DR. Ainur Rofiq, M.

Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara),” Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam Perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing I

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

ii

M. Nur, S.Ag, M.Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara)”. Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing II

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522

iii

PENGESAHAN Skripsi berjudul DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA) Yang disusun oleh: Ahmad Anfasul Marom NIM: 99363504 Telah dimunaqasyahkan di depan sidang munaqasyah pada tanggal 10 Februari 2004 M / 19 Dzulhijjah 1424 H. Dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam Hukum Islam.

Yogyakarta, 1 Muharram 1425 H 22 Februari 2004 M DEKAN FAKULTAS SYARI‟AH IAIN SUNAN KALIJAGA

Drs. Malik Madany, M.Ag. NIP: 150182698 Panitia Munaqasyah Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Drs. Kholid Zulfa, M.Si NIP: 150266740 Pembimbing I

Drs. Slamet Khilmi NIP:150252260 Pembimbing II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213 Penguji I

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522 Penguji II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

A. Yani Anshori, S.Ag, M,Ag NIP: 150276308

iv

Untuk Kampus Putih IAIN Ibu (Almarhumah) dan Bapak Mbak Luluk. Mas Asfan. serta Ponakan-ponakanku Guru-Guruku Yang Penuh Ikhlas Mendidikku Dan Yang Tak Sekedar Hasrat Perjuangan Yakni Sang Waktu Yang Setia Mengiringi Pengembaraan Intelektualku v . Mbak Arin. Adikku Azim.Kupersembahkan.

Motto: ‫اىرٙ أّقغ ظٖـسك‬ ●‫أىٌ ّشـسذ ىل طد زك● ٗٗػؼـْاػْل ٗشزك‬ ّ ّ ‫ٗزفؼْا ىل ذمسك● فئُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● إُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● فئذا‬ ● ‫فسغد فاّظـة● ٗإىٚ زتّل فازغـة‬ Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) Dan kami telah menghilangkan beban darimu (2) Yang memberatkan punggungmu (3) Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). Alam Nasyrah : 1-8) vi . (QS. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8) .

0543 b/U/1987. Secara garis besar uraiannya adalah sebagai berikut: A. 158 dan no.PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam penyusunan skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi dari keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. Konsonan Tunggal Huruf Arab ‫ا‬ ‫ب‬ ‫خ‬ ‫ز‬ ‫ج‬ ‫ذ‬ ‫ش‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫ز‬ ‫ش‬ ‫ض‬ ‫غ‬ ‫ص‬ Nama Alif Ba‟ Ta‟ Sa‟ Jim H{a Kha Dal Z|al Ra‟ Zai Sin Syin S{ad Huruf Latin Tidak dilambangkan B T S| J H{ Kh D Z| R Z S Sy S{ Keterangan Tidak dilambangkan Be Te Es (titik di atas) Je Ha (titik di bawah) Ka dan ha De Zet (titik di atas) Er Zet Es Es dan Ye Es (titik di bawah) vii .

dan Dammah ( _َ_ ) ditulis u. ّ ِٖ‫ت‬ C.‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ظ‬ ‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ف‬ ‫ق‬ ‫ك‬ ‫ه‬ ً ُ ٗ ‫ٕـ‬ ‫ء‬ ٛ D{ad T{a Z{a „Ain Gain Fa‟ Qaf Kaf Lam Mim Nun Wau Ha‟ Hamzah Ya D{ T{ Z{ „G F Q K L M N W H ‟Y De (titik di bawah) Te (titik di bawah) Zet (titik di bawah) Koma terbalik (di atas) Ge Ef Qi Ka El Em En We Ha Apostrof Ye B. viii . Vokal Pendek Fathah ( _َ_ ) ditulis a. Kasrah ( _َ_ ) ditulis I. Contoh : ّ ‫ ّص ه‬ditulis nazzala. ditulis bihinna. Konsonan Rangkap Konsonan rangkap yang disebabkan Syaddah ditulis rangkap.

D. Fathah + Ya‟ mati ditulis ai ٜ‫ اىصزٞي‬ditulis az-Zuh}aili> 2. Kasrah + Ya‟ mati ditulis i ‫ٍٞثاق‬ ditulis mi>s}aq 3. Vokal Panjang Bunyi a panjang ditulis a. masing-masing dengan tanda hubung ( . Contoh : ‫تداٝح اىَدرٖد‬ ditulis Bida>yah al-Mujtahid.) di atasnya. Ta’ Marbutah di Akhir Kata Bila dimatikan ditulis h. ‫ زفك‬ditulis rafiqa. Fathah + Wawu mati ditulis au ‫ؽ٘ق‬ ditulis t}auq F. Vokal Rangkap 1. Dammah + Wawu mati ditulis u ‫أط٘ه‬ ditulis us}u>l E.Contoh : ‫ أزَد‬ditulis ah}mada. Kata ini tidak berlaku terhadap kata „Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia seperti: salat. 1. ix . ‫ طير‬ditulis s}aluha. bunyi I panjang ditulis I dan bunyi u panjang ditulis u. zakat dan sebagainya kecuali bila dikehendaki lafaz aslinya. Fathah + Alif ditulis a ‫فال‬ ditulis fala> 2.

Bila terletak di awal kata. ‫ٗؽء‬ ditulis wat}‟un 3. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). Bila terletak di tengah kata dan dimatikan. Bila terletak di akhir kata. maka ditulis berdasarkan bunyi vokal yang mengiringinya. ‫اىثقسج‬ ditulis al-Baqarah. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). Hamzah 1. H. 2. huruf ‫ ا‬diganti dengan huruf syamsiyah yang bersangkutan. ‫اىْعاء‬ ditulis an-Nisa‟. ‫زتائة‬ ditulis raba>‟ib 4. Bila terletak di tengah kata dan berada setelah vokal hidup. x . Kata Sandang Alif + Lam 1.G. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al. ُٗ‫ ذؤخر‬ditulis ta‟khużu>na. maka ditulis sesuai dengan bunyi vokalnya. ُ‫إ‬ ditulis inna 2. Bila diikuti huruf syamsiyah.

t. Rasul dengan misi suci untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.KATA PENGANTAR ‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬ ‫اىسَد هلل زب اىؼاىَِٞ ، أشٖد أُ ال إىٔ إال هللا ٗأشٖد أُ ٍسَدا‬ ‫زظ٘ه هللا ، ظثساُ اىرٙ ٕداّا تقظض اىغاتسِٝ ، ٗخؼيٖا ػثسج‬ ‫ىيراتؼِٞ إىٚ ًٝ٘ اىدِٝ ، ٗاىظالج ٗاىعالً ػيٚ ظٞدّا ٍسَد زظ٘ه هللا‬ ِ‫طيٚ هللا ػيٞٔ ٗظيٌ ، اىرٙ ماّد زٞاذٔ ٍَيؤج تَنازً األخالق ٍٗساظ‬ ‫اىظفاخ ، ٗػيٚ أىٔ ٗأطساتٔ أخَؼِٞ ، أٍا تؼد‬ Puji syukur saya haturkan ke Hadirat Allah s. Dengan tetap mengharapkan pertolongan. Yang telah menganugerahkan nikmat Islam dan Iman.W. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad S. karunia dan hidayah-Nya. Penyusun menyadari. Namun. Semoga kesejahteraan senantiasa menyelimuti keluarga dan sahabat Nabi beserta seluruh ummat Islam.w. dengan judul : Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia: Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. alhamdulillah penyusun mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini untuk melengkapi salah satu syarat memperolah gelar sarjana dalam Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. penyusunan skripsi ini tentunya tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan serta menjadi pekerjaan yang berat bagi penyusun yang jauh dari kesempurnaan intelektual. Rasul pembawa misi pembebasan dari pemujaan terhadap berhala. berkat pertolongan Allah xi .A.

T.Ag.Ag. perpustakaan ST. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh civitas akademika Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. penyusun ucapkan terima kasih atas semua pengetahuan yang telah diberikan. xii . 3. Dr. Dan bantuan dari berbagai pihak. dan Perpustakaan LKiS.W. Nur. yang semuanya ada di Yogyakarta.Ag. M. selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan dan arahannya yang sangat berharga dalam membantu penyempurnaan skripsi ini. Karena itu. Drs. S. M. selaku pembimbing I. Abdul Halim. M.S. 2. Agus Nadjib. penyusun ucapkan terima-kasih pula pada pihak-pihak yang banyak membantu proses akumulasi data. Malik Madany. MA dan Moh. 5.Ag. dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada: 1. akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. di antaranya seluruh pegawai UPT dan perpustakaan Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga. Ainur Rofiq. 4. M. Ignatius. dan sekaligus sahabat diskusi dalam penyusunan skripsi ini. M.Ag. yang dengan sabar bersedia membimbing kesulitan penyusun di tengah kesibukan waktunya. Selain itu. Selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan PMH.

sahabat-sahabat diskusi di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). melalui perbincangan ringan yang selalu menyegarkan. yang telah banyak menaruh perhatian. Saudara Ahmad Sahidah. Seluruh keluarga yang berkat kasih-sayangnya benar-benar memahami kemauan saya. terkhusus Ayahanda dan Ibunda tercinta (almarhumah). S.Ag. M. dan Mas Atho‟ yang ikut memperkaya wawasan saya mengenai sejarah dan perkembangan politik di Tanah Air ini. Najib. dan Ainul Yaqin. Mas Udin.Ed. Aliya. Rekan-rekan “Senat Mahasiswa” di Lembaga S M I (Senat Mahasiswa Institut) IAIN Sunan Kalijaga. sehingga meringankan penyusun dalam memperoleh data buku atau karya ilmiah yang berkaitan. Mas Isfah (Alex). Arul. teman-teman kelas PMH-2 ‟99 xiii . dan harapan pada diri penyusun. Untuk kakak-kakak dan adikku: Mbak Luluk-Mas Sohib. Mbak Arin-Mas Jun. adinda Azim. serta keponakankeponakanku. Bank Indonesia (BI). yaitu Bahru. Mas Umarrudin Masdar. Mas Asfan-Mbak Anis.Ag. Nadim. Humaida. 7.6. yang telah memberikan bantuan beasiswa atas penulisan skripsi ini. demi proses pengembaraan intelektual ananda. serta untuk seluruh komunitas “Griya Natural” 45i Sapen yang hampir setiap hari selalu bersama dalam menjalani proses belajar. M. 9. 8. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima-kasih kepada semua keluarga terkait yang mendukung studi saya di Yogyakarta. yang senantiasa melantunkan do‟a di sela-sela waktunya dengan tulus dan ikhlas.

yang terakhir dan yang telah memberikan arti dalam diri penyusun. Yogyakarta.T.W.yang sedikit banyak turut membantu proses pendewasaan berfikir. hidayah dan ma‟unah dari Allah S. 23 Desember 2003 Penyusun Ahmad Anfasul Marom xiv . Semoga mereka semua selalu mendapatkan rahmat. 10. Yang tidak sekedar indah. Amin. Tatinia. dan mereka yang tidak bisa penyusun sebut satu persatu di sini.

............................... Telaah Pustaka ............................... Pokok Masalah .............. E....................................................................................… 24 xv ............. Latar Belakang Masalah ................................ D..................................................... xv BAB I : PENDAHULUAN ...... C............ B............................................................................................................................................................................................…...................................... Tujuan Dan Kegunaan ................................................ 1 1 7 7 8 11 Metode Penelitian .................................. HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................... Sistematika Pembahasan .................................................. i ii iv v vi PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN ....................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................................................................... 22 BAB II : ASAL ......................... xi DAFTAR ISI ..................................... 19 G.......................................................... HALAMAN NOTA DINAS ................................................ vii KATA PENGANTAR ........................... A......... Kerangka Teoretis ......... HALAMAN MOTTO .........................…... HALAMAN PENGESAHAN .......... F...........................................USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA .

. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ....A............ 129 BAB V : PENUTUP ........................................... NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID............... 148 xvi ..................... 96 BAB IV : ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M...... Tipologi Pemikiran Islam dan Negara ............................................................. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia 24 45 48 51 .................. B............................. Perspektif Modernisme ................................................. Latar belakang Sosial Politik ................... 148 A... 57 1....... Latar belakang Sosial Politik .............................................. Pemikiran Gus Dur tentang Relasi Islam dan Negara ......................................... 117 C..... Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid ........................................................................................................ Natsir tentang Relasi Islam dan Negara .. 85 2.... 85 1................ BAB III : POKOK-POKOK PEMIKIRAN M...................………..... Perspektif Neo-Modernisme .. 111 B....................... 68 B............................................... 2.............................Natsir ............................................................................................................…............................................. Persamaan ..................….............................................. Kesimpulan ............... 57 2.............................. Perbedaan . Sketsa Biografi M......................... 111 A............... 1............ Pemikiran M....... Implikasi ....................................................... 57 A..........................

............B............................ Lampiran I... 151 LAMPIRAN-LAMPIRAN: .................................................... IX xvii .. I I Lampiran II..... 150 BIBLIOGRAFI ............................................................................ Biografi Ulama ................................. VII Lampiran IV...................... Terjemahan ........... Curiculum Vitae .......................................................... Daftar Istilah ......................................... Saran-Saran .................................... III Lampiran III.....................................................................

Percaturan Politik di Indonesia: Demokrasi. 1 Pada tahun 1950-1955 melahirkan sistem multipartai. Latar Belakang Masalah. Hal yang sama terjadi pada 1999 tahun lalu yang menggunakan sistem multipartai dan lagi-lagi Islam belum cukup kuat untuk meletakkan ideologi Islam sebagai dasar negara. Gagasan tentang relasi Islam dan Negara selalu menjadi wacana aktual di Indonesia meskipun telah diperdebatkan beberapa tahun yang lalu. maupun Islam. akan tetapi apa yang dicita-citakannya masih belum bisa dicapai sampai sekarang. baik itu yang berideologikan nasionalis. ke-1(Jogjakarta: Mata Bangsa. cet. pancasila menjadi bagian perdebatan politik yang tak terelakan oleh Politikus dan Agamawan. Ramage. dan mengalami fluctuative discourse dalam percaturan politik di Indonesia. 2002). 2 1 xviii . ini merupakan kesempatan besar bagi Partai Islam untuk memperjuangkan Islam sebagai asas Negara. Berhubung partai politik merupakan salah satu alat untuk mewujudkan cita-cita gagasan. khususnya Islam. akan tetapi wacana ini selalu survive pada momen-momen tertentu. Sejak pancasila dijadikan dasar ideologi formal Republik Indonesia pada tahun 1945 oleh Soekarno. Hampir bisa dipastikan ketegangan dan perdebatan ini muncul menjelang pemilu karena momen ini merupakan kesempatan besar bagi semua golongan yang ingin memperjuangkan aspirasi politiknya. dan Ideologi Toleransi.BAB I PENDAHULUAN A. alih bahasa Hartono Hadikusumo. Islam. hlm. tidak menutup kemungkinan bahwa Douglas E.

oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi.. Kedua.pemilu 2004 yang akan datang juga muncul polemik sistem negara apalagi Islam formalis masih berada di ujung kekakalahan. aliran integratif modernis. yakni mengenai perdebatan ideologi. apakah berasaskan Islam atau sekuler ? Penelitian ini mengambil judul "Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia (Studi Pemikiran M. Untuk penulisan selanjutnya Penyusun akan mengganti nama Abdurrahman Wahid menjadi Gus Dur yang telah akrab dikalangan masyarakat luas. aliran konservatif tradisionalis. Pertama. Insiden politik semacam itu sempat terulang kembali pada tahun 1990 di negeri ini. Natsir dan Abdurrahman Wahid3 tentang Relasi Islam dan Negara). 19. Menurut Munawir Sjadzali ada tiga kategori dalam memandang hubungan Islam dan negara di kalangan tokoh Islam.2 khususnya mengenai sistem negara apa yang akan dipakai untuk membangun Indonesia. hlm. Sebenarnya sumber perdebatan itu adalah relasi Islam dan negara." penyusun lebih memfokuskan pada dua tokoh ini yang tentunya telah banyak mewarnai wacana perdebatan Islam dan Negara sepanjang lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia sampai saat ini. Sebelumnya pada tahun 1978-1985 telah terjadi ideologisasi pancasila yang diinstruksikan oleh Soeharto. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. dan kemudian menimbulkan perdebatan yang luar biasa di kalangan tokoh dan gerakan ideologi Islam. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail 2 Ibid. 3 xix .

Pertama. Husein Haikal.tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. Djohan Effendi. 518. M. Greg Barton. 1999). Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Dan yang Ketiga. Sejarah dan Pemikiran. hlm.4 Dari ketiga aliran tersebut. 1993). ke-1 (Jakarta: Paramadina. khususnya azas negara. Tokoh yang terkemuka yaitu M. sedangkan Gus Dur sebagai tokoh neo-modernis (meminjam istilah Greg Barton). budaya dan agama) dengan tetap setia pada posisi konservatif- tradisional bahwa kejujuran dan kebenaran al-Qur'an tidak perlu diganggu gugat. edisi ke-5 (Jakarta: UI Press. Natsir dan Gus Dur memang masuk dalam kategori aliran integratif modernis yang sebenarnya dalam klasifikasinya Munawir Sjadzali merupakan terma dari modernis. cet. Islam dan Tata Negara: Ajaran.5 Kedua tokoh ini menarik untuk dikaji. aliran nasionalis sekuler. 5 4 xx . apalagi kelompok (background) yang diwakilinya sangat kontradiktif dengan gagasan dan prilaku politik tokoh tersebut. secara umum keduanya masuk dalam kategori aliran yang sama yaitu integratif modernis tetapi beda pendapat mengenai relasi Islam dan negara. alih bahasa Nanang Tahqiq. Munawir Sjadzali. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. Gus Dur yang dibesarkan dalam lingkungan Baca. ini karena pemikirannya yang liberal dan rasional tentang isu kontemporer (baik itu politik. Natsir sebagai tokoh modernis. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. hlm. Islam tidak ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. 1-2. dalam hal ini penyusun lebih suka memposisikan M.

kaum tradisionalis,6 yaitu NU yang nota bene orientasi politiknya berkiblat pada ulama klasik seperti Al-Mawardi dan Al-Ghazali ternyata mampu mengapresiasikan pemikiran liberal yang cenderung ala Ali Abd al-Raziq,7 sedangkan M. Natsir yang dibesarkan dalam lingkungan modernis justru lebih akrab dengan pemikiran politik Islam fundamentalis seperti al-Maududi yang sangat menginginkan Islam dijadikan sebuah dasar negara karena menurut M. Natsir sendiri meniru sistem pemerintahan Barat adalah tindakan sekuler yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.8 Kedua, wacana ini selalu aktual di Indonesia apalagi ketika mendekati pemilu. Dan tentunya gagasan kedua tokoh tersebut juga masih banyak mempengaruhi wacana perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Setidaknya kedua alasan inilah yang menyebabkan penelitian ini dilakukan. M. Natsir menawarkan Islam sebagai azas negara bukanlah aksi pembangkangan negara (makar), akan tetapi lebih pada penghidupan demokrasi. Oleh sebab itu dalam pidatonya pada sidang pleno konstituante (12 November 1957) ia menghendaki negara Indonesia ini berazaskan ideologi Islam. "Negara demokrasi berdasarkan Islam".9 Keinginannya ini Bukan semata-mata karena Islam agama mayoritas di Indonesia melainkan ajaran

Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan, (Jakarta: Rajawali Press, 1999), hlm. 39. Andrée Feillard, NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna, (Yogyakarta: LkiS, 1999), hlm. 380. M. Natsir, Agama dan Negara dalam Perspektif Islam, cet. ke-1 (Jakarta: Media Dakwah, 2001), hlm. 200.
9 8 7

6

Ibid.

xxi

Islam mengenai ketatanegaraan dan kehidupan bermasyarakat itu mempunyai sifat yang sempurna dalam menjamin kerukunan beragama dan bernegara.10 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara, M. Natsir berpendapat boleh meniru pemerintahan Barat asalkan tidak melanggar nilainilai dasar Islam. Karena baginya Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna.11 Ini menarik untuk dicermati satu sisi M. Natsir terbuka untuk memakai sistem apa yang akan dipakai di Indonesia sisi lain dia bersikeras memperjuangkan Islam sebagai azas ideologi negara.12 Sedangkan menurut Gus Dur apabila politik, budaya dan agama diideologikan fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal.13 Hal yang senada diungkapkan oleh Cak Nur bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi, sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologiideologi yang ada di dunia.14 Dalam memandang relasi Islam dan negara, masalah ketatanegaraan merupakan hal yang tak bisa ditinggalkan, sebab faktor inilah yang kemudian seringkali memunculkan perdebatan antara kelompok muslim idealis dan
10

Ibid., hlm. 203.

Kamaruzzaman, Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. (Magelang: IndonesiaTera, 2001), hlm. 70. Natsir berpendapat bahwa Islam bukan hanya suatu agama tapi juga sebuah ideologi karena di dalamnya mengandung dua unsur yaitu Mu„ammalah ma„a Allah dan Mu„a,,alah ma„a an-Nas. baca M. Natsir, Agama dan Negara, 219. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nurcholis Madjid, dan Jalaluddin Rakhmat, (Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998), hlm. 77.
14 13 12

11

Ibid. hlm. 169.

xxii

realis di negara kita. Adanya “Sistem Kekhalifahan” di masa Rasulullah S.A.W. dan Sahabat membuat sebagian masyarakat muslim dunia semakin menyakini bahwa jauh sebelum sistem demokrasi muncul, sebenarnya Islam telah mempunyai sistem Tata Negara sendiri. Dalam perspektif Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ah pemerintahan dinilai dari segi fungsionalnya bukan pada formalitas bentuknya, apakah negara Islam atau bukan. Disamping itu, menurut Gus Dur Islam tidak mempunyai konsep pemerintahan yang definitif, misalnya tentang suksesi kepemimpinan terkadang memakai istikhla>f, bay„ah, dan ahl al-H{alli wa al-Aqdi (sistem formatur). Hal ini menunjukkan Islam inkonsisten dan tidak mempunyai konsep yang baku.15 Atas dasar pemikiran inilah, Gus Dur menerima ideologi pancasila sebagai azas negara, dan yang terpenting baginya adalah umat Islam bisa melaksanakan kehidupan beragama secara penuh dan tetap berpegang pada etika sosial (social ethic). Berbeda dengan M. Natsir yang menolak secara tegas ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tetapi bukan berarti jalannya pemerintahan terlepas dan terpisah dari keagamaan begitu saja karena baginya Islam sendiri tidak asing dengan nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan. Menurut penyusun "posisi Gus Dur yang menempatkan pancasila sebagai pra-syarat

15

Ibid.

xxiii

demokratisasi dan pembangunan keIslaman yang sehat di Indonesia nampaknya harus dilihat dari perspektif neo-modernisme. B. Apa implikasi tesis mereka terhadap pemikiran politik Islam di Indonesia? Tiga pokok masalah di atas diharapkan dapat mewakili (cover) dari beberapa masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini. (Yogyakarta: LKiS.. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. Natsir dan Gus Dur mengenai hubungan Islam dan negara. Bagaimanakah pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara? 2. xxiv . 1994). 16 Andrrée Fillard dkk. hlm. Mengapa kedua tokoh itu mengajukan tesis yang berbeda? 3. Dari uraian di atas dipaparkan bahwa ada persamaan dan perbedaan pemikiran di antara M. Oleh sebab itu perlu penyusun tegaskan bahwa fokus dari permasalahan ini yaitu: 1. Pokok Masalah. keduanya sama-sama menjunjung nilai demokrasi tetapi berbeda dalam gagasan dan prilaku politiknya Hal ini bisa disebabkan latar belakang sosiohistoris yang berbeda. 104. Islam dan nasionalisme inilah yang secara intelektual politis melatarbelakangi keikutsertaan Islam dalam diskursus politik dan ideologi negara di Indonesia selama ini. demokrasi. Tujuan dan Kegunaan. C. Di samping itu juga berguna untuk memperjelas arah penelitian yang dimaksud."16 Integrasi antara kemajemukan.

D. 3. pendidikan dan politik. Dapat diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap karakteristik pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mengkaji azas negara (Pancasila). Selain itu juga ada tujuan yang lain yaitu: 1. baik itu latar belakang sosial. xxv . 2. Bisa dijadikan salah satu sumber diskusi dalam mengkaji relasi Islam dan negara di Indonesia. 3. Untuk mendapatkan penjelasan (explanation) yang lebih tajam tentang karakteristik pemikiran antara M. Natsir dan Gus Dur mengenai wacana Islam dan negara. khususnya azas negara Indonesia. Adapun dari penulisan ini diharapkan dapat diambil beberapa manfaat atau kegunaan. Telaah Pustaka. Mengidentifikasi asal-usul gagasan kedua tokoh tersebut dalam perspektif perbandingan. khususnya dalam perspektif Islam modernis dan neomodernis. Sebagai prediksi.Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam bidang Perbandingan Madzhab Dan Hukum di Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. di antaranya: 1. Mendapatkan deskripsi yang jelas mengenai implikasi kedua gagasan tersebut dalam konteks perkembangan Islam dan politik Indonesia saat ini. sejauh mana implikasi kedua pemikiran itu dalam perubahan dan perkembangan politik Islam di Indonesia saat ini. 2.

maka penyusun merasa perlu menelaah buku-buku yang berkaitan dengan variabel tersebut. khususnya partai Masyumi yang dibubarkannya. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama'at Islami xxvi . Karya ini meneliti tentang relasi Islam dan politik yang kemudian menggambarkan prilaku partai-partai Islam dalam menghadapi kebijakan politik Soekarno saat itu. prilaku politik maupun gagasannya. pemikiran M. Disamping itu. Kedua. Natsir dan Gus Dur sekaligus.M. meskipun keduanya hidup pada masa yang berlainan. Syafi'i Maarif yang dibukukan dengan judul Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Karena penulisan ini meliputi dua variabel di atas. Di sini penyusun sempat membahas M. Natsir namun tidak lengkap karena lebih memfokuskan pada gerakan partai politiknya. namun gagasannya selalu aktual bahkan sering dijadikan rujukan dalam diskusi dan aksi politik. Natsir dan Gus Dur. Pertama. Akan tetapi pembahasan itu sering kali tidak dilakukan secara bersamaan hanya difokuskan pada satu tokoh saja kalau memang ada yang mengkaji perbandingan itu juga tidak membahas M. baik itu biografi. Natsir dan Gus Dur mengenai Relasi Islam dan Negara di Indonesia. Dalam tesisnya A. Penelitian ini mempunyai Dua variabel. mengenai diskursus pemikiran politik Islam di Indonesia. Natsir dan Gus Dur adalah tokoh pemikir dan sekaligus seorang politikus yang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Banyak buku atau karya ilmiah yang membahas M.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang banyak didasarkan pada wawancara personal xxvii . Natsir dan Maududi sebagai representasi dari modernisme dan fundamentalisme akan tetapi kedua tokoh itu tidak menjadi fokus kajiannya karena lebih pada partai tempat tokoh ini berpolitik. Sedangkan Ahmad Suhelmi dalam bukunya Soekarno Versus Natsir: Kemenangan Barisan Megawati Reinkarnasi Nasionalis Sekuler (1999) juga mengkaji pemikiran kenegaraan dalam perspektif M. Buku politics in Indonesia: Democracy. Dengan kesimpulan bahwa buku ini hanya menyoroti keterwakilan kaum muslim secara proporsional dalam lembaga-lembaga negara dan dipertahankannya komitmen bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler. Islam and Ideology of Tolerance yang ditulis Douglas E.(Pakistan) karya Yusril Ihza Mahendra. Sementara itu. buku ini lebih menitik beratkan pada partai-partai di atas meskipun ada tokoh yang dilibatkan seperti M. Natsir vis-a-vis Soekarno. Natsir. Di samping itu penulis juga menyinggung sedikit polemik M. khususnya mengenai ideologi pancasila dalam relevansinya dengan persoalan dekonfensionalisasi politik Islam di Indonesia. Natsir dengan Soekarno mengenai azas negara. khususnya pandangan M. Natsir dibanding Natsir yang mewakili tokoh modernisme Islam. Ramage membahas Islam dan demokrasi. Bahtiar Effendy dalam bukunya Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (1998) yang menjelaskan relasi Islam dan negara di Indonesia. Buku ini lebih melihat sosok pemikir M.

untuk melihat pola pemikirannya Abdurrrahman Wahid dalam mengakaji pancasila sebagai asas negara. Skrpisi yang dibukukan dengan judul Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Demokrasi. Karya Umaruddin Masdar, berusaha melacak pola pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mempertemukan Islam dan demokrasi. Dalam hal ini penulis lebih memfokuskan pada konsep demokrasi dengan menggunakan teori politik sunni sebagai rujukan utama untuk meneliti gagasan kedua tokoh tersebut. Sedangkan buku Islam Demokrasi Atas Bawah: Polemik Perjuangan Umat Model Gus Dur dan Amien Rais yang disunting oleh Arief Affandi merupakan buku yang lebih menyoroti tentang strategi perjuangan kedua tokoh tersebut dalam menyikapi gerakan demokratisasi di Indonesia. Dan yang terakhir tesis yang berjudul Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur Dan Amien Rais Tentang Negara karya Ma'mun Murod al-Brebesy, tesis ini telah dibukukan dengan fokus kajian membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara, civil society dan demokratisasi. Selain buku-buku di atas penyusun juga menelaah karya asli dari kedua tokoh tersebut yang banyak berupa tulisan lepas dan artikel media. E. Kerangka Teoretis. Lahirnya kemerdekaan Indonesia membuat para tokoh nasional, baik paham nasionalis, sekuler maupun Islam untuk berfikir serius dalam meletakan dasar filosofis negara, terlepas itu perjuangan atau kepentingan

xxviii

golongan yang jelas Indonesia saat itu memerlukan konsep dasar negara yang kuat sehingga terjamin kemaslahatannya dan terhindar dari segala

kemudlaratan . Lebih lanjut, karena penelitian ini mengkaji masalah Islam dan negara maka penyusun mengkategorikannya dalam perspektif Fiqih as-Siyya>syah atau Siyya>syah as-Syar„iyyah. Menurut Abdul Wahab Khallaf definisi Siyya>syah as-Syar„iyyah ialah wewenang seorang penguasa atau pemimpin dalam mengatur kepentingan umum demi terciptanya kemaslahatan dan terhindar dari kemudaratan.17 Dengan demikian siapapun yang ingin membangun pemerintahan yang baik harus berlandaskan pada Mas}lah}ah alMursalah (kepentingan umum). Menurut Imam Malik Mas}lah}ah al-Mursalah itu merupakan salah satu dari epistimologi syari'ah. Dengan syarat bahwa: 1) kepentingan umum itu bukanlah suatu hal yang berkaitan dengan ibadat (transeden). 2) kepentingan umum itu selaras dan tidak bertentangan dengan nilai dasar Syari„ah (Alqur'an dan Sunnah).3) kemaslahatan umum itu haruslah merupakan kepentingan esensial yang sangat diperlukan.18 Setidaknya kepentingan esensial yang diperlukan di atas sejalan dengan dirumuskannya lima tujuan syari'ah meskipun tidak tercover secara Ka>ffah, lima tujuan tersebut yaitu: memelihara kemaslahatan agama, memelihara jiwa,

Abdul Aziz Dahlan (ed), dkk., Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996)V: 1626, artikel "Siyasyah as-Syar'iyyah". Dikutip dari, Muhammad Tahir Azhary, Negara Hukum: Suatu Studi tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Madinah dan Masa Kini, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 7
18

17

xxix

memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta dan kehormatan.19 Objek kajian fiqih siyasah atau Siya>syah as-Syari„yyah menurut Abdul Wahab Khallaf adalah membuat peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk mengurus negara sesuai dengan dasar ajaran agama yang bertujuan merealisasikan kemaslahatan manusia untuk kebutuhan mereka.20 Dengan demikian secara garis besar bahasan Fiqih as-Siya>syah meliputi tiga aspek utama di antaranya: 1) Peraturan dan Perundang-Undangan Negara sebagai pedoman dan landasaan idiil dalam mewujudkan kemaslahatan umat. 2) Pengorganisasian untuk mewujudkan kemaslahatan. 3) Mengatur hubungan antara penguasa dan rakyat serta hak dan kewajiban masing-masing dalam usaha mencapai negara.21 Untuk mengkaji pemikiran politik Islam memang tidak lepas dari Fiqih asSiya>syah dan hukum Islam. Hukum Islam dibagi menjadi dua yaitu hukum yang bersifat Qat}„i (Syari'ah) dan yang bersifat Z}anni (fiqih), karena politik seringkali mengalami perubahan sesuai dengan situasi maka penyusun memasukkanya dalam kategori fiqih. Dimana fiqih siyasah mempunyai

19

Ismail Muhammad Syah dkk., Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Abdul Wahab Khallaf, Al-Siyasat al-Syari'at, (AL-Qahirat: Dār al-Anshār, 1977), hlm.

hlm. 67.
20

4. J. Suyuthi Pulungan, Fiqih Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 28.
21

xxx

22 Dengan demikian al-Mas}lahah al-Mursalah menempati posisi yang sangat penting dalam mengkaji diskursus relasi Islam dan negara. hlm.H. Apakah berideologikan Islam atau sekuler? Karena yang terpenting bukanlah formalitas bentuk pemerintahan tetapi esensi nilai dasar al-Qur'an dan Sunnah tetap berjalan (tidak kontradiktif). Ibrahim Hoesen. meskipun berbeda dalam menggunakan terma aliran ini akan tetapi substansinya sama. Tahir Azhary. penyusun meminjam istilah Munawir Sjadzali dalam mengkategorikan aliran yang concern terhadap relasi Islam dan negara. kebebasan. aliran integratif modernis. lebih khusus lagi dalam menentukan sistem dasar ketatanegaraan. No. Kedua. perdamaian. aliran konservatif tradisionalis. Lihat. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. 58. “Fiqih Siyasi dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik”.dimensi yang sangat luas dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara seperti menjamin kemaslahatan. 1997). yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara karena menurutnya Islam adalah ad-Din wa ad-Daulah. IV (1993). Negara Hukum. kesejahteraan dan ketaatan rakyat. Dalam diskursus pemikiran politik Islam dewasa ini. K. 79. M. Muhammad Azhar. Pertama. hlm. Jurnal Ulumul Qur'an.2 Vol. Tokoh aliran ini ialah Muhammad Abduh dan Muhammad Husein Haikal. Ketiga. Ada tiga aliran dalam hal ini. (Jakarta: Raja Grafindo Persada.23 sehingga terciptalah kemaslahatan umum sesuai dengan kebutuhan zaman. musyawarah. hlm. 23 22 xxxi . keadilan. 15. lihat. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam Dan Barat. tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. Nilai dasar al-Qur‟an dalam hal ini ialah amanah. keadilan dan kestabilan.

diantaranya Jamaluddin al-Afghani. Filsafat Politik. yang mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. 57. M. 111. dengan menganjurkan pembentukan Jam„iyah Isla>miyah yang biasa disebut Pan-Islamisme. Filsafat Politik. dekat Kanar. 1999). hlm. 1-2. xxxii . hlm. Afganistan. M. 126.28 Munawir Sjadzali. Untuk memastikan tokoh-tokoh tersebut adalah kelompok pemikir kontemporer. hlm.aliran nasionalis sekuler. Dikutip dari Munawir Sjadzali. Tokoh aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. 28 27 26 25 24 Munawir Sjadzali. Islam dan Tata Negara. Ibid. hlm. yang tidak jauh berbeda visi dan misinya. Azhar. hlm.24 Dalam paragraf ini penyusun mencoba memaparkan beberapa tokoh politik sunni kontemporer sebagai landasan teoritis penelitian ini. hlm. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. 26 Pemikiran politiknya besifat reaktif terhadap kondisi kemunduran umat Islam saat itu. wilayah Kabul. baca.25 Tokoh-tokoh ini dikaji guna membidik kerangka teoritis pemikiran M. Ia dilahirkan pada tahun 1838 di As'adabad. Filsafat Politik. 117. 142. Natsir dan Gus Dur. hlm. hlm. 14. Azhar. lihat juga Masykuri Abdillah. Abdul Raziq dan Fazlur Rahman. Islam dan Tata Negara. Azhar. Jamaluddin al-Afghani. Munawir Sjadzali. 2) menentang kolonialisme atas dominasi barat.27 ikatan ini didasarkan pada akidah Islam yang bertujuan 1) menentang sistem pemerintahan yang despotik (sewenang-wenang) dan diganti dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam. Pan-Islamisme yaitu suatu ikatan politik yang bertujuan mempersatukan seluruh ummat Islam di dunia. (Yogyakarta: Tiara Wacana. 107. M. Lihat. Islam dan Tata Negara. yang kemudian saat ini berembrio menjadi OKI.

Mesir. Disamping itu dia cukup reseptif dan akomodaif terhadap peradaban Barat yang kemudian membawanya pada semangat nasionalisme dan paham sekulerisme di kalangan cendikiawan Islam Mesir. Ali Abdul Raziq. Ibid. dan Persia. ia penganut Abduh meskipun secara langsung tidak sempat belajar banyak darinya. Dikutip dari Munawir Sjadzali.31 menurutnya nabi Muhammad hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan syiar agama Islam.128-129. al-Raziq memang mengakui perlunya pemerintahan untuk mengatur negara 29 Ibid. hlm. hlm. 142. Teheran. Negara-negara tersebut yaitu: Afganistan. lebih lanjut ia menolak adanya keharusan sistem khilafah dalam pengertian pemimpin negara. Baca..Dalam perjalanan politiknya ia selalu memunculkan gagasan revolusioner. hlm. hlm. xxxiii . Inggris. Karyanya yang terkenal yaitu Islam wa Usul al-Hukm. India.. untuk itu tidak ada maksud dalam misinya mendirikan sebuah negara Islam (Khilafah). selain itu dia juga menganjurkan kepada rakyat untuk merebut kebebasan dan kemerdekaannya melalui revolusi kalau perlu dengan pertumpahan darah. 139. karena menurutnya tidak ada ayat ataupun hadis yang bisa dijadikan dasar kuat untuk mendirikan khilafah. 117.29 Hal inilah yang sering kali mengakibatkan pengusiran atas dirinya dari negara yang ia kunjungi.30 Oleh sebab itu Afghani lebih cocok diposisikan sebagai tokoh aktivis dan agitator politik daripada pemikir politik. 32 31 30 Ibid. Lahir pada tahun 1888 dan wafat 1966 M. Islam dan Tata Negara.32 Dia sama seperti nabinabi sebelumnya bukan nabi atau pendiri negara yang diutus mendirikan kerajaan dalam arti politik. seperti pembentukan pemerintah dan dewan melalui partisipasi rakyat. Prancis..

36 "Tugas umat adalah menciptakan ketertiban di muka bumi di mana tata tertib itu merupakan sosiopolitis yang harus ditegakkan atas dasar etika yang sah dan viable. dan al-Hajj (17): 40.1989). republik atau totaliter. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. Islam dan Tata Negara. Ali „Imran (4 ) : 110. Umat Islam diharapkan mampu menengahi antara sikap kekakuan ideologi komunisme dan kapitalisme atau sikap ekstrem yang lain. alasannya sejak sistem khilafah dibentuk sampai sekarang selalu saja ada pihak oposisi yang tidak setuju dan seringkali menimbulkan bencana bagi Islam dan umatnya.35 pada hakikatnya Pemikiran politik Rahman didasarkan pada konsepsi al-Qur'an. (Bandung: Mizan. hlm. hlm.38 33 M. menurut Rahman. Filsafat Politik.tapi bukan berarti harus bentuk khilafah boleh konstitusional.34 Fazlur Rahman.33 Meskipun ia mengakui Ijma„ sebagai H{ujjah Syar„iyyah akan tetapi dalam hal ini ia tidak mengakuinya sebagai ijma' yang shahih. 36 35 M. 116. Umar dan Usman. terkecuali Abu Bakar. 34 Dikutip dari Taufiq Adnan Amal. 79. Ibid. hlm. Azhar.. 155. 37 38 xxxiv . Azhar. diktator. Munawir Sjadzali. Filsafat Politik. 141.37 Sebagaimana yang tertulis dalam al-Qur‟an. Dalam al-Qur'an. umat merupakan suatu "penengah" sehingga menjadi saksi terhadap umat manusia. hlm.

menurut hemat penyusun sikap ini muncul sebagai respon terhadap tantangan modernitas yang tak terelakan.. selain itu penolakannya terhadap potensi kekayaan pemikiran Islam tradisional. Dikatakan demikian karena pemikirannya yang selalu berusaha menemukan titik temu antara kaum Islam modernis dengan kaum Islam tradisionalis. 156. hlm. Masykuri Abdillah. 12. bagi Rahman meskipun modernisme memberikan sumbangan positif pada era kebangkitan Islam tetapi tetap memperlihatkan kelemahan dan kekurangan tertentu. hlm.40 39 Ibid.ِ‫مْرٌ خٞس أٍـﺔ أخسخد ىيْـاض ذؤٍسُٗ تاىَؼسٗف ٗذـُْٖ٘ ػ‬ ٌٍْٖ ٌٖ‫اىَْنسٗذؤٍُْ٘ تاهلل ٗى٘أٍِ إٔو اىنـراب ىناُ خٞساى‬ )١١۰ :ُ‫ (اه ػَسا‬ ُ٘‫اىَؤٍُْ٘ ٗأمثسٌٕ اىفاظقـ‬ ‫اىرِٝ أخسخ٘اٍِ دٝازٌٕ تغـٞسزك إالاُ ٝق٘ى٘ازتْـاهللا ٗى٘دفغ هللا‬ ‫اىْاض تؼؼٌٖ تثؼغ ىٖدٍد ط٘اٍغ ٗتٞغ ٗطي٘اخ‬ ٙ٘‫ٍٗعاخدٝرمسفٖٞااظٌ هللا مثٞـساٗىْٞظسُ هللا ٍِ ْٝظسٓ إُ هللا ىق‬ )٤۰:‫ (اىسح‬‫ػصٝص‬ Lebih lanjut. 40 xxxv .39 Rahman memang liberal dan radikal dalam gagasannya. akan tetapi apabila secara formal institusional proses dan bentuk demokrasi „ala Barat itu tetap sejalan dengan orientasi nilai dasar Islam maka sistem ini bisa diterapkan di dunia Islam. "Salah satu kelemahan tersebut ialah kurangnya sistematika dan metodologi yang komprehensif untuk menafsirkan al-Qur'an dan Sunnah. Demokrasi di Persimpangan."Baca. Rahman dikenal sebagai pemikir kontemporer yang menggagas aliran neo-modernisme Islam. menurut Rahman Istilah syura yang merupakan nilai dasar al-Qur'an bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang efektif dan permanen seperti halnya di Barat.

Hal yang sama terjadi pada M. Jenis penelitian.Demikianlah sepintas gambaran mengenai tokoh-tokoh Islam kontempoer yang nantinya diharapkan banyak membantu penyusun dalam membuat kerangka teoritis. 41 H. 34. Karena ini studi tokoh maka ada dua metode pokok untuk memperoleh pemikiran tokoh tersebut. tehnik pengumpulan data. penelitian tentang biografinya sejak dari permulaan sampai akhir pemikiran politiknya. 1991).41 2. Sifat Penelitian. Metode Memahami Agama Islam. sifat penelitian. Dalam sub bab ini perlu penyusun paparkan tentang metode penelitian yang digunakan. menurut penyusun tidak ada seorang tokohpun yang bisa dibidik Pemikirannya menganut satu paham tokoh sebelumnya karena dalam kenyataannya banyak tokoh yang mengadopsi suatu paham tertentu untuk masalah tertentu dan paham lain untuk masalah yang lain pula. sekilas pemikiran Natsir tampak maududian akan tetapi banyak juga diwarnai paham Abduhis. Antara lain meliputi jenis penelitian. Mukti Ali. Pertama. xxxvi . hlm. A. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). (Jakarta: Bulan Bintang. F. 1. Kedua. Natsir dan Gus Dur. penelitian pikiran dan keyakinan kedua tokoh tersebut. pendekatan-pendekatannyadan analisa data. yang mana lebih mengutamakan bahan perpustakaan sebagai sumber utamanya. Metode Penelitian.

dalam hal ini penyusun lebih memfokuskan pada dua aliran pemikiran Islam kontemporer yakni modernis dan neo-modernis yang penyusun anggap sebagai representasi dari kedua tokoh tersebut. 3. artikel dan kumpulan tulisan yang dibukukan dianggap sebagai data primer. Dalam penelitian ini. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan sosio-historis. Tehnik Pengumpulan Data. 4. Karya-karya asli dari kedua tokoh tersebut baik buku. yakni meneliti akar sejarah yang melatarbelakangi gagasan mereka. Adapun analisis disini adalah analisis dalam pengertian historis.Studi yang merupakan penelitian pustaka ini lebih bersifat deskriptifanalisis dan komparatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. Yang dimaksud pendekatan normatif ialah suatu xxxvii . Sedangkan komparatif berarti membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut dalam proses penelitiannya. supaya mendapatkan letak persamaan dan perbedaan yang tepat. Sedangkan karya yang mengkaji tentang gagasan kedua tokoh tersebut dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kajian ini dimasukkan sebagai data sekunder. Dengan kata lain karakter dan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini ialah karakter dari kedua tokoh tersebut dan fenomena yang mempengaruhi pemikiran mereka. Pendekatan. Yang dimaksud dengan deskriptif adalah menggambarkan karakteristik dan fenomena yang terdapat dalam masyarakat atau literatur.

43 42 xxxviii . Hal ini penting untuk dilakukan karena diskursus Islam dan negara merupakan bagian dari kajian hukum Islam. khususnya mengenai asas negara akan dipersempit dalam paradigma modernisme dan neo-modernisme Islam. Sutrisno Hadi.42 Berkaitan dengan penelitian ini sudah barang tentu sosial politik dan kultur yang melatarbelakangi metode pemikiran M. Di samping itu penelitian ini berupa telaah pustaka maka metode yang dipakai adalah deduksi sebab metode ini memang tidak menuntut penelitiaan lapangan. (Yogyakarta: Titian Ilahi Press.pendekatan untuk menjelaskan masalah yang dikaji dengan norma atau hukum (fiqih) yang berlaku sebagai upaya penegasan. hlm. Sementara komparasi dimaksudkan M. Adapun pendekatan sosio-historis yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa setiap produk pemikiran itu merupakan hasil interaksi pemikir dengan lingkungan sosio-kultural dan sosio-politik yang mengitarinya. khususnya fiqih siya>sah. 42. Analisa Data Setelah data terkumpul penyusun akan menganalisa dengan metode kualitatif analisis deduksi dan komparasi. Natsir dan Gus Dur akan dikaji sepanjang peristiwa tersebut mempengaruhi pemikiran mereka dalam masalah ini. 105. 1983). hlm. 8. Soenjoto. 1989). 5.43 Dalam hal ini analisa dari kedua tokoh tersebut tentang Islam dan negara di Indonesia. hlm. 1998). Deduksi yaitu metode yang berawal dari pengetahuan umum ditarik ke pengetahuan khusus. Baca. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Metodologi Reseach. Peneliti dan Peteliti. (Yogyakarta:Andi Offset. (Yogyakarta: Ranggon Studi. Atho' Mudzhar.

44 G. 51. Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Bab ketiga memaparkan biografi M. 44 xxxix . tujuan dan kegunaan. yaitu modernisme dan neo-modernisme. demokrasi dan dasar negara. (Yogyakarta: Kanisius. dan yang terakhir sistematika pembahasan. Yang dalam pembahasannya kedua perspektif tersebut akan dihadapkan pada dua tokoh yang dikaji. hlm. Dalam pembahasan ini penyusun membagi menjadi lima bab. Bab pertama memuat pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. Sistematika Pembahasan. telaah pustaka. di antaranya yang berkaitan dengan Islam. yang tentunya berimplikasi terhadap pemikiran tokoh politik Islam Indonesia dalam mengkaji hubungan Islam dan negara di Indonesia. Penelaahan ini meliputi latar belakang sosial dan prilaku politik kedua tokoh tersebut dalam menggagas relasi Islam dan negara di Indonesia. Selain itu karakteristik pemikiran ini kemudian dibagi pada dua perspektif. Bab ini juga menyinggung sedikit cita-cita ideologi negara yang mereka perjuangkan sebagai repesentasi tokoh muslim yang peduli terhadap bangsa.untuk membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut apakah terdapat persamaan dan perbedaan yang tajam dan signifikan di antara keduanya. 1999). kerangka teoritis. Bab kedua melacak asal-usul dan tipologi relasi agama dan negara dalam sejarah politik Islam. Natsir dan Gus Dur. Metodologi Penelitian Filsafat. metodologi penelitian. rumusan masalah.

Bab keempat menganalisa pemikiran kedua tokoh tersebut tentang relasi Islam dan negara, khususnya tentang demokrasi dan ideologi pancasila, yaitu dengan membandingkan gagasan kedua tokoh di atas, apakah dalam penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan. Selain itu, bab ini juga berusaha menjelaskan implikasi gagasan kedua tokoh tersebut terhadap tokoh politisi muslim Indonesia dan pemikiran politik Islam generasi saat ini. Bab kelima penutup, berisi kesimpulan dan saran-saran. Kesimpulan dimaksudkan untuk memperlihatkan letak signifikansi penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, dengan memberikan konklusi pemikiran M. Natsir dan Gus Dur tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia, sedangkan saransaran ditujukan bagi para penyusun atau peneliti yang akan mengkaji masalahmasalah yang berkaitan dengan variabel skripsi ini lebih lanjut.

xl

BAB II ASAL-USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA A. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia. Wacana tentang makna, penafsiran dan fungsi pancasila telah menjadi perdebatan sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia, setidaknya sejak bangsa ini merdeka, perdebatan ini selalu menjadi aktual di kalangan akademisi dan politisi Indonesia sampai saat ini. Apalagi didorong dengan lahirnya beberapa Partai Islam, permintaan diberlakukannya syariat Islam di Aceh (NAD), munculnya teroris-teroris yang berkedok Islam, laskar serta organisasi yang bernafaskan Islam kanan, di antaranya Laskar Jihad, Hizbu Tahrer, Jaringan Islamiyah dan Front Pembela Islam (FPI). Selain itu yang paling jelas menjadi indikator perlunya kejelasan relasi Islam dan negara dalam kehidupan berbangsa terlihat pada menguatnya ide-ide pencantuman Syari„at Isla>m dalam amandemen UUD 45 setiap ST MPR hasil pemilu 1999.45 Hal ini juga sering terjadi dalam wacana politik Indonesia di penghujung tahun 1990-an yang juga sibuk memperdebatkan ideologi dan peristiwaperistiwa politik yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini, di antaranya mengenai hubungan Islam dan negara, peran ABRI dalam politik, dan bentuk demokrasi yang sesuai dengan negara ini.46 Dalam skripsi ini penyusun

Ahmad Suhelmi, Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir, cet. ke-1 (Bandung: Teraju, 2002), hlm. xi
46

45

Douglas E. Ramage, Percaturan Politik, hlm. 16.

xli

menitikberatkan pada masalah yang pertama yaitu mengenai hubungan Islam dan negara. Untuk memperjelas tahap-tahap perjuangan umat Islam Indonesia dalam merespon perdebatan Islam dan negara. M. Rusli Karim membagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, 1912 hinggga proklamasi kemerdekaan, tahap kedua 1945-1955, tahap ketiga, 1955-1965 dan tahap keempat 1965 sampai sekarang.47 Akan tetapi dalam bab ini penyusun akan memfokuskan asal-usul lahirnya perdebatan Islam dan negara sepanjang sejarah perpolitikkan Indonesia secara global. Perdebatan ini mulai aktual sejak dibentuknya Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai upaya persiapan kemerdekaan yang diharapkan,48 dan telah disetujui oleh pemerintahan Jepang. Hal ini juga dinyatakan dalam pidato Perdana Menteri Kuniaki Koiso kepada Parlemen Jepang pada tahun 1944 yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dalam "waktu dekat".49 Akan tetapi kalau kita teliti lebih dalam bahwa persinggungan antara Islam dan negara di Nusantara ini sudah berlangsung lama sebelum Indonesia merdeka yakni di bawah tekanan kolonial Belanda dan Jepang, namun
Tahap keempat ini masih dibagi lagi menjadi empat era: 1965-1972 sebagai era mencari bentuk, 1973-1985 sebagai era partai tunggal, 1985 1989 sebagai era transisi rekonsiliasi, dan 1990 sampai sekarang sebagai era akomodasi, baca M. Rusli Karim, Negara dan Peminggiran Islam Politik, cet. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1999), hlm. 21. Badan Penyelidik Usaha-Usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di bentuk pada tanggal 7 Desember 1945 yang terdiri dari tokoh-tokoh kelompok sosial, etnis, regional dan politisi di Hindia Belanda yang diduduki Jepang. Lihat, Douglas E Ramage, ibid, hlm. 18. Deliar Noer, Partai Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965, (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1987), hlm. 30. Lihat juga Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, vol. VI (Jakarta: Departemen P&K, 1984), hlm. 66.
49 48 47

xlii

mereka yang ingin menegakkan demokrasi konstitusional sekuler.50 Saat itu Surjopronoto menggunakan tema een Islamietsche regeering (Suatu Pemerintahan Islam) sementara Sukiman memakai istilah een eigen Islamietisch bestuur onder een eigen vlag (Suatu kekuassan Islam di bawah benderanya sendiri) semua ini digunakan untuk menciptakan kekuasaan Islam di Indonesia yang substansinya sebagai alat mencapai kemerdekaan. karena sejauh ini yang diketahui hanyalah pemimpin-pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Surjopronoto dan Dr. dan ketiga. Sukiman Wirjosandjojo yang telah mewacanakan suatu kekuasaan atau pemerintahan Islam di akhir tahun 1920-an. Pertama. hlm. Viii. sehingga dalam sidang BPUPKI pada 1945 wacana ini terkesan begitu aktual diperdebatkan karena secara resmi peristiwa ini muncul pertama kalinya dalam panggung politik Indonesia. Anggota BPUPKI ini terdiri dari berbagai macam kelompok ideologi yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencari titik temu (Kalimah as-Sawa‟) posisi masing-masing anggota tersebut. Yang paling emosional dan 50 Ahmad Suhelmi. Polemik Negara Islam. di antaranya. mereka yang menganjurkan negara integralistik. 51 xliii .51 Barangkali wacana dan teori tentang Negara Islam ini belum banyak ditulis secara terperinci oleh pemimpin Islam pada saat itu. Ibid. Kedua.demikian untuk melacak isu tentang istilah negara Islam di Indonesia bukanlah suatu pekerjaan mudah.

dalam bukunya Deliar Noer sidang pertama berlangsung dari 29-Mei-2 Juni 1945 dan sidang kedua dari 10-14 Juni 1945. Departemen Penerangan. Lahirnya Pancasila. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. Yamin telah mengemukakan kelima sila tesebut dalam pidatonya di depan sidang Badan Penyelidik.54 Dalam kedua pembahasan sidang ini menimbulkan perdebatan keras di antara para anggota penyelidik terutama kalangan Islam yang diwakili Abdoel Kahar Moezakkir dengan cita-cita ideologi Islamnya dan kalangan nasionalis diwakili oleh Soekarno yang cenderung netral terhadap agama. sedangkan menurut Yamin sidang pertama berlangsung dari 29 Mei-1 Juni dan sidang keduanya berlangsung dari 10-16 Juli 1945. lihat. 87-21. cet. Masalah yang sangat krusial dan mengundang perdebatan dalam sidang ini adalah tentang “peletakkan dasar negara” sebab masalah ini berkaitan dengan integritas agama. Karena khawatir akan kegagalan Badan Penyelidik yang terus-menerus semakin memanas maka para 52 Douglas E. Mengenai sidang BPUPKI terdapat perbedaan dalam tenggang waktunya. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. (Jakarta: Yayasan Prapanca. Percaturan Politik. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana. 10-14 Juni 1945 membahas tentang isi konstitusi negara yang akan dibentuk.53 Sedangkan pada sidang kedua. dalam sidang ini Soekarno membuat pidato yang sangat berpengaruh tentang dasar negara dan kemudian dikenal dengan Lahirnya Pancasila. dari 29 Mei . peri kesejahteraan rakyat yang juga meliputi keadilan sosial. peri ke-Tuhanan. 17. Ramage. (Jakarta:).2 Juni 1945 membahas masalah umum. kalau memang tulisan Yamin tentang perdebatan sidang BPUPKI dapat dipercaya maka lahirnya pancasila itu belum tentu gagasan Soekarno murni karena sebelum Soekarno melahirkan konsep Pancasila . 54 53 xliv . hlm. hlm. dikutip dari karyanya Faisal Ismail.52 Badan penyelidik ini mengadakan dua kali sidang. peri kemanusiaan. pada sidang pertama. 19. peri kerakyatan . yaitu: peri kebangsaan. hlm. 1999). budaya dan bangsa yang plural. Muhamad Yamin.konfrontasional adalah mereka yang menginginkan Islam dijadikan dasar negara. 1959).

lalu ditambah enam orang yang kebanyakan berasal dari Jawa dan satu orang lagi dari Jepang yakni Ichibangase yang menjabat sebagai ketua yunior dan anggota luar biasa.H. H. K. A. hanya 15 orang (+ 20%) yang menyuarakan aspirasi politik Islam yakni berasal dari nasionalisme-Islam.H.55 Semula anggota BPUPKI ini berjumlah 62 orang. dari 68 anggota BPUPKI. K. Sartono. Mas Mansur. Dr. Sukiman Wiryosanjoyo. 34-35. Mohammad Hatta. P. Wahid Hasyim.anggota mengambil iniasiatif dengan membentuk panitia BPUPKI yang terdiri dari 9 orang. untuk Ketua dan wakil ketua BPUPKI dijabat oleh Rajiman Widiodiningrat dan R. xlv . (Jakarta: Hudaya. K. Abikusno Cokrosujoso. Soeroso. 60-61. 60-61. sedangkan wakil dari kelompok nasionalis. Sanusi.H. Wongsonegoro. A. 57 55 Deliar Noer. Prof. Ki Bagus Hadikusumo.H. Naskah Persiapan. Parta-Partai Islam. Abdul Halim. Masykur. Di antara wakil dari kelompok Islam yaitu. Rajiman Widiodiningrat. ini menunjukkan bahwa kepemimpinan BPUPKI berada di tangan kelompok nasionalis. antara lain. Soeroso. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. hlm. Soekarno. Prawoto Mangkusasmito. Buntaran Martoatmojo dan Muhammad Yamin. Soepomo. hlm. P. R. K. dan K. hlm. untuk mengamati secara lebih detail keanggotaan Badan Penyelidik ini maka penyusun paparkan pendapat Prawoto Mangkusasmito. 57 56 Muhamad Yamin. Agus Salim. Abdul Kahar Muzakkir. 1970). H. sedangkan 80 %-nya berasal dari kelompok nasionalis-sekuler.56 Statistik ini menunjukkan betapa tidak seimbangnya representasi dari masing-masing kelompok itu.

Akan tetapi karena banyaknya anggota Badan Penyelidik yang malah dikhawatirkan akan membawa kegagalan Badan Penyelidik itu sendiri (atas perdebatan yang semakin memanas) maka dibentuklah Panitia Kecil BPUPKI yang hanya terdiri dari 9 orang itu. Negara dan Peminggiran. 35. ternyata telah 58 Deliar Noer. Wahid Hasyim. dan Abdul Kahar Muzakkir) dan lima orang dari kalangan Naionalis (Soekarno. sebagai jalan tengah akhirnya Jepang membentuk “Panitia Sembilan” di atas.H. hlm. 59 xlvi . yaitu: empat orang dari kalangan Islam (H.59 kesepakatan ini merupakan hasil perjuangan Islam politik dalam kepentingannya saat itu. K. Kepentingan tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok nasionalis sekuler yang memang secara kuantitatif anggota mereka dalam badan ini merupakan mayoritas. sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. A. Maramis. Islam politik mempunyai kepentingan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. Mohammad Hatta. Achmad Subarjo. Partai-Partai Islam. Rusli Karim. dan M. 170.58 Dalam panitia ini. akan tetapi umat Islam terpaksa harus kecewa karena dalam UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 itu. Abikusno. A. hlm. Agus salim. M. Pada tanggal 21 Juni 1945 BPUPKI menyetujui Piagam Jakarta yang rumusan sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syari„at Isla>m bagi pemeluk-pemeluknya”. Yamin).

selain sebagai pejuang mayoritas kemerdekaan. (Jakarta: Tintamas.62 Maka demi persatuan bangsa akhirnya para pemimpin politik Islam terpaksa menelan kekecewaan cita-cita politiknya pada 18 Agustus 1945 dengan menghilangkan anak kalimat tersebut dari pembukaan UUD 1945. 60 Ibid. xlvii . hlm. 62 61 Hatta. Deliar Noer. 1983). ini dikarenakan pengiring redaksi sila pertama yang mewajibkan umat Islam menjalankan Syari„at Isla>m dirasakan oleh kawasan Timur Indonesia sebagai sikap diskriminatif terhadap pemeluk agama lain. Umat Islam yang sebelumnya memperjuangkan ideologi Islam sebagai dasar negara dalam mukadimah UUD 1945 harus mengalah dengan pancasila.108.60 Ini merupakan kekecewaan Islam politik yang pertama dalam perjuangan politiknya. Islam. (Jakarta: yayasan perkhidmatan. 23. tentang makna penting pancasila jika dibanding dengan agama..menghapuskan Piagam Jakarta tersebut. Peristiwa ini dikenal sebagai sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merupakan pengganti dari BPUPKI yang telah dibubarkan. pancasila sendiri menyimpan dua faktor yang sangat debatable. 452. Diterimanya pancasila sebagai asas dan ideologi negara merupakan puncak dari pertentangan dan sekaligus menunjukkan kekalahan kelompok Islam yang harus berkompromi dengan kepentingan lain. tentang kandungan pancasila itu sendiri. Kedua. Pertama. Memoir. Keinginan keras umat Islam saat itu bisa dimaklumi. hlm. 1978). hlm.458. Pancasila dan Asas Tunggal.61 Kompromi politik dalam bentuk Piagam Jakarta rupanya hanya mampu bertahan selama 57 hari.

hlm 457- 458. cet. 1996). Wahid Hasyim dan Kasman Singodimedjo. kemudian atas usul Soekarno akhirnya ditambah menjadi 27 orang.H. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965. Memoir.65 Golongan nasionalis adalah kelompok yang Ahmad Syafi‟i Ma‟arif. Baca 65 xlviii . hlm 21-22. yaitu Ki Bagus Hadikusumo. Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi konsistensi Ki Bagus yang tetap bertahan dengan Piagam tersebut. terang saja latar belakang Hatta ini bisa dijadikan pelebur sikap keras Ki Bagus yang selalu bersekukuh mempertahankan rumusan Piagam Jakarta. K.Jumlah anggota PPKI semula sebanyak 21 orang. Hatta. Akan tetapi apabila diteliti lebih jauh pertarungan ideologi yang menjadi pertimbangan dalam peletakkan dasar negara saat itu bukan hanya ideologi nasionalis dan Islam. maka melalui Hatta yang memanfaatkan Teuku Moehammad Hassan anggota PPKI dari Sumatera berhasil melunakan sikap keras Ki Bagus dan dalam waktu 15 menit anak kalimat pada sila Ketuhanan itu diganti dengan Yang Maha Esa. Perumusan Historis. tetapi lebih besar dari itu yaitu pertarungan dua ideologi besar dunia antara kapitalis dan komunis. hlm. Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 bertujuan menetapkan UUD dan memilih presiden dan wakilnya. ke-1 (Jakarta: Gema Insani Press. 64 63 Prawoto Mangkusasmito. dan yang menarik dicermati dari total jumlah ini ternyata hanya tiga anggota dari organisasi Islam. Secara kultural Soekarno mewakili kultur Jawa sedangkan Hatta dari kultur Minang/Sumatera.63 Betapa ironisnya umat Islam sebagai mayoritas populasi dan penggerak melawan penjajah di negeri ini hanya diwakili oleh tiga anggota. yaitu Nasionalis dan Islam. kebetulan presiden yang dipilih adalah ketua dan wakil PPKI saat itu yaitu Soekarno dan Hatta.64 Akar perdebatan ini tidak lepas dari letupan pertarungan ideologi saat itu. 29.

karena Islam menurut mereka tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja. lihat juga. Natsir dengan tokohtokoh Nasionalis-sekuler yang diwakili Tjipto Mangunkusumo. Meskipun secara personal mereka bukan kaum sukularis dan kelompok yang tidak lepas dari sentimen. hlm. 68 Hasyim Wahid dkk. kelompok ini terdiri dari muslim. hlm. tendensi dan afiliasi keagamaan. (Bandung: Pustaka Salman. cet. hlm. Hindu dll. Sedangkan negara memang merupakan masalah politik yang berurusan dengan duniawi. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok pemimpin politik Indonesia yang menolak secara tegas agama sebagai dasar negara. hlm 4 dan 54-55.66 Sementara itu golongan Islam saat itu berprinsip bahwa agama (dalam hal ini Islam) tidak dapat dipisahkan dari urusan kenegaraan. lingkungan dan alam semesta.67 Indikasi pertarungan ideologi ini bisa dilihat sejak tahun 1920-1930-an dari kasus retaknya hubungan Sarekat Islam (SI) dengan Partai Nasionalis Indonesia (PNI).17-24. Polemik Negara Islam. seperti Tjokroaminoto. Ahmad Suhelmi. Ahmad Hassan dan M. majalah Timboel. 66 Ahmad Suhelmi. 4. Soekarno dan lain-lain. Mereka tetap memilih untuk tidak menggunakan agama sebagai ideologi politik. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekuler. 1999).berprinsip bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan negara) harus dipisahkan secara tegas dan proporsional.. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. Ibid. Sebaliknya apa yang dimaksud nasionalis muslim adalah kelompok pemimpin muslim yang menginginkan Islam harus dijadikan dasar negara. Swara Oemoem dan peristiwa itu perdebatan sengit antara tokoh Nasionalis-Muslim. dengan keyakinan bahwa fungsi agama hanya mengurusi ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kehidupan akhirat dan urusan pribadi saja. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. Polemik Negara Islam. karena bagi mereka agama dan politik 68 67 xlix . ke-1 (Yogyakarta: LKiS. 8. melainkan juga hubungan sesama manusia. kasus Jawi Hisworo. Polemik inilah yang kemudian berlanjut sampai sekarang. Endang Saefuddin Anshary. katolik. 1981). protestan. Agus Salim.

14. hlm. oleh sebab itu menurut pandangan ini konstitusi negara harus didasarkan pada Islam. M.69 Jadi. 5. Polemik Negara Islam. 1994). perlu penyusun bahas secara singkat tentang teori-teori yang diajukan para intelektual muslim. Faisal Ismail. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 369402. tidak bisa dipisahkan.Di sisi lain. jelasnya bahwa tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam ajaran Islam. lihat juga Masykuri Abdillah. Baca. Soekarno. Selain itu praktik pemerintahan Negara Turki yang memisahkan negara dan agama juga ikut mewarnai perdebatan ini. 69 l . karena Islam merupakan agama yang integral dan komprehensif dalam mengatur kehidupan baik urusan duniawi maupun ukhrawi. 5. Azhar.70 Pemikiran pertama berpendapat bahwa negara dan agama tidak harus dipisahkan. 1-2. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. sebab munculnya terma Piagam Jakarta di Indonesia sedikit banyak terinspirasi dari konsep Piagam Madinah yang pasti tidak bisa lepas dari persinggungan wacana politik Islam yang telah berlaku di bangsa Arab itu. hlm. untuk memaparkan secara lebih jelas pemikiran politik tokoh Islam dan keterkaitan mereka dalam memperjuangkan negara berdasarkan Islam di Indonesia. Ahmad Suhelmi. di Bawah Bendera Revolusi (Jakarta:Panitia di bawah bendera revolusi. Secara umum pemikiran politik Muslim bisa diklasifikasikan menjadi tiga teori. 1997). Memudahkan Pengertian Islam. Islam dan Tata Negara. hlm. konsep “Piagam Madinah” dan praktek pemerintahan Islam pada zaman Rasulullah. Demokrasi di Persimpangan Makna. hlm. hlm. sahabat dan komunitas muslim lainnya juga ikut mempengaruhi lahirnya perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Ideologi Hegemoni. hlm. 57. 70 Munawir Sjadzali.

setelah Nasser mengetahui rencana makar mereka dalam menjatuhkan rezim. bisa dibaca dalam karyanya. al-Baqarah (2): 208. The Society of Muslim Brothers. 1990). 203. Ideologi Hegemoni. sepakat dengan adanya pemisahan antara agama dan negara dalam arti konstitusi negara tidak harus didasarkan Maududi . 75 li . 1962). 1962). hlm. 37. Sayyid Qutb72 (1906-1966) dan para ideolog lain Ikhwan al-Muslimin73 dari Mesir. hlm.74 Pandangan komprehensif ini dikutip dari nash al-Qur‟an75: ِ‫ٝاأٖٝااىر ِٝ أٍْ٘ا ادخي٘ا فىاىعيٌ مآّفح ٗال ذرثؼ٘ا خط٘اخ اىشٞطـ‬ )٢۰٨: ‫ (اىثقسج‬. alih bahasa Khursihid Ahmad. Pada tahun 1966. Abu A‟la Maududi71 (1903-1979) dari Pakistan yang memimpin Jamiy„ah al-Isla>m. Sayyid Qutb dan beberapa pemimpin Ikhwan al-Muslimun lainya ditangkap dan diadili. namun pada nilai sekuler. dia pernah akan dijatuhi hukuman mati oleh penguasa karena aktivitas politiknya pada tahun 1953. 1969). Teori ketiga. 74 73 72 71 Faisal Ismail. (Oxford: Oxford University Press.ِٞ‫إّّٔ ىنٌ ػدٗ ٍث‬ ّ ّ Menurut teori yang kedua. namun hukuman tersebut dibatalkan atas desakan pemimpin dunia muslim pada Pemerintahan Pakistan. Hadha al-Din. Tentang Ikwan al-Muslimun. salah satu karyanya yaitu. Khas}ais} at-Tas}awwuri al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu (Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. Oleh sebab itu konstitusi negara dalam pandangan ini tidak harus didasarkan pada Islam. Pakistan dan Saudi Arabia. Baik Jam„iyah al-Isla>m maupun Ikhwan al-Muslimin dikenal sebagai gerakan Fundamentalis di Iran. (Kairo: Dar al-Qalam. Maududi adalah seorang politikus dan pengarang yang terkenal dalam Islam. hal ini bisa dilihat dari jargon politiknya bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan Negara) tidak bisa dipisahkan. agama dan negara harus dipisahkan. Mitcell. Islamic Law and Constitution. Richard P. edisi ke-10 (Lahore: Islamic Publication. contoh konkret teori ini adalah negara Turki Modern. urusan agama sebatas pada urusan pibadi dan ukhrawi tidak perlu mencampuri urusan politik.Tokoh teori ini antara lain .

yakni memisahkan negara dari persoalan agama. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. Faisal Ismail. dipengaruhi oleh Kemal Attaturk ataupun Ali Abd alRaziq (1888-1966) yang berpendapat bahwa Nabi tidak pernah berupaya membangun sebuah negara. I. beliau hanyalah seorang utusan yang dikirim oleh Tuhan semata. lii . Naskah Persiapan. pada tanggal 31-Mei 1945 Soepomo lebih mendukung gagasan Hatta yang mengusulkan bentuk Indonesia sebagai negara kesatuan daripada keinginan umat Islam dalam meletakkan dasar negara . 76 Ketiga teori ini mewakili pilihan-pillihan yang dapat menentukan karakteristik struktur sosial dan politik negara-negara muslim dunia dalam menghadapi tantangan modernitas. Vol.Islam. hlm. akan tetapi nilai agama harus menjadi ruh kehidupan masyarakat bernegara. konflik ideologi antara kaum nasionalis-sekuler dan nasionalis-muslim bisa diperkirakan sejak menjelang kemerdekaan (Sidang BPUPKI). karena dalam sidang BPUPKI 1945 maupun konstituante (1956-1959) para pemimpin muslim berjuang keras agar Islam dijadikan dasar negara. 38. M. 77 78 hlm. Terutama teori pertama ini sangat kuat mewarnai pemikiran politik muslim Indonesia tahun 1940-an dan 1950-an. hlm. 115. 77 Selain itu tidak ada indikasi yang tampak bahwa pemikiran politik nasionalis-muslim Indonesia saat itu.78 76 Faisal Ismail. 456-458. Melengkapi data sebelumnya. Memoir. Ibid. Ideologi Hegemoni. Lihat Muhammad Hatta. Yamin.

80 81 liii . Ibid. Istilah “negara” dalam bahasa Indonesia mempunyai arti.81 Melihat keberatan kelompok nasionalis-muslim terhadap Negara Sekuler mengharuskan kita meninjau kembali sejarah Islam yang menyatukan pemahaman antara agama (di>n) dan negara (daulah). atau negara bekas jajahan Hindia Belanda seperti Irian Barat juga tidak ikut menggabungkan diri dengan Indonesia yang ber-ruh Islami ini. pertama. Meskipun Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin. yakni pengakuan Islam secara legal formal di negara ini. Ideologi Hegemoni. Kedua. hlm. Soekarno mengatakan bahwa ia cemas. kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang 79 Dikutip dari Faisal Ismail. hlm. kelompok kecil ini tidak akan merasakan keterlibatannya dalam negara. apabila umat Islam Indonesia tetap memaksakan kehendaknya (negara Islam). persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. Douglas E. jika negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas. Percaturan Politik. 29.80 Dengan mengingat kekhawatiran yang diungkapkan Hatta pada tahun 1945.Menurut Soepomo sendiri. Dikutip dari. organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. karena cita-cita negara Islam tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. Ramage. kalau banyak bagian negara Republik Indonesia memisahkan diri. 40.79 Pada tahun 1953 Soekarno juga mengungkapkan kekhawatirannya secara terbuka tentang implikasi-implikasi negatif yang muncul.

57. hlm.” Jurnal Pemikiran Islam Paramadina. 1994). 2. 84 83 82 Olaf Schumann. selain itu Paham ini juga erat dengan paham Da>r alIsla>m yang bermakna bahwa kekuasaan tertinggi terletak di tangan seorang penguasa muslim yang memberlakukan Hukum Islam sebagai hukum utama di dalam wilayahnya. 85 liv .diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif. No. edisi ke-2. a. Istilah daulah berasal dari bahasa Arab yang bermakna bergilir. imamah dan kesultanan yang seringkali dikonotasikan dengan istilah negara. Ibid. cet. 1999). beredar dan berputar (rotate. Ibid. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam. Sebenarnya yang dimaksud bergilir. ke-3 (Jakarta: Balai Pustaka.84 Jadi dalam konteks sekarang istilah tersebut bisa diartikan negara. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya..82 Dalam Bab ini penyusun merasa perlu mengkaji pula istilah-istilah dalam kajian politik Islam seperti daulah. mempunyai kesatuan politik. beredar dan berputar adalah perputaran (legitimasi) kekuasaan dari yang lama (demisioner) kepada yang baru diamanati oleh kekuasaan lama tersebut. Lihat Olaf Schumann. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 59.83 menurut Olaf Schuman istilah “daulah” sama dengan “dinasti atau wangsa” yang berarti sistem kekuasaan yang berpuncak pada seorang pribadi dan didukung oleh keluarganya atau clanya. hlm.85 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Vol I (Jakarta : Paramadina. hlm. Di samping itu teori-teori tersebut paling tidak ikut mempengaruhi pemikiran politik Islam di Indonesia. Daulah. 685. alernate. take turns or Occur priodically). khalifah.

1994).88 Oleh sebab itu sudah menjadi hal yang lazim dalam pemilihan pemimpin Islam bahwa pemilihan pemimpin ditetapkan oleh elit politik melalu ijma„ kemudian baru di Bay„ah . 1985). ke-5 (Jakarta: UI Press. khilafah didasarkan pada dua rukun. alih bahasa Asep Hikmat. (Jakarta: Logos. Bahasa Politik Islam. Istilah “Khila>fah” berasal dari bahasa arab yang bermakna perwakilan atau pergantian. 78. Din Syamsuddin. Dalam perspektif politik sunni. 50. 1998). (Jakarta: Gramedia. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Harun Nasution. dalam pidato inagurasinya Abu Bakar menyatakan dirinya sebagai Khalifah Rasul Allah Bernard Lewis.86 Kalau memang istilah ini pernah ada. menurut Harun Nasution sistem ini menyerupai dengan sistem republik daripada sistem kerajaan. 8. I: 95. Khilafah. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. alih bahasa Ihsan Ali Fausi. (Bandung: Pustaka.87 b. yaitu pada masa khalifah Abu Bakar. M. karena pemimpin dalam hal ini dipilih bukan merupakan sistem monarkhi yang bersifat turun-temurun. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. 2000). hlm.89 Sistem khilafah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam setelah Nabi Muhammad wafat. hlm. yaitu: konsensus elit politik (ijma„) dan pemberian legitimasi (Bay„ah). hlm.Menurut sejarah istilah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam ketika masa kemenangan kekhalifahan dinasti Abbasiyyah pada pertengahan abad delapan. cet. 89 88 87 86 lv . Hamid Enayat. berarti masa itu terdapat pada daullah Umayyah yang kemudian begilir pada keluarga Bani Abbas (Daulah Abbasiyyah).

alih bahasa Moh. Mawardi memberikan ruang bagi agama suatu jabatan politik yaitu kepala negara. Menurut Mawardi. Bahasa Politik Islam. 79. baca juga karya asli. hlm. Kesultanan. Etika Agama. Imamah. M. raja. hlm. lvi . 63. imam bisa dimaknai khalifah. yaitu kekuasaan imam (wilayah) dan kesucian Imam („ismah).dalam artian sebagai “Pengganti Rasulullah” yang bertugas meneruskan misimisinya. dengan demikian menurut Munawir Sjadzali. 80.93 Pada dasarnya teori imamah lebih banyak berkembang di aliran syi‟ah daripada aliran sunni. Magfur Wachid. sultan atau kepala negara. Din Syamsuddin. 90 M.91 c. 91 92 Dikutip dari Kamaruzzaman. hlm. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin.94 d. hlm. Sejarah dan Doktrin. “imamah” dalam kajian Islam juga sering digunakan sebagai teori yang menyerupai makna negara. 39. Relasi Islam dan Negara.92 Sementara menurut Taqiyuddin anNabhani. 61. Reaksi Politik Sunni.90 Sedangkan menurut Bernard Lewis istilah khalifah muncul pertama kali pada masa pra-Islam abad ke-6 Masehi dalam suatu prasasti Islam di Arabia. Munawir Sjadzali. dalam aliran Syi‟ah Imama>h menekankan dua rukun. 32. Din Syamsuddin. Selain kedua istilah di atas. 94 93 Hamid Enayat. hlm. hlm. Sejarah Empirik. karena khilafah adalah suatu kepemimpinan yang berlaku secara umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari‟at dan mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. hlm. 9. Taqiyuddin an-Nabhani. (Bangil: Al-Izzah. Islam dan Tata Negara. imamah dan khilafah merupakan dua istilah yang sama maknanya.1996). Etika Agama. Bernard Lewis.

49. Ima>mah dan S{ult}aniyyah. M.95 Dari uraian di atas. karena secara de facto ternyata Islam mempraktekkan beberapa istilah yang bersinonom dengan konsep negara. lvii . sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang. Khila>fah. tampak bahwa istilah negara dalam Islam memiliki beberapa sinonim di antaranya Daulah. Mengingat wacana negara Islam di Indonesia selalu menjadi perdebatan panjang dalam sejarah didirikannya negara ini. Namun demikian patut diteliti apakah teori-teori tersebut untuk konteks modern saat ini bisa dikategorikan sebuah konsep negara.Adapun istilah kesultanan seringkali diartikan kekuasaan dalam kitab alQur‟an. Abd Hamid. hlm. Natsir salah satu tokoh Islam yang kontra dengan gagasan Soekarno mengklaim bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu cita-cita Islam oleh sebab itu 95 Bernard Lewis. yang hidup pada awal abad kedelapan. yaitu karena mereka bertujuan menerapkan Syari„at secara efektif di seluruh penjuru wilayah negara. menurut Lewis ada seorang penulis dari kelompok scribal. secara umum menggunakan istilah sultan untuk pemerintah. Bahasa Politik. sedangkan secara konseptual atau de jure Islam memang tidak mengenal konsep negara yang detail. oleh sebab itu merupakan hal yang lazim kalau wacana Negara Islam selalu hangat untuk diperdebatkan. Patut dicari apa sebenarnya yang membuat tokoh muslim berkeinginan keras meletakkan Islam sebagai dasar negara Indonesia? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini.

98 Menurut hemat penyusun organisasi ini merupakan alat konsolidasi yang sangat efektif saat itu. 26. bahwa umat Islam Indonesia sebagai kelompok mayoritas mempunyai peran yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. 1900-1942 (Singapura: Oxford University Press. Teuku Umar. 96 Dikutip dari Faisal Ismail. 41. Untuk mendukung opini ini bisa dilihat dari semangat jihad Islam yang terukir dalam sejarah tanah air ini. Lihat juga Douglas E. salah satunya Syekh Hayim Asy‟ari yang terkenal dengan “Resolusi Jihadnya”. 1973). Imam Bonjol (pemimpin Perang Padri 1921-1937). Ramage. dan organisasi Tradisionalis NU (didirikan 1926).96 Tampaknya klaim ini didasarkan pada kenyataan saat itu. hlm. seperti Sultan Babullah dari Ternate. The Modernist Muslim Movement in Indonesia. Percaturan Politik. misalnya Sarekat Islam (didirikan tahun 1912). kekecewaan umat Islam atas dihapuskannya “Piagam Jakarta” bisa juga dipahami melalui berbagai organisasi kultural dan ekonomis Islam yang telah didirikan jauh sebelum Indonesia merdeka.97 Di samping itu terdapat juga ulama-ulama Jawa. apalagi organisasi tersebut banyak memberi konstribusi dalam kemerdekaan ini. Ideologi Hegemoni. Selain alasan di atas. hlm.pencapaian kemerdekaan Indonesia merupakan bagian integral dari perjuangan Islam untuk menerapkan Syari„at. Pangeran Diponegoro (pemimpin Perang Diponegoro 1825-1830. 98 lviii . Tjut Nya‟Dien dan Tengku Tjhik di Tiro (pemimpin Perang Aceh tahun 18721912). gerakan Modernis Muhammadiyah (yang juga didirikan tahun 1912. Sultan Hasanuddin dari Makassar. 97 Deliar Noer. Ibid.

27. Dalam catatan sejarah. lix . hlm. yang bagi mereka Islam adalah lapisan terakhir yang menyelubungi kepercayaankepercaaan relegius Hindu. 184. Budha. tuntutan-tuntutan Islam politik atas negara sangat tampak dalam pemberontakkan Darul Islam melawan Pemerintahan Pusat Fred von den Mehden. Baca. Ramage.Meski dalam kenyataanya umat Islam merupakan mayoritas dalam bangsa ini dan organisasi Islam memainkan peran penting pada masa kemerdekaan. hlm. menurut Fred von den Mehden "Indonesia sebagai satu bangsa Islam tidak seluruhnya sepakat dengan apa yang harus dilakukan sebagai pemeluk Islam”. sebagaimana yang dinyatakan Cliford Geertz bahwa rakyat Indonesia terbagi menjadi tiga aliran atau trikotomi. Douglas E. Douglas E. 1986). Ibid. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse: Syracause University Press. Ibid. hlm. Ramage. dan kejawen. Santri dan Abangan. hlm.101 Sebagaimana yang akan dibahas dalam bab-bab berikut. 101 100 99 Douglas E. Aliran santri menunjuk pada pemeluk Islam yang taat dan setiap harinya dekat dengan prilaku spritual atau sosial yang didasarkan pada al-Qur‟an. Ramage. yaitu Priyayi. Percaturan Politik. Dengan demikian suatu dinamika “Islam versus Pancasila” telah mempengaruhi sebagian besar perdebatan dan wacana pemikiran politik Indonesia sepanjang tahun 1980-an sampai 1990-an. Sementara Abangan adalah pemeluk Islam nominal. 28.100 Perbedaan relegius dan politik dalam komunitas Muslim tampak jelas dalam wacana pancasila.99 Hal ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan penafsiran dan praktik agama yang dikerjakan. 27. dinamika ini memiliki implikasi-implikasi penting bagi perpolitikan nasional. Seperti halnya yang penyusun bahas di atas.

1971 dan 1982). The Struggle of Islam in Modern Indonesia.103 Deliar Noer.antara tahun 1948-1962. yang kemudian berdampak negatif pula terhadap cita-cita dan perjuangan partai-partai Islam selama ini. Dalam kasus ini gerakan Kartosuwiryo tidak berkesempatan mengembangkan pemikiran substansi tujuannya karena terburu menggunakan kekerasan.M. hlm. hlm.J. Sedangkan partai Islam lebih pada substansi tujuan.104 Peristiwa ini sedikit banyak menumbuhkan citra negatif pada sebagian kalangan bangsa kita dalam merespon hubungan Islam dan negara. Mengenai pemberontakan Darul Islam bisa dilihat B. sedangkan yang kedua dengan kekuatan illegal. 31. lx . Percaturan Politik. 104 103 102 Deliar Noer. 430. baginya citacita partai Islam ini dilakukan secara demokratis. Partai-Partai Islam. (The Hague: Martinus Nijhoff. Djohan Effendi. Boland. makalah Confrence on Indonesia Democracy. istilah Imam untuk Kepala negara dan lain sebagainya. 54-74. The contribution of the Islamic Parties to the Decline of Democracy in the 1950s.102 Akibat serangan pemberontakan ini. tidak sepakat dengan cara pandang militer ini. seperti nama Darul Islam. hlm. Dikutip dari Douglas E. Djohan Effendi menambahkan bahwa Darul Islam mempertinggi kecurigaan militer bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara partai-partai Islam dengan pemberontak Darul Islam. Monash University. Ramage. Satu-satunya perbedaan. menurut pihak militer adalah bahwa yang pertama memperjuangkan negara Islam dengan jalan legal. bentuk konkret ancaman “ekstrem kanan” (istilah yang secara resmi dipakai untuk menunjuk fundamentalisme Islam di era Orde Baru) semakin jelas. Jadi tentu berbeda dengan gerakan Darul Islam yang dipimpin oleh S. Kartosuwiryo. gerakan ini menggunakan kekerasan dan mementingkan simbol-simbol. 18 Desember 1992.

Ramage. berarti persatuan antara nasionalisme. Dalam usaha menyeimbangkan kekuatan-kekuatan ideologis antara Islam. Padahal dalam kasus DI ini secara perlahan-lahan juga ditunggangi oleh golongan yang tidak bersimpati terhadap RI. citra negatif ini digunakan untuk mendeskriditkan kedudukan partai Masyumi105 dan umat Islam secara umum. di antaranya orang-orang Belanda seperti Jungschlager. Masyumi.107 yang akhirnya malah menimbulkan struktur politis dan ideologis yang labil pada awal tahun 1960-an karena masing-masing kepentingan politisnya jelas saling berlawanan. 34. lxi . Semoga prawacana ini 105 NU saat itu masih bergabung dalam partai tersebut. Selain itu masalah pemberontakan PRRI/Permesta (19581961) juga sering dihubungkan dengan cita-cita Islam sehingga membuat partai Masyumi dibubarkan (tahun 1960).Dan saat itu. Ibid. 106 NASAKOM. melainkan juga sebuah konsep NASAKOM. nasionalisme. Konsep ini dimunculkan Soekarno pada masa demokrasi terpimpin. karena dituduh terlibat dalam pemberontakan regional berideologi Islam. dan komunisme Soekarno tidak hanya menganjurkan konsep Pancasila. dan Van Kleef. Percaturan Politik. hlm.106 Posisi Islam semakin mengkhawatirkan ketika Soekarno membubarkan partai Islam terbesar.108 Demikian pembahasan asal-usul perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Schmidt. agama dan komunisme. 108 107 Douglas E. walupun banyak orang Kristen yang terlibat di dalamnya karena tokoh-tokoh cabang Parkindo dan komandan daerah yang beragama Kristen jelas-jelas menyokong pemberontakan ini.

110 109 Ibid. 67. Dengan adanya dialektika modernis versus tradisionalis inilah yang akhirnya melahirkan pemikiran neo-modernisme Islam Indonesia. Suatu hal yang wajar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia wacana relasi Islam dan negara mendapatkan komentar. Menurut Moslem Abdurrahman “Islam” adalah wahyu. Islam di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari dinamika pemikiran dan gerakan pembaharuan. masih terdapat kuatnya madzhab yang dilestarikan oleh para kyai melalui pesantren. 1995). Oleh sebab itu untuk memamahami tokoh pemikir Islam harus diletakkan pada kerangka Ijtiha>d. hlm.110 Sebagai kebenaran subjektif pemikiran Islam bisa berubah-rubah sesuai dengan konteks dan perkembangan pemahaman seseorang tersebut terhadap pesan Tuhan.109 Di sisi lain. Tipologi Pemikiran Relasi Islam dan Negara.akan lebih memudahkan kita dalam memahami babbab berikutnya. Sebelum membahas lebih jauh. kritik dan debat yang tajam Moslem Abdurrahman. 66.. B. yang dianggap sebagai basis kelompok tradisionalis Islam. di antaranya dipengaruhi ide-ide pembaharuan Abduh yang dianggap rasional-liberal. ke-2 (Jakarta: Pustaka Firdaus. lxii . cet. hlm. Islam Transformatif. sedangkan “pemikiran Islam” adalah kebenaran subjektif yang dihasilkan dari penangkapan seseorang terhadap pesan obyektif Tuhan. dan kemudian di Indonesia berpadu dengan faham Wahabiyyah yang skriptural-formal. penyusun ingin mempertegas antara Islam dan pemikiran Islam.

situasi inilah yang mendorong pemikir Islam Indonesia generasi kedua (sejak tahun 1970-an). akhirnya Islam mencari jalannya sendiri dalam kehidupan sosial politiknya dengan cara yang bisa dibilang formalistik. Upaya penyelesaian masalah tersebut pada sidang konstituante kandas di tengah jalan karena dipotong oleh Soekarno melalui Dekrit 1959. Dalam pandangan ini Islam politik merupakan sesuatu yang sulit untuk dijual karena trauma politik yang membekas para aktivis politik saat itu. ke1 (Bandung: Mizan. dengan Bahtiar Effendy. 191.karena masalah ini termasuk kategori Ijtiha>d seseorang dalam memahami teks Tuhan. yang sengaja menutupi kemungkinan-kemungkinan tersebut. 111 pembicaraan mengenai persoalan lxiii . 2000). yaitu dalam konsep “Piagam Jakarta”. baik dari pihak Islam politik maupun negara. hlm. Dalam pandangan umum. Seperti yang penyusun bahas sebelumnya. (RE) Politisasi Islam. yang kemudian sering disebut sebagai kelompok “Islam kultural”.111 Akhirnya. Demikian pula yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru. Untuk itu generasi kedua ini tidak menginginkan Islam dijadikan sebuah ideologi. Diawali perdebatan antara Natsir dan Soekarno. Padahal perdebatan ini sudah pernah menemukan titik temunya. yang kemudian dianulir sehari setelah kemerdekaan. langkah-langkah ini telah menempatkan Islam dalam posisi antagonistik vis-a-vis negara dengan seluruh implikasinya. agar kehadirannya tidak hanya dirasakan tapi juga diakui. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. Pada tahun 1940-an sampai 1990-an sering terjadi perdebatan hangat mengenai masalah tersebut. cet.

Munawir Sjadzali mengklasifikasikan relasi Islam dan negara menjadi tiga kategori. 83. 1989). (RE) Politisasi Islam. dan Munawir Sjadzali yang menyatakan perlunya melihat Islam dalam konteks Indonesia. Islam tidak Yang dimaksud Pribumisasi Islam adalah bagaimana mempertimbangkan kebutuhankebutuhan lokal dalam merumuskan hukum-hukum agama. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. hlm. Lebih spesifik dalam pembahasan ini. yaitu fiqih dan qaidah fiqih. Pertama. 191. Husein Haikal. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. Abdurrahman Wahid dengan gagasan Pribumisasi Islam. Lihat Abdurrahman Wahid. musyawarah. aktivitas Islam kultural dan Islam politik mempunyai persamaan. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. Kedua. akan tetapi agar norma-norma itu menampung kebutuhan-kebutuhan budaya dengan mempergunakan pemahaman nash. karena kalangan inilah yang meletakkan dasar-dasar kehidupan politik yang demokratis. Di antaranya pandangan dasar Nurcholish Madjid yang mengemukakan desakralisasi. “Pribumisasi Islam” dalam Islam Indonesia Menatap Masa Depan. (Jakarta: P3M. Ketiga. lxiv .112 Dawam Rahardjo yang menggeluti Masyarakat pedesaan melalui pesantren. dengan menonjolkan aspekaspek keadilan. aliran konservatif. aliran sekuler. tanpa mengubah hukum itu sendiri. dan egalitarianisme yang disesuaikan dengan spirit Islam. hlm. 113 112 Bahtiar Effendy. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. Tokoh yang terkemuka yaitu M. aliran modernis.113 Sebenarnya kalau dilihat dari aspek politik. Jadi bukan meninggalkan norma demi budaya.memfokuskan pada bidang garapan “transformasi sosial” yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu.

Untuk lebih lengkapnya baca. yakni sebuah organisasi politik Islam modern pertama kali di Indonesia yang didasarkan pada sebuah prinsip antipenjajahan. Menyimak Pemikiran Islam. hlm. yakni aliran Modernis. bahwa pemikiran politik Islam di Indonesia memang tidak lepas dari hubungan dialektis antara aliran tradisionalis dan modernis.ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. hlm.117 Di bawah pengaruh modernisme Islam. 1-2.62-114. Islam Transformatif. lxv . Dalam pandangan politik Islam. Islam dan Tata Negara. Demokrasi di Persimpangan. 116 115 Masykuri Abdillah. penyusun akan mengkaji pada kategori kedua. dalam karyannya. 227. Moslem Abdurrahman. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein114 Akan tetapi dalam tipologi ini.116 1. Pemikiran modernisme Islam sudah dimulai sejak abad ke 20-an sebelum Indonesia merdeka. Pada tahun 1912 didirikan sarekat Islam. sementara kelompok neo-modernis menggunakan pendekatan kultural yang biasa disebut kaum realistis atau akomodasionis. 114 Munawir Sjadzali. Perspektif Modernisme. kelompok modernis biasanya menggunakan pendekatan struktural yang dapat juga disebut sebagai kaum idealis. hlm. yang kemudian penyusun klasifikasikan kembali menjadi dua aliran: modernis dan neo-modernis.115 yang akhirnya melahirkan neomodernisme tersebut. Pemetaan ini didasarkan pada analisa pemikiran yang telah bekembang.

Islam Transformatif. alih Bahasa Rofik Suhud. 32 118 117 Deliar Noer. perspektif ini dihadapkan penyusun pada pemikiran M.119 Sebagai reaksi terhadap Barat. Moh.118 Menurut Mukti Ali. Rajawali. munculnya Modernisme karena didorong kesadaran akan kemunduran umat Islam yang disebabkan telah meninggalkan sumber ajaran al-Qur‟an yang asli.120 sisi fundamentalnya. Pengantar ke pemikiran politik. 28. 215- 216. Natsir bersikap keras meletakkan Islam Anders Uhlin. Hikam. Oleh sebab itu kalangan modernisme seringkali menyerukan umat Islam untuk “kembali kepada al-Qur‟an dan sunnah secara murni”. Mahfud MD. dalam artian demokrasi adalah sistem pemerintahan yang bermanfaat bagi rakyat atau dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. (Jakarta: CV. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama Dan Orde Baru. Natsir. Oposisi Berserak. hlm. 120 lxvi . Wacana Politik Hukum dan Demokrasi Indonesia. Moslem Abdurrahman. AS. wajar apabila kalangan modernisme mengagendakan sebuah apologia melalui “ideologisasi Islam” bahwa Islam adalah agama yang Ka>ffah. hlm. ke-2 (Bandung: Mizan.dkk. 119 Dikutip dari. 1983).. hlm. cet. 1998). hlm. Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. penulis katakan rasionalfundamental karena satu sisi Natsir mengakui bahwa di dalam Islam juga mengandung unsur-unsur demokrasi. 1999). Tokoh ini dikategorikan dalam perspektif modernis karena gagasannya yang rasional-fundamental. Dalam konteks pembahasan. (Yogyakarta: Pustaka pelajar. dalam. M. M.nilai-nilai demokrasi menjadi suatu yang lazim di kalangan intelektual muslim prakemerdekaan. 20.

“skripturalistis”-yang masih menginginkan bentuk negara Islam dan berlakunya undang-undang Islam. kertas kerja belum diterbitkan. Oposisi Berserak. hlm. Relasi Islam dan Negara. hlm. dengan tetap menerima sistem Barat asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thought and Action in New Order Indonesia. Rusli Karim. Negara dan Peminggiran. 171.(Bandung:Mizan. pertama. 211.123 sedangkan dalam pandangan Liddle istilah modernisme dalam politik mempunyai dua corak.sebagai dasar negara.122 Di Indonesia sendiri menurut Dawam Rahardjo ciri yang menonjol dari kalangan modernisme adalah “apologik”. hlm. yaitu Masyumi dan Muhammadiyah. Sebenarnya secara genetik kelompok ini sudah ada sebelum Orde Baru lahir.121 Ide-ide pemikiran modernisme tentang Islam dan negara cenderung bercirikan konservatif. perlu penyusun tegaskan bahwa yang dimaksud modernisme di sini adalah aliran pemikiran yang selalu mengidealkan pemerintahan Islam. M. menurut tokoh-tokoh modernis. Dikutip dari. 125 124 123 122 Ibid. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendekiawan Muslim. 1993). Rusli Karim. hlm. lihat juga. (Bandung: Mizan. hlm. Dawam Rahardjo. lihat karya asli William Liddle. pemurnian dan “skripturalistik”. Bahtiar Effendy dan Fachry Ali. Islam dan 121 Kamaruzzaman. M. 211. Baca juga. 98. 1986). “substansialis”-kelompok ini lebih mengedepankan pada isi daripada bentuk. 284. 77. Anders Uhlin. liberal dan demokratis sosial.124 Untuk memperjelas pada pembahasan lebih lanjut.125 Kedua organisasi ini mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang konsep negara. dengan tujuan supaya ajaran Islam bisa laksanakan secara utuh dan konsekuen dalam kehidupan bernegara. M. hlm. lxvii . Merambah Jalan Baru Islam. kedua. Negara dan Peminggiran.

karena baginya secara tekstual. 73. Pola pemikiran neo-modernisme sangat identik dengan Fazlur Rahman. hlm. Dikutip dari. Perspektif Neo-Modernisme. maka dari itu apabila negara Islam nanti didirikan boleh mengadopsi sistem Barat asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Untuk lebih lengkapnya akan penyusun bahas dalam bab selanjutnya. masih ada alasan-alasan lain yang akan dibahas dalam bab selanjutnya. hlm. Karena menurut M. Natsir sendiri Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna. Masykuri Abdillah.negara mempunyai hubungan integral. mengapa tokoh modernisme seperti M. 12. hlm.126 Pada intinya aliran modernisme semacam ini mendukung negara Islam secara ideologis.128 126 Kamaruzzaman. 127 128 lxviii . menurutnya meskipun di era modern pemikiran modernisme memberikan sumbangan positif terhadap kebangkitan Islam. al-Qur‟an dan Sunnah telah menunjukkan perangkat dasar negara yang dapat diterapkan di zamannya. tetapi aliran ini masih menunjukkan kelemahan-kelemahan tertentu. tetapi bukan berarti menolak sistem Barat secara totalitas. di antaranya adalah kurangnya metodologi dalam menafsirkan al-Qur‟an dan Sunnah. 70-72.127 Selain itu.. Relasi Islam dan Negara. dan terlalu apriori terhadap kekayaan potensi pemikiran Islam tradisional. Ibid. 2. Natsir ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Demokrasi di Persimpangan.

Neo-modernis justru membela ide-ide liberal Barat. 178.Lebih lanjut.A. 11. Kedua. Ibid. Zaman Baru Islam. neo modernisme adalah gerakan pemikiran progresif yang mempunyai sikap positif terhadap modernitas. akan terancam intellectual impoverisment (pemiskinan intelektual). aliran ini sangat berbeda dengan fundamentalisme yang menganggap Barat sebagai ancaman bagi umat Islam. dan Idy Subandy Ibrahim. tetapi juga mengajukan argumentasi bahwa Islam juga mempunyai kepedulian yang sama terhadap ide-ide Barat seperti demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Bahtiar Effendy. kemudian pada tahun 1980-an generasi kedua ini dikenal dengan sebutan Islam kultural. Ketiga. (RE) Politisasi Islam.132 Menurut Greg Barton. karena pemikiran-pemikirannya seringkali terjebak pada proses pengambilalihan konsep-konsep Barat. dia mengkritik kaum modernisme Islam bahwa kalangan ini menurutnya. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa meninggalkan tradisi lama akan menimbulkan jump to conslusion (kesimpulan yang melompat).129 dengan meminjam istilah H. 130 131 132 lxix . Pertama. Masykuri Abdillah. Oleh sebab itu kaum neo-modernisme menggunakan kaidah Islam klasik berikut ini. sebagai pemikiran generasi kedua setelah modernisme yang mengarah pada Islam politik. hlm. perubahan dan pembangunan. 130 sebagai prinsip pengembangan pemikirannya.131 Di Indonesia sendiri gagasan neo-modernisme Islam dimulai sejak tahun 1970-an. Yaitu:  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Neo-Modernisme adalah aliran pemikiran yang melakukan usaha-usaha untuk menemukan titik temu antara kaum Islam tradisionalis dengan kaum Islam modernis. hlm. artinya mengambil pokoknya saja tanpa memahami latar belakangnya.R. ada lima ciri yang menonjol dari aliran neo modernisme. Gibb. 191. Demokrasi di Persimpangan. hlm. neo-modernisme Islam mengarfimasi 129 Dedy Djamaluddin Malik.

corak pemikiran neo-modernisme akan penyusun hadapkan dengan pemikiran Abdurrahman Wahid. Masykuri Abdillah. neomodernisme sangat mengedepankan pemahaman Islam yang terbuka. dan Munawir Sjadzali masuk dalam aliran ini.semangat sekularisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. meskipun Abdurrahman Wahid sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di tahun 1990-an. hlm. 122. Dawam Rahardjo. 134 Dalam pembahasan ini. 134 133 Bahtiar Effendy. di antaranya. neo-modernisme selalu berijtihad dalam membuat sintesis antara khazanah pemikiran Islam tradisional dengan 133 gagasan-gagasan Barat mengenai ilmu-ilmu sosial dan humoniora. dan moralitas bangsa. Abdurrahman Wahid. politik. 18. yakni dengan memerankan Islam sebagai “faktor komplementer” untuk mengembangkan sosio-ekonomi. tetapi dia tergolong akomodasionis terhadap sistem sosial yang berlaku di Indonesia. 191. (RE) Politisasi Islam. Demokrasi di Persimpangan. Di antara kalangan neo-modernis yang paling utama mendukung pendekatan kultural ini adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. 135 lxx . Umaruddin Masdar. hlm.135 Dalam memandang relasi Islam dan negara. seperti Nurcholish Madjid. khususnya dalam merespon pluralisme masyarakat. 1999). ia seorang neo-modernis yang latar belakang sosialnya berasal dari golongan tradisionalis. karena menurutnya alQur‟an dan Sunnah tidak pernah menyuruh mendirikan negara Islam. Banyak penulis yang mengkategorikan tokoh-tokoh muslim Indonesia. Keempat. inklusif dan liberal. kalangan ini lebih suka menggunakan pendekatan kultural. meskipun mereka tidak sepenuhnya sama dalam Dikutip dari. hlm. Kelima.

Ibid. tetapi mereka menyadari bahwa secara historis ekspresi Islam ideologis tidak pernah berhasil. 139 lxxi . Polemik Negara Islam. karena secara teoritis dalam konteks agama dan negara kedua pemikiran tersebut memang 136 Ibid. menurut Abdurrahman Wahid kalau Islam di Indonesia dijadikan faktor alternatif.138 Meskipun demikian. dalam kaidah fiqihnya "Tas}araf al Ima>m manu>t}un bi al-Mas}lahah" (kebijaksanaan kepala pemerintah harus mengikuti kesejahteraan rakyat)”. Zaman Baru Islam. 170.137 hal yang senada diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi.. 239. maka fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal dan ancaman disintegrasi bangsa. 116. Dedy Djamaluddin M. bukan berarti pemikir neo-modernisme ini mengabaikan aspek agama dalam politik. karena dalam pemikirannya selalu mempertimbangkan aspek fiqih. sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia. hlm. Ahmad Suhelmi. baik modernisme maupun neo-modernisme dalam memandang agama dan negara sudah tentu berbeda.136 Selain itu. hlm. 138 137 Dedy Djamaluddin M. 169.berpendapat. hlm. hlm. baca juga.. dan Idy Subandy Ibrahim.139 Pokok pikiran kedua aliran ini. hlm. 77. Hal ini terlihat dalam pemikiran Abdurrahman Wahid yang mengajukan dalil agar kebijaksanaan pemerintah harus senantiasa disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan fiqih. yakni diideologikan. Zaman Baru Islam. dan Idy Subandy Ibrahim.

(Bandung: Mizan.141 Sementara generasi kedua. karena pada dasarnya agama adalah urusan pribadi yang tidak bisa diintervensi siapapun. 41. 1987). akan tetapi dalam aksi politiknya masing-masing berbeda. Kelompok modernis lebih suka menggunakan pendekatan Islam politik dalam kehidupan bernegara. Dalam kerangka pemikiran idealistik dirumuskan sebuah sistem negara yang sepenuhnya berdasarkan wawasan Islam. Dari uraian di atas. baik itu faktor organisasi ataupun studi yang dijalaninya. Ini tidak lain karena pengaruh geneologi pemikiran yang melatarbelakangi keduanya.terbagi dua. sedangkan negara dalam pandangan mereka adalah penjaga syari‟ah. Sebenarnya kedua kelompok di atas sama-sama menyadari bahwa di dalam al-Qur‟an maupun Sunnah memang tidak ada yang menyatakan untuk mendirikan negara Islam. 141 lxxii . Amien Rais. Cakrawala Islam. yang menekankan pada substansi bukan sebuah bentuk formal. karena untuk memberlakukan syari‟ah pasti membutuhkan kekuatan politik dan yang memiliki kekuatan itu adalah negara. 140 Ibid. Kelompok inilah yang kemudian menggunakan Islam sebagai “tawaran alternatif” dan selanjutnya penyusun kategorikan dalam “kelompok modernis”. 140 dan kemudian penyusun kategorikan sebagai kelompok neo-modernisme. Sementara pemikiran realistik lebih tertarik menempatkan Islam sebagai “faktor komplementer”. yang menempatkan syari‟ah sebagai tata nilai masyarkat dalam kehidupan bernegara. yakni idealistik dan realistik. hlm. bisa dimengerti mengapa persoalan agama dan negara di Indonesia selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan intelektual muslim kita. neo-modernisme tidak tertarik dengan pendekatan Islam politik tetapi lebih pada Islam kultural.

NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID lxxiii .BAB III POKOK-POKOK PEMIKIRAN M.

yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Nastir.143 Secara tidak langsung. baik dalam bidang politik. Selain seorang tokoh yang gigih memperjuangkan cita-cita Islam. Latar Belakang Sosial Politik Dalam sejarah perpolitikan Indonesia. dan dibentuk sesuai tradisi kepala kelompok suku keluarga yang didasarkan pada suatu sistem Anwar Harjono. Keadaan inilah yang akhirnya menggigihkan semangat M. Natsir 1. Indonesia terpecah-belah menjadi 17 negara bagian. masyarakat Minangkabau telah akrab dengan dunia politik. cet. nama M. 21. hlm. budaya dan agama. Nastir untuk meyakinkan masyarakat bahwa ada kemungkinan RI bisa bersatu kembali. maupun keagamaan. hlm. dkk. (Jakarta: Gema Insani Press. Natsir berasal dari Sumatera Barat. Haji Agus Salim. dan Sutan Sjahrir. 1999). 2001). HAMKA. daerah yang memang banyak memunculkan tokoh-tokoh pembaharu nasional. Hal ini bisa dilihat dari masyarakatnya sendiri yang terdiri dari sejumlah republik (negeri-negeri). pendidikan. M. ke-3 (Jakarta: Pustaka Firdaus. Diantaranya: Imam Bonjol. dia juga dikenal sebagai bapak pemersatu bangsa karena mosi yang dilontarkannya dalam Sidang Parlemen RIS 3 April 1950. Natsir tidak pernah luput dari pembahasan. Muhammad Hatta. Thohir Luth.10.142 M. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya.TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA Sketsa Biografi M. Selama pemerintahan RIS (Republik Indonesia Serikat). 143 142 lxxiv .

Vol.147 Dikutip dari. Ahmad Suhelmi.144 Di sisi lain adat-istiadat. (Amsterdam: W Van Hoeve ltd. Polemik Negara Islam. hlm. I. suku juga sangat dipertahankan. lxxv . Indonesian Sociological Studies: Selected Writing. Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942. (Jakarta: LP3ES. Schrieke. terutama oleh golongan adat atau kaum tradisionalis. hlm. (Jakarta: Hidayat Agung. Akibat tradisi keagamaan yang berlangsung di daerah itu. juga menentang keras praktik T{ariqah Naqsabandiyyah dan peraturan-peraturan adat tentang warisan. 91. Padahal kedua praktik itu telah menjadi tradisi masyarakat setempat. dan dipengaruhi kuat dengan gagasan-gagasannya M. 1982). 91. lihat juga. Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh. Mahmud Yunus. hlm. mereka adalah ulama muda yang dipengaruhi oleh gerakan Wahabi di Arab Saudi dan gerakan pembaharuan Islam Mesir. Bahkkan di antara mereka itu ada yang berguru secara langsung kepada tokoh-tokoh Wahabi. 1982). B. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. 29. hlm. melahirkan para gerakan pembaharu Islam.145 Salah satu tuntutan gerakan ini adalah pemurnian ajaran Islam (purifikasi). Ahmad Suhelmi. 1955). selain dua masalah di atas Syeikh Ahmad Khatib selaku penulis buku tersebut. 29. awal timbulnya aliran pembaharuan Islam ini disebabkan beredarnya buku yang mengecam ulama dengan melarang berdiri waktu membaca “Maulid Nabi” (waktu Marh}aban) dan melafalkan Us}alli ketika niat sholat. hlm. 147 146 Deliar Noer. Menurut Mahmud Yunus.146 Deliar Noer menambahkan. 95. 145 144 Ibid. Polemik Negara Islam.Matriarchat.

al-Bayan. sedangkan dari kalangan tradisional ada Tarbiyah Islamiyah dan majalah al-Mizan. Natsir. Kedua.I. bertepatan dengan tanggal 17 Juli 1908 di Jembatan Berukir Alahan Panjang. membahas. 92 Ajib Rosidi. hlm. Natsir lahir pada tgl 17 Jumadil Akhir 1326 H. Kedua golongan itu juga berlomba-lomba menyelidiki. sehingga mengkondisikan lahirnya institusi keagamaan. 145- 149 152. Pendidikan formalnya ditempuh di HIS (Holland Inlandische School) Adabiyah150 dan Madrasah 148 Mahmud Yunus. Sejarah Pendidikan Islam. (Jakarta: Girimurti Pustaka. gerakan ini menimbulkan reaksi keras dari kalangan tradisionalis dan Kepala suku. dan mencari dalil untuk memperkuat fakta masing-masing. al-Imam al-Basyir dan al-Ittiqan.”148 M. Pertama. Seperti yang di tulis Mahmud Yunus bahwa ada sisi positif dari dealektika dikotomi di atas.S. akibatnya ilmu agama semakin berkembang di Minangkabau dan melahirkan banyak madrasah agama. (Hollands Inlandsche School) Adabiyah adalah madrasah sekolah agama yang pertama di Minangkabau. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Idris Sutan Saripado Dan Khadijah. menurut penyusun membawa implikasi besar dalam kehidupan masyarakat. yakni saat masyarakat Minangkabau bersemangat bangkit melawan politik kolonial dan mengadakan perubahan doktrin keagamaan.149 pola pemikirannya sedikit banyak dipengaruhi dengan kondisi sosiologis di mana ia tumbuh. 1990). 150 lxxvi . M. Kabupaten Solok. mendalami ilmu-ilmu agama. Sebuah Biografi.Gerakan pembaharuan ini. antara lain: “Dari kalangan pembaharu melahirkan Sumatera Thawalib. gerakan ini membawa perubahan-perubahan positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat Minangkabau. majalah al-Munir. sekolah ini didirikan oleh almarhum Abdullah Ahmad pada 1909. Akibatnya masyarakat terpolarisasi menjadi kaum adat dan puritan. H.

Relasi Islam Dan Negara. Natsir mulai terlibat organisasi sejak di MULO. 122 dan 128. M. Inggris. sekolah kejuruan. Natsir tampak menguasai bahasa-bahasa Eropa tersebut. filsafat. Belanda. Inggris dan sebagainya memang banyak membantu kecerdasan bangsa Indonesia. hlm.Diniyah Solok pada tahun 1916-1923. hlm. M. (1994). lxxvii . dan sekolah terminal bagi mereka yang tidak melanjutkan studinya.” Jurnal ISLAMIKA. MULO adalah sekolah rendah dengan program yang diperluas. oleh sebab itu bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa belanda. hlm. Sejarah Pendidikan Islam. dengan demikian bisa dipastikan kalau ia tidak banyak mengalami kesulitan dalam memahami karya-karya bangsa Eropa. hlm.S pada tahun 1915. 132. 55. 153 Jika dilihat dari jenjang pendidikannya. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. Natsir sendiri mengakui bahwa bahasa-bahasa Eropa. dan Jermaan. S. hlm. Di dalamnya terdiri 4 program bahasa. M. M. ke-3 (Jakarta: Bulan Bintang. Sekolah ini berfungsi sebagai subkultur AMS. no 13. 154 155 153 152 151 Kamaruzzaman.I. Yusril Ihza Mahendra. politik dan orientalisme. 137141. 1995). setelah lulus dari HIS ia melanjutkan ke MULO151 (Meer Uitgerbreid Lager Onderswij) Padang. cet. Prancis. Natsir. awalnya ia masuk Jong Sumatranen Bond di Padang. Nasution. Pada Juli 1927 ia tamat dari MULO dan melanjutkan ke AMS152 (Algemene Middelbare School) dengan jurusan sastra Barat (Eropa) klasik di Bandung. yang kemudian berubah menjadi H. dan kemudian beralih ke Jong Islameten Bond (JIB). Baca. Mahmud Yunus. sepertiga untuk matematika dan ilmu pengetahuan sosial. (Jakarta: Bumi Aksara.155 Adabiyah ini berlangsung sebagai sekolah agama sampai tahun 1914.154 Selain itu. di antaranya sejarah. yaitu: Belanda. kedua organisasi tersebut diketuai oleh Sanusi Pane. Sejarah Pendidikan Indonesia. 65. AMS adalah sekolah lanjutan MULO dan sebagai persiapan untuk Universitas di Nederland. hlm. Ibid. Setengah waktu digunakan untuk pelajaran bahasa. Capita Selecta. 1973). 63. sastra.

). Baginya bahasa Arab bukanlah bahasa agama semata. Natsir telah mengenal ajaranajaran Islam yang bercorak pembaharuan sejak usia muda. 1998). seperti Muhammad Abduh. 55. oleh sebab itu baginya bahasa Arab lebih kaya dari bahasa Eropa manapun juga.156 Melalui bahasa arab tersebut. hlm. 158 lxxviii . Natsir mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan Haji 156 Ibid.. Rasyid Ridha. 157 Ali Nuhannif. Relasi Islam dan Negara. Selain itu. Kamarruzaman.Namun demikian. 55. Mohammad Natsir Pemadu Politik dan Dakwah. Tuanku Mudo Amid. Natsir sangat tertarik dengan karya Ibnu Taimiyah dan Ibn Qayyim. malainkan suatu bahasa dunia yang merupakan kunci dari berbagai pengetahuan yang kaya raya untuk mengutarakan suatu pengertian. dari yang mudah sampai yang sesulit-sulitnya atau dari yang bersifat Maddah (konkrit) sampai yang bersifat Ma„nawi (abstrak). Dikutip dari. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial-Intelektual. dan Syed Amir Ali di Asia Selatan. dalam Azyumardi Azra dan Saiful Umam (ed. hlm. Relasi Islam dan Negara. hlm. M. Lihat juga. seorang pengikut gerakan pembaharuan Islam yang juga merupakan kawan dekat Haji Rasul yakni seorang tokoh pembaharu pemikiran di Minangkabau. Ahmad Khan. bukan satu dialek atau salah satu bahasa propinsi.157 Di samping itu ia juga tertarik dengan pemikiran-pemikiran keagamaan para tokoh modernis. tidak heran juga kalau M.158 Pada dasarnya M. Kamaruzzaman. hal ini bisa dilihat dari pengaruh gurunya. Hlm. 133. 227. (Jakarta: Badan Litbang Agama Depag RI dan PPIM. ia juga mempunyai kepedulian khusus terhadap karya-karya klasik ulama Islam yang berbahasa Arab.

hlm. Polemik Negara Islam. 2001). pendekatan Hassan terhadap kajian Islam sangatlah menarik bagi generasi muda muslim karena cara yang digunakan sangat berbeda dengan para ulama lainnya. Relasi Islam dan Negara. Hlm. 1970). hal ini terlihat bagaimana Hassan mampu menghadapi persoalan masyarakat muslim yang berkembang saat itu. (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta. Deliar Noer. 162 lxxix . 161 160 Ahmad Suhelmi. Ahmad Hassan.162 159 Kamarruzaman. salah seorang pendiri organisasi Persis. Hassan sangat menguasai berbagai ajaran Islam. hlm. hlm. Persis resmi dibentuk pada tanggal 12 September 1923 oleh sekelompok Muslim yang pada dasarnya menaruh perhatian pada kajian dan kegiatan keagamaan. Kedua. 11. Lihat Howard Fidersfield. Akhmad Minhaji. hlm.161 Menurut M.Abdullah Ahmad secara teratur. Persatuan Islam: Islamic Reform in Twentith Century Indonesia. seorang tokoh pembaharu di Padang. 340. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). 95. namun organisasi ini memang baru terlihat karakternya sebagai kubu gerakan muslim modernis pada waktu dipimpin oleh Ahmad Hassan. Relasi Islam dan Negara. Baca juga. Kamarruzaman. 56. Natsir ada dua alasan mengapa ia tertarik berguru pada Ahmad Hassan. 56. Gerakan Modern Islam. tetapi kemudian meluas pada diskusi pergerakan dan wacana pembaharuan Islam. (Ithacha: Cornell University Press..159 Pemikiran Natsir semakin berkembang ketika ia belajar pada tokoh utama Persis (Persatuan Islam) di Bandung160. selain Ahmad Hassan ada juga Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus yang ikut mendirikan organisasi tersebut. Pertama. 36. tanpa bermaksud memperkecil peranan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus sebagai pelopor pendiri Persis. hlm.

(Jakarta: Gramedia. di antaranya Jong Islamieten Bond 163(the Association of Muslim Youth) dan Persis (The Unity of Islam). 57. menyelenggarakan kursus agama. Untuk lebih detailnya baca.Selain pengaruh dari tokoh-tokoh di atas. yaitu pertentangan antara kaum adat dengan kaum muslim puritan. Karena pada masa kecil. seni. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. 1989). JIB berdiri pada tanggal 1 Januari 1925. di mana ia banyak terlibat dalam organisasi. 163 JIB merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempelajari dan memotivasi hidupnya agama Islam. selain itu orgainasasi ini juga meningkatkan kemajuan jasmani dan rohani anggotanya dengan cara menahan diri dan sabar. darmawisata dan olah raga dengan menggunakan label Islam. Sejarah Berdirinya Jong Islamieten Bond. menumbuhkan rasa simpati dan toleran antar sesama muslim atau dengan golongan yang lain. dalam Kustiniyati Mochtar (peny). organisasi ini merupakan perkumpulan generasi muda muslim yang didirikan di Jakarta dan kemudian membuka cabang di daerah-daerah. yang kemudian ikut membentuk pemikirannya dalam menentang paham sekulerisme. hlm. kondisi sosial masyarakat Minangkabau juga ikut mempengaruhi corak pemikiran M. Natsir menjadi anggota JIB cabang Bandung. lxxx . hlm 129. Pada tahun 1929 M. ia telah menyaksikan pertentangan antara kaum adat dan agamawan di daerahnya. 164 Kamarruzaman. Relasi Islam dan Negara.164 Dan kemudian ia mengajar Islam di Hollands Inlandse Kweekkschool (HIK) atau sekolah guru dan MULO di kota ini juga. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan kalau pandangan Natsir tentang keagamaan nanti sedikit banyak terpengaruh dengan fenomena yang ia lihat sewaktu kecil. Mohammad Roem. Pola pemikiran politik Natsir mulai terlihat khas ketika ia berdomisili di Bandung. Natsir.

tabligh dan publikasi. 100. khususnya dalam bidang politik dan agama. negarawan. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. bisa dikatakan bahwa Persis merupakan wahana awal yang menjadikannya sebagai tokoh nasional. Relasi Islam dan Negara.168 Yang semuanya itu mengantarkannya sebagai pejuang. Kamaruzaman. apalagi ia juga sangat tekun dalam mengikuti kelas khusus yang memang diperuntukkan anggota muda Persis oleh Hassan. 168 167 Ibid. 169 lxxxi . dan agamawan di negara Republik Indonesia ini.169 Oleh sebab itu. 58. 166 Pembela Islam adalah Majalah tengah bulanan yang diterbitkan tokoh-tokoh Persis di Bandung (1929-1935).165 M. Thoir Luth. dan 165 Deliar Noer. Gerakan Modern Islam. karena melalui kegiatan yang dipelopori Persis seperti tablig. pengaruh Persis terhadap dirinya lebih dominan ketimbang JIB. buku. Ibid.Namun demikian. Natsir merasa lebih banyak mendapatkan teman yang dapat memecahkan masalah yang sedang berkembang dalam pemikirannya. hlm. Natsir mempunyai hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh Persis. hlm. penerbitan majalah. terutama yang sedang belajar di sekolah menengah Belanda. selain itu yang menarik bagi Natsir adalah perhatian besarnya Persis pada kegiatan-kegiatan pendidikan. adanya majalah Persis Pembela Islam 167 yang memberinya kesempatan untuk menuangkan pendapat-pendapatnya dalam bentuk tulisan.166 Ditambah lagi. M. Karena dalam Persis M. dan kemudian majalah ini dilarang penguasa karena dianggap menyerang misi Kristen. hlm 29.

dan team redaksi Pembela Islam. Polemik Negara Islam. tetapi ia menolak tawaran beasiswa tersebut karena kecintaannya terhadap studi keislaman saat itu. Menurut 170 171 Ahmad Suhelmi. 100. Prancis. 33. dengan demikian tidak heran apabila ia dengan mudah menjelajahi dunia intelektual. di sekolahan ini ia telah banyak mempelajari berbagai aspek sejarah peradaban Islam. dan Yunani dengan menggunakan literatur yang berbahasa Arab. 37. Ibid. 172 lxxxii . Romawi. Dikutip dari Ahmad Suhelmi. hlm. Deliar Noer.pendidikan itulah ia berkesempatan terjun langsung sebagai juru bicara. Gerakan Modern Islam. Arab. Melihat kecerdasan yang dimiliki Natsir. hlm. pendidik. secara akademis ia juga terlihat lebih serius dalam mempelajari ilmu pengetahuan Barat di AMS Bandung daripada sebelumnya.172 Kesadaran Natsir untuk menentang sistem kolonial Belanda. Inggris. dan Latin). mulai terlihat saat ia mengkritik pandangan guru Belandanya yang menganggap bahwa sistem kerja kolonial di pabrik-pabrik gula di Jawa telah banyak memberi keuntungan kepada petani.170 Selain pengalaman organisasi di atas. Pemerintah Belanda sempat menawarkan sebuah beasiswa untuk mengantarkannya ke Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta atau Sekolah Tinggi Ekonomi di Rotterdam Belanda. Prancis dan Latin.171 Jadi bisa dikatakan bahwa dalam usia yang relatif muda (21 tahun) Natsir telah menguasai lima bahasa asing (Belanda. hlm.

hlm 49. ia sadar bahwa untuk melawan tirani kolonialisme sangat ditentukan oleh perjuangan politik rakyat. Ahmad Suhelmi. Sedangkan Peristiwa lain yang juga memperkuat cita-cita politik keislaman Natsir pada periode ini adalah responnya terhadap kalangan nasionalis netral agama atau yang biasa dikenal dengan sebutan kalangan sekuler. Natsir 173 Ahmad Suhelmi. 174 Deliar Noer. Polemik Negara Islam. cet. 175 lxxxiii . 2000). Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965.M. 38. 34. Ibid. Dan justru sistem inilah menurutnya yang membuat petani semakin menderita karena tidak pernah bebas dari beban-beban hutang. Sebagai aktivis Persis yang bermukim di kota tersebut. yang dipelopori oleh PNI dengan tokoh utamanya Ir. hlm.175 Organisasi ini berbasiskan anggota di Bandung. Soekarno.173 Inilah awal perlawanan Natsir terhadap kolonial Belanda. tempat di mana Natsir mengembangkan pemikiran politik dan agamanya. Lihat juga.174 Oleh sebab itu bisa dimungkinkan bahwa pemikiran politik Natsir pasca kemerdekaan juga dipengaruhi atas perjuangan politiknya ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini melawan bangsa kolonial. Polemik Negara Islam. hlm. ia mulai berontak akan penindasan yang dilakukan Belanda atas bangsanya. ia terdorong untuk mempelajari politik lebih dalam. Natsir yang mendapat keuntungan bukanlah petani melainkan para pemilik modal dan bupati yang memaksa rakyatnya untuk menyewakan tanah mereka dengan sewa rendah. M. ke-2 (Bandung: Mizan. Dari peristiwa tersebut. Tjipto Mangunkusumo dan lain-lain.

178 M. dan Dr. hlm. dalam pidatonya yang disampaikan pada hari jadinya Masyumi yang kesebelas (7 november 1956). Abdul Kahar Muzakkir. Mohammad Roem. Yusril Ihza Mahendra. Polemik Negara Islam. yang kemudian mempengaruhi perdebatan keras di antara keduanya dalam menentukan bentuk dan dasar negara. 39. Prawoto Mangkusasmito. 177 178 176 Ibid. hanya saja ia tidak suka ketika kampanye PNI merendahkan aturanaturan agama. hlm. Dr. 62. Dan selanjutnya. lxxxiv . (Jakarta: Paramadina. yang perlu dicermati setelah kondisi di atas adalah keterlibatan Natsir dalam mendirikan partai Islam di Indonesia yaitu Masyumi. Abu Hanifah.tertarik dan seringkali mengujungi propoganda PNI yang dikampanyekan Soekarno. ia menyampaikan bahwa Masyumi didirikan Ahmad Suhelmi. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia dan Partai Jama‟at I-islami (Pakistan). Ki Bagus Hadikusumo. Sukiman Wiryosajoyo. 1999). Prof. Di antaranya adalah Haji Agus Salim. Mohammad Natsir. Partai ini didirikan pada tanggal 7 Novemper 1945 dalam kondisi revolusi yang bergolak untuk menentang tentara kolonial yang hendak kembali lagi ke Indonesia. Mohammad Mawardi. Abdul Wahid Hasyim. ide pembentukan partai ini datang dari sejumlah tokoh politik dan pergerakan sosial keagamaan Islam Indonesia yang telah aktif sejak zaman Belanda.176 Perbedaan ideologi politik itulah. setelah kemerdekaan Indonesia ini tercapai.177 Menurut Yusril Ihza Mahendra. Natsir sendiri pernah memimpin partai ini selama beberapa periode.

Natsir tentang Relasi Islam dan Negara. Pemikiran M. yaitu Muhammadiyah. Yogyakarta. (Yogyakarta: LkiS. yang sekaligus menjadi salah satu anggota Partai Masyumi sebelumnya. M. hlm. Hlm. 1952. Kamarruzaman. Nahdlatul Ulama. Bentuk dan Makna. Ahmad Suhelmi. pada tahun 1945. dan 1956. Muchlis. M. bahkan lebih dari itu persoalan kenegaraan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari agama.atas hasrat umat Islam yang diwakili oleh para tokoh Ulama dan Zuama dari seluruh kepulauan Indonesia di ibukota Republik Indonesia. ََaż-ża>riya>t (27) : 56.183 Menurut A. 184 185 lxxxv . akhirnya memisahkan diri dari keanggotaan partai tersebut dan kemudian mendirikan partai politik sendiri. selanjutnya pada tahun 1945 ia dipilih sebagi ketua sampai lima kali berturut-turut dari tahun 1951. hlm. Natsir. hlm. Fasis Atau Komunisme.179 Dalam organisasi partai tersebut. dan persatuan Umat Islam Indonesia. 1999). Dalam pidatonya di Pakistan. 128. Natsir menyebutkan185: 179 Kamarruzaman. 183 182 M. Partai Islam. 60. pada bulan April 1952 Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Masyarakat terbesar di nusantara ini. hlm. M. Natsir menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia merupakan negara Islam.180 Masyumi merupakan partai Islam yang asalnya terdiri dari empat macam organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam.181 Namun demikian.59. 180 181 Andrée Feillard. 107-111. Perikatan Umat Islam. Polemik Negara Islam. Lihat data lengkap Deliar Noer. 45. 1954. Natsir beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam.182 2. Baginya secara de facto sudah pasti menunjukkan bahwa Islam diakui sebagai agama dan anutan jiwa bangsa Indonesia. NU Vis-à-Vis Negara: Pencariaan isi. Islam adalah agama negara. 87. Relasi Islam dan Negara.184 Dengan berdasarkan H{ujjah nas} al-Qur‟a>n yang dianggapnya mendukung pendapatnya tentang Islam sebagai dasar negara. Natsir masih menjadi anggota. meskipun tidak disebutkan dalam konstitusi. yang di dalamnya mengandung falsafah hidup atau ideologi seperti kalangan Kristen. Agama dan Negara. Relasi Islam dan Negara.

dan cara kita berhubungan dengan sesama manusia. 436. 315. hlm. yang saat ini diistilahkan dengan urusan kenegaraan. Capita Selecta. agar mendapat kejayaan dunia dan akhirat kelak. Kamaruzaman. lihat Juga. 187 Ahmad Suhelmi. Ibid. diberikan garis-garis besarnya seseorang terhadap masyarakat. Relasi Islam dan Negara. yakni golongan nasionalis Islam dan nasionalis netral agama. akhirnya melahirkan gagasan-gagasan yang cukup reaksioner terhadap pemikiran Soekarno yang cenderung sekuler. Yakni pemisahan antara agama dan negara seperti halnya yang diterapkan Kemal Fasya di Turki. menurut Ahmad Suhelmi ada dua faktor yang perlu diperhatikan. faktor emosional Natsir selaku tokoh negarawan muslim saat itu. Soekarno Versus Natsir. untuk mencapai kejayaan tersebut. 189 188 Kamarruzaman.186 Namun demikian. menurut M. Gerakan Modern Islam. lxxxvi . Natsir.)٥٦:‫(اىرازٝاخ‬  ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Jadi. ia berkesimpulan bahwa cita-cita hidup seorang muslim di dunia ini hanyalah ingin menjadi hamba Allah dengan arti yang sepenuhnya. hlm. Deliar Noer juga berpendapat bahwa pandangan mereka ( Soekarno dan Natsir) mewakili pandangan dua golongan besar di Indonesia. wacana tersebut juga sedang hangat diperdebatkan di Timur Tengah karena isu tentang sekulerisme juga sangat kuat di sana. 187 Untuk melacak pemikiran M. hlm. Natsir Allah telah memberikan aturan-aturan kepada manusia. 61.188 Sedangkan dalam konteks eforia politik Islam saat itu. Relasi Islam dan Negara. faktor sosial politik pada tahun 1940-an yang memunculkan polemik dan pertarungan ideologi antara kaum nasionalis Islam dengan nasionalis sekuler. baca Deliar Noer. 61.189 186 M. yang kemudian di antara aturan-aturan yang berhubungan dengan muamalah sesama makhluk itu. yakni : Aturan atau cara kita berlaku berhubungan dengan Tuhan yang menjadikan kita. Pertama. Natsir tentang negara. Kedua. dan hak serta kewajiban masyarakat terhadap diri seseorang.73. hlm. Di antaranya aturan-aturan yang berhubungan dengan sesama manusia.

Khususnya dalam menyumbangkan pemikirannya tentang bentuk negara Indonesia yang ideal menurut Islam. M. Natsir. Natsir telah memberikan dua pilihan tersebut sebagai respon atas menguatnya dualisme pemikiran Islam saat itu antara yang menginginkan dasar negara Islam dan sekular. M. juga telah ikut mempengaruhi pemikirannya dalam menggagas kenegaraan dalam Islam. Paham sekulerisme menurutnya sangat berbahaya dalam membentuk masyarakat ke depan. yaitu Sekulerisme. Agama dan Negara. meskipun dengan cara memperkenalkan Pancasila yang sebelumnya ia tentang sendiri. Padahal saat itu Indonesia merdeka. M. 204.Oleh sebab itu. dan di sisi lain. banyaknya ide pembaharuan dari tokoh-tokoh Indonesia dan Timur Tengah yang melekat dalam jiwa Natsir. Natsir juga berkeinginan memposisikan Indonesia seperti Pakistan yang telah menjadi Republik Islam. 191 lxxxvii . tanpa agama (La> diniyyah) dan paham agama (Dini>). hlm.190 Di samping itu. tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran-pemikiran Soekarno banyak dipengaruhi oleh sekularisasi yang sedang terjadi di Turki.191 Dari pernyataan tegas Natsir tersebut bisa disimpulkan bahwa M. karena paham ini akan menagakibatkan manusia kehilangan pegangan hidup yang asasnya kokoh. yakni gampang terserang belum 190 Ibid. Natsir pernah menegaskan dalam pidatonya dalam sidang Pleno Konstituante 12 November 1957 bahwa mengenai dasar negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan.

206 Ibid. mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.193 Paham inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menggerakkan fikiran Natsir. adanya fakta normatif yang jauh sebelum Pancasila lahir. karena “menurunkan nilai-nilai hidup manusia dari taraf kehidupan kepada taraf kemasyarakatan semata-mata”.penyakit syaraf dan rohani. seorang sekulerisme memang beranggapan bahwa konsep tentang Tuhan adalah relatif. Relasi Islam dan Negara. yakni mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim.194 Adapun Thohir Luth. selalu memandang remeh kehidupan agama. hlm. adanya fakta sosiologis.. Dengan memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. di samping itu baginya ajaran Islam mempunyai sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dalam menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan. 193 194 lxxxviii . memandang bahwa alasan Natsir bersama-sama partai-partai Islam lainnya mengusulkan Islam sebagai dasar negara karena tiga hal. 62. Ketiga. Kedua. dan masyarakat muslimlah yang mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi nusantara ini.192 Sebagaimana yang ia katakan bahwa ajaran sekulerisme. yakni ditentukan oleh keadaan masyarakat sendiri. Selain itu berdasarkan atas alasan bahwa secara sosiologis. sebagai pemikir Islam. Pertama. umat Islam di Indonesia telah menjadikan dan mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Dikutip dari Kamarruzaman. bukan oleh Wahyu. hlm. adanya komitmen yang sangat 192 Ibid.

kedua. 107. Anwar Harjono. hlm.Masjkur. 105. Natsir dan teman-temannya mengusulkan agar Islam dijadikan ideologi bangsa Indonesia.kuat tentang Islam dalam diri Natsir. 437.198 195 Thohir Luth. dan K. Bukan hanya itu. Watak holistik Islam. hudud-hudud (batas-batas) dalam muamalah (pergaulan) masyarakat.A. 196 197 Bahtiar Efendy. (Jakarta: Paramadina.195 Kalau kita meminjam perkataan seorang orientalis.H.197 Dengan demikian bisa dikatakan bahwa berdasarkan : pertama. dkk. Capita Selecta. dan ketiga. H. Natsir. seperti masalah sosial politik. hlm. kata Natsir. keunggulan Islam atas ideologi dunia lain. Yang dimaksud teman-teman Natsir adalah Kasman Singodimedjo. 199.R. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. kenyataaan bahwa Islam dipeluk oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Isa Anshari. hlm. 1998). Pemikiran dan Perjuangan. M.196 Artinya Islam tidak hanya membicarakan persoalan keakhiratan unsich. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. ia merupakan suatu kebudayaan yang lengkap dan sempurna. Gibb. melainkan juga masalah keduniawiaan. 198 lxxxix . Natsir juga menyebutkan bahwa agama Islam adalah agama yang meliputi semua kaedah-kaedah. it is a complete civilization. Islam itu lebih dari sebuah sistem peribadatan. hukum dan pendidikan. menurut garis yang telah ditetapkan oleh Islam. hlm. Zaenal Abidin. maka kita dapat simpulkan bahwa Islam is much more than a religious system. hal ini terbukti dalam pernyataannya yang memperjuangkan Islam sebagai pedoman kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

65.Sedangkan menurut Ahmad Syafi‟i Ma‟arif menyatakan bahwa ketika Mohammad Natsir berbicara tentang kelebihan agama. 200 Dikutip dari Kamarruzaman. rasionalisme dan intusionisme. jangkauan agama meliputi seluruh aspek kehidupan. Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. Azyumardi Azra. Islam perlu dijadikan dasar negara. Relasi Islam dan Negara. Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melcak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. maka sangat ironis jika agama Islam menjadi minoritas di negara ini. mengemukakan dua premis pokok. yaitu empirisme. yang menyebutkan alasan historis sosiologis di atas. cet. 1996) hlm. (Bandung: Mizan. 199 xc . 23-58. Baca. untuk lebih lengkapnya mengenai kedatangan Islam dan perkembangannya di Indonesia. apalagi dalam sejarah dinyatakan bahwa sejak Islam masuk di Indonesia telah menjadi salah satu sumber kekuatan politik di nusantara ini. hlm. 164. mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Pertama. itu untuk memperkuat ajaran Islam dalam jiwa masyarakat muslim Indonesia. agama memberi kemungkinan lebih banyak kepada pemeluknya untuk mencari ilmu pengetahuan dan kebenaran. 1994). ini terbukti dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Islam yang hampir semuanya menjadikan Islam sebagai dasar ideologi kerajaan tersebut. Kedua.199 Dari pandangan-pandangan tokoh dan pendapat Natsir sendiri. Sebelumnya ia berpendapat bahwa sudah sewajarnya Islam dijadikan dasar negara karena secara sosiologis umat Islam Ahmad Syafi‟i Maarif. ke-3 (Jakarta:LP3ES.200 Menarik untuk dicermati kembali isi pidato Natsir. yang terkesan tidak konsisten dalam menyatakan alasan. hlm. sedangkan dalam filsafat hanya mengakui tiga dasar berpikir tidak mengakui adanya wahyu. oleh sebab.

kami memajukan Islam sebagai dasar negara kita. Natsir pada 24 Oktober 1988.203 Dan mengenai dasar negara menurut Natsir dapat dirumuskan dalam klausul-klausul yang bersifat umum sepanjang mencerminkan kehendak-kehendak Islam. Hegel. 205.204 Untuk menjelaskan sebuah negara. Modernisme dan Fundamentalisme. M. 202 203 Ibid. Machiavely. kalupun tinggi malah akan melindungi”. 203. hlm. Ibnu Khaldun. sedangkan dalam kesempatan lain ia menyatakan: “bukan semata-mata umat Islam adalah golongan terbanyak di kalangan rakyat Indonesia seluruhnya. Natsir juga menyatakan dalam pidatonya. hlm. Agama dan Negara. baik dalam teori maupun praktiknya.202 Sedangkan dalam sisi lain.. 201 M. tetapi negara disusun sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. “kalau pun besar tidak akan melanda. Natsir. Ibid. 201 Dengan usaha meyakinkan pada seluruh lapisan bangsa Indonesia. Yusril Ihza Mahendra mengatakan. Marx. serta dapat menjamin hidup keagaman atas saling harga menghargai antara berbagai golongan di dalam negara ini”. Yusril Ihza Mahendra. apalagi sudah terdapat banyak pandangan tokoh yang berlainan dalam hal ini di antaranya.di Indonesia memang mayoritas jumlahnya. tetapi berdasarkan pada keyakinan kami bahwa ajaran-ajaran Islam yang mengenai ketatanegaraan dan masyarakat hidup itu mempunyai sifat-sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dan masyarakat. bahwa pernyataan Natsir sebagai salah satu anggota Masyumi tentang maksud suatu negara akan bersifat Islam bukan berarti secara formal harus dinamakan negara Islam ataupun berdasarkan Islam. menurut Natsir tidak perlu memberi definisi panjang karena malah tidak akan menjelaskan pengertian apa-apa tentang negara ini. yang diperkuat dengan hasil wawancara antara Yusril dan M. 204 xci .

Agama dan Negara. 198. 208 Melihat dari karakteristik yang disampaikan Natsir di atas. Berdasarkan atas paham hidup. Robert Owen. norma-norma dan nilai-nilai tertentu. Diakui oleh masyarakat. peraturan-peraturan sendiri dan diakui oleh umum. Mempunyai keanggotaan. 206 207 208 xcii . Hobbes. Bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di lapangan jasmani maupun rohani. Plato. i. E) Undang-undang Dasar. hlm. Mempunyai peraturan-peraturan. Mempunyai daerah berlakunya. Memberikan hukuman terhadap pelanggaran atas peraturan-peraturan dan normanormanya. Institusi secara umum adalah suatu badan atau organisasi yang mempunyai tujuan khusus dan dilengkapi oleh alat-alat material. Mempunyai alat untuk melaksanakan tujuan.. b. . D) Kedaulatan. Agustinus. Ibid. Natsir. Maka negara sebagai suatu institutsi.Adam Smith. c) Pemerintah.206 Lebih dari itu. d. h. Ibid. tugas dan tujuan khusus. c.205 Negara menurut Natsir adalah suatu institusi yang mempunyai hak. hlm 199. menurutnya harus mempunyai: a) wilayah. Natsir menambahkan bahwa untuk sesuatu dinamakan institusi apabila207 : a. Mempunyai kedaulatan atas anggotanya. e. b) Rakyat. Ibid. Rosseau dan lain sebagainya. maka bisa dikatakan bahwa konsep negara yang dinyatakan termasuk syarat-syarat negara modern. 205 M. f. g. atau suatu sumber hukum dan kekuasaan lain yang tidak tertulis.

ia menyebutkan bahwa di antara aturan-aturan tersebut yaitu kewajiban belajar.baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia sendiri. kewajiban zakat. Ibid. hlm. hlm. 447. pemberantasan perzinaan dan lain-lain.211 Menurutnya negara di sini berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan “kesempurnaan berlakunya undangundang Ilahi. hlm. melainkan hanya alat untuk merealisasikan aturan-aturan Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah. 442. manusia zaman kapal terbang dan lain sebagainya. 210 211 212 xciii . dalam kenegaraan Islam memang hanya mengatur dasar dan pokok-pokoknya saja. Natsir dalam memperjuangkan Islam sebagai dasar negara republik ini. hlm. seperti halnya kepentingan dan keperluan masyarakat manusia yang tidak berubah-ubah selama manusia masih bersifat manusia. karena ia berpandangan bahwa negara bisa menjadi alat yang kokoh bagi berlakunya hukum-hukum Islam.210 Dengan demikian negara hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan. Sebagaimana di atas.Menurutnya. Natsir menegaskan bahwa negara bukanlah tujuan akhir Islam. yakni mewujudkan ajaran-ajaran Islam. baik itu manusia zaman unta.209 Mengenai bersikerasnya M. 452.(sebagai individu) ataupun sebagai anggota masyarakat”. Ahmad Suhelmi. Natsir. Polemik Negara Islam. Capita Selecta. Capita Selecta.212 209 Natsir. 89..

Polemik Negara Islam. mendirikan negara tidak perlu disuruh Rasulullah lagi. menurutnya pengutipan ijma„ oleh hanya mempersulit persoalan. eksistensi negara telah ada sebelum dan sesudah Islam.213 Menurut Natsir. bahkan kepercayaan tauhid (monothestic belief) telah Soekarno tentang masalah ini 213 Ahmad Suhelmi.Menanggapi statemen tentang tidak adanya doktrin agama yang menyuruh dan mendirikan negara sebagaimana dinyatakan oleh Soekarno.214 Melihat pemikiran Natsir tentang dasar negara Indonesia di atas. meskipun dalam konstitusi kami tidak dinyatakan tegas sebagai agama negara. eksistensi negara nerupakan keharusan di dunia ini dan di zaman apapun. 89. hlm. ada atau tidak adanya Islam. karena kenyataannya negara ini diakui sebagai agama rakyat. hlm.442-443. padahal dalam pidatonya di depan Pakistan Institute of World Affairs pada 1952. Tetapi Indonesia tidak mengeluarkan agama dari sistem kenegaraan. begitu pula Indonesia. 214 xciv . menimbulkan kesan bahwa Natsir selama perjuangannya adalah anti Pancasila. M. Jadi dengan Islam atau tidak tetap saja merupakan sebuah negara. Capita Selecta. Natsir. menurutnya negara ini juga negeri Islam. Ia menyatakan bahwa: Tidak diragukan lagi Pakistan adalah sebuah negeri Islam karena telah menyatakan Islam sebagai agama negara. sikapnya yang anti Pancasila berubah. bahwa tidak ada ijma„ ulama yang memerintahkan membentuk negara dibantah oleh Natsir.

218 215 Kamarruzaman. Ideologi Hegemoni.216 Namun kemudian. karena ideologi ini dianggap sebagai hasil ciptaan manusia dan tergolong sekuler. 155. hlm. hlm. yang berfungsi sebagai dasar etik. Relasi Islam dan Negara. Dan kemudian ia menambahkan. Dikutip dari. Oleh sebab itu ia beranggapan bahwa kesempatan inilah yang tepat untuk menolak Pancasila . 218 xcv . terang-terangan ia menyatakan bahwa sidang konstituante adalah forum tempat mengemukakan pendapat dan pikiran anggota secara lurus. Islam dan Masalah Kenegaraan. Natsir mengatakan: “Pancasila adalah formulasi lima cita-cita kebaikan sebagai hasil dari konsensus para pemimpin kita pada tahap perjuangan sembilan tahun yang lalu. 66. hlm.215 Dalam tulisannya yang berjudul “Apakah Islam bertolak belakang dengan doktrin al-Qur‟an ?”. rumusan Pancasila tidak memperlihatkan sesuatu yang asing dalam ajaran al-Qur‟an. moral dan spritual bangsa dan negara kita. hlm. pada 1957 di sidang konstituante ia kembali menolak Pancasila sebagai dasar negara. 72 216 217 Ahmad Syafi‟i Maarif. Dalan hal ini Syafi‟i Ma‟arif memandang bahwa mungkin Natsir mengambil sikap keras dalam majelis karena telah terjadi pengaburan interprestai Pancasila yang dibuat-buat oleh masyarakat kita.ditempatkan pada tempat teratas dari sila Pancasila . dan mencerminkan pemikiran yang hidup di masyarakat.217 Bahkan dalam sidang konstituante tersebut. dan meskipun tidak identik dengan Islam itu sendiri. Natsir terlihat inkonsisten dengan pendiriaannya. Partai Islam. 141. jujur. Faisal Ismail. Pancasila telah mencakup cita-cita islam. Deliar Noer. Dalam pandangan umat Islam. Dan sebagai lima dasar kebaikan tidaklah bertentangan dengan al-Qur‟an. kecuali apabila dimasuki oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan al-Qur‟an. Pancasila adalah manifestasi dari maksud dan cita-cita tentang kebaikan dimana kita akan melakukan setiap usaha untuk meletakannya ke dalam praktik negara kita.

karena pada saat itu majelis belum menetapkan dasar negara baru yang permanen. 73.. 72 Ibid. Dan sebagaimana tokoh politik yang lain. Namun perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan Natsir dalam sidang konstituante tersebut secara konstitusional adalah sah. Njoto menyerang pandangan Natsir di atas. karena dalam majelis tersebut.221 219 Faisal Ismail. mengatakan bahwa penerimaan Natsir terhadap Pancasila selama 12 tahun sebagai dasar dan ideologi negara sekedar “di bibir saja”. hlm. Ibid. dengan menyebutnya tidak berdasar. ia sepenuhnya menolak Pancasila .220 Sebagai seorang demokrat sejati Natsir harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. Natsir sebagai representasi dari pihak muslim berhak mengajukan Islam sebagai dasar negara melawan pendukung Pancasila dalam momen itu. Ideologi Hegemoni. netral. 74. dengan mempertanyakan memperlihatkan mengapa sikap-sikap Natsir “kejam” dalam terhadap sidang-sidang Pancasila majelis. dan bahkan mengusulkan Islam sebagai dasar dan ideologi negara.Menurut Njoto. Njoto kemudian mengajukan pertanyaan: Natsir yang mana yang harus diikuti. hlm. 220 221 xcvi .. yang telah diberlakukan sejak 1945 sampai tejadinya perdebatan ideologis di majelis konstituante 1957. dan streril yang sepenuhnya menolak Pancasila. apakah Natsir pada tahun 1954 atau Natsir pada tahun 1957? Atau malah tidak kedua-duanya. salah satu tokoh komunis.219 Dan lebih keras lagi.

sebagaimana wakil-wakil non muslim yang menjelaskan argumentasi usulan mereka. yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. Natsir mengatakan boleh saja meniru negara non Islam asalkan tidak menyalahi ajaran-ajaran Islam. 223 xcvii . Partai Islam. 284-285. Pertama.222 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara. Kedua. majelis konstituante merupakan forum tertinggi bagi para anggotanya untuk mengusulkan ideologi negara yang mereka yakini dan cocok untuk negara Indonesia. dalam majelis.. Ibid. Faisal. Ketiga. Lihat juga.Perubahan sikap Natsir dalam sidang konstituante saat itu. Natsir juga tidak bersikeras menggunakan istilahistilah penguasa Islam. Amir alMu„minin. hlm. menurutnya boleh saja bernama khalifah. bukan conditio sine qua non.223 Selain itu titel “kholifah” menurutnya tidak menjadi syarat mutlak dalam pemerintahan Islam. Natsir dan teman-temanya memikul tanggung jawab agama dan politik dalam memperjuangkan aspirasi politik umat Islam. sebab dari syarat-sayarat negara yang ia sebut di atas adalah tidak sepenuhnya sistem negara Islam. menurut Deliar Noer dipicu oleh tiga alasan. Kemudian menyinggung soal nama penguasa negara. Natsir. 74. yang terpenting adalah seorang kepala negara tersebut sanggup bertindak bijaksana dan menerapkan peraturan-peraturan Islam dengan semestinya dalam susunan kenegaraan baik 222 Deliar Noer. hlm. hlm. Natsir juga menjelaskan usulannya secara argumentatif pula. 447. presiden dan lain sebagainya. Capita Selecta.

Natsir membolehkan umat Islam untuk mencontoh sistem negara lain. Natsir menilai dari sisi: agamanya. Jadi. hlm. Natsir. Rusia. Capita Selecta. wajib bermusyawarah dengan orang-orang yang layak diajaknya dalam mengatur umat. Relasi Islam dan Negara. 90 Kamarruzaman.224 Dan untuk syarat sebagai kepala negara Islam. dan tidak melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan. sifat dan tabi‟atnya. kita orang Islam ada hak mencontoh negara itu selama tidak berlawanan atau bertentangan dengan aturan-aturan yang diadakan Islam. seorang kepala negara menurut Natsir. bukanlah monopoli salah satu bangsa atau salah satu negara saja. atau dari Finlandia umpamanya. hlm.. Polemik Negara Islam.dalam kaidah maupun praktiknya. hlm. Jepang.. 224 Ibid. yang tidak berlawanan dengan agama kita.226 Oleh sebab itu.225 Dalam menjalankan roda pemerintahan.443. 225 226 227 xcviii . 450. 448. Baca juga Ahmad Suhelmi. sebab dari negara-negara yang ia sebut di atas adalah negara yang memisahkan agama dan negara. 69. hlm. semua boleh diatur menurut keadaan zaman. akhlak dan kecakapannya dalam menjalankan kekuasaan yang diberikan kepadanya. bukan dari bangsa dan keturunannya atau semata-mata keintelekannya saja. Adapun untuk urusan-urusan yang di luar ketetapan agama. Kita ada hak mengambil peraturanperaturan yang baik..227 Dengan demikian Natsir mengakui sistem pemerintahan sekular. Ibid. bisa dikatakan bahwa Natsir menganggap Islam tidak mempunyai sistem negara yang lengkap sehingga ia harus mencontoh Barat. dan lebih spesifik. hlm. dengan cara-cara yang Muna>sabah. dalam hal ini ia menuliskan: Bila sudah ada sistem yang dikehendaki itu terdapat di negara-negara lain. dari Inggris. Sebab tiap-tiap hasil kebudayaan.

230 Dalam Islam pengertian demokrasi diartikannya suatu aturan yang memberikan hak kepada rakyat untuk mengkritik dan membetulkan 228 Dikutip dari. 229 230 xcix . Contoh-contoh itu lanjut Yusril. Polemik Negara Islam. sebab dalam pandangannya prinsip musyawarah dalam Islam tidak selalu identik dengan azas demokrasi. sebab Dalam parlemen negara Islam yang boleh dimusyawarahkan hanyalah masalah tata cara pelaksanaan hukum Islam (syari‟at Islam). 91 M. hlm. 70. apalagi Rusia adalah sebuah negara komunis. karena Jepang di masa itu adalah sebuah negara totaliter yang berhaluan fasis. perlu dicermati lebih lanjut. Capita Selecta. anti absolutisme dan kesewenang-wenangan. sengaja ditunjukkan oleh Natsir. hlm. semata-mata ingin memeperlihatkan bahwa doktrin politik Islam itu bersifat terbuka untuk beradaptasi dengan sistem-sistem pemerintahan yang telah ada di dunia ini. yakni contoh negara-negara yang disebutkan Natsir di atas sangatlah liberal.229 Bukan berarti bahwa dalam pemerintahan Islam semua urusan diserahkan kepada keputusan majelis Syura.Lebih lanjut. meskipun ia mengemukakan bahwa Islam anti Istiibdad (despostisme). hlm. Relasi Islam dan Negara. bukan dasar negaranya. Kamarruzaman. 452. Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan hal yang sama. Ahmad Suhelmi. Natsir.228 Namun demikian. ketika Natsir berbicara tentang sistem pemerintahan demokrasi.

suatu begrip sendiri. Ia menyatakan bahwa perjalanan demokrasi dari abad ke abad telah memperlihatkan beberapa sifatnya yang baik. hlm. 232 233 234 235 c . baca juga. 439. Natsir tidak menjelaskan bagaimana sesungguhnya demokrasi dalam Islam. hlm. Yusril Ihza Mahendra. 453. Democracy”. akan tetapi sistem kenegaraan Islam tidaklah menggantungkan semua urusannya kepada instrumen demokrasi. Intinya “Islam tak usah demokrasi 100%. Ibid. Ibid. hlm. 71.235 Maksudnya keputusan mayoritas yang berpedoman kepada 231 Ibid. kalau perlu menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghilangkannya..232 Dengan tegas ia mengatakan bahwa Islam adalah suatu pengertian. 79. hlm.234 Dari uraian di atas. Kamarruzaman. yaitu demokrasi yang dilandasakan pada “Thestic nilai-nilai ketuhanan. 452. hlm. menurutnya demokrasi tidak kosong dari berbagai bahaya yang terkandung di dalamnya. Ibid.. Namun kemudian dalam sidang konstituante 1957 ia memperkenalkan konsep demokrasi yang ia maksudkan.pemerintahan yang zalim. yang juga mempunyai sifat-sifat sendiri. suatu paham..231 Natsir mengakui bahwa demokrasi itu baik. Akan tetapi bukan berarti ia lepas sama sekali dari pelbagai sifat-sifat bahaya. Keputusan itu tidak dapat melampaui H{udud (batas-batas) yang telah ditetapkan Tuhan. Relasi Islam dan Negara.233 Hal ini disebabkan karena politik tidaklah semata-mata harus didasarkan kepada kemauan mayoritas anggota parlemen. Islam itu…yah Islam”. Modernisme Islam. bukan pula otokrasi 100%..

Ketiga. sebab Islam tidak seperti agama yang lain. Capita Selecta. Bagi kita kaum muslimin negara bukanlah suatu badan tersendiri yang menjadi tujuan. sistem ketatanegaraan dalam pandangan Natsir boleh meniru bentuk mana saja (Barat). Oleh sebab itu. bukan begitu! Dan urusan kenegaraan pada dasarnya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. satu “intergreerend deel” dari Islam. ataupun sebagai masyarakat236. dan secara tersurat ia mendukung Islam dijadikan ideologi negara. Persatuan tersebut bukanlah dimaksudkan bahwa agama itu cukup dimasuk-masukkan saja di sana sini kepada negara. 442. yang kemudian ia anggap sebagai ijma‟ yang mengikat untuk tempat dan zaman tertentu. hubungan agama dan negara dalam politik Islam tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Natsir sebagai tokoh muslim tampak ingin sekali menjadikan Islam sebagai dasar negara Indonesia. 236 Natsir. berdasarkan fakta di atas. ci . baik yang berkenaan dengan perikehidupan manusia sendiri (individu). berangkat dari pandangan-pandangan Natsir di atas dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa hubungan Islam dan negara tidak dapat dipisahkan. asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. kesimpulan tersebut bisa dilihat dari pernyataannya bahwa: Fungsi agama dalam negara sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan sama sekali. Yang menjadi tujuan adalah kesempurnaan berlakunya undang-undang Ilahi. menurutnya.nilai-nilai ketuhanan. Pertama. lebih lanjut ia mendefiniskan persatuan agama dan negara. Islam baginya telah menyediakan perangkat dasar yang dapat diterapkan sesuai zamannya. melainkan sebuah alat. Dan pada intinya. Kedua.

. Gus Dur dan saudara-saudaranya harus pindah ke Jakarta. Dan saat tinggal serumah dengan kakeknya itulah. Karena kedudukan bapaknya ini pulalah. Pada saat usia kanak-kanak ia tidak seperti kebanyakan anak-anak seusianya. 489. Jombang dan sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU).238 Tahun 1950. hlm. Dedy Djamaluddin Malik. tetapi ikut bersama kakeknya. 79. Kakeknya adalah seorang pelopor pesantren Tebuireng. ia mulai mengenal politik dari orang-orang yang tiap hari hilir mudik di rumah kakeknya. dan Idy Subandy Ibrahim.Kemudian. Zaman Baru Islam. Hadratus Syeikh Hasyim Asy‟ari.237 Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid 1. Sehingga mengharuskannya bermukim di Jakarta. Keluarga Gus Dur tinggal di Hotel Des Indes yang sekarang menjadi pusat pertokoan Duta Merlin. Natsir juga menghimbau kepada kaum muslimin agar dalam masalah persatuan atau pemisahan agama dan negara ini tidak menjadikan “sejarah sebagai ukuran” kebenaran terakhir. hlm. Latar Belakang Sosial Politik Berbeda dengan Natsir. ia semakin akrab dengan dunia politik yang ia dengar dari rekan-rekan ayahnya saat bincang-bincang di 237 Ibid. 238 cii . sejak kecil ia dididik dan dibesarkan dalam naungan keluarga ulama. Abdurrahman Wahid lahir dari latar belakang kalangan tradisional. Gus Dur tidak memilih tinggal bersama ayahnya. sebab saat itu bapaknya dilantik menjadi menteri agama Republik Indonesia.

240 Buku-buku itu bisa ia dapatkan dari perpustakaan pribadi bapaknya. 242 241 Ibid. Dan dari sinilah pertama kali Gus Dur tertarik dan mencintai musik klasik. Gus Dur termasuk anak yang sangat peka mengamati dunia sekelilingnya. dan nonton film.241 Sementara itu. baik buku yang diterbitkan oleh orang-orang katolik atau non muslim lainnya. teman baik bapaknya yang telah berpindah ke agama Islam dan dipanggil dengan nama Williem Iskandar Bueller. dan fiksi cerita. dan gurunya saat itu adalah bapaknya sendiri”. sejarah. 2003). Mulai dari filsafat.239 Selain membaca buku. bahkan sampai membuatnya tidak naik kelas di sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP). Maka tak heran menurut pengakuan ibunya. musik. 240 Greg Barton. Biografi Gus Dur. yaitu: main bola. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. 39. buku. Lagi pula.242 Kegemaran Gus Dur terhadap berbagai hal tersebut. membuat sekolah formalnya terganggu. ciii . Di usia yang masih belasan tahun ia sudah banyak menghabiskan segala macam majalah. surat kabar. perkenalannya dengan musik dimulai lewat pertemuannya dengan seorang pria Jerman. Ibid. Gus Dur mempunyai hobi lain.rumahnya itu. cerita silat. (Yogyakarta: LkiS. hlm. Ini disebabkan sangat gandrungnya ia 239 Ibid. “sejak usia lima tahun. agama. dia sudah lancar membaca. hlm.. khususnya karya Bethoven. 40. yang memang terdapat berbagai macam buku yang dikoleksinya. catur.

sebagaimana terlihat dalam aspek kepribadiannya yang nyleneh pula.H. Sementara ibunya. Jombang. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. Namun demikian perayaan hari kelahirannya selalu diadakan pada tanggal 4 Agustus. 1999). 25.244 hal ini memang aneh. dan Idy Subandy Ibrahim.243 Gus Dur dilahirkan di Denanyar. yang ia sendiri merupakan anak dari Hadratu al-Syaikh Hasyim Asy‟ari.245 Walupun bapaknya seorang menteri dan terkenal di lingkungan Jakarta. Jombang. 245 244 civ . Gus Dur termasuk dari golongan “darah biru” pesantren. Abdurrahman Wahid. Bisri Syamsuri. Ia merupakan anak dari K. pada tanggal 4 sya‟ban menurut penanggalan Islam. Abdul Wahid Hasyim. Wahab Hasbullah. Greg Barton. hlm. Siti Salekhah yang merupakan anak dari K.H. (Jakarta: Grasindo. Gus Dur tidak ingin sekolah di sekolahan elit yang biasanya dimasuki anak- 243 Dedy Djamaluddin Malik. pendiri pesantren Tebuireng. Memang dalam kebanyakan penulis yang menulis biografi Gus Dur selalu menganggapnya tanggal 4 bulan Agustus sebagai hari kelahirannya. di samping itu juga karena ia masih dalam keadaan sedih karena kehilangan bapaknya saat kecelakaan mobil tanggal 18 April 1953. Biografi Gus Dur. hlm. yang kemudian bertepatan dengan tanggal 7 September 1940 M. pendiri pesantren Denanyar. 80. Jombang. seringkali mengundang kontroversial. Ditilik dari geneologi keluarganya.dalam menonton sepak bola dan membaca buku. 27. bernama Nyai Hj. Zaman Baru Islam. Dan kedua kakeknya itu dikenal sebagai Founding Father NU di samping K.H. hlm.

Bahkan Lebih dari itu. serta sudah mengerti bahasa Arab tetapi masih pasif. Namun ketika ia belajar di kota 246 Greg Barton. ia lebih menyukai sekolah-sekolah biasa. 248 247 cv . Baca Greg Barton. Gus Dur bermukim di rumah salah seorang teman ayahnya. Biografi Gus Dur. ia tamat dari SMEP pada tahun 1957. di Jakarta Pusat. yang pada saat itu jelas sekali tidak ada pertautan antara organisasi modernis Muhammadiyah dengan kaum tradisionalis NU. baik dalam aspek pendekatan maupun penafsiran agama. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. tentang Biorafi Gus Dur. hlm. 49.anak pejabat pemerintah. Gus Dur tamat dari sekolah dasarnya di Jakarta.247 Di kota ini persisnya di desa Kauman.H. 47-49. 248 Ketika di Jakarta. Ini sangat menarik untuk dicermati. hlm. akan tetapi menurut tulisannya Greg Barton. karena kemudian ia pindah ke Sekolah Dasar Matraman Perwari. (Jakarta: Darul Falah. Hartono Ahmad Jaiz. hlm. 2003).246 Pada tahun 1953. Lalu setahun setelah tamat SD. Gus Dur Menjual Bapaknya. Biografi Gus Dur. 30. Lihat. seoarang ulama kecil yang terlibat dalam gerakan organisasi Muhammadiyah. 40. menurutnya sekolahan elit membuatnya tidak betah. Yogyakarta. Gus Dur sudah mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik dan bisa membaca tulisan dalam bahasa Prancis dan Belanda. Ia hanya mengikuti kelas tiga dan empat di sekolahan ini. Selain itu. yang terletak di dekat rumah keluarganya yang baru di Matraman. ia juga termasuk anggota Majelis Tarjih (Dewan Penasihat Agama Muhammadiyah). Kiai Junaidi. karena Gus Dur lahir dari latar belakang NU. pada tahun 1954 ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Yogyakarta dan berhasil menamatkannya pada tahun 1956. hlm. di bawah asuhan K. Jakarta Pusat. Gus Dur juga mengaji tiga kali seminggu di pesantren Al-Munawwir Krapyak. Gus Dur memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SD) KRIS. Ali Maksum.

Di bawah asuhan Kiai Khudori. menjadikannya mulai serius memasuki dunia bacaan: tokohtokoh teori sosial Eropa dan novel-novel besar Inggris. Ibid. Membaca Pikiran Gus Dur.249 Bagi Gus Dur yang suka membaca buku. Di bawah bimbingan Kiai Wahab Chasbullah. namun kemudian Gus Dur pindah lagi ke pesantren Krapyak Yogyakarta dan tinggal di rumah Kiai Ali Ma‟shum. hlm. selain di pesantren Gus Dur juga menghabiskan sebagaian besar waktunya di luar kelas dengan membaca buku-buku Barat. Gus Dur pindah ke pesantren Tambak beras Jombang. Karena kebanyakan para santri di sini menghabiskan waktu studinya selama empat tahun sedangkan Gus Dur cuma dua tahu. yang dalam proses pertumbuhan dari kanak-kanak menjadi remaja. hlm. sampai pada tahun 1963. Setelah tamat dari SMEP di Yogyakarta pada tahun 1957. Gus Dur mulai mengikuti pelajaran pesantren secara penuh. 249 Greg Barton. Ia belajar di pesantren ini dari tahun 1957-1959 pada Kiai Khudori. Gus Dur termasuk santri yang cerdas dan berbakat. salah satu pemuka NU. tepatnya di pesantren Tegalrejo Magelang. Parancis dan Rusia. Lihat Greg Barton.250 Kemudian pada tahun 1959. 50.251 Pada masa-masa itulah (sejak akhir 1950-an sampai 1963) Gus Dur mengalami konsolidasi dalam studi formalnya tentang Islam dan sastra Arab klasik. hlm.Yogyakarta. Jogja merupakan kota pembawa berkah bagi perkembangannya. perpindahannya dari Yogyakarta ke Magelang dan kemudian ke Jombang. 251 250 Umaruddin Masdar. perkembangan bahasanya berkembang cepat. 119. cvi . yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. 49. Ibid. Di samping itu. Di sini ia sempat mengajar dan menjadi kepala sekolah.

melalui beasiswa Departemen Agama.253 Oleh sebab itu. pada tahun 1964 Gus Dur memperoleh kesempatan belajar ke Universitas al-Azhar Kairo Mesir. hlm. Kedua buku itu menurutnya gampang diperoleh. ia merasa tidak betah belajar di sini karena materi yang diajarkannya tidak jauh berbeda dengan apa yang ia dapatkan di pesantren dulu. Di samping itu ia juga tertarik pada ide Lenin tentang ketelibatan sosial secara radikal. sebuah perpustakaan 252 253 Greg Barton. Biografi Gus Dur. Di negeri ini. Saat itu ia sedang berumur 23 tahun. seperti dalam Infantile Communism (kekiri-kirian Penyakit Kekanak-kanakan) dan dalam Little Res Book-Mao (kutipan kata-kata ketua Mao). hlm. Gus Dur mengambil spesialisasi bidang Syari‟ah. Dengan demikian. cvii . American University Library. Namun.Sebagai seorang remaja ia mulai mencoba memahami tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles. dan Idy Subandy Ibrahim. Pada saat yang sama ia juga tertarik menggeluti karya Das Kapital yang ditulis oleh Marx dan What is Tobe Done nya Lenin. di Mesir Gus Dur lebih memilih aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia daripada menekuni belajarnya.252 Setelah menimba ilmu dari pesantren-pesantren di atas. sebagian waktunya ia habiskan untuk membaca di perpustakaan terkenal di kota itu. 53. Dedy Djamaluddin Malik. 83. dua pemikir penting bagi sarjana-sarjana mengenai Islam zaman pertengahan. karena saat itu partai komunis Indonesia membuat kemajuan besar. dan telah menyelesaikan gramatika bahasa Arab sebanyak 1000 bait (Alfiah) di luar kepala. Zaman Baru Islam.

selain itu Gus Dur juga pernah menjadi ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Timur Tengah dari tahun 1964 sampai 1970.257 254 Greg Barton. hlm. hlm. Biografi Gus Dur. 83.256 Di negeri inilah bakat empirismenya tumbuh pesat. Dan akhirnya di univesitas Baghdad ini pulalah ia diminta untuk meneliti asal-usul historis Islam di Indonesia. Greg Barton dan Greg Fealy. hlm.terlengkap di kota Kairo dan waktu lebihnya ia manfaatkan menonton film. Minatnya tentang Indonesia juga mulai tumbuh di Universitas tersebut.255 Dari Kairo Gus Dur pindah ke Irak. Di sini ia banyak belajar tentang sastra dan kebudayaan Arab. di samping menonton kegemarannya film-film Prancis dan sepak bola. selama empat tahun. 165. Dedy Djamaluddin Malik.254 Namun demikian bukan berarti Gus Dur kecewa sepenuhnya kepada institusi al-Azhar. sebab referensi buku tentang Indonesia cukup banyak tersedia di sana. untuk mengikuti kuliah di Universitas Baghdad. cviii . karena di kota ini ia juga banyak memanfaatkan kelompok diskusi dengan para intelektual muda Mesir untuk bertukar fikiran. lingkungan baru ini juga membantunya banyak membaca karya-karya pemikiran seperti pemikiran Emile Durkhim. 256 257 255 Ibid. Menurut pengakuannya ia sangat senang dengan sistem Universitas Baghdad ini karena kampus tersebut jauh lebih mirip Eropa daripada al-Azhar Kairo. filsafat Eropa dan teori sosial. hlm. Fakultas Sastra. Zaman Baru Islam. Tradisionalisme Radikal. 164. (Yogyakarta: LkiS. dan Idy Subandy Ibrahim. Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara. 83.. 1997).

Tapi tidak kesampaian karena ia lebih memilih balik ke Indonesia.259 Setelah itu.Lalu pada tahun 1971. 258 Tetapi. yaitu setengah tahun di Belanda. Gus Dur melanjutkan petualangannya ke negeri Eropa dengan harapan bisa belajar di salah satu universitas di sana. karena background studinya di Kairo dan Baghdad tidak diakui di Eropa. hlm. 165. sebagian karena diilhami oleh berita-berita perkembangan baru dunia pesantren yang menggembirakan. Gus Dur juga banyak terlibat dalam kepemimpinan nasional NU. dan mengawali kariernya di PB NU sebagai katib awal Syuriah NU. yang sekarang menjadi Institut Keislaman Hasyim Asy‟ari (IKAHA). dinyatakan bahwa petualangan Gus Dur ke Eropa yang menghabiskan waktu selama satu tahun itu. hlm.260 Selama periode ini. sebelum akhirnya mendirikan Pesantren 258 Greg Barton dan Greg Fealy. dan menjadi dosen IAIN Syarif Hidayatullah. ia menjadi dosen dan dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Hasyim Asy‟ari (UNHASY). Pada tahun 1972-1974. Sempat mengantarkannya menjadi kandidat Master (S2) di Sorbone University. akhirnya Gus Dur kembali lagi ke Indonesia dan kehidupan pesantren. empat bulan di Jerman. kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia saja. Tradisionalisme Radikal. 259 cix . Prancis. untuk belajar program studi Islam yang sangat diseganinya. Baca. 165. Tradisionalisme Radikal. Ia juga sempat bermaksud pergi ke McGill Univesity di Kanada. hlm. dan dua bulan di Prancis. Akan tetapi dalam wawancaranya Ma‟mun Murod dengan Gus Dur. Jombang. 33. Mengurai Hubungan Agama. ia menjadi sekretaris umum pondok pesantren Tebuireng. tetapi harapan ini sukar terwujud. Sampai akhirnya pada tahun 1979 ia hijrah ke Jakarta. 260 Greg Barton dan Greg Fealy. Abdurrahman Wahid. Jombang. Kemudian dari tahun 1975-1979.

Ibid. Mengurai Hubungan Agama. akan tetapi sikap dan pemikirannya jauh lebih siap untuk berpartisipasi dalam wacana-wacana besar mengenai pemikiran Barat.263 Rentetan petualangan pendidikannya di atas. kemudian ia diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1982-1985. pendidikan Islam dan masyarakat muslim. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. hlm.261 Selain itu. meskipun Gus Dur tidak pernah menempuh pendidikan formalnya di Barat.262 Setelah menetap di Jakarta. studinya di Baghdad juga banyak memberikan dasar-dasar yang baik mengenai wacana liberal yang bercorak Barat dan sekular. akan tetapi Gus Dur jauh lebih siap untuk menggagas wacana agama yang bercorak liberal. seperti Nurcholish Madjid dan Djohan Effendi untuk ikut bergabung dalam forum diskusi dan lingkaran studi mereka. Ibid.. Bahkan menurut Greg Barton. Tradisionalisme Radikal. longgar dan moderat. 262 263 264 cx .264 Karena sikap liberal. secara teratur ia melakukan kontak dengan intelektual muslim progresif di Jakarta. di Jakarta Selatan.Ciganjur. Selain belajar secara otodidak. progresif dan inklusif inilah. Ia juga pernah menjadi juri pada Festifal Film 261 Abdurrahman Wahid. ia juga banyak terlibat dalam berbagai proyek dan aktivitas di Jakarta termasuk mengajar di dalam program pelatihan bulanan kependetaan Protestan. Meskipun latar belakang pendidikannya berbeda. 165. hlm. telah menjadikannya sebagai tokoh intelektual yang berfikiran liberal. 166. hlm.

dan Bievendido Lumbrera (Filiphina).268 Kemudian dari tahun 1985 hingga 1990 ia berkhidmat dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). 33 Greg Barton dan Greg Fealy. Gus Dur telah terpilih empat kali menjabat ketua PBNU. Gus Dur juga terlibat dalam 265 Umaruddin Masdar. Imron Hamzah dan Drs. dan sejak tahun 1994 ia menjadi penasehat International Dialogue Foundation on Perspective Studies of Syari‟ah and Secular Law. yang saat itu masih dianggap tabu oleh kaum santri (NU). K. hlm. Membaca Pikiran Gus Dur.000 dollar AS. Mengurai Hubungan Agama. rukun tetangga (sosial). Percaturan Politik. hlm. Ramage.269 Namun sebelumnya dalam periode yang sama tahun 1993. Gus Dur dinobatkan sebagai seorang yang layak menerima piagam “Ramon Magsasay” dan hadiah senilai 50. 1989. 83.H. Choirul Anam. 166. orang-orang non muslim menjadi presiden Indonesia.270 Bersamaan pada periode itu. Vo-Tong Xuan (Vietnam). hlm. dan Idy Subandy Ibrahim.266 hal ini bisa dilihat dari gagasangagasannya. 1994 dan 1999. Baca Douglas E. di antaranya pada tahun 1984. dan lain sebagainya. Tradisionalisme Radikal. 120.267 seperti Pribumisasi Islam. hlm. sebuah istilah yang memandang dimensi pribadi menjadi dimensi sosial.Indonesia. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. hlm. 1989). Kemudian Rukun tetangga. Baca. 93. hlm. sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan pada tokoh Asia karena dinilai telah memberi kemajuan yang khas bagi bangsanya. Berangkat dari usaha menjembatani persoalan antara kehidupan muslim yang baik tapi a-sosial dengan muslim yang begitu sosial tapi tanpa keimanan. Maksud Pribumisasi Islam ialah mengokohkan kembali akar budaya kita dengan tetap berusaha menciptakan masyarakat yang taat beragama. Zaman Baru Islam. ke-1 (Surabaya: Jawa Pos. Banoo Coyaji (India). cet. Gus Dur Diadili Kiai-Kiai. Dedy Djamaluddin Malik. 265 Sikap dan pemikiran Gus Dur semakin liberal dan progresif ketika dipercaya menjabat ketua PBNU pada tahun 1984. 270 269 cxi . tokoh tokoh Asia tersebut ialah Noboru Iwamura (Jepang). di Den Haag. 30 268 267 266 Abdurrahman Wahid.

ini menunjukkan bahwa Gus Dur sebenarnya seorang demokrat. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. yang sebelumnya seringkali dimarginalkan.H. hlm. M. seperti LSM Fodem (Forum Demokrasi). Gus Dur dan Demokrasi. pluralisme agama. Namun sayang masa pemerintahan Gus Dur harus berhenti di tengah jalan pada tanggal 23 Juli Jabatannya di Fodem bersamaan dengan masa jabatannya sebagai ketua PBNU. dalam Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur Dan Gerakan Sosial NU. K. 272 271 cxii . telah berhasil mengantarkannya pada kursi kepresidenan pada tahun 1999 di masa reformasi ini. di sini ia menjabat sebagai ketuanya. telah mendapat respon dari kalangan luas (sejak tahun 1980-an sampai 1990-an). (Yogyakarta: Ar-Ruzz: 2002). Gus Dur yang saat itu masih aktif menjabat ketua umum PBNU mendirikan sebuah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Akhirnya pada tahun 1998 pasca reformasi. khususnya pamannya sendiri. Titian Ilahi Press). Yusuf Hasyim. pada tanggal 23 Juli 1998.aktivitas-aktivitas sosial. bahkan sempat menyatakan akan memilih Fodem daripada NU. kebebasan berpendapat. dan pribumisasi Islam.272 Dengan dukungan PKB dan Partai-Partai Islam yang dinamakan “poros tengah” saat itu. Terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden. dengan menyatakan bahwa PKB bukanlah Partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. Arief Hakim. hlm.271 Karena kritik politiknya terhadap kediktatoran negara dan gagasangagasannya yang berkaitan dengan demokrasi. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi?. ia dijuluki sebagai salah satu tokoh pembawa gerbong reformasi. Namun Gus Dur tetap tabah. oleh sebab itu menimbulkan kritik keras di kalangan NU. 135-136. 147 Dikutip dari karyanya Bahrul Ulum. (Yogyakarta. dengan cara yang sangat demokratis telah mengangkat citra kelompok santri dalam percaturan politik nasional. maka tidak aneh saat reformasi 1998 terjadi.

yang sejalan dengan pemikiran Ali Abd al-Raziq. Gus Dur kembali membuat geger masyarakat muslim dengan menerima penobatan sebagai anggota kehormatan Legium Kristus pada 28 Januari 2002 di Tataaran Tonando. Berbeda dengan M. yaitu pemisahan antara agama dan negara. Natsir dengan berbagai alasannya di atas. Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. politik dan budaya diideologikan fungsinya akan terdistorsi dan 273 Hartono Ahmad Jaiz. yang kemudian membuat mereka terpaksa kembali menelan kepahitan politik di awal sejarah reformasi ini.273 Dan mengenai peran Gus Dur di PKB saat ini (tahun 2003-2004). yang menginginkan Islam dijadikan kekuatan ideologi dan dasar negara ini. 32. Cara pemberhentian ini benar-benar menyakiti kalangan santri. Gus Dur sebaliknya. Masalah relasi Islam dan negara merupakan salah satu hal yang penting dalam pemikiran Gus Dur. cxiii . hlm. Minahasa. ia masih menjabat sebagai ketua Dewan Syura partai tersebut. Namun yang menjadi cukup menarik setelah ia dijatuhkan dari kepresidenan. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa arus pemikiran Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara dapat dikategorikan sebagai pemikiran yang sekularistik. karena menurutnya kalau agama. Gus Dur Menjual Bapaknya. ia menolak Islam dijadikan ideologi. 2. dari pengamat dan lawan politik yang mengantarkannya dulu. Sulawesi Utara.2001 secara inkonstitusional karena sikap politiknya yang mengundang banyak kritik. oleh sebab itu banyak orang yang melakukan review terhadap pemikirannya ini.

dalam konteks negara pluralistik seperti Indonesia. hlm. Munawir Sjadzali. 2002). (Jakarta: Lakpesdam. dan Idy Subandy Ibrahim. 21-33. melainkan justru akan memicu disintegrasi yang berbasis sekretarian dan konflik horizontal. Dikutip dari. 276 Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. Atas dasar inilah Islam tidak memberi konsep yang jelas. Khamami Zada. 275 cxiv . argumentasi historis.bukan malah mendapatkan struktur yang lebih baik. menjadikan Islam atau agama apapun sebagai ideologi negara hanya akan memicu disintegrasi bangsa. Islam.274 Menurutnya. hlm. penuh pengampunan Tuhan. argumentasi normatif-teologis. Neraca Gus Dur di Panggung Kekuasaan. 122-123. semuanya diangkat melalui mekanisme yang berbeda satu sama lain. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara.275 Pertama. yaitu negara yang baik. ada dua alasan mengapa ia menolak didirikannya negara Islam. hlm. dan Tata Negara. yaitu berkaitan dengan fakta bahwa dalam sejarah Islam tidak pernah menunjukan adanya mekanisme baku bagaimana suksesi dalam Islam. Zaman Baru Islam. yang menyebutkan bahwa Daulah Isla>miyyah (Islamic State) tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur‟an. 78. Ini bisa dilihat dari keempat khalifah pertama sepeninggalnya Rasulullah. Selain itu. Kedua. sebuah ayat yang lebih pada konteks sosiologis. Memang dalam al-Qur‟an ada ayat yang berbunyi Baldatun T{ayibatun wa rabbun Gafur. karena menurutnya sangat tidak mungkin memberlakukan formalisme agama tertentu dalam komunitas agama masyarakat yang sangat 274 Dedy Djamaluddin Malik.276 padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan.

hlm. baginya pluralitas merupakan hukum alam atau Sunnatullah di negeri ini. persamaan dan keadilan.277 Apabila Islam dijadikan ideologi negara.278 Baginya Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. Selanjutnya. Membaca Pikiran Gus Dur. Khamami Zada. Neraca Gus Dur. Untuk itu Gus Dur sepakat dengan aksioma bahwa Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion). toleran dan keadilan. hlm. Oleh sebab itu. seperti musyawarah. 278 279 cxv . bukan melalui perundangan negara yang bersifat kohesif.279 Pemaksaan formalisasi hukum Islam melalui struktur negara. Membaca Pikiran Gus Dur. padahal dalam negara demokrasi nilai egalitarianisme sangatlah 277 Umaruddin Masdar. yang berjalan di kalangan masyarakat melalui persuasif. yang lahir dalam konteks protes terhadap ketidakadilan di tengah komersial Arab dengan nilai-nilai dasarnya. merupakan pengingkaran terhadap demokrasi yang ingin ditegakkan di negeri ini. 127. 129. padahal ajaran-ajaran agama itu sendiri bersifat privat. yang berarti Islam berfungsi komplementer dalam kehidupan negara. Umaruddin Masdar.beragam. Gus Dur menyatakan bahwa agama merupakan dimensi privat yang paling independen dari manusia dan tidak boleh diintervensi oleh negara yang bersifat publik. hlm. dan seharusnya Islam dijadikan sebuah nilai etik sosial (social ethics). 125. berarti akan membuka peluang intervensi negara terhadap agama dan politisasi agama. bagi Gus Dur.

Zaman Baru Islam. Gus Dur dikategorikan dalam aliran neo-modernis. Baca. Sebagai sebuah bangsa. hlm. 281 cxvi . dan Idy Subandy Ibrahim. 93. yaitu dengan menghasilkan sebuah formulasi mendasar bahwa Pancasila dijadikan asas dasar dan ideologi setiap organisasi. dan Bachtiar Effendi. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan 280 Abdurrahman Wahid. 282 Dikutip dari. Fachry Ali. Mengurai Hubungan Agama. Gus Dur menunjukkan pemikirannya dengan berkomentar mengenai prestasi umat Islam Indonesia: “Pada mulanya ada semacam pertentangan antara Islam. 29-81. yang ditugaskan menetapkan sebuah konstitusi bagi republik ini. hlm. ke-2 (Bandung: Mizan. Hlm. ideologi ini merupakan asas negara yang harus kita miliki dan perjuangkan. 1990). cet.282 Lebih dari itu. pertentangan itu tercermin dalam kemacetan sidang konstituante pada tahun 1959. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikian Islam Indonesia Masa Orde Baru. Gus Dur juga menyatakan bahwa tanpa Pancasila negara Indonesia akan bubar. Fachry Ali dan Bachtiar Effendi. 169. Indonesia mampu menyelesaikan masalah itu secara pasti. Berkaitan dengan ideologi Pancasila. Dedy Djamaluddin Malik. sementara agama tetap dijadikan landasan kepercayaan. Sisi lain. yang ia sampaikan dalam sambutannya saat menerima penghargaan Magsaysay.281 Ini dikarenakan gagasangagasannya yang liberal dan tetap menggunakan esensi khazanah pemikiran tradisional (legacy of past).dijunjung tinggi. bukan malah menjadikan pemeluk agama lain menjadi warga negara kelas dua.280 Dalam pandangan Greg Barton. yang saat itu ditawarkan dalam bentuk ideologi melawan Pancasila . di satu sisi adalah pemberontakan kelompok militan muslim yang dikenal pada tahun 1950-an sebagai Darul Islam. Pengakuan atas berbagai ragam agama dan ideologi nasional itu memberi jaminan kebebasan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan kepercayaannya masingmasing”.

80. antara kaum nasionalis dan kaum muslim. lihat juga Khamami Zada. bahkan sepak bola Pancasila .H.283 Ini merupakan pernyataan yang penuh resiko pada tahun 1990-an. tidak peduli apakah ia dikebiri angkatan bersenjata. 85. 583. sedangkan negara tidak mungkin memberlakukan nilai-nilai yang tidak diterima oleh masyarakat yang berbedabeda agama dan pandangan hidupnya. hlm. Gus Dur sebagaimana K. hlm. 124. Abdurrahman Wahid. atau malah disalahgunakan oleh keduanya. ekonomi Pancasila . dengan menyatakan bahwa Islam sebagai agama memberlakukan nilai-nilai normatif dalam kehidupan perorangan maupun kolektif. Ibid. Neraca Gus Dur.nyawa saya sendiri. Percaturan Politik. Doktrin Islam Dalam Sejarah. dalam Budhy Munawar Rahman.. Islam. dan sempat menjadi ejekan karena semua kegiatan harus berlabelkan Pancasila . Achmad Siddiq. seperti pers Pancasila . dimanipulasi umat Islam. Lalu bagaimana ia 283 Dikutip dari pernyataan Gus Dur dalam. mengenai relasi antara agama dan negara yang selalu menimbulkan ketegangan sejak periode awal Indonesia merdeka. Gus Dur menginginkan adanya pemisahan wewenang fungsional agama dan negara yang berbau sekularistik. karena pada saat itu rakyat Indonesia sudah sangat bosan dan jenuh mendengar Pancasila yang selalu disebut oleh pejabat-pejabat dan hampir setiap hari dipropogandakan dalam media massa. 285 284 cxvii . Seolah-olah Pancasila saat itu telah menjadi mantra pemerintahan dalam menjalankan kebijakan. Ramage. hlm. Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia. Douglas E. berupaya untuk mencairkan ketegangan tersebut. 1995). (Jakarta: Paramadina. hlm.285 Singkatnya.284 Selanjutnya.

memang pernah ada tiga sistem yang dipakai dalam Islam. Dalam Islam sendiri tidak mengenal sistem pemerintahan yang definitif. Ahl H{alli wa al-„Aqdi. meskipun berbeda agama. Imron Hamzah dan Drs. bukan karena dipaksa negara. sebuah hukum agama dapat diundangkan negara apabila hal itu dapat berlaku untuk seluruh komponen masyarakat. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. cxviii . Neraca Gus Dur. 55. K. Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun (Muqadimah). mengikat dengan sendirinya (Mulzimun binafsihi). yang telah banyak merumuskan konsepsi kenegaraan.H. tetapi ini hanya terjadi dalam tempo 13 tahun. hlm. 124. Ibnu Abi „Arabi.menanggapi tuntutan sebagian masyarakat yang selalu mendesak penerapan syari‟at Islam dengan mengundangkan secara positif dalam hukum negara? Untuk menjawab ini. Gus Dur berbicara tentang “hukum Islam” yang dalam kenyataannya hanya berlaku sebagai panduan moral yang dilakukan atas kesadaran masyarakat. 286 Sebagaimana yang ia katakan di atas. Dan 286 287 Khamami Zada. Di samping itu. bahwa rumusan Pancasila sebagai ideologi negara harus kita pegang teguh. yang terpenting bagi umat Islam menurut Gus Dur adalah pengaturannya (al-H{ukmu) bukan alQur‟an. di antaranya sistem Istikhlaf. Choirul Anam. seperti yang dikatakan negara bangsa (nation state) saat ini. hlm.287 Ada beberapa teoritisi Islam seperti al-Mawardi (al-Ah}ka>m asS}ultaniyyah). (Wad„u al-Ah}kam fi H{alati Imka>niyyah Wad„ihi). Bay„ah. Dan menurutnya.

ternyata paham kebangsaan ini. Umaruddin Masdar.291 Ada dua hal yang ditawarkan Gus Dur dalam menetralisasi ketegangan kedua pihak tersebut. Metamorfosis NU dan Politisasai Islam Indonesia. menjadikan Islam sebagai etika sosial dalam 288 Ibid. sekalipun agama itu merupakan anutan mayoritas penduduk di negara ini. 132. oleh sebab itu tidak aneh kalau Gus Dur menolak Islam sebagai ideologi negara di Indonesia. 1995). cxix . hlm. A. 290 291 289 Ibid. menurut Gus Dur pernah digali oleh pikiran cemerlang Ibnu Khaldun.289 Dan yang tak kalah penting menurutnya adalah fungsi negara sebagai penyerap heterogenitas dan kepentingan masyarakat. Ketegangan itu bisa dikatakan relatif berhenti. semua ormas Islam menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi pada tahun 1980-an yang lalu. Gus Dur setuju dengan pendapat Ibnu Khaldun yang menyatakan. Membaca Pikiran Gus Dur.288 Dalam konteks ini. menurut Ibnu Khaldun. hlm. Pembentukan negara. Pertama.290 Di Indonesia. sebab Islam politik dianggap sebagai pesaing yang mengusik basis kebangsaan.105. setidaknya secara de jure. disamping paham keagamaan juga diperlukan rasa „As}h}abiyyah (perasaan keterikatan) untuk membentuk ikatan sosial kemasyarakatan. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. bahwa agama saja tidak cukup untuk dapat membentuk negara. Sebab. hubungan Islam dan negara pernah mengalami ketegangan politik yang tajam. Gaffar Karim. alasan berdirinya sebuah negara karena adanya perasaan kebangsaan.

menurutnya dalam prespektif Ahl as-Sunnah wa alJama„ah.295 Selama kaum muslim dapat menyelenggarakan kehidupan beragama mereka secara penuh. menurutnya selama tujuan masih tetap. Dan kedua tawaran itu kemudian mengarah pada penempatan Islam sebagai faktor komplementer dalam kehidupan sosio-kultural dan politik di Indonesia.293 Jelaslah dengan demikian. maka bentuk pemerintahannya tidak lagi menjadi pusat pemikirannya.” Prisma. 293 294 Abdurrahman Wahid. Dedy Djamaluddin Malik. 292 Ibid. 295 cxx . pemerintahan ditilik dan dinilai dari segi fungsionalnya.294 Pendapat-pendapat Gus Dur tersebut merupakan konsekuensinya dalam memperjuangkan demokrasi dan semangat pluralisme di negeri ini. dan yang dimaksud nilai dan prilaku tersebut adalah Ah}laq al-Karimah. Ibid. Kedua.. bukan dari norma formal eksistensinya. mengembangkan Islam sesuai dengan konteks setempat atau yang biasa dikenal pribumisasi Islam. Islam berfungsi sebagai etika sosial yang memandu jalannya kehidupan bernegara bukan sebagai bentuk kenegaraan tertentu. Zaman Baru Islam. lihat juga. maka cara penyampaian menjadi masalah sekunder. Oleh sebab itu. 75. 169. 4 (April 1984). hlm. dan Idy Subandy Ibrahim. Mengurai Hubungan Agama. no.292 Dengan berprinsip al-Gayah wa al-Wasa>il (tujuan dan cara penyampaiannya). Di samping itu. negara Islam atau bukan. hlm 35.kehidupan berbangsa dan bernegara. hlm 132-133. Abdurrahman Wahid. hlm. “Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia. Gus Dur menegaskan bahwa Islam bertugas melestarikan sejumlah nilai dan prilaku sosial yang mengaitkan pencapaian tujuan dengan kemulian cara yang digunakan.

297 Secara teoritis. yakni idealistik dan realistik. yang kemudian arus ini dinamakan Gus Dur sebagai kelompok alternatif. Melihat kebijakan NU.Dan atas dasar kerangka berfikir inilah. Ibid. 297 298 cxxi . melainkan keabsahan di mata hukum fiqih. yang dalam sejarah politik Indonesia acapkali menunjukkan sikap akrab dengan negara. NU di bawah aksi politik yang dimotori Gus Dur secara sadar menerima asas tunggal Pancasila.296 Dan Gus Dur sendiri dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa pemerintahan yang berideologikan Pancasila ini. dan tentunya dengan mendapat persetujuan para ulama organisasi tersebut. karena bagi NU. Lebih lanjut. Zaman Baru Islam. 296 Dedy Djamaluddin Malik. pedomannya bukanlah strategi perjuangan politik atau ideologi Islam dalam artian yang abstrak. tak heran kalau banyak orang yang menuduh NU sebagai organisasi opurtunistik. dan Idy Subandy Ibrahim. Gus Dur juga mengakui bahwa pemikiran negara dalam Islam telah terbagi menjadi dua arus. Namun Gus Dur membantah itu. Da>ru al-H{arbi dan Da>ru as-S}ulh}.298 Dalam pemikiran idealistik menginginkan sebuah konsep kenegaraan yang sepenuhnya berwawasan Islam. bisa dikategorikan dalam negara damai (Da>ru as-S}ulh) yang harus dipertahankan. hlm 170. Ibid. Pancasila dalam pandangan NU merupakan ideologi bangsa yang sejalan dengan visi Imam Syafi‟i tentang tiga jenis negara: Da>ru al-Isla>m.

khusus kaitannya dengan Islam.300 Sedangkan meminjam analisis Cak Nun. Karena semuanya itu terletak pada grand theory yang tidak sukar dipahami. maupun yang membingungkan. Gus Dur adalah seorang tokoh yang paling unik. 95. Emha Ainun Nadjib. hlm. menurutnya kita bisa melihat sepak terjang Gus Dur. Kedua. Dedy Djamaluddin Malik. 301 cxxii . Zaman Baru Islam. Bahkan menurut Liddle. Gaffar Karim. yakni dengan menomorsatukan apa pun yang indikatif terhadap primordialisme dan anti-nasionalisme. 108. Pertama. Gus Dur seringkali memunculkan gagasan kontroversial di mata masyarakat. (12 April 1991). baik dari sikapnya yang biasa-biasa saja. “Gus Dur Pelindung Minoritas. Dikutip dari. dalam konstelasi keindonesiaan ia bermaksud menerapkan suatu ideologi nasionalisme habis-habisan. Ketiga. ia kerap memperoleh serangan sebagai pro-Kristen. hlm. baik ketika di NU. dalam perspektif universal ia bermaksud menumbuhkan demokrasi setelanjangtelanjangnya.” Yogya Post. lebih tertarik pada pemecahan masalah bagaimana perkembangan historis yang berkaitan dengan negara dapat ditampung dalam pandangan Islam. 94. 301 299 A. Metamorfosis NU.Sementara pandangan realistik. PKB maupun di Pemerintahan. Untuk lebih jelasnya baca. karena sering memimpin ke mana para pengikutnya tidak mau ikut. yang kontroversial. di antara para tokoh tradisionalis. Oleh sebab itu. yang radikal.299 Ini dikarenakan sepak terjangnya yang terkesan tidak membela Islam. Ibid. Gus Dur dengan segala resikonya berkehendak melakukan domestikasi atau pembumian nilai-nilai Islam dalam kerangka nuansa kultural yang tak bersedia ditawar oleh segala “kegamangan teologis” apapun. dan Idy Subandy Ibrahim. agen Zionis dan berbagai tuduhan minor lainnya. yang kemudian dalam konteks ini Islam dijadikan sebagai faktor komplementer bagi ideologi negara. 300 hlm. yang gendheng..

Dari sini bisa dilihat bahwa pemikiran politiknya didasarkan pada visi politik yang demokratis. ia mengkombinasikan antara apa yang baik dalam nilai-nilai modernitas dengan komitmen terhadap rasionalitas. Ibid. sekular dan nasionalis.Sejak dipilih sebagai pemimpin NU pada tahun 1984. hlm 196. 302 cxxiii .93. Wahid Hasyim. Gus Dur lebih sering menggunakan ideologi Pancasila daripada Islam dalam melegitimasi partisipasinya dalam wacana politik dan pengekspresian gagasan kunci politiknya. hlm. Percaturan Politik. Berkaitan dengan sumbersumber pemikiran Islam. seorang pemimpin NU pada tahun 1945 juga sepakat mendukung sebuah negara nasional non Islam. 303 Pernyataan Wahid Hasyim.302 Bagi Gus Dur Pancasila adalah ideologi nasional yang esensial untuk mempertahankan kesatuan nasional. Ramage. dikutip dari. 194. retorika Gus Dur semakin bernada liberal dan progresif. keulamaan dan kebudayaan tradisional.. Ramage. dalam Greg Barton dan Greg Fealy. Tradisionalisme Radikal. Toleransi Agama Dan Pancasila : Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid. Untuk mendukung tujuan-tujuan demokratis dan sosialnya. baca juga. Pandangan ini menurutnya penting untuk disampaikan karena beberapa muslim memandang Pancasila sebagai ideologi sekular yang tidak sesuai dengan Islam. Douglas E. Ia kemudian menunjukkan bahwa ayahnya.303 Douglas E. Demokrasi. ia banyak bersikap positif dan fleksibel dalam merespon modernitas. hlm. dan menegaskan bahwa watak pluralistik dan multi komunal masyarakat Indonesia harus dipertahankan dari kecenderungan-kecenderungan sektarianistik.

142. hlm. cxxiv .Untuk memahami sepenuhnya politik Abdurrahman Wahid dan penggunaannya terhadap Pancasila dalam mengembangkan demokratisasi.304 Selanjutnya. pendidikan dan keagamaan. 14 tahun 1967 itu dicabut dengan Kepres No. humanisme dan toleransi agama yang Gus Dur perjuangkan semakin kuat. ini terlihat dalam upaya pencabutan Inpres No. tetapi juga sebagai respons terhadap depolitisasi orde baru. Dalam Inpres ini. Khamami Zada. bukan hanya karena adanya keinginan untuk memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan sosial. Visi demokrasi. Singkatnya. berkaitan dengan perannya sebagai Kepala Presiden yang relatif singkat. NU adalah ormas Islam yang pertama kali menyetujui asas tunggal.305 304 305 Ibid. 200. Padahal pada tahun 1983. kepercayaan dan adat istiadat cina. perlu ditinjau terlebih dahulu “keluarnya NU” dari panggung politik formal pada tahun 1984. hlm. 6 tahun 2000. terlihat tidak adanya pengakuan hak-hak penganut Konghucu sehingga mereka terpaksa harus pindah ke agama lain. Neraca Gus Dur.. karena saat itu pemerintah terus-terusan menekan politik Islam dengan menggunakan Pancasila untuk membatasi kegiatan partai politik yang legal pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an. menurut Gus Dur. Namun pada masa Pemerintahan Gus Dur Inpres No. NU ingin tetap menjaga independensi politiknya dan menghindari intervensi serta manipulasi pemerintah. 14 tahun 1967 tentang agama. Keputusan untuk keluar dari politik atau yang dikenal dengan kembali ke khittah 1926.

. yakni pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran Marxisme. dua partai politik Islam (PPP dan PBB) mengusulkan kembali “Tujuh Kata Piagam Jakarta”307 untuk dimasukkan dalam pasal yang mengatur bab agama dalam proses amandemen 1945.. ada ide yang lebih kontroversial. karena banyaknya kalangan yang khawatir akan campur tangan negara terhadap agama dan politisasi agama. Gus Dur juga harus menghadapi sebuah cita-cita politik yang bertolak belakang dengan trade mark pemikirannya.306 Di luar masalah tersebut. Tujuh kata itu berbunyi: …dan kewajiban menjalankan Syari„ah Isla>m bagi para pemeluknya. melainkan membiarkan rakyat untuk menguji wacana tersebut. sebagaimana yang pernah diungkapkan Gus Dur. Leninisme dan Komunisme.308 Berdasarkan uraian panjang lebar di atas. hlm. yang menurutnya telah mendiskriminasikan sebagian warga dalam kehidupan publik dan negara. yakni adanya masyarakat muslim yang ingin menghidupkan kembali “Piagam Jakarta” dan mengharapakan penerapan Syari„ah Islam melalui power negara. Pertama. 307 cxxv . Gus Dur selalu ingin menjaga independensi keberagamaan masyarakat dalam 306 Ibid. 62. 308 Ibid. Akhirnya. 145. Tetapi hasrat kedua parpol tersebut gagal. Akan tetapi ide pencabutan kemudian memunculkan gelombang demonstran selama kurun masa kekuasaannya dan akhirnya di tolak oleh MPR. pada Sidang Tahunan Agustus 2000. sebagai seorang demokrat Gus Dur tidak memangkas keinginan itu melalui kekuasaannya.Selain itu. dapat disimpulkan beberapa hal pemikirannya mengenai hubungan Islam dan negara.

melainkan justru merendahkan. negara tidak boleh mengintervensi urusan-urusan agama masyarakat. Kedua. Karena pengistimewaan agama tertentu dalam negara yang plural ini. yang menunjukkan bahwa ia menolak bentuk formalisme agama dalam kehidupan politik. baik sebagai kehendak masyarakat maupun sebagai kehendak negara. partai mayoritas muslim yang tidak melabelkan Islam. cxxvi . Ketiga. Sikap itu begitu tegas disampaikan oleh Gus Dur. Hal ini juga bisa dilihat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dideklarasikannya. Yang mana agama sebagai wilayah privat manusia seharusnya tidak boleh dicampuri oleh siapapun. sikap dan gagasan Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara sebenarnya cukup jelas. yakni menempatkan masyarakat secara egaliter di hadapan negara. penolakan Gus Dur terhadap sebagian masyarakat muslim yang ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. baik melalui tulisantulisan maupun ceramahnya. merupakan konsekuensi dari pemahaman demokrasi yang ia perjuangakan. Begitu juga sebaliknya agama tidak perlu mengemis legitimasi kepada negara karena hal tersebut bukan menguatkan eksistensi agama sebagai kepercayaan. karena ketaatan seseorang harus muncul dari kesadaran pribadi. berarti pengingkaran nilai-nilai demokrasi.menghadapi negara. sebuah refleksi pemikirannya dalam membangun relasi Islam dan negara. yaitu bagaimana membangun independensi agama dan para pemeluknya vis a vis negara. Sebagai seorang pemikir dan aktivis Islam. bukan dari paksaan negara.

Persamaan. Selain itu ulasan tersebut. dan organisasi yang menjadi dapur pertama pemikiran politiknya.BAB IV ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID A. bahwa gambaran kedua tokoh di atas sangat diperlukan untuk menganalisa pemikiran keduanya. cxxvii . Sebagaimana yang telah diuraikan pada Bab III. karier politik. Di antaranya mengenai latar belakang kehidupan.

Dalam pandangan kelompok ini. (RE) Politisasi Islam. Natsir dan Soekarno. sejak dasawarsa 1930-an antara M. 190. yang kemudian dinamakan Islam kultural. Natsir sebagai Prototype modernisme Islam dan Gus Dur sebagai neo-modernisme Islam. gerakan ini ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. 309 310 Bahtiar Effendy. perlu diakui bahwa perdebatan Islam dan negara sudah lama terjadi. Singkatnya. dengan menawarkan Islam yang sesuai dengan konteks Indonesia dan tidak begitu ideologis. Terlepas dari itu. Yang kemudian terpolarisasi pada kelompok modernis dan neo-modernis.setidaknya dapat dijadikan pertimbangan sebelum menempatkan atau mengklaim kedua tokoh tersebut dalam kategori aliran tertentu. Islam politik merupakan sesuatu yang sulit dijual. Ibid. cxxviii . telah banyak mewarnai sejarah perpolitikan Indonesia. Oleh sebab itu kalangan ini lebih memilih garapan transformasi sosial. karena masih kuatnya trauma politik yang membekas antara aktivis politik Islam dengan negara. Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa M.309 Situasi inilah yang mendorong aktivis dan pemikir Islam generasi kedua pada tahun 1970-an.310 Meskipun keduanya hidup pada masa yang tidak bersamaan. tetapi pemikiran politik kedua tokoh tersebut masih tetap mewarnai panggung politik Indonesia sampai saat ini. yang kemudian dalam situasi itulah Islam menapaki langkah-langkah yang boleh dibilang idealistik atau formalistik. hlm.

seperti Muhammadiyah. al-Qur‟an dan Hadits. Pada dasarnya doktrin kembali ke al-Qur‟an dan Hadis di atas. Kedua. misalnya dengan menawarkan sistem ekonomi Islam dan negara Islam sebagai alternatif menghadapi Barat. merupakan rintisan yang tepat dengan realitas politik Islam saat itu. praktikpraktik keagamaan umat Islam telah banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang asli. abadi dan akan tetap relevan dengan perubahan zaman dan tempat. Dengan demikian pemikiran-pemikiran politik kaum modernis Islam banyak diwarnai oleh idiom-idiom al-Qur‟an dan Hadis. al-Irsyad dan Sarekat Islam. hlm. ada dua faktor yang telah disepakati sebagai penyebab kemunduran dunia Islam. oleh sebab itu pembaharuan doktrin Islam sangat diperlukan.311 Di Indonesia Gerakan modernis ini termanifestasikan dalam beberapa organisasi. Pertama. 311 Umaruddin Masdar. Persis. cxxix . (S{a>lih} Likulli Zama>nin wa Maka>nin). sebuah organisasi yang mengedepankan motif gerakan kembali ke al-Qur‟an dan Hadis. yang menurutnya sebagai sumber ilmu yang otentik. yang kemudian menyebabkan umat Islam mengalami kemunduran.Dalam diskursus kaum modernis. peradaban Barat sekular yang mulai masuk dalam percaturan peradaban Islam. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais. dianggap sebagai faktor lain (eksternal) yang dominan menyebabkan kemuduran dunia Islam. hanya saja doktrin tersebut kemudian terkontaminasi dengan sikap anti Barat yang rigid dan akhirnya melahirkan pemikiran normatif dan cenderung apologetik. secara internal. 160.

Natsir dan Gus Dur dalam memecahkan persoalan hubungan Islam dan negara. Abd al-Wahab Khalaf. (Jakarta: Sa‟adiyah Putra. Kedua. maslahah itu ditujukan pada kepentingan rakyat banyak. Pertama. apabila memenuhi tiga kriteria berikut ini. Ada beberapa persamaan dari kedua tokoh tersebut dalam merespon hubungan Islam dan negara. „Ilm Usūl al-Fiqh. maslahah itu tidak bertentangan dengan ketetentuan atau dalil-dalil umum nash. upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dirumuskan dalam suatu kaidah312:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Menurut Abd al-Wahab Khalaf. ke-11 (Kairo: Dar al-Qalam. 312 Abd al-Hamid Hakim. II: 65. bukan individu. t. yakni kepentingan yang secara praksis dapat mewujudkan kesejahteraan umum dan mencegah timbulnya kerusakan. Ketiga. Dan yang pasti secara esensial kedua tokoh tersebut sepakat bahwa tujuan diterapkannya demokrasi di negeri ini adalah untuk mencapai kemaslahatan bersama dan keadilan yang merata bagi umat manusia.t. kaidah di atas dapat dijadikan sebagai landasan teori hukum atau referensi untuk pengambilan keputusan hukum aktual. 1977). hlm.Dalam diskursus politik Islam (al-Fiqh as-Siya>syi). memang perlu diawali dari teori ini.). maslahah itu bersifat essensial. Dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut. cet. 313 86-87. As-Sulam. cxxx .313 Teori kemaslahatan inilah yang kemudian dijadikan pisau analisis oleh M.

Gus Dur juga menyatakan secara tegas bahwa Islam tidak memberi konsep yang jelas untuk membangun sebuah negara. keadilan. kebebasan. dan bagi mereka yang ada dalam Islam hanyalah prinsip dasar berbangsa dan bernegara. Capita Selecta. M. Natsir banyak menggunakan syarat-syarat sebuah negara modern. persamaan. Menurut Natsir. 199. keduanya sama-sama mempunyai komitmen untuk menjadikan Islam sebagai agama pembebas yang membebaskan manusia dari segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi Sedangkan sisi persamaan yang dominan antara M. dalam kenegaraan. semuanya diangkat melalui mekanisme yang 314 Natsir. hlm. Islam hanyalah mengatur dasar dan pokok-pokokmya saja seperti yang dinyatakan di atas. Pemerintah. di antaranya harus mempunyai wilayah. maka dari itu dalam membangun sebuah negara M. Secara historis juga telah terbukti bahwa dari keempat khalifah sepeninggalnya Rasulullah.314 Masih dalam konteks yang sama. Natsir dengan Gus Dur dalam membangun relasi Islam dan negara adalah pengakuan mereka tentang tidak adanya sistem politik yang rigid dalam Islam sebagaimana yang telah ada dewasa ini. Natsir dan Gus Dur dikenal sebagai pemikir muslim yang sekaligus praktisi politik terkemuka di negeri ini. Undang-Undang Dasar atau sumber hukum atau kekuasaan lain yang tidak tertulis. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara.Dalam sejarah politik Indonesia. cxxxi . seperti musyawarah. dan kebersamaan. Kedaulatan. rakyat.

sebab walaupun Yusril mengkategorikan Natsir sebagai kalangan modernis. Karena dengan adanya nilai-nilai dasar di atas Islam bisa dikatakan sebagai agama pembebas sepenuhnya kompatibel dengan aturan demokrasi. Islam dan Tata Negara. demokrasi yang berdasarkan doktrin kedaulatan rakyat diterima secara terbuka.berbeda satu sama lain. memang tidak sepenuhnya murni sebagaimana yang telah penyusun tempatkan. egaliter dan manusiawi sebagaimana yang dicitacitakan Islam. Oleh sebab itu. M. Begitu juga dengan pemikiran Gus Dur. akan tetapi tidak jarang pendapat-pendapat Natsir yang mengarah pada faham fundamentalisme. akan tetapi bukan berarti ia menerima konsep sekulerisme sebagaimana yang inheren dalam sistem Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. Karena itu. 21-33. Sebagaimana Abduh. sistem demokrasi menurut kedua tokoh tersebut merupakan sistem yang paling realistik untuk mewujudkan terbentuknya suatu masyarakat yang adil. Natsir menganggap sumber kekuasaan bagi pemerintahan adalah rakyat. hlm. yang menurut Greg Barton seringkali terkesan sekuler .315 ini menunjukkan bahwa Islam memang tidak mempunyai mekanisme baku sebuah suksesi. Mengenai tipologi pemikiran kedua tokoh tersebut. padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan. Munawir Sjadzali. namun juga terkadang terlihat konservatif dalam wacana keislaman yang lain. menentang pemisahan agama dan negara. 315 cxxxii .

demokrasi Barat. Dengan demikian ada perbedaan yang sangat konsep mendasar demokrasi. persamaan sebagaimana yang dituntut oleh Islam secara radikal. Syari„ah sebagai suatu sistem hukum terpadu dan lengkap hanya bisa dilaksanakan apabila ada suatu otoritas yang melakasanakan penerapan (law enforcement). kebebasan. Lebih lanjut. yaitu demokrasi yang sesuai dengan prinsip tauhid. sehingga pelaksanaan Syari„ah memerlukan dukungan kekuasaan politik. artinya tidak ada tendensi agama yang melekat pada konsep ini. mengenai meskipun paradigma keduanya dalam dan melindungi memperjuangkan sama-sama menerima demokrasi secara terbuka. bagaimana reaksi dan sikap keduanya dalam memandang Pancasila di negeri ini. Islam mempunyai prinsip-prinsip dasar dalam berbangsa dan bernegara. Dengan demikian tujuan pertama didirikannya negara demokrasi adalah untuk menjaga Syari„at itu sendiri. cxxxiii . Oleh sebab itu ia menawarkan sebuah konsep thestic democracy. ia menjelaskan bahwa konsep demokrasi ini ditujukan untuk menetapkan hak-hak dan kewajiban timbal balik antara rakyat dengan penguasa. maka keduanya sepakat untuk menjadikan demokrasi sebagai sistem yang paling rasional untuk negara republik ini. Menurutnya. Sedangkan Gus Dur ingin menegakkan demokrasi yang seutuhnya. Dan sebenarnya sikap ini sudah jelas terlihat di atas. dan sistem yang ada harus mampu menegakkan keadilan. Atas dasar pemahaman. Terlepas bagaimana cara kedua tokoh itu dalam memperjuangkannya. yaitu negara.

bisa dikatakan bahwa hubungan Islam dan negara. Berangkat dari wacana relasi Islam dan negara di atas. Natsir ingin membuktikan bahwa Indonesia telah terkontaminasi dengan paham ini. tingkah laku. Natsir dan Gus Dur dalam memandang relasi Islam dan negara yang paling fundamental terdapat dua hal. pemikiran politik mereka dalam menyikapi demokrasi dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara di Indonesia ini. cxxxiv . Kedua. Natsir dengan tegas menolak negara yang berdasarkan sekularisme. Walaupun para sekularis mengakui adanya Tuhan. baik dalam sikap. menurutnya sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham. Ditarik dalam konteks Indonesia. Baginya dengan adanya konsep Pancasila berarti telah terbukti bahwa negara Indonesia telah terjangkit penyakit sekularisme.316 Dilihat dari beberapa pernyataan Natsir pada bab-bab sebelumnya. karena keduanya mempunyai fungsi timbal balik. hlm. M. tujuan. Islam dan Masalah Kenegaraan. karena konsep ini jelas bercorak La>-diniyyah yang tidak mau mengakui wahyu sebagai sumbernya. Perbedaan. simbiosis 316 Ahmad Syafi‟i Maarif. dan sikap yang hanya sebatas keduniawian saja. di samping itu Pancasila adalah hasil penggalian dari masyarakat. respon mereka terhadap paham sekuler. 127.B. ibadah dan tindakan sehari-harinya. yang memisahkan antara agama dan negara. menurutnya tidak dapat dipisahkan. tampaknya M. Pertama. tapi dalam kehidupan sehari-harinya tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan. Sedangkan sisi perbedaan antara pemikiran M.

Dan tentunya. persamaan hak dan kemaslahatan umat. negara adalah sebuah alat bukan tujuan.mutualisme. karena menurutnya hanya akan menciptakan diskriminasi agama. lebih mengasumsikan agama sebagai sumber motivasi pandangan hidup bangsa atau ideologi negara (Pancasila). maupun masyarakat secara kolektif. 442. hlm. Baginya. Jadi. 92. bagi Gus Dur. Abdurrahman Wahid. seperti tuntutan diberlakuannya syariah oleh negara. kalau kebijakan tersebut sampai diterapkan di negara yang sangat heterogen ini. juga mempunyai kekuatan penuh untuk menjaga dan memberlakuan undang-undang Syari„ah. Pola pemikiran Gus Dur ini bisa dikategorikan cukup sekuler. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. karena telah mengabaikan prinsip-prinsip pluralisme agama. mengingat gagasan yang ia hasilkan selalu mengesampingkan simbolisasi agama terhadap negara atau sebaliknya.318 Jadi agama di sini hanyalah bersifat dialogis bukan simbiosis.317 Sedangkan Gus Dur. Maksudnya agama berperan mendorong kegiatan individu melalui nilai-nilai yang diserap Pancasila dengan menjadikannya sebagai bentuk pandangan hidup bangsa. hlm. Pancasila sebagai ideologi negara sudah sesuai dengan konteks demokrasi dan tidak 317 Natsir. yang berkenaan dengan kehidupan manusia sebagai individu. berarti kita telah melakukan pengingkarana terhadap nilai-nilai demokrasi. Capita Selecta. berarti negara di sini selain merupakan institusi pemerintahan. 318 cxxxv . Ia tidak pernah berkeinginan untuk memanfaatkan negara sebagai alat pemberlakuan hukum agama tertentu.

hlm. Natsir mewajibkan seoarang muslim untuk berpolitik sebagai sarana dakwah Islam. demokrasi yang menurut Natsir dan Gus Dur merupakan konsep paling rasional untuk sistem negara. Relasi Islam dan Negara. Natsir Dakwah dan Pemikirannya. M. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik M. 85.319 Ini menunjukkan bahwa Natsir selaku tokoh modernis muslim sangat selektif dalam menerapkan filterisasi (saringan) terhadap Barat. Dalam modernisasi politik Islam. 319 cxxxvi . hlm. thestic democracy. ia tidak sepakat kalau urusan Tuhan dicampuradukkan dalam kepentingan ini. baca juga Kamaruzaman. dan konsep demokrasi yang cocok bagi Indonesia adalah demokrasi yang tidak meninggalkan nilainilai ketuhanan. Secara tegas dikatakan Natsir. maksudnya.perlu lagi diperdebatkan. Meskipun ia merupakan hasil ijtihad manusia.320 Berbeda dengan Natsir. 71. 320 Thoir Luth. Baginya demokrasi adalah urusan manusia yang diberi kebebasan untuk mengatur dunia. kerohanian. sedangkan kedaulatan Yusril Ihza Mahendra. Natsir mempunyai pandangan untuk berusaha menerapkan ajaran dan nilai-nilai. Natsir. 79. hlm. Gus Dur menilai demokrasi sebagai suatu kedaulatan rakyat sepenuhnya. sosial. Selanjutnya. No.” Jurnal Islamika. Islam tetap tidak perlu menganut demokrasi 100%. keputusan mayoritas yang berpedoman pada ketuhanan. (1994). Selain itu. apalagi diganti. 3. dan politik Islam yang terkandung di dalam al-Qur‟an dan sunnah dengan menyesuaikan terhadap perkembangan zaman.

hlm. termasuk penolakannya terhadap pemberlakuan syari‟ah di negara ini.322 karena akan menjadikan mereka yang tidak memeluk agama mayoritas menjadi warga negara kelas dua dan kehilangan haknya dalam memperoleh keadilan sesama dalam bernegara. yaitu: 1) Ta„a>ruf (saling mengenal). 3) Ta„a>wun (kerja sama). Natsir masuk dalam birokrasi pemerintahan berharap akan bisa memperjuangkan pemeberlakuan syari‟ah Islam melalui otoritas negara.323 Natsir dan Gus Dur sama-sama terlibat dalam pemerintahan.Tuhan (Syari„ah) merupakan prinsip-prinsip universal yang menjadi patokan etik moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut terori klasik. legislasi) ajaran agama tersebut pada hakikatnya merupakan pengingkaran hakikat demokrasi yang ingin kita tegakkan di negeri ini. ia malah berkeinginan untuk meminimalisir intervensi negara terhadap agama. terdapat berbagai macam pemahaman. Syari„ah merupakan kehendak Ilahi yang suci dan 321 Umaruddin Masdar. 169. hlm. Berbicara mengenai Syari„ah. apabila hukum Islam atau hukum gereja harus diberlakukan oleh negara melalui (taqnin. dan 6) Tagyir (perubahan). Untuk merealisasikan demokrasi tersebut. hlm. 2) Syu>ra (musyawarah). 91-105. 176. ada enam kaidah demokrasi dalam Islam. 5) „Adl (adil). Kuntowijoyo. 4) Mas}lah}ah (menguntungkan masyarakat). akan tetapi keduanya mempunyai tujuan politik yang berbeda.321 Terlebih lagi. Sedangkan Gus Dur justru sebaliknya. Identitas Politik Umat Islam. Mengurai Hubungan Agama. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien. Abdurrahman Wahid. (Bandung: Mizan. 322 323 cxxxvii . 1999).

Manna al-Qattan (ahli fiqh) mendefiniskan Syari„ah sebagai segala ketentuan Allah bagi hambanya yang meliputi masalah akidah. dan tata kehidupan umat manusia untuk mencapai kebahagian mereka di dunia dan akhirat. Ibid. Sirry. Surat 5: 51: 17. cet. ditanya tentang syari‟at Islam.W.324 Sedangkan dalam alQur‟an kata Syir„ah atau Syari„ah dimaknai agama. karena fiqih merupakan hasil ijtihad atau pemahaman ulama terhadap ayatayat suci al-Qur‟an tersebut. Sejarah Fiqih Islam.326 Ini menunjukkan bahwa secara terminologis. 325 324 Al-Qur‟an.bertujuan mengatur kehidupan masyarakat muslim. 16.325 baik sebagai jalan lurus (T{ariq Mustaqi>mah) yang ditentukan oleh Allah untuk manusia atau suatu ketentuan yang harus dilaksanakan. 326 cxxxviii . ibadah. digunakan untuk menyebut masalah essensial dalam ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah yang telah diyakini kesahihannya. puasa. Mun‟im A. Sebuah Pengantar. hlm. Berdasarkan definisi Syari„ah di atas. Sirry. Syari„ah pada masa nabi Muhammad S.A. zakat. 1996).W. Ada beberapa definisi fiqih yang kemudian dikemukakan oleh ulama. Lebih lanjut. Dinyatakan demikian.. ke-2 (Surabaya: Risalah Gusti. Imam Abu Hanifah yang mendefinisikan fiqih dengan Ma„rifat al-Nafsi ma>laha wa ma> „alaiha (pengetahuan seseorang tentang hak-hak dan Mun‟im A. beliau menjelaskan tentang sholat. Ketika nabi Muhammad S. dan haji.A. ulama fiqih dan usul fiqih menyatakan bahwa Syari„ah merupakan sumber fiqih.

baik dari akidah. Ibid.327 Sedangkan al. menurut fuqaha Malikiyyah. Paradigma di ataslah. 14. setiap apa yang dirumuskan dan diinterpretasikan merupakan produk ijtihad yang bebas. 13. hlm. Namun demikian. I: 5. kreativitas itu harus mengacu pada kemaslahatan rakyat. yang kemudian secara teoritis membedakan gagasan kedua tokoh tersebut. Al-Amidi.. sebagaimana dalam kaidah fiqihnya bahwa “seluruh kebijakan penguasa harus sesuai dengan kepentingan seluruh warga negara”.328 selain itu. pola pemikiran Gus Dur di atas. sehingga masuk dalam wilayah fiqih. al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam. Pola pemikiran Natsir yang cenderung idealistik dalam memahami ad-Din wa ad-Daulah. 328 cxxxix . mendefinisikan fiqih sebagai ilmu tentang hukum-hukum syari‟ah amaliah dari dalil-dalilnya yang terperinci („adilah tafs}iliyyah). sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari pemikiran politik yang didasarkan pada konsep tauhid.. definisi ini memberi gambaran bahwa fiqih meliputi aspek kehidupan.kewajibannya). hukum sampai pada tingkah laku kehidupan. seorang ulama Syafi‟iyyah terkemuka dalam bukunya al-Ih}kam fi us}uli al-Ah}ka>m. Tampaknya. 327 Ibid. hlm. Walaupun pada masalah-masalah tertentu mereka juga mempunyai persamaan pendapat. didasarkan pada pertimbangan fiqih bahwa urusan politik atau negara lebih pada kepentingan dan kreativitas manusia. Dan sebagai wilayah fiqih. fiqih adalah ilmu tentang perintah-perintah syari‟ah dalam masalah khusus yang diperoleh dari aplikasi teori Istidla>l atau pencarian hukum dengan dalil (process of reasoning).Amidi.

Perbedaan paradigma dan masa itulah yang kemudian melahirkan polarisasi aliran. selain itu Natsir juga lebih suka mendasarkan gagasannya pada dua sumber utama Syari„ah. alQur‟an dan sunnah. faktor perbedaan masa kehidupan juga cukup mempengaruhi pola pemikiran keduanya.Konsep tauhid menderivasikan prinsip-prinsip universal yang kemudian menjadi sumber etik-moral bagi sebuah negara demokrasi. Modernisme Islam mempunyai kecenderungan kuat untuk mengembalikan kejayaan dan keunggulan Islam atas partai atau peradaban yang lain. Us}ul al-Fiqh ataupun Qawa>„id al-Fiqhiyyah. apa yang dihadapi Gus Dur tentang wacana keislaman sebenarnya juga masih banyak diwarnai wacana-wacana keislaman di masa Natsir hidup. seperti fiqih. daripada menggunakan metodologi khazanah intelektual sunni klasik. antara keharusan menyesuaikan diri dengan perubahan arus modernitas atau menegaskan diri sebagai agama secara eksklusif. sebagai salah satu respon intelektual terhadap berbagai persoalan aktual modern yang secara umum menempatkan Islam pada posisi dilematis. Di samping paradigma. pasca kolonial. Secara cxl . Namun demikian. Gerakan modernisme di Indonesia lahir sejak tahun 1912-an. dengan cara memperbaharui doktrin-doktrin sesuai dengan tuntutan zaman. di mana Natsir hidup pada masa kolonial dan pasca kolonial yang selalu berjuang memerdekakan bangsa ini melalui jargon Islam. antara modernisme dan neo-modernisme. Sedangkan gagasan dan perjuangan Gus Dur dihadapkan pada masa 1980-an.

 ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Selain kaidah di atas. seperti apa yang diungkapkan oleh mayoritas kalangan modernis Islam saat ini. dengan pemikiran neo-modernisme Islam. II: 65. masih banyak kaidah lain yang digunakan sebagai upaya melaksanakan transformasi gagasan. bagi mereka penggunaan metodologi fiqh atau Qawa>„id al-Fiqh transformatif lebih cocok daripada memakai konsep tauhid yang cenderung dogmatis. Sedangkan untuk mengelaborasi wacana pemikiran Islam semacam ini. yang baru lahir pada masa 1970-an. Oleh sebab itu. Menurutnya. sikap modernitas seharusnya tidak menggantikan sama sekali nulai-nilai lama dengan nilai-nilai baru. al-Qur‟an dan sunnah. bisa dikatakan bahwa gagasan modern yang mereka tawarkan bukan berarti anti tradisionalisme sama-sekali.329 yaitu:  ‫دزء اىَفا ظد ٍقدً ػيٚ خية اىَظاىر‬  ‫اىساخـﺔ ذـْصه ٍْصه اىؼسٗزج‬  ‫اىؼسٗزج ذثٞر اىَسظ٘زج‬ Selanjutnya. cxli .teoritis gerakan ini cenderung eksklusif karena dasar argumentasinya lebih ditekankan pada sumber Syari„ah yang absolut. seperti legalisme (pemikiran keislaman yang telah dibakukan lewat 329 Abd al-Hamid Hakim. Lain halnya. melainkan bahwa antara tradisi dan modernitas harus dilihat sebagai proses kontinuitas. Di antaranya. Gus Dur menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan kelompok modernis. Ibid. seperti apa yang tertulis dalam Qawa>„id al-Fiqh. Kalangan ini cenderung akomodasionis dalam merespon tradisionalisme dan modernisme.

tetapi dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai motivasi bukan formalisasi dalam berbangsa dan bernegara. Ditambah lagi. menurutnya perlu dibuat kerangka pemahaman kontekstualisasi ajaran Islam dengan berdasarkan asas-asas sebagai berikut: 1) asas menyeluruh. Dan pandangan inilah. 6) asas kesejarahan 7) asas pluralitas. Zaman Baru Islam. memisahkan agama dan negara. hlm. ia lebih mengarah pada paham sekular. Natsir beranggapan bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan sebagai konsekuensi dari penolakannya atas paham sekular. dan Idy Subandy Ibrahim. yang kemudian mempengaruhi sikap mereka dalam menerima ideologi Pancasila. bahkan menjurus ke situasi traumatik di masa depan. bisa disimpulkan bahwa antara M. 5) asas depoloitisasi Islam.mazhab yang empat) baik dalam kerangka mazhab fiqih. 3) asas kontinuitas sejarah. 8) dan asas konvergensi.330 Beradasarkan uraian di atas dan bab-bab sebelumnya. Bagi Gus Dur. 182. cxlii . 2) asas keterbukaan. meskipun Pancasila merupakan hasil ijtihad manusia yang ditentukan oleh kondisi sosialnya. over idealissasi Islam sebagai sistem kehidupan alternatif tidak menunjukkan prospek yang baik. Untuk itu. sedangkan Natsir lebih memilih Islam sebagai ideologi negara 330 Dedy Djamaluddin Malik. Natsir dan Gus Dur sangat berbeda dalam memandang relasi Islam dan negara. maupun melalui pembaharuan (pemurnian) ternyata malah tidak mampu menjawab tantangan zaman. akan tetapi konsep ini harus tetap dipertahankan demi kemaslahatan bangsa Indonesia yang plural ini. sebaliknya dengan Gus Dur. 4) asas deinstitusionalisasi Islam.

Sebenarnya apa yang ingin penyusun tegaskan di sini adalah bahwa pemikiran kedua tokoh di atas. PERSAMAAN PEMIKIRAN M. Polemik Negara Islam. yang kemudian melahirkan klasifikasi pemikiran. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID 331 Ahmad Suhelmi. sangat dipengaruhi oleh realitas sosial politik di saat mereka hidup. yakni modernisme dan neo-modernisme. hlm. 114 cxliii .331 Demikianlah persamaan dan perbedaan antara pemikiran M. Dan dari sisi inilah.daripada Pancasila. Natsir dan Gus Dur. karena dengan ideologi ini masyarakat akan terjamin kehidupan beragama dan bernegaranya. Untuk lebih singkatnya bisa dilihat dalam tabel berikut ini.

1. Natsir Gus Dur cxliv . PERBEDAAN PEMIKIRAN M. egaliter. Seorang pemikir dan praktisi politik yang terlibat langsung dalam lembaga kenegaraan. 3. 5. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID Perbedaan tentang M. Demokrasi diterima sebagai sistem yang paling rasional dan realistik untuk mewujudkan masyarakat yang adil. Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion) yang membebaskan manusia dari segala bentuk eskploitasi dan diskriminasi. 4. Sebagai agama pembebasan Islam sepenuhnya kompatibel dengan demokrasi. Penggagas dan pendiri partai politik. dan manusiawi sebagaimana yang diidealkan Islam. 2.

sudah pasti semakin menambah cxlv . Penerapan ideologi Pancasila 11. Partai yang diperjuangkan 12. Implikasi. Tipologi aliran pemikiran 5. Fungsi politik Untuk melindungi pluralitas Pluralisme inklusif Menerima secara terbuka Menolak Partai sekular Partai Islam Gerakan moral Gerakan dakwah C. Pluralisme yang diterima 10.1. Pemikiran-pemikiran M. Pesantren tradisional Konsep Fiqih Transformatif Islam kultural Neo-modernisme Islam ideologis Modernisme Islam sebagai sumber hukum yang lengkap Islam hanya salah satu unsur dalam bangunan kebangsaan yang ada Afirmatif 6. Sifat pemikiran 4. Sikap terhadap sekularisasi 7. Pandangan terhadap sistem nilai Islam Pendidikan modern Al-qur‟an dan Hadits. Dasar paradigma pemikiran 3. Tujuan membela demokrasi 9. Negara demokrasi yang dicita-citakan Negatif (menolak dengan tegas) Thestic Democracy (Demokrasi yang tidak meninggalkan nilai-nilai ketuhanan) Untuk melindungi Syari‟ah Pluralisme eksklusif Negara demokrasi yang utuh dan tidak ada unsur fundamentalismenya 8. Natsir dan Gus Dur yang berkaitan dengan wacana relasi Islam dan negara di atas. Basis pendidikan 2.

Kedua. Manuver dan pemikiran politiknya sampai saat ini masih tetap mendapat tempat istimewa di kalangan generasi muslim modernis abad 20-an ini. aspek ini lebih mengarah pada pemikiran suatu lembaga organisasi atau partai politik saja. Dan tentunya. Untuk lebih jelasnya. implikasi institusional. Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam melalui dakwah politiknya. banyak mengundang simpati para kalangan modernis Islam Indonesia. tetapi juga terhadap praktik dan pemahaman masyarakat dalam bernegara. khususnya bagi generasi muslim selanjutnya. bahkan lebih dari itu. implikasi personal. Masyumi. keaktifan Natsir di partai ini sudah jelas menunjukkan bahwa manuver dan pemikirannya memang bersifat idealistik. Sebenarnya. sebuah partai Islam yang berhasil mengantarkannya ke kursi birokrasi negara. sejak keterlibatannya dalam pembentukan partai Islam yang pertama kali di Indonesia. tampaknya generasi yang terinspirasi ini. pemikiranpemikiran tersebut membawa implikasi besar terhadap kehidupan politik masyarakat Indonesia.khazanah pemikiran politik Islam di negara kita. penyusun akan membagi implikasi pimikiran kedua tokoh tersebut menjadi dua aspek. Pertama. baik itu partai yang mereka pimpin sendiri atau bukan. yaitu implikasi yang bersifat institusional (Institusional Implication) dan implikasi personal (Personal Implication). yang berarti pemikiran mereka tidak hanya berimplikasi pada sebuah partai saja. Khususnya bagi generasi pemikir politik masa sekarang. Peran politik Natsir mulai diperhitungkan oleh khalayak umum. tidak hanya cxlvi .

Dan salah satu cita-cita partai yang sesuai dengan ide pemikirannya yaitu mentransformasikan hukum Islam menjadi hukum nasional. sebab spirit pesan yang disampaikannya sama-sama bertujuan mengembalikan kejayaan Islam. Parmusi (Partai Muslim Indonesia). yakni dengan cara menerapkan pembaharuan pemikiran-pemikiran Islam klasik dan kemudian dipadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Natsir Dari sisi institusional. PBB dan DDII. cxlvii . Pada zaman orde lama. Implikasi Pemikiran M. pemikiran Natsir banyak mempengaruhi visi dan strategi partai politik Masyumi yang dibubarkan Soekarno. ide-pemikiran M. Natsir ini sangat mempengaruhi karakter partai dan organisasi muslim modernis Indonesia. Ia juga tertarik lantaran platform partai ini sangat cocok dengan ide perjuangannya yang menurutnya sebagai representasi kelompok Islam. Pemikiran-pemikiran Natsir disambut baik oleh kalangan modernis muslim Indonesia.mengaguminya namun juga mengembangkan ide dan perjuangan politiknya melalui gerakan dan partai Islam yang sama sekali baru. Dalam pandangan Natsir dakwah merupakan sarana yang cukup efektif dalam memperjuangkan ajaran dan kepentingan politik umat Islam Indonesia. selain disebabkan keterlibatannya sebagai pendiri yang sekaligus pemimpin partai selama 5 kali berturut-turut. di antaranya Masyumi. bahkan ia menganjurkan umat Islam untuk menggunakan politik sebagai media dakwah umat.

tradisionalis dan modernis). ia juga ditempatkan sebagai kelompok yang berhaluan ekstrem kanan333 serta dinilai berpotensi melahirkan kekacauan nasional karena berupaya mendirikan negara Islam di tengah masyarakat yang plural. sehingga pada proses selanjutnya politik Islam seringkali menerima intimidasi. Untuk mengetahui visi dan misi partai Masyumi bisa dilihat dalam karyanya Yusril Ihza Mahendra.332 Tampak jelas. Istilah ekstrem merupakan stigma politik yang dilontarkan negara terhadap kelompok tertentu. Keinginannya untuk memasukkan nilai-nilai dasar Islam dalam institusi negara inilah yang kemudian menggerakkannya untuk tetap konsisten mempertahankan dan memperjuangkan misi partai Islam yang bercorak modern di atas (Masyumi). namun pada perkembangan selanjutnya partai ini lebih didominasi oleh pemkiran-pemikiran kelompok Islam modernis. Selanjutnya pada masa orde baru. ia mencoba memadukan ilmu pengetahuan modern dengan ajaran-ajaran Islam yang kemudian diaplikasikannya sesuai dengan keadaan masyarakat setempat. Meskipun partai Masyumi sebelumnya merupakan partai Islam yang terdiri dari berbagai aliran Islam (fundamentalis. ektsrem kanan untuk partai Islam (Masyumi) dan ekstrem kiri untuk partai komunis (PKI). Selain dibatasi ruang geraknya. politik Islam masih saja menemui jalan buntu. 333 332 cxlviii . Modernisme dan Fundamentalisme.Sebagai tokoh politisi Islam modernis. pengekangan dan pengkebirian hak politiknya oleh negara. bahwa cita-cita dan pemikiran Natsir mempunyai pengaruh yang besar terhadap misi perjuangan partai Islam ini.

Masykur. Rosjidi yang sebelumnya bergerak dalam satu wadah yang dinamai dengan Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI). pemikiran M. 113-115. orde baru dan sampai sekarang masa reformasi. K. Natsir. hlm. Akhirnya dengan jalan penuh liku negara mengizinkan pembentukan partai ini. akan tetapi juga mempunyai perjalanan sejarah yang lebih panjang. sehingga pada tanggal 20 Februari 1968 lahir “Partai Muslimin Indonesia” (Parmusi) di bawah pimpinan Djarnawi Hadikusumo dan Lukman Harun.Sikap negara yang memusuhi politik Islam ini. Natsir juga masih banyak mempengaruhi peta politik Islam saat ini. atas gencarnya gerakan 334 Bahtiar Efendy. tampaknya membuat mantan aktivis Masyumi harus memilih jalan lain.334 Selain di Masyumi dan Parmusi.H. Dr. dua pegiat terkemuka dari Muhammadiyah.H. yakni dengan membentuk sebuah partai politik yang sama sekali baru. Partai ini bukan hanya lahir karena dorongan eforia politik pasca reformasi 1998. yakni dari masa politik orde lama. FUI didirikan pada tanggal 17 Agustus 1989. tetapi idealisme dan semangat Masyumi diharapkan tetap mengalir di dalamnya. H. M. Rusli Abdul Wahid dan Prof. Islam dan Negara (Jakarta: Paramadina. seperti Dr. pendiriannya dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pemuka muslim tersebut.M. cxlix . embrio lahirnya partai ini telah dirintis oleh tokoh-tokoh Islam terkenal. Sejatinya secara historis. K. 1999). H. asalkan pemimpin dan penggiat partai Masyumi dicoret dari daftar kepemimpin. khususnya PBB (Partai Bulan Bintang).

Natsir secara institusional mempunyai implikasi besar terhadap pembentukan partaipartai Islam di atas. Persis dan lain sebagainya. di antaranya Masyumi. Parmusi. Namun keinginan itu diurungkan karena beberapa alasan. ketimpangan sosial ekonomi. untuk lebih lengkapnya mengenai proses pembentukan PBB didasarkan pada buku Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang (Jakarta: DPP PBB. dan PBB. Kedua. sistem kenegaraan.tans}iriyyah (kristenisasi) dalam merongrong akidah umat Islam Indonesia selama rezim Orde Baru berkuasa.. seperti DDII. Di antara implikasi yang sangat menonjol dari partai-partai Islam itu adalah semangat juangnya yang selalu menjadikan prinsip-prinsip Universal Islam itu sebagai rujukan dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat dan negara seperti kemiskinan.335 Pada mulanya Partai Bulan Bintang akan diberi nama “Partai Politik Islam Masyumi” oleh tim perumus partai ini. dan simbiosisme antara agama dan negara dan seterusnya. sehingga generasi baru yang akan memimpin partai ini dikhawatirkan akan sangat berat menanggung beban moral apabila tidak mampu menjaganya. 65. Pertama. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. Selain itu labelisasi Islam sebagai asas partai ini tidak pernah mereka tinggalkan. selama ini penyebutan keluarga besar Bulan Bintang pun identik dengan keluarga Masyumi. hlm. bahwa pemikiran M. tokoh-tokoh Masyumi di masa lalu dikenal integritas pribadinya yang tak tebantahkan. 1999) 336 335 cl .336 Dari uraian-uraian tersebut bisa dipahami. dan akibatnya akan mencoreng nama baik Masyumi. Meskipun masih banyak organisasi lain yang juga terpengaruh oleh pemikirannya. 61 Ibid. 2003). cet. hlm. ke-1 (Jakarta: Pustaka LP3ES. Zainal Abidin Amir. FUI.

Sebagai tokoh pembaharu Muhammadiyah. Amien Rais sangat apresiatif dengan pemikiran-pemikiran Natsir sepanjang sejarah perpolitikan bangsa ini. Zaman Baru Islam.337 Ini terlihat dari sikap kritisnya terhadap Barat dan kecintaannya terhadap umat Islam. umat Islam dunia sengaja dipisahkan dari ajaran-ajarannya oleh hegemoni Barat. melakukan proses peng-alienasian masyarakat Islam dari agamanya dan meracuninya dengan pemikiran-pemikaran Barat (Westoxication). cli . Lebih khusus. hlm. sebagaimana yang ditunjukkan Natsir sebelumnya. baik itu yang berkaitan dengan masalah kenegaraan maupun keagamaan. oleh sebab itu tidaklah berlebihan kalau Cak Nur mengatakan : “Dia itu sangat Natsiris”. Natsir. akan tetapi ada masalah-masalah tertentu yang membuat mereka terkesan Natsiris dalam mengkomunikasikan gagasan-gagasannya. Meskipun tidak sepenuhnya mereka sama dalam memahami relasi Islam dan negara.Sehingga tidak aneh kalau kelompok ini sangat kritis dan selektif terhadap pemikiran Barat. yakni dengan cara imprerialisme baru. yang 337 Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. Dalam analisanya. Sedangkan dari aspek personal. Amien cenderung anti terhadap Orientalisme dan sekularisme. 112. Nurcholish Madjid. dan Yusril Ihza Mahendra. pemikiran Natsir ini juga cukup berpengaruh pada generasi intelektual muslim Indonesia zaman sekarang. Apalagi mengingat figur tokoh Islam Indonesia yang sangat dikagumi Amien ketika muda adalah M. Ini terlihat dalam pemikiran-pemikiran tokoh muslim modernis seperti Amien Rais.

Biografi Gus Dur. karena pemikiran Cak Nur yang saat itu dianggap mereka kelewat liberal. “Beberapa Catatan Kecil tentang Pemerintahan Islam”. sekuler dan bahaya (tidak berdasarkan informasi yang cukup). yang justu menggagas wacana sekularisme di tahun 1980-an. Islam dan Modernitas.340 bahkan selama masih menjadi mahasiswa Cak Nur secara luas dianggap sebagai generasi penerus spritual M. baca juga. dalam tulisannya. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. ia berpendapat bahwa antara agama dan negara adalah saling bersatu yang berarti satu sama lainnya tak bisa dipisahkan. dalam Cakrawala Islam. Natsir kemudian pupus. yakni PBB Amien Rais. hlm. oleh sebab itu ia dengan tegas menolak ide sekularisme. 137. Yusril Ihza Mahendara juga sangat dikenal sebagai kader penerus gagasan-gagasan M.. 36 Ibid.341 Selain Amien Rais dan Nurcholis.339 Berbeda dengan Nurcholis Madjid.mengakibatkan umat Islam terjangkit penyakit Westomania. baik itu sekulerisme moderat ataupun radikal. Secara pribadi M. 113. hlm. Namun demikian.338 Selanjutnya. Zaman Baru Islam. hlm. sewaktu muda Cak Nur juga pernah menyandang gelar sebagai “Natsir Muda”. hlm. Natsir. 123. Dari uraian-uraian tersebut tampak jelas bahwa pengaruh Natsir dalam pemikiran Amien sangatlah besar. clii . Hal ini disebabkan inovasi pemikirannya yang dirasa sesuai oleh kaum Islam modernis yang lebih tua saat itu. 341 340 339 338 Greg Barton. Ini terlihat bagaimana ia memperjuangkan aspirasi partai yang dipimpinnya. Natsir merasa kecewa dan marah terhadap Cak Nur yang sudah dianggap sebagai anak asuhnya sendiri itu. Natsir. sejenis penyakit jiwa yang menganggap Barat adalah segala-galanya. Akan tetapi harapan kalangan Modernis untuk menjadikan Cak Nur sebagai generasi penerus M.

(Partai Bulan Bintang) yang sampai saat ini masih eksis mempertahankan Islam sebagai asas dasar partainya. Ramage. cliii . pemikiran Abdurrahman Wahid cukup mewarnai manuver politik NU. Lebih lanjut. kemudian pada tahun 1981 NU juga menolak mendukung Soeharto untuk menjabat kembali atau memberinya gelar “Bapak Pembangunan”. 56. Meskipun secara lahiriyah NU merupakan organisasi sosial akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sense natural politiknya selalu muncul di tengah-tengah kemelut politik bangsa ini. ia mengingatkan “walk out” (walau tidak menyebut NU) sebagaimana yang dilakukan ketika pembahasan masalah 342 Douglas E. pada tahun 1978-an NU yang saat itu masih berafiliasi dengan PPP. Menurut Sidney Jones NU adalah Organisasi Sosial terbesar di negara ini yang masih memiliki aspirasi-aspirasi politis. hlm. Dan pada tahun 1971 ia menolak untuk mematuhi pedoman-pedoman Orde Baru tentang prilaku Politik. Hal ini bisa dilihat dari sejarah perjuangannya. Soeharto memperingatkan untuk tidak mencoba mengubah Pancasila atau UUD 1945. Tuduhan itu diangkat dari tindakan protes dan walk out para tokoh NU dari sidang MPR yang membahas tentang rancangan ketetapan P4. ditegaskan dalam pidato presiden Soeharto pada Rapim ABRI 1980 di Pekanbaru.342 Prilaku inilah yang membuat NU menjadi sasaran tuduhan anti Pancasila oleh rezim Soeharto. Percaturan Politik. Implikasi Pemikiran Gus Dur Secara institusional. dituduh oleh rezim Orde Baru sebagai embrio gerakan anti Pancasila.

NU menurut Gus Dur. dan tentu saja inisiatif ini dimaksudkan untuk menjaga independensi politik NU dari intervensi Soeharto. di antaranya para Kyai dan tokoh senior NU. Lebih dari itu. karena Islam tetap bisa 343 Ibid. ia mengingatkan bahwa penerimaan NU kepada Pancasila bisa diterima karena beberapa alasan. Yusuf Hasyim. yang seringkali menentang inisiatif dan pernyataan-pernyataannya. Gus Dur juga sering menekankan aspek-aspek nasionalis NU. Dalam perkembangan politik selanjutnya. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 1945 Soekarno meminta nasihat para pemimpin NU. termasuk bapaknya untuk membantu Soekarno merumuskan lima asas Pancasila. Untuk itu.343 Ini menunjukkan kecemasan Soeharto terhadap gerakan politik Islam. implikasi pemikiran Gus Dur terhadap NU ini tampaknya harus dilihat dari aspek nasionalisme dan Islam.P4 pada tahun 1978 adalah salah satu contoh gerakan anti-Pancasila yang harus diwaspadai. Misalnya. Selain itu. Pemikiran liberal Gus Dur sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan Ormas Islam ini. termasuk pamannya. cliv . mempunyai akar fondasi nasionalis yang kuat sebagaimana yang telah dikatakan bapaknya (Wahid Hasyim) bahwa ia bersedia mendukung suatu negara nasionalis nonIslami. dalam sebuah pidato penting kepada anggota-anggota NU pada tahun 1992. NU yang saat itu sedang dipimpin Gus Dur semakin dinamis dan akomodatif dalam merespon kebijakan pemerintahan. hlm. ia menjadi aktor politik “nonpolitis” yang paling penting atau yang biasa disebut dengan istilah NU kembali ke khittah 1926. Gus Dur menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada kontradiksi antara Islam dan nasionalisme. meskipun ada juga beberapa pemimpin NU terkemuka yang tidak sepakat dengan pemikirannya. 58..

345 Kyai Ahmad Shidiq adalah sosok Kyai kharismatik yang sangat dihormati di kalangan NU. hlm. yakni pengeboman di Jakarta. 344 Ibid. sikap dan manuver politiknya membuat NU yang sebelumnya sering dicurigai menjadi lebih bisa diterima oleh negara. yang kemudian dipertegas kembali pada Muktamar ke 27-1984 di Situbondo Jawa-Timur bahwa Indonesia adalah negara yang didasarkan Pancasila. 346 clv .. 97. 94-95. Ibid. Sebelumnya Ahmad Shidiq pernah menjelaskan bahwa NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal karena merupakan hasil filsafat manusia. sementara Islam merupakan wahyu Tuhan. dan UUD 1945 adalah merupakan “Bentuk Final dari Negara” yang akan memerintah kepulauan Indonesia.345 pasca peristiwa Tanjungpriok dan Sebenarnya yang mengeluarkan inisiatif kompromi Pancasila di atas adalah Kyai Ahmad Shidiq346 (almh) dan Gus Dur sendiri dalam membentuk dwitunggal yang bertangung jawab bagi transformasi dan revitalisasi NU sebagai basis kekuatan Islam yang pluralis dan neomodernis.berkembang dalam suatu negara nasionalisme yang tidak didasarkan pada Islam resmi.344 Akibat dari pemikirannya yang bisa dikatakan nasionalis-Islam. Akhirnya pada tahun 1983 Nahdlatul Ulama menjadi Ormas Islam besar pertama yang menerima Pancasila dalam Anggaran Dasarnya.. Dan yang perlu diingat bahwa Pernyataan tersebut ditegaskan di tengah-tengah iklim politis yang saat itu benar-benar dalam keadaan memanas antara Islam dan negara. hlm.

H.Selain berimplikasi di NU. hlm. pemikiran Gus Dur juga banyak mempengaruhi visi dan misi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang ia pelopori sendiri. Maka tidaklah mustahil kalau PKB selama ini tetap menempatkannya sebagai Dewan Pertimbangan Penting di partai ini. meskipun masih juga terdapat pro-kontra dalam pembentukannya.H.H. dengan seraya melakukan gerakan kultural melalui NU yang tetap dipertahankan sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam„iyah Diniyyah) seiring dengan perubahan yang terjadi di pentas nasional. Gus Dur yang saat itu didampingi oleh Matori Abdul Djalil pernah menyatakan.347 Melihat komposisi dari para pelopor di atas. Kekonsistenan pemikiran para tokoh NU. K. Munasir Ali. termasuk Gus Dur. sangatlah absurd kalau PKB tidak terkait sama sekali dari kepentingan NU. Abdurrahman Wahid. K.H. masih tetap bertahan dalam memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal di era reformasi ini. Muchit Muzadi. PKB dipelopori oleh K.H. Pembentukan PKB merupakan upaya jalan tengah warga NU untuk berjuang di garis struktural politik. Ilyas Ruchiyat. Di lain kesempatan. sebab sebagian besar yang membidani pembentukan partai ini adalah dari kalangan Kyai NU. ditambah lagi Gus Dur yang saat itu sebagai Ketua Umum PB NU. meskipun saat itu rezim Orde Baru telah jatuh dan eforia politik Islam sedang mendapatkan kebebasannya. Peta Islam Politik. clvi . bahwa PKB 347 Zainal Abidin Amir. K. 113. dan K. Mustofa Bisri.

karena Republik Indonesia adalah sebuah negara dengan kepentingan-kepentingan nasional dan bukan sebuah negara agama. yang keduanya itu tampak dalam AD/ART PKB yang menjadikan Pancasila sebagai asas partai. 352 351 Republika. 27 Mei 1999. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi.351 Sedangkan dari sisi Islamnya. dkk. main curang dan tidak berakhlak Islami. 352 348 Bahrul Ulum. Dalam kaitan ini Gus Dur mengatakan: “Tidak penting bagi PKB berasaskan Islam. hlm.. Islam hanya dijadikan mereknya saja. Peta Politik Islam. Banyak partai yang berasaskan Islam.348 Dari sini bisa dilihat seberapa jauh implikasi pemikiran Gus Dur terhadap strategi perjuangan partai ini. dkk. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. 136. tapi mereka main tipu. dalam tulisannya. Lihat. bagi Gus Dur bukan berarti karena PKB tidak mengusung simbol-simbol Islam kemudian dikatakan partai yang tidak Islami. Sebagaimana uraian di atas bahwa implikasi pemikiran Gus Dur ini tidak lepas dari aspek nasionalisme dan Islam. tapi isinya. hlm. PKB. Jadi. hlm. Yang penting PKB adalah Partai Islam. clvii .349 Mengenai dipilihnya nasionalisme dan demokrasi yang dijadikan landasan dasar PKB daripada dasar agama. Mengurai Agama dan Negara. 140. 349 350 Abdurrahma Wahid. Zainal Abidin Amir. baca juga. Gus Dur mengatakan bahwa PKB mengutamakan kepentingan nasional.bukanlah partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler.. 352-353. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 3 Bahrul Ulum. “Syariah dan Negara Sekuler”. 114. hlm.350 PKB senantiasa mengutamakan substansi Hukum Islam melalui Hukum Nasional dan bukan mengutamakan simbol-simbol formal keagamaan. Dan PKB tidak mementingkan mereknya. parpol berasaskan Islam tidak bisa dibuat jaminan.

353 Penegasan bahwa PKB merupakan Partai Islam dengan corak keislaman yang substantif dapat ditemukan pula dalam Prinsip Perjuangan Partai yang menyatakan: kebenaran.T. Allah S. menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahl as-Sunnah wa al-Jama„ah”.354 Walaupun kekentalan PKB dengan aspek Islam sedemikan rupa. Daripada parpol yang berasas Islam tapi tidak Islami.355 Selain dari aspek institusional di atas. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 4. “pengabdian menegakkan kepada keadilan. di mana sebuah partai yang nota bene berbasiskan muslim santri pedesaan ternyata mampu membuat mereka (konstituennya) menerima pendekatan partai yang bersifat nasionalis atau Islam-kultural dibanding Islam-formal. Pemikiran-pemikiran Gus Dur tampaknya banyak mewarnai perjuangan PKB. menjunjung tinggi menjaga persatuan. hlm. mereka meyakini bahwa Islam tidak perlu dilembagakan secara formal.“Akhlak dari Tauhid PKB adalah Islam. maka lebih baik seperti PKB. 354 355 clviii . asas bukan Islam. tetapi yang penting adalah nilai ajaran Islam harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. pemikiran Gus Dur juga mempunyai implikasi yang bersifat personal terhadap tokoh-tokoh politik dan pemikir 353 Jawa Pos.. Peta Politik Islam. Pemakaian Pancasila sebagai asas partai dilandasi oleh cara pandang tokoh PKB dalam melihat Islam. Zainal Abidin Amir.W. akan tetapi dalam kenyataannya tetap tidak membuat partai ini tergoda untuk menegaskan dirinya sebagai partai Islam. 114. tetapi kelakuan dan tauhidnya orang Islam. 29 Mei 1999.

Mengenai visi dan misinya dalam PKB. Selasa. Kompas Harian Amanat Rakyat. ia juga dikenal sebagai politisi yang mengedepankan etika dan moralitas. Alwi juga menandaskan agama idealnya dapat mendorong proses demokratisasi bukan malah menjadi alat legitimasi politik. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. hlm. bukan membentuk sebuah negara yang berdasarkan Syari„at Isla>m. sehingga banyak kalangan yang menganggap kedua tokoh ini merupakan duet yang ideal. Alwi mengatakan bahwa agama dan demokrasi Alwi Shihab.358 Menurutnya. Mengemban Tuntutan. 60. tetapi yang terpenting adalah usaha untuk menanamkan substansi dan essensi Islam dalam menciptakan masyarakat yang beradab. cet ke-1 (Yogyakarta: Wahyu Pustaka. Alwi Shibab merupakan salah satu politisi sekaligus akademisi yang sedikit banyak mempunyai persamaan visi dan misi dengan Gus Dur dalam memandang “relasi agama dan negara”.Indonesia. hlm. apabila Masyarakat telah menerapkan moralitas tentunya akan membentuk negara yang bermoral pula. Mengemban Tuntutan Jaman. sistem atau asas yang diutamakannya. Ibid. Bukan bentuk.356 Dan istimewanya lagi ia dinilai mampu menerjemahkan pola pemikiran Gus Dur. 2000).359 Lebih lanjut. 4 Februari 1999. sebagaimana yang sering dikatakan Gus Dur mengenai demokrasi. ia menyatakan bahwa partai ini merupakan partai terbuka dan inklusif yang bercita-cita mewujudkan masyarakat bermoral.357 Di samping itu. 359 clix . 60. 358 357 356 Alwi Shihab.

361 clx . Namun demikian bukan berarti pembelaannya ini hanya disebabkan kedekatannya dengan Gus Dur semata. tetapi karena secara argumentatif memang ada nilainilai positif baginya. Di samping itu. 62 http://www. pemerataan. Dr.360 Saat ini Alwi Shihab menjabat sebagai Ketua Umum PKB. Maka tak heran kalau dia kelihatan cukup fasih dalam membahasakan kebijakan Gus Dur seperti hubungan dagang dengan Israil. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. sebab sebelum terjun di dunia politik praktis. Sekali lagi.tokohindonesia. bahkan karena kedekatannya ia diangap sebagai loyalis Gus Dur. karena nilai-nilai substansi tersebut telah mendukung proses demokrasi. Persamaan visi dan misi membuatnya dekat dengan Gus Dur. ia menegaskan bahwa tujuan Islam adalah menciptakan masyarakat yang bermoral bukan menciptakan negara agama karena hanya akan memecah belah keutuhan bangsa saja.com. dan persamaan. kehadirannya dalam dunia politik patut diperhitungkan oleh kawan dan lawan politiknya.361 Sebenarnya Karier politik Alwi lebih dilatarbelakangi dari jalur akademisi daripada organisasi. maka ide semacam itu harus ditinggalkan. hlm. 11 Desember 2003. Alwi adalah seorang pengajar Islamic Studies di Harvard Divity School dan di Auburn Theological 360 Ibid.. sebelum mejabat Ketua Umum PKB Alwi juga sempat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia di era kepresidenan Gus Dur. di antaranya yaitu keadilan.juga sangat berkaitan.

Seminary of New York. Dan katanya.362 Untuk itu. tidak jauh berbeda dengan pemikiran Gus Dur. Namun demikian. kita adalah satu-satunya partai yang memiliki otoritas keagamaan yang dapat menkounter radikalisme ini. Alwi Shihab meminta pada seluruh umat Islam Ahl asSunnah wa al-Jama„ah untuk berhati-hati terhadap berkembangnya Islam radikal. ia juga sepakat kalau Syari„at Isla>m tidak perlu diundang-undangkan di negara ini. jadi tidak perlu menggunakan kekerasan dalam mendakwahkan ajaran. Dalam acara silaturrahmi warga NU dan PKB di Jember. sikap dan pemikiran politisnya yang elegan tersebut membuatnya bisa diterima oleh kalangan organisatoris tokoh NU dan PKB dan terpilih sebagai Ketua Umum PKB. menyusul banyaknya pengeboman yang dilakukan Islam radikal itu. seperti yang dilakukan kalangan Islam Radikal. clxi . meskipun Islamlah yang mayoritas di negara ini. penulis buku inclusive Islam (1997) ini. Baginya Islam adalah agama rah}matan li al-„alami>n. Selain itu. Lalu apakah harus dipaksa? Padahal Islam dalam mensyiarkan Syari„ah-nya itu 362 Ibid. namun dalam kenyataannya tidak semua orang Islam Indonesia mengerti dan menjalankan „Aqidah dan Syari„ah-nya. Mengenai eksistensi agama di Indonesia. karena hanya akan memicu disintegrasi bangsa yang plural ini.

2003). dkk. substansial dan sesuai dengan peradaban manusia yang selalu berubah.selalu bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri. cet. sebelumnya ia aktif di LAKPESDAM NU. penafsiran Islam yang non literal. di antaranya yaitu:364 Pertama. seperti Pribumisasi Islam. Sebenarnya ada beberapa pokok pikiran Ulil yang secara essensial sama dengan pemikiran Gus Dur. meskipun ia tidak akrab dengan dunia politik praktis tetapi kekritisannya mengenai intervensi negara terhadap agama menyegarkan kembali pemahaman wacana Islam di negara kita yang cenderung membeku baginya. Salah satunya adalah Ulil Abshar Abdalllah. Kedua. dalam tulisannya. pemisahan 363 Ibid. Saat ini Ulil menjabat sebagai Direktur JIL (Jaringan Islam Liberal) di Jakarta. Islam kontekstual. dan Islam Universal. Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana. banyak generasi muda NU yang saat ini masih terus mencoba mengembangkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. hlm. Ulil Abshar Abdalla. ke-2 (Yogyakarta: eLSAQ. 2. baik dalam memahami agama maupun negara (politik). Pemikirannya sempat mengundang reaksi keras para tokoh Islam Indonesia yang tergabung dalam FUI.. 364 clxii .363 Selain Alwi Shihab. yang sampai mengeluarkan fatwa hukuman mati untuknya. Beberapa pemahaman yang menurut Ulil perlu disegarkan kembali. Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. ia dikenal sebagai intelektual muda yang sangat kontroversial di kalangan NU.

justru yang wajib diikuti adalah nilai universal yang melandasi praktik-praktik itu. keluarga/keturunan. perlu adanya pemisahan yang jelas antara kekuasaan politik dan agama. 05. Bagi Ulil budaya semacam itu tidak wajib diikuti. 206. Ibid. jenggot. kepemilikan.. dkk.. sedangkan pengaturan kehidupan publik adalah sepenuhnya hasil konsesi masyarakat melalui prosedur demokrasi. Baca juga Ulil Abshar Abdalla. 366 365 clxiii . Di antaranya yaitu perlindungan atas kebebasan beragama. Misalnya. Meskipun demikian nilai-nilai universal agama365 tetap diharapkan partisipasinya dalam membentuk nilai-nilai publik. padahal perbedaan itu sendiri adalah sunnatullah. akal.unsur-unsur budaya lokal dan nilai fundamental dalam ajaran Islam. Dalam wawancara yang dilakukan majalah Gatra. kehormatan dan lain sebagainya. 16 Desember 2002. karena itu hanyalah ekspresi lokal partikular Islam Arab saja. Majalah GATRA.366 Oleh sebab itu menurutnya. mengenai tuntutan pemberlakuan syariat Islam oleh negara. Tafsir Agama Pemicu Fatwa. Ulil mengatakan bahwa Islam sebagai agama adalah masalah privat. no. Jubbah dan ekspresi budaya arab lainnya. Yang dimaksud nilai-nilai universal agama adalah prinsip-prinsip umum universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut Maqa>s}id al-Syari‟ah atau tujuan umum syari‟at Islam. dan kemungkinan yang lebih parah lagi adalah terjadinya penyempitan pemahaman dan penyeragaman umat Islam dalam beragama. Ketiga. Bagi Ulil agama adalah urusan pribadi. artinya kita harus membedakan mana ajaran dalam Islam yang merupakan pengaruh kultur Arab dan yang bukan. masalah jilbab. Islam tidak perlu memformalkan Syari„at Isla>m karena hanya akan melibatkan peran negara (publik) secara penuh terhadap kehidupan beragama kita (privat). potong tangan. rajam.

367 Hal ini sesuai dengan apa yang Gus Dur citacitakan selama ini bahwa umat Islam tidak harus menjadikan Islam sebagai merk atau label belaka. baginya agama haruslah dipisahkan dari peran negara sebagaimana yang ia uraikan di atas. akan tetapi lebih ditekankan pada nilai-nilai substansinya karena kita hidup di negara yang sangat plural agama dan budayanya. no.Selanjutnya ia mengkritik secara tegas terhadap cara pandang yang menyebutkan Islam adalah agama dan negara. Fatwa Itu Lemah Tapi Menghawatirkan. clxiv . 367 Majalah TEMPO. dan tentunya sangat berbeda dengan tradisi Arab di sana. 22 Desember 2002. 42. agar kesucian agama tetap terjaga.

Dari uraian di atas. Menurut M. meskipun secara teoritis keduanya sepakat bahwa Islam tidak mempunyai sistem kenegaraan yang baku. Sementara menurut Gus Dur. Natsir dan Gus Dur memang berbeda. Hal ini bisa dilihat dari implikasi pemikiran dan cita-cita mereka terhadap pemikiran politik Islam yang sedang berkembang kini. antara agama dan negara harus dipisahkan secara jelas fungsi wewenangnya (sekular). Natsir mengenai relasi Islam dan negara di atas didasarkan pada salah satu ayat al-Qur‟an yang berbunyi: clxv . 2. ia beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam yang di dalamnya mengandung ideologi atau falsafah hidup.BAB V PENUTUP A. Kesimpulan. Islam dan negara adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan (integratif). Dan untuk lebih jelasnya. penyusun simpulkan sebagai berikut: 1. Dan seharusnya Islam hanya dijadikan sebagai etika sosial saja dalam kehidupan bernegara. supaya tidak terjadi pendistorsian. bisa dipahami bahwa secara historis kondisi sosial politiknya M. Natsir. Akan tetapi secara ideologis perjuangan dan cita-cita politik mereka masih terus mewarnai panggung politik Indonesia hingga saat ini. Mengenai relasi Islam dan negara. Secara normatif paradigma M. akan tetapi secara praksis aksi politik mereka berbeda. bukan sebagai landasan ideologi.

yang cenderung moderat dalam merespon realitas sosial. Corak pemikiran politik M. yang mereformasi doktrin-doktrin lama dengan tetap berlandaskan al-Qur‟an. Dan sebagai konsekuensinya. Sedangkan pemikiran politik Gus Dur dikategorikan sebagai kelompok realis. pemikiran semacam ini banyak berimplikasi pada tokoh Islam modernis. Meskipun berlatar belakang tradisionalis. aspek sosio-historis juga sangat mempengaruhi cita-cita politik mereka baik dari setting sosial maupun aktivitas organisasinya. M. akan tetapi tetap menolak keras paham sekular. akan tetapi pemikirannya cukup mewarnai di kalangan Islam neo-modernis. Sedangkan Gus Dur tumbuh besar di lingkungan Islam tradisionalis. yang memegang teguh doktrin Islam klasik dengan mengkontekskan pada tradisi atau budaya setempat. dan secara tegas menolak formalisasi agama. sebuah kelompok yang afirmatif dalam merespon sekulerisme. Natsir dibesarkan di lingkungan Islam modernis. clxvi . Natsir dikategorikan sebagai kelompok idealis dalam wacana politik Islam. yang sudah banyak melakukan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam. ) ٥٦: ‫(اىرازٝاخ‬ ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Sedangkan paradigma Gus Dur didasarkan pada salah satu kaidah Usul Fiqih yang berbunyi:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Selain dari aspek normatif tersebut. 3.

M. sehingga masih sangat dimungkinkan jauh dari kesempurnaan. Selanjutnya. dalam kehidupan politik Indonesia.B. Dan tentunya. Di antaranya mengenai demokrasi. clxvii . Dan lebih menitik beratkan pada perbedaan cita-cita ideologi negara yang kemudian penyusun hadapkan pada dua tokoh. skripsi ini hanyalah salah satu cara bagaimana menyikapi relasi Islam dan negara di Indonesia. eksistensi partai Islam di Indonesia dan pandangan mereka terhadap pemberlakuan Syari„at Isla>m. Natsir dan Gus Dur. sistem tata negara Islam. apalagi menjelang Pemilu baik di era orde lama ataupun orde baru. Saran-saran. Selain itu penyusun sendiri sadar bahwa karya ini merupakan buah pertama dari proses panjang pendewasaan intelektual penyusun. Relasi Islam dan negara selalu mengalami ketegangan. berkaitan dengan skripsi ini penyusun mengharapkan saran dan kritik para pembaca guna memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang ada. Untuk itu masih banyak aspek lain yang bisa diteliti oleh penyusun selanjutnya mengingat baru sebagian masalah yang saat ini penyusun kaji dari pemikiran kedua tokoh tersebut. Akan tetapi ketegangan itu telah mengalami metamorfosis di era reformasi ini. karena aspirasi politik Islam sudah tidak dipasung lagi dalam berpolitik praktis seperti mendirikan partai Islam.

Kairo. al-Maiat al-Mishriyyat al-'Ammat li al-Kitab. Surabaya. Yogyakarta. „Ilm Usul al-Fiqh. Kelompok Buku Lain Abdillah. Al-Qur. Jakarta. Jakarta. Al-Siyasat as-Syari'at. 1999. Moslem. Abdul Wahab. Suyuthi. Muhammad Tahir. Tiara Wacana. Sirry. Ensiklopedi Hukum Islam.an dan Terjemahnya. Abdul Aziz Dahlan (ed). 1978. Islam Transformatif. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. Anggaran Dasar PKB. Haikal. Ahmad. Fiqih Siyasah: ajaran. 1997. Jakarta. Pulungan. Raja Grafindo Persada. 1996. Pustaka Firdaus. al-Hukumat al-Islamiyyat. Bulan Bintang. 1992. AL-Qahirat: Dār al-Anshār. ---------------------------. J. 1996. III. Kelompok Fiqih/Usul Fiqih Azhary. 1977. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. Abdurrahman. Risalah Gusti. 1995. sejarah dan pemikiran. Dkk. Madinah: tp. Mesir. al-Fikr al-Siyasi Li al-Imam Muhammad Abduh. Al-'Athi Muhammad. Muhammad Husein. Dar al-Ma'arif. Khallaf. 26 Rajab 1415 H II. Mesir. 1983. Dar al-Qolam. Abd. Kelompok Al-Qur‟an/Tafsir Departemen Agama RI (pengawas). Negara Hukum: Suatu Studi Tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam. Implementasinya Pada Periode Madinah Dan Masa Kini. Sejarah Fiqih Islam: Sebuah Pengantar. 1977. clxviii . A Mun‟im. Masykuri.BIBLIOGRAFI I.

Taqiyuddin. Jakarta. Azra. dan Saiful Umam (ed). Mukti. 2003. Anton & Achmad Charris Zubair. 1994. Mizan. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Badan Litbang DEPAG RI dan PPM. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Taufiq Adnan. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. 1995. Pustaka LP3ES. cet. al-Izzah. Metodologi Penelitian Filsafat. Amal. Jakarta. Djohan Effendi. Jakarta. Jakarta. Azyumardi. Mizan 1989. Yogyakarta. Sejarah dan Doktrin. Bulan Bintang. Greg. Biografi Gus Dur. Bandung. Mizan. Anshari. Modernisme dan Post Paramadina. Yogyakarta. Jakarta. 1. ---------------------. Ali. 1998. Paramadina. A. di Indonesia dari Modernisme. Fachry & Bahtiar Effendi. Metode Memahami Agama Islam. An-Nabhani. 1997. 1991. Barton. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler. clxix . Azhar. Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. Bangil. Sejarah Empirik. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. Bakker.Ali. 1996. Kanisius. alih bahasa Nanang Tahqiq. ----------------. Zainal Abidin. Mizan. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Di Indonesia Masa Orde Baru. Gagasan Islam Liberal Di Indonesia: Pemikiran NeoModernisme Nurcholish Madjid. ----------------------------------------. Pergolakan Politik Islam Fundamentalisme. Bandung. Endang Saefuddin. 1999. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial Intelektual. LKiS. Bandung. Amir. 1981. 2003. ---------------------. Raja Grafindo Persada. 1999. Muhammad. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. 1999. Bandung. Jakarta. 1990. Bandung. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. Pustaka Salman.

Sutrisno. 2001. Ismail Muhammad Syah. Persinggungan Nahdlatul Ulama Negara. --------------------. Jakarta. Jakarta. Yogyakarta. 1992. Hamid. Hadi. Tradisionalisme Radikal. Hakim. Islam Liberal dan Fundamental: sebuah Pertarungan Wacana. Filsafat Hukum Islam. Paramadina. Bahtiar. Djohan. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. 1999. Hasyim Wahid. Andi Offset. Dkk. Metodologi Reseach. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. 2003. 15. Mizan. 1997. Yogyakarta. 1999. No. Jakarta. NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi. as-Sulam. Pustaka. LKiS. --------------------. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. LKiS. Anwar Haryono.. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. Abd al-Hamid. Bandung. LKiS. clxx . Mizan. 1994. 1998. Paramadina. 1999. Feillard. Yogyakarta. 2002. Bandung. Pustaka Firdaus.J. eLSAQ. Jakarta. Martinus Nijhoff. Enayat. Bentuk dan Makna. Dkk. Dkk. 2000. Effendy. Dkk. Monash University. LkiS. Bumi Aksara. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. Yogyakarta. 1986.Barton. Boland. The Contribution of The Islamic Parties to The Decline of Democracy in the 1950. dan Fachry Ali. 16 Desesmber. Merambah Jalan Baru Islam. Gatra. Effendy. Hgue. 1998. makalah Confrense on Indonesia Democrasy. 18 Desember 1992. Andrrée Fillard. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. Effendy. tt. Sa‟adiyah Putra. Ulil Abshar Abdalla. dan Greg Fealy. 1971 dan 1982. Greg. Bandung. Jakarta. Yogyakarta. Islam dan Negara. Yogyakarta. Dkk. (RE) Politisasi Islam. B. Bahtiar. Andrée. 1989.

A.tokohindonesia. 1999. Yogyakarta. Gaffar. Yogyakarta. 1999. 1978. Magelang. Hatta. Kompas Harian Amanat Rakyat. 1989. Karim. Ulumul Qur'an. DPP PBB. Tintamas. M.IV/1993.2 Vol. Jakarta. Ismail. 1995. Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang. Selasa. Ibrahim. Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia. Negara dan Peminggiran Islam Politik. Rajawali Press. Hartono Ahmad. Gus Dur diadili Kiai-kiai. Hamzah. Fiqih Siyasi Dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik.com. 4 Februari 1999. http://www. Jawa Pos. No. Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan. Jakarta. Yogyakarta. Jaiz. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. Tiara Wacana. 29 Mei 1999. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. Ida. Imron. 2003. 1999. Tiara Wacana Yogya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Surabaya. dan Choirul Anam. Jakarta. IndonesiaTera. Dr. Surabaya. Kreatif Islam dan Pancasila . Jakarta. Arief. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. Jawa Pos. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. Laode dan & Thantowi Jauhari. 11 Desember 2003. Tiara Wacana. Gus Dur Menjual Bapaknya. Darul Falah. Hoesen. Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur dan Gerakan Sosial NU. Relasi Islam Dan Negara: Perspektif Modernis Dan Fundamentalis. Kamaruzzaman. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. Karim. Faisal.H. K. 1999. Yogyakarta. 2001. K. Muhammad Rusli. 1999. Memoir.H. clxxi . Titian Ilahi Press.Hakim.

Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. Islamic Law and Constitution. Hudaya. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. 1999. Yogyakarta. 1996. Masdar. Bahasa Politik Islam. Bernard. Lewis. 1999. Identitas Politik Umat Islam. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi terpimpin 1959-1965. Yusril Ihza. Gema Insani Press. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama‟at IIslami (Pakistan). Peta Bumi Intelektualisme Islam Indonesia. Mangkusasmito. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse. Dedy Djamaluddin & Idy Subandy Ibrahim. Yusril Ihza. M. 1998. Nurcholis Madjid. Ahmad Syafi'i. No 13. clxxii . Paramadina.Kuntowijoyo. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. Jakarta. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thougt and Action in New Order Indonesia. Maududi. Yogyakarta. Mizan. Moh. William. Bandung. Gramedia. Fred Den. Ma'arif. Malik. Luth. 1994. Umaruddin. 1999. Mahendra. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Liddle. Mahfud. 1990. Thoir. Mehden. 1996. 1999. 1986. Islam dan Masalah kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. 1999. Jurnal ISLAMIKA. Pustaka Pelajar. Bandung. Jakarta. Jakarta. MD. Mahendra. Bandung. Pustaka Pelajar. 994. Jakarta. dan Jalaluddin Rakhmat. 1970. Prawoto. LP3ES. Syracuse University Press. Islamic Publication. Gema Insani Press. Jakarta. Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid. M. ---------------------------. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama dan Orde Baru. 1995. Mizan. Zaman Wacana Mulia. Jakarta. Amien Rais. ---------------------------. Lahore. kertas kerja tidak diterbitkan.

Sejarah Nasional Indonesia. Yogyakarta. Yogyakarta. Media Dakwah. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. Capita Selecta. Islam. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta. Jakarta. 1973. 1973. 1983. 2000. Poesponegoro. Gerakan Modern. Bandung. 2001. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. ----------------. Khas}ais} al-Tasawwur al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendikiawan Muslim. Mizan. 1995. Jakarta. 1993. Gerakan Modern. Mitchel. Sejarah Pendidikan Indonesia. Dawam. 2001. Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. Pancasila Perkhidmatan. Departemen P&K. M. M. LP3ES. 1982. Richard P. Islam Di Indonesia 1900-1942. Qutb. M. Ahmad. 1966. Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam. Deliar. Bumi Aksara. Jakarta. Nasution. Gramedia. Natsir. Jakarta. Noer. LP3ES. ----------------. 1987. Oxford University Press. ----------------. Oxford.. Titian Ilahi Press. Jakarta. 1962 Rahardjo. Mochtar. Nasution. 1969. The Society of Muslim Brother. Jakarta. Kustiniyati (peny). Pustaka Utama Grafiti. Islam Di Indonesia 1900-1942. Jakarta. 1989. Sayyid. Jakarta. Kurnia Kalam Semesta. 1985. clxxiii . cet 1. Oxford Universuty Press. Bandung. Partai-Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. Singapura. dan Asas tunggal. 1998. -----------. S. 1984. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Mizan. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942. Atho'. Mudzhar. Yayasan ----------------. Marwati Djoenod. Jakarta. ----------------. Bulan Bintang. Harun.Minhaji. dan Nugroho Notosusanto.

dan Ideologi Toleransi. Jakarta. Arus Deras Demokratisasi Glombong Ketiga di Indonesia. edisi V. No. Jakarta. Jakarta. Balai Pustaka. Jogjakarta. Logos. Syamsuddin. Bandung. 1983. Munawir. 1989. Sitompul. 2002. Ramage. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Einar M. cet. Doktrin Islam dalam Sejarah. 1994. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. Mengemban Tuntutan Jaman. Ranggon Studi. 27 Mei 1999. Bahrul. 2. Paramadina. Jakarta. Jurnal Paramadina. Jakarta. Peneliti dan peteliti. Din. Alwi. 42. Memudahkan Pengertian Islam. 2002. Tempo. Budhy Munawar. clxxiv . Natsir. M. Jakarta. Suhelmi. Teraju. 1990. NU dan Pancasila. Sejarah dan Pemikiran. UI Press. Oposisi berserak. Yogyakarta. M. Panitia di Bawah bendera Revolusi. di Bawah Bendera Revolusi. Bandung. 2000. Pustaka Sinar Harapan. Sjadzali. Schuman. 2002. Jakarta. hlm. Yogyakarta. Soekarno. No. Douglas Edward. Rosidi. Wahyu Pustaka. Paramadina. Soenjoto. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Girimurti Pustaka. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam”. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mizan. 3. Republika.. I. Bodohnya NU apa NU Dibodohi?. 1998. Vol I. Islam. Sebuah Biografi. 22 Desember 2002. 1995. Ahmad. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Jakarta. Olaf.Rahman. Ulum. 1993. Anders. Ajib. 1994. 2000. Yogyakarta. Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir. Uhlin. 1999 Shihab. Mata Bangsa. Percaturan Politik Di Indonesia: Demokrasi.

tentulah itu lebih baik bagi mereka. 1999. Sekiranya Ahli Kitab beriman. ---------------------------. 18 38 18 38 (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. dan beriman kepada Allah. Jakarta. Abdurrahman. Islam Indonesia Menatap Masa Depan. di antara mereka ada yang beriman. Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia. 1959. Lampiran I. P3M. Prisma. tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Yayasan Prapanca. Prisma Pemikiran Gus Dur. 1999. rumahrumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid. hlm. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. yang di clxxv . Grasindo. Jakarta.N. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. ---------------------------. 4. TERJEMAHAN Hlm F. No. 2. menyuruh pada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang mungkar. 1989.Wahid. Muhammad. Jakarta. 12 April 1991. ---------------------------. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. gereja-gereja. Terjemahan Bab I Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Yamin. yogyakarta. kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Yogya Post. April 1984. LkiS.

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Menutup kemungkinan bahaya harus didahulukan sebelum melakukan kemaslahatan. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. 125 125 329 329 clxxvi . 34 75 Bab II 52 130 Hai orang-orang beriman. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Kebutuhan setara dengan keadaan darurat. Keadaan darurat kemungkinan dihalalkannya yang dilarang.dalamnya banyak disebut nama Allah. 69 185 Bab III Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengembangkan nilainilai baru yang lebih baik. 113 312 Bab IV 125 329 Kebijakan penguasa yang diberlakukan untuk warga negara harus didasarkan pada pertimbangan kesejahteraan. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Lampiran II. Lahir pada 25 September 1903 M (3 Rajab 1321 H) di Aurangabad India Selatan. sebuah proyek pendidikan di Punjab yang semula diprakarsai oleh M. 2. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Maududi meninggal di Bufallo. Melalui Jema‟at Islam Maududi banyak berkiprah dalam perpolitikan Pakistan. BIOGRAFI TOKOH-ULAMA 1. Iqbal. namun ketertarikannya pada politik memalingkannya dari Dar al-Islam. Abu al-A’la al-Maududi. clxxvii . Momentum dari aksi politik Maududi adalah berdirinya Jema‟at Islam pada 1941. Maududi bersama 385 anggota Jema‟at Islam memilih Pakistan dan mendirikan markas di Lahore. sejak pemerintahan Ayub Khan sampai Ziaul Haq. Ia sempat berkiprah di Dar al-Islam. Ketika India pecah. pada 22 September 1979 dan dimakamkan di Lahore. dan berasal dari keluarga syarif (keluarga tokoh muslim India Utara) dari Delhi yang bermukim di Deskan. New York.

sebuah organisasi sosial keagamaan kalangan modernis Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. karena belum merasa cukup. Ia pernah belajar di Madrasah Mu‟alimin Muhammadiyah Lintau (1953) dan Yogyakarta (1956). Sembari meluangkan waktu untuk mengajar studi agama Islam di almamaternya tersebut. 4. pada 1962. ia juga tercatat sebagai mahasiswa Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. selanjutnya ia juga sempat tercatat sebagai mahasiswa luar biasa di Universitas al-Azhar. Pada tahun 1980 ia meraih gelar Doktornya yang pertama dari Universitas „Ain Syam. FKIP Universitas Cokroaminoto Surakarta sampai sarjana Muda (1941). Amerika Serikat (1982). Kemudian menjadi dosen FKIS IKIP Yogyakarta. Muhammadiyah Movement and Controversy With Christian Mission (1998).P Muhammadiyah sampai sekarang. Mesir dalam bidang Filasafat. di Universitas Harvard. Alwi mengikuti Program Pasca Doktoralnya di Pusat Studi AgamaAgama Dunia (The Centre for Studi of World Relegion). untuk meneruskan studinya di bidang Agama. Amien melanjutkan kuliah di Fisipol UGM. Antara 19951996. akhirnya pada tahun 1981 ia berhasil meraih gelar ph. Mesir. dalam bidang yang sama. Sejak jenjang TK hingga SMA seluruh pendidikannya dihabiskan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Atlanta. Amien Rais. Karya-karyanya yang telah diterbitkan yaitu : Inclusive Islam (1997). selain itu ia masih tercatat sebagai anggota International Connection Commite. Alwi mendapat gelar sarjana di bidang Akidah Filsafat di IAIN Alaudin Ujung Pandang pada 1986. sebelum terjun di politik ia dikenal sebagai seorang akademisi dan pengusaha. AS. AS. American Academy of Relegion. Sufistic Islam (2001) dan Teaching Islam in the West (segera). Yogyakarta.Lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Sumpurkudus Sumatera Barat. belajar sejarah pada Nothern Illionis University (1973) dan memperoleh gelar MA dalam ilmu sejarah pada OHIO University. IAIN Sunan Kalijaga dan UII Yogyakarta. Lalu pada tahun 1972 Amien melanjutkan pendidikannya di Universitas Notre Dame. Kairo (1978-1979). ketika itu ia sudah meraih gelar Master dari Universitas al-Azhar. dan tamat FKIS IKIP Yogyakarta (1968). kemudian ia hijrah ke Universitas Temple.D. dan pada tahun 1999 ia menjabat sebagai Ketua Umum P. Indiana. untuk melanjutkan studi Doktornya di Ilmu Politik. Alwi Shihab. Kemudian pada tahun 1999-2000 ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI. kemudian pada tahun 1975 ia berangkat ke Universitas Chichago. Pada tahun 1974 ia berhasil meraih gelar Master of Art (MA). clxxviii . Amerika. Lahir pada 19 Agustus 1946 di Rappang Sulawesi Selatan.D dalam bidang pemikiran Islam diperoleh dari the University of Chichago. ayah dan ibunya adalah aktivis Muhammadiyah. 3. Athens Amerika Serikat (1980) dan meraih gelar ph. Setamat dari SMA Muhammadiyah Solo. Lahir pada 26 April 1944 di Solo. Selain menjadi Dosen di UGM. dan saat ini ia memegang jabatan penting di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua Umum. Georgia. Dan sejak 1996 ia tercatat sebagai pengajar agama Islam di Hartford Seminary.

pada 1995 Amien juga sempat menjabat sebagai ketua umum P.P Muhammadiyah. Selain itu. Ia juga dikenal sebagai seorang politisi, tepat pasca Reformasi 1998 ia mempelopori berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan diketuainya. sehingga pada tahun 1999-sekarang ia menjabat di birokrasi pemerintahan sebagai Ketua Umum MPR RI. 5. Azyumardi Azra. Lahir pada Maret 1955 di Lubuk Aling, Sumatera Barat. Pada tahun 1982 ia menyelesaikan sarjana strata 1 di Fakultas Tarbiyyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pada tahun 1986 ia memperoleh beasiswa Fullbright untuk melanjutkan studi di Columbia University, saat ini ia menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karya tulisnya antara lain: Islam dan Masalah-masalah Kemasyarakatan, Perkembangan Modern dalam Islam, Perspektif Islam di Asia Tenggara dan Jaringan Ulama Timur Tengah Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. 6. Fazlur Rahman. Lahir pada tahun 1919 M di Barat Laut Pakistan, ia termasuk salah satu pemikir pembaharuan Islam yang liberal dan radikal. Rahman dibesarkan di keluarga yang memiliki tradisi Madzhab Hanafi yang dikenal lebih rasionalis dibanding dengan madzhab lainnya. Pada tahun 1942 ia berhasil meraih gelar MA dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Punjab. Sebelumnya ia pernah diajak bergabung oleh Maududi dalam Jama'at al-Islami, seraya berkata "semakin engkau (Rahman) banyak belajar maka semakin beku kemampuan praktismu" akan tetapi Rahman lebih memilih meneruskan studinya, bahkan menjadi seorang kritikus yang tangguh terhadap pemikiran keagamaan Maududi. Pada tahun 1950 ia berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Oxford Inggris dengan desertasi tentang Ibnu Sina, setelah menyelesaikan studinya Rahman lebih memilih untuk tetap tinggal di Inggris sambil mengajar di berbagai perguruan tinggi seperti Durham University, Inggris. Dan Institute of Islamic Studies, McGill Kanada. Pada tahun 1962 Rahman kembali ke Pakistan dan mendapat banyak jabatan di negerinya, akan tetapi ia merasa lingkungannya tidak mendukung pengembangan intelektualnya, akhirnya ia pindah ke Chichago, Amerika Serikat Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Rahman sudah banyak menghasilkan karya ilmiah, di antaranya adalah Islam and Modernity: Transformation of Intellectual Tradition, Islamic Methodology in History, Major Themes of The Qur‟an dll. 7. Kuntowijoyo. Seorang dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Lahir di Yogyakarta pada 18 September 1938. Ia memperoleh gelar MA dari Universitas Connecticat, Amerika Serikat dan ph.D pada 1980 dari Colombia University, selain menerbitkan banyak karya tulis yang terhimpun dalam beberapa buku, Kunto juga dikenal sebagai budayawan yang banyak menghasilkan karangankarangan fiksi, di antara tulisan-tulisannya yang sudah diterbitkan yaitu:

clxxix

Paradigma Islam, Interprestasi untuk Aksi (1991), Identitas Politik Umat Islam (1997) dan Muslim tanpa Masjid, Esai-esai Agama Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Trasendental (2001). 8. M. Din Syamsuddin. Seorang guru besar pemikiran politik Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lahir di Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958. Ia pernah nyantri di Gontor sampai tahun 1975, lalu melanjutkan di IAIN Jakarta sampai tahun 1982. Dan meraih gelar Master (1988) dan Doktor (1991) dari University of Califonia Los Angeles (UCLA). Selain seorang akademisi, ia juga aktif di banyak organisasi seperti Muhammadiyah, ICMI, MUI, bahkan sempat menjadi aktivis Golkar, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Pusat dan menjadi Pengurus Pusat Muhammadiyah. 9. Munawir Sjadzali. Lahir di Klaten 7 November 1925, ia seorang intelektual, pernah belajar di University of Exeter, Inggris (1953-1954) dan memperoleh gelar MA dari Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul Indonesian‟s Muslim Parties and Their Political Concept (1959). Selain seorang intelektual ia juga dikenal sebagai seorang diplomat dan pernah menjabat berbagai posisi penting di Pemerintahan, antara lain: Dubes untuk beberapa negara Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Perserikatan Keamiran Arab (1976-19800), menjadi Menteri Agama selama dua periode yaitu Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

10. Nurcholish Madjid. Lahir 17 Maret 1939 di Mojoanyar, Jombang Jawa Timur, Ia dikenal sebagai tokoh pembaharu pemikiran Islam di Indonesia. Cak Nur menyelesaikan pendidikannya dengan meraih gelar ph.D dari University of Chichago dengan desertasi yang berjudul Pimikiran Filsafat dan Kalam Ibnu Taimiyyah. Semasa mahasiswa Cak Nur aktif di organisasi, HMI dan IFSO (International Islamic Federation of Students Organizations). Saat ini, ia menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Selain itu menjelang pemilu 2004 ini, Cak Nur juga sedang sibuk dicalonkan menjadi calon Presiden RI ke-6. Karya-karyanya banyak yang telah diterbitkan. Di antaranya Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1988), Islam, Doktrin dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Terhadap Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan (1992).

clxxx

Lampiran III.

DAFTAR ISTILAH
Ahl al-H{all wa al-Aqdi: Kelompok sahabat-sahabat utama Nabi Muhammad yang senantiasa diajak bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang behubungan dengan kepentingan umum, semacam parlemen di dalam konsepsi fiqih abad pertengahan. Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ ah: Madzhab yang mengikuti tradisi Nabi Muhammad dan merupakan menempati posisi mayoritas secara nominal. „Ash}abiyah: Sentimen etnik, chauvinism Asas Tunggal: Prinsip yang terdapat dalam ideologi nasional, Pancasila, yang diberlakukan sebagai asas tunggal bagi semua partai politik dan organisasi pada masa tahun 1985.

clxxxi

Secara politis ia menyalurkan aspirasi politiknya melalui Masyumi. Nasakom: Singkatan yang menunjukkan persekutuan antara nasionalisme. Sebagai perluasan makna digunakan juga untuk menyebut pemberontakan. Darul Islam: Nama yang diberikan untuk negara Islam yang diproklamasikan oleh Kartosoewiryo di Jawa Barat tangal 7 Agustus 1949. menjadi partai politik pada tahun 1952 kemudian kembali menjadi organisasi sosial pada tahun 1984. badan dakwah kaum modernis radikal. Nahdlatul Ulama (NU): Kebangkitan kembali para ulama. Ijtiha>d: Dalam hukum Islam adalah upaya untuk menetapkan hukum melalui penalaran bebas berdasarkan ayat-ayat al-Qur‟an. dibentuk pada tahun 1991. PKI: Partai Komunis Indonesia clxxxii . didirikan pada tahun 1943. kemudian melalui Parmusi. ia menjadi partai politik muslim modernis yang kemudian dilarang oleh Soekarno tahun 1960. Muhammadiyah: Gerakan reformis dan modernis yang didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Dalam arti yang lebih sempit adalah upaya untuk menggunakan metode pemikiran melalui analogi. konsep yang diajukan oleh Soekarno. teks-teks keagamaan.Bay„ah: Sumpah setia kepada seorang khalifah atau pemimpin BPUPKI: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dipimpin oleh M. Mu„ammalah: Amalan-amalan yang bersifat kemasyarakatan dan keduniaan. DDII: Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia. Doktrin: Ajaran agama. Masyumi: Singkatan dari Majelis syura Muslimin Indonesia. Muhammadiyah merupakan gerakan reformis yang lebih luwes dibanding Persis dan al-Irsyad. untuk menyebut pemberontakan Kartosoewiryo dan tentaranya yang memberontak. perkumpulan alim ulama yang didirikan pada tahun 1936. agama dan komunisme. namun juga dapat ditemukan di Golkar. DI-TII: Singkatan dari Darul Islam-Tentara Islam Indonesia. kelompok pro-demokrasi yang diketuai oleh Abdurrahman Wahid. Fodem: Forum Demokrasi. Natsir hingga wafatnya tahun 1993. lalu ke PPP di bawah Orde Baru.

pemerintahan ini dibentuk untuk menentang Soekarno dan partai komunis yang sedang menanjak. Nasionalis sekular: golongan yang menganut paham kebangsaan yang menghendaki agama dipisahkan dari kehidupan negara. Islam tanpa arabisasi. Kanor 504 RT 16 RW 9 Pasinan-Baureno. murid dari sekolahan ini biasa disebut santri. : Jl. : Hj. penekanan identitas muslim khas Indonesia. Wahhabi>: Paham pembaharuan keagamaan Islam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab di tanah Hijaz. : Bojonegoro. Pesantren: Sekolah agama yang didirikan oleh para kyai. didirikan pada tahun 1958 di Sumatera Barat dan dihancurkan dalam beberapa bulan saja. CURRICULUM VITAE Nama Tempat/Tgl Lahir Alamat Asal : Ahmad Anfasul Marom. Ahwan Affandi. Tanfidziah: Badan eksekutif NU. 7 November 1981. Tradisionalisme: Paham yang mempertahankan pandangan-pandangan keagamaan yang diwariskan oleh tradisi Islam zaman abad pertengahan. juga berarti dominasi penduduk asli di bidang ekonomi Indonesia. kabupaten Bojonegoro Jawa-Timur 62192. Pribumisasi: Kata baru yang dibentuk dari “pribumi”. Sekularisme: Paham yang memisahkan urusan keagamaan dengan urusan keduniaan. Syari„ah: Peraturan-peraturan hukum dalam al-Qur‟an dan as-Sunnah. Siti Azah (Almarhumah). Lampiran IV. Alamat di Yogyakarta : Komplek IAIN “Griya Natural” CT XI 45i Sapen Yogyakarta 55281. clxxxiii .PRRI: Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Nama Ayah Nama Ibu Pendidikan Formal: : H.

Sekretaris Organisasi Daerah CSPB (Collega Siswa Pesantren Bojonegoro) 1997-1998 di Pesantren Tebuireng Jombang. clxxxiv . Pendidikan Informal: 1. 2. MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Tebuireng . Ketua Ospek 2001 Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta. Pengalaman Organisasi : 1. Sekjend Senat Mahasiswa Institut (SMI) 2003-2004 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. English Extension Sanata Dharma Yogyakarta. Departemen Kajian dan Intelektual BEMJ PMH 2000-2002. (1999 Sekarang). 3. Masuk 2001 Sekarang. Kursus Komputer di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta.Bojonegoro (1987 . MI Darul Ulum Baureno . 5. IAIN Sunan kaliga Yogyakarta. 3. (1996-1999). 6.Jombang. Pondok Pesantren “Tebuireng” Jombang Jawa-Timur. 2. Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Bojonegoro (1993 . 2. MTs Islamiyyah at-Tanwir Sumberjo . Sekjend PMII Rayon Faklutas Syari‟ah 2000-2001 IAIN Sunankalijaga Yogyakarta. 3.1996).1993). 5. 4. 4.1. Kursus Bahasa Inggris di “Wisma Bahasa” Yogyakarta. Anggota Divisi Lembaga Kajian eLSIP (Lingkar Studi Islam Pembebasan) 2000-2001 Kordiska IAIN Sunan Kalijaga. 4. Pondok Pesantren “at-Tanwir” Sumberjo Bojonegoro Jawa-Timur.

clxxxv .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful