DR. Ainur Rofiq, M.

Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara),” Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam Perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing I

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

ii

M. Nur, S.Ag, M.Ag Dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga NOTA DINAS Hal : Skripsi Saudara Ahmad Anfasul Marom

Kepada Yth: Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Di Yogyakarta

As-salamu‟alaikum Wr.Wb. Setelah membaca, mengoreksi dan menyarankan perbaikan seperlunya, maka menurut kami skripsi saudara: Nama : Ahmad Anfasul Marom NIM : 99363504 Judul : “DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (Studi Pemikiran M. Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara)”. Sudah dapat diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar sarjana strata satu dalam perbandingan Mazhab dan Hukum pada Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bersama ini kami ajukan skripsi tersebut untuk diterima selayaknya dan mengharap agar segera dimunaqasyahkan, untuk itu kami ucapkan terima kasih. Was-salamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 29 Syawal 1424 H 23 Desember 2003 M

Pembimbing II

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522

iii

PENGESAHAN Skripsi berjudul DISKURSUS PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN M. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA) Yang disusun oleh: Ahmad Anfasul Marom NIM: 99363504 Telah dimunaqasyahkan di depan sidang munaqasyah pada tanggal 10 Februari 2004 M / 19 Dzulhijjah 1424 H. Dan dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana dalam Hukum Islam.

Yogyakarta, 1 Muharram 1425 H 22 Februari 2004 M DEKAN FAKULTAS SYARI‟AH IAIN SUNAN KALIJAGA

Drs. Malik Madany, M.Ag. NIP: 150182698 Panitia Munaqasyah Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Drs. Kholid Zulfa, M.Si NIP: 150266740 Pembimbing I

Drs. Slamet Khilmi NIP:150252260 Pembimbing II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213 Penguji I

M. Nur, S.Ag, M.Ag. NIP: 150282522 Penguji II

DR. Ainur Rofiq, M.Ag. NIP: 150289213

A. Yani Anshori, S.Ag, M,Ag NIP: 150276308

iv

Kupersembahkan. Adikku Azim. Mas Asfan. Untuk Kampus Putih IAIN Ibu (Almarhumah) dan Bapak Mbak Luluk. Mbak Arin. serta Ponakan-ponakanku Guru-Guruku Yang Penuh Ikhlas Mendidikku Dan Yang Tak Sekedar Hasrat Perjuangan Yakni Sang Waktu Yang Setia Mengiringi Pengembaraan Intelektualku v .

kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8) .Motto: ‫اىرٙ أّقغ ظٖـسك‬ ●‫أىٌ ّشـسذ ىل طد زك● ٗٗػؼـْاػْل ٗشزك‬ ّ ّ ‫ٗزفؼْا ىل ذمسك● فئُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● إُ ٍغ اىؼعسٝعـسا● فئذا‬ ● ‫فسغد فاّظـة● ٗإىٚ زتّل فازغـة‬ Artinya: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1) Dan kami telah menghilangkan beban darimu (2) Yang memberatkan punggungmu (3) Dan kami tinggikan sebutan (nama) mu (4) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6) Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). (QS. Alam Nasyrah : 1-8) vi .

Konsonan Tunggal Huruf Arab ‫ا‬ ‫ب‬ ‫خ‬ ‫ز‬ ‫ج‬ ‫ذ‬ ‫ش‬ ‫د‬ ‫ذ‬ ‫ز‬ ‫ش‬ ‫ض‬ ‫غ‬ ‫ص‬ Nama Alif Ba‟ Ta‟ Sa‟ Jim H{a Kha Dal Z|al Ra‟ Zai Sin Syin S{ad Huruf Latin Tidak dilambangkan B T S| J H{ Kh D Z| R Z S Sy S{ Keterangan Tidak dilambangkan Be Te Es (titik di atas) Je Ha (titik di bawah) Ka dan ha De Zet (titik di atas) Er Zet Es Es dan Ye Es (titik di bawah) vii . 0543 b/U/1987.PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam penyusunan skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi dari keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. Secara garis besar uraiannya adalah sebagai berikut: A. 158 dan no.

ّ ِٖ‫ت‬ C. Kasrah ( _َ_ ) ditulis I.‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ظ‬ ‫ع‬ ‫ؽ‬ ‫ف‬ ‫ق‬ ‫ك‬ ‫ه‬ ً ُ ٗ ‫ٕـ‬ ‫ء‬ ٛ D{ad T{a Z{a „Ain Gain Fa‟ Qaf Kaf Lam Mim Nun Wau Ha‟ Hamzah Ya D{ T{ Z{ „G F Q K L M N W H ‟Y De (titik di bawah) Te (titik di bawah) Zet (titik di bawah) Koma terbalik (di atas) Ge Ef Qi Ka El Em En We Ha Apostrof Ye B. Konsonan Rangkap Konsonan rangkap yang disebabkan Syaddah ditulis rangkap. Contoh : ّ ‫ ّص ه‬ditulis nazzala. dan Dammah ( _َ_ ) ditulis u. ditulis bihinna. viii . Vokal Pendek Fathah ( _َ_ ) ditulis a.

‫ طير‬ditulis s}aluha. bunyi I panjang ditulis I dan bunyi u panjang ditulis u.Contoh : ‫ أزَد‬ditulis ah}mada. D. Kasrah + Ya‟ mati ditulis i ‫ٍٞثاق‬ ditulis mi>s}aq 3. Vokal Panjang Bunyi a panjang ditulis a. zakat dan sebagainya kecuali bila dikehendaki lafaz aslinya. Kata ini tidak berlaku terhadap kata „Arab yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia seperti: salat. 1.) di atasnya. Fathah + Wawu mati ditulis au ‫ؽ٘ق‬ ditulis t}auq F. Vokal Rangkap 1. ix . masing-masing dengan tanda hubung ( . Contoh : ‫تداٝح اىَدرٖد‬ ditulis Bida>yah al-Mujtahid. Fathah + Alif ditulis a ‫فال‬ ditulis fala> 2. ‫ زفك‬ditulis rafiqa. Dammah + Wawu mati ditulis u ‫أط٘ه‬ ditulis us}u>l E. Fathah + Ya‟ mati ditulis ai ٜ‫ اىصزٞي‬ditulis az-Zuh}aili> 2. Ta’ Marbutah di Akhir Kata Bila dimatikan ditulis h.

maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). ُٗ‫ ذؤخر‬ditulis ta‟khużu>na. ‫اىثقسج‬ ditulis al-Baqarah. maka ditulis sesuai dengan bunyi vokalnya. 2. Hamzah 1. H. ‫ٗؽء‬ ditulis wat}‟un 3.G. Bila terletak di tengah kata dan dimatikan. ‫زتائة‬ ditulis raba>‟ib 4. Bila terletak di tengah kata dan berada setelah vokal hidup. ‫اىْعاء‬ ditulis an-Nisa‟. x . maka ditulis berdasarkan bunyi vokal yang mengiringinya. maka ditulis dengan lambang apostrof ( ‟ ). Kata Sandang Alif + Lam 1. huruf ‫ ا‬diganti dengan huruf syamsiyah yang bersangkutan. Bila terletak di akhir kata. Bila diikuti huruf syamsiyah. ُ‫إ‬ ditulis inna 2. Bila terletak di awal kata. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al.

Natsir dan Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. karunia dan hidayah-Nya.A.w.t. penyusunan skripsi ini tentunya tidak bisa lepas dari kelemahan dan kekurangan serta menjadi pekerjaan yang berat bagi penyusun yang jauh dari kesempurnaan intelektual.KATA PENGANTAR ‫بسم اهلل الرحمن الرحيم‬ ‫اىسَد هلل زب اىؼاىَِٞ ، أشٖد أُ ال إىٔ إال هللا ٗأشٖد أُ ٍسَدا‬ ‫زظ٘ه هللا ، ظثساُ اىرٙ ٕداّا تقظض اىغاتسِٝ ، ٗخؼيٖا ػثسج‬ ‫ىيراتؼِٞ إىٚ ًٝ٘ اىدِٝ ، ٗاىظالج ٗاىعالً ػيٚ ظٞدّا ٍسَد زظ٘ه هللا‬ ِ‫طيٚ هللا ػيٞٔ ٗظيٌ ، اىرٙ ماّد زٞاذٔ ٍَيؤج تَنازً األخالق ٍٗساظ‬ ‫اىظفاخ ، ٗػيٚ أىٔ ٗأطساتٔ أخَؼِٞ ، أٍا تؼد‬ Puji syukur saya haturkan ke Hadirat Allah s. Penyusun menyadari. alhamdulillah penyusun mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini untuk melengkapi salah satu syarat memperolah gelar sarjana dalam Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yang telah menganugerahkan nikmat Islam dan Iman. berkat pertolongan Allah xi . Rasul dengan misi suci untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Semoga kesejahteraan senantiasa menyelimuti keluarga dan sahabat Nabi beserta seluruh ummat Islam. Dengan tetap mengharapkan pertolongan. Rasul pembawa misi pembebasan dari pemujaan terhadap berhala.W. Namun. dengan judul : Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia: Studi Pemikiran M. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad S.

2.W.Ag. selaku pembimbing I. 4. Ainur Rofiq.Ag. Ignatius.S. Malik Madany. selaku pembimbing II yang telah banyak memberikan masukan dan arahannya yang sangat berharga dalam membantu penyempurnaan skripsi ini. Abdul Halim. dan sekaligus sahabat diskusi dalam penyusunan skripsi ini. Dr. M. penyusun ucapkan terima-kasih pula pada pihak-pihak yang banyak membantu proses akumulasi data. 5. perpustakaan ST. akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh civitas akademika Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. M.Ag. yang dengan sabar bersedia membimbing kesulitan penyusun di tengah kesibukan waktunya. Selain itu. Drs. MA dan Moh. M. Selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dan Perpustakaan LKiS. xii . Agus Nadjib. di antaranya seluruh pegawai UPT dan perpustakaan Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga. Karena itu. dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada: 1. 3. selaku Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan PMH.Ag. M. S.Ag. M. yang semuanya ada di Yogyakarta.T. Dan bantuan dari berbagai pihak. penyusun ucapkan terima kasih atas semua pengetahuan yang telah diberikan. Nur.

dan harapan pada diri penyusun. Seluruh keluarga yang berkat kasih-sayangnya benar-benar memahami kemauan saya. M. Untuk kakak-kakak dan adikku: Mbak Luluk-Mas Sohib. serta keponakankeponakanku.Ag. Mbak Arin-Mas Jun. Arul.Ag. Bank Indonesia (BI). Mas Umarrudin Masdar. Mas Asfan-Mbak Anis. Mas Isfah (Alex). 9. demi proses pengembaraan intelektual ananda.Ed. dan Ainul Yaqin.6. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima-kasih kepada semua keluarga terkait yang mendukung studi saya di Yogyakarta. Saudara Ahmad Sahidah. adinda Azim. Mas Udin. melalui perbincangan ringan yang selalu menyegarkan. Rekan-rekan “Senat Mahasiswa” di Lembaga S M I (Senat Mahasiswa Institut) IAIN Sunan Kalijaga. yang senantiasa melantunkan do‟a di sela-sela waktunya dengan tulus dan ikhlas. teman-teman kelas PMH-2 ‟99 xiii . sahabat-sahabat diskusi di pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). yang telah memberikan bantuan beasiswa atas penulisan skripsi ini. 7. Najib. sehingga meringankan penyusun dalam memperoleh data buku atau karya ilmiah yang berkaitan. Nadim. Aliya. terkhusus Ayahanda dan Ibunda tercinta (almarhumah). S. Humaida. yang telah banyak menaruh perhatian. 8. serta untuk seluruh komunitas “Griya Natural” 45i Sapen yang hampir setiap hari selalu bersama dalam menjalani proses belajar. dan Mas Atho‟ yang ikut memperkaya wawasan saya mengenai sejarah dan perkembangan politik di Tanah Air ini. M. yaitu Bahru.

dan mereka yang tidak bisa penyusun sebut satu persatu di sini. hidayah dan ma‟unah dari Allah S. Tatinia.W.T. 10. Yogyakarta. 23 Desember 2003 Penyusun Ahmad Anfasul Marom xiv .yang sedikit banyak turut membantu proses pendewasaan berfikir. Amin. Yang tidak sekedar indah. yang terakhir dan yang telah memberikan arti dalam diri penyusun. Semoga mereka semua selalu mendapatkan rahmat.

..........................................…............................. B.......... i ii iv v vi PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN ........................USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA .......... D..... HALAMAN PENGESAHAN .... A............................................................................... Sistematika Pembahasan ..................................................................... Pokok Masalah ........................................................................................................… 24 xv ...... HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................... vii KATA PENGANTAR .......................................................... xv BAB I : PENDAHULUAN ...... C.................................................... E...........................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............. Telaah Pustaka ................................. Tujuan Dan Kegunaan ........................... 1 1 7 7 8 11 Metode Penelitian ....... Latar Belakang Masalah ......................................................................................................................... xi DAFTAR ISI .................... HALAMAN MOTTO ......................................................................................................... Kerangka Teoretis ................................................................... HALAMAN NOTA DINAS ................................................................. 22 BAB II : ASAL .................. F....................................................................….............. 19 G......

........... NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID....................... Persamaan ....................................................... 57 1................ Pemikiran Gus Dur tentang Relasi Islam dan Negara ........................... Perbedaan ................. Implikasi ...................... Latar belakang Sosial Politik ... 148 xvi ........................................................................…..... 2.....................................A...... 57 A................ 68 B..................................... BAB III : POKOK-POKOK PEMIKIRAN M........................................................................... Kesimpulan .................................................................... 85 1....... 117 C................................................. Natsir tentang Relasi Islam dan Negara ........ Latar belakang Sosial Politik .... 57 2..................................................... 96 BAB IV : ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M........ Sketsa Biografi M... 129 BAB V : PENUTUP ..................... B.............. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia 24 45 48 51 ..... 85 2.............................................. 111 A...... Perspektif Modernisme .................................... Perspektif Neo-Modernisme .................................................... 148 A.......................…............................................................................................. Tipologi Pemikiran Islam dan Negara .. 1............... Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid ..........Natsir ...... NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA ........................................................... Pemikiran M.... 111 B...................……….

.B....................................................................... VII Lampiran IV...................................................... 150 BIBLIOGRAFI ........................................................ Curiculum Vitae .................... Terjemahan ....................................... III Lampiran III........................................... Biografi Ulama ........ 151 LAMPIRAN-LAMPIRAN: ......................................... I I Lampiran II.. IX xvii ................ Saran-Saran ...................................... Daftar Istilah .............. Lampiran I.............................................

2002). akan tetapi apa yang dicita-citakannya masih belum bisa dicapai sampai sekarang. Ramage. maupun Islam. Hampir bisa dipastikan ketegangan dan perdebatan ini muncul menjelang pemilu karena momen ini merupakan kesempatan besar bagi semua golongan yang ingin memperjuangkan aspirasi politiknya.BAB I PENDAHULUAN A. 1 Pada tahun 1950-1955 melahirkan sistem multipartai. Berhubung partai politik merupakan salah satu alat untuk mewujudkan cita-cita gagasan. ini merupakan kesempatan besar bagi Partai Islam untuk memperjuangkan Islam sebagai asas Negara. Percaturan Politik di Indonesia: Demokrasi. Hal yang sama terjadi pada 1999 tahun lalu yang menggunakan sistem multipartai dan lagi-lagi Islam belum cukup kuat untuk meletakkan ideologi Islam sebagai dasar negara. pancasila menjadi bagian perdebatan politik yang tak terelakan oleh Politikus dan Agamawan. 2 1 xviii . tidak menutup kemungkinan bahwa Douglas E. Islam. dan Ideologi Toleransi. dan mengalami fluctuative discourse dalam percaturan politik di Indonesia. akan tetapi wacana ini selalu survive pada momen-momen tertentu. Latar Belakang Masalah. ke-1(Jogjakarta: Mata Bangsa. khususnya Islam. hlm. baik itu yang berideologikan nasionalis. alih bahasa Hartono Hadikusumo. Gagasan tentang relasi Islam dan Negara selalu menjadi wacana aktual di Indonesia meskipun telah diperdebatkan beberapa tahun yang lalu. Sejak pancasila dijadikan dasar ideologi formal Republik Indonesia pada tahun 1945 oleh Soekarno. cet.

Natsir dan Abdurrahman Wahid3 tentang Relasi Islam dan Negara). Pertama. 3 xix . oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. Sebelumnya pada tahun 1978-1985 telah terjadi ideologisasi pancasila yang diinstruksikan oleh Soeharto." penyusun lebih memfokuskan pada dua tokoh ini yang tentunya telah banyak mewarnai wacana perdebatan Islam dan Negara sepanjang lahirnya kemerdekaan bangsa Indonesia sampai saat ini. aliran integratif modernis. hlm. Untuk penulisan selanjutnya Penyusun akan mengganti nama Abdurrahman Wahid menjadi Gus Dur yang telah akrab dikalangan masyarakat luas. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail 2 Ibid.pemilu 2004 yang akan datang juga muncul polemik sistem negara apalagi Islam formalis masih berada di ujung kekakalahan. aliran konservatif tradisionalis. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara.. Insiden politik semacam itu sempat terulang kembali pada tahun 1990 di negeri ini. Kedua. dan kemudian menimbulkan perdebatan yang luar biasa di kalangan tokoh dan gerakan ideologi Islam. 19.2 khususnya mengenai sistem negara apa yang akan dipakai untuk membangun Indonesia. apakah berasaskan Islam atau sekuler ? Penelitian ini mengambil judul "Diskursus Pemikiran Politik Islam di Indonesia (Studi Pemikiran M. yakni mengenai perdebatan ideologi. Menurut Munawir Sjadzali ada tiga kategori dalam memandang hubungan Islam dan negara di kalangan tokoh Islam. Sebenarnya sumber perdebatan itu adalah relasi Islam dan negara.

5 Kedua tokoh ini menarik untuk dikaji. secara umum keduanya masuk dalam kategori aliran yang sama yaitu integratif modernis tetapi beda pendapat mengenai relasi Islam dan negara. sedangkan Gus Dur sebagai tokoh neo-modernis (meminjam istilah Greg Barton). Pertama. alih bahasa Nanang Tahqiq. Munawir Sjadzali. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. Natsir sebagai tokoh modernis. 1999).tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. Islam tidak ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Husein Haikal.4 Dari ketiga aliran tersebut. Dan yang Ketiga. Natsir dan Gus Dur memang masuk dalam kategori aliran integratif modernis yang sebenarnya dalam klasifikasinya Munawir Sjadzali merupakan terma dari modernis. dalam hal ini penyusun lebih suka memposisikan M. Tokoh yang terkemuka yaitu M. khususnya azas negara. M. Sejarah dan Pemikiran. 1993). ini karena pemikirannya yang liberal dan rasional tentang isu kontemporer (baik itu politik. hlm. Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid. Djohan Effendi. apalagi kelompok (background) yang diwakilinya sangat kontradiktif dengan gagasan dan prilaku politik tokoh tersebut. edisi ke-5 (Jakarta: UI Press. Greg Barton. budaya dan agama) dengan tetap setia pada posisi konservatif- tradisional bahwa kejujuran dan kebenaran al-Qur'an tidak perlu diganggu gugat. ke-1 (Jakarta: Paramadina. Islam dan Tata Negara: Ajaran. aliran nasionalis sekuler. cet. hlm. Gus Dur yang dibesarkan dalam lingkungan Baca. 5 4 xx . 518. 1-2.

kaum tradisionalis,6 yaitu NU yang nota bene orientasi politiknya berkiblat pada ulama klasik seperti Al-Mawardi dan Al-Ghazali ternyata mampu mengapresiasikan pemikiran liberal yang cenderung ala Ali Abd al-Raziq,7 sedangkan M. Natsir yang dibesarkan dalam lingkungan modernis justru lebih akrab dengan pemikiran politik Islam fundamentalis seperti al-Maududi yang sangat menginginkan Islam dijadikan sebuah dasar negara karena menurut M. Natsir sendiri meniru sistem pemerintahan Barat adalah tindakan sekuler yang bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.8 Kedua, wacana ini selalu aktual di Indonesia apalagi ketika mendekati pemilu. Dan tentunya gagasan kedua tokoh tersebut juga masih banyak mempengaruhi wacana perdebatan Islam dan negara di Indonesia. Setidaknya kedua alasan inilah yang menyebabkan penelitian ini dilakukan. M. Natsir menawarkan Islam sebagai azas negara bukanlah aksi pembangkangan negara (makar), akan tetapi lebih pada penghidupan demokrasi. Oleh sebab itu dalam pidatonya pada sidang pleno konstituante (12 November 1957) ia menghendaki negara Indonesia ini berazaskan ideologi Islam. "Negara demokrasi berdasarkan Islam".9 Keinginannya ini Bukan semata-mata karena Islam agama mayoritas di Indonesia melainkan ajaran

Laode Ida dan A. Thantowi Jauhari, Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan, (Jakarta: Rajawali Press, 1999), hlm. 39. Andrée Feillard, NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna, (Yogyakarta: LkiS, 1999), hlm. 380. M. Natsir, Agama dan Negara dalam Perspektif Islam, cet. ke-1 (Jakarta: Media Dakwah, 2001), hlm. 200.
9 8 7

6

Ibid.

xxi

Islam mengenai ketatanegaraan dan kehidupan bermasyarakat itu mempunyai sifat yang sempurna dalam menjamin kerukunan beragama dan bernegara.10 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara, M. Natsir berpendapat boleh meniru pemerintahan Barat asalkan tidak melanggar nilainilai dasar Islam. Karena baginya Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna.11 Ini menarik untuk dicermati satu sisi M. Natsir terbuka untuk memakai sistem apa yang akan dipakai di Indonesia sisi lain dia bersikeras memperjuangkan Islam sebagai azas ideologi negara.12 Sedangkan menurut Gus Dur apabila politik, budaya dan agama diideologikan fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal.13 Hal yang senada diungkapkan oleh Cak Nur bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi, sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologiideologi yang ada di dunia.14 Dalam memandang relasi Islam dan negara, masalah ketatanegaraan merupakan hal yang tak bisa ditinggalkan, sebab faktor inilah yang kemudian seringkali memunculkan perdebatan antara kelompok muslim idealis dan
10

Ibid., hlm. 203.

Kamaruzzaman, Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. (Magelang: IndonesiaTera, 2001), hlm. 70. Natsir berpendapat bahwa Islam bukan hanya suatu agama tapi juga sebuah ideologi karena di dalamnya mengandung dua unsur yaitu Mu„ammalah ma„a Allah dan Mu„a,,alah ma„a an-Nas. baca M. Natsir, Agama dan Negara, 219. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nurcholis Madjid, dan Jalaluddin Rakhmat, (Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998), hlm. 77.
14 13 12

11

Ibid. hlm. 169.

xxii

realis di negara kita. Adanya “Sistem Kekhalifahan” di masa Rasulullah S.A.W. dan Sahabat membuat sebagian masyarakat muslim dunia semakin menyakini bahwa jauh sebelum sistem demokrasi muncul, sebenarnya Islam telah mempunyai sistem Tata Negara sendiri. Dalam perspektif Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ah pemerintahan dinilai dari segi fungsionalnya bukan pada formalitas bentuknya, apakah negara Islam atau bukan. Disamping itu, menurut Gus Dur Islam tidak mempunyai konsep pemerintahan yang definitif, misalnya tentang suksesi kepemimpinan terkadang memakai istikhla>f, bay„ah, dan ahl al-H{alli wa al-Aqdi (sistem formatur). Hal ini menunjukkan Islam inkonsisten dan tidak mempunyai konsep yang baku.15 Atas dasar pemikiran inilah, Gus Dur menerima ideologi pancasila sebagai azas negara, dan yang terpenting baginya adalah umat Islam bisa melaksanakan kehidupan beragama secara penuh dan tetap berpegang pada etika sosial (social ethic). Berbeda dengan M. Natsir yang menolak secara tegas ideologi pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tetapi bukan berarti jalannya pemerintahan terlepas dan terpisah dari keagamaan begitu saja karena baginya Islam sendiri tidak asing dengan nilai-nilai demokrasi dan kemajemukan. Menurut penyusun "posisi Gus Dur yang menempatkan pancasila sebagai pra-syarat

15

Ibid.

xxiii

Mengapa kedua tokoh itu mengajukan tesis yang berbeda? 3. 1994). Bagaimanakah pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara? 2. Oleh sebab itu perlu penyusun tegaskan bahwa fokus dari permasalahan ini yaitu: 1. Tujuan dan Kegunaan. Natsir dan Gus Dur mengenai hubungan Islam dan negara. 16 Andrrée Fillard dkk. B. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. Islam dan nasionalisme inilah yang secara intelektual politis melatarbelakangi keikutsertaan Islam dalam diskursus politik dan ideologi negara di Indonesia selama ini. hlm. 104. C. Dari uraian di atas dipaparkan bahwa ada persamaan dan perbedaan pemikiran di antara M. keduanya sama-sama menjunjung nilai demokrasi tetapi berbeda dalam gagasan dan prilaku politiknya Hal ini bisa disebabkan latar belakang sosiohistoris yang berbeda. Pokok Masalah.. demokrasi."16 Integrasi antara kemajemukan.demokratisasi dan pembangunan keIslaman yang sehat di Indonesia nampaknya harus dilihat dari perspektif neo-modernisme. xxiv . (Yogyakarta: LKiS. Di samping itu juga berguna untuk memperjelas arah penelitian yang dimaksud. Apa implikasi tesis mereka terhadap pemikiran politik Islam di Indonesia? Tiga pokok masalah di atas diharapkan dapat mewakili (cover) dari beberapa masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini.

Natsir dan Gus Dur mengenai wacana Islam dan negara. Untuk mendapatkan penjelasan (explanation) yang lebih tajam tentang karakteristik pemikiran antara M. D. xxv . sejauh mana implikasi kedua pemikiran itu dalam perubahan dan perkembangan politik Islam di Indonesia saat ini.Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dalam bidang Perbandingan Madzhab Dan Hukum di Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. baik itu latar belakang sosial. 3. di antaranya: 1. 2. Adapun dari penulisan ini diharapkan dapat diambil beberapa manfaat atau kegunaan. Mendapatkan deskripsi yang jelas mengenai implikasi kedua gagasan tersebut dalam konteks perkembangan Islam dan politik Indonesia saat ini. 2. Mengidentifikasi asal-usul gagasan kedua tokoh tersebut dalam perspektif perbandingan. pendidikan dan politik. khususnya azas negara Indonesia. khususnya dalam perspektif Islam modernis dan neomodernis. Selain itu juga ada tujuan yang lain yaitu: 1. Sebagai prediksi. Telaah Pustaka. Dapat diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap karakteristik pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mengkaji azas negara (Pancasila). Bisa dijadikan salah satu sumber diskusi dalam mengkaji relasi Islam dan negara di Indonesia.

Pertama. Natsir namun tidak lengkap karena lebih memfokuskan pada gerakan partai politiknya.M. Penelitian ini mempunyai Dua variabel. Natsir dan Gus Dur mengenai Relasi Islam dan Negara di Indonesia. prilaku politik maupun gagasannya. pemikiran M. maka penyusun merasa perlu menelaah buku-buku yang berkaitan dengan variabel tersebut. Akan tetapi pembahasan itu sering kali tidak dilakukan secara bersamaan hanya difokuskan pada satu tokoh saja kalau memang ada yang mengkaji perbandingan itu juga tidak membahas M. meskipun keduanya hidup pada masa yang berlainan. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama'at Islami xxvi . Disamping itu. khususnya partai Masyumi yang dibubarkannya. Syafi'i Maarif yang dibukukan dengan judul Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Dalam tesisnya A. mengenai diskursus pemikiran politik Islam di Indonesia. baik itu biografi. Karena penulisan ini meliputi dua variabel di atas. Natsir dan Gus Dur adalah tokoh pemikir dan sekaligus seorang politikus yang sangat dikenal oleh masyarakat luas. Kedua. Banyak buku atau karya ilmiah yang membahas M. Di sini penyusun sempat membahas M. Natsir dan Gus Dur sekaligus. namun gagasannya selalu aktual bahkan sering dijadikan rujukan dalam diskusi dan aksi politik. Natsir dan Gus Dur. Karya ini meneliti tentang relasi Islam dan politik yang kemudian menggambarkan prilaku partai-partai Islam dalam menghadapi kebijakan politik Soekarno saat itu.

Ramage membahas Islam dan demokrasi. khususnya mengenai ideologi pancasila dalam relevansinya dengan persoalan dekonfensionalisasi politik Islam di Indonesia. Sementara itu. Natsir vis-a-vis Soekarno. Buku ini lebih melihat sosok pemikir M. Natsir dibanding Natsir yang mewakili tokoh modernisme Islam. khususnya pandangan M. Di samping itu penulis juga menyinggung sedikit polemik M. buku ini lebih menitik beratkan pada partai-partai di atas meskipun ada tokoh yang dilibatkan seperti M. Natsir dan Maududi sebagai representasi dari modernisme dan fundamentalisme akan tetapi kedua tokoh itu tidak menjadi fokus kajiannya karena lebih pada partai tempat tokoh ini berpolitik. Buku ini merupakan hasil penelitian yang banyak didasarkan pada wawancara personal xxvii . Sedangkan Ahmad Suhelmi dalam bukunya Soekarno Versus Natsir: Kemenangan Barisan Megawati Reinkarnasi Nasionalis Sekuler (1999) juga mengkaji pemikiran kenegaraan dalam perspektif M. Dengan kesimpulan bahwa buku ini hanya menyoroti keterwakilan kaum muslim secara proporsional dalam lembaga-lembaga negara dan dipertahankannya komitmen bahwa Indonesia bukanlah negara sekuler.(Pakistan) karya Yusril Ihza Mahendra. Bahtiar Effendy dalam bukunya Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia (1998) yang menjelaskan relasi Islam dan negara di Indonesia. Natsir dengan Soekarno mengenai azas negara. Islam and Ideology of Tolerance yang ditulis Douglas E. Natsir. Buku politics in Indonesia: Democracy.

untuk melihat pola pemikirannya Abdurrrahman Wahid dalam mengakaji pancasila sebagai asas negara. Skrpisi yang dibukukan dengan judul Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Demokrasi. Karya Umaruddin Masdar, berusaha melacak pola pemikiran kedua tokoh tersebut dalam mempertemukan Islam dan demokrasi. Dalam hal ini penulis lebih memfokuskan pada konsep demokrasi dengan menggunakan teori politik sunni sebagai rujukan utama untuk meneliti gagasan kedua tokoh tersebut. Sedangkan buku Islam Demokrasi Atas Bawah: Polemik Perjuangan Umat Model Gus Dur dan Amien Rais yang disunting oleh Arief Affandi merupakan buku yang lebih menyoroti tentang strategi perjuangan kedua tokoh tersebut dalam menyikapi gerakan demokratisasi di Indonesia. Dan yang terakhir tesis yang berjudul Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur Dan Amien Rais Tentang Negara karya Ma'mun Murod al-Brebesy, tesis ini telah dibukukan dengan fokus kajian membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut mengenai relasi Islam dan negara, civil society dan demokratisasi. Selain buku-buku di atas penyusun juga menelaah karya asli dari kedua tokoh tersebut yang banyak berupa tulisan lepas dan artikel media. E. Kerangka Teoretis. Lahirnya kemerdekaan Indonesia membuat para tokoh nasional, baik paham nasionalis, sekuler maupun Islam untuk berfikir serius dalam meletakan dasar filosofis negara, terlepas itu perjuangan atau kepentingan

xxviii

golongan yang jelas Indonesia saat itu memerlukan konsep dasar negara yang kuat sehingga terjamin kemaslahatannya dan terhindar dari segala

kemudlaratan . Lebih lanjut, karena penelitian ini mengkaji masalah Islam dan negara maka penyusun mengkategorikannya dalam perspektif Fiqih as-Siyya>syah atau Siyya>syah as-Syar„iyyah. Menurut Abdul Wahab Khallaf definisi Siyya>syah as-Syar„iyyah ialah wewenang seorang penguasa atau pemimpin dalam mengatur kepentingan umum demi terciptanya kemaslahatan dan terhindar dari kemudaratan.17 Dengan demikian siapapun yang ingin membangun pemerintahan yang baik harus berlandaskan pada Mas}lah}ah alMursalah (kepentingan umum). Menurut Imam Malik Mas}lah}ah al-Mursalah itu merupakan salah satu dari epistimologi syari'ah. Dengan syarat bahwa: 1) kepentingan umum itu bukanlah suatu hal yang berkaitan dengan ibadat (transeden). 2) kepentingan umum itu selaras dan tidak bertentangan dengan nilai dasar Syari„ah (Alqur'an dan Sunnah).3) kemaslahatan umum itu haruslah merupakan kepentingan esensial yang sangat diperlukan.18 Setidaknya kepentingan esensial yang diperlukan di atas sejalan dengan dirumuskannya lima tujuan syari'ah meskipun tidak tercover secara Ka>ffah, lima tujuan tersebut yaitu: memelihara kemaslahatan agama, memelihara jiwa,

Abdul Aziz Dahlan (ed), dkk., Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996)V: 1626, artikel "Siyasyah as-Syar'iyyah". Dikutip dari, Muhammad Tahir Azhary, Negara Hukum: Suatu Studi tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Madinah dan Masa Kini, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 7
18

17

xxix

memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta dan kehormatan.19 Objek kajian fiqih siyasah atau Siya>syah as-Syari„yyah menurut Abdul Wahab Khallaf adalah membuat peraturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk mengurus negara sesuai dengan dasar ajaran agama yang bertujuan merealisasikan kemaslahatan manusia untuk kebutuhan mereka.20 Dengan demikian secara garis besar bahasan Fiqih as-Siya>syah meliputi tiga aspek utama di antaranya: 1) Peraturan dan Perundang-Undangan Negara sebagai pedoman dan landasaan idiil dalam mewujudkan kemaslahatan umat. 2) Pengorganisasian untuk mewujudkan kemaslahatan. 3) Mengatur hubungan antara penguasa dan rakyat serta hak dan kewajiban masing-masing dalam usaha mencapai negara.21 Untuk mengkaji pemikiran politik Islam memang tidak lepas dari Fiqih asSiya>syah dan hukum Islam. Hukum Islam dibagi menjadi dua yaitu hukum yang bersifat Qat}„i (Syari'ah) dan yang bersifat Z}anni (fiqih), karena politik seringkali mengalami perubahan sesuai dengan situasi maka penyusun memasukkanya dalam kategori fiqih. Dimana fiqih siyasah mempunyai

19

Ismail Muhammad Syah dkk., Filsafat Hukum Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Abdul Wahab Khallaf, Al-Siyasat al-Syari'at, (AL-Qahirat: Dār al-Anshār, 1977), hlm.

hlm. 67.
20

4. J. Suyuthi Pulungan, Fiqih Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hlm. 28.
21

xxx

Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam Dan Barat. Ada tiga aliran dalam hal ini. 79. Ketiga. Tahir Azhary. “Fiqih Siyasi dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik”. perdamaian. 58. keadilan dan kestabilan. 15.2 Vol. Nilai dasar al-Qur‟an dalam hal ini ialah amanah. 23 22 xxxi . Tokoh aliran ini ialah Muhammad Abduh dan Muhammad Husein Haikal. lihat. IV (1993). Jurnal Ulumul Qur'an. Lihat.dimensi yang sangat luas dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara seperti menjamin kemaslahatan. aliran konservatif tradisionalis. K. M. aliran integratif modernis. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. Muhammad Azhar. hlm. musyawarah. lebih khusus lagi dalam menentukan sistem dasar ketatanegaraan. tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. kebebasan. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm. meskipun berbeda dalam menggunakan terma aliran ini akan tetapi substansinya sama. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara karena menurutnya Islam adalah ad-Din wa ad-Daulah. No. penyusun meminjam istilah Munawir Sjadzali dalam mengkategorikan aliran yang concern terhadap relasi Islam dan negara. kesejahteraan dan ketaatan rakyat.22 Dengan demikian al-Mas}lahah al-Mursalah menempati posisi yang sangat penting dalam mengkaji diskursus relasi Islam dan negara. Pertama.23 sehingga terciptalah kemaslahatan umum sesuai dengan kebutuhan zaman. Negara Hukum. 1997). Ibrahim Hoesen. hlm. Dalam diskursus pemikiran politik Islam dewasa ini.H. Kedua. Apakah berideologikan Islam atau sekuler? Karena yang terpenting bukanlah formalitas bentuk pemerintahan tetapi esensi nilai dasar al-Qur'an dan Sunnah tetap berjalan (tidak kontradiktif). keadilan.

hlm. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. baca. lihat juga Masykuri Abdillah. 28 27 26 25 24 Munawir Sjadzali. 14. Natsir dan Gus Dur. Filsafat Politik. M. Lihat.25 Tokoh-tokoh ini dikaji guna membidik kerangka teoritis pemikiran M. dengan menganjurkan pembentukan Jam„iyah Isla>miyah yang biasa disebut Pan-Islamisme. 26 Pemikiran politiknya besifat reaktif terhadap kondisi kemunduran umat Islam saat itu. Islam dan Tata Negara. Abdul Raziq dan Fazlur Rahman. hlm. hlm. Azhar. Azhar. M. Munawir Sjadzali. 1999).24 Dalam paragraf ini penyusun mencoba memaparkan beberapa tokoh politik sunni kontemporer sebagai landasan teoritis penelitian ini. 57. hlm. Azhar. Tokoh aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein. yang tidak jauh berbeda visi dan misinya. Ibid. hlm. Filsafat Politik. Pan-Islamisme yaitu suatu ikatan politik yang bertujuan mempersatukan seluruh ummat Islam di dunia. hlm. 2) menentang kolonialisme atas dominasi barat. yang kemudian saat ini berembrio menjadi OKI. dekat Kanar.27 ikatan ini didasarkan pada akidah Islam yang bertujuan 1) menentang sistem pemerintahan yang despotik (sewenang-wenang) dan diganti dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam. yang mengatakan Islam tidak ada hubungannya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Islam dan Tata Negara.28 Munawir Sjadzali. 142. Ia dilahirkan pada tahun 1838 di As'adabad. M. Filsafat Politik.aliran nasionalis sekuler. xxxii . 126. hlm. Untuk memastikan tokoh-tokoh tersebut adalah kelompok pemikir kontemporer. Islam dan Tata Negara. diantaranya Jamaluddin al-Afghani. Dikutip dari Munawir Sjadzali. (Yogyakarta: Tiara Wacana. 117. Afganistan. 111. hlm. 1-2. 107. wilayah Kabul. Jamaluddin al-Afghani.

Mesir. hlm. hlm. Islam dan Tata Negara.29 Hal inilah yang sering kali mengakibatkan pengusiran atas dirinya dari negara yang ia kunjungi. Teheran... lebih lanjut ia menolak adanya keharusan sistem khilafah dalam pengertian pemimpin negara.32 Dia sama seperti nabinabi sebelumnya bukan nabi atau pendiri negara yang diutus mendirikan kerajaan dalam arti politik. Inggris. karena menurutnya tidak ada ayat ataupun hadis yang bisa dijadikan dasar kuat untuk mendirikan khilafah. hlm. 117. Prancis. India. hlm.31 menurutnya nabi Muhammad hanyalah seorang utusan Allah yang ditugaskan syiar agama Islam. untuk itu tidak ada maksud dalam misinya mendirikan sebuah negara Islam (Khilafah).. al-Raziq memang mengakui perlunya pemerintahan untuk mengatur negara 29 Ibid. dan Persia. seperti pembentukan pemerintah dan dewan melalui partisipasi rakyat.Dalam perjalanan politiknya ia selalu memunculkan gagasan revolusioner. Lahir pada tahun 1888 dan wafat 1966 M. Karyanya yang terkenal yaitu Islam wa Usul al-Hukm. selain itu dia juga menganjurkan kepada rakyat untuk merebut kebebasan dan kemerdekaannya melalui revolusi kalau perlu dengan pertumpahan darah. Baca. 142. Ibid.128-129. Negara-negara tersebut yaitu: Afganistan. xxxiii . Disamping itu dia cukup reseptif dan akomodaif terhadap peradaban Barat yang kemudian membawanya pada semangat nasionalisme dan paham sekulerisme di kalangan cendikiawan Islam Mesir. 32 31 30 Ibid. Dikutip dari Munawir Sjadzali. Ali Abdul Raziq.30 Oleh sebab itu Afghani lebih cocok diposisikan sebagai tokoh aktivis dan agitator politik daripada pemikir politik. 139. ia penganut Abduh meskipun secara langsung tidak sempat belajar banyak darinya.

34 Fazlur Rahman. 36 35 M. 116. 37 38 xxxiv . 79. 155.37 Sebagaimana yang tertulis dalam al-Qur‟an. umat merupakan suatu "penengah" sehingga menjadi saksi terhadap umat manusia. menurut Rahman. terkecuali Abu Bakar. Islam dan Tata Negara. Dalam al-Qur'an. Ali „Imran (4 ) : 110.1989). 34 Dikutip dari Taufiq Adnan Amal. alasannya sejak sistem khilafah dibentuk sampai sekarang selalu saja ada pihak oposisi yang tidak setuju dan seringkali menimbulkan bencana bagi Islam dan umatnya.35 pada hakikatnya Pemikiran politik Rahman didasarkan pada konsepsi al-Qur'an. Azhar. Munawir Sjadzali. Ibid. hlm. Umar dan Usman.. hlm. Filsafat Politik. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. diktator. republik atau totaliter.38 33 M. Azhar.tapi bukan berarti harus bentuk khilafah boleh konstitusional.33 Meskipun ia mengakui Ijma„ sebagai H{ujjah Syar„iyyah akan tetapi dalam hal ini ia tidak mengakuinya sebagai ijma' yang shahih. dan al-Hajj (17): 40. (Bandung: Mizan. 141. hlm. Umat Islam diharapkan mampu menengahi antara sikap kekakuan ideologi komunisme dan kapitalisme atau sikap ekstrem yang lain.36 "Tugas umat adalah menciptakan ketertiban di muka bumi di mana tata tertib itu merupakan sosiopolitis yang harus ditegakkan atas dasar etika yang sah dan viable. hlm. Filsafat Politik.

40 39 Ibid. hlm. 12.39 Rahman memang liberal dan radikal dalam gagasannya. akan tetapi apabila secara formal institusional proses dan bentuk demokrasi „ala Barat itu tetap sejalan dengan orientasi nilai dasar Islam maka sistem ini bisa diterapkan di dunia Islam. 40 xxxv . Masykuri Abdillah. Dikatakan demikian karena pemikirannya yang selalu berusaha menemukan titik temu antara kaum Islam modernis dengan kaum Islam tradisionalis. 156. bagi Rahman meskipun modernisme memberikan sumbangan positif pada era kebangkitan Islam tetapi tetap memperlihatkan kelemahan dan kekurangan tertentu.. menurut hemat penyusun sikap ini muncul sebagai respon terhadap tantangan modernitas yang tak terelakan. selain itu penolakannya terhadap potensi kekayaan pemikiran Islam tradisional. Rahman dikenal sebagai pemikir kontemporer yang menggagas aliran neo-modernisme Islam. "Salah satu kelemahan tersebut ialah kurangnya sistematika dan metodologi yang komprehensif untuk menafsirkan al-Qur'an dan Sunnah. hlm. menurut Rahman Istilah syura yang merupakan nilai dasar al-Qur'an bisa dikembangkan menjadi sebuah institusi yang efektif dan permanen seperti halnya di Barat. Demokrasi di Persimpangan.ِ‫مْرٌ خٞس أٍـﺔ أخسخد ىيْـاض ذؤٍسُٗ تاىَؼسٗف ٗذـُْٖ٘ ػ‬ ٌٍْٖ ٌٖ‫اىَْنسٗذؤٍُْ٘ تاهلل ٗى٘أٍِ إٔو اىنـراب ىناُ خٞساى‬ )١١۰ :ُ‫ (اه ػَسا‬ ُ٘‫اىَؤٍُْ٘ ٗأمثسٌٕ اىفاظقـ‬ ‫اىرِٝ أخسخ٘اٍِ دٝازٌٕ تغـٞسزك إالاُ ٝق٘ى٘ازتْـاهللا ٗى٘دفغ هللا‬ ‫اىْاض تؼؼٌٖ تثؼغ ىٖدٍد ط٘اٍغ ٗتٞغ ٗطي٘اخ‬ ٙ٘‫ٍٗعاخدٝرمسفٖٞااظٌ هللا مثٞـساٗىْٞظسُ هللا ٍِ ْٝظسٓ إُ هللا ىق‬ )٤۰:‫ (اىسح‬‫ػصٝص‬ Lebih lanjut."Baca.

Demikianlah sepintas gambaran mengenai tokoh-tokoh Islam kontempoer yang nantinya diharapkan banyak membantu penyusun dalam membuat kerangka teoritis. Natsir dan Gus Dur. penelitian tentang biografinya sejak dari permulaan sampai akhir pemikiran politiknya. Pertama. Antara lain meliputi jenis penelitian. (Jakarta: Bulan Bintang. Metode Penelitian. Metode Memahami Agama Islam. sekilas pemikiran Natsir tampak maududian akan tetapi banyak juga diwarnai paham Abduhis. hlm. Kedua. Mukti Ali. 34. sifat penelitian. F. penelitian pikiran dan keyakinan kedua tokoh tersebut. A. yang mana lebih mengutamakan bahan perpustakaan sebagai sumber utamanya. Hal yang sama terjadi pada M. 1. Sifat Penelitian. 41 H. Dalam sub bab ini perlu penyusun paparkan tentang metode penelitian yang digunakan. pendekatan-pendekatannyadan analisa data. tehnik pengumpulan data. Jenis penelitian. 1991). Karena ini studi tokoh maka ada dua metode pokok untuk memperoleh pemikiran tokoh tersebut.41 2. menurut penyusun tidak ada seorang tokohpun yang bisa dibidik Pemikirannya menganut satu paham tokoh sebelumnya karena dalam kenyataannya banyak tokoh yang mengadopsi suatu paham tertentu untuk masalah tertentu dan paham lain untuk masalah yang lain pula. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). xxxvi .

4. 3. yakni meneliti akar sejarah yang melatarbelakangi gagasan mereka. Dengan kata lain karakter dan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini ialah karakter dari kedua tokoh tersebut dan fenomena yang mempengaruhi pemikiran mereka. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan sosio-historis. Adapun analisis disini adalah analisis dalam pengertian historis. Yang dimaksud dengan deskriptif adalah menggambarkan karakteristik dan fenomena yang terdapat dalam masyarakat atau literatur. Sedangkan karya yang mengkaji tentang gagasan kedua tokoh tersebut dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan kajian ini dimasukkan sebagai data sekunder. Yang dimaksud pendekatan normatif ialah suatu xxxvii . Dalam penelitian ini. Karya-karya asli dari kedua tokoh tersebut baik buku.Studi yang merupakan penelitian pustaka ini lebih bersifat deskriptifanalisis dan komparatif. artikel dan kumpulan tulisan yang dibukukan dianggap sebagai data primer. Tehnik Pengumpulan Data. supaya mendapatkan letak persamaan dan perbedaan yang tepat. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam yaitu: data primer dan data sekunder. Sedangkan komparatif berarti membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut dalam proses penelitiannya. Pendekatan. dalam hal ini penyusun lebih memfokuskan pada dua aliran pemikiran Islam kontemporer yakni modernis dan neo-modernis yang penyusun anggap sebagai representasi dari kedua tokoh tersebut.

43 42 xxxviii . khususnya fiqih siya>sah. 8. Sutrisno Hadi. Atho' Mudzhar.42 Berkaitan dengan penelitian ini sudah barang tentu sosial politik dan kultur yang melatarbelakangi metode pemikiran M. Analisa Data Setelah data terkumpul penyusun akan menganalisa dengan metode kualitatif analisis deduksi dan komparasi. hlm. Hal ini penting untuk dilakukan karena diskursus Islam dan negara merupakan bagian dari kajian hukum Islam. 1983). Peneliti dan Peteliti. Deduksi yaitu metode yang berawal dari pengetahuan umum ditarik ke pengetahuan khusus. Di samping itu penelitian ini berupa telaah pustaka maka metode yang dipakai adalah deduksi sebab metode ini memang tidak menuntut penelitiaan lapangan. Natsir dan Gus Dur akan dikaji sepanjang peristiwa tersebut mempengaruhi pemikiran mereka dalam masalah ini. 5. Soenjoto.pendekatan untuk menjelaskan masalah yang dikaji dengan norma atau hukum (fiqih) yang berlaku sebagai upaya penegasan.43 Dalam hal ini analisa dari kedua tokoh tersebut tentang Islam dan negara di Indonesia. 1989). Baca. 1998). (Yogyakarta: Titian Ilahi Press. Metodologi Reseach. 105. khususnya mengenai asas negara akan dipersempit dalam paradigma modernisme dan neo-modernisme Islam. 42. Sementara komparasi dimaksudkan M. hlm. (Yogyakarta:Andi Offset. (Yogyakarta: Ranggon Studi. hlm. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Adapun pendekatan sosio-historis yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa setiap produk pemikiran itu merupakan hasil interaksi pemikir dengan lingkungan sosio-kultural dan sosio-politik yang mengitarinya.

di antaranya yang berkaitan dengan Islam. rumusan masalah. dan yang terakhir sistematika pembahasan. Sistematika Pembahasan. Penelaahan ini meliputi latar belakang sosial dan prilaku politik kedua tokoh tersebut dalam menggagas relasi Islam dan negara di Indonesia. 44 xxxix . 1999). demokrasi dan dasar negara. Bab ketiga memaparkan biografi M. Bab kedua melacak asal-usul dan tipologi relasi agama dan negara dalam sejarah politik Islam. Dalam pembahasan ini penyusun membagi menjadi lima bab. Natsir dan Gus Dur. Bab ini juga menyinggung sedikit cita-cita ideologi negara yang mereka perjuangkan sebagai repesentasi tokoh muslim yang peduli terhadap bangsa. Bab pertama memuat pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. (Yogyakarta: Kanisius. Anton Bakker dan Achmad Charris Zubair. Yang dalam pembahasannya kedua perspektif tersebut akan dihadapkan pada dua tokoh yang dikaji. hlm. 51. yang tentunya berimplikasi terhadap pemikiran tokoh politik Islam Indonesia dalam mengkaji hubungan Islam dan negara di Indonesia.untuk membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut apakah terdapat persamaan dan perbedaan yang tajam dan signifikan di antara keduanya. tujuan dan kegunaan. kerangka teoritis. Selain itu karakteristik pemikiran ini kemudian dibagi pada dua perspektif. Metodologi Penelitian Filsafat.44 G. metodologi penelitian. yaitu modernisme dan neo-modernisme. telaah pustaka.

Bab keempat menganalisa pemikiran kedua tokoh tersebut tentang relasi Islam dan negara, khususnya tentang demokrasi dan ideologi pancasila, yaitu dengan membandingkan gagasan kedua tokoh di atas, apakah dalam penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang signifikan. Selain itu, bab ini juga berusaha menjelaskan implikasi gagasan kedua tokoh tersebut terhadap tokoh politisi muslim Indonesia dan pemikiran politik Islam generasi saat ini. Bab kelima penutup, berisi kesimpulan dan saran-saran. Kesimpulan dimaksudkan untuk memperlihatkan letak signifikansi penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, dengan memberikan konklusi pemikiran M. Natsir dan Gus Dur tentang hubungan Islam dan negara di Indonesia, sedangkan saransaran ditujukan bagi para penyusun atau peneliti yang akan mengkaji masalahmasalah yang berkaitan dengan variabel skripsi ini lebih lanjut.

xl

BAB II ASAL-USUL DAN TIPOLOGI PEMIKIRAN TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA A. Awal Perdebatan Islam dan Negara di Indonesia. Wacana tentang makna, penafsiran dan fungsi pancasila telah menjadi perdebatan sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia, setidaknya sejak bangsa ini merdeka, perdebatan ini selalu menjadi aktual di kalangan akademisi dan politisi Indonesia sampai saat ini. Apalagi didorong dengan lahirnya beberapa Partai Islam, permintaan diberlakukannya syariat Islam di Aceh (NAD), munculnya teroris-teroris yang berkedok Islam, laskar serta organisasi yang bernafaskan Islam kanan, di antaranya Laskar Jihad, Hizbu Tahrer, Jaringan Islamiyah dan Front Pembela Islam (FPI). Selain itu yang paling jelas menjadi indikator perlunya kejelasan relasi Islam dan negara dalam kehidupan berbangsa terlihat pada menguatnya ide-ide pencantuman Syari„at Isla>m dalam amandemen UUD 45 setiap ST MPR hasil pemilu 1999.45 Hal ini juga sering terjadi dalam wacana politik Indonesia di penghujung tahun 1990-an yang juga sibuk memperdebatkan ideologi dan peristiwaperistiwa politik yang pernah terjadi dalam sejarah bangsa ini, di antaranya mengenai hubungan Islam dan negara, peran ABRI dalam politik, dan bentuk demokrasi yang sesuai dengan negara ini.46 Dalam skripsi ini penyusun

Ahmad Suhelmi, Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir, cet. ke-1 (Bandung: Teraju, 2002), hlm. xi
46

45

Douglas E. Ramage, Percaturan Politik, hlm. 16.

xli

menitikberatkan pada masalah yang pertama yaitu mengenai hubungan Islam dan negara. Untuk memperjelas tahap-tahap perjuangan umat Islam Indonesia dalam merespon perdebatan Islam dan negara. M. Rusli Karim membagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, 1912 hinggga proklamasi kemerdekaan, tahap kedua 1945-1955, tahap ketiga, 1955-1965 dan tahap keempat 1965 sampai sekarang.47 Akan tetapi dalam bab ini penyusun akan memfokuskan asal-usul lahirnya perdebatan Islam dan negara sepanjang sejarah perpolitikkan Indonesia secara global. Perdebatan ini mulai aktual sejak dibentuknya Badan Penyelidik UsahaUsaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai upaya persiapan kemerdekaan yang diharapkan,48 dan telah disetujui oleh pemerintahan Jepang. Hal ini juga dinyatakan dalam pidato Perdana Menteri Kuniaki Koiso kepada Parlemen Jepang pada tahun 1944 yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia dalam "waktu dekat".49 Akan tetapi kalau kita teliti lebih dalam bahwa persinggungan antara Islam dan negara di Nusantara ini sudah berlangsung lama sebelum Indonesia merdeka yakni di bawah tekanan kolonial Belanda dan Jepang, namun
Tahap keempat ini masih dibagi lagi menjadi empat era: 1965-1972 sebagai era mencari bentuk, 1973-1985 sebagai era partai tunggal, 1985 1989 sebagai era transisi rekonsiliasi, dan 1990 sampai sekarang sebagai era akomodasi, baca M. Rusli Karim, Negara dan Peminggiran Islam Politik, cet. ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1999), hlm. 21. Badan Penyelidik Usaha-Usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di bentuk pada tanggal 7 Desember 1945 yang terdiri dari tokoh-tokoh kelompok sosial, etnis, regional dan politisi di Hindia Belanda yang diduduki Jepang. Lihat, Douglas E Ramage, ibid, hlm. 18. Deliar Noer, Partai Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965, (Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1987), hlm. 30. Lihat juga Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia, vol. VI (Jakarta: Departemen P&K, 1984), hlm. 66.
49 48 47

xlii

Ibid. dan ketiga. Sukiman Wirjosandjojo yang telah mewacanakan suatu kekuasaan atau pemerintahan Islam di akhir tahun 1920-an. Viii. Polemik Negara Islam.50 Saat itu Surjopronoto menggunakan tema een Islamietsche regeering (Suatu Pemerintahan Islam) sementara Sukiman memakai istilah een eigen Islamietisch bestuur onder een eigen vlag (Suatu kekuassan Islam di bawah benderanya sendiri) semua ini digunakan untuk menciptakan kekuasaan Islam di Indonesia yang substansinya sebagai alat mencapai kemerdekaan. mereka yang menganjurkan negara integralistik. di antaranya.demikian untuk melacak isu tentang istilah negara Islam di Indonesia bukanlah suatu pekerjaan mudah. karena sejauh ini yang diketahui hanyalah pemimpin-pemimpin Sarekat Islam (SI) seperti Surjopronoto dan Dr. Yang paling emosional dan 50 Ahmad Suhelmi. Pertama. mereka yang ingin menegakkan demokrasi konstitusional sekuler.51 Barangkali wacana dan teori tentang Negara Islam ini belum banyak ditulis secara terperinci oleh pemimpin Islam pada saat itu. Kedua. hlm. 51 xliii . Anggota BPUPKI ini terdiri dari berbagai macam kelompok ideologi yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencari titik temu (Kalimah as-Sawa‟) posisi masing-masing anggota tersebut. sehingga dalam sidang BPUPKI pada 1945 wacana ini terkesan begitu aktual diperdebatkan karena secara resmi peristiwa ini muncul pertama kalinya dalam panggung politik Indonesia.

Lahirnya Pancasila. peri kerakyatan . ke-1 (Yogyakarta: Tiara Wacana. cet. Muhamad Yamin. kalau memang tulisan Yamin tentang perdebatan sidang BPUPKI dapat dipercaya maka lahirnya pancasila itu belum tentu gagasan Soekarno murni karena sebelum Soekarno melahirkan konsep Pancasila . dalam sidang ini Soekarno membuat pidato yang sangat berpengaruh tentang dasar negara dan kemudian dikenal dengan Lahirnya Pancasila. Mengenai sidang BPUPKI terdapat perbedaan dalam tenggang waktunya. 87-21.53 Sedangkan pada sidang kedua. Masalah yang sangat krusial dan mengundang perdebatan dalam sidang ini adalah tentang “peletakkan dasar negara” sebab masalah ini berkaitan dengan integritas agama. hlm. pada sidang pertama. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. dikutip dari karyanya Faisal Ismail. budaya dan bangsa yang plural. dalam bukunya Deliar Noer sidang pertama berlangsung dari 29-Mei-2 Juni 1945 dan sidang kedua dari 10-14 Juni 1945. peri ke-Tuhanan. peri kesejahteraan rakyat yang juga meliputi keadilan sosial. lihat. 1999). hlm. dari 29 Mei . 10-14 Juni 1945 membahas tentang isi konstitusi negara yang akan dibentuk. Ramage. (Jakarta:).52 Badan penyelidik ini mengadakan dua kali sidang. 54 53 xliv . 19.konfrontasional adalah mereka yang menginginkan Islam dijadikan dasar negara. 17. hlm. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. Percaturan Politik.2 Juni 1945 membahas masalah umum. (Jakarta: Yayasan Prapanca.54 Dalam kedua pembahasan sidang ini menimbulkan perdebatan keras di antara para anggota penyelidik terutama kalangan Islam yang diwakili Abdoel Kahar Moezakkir dengan cita-cita ideologi Islamnya dan kalangan nasionalis diwakili oleh Soekarno yang cenderung netral terhadap agama. Karena khawatir akan kegagalan Badan Penyelidik yang terus-menerus semakin memanas maka para 52 Douglas E. peri kemanusiaan. Yamin telah mengemukakan kelima sila tesebut dalam pidatonya di depan sidang Badan Penyelidik. 1959). Departemen Penerangan. yaitu: peri kebangsaan. sedangkan menurut Yamin sidang pertama berlangsung dari 29 Mei-1 Juni dan sidang keduanya berlangsung dari 10-16 Juli 1945.

Soekarno. R. Wongsonegoro. dari 68 anggota BPUPKI. Wahid Hasyim. Prof. sedangkan 80 %-nya berasal dari kelompok nasionalis-sekuler. Parta-Partai Islam. 57 56 Muhamad Yamin. Mas Mansur. xlv . 60-61. 60-61. 57 55 Deliar Noer. P.anggota mengambil iniasiatif dengan membentuk panitia BPUPKI yang terdiri dari 9 orang.H.55 Semula anggota BPUPKI ini berjumlah 62 orang. Agus Salim. Buntaran Martoatmojo dan Muhammad Yamin. (Jakarta: Hudaya. Di antara wakil dari kelompok Islam yaitu. dan K. Soeroso. K. untuk Ketua dan wakil ketua BPUPKI dijabat oleh Rajiman Widiodiningrat dan R. antara lain. ini menunjukkan bahwa kepemimpinan BPUPKI berada di tangan kelompok nasionalis. Dr. Rajiman Widiodiningrat. hlm. A. A.56 Statistik ini menunjukkan betapa tidak seimbangnya representasi dari masing-masing kelompok itu.H. Sanusi. Abdul Kahar Muzakkir. hanya 15 orang (+ 20%) yang menyuarakan aspirasi politik Islam yakni berasal dari nasionalisme-Islam.H. P. Prawoto Mangkusasmito. Naskah Persiapan. Masykur. K. Abikusno Cokrosujoso. 34-35. K. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. sedangkan wakil dari kelompok nasionalis. 1970). Soeroso. K. Mohammad Hatta. untuk mengamati secara lebih detail keanggotaan Badan Penyelidik ini maka penyusun paparkan pendapat Prawoto Mangkusasmito. Sukiman Wiryosanjoyo. Ki Bagus Hadikusumo. Soepomo. hlm. Abdul Halim. Sartono. H. lalu ditambah enam orang yang kebanyakan berasal dari Jawa dan satu orang lagi dari Jepang yakni Ichibangase yang menjabat sebagai ketua yunior dan anggota luar biasa. hlm.H. H.

yaitu: empat orang dari kalangan Islam (H. Islam politik mempunyai kepentingan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara. 170. A. Partai-Partai Islam.H. Negara dan Peminggiran. Kepentingan tersebut menimbulkan reaksi keras dari kelompok nasionalis sekuler yang memang secara kuantitatif anggota mereka dalam badan ini merupakan mayoritas. ternyata telah 58 Deliar Noer. 35. Wahid Hasyim. A. Agus salim. hlm.Akan tetapi karena banyaknya anggota Badan Penyelidik yang malah dikhawatirkan akan membawa kegagalan Badan Penyelidik itu sendiri (atas perdebatan yang semakin memanas) maka dibentuklah Panitia Kecil BPUPKI yang hanya terdiri dari 9 orang itu. sebab menurutnya yang paling banyak berkorban dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah kelompok Islam. 59 xlvi . Achmad Subarjo. M. Mohammad Hatta. K. Maramis. dan M.59 kesepakatan ini merupakan hasil perjuangan Islam politik dalam kepentingannya saat itu. sebagai jalan tengah akhirnya Jepang membentuk “Panitia Sembilan” di atas. hlm. Rusli Karim. Yamin). Pada tanggal 21 Juni 1945 BPUPKI menyetujui Piagam Jakarta yang rumusan sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan Syari„at Isla>m bagi pemeluk-pemeluknya”. akan tetapi umat Islam terpaksa harus kecewa karena dalam UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945 itu. Abikusno. dan Abdul Kahar Muzakkir) dan lima orang dari kalangan Naionalis (Soekarno.58 Dalam panitia ini.

tentang kandungan pancasila itu sendiri.62 Maka demi persatuan bangsa akhirnya para pemimpin politik Islam terpaksa menelan kekecewaan cita-cita politiknya pada 18 Agustus 1945 dengan menghilangkan anak kalimat tersebut dari pembukaan UUD 1945. 1978). (Jakarta: Tintamas. Deliar Noer.. Islam.458. Kedua. (Jakarta: yayasan perkhidmatan. pancasila sendiri menyimpan dua faktor yang sangat debatable. xlvii . 452. Pancasila dan Asas Tunggal. Diterimanya pancasila sebagai asas dan ideologi negara merupakan puncak dari pertentangan dan sekaligus menunjukkan kekalahan kelompok Islam yang harus berkompromi dengan kepentingan lain. 62 61 Hatta. Peristiwa ini dikenal sebagai sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merupakan pengganti dari BPUPKI yang telah dibubarkan.108. hlm. hlm. ini dikarenakan pengiring redaksi sila pertama yang mewajibkan umat Islam menjalankan Syari„at Isla>m dirasakan oleh kawasan Timur Indonesia sebagai sikap diskriminatif terhadap pemeluk agama lain.61 Kompromi politik dalam bentuk Piagam Jakarta rupanya hanya mampu bertahan selama 57 hari. 23. selain sebagai pejuang mayoritas kemerdekaan. 60 Ibid. Pertama. 1983). Memoir.60 Ini merupakan kekecewaan Islam politik yang pertama dalam perjuangan politiknya.menghapuskan Piagam Jakarta tersebut. tentang makna penting pancasila jika dibanding dengan agama. Umat Islam yang sebelumnya memperjuangkan ideologi Islam sebagai dasar negara dalam mukadimah UUD 1945 harus mengalah dengan pancasila. hlm. Keinginan keras umat Islam saat itu bisa dimaklumi.

Baca 65 xlviii . hlm 457- 458. hlm. Secara kultural Soekarno mewakili kultur Jawa sedangkan Hatta dari kultur Minang/Sumatera. kemudian atas usul Soekarno akhirnya ditambah menjadi 27 orang. dan yang menarik dicermati dari total jumlah ini ternyata hanya tiga anggota dari organisasi Islam. cet.Jumlah anggota PPKI semula sebanyak 21 orang. 29. yaitu Nasionalis dan Islam. ke-1 (Jakarta: Gema Insani Press. terang saja latar belakang Hatta ini bisa dijadikan pelebur sikap keras Ki Bagus yang selalu bersekukuh mempertahankan rumusan Piagam Jakarta. tetapi lebih besar dari itu yaitu pertarungan dua ideologi besar dunia antara kapitalis dan komunis. Memoir. Hatta. kebetulan presiden yang dipilih adalah ketua dan wakil PPKI saat itu yaitu Soekarno dan Hatta. 1996). hlm 21-22. Soekarno sebenarnya sangat kewalahan menghadapi konsistensi Ki Bagus yang tetap bertahan dengan Piagam tersebut. Sidang PPKI pada 18 Agustus 1945 bertujuan menetapkan UUD dan memilih presiden dan wakilnya. 64 63 Prawoto Mangkusasmito. Wahid Hasyim dan Kasman Singodimedjo.63 Betapa ironisnya umat Islam sebagai mayoritas populasi dan penggerak melawan penjajah di negeri ini hanya diwakili oleh tiga anggota. Akan tetapi apabila diteliti lebih jauh pertarungan ideologi yang menjadi pertimbangan dalam peletakkan dasar negara saat itu bukan hanya ideologi nasionalis dan Islam. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965. K. yaitu Ki Bagus Hadikusumo.65 Golongan nasionalis adalah kelompok yang Ahmad Syafi‟i Ma‟arif.H. maka melalui Hatta yang memanfaatkan Teuku Moehammad Hassan anggota PPKI dari Sumatera berhasil melunakan sikap keras Ki Bagus dan dalam waktu 15 menit anak kalimat pada sila Ketuhanan itu diganti dengan Yang Maha Esa. Perumusan Historis.64 Akar perdebatan ini tidak lepas dari letupan pertarungan ideologi saat itu.

kasus Jawi Hisworo.66 Sementara itu golongan Islam saat itu berprinsip bahwa agama (dalam hal ini Islam) tidak dapat dipisahkan dari urusan kenegaraan. karena bagi mereka agama dan politik 68 67 xlix .17-24. majalah Timboel. karena Islam menurut mereka tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan saja. lingkungan dan alam semesta. 8. Meskipun secara personal mereka bukan kaum sukularis dan kelompok yang tidak lepas dari sentimen. Endang Saefuddin Anshary. Ahmad Hassan dan M. Ahmad Suhelmi. kelompok ini terdiri dari muslim. cet. Ibid. (Bandung: Pustaka Salman. Sedangkan negara memang merupakan masalah politik yang berurusan dengan duniawi. Natsir dengan tokohtokoh Nasionalis-sekuler yang diwakili Tjipto Mangunkusumo. melainkan juga hubungan sesama manusia. Agus Salim. Polemik Negara Islam. Hindu dll. dengan keyakinan bahwa fungsi agama hanya mengurusi ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kehidupan akhirat dan urusan pribadi saja. 1981). Polemik inilah yang kemudian berlanjut sampai sekarang. 68 Hasyim Wahid dkk. katolik. Yang dimaksud nasionalis sekuler adalah kelompok pemimpin politik Indonesia yang menolak secara tegas agama sebagai dasar negara. Sebaliknya apa yang dimaksud nasionalis muslim adalah kelompok pemimpin muslim yang menginginkan Islam harus dijadikan dasar negara.67 Indikasi pertarungan ideologi ini bisa dilihat sejak tahun 1920-1930-an dari kasus retaknya hubungan Sarekat Islam (SI) dengan Partai Nasionalis Indonesia (PNI). Swara Oemoem dan peristiwa itu perdebatan sengit antara tokoh Nasionalis-Muslim. Soekarno dan lain-lain. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. Mereka tetap memilih untuk tidak menggunakan agama sebagai ideologi politik. hlm. protestan. hlm. tendensi dan afiliasi keagamaan. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekuler. 66 Ahmad Suhelmi. Polemik Negara Islam. seperti Tjokroaminoto. hlm. 1999). hlm 4 dan 54-55. ke-1 (Yogyakarta: LKiS..berprinsip bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan negara) harus dipisahkan secara tegas dan proporsional. 4. lihat juga. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia.

(Jakarta: Raja Grafindo Persada. hlm. oleh sebab itu menurut pandangan ini konstitusi negara harus didasarkan pada Islam. di Bawah Bendera Revolusi (Jakarta:Panitia di bawah bendera revolusi. Azhar. Faisal Ismail. hlm. karena Islam merupakan agama yang integral dan komprehensif dalam mengatur kehidupan baik urusan duniawi maupun ukhrawi.Di sisi lain. Polemik Negara Islam. 69 l .69 Jadi. 57. jelasnya bahwa tidak ada pemisahan antara persoalan duniawi dan ukhrawi dalam ajaran Islam. tidak bisa dipisahkan.70 Pemikiran pertama berpendapat bahwa negara dan agama tidak harus dipisahkan. untuk memaparkan secara lebih jelas pemikiran politik tokoh Islam dan keterkaitan mereka dalam memperjuangkan negara berdasarkan Islam di Indonesia. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. 5. 70 Munawir Sjadzali. Islam dan Tata Negara. Selain itu praktik pemerintahan Negara Turki yang memisahkan negara dan agama juga ikut mewarnai perdebatan ini. Baca. 14. 1994). Secara umum pemikiran politik Muslim bisa diklasifikasikan menjadi tiga teori. hlm. konsep “Piagam Madinah” dan praktek pemerintahan Islam pada zaman Rasulullah. Memudahkan Pengertian Islam. Demokrasi di Persimpangan Makna. lihat juga Masykuri Abdillah. 5. Ahmad Suhelmi. 1-2. hlm. Ideologi Hegemoni. sahabat dan komunitas muslim lainnya juga ikut mempengaruhi lahirnya perdebatan Islam dan negara di Indonesia. hlm. hlm. 369402. 1997). sebab munculnya terma Piagam Jakarta di Indonesia sedikit banyak terinspirasi dari konsep Piagam Madinah yang pasti tidak bisa lepas dari persinggungan wacana politik Islam yang telah berlaku di bangsa Arab itu. perlu penyusun bahas secara singkat tentang teori-teori yang diajukan para intelektual muslim. M. Soekarno.

1990). urusan agama sebatas pada urusan pibadi dan ukhrawi tidak perlu mencampuri urusan politik. Abu A‟la Maududi71 (1903-1979) dari Pakistan yang memimpin Jamiy„ah al-Isla>m. namun hukuman tersebut dibatalkan atas desakan pemimpin dunia muslim pada Pemerintahan Pakistan. bisa dibaca dalam karyanya. 203. Hadha al-Din. 1962). Khas}ais} at-Tas}awwuri al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu (Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. hal ini bisa dilihat dari jargon politiknya bahwa ad-Din wa ad-Daulah (agama dan Negara) tidak bisa dipisahkan. Pada tahun 1966. Islamic Law and Constitution. Sayyid Qutb dan beberapa pemimpin Ikhwan al-Muslimun lainya ditangkap dan diadili. 74 73 72 71 Faisal Ismail. Pakistan dan Saudi Arabia. namun pada nilai sekuler. (Kairo: Dar al-Qalam. hlm. Baik Jam„iyah al-Isla>m maupun Ikhwan al-Muslimin dikenal sebagai gerakan Fundamentalis di Iran.74 Pandangan komprehensif ini dikutip dari nash al-Qur‟an75: ِ‫ٝاأٖٝااىر ِٝ أٍْ٘ا ادخي٘ا فىاىعيٌ مآّفح ٗال ذرثؼ٘ا خط٘اخ اىشٞطـ‬ )٢۰٨: ‫ (اىثقسج‬. 75 li . 1962). (Oxford: Oxford University Press. dia pernah akan dijatuhi hukuman mati oleh penguasa karena aktivitas politiknya pada tahun 1953. al-Baqarah (2): 208. alih bahasa Khursihid Ahmad. setelah Nasser mengetahui rencana makar mereka dalam menjatuhkan rezim. agama dan negara harus dipisahkan. Maududi adalah seorang politikus dan pengarang yang terkenal dalam Islam.Tokoh teori ini antara lain . Ideologi Hegemoni. salah satu karyanya yaitu. Teori ketiga. edisi ke-10 (Lahore: Islamic Publication. contoh konkret teori ini adalah negara Turki Modern. Mitcell. hlm. Tentang Ikwan al-Muslimun. Sayyid Qutb72 (1906-1966) dan para ideolog lain Ikhwan al-Muslimin73 dari Mesir. The Society of Muslim Brothers. Richard P. Oleh sebab itu konstitusi negara dalam pandangan ini tidak harus didasarkan pada Islam. 37. 1969). sepakat dengan adanya pemisahan antara agama dan negara dalam arti konstitusi negara tidak harus didasarkan Maududi .ِٞ‫إّّٔ ىنٌ ػدٗ ٍث‬ ّ ّ Menurut teori yang kedua.

Yamin. yakni memisahkan negara dari persoalan agama. Lihat Muhammad Hatta. Melengkapi data sebelumnya. Vol. karena dalam sidang BPUPKI 1945 maupun konstituante (1956-1959) para pemimpin muslim berjuang keras agar Islam dijadikan dasar negara. akan tetapi nilai agama harus menjadi ruh kehidupan masyarakat bernegara. 115. lii . 38. hlm. 77 78 hlm. pada tanggal 31-Mei 1945 Soepomo lebih mendukung gagasan Hatta yang mengusulkan bentuk Indonesia sebagai negara kesatuan daripada keinginan umat Islam dalam meletakkan dasar negara . Ibid. beliau hanyalah seorang utusan yang dikirim oleh Tuhan semata. konflik ideologi antara kaum nasionalis-sekuler dan nasionalis-muslim bisa diperkirakan sejak menjelang kemerdekaan (Sidang BPUPKI). Memoir. M.Islam. dipengaruhi oleh Kemal Attaturk ataupun Ali Abd alRaziq (1888-1966) yang berpendapat bahwa Nabi tidak pernah berupaya membangun sebuah negara.78 76 Faisal Ismail. Faisal Ismail. I. Ideologi Hegemoni. Naskah Persiapan. 456-458. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. hlm. 77 Selain itu tidak ada indikasi yang tampak bahwa pemikiran politik nasionalis-muslim Indonesia saat itu. Terutama teori pertama ini sangat kuat mewarnai pemikiran politik muslim Indonesia tahun 1940-an dan 1950-an. 76 Ketiga teori ini mewakili pilihan-pillihan yang dapat menentukan karakteristik struktur sosial dan politik negara-negara muslim dunia dalam menghadapi tantangan modernitas.

Kedua. karena cita-cita negara Islam tidak sesuai dengan cita-cita negara kesatuan yang diharapkan bersama. jika negara Islam diciptakan di Indonesia maka sudah pasti persoalan minoritas. atau negara bekas jajahan Hindia Belanda seperti Irian Barat juga tidak ikut menggabungkan diri dengan Indonesia yang ber-ruh Islami ini. kalau banyak bagian negara Republik Indonesia memisahkan diri. persoalan kelompok-kelompok kecil agama dan yang lainnya akan muncul. Ideologi Hegemoni. Istilah “negara” dalam bahasa Indonesia mempunyai arti. hlm. hlm. pertama.79 Pada tahun 1953 Soekarno juga mengungkapkan kekhawatirannya secara terbuka tentang implikasi-implikasi negatif yang muncul. yakni pengakuan Islam secara legal formal di negara ini. 80 81 liii . Meskipun Islam menjamin kelompok agama lain sebaik mungkin. 29.81 Melihat keberatan kelompok nasionalis-muslim terhadap Negara Sekuler mengharuskan kita meninjau kembali sejarah Islam yang menyatukan pemahaman antara agama (di>n) dan negara (daulah). apabila umat Islam Indonesia tetap memaksakan kehendaknya (negara Islam).Menurut Soepomo sendiri. Percaturan Politik. kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang 79 Dikutip dari Faisal Ismail. 40. Ramage. kelompok kecil ini tidak akan merasakan keterlibatannya dalam negara. organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Soekarno mengatakan bahwa ia cemas.80 Dengan mengingat kekhawatiran yang diungkapkan Hatta pada tahun 1945. Douglas E. Ibid. Dikutip dari.

hlm. 1994). selain itu Paham ini juga erat dengan paham Da>r alIsla>m yang bermakna bahwa kekuasaan tertinggi terletak di tangan seorang penguasa muslim yang memberlakukan Hukum Islam sebagai hukum utama di dalam wilayahnya. Lihat Olaf Schumann. Daulah. Istilah daulah berasal dari bahasa Arab yang bermakna bergilir. Vol I (Jakarta : Paramadina. berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. No. alernate. 59.diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan yang efektif. Ibid. beredar dan berputar adalah perputaran (legitimasi) kekuasaan dari yang lama (demisioner) kepada yang baru diamanati oleh kekuasaan lama tersebut. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sebenarnya yang dimaksud bergilir. Di samping itu teori-teori tersebut paling tidak ikut mempengaruhi pemikiran politik Islam di Indonesia. cet.84 Jadi dalam konteks sekarang istilah tersebut bisa diartikan negara. take turns or Occur priodically). beredar dan berputar (rotate. 685. ke-3 (Jakarta: Balai Pustaka. 1999). 85 liv . imamah dan kesultanan yang seringkali dikonotasikan dengan istilah negara. mempunyai kesatuan politik. a. hlm. 57. hlm. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam.82 Dalam Bab ini penyusun merasa perlu mengkaji pula istilah-istilah dalam kajian politik Islam seperti daulah. 84 83 82 Olaf Schumann. khalifah.” Jurnal Pemikiran Islam Paramadina.83 menurut Olaf Schuman istilah “daulah” sama dengan “dinasti atau wangsa” yang berarti sistem kekuasaan yang berpuncak pada seorang pribadi dan didukung oleh keluarganya atau clanya.85 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.. 2. edisi ke-2. Ibid.

M. Harun Nasution. 1994). cet. hlm. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. yaitu pada masa khalifah Abu Bakar. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. 89 88 87 86 lv .Menurut sejarah istilah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam ketika masa kemenangan kekhalifahan dinasti Abbasiyyah pada pertengahan abad delapan. karena pemimpin dalam hal ini dipilih bukan merupakan sistem monarkhi yang bersifat turun-temurun. 50. Khilafah. khilafah didasarkan pada dua rukun. ke-5 (Jakarta: UI Press. berarti masa itu terdapat pada daullah Umayyah yang kemudian begilir pada keluarga Bani Abbas (Daulah Abbasiyyah).88 Oleh sebab itu sudah menjadi hal yang lazim dalam pemilihan pemimpin Islam bahwa pemilihan pemimpin ditetapkan oleh elit politik melalu ijma„ kemudian baru di Bay„ah . 1998). Hamid Enayat. Istilah “Khila>fah” berasal dari bahasa arab yang bermakna perwakilan atau pergantian. 2000). yaitu: konsensus elit politik (ijma„) dan pemberian legitimasi (Bay„ah). I: 95. 78. (Jakarta: Logos. 1985). Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. menurut Harun Nasution sistem ini menyerupai dengan sistem republik daripada sistem kerajaan. (Jakarta: Gramedia. alih bahasa Ihsan Ali Fausi. Din Syamsuddin. alih bahasa Asep Hikmat. Bahasa Politik Islam. (Bandung: Pustaka.87 b. dalam pidato inagurasinya Abu Bakar menyatakan dirinya sebagai Khalifah Rasul Allah Bernard Lewis. hlm. 8.89 Sistem khilafah ini pertama kali digunakan dalam politik Islam setelah Nabi Muhammad wafat. hlm. Dalam perspektif politik sunni.86 Kalau memang istilah ini pernah ada.

94 d. 39. hlm. “imamah” dalam kajian Islam juga sering digunakan sebagai teori yang menyerupai makna negara. 79. 90 M. alih bahasa Moh. hlm. Magfur Wachid. Taqiyuddin an-Nabhani. Islam dan Tata Negara. (Bangil: Al-Izzah. Munawir Sjadzali. baca juga karya asli. Bernard Lewis.dalam artian sebagai “Pengganti Rasulullah” yang bertugas meneruskan misimisinya. hlm. Din Syamsuddin. Etika Agama. hlm. Sejarah dan Doktrin. lvi . M.93 Pada dasarnya teori imamah lebih banyak berkembang di aliran syi‟ah daripada aliran sunni.1996). sultan atau kepala negara. 80. Bahasa Politik Islam. Relasi Islam dan Negara. hlm. Din Syamsuddin. imam bisa dimaknai khalifah. Selain kedua istilah di atas. hlm. raja. dalam aliran Syi‟ah Imama>h menekankan dua rukun. Menurut Mawardi. Etika Agama. 9. 32. imamah dan khilafah merupakan dua istilah yang sama maknanya. Kesultanan. 94 93 Hamid Enayat.92 Sementara menurut Taqiyuddin anNabhani. 61.90 Sedangkan menurut Bernard Lewis istilah khalifah muncul pertama kali pada masa pra-Islam abad ke-6 Masehi dalam suatu prasasti Islam di Arabia. karena khilafah adalah suatu kepemimpinan yang berlaku secara umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari‟at dan mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Mawardi memberikan ruang bagi agama suatu jabatan politik yaitu kepala negara. Reaksi Politik Sunni. 63. hlm.91 c. yaitu kekuasaan imam (wilayah) dan kesucian Imam („ismah). 91 92 Dikutip dari Kamaruzzaman. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. Imamah. dengan demikian menurut Munawir Sjadzali. Sejarah Empirik.

Khila>fah. sedangkan secara konseptual atau de jure Islam memang tidak mengenal konsep negara yang detail. secara umum menggunakan istilah sultan untuk pemerintah. Natsir salah satu tokoh Islam yang kontra dengan gagasan Soekarno mengklaim bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu cita-cita Islam oleh sebab itu 95 Bernard Lewis. oleh sebab itu merupakan hal yang lazim kalau wacana Negara Islam selalu hangat untuk diperdebatkan. Ima>mah dan S{ult}aniyyah. Patut dicari apa sebenarnya yang membuat tokoh muslim berkeinginan keras meletakkan Islam sebagai dasar negara Indonesia? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini. 49. karena secara de facto ternyata Islam mempraktekkan beberapa istilah yang bersinonom dengan konsep negara. Bahasa Politik. yaitu karena mereka bertujuan menerapkan Syari„at secara efektif di seluruh penjuru wilayah negara. sejak pra-kemerdekaan sampai sekarang. Namun demikian patut diteliti apakah teori-teori tersebut untuk konteks modern saat ini bisa dikategorikan sebuah konsep negara. yang hidup pada awal abad kedelapan. lvii . tampak bahwa istilah negara dalam Islam memiliki beberapa sinonim di antaranya Daulah. hlm. Mengingat wacana negara Islam di Indonesia selalu menjadi perdebatan panjang dalam sejarah didirikannya negara ini. M. Abd Hamid.Adapun istilah kesultanan seringkali diartikan kekuasaan dalam kitab alQur‟an. menurut Lewis ada seorang penulis dari kelompok scribal.95 Dari uraian di atas.

41. gerakan Modernis Muhammadiyah (yang juga didirikan tahun 1912. hlm. Tjut Nya‟Dien dan Tengku Tjhik di Tiro (pemimpin Perang Aceh tahun 18721912). dan organisasi Tradisionalis NU (didirikan 1926). 97 Deliar Noer. Selain alasan di atas. kekecewaan umat Islam atas dihapuskannya “Piagam Jakarta” bisa juga dipahami melalui berbagai organisasi kultural dan ekonomis Islam yang telah didirikan jauh sebelum Indonesia merdeka. Ramage. bahwa umat Islam Indonesia sebagai kelompok mayoritas mempunyai peran yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Ideologi Hegemoni. Imam Bonjol (pemimpin Perang Padri 1921-1937). Percaturan Politik. hlm. The Modernist Muslim Movement in Indonesia. 1973). 26.97 Di samping itu terdapat juga ulama-ulama Jawa. Ibid. salah satunya Syekh Hayim Asy‟ari yang terkenal dengan “Resolusi Jihadnya”. Pangeran Diponegoro (pemimpin Perang Diponegoro 1825-1830.98 Menurut hemat penyusun organisasi ini merupakan alat konsolidasi yang sangat efektif saat itu. apalagi organisasi tersebut banyak memberi konstribusi dalam kemerdekaan ini.pencapaian kemerdekaan Indonesia merupakan bagian integral dari perjuangan Islam untuk menerapkan Syari„at. seperti Sultan Babullah dari Ternate.96 Tampaknya klaim ini didasarkan pada kenyataan saat itu. Lihat juga Douglas E. 96 Dikutip dari Faisal Ismail. Untuk mendukung opini ini bisa dilihat dari semangat jihad Islam yang terukir dalam sejarah tanah air ini. Sultan Hasanuddin dari Makassar. Teuku Umar. 1900-1942 (Singapura: Oxford University Press. 98 lviii . misalnya Sarekat Islam (didirikan tahun 1912).

Seperti halnya yang penyusun bahas di atas. 28. menurut Fred von den Mehden "Indonesia sebagai satu bangsa Islam tidak seluruhnya sepakat dengan apa yang harus dilakukan sebagai pemeluk Islam”. Ibid. Ramage. tuntutan-tuntutan Islam politik atas negara sangat tampak dalam pemberontakkan Darul Islam melawan Pemerintahan Pusat Fred von den Mehden. Percaturan Politik. Budha. lix .100 Perbedaan relegius dan politik dalam komunitas Muslim tampak jelas dalam wacana pancasila. yaitu Priyayi. Dalam catatan sejarah.Meski dalam kenyataanya umat Islam merupakan mayoritas dalam bangsa ini dan organisasi Islam memainkan peran penting pada masa kemerdekaan. 184. Aliran santri menunjuk pada pemeluk Islam yang taat dan setiap harinya dekat dengan prilaku spritual atau sosial yang didasarkan pada al-Qur‟an. 1986). Santri dan Abangan. Douglas E. 27. hlm.99 Hal ini mungkin disebabkan karena adanya perbedaan penafsiran dan praktik agama yang dikerjakan. hlm. Dengan demikian suatu dinamika “Islam versus Pancasila” telah mempengaruhi sebagian besar perdebatan dan wacana pemikiran politik Indonesia sepanjang tahun 1980-an sampai 1990-an. 27. sebagaimana yang dinyatakan Cliford Geertz bahwa rakyat Indonesia terbagi menjadi tiga aliran atau trikotomi. dinamika ini memiliki implikasi-implikasi penting bagi perpolitikan nasional. hlm. Baca. 101 100 99 Douglas E. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse: Syracause University Press. yang bagi mereka Islam adalah lapisan terakhir yang menyelubungi kepercayaankepercaaan relegius Hindu.101 Sebagaimana yang akan dibahas dalam bab-bab berikut. Ibid. dan kejawen. Ramage. Douglas E. Sementara Abangan adalah pemeluk Islam nominal. hlm. Ramage.

102 Akibat serangan pemberontakan ini. 54-74. Dikutip dari Douglas E. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. bentuk konkret ancaman “ekstrem kanan” (istilah yang secara resmi dipakai untuk menunjuk fundamentalisme Islam di era Orde Baru) semakin jelas. Sedangkan partai Islam lebih pada substansi tujuan. yang kemudian berdampak negatif pula terhadap cita-cita dan perjuangan partai-partai Islam selama ini. 18 Desember 1992.antara tahun 1948-1962. Dalam kasus ini gerakan Kartosuwiryo tidak berkesempatan mengembangkan pemikiran substansi tujuannya karena terburu menggunakan kekerasan. baginya citacita partai Islam ini dilakukan secara demokratis. 104 103 102 Deliar Noer. Satu-satunya perbedaan. gerakan ini menggunakan kekerasan dan mementingkan simbol-simbol. Percaturan Politik.J. makalah Confrence on Indonesia Democracy. Boland. sedangkan yang kedua dengan kekuatan illegal. hlm. Ramage. 430. 1971 dan 1982).104 Peristiwa ini sedikit banyak menumbuhkan citra negatif pada sebagian kalangan bangsa kita dalam merespon hubungan Islam dan negara. (The Hague: Martinus Nijhoff. seperti nama Darul Islam. Kartosuwiryo. Mengenai pemberontakan Darul Islam bisa dilihat B. 31.M. Monash University.103 Deliar Noer. Djohan Effendi. menurut pihak militer adalah bahwa yang pertama memperjuangkan negara Islam dengan jalan legal. The contribution of the Islamic Parties to the Decline of Democracy in the 1950s. Jadi tentu berbeda dengan gerakan Darul Islam yang dipimpin oleh S. lx . Partai-Partai Islam. hlm. Djohan Effendi menambahkan bahwa Darul Islam mempertinggi kecurigaan militer bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara partai-partai Islam dengan pemberontak Darul Islam. tidak sepakat dengan cara pandang militer ini. hlm. istilah Imam untuk Kepala negara dan lain sebagainya.

karena dituduh terlibat dalam pemberontakan regional berideologi Islam.106 Posisi Islam semakin mengkhawatirkan ketika Soekarno membubarkan partai Islam terbesar. di antaranya orang-orang Belanda seperti Jungschlager. Selain itu masalah pemberontakan PRRI/Permesta (19581961) juga sering dihubungkan dengan cita-cita Islam sehingga membuat partai Masyumi dibubarkan (tahun 1960). Konsep ini dimunculkan Soekarno pada masa demokrasi terpimpin. 106 NASAKOM. Dalam usaha menyeimbangkan kekuatan-kekuatan ideologis antara Islam. 108 107 Douglas E. Percaturan Politik. citra negatif ini digunakan untuk mendeskriditkan kedudukan partai Masyumi105 dan umat Islam secara umum. berarti persatuan antara nasionalisme. nasionalisme. Schmidt. 34. dan komunisme Soekarno tidak hanya menganjurkan konsep Pancasila. Padahal dalam kasus DI ini secara perlahan-lahan juga ditunggangi oleh golongan yang tidak bersimpati terhadap RI. dan Van Kleef. Semoga prawacana ini 105 NU saat itu masih bergabung dalam partai tersebut. melainkan juga sebuah konsep NASAKOM. walupun banyak orang Kristen yang terlibat di dalamnya karena tokoh-tokoh cabang Parkindo dan komandan daerah yang beragama Kristen jelas-jelas menyokong pemberontakan ini.107 yang akhirnya malah menimbulkan struktur politis dan ideologis yang labil pada awal tahun 1960-an karena masing-masing kepentingan politisnya jelas saling berlawanan. Masyumi. Ramage.Dan saat itu. lxi .108 Demikian pembahasan asal-usul perdebatan Islam dan negara di Indonesia. hlm. agama dan komunisme. Ibid.

Islam di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari dinamika pemikiran dan gerakan pembaharuan. yang dianggap sebagai basis kelompok tradisionalis Islam. B. lxii . Sebelum membahas lebih jauh. kritik dan debat yang tajam Moslem Abdurrahman. 1995). Menurut Moslem Abdurrahman “Islam” adalah wahyu. Dengan adanya dialektika modernis versus tradisionalis inilah yang akhirnya melahirkan pemikiran neo-modernisme Islam Indonesia.akan lebih memudahkan kita dalam memahami babbab berikutnya. masih terdapat kuatnya madzhab yang dilestarikan oleh para kyai melalui pesantren.110 Sebagai kebenaran subjektif pemikiran Islam bisa berubah-rubah sesuai dengan konteks dan perkembangan pemahaman seseorang tersebut terhadap pesan Tuhan. Tipologi Pemikiran Relasi Islam dan Negara. ke-2 (Jakarta: Pustaka Firdaus. hlm.109 Di sisi lain. sedangkan “pemikiran Islam” adalah kebenaran subjektif yang dihasilkan dari penangkapan seseorang terhadap pesan obyektif Tuhan.. penyusun ingin mempertegas antara Islam dan pemikiran Islam. cet. Oleh sebab itu untuk memamahami tokoh pemikir Islam harus diletakkan pada kerangka Ijtiha>d. di antaranya dipengaruhi ide-ide pembaharuan Abduh yang dianggap rasional-liberal. hlm. Suatu hal yang wajar sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia wacana relasi Islam dan negara mendapatkan komentar. Islam Transformatif. 110 109 Ibid. 67. dan kemudian di Indonesia berpadu dengan faham Wahabiyyah yang skriptural-formal. 66.

Upaya penyelesaian masalah tersebut pada sidang konstituante kandas di tengah jalan karena dipotong oleh Soekarno melalui Dekrit 1959. Untuk itu generasi kedua ini tidak menginginkan Islam dijadikan sebuah ideologi. Demikian pula yang terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru. langkah-langkah ini telah menempatkan Islam dalam posisi antagonistik vis-a-vis negara dengan seluruh implikasinya. yang sengaja menutupi kemungkinan-kemungkinan tersebut. yaitu dalam konsep “Piagam Jakarta”. yang kemudian sering disebut sebagai kelompok “Islam kultural”. hlm. dengan Bahtiar Effendy. ke1 (Bandung: Mizan. akhirnya Islam mencari jalannya sendiri dalam kehidupan sosial politiknya dengan cara yang bisa dibilang formalistik. Seperti yang penyusun bahas sebelumnya. Diawali perdebatan antara Natsir dan Soekarno. Padahal perdebatan ini sudah pernah menemukan titik temunya. baik dari pihak Islam politik maupun negara.karena masalah ini termasuk kategori Ijtiha>d seseorang dalam memahami teks Tuhan. situasi inilah yang mendorong pemikir Islam Indonesia generasi kedua (sejak tahun 1970-an). (RE) Politisasi Islam. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. Dalam pandangan umum. 191. Pada tahun 1940-an sampai 1990-an sering terjadi perdebatan hangat mengenai masalah tersebut.111 Akhirnya. yang kemudian dianulir sehari setelah kemerdekaan. Dalam pandangan ini Islam politik merupakan sesuatu yang sulit untuk dijual karena trauma politik yang membekas para aktivis politik saat itu. cet. 111 pembicaraan mengenai persoalan lxiii . 2000). agar kehadirannya tidak hanya dirasakan tapi juga diakui.

akan tetapi agar norma-norma itu menampung kebutuhan-kebutuhan budaya dengan mempergunakan pemahaman nash.112 Dawam Rahardjo yang menggeluti Masyarakat pedesaan melalui pesantren. Munawir Sjadzali mengklasifikasikan relasi Islam dan negara menjadi tiga kategori. (Jakarta: P3M. 113 112 Bahtiar Effendy. karena kalangan inilah yang meletakkan dasar-dasar kehidupan politik yang demokratis. 191. hlm. yang berpendapat bahwa Islam tidak mempunyai sistem negara yang detail tetapi di dalamnya terdapat nilai etika kehidupan bernegara. “Pribumisasi Islam” dalam Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Di antaranya pandangan dasar Nurcholish Madjid yang mengemukakan desakralisasi. Kedua. Jadi bukan meninggalkan norma demi budaya.113 Sebenarnya kalau dilihat dari aspek politik. Di antara para tokoh aliran ini ialah Rasyid Ridha dan Al-Maududi. lxiv . aliran konservatif. tanpa mengubah hukum itu sendiri. Abdurrahman Wahid dengan gagasan Pribumisasi Islam. oleh sebab itu tidak ada alasan memisahkan keduanya. musyawarah. Tokoh yang terkemuka yaitu M. Islam tidak Yang dimaksud Pribumisasi Islam adalah bagaimana mempertimbangkan kebutuhankebutuhan lokal dalam merumuskan hukum-hukum agama. hlm. 1989). Ketiga. Husein Haikal. 83. aliran sekuler. dan Munawir Sjadzali yang menyatakan perlunya melihat Islam dalam konteks Indonesia. aliran modernis. (RE) Politisasi Islam. dengan menonjolkan aspekaspek keadilan. yaitu fiqih dan qaidah fiqih. Pertama. Lebih spesifik dalam pembahasan ini.memfokuskan pada bidang garapan “transformasi sosial” yang disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. yang berpendapat Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. aktivitas Islam kultural dan Islam politik mempunyai persamaan. dan egalitarianisme yang disesuaikan dengan spirit Islam. Lihat Abdurrahman Wahid.

114 Munawir Sjadzali. hlm. sementara kelompok neo-modernis menggunakan pendekatan kultural yang biasa disebut kaum realistis atau akomodasionis.ada hubunganya dengan negara karena menurut aliran ini Muhammad tidak pernah mengepalai dan mendirikan negara. Tokoh utama aliran ini ialah Ali Abd al-Raziq dan Thaha Husein114 Akan tetapi dalam tipologi ini. 116 115 Masykuri Abdillah. Pemetaan ini didasarkan pada analisa pemikiran yang telah bekembang. Islam dan Tata Negara. Menyimak Pemikiran Islam. Demokrasi di Persimpangan. dalam karyannya.115 yang akhirnya melahirkan neomodernisme tersebut. 227. hlm. kelompok modernis biasanya menggunakan pendekatan struktural yang dapat juga disebut sebagai kaum idealis. Moslem Abdurrahman. 1-2. yakni sebuah organisasi politik Islam modern pertama kali di Indonesia yang didasarkan pada sebuah prinsip antipenjajahan. Untuk lebih lengkapnya baca. Pada tahun 1912 didirikan sarekat Islam. penyusun akan mengkaji pada kategori kedua. hlm. Perspektif Modernisme. Dalam pandangan politik Islam. Islam Transformatif. Pemikiran modernisme Islam sudah dimulai sejak abad ke 20-an sebelum Indonesia merdeka.62-114. yang kemudian penyusun klasifikasikan kembali menjadi dua aliran: modernis dan neo-modernis.117 Di bawah pengaruh modernisme Islam. bahwa pemikiran politik Islam di Indonesia memang tidak lepas dari hubungan dialektis antara aliran tradisionalis dan modernis.116 1. lxv . yakni aliran Modernis.

120 sisi fundamentalnya.118 Menurut Mukti Ali. alih Bahasa Rofik Suhud. M. Mahfud MD. munculnya Modernisme karena didorong kesadaran akan kemunduran umat Islam yang disebabkan telah meninggalkan sumber ajaran al-Qur‟an yang asli. 120 lxvi . hlm. Oposisi Berserak. 215- 216. Pengantar ke pemikiran politik. Natsir. penulis katakan rasionalfundamental karena satu sisi Natsir mengakui bahwa di dalam Islam juga mengandung unsur-unsur demokrasi. (Yogyakarta: Pustaka pelajar.. Tokoh ini dikategorikan dalam perspektif modernis karena gagasannya yang rasional-fundamental.dkk. Wacana Politik Hukum dan Demokrasi Indonesia. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama Dan Orde Baru. (Jakarta: CV. 28. Arus Deras Demokratisasi Gelombang Ketiga di Indonesia. M. hlm. hlm. 32 118 117 Deliar Noer. Hikam. Oleh sebab itu kalangan modernisme seringkali menyerukan umat Islam untuk “kembali kepada al-Qur‟an dan sunnah secara murni”. Rajawali. AS.119 Sebagai reaksi terhadap Barat. wajar apabila kalangan modernisme mengagendakan sebuah apologia melalui “ideologisasi Islam” bahwa Islam adalah agama yang Ka>ffah. dalam. perspektif ini dihadapkan penyusun pada pemikiran M. ke-2 (Bandung: Mizan. cet. Islam Transformatif. Natsir bersikap keras meletakkan Islam Anders Uhlin. dalam artian demokrasi adalah sistem pemerintahan yang bermanfaat bagi rakyat atau dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. 1999).nilai-nilai demokrasi menjadi suatu yang lazim di kalangan intelektual muslim prakemerdekaan. 1983). 20. Moslem Abdurrahman. 119 Dikutip dari. Dalam konteks pembahasan. hlm. 1998). Moh.

171. yaitu Masyumi dan Muhammadiyah. Anders Uhlin. Rusli Karim. Islam dan 121 Kamaruzzaman.(Bandung:Mizan. 1986). M. Rusli Karim. hlm. 77. dengan tetap menerima sistem Barat asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. 1993). liberal dan demokratis sosial. Oposisi Berserak. Sebenarnya secara genetik kelompok ini sudah ada sebelum Orde Baru lahir. 98. perlu penyusun tegaskan bahwa yang dimaksud modernisme di sini adalah aliran pemikiran yang selalu mengidealkan pemerintahan Islam. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thought and Action in New Order Indonesia. Merambah Jalan Baru Islam. (Bandung: Mizan.125 Kedua organisasi ini mempunyai pemikiran yang sama dalam memandang konsep negara. Negara dan Peminggiran.124 Untuk memperjelas pada pembahasan lebih lanjut.122 Di Indonesia sendiri menurut Dawam Rahardjo ciri yang menonjol dari kalangan modernisme adalah “apologik”. hlm. 125 124 123 122 Ibid. 284. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendekiawan Muslim. pemurnian dan “skripturalistik”. lihat juga. “skripturalistis”-yang masih menginginkan bentuk negara Islam dan berlakunya undang-undang Islam. kedua.sebagai dasar negara. hlm.121 Ide-ide pemikiran modernisme tentang Islam dan negara cenderung bercirikan konservatif. M. Negara dan Peminggiran. kertas kerja belum diterbitkan. menurut tokoh-tokoh modernis. pertama. Dikutip dari. M. lihat karya asli William Liddle. 211. Dawam Rahardjo. 211. hlm. hlm. dengan tujuan supaya ajaran Islam bisa laksanakan secara utuh dan konsekuen dalam kehidupan bernegara. “substansialis”-kelompok ini lebih mengedepankan pada isi daripada bentuk.123 sedangkan dalam pandangan Liddle istilah modernisme dalam politik mempunyai dua corak. Bahtiar Effendy dan Fachry Ali. Relasi Islam dan Negara. hlm. lxvii . Baca juga.

tetapi aliran ini masih menunjukkan kelemahan-kelemahan tertentu. Natsir sendiri Islam memang tidak mempunyai sistem ketatanegaraan yang sempurna. mengapa tokoh modernisme seperti M. hlm. menurutnya meskipun di era modern pemikiran modernisme memberikan sumbangan positif terhadap kebangkitan Islam. maka dari itu apabila negara Islam nanti didirikan boleh mengadopsi sistem Barat asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. tetapi bukan berarti menolak sistem Barat secara totalitas. al-Qur‟an dan Sunnah telah menunjukkan perangkat dasar negara yang dapat diterapkan di zamannya. Pola pemikiran neo-modernisme sangat identik dengan Fazlur Rahman. masih ada alasan-alasan lain yang akan dibahas dalam bab selanjutnya.negara mempunyai hubungan integral. 2. 127 128 lxviii . Perspektif Neo-Modernisme. di antaranya adalah kurangnya metodologi dalam menafsirkan al-Qur‟an dan Sunnah..126 Pada intinya aliran modernisme semacam ini mendukung negara Islam secara ideologis.128 126 Kamaruzzaman. Demokrasi di Persimpangan.127 Selain itu. Karena menurut M. Masykuri Abdillah. hlm. Relasi Islam dan Negara. 70-72. Untuk lebih lengkapnya akan penyusun bahas dalam bab selanjutnya. Natsir ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Dikutip dari. 12. dan terlalu apriori terhadap kekayaan potensi pemikiran Islam tradisional. hlm. karena baginya secara tekstual. 73. Ibid.

dan Idy Subandy Ibrahim. aliran ini sangat berbeda dengan fundamentalisme yang menganggap Barat sebagai ancaman bagi umat Islam.132 Menurut Greg Barton. 130 131 132 lxix .A. ada lima ciri yang menonjol dari aliran neo modernisme. 191. Ibid. Yaitu:  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Neo-Modernisme adalah aliran pemikiran yang melakukan usaha-usaha untuk menemukan titik temu antara kaum Islam tradisionalis dengan kaum Islam modernis. Demokrasi di Persimpangan. hlm. neo-modernisme Islam mengarfimasi 129 Dedy Djamaluddin Malik. (RE) Politisasi Islam. Nurcholis Madjid menyatakan bahwa meninggalkan tradisi lama akan menimbulkan jump to conslusion (kesimpulan yang melompat). 130 sebagai prinsip pengembangan pemikirannya. Oleh sebab itu kaum neo-modernisme menggunakan kaidah Islam klasik berikut ini. Bahtiar Effendy. Zaman Baru Islam. Gibb. artinya mengambil pokoknya saja tanpa memahami latar belakangnya.129 dengan meminjam istilah H.R. 178. dia mengkritik kaum modernisme Islam bahwa kalangan ini menurutnya. Masykuri Abdillah. Kedua. neo modernisme adalah gerakan pemikiran progresif yang mempunyai sikap positif terhadap modernitas. perubahan dan pembangunan. Ketiga. Pertama. akan terancam intellectual impoverisment (pemiskinan intelektual). 11. karena pemikiran-pemikirannya seringkali terjebak pada proses pengambilalihan konsep-konsep Barat. sebagai pemikiran generasi kedua setelah modernisme yang mengarah pada Islam politik. Neo-modernis justru membela ide-ide liberal Barat.131 Di Indonesia sendiri gagasan neo-modernisme Islam dimulai sejak tahun 1970-an. kemudian pada tahun 1980-an generasi kedua ini dikenal dengan sebutan Islam kultural. hlm. hlm. tetapi juga mengajukan argumentasi bahwa Islam juga mempunyai kepedulian yang sama terhadap ide-ide Barat seperti demokrasi dan hak-hak asasi manusia.Lebih lanjut.

134 133 Bahtiar Effendy. hlm. Keempat. Dawam Rahardjo. 135 lxx . dan Munawir Sjadzali masuk dalam aliran ini. karena menurutnya alQur‟an dan Sunnah tidak pernah menyuruh mendirikan negara Islam. 191. Masykuri Abdillah. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. kalangan ini lebih suka menggunakan pendekatan kultural. Demokrasi di Persimpangan. tetapi dia tergolong akomodasionis terhadap sistem sosial yang berlaku di Indonesia. meskipun mereka tidak sepenuhnya sama dalam Dikutip dari. hlm. 122. Di antara kalangan neo-modernis yang paling utama mendukung pendekatan kultural ini adalah Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. politik.135 Dalam memandang relasi Islam dan negara. seperti Nurcholish Madjid. corak pemikiran neo-modernisme akan penyusun hadapkan dengan pemikiran Abdurrahman Wahid. 1999). Umaruddin Masdar. neo-modernisme selalu berijtihad dalam membuat sintesis antara khazanah pemikiran Islam tradisional dengan 133 gagasan-gagasan Barat mengenai ilmu-ilmu sosial dan humoniora. hlm. neomodernisme sangat mengedepankan pemahaman Islam yang terbuka.semangat sekularisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. yakni dengan memerankan Islam sebagai “faktor komplementer” untuk mengembangkan sosio-ekonomi. 134 Dalam pembahasan ini. Kelima. (RE) Politisasi Islam. khususnya dalam merespon pluralisme masyarakat. inklusif dan liberal. Abdurrahman Wahid. Banyak penulis yang mengkategorikan tokoh-tokoh muslim Indonesia. di antaranya. meskipun Abdurrahman Wahid sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di tahun 1990-an. 18. ia seorang neo-modernis yang latar belakang sosialnya berasal dari golongan tradisionalis. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. dan moralitas bangsa.

baca juga.138 Meskipun demikian. hlm.137 hal yang senada diungkapkan oleh Nurcholish Madjid bahwa Islam bukanlah sebuah ideologi. tetapi mereka menyadari bahwa secara historis ekspresi Islam ideologis tidak pernah berhasil. Polemik Negara Islam. dalam kaidah fiqihnya "Tas}araf al Ima>m manu>t}un bi al-Mas}lahah" (kebijaksanaan kepala pemerintah harus mengikuti kesejahteraan rakyat)”. yakni diideologikan. Dedy Djamaluddin M. karena secara teoritis dalam konteks agama dan negara kedua pemikiran tersebut memang 136 Ibid. 77. Zaman Baru Islam.136 Selain itu.berpendapat. 139 lxxi .. menurut Abdurrahman Wahid kalau Islam di Indonesia dijadikan faktor alternatif. Zaman Baru Islam. baik modernisme maupun neo-modernisme dalam memandang agama dan negara sudah tentu berbeda. Ibid. 138 137 Dedy Djamaluddin M. 116.. bukan berarti pemikir neo-modernisme ini mengabaikan aspek agama dalam politik. 170. hlm. karena dalam pemikirannya selalu mempertimbangkan aspek fiqih. 239. Hal ini terlihat dalam pemikiran Abdurrahman Wahid yang mengajukan dalil agar kebijaksanaan pemerintah harus senantiasa disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan fiqih. sebab pendapat Islam sebagai ideologi hanya akan menyamakan agama itu setaraf dengan ideologi-ideologi yang ada di dunia. dan Idy Subandy Ibrahim. 169. hlm. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. Ahmad Suhelmi. maka fungsinya bisa terdistorsi karena yang muncul bukanlah struktur yang lebih baik melainkan konflik horizontal dan ancaman disintegrasi bangsa. hlm.139 Pokok pikiran kedua aliran ini.

Dari uraian di atas. 140 dan kemudian penyusun kategorikan sebagai kelompok neo-modernisme. Kelompok inilah yang kemudian menggunakan Islam sebagai “tawaran alternatif” dan selanjutnya penyusun kategorikan dalam “kelompok modernis”. Dalam kerangka pemikiran idealistik dirumuskan sebuah sistem negara yang sepenuhnya berdasarkan wawasan Islam. neo-modernisme tidak tertarik dengan pendekatan Islam politik tetapi lebih pada Islam kultural. Amien Rais. akan tetapi dalam aksi politiknya masing-masing berbeda.terbagi dua. karena untuk memberlakukan syari‟ah pasti membutuhkan kekuatan politik dan yang memiliki kekuatan itu adalah negara. 1987). baik itu faktor organisasi ataupun studi yang dijalaninya. (Bandung: Mizan. Sementara pemikiran realistik lebih tertarik menempatkan Islam sebagai “faktor komplementer”. Cakrawala Islam. Sebenarnya kedua kelompok di atas sama-sama menyadari bahwa di dalam al-Qur‟an maupun Sunnah memang tidak ada yang menyatakan untuk mendirikan negara Islam. yang menempatkan syari‟ah sebagai tata nilai masyarkat dalam kehidupan bernegara. 41. sedangkan negara dalam pandangan mereka adalah penjaga syari‟ah. karena pada dasarnya agama adalah urusan pribadi yang tidak bisa diintervensi siapapun. yakni idealistik dan realistik. 140 Ibid. yang menekankan pada substansi bukan sebuah bentuk formal. Ini tidak lain karena pengaruh geneologi pemikiran yang melatarbelakangi keduanya. bisa dimengerti mengapa persoalan agama dan negara di Indonesia selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan intelektual muslim kita. hlm.141 Sementara generasi kedua. 141 lxxii . Kelompok modernis lebih suka menggunakan pendekatan Islam politik dalam kehidupan bernegara.

NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID lxxiii .BAB III POKOK-POKOK PEMIKIRAN M.

hlm. M. nama M. Natsir tidak pernah luput dari pembahasan. ke-3 (Jakarta: Pustaka Firdaus. 21.142 M. Hal ini bisa dilihat dari masyarakatnya sendiri yang terdiri dari sejumlah republik (negeri-negeri). dkk. hlm. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. masyarakat Minangkabau telah akrab dengan dunia politik. baik dalam bidang politik.10. 143 142 lxxiv . HAMKA. dan Sutan Sjahrir. pendidikan. Natsir 1.143 Secara tidak langsung. daerah yang memang banyak memunculkan tokoh-tokoh pembaharu nasional. Latar Belakang Sosial Politik Dalam sejarah perpolitikan Indonesia. yang kemudian dikenal dengan Mosi Integral Nastir. Haji Agus Salim. Natsir berasal dari Sumatera Barat. budaya dan agama. Indonesia terpecah-belah menjadi 17 negara bagian. Diantaranya: Imam Bonjol. Muhammad Hatta. maupun keagamaan. dia juga dikenal sebagai bapak pemersatu bangsa karena mosi yang dilontarkannya dalam Sidang Parlemen RIS 3 April 1950. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Selama pemerintahan RIS (Republik Indonesia Serikat). cet. Nastir untuk meyakinkan masyarakat bahwa ada kemungkinan RI bisa bersatu kembali. 2001). Selain seorang tokoh yang gigih memperjuangkan cita-cita Islam. 1999). dan dibentuk sesuai tradisi kepala kelompok suku keluarga yang didasarkan pada suatu sistem Anwar Harjono.TENTANG RELASI ISLAM DAN NEGARA Sketsa Biografi M. (Jakarta: Gema Insani Press. Keadaan inilah yang akhirnya menggigihkan semangat M. Thohir Luth.

1982). lihat juga. juga menentang keras praktik T{ariqah Naqsabandiyyah dan peraturan-peraturan adat tentang warisan. Mahmud Yunus. Vol. B. 29. hlm. (Jakarta: Hidayat Agung. mereka adalah ulama muda yang dipengaruhi oleh gerakan Wahabi di Arab Saudi dan gerakan pembaharuan Islam Mesir. 1955).Matriarchat. terutama oleh golongan adat atau kaum tradisionalis. dan dipengaruhi kuat dengan gagasan-gagasannya M. melahirkan para gerakan pembaharu Islam. Akibat tradisi keagamaan yang berlangsung di daerah itu. Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh. hlm.146 Deliar Noer menambahkan. hlm. I. 29. hlm. 91. (Jakarta: LP3ES. Ahmad Suhelmi. Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942. hlm. 95. (Amsterdam: W Van Hoeve ltd. Menurut Mahmud Yunus. selain dua masalah di atas Syeikh Ahmad Khatib selaku penulis buku tersebut. Schrieke. Polemik Negara Islam. Padahal kedua praktik itu telah menjadi tradisi masyarakat setempat.145 Salah satu tuntutan gerakan ini adalah pemurnian ajaran Islam (purifikasi). Polemik Negara Islam. Ahmad Suhelmi. awal timbulnya aliran pembaharuan Islam ini disebabkan beredarnya buku yang mengecam ulama dengan melarang berdiri waktu membaca “Maulid Nabi” (waktu Marh}aban) dan melafalkan Us}alli ketika niat sholat. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. 145 144 Ibid.147 Dikutip dari. suku juga sangat dipertahankan.144 Di sisi lain adat-istiadat. 1982). 147 146 Deliar Noer. Indonesian Sociological Studies: Selected Writing. 91. lxxv . Bahkkan di antara mereka itu ada yang berguru secara langsung kepada tokoh-tokoh Wahabi.

Gerakan pembaharuan ini. al-Bayan. membahas. Sebuah Biografi. gerakan ini membawa perubahan-perubahan positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat Minangkabau. sehingga mengkondisikan lahirnya institusi keagamaan. Kedua. yakni saat masyarakat Minangkabau bersemangat bangkit melawan politik kolonial dan mengadakan perubahan doktrin keagamaan. Kedua golongan itu juga berlomba-lomba menyelidiki.”148 M. sekolah ini didirikan oleh almarhum Abdullah Ahmad pada 1909. dan mencari dalil untuk memperkuat fakta masing-masing. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Idris Sutan Saripado Dan Khadijah.S. Kabupaten Solok. 92 Ajib Rosidi. (Jakarta: Girimurti Pustaka. Pertama. al-Imam al-Basyir dan al-Ittiqan. Natsir lahir pada tgl 17 Jumadil Akhir 1326 H. sedangkan dari kalangan tradisional ada Tarbiyah Islamiyah dan majalah al-Mizan.I. Akibatnya masyarakat terpolarisasi menjadi kaum adat dan puritan. majalah al-Munir. bertepatan dengan tanggal 17 Juli 1908 di Jembatan Berukir Alahan Panjang. Seperti yang di tulis Mahmud Yunus bahwa ada sisi positif dari dealektika dikotomi di atas.149 pola pemikirannya sedikit banyak dipengaruhi dengan kondisi sosiologis di mana ia tumbuh. 145- 149 152. H. Sejarah Pendidikan Islam. 150 lxxvi . (Hollands Inlandsche School) Adabiyah adalah madrasah sekolah agama yang pertama di Minangkabau. menurut penyusun membawa implikasi besar dalam kehidupan masyarakat. M. hlm. mendalami ilmu-ilmu agama. Natsir. antara lain: “Dari kalangan pembaharu melahirkan Sumatera Thawalib. gerakan ini menimbulkan reaksi keras dari kalangan tradisionalis dan Kepala suku. akibatnya ilmu agama semakin berkembang di Minangkabau dan melahirkan banyak madrasah agama. Pendidikan formalnya ditempuh di HIS (Holland Inlandische School) Adabiyah150 dan Madrasah 148 Mahmud Yunus. 1990).

122 dan 128. Sekolah ini berfungsi sebagai subkultur AMS. 1973). hlm. no 13. dan kemudian beralih ke Jong Islameten Bond (JIB). Natsir sendiri mengakui bahwa bahasa-bahasa Eropa. di antaranya sejarah. S. 55. Prancis. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. Yusril Ihza Mahendra. Pada Juli 1927 ia tamat dari MULO dan melanjutkan ke AMS152 (Algemene Middelbare School) dengan jurusan sastra Barat (Eropa) klasik di Bandung. dan Jermaan. M. Capita Selecta. (Jakarta: Bumi Aksara. hlm. 1995).” Jurnal ISLAMIKA. Belanda. 63. Sejarah Pendidikan Islam. kedua organisasi tersebut diketuai oleh Sanusi Pane. 137141. Natsir tampak menguasai bahasa-bahasa Eropa tersebut. setelah lulus dari HIS ia melanjutkan ke MULO151 (Meer Uitgerbreid Lager Onderswij) Padang. Natsir. Ibid. cet. Inggris dan sebagainya memang banyak membantu kecerdasan bangsa Indonesia. (1994). 153 Jika dilihat dari jenjang pendidikannya. AMS adalah sekolah lanjutan MULO dan sebagai persiapan untuk Universitas di Nederland. hlm. hlm. ke-3 (Jakarta: Bulan Bintang. 154 155 153 152 151 Kamaruzzaman. Nasution. Di dalamnya terdiri 4 program bahasa. M. dan sekolah terminal bagi mereka yang tidak melanjutkan studinya.154 Selain itu. politik dan orientalisme. awalnya ia masuk Jong Sumatranen Bond di Padang. M. Baca.155 Adabiyah ini berlangsung sebagai sekolah agama sampai tahun 1914. sekolah kejuruan. yaitu: Belanda. 65.S pada tahun 1915. lxxvii . hlm.Diniyah Solok pada tahun 1916-1923. Setengah waktu digunakan untuk pelajaran bahasa. yang kemudian berubah menjadi H. Mahmud Yunus. oleh sebab itu bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa belanda. hlm. M. Inggris. 132. dengan demikian bisa dipastikan kalau ia tidak banyak mengalami kesulitan dalam memahami karya-karya bangsa Eropa. Sejarah Pendidikan Indonesia.I. sastra. MULO adalah sekolah rendah dengan program yang diperluas. Natsir mulai terlibat organisasi sejak di MULO. filsafat. sepertiga untuk matematika dan ilmu pengetahuan sosial. Relasi Islam Dan Negara.

Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial-Intelektual. Mohammad Natsir Pemadu Politik dan Dakwah. Baginya bahasa Arab bukanlah bahasa agama semata. Selain itu. tidak heran juga kalau M. 157 Ali Nuhannif.157 Di samping itu ia juga tertarik dengan pemikiran-pemikiran keagamaan para tokoh modernis. Kamaruzzaman. 227. hlm. dari yang mudah sampai yang sesulit-sulitnya atau dari yang bersifat Maddah (konkrit) sampai yang bersifat Ma„nawi (abstrak). hlm. Natsir telah mengenal ajaranajaran Islam yang bercorak pembaharuan sejak usia muda. Natsir mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan Haji 156 Ibid.158 Pada dasarnya M. ia juga mempunyai kepedulian khusus terhadap karya-karya klasik ulama Islam yang berbahasa Arab. Kamarruzaman. Dikutip dari. seorang pengikut gerakan pembaharuan Islam yang juga merupakan kawan dekat Haji Rasul yakni seorang tokoh pembaharu pemikiran di Minangkabau. bukan satu dialek atau salah satu bahasa propinsi. seperti Muhammad Abduh. (Jakarta: Badan Litbang Agama Depag RI dan PPIM. oleh sebab itu baginya bahasa Arab lebih kaya dari bahasa Eropa manapun juga. Ahmad Khan. 133.. Lihat juga. 55. Relasi Islam dan Negara. 1998).156 Melalui bahasa arab tersebut. hlm.). dalam Azyumardi Azra dan Saiful Umam (ed. M. Natsir sangat tertarik dengan karya Ibnu Taimiyah dan Ibn Qayyim. 158 lxxviii . Tuanku Mudo Amid.Namun demikian. Relasi Islam dan Negara. 55. malainkan suatu bahasa dunia yang merupakan kunci dari berbagai pengetahuan yang kaya raya untuk mengutarakan suatu pengertian. hal ini bisa dilihat dari pengaruh gurunya. dan Syed Amir Ali di Asia Selatan. Rasyid Ridha. Hlm.

340. Akhmad Minhaji. 11. hlm. Deliar Noer. hlm..159 Pemikiran Natsir semakin berkembang ketika ia belajar pada tokoh utama Persis (Persatuan Islam) di Bandung160. hlm. 56. salah seorang pendiri organisasi Persis. Ahmad Hassan. Kamarruzaman. 1970). (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta.161 Menurut M. Persis resmi dibentuk pada tanggal 12 September 1923 oleh sekelompok Muslim yang pada dasarnya menaruh perhatian pada kajian dan kegiatan keagamaan. 162 lxxix . Hassan sangat menguasai berbagai ajaran Islam. hal ini terlihat bagaimana Hassan mampu menghadapi persoalan masyarakat muslim yang berkembang saat itu. 56. Kedua. Gerakan Modern Islam. 161 160 Ahmad Suhelmi. seorang tokoh pembaharu di Padang. tanpa bermaksud memperkecil peranan Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus sebagai pelopor pendiri Persis. Pertama. Hlm. 2001). 36.162 159 Kamarruzaman. tetapi kemudian meluas pada diskusi pergerakan dan wacana pembaharuan Islam. hlm. Relasi Islam dan Negara.Abdullah Ahmad secara teratur. pendekatan Hassan terhadap kajian Islam sangatlah menarik bagi generasi muda muslim karena cara yang digunakan sangat berbeda dengan para ulama lainnya. (Ithacha: Cornell University Press. namun organisasi ini memang baru terlihat karakternya sebagai kubu gerakan muslim modernis pada waktu dipimpin oleh Ahmad Hassan. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). Persatuan Islam: Islamic Reform in Twentith Century Indonesia. selain Ahmad Hassan ada juga Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus yang ikut mendirikan organisasi tersebut. Relasi Islam dan Negara. 95. Baca juga. Polemik Negara Islam. Natsir ada dua alasan mengapa ia tertarik berguru pada Ahmad Hassan. Lihat Howard Fidersfield. hlm.

163 JIB merupakan organisasi yang bertujuan untuk mempelajari dan memotivasi hidupnya agama Islam. selain itu orgainasasi ini juga meningkatkan kemajuan jasmani dan rohani anggotanya dengan cara menahan diri dan sabar. ia telah menyaksikan pertentangan antara kaum adat dan agamawan di daerahnya. Natsir menjadi anggota JIB cabang Bandung. kondisi sosial masyarakat Minangkabau juga ikut mempengaruhi corak pemikiran M.164 Dan kemudian ia mengajar Islam di Hollands Inlandse Kweekkschool (HIK) atau sekolah guru dan MULO di kota ini juga. hlm 129. Natsir. JIB berdiri pada tanggal 1 Januari 1925. hlm. Mohammad Roem. dalam Kustiniyati Mochtar (peny). di antaranya Jong Islamieten Bond 163(the Association of Muslim Youth) dan Persis (The Unity of Islam). Untuk lebih detailnya baca. 1989). Sejarah Berdirinya Jong Islamieten Bond. (Jakarta: Gramedia. Pada tahun 1929 M. yaitu pertentangan antara kaum adat dengan kaum muslim puritan. Karena pada masa kecil. lxxx . di mana ia banyak terlibat dalam organisasi. yang kemudian ikut membentuk pemikirannya dalam menentang paham sekulerisme. seni. 164 Kamarruzaman. Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan kalau pandangan Natsir tentang keagamaan nanti sedikit banyak terpengaruh dengan fenomena yang ia lihat sewaktu kecil. darmawisata dan olah raga dengan menggunakan label Islam. 57. organisasi ini merupakan perkumpulan generasi muda muslim yang didirikan di Jakarta dan kemudian membuka cabang di daerah-daerah. menumbuhkan rasa simpati dan toleran antar sesama muslim atau dengan golongan yang lain.Selain pengaruh dari tokoh-tokoh di atas. Pola pemikiran politik Natsir mulai terlihat khas ketika ia berdomisili di Bandung. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. Relasi Islam dan Negara. menyelenggarakan kursus agama.

Thoir Luth. Karena dalam Persis M.169 Oleh sebab itu.168 Yang semuanya itu mengantarkannya sebagai pejuang. dan kemudian majalah ini dilarang penguasa karena dianggap menyerang misi Kristen. Natsir merasa lebih banyak mendapatkan teman yang dapat memecahkan masalah yang sedang berkembang dalam pemikirannya. Ibid. selain itu yang menarik bagi Natsir adalah perhatian besarnya Persis pada kegiatan-kegiatan pendidikan. hlm 29. bisa dikatakan bahwa Persis merupakan wahana awal yang menjadikannya sebagai tokoh nasional. dan agamawan di negara Republik Indonesia ini. terutama yang sedang belajar di sekolah menengah Belanda. 58. hlm. 100. penerbitan majalah. M. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. dan 165 Deliar Noer. khususnya dalam bidang politik dan agama. 166 Pembela Islam adalah Majalah tengah bulanan yang diterbitkan tokoh-tokoh Persis di Bandung (1929-1935). pengaruh Persis terhadap dirinya lebih dominan ketimbang JIB. Relasi Islam dan Negara.Namun demikian.165 M. Natsir mempunyai hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh Persis. hlm. negarawan. karena melalui kegiatan yang dipelopori Persis seperti tablig. apalagi ia juga sangat tekun dalam mengikuti kelas khusus yang memang diperuntukkan anggota muda Persis oleh Hassan. tabligh dan publikasi.166 Ditambah lagi. 168 167 Ibid. Gerakan Modern Islam. adanya majalah Persis Pembela Islam 167 yang memberinya kesempatan untuk menuangkan pendapat-pendapatnya dalam bentuk tulisan. 169 lxxxi . buku. Kamaruzaman.

Prancis dan Latin. di sekolahan ini ia telah banyak mempelajari berbagai aspek sejarah peradaban Islam. Melihat kecerdasan yang dimiliki Natsir. tetapi ia menolak tawaran beasiswa tersebut karena kecintaannya terhadap studi keislaman saat itu. dengan demikian tidak heran apabila ia dengan mudah menjelajahi dunia intelektual. 100. Ibid.170 Selain pengalaman organisasi di atas. Prancis. secara akademis ia juga terlihat lebih serius dalam mempelajari ilmu pengetahuan Barat di AMS Bandung daripada sebelumnya. Pemerintah Belanda sempat menawarkan sebuah beasiswa untuk mengantarkannya ke Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta atau Sekolah Tinggi Ekonomi di Rotterdam Belanda. 33. dan Yunani dengan menggunakan literatur yang berbahasa Arab.172 Kesadaran Natsir untuk menentang sistem kolonial Belanda.171 Jadi bisa dikatakan bahwa dalam usia yang relatif muda (21 tahun) Natsir telah menguasai lima bahasa asing (Belanda. 37. Gerakan Modern Islam. hlm.pendidikan itulah ia berkesempatan terjun langsung sebagai juru bicara. hlm. pendidik. Romawi. Deliar Noer. dan Latin). hlm. Inggris. Arab. mulai terlihat saat ia mengkritik pandangan guru Belandanya yang menganggap bahwa sistem kerja kolonial di pabrik-pabrik gula di Jawa telah banyak memberi keuntungan kepada petani. 172 lxxxii . dan team redaksi Pembela Islam. Dikutip dari Ahmad Suhelmi. Polemik Negara Islam. Menurut 170 171 Ahmad Suhelmi.

174 Deliar Noer. hlm. Lihat juga. ke-2 (Bandung: Mizan. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965.173 Inilah awal perlawanan Natsir terhadap kolonial Belanda. ia sadar bahwa untuk melawan tirani kolonialisme sangat ditentukan oleh perjuangan politik rakyat. hlm. Sebagai aktivis Persis yang bermukim di kota tersebut. hlm 49. Ahmad Suhelmi. Natsir 173 Ahmad Suhelmi. M. tempat di mana Natsir mengembangkan pemikiran politik dan agamanya. Dan justru sistem inilah menurutnya yang membuat petani semakin menderita karena tidak pernah bebas dari beban-beban hutang. Polemik Negara Islam. Dari peristiwa tersebut. Sedangkan Peristiwa lain yang juga memperkuat cita-cita politik keislaman Natsir pada periode ini adalah responnya terhadap kalangan nasionalis netral agama atau yang biasa dikenal dengan sebutan kalangan sekuler. ia mulai berontak akan penindasan yang dilakukan Belanda atas bangsanya.174 Oleh sebab itu bisa dimungkinkan bahwa pemikiran politik Natsir pasca kemerdekaan juga dipengaruhi atas perjuangan politiknya ketika memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini melawan bangsa kolonial. 38. Polemik Negara Islam. Soekarno. Tjipto Mangunkusumo dan lain-lain. cet. Natsir yang mendapat keuntungan bukanlah petani melainkan para pemilik modal dan bupati yang memaksa rakyatnya untuk menyewakan tanah mereka dengan sewa rendah. 2000).M. yang dipelopori oleh PNI dengan tokoh utamanya Ir. Ibid. 34.175 Organisasi ini berbasiskan anggota di Bandung. 175 lxxxiii . ia terdorong untuk mempelajari politik lebih dalam.

177 178 176 Ibid.176 Perbedaan ideologi politik itulah. Abu Hanifah. yang perlu dicermati setelah kondisi di atas adalah keterlibatan Natsir dalam mendirikan partai Islam di Indonesia yaitu Masyumi. 39. Polemik Negara Islam. Natsir sendiri pernah memimpin partai ini selama beberapa periode. 62. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia dan Partai Jama‟at I-islami (Pakistan). hlm. hlm. Mohammad Roem. ia menyampaikan bahwa Masyumi didirikan Ahmad Suhelmi. Ki Bagus Hadikusumo. Abdul Kahar Muzakkir. ide pembentukan partai ini datang dari sejumlah tokoh politik dan pergerakan sosial keagamaan Islam Indonesia yang telah aktif sejak zaman Belanda. Mohammad Mawardi. Partai ini didirikan pada tanggal 7 Novemper 1945 dalam kondisi revolusi yang bergolak untuk menentang tentara kolonial yang hendak kembali lagi ke Indonesia. setelah kemerdekaan Indonesia ini tercapai. 1999).177 Menurut Yusril Ihza Mahendra. dan Dr. Mohammad Natsir. Abdul Wahid Hasyim. hanya saja ia tidak suka ketika kampanye PNI merendahkan aturanaturan agama. Prof. Dan selanjutnya. yang kemudian mempengaruhi perdebatan keras di antara keduanya dalam menentukan bentuk dan dasar negara.tertarik dan seringkali mengujungi propoganda PNI yang dikampanyekan Soekarno. Di antaranya adalah Haji Agus Salim. Sukiman Wiryosajoyo. dalam pidatonya yang disampaikan pada hari jadinya Masyumi yang kesebelas (7 november 1956). Dr. Prawoto Mangkusasmito.178 M. Yusril Ihza Mahendra. lxxxiv . (Jakarta: Paramadina.

Nahdlatul Ulama. yaitu Muhammadiyah.182 2. Lihat data lengkap Deliar Noer. 183 182 M. Bentuk dan Makna. hlm.179 Dalam organisasi partai tersebut. Hlm. Natsir.181 Namun demikian. yang sekaligus menjadi salah satu anggota Partai Masyumi sebelumnya. Natsir tentang Relasi Islam dan Negara. Fasis Atau Komunisme. yang di dalamnya mengandung falsafah hidup atau ideologi seperti kalangan Kristen. 128. Natsir beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam. Natsir menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia merupakan negara Islam. hlm. 1954. NU Vis-à-Vis Negara: Pencariaan isi. M. Partai Islam. Yogyakarta. 180 181 Andrée Feillard. Kamarruzaman. 1952.180 Masyumi merupakan partai Islam yang asalnya terdiri dari empat macam organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam. pada bulan April 1952 Nahdlatul Ulama sebagai Organisasi Masyarakat terbesar di nusantara ini. Islam adalah agama negara. selanjutnya pada tahun 1945 ia dipilih sebagi ketua sampai lima kali berturut-turut dari tahun 1951. meskipun tidak disebutkan dalam konstitusi. Muchlis. 87. Ahmad Suhelmi. M. 1999). Natsir masih menjadi anggota. akhirnya memisahkan diri dari keanggotaan partai tersebut dan kemudian mendirikan partai politik sendiri. ََaż-ża>riya>t (27) : 56. dan persatuan Umat Islam Indonesia.183 Menurut A. 184 185 lxxxv .atas hasrat umat Islam yang diwakili oleh para tokoh Ulama dan Zuama dari seluruh kepulauan Indonesia di ibukota Republik Indonesia. hlm. Pemikiran M. Natsir menyebutkan185: 179 Kamarruzaman. pada tahun 1945. 45.184 Dengan berdasarkan H{ujjah nas} al-Qur‟a>n yang dianggapnya mendukung pendapatnya tentang Islam sebagai dasar negara. Agama dan Negara. M. hlm. 107-111. Relasi Islam dan Negara. Perikatan Umat Islam. Polemik Negara Islam. 60. Dalam pidatonya di Pakistan. Relasi Islam dan Negara. (Yogyakarta: LkiS. bahkan lebih dari itu persoalan kenegaraan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari agama. dan 1956.59. Baginya secara de facto sudah pasti menunjukkan bahwa Islam diakui sebagai agama dan anutan jiwa bangsa Indonesia.

73. untuk mencapai kejayaan tersebut. lihat Juga. Soekarno Versus Natsir. 189 188 Kamarruzaman. dan cara kita berhubungan dengan sesama manusia. Kedua. wacana tersebut juga sedang hangat diperdebatkan di Timur Tengah karena isu tentang sekulerisme juga sangat kuat di sana. lxxxvi . Natsir Allah telah memberikan aturan-aturan kepada manusia. Pertama. menurut Ahmad Suhelmi ada dua faktor yang perlu diperhatikan. hlm. menurut M. Kamaruzaman. yang kemudian di antara aturan-aturan yang berhubungan dengan muamalah sesama makhluk itu. yakni : Aturan atau cara kita berlaku berhubungan dengan Tuhan yang menjadikan kita. yakni golongan nasionalis Islam dan nasionalis netral agama. Yakni pemisahan antara agama dan negara seperti halnya yang diterapkan Kemal Fasya di Turki. akhirnya melahirkan gagasan-gagasan yang cukup reaksioner terhadap pemikiran Soekarno yang cenderung sekuler. Ibid. faktor emosional Natsir selaku tokoh negarawan muslim saat itu. diberikan garis-garis besarnya seseorang terhadap masyarakat. 187 Untuk melacak pemikiran M. ia berkesimpulan bahwa cita-cita hidup seorang muslim di dunia ini hanyalah ingin menjadi hamba Allah dengan arti yang sepenuhnya. 61.)٥٦:‫(اىرازٝاخ‬  ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Jadi. hlm. baca Deliar Noer. dan hak serta kewajiban masyarakat terhadap diri seseorang.189 186 M. Deliar Noer juga berpendapat bahwa pandangan mereka ( Soekarno dan Natsir) mewakili pandangan dua golongan besar di Indonesia. Relasi Islam dan Negara. Gerakan Modern Islam. hlm. 315. Di antaranya aturan-aturan yang berhubungan dengan sesama manusia. faktor sosial politik pada tahun 1940-an yang memunculkan polemik dan pertarungan ideologi antara kaum nasionalis Islam dengan nasionalis sekuler.188 Sedangkan dalam konteks eforia politik Islam saat itu. agar mendapat kejayaan dunia dan akhirat kelak. yang saat ini diistilahkan dengan urusan kenegaraan. 436. Relasi Islam dan Negara. Capita Selecta. 187 Ahmad Suhelmi. 61. Natsir tentang negara.186 Namun demikian. Natsir. hlm.

meskipun dengan cara memperkenalkan Pancasila yang sebelumnya ia tentang sendiri. Natsir telah memberikan dua pilihan tersebut sebagai respon atas menguatnya dualisme pemikiran Islam saat itu antara yang menginginkan dasar negara Islam dan sekular.Oleh sebab itu. Paham sekulerisme menurutnya sangat berbahaya dalam membentuk masyarakat ke depan. tidak menutup kemungkinan bahwa pemikiran-pemikiran Soekarno banyak dipengaruhi oleh sekularisasi yang sedang terjadi di Turki. banyaknya ide pembaharuan dari tokoh-tokoh Indonesia dan Timur Tengah yang melekat dalam jiwa Natsir.191 Dari pernyataan tegas Natsir tersebut bisa disimpulkan bahwa M. Agama dan Negara. M. M. Natsir pernah menegaskan dalam pidatonya dalam sidang Pleno Konstituante 12 November 1957 bahwa mengenai dasar negara Indonesia hanya mempunyai dua pilihan. tanpa agama (La> diniyyah) dan paham agama (Dini>). 191 lxxxvii . dan di sisi lain. karena paham ini akan menagakibatkan manusia kehilangan pegangan hidup yang asasnya kokoh. yakni gampang terserang belum 190 Ibid. hlm. yaitu Sekulerisme. Natsir juga berkeinginan memposisikan Indonesia seperti Pakistan yang telah menjadi Republik Islam. Khususnya dalam menyumbangkan pemikirannya tentang bentuk negara Indonesia yang ideal menurut Islam. Natsir. M. Padahal saat itu Indonesia merdeka. juga telah ikut mempengaruhi pemikirannya dalam menggagas kenegaraan dalam Islam. 204.190 Di samping itu.

Kedua. mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Pertama. adanya komitmen yang sangat 192 Ibid. hlm. adanya fakta sosiologis.. yakni mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim. Dikutip dari Kamarruzaman. bukan oleh Wahyu. Ketiga. hlm.192 Sebagaimana yang ia katakan bahwa ajaran sekulerisme. seorang sekulerisme memang beranggapan bahwa konsep tentang Tuhan adalah relatif. 206 Ibid. 193 194 lxxxviii . di samping itu baginya ajaran Islam mempunyai sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dalam menjamin keragaman hidup antar berbagai golongan. umat Islam di Indonesia telah menjadikan dan mengamalkan Islam dalam kehidupan sehari-harinya. sebagai pemikir Islam. karena “menurunkan nilai-nilai hidup manusia dari taraf kehidupan kepada taraf kemasyarakatan semata-mata”. adanya fakta normatif yang jauh sebelum Pancasila lahir.194 Adapun Thohir Luth.193 Paham inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor yang menggerakkan fikiran Natsir.penyakit syaraf dan rohani. memandang bahwa alasan Natsir bersama-sama partai-partai Islam lainnya mengusulkan Islam sebagai dasar negara karena tiga hal. Selain itu berdasarkan atas alasan bahwa secara sosiologis. Dengan memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. selalu memandang remeh kehidupan agama. yakni ditentukan oleh keadaan masyarakat sendiri. dan masyarakat muslimlah yang mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi nusantara ini. Relasi Islam dan Negara. 62.

hudud-hudud (batas-batas) dalam muamalah (pergaulan) masyarakat. Zaenal Abidin. Capita Selecta. 196 197 Bahtiar Efendy.R.196 Artinya Islam tidak hanya membicarakan persoalan keakhiratan unsich. Natsir dan teman-temannya mengusulkan agar Islam dijadikan ideologi bangsa Indonesia. Islam itu lebih dari sebuah sistem peribadatan.kuat tentang Islam dalam diri Natsir.H. dan ketiga.Masjkur. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia.198 195 Thohir Luth. dkk. dan K. Anwar Harjono. Natsir.197 Dengan demikian bisa dikatakan bahwa berdasarkan : pertama. hlm. hukum dan pendidikan. seperti masalah sosial politik. melainkan juga masalah keduniawiaan. Watak holistik Islam. (Jakarta: Paramadina. 105. Gibb. Isa Anshari.A. 1998). kedua. ia merupakan suatu kebudayaan yang lengkap dan sempurna. Yang dimaksud teman-teman Natsir adalah Kasman Singodimedjo. maka kita dapat simpulkan bahwa Islam is much more than a religious system. hlm. H. 437. it is a complete civilization. hal ini terbukti dalam pernyataannya yang memperjuangkan Islam sebagai pedoman kehidupan bernegara dan bermasyarakat. hlm. Pemikiran dan Perjuangan. hlm. 107. Natsir juga menyebutkan bahwa agama Islam adalah agama yang meliputi semua kaedah-kaedah.195 Kalau kita meminjam perkataan seorang orientalis. keunggulan Islam atas ideologi dunia lain. M. Bukan hanya itu. 198 lxxxix . kenyataaan bahwa Islam dipeluk oleh mayoritas masyarakat Indonesia. menurut garis yang telah ditetapkan oleh Islam. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. kata Natsir. 199.

Sedangkan menurut Ahmad Syafi‟i Ma‟arif menyatakan bahwa ketika Mohammad Natsir berbicara tentang kelebihan agama. hlm. ke-3 (Jakarta:LP3ES. 65. mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Baca. ini terbukti dengan banyaknya kerajaan-kerajaan Islam yang hampir semuanya menjadikan Islam sebagai dasar ideologi kerajaan tersebut. mengemukakan dua premis pokok. sedangkan dalam filsafat hanya mengakui tiga dasar berpikir tidak mengakui adanya wahyu. itu untuk memperkuat ajaran Islam dalam jiwa masyarakat muslim Indonesia. maka sangat ironis jika agama Islam menjadi minoritas di negara ini. 164. Sebelumnya ia berpendapat bahwa sudah sewajarnya Islam dijadikan dasar negara karena secara sosiologis umat Islam Ahmad Syafi‟i Maarif. 199 xc . Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. rasionalisme dan intusionisme. apalagi dalam sejarah dinyatakan bahwa sejak Islam masuk di Indonesia telah menjadi salah satu sumber kekuatan politik di nusantara ini.200 Menarik untuk dicermati kembali isi pidato Natsir. agama memberi kemungkinan lebih banyak kepada pemeluknya untuk mencari ilmu pengetahuan dan kebenaran. 23-58. Relasi Islam dan Negara. cet. Azyumardi Azra. yang terkesan tidak konsisten dalam menyatakan alasan. untuk lebih lengkapnya mengenai kedatangan Islam dan perkembangannya di Indonesia. Pertama. yang menyebutkan alasan historis sosiologis di atas. 1996) hlm. yaitu empirisme. (Bandung: Mizan. jangkauan agama meliputi seluruh aspek kehidupan. Kedua. oleh sebab. 200 Dikutip dari Kamarruzaman. hlm.199 Dari pandangan-pandangan tokoh dan pendapat Natsir sendiri. Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melcak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. Islam perlu dijadikan dasar negara. 1994).

hlm.di Indonesia memang mayoritas jumlahnya.202 Sedangkan dalam sisi lain. Agama dan Negara. Natsir pada 24 Oktober 1988. yang diperkuat dengan hasil wawancara antara Yusril dan M. baik dalam teori maupun praktiknya. Marx. Natsir. serta dapat menjamin hidup keagaman atas saling harga menghargai antara berbagai golongan di dalam negara ini”.203 Dan mengenai dasar negara menurut Natsir dapat dirumuskan dalam klausul-klausul yang bersifat umum sepanjang mencerminkan kehendak-kehendak Islam. Yusril Ihza Mahendra. Ibid. Ibnu Khaldun. Hegel. 203. apalagi sudah terdapat banyak pandangan tokoh yang berlainan dalam hal ini di antaranya. 201 Dengan usaha meyakinkan pada seluruh lapisan bangsa Indonesia. 202 203 Ibid. M. sedangkan dalam kesempatan lain ia menyatakan: “bukan semata-mata umat Islam adalah golongan terbanyak di kalangan rakyat Indonesia seluruhnya. tetapi berdasarkan pada keyakinan kami bahwa ajaran-ajaran Islam yang mengenai ketatanegaraan dan masyarakat hidup itu mempunyai sifat-sifat yang sempurna bagi kehidupan negara dan masyarakat. 201 M. tetapi negara disusun sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.204 Untuk menjelaskan sebuah negara. kami memajukan Islam sebagai dasar negara kita. Yusril Ihza Mahendra mengatakan. Machiavely. hlm.. Modernisme dan Fundamentalisme. “kalau pun besar tidak akan melanda. 205. menurut Natsir tidak perlu memberi definisi panjang karena malah tidak akan menjelaskan pengertian apa-apa tentang negara ini. 204 xci . bahwa pernyataan Natsir sebagai salah satu anggota Masyumi tentang maksud suatu negara akan bersifat Islam bukan berarti secara formal harus dinamakan negara Islam ataupun berdasarkan Islam. Natsir juga menyatakan dalam pidatonya. kalupun tinggi malah akan melindungi”.

Plato. Mempunyai kedaulatan atas anggotanya. 198. d. hlm. peraturan-peraturan sendiri dan diakui oleh umum. tugas dan tujuan khusus. Institusi secara umum adalah suatu badan atau organisasi yang mempunyai tujuan khusus dan dilengkapi oleh alat-alat material. Memberikan hukuman terhadap pelanggaran atas peraturan-peraturan dan normanormanya. c. Natsir menambahkan bahwa untuk sesuatu dinamakan institusi apabila207 : a. Agustinus. Maka negara sebagai suatu institutsi. Mempunyai daerah berlakunya. 208 Melihat dari karakteristik yang disampaikan Natsir di atas. . Berdasarkan atas paham hidup. b) Rakyat.. Ibid. Mempunyai alat untuk melaksanakan tujuan.206 Lebih dari itu. 206 207 208 xcii . Diakui oleh masyarakat. Natsir. f. i. Ibid. g. Mempunyai keanggotaan. Rosseau dan lain sebagainya. hlm 199. norma-norma dan nilai-nilai tertentu. atau suatu sumber hukum dan kekuasaan lain yang tidak tertulis. c) Pemerintah. menurutnya harus mempunyai: a) wilayah. Hobbes. E) Undang-undang Dasar. Bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di lapangan jasmani maupun rohani. h. Agama dan Negara. Ibid. 205 M.Adam Smith.205 Negara menurut Natsir adalah suatu institusi yang mempunyai hak. e. Mempunyai peraturan-peraturan. maka bisa dikatakan bahwa konsep negara yang dinyatakan termasuk syarat-syarat negara modern. Robert Owen. b. D) Kedaulatan.

hlm. baik itu manusia zaman unta.(sebagai individu) ataupun sebagai anggota masyarakat”. Ibid. hlm. pemberantasan perzinaan dan lain-lain.baik yang berkenaan dengan kehidupan manusia sendiri. yakni mewujudkan ajaran-ajaran Islam. Polemik Negara Islam. manusia zaman kapal terbang dan lain sebagainya. 447.210 Dengan demikian negara hanyalah sebuah alat untuk mencapai tujuan. hlm. Capita Selecta. kewajiban zakat. 452. seperti halnya kepentingan dan keperluan masyarakat manusia yang tidak berubah-ubah selama manusia masih bersifat manusia.211 Menurutnya negara di sini berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan “kesempurnaan berlakunya undangundang Ilahi.212 209 Natsir.. Natsir menegaskan bahwa negara bukanlah tujuan akhir Islam.209 Mengenai bersikerasnya M. 210 211 212 xciii . 89. hlm. ia menyebutkan bahwa di antara aturan-aturan tersebut yaitu kewajiban belajar. dalam kenegaraan Islam memang hanya mengatur dasar dan pokok-pokoknya saja.Menurutnya. Capita Selecta. 442. Natsir dalam memperjuangkan Islam sebagai dasar negara republik ini. Ahmad Suhelmi. Natsir. karena ia berpandangan bahwa negara bisa menjadi alat yang kokoh bagi berlakunya hukum-hukum Islam. melainkan hanya alat untuk merealisasikan aturan-aturan Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah. Sebagaimana di atas.

Jadi dengan Islam atau tidak tetap saja merupakan sebuah negara. hlm. Tetapi Indonesia tidak mengeluarkan agama dari sistem kenegaraan.442-443. menurutnya negara ini juga negeri Islam. 89. M. menimbulkan kesan bahwa Natsir selama perjuangannya adalah anti Pancasila. Natsir. bahkan kepercayaan tauhid (monothestic belief) telah Soekarno tentang masalah ini 213 Ahmad Suhelmi. mendirikan negara tidak perlu disuruh Rasulullah lagi. eksistensi negara nerupakan keharusan di dunia ini dan di zaman apapun. karena kenyataannya negara ini diakui sebagai agama rakyat. bahwa tidak ada ijma„ ulama yang memerintahkan membentuk negara dibantah oleh Natsir. hlm. 214 xciv .Menanggapi statemen tentang tidak adanya doktrin agama yang menyuruh dan mendirikan negara sebagaimana dinyatakan oleh Soekarno. Ia menyatakan bahwa: Tidak diragukan lagi Pakistan adalah sebuah negeri Islam karena telah menyatakan Islam sebagai agama negara. eksistensi negara telah ada sebelum dan sesudah Islam. padahal dalam pidatonya di depan Pakistan Institute of World Affairs pada 1952. ada atau tidak adanya Islam. sikapnya yang anti Pancasila berubah. meskipun dalam konstitusi kami tidak dinyatakan tegas sebagai agama negara.214 Melihat pemikiran Natsir tentang dasar negara Indonesia di atas. menurutnya pengutipan ijma„ oleh hanya mempersulit persoalan. Polemik Negara Islam.213 Menurut Natsir. begitu pula Indonesia. Capita Selecta.

dan mencerminkan pemikiran yang hidup di masyarakat. Dan sebagai lima dasar kebaikan tidaklah bertentangan dengan al-Qur‟an. moral dan spritual bangsa dan negara kita. Dan kemudian ia menambahkan. Dikutip dari.216 Namun kemudian. dan meskipun tidak identik dengan Islam itu sendiri.218 215 Kamarruzaman. terang-terangan ia menyatakan bahwa sidang konstituante adalah forum tempat mengemukakan pendapat dan pikiran anggota secara lurus.217 Bahkan dalam sidang konstituante tersebut. karena ideologi ini dianggap sebagai hasil ciptaan manusia dan tergolong sekuler. jujur. Dalan hal ini Syafi‟i Ma‟arif memandang bahwa mungkin Natsir mengambil sikap keras dalam majelis karena telah terjadi pengaburan interprestai Pancasila yang dibuat-buat oleh masyarakat kita. hlm. 66. 218 xcv . Relasi Islam dan Negara. hlm. hlm. 141. kecuali apabila dimasuki oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan al-Qur‟an. yang berfungsi sebagai dasar etik.215 Dalam tulisannya yang berjudul “Apakah Islam bertolak belakang dengan doktrin al-Qur‟an ?”. Natsir mengatakan: “Pancasila adalah formulasi lima cita-cita kebaikan sebagai hasil dari konsensus para pemimpin kita pada tahap perjuangan sembilan tahun yang lalu.ditempatkan pada tempat teratas dari sila Pancasila . 155. 72 216 217 Ahmad Syafi‟i Maarif. Dalam pandangan umat Islam. Partai Islam. Oleh sebab itu ia beranggapan bahwa kesempatan inilah yang tepat untuk menolak Pancasila . Ideologi Hegemoni. Natsir terlihat inkonsisten dengan pendiriaannya. Deliar Noer. rumusan Pancasila tidak memperlihatkan sesuatu yang asing dalam ajaran al-Qur‟an. Faisal Ismail. Pancasila adalah manifestasi dari maksud dan cita-cita tentang kebaikan dimana kita akan melakukan setiap usaha untuk meletakannya ke dalam praktik negara kita. pada 1957 di sidang konstituante ia kembali menolak Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila telah mencakup cita-cita islam. hlm. Islam dan Masalah Kenegaraan.

Ibid.Menurut Njoto. salah satu tokoh komunis. hlm. yang telah diberlakukan sejak 1945 sampai tejadinya perdebatan ideologis di majelis konstituante 1957. dan bahkan mengusulkan Islam sebagai dasar dan ideologi negara.220 Sebagai seorang demokrat sejati Natsir harus menerima Pancasila sebagai dasar negara. apakah Natsir pada tahun 1954 atau Natsir pada tahun 1957? Atau malah tidak kedua-duanya.. netral. ia sepenuhnya menolak Pancasila . 220 221 xcvi . Namun perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan Natsir dalam sidang konstituante tersebut secara konstitusional adalah sah. Dan sebagaimana tokoh politik yang lain.219 Dan lebih keras lagi. dengan mempertanyakan memperlihatkan mengapa sikap-sikap Natsir “kejam” dalam terhadap sidang-sidang Pancasila majelis. Njoto kemudian mengajukan pertanyaan: Natsir yang mana yang harus diikuti. mengatakan bahwa penerimaan Natsir terhadap Pancasila selama 12 tahun sebagai dasar dan ideologi negara sekedar “di bibir saja”. Natsir sebagai representasi dari pihak muslim berhak mengajukan Islam sebagai dasar negara melawan pendukung Pancasila dalam momen itu. dengan menyebutnya tidak berdasar. Njoto menyerang pandangan Natsir di atas. dan streril yang sepenuhnya menolak Pancasila. karena pada saat itu majelis belum menetapkan dasar negara baru yang permanen. karena dalam majelis tersebut.221 219 Faisal Ismail. hlm. 73. 72 Ibid.. Ideologi Hegemoni. 74.

hlm. presiden dan lain sebagainya. Pertama. Natsir. Capita Selecta. yang menginginkan Islam sebagai dasar negara. sebab dari syarat-sayarat negara yang ia sebut di atas adalah tidak sepenuhnya sistem negara Islam. Natsir juga tidak bersikeras menggunakan istilahistilah penguasa Islam. Ketiga. Faisal. 74. 447. Kedua. 223 xcvii . Lihat juga. Kemudian menyinggung soal nama penguasa negara. Amir alMu„minin. hlm.222 Sementara mengenai sistem pemerintahan suatu negara.. 284-285. majelis konstituante merupakan forum tertinggi bagi para anggotanya untuk mengusulkan ideologi negara yang mereka yakini dan cocok untuk negara Indonesia. Natsir mengatakan boleh saja meniru negara non Islam asalkan tidak menyalahi ajaran-ajaran Islam. Ibid. menurut Deliar Noer dipicu oleh tiga alasan. Natsir juga menjelaskan usulannya secara argumentatif pula. sebagaimana wakil-wakil non muslim yang menjelaskan argumentasi usulan mereka.223 Selain itu titel “kholifah” menurutnya tidak menjadi syarat mutlak dalam pemerintahan Islam. bukan conditio sine qua non. menurutnya boleh saja bernama khalifah. hlm. dalam majelis.Perubahan sikap Natsir dalam sidang konstituante saat itu. Partai Islam. yang terpenting adalah seorang kepala negara tersebut sanggup bertindak bijaksana dan menerapkan peraturan-peraturan Islam dengan semestinya dalam susunan kenegaraan baik 222 Deliar Noer. Natsir dan teman-temanya memikul tanggung jawab agama dan politik dalam memperjuangkan aspirasi politik umat Islam.

450.. seorang kepala negara menurut Natsir. bisa dikatakan bahwa Natsir menganggap Islam tidak mempunyai sistem negara yang lengkap sehingga ia harus mencontoh Barat. bukanlah monopoli salah satu bangsa atau salah satu negara saja. dan tidak melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan. sifat dan tabi‟atnya. Natsir menilai dari sisi: agamanya. Kita ada hak mengambil peraturanperaturan yang baik. semua boleh diatur menurut keadaan zaman. akhlak dan kecakapannya dalam menjalankan kekuasaan yang diberikan kepadanya.227 Dengan demikian Natsir mengakui sistem pemerintahan sekular. Natsir. Natsir membolehkan umat Islam untuk mencontoh sistem negara lain. yang tidak berlawanan dengan agama kita. Adapun untuk urusan-urusan yang di luar ketetapan agama..226 Oleh sebab itu. 225 226 227 xcviii . bukan dari bangsa dan keturunannya atau semata-mata keintelekannya saja. kita orang Islam ada hak mencontoh negara itu selama tidak berlawanan atau bertentangan dengan aturan-aturan yang diadakan Islam. dari Inggris. Relasi Islam dan Negara. Ibid. atau dari Finlandia umpamanya. hlm. 448. 224 Ibid. dan lebih spesifik. 69. Capita Selecta. dengan cara-cara yang Muna>sabah. 90 Kamarruzaman. hlm. sebab dari negara-negara yang ia sebut di atas adalah negara yang memisahkan agama dan negara. Jepang. wajib bermusyawarah dengan orang-orang yang layak diajaknya dalam mengatur umat. hlm. hlm. Jadi..225 Dalam menjalankan roda pemerintahan. Polemik Negara Islam.443. Baca juga Ahmad Suhelmi. Sebab tiap-tiap hasil kebudayaan.dalam kaidah maupun praktiknya.224 Dan untuk syarat sebagai kepala negara Islam. Rusia. hlm. dalam hal ini ia menuliskan: Bila sudah ada sistem yang dikehendaki itu terdapat di negara-negara lain.

sebab Dalam parlemen negara Islam yang boleh dimusyawarahkan hanyalah masalah tata cara pelaksanaan hukum Islam (syari‟at Islam). ketika Natsir berbicara tentang sistem pemerintahan demokrasi. hlm. Ahmad Suhelmi. Capita Selecta. 70. semata-mata ingin memeperlihatkan bahwa doktrin politik Islam itu bersifat terbuka untuk beradaptasi dengan sistem-sistem pemerintahan yang telah ada di dunia ini.230 Dalam Islam pengertian demokrasi diartikannya suatu aturan yang memberikan hak kepada rakyat untuk mengkritik dan membetulkan 228 Dikutip dari. apalagi Rusia adalah sebuah negara komunis.Lebih lanjut. sengaja ditunjukkan oleh Natsir. perlu dicermati lebih lanjut. Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan hal yang sama. Relasi Islam dan Negara. Contoh-contoh itu lanjut Yusril. meskipun ia mengemukakan bahwa Islam anti Istiibdad (despostisme). yakni contoh negara-negara yang disebutkan Natsir di atas sangatlah liberal. 452. anti absolutisme dan kesewenang-wenangan. hlm. Polemik Negara Islam. sebab dalam pandangannya prinsip musyawarah dalam Islam tidak selalu identik dengan azas demokrasi.228 Namun demikian.229 Bukan berarti bahwa dalam pemerintahan Islam semua urusan diserahkan kepada keputusan majelis Syura. hlm. 91 M. karena Jepang di masa itu adalah sebuah negara totaliter yang berhaluan fasis. 229 230 xcix . Natsir. Kamarruzaman. bukan dasar negaranya.

452.. 453.234 Dari uraian di atas.233 Hal ini disebabkan karena politik tidaklah semata-mata harus didasarkan kepada kemauan mayoritas anggota parlemen. Kamarruzaman. 71. 79. Democracy”. yang juga mempunyai sifat-sifat sendiri.pemerintahan yang zalim. suatu paham. hlm. menurutnya demokrasi tidak kosong dari berbagai bahaya yang terkandung di dalamnya. Islam itu…yah Islam”.232 Dengan tegas ia mengatakan bahwa Islam adalah suatu pengertian. hlm. baca juga. Keputusan itu tidak dapat melampaui H{udud (batas-batas) yang telah ditetapkan Tuhan.231 Natsir mengakui bahwa demokrasi itu baik. Ia menyatakan bahwa perjalanan demokrasi dari abad ke abad telah memperlihatkan beberapa sifatnya yang baik. hlm.. Ibid. Yusril Ihza Mahendra. kalau perlu menggunakan kekuatan dan kekerasan untuk menghilangkannya. Ibid. Namun kemudian dalam sidang konstituante 1957 ia memperkenalkan konsep demokrasi yang ia maksudkan.235 Maksudnya keputusan mayoritas yang berpedoman kepada 231 Ibid. Relasi Islam dan Negara. 439. Intinya “Islam tak usah demokrasi 100%. Modernisme Islam. akan tetapi sistem kenegaraan Islam tidaklah menggantungkan semua urusannya kepada instrumen demokrasi. Ibid. yaitu demokrasi yang dilandasakan pada “Thestic nilai-nilai ketuhanan.. Akan tetapi bukan berarti ia lepas sama sekali dari pelbagai sifat-sifat bahaya. Natsir tidak menjelaskan bagaimana sesungguhnya demokrasi dalam Islam. 232 233 234 235 c .. hlm. bukan pula otokrasi 100%. suatu begrip sendiri. hlm.

Islam baginya telah menyediakan perangkat dasar yang dapat diterapkan sesuai zamannya.nilai-nilai ketuhanan. sistem ketatanegaraan dalam pandangan Natsir boleh meniru bentuk mana saja (Barat). sebab Islam tidak seperti agama yang lain. lebih lanjut ia mendefiniskan persatuan agama dan negara. baik yang berkenaan dengan perikehidupan manusia sendiri (individu). ci . berdasarkan fakta di atas. Bagi kita kaum muslimin negara bukanlah suatu badan tersendiri yang menjadi tujuan. kesimpulan tersebut bisa dilihat dari pernyataannya bahwa: Fungsi agama dalam negara sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan sama sekali. Persatuan tersebut bukanlah dimaksudkan bahwa agama itu cukup dimasuk-masukkan saja di sana sini kepada negara. Capita Selecta. berangkat dari pandangan-pandangan Natsir di atas dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa hubungan Islam dan negara tidak dapat dipisahkan. yang kemudian ia anggap sebagai ijma‟ yang mengikat untuk tempat dan zaman tertentu. 442. melainkan sebuah alat. satu “intergreerend deel” dari Islam. 236 Natsir. Oleh sebab itu. Pertama. menurutnya. dan secara tersurat ia mendukung Islam dijadikan ideologi negara. asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dan pada intinya. hubungan agama dan negara dalam politik Islam tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Yang menjadi tujuan adalah kesempurnaan berlakunya undang-undang Ilahi. Kedua. bukan begitu! Dan urusan kenegaraan pada dasarnya adalah satu bagian yang tak dapat dipisahkan. Natsir sebagai tokoh muslim tampak ingin sekali menjadikan Islam sebagai dasar negara Indonesia. Ketiga. ataupun sebagai masyarakat236.

Sehingga mengharuskannya bermukim di Jakarta. Natsir juga menghimbau kepada kaum muslimin agar dalam masalah persatuan atau pemisahan agama dan negara ini tidak menjadikan “sejarah sebagai ukuran” kebenaran terakhir. Zaman Baru Islam. ia semakin akrab dengan dunia politik yang ia dengar dari rekan-rekan ayahnya saat bincang-bincang di 237 Ibid. ia mulai mengenal politik dari orang-orang yang tiap hari hilir mudik di rumah kakeknya. 238 cii . Hadratus Syeikh Hasyim Asy‟ari. dan Idy Subandy Ibrahim.Kemudian.238 Tahun 1950. Jombang dan sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Karena kedudukan bapaknya ini pulalah. hlm. Dedy Djamaluddin Malik. Pada saat usia kanak-kanak ia tidak seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Abdurrahman Wahid lahir dari latar belakang kalangan tradisional. Gus Dur tidak memilih tinggal bersama ayahnya. Keluarga Gus Dur tinggal di Hotel Des Indes yang sekarang menjadi pusat pertokoan Duta Merlin. hlm. sejak kecil ia dididik dan dibesarkan dalam naungan keluarga ulama. Kakeknya adalah seorang pelopor pesantren Tebuireng. Gus Dur dan saudara-saudaranya harus pindah ke Jakarta. tetapi ikut bersama kakeknya.237 Sketsa Biografi Abdurrahman Wahid 1. sebab saat itu bapaknya dilantik menjadi menteri agama Republik Indonesia.. 489. Dan saat tinggal serumah dengan kakeknya itulah. 79. Latar Belakang Sosial Politik Berbeda dengan Natsir.

(Yogyakarta: LkiS. khususnya karya Bethoven. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Gus Dur termasuk anak yang sangat peka mengamati dunia sekelilingnya. membuat sekolah formalnya terganggu. 242 241 Ibid. Ibid. 39. musik. “sejak usia lima tahun. Dan dari sinilah pertama kali Gus Dur tertarik dan mencintai musik klasik. dan nonton film. teman baik bapaknya yang telah berpindah ke agama Islam dan dipanggil dengan nama Williem Iskandar Bueller. ciii . yang memang terdapat berbagai macam buku yang dikoleksinya. perkenalannya dengan musik dimulai lewat pertemuannya dengan seorang pria Jerman. sejarah. agama. dan gurunya saat itu adalah bapaknya sendiri”. 2003).. baik buku yang diterbitkan oleh orang-orang katolik atau non muslim lainnya. 240 Greg Barton. Mulai dari filsafat. dan fiksi cerita.240 Buku-buku itu bisa ia dapatkan dari perpustakaan pribadi bapaknya. Ini disebabkan sangat gandrungnya ia 239 Ibid. buku. Biografi Gus Dur. catur. Di usia yang masih belasan tahun ia sudah banyak menghabiskan segala macam majalah. surat kabar. cerita silat. hlm. Gus Dur mempunyai hobi lain.239 Selain membaca buku. dia sudah lancar membaca.241 Sementara itu.rumahnya itu. Lagi pula. Maka tak heran menurut pengakuan ibunya. 40. hlm. bahkan sampai membuatnya tidak naik kelas di sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP). yaitu: main bola.242 Kegemaran Gus Dur terhadap berbagai hal tersebut.

245 244 civ .245 Walupun bapaknya seorang menteri dan terkenal di lingkungan Jakarta. Gus Dur tidak ingin sekolah di sekolahan elit yang biasanya dimasuki anak- 243 Dedy Djamaluddin Malik. Namun demikian perayaan hari kelahirannya selalu diadakan pada tanggal 4 Agustus. Greg Barton. Mengurai Hubungan Agama dan Negara.H. Ia merupakan anak dari K. Ditilik dari geneologi keluarganya. hlm. Abdurrahman Wahid. Dan kedua kakeknya itu dikenal sebagai Founding Father NU di samping K. 25. pada tanggal 4 sya‟ban menurut penanggalan Islam.244 hal ini memang aneh. yang ia sendiri merupakan anak dari Hadratu al-Syaikh Hasyim Asy‟ari. Zaman Baru Islam.H. Memang dalam kebanyakan penulis yang menulis biografi Gus Dur selalu menganggapnya tanggal 4 bulan Agustus sebagai hari kelahirannya. Biografi Gus Dur. Gus Dur termasuk dari golongan “darah biru” pesantren. di samping itu juga karena ia masih dalam keadaan sedih karena kehilangan bapaknya saat kecelakaan mobil tanggal 18 April 1953. bernama Nyai Hj. seringkali mengundang kontroversial. dan Idy Subandy Ibrahim. yang kemudian bertepatan dengan tanggal 7 September 1940 M. Jombang. pendiri pesantren Tebuireng. hlm. Abdul Wahid Hasyim. hlm. 27. (Jakarta: Grasindo.243 Gus Dur dilahirkan di Denanyar. Jombang. Sementara ibunya. 1999). sebagaimana terlihat dalam aspek kepribadiannya yang nyleneh pula. Wahab Hasbullah.dalam menonton sepak bola dan membaca buku. Bisri Syamsuri. Siti Salekhah yang merupakan anak dari K. pendiri pesantren Denanyar.H. Jombang. 80.

ia juga termasuk anggota Majelis Tarjih (Dewan Penasihat Agama Muhammadiyah). 30. Gus Dur memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SD) KRIS. Ini sangat menarik untuk dicermati. ia tamat dari SMEP pada tahun 1957.247 Di kota ini persisnya di desa Kauman. Bahkan Lebih dari itu. Hartono Ahmad Jaiz.H. hlm. akan tetapi menurut tulisannya Greg Barton. tentang Biorafi Gus Dur. Gus Dur tamat dari sekolah dasarnya di Jakarta. Selain itu. Yogyakarta. Kiai Junaidi.anak pejabat pemerintah. ia lebih menyukai sekolah-sekolah biasa. Ia hanya mengikuti kelas tiga dan empat di sekolahan ini.246 Pada tahun 1953. pada tahun 1954 ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Yogyakarta dan berhasil menamatkannya pada tahun 1956. menurutnya sekolahan elit membuatnya tidak betah. Biografi Gus Dur. Jakarta Pusat. hlm. 47-49. Biografi Gus Dur. 49. serta sudah mengerti bahasa Arab tetapi masih pasif. hlm. (Jakarta: Darul Falah. karena Gus Dur lahir dari latar belakang NU. yang pada saat itu jelas sekali tidak ada pertautan antara organisasi modernis Muhammadiyah dengan kaum tradisionalis NU. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. hlm. 40. di Jakarta Pusat. 2003). baik dalam aspek pendekatan maupun penafsiran agama. Lihat. di bawah asuhan K. Gus Dur bermukim di rumah salah seorang teman ayahnya. 248 247 cv . Namun ketika ia belajar di kota 246 Greg Barton. Ali Maksum. seoarang ulama kecil yang terlibat dalam gerakan organisasi Muhammadiyah. yang terletak di dekat rumah keluarganya yang baru di Matraman. karena kemudian ia pindah ke Sekolah Dasar Matraman Perwari. 248 Ketika di Jakarta. Gus Dur Menjual Bapaknya. Gus Dur juga mengaji tiga kali seminggu di pesantren Al-Munawwir Krapyak. Baca Greg Barton. Lalu setahun setelah tamat SD. Gus Dur sudah mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik dan bisa membaca tulisan dalam bahasa Prancis dan Belanda.

yang terletak di sebelah utara kota Yogyakarta. Gus Dur mulai mengikuti pelajaran pesantren secara penuh. menjadikannya mulai serius memasuki dunia bacaan: tokohtokoh teori sosial Eropa dan novel-novel besar Inggris. Parancis dan Rusia. Karena kebanyakan para santri di sini menghabiskan waktu studinya selama empat tahun sedangkan Gus Dur cuma dua tahu. Di samping itu. tepatnya di pesantren Tegalrejo Magelang. Lihat Greg Barton. hlm. selain di pesantren Gus Dur juga menghabiskan sebagaian besar waktunya di luar kelas dengan membaca buku-buku Barat.251 Pada masa-masa itulah (sejak akhir 1950-an sampai 1963) Gus Dur mengalami konsolidasi dalam studi formalnya tentang Islam dan sastra Arab klasik. hlm. Ibid.249 Bagi Gus Dur yang suka membaca buku.Yogyakarta. Di sini ia sempat mengajar dan menjadi kepala sekolah. Di bawah asuhan Kiai Khudori. salah satu pemuka NU. perkembangan bahasanya berkembang cepat. Gus Dur pindah ke pesantren Tambak beras Jombang. 49. Gus Dur termasuk santri yang cerdas dan berbakat. Membaca Pikiran Gus Dur. cvi . Di bawah bimbingan Kiai Wahab Chasbullah. Setelah tamat dari SMEP di Yogyakarta pada tahun 1957. Ia belajar di pesantren ini dari tahun 1957-1959 pada Kiai Khudori. yang dalam proses pertumbuhan dari kanak-kanak menjadi remaja. perpindahannya dari Yogyakarta ke Magelang dan kemudian ke Jombang. hlm. 119. namun kemudian Gus Dur pindah lagi ke pesantren Krapyak Yogyakarta dan tinggal di rumah Kiai Ali Ma‟shum. Ibid. 50. 249 Greg Barton.250 Kemudian pada tahun 1959. Jogja merupakan kota pembawa berkah bagi perkembangannya. 251 250 Umaruddin Masdar. sampai pada tahun 1963.

di Mesir Gus Dur lebih memilih aktif di organisasi Perhimpunan Mahasiswa Indonesia daripada menekuni belajarnya.252 Setelah menimba ilmu dari pesantren-pesantren di atas. sebagian waktunya ia habiskan untuk membaca di perpustakaan terkenal di kota itu. ia merasa tidak betah belajar di sini karena materi yang diajarkannya tidak jauh berbeda dengan apa yang ia dapatkan di pesantren dulu. seperti dalam Infantile Communism (kekiri-kirian Penyakit Kekanak-kanakan) dan dalam Little Res Book-Mao (kutipan kata-kata ketua Mao). 83. Biografi Gus Dur. sebuah perpustakaan 252 253 Greg Barton. Dedy Djamaluddin Malik. karena saat itu partai komunis Indonesia membuat kemajuan besar. Kedua buku itu menurutnya gampang diperoleh. Pada saat yang sama ia juga tertarik menggeluti karya Das Kapital yang ditulis oleh Marx dan What is Tobe Done nya Lenin. Zaman Baru Islam. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm. hlm. pada tahun 1964 Gus Dur memperoleh kesempatan belajar ke Universitas al-Azhar Kairo Mesir.253 Oleh sebab itu.Sebagai seorang remaja ia mulai mencoba memahami tulisan-tulisan Plato dan Aristoteles. Di samping itu ia juga tertarik pada ide Lenin tentang ketelibatan sosial secara radikal. Di negeri ini. Dengan demikian. Namun. Gus Dur mengambil spesialisasi bidang Syari‟ah. Saat itu ia sedang berumur 23 tahun. dan telah menyelesaikan gramatika bahasa Arab sebanyak 1000 bait (Alfiah) di luar kepala. melalui beasiswa Departemen Agama. dua pemikir penting bagi sarjana-sarjana mengenai Islam zaman pertengahan. 53. American University Library. cvii .

Dedy Djamaluddin Malik. untuk mengikuti kuliah di Universitas Baghdad. Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara. 1997). Menurut pengakuannya ia sangat senang dengan sistem Universitas Baghdad ini karena kampus tersebut jauh lebih mirip Eropa daripada al-Azhar Kairo. selama empat tahun. Biografi Gus Dur.254 Namun demikian bukan berarti Gus Dur kecewa sepenuhnya kepada institusi al-Azhar. cviii . Fakultas Sastra. Minatnya tentang Indonesia juga mulai tumbuh di Universitas tersebut. 164. (Yogyakarta: LkiS. Dan akhirnya di univesitas Baghdad ini pulalah ia diminta untuk meneliti asal-usul historis Islam di Indonesia. 83. karena di kota ini ia juga banyak memanfaatkan kelompok diskusi dengan para intelektual muda Mesir untuk bertukar fikiran. Tradisionalisme Radikal. hlm. filsafat Eropa dan teori sosial. Di sini ia banyak belajar tentang sastra dan kebudayaan Arab. selain itu Gus Dur juga pernah menjadi ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Timur Tengah dari tahun 1964 sampai 1970. hlm.. 165. 256 257 255 Ibid. dan Idy Subandy Ibrahim. di samping menonton kegemarannya film-film Prancis dan sepak bola.257 254 Greg Barton. lingkungan baru ini juga membantunya banyak membaca karya-karya pemikiran seperti pemikiran Emile Durkhim.256 Di negeri inilah bakat empirismenya tumbuh pesat. hlm. 83. hlm.terlengkap di kota Kairo dan waktu lebihnya ia manfaatkan menonton film. Greg Barton dan Greg Fealy. Zaman Baru Islam. sebab referensi buku tentang Indonesia cukup banyak tersedia di sana.255 Dari Kairo Gus Dur pindah ke Irak.

tetapi harapan ini sukar terwujud. hlm.260 Selama periode ini. 33. ia menjadi dosen dan dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Hasyim Asy‟ari (UNHASY). yaitu setengah tahun di Belanda. dan dua bulan di Prancis. Prancis. 258 Tetapi. Kemudian dari tahun 1975-1979. Sampai akhirnya pada tahun 1979 ia hijrah ke Jakarta. empat bulan di Jerman. ia menjadi sekretaris umum pondok pesantren Tebuireng. sebagian karena diilhami oleh berita-berita perkembangan baru dunia pesantren yang menggembirakan. Pada tahun 1972-1974. dinyatakan bahwa petualangan Gus Dur ke Eropa yang menghabiskan waktu selama satu tahun itu. untuk belajar program studi Islam yang sangat diseganinya. yang sekarang menjadi Institut Keislaman Hasyim Asy‟ari (IKAHA). Gus Dur melanjutkan petualangannya ke negeri Eropa dengan harapan bisa belajar di salah satu universitas di sana. Abdurrahman Wahid. Mengurai Hubungan Agama. Akan tetapi dalam wawancaranya Ma‟mun Murod dengan Gus Dur. akhirnya Gus Dur kembali lagi ke Indonesia dan kehidupan pesantren. 165. dan menjadi dosen IAIN Syarif Hidayatullah. 260 Greg Barton dan Greg Fealy. 165. Jombang. Jombang. 259 cix . Tradisionalisme Radikal. Sempat mengantarkannya menjadi kandidat Master (S2) di Sorbone University.Lalu pada tahun 1971. Gus Dur juga banyak terlibat dalam kepemimpinan nasional NU. Ia juga sempat bermaksud pergi ke McGill Univesity di Kanada. kemudian ia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia saja.259 Setelah itu. hlm. Baca. karena background studinya di Kairo dan Baghdad tidak diakui di Eropa. hlm. sebelum akhirnya mendirikan Pesantren 258 Greg Barton dan Greg Fealy. Tapi tidak kesampaian karena ia lebih memilih balik ke Indonesia. Tradisionalisme Radikal. dan mengawali kariernya di PB NU sebagai katib awal Syuriah NU.

Ciganjur. progresif dan inklusif inilah. Mengurai Hubungan Agama. ia juga banyak terlibat dalam berbagai proyek dan aktivitas di Jakarta termasuk mengajar di dalam program pelatihan bulanan kependetaan Protestan. hlm. 262 263 264 cx .261 Selain itu. longgar dan moderat.. Bahkan menurut Greg Barton.262 Setelah menetap di Jakarta. Ibid. 165. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. Meskipun latar belakang pendidikannya berbeda. Tradisionalisme Radikal. di Jakarta Selatan.264 Karena sikap liberal.263 Rentetan petualangan pendidikannya di atas. akan tetapi sikap dan pemikirannya jauh lebih siap untuk berpartisipasi dalam wacana-wacana besar mengenai pemikiran Barat. seperti Nurcholish Madjid dan Djohan Effendi untuk ikut bergabung dalam forum diskusi dan lingkaran studi mereka. akan tetapi Gus Dur jauh lebih siap untuk menggagas wacana agama yang bercorak liberal. Selain belajar secara otodidak. studinya di Baghdad juga banyak memberikan dasar-dasar yang baik mengenai wacana liberal yang bercorak Barat dan sekular. Ibid. Ia juga pernah menjadi juri pada Festifal Film 261 Abdurrahman Wahid. pendidikan Islam dan masyarakat muslim. kemudian ia diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1982-1985. telah menjadikannya sebagai tokoh intelektual yang berfikiran liberal. secara teratur ia melakukan kontak dengan intelektual muslim progresif di Jakarta. meskipun Gus Dur tidak pernah menempuh pendidikan formalnya di Barat. 166. hlm. hlm.

Gus Dur telah terpilih empat kali menjabat ketua PBNU. cet. sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan pada tokoh Asia karena dinilai telah memberi kemajuan yang khas bagi bangsanya. Banoo Coyaji (India). 30 268 267 266 Abdurrahman Wahid. Maksud Pribumisasi Islam ialah mengokohkan kembali akar budaya kita dengan tetap berusaha menciptakan masyarakat yang taat beragama. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. Baca Douglas E.000 dollar AS. Kemudian Rukun tetangga. Imron Hamzah dan Drs.268 Kemudian dari tahun 1985 hingga 1990 ia berkhidmat dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). tokoh tokoh Asia tersebut ialah Noboru Iwamura (Jepang). dan sejak tahun 1994 ia menjadi penasehat International Dialogue Foundation on Perspective Studies of Syari‟ah and Secular Law. hlm. hlm. Vo-Tong Xuan (Vietnam). 120. hlm.269 Namun sebelumnya dalam periode yang sama tahun 1993. 1989. 1989). orang-orang non muslim menjadi presiden Indonesia. 265 Sikap dan pemikiran Gus Dur semakin liberal dan progresif ketika dipercaya menjabat ketua PBNU pada tahun 1984. dan Bievendido Lumbrera (Filiphina). hlm. di antaranya pada tahun 1984. 93. 1994 dan 1999. K. 33 Greg Barton dan Greg Fealy. Ramage. hlm.266 hal ini bisa dilihat dari gagasangagasannya. di Den Haag. rukun tetangga (sosial). 83. Percaturan Politik. 166. Mengurai Hubungan Agama.270 Bersamaan pada periode itu. hlm. Gus Dur juga terlibat dalam 265 Umaruddin Masdar.H. Berangkat dari usaha menjembatani persoalan antara kehidupan muslim yang baik tapi a-sosial dengan muslim yang begitu sosial tapi tanpa keimanan. yang saat itu masih dianggap tabu oleh kaum santri (NU). ke-1 (Surabaya: Jawa Pos. Membaca Pikiran Gus Dur.Indonesia. dan Idy Subandy Ibrahim. Gus Dur Diadili Kiai-Kiai. Zaman Baru Islam. Baca. 270 269 cxi . dan lain sebagainya. Tradisionalisme Radikal. Gus Dur dinobatkan sebagai seorang yang layak menerima piagam “Ramon Magsasay” dan hadiah senilai 50.267 seperti Pribumisasi Islam. sebuah istilah yang memandang dimensi pribadi menjadi dimensi sosial. Dedy Djamaluddin Malik. Choirul Anam.

kebebasan berpendapat. K. dan pribumisasi Islam.272 Dengan dukungan PKB dan Partai-Partai Islam yang dinamakan “poros tengah” saat itu. dengan menyatakan bahwa PKB bukanlah Partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler. oleh sebab itu menimbulkan kritik keras di kalangan NU. Arief Hakim. ia dijuluki sebagai salah satu tokoh pembawa gerbong reformasi. hlm. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik.H. 135-136. Titian Ilahi Press). M. (Yogyakarta: Ar-Ruzz: 2002). Gus Dur yang saat itu masih aktif menjabat ketua umum PBNU mendirikan sebuah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). maka tidak aneh saat reformasi 1998 terjadi. yang sebelumnya seringkali dimarginalkan. pluralisme agama. 272 271 cxii . (Yogyakarta. dengan cara yang sangat demokratis telah mengangkat citra kelompok santri dalam percaturan politik nasional. telah berhasil mengantarkannya pada kursi kepresidenan pada tahun 1999 di masa reformasi ini. 147 Dikutip dari karyanya Bahrul Ulum. ini menunjukkan bahwa Gus Dur sebenarnya seorang demokrat. seperti LSM Fodem (Forum Demokrasi). di sini ia menjabat sebagai ketuanya. hlm. Yusuf Hasyim. Gus Dur dan Demokrasi. Terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden. telah mendapat respon dari kalangan luas (sejak tahun 1980-an sampai 1990-an).aktivitas-aktivitas sosial. bahkan sempat menyatakan akan memilih Fodem daripada NU. dalam Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur Dan Gerakan Sosial NU. Namun sayang masa pemerintahan Gus Dur harus berhenti di tengah jalan pada tanggal 23 Juli Jabatannya di Fodem bersamaan dengan masa jabatannya sebagai ketua PBNU. Namun Gus Dur tetap tabah.271 Karena kritik politiknya terhadap kediktatoran negara dan gagasangagasannya yang berkaitan dengan demokrasi. Akhirnya pada tahun 1998 pasca reformasi. pada tanggal 23 Juli 1998. khususnya pamannya sendiri. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi?.

Cara pemberhentian ini benar-benar menyakiti kalangan santri.2001 secara inkonstitusional karena sikap politiknya yang mengundang banyak kritik. karena menurutnya kalau agama. ia menolak Islam dijadikan ideologi. yang kemudian membuat mereka terpaksa kembali menelan kepahitan politik di awal sejarah reformasi ini. cxiii . Masalah relasi Islam dan negara merupakan salah satu hal yang penting dalam pemikiran Gus Dur. Sulawesi Utara. Gus Dur kembali membuat geger masyarakat muslim dengan menerima penobatan sebagai anggota kehormatan Legium Kristus pada 28 Januari 2002 di Tataaran Tonando. Berbeda dengan M. hlm. dari pengamat dan lawan politik yang mengantarkannya dulu. yaitu pemisahan antara agama dan negara. oleh sebab itu banyak orang yang melakukan review terhadap pemikirannya ini. Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Relasi Islam dan Negara. Namun yang menjadi cukup menarik setelah ia dijatuhkan dari kepresidenan. yang sejalan dengan pemikiran Ali Abd al-Raziq.273 Dan mengenai peran Gus Dur di PKB saat ini (tahun 2003-2004). Gus Dur sebaliknya. 2. Gus Dur Menjual Bapaknya. yang menginginkan Islam dijadikan kekuatan ideologi dan dasar negara ini. ia masih menjabat sebagai ketua Dewan Syura partai tersebut. Natsir dengan berbagai alasannya di atas. politik dan budaya diideologikan fungsinya akan terdistorsi dan 273 Hartono Ahmad Jaiz. 32. Minahasa. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa arus pemikiran Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara dapat dikategorikan sebagai pemikiran yang sekularistik.

Kedua. Ini bisa dilihat dari keempat khalifah pertama sepeninggalnya Rasulullah. Khamami Zada. dalam konteks negara pluralistik seperti Indonesia. hlm.274 Menurutnya. 276 Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. hlm. melainkan justru akan memicu disintegrasi yang berbasis sekretarian dan konflik horizontal. Dikutip dari. 2002). yaitu berkaitan dengan fakta bahwa dalam sejarah Islam tidak pernah menunjukan adanya mekanisme baku bagaimana suksesi dalam Islam. dan Idy Subandy Ibrahim. Atas dasar inilah Islam tidak memberi konsep yang jelas. ada dua alasan mengapa ia menolak didirikannya negara Islam. sebuah ayat yang lebih pada konteks sosiologis. Zaman Baru Islam. (Jakarta: Lakpesdam. dan Tata Negara. Neraca Gus Dur di Panggung Kekuasaan. yaitu negara yang baik. argumentasi normatif-teologis. semuanya diangkat melalui mekanisme yang berbeda satu sama lain.276 padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan.275 Pertama. menjadikan Islam atau agama apapun sebagai ideologi negara hanya akan memicu disintegrasi bangsa. Islam. argumentasi historis. 21-33. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. 122-123. karena menurutnya sangat tidak mungkin memberlakukan formalisme agama tertentu dalam komunitas agama masyarakat yang sangat 274 Dedy Djamaluddin Malik. 275 cxiv . hlm. 78. Munawir Sjadzali. Memang dalam al-Qur‟an ada ayat yang berbunyi Baldatun T{ayibatun wa rabbun Gafur.bukan malah mendapatkan struktur yang lebih baik. Selain itu. yang menyebutkan bahwa Daulah Isla>miyyah (Islamic State) tidak pernah disebutkan secara eksplisit dalam al-Qur‟an. penuh pengampunan Tuhan.

bagi Gus Dur. padahal dalam negara demokrasi nilai egalitarianisme sangatlah 277 Umaruddin Masdar. dan seharusnya Islam dijadikan sebuah nilai etik sosial (social ethics). Membaca Pikiran Gus Dur. Membaca Pikiran Gus Dur. 278 279 cxv . hlm. berarti akan membuka peluang intervensi negara terhadap agama dan politisasi agama. toleran dan keadilan. hlm.279 Pemaksaan formalisasi hukum Islam melalui struktur negara. Gus Dur menyatakan bahwa agama merupakan dimensi privat yang paling independen dari manusia dan tidak boleh diintervensi oleh negara yang bersifat publik. Umaruddin Masdar. hlm. Oleh sebab itu. merupakan pengingkaran terhadap demokrasi yang ingin ditegakkan di negeri ini. yang berjalan di kalangan masyarakat melalui persuasif.277 Apabila Islam dijadikan ideologi negara. padahal ajaran-ajaran agama itu sendiri bersifat privat.278 Baginya Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang. persamaan dan keadilan.beragam. yang berarti Islam berfungsi komplementer dalam kehidupan negara. yang lahir dalam konteks protes terhadap ketidakadilan di tengah komersial Arab dengan nilai-nilai dasarnya. bukan melalui perundangan negara yang bersifat kohesif. 129. baginya pluralitas merupakan hukum alam atau Sunnatullah di negeri ini. seperti musyawarah. 127. Khamami Zada. Selanjutnya. Untuk itu Gus Dur sepakat dengan aksioma bahwa Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion). Neraca Gus Dur. 125.

280 Dalam pandangan Greg Barton. Fachry Ali. yang ditugaskan menetapkan sebuah konstitusi bagi republik ini. Mengurai Hubungan Agama. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikian Islam Indonesia Masa Orde Baru. 282 Dikutip dari.281 Ini dikarenakan gagasangagasannya yang liberal dan tetap menggunakan esensi khazanah pemikiran tradisional (legacy of past). 1990). hlm. Gus Dur juga menyatakan bahwa tanpa Pancasila negara Indonesia akan bubar. Sebagai sebuah bangsa. Hlm. cet. ke-2 (Bandung: Mizan. Sisi lain. pertentangan itu tercermin dalam kemacetan sidang konstituante pada tahun 1959. yang ia sampaikan dalam sambutannya saat menerima penghargaan Magsaysay. hlm. ideologi ini merupakan asas negara yang harus kita miliki dan perjuangkan. bukan malah menjadikan pemeluk agama lain menjadi warga negara kelas dua. 29-81. Pengakuan atas berbagai ragam agama dan ideologi nasional itu memberi jaminan kebebasan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan kepercayaannya masingmasing”. 93. Baca. Indonesia mampu menyelesaikan masalah itu secara pasti. Gus Dur dikategorikan dalam aliran neo-modernis. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan 280 Abdurrahman Wahid. Dedy Djamaluddin Malik.dijunjung tinggi. yaitu dengan menghasilkan sebuah formulasi mendasar bahwa Pancasila dijadikan asas dasar dan ideologi setiap organisasi. Berkaitan dengan ideologi Pancasila. 169. dan Idy Subandy Ibrahim. di satu sisi adalah pemberontakan kelompok militan muslim yang dikenal pada tahun 1950-an sebagai Darul Islam. Fachry Ali dan Bachtiar Effendi. Gus Dur menunjukkan pemikirannya dengan berkomentar mengenai prestasi umat Islam Indonesia: “Pada mulanya ada semacam pertentangan antara Islam.282 Lebih dari itu. sementara agama tetap dijadikan landasan kepercayaan. yang saat itu ditawarkan dalam bentuk ideologi melawan Pancasila . dan Bachtiar Effendi. 281 cxvi . Zaman Baru Islam.

berupaya untuk mencairkan ketegangan tersebut. Achmad Siddiq. Seolah-olah Pancasila saat itu telah menjadi mantra pemerintahan dalam menjalankan kebijakan. ekonomi Pancasila . lihat juga Khamami Zada. Abdurrahman Wahid. hlm. 124. 85. atau malah disalahgunakan oleh keduanya. Douglas E. Ramage. Ideologi dan Etos Kerja di Indonesia.. hlm. dimanipulasi umat Islam. Islam. Gus Dur menginginkan adanya pemisahan wewenang fungsional agama dan negara yang berbau sekularistik. 1995).285 Singkatnya. hlm. dan sempat menjadi ejekan karena semua kegiatan harus berlabelkan Pancasila . Doktrin Islam Dalam Sejarah. dalam Budhy Munawar Rahman. (Jakarta: Paramadina.H. dengan menyatakan bahwa Islam sebagai agama memberlakukan nilai-nilai normatif dalam kehidupan perorangan maupun kolektif. seperti pers Pancasila .283 Ini merupakan pernyataan yang penuh resiko pada tahun 1990-an. bahkan sepak bola Pancasila . Percaturan Politik. tidak peduli apakah ia dikebiri angkatan bersenjata. Lalu bagaimana ia 283 Dikutip dari pernyataan Gus Dur dalam. Gus Dur sebagaimana K.284 Selanjutnya. hlm. 80.nyawa saya sendiri. karena pada saat itu rakyat Indonesia sudah sangat bosan dan jenuh mendengar Pancasila yang selalu disebut oleh pejabat-pejabat dan hampir setiap hari dipropogandakan dalam media massa. Neraca Gus Dur. Ibid. antara kaum nasionalis dan kaum muslim. 583. 285 284 cxvii . mengenai relasi antara agama dan negara yang selalu menimbulkan ketegangan sejak periode awal Indonesia merdeka. sedangkan negara tidak mungkin memberlakukan nilai-nilai yang tidak diterima oleh masyarakat yang berbedabeda agama dan pandangan hidupnya.

mengikat dengan sendirinya (Mulzimun binafsihi). Imron Hamzah dan Drs. Neraca Gus Dur. Ahl H{alli wa al-„Aqdi. hlm. yang terpenting bagi umat Islam menurut Gus Dur adalah pengaturannya (al-H{ukmu) bukan alQur‟an.H. seperti yang dikatakan negara bangsa (nation state) saat ini. Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun (Muqadimah).287 Ada beberapa teoritisi Islam seperti al-Mawardi (al-Ah}ka>m asS}ultaniyyah). Gus Dur berbicara tentang “hukum Islam” yang dalam kenyataannya hanya berlaku sebagai panduan moral yang dilakukan atas kesadaran masyarakat. di antaranya sistem Istikhlaf. (Wad„u al-Ah}kam fi H{alati Imka>niyyah Wad„ihi). cxviii . bahwa rumusan Pancasila sebagai ideologi negara harus kita pegang teguh.menanggapi tuntutan sebagian masyarakat yang selalu mendesak penerapan syari‟at Islam dengan mengundangkan secara positif dalam hukum negara? Untuk menjawab ini. yang telah banyak merumuskan konsepsi kenegaraan. hlm. sebuah hukum agama dapat diundangkan negara apabila hal itu dapat berlaku untuk seluruh komponen masyarakat. Dalam Islam sendiri tidak mengenal sistem pemerintahan yang definitif. Dan menurutnya. Choirul Anam. memang pernah ada tiga sistem yang dipakai dalam Islam. Ibnu Abi „Arabi. Di samping itu. meskipun berbeda agama. 55. bukan karena dipaksa negara. 124. Dan 286 287 Khamami Zada. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. Bay„ah. K. tetapi ini hanya terjadi dalam tempo 13 tahun. 286 Sebagaimana yang ia katakan di atas.

hlm. sekalipun agama itu merupakan anutan mayoritas penduduk di negara ini. Ketegangan itu bisa dikatakan relatif berhenti. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.289 Dan yang tak kalah penting menurutnya adalah fungsi negara sebagai penyerap heterogenitas dan kepentingan masyarakat. setidaknya secara de jure. Pertama.291 Ada dua hal yang ditawarkan Gus Dur dalam menetralisasi ketegangan kedua pihak tersebut. 132. sebab Islam politik dianggap sebagai pesaing yang mengusik basis kebangsaan.290 Di Indonesia. Sebab.105. hlm. menjadikan Islam sebagai etika sosial dalam 288 Ibid. semua ormas Islam menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi pada tahun 1980-an yang lalu.288 Dalam konteks ini. bahwa agama saja tidak cukup untuk dapat membentuk negara. disamping paham keagamaan juga diperlukan rasa „As}h}abiyyah (perasaan keterikatan) untuk membentuk ikatan sosial kemasyarakatan. menurut Gus Dur pernah digali oleh pikiran cemerlang Ibnu Khaldun. Umaruddin Masdar. oleh sebab itu tidak aneh kalau Gus Dur menolak Islam sebagai ideologi negara di Indonesia. hubungan Islam dan negara pernah mengalami ketegangan politik yang tajam. Membaca Pikiran Gus Dur. 290 291 289 Ibid.ternyata paham kebangsaan ini. Metamorfosis NU dan Politisasai Islam Indonesia. cxix . Pembentukan negara. A. 1995). menurut Ibnu Khaldun. alasan berdirinya sebuah negara karena adanya perasaan kebangsaan. Gus Dur setuju dengan pendapat Ibnu Khaldun yang menyatakan. Gaffar Karim.

293 Jelaslah dengan demikian. 75. Ibid.294 Pendapat-pendapat Gus Dur tersebut merupakan konsekuensinya dalam memperjuangkan demokrasi dan semangat pluralisme di negeri ini. Gus Dur menegaskan bahwa Islam bertugas melestarikan sejumlah nilai dan prilaku sosial yang mengaitkan pencapaian tujuan dengan kemulian cara yang digunakan. dan Idy Subandy Ibrahim.292 Dengan berprinsip al-Gayah wa al-Wasa>il (tujuan dan cara penyampaiannya). Dedy Djamaluddin Malik. bukan dari norma formal eksistensinya. Mengurai Hubungan Agama.” Prisma. 293 294 Abdurrahman Wahid. negara Islam atau bukan. no. 295 cxx . hlm. Dan kedua tawaran itu kemudian mengarah pada penempatan Islam sebagai faktor komplementer dalam kehidupan sosio-kultural dan politik di Indonesia.kehidupan berbangsa dan bernegara. Islam berfungsi sebagai etika sosial yang memandu jalannya kehidupan bernegara bukan sebagai bentuk kenegaraan tertentu. mengembangkan Islam sesuai dengan konteks setempat atau yang biasa dikenal pribumisasi Islam.. maka bentuk pemerintahannya tidak lagi menjadi pusat pemikirannya.295 Selama kaum muslim dapat menyelenggarakan kehidupan beragama mereka secara penuh. Oleh sebab itu. 4 (April 1984). Kedua. hlm 132-133. menurutnya dalam prespektif Ahl as-Sunnah wa alJama„ah. menurutnya selama tujuan masih tetap. 169. 292 Ibid. Abdurrahman Wahid. lihat juga. maka cara penyampaian menjadi masalah sekunder. hlm. “Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia. dan yang dimaksud nilai dan prilaku tersebut adalah Ah}laq al-Karimah. pemerintahan ditilik dan dinilai dari segi fungsionalnya. Di samping itu. Zaman Baru Islam. hlm 35.

karena bagi NU. Namun Gus Dur membantah itu. Lebih lanjut. yang kemudian arus ini dinamakan Gus Dur sebagai kelompok alternatif. Zaman Baru Islam. pedomannya bukanlah strategi perjuangan politik atau ideologi Islam dalam artian yang abstrak. tak heran kalau banyak orang yang menuduh NU sebagai organisasi opurtunistik.298 Dalam pemikiran idealistik menginginkan sebuah konsep kenegaraan yang sepenuhnya berwawasan Islam.297 Secara teoritis. Melihat kebijakan NU.296 Dan Gus Dur sendiri dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa pemerintahan yang berideologikan Pancasila ini. dan tentunya dengan mendapat persetujuan para ulama organisasi tersebut. Ibid. yakni idealistik dan realistik. melainkan keabsahan di mata hukum fiqih. Da>ru al-H{arbi dan Da>ru as-S}ulh}. Ibid. bisa dikategorikan dalam negara damai (Da>ru as-S}ulh) yang harus dipertahankan. Gus Dur juga mengakui bahwa pemikiran negara dalam Islam telah terbagi menjadi dua arus. yang dalam sejarah politik Indonesia acapkali menunjukkan sikap akrab dengan negara. NU di bawah aksi politik yang dimotori Gus Dur secara sadar menerima asas tunggal Pancasila. dan Idy Subandy Ibrahim. hlm 170. Pancasila dalam pandangan NU merupakan ideologi bangsa yang sejalan dengan visi Imam Syafi‟i tentang tiga jenis negara: Da>ru al-Isla>m. 297 298 cxxi . 296 Dedy Djamaluddin Malik.Dan atas dasar kerangka berfikir inilah.

301 299 A. (12 April 1991). Ketiga. Emha Ainun Nadjib. baik ketika di NU. PKB maupun di Pemerintahan. Gus Dur seringkali memunculkan gagasan kontroversial di mata masyarakat. agen Zionis dan berbagai tuduhan minor lainnya. Oleh sebab itu. hlm. hlm. yang kontroversial. yakni dengan menomorsatukan apa pun yang indikatif terhadap primordialisme dan anti-nasionalisme.Sementara pandangan realistik. Bahkan menurut Liddle.” Yogya Post. lebih tertarik pada pemecahan masalah bagaimana perkembangan historis yang berkaitan dengan negara dapat ditampung dalam pandangan Islam. Kedua. Pertama. Untuk lebih jelasnya baca. 300 hlm. 94. Metamorfosis NU. Zaman Baru Islam. Gus Dur adalah seorang tokoh yang paling unik. maupun yang membingungkan. 95.300 Sedangkan meminjam analisis Cak Nun. Ibid. ia kerap memperoleh serangan sebagai pro-Kristen. Dedy Djamaluddin Malik. menurutnya kita bisa melihat sepak terjang Gus Dur. 301 cxxii . dan Idy Subandy Ibrahim. Dikutip dari. Gaffar Karim. karena sering memimpin ke mana para pengikutnya tidak mau ikut. yang radikal.. 108. Karena semuanya itu terletak pada grand theory yang tidak sukar dipahami. “Gus Dur Pelindung Minoritas. dalam perspektif universal ia bermaksud menumbuhkan demokrasi setelanjangtelanjangnya. baik dari sikapnya yang biasa-biasa saja. yang gendheng. yang kemudian dalam konteks ini Islam dijadikan sebagai faktor komplementer bagi ideologi negara. dalam konstelasi keindonesiaan ia bermaksud menerapkan suatu ideologi nasionalisme habis-habisan. Gus Dur dengan segala resikonya berkehendak melakukan domestikasi atau pembumian nilai-nilai Islam dalam kerangka nuansa kultural yang tak bersedia ditawar oleh segala “kegamangan teologis” apapun.299 Ini dikarenakan sepak terjangnya yang terkesan tidak membela Islam. di antara para tokoh tradisionalis. khusus kaitannya dengan Islam.

Gus Dur lebih sering menggunakan ideologi Pancasila daripada Islam dalam melegitimasi partisipasinya dalam wacana politik dan pengekspresian gagasan kunci politiknya.Sejak dipilih sebagai pemimpin NU pada tahun 1984. sekular dan nasionalis. 194. Toleransi Agama Dan Pancasila : Pemikiran Politik Abdurrahman Wahid. Ibid. Tradisionalisme Radikal. Untuk mendukung tujuan-tujuan demokratis dan sosialnya. Douglas E.93. Berkaitan dengan sumbersumber pemikiran Islam.303 Douglas E. dan menegaskan bahwa watak pluralistik dan multi komunal masyarakat Indonesia harus dipertahankan dari kecenderungan-kecenderungan sektarianistik. keulamaan dan kebudayaan tradisional. dalam Greg Barton dan Greg Fealy. 303 Pernyataan Wahid Hasyim. Ramage. retorika Gus Dur semakin bernada liberal dan progresif. Demokrasi. Ia kemudian menunjukkan bahwa ayahnya. Ramage. hlm.. Percaturan Politik. 302 cxxiii . Pandangan ini menurutnya penting untuk disampaikan karena beberapa muslim memandang Pancasila sebagai ideologi sekular yang tidak sesuai dengan Islam. ia mengkombinasikan antara apa yang baik dalam nilai-nilai modernitas dengan komitmen terhadap rasionalitas. dikutip dari. hlm 196. baca juga. Wahid Hasyim.302 Bagi Gus Dur Pancasila adalah ideologi nasional yang esensial untuk mempertahankan kesatuan nasional. hlm. seorang pemimpin NU pada tahun 1945 juga sepakat mendukung sebuah negara nasional non Islam. ia banyak bersikap positif dan fleksibel dalam merespon modernitas. Dari sini bisa dilihat bahwa pemikiran politiknya didasarkan pada visi politik yang demokratis.

200.304 Selanjutnya. 14 tahun 1967 itu dicabut dengan Kepres No. pendidikan dan keagamaan. terlihat tidak adanya pengakuan hak-hak penganut Konghucu sehingga mereka terpaksa harus pindah ke agama lain. NU ingin tetap menjaga independensi politiknya dan menghindari intervensi serta manipulasi pemerintah. ini terlihat dalam upaya pencabutan Inpres No.305 304 305 Ibid. Padahal pada tahun 1983. tetapi juga sebagai respons terhadap depolitisasi orde baru. hlm. humanisme dan toleransi agama yang Gus Dur perjuangkan semakin kuat. Dalam Inpres ini. Neraca Gus Dur. berkaitan dengan perannya sebagai Kepala Presiden yang relatif singkat. 6 tahun 2000. hlm. Visi demokrasi. Keputusan untuk keluar dari politik atau yang dikenal dengan kembali ke khittah 1926. cxxiv . 14 tahun 1967 tentang agama. Singkatnya. Namun pada masa Pemerintahan Gus Dur Inpres No. kepercayaan dan adat istiadat cina. menurut Gus Dur.Untuk memahami sepenuhnya politik Abdurrahman Wahid dan penggunaannya terhadap Pancasila dalam mengembangkan demokratisasi. 142. Khamami Zada. karena saat itu pemerintah terus-terusan menekan politik Islam dengan menggunakan Pancasila untuk membatasi kegiatan partai politik yang legal pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an. bukan hanya karena adanya keinginan untuk memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan sosial.. NU adalah ormas Islam yang pertama kali menyetujui asas tunggal. perlu ditinjau terlebih dahulu “keluarnya NU” dari panggung politik formal pada tahun 1984.

308 Berdasarkan uraian panjang lebar di atas. 308 Ibid. pada Sidang Tahunan Agustus 2000. Tujuh kata itu berbunyi: …dan kewajiban menjalankan Syari„ah Isla>m bagi para pemeluknya. Akan tetapi ide pencabutan kemudian memunculkan gelombang demonstran selama kurun masa kekuasaannya dan akhirnya di tolak oleh MPR. Leninisme dan Komunisme. Akhirnya. yakni adanya masyarakat muslim yang ingin menghidupkan kembali “Piagam Jakarta” dan mengharapakan penerapan Syari„ah Islam melalui power negara. ada ide yang lebih kontroversial. 145.Selain itu. dua partai politik Islam (PPP dan PBB) mengusulkan kembali “Tujuh Kata Piagam Jakarta”307 untuk dimasukkan dalam pasal yang mengatur bab agama dalam proses amandemen 1945. hlm. melainkan membiarkan rakyat untuk menguji wacana tersebut. 62.. 307 cxxv . sebagai seorang demokrat Gus Dur tidak memangkas keinginan itu melalui kekuasaannya. yakni pencabutan Tap MPRS XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran Marxisme. dapat disimpulkan beberapa hal pemikirannya mengenai hubungan Islam dan negara. sebagaimana yang pernah diungkapkan Gus Dur. Gus Dur juga harus menghadapi sebuah cita-cita politik yang bertolak belakang dengan trade mark pemikirannya. yang menurutnya telah mendiskriminasikan sebagian warga dalam kehidupan publik dan negara.306 Di luar masalah tersebut. karena banyaknya kalangan yang khawatir akan campur tangan negara terhadap agama dan politisasi agama. Gus Dur selalu ingin menjaga independensi keberagamaan masyarakat dalam 306 Ibid. Tetapi hasrat kedua parpol tersebut gagal.. Pertama.

baik melalui tulisantulisan maupun ceramahnya. penolakan Gus Dur terhadap sebagian masyarakat muslim yang ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. melainkan justru merendahkan. Sikap itu begitu tegas disampaikan oleh Gus Dur. Karena pengistimewaan agama tertentu dalam negara yang plural ini. Kedua. bukan dari paksaan negara. Hal ini juga bisa dilihat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dideklarasikannya. yaitu bagaimana membangun independensi agama dan para pemeluknya vis a vis negara. sikap dan gagasan Gus Dur mengenai relasi Islam dan negara sebenarnya cukup jelas. Begitu juga sebaliknya agama tidak perlu mengemis legitimasi kepada negara karena hal tersebut bukan menguatkan eksistensi agama sebagai kepercayaan. sebuah refleksi pemikirannya dalam membangun relasi Islam dan negara. cxxvi .menghadapi negara. Yang mana agama sebagai wilayah privat manusia seharusnya tidak boleh dicampuri oleh siapapun. berarti pengingkaran nilai-nilai demokrasi. Ketiga. baik sebagai kehendak masyarakat maupun sebagai kehendak negara. karena ketaatan seseorang harus muncul dari kesadaran pribadi. partai mayoritas muslim yang tidak melabelkan Islam. merupakan konsekuensi dari pemahaman demokrasi yang ia perjuangakan. Sebagai seorang pemikir dan aktivis Islam. negara tidak boleh mengintervensi urusan-urusan agama masyarakat. yakni menempatkan masyarakat secara egaliter di hadapan negara. yang menunjukkan bahwa ia menolak bentuk formalisme agama dalam kehidupan politik.

BAB IV ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN M. dan organisasi yang menjadi dapur pertama pemikiran politiknya. cxxvii . NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID A. Di antaranya mengenai latar belakang kehidupan. Sebagaimana yang telah diuraikan pada Bab III. Persamaan. Selain itu ulasan tersebut. bahwa gambaran kedua tokoh di atas sangat diperlukan untuk menganalisa pemikiran keduanya. karier politik.

(RE) Politisasi Islam. yang kemudian dalam situasi itulah Islam menapaki langkah-langkah yang boleh dibilang idealistik atau formalistik. telah banyak mewarnai sejarah perpolitikan Indonesia. Terlepas dari itu.310 Meskipun keduanya hidup pada masa yang tidak bersamaan. Dalam pandangan kelompok ini. dengan menawarkan Islam yang sesuai dengan konteks Indonesia dan tidak begitu ideologis. sejak dasawarsa 1930-an antara M. Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa M. Oleh sebab itu kalangan ini lebih memilih garapan transformasi sosial. 190. Islam politik merupakan sesuatu yang sulit dijual.309 Situasi inilah yang mendorong aktivis dan pemikir Islam generasi kedua pada tahun 1970-an. cxxviii . tetapi pemikiran politik kedua tokoh tersebut masih tetap mewarnai panggung politik Indonesia sampai saat ini. hlm. karena masih kuatnya trauma politik yang membekas antara aktivis politik Islam dengan negara. perlu diakui bahwa perdebatan Islam dan negara sudah lama terjadi. Ibid. gerakan ini ingin menjadikan Islam sebagai ideologi negara. Natsir dan Soekarno. yang kemudian dinamakan Islam kultural.setidaknya dapat dijadikan pertimbangan sebelum menempatkan atau mengklaim kedua tokoh tersebut dalam kategori aliran tertentu. Singkatnya. Natsir sebagai Prototype modernisme Islam dan Gus Dur sebagai neo-modernisme Islam. 309 310 Bahtiar Effendy. Yang kemudian terpolarisasi pada kelompok modernis dan neo-modernis.

311 Umaruddin Masdar. al-Irsyad dan Sarekat Islam. Dengan demikian pemikiran-pemikiran politik kaum modernis Islam banyak diwarnai oleh idiom-idiom al-Qur‟an dan Hadis. al-Qur‟an dan Hadits. dianggap sebagai faktor lain (eksternal) yang dominan menyebabkan kemuduran dunia Islam. secara internal. Pertama. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amin Rais.311 Di Indonesia Gerakan modernis ini termanifestasikan dalam beberapa organisasi. 160. praktikpraktik keagamaan umat Islam telah banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang asli. sebuah organisasi yang mengedepankan motif gerakan kembali ke al-Qur‟an dan Hadis.Dalam diskursus kaum modernis. hlm. abadi dan akan tetap relevan dengan perubahan zaman dan tempat. yang kemudian menyebabkan umat Islam mengalami kemunduran. peradaban Barat sekular yang mulai masuk dalam percaturan peradaban Islam. cxxix . hanya saja doktrin tersebut kemudian terkontaminasi dengan sikap anti Barat yang rigid dan akhirnya melahirkan pemikiran normatif dan cenderung apologetik. yang menurutnya sebagai sumber ilmu yang otentik. misalnya dengan menawarkan sistem ekonomi Islam dan negara Islam sebagai alternatif menghadapi Barat. ada dua faktor yang telah disepakati sebagai penyebab kemunduran dunia Islam. Kedua. seperti Muhammadiyah. (S{a>lih} Likulli Zama>nin wa Maka>nin). oleh sebab itu pembaharuan doktrin Islam sangat diperlukan. Persis. merupakan rintisan yang tepat dengan realitas politik Islam saat itu. Pada dasarnya doktrin kembali ke al-Qur‟an dan Hadis di atas.

Natsir dan Gus Dur dalam memecahkan persoalan hubungan Islam dan negara. upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dirumuskan dalam suatu kaidah312:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Menurut Abd al-Wahab Khalaf.t.Dalam diskursus politik Islam (al-Fiqh as-Siya>syi). Abd al-Wahab Khalaf. apabila memenuhi tiga kriteria berikut ini. cxxx . Ketiga. ke-11 (Kairo: Dar al-Qalam. hlm. t. yakni kepentingan yang secara praksis dapat mewujudkan kesejahteraan umum dan mencegah timbulnya kerusakan. Dan yang pasti secara esensial kedua tokoh tersebut sepakat bahwa tujuan diterapkannya demokrasi di negeri ini adalah untuk mencapai kemaslahatan bersama dan keadilan yang merata bagi umat manusia. As-Sulam. cet. „Ilm Usūl al-Fiqh. Ada beberapa persamaan dari kedua tokoh tersebut dalam merespon hubungan Islam dan negara. Pertama. bukan individu.). 1977). 313 86-87. (Jakarta: Sa‟adiyah Putra. maslahah itu tidak bertentangan dengan ketetentuan atau dalil-dalil umum nash. maslahah itu ditujukan pada kepentingan rakyat banyak. kaidah di atas dapat dijadikan sebagai landasan teori hukum atau referensi untuk pengambilan keputusan hukum aktual. II: 65. memang perlu diawali dari teori ini. Dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh tersebut. 312 Abd al-Hamid Hakim.313 Teori kemaslahatan inilah yang kemudian dijadikan pisau analisis oleh M. maslahah itu bersifat essensial. Kedua.

di antaranya harus mempunyai wilayah. M. seperti musyawarah. Islam hanyalah mengatur dasar dan pokok-pokokmya saja seperti yang dinyatakan di atas. keduanya sama-sama mempunyai komitmen untuk menjadikan Islam sebagai agama pembebas yang membebaskan manusia dari segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi Sedangkan sisi persamaan yang dominan antara M. maka dari itu dalam membangun sebuah negara M. cxxxi . 199. Natsir dan Gus Dur dikenal sebagai pemikir muslim yang sekaligus praktisi politik terkemuka di negeri ini. Pemerintah. kebebasan. Gus Dur juga menyatakan secara tegas bahwa Islam tidak memberi konsep yang jelas untuk membangun sebuah negara. Natsir dengan Gus Dur dalam membangun relasi Islam dan negara adalah pengakuan mereka tentang tidak adanya sistem politik yang rigid dalam Islam sebagaimana yang telah ada dewasa ini. hlm. Undang-Undang Dasar atau sumber hukum atau kekuasaan lain yang tidak tertulis.314 Masih dalam konteks yang sama. dan kebersamaan.Dalam sejarah politik Indonesia. persamaan. dan bagi mereka yang ada dalam Islam hanyalah prinsip dasar berbangsa dan bernegara. Natsir banyak menggunakan syarat-syarat sebuah negara modern. keadilan. rakyat. Kedaulatan. melainkan hanya memberi nilai etik bagi kehidupan bangsa dan negara. Menurut Natsir. semuanya diangkat melalui mekanisme yang 314 Natsir. Secara historis juga telah terbukti bahwa dari keempat khalifah sepeninggalnya Rasulullah. dalam kenegaraan. Capita Selecta.

sebab walaupun Yusril mengkategorikan Natsir sebagai kalangan modernis. padahal pengangkatan seorang kepala negara merupakan kunci utama untuk mengetahui sistem kenegaraan.315 ini menunjukkan bahwa Islam memang tidak mempunyai mekanisme baku sebuah suksesi. Begitu juga dengan pemikiran Gus Dur. egaliter dan manusiawi sebagaimana yang dicitacitakan Islam. akan tetapi tidak jarang pendapat-pendapat Natsir yang mengarah pada faham fundamentalisme. namun juga terkadang terlihat konservatif dalam wacana keislaman yang lain. Islam dan Tata Negara. Munawir Sjadzali. Karena dengan adanya nilai-nilai dasar di atas Islam bisa dikatakan sebagai agama pembebas sepenuhnya kompatibel dengan aturan demokrasi. 21-33. hlm. Mengenai tipologi pemikiran kedua tokoh tersebut. yang menurut Greg Barton seringkali terkesan sekuler . memang tidak sepenuhnya murni sebagaimana yang telah penyusun tempatkan. demokrasi yang berdasarkan doktrin kedaulatan rakyat diterima secara terbuka. 315 cxxxii . Natsir menganggap sumber kekuasaan bagi pemerintahan adalah rakyat. M. akan tetapi bukan berarti ia menerima konsep sekulerisme sebagaimana yang inheren dalam sistem Mengenai hal ini bisa dibaca lebih jauh dalam karyanya. Sebagaimana Abduh. sistem demokrasi menurut kedua tokoh tersebut merupakan sistem yang paling realistik untuk mewujudkan terbentuknya suatu masyarakat yang adil. Oleh sebab itu.berbeda satu sama lain. Karena itu. menentang pemisahan agama dan negara.

Terlepas bagaimana cara kedua tokoh itu dalam memperjuangkannya. cxxxiii . Islam mempunyai prinsip-prinsip dasar dalam berbangsa dan bernegara. dan sistem yang ada harus mampu menegakkan keadilan. mengenai meskipun paradigma keduanya dalam dan melindungi memperjuangkan sama-sama menerima demokrasi secara terbuka. maka keduanya sepakat untuk menjadikan demokrasi sebagai sistem yang paling rasional untuk negara republik ini. bagaimana reaksi dan sikap keduanya dalam memandang Pancasila di negeri ini. Dan sebenarnya sikap ini sudah jelas terlihat di atas. Sedangkan Gus Dur ingin menegakkan demokrasi yang seutuhnya. Dengan demikian tujuan pertama didirikannya negara demokrasi adalah untuk menjaga Syari„at itu sendiri. kebebasan. Lebih lanjut. artinya tidak ada tendensi agama yang melekat pada konsep ini.demokrasi Barat. yaitu demokrasi yang sesuai dengan prinsip tauhid. persamaan sebagaimana yang dituntut oleh Islam secara radikal. Atas dasar pemahaman. Oleh sebab itu ia menawarkan sebuah konsep thestic democracy. Menurutnya. sehingga pelaksanaan Syari„ah memerlukan dukungan kekuasaan politik. yaitu negara. ia menjelaskan bahwa konsep demokrasi ini ditujukan untuk menetapkan hak-hak dan kewajiban timbal balik antara rakyat dengan penguasa. Syari„ah sebagai suatu sistem hukum terpadu dan lengkap hanya bisa dilaksanakan apabila ada suatu otoritas yang melakasanakan penerapan (law enforcement). Dengan demikian ada perbedaan yang sangat konsep mendasar demokrasi.

Perbedaan. dan sikap yang hanya sebatas keduniawian saja. Natsir dan Gus Dur dalam memandang relasi Islam dan negara yang paling fundamental terdapat dua hal.316 Dilihat dari beberapa pernyataan Natsir pada bab-bab sebelumnya. hlm. di samping itu Pancasila adalah hasil penggalian dari masyarakat. yang memisahkan antara agama dan negara.B. Ditarik dalam konteks Indonesia. tapi dalam kehidupan sehari-harinya tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan. tampaknya M. cxxxiv . tingkah laku. M. ibadah dan tindakan sehari-harinya. karena keduanya mempunyai fungsi timbal balik. Walaupun para sekularis mengakui adanya Tuhan. Pertama. simbiosis 316 Ahmad Syafi‟i Maarif. Islam dan Masalah Kenegaraan. baik dalam sikap. Natsir dengan tegas menolak negara yang berdasarkan sekularisme. bisa dikatakan bahwa hubungan Islam dan negara. Kedua. respon mereka terhadap paham sekuler. 127. menurutnya tidak dapat dipisahkan. karena konsep ini jelas bercorak La>-diniyyah yang tidak mau mengakui wahyu sebagai sumbernya. Natsir ingin membuktikan bahwa Indonesia telah terkontaminasi dengan paham ini. menurutnya sekularisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham. pemikiran politik mereka dalam menyikapi demokrasi dan ideologi Pancasila sebagai dasar negara di Indonesia ini. tujuan. Berangkat dari wacana relasi Islam dan negara di atas. Sedangkan sisi perbedaan antara pemikiran M. Baginya dengan adanya konsep Pancasila berarti telah terbukti bahwa negara Indonesia telah terjangkit penyakit sekularisme.

karena telah mengabaikan prinsip-prinsip pluralisme agama. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. Pancasila sebagai ideologi negara sudah sesuai dengan konteks demokrasi dan tidak 317 Natsir. seperti tuntutan diberlakuannya syariah oleh negara. 442. lebih mengasumsikan agama sebagai sumber motivasi pandangan hidup bangsa atau ideologi negara (Pancasila). negara adalah sebuah alat bukan tujuan.318 Jadi agama di sini hanyalah bersifat dialogis bukan simbiosis. berarti negara di sini selain merupakan institusi pemerintahan. Pola pemikiran Gus Dur ini bisa dikategorikan cukup sekuler. bagi Gus Dur. kalau kebijakan tersebut sampai diterapkan di negara yang sangat heterogen ini. Jadi. hlm. hlm. mengingat gagasan yang ia hasilkan selalu mengesampingkan simbolisasi agama terhadap negara atau sebaliknya. yang berkenaan dengan kehidupan manusia sebagai individu. juga mempunyai kekuatan penuh untuk menjaga dan memberlakuan undang-undang Syari„ah. Capita Selecta. Dan tentunya.317 Sedangkan Gus Dur. maupun masyarakat secara kolektif. berarti kita telah melakukan pengingkarana terhadap nilai-nilai demokrasi. 92. Ia tidak pernah berkeinginan untuk memanfaatkan negara sebagai alat pemberlakuan hukum agama tertentu.mutualisme. Maksudnya agama berperan mendorong kegiatan individu melalui nilai-nilai yang diserap Pancasila dengan menjadikannya sebagai bentuk pandangan hidup bangsa. Abdurrahman Wahid. 318 cxxxv . persamaan hak dan kemaslahatan umat. karena menurutnya hanya akan menciptakan diskriminasi agama. Baginya.

Selain itu. demokrasi yang menurut Natsir dan Gus Dur merupakan konsep paling rasional untuk sistem negara. No. hlm. Islam tetap tidak perlu menganut demokrasi 100%. “Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik M.320 Berbeda dengan Natsir.319 Ini menunjukkan bahwa Natsir selaku tokoh modernis muslim sangat selektif dalam menerapkan filterisasi (saringan) terhadap Barat. apalagi diganti. Selanjutnya. Baginya demokrasi adalah urusan manusia yang diberi kebebasan untuk mengatur dunia. hlm. baca juga Kamaruzaman. thestic democracy.perlu lagi diperdebatkan. Dalam modernisasi politik Islam. maksudnya. Relasi Islam dan Negara. 79. Natsir mempunyai pandangan untuk berusaha menerapkan ajaran dan nilai-nilai. 319 cxxxvi . M. 3. Natsir. sedangkan kedaulatan Yusril Ihza Mahendra. (1994). sosial. 71. dan politik Islam yang terkandung di dalam al-Qur‟an dan sunnah dengan menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. 85. Meskipun ia merupakan hasil ijtihad manusia. 320 Thoir Luth. Secara tegas dikatakan Natsir. Natsir Dakwah dan Pemikirannya.” Jurnal Islamika. ia tidak sepakat kalau urusan Tuhan dicampuradukkan dalam kepentingan ini. Natsir mewajibkan seoarang muslim untuk berpolitik sebagai sarana dakwah Islam. hlm. kerohanian. Gus Dur menilai demokrasi sebagai suatu kedaulatan rakyat sepenuhnya. keputusan mayoritas yang berpedoman pada ketuhanan. dan konsep demokrasi yang cocok bagi Indonesia adalah demokrasi yang tidak meninggalkan nilainilai ketuhanan.

1999). 91-105. hlm. Untuk merealisasikan demokrasi tersebut. Identitas Politik Umat Islam. legislasi) ajaran agama tersebut pada hakikatnya merupakan pengingkaran hakikat demokrasi yang ingin kita tegakkan di negeri ini. Berbicara mengenai Syari„ah. 2) Syu>ra (musyawarah). dan 6) Tagyir (perubahan). ia malah berkeinginan untuk meminimalisir intervensi negara terhadap agama. (Bandung: Mizan. Sedangkan Gus Dur justru sebaliknya. ada enam kaidah demokrasi dalam Islam. Natsir masuk dalam birokrasi pemerintahan berharap akan bisa memperjuangkan pemeberlakuan syari‟ah Islam melalui otoritas negara.323 Natsir dan Gus Dur sama-sama terlibat dalam pemerintahan. termasuk penolakannya terhadap pemberlakuan syari‟ah di negara ini. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien. Kuntowijoyo. 4) Mas}lah}ah (menguntungkan masyarakat). 322 323 cxxxvii . Menurut terori klasik. apabila hukum Islam atau hukum gereja harus diberlakukan oleh negara melalui (taqnin. 169. Syari„ah merupakan kehendak Ilahi yang suci dan 321 Umaruddin Masdar. Mengurai Hubungan Agama. 176.321 Terlebih lagi. 3) Ta„a>wun (kerja sama). hlm.322 karena akan menjadikan mereka yang tidak memeluk agama mayoritas menjadi warga negara kelas dua dan kehilangan haknya dalam memperoleh keadilan sesama dalam bernegara.Tuhan (Syari„ah) merupakan prinsip-prinsip universal yang menjadi patokan etik moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. hlm. akan tetapi keduanya mempunyai tujuan politik yang berbeda. 5) „Adl (adil). terdapat berbagai macam pemahaman. yaitu: 1) Ta„a>ruf (saling mengenal). Abdurrahman Wahid.

Surat 5: 51: 17. Sirry. Dinyatakan demikian. beliau menjelaskan tentang sholat. Imam Abu Hanifah yang mendefinisikan fiqih dengan Ma„rifat al-Nafsi ma>laha wa ma> „alaiha (pengetahuan seseorang tentang hak-hak dan Mun‟im A. digunakan untuk menyebut masalah essensial dalam ajaran Islam yang terdapat dalam al-Qur‟an dan sunnah yang telah diyakini kesahihannya. ibadah. Sirry.324 Sedangkan dalam alQur‟an kata Syir„ah atau Syari„ah dimaknai agama. Manna al-Qattan (ahli fiqh) mendefiniskan Syari„ah sebagai segala ketentuan Allah bagi hambanya yang meliputi masalah akidah. cet. Sebuah Pengantar. Syari„ah pada masa nabi Muhammad S. Berdasarkan definisi Syari„ah di atas. 325 324 Al-Qur‟an. 16.W. ditanya tentang syari‟at Islam. 1996).326 Ini menunjukkan bahwa secara terminologis. Mun‟im A.325 baik sebagai jalan lurus (T{ariq Mustaqi>mah) yang ditentukan oleh Allah untuk manusia atau suatu ketentuan yang harus dilaksanakan. 326 cxxxviii . ke-2 (Surabaya: Risalah Gusti..W.bertujuan mengatur kehidupan masyarakat muslim. puasa. Sejarah Fiqih Islam. Lebih lanjut. zakat. karena fiqih merupakan hasil ijtihad atau pemahaman ulama terhadap ayatayat suci al-Qur‟an tersebut. Ketika nabi Muhammad S. Ibid. ulama fiqih dan usul fiqih menyatakan bahwa Syari„ah merupakan sumber fiqih.A. hlm. dan tata kehidupan umat manusia untuk mencapai kebahagian mereka di dunia dan akhirat.A. dan haji. Ada beberapa definisi fiqih yang kemudian dikemukakan oleh ulama.

sehingga masuk dalam wilayah fiqih. Tampaknya. al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam.328 selain itu.327 Sedangkan al. setiap apa yang dirumuskan dan diinterpretasikan merupakan produk ijtihad yang bebas. hlm. pola pemikiran Gus Dur di atas. Walaupun pada masalah-masalah tertentu mereka juga mempunyai persamaan pendapat. sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari pemikiran politik yang didasarkan pada konsep tauhid. Pola pemikiran Natsir yang cenderung idealistik dalam memahami ad-Din wa ad-Daulah. 328 cxxxix . hukum sampai pada tingkah laku kehidupan.. fiqih adalah ilmu tentang perintah-perintah syari‟ah dalam masalah khusus yang diperoleh dari aplikasi teori Istidla>l atau pencarian hukum dengan dalil (process of reasoning). 13. Ibid. seorang ulama Syafi‟iyyah terkemuka dalam bukunya al-Ih}kam fi us}uli al-Ah}ka>m.. Paradigma di ataslah. kreativitas itu harus mengacu pada kemaslahatan rakyat. mendefinisikan fiqih sebagai ilmu tentang hukum-hukum syari‟ah amaliah dari dalil-dalilnya yang terperinci („adilah tafs}iliyyah).kewajibannya).Amidi. menurut fuqaha Malikiyyah. Al-Amidi. Namun demikian. yang kemudian secara teoritis membedakan gagasan kedua tokoh tersebut. sebagaimana dalam kaidah fiqihnya bahwa “seluruh kebijakan penguasa harus sesuai dengan kepentingan seluruh warga negara”. Dan sebagai wilayah fiqih. I: 5. hlm. didasarkan pada pertimbangan fiqih bahwa urusan politik atau negara lebih pada kepentingan dan kreativitas manusia. 327 Ibid. baik dari akidah. 14. definisi ini memberi gambaran bahwa fiqih meliputi aspek kehidupan.

daripada menggunakan metodologi khazanah intelektual sunni klasik. Modernisme Islam mempunyai kecenderungan kuat untuk mengembalikan kejayaan dan keunggulan Islam atas partai atau peradaban yang lain. antara modernisme dan neo-modernisme. antara keharusan menyesuaikan diri dengan perubahan arus modernitas atau menegaskan diri sebagai agama secara eksklusif. seperti fiqih. Gerakan modernisme di Indonesia lahir sejak tahun 1912-an. di mana Natsir hidup pada masa kolonial dan pasca kolonial yang selalu berjuang memerdekakan bangsa ini melalui jargon Islam.Konsep tauhid menderivasikan prinsip-prinsip universal yang kemudian menjadi sumber etik-moral bagi sebuah negara demokrasi. Namun demikian. sebagai salah satu respon intelektual terhadap berbagai persoalan aktual modern yang secara umum menempatkan Islam pada posisi dilematis. Di samping paradigma. selain itu Natsir juga lebih suka mendasarkan gagasannya pada dua sumber utama Syari„ah. pasca kolonial. dengan cara memperbaharui doktrin-doktrin sesuai dengan tuntutan zaman. faktor perbedaan masa kehidupan juga cukup mempengaruhi pola pemikiran keduanya. Sedangkan gagasan dan perjuangan Gus Dur dihadapkan pada masa 1980-an. alQur‟an dan sunnah. Secara cxl . apa yang dihadapi Gus Dur tentang wacana keislaman sebenarnya juga masih banyak diwarnai wacana-wacana keislaman di masa Natsir hidup. Us}ul al-Fiqh ataupun Qawa>„id al-Fiqhiyyah. Perbedaan paradigma dan masa itulah yang kemudian melahirkan polarisasi aliran.

al-Qur‟an dan sunnah. Oleh sebab itu. seperti apa yang tertulis dalam Qawa>„id al-Fiqh. melainkan bahwa antara tradisi dan modernitas harus dilihat sebagai proses kontinuitas.  ‫اىَسافظـﺔ ػيٚ اىقدٌٝ اىظاىر ٗاألخر تاىددٝد األطير‬ Selain kaidah di atas. seperti legalisme (pemikiran keislaman yang telah dibakukan lewat 329 Abd al-Hamid Hakim. II: 65. yang baru lahir pada masa 1970-an. Kalangan ini cenderung akomodasionis dalam merespon tradisionalisme dan modernisme.teoritis gerakan ini cenderung eksklusif karena dasar argumentasinya lebih ditekankan pada sumber Syari„ah yang absolut. Sedangkan untuk mengelaborasi wacana pemikiran Islam semacam ini. seperti apa yang diungkapkan oleh mayoritas kalangan modernis Islam saat ini. Di antaranya. sikap modernitas seharusnya tidak menggantikan sama sekali nulai-nilai lama dengan nilai-nilai baru. Lain halnya. cxli . Menurutnya. masih banyak kaidah lain yang digunakan sebagai upaya melaksanakan transformasi gagasan.329 yaitu:  ‫دزء اىَفا ظد ٍقدً ػيٚ خية اىَظاىر‬  ‫اىساخـﺔ ذـْصه ٍْصه اىؼسٗزج‬  ‫اىؼسٗزج ذثٞر اىَسظ٘زج‬ Selanjutnya. Gus Dur menjelaskan bahwa apa yang ditawarkan kelompok modernis. dengan pemikiran neo-modernisme Islam. bagi mereka penggunaan metodologi fiqh atau Qawa>„id al-Fiqh transformatif lebih cocok daripada memakai konsep tauhid yang cenderung dogmatis. bisa dikatakan bahwa gagasan modern yang mereka tawarkan bukan berarti anti tradisionalisme sama-sekali. Ibid.

Untuk itu. cxlii . Bagi Gus Dur. 2) asas keterbukaan. dan Idy Subandy Ibrahim. tetapi dengan tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai motivasi bukan formalisasi dalam berbangsa dan bernegara. over idealissasi Islam sebagai sistem kehidupan alternatif tidak menunjukkan prospek yang baik. 5) asas depoloitisasi Islam. Dan pandangan inilah.mazhab yang empat) baik dalam kerangka mazhab fiqih. yang kemudian mempengaruhi sikap mereka dalam menerima ideologi Pancasila. sebaliknya dengan Gus Dur. Ditambah lagi. 4) asas deinstitusionalisasi Islam. sedangkan Natsir lebih memilih Islam sebagai ideologi negara 330 Dedy Djamaluddin Malik. Natsir dan Gus Dur sangat berbeda dalam memandang relasi Islam dan negara. Natsir beranggapan bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan sebagai konsekuensi dari penolakannya atas paham sekular. bahkan menjurus ke situasi traumatik di masa depan.330 Beradasarkan uraian di atas dan bab-bab sebelumnya. memisahkan agama dan negara. meskipun Pancasila merupakan hasil ijtihad manusia yang ditentukan oleh kondisi sosialnya. akan tetapi konsep ini harus tetap dipertahankan demi kemaslahatan bangsa Indonesia yang plural ini. bisa disimpulkan bahwa antara M. 182. hlm. 8) dan asas konvergensi. menurutnya perlu dibuat kerangka pemahaman kontekstualisasi ajaran Islam dengan berdasarkan asas-asas sebagai berikut: 1) asas menyeluruh. Zaman Baru Islam. 6) asas kesejarahan 7) asas pluralitas. maupun melalui pembaharuan (pemurnian) ternyata malah tidak mampu menjawab tantangan zaman. 3) asas kontinuitas sejarah. ia lebih mengarah pada paham sekular.

Natsir dan Gus Dur. sangat dipengaruhi oleh realitas sosial politik di saat mereka hidup. Dan dari sisi inilah. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID 331 Ahmad Suhelmi. yang kemudian melahirkan klasifikasi pemikiran. 114 cxliii . karena dengan ideologi ini masyarakat akan terjamin kehidupan beragama dan bernegaranya. hlm. PERSAMAAN PEMIKIRAN M. yakni modernisme dan neo-modernisme.331 Demikianlah persamaan dan perbedaan antara pemikiran M. Sebenarnya apa yang ingin penyusun tegaskan di sini adalah bahwa pemikiran kedua tokoh di atas.daripada Pancasila. Untuk lebih singkatnya bisa dilihat dalam tabel berikut ini. Polemik Negara Islam.

egaliter. Islam adalah agama pembebasan (a liberating religion) yang membebaskan manusia dari segala bentuk eskploitasi dan diskriminasi. 5. NATSIR DAN ABDURRAHMAN WAHID Perbedaan tentang M. Seorang pemikir dan praktisi politik yang terlibat langsung dalam lembaga kenegaraan. Natsir Gus Dur cxliv . Sebagai agama pembebasan Islam sepenuhnya kompatibel dengan demokrasi. 4. 2. Penggagas dan pendiri partai politik.1. dan manusiawi sebagaimana yang diidealkan Islam. PERBEDAAN PEMIKIRAN M. 3. Demokrasi diterima sebagai sistem yang paling rasional dan realistik untuk mewujudkan masyarakat yang adil.

Tipologi aliran pemikiran 5. sudah pasti semakin menambah cxlv . Pesantren tradisional Konsep Fiqih Transformatif Islam kultural Neo-modernisme Islam ideologis Modernisme Islam sebagai sumber hukum yang lengkap Islam hanya salah satu unsur dalam bangunan kebangsaan yang ada Afirmatif 6. Partai yang diperjuangkan 12. Penerapan ideologi Pancasila 11. Fungsi politik Untuk melindungi pluralitas Pluralisme inklusif Menerima secara terbuka Menolak Partai sekular Partai Islam Gerakan moral Gerakan dakwah C. Pemikiran-pemikiran M. Sikap terhadap sekularisasi 7.1. Dasar paradigma pemikiran 3. Pluralisme yang diterima 10. Natsir dan Gus Dur yang berkaitan dengan wacana relasi Islam dan negara di atas. Basis pendidikan 2. Sifat pemikiran 4. Negara demokrasi yang dicita-citakan Negatif (menolak dengan tegas) Thestic Democracy (Demokrasi yang tidak meninggalkan nilai-nilai ketuhanan) Untuk melindungi Syari‟ah Pluralisme eksklusif Negara demokrasi yang utuh dan tidak ada unsur fundamentalismenya 8. Pandangan terhadap sistem nilai Islam Pendidikan modern Al-qur‟an dan Hadits. Implikasi. Tujuan membela demokrasi 9.

Dan tentunya. tidak hanya cxlvi . Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam melalui dakwah politiknya. baik itu partai yang mereka pimpin sendiri atau bukan. Kedua. Khususnya bagi generasi pemikir politik masa sekarang. tampaknya generasi yang terinspirasi ini. sebuah partai Islam yang berhasil mengantarkannya ke kursi birokrasi negara. Pertama. keaktifan Natsir di partai ini sudah jelas menunjukkan bahwa manuver dan pemikirannya memang bersifat idealistik. pemikiranpemikiran tersebut membawa implikasi besar terhadap kehidupan politik masyarakat Indonesia. implikasi institusional. Manuver dan pemikiran politiknya sampai saat ini masih tetap mendapat tempat istimewa di kalangan generasi muslim modernis abad 20-an ini. Masyumi. yang berarti pemikiran mereka tidak hanya berimplikasi pada sebuah partai saja. Sebenarnya. yaitu implikasi yang bersifat institusional (Institusional Implication) dan implikasi personal (Personal Implication). banyak mengundang simpati para kalangan modernis Islam Indonesia. sejak keterlibatannya dalam pembentukan partai Islam yang pertama kali di Indonesia. penyusun akan membagi implikasi pimikiran kedua tokoh tersebut menjadi dua aspek. khususnya bagi generasi muslim selanjutnya. bahkan lebih dari itu. Peran politik Natsir mulai diperhitungkan oleh khalayak umum. aspek ini lebih mengarah pada pemikiran suatu lembaga organisasi atau partai politik saja. implikasi personal. tetapi juga terhadap praktik dan pemahaman masyarakat dalam bernegara.khazanah pemikiran politik Islam di negara kita. Untuk lebih jelasnya.

bahkan ia menganjurkan umat Islam untuk menggunakan politik sebagai media dakwah umat. PBB dan DDII. sebab spirit pesan yang disampaikannya sama-sama bertujuan mengembalikan kejayaan Islam. Natsir ini sangat mempengaruhi karakter partai dan organisasi muslim modernis Indonesia. Pemikiran-pemikiran Natsir disambut baik oleh kalangan modernis muslim Indonesia. cxlvii . Dan salah satu cita-cita partai yang sesuai dengan ide pemikirannya yaitu mentransformasikan hukum Islam menjadi hukum nasional. Parmusi (Partai Muslim Indonesia). Pada zaman orde lama. selain disebabkan keterlibatannya sebagai pendiri yang sekaligus pemimpin partai selama 5 kali berturut-turut. ide-pemikiran M. pemikiran Natsir banyak mempengaruhi visi dan strategi partai politik Masyumi yang dibubarkan Soekarno. yakni dengan cara menerapkan pembaharuan pemikiran-pemikiran Islam klasik dan kemudian dipadukan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.mengaguminya namun juga mengembangkan ide dan perjuangan politiknya melalui gerakan dan partai Islam yang sama sekali baru. Ia juga tertarik lantaran platform partai ini sangat cocok dengan ide perjuangannya yang menurutnya sebagai representasi kelompok Islam. Dalam pandangan Natsir dakwah merupakan sarana yang cukup efektif dalam memperjuangkan ajaran dan kepentingan politik umat Islam Indonesia. Natsir Dari sisi institusional. Implikasi Pemikiran M. di antaranya Masyumi.

politik Islam masih saja menemui jalan buntu. Modernisme dan Fundamentalisme. namun pada perkembangan selanjutnya partai ini lebih didominasi oleh pemkiran-pemikiran kelompok Islam modernis. 333 332 cxlviii . ektsrem kanan untuk partai Islam (Masyumi) dan ekstrem kiri untuk partai komunis (PKI). Meskipun partai Masyumi sebelumnya merupakan partai Islam yang terdiri dari berbagai aliran Islam (fundamentalis. pengekangan dan pengkebirian hak politiknya oleh negara. ia juga ditempatkan sebagai kelompok yang berhaluan ekstrem kanan333 serta dinilai berpotensi melahirkan kekacauan nasional karena berupaya mendirikan negara Islam di tengah masyarakat yang plural. Untuk mengetahui visi dan misi partai Masyumi bisa dilihat dalam karyanya Yusril Ihza Mahendra. Selanjutnya pada masa orde baru. bahwa cita-cita dan pemikiran Natsir mempunyai pengaruh yang besar terhadap misi perjuangan partai Islam ini. sehingga pada proses selanjutnya politik Islam seringkali menerima intimidasi. ia mencoba memadukan ilmu pengetahuan modern dengan ajaran-ajaran Islam yang kemudian diaplikasikannya sesuai dengan keadaan masyarakat setempat. tradisionalis dan modernis). Selain dibatasi ruang geraknya. Istilah ekstrem merupakan stigma politik yang dilontarkan negara terhadap kelompok tertentu. Keinginannya untuk memasukkan nilai-nilai dasar Islam dalam institusi negara inilah yang kemudian menggerakkannya untuk tetap konsisten mempertahankan dan memperjuangkan misi partai Islam yang bercorak modern di atas (Masyumi).332 Tampak jelas.Sebagai tokoh politisi Islam modernis.

113-115. dua pegiat terkemuka dari Muhammadiyah. FUI didirikan pada tanggal 17 Agustus 1989.334 Selain di Masyumi dan Parmusi.H. tetapi idealisme dan semangat Masyumi diharapkan tetap mengalir di dalamnya. sehingga pada tanggal 20 Februari 1968 lahir “Partai Muslimin Indonesia” (Parmusi) di bawah pimpinan Djarnawi Hadikusumo dan Lukman Harun. atas gencarnya gerakan 334 Bahtiar Efendy. khususnya PBB (Partai Bulan Bintang). Natsir juga masih banyak mempengaruhi peta politik Islam saat ini. Masykur. 1999). K. Akhirnya dengan jalan penuh liku negara mengizinkan pembentukan partai ini. pendiriannya dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pemuka muslim tersebut. H. H. Sejatinya secara historis. Dr. Rosjidi yang sebelumnya bergerak dalam satu wadah yang dinamai dengan Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI). tampaknya membuat mantan aktivis Masyumi harus memilih jalan lain. akan tetapi juga mempunyai perjalanan sejarah yang lebih panjang. yakni dari masa politik orde lama. orde baru dan sampai sekarang masa reformasi.H. Rusli Abdul Wahid dan Prof. cxlix . Natsir. Islam dan Negara (Jakarta: Paramadina. hlm. yakni dengan membentuk sebuah partai politik yang sama sekali baru. K. seperti Dr. Partai ini bukan hanya lahir karena dorongan eforia politik pasca reformasi 1998. asalkan pemimpin dan penggiat partai Masyumi dicoret dari daftar kepemimpin. M. pemikiran M.M.Sikap negara yang memusuhi politik Islam ini. embrio lahirnya partai ini telah dirintis oleh tokoh-tokoh Islam terkenal.

Di antara implikasi yang sangat menonjol dari partai-partai Islam itu adalah semangat juangnya yang selalu menjadikan prinsip-prinsip Universal Islam itu sebagai rujukan dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat dan negara seperti kemiskinan. ketimpangan sosial ekonomi. hlm.335 Pada mulanya Partai Bulan Bintang akan diberi nama “Partai Politik Islam Masyumi” oleh tim perumus partai ini. Kedua. Zainal Abidin Amir. dan simbiosisme antara agama dan negara dan seterusnya. Pertama. FUI. 65. Selain itu labelisasi Islam sebagai asas partai ini tidak pernah mereka tinggalkan. Parmusi. Persis dan lain sebagainya. cet. sehingga generasi baru yang akan memimpin partai ini dikhawatirkan akan sangat berat menanggung beban moral apabila tidak mampu menjaganya. di antaranya Masyumi. untuk lebih lengkapnya mengenai proses pembentukan PBB didasarkan pada buku Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang (Jakarta: DPP PBB. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. seperti DDII. 1999) 336 335 cl .336 Dari uraian-uraian tersebut bisa dipahami. Namun keinginan itu diurungkan karena beberapa alasan. tokoh-tokoh Masyumi di masa lalu dikenal integritas pribadinya yang tak tebantahkan.tans}iriyyah (kristenisasi) dalam merongrong akidah umat Islam Indonesia selama rezim Orde Baru berkuasa. dan PBB. 61 Ibid. ke-1 (Jakarta: Pustaka LP3ES. Natsir secara institusional mempunyai implikasi besar terhadap pembentukan partaipartai Islam di atas. bahwa pemikiran M. selama ini penyebutan keluarga besar Bulan Bintang pun identik dengan keluarga Masyumi. dan akibatnya akan mencoreng nama baik Masyumi. Meskipun masih banyak organisasi lain yang juga terpengaruh oleh pemikirannya. 2003). sistem kenegaraan. hlm..

Amien cenderung anti terhadap Orientalisme dan sekularisme. cli . Ini terlihat dalam pemikiran-pemikiran tokoh muslim modernis seperti Amien Rais. melakukan proses peng-alienasian masyarakat Islam dari agamanya dan meracuninya dengan pemikiran-pemikaran Barat (Westoxication). yakni dengan cara imprerialisme baru. Apalagi mengingat figur tokoh Islam Indonesia yang sangat dikagumi Amien ketika muda adalah M. Natsir. oleh sebab itu tidaklah berlebihan kalau Cak Nur mengatakan : “Dia itu sangat Natsiris”. dan Yusril Ihza Mahendra. Lebih khusus. Nurcholish Madjid. yang 337 Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. pemikiran Natsir ini juga cukup berpengaruh pada generasi intelektual muslim Indonesia zaman sekarang. akan tetapi ada masalah-masalah tertentu yang membuat mereka terkesan Natsiris dalam mengkomunikasikan gagasan-gagasannya. baik itu yang berkaitan dengan masalah kenegaraan maupun keagamaan. Sedangkan dari aspek personal. Meskipun tidak sepenuhnya mereka sama dalam memahami relasi Islam dan negara. Zaman Baru Islam. Sebagai tokoh pembaharu Muhammadiyah.337 Ini terlihat dari sikap kritisnya terhadap Barat dan kecintaannya terhadap umat Islam. Dalam analisanya.Sehingga tidak aneh kalau kelompok ini sangat kritis dan selektif terhadap pemikiran Barat. 112. sebagaimana yang ditunjukkan Natsir sebelumnya. hlm. Amien Rais sangat apresiatif dengan pemikiran-pemikiran Natsir sepanjang sejarah perpolitikan bangsa ini. umat Islam dunia sengaja dipisahkan dari ajaran-ajarannya oleh hegemoni Barat.

. Akan tetapi harapan kalangan Modernis untuk menjadikan Cak Nur sebagai generasi penerus M. oleh sebab itu ia dengan tegas menolak ide sekularisme. Natsir. Biografi Gus Dur. hlm. Hal ini disebabkan inovasi pemikirannya yang dirasa sesuai oleh kaum Islam modernis yang lebih tua saat itu. dalam tulisannya. Natsir merasa kecewa dan marah terhadap Cak Nur yang sudah dianggap sebagai anak asuhnya sendiri itu. hlm. 113. Secara pribadi M. sewaktu muda Cak Nur juga pernah menyandang gelar sebagai “Natsir Muda”. clii . Natsir kemudian pupus. 137.339 Berbeda dengan Nurcholis Madjid. Dedy Djamaluddin Malik dan Idy Subandy Ibrahim. baca juga.340 bahkan selama masih menjadi mahasiswa Cak Nur secara luas dianggap sebagai generasi penerus spritual M. baik itu sekulerisme moderat ataupun radikal. hlm. ia berpendapat bahwa antara agama dan negara adalah saling bersatu yang berarti satu sama lainnya tak bisa dipisahkan. 341 340 339 338 Greg Barton. yakni PBB Amien Rais. sejenis penyakit jiwa yang menganggap Barat adalah segala-galanya. sekuler dan bahaya (tidak berdasarkan informasi yang cukup).mengakibatkan umat Islam terjangkit penyakit Westomania. 36 Ibid. Ini terlihat bagaimana ia memperjuangkan aspirasi partai yang dipimpinnya. karena pemikiran Cak Nur yang saat itu dianggap mereka kelewat liberal.341 Selain Amien Rais dan Nurcholis. Zaman Baru Islam. “Beberapa Catatan Kecil tentang Pemerintahan Islam”. Natsir. Islam dan Modernitas. Namun demikian. yang justu menggagas wacana sekularisme di tahun 1980-an. hlm. Yusril Ihza Mahendara juga sangat dikenal sebagai kader penerus gagasan-gagasan M. 123.338 Selanjutnya. dalam Cakrawala Islam. Dari uraian-uraian tersebut tampak jelas bahwa pengaruh Natsir dalam pemikiran Amien sangatlah besar.

Hal ini bisa dilihat dari sejarah perjuangannya. Soeharto memperingatkan untuk tidak mencoba mengubah Pancasila atau UUD 1945. Implikasi Pemikiran Gus Dur Secara institusional. hlm. 56. Meskipun secara lahiriyah NU merupakan organisasi sosial akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sense natural politiknya selalu muncul di tengah-tengah kemelut politik bangsa ini. Dan pada tahun 1971 ia menolak untuk mematuhi pedoman-pedoman Orde Baru tentang prilaku Politik. ia mengingatkan “walk out” (walau tidak menyebut NU) sebagaimana yang dilakukan ketika pembahasan masalah 342 Douglas E.342 Prilaku inilah yang membuat NU menjadi sasaran tuduhan anti Pancasila oleh rezim Soeharto. dituduh oleh rezim Orde Baru sebagai embrio gerakan anti Pancasila. Lebih lanjut. Ramage. pada tahun 1978-an NU yang saat itu masih berafiliasi dengan PPP. pemikiran Abdurrahman Wahid cukup mewarnai manuver politik NU. cliii .(Partai Bulan Bintang) yang sampai saat ini masih eksis mempertahankan Islam sebagai asas dasar partainya. ditegaskan dalam pidato presiden Soeharto pada Rapim ABRI 1980 di Pekanbaru. Percaturan Politik. kemudian pada tahun 1981 NU juga menolak mendukung Soeharto untuk menjabat kembali atau memberinya gelar “Bapak Pembangunan”. Tuduhan itu diangkat dari tindakan protes dan walk out para tokoh NU dari sidang MPR yang membahas tentang rancangan ketetapan P4. Menurut Sidney Jones NU adalah Organisasi Sosial terbesar di negara ini yang masih memiliki aspirasi-aspirasi politis.

implikasi pemikiran Gus Dur terhadap NU ini tampaknya harus dilihat dari aspek nasionalisme dan Islam. dan tentu saja inisiatif ini dimaksudkan untuk menjaga independensi politik NU dari intervensi Soeharto. Selain itu. karena Islam tetap bisa 343 Ibid. ia menjadi aktor politik “nonpolitis” yang paling penting atau yang biasa disebut dengan istilah NU kembali ke khittah 1926.343 Ini menunjukkan kecemasan Soeharto terhadap gerakan politik Islam. Dalam perkembangan politik selanjutnya. NU menurut Gus Dur. cliv . Untuk itu. Gus Dur menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada kontradiksi antara Islam dan nasionalisme. Pemikiran liberal Gus Dur sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan Ormas Islam ini. Misalnya. Lebih dari itu. NU yang saat itu sedang dipimpin Gus Dur semakin dinamis dan akomodatif dalam merespon kebijakan pemerintahan. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 1945 Soekarno meminta nasihat para pemimpin NU. hlm.. di antaranya para Kyai dan tokoh senior NU. termasuk bapaknya untuk membantu Soekarno merumuskan lima asas Pancasila. meskipun ada juga beberapa pemimpin NU terkemuka yang tidak sepakat dengan pemikirannya. Yusuf Hasyim. ia mengingatkan bahwa penerimaan NU kepada Pancasila bisa diterima karena beberapa alasan. termasuk pamannya.P4 pada tahun 1978 adalah salah satu contoh gerakan anti-Pancasila yang harus diwaspadai. dalam sebuah pidato penting kepada anggota-anggota NU pada tahun 1992. 58. Gus Dur juga sering menekankan aspek-aspek nasionalis NU. yang seringkali menentang inisiatif dan pernyataan-pernyataannya. mempunyai akar fondasi nasionalis yang kuat sebagaimana yang telah dikatakan bapaknya (Wahid Hasyim) bahwa ia bersedia mendukung suatu negara nasionalis nonIslami.

344 Ibid. dan UUD 1945 adalah merupakan “Bentuk Final dari Negara” yang akan memerintah kepulauan Indonesia.345 pasca peristiwa Tanjungpriok dan Sebenarnya yang mengeluarkan inisiatif kompromi Pancasila di atas adalah Kyai Ahmad Shidiq346 (almh) dan Gus Dur sendiri dalam membentuk dwitunggal yang bertangung jawab bagi transformasi dan revitalisasi NU sebagai basis kekuatan Islam yang pluralis dan neomodernis. 97. sementara Islam merupakan wahyu Tuhan. Dan yang perlu diingat bahwa Pernyataan tersebut ditegaskan di tengah-tengah iklim politis yang saat itu benar-benar dalam keadaan memanas antara Islam dan negara. Akhirnya pada tahun 1983 Nahdlatul Ulama menjadi Ormas Islam besar pertama yang menerima Pancasila dalam Anggaran Dasarnya.344 Akibat dari pemikirannya yang bisa dikatakan nasionalis-Islam. 345 Kyai Ahmad Shidiq adalah sosok Kyai kharismatik yang sangat dihormati di kalangan NU. yang kemudian dipertegas kembali pada Muktamar ke 27-1984 di Situbondo Jawa-Timur bahwa Indonesia adalah negara yang didasarkan Pancasila. Sebelumnya Ahmad Shidiq pernah menjelaskan bahwa NU menerima Pancasila sebagai asas tunggal karena merupakan hasil filsafat manusia. hlm. 346 clv .berkembang dalam suatu negara nasionalisme yang tidak didasarkan pada Islam resmi. sikap dan manuver politiknya membuat NU yang sebelumnya sering dicurigai menjadi lebih bisa diterima oleh negara. hlm.. Ibid. 94-95.. yakni pengeboman di Jakarta.

masih tetap bertahan dalam memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal di era reformasi ini. pemikiran Gus Dur juga banyak mempengaruhi visi dan misi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang ia pelopori sendiri. K.H. bahwa PKB 347 Zainal Abidin Amir.H. hlm.347 Melihat komposisi dari para pelopor di atas. 113. meskipun saat itu rezim Orde Baru telah jatuh dan eforia politik Islam sedang mendapatkan kebebasannya.H. Muchit Muzadi.H. meskipun masih juga terdapat pro-kontra dalam pembentukannya. Munasir Ali. dengan seraya melakukan gerakan kultural melalui NU yang tetap dipertahankan sebagai organisasi sosial keagamaan (Jam„iyah Diniyyah) seiring dengan perubahan yang terjadi di pentas nasional. Pembentukan PKB merupakan upaya jalan tengah warga NU untuk berjuang di garis struktural politik. K. Kekonsistenan pemikiran para tokoh NU.H. sangatlah absurd kalau PKB tidak terkait sama sekali dari kepentingan NU. Peta Islam Politik. Mustofa Bisri. Maka tidaklah mustahil kalau PKB selama ini tetap menempatkannya sebagai Dewan Pertimbangan Penting di partai ini. Ilyas Ruchiyat. Abdurrahman Wahid. K. termasuk Gus Dur. Gus Dur yang saat itu didampingi oleh Matori Abdul Djalil pernah menyatakan. Di lain kesempatan. clvi . ditambah lagi Gus Dur yang saat itu sebagai Ketua Umum PB NU. dan K. PKB dipelopori oleh K. sebab sebagian besar yang membidani pembentukan partai ini adalah dari kalangan Kyai NU.Selain berimplikasi di NU.

hlm. Sebagaimana uraian di atas bahwa implikasi pemikiran Gus Dur ini tidak lepas dari aspek nasionalisme dan Islam. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. Lihat. Gus Dur mengatakan bahwa PKB mengutamakan kepentingan nasional. Mengurai Agama dan Negara. clvii . dkk. 140.349 Mengenai dipilihnya nasionalisme dan demokrasi yang dijadikan landasan dasar PKB daripada dasar agama. 114. Islam hanya dijadikan mereknya saja.. 136. 352-353. 27 Mei 1999. dkk. Jadi. dalam tulisannya. hlm. baca juga. main curang dan tidak berakhlak Islami. bagi Gus Dur bukan berarti karena PKB tidak mengusung simbol-simbol Islam kemudian dikatakan partai yang tidak Islami. Bodohnya NU Apa NU Dibodohi. Yang penting PKB adalah Partai Islam. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 3 Bahrul Ulum. Dan PKB tidak mementingkan mereknya. Banyak partai yang berasaskan Islam. “Syariah dan Negara Sekuler”. hlm. Peta Politik Islam. 352 351 Republika.. hlm. tapi isinya. PKB. Zainal Abidin Amir. 352 348 Bahrul Ulum.bukanlah partai Islam dan merupakan partai yang menginginkan negara sekuler.348 Dari sini bisa dilihat seberapa jauh implikasi pemikiran Gus Dur terhadap strategi perjuangan partai ini.351 Sedangkan dari sisi Islamnya. Dalam kaitan ini Gus Dur mengatakan: “Tidak penting bagi PKB berasaskan Islam. parpol berasaskan Islam tidak bisa dibuat jaminan. tapi mereka main tipu.350 PKB senantiasa mengutamakan substansi Hukum Islam melalui Hukum Nasional dan bukan mengutamakan simbol-simbol formal keagamaan. karena Republik Indonesia adalah sebuah negara dengan kepentingan-kepentingan nasional dan bukan sebuah negara agama. yang keduanya itu tampak dalam AD/ART PKB yang menjadikan Pancasila sebagai asas partai. 349 350 Abdurrahma Wahid.

di mana sebuah partai yang nota bene berbasiskan muslim santri pedesaan ternyata mampu membuat mereka (konstituennya) menerima pendekatan partai yang bersifat nasionalis atau Islam-kultural dibanding Islam-formal. tetapi yang penting adalah nilai ajaran Islam harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Anggaran Dasar PKB BAB III pasal 4. pemikiran Gus Dur juga mempunyai implikasi yang bersifat personal terhadap tokoh-tokoh politik dan pemikir 353 Jawa Pos. Allah S. menjunjung tinggi menjaga persatuan. 354 355 clviii . menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan sesuai dengan nilai-nilai Islam Ahl as-Sunnah wa al-Jama„ah”. Daripada parpol yang berasas Islam tapi tidak Islami. tetapi kelakuan dan tauhidnya orang Islam. hlm.354 Walaupun kekentalan PKB dengan aspek Islam sedemikan rupa.353 Penegasan bahwa PKB merupakan Partai Islam dengan corak keislaman yang substantif dapat ditemukan pula dalam Prinsip Perjuangan Partai yang menyatakan: kebenaran. akan tetapi dalam kenyataannya tetap tidak membuat partai ini tergoda untuk menegaskan dirinya sebagai partai Islam. Peta Politik Islam. maka lebih baik seperti PKB. 114.. Pemakaian Pancasila sebagai asas partai dilandasi oleh cara pandang tokoh PKB dalam melihat Islam. asas bukan Islam. Zainal Abidin Amir.355 Selain dari aspek institusional di atas.T. mereka meyakini bahwa Islam tidak perlu dilembagakan secara formal. “pengabdian menegakkan kepada keadilan. 29 Mei 1999.“Akhlak dari Tauhid PKB adalah Islam. Pemikiran-pemikiran Gus Dur tampaknya banyak mewarnai perjuangan PKB.W.

60. hlm.Indonesia.357 Di samping itu. ia menyatakan bahwa partai ini merupakan partai terbuka dan inklusif yang bercita-cita mewujudkan masyarakat bermoral.359 Lebih lanjut.356 Dan istimewanya lagi ia dinilai mampu menerjemahkan pola pemikiran Gus Dur. Alwi mengatakan bahwa agama dan demokrasi Alwi Shihab. Selasa. Mengemban Tuntutan. 359 clix . 2000).358 Menurutnya. tetapi yang terpenting adalah usaha untuk menanamkan substansi dan essensi Islam dalam menciptakan masyarakat yang beradab. ia juga dikenal sebagai politisi yang mengedepankan etika dan moralitas. Bukan bentuk. 60. apabila Masyarakat telah menerapkan moralitas tentunya akan membentuk negara yang bermoral pula. Mengemban Tuntutan Jaman. hlm. bukan membentuk sebuah negara yang berdasarkan Syari„at Isla>m. Mengenai visi dan misinya dalam PKB. sehingga banyak kalangan yang menganggap kedua tokoh ini merupakan duet yang ideal. Kompas Harian Amanat Rakyat. Alwi juga menandaskan agama idealnya dapat mendorong proses demokratisasi bukan malah menjadi alat legitimasi politik. 358 357 356 Alwi Shihab. cet ke-1 (Yogyakarta: Wahyu Pustaka. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. Ibid. Alwi Shibab merupakan salah satu politisi sekaligus akademisi yang sedikit banyak mempunyai persamaan visi dan misi dengan Gus Dur dalam memandang “relasi agama dan negara”. 4 Februari 1999. sistem atau asas yang diutamakannya. sebagaimana yang sering dikatakan Gus Dur mengenai demokrasi.

Di samping itu. Maka tak heran kalau dia kelihatan cukup fasih dalam membahasakan kebijakan Gus Dur seperti hubungan dagang dengan Israil. sebelum mejabat Ketua Umum PKB Alwi juga sempat menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia di era kepresidenan Gus Dur. sebab sebelum terjun di dunia politik praktis.juga sangat berkaitan. di antaranya yaitu keadilan. ia menegaskan bahwa tujuan Islam adalah menciptakan masyarakat yang bermoral bukan menciptakan negara agama karena hanya akan memecah belah keutuhan bangsa saja.tokohindonesia. 62 http://www. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004.360 Saat ini Alwi Shihab menjabat sebagai Ketua Umum PKB. Persamaan visi dan misi membuatnya dekat dengan Gus Dur. karena nilai-nilai substansi tersebut telah mendukung proses demokrasi.361 Sebenarnya Karier politik Alwi lebih dilatarbelakangi dari jalur akademisi daripada organisasi. pemerataan. dan persamaan. Dr. Alwi adalah seorang pengajar Islamic Studies di Harvard Divity School dan di Auburn Theological 360 Ibid. 361 clx . kehadirannya dalam dunia politik patut diperhitungkan oleh kawan dan lawan politiknya. Namun demikian bukan berarti pembelaannya ini hanya disebabkan kedekatannya dengan Gus Dur semata. 11 Desember 2003. Sekali lagi.com. bahkan karena kedekatannya ia diangap sebagai loyalis Gus Dur. maka ide semacam itu harus ditinggalkan.. hlm. tetapi karena secara argumentatif memang ada nilainilai positif baginya.

meskipun Islamlah yang mayoritas di negara ini. karena hanya akan memicu disintegrasi bangsa yang plural ini.Seminary of New York. kita adalah satu-satunya partai yang memiliki otoritas keagamaan yang dapat menkounter radikalisme ini.362 Untuk itu. namun dalam kenyataannya tidak semua orang Islam Indonesia mengerti dan menjalankan „Aqidah dan Syari„ah-nya. Baginya Islam adalah agama rah}matan li al-„alami>n. Dan katanya. penulis buku inclusive Islam (1997) ini. clxi . tidak jauh berbeda dengan pemikiran Gus Dur. ia juga sepakat kalau Syari„at Isla>m tidak perlu diundang-undangkan di negara ini. Namun demikian. seperti yang dilakukan kalangan Islam Radikal. menyusul banyaknya pengeboman yang dilakukan Islam radikal itu. sikap dan pemikiran politisnya yang elegan tersebut membuatnya bisa diterima oleh kalangan organisatoris tokoh NU dan PKB dan terpilih sebagai Ketua Umum PKB. Lalu apakah harus dipaksa? Padahal Islam dalam mensyiarkan Syari„ah-nya itu 362 Ibid. Mengenai eksistensi agama di Indonesia. Alwi Shihab meminta pada seluruh umat Islam Ahl asSunnah wa al-Jama„ah untuk berhati-hati terhadap berkembangnya Islam radikal. jadi tidak perlu menggunakan kekerasan dalam mendakwahkan ajaran. Dalam acara silaturrahmi warga NU dan PKB di Jember. Selain itu.

364 clxii .. pemisahan 363 Ibid. hlm. sebelumnya ia aktif di LAKPESDAM NU. banyak generasi muda NU yang saat ini masih terus mencoba mengembangkan pemikiran-pemikiran Gus Dur. seperti Pribumisasi Islam. Beberapa pemahaman yang menurut Ulil perlu disegarkan kembali. Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana. dkk. substansial dan sesuai dengan peradaban manusia yang selalu berubah. Salah satunya adalah Ulil Abshar Abdalllah. cet. Islam kontekstual. Sebenarnya ada beberapa pokok pikiran Ulil yang secara essensial sama dengan pemikiran Gus Dur. Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. baik dalam memahami agama maupun negara (politik). Saat ini Ulil menjabat sebagai Direktur JIL (Jaringan Islam Liberal) di Jakarta. ia dikenal sebagai intelektual muda yang sangat kontroversial di kalangan NU. 2003). yang sampai mengeluarkan fatwa hukuman mati untuknya. di antaranya yaitu:364 Pertama. Pemikirannya sempat mengundang reaksi keras para tokoh Islam Indonesia yang tergabung dalam FUI. Kedua. dalam tulisannya. ke-2 (Yogyakarta: eLSAQ.selalu bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri. penafsiran Islam yang non literal. 2.363 Selain Alwi Shihab. Ulil Abshar Abdalla. meskipun ia tidak akrab dengan dunia politik praktis tetapi kekritisannya mengenai intervensi negara terhadap agama menyegarkan kembali pemahaman wacana Islam di negara kita yang cenderung membeku baginya. dan Islam Universal.

05. Bagi Ulil budaya semacam itu tidak wajib diikuti. 206. kehormatan dan lain sebagainya. karena itu hanyalah ekspresi lokal partikular Islam Arab saja. Islam tidak perlu memformalkan Syari„at Isla>m karena hanya akan melibatkan peran negara (publik) secara penuh terhadap kehidupan beragama kita (privat). Ketiga. Tafsir Agama Pemicu Fatwa. 16 Desember 2002. perlu adanya pemisahan yang jelas antara kekuasaan politik dan agama. 366 365 clxiii .. sedangkan pengaturan kehidupan publik adalah sepenuhnya hasil konsesi masyarakat melalui prosedur demokrasi. dan kemungkinan yang lebih parah lagi adalah terjadinya penyempitan pemahaman dan penyeragaman umat Islam dalam beragama. Dalam wawancara yang dilakukan majalah Gatra. Ibid. keluarga/keturunan. akal. no. rajam. jenggot. kepemilikan. Yang dimaksud nilai-nilai universal agama adalah prinsip-prinsip umum universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut Maqa>s}id al-Syari‟ah atau tujuan umum syari‟at Islam. Jubbah dan ekspresi budaya arab lainnya.. Misalnya. Bagi Ulil agama adalah urusan pribadi.366 Oleh sebab itu menurutnya. Majalah GATRA. mengenai tuntutan pemberlakuan syariat Islam oleh negara. artinya kita harus membedakan mana ajaran dalam Islam yang merupakan pengaruh kultur Arab dan yang bukan. padahal perbedaan itu sendiri adalah sunnatullah. dkk. Ulil mengatakan bahwa Islam sebagai agama adalah masalah privat. masalah jilbab. Meskipun demikian nilai-nilai universal agama365 tetap diharapkan partisipasinya dalam membentuk nilai-nilai publik. Baca juga Ulil Abshar Abdalla. potong tangan. Di antaranya yaitu perlindungan atas kebebasan beragama. justru yang wajib diikuti adalah nilai universal yang melandasi praktik-praktik itu.unsur-unsur budaya lokal dan nilai fundamental dalam ajaran Islam.

Selanjutnya ia mengkritik secara tegas terhadap cara pandang yang menyebutkan Islam adalah agama dan negara. 367 Majalah TEMPO. Fatwa Itu Lemah Tapi Menghawatirkan.367 Hal ini sesuai dengan apa yang Gus Dur citacitakan selama ini bahwa umat Islam tidak harus menjadikan Islam sebagai merk atau label belaka. baginya agama haruslah dipisahkan dari peran negara sebagaimana yang ia uraikan di atas. 22 Desember 2002. akan tetapi lebih ditekankan pada nilai-nilai substansinya karena kita hidup di negara yang sangat plural agama dan budayanya. agar kesucian agama tetap terjaga. 42. dan tentunya sangat berbeda dengan tradisi Arab di sana. clxiv . no.

Islam dan negara adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan (integratif). Dan seharusnya Islam hanya dijadikan sebagai etika sosial saja dalam kehidupan bernegara. Natsir dan Gus Dur memang berbeda. Akan tetapi secara ideologis perjuangan dan cita-cita politik mereka masih terus mewarnai panggung politik Indonesia hingga saat ini. antara agama dan negara harus dipisahkan secara jelas fungsi wewenangnya (sekular). supaya tidak terjadi pendistorsian. Natsir. bukan sebagai landasan ideologi.BAB V PENUTUP A. ia beranggapan bahwa urusan kenegaraan pada dasarnya merupakan bagian integral Islam yang di dalamnya mengandung ideologi atau falsafah hidup. 2. penyusun simpulkan sebagai berikut: 1. Secara normatif paradigma M. meskipun secara teoritis keduanya sepakat bahwa Islam tidak mempunyai sistem kenegaraan yang baku. Dari uraian di atas. Menurut M. Kesimpulan. bisa dipahami bahwa secara historis kondisi sosial politiknya M. Hal ini bisa dilihat dari implikasi pemikiran dan cita-cita mereka terhadap pemikiran politik Islam yang sedang berkembang kini. akan tetapi secara praksis aksi politik mereka berbeda. Dan untuk lebih jelasnya. Mengenai relasi Islam dan negara. Natsir mengenai relasi Islam dan negara di atas didasarkan pada salah satu ayat al-Qur‟an yang berbunyi: clxv . Sementara menurut Gus Dur.

Sedangkan pemikiran politik Gus Dur dikategorikan sebagai kelompok realis. yang mereformasi doktrin-doktrin lama dengan tetap berlandaskan al-Qur‟an. Dan sebagai konsekuensinya. clxvi . ) ٥٦: ‫(اىرازٝاخ‬ ُٗ ‫ٗ ٍاخيقـد اىدِ ٗ اإلّط إال ىٞؼثـد‬ Sedangkan paradigma Gus Dur didasarkan pada salah satu kaidah Usul Fiqih yang berbunyi:  ‫ذظسف اإلٍاً ػيٚ اىسػـٞح ٍْ٘ؽ تاىَظيسـﺔ‬ Selain dari aspek normatif tersebut. yang memegang teguh doktrin Islam klasik dengan mengkontekskan pada tradisi atau budaya setempat. yang cenderung moderat dalam merespon realitas sosial. akan tetapi tetap menolak keras paham sekular. sebuah kelompok yang afirmatif dalam merespon sekulerisme. dan secara tegas menolak formalisasi agama. Meskipun berlatar belakang tradisionalis. M. akan tetapi pemikirannya cukup mewarnai di kalangan Islam neo-modernis. aspek sosio-historis juga sangat mempengaruhi cita-cita politik mereka baik dari setting sosial maupun aktivitas organisasinya. yang sudah banyak melakukan pembaharuan dan pemurnian ajaran Islam. Natsir dikategorikan sebagai kelompok idealis dalam wacana politik Islam. Natsir dibesarkan di lingkungan Islam modernis. 3. Corak pemikiran politik M. Sedangkan Gus Dur tumbuh besar di lingkungan Islam tradisionalis. pemikiran semacam ini banyak berimplikasi pada tokoh Islam modernis.

Selain itu penyusun sendiri sadar bahwa karya ini merupakan buah pertama dari proses panjang pendewasaan intelektual penyusun. berkaitan dengan skripsi ini penyusun mengharapkan saran dan kritik para pembaca guna memperbaiki kesalahan atau kekurangan yang ada. Untuk itu masih banyak aspek lain yang bisa diteliti oleh penyusun selanjutnya mengingat baru sebagian masalah yang saat ini penyusun kaji dari pemikiran kedua tokoh tersebut. skripsi ini hanyalah salah satu cara bagaimana menyikapi relasi Islam dan negara di Indonesia. karena aspirasi politik Islam sudah tidak dipasung lagi dalam berpolitik praktis seperti mendirikan partai Islam. eksistensi partai Islam di Indonesia dan pandangan mereka terhadap pemberlakuan Syari„at Isla>m. Di antaranya mengenai demokrasi. Relasi Islam dan negara selalu mengalami ketegangan. sehingga masih sangat dimungkinkan jauh dari kesempurnaan. apalagi menjelang Pemilu baik di era orde lama ataupun orde baru. Saran-saran.B. Dan tentunya. Selanjutnya. Natsir dan Gus Dur. Akan tetapi ketegangan itu telah mengalami metamorfosis di era reformasi ini. dalam kehidupan politik Indonesia. sistem tata negara Islam. clxvii . Dan lebih menitik beratkan pada perbedaan cita-cita ideologi negara yang kemudian penyusun hadapkan pada dua tokoh. M.

Abd. Haikal. Muhammad Husein. Implementasinya Pada Periode Madinah Dan Masa Kini. 26 Rajab 1415 H II. Sejarah Fiqih Islam: Sebuah Pengantar. Dkk. Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993. Jakarta. Kelompok Buku Lain Abdillah. 1995. 1999. Suyuthi. J. 1978. Khallaf. Muhammad Tahir. Moslem. Mesir. Mesir. Bulan Bintang. 1997. Islam Transformatif. Jakarta. Abdurrahman. 1996. Dar al-Ma'arif. al-Fikr al-Siyasi Li al-Imam Muhammad Abduh. Masykuri. (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve. clxviii . „Ilm Usul al-Fiqh. al-Maiat al-Mishriyyat al-'Ammat li al-Kitab. Al-Qur. al-Hukumat al-Islamiyyat. Raja Grafindo Persada. Ahmad. Kairo. Dar al-Qolam. ---------------------------. Kelompok Al-Qur‟an/Tafsir Departemen Agama RI (pengawas). Al-'Athi Muhammad. Negara Hukum: Suatu Studi Tentang PrinsipPrinsipnya Dilihat Dari Segi Hukum Islam. Anggaran Dasar PKB. AL-Qahirat: Dār al-Anshār. 1983. 1992. Ensiklopedi Hukum Islam. sejarah dan pemikiran. Al-Siyasat as-Syari'at. Jakarta. A Mun‟im. Fiqih Siyasah: ajaran. Pustaka Firdaus. 1977.an dan Terjemahnya. Tiara Wacana. Surabaya. Madinah: tp. Pulungan. Kelompok Fiqih/Usul Fiqih Azhary. Yogyakarta. Abdul Aziz Dahlan (ed). Sirry. III. Abdul Wahab.BIBLIOGRAFI I. 1996. Risalah Gusti. 1977.

Azra. Paramadina. dan Saiful Umam (ed). Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII: Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. Zainal Abidin. Yogyakarta. Barton.Ali. 2003. Muhammad. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Di Indonesia Masa Orde Baru. 2003. 1999. Bandung. 1998. Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin. Modernisme dan Post Paramadina. Azyumardi. Biografi Gus Dur. Jakarta. Taqiyuddin. Sejarah Empirik. 1997. Pustaka Salman. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Greg. Jakarta. Mizan 1989. 1996. Jakarta. Jakarta. Bandung. Kanisius. ----------------------------------------. Gagasan Islam Liberal Di Indonesia: Pemikiran NeoModernisme Nurcholish Madjid. Mizan. 1994. alih bahasa Nanang Tahqiq. Anton & Achmad Charris Zubair. Jakarta. Mizan. Raja Grafindo Persada. Ali. Pergolakan Politik Islam Fundamentalisme. Bandung. Jakarta. Badan Litbang DEPAG RI dan PPM. Anshari. Taufiq Adnan. Endang Saefuddin. Tokoh dan Pimpinan Agama: Biografi Sosial Intelektual. 1. 1981. Ahmad Wahib dan Abdurrahman Wahid. Mizan. Bandung. A. Pustaka LP3ES. Sejarah dan Doktrin. Mukti. 1991. Bangil. 1990. Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman. Metode Memahami Agama Islam. 1995. Amir. An-Nabhani. Azhar. ---------------------. Yogyakarta. Bulan Bintang. Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Metodologi Penelitian Filsafat. Bakker. 1999. ----------------. al-Izzah. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler. Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto. LKiS. 1999. Amal. Bandung. cet. Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat. tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959. clxix . ---------------------. Djohan Effendi. Fachry & Bahtiar Effendi. di Indonesia dari Modernisme.

Gatra. Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil. Hamid. Jakarta. 1971 dan 1982. Islam dan Negara. Yogyakarta. eLSAQ. Andrée. Monash University. The Struggle of Islam in Modern Indonesia. Abd al-Hamid. Reaksi Politik Sunni dan Syi‟ah: Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20. dan Fachry Ali. Effendy. Andrrée Fillard. 18 Desember 1992.Barton. 1999. 15. Hasyim Wahid. Persinggungan Nahdlatul Ulama Negara. 1999. dan Greg Fealy. Ismail Muhammad Syah. tt.J. 2001. makalah Confrense on Indonesia Democrasy. No. (RE) Politisasi Islam. Bandung. Bandung. Yogyakarta. Mizan. Boland. LKiS. clxx . Yogyakarta. NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi. Mizan.. Jakarta. Dkk. 1994. Anwar Haryono. 2002. Islam Liberal dan Fundamental: sebuah Pertarungan Wacana. Bahtiar. 1998. Bumi Aksara. Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir. 1989. Hakim. Dkk. 1992. 2003. 1999. Metodologi Reseach. Dkk. Hadi. Pustaka. Sa‟adiyah Putra. Telikungan Kapitalisme Global dalam Sejarah Kebangkitan Indonesia. Hgue. Filsafat Hukum Islam. Merambah Jalan Baru Islam. Jakarta. --------------------. Djohan. Jakarta. Tradisionalisme Radikal. Martinus Nijhoff. Greg. Ulil Abshar Abdalla. 1997. 16 Desesmber. LkiS. Yogyakarta. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Dkk. Feillard. Andi Offset. Yogyakarta. LKiS. Bentuk dan Makna. Enayat. The Contribution of The Islamic Parties to The Decline of Democracy in the 1950. --------------------. LKiS. Yogyakarta. Effendy. Bandung. Jakarta. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik?. 1986. 1998. Effendy. Sutrisno. Bahtiar. B. 2000. Dkk. Paramadina. as-Sulam. Paramadina. Pustaka Firdaus.

Yogyakarta. PKB Rekrut Nur Mahmudi juga Tokoh-tokoh Muhammadiyah. Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur dan Gerakan Sosial NU. Kreatif Islam dan Pancasila . Ulumul Qur'an. 1999. Hoesen. Ida. 2001. Fiqih Siyasi Dalam Tradisi Pemikiran Islamik Klasik. Yogyakarta. Selasa. Faisal. Ibrahim. Imron. Hatta. Gus Dur Menjual Bapaknya. A. Jaiz. Jakarta. 1995. Pustaka Pelajar. http://www. Tintamas.com. 1999. Jakarta. Gus Dur diadili Kiai-kiai. 29 Mei 1999. dan Choirul Anam.tokohindonesia. Karim.2 Vol. Relasi Islam Dan Negara: Perspektif Modernis Dan Fundamentalis. Jakarta. Magelang. 11 Desember 2003. clxxi . Hasil Mukernas I Partai Bulan Bintang. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. 1999. Yogyakarta. Negara dan Peminggiran Islam Politik. 2003. Ismail. IndonesiaTera. Laode dan & Thantowi Jauhari.H. Alwi Shihab Kandidat Wakil Presiden 2004. Hamzah. Tiara Wacana. 4 Februari 1999. Yogyakarta. Memoir. M. Dr. 1999. Surabaya. Muhammad Rusli. Yogyakarta.Hakim. DPP PBB.H. No. Tiara Wacana. Titian Ilahi Press. Tiara Wacana Yogya. Rajawali Press. Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia. Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI. Karim. Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan. Jawa Pos. 1978. Jawa Pos. K. Arief.IV/1993. Surabaya. Gaffar. 1989. Darul Falah. Kamaruzzaman. Sebuah Dialog Mencari Kejelasan. 1999. Hartono Ahmad. Jakarta. Kompas Harian Amanat Rakyat. K.

Jakarta. Nurcholis Madjid. Yusril Ihza. Jakarta. Syracuse University Press. 1995. M. No 13. 1990. 1999. Lahore. Bandung. Konfigurasi Politik dan Hukum pada Era Orde Lama dan Orde Baru. Mangkusasmito. Moh. Ma'arif. Umaruddin. M. LP3ES. 1994. 1999. Luth. Natsir: Dakwah dan Pemikirannya. Fred Den. Thoir. dan Jalaluddin Rakhmat. Jakarta. Prawoto. Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thougt and Action in New Order Indonesia. Islamic Law and Constitution. 1996. Pertumbuhan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Refleksi. Jakarta. Mizan. Gema Insani Press. Amien Rais. Bandung. 1999. Modernisme Islam dan Demokrasi: Pandangan Politik Natsir. ---------------------------. William. Pustaka Pelajar. Islam dan Masalah kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. ---------------------------. Bernard. Ahmad Syafi'i. Islam dan Politik: Teori Belah Bambu Masa Demokrasi terpimpin 1959-1965. Islamic Publication. 994. Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid. 1996. Mehden. Mahendra. Mahendra. Lewis. Hudaya. Bahasa Politik Islam. Maududi. Dedy Djamaluddin & Idy Subandy Ibrahim. Gema Insani Press. Gramedia. 1986. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 1970. Jakarta. Peta Bumi Intelektualisme Islam Indonesia. Bandung. Paramadina. Masdar. 1998. clxxii . Malik. 1999. Mahfud. Jakarta. Mizan. Identitas Politik Umat Islam. Liddle. Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jama‟at IIslami (Pakistan). Yogyakarta. kertas kerja tidak diterbitkan. MD. Yusril Ihza. Jurnal ISLAMIKA. Religion and Modernization in South East Asia Syracuse. 1999. Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang Demokrasi. Zaman Wacana Mulia.Kuntowijoyo.

LP3ES. Yogyakarta. dan Nugroho Notosusanto. ----------------. 1984. Jakarta. 1985. 1973. cet 1. Mochtar. Islam Di Indonesia 1900-1942. 1966. ----------------. M. Capita Selecta. 2001. 2001. Partai-Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. Islam Di Indonesia 1900-1942. Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. Marwati Djoenod. Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia 1945-1965. 1987. Sejarah Nasional Indonesia. Kairo: Issa al-Babi al-Halabi wa Shuraka‟uhu. Bumi Aksara. Islam. Mizan.. Jakarta. Departemen P&K. 1998. Jakarta. Bandung. Jakarta. 1982. 1995. Sejarah Pendidikan Indonesia. Jakarta. clxxiii . The Society of Muslim Brother. Yayasan ----------------. Jakarta. M. Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam.Minhaji. Qutb. Nasution. 1993. Khas}ais} al-Tasawwur al-Isla>mi wa Muqawwamatuhu. Mitchel. 1962 Rahardjo. Poesponegoro. Jakarta. dan Asas tunggal. -----------. Natsir. Pancasila Perkhidmatan. The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942. 1989. 1983. Mudzhar. LP3ES. Harun. ----------------. Media Dakwah. Singapura. M. Jakarta. Dawam. Oxford. Intelektual Intelegensia dan Prilaku Politik Bangsa: Risalah Cendikiawan Muslim. Mizan. Sayyid. 1973. Richard P. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Bandung. Gerakan Modern. Gerakan Modern. S. Oxford University Press. 2000. 1969. Pustaka Utama Grafiti. Deliar. ----------------. Ahmad Hassan and Islamic Legal Reform in Indonesia (1887-1958). Kurnia Kalam Semesta. Ahmad. Jakarta. Noer. Titian Ilahi Press. Bulan Bintang. Jakarta. Gramedia. Atho'. Nasution. Kustiniyati (peny). Yogyakarta. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Oxford Universuty Press.

22 Desember 2002. Tempo. Yogyakarta.. I. clxxiv . Polemik Negara Islam: Soekarno Versus Natsir. 1990. hlm. 27 Mei 1999. Vol I. Paramadina. Wahyu Pustaka. Sitompul. dan Ideologi Toleransi. Bandung. Sejarah dan Pemikiran. Oposisi berserak. 1994. Panitia di Bawah bendera Revolusi. Jakarta. Teraju. Uhlin. Anders. Soenjoto. 2002. Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta. Rosidi. Jakarta. 1999 Shihab. Paramadina. 2000. cet. Syamsuddin. Memudahkan Pengertian Islam. Republika. Din. 1983. Mata Bangsa. Sjadzali. Ahmad. No. Budhy Munawar. Douglas Edward. Balai Pustaka. Natsir. Jakarta. NU dan Pancasila. Bodohnya NU apa NU Dibodohi?. Soekarno. Peneliti dan peteliti. Jurnal Paramadina. Bandung. Yogyakarta. Pustaka Sinar Harapan. Ranggon Studi. Bahrul. Schuman. 1994. Suhelmi. 2002. Jakarta. 2002. UI Press. Girimurti Pustaka. Sebuah Biografi. Alwi. Mengemban Tuntutan Jaman. Islam. Etika Agama dalam Membangun Masyarakat Madani. Ramage. Arus Deras Demokratisasi Glombong Ketiga di Indonesia. Jakarta. M. Percaturan Politik Di Indonesia: Demokrasi. No. Islam dan Tata Negara: Ajaran. Munawir. 2. edisi V. Jakarta. M. di Bawah Bendera Revolusi. 1998.Rahman. Yogyakarta. 1995. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 3. 1989. 2000. Olaf. Jejak Langkah NU Era Reformasi: Menguji Khittah Meneropong Paradigma Politik. Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jogjakarta. “Dilema Islam Kontemporer antara Masyarakat Modern dan Negara Islam”. 1993. Logos. Einar M. Ajib. Mizan. Ulum. 42.

Prisma. Yogya Post. Sekiranya Ahli Kitab beriman. yogyakarta. Jakarta. Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. No. 18 38 18 38 (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. 2. Jakarta. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. ---------------------------.Wahid. Abdurrahman. Prisma Pemikiran Gus Dur. tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. Yayasan Prapanca. ---------------------------. 1959.N. hlm. April 1984. menyuruh pada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang mungkar. yang di clxxv . Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. P3M. ---------------------------. Mengurai Hubungan Agama dan Negara. Jakarta. Lampiran I. Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia. 1989. gereja-gereja. tentulah itu lebih baik bagi mereka. Grasindo. rumahrumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid. Terjemahan Bab I Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. 12 April 1991. Muhammad. dan beriman kepada Allah. di antara mereka ada yang beriman. 4. TERJEMAHAN Hlm F. 1999. LkiS. 1999. Yamin.

Keadaan darurat kemungkinan dihalalkannya yang dilarang. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 34 75 Bab II 52 130 Hai orang-orang beriman. Menutup kemungkinan bahaya harus didahulukan sebelum melakukan kemaslahatan. masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.dalamnya banyak disebut nama Allah. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. 125 125 329 329 clxxvi . Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengembangkan nilainilai baru yang lebih baik. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Kebutuhan setara dengan keadaan darurat. 69 185 Bab III Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. 113 312 Bab IV 125 329 Kebijakan penguasa yang diberlakukan untuk warga negara harus didasarkan pada pertimbangan kesejahteraan. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Momentum dari aksi politik Maududi adalah berdirinya Jema‟at Islam pada 1941. Melalui Jema‟at Islam Maududi banyak berkiprah dalam perpolitikan Pakistan. 2. Maududi bersama 385 anggota Jema‟at Islam memilih Pakistan dan mendirikan markas di Lahore. Ketika India pecah. Ia sempat berkiprah di Dar al-Islam.Lampiran II. New York. dan berasal dari keluarga syarif (keluarga tokoh muslim India Utara) dari Delhi yang bermukim di Deskan. Lahir pada 25 September 1903 M (3 Rajab 1321 H) di Aurangabad India Selatan. BIOGRAFI TOKOH-ULAMA 1. Abu al-A’la al-Maududi. sebuah proyek pendidikan di Punjab yang semula diprakarsai oleh M. Maududi meninggal di Bufallo. Ahmad Syafi’i Ma’arif. Iqbal. clxxvii . namun ketertarikannya pada politik memalingkannya dari Dar al-Islam. pada 22 September 1979 dan dimakamkan di Lahore. sejak pemerintahan Ayub Khan sampai Ziaul Haq.

Amerika. Lalu pada tahun 1972 Amien melanjutkan pendidikannya di Universitas Notre Dame. belajar sejarah pada Nothern Illionis University (1973) dan memperoleh gelar MA dalam ilmu sejarah pada OHIO University. Georgia. kemudian pada tahun 1975 ia berangkat ke Universitas Chichago. Ia pernah belajar di Madrasah Mu‟alimin Muhammadiyah Lintau (1953) dan Yogyakarta (1956). sebelum terjun di politik ia dikenal sebagai seorang akademisi dan pengusaha. karena belum merasa cukup. Setamat dari SMA Muhammadiyah Solo. Alwi Shihab. Pada tahun 1980 ia meraih gelar Doktornya yang pertama dari Universitas „Ain Syam.D. Karya-karyanya yang telah diterbitkan yaitu : Inclusive Islam (1997). selanjutnya ia juga sempat tercatat sebagai mahasiswa luar biasa di Universitas al-Azhar. selain itu ia masih tercatat sebagai anggota International Connection Commite. Alwi mendapat gelar sarjana di bidang Akidah Filsafat di IAIN Alaudin Ujung Pandang pada 1986.D dalam bidang pemikiran Islam diperoleh dari the University of Chichago. untuk melanjutkan studi Doktornya di Ilmu Politik. Selain menjadi Dosen di UGM. Alwi mengikuti Program Pasca Doktoralnya di Pusat Studi AgamaAgama Dunia (The Centre for Studi of World Relegion). Kairo (1978-1979). Atlanta. Amerika Serikat (1982). ayah dan ibunya adalah aktivis Muhammadiyah. Sufistic Islam (2001) dan Teaching Islam in the West (segera). Yogyakarta. Sembari meluangkan waktu untuk mengajar studi agama Islam di almamaternya tersebut. Sejak jenjang TK hingga SMA seluruh pendidikannya dihabiskan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. dan tamat FKIS IKIP Yogyakarta (1968). dan saat ini ia memegang jabatan penting di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua Umum. Antara 19951996. sebuah organisasi sosial keagamaan kalangan modernis Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan.Lahir pada tanggal 31 Mei 1935 di Sumpurkudus Sumatera Barat. IAIN Sunan Kalijaga dan UII Yogyakarta. dan pada tahun 1999 ia menjabat sebagai Ketua Umum P. pada 1962. Kemudian menjadi dosen FKIS IKIP Yogyakarta. clxxviii . Pada tahun 1974 ia berhasil meraih gelar Master of Art (MA). FKIP Universitas Cokroaminoto Surakarta sampai sarjana Muda (1941). Muhammadiyah Movement and Controversy With Christian Mission (1998). AS. AS. Amien melanjutkan kuliah di Fisipol UGM. akhirnya pada tahun 1981 ia berhasil meraih gelar ph. American Academy of Relegion. Lahir pada 19 Agustus 1946 di Rappang Sulawesi Selatan. Athens Amerika Serikat (1980) dan meraih gelar ph. Mesir. ketika itu ia sudah meraih gelar Master dari Universitas al-Azhar. kemudian ia hijrah ke Universitas Temple. Lahir pada 26 April 1944 di Solo. Amien Rais. di Universitas Harvard. Mesir dalam bidang Filasafat. 4. 3. Indiana. Kemudian pada tahun 1999-2000 ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI. untuk meneruskan studinya di bidang Agama. Dan sejak 1996 ia tercatat sebagai pengajar agama Islam di Hartford Seminary. ia juga tercatat sebagai mahasiswa Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga. dalam bidang yang sama.P Muhammadiyah sampai sekarang.

pada 1995 Amien juga sempat menjabat sebagai ketua umum P.P Muhammadiyah. Selain itu. Ia juga dikenal sebagai seorang politisi, tepat pasca Reformasi 1998 ia mempelopori berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan diketuainya. sehingga pada tahun 1999-sekarang ia menjabat di birokrasi pemerintahan sebagai Ketua Umum MPR RI. 5. Azyumardi Azra. Lahir pada Maret 1955 di Lubuk Aling, Sumatera Barat. Pada tahun 1982 ia menyelesaikan sarjana strata 1 di Fakultas Tarbiyyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dan pada tahun 1986 ia memperoleh beasiswa Fullbright untuk melanjutkan studi di Columbia University, saat ini ia menjabat sebagai Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karya tulisnya antara lain: Islam dan Masalah-masalah Kemasyarakatan, Perkembangan Modern dalam Islam, Perspektif Islam di Asia Tenggara dan Jaringan Ulama Timur Tengah Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. 6. Fazlur Rahman. Lahir pada tahun 1919 M di Barat Laut Pakistan, ia termasuk salah satu pemikir pembaharuan Islam yang liberal dan radikal. Rahman dibesarkan di keluarga yang memiliki tradisi Madzhab Hanafi yang dikenal lebih rasionalis dibanding dengan madzhab lainnya. Pada tahun 1942 ia berhasil meraih gelar MA dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Punjab. Sebelumnya ia pernah diajak bergabung oleh Maududi dalam Jama'at al-Islami, seraya berkata "semakin engkau (Rahman) banyak belajar maka semakin beku kemampuan praktismu" akan tetapi Rahman lebih memilih meneruskan studinya, bahkan menjadi seorang kritikus yang tangguh terhadap pemikiran keagamaan Maududi. Pada tahun 1950 ia berhasil meraih gelar Doktor dari Universitas Oxford Inggris dengan desertasi tentang Ibnu Sina, setelah menyelesaikan studinya Rahman lebih memilih untuk tetap tinggal di Inggris sambil mengajar di berbagai perguruan tinggi seperti Durham University, Inggris. Dan Institute of Islamic Studies, McGill Kanada. Pada tahun 1962 Rahman kembali ke Pakistan dan mendapat banyak jabatan di negerinya, akan tetapi ia merasa lingkungannya tidak mendukung pengembangan intelektualnya, akhirnya ia pindah ke Chichago, Amerika Serikat Departement of Near Eastern Languages and Civilization. Rahman sudah banyak menghasilkan karya ilmiah, di antaranya adalah Islam and Modernity: Transformation of Intellectual Tradition, Islamic Methodology in History, Major Themes of The Qur‟an dll. 7. Kuntowijoyo. Seorang dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Lahir di Yogyakarta pada 18 September 1938. Ia memperoleh gelar MA dari Universitas Connecticat, Amerika Serikat dan ph.D pada 1980 dari Colombia University, selain menerbitkan banyak karya tulis yang terhimpun dalam beberapa buku, Kunto juga dikenal sebagai budayawan yang banyak menghasilkan karangankarangan fiksi, di antara tulisan-tulisannya yang sudah diterbitkan yaitu:

clxxix

Paradigma Islam, Interprestasi untuk Aksi (1991), Identitas Politik Umat Islam (1997) dan Muslim tanpa Masjid, Esai-esai Agama Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Trasendental (2001). 8. M. Din Syamsuddin. Seorang guru besar pemikiran politik Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, lahir di Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958. Ia pernah nyantri di Gontor sampai tahun 1975, lalu melanjutkan di IAIN Jakarta sampai tahun 1982. Dan meraih gelar Master (1988) dan Doktor (1991) dari University of Califonia Los Angeles (UCLA). Selain seorang akademisi, ia juga aktif di banyak organisasi seperti Muhammadiyah, ICMI, MUI, bahkan sempat menjadi aktivis Golkar, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Pusat dan menjadi Pengurus Pusat Muhammadiyah. 9. Munawir Sjadzali. Lahir di Klaten 7 November 1925, ia seorang intelektual, pernah belajar di University of Exeter, Inggris (1953-1954) dan memperoleh gelar MA dari Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul Indonesian‟s Muslim Parties and Their Political Concept (1959). Selain seorang intelektual ia juga dikenal sebagai seorang diplomat dan pernah menjabat berbagai posisi penting di Pemerintahan, antara lain: Dubes untuk beberapa negara Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Perserikatan Keamiran Arab (1976-19800), menjadi Menteri Agama selama dua periode yaitu Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

10. Nurcholish Madjid. Lahir 17 Maret 1939 di Mojoanyar, Jombang Jawa Timur, Ia dikenal sebagai tokoh pembaharu pemikiran Islam di Indonesia. Cak Nur menyelesaikan pendidikannya dengan meraih gelar ph.D dari University of Chichago dengan desertasi yang berjudul Pimikiran Filsafat dan Kalam Ibnu Taimiyyah. Semasa mahasiswa Cak Nur aktif di organisasi, HMI dan IFSO (International Islamic Federation of Students Organizations). Saat ini, ia menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Selain itu menjelang pemilu 2004 ini, Cak Nur juga sedang sibuk dicalonkan menjadi calon Presiden RI ke-6. Karya-karyanya banyak yang telah diterbitkan. Di antaranya Islam Kemodernan dan Keindonesiaan (1988), Islam, Doktrin dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Terhadap Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan (1992).

clxxx

Lampiran III.

DAFTAR ISTILAH
Ahl al-H{all wa al-Aqdi: Kelompok sahabat-sahabat utama Nabi Muhammad yang senantiasa diajak bermusyawarah dalam mengambil keputusan yang behubungan dengan kepentingan umum, semacam parlemen di dalam konsepsi fiqih abad pertengahan. Ahl as-Sunnah wa al-Jama>„ ah: Madzhab yang mengikuti tradisi Nabi Muhammad dan merupakan menempati posisi mayoritas secara nominal. „Ash}abiyah: Sentimen etnik, chauvinism Asas Tunggal: Prinsip yang terdapat dalam ideologi nasional, Pancasila, yang diberlakukan sebagai asas tunggal bagi semua partai politik dan organisasi pada masa tahun 1985.

clxxxi

Muhammadiyah: Gerakan reformis dan modernis yang didirikan pada tahun 1912 di Yogyakarta. konsep yang diajukan oleh Soekarno. menjadi partai politik pada tahun 1952 kemudian kembali menjadi organisasi sosial pada tahun 1984. dibentuk pada tahun 1991. untuk menyebut pemberontakan Kartosoewiryo dan tentaranya yang memberontak. kemudian melalui Parmusi. Fodem: Forum Demokrasi. PKI: Partai Komunis Indonesia clxxxii . Mu„ammalah: Amalan-amalan yang bersifat kemasyarakatan dan keduniaan. namun juga dapat ditemukan di Golkar. Masyumi: Singkatan dari Majelis syura Muslimin Indonesia. kelompok pro-demokrasi yang diketuai oleh Abdurrahman Wahid. Nahdlatul Ulama (NU): Kebangkitan kembali para ulama. Ijtiha>d: Dalam hukum Islam adalah upaya untuk menetapkan hukum melalui penalaran bebas berdasarkan ayat-ayat al-Qur‟an. Dipimpin oleh M. Secara politis ia menyalurkan aspirasi politiknya melalui Masyumi. didirikan pada tahun 1943. agama dan komunisme.Bay„ah: Sumpah setia kepada seorang khalifah atau pemimpin BPUPKI: Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. lalu ke PPP di bawah Orde Baru. teks-teks keagamaan. perkumpulan alim ulama yang didirikan pada tahun 1936. badan dakwah kaum modernis radikal. Doktrin: Ajaran agama. Nasakom: Singkatan yang menunjukkan persekutuan antara nasionalisme. DDII: Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia. DI-TII: Singkatan dari Darul Islam-Tentara Islam Indonesia. Muhammadiyah merupakan gerakan reformis yang lebih luwes dibanding Persis dan al-Irsyad. Natsir hingga wafatnya tahun 1993. Sebagai perluasan makna digunakan juga untuk menyebut pemberontakan. Darul Islam: Nama yang diberikan untuk negara Islam yang diproklamasikan oleh Kartosoewiryo di Jawa Barat tangal 7 Agustus 1949. ia menjadi partai politik muslim modernis yang kemudian dilarang oleh Soekarno tahun 1960. Dalam arti yang lebih sempit adalah upaya untuk menggunakan metode pemikiran melalui analogi.

: Bojonegoro. Pesantren: Sekolah agama yang didirikan oleh para kyai. murid dari sekolahan ini biasa disebut santri. CURRICULUM VITAE Nama Tempat/Tgl Lahir Alamat Asal : Ahmad Anfasul Marom. Islam tanpa arabisasi. Wahhabi>: Paham pembaharuan keagamaan Islam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdul Wahab di tanah Hijaz. didirikan pada tahun 1958 di Sumatera Barat dan dihancurkan dalam beberapa bulan saja. Nasionalis sekular: golongan yang menganut paham kebangsaan yang menghendaki agama dipisahkan dari kehidupan negara. Kanor 504 RT 16 RW 9 Pasinan-Baureno. Syari„ah: Peraturan-peraturan hukum dalam al-Qur‟an dan as-Sunnah. : Jl. penekanan identitas muslim khas Indonesia. Tradisionalisme: Paham yang mempertahankan pandangan-pandangan keagamaan yang diwariskan oleh tradisi Islam zaman abad pertengahan. kabupaten Bojonegoro Jawa-Timur 62192. Tanfidziah: Badan eksekutif NU. juga berarti dominasi penduduk asli di bidang ekonomi Indonesia.PRRI: Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Sekularisme: Paham yang memisahkan urusan keagamaan dengan urusan keduniaan. pemerintahan ini dibentuk untuk menentang Soekarno dan partai komunis yang sedang menanjak. clxxxiii . Alamat di Yogyakarta : Komplek IAIN “Griya Natural” CT XI 45i Sapen Yogyakarta 55281. Lampiran IV. Pribumisasi: Kata baru yang dibentuk dari “pribumi”. Siti Azah (Almarhumah). : Hj. 7 November 1981. Ahwan Affandi. Nama Ayah Nama Ibu Pendidikan Formal: : H.

clxxxiv . MTs Islamiyyah at-Tanwir Sumberjo .Bojonegoro (1993 . 2.1. MI Darul Ulum Baureno . Ketua Ospek 2001 Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta. Pendidikan Informal: 1. Kursus Bahasa Inggris di “Wisma Bahasa” Yogyakarta. 4. 5. Sekjend Senat Mahasiswa Institut (SMI) 2003-2004 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sekjend PMII Rayon Faklutas Syari‟ah 2000-2001 IAIN Sunankalijaga Yogyakarta. 2. 4. Departemen Kajian dan Intelektual BEMJ PMH 2000-2002. 6. English Extension Sanata Dharma Yogyakarta. IAIN Sunan kaliga Yogyakarta. 4. 3. Pondok Pesantren “at-Tanwir” Sumberjo Bojonegoro Jawa-Timur. (1996-1999).Bojonegoro (1987 . Sekretaris Organisasi Daerah CSPB (Collega Siswa Pesantren Bojonegoro) 1997-1998 di Pesantren Tebuireng Jombang. Anggota Divisi Lembaga Kajian eLSIP (Lingkar Studi Islam Pembebasan) 2000-2001 Kordiska IAIN Sunan Kalijaga. Masuk 2001 Sekarang. 3. Kursus Komputer di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Yogyakarta. (1999 Sekarang). 2. Pengalaman Organisasi : 1. 3.1996).Jombang. MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan) Tebuireng . 5.1993). Pondok Pesantren “Tebuireng” Jombang Jawa-Timur. Fakultas Syari‟ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

clxxxv .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful