MODEL PROMOSI KESEHATAN Tinjauan Model Kesehatan Yang Sering Digunakan (Heri D. J.

Maulana, 2009) Tipe Health Model   Subtipe Health environments Subjective models ecological   Health behavior models    Models of health of or Contoh Salutogenesis

lay (Antonovsky) helth

socials ecological Helath models Cognitif health Health (Becker) belief model

behavior models Locus models Behavior models intention of control

Theory action Ajzen) Theory behavior Madden)

of

reasoned &

(Fishbein

of

planned &

(Ajzen

Theory of social behavior (Triandis, 1977) Protection motivation

theory (Rogers) Social cognitive health behavior theory Health Promotion Applied health models Social-ecological models of health education Health Education Models Health education PRECEDE (Green, 1980) Comprehensive health

planning models

Schmidt dkk. 2009). Mengutip dari buku Promosi Kesehatan karangan Heri D. J. 1974 inti dari teori ini adalah belief atau kepercayaan. 1988... 1994). Mengutip dari buku Promosi Kesehatan karangan Heri D. J. antara lain sebagai berikut 1) Ancaman yang dirasakan dari sakit atau luka (perceived thrat of injury or illness) .. kemungkinan seseorang melakukan tindakan pencegahan dipengaruhi secara langsung dari hasil dua keyakinan atau penilaian kesehatan (health beliefs). Maulana. 1994) Terdapat beberapa model dari promosi kesehatan yang populer dikemukakan oleh para ahli. 1990) yang dimulai dari pertimbangan orang-orang tentang kesehatan (Damoiseaux. 1990. yaitu sebagai berikut 1. Menegaskan bahwa persepsi seseorang dalam kerentanan dan kemujaraban pengobatan mempengaruhi keputusan seseorang dalam prilaku kesehatan (M. 1987 dalam Smet. 2009 menurut teori HBM. 1958. 1974 dalam Glanz dkk. Ridwan. Rosenstock.education (Sulivan) Model for model health education planning (Ross & Mico) Health promoting planning model (Dignan & Carr) (Sumber: Schmidt dkk. Health Belief Model (Model Kepercayaan Kesehatan) Menurut Rosenstock dan Hocbaum. Smet. 2009 model ini digunakan sebagai upaya menjelaskan secara luas kegagalan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan atau deteksi penyakit (Houchbaum. Maulana. 1997) dan seringkali dipertimbangkan sebagai kerangka umtama dalam perilaku yang berkaitan dengan kesehatn manusia (Kirscht.

2) Keuntungan dan kerugian (benefits and costs) Pertimbangakan antara keuntungan dan kerugian perilaku untuk memutuskan melakukan tindakan pencegahan atau tidak. dan imunisasi. tetapi hasil beberapa penelitian HBM menunjukan kebalikannya. nasihat orang lain. Sedangkan untuk penerapan HBM yaitu adalah perilaku pencegahan yang berkaitan dengan dunia medis dan mencakup berbagai prilaku. Contohnya. Keseriusan yang dirasakan (perceived severity).Hal ini mengacu pada sejauh mana seseorang berpikir bahwa penyakit atau kesakitan betul-betul merupakan ancaman bagi dirinya. penyakit dari anggota keluarga yang lain atau teman). seperti check up pencegahan dan skrining. . Hal ini berupa berbagai informasi dari luar atau nasihat mengenai permasalahan kesehatan (misalnya media massa. Individu  mungkin dapat menciptakan masalah kesehatannya sendiri sesuai dengan kondisi. kampanye. penyakit tersebut membawa akibat serius Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk pencegahan penyakit Tidak ada hambatan serius untuk imunisasi.     Kemungkinan terkena penyakit tinggi (ketidakkebalan) Jika terjangkit. yang disebut sebagai keyakinan terhadap posisi yang menonjol (salient position). Individu mengevaluasi keseriusan penyakit jika penyakit tersebut muncul akibat ulah individu tersebut atau penyakit dibiarkan tidak ditangani. Penilaian tentang ancaman yang dirasakan pada hal-hal berikut:  Ketidakkebalan yang dirasakan (perceived vulnerability). 3) Petunjuk berprilaku juga diduga tepat untuk memulai proses prilaku. kegunaan HBM dalam imunisasi memberi kesan bahwa orang yang mengikuti program imunisasi percaya hal-hal berikut.

yaitu: a. tetapi memengaruhi kondisi kesehatannya. Transtheoritical Model (Model Transteoritik “Bertahap”) Menurut Prochaska dkk. hal ini karena individu mempertimbangkan untung dan rugi peribahan suatu perilaku sebelum melangkah dari tahp satu ke tahap berikutnya (M. seseorang dapat bergabung dengan kelompok olahraga karena kontak sosial atau ketertarikan pada seseorang dalam kelompok tersebut. HBM telah menggunakan ketertarikan dalam kebiasaan seseorang dan sifat-sifat yang dikaitkan dengan perkembangan dari kondisi kronis. dan gosok gigi (Heri D. J. d. HBM hanya memerhatikan keyakinan kesehatan. HMB lebih didasarkan penelitian terapan dalam permasalahan pendidikan kesehatan daripada penelitian akademis. diet. HBM juga tidak memberikan spesifik yang tepat terhdap kondisi ketika individu membuat pertimbangan tertentu. 2009). Berkaitan dengan ukuran dari komponen-komponen HBM. c. penggunaan alkohol. Maulana.Dalam perkembangannya. . Contohnya. 2009). Sedangkan kelemahan dari model ini terdapat 4 kelemahan (Heri D. Kenyataannya. HBM dirasakan pada beberapa asumsi yang dapat diragukan. termasuk gaya hidup tertentu seperti merokok. tetapi masih memengaruhi kesehatan. seperti pemikiran behwa setiap pilihan perilaku selalu berdasarkan pertimbangan rasional. Keputusan yang diambil tidak ada kaitannya dengan kesehatan. orang dapat membuat banyak pertimbangan tentang perilaku yang tidak berhubungan dengan kesehatan. penggunaan kondom untuk pencegahan AIDS. Maulana.selain rasionalisasinya diragukan. 2009). J. 2. b. Ridwan. olahraga. perilaku keselamatan. 1979 model ini dalam tahap aksi dan pemeliharaan seseorang dapat kembali kepola perilaku sebelumnya.

1975 menerangkan teori ini berawal dari pandangan umum tentang dasar prilaku dengan memberikan perhatian pada niat (intention). Theory of Reasoned Action (Teori Aksi Beralasan) Menurut Fishbein dan Ajzen. orang tersebut belum bermaksud mengubah suatu prilaku. ibu tersebut menutup makanan. Seseorang sudah melakukan perubahan prilaku Pemeliharaan. Aksi. Sedangkan salah satu untuk contoh dari model ini adalah kasus kebersihan rumah. misalnya objek (pil KB) dan prilaku (minum pil KB) (M. yaitu seorang ibu karena kurang mendapat pengetahuan dan pelatihan tidak pernah berfikir untuk menutup makanan. Setelah mendengar siaran radio tentang bahaya kuman dan melihat tetangganya membersihkan rumah. 2009). Ridwan. namun masih belum siap melakukannya. Yaitu seseorang belum memikirkan sebuah prilaku sama sekali. Kemudian ia mencari informasi dari tetangga dan petugas kesehatan setempat akhirnya memulai proses perubahan perilaku. ia mulai berkontemplasi untuk mengambil aksi menjaga kebersihan di rumah. 1979 mengidentifikasi model ini dalam 4 tahapan in-dependen (M. sikap (attitude) dan keyakinan (belirf). . 2009). memasak air minum atau menjaga kebersihan dapur. Teori ini juga menemukan bahwa sikap terhadap prilaku spesifik merupakan prediktor yang lebih baik dan membedakan sikap terhadap objek dan sikap terhadap prilaku yang berkaitan dengan objek. Setelah satu periode waktu. Seseorang benar-benar memikirkan suatu prilaku. Ridwan. yaitu:  Prekontemplasi. 3.Prochaska dkk.    Kontemplasi.selain itu menggolongkan model ini dalam upaya untuk mencari hubungan antara sikap dengan prilaku. Keberlangsungan jangka panjang dari perubahan prilaku yang terjadi. Objek dan prilaku terhadap objek harus spesifik. memasak air minum dan menjaga kebersihan lingkungan dapur sebagai tugas rutin sehari-hari.

Model Theory of Reasoned Action (Teori Aksi Beralasan) Keyakinan perilaku Sikap evaluasi keyakian Keyakian normatif Norma subjektif Motifasi untuk patuh Niat perilaku Prilaku Ternyata aplikasinya teori ini perlu adanya kontrol. Ridwan. pengembangan dari TRA. sehingga terjadi TPB (Theory of Planned Behavior) yang merupakan dirrect (langsung) model. 2009). dengan konsep utama keyakian (dari TRA) dan pengendalian (kontrol) (M. Model Theory of Planned Behavior (TPB) Keyakinan perilaku Sikap evaluasi keyakian Niat perilaku Prilaku Keyakian normatif Norma subjektif Motifasi untuk patuh Kontrol .

Hububungan promosi kesehatan dengan determian perilaku. Sedangkan berdasarkan perspektif perilaku. Model PRECEDE lebih mengarah pada upaya pragmatis mengubah perilaku kesehatan. yaitu faktor predisposisi. Ridwan. 1991) teori ini didasarkan pada model kepercayaan kesehatan dan model-model lain. yaitu: a) Diagnosis sosial b) Diagnosis epidemologi c) Diagnosis perilaku d) Diagnosis pendidikan e) Diagnosis administrasi/kebijakan Berdasarkan analisis penyebab masalah kesehatan. dan faktor reinforcing. Model PRECEDE/PROCEED Dalam jurnal kesehatan Metro Sai Wawai tentang Promosi Kesehatan dalam Rangka Perubahn Perilaku M. Model ini juga menganalisa kebutuhan kesehatan komunitas dengan cara menetapkan 5 tahapan diagnosis perilaku (Green). seperti digambarkan sebagai berikut: Predisposisi faktor Health Promotion Enabling Faktor Health Behavior Reinforcing Faktor .4. ada 2 determinan penyebab perilaku yaitu faktor perilaku dan faktor non perilaku. fase diagnosis pendidikan menekankan pada ke tiga faktor. 2009 menurut Lawrence Green (1980. faktor enabling.

5. artinya bila melihat orang lain menjalankan suatu perilaku maka kemampuan meniru perilaku tersebut menjadi bertambah. Teori ini melihat perilaku sebagai self efficacy. Ridwan. 1993) mengemukakan. Proses hubungan disebut deterministik resiprokal atau kausalitas resiprokal (M. R. mengingat apa yang telah diobservasi. 2009 menurut Rotter. C ) 7. Ridwan. Selain itu terdapat 4 tahap dalam menyelami orang lain (vicarious learning). 1977 mengemukakan terjadinya kognitifnya perilaku untuk bahwa lingkungan maka menentukan/menyebabkan seseorang menggunakan kebanyakan menginterpretasikan lingkungan maupun perilaku yang dijalankannya. perilaku merupakan hasil hubungan . Teori Pemahaman Sosial (Social Learning Theory) Teori ini menekankan pada hubungan segitiga antara orang (menyangkut proses-proses kognisi). 2009 menurut WHO ada 4 alasan pokok (determinan) dari perilaku. yaitu memperhatikan model. 2009 Skinner (Notoatmojo. Teori Perubahan Perilaku WHO Mengutip dari jurnal kesehatan M. yaitu 1) Pemikiran dan perasaan (thought dan feeling) 2) Adanya acuan/referensi dari seseorang/pribadi yang dipercayai (personnal reference) 3) Sumber daya (resources) yang tersedia 4) Sosial budaya (culture) setempat Formulasinya: B = F ( Tf. Ridwan. Pr. 2009). Teori Perubahan Perilaku Skinner Mengutip dari jurnal kesehatan M. Mengutip dalam jurnal kesehatan M. Ridwan. self confidence dan harapan dari hasil orang. Seseorang merasa yakin perilakunya berdsasarkan observasi pada orang lain. 6. dan lingkungan. perilaku. 1954: Bandura. meniru perilaku dan reinforcement perilaku.

Teori Perubahan Perilaku Notoatmodjo Mengutip dari jurnal kesehatan M. 2009 Saparinan Sadli (1982). adat istiadat dan kepercayaan masyarakat sehubungan dengan kesehatan  Lingkungan umum: kebijakan pemerintah dibidang kesehatan. kesehatan. menggambarkan hubungan individu dengan lingkungan sosial yang saling mempengaruhi dalam pembentukan perilaku. Hubungan individu dengan lingkungan sosial. Ridwan. undang-undang sebagainya.antara rangsangan (stimulus) dan respons. Fokus teori Skinner ini pada dasarnya adalah hubungan yang pasti antara stimulus dan responm sangat memungkinkan untuk memodifikasinya bahkan tidk terbatas. Teori Perubahan Perilaku Sadli Dalam jurnal kesehatan M. program-program kesehatan dan 9. b. Respondent rensonse atau reflexive adalah respon yang ditimbulkan oleh rangsangan tertentu dapat menimbulkan respon yang bersifat relatif tetap. Ridwan. Hal ini . Skinner membedakan dua respon yakni: a. 8. menggambarkan bahwa:  Perilaku kesehatan individu: sikap dan kebiasaan individu yang erat kaitannya dengan lingkungan  Lingkungan keluarga: kebiasaan-kebiasaan tiap anggota keluarga mengenai kesehatan  Lingkungan terbatas: tradisi. Operant response atau instrumental adalah respon yang timbul dan berkembang diikuti oleh perangsang tertentu muncul memperkuat respon yang sudah ada atau memperkuat suatu perilaku tertentu yang telah dilakukan. 2009 Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa merubah/memotivasi seseorang untuk mau menerima suatu kebiasaan baru bukanlah hal yang mudah.

Promosi Kesehatan. Ridwan. 2009.perubahan pengetahuan dan sikap merupakan prekondisi bagi perubahan perilaku kesehatan. yaitu apa keuntungan yang akan diperoleh bila menerima gagasan baru dan tidak tersisih dari kelompoknya. Jurnal Kesehatan “Metro Sai Wawai” Volime II No. Artinya nilai-nilai yang dianut oleh seseorang bukan saja berdasarkan apa yang dialami dan dianggap baik oleh dirinya tetapi juga nilai tersebut oleh kelompoknya atau masyarakatnya. menegaskan bahwa komunikasi dapat dipergunakan untuk mengubah sikap dan perilaku kesehatan yang secara langsung terkait dengan rantai kausal yang sama. ISSN:19779-469X . DAFTAR PUSTAKA Maulana. Jakarta:EGC M. 2009. Promosi Kesehatan dalam Rangka Perubahan Perilaku. Heri D. ridwan (2009) Mc Guire (1964).berkaitan dengan proses intrapersonal. Efektivitas upaya komunikasi yang diberikan tergantung dari berbagai input (stimulus) serta output (tanggapan terhadap stimulus). 2 Edisi Desember 2009. 10. J.. Model Komunikasi/Persuasi (Communication/Persuasion Model) Menurut jurnal kesehatan M.