforcement). yaitu demokrasi yang sesuai dengan prinsip tauhid. Dengan demikian tujuan pertama didirikannya negara demokrasi adalah untuk menjaga Syari„at itu sendiri. Islam mempunyai prinsip-prinsip dasar dalam berbangsa dan bernegara. dan sistem yang ada harus mampu menegakkan keadilan. sehingga pelaksanaan Syari„ah memerlukan dukungan kekuasaan politik. Dan sebenarnya sikap ini sudah jelas terlihat di atas. mengenai meskipun paradigma keduanya dalam dan melindungi memperjuangkan sama-sama menerima demokrasi secara terbuka. artinya tidak ada tendensi agama yang melekat pada konsep ini. bagaimana reaksi dan sikap keduanya dalam memandang Pancasila di negeri ini. Sedangkan Gus Dur ingin menegakkan demokrasi yang seutuhnya. yaitu negara. ia menjelaskan bahwa konsep demokrasi ini ditujukan untuk menetapkan hak-hak dan kewajiban timbal balik antara rakyat dengan penguasa. maka keduanya sepakat untuk menjadikan demokrasi sebagai sistem yang paling rasional untuk negara republik ini. Menurutnya. Terlepas bagaimana cara kedua tokoh itu dalam memperjuangkannya. kebebasan. Oleh sebab itu ia menawarkan sebuah konsep thestic democracy.demokrasi Barat. Lebih lanjut. persamaan sebagaimana yang dituntut oleh Islam secara radikal. cxxxiii . Dengan demikian ada perbedaan yang sangat konsep mendasar demokrasi. Atas dasar pemahaman.

simbiosis 316 Ahmad Syafi‟i Maarif. tujuan. menurutnya tidak dapat dipisahkan. respon mereka terhadap paham sekuler. ibadah dan tindakan sehari-harinya. cxxxiv . Kedua. tingkah laku. tapi dalam kehidupan sehari-harinya tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan. Natsir ingin membuktikan bahwa Indonesia telah terkontaminasi dengan paham ini. Ditarik dalam konteks Indonesia. Pertama.B. Natsir dan Gus Dur dalam memandang relasi Islam dan negara yang paling fundamental terdapat dua hal. hlm. menurutnya sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham. karena keduanya mempunyai fungsi timbal balik. dan sikap yang hanya sebatas keduniawian saja. karena konsep ini jelas bercorak La>-diniyyah yang tidak mau mengakui wahyu sebagai sumbernya. Islam dan Masalah Kenegaraan. pemikiran politik mereka dalam menyikapi demokrasi dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara di Indonesia ini. Natsir dengan tegas menolak negara yang berdasarkan sekularisme. tampaknya M. Walaupun para sekularis mengakui adanya Tuhan. Sedangkan sisi perbedaan antara pemikiran M. M. Baginya dengan adanya konsep Pancasila berarti telah terbukti bahwa negara Indonesia telah terjangkit penyakit sekularisme. Berangkat dari wacana relasi Islam dan negara di atas. bisa dikatakan bahwa hubungan Islam dan negara. baik dalam sikap. di samping itu Pancasila adalah hasil penggalian dari masyarakat.316 Dilihat dari beberapa pernyataan Natsir pada bab-bab sebelumnya. Perbedaan. 127. yang memisahkan antara agama dan negara.

berarti kita telah melakukan pengingkarana terhadap nilai-nilai demokrasi. Capita Selecta. Jadi. lebih mengasumsikan agama sebagai sumber motivasi pandangan hidup bangsa atau ideologi negara (Pancasila). karena telah mengabaikan prinsip-prinsip pluralisme agama. Pancasila sebagai ideologi negara sudah sesuai dengan konteks demokrasi dan tidak 317 Natsir. Pola pemikiran Gus Dur ini bisa dikategorikan cukup sekuler. Abdurrahman Wahid. bagi Gus Dur. maupun masyarakat secara kolektif. juga mempunyai kekuatan penuh untuk menjaga dan memberlakuan undang-undang Syari„ah. Maksudnya agama berperan mendorong kegiatan individu melalui nilai-nilai yang diserap Pancasila dengan menjadikannya sebagai bentuk pandangan hidup bangsa. seperti tuntutan diberlakuannya syariah oleh negara. negara adalah sebuah alat bukan tujuan. kalau kebijakan tersebut sampai diterapkan di negara yang sangat heterogen ini. mengingat gagasan yang ia hasilkan selalu mengesampingkan simbolisasi agama terhadap negara atau sebaliknya. karena menurutnya hanya akan menciptakan diskriminasi agama. hlm.mutualisme. 92. 442.317 Sedangkan Gus Dur. yang berkenaan dengan kehidupan manusia sebagai individu. Baginya. berarti negara di sini selain merupakan institusi pemerintahan. hlm. Dan tentunya. Ia tidak pernah berkeinginan untuk memanfaatkan negara sebagai alat pemberlakuan hukum agama tertentu. 318 cxxxv .318 Jadi agama di sini hanyalah bersifat dialogis bukan simbiosis. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. persamaan hak dan kemaslahatan umat.

keputusan mayoritas yang berpedoman pada ketuhanan. sedangkan kedaulatan Yusril Ihza Mahendra. 3.319 Ini menunjukkan bahwa Natsir selaku tokoh modernis muslim sangat selektif dalam menerapkan filterisasi (saringan) terhadap Barat. dan konsep demokrasi yang cocok bagi Indonesia adalah demokrasi yang tidak meninggalkan nilainilai ketuhanan. apalagi diganti. maksudnya. Natsir Dakwah dan Pemikirannya. M. Natsir mewajibkan seoarang muslim untuk berpolitik sebagai sarana dakwah Islam. baca juga Kamaruzaman. dan politik Islam yang terkandung di dalam al-Qur‟an dan sunnah dengan menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Secara tegas dikatakan Natsir. 79. Gus Dur menilai demokrasi sebagai suatu kedaulatan rakyat sepenuhnya. Relasi Islam dan Negara. Baginya demokrasi adalah urusan manusia yang diberi kebebasan untuk mengatur dunia. 320 Thoir Luth. Islam tetap tidak perlu menganut demokrasi 100%. Selain itu.” Jurnal Islamika.320 Berbeda dengan Natsir. thestic democracy.perlu lagi diperdebatkan. hlm. demokrasi yang menurut Natsir dan Gus Dur merupakan konsep paling rasional untuk sistem negara. Natsir. hlm. 85. kerohanian. hlm. Dalam modernisasi politik Islam. Meskipun ia merupakan hasil ijtihad manusia. No. ia tidak sepakat kalau urusan Tuhan dicampuradukkan dalam kepentingan ini. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik M. Selanjutnya. (1994). 319 cxxxvi . Natsir mempunyai pandangan untuk berusaha menerapkan ajaran dan nilai-nilai. sosial. 71.

Identitas Politik Umat Islam. 4) Mas}lah}ah (menguntungkan masyarakat). Menurut terori klasik.322 karena akan menjadikan mereka yang tidak memeluk agama mayoritas menjadi warga negara kelas dua dan kehilangan haknya dalam memperoleh keadilan sesama dalam bernegara. 169. Natsir masuk dalam birokrasi pemerintahan berharap akan bisa memperjuangkan pemeberlakuan syari‟ah Islam melalui otoritas negara. legislasi) ajaran agama tersebut pada hakikatnya merupakan pengingkaran hakikat demokrasi yang ingin kita tegakkan di negeri ini. hlm. (Bandung: Mizan. 3) Ta„a>wun (kerja sama). Sedangkan Gus Dur justru sebaliknya. Syari„ah merupakan kehendak Ilahi yang suci dan 321 Umaruddin Masdar. terdapat berbagai macam pemahaman. akan tetapi keduanya mempunyai tujuan politik yang berbeda.Tuhan (Syari„ah) merupakan prinsip-prinsip universal yang menjadi patokan etik moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. ia malah berkeinginan untuk meminimalisir intervensi negara terhadap agama. apabila hukum Islam atau hukum gereja harus diberlakukan oleh negara melalui (taqnin. Untuk merealisasikan demokrasi tersebut. 91-105. Abdurrahman Wahid. 2) Syu>ra (musyawarah). hlm. 5) „Adl (adil). ada enam kaidah demokrasi dalam Islam. termasuk penolakannya terhadap pemberlakuan syari‟ah di negara ini. 176. 1999). Kuntowijoyo. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien. Berbicara mengenai Syari„ah. dan 6) Tagyir (perubahan).321 Terlebih lagi.323 Natsir dan Gus Dur sama-sama terlibat dalam pemerintahan. 322 323 cxxxvii . yaitu: 1) Ta„a>ruf (saling mengenal). Mengurai Hubungan Agama. hlm.

Sirry. Berdasarkan definisi Syari„ah di atas. beliau menjelaskan tentang sholat. 1996). digunakan untuk menyebut masalah essensial dalam ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah yang telah diyakini kesahihannya. dan haji. ke-2 (Surabaya: Risalah Gusti. ibadah.A.bertujuan mengatur kehidupan masyarakat muslim. cet. karena fiqih merupakan hasil ijtihad atau pemahaman ulama terhadap ayatayat suci al-Qur‟an tersebut. dan tata kehidupan umat manusia untuk mencapai kebahagian mereka di dunia dan akhirat. zakat. Sejarah Fiqih Islam. Sirry. Surat 5: 51: 17.W.324 Sedangkan dalam alQur‟an kata Syir„ah atau Syari„ah dimaknai agama. puasa. Ibid. 326 cxxxviii .. Mun‟im A.W.325 baik sebagai jalan lurus (T{ariq Mustaqi>mah) yang ditentukan oleh Allah untuk manusia atau suatu ketentuan yang harus dilaksanakan. Lebih lanjut. 16. Ada beberapa definisi fiqih yang kemudian dikemukakan oleh ulama. Ketika nabi Muhammad S. ulama fiqih dan usul fiqih menyatakan bahwa Syari„ah merupakan sumber fiqih. Manna al-Qattan (ahli fiqh) mendefiniskan Syari„ah sebagai segala ketentuan Allah bagi hambanya yang meliputi masalah akidah. ditanya tentang syari‟at Islam. hlm.A. Syari„ah pada masa nabi Muhammad S. Imam Abu Hanifah yang mendefinisikan fiqih dengan Ma„rifat al-Nafsi ma>laha wa ma> „alaiha (pengetahuan seseorang tentang hak-hak dan Mun‟im A. Dinyatakan demikian.326 Ini menunjukkan bahwa secara terminologis. Sebuah Pengantar. 325 324 Al-Qur‟an.

didasarkan pada pertimbangan fiqih bahwa urusan politik atau negara lebih pada kepentingan dan kreativitas manusia. hlm. Pola pemikiran Natsir yang cenderung idealistik dalam memahami ad-Din wa ad-Daulah. Al-Amidi. Namun demikian. pola pemikiran Gus Dur di atas..kewajibannya). baik dari akidah. yang kemudian secara teoritis membedakan gagasan kedua tokoh tersebut. al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. definisi ini memberi gambaran bahwa fiqih meliputi aspek kehidupan.Amidi.328 selain itu. 328 cxxxix . mendefinisikan fiqih sebagai ilmu tentang hukum-hukum syari‟ah amaliah dari dalil-dalilnya yang terperinci („adilah tafs}iliyyah).. sehingga masuk dalam wilayah fiqih. Paradigma di ataslah. hlm. kreativitas itu harus mengacu pada kemaslahatan rakyat. 14. Tampaknya. I: 5.327 Sedangkan al. Ibid. menurut fuqaha Malikiyyah. sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari pemikiran politik yang didasarkan pada konsep tauhid. fiqih adalah ilmu tentang perintah-perintah syari‟ah dalam masalah khusus yang diperoleh dari aplikasi teori Istidla>l atau pencarian hukum dengan dalil (process of reasoning). hukum sampai pada tingkah laku kehidupan. sebagaimana dalam kaidah fiqihnya bahwa “seluruh kebijakan penguasa harus sesuai dengan kepentingan seluruh warga negara”. setiap apa yang dirumuskan dan diinterpretasikan merupakan produk ijtihad yang bebas. 13. 327 Ibid. Walaupun pada masalah-masalah tertentu mereka juga mempunyai persamaan pendapat. seorang ulama Syafi‟iyyah terkemuka dalam bukunya al-Ih}kam fi us}uli al-Ah}ka>m. Dan sebagai wilayah fiqih.

daripada menggunakan metodologi khazanah intelektual sunni klasik. apa yang dihadapi Gus Dur tentang wacana keislaman sebenarnya juga masih banyak diwarnai wacana-wacana keislaman di masa Natsir hidup. Us}ul al-Fiqh ataupun Qawa>„id al-Fiqhiyyah. antara keharusan menyesuaikan diri dengan perubahan arus modernitas atau menegaskan diri sebagai agama secara eksklusif. pasca kolonial. dengan cara memperbaharui doktrin-doktrin sesuai dengan tuntutan zaman. seperti fiqih. Namun demikian. faktor perbedaan masa kehidupan juga cukup mempengaruhi pola pemikiran keduanya. di mana Natsir hidup pada masa kolonial dan pasca kolonial yang selalu berjuang memerdekakan bangsa ini melalui jargon Islam. Modernisme Islam mempunyai kecenderungan kuat untuk mengembalikan kejayaan dan keunggulan Islam atas partai atau peradaban yang lain. Di samping paradigma. selain itu Natsir juga lebih suka mendasarkan gagasannya pada dua sumber utama Syari„ah. Perbedaan paradigma dan masa itulah yang kemudian melahirkan polarisasi aliran. alQur‟an dan sunnah. Sedangkan gagasan dan perjuangan Gus Dur dihadapkan pada masa 1980-an. Secara cxl . Gerakan modernisme di Indonesia lahir sejak tahun 1912-an. sebagai salah satu respon intelektual terhadap berbagai persoalan aktual modern yang secara umum menempatkan Islam pada posisi dilematis.Konsep tauhid menderivasikan prinsip-prinsip universal yang kemudian menjadi sumber etik-moral bagi sebuah negara demokrasi. antara modernisme dan neo-modernisme.

dengan pemikiran neo-modernisme Islam. Kalangan ini cenderung akomodasionis dalam merespon tradisionalisme dan modernisme. bagi mereka penggunaan metodologi fiqh atau Qawa>„id al-Fiqh transformatif lebih cocok daripada memakai konsep tauhid yang cenderung dogmatis. cxli . Ibid. Lain halnya. melainkan bahwa antara tradisi dan modernitas harus dilihat sebagai proses kontinuitas.teoritis gerakan ini cenderung eksklusif karena dasar argumentasinya lebih ditekankan pada sumber Syari„ah yang absolut. masih banyak kaidah lain yang digunakan sebagai upaya melaksanakan transformasi gagasan. seperti legalisme (pemikiran keislaman yang telah dibakukan lewat 329 Abd al-Hamid Hakim. Gus Dur menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan kelompok modernis. Oleh sebab itu. sikap modernitas seharusnya tidak menggantikan sama sekali nulai-nilai lama dengan nilai-nilai baru. al-Qur‟an dan sunnah. Menurutnya. bisa dikatakan bahwa gagasan modern yang mereka tawarkan bukan berarti anti tradisionalisme sama-sekali. seperti apa yang tertulis dalam Qawa>„id al-Fiqh. seperti apa yang diungkapkan oleh mayoritas kalangan modernis Islam saat ini.  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Selain kaidah di atas.329 yaitu:  ‫دزء اىَفا ظد ٍقدً ػيٚ خية اىَظاىر‬  ‫اىساخـﺔ ذـْصه ٍْصه اىؼسٗزج‬  ‫اىؼسٗزج ذثٞر اىَسظ٘زج‬ Selanjutnya. Sedangkan untuk mengelaborasi wacana pemikiran Islam semacam ini. II: 65. yang baru lahir pada masa 1970-an. Di antaranya.

ia lebih mengarah pada paham sekular. Zaman Baru Islam. 2) asas keterbukaan. 5) asas depoloitisasi Islam. hlm. meskipun Pancasila merupakan hasil ijtihad manusia yang ditentukan oleh kondisi sosialnya. 8) dan asas konvergensi. bisa disimpulkan bahwa antara M. sedangkan Natsir lebih memilih Islam sebagai ideologi negara 330 Dedy Djamaluddin Malik. over idealissasi Islam sebagai sistem kehidupan alternatif tidak menunjukkan prospek yang baik. 182. Dan pandangan inilah. 4) asas deinstitusionalisasi Islam. menurutnya perlu dibuat kerangka pemahaman kontekstualisasi ajaran Islam dengan berdasarkan asas-asas sebagai berikut: 1) asas menyeluruh. Natsir dan Gus Dur sangat berbeda dalam memandang relasi Islam dan negara. bahkan menjurus ke situasi traumatik di masa depan. akan tetapi konsep ini harus tetap dipertahankan demi kemaslahatan bangsa Indonesia yang plural ini.330 Beradasarkan uraian di atas dan bab-bab sebelumnya. 3) asas kontinuitas sejarah.mazhab yang empat) baik dalam kerangka mazhab fiqih. 6) asas kesejarahan 7) asas pluralitas. cxlii . yang kemudian mempengaruhi sikap mereka dalam menerima ideologi Pancasila. Untuk itu. Bagi Gus Dur. tetapi dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai motivasi bukan formalisasi dalam berbangsa dan bernegara. maupun melalui pembaharuan (pemurnian) ternyata malah tidak mampu menjawab tantangan zaman. Ditambah lagi. Natsir beranggapan bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan sebagai konsekuensi dari penolakannya atas paham sekular. sebaliknya dengan Gus Dur. dan Idy Subandy Ibrahim. memisahkan agama dan negara.

yakni modernisme dan neo-modernisme. yang kemudian melahirkan klasifikasi pemikiran.daripada Pancasila. hlm. Sebenarnya apa yang ingin penyusun tegaskan di sini adalah bahwa pemikiran kedua tokoh di atas. Natsir dan Gus Dur.331 Demikianlah persamaan dan perbedaan antara pemikiran M. Dan dari sisi inilah. Polemik Negara Islam. sangat dipengaruhi oleh realitas sosial politik di saat mereka hidup. 114 cxliii . NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID 331 Ahmad Suhelmi. Untuk lebih singkatnya bisa dilihat dalam tabel berikut ini. PERSAMAAN PEMIKIRAN M. karena dengan ideologi ini masyarakat akan terjamin kehidupan beragama dan bernegaranya.

3. 2. Seorang pemikir dan praktisi politik yang terlibat langsung dalam lembaga kenegaraan. Penggagas dan pendiri partai politik. egaliter. Natsir Gus Dur cxliv . PERBEDAAN PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID Perbedaan tentang M. dan manusiawi sebagaimana yang diidealkan Islam. Demokrasi diterima sebagai sistem yang paling rasional dan realistik untuk mewujudkan masyarakat yang adil.1. Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion) yang membebaskan manusia dari segala bentuk eskploitasi dan diskriminasi. Sebagai agama pembebasan Islam sepenuhnya kompatibel dengan demokrasi. 5. 4.

Pluralisme yang diterima 10. Pemikiran-pemikiran M.1. Basis pendidikan 2. Negara demokrasi yang dicita-citakan Negatif (menolak dengan tegas) Thestic Democracy (Demokrasi yang tidak meninggalkan nilai-nilai ketuhanan) Untuk melindungi Syari‟ah Pluralisme eksklusif Negara demokrasi yang utuh dan tidak ada unsur fundamentalismenya 8. sudah pasti semakin menambah cxlv . Natsir dan Gus Dur yang berkaitan dengan wacana relasi Islam dan negara di atas. Tipologi aliran pemikiran 5. Pesantren tradisional Konsep Fiqih Transformatif Islam kultural Neo-modernisme Islam ideologis Modernisme Islam sebagai sumber hukum yang lengkap Islam hanya salah satu unsur dalam bangunan kebangsaan yang ada Afirmatif 6. Sikap terhadap sekularisasi 7. Pandangan terhadap sistem nilai Islam Pendidikan modern Al-qur‟an dan Hadits. Partai yang diperjuangkan 12. Dasar paradigma pemikiran 3. Tujuan membela demokrasi 9. Penerapan ideologi Pancasila 11. Fungsi politik Untuk melindungi pluralitas Pluralisme inklusif Menerima secara terbuka Menolak Partai sekular Partai Islam Gerakan moral Gerakan dakwah C. Sifat pemikiran 4. Implikasi.

sejak keterlibatannya dalam pembentukan partai Islam yang pertama kali di Indonesia. implikasi personal. tidak hanya cxlvi . banyak mengundang simpati para kalangan modernis Islam Indonesia. keaktifan Natsir di partai ini sudah jelas menunjukkan bahwa manuver dan pemikirannya memang bersifat idealistik. yang berarti pemikiran mereka tidak hanya berimplikasi pada sebuah partai saja.khazanah pemikiran politik Islam di negara kita. Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam melalui dakwah politiknya. Manuver dan pemikiran politiknya sampai saat ini masih tetap mendapat tempat istimewa di kalangan generasi muslim modernis abad 20-an ini. yaitu implikasi yang bersifat institusional (Institusional Implication) dan implikasi personal (Personal Implication). Khususnya bagi generasi pemikir politik masa sekarang. Pertama. implikasi institusional. penyusun akan membagi implikasi pimikiran kedua tokoh tersebut menjadi dua aspek. khususnya bagi generasi muslim selanjutnya. bahkan lebih dari itu. tetapi juga terhadap praktik dan pemahaman masyarakat dalam bernegara. Dan tentunya. pemikiranpemikiran tersebut membawa implikasi besar terhadap kehidupan politik masyarakat Indonesia. Peran politik Natsir mulai diperhitungkan oleh khalayak umum. Masyumi. baik itu partai yang mereka pimpin sendiri atau bukan. tampaknya generasi yang terinspirasi ini. sebuah partai Islam yang berhasil mengantarkannya ke kursi birokrasi negara. Untuk lebih jelasnya. aspek ini lebih mengarah pada pemikiran suatu lembaga organisasi atau partai politik saja. Sebenarnya. Kedua.

Implikasi Pemikiran M. Dan salah satu cita-cita partai yang sesuai dengan ide pemikirannya yaitu mentransformasikan hukum Islam menjadi hukum nasional. Ia juga tertarik lantaran platform partai ini sangat cocok dengan ide perjuangannya yang menurutnya sebagai representasi kelompok Islam. pemikiran Natsir banyak mempengaruhi visi dan strategi partai politik Masyumi yang dibubarkan Soekarno. Natsir Dari sisi institusional. bahkan ia menganjurkan umat Islam untuk menggunakan politik sebagai media dakwah umat. PBB dan DDII. yakni dengan cara menerapkan pembaharuan pemikiran-pemikiran Islam klasik dan kemudian dipadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Natsir ini sangat mempengaruhi karakter partai dan organisasi muslim modernis Indonesia. sebab spirit pesan yang disampaikannya sama-sama bertujuan mengembalikan kejayaan Islam. cxlvii . selain disebabkan keterlibatannya sebagai pendiri yang sekaligus pemimpin partai selama 5 kali berturut-turut. ide-pemikiran M. Parmusi (Partai Muslim Indonesia). Pemikiran-pemikiran Natsir disambut baik oleh kalangan modernis muslim Indonesia.mengaguminya namun juga mengembangkan ide dan perjuangan politiknya melalui gerakan dan partai Islam yang sama sekali baru. Pada zaman orde lama. di antaranya Masyumi. Dalam pandangan Natsir dakwah merupakan sarana yang cukup efektif dalam memperjuangkan ajaran dan kepentingan politik umat Islam Indonesia.

332 Tampak jelas. pengekangan dan pengkebirian hak politiknya oleh negara. Selain dibatasi ruang geraknya. ia juga ditempatkan sebagai kelompok yang berhaluan ekstrem kanan333 serta dinilai berpotensi melahirkan kekacauan nasional karena berupaya mendirikan negara Islam di tengah masyarakat yang plural. politik Islam masih saja menemui jalan buntu. Keinginannya untuk memasukkan nilai-nilai dasar Islam dalam institusi negara inilah yang kemudian menggerakkannya untuk tetap konsisten mempertahankan dan memperjuangkan misi partai Islam yang bercorak modern di atas (Masyumi). tradisionalis dan modernis). Meskipun partai Masyumi sebelumnya merupakan partai Islam yang terdiri dari berbagai aliran Islam (fundamentalis. bahwa cita-cita dan pemikiran Natsir mempunyai pengaruh yang besar terhadap misi perjuangan partai Islam ini. ia mencoba memadukan ilmu pengetahuan modern dengan ajaran-ajaran Islam yang kemudian diaplikasikannya sesuai dengan keadaan masyarakat setempat. sehingga pada proses selanjutnya politik Islam seringkali menerima intimidasi. ektsrem kanan untuk partai Islam (Masyumi) dan ekstrem kiri untuk partai komunis (PKI).Sebagai tokoh politisi Islam modernis. 333 332 cxlviii . Untuk mengetahui visi dan misi partai Masyumi bisa dilihat dalam karyanya Yusril Ihza Mahendra. Modernisme dan Fundamentalisme. namun pada perkembangan selanjutnya partai ini lebih didominasi oleh pemkiran-pemikiran kelompok Islam modernis. Selanjutnya pada masa orde baru. Istilah ekstrem merupakan stigma politik yang dilontarkan negara terhadap kelompok tertentu.

Natsir.H.M. cxlix . Sejatinya secara historis. yakni dari masa politik orde lama. FUI didirikan pada tanggal 17 Agustus 1989. Akhirnya dengan jalan penuh liku negara mengizinkan pembentukan partai ini. H. Dr. dua pegiat terkemuka dari Muhammadiyah. asalkan pemimpin dan penggiat partai Masyumi dicoret dari daftar kepemimpin. 1999). Natsir juga masih banyak mempengaruhi peta politik Islam saat ini. K. akan tetapi juga mempunyai perjalanan sejarah yang lebih panjang. pemikiran M. Masykur. M. hlm. Islam dan Negara (Jakarta: Paramadina. tetapi idealisme dan semangat Masyumi diharapkan tetap mengalir di dalamnya. K.334 Selain di Masyumi dan Parmusi. orde baru dan sampai sekarang masa reformasi.Sikap negara yang memusuhi politik Islam ini. embrio lahirnya partai ini telah dirintis oleh tokoh-tokoh Islam terkenal. 113-115. Rosjidi yang sebelumnya bergerak dalam satu wadah yang dinamai dengan Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI). sehingga pada tanggal 20 Februari 1968 lahir “Partai Muslimin Indonesia” (Parmusi) di bawah pimpinan Djarnawi Hadikusumo dan Lukman Harun. Partai ini bukan hanya lahir karena dorongan eforia politik pasca reformasi 1998. tampaknya membuat mantan aktivis Masyumi harus memilih jalan lain. atas gencarnya gerakan 334 Bahtiar Efendy. yakni dengan membentuk sebuah partai politik yang sama sekali baru. seperti Dr. Rusli Abdul Wahid dan Prof.H. khususnya PBB (Partai Bulan Bintang). pendiriannya dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pemuka muslim tersebut. H.

1999) 336 335 cl . dan PBB. dan simbiosisme antara agama dan negara dan seterusnya. dan akibatnya akan mencoreng nama baik Masyumi.335 Pada mulanya Partai Bulan Bintang akan diberi nama “Partai Politik Islam Masyumi” oleh tim perumus partai ini. tokoh-tokoh Masyumi di masa lalu dikenal integritas pribadinya yang tak tebantahkan.tans}iriyyah (kristenisasi) dalam merongrong akidah umat Islam Indonesia selama rezim Orde Baru berkuasa. Selain itu labelisasi Islam sebagai asas partai ini tidak pernah mereka tinggalkan. Persis dan lain sebagainya. Di antara implikasi yang sangat menonjol dari partai-partai Islam itu adalah semangat juangnya yang selalu menjadikan prinsip-prinsip Universal Islam itu sebagai rujukan dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat dan negara seperti kemiskinan. untuk lebih lengkapnya mengenai proses pembentukan PBB didasarkan pada buku Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang (Jakarta: DPP PBB. sehingga generasi baru yang akan memimpin partai ini dikhawatirkan akan sangat berat menanggung beban moral apabila tidak mampu menjaganya. bahwa pemikiran M. Parmusi. ketimpangan sosial ekonomi. selama ini penyebutan keluarga besar Bulan Bintang pun identik dengan keluarga Masyumi. 65. Natsir secara institusional mempunyai implikasi besar terhadap pembentukan partaipartai Islam di atas. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. cet. seperti DDII. Kedua. Namun keinginan itu diurungkan karena beberapa alasan. ke-1 (Jakarta: Pustaka LP3ES. di antaranya Masyumi. Meskipun masih banyak organisasi lain yang juga terpengaruh oleh pemikirannya. 61 Ibid. Zainal Abidin Amir.. FUI.336 Dari uraian-uraian tersebut bisa dipahami. Pertama. hlm. hlm. sistem kenegaraan. 2003).

oleh sebab itu tidaklah berlebihan kalau Cak Nur mengatakan : “Dia itu sangat Natsiris”. pemikiran Natsir ini juga cukup berpengaruh pada generasi intelektual muslim Indonesia zaman sekarang. Amien Rais sangat apresiatif dengan pemikiran-pemikiran Natsir sepanjang sejarah perpolitikan bangsa ini. melakukan proses peng-alienasian masyarakat Islam dari agamanya dan meracuninya dengan pemikiran-pemikaran Barat (Westoxication). sebagaimana yang ditunjukkan Natsir sebelumnya. yakni dengan cara imprerialisme baru. Apalagi mengingat figur tokoh Islam Indonesia yang sangat dikagumi Amien ketika muda adalah M. Lebih khusus. Amien cenderung anti terhadap Orientalisme dan sekularisme. Ini terlihat dalam pemikiran-pemikiran tokoh muslim modernis seperti Amien Rais. Natsir. Zaman Baru Islam. hlm. baik itu yang berkaitan dengan masalah kenegaraan maupun keagamaan.337 Ini terlihat dari sikap kritisnya terhadap Barat dan kecintaannya terhadap umat Islam. 112. dan Yusril Ihza Mahendra. yang 337 Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. Sebagai tokoh pembaharu Muhammadiyah. Nurcholish Madjid. Dalam analisanya. akan tetapi ada masalah-masalah tertentu yang membuat mereka terkesan Natsiris dalam mengkomunikasikan gagasan-gagasannya. Sedangkan dari aspek personal.Sehingga tidak aneh kalau kelompok ini sangat kritis dan selektif terhadap pemikiran Barat. cli . umat Islam dunia sengaja dipisahkan dari ajaran-ajarannya oleh hegemoni Barat. Meskipun tidak sepenuhnya mereka sama dalam memahami relasi Islam dan negara.

Islam dan Modernitas. 36 Ibid. 123. baik itu sekulerisme moderat ataupun radikal. sewaktu muda Cak Nur juga pernah menyandang gelar sebagai “Natsir Muda”. oleh sebab itu ia dengan tegas menolak ide sekularisme. Dari uraian-uraian tersebut tampak jelas bahwa pengaruh Natsir dalam pemikiran Amien sangatlah besar. Zaman Baru Islam. hlm. 137. yakni PBB Amien Rais. ia berpendapat bahwa antara agama dan negara adalah saling bersatu yang berarti satu sama lainnya tak bisa dipisahkan. Natsir merasa kecewa dan marah terhadap Cak Nur yang sudah dianggap sebagai anak asuhnya sendiri itu. hlm. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. “Beberapa Catatan Kecil tentang Pemerintahan Islam”. clii . Hal ini disebabkan inovasi pemikirannya yang dirasa sesuai oleh kaum Islam modernis yang lebih tua saat itu. yang justu menggagas wacana sekularisme di tahun 1980-an. sejenis penyakit jiwa yang menganggap Barat adalah segala-galanya. hlm. Biografi Gus Dur.338 Selanjutnya. Namun demikian.339 Berbeda dengan Nurcholis Madjid. Akan tetapi harapan kalangan Modernis untuk menjadikan Cak Nur sebagai generasi penerus M. dalam tulisannya. Yusril Ihza Mahendara juga sangat dikenal sebagai kader penerus gagasan-gagasan M..341 Selain Amien Rais dan Nurcholis. Ini terlihat bagaimana ia memperjuangkan aspirasi partai yang dipimpinnya. sekuler dan bahaya (tidak berdasarkan informasi yang cukup). baca juga. Secara pribadi M. karena pemikiran Cak Nur yang saat itu dianggap mereka kelewat liberal.340 bahkan selama masih menjadi mahasiswa Cak Nur secara luas dianggap sebagai generasi penerus spritual M. Natsir.mengakibatkan umat Islam terjangkit penyakit Westomania. dalam Cakrawala Islam. Natsir kemudian pupus. 341 340 339 338 Greg Barton. Natsir. 113. hlm.

Dan pada tahun 1971 ia menolak untuk mematuhi pedoman-pedoman Orde Baru tentang prilaku Politik. Soeharto memperingatkan untuk tidak mencoba mengubah Pancasila atau UUD 1945. cliii . Menurut Sidney Jones NU adalah Organisasi Sosial terbesar di negara ini yang masih memiliki aspirasi-aspirasi politis. kemudian pada tahun 1981 NU juga menolak mendukung Soeharto untuk menjabat kembali atau memberinya gelar “Bapak Pembangunan”.(Partai Bulan Bintang) yang sampai saat ini masih eksis mempertahankan Islam sebagai asas dasar partainya. Meskipun secara lahiriyah NU merupakan organisasi sosial akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sense natural politiknya selalu muncul di tengah-tengah kemelut politik bangsa ini. Lebih lanjut. Tuduhan itu diangkat dari tindakan protes dan walk out para tokoh NU dari sidang MPR yang membahas tentang rancangan ketetapan P4. pada tahun 1978-an NU yang saat itu masih berafiliasi dengan PPP.342 Prilaku inilah yang membuat NU menjadi sasaran tuduhan anti Pancasila oleh rezim Soeharto. 56. Ramage. ia mengingatkan “walk out” (walau tidak menyebut NU) sebagaimana yang dilakukan ketika pembahasan masalah 342 Douglas E. Implikasi Pemikiran Gus Dur Secara institusional. Percaturan Politik. dituduh oleh rezim Orde Baru sebagai embrio gerakan anti Pancasila. pemikiran Abdurrahman Wahid cukup mewarnai manuver politik NU. hlm. Hal ini bisa dilihat dari sejarah perjuangannya. ditegaskan dalam pidato presiden Soeharto pada Rapim ABRI 1980 di Pekanbaru.

meskipun ada juga beberapa pemimpin NU terkemuka yang tidak sepakat dengan pemikirannya. implikasi pemikiran Gus Dur terhadap NU ini tampaknya harus dilihat dari aspek nasionalisme dan Islam. dalam sebuah pidato penting kepada anggota-anggota NU pada tahun 1992. karena Islam tetap bisa 343 Ibid.P4 pada tahun 1978 adalah salah satu contoh gerakan anti-Pancasila yang harus diwaspadai. di antaranya para Kyai dan tokoh senior NU. ia menjadi aktor politik “nonpolitis” yang paling penting atau yang biasa disebut dengan istilah NU kembali ke khittah 1926.343 Ini menunjukkan kecemasan Soeharto terhadap gerakan politik Islam. termasuk pamannya. dan tentu saja inisiatif ini dimaksudkan untuk menjaga independensi politik NU dari intervensi Soeharto.. yang seringkali menentang inisiatif dan pernyataan-pernyataannya. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 1945 Soekarno meminta nasihat para pemimpin NU. Pemikiran liberal Gus Dur sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan Ormas Islam ini. Misalnya. ia mengingatkan bahwa penerimaan NU kepada Pancasila bisa diterima karena beberapa alasan. Lebih dari itu. hlm. NU yang saat itu sedang dipimpin Gus Dur semakin dinamis dan akomodatif dalam merespon kebijakan pemerintahan. Dalam perkembangan politik selanjutnya. NU menurut Gus Dur. Gus Dur menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada kontradiksi antara Islam dan nasionalisme. termasuk bapaknya untuk membantu Soekarno merumuskan lima asas Pancasila. 58. mempunyai akar fondasi nasionalis yang kuat sebagaimana yang telah dikatakan bapaknya (Wahid Hasyim) bahwa ia bersedia mendukung suatu negara nasionalis nonIslami. Selain itu. Untuk itu. Yusuf Hasyim. cliv . Gus Dur juga sering menekankan aspek-aspek nasionalis NU.

. Akhirnya pada tahun 1983 Nahdlatul Ulama menjadi Ormas Islam besar pertama yang menerima Pancasila dalam Anggaran Dasarnya. sikap dan manuver politiknya membuat NU yang sebelumnya sering dicurigai menjadi lebih bisa diterima oleh negara. 344 Ibid. 94-95.344 Akibat dari pemikirannya yang bisa dikatakan nasionalis-Islam. Sebelumnya Ahmad Shidiq pernah menjelaskan bahwa NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal karena merupakan hasil filsafat manusia. 97.345 pasca peristiwa Tanjungpriok dan Sebenarnya yang mengeluarkan inisiatif kompromi Pancasila di atas adalah Kyai Ahmad Shidiq346 (almh) dan Gus Dur sendiri dalam membentuk dwitunggal yang bertangung jawab bagi transformasi dan revitalisasi NU sebagai basis kekuatan Islam yang pluralis dan neomodernis. Ibid. Dan yang perlu diingat bahwa Pernyataan tersebut ditegaskan di tengah-tengah iklim politis yang saat itu benar-benar dalam keadaan memanas antara Islam dan negara. yakni pengeboman di Jakarta. sementara Islam merupakan wahyu Tuhan. hlm. yang kemudian dipertegas kembali pada Muktamar ke 27-1984 di Situbondo Jawa-Timur bahwa Indonesia adalah negara yang didasarkan Pancasila. hlm. dan UUD 1945 adalah merupakan “Bentuk Final dari Negara” yang akan memerintah kepulauan Indonesia.berkembang dalam suatu negara nasionalisme yang tidak didasarkan pada Islam resmi. 346 clv . 345 Kyai Ahmad Shidiq adalah sosok Kyai kharismatik yang sangat dihormati di kalangan NU..

dengan seraya melakukan gerakan kultural melalui NU yang tetap dipertahankan sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam„iyah Diniyyah) seiring dengan perubahan yang terjadi di pentas nasional. Maka tidaklah mustahil kalau PKB selama ini tetap menempatkannya sebagai Dewan Pertimbangan Penting di partai ini. ditambah lagi Gus Dur yang saat itu sebagai Ketua Umum PB NU. clvi . K. Mustofa Bisri. Kekonsistenan pemikiran para tokoh NU. sebab sebagian besar yang membidani pembentukan partai ini adalah dari kalangan Kyai NU.H. termasuk Gus Dur.Selain berimplikasi di NU. Munasir Ali. Muchit Muzadi. Gus Dur yang saat itu didampingi oleh Matori Abdul Djalil pernah menyatakan. dan K. K. hlm. Peta Islam Politik. bahwa PKB 347 Zainal Abidin Amir. meskipun masih juga terdapat pro-kontra dalam pembentukannya. pemikiran Gus Dur juga banyak mempengaruhi visi dan misi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang ia pelopori sendiri. Pembentukan PKB merupakan upaya jalan tengah warga NU untuk berjuang di garis struktural politik. masih tetap bertahan dalam memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal di era reformasi ini.H. sangatlah absurd kalau PKB tidak terkait sama sekali dari kepentingan NU.347 Melihat komposisi dari para pelopor di atas.H. meskipun saat itu rezim Orde Baru telah jatuh dan eforia politik Islam sedang mendapatkan kebebasannya. Di lain kesempatan.H. 113. K. PKB dipelopori oleh K. Ilyas Ruchiyat.H. Abdurrahman Wahid.

Sebagaimana uraian di atas bahwa implikasi pemikiran Gus Dur ini tidak lepas dari aspek nasionalisme dan Islam. Islam hanya dijadikan mereknya saja. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. clvii . Dalam kaitan ini Gus Dur mengatakan: “Tidak penting bagi PKB berasaskan Islam. parpol berasaskan Islam tidak bisa dibuat jaminan.. Dan PKB tidak mementingkan mereknya.348 Dari sini bisa dilihat seberapa jauh implikasi pemikiran Gus Dur terhadap strategi perjuangan partai ini. PKB. hlm. 352-353. 114.350 PKB senantiasa mengutamakan substansi Hukum Islam melalui Hukum Nasional dan bukan mengutamakan simbol-simbol formal keagamaan.349 Mengenai dipilihnya nasionalisme dan demokrasi yang dijadikan landasan dasar PKB daripada dasar agama. 140. dkk. Jadi. Lihat. 352 348 Bahrul Ulum. yang keduanya itu tampak dalam AD/ART PKB yang menjadikan Pancasila sebagai asas partai. Yang penting PKB adalah Partai Islam.bukanlah partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. Mengurai Agama dan Negara. tapi isinya. Peta Politik Islam. 352 351 Republika. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 3 Bahrul Ulum. 349 350 Abdurrahma Wahid. hlm. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. Banyak partai yang berasaskan Islam. tapi mereka main tipu. main curang dan tidak berakhlak Islami. 136. 27 Mei 1999.351 Sedangkan dari sisi Islamnya. hlm. Zainal Abidin Amir. hlm.. baca juga. bagi Gus Dur bukan berarti karena PKB tidak mengusung simbol-simbol Islam kemudian dikatakan partai yang tidak Islami. Gus Dur mengatakan bahwa PKB mengutamakan kepentingan nasional. dalam tulisannya. “Syariah dan Negara Sekuler”. karena Republik Indonesia adalah sebuah negara dengan kepentingan-kepentingan nasional dan bukan sebuah negara agama. dkk.

Pemikiran-pemikiran Gus Dur tampaknya banyak mewarnai perjuangan PKB. 114.354 Walaupun kekentalan PKB dengan aspek Islam sedemikan rupa. Daripada parpol yang berasas Islam tapi tidak Islami. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 4. tetapi kelakuan dan tauhidnya orang Islam.355 Selain dari aspek institusional di atas. menjunjung tinggi menjaga persatuan. hlm..“Akhlak dari Tauhid PKB adalah Islam. pemikiran Gus Dur juga mempunyai implikasi yang bersifat personal terhadap tokoh-tokoh politik dan pemikir 353 Jawa Pos. di mana sebuah partai yang nota bene berbasiskan muslim santri pedesaan ternyata mampu membuat mereka (konstituennya) menerima pendekatan partai yang bersifat nasionalis atau Islam-kultural dibanding Islam-formal. maka lebih baik seperti PKB. asas bukan Islam. menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahl as-Sunnah wa al-Jama„ah”. 354 355 clviii . 29 Mei 1999. mereka meyakini bahwa Islam tidak perlu dilembagakan secara formal. “pengabdian menegakkan kepada keadilan.353 Penegasan bahwa PKB merupakan Partai Islam dengan corak keislaman yang substantif dapat ditemukan pula dalam Prinsip Perjuangan Partai yang menyatakan: kebenaran. akan tetapi dalam kenyataannya tetap tidak membuat partai ini tergoda untuk menegaskan dirinya sebagai partai Islam. Pemakaian Pancasila sebagai asas partai dilandasi oleh cara pandang tokoh PKB dalam melihat Islam. Peta Politik Islam.W. Allah S. Zainal Abidin Amir. tetapi yang penting adalah nilai ajaran Islam harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.T.

sehingga banyak kalangan yang menganggap kedua tokoh ini merupakan duet yang ideal. 359 clix . 2000). 358 357 356 Alwi Shihab.Indonesia. Alwi mengatakan bahwa agama dan demokrasi Alwi Shihab. Ibid. apabila Masyarakat telah menerapkan moralitas tentunya akan membentuk negara yang bermoral pula.356 Dan istimewanya lagi ia dinilai mampu menerjemahkan pola pemikiran Gus Dur. hlm. cet ke-1 (Yogyakarta: Wahyu Pustaka. 60. Alwi juga menandaskan agama idealnya dapat mendorong proses demokratisasi bukan malah menjadi alat legitimasi politik. Mengenai visi dan misinya dalam PKB. hlm. Selasa. sistem atau asas yang diutamakannya. bukan membentuk sebuah negara yang berdasarkan Syari„at Isla>m. sebagaimana yang sering dikatakan Gus Dur mengenai demokrasi. Mengemban Tuntutan Jaman.357 Di samping itu. tetapi yang terpenting adalah usaha untuk menanamkan substansi dan essensi Islam dalam menciptakan masyarakat yang beradab. Kompas Harian Amanat Rakyat. 4 Februari 1999.359 Lebih lanjut. ia menyatakan bahwa partai ini merupakan partai terbuka dan inklusif yang bercita-cita mewujudkan masyarakat bermoral. 60. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah.358 Menurutnya. ia juga dikenal sebagai politisi yang mengedepankan etika dan moralitas. Mengemban Tuntutan. Alwi Shibab merupakan salah satu politisi sekaligus akademisi yang sedikit banyak mempunyai persamaan visi dan misi dengan Gus Dur dalam memandang “relasi agama dan negara”. Bukan bentuk.

361 Sebenarnya Karier politik Alwi lebih dilatarbelakangi dari jalur akademisi daripada organisasi.juga sangat berkaitan. dan persamaan. maka ide semacam itu harus ditinggalkan. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. kehadirannya dalam dunia politik patut diperhitungkan oleh kawan dan lawan politiknya. 361 clx .tokohindonesia. Di samping itu.360 Saat ini Alwi Shihab menjabat sebagai Ketua Umum PKB.. Namun demikian bukan berarti pembelaannya ini hanya disebabkan kedekatannya dengan Gus Dur semata. bahkan karena kedekatannya ia diangap sebagai loyalis Gus Dur. di antaranya yaitu keadilan. Sekali lagi. Maka tak heran kalau dia kelihatan cukup fasih dalam membahasakan kebijakan Gus Dur seperti hubungan dagang dengan Israil. Persamaan visi dan misi membuatnya dekat dengan Gus Dur. ia menegaskan bahwa tujuan Islam adalah menciptakan masyarakat yang bermoral bukan menciptakan negara agama karena hanya akan memecah belah keutuhan bangsa saja. pemerataan. Alwi adalah seorang pengajar Islamic Studies di Harvard Divity School dan di Auburn Theological 360 Ibid. 62 http://www. 11 Desember 2003. tetapi karena secara argumentatif memang ada nilainilai positif baginya.com. hlm. sebelum mejabat Ketua Umum PKB Alwi juga sempat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia di era kepresidenan Gus Dur. sebab sebelum terjun di dunia politik praktis. karena nilai-nilai substansi tersebut telah mendukung proses demokrasi. Dr.

362 Untuk itu. Selain itu. ia juga sepakat kalau Syari„at Isla>m tidak perlu diundang-undangkan di negara ini. namun dalam kenyataannya tidak semua orang Islam Indonesia mengerti dan menjalankan „Aqidah dan Syari„ah-nya. Lalu apakah harus dipaksa? Padahal Islam dalam mensyiarkan Syari„ah-nya itu 362 Ibid. Baginya Islam adalah agama rah}matan li al-„alami>n. tidak jauh berbeda dengan pemikiran Gus Dur. karena hanya akan memicu disintegrasi bangsa yang plural ini. kita adalah satu-satunya partai yang memiliki otoritas keagamaan yang dapat menkounter radikalisme ini. Namun demikian. Mengenai eksistensi agama di Indonesia. Alwi Shihab meminta pada seluruh umat Islam Ahl asSunnah wa al-Jama„ah untuk berhati-hati terhadap berkembangnya Islam radikal. sikap dan pemikiran politisnya yang elegan tersebut membuatnya bisa diterima oleh kalangan organisatoris tokoh NU dan PKB dan terpilih sebagai Ketua Umum PKB. Dalam acara silaturrahmi warga NU dan PKB di Jember. Dan katanya.Seminary of New York. jadi tidak perlu menggunakan kekerasan dalam mendakwahkan ajaran. menyusul banyaknya pengeboman yang dilakukan Islam radikal itu. penulis buku inclusive Islam (1997) ini. clxi . meskipun Islamlah yang mayoritas di negara ini. seperti yang dilakukan kalangan Islam Radikal.

Saat ini Ulil menjabat sebagai Direktur JIL (Jaringan Islam Liberal) di Jakarta. dalam tulisannya. baik dalam memahami agama maupun negara (politik).363 Selain Alwi Shihab. substansial dan sesuai dengan peradaban manusia yang selalu berubah. 364 clxii . Beberapa pemahaman yang menurut Ulil perlu disegarkan kembali. ia dikenal sebagai intelektual muda yang sangat kontroversial di kalangan NU. meskipun ia tidak akrab dengan dunia politik praktis tetapi kekritisannya mengenai intervensi negara terhadap agama menyegarkan kembali pemahaman wacana Islam di negara kita yang cenderung membeku baginya. dan Islam Universal. Kedua. pemisahan 363 Ibid. sebelumnya ia aktif di LAKPESDAM NU. yang sampai mengeluarkan fatwa hukuman mati untuknya.selalu bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri. penafsiran Islam yang non literal.. 2003). ke-2 (Yogyakarta: eLSAQ. Islam kontekstual. Ulil Abshar Abdalla. Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana. Pemikirannya sempat mengundang reaksi keras para tokoh Islam Indonesia yang tergabung dalam FUI. cet. banyak generasi muda NU yang saat ini masih terus mencoba mengembangkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. hlm. 2. Salah satunya adalah Ulil Abshar Abdalllah. Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. dkk. seperti Pribumisasi Islam. Sebenarnya ada beberapa pokok pikiran Ulil yang secara essensial sama dengan pemikiran Gus Dur. di antaranya yaitu:364 Pertama.

kehormatan dan lain sebagainya. Ulil mengatakan bahwa Islam sebagai agama adalah masalah privat. Ketiga. 206. Meskipun demikian nilai-nilai universal agama365 tetap diharapkan partisipasinya dalam membentuk nilai-nilai publik..unsur-unsur budaya lokal dan nilai fundamental dalam ajaran Islam. masalah jilbab. keluarga/keturunan. Bagi Ulil budaya semacam itu tidak wajib diikuti. potong tangan. no. kepemilikan.. Jubbah dan ekspresi budaya arab lainnya. Dalam wawancara yang dilakukan majalah Gatra. justru yang wajib diikuti adalah nilai universal yang melandasi praktik-praktik itu. perlu adanya pemisahan yang jelas antara kekuasaan politik dan agama. Tafsir Agama Pemicu Fatwa. Ibid. Majalah GATRA. rajam. dan kemungkinan yang lebih parah lagi adalah terjadinya penyempitan pemahaman dan penyeragaman umat Islam dalam beragama. 05. mengenai tuntutan pemberlakuan syariat Islam oleh negara. Baca juga Ulil Abshar Abdalla. sedangkan pengaturan kehidupan publik adalah sepenuhnya hasil konsesi masyarakat melalui prosedur demokrasi. akal. Misalnya. Islam tidak perlu memformalkan Syari„at Isla>m karena hanya akan melibatkan peran negara (publik) secara penuh terhadap kehidupan beragama kita (privat). Bagi Ulil agama adalah urusan pribadi. artinya kita harus membedakan mana ajaran dalam Islam yang merupakan pengaruh kultur Arab dan yang bukan. dkk. Yang dimaksud nilai-nilai universal agama adalah prinsip-prinsip umum universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut Maqa>s}id al-Syari‟ah atau tujuan umum syari‟at Islam. jenggot. Di antaranya yaitu perlindungan atas kebebasan beragama.366 Oleh sebab itu menurutnya. 366 365 clxiii . 16 Desember 2002. padahal perbedaan itu sendiri adalah sunnatullah. karena itu hanyalah ekspresi lokal partikular Islam Arab saja.

367 Hal ini sesuai dengan apa yang Gus Dur citacitakan selama ini bahwa umat Islam tidak harus menjadikan Islam sebagai merk atau label belaka. 22 Desember 2002. Fatwa Itu Lemah Tapi Menghawatirkan. akan tetapi lebih ditekankan pada nilai-nilai substansinya karena kita hidup di negara yang sangat plural agama dan budayanya. clxiv . 42. dan tentunya sangat berbeda dengan tradisi Arab di sana.Selanjutnya ia mengkritik secara tegas terhadap cara pandang yang menyebutkan Islam adalah agama dan negara. agar kesucian agama tetap terjaga. baginya agama haruslah dipisahkan dari peran negara sebagaimana yang ia uraikan di atas. no. 367 Majalah TEMPO.

Natsir dan Gus Dur memang berbeda. Secara normatif paradigma M. supaya tidak terjadi pendistorsian. penyusun simpulkan sebagai berikut: 1. Akan tetapi secara ideologis perjuangan dan cita-cita politik mereka masih terus mewarnai panggung politik Indonesia hingga saat ini. Kesimpulan. Dari uraian di atas. Dan seharusnya Islam hanya dijadikan sebagai etika sosial saja dalam kehidupan bernegara.BAB V PENUTUP A. 2. bukan sebagai landasan ideologi. Mengenai relasi Islam dan negara. meskipun secara teoritis keduanya sepakat bahwa Islam tidak mempunyai sistem kenegaraan yang baku. bisa dipahami bahwa secara historis kondisi sosial politiknya M. Dan untuk lebih jelasnya. Natsir. Menurut M. Islam dan negara adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan (integratif). Hal ini bisa dilihat dari implikasi pemikiran dan cita-cita mereka terhadap pemikiran politik Islam yang sedang berkembang kini. akan tetapi secara praksis aksi politik mereka berbeda. Natsir mengenai relasi Islam dan negara di atas didasarkan pada salah satu ayat al-Qur‟an yang berbunyi: clxv . antara agama dan negara harus dipisahkan secara jelas fungsi wewenangnya (sekular). ia beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam yang di dalamnya mengandung ideologi atau falsafah hidup. Sementara menurut Gus Dur.

akan tetapi tetap menolak keras paham sekular. yang cenderung moderat dalam merespon realitas sosial. dan secara tegas menolak formalisasi agama. Sedangkan pemikiran politik Gus Dur dikategorikan sebagai kelompok realis. Natsir dikategorikan sebagai kelompok idealis dalam wacana politik Islam. clxvi . Meskipun berlatar belakang tradisionalis. ) ٥٦: ‫(اىرازٝاخ‬ ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Sedangkan paradigma Gus Dur didasarkan pada salah satu kaidah Usul Fiqih yang berbunyi:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Selain dari aspek normatif tersebut. yang sudah banyak melakukan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam. Natsir dibesarkan di lingkungan Islam modernis. 3. pemikiran semacam ini banyak berimplikasi pada tokoh Islam modernis. akan tetapi pemikirannya cukup mewarnai di kalangan Islam neo-modernis. yang memegang teguh doktrin Islam klasik dengan mengkontekskan pada tradisi atau budaya setempat. Corak pemikiran politik M. Sedangkan Gus Dur tumbuh besar di lingkungan Islam tradisionalis. Dan sebagai konsekuensinya. M. sebuah kelompok yang afirmatif dalam merespon sekulerisme. aspek sosio-historis juga sangat mempengaruhi cita-cita politik mereka baik dari setting sosial maupun aktivitas organisasinya. yang mereformasi doktrin-doktrin lama dengan tetap berlandaskan al-Qur‟an.

apalagi menjelang Pemilu baik di era orde lama ataupun orde baru. Di antaranya mengenai demokrasi. Dan lebih menitik beratkan pada perbedaan cita-cita ideologi negara yang kemudian penyusun hadapkan pada dua tokoh. Selain itu penyusun sendiri sadar bahwa karya ini merupakan buah pertama dari proses panjang pendewasaan intelektual penyusun. karena aspirasi politik Islam sudah tidak dipasung lagi dalam berpolitik praktis seperti mendirikan partai Islam. clxvii . Relasi Islam dan negara selalu mengalami ketegangan. Natsir dan Gus Dur. M. Dan tentunya. eksistensi partai Islam di Indonesia dan pandangan mereka terhadap pemberlakuan Syari„at Isla>m. Saran-saran. berkaitan dengan skripsi ini penyusun mengharapkan saran dan kritik para pembaca guna memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang ada. sehingga masih sangat dimungkinkan jauh dari kesempurnaan.B. Untuk itu masih banyak aspek lain yang bisa diteliti oleh penyusun selanjutnya mengingat baru sebagian masalah yang saat ini penyusun kaji dari pemikiran kedua tokoh tersebut. skripsi ini hanyalah salah satu cara bagaimana menyikapi relasi Islam dan negara di Indonesia. Akan tetapi ketegangan itu telah mengalami metamorfosis di era reformasi ini. dalam kehidupan politik Indonesia. sistem tata negara Islam. Selanjutnya.

Suyuthi. Moslem. 1999. clxviii . 1977. sejarah dan pemikiran. Ensiklopedi Hukum Islam. Surabaya. Dar al-Qolam. Pulungan. Kelompok Al-Qur‟an/Tafsir Departemen Agama RI (pengawas). Negara Hukum: Suatu Studi Tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam. Implementasinya Pada Periode Madinah Dan Masa Kini. Khallaf. Sejarah Fiqih Islam: Sebuah Pengantar. Al-Qur. Muhammad Husein. Islam Transformatif. „Ilm Usul al-Fiqh. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. Tiara Wacana. 26 Rajab 1415 H II. Jakarta. al-Hukumat al-Islamiyyat. Al-Siyasat as-Syari'at. AL-Qahirat: Dār al-Anshār.BIBLIOGRAFI I. Kairo. Jakarta. Sirry. Anggaran Dasar PKB. ---------------------------. Risalah Gusti. Fiqih Siyasah: ajaran. Al-'Athi Muhammad. Dar al-Ma'arif. Ahmad. Jakarta. Kelompok Fiqih/Usul Fiqih Azhary. Bulan Bintang. 1992. Haikal. Yogyakarta. 1995. Mesir. Mesir. Abd. 1997. Muhammad Tahir. Masykuri. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. al-Fikr al-Siyasi Li al-Imam Muhammad Abduh. Dkk. Pustaka Firdaus.an dan Terjemahnya. A Mun‟im. 1977. 1983. III. Abdul Wahab. J. Abdul Aziz Dahlan (ed). Raja Grafindo Persada. 1978. Kelompok Buku Lain Abdillah. Abdurrahman. 1996. al-Maiat al-Mishriyyat al-'Ammat li al-Kitab. Madinah: tp. 1996.

Bakker. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial Intelektual. Anton & Achmad Charris Zubair. Sejarah Empirik. Anshari. Bulan Bintang. Azra. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Di Indonesia Masa Orde Baru. ----------------------------------------. Bangil. 1. 1981. Fachry & Bahtiar Effendi. 1996.Ali. Jakarta. 1999. Mizan. cet. Muhammad. Sejarah dan Doktrin. Badan Litbang DEPAG RI dan PPM. An-Nabhani. Raja Grafindo Persada. Pergolakan Politik Islam Fundamentalisme. Greg. Jakarta. 2003. Kanisius. alih bahasa Nanang Tahqiq. 1997. Bandung. 1994. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. ---------------------. Jakarta. Jakarta. al-Izzah. Taqiyuddin. Gagasan Islam Liberal Di Indonesia: Pemikiran NeoModernisme Nurcholish Madjid. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Mukti. Paramadina. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. Azyumardi. Pustaka LP3ES. dan Saiful Umam (ed). Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. 1990. Taufiq Adnan. Djohan Effendi. Bandung. ----------------. Amir. clxix . Pustaka Salman. 1999. Biografi Gus Dur. Barton. 1998. LKiS. Zainal Abidin. Bandung. Yogyakarta. Modernisme dan Post Paramadina. Amal. Bandung. Metodologi Penelitian Filsafat. Mizan. Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. di Indonesia dari Modernisme. ---------------------. Jakarta. Endang Saefuddin. Ali. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. Mizan. Jakarta. 1999. Metode Memahami Agama Islam. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler. Bandung. Azhar. A. 2003. 1991. 1995. Mizan 1989. Yogyakarta.

Islam Liberal dan Fundamental: sebuah Pertarungan Wacana. Feillard.. LKiS. Jakarta. Gatra. Islam dan Negara. No. 2001. Bandung. 1997. LKiS. makalah Confrense on Indonesia Democrasy. Hgue. Bentuk dan Makna. Sa‟adiyah Putra. Jakarta. 1999. Jakarta. Dkk. Mizan. Yogyakarta. 1998. 1999. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. tt. Dkk. Dkk. NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi. Tradisionalisme Radikal. Boland. Andrée. Effendy. 1971 dan 1982. Mizan. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. Yogyakarta. Hadi. Hakim. Paramadina. 18 Desember 1992. Bahtiar. LkiS. as-Sulam. Hasyim Wahid. (RE) Politisasi Islam. Yogyakarta. eLSAQ. Persinggungan Nahdlatul Ulama Negara. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. --------------------. Effendy. 1986. Bandung. Hamid. Ulil Abshar Abdalla. Dkk. Pustaka Firdaus. dan Fachry Ali. Enayat. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. LKiS.Barton. 1992. Andrrée Fillard. Yogyakarta. Bandung. Abd al-Hamid. B. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. 2000. 1994. 16 Desesmber. Greg. 1998. Jakarta. Filsafat Hukum Islam. Monash University. 1989. Bahtiar. dan Greg Fealy. Paramadina. Sutrisno. Andi Offset. 15. Martinus Nijhoff. Metodologi Reseach. Dkk. 2003. clxx . Yogyakarta. Pustaka. Bumi Aksara. Djohan. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. --------------------. Ismail Muhammad Syah. Effendy. Merambah Jalan Baru Islam. Jakarta. Anwar Haryono. 2002. 1999. The Contribution of The Islamic Parties to The Decline of Democracy in the 1950.J. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Yogyakarta.

tokohindonesia. Yogyakarta. Surabaya. Jakarta. Jakarta.IV/1993. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. DPP PBB.H. Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia. Hoesen. A. Jakarta. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. Gaffar. Hamzah. 1999. 29 Mei 1999. Yogyakarta. Gus Dur diadili Kiai-kiai. Ulumul Qur'an. http://www. Titian Ilahi Press. Hatta. Magelang. Memoir. Muhammad Rusli. Tiara Wacana Yogya. Selasa. Jaiz. Karim. 1978. Pustaka Pelajar. Imron. Yogyakarta. 1999. M. 1999. Hartono Ahmad. Relasi Islam Dan Negara: Perspektif Modernis Dan Fundamentalis. 1999. Yogyakarta. Ida.com. clxxi . Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. IndonesiaTera. No. Gus Dur Menjual Bapaknya. Dr. Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan. 1989. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah.Hakim. dan Choirul Anam. Tintamas. Kompas Harian Amanat Rakyat. Jawa Pos. Tiara Wacana.H. Negara dan Peminggiran Islam Politik. 2003. 1999. Fiqih Siyasi Dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik. K. Tiara Wacana. Karim. Arief. 4 Februari 1999. Faisal. Jakarta. Jawa Pos. Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur dan Gerakan Sosial NU. Ibrahim. 2001. Laode dan & Thantowi Jauhari. Surabaya. Kamaruzzaman. Yogyakarta. 1995. K. Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang. Ismail. Darul Falah. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI.2 Vol. 11 Desember 2003. Kreatif Islam dan Pancasila . Rajawali Press.

Religion and Modernization in South East Asia Syracuse. No 13. ---------------------------. Jakarta. ---------------------------. Bernard. Identitas Politik Umat Islam. 1996. Ma'arif. Jakarta. Hudaya. Islamic Law and Constitution. M. Lahore. 1999. Prawoto. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama‟at IIslami (Pakistan). Liddle. Masdar. Paramadina. 1970. 1999. Luth. kertas kerja tidak diterbitkan. Yogyakarta. Yogyakarta. Jurnal ISLAMIKA. Bahasa Politik Islam. Peta Bumi Intelektualisme Islam Indonesia. Mizan. Bandung. Syracuse University Press. Yusril Ihza. 1986. Jakarta. Moh. Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. Fred Den. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. Jakarta. Islamic Publication. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Mahendra.Kuntowijoyo. 1996. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. 1995. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama dan Orde Baru. M. LP3ES. Ahmad Syafi'i. Umaruddin. clxxii . Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi terpimpin 1959-1965. Mahendra. 1999. Gema Insani Press. Mizan. Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid. William. 1999. Islam dan Masalah kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. Gramedia. Pustaka Pelajar. Lewis. Yusril Ihza. Mangkusasmito. Bandung. Malik. Thoir. Jakarta. 994. Pustaka Pelajar. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thougt and Action in New Order Indonesia. Bandung. MD. Nurcholis Madjid. dan Jalaluddin Rakhmat. Jakarta. 1999. Gema Insani Press. Mehden. Zaman Wacana Mulia. Amien Rais. Dedy Djamaluddin & Idy Subandy Ibrahim. 1998. 1990. Mahfud. 1994. Maududi.

Richard P. 1995. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. Natsir. Gramedia. Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. 1973. dan Nugroho Notosusanto. Capita Selecta. ----------------. M. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942. Yayasan ----------------. M. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). 2000. Mizan. 1973. Jakarta. dan Asas tunggal. Marwati Djoenod. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. Bandung. Yogyakarta. Yogyakarta. Oxford. Kustiniyati (peny). Singapura. Gerakan Modern. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendikiawan Muslim. Oxford University Press. Jakarta. Islam Di Indonesia 1900-1942. 1969. cet 1. Ahmad. Poesponegoro. Departemen P&K. Jakarta. Titian Ilahi Press. Jakarta. The Society of Muslim Brother. Pancasila Perkhidmatan. Deliar. Jakarta. Mochtar. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. -----------. Media Dakwah. 1998.. M. 1984. Partai-Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. Oxford Universuty Press. 1966. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Bumi Aksara. ----------------. Kurnia Kalam Semesta. 1987. Jakarta. 1983. Noer. Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam. ----------------. Sayyid. clxxiii . Mudzhar. LP3ES. ----------------. Bandung. Mizan. Jakarta.Minhaji. Khas}ais} al-Tasawwur al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu. Harun. 1962 Rahardjo. Islam Di Indonesia 1900-1942. Nasution. 1993. Pustaka Utama Grafiti. 1982. Sejarah Pendidikan Indonesia. Mitchel. Bulan Bintang. S. Jakarta. Gerakan Modern. Atho'. 1985. Nasution. Jakarta. Sejarah Nasional Indonesia. Islam. 1989. Jakarta. LP3ES. 2001. Qutb. Dawam. 2001.

Jurnal Paramadina. Jakarta. Suhelmi. Sejarah dan Pemikiran. edisi V. Balai Pustaka. Einar M. hlm. Bodohnya NU apa NU Dibodohi?. 42. Syamsuddin. M. 1990. Alwi. Rosidi.. M. 1989. Mata Bangsa. 2. 1993. Sitompul. Jakarta. Olaf. Anders. 1998. 1983. UI Press. Republika. Sjadzali. Jakarta. NU dan Pancasila. 2000. 1994. Ulum. Memudahkan Pengertian Islam. 2000. Arus Deras Demokratisasi Glombong Ketiga di Indonesia. Soekarno. Natsir. Bandung. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. No. 2002. Vol I. 22 Desember 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Peneliti dan peteliti. Mengemban Tuntutan Jaman. Mizan. Yogyakarta. Douglas Edward. Ranggon Studi. Ajib. Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam”. Islam. 2002. Ahmad. 1994. Paramadina. Jakarta. Percaturan Politik Di Indonesia: Demokrasi. dan Ideologi Toleransi. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan. Munawir. 2002. Jakarta. cet. Budhy Munawar. clxxiv . Wahyu Pustaka. 1999 Shihab. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. Doktrin Islam dalam Sejarah. Oposisi berserak. Jakarta. Uhlin. Sebuah Biografi. Soenjoto. 27 Mei 1999. 3. Logos. Jakarta. Girimurti Pustaka. Paramadina. Ramage. Bahrul. Bandung.Rahman. Tempo. No. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Schuman. Yogyakarta. Yogyakarta. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Jogjakarta. I. 1995. Din. Panitia di Bawah bendera Revolusi. Teraju. di Bawah Bendera Revolusi.

Jakarta. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. 1959. kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”.Wahid. tentulah itu lebih baik bagi mereka. hlm. Yayasan Prapanca. 18 38 18 38 (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. No. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. di antara mereka ada yang beriman. menyuruh pada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang mungkar. ---------------------------. yang di clxxv . Mengurai Hubungan Agama dan Negara. 12 April 1991. gereja-gereja. Sekiranya Ahli Kitab beriman. tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. 1999. Lampiran I. LkiS. dan beriman kepada Allah. Jakarta. Prisma. yogyakarta. Yamin. 4. ---------------------------. ---------------------------. Abdurrahman. 1989.N. P3M. rumahrumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid. Jakarta. Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Yogya Post. Terjemahan Bab I Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Prisma Pemikiran Gus Dur. 1999. April 1984. Grasindo. 2. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. TERJEMAHAN Hlm F. Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia. Muhammad.

masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengembangkan nilainilai baru yang lebih baik. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Kebutuhan setara dengan keadaan darurat. Menutup kemungkinan bahaya harus didahulukan sebelum melakukan kemaslahatan. Keadaan darurat kemungkinan dihalalkannya yang dilarang. 69 185 Bab III Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 125 125 329 329 clxxvi . 113 312 Bab IV 125 329 Kebijakan penguasa yang diberlakukan untuk warga negara harus didasarkan pada pertimbangan kesejahteraan. 34 75 Bab II 52 130 Hai orang-orang beriman.dalamnya banyak disebut nama Allah.

sejak pemerintahan Ayub Khan sampai Ziaul Haq. Lahir pada 25 September 1903 M (3 Rajab 1321 H) di Aurangabad India Selatan. 2. Iqbal. Abu al-A’la al-Maududi. Maududi bersama 385 anggota Jema‟at Islam memilih Pakistan dan mendirikan markas di Lahore. sebuah proyek pendidikan di Punjab yang semula diprakarsai oleh M. Momentum dari aksi politik Maududi adalah berdirinya Jema‟at Islam pada 1941. pada 22 September 1979 dan dimakamkan di Lahore. Ketika India pecah. Maududi meninggal di Bufallo. Ia sempat berkiprah di Dar al-Islam. New York. clxxvii . Melalui Jema‟at Islam Maududi banyak berkiprah dalam perpolitikan Pakistan. BIOGRAFI TOKOH-ULAMA 1.Lampiran II. namun ketertarikannya pada politik memalingkannya dari Dar al-Islam. Ahmad Syafi’i Ma’arif. dan berasal dari keluarga syarif (keluarga tokoh muslim India Utara) dari Delhi yang bermukim di Deskan.

kemudian ia hijrah ke Universitas Temple. AS. Muhammadiyah Movement and Controversy With Christian Mission (1998). dan pada tahun 1999 ia menjabat sebagai Ketua Umum P. Ia pernah belajar di Madrasah Mu‟alimin Muhammadiyah Lintau (1953) dan Yogyakarta (1956).D. belajar sejarah pada Nothern Illionis University (1973) dan memperoleh gelar MA dalam ilmu sejarah pada OHIO University. 4. clxxviii . AS. sebuah organisasi sosial keagamaan kalangan modernis Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. Amien melanjutkan kuliah di Fisipol UGM. Sejak jenjang TK hingga SMA seluruh pendidikannya dihabiskan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Kemudian pada tahun 1999-2000 ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI. pada 1962.Lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Sumpurkudus Sumatera Barat. Lahir pada 19 Agustus 1946 di Rappang Sulawesi Selatan. Pada tahun 1974 ia berhasil meraih gelar Master of Art (MA). Alwi Shihab. Alwi mengikuti Program Pasca Doktoralnya di Pusat Studi AgamaAgama Dunia (The Centre for Studi of World Relegion). selanjutnya ia juga sempat tercatat sebagai mahasiswa luar biasa di Universitas al-Azhar. Dan sejak 1996 ia tercatat sebagai pengajar agama Islam di Hartford Seminary. IAIN Sunan Kalijaga dan UII Yogyakarta. 3. Amerika Serikat (1982). Mesir dalam bidang Filasafat. Georgia. ia juga tercatat sebagai mahasiswa Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. Setamat dari SMA Muhammadiyah Solo. American Academy of Relegion. sebelum terjun di politik ia dikenal sebagai seorang akademisi dan pengusaha.D dalam bidang pemikiran Islam diperoleh dari the University of Chichago. akhirnya pada tahun 1981 ia berhasil meraih gelar ph. Indiana. Lalu pada tahun 1972 Amien melanjutkan pendidikannya di Universitas Notre Dame. Sembari meluangkan waktu untuk mengajar studi agama Islam di almamaternya tersebut. dan tamat FKIS IKIP Yogyakarta (1968). kemudian pada tahun 1975 ia berangkat ke Universitas Chichago. dalam bidang yang sama. untuk melanjutkan studi Doktornya di Ilmu Politik. ayah dan ibunya adalah aktivis Muhammadiyah. ketika itu ia sudah meraih gelar Master dari Universitas al-Azhar. Lahir pada 26 April 1944 di Solo. Selain menjadi Dosen di UGM. Kemudian menjadi dosen FKIS IKIP Yogyakarta. Sufistic Islam (2001) dan Teaching Islam in the West (segera). dan saat ini ia memegang jabatan penting di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua Umum. karena belum merasa cukup. Karya-karyanya yang telah diterbitkan yaitu : Inclusive Islam (1997). Kairo (1978-1979). di Universitas Harvard. Mesir. FKIP Universitas Cokroaminoto Surakarta sampai sarjana Muda (1941).P Muhammadiyah sampai sekarang. Yogyakarta. selain itu ia masih tercatat sebagai anggota International Connection Commite. untuk meneruskan studinya di bidang Agama. Alwi mendapat gelar sarjana di bidang Akidah Filsafat di IAIN Alaudin Ujung Pandang pada 1986. Athens Amerika Serikat (1980) dan meraih gelar ph. Amerika. Antara 19951996. Amien Rais. Pada tahun 1980 ia meraih gelar Doktornya yang pertama dari Universitas „Ain Syam. Atlanta.

pada 1995 Amien juga sempat menjabat sebagai ketua umum P.P Muhammadiyah. Selain itu. Ia juga dikenal sebagai seorang politisi, tepat pasca Reformasi 1998 ia mempelopori berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan diketuainya. sehingga pada tahun 1999-sekarang ia menjabat di birokrasi pemerintahan sebagai Ketua Umum MPR RI. 5. Azyumardi Azra. Lahir pada Maret 1955 di Lubuk Aling, Sumatera Barat. Pada tahun 1982 ia menyelesaikan sarjana strata 1 di Fakultas Tarbiyyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pada tahun 1986 ia memperoleh beasiswa Fullbright untuk melanjutkan studi di Columbia University, saat ini ia menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karya tulisnya antara lain: Islam dan Masalah-masalah Kemasyarakatan, Perkembangan Modern dalam Islam, Perspektif Islam di Asia Tenggara dan Jaringan Ulama Timur Tengah Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. 6. Fazlur Rahman. Lahir pada tahun 1919 M di Barat Laut Pakistan, ia termasuk salah satu pemikir pembaharuan Islam yang liberal dan radikal. Rahman dibesarkan di keluarga yang memiliki tradisi Madzhab Hanafi yang dikenal lebih rasionalis dibanding dengan madzhab lainnya. Pada tahun 1942 ia berhasil meraih gelar MA dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Punjab. Sebelumnya ia pernah diajak bergabung oleh Maududi dalam Jama'at al-Islami, seraya berkata "semakin engkau (Rahman) banyak belajar maka semakin beku kemampuan praktismu" akan tetapi Rahman lebih memilih meneruskan studinya, bahkan menjadi seorang kritikus yang tangguh terhadap pemikiran keagamaan Maududi. Pada tahun 1950 ia berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Oxford Inggris dengan desertasi tentang Ibnu Sina, setelah menyelesaikan studinya Rahman lebih memilih untuk tetap tinggal di Inggris sambil mengajar di berbagai perguruan tinggi seperti Durham University, Inggris. Dan Institute of Islamic Studies, McGill Kanada. Pada tahun 1962 Rahman kembali ke Pakistan dan mendapat banyak jabatan di negerinya, akan tetapi ia merasa lingkungannya tidak mendukung pengembangan intelektualnya, akhirnya ia pindah ke Chichago, Amerika Serikat Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Rahman sudah banyak menghasilkan karya ilmiah, di antaranya adalah Islam and Modernity: Transformation of Intellectual Tradition, Islamic Methodology in History, Major Themes of The Qur‟an dll. 7. Kuntowijoyo. Seorang dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Lahir di Yogyakarta pada 18 September 1938. Ia memperoleh gelar MA dari Universitas Connecticat, Amerika Serikat dan ph.D pada 1980 dari Colombia University, selain menerbitkan banyak karya tulis yang terhimpun dalam beberapa buku, Kunto juga dikenal sebagai budayawan yang banyak menghasilkan karangankarangan fiksi, di antara tulisan-tulisannya yang sudah diterbitkan yaitu:

clxxix

Paradigma Islam, Interprestasi untuk Aksi (1991), Identitas Politik Umat Islam (1997) dan Muslim tanpa Masjid, Esai-esai Agama Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Trasendental (2001). 8. M. Din Syamsuddin. Seorang guru besar pemikiran politik Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lahir di Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958. Ia pernah nyantri di Gontor sampai tahun 1975, lalu melanjutkan di IAIN Jakarta sampai tahun 1982. Dan meraih gelar Master (1988) dan Doktor (1991) dari University of Califonia Los Angeles (UCLA). Selain seorang akademisi, ia juga aktif di banyak organisasi seperti Muhammadiyah, ICMI, MUI, bahkan sempat menjadi aktivis Golkar, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Pusat dan menjadi Pengurus Pusat Muhammadiyah. 9. Munawir Sjadzali. Lahir di Klaten 7 November 1925, ia seorang intelektual, pernah belajar di University of Exeter, Inggris (1953-1954) dan memperoleh gelar MA dari Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul Indonesian‟s Muslim Parties and Their Political Concept (1959). Selain seorang intelektual ia juga dikenal sebagai seorang diplomat dan pernah menjabat berbagai posisi penting di Pemerintahan, antara lain: Dubes untuk beberapa negara Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Perserikatan Keamiran Arab (1976-19800), menjadi Menteri Agama selama dua periode yaitu Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

10. Nurcholish Madjid. Lahir 17 Maret 1939 di Mojoanyar, Jombang Jawa Timur, Ia dikenal sebagai tokoh pembaharu pemikiran Islam di Indonesia. Cak Nur menyelesaikan pendidikannya dengan meraih gelar ph.D dari University of Chichago dengan desertasi yang berjudul Pimikiran Filsafat dan Kalam Ibnu Taimiyyah. Semasa mahasiswa Cak Nur aktif di organisasi, HMI dan IFSO (International Islamic Federation of Students Organizations). Saat ini, ia menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Selain itu menjelang pemilu 2004 ini, Cak Nur juga sedang sibuk dicalonkan menjadi calon Presiden RI ke-6. Karya-karyanya banyak yang telah diterbitkan. Di antaranya Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1988), Islam, Doktrin dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Terhadap Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan (1992).

clxxx

Lampiran III.

DAFTAR ISTILAH
Ahl al-H{all wa al-Aqdi: Kelompok sahabat-sahabat utama Nabi Muhammad yang senantiasa diajak bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang behubungan dengan kepentingan umum, semacam parlemen di dalam konsepsi fiqih abad pertengahan. Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ ah: Madzhab yang mengikuti tradisi Nabi Muhammad dan merupakan menempati posisi mayoritas secara nominal. „Ash}abiyah: Sentimen etnik, chauvinism Asas Tunggal: Prinsip yang terdapat dalam ideologi nasional, Pancasila, yang diberlakukan sebagai asas tunggal bagi semua partai politik dan organisasi pada masa tahun 1985.

clxxxi

Sebagai perluasan makna digunakan juga untuk menyebut pemberontakan.Bay„ah: Sumpah setia kepada seorang khalifah atau pemimpin BPUPKI: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. ia menjadi partai politik muslim modernis yang kemudian dilarang oleh Soekarno tahun 1960. DDII: Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia. Mu„ammalah: Amalan-amalan yang bersifat kemasyarakatan dan keduniaan. PKI: Partai Komunis Indonesia clxxxii . Secara politis ia menyalurkan aspirasi politiknya melalui Masyumi. kelompok pro-demokrasi yang diketuai oleh Abdurrahman Wahid. Ijtiha>d: Dalam hukum Islam adalah upaya untuk menetapkan hukum melalui penalaran bebas berdasarkan ayat-ayat al-Qur‟an. untuk menyebut pemberontakan Kartosoewiryo dan tentaranya yang memberontak. teks-teks keagamaan. Nasakom: Singkatan yang menunjukkan persekutuan antara nasionalisme. Dalam arti yang lebih sempit adalah upaya untuk menggunakan metode pemikiran melalui analogi. Doktrin: Ajaran agama. Masyumi: Singkatan dari Majelis syura Muslimin Indonesia. Darul Islam: Nama yang diberikan untuk negara Islam yang diproklamasikan oleh Kartosoewiryo di Jawa Barat tangal 7 Agustus 1949. Muhammadiyah: Gerakan reformis dan modernis yang didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta. agama dan komunisme. dibentuk pada tahun 1991. perkumpulan alim ulama yang didirikan pada tahun 1936. Natsir hingga wafatnya tahun 1993. badan dakwah kaum modernis radikal. lalu ke PPP di bawah Orde Baru. Dipimpin oleh M. konsep yang diajukan oleh Soekarno. Fodem: Forum Demokrasi. menjadi partai politik pada tahun 1952 kemudian kembali menjadi organisasi sosial pada tahun 1984. didirikan pada tahun 1943. DI-TII: Singkatan dari Darul Islam-Tentara Islam Indonesia. Muhammadiyah merupakan gerakan reformis yang lebih luwes dibanding Persis dan al-Irsyad. namun juga dapat ditemukan di Golkar. kemudian melalui Parmusi. Nahdlatul Ulama (NU): Kebangkitan kembali para ulama.

Sekularisme: Paham yang memisahkan urusan keagamaan dengan urusan keduniaan. Pesantren: Sekolah agama yang didirikan oleh para kyai.PRRI: Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Kanor 504 RT 16 RW 9 Pasinan-Baureno. Ahwan Affandi. Islam tanpa arabisasi. : Jl. Pribumisasi: Kata baru yang dibentuk dari “pribumi”. Nama Ayah Nama Ibu Pendidikan Formal: : H. Alamat di Yogyakarta : Komplek IAIN “Griya Natural” CT XI 45i Sapen Yogyakarta 55281. Wahhabi>: Paham pembaharuan keagamaan Islam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab di tanah Hijaz. didirikan pada tahun 1958 di Sumatera Barat dan dihancurkan dalam beberapa bulan saja. clxxxiii . penekanan identitas muslim khas Indonesia. kabupaten Bojonegoro Jawa-Timur 62192. pemerintahan ini dibentuk untuk menentang Soekarno dan partai komunis yang sedang menanjak. 7 November 1981. Tradisionalisme: Paham yang mempertahankan pandangan-pandangan keagamaan yang diwariskan oleh tradisi Islam zaman abad pertengahan. murid dari sekolahan ini biasa disebut santri. Syari„ah: Peraturan-peraturan hukum dalam al-Qur‟an dan as-Sunnah. Lampiran IV. Nasionalis sekular: golongan yang menganut paham kebangsaan yang menghendaki agama dipisahkan dari kehidupan negara. Tanfidziah: Badan eksekutif NU. : Hj. CURRICULUM VITAE Nama Tempat/Tgl Lahir Alamat Asal : Ahmad Anfasul Marom. : Bojonegoro. juga berarti dominasi penduduk asli di bidang ekonomi Indonesia. Siti Azah (Almarhumah).

MTs Islamiyyah at-Tanwir Sumberjo .1. 5.1993). Pondok Pesantren “at-Tanwir” Sumberjo Bojonegoro Jawa-Timur. 6. Sekjend Senat Mahasiswa Institut (SMI) 2003-2004 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. MI Darul Ulum Baureno . 5. 2.Bojonegoro (1987 . Pendidikan Informal: 1. Masuk 2001 Sekarang.1996). (1996-1999). Departemen Kajian dan Intelektual BEMJ PMH 2000-2002. Pondok Pesantren “Tebuireng” Jombang Jawa-Timur. 2. 4. Sekretaris Organisasi Daerah CSPB (Collega Siswa Pesantren Bojonegoro) 1997-1998 di Pesantren Tebuireng Jombang. MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Tebuireng . Sekjend PMII Rayon Faklutas Syari‟ah 2000-2001 IAIN Sunankalijaga Yogyakarta. Kursus Bahasa Inggris di “Wisma Bahasa” Yogyakarta. English Extension Sanata Dharma Yogyakarta. (1999 Sekarang). clxxxiv . 4. Ketua Ospek 2001 Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta. IAIN Sunan kaliga Yogyakarta. 3.Bojonegoro (1993 . 3. Anggota Divisi Lembaga Kajian eLSIP (Lingkar Studi Islam Pembebasan) 2000-2001 Kordiska IAIN Sunan Kalijaga. Pengalaman Organisasi : 1. 4.Jombang. 2. Kursus Komputer di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta. Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3.

clxxxv .