1.

STATISTIK DESKRIPTIF Statistik Deskriptif merupakan suatu metode atau cara – cara yang

digunakan untuk meringkas dan medata dalam bentuk table, grafik atau ringkasan.numerik data. Statistik deskriptif merupakan statistika yang menggunakan data suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu saja. Untuk menganalisis secara deskriptif kualitas dari setiap variabel penelitian, maka digunakan teknik statistik deskriptif, Pada pengolahan data statistic yang akan dikemukakan pada tugas ini adalah pengolahan data statistic deskriptif dan statistic inferensi dengan menggunakan SPSS 16. Pada tugas ini telah di paparkan beberapa langkah proses pengolahan dan analisa data yang akan disajikan menggunakan SPSS 16. 1. Distribusi Frekuensi.

Berikut ini data tentang nilai ujian mata kuliah probabilitas dan statistika dari 60 mahasiswa Teknik Elektro UPI YAI : 67 79 47 82 54 78 49 79 85 46 59 61 70 47 73 66 68 65 96 79 90 59 64 73 79 46 96 76 79 66 82 94 86 68 49 89 78 78 96 69 78 80 90 84 56 66 66 75 55 61 50 64 59 75 98 65 88 65 86 63

Membuka lembar kerja baru (File → New → Data) Seperti pada tampilan berikut : 2. Pilih menu variable View pada pojok kiri bawah tampilan lembar kerja SPSS.Langkah – langkah analisa dengan menggunakan SPSS 16 adalah sebagai berikut : 1. .

3. ketik menurun ke bawah semua data 60 nilai mahasiswa di atas pada kolom nilai. dan ubah angka pada kolom Decimals (banyak angka dibelakang koma) menjadi 2. Ketik Nilai pada Kolom name b. Pilih Numeric pada kolom Type ubah angka pada kolom Width (panjang angka di depan koma) menjadi 5. Hasilnya akan seperti tampilan berikut : c. Kembali pada data View. Untuk mengisi data. Seperti tampilan berikut ini : .a.

yang akan membuka jendela berikut : 6. kemudian pilih Frequencies.4. lalu pilih menu Descriptive Statistics. Simpanlah data tersebut dengan nama Deskriptif. Pilih Variabel nilai dari kotak kiri kemudian klik tanda ►untuk mengisikan variable Nilai ke dalam kotak Variable(s). Pilihlah menu Analyze. yang akan muncul tampilan seperti berikut : . 5.

7. Klik continue untuk melanjutkan proses berikutnya. Untuk percentile Values. Setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut : . e. Kemudian klik pilihan Statistics dan tentukan a. c. pilihlah Mean dan Median. b. Ulangi untuk angka 90. pilihlah Quartiles dan presentile(s). Untuk Central Tendency. pilihlah semua pilihan yang ada. d. Untuk Dispersion. Untuk Distribution. lalu dalam kotak dikanan presentile(s) ketikan 10 dan klik Add untuk memasukkannya pada kotak dibawahnya. pilihlah Skeweness dan Kurtosis.

ik continue untuk melanjutkan ke proses berikutnya. kemudian untuk Order by pilihlah Ascending Values. Seperti pada tampilan berikut : 9. pilihlah Histograms dan juga With normal Curve. Pada tampilan jendela Outputnya akan muncul tampilan analisis datanya sebagai berikut : . 11. 10. kemudian untuk Chart Type.seperti pada tampilan berikut : Kemudian klik continue untuk melanjutkan ke proses berikutnya. Klik OK setelah semua pengisian selesei. Pilih pilihan charts.8. Pilih pilihan format. Kemudian k.

a. Tampilan Output Nilai : d. Tampilan Output b. Tampilan Output Histogram : . a n Tampil Output Statistics : c.

sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan (Statistik Inferensi). servei atau pengamatan lainnya.2. Ukuran yang dimaksudkan dapat berupa : • Ukuran Pemusatan (Rata-Rata Hitung atau Mean. Penyajian tabel grafik yang digunakan dalam statistik deskripsi seperti : 1. Simpangan Baku dan Galat Baku) • Skewness adalah tingkat kemiringan • Kurtosis adalah tingkat keruncingan Untuk menganalisa ukuran pemusatan.  Klik OK. Presentasi grafis seperti Histogram. Pie chart dan lainnya. umumnya masih acak. pilih Histogram jika ingin menampilkan  Klik format. baik dalam bentuk tabel datau presentasi grafis. masih diperlukan ukuran-ukuran lain yang merupakan wakil dari data tersebut.25 dan seterusnya. Analyse Descriptive Statistics Frequencies b. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang data. Analyse Descriptive Statistics Explore  Menggunakan Analisa Frequencies Descriptive Statistics Frequencies PROSEDUR : Analyse  Klik menu Analyse Descriptive Statistics Frequencies  Sorot variabel yang akan dianalisa lalu pindahkan ke kotak variabel dengan cara mengklik tanda “”  Klik Statistics. dilakukan dengan cara memberi tanda pada check box percentile)  Klik chart. Ragam. berilah tanda pada semua check box Percetile Values (Keterangan : untuk menentukan nilai Percentile 10. ukuran letak dan ukuran penyimpangan (ketika ukuran termasuk ke dalam statistika deskripsi). “mentah” dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Distribusi Frekuensi. Analyse Descriptive Statistics Description c. . 2. Data-data tersebut harus diringkas dengan baik dan teratur. dapat dilakukan dengan prosedur. STATISTIK INFERENSI Data-data statistik yang bisa diperoleh dari hasil sensus. beri tanda pada ascending value pada pilihan order by untuk mengurutkan data dari nilai terkecil terbesar. Median dan Modus) • Ukuran Letak (Quartil dan Persentil) • Ukuran Penyimpangan/Penyebaran (Range. selain dengan tabel dan diagram. a.

Contoh Data nilai UTS Statistik dari 15 anak kelas A yaitu : 1. 2. 5. 9. 10. 7. 6. 3. 4. 10 11 12 13 14 15 Nama Mimi Melisa Yolin Nina Parto Jerry Tom-Tom Yusron Ableh Stefanus Chandra Roy Ardian Nita Mawan Nilai UTS 90 60 65 55 70 71 72 80 76 56 59 77 85 89 90 . 8.

Data diurut.Rumus Uji Normalitas Metode Shapiro-Wilk untuk Uji Normalitas Metode Shapiro Wilk menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel distribusi frekuensi. Dapat juga dilanjutkan transformasi dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva normal. kemudian dibagi dalam dua kelompok untuk dikonversi dalam Shapiro Wilk. RUMUS .

Data berskala interval atau ratio (kuantitatif) b. maka Ho ditolak . Jika nilai p kurang dari 5%. Metode Kolmogorov-Smirnov untuk Uji Normalitas Metode Kolmogorov-Smirnov tidak jauh beda dengan metode Lilliefors. maka digunakan tabel distribusi normal. Signifikansi metode Kolmogorov-Smirnov . Data tunggal / belum dikelompokkan pada tabel distribusi frekuensi c. maka Ho diterima . Data dari sampel random Signifikansi Signifikansi dibandingkan dengan tabel Shapiro Wilk.Persyaratan a. H1 ditolak. untuk dilihat posisi nilai probabilitasnya (p). Jika digunakan rumus G. namun pada signifikansi yang berbeda. Jika nilai p lebih dari 5%. Signifikansi uji nilai T3 dibandingkan dengan nilai tabel Shapiro Wilk. H1 diterima. Langkah-langkah penyelesaian dan penggunaan rumus sama.

Dapat untuk n besar maupun n kecil. maka Ho ditolak . Jika nilai | FT – FS | terbesar kurang dari nilai tabel Kolmogorov Smirnov. Data ditransformasikan dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva normal sebagai probabilitas komulatif normal. dihitung dari luasan kurva mulai dari ujung kiri kurva sampai dengan titik Z. Siginifikansi Signifikansi uji.menggunakan tabel pembanding Kolmogorov-Smirnov. nilai | FT – FS | terbesar dibandingkan dengan nilai tabel Kolmogorov Smirnov. Rumus Keterangan : Xi = Angka pada data Z = Transformasi dari angka ke notasi pada distribusi normal FT = Probabilitas komulatif normal FS = Probabilitas komulatif empiris FT = komulatif proporsi luasan kurva normal berdasarkan notasi Zi. sedangkan metode Lilliefors menggunakan tabel pembanding metode Lilliefors. Metode Liliefors untuk Uji Normalitas Metode Lilliefors menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel distribusi frekuensi. Tabel Nilai Quantil Statistik Kolmogorov Distribusi Normal. H1 ditolak. Persyaratan a. H1 diterima. Probabilitas tersebut . maka Ho diterima . Data tunggal / belum dikelompokkan pada tabel distribusi frekuensi c. Data berskala interval atau ratio (kuantitatif) b. Jika nilai | FT – FS | terbesar lebih besar dari nilai tabel Kolmogorov Smirnov.

nilai | F (x) – S (x) | terbesar dibandingkan dengan nilai tabel Lilliefors. Jika nilai | F (x) – S (x) | terbesar kurang dari nilai tabel Lilliefors. Signifikansi Signifikansi uji. Data berskala interval atau ratio (kuantitatif) b.dicari bedanya dengan probabilitas komultaif empiris. Dapat untuk n besar maupun n kecil. Beda terbesar dibanding dengan tabel Lilliefors pada Tabel Nilai Quantil Statistik Lilliefors Distribusi Normal. Rumus Keterangan : Xi = Angka pada data Z = Transformasi dari angka ke notasi pada distribusi normal F(x) = Probabilitas komulatif normal S(x) = Probabilitas komulatif empiris F(x) = komulatif proporsi luasan kurva normal berdasarkan notasi Zi. Persyaratan a. Data tunggal / belum dikelompokkan pada tabel distribusi frekuensi c. . dihitung dari luasan kurva normal mulai dari ujung kiri kurva sampai dengan titik Zi.

2009). maka Ho ditolak . H1 diterima. Mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan cara: • 1.05. Jika nilai | F (x) – S (x) | terbesar lebih besar dari nilai tabel Lilliefors. Ha ditolak. 2. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (hasil uji validitas) dengan nilai r tabel (nilai tabel) dengan nilai signifikansi 0. Tabel nilai Quantil Statistik Lilliefors. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Pratisto.maka Ho diterima . RUMUS UJI VALIDITAS KUESIONER • Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Dapat juga menggunakan rumus person products moment: Kemudian menghitung nilai uji T dengan rumus: . Hasil uji validitas (nilai r hitung) yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total Corelation.

RUMUS UJI REALIBILITAS • Definisi Reliabilitas Reliabilitas adalah Persamaan hasil pengukuran atau pengama fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan. Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan tekhnik Formula Alpha Cronbach dan dengan menggunakan program SPSS 16. maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama ( Syaifuddin Azwar. • Uji Realibilitas Dalam penelitian ini.01 for windows RUMUS UJI KORELASI . 2000 : 3).(Hidayat. 2008) • Setelah kuesioner di uji validitas dengan menggunakan program SPSS 10 For Windows. Jika Thit > Ttabel berarti instrumen valid demikian sebaliknya jika Thit < Ttabel berarti instrumen tidak valid yang tentunya tidak dapat digunakan dan dapat diperbaiki/ dihilangkan.

SKALA LIKERT Skala Likert adalah suatu skala psikometri yang umum digunakan dalam kuesioner dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survey. a) Favorable • Definisi Favorable Favorable adalah suara terbanyak yang bersifat menguatkan terhadap hipotesis penelitian yang dipilih oleh responden dalam pengambilan data yang menggunakan skala likert. setuju (3). REGERESI • Definisi Regresi Regresi adalah salah satu metode untuk menentukkan hubungan sebab akibat antara satu variabel dengan variabel-variabel yang lain. b) Unfavorable : . • Penggunaan Favorable dalam Penelitian tersebut Item Favorable : sangat setuju (4). sangat tidak setuju (1).• Definisi Korelasi Korelasi adalah salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Adapun cara perhitungan uji validitas faktor adalah dengan mengorelasikan skor tiap faktor dengan skor total faktor item-item yang valid. • Uji Korelasi antar faktor Uji korelasi antar faktor yaitu pengujian antar faktor dengan konstrak yang bertujuan untuk membuktikan bahwa setiap faktor dalam instrumen Skala Kecerdasan Emosional telah benar-benar mengungkap konstrak yang didefinisikan. Uji Korelasi antar faktor menggunakan rumus yang sama dengan uji validitas item. tidak setuju (2).

. tidak setuju (3).• Definisi Unfavorable Unfavorable adalah suara terbanyak yang bersifat oposisi terhadap hipotesis penelitian yang dipilih oleh responden dalam pengambilan data yang menggunakan skala likert. • Penggunaan Unfavorable Item Unfavorable : sangat setuju (1). setuju (2). sangat tidak setuju (4).