HIMPUNAN

OLEH FAHRUDDIN KURNIA, S.Pd.

C.5.4.7.6. B. D. ….HIMPUNAN Pengertian Himpunan Himpunan adalah Kumpulan benda atau objek yang didefinisikan (diterangkan) dengan jelas Himpunan dilambangkan dengan huruf kapital misalnya A.Z dan objek-objek dari himpunan itu ditulis diantara dua kurung kurawal dan dipisahkan dengan tanda koma Yang dimaksud diterangkan dengan jelas adalah benda atau objeknya jelas mana yang merupakan anggota dan mana yang bukan anggota dari himpunan itu Contoh: A adalah himpunan bilangan asli kurang dari 10 A = { 1.3.9 } .2.8.

oleh karena itu definisi tersebut tidak jelas Cara menyatakan Himpunan: 1. x ∈ Asli } 3. Dengan Notasi Pembentuk Himpunan A = { x | x < 10 .Contoh 2: ( Definisi yang tidak jelas) Kumpulan daerah yang berudara sedang Kata “ udara sedang” mempunyai makna relatif berbeda untuk setiap orang. Dengan kata-kata 2.9 } .7. Mendaftar Semua anggotanya Contoh: 1.8.6. Dengan kata-kata A adalah kumpulan bilangan asli kurang dari 10 2.2.4. Dengan mendaftar anggotanya A = { 1.3. Dengan Notasi Pembentuk Himpunan 3.5.

Soal : Nyatakan himpunan berikut dalam bentuk notasi pembentuk himpunan 1. B adalah bilangan Asli yang lebih dari 3 dan kurang atau sama dengan 15 2. D adalahkurang dari 10 kurang dari 20 Jawaban : 1. x ∈ A} 2. C = { x | -5 ≤ x < 10 . C adalah bilangan bulat lebih dari atau sama dengan -5 tetapi bilangan ganjil 3. x ∈ B } 3. x ∈ L } . B = { x | 3 < x ≤ 15 . D = { x | x < 20 .

15.14. 4. 9 } 3. B = { x | 3 < x ≤ 15 .11. x ∈ B } = { -5.13.10. 3. -3.7.6. 6. 5.5. 19 } . -2. 1. D = { x | x < 20 .12. -4. 3. C = { x | -5 ≤ x < 10 .8. 5. 8. 2. x ∈ A} = { 4.Contoh soal : Nyatakan soal di atas dengan cara mendaftar anggotanya Jawaban: 1. x ∈ L } = { 1. 11.9. 17. -1. 13. 7. 7. 0.15 } 2. 9.

4. 8. 10. 6.Keanggotaan Suatu Himpunan Contoh: A = { 1. 12 } 2∈ 4∈ 6∈ 8∈ 10 ∈ 12 ∈ B B B B B B 2∉ A 4∉ A 6∉ A 8∉ A 10 ∉ A 12 ∉ A Banyaknya anggota himpunan A dilambangkan dengan n(A) = 5 Banyaknya anggota himpunan B dilambangkan dengan n(B) = 6 Catatan: Lambang ∈ dibaca “elemen” atau anggota Lambang ∉ dibaca “bukan elemen” atau bukan anggota Lambang n(A). 9 } 1∈ 3∈ 5∈ 7∈ 9∈ A A A A A 1∉ 3∉ 5∉ 7∉ 9∉ B B B B B B = { 2. n(B) disebut bilangan kardinal . 7. 3. 5.

HIMPUNAN KOSONG DEFINISI: Himpunan Kosong adalah himpunan yang tidak memiliki anggota dan dilambangkan dengan { } atau ∅ Contoh : D = { x | x orang yang tingginya lebih dari 5 m} F = { x | x bilangan prima antara 7 dan 11 } Pada contoh di atas adakah saat ini orang yang tingginya lebih dari 5 meter dan adakah bilangan prima diantara 7 dan 11 ? (coba pikir) Sekarang cobalah kalian membuat notasi himpunan yang mendefinisikan himpunan kosong (waktumu 5 menit) .

13. 8. 4. 16 } Himpunan P dan himpunan Q tidak saling lepas karena mempunyai anggota yang sama (persekutuan) yaitu 2. 8 } Q = { 2. 5. adakah anggota himpunan L dan G yang sama ? Karena tidak ada anggota himpunan L dan G yang sama maka himpunan L dan G adalah dua himpunan yang saling lepas. dan 8. 10. 14. 12. 2. 5. 6. 16 } Coba kalian perhatikan. 8. 9. 7. 14. 4. 4. 10. 11. 6.Himpunan Lepas Definisi: Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama Contoh : L = { 1. 6. 4. 15 } G = { 2. 3. 7. 3. jadi P ⊄ Q . 6. jadi L // G Himpunan Tidak Saling Lepas Definisi: Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan tidak saling lepas (berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang sama Contoh : P = { 1. 12.

4. dan C ? 2.7.7. dan C ? Setiap anggota himpunan D yaitu 2.8. Apakah setiap anggota himpunan D ada di dalam himpunan A. B.10.C adalah Himpunan Semesta dari Himpunan D Setiap anggota Himpunan E yaitu 0. C.9.13.3.12.5. B. dan E 1.6 ada di dalam himpunan B dan C.15} B = { -3. B.1.7.3. 2.6.9. tetapi angka 0 tidak ada di dalam himpunan A. Oleh karena itu Himpunan A.5. D.2.5. 6 } .3.-1.5.11 } C = { 0.12.3.0.4.11.11 ada di dalam Himpunan A.1.2.8.-2.5.10.14 } Perhatikan setiap anggota himpunan A. dan Himpunan A bukan himpunan semesta dari himpunan E D = { 2. Oleh karena itu Himpunan B dan C merupakan Himpunan semesta dari himpunan E.6.Himpunan Semesta Definisi : Himpunan Semesta adalah himpunan yang memuat semua objek yang dibicarakan Contoh : A = { 1.4.9.7.11 } E = { 0.2. C.6.14.B.4. 4.7.3. Apakah setiap anggota himpunan E ada di dalam himpunan A.13.2. B.8.10.11.

6. 3. 9 } a. 10 } A = { 0. Apakah himpunan B merupakan himpunan bagian dari himpunan A ? b. 9. 2. C a. 1. B. 5. 1. 7. jadi B ⊂ A b. B = { 1. 2. 5. 6. Karena ada anggota himpunan C yaitu 8 dan 9 tidak terdapat di dalam himpunan A maka himpunan C bukan himpunan bagian dari himpunan A. 3. 4. Apakah himpunan C merupakan himpunan bagian dari himpunan A ? Perhatikan setiap anggota himpunan A. 4 } . 2. 8. 4. C = { 6.HIMPUNAN BAGIAN Definisi: A adalah himpunan bagian dari himpunan B apabila setiap anggota himpunan A juga menjadi anggota himpunan B dilambangkan dengan A ⊂ B Contoh: S = { 0. 7. 7 } . 8. jadi C ⊄ A . Karena setiap anggota himpunan B juga merupakan anggota himpunan A maka himpunan B merupakan himpunan bagian dari himpunan A. 3.

b.Rumus Banyaknya Himpunan Bagian Jika suatu himpunan mempunyai anggota sebanyak n(A) maka banyaknya himpunan bagian dari A adalah sebanyak 2n(A) Contoh: Tentukan banyaknya himpunan bagian yang mungkin dari himpunan berikut 1. B = { 1. C = { 2. 7. 6. 3. n(A) = 3 maka banyaknya himpunan bagian yang mungkin dari A adalah 23 = 2 x 2 x 2 = 8 2. 5. 3. 8 } Jawab: 1. c } 2. n(B) = 5 maka banyaknya himpunan bagian yang mungkin dari B adalah 25 = 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32 3. 4. 4. n(C) = 7 maka banyaknya himpunan bagian yang mungkin dari C adalah 27 = 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128 . A = { a. 5 } 3. 2.

Himpunan Sama Definisi: Dua himpunan dikatakan sama apabila setiap anggota kedua himpunan itu sama bentuk dan jumlahnya Contoh : A = { a. u. I. jadi ( P ~ Q ) . a. B = { u. dan o maka himpunan A = B Himpunan Ekuivalen Definisi: Dua himpunan dikatakan Ekuivalen apabila jumlah anggota kedua himpunan itu sama tetapi bendanya ada yang tidak sama Contoh : P = { a.I. 3. e. I.e. e. Q = { 1. o } . o. u. 2.u. e } Kedua himpunan A dan B anggota-anggotanya sama yaitu a. o } . 4. I. 5 } Kedua himpunan P dan Q anggota-anggotanya tidak sama tetapi jumlah anggotanya sama maka himpunan P Ekuivalen dengan Q.

c. g. d. e } Gabungan Dua Himpunan ( Union) Definisi: Gabungan himpunan A dan B ditulis A ∪ B adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A atau menjadi anggota himpunan B Contoh: Bila P = {a. g. c. g. e. e. h }. h }. b. e } dan Q = {d. b. b. f. f. c. d. e } dan Q = {d. d. e.Irisan Dua Himpunan (Interseksi) Definisi: Irisan himpunan A dan B ditulis A ∩ B adalah himpunan semua objek yang menjadi anggota himpunan A sekaligus menjadi anggota himpunan B Contoh: Bila P = {a. Tentukan P ∪ Q Jawab : P ∪ Q = { a. h } . f. Tentukan P ∩ Q Jawab : P ∩ Q = { d.

dimana segiempat ini menyatakan himpunan semestanya dan lengkapilah anggotanya apabila belum lengkap . Selanjutnya lengkapilah anggota himpunan yang tertulis didalam lingkaran sesuai dengan daftar anggota himpunan itu 7. Tentukan mana anggota himpunan yang dimiliki secara bersama-sama 3. Buatlah lingkaran sebanyak himpunan yang ada yang melingkupi anggota bersama tadi 5. Lingkaran yang dibuat tadi ditandai dengan nama-nama himpunan 6. Daftarlah setiap anggota dari masing-masing himpunan 2. Letakkan anggota himpunan yang dimiliki bersama ditengah-tengah 4.Diagram Venn Langkah-langkah menggambar diagram venn 1. Buatlah segiempat yang memuat lingkaran-lingkaran itu.

1.B.5.11. 6 adalah anggota yg dimiliki oleh himpunan A dan B 14 B 13 11 .6.6.5.6 } B = { 2.3.10.6.9.4.2.4.2.C 3 dan 6 adalah anggota yg dimiliki oleh himpunan A dan C 2.8.3.14 } A = { 1.10 } C = { 3.7.12 } Gambarlah diagram Venn untuk menyatakan himpunan di atas Jawab: S 7 0 9 12 C 3 6 8 1 2 4 10 A 5 6 adalah anggota yg dimiliki oleh himpunan A.4.13.4.12.8.9.Contoh: Diketahui: S = { 0.

a. Ada berapa orang siswa yang tidak gemar keduanya? Jawab: N(S) = 32 Misalnya : A = {siswa gemar melukis} B = {siswa gemar menari} A ∩ B = {siswa gemar keduanya} Perhatikan Diagram Venn berikut S A B n(A) = 21 n(B) = 16 n(A ∩ B) = 10 a. Ada berapa orang siswa yang hanya gemar melukis? b. Ada 11 siswa yang hanya gemar melukis b. Ada 5 siswa yang tidak gemar keduanya 11 10 6 5 . Ada berapa orang siswa yang hanya gemar menari? c. 16 orang gemar menari dan 10 orang gemar keduanya.Contoh 2: Dari 32 siswa terdapat 21 orang gemar melukis. Ada 6 siswa yang hanya gemar menari c.

x ∈ B } = { 11. x ∈ S } = { 13.14.19.16.19.18. x ∈ B M = { x | x > 15.20 } 15.13.16.19.18.19.17.18. x ∈ S } N = { x | x > 12. x ∈ S } = { 16.15. x ∈ S } Gambarlah diagram vennya Jawab : M={x|x> } S = { x | 10 < x ≤ 20.20 } Diagram Vennya adalah sbb: S N 11 12 13 16 18 17 19 14 15 20 M .12.Contoh 3: Diketahui : S = { x | 10 < x ≤ 20.20} M ∩ N = { 16.14.17.17.17.15.18.20} N = { x | x > 12.

x Perhatikan Diagram Venn berikut S A 60 = 71 .x B 5 .x {siswa suka siomay saja} = 46 .x X = 71 – 60 = 11 a.x x 46 . Yang suka keduanya adalah x = 11 orang b. Ada berapa orang siswa yang suka bakso dan siomay? b. Ada berapa orang siswa yang hanya suka bakso? c. a. Yang suka bakso saja adalah 20-x = 20-11= 9 orang c. 46 orang suka siomay dan 5 orang tidak suka keduanya. Ada berapa orang siswa yang hanya suka siomay? Jawab: N(S) = 60 Misalnya : A = {siswa suka bakso} B = {siswa suka siomay} n(A) = 20 n(B) = 46 (A ∩ B)c = {tidak suka keduanya} n((A ∩ B)c) = 5 Maka A ∩ B = {suka keduanya} n(A ∩ B) = x n(S) = (20 – x)+x+(46-x)+5 {siswa suka bakso saja} = 20 . Yang suka siomay saja adalah 46-x = 46-11= 35 orang 20 .Contoh 4: Dari 60 siswa terdapat 20 orang suka bakso.

Kembali ke halaman utama .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful