BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pembangunan di bidang kesehatan diharapkan akan semakin meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat secara memadai (Dinas Kesehatan, 2007). Pada tahun 1995 dan 2001 pada penelitian Susenas faktor-faktor yang dipengaruhi oleh kesehatan adalah karakteristik demografi, social, ekonomi dan pendidikan. Upaya peningkatan derajat kesehatan penduduk dapat secara langsung akan meningkatkan kualitas penduduk. Dampak kemiskinan memunculkan berbagai penyakit pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, balita, dan lanjut usia. Kemiskinan yang terjadi menyebabkan cakupan gizi rendah, pemeliharaan kesehatan kurang, lingkungan buruk, dan biaya untuk berobat tidak ada. Akibat terkena penyakit menyebabkan produktivitas rendah, penghasilan rendah, dan pengeluaran bertambah. Berhasilnya pembangunan kesehatan ditandai dengan lingkungan yang kondusif, perilaku masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah terjadinya penyakit, pelayanan kesehatan yang berhasil dan berdaya guna tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Akan tetapi pada kenyataanya, pembangunan kesehatan di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Permasalahan-permasalahan kesehatan masih banyak terjadi. Beberapa diantaranya adalah: penyakitpenyakit seperti DBD, flu burung, dan sebagainya yang semakin menyebar luas, kasus-kasus gizi buruk yang semakin marak khususnya di wilayah Indonesia Timur, prioritas kesehatan rendah, serta tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa kelompok umur

balita dan lansia mengalami keluhan sakit akut yang paling tinggi. pada umumnya perempuan mengalami keluhan sakit akut dan akit kronis yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. keluhan sakit kronis dan sakit akut lebih banyak dialami oleh orang yang berstatus kawin dibandingkan dengan orang yang berstatus tidak kawin. pendidikan tidak langsung mempengaruhi status kesehatan, tetapi melalui jenis pekerjaan dan pendapatan yang diperoleh sehubungan dengan pekerjaan orang yang bekerja mempunyai status kesehatan yang lebih buruk dibandingkan orang yang tidak bekerja. orang yang kesulitan akses mengalami keluhan sakit akut dan sakit kronis yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang mudah akses ke fasilitas kesehatan orang yang memiliki jaminan pembiayaan kesehatan mempunyai kecenderungan untuk menderita keluhan sakit akut dan kronis yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki jaminan pembiayaan kesehatan. kebiasaan merokok menyebabkan mereka memiliki keluhan sakit akut dan sakit kronis yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. orang yang tinggal di kota memiliki persentase yang tinggi untuk menderita keluhan sakit akut tetapi memiliki persentase keluhan sakitkronis lebih rendah daripada orang yang tinggal di desa. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa kebijakan pemerintah lah yang salah, sehingga masalah-masalah kesehatan di Indonesia seakan tak ada ujungnya. Akan tetapi, kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah saja dalam hal ini. Karena bagaimanapun juga, sebenarnya individu yang menjadi faktor penentu dalam menentukan status kesehatan. Dengan kata lain, selain pemerintah masih banyak lagi faktor-faktor atau determinan yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Indonesia harus memiliki system deteksi dini penyakit. Sistem kesehatan Indonesia harus menyesuaikan, terutama hal-hal berkenaan dengan system pembiayaan, termasuk didalamnya ansuransi kesehatan. Seperti kita ketahui, masyarakat Indonesia belum dilindungi oleh system pembiayaan yang memadai kecuali, kalau mereka adalah pegawai negeri, anggota TNI, Kepolisian, pegawai atau karyawan swasta. Bagi petani, setengah

. Dengan harga obat-obatan yang semakin tidak terjangkau. 2. Mengetahui upaya-upaya apa yang dapat digunakan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. maka kami mengidentifikasikan masalah sebagai berikut : a. b.pengangguran. Mengetahui hubungan konsep Blum dengan status kesehatan masyarakat. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat ? b. Perumusan Masalah Dengan menimbang latar belakang penelitian yang telah kami kemukakan. Tujuan Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini : a. Upaya-upaya apa untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat seseorang ? 3. Apa kaitan teori Blum dengan status kesehatan masyarakat ? c. maka kelompok yang berjumlah sekitar 75% dari penduduk Indonesia atau sekitar 200 juta akan berada dalam kelompok kritis dalam aspek keterjangkauan pelayanan kesehatan. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. c. setengah miskin tidak ada system pembiayaan bagi mereka.

Menurut WHO. dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. dan sosial serta di dalamnya kesehatan jiwa yang merupakan bagian integral kesehatan. Konsep sehat ini tidak jauh dengan konsep sehat yang tertuang dalam UU No. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik.Blum sampai saat ini masih relevan untuk diterapkan.BAB II PEMBAHASAN I. mental. kesehatan rohani. kesehatan mencakup 3 aspek. jiwa.L. 23 tahun 1992 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. 1947).Pengertian Kesehatan Sehat adalah kondisi normal dimana seseorang bisa melakukan aktivitas hidupnya dengan lancar dan tanpa gangguan. definisi sehat masih diperbincangkan dan belum ada kata sepakat dari para ahli kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia. yang mungkin kita tidak sadari bahwa hal-hal yang berada di sekitar kita adalah faktor-faktor utama yang mempengaruhi kesehatan.Teori Blum Konsep hidup sehat H. dan kesehatan sosial. Akhirnya World Health Organization (WHO) membuat definisi universal yang menyatakan bahwa “sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik. dan sosial serta tidak hanya tebebas dari penyakit atau kelemahan” (WHO. namun teori yang paling banyak digunakan adalah teori Blum. Selama beberapa dekade. II. Kondisi sehat secara holistik bukan saja kondisi sehat secara fisik . Sehat memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Banyak sekali teori-teori yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. mental. Banyak sekali hal yang mempengaruhi kesehatan kita. yakni: kesehatan jasmani.

Untuk menciptakan kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu keharmonisan dalam menjaga kesehatan tubuh. umumnya digolongkan menjadi tiga kategori. yaitu yang berhubungan dengan aspek fisik misalnya: sampah. perumahan dan sebagainya. Lingkungan sangat bervariasi. Hendrik L.melainkan juga spiritual dan sosial dalam bermasyarakat. Pada gambar menunjukkan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh dan peranan terbesar diikuti perilaku. tanah iklim. yaitu lingkungan.L Blum menjelaskan ada empat faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. perilaku. Sedangkan lingkungan sosial . Blum mengatakan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat. H. fasilitas kesehatan dan keturunan. pelayanan kesehatan dan keturunan. Keempat faktor tersebut merupakan faktor determinan timbulnya masalah kesehatan. LINGKUNGAN KETURUNAN STATUS KESEHATAN PERILAKU PELAYANAN KESEHATAN Lebarnya dari anak panah menunjukan besarnya peranan dan kepentingan dari berbagai faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. air udara.

dan rutinitas yang sehat dalam jumlah tertentu untuk mempertahankan . Tubuh kita memerlukan tidur. Sedangkan lingkungan merupakan kondisi atau merupakan lahan untuk perkembangan perilaku tersebut . mencakup: berjalan. perilaku manusia itu mempunyai bentangan yang sangat luas. Factor keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk perkembangan perilaku makhluk hidup itu untuk selanjutnya. berbicara. seperti kebudayaan. masingmasing faktor saling keterkaitan berikut penjelasannya : 1. merokok. pendidikan.merupakan hasil interaksi antara manusia dengan manusia lainnya. bereaksi. minum. Sekali-kali atau dalam batas-batas tertentu untuk waktu yang lebih lama. Jadi perilaku manusia pada hakikatnya adalah suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri. berpakaian dan lain sebagainya. persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia Secara umum. Oleh sebab itu. factor genetic dan lingkungan merupakan penentu dari perilaku makhluk hidup termasuk perilaku manusia. ekonomi dan sebagainya Diantara faktor tersebut faktor perilaku manusia merupakan faktor determinan yang paling besar dan paling sukar ditanggulangi. olahraga. Perilaku masyarakat Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organism yang bersangkutan. hal tersebut berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh. Beberapa kegiatan yang mungkin kita lakukan seperti: berolahraga. Bahkan kegiatan internal seperti berpikir. disusul dengan faktor lingkungan. kita bebas melakukan kebiasaan-kebiasaan harian. Namun. bagaimanapun juga sikap yang tidak berlebihan merupakan suatu keharusan agar benar-benar sehat. dll. Dalam konsep Blum ada 4 faktor determinan yang dikaji. tidur. Apabila kita mengembangkan kebiasaan yang bagus dari sejak awal. Hal ini disebabkan karena faktor perilaku yang lebih dominan dibandingkan dengan faktor lingkungan karena lingkungan hidup manusia juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.

Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit. serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran. 2) Perilaku pencegahan penyakit (health prevention behaviour). misalnya: tidur memakai kelambu untuk mencegah gigitan nyamuk malaria. Perilaku terhadap sakit dan penyakit ini dengan sendirinya sesuai dengan tingkat-tingkat pencegahan penyakit. maupun aktif (tindakan) yang dilakukan sehubungan dengan penyakit dan sakit tersebut. yaitu perilaku untuk . yaitu bagaimana manusia berespons. a. dan sebagainya. dan sebagainya. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. yakni: 1) Perilaku peningkatan dan pemeliharaan kesehatan (health promotion behaviour). Termasuk juga perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain. bersikap. olahraga. kemauan. Misalnya makan makanan yang bergizi. Terciptanya masyarakat Indonesia seperti ini di tandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat.kesejahteraannya. imunisasi. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu adil dan merata. adalah respons untuk melakukan pencegahan penyakit. dan mempersepsi penyakit dan rasa sakit yang ada pada dirinya dan di luar dirinya. baik secara pasif (mengetahui. 3) Perilaku pencarian pengobatan (health seeking behaviour).

b. sehubungan kebutuhan . dokter praktik. Misalnya melakukan diet. dan sebagainya). petugas. persepsi.melakukan atau mencari pengobatan. dan obat – obatannya yang terwujud dalam pengetahuan. maupun ke fasilitas kesehatan tradisional (dukun. persepsi. dan sebagainya. c. mantri. cara pelayanan. sikap dan praktik kita terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya (zat gizi). dan sebagainya). Perilaku ini meliputi pengetahuan. yaitu perilaku yang berhubungan dengan usaha – usaha pemulihan kesehatan setelah sembuh dari suatu penyakit. ke mengobl\]]=]\ati atau – mencari fasilitas fasilitas kesehatan modern (puskesmas. dan obat-obatan. mematuhi anjuran dokter dalam rangka pemulihan kesehatannya. misalnya sendiri pengobatan berusaha penyakitnya. sikap dan penggunaan fasilitas. sinshe. petugas kesehatan. 4) Perilaku pemulihan kesehatan (health rehabilitation behaviour). Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan Perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan adalah respons seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan baik sistem pelayanan kesehatan modern maupun tradisional. pengolahan makanan. Perilaku terhadap makanan (nutrition behaviour) Perilaku terhadap makanan (nutrition behaviour) yakni respons seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan. Perilaku ini menyangkut respons terhadap fasilitas pelayanan.

serta dampak pembuatan limbah yang tidak baik. maka tentu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. lantai. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behaviour) Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behaviour) adalah respons seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan manusia. Perilaku sehubungan dengan limbah. d. Menurut Ensiklopedi Amerika perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi organisme terhadap lingkungannya. Sikap adalah hanya suatu kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu objek. baik limbah padat maupun limbah cair. Perilaku tidak sama dengan sikap. 4. Perilaku ini antara lain mencakup: 1. Termasuk di dalamnya sistem pembuangan sampah dan air limbah. dan penggunaannya. Perilaku sehubungan dengan air bersih. Perilaku sehubungan dengan rumah yang sehat. dengan suatu cara yang menyatakan adanya tanda – tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi objek tersebut. dan penggunaan air bersih untuk kepentingan kesehatan. Lingkup perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri. manfaat. yakni yang disebut rangsangan.tubuh kita. termasuk di dalamnya komponen. dan sebagainya. Perilaku sehubungan dengan pembuangan air kotor. Dengan demikian. Sikap hanyalah . 2. 5. Robert Kwick (1974) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. yang meliputi ventilasi. 3. Perilaku sehubungan dengan pembersihan sarang – sarang nyamuk (vektor) dan sebagainya. Hal ini berarti bahwa perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi. pencahayan. yang menyangkut segi – segi higiene pemeliharaan teknik.

. Perilaku juga dapat timbul karena emosi. pencicipan dan perabaan disalurkan dari tempat terjadinya rangsangan melalui impuls-impuls saraf ke susunan saraf pusat. Motivasi yang diartikan sebagai suatu dorongan untuk bertindak mencapai suatu tujuan juga dapat terwujud dalam bentuk perilaku. proses belajar. Impuls-impuls saraf indra pendengaran. Dalam proses pembentukan dan atau perubahan. Faktor-faktor tersebut antara lain: susunan saraf pusat. Belajar adalah suatu perubahan perilaku yang didasari oleh perilaku terdahulu (sebelumnya). Perubahan – perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat diketahui melalui persepsi. Perpindahan ini dilakukan oleh susunan saraf pusat dengan unit-unit dasarnya yang disebut neuron. Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani. pembauan. Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui panca indra. Belajar diartikan sebagai suatu proses perubahan perilaku yang dihasilkan dari praktik-praktik dalam lingkungan kehidupan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku itu dibentuk melalui suatu proses dan berlangsung dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. penglihatan. emosi. karena merupakan sebuah bentuk perpindahan dari rangsangan yang masuk menjadi perbuatan atau tindakan. dan sebagainya. perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam dan dari luar individu itu sendiri. meskipun mengamati terhadap objek yang sama. Manusia dalam mencapai kedewasaan semua aspek tersebut di atas akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan. Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda. yang pada hakikatnya merupakan faktor turunan (bawaan). lingkungan. Neuron memindahkan energi-energi dalam impulsimpuls saraf. persepsi.sebagian dari perilaku manusia. Susunan saraf pusat memegang peranan penting dalam perilaku manusia. motivasi.

yakni faktor – faktor intern dan ekstern. sosial-ekonomi. Lingkungan Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif pada terwujudnya status kesehatan yang optimal pula. emosi. Berbicara mengenai lingkungan sering kali kita meninjau dari kondisi fisik. sesuatu yang kompleks. pembuangan air kotor (limbah). Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain mencakup: perumahan. air dan tanah juga dapat menjadi penyebab. kecerdasan. Hal ini jelas membahayakan kesehatan masyarakat kita. 2. manusia. . kebudayaan.Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku dibedakan menjadi dua. dan sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau mengoptimumkan lingkungan hidup manusia yang merupakan media yang baik agar terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup didalamnya. Lingkungan yang memiliki kondisi sanitasi buruk dapat menjadi sumber berkembangnya penyakit. dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar. persepsi. baik fisik maupun non-fisik seperti: iklim. Terjadinya penumpukan sampah yang tidak dapat dikelola dengan baik. Upaya menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk itulah perlu kesadaran semua pihak. Dari uraian di atas tampak jelas bahwa perilaku merupakan konsepsi yang tidak sederhana. penyediaan air bersih. Faktor intern mencakup: pengetahuan. motivasi. pembuangan kotoran manusia (tinja). Sedangkan faktor ekstern meliputi lingkungan sekitar. yakni suatu pengorganisasian proses – proses psikologis oleh seseorang yang memberikan predisposisi untuk melakukan respons menurut cara tertentu terhadap suatu objek. rumah hewan ternak (kandang). pembuangan sampah. polusi udara.

Yang merugikan. Lingkungan biologik. protozoa. Organisme yang berguna untuk industri misalnya untuk pembuatan anti biotika atau sebagai bahan obat. jamur. Lingkungan mental social. sebagai hama tanaman atau pembunuh ternak. Terdiri atas organisme-organisme hidup yang berada di sekitar manusia. nyamuk. b. Lingkungan fisik. 1. b. virus. Lingkungan ekonomi. Keempat macam lingkungan hidup ini masing-masing ada yang berguna dan ada yang merugikan serta yang satu mempengaruhi yang lainnya secara timbale balik.Disamping lingkungan fisik juga ada lingkungan sosial yang berperan. . d. Kondisi lingkungan sosial yang buruk dapat menimbulkan masalah kejiwaan. Binatang penyebar penyakit seperti: lalat. a. Sebagai mahluk sosial kita membutuhkan bantuan orang lain. Lingkungan hidup ini dapat dibagi dalam empat golongan yaitu: a. kutu-kutu c. sehingga interaksi individu satu dengan yang lainnya harus terjalin dengan baik. rickettsia. Bibit-bibit penyakit seperti : bakteri. Organisme-organisme Yang berguna a. c. Lingkungan hidup adalah segala sesuatu baik benda maupun keadaan yang berada disekitar manusia. b. Tumbuh-tumbuhan dan hewan sebagai sumber bahan makanan . yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia dan masyarakat. yang berada disekitar manusia. cacing. Lingkungan biologik.

scorbut. Tanah yang tandus d. Makanan. Perumahan yang tidak memenuhi syarat kesehatan f. Karena miskin. pakaian dan perumahan yang sehat 3. khwashiorkor pada anak-anak dan penyakit-penyakit karena kekurangan vitamin misalnya xerophtalmi. Lingkungan mental social Juga merupakan lingkungan hidup yang abstrak. Lingkungan fisik Terdiri atas benda-benda yang tak hidup yang berada disekitar manusia. orang tidak dapat memenuhi kebutuhan akan makanan yang sehat. Air rumah tangga yang buruk e. Termasuk ke dalam golongan ini: udara. dan beri-beri. Tanah yang subur dengan iklim yang baik c.2. . mengandung gas-gas yang merugikan yang berasal dari kendaraan bermotor maupun pabrik-pabrik. perumahan. Iklim yang buruk c. air. Bahkan karena kekurangan makanan itu sendiri dapat menyebabkan orang menjadi sakit seperti: busung lapar pada orang dewasa. Pembuangan sampah dan kotoran yang tidak teratur Yang berguna: a. sampah. yang akan melemahkan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit. tanah. sinar matahari. Udara yang berdebu. b. Lingkungan ekonomi Lingkungan ekonomi merupakan lingkungan hidup yang abstrak. Yang merugikan: kemiskinan merupakan kemampuan hidup yang sangat membahayakan kesehatan manusia. Yang merugikan: a. Yang menguntungkan: kemakmuran yang merata pada setiap warga masyarakat 4. Udara yang bersih b.

Banyak kejadian kematian yang seharusnya dapat dicegah seperti diare. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang kesehatan juga mesti ditingkatkan. rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya untuk membantu dalam mendapatkan pengobatan dan perawatan kesehatan. kebiadaban. Masyarakat membutuhkan posyandu. demam berdarah. Peranan Sarjana Keperawatan sebagai manager yang memiliki kompetensi di bidang manajemen kesehatan dibutuhkan dalam menyusun programprogram kesehatan. stroke. berperikemanusiaan berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. dan penyakit degeneratif yang berkembang saat ini seperti jantung karoner. diabetes militus dan lainnya. 3. Terutama untuk pelayanan kesehatan dasar yang memang banyak dibutuhkan masyarakat. patuh dan menghormati hokum-hukum yang berlaku dalam masyarakat. Namun demikian karena keterbatasan sumber daya pemerintah. sifat mementingkan diri sendiri. Yang menguntungkan: Sifat gotong royong. sebab di puskesmaslah akan ditangani masyarakat yang membutuhkan edukasi dan perawatan primer.Yang merugikan: Sifat-sifat social. Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangatlah dibutuhkan. Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat sangat besar peranannya. puskesmas. Pelayanan kesehatan Kondisi pelayanan kesehatan juga menunjang derajat kesehatan masyarakat. Penyakit itu dapat dengan mudah dicegah asalkan masyarakat paham dan melakukan nasehat dalam menjaga kondisi lingkungan dan kesehatannya. anti social. Utamanya program-program pencegahan penyakit yang bersifat preventif sehingga masyarakat tidak banyak yang jatuh sakit. maka potensi masyarakat perlu digali atau diikutsertakan dalam upaya . malaria.

b. baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta perlu memperhatikan beberapa ketentuan. Balkesmas. Pelayanan kesehatan masyarakat. Menggalang Perusahaan Menggalang potensi masyarakat melalui perusahaan swasta yang ikut membantu meringankan beban penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas. Potensi Masyarakat Dalam Arti Komunitas Potensi masyarakat dalam arti komunitas (misalnya masyarakat RT. Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam menggali dan membina potensi masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat ini. Penyelenggaraan pelayanan – pelayanan kesmas oleh LSM pada hakikatnya juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem pelayanan kesmas. misalnya dengan adanya dana sehat. juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. kelurahan.pelayanan kesehatan masyarakat tersebut. Menggalang potensi masyarakat disini mencakup 3 dimensi. Namun demikian. RW. dsb). c. antara lain: 1) Penanggung Jawab Suatu sistem pelayanan kesehatan masyarakat harus ada penanggung jawab baik oleh pemerintah maupun swasta. dsb adalah bentuk – bentuk partisipasi dan penggalian potensi masyarakat dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menggalang Organisasi Menggalang potensi masyarakat melalui organisasi – organisasi masyarakat atau sering disebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). iuran untuk pengadaan PMT (Pembinaan Makanan Tambahan) untuk anak balita. pemerintah Potensi Masyarakat Melalui Potensi Masyarakat Melalui . kader kesehatan. yakni : a. dsb).

4) Pengorganisasian Potensi Masyarakat Ciri kas dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat atau pengorganisasian masyarakat. Sebab di puskesmaslah akan ditangani masyarakat yang membutuhkan edukasi dan perawatan . Terutama untuk pelayanan kesehatan dasar yang memang banyak dibutuhkan masyarakat.(dalam hal ini Departemen Kesehatan) merupakan tanggung jawab yang paling tinggi. puskesmas. dengan adanya “Baku Pedoman Puskesmas”. perlu keikutsertaan masyarakat ini. rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya untuk membantu dalam mendapatkan pengobatan dan perawatan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangatlah dibutuhkan. Kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang kesehatan juga mesti ditingkatkan. Di Indonesia standar ini telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan. Kondisi pelayanan kesehatan juga menunjang derajat kesehatan masyarakat. Artinya pengawasan. dan sebagainya bagi pelayanan kesehatan masyarakat baik pemerintah (Puskesmas). Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat sangat besar perananya. 3) Hubungan Kerja Sistem pelayanan kesehatan masyarakat harus mempunyai pembagian kerja yang jelas antara bagian satu dengan yang lain. standar pelayanan. 2) Standar Pelayanan Sistem pelayanan kesehatan masyarakat. karena adanya keterbatasan sumber – sumber daya dari penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat. Masyarakat membutuhkan posyandu. maupun swasta (Balkesmas) adalah di bawah koordinasi Departemen Kesehatan. Artinya fasilitas kesehatan tersebut harus mempunyai struktur organisasi yang jelas yang menggambarkan hubungan kerja baik horizontal maupun vertikal. Upaya ini penting (terutama di Indonesia). baik pemerintah maupun swasta harus berdasarkan pada suatu standar tertentu.

Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary health care). Penyakit itu dapat dengan mudah dicegah asalkan masyarakat paham dan melakukan nasehat dalam menjaga kondisi lingkungan dan kesehatannya. Puskesmas keliling. Oleh karena jumlah kelompok ini di dalam suatu populasi sangat besar (lebih kurang 85%). untuk penyakit yang sudah parah tidak cukup hanya dengan pelayanan yang sederhana saja. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary health . Kesehatan atau sehat – sakit adalah suatu yang kontinum dimulai dari sehat walafiat sampai dengan sakit parah. atau juga merupakan pelayanan kesehatan primer atau utama (primary health care). Namun sebaliknya. Secara umum dapat dibagi dalam tiga tingkat. sakit sedang (moderate) dan sakit parah (severe). Demikian pula sakit. demam berdarah. dan penyakit degeneratif yang berkembang saat ini seperti jantung karoner. Banyak kejadian kematian yang seharusnya dapat dicegah seperti diare. Kesehatan seseorang berada dalam bentang tersebut. Peranan tim kesehatan sebagai manager yang memiliki kompetensi di bidang manajemen kesehatan dibutuhkan dalam menyusun program – program kesehatan. 2. stroke. Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan untuk masyarakat yang sakit ringan dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka atau promosi kesehatan. Oleh sebab itu. Dengan ada 3 gradasi penyakit ini maka menuntut bentuk pelayanan kesehatan yang berbeda pula. yakni: sakit ringan (mild).primer. perlu dibedakan adanya 3 bentuk pelayanan. malaria. Puskesmas pembantu. pelayanan yang diperlukan oleh kelompok ini bersifat pelayanan kesehatan dasar (basic health services). Utamanya program – program pencegahan penyakit yang bersifat preventif sehingga masyarakat tidak banyak yang jatuh sakit. Untuk penyakit ringan tidak memerlukan pelayanan canggih. diabetes militus dan lainnya. melainkan memerlukan pelayanan yang sangat spesifik. Bentuk pelayanan ini di Indonesia adalah Puskesmas. yakni: 1. dan Balkesmas. ini juga mempunyai beberapa tingkat atau gradasi.

Dalam hal ini kita harus memperhatikan status gizi balita sebab pada masa inilah perkembangan otak anak yang menjadi aset kita di masa mendatang. yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary health services) Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh kelompok masyarakat atau pasien yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan sekunder. Bentuk pelayanan ini misalnya Rumah Sakit tipe C dan D. III. oleh sebab itulah program penanggulangan kekurangan gizi dan peningkatan status gizi masyarakat masih tetap diperlukan. dan memerlukan tenaga – tenaga spesialis. Utamanya program Posyandu yang biasanya dilaksanakan di tingkat RT/RW. Padahal potensi alam Indonesia cukup mendukung. ketiga strata atau jenis pelayanan tersebut tidak berdiri sendiri – sendiri. Dengan berjalannya program ini maka akan terdeteksi secara dini status gizi masyarakat dan cepat dapat tertangani. Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan oleh kelompok masyarakat yang memerlukan perawatan inap.services). namun berada dalam suatu sistem.Determinan yang mempengaruhi status kesehatan Teori klasik yang dikembangkan oleh Blum (1974) mengatakan bahwa adanya 4 determinan utama yang mempengaruhi derajat kesehatan individu. Dalam suatu sistem pelayanan kesehatan. 4. dan saling berhubungan. Contoh di Indonesia: Rumah Sakit tipe A dan B. . dan memerlukan tersedianya tenaga – tenaga spesialis. Genetik Nasib suatu bangsa ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Pelayanan sudah kompleks. 3. Namun masih banyak saja anak Indonesia yang status gizinya kurang bahkan buruk. Oleh sebab itu kita harus terus meningkatkan kualitas generasi muda kita agar mereka mampu berkompetisi dan memiliki kreatifitas tinggi dalam membangun bangsanya.

kelompok atau masyarakat. Kecocokan makanan ini menurut waktu. Keempat determinan tersebut adalah determinan untuk kesehatan kelompok atau komunitas yang kemungkinan sama di kalangan masyarakat. baik secara individual. 2. menikmati tubuh yang benar-benar sehat. Pendidikan juga secara tidak langsung akan mempengaruhi . lingkungan. jumlah. pelayanan kesehatan. misalnya :umur. Empat determinan tersebut secara berturut-turut besarnya pengaruh terhadap kesehatan adalah: a).keturunan atau herediter. dan harga yang tepat. Hanya saat kita makan secara berlebihan makanan yang tidak cocok dengan tubuh kita. Sakit adalah salah satu reaksi tubuh. c). Hal ini berarti. disamping determinan-determinan derajat kesehatan yang telah dirumuskan oleh Blum tersebut masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi atau menentukan terwujudnya kesehatan seseorang. dan sebagainya. b). perilaku.kelompok atau masyarakat. Penyakit merupakan peringatan untuk mengubah kebiasaan kita. Pendidikan atau tingkat pengetahuan Tingkat pengetahuan akan membentuk cara berpikir dan kemampuan seseorang untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menjaga kesehatannya. faktor internal individu juga berperan. Faktor makanan Makanan merupakan faktor penting dalam kesehatan kita. kelompok. gender. tubuh kembali sehat. disamping faktor herediter. dan bila kemudian dicegah atau dirawat dengan benar. disamping empat faktor tersebut.. maka tubuh akan bereaksi sebaliknya. Mereka yang memelihara tubuhnya dengan makanan yang cocok. Perlu diingat selalu bahwa tubuh kita hanya memerlukan makanan yang tepat dalam jumlah yang sesuai. Bayi lahir dari seorang ibu yang telah siap dengan persediaan susu yang merupakan makanan lengkap untuk seorang bayi. Akan tetapi untuk kesehatan individu. dan d). 1. pendidikan. maupun komunitas yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia itu. Bila kita analisis lebih lanjut determinan kesehatan itu sebenarnya adalah semua faktor diluar kehidupan manusia.

Hal tersebut bisa terjadi karena orang dengan tingkat ekonomi rendah sulit untuk mendapatkan makanan dengan nilai gizi yang bisa dibilang layak. nilai. pikiran yang sehat dan bahagia semakin meningkatkan kesehatan tubuh kita. dan ketahanan pangan dalam keluarga merupakan faktor yang berpengaruh besar pada penentuan derajat kesehatan seseorang. Misalnya saja. 3. Yang . 1. Sebagian dari adat istiadat tersebut ada yang masih bisa dibilang “primitif” dan tidak mempedulikan aspek kesehatan. Usia Setiap rentang usia (bayi-lansia) memiliki pemahaman dan respon yang berbeda-beda terhadap perubahan kesehatan yang terjadi. orang yang berpendidikan (dalam hal ini orang yang menempuh pendidikan formal) mempunyai resiko lebih kecil terkena penyakit atau masalah kesehatan lainnya dibandingkan dengan masyarakat yang awam dengan kesehatan. Faktor emosional Setiap pemikiran positif akan sangat berpengaruh. Biasanya. Tidak sulit memahami pengaruh dari pikiran terhadap kesehatan kita. termasuk sistem pelayanan kesehatan dan cara pelaksanaan kesehatan pribadi. Faktor sosioekonomi Faktor-faktor sosial dan ekonomi seperti lingkungan sosial. Latar belakang budaya Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan. masyarakat dengan tingkat ekonomi dan berpendapatan rendah biasanya lebih rentan menderita gizi buruk. 4. Dalam masalah gizi buruk misalnya. pada suku Baduy yang tidak memperbolehkan masyarakat menggunakan alas kaki. Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke memiliki beribu-ribu suku dengan adat istiadat yang berbeda-beda pula. 5. pekerjaan. tingkat pendapatan.perilaku seseorang dalam menjaga kesehatannya. dan kebiasaan individu.

pada agama Islam. b. 4. Faktor agama dan keyakinan Agama dan kepercayaan yang dianut oleh seorang individu secara tidak langsung mempengaruhi perilaku kita dalam berperilaku sehat. baik dengan mengobati penderita ataupun carrier (pembawa basil) maupun dengan meniadakan reservoir penyakitnya. 3.Usaha-usaha kesehatan dan factor-faktor yang mempengaruhi kesehatan Usaha-usaha kesehatan ditujukan untuk mengendalikan keiga factor yang mempengaruhi kesehatan tersebut sehingga manusia dapat tetap hidup sehat. Mencegah terjadinya penyakit keturunan yang disebabkan factor endogen.diperlukan hanyalah usaha mengembangkan sikap yang benar agar tercapai kesejahteraan. Terhadap factor manusia Mempertinggi daya tahan tubuh manusia dan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan. yaitu dengan: a. IV. Terhadap factor lingkungan Mengubah atau mempengaruhi lingkungan hidup sehingga factor-faktor yang tidak baik dapat diawasi sedemikian rupa sehingga tidak . untuk berperilaku bersih dan sehat. 2. Mencegah terjadinya kecelakaan baik di tempat-tempat umum maupun di tempat kerja. Misalnya. sehingga mereka dapat memperbaiki dan mememlihara kesehatannya. tentu kita akan melaksanakan perintah Allah SWT. c. Sebagai umat muslim. Memberantas sumber penularan penyakit. Islam mengajarkan bahwa “anna ghafatul minal iman” atau “kebersihan adalah sebagian dari iman”. terhadap factor penyebab penyakit 1. 2. Meningkatkan taraf hidup rakyat.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Namun.29 per 1000 kelahiran hidup di DKI Jakarta. pada waktu bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular. Menurut estimasi SUPAS 1995. Angka kematian bayi dan balita pada golongan termiskin hampir empat kali lebih tinggi dari pada golongan terkaya. antar kawasan. chikunguya. Selain itu Indonesia juga menghadapi emerging disease seperti demam berdarah dengue. dan antar perkotaan pedesaan masih cukup tinggi. V. Terjadinya beban ganda yang disertai dengan meningkatnya jumlah penduduk serta perubahan struktur umur penduduk yang ditandai dengan meningkatnya penduduk usia produktif dan usia lanjut . Selain itu. serta penduduk dengan tingkat pendidikan rendah. angka kematian bayi dan ibu melahirkan lebih tinggi di daerah pedesaan.membahayakan kesehatan manusia. 2004). angka kematian bayi perprovinsi sangat bervariasi. Angka kematian bayi terendah sebesar 26.44 di DI Yogyakarta. Disparitas status kesehatan Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat. tetapi disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi. dan tertinggi 107. 2. di kawasan timur Indonesia. HIV/AIDS. telah terjadi transisi epidemiologi sehingga Indonesia menghadapi beban ganda pada waktu bersamaan yang ditandai dengan adanya penyakit infeksi menular yang diderita oleh masyarakat. Beban Ganda Penyakit Di Indonesia.Permasalahan pembangunan kesehatan 1. sepert ipenyakit jantung dan pembuluh darah serta diabetes mellitus dan kanker. 28. Persentase anak balita yang berstatus gizi kurang dan buruk di daerah pedesaan lebih tinggi disbanding daerah perkotaan.2 di Nusa Tenggara Barat (depkes. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan cakupan imunisasi golongan miskin lebih rendah dibandingkan dengan golongan kaya.

4. proporsi bayi yang mendapatkan imunisasi campak. rendahnya pemberian ASI ekslusif. Pada tahun 2002. psikotropika.8%. Perilaku masyarakat yang tidak sehat dapat diliahat dari kebiasaan merokok. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat merupakan salah satu factor penting untuk mendukung peningkatan status kesehatan penduduk. NAPZA dan kematian akibat kecelakaan. cakupan imunisas icampak mencapai 90. 2004). Proporsi penduduk perokok yang mulai merokok pada usia di bawah 20 tahun meningkat dari 60% (1995) menjadi 68% (2001). 3.59%. Proporsi penduduk dewasa yang merokok sebesar 31. Kinerja pelayanan kesehatan yang rendah yang Kinerja pelayanan merupakan salah satu factor penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan penduduk. TBC. 5. cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan baru mencapai 70.2% di DKI Jakarta (Depkes. Sementara itu. serta kecenderungan meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS.23% di ( provinsiBanten). tingginya prevalensi gizi kurang dan lebih pada anak balita. Pada tahun 2002. Rendahnya kondisi kesehatan lingkungan Salah satu factor penting lainnya yang berpengaruh terhadap derajat . Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan menurut provinsi berkisar antara 43. Masih rendahnya kinerja pelayanan kesehatan dapat dilihat dari beberapa indikator seperti proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan.1% di Maluku utara dan 106. proporsi penemuan kasus penderita TBC pada tahun 2004 baru mencapai 52%. dan proporsi penemuan kasus (Case Detection Rate).akan berpengaruh terhadap jumlah dan jenis pelayanan kesehatan dibutuhkan masyarakat di masa mendatang.01% (provinsi Maluku utara) dan 94.6% dengan kisaran antara 32. penyalah gunaan narkotika.

000 penduduk baru dapat dilayani oleh 3. Rendahnya status kesehatan penduduk miskin terutama di sebabkan oleh terbatasnya akses terhadap pelayan kesehatan karena kendala geografis dan kendala biaya. 2002-2003 .91 bidan.22 ahligizi.000 penduduk dapat dilayani oleh 7.215 (RS) yang terdiri dari 953 (RSU) dan 262 Rumah Sakit Khusus (Depkes. 6.000 penduduk baru dilayanioleh 1. 3. 2.42 apoteker. 2004).9 dokter umum. angka kematian bayi pada kelompok termiskin adalah 61 di bandingkan dengan 17 per 1000 kelahiran hidup pada kelompok terkaya. Selain jumlahnya yang kurang. dan HIV/AIDS. Rendahnya kualitas.Pada tahun 2003 terdapat 1.27sarjana kesehatan masyarakat. Penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan anak balita seperti ISPA.86 dokter spesialis dan 25. diare.2005). 8. pememrataan. pemerataan. Terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusi tidak merata Indonesia mengalami kekurangan pada hamper semua jenis tenaga kesehatan yang diperlukan. dan 1. dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. 7. dan penyakit kelahiran lebih sering terjadi pada penduduk miskin.5 puskesmas. Kesehatan lingkungan yang merupakan kegiatan lintas sector belum dikelola dalam suatu system kesehatan kewilayahan (RPJMN.0 dokter gigi. Pada tahun 2001. 2. diperkirakan per 100. Pada tahun 2002 rata-rata setiap 100. tetanus neonatorum.kesehatan masyarakat adalah kondisi lingkungan yang tercermin antara lain dari akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi dasar. per 100. Data SDKI. Rendahnya status kesehatan penduduk miskin Tingkat bawah.39 tenaga sanitasi (depkes. kualitas. dan keterjangkauan pelayanan kesehatan di puskesmas masih menjadi kendala. Untuk tenaga kesehatan masyarakat.5%. 3. 2004). malaria. Penyakit lain yang banyak di derita penduduk miskin adalah penyakit tuberculosis paru. Pada tahun 2002 persentasi rumah tangga yang mempunyai akses terhadap air yang layak untuk di konsumsi baru mencapai 50% dan akses rumah tangga terhadap sanitasi dasar baru mencapai 63.

. termasuk didalamnya ansuransi kesehatan. terutama hal-hal berkenaan dengan system pembiayaan. dan transportasi. Oleh Karena itu tetap di perlukan adanya reformas idibidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan.3% pada penduduk kaya. derajat kesehatan yang masih tertinggal di bandingkan dengan Negaranegara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan. Program pembangunan kesehatan yang telah di laksanakan beberapa decade berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup signifikan walaupun masih di jumpai berbagai masalah dan hambatan yang tetap memengaruh ipelaksananaan pembangunan kesehatan. masyarakat Indonesia belum dilindungi oleh system pembiayaan yang memadai kecuali. Utilisasi rumah sakit masih di dominasi oleh golongan mampu. Sistem Kesehatan Indonesia harus memiliki system deteksi dini penyakit. anggota TNI. kalau mereka adalah pegawai negeri. setengah pengangguran. Bagi petani. Dengan harga obat-obatan yang semakin tidak terjangkau. Seperti kita ketahui. Dari data tersebut ternyata penduduk miskin belum terjangkau oleh system jaminan/asuransi kesehatan.menunjukan bahwa sebagian besar (48. sedangkan masyarakat miskin cendrung memanfaatkan pelayanan hanya di Puskesmas. Sistem kesehatan Indonesia harus menyesuaikan. setengah miskin tidak ada system pembiayaan bagi mereka. Dalam RPJMN (2005) di ketahui bahwa tenaga kesehatan yang menyebar pada penduduk miskin hanya 39.1% di banding 82. jarak. Kepolisian pegawai atau karyawan swasta . maka kelompok yang berjumlah sekitar 75% dari penduduk Indonesia atau sekitar 200 juta akan berada dalam kelompok kritis dalam aspek keterjangkauan pelayanan kesehatan.7%) masalah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan adalah karena kendalabiaya.

yaitu genetik. setiap individu atau kelompok harus mampu mengidentifikasi setiap aspirasi. Dengan teori Blum ini kita dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang buruk. mental maupun kesejahteraan sosial. baik fisik. bukan sekedar tujuan hidup.BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Untuk mencapai status kesehatan yang baik. lingkungan. Kesehatan. dan mengubah atau mengantisipasi keadaan lingkungan agar menjadi lebih baik. perilaku dan pelayanan kesehatan. Kesehatan merupakan konsep yang positif yang menekankan pada sumbersumber sosial dan personal. untuk memenuhi kebutuhan. sebagai sumber kehidupan sehari-hari. . Seperti dengan cara memperbaiki 4 aspek utama determinan kesehatan. dan juga hal-hal yang dapat mempengaruhi status kesehatan.

Posyandu. Mengingat wilayah Indonesia sangat luas. Dengan partisipasi semaksimal mungkin dari organisasi aktif yang berada di masyarakat seperti Kader Posyandu. pembinaan. pola penyegaran. Pramuka. Selain itu. . Saran Melihat kondisi kesehatan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. pemberdayaan dan penguatan jaringan organisasi Puskesmas. masyarakat. Sarjana Penggerak Pedesaan dan organisasi lainnya serta didukung oleh MUSPIDA setempat. Taruna Karya. pemerintah dan perusahaan perlu menjabarkan peta jalan pengembangan kesehatan masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan.2. UKS/UKGS dan PMR sangatlah penting didalam mengembangkan sistem kesehatan masyarakat dengan tujuan menuju masyarakat sehat dan sejalan dengan melibatkan masyarakat semaksimal mungkin. Penyedia layanan kesehatan. PKK. Poskesdes. maka perlu peran aktif semua pihak dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat. dibutuhkan kerjasama dalam merumuskan dan mengembangkan program kesehatan masyarakat sesuai karakteristik daerah setempat sehingga tahap perubahan menuju masyarakat sehat dalam pengelolaan kesehatan masyarakat menjadi bagian kesadaran dan pengetahuan masyarakat dan pada akhirnya memiliki self belonging bahwa kesehatan merupakan milik dan tanggung jawab bersama.

Nasrul. Sukidjo. 2009. Fundamental Of Nursing. Rencana Strategis Departemen Kesehatan RI 2005- . Edisi 2.com/2010/10/19/determinan-yang-mempengaruhistatus-kesehatan-2. Citra Aditya Bakti: Jakarta Notoadmojo. System Kesehatan. Jakarta: EGC http://catatansafira.1997.DAFTAR PUSTAKA Effendy.html dikutip tanggal 15 September 2012 Potter & Perry.Raja Syarifindo Persada : Jakarta Anggota IKAPI. Achmad. Horison Baru Kesehatan Masyarakat di Indonesia . rineka Cipta : Jakarta Departemen Kesehatan RI. PT. Wiku. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Umar Fahmi. ilmu Kesehatan Masyarakat. 2008. 1998. PT. 2007. 1983. PT.wordpress. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta : Jakarta Adisasmito.

2009. Jakarta. Profil Kesehatan Nasional. . Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful