1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

2.1 Strain Industri 2.1.1 Pengertian Strain industri adalah koloni mikrobia (atau hasil biakannya) dengan sifat-sifat fisiologi yang sama sebagai hasil proses isolasi atau rekayasa lainnya untuk memurnikan sifat tersebut. 2.1.2 Syarat Terlepas dari asal-usul suatu mikroorganisme industri, idealnya harus menunjukkan : Stabilitas genetik Efisiensi produksi produk sasaran di mana rute biosintesis harus ditandai dengan baik Terbatas atau tidak ada kebutuhan akan vitamin dan faktor pertumbuhan tambahan Pemanfaatan berbagai karbon rendah biaya dan ketersediaan sumber karbon Dapat dimanipulasi secara genetik Aman, bukan patogen dan tidak menghasilkan produk beracun kecuali jika produk beracun tersebut adalah produk sasaran Siap dipanen dari fermentasi Siap rusak jika produk sasaran adalah intraselular Produksi terbatas oleh produk sebagai produk sampingan untuk meringankan masalah pemurnian selanjutnya Fitur lain yang dapat dimanfaatkan adalah sifat thermofilik atau halofilik yang dapat berguna dalam lingkungan fermentasi. Juga, khususnya untuk sel yang tumbuh dalam suspensi, mereka harus tumbuh dengan baik dalam bioreaktor konvensional sehingga industri dapat meminimalisir kewajiban untuk mengembangkan sistem alternatif. 2.2 Pemurnian Galur (Strain Improvement) 2.2.1 Pengertian Pemurnian galur adalah bagian vital dari pengembangan proses di industri fermentasi. Hal ini dapat mengurangi harga produksi, meningkatkan produktivitas produk yang lebih unggul. Pada beberapa kasus pemurnian galur dapat dilakukan menggunakan metode alami, yaitu rekombinasi genetik yang menyatukan elemen genetik dari dua genom yang berbeda menjadi satu membentuk genotip baru. Strategi lain melalui mutagenesis. Rekombinan dan mutan dipilih dan diseleksi untuk mendapatkan strain yang memiliki karakteristik lebih spesifik untuk proses industri fermentasi. Namun strain seperti ini tidak mungkin bertahan di alam karena gen mereka telah dimanipulasi sehingga tercipta ketidaksetimbangan metabolik. Akibatnya, strain tersebut harus dipertahankan pada media spesifik agar mampu tumbuh. 2.2.2 Tujuan Tujuan dari pemurnian galur ini adalah untuk meningkatkan produktivitas mikroorganisme, untuk mengubah produk metabolisme yang tidak terpakai, untuk memperbarui sumber karbon dan nitrogen sebagai nutrisi bagi mikroorganisme, dan memperbaiki morfologi sel menjadi sel yang lebih baik sehingga dapat memisahkan sel dan produk yang dihasilkan. 2.2.3 Rekombinasi Alami DNA bakteri umumnya dalam bentuk kromosom tunggal dan plasmid; belakangan ini DNA dapat mereplikasi dirinya sendiri. Tiap plasmid membawa hingga beberapa ratus gen tambahan dan ada sebanyak 1000 kopi plasmid per sel. Plasmid tersebut mengandung kode informasi genetik tambahan untuk ciri-ciri yang tidak ditemukan di kromosom DNA bakteri. Tidak seperti organisme eukariotik, bakteri tidak mempunyai bentuk reproduksi seksual. Namun, bakteri itu mampu bertukar beberapa materi genetik melalui proses konjugasi, transduksi, transformasi dan pembelahan biner. KONJUGASI melibatkan kontak antar sel satu dengan sel yang lain, di mana pendonor kontak dengan resipien melalui struktur protein filamen yang dinamakan pilus seks yang menghubungkan 2 sel tersebut berdekatan. Pendonor menyalin semua bagian dari plasmid atau kromosom DNAnya dan dibagikan melalui pilus ke resipien.

Pada TRANSDUKSI, bakteri yang mengandung virus (bakteriofage) berperan sebagai vektor dalam mentransfer gen antar bakteri. Bakteriofage menempel ke sel bakteri dan memasukkan DNA-nya ke inang untuk menggabungkan DNA bakteriofage ke kromosom inangnya. Selama replikasi, bakteriofage memperoleh potongan dari DNA inang. Jika fage-fage tesebut terus memasuki inang-inang baru, mereka mampu menggabungkan DNA asli dan gen-gen yang diambil dari inang sebelumnya ke dalam kromosom inang baru. Bakteriofage, seperti plasmid, juga memperoleh transposon (bagian dari DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dalam kromosom yang sama ataupun yang berbeda); misalnya, dari plasmid ke kromosom dan sebaliknya. Bakteriofage dapat membawa transposon ke dalam sel bakteri inang baru di mana mereka dapat meloncat ke dalam plasmid atau kromosom DNA inang. TRANSFORMASI melibatkan serapan selular bagian DNA dari medium sekitar yang kemudian menjadi tergabung di dalam sel. Pada lingkungan alami, transformasi merupakan proses acak, fragmen DNA tersedia untuk penyerapan yang berasal dari sel yang segaris. Pada eukariot, rekombinasi genetik secara alami terjadi selama reproduksi seksual. Genotif baru dihasilkan dari kombinasi kromosom parental dan sebagai akibat dari peristiwa crossing-over selama meiosis. Belakangan ini melibatkan kerusakan bagian kromosom DNA dan perubahan dari segmen antar kromosom homolog untuk membentuk kombinasi baru. Beberapa fungi yang berperan penting dalam industri, meliputi Penicillium dan Aspergillus, tidak mempunyai fase seksual yang sebenarnya. Namun, siklus paraseksual telah menyediakan rute sehingga strain baru dapat diproduksi. Hal ini dikembangkan saat dua strain haploid yang berbeda secara genetik tumbuh bersama, membolehkan fusi hifa mereka. Peristiwa ini akibat dari pembentukan heterokarion, inti yang mengandung miselium yang berasal dari masing-masing strain. Pembentukan herokarion secara langsung dapat dilakukan secara in vitro dengan menggabungkan protoplas yang dinding selnya telah dihilangkan. Juga, eukariot tertentu termasuk beberapa kapang dan jamur berfilamen, memiliki plasmid autonomous, seperti 2μm plasmid Saccharomyces cerevisiae yang terbukti berguna sebagai vektor dalam rekayasa genetika. 2.2.4 Mutasi Mutasi didapatkan dari perubahan fisik DNA sel, seperti delesi, insersi, duplikasi, inversi dan translokasi dari sepotong DNA, atau perubahan dalam jumlah salinan dari seluruh gen atau kromosom. Penaklukan mikroorganisme untuk mengulangi siklus mutagenesis, diikuti oleh seleksi yang sesuai dan pemilihan organisme yang dapat bertahan, merupakan cara efektif dalam banyak mikroorganisme industri. Mutan dapat muncul secara alami atau juga diinduksi, mereka dianggap sebagai produk dari peristiwa alami. Akibatnya, ada beberapa masalah dalam memperoleh persetujuan dari berwenang ketika teknologi rekombinasi DNA digunakan untuk mengembangkan mikroorganisme untuk industri. Laju mutasi spontan lambat; misalnya pada banyak gen bakteri, laju diperkirakan 10 -10 per generasi per gen. Laju mutasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mutagaen, yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Mutagen fisik meliputi ultraviolet, radiasi γ dan X; mutagen kimia adalah senyawa seperti EMS, NTG, asam nitrit dan acridine mustards. Mutan terbentuk saat mutagen menginduksi modifikasi dari urutan basa DNA yang hasilnya dalam substitusi sepasang basa, mutasi frame-shift atau delesi besar kemudian menjadi tidak sepasang. Mutagenesis dapat juga diinduksi menggunakan transposon yang dikirimkan menggunakan vektor yang cocok. Mereka memproduksi mutan penginsersi yang rangkaian nukleotida normalnya disela oleh rangkaian transposon. Metode tradisional ini telah berhasil digunakan pada pemindahan warna kuning dari penyiapan penisilin dikarenakan chrysogenin, pigmen kuning dihasilkan oleh Penicillium chrysogenum. Program mutagenesis memiliki keefektifan yang besar dalam meningkatkan produksi penisilin di strain industri pada organisme yang sama.
2

Baru-baru ini, metode yang dikembangkan untuk meningkatkan baik keseluruhan kemampuan mutasi dan laju mutasi dari gen spesifik agar mendapatkan frekuensi maksimum dari tipe mutan yang diinginkan. Mutagenesis langsung ini dengan jelas membutuhkan pengetahuan tentang gen yang mengontrol target produk dan sering gambaran genetik dari organisme. Sebagai tambahan, mutagenesis in vitro sekarang digunakan dalam kombinasi dengan rekayasa genetik untuk memodifikasi gen terisolasi atau bagian dari gen. 2.2.4 Rekayasa Genetika Selama 20 tahun, perkembangan dari teknologi rekombinasi DNA dan metode fusi sel, seperti pembentukan hybridoma untuk produksi antibodi monoklonal memiliki pengaruh besar dalam mikrobiologi industri. Berbeda dengan proses rekombinasi alami, teknologi modern rekombinasi DNA menyediakan banyak kesempatan tidak terbatas untuk memproduksi gen kombinasi baru. Metode ini juga secara spesifik dan terkontrol dan memiliki berbagai macam informasi genetik yang tersedia dari beberapa makhluk hidup dan bahkan organisme yang punah. Teknologi rekombinasi DNA memungkinkan rangkaian gen spesifik dipindah dari satu organisme ke organisme lain dan memungkinkan metode tambahan diperkenalkan ke perbaikan strain. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan produk dengan menghapuskan kemacetan metabolik di bagian tertentu dan memperbesar atau memperbaiki langkah spesifik metabolisme. Secara keseluruhan, prosedur rekayasa genetika memperbolehkan sifat baru ditambahkan ke kemampuan mikroorganisme industri. Mikroorganisme dapat dimanipulasi untuk mensintesis dan meningkatkan rentangan enzim yang dapat memproduksi senyawa baru atau substrat kompleks yang lebih murah. Karena tidak ada pembatasan untuk gen alami yang ditampilkan mikroorganisme, produksi protein tanaman dan hewan dimungkinkan. Produk berharga yang diproduksi termasuk pertumbuhan hormon manusia, insulin dan interferon. Namun begitu, metode ini tidak secara total menggantikan metode mutagenesis tradisional dan pendekatan kepada kedua metode harus diperhatikan untuk menghasilkan strain improvement yang lebih banyak. Strategi Rekayasa Genetika Untuk Bakteri Rekayasa genetika melibatkan manipulasi DNA. Hal ini memerlukan isolasi awal dan pemulihan gen yang diinginkan dari genom organisme donor. Rangkaian DNA yang terisolasi kemudian dimodifikasi dan pengaturan ekspresi gen mereka diubah, sebelum dimasukkan ke dalam organisme inang melalui sistem vektor termanipulasi yang cocok. Langkah pertama membutuhkan ekstraksi DNA total dari organisme pendonor yang kemudian dipotong dalam urutan yang lebih kecil menggunakan endonuklease restriksi spesifik. Banyak dari enzim restriksi ditemukan pada beberapa spesies bakteri, membuat potongan DNA beruntai ganda yang memiliki urutan spesifik (palindrom) menjadi urutan tunggal. Bagian kecil dari DNA (fragmen restriksi) kemudian dapat bergabung atau disambung ke molekul DNA vektor yang telah dipotong dengan enzim restriksi yang sejenis. Penyambungan dilakukan oleh enzim DNA ligase, dan menciptakan sebuah molekul DNA sintesis. Plasmid dan bakteriofag adalah kloning vektor yang paling berguna. Mereka memainkan peran penting sebagai pengirim sistem untuk memperkenalkan molekul rekombinan ke sel inang melalui transduksi ataupun transformasi. Setelah masuk, mereka mampu mereplikasi diri sendiri sehingga dapat mempertahankan DNA rekombinan dalam sel inang. Pengenalan plasmid rekombinan dalam sel bakteri dapat dicapai setelah treatment kalsium klorida yang membuat membran sel lebih permeabel terhadap DNA. Setelah pengenalan, plasmid mereplikasi dirinya. Dalam beberapa kasus, banyak sekali salinan diproduksi dalam sel inang untuk meningkatkan jumlah DNA rekombinan per sel. Plasmid dapat dirancang untuk mengandung penanda genetik yang baik, seperti resistensi antibiotik, kebutuhan vitamin, dll. Penanda dapat digunakan untuk memilih sel inang yang telah memasukkan plasmid selama transformasi. Bakteriofag adalah vektor kloning yang sangat berguna. Setengah dari genom bakteriofag dapat dihilangkan dan diganti dengan DNA asing. Hal ini dilakukan secara in vitro menggunakan enzim restriksi
3

Coli. Jika gen asing berhasil mengekspresikan bakteri inang dan membuat protein heterolog. Namun. klon diperbolehkan untuk membentuk koloni pada media padat selektif. mewakili seluruh urutan DNA / gen dari genom donor. Masalah umum lainnya pada ekspresi protein heterolog yang juga dapat ditemui dengan beberapa host eukariotik termasuk : 1. mRNA eukariot dapat digunakan utnuk mensintesis gen yang dapat berfungsi dalam sebuah prokariot. sekresi lebih sering ke ruang periplasmic daripada ke medium secara langsung. dan 3. aktivitas enzim dapat dideteksi. jika dari bakteri gen negatif ke positif. untuk memaksimalkan produksi proetin asing. tujuan utama dari kloning gen adalah mendapatkana jumlah banyak dari suatu produk. Akibatnya. jika urutan nukleotida gen atau urutan asam amino dari protein produk diketahui. Namun. Campuran dari fragmen restriksi yang berasal dari ekstrak DNA utuh. 2. Sekresi protein lebih sulit dari faktanya karena harus disintesis dengan ekstra urutan asam amina pada terminal akhir N. Pada bakteri gram negatif. Di mana sekresi dalam media dibutuhkan. Setelah itu. yang mampu menginfeksi inang Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. Atau. deteksi dapat dicapai dengan penggunaan reaksi antibodi spesifik dengan protein. Gen tidak dapat diekspresikan jika Escherchia coli digunakan sebagai inang dan gen yang dimasukkan pada inang bukan dari bentuk strain E. seperti pembelahan. 4 . Gen eukariot mengandung area non-coding. glikosilasi atau amidasi. Urutan sinyal dari 20-25 asam amino membantu jalan protein melewati membran sel. keberadaan tantangan lebih lanjut pada beberapa organisme mengeluarkan lebih efisien dari yang lain. Sekresi protein rekombinan sering disukai untuk stabilitas produk dan membuat proses downstream memulihkan produk yang kurang bermasalah. yang mungkin terakumulasi membentuk inklusi tubuh di dalam sel. intron dipotong selama proses RNA normal. bakteri gram negatif mampu untuk mengekspresikan gen dari bakteri gram positif. Masalah ini dapat ditangani menggunakan vektor pengekspresi di mana gen asing dimasukkan dalam konfigurasi di bawah kontrol inang. setelah dikumpulkan dalam fag atau plasmid. Selain itu. Pembatasan Inang Prokariot Seringkali. ketidakstabilan produk gen tertentu dalam host mikroorganisme. menguntungkan bagi ekspresi gen kloning untuk dimanipulasi dengan menempatkan Secara umum. Perbedaan antara ekspresi gen prokariot dan eukariot harus diperhitungkan. kesulitan dalam mencapai pasca-translasi modifikasi protein. yang mampu menginfeksi inang yang dipilih. salah lipat dari polipeptida yang menghasilkan sebuah aktif molekul. vektor pengekspresi harus mereplikasi hingga jumlah salinan tinggi dan stabil. misalnya gen heterolog. gen sintesis dapat disintesis. Untuk beberapa tujuan. ini mungkin bermanfaat seperti dalam proses downstream. tidak mudah untuk diekspresikan. Tambahan masalah juga muncul jika tujuannya adalah untuk mengkloning dan mengekspresikan gen seperti E. Namun. digunakan untuk transformasi atau mentranduksi sel inang. Ini memerlukan penggunaa reverse transcriptase untuk menghasilkan salinan pelengkap DNA atau cDNA dari RNA.yang mirip dengan cara manipulasi plasmid. Kadang-kadang. yang akan menimbulkan masalah jika gen langsung ditransfer ke sistem prokariotik. Atau jika protein rekombinan adalah enzim yang tidak diproduksi oleh inang. menyebabkan degradasi cepat mereka dengan protease. intron. Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. Hal ini menghasilkan perpustakaan DNA yang terdiri dari individu klon yang mengandung molekul DNA rekombinan yang berbeda. sehingga bakteri gram negatif tidak bisa mudah melintasi membran luar. Gen asing idealnya harus dihubungkan dengan promotor kuat yang memiliki afinitas tinggi untuk polimerase RNA dan mRNA tertranskripsi harus diterjemahkan secara efisien. hal ini dapat diterima dengan menggunakan dinding sel bakteri. klon spesifik yang berisi molekul DNA rekombinan yang diinginkan dapat diidentifikasi. Pada tahap ini. Coli.

Beberapa protein heterolog eukariotik telah sukses diproduksi secara massa dari S. Relatif kecil rekayasa genetika telah diimpelementasikan untuk memperbaiki produksi dari metabolit yang ada. yang leibh baik sebagi struktural ketidakstabilan. yang dimediasi oleh plasmid Ri. Awalnya. Sebagai contoh. Namun. cerevisiae.3 Stabilitas Strain Faktor utama dalam perkembangan strain baru adalah stabilitas strain. dan Pichia pastoris yang memiliki beberapa keuntungan dibanding S. Mereka memiliki promotor induksi yang kuat dan mampu untuk menghasilkan modifikasi protein post-translasion mirip dengan yang dilakukan oleh sel manusia.Pembatasan Inang Eukariot Strategi lain yang lebih baik untuk mengekspresikan gen heterolog eukariotik sering mempergunakan inang eukariot yang sesuai yang akan menunjukkan semua kebutuhan modifikasi protein post-translasi dan sekresi. rhizogenes. fisiologi. sel bebas-plasmid mati dan tidak boleh diakumulasikan di kultur. vektor berdasarkan virus. tetapi jika kehilangan sel akan mengekspresikan gen mematikan. Proses downstream juga memiliki masalah yang sedikit karena jamur tersebut tidak mensekresikan banyak protein mereka sendiri ke dalam media. Angusta seringkali lebih baik untuk aplikasi industri karena memiliki versatilitas yang lebih baik. termasuk organisme “food grade” menstimulasi kemajuan lebih jauh dalam rekayasa metabolik. Namun. Beberapa masalah dapat diatasi dengan menmbangun plasmid dengan hati-hati dan penempatan gen penting dalam plasmid. Saccharomyces cerevisiae banyak dipilih karena aman dan mengandung jumlah informasi luas yang telah terakumulasi dari genetikanya. khususnya methylotroph. A. Sebagai akibatnya. enzim phytase sebagai umpan tambahan dan antitrombotic hirudin. 5 . jamur ini dengan mudah dan murah tumbuh pada skala industri. 2. contohnya dalam produksi heterolog dari jamur termasuk vasin hepatitis B. Pichia angusta. Juga. kerjanya pada proses industri farmasi. Sel mengekspresikan repressor selama mereka memiliki plasmid. Perkembangan teknologi rekombinasi DNA maju dengan cepat dan kloning gen pada sel hewan dan tumbuhan sekarang diproduksi secara rutin. Strain ditransformasi oleh plasmid harus dipertahankan di bawah seleksi terus-menerus untuk memastikan bahwa stabilitas plasmid. Protein individiual dapat direkayasa dengan mengubah beberapa komponen asam amino untuk memodifikasi sifat dan memiliki peluang untuk fitur pembangun dalam membantuk proses downstream. atau menghilangkan plasmid. produk jamur relatif sedikit yaitu 1-5% dari total protein dan beberapa protein disimpan dalam periplasma. Rhizogenes menginduksi pembentukan rambut akar. cerevisiae. retroviruses dan virus simian 40 digunakan untuk stabil mentransformasi sel mamalia. P. Ketidakstabilan dihasilkan dari penghapusan dan penyusunan ulang plasmid rekombinan. jaringan metabolis dalam mikroorganisme dapat direstrukturisasi dan rekayasa metabolik yang luas memiliki implikasi utama dalam mikrobiologi industri. memberikan kegiatan katabolik baru dan memperbaiki kinerja fermentasi. Namun. seperti virus bovine papiloma. Aspek penting dari stabilitas strain adalah pemeliharaan dan penyimpanan stok kultur sehingga mereka atirbut mereka yang dengan hatihati dipilih tidak hilang. integrasi gen ke kromosom normalnya adalah solusi terbaik untuk mengatasi banyak masalah ketidakstablitasan. relatif cepat laju pertumbuhannya dan mudah mengalami manipulasi genetik. Hal ini melibatkan penyimpanan dalam larutan nitrogen atau lyophilization. disebut stabilitas segregasi. Pada in vivo. urutan lengkap dari genom mikroba. Transformasi dari sel tumbuhan dikotil dapat ditunjukkan menggunakan plasmid yang berasal dari bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens and A. Sebagai tambahan. Jamur lain dapat pula menjadi inang yang baik. Strain tersebut dibangun dengan penanda “lethal” di kromosom dan repressor dari penanda ini terletak di plasmid. tapi tidak seperti eukariot yang lebih tinggi tingkatannya (seperti sel hewan dan tumbuhan). tumefaciens menginduksi tumor yang melibatkan plasmid Ti dan A. Ketidakstabilan segregasi dapat pula diatasi dengan membangun strain pembunuh yang membutuhkan penanda spesifik pada plasmid untuk bertahan hidup.

Hal ini terjadi karena pada proses transduksi. virus tidak memecahkan dinding bakteri dan keluar dari bakteri.LAMPIRAN PERTANYAAN 1.Metode replikasi virus (reproduksi virus) untuk memperbanyak diri yang digunakan pada proses transduksi adalah daur litik. menggabungkan DNA virus ke DNA bakteri inang untuk membentuk calon virus baru dan ikut membelah bersama bakteri. yaitu penginfeksian virus ke bakteri inangnya. stelah mencapai dinding dari mikroorganisme tersebut. 1986) 4. 2010) 2. Apa yang menyebabkan pecah? .Mikroorganisme (bakteri) yang ditempati sebagai media berkembang biak bagi virus akan mati. (Old and Primrose. (115061102111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada video proses transduksi. 1989) 3. Homologi DNA bakteri yang bersangkutan 3. tetapi virus ikut membelah bersama bakteri. DNA virus masuk ke sel inang dan menghancurkan dinding sel bakteri menggunakan enzim lisosom. mikroorganisme yang ditempati virus itu waktu virus keluar dari mikroorganisme tersebut hilang. Ayu Indah Wibowo (115061100111011) Dijawab : Gregorius Bagas Bagaimana bisa bakteri mengalami transformasi? Apakah terjadi pada kondisi yang khusus? Atau terjadi pada bakteri tertentu? . Pada fase lisis. virus mengalami daur litik. ada yang pecah pada saat proses konjugasi. Tahap pertama adalah adsorpsi yaitu fase di mana virus menempel dan menginfeksi bagian tertentu dari dinding bakteri hospes. Tahap kedua. lisis. virus hanya mengalami tiga tahap. Perlunya gen khusus seperti gen TRA untuk proses konjugas (Brown. Tahap eklifase. Tahap terakhir.Transformasi terjadi karena : 1. (Budiyanto. Apakah memang mikroorganisme tersebut hilang dan menjadi apa waktu mikroorganisme tersebut hilang? Jelaskan! . Tahap sintesis. perakitan virus dalam jumlah besar. virus merusak dan mengendalikan DNA bakteri hospesnya. virus akan menghancurkan dinding bakteri inang dan menyebabkan bakteri mati. Pandu Rahmat Pinasthiko (115061107111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada saat di video transduksi. Teza Nur F. Kondisi morfologi (kemampuan untuk membentuk rambut getar / fili) 5. penetrasi. Adanya proses modifikasi dalam inang 4. Dewi Ariesi R (115061105111007) 6 . metode apa yang digunakan virus untuk menginjeksi agar menjadi banyak jumlahnya? Setau saya. Albertus Ardika (115061101111005) Dijawab : Alfonsina Pada proses transduksi.Yang menyebabkan pecah adalah kondisi virus yang berada di dalam mikroorganisme sudah “matang” sehingga virus siap keluar dengan cara memcah dinding dari bakteri inang (fase lisis). Sehingga pada daur lisogenik ini. pembelahan virus ada lisis dan lisogenik. pecahnya dinding bakteri inang sehingga virus-virus baru akan terbebas. Kontak antar sel bakteri 2. yang mana? Apakah salah satu atau keduanya? . 1989) 5. Sedangkan pada daur lisogenik. (Old and Primrose.

2006) Sharfina Widyaningrum (11506110511103) Dijawab : Alfonsina Kapan terjadi perpindahan secara konjugasi.1. hanya pada kondisi-kondisi tertentu seperti yang telah dijelaskan di jawaban point pertama. Meskipun demikian. 8. fermentasi substrat padat juga banyak digunakan. Transduksi terjadi saat virus mengalami fase litik (keluarnya virus dari tubuh bakteriofag). 2. untuk membantu proses pernafasan. DNA) yang memiliki tonjolan pada dinding tubuhnya yang berfungsi untuk menempel dan mendonorkan DNAnya ke tubuh bakteri resipien. 9. (Schaum. DNA)) bertemu dengan bakteri resipien (bakteri tanpa faktor F (F-)) dan mendonorkan DNA bakteri pendonor melalui tonjolan sitoplasma. Bakteri yang dapat melakukan transformasi adalah bakteri sejenis yang memiliki potongan DNA yang sejenis pula. hasilnya dapat diwariskan pada keturunannya. dkk. (Walyo. yaitu bakteri penerima DNA / bakteri yang tidak memiliki faktor F (F-). transformasi. 2005) 2. apa syarat-syarat tersebut? Pada slide stabilitas strain. apa yang membuat nitrogen cair tersebut berfungsi untuk penyimpanan galur? Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Dijawab : Alfonsina Kunci dari stabilitas strain adalah menjaga kesetimbangan strain tersebut. transformasi dan transduksi pada mikroba? Syarat apa saja untuk melakukan mutasi buatan? Konjugasi terjadi saat bakteri pendonor (bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. yang satu memberikan potongan DNAnya ke bakteri yang lain. dirusak kesetimbangannya dengan masuknya virus ke strain sehingga virus dapat mengambil alih kerja DNA strain dan terjadi mutasi yang tidak diinginkan pada strain. satu spesies bakteri dapat memiliki lebih dari satu kemampuan (transduksi. bisakah strain tersebut mengalami ketidakseimbangan? Mengapa? Strain dapat mengalami ketidaksetimbangan jika terdapat faktor pengganggu. 2006) Dhanang (115061101111007) Dijawab : Adit Iqbal Dampak dari mutagenesis itu apa saja? Tolong dijelaskan? Mutia Dhana F. - Dijawab : Alfonsina Bakteri yang seperti apa yang dapat melakukan transduksi. Strain yang stabil. dan pendonor? Jelaskan spesifikasi bakteri untuk setiap kemampuannya tersebut! Apakah mungkin satu bakteri mengalami lebih dari satu kemampuan? Bakteri yang dapat melakukan transduksi adalah bakteriofag. (115061100111007) Dijawab : Adit Iqbal Apakah syarat menjadi bakteri pendonor? Jika ada. transformasi ataupun konjugasi) namun kemampuan tersebut tidak terjadi secara bersamaan. 7 .- - 6. Media fermentasi harus memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme dan mendukung proses teknik perlakuan objek. 2005). 1. dan dilakukan oleh manusia. Nutrisi mikroorganisme harus terbentuk/ terformulasikan untuk mendukung proses sintesis dalam membentuk produk yang diinginkan begitu juga biomassa sel dan metabolik tertentu (Waites. Pembentukan Media Pada umumnya fermentasi membutuhkan media cair. Salah satu contoh faktor pengganggu adalah virus. Bakteriofag adalah bakteri yang diinjeksi oleh virus. Bisa saja. Syarat untuk melakukan mutasi buatan adalah adanya perubahan materi genetik / DNA. - - 7. (Schaum. Bakteri pendonor adalah bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. Transformasi terjadi saat bakteri dengan spesies sama.

asam nukleat dan koenzim Penyusun protein dan beberapa koenzim Penyusun asam nukleat. 2006) Umumnya yang disebut makronutrien adalah yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C. dalam proporsi yang serupa dengan dengan adanya sel pada mikroba (Waites. dkk. Penyusun beberapa enzim Berat kering (%) 8 20 50 14 1 3 0. Mesonutrien dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit seperti Mg. sulfur dan unsur lain yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit 8 . Dalam bidang industri yang diperlukan adalah medium yang cocok secara ekonomi. 2005).5 0. Dalam fermentasi konvensional. produk bernilai lebih mahal sehingga penggunaan substrat dapat dipilih yang lebih dominan agar dihasilkan produk yang lebih banyak. P. Zn dam Mo (hidayat. dan sumber nitrogen. Cu. fosfolipid dan koenzim Kofaktor pada sejumlah reaksi enzim (ATP) Kofaktor pada beberapa enzim Kofaktor pada beberapa enzim (protease) Penyusun sitokrom.1 0. sumber fosfor. karena produk yang dihasilkan tidak mahal. 2006) Pada fermentasi antibiotika. umumnya dipakai bahan baku yang tidak mahal. membutuhkan jumlah air yang banyak dalam pembentukan media. dkk.Suatu strain yang mampu memberikan hasil yang tinggi dari produk yang diinginkan saat dikembangkan dalam laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diaplikasikan dalam skala industry. protein non-heme dan kofaktor pada beberapa enzim Penyusun vitamin B12 Seng. misalnya biji-bijian. Medium kultur harus mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. kecuali keterlibatan substrat padat. Medium tersebut dapat berupa padat atau cair (Hidayat. Unsur-unsur yang ada pada mikroba Unsur Fungsi fisiologi Hidrogen Oksigen Karbon Nitrogen Sulfur Fosfor Magnesium Mangan Kalsium Besi Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusunan protein. dkk.03 Tembaga.5 0.2 Kobalt 0. S dan mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit seperti Fe. prosesing serat dan sebagainya. daging. yang mana sebenarnya semua industri fermentasi menghasilkan energi dan unit karbon untuk biosintesis. H.dkk. Tabel 1.03 Molybdeum (sumber: Hidayat. bahan baku yang digunakan tidak boleh mahal. dkk. Namun pada produksi steroid. 0. Kebutuhan media secara umum termasuk didalamnya adalah sumber karbon. 2006). Kebanyakan fermentasi. Dalam perkembangan produk bioteknologi dibutuhkan medium yang mahal seperti untuk pertumbuhan sel mamalia dan tanaman (hidayat. 2006). O dan N.

Bahan mentah substrat harus disesuaikan dengan ekonominya. namun juga membentuk inhibitor by produk (penghalang) yang dapat menjadi pengganggu pada proses downstream (waites. sel tunggal dapat berkembang ke dalam pseudo-miycelium atau flocculate. dan beberapa mikroorganisme membutuhkan penambahan vitamin. biasanya dipertunjukkan dengan setiap batch baru untuk substrat. 6. masalah potensial dapat timbul ketika menggunakan senyawa tertentu. senyawa induksi atau inhibitor dikenalkan pada tingat/ taraf tertentu dari fermentasi (waites. dimana sumber karbon dan nitrogen hampir tidak dapat ditegaskan dengan jelas. sering juga menggunakan by produk dari industry lainnya dengan divariasikan komposisi variabel. Fermentasi skala industri pada dasarnya menggunakan pembagian kompleks untuk mendapatkan harga ongkos yang efektif. maka tidak menutup kemungkinan akan membutuhkan ongkos lebih dan pemulihan yang kompleks. Ongkos dan pendapatan. sempurnanya. Kebanyakan didapat dari material alami seperti hewan dan tumbuhan. media menggabungkan buffer atau pengontrol pH dengan penambahan asam ataupun basa. Fermentasi Media Cair 9 .1. 2005). dkk. Hal mungkin tidak sebagai keinginan utama. sumber nutrisi yang cocok dapat digabungkan kedalam media untuk memenuhi permintaan ini. juga harus tersedia. dan agent antibusa yang mungkin dibutuhkan. dkk. pendahuluan.1.1. Selain itu juga membutuhkan purifikasi pada downstream dan bisa juga meningkatkan biaya penanganan limbahnya. 2. Pembentukan. Percobaan skala kecil. pencampuran. Biasanya. Meskipun demikian. bahan haruslah tidak mahal dan tidak perlu ditanya kualitasnya dan setiap tahun/ sepanjang tahun bahan tersebut dapat didapatkan. Panas tidak hanya mengurangi komposisi spesifik/ tertentu. Kesehatan dan keselamatan untuk semua. dilakukan penambahan medium segar secara berkala ataupun kontinyu. Saat kebutuhan unsur mikroorganisme sudah ditetapkan. 2005). 7. Konsentrasi produk target yang dicapai. mempercepat metabolism dapat menekan pembentukan produk. Medium yang mudah disterilkan dengan panas yang relatif rendah adalah yang sangat penting. filament jamur dapat membentuk lempengan. Pengendaliannya mudah untuk bentuk padatan ataupun cairan. pengompleksan sifat viskositas yang mungkin mempengaruhi pergerakan dan aerasi selama fermentasi dan proses tingkat downstream. namun jika tingkat ketidakmurnian dari substrat tinggi. 2005). kecepatan pembentukannya. Untuk menagani masalah ini. Faktor utama yang mempengaruhi pilihan akhir bahan baku tersendiri yang diikuti/ digunakan (waites. seperti biotin dan riboflavin. Pada beberapa proses. misalnya fermentasi bir. 2005). Level dan range ketidakmurnian dan muncul dan berkembangan produk yang tidak diinginkan selama proses berlangsung. 2. Kebutuhan sterilisasi dan potensi masalah perubahan sifat. ini penting untuk diketahui. Misalnya. 5. Fermentasi aerobik tergantung pada oksigen yang berkelanjutan sedangkan fermentasi anaerob membutuhkan aerasi awal dari media. Di dalam beberapa yeast. Pengaruh variasi batch-to-batch harus ditentukan. dkk. khususnya untuk menguji adanya tabrakan yield produk dan tahap pemulihan produk (Waites. namun perubahan morfologi dapat mempengaruhi produk dan sifat fermentasi yang lain. dkk. 4. Sifat fisika dan kimia dalam medium yang terbentuk dapat mempengaruhi operasi sterilisasi. dan yield per gram substrat yang digunakan. Perlakuan ini dapat diangkat untuk memelihara konsentrasi zat (yang mengganggu pembentukan produk) sehingga relatif rendah agar tidak lagi bersifat menekan. begitu juga ongkos penyimpanan misalnya memerlukan pengontrolan suhu. 3. Nutrisi media tertentu atau kondisi lingkungan dapat mempengaruhi tidak hanya fisiologi dan biokimia tetapi juga morfologi dari mikroorganisme tersebut.

Pengambilan substrat melalui fase cair. Produk dari fermentasi media padat misalnya oncom.1. Jenis fermentasi ini dikerjakan dalam suatu labu atau gelas yang cocok atau yang lebih modern dengan menggunakan fermentor dimana substratnya larut sempurna dalam air. . pertukaran gas. Fermentasi substrat padat dengan kapang mempunyai keuntungan yaitu: (Dharma.1.2. difusi oksigen. organisme. Fermentasi yang diagitasi dimana zat cair yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fase cair.5 – 5. Juga tidak dilakukan sterilisasi. Fermentasi media cair diartikan sebagai fermentasi yang melibatkan air sebagai fase kontinyu dari sistem pertumbuhan sel yang bersangkutan atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel-partikel dalam fase cair. kecap. Fermentasi media (substrat) padat mempunyai kandungan nutrien per volume jauh lebih pekat sehingga hasil per volume dapat lebih besar. 1992) Kadar air: kadar optimum tergantung pada substrat. Proses fermentasi cair modern dapat dikontrol lebih baik dan hasil uniform dan dapat diprediksi. Garam dan zat hara lain mungkin terlarut dalam air. Pada fermentasi ini substrat zat padat tidak larut dalam air tetapi dalam bubuk-bubuk halus yang tersuspensi dalam sejumlah air yang banyak. 3. Konsentrasi substrat dalam media dapat bervariasi mulai dari satu persen sampai pada suatu keadaan yang menyerupai bubur. volume gas. Fermentasi media padat Fermentasi media padat merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam substrat tidak terlarut. namun pemanasan. 2. Adapun faktor yang mempengaruhi fermentasi media padat diantaranya: (Dharma. Jenis-jenis fermentasi media cair yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: (Dharma. 1992). Jenis fermentasi ini dan mekanisme pengambilan substrat dengan yang kedua kecuali substrat bersifat cair. 1992). Pengambilan substrat oleh mikroba melalui fase larutan dalam air. dan tape (Dharma. Fermentasi cair dengan teknik tradisional tidak dilakukan pengadukan. 1992). pengatur suhu (pendingin atau pemanasan) dan pengaturan pH. Fermentasi yang diagitasi dimana zat yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fasa cair. aerasi. tetapi meningkatkan resiko kontaminasi dengan bakteri. Pada fermentasi ini substrat larut dalam air tetapi medianya tidak diagitasi atau dikocok. fermentasi asam cuka. agitasi dilakukan dengan bantuan alat pengocok (shaker). 4. 3. yogurt dan kefir (Dharma.0 cm untuk produksi yang sangat tinggi. 1992) Medium yang digunakan relative sederhana 10 1. dan tipe produk akhir. Pada kultur labu yang dikocok. Pengambilan substrat oleh mikriba biasanya disertai dengan produksi suatu faktor yang dapat melarutkan yang mungkin sifatnya ekstraseluler atau terletak didalam dinding dalam air sehingga partikel substrat tersipresi secara merata dalam medium yang mengandung air agar terjadi kontak dengan mikroba secara maksimum. 2. Fermentasi cair meliputi minuman anggur dan alkohol. 1. Temperatur: temperatur berpengaruh pada laju reaksi biokimia selama proses fermentasi Pertukaran gas: pertukaran gas antara fase gas dengan substrat padat mempengaruhi proses fermentasi. perebusan dan pengukusan mematikan banyak mikroba competitor (Dharma. Kisaran kadar air yang optimal adalah 50-75%. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan penurunan porositas. berbeda dengan fermentasi teknik fermentasi cair modern melibatkan fermentor yang dilengkapi dengan: pengaduk agar medium tetap homogen. Fermenatasi yang tidak diagitasi dimana substratnya larut dalam fasa cair. 2. Medium didistribusikan berupa larutan yang dangkal dalam suatu baki atau dalam suatu wadah yang mempunyai permukaan yang luas dan dalamnya media biasanya 2. Pada fermentor agitasi dikerjakan dengan pengaduk yang dijalankan oleh motor dan dapat dibantu oleh aerasi (gelembung udara). namun mengandung air yang cukup sekalipun tidak mengalir bebas. 1992) Fermentasi yang diagitasi dimana substratnya larut dalam air.

2005) - 11 . 2.12 (Sumber: Waites. Sumber Karbon Dengan mengecualikan alga dan bakteri autotrof yang menggunakan karbondioksida sebagai sumber karbon. Kebutuhan karbon dapat ditentukan dari koefisien hasil biomasa (Y) maka: (waites. 3. Karbon merupakan unsure yang paling penting. sehingga Y dapat ditentukan. Berdasarkan berat mikroba.11 Escherchia coli 0.12 Saccharomyces cereviceae 0. Kondisi medium tempat pertumbuhan fungi mendekati kondisi habitat alaminya. Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang udara diantara tiap partikel substrat. dkk. mikroba yang digunakan dalam industri membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon dan energi. pembentukan produk.63 Pertombuhan anaerob Moorella thermacetica 0.36 Penicillium chrysogenum 0. yang dapat merubah nilai Y. dkk. Setiap nutrient dapat dihitung melalui rangkaian perlakuan pada percobaan batch-culture dimana substrat yang spesifik hanya menjadi media pembatas pertumbuhan dan nutrient yang lain sebagai excess.43 Pseudomonas species 0.43 Pseudomonas aeruginosa 0. Konsentrasi nitrogen bervariasi dari 3-15 %.2.07 Saccharomyces cereviceae 0. Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah. Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relative kecil. karena air yang digunakan sedikit. nilai yang didapatkan dapat menceritakan pada kondisi yang spesifik dengan memvariasi pH dan temperatur. Pertumbuhan yield (Ycarbon) pada medium minimum dengan variasi sumber karbon dan energy Yglucosa Yethanol Ymethanol Yoktana Pertumbuhan aerob Aspergilus nidulans 0.2. Tabel 2. 2006). 6.56 0. 4. dan pemeliharaan sel. 2005) Ycarbon (g/g) = Pada fermentasi komersial perhitungan koefisien yield untuk semua nutrisi biasanya menjadi dasar. Dengan memvariasi konsentrasi awal dari substrat pembatas pertumbuhan yang kemudian diplotkan dengan total pertumbuhan pada konsentrasi disetiap batch. dkk. Selain itu juga untuk biosintesa.13 Klebsiella pneumonia 0.51 0.61 Candida utilis 0. Oleh karena itu karbon merupakan bahan yang paling besar dalam medium kultur (hidayat. 5. Jenis/ variasi organisme juga dapat menujukkan perbedaan koefisien yield (Y) pada substrat yang sama.54 1.52 Phicia angusta 0. sekitar 50% berat mikroba adalah karbon. Meskipun demikian. Inokulum dapat disiapkan secara sederhana.68 Escherchia coli 0.

12 g/g pada kondisi aerob dan anaerob (waites.2. Energi diperoleh terutama melalui 2 jalan: (hidayat. mikroba mendapatkan dua molekul ATP dari tiap molekul glukosa. sehingga medium harus mengandung: 40 x (100/50) x (50/100) = 40 g karbon/L Jika sumber karbon adalah glukosa maka jumlah yang harus ditambahkan dalam medium: (40 x 180)/72 = 100 g glukosa/L (hidayat. Misalnya S. etanol) sampai senyawa kompleks (polisakarida. dkk. Jumlah molekul ATP yang dibentuk dari sumber karbon dan energi dalam medium dapat dihitung berdasarkan berat kering yang diperoleh sebagai fungsi ATP yang dihasilkan selama katabolisme sumber energi (hidayat. ceriviciae. 2006). Pada sumber karbon lain tidak dapat tumbuh dengan baik. Kebanyakan kapang menggunakan glukosa sebagai sumber karbonnya. Kapang tertentu tidak dapat menggunakan sukrosa. dkk. 2006). seperti manitol (hidayat. Molase 12 . Hal yang menarik adalah penggunaan limbah pertanian atau industri. Ini memungkinkan untuk menghitung jumlah minimum substrat karbon yang dibutuhkan dalam medium untuk memperoleh biomassa. Sebagai contoh adalah Methylomonas dan Methylococcus yang hanya menggunakan metana dan methanol sebagai sumber karbon dan energi (waites. Pertumbuhan yang terjadi disebut pertumbuhan diauksi. Fosforilasi substrat Oksidasi substrtat adalah hilangnya electron disertai oleh sintesis fosfat kaya energy yang akan dipindah lewat ADP dengan membentuk ATP. dkk. 2006) 1. protein) dan senyawa aromatik. Kebanyakan kapang tidak dapat tumbuh pada gula alcohol. tergantung harga. dkk. Beberapa jasad dapat menggunakan lebih dari satu sumber karbon. Tiga molekul ATP diperoleh dari tiap pasang electron yang dipindah dari NADH ke oksigen. laktosa didegradasi menjadi glukosa dan galaktosa. 2.56 dan 0. dkk. Sebagian besar mikroba dapat menggunakan berbagai tipe nutrisi yang telah diketahui. Biomassa ini diasumsikan mengandung 50 % karbon dan mikrobia mampu mengubah 50% karbon pada substrat menjadi karbon pada substrat menjadi biomassa secara aerob. Industri fermentasi dapat memilih antara beberapa bahan utama. 2005). dkk. Secara umum. mikroba aerob mengubah substrat karbon dalam jumlah lebih besar (±50 %) menjadi biomassa dibanding mikroba anaerob. Jadi metabolism aerob menghasilkan (36+2)/2 = 19 kali lebih tinggi dari pada ATP secara anaerob.1. 2005). Jadi selama glikolisis. karena mikroba tersebut tidak menggunakan banyak substrat untuk memperoleh energi. Senyawa karbon yang digunakan dapat berasal dari senyawa C2 sederhana (asam asetat. 2. 2006). Ada pula mikroba yang hanya dapat menggunakan substrat terbatas. dkk. Sebagai contoh penelitian mula-mula menggunakan medium yang mengandung substrat berlebihan dan ini memungkinkan diperoleh berat kering sel bakteri maksimum perliter (misalnya 40 g). fluktuasi pasar dalam menggunakan surplus (hidayat. 2006) Gula murni seperti glukosa dan sukrosa umumnya mahal bila digunakan dalam industri dan biasanya dicari sumber karbon yang murah. misalnya Rhizopus dan Sordaria. Fosforilasi oksidatif Dalam kasus ini energi diubah selama pemindahan electron dalam rantai respirasi.Perbedaan dapat juga tetrjadi pada satu individu misalnya Saccharomyces cereviceae tumbuh pada glukosa yang menpunyai koefisien biomasa (Y) 0. Jika 12 pasang electron dapat digunakan dari tiap molekul glukosa yang dimetabolisme melalui glikolisis pada siklus kreb maka akan diperoleh 36 molekul ATP.

dkk. fosfor dan sulfur. Komposisi molase dapat dilihat pada tabel 3. Lagi pula. Molase berbeda dengan bahan baku yang umum digunakan dalam produksi alkohol seperti jagung dan kentang. dkk. keton dan aldehid. dkk. glukosa 14% dan fruktosa 16% (hidayat. Pati Polisakarida ini tidak siap untuk digunakan seperti monoskarida dan disakarida. Molase tebu kaya akan biotin. tergantung pada mikroorganismenya. Dimana terdiri dari 20 % heksosa (glukosa dan sedikit fruktosa). dikarenakan faktor biaya (waites. dan 10 % maltotriosa sebuah trisakarida. namun dapat secara langsung mengalami metabolism dengan produksi amylase oleh miroorganisme.3.2. dkk. 2006). 2005). Komposisi dari ekstrak gandum biasanya mengandung 90% karbohidrat dalam basis kering. Molase adalah limbah industri gula yang tentunya lebih murah. protein. 13 . 2005).2. Sterilisasi media yang mengandung ekstrak gandum harus dikontrol dengan hati-hati untuk mencegah pemanasan berlebih. Tidak hanya karena warnanya yang berubah tetapi juga hasil hilangnya materi yang menyebabkan fermentasi dan produk beberapa reaksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme (waites. Kandungan nitrogen organik sedikit. 2. sterol dan fosfolipid 0. Komposisi molase Komponen Persentase Air 17-25 Sukrosa 30-40 Dektrosa 4-9 Fruktosa 5-12 Gula reduksi lain 1-5 Karbohidrat lain 2-5 Abu 7-15 Senyawa nitrogen 2-6 Asam-asam non nitrogen 2-8 Lilin. ragi dan actinomycetes. Sebaliknya karbohidrat dalam molase siap untuk difermentasi tanpa perlakuan pendahuluan karena berbentuk gula (hidayat. Mengandung 62% gula yang terdiri dari sukrosa 32%. yang mana mungkin atau tidak mengalami metabolism. produksi ini mengandung dekstrin bercabang dan tidak bercabang (15-20%). Bahan ini mengandung karbohidrat yang disimpan sebagai pati sehingga harus mengalami perlakuan awal dengan memasaknya dan membutuhkan kerja enzim untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi.2. 2005). 2005). 2006). 2006) 2. Persiapan ekstrak pada dasarnya sama dengan pemasakan bir. maltosa atau maltotriosa (waites. asam amino dan protein dengan kelompok karbonil dari penurunan gula.- Glukosa dan sukrosa murni jarang digunakan dalam fermentasi skala industri. peptide dan asam amino (waites. Ekstrak gandum Ekstrak cair dari gandum dapat dibentuk seperti sirup yang secara khusus digunakan untuk sumber karbon yang biasanya untuk pembentukan filament pada jamur. Ekstrak gandum juga mengandung beberapa vitamin dan kira-kira 5% substansi nitrogen. dkk. enzim ekstra seluler menghidrolisis substansi yang merupakan campuran dari glukosa. dkk. dkk. khususnya pembentukan filament jamur.1-1 (sumber: Hidayat. 55% disakarida (umumnya maltose dan sedikit sukrosa). Unsur yang menurukan gula dan asam amino cenderung menghasilkan produk reaksi maillard ketika dipanaskan pada pH yang rendah. Tabel 3. asam pantotenat. Muncullah produk kondensat berwarna coklat hasil dari reaksi kelompok amino dari amin. tiamin.

komposisi SWL tergantung kayu yang digunakan. yang mengandung paling banyak glukosa. 1998). Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan 14 . lapisan lignin dan memberikan area sempit untuk enzim menyerang. selulosa Selulosa paling dominan ditemukan sebagai lignoselulosa dalam dinding sel tumbuhan. 2.Pati jagung adalah yang paling banyak dipakai. 2. Gambar 1. dkk. yang mana terbentuk dari 3 polimer yaitu: selulosa. Struktur lignoselulosa dan pre-treatmen (sumber: Anonymous. hutan. hemiselulosa dan lignin. 2011) Dalam dunia industri. Ini umumnya digunakan pada fermentasi substrat padat untuk memproduksi jamur yang bervariasi.2. tetapi penggunaan mikroba selulolitik memungkinkan diperolehnya protein mikroba secara langsung dari limbah selulosa tanpa perlakuan. Dalam proses kontinyu kemungkinan didapat dari sirup bubuk gergaji yang mengandung 4-5% gula pereduksi (campuran glukosa dan pentosa) dengan hasil 45-55% (hidayat. Beberapa hidrolisis asam dikembangkan selama perang dunia ke II. Angiospermae memberikan Sulphite Liquor yang mengandung 3% gula yang 70 %-nya adalah pentosa (terutama silosa). sedangkan gymnospermae menghasilkan liquor yang mengandung gula 2% dengan 75%-nya adalah heksosa (terutama manosa). dkk. Selulosa biasanya dihidrolisis sebelum dapat digunakan sebagai substrat. ini sama sulitnya dengan menghidrolisis. Komponen dari selulosa adalah bagian kristalin. Ini pertama-tama berubah menjadi agar-agar kemudian dihidrolisis dengan mengencerkan asam atau enzim amilolitik (waites.5.4. namun ini dapat juga didapatkan dari cereal yang lain atau potongan akar. Lignoselulosa tersedia dari pertanian. 2006). terjadi proses kontinyu (proses symba) dikembangkan di Swedia untuk produksi biomassa menggunakan khamir Endomycopsis fibulinger untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. Berikut merupakan gambar lignoselulosa. 2006). Sulphite Waste Liquor Sulphite Waste Liquor (SWL) dari industri kertas mengandung gula dari hidrolisis hemiselulosa dalam kayu. dkk. Hidrolisis asam pada pada selulosa kayu itu sendiri memberikan 65-85% gula yang dapat difermentasi. Candida utilis akan menggunakan gula ini untuk pertumbuhannya (hidayat. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al.5% biasanya digunakan pada 150o-185oC. Walaupun demikian ini dapat berpotensi tinggi yaitu sebagai sumber yang dapat diperbarui dari fermentasi gula saat dihidrolisis khususnya pada biokonversi menjadi etanol (waites. Asam sulfat dengan konsentrasi 0. Untuk diperbolekannya dalam fermentasi. Jamur berfilamen (Tricoderma viridae) dan bakteri (cellulomonas sp) merupakan mikroba yang sering digunakan. pati biasanya dikonversi menjadi sirup gula. 2005). dkk.4. limbah industri maupun domestik. 2005). Setelah dihidrolisis meggunakan enzim tanaman atau amylase mikroba. Sedikit mikroorganisme yang dapat langsung digunakan.

15 . Candida lipolytica hanya memetabolisme normal parafin.untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng.4. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. Sejumlah bakteri mampu tumbuh pada hidrokarbon. 2002).2 juta ton protein susu. cerevisiae contohnya. Acinetobacter (A. yaitu sebagai protein sel tunggal (PST). Nocardia. dkk. seperti untuk terjadinya metabolism hanya sedikit mikroornaisme yang dapat melakukannya. Beberapa bakteri dapat mengasimilasi normal parafin (n-alkana) dan normal olefin (n-alkena). Laktosa pada umumnya kurang berguna sebagai umpan awal pada fermentasi dibandingkan sukrosa. bahan diperkaya dengan isoparafin. dkk. protein sel tunggal. Calcoaceticus). lipolytica secara ekonomis memberikan hasil yang baik (hidayat. asam laktat. S. 1989). dan dari famili Enterobacteriaceae. suplemen makanan. 2006).4. Dalam fraksi petroleum seperti bahan bakar mungkin mengandung hidrokarbon lain (parafin siklik atau aromatis) yang biasanya kurang tersedia untuk dimetabolisme. 2005). Setelah tumbuh pada fraksi minyak petroleum. Hidrokarbon mempunyai rumus CnH2n+2 dapat berbentuk lurus ataupun rantai bercabang (iso) yang sukar didegradasi oleh semua mikroba. Bahan ini cukup mahal untuk dijual. Crypococcaceae mampu menggunakan hidrokarbon. Oleh karena itu laktosa pekat sering disiapkan untuk fermentasi selanjutnya dari penguapan whey disertai dengan pemindahan protein susu yang digunakan sebagai misalnya. Spesies dari genus Candida seperti C. dkk. Bacillus. 2. Smegmatis). Whey susu diperoleh dari limbah pembuatan keju dengan komposisi seperti tabel 4. Whey Whey adalah by produk cair dari suatu indutri harian (industri keju). Hidrokarbon sangat sesuai sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhan mikroba. 2006) - Jumlah (g/ L) 45-50 7-9 1. Disakarida ini secara pembentukannya digunakan dalam fermentasi penicillin dan ini juga dapat digunakan dalam fermentasi alcohol. Sejumlah khamir. dkk. 2006). Cladosporium resinae mengasimilasi bahan bakar minyak dan menyebabkan korosi pada tanki bahan bakar. 1989). 2006) Tabel 4. sering digunakan untuk pakan babi (Hidayat. tidak memfermentasi laktosa. mengandung lebih dari 1 juta ton laktosadan 0.5 1-2 6-8 63-70 2. Isoparafin mempunyai sifat yang mirip dengan bahan bakar. Komposisi Whey susu (g/L) Komponen Laktosa Protein Senyawa nitrogen terlarut Lipid Garam-garam mineral Berat kering (sumber : Hidayat. vitamuin B12 dan asam giberelik (waites. Merupakan hasil samping keju yang merupakan protein yang sulit menggumpal seperti kasein pada keju. corynebacterium. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. Micobacterium (M.6. dkk. Strain dari genus Pseudomonas. alkana dan alcohol Minyak (fraksi kasar minyak petroleum) mengandung C10-C18 10-25% hidrokarbon parafin yang sangat mudah digunakan mikrobia. Ini untuk proses penyempurnaan (hidayat. Sepanjang tahun produksi whey di dunia lebih dari 80 juta ton.7.

2006) 1. tetapi ini akan lebih bermasalah ketika berkembang pada alkana. Oksigen yang dibutuhkan 3 kali lipat dan panas yang dihasilkan 3. Pencampuran. karena mampu larut dalam lemak sehingga mampu merusak fosfolipid pada membrane sel. senyawa tunggal biasaya yang banyak cocok untuk fermentasi mikoba. Sebagai contohnya adalah pembentukan biomassa (komposisi global C5H9NO4). Cincin aromatik pertama mengalami hidrosilasi kemudian dihidrogenasi menjadi senyawa dihidroksi yang terbuka. vitamin.1 O2 + NH3  1. dan pigmen karatenoid) dapat diperoleh dari hidrokarbon sama baiknya dengan sumber karbon konvensional seperi karbohidrat. 2006). dkk. Kemungkinan alkana dengan berat molekul rendah adalah racun. asam laktat.2 C5H9NO4 + 4. Beberapa strain Pseudomonas dapat tumbuh pada heksana. biotransformasi ke asam asetat dengan menggunakan bakteri sisa fermentasi utama (waites. Hidrokarbin siklik dan paraffin rantai pendek biasanya bersifat racun pada konsentrasi tinggi sehingga yang dikembangkan adalah membuatnya pada konsentrasi rendah (hidayat. Meskipun hanya sedikit mikroorganisme yang dapat merombaknya. Sejumlah produk fermentasi dapat diperoleh dari hidrokarbon. dkk. Heksadekana C16H35 + 8. Hidrokarbon alifatik bukanlah satusatunya yang dapat digunakan untuk metabolisme. dkk. Namun ini akan terlalu mahal jika dipakai sebagai sumber karbon umum.5 kali (10. 2005). Methanol mempunyai persentase karbon yang cukup besar dan relatif murah. asam amino. dkk.Khamir tidak mengasimilasi alkana yang lebih pendek dari C9. Kemungkinan pembentukan biomasssa: (hidayat. Namun banyak senyawa.45 O2 + NH3  3.35 kkal/ g asam glutamate yang dibentuk heksadekana sebanding dengan 2 kali denagn 2. Selama fermentasi methanol. 2005) Etanol lebih rendah sifat toksiknya dibandungkan methanol dan digunakan satu-satunya oleh banyak mikroorganisme. dkk.2 C5H9NO4 + 5. heptana. Glukosa C6H12O6 + 2. Sejumlah produk (asam lemak. 1. Katabolisme normal parafin terjadi melalui oksigenase. 2006). sedang alkana C11 dan C18 adalah yang paling banyak diasimilasi. namun proses ini tidak ekonomis (waites. toluene. dan sikloheksana). Beberapa perusahaan menggunakan methanol dan produksi protein mikroba pada tahun 1970an dan awal 1980an. dengan 1 atau lebih kemungkinan jalan melalui oksigenasi. heksadekana digunakan untuk menggantikan glukosa. dan oktana sebagai sumber karbon dan energi. industr menggunakan tergantung pada harga petroleum yang berlaku. Walaupun demikian. namun konversi produk metanol lebih disukai untuk industri fermentasi dengan masalah teknis yang cukup sedikit. Metana digunakan sebagai sumber karbon pada sebagian kecil mikroorganisme.4 H2O (Hasilnya adalah 120 % . kebutuhan oksigen dan panas fermentasinya tinggi.98% berdasarkan berat secara molekuler) 2.1 H2O (hasilnya adalah 320 % atau 208 % berdasarkan berat secara molekuler tetapi dengan kebutuhan oksigen 4 kali lebih besar) Dalam produksi asam glutamate.8. Metabolism hidrokarbon harus melalui pembukaan cincin. termasuk di dalamnya sebagian besar antibiotik dan produk-produk fermentasi anaerob.73 kkal/g dari glukosa). Oksigen dapat bereaksi dengan C1 dan C2. Sejumlah hidrokarbon siklik komersia dapat pula digunakan ( benzene. Lemak dan minyak 16 . styerene naphtalena. n-alkana dari panjang ikatan C10-C20 dapat dimetobolisasikan oleh mikroorganisme tertentu. Penggunaan hidrokarbon membutuhkan oksigen lebih banyak daripada karbohidrat. Jadi kultur Methylomonas methanica mengoksidasi propane menghasilkan campuran asam propionate dan aceton (hidayat. biomassa optimum yang diperoleh pada C16-C20. Kemurnian methanol siap didapatkan dan ini sangat larut dalam air.2. tidak dapat dihasilkan oleh hidrokarbon tersebut. Walaupun demikian.

Namun jika fermentasi ini dilanjutkan dengan keadaan aerob maka fermentasi alkohol oleh bakteri saccaromyces menghasilkan asam cuka. Bakteri saccaromyces dapat mengalami metabolism dalam dua keadaan. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Karbohidrat menempati volume yang paling besar. maka bakteri yang hanya (harus) hidup hanyalah bakteri saccaromyces cerreviceae. Minyak mengandung energi lebih per unit berat dibanding karbohidrat. Pertanyaan 2 (Lilis Triyowati) Mengapa whey itu harganya mahal? Padahal whey merupakan hasil produk sampingan pembuatan keju. Pertanyaan 3 (Ridhani Rida) Bagaimana proses fermentasi pada bakteri yang mempunyai 2 keadaan yang berbeda. nah oleh karena itu. Misalnya. Apa bakteri lain dapat hidup di dalam media tersebut (glukosa)? Jawabannya adalah iya. LAMPIRAN Pertanyaan 1 (Nanang Adi) Mengapa kontaminasi media fermentasi perlu dimasalahkan? Padahal kita mengetahui bahwa fermentasi pada dasarnya juga menggunakan bakteri. dan asam stearat. Jika dalam medium fermentasi terdapat bakteri lain yang tidak ikut andil dalam pembentukan produk. jarang digunakan dalam fermentasi. dkk. berbeda dengan protein pada keju (kasein) yang mudah menggumpal. untuk membuat keju. seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini yaitu bakteri saccaromyces. Jawab: Maksud kontaminasi bakteri pada kasus ini adalah kontaminasi oleh bakteri lain. maka dalam proses fermentasi. buah zaitun. minyak dapat berguna secara khusus dalam operasi fed-batch. Minyak nabati kebanyakan tersusun atas asam oleic dan asam linoleic. otomatis produksi whey juga meningkat? Lalu apa contoh penggunaan whey? Jawab: Memang dulu whey itu harganya murah. jagung. dan kedelai. whey ini merupakan protein yang sukar menggumpal. dengan kapasitas cadangan dibutuhkan utuk memuat penambahan ke sumber karbon (waites. contohnya dapat diaplikasikan pada pembuatan eskrim. hanya ada bakteri yang mendukung proses pembentukan produknya. palm. Karbohidrat biasanya disiapkan pada larutan encer dengan konsentrasi tidak lebih dari 50% (w/w).Lemak kasar hewani yang kebanyakan tersusun atas gliserida. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa jika produksi keju meningkat. maka keberadaan bakteri tersebut merupakan salah satu bentuk kontaminasi. 2005). Hanya saja. pada fermentasi alkohol dari glukosa. dimana ada sumber karbon. yaitu anaerob dan aerob? Yang tentunya dari pengertiannya saja berbeda dari sumber kebutuhan oksigennya? Jawab: Memang. yang mana menurut kandungannya yang ternyata didalamnya masih mengandung nutrisi penting. Nah ternyata. Pertanyaan 4 (Febrika Larasati) 17 . Minyak nabati umumnya terbuat dari biji kapas. khususnya produksi antibiotic. Minyak nabati dan minyak ikan biasanya digunakan sebagai sumber karbon primer atau suplementer. maka bakteri juga akan bertumbuh dan berkembang didalamnya. terdapat bakteri tertentu yang dapat mengalami proses fernentasi dalam keadaan aerob ataupun anaerob. oleh karena itu. Bakteri saccaromyces dapat memproduksi alkohol jika kondisi pada keadaan anaerob. whey ini dapat membentuk emulsi. maka orang lama-kelamaan mengetahui bahwa sesungguhnya whey ternyata masih bisa digunakan sebagai bahan baku.

Pertanyaan 5 (Dianita Citra Dewi) 1). sebenarnya hal ini bergantung juga dengan produk apa yang ingin kita capai. bakteri yang basah tidak bisa dikatakan bahwa ia adalah pure bakteri. Ini disebut dengan medium semi padat. apa dalam kebutuhan karbon. 1989). karena protein pada whey merupakan protein yang sulit untuk digumpalkan. 1989). maka yang bersifat membasahinya merupakan suatu media (air). mengapa? jika Tidak. karena jika kita menghitungnya tidak dalam keadaan bakteri kering. Jadi untuk menghitung kebutuhan karbon yang menyertakan massa dari ragi tersebut. Jika susu tidak difermentasi dengan bakteri (lactobacillus casei) untuk pembuatan keju. kita tidak perlu untuk mengeringkannya terlebih dahulu. tidaklah perlu dikhawatirkan. tidak seperti kasein yang terdapat pada keju. bahwa whey merupakan hasil samping dari pembuatan keju. bakteri wajib dikeringkan dahulu? Jawab: Jawabanya iya. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. Mengapa? Karena kita memberikan bakteri itu sudah dalam bentuk kering. bukan pada kejunya. 1998). Misalnya. Pertanyaan 8 (Gregorius Bagas) Tadi dijelaskan bahwa nilai Whey cukup mahal. bagaimana caranya whey yang sebagai produk sampingan diubah menjadi produk utama? Agar industri berkonsentrasi pada wheynya. Merupakan suatu bakteri saccaromyces yang sudah dalam bentuk kering. Pertanyaan 6 (Dian Nita) Dari sumber karbon yang sudah dijelaskan. ragi tape. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. dapat langsung dihitung (dengan kita mengetahui massa ragi itu sendiri). Untuk membuat suatu medium kan kebutuhan karbonnya dihitung. mengapa? Jawab: Untuk pencampuran 2 medium dengan fase yang berbeda dapat dilakukan misalnya pada pembuatan asam sitrat dari ampas singkong dimana media tersebut dicampur dengan media cair (air). maka tentunya.A Torimtubun) Apakah bisa suatu mikroba ditempatkan pada 2 media yang digabung menjadi 1 misalnya media cair (molasses atau yang lain) dicampur dengan media padat (pati atau yang lain) agar mendapat sumber karbon yang banyak? jika bisa. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. dapatkah dari berbagai sumber misalnya Whey + molase + pati dicampur? Jelaskan! Jawab: Untuk campuran dari berbagai sumber. 2002). Nah untuk menghitung karbon yang memakai perhitungan mikroba dalam keadaan kering. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. Seperti industri etanol di brazil yang konsentrasi pada ethanol bukan gula (tebu)? Jawab: Seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini. Pertanyaan 7 (Alfonsina A. 18 .Pada sumber energi untuk fermentasi yang berupa selulosa dikatakan bahwa perlu dilakukukan proses pretreatment terlebuh dahulu. bagaimana proses pre-treatment tersebut? Dan siapa yang melakukan proses tersebut? Jawab: Dalam dunia industri.

tanpa pemasakan terlebih dahulu (oleh enzim) seperti pada jagung dan kentang. Archae kelompok ini hidup di lumpur dan rawa tempat mikroorganisme lain yang telah menghabiskan semua oksigen. Pada dasarnya molasses masih mengandung gugus gula. Mereka adalah Archaebacteria atau archaea (bakteri „kuno‟) dan Eubacteria (bakteri „sesungguhnya‟). protozoa. Metanogen merupakan Archaebacteria yang tergolong anaerob strict (tidak dapat mentolerir keberadaan oksigen). memang whey itu dibuang. Banyak diantaranya yang merupakan uniseluler dan lainnya berupa multiseluler. eskrim. kemudian diubah menjadi metana yang dijadikan bahan bakar. Sel adalah unit dasar dari semua organisme hidup. Mereka juga mengandung asam nukleat. atau hanya sebagai bahan pakan babi. serta hewan yang tergolong sel eukariotik (Waites. A. dkk. yang memungkinkan spesialisasi sel. Misalnya. dimana gugus gula tersebut langsung dapat difermentasi. Whey sekarang digunakan untuk bahan pembuatan permen. Archaebacteria disebut juga bakteri purba (archae = purba). sedangkan sel-sel jamur. Namun seiring berkembangan ilmu pengetahuan. Spesies metanogen lainnya hidup di lingkungan anaerobik di dalam perut hewan. Archaebacteria dibagi kedalam 3 kelompok utama. Seperti yang dijelaskan pada jawaban dari pertanyaan febrika larasati. Semua sel diisi dengan matriks cairan dan dikelilingi oleh membran sitoplasma. Metanogen Archaebacteria ini dinamai sesuai dengan metabolism energinya yang khas. (Waites. 2001). Metanogen memiliki peranan sebagai pengurai yang penting. susu bubuk. dan makanan bayi. 2001). Pertanyaan 11 (Freshsya Zatalini) Dapatkah Anda memberikan contoh produk fermentasi yang menggunakan media molase? Jawab: Salah satu produk fermentasi molasses adalah etanol. Archaebacteria Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang pertama muncul di Bumi. 2008) a. maka lama kelamaan orang di dunia mengetahui sebenarnya dalam whey ternyata masih terdapat nutrisi yang masih berguna. Karena pembentukan whey juga tergentung pada pembentukan keju (karena whey merupakan hasil samping keju). bersama dengan ribosom yang mengambil bagian dalam sintesis protein. 1. yaitu : (Karmana. mengapa hasilnya dipakai lagi dan harganya mahal? Jika digunakan. Dan berdasarkan lingkungan hidupnya tersebut. dalam pengolahan kotoran yang berasal dari sampah dan hewan. yang berarti Archaebacteria ini akan teracuni bila terdapat oksigen. Sel dibagi menjadi dua kategori: Archaebacteria dan Eubacteria yang merupakan sel prokariotik. yaitu H₂ digunakan untuk mereduksi CO₂ menjadi (CH)₄. Pertanyaan 10 (Adit Iqbal I) Whey itu dulu dibuang. diproses buat apa? Jawab: Dahulu. Contoh bakteri golongan ini adalah Methanococcus jannaschii. Pertanyaan 9 (adit Iqbal I) Pada selulosa bagaimana cara memisah sel pada ikatannya? Jawab: Untuk memisah/ memecah ikatan pada selulosa adalah dengan cara hidrolisis enzimatik.maka whey pun tidak dapat diproduksi. ORGANISME PROKARIOTIK Organisme prokariotik telah dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda atas dasar studi filogenetik (evolusi) hubungan. terutama terdiri dari lipid dan protein. Bakteri dari kelompok ini memiliki cirri hidup dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. pembawa fisik dari informasi genetik. Sehingga produksi whey sejalan dengan produksi keju. khususnya hewan yang memakan 19 . ganggang dan tanaman lainnya. dkk.

Dialister pneumosintes. Contoh : Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata) Diplococcus. yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. Eubacteria (Bakteri) Eubacteria adalah bakteri yang bersifat prokariot. yaitu berupa empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Archaebacteria ini dapat bertahan hidup dalam lingkungan panas dengan suhu optimum 60⁰C sampai 80⁰C. Misalnya di danau air asin dan di laut mati. Spirillium volutans. dan philos = pecinta). Bakteri ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Namun. Contohnya. 1) 2) 3) 4) 5) 6) tumbuhan. panjang tubuhnya .b. serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. bakteri menjadi tidak aktif. Contoh dari Archaebacteria kelompok ini adalah Halobacterium salinatrium. Pigmen ini tertanam dalam membrane plasma. bersifat uniseluler. Halofil Archaebacteria kelompok ini memiliki cirri hidup di tempat-tempat yang memiliki salinitas tinggi (halo = garam. Contoh : Thiosarcina rosea (bakteri belerang) Streptococcus.15 . USA. Walau berukuran lebih besar dari virus. (Waites. 2001) Ukuran dan Bentuk Bakteri Bakteri merupakan organism mikroskopis dan rata-rata berdiameter 1. Bakteri orhodopsin merupakan suatu pigmen yang menangkap energy cahaya. Bakteri yang terkecil. terutama yang mengandalkan makanan berselulosa. Adapun bakteri yang terbesar. 1. yaitu berupa delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. dkk. Inti dan organelnya tidak memiliki membran. Eubacteria adalah kelompok yang sangat beragam yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. yaitu berupa dua sel bakteri kokus berdempetan (tergabung secara berpasangan dua-dua).25 . Pada suatu larutan yang dipenuhi oleh koloni halofil. Archaebacteria halofil memiliki arti pecinta garam atau hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) cukup tinggi. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk rantai. c. yaitu Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. Contoh : Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru) 20 . a. yaitu : (Aryulina. bahkan dapat menyebabkan kematian. 2. dkk. hampir semua bakteri yang terkandung dalam industri hanya dua. bakteri pun baru dapat diamati di bawah mikroskop. Contoh : Pediococcus cerevisiae Sarcina. mempunyai panjang tubuh 0. Archaebacteria kelompok ini berperan penting dalam proses pembentukan nutrisi di hewanhewan tersebut. akan membentuk buih berwarna merah ungu yang dihasilkan oleh bakteri orhodopsin. Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembap. 2006) Bentuk Bulat (Coccus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: Monococcus. Beberapa sepesies memerlukan suatu lingkungan yang salinitasnya sepuluh kali lebih asin dari air laut untuk tumbuh. (Karmana. Pada kondisi kekurangan air. Contoh : Streptococcus mutans (penyebab gigi berlubang) Staphylococcus. Termofil Archaebacteria ini memiliki cirri-ciri hidup pada suhu ekstrim (panas). Aktivitas tertinggi bakteri terjadi pada kelmbapan 90%. Dari asal bahasa tersebut. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk seperti buah anggur. Contoh : Diplococcus pneumonia (penyebab penyakit pneumonia) Tetracoccus. 2006) Bentuk dasar sel bakteri beranekaragam. Sulfolobus yang menempati mata air panas sulfur di Yellowstone National Park. bersifat mikroskopik.

yaitu bentuk sel seperti sekrup. lihat tabel berikut ini : Kistinnah dan Lestari. Contoh : Vibrio cholera (penyebab penyakit kolera) Untuk lebih jelasnya. Contoh : Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang) 2) Spirocheta. yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan. yaitu bentuk sel bergelombang. 2009 2. 2009 21 . Contoh : Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen) c. Bentuk Batang (Bacillus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: 1) Monobacillus. Contoh : Salmonella typhosa (bakteri penyebab penyakit tifus) 3) Streptobacillus. Contoh : Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis) 3) Vibrio. Contoh : Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) 2) Diplobacillus. yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. Bentuk Spiral (Spirillium) Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi: 1) Spirillum. Struktur Bakteri Kistinnah dan Lestari.b. yaitu berupa beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma.

bakteri dibedakan menjadi dua. 22 . Untuk lebih jelasnya. Akan tetapi untuk bakteri penyebab penyakit. yaitu gabungan protein dan polisakarida.Dengan melihat Gambar 4. dan Escheria coli. Treponema pallidum. struktur seperti kait. Flagela terdiri atas tiga bagian. dan fungsinya untuk pergerakan pada sel bakteri. perhatikan gambar kenampakan bakteri berdasarkan pewarnaan Gram di bawah ini : (Aryulina. Contohnya : Propionibacterium acnes. monotorik (memiliki satu flagelum pada salah satu ujung sel bakteri). 1) Flagelum (jamak: Flagela) Bentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis. Contohnya : Neisseria gonorrhoeae. tetapi diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya. yaitu : 1. Panjangnya beberapa kali lebih panjang dari selnya. Struktur Utama di Luar Dinding Struktur utama di luar dinding adalah flagela. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. 2006) ∞ Bakteri gram positif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. ∞ Bakteri gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. 2009) a. (Kistinnah dan Lestari. terdapat empat macam bakteri. Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa bakteri yang tidak memiliki flagelum yang disebut atrik. Vibrio cholera. Staphylococcus aureus. 2006) Struktur tubuh bakteri dibedakan menjadi struktur utama di luar dinding sel dan struktur di sebelah dalam dinding sel seperti berikut ini : (Kistinnah dan Lestari. Berdasarkan letak dan jumlahnya. dan kapsul. Adapun pada lapisan di dalamnya terdapat dinding sel yang sangat kaku sehingga bisa memberikan bentuk dari bakteri itu sendiri. kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi inangnya (daya virulensi). pili. dan Bacillus subtilis. 2009) Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan.4 tersebut. dapat diamati bahwa stuktur sel bakteri masih sangat sederhana yang tersusun atas dinding sel dan isi sel. yaitu : (Aryulina. Streptococcus mutans. dkk. Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah. juga berfungsi untuk melindungi isi sel. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel. dkk. mencuat menembus dinding sel. dan sehelai filament panjang di luar dinding sel. yaitu tubuh dasar. jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Permukaan paling luar dilindungi oleh kapsul berupa lapisan lendir yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan.

peritrik (memiliki flagela di seluruh permukaan sel bakteri). b. Bahan sel yang dikandungnya antara lain seperti berikut. Ukurannya lebih kecil. Diduga mesosom bisa berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus. 3) Sitoplasma dan Struktur-Struktur di Dalamnya Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. Selain itu. yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya. bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. lebih pendek. tetapi bukan flagela. juga berfungsi sebagai tempat perlekatan flagelum. 3. Mesosom ini selalu bersambungan dengan membran sitoplasma. 2009 2) Pili (Fimbriae) Bentuknya seperti filamen. baik eukariotik atau prokariotik. Selain itu. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom. kapsul merupakan penutup atau pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. dijumpai pada semua sel. Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel Struktur paling umum yang terdapat di dalam dinding sel bakteri adalah sebagai berikut : 1) Membran Sitoplasma Membran ini amatlah penting karena berfungsi mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel. tetapi berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri. lopotrik (memiliki dua/lebih flagela pada salah satu ujung sel bakteri). 2) Mesosom Apabila membran sitoplasma mengalami pelipatan ke arah dalam/ invaginasi. berisi partikel-partikel RNA protein (ribosom). dan lebih banyak dari flagela. Contohnya. asam amino. dalam jumlah yang sesuai dan membuang kelebihan nutrien atau produk-produk buangannya. perhatikan gambar berikut : Kistinnah dan Lestari. banyak terdapat pada bakteri gram negatif. Membran sitoplasma merupakan membran plasma yang membungkus sitoplasma beserta isinya. pili juga mempunyai fungsi lain. Ribosom ini merupakan biosintesis protein. Selain itu. Untuk lebih jelasnya. yaitu mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula. 23 . dapat pula menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi. maka akan menghasilkan suatu struktur yang disebut mesosom. mineral. b) Daerah nukleus. Sex pilus. 3) Kapsul Kapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lendir. Pili ini tidak berfungsi untuk pergerakan. Kapsul bakteri mempunyai arti penting bagi bakteri maupun organisme lain. amfitrik (memiliki dua ataulebih flagella di kedua ujung sel bakteri). a) Daerah sitoplasma. dan 4.2. Bagi bakteri.

bakteri Thiobacillus thioparus yang menumpuk sejumlah besar sulfur yang tampak seperti granul. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. 4) Plasmid dan Endospora Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati. 24 . maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula. bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO₂. sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. bakteri Escherichia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt. 6) Vakuola gas Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. 3. antara lain. disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae.c) Bagian zat alir. misalnya. Jika materi materi ini menumpuk maka akan membentuk granul/globul di dalam sitoplasma. Pada bagian tubuh ini terdiri atas lipid. atau kotoran. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampahsampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia. glikogen. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal. sampah. minuman. dan pati. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. ataupun kontak langsung dengan penderita. Contohnya. bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH₃. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. bakteri tersebut akan membentuk endospora. Berdasarkan asal energi yang digunakan. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya 1) Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. baik secara langsung maupun tidak langsung. dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. misalnya. contohnya. bangkai. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. 5) Klorosom Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. pernapasan. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan. Penggolongan bakteri a. polifosfat. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Contohnya. Jika kondisi telah membaik. yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. Nitosococcus. dan Nitrobacter. 2) Bakteri Autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. fotosintesis dapat terjadi. Fungsinya untuk pertahanan sel bakteri terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Sama halnya dengan plasmid dalam keadaan lingkungan yang jelek. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. contohnya Chlorobium (bakteri hijau). proses oksidasi senyawa tertentu. kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang. Dengan demikian. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia. mengandung nutrien terlarut yang terbentuk sebagai tubuh inklusi.

bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob. bakteri Nitrosomonas. delapan sel membentuk kubus (sarcina). dan Clostridium tetani. sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air.Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Akan tetapi. Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. Akan tetapi. 4. Pada kondisi yang kurang menguntungkan. seperti tumbuhan hijau. dan energi. tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu pengurai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen. Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna. dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri. b. Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus. spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri. bakteri Lactobacillus bulgaricus. ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan. kenaikan suhu. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perkembangbiakan bakteri secara aseksual. Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya Berdasarkan kebutuhan oksigennya. Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjutajuta sel. bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif. 2) Bakteri Anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas. dan berbentuk rantai (streptococus). Pada keadaan optimal. dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna). antara lain. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis. kekeringan. Reproduksi bakteri Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. Misalnya. seperti antibiotika dan desinfektan. jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen. CO₂. Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar. Dalam keadaan normal. bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus). beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. yaitu dengan pembelahan biner : 25 . 1 ) Bakteri Aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. bakteri asam susu. misalnya. misalnya.

pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. Dalam hal ini. Oleh karena itu. untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima. tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima. bakteri juga melakukan reproduksi 2006) seksual. b. Meskipun demikian. perhatikan gambar di bawah ini : (Aryulina.(Aryulina. Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya. seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot. perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual. c. konjugasi. yaitu transformasi. dkk. Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara. Untuk lebih jelasnya. Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. a. karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin. dkk. Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. Dalam proses ini. protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima. 2006) 26 . Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. secara Selain reproduksi secara aseksual. Jadi. dan transduksi. harus terjadi hubungan langsung.

Heterokista merupakan sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen. Tubuh Cyanobacteria juga memiliki vakuola gas yang memungkinkannya mengapung dekat permukaan air. akinet terbentuk agar 27 . Pada beberapa jenis Cyanobacteria. sampai kehitaman. dan pembentukan akinet (spora). atau bola berongga. 2006).5. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium. dan bakteri Gram-Positif. dkk. dan beberapa ion anorganik lainnya. Pigmen tambahan berupa fikosianin yang berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah. Baeosit juga berfungsi untuk melakukan fotosintesis. Disebut ganggan hijaubiru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. Cyanobacteria. Beberapa jenis berperan penting dalam siklus biogeokimia di dalam suatu ekosistem. Sitoplasma Cyanobacteria tidak memiliki banyak organel serta tidak memiliki membran inti (prokariot). Pembelahan biner dilakukan oleh Cyanobacteria bersel satu. Perbedaan Cyanobacteria dengan bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria menghasilkan O₂ dalam proses fotosintesisnya sedangkan bakteri fotoautotrof tidak menghasilkan O₂. 2) Cyanobacteria Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. atau lumpur. ungu. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma. karoten. yaitu: Proteobacteria. 1) Proteobacteria Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. dan proteobacteria kemoheterotrof. Contoh proteobacteria kemoheterotrof adalah Escherichia coli dan Salmonella. Pigmen-pigmen tersebut yang menyebabkan warna Cyanobacteria beraneka ragam dari hijau. proteobacteria kemoautotrof. Sedangkan baeosit adalah sel-sel bulat kecil hasil reproduksi. Sebagian besar bakteri ungu anaerob obligat dan hidup di endapan kolam. Koloni Cyanobacteria dapat berbentuk benang. danau. Chlamydias. lapisan lendir dapat membantu gerakan secara meluncur. Klasifikasi Eubacteria Eubacteria dikelompokkan menjadi lima filum. Cyanobacteria membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Contoh proteobacteria kemoautotrof adalah Rhizobium. Cyanobacteia berukuran Cyanobacteria hidup soliter atau berkoloni. merah. yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi. Rhizobium hidup bersimbiosis dalam akar tanaman kacangkacangan. lembaran. fragmentasi bagian dari filamen (hormogonia). Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. akinet. Cyanobacteia tidak memliki alat gerak dan dapat melakukan fotosintesis. Membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung pigmen klorofil. Cyanobacteria hidup secara fotoautotrof dengan mengasimilasi senyawa sederhana misalnya CO₂. ion nitrat atau ammonium. Berbeda dengan kelompok bakteri yang lain. Pada kondisi lingkungan yang buruk. Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof. dan pigmen tambahan. yaitu heterokista. (Aryulina. dan baeosit. Spirochetes. yaitu mengikat nitrogen (mengubah N₂ di atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan tumbuhan). Akinet adalah sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri. misalnya Anabaena. terdapat tiga macam sel utama. Proteobacteria kemoheterotrof meliputi bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. sedangkan fragmentasi pada bagian hormogonia dilakukan oleh Cyanobacteria yang berbentuk benang. Beberapa jeis bakteri ungu memiliki flagella. Sebagian besar bakteri dalam kelompok ini berbentuk batang dan anaerob fakultatif. Reproduksi Cyanobacteria adalah secara aseksual sengan cara membelah diri (pembelahan biner). Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. Pada Cyanobacteria bentuk benang.

5) Bakteri Gram-Positif Beberapa bakteri gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). Salah satu Cyanobacteria. atau ungu kehitaman. penyakit menular seksual. Sedangkan jenis lainnya ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain. misalnya : danau. tanah. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel inang. Contoh bakteri gram-positif yang dapat membentuk endospora adalah Bacillus dan Clostridium. laut.Cyanobacteria dapat bertahan hifup. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air. keberadaan Spirocheta mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit. misalnya Nostoc dan Anabaena azollae. Spirocheta memiliki suatu struktur unik yang disebut filament aksial. Cyanobacteria terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada organisme simbiotiknya. atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. Cyanobacteria dapat terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau-biru. misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4. dan rawa. Jika lingkungan telah membaik. batu. dan beberapa jenis penyakit pneumonia). endospora menjadi aktif dan membelah diri. merah. di dalam selubung terluar. Synechococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim. Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Sel induk pecah dan endospora dilepaskan. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. Reproduksi secara seksual belum diketahui. Cyanobacteria dapat ditemukan pada berbagai lingkungan. dan Leptospira interrogans (penyebab penyakit leptospirosis). Nostoc hidup bersama dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichen) Peltigera.0) dan temperatur tinggi (70⁰C). 28 . 4) Chlamydias Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil ( ).. akinet dapat membentuk filamen baru. Beberapa jenis Cyanobacteria yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan). sebagai parasit dalam tubuh manusia. Contoh Chlamydias adalah Chlamydia psittaci (penyebab penyakit mata. Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. Pada saat tertentu. beberapa jenis Treponema lain yang hidup dalam lambung hewan memamah biak. Filamen aksial merupakan semacam serabut di sepanjang tubuh. tetapi di luar dinding sel. atau kekeringan. misalnya pantai berpasir atau gurun. Dormansi endospora dapat bertahan lebih dari seribu tahun. Sedangkan organisme simbiotiknya memberikan kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanobacteria. Badan inisial tumbuh dan membelah diri. sungai. Contoh Spirocheta antara lain Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis pada manusia). Anabaena azollae hidup di daun tumbuhan paku air Azolla piñata. Pada kondisi lingkungan yang membaik. Contohnya Cyanobacteria berwarna hijau-biru (Anabaena) membuat air sawah tampak kehijauan dan Cyanobacteria berwarna merah (Oscillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur Tengah berwarna merah sehingga disebut Laut Merah. Endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim. membentuk sel-sel seperti induknya. Spirocheta berbentuk spiral dengan panjang Spirocheta merupakan bakteri gram-negatif. 3) Spirochetes Spirocheta bukan merupakan kelompok yang besar dari Eubacteria. Simbiosis antara Cyanobacteria dengan organisme lain saling member keuntungan. Habitat Spirocheta bervariasi. Cyanobacteria yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanobacteria tersebut. Filamen aksial berfungsi untuk membuat gerakan berputar. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body). serta hidup di akar tumbuhan paku Cycas. Namun. misalnya suhu tinggi. Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial. suhu rendah. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya.

Beberapa Mycoplasma berukuran lebih kecil dibandingkan Chlamydias. Actinomycetes yang tidak membentuk spora berkembang biak dengan cara memutuskan ujung filamen dalam bentuk bulat atau batang. Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai sel). Virus ini mempunyai ciri-ciri tidak dimiliki oleh organisme lain. B. dan serabut ekor. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanya.2004) Anatomi virus Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.2004) Morfologi virus 1. Contoh Actinomycetes adalah Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC) dan Streptomyces (penghasil antibiotik streptomisin). tetapi dapat dikristalkan.4. vius dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. Virus berukuran amat kecil. virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri. Ciri lainnya. Tubuh virus terdiri atas kepala. Contohnya Mycoplasma gallisepticum (dikenal sebagai bakteri terkecil). Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi 5. Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. 3. 29 . Virus hanya memiliki sala satu macam asam nukleat (RNA atau DNA). Mycoplasma tidak memiliki dinding sel. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa. filamen tersebut membelah diri.  Gambar. kulit(selubung atau kapsid). VIRUS Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme parasit. Actinomycetes berkembang biak dengan membentuk rantai spora di ujung filamen.20 Anatomi virus(Waluyo.(Waluyo. Selanjutnya.Contoh lain bakteri gram-positif adalah kelompok Actinomycetes dan Mycoplasma. 4. Selain itu irus tidak dapat membelah diri. jauh lebih kecil daripada bakteri. isi tubuh. Actinomycetes berbentuk filament bercabang yang menyerupai jamur. 2. tetapi beberapa jenis memiliki struktur yang mengeras di luar membran plasma.

 Ekor  Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya.(waluyo. Pada infeksi secara litik. yang masing-masing terdiri dari rantai polipeptida. Kapsid juga dapat terdiri atas proten-protein monomer identik. contohnya paramixovirus.Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid. contohnya virus cacar.(Winami.  Virus yang isi tubuhnya RNA. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. virus radang mulut. disebut nukleokapsid. dan banyak lipida. virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi.20 Gambar Reproduksi Virus(Winami. yaitu secara litik an secara lisogeni. dan polisakarida. dan lisis. lipida. sedangkan pada infeksi secara lisogenik. sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah.2004) Reproduksi virus Untuk berkembang biak virus memerlukan tempat atau lingkungan yang hidup. protein.  Virus yag isi tubuhnya tediri atas RNA. virus menginfeksi sel bakteri.2007) Gambar 4.virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintregasi dengan DNA sel bakteri. sel hewan. Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer. atau sel tumbuhan untuk bereproduksi.  Isi tubuh Isi tubuh yang disebut viorin adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA).2007) 30 . Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag. protein. Oleh karena itu. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. contohnya sebagai berikut:  Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain. yaitu melalui fase adsorpsi. sintesis.

Organel apa yang ada pada eukariotik tapi tidak ada di prokariotik. dan kemudian masuk ke dalam sitoplasma. 1). Membran Plasma – Berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekirnya. Selain itu. Membran sitoplasma juga menyediakan peralatan 31 . Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Membran plasma sangat berguna bagi kehidupan sel karena berfungsi untuk lalu-lalangnya substansi kimiawi dalam larutan atau keluar masuk dari dalam sel. 2).DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma.Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul. Dinding Sel . 3. terdapat klorosom di dalam selnya. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. terdapat vakuola gas pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. Bagaimana proses bakteri memperoleh makanan? (Gregorious Bagas) Jawab : Jalannya proses dimana bakteri memperoleh makanan adalah dari dinding sel. dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam. Bagaimana proses fotosintesis pada bakteri? (Vivi Anita) Jawab : Pada bakteri yang melakukan fotosintesis. atau sebaliknya? (Rahma Yulia Rusmo dan Ayu Indah Wibowo) Jawab : 2. ke membran plasma. fotosintesis dapat terjadi. menjaga keseimbangan nutrien yang terdapat didalam sel. Dengan demikian.

biokimiawi yang berguna untuk memindahkan ion ion. mereka biasanya akan tumbuh sebagai batch culture atau closed system. gula. Sel pun memisah. mineral. dan fragmen yang terbentuk lalu memulai pertumbuhan sel baru (Tortora. lalu ia memisah.  Batch Culture Mikroba jika dikembangbiakkan pada satu medium tertentu. Beberapa bakteri berbentuk filamen bereproduksi dengan menghasilkan rantai konidiospora pada ujung filamen. Sel memanjang dan terjadi replikasi DNA 2. di mana kebanyakan bakteri melakukan reproduksi dengan metode ini. Kurva yang terbentuk memiliki 6 fase yang berbeda. bukan peningkatan ukuran tiap individu. Kebanyakan bakteri memiliki waktu generasi 1-3 jam. maka konsentrasi nutrien akan turun. elektron. dan kondisi lingkungannya. ada pula yang lebih dari 24 jam per generasi. Ada pula beberapa spesies yang melakukan fragmentasi. reproduksi yang diperhatikan hanyalah reproduksi dengan pembelahan biner. 32 . Pemindahan substansi-substansi tersebut dilakukan dengan cara: a. Dinding sel dan membran plasma mulai melakukan pembelahan 3. dipengaruhi jenis organisme. Difusi pasif (osmosis) yaitu pemindahan substansi yang berkonsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. Tahapan-tahapan pembelahan biner yaitu: 1. Angkutan aktif yaitu kemampuan menghimpun nutrien secara selektif untuk kepentingan sel dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan mikroorganisme yang bereproduksi secara biner bisa diplot kurva sebagai jumlah sel yang ada versus masa inkubasi. 2001). PERTUMBUHAN KULTUR MIKROBA Pertumbuhan di sini yang dimaksud adalah peningkatan jumlah bakteri. 3). serta metabolit-metabolit lain melintasi membran. 2001). Karena banyaknya jumlah mikroba yang bisa dihasilkan selama beberapa waktu. Jika pada masa inkubasi tidak ada penyediaan medium baru yang segar. b. Waktu generasi (generation time) adalah waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah (dan populasinya untuk menggandakan diri). dkk. dan konsentrasi limbah akan meningkat. maka untuk mempermudah perhitungan biasanya dipakai skala logaritmik (Tortora. asam-asam amino. Mikroba membentuk suatu tunas yang terus membesar hingga ukurannya mendekati ukuran sel induknya. Untuk menghitung waktu generasi dari bakteri. A. Bakteri pada umumnya bereproduksi dengan cara pembelahan biner. Beberapa spesies bakteri bereproduksi dengan cara membentuk tunas (budding). Waktu generasi bervariasi. dkk. Sitoplasma .Berfungsi untuk mencerna makanan secara ekstraselular untuk melakukan metabolisme sel. Dinding sel yang baru terbentuk di antara kedua DNA 4.

dkk. dkk. Sel harus menyintesis bahan-bahan tersebut sebelum pertumbuhan mikroorganisme dapat dilakukan.Sel yang bersangkutan mungkin saja telah tua dan memiliki keterbatasan dalam jumlah ATP. 2001). maka fase eksponensial pun dimulai (Waites. atau inokulasi suatu kultur yang ditempatkan pada medium yang berbeda secara kimiawi. 2001). maupun ribosom.Medium kemungkinan berbeda dengan medium yang ditempati mikroorganisme itu sebelumnya. . Pertumbuhan ini menghasilkan kurva naik yang 33 . medium. sehingga mikroorganisme tersebut harus beradaptasi. 3) Exponential phase / Log phase Pada fase eksponensial. Lag phase bervariasi waktunya untuk setiap kondisi mikroba dan suasana dari medium yang bersangkutan. Kecepatan pertumbuhan mikroba adalah konstan. Fig 2. dkk. kofaktor.Kemungkinan mikroba mengalami kerusakan dan membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya (Tortora. mikroba mengalami pertumbuhan dan membelah dengan kecepatan semaksimal mungkin yang mungkin dicapai. 2001). kalaupun ada penambahannya dalam jumlah yang sangat sedikit. ini dikarenakan enzim yang baru dibutuhkan untuk mengolah nutrien yang baru. dan kondisi pada saat mereka tumbuh. namun pada fase ini sel melakukan sintesis komponen-komponen baru. Pembentukan komponen-komponen baru ini bisa disebabkan karena hal-hal berikut: . dkk. Industrial Microbiology: An Introduction. 2) Acceleration phase Fase ini merupakan fase di mana pembelahan sel dimulai dan lajunya semakin meningkat hingga mencapai laju maksimum. Jika laju maksimum. kultur yang baru saja didinginkan. tergantung pada potensial genetik.Gambar 1: Pertumbuhan Mikroorganisme pada Batch Culture (Waites. . Fase ini bisa saja berlangsung lama apabila inokulumnya berasal dari kultur yang sudah tua. Meskipun tidak ada pembelahan sel maupun peningkatan massa. Namun fase ini juga bisa saja berlangsung cepat apabila kultur yang digunakan adalah kultur yang masih muda dan berada pada fase eksponensial ditempatkan pada medium yang masih segar dan dalam komposisi yang sesuai (Tortora. Biasanya pada fase ini tidak ada penambahan jumlah sel.1) Kurva-kurva tersebut adalah: 1) Lag phase Lag phase adalah fase di ketika mikroorganisme dimasukkan ke dalam medium kultur yang masih segar.

Ini lalu diikuti dengan peningkatan jumlah sintesis protein dan DNA. 2001). Jumlah maksimum populasi yang dapat dicapai ditentukan oleh banyak faktor. 2001). misalnya saja nutrien yang tersedia. dkk. Ini dapat disebabkan oleh seimbangnya jumlah sel yang mati dan yang membelah. Bakteria pada umumnya mencapai fase stasioner pada level populasi sekitar 109 sel per mL. Sel akan menjadi lebih kecil dan melakukan reorganisasi secara metabolik hingga mereka dapat tumbuh kembali. maka laju pertumbuhan pun akan mulai melambat. dkk. Kemudian pertumbuhan yang seimbang dapat dimulai lagi dan kultur memasuki fase eksponensial (Tortora. 2001). Pada akhirnya. sehingga hanya bagian permukaan kultur saja yang mendapatkan cukup oksigen dan melakukan pertumbuhan. Pada fase stasioner jumlah mikroorganisme konstan. Jika mikroba dipindahkan dari medium bernutrisi rendah ke medium yang lebih kaya nutrisi. semua komponen sel dihasilkan dengan kecepatan yang sama antara satu komponen dengan yang lain. Sel yang berada di bawahnya tidak dapat melakukan pertumbuhan. 5) Stationary phase Pertumbuhan pada suatu saat akan berhenti dan kurva pertumbuhan membentuk garis horizontal. Populasi mikroba bisa memasuki fase stasioner bisa disebabkan karena beberapa hal. namun pembentukan protein dan sintesis RNA melambat. 2001). Kurva itu juga sekaligus menggambarkan jumlah nutrien yang mampu dimanfaatkan oleh mikroba. Jika kurva sudah benar-benar datar (di mana tidak ada laju pertumbuhan mikroba). Jika nutrien jumlahnya semakin terbatas. Pada kondisi ini. Saat seperti ini disebut dengan fase stasioner.mulus. Jika mikroba dipindahkan dari medium kaya nutrisi ke medium miskin nutrisi. mikroba akan membutuhkan waktu untuk membuat enzim baru. dkk. dan sebagainya (Tortora. 2001). 2001). Pertumbuhan eksponensial termasuk dalam jenis pertumbuhan seimbang (balanced growth). dan ini terjadi hingga keseimbangan yang baru telah tercapai (Tortora. sehingga tidak menghasilkan kurva diskret (Tortora. Pada konsentrasi nutrien yang sangat tinggi. 2001). berarti sudah memasuki fase stasioner (Waites. dan kecepatan pertumbuhan tidak akan meningkat lagi (Tortora. Jika nutrien mulai mengalami keterbatasan. Pada kondisi ini. kecepatan sintesis dari komponen-komponen sel bervariasi antara komponen satu dengan yang lain. dkk. dkk. Namun jika level nutrien atau suasana lingkungan berubah. kecuali jika kultur diguncang atau diaerasi (Tortora. 2001). Kecepatan pertumbuhan juga meningkat seiring dengan konsentrasi nutrien. mikroba pun melakukan reproduksi (Tortora. atau memang karena populasi benar-benar berhenti melakukan pembelahan namun masih aktif melakukan metabolisme (Tortora. dkk. dkk. sedangkan algae dan protozoa mencapainya pada level populasi sekitar 106 sel per mL. Mulusnya kurva ini disebabkan tiap individu mikroba membelah berkali-kali dalam interval waktu yang sangat singkat. sel akan mulamula membentuk ribosom baru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam membentuk protein. tipe mikroorganisme yang dikembangkan. 34 . Pembelahan sel dan replikasi DNA tetap terjadi. dkk. dkk. menghasilkan suatu kurva yang lebih kompleks. akan terjadi pertumbuhan tidak seimbang (unbalanced growth). 4) Deceleration phase Nutrien yang dikonsumsi mikroba lama-kelamaan pasti akan mengalami keterbatasan. 2001). Oksigen tidak terlalu bersifat larut dan bisa habis dalam waktu yang cukup cepat. pertumbuhan akan melambat. sehingga menghasilkan kurva yang cenderung menuju datar. sistem transpor pada mikroba sudah jenuh. Salah satunya adalah karena keterbatasan nutrien. Organisme aerobik seringkali mengalami keterbatasan O2.

dkk. seperti habisnya nutrien atau menumpuknya sisa metabolisme menyebabkan menurunnya jumlah populasi mikroba. dkk. populasi mikroba dapat dipertahankan pada fase eksponensialnya untuk jangka waktu yang lebih lama (Tortora. dkk. streptococci juga bisa memasuki fase stasioner akibat kehabisan gula (Tortora. dkk. Cara untuk memastikan apakah suatu sel bakteri hidup atau tidak adalah dengan menempatkannya di medium yang masih segar. 2001). mikroorganisme bisa ditumbuhkan di dalam suatu sistem terbuka. dkk. dkk. laju kematian bisa saja mengalami penurunan drastis. Jika ia tidak tumbuh dan bereproduksi. Industrial Microbiology: An Introduction. Meskipun kebanyakan populasi mikroba mati dengan pola logaritmik. yang menandakan terjadinya fase mati (death phase). 6) Death phase Memburuknya suasana lingkungan. Gambar 2: Peralatan untuk Continuous Culture (Waites.  Continuous Culture Pada penjabaran di sebelumnya. di mana kondisi lingkungan mikroorganisme tetap dipertahankan dengan cara pemberian nutrien dan pembuangan limbah secara kontinu. pengkulturan mikroba dilakukan secara batch di mana persediaan nutrien tidak diperbarui dan limbah tidak dibuang. Banyak kultur anaerobik mengalami masalah ini. 2001). streptococci dapat memproduksi asam laktat dan asamasam organik lain dalam jumlah yang besar hasil dari fermentasi gula. 2001). Ini dapat menyebabkan medium menjadi asam dan menghambat pertumbuhan. Mati di sini diartikan sebagai kehilangan kemampuan untuk bereproduksi (Tortora. 2001). Fig 2. Contohnya. Selain metode batch.Pertumbuhan populasi juga bisa terhambat akibat akumulasi sisa metabolisme yang bersifat racun. Matinya mikroba biasanya berbentuk logaritmik pada kurva (Tortora. Sehingga fase eksponensial hanya berlangsung selama beberapa saat saja (Tortora. Ini mengakibatkan kurva kematian terkadang bisa menjadi kompleks (Tortora. 2001). Selain itu. dkk. berarti dia dinyatakan mati. 2001). Sistem ini disebut dengan sistem kultur kontinu (continuous culture system). Ini dikarenakan ada beberapa sel yang resisten dan tahan terhadap lingkungan yang tidak mendukung. Pada sistem ini.4) 35 .

5) Laju pertumbuhan mikroba bisa dikontrol laju volumetrik medium yang masuk. cepat. dkk. 2002). dan juga memberikan informasi mengenai ukuran dan morfologi mokroorganisme. Gambar 3: Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Kultur Kontinu (Waites. dkk. namun pada fase eksponensialnya nutrien diberikan secara kontinu untuk memperpanjang fase eksponensialnya. karena yang digunakan sebagai sampel hanyalah volume yang sangat kecil. konsentrasi substrat yang dihasilkan juga lebih rendah. mikroba akan terbuang dari fermentor sebelum sempat melakukan pembelahan. Jika laju pengenceran lebih cepat dari laju pertumbuhan mikroba. Populasi mikroba harus cukup besar. Kondisi steady-state dapat dipertahankan. 2002). Menggunakan counting chamber merupakan cara yang mudah. Namun jika laju pengencerannya lambat. Sel prokariot lebih mudah dihitung dengan counting chamber apabila sel-sel itu diberi warna. 1. Semakin mendekati nilai laju pertumbuhan maksimum.Pada metode ini. MENGUKUR PERTUMBUHAN MIKROBA  Metode penghitungan langsung (Direct Method) Metode ini dilakukan dengan menghitung pertambahan jumlah dari sel. Maka kontrol pada continuous culture sangatlah penting (Waites. B. sulit dibedakan antara sel yang hidup dan mati jika menggunakan counting chamber tanpa teknik khusus (Prescott. mikroba pada mulanya ditumbuhkan secara batch. 2001). Volume dari fermenter dibuat konstan dengan cara mengontrol antara jumlah medium kultur yang masuk dengan jumlah sel dan hasil metabolismenya yang dikeluarkan. di mana laju pertumbuhan mikroba sama dengan jumlah mikroba yang dikeluarkan (Waites. semakin banyak substrat yang dihasilkan oleh mikroba. Petroff-Hauser counting chamber bisa digunakan untuk menghitung sel prokariot. Ada beberapa kelemahan metode ini. 2001). dkk. namun juga laju pengenceran. Fig 2. Industrial Microbiology: An Introduction. atau menggunakan mikroskop fase-kontras atau mikroskop fluorescence (Prescott. dkk. Counting Chamber / Direct Microscope Method Cara paling umum untuk menentukan jumlah mikroba adalah dengan menghitungnya langsung menggunakan counting chamber. dkk. sedangkan hemocytometer digunakan untuk menghitung baik sel prokariot maupun eukariot. Selain itu. murah. 36 .

2002). biasanya digunakan teknik spread plates. Ketika agar memadat. Filter lalu ditempatkan pada medium agar atau pada suatu tempat yang telah diberi media liquid dan diinkubasi hingga tiap sel membentuk koloni-koloni yang berbeda. 4. Media-media tertentu dapat digunakan agar mikroorganisme yang dihitung bisa spesifik. Biasanya plate yang digunakan adalah plate dengan 25-250 koloni. Arus listrik dialirkan melalui lubang. Jika plate count dilakukan. hambatan listrik terbentuk dan sel pun dihitung (Prescott. Inokulum disebar secara uniform dengan menggunakan glass rod yang steril. Perhitungan pun bisa dilakukan (Prescott. Pada teknik ini 0. Kelemahannya adalah. karena adanya kemungkinan terganggu oleh partikel kecil. dkk. 3. dkk. sehingga jumlah mikroba mula-mula sama dengan jumlah koloni yang ada saat ini.1 mL inokulum dituangkan ke dalam cawan. Metode ini mengasumsikan bahwa satu individu mikroba mampu bereproduksi dan membentuk koloni. sehingga mampu menangkap bakteri. Namun asumsi ini tidak selamanya benar. dkk. Filter ini memiliki lubang pori yang kecil. Selain itu. 2002). Suspensi mikroba dipaksa masuk melalui sebuah lubang kecil. 2002). filter membran juga bisa digunakan untuk menghitung mikroba secara langsung. koloni yang terbentuk di dalam medium agar bisa saja tidak terlalu kelihatan. Coulter Counter Mikroorganisme berukuran besar seperti protozoa. hanya beberapa koloni saja yang dapat ditumbuhkan dalam satu plate. Untuk menghindari masalah-masalah itu. Prosedur pour plates yaitu mula-mula suspensi bakteri yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam cawan Petri sebanyak 1 mL atau 0. Dengan teknik ini. cawan kemudian diinkubasi. Tiap kali sel mikroba melalui lubang. 2002). Coulter Counter kurang cocok digunakan untuk menghitung bakteri. Selain itu metode ini tidak bisa membedakan antara sel hidup dan sel mati (Prescott. 2002). pembentukan filamen. Lalu medium agar dituangkan ke dalam cawan dan diaduk dengan merata. Agar koloni berada dalam range ini. dkk. Bakteri yang telah tersebar tadi kemudian membentuk koloni-koloni yang tersebar. dkk. Jumlah koloni yang terbentuk merupakan jumlah mikroorganisme yang tersaring pada filter.2. dan sebagainya. dkk. koloni akan tumbuh di dalam atau di permukaan nutrien agar. maka pada inokulum yang jumlah mikrobanya banyak perlu dilakukan pengenceran (Prescott. karena satu koloni bisa saja dibentuk tidak hanya oleh 1 bakteri. karena bakteri tersebut bisa mengalami kerusakan dan tidak bisa melakukan reproduksi. dan ragi nonfilamen bisa dihitung menggunakan alat hitung elektronik seperti Coulter Counter. Plate count bisa dilakukan baik dengan cara pour plates maupun spread plates. Teknik Filter Membran Pada teknik ini. suatu sampel yang mengandung mikroba dilewatkan pada filter membran. dkk. dan elektrode dipasang di kedua sisi lubang untuk mengukur hambatan listrik. Selain metode di atas. Oleh karena itu. Kelemahan dari pour plate ini adalah tidak cocok digunakan pada bakteri yang tidak tahan panas ketika medium agar dituangkan ke dalam wadah. Sampel mula-mula disaring melalui membran polikarbonat hitam untuk memberikan background yang 37 .1 mL. 2002). Jika coloni terlalu banyak. 2002). sehingga mempengaruhi perhitungan (Prescott. sehingga mudah dihitung (Prescott. bisa saja sejumlah bakteri yang melakukannya. algae. hasil perhitungan plate count biasanya dinyatakan sebagai colony-forming unit (CFU) (Prescott. Teknik ini berguna khususnya dalam menganalisa sampel akuatik (Prescott. 2002). dkk. maka beberapa sel tidak dapat tumbuh. Plate Count: Pour Plates dan Spread Plates Plate Count adalah suatu metode untuk menghitung mikroba yang terdapat pada plate.

maka koloni-koloni akan tumbuh persis sama dengan organisme induknya. mikroba akan lepas dari jerat dan masuk ke medium. Metode Berat Kering (Dry Weight) Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan penentuan berat kering mikroba (microbial dry weight). 2002). sehingga perlu sentrifugasi kultur dalam jumlah yang cukup besar (Prescott. MENDAPATKAN KULTUR MURNI Kebanyakan sampel yang diambil dari alam. Kebanyakan dari pekerjaan bidang mikrobiologi membutuhkan kultur yang murni. maka semakin keruh penampakannya dan semakin sedikit sinar yang diteruskan olehnya. Besarnya pantulan sinar sebanding dengan massa sel yang dikenai sinar. lalu dicuci. Kelemahan teknik ini adalah tidak dapat dibedakan antara sel hidup dan sel mati. asalkan populasi mikroba terdapat dalam jumlah yang cukup untuk memberikan turbiditas yang dapat dideteksi (Prescott. Kelemahannya metode ini adalah terlalu memakan waktu dan tidak terlalu sensitif. seperti tanah. Secara teori. Sehingga pertumbuhan populasi dapat diukur dengan mudah dengan spektrofotometer. Jika material-material tersebut ditumbuhkan mikrobanya pada suatu medium solid. Pada absorbansi rendah hubungannya dengan konsentrasi mikroba hampir linear. dkk. Sel yang tumbuh di medium liquid dikumpulkan dengan sentrifugasi. Teknik ini sangat cocok untuk menentukan jumlah fungi. dan jumlah ATP dapat digunakan untuk menghitung massa mikroba hidup (Prescott. sehingga kelemahan tadi dapat teratasi (Prescott. Menghitung Jumlah Substansi Tertentu Jika jumlah substansi dalam tiap sel sama antara satu dengan yang lain. Turbidimetri dan Spektrofotometri Metode lain yaitu dengan memanfaatkan fakta bahwa sel mikroba menyebarkan sinar yang mengenainya. Metode isolasi yang seringkali digunakan untuk mendapatkan kultur murni adalah metode streak plate. 2002). Namun sekarang terdapat reaagen fluorescent yang mampu membedakan antara sel hidup dan sel mati. 2. Selain itu. dan sebagainya. Koloni mikroba seringkali memiliki penampilan yang bisa dibedakan antara satu dengan yang lain. 2001). makanan. dkk. 2002). 1. Begitu pola terbentuk. penentuan klorofil dapat digunakan untuk menghitung populasi algae. maka total jumlah substansi itu berhubungan langsung dengan massa sel mikroba. Pada metode ini. Semakin besar konsentrasi mikroba. 3.bagus untuk menentukan objek fluorescent. Sel terakhir yang lepas dari jerat jarajnya cukup jauh dari mikroba yang lainnya 38 . 2002). dan ditimbang. dkk.  Metode penghitungan tidak langsung (Indirect Method) Selain pertambahan jumlah. pertumbuhan populasi juga ditandai dengan pertambahan massa total sel. sampel dari suatu sel yang didapatkan dari suatu medium dengan volume tertentu dapat dianalisa dengan menghitung jumlah protein atau nitrogennya. dikeringkan di oven. Tingkat sebaran sinar itu bisa ditentukan dengan spektrofotometer. Contohnya. dkk. mengandung tidak hanya satu jenis mikroba. Mikroba harus dipisahkan sejauh mungkin agar koloni yang tumbuh bisa terpisah secara jelas antara satu dengan yang lain (Tortora. C. Mikroba lalu diberi warna dengan suatu fluorescent. dkk. misalnya acridine orange dan dihitung dengan mikroskop epifluorescence. lalu jerat ini digosokkan pada medium nutrien membentuk pola. suatu koloni yang tumbuh berasal dari satu sel atau spora. air. suatu jerat inokulasi yang steril dicelupkan ke dalam kultur yang mengandung lebih dari satu jenis kultur.

kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak. maka mikroba jumlahnya harus ditingkatkan dengan pengayaan nutrien sebelum dilakukan metode streak plate (Tortora. salah satu jenis bakteri chemoautotrophic. Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti.11. Sebagai contoh. contohnya Bacillus dan Micrococcus. 2001) D.5 . dkk. Ragi akan tumbuh selama rentang ph lebih besar dari bakteri. dkk. Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak terjadi (Waites. Bakteri sangat sedikit tumbuh pada ph asam dibawah 4. 2001). 2001). 3. dkk. biasanya sekitar pH 5-6 (Waites. Metode sterak plate cocok digunakan ketika jumlah organisme yang akan diisolasi jumlahnya banyak. 2001). maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroba digolongkan menjadi tiga.untuk membentuk koloni murni. dkk. maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan diperlambat. 2001). memiliki pH optimum antara 8. akan tetapi pH optimum dari jamur dan ragi umumnya di bawah bakteri.5. Sebaliknya apabila suhu turun. dkk. Meskipun demikian. ada beberapa bakteri yang disebut acidophiles yang sangat toleran terhadap keasaman. EFEK DARI KONDISI LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN MIKROBA  pH ph mengacu pada keasaman atau alkalinitas dari solusi. Bakteri alkalophiles. hal ini menyebabkan mengapa sejumlah makanan. Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat. yang ditemukan dalam air drainase dari tambang batubara dan mengoksidasi sulfur untuk membentuk asam sulfat dapat bertahan pada nilai pH kurang dari 1 (Waites. dkk. 39 . banyak diawetkan dari pembusukan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri fermentasi (Waites. seperti asinan kubis. Jika terlalu sedikit. (Disebut juga suhu inkubasi).5 (Waites. 2001). 2001).  Suhu / Temperatur Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroorganisme. Berdasarkan hal tersebut. tingkat pertumbuhan akan terhenti. 2. yaitu : 1. bakteri dapat tumbuh dengan baik pada ph normal antara ph 6. Koloni yang terbentuk lalu bisa dipindahkan ke dalam test tube yang berisi nutrien untuk menumbuhkan kultur yang murni (Tortora. Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan: 1. Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum. dkk. Apabila suhu naik atau turun secara drastis. acar dan keju . dkk.5 dan 7. 2001). 2. sehingga sel-sel menjadi mati (Waites.

denaturasi enzim. dkk. 2001). 2001). Fig 2. 2001). Psikrofil biasanya memiliki temperatur optimum di bawah 15°C dan organisme ini biasanya mati pada temperatur ruang. ribosom dari termofil bekerja dengan baik pada temperatur tinggi. namun masih mampu melakukan pertumbuhan dengan lambat pada temperatur sekitar 0°C. dkk. Beberapa mikroba jenis ini bertanggung jawab pada pembusukan produk-produk yang didinginkan (Waites.Gambar 4: Range Temperatur Pertumbuhan Mikroba (Waites. Termofil ekstrim (hiper-termofil) bisa tumbuh pada temperatur 100°C ataupun lebih. 2001).6) Mesofil memiliki temperatur optimum pada range 20-45°C dan temperatur minimum sekitar 15-20°C (Waites. 2001). protozoa. DNA mereka juga tetap terintegritas pada temperatur tinggi.  Oksigen Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri Mikroorganisme dalam hal ini digolongkan menjadi : 1) Aerobik obligat: 2) Anaerob obligat: di dalam kebutuhannya akan oksigen. Ia memiliki pelapis spora yang tebal dan aktifitas air yang rendah (Waites. Psikotrop bisa disebut psikrofil fakultatif. Mereka tumbuh dengan optimum pada temperatur di atas 20°C. 2001). 40 . Bakteri non-termofil apabila dikenakan temperatur tinggi biasanya menyebabkan kerusakan pada membran sitoplasma. dan beberapa bakteri termofil ekstrim memiliki DNA dengan rasio guanin-sitosin yang tinggi. 2001). hanya dapat tumbuh apabila tidak ada oksigen bebas / tanpa adanya oksigen 3) Anaerob fakultatif: dapat tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen bebas. hanya dapat tumbuh apabila ada oksigen bebas. Namun. dan rusaknya DNA. dkk. dkk. dkk. Termofil adalah organisme yang memiliki temperatur optimum di atas 50°C. Molekul ini tetap berbentuk cair pada temperatur rendah di mana membranmembran lain yang mengandung lemak jenuh tidak dapat berfungsi lagi (Waites. Akan tetapi mereka tumbuh lebih baik apabila ada oxygen. Enzim termofil juga memiliki sifat stabil pada temperatur tinggi. Industrial Microbiology: An Introduction. dkk. Beberapa jenis algae. Spora mikroba umunya tahan terhadap panas. dan fungi memiliki temperatur maksimum hingga 55°C (Waites. dkk. Sebagai contoh. dkk. rusaknya ribosom. Ini menyebabkan ikatan hidrogen semakin banyak yang mendukung kestabilan DNA (Waites. Mereka mampu hidup pada temperatur rendah karena membran mereka mengandung banyak lemak tak jenuh. Pyrolobus fumarii memiliki temperatur optimum 106°C dan terus tumbuh hingga 113°C (Waites.

produk-produk ini mampu bereaksi dengan molekul-molekul organik dan menghancurkannya. Terdapat 3 enzim yang mampu menetralisir produk-produk di atas. Mikroba yang tidak memiliki dinding akan terus mengembang dan pecah pada akhirnya (Waites. dkk. dkk. Aw= Psolution / Pwater (Waites.  Water activity Kebanyakan mikroorganisme mengandung 70-80% air dan membutuhkan sejumlah air bebas untuk melangsungkan beberapa aktifitas metabolik (Waites. dan peroksidase: Superoksida dismutase superoksida (2O2-) + 2H+ hidrogen peroksida (2H2O2) glutathione peroksidase katalase O2 + H2O2 O2 + 2H2O H2O2 + 2GSH glutathione 2H2O + GSSG glutathione teroksidasi (Waites. 2001). Lingkungan hipertonik mungkin mengandung air. dan beta-karoten juga membantu menghilangkan radikal bebas secara non-enzimatis. dkk. katalase. namun dapat tumbuh dengan baik meskipun ada atau tidak ada oksigen (Waites.Mikroaerofil: dapat tumbuh apabila ada oksigen dalam jumlah kecil. Aktifitas air adalah rasio dari tekanan uap dari air dalam larutan dengan tekanan uap dari air murni (Waites. 2001). dkk. Pada konstentrasi oksigen di atmosfer (21%) mereka tidak dapat tumbuh. 2001). dkk. Adanya asam aksorbat. dan menjadi bengkak. 2001). Bakteri anaerob oligat tidak memiliki superoksida dismutase dan katalase. 2001) Bakteri-bakteri aerobik dan organisme lain yang mampu menoleransi oksigen memiliki superoksida dismutase. Aerotolerant: Biasanya mengabaikan oxygen. mereka akan menyerap air. ataupun kalau ada dalam jumlah yang sangat sedikit (Waites. Jika mikroba dengan dinding sel yang kaku ditempatkan di larutan hipotonik. Mereka bisa tumbuh pada level oksigen 2-10%. Ketersediaan air bagi mikroorganisme diistilahkan dengan aktivitas air (water activity). dkk. dkk. sebagian besar organisme akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat beracun. 2001). 2001). hidrogen peroksida (H2O2) dan radikal hidroksil (OH). Jika tidak didetoksifikasi. 2001) 41 . vitamin E. yaitu superoksida (O2-). namun jumlahnya cukup sedikit. yaitu superoksida dismutase. Sel yang ditempatkan di larutan hipertonik akan kehilangan air akibat osmosis dan pertumbuhan sel pun terhambat (Waites. dkk. Kebanyakan bakteri aerob. namun bukan aerotolerant juga memiliki katalase. Jika kontak dengan oksigen.

serta merusak DNA (Waites. Beberapa mikroorganisme. True halofilik.Spesies mikroba memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap kondisi kering dan tekanan osmosis tinggi.  Radiasi Sinar UV. konsentrasi nutrien) (Waites. 42 . dkk. H. Populasi mikroba akan menurun secara eksponensial (Waites. Ada pula mikroorganisme yang mampu memperbaiki DNA mereka yang rusak akibat radiasi (Waites. Mikroorganisme tidak dapat dimusnahkan secara langsung sekaligus. Kebanyakan fungi yang menyebabkan biodeterioration merupakan xerotoleran (dapat tumbuh pada kelembaban rendah). dkk. seperti Halobacterium halobium tidak dapat tumbuh di tempat yang konsentrasi garamnya kurang dari 3mol/L (Waites. OH. banyak mikroorganisme yang tidak pernah diberi tekanan hingga lebih dari 1 atm. bahkan hingga ratusan atm (Waites. Beberapa bakteri juga memiliki pigmen yang dapat mengabsorpsi radiasi. 2001). dan hydrated elektron. dkk. yaitu dengan membunuh mikroba maupun mencegah pertumbuhan mikroba (Waites. o Komposisi populasi Tiap mikroorganisme memiliki sensitivitas yang berbeda-beda. Namun ada beberapa mikroorganisme yang bersifat barotoleran. misalkan saja pada Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan alami untuk tahan terhadap radiasi.98) dan memiliki enzim yang mampu mengolah ion-ion sodium. Radiasi ionisasi. dan tekanan yang lebih tinggi dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. o Temperatur Pada umunya semakin tinggi temperatur akan meningkatkan efektifitas dari agen pengontrol. Kebanyakan baktri tidak dapat tumbuh dengan Aw di bawah 0. 2001).9. seperti kesehatan. Beberapa fungi filamentous xerofilik dan ragi osmofilik bisa hidup pada lingkungan di mana Aw bisa mencapai 0. dkk. Radikal bebas ini dapat merusak ikatan hidrogen. o Periode paparan agen pengontrol terhadap mikroba. 2001). Bakteri laut teradaptasi pada air laut yang berkonsentrasi tinggi (aw = 0. dkk. khususnya pada pembentukan dimer thymine. di mana mereka terkena tekanan tinggi. 2001) E. KONTROL PERTUMBUHAN MIKROBA Pencegahan pertumbuhan mikroorganisme sangat diperlukan di banyak bidang.6. Beberapa spesies ini tidak tumbuh pada lingkungan di mana terdapat air dalam jumlah besar (Waites. 2001). misalkan saja sinar gamma yang dihasilkan dari eksitasi 60Co mampu menghasilkan radikal bebas. 2001). dkk. food processing. maupun kondisi fisiologisnya. 2001). dkk. morfologi. dan pengawetan berbagai macam benda. Kontrol dapat dilakukan. o Kondisi lingkungan (pH. Contohnya mikroorganisme laut adalah termasuk barotolerant. o Konsentrasi dari agen anti mikrobial dan intensitas treatment. Beberapa hal yang mempengaruhi mudah tidaknya pengontrolan jumlah mikroba: o Ukuran populasi Semakin besar ukuran populasi. viskositas medium. semakin sulit populasi itu untuk dimusnahkan. Dan keefektifan pengontrolan dapat dipengaruhi oleh umur mikroba.  Tekanan hidrostatik Di alam. dkk. 2001). yang cukup berbahaya pada 260 nm mampu menyebabkan kerusakan pada DNA. oksidasi bahan-bahan kimia.

diikuti dengan perebusan kedua untuk membunuh sel-sel tersebut (Waites. namun diduga listrik mampu merusak membran melalui elektroporasi (pembentukan pori dalam membran) (Waites. bubuk. Panas Jika panas digunakan untuk mengontrol pertumbuhan mikroba. Pengurangan kadar air Metode ini dilakukan dengan menghilangkan kandungan air dari suatu bahan dengan cara pemanasan. Proses ini cukup mahal. pipa penghubung.  Dry heat Dilakukan pada hot air oven pada 160°C selama 2 jam. serta media kultur. dkk. 2001). 2001). baik temperatur pemanasan maupun waktunya harus benar-benar diperhatikan. benda yang akan disterilisasi diinkubasi pada 37°C untuk memberi kesempatan pada endospora untuk tumbuh menjadi sel. dan gamma dapat digunakan untuk memusnahkan mikroorganisme. dkk. Bahan-bahan makanan bisa diberi radiasi untuk meningkatkan masa penyimpanannya hingga 500% dengan menghancurkan mikroorganisme pembusuk. Radiasi Gelombang microwave. 2001). Electric field treatment Metode ini dilakukan dengan cara memberi aliran listrik 15-20 kV/cm pada bahan yang akan disterilisasi hanya selama beberapa milidetik atau bahkan kurang dari itu. X. 2. namun ia tidak mampu menembus gelas. Radiasi digunakan secara luas untuk mensterilisasi benda-benda seperti cawan Petri. karena tiap jenis mikroba memiliki ketahanan sendiri-sendiri.Kontrol pertumbuhan mikroba ada 2 cara. namun mayoritas tidak dapat tumbuh atau tumbuh dengan amat sangat lambat pada temperatur di bawah 5°C (Waites. sesudah direbus. logam. Bisa digunakan pada benda-benda gelas.  Moist heat Metode ini dilakukan dengan mengalirkan uap dalam tekanan tinggi untuk mencapai temperatur 121°C selama 15 menit. dkk. Biasanya digunakan pada pengolahan limbah padat. dkk. bahkan buah dan sayuran. 5. Sehingga yang sering digunakan adalah sinar X dan gamma. 43 . Kontrol pertumbuhan mikroba dengan panas bisa dicapai dengan cara:  Insinerasi Pembakaran dengan metode ini bisa mencapai temperatur 500°C dan mampu menghancurkan mikroorganisme. penambahan gula ataupun garam (Waites. Untuk membunuh endospora. dan bahan-bahan lain. yaitu secara fisik dan kimia:  Kontrol pertumbuhan mikroba secara fisik 1. 3. Diterapkan pada proses fermentasi untuk sterilisasi wadah. serta bisa menghancurkan beberapa vitamin (Waites. Pendinginan Dengan pendinginan atau pembekuan. Perebusan air atau pemanasan benda padat dalam air mendidih pada 100°C selama 30 menit tidak menjamin sterilitas. air. Radiasi UV cukup efektif. organisme biasanya tidak terbunuh. 2001). dkk. Ia memang mampu membunuh sel. namun tidak bisa membunuh semua endospora. dan tidak semua organisme bisa terbunuh (akibat sifat dari bahan itu dan dosis yang diberikan). dan sebagainya. Mekanisme dari penonaktifan sel dengan metode ini belum diketahui. 2001). UV. freeze-drying. 4.

 Antiseptik dan disinfektan Antiseptik adalah pencegahan infeksi jaringan hidup. Agen ini lebih mudah digunakan pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri. namun tidak memberikan dampak terhadap inangnya. 2001).4 µm. Disinfektan adalah agen yang membunuh mikroba. namun tidak membunuh sporanya. dan adsorpsi. dkk. Ada 3 kategori untuk bahan pengawet tambahan. dan senyawa amonium kuartener (Waites. 2001). berdasarkan FDA.  Pengawetan antimikroba untuk makanan dan produk-produk terkait Senyawa yang digunakan kebanyakan agen statik. Contohnya adalah larutan iodine. Hal paling penting dari agen antimikroba yang akan digunakan adalah selektifitasnya. 2001). alkohol. Ini dapat dicapai dengan menggunakan agen antiseptik microbiocidal.6. dan sebagainya. asam amino. di mana mikroorganisme tidak dapat lewat. dkk. senyawa klorin. Metode ini diterapkan pada sterilisasi antibiotik dan obat-obatan lain. yaitu agen yang tidak membahayakan kulit dan membran mukus.2 atau 0.  High efficiency particulate air (HEPA) Biasanya digunakan pada containment room untuk mensterilisasi udara yang terdapat di dalam ruangan itu (Waites.  Membrane filter Filter tipis dengan ukuran pori tertentu. Namun. sitrat.  Antimicrobial chemotherapy Antimicrobial chemotherapy adalah metode untuk mengontrol atau memusnahkan mikroorganisme penyebab penyakit di dalam jaringan hidup. entrapment. karena antara sel bakteri (prokariot) dan sel inangnya (eukariot) terdapat perbedaan yang cukup jauh. terdiri dari asam organik lainnya (benzoat. vitamin. propionat. dan sebagainya). Filtrasi Filtrasi digunakan untuk menghilangkan mikroba dari liquid atau gas.  Kontrol pertumbuhan mikroba secara kimia Agen kimia antimikroba dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme atau menghambat pertumbuhannya. dkk. 2001). hipoklorit. dkk. Contohnya adalah klorin. Tidak cocok digunakan pada jaringan hidup. hasil yang diperoleh mungkin saja tidak bebas virus. biasanya 0. sehingga ultrafiltrasi dibutuhkan untuk menghilangkan virus (Waites. sehingga selektifitas agennya menjadi lebih efektif (Waites. 2001). ester dari para-hydrobenzoic acid). namun tidak bisa dimakan. 2001). dan sebagainya) o Substansi yang diklasifikasikan sebagai GRAS (generally regarded as safe). dkk. dkk. o Senyawa-senyawa lain yang aman bagi manusia dan hewan yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori di atas (Waites. dan SO2. Terdiri dari: o Asam organik alami (laktat. Ada 3 tipe filtrasi:  Depth filter Yaitu filter dengan serat-serat tebal atau bergranula yang menghilangkan mikroorganisme dengan screening fisik. yaitu agen yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk-produk yang mungkin ditelan. dan fenol (Waites. 44 . yaitu ia harus mampu menghambat atau membunuh mikroorganisme patogen.

Salah satu contohnya adalah penisilin yang dihasilkan oleh Penicillium (Waites. 2001). dan produk-produk dari Streptomyces bekerja dengan cara menghambat inisiasi sintesis protein. Penisilin menghambat sintesis peptidoglikan yang berujung pada tidak terbentuknya dinding sel dari mikroba yang diserang. 2001). Renanto Pandu Wirawan (115061107111009) Di antara cara-cara menghambat pertumbuhan mikroba. membran eubakterial dan eukariot memiliki struktur yang sama. maka mikroba akan terbunuh. seperti streptomisin. Polymyxin adalah satu-satunya senyawa yang mampu menyerang hanya membran bakteri. Sulfonamida berperan sebagai substrat untuk enzim yang seharusnya digunakan untuk menyintesis THF. o Antibiotik Antibiotik adalah obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk mengatasi infeksi mikroba. pertumbuhan mikroba terhambat (Waites. sehingga agen kimia tipe ini sulit untuk dibuat secara spesifik menyerang mikroba.Antimicrobial chemotherapy terdiri dari: o Bahan kimia sintetis Agen chemotherapy sintesis adalah inhibitor kompetitif. dkk. membran sangat penting untuk transpor nutrien dan produksi energi. Menghambat sintesis dinding sel Penghambat pembentukan dinding sel biasanya menyerang mikroba pada saat pembentukan peptidoglikan. dkk. Senyawa ini mampu menghambat pembentukan tetrahydrofolic acid (THF) yang cukup penting untuk bakteri. Serangan terhadap asam nukleat Beberapa antibiotik mampu menghambat pertumbuhan sel dengan cara mengganggu sintesis DNA atau RNA. Jika membran rusak. Contohnya adalah rifamisin dari spesies Streptomyces (Waites. Cara kerjanya adalah polymyxin mengikatkan dirinya dengan membran mikroba. sehingga selektifitas agen bisa dicapai. masing-masing memiliki penerapan sendiri-sendiri…… 45 . sehingga fungsi membran terganggu (Waites. Golongan aminoglikosida. seperti eritromisin dan oleandomisin bekerja dengan cara menghambat translokasi dari ribosom (Waites. Antibiotik bekerja dengan 4 cara: a. Contohnya adalah sulfonamida. dkk. Contohnya adalah penisilin. LAMPIRAN PERTANYAAN 1. dkk. salah satunya menyerang ribosom pada saat translasi RNA. 2001). Akibatnya. dkk. dkk. 2001). Penghambat sintesis protein Antibiotik tipe ini mampu menyerang dengan berbagai cara. Namun. Golongan makrolida. Jadi dari semua cara itu. kanamisin. d. Akibatnya mikroba menjadi rentan terhadap tekanan osmosis yang dapat membunuh mikroba itu (Waites. Ia bisa berperan sebagai pembunuh atau penghambat patogen. manakah yang merupakan cara yang paling efektif? Cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan cara-cara menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam kondisi-kondisi tertentu. Penghambat membran sel Pada bakteri. biasa disebut antimetabolit. Struktur ribosom antara prokariot dan eukariot berbeda. 2001). 2001). Membran terluar dari bakteri Gram negatif juga berperan sebagai pelindung. b. c.

untuk mengatasinya maka pada fermentor diberi suatu saluran dimana jika terjadi overflow pada fermentor. Itu apa perbedaannya? Jawab: Itu bukan garis yang tebal. Hal ini berakibat pada semakin pekatnya larutan itu. Dobita Amanda Feliciana (115061100111021) Pada gambar counting chamber yang telah ditunjukkan. Dengan adanya nutrisi secara kontinu itu. Menghitungnya ini mamakai mikroskop. Febrika Larasati (115061101111001) Pada water activity. sehingga terlihat seperti garis tebal. namun itu adalah garis tipis-tipis yang jajraknya berdekatan. dan apakah hal tersebut mengurangi keakuratan perhitungan bakteri? Jawab: Pada coulter counter. 4. yaitu dengan cara mempertahankan fase eksponensialnya. mikroba ditempatkan ke dalam suatu wadah yang disebut fermentor. Jawab: Pada continuous culture. Kotak-kotak besar yang berada di bagian terluar berukuran 1x1 mm. 1 bakteri melewati sensor lebih dari 1 kali. Jika mikroba terus-menerus diberikan nutrisi. Sedangkan garisgaris tipis yang saya sebutkan tadi itu lebarnya 0.05 mm. maka semakin kecil vapor pressure dari larutan itu. Rizka Dwi Octaria (115061101111017) . Tujuan dari pemberian garis itu adalah untuk mempermudah penghitungan mikroba. maka mikroba tidak akan mungkin bisa masuk kembali ke dalam lubang itu jika sudah melewatinya. saluran tersebut dapat membuang kelebihan mikroba. suspensi bakteri yang akan dihitung dipaksa masuk ke dalam lubang dengan cara memberi hembusan angin atau aliran fluida melalui lubang itu. Oleh karena itu. terdapat garis-garis yang tebal dan yang tipis. mikroba dapat melakukan pertumbuhan dan melakukan metabolisme dengan terus-menerus. Dengan aliran ini. sehingga akan mengurangi water activity larutan itu. Dengan cara inilah maka pertumbuhan mikroba dapat dijaga pada fase eksponensialnya. yaitu 0. bakteri disensor saat melewati electrode. apa saja yang mempengaruhi kepekatan air? Jawab: Yang mempengaruhi kepekatan air adalah jumlah zat terlarut di dalamnya. produk metabolisme.05 mm kalau pada counting chamber ini. maka suatu saat akan terjadi overload pada fermentor.2.Tolong jelaskan lagi pertumbuhan mikroba pada proses continuous culture! Terutama proses yang terjadi pada fermenter. 46 . dan nutrisi pada fermentor. sehingga ukuran kotak-kotaknya pun harus sangat kecil. Inggit Kresna Maharsih (115061100111005) Pada proses perhitungan coulter counter. Apakah mungkin. Di dalam wadah itu mikroba diberi nutrisi secara terukur dan kontinu. 5. Nutrisi diberikan secara terukur supaya fase pertumbuhan mikroba bisa dibuat optimal. Semakin banyak zat terlarut. 3.

maka ia tidak akan tahan sehingga ia akan mati. Mar‟atus Sholihah (115061100111019) Pada metode coulter counter digunakan arus listrik untuk menghitung jumlah mikroba. mikroba dapat diberi warna dengan fluorescent.5. Jika mikroba jenis ini ditempatkan pada kisaran pH seperti di atas. berarti mikroba sudah mulai aktif dan memasuki exponential phase. yaitu mulai dari stationery phase hingga death phase).5 disebut sebagai bakteri alkalophiles. Lubang yang digunakan untuk melewatkan mikroba ukurannya sangat kecil. 47 .5-11.- Bagaimana pertumbuhan mikroba pada pH 8. karena pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang sebelumnya sudah dikondisikan oleh manusia untuk tujuan tertentu (misalnya industri). Contoh yang paling sering kita jumpai adalah pembusukan makanan. Untuk continuous culture kita sulit menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. sehingga arus listrik yang dibutuhkan juga kecil. sehingga kita tidak menjumpainya secara alami. dan juga mampu membedakan antara mikroba yang mati dengan mikroba yang masih hidup. Ridhani Rida Ramadhan (115061100111007) Dari cara menghitung mikroba tersebut. 6. maka mikroba kehabisan nutrisi dan lambat laun akan mati. sehingga aman digunakan untuk perhitungan. Contohnya yaitu Bacillus dan Micrococcus. tetapi apakah arus listrik yang digunakan itu tidak menghambat pertumbukan mikroba? Kemudian bagaimana agar cara penghitungan ini tidak menghambat pertumbuhan mikroba? Jawab: Arus listrik yang digunakan pada coulter counter ini kecil sekali. yang paling akurat adalah metode filter membran. Pada filter membran. Suatu saat jumlah makanan yang dibusukkan sudah agak banyak. hanya beberapa mV saja. Jika makanan mulai membusuk. maka mikroba tersebut dapat melakukan pertumbuhan dan metabolisme secara normal (secara normal yang dimaksud adalah. sehingga pertumbuhan mikroba pun terhambat dan memasuki stationery phase. 8. ia mula-mula masih dalam kondisi baik. Jika mikroba selain jenis alkalophiles ditempatkan pada pH ini. kita banyak sekali menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. 7. apa contohnya? Jawab: Mikroba yang dapat tumbuh pada pH 8. Arus listrik yang sekecil ini kebanyakan tidak dapat membunuh bakteri. ini menandakan mikroba itu masih dalam lag phase. menandakan death phase.5-11. Freshsya Zatalini (115061100111003) Dalam kehidupan sehari-hari kapan kita menggunakan cara menumbuhkan mikroba scara batch culture maupun continuous culture? Jawab: Untuk batch culture. Jika ada makanan yang tidak diawetkan kita biarkan begitu saja. lebih akurat memakai metode apa? Dan yang paling sering digunakan metode apa? Jawab: Dari cara-cara menghitung mikroba tersebut. yang berarti tahan basa. Jika makanan sudah dibusukkan semuanya. Bahan kimia itu mampu memberi warna yang berbeda antara mikroba hidup dan mati. Ini dikarenakan metode ini merupakan direct counting method. bakteri ini melakukan pertumbuhan seperti biasanya.

sedangkan membrane filter bentuknya berupa lempengan yang memiliki lubang-lubang mikro. 12. kemudian makanan tersebut disterilkan dari mikroba) jika mikroba tersebut telah mengalami evolusi sehingga resisten terhadap bahan kimia tersebut? Jawab: Untuk mikroba patogen yang telah resisten terhadap bahan kimia tertentu. yaitu tropophase dan idiophase. maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat bahan kimia lain atau antibiotik yang mampu membunuh mikroba tersebut. Dian Nita Citra Dewi (115061101111013) Jelaskan tentang cara kontrol kebutuhan oksigen pada jenis-jenis mikroba. Bedanya. 48 . Jika oksigennya tidak sesuai dengan kebutuhannya. Sitanggang (115061100111015) Apa beda paling konkrit antara depth filter dan membrane filter? Jawab: Depth filter dan membrane filter sama-sama merupakan alat untuk menyaring mikroba. kalau depth filter bentuknya berupa serabut-serabut. Sedangkan idiophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit sekunder. (115061100111007) Pada slide grafik pertumbuhan mikroba disebutkan idiophase. Suatu mikroba kekurangan atau kelebihan oksigen dapat dilihat dari pertumbuhannya. Adakah ciri-ciri mikroba yang kekurangan atau kelebihan oksigen? Jawab: Cara kontrol kebutuhan oksigen yang paling mudah adalah dengan menggunakan regulator udara. Jadi dari penampilannya. Queen G. Tropophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit primer.G. 11. pertumbuhan mikroba akan mengalami hambatan. Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun (115061100111027) Bagaimana cara mengatasi penghambatan mikroba agar tidak mengganggu (misal pemberian bahan kimia untuk makanan. dsb). grafik pertumbuhan juga dibagi menjadi dua. selain lag phase hingga death phase. Mutia Dhana F. yaitu produk metabolisme yang dihasilkan spesifik tiap jenis mikroorganisme. dan hal ini dapat diketahui menggunakan metode-metode perhitungan mikroba seperti yang telah diuraikan di atas.9. diasinkan. Apa yang dimaksud dengan idiophase? Dan kenapa hanya berlaku pada beberapa organisme? Jawab: Pada grafik di atas. Oleh karena itulah pada grafik dituliskan bahwa idiophase hanya ada pada mikroorganisme tertentu. depth filter bentuknya lebih tebal daripada yang membran. selain dengan memberinya bahan kimia lain bisa pula dengan memberikan perlakuan fisik (dipanaskan. 10. Untuk mikroba non-patogen (misalnya mikroba pada makanan) jika ia resisten terhadap bahan kimia tertentu.

namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. Mengenai tetanus sendiri. Cara menanggulangi lingkungan yang buruk agar kurva death phase tidak terus menurun adalah memberikan nutrisi yang sesuai dengan mikroba itu dan mengatur kondisi (temperatur. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. kondisi lingkungan yang memburuk. sehingga akan menghentikan fase eksponensial. 16. atau berfluktuasi. dsb) yang disukai mikroba itu. naik. Afida Khofsoh (115061100111031) Bagaimana tentang kebutuhan cahaya bagi pertumbuhan mikroorganisme? Misalnya saya pernah dengar bahwa pasien yang mengalami infeksi tetanus sebaiknya/harus ditempatkan pada tempat gelap/kurang cahaya agar bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus tersebut agar tidak tumbuh lagi. 15. namun bisa menjadi datar. 14. Apakah penyataan tersebut benar? Jawab: Cahaya adalah salah satu bentuk dari radiasi yang berada dalam panjang gelombang cahaya tampak. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. (115061105111007) . Jika fase eksponensial terhenti. sehingga akan menghentikan fase eksponensial yang bisa berujung pada death phase. tekanan. sehingga pasien menjadi sensitif terhadap berbagai macam rangsangan. maka kurva death phase tidak akan menurun lagi. Jadi bukan bakterinya yang tidak tahan cahaya. Dewi Ariesi R. Jika nutrisi ataupun lingkungan ini dapat diperbaiki atau dikembalikan ke kondisi semula. atau ada bakteri yang resisten. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow.Bagaimana penanggulangan lingkungan yang buruk agar pada death phase kurva menjadi kompleks? Jawab: Pada umumnya death phase terjadi akibat kehabisan nutrisi. Kelemahan dan kelebihan metode menghitung mikroba? Dan yang mana yang lebih cepat dan akurat. salah satunya cahaya. Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Kapankah suatu pembelahan sel berhenti pada fermentor? Jawab: Pembelahan sel terjadi pada saat mikroba dalam fermentor brada dalam fase eksponensial. Berbagai jenis mikroorganisme memiliki sensitivitas sendiri-sendiri terhadap radiasi. karena pada continuous culture fungsinya hanyalah memperpanjang fase eksponensial selama kurun waktu tertentu. maka otomatis akan menghentikan pertumbuhan mikroba. karena racun yang dikeluarkan bakteri tetanus menyerang sistem saraf. Teza Nur F. serta yang paling ekonomis? 49 . pasien ditempatkan dalam ruangan yang gelap. (115061102111001) Apakah pada continuous culture tidak ada death phase? Jawab: Tentu saja ada.13.

dan industri-industri lain yang proses produksinya membutuhkan mikroba. tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. membutuhkan mikroba dalam jumlah besar. dan bahan-bahan organik non-xenobiotik lainnya semuanya dilakukan oleh bakteri aerob. dan cepat Coulter counter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. dan murah dilakukan Dry weight Kelemahan: membutuhkan waktu lama.. Mereka terbukti berguna karena mereka relative mudah untuk dibudidayakan. Untuk fermentor bakteri anaerob harus dikondisikan agar tidak ada oksigen yang masuk ke dalam fermentor. mudah dilakukan Menghitung substansi tertentu Kelemahan: sulit dilakukan Kelebihan: hasilnya akurat 17. dapat menggunakan substrat yang murah (yang dalam banyak kasus adalah limbah) dan keragaman produknya cukup berpotensi (Waites. mempunyai kecepatan tumbuh tinggi. murah. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: mudah dan cepat dilakukan Plate count dan membrane filter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. Sharfina Widyaningrum (115061105111003) Aplikasi bakteri aerob dan anaerob dalam kehidupan sehari-hari apa? Penanganan khusus bakteri aerob dan anaerob dalam industri bagaimana? Jawab: Bakteri aerob dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: cepat. Saluran itu bisa diberi regulator jika oksigen yang diberikan harus terukur. Bakteri anaerob dapat ditemui pada sungai yang keruh. baru sekitar kurang dari 150 tahun lalu dasar ilmiah dari proses tersebut diperiksa.o   o   o   o   o   o   Counting chamber Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati Kelebihan: mudah. Sejarah Awal Perkembangan Mikroorganisme Industri Kebanyakan mikroorganisme digunakan secara ekstensif untuk membantu menghasilkan produk dan jasa. koloni yang terbentuk belum tentu berasal dari satu sel. 50 . Untuk penanganannya. dan Kelahiran dari mikrobiologi industri sebagian besar dimulai dari studi Pasteur. industri tape. sampah. sulit dilakukan Kelebihan: murah Turbidimetri dan spektrofotometri Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. namun. pembusukan makanan. Sejarah yang memicu perkembangan pemanfaatan mikroorganisme berawal dari proses fermentasi sederhana yang dahulu terlibat dalam produksi susu fermentasi dan minuman beralkohol (anggur) yang berkembang ribuan tahun lalu. fermentor yang menggunakan bakteri aerob diberi saluran atau lubang untuk pertukaran udara. Saluran tempat pertukaran udara bisa diberi suatu regulator yang mencegah udara memasuki fermentor. tidak bisa langsung dilakukan perhitungan Kelebihan: mudah. 2001). A.

1 (Saccharomyces carlsbergensis) yang sekarang diklasifikasikan sebagai strain Saccharomyces cerevisiae. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganime yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. setelah dingin kedalam sari buah tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganime yang diinginkan. Denmark. Penggunaan kultur murni untuk fermentasi pertama kali dilakukan tahun 1883 dengan menggunakan ragi yang telah diisolasi oleh Hansen. Namun. Berikut ini merupakan contoh mikroorganime untuk industry yang telah diklasifikasikan sebagai GRAS (bahan tambahan yang dianggap aman) : 51 . Pasteur menemukan mikroorganisme yang berbeda. Perkembangan Pemanfaatan Mikroorganisme bagi Industri Dalam kebanyakan kasus. sebagai ragi Carlsberg No. B. atau dapat juga mendapatkan mikroorganisme yang cocok dengan koleksi kultur (cultur collection). khususnya untuk pembuatan produk makanan. Beberapa proses telah dikembangakan selama 20 tahun terakhir yaitu melibatkan rekombinan mikroorganisme dan teknologi rekayasa genetika. Setelah adanya publikasi dari Pasteur. 2001 dan Okafor. bukan fermentasi yang menghasilkan mikroorganisme sebagaimana yang dipercaya pada waktu tersebut. karena akibat dari modifikasi oleh peningkatan strain secara konvensional dengan salah satu cara yaitu mutagenesis. Pasteur memecahkan masalah yang timbul di Industri anggur. Fermentasi industry biasanya lebih memilih menggunakan mikroorganisme GRAS ( generally regarded as safe). Sehingga. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya. Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara mikroorganisme tipe lain mendominasi anggur yang kurang bagus. yang melibatkan pemilihan secara acak ( random screening) dari banyak mikroorganisme yang telah diisolasi. obat dan kosmetik oleh FDA ( Food and Drug Administration) Amerika. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi ( proses pengawetan) yang digunakan secara luas dibidang industri makanan. sebagian besar mikroorganisme terlepas dari asal-usul mereka. Selain itu Pasteur juga mencatat bahwa organisme tertentu dapat merusak bir dan anggur. 2007). jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada suhu 50-60oC. Jadi bahan yang telah masuk dalam GRAS adalah bahan yang telah diteliti dan diakui aman oleh para ahli dari badan FDA tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan mikroorganisme bagi kepentingan industry. pada tahun 1857 akhirnya Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi alcohol dalam produksi bir dan anggur adalah hasil dari aktivitas mikroba. dan beberapa fermentasi adalah aerobic. GRAS ( generally regarded as safe) merupakan kategori bagi bahan yang ditambahkan ke dalam makanan. Pada tahun 1950. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus. pertimbangan regulasi merupakan hal yang paling utama ketika memilih mikroorganisme untuk keperluan industri. muncul beberapa kemajuan penting seperti adanya teknik pengembangan kultur murni oleh Hansen di Brewery Carlsberg. Sehingga disimpulkan bahwa mikroorganisme pertama kali diisolasi dari proses fermentasi sebagai kultur alami kemudian dipilih sesuai dengan strain yang berguna (Waites. 2001). Sejak 80 tahun pertama pada abad ke 20. mikroorganisme spesifik sering diisolasi dari lingkungan alam.Pasteur berkeyakinan bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil mikroorganisme yang ada. yang ditandai dengan banyaknya industri strain yang didirikan. sedangkan yang lain sudah anaerobik (Waites.

C. sewage.Tabel 4. 2001) Mikroorganisme kategori diatas. Kultur murni ialah kultur yang selsel mikrobanya berasal dari pembelahan satu sel tunggal (Pelczar. Strategi yang diadopsi untuk mengisolasi mikroorganisme industry yang cocok dari lingkungan dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu pendekatan „shotgun’ dan pendekatan „objective’ ( Waites. membutuhkan persyaratan untuk proses dan persetujuan untuk produk. Selain itu. sehingga hal tersebut lebih ketat terkait biaya yang jauh lebih tinggi. hewan. 1986). Jadi ketika industry memilih menggunakan mikroorganisme yang baru. dan khususnya berasal dari habitat alam atau habitat buatan manusia.2 Mikroorganisme kategori GRAS. tanah. sampel dari mikroorganisme bebas atau kelompok mikroorganisme lainnya dikoleksi dari berbagai habitat seperti materi tanaman. Pendekatan ‘shotgun’ Pada pendekatan ini. 2001). Metode Isolasi Mikroorganisme dari Lingkungan Isolasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan tertentu. biasanya tidak memerlukan pengujian yang terlalu lama jika kondisi budidaya yang digunakan dapat diterima.2001). sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Hasil dari isolasi ini kemudian dipilih untuk mendapatkan sifat mikroorganisme yang diinginkan (Waites. a) a) b) c) 52 . air dan aliran limbah. juga terdapat contoh beberapa mikroorganisme industry beserta produk fermentasi yang dihasilkan. ( sumber : Waites. (Lihat lampiran).

Namun. Tingkat keakuratan dari identifikasi bergantung pada ketelitian kerga preparasi seperti pembuatan media. Perbedaan antara karakterisasi untuk klasifikasi dan identifikasi tidak teretak pada banyaknya uji yang dilakukan. Namun. tempat sampel yang dipilih adalah tempat (bahan) yang telah diketahui terkontaminasi organism ini. karena kebanyakan taksonomi saat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk klasifikasi bobot yang sama harus diberikan terhadap masing. Namun. Langkah awal seringkali membunuh atau menekan proliferasi organism umum dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang langka. 2001). mode pemilihan ini hanya cocok untuk kasus dimana sifat yang diinginkan dari mikroorganisme. tingkat aktivitas atau konsentrasi dari target produk per se bukan merupakan perhatian utama. karena pengembangan strain dapat dengan normal digunakan untuk pengembangan secara luas. produksi dari enzim-enzim spesifik. memberikan sebuah keuntungan bagi organisme itu sendiri. Klasifikasi merupakan pengelompokan mikroba kedalam kelompok. Ketika suatu organism tidak dapat diidentifikasi atau seperti spesies asing. senyawa inhibitor. Menyuburkan (menumbuhkan) kultur kemungkinan dapat dilakukan dengan sistem kultur batch. masing-masing harus diseleksi berdasarkan properti yang diinginkan. dan juga tidak beracun (Waites. pertama-tama sampel ditumbuhkan di media pertumbuhan yang sesuai dan kondisi kultivasi (budidaya) harus disesuaikan untuk mengisolasi mikroorganisme target. pengambilan sampel diarahkan pada tempat yang spesifik yang sesuai untuk kehidupan mikroorganisme tertentu atau berasal dari komponen yang kemungkinan mengandung mikroorganisme yang diinginkan. Teori identifikasi bakteri merupakan perbandingan antara yang tidak diketahui dan yang diketahui. Hasil dari perbandingan ini dapat dianalisa secara laborat melalui perhitungan atau lebih mudah dengan 53 . c) aliran air b) Pendekatan ‘objective‟ Pada pendekatan ini. Isolasi yang dipilih juga harus diseleksi bagi ciri-ciri yang penting lainnya. mengamati dan mencatat berbagai uji.masing karakter atau ciri. Kelompok semacam ini dapat menjadi lebih efisien. Setelah mendapatkan sampel mikroorganisme. kita dapat menduga mungkin kultur tersebut tidak murni. atau kita sudah membuat kesalahan (error) dalam observasi dan pencatatan. pembuatan reagen dan pewarnaan serta ketelitian dalam melakukan. pada tahap ini. ketika mencoba mengisolasi organism yang dapat menurunkan (mendegradasi) atau mendetoksifikasi suatu senyawa spesifik.Contoh habitat untuk pendekatan shotgun : a) tanah. seperti stabilitas.2001). Karakterisasi terbagi dalam beberapa tahap yaitu klasifikasi dan identifikasi. Hubungan antara strain dapat dihitung dan diekspresikan sebagai kemiripan dari karakter positif atau dengan menjumlahkan antara ciri-ciri yang positif dan yang negative. Sebagai contoh. Penetapan nama ilmiah Internasional yang tepat terhadap mikroba didasarkan pada sistem penamaan „Binomial Nomenklatur’ Carolus Linoleus ( Ketchum. hal ini lebih sulit dilakukan untuk isolasi consortia yang sama-sama memiliki kemampuan/karakteristik yang dicari dan komposisi yang bervariasi seiring waktu.1988). atau seringkali lebih cocok dalam sistem kontinu. Setelah isolasi sebagai kultur murni pada media pertumbuhan padat termasuk pemilihan atau pengembangan media seleksi dan kondisi pertumbuhan yang tepat. Prosedur isolasi dan pemilihan ini lebih mudah diaplikasikan untuk mencari mikroorganisme tunggal. Hal ini mendorong pertumbuhan dari organisme-organisme dengan sifat (ciri-ciri) yang diinginkan dan meningkatkan kuantitas dari organisme target sebelum diisolasi dan diseleksi (screening). Kondisi ini dipilih ketika mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk melakukan metabolisme dari suatu senyawa (Waites. tetapi pada hasil dari uji tersebut. khususnya meliputi kemampuan untuk mendegradasi senyawa bandel yang kompleks (Waites.2001). Identifikasi karakteristik suatu organism dapat dilakukan dengan 2 metode pendekatan yaitu konvensional (mikrobiologis) dan pendekatan molekuler. dll. Pernyataan ini benar. b)sewage.

Berbagai macam teknik telah dikembangkan untuk isolasi kultur murni. Dalam teknik ini. jika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang kecil. Ini dilakukan dengan membersihkan dan memberikan desifektan pada area kerja untuk mengurangi jumlah kontaminan. dan menghitung kehadiran bakteri dalam sampel dengan efektif. Metodenya dapat digunakan dalam menghasilkan kultur untuk jamur tetapi tidak cocok untuk bakteri. Dalam teknik ini. inokulum bakteri disebarkan dengan menggunakan kawat nikrom pada permukaan media. spread plate. Pengenceran lebih lanjut dari material yang diuji dilakukan dengan membakar kembali kawat nikrom. Maka dari itu. tiap mikroorganisme menggunakan metode yang berbeda.menggunakan komputerisasi. Untuk memastikan kemurnian dari spesies bakteri tersebut. Teknik goresan dapat bekerja dengan baik ketika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang besar. Teknik aseptik ialah suatu cara menghilangkan kontak dari kultur murni dan membuat medium pertumbuhan menjadi steril dari kontaminan. dan bekerja dengan cepat serta efisien untuk meminimalisir adanya kontaminan. yaitu dengan memisahkan mereka pada medium padat dan membiarkannya berkembang membentuk koloni. tidak ada metode yang dapat digunakan untuk seluruh mikroorganisme. material yang mengandung bakteri disebar di atas permukaan dari medium agar yang padat. Pemisahan mikroorganisme yang tidak diinginkan perlu dilakukan untuk membuat sebuah kultur murni dari mikroorganisme. perlu dilakukan pengulangan proses goresan pada plate baru lainnya. atau makanan mengandung jenis-jenis bakteri yang berbeda. Tokoh yang mendukung penggunaan kultur murni ini adalah dua orang ahli ilmu jamur. tingkat pertumbuhannya harus ditingkatkan dengan menyuburkan bakteri tersebut sebelum isolasi menggunakan teknik goresan. Kultur murni pertama kali dilakukan sekitar tahun 1870. D. seperti menumbuhkan jamur pada media padatan yang ia tambahkan dengan gelatin pada media cair. Kawat yang telah diberi nyala api kemudian digunakan untuk membuat goresan kedua yang berfungsi untuk memperkecil populasi bakteri. 54 .1988). dan pour plate menjadi teknik yang sangat diperlukan. Isolasi kultur dilakukan dengan teknik aseptic. atau dengan radiasi untuk membunuh mikroorganisme. Masing-masing teknik memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri-sendiri. dengan memanaskan media inokulasi. Namun. plate diinkubasi pada temperature yang tepat untuk membiarkan bakteri tumbuh. Di antara prosedur yang digunakan. Setelah digores. kawat nikrom diberi nyala api untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang tersisa. garis-garis pada permukaan media hanya digoreskan sekali. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan temperatur. Namun. Kultur murni diperoleh ketika hanya satu jenis bakteri yang tumbuh pada plate. Anton de Bary dan O Brefeld.  Isolasi Mikroorganisme Sampel dari tanah. mendeteksi. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengisolasi. Kemudian. atau bahkan tidak sama sekali untuk karakter tertentu (Ketchum. dengan cara kimia. Teknik Streak Plate. dan plate yang mengandung medium diputar sekitar 90°. Sel bakteri kemudian berkembang membentuk koloni. air. Brefeld memperkenalkan cara mengisolasi sel tunggal. Merupakan metode klasik untuk isolasi bakteri. Robert Koch dan asistennya yang akhirnya mengembangkan kultur murni untuk bakteri. Pertama-tama. sel bakteri dari sampel menyebar ke bagian-bagian ujung. Teknik Isolasi Kultur Murni Kultur murni didefinisikan sebagai turunan (cloning) dari suatu mikroba. teknik streak plate. untuk tujuan identifikasi kita memberikan bobot yang tinggi untuk beberapa karakter karena mempunyai nilai perbedaan yang sangat besar dan memberikan bobot yang kecil untuk yang lain. memutar plate dan membuat goresan tambahan. Kultur murni awalnya digunakan saat meneliti jamur. Hal ini mempelopori ahli bakteriologi dari Jerman. Dengan cara ini.

Gambar: Teknik streak plate (Sumbali. Pour Plate Technique. batang kaca penyebar disterilkan dengan cara dicelupkan dalam alkohol kemudian dibakar dalam nyala api. (a) (b) (c) (d) Gambar: Teknik spread plate untuk isolasi bakteri (Sumbali. 2009) (a – d) prosedur urutan goresan untuk mendapatkan koloni terisolasi (e) kultur streak plate yang menunjukkan koloni-koloni yang diisolasi Spread Plate Technique. 2009) volume yang diketahui dari sampel dipipet secara aseptic pada permukaan medium agar cawan Petri. Tidak seperti teknik goresan. Dalam metode ini. Teknik ini digunakan secara luas untuk isolasi bakteri. sekitar 0. sel bakteri terpisah dan tertanam pada tempat yang berbeda-beda. Metode ini juga digunakan untuk isolasi bakteri. Dalam teknik agar tuang (pour plate). Setelah inkubasi pada temperature yang tepat. Bakteri dan agar cair yang telah tercampur dengan baik dituangkan dengan segera ke dalam cawan Petri menggunakan teknik aseptik dan 55 . batang yang telah steril digunakan untuk menyebarkan sampel pada bagian permukaan dari media. sampel diencerkan dan kemudian diencerkan dan ditambahkan sejumlah kecil suspensi mikroba ke dalam tabung yang berisi agar cair pada suhu sekitar 45 °C. bakteri yang tersebar berkembang menjadi koloni-koloni yang terisolasi. teknik sebaran dapat digunakan untuk menentukan jumlah bakteri dari jenis tertentu yang ada pada sampel.1 ml dari sampel yang telah diencerkan ditempatkan pada bagian tengah dari agar dan disebarkan ke permukaan agar menggunakan batang kaca penyebar. Ketika suspense menyebar. Isolasi koloni ini diambil dan digoreskan pada medium yang telah dipastikan kemurniannya. koloni dari hasil isolasi tampak setelah diinkubasi.

rebusan sayur. organisme yang tidak terkontaminasi. Kenyataannya. .kemudian dibiarkan mengeras dan diinkubasi. koloni-koloni tersebar dengan merata dalam medium padat. Pemeliharaan kultur dilakukan dalam kondisi yang semirip mungkin dengan isolasi alaminya. industri. Metode yang digunakan juga bergantung pada jumlah kultur yang akan dipelihara. uji hayati. tidak membutuhkan 56 E. Teknik pour plate juga membantu dalam menghitung jumlah bakteri yang dapat hidup. keberadaan media penyimpanan. garam mineral serta sumber karbohidrat. mereka disimpan pada suhu 5-8 °C. Media yang kecil biasanya diperlukan untuk memproduksi subkultur karena mereka membuat laju metabolisme organism menurun. Nutrient ini berasal dari potongan-potongan sayuran atau tanaman. metode pour plate tidak cocok bagi isolasi bakteri psychrophilic. Kultur-kultur ini seringkali dibutuhkan dalam bidang pendidikan. keahlian para pekerja laboratorium. penelitian. Setelah kultur dibuat. Teknik ini memiliki satu kekurangan yaitu medium cair perlu diperhatikan karena temperature tinggi dari medium cair dapat membunuh beberapa spesies bakteri. prosedur kultivasi. beberapa strain dari spesies yang sama memberikan hasil yang sama dengan prosedur yang sama. koloni-koloni tunggal kemudian diambil dan digoreskan ke plate lainnya untuk dimurnikan. Ada beberapa metode pemeliharaan koleksi kultur mikroba. dan tanpa terjadi mutasi. Beberapa metode yang umum digunakan dalam koleksi kultur mikroba ialah:  Subculturing (Agar Slants or Microgardening) Metode pemeliharaan bakteri dan jamur yang paling tradisional dan paling sederhana adalah menumbuhkannya pada nutrient agar slants yang dibuat dalam tabung-tabung atau botol-botol. tetapi semua spesies memiliki metodenya sendiri-sendiri. ketersediaan alat. hal berikunya yang penting dilakukan adalah menjaga kultur yang telah tumbuh dari adanya kontaminasi. Seperti metode lainnya. dan perlu dipindahkan secara periodik ke medium yang lebih segar untuk menumbuhkan dan memastikan keberlangsungan hidup dari stok kultur. dan iklim dari tempat di mana proses tersebut berlangsung. dan umur dari kultur saat dipelihara. Tujuan utama dari pelestarian kultur adalah untuk memelihara organisme hidup. Metode ini memberikan keuntungan yaitu murah. 2009) Pemeliharaan dan Pelestarian Stok Kultur Setelah mikroorganisme diisolasi dan tumbuh dalam kultur murni. Kebanyakan laboratorium mikrobiologi memelihara sejumlah besar strain. Dalam prosedur ini. yang biasa disebut dengan koleksi stok kultur. atau untuk tujuan-tujuan lainnya. Sebagai contoh. Gambar: Teknik pour plate (Sumbali. Keberhasilan atau kegagalan dari metode pemeliharaan juga bergantung pada penggunaan media yang tepat. waktu.

jamur pathogen. Metode pemeliharaan ini sangat berguna di daerah dengan iklim tropis karena dapat mencegah hilangnya kandungan air dari kultur.  Penyimpanan menggunakan air Ini adalah metode pemeliharaan yang tidak sulit dan murah yang berfungsi untuk menyimpan kultur dari beberapa jamur. tidak membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. tidak membutuhkan waktu yang lama. Untuk mendapatkan kembali kultur dari minyak mineral. Kultur ditumbuhkan pada slant agar hingga mencapai pertumbuhan yang baik dan spora yang didapat dilindungi menggunakan teknik yang steril. dan koleksi kultur dapat bertahan selama beberapa tahun. Metode ini pertama kali digagas oleh Castallani (1939). Kultur minyak ini dapat disimpan dalam suhu ruang atau pada temperatur rendah (15 °C). Gambar: Agar slants menunjukkan pertumbuhan jamur (Sumbali. Uap yang terjebak dihilangkan dengan memanaskan cairan dalam oven pengering pada 180 °C selama 1-2 jam. endapan spora dalam air ditambahkan ke tanah yang steril dan dibiarkan tumbuh pada 57 . 2009)  Penyimpanan menggunakan mineral oil Kultur dengan kondisi baik disimpan dengan ditutupi oleh minyak mineral dan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. dan yeasts. dan bagian permukaan dari kultur dihilangkan dengan lembut untuk menghasilkan spora dan bubur miselium. Bubur ini kemudian dipindahkan ke botol kaca kecil. sejumlah kecil bagian yang tumbuh diambil dan dibersihkan dari minyak dengan menggunakan potongan kertas dan kemudian digoreskan pada agar plate yang mengandung media pertumbuhan yang cocok. Hipomikota. tetapi plate dengan pertumbuha koloni yang sedikit menunjukkan media pertumbuhan yang buruk sehingga diperlukan stok yang baru.peralatan yang khusus. Basidiomikota. Dalam metode ini. Pertumbuhan yang subur menunjukkan media pertumbuhan yang baik. cocok bagi koleksi berukuran kecil. Penutupnya kemudian dieratkan dan disimpan pada suhu 25 °C. Askomikota. Air suling (sekitar 5 ml) ditambahkan ke kultur secara aseptik. Kerugian dari metode ini adalah dapat menyebabkan perubahan genetic (mutasi) dan adanya bahaya kontaminasi spora. Metode alternative untuk sporulasi jamur meliputi inokulasi agar slants yang kemudian diinkubasi pada suhu 25 °C. Jumlah minyak dalam tabung atau botol-botol kecil harus diperiksa secara periodik dan ditambah jika perlu. serta mudah unutk digunakan. murah.  Penyimpanan menggunakan tanah Tanah yang steril dapat digunakan untuk menumbuhkan dan menyimpan mikroorganisme. Sejumlah besar spesies bakteri dan jamur berhasil disimpan menggunakan metode ini selama bertahun-tahun. Metode ini telah berhasil digunakan untuk memelihara Oomikota. minyak mineral disterilkan di autoclave selama 2 jam. Dalam metode ini. yaitu dengan dicelupkan dalam minyak mineral steril dengan kedalaman 10 mm di atas permukaan agar.

suhu 20-25 °C selama sekitar 10 hari. Umumnya. Selama proses lyophilisation. Setelah mikroorganime tumbuh. Dengan cara ini. Batol-botol kecil kemudian dihubungkan dengan mesin pengering vakum dan dikeringkan sekitar 12 hingga 17 jam hingga menyisakan sekitar 1-2% kandungan air. dan zat non penetrasi seperti sukrosa. hal ini memungkinkan pelestarian mikroorganisme untuk beberapa saat. kultur kehilangan kemampuannya selama beberapa saat. Kultur lyophilize dapat dihidupkan kembali dengan membuka botol-botol kecil tersebut dan ditambahkan udara steril kemudian memindahkan kultur ke medium pertumbuhan yang tepat. Cryoprotectant terdiri dari dua macam: zat penetrasi seperti gliserol dan DMSO. yang menggunakan efek protektif mereka pada membrane sel. laktosa. sel mikroba disuspensi dalam agen krioprotektif dalam botol kecil menggunakan teknik yang steril dan dibekukan pada suhu -60 hingga -70 °C dengan menggunakan campuran etil asetat dan es kering. Ini adalah metode yang singkat. Banyak fisiologis telah berhasil memelihara jamur. spesies bakteri. pembekuan ini tidak disarankan bagi pemeliharaan kultur karena proses pembekuan dapat merusak sel-sel mikroba. Botol-botol ini kemudian disimpan dalam kondisi vakum pada suhu 2 hingga 8 °C. yang dapat dengan mudah melewati membrane sel dan melindungi intrasel dan ekstrasel. yang dapat digunakan untuk memelihara bakteri selama 6 bulan hingga 2 tahun. Keberhasilan lyophilisation bergantung pada keadaan sel mikroba yang digunakan pada kondisi optimum dari media yang dipilih. dan polyvinyl-pyrolidone.  Ordinary Freezing Pemeliharaan mikroba dalam ruang pembeku atau dalam pendingin dengan temperature berkisar 0– -20 °C akan mendapatkan hasil yang bervariasi. mannitol. Freeze drying akan lebih baik dilakukan pada suhu -20 °C karena dapat membekukan suspensi mikroba dengan adanya zat cryoprotective seperti gliserol atau dimetyl sulfoksida (DMSO). Spora atau sel kemudian disuspensi dalam berbagai jenis zat cryoprotectif seperti gliserol atau DMSO yang dapat membantu menghilangkan kerusakan akibat pembekuan. Lyophilisation bertujuan untuk mempertahankan mikroba agar tidak berubah dari bentuk aslinya. kultur dibekukan pada temperature yang sangat rendah dan ditempatkan pada tekanan vakum. air dan sel mikroba dalam kultur akan langsung berubah dari keadaan beku menjadi gas (sublimasi) sehingga sel menjadi kering. dan keberhasilannya bergantung pada spesies dari mikroba. dextran. yang mencegah kerusakan sel selama proses pembekuan. glukosa. kelangsungan hidup mikroba dibatasi dengan mengaturnya dalam keadaan dorman.  Deep Freezing Ini adalah metode dengan jangka waktu yang pendek dalam memelihara mikroba yang dilakukan pada temperatur -70 °C dalam sebuah mesin pembeku.  Freeze-Drying (Lyophilization) Ini adalah salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk pemeliharaan mikroorganisme dalam jangka waktu yang lama. Umur kultur dapat diperpanjang ketika kultur disimpan pada suhu -30 hingga -70 °C dalam mesin pembeku. Penanaman kultur mikroba dilakukan saat berada pada stabilitas maksimum. Zat cryoprotectif adalah senyawa kimia yang memiliki sifat tertentu seperti non-toxic dan mampu menetrasi membrane sel dengan mudah. kultur tanah kemudian disimpan dalam sebuah pendingin (4-7 °C). menggunakan teknik ini dan menghilangkan kemampuan perkembangan mikroorganisme selama 40 tahun. Metode ini terbukti berhasil diaplikasikan pada beberapa jenis jamur. yaitu pada akhir fasa logaritmik atau awal fasa stasioner. dan bakteriofag. Pada kondisi ini. 58 . sorbitol. Dengan menurunkan suhu atau menghilangkan kandungan air. Dalam lyophilization.

dan perlindungan kultur dari kontaminasi. Kebanyakan mikroba dapat kehilangan kemampuannya dalam kondisi ini selama 10 hingga 30 tahun atau bahkan dapat lebih lama pada bakteri. 2009)  Penyimpanan menggunakan cairan nitrogen Penyimpanan dalam cairan nitrogen adalah cara pemeliharaan mikroorganisme jangka panjang yang efektif. penghematan waktu. Suspensi sel disegel dalam botol-botol kecil dan dibekukan pada suhu -150 °C. Ini menjadikan mikroorganisme berada dalam bentuk dorman sehingga organisme tidak mengalami perubahan genetik.Gambar: Laboratorium freeze–drying (Lyophilization) (Sumbali. tetapi gliserol dan DMSO dapat digunakan secara efektif dalam upaya pemeliharaan sejumlah besar mikroba. Gambar: Liquid nitrogen vapor storage (biomedicalmarketing. pemilihan zat cryoprotectan seringkali bervariasi berdasarkan organisme yang dipelihara. Keuntungan dari penyimpanan menggunakan nitrogen cair meliputi pencegahan peningkatan variasi genetik stok kultur. Kerugian dari teknik ini adalah harga peralatan yang mahal dan nitrogen cair yang harus diisi ulang dalam interval waktu tertentu karena mengalami peristiwa evaporasi. Tabung-tabung kecil kemudian disimpan dalam pendingin nitrogen cair (tangki vakum yang besar dan dindingnya diisolasi) baik dengan perendaman dalam nitrogen cair (-195 °C) atau disimpan dalam fasa gas oleh nitrogen cair (-150 °C).com) F. termasuk yang tidak dapat dilakukan dengan cara lyophilisation. Koleksi Kultur (Culture Collection) 59 . Pada metode ini.

saat ini. Penggunaan mikroorganisme yang dipilih dari sebuah koleksi kultur dengan jelas memberikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan dengan isolasi lingkungan dan memiliki keuntungan bahwa beberapa karakteristik dari mikroorganisme telah terbentuk. Mereka terbagi menjadi institusi-institusi dan cenderung dikhususkan pada bakteri.2001) : 60 . Koleksi-koleksi nasional lainnya. fisiologi. kerugiannya adalah bahwa kompetitor memiliki akses ke mikroorganisme yang sama. dari kepentingan lain di bidang industri atau medis. bebas dari mikroorganisme yang tak diinginkan. sedangkan isolasi yang berasal dari alam harus dimurnikan terlebih dahulu. kultur murni harus diisolasi dan dikarakteristikkan. Masalah-masalah dari pemeliharaan kultur telah diatasi dengan pengembangan dan penggunaan dari teknik cryopreservation dan freeze-drying (lyophilization). untuk meneruskan mengumpulkan strain-strain baru dan memberikan biakan yang murni. koleksi-koleksi menyediakan kultur atau servis berdasarkan bagiannya tersendiri. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang menyediakan koleksi kultur untuk kebutuhan mikrobiologi bagi industry (Waites. dan karakteristik biokimia dasar mereka telah diketahui. dan bentuk morfologi.Koleksi kultur mikroba memberikan sumber yang kaya akan mikroorganisme. menyediakan sampelsampel kultur dari masing-masing organisme. beserta metode penyimpanan miniatur. Fungsi utama dari koleksi kultur adalah untuk memelihara koleksi-koleksi yang telah ada. National Culture Collection (UKNCC) membuat beberapa koleksi. atau alga. khamir. menerbitkan daftar katalog bagi organisasi industri dan akademis. dan potensi perhatian yang akan datang. Kultur dihasilkan dari koleksi yang murni. kapang. Sebagai contoh di Inggris. yang menangani semua tipe mikroorganisme (Waites 2001). kebanyakan dari mereka berukuran kecil. sedangkan di Amerika terdapat pusat koleksi utama. Namun. Ada hampir 500 koleksi kultur di seluruh dunia. American Type Cultur Collection (ATCC). yang berasal dari zaman dahulu.

LAMPIRAN Contoh Produk Industry Fermentasi dan Mikroorganisme yang Memproduksinya (Waites. 61 . 2001).

62 .

dikeringanginkan dan diayak untuk memisahkan partikel tanah yang agak besar dan membuang sisa-sisa tanaman.Tabel 4. atau larutan Linger. Diambil tanah yang agak liat. ujung kawat berbentuk lingkaran (loop) atau yang berbentuk lurus disebut inoculating needle. mikroba tidak mengalami perkembangan karena mikroba tersebut akan berada pada fasa dorman/beristirahat dan mikroba ini masih dalam keadaan hidup. AFIDA KHOFSOH ( 115061100111031) Pertanyaan : Apa saja syarat yang harus diperhatikan oleh pekerja pada saat mengulturkan mikroba? Jawaban : Pekerja yang akan mengkultur mikroorganisme haruslah steril . Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kontaminan – kontaminan pengganggu untuk mikroorganisme. Cara sterilisasi tanah: 1. 2001 Lampiran II PERTANYAAN DAN JAWABAN 1. apa larutan yang digunakan untuk mengencerkan? Jawaban : Larutan yang digunakan pada saat pengenceran dapat berupa larutan fosfat buffer. steril yang dimaksud adalah meliputi kebersihan dari pakaian dan alat yang digunakan pekerja selain itu juga sebaiknya dihindari pengkulturan di tempat yang terbuka. Tanah steril itu seperti apa? Bagaimana kita tahu bahwa tanah tersebut steril atau tidak? Kalau memang ada cara tersendiri untuk mensterilkan tanah. WINDA FAUZI ISTIQOMAH (115061101111003) Pertanyaan : Pada teknik pour plate. SISCA DWI A. Sumber : Waites.1 Produk fermentasi industry dan organisme yang memproduksinya. 63 . larutan garam fisiologi (NaCl 0. bagaimana caranya? Jawaban : Tanah steril adalah tanah yang tidak mengandung kuman dan mikroorganisme pathogen. karena apabila mikroorganisme terkontaminasi. Pada teknik ini. DEWI ARIESI R. dikatakan bahwa tanah harus steril. DEWI NUGRAHANI (115061100111001) Pertanyaan : Pada slide. (115061105111007) Pertanyaan : Pada teknik streak plate kenapa menggunakan kawat nikrom? Apakah ada kawat lain selain kawat nikrom? Apa karakteristik kawat yang bisa digunakan pada teknik ini? Jawaban : kawat yang digunakan pada teknik streak plate biasanya merupakan kawat nikrom yang merupakan campuran dari nikel dan kromium atau kawat platinum. pekerja kultur tidak akan mendapatkan kultur murni yang diharapkan. terdapat beberapa bentuk bagian ujung dari kawat yang digunakan. Kawat dengan bahan ini dapat berpijar saat dipanaskan sehingga dapat dengan mudah disterilkan. apakah mikroba tetap hidup? Jawaban : Saat dibekukan.85%). waktu pembahasan penyimpanan media tanah. (115061101111015) Pertanyaan : Pada saat pembekuan.

FRESHSYA ZATALINI (115061100111003) Pertanyaan : Bagaimana cara kontrol temperatur pada proses spread plate agar suhunya tidak tinggi sehingga tidak mematikan bakteri? Jawaban : Pada teknik spread plate tidak menggunakan suhu yang tinggi. Tanah yang sudah dikeringaninkan dan diayak dimasukkan ke dalam tabung atau botol dengan tutup berukuran 25 ml hingga 1 cm dari permukaan tutup. bakteri dapat diambil dari lingkungan dengan beberapa pendekatan misalnya pendekatan shotgun. 4. sterilitas tanah diuji dengan menumbuhkan contoh tanah pada medium agar. dan setelah dingin disimpan di dalam desikator hingga digunakan. misalkan pengambilan bakteri dari air. Jika suhu tidak melebihi 45oC maka masih dianggap aman untuk melakukan teknik ini. Bilamana diperlukan. bagaimanakah alur prosesnya mulai dari pengambilan sampai penyimpanan. teknik isolasi yang digunakan juga terdiri dari 3 macam misalnya kita memakai teknik pour plate dan penyimpanannya misalkan dengan metode freeze-drying. Dari isolasi tersebut keadaan lingkungan (suhu) dan mediumnya disesuaikan dengan bakteri target. kemudian diautoklaf pada suhu 121 ºC tiga kali berturut-turut selama 3 hari masingmasing selama satu jam.2. Mikroba yang akan dikultur menggunakan teknik ini merupakan mikroba yang dapat bertahan pada suhu tinggi. 5. Tabung atau botol yang berisi tanah diberi aquadest steril hingga kebasahan 50% kapasitas lapang. Selanjutnya.karena bakteri mempunyai kemampuan berkembang biak ( seperti berkembang biak dengan membelah diri. 1. 3. dan setelah itu diambil 1 bakteri ( yang telah dipilih. botol dioven kering pada suhu 105 ºC selama satu jam. dan diteliti morfologinya) dan ditanam dimedium yang cocok agar bakteri dapat melakukan metabolisme dan perkembang biakan. Namun. hal ini mudah dilakukan yaitu dengan mengontrol terlebih dahulu suhu lingkungan dimana akan dilakukan teknik ini. Untuk kontrol suhu agar tidak tinggi ( lebih dari 45 oC). suhu tinggi digunakan pada teknik pour plate. (Desikator adalah suatu wadah yang terbuat dari bahan kaca yang kedap udara dan mengandung desikan yang berfungsi menghilangkan air dari kristal hasil pemurnian). Jika berasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. pembentukan tunas dll) Dhanang Edy P (115061101111007) Pertanyaan : Jika kita mengambil mikroba dari alam. lalu disimpan untuk digunakan seanjutnya. dari sinilah akan terbentuk koloni kultur murni. Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. Ayu Indah Wibowo (115061101111011) Pertanyaan : Bagaimana bisa terjadi biakan murni. Jawaban : Dari uraian materi diatas. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang. apakah membelah diri ? Jawaban : Pada saat setelah pengambilan bakteri dari medium tertentu. botol dapat dicelupkan dengan tali. selanjutnya bakteri diisolasi. jika ingin 64 .

2.

3.

4. 5. 6. 7.

mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar. jika air sampel mengandung padatan maka harus diencerkan dahulu menjadi suspensi dengan aquades steril, fungsi dari tahap ini adalah untuk memisahkan mikroba dari medium padatnya. Selanjutnya teknik penanaman sampel dari cairan diatas, metode yang digunakan missal pour plate. pertama – tama menyiapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC). Diteteskan 1 ml secara aseptis, suspensi sel kedalam cawan kosong dan setelah itu Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi (pada temperature kamar). Setelah 24-48 jam inkubasi, amati bentuk koloni bakteri yang tumbuh di permukaan dan di dalam agar, apakah koloni-koloni bakteri terpisah merata atau masih menyatu dengan bakteri lain membentuk spreader. Diperhatikan koloni yang tumbuh pada media baik yang dipermukaan, tengah atau dasar medium. lalu dicatat semua koloni berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan konsistensi koloni. Dari hasil pengamatan, maka dipilih bakteri yang di inginkan, setelah itu dipindahkan inokulan tersebut dan dijadikan biakan murni ke medium yang baru. Dilakukan penyimpanan misalkan dengan metode freeze-drying. 9. Teza Nur F (11506110211100) Pertanyaan : Mikroorganisme dapat disimpan menggunakan media nitrogen cair, adakah media lain yang bagus untuk media penyimpanan mikroorganisme, metode apa yang paling baik ? Jawaban : Dari hasil literature yang kami dapatkan, media pendingin selain nitrogen cair belum ada namun seperti yang telah dijelaskan masih banyak media lain yang dapat digunakan seperti media air steril dan media tanah steril (penggunaan media biasanya bergantung pada jenis mikroba yang akan disimpan dan jangka waktu penyimpanan yang diinginkan) . Untuk metode yang efektif menurut Ilyas adalah metode penyimpanan freeze- Drying karena dapat memelihara mikroorganisme dengan jangka waktu lebih lama daripada metode lainnya.

I.

Fermentor control dan Monitoring Kontrol fermentor dan monitoring berfungsi untuk mendeteksi ketika suatu proses fermentasi berlangsung tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga membuat proses itu berjalan sesuai dengan design fermentor yang digunakan. Kebanyakan sistem fermentasi dibuat mendekati dengan kondisi natural atau kondisi sebenarnya agar menghasilkan produk yang sesuai dengan prosesnya. Sistem fermentasi bergantung pada pengaruh berbagai sumber dari luar fermentor, sehingga diharapkan terjadi proses yang menyebar keseluruh media di fermentor secara natural. Untuk mempersempit variasi kualitas produk, proses operasi harus dimodifikasi untuk memperhitungkan pencegahan variasi kualitas produk yang akan dihasilkan dari fermentasi itu sendiri. Metode kontrol dan monitoring efektif untuk mendeteksi penyimpangan dan mengimbangi proses fermentasi, sehingga sangat penting untuk mengatur efisiensi proses dalam fermentor. Dan, memaksimalkan performa ekonomik atau biaya yang dibutuhkan yang biasanya hanya bisa dikendalikan dengan mengimprofisasi kontrol fermentor.

65

( Gary montauge,1997) Sistem fermentasi harus dikontrol secara efisien untuk mengoptimalkan produktivitas dan produk hasil, dan memastikan reproduktifitasnya. Sebagian besar parameter kimia dan fisika yang terlibat tergantung pada bioreaktor, model operasi, dan mikroorganisme yang digunakan. Parameter tersebut terutama aerasi, pencampuran, temperatur, pH, dan kontrol busa. Kontrol dan pemeliharaan pada tingkat optimum di dalam reaktor dioperasikandengna sensor elektroda, sistem kontrol yang cocok dan data logging. 1. Temperatur Temperatur fermenter harus dikontrol dengan baik, dengan ketelitian lebih kurang 0,10C. Pada industri skala besar, pendingin untuk menjaga suhu biasanya dibuat dari jaket air atau kumparan pipa sehingga pemanasan akan jarang dilakukan. Jika fermentor didesign untuk produktivitas yang rendah atau biomassa dengan konsentrasi rendah tetapi fermentor tersebut digunakan untuk produktivitas tinggi atau fermentasi biomassa dengan konsentrasi tinggi, sehingga akan terjadi penambahan panas dalam proses dan akan dibutuhkan penambahan air untuk mengatur suhu dalam fermentor. Pada fermenter berskala kecil, kemampuan pendingin dan pemanas dibutuhkan tetapi temperatur kontrol juga harus diperhatikan. 2. Aliran gas laju aliran gas biasanya diatur dengan menggunakan katup, karena aliran tergantung tekanan, baik kompensasi feedforward dari posisi katup untuk perubahan tekanan yang dikendalikan atau keduanya, tekanan dan aliran gas yang dikendalikan. 3. Liquid flow Regulasi aliran bisa didapat pada skala kecil dengan menggunakan pompa meter. Sedangkan peristaltic pompa sering digunakan pada skala laboratorium. Pendekatan lain yang digunakan adalah dosing pot, katup bertekanan rendah diatas fermentor dengan katup isolasi. Dengan mengetahui tekanan katup tersebut maka volume penembakan dapat ditentukan.

66

( Gary montauge,1997) 4. pH pH biasa dinyatakan dengan kaca elektroda, dimana biasanya elektroda terbuat dari perak atau perak klorida atau mercury/mercurious chloride dengan potassium chloride sebagai elektrolit. Elektroda mampu bertahan pada kondisi sterilisasi ( 1210C) tetapi pengulangan sterilisasi membuat penurunan performa sepanjang waktu. Pengontrolan pH dapat diraih dengan penambahan asam atau alkali pada fermentor. Pada fermentasi skala kecil, kebanyakan liquid ditambahkan menggunakan pompa peristaltic. Pada skala besar, penambahan gas ammonia lebih dipilih daripada ammonia hydroxide untuk masuk menuju aliran udara pada fermentor. Pada kultur sel hewan, penambahan karbon dioksida pada media digunakan untuk meregulasi pH selama periode pertumbuhan. 5. Pressure Tekanan perlu dikontrol untuk proses sterilisasi dan memenuhi kebutuhan keamanan. Tekanan dapat dikontrol dengan menggunakan katup regulasi. Itu adalah standart alat yang secara hukum harus diinstal pada fermentor untuk melepas tekanan diatas batas tekanan yang sudah ditentukan
67

d. Keduanya mengukur parsial DO dan membandingkannya dengan kejenuhan udara. katoda perak dan potassium hydroxide. b. Biaya untuk analisa ini lima kali lebih mahal daripada galvani tetapi biaya untuk pemeliharaan cenderung lebih rendah. Sehingga dapat digunakan pemecah busa . Dissolved Carbon Dioxide Dissolved carbon dioxide bisa diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. yaitu galvani dan polarografi. Metode ini biasanya digunakan pada kultur sel hewan karena disana terdapat spesifikasi komposisi gas yang dimasukkan. Foam Masalah saat membentukan busa dapat diatasi dengan pemberian antibusa tetapi antibusa ini dapat mengakibatkan racun bagi mikroorganisme dan mengurangi laju aliran. emas. Alat ini menggunakan anoda perak dengan polarisasi negatif terhadap katoda platinum atau emas dengan menggunakan kalium klorida cair sebagai elektrolit.Metode elektrik pada pengukuran tekanan didasarkan pada penggunaan pembentukan kembali tranducer piezoelectric. 7. Pengontrolan DO dengan mengganti komposisi gas yang dimasukkan akan lebih mahal karena membutuhakan gas yang telah dipurifikasi. Control untuk DO pada skala kecil biasanya menggunakan empat cara: Merubah kecepatan pengaduk Variasi pada aliran udara Modifikasi komposisi pada gas yang masuk Variasi pada tekanan yang berlebihan a. Analisa galvani digunakan untuk fermentor skala kecil karena peralatannya yang padat dan arena disebabkan oleh biaya yang rendah. Analisa galvani menggunakan anoda timbal dan seng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan elektroda platinum. Respon yang didapat dari analisa polarografi lebih cepat. 68 . Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. atau iridium dan hasil yang didapat dari elektroda diindikasikan pada analisa pH yaitu perak atau perak klorida. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. 9. Pengukuran redoks ini digunakan pada fermentasi anaerob dan fermentasi sel hewan dimana terdapat perubahan jumlah sel atau perubahan kondisi fisiologis. Dissolved Oxygen Tipe penganalisa DO pada bioreactor ada dua. 8. biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik. c. Sedangkan proses fermentasi skala besar menggunakan analisa elektroda polarografi . yang mengukur tekanan dengan mendeteksi perubahan elektrik Kristal asimetri 6. Potensial redoks Redoks ialah ukuran untuk oksidasi atau reduksi pada system biologi.

Pembentuka busabusa tersebut disebabkan oleh hadirnya protein yang dapat membentuk busa. sistem kontrol kondisi fermentasi membutuhkan kalibrasi secara teratur saat pemasangan pertama kali dan di cek secara berkala. alat pemecah busa. Meskipun begitu. Pengontrolan pH adalah faktor. lemak. terutama pada fermentasi aerasi. Tingkat O2 dan CO2 terlarut ditentukan dengan elektroda O2 dan CO2.2001) Sampel dapat diambil secara acak untuk berbagai analisis seperti perhitungan sel dan penentuan DNA. pH dalam fermentor dapat terjaga dengan cara penambahan asam atau basa secara otomatis jika pH yang ditangkap oleh sensor tidak sesuai. Pemantauan suhu melalui termometer resistensi dan termistor yang terhubung dengan pemanas otomatis ataupun dengan sistem pendingin.(Michael J. busa ini bisa memicu kontaminan dan pemblokiran filter udara. karbohidrat dan substrat atau hasil metabolisme yang lain. yaitu modifikasi media. atau penambahan agen antibusa. yang juga dapat berperan sebagai sumber nitrogen. Prinsip dasar pengontrolan sistem melibatkan sistem sensor yang terhubung dengan sistem kontrol dan feedback loop. Ketika terdapat kondisi yang tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan maka akan muncul tanda peringatan dan sistem pengkoreksi akan teraktifikasi sehingga memberikan kontrol yang lebih intens pada sistem fermentasi. Sensor ini digunakan untuk mengukur dan mencatat kondisi pada bioreaktor. Media fermentasi banyak mengandung garam buffer. tetapi kapasitas fosfat untuk mengontrol pH dapat berlebihan sehingga dibutuhkan penambahan asam atau alkali. Produksi busa pada bioreaktor adalah masalah utama. RNA. Banyak proses fermentasi memproduksi asam dan pengaturan pH dapat berlangsung dengan menggunakan amonium oksida. biasanya fosfat. Jika tidak dikontrol. Ada tiga cara untuk mencegah pembentukan busa. 69 . Waites. Kontrol sistem fermentasi secara keseluruhan dapat dilakukan secara manual atau otomatis. spesifik protein. Data atau informasi yang didapat dari kontrol sistem dapat digunakan untuk membuat model proses dan dapat digunakan untuk pengembangan sistem fermentasi. karena produk fermentasi bisa berubah disebabkan adanya perubahan pH dalam media fermentasi.

fed-batch. Contoh proses ini yaitu meliputi produksi minuman berakhohol. fermentor harus dibersihkan sebelum proses fermentasi dimulai lagi. Fermentor disiapkan. disterilkan. fermentasi batch secara teoritis kurang efektif untuk produksi biomassa dan produk metabolit primer. atau asam organil. Untuk model operasi ini. Proses fermentasi yang lain yaitu fed-batch yang banyak digunakan dalam memproduksi ragi roti dan penicilin. Hanya sebagian kecil dari siklus fermentasi batch yang dapat dikatakan produktif. enzim. atau sesering mungkin sebagai satu suplementasi ketika kultur mendekati akhir fase pertumbuhan. sterilisasi. Mode Operasi Industri fermentasi berlangsung secara batch. Keuntungan dari sistem batch adalah bahwa pengeluaran modal lebih rendah dan jika terjadi kontaminasi maka relatif cukup mudah untuk dihentikan dan dapat memulai proses fermentasi lagi. Selain itu. serta proses pengolahan air buangan. Bagaimanapun. fase non produktif ini disebut sebagai “down-time”. ditambah meningkatnya fase non produktif downtime yang melibatkan proses pembersihan. Fed-batch dengan menggunakan sel daur ulang ( biomassa) juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti fermentasi beberapa etanol. Yaitu sistem tertutup yang tidak ada inokulasi (penyuntikan) ataupun tambahan asam atau basa untuk kontrol pH pemakaian udara untuk fermentasi aerob. Pada fermentasi batch. Karena terdapat lag period yang cukup besar dan pada tahap selanjutnya dari fase eksponensial dengan banyaknya jumlah produk yang dihasilkan. dan lain-lain. sesekali. perlu ditambahkan nutrisi ekstra selama proses fermentasi untuk menambah volume fermentasi. Ketika produk sudah dihasilkan dan dipanen. Operasi fed-batch dapat memperpanjang fase pembentukan produk dan dapat mengatasi masalah yang terkait dengan penggunaan substrat yang banyak. semua kondisi sudah ditentukan dan dipastikan pada awal dan akhir proses. Proses yang banyak digunakan adalah proses batch. pengisian dan pendinginan setelah sterilisasi. Peningkatan frekuensi sterilisasi juga dapat menyebabkan stres yang lebih besar pada instrumen pengontrol. Sistem fermentasi batch telah telah sukses digunakan untuk menghasilkan banyak produk fermentasi tradisional dan untuk memproduksi metabolit sekunder seperti antibiotik. Kelemahan lain sistem batch yaitu keragaman produk.II. 70 . serta metabolisme yang berlangsung secara cepat. Model fermentasi ini juga berguna saat substrat mengalami masalah viskositas atau racun ketika konsentrasi terlalu tinggi. banyak dari pembuatan asam amino. Penambahan nutrisi ekstra dapat dilakukan terus menerus. dan diinokulasi sehingga organisme tumbuh berdasarkan profil yang khas. dimana sel-sel pertama tumbuh melampaui fase pertumbuhan yang cepat sebelum akumulasi metabolit. atau kontinu.

termasuk fakta bahwa sepanjang pengoperasian 20-50 hari atau lebih. kondisi operasi menyebabkan membentuk mutan yang lebih banyak pada hasil dengan kualitas yang lebih rendah daripada hasil asli. Fermentasi kontinu sangat cocok untuk produksi biomassa dan pertumbuhan yang berkaitan dengan metabolit primer. Namun sistem ini membutuhkan modal yang cukup tinggi.biaya yang dibutuhkan lebih besar untuk mempersiapkan dan memelihara stok kultur. Meskipun begitu. sehingga sistem bekerja pada volume yang sama. dan umumnya dibutuhkan lebih banyak personil untuk mengoperasikan sistem batch. Namun. Masalah yang terkait dengan proses fermentasi kontinu selain masalah pengeluaran air buangan. sistem tersebut lebih produktif daripada sistem batch. Akibatnya. (Vogel.1997) 71 . Dalam sistem kontinu. masalah ini dapat diatasi dengan GMP dan praktek mikrobiologi yang benar. Sistem kontinu mengurangi down-time dan mengurangi biaya operasi yang lebih rendah. sel-sel tumbuh secara eksponensial (membelah) untuk waktu lama yang ditentukan dalam laju pertumbuhan spesifik. Selain itu sistem ini memiliki sifat untuk mencapai stady state dimana konsentrasi nutrisi dan jumlah sel sudah tidak bervariasi terhadap waktu. sterilitas harus dipertahankan dan media harus disuplai secara terus menerus dengan komposisi konstan. ( Gary montauge. 1996) Kultur kontinu adalah sistem terbuka dimana medium akan ditambahkan secara kontinu dan kultur secara serempak dipindahkan pada tingkat yang sama.

mereka harus benar-benar disterilkan. 2008).5 – 1.1. lalu kedua medium tersebut dapat di sterilkan bersamaan. Namun. tujuannya adalah untuk memberikan kondisi sterilisasi yang memberikan probabilitas kontaminasi dari 0. jika jumlah sel mikroba diketahui (No). tetapi kontaminasi mikroba tetap terjadi dalam jumlah yang dapat ditoleransi dengan cara pasteurization.III.1% (1 dalam 10000). Penghancuran sel terjadi pada saat pemanasan (T=121 oC) dan pendinginan. fermenter diisi dengan media yang sudah terformulasi. Oleh karena itu. yang disiapkan di dalam pemasak medium batch atau continous yang dapat mengoperasikan beberapa fermentasi. Ini membutuhkan jumlah udara yang sangat besar. media dan seluruh alat yang akan digunakan harus bebas dari kontaminasi. 2001).penyuplaian udara dibutuhkan secara kontinu. Oleh karena itu. Istilah ini banyak digunakan dalam industri fermentasi. Gambar : filter membrane berserat 3. Jjika terdapat mikroorganisme asing pada media atau pada peralatan. semakin besar waktu sterilisasi diperlukan. Wadah atau vessel – nya lalu dimasuki media steril. sebelum proses fermentasi dilakukan. yang melibatkan peningkatan suhu atau waktu sterilisasi . dibutuhkan sterilisasi secara ketat.AIR STERILIZATION Pada fermentasi aerob. Umumnya. dapat melisiskan kultur. dengan kata lain. memproduksi senyawa beracun atau produk sekresi yang dapat memblokir filter dan mengganggu pengolahan hilir atau downstream process. beberapa industry fermentasi tidak aseptis. Sebagai kemungkinan lain. tidak hanya media saja yang harus steril namun udara yang digunakan juga. factor Del (▽=ln No/Nt)dapat dihitung (selengkapnya ligat chapter 2). atau pemanasan untuk membunuh mikroba spesifik tanpa memberikan efek yang berarti. kondisi aseptik harus dipertahankan (Waites. faktor del adalah ukuran pengurangan pecahan dalam jumlah organisme yang layak diproduksi oleh panas tertentu dan rezim waktu. STERILIZATION Kebanyakan industri fermentasi menggunakan kultur murni dimana pertumbuhan terjadi pada strain yang terpilih. Teknik pensterilan udara yang paling efektif adalah dengan menggunakan filter membrane berserat (Dutta. Selain itu. Kontaminan dapat memproduksi produk yang berbahaya bagi organisme. semakin besar faktor del. Untuk skala industry fermentasi. Laju aerasi untuk tipikal fermentasi aerob adalah 0. Oleh karena itu.MEDIA AND VESSEL STERILIZATION Untuk skala industry fermentasi aseptis fermenter dapat di sterilkan pada saat kosong. Konsekuensinya. 3. Maka dari itu factor Del nya dapat dinyatakan sebagai berikut: 72 . seperti yang terjadi pada fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat. Jika kontaminan adalah bakteriofag. Jika tidak.2. kontaminan yang dapat berkembang dengan cepat dapat tumbuh dan dapat menghilangkan nutrisi. Faktor del sendiri adalah jumlah organisme pada awal sterilisasi dan Nt adalah jumlah yang tersisa setelah waktu t.0 vvm (air volume per liquid volume per minute). maka. Kontaminasi mikroorganisme juga dapat memetabolisme produk target. produksi organisme harus bersaing dengan kontaminan untuk nutrisi yang terbatas.

Kelebihan sterilisasi uap adalah proses yang murah dan efektif dibandingkan sterilisasi panas kering. vitamin dan media kultur sel hewan. Dapat beroperasi pada suhu tinggi (T = 140oC). 5. Heating section : Metode pemanasan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu (1) injeksi uap secara langsung. 73 . Uap yang dibutuhkan untuk memulihkan panas dari media steril jauh lebih sedikit.3. suhu dapat diasumsikan konstan. Metode injeksi uap secara langsunglebih efektif daripada pemanasan secara tidak langsung karena tidak ada penghalang antara media dan sumber panas. (Waites. (2) pemanasan secara tidak langsung di heat exchanger. Lebih mudah dalam pengotomatisasi proses.▽total = ▽heating + ▽holding + ▽cooling Pada prakteknya. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. Sterilisasi kontinu memiliki beberapa kelebihan yaitu : Menyederhanakan strategi perencanaan produksi atau production planning. Uap juga dapat diinjeksikan secara langsung ke dalam ruang di atas media fermentasi. holding. sehingga memungkinkan maximum utilisasi pabrik dan meminimalisir penundaan atau keterlambatan produksi. konstituen media tertentu yang bersifat rapuh akan dirusak oleh panas yang berlebihan. sterilisasi uap melibatkan pemberian uap dibawah tekanan kedalam selimut bejan atau kumparan internal. Bahan yang bersifat sensitive terhadap panas tadi sebelumnya disterilisasi dengan cara filter sterilization yang menggunakan filter membrane dimana pori – pori nya berukuran 0. e.g. e. Ini biasanya merupakan operasi continuous di mana waktu holding dikendalikan oleh laju aliran melalui sterilisasi dan material tersebut kemudian dengan cepat didinginkan dalam heat exchanger. Beberapa juga dapat disterilisasi dengan panas namun untuk meminimalisir kerusaka digunakan suhu tinggi untuk waktu yang sangat singkat. 140oC dengan lama waktu pemanasan hanya 50 detik.g. sehingga waktu sterilisasi dapat dipersingkat. 2001) 3. tetapi dapat mengakibatkan perubahan volume media. glukosa. Memberikan kondisi yang mudah dalam menghasilkan produk. 1. 2. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. 3.CONTINUOUS STERILIZATION Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan cara kontinu.dan cooling. Akibatnya. memerlukan sedikit air pendingin. memerlukan sedikit tenaga kerja. Proses sterilisasi kontinu terdiri dari tiga bagian utama: heating.2 m yang akan secara efektif menyaring kontaminan microorganism. Holding section atau ▽holding merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. dengan demikian. 4. Ini dapat membantu sterilisasi. Namun.

yang dikenal sebagai flash cooling. sehingga dapat diabaikan (Dutta. namun metode ini jarang digunakan di Eropa dan Amerika Utara. holding. Teknik lain adalah dengan menyuntikkan media panas melalui katup ekspansi keruang hampa. FERMENTASI SUBSTRAT-PADAT Fermentasi substrat-padat telah digunakan untuk memproduksi berbagai macam makanan fermentasi terutama di Asia selama beribu tahun lamanya. Fermentasi substrat-padat tidak memiliki mekanisme kontrol canggih yang biasanya berhubungan dengan fermentasi submerge. asam organic dan etanol di produksi. Cooling : Untuk bagian pendingin. Pada proses fermentasi substrat-padat biasanya enzim. Adapun kekurangan dan kelebihan fermentasi substrat-padat yang dapat dilihat pada tabel dibahawah ini: 74 . khususnya mempertahankan suhu dan kelembaban optimal. Kedua teknik pendinginan ini membutuhkan waktu yang sangat singkat. dsb. Sirkulasi sterilisasi terdiri dari heating. Substrat yang sering digunakan seperti butiran gandum.Holding section : merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. pengurangan kapasitan panas dengan menggunakan quench cooler secara efektif. kulit padi. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. material dengan kadar air yang sangat kecil atau tampa air sana sekali. 2008) IV. 2008) 3. leguminosa. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. kondisi yang diinginkan sulit dicapai. Penggunaan fermentasi substrat-padat sering terhambat dengan kurangnya control daripada kondisi didalam bioreactor. Fermentasi substrat-padat melibatkan penumbuhan mikroorganisme pada padatan. biasanya organic.4. suhu dapat diasumsikan konstan.BATCH STERILIZATION Media sterilisasi di dalam fermenter dapat dilakukan secara batch dengan penyebaran uap menggunakan pemanas elektrik atau sirkulasi tekanan konstan kondensasi uap melalui koil pemanas. dan cooling. (Dutta.

SUHU Panas yang dihasilkan dapat menjadi masalah serta merupakan pengaruh besar pada kelembaban relatif dalam fermentasi. jika level kelembaban terlalu tinggi akan terjadi penurunan porositas substrat. Penggunaan atau pemanfaatan produk daripada hydrolysis. penurunkan laju difusi oksigen. substrat menjadi sulit untuk diterima sehingga terjadi penurunan pertumbuhan mikroba. dan Pemisahan dan pemurnian produk akhir. protein & polysakarida. serta penurunan pertukaran gas. seperti yang digunakan dalam composting (pembuatan pupuk kompos). adalah jenis yang dapat menoleransi water activity yang rendah. Jika level kelembaban terlalu rendah. 4. Ini biasanya diganti dengan pelembaban atau penambahan air secara berkala. Suhu sebagian besar dikontrol menggunakan aerasi dan/atau agitasi pada substrat. seperti yang dijelaskan sebelumnya. mereka cukup melibatkan penyebaran substrat ke dasar. Akan tetapi. Alhasil. seperti yang ada pada produksi jamur. kebanyakan fermentasi aerob membutuhkan aerasi dan agitasi. e. Kultur campuran.2. (Waites. jika air di dalam ruang kosong berlebih. 2. Aw Air yang hilang pada proses fermentasi pada umumnya melalui evaporasi dan aktivitas metabolisme. Bagaimanapun juga. Proses fermentasi subtrat-padat merupakan multistep process yang melibatkan: Pretreatment substrat.7. 2. Namun.2001) 4. Laju aerasi yang disediakan berhubungan dengan penghilangan panas. Mikroorganisme – mikroorganisme ini dapt berbentuk : 1. straw bioconversion yang menggunakan Chaetomium cellulilytic dan Candida tropicalis. Monokultur. Dual kultur. Aw = 0. Metode ini berhasil digunakan dalam memproduksi spora Coniothyrium minitans untuk bio kontrol terhadap jenis bakteri tanaman jamur. Laju transfer oksigen terpengaruh dengan ukuran partikel substrat yang juga menyatakan ruang kosong.Bioreactor yang digunakan pada fermentasi substrat-padat Kebanyakan fermentasi substrat-padat merupakan proses batch. yang biasanya membutukan proses kimiawi ataupun biologis. CO2 dan senyawa volatile yang dapat mengganggu. ketika oksigen terlarut dalam film air di sekitar partikel substrat.g. Beberapa proses tidak membutuhkan bioreactor. Agaricus bisporus. Beberapa proses anaerob. seperti proses produksi silage. proses ini tidak membutuhkan agitasi dan aerasi. namun adanya kebutuhan oksigen tergantung pada jenis mikroorganisme yang dipakai dan jenis proses. Bioreactor yang dipakai seperti yang terdapat pada gamabr dibawah ini: 75 . dapat mengganggu transfer oksigen. AERASI Kebanyakan fermentasi substrat-padat bersifat aerob. (Waites. Transfer oksigen di dalam ruang kosong ini berhubungan dengan level kelembaban. e. e.1.1. Hidrolysis polimer substrat. 3. Sporulasi biasanya tercapai pada fermentasi substrat-padat.2001) 4. Mikroorganisme yang terdapat pada fermentasi substrat-padat. Sclerotinia sclerotiorum.ENVIRONMENTAL PARAMETERS THAT INFLUENCE SOLID-SUBSTRATE FERMENTATIONS WATER ACTIVITY.g. laju degradasi substrat menurun dan resiko kontaminasi mikroba menaik. 3.g.

b. Prosedur propagasi inokulum yang diadopsi. Substrat di tambahkan dengan ketinggian beberapa cm pada setiap tray.3. a. etc.) suhu optimum oksigen terlarut produksi busa - Penelitian dilakukan menggunakan fermenter skala laboratrium yaitu 1-10L fermenter. Column bioreactor Terdiri dari kolom yang terbuat dari kaca atau plastic. fed-batch. jika tidak pengadukan akan tidak efisien. Fluidized bed reactor Bioreactor jenis ini menyediakan agitasi secara kontinu dengan udara yang dipakasa masuk untuk mencegah adhesi dan agregasi partikel substrat. Jika mikroorganisme dikatakan cocok maka akan dilakukan scale up. airlift. etanol dan biomassa. dimana substrat padat dikemas dengan selimut yang berfungsi sebagai control suhu. Namun dalam scale up terdapat kerugian – kerugian seperti menurunnya hasil produksi. continuous.2001) 4. solid state. hal ini disebabkan oleh kondisi dalam fermenter skala besar tidak identik dengan yang di praktekkan dalam laboraturium. serta kualitas dan kuantitas inokulum yang digunakan untuk memulai fermentasi. System ini membutuhkan sejumlah tray dan runag inkubasi yang luas dengan kapasitas volume mencapai 150 m3 . lalu dimasukkan ke dalam chamber yang di alirkan udara lembab. Kerugian utama dari pada unit ini adalah hanya dapat diisi 30% dari kapasitas total. dimana udara lembab di alirkan secara kontinu.Fermentation process development Setelah mikroorganisme telah dipilih sebagai produser organism untuk proses tertentu . Tray fermenter Bioreactor jenis ini sering digunakan untuk produksi makanan fermentasi dan enzim.Rotating drum fermenter Terdiri dari bejana silinder yang berkapasitas 100 L dan terdapat roller yang berfungsi untuk menegakkan dan memutar bejana. Bioreactor ini digunakan untuk memproduksi asam organic. etc. Fermenter ini digunakan pada produksi enzim dan biomassa mikroba. penelitian terhadap kinerja mikroorganisme dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti: pH optimum strategi pemberian nutrisi ( batch. Bed system Seperti yang digunakan dalam produksi sake. c. Factor utama yang mempengaruhi hasil atau yield pada saat proses scale up : 1. terdiri dari alas substrat yang kedalamannya mencapai 1 m. (Waites.) formulasi media system fermentasi (stirred tank. d. hollow fibre. packed bed. 76 . System ini berguna untuk memproduksi pakan ternak.

Ketika busa ditekan pembentukannya. Batch tidak untuk pembuatan metabolit primer. gaya geser dan laju penghapusan karbon dioksida. (Waites. Konsentrasi asam atau basa ditentukan tergantung pada proses fermentasi 4. sedangkan pada kontinu penghentian akan berdampak kerugian yang besar 8. Control proses dan monitoring pada fermentasi anaerob 5. Substrat yang seperti apa?  Substrat yang dimasukkan dalam fermentor adalah substrat yang dibutuhkan dalam proses fermentasi. Bagaimana cara kerja katup dalam proses fermentasi dalam mengatur tekanan dalam fermentor?  Katup yang dipasang dalam fermentor memiliki sensor yang dapat mendeteksi tekanan dalam fermentor. ph. Protokol sterilisasi skala industri dapat menyebabkan degradasi yang lebih besar dari senyawa yang tidak stabil. Febrika Larasati (115061101111001) a. Pada mode operasi batch. sumber nutrisi yang lebih murah sering digunakan untuk operasi skala besar karena kendala biaya. Keuntungan fermentasi substrat-padat Prtanyaan: 1. Batch akan mudah mencapai fase datar( stasioner) 10. maka laju aliran dalam fermentor akan otomatis menjadi berkurang. Pada proses fermentasi pasti akan menghasilkan limbah. Untuk klasifikasi substrat yang dimasukkan bergantung pada macam fermentasi dan macam produk yang akan dihasilkan b. Apakah limbah tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan? 77 . Saat pH naik atau turun.. yang tidak dilakukan dalam skala kecil. Vivi anita aprilia (115061107111005) a. ketika katup mendeteksi tekanan dalam fermentor mengalami penyimpangan maka katu akan memberikan sinyal kepada controller untuk mengoreksi fermentor 2. maka asam atau basa dimasukkan. Foam terbentuk karena ada gas-gas yang menarik protein keatas 7. Pada keadaan bagaimana uap langsung dipakai 6. Fermentasi harus digunakan pada fermentasi awal 3.2. dan oksigen. mudah dihentikan. gradien suhu. Scale up juga dapat merubah generasi busa. 4. b. Bagaimana anti busa dapat mengurangi laju aliran dalam fermentor? Apa perbedaan antara penambahan antibusa dan tidak adanya penambahan antibusa pada kondisi fisik cairan dalam fermentor?  Fungsi antibusa adalah untuk memecah busa sedangkan busa dihasilkan karena laju aliran yang ada dalam fermentor. 3. Terjemahan 2. Semakin besar laju aliran. Pada fed batch substrat digunakan untuk controller. Fermentor yang besar sering dikenakan perkembangan gizi. yang mempengaruhi kualitas akhir dari medium. metabolit primer bekerja pada fase eksponensial yang membutuhkan penambahan terus 9. Pemilihan media. 5.2001) Komentar: 1. maka akan semakin banyak protein yang dihasilkan dan busa yang terbentuk juga semakin banyak.

Sebagai contoh. Untuk limbah-limbah ini biasanya digunakan untuk bahan baku proses lainnya. Ketiganya penting untuk proses hidup. Model ini biasanya digunakan pada reaksi homogen di mana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair. Asumsi yang digunakan adalah tidak ada perbedaan konsentrasi tiap komponen yang terlibat di sepanjang arah jari-jari pipa.  Pada proses fermentasi. Sitanggang (1150611001110015) Apa perbedaan CSTR & PFR? CSTR adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tanki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Sedangkan pada metode Polarografi menggunakan anoda perak dengan polarisasi negative terhadap katoda platinum/emas dengan menggunakan kalium klorida sebagai elektrolit. yaitu kerja kimia. Dobita Amanda Feliciana (1150611001110021) Apa yang membedakan metode Galvani dan Polarografi pada kontrol proses? Pada proses Galvanisasi elektroda yang digunakan adalah anoda timbal atau seng dan katoda perak. Afida khofsoh (1150611011110031) Kapan metode fermentasi tertentu dapat digunakan? Tergantung hasil produk apa yang diinginkan. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. Misalkan metode fermentasi kontinu digunakan untuk memproduksi vinegar atau cuka. G. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. (1150611005111003) Professor Chandra pernah menyebutka tentang Reaktor Plug Flow? Adalah suatu alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi produk dengan cara mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara berkelanjutan (continuous). 3.  7. limbah lainnya yaitu zat-zat yang merupakan hasil samping dalam fermentasi. atau reaksi antara cair dan gas dengan katalis cair. dan lain-lain. Sharfina W. reaksi termal. biasanya limbah yang dihasilkan yaitu gas keluaran mikroorganisme yaitu gas CO2. energi dibutuhkan untuk menambah kompleksitas molekular dari sel. Semua proses fisika dan kimia merupakan hasil aplikasi atau perpindahan dari energi. Katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari sela-sela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada saringan. Molekul dan ion ditransportasi melewati sel membran melawan gradien elektro-kimia. PFR Untuk reaksi heterogen. Queen G. • 8. sebuah molekul bisa bergerak ke 78 . Intan Nuroniyah (115061101111001) Bagaimana cara menganalisa karbon dioksida terlarut? Diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. misalnya antara bahan baku gas dengan katalis padat menggunakan model PFR. ENERGI DAN ENZIM Energi dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja atau untuk melakukan suatu pergerakan. PFR mirip saringan air dari pasir. kerja transport. Biasanya reaktor ini dipakai untuk mempelajari berbagai proses kimia yang penting seperti perubahan kimia senyawa. Kerja kimia termasuk sintesis molekul biologi kompleks yang diperlukan oleh sel.  6. Sel hidup memiliki tiga tipe kerja utama.  5. dan kerja mekanik.  4. Limbah fermentasi biasanya tidak mencemari lingkungan Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Apa yang mendasari kondisi aliran pada proses? Jenis mikroorganisme yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan dari proses fermentasi itu sendiri. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi.

dalam sel meskipun konsentrasi di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi di luar sel. Sama dengan larutan yang dapat keluar dari sel dengan melawan gradien konsentrasi. Proses ini disebut kerja transport dan membutuhkan energi agar dapat mengambil nutrisi, membuang kotoran, dan menjaga keseimbangan ion. Tipe ketiga adalah kerja mekanik. Energi dibutuhkan untuk mengubah lokasi fisik dari organisme, sel, dan struktur di dalam sel. Sumber energi pokok dari semua energi biologi adalah sinar matahari. Energi tersebut ditangkap oleh phototrops (organisme) selama fotosintesis, dimana ia diserap oleh klorofil dan pigmen lainnya, dan dikonversi menjadi energi kimia. Kemolithoautotrophs memeperoleh energi melalaui oksidasi komponen inorganik daripada melalui sinar matahari. Energi kimia dari fotosintesis dan kemolithotrofi dapat digunakan oleh fotolithoautotrophs dan chemolithoautotrophs untuk mengubah CO2 menjadi molekul biologi seperti glukosa. Molekul kompleks yang dihasilkan oleh organisme autotrophic (tanaman maupun produsen mikroba) bertindak sebagai sumber karbon untuk kemoheterotrophs dan konsumen lain yang menggunakan molekul organik kompleks sebagai sumber material dan energi untuk membangun struktur selulernya (autotrophs menggunakan molekul organik kompleks). Kemoheterotrophs selalu menggunakan O2 sebagai akseptor elektron ketika oksidasi glukosa dan molekul organik lain menjadi CO2. Proses ini, ketika O2 berperan sebagai akseptor elektron final dan O2 direduksi menjadi H2O, disebut respirasi aerobik. Banyak energi yang dihasilkan dalam proses ini. Jadi pada ekosistem, energi ditangkap oleh photoautotrophs dan kemolithoautotrophs; beberapa energi ini kemudian mengalir ke kemoheterotrophs ketika mereka memakai nutrisi yang didapat dari autotrophs. Produksi CO2 selama respirasi aerobik dapat digabungkan kembali ke dalam molekul organik kompleks selama fotosintesis dankemolithoautotrophy. Pada ekosistem, aliran karbon dan energi sangat berhubungan. Tabel mikroorganisme dan sumber energinya:

Sel-sel harus dengan efisien mentransfer energy dari produksi energy. Sel-sel harus memiliki bentuk yang sederhana dari energy, agar. Dalam kehidupan, kebanyakan organisme memiliki energi yang berupa adenosine 5‟ tripospat (ATP). Ketika ATP memecah diri menjadi adenosin dipospat (ADP)dan orthopospat (Pi), energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk melakukan kerja. Kemudian, energi dari fotositesis,
79

respirasi aerobik, respirasi anaerobik, dan fermentasi digunakan untuk menyintesis ulang ATP dari ADP dan Pi. Siklus energi ini terjadi di dalam sel. Siklus energy dibuat dalam sel. Enzim adalah protein katalis yang memiliki spesivitas untuk reaksi. Katalis adalah substan yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut dalam proses reaksi tersebut. Enzim mempercepat reaksi seluler. Molekul yang bereaksi disebut substrat, substan yang terbentuk disebut produk. Banyak enzim yang merupakan protein murni, contohnya apoenzim, dan juga komponen nonprotein, yaitu kofaktor, yang dibutuhkan untuk aktivitas katalitik. Enzim lengkap terdiri dari apoenzim dan kofaktornya, yang disebut holoenzim. Jika kofaktor melekat pada apoenzim, ini disebut prosthetic group. Meskipun enzim berjumlah banyak dan jenisnya bermacam-macam, namun enzim dikelompokkan menjadi tujuh kelas umum. Pengelompokkan ini berdasarkan reaksi katalis yang dihasilkan oleh enzim. Enzim biasanya memiliki nama yang mirip dengan substrat yang akan direaksikan dan tipe reaksi katalis. Sebagai contoh, laktat dehidrogenase fungsinya adalah menghilangkan hidrogen dari laktat. Biasanya ditambah akhiran –ase. Klasifikasi enzim: Mekanisme reaksi enzim Enzim menambah kecepatan reaksi, tetapi tidak menjaga kesetimbangan secara konstan. Pada reaksi endergonik, enzim tidak melakukan kesetimbangan agar banyak produk terbentuk. Enzim mempercepat laju reaksi, agar laju reaksi melanjutkan kesetimbangan finalnya. Pada reaksi eksergonik, enzim akan menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan agar molekul reaktan dapat bereaksi bersama dan membentuk produk.

A B A tidak akan dikonversi menjadi B jika tidak disuplai oleh energi aktivasi. Enzim mengakselerasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga banyak molekul yang memiliki cukup energi untuk membentuk produk. Enzim membawa substrat dengan bagian tertentu yang disebut sisi aktif atau katabolis aktif. Enzim dapat berinteraksi dengan substrat melalui dua cara, yaitu lock and key dan induced fit model. Pada lock and key, enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Ukuran molekul enzim > ukuran molekul substrat. Sementara itu pada induced fit model, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat
80

memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. Contohnya adalah enzim heksokinase. Perubahan pH dan suhu mempengaruhi kerja enzim. Setiap enzim memiliki pH dan suhu optimum yang berbeda antara satu dengan yang lain. METABOLISME Metabolisme mencakup semua reaksi enzim-katalis dari sel, dan dapat dibagi menjadi proses primer dan sekunder. Jalur metabolisme primer umumnya digunakan oleh sebagian besar organisme. Terdapat dua jenismetabolisme, disebut sebagai katabolisme dan anabolisme, yang memanfaatkan energi dalam biosintesis komponen seluler untuk pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mempermudah pemahaman, katabolisme dan anabolisme dianggap sebagai proses yang berbeda, tetapipada faktanya kedua jenis metabolisme tersebut sangat terintegrasi. Produk dari metabolisme primer yang penting untuk industri tertentu adalah alkohol, asam amino, asam organik, nukleotida, enzim dan mikroba sel (biomassa). Beberapa mikroorganisme juga melakukan metabolisme sekunder, yang melibatkan jalur yang tidak digunakan selama pertumbuhan yang cepat. Metabolisme, seringkali menghasilkan produk akhir yang spesifi. Metabolit sekunder yang penting untuk industri adalah alkaloid, antibiotik, racun dan beberapa pigmen. Metabolit sekunder tertentu dapat memberikan suatu keuntungan ekologi, sedangkan yang lain tidak memiliki nilai nyata untuk organisme produser. KATABOLISME Semua sel mikroba vegetatif memerlukan pasokan energi kontinyu untuk proses yang terkait dengan pertumbuhan,transportasi, gerakan, dan perkembangan. Dalam mikroorganismekemoheterotrophic, sumber energi organikdiperoleh dari lingkungan dan kemudianditransformasikan oleh serangkaian reaksi enzim yang dikendalikandalam jalur metabolik tertentu. Metabolisme ini (katabolisme) mengarah ke pembentukanenergi potensial dalam bentuk adenosine 5 ¢-trifosfat (ATP) dan koenzim tereduksi, sepertisebagai nikotinamida adenin dinukleotida (NADH), nicotinamideadenin dinukleotida fosfat (NADPH)dan flavin adenin dinukleotida (FADH2), dan panas. Sebagian besar mikroorganisme dapat memanfaatkan karbohidrat,yang dapat bertindak sebagai sumber karbon dan energy yang baik.Glukosa adalah substrat yang disukai banyak mikroorganisme danada sangat sedikit organisme yang tidak bisa menggunakannya. Di alam, glukosa bebas biasanya tidak tersedia, tetapi dapat diperoleh melalui berbagai bentuk. Ini mungkin berasal dari interkonversi heksosa lainnya, hidrolisis disakarida, oligosakarida dan polisakarida dari lingkungan, atau dari bahan sel penyimpanan, seperti pati, glikogen dan trehalosa. Pembentukan energi dari glukosa didahului oleh fosforilasi, awalnya diikuti oleh oksidasi melalui sebagian besar piruvat (C3). Metabolisme glukosa untuk piruvat disebut glikolisis yang menyediakan ATP, prekursor dan mengurangi daya (terutama NADH). Namun, hanya ATP dalam jumlah terbatas yang diproduksi, yang dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Maksimal dua molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap unit glukosa teroksidasi ke titik ini. Proses ini menghasilkan piruvat yang menempati posisi penting dalam metabolisme perantara dan merupakan titik awal untuk katabolisme lanjut. JALUR GLIKOLISIS 1. Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)Pathway EMP merupakan rute yang paling umum dan ditemukan di semua kelompok utama organisme, termasuk flagelata, jamur, ragi dan bakteri. Jalur ini dapat beroperasi di bawah kondisi anaerobik atau aerobik dan terdiri dari reaksi 10 enzim-katalis yang terletak di dalam matriks sitoplasma. Kunci ketiga regulasi enzim dari jalur (heksokinase, fosfofruktokinase dan kinase piruvat) bertindak irreversibel. Semua langkah lainnya terjadi secara reversibel, yang penting untuk peran biosintesis dari jalur selama sintesis glukosa.

81

RuMP yang diisomerisasi untuk xylulose fosfat 5-(C5) dan kemudian dibelah oleh phosphoketolase untuk GAP (C3) dan asetil fosfat (C2). Phosphoketolase (PK) Pathway Jalur ini juga sering disebut sebagai jalur Warburg-Dickens yang dioperasikan oleh beberapa asam laktat bakteri.GAP secara langsung diproses di jalur ini dan DAP akan diisomer untuk GAP sebelum dapat digunakan. Namun.Tahap awal dari pemecahan glukosa membutuhkandua molekul ATP dalam pembentukan tiga-tahap fruktosa1. dan memiliki peran katabolik dan anabolik yang baik. Dalam ragi. ribulosa5-fosfat (Rump). Jalur ini dimulai dengan oksidasi dua langkah oksidasi glukosa6-fosfat (G6P) ke fosfat pentosa(C5). 3. Xanthomonas dan Zymomonas. dan fosfat dihidroksiaseton (DAP). jamur berfilamen. yang merupakan hasil energi yang lebih rendah daripada jalur EMP. Molekul ini kemudian dipecahmelalui aldolase untuk membentuk triose fosfat(C3).Ini melibatkan hilangnya satu karbon sebagai CO2 danpembentukan dua NADPH. Setelah fase oksidatif ini. Jalur PP adalah siklik dan seperti semua jalur glikolitik. 82 . Ini melibatkan oksidasi dan dekarboksilasi glukosa 6-fosfat ke RuMP. Yang pertama pada akhirnya dikonversi ke laktat dan yang kedua ke etanol. terutama ribosa untuk biosintesis asam nukleat. dari setiap molekul glukosa dimetabolisasi. Jalur ini menghasilkan hanya setengah hasil ATP dibandingkan dengan jalur EMP. satu ATP. seperti di jalur PP. misalnya. intermediet untuk sintesis asam amino aromatik. Fosfat pentosa (PP) Pathway Jalur monofosfat ditemukan di banyak bakteri dan sebagian besar organisme eukariotik. Jalur dimulai dengan pembentukan 6-phosphogluconate. Jalur PP di bawah kondisi aerobik atau anaerobik. dihasilkan satuGAP. dan sisanya dikatabolisasi melalui jalur EMP. tapi jarang dalam jamur. Molekul enam-karbon dibelah oleh aldolase untuk membentuk dua senyawa C3. GAP dapat dioksidasi menjadi piruvat dengan enzim pada jalur EMPatau juga dapat dikembalikan ke jalur awal melalui konversi dari dua GAP satu G6P. 4. melalui 6-phosphoglukonat. Jalur ini seringkali beroperasi pada waktu yang sama dengan jalur EMP. gliseraldehida 3-fosfat(GAP). 10-20% glukosa (lebih selama pertumbuhan pesat) terdegradasi melalui jalur PP. pentosa. dan GAP. Gula pentosa seperti xylose juga dapat dikatabolisasi melalui rute ini. The Entner-Doudoroff (ED) Pathway Relatif digunakan oleh sedikit mikroorganisme yang tidak memiliki jalur EMP. bukan teroksidasi. Secara keseluruhan.dikatalisis oleh enzimtransketolase dan transaldolase. Untuk setiap molekul glukosa dioksidasi menjadi dua molekul piruvat. sedangkan pada prokariota mereka berada di sitoplasma. Mayoritas katabolisme bakteri.6-bifosfat. Dekarboksilasi oksidatif piruvat dilibatkan untuk membentuk unit C2 asetil koenzim A (asetil KoA). dari piruvat dibawah kondisi aerobic dengan menggunakan siklus Asam Trikarboksilat (TCA). satu NADH dan satu NADPH. termasuk spesies Azotobacter.dapat menghasilkan dua molekul piruvat. enzimnya terletakdi matriks sitoplasma. ribulosa 5-fosfat mengalami penataan ulang dalam serangkaianduakarbon dan tiga-karbon pertukaran fragmen. untuk membentuk 2-okso-3-deoksi-6-phosphogluconate. Rhizobium. seperti di jalur PP. Jalur ini sangat penting dalam penyediaan NADPH. Kebanyakan bakteri gram-negatif. dan lainnya biosintesis intermediet. piruvat. terutama erythrose-4-fosfat. 2. enam NADPH dan dua fruktosa 6-fosfat (F6P). terutama spesies Lactobacillus dan Leuconostoc.Untuk proses setiap tiga unit glukosa. terutama untuk digunakan dalam langkah reduktif dalam proses anabolik. kemudian mengalami dehidrasi. dan yang terakhir juga dapat dikonversi menjadi piruvat. Siklus enzim TCA terletak dalam matriks mitokondria pada bakteri eukariotik. ganggang dan protozoa. ragi. Molekul F6P dikonversikembali ke G6P untuk mempertahankan operasi dari siklus. Pseudomonas. Oksidasimolekul resultan GAP dua piruvat menghasilkanenergi dalam bentuk empat molekul ATP melalui reaksi fosforilasi duasubstrat.

Namun.dikatalisis oleh multienzim yang kompleks. seperti dalam beberapa prokariota anaerob fakultatif dan obligate. untuk bertindak sebagai akseptor elektron terminal. asam purin dan pirimidin. misalnya nitrat direduksi menjadi nitrit. Siklus TCA tidak hanya sebuah jalur katabolik. beroperasi sebagai bercabang biosintesis jalur. Tiga reaksi dalam hasil siklus dalam pembentukan NADH dan satu menghasilkan FADH2. Selama delapan langkah berikut dari sikluslengkap TCA. untuk biosintesis amino. Fasilitas ini untuk menghasilkan biosintetik intermediet juga hadir dalam mikroorganisme lainnya yang tidak memiliki siklus TCA lengkap. Respirasi mengarah ke pembentukanlebih banyak ATP dari oksidasi NADH dan FADH2. 2001) RESPIRASI Semua formasi ATP dari oksidasi glukosa memilikitelah dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Hasilnya adalah sebagai berikut: Asetil KoA (C2) + 3NAD+ + FAD + ADP  2 CO2 + 3NADH + 3H+ + FADH2 + ATP Dalam hal katabolisme. Asetil KoA juga dapat dibentuk melalui pemecahan lipid dan beberapa asam amino. dua fragmen karbon teroksidasi menjadi dua molekul CO2 dan oksaloasetat adalah diregenerasi untuk menerima unit dua-karbon lebih lanjut. koenzim ini tereduksi kemudian dapat digunakan untuk sintesis ATP dalam respirasi dan yang lebih penting. senyawa C4 dan C5. Hal ini membutuhkan oksigen . ( Waites at all. Dalam kondisi anaerobik tidak berfungsi sebagai siklus. Oksigen sangat ideal untuk ini. Siklus yang tepat dimulai dengan kondensasi senyawa dua-karbon dengan oksaloasetat (C4) untuk membentuk sitrat (C6). sedangkan beberapa dari produk akhir respirasi anaerob yang beracun. yang mana mikroorganisme dapat memanfaatkan. namun juga menyediakan intermediet. karena memiliki potensi redoks rendah dan direduksi menjadi air. senyawa lain atau ion yang memiliki potensial redoks rendah. dan molekul ATP tunggal dibentuk langsung oleh fosforilasi tingkat-substrat. dan mereduksi elektron pembawa untuk menghasilkan NADH dan FADH2. siklus TCA melengkapi oksidasi piruvat menjadi CO2. 83 . sebagai perantara beberapa masih diperlukan untuk biosintesis. dan dai oksidasi alkana. piruvatdehidrogenase.

Dalam proses ini. Cythochromic yang terlibat meliputi : b558. dengan rantai pemendek yang tidak lengkap pembentukannya sehingga hanya satu atau dua molekul ATP setiap NADH yang terbentuk. dalam teori. dimediasi oleh sintase ATP (ADP + Pi ÆATP). Gradien proton Ini digunakan untuk mengankut pembentukan ATP oleh oksidatif kemiosmotik fosforilasi mekanisme. sebagian besar dalam bentuk hidroksil (OH-) ion. atau untuk produksi ATP melalui oksidatif fosforilasi. Rangkaian reaksi yang terlibat dapat digabungkan ke kebutuhan energi proses. melalui serangkaian redoks atau reduksi-oksidasi reaksi. sedangkan proton pindah dari dalam ke luar membran. Respirasi aerobik dilakukan oleh bakteri aerob dan fakultatif anaerob dengan bantuan oksigen. terutama NADH atau FADH2.5. ETS dalam membran sitoplasmik memiliki pembawa yang agak berbeda. Pasti anaerobic 84 . Akibatnya. Oleh karena itu. yang mendorong sintesis ATP melalui kemiosmotik fosforilasi. Hipotesis kemiosmotik diusulkan oleh Mitchell (1961) menjelaskan proses sebagai berikut: sebagai aliran elektron melalui sistem transportasi. energi dilepaskan selama aliran elektron digunakan untuk membuat gradien proton untuk melintasi membran. ke terminal akseptor. mereka yang direoksidasi untuk digunakan lebih lanjut dalam metabolisme. membentuk air. sebagai positif biaya yang dikeluarkan dari dalam membran. mereka tidak bisa lewat kembali dan gradien proton didirikan. ( Waites at all. b562. dan o. Pada eukariota. sedangkan di bagian dalam membrann mendekati 8. Meskipun system ini hanya sampai 40% dan oleh karena itu produk maksimum hanya 3 molekul ATP per NADH. Karena membran pada dasarnya kedap proton. dan terdiri dari berikut rantai pembawa elektron: NADH  flavoprotein  iron shulphur protein  quinone  cytochrome b  cytochrome c  cytochrome a  cytochrome a3 oxygen Dalam bakteri prokariotik. ETS dalam membran mitokondria menghasilkan tiga ATP molekul per NADH. tujuh ATP maksimum didapat.5.ETS Eukariota terletak di membran mitokondria. muatan negatif tetap berada di dalam. Ini merupakan energi potensial disimpan sebagai gradien proton atau proton-kekuatan pendorong. Electron memasuki ETS dari pembawa. proton (H+) yang dipindahkan dari dalam ke luar membran (ekskresi). elektron tersebut kemudian melewati serangkaian dari pembawa dalam membran. 2001) Sebuah molekul NADH teridiri atas sekitar 218 kJ dari energy potensial dan itu diambil sekitar 30kJ untuk membentuk satu molekul ATP. pH luar membran bisa mencapai 5. Proton akhirnya melekat menjadi oksigen. sedangkan pada prokariota itu terikat dalam membran sitoplasma. d. seperti yang dijelaskan di atas. Ketika operator menyumbangkan elektron. seperti transportasi terlarut. Elektron yang berasal dari oksidasi substrat yang berasal dari NADH atau FADH2. akan dibentuh per NADH jika eneginya dikonversi 100% secara efisien.

fakultatif seperti Eshcerichia coli, setidaknya memiliki dua system respirasi, masing-masing berbeda afinitas oksigennya. Oleh karena itu, mereka dapat beradaptasi dengan konsentrasi oksigen yang bervariasi, dilanjutkan untuk menggunakan oksigen sebagai aseptor electron meskipun pada tingkat oksigen yang rendah. Beberapa bakteri anaerobic fakultatif atau anaerobic obligat melakukan respirasi anaerob. Keterlibatan ini serupa ETS, tetapi memiliki aseptor electron selain oksigen. Contoh dari respirasi anaerobic mencakup : 1. Respirasi Nitrogen, dilakukan oleh bakteri anaerobic fakultatif. Potensial redok dari nitrat adalah +0,42 volt, dibandingkan dengan +0,82 volt untuk oksigen. Oleh karena itu, lebih sedikit energy didapatkan kemudian oksigen sebagai electron aseptor dan molekul ATP dapat terbentuk. Prosesnya memiliki beberapa langkah, dimana nitrat direduksi melalui nitrat dan nitous oksida akhirnya menjadi dinitrogen, yangmana merujuk sebagai disimilator reduksi nitrat atau denitifikasi. Denitrifikasi meliputi spesies dari Pseudomonas, Paracoccus denitrificans, and Thiobacillius denitrificans.Bakterianaerob fakultativ yang lain meliputi E. coli dan relative, hanya mengurangi nitrat atau nitrit, dan tanggungjawab enzim, reduktase nitrat , dengan tingakt keberadaan oksigen yang terbatas. 2. Respirasi Sulfat, dipraktekan oleh kelompok kecil dari bakteri heterotrof, yang mana semuanya anaerobic obligat, misalnya spesies Desulfovibro. Mereka memproduksi hydrogen sulfide, yang berasal melalui beberapa kali intermediet. 3. Respirasi Karbon, dilakukan oleh archaeans seperti Methanococcus and Methanobacterium. Keduanya anaerob obligat yang mereduksi CO2 dan beberapa karbon monoksida menjadi metana. Bakteri metanogen ini biasanya menggunakan hydrogen sebagai sumber energy merekadan untuk mendapatkan anoksik lingkungan yang rendah nitrat dan sulfat. CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O Dalam penambahan nitrat, sulfat, dan karbondioksida, Besi (Fe3+), magnesium (Mn4+) dan beberapa komponen organic (dimetil sulfoksida, fumarat,glisin, dan trimetilamin oksida )dapat digunakan sebagai aseptor pada respirasi anaerobic pada bakteri. FERMENTASI Ketika respirasi bukan sebuah pilihan, organisme harus menggunakan mekanisme alternative untuk regenerasi suplai coenzim yang terbatas, direduksi selama oksidasi glukosa menjadi piruvat. Jika NAD(P)H tidak dioksidasi kembali menjadi NAD(P)+, selanjutnya metabolisme akan berhenti. Oleh karena itu, sebuah aseptor electron yang cocok harus di dapatkan untuk membawa electron. Fermentasi digunakan oleh molekul organik, piruvat atau derivative, sebagai aseptor elektron akhir, dengan cara demikian pembentukan NAD(P)+ dan katabolisme akan berlanjut. Ini adalah hasil dari pembentukan reduksi produk limbah , seperti alkohol dan asam, yang kemudian dikeluarkan dari sel. Meskipun, ini sangat boros dalam ketentuan dari pemulihan energy potensial dari glukosa, sebagai sedikit atau tidak ada ATP lebih lanjut dibentuk. Sebaliknya, oksidasi yang lengkap menghasilkan CO2, dalam hubungan dengan oksidasi posporilasi selama respirasi akan dapat membentuk 36 molekul ATP bahkan lebih per molekul glukosa. Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi, filamen jamur tertentu dan bakteri. Ini adalah suatu penerusan proses, di mana piruvat dari jalur EMP, atau melalui jalur ED dalam kasus Zymomonas, adalah dekarboksilasipertama menjadi asetaldehida, NAD+ kemudian dibentuk kembali selama reduksi asetaldehida menjadi etanol. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sejumlah bakteri, termasuk Streptococcus, Lactobacillus, Lactococcus dan Leuconostoc, bersama dengan beberapa jamur, alga dan protozoa. Berikut piruvat, bukan turunan piruvat, adalah akseptor elektron dan bentuk laktat. Ada dua bentuk fermentasi ini: 1. Fermentasi Homolaktik yang dioperasikan oleh bakteri seperti Lactobacillus acidiophilus and Lactobacillus casei, yang mana mengurangi hampir semua piruvat yang dibentuk oleh glikolisis asam laktik.
85

2. Fermentasi heterofermentatif menghasilkan produk lainnya bersama dengan asam laktat. Organisme yang melakukan itu termasuk Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus brevis, yang mengoperasikan jalur PK. Mereka membentuk laktat dari piruvat dan etanol dari fosfat asetil, dan dalam kasus tertentu asetat beberapa mungkin diproduksi. Fermentasi asam campuran yang dilakukan oleh E. coli dan terkait fakultatif anaerob. Produk meliputi laktat, asetat, jumlah kecil dari etanol dan format. Beberapa organisme memiliki kemampuan untuk mengurangi formate menjadi hidrogen dan CO2. Fermentasi 2,3-Butanediol dilakukan oleh Enterobacter, Erwinia, Klebsiella dan Serratia. Hal ini mirip dengan fermentasi campuran asam, namun menghasilkan butanadiol, bersama dengan etanol dan asam. Fermentasi asam propionat dilakukan oleh beberapa usus bakteri, seperti Propionibacterium spesies, beberapa yang terlibat dalam produksi komersial tertentu jenis kejuSwiss dan vitamin B12 (cobalamin). Propionat yang terbentuk dari piruvat melaluiCoA, di mana piruvat adalah terkarboksilasi oleh oksaloasetat, dan kemudian dikurangi menjadi propionat melalui malat, fumarat dan suksinat.Proses ini membutuhkan kofaktor, biotin, CoA dan CoB12. Fermentasi asam butirat dilakukan oleh spesies Clostridium. Spesies ini adalah pembentuk spora anaerobik yang juga memproduksi aseton, butanol, propanol, alkohol danasam lainnya. Mereka juga fermentasi asam amino, nitrogen dan senyawa lainnya, serta karbohidrat. KATABOLISME LIPID DAN PROTEIN Karbon merupakan sumber karbohidrat,sebelum karbon digunakan dalam katabolisme, seperti lipid sebagai digliserida dan trigliserida dihidrolisis oleh lipase untuk menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak kemudian dapat dipecah oleh jalur b-oksidasi. Berikut FAD dan NAD+ yang digunakan untuk menerima elektron, dan duaunitkarbon berhasil dihapus, dalam bentuk asetil CoA, yang kemudian dapat memberi makan langsung ke siklus TCA. Gliserol dapat terfosforilasi untuk fosfat gliserol, diikuti oleh oksidasi terhadap DAP dan isomerisasi untuk GAP. Unit C3 kemudian bisa masuk jalur EMP. Protein ekstraseluler yang dihidrolisis oleh protease untuk menghasilkan asam amino bebas, yang dapat diangkut ke sel. Katabolisme asam amino awalnya melibatkan penghapusan kelompok amino mereka. Hal ini biasanya dicapai melalui transaminasi, di mana kelompok amino yang disumbangkan ke host keto, misalnya aminasi piruvat untuk membentuk alanin. Asam keto yang dihasilkan dari transaminasi kemudian dapat dioksidasi dalam siklus TCA. Kelebihan gugus amino dapat terakumulasi dan sering diekskresikan sebagai ion amonium, yang menyumbang untuk meningkatkan pH media selama pertumbuhan beberapa bakteri. PENYIMPANAN ENERGI Ketika kelebihan gizi yang tersedia, mikroorganisme biasanya mensintesis senyawa yang dapat disimpan untuk kemudian gunakan selama periode kekurangan nutrisi. Penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. Bila diperlukan, cadangan polimer yang dihidrolisis oleh phosphorylases, membentuk glukosa 1-fosfat, yang secara langsung dapat masuk katabolisme. Banyak mikroorganisme menyimpan energi yang kaya lipid. Poli b-hidroksibutirat umumnya ditemukan pada bakteri, namun tidak diproduksi oleh eukariota. Jamur berfilamen dan ragi sering menyimpan lipid netral (trigliserida) dalam vakuola. Volutin butiran, terdiri dari polymetaphosphates, juga disimpan oleh beberapa prokariota dan eukariota, yang bertindak baik sebagai fosfat dan cadangan energi. Bakteri Sulphur dapat mengakumulasi butiran belerang oleh oksidasi H2S. Ketika tidak ada media lanjut pasokan sulfida yang tersedia, ini toko belerang teroksidasi untuk sulfat, menyediakan setara mengurangi CO2 untuk fiksasi atau fosforilasi oksidatif.
86

Pertanyaan: 1. Bagaimana proses pembentukan enzim? (Pandu Rahmat Pinasthiko/115061107111001). Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino, sehingga pembentukannya identik dengan sintesis protein. Sintesis protein dilakukan oleh RNA berdasarkan transkip kode dari DNA. Sintesis ini dilakukan di dalam ribosom (Sumardjo, 2006). 2. Mengapa pada siklus asam trikarboksilik, terdapat materi yang berubah-ubah? (Lilis Triyowati A./115061101111009) Pada siklus trikarboksilik, diperlukan enzim yang membantu untuk mengkatalis reaksi, enzim yang dibutuhkan tersebut berbeda-beda jenisnya dan nantinya akan keluar dari siklus membentuk enzim yang sama. 3. Pada proses respirasi sulfur anaerob, apa maksud intermediet yang menghasilkan hidrogen sulfida? (Ayu Indah W./115061101111011) Intermediet adalah molekul-molekul yang terbentuk dari reaksi sebelumnya. 4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi siklus krebs? (Dian Nita Citra D./115061101) Faktor yang mempengaruhi silus kreb adalah ketersediaannya glukosa sebagai material utama yang dipecah. 5. Dimana energi disimpan pada mikroorganisme? (Dwi Chandra P./115061107111003) Energi disimpan dengan berbagai macam cara, setiap mikroorganisme memiliki cara yang berbeda, salah satunya adalah di dalam vakuola. 6. Dimana siklus trikarboksilik terjadi? (Dhanang Edy P./115061101111). Siklus trikarboksilik terjadi di matriks mitokondria (Campbell, dkk., 2002). 7. Perubahan NAD+ menjadi NADH, FADH menjadi FADH2 atau sebaliknya dibantu dengan apa ? Lalu saat kapan dan dimana proses tersebut terjadi ? Jelaskan ! (Sharfina Widyaningrum/1150611051110) Penjelasan : NAD+ adalah hasil reduksi dari NADH. NADH bersama piruvat dan H+bereaksi dan membentuk NAD+ dan laktat, seperti reaksi berikut :

Piruvat tersebut berasal dari proses glikolisis yang terjadi pada mikroba. (John F, 1986). Sedangkan pembentukan FADH2 terjadi seperti digambarkan pada reaksi berikut :

(Kenneth B,2004) 8. Mikroorganisme terdiri dari berbagai macam jenis. Apakah energy yang disimpan oleh tiap-tiap mikroorganisme sama? (Febrika Larasati/115061101111001) Energi yang disimpan oleh tiap-tiap organisme berbeda, sebagai contoh, penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon
87

dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. 9. Hasil dari respirasi nitrat, sulfat, dan karbohidrat tersebut digunakan untuk apa? (Mutia Dhana F./11506110011100) Hasil dari reaksi anaerob menyebabkan lingkungan tercemar, jadi adanya hasil respirasi anaerob dapat dijadikan indikator kesehatan lingkungan. 10. Pada siklus asam trikarboksilik, mengapa CoASH harus masuk dan keluar lagi dalam siklus ? fungsi dari CoASH itu apa ? Dan apakah ada bedanya CoASH yang masuk dan keluar (komposisi) ?(Freshsya Zatalini/115061100111003) CoASH adalah koenzim A yang fungsinya adalah sebagai enzim yang mengkatalis reaksi, sehingga CoASH yang masuk ke dalam siklus sama dengan yang keluar, tidak ada perbedaan dari segi komposisi karena sifat enzim tidak ikut bereaksi. 11. Pada respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen, apakah itu benar? Padahal semua organisme itu selalu membutuhkan oksigen. (Mar‟atus Sholihah/11506110011100) Respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen karena respirasi sulfat membutuhkan sufat yang direduksi, dalam peristiwa, oksigen tidak dibutuhkan

88

5. Beberapa bakteri autotropik dapat mengoksidasinya menjadi sulfat (SO42-). Ca2+.Beberapa bentuk kehidupanseperti tumbuhan hijau dapat menggunakan energi pancaran atau cahaya dan dinamakan fotoautotrof. besi. natrium. Mo2+. Mikroorganisme yang lain tidak dapat menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbon dan hidupnya bergantung pada organisme ototrof untuk memproduksi karbohidrat dan senyawa-senyawa organik lain yang digunakan sebagai makanan. Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan sebagian besar mikroorganisme. Belerang membentuk bagian struktur beberapa koenzim dan ditemukan dalam rantai samping cisteinil dan merionil protein. Seluruh organisme hidup memerlukan oksigen 89 3.(Berman dkk. mereduksi sulfat menjadi hidrogen sulfida (H2S). magnesium. Semua organisme hidup membutuhkan sumber energi. biasanya dalam bentuk ionion (K+. .Belerang adalah komponen dari banyak substansi organik sel. dan bila memperoleh energinya dengan cara mengoksidasi senyawa kimia. maka disebut organisme kemoautotrof. kalium. seperti gula dan karbohidrat lain. 7. semua organisme yang disebutkan diatas adalah organism autotrof.2006) Nutrisi sebagai sumber energi NUTRISI 1. 2. Bila mereka memperoleh energinya dari cahaya maka disebut organisme fotoautotrof. 6. Semua organisme yang hidup memerlukan nitrogen Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik seperti kalium nitrat (KNO3)sedangkan hewan membutuhkan senyawa nitrogen organik seperti protein dan produk-produk hasil peruraiannya yaitu peptida dan asam-asam amino tertentu. Fosfor biasanya diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat. Semua organisme hidup membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolisme danpertumbuhannya. Tumbuhan. kalsium. mangan. kalsium. seng. Mg2+. alga dan beberapa kuman berklorofil membutuhkan karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis.Beberapa mikroorganisme dapat mengasimilasi H2S secara langsung dari medium pertumbuhan tetapi senyawa ini dapat menjadi racun bagi banyak organisme. Ditinjau dari segi nutrisi. magnesium. dan Fe2+). Co2+. hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium.PENGERTIAN NUTRISI DAN NUTRIEN Nutrisi adalah apa yang dimakan seseorang dan bagamaina tubuh menggunakannya sedangkan nutrien adalah zat organik. Semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsur logam. Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan sulfat sebagai sumber belerang. Sedangkan persayaratan akan sulfur pada tumbuhan secara khas dipenuhi melalui senyawa-senyawa anorganik. tembaga dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. Cu2+. zat nonorganik dan zat yang memproduksi energi yang ditemukan dalam makanan dan di. Organisme yang membutuhkan senyawa-senyawa organik lain sebagai sumber karbonnya disebut organisme heterotrof . Semua organisme membutuhkan karbon Semua organisme hidup membutuhkan karbon dioksida walaupun dalam jumlah yang sedikit tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik. dan besi.butuhkan untuk fungsi tubuh. 4. dan Zn2+ dibutuhkan dan mineral ini seringkali terdapat dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. Semua organisme hidup membutuhkan belerang (sulfur) dan fosfor Persyaratan akan zat sulfur pada hewan secara khas dipenuhi oleh senyawa-senyawa sulfur organik. Banyak mineral lainnya sepertiMn2+.2009) PERSYARATAN Persyaratan nutrisi bagi organisme secara umum adalah sebagai berikut:( Plezar.

Organisme anaerob obligat hanya dapat hidup dalam lingkungan bebas oksigen. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi ke dalam substansi sel sebagai sumber karbon yang digunakan metana atau hidrokarbon aromatik yang berantai panjang. 1. dan sebagai aseptor atau donor elektron.8.Sebaliknya. Organisme dibedakan menjadi tiga yaitu organisme aerob obligat yang mampu menghasilkan energi hanya melalui respirasi dan dengan demikian tergantung pada oksigen. Nutrient diklasifikasikan berdasarkan elemen yang mereka suplai yaitu : (Rusdimin. Banyak mikroorganisme memiliki kemampuan untuk mengasimilasi nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) secara reduksi dengan mengubahnya menjadi amoniak (NH3). yaitu ±10 % dari berat kering sel bakteri. Heterotrof membutuhkan karbon organik untuk pertumbuhannya dan karbon organik tersebut harus dalam bentuk yang dapat diasimilasi. tetapi yang lain membutuhkan sumber karbondioksida pada medium pertumbuhannya.Jalur asimilasi ini berbeda dengan jalur dissimilasi nitrat dan nitrit.Untuk organisme ini O2 bersifat toksik. Autotrof lain adalah khemolitotrof yaitu organisme yang menggunakan substrat anorganik seperti hidrogen atau thiosulfat sebagai reduktan dan karbondioksida sebagai sumber karbon.Mikroorganisme anaerob fakultatif tumbuh dengan adanya O2 udara.Secara garis besar bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu air. Bahan makanan yang digunakan oleh jasad hidup dapat berfungsi sebagai sumber energi.Jalur dissimilasi digunakan oleh organisme yang menggunakan ion ini sebagai 90 2. makhluk hidup yang tidak membutuhkan nutrien organik untuk pertumbuhannya. jadi bersifat aerotoleran tetapi organisme ini tidak dapat memanfaatkan O2tetapi memperoleh energi semata-mata dari peragian.Contohnya naphthalene dapat menyediakan semua karbon dan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan respirasi heterotropik. oksigen tersedia dalam bentuk air. .Organisme ini termasuk kelompok autotrof. Semua organisme hidup membutuhkan vitamin Vitamin adalah senyawa organik khusus yang penting untuk pertumbuhan. bahan pembangun sel. Dalam aspek nutrisi akan vitamin pada bakteri menunjukkan pola yang beragam.Substrat pertumbuhan disuplai pada tingkatan yang cocok untuk galur mikroba yang akan ditumbuhkan. glukosa. Banyak organisme respiratif menghasilkan lebih dari cukup karbondioksida untuk memenuhi kebutuhannya.Hasil akhir dari seluruh jenis asimilasi nitrogen adalah bentuk paling tereduksi yaitu ion ammonium (NH4+). Meskipun bakteri membutuhkan vitamin didalam proses metaboliknya yang normal. JENIS NUTRIENT Nutrien dalam media perbenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik organisme baru. dan sumber nitrogen. beberapa mikroba mampu mensintesis seluruh kebutuhan vitaminnya. Sumber Nitrogen dan Belerang Nitrogen merupakan komponen utama protein dan asam nukleat. sumber karbon. sumber aseptor elektron. dapat membantu pertumbuhan fermentatif atau respirasi dari banyak organisme.Selain itu masih banyak organisme yang tergantung dari molekuloksigen (O2 atau dioksigen).Nitrogen mungkin disuplai dalam bentuk yang berbedadan mikroorganisme beragam kemampuannya untuk mengasimilasi nitrogen.2003) Sumber Karbon Tumbuhan-tumbuhan dan beberapa bakteri mampu mengunakan energyfotosintetik untuk mereduksi karbondioksida pada penggunaan air. sumber mineral.Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam bentuk senyawa organik. Kebanyakan vitamin berfungsi membentuk subsansi yangmengaktifkan enzim. faktor tumbuh. tetapi sangat sedikit organisme yang memiliki jalur metabolik yang perlu untuk asimilasi naphthalene. sumber energi. Karbondioksida dibutuhkan pada sejumlah reaksi biosintesis. Untuk sel.

1 Nutrisi Makronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Sumber Fungsi Makronutrien Karbon 50 Senyawa organik Konstituen utama atau CO2 dari bahan material sel Oksigen 20 H2O. O2 91 4. Tabel 2. Air Air merupakan komponen utama sel mikroba dan medium. Kemampuan fiksasi nitrogen ditemukan pada beragam bakteri yang berevolusi sangat berbeda dalam strategi biokimia untuk melindungi enzim fixing-nitrogen nya dari oksigen. lipid (fosfolipid.Fungsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. lipid A). Sumber Phospor Fosfat (PO43-) dibutuhkan sebagai komponen ATP. Co2+. banyak metabolit. proses ini dikenal sebagai denitrifikasi. senyawa Konstituen dalam organik. Pada ekstrem faali yang lain terdapat mikroorganisme yang mendapat energi dari reaksi yang tidak menyertakan pemanfaatan oksigen molekular dan bentuk kimia unsur ini bukanlah zat gizi. . kalsium. yang dikeluarkan ke atmosfer. asam nukleat dan sejumlah koenzim seperti NAD. Mg2+. 5. Banyak organisme yang memerlukan oksigen molekular(O2). magnesium. 6. Organisme ini bergantung pada respirasi aerobik untuk memenuhi kebutuhan energi dan oksigen molekular berfungsi sebagai perantara yang mengoksidasi. Sumber Mineral Sebagian besar mineral dibutuhkan untuk fungsi enzim. dan hasilnya adalah gas nitrogen (N2). biasanya dalam bentuk ion-ion (K+. dan Zn2+) dapat ditemukan dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya.elektron penerima terminal dalam respirasi. 3. Beberapa mikroorganisme yang dapat tumbuh baik dengan maupun tanpa oksigen molekular adalah anaerob fakultatif.Hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. Mo2+. NADP dan flavin. baik membunuhnya maupun menghambat pertumbuhannya. komponen dinding sel (teichoic acid). Proses tersebut membutuhkan sejumlah besar energi metabolik dan tidak dapat aktif dengan adanya oksigen. CO2 dan bahan material sel O2 dan cairan sel. Banyak mineral lainnya (seperti Mn2+. Ca2+.Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolism. dan Fe2+). Organisme semacam ini adalah anaerob obligat. dan besi. Fosfat selalu diasimilasi sebagai fosfat anorganik bebas (Pi). Sumber Oksigen Oksigen adalah komponen universal pada sel dan selalu terdapat dalam jumlah yang besar pada zat gizi yang utama yaitu air. Berdasarkan jumlah yang digunakan nutrient juga dibedakan menjadi dua yaitu makronutrient(digunakan dalam jumlah besar) dan micronutrient(digunakan dalam jumlah kecil). oksigen molekular merupakan racun.Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan mikroorganisme. Cu2+. Selain itu. maka organisme semacam iini disebut aerob obligat. beberapa polisakarida kapsul dan beberapa protein adalah bergugus fosfat. Kemampuan untuk mengasimilasi N2 secara reduksi melalui NH3 disebut fiksasi nitrogenadalah sifat untuk prokariota dan relatif sedikit bakteri yang memiliki kemampuan metabolisme ini. Bagi banyak golongan faali.

kofaktor untuk enzim tertentu. Senyawa Konstituen dalam organik. asam nukleat dan koenzim H2O. Senyawa sulfur organik Garam kalium Fungsi Konstituen dari senyawa ionik dan beberapa koenzim Kalium 1 Kation selular utama dan kofaktor untuk enzim-enzim tertentu Magnesium 0. H2 senyawa organik dan cairan sel. Fosfat(PO4) Konstituen asam nukleat. Juga penting bagi pembentukan sebagai proton.2 Nutrisi Mikronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Makronutrien Sulfur 1 Sumber SO2.5 Garam kalsium Kation sel.5 Garam magneesium Kation sel dan kofaktor untuk beberapa reaksi enzim tertentu Kalsium 0. H2S. NO3. nukleotida.2003 SUMBER ENERGI 92 . fosfolipid Sumber : Rusdimin. S. N2 asam amino.2 Garam besi Komponen sitokrom dan protein lain serta salah satu kofaktor untuk beberapa reaksi enzim Ket : % berat kering tersebut untuk sel E. dan salah satu komponen endospora Besi 0. senyawa Konstituen dari organik.Nitrogen 14 Hidrogen 8 Fosforus 3 adalah akseptor dalam respirasi aerobik NH3. Sumber : Rusdimin.2003 Tabel 2.coli dalam fase pertumbuhan eksponensial.

2.Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2. khemoautotrof dan khemoheterotrof. jika menggunakan energi cahaya. Jakarta. Heterotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik. Jasad parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya disebut jasad patogen. Faktor tumbuh Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana.Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit. PENGGOLONGAN MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dibedakan menjadi :( Stanier Roger dkk. senyawa organik. Bharata Karya Aksara. faktor tumbuh digolongkan menjadi asam aminosebagai penyusun protein. CO2.Jika didasarkan atas sumber energi dan karbonnya.Berdasarkan struktur dan fungsinya dalam metabolisme. 2. dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim. Dunia Mikroba 1. Heterotrof dibedakan lagi menjadi jasad saprofit dan parasit.Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron. N2O.3 Perbedaan jasad berdasarkan sumber energi Jasad Sumber Karbon Fotoautotrof Zat anorganik Fotoheterotrof Zat organik Khemoautotrof Zat anorganik khemoheterotrof Zat organik Sumber Energi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat anorganik Oksidasi zat organik Sumber :Stanier Roger. Berdasarkan sumber energi Berdasarkan atas sumber energi jasad dibedakan menjadi jasad fototrof. Jasad saprofit ialah jasad yang dapat menggunakan bahan organik yang berasal dari sisa jasad hidup atau sisa jasad yang telah mati. Perbedaan dari keempat jasad tersebut sbb: Tabel 2. misalnya CO2 dan senyawa karbonat. dan Fe3+. 1982) 1. dan khemotrof.1994) 1. Sumber aseptor elektron Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. base purin dan pirimidinsebagai penyusun asam nukleat. NO2-.Autotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik. Edward Alderberg dan John Ingraham. 1982. fotoheterotrof. maka harus ada suatu zat yang dapat menangkap elektron tersebut. 3. 93 . maka dikenal jasad fotoautotrof. Karena elektron dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas. Fungsi Unsur Nutrisi untuk Mikroba Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel unsur tersebut di berikan kepada medium sebagai kation garam anornagilik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya. NO3-.Berdasarkan sumber karbon Berdasarkan atas kebutuhan karbon dibedakan menjadi autototrof dan heterotrof.( Schlegel.Aseptor elektron ialah agen pengoksidasi. Jasad parasit ialah jasad yang hidup di dalam jasad hidup lain dan menggunakan bahan dari jasad inang nya. jika menggunakan energi dari reaksi kimia.Ada beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya terutama cahaya matahari.

mikroba ini tumbuh optimum pada suhu di atas 45oC. fotoorganotrof. dan S. 1988) Suhu Berdasarkan ketahanannya terhadap suhu. Pertumbuhan mikroba di dalam media cair dapat menunjukkan sifat berdasarkan kebutuhan oksigen.pH(keasaman) dan tekanan osmotik. Beberapa bakteri mesofil dapat tumbuh (tetapi tidak optimal) pada suhu tinggi atau suhu yang lebih rendah. anaerob fakultatif. 3. Berdasarkan sumber donor elektron Berdasarkan atas sumber donor elektron jasad digolongkan manjadi jasad litotrof dan organotrof. sering disebut anaerob obligat atau anaerob 100% ialah jasad yang tidak dapat menggunakan oksigen bebas sebagai aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya. Obligat aerob Fakultatif. mikroba yang tumbuh pada suhu 20-40oC. jasad dapat digolongkan dalam jasad aerob. bahkan ada yang di atas 100 oC (ekstrim). Selain mikroba dibedakan berdasarkan nutrisi dan oksigen.( Cotty. 5. dan khemoorganotrof. Berdasarkan sumber energi dan donor elektron Berdasarkan atas sumber energi dan sumber donor elektron jasad dapat digolongkan menjadi jasad fotolitotrof. dan masih dapat tumbuh pada suhu 0oC.4 Perbedaan jasad berdasarkan sumber enegidan donor elektron Jasad Sumber Energi Sumber Donor Contoh Elektron Fotolitotrof Cahaya Zat anorganik Tumbuhan tingkat Fotoorganotrof Cahaya Zat organik tinggi. alga Khemolitotrof Oksidasi zat anorganik Zat anorganik Bakteri belerang Khemoorganotrof Oksidasi zat organik Zat organik fotosintetik Bakteri besi. Jakarta. Jasa anaerob.Jasad ini juga bersifat anaerob toleran. Perbedaan keempat golongan jasad tersebut sbb: Tabel 2.Jasad aerob fakultatif ialah jasad yang dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob. Jasad mikroaerob ialah jasad yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit.anaerob Aerotoleran/Anaerob Mikroaerofil Jasad aerob ialah jasad yang menggunakan oksigen bebas (O2) sebagai satusatunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya. dan kapnofil. Psikrofil.Jasad litotrof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2. Termofil. 2. mikroba juga dibedakan berdasarkan kondisi lingkungan yaitu suhu.Jasad kapnofil ialah jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO2 tinggi. Mesofil. mikroaerob. mikroba yang tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20oC. 4. khemolitotrof. Berdasarkan kebutuhan oksigen Berdasarkan akan kebutuhan oksigen.3. Jasad organotrof ialah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik. Edward Alderberg dan John Ingraham. 1982. anaerob. NH3. bakteri nitrifikasi Jasad heterotrof Sumber : Stanier Roger. Bharata Karya Aksara. H2S. pH (Kemasaman) 94 . Dunia Mikroba 1. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. bakteri hidrogen. anaerob Obligat .

Untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kita inginkan. Dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad lainnya. Adanya ekskresi tersebut memungkinkan tumbuhnya mikroba lain. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolate mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komponen media pertumbuhannya. Bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiose mutualistik. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9. Contoh lain ialah biakan campuran yang terdiri atas dua jenis mikroba atau lebih sering tidak memerlukan faktor tumbuh untuk pertumbuhannya. Tekanan Osmotik Perbedaan tekanan osmotik dapat memecahkan sel mikroba. Neutrofil. Sebagai contoh ialah bakteri penghasil metan yang anaerob obligat tidak dapat menggunakan glukosa sebagai substrat. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5. Alkalofil. Koloni satelit hanya dapat tumbuh kalau ada ekskresi dari mikroba lain yang menghasilkan faktor tumbuh eseniil bagi mikroba tersebut. bakteri Thiobacillus yang hidup pada pH 2-3.T. tetapi bakteri tersebut akan segera tumbuh oleh adanya hasil metabolisme bakteri anaerob lain yang dapat menggunakan glukosa. karena kedua jasad tersebut saling memerlukanm faktor tumbuh esensiil yang diekskresikan oleh masing-masing jasad. maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah. 1999) 95 . INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKAN NUTRIEN Jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium. tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9. Contoh: fungi. Mikroba yang dapat mensintesis bahan selnya dari senyawa organik sederhana dalam medium. Bakteri yang tahan pada kadar garam yang relatif tinggi disebut bakteri Halofil yang bersifat halotoleran. akan mengekskresikan berbagai vitamin atau asam amino yang sangat penting untuk mikroba lainnya.( Tryana. 2.Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-melekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. tinggi. 3. yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. 2008) MEDIA SEBAGAI SUMBER NUTRISI MIKROBA Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang di perlukan mikroorganisme untuk pertumbuhan. 1999) Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan.Berdasarkan ketahanannya terhadap pH. Beberapa arkhaeobakteri hanya dapat tumbuh pada konsentrasi elektrolit (biasanya NaCl). S. ( Suriawiria. mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8).( Suriawiria. Asidofil. Kenyataan ini dapat menimbulkan koloni satelit yang dapat dilihat pada medium padat. Fenomena ini merupakan hasil interaksi metabolisme atau interaksi dalam penggunaan nutrisi yang dikenal sebagai sintropik atau sintropisme atau sinergitik.5.

msalnya phenol red (indicator asam basa) ditambahkan untuk indicator perbahan pH akibat produksi asam organic hasil metabolisme. c. dan daging sapi. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media a. nitrogen. sulfur. glukosa. liver. 1999) 1.Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsure dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. Sumber karbon dan energi yang dapat di peroleh berupa semyawa organic atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. 2. gelatin. Silica gel. Air (H2O) sebagai pelarut b. unsur mikro seperti Fe. dan lain-lain. ditambahkan untuk memperkaya asam amino dan gas dari karbohidrat. protein atau senyawa bernitrogen lain. plasenta. darah. Jasad heterotrof memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi sebagai pemadat media. protein. P.5-1%. Glatin adalah polimer asam aminio yang diproduksi dari kologen. Bahan-bahan media biakan: ( Suriawiria. c. Karbohidrat. 3. limpa. c. susu. sukrosa.Nutrisi atau zat makanan a. d. galaktosa.Bahan tambahan Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam medium dengan tujuan tertentu. dan bahkan ada yang tidak dapat tumbuh sama sekali dalam medium buatan. d. fruktosa. Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Agar. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling).Media biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat. mengandung basa organic terbuat dari otak.Nutrisi yang berbeda di dalam media biakan di gunakan untuk pertumbuhan. laktobumin. granula atau bubuk dan terbuat dari rumput laut. dapat diperoleh dalam bentuk batangan.Kekurangannya adalah lebih banyak jemis mikroba yang mampu menguraikan dibandingkan agar. Glatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. O. kasein. 96 . Jika dicampur dengan air dingin. Beberapa mikroorganisme dapat umbuh pada berbagai media. d. yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Mg dan unsur pelekat/trace element. Vitamin-vitamin. Fungsinya juga sebagai pemadat media. Yeast extract. manitol. dan asam organic. terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alcohol. b. untuk melarutkannya harus diasuk dan dipanasi.Bahan dasar a. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap dan vitamin (B complex). Meat extract. unsur-unsur logam. Sumber nitrogen mencakup asam amino. H.Media biakan harus berisi zat hara dan mempunyai keadaan fisik yang sesuai pertumbuhan bakteri. adalah produk hidrolisis protein hewani aau nabati seperti otot. Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur malro seperti C. lemak. karbon. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0. agar tidak akan larut. fasfor. Agar sulit di degradasi oleh mikroorganisme pada umunya dan mencair pada suhu 450C. dan kedelai. keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. vitamin dan air.Silica gel khususnya digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof abligat. sintesis sel. N. semi-padat dan cair. Peptone. MEDIUM KULTUR Medium kultur adalah material nutrien yang disiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. namun ada pula yang membutuhkan media khusus.Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan adalah amilum. b.

yang terdiri dari sejumlah nutrien seperti ekstrak dari ragi. medium bisa diinkubasi bahkan hingga temperatur mendekati 100°C (agar mencair pada 100°C) sehingga bisa digunakan untuk menumbuhkan bakteri termofilik. Kemudian medium. fosfor. yaitu: (Prescott dkk. Salah satu contohnya adalah Lactobacillus. suatu agen pemadat (solidifying agent) perlu ditambahkan ke dalam medium. tanaman.  Media kompleks (Complex Media) Hampir semua bakteri heterotropik dan fungi ditumbuhkan dalam media kompleks. Pertumbuhan bakteri. Komposisi Nutrient Agar. ia disebut inokulum. dan mikroba digabungkan. yang bisa dilihat dari jumlah asam laktat yang dihasilkan. nitrogen. kecuali vitamin yang akan ditentukan konsentrasinya. suatu senyawa polisakarida kompleks yang berasal dari alga di lautan. daging. Suatu Medium Kompleks untuk Pertumbuhan Bakteri Heterotrof Konstituen Jumlah Pepton 5. medium pertumbuhan yang mengandung semua bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme disiapkan terlebih dahulu. Komposisi kimianya sedikit bervariasi dari batch satu dan batch lain. .Mengandung nutrien yang tepat untuk mikroorganisme yang ingin ditumbuhkan. agar disimpan dalam air pada temperatur 50°C. Agar biasa digunakan dalam makanan seperti jeli dan es krim. Supaya tetap cair.0 g Air 1 liter 97 bel 1: . substansi yang akan dites.0 g Ekstrak daging sapi 3. suatu medium harus menyediakan energi.0 g NaCl 8. maupun digest dari protein. contohnya adalah Neisseria. coli. glukosa dimasukkan dalam medium untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof E. yaitu bahan yang mengandung karbon dan energi. sulfur.0 g Agar 15. dan sejenisnya. Ada beberapa jenis medium. yaitu menentukan konsentrasi vitamin dalam suatu substansi.2002) . akan sebanding dengan jumlah vitamin dalam substansi. Medium dengan bahan kimia yang ditentukan adalah medium yang dapat diketahui dengan pasti komposisi kimianya. Pada kisaran temperatur ini masih aman bagi bakteri ketika agar dituangkan pada mereka. Begitu agar memadat. Jika dibutuhkan suatu medium solid untuk menumbuhkan bakteri. Ada beberapa kriteria medium kultur agar dapat menumbuhkan suatu kultur: (Prescott dkk. Agen pemadat yang paling sering digunakan adalah agar. Organisme yang membutuhkan banyak bahan-bahan faktor pertumbuhan disebut “fastidious”. medium harus mengandung bahan organik yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh. Beberapa mikroorganisme juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan microbiological assay. karbon.Ketika mikroba pertama kali dimasukkan ke dalam medium kultur untuk memulai perkembangbiakan.2002)  Chemically Defined Media Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. dan bahan-bahan lain yang tidak dapat disintesis oleh mikroba dalam medium itu. Sebagai contoh. Untuk melakukannya. Mikroba yang tumbuh dan berkembangbiak dalam medium kultur disebut dengan kultur. Tabel berikut menunjukkan resep yang umum digunakan.Medium harus steril (tidak ada kehidupan lain di dalamnya) sehingga kultur hanya mengandung mikroba yang diinginkan. Untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof. .Kultur harus diinkubasi pada temperatur yang tepat.

Lilin akan berhenti menyala ketika konsentrasi O2 dalam wadah menjadi sedikit (tapi masih cukup untuk pertumbuhan mikroba).Dalam media kompleks. nitrogen.  Media pertumbuhan anaerobik (Anaerobic Growth Media) Bakteri anaerobik merupakan bakteri yang tidak tahan oksigen. karbon. Cawan dimasukkan ke dalam wadah itu. lalu diuapkan airnya sehingga bahan-bahan yang larut tadi akan terkonsentrasi. Ini menjadi masalah dalam kultivasi bakteri anaerobik. Wadah kemudian ditutup rapat. Pada umumnya. bakteri obligat intraseluler. Misalnya saja pemberian agar bismuth sulfite. Jika kultur ternyata harus ditumbuhkan di cawan Petri. Terkadang media selektif dan diferensiasi dijadikan satu dalam sebuah medium. Medium ini merupakan medium yang cocok untuk mengisolasi bakteri gram-negatif Salmonella typhi dari feses. Typhi). Kondisi di mana O 2 sedikit dan CO2 banyak adalah merupakan representasi dari kondisi dalam sistem pencernaan dan sistem pernafasan. dan ia juga dapat memfermentasi manitol untuk membentuk asam. sehingga perlu penanganan khusus untuk menumbuhkannya. Mycobacterium leprae hanya bisa ditimbuhkan di dalam armadillo. ada cara yang lebih sederhana. lalu oksigen dihilangkan dengan cara memberi air pada sodium bikarbonat dan sodium borohidrat yang sudah ada dalam wadah. Vitamin dan bahan-bahan organik lain disediakan oleh ekstrak daging maupun ragi. Media diferensiasi adalah media yang mampu mempermudah untuk membedakan koloni mikroba yang diinginkan dengan koloni-koloni lain yang tumbuh pada tempat yang sama. Vitamin dan mineral dari daging atau ragi dilarutkan. kultur dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala. Agar garam manitol mengandung 7. H2 dan O2 di dalam wadah bereaksi membentuk air. Streptococcus pyogenes.  Media selektif dan media diferensiasi Media selektif adalah media yang didesain untuk menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan dan mendukung pertumbuhan mikroba yang diinginkan. yaitu pepton. bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan membentuk suatu cincin di sekitar koloninya di mana mereka menghancurkan eritrosit di sekitarnya. kebutuhan energi. Suatu media khusus yang disebut media pereduksi (reducing media) digunakan untuk bakteri anaerobik. diperlukan suatu wadah khusus anaerobik. Pada metode ini. Saat ini konsentrasi CO2 bisa diatur lewat alat elektronik. Bismuth sulfite mampu menghambat bakteri gram-positif dan kebanyakan bakteri gram-negatif pada saluran pencernaan (kecuali S. Jika agar ditambahkan. sehingga jika terkena oksigen ia akan mati. Test tube yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini haruslah tertutup rapat dan dipanaskan sebelum digunakan untuk menghilangkan O2. Dengan bantuan katalis paladium. Mereka hanya bisa tumbuh dalam sel hidup. Jika medium kompleks dalam bentuk cair disebut nutrient broth.  Teknik kultur khusus Ada beberapa jenis bakteri yang tidak pernah bisa ditumbuhkan dalam media buatan. Staphylococcus aureus mampu menoleransi NaCl dalam konsentrasi tinggi. Wadah lalu ditutup rapat. yang temperatur tubuhnya sesuai dengan yang dibutuhkan bakteri itu. Agar darah (mengandung eritrosit) adalah media yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies bakteri yang menghancurkan sel darah merah. dan sulfur untuk pertumbuhan mikroba disediakan oleh digest protein. seperti Rickettsias dan Chlamydias tidak dapat tumbuh dalam media buatan. Reaksi yang terjadi menghasilkan H2 dan CO2. yaitu dengan candle jar.5% NaCl. Media ini mengandung bahan seperti sodium thioglycolate yang mampu mengikat oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen dalam media kultur. Ada beberapa bakteri aerobik yang membutuhkan CO2 dalam jumlah lebih besar daripada yang ada di atmosfer. Selain itu. medium disebut nutrient agar. Kandungan NaCl mampu menghambat 98 .

Agar-darah (Blood agar) Agar darah merupakan media differensial yang digunakan untuk perbedaan beberapa bakteri patogen. aureus. menghasilkan suatu zona yang cerah di sekeliling koloni. Berikut ini contoh media selektif dan media diferensial yang sering digunakan di dalam Laboratorium Mikrobiologi : (Tryana. Media ini dibubuhi darah. 2008) 1. digunakan untuk seleksi dan penumbuh Enterobacteriaceae dan bakteri Gram negatif yang berbentuk batang. berguna untuk mendeteksi adanya asam yang dihasilkan 99 . Garam-garam empedu dan kristal-kristal violet di dalam media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. sedangkan bakteri hemolitik b.5% NaCl. S. sehingga kelihatan berwarna coklat kemerahmerahan dan digunakan untuk menyediakan faktor penumbuh yang diperlukan oleh bakteri patogen. 2. 3. Mac Conkey Agar Media ini merupakan media padat dan media differensial.T. misalnya Streptococcus. 4. Eosin dan methylene blue ini dapat juga berperan sebagai indikator produksi asam. Bakteri hemolitik a dapat menghasilkan suatu zona yang menghijau di sekelilingkoloni. Medium ini juga mengandung indikator pH yang berubah warna ketika manitol dalam medium difermentasi menjadi asam oleh S. aureus. Eosin dan methylene blue berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Medium ini juga mengandung mannitol.pertumbuhan mikroba-mikroba lain dan mendukung pertumbuhan S. digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang hidup di usus. Endo agar Endo agar adalah media padat (solid plating media). yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteria selainStreptococcus. EMB (Eosin Methylene Blue) EMB merupakan media diferensial berbentuk padat dapat digunakan untuk menggantikan Mac Conkey agar dan untuk mengadakan isolasi serta mendeteksi Enterobacteriaceae dan campuran spesiesspesies bakteri yangberbentuk batang koliform. Asam yang dihasilkan dari perombakan laktosa dapat dideteksi dengan asetaldehida dan natrium sulfit. Media ini mengandung natrium sulfit dan “basic fuchsin” yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. Bakteri dapat juga dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk mengadakan hemolisis pada sel-sel darah. 5. fenol merah sebagai indikator pH. Mannitol Salt Agar Mannitol salt agar merupakan medium yang mengandung 7.

Metode ini hampir sama dengan medium selektif. namun tidak untuk mikroba-mikroba lain. Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. sedangkan yang tidak dapat memfermentasikan manitol tidak akan menimbulkan perubahan warna. 6. lalu sebagian dari mikroba ditempatkan pada wadah lain yang berisi medium yang sama. dalam artian mikroorganisme heterotrof. populasi yang tersisa itu adalah bakteri yang mampu mengolah fenol. Medium yang digunakan untuk memperkaya kultur minoritas tadi biasanya berbentuk cair dan menyediakan nutrien dan suasana yang mendukung pertumbuhan mikroba minoritas. MEDIUM YANG SERING DIGUNAKAN Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. namun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan mikroba lain. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan :( Buckle.  Kultur yang diperkaya (Enrichment culture) Terkadang suatu bakteri terdapat dalam jumlah yang sangat kecil terabaikan. sewage.Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Sodium Selenite dapat merupakan inhibitor terhadap Eschericia coli dan beberapa spesies dariShigella. Selenite Broth Media ini digunakan untuk mengadakan isolasi spesies Salmonella dari spesimen-spesimen seperti urin dan feses.NA juga digunakan untuk  pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. untuk membawa stok kultur. Setelah beberapa kali transfer. pepton.2007) Nutrien Agar(NA) Gambar:Nutrien Agar Sumber : (wikipedia. terutama ketika bakteri spesies lain terdapat dalam jumlah besar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.oleh Staphylococcus yang memfermentasi mannitol dapat menghasilkan zona berwarna kuning di sekitar pertumbuhannya. Misalkan kita ingin mengisolasi mikroba dari tanah yang bisa tumbuh dengan fenol. 1994). sehingga digunakanlah enrichment culture. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro.Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan. Jika sampel tanah ditempatkan dalam medium cair kaya fenol (di mana fenol di sini sebagai sumber satu-satunya sumber karbon dan energi). maka mikroba yang tidak bisa mengolah fenol tidak akan bisa tumbuh. Biasanya digunakan pada sampel tanah. namun ini didesain untuk meningkatkan jumlah mikroba yang ada dalam jumlah sangat kecil hingga mencapai level yang dapat dideteksi. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. produk pangan. Medium kultur diinkubasi beberapa hari.org/wiki/Nutrient_agar) Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. dan agar. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga 100 .

6+0. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Serbuk PDA berwarna kuning karena merupakan ekstrak kentang yang pada dasarnya berarna kuning. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.95gr.95gr jadi PDA yang digunakan untuk 50 ml aquades adalah 1. Jadi untuk menghilangkan endapan tersebut maka dipanaskan dalam penangas air dengan tabung Erlenmeyer disumbat dengan alat penyumbat. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Plate Count Agar (PCA) Gambar : Listeria monocytogenes pada PCA 101 .setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Dalam percobaan warna NA sebelum dilarutkan dalam aquades adalah coklat.Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.serbuk dicampur dan dipanaskan serta aduk. dan setelah dilarutkan dalam aquades berubah menjadi kekuning-kuningan dan terdapat endapan. Setelah didinginkan. 1993).Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Tetapi pada praktikum kali ini PDA dilarutkan pada 50mL air dengan perhitungan : 39×50 = 1000x x = 1.org) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.).2. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat  Potato Dextrose Agar (PDA) Gambar : Fusarium roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)  (Sumber : forestryimages. medium dapat ditanami bakteri .berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel.

Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.org) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.5% laktosa. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. dan produk susu. yeast extract.  Nutrient Broth (NB) Gambar : media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth (NB) Sumber: mulyadiveterinary. 102 .Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.wordpress.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). 0.5% pepton.Produksi gas ditunjukkan oleh akumulasi dalam tabung Durham (panah).3% ekstrak beef. makanan. sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. MEDIUM LAINNYA Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme. dan 0.(Sumber: mikrobiyoloji.2007) Lactose Broth  Gambar : Kaldu hasil laktosa (Sumber: marietta. Fermentasi laktosa menyebabkan produksi asam dan perubahan dalam indikator pH ke warna kuning.Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.edu) Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.Jika laktosa tidak difermentasi media tetap merah.com Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. dextrose. yaitu :( Buckle. Intinya sama dengan nutrient agar. agar) hingga membentuk suspensi 22. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.

Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat).kvl. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. asetat. dan Salmonella. aerugenosa. D (+) glukosa 20 g/L 5. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. aureus. magnesium. dan Shape (1960) untuk memperkaya. MRS agar mengandung: 1. Namun demikian. menumbuhkan. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang 3. 2. P. Ekstrak daging 8.1 ml contoh air. 4. Sterilisasi dengan autoklaf  EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) dibuat pada langkah pertama. 5. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. MRS agar mengandung polysorbat. Magnesium sulfat 0. Rogosa.1. Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E.0 g/L 4. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.0 g/L 3.0. Atur pH sampai 7.dk)  MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Gambar : Salmonella enteritidis tumbuh di EMB Agar (Sumber : microbiologyatlas. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak.2 g/L 103 . Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna.Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.coli.000 ml. Protein dari kasein 10 g/L 2. Ekstrak ragi 4. Beri air distilasi sebanyak 1.Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.

Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. menunjukkan pertumbuhan kolonial kasar.0 g/L 9. untuk isolasi. 104  . VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. Mangan sulfat 0. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. 6. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati.Dinginkan hingga 50-60°C. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat.Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. agar dilelehkan dalam 500 ml air.Neutral red sebagai indikator pH. dan halus pada bakteri Enterobacter cloacae.Agar merupakan agen pemadat. agar). glukosa. Tween 80 1. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Natrium asetat 5 g/L 11.Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. Agar-agar 14 g/L 7. pepton. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata.coli.Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth Trypticase Soy Broth (TSB)  (Sumber : totallyfreeimages. sedangkan sel mikroba bersifat asam. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. empedu. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. neutral red. pH akhir adalah 7.com) Setelah 24 jam. NaCl.4. kristal violet.

5. Konformasi menunjukkan afinitas yang lebih tinggi terhadap Na+ dibanding K+ 3. Nanang(11506110111025) Bagaimana cara kerja pompa Na? Jawaban : Kerja Pompa Na adalah sebagai berikut 1. Pompa Na dengan binding site (3 untuk Na+. Defosforilasi terjadi. mengubah konformasi ATPase 10. Ion K dilepaskan dan kembali ke konformasi awal 105 . Ion Na dilepaskan 7. 2 untuk K+) dengan posisi terbuka pada sisi sitoplasma 2. Ion Na terikat 4. 2. Binding site sekarang terbuka ke dalam.ATP terikat dan memfosforilasi permukaan sitoplasma dari pompa. Dewi N (115061100111001) Bagaimana cara memisahkan mikroba dengan agar pada industri? Metode apa yang digunakan? Jawaban : Metode yang digunakan untuk memisahkan agar dan mikroba merupakan metode yang sederhana yaitu hanya dengan menggunakan pinset yang steril sehingga mikroba tidak tercemar oleh zat-zat lain. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. dengan afinitas lebih rendah terhadap K+ dibanding Na+ 11. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. LAMPIRAN II (TANYA-JAWAB) 1. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Glikosida digitalis menghambat pompa dengan berikatan pada 1 tempat K+ 9.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. dan menumbuhkan sel khamir. enumerasi. Untuk membuatnya. yang menyebabkan perubahan konformasi ATPase sehingga binding site terbuka ke arah luar. Konformasi ini menunjukkan afinitas yang lebih rendah terhadap Na+ dibanding K+ 6. Ion K terikat 8.

aniseptis. Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof naerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Proses tersebut tergantung pada ketersediaan akseptor dan kondisi lingkungan 106 . 6. padat. yaitu medium organik. microaerophil adalah mikroba yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit.Dll 5. dalam industri memakai media agar. Ada media lain selain agar yaitu media cair seperti kaldu tetapi sangat jarang digunakan karena keefektifannya lebih rendah jika dibandingkan dengan media agar. semi padat – berdasarkan fungsi yaitu diperkaya. Ayu Indah Wibowo(115061101111011) Bagaimana cara mengendalikan nutrient untuk mikroba agar tidak berlebihan? Jawaban : Dengan cara cleaning. Pandu R(115061107111001) Tadi dikatakan bahwa kapasitol itu membutuhkan oksigen yang sedikit nah apa bedanya dengan microaerophil? Jawaban: Kapnofil adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi. Vivi Anita Aprilia(115061107111005) Aseptor yang digunakan oleh mikroba aalah O2. Winda(115061101111003) Semua organisme membutuhkan belerang(sulfur) apa bahayannya jika sulfur menjadi sulfit? Jawaban : Tidak berbahaya karena perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan lalu semua makhluk hidup yang mati akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan tereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida(H2S).sterlisasi. besi.perhitungan penguji dan khusus. Mutia Dhana (115061100111007) Syarat-syarat apa yang digunakan untuk untuk memilih medium yang cocok untuk mikroba yang kita gunakan? Jawaban : berdasarkan susunan kimianya.meium anorganik. desinfeksi. 9.medium sintetik dan medium nonsintetik -berdasarkan konsistensi medium separti medium cair. Dewi Ariesi (115061105111007) Apakah di industri juga menggunakan agar dalam pemberian nutrient? Apakah ada media selain agar? Jawaban : Iya. mangan. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur.3. 4.spesifik. sulfat dan karbon dioksida. lalu bagaimana aseptor untuk mikroorganisme anaerob yang tidak menyukai O2? Jawaban: Yang tidak menyukai O2 pada mikroba anaerobik terjadi pemanfaatan berbagai akseptor elektron seperti nitrat. Dian Nita Citra Dewi(115061101111013) Apa di dalam industri juga menggunakan media agar dalam skala besar? Jawaban : Dalam industri juga menggunakan agar tetapi agar tersebut di letakkan di tempat. 7.tempat kecil dan tempat tersebut harus dalm jumlah banyak 8.

Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel. yang dapat melaksanakan kehidupan. Organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis. perombakan. meskipun ukuran sel sangat kecil. ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam . karena media pertumbuhan harus steril sedangkan pada sisa sisa metabolisme tidak steril Medium pengaya medium yang kaya akan nutrient tertentu sehingga vdapat menumbuhkan dan memperbanyak sel 12. mitokondria yang terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy. dan terhadap rangsangan. 1994) Struktur Sel Struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan sel eukariotik. Dengan adanya materi genetik. Cara kerja aseptor elektron yaitu dengan membuat ATP dengan menggunakan reaksi anaerobik yaitu fermentasi. Ridhani Rida Ramadhan(115061100111009) Sisa sisa metabolisme dari bakteri bis dijadikan sebagai media pertumbuhan mikroba atau tidak? Dan tolong jelaskan medium pengaya dengan diperkaya? Jawaban: Sisa-sisa metebolisme bakteri tidak bisa dijadikan sebagai media pertumbuhan mikoba.10.yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. Dhanang Edy Pratama(115061101111007) Ada berapa mikroba yng benar benar tida bisa ditumbuhkan dalam medium buatan. Sel mengandung materi genetic. Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun organisme bersel banyak. reproduksi melalui pembelahan sel. tetapi ada bakteri anaerob itu bagaimana? Dan bagaimana cara kerja aseptor elektron serta bagaimana mikroba menggunakannya? Jawaban: Bakteri anaerobik untuk memenuhi syarat nutrisinya dengan cara aseptor elektron. penyusunan. Mariatus Sholihah(115061100111019) Pada syarat nutrisi dijelaskan bahwa semua mikroorganisme membutuhkan oksigen. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi. seperti mikrobkteriel leprae yang hanya bisa di tumbuhkan dalam tubuh armadillo. Pengertian Sel Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. Sel disebut satuan struktural makhluk hidup. hidrokarbon dan asam amino sebagai sumber karbon dan nitrogen mikroba. Bagaimana cara mengontrol asupan nutrisi pada mikroba seperti itu? Jawaban: Jawaban : Asupan pada mikrobakterium lepre berasal dari gula. misalnya. Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus.  Struktur sel prokariotik 107 . sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna. Nutrisi tersebut dapat diambil dari lingkungan maupun dari tubuh armadillo 11. (Alberts B.

yaitu mesosom dan kromatofor. sel prokariotik tidak memiliki membram inti. sepert reticulum endoplasma dan komplek golgi. (Yunus. Membran sel Lipid Fosfolipid merupakan komponen utama dari membran sel. A. dan sitoplasma yang mengandung ribosom. mitokondria. dengan sisanya menjadi protein. Mereka membentuk bilayer lipid di mana mereka hidrofilik (menarik air) di daerah kepala spontan mengatur untuk menghadapi sitosol berair dan cairan ekstraselular. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam). namun mempunyai struktur yang berfungsi sama. protein memantau dan memelihara iklim kimia sel dan membantu dalam transfer molekul melintasi membran. dan transport aktif. sedangkan sel prokariotik tidak. lipid dapat membuat mana saja dari 20 sampai 80 persen dari membran. eukariotik memiliki sistem endomembran. osmosis. 2009) 1. nukleoid (berupa DNA dan RNA). Membran sel terutama terdiri dari campuran protein dan lipid .Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma. bersifat semi/selektif permeabel. 108 . dan lisosom. berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi. sedangkan sel prokariotik tidak. Sementara lipid membantu memberikan fleksibilitas membran mereka. sedangkan hidrofobik mereka (ditolak oleh air) daerah ekor wajah jauh dari cairan sitosol dan ekstraseluler. 2009)  Struktur sel eukariotik Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membran inti. Membran plasma Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar. sel eukariotik juga memiliki sentriol. sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas. A. yakni memiliki organelorganel bermembram seperti retikulum endoplasma. The bilayer lipid adalah semipermeabel. selain itu. selain itu sel. adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut: (Yunus. komplek Golgi. Karena tidak mempunyai membran inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. sehingga hanya molekul tertentu untuk meredakan melintasi membran. Tergantung pada lokasi membran dan peran dalam tubuh.

3. Protein transport. Selain itu. Ini adalah salah satu fungsi dari filamen intermediate. Glikolipid yang terletak pada permukaan membran sel dan memiliki karbohidrat rantai gula yang melekat pada mereka. Sel bentuk. sitoskeleton menentukan bentuk sel. Membran sel Protein Protein struktural membantu memberikan dukungan sel dan bentuk. chromatins dikondensasikan untuk membentuk struktur yang sangat terorganisir yang disebut kromosom . DNA terikat oleh protein histon dan disusun dalam kromatin.Kolesterol merupakan komponen lipid dari membran sel. Kolesterol sebagian melumpuhkan ekor asam lemak membuat membran kurang fleksibel dan dengan demikian kurang permeabel untuk molekul yang lebih kecil. Ini composes 54% dari total volume sel. Inti bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan organel lain dalam sitoplasma (ruang seperti gel yang mengelilingi inti). Sitosol berisi ribuan enzim yang bertanggung jawab untuk catalyzation dari glikolisis dan glukoneogenesis dan untuk biosintesis gula. Nucleolus adalah di mana ribosom dirakit. Protein membran sel reseptor membantu sel berkomunikasi dengan lingkungan eksternal mereka melalui penggunaan hormon.Glikoprotein memiliki rantai karbohidrat yang menyertainya. Kadang-kadang konten adalah setinggi satu molekul kolesterol per satu molekul fosfolipid. Sitoskleton Merupakan rangka sel yang tersusun atas tiga jenis serabut yaitu mikrofilamen. dan asam amino. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti. molekul transportasi melintasi membran sel melalui difusi difasilitasi . 2. 109 . asam lemak. seperti protein globular. Informasi genetik dikelilingi oleh amplop dua-lapisan nuklir dan umumnya ditemukan di tengah sel. 4. Sitoplasma berisi sisa organel seperti retikulum endoplasma dan mitokondria. Nukleus Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel. mikrotubulus dan filamen intermediar. masing-masing diperlukan untuk reproduksi sel dan kelangsungan hidup. Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Mereka tertanam dalam membran sel dan membantu dalam sel untuk komunikasi sel dan transportasi molekul melintasi membran. Di dalam inti. Nukleus berdiameter 10 mikrometer. sitoskeleton dapat membantu dalam pergerakan sel. Pesan dari dalam perjalanan inti melalui pori-pori di amplop nuklir untuk memasuki sitoplasma. Untuk sel tanpa dinding sel. disebut nucleoplasm. Kolesterol merupakan komponen penting dari membran plasma hewan. Selama replikasi. Yang berperan penting pada sel sebagai pengendali kegiatan sel. Sitosol adalah struktur terbesar dalam sel. Struktur ini memberikan sel bentuk dan memungkinkan untuk mengatur banyak reaksi kimia yang terjadi di sitoplasma. Mereka membantu sel untuk mengenali sel-sel tubuh lainnya. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval. neurotransmitter dan molekul sinyal lainnya. terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Selain informasi genetik. Daerah sitoplasma di luar organel individu disebut sitosol. inti sebagian besar juga mengandung satu atau lebih bola berbentuk organel yang disebut nukleolus. Sitoskeleton menyediakan kerangka kerja struktural penting untuk: a.

sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. Maka. Gerakan sel. dan diperkirakan bahwa pergerakan vesikel dipandu oleh sitoskeleton. 5. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. Kata ribosom didapat dari penggabungan kata yaitu ribonucleic acid dan kosakata Yunani. hewan. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya.Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi. 110 6. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. Struktur Ribosom Susunan ribosom merupakan susunan yang rumit antara RNA ribosom (rRNA) dan protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Retikulum Endoplasma Adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik. detoksifikasi obat-obatan. Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar. metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium. yang artinya tubuh. Sentriol Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid. d. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein.b. yang bertindak sebagai pusat mikrotubulus memproduksi. RE halus mensintesis molekul. mikrofilamen menempel vesikel dan menariknya ke dalam sel. . RE halus Berbeda dari RE kasar. Audesirk dan Audesirk memberikan contoh sel darah putih "merangkak" dan perubahan migrasi dan bentuk sel selama perkembangan organisme multicelled. Perbandingan keduanya yaitu 65% rRNA dan 35% RNP. 7. Organel gerakan. Pembagian ribosom berdasarkan subunit besar dan subunit kecil. Ribosom merupakan organel terkecil dalam sel yang berbentuk bulat padat dengan diameter sekitar 20 sampai 25 nm. Subunit kecil mengikat mRNA (messeger RNA). yang merupakan komponen sitoskeleton. soma. sedangkan yang besar mengikat tRNA (transport RNA). Tanaman sel dan jamur tidak mengandung sentriol. Ribosom Ribosom merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh makhluk hidup karena dapat mengendalikan cara kerja tubuh tumbuh-tumbuhan.Sebagian besar sintesis kompleks dan fungsi distribusi dari retikulum endoplasma dan kompleks Golgi memanfaatkan vescicles transportasi. Ada juga dapat geser gerakan struktur ini. maupun manusia. cincin mikrofilamen membantu membagi sel mengembangkan dua oleh konstriksi wilayah tengah antara sel-sel. Ribosom tersuspensi dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar. Dalam kasusendositosis ketika vesikula terbentuk untuk menelan beberapa partikel dari luar sel. Kantung ini disebut cisternae. Selama pembelahan sel. sehingga kekuatan yang menggerakkan sel. dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. Sentriol adalah struktur yang ditemukan dalam sel-sel hewan eukariotik. atau pada membran inti sel. Koleksi dinamis mikrofilamen dan microtubles dapat terus dalam proses perakitan dan pembongkaran. Kemudian untuk sel-sel hewan. Pembelahan sel. Ini adalah bagian dari sel. c. mikrotubulus mencapai gerakan chromosones ke inti putri. tergantung pada jenisnya. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Mikrotubulus dan mikrofilamen dapat membantu organel bergerak dari satu tempat ke tempat dalam sel. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).

kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma. • Translasi Pada tahap ini mRNA hasil transkripsi dibaca oleh ribosom dan diproses lebih lanjut oleh ribosom. sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Ribosom berperan sebagai tempat pertemuan mRNA dengan tRNA serta penterjemahan kodon serta reaksi perangkaian asamamino. sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Transkripsi adalah penyalinan informasi dari gen ke dalam molekul RNA. Terdapat tiga unsur yang terlibat dalam proses translasi yaitu adalah mRNA. berisi enzim dan bahan-bahan lain. Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). tRNA. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi.sama berpasangan dengan adenine. dan rRNA. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Di sinilah asam-asam amino itu dirakit sesuai urutan yang diresepkan gen (DNA) dan kemudian melipat membentuk struktur tiga dimensi yang fungsional. Ribosom akan membaca urutan basa RNA dan menterjemahkan (translate) menjadi urutan asam amino tertentu sesuai dengan resep yang dibawa mRNA. Tempat untuk memodifikasi protein 111 8. • Replikasi DNA Replikasi adalah pencetakan dan penggandaan DNA dengan membelah dan membentuk sel yang baru yang urutan A-C-G-T nya sama. beberapa fungsi badan golgi antara lain : Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Misal. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. misalnya ginjal. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Proses pembentukan protein Ada tiga tahap proses pembentukan protein. Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol.Fungsi ribosom Ribosom memiliki fungsi untuk mensintesis protein. Pada tahap transkripsi basa timin pada DNA digantikan oleh urasil pada RNA namun keduanya sama.      . informasi pada gen digandakan satu per satu (basa per basa) dari sebuah rantai DNA menjadi rantai RNA pembawa pesan (mRNA). Kompleks golgi Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi. Membentuk membran plasma. yang dalam pelaksanaannya adalah berupa penyusunan basa-basa pada rantai RNA dengan menggunakan runtunan basa DNA gen sebagai modelnya. • Transkripsi Transkripsi adalah proses penggandaan DNA menjadi RNA. antara lain replikasi DNA. Pada produksi awal protein. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas. untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel. transkrpsi dan translasi. Membentuk dinding sel tumbuhan Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.

fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut). yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan. 2000]. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma). Selain itu. materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Mitokondria Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Pertama. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi 112   .3-1. Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Setelah itu. 10. Di dalam endosom awal. Di endosom lanjut. ataupun sulfatase. ruang antar membran. Lisosom Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. dan embrio manusia. Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri. Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom. membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. pH sekitar 6. bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. membran dalam. autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut).Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel Untuk membentuk lisosom 9. nuklease. Di dalamnya. Mula-mula.5 – 1. Kemudian. Dengan demikian. Proses ini berguna pada sel hati. fagositosis. hanya bergaris tengah 0.Badan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom serta berisi enzim katalase. Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. seperti organel yang tidak berfungsi lagi. misalnya sel otot jantung. yang tidak dibawa ke endosom lanjut. membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Fungsi utama lisosom adalah endositosis. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak. disebut krista [Lodish. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel.5 mikro meter . glikosidase. 2001]. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama. dan autofagi. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks. yang disebut endosom awal. dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper. 11. fosfolipase. Badan Mikro Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil .0 µm. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0. Dalam hal ini.5 µm dan panjang 0. lipase. membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA. yaitu membran luar. transformasi berudu menjadi katak. fosfatase. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup.

dan terdiri dari sebagian mikrotubula. Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel. 12. Seperti mitokondria. Organel ini berbentuk benangbenang halus . reaksi oksidasi asam amino. yang panjangnya 2. Retikulum Endoplasma berdampingan dengan selaput inti luar namun membentang di seluruh sitoplasma dalam banyak tipe sel dan terlibat dengan sintesis dan transpor protein selaput. dan kemudian menggumpal kembali. Golgi adalah struktur lain yang mengandung selaput. Mikrotubula. 2006) DNA sel eukariotik tidak mencampur bebas dengan sitoplasma.Diameter mikrofilamen hanya 5 nm. Ini adalah struktur besar yang secara aktif mentranspor protein atau RNA ke dalam atau ke luar inti.Mikroorganisme yang termasuk jenis Eukariotik. ADP. mitokondria mirip dengan bakteri dan kenyataannya tampaknya berevolusi dari bakteri. Mereka mengandung DNA. dan filamen tipis membentuk empat kategori serat yang ditemukan dalam sel eukariotik. kalsium dan kalium.1996) Sel eukariotik juga mengandung organel khusus seperti mitokondria. dan merupakan tipe organel khusus lainnya yang ditemukan dalam beberapa jenis sel eukariotik. seperti siklus Krebs. namun terselubung dalam selaput inti. (Prawirohartono S & Suhargono H.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein . berpartisipasi dalam gerakan vesikel dan kromosom. Retikulum Endoplasma adalah selaput lain yang ditemukan dalam sel eukariotik. yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA). Sebagian besar sel eukariotik juga mengandung selaput dalam. (Prawirohartono S & Suhargono H. Dalam tiap siklus sel. dan reaksi ?-oksidasi asam lemak. Mikrotubulus dan Mikrofilamen Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa .coli dan ribosom yang berada di sitoplasma sel eukariotik. yang fungsi utamanya tampaknya membantu DNA mempertahankan keadaan kakunya. R. aktin. dibutuhkan untuk menarik kromosom ke sel-sel anakan. Serat dalam sel memberikan kerangka struktur kaku. 1993). Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik. 1993). biasanya dalam bentuk kromosom melingkar seperti yang ditemukan juga pada E.  Fungi. Ia terlibat dengan modifikasi protein untuk transpornya ke organel sel lain atau untuk ekspor ke luar sel. ATP. dan berpartisipasi dalam mengubah bentuk sel sehingga ia dapat bergerak. filamen intermediat. DNA sendiri terkekang erat dengan sejenis protein yang disebut histon. selaput inti meluruh.tipis yang memanjang. (Schleif.1997) Dalam sitoplasma eukariotik ada sejumlah protein struktural yang membentuk jaringan. hanya protein kecil dengan berat molekul kurang dari 20 hingga 40 ribu dapat bebas memasuki inti lewat selaput inti. (Syamsuri I & Suliestijono.oksidatif. ribosom. Inti dikelilingi oleh dua selaput. Dalam banyak hal.dan juga membentuk rangka dalam pada sel. Secara normal.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot . Selain mikrotubulus . fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium. (Abercrombie. kloroplas juga mengandung DNA dan ribosom yang berbeda dari struktur yang analog di daerah lain sel tersebut. serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam. yang melakukan fosforilasi oksidatif untuk membangkitkan energi kimia yang dibutuhkan sel.5 mikrometer dengan diameter 25 nm.yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen. R. sebuah alat khusus bernama spindel.M. Mereka juga mengikat mayoritas ribosom. Saat sel membelah.1996) Kloroplas melakukan fotosintesis pada sel tanaman.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. 113 . (Schleif.yaitu aktin dan miosin. ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria.

selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. misalnyo khamir. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat. b. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Akan tetapi. Pneumonia adalah jamur yang bersifat saprofit bersifat jika parasit tidak fakultatif jika mendapatkan inang yang mendapatkan inang yang c.Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Struktur jamur. Sebagai makhluk heterotrof. jamur dapat bersifat parasit obligat. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. mitokondria. Slamet. Saprofit Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Cara makan dan Habitat jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. tetapi cocok. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. parasit fakultatif. Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Hifa membentuk jaringan yang disebutmiselium. (Prawirohartono. Jamur yang hidup bersimbiosis. Misalnya. hidup. obligat dapat hidup pada inangnya. haustoria dapat menembus jaringan substrat. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. dan senyawa kimia lainnya. pertumbuhan. struktur tubuh. Clntuk memperoleh makanan. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Meskipun kebanyakan hidup di darat. Parasit Parasit fakultatif sesuai. Parasit Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya sedangkan di luar inangnya tidak dapat carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). hifa dapat juga langsung menyerap bahanbaha organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. Selain itu. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Namun. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. protein. Ada jamur yang satu sel. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. a. vitamin. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza. 2. 2003) 1. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. beberapa jamur 114 . dan reproduksinya. ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. contohnyojamur kayu. atau saprofit. berbeda dengan organisme lainnya. yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

H. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. Microsporum. Hifa yang berada di atas permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Rhizopus. Schmitdt. cembung bau seperti ragi. Ragi adalah chemoorganotrophs. (Schlegel. e. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. Coccidioides immitis. atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa. Yeast like merupakan jamur uniselluler yang mampu membentuk pseudohifa. (Schlegel. and K.G. tetapi juga memiliki metode aerobik dari produksi energi (fakultatif anaerob). Untuk identifikasi. Blastomyces dermatidis. dan berbentuk mold jika berada diluar inangnya atau pada suhu inkubasi suhu ruang. 3. H. seperti glukosa dan fruktosa. and K. Tidak seperti bakteri. 1991) 115 . Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak. Yeast Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron. Cecie. hasil mikroskopik dan makroskopik merupakan dasar identifikasi. Ragi tumbuh terbaik di lingkungan pH netral atau sedikit asam. (Starr. Mucor. warna krem. Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar (Rought). Hifa yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan. karena mereka menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Berbentuk Yeast jika berada di dalam inang / host atau pada suhu inkubasi 37 derajat C. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit. a. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. berkembang biak dengan cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell.G. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. Cryptococcus neoformans. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat maupun tak bersekat. Yeast ada dua yaitu : Yeast murni merupakan jamur uniselluler yang tidak mampu membentuk pseudohifa/ klamidospora. H. dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. kumpulan dari hifa disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. Karbon diperoleh sebagian besar dari gula heksosa. Schmitdt. Contoh : Candida sp. tidak ada spesies ragi diketahui bahwa tumbuh hanya anaerob (anaerob obligat). (Schlegel. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju. Secara makroskopik (pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak Smooth. and K. Dimorfik Merupakan jamur yang mempunyai dua bentuk yaitu : Yeast dan Mold. roti. Candida albicans. Schmitdt. b. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Torulla (koloni berwarna merah / orange). Contoh : Histoplasma capsulatum. dan bir. Epidermophy ton. Penicellium.G. MORFOLOGI Bentuk jamur secara garis besar ada 3 bentuk yaitu : a. Trichophyton. c.ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. 1994) b. 1994) Mold / Kapang Merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu) yang membentuk benang-benang hifa / filament. d. Contoh: Aspergillus. 1994) c. Spesies ragi baik memerlukan oksigen untuk respirasi seluler aerobik (aerob obligat) atau anaerobik.

Hanya dikatakan menyerupai tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar. c. ataupun menyerupai jamur. baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit. 2004) A. laut. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. lembaran. protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang atau Algae) Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. (Syamsuri. b. dibandingkan dengan monera. menyerupai tumbuhan. (Starr. ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen.Di samping peranan yang menguntungkan. kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa.Pada kondisi yang kurang menguntungkan.atau danau. berwarna hijau. d. batu-batuan. a. Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan di tempattempatyang lembap. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. yaitu ganggang cokelat 116 . ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. Candida sp. sertadapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya.Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. antara lain sebagai berikut. dan ksitos artinya menyusun. beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan. atau koloni sel. Meskipun begitu.Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami. tetapi ada pulayang hidup di tempat-tempat yang lembap. heterotropik. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Protista dapat membentuk kistae. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri). yaitu sebagai berikut. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. e. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan. f. Nutrisi yang diperoleh dari fotosintesis Protista tersebut dapat bersifat fototropik. dapat berupa planktonyang melayanglayang di dalam air atau melekat di dasar sungai. dan berbentuk seperti benang-benang halus. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut. akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. atau keduanya.Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. 1991)  Protista Protista sendiri berasal dari bahasa yunani. Kelompok makhluk hidup Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae). Zigot akan terusmberkembang menjadi individu baru. Pada kenyataannya. batang. Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondriauntuk respirasi. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. seperti dinding tembok kamar mandi.Umumnya. atau kulit-kulit pohon. yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista. Secara taksonomis. tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan. yaitumemiliki membran inti. sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri maka disebut protista mirip tumbuhan.Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual.Protista biasanya ditemukan di dalam air.Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Cecie.Protista memiliki flagela atau cilia dalam hidupnya dan dapat berkembang secara aseksual atau seksual. Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan..Ganggang dapat berbentuk benang. atap rumah.

b. 2004) 1. tidak berdinding sel. Biasanya. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta) Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. air kolam. 2006) 2. Filum Euglenophyta Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. cara memasukkan makanan melalui mulut sel. Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. Contoh ganggang hijau. (Syamsuri. ganggang merah (Rhodophyta). Cara Euglena Bereproduksi Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari. atau parit. sawah. (Syamsuri I & Suliestijono.(Phaeophyta). Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif. Volvox sp. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. 117 . (Syamsuri I & Suliestijono. sungai. makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. Ciri-ciri Chlorophyta Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. Dengan bantuan cahaya matahari. Cara Euglena Memperoleh Makanan Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan. 2006) b . gas itu adalah oksigen. dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. Setiap sel anak mempunyai inti sel.. sungai. ganggang hijau (Chlorophyta). Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. ganggang pirang (Chrysophyta). dan sitoplasma. ataupun berkoloni. Ganggang hijau dapat berbentuk benang. Makhluk hidup ini berwarna hijau. dan ganggang Euglenophyta. Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a. (Syamsuri I & Suliestijono. 4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak. (Syamsuri. 3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel. Spirogyra sp. dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. dan 5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang. ataupun air sungai. berklorofil. karoten dan xantofil. contohnya. membran sel.. Dengan bantuan cahaya matahari. Air kolam. 2006) c . Euglena viridis. antara lain. filamen. 2) sel berbentuk oval memanjang. (Syamsuri I & Suliestijono. makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof. 2006) a . atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya. 2004) a . Selain berfotosintesis. Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berwarna hijau karena mengandung klorofil. Plankton disebut sebagai produsen. Jika kalian perhatikan dengan baik. Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. Euglena biasa hidup di air tawar. seperti air kolam. ganggang ini hidup di air tawar. dan Ulothrix sp. misalnya. ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam. air danau.

2004) c . Kloroplasnya berbentuk mangkuk. ganggang hijau disebut sebagai produsen. 5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar. (Syamsuri. Sel Chlamydomonas mengandung satu inti. (Syamsuri. 2004) d . Kloroplas berbentuk mangkuk. Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpaadanya peleburan sel jantan dan betina. 3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat. memiliki kromosom diploid (2n). Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid. Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum. dan kloroplas. lembaran. Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella. Cara Chlorophyta Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara. Di perairan tersebut. Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. 4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi. (Syamsuri. serta pembentukan zoospora (spora kembara). Cara Mendapatkan Makanan Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. 2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Selnya berbentuk bulat telur. Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi. berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploi (n). merupakan salah satu kelompok plankton air tawar. 2004) b . Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi. 118 . 3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang. 5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni). Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. 4) telah memiliki dinding sel. Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut. Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar. dan berkoloni. Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul. Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut : 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. dan hidup sebagai zoospora pada Chlorococcum hingga terbentuk satu sel dewasa. berukuran mikroskopis. Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. Alat gerak berupa dua flagel. Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n). yaitu secara seksual dan secara aseksual. dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi. tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu).2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut. satu vakuola.

(Syamsuri. secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. dapat bergerak aktif. sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum. Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta) Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora. dan berkoloni (Synura). berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat.000 buah. Contohnya adalah Peridinium. di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel. bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50. kosmetik. Contohnya. Contoh ganggang cokelat adalah Fucus. Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan. maupun air laut. dan Sargasum. Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang. baik air tawar. berklorofil. dan daun). Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa) 119 . obat. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. seperti akar. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. pelapis daging kaleng. dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat. bersel banyak. Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). Contoh ganggang ini adalah Diatom. zigot akan tumbuh menjadi individu baru. Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta) Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan. bersel banyak. 2004) B. dan benang berinti banyak (senosit). antara lain. dan kuning keemasan (diatom). Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi. 2003) 3. Selain untuk bahan makanan. Cyclotella.Laminaria. Ganggang ini hidup di air laut. serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak. dan berkembang biak dengan cara membelah diri. memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran). Chrysophyta ada yang bersel satu.dan bahan cat. air payau. bercabang tidak bersekat. Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. (Prawirohartono. pengeras es krim. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil. Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi. mempunyai tubuh yang multiseluler. obat-obatan.6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. Navicula. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar. Filum Ganggang Merah (Rhodophyta) Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. misalnya. Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta) Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan). bersel satu (Ochromonas). mengandung pigmen kuning kecokelatan. (Syamsuri. dan Pinnularia. batang. Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah. 2004) 6. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma. dan bersifat mikroskopis. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu. juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin). hijau kekuningan. serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan. (Syamsuri. Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. 2004) 3. (Syamsuri. sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi. agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme. 2004) 4. Ganggang ini hidup di laut. Selanjutnya. Tulbilaria. Pinnularia sp. Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri.

2004) 2. Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. yaitu sebagai berikut. Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel. Dengan kaki semunya. Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma). (Syamsuri. Trypanosoma gambiense dan 120 . Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan.Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu). Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis. gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur. Ia bersel satu dan hidup bebas di tempattempat yang becek. sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma). Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. Ciliata (berambut getar). permukaan tanah yang lembap. lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. seperti Entamoeba histolytica. alat gerak. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. (Syamsuri. sungai. dan seterusnya. Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Agar tidak sampai terserang. ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda. Kemudian. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh. bahkan dapat mencapai hati. Entamoeba yang menyebabkan penyakit. berparasit dalam usus manusia. Amoeba Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. delapan sel. pertukaran gas. dan Sporozoa (penghasil spora).Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Selain Entamoeba histolytica. Selain Amoeba. Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. atau dihinggapi lalat. Misalnya. kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya. Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat. kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh. Pada keadaan tertentu. terkena debu. Flagellata atau Mastigophora (bercambuk). pengeluaran. Jika keadaan luar telah membaik. Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. dan waduk). Protozoa dibagi menjadi enam filum. Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. Dari sini. Pada keadaan yang tidak menguntungkan. Flagellata merupakan nenek moyang dari hewan dan tumbuhan. yaitu Foraminifera dan Arcella. Untuk mencegah diare. yang dibahas dalam bab ini hanya empat filum. air laut. Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. Protozoa hidup di air tawar (selokan. dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis. seperti Trypanosoma dan Trichomonas. membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan. berair. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). dan mengandung makanan. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. Akan tetapi. dan sebuah inti sel. Flagellata dapat hidup bebas di dalam air atau sebagai parasit pada makhluk hidup lain. enam belas sel. 2004) 1. Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare. Foraminifera. secara aseksual dilakukan dengan membelah diri dan secara seksual dengan konjugasi. rendaman jerami. Actinopoda. parit. Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk) Flagellata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). mungkin tidak ditutup. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis.

rambut di sekitar mulut sel akan bergetar pula. sedangkan yang hidup berparasit adalah Nyctoterus ovalis. sawah. T. serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). Evansi merupakan penyebab penyakit sura pada hewan. 2004) 3. (Syamsuri. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramaecium sp. Dengan menggunakan rambut getar. Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora) Tidak seperti Rhizopoda. Makanan yang terkumpul akan masuk dalam sitofaring (kerongkongan sel) lalu masuk ke dalam vakuola makanan untuk dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. Pada saat bergetar. Contoh lainnya adalah Babesia dan Theileria. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat. Ada juga Ciliata yang hidup di air tawar. Protista Menyerupai Jamur Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronukleus). (Syamsuri. 2004) C. Bentuk selnya seperti sandal. dan selnya diselubungi oleh pelikel. T. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam Sporozoa adalah Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. 2004) 4. Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Didinium (hidup di perairan yang mengandung Protozoa). (Syamsuri. Bentuk tubuh Ciliata adalah oval.. Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi. Makanannya adalah sel darah merah. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika). mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma. dan Flagellata yang telah mempunyai alat gerak. makhluk hidup dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam air. Stentor (hidup di perairan sawah yang mengandung bahan organik). Plasmodium hidup sebagai parasit pada tubuh manusia yang menyebabkan penyakit malaria. Peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Kelompok Ciliata (Berambut Getar) Ciliata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (cilia). Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Pada Trichomonas terdapat tiga flagel atau lebih. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. sitoplasma. tidak berubah-ubah. hidupnya menumpang di usus kecoa. 121 . tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Ketika lalat menggigit. ukuran kira-kira 250 mikron. dan Vorticella. Ciliata mendapatkan makanan dengan mulut sel. Penyerapan sari makanan terjadi di dalam sitoplasma. Konjugasi didahului dengan pertukaran inti antara dua individu lalu berpisah dan masing-masing membelah menjadi dua individu. Paramaecium caudatum Paramaecium caudatum adalah Ciliata yang hidup bebas. Plasmodium berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora terjadi di dalam tubuh manusia dan berkembang biak secara seksual dengan pembentukan gamet. sedangkan sisa makanan berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang terletak di kedua ujungnya. Trichomonas vaginalis yang menyerang vagina dapat menyebabkan keputihan. yaitu Stylonichia (hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik). Rambut getar ini adalah bulu-bulu halus yang melekat pada membran sel. Sporozoa hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. Sisa makanan padat dikeluarkan melalui membran plasma. Pada saat ini. Air yang masuk dan keluar mulut sel banyak mengandung bakteri atau bahan organik atau bahan makanan lainnya yang tertambat atau terkumpul di dalam mulut sel. Mereka biasa hidup di rawa. Ciliata. cruzi merupakan penyebab penyakit nagana pada sapi dan kerbau.Trypanosoma rhodiense menyebabkan penyakit tidur yang disebarkan oleh gigitan lalat Tse-tse. dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik. terjadilah aliran keluar masuk air pada mulut sel. vakuola makanan (pencerna makanan). lalat juga mengeluarkan air liur yang mengandung Trypanosoma untuk mencegah pembekuan darah.

berinti banyak. dan di hutan basah. 1982) a. 2003) 1. Setelah matang. dan dapat bergerak bebas. setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat. spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang. H. 1982) b. (Prawirohartono. Saphrolegnia. Pada saat ada makanan. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. Jamur ini berinti banyak. dinding sel berupa selulosa. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa. yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota. bersel satu atau bersel banyak. Sporangium yang masak 122 . b. K. berkembang biak secara aseksual dan seksual. Jamur yang hidup secara parasit. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. sampah basah. (Timotius. (Prawirohartono. K. . Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. atau sampah basah. Pada kondisi tertentu. jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya. 2003) Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe. batang kayu yang membusuk. (Timotius. Pada saat kondisi menguntungkan. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding. d. kayu lapuk. Jika telah dewasa. dan c. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot. 2003) 2. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. H. Contoh Oomycota adalah Phytophthora. c. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). tanah lembap. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. P. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. palmifera (kelapa). berbentuk seperti lendir (plasmodium). hanya saja tidak mengandung klorofil. biasa hidup di hutan-hutan basah. P. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf. Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. dan P. spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Nicotin (tembakau). Filum Jamur Air (Oomycota) Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. misalnya. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk. (Prawirohartono. b. kayu lapuk. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Filum Jamur Lendir (Mycomycota) Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak.Semetara itu. infestans (kentang). tanah lembap. bersifat uniseluler ataupun multiseluler. dan Pythium. kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. e. tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi.

Pada fermentor ada parameter yang harus dikontrol. . dan bahan baku. bergerakberpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan. (waites. Fermentor merupakan system tertutup untuk reaksi biologis dari proses bioteknologi. Pertama dalam metabolisme. DESAIN DAN KONSTRUKSI FERMENTOR Fermentor kebanyakan didesain untuk menjaga konsentrasi biomass tetap tinggi. Dalam skala laboratorium digunakan dalam botol erlenmeyer (volume 50-2000 ml dengan pengisian maksimum 20 %). dalam sebuah alat biasanya sebagai fermentor atau bioreaktor. Selain dari penggunaannya untuk budidaya sel. suhu. dimana yang penting untuk banyak proses fermentasi yang ingin dilakukan. (waites. yaitu pada sel vegetatif dan spora. (Timotius. Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. pada Acrasiomycota. Fermentor yang digunakan berdasarkan kapasitasnya dibagi menjadi dua.2001) Alat yang biasa digunakan adalah fermentor (bioreactor) yaitu suatu unit alat yang digunakan untuk melangsungkan proses biokimia dari suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. dan objek yang lebih spesifik untuk dihasilkan. sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler. Pada Myxomycota. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. 1982) FERMENTATION SYSTEMS Fermentasi pada mikrobiologi memilki dua arti yang berbeda. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid. Sistem fermentasi ini mungkin terlihat mudah tetapi dalam kenyataanya fermentasi menggunakan nutrisi dan oksigen bisa dikembangkan. H. dimana prosesnya dilakukan oleh enzim-enzim dalam mikroba atau enzim murni yang diisolasi. kayubusuk untuk memakan bakteri. fermentasi mengacu pada energi yang menghasilkan senyawa organik di mana bertindak sebagai pendonor elektron dan akseptor.tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. intinya membelah.  Bioreaktor sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar terjadi pengawasan proses optimum. pH.2001) Fungsi utama bioreaktor adalah memberikan lingkungan terkontrol bagi pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu mikroorganisme untuk memperoleh produk yang diinginkan. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Jenis – Jenis Fermentor 123 . yaitu laju agitasi. Plasmodium mempunyai banyak inti. (waites. massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria). mengacu pada kuantitas pertumbuhan besar sel aerobik atau anaerobik. kontrol apa yang akan dilakukan bergantung pada proses tertentu. sel – sel yang ada berpencar dengan bebas dalam media dan berinteraksi sebagai bentuk tersendiri. Kedua. yaitu skala laboratorium dan skala industry. K.akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Saat Plasmodium membesar. dalam konteks industrial mikrobiologi. Fermentasi juga diklasifikasikan sebagai proses dalam fasa biologi. transfer oksigen.  Bioreaktor hendaknya mencegah kontaminasi produksi dari lingkungan pada kultur sambil mencegah pelepasan kultur ke lingkungan. kemudian sel gamet ini melakukan singami. Sebaliknya. Meskipun media dalam bentuk padat sering digunakan tetapi kebanyakan fermentasi menggunakan media cair.2001) Pada penundaan pertumbuhan mikroorganisme. di daun.

mamalia. bahan kontruksi murah dan evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. Berdasarkan penggunaan alat tersebut. Bioreaktor kolom gelembung (Bubble column bioreactor) udara dialirkan melalui sparger di dasar bejana. Merupakan bioreaktor paling sederhana. Loop reactor. Jet loop reactor . Grup ini termasuk stirred tank reactor. Merupakan biorekator yang paling lazim digunakan di berbagai industri fermentasi. Bioreaktor tangki adukan ( stirres tank bioreactor) 2. tumbuhan).Kriteria Dasar Dalam Desain Bioreaktor:           Karakteristik mikrobiologi dan biokimia dr sistem sel (mikrobia. b. Bioreaktor terkemas padat diisi dengan bahan padatan yang dapat menjaring mikrobia masuk kedalamnya. PERANCANGAN FERMENTOR Rancangan dan kontroksi bioreaktor perlu diperhatikan tentang bejana harus dapat dioperasikan dalam jangka waktu lama. Berdasarkan proses penyebaran organisme dan media dalam bejana mengelompokkan jenis fermentor ke dalam 3 grup : 1. Merupakan reaktor kolom di mana percampuran dan sirkulasi diinduksi dengan alat-alat tertentu.2001) A. 3. Udara dipaksa masuk melewati pipa sehingga udara dapat terpancar keatas dan medium ikut terbawa.Menurut Pujaningsih (2005). macam-macam reactor adalah sebagai berikut : 1. bejana harus dapat dicuci dan disterilisasi fasilitas sampling harus ada konsumsi tenaga serendah mungkin. (waites. pH dan penambahan nutrien. Kinetika pertumbuhan sel dan pembentukan produk. 3. Karakteristik hidrodinamik bioreaktor. Air lift loop reactor . Karakteristik massa dan panas bioreaktor. fermentor ini dikelompokkan atas tiga jenis: a. c. Reaktor dengan agitasi internal. Menurut Andhiko (2008). serasi dan afitasi memadai untuk kelangsungan proses metabolik mirkobia. 2. Bioreaktor dengan pancaran udara (Airlift bioreactor) terdiri dari dua kolum yang dimasukkan ke dalam kolum yang lain. Pro peller‟loop reactor. Karakteristik stabilitas genetis dr sistem sel Desain peralatan yg aseptis Pengawasan lingkungan bioreaktor (makro dan mikro) Implikasi desain bioreaktor pada pemisahan produk menghilir Modal dan biaya operasi bioreactor Potensi pengembangan desain bioreactor 124 . Bubble column bioreactor. Terdiri dari tabung panjang dengan beberapa sparger di bagian dasarnya. sistem kontrol suhu.

E.     Fermentor anaerobik memerlukan alat khusus kecuali untuk menghilangkan panas. Sistem stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup.  Dikonstruksi dari bahan yang murah.B. Karakteristik Fermenter. Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi berulang kali pd tekanan uap tinggi. Apapun yang keluar ataupun masuk pada proses 125 .     Bahan fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi logam/ion selama proses. tertutup di bagian atas atau bawah. C. KONTROL KIMIA DAN KONDISI FISIK Konsep dasar dari Bioreaktor adalah untuk pemisahan. Fermentor aerobik memerlukan alat untuk mengaduk dan memberikan aerasi cukup. Fasilitas untuk sampling harus ada.  Gunakan katup-katup yang mudah dibersihkan maupun disterilkan. Konstruksi fermentor aerobic Tebuat dari baja anti karat. dilengkapi pipa-pipa. shg tdk menghambat pertumbuhan mikroba. pH harus ada. Bahan fermentor harus tidak beracun & tidak mudah terlarut. Konsumsi tenaga serendah mungkin. dan memungkinkan kontaminasi. misalnya katup bola atau diafragma.  Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk gelangan.  Semua bagian sistem harus dapat disterilisasi secara tersendiri. dibersihkan dan mudah dipelihara. D.  Bila mungkin seluruh konstruksi alat dilas. Desain Bioreaktor Harus Memperhatikan Beberapa Hal Yaitu :        Bejana dapat dioperasikan dalam keadaan aseptis untuk jangka waktu lama.  Tekanan dalam fermentor harus tetap positif sehingga kalau ada kebocoran akan mengarah ke luar.  Setiap hubungan/kelep ke bejana harus dapat disterilkan dengan uap. Bejana harus dapat dicuci. sehingga tidak mengalami stress mekanik akibat terlampau rapat. Berupa silinder besar. karena bentuk demikian dapat mengendur akibat dari gerakan/fibrasi alat dan kenaikan suhu. mempunyai geometri yang sama baik untuk laboratorium maupun skala industri. dibuat dari bahan transparan.  Pemeriksaan secara visual dari medium & kultur hrs tersedia. Sistim kontrol temperatur. Konstruksi Fermentor. dengan menggunakan pembatas antara lingkungan dalam fermentasi dengan lingkungan luar. Evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. Aerasi dan agitasi cukup memadai untuk kelangsungan proses metabolik mikrobia. Syarat Fermentor adalah sebagai berikut :  Tidak boleh ada hubungan antara bagian sistem yang steril dengan non-steril. karena ruangan seperti itu sulit untuk dibersihkan.  Hindari ruang-ruang perangkap serta bentuk leher.

1. Ada bagian extrinsif seperti massa. Tingkat agitasi dapat diukur berdasarkan tenaga yang dikonsumsi oleh motor yang menggerakkannya. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencari hubungan-hubungan antara konsumsi tenaga yang diperlukan dengan KLa. rheologi dan temperature) dan laju reaksi (produksi biomass). Perpindahan panas sangat diperlukan pada proses sterilisasi dan penjagaan temperatur selama operasi terjadi. Sistem ini harus menyediakan alat analitik yang baik. Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter.(waites.2001) Agitasi fermentor membutuhkan input energi dan ada 3 prinsip mekanisme yang biasanya digunakan. hal ini diakibatkan karena jumlah atom karbon. sehingga dengan hubungan-hubungan yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan tenaga yang dibutuhkan dalam desain dan scale-up. konsentrasi.2001) Tingkat agitasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap efisiensi transfer oksigen di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik. Stirred Tank Reactors(STRs) STRs secara mekanis menggerakkan agitator atau impeller dalam sebuah wadah silinder baffle. . Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas secara turbulen.fermentasi dapat dimonitor. oksigen dan energi yang ada di sistem pada saat awal operasi.Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebih lama. densitas. Pada fasa gas di dominasi oleh oksigen dan karbon dioksida. Dengan informasi yang didapat dapat digunakan untuk perhitungan matematik dan pemodelan pada computer yang kemungkinan bisa digunakan pada computer dan kontrol fermentasi selanjutnya. (waites.2001) Kunci pada bagian exrinsif adalah adalah pada energy dan massa. entropi dan energy dapat diseimbangkan. dan semuanya dikalkulasi pada akhir proses. Agitasi sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut: . Pencampuran yang efisien sangat penting untuk perpindahan oksigen pada fermentasi aerob. Proses pencampuran seharusnya terjadi pada kondisi produksi secara homogen dan meningkatkan fungsi nutrisi. 126 . volum.Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sudah ada. Perubahan fasa dari gas menjadi fasa cair meningkat dengan agitasi. hasilnya didapatkan air dengan temperature (bagian intensif) adalah 30ºC dan bukan 60ºC. apalagi ketika digabungkan dengan penetapan pada termodinamik ( perpindahan panas. Pada fermentasi ada bagian yang intensif. Fasa padat dibuat oleh sel dan kemungkinan terdapat substrat padat. (waites.Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar. tekanan dan panas yang tepat. tetapi berat dari air (bagian extrinsif) adalah additive pada 45 gr. Pada fasa cair terkandung larutan nutrisi dan metabolit. . dan input yang lebih jauh berguna untuk fermentasi. gas dan perpindahan panas.2001) Agitasi Agitasi pada fermentasi sel tersuspensi adalah proses yang dilakukan dengan keinginan untuk mencampur 3 fasa yang berbeda dengan menggunakan fermentor. nitrogen. Bagian ini memiliki jumlah tersendiri pada system fermentasi. karena sebagai mikroorganisme hanya dapat mengambil oksigen pada saat fasa cair. agar tidak terjadi formasi vortex dan mengurangi “dead space”. (waites. . yaitu temperature.Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena sifat alir fluida yang menjadi tubulen. Contohnya jika 10gr air dengan suhu 30ºC ditambahkan pada 35 gr air dengan suhu 30ºC.

impeller dipasang pada motor external dimana sebagai pengendali pada sistem pengadukan.Produktivitas yang lebih tinggi . banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau.2001) 2.Sebagai bagian dari perlindungan lingkungan . dan melepaskan mikroorganisme serta hasilnya ke lingkungan. ini biasanya sebagai jalur yang potensial untuk kontaminasi.(waites. dibutuhkan 2 atau 3 pelindung untuk meminimalkan adanya kontaminasi. sebuah batang pemisah dipasang pada fermenter sampai pada pelindung aseptik. Sebagai contohnya. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan. Hal ini didasarkan pada proses yang dirancang setelah penelitian intensif dan pengembangan.Tidak ada tindakan geser . kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. Pada perakitan agitator yang juga terdapat sebuah pelindung. yang secara signifikan meningkatkan sirkulasi di dalam reaktor dengan mengorganisir konsentrasi oksigen terlarut dan substrat yang dapat disesuaikan sepanjang silinder gerakan agar tidak mengganggu pertumbuhan mikroba karena oksigen tidak mencukupi dan kelebihan gula. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller.Pengurangan konsumsi energi . STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. Untuk menghindari adanya kontaminasi. Untuk proses fermentasi tertentu. Dalam hal ini. Cairan-dinamis kondisi dalam cairan fermentasi sangat homogen.(waites. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1.Pada wadah.2001) Keuntungan: .Metode kompak konstruksi 127 . Airlift Fermenter Sistem ini sangat cocok untuk proses aerobik seperti produksi biomassa mikroba.

Kontak tidak langsung antara sistem pendingin/pemanas dengan media fermentasi. Bagaimanapun. Terbentuknya panas pada fermentasi terutama akibat dari aktivitas metabolis mikroorganisme dan proses mekanisme agitasi. Panas terkonduksi masuk melewati dinding wadah. mereduksi kandungan ammonia dalam air dan untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut agar air terasa lebih segar. Perpindahan panas utamanya dicapai menggunakan jaket luar di sekitar fasa internal atau menggunakan gulungan internal. (waites. menggunakan injeksi penguap tekanan. Oleh karena itu. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi.2001) Perpindahan Panas Pada desain fermentor. aerasi dalam aplikasi ini akan menghasilkan endapan dan meningkatkan konsentrasi 128 . efisiensi dari perpindahan panas sangat penting pada kontrol temperatur selama operasi penyeterilan dan mempertahankan temperature tetap selama proses fermentasi berlangsung. Penyisihan besi dan mangan dapat dilakukan dengan proses oksidasi.Waktu amortisasi Sangat singkat 3. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. yaitu aliran laminar dan turbulen.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. (waites.Cepat pembersihan tanpa masalah . perpindahan oksigen pada fermentasi aerob lebih kompleks. Hydrodynamic mechanism (Deep-jet Fermenter) Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Fungsi utama aerasi dalam pengolahan air adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. ukuran dan geometri wadah. Aplikasi aerasi dalam proses ini dapat memberikan cukup banyak oksigen untuk berlangsungnya reaksi. oksidasi kandungan besi dan mangan dalam air.2001) Aerasi Aerasi merupakan salah satu proses dari transfer gas yang lebih dikhususkan pada transfer oksigen dari fase gas ke fase cair. gulungan dan baffle. Sistem tersebut juga digunakan untuk sterilisasi wadah dan konten sebelum inokulasi. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. Pengontrol otomatis temperature selama fermentasi berhasil terjadi dengan penginjeksi air panas/dingin menuju jaket terluar dan atau gulungan dalam. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. (waites. Proses ini biasanya digunakan pada air tanah yang kebanyakan mempunyai kandungan oksigen terlarut yang rendah. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem. Walaupun demikian. Penyisihan besi dan mangan.(waites. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe.2001) Perpindahan Massa Pada perpindahan nutrisi dari fasa larutan menjadi sel – sel microbial selama fermentasi secara relatif tanpa kesulitan sebagagai nutriri biasanya tersedia di kelbihannya. serta membantu pengadukan air.2001) Aerasi dipergunakan pula untuk menghilangkan kandungan gas-gas terlarut..

2-0. Kondisi Proses Air Strippping Proses Air stripping 0. Proses pemisahan (stripping) lebih mudah dilakukan pada suhu tinggi. Pre-asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam kuat seperti asam sulfat sehingga dicapai pH 5. Tingginya konsentrasi karbondioksida dalam air dapat meningkatkan pemakaian bahan kimia untuk keperluan pelunakan. (Berne dan Cordonnier.5 ambien 5-15 90-96 Kandungan S2-awal (g/L) Suhu (oC) Kandungan S2. 2 HSNH4 + H2SO4 à (NH4)2SO4 + 2 H2S / Gas H2S bersifat lebih volatile dibandingkan dengan gas NH3. Proses yang terjadi adalah digambarkan seperti persamaan berikut.oksigen terlarut. Mekanisme pengolahannya adalah terjadi oksidasi hydrogen sulfide menghasilkan air dan belerang bebas. Hal tersebut didasari hasil percobaan bahwa kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 150 MPa. Penyisihan karbondioksida. (Berne dan Cordonnier. 1995) Tabel 1. Hal tersebut sejalan dengan koefisien hukum Henry dimana koefisian akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. maka proses stripping akan semakin mudah dilakukan. Peningkatan pH sampai 8. Telah disebutkan diawal bahwa semakin tinggi kostanta Henry.5-6. 1995) AIR STRIPPING Proses air stripping biasanya diawali dengan proses pre-asidifikasi. Senyawa organic yang bersifat mudah menguap (volatile) dapat disisihkan dengan cara aerasi. Kondisi proses stripping yang dapat dijadikan acuan diperlihatkan pada Tabel 1. Karbondioksida dapat cepat dihilangkan dengan cara aerasi. Mangan sering kali tidak dapat teroksidasi pada pH normal. sedangkan kombinasi gas NH3 dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 15 MPa. Proses ini biasanya diterapkan pada pelunakan air tanah yang umumnya mempunyai kandungan karbondioksida yang tinggi.(%) 129 . Ammonia merupakan polutan yang dapat dipisahkan dari suatu limbah cair walaupun seringkali memerlukan pengaturan pH terlebih dahulu. Hidrogen sulfide adalah senyawa utama penyebab rasa dan bau yang dapat diolah cukup efektif dengan aerasi. Karbondioksida mempunyai kelarutan yang rendah dalam air. Penyisihan hydrogen sulfide. sehingga aerasi sangat efisien dalam penyisihannya. Tujuan pre-asidifikasi adalah untuk mendisosiasi ammonium dalam bentuk garam. khususnya jika digunakan menara aerator.akhir (g/L) Efisiensi removal S2. Penyisihan senyawa organic volatile. Kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan memungkin suhu proses stripping dapat diturunkan hingga suhu dibawah 80 oC.5 dapat memperbesar oksidasi mangan. Proses pemisahan gas NH3 secara cepat umumnya dilakukan pada suhu 105 oC.

STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan.40-80 V udara / V air 2-3 Tinggi kolom packing (m) Percolation velocity (m3/ jam. mikroba dikatakan akan keracunan bila mendapat oksigen. m2) Sumber: Berne dan Cordonnier. ukuran dan geometri wadah. 2. yaitu aliran laminar dan turbulen. itu maksudnya apa? Memang fermentor lainnya ada masalah dalam pembersihan? Padahal proses fermentasi tadi dikatakan steril. sebelumnya telah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya bahwa bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen untuk berespirasi sehingga saat proses fermentasi menggunakan bakteri anaerob tidak dialiri oksigen. Tolong dijelaskan proses yang terjadi dalam deep-jet fermentor! (Rizka Dwi Octaria 115061101111017) Jawab: Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Walaupun demikian. Jadi apakah mikroba tidak bernafas? (Maratus 115061100111019) Jawab: Pada proses fermentasi yang dijelaskan adalah aerob. Kesulitan pada deep jet adalah desain alat yang rumit sehingga untuk cara pembersihannya lebih sulit dari alat yang lain. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. lalu bagaimana peran sparger dan sterile air pada fermentasi anaerob? Fermentasi anaerob kan tidak 130 30-40 . kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. tapi ada fermentasi anaerobik itu ada pemasukan udara atau tidak?Kalau prosesnya anaerobik. STR itu fermentor untuk fermentasi aerob atau anaerob? Kalau bisa digunakan untuk keduanya. Tadi dijelaskan pada airlift fermentor mempunyai keuntungan cepat pembersihan tanpa masalah. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. 4. 1995 DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. Sebagai contohnya. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. Pada proses fermentasi. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. Dalam hal ini. 5. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. prosesnya itu aerobik atau anaerobik? Yang dijelaskan tadi pada fermentor ada pemasukan udara. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem. (Winda Fauzi Istiqomah 115061101111003) Jawab: fermentor airlift ini wadahnya mudah dibuka serta didalamnya tidak terlalu banyak alat seperti pada STRs yang didalamnya ada alat pengaduk. Apa pengaruhnya aliran kultur yang terlalu cepat dalam fermentor proses agitasi? (Queen Sitanggang 115061100111015) Jawab: Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller. 3.

Pada deep-jet fermentor. apa tujuannya aliran secara turbulen? Kenapa jenis alirannya berbeda dengan fermentor lain? (Alfonsina 115061100111027) Jawab: Deep jet fermentor adalah salah satu alat dengan menggunakan mekanisme hidrodinamik. 9. maupun continous karena telah dijelaskan dikelompok selanjutnya. Mikroba aerob mungkin akan tetap bisa hidup jika udara tersebut mengandung oksigen. Udara seperti apa yang digunakan pada sparger?serta pada perpindahan massa nutrisi seperti apa yang digunakan?makro apa mikro? (Lilis Triyowati 115061101111009) Jawab: Udara yang digunakan pada STR berupa udara yang steril yang bebas dari kontaminan dan masuk melalui sparger yang dihubungkan dengan selang.membutuhkan oksigen? Tapi kalau STR digunakan hanya untuk fermentasi aerob. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas 10. Bagaimana cara menentukan kapan kita menggunakan fermentor dengan system batch. jadi dapat dinyatakan bahwa mikroba anaerob benar akan mati bila masuk ke dalamnya. 8. Kalau mikroba anaerobic desain fermentornya bagaimana? Apa perbedaanya dengan desain fermentor untuk aerob? (Dhanang Edy Pratama 115061101111007) Jawab: Proses anaerobic yang terjadi dilakukan di dalam bioreactor anaerob dengan tipe Up-Flow anaerobic filter dengan volume 500L. Secara umum. feed batch. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa akseptor elektron eksternal. untuk adanya kontaminan bisa dilakukan sterilisasi pada alat menggunakan udara bertekanan. 7. 11. atau sebagainya. Untuk fermentor anaerob itu sendiri contohnya pada pembuatan etanol.Jelaskan! (Vivi Anita Aprilia 115061107111005) Jawab: Pada prinsipnya STR adalah fermentor aerob. Diketahui bahwa mikroba berespirasi secara aerob atau anaerob dan dijelaskan pada diagram stirred tank reactor ada udara steril yang masuk. maupun continous? Dan apa dampak dari produk yang dihasilkan? (Freshsya Zatalini 115061100111003) Jawab: Kelompok kami tidak membahas fermentor dengan system baych. feed batch. BagaimPada deep-jet bagaimana cara menghilangkan kontaminan pada system penggeraknya? Menggunakan apa? (Sharfina Widyaningrum 115061105111003) Jawab: pada deep jet ini ada pompa untuk mengalirkan hasil fermentasinya. 6. Buffle terbuat dari bahan apa? Apakah ada spesifikasi tertentu tentang bahan-bahan yang digunakan untuk buffle? Misalnya harus kuat. deep jet fermentor juga menggunakan aliran laminar dimana harus disesuaikan dengan reynould number. Nutrisi yang digunakan meliputi makro dan mikro karena 131 . 12. reactor tersebut menggunakan media sponge filter yang berfungsi sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. lalu fermentor seperti apa yang biasa digunakan untuk fermentasi anaerob? (Dewi Nugrahani 115061100111001) Jawab: STR digunakam untuk aerob sedangkan Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol dengan bahan baku gula biasanya mengunakan fermentor anaerob. (Inggit Kresna Maharsih 115061100111003) Jawab: Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. akan tetapi bagaimana untuk mikroba anaerob yang notabene tidak dapat hidup jika ada oksigen.

Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba Medium fermentasi memiliki fungsi yaitu untuk menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. 3. Dalam suatu proses fermentasi memerlukan: 1. karena setiap alat harus ada pengawasannya terhadap lingkungan. mikroorganisme tersebut dapat memperoleh sumber nutrisi yang dapat digunakan untuk memperoleh energy dalam rangka pembentukan sel serta melakukan proses biosintesis untuk menghasilkan produk-produk metabolit.mikroorganisme adalah makhluk hidup dan pada dasarnya semua makhluk hidup butuh nutrisi baik makro maupun mikro. Mikroba sebagai inoculum 2. Sehingga melalui media fermentasi. suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi. Oleh karena itu. Amortisasi adalah penyusutan secara berangsur – angsur pada proses fermentasi. Berikut ini terdapat tabel yang menjelaskan menganai kebutuhan nutrisi bagi 3 jenis mikroorganisme yang berbeda-beda. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai produk minuman atau makanan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Jadi dapat dikatakan pompa tersebut membuat kinerja dari fermentor ini kurang efisien karena harus menggunakan tenaga untuk melakukannya. Apa pengertian amortisasi? dan apa yang dimaksud sebagai bagian dari perlindungan lingkungan? (Ridhani 115061100111009) Jawab: alat dipasang ataupun dibuat dari bahan yang murah harganya dan ramah lingkungan. Kenapa deep-jet fermentor jarang digunakan? Apa kekurangan dan kelebihannya? ( Pandu Rahmat 115061107111001) Jawab: Deep-jet fermentor jarang digunakan karena pada fermentor ini mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Idealnya suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang dapat berperan sebagai pensuplai nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung agar mikroorganisme tersebut dapat bekerja secara optimum selama proses fermentasi.1 Medium Fermentasi Istilah fermentasi berasal dari bahasa latin fervare yang berarti mendidih. Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aksi dari ragi dalam ekstrak buah atau biji-bijian yang menghasilkan gelembunggelembung gas karbondioksida sebagai akibat dari proses katabolisme anaerob dari gula yang terdapat dalam ekstrak. 14. 13. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. 132 .

c. lipids. molds). d. 7. b.2 Sumber Nitrogen Fungsi sumber nitrogen dalam media fermentasi yaitu untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. 8. 3. seperti kacang kedelai dan ampas biji kapas. yeast. oleh karena nya kebutuhan akan air sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme sangat penting.1. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. yaitu nitrogen organik dan nitrogen anorganik. karbohidrat. protein dan urea. Dimana air merupakan komponen terbesar dalam tubuh organisme yaitu sekitar 80-90%. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. dan ash. Dengan kebutuhan nitrogen bagi mikroorganisme yang harus disuplai pad media fermentasi yaitu sekitar 10-15% dari berat kering sel bakteri.komponen penyusun media fermentasi adalah sebagai berikut : Sumber nitrogen Air dan mineral Vitamin Faktor pertumbuhan Prekursor dan Induser Elisitor Inhibitor Modifikasi permeabilitas sel Oksigen Antifoams Animal Colture Media Plant Culture Media Culture Maintance Media Gambar 1 : Tabel Komposisi rata-rata mikroorganisme (bakteri. nucleo acid. Sumber : The Internet Journal of Microbiology ISSN: 1937-8289 II. 1. kebutuhan dasar lain dari mikroorganisme yaitu air. 2. 6. Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. Nitrogen organik Nitrogen merupakan nitrogen yang berasal dari berbagai macam sumber zat organic. Dalam hal ini sumber 133 . seperti nitrogen. 4. Namun untuk kandungan karbon dan mineral yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. Sumber nitrogen dapat dibedakan menjadi 2. 9. protein. Selain ke-dua komponen tadi. Selain itu sumber nitrogen organik lainnya yaitu berupa asam amino. a. Komponen . maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. 5. yeast. Nitrogen organic didapatkan dari berbagai kombinasi hasil samping pertanian.

serta mempunyai kelarutan yang tinggi dan mempunyai sifat yang stabil dalam penanganan penyimpanannya. Pada proses fermentasi. Sumber nitrogen yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah amonium sulfat. Sedangkan yang paling cocok digunakan sebagai sumber nitrogen adalah amonium sulfat dan diamonium hidrogen phosphate (DAHP) karena mudah didapat dan harganya cenderung murah. Amonium phosphat monobasis disebut juga sebagai amonium dihidrogen phosphat yang mempunyai rumus kimia NH4H2PO4. Hal tersebut dikarenakan ke-dua sumber nitrogen tersebut harganya relatif murah dan mudah mendapatkannya. Sedangkan Matz (1972) menyatakan bahwa penggunaan amonium phosphat pada pembuatan roti tawar tidak boleh lebih dari 0. Corn steep Liqour Corn steep Liqour adalah produk samping yang dihasilkan dari ekstraksi pati dengan menggunakan jagung sebagai komponen pokok. Batas maksimum penggunaan amonium phosphat menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 235/Men. Sementara nitrogen anorganik dapat bersumber dari amonium sulfat. gas amonia. maupun amonium hidroksida.2 – 4. Komposisi pada Corn steep Liqour umumnya mengandung sekitar 4% (b / v) nitrogen. Dimana setiap sisa gula yang dihasilkan biasanya dikonversi menjadi asam laktat 134 . Sedangkan amonium phosphat dibasis atau disebut juga diamonium hidrogen phosphat mempunyai rumus kimia (NH4)2HPO4. 2. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasikan keracunan dan hal-hal yang buruk bagi pengosumsi. Seperti contohnya yaitu ketika melakukan proses fermentasi yoghurt.25 bagian untuk setiap 100 bagian berdasarkan berat. Corn steep Liqour digunakan untuk produksi antibiotik penisilin pada tahun 1940-an. roti. suhu. Amonium phosphat yang terdapat di pasaran terdapat dua jenis yaitu monobasis dan dibasis. bir dan makanan lainnya. Dalam hal ini sumber nitrogen akan membantu proses pertumbuhan dari mikroorganisme yang berperan (jamur) sehingga dapat menjalankan fungsinya secara optimum. Amonium phosphat mempunyai kandungan nutrien yang tinggi yaitu fosfor (P) dan nitrogen (N). peptones dan soya bean meal.4. meliputi pH. ekstrak khamir dan pepton. 1. sumber nitrogen tersebut dapat diproses sehingga menghasilkan produk seperti corn steep liquor. Tujuan pengontrolan pH yaitu agar mikroorganisme yang berperan (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) dapat bekerja secara optimum karena pada pH demikian kerja mikroorganisme tersebut dapat optimum. Untuk komposisi yang tepat dari Corn steep Liqour tergantung pada kualitas jagung sebagai sumber nya serta kondisi pengolahan. maka nitrogen anorganik tersebut akan mengontrol agar pH selama proses fermentasi berlangsung berkisar antara 4.nitrogen organic yang paling banyak digunakan yaitu jenis urea dan asam amino. ekstrak ragi. vitamin dan mineral.Kes./Per/VI/79 adalah secukupnya untuk jenis makanan soda kue. Dalam proses industri. dan tekanan. dalam hal ini sudah termasuk berbagai asam amino. Selain itu dengan penambahan nitrogen anorganik pada medium fermentasi juga berfungsi sebagai pengatur pH pada proses fermentasi. Dalam hal ini nitrogen anorganik bersifat sebagai suplemen untuk mikroorganisme pada proses fermentasi.

Ekstrak tersebut mengandung asam amino. Misalnya peptones yang berasal dari gelatin. jeli. vitamin larut air (Tabel 3). dalam hal ini beripa autolysis. Dalam industri pangan. yaitu apabila dia terhidrolis dengan air maka akan menyebabkan asam yang bersifat korosif. keratin. sel-sel dalam ragi tersebut akan terganggu oleh adanya proses plasmolisis atau gangguan mekanis lainnya pada proses autolysis ini. b/ v oleh mikroorganisme yang mengkontaminasinya. dan beberapa glukosa yang berasal dari karbohidrat yang tersimpan dalam ragi (trehalosa dan glikogen). gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak. seperti : daging. yaitu prolin dan sistein. biji bunga matahari. gelatin. yang ditanamkan pada ragi untuk kemudian dibudidayakan (dikulturkan) menggunakan etanol.Gambar 3 : Tabel kandungan protein dan vitamin pada ekstrak ragi.sebanyak 9-20%. namun kekurangan lisin. Peptone dari sumber tanaman selalu mengandung jumlah karbohidrat yang relatif besar. 3. Hal tersebut dikarenakan bahan penyusun pada pepton terdiri atas asam atau hidrolisis enzim dari bahan protein tinggi. Selain itu ekstrak ragi juga dapat ditemukan sebagai limbah dari kayu dan pengolahan kertas. Sedangkan peptones dengan sumber keratin kaya akan kedua-nya. Pada proses autolysis ini menggunakan enzim endogen sel. pasta kental atau bubuk kering.05% (b / v) tidak dapat digunakan dalam proses fermentasi karena memiliki potensial menyebabkan masalah korosi. Dalam hal ini selama proses autolisis harus dapat mengontrol suhu dan tekanan osmotik. 2. biasanya tanpa perlu enzim hidrolitik tambahan lainnya. sehingga dapat menyebabkan sel-sel dalam ragi (yeast) tersebut mati tanpa menonaktifkan enzim. Corn steep Liqour kadang-kadang dapat digantikan oleh minuman keras yang sama. Berdasarkan hal di atas diketahui bahwa komposisi pepton berbeda-beda berdasarkan sumber protein penyusunnya. memiliki kandungan prolin dan hidroksiprolin yang sangat besar. Ekstrak ragi dengan konsentrasi natrium klorida lebih besar dari 0. Suhu dan pH harus dikendalikan untuk memastikan proses autolisis optimal dan standar. Ekstrak tersebut digunakan dalam formulasi media fermentasi biasanya berupa garam bebas dengan konsentrasi komponen yang larut dalam hidrolisis sel ragi. Sehingga pada akhirnya. peptida. dan es krim. bahan pada dinding sel ragi rusak dan menjadi puing-puing dan dihilangkan melalui Sumber : Waites. kedelai makan. 1975 toko roti maupun ragi. kacang. Oleh karena itu dalam formulasi media fermentasi harus dapat diketahui terlebih dahulu 135 . 1995 penyaringan atau sentrifugasi. atau dapat juga bersumber dari strain seperti Saccaromyches cerevisiae serta strain alternative lainnya yaitu Kluyveromyces marxianus. Dalam hal ini. Selain itu kontrol suhu sangat penting untuk mencegah hilangnya vitamin dari proses autolysis ini. sehingga ekstrak yang dihasilkanakan akan terkonsentrasi dengan cepat. Peptone Peptone biasanya terlalu mahal digunakan untuk industri fermentasi skala besar. ekstrak yang terbentuk berupa cairan yang mengandung padatan sekitar 50-65%. Ekstrak Ragi Ekstrak ragi dapat didapatkan dari Gambar 2 : Tabel komposisi Corn Steep Liquor limbah Sumber : Anon. seperti yang berasal dari produksi tepung kentang. dll. namun hampir tanpa kandungan belerang yang mengandung asam amino. Proses mendapatkan ekstrak ragi yaitu melalui proses hidrolisi. Dalam hal ini komposisi dari pepton bervariasi tergantung pada sumber protein awalnya. Proses autolisis bekerja pada rentang suhu pada 50-55⁰C selama beberapa jam sebelum suhu dinaikkan hingga 75⁰C untuk mengaktifkan enzim. Akibatnya bahan.

2. sehingga dapat memilih sumber pepton yang sesuai terhadap kebutuhan mikroorganisme nya. Soya Bean Meal Soya Bean Meal merupakan residu yang tersisa setelah kacang kedelai selesai di proses. soya bean meal digunakan dalam proses fermentasi antibiotic. Gambar 4 : Garfik hasil β-Glukan yang dihasilkan dengan menggunakan medium : pepton.1 Aplikasi penerapan media dengan komponen sumber Nitrogen dalam industry Pegaplikasinua yaitu dalam proses : Produksi β-Glukan dengan menggunakan mikroorganisme berupa Saccharomyces cervisiae dalam media dengan sumber nitrogen berbeda pada Air-Lift Fermentor. 4. urea. Hal tersebut dikarenakan komponen nya hanya secara perlahan-lahan dilakukan proses metabolisme. asam glutamate. Pada proses fermentasi. dan 136 .karakteristik jenis pepton yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang akan digunakan selama proses fermentasi. 8% senyawa non-protein nitrogen. yang kemudian digunakan untuk mengekstrak sebagian besar minyak. sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan kemungkinan represi dari pembentukan produk. Komposisi dari soya bean meal yaitu terdiri dari protein sebanyak 50%. 30% karbohidrat dan minyak sebesar 1%. II.

MgSO4. memerlukan air dalam jumlah yang besar.3. dan dengan injeksi steam dengan tekanan yang tinggi. ferum. dan seng yang hadir dalam pasokan air.2. Hal ini dikarenakan air merupakan komponen dasar yang dibutuhkan mikroorganisme untuk tumbuh selama proses fermentasi berlangsung. Kadang-kadang. Dan untuk medium urea dan DAHP βGlukan yang dihasilkan sama yaitu 733 mg. Dalam banyak kasus juga menyediakan elemen mineral dalam media fermentasi. termasuk : saat pembelahan dan pertumbuhan sel. II. II. Dengan alat yang digunakan untuk sterilisasi adalah autoclave. sulfur dan ion klorida terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan ini sehingga dapat ditambahkan sebagai garam yang spesifik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber nitrogen terbaik untuk proses fermentasi (produksi β-Glukan) adalah menggunakan pepton. Dalam hal ini media yang akan disterilisasi dimasukkan dalam chamber. Respiro-fermentasi metabolisme dan respon terhadap stres lingkungan. Fungsi pemberian mineral dalam media fermentasi yaitu untuk fisiologi mikroorganisme tersebut.2 Mineral Mineral – mineral yang sering terdapat dalam medium fermentasi yaitu seperti berikut : kobalt. magnesium. yaitu menambahkan butiran karbon aktif yang berfungsi sebagi filtrate air sehingga antara air dan kolod tersebut dapat terpisah sehingga menghasilkan air yang bebas koloid untuk proses formulasi media fermentasi. KH2PO4. dan kotoran dalam bahan media lainnya. kadar kalsium. maupun garam mineral seperti kalsium karbonat. Saat ini air menjadi semakin mahal.Air digunakan untuk proses pembersih (sterilisasi) dalam proses fermentasi. magnesium.Grafik diatas menerangkan bahwa produksi β-Glukan terbanyak pada akhir fermentasi (84 jam) adalah pada medium dengan menggunakan sumber nitrogen pepton. mangan.3. besi.1 Aplikasi dari penggunaan mineral dalam industri Pengaplikasi dapat dijelaskan dalam Proses Fermentasi menggunakan Residu Mango sebagai Sumber Karbon untuk Produksi Bioetanol dengan menggunakan garam mineral MnSO4. maka dilakukan pemanasan pada kolom chamber dengan suhu 121⁰C selama minimal 15 menit untuk memastikan medium sudah tersterilisasi sempurna. II. Selain itu air tidak hanya digunakan sebagai komponen utama dari semua media fermentasi.Hasil yang diperoleh yaitu : 137 . Dalam hal ini air yang akan digunakan untuk formulasi media fermentasi harus dipastikan bebas dari kandungan padatan tersuspensi maupun koloid seperti klorin. copper. Hal ini dapat meminimalkan biaya dalam penggunaan air dan mengurangi volume limbah yang membutuhkan pengolahan air. kalium.1 Air Semua proses fermentasi. Proses sterilisasi bisa dengan meggunakan cara filtrasi maupun pemanasan. Namun sayangnya pepton harganya relative mahal. Dalam hal ini car menghilangkan koloid maupun suspensi tadi adalah dengan menggunakan teknik GAC (Granulated Carbon Active). fosfor. sehingga banyak perusahaan yang melakukan proses pendaur ulangan / penggunaan kembali dari air. cornsteep liquor mengandung berbagai mineral yang biasanya akan memenuhi kebutuhan mineral minor.3 Air dan Mineral II. namun juga penting untuk peralatan pendukung dan pembersihan (sterilisasi). Misalnya.3. yaitu sekitar 833 mg. struktur dan fungsi mitokondria. Sementara dengan menggunakan urea produksi β-Glukanpaling sedikit yaitu 633 mg. FeSO4. kecuali solid-substrat fermentasi. sehingga dapat menggunakan alternative urea yang jauh lebih murah sementara produksi β-Glukan tidak jauh berbeda dengan β-Glukan yang dihasilkan oleh pepton. molibdenum.

Contoh vitamin yang digunakan dalam formulasi media fermentasi yaitu pengunaan kalsium pantotenat dalam produksi vinegar dan biotin dalam produksi asam glutamate. Contoh faktor-faktor pertumbuhan yang diperlukan dan ditambahkan dalam media fermentasi yaitu seperti : asam amino. seperti jamur dan ragi berserabut.1. vitamin disintesis oleh banyak bakteri dan digunakan sebagai unsur-unsur dasar penyusun media fermentasi. dan asam antranilat ditambahkan pada produksi L-triptofan oleh khamir Hansenula anomala. Mg2+. Mg2+ berperan penting untuk produksi enzim sehingga alkohol dapat terbentuk. II. Contoh precursor yang ditambahkan dalam media fermentasi yaitu penggunaan phenylacetic acid atau phenilacetamida pada fermentasi antibiotic penisilin oleh Penicilliumchrysogenum. dalam bentuk ekstrak dengan tujuan untuk menekan biaya operasi fermentasi karena harganya yang lebih murah dalam bentuk ekstrak. dimana precursor tadi akan berikatan dengan rantai samping molekul penisilin. Dalam medium fermentasi. 138 . Dalam hal ini factor pertumbuhan yang ditambahkan pada media fermentasi dapat berupa : prekursor. disimpulkan bahwa Mn2+. Vitamin dapat ditemukan dalam produk-produk yang banyak mengandung sumber karbon dan sumber nitrogen sebagai kontaminan ringan. vitamin berperan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang digunakan selama proses fermentasi. Oleh karena itu. dimana ditambahkan baik dalam bentuk murni atapun.Ion K+ sangat diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganise. elicitor.2. asam lemak dan sterol. 1. Sementara Fe2+ dapat merangsang pernapasan dan perkembangan mikroorganisme. Sementara untuk mikroorganisme lainnya. Prekursor Prekursor adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke medium fermentasi dimana selama proses fermentasi berlangsung akan dapat berikatan dengan molekul produk untuk menghasilkan produk dari proses metabolit sekunder. dalam hal ini magnesium bertindak sebagai penggerak beberapa enzim (fosfatidilkolin transferase dan dekarboksilase).5 Faktor Pertumbuhan Faktor pertumbuhan dalam media fermentasi didefinisikan sebagai persenyawaan organik yang harus terdapat dalam sel mikroorganisme agar mikroorganisme tersebut dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya selama proses fermentasi berlangsung. maupun inhibitor. karena perannya sebagai konstituen dehidrogenase laktat. maka harus ditambahkan vitamin sebagai suplemen untuk formulasi media fermentasi. Fe2+ adalah ion yang dibutuhkan untuk proses fermentasi Ragi alkohol. Pada fermentasi membutuhkan suplemen precursor yang spesifik ditambahkan dalam jumlah terkontrol dan dalam bentuk relatif murni. Bro 1.Gambar 5 : Garfik laju produksi bioethanol pada produk yang mengandung mineral MgSO4 or KH2PO4 Berdasarkan kedua kurva di atas dapat dilihat bahwa penambahan mineral dalam medium fermentasi sangat penting dalam proses fermentasi.4 Vitamin Pada proses fermentasi. II. Selain itu contoh lain dari penambahan precursor yaitu D-treonin digunakan sebagai precursor dalam produksi L-isoleusin oleh Serratia marcescens. nukleotida. Aplikasi dari penggunaan prekursor dalam industry dapat terlihat pada proses pengaruh penambahan urasil dalam media fermentasi terhadap hasil β-glukan dari dua strain Agrobacteriumradiobacter A1. K+. Mn2+ berperan dalam produksi metabolit. Tetapi factor pertumbuhan ini tidak dapat dapat dibuat sendiri oleh mikroorganisme tersebut sehingga perlu ditambahkan dari pihak luar. inducer. Faktor pertumbuhan biasanya ditambahkan pada sumber karbon maupun sumber nitrogen pada saat formulasi media pertumbuhan.5 dan Agrobacterium sp.

2. dapat dipicu dengan menambahkan elisitor. Agar enzim tetap disintesis selama fermentasi. Akibatnya. Contoh pemberian induser dalam medium fementasi yaitu penggunaan starch untuk produksi amilase oleh kultur Aspergillus spp. yaitu urasil biasanya berupa substrat enzim atau senyawa yang memiliki struktur berdekatan. Soja Jika pembentukan produk tergantung pada kehadiran senyawa elisitor tertentu atau analog struktural. khususnya patogen tumbuhan. Dalam hal ini inducible enzyme hanya medium yang diberi precursor disintesis untuk merespon adanya inducer di lingkungannya. Inducer Dalam proses fermentasi. dimana gen kloning kemudian dapat 'dihidupkan' oleh penambahan elisitor kimia tertentu. Hal ini dikarenakan pertumbuhan GMMs dapat terganggu ketika gen cloning 'dihidupkan'. 3. maka harus dimasukkan ke dalam media fermentasi atau ditambahkan pada suatu titik tertentu selama fermentasi. seperti flavonoid dan trepenoids. Dalam hal ini inducer diberikan secara terus menerus dalam konsentrasi yang rendah. Bro 1. Dalam hal ini aplikasi penggunaan elisiator dalam medium fermentasi adalah pada proses peningkatan produksi katarantin melalui teknik elisitasi pada kultur agregat sel catharanthus roseus. 2. karena tingkat transkripsi dan translasi yang sangat tinggi. Dalam hal ini dilakukan proses isolasi untuk produk target dari berbagai mikroorganisme. sistem untuk gen kloning digabungkan yang memungkinkan maksimalisasi awal pertumbuhan untuk membangun kepadatan biomassa yang tinggi. inducer adalah senyawa yang Gambar 6 : Grafik produksi βbersifat menginduksi sistem biosintesis produksi enzim yang berguna glukan dengan menggunakan selama proses fermentasi. Elisitasi adalah suatu metode untuk meningkatkan fitoaleksin dan metabolit sekunder lainnya dengan menambahkan berbagai elisitor biotik maupun abiotic. Selain elisator. Contoh : dihasilkannya isoflavonoid pada kultur sel kedelei oleh senyawa elisitor Pms yg dihasilkan oleh fungi patogen Phytophthoramegasperma var. reagen juga sering diperlukan dalam fermentasi mikroorganisme hasil rekayasa genetika (GMMs). cerevisiae 139 . Elisitor Elisitor yaitu senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi untuk membantu mengsekresikan produk target dari sel tumbuhan.Pada grafik samping dapat diamati bahwa produksi β-glukan dengan menggunakan medium yang diberi precursor urasil akan jauh lebih tinggi dibanding medium yang tanpa pemberian precursor. Dalam hal ini kultur yang digunakan adalah Catharanthus roseusdengan elisiator berupa S. Dalam proses kultur sel tanaman produksi metabolit sekunder.1 untuk fase logarigtmik (24 jam) maupun fase stasioner (46 jam). dan pemberian selulosa sebagai induser untuk produksi selulase oleh Trichoderma viride . pemberian induser maltosa oleh Bacillus subtilis.5 maupun Agrobacterium sp. substrat inducer harus selalu ada dalam medium fermentasi. baik dengan menggunakan kultur Agrobacteriumradiobacter A1.

yang digunakan dalam produksi gliserol oleh S. Selain itu fungsi dari inhibitor adalah untuk mempengaruhi struktur dinding sel sehingga meningkatkan permeabilitas dinding sel untuk melepaskan metabolit. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula. Oleh sebab itu. Sebuah contoh dari penghambat khusus digunakan untuk mengarahkan metabolisme natrium bisulfit. Modifikasi sel permeabilitas 140 . 4. Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Pada inhibitor terjadi proses inhibisi. Inhibitor dibedakan menjadi dua kelompok. Inhibitor nonkompetitif merupakan senyawa kimia yang tidak mirip dengan subtrat den berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. inhibitor menghentikan jalur pada titik tertentu untuk mencegah metabolisme lebih lanjut dari produk target. cerevisiae.Gambar 7: Garfik kandungan karantin dalam sel S. Gambar 9 : Cara kerja inhibitor nonkompetitif b. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya.cerevisiae maupun pada medium akan lebih banyak dihasilkan dengan yang diberi perlakuan pemberian elisitor. Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim sehingga substrat tidak dapat masuk. Contohnya adalah diisopropil-fluorofosfat (DFT) yang menghambat kerja asetilkolinestirase (enzim penting dalam transmisi implus saraf) yang dapat menyebabkan kekejagan otot. Selain itu dapat diamati pula bahwa pada produksi katarantin pada medium menunjukkan pola yang selalu naik setiap pertambahan waktu dalam proses fermentasi. yaitu penghambat yang tidak berikatan secara kuat dengan enzim. Pada grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kandungan katarantin baik pada sel S. Dengan kata lain inhibitor digunakan untuk mengarahkan metabolisme terhadap produk target dan mengurangi pembentukan produk yang tidak diinginkan. merupakan penghambat yang berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehinga tidak dapat terlepas. penghambat ini dapat dibalikkan. Inhibitor Irreversibel. Hal ini dikarenakan terinduksinya serangkaian proses yang mengarah pada akumulasi katarantin. cerevisiae(A) dan medium(B) sebelum (control) dan sesudah elisitasi. yaitu proses dimana satu fungsi di halangi oeh fungsi lainnya. 5. Inhibitor Inhibitor adalah molekul atau senyawa kimia yang bersifat mengalihkan reaksi metabolism sehingga bisa dihasikan produk yang lebih spesifik. Hal tersebut dikarenakan karena adanya perubahan pH pada medium setelah elisitasi. yaitu: a. Inhibitor Reversibel. Jadi. Contoh : penggunaan penisilin dlm produksi asam glutamat oleh Micrococcus glutamicus. Inhibitor reversibel dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Gambar 8 : cara kerja inhibitor kompetitif ii. i.

1. Ada tiga pendekatan yang memungkinkan untuk mengendalikan produksi foam: modifikasi komposisi media. 3.7 Antifoams Antifoams diperlukan untuk mengurangi pembentukan busa selama fermentasi. II. termasuk proses untuk memproduksi L-glutamicacid menggunakan anggota Brevibacterium Corynebacteriumand genera. sumber nitrogen. II. sehingga fermentor menjadi tercemari mikroorganisme yang dilepaskan ke limgkunagn. Para antifoam sintetissebagian besar adalah silikon minyak miyak. yang digunakan untuk palnt culture media hanyasenyawa kimia tretentu. mineral garam dan hormone pertumbuhan. fermentasi dibagi menjadi aerob (membutuhkan oksigen) dan anaerob (tidak membutuhkan oksigen). sdangkan fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen adalh fermentasi asam laktat. busa dapat menghalangi udara. Yang penting adalah kebutuhan untuk freeborad dalam fermentor untuk memberikan rang bagi busa yang dihasilkan. Mereka mengandung sumber karbon organic.6 Oksigen Penggunaan oksigen pada fermentasi bergantung pada jumlah okisgen yag dibutuhkan oleh organisme. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen.kombinasi dan konsentrasi hormone tanaman diberika tergantung padafermentasi tretentu. vitamin dan asam amino. 4. Fermentasi yang mengunakan oksigen salah satu nya adalah fermenasi asam cuka. bunga matahari). Jika tidak dikontrol. LAMPIRAN I. Media ini dirancang untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel yang baik dan memnimalisirkan segala kemungkinan berkembangnya variasi generic. Antifoams kimia bahan aktif yang dapat mengurangi tegangan yang mengikat busa bersama-sama. seperti media kultur yang mengandung glukosa. II. alkohol poli dan glikolteralkilasi.hal itu dapat diberikan dalam udara yang mengandung sekitar 21% (v/v) oksigen. Namun beberapa spesies memerlukan garam organic dalam bentuk asam amino. Nitrat adalah sumber nitrogen. 2.minyak mineral dan dan lemak. namun sering juga di tambahkan garam ammonium. minyak ikan. mineral garam. Senyawa yang digunakan untuk tujuan ini termasuk penisilin dan surfaktan.manusia tau hewan Memiliki biaya yang rendah Antifoams alam termasuk minyak tanaman(misalnya kedelai. sehingga meningkatnya pelepasan produk intraseluler dari media fermentasi. II. Antifoam yang ideal harus memiliki sifat sebagai berikut: Mudah dan cepat tersebar dengan tindakan yang cepat Aktivitas tinggi pada konsentrasi rendah Tidak beracun untuk microorganisme fermentasi. yang mengakibatkan hilangnya kondisi aseptik. Hal ini di lakukan untuk meningkatkan permeabilitas sel dengan memodifikasi dinding sel dan membran. II. Busa ini terjadi terbentuk disebabkan ole media potein yang melekat pada permukaan air-broth dimana mereka mengubah sifat busa yang stabil.8 Animal Cell Culture Media Animal cell culture media biasanya didasarkan pada media yang kompleks.10 Culture maintance media Media ini digunakan untukmenyimpan dan subkuktur sektir utama industry. penggunaan pemutus busa mekanik dan penambahan antifoams kimia.9 Plant cell Culture Media Berbeda dengan anmal cultre media. Daftar Pertayaan 141 . Mereka sering ditambahkan ke fermentasi asam amino.

yeast. 4. Gula adalah bahan yang umum digunakan dalam fermentasi. Sebab. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). Pertanyaan Tertulis 1. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. protein. 2. 3. lipids. Ridhani R ( Bagaimana dengan penggunaan kultur lain selain saccaromyches dalam aplikasi penggunaan medium fermentasi sumber nitrogen terhadap hasi β-Glukan yang dihasilkan ? Jawab: Dalam hal ini penggunaan kultur jenis lain selain saccaromyches akan menyebabkan produksi β-Glukan berbeda. Dewi Nugrahani ( Apa yang menyebabkan komposisi masing-masing mikroorganisme berbeda ? Jawab : Kebutuhan nutrisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. dan hidrogen. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. Dalam hal ini kultur saccaromyches dapat menjalankan fungsinya secara optimum dalam produksi β-Glukan. apa saja yang bisa difermentasi oleh bakteri ? Jawab : Fermentasi merupakan suatu proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). nucleo acid.Sisca ( Apakah efek apabila konsentrasi pada komponen tidak sesuai? Jawab: Efek yag terjadi apabila konsentrasi komponen fermentasi tidak sesuai dapat menyebabkan hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan target. dan air yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. 2. konsentrasi juga merupakan salah satu factor pada prose fermentasi. Dian Nita Citra ( Apakah kondisi dan perlakuan setiap bakteri walaupun dengan strain yag berbeda itu sama? Jawab: iya. Pertanyaan Lisan 1. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. mineral. seperti nitrogen. karbohidrat. Namun untuk kandungan karbon. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Afida K ( Bagaimana cara menangani kandungan bahan pengotor pada air agar dihasilkan air yang murni untuk penyusun formulasi media fermentasi ? 142 . namun memiliki spesifikasi sifat yang berbeda. Sehingga dapat menyebabkan kerugian. Jadi tiap-tipa bekteri memeliki spesifikasi sifat yang berbeda-beda karena juga memiliki karakter untuk menghasilkan produk yang berbedbeda juga. asam laktat. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. meskipun bakteri dalam strain yang sama. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. sehingga kultur ini dipilih untuk membantu proses fermentasi ini. Hal tersebut dikarenakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing mikroorganisme berbeda-beda setiap jenisnya. 3. anggur dan minuman beralkohol lainnya. Maratus S ( Selain bahan yang mengandung gula. dan ash.Alfondsina ( Mengapa garam yang berlebih dapat menyebabkan korosi? Jawab: B.A.

Prinsip. istilah biosintesis berarti pembentukan senyawa alami oleh organisme hidup. Enzim. Hasil.karbohidrat dan protein-lipid merupakan komponen structural yang esensial dari organism.Jawab : Cara yang paling umum digunakan yaitu metode GAC (Granulated Active Carbon). materi. Glikogen. lemak dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme. metabolism secara hati. Karena anabolisme merupakan proses sintesis molekul kompleks dari beberapa molekul sederhana maka memerlukan sejumlah energi untuk biosintesisnya. Molekul protein.prinsip pengaturan biosintesis Sebuah sel mikroba mengandung sejumlah besar protein.zat pada kedua sisi dari persamaan itu dan beberapa jalur anabolik menggunakan enzim yang juga digunakan dalam jalur katabolic yang serupa.enzim yang berperan dalam katabolisme dapat pula berperan dalam anabolisme dengan suatu tindakan sederhana seperti merubah konsentrasi nisbi zat.organela baru dan sel. ATP merupakan sumber energi bagi semua aktifitas anabolik didalam sel. Banyak dari energi ini digunakan dalam biosintesis atau anabolisme.zat lainnya untuk dilepaskan ke lingkungan.molekul seluler akan secara berkesinambungan terdegradasi dan disintesis.hasil anabolisme berguna dalam sejumlah fungsi yang esensial.bahan kecil. Proses sintesis demikian tidak dapat berlangsung tanpa adanya masukan energi.materi baku biosintesis dan energy. Energi yang telah dihabiskan pada proses perggantian molekul untuk banyak sel yang tidak berkembang menggunakan energinya untuk mensintesis enzim dan zat. sebuah mikroorganisme memulai dari prekursor sederhana seperti molekul. protein. Semua transformasi anabolik seperti halnya dengan semua reaksi katabolic. Anabolisme merupakan suatu proses pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya. asam nukleat. Protein. Anabolisme adalah sintesis dari makromolekul seperti protein. Pembuatan molekul komplek yang besar dimulai dari unit struktur sederhana yang disebut monomer dimana menyimpan kapasitas ruang genetic.sel terbentuk. Proses Anabolisme biasanya banyak membutuhkan energi sehingga reaksinya dapat berlangsung cepat dan efisien. Energi bebas diperlukan untuk biosintesis pada selsel dewasa dalam ukuran yang konstan karena molekul. BAB II ISI ANABOLISME: Penggunaan energi dalam Biosintesisi Pengetahuan tentang metabolisme yang sifatnya fundamental dan vital bagi makhluk hidup telah mengantarkan kita ke suatu tingkat pemahaman yang mendalam tentang proses-proses yang berkaitan. Walaupun pergantian atau turnover dari unsure-unsur pokok suatu sel berkesinambungan.hati meregulasinya sehingga kecepatan dari biosintesis kira. yaitu dengan cara menambahkan butiran karbon aktif sebagai filtrate air sehingga antara air dan bahan suspen maupun koloid akan terpisah. Bila sintesis bahan. apapun ukuran. polisakarida dan asam nukleat dari bahan.bahan ini berlangsung lebih cepat dari perombakannnya maka organism akan tumbuh. baik ekstra sel maupun intrasel.monomer yang kemudian menjadi molekulmolekul yang lebih kompleks sampai menjadi organela. dikatalis oleh enzim. Reaksi yang memerlukan energi dalam bentuk panas disebut reaksi endergonik atau reaksi endoterm Mikroorganisme dapat memperoleh energi dalam berbagai cara.molekul anorganik dan monomer. Proses ini disebut dengan turnover atau pergantian. Hal ini bisa disebut dengan istilah biosintesis. Selama biosintesis. 1. Sintesis asam nukleat memungkinkan organisme untuk menyimpan dan mengutarakan tambahan dari perbendaharaan informasi genetiknya.kira setimbang dengan katabolisme.Protein yang berbeda memiliki 143 . bentuk dan fungsinya dibuat dari 20 asam amino terikat oleh ikatan peptide. dan polisakarida yang tergabung dalam makromolekul atau molekul besar yang terdiri dari polimer-polimer kecil yang tergabung bersama.

Sel mebutuhkan enzim untuk membuat dua kali lipat asam amino(atau menyediakan asam amino ekstra ). dan yang lainnya membalik proses pengubahan. Sel sering menyimpan penambahan materi dan energy dengan menggunakan enzim yang sama untuk proses katabolisme dan anabolisme. 2. Potensial yang terjadi diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi jika proton memasuki sel kembali melewati saluran proton. beberapa tahapnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda. Satu enzim mengkatalisis reaksi dalam katabolisme.rangkaian asam amino yang berbeda pula. ketika elektron donor dibutuhkan selama biosintesis. biosintesis asam lemak terjadi dalam matriks sitoplasma. struktur yang lebih kompleks seperti sistem supramolekul dan organel. Untuk contoh. Biasanya oksidasi katabolik menghasilkan substrat NADH untuk transpor elektron. Kegunaan beberapa monomer yang terhubung bersama oleh ikatan kovalen membuat sintesis makromolekul memiliki proses yang efisien. 4. Hampir semua struktur sel terbuat dari 30 prekursor-prekursor kecil. AMP. ketika dua proses yang digabungkan. Kegunaan enzim yang terpisah untuk dua reaksi dalam satu tahap memungkinkan regulasi independen dari katabolisme dan anabolisme. sedangkan oksidasi asam lemak terjadi di dalam mitokondria. Seperti misalnya. Jalur anabolisme dan katabolisme tidak pernah sama walaupun banyak enzim digunakan bersama. Jika sebuah protein disusun oleh 40 asam amino yang berbeda yang terbagi menjadi dua puluh. Mikroorganisme autotrof mendapatkan energi dari oksidasi senyawa anorganik tetapi proses penangkapan energi sama dengan fosforilasi oksidatif. sama dengan mikroorganisme fotosintetik. A. ribosom merupakan kumpulan besar proton banyak dan molekul ribonukleikasid namun mereka muncul dengan pembentukan komponen mereka tanpa keterlibatan. 5. jalur anabolik harus beroperasi ireversibel ke arah reaksi biosintesis untuk pemecahan ATP dan trifosfat nukleosida lainnya. Kedua jenis jalur dapat diatur dengan produk akhir mereka serta oleh konsentrasi ATP. amoniak. Hanya mikroorganisme autotrof yang menggunakan CO2 sebagai satu-satunya sumber karbon bagi sintesis selnya. enzim glikolisis yang terlibat dalam sintesis dan degradasi glukosa. tetapi mikroorganisme autotrof memperoleh energi dari oksidasi kimia. Regulasi anabolisme adalah bentuk yang agak berbeda dengan katabolisme. Pembagian ruang memudahkan jalur untuk beroperasi secara simultan namun independen 6. energi bebas yang dibuat tersedia selama perombakan trifosfat nukleosida yang mendorong reaksi biosintesis sampai selesai. Misalnya. Jalur anabolik dan katabolik sering menggunakan kofaktor berbeda. 144 . ADP. Walaupun banyak enzim dalam jalur amphiobolik terlibat dalam aktivitas katabolisme dan anabolisme . mereka dirakit menjadi lebih besar. dan NAD +. dan lainnya disalurkan melewati rantai-rantai transpor elektron yang menyebabkan proton menyembul dari membran. NADPH daripada NADH biasanya berfungsi sebagai donor Setelah makromolekul telah dibangun dari prekursor sederhana. Dalam jalur biosintesis mikroorganisme eukariotik sering terletak di ruang selular yang berbeda dari jalur yang berhubungan secara katabolik. 3. enzim dan asam amino. FIKSASI CO2 Sebagian besar mikroorganisme dapat menggabungkan dan memfiksasi CO2. Makromolekul biasanya berisi informasi yang diperlukan untuk membentuk spontan dalam proses yang dikenal sebagai self-kumpulan. Mikroorganisme fotosintetik memperoleh energi untuk mengubah CO2 menjadi bahan sel berasal dari cahaya. Sebaliknya. Untuk mensintesis secara efisien suatu molekul. Gen akan membutuhkan enzyme ekstra dan sel harus menanamkan materi-materi baku dalam sintesis atas penambahan gen. seperti misalnya elektron yang dibebaskan dari oksidasi belerang.

Terdapat polyhedral yang mengandung enzim ribolusa-1. membentuk dua molekule 3-fosfogliserat (PGA) Fase Reduksi Setelah PGA terbentuk melalui karboksilase. Sulfate Reducer. Hal ini merupakan suatu kelebihan yang sangat tidak mungkin terjadi pada organisme tingkat tinggi.protein lain. Fotosintesis Anoksiganik Bakteri Unit Fotosintesis dalam unit bakteri berbeda dengan siano bakteri. Pengumpulan cahaya (mengandung dan tambahan pigmen) sebuah reaksi pusat. hydrogen molekuler.molekul anorganik secara kemoautotrof. 6RuBP+6CO2 → 12PGA → 6RuBP+Fruktosa 6-P Pengubahan CO2 menjadi materi organik membutuhkan 3 ATP dan 2NADP. B. fruktosa. Senyawa sulfur tereduksi. siklus calvin-Benson atau siklus reduktivitas pentose phospat. Mikroorganisme ini biasanya menggunakan satu dari dua jalur. Oksigen tidak terbentuk 145 . dan vitamin.5-bifosfat karboksilase. asam nukleat.) dan beberapa bakteri seperi Chlorobium dan desulfobacter).molekul yang diperlukan lainnya. Siklus harus beroperasi enam kali untuk menghasilkan heksosa dan membentuk kembali 6 molekul-molekul RuBP. Fase Karboksilasi Fiksasi karbon dioksida dilakukan oleh enzim ribolosa-1. dan merupakan proses pembalikan dari proses glikolisis. dan senyawa organic yang digunakan sebagai donor electron terakhir. sulfolobus. Untuk mensintesis fruktosa 6-fosfat atau glukosa 6-fosfat dari CO2. gliseraldehid 3-fosfat dehidroginase berbeda dengan enzim pada glikolisis dalam penggunakan NADP+. memiliki tiga komponen pertama. beberapa bakteri obligat anaerobic dan beberapa bakteri mikroaerofilik). Walau demikian. dilakukan oleh dua enzyme. beberapa bakteri nitrifikasi pemasukan thiobacilli carboxysomes . Cyanobacteria. dan glukosa. regenerasi. FOTOSINTESIS 1. Fase Regenerasi Fase ketiga. Hampir semua mikroorganisme autotrof menggabungkan CO2 melalui jalur metabolik yang disebut siklus calvin. Jalur reduktif asam trikarboksilik yang digunakan untuk beberapa Archaea (Thermoproteus. Pembentukan glukosa dari CO2 dapat dituliskan sebagai berikut 6CO2+18ATP+12NADPH+12H++12H2O → Glukosa+18ADP+18Pi+12NADP+ ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang fotosintesis dengan mengoksidasi molekul. Dibagi menjadi tiga fase yakni karboksilasi. Reduksi.Mikroorganisme autotrof merupakan satu kelompok besar mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik seperti protein. lemak. Siklus Calvin terjadi di stroma pada kloroplas mikroba autotrof eukariotik . dan bakteri yang membentuk asetat dari CO2 selama fermentasi (Acetogen). merupakan tempat fiksasi CO2 atau penyimpanan karboksilase dan protein. tersusun dari bacteriochlorophyll dan bacteriopheophytins dan sebuah ETS. reduksi. .5-bifosfat karboksilase atau ribolosa difosfat karboksilase yang dikatalisis dengan penambahan CO2 menjadi ribolosa 1. Siklus ini selesai ketika fosforibulokinase membentuk kembali RuBP. PGA Tereduksi menjadi gliseraldehid 3-fosfat. Pembagian dari siklus ini mirip dengan jalur pentose fosfat dan melibatkan reaksi transketolase dan transaldolase. Melalui jalur asetil-koA pada methanogen.5-bifosfat (RuBP). Gula yang terbentuk dalam siklus Calvin dapat digunakan untuk mensintesis molekul. Walaupun begitu. siklus calvin diketemukan pada fotosintesis eukariotik dan pada sebagian besar fotosintesis prokariotik (tidak untuk Archaea. dari siklus Calvin adalah pembentukan kembali RuBP dan dihasilkannya karbohidrat seperti gliseraldehid 3-fosfat.

Sintesis glukosa dari prekursorprekursor nonkarbohidrat disebut glukoneogenesis. Electron berpindah dari reaksi pusat fotosistem I ketika ditangkap cahaya menuju ferredoksin kemudian menuju NADP+ untuk membentuk NADPH. setiap electron berpindah. Pembentukan fruktosa-1.6 bifosfat dari fruktosa 6-fosfat 3.selama fotosintesis. sebuah electron tereduksi dibutuhkan yakni H2S atau H2. Aseptor electron utama dari fotosistem I dapat melewatkan electron melalui sitokrom dapat kembali melakukann siklus untuk reaksi pusat pada fotosistem I.Pembalikan transfor electron juga digunakan litotrof untuk mengatasi masalah yang sama. yang dibutuhkan bersama ATP untuk fiksasi nitrogen. jalur glukonigenesis berbeda dengan jalur glikolisis. Fosforilasi glukosa Tahap. Fotosintesis Sianobakteri 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 C. Fotosintesis bakteri ungu non belerang CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 Fotosintesis bakteri hijau belerang CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S 2. Inilah proses oksigenenik. Fotolisis air H2O + Cahaya Matahari → 2e.+ 2H++ H2O ATP juga dapat dihasilkan dari electron yang terbentuk melalui fotosistem I. kembali pada reaksi pusat bacteriochlorophyll. Ketika bateriochlorophyll melalui dalam reaksi pusat ditangkap oleh cahaya. jika tidak digunakan dalam produksi NADPH . sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan. sebuah electron diberikan kepada bacteriopheophytin.molekul organic gula yang tereduksi dari CO2. Pemberian NADP+ tidak bergantung pada cahaya ATP tersintesis melalui siklus fosforilasi yang dibutuhkan untuk memaksa electron dari reduktor lemah untuk bergerak kemudian mereduksi NADP+ (Pembalikan transfor electron) . Walaupun sama-sama menggunakan tujuh enzim. alga dan tanaman tingkat tinggi mempunyai dua fotosintesis (I dan II) terhubung melalui pembawa electron. Sianobakteria. Selam proses ini ATP disentesis melalui siklus fosforilasi. Dilakukan dengan fotolisis air dan hasilnya adalah oksigen. System ini bertanggung jawab atas pembentukan ATP dan NADPH. Electron yang diberikan ke fotosistem I melalui system transport electron adalah untuk mempertahankan proses operasi. fruktosa bifosfatase yang mana secara 146 . Seperti contohnya fruktosa 1. Pengubahan fosfoenolpiruvat menjadi piruvat 2. SINTESIS GULA DAN POLISAKARIDA Mikroorganisme yang tidak bisa melakukan fotosintesis dan mikroorganisme Heterotrof harus mensintesis molekul.6 bifosfat dengan fosfofruktokinase yang dibalikkan oleh enzim. Selama siklus ini. Bakteri ini melewati sebuah quinine dan melalui berbagai sitokrom.tahap ini dilewati ketika proses terjadi secara biosintetis. ATP tersintesis. Tiga tahap glikolisis yang terjadi dalam sel dan bersifat irreversible 1. Proses ini dinamakan fotofosforilasi. Fotosistem I selesai dan tidak sanggup untuk memberikan electron lagi. Dalam pembentukan NADH. Fotosintesis oksigenik bakteri Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi.

Paling tidak dua enzim terlibat dalam pengubahan piruvat menjadi fosfoenolpiruvat. Seperti yang dikatakan sebelumnya biosintesis bukanlah proses pembalikan yang sederhana dari proses katabolisme. Pembagian UDP oleh UPGD dikenali enzim dan membawa glukosa di sekitar sel untuk terlibat dalam reaksi enzim seperti ADP yang memecah fosfat dalam pembentukan ATP. Fruktosa 6-fosfat ↔ mannose-6 fosfat Beberapa gula tersintesis sambil tersisip menuju nukleosida difosfat. Gula nukleosida difosfat tidak terlibat. Enzim yang berbeda mengkatalisis sintesis UDP-asam glukorin melalui proses oksidasi UDPG. 147 . Katabolisme glikogen dan pati atau Starch mengolah tidak hanya melalui hidrolisis untuk membentuk gula bebas dengan penambahan fosfat pada polimer ini dengan produksi glukosa 1-fosfat. gula adenosine difosfat terbentuk dari glukosa 1-fosfat dan kemudian memberikan glukosa pada akhir rantai glukosa dan pati. Seperti misalnya mannose yang secara langsung dapat terbentuk dari fruktosa melalui perombakan sederhana. gula pada umumnya juga akan terbentuk. Gula Nukleosida difosfat memiliki peran pusat dalam sintesis polisakarida seperti kanji (Starch) dan glikogen. Glukosa teraktivasi melalui penyisipan pada pirpfosfat pada uridin melalui reaksi dengan uridin difosfat. UDP-galaktosa disintesis dari UDPG melalui penyusunan ulang dari satu kelompok hidroksil. ATP+glukosa 1-fosfat → ADP-glukosa + Pi (Glukosa)n + ADP-glukosa→(glukosa)n+1 + ADP Nukleosida difosfat juga ikut terlibat dalam sintesis molekul komplek pada dinding sel bakteri.hidrolisis memindahkan fosfat dari fruktosa bifosfat. Ketika glukosa dan fruktosa telah terbentuk. Berbeda selama sintesis gula dan kanji pada bakteri dan alga. Gula nukleosida difosfat paling penting adalah uridin difosfat glukosa (UDPG).

fosfat membentuk 1.3-bifosfogliserat. fosfolipid. yang nantinya dimasukkan ke dalam protein. DNA dan RNA. ASIMILASI FOSFOR SULFUR. DAN NITROGEN ANORGANIK Di samping karbon dan oksigen.molekul organic melalui rute yang berbeda. Sumber fosfor paling utama fosfat anorganik dan ester fosfat organic. Atom sulfur pada sulfat akan lebih teroksidasi daripada pada sistein dan molekulmolekul organic lainnya. yang selanjutnya digunakan dalam sintesis ATP. Sistein dapat disintesis dari hidrogen sulfida dengan dua cara. Phospatases sering menghidrolisis ester fosfat organic untuk menghasilkan fosfat anorganik. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino. Walaupun gas 148 . protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat. Jamur berperan untuk mengkombinasikan hidrogen sulfide dengan serin untuk membentuk sistein (proses 1) dimana banyak bakteri. Banyak organisme yang menggunakan sistein dan mesionin . fosforisasi level substrat. seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas Karena nitrogen merupakan komponen penting dari protein. Fosfat terlibat dengan gliseraldehid 3. sulfur. Gram negative. Reduksi asimilasi sulfat melibatkan proses pengaktifan sulfat melalui pembentukan phosphoadenosine 5. Protozoa secara langsung menggunakan fosfat organic setelah ingesti atau hidrolisis di lisosom dan membentuk fosfat 1. asam nukleat. Proses yang disebut dengan reduksi asimilasi sulfat ini dimaksudkan untuk dapat dibedakan dengan reduksi dissimilasi sulfat yang terjadi ketika sulfat berperan sebagai aseptor electron selama proses anaerobic berlangsung. mikroorganisme menbutuhkan fosfor. Gliseradehid 3-P+Pi+NAD+→1. Asimilasi fosfor Fosfor ditemukan pada asam nukleida.phosphosulfat yang kemudian diikuti dengan reduksi sulfat. ( Harley. Glikolisis memberikan contoh pada proses ketiga. Asimilasi nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel. karena keduanya merupakan sumber eksraselular dan tempat penyimpanan intraselular asam amino. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. sehingga sulfat harus direduksi sebelum proses asimilasi.bacteria mempunyai phosphatases di ruang periplasmic antara dinding sel dan membrane sel yang mengambil fosfat setelah dihasilkan. sulfat dapat menghasilkan sulfur untuk proses biosintesis. Fosfat anorganik terbentuk melalui pembentukan ATP dalam tiga cara yakni : fotofosforilasi.fosforilasi oksidatif.3 Bifosfogliserat + ADP→3-Fosfogliserat+ATP Mikroorganisme memperoleh fosfat dari lingkungan disekitarnya yang larut maupun terbentuk. Masing. protein.ATP. sistein dapat juga digunakan sebagai sintesis sulfur yang mengandung senyawa organic 2. kemampuan sel untuk mengasimilasi nitrogen anorganik adalah penting. termasuk protein. koenzim seperti NADP.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul.3-bifosfogliserat+NADH+H+ 1. Asimilasi Sulfur Sulfur diperlukan dalam sintesis asam amino (sistein dan mesionin) dan beberapa enzim (koenzin A dan iotin) . 2005) D. Proses ini merupakan proses yang kompleks dimana sulfat pertama direduksi menjadi sulfit (SO32-) kemudian menjadi hidrogen sulfida.bakteri menggabungkan hidrogen sulfida dengan O-acetylserine (proses 2) (1) H2s+serin → sistein + H2O (2) Serin asetil-koA O-Asetilserin H2S Asetat sistein Setelah terbentuk.Gambar glukeneogenesis. koenzim dan unsure-unsur pokok banyak sel lainnya.

 Jalur alternatif untuk asimilasi amonia Glutamate dehidrogenase (GDH) mengkatalisis reaksi dua arah untuk membentuk glutamat atau membuang gugus amina dari glutamat . Enzim yang berperan dalam hal ini secara umum dikenal sebagai aminotransferase. nitrat (NO3-). Enzim yang lain dalam asimilasi amonia. beberapa mikroorganisme dapat mereduksi gas dan menggunakan menjadi sumber nitrogen. Glutamine synthetase mempunyai suatu gaya affinitas sangat tinggi untuk amonia dengan begitu mampu untuk memasuki amonia sekalipun konsentrasinya sangat rendah. Sel-sel mati ini bersama dengan sisa tanaman/hewan akan menjadi bahan organic yang siap didekomposisikan dan melalui serangkaian proses mineralisasi (aminisasi. kedua-duanya molekul glutamate dapat bertindak sebagai suatu akseptor amonia. namun berbagai bukti menunjukkan bahwa GDH bukanlah untuk menggantikan GS dan GOGAT namun lebih banyak berperan sebagai mekanisme untuk memisahkan amina (de-aminasi) dari glutamat. dan satu molekul glutamine meninggalkan siklus itu. dan amida glutamine dibentuk. Dalam jalur ini asam amino glutamate bertindak sebagai akseptor untuk amonia. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk kimia lain. Sebagai suatu alternatif. dan oleh mikroorganisme baik secara simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melaliu inangnya maupun setelah mati. mengkatalisasi perpindahan kelompok amida (-NH2) dari glutamine ke 2-oxoglutarate.nitrogen melimpah di atmosfer. nitrit (NO2-). α-Ketoglutarat + NH4++NADPH (NADH) +H+↔glutamat+NADP+(NAD+)+H2O Perbedaan kemampuan dalam penggunaan NADPH dan NADH sebagai agen pereduksi adalah pada sintesis glutamate. yang belakangan adalah produk dari siklus asam trikarboksilik (Gambar 7-4). amonium + (NH4 ). Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup. nitrogen kemudian diinkorporasikan menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi. dan nitrifikasi) akan melepaskan N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau mikrobia Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik. glutamate synthase (GOGAT). sebagai contoh. 2-oxoglutarate + NH4+ + NAD(P)H glutamate + H2O + NADP+ Meskipun reaksi diatas nampak seperti asimilasi amonium menjadi glutamat. amonifikasi. Banyak bakteri dan jamur menggunakan glutamat dehidroginase ketika konsentrasi amoniak tinggi. dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau humus dibangun. Untuk reaksi ini baik ferredoxin yang direduksi (dari photosystem) atau NADPH (dari respirasi) diperlukan untuk pemeliharaan siklus asimilasi amonia dan yang selebihnya dapat digunakan untuk biosynthesis protein. beberapa mikroorganisme membentuk alanin asam amino dalam reaksi aminasi reduktif yang dikatalis oleh alanin dehidroginase Piruvat +NH4+NADH (NADPH)+H+↔L-alanin + NAD+ (NADP+)+H2O Rute utama untuk pembentukan amoniak adalah pembentukan glutamat dari α-Ketoglutarat (sebuah siklus TCA intermediet). Ini diaktifkan oleh pH tinggi dan konsentrasi ATP dan magnesium yang tinggi. Salah satu contoh enzim ini adalah aspartate aminotransferase (AAT) yang mengkatalis reaksi 149 . manakala pemberian amonia besar. Pembentukan amonia Nitrogen Amoniak dapat dibentuk menjadi materi organic dengan relative mudah dan langsung karena mudah tereduksi daripada nitrogen anorganik dalam bentuk lain . atau humus. dan gas nitrogen (N2). Setelah terasimilasi menjadi glutamin dan glutamat. Sebagian besar dipakai untuk pembentukan ammonia atau nitrat Siklus nitrogen dari fiksasi N2-atmosfer secara fisik/kimiawi yang menyuplai tanah bersama presipitasi. Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan a.

Donor elektron (kofaktor tereduksi) diperlukan dalam reaksi tersebut: feredoksin pada daun hijau dan NADH pada jaringan non-fotosintetik. Dua glutamat dihasilkan dari glutamin dan 2-oxoglutarat (glutamat sintase). namun sebagi senyawa kunci untuk transport dan penyimpanan nitrogen karena stabilitasnya dan tingginya rasio nitrogen:karbon (2N:4C untuk asparagin vs. Aminotransferase ditemukan dalam sitoplasma. yang banyak ditemukan pada sitoplasma daun dan akar dan dalam nodul pemfiksasi N. Fungsinya bukan sebagai prekursor protein. Enzim biosintesis asam amino karena daun tanaman atau kloroplas yang diisolasi jika dipajankan pada CO 2 diberi label radiokatif akan segera menggabungkan C berlabel menjadi glutamat. dan glisin. 2010)  Nitrogen ditransfer dari glutamin atau glutamat menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi Semua reaksi transaminasi memerlukan kofaktor pyridoxal phosphate (vitamin B6).  Peran asparagin dan glutamin sebagai jembatan antara metabolisme N dan C Asparagin. dan peroksisom. Aspartate adalah asam amino yang berpartisipasi dalam malate-aspartate shuttle dari mitokondria dan kloroplas menuju sitoplasma. serin. sehingga mendorong asimilasi N 150 . Gambar Struktur dan lintasan senyawa terkait dengan metabolisme amonium. Jalur utama sintesis asparagin mencakup transfer amida nitrogen dari glutamin ke aspartat (Gambar 7-4 bawah): Glutamine + aspartate + ATP asparagine + glutamate + AMP + PPi Reaksi tersebut dikatalis oleh asparagine synthetase (AS). asapartat. kondisi yang merangsang aktivitas glutamine synthetase (GS) dan Fd-glutamate synthase (Fd-GOGAT). kloroplas. menghambat AS. yang diisolasi dari asparagus pada awal 1806. merupakan bentuk amida pertama yang teridentifikasi. Intensitas cahaya dan kandungan karbohidrat yang tinggi. menghambat ekspresi gen dan aktivitas asparagine synthetase (AS). dan dalam transport karbon dari sel mesofil menuju sel seludang pembuluh (bundle sheath) pada fiksasi karbon c4. ( Foster. Kondisi cukup energi (cahaya dan karbohidrat tinggi) menstimulir GS dan GOGAT.Glutamate + oxaloacetate aspartate + 2-oxoglutarate Dimana gugus amina dari glutamat ditransfer menuju atom C-2 asam keto. glioksisom. bob. mitokondria. 2N:5C untuk glutamin atau 1N:5C untuk glutamat). alanin. Amonium dapat diasimilasi melalui kombinasi dengan glutamat untuk membentuk glutamin (Glutamin sintetase) atau dengan aminasi reduktis 2-oxoglurata yang menghasilkan glutamat (glutamat dehidrogenase).

Amonifikasi dibantu oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Amonia merupakan senyawa dalam bentuk gas. dan Methanococcus 2. NO3. 4 pasang ATP dan elektron dibutuhkan N2+8H++8e-+16ATP→2NH3+H2+16ADP+16Pi 151 . pada tanah yang kering mudah menguap. Fiksasi Nitrogen Reduksi gas nitrogen pada atmosfer menjadi ammonia dinamakan fiksasi nitrogen.molekul nitrogen menjadi amonia adalah cukup eksergonik.menjadi glutamin dan glitamat. Proses selanjutnya. Organisme yang sudah mati diuraikan melalui proses hidrolisis yang menyebabkan protein terurai menjadi asam amino. Sebaliknya. Clostridium. keterbatasan energi menghambat GS dan GOGAT. fungi. Walaupun ikatan enzim intermediet dalam proses ini masih belum diketahui. Nitrat pertama kali direduksi menjadi amoniak sebelum nitrogen dapat dikonversikan menjadi bentuk organik. tetapi reaksi ini memiliki energi aktivasi yang tinggi karena molekul.alga. Langkah pertama dalam asimilasi nitrat adalah reduksi menjadi nitrit oleh nitrate reductase. b. Reduksi nitrogen membutuhkan pelepasan ATP dalam jumlah yang besar yakni 8 elektron dan 16 molekul ATP. dimana ini terjadi selama pernafasan anaerobik reduksi dissimilasi nitrat. Sebagian besar keberadaan N2 di dalam tanah dalam bentuk molekul anorganik. enzim yang mengandung dan molibdenum. Reduksi asimilasi nitrat pada bakteri terjadi di kritoplasma. menstimulir AS. Bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter Klebsiella. Selanjutnya ion amonium dapat digunakan oleh bakteri dan tumbuhan untuk sintesa asam amino. Fiksasi nitrogen terjadi pada 1. Proses reduksi nitrat ini dinamakan reduksi asimilasi nitrat. sehingga mendorong asimilasi N menuju asparagin. Hidroxylamine mungkin sebuah internediet ( antara) amonia kemudian dibentuk menjadi asam amino.sel eukariotik memiliki keterbatasan kemampuan dalam melakukan ini). Sianobakteri seperti (Nostoc dan Anabaena) Reduksi nitrogen menjadi amonia dikatalisis oleh enzim nitrogenase. laju dari proses ini terbatas pada pertumbuhan tanaman. nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur. Proses ini terjadi pada bakteri. Pada asimiasi nitrat. asam amino yang sudah terbentuk dikonversi menjadi ammonia (NH3) dan proses ini disebut amonifikasi. Karena amoniadan nitrat berada dalam jumlah yang sedikit dan hanya beberapa organisme prokariotik yang dapat melakukan fiksasi nitrogen (sel.molekul nitrogen adalah gas tidak reaktif dengan tiga ikatan diantara dua atom nitrogen.+ NADPH + H+→NO2-+NADP++H2O Nitrit selanjutnya direduksi menjadi amoniak dengan penambahan dua elektron yang dikatalisis oleh oleh nitrite reductase dan mungkin enzim lainnya. senyawa yang kaya akan karbon dan berpartisipasi dalam sintesis. Jika tumbuhan atau hewan mati. Bakteri yang hidup bersimbiosis tanaman Legumes seperti Rhizobium 3. c. Reduksi asimilasi nitrat Nitrogen dalam nitrat (NO3-) lebih mudah teroksidasi daripada dalam amoniak. Proses ini disebut deaminasi. NADPH adalah sumber elektron. nitrat dibentuk menjadi materi organik dan tidak ikut dalam pembentukan energi. Nitrogen direduksi oleh penambahan dua elektron. sebaliknya pada tanah yang lembab/basah ammonia terlarut dalam air dan membentuk ion ammonium (NH4+ ). Reduksi molekul. senyawa yang kaya nitrogen dan cukup stabil untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam jangka waktu lama (asparagine is stable for long-distance transport or long-term storage).

Protein MoFe yang telah tereduksi memberikan elektron pada atom nitrogen. dan energi. (asetilena. pengikatan gugus amin ke karboksilat dapat langsung (1 tahap) atau tidak langsung (2 tahap). Walupun begitu. Protein Fe pertama direduksi oleh feredoksin kemudian mengikat ATP. Simbiosis nitogen-bakteri dapat menghabiskan hampir 20% ATP yang dihasilkan oleh tanaman. Glikolisis. Seluruh proses ini membutuhkan paling tidak 8 elektron dan 16 ATP sebab nitrogenase juga mereduksi proton pada menjadi H2. Dalam banyak sianobakteri. jalur sintesis asam amino biasanya teregulasi secara rumit oleh allosteric dan mekanisme umpan balik. fotosintesis pada sianobakteri. Skeleton asam amino diperoleh dari asetil koA dan dari intermediet (antara) siklus TCA. protein Fe mengandung 4 atom besi. Pengikatan gugus amin langsung terdapat pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat . Gugus amin biasanya berasal dari amonia. ATP dihidrolisis ketika terjadi transfer elektron. protein MoFe (220. Reaksi ini memerlukan glutamat dehidrogenase. jalur pentose phosphate. Nitrogenesa cukup sensitif dengan O2 dan harus dilindungi dari pentidakaktifan O2 didalam sel. Untuk memaksimalkan efisiensi dan ekonomi. dan azide). Reaksi H2 dengan diimin (HN=NH) untuk membentuk N2 dan H2. zat seperti turunan purin alantoin dan alantoik juga disintesis dan digunakan untuk transfer nitrogen menjadi bagian lain tanaman. Akan tetapi.000mw) . amonia dapat terbentuk menjadi senyawa organik. Nitrogenase adalah sistem komplek yang mencakup dua komponen protein utama. Molekul nitrogen yang tereduksi menjadi amonia. E. proteksi melawan oksigen dilakukan oleh struktur istimewa yang dinamakan heterokis. sianida. Pada dasarnya sintesis asam amino merupakan reaksi aminasi (pengikatan gugus amin) karboksilat. Reduksi N2 menjadi NH3 terjadi dalam tiga tahap. 6 elektron yang ditransfer membutuhkan 12 ATP setiap N2 direduksi. protein MoFe mengandung 2 atom molibdenum dan 28 sampai 32 atom besi. Pada simbiosis dengan pemfiksasi nitrogen Rhizobium memunculkan difusi amonia keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. karbon. Walaupun jalur sintesis asam amino tidak dijelaskan secara rinci sebuah survey mengenai pola umum biosintesis asam amino mungkin diketemukan dalam textbook pengenalan biokimia. ikatan ATPNdihilangkan untuk mereduksi protein MoFe. Ikatan ATP menyesuaikan dengan protein Fe dan memperendah potensialnya. proses respirasi pada pemfiksasi nitrogen aerobik atau fermentasi pada bakteri anaerob seperti misalnya clostridium pasteurianum (bakteri anaerob) mereduksi ferredoksin selama oksidasi piruvat dimana Azetobacter aerob menggunakan elektron dari NADPH untuk mereduksi feredoksin. Rute utama asimilasi amonia adalah sintesis glutamin oleh sistem glutamin syinthetase-glutamat synthetase.Elektron diperoleh dari ferredoksin yang telah tereduksi dengan berbagai macam cara . HCΞCH + 2H++2e-→H2C=CH2 Laju reduksi dari asitilena menjadi etilena digunakan dalam estimasi aktivasi nitrogenase. SINTESIS ASAM AMINO Sintesis asam amino membutuhkan susunan dari kerangka karbon yang cocok dan ini melalui proses komplek yang melibatkan banyak tahap. Nitrogenase dapat mereduksi bermacam molekul yang mengandung ikatan rangkap tiga. setiap tahap membutuhkan sebuah pasangan elektron. 152 .000mw) yang diikuti satu atau dua protein Fe (64. prekursor untuk biosintesis asam amino diperoleh dari beberapa jalur utama ampiobolik. Karena kebutuhan untuk memelihara nitrogen.

Reaksi ini merupakan proses transaminasi. Dari kedua tipe reaksi di atas (GH dan GS-GOGAT) tampaknya reaksi GS-GOGAT merupakan reaksi yang paling mungkin terjadi di alam.Gambar 813 Reaksi glutamat dehidrogenase (Kimball. Glutamin yang kehilangan amida. Gugus amin ditransfer ke -ketoglutarat menghasilkan glutamat (dikatalisis glutamin -oksoglutarat transaminase atau GOGAT). Hal ini karena reaksi GH memerlukan kadar amonia yang tinggi di habitatnya. Pada reaksi ini gugus amin lebih dulu diinkorporasi ke glutamat menghasilkan glutamin (dikatalisis glutamin sintase/GS). 153 . Sintesis asam amino lainnya memerlukan glutamat sebagai sumber nitrogen (gugus amin) ke karboksilat. sedangkan reaksi GS-GOGAT memerlukan sedikit amonia di habitatnya. sehingga enzimnya disebut transaminase.1993) Gambar Reaksi GS-GOGAT (anonim. menjadi glutamat. 2010) Pengikatan gugus amin tidak langsung terjadi pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat dan memerlukan glutamat lainnya.

pirimidin disintesis dari aspartat. oksaloasetat. skeleton purin diperoleh dari beberapa komponen dimana pirimidin mula. sebuah kondensasi produk dari carbomyl phosphates dengan asam aspartic. aspartat glutamate akan ditransminasi secara langsung dari piruvat. alanin. Biosintesis Pirimidin Berdasarkan asal atom karbon dan nitrogen. Jika tanpa fosfat. Dua molekul purin penyusun nukleotida adalah guanin dan adenin dan nama nukleosidanya adalah guanosin dan adenosin. juga merupakan konstituen. dan ketoglutarat. ribosa atau deoksiribosa. dan memiliki peran penting dalam aktivasi dan transfer gula. dan CO2 yang berasal dari karbonat. timidin. Nukleotida adalah building blocks dari DNA atau deoxribunucleic acid dan RNA atau ribonucleic Acid. Tiga molekul pirimidin penyusun nukleotida adalah sitosin. dan fosfat. maka polimer tersebut dinamakan nukleosida. amonia yang berasal dari glutamin.mula dari asam orotik. PIRIMIDIN. Banyak dari jalur biosintetis F.Rangkaiam cabang asam amino dari rute pusat. Jadi nukleotida adalah nukleosida fosfat. dan komponen dinding sel. G gambar Monomer nukleotida Gambar Molekul purin (atas) dan pirimidin (bawah) (Kimball. 1993) Banyak mikroorganisme dapat mensintesis purine dan pirimidin mereka sendiri. dan NUKLEOTIDA Nukleotida adalah polimer molekul purin atau pirimidin.konstituen penting dari beberapa koenzim. dan uridin. SINTESIS PURIN. dan urasil dan nama nukleosidanya adalah sitidin. Sintesis purin sangatlah komplek. asam amino. timin. 154 .

2009) Sintesis nukleotida pirimidin dimulai dari fosforilasi aminasi karbonat. Terikatnya 5-fosforibosil pirofosfat (disintesis dari fosforilasi ribosa 5-fosfat) pada atom nitrogen dari orotat. Selanjutnya. Reaksi ini dikatalisis dihidroorotat dehidrogenase.org. sehingga menghasilkan karbamoil aspartat (melepaskan fosfat).Prekursor pirimidin (kiri) dan purin (kanan) (http://free. aspartat terikat pada karbamoil. Gambar Biosintesis pirimidin (Kimball. Hidrasi karbamoil aspartat menjadi Reaksi dihidroorotat. Reaksi ini dikatalisis orotat fosforibosil transferase. Dekarboksilasi orotidin monofosfat menjadi uridin monofosfat 155 .vlsm. Aminasi dan fosforilasi karbonat menjadi karbamoil fosfat.1993) dikatalisis dihidroorotase. sehingga menghasilkan orotidin monofosfat (melepaskan pirofosfat). Dehidrogenasi (oksidasi) dihidroorotat menjadi orotat. Reaksi ini dikatalisis karbamoil fosfat sintetase. Reaksi ini dikatalisis aspartat transkarbamoilase.

Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase. 156 .sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamidin. Tersisipnya glisin ke 5-fosforibosilamin. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamida. glisin. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoimidazol sintetase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosilaminoamidazol suksinokarboksamida sintetase. Terlepasnya 4 karbon yang semula berasal dari aspartat dari reaksi sebelumnya (Jadi aspartat akhirnya hanya menyumbang nitrogen saja). Terikatnya aspartat pada asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Reaksi ini dikatalisis nukleosidamonofosfat kinase. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Fosforilasi uridin difosfat menjadi uridin trifosfat (UTP). Fosforilasi uridin monofosfat menjadi uridin difosfat (UDP). sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-amidoimidazol. dan karbon dioksida. Reaksi ini dikatalisis orotidin fosfat dekarboksilase. Pengikatan gugus NH2 dari glutamin. glisin. Atom nitrogen dari purin berasal dari aspartat. Terikatnya amonia pada uridin trifosfat menghasilkan sitidin trifosfat (CTP). Reaksi ini dikatalisis nukleosidadifosfat kinase.(UMP). Terikatnya formil pada fosforibosil glisinamida. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 4-N suksinokarboksamida 5aminoimidazol. Reaksi ini memerlukan energi (ATP) dan dikatalisis fosforibosil glisinamida sintetase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamida sintetase. Timidin disintesis dari metilasi UTP. Uridin trifosfat merupakan prekursor uridin. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoamidazol karboksilase. dan glutamin Sintesis cincin purin dimulai dari terikatnya atom nitrogen glutamin pada fosforibosil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5-fosforibosilamin. Biosintesis Purin Atom karbon dari purin berasal dari format atau serin. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil glisinamida. Karboksilasi 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamidin sintetase dan memerlukan energi. Sitidin trifosfat merupakan prekursor sitidin. Pembentukan struktur cincin pada fosforibosil N formilglisinamidin. Reaksi ini memerlukan energi/ATP. sehingga menghasilkan 5fosforibosil 5-aminoimidazol.

1993) Reaksi ini dikatalisis adenilosuksinat liase. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. Asam nukleat dari makanan akan dikatabolisme menjadi asam urat (purin)dan β-alaninatau β-amino isobutirat (pirimidin)dan CO2. NH3. Pembentukan cincin (kedua) dari 5fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil amidoimidazol karboksamida formiltransferase. Semua sel dalam tubuh dapat mensin-tesa purin dan pirimidin. Reaksi ini melepaskan air dan dikatalisis inosinat siklohidrolase.Gambar Biosintesis purin (Kimball. 2009) 157 . Terikatnya formil ke 5-fosforibosil 4-karboksamida 5amidoimidazol. sehingga menghasilkan inosinat monofosfat (IMP).Tidak ada purin atau pirimidin dari makanan yang digabung dgn asam nukleat jaringan Purin Pirimidin Nukleotida (masterprima. IMP merupakan prekursor dari semua nukleotida purin.

Walaupun begitu. Oksigen tidak diperluakan untuk sintesis ikatan rangkap dua pada jalur ini. yang mana kemudian akan teresterifikasi dengan dua fatty acid menjadi asam phosphatidik.komponen utama membrane sel. Malonyl-ACP bereaksi dengan fatty acid-ACP untuk menghasilkan CO2 dan fatty acid –ACP yang lebih lama. (gram-positive Bacteria) seperti Lactobacillus plantarum dan clostridium pasterianum ) dan sianobakteria.macam lipid ditemukan pada mikroorganisme terutama pada membrane sel. Bakteri anaerobic dan beberapa bakteri aerobic membuat ikatan rangkap selama sintesis fatty acid dengan meng-dehidrasi hidroksi fatty acids. sebuah membrane lipid yang komplek terbentuk dari hasil glikolisis. Malonil-koA berasal dari karboksilasi ATP dari asetil koA. Carbon dioksida sangat diperlukan dalam sintesis fatty acid tetatpi tidak secara permanen terbentuk. Pertama. dan biosintesis asam amino. Sintesis Lipid Bermacam. Fatty acid tak jenuh disentesis dengan dua cara. G. beberapa mikroorganisme membutuhkan CO2 demi pertumbuhan yang baik tetapi itu tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran fatty acid seperti oleic acid (fatty acid rantai 18 tak jenuh . Gram negative bacteria mempunyai fatty acid siklopropana (fatty acid dengan satu atau lebih cincin siklopropana pada rantainya) Sintesis fatty acid dikatalisis oleh fatty acid synthetase komplek dengan asetil koA dan Malonyl-koA sebagai substratnya dan NADPH sebagai donor electron. Gliserol berasal dari reduksi glikolitik intermediet. Sintesis terjadi setelah asetat dan malonat ditransfer dari koenzim A ke grup sulfyhydril dari ACP (Accetyl Carrier Protein).ACP memberikan atom karbon pada rantai. Sintesis ini biasanya diproses dengan jalan phosphatidic acid. O O _ + R (CH2)9-C-SCoA + NADPH + H +O2→ R-CH=CH-(CH2)7-C-SCoA+NADPH++2H2O Sebuah ikatan rangkap terbentuk diantara karbon 9 dan 10 dan O2 tereduksi menjadi air dengan dengan electron yang diberikan oleh fatty acid dan NADPH. Dua asam nukleat berbeda dalam gula berbeda dalam nukleitida yakni deoksiribosa dan ribose. Fatty acid adalah asam monokarbolik dengan rantai alkil panjang yang mempunyai serangkaian atom. gliserol teresterifikasi tiga fatty acid. bakteri sintesis phosphatidylethanolamine. Kehilangan CO2 membuat reaksi ini berkesudahan.Seperti yang dijelaskan sebelumnya ada dua tipe asam nukleat yakni DNA dan RNA yang disusun oleh building blocks nukleotida. Jalur anaerobic terjadi pada beberapa (gram-negative bacteria) seperi Escherichia Coli dan Salmonella typhimurium. Sebagian besar mengandung fatty acid atau turunannya. Banyak dari mikrobia fatty acid merupakan rantai lurus. fosfat adalah hidrolisis dari phospatidic acid oleh diacylglycerol dan fatty acid ketiga diberikan oleh hasil triagliserol. β-keto yang berasal dari reaksi kondensasi awal dipindahkan dengan proses tiga langkah yang melibatkan dua reduksidan senuah dehidrasi. Fosfolipid adalah komponen utama dari membrane sel eukariotik dan prokariotik. biosintesis fatty acid. Polimer keduanya dibuat dari formasi ikatan kovalen antar gula dan fosfat. Fatty acid disiapkan untuk penambahan dua atau lebih atom karbon. Sebuah CDP (Cytidine diphosphate) yang mempunyai peran sama seperti adenosine difosfat. Dehidroksiaseton phosphate mejadi gliserol 3-phosphate. tetapi beberapa ada yang bercabang. 158 . ATP digunakan untuk menambahkan CO2 ke Asetil-koA. melalui pembentukan awal CDP-diacylglyserol. protein kecil yang membawa rantai fatty acid yang berkembang selama sintesis. Turunan CDP akan bereaksi dengan serine untuk membentuk fosfolipid fosfatidilserin dan dekarboksilasi yang menghasilkan phosphatidylathanolamine. Mikroorganisme eukariotik seringkali menyimpan karbon dan energi sebagai triacylgliserol. Pada jalan ini.. Bakteri eukariotik dan aerobic seperti bacillus megaterium membangun sebuah jalur aerobic menggunakan NADPH dan O2. membentuk Malonyl-koA. Beberapa diantaranya tidak jenuh (mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap). Katalisator sintesis menambahkan dua atom karbon pada rantai terakhir faaty acid dalam dua proses. kedua.atom karbon. komponen. CO2 tersebut hilang ketika Malonyl.

Rantai polisakarida akan saling berhubungan melalui pentapeptida atau jembatandalam (interbridges) Sebuah struktur yang rumit (berkelit-kelit atau berseluk beluk ) membutuhkan proses biosintesis yang rumit juga. Sintesis peptidoglican adalah sintesis dengan proses multi step. 7. 2. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. Proses yang sama terjadi kepada interbridges terlibat. Turunan UDP dari (N-acetylmuramic acid dan N-acetylglucosamine) di sintesis kritoplasma. Pembawa bactoprenol kembali kedalam membrane. Asam amino ditambahkan secara berurutan menjadi UDP-NAM untuk membentuk rantai pentapeptida (dua terminal D-alanin ditambahkan sebagai dipeptida) Energi ATP digunakan untuk membuat ikatan peptide tetapi tRNA dan ribosom tidak terlibat.Coli. asam amino yang bebas dari asam diaminopimelik menyerang subterminal D-alanin. UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM untuk membentuk unit pengulang peptidoglikan. 4. menghasilkan residu D-alanin. Naktoprenol ialah karbon-55 alkohol yamh terletak pada NAM oleh pirofosfat dan memindahkan komponen. Seperti misalnya penisilin menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate. 8. 3. Sintesis peptidoglikan Dinding sel bakteri mengandung mengandung molekul komplek peptidoglican yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran asam N-asetilmuramik (NAM) dan residu Nasetilglukosamin (NAG).komponen peptodoglican melalui membrane hidrofobik. Hal ini terjadi pada gram positive bacteria yakni (staphylococcus aureus). Sintesis peptidoglican terjadi dalam delapan tahap : 1. dapatkah kedua siklus berjalan secara bersama-sama?” 159 . Unit Peptidoglikan diletakkan pada akhir rantai peptodoglican untuk memperpanjang oleh unit pengulang. Energi atp tidak lagi dibutuhkan ketika transpeptidasi yang terjadi di luar. Sintesis peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen antimikroba. karena reaksi sintesis terjadi di dalam dan di luar membrane sel. Rantai Pentapeptida terletak pada NAM. glisin ditambahkan menggunakan Molekul glisil-tRNA bukan ribosom 5. Peptide cross-link rantai peptidoglikan terbentuk oleh transpeptidado. Pada E.H. Hanya aka nada sebuah kelompok yang bereaksi dengan subterminal D-alanin. Jika interbridges (jembatan dalam) pentaglisin diperlukan. Alfonsina AAT (115061100111027) “ apakah dalam siklus glukeogenesis yang merupakan proses pembalikan glikolisis. LAMPIRAN Pertanyaan dan jawaban Pertanyaan lisan 1. Unit pengulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah sempurna diangkut menyeberangi membrane menuju permukaan luar oleh pembawa bactoprenol pyrophosphate 6. NAM-Peptida ditrnasfer dari UDP menuju baktoprenol fosfat pada permukaan membrane. Dua partisipan carrier yakni UDP (Uridin Difosfat)dan baktoprenol. ATP digunakan untuk membentuk terminal ikatan peptide didalam membrane. Fosfat dihasilkan selama proses.

fosforibosilamin. karena pada konsentrasi yang tinggi akan menjadi racun .itu menghasilkan AMP dan GMP.” 3. Kemampuan bakteri ini untuk melakukan fotofosforilasi karena adanya piranti fotosintesis dalam selnya yang berupa pigmen fotosintesis. pada umumnya menujukkan resistensi yang tinggi terhadap oksianion logam tanah jarang. fotoautrotop atau fotoheterotrop pada kondisi anaerobik. Jawaban “ walaupun siklus glukeogenesis reversible. tapi berdasarkan prinsip.2. antara lain . pigmen karatenoid. Karena pada dasarnya regulasinya berbeda” Alberus Ardika (115061101111005) “ tadi dijelaskan dalam presentasi siklus sintesis purin prosesnya. seperti bakteri dari genus Rhodobacter. dan fermentasi. Berdasarkan bakteriaklorofil yang dimiliki oleh anoksegenik. Selain itu. oleh karena itu penambahan larutan oksianion (biasanya K2TeO3) memungkinkan isolasi kelompok bakteri tersebut secara selektif. maka kelompok ini bibagi menjadi .prinsip biosintesis dijelaskan bahwa jalur anabolisme dan katabolisme (dalam hal ini merupakan glikolisis dan glukeogenesis) tidak pernah berjalan bersama walaupun banyak enzim yang digunakan bersama. seperti TeO3-2 dan SeO3-2. Sebagian besar bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksegenik. Bakterioklorofil yang dimiliki bakteri ini dapat digunakan sebagai salah satu ciri morfologi dengan melihat spektra maksimumnya. bakteri fotosintetik purple (sulfur dan non sulfur). dan bakterioklorofil. Bakteri-bakteri ini dapat melakukan berbagai macam metabolisme. bakteri ini telah diketahui sejak awal abad ke-20 ketika pertama kalinya diisolasi oleh Hans Molisch. dan Heliobacteria(white. konsentrasi sulfid harus benar-benar ditekan serendah mungkin. Reinanto pandu (115061107111009) “ dalam fotosintesis anoksigenik kan ada reaksinya. sedang GMP menghambat perubahan substrat dari sintesis AMP. respirasi anerobik.1995) Pada bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksigenik. lalu senyawa-senyawa yang dihasilkan itu untuk apa?” “ Reaksinya adalah seperti ini • Fotosintesis bakteri ungu non belerang • CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 • Fotosintesis bakteri hijau belerang • CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S Berdasar pada sumber yang saya baca pada keadaan anaerob tidak diproduksi oksigen. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase . Freshsya Zatalini (115061100111003) “ Apakah persyaratan dari asimilasi bagi mikroba? Bagaimana bakteri yang tidak punya klorofil melakukan asimilasi? Jawaban 160 . meraka ini dikenal dengan nama kelompok bakteri fotosintetik anoksigenik. organisme-organisme ini pada umumnya merupakan penambat nitrogen yang hidup bebas. bakteri fotosintetik hijau (sulfur dan non sulfur). Ada beberapa mikroorganisme yang mampu melakukan fotofosforilasi dalam keadaan anaerob. Pertanyaan Tertulis 1. lalu maksud kotak kecil ditengah itu apa? (menunjuk gambar) ” Jawaban “ gambar di tengah itu penjelasan dari proses awal sintesis purin yakni dimulai terikatnya atom nitrogen glutamine pada fosforibossil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5. AMP menghambat sintesis adenilosuksinat dari inosinat.

Perlu ditekankan bahwa asimilasi dilakukan mikroorganisme karena mikroorganisme itu sendiri membutuhkan fosfor. Dalam presentasi dan makalah kami dijelaskan tentang asimilasi sulfur.2. sedangkan golongan purimidin itu ada pada RNA yang terdiri dari urasil dan sitosin.nitrogen) disamping karbon dan oksigen” “ asimilasi dilakukan oleh semua mikroorganisme yang membutuhkan. Yakni merupakan jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida untuk membentuk DNA dan RNA. Begitu pula dengan sintesis peptidoglikan akan terjadi pada setiap kondisi karena dinding sel bakteri mengandung kompleks peptidoglikan” 3. Mekanismenya masing. sulfur. Gregorius Bagas (115061105111005) 161 . Ridhani Ridha R (115061100111009) “ Pada siklus tersebut kalau tidak salah namanya siklus purimidin kenapa hasilnya tidak purimidin? Mungkin dari siklus yang lain ada seperti itu?” Jawaban : “ sintesis purimidin atau sintesis pirimidin itu sama. 5. Tapi untuk mekanisme dan regulasi sintesisnya sama” Maratus Sholihah (115061100111019) “ apakah benar dari apa yang anda jelaskan bahwa fotosintesis hanya terjadi pada mikroorganisme prokariotik? Kemudian bagaimana untuk yang eukariotik?” Jawaban : “ fotosintesis itu terjadi pada mikroorganisme yang mempunyai klorofil dan dibagi menjadi anoksiganik (tidak menghasilkan O2) dan oksigenik (menghasilkan O2). tidak terbatas bakteri yang mempunyai klorofil ataupun tidak. “ Asimilasi adalah pembentukan molekul kompleks dari molekul sederhana yang membutuhkan energy yang tinggi. bukan pengertian. Golongan pirimidin itu ada pada DNA yang terdiri dari timin dan sitosin. Penjelasan mikroorganisme prokariotik pada slide adalah sebagai tambahan. Jadi tidak ada persyaratan.” Adit Iqbal (115061105111005) 4. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. eukariotik ataupun prokariotik itu bisa asalnkan memiliki klorofil. Sedangkan sintesis Peptidoglikan terjadi pada dinding sel bakteri. karena dinding sel bakteri mengandung molekul kompleks peptidoglikan yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran NAM (asan N-asetilmuramik) dan residu NAG (N-asetilglukosamin)” “ sintesis purin terjadi pada bakteri karena basa dari nukleotida akan digunakan untuk membentuk materi pembawa genetic RNA dan DNA. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. “ Apakah dalam suatu sintesis itu mengalami hambatan? Jika iya apa?” Jawaban : “ pada sintesis Peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen mikroba. sulfur. fosfor dan nitrogen. karena mikroba membutuhkan asimilasi (fosfor. Seperti misalnya penisilin yang menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate” 6.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul – molekul organic melalui rute yang berbeda (tergantung apa yang diasimilasi) Sharfina W (115061105111003) “ Sintesis Purin dan Peptodoglikan terjadi saat kondisi apa? Di bagian mana kedua sintesis itu dapat terjadi?” Jawaban: “ purin adalah jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida dan terjadi dalam tingkat sel bakteri karena nukleotida ini akan membentuk building blok dari DNA dan RNA.

Perlu penjelasan lebih bagaimana fotosintesis aerob dan anaerob serta senyawa-senyawa yang dihasilkan 162 .“ Pada sintesis nitrogen . reduksi asimilasi nitrat dan fiksasi nitrogen. dan Methanococcus. Telah dijelaskan . bakteri yang hidup bersibiosis tanama legumes seperti Rhizobium. Bakteri apa itu dan perannya apa?” Jawaban : “ Pada asimilasi nitrogen. Proses metabolisme adalah proses yang spesifik dan merupakan proses dasar 2. dijelaskan tentang bakteri yang terlibat dalam prosesnya.sel eukariotik memiliki keterbatasan dalam melakukan ini. Perlu editing(pendandanan) 3. Pada fiksasi nitrogen inilah. nitrogen dimanfaatkan untuk tiga hal yakni pembentukan ammonia. bakteri Rhizobium memunculkan sifat amoniak keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. clostridium. Tetapi fiksasi nitrogen terjadi pada beberapa bakteri yakni bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter klebsiella.Anabolisme dan Katabolisme dan memang benar kedua proses tersebut tidak pernah berjalan bersamaan Komentar : 1. Perlu sitasi yang jelas(dituliskan) 2. sel. dan Sianobakteri “ Kesimpulan : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful