1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

2.1 Strain Industri 2.1.1 Pengertian Strain industri adalah koloni mikrobia (atau hasil biakannya) dengan sifat-sifat fisiologi yang sama sebagai hasil proses isolasi atau rekayasa lainnya untuk memurnikan sifat tersebut. 2.1.2 Syarat Terlepas dari asal-usul suatu mikroorganisme industri, idealnya harus menunjukkan : Stabilitas genetik Efisiensi produksi produk sasaran di mana rute biosintesis harus ditandai dengan baik Terbatas atau tidak ada kebutuhan akan vitamin dan faktor pertumbuhan tambahan Pemanfaatan berbagai karbon rendah biaya dan ketersediaan sumber karbon Dapat dimanipulasi secara genetik Aman, bukan patogen dan tidak menghasilkan produk beracun kecuali jika produk beracun tersebut adalah produk sasaran Siap dipanen dari fermentasi Siap rusak jika produk sasaran adalah intraselular Produksi terbatas oleh produk sebagai produk sampingan untuk meringankan masalah pemurnian selanjutnya Fitur lain yang dapat dimanfaatkan adalah sifat thermofilik atau halofilik yang dapat berguna dalam lingkungan fermentasi. Juga, khususnya untuk sel yang tumbuh dalam suspensi, mereka harus tumbuh dengan baik dalam bioreaktor konvensional sehingga industri dapat meminimalisir kewajiban untuk mengembangkan sistem alternatif. 2.2 Pemurnian Galur (Strain Improvement) 2.2.1 Pengertian Pemurnian galur adalah bagian vital dari pengembangan proses di industri fermentasi. Hal ini dapat mengurangi harga produksi, meningkatkan produktivitas produk yang lebih unggul. Pada beberapa kasus pemurnian galur dapat dilakukan menggunakan metode alami, yaitu rekombinasi genetik yang menyatukan elemen genetik dari dua genom yang berbeda menjadi satu membentuk genotip baru. Strategi lain melalui mutagenesis. Rekombinan dan mutan dipilih dan diseleksi untuk mendapatkan strain yang memiliki karakteristik lebih spesifik untuk proses industri fermentasi. Namun strain seperti ini tidak mungkin bertahan di alam karena gen mereka telah dimanipulasi sehingga tercipta ketidaksetimbangan metabolik. Akibatnya, strain tersebut harus dipertahankan pada media spesifik agar mampu tumbuh. 2.2.2 Tujuan Tujuan dari pemurnian galur ini adalah untuk meningkatkan produktivitas mikroorganisme, untuk mengubah produk metabolisme yang tidak terpakai, untuk memperbarui sumber karbon dan nitrogen sebagai nutrisi bagi mikroorganisme, dan memperbaiki morfologi sel menjadi sel yang lebih baik sehingga dapat memisahkan sel dan produk yang dihasilkan. 2.2.3 Rekombinasi Alami DNA bakteri umumnya dalam bentuk kromosom tunggal dan plasmid; belakangan ini DNA dapat mereplikasi dirinya sendiri. Tiap plasmid membawa hingga beberapa ratus gen tambahan dan ada sebanyak 1000 kopi plasmid per sel. Plasmid tersebut mengandung kode informasi genetik tambahan untuk ciri-ciri yang tidak ditemukan di kromosom DNA bakteri. Tidak seperti organisme eukariotik, bakteri tidak mempunyai bentuk reproduksi seksual. Namun, bakteri itu mampu bertukar beberapa materi genetik melalui proses konjugasi, transduksi, transformasi dan pembelahan biner. KONJUGASI melibatkan kontak antar sel satu dengan sel yang lain, di mana pendonor kontak dengan resipien melalui struktur protein filamen yang dinamakan pilus seks yang menghubungkan 2 sel tersebut berdekatan. Pendonor menyalin semua bagian dari plasmid atau kromosom DNAnya dan dibagikan melalui pilus ke resipien.

Pada TRANSDUKSI, bakteri yang mengandung virus (bakteriofage) berperan sebagai vektor dalam mentransfer gen antar bakteri. Bakteriofage menempel ke sel bakteri dan memasukkan DNA-nya ke inang untuk menggabungkan DNA bakteriofage ke kromosom inangnya. Selama replikasi, bakteriofage memperoleh potongan dari DNA inang. Jika fage-fage tesebut terus memasuki inang-inang baru, mereka mampu menggabungkan DNA asli dan gen-gen yang diambil dari inang sebelumnya ke dalam kromosom inang baru. Bakteriofage, seperti plasmid, juga memperoleh transposon (bagian dari DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dalam kromosom yang sama ataupun yang berbeda); misalnya, dari plasmid ke kromosom dan sebaliknya. Bakteriofage dapat membawa transposon ke dalam sel bakteri inang baru di mana mereka dapat meloncat ke dalam plasmid atau kromosom DNA inang. TRANSFORMASI melibatkan serapan selular bagian DNA dari medium sekitar yang kemudian menjadi tergabung di dalam sel. Pada lingkungan alami, transformasi merupakan proses acak, fragmen DNA tersedia untuk penyerapan yang berasal dari sel yang segaris. Pada eukariot, rekombinasi genetik secara alami terjadi selama reproduksi seksual. Genotif baru dihasilkan dari kombinasi kromosom parental dan sebagai akibat dari peristiwa crossing-over selama meiosis. Belakangan ini melibatkan kerusakan bagian kromosom DNA dan perubahan dari segmen antar kromosom homolog untuk membentuk kombinasi baru. Beberapa fungi yang berperan penting dalam industri, meliputi Penicillium dan Aspergillus, tidak mempunyai fase seksual yang sebenarnya. Namun, siklus paraseksual telah menyediakan rute sehingga strain baru dapat diproduksi. Hal ini dikembangkan saat dua strain haploid yang berbeda secara genetik tumbuh bersama, membolehkan fusi hifa mereka. Peristiwa ini akibat dari pembentukan heterokarion, inti yang mengandung miselium yang berasal dari masing-masing strain. Pembentukan herokarion secara langsung dapat dilakukan secara in vitro dengan menggabungkan protoplas yang dinding selnya telah dihilangkan. Juga, eukariot tertentu termasuk beberapa kapang dan jamur berfilamen, memiliki plasmid autonomous, seperti 2μm plasmid Saccharomyces cerevisiae yang terbukti berguna sebagai vektor dalam rekayasa genetika. 2.2.4 Mutasi Mutasi didapatkan dari perubahan fisik DNA sel, seperti delesi, insersi, duplikasi, inversi dan translokasi dari sepotong DNA, atau perubahan dalam jumlah salinan dari seluruh gen atau kromosom. Penaklukan mikroorganisme untuk mengulangi siklus mutagenesis, diikuti oleh seleksi yang sesuai dan pemilihan organisme yang dapat bertahan, merupakan cara efektif dalam banyak mikroorganisme industri. Mutan dapat muncul secara alami atau juga diinduksi, mereka dianggap sebagai produk dari peristiwa alami. Akibatnya, ada beberapa masalah dalam memperoleh persetujuan dari berwenang ketika teknologi rekombinasi DNA digunakan untuk mengembangkan mikroorganisme untuk industri. Laju mutasi spontan lambat; misalnya pada banyak gen bakteri, laju diperkirakan 10 -10 per generasi per gen. Laju mutasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mutagaen, yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Mutagen fisik meliputi ultraviolet, radiasi γ dan X; mutagen kimia adalah senyawa seperti EMS, NTG, asam nitrit dan acridine mustards. Mutan terbentuk saat mutagen menginduksi modifikasi dari urutan basa DNA yang hasilnya dalam substitusi sepasang basa, mutasi frame-shift atau delesi besar kemudian menjadi tidak sepasang. Mutagenesis dapat juga diinduksi menggunakan transposon yang dikirimkan menggunakan vektor yang cocok. Mereka memproduksi mutan penginsersi yang rangkaian nukleotida normalnya disela oleh rangkaian transposon. Metode tradisional ini telah berhasil digunakan pada pemindahan warna kuning dari penyiapan penisilin dikarenakan chrysogenin, pigmen kuning dihasilkan oleh Penicillium chrysogenum. Program mutagenesis memiliki keefektifan yang besar dalam meningkatkan produksi penisilin di strain industri pada organisme yang sama.
2

Baru-baru ini, metode yang dikembangkan untuk meningkatkan baik keseluruhan kemampuan mutasi dan laju mutasi dari gen spesifik agar mendapatkan frekuensi maksimum dari tipe mutan yang diinginkan. Mutagenesis langsung ini dengan jelas membutuhkan pengetahuan tentang gen yang mengontrol target produk dan sering gambaran genetik dari organisme. Sebagai tambahan, mutagenesis in vitro sekarang digunakan dalam kombinasi dengan rekayasa genetik untuk memodifikasi gen terisolasi atau bagian dari gen. 2.2.4 Rekayasa Genetika Selama 20 tahun, perkembangan dari teknologi rekombinasi DNA dan metode fusi sel, seperti pembentukan hybridoma untuk produksi antibodi monoklonal memiliki pengaruh besar dalam mikrobiologi industri. Berbeda dengan proses rekombinasi alami, teknologi modern rekombinasi DNA menyediakan banyak kesempatan tidak terbatas untuk memproduksi gen kombinasi baru. Metode ini juga secara spesifik dan terkontrol dan memiliki berbagai macam informasi genetik yang tersedia dari beberapa makhluk hidup dan bahkan organisme yang punah. Teknologi rekombinasi DNA memungkinkan rangkaian gen spesifik dipindah dari satu organisme ke organisme lain dan memungkinkan metode tambahan diperkenalkan ke perbaikan strain. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan produk dengan menghapuskan kemacetan metabolik di bagian tertentu dan memperbesar atau memperbaiki langkah spesifik metabolisme. Secara keseluruhan, prosedur rekayasa genetika memperbolehkan sifat baru ditambahkan ke kemampuan mikroorganisme industri. Mikroorganisme dapat dimanipulasi untuk mensintesis dan meningkatkan rentangan enzim yang dapat memproduksi senyawa baru atau substrat kompleks yang lebih murah. Karena tidak ada pembatasan untuk gen alami yang ditampilkan mikroorganisme, produksi protein tanaman dan hewan dimungkinkan. Produk berharga yang diproduksi termasuk pertumbuhan hormon manusia, insulin dan interferon. Namun begitu, metode ini tidak secara total menggantikan metode mutagenesis tradisional dan pendekatan kepada kedua metode harus diperhatikan untuk menghasilkan strain improvement yang lebih banyak. Strategi Rekayasa Genetika Untuk Bakteri Rekayasa genetika melibatkan manipulasi DNA. Hal ini memerlukan isolasi awal dan pemulihan gen yang diinginkan dari genom organisme donor. Rangkaian DNA yang terisolasi kemudian dimodifikasi dan pengaturan ekspresi gen mereka diubah, sebelum dimasukkan ke dalam organisme inang melalui sistem vektor termanipulasi yang cocok. Langkah pertama membutuhkan ekstraksi DNA total dari organisme pendonor yang kemudian dipotong dalam urutan yang lebih kecil menggunakan endonuklease restriksi spesifik. Banyak dari enzim restriksi ditemukan pada beberapa spesies bakteri, membuat potongan DNA beruntai ganda yang memiliki urutan spesifik (palindrom) menjadi urutan tunggal. Bagian kecil dari DNA (fragmen restriksi) kemudian dapat bergabung atau disambung ke molekul DNA vektor yang telah dipotong dengan enzim restriksi yang sejenis. Penyambungan dilakukan oleh enzim DNA ligase, dan menciptakan sebuah molekul DNA sintesis. Plasmid dan bakteriofag adalah kloning vektor yang paling berguna. Mereka memainkan peran penting sebagai pengirim sistem untuk memperkenalkan molekul rekombinan ke sel inang melalui transduksi ataupun transformasi. Setelah masuk, mereka mampu mereplikasi diri sendiri sehingga dapat mempertahankan DNA rekombinan dalam sel inang. Pengenalan plasmid rekombinan dalam sel bakteri dapat dicapai setelah treatment kalsium klorida yang membuat membran sel lebih permeabel terhadap DNA. Setelah pengenalan, plasmid mereplikasi dirinya. Dalam beberapa kasus, banyak sekali salinan diproduksi dalam sel inang untuk meningkatkan jumlah DNA rekombinan per sel. Plasmid dapat dirancang untuk mengandung penanda genetik yang baik, seperti resistensi antibiotik, kebutuhan vitamin, dll. Penanda dapat digunakan untuk memilih sel inang yang telah memasukkan plasmid selama transformasi. Bakteriofag adalah vektor kloning yang sangat berguna. Setengah dari genom bakteriofag dapat dihilangkan dan diganti dengan DNA asing. Hal ini dilakukan secara in vitro menggunakan enzim restriksi
3

untuk memaksimalkan produksi proetin asing. salah lipat dari polipeptida yang menghasilkan sebuah aktif molekul. Pada bakteri gram negatif. seperti pembelahan. Gen tidak dapat diekspresikan jika Escherchia coli digunakan sebagai inang dan gen yang dimasukkan pada inang bukan dari bentuk strain E. Coli. digunakan untuk transformasi atau mentranduksi sel inang. deteksi dapat dicapai dengan penggunaan reaksi antibodi spesifik dengan protein. ini mungkin bermanfaat seperti dalam proses downstream. menyebabkan degradasi cepat mereka dengan protease. aktivitas enzim dapat dideteksi. yang mampu menginfeksi inang yang dipilih. keberadaan tantangan lebih lanjut pada beberapa organisme mengeluarkan lebih efisien dari yang lain. Gen eukariot mengandung area non-coding. mRNA eukariot dapat digunakan utnuk mensintesis gen yang dapat berfungsi dalam sebuah prokariot. Selain itu. yang akan menimbulkan masalah jika gen langsung ditransfer ke sistem prokariotik. Jika gen asing berhasil mengekspresikan bakteri inang dan membuat protein heterolog. klon spesifik yang berisi molekul DNA rekombinan yang diinginkan dapat diidentifikasi. Masalah umum lainnya pada ekspresi protein heterolog yang juga dapat ditemui dengan beberapa host eukariotik termasuk : 1. kesulitan dalam mencapai pasca-translasi modifikasi protein. setelah dikumpulkan dalam fag atau plasmid. Coli. Namun. vektor pengekspresi harus mereplikasi hingga jumlah salinan tinggi dan stabil. Hal ini menghasilkan perpustakaan DNA yang terdiri dari individu klon yang mengandung molekul DNA rekombinan yang berbeda. Namun. Campuran dari fragmen restriksi yang berasal dari ekstrak DNA utuh. jika dari bakteri gen negatif ke positif. jika urutan nukleotida gen atau urutan asam amino dari protein produk diketahui. Tambahan masalah juga muncul jika tujuannya adalah untuk mengkloning dan mengekspresikan gen seperti E. intron dipotong selama proses RNA normal. Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. Perbedaan antara ekspresi gen prokariot dan eukariot harus diperhitungkan. Namun. Untuk beberapa tujuan. hal ini dapat diterima dengan menggunakan dinding sel bakteri. Setelah itu. klon diperbolehkan untuk membentuk koloni pada media padat selektif. Gen asing idealnya harus dihubungkan dengan promotor kuat yang memiliki afinitas tinggi untuk polimerase RNA dan mRNA tertranskripsi harus diterjemahkan secara efisien. Akibatnya. Atau. Masalah ini dapat ditangani menggunakan vektor pengekspresi di mana gen asing dimasukkan dalam konfigurasi di bawah kontrol inang. Sekresi protein rekombinan sering disukai untuk stabilitas produk dan membuat proses downstream memulihkan produk yang kurang bermasalah. misalnya gen heterolog. Pembatasan Inang Prokariot Seringkali. intron. Atau jika protein rekombinan adalah enzim yang tidak diproduksi oleh inang.yang mirip dengan cara manipulasi plasmid. yang mampu menginfeksi inang Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. Ini memerlukan penggunaa reverse transcriptase untuk menghasilkan salinan pelengkap DNA atau cDNA dari RNA. 4 . yang mungkin terakumulasi membentuk inklusi tubuh di dalam sel. sekresi lebih sering ke ruang periplasmic daripada ke medium secara langsung. bakteri gram negatif mampu untuk mengekspresikan gen dari bakteri gram positif. mewakili seluruh urutan DNA / gen dari genom donor. dan 3. Kadang-kadang. gen sintesis dapat disintesis. Di mana sekresi dalam media dibutuhkan. glikosilasi atau amidasi. ketidakstabilan produk gen tertentu dalam host mikroorganisme. tujuan utama dari kloning gen adalah mendapatkana jumlah banyak dari suatu produk. Urutan sinyal dari 20-25 asam amino membantu jalan protein melewati membran sel. menguntungkan bagi ekspresi gen kloning untuk dimanipulasi dengan menempatkan Secara umum. tidak mudah untuk diekspresikan. Pada tahap ini. sehingga bakteri gram negatif tidak bisa mudah melintasi membran luar. Sekresi protein lebih sulit dari faktanya karena harus disintesis dengan ekstra urutan asam amina pada terminal akhir N. 2.

Namun. Relatif kecil rekayasa genetika telah diimpelementasikan untuk memperbaiki produksi dari metabolit yang ada. Beberapa masalah dapat diatasi dengan menmbangun plasmid dengan hati-hati dan penempatan gen penting dalam plasmid. Ketidakstabilan dihasilkan dari penghapusan dan penyusunan ulang plasmid rekombinan. seperti virus bovine papiloma. Jamur lain dapat pula menjadi inang yang baik. Hal ini melibatkan penyimpanan dalam larutan nitrogen atau lyophilization. Juga. dan Pichia pastoris yang memiliki beberapa keuntungan dibanding S. jaringan metabolis dalam mikroorganisme dapat direstrukturisasi dan rekayasa metabolik yang luas memiliki implikasi utama dalam mikrobiologi industri. vektor berdasarkan virus. cerevisiae. cerevisiae. Perkembangan teknologi rekombinasi DNA maju dengan cepat dan kloning gen pada sel hewan dan tumbuhan sekarang diproduksi secara rutin. integrasi gen ke kromosom normalnya adalah solusi terbaik untuk mengatasi banyak masalah ketidakstablitasan. tetapi jika kehilangan sel akan mengekspresikan gen mematikan. A. tapi tidak seperti eukariot yang lebih tinggi tingkatannya (seperti sel hewan dan tumbuhan). tumefaciens menginduksi tumor yang melibatkan plasmid Ti dan A. enzim phytase sebagai umpan tambahan dan antitrombotic hirudin. rhizogenes. Awalnya. Strain tersebut dibangun dengan penanda “lethal” di kromosom dan repressor dari penanda ini terletak di plasmid. Protein individiual dapat direkayasa dengan mengubah beberapa komponen asam amino untuk memodifikasi sifat dan memiliki peluang untuk fitur pembangun dalam membantuk proses downstream. urutan lengkap dari genom mikroba. contohnya dalam produksi heterolog dari jamur termasuk vasin hepatitis B. Aspek penting dari stabilitas strain adalah pemeliharaan dan penyimpanan stok kultur sehingga mereka atirbut mereka yang dengan hatihati dipilih tidak hilang. Sel mengekspresikan repressor selama mereka memiliki plasmid. P. Proses downstream juga memiliki masalah yang sedikit karena jamur tersebut tidak mensekresikan banyak protein mereka sendiri ke dalam media. Namun. sel bebas-plasmid mati dan tidak boleh diakumulasikan di kultur. Ketidakstabilan segregasi dapat pula diatasi dengan membangun strain pembunuh yang membutuhkan penanda spesifik pada plasmid untuk bertahan hidup. Mereka memiliki promotor induksi yang kuat dan mampu untuk menghasilkan modifikasi protein post-translasion mirip dengan yang dilakukan oleh sel manusia. khususnya methylotroph. Rhizogenes menginduksi pembentukan rambut akar. Sebagai tambahan. produk jamur relatif sedikit yaitu 1-5% dari total protein dan beberapa protein disimpan dalam periplasma. Pada in vivo. disebut stabilitas segregasi. termasuk organisme “food grade” menstimulasi kemajuan lebih jauh dalam rekayasa metabolik. Sebagai contoh. memberikan kegiatan katabolik baru dan memperbaiki kinerja fermentasi. Angusta seringkali lebih baik untuk aplikasi industri karena memiliki versatilitas yang lebih baik. yang leibh baik sebagi struktural ketidakstabilan.3 Stabilitas Strain Faktor utama dalam perkembangan strain baru adalah stabilitas strain. retroviruses dan virus simian 40 digunakan untuk stabil mentransformasi sel mamalia. atau menghilangkan plasmid. Sebagai akibatnya. Namun. Transformasi dari sel tumbuhan dikotil dapat ditunjukkan menggunakan plasmid yang berasal dari bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens and A. yang dimediasi oleh plasmid Ri. Strain ditransformasi oleh plasmid harus dipertahankan di bawah seleksi terus-menerus untuk memastikan bahwa stabilitas plasmid. 2. Pichia angusta. jamur ini dengan mudah dan murah tumbuh pada skala industri. 5 .Pembatasan Inang Eukariot Strategi lain yang lebih baik untuk mengekspresikan gen heterolog eukariotik sering mempergunakan inang eukariot yang sesuai yang akan menunjukkan semua kebutuhan modifikasi protein post-translasi dan sekresi. fisiologi. kerjanya pada proses industri farmasi. relatif cepat laju pertumbuhannya dan mudah mengalami manipulasi genetik. Saccharomyces cerevisiae banyak dipilih karena aman dan mengandung jumlah informasi luas yang telah terakumulasi dari genetikanya. Beberapa protein heterolog eukariotik telah sukses diproduksi secara massa dari S.

Transformasi terjadi karena : 1. 2010) 2. Hal ini terjadi karena pada proses transduksi. mikroorganisme yang ditempati virus itu waktu virus keluar dari mikroorganisme tersebut hilang. menggabungkan DNA virus ke DNA bakteri inang untuk membentuk calon virus baru dan ikut membelah bersama bakteri. Sehingga pada daur lisogenik ini. Tahap terakhir.Yang menyebabkan pecah adalah kondisi virus yang berada di dalam mikroorganisme sudah “matang” sehingga virus siap keluar dengan cara memcah dinding dari bakteri inang (fase lisis).Metode replikasi virus (reproduksi virus) untuk memperbanyak diri yang digunakan pada proses transduksi adalah daur litik. Pandu Rahmat Pinasthiko (115061107111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada saat di video transduksi. pembelahan virus ada lisis dan lisogenik. penetrasi. Albertus Ardika (115061101111005) Dijawab : Alfonsina Pada proses transduksi. (Old and Primrose. Apakah memang mikroorganisme tersebut hilang dan menjadi apa waktu mikroorganisme tersebut hilang? Jelaskan! . Dewi Ariesi R (115061105111007) 6 . (115061102111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada video proses transduksi. virus tidak memecahkan dinding bakteri dan keluar dari bakteri. Apa yang menyebabkan pecah? . Tahap pertama adalah adsorpsi yaitu fase di mana virus menempel dan menginfeksi bagian tertentu dari dinding bakteri hospes. virus hanya mengalami tiga tahap. Kontak antar sel bakteri 2. yaitu penginfeksian virus ke bakteri inangnya.LAMPIRAN PERTANYAAN 1. Teza Nur F. 1989) 3. yang mana? Apakah salah satu atau keduanya? . ada yang pecah pada saat proses konjugasi. Pada fase lisis. Homologi DNA bakteri yang bersangkutan 3. lisis. Adanya proses modifikasi dalam inang 4. Kondisi morfologi (kemampuan untuk membentuk rambut getar / fili) 5. Sedangkan pada daur lisogenik. metode apa yang digunakan virus untuk menginjeksi agar menjadi banyak jumlahnya? Setau saya. Perlunya gen khusus seperti gen TRA untuk proses konjugas (Brown. Tahap eklifase. virus merusak dan mengendalikan DNA bakteri hospesnya. virus mengalami daur litik. Ayu Indah Wibowo (115061100111011) Dijawab : Gregorius Bagas Bagaimana bisa bakteri mengalami transformasi? Apakah terjadi pada kondisi yang khusus? Atau terjadi pada bakteri tertentu? . virus akan menghancurkan dinding bakteri inang dan menyebabkan bakteri mati. perakitan virus dalam jumlah besar. 1989) 5. Tahap sintesis. DNA virus masuk ke sel inang dan menghancurkan dinding sel bakteri menggunakan enzim lisosom. Tahap kedua. stelah mencapai dinding dari mikroorganisme tersebut. tetapi virus ikut membelah bersama bakteri. 1986) 4. (Budiyanto. (Old and Primrose.Mikroorganisme (bakteri) yang ditempati sebagai media berkembang biak bagi virus akan mati. pecahnya dinding bakteri inang sehingga virus-virus baru akan terbebas.

2005) 2. 1.1. Strain yang stabil. dan pendonor? Jelaskan spesifikasi bakteri untuk setiap kemampuannya tersebut! Apakah mungkin satu bakteri mengalami lebih dari satu kemampuan? Bakteri yang dapat melakukan transduksi adalah bakteriofag. Transduksi terjadi saat virus mengalami fase litik (keluarnya virus dari tubuh bakteriofag). Transformasi terjadi saat bakteri dengan spesies sama. 9. (Walyo. transformasi. 2005).- - 6. yang satu memberikan potongan DNAnya ke bakteri yang lain. 8. hanya pada kondisi-kondisi tertentu seperti yang telah dijelaskan di jawaban point pertama. 2006) Sharfina Widyaningrum (11506110511103) Dijawab : Alfonsina Kapan terjadi perpindahan secara konjugasi. bisakah strain tersebut mengalami ketidakseimbangan? Mengapa? Strain dapat mengalami ketidaksetimbangan jika terdapat faktor pengganggu. apa syarat-syarat tersebut? Pada slide stabilitas strain. untuk membantu proses pernafasan. Bakteri pendonor adalah bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. - - 7. (Schaum. DNA)) bertemu dengan bakteri resipien (bakteri tanpa faktor F (F-)) dan mendonorkan DNA bakteri pendonor melalui tonjolan sitoplasma. DNA) yang memiliki tonjolan pada dinding tubuhnya yang berfungsi untuk menempel dan mendonorkan DNAnya ke tubuh bakteri resipien. dirusak kesetimbangannya dengan masuknya virus ke strain sehingga virus dapat mengambil alih kerja DNA strain dan terjadi mutasi yang tidak diinginkan pada strain. Meskipun demikian. yaitu bakteri penerima DNA / bakteri yang tidak memiliki faktor F (F-). - Dijawab : Alfonsina Bakteri yang seperti apa yang dapat melakukan transduksi. hasilnya dapat diwariskan pada keturunannya. apa yang membuat nitrogen cair tersebut berfungsi untuk penyimpanan galur? Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Dijawab : Alfonsina Kunci dari stabilitas strain adalah menjaga kesetimbangan strain tersebut. Nutrisi mikroorganisme harus terbentuk/ terformulasikan untuk mendukung proses sintesis dalam membentuk produk yang diinginkan begitu juga biomassa sel dan metabolik tertentu (Waites. fermentasi substrat padat juga banyak digunakan. dkk. satu spesies bakteri dapat memiliki lebih dari satu kemampuan (transduksi. (115061100111007) Dijawab : Adit Iqbal Apakah syarat menjadi bakteri pendonor? Jika ada. transformasi dan transduksi pada mikroba? Syarat apa saja untuk melakukan mutasi buatan? Konjugasi terjadi saat bakteri pendonor (bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. transformasi ataupun konjugasi) namun kemampuan tersebut tidak terjadi secara bersamaan. Pembentukan Media Pada umumnya fermentasi membutuhkan media cair. 7 . Syarat untuk melakukan mutasi buatan adalah adanya perubahan materi genetik / DNA. Bisa saja. dan dilakukan oleh manusia. Salah satu contoh faktor pengganggu adalah virus. 2006) Dhanang (115061101111007) Dijawab : Adit Iqbal Dampak dari mutagenesis itu apa saja? Tolong dijelaskan? Mutia Dhana F. Bakteri yang dapat melakukan transformasi adalah bakteri sejenis yang memiliki potongan DNA yang sejenis pula. Media fermentasi harus memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme dan mendukung proses teknik perlakuan objek. (Schaum. Bakteriofag adalah bakteri yang diinjeksi oleh virus. 2.

produk bernilai lebih mahal sehingga penggunaan substrat dapat dipilih yang lebih dominan agar dihasilkan produk yang lebih banyak. dan sumber nitrogen. prosesing serat dan sebagainya. dkk. umumnya dipakai bahan baku yang tidak mahal. membutuhkan jumlah air yang banyak dalam pembentukan media. kecuali keterlibatan substrat padat. sumber fosfor. Namun pada produksi steroid. 2005). O dan N. fosfolipid dan koenzim Kofaktor pada sejumlah reaksi enzim (ATP) Kofaktor pada beberapa enzim Kofaktor pada beberapa enzim (protease) Penyusun sitokrom. Mesonutrien dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit seperti Mg. bahan baku yang digunakan tidak boleh mahal. 2006) Umumnya yang disebut makronutrien adalah yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C. Zn dam Mo (hidayat. Medium tersebut dapat berupa padat atau cair (Hidayat. Dalam fermentasi konvensional.2 Kobalt 0. H. dalam proporsi yang serupa dengan dengan adanya sel pada mikroba (Waites. dkk.Suatu strain yang mampu memberikan hasil yang tinggi dari produk yang diinginkan saat dikembangkan dalam laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diaplikasikan dalam skala industry.5 0. dkk. S dan mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit seperti Fe.03 Molybdeum (sumber: Hidayat. protein non-heme dan kofaktor pada beberapa enzim Penyusun vitamin B12 Seng. Medium kultur harus mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. yang mana sebenarnya semua industri fermentasi menghasilkan energi dan unit karbon untuk biosintesis. 2006). Dalam perkembangan produk bioteknologi dibutuhkan medium yang mahal seperti untuk pertumbuhan sel mamalia dan tanaman (hidayat. Kebanyakan fermentasi. dkk. misalnya biji-bijian. Tabel 1. Unsur-unsur yang ada pada mikroba Unsur Fungsi fisiologi Hidrogen Oksigen Karbon Nitrogen Sulfur Fosfor Magnesium Mangan Kalsium Besi Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusunan protein. asam nukleat dan koenzim Penyusun protein dan beberapa koenzim Penyusun asam nukleat. Dalam bidang industri yang diperlukan adalah medium yang cocok secara ekonomi. Kebutuhan media secara umum termasuk didalamnya adalah sumber karbon. P. karena produk yang dihasilkan tidak mahal. Penyusun beberapa enzim Berat kering (%) 8 20 50 14 1 3 0. 2006). daging.03 Tembaga. sulfur dan unsur lain yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit 8 .5 0. Cu. 0.1 0. 2006) Pada fermentasi antibiotika.dkk.

3. pengompleksan sifat viskositas yang mungkin mempengaruhi pergerakan dan aerasi selama fermentasi dan proses tingkat downstream. Faktor utama yang mempengaruhi pilihan akhir bahan baku tersendiri yang diikuti/ digunakan (waites. dan agent antibusa yang mungkin dibutuhkan. Fermentasi skala industri pada dasarnya menggunakan pembagian kompleks untuk mendapatkan harga ongkos yang efektif. 2005). ini penting untuk diketahui. maka tidak menutup kemungkinan akan membutuhkan ongkos lebih dan pemulihan yang kompleks. 2005). Fermentasi Media Cair 9 . Kebutuhan sterilisasi dan potensi masalah perubahan sifat. Misalnya. khususnya untuk menguji adanya tabrakan yield produk dan tahap pemulihan produk (Waites.1. Saat kebutuhan unsur mikroorganisme sudah ditetapkan. pendahuluan. Konsentrasi produk target yang dicapai. sempurnanya. masalah potensial dapat timbul ketika menggunakan senyawa tertentu. Kesehatan dan keselamatan untuk semua. dimana sumber karbon dan nitrogen hampir tidak dapat ditegaskan dengan jelas. dan yield per gram substrat yang digunakan. pencampuran. Panas tidak hanya mengurangi komposisi spesifik/ tertentu. Fermentasi aerobik tergantung pada oksigen yang berkelanjutan sedangkan fermentasi anaerob membutuhkan aerasi awal dari media. Biasanya. Hal mungkin tidak sebagai keinginan utama. namun juga membentuk inhibitor by produk (penghalang) yang dapat menjadi pengganggu pada proses downstream (waites. Sifat fisika dan kimia dalam medium yang terbentuk dapat mempengaruhi operasi sterilisasi. Bahan mentah substrat harus disesuaikan dengan ekonominya. 7. sumber nutrisi yang cocok dapat digabungkan kedalam media untuk memenuhi permintaan ini. Nutrisi media tertentu atau kondisi lingkungan dapat mempengaruhi tidak hanya fisiologi dan biokimia tetapi juga morfologi dari mikroorganisme tersebut. Di dalam beberapa yeast. Pengendaliannya mudah untuk bentuk padatan ataupun cairan.1. dkk. Medium yang mudah disterilkan dengan panas yang relatif rendah adalah yang sangat penting. biasanya dipertunjukkan dengan setiap batch baru untuk substrat. Pengaruh variasi batch-to-batch harus ditentukan. dilakukan penambahan medium segar secara berkala ataupun kontinyu. 6. kecepatan pembentukannya. 4. 2005). seperti biotin dan riboflavin. filament jamur dapat membentuk lempengan. dkk. Level dan range ketidakmurnian dan muncul dan berkembangan produk yang tidak diinginkan selama proses berlangsung. media menggabungkan buffer atau pengontrol pH dengan penambahan asam ataupun basa. 2. namun perubahan morfologi dapat mempengaruhi produk dan sifat fermentasi yang lain. juga harus tersedia. Pembentukan. sering juga menggunakan by produk dari industry lainnya dengan divariasikan komposisi variabel. Kebanyakan didapat dari material alami seperti hewan dan tumbuhan. bahan haruslah tidak mahal dan tidak perlu ditanya kualitasnya dan setiap tahun/ sepanjang tahun bahan tersebut dapat didapatkan. Meskipun demikian. Pada beberapa proses. 2. dkk. sel tunggal dapat berkembang ke dalam pseudo-miycelium atau flocculate. Perlakuan ini dapat diangkat untuk memelihara konsentrasi zat (yang mengganggu pembentukan produk) sehingga relatif rendah agar tidak lagi bersifat menekan. misalnya fermentasi bir.1. Untuk menagani masalah ini. namun jika tingkat ketidakmurnian dari substrat tinggi. dan beberapa mikroorganisme membutuhkan penambahan vitamin. Selain itu juga membutuhkan purifikasi pada downstream dan bisa juga meningkatkan biaya penanganan limbahnya. dkk. 2005). mempercepat metabolism dapat menekan pembentukan produk. Ongkos dan pendapatan. Percobaan skala kecil. senyawa induksi atau inhibitor dikenalkan pada tingat/ taraf tertentu dari fermentasi (waites. begitu juga ongkos penyimpanan misalnya memerlukan pengontrolan suhu. 5.

yogurt dan kefir (Dharma.0 cm untuk produksi yang sangat tinggi. 1. perebusan dan pengukusan mematikan banyak mikroba competitor (Dharma. berbeda dengan fermentasi teknik fermentasi cair modern melibatkan fermentor yang dilengkapi dengan: pengaduk agar medium tetap homogen. 1992) Fermentasi yang diagitasi dimana substratnya larut dalam air. aerasi. fermentasi asam cuka. namun mengandung air yang cukup sekalipun tidak mengalir bebas. Proses fermentasi cair modern dapat dikontrol lebih baik dan hasil uniform dan dapat diprediksi. Kisaran kadar air yang optimal adalah 50-75%. Temperatur: temperatur berpengaruh pada laju reaksi biokimia selama proses fermentasi Pertukaran gas: pertukaran gas antara fase gas dengan substrat padat mempengaruhi proses fermentasi. 2. Pada fermentasi ini substrat zat padat tidak larut dalam air tetapi dalam bubuk-bubuk halus yang tersuspensi dalam sejumlah air yang banyak. dan tape (Dharma. Juga tidak dilakukan sterilisasi. 2. pertukaran gas. Pada fermentasi ini substrat larut dalam air tetapi medianya tidak diagitasi atau dikocok. Fermentasi yang diagitasi dimana zat cair yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fase cair. namun pemanasan. Jenis-jenis fermentasi media cair yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: (Dharma. volume gas. Adapun faktor yang mempengaruhi fermentasi media padat diantaranya: (Dharma. 3. agitasi dilakukan dengan bantuan alat pengocok (shaker). Pengambilan substrat melalui fase cair. kecap. Fermentasi media cair diartikan sebagai fermentasi yang melibatkan air sebagai fase kontinyu dari sistem pertumbuhan sel yang bersangkutan atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel-partikel dalam fase cair. organisme. 1992). Konsentrasi substrat dalam media dapat bervariasi mulai dari satu persen sampai pada suatu keadaan yang menyerupai bubur. 1992).1.2. 1992) Medium yang digunakan relative sederhana 10 1.5 – 5. pengatur suhu (pendingin atau pemanasan) dan pengaturan pH. 1992) Kadar air: kadar optimum tergantung pada substrat. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan penurunan porositas. Fermentasi cair meliputi minuman anggur dan alkohol. . Fermentasi media (substrat) padat mempunyai kandungan nutrien per volume jauh lebih pekat sehingga hasil per volume dapat lebih besar. Garam dan zat hara lain mungkin terlarut dalam air. difusi oksigen. Medium didistribusikan berupa larutan yang dangkal dalam suatu baki atau dalam suatu wadah yang mempunyai permukaan yang luas dan dalamnya media biasanya 2. 1992). 4. Fermentasi media padat Fermentasi media padat merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam substrat tidak terlarut. Pada fermentor agitasi dikerjakan dengan pengaduk yang dijalankan oleh motor dan dapat dibantu oleh aerasi (gelembung udara). Fermentasi substrat padat dengan kapang mempunyai keuntungan yaitu: (Dharma. 3. Pada kultur labu yang dikocok. Fermenatasi yang tidak diagitasi dimana substratnya larut dalam fasa cair. Jenis fermentasi ini dan mekanisme pengambilan substrat dengan yang kedua kecuali substrat bersifat cair. 2. Produk dari fermentasi media padat misalnya oncom. Pengambilan substrat oleh mikroba melalui fase larutan dalam air. Fermentasi cair dengan teknik tradisional tidak dilakukan pengadukan. dan tipe produk akhir. tetapi meningkatkan resiko kontaminasi dengan bakteri.1. Pengambilan substrat oleh mikriba biasanya disertai dengan produksi suatu faktor yang dapat melarutkan yang mungkin sifatnya ekstraseluler atau terletak didalam dinding dalam air sehingga partikel substrat tersipresi secara merata dalam medium yang mengandung air agar terjadi kontak dengan mikroba secara maksimum. Fermentasi yang diagitasi dimana zat yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fasa cair. Jenis fermentasi ini dikerjakan dalam suatu labu atau gelas yang cocok atau yang lebih modern dengan menggunakan fermentor dimana substratnya larut sempurna dalam air.

4.12 Saccharomyces cereviceae 0. Setiap nutrient dapat dihitung melalui rangkaian perlakuan pada percobaan batch-culture dimana substrat yang spesifik hanya menjadi media pembatas pertumbuhan dan nutrient yang lain sebagai excess.07 Saccharomyces cereviceae 0.36 Penicillium chrysogenum 0. Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang udara diantara tiap partikel substrat.51 0. 3. Meskipun demikian.13 Klebsiella pneumonia 0.2.43 Pseudomonas species 0. Tabel 2. pembentukan produk.43 Pseudomonas aeruginosa 0. Dengan memvariasi konsentrasi awal dari substrat pembatas pertumbuhan yang kemudian diplotkan dengan total pertumbuhan pada konsentrasi disetiap batch.12 (Sumber: Waites.56 0. 2006). Oleh karena itu karbon merupakan bahan yang paling besar dalam medium kultur (hidayat. yang dapat merubah nilai Y.2. Kebutuhan karbon dapat ditentukan dari koefisien hasil biomasa (Y) maka: (waites. dkk. dan pemeliharaan sel. Berdasarkan berat mikroba.63 Pertombuhan anaerob Moorella thermacetica 0. Sumber Karbon Dengan mengecualikan alga dan bakteri autotrof yang menggunakan karbondioksida sebagai sumber karbon. mikroba yang digunakan dalam industri membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon dan energi. 2005) Ycarbon (g/g) = Pada fermentasi komersial perhitungan koefisien yield untuk semua nutrisi biasanya menjadi dasar. Kondisi medium tempat pertumbuhan fungi mendekati kondisi habitat alaminya.54 1. nilai yang didapatkan dapat menceritakan pada kondisi yang spesifik dengan memvariasi pH dan temperatur. dkk.11 Escherchia coli 0.61 Candida utilis 0. 5. dkk. 6. Karbon merupakan unsure yang paling penting. Konsentrasi nitrogen bervariasi dari 3-15 %. karena air yang digunakan sedikit. 2. 2005) - 11 . Pertumbuhan yield (Ycarbon) pada medium minimum dengan variasi sumber karbon dan energy Yglucosa Yethanol Ymethanol Yoktana Pertumbuhan aerob Aspergilus nidulans 0.68 Escherchia coli 0. Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah. sehingga Y dapat ditentukan.52 Phicia angusta 0. Inokulum dapat disiapkan secara sederhana. sekitar 50% berat mikroba adalah karbon. Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relative kecil. Selain itu juga untuk biosintesa. Jenis/ variasi organisme juga dapat menujukkan perbedaan koefisien yield (Y) pada substrat yang sama.

2006) 1. Hal yang menarik adalah penggunaan limbah pertanian atau industri. dkk. 2005).1. 2006). mikroba aerob mengubah substrat karbon dalam jumlah lebih besar (±50 %) menjadi biomassa dibanding mikroba anaerob. sehingga medium harus mengandung: 40 x (100/50) x (50/100) = 40 g karbon/L Jika sumber karbon adalah glukosa maka jumlah yang harus ditambahkan dalam medium: (40 x 180)/72 = 100 g glukosa/L (hidayat. Biomassa ini diasumsikan mengandung 50 % karbon dan mikrobia mampu mengubah 50% karbon pada substrat menjadi karbon pada substrat menjadi biomassa secara aerob. 2006). dkk. etanol) sampai senyawa kompleks (polisakarida. dkk. Kebanyakan kapang menggunakan glukosa sebagai sumber karbonnya. fluktuasi pasar dalam menggunakan surplus (hidayat.2. Beberapa jasad dapat menggunakan lebih dari satu sumber karbon. ceriviciae. Kebanyakan kapang tidak dapat tumbuh pada gula alcohol. Pada sumber karbon lain tidak dapat tumbuh dengan baik. Energi diperoleh terutama melalui 2 jalan: (hidayat.56 dan 0. seperti manitol (hidayat. Tiga molekul ATP diperoleh dari tiap pasang electron yang dipindah dari NADH ke oksigen. Jika 12 pasang electron dapat digunakan dari tiap molekul glukosa yang dimetabolisme melalui glikolisis pada siklus kreb maka akan diperoleh 36 molekul ATP. Ada pula mikroba yang hanya dapat menggunakan substrat terbatas. tergantung harga. dkk.Perbedaan dapat juga tetrjadi pada satu individu misalnya Saccharomyces cereviceae tumbuh pada glukosa yang menpunyai koefisien biomasa (Y) 0. Pertumbuhan yang terjadi disebut pertumbuhan diauksi. 2005). dkk. dkk. Jadi metabolism aerob menghasilkan (36+2)/2 = 19 kali lebih tinggi dari pada ATP secara anaerob. Kapang tertentu tidak dapat menggunakan sukrosa.12 g/g pada kondisi aerob dan anaerob (waites. protein) dan senyawa aromatik. dkk. Industri fermentasi dapat memilih antara beberapa bahan utama. karena mikroba tersebut tidak menggunakan banyak substrat untuk memperoleh energi. Sebagai contoh adalah Methylomonas dan Methylococcus yang hanya menggunakan metana dan methanol sebagai sumber karbon dan energi (waites. mikroba mendapatkan dua molekul ATP dari tiap molekul glukosa. 2. Senyawa karbon yang digunakan dapat berasal dari senyawa C2 sederhana (asam asetat. Jadi selama glikolisis. misalnya Rhizopus dan Sordaria. Misalnya S. Jumlah molekul ATP yang dibentuk dari sumber karbon dan energi dalam medium dapat dihitung berdasarkan berat kering yang diperoleh sebagai fungsi ATP yang dihasilkan selama katabolisme sumber energi (hidayat. Sebagai contoh penelitian mula-mula menggunakan medium yang mengandung substrat berlebihan dan ini memungkinkan diperoleh berat kering sel bakteri maksimum perliter (misalnya 40 g). Fosforilasi oksidatif Dalam kasus ini energi diubah selama pemindahan electron dalam rantai respirasi. Molase 12 . 2006). Fosforilasi substrat Oksidasi substrtat adalah hilangnya electron disertai oleh sintesis fosfat kaya energy yang akan dipindah lewat ADP dengan membentuk ATP. Sebagian besar mikroba dapat menggunakan berbagai tipe nutrisi yang telah diketahui. 2006) Gula murni seperti glukosa dan sukrosa umumnya mahal bila digunakan dalam industri dan biasanya dicari sumber karbon yang murah. 2. laktosa didegradasi menjadi glukosa dan galaktosa. Secara umum. Ini memungkinkan untuk menghitung jumlah minimum substrat karbon yang dibutuhkan dalam medium untuk memperoleh biomassa.

Unsur yang menurukan gula dan asam amino cenderung menghasilkan produk reaksi maillard ketika dipanaskan pada pH yang rendah. ragi dan actinomycetes. 2005). Tidak hanya karena warnanya yang berubah tetapi juga hasil hilangnya materi yang menyebabkan fermentasi dan produk beberapa reaksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme (waites. namun dapat secara langsung mengalami metabolism dengan produksi amylase oleh miroorganisme. 2005).2. sterol dan fosfolipid 0. Pati Polisakarida ini tidak siap untuk digunakan seperti monoskarida dan disakarida. Kandungan nitrogen organik sedikit. Bahan ini mengandung karbohidrat yang disimpan sebagai pati sehingga harus mengalami perlakuan awal dengan memasaknya dan membutuhkan kerja enzim untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. dkk. enzim ekstra seluler menghidrolisis substansi yang merupakan campuran dari glukosa. Dimana terdiri dari 20 % heksosa (glukosa dan sedikit fruktosa). Komposisi molase Komponen Persentase Air 17-25 Sukrosa 30-40 Dektrosa 4-9 Fruktosa 5-12 Gula reduksi lain 1-5 Karbohidrat lain 2-5 Abu 7-15 Senyawa nitrogen 2-6 Asam-asam non nitrogen 2-8 Lilin. Ekstrak gandum juga mengandung beberapa vitamin dan kira-kira 5% substansi nitrogen. 2005).1-1 (sumber: Hidayat. yang mana mungkin atau tidak mengalami metabolism. Komposisi dari ekstrak gandum biasanya mengandung 90% karbohidrat dalam basis kering. produksi ini mengandung dekstrin bercabang dan tidak bercabang (15-20%). 13 . Molase berbeda dengan bahan baku yang umum digunakan dalam produksi alkohol seperti jagung dan kentang. Persiapan ekstrak pada dasarnya sama dengan pemasakan bir. dan 10 % maltotriosa sebuah trisakarida. Molase adalah limbah industri gula yang tentunya lebih murah. peptide dan asam amino (waites. dkk. Sebaliknya karbohidrat dalam molase siap untuk difermentasi tanpa perlakuan pendahuluan karena berbentuk gula (hidayat. dkk. 2006). Mengandung 62% gula yang terdiri dari sukrosa 32%. 2005). Sterilisasi media yang mengandung ekstrak gandum harus dikontrol dengan hati-hati untuk mencegah pemanasan berlebih. keton dan aldehid. dkk.3. 2006) 2. Ekstrak gandum Ekstrak cair dari gandum dapat dibentuk seperti sirup yang secara khusus digunakan untuk sumber karbon yang biasanya untuk pembentukan filament pada jamur. maltosa atau maltotriosa (waites.- Glukosa dan sukrosa murni jarang digunakan dalam fermentasi skala industri. Muncullah produk kondensat berwarna coklat hasil dari reaksi kelompok amino dari amin. protein. asam pantotenat. dkk.2. Molase tebu kaya akan biotin. khususnya pembentukan filament jamur. dkk. asam amino dan protein dengan kelompok karbonil dari penurunan gula. 55% disakarida (umumnya maltose dan sedikit sukrosa). Lagi pula.2. fosfor dan sulfur. 2006). 2. glukosa 14% dan fruktosa 16% (hidayat. dikarenakan faktor biaya (waites. Tabel 3. Komposisi molase dapat dilihat pada tabel 3. dkk. tergantung pada mikroorganismenya. tiamin.

Walaupun demikian ini dapat berpotensi tinggi yaitu sebagai sumber yang dapat diperbarui dari fermentasi gula saat dihidrolisis khususnya pada biokonversi menjadi etanol (waites. Jamur berfilamen (Tricoderma viridae) dan bakteri (cellulomonas sp) merupakan mikroba yang sering digunakan. 2011) Dalam dunia industri. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan 14 . sedangkan gymnospermae menghasilkan liquor yang mengandung gula 2% dengan 75%-nya adalah heksosa (terutama manosa). Gambar 1. Angiospermae memberikan Sulphite Liquor yang mengandung 3% gula yang 70 %-nya adalah pentosa (terutama silosa). dkk. Setelah dihidrolisis meggunakan enzim tanaman atau amylase mikroba. Ini pertama-tama berubah menjadi agar-agar kemudian dihidrolisis dengan mengencerkan asam atau enzim amilolitik (waites. Candida utilis akan menggunakan gula ini untuk pertumbuhannya (hidayat. yang mana terbentuk dari 3 polimer yaitu: selulosa. Asam sulfat dengan konsentrasi 0.5. hemiselulosa dan lignin. 2005).2. 2. terjadi proses kontinyu (proses symba) dikembangkan di Swedia untuk produksi biomassa menggunakan khamir Endomycopsis fibulinger untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. Hidrolisis asam pada pada selulosa kayu itu sendiri memberikan 65-85% gula yang dapat difermentasi. selulosa Selulosa paling dominan ditemukan sebagai lignoselulosa dalam dinding sel tumbuhan. Komponen dari selulosa adalah bagian kristalin. Ini umumnya digunakan pada fermentasi substrat padat untuk memproduksi jamur yang bervariasi. Selulosa biasanya dihidrolisis sebelum dapat digunakan sebagai substrat.4. Beberapa hidrolisis asam dikembangkan selama perang dunia ke II. 2006). lapisan lignin dan memberikan area sempit untuk enzim menyerang. dkk. 1998). Sulphite Waste Liquor Sulphite Waste Liquor (SWL) dari industri kertas mengandung gula dari hidrolisis hemiselulosa dalam kayu.4. pati biasanya dikonversi menjadi sirup gula. namun ini dapat juga didapatkan dari cereal yang lain atau potongan akar. dkk. tetapi penggunaan mikroba selulolitik memungkinkan diperolehnya protein mikroba secara langsung dari limbah selulosa tanpa perlakuan. 2006). komposisi SWL tergantung kayu yang digunakan.Pati jagung adalah yang paling banyak dipakai. Lignoselulosa tersedia dari pertanian. Untuk diperbolekannya dalam fermentasi. yang mengandung paling banyak glukosa. 2. 2005). limbah industri maupun domestik. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. Struktur lignoselulosa dan pre-treatmen (sumber: Anonymous. Dalam proses kontinyu kemungkinan didapat dari sirup bubuk gergaji yang mengandung 4-5% gula pereduksi (campuran glukosa dan pentosa) dengan hasil 45-55% (hidayat. hutan.5% biasanya digunakan pada 150o-185oC. Berikut merupakan gambar lignoselulosa. ini sama sulitnya dengan menghidrolisis. Sedikit mikroorganisme yang dapat langsung digunakan. dkk.

sering digunakan untuk pakan babi (Hidayat. Merupakan hasil samping keju yang merupakan protein yang sulit menggumpal seperti kasein pada keju. 2005).4. S. seperti untuk terjadinya metabolism hanya sedikit mikroornaisme yang dapat melakukannya. Sepanjang tahun produksi whey di dunia lebih dari 80 juta ton. dkk. vitamuin B12 dan asam giberelik (waites. Sejumlah bakteri mampu tumbuh pada hidrokarbon. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. 2006) - Jumlah (g/ L) 45-50 7-9 1. Bacillus. Micobacterium (M. Laktosa pada umumnya kurang berguna sebagai umpan awal pada fermentasi dibandingkan sukrosa. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. dkk. Whey susu diperoleh dari limbah pembuatan keju dengan komposisi seperti tabel 4. Calcoaceticus). Beberapa bakteri dapat mengasimilasi normal parafin (n-alkana) dan normal olefin (n-alkena). Smegmatis). Acinetobacter (A. Strain dari genus Pseudomonas.6. dkk. alkana dan alcohol Minyak (fraksi kasar minyak petroleum) mengandung C10-C18 10-25% hidrokarbon parafin yang sangat mudah digunakan mikrobia. Hidrokarbon sangat sesuai sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhan mikroba. Isoparafin mempunyai sifat yang mirip dengan bahan bakar.7. bahan diperkaya dengan isoparafin. Dalam fraksi petroleum seperti bahan bakar mungkin mengandung hidrokarbon lain (parafin siklik atau aromatis) yang biasanya kurang tersedia untuk dimetabolisme. protein sel tunggal. Cladosporium resinae mengasimilasi bahan bakar minyak dan menyebabkan korosi pada tanki bahan bakar. dkk. Hidrokarbon mempunyai rumus CnH2n+2 dapat berbentuk lurus ataupun rantai bercabang (iso) yang sukar didegradasi oleh semua mikroba. suplemen makanan.2 juta ton protein susu. tidak memfermentasi laktosa. 1989). Nocardia. Komposisi Whey susu (g/L) Komponen Laktosa Protein Senyawa nitrogen terlarut Lipid Garam-garam mineral Berat kering (sumber : Hidayat. Spesies dari genus Candida seperti C. dan dari famili Enterobacteriaceae. Setelah tumbuh pada fraksi minyak petroleum.untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. Bahan ini cukup mahal untuk dijual. Oleh karena itu laktosa pekat sering disiapkan untuk fermentasi selanjutnya dari penguapan whey disertai dengan pemindahan protein susu yang digunakan sebagai misalnya. yaitu sebagai protein sel tunggal (PST). 1989). 2006). 2006) Tabel 4. Ini untuk proses penyempurnaan (hidayat.4. corynebacterium. Candida lipolytica hanya memetabolisme normal parafin. Sejumlah khamir. Whey Whey adalah by produk cair dari suatu indutri harian (industri keju). Crypococcaceae mampu menggunakan hidrokarbon. asam laktat. 2006).5 1-2 6-8 63-70 2. 2. 15 . dkk. Disakarida ini secara pembentukannya digunakan dalam fermentasi penicillin dan ini juga dapat digunakan dalam fermentasi alcohol. lipolytica secara ekonomis memberikan hasil yang baik (hidayat. cerevisiae contohnya. 2002). mengandung lebih dari 1 juta ton laktosadan 0.

heksadekana digunakan untuk menggantikan glukosa. Heksadekana C16H35 + 8. biotransformasi ke asam asetat dengan menggunakan bakteri sisa fermentasi utama (waites. n-alkana dari panjang ikatan C10-C20 dapat dimetobolisasikan oleh mikroorganisme tertentu. 2005) Etanol lebih rendah sifat toksiknya dibandungkan methanol dan digunakan satu-satunya oleh banyak mikroorganisme. heptana. dkk. dkk.8. 2005). Katabolisme normal parafin terjadi melalui oksigenase. Walaupun demikian. dengan 1 atau lebih kemungkinan jalan melalui oksigenasi.2 C5H9NO4 + 5.35 kkal/ g asam glutamate yang dibentuk heksadekana sebanding dengan 2 kali denagn 2. biomassa optimum yang diperoleh pada C16-C20. dkk. senyawa tunggal biasaya yang banyak cocok untuk fermentasi mikoba.5 kali (10.2. Sejumlah produk (asam lemak. termasuk di dalamnya sebagian besar antibiotik dan produk-produk fermentasi anaerob. tidak dapat dihasilkan oleh hidrokarbon tersebut. Walaupun demikian.1 H2O (hasilnya adalah 320 % atau 208 % berdasarkan berat secara molekuler tetapi dengan kebutuhan oksigen 4 kali lebih besar) Dalam produksi asam glutamate.1 O2 + NH3  1. Beberapa perusahaan menggunakan methanol dan produksi protein mikroba pada tahun 1970an dan awal 1980an.2 C5H9NO4 + 4. Kemungkinan pembentukan biomasssa: (hidayat. Cincin aromatik pertama mengalami hidrosilasi kemudian dihidrogenasi menjadi senyawa dihidroksi yang terbuka. asam laktat. Oksigen dapat bereaksi dengan C1 dan C2. Hidrokarbin siklik dan paraffin rantai pendek biasanya bersifat racun pada konsentrasi tinggi sehingga yang dikembangkan adalah membuatnya pada konsentrasi rendah (hidayat. dan sikloheksana). styerene naphtalena. asam amino. Selama fermentasi methanol. Namun banyak senyawa. tetapi ini akan lebih bermasalah ketika berkembang pada alkana. Sejumlah hidrokarbon siklik komersia dapat pula digunakan ( benzene. dkk. sedang alkana C11 dan C18 adalah yang paling banyak diasimilasi. kebutuhan oksigen dan panas fermentasinya tinggi. 1. Meskipun hanya sedikit mikroorganisme yang dapat merombaknya. dkk. 2006). Metabolism hidrokarbon harus melalui pembukaan cincin. namun proses ini tidak ekonomis (waites.Khamir tidak mengasimilasi alkana yang lebih pendek dari C9. dan oktana sebagai sumber karbon dan energi. dan pigmen karatenoid) dapat diperoleh dari hidrokarbon sama baiknya dengan sumber karbon konvensional seperi karbohidrat. vitamin.4 H2O (Hasilnya adalah 120 % . Namun ini akan terlalu mahal jika dipakai sebagai sumber karbon umum. industr menggunakan tergantung pada harga petroleum yang berlaku. Methanol mempunyai persentase karbon yang cukup besar dan relatif murah. 2006) 1. Kemungkinan alkana dengan berat molekul rendah adalah racun. Sebagai contohnya adalah pembentukan biomassa (komposisi global C5H9NO4). Penggunaan hidrokarbon membutuhkan oksigen lebih banyak daripada karbohidrat.73 kkal/g dari glukosa). Jadi kultur Methylomonas methanica mengoksidasi propane menghasilkan campuran asam propionate dan aceton (hidayat. 2006). Beberapa strain Pseudomonas dapat tumbuh pada heksana. Hidrokarbon alifatik bukanlah satusatunya yang dapat digunakan untuk metabolisme. Oksigen yang dibutuhkan 3 kali lipat dan panas yang dihasilkan 3.45 O2 + NH3  3. Kemurnian methanol siap didapatkan dan ini sangat larut dalam air. Glukosa C6H12O6 + 2.98% berdasarkan berat secara molekuler) 2. toluene. Pencampuran. Lemak dan minyak 16 . Sejumlah produk fermentasi dapat diperoleh dari hidrokarbon. namun konversi produk metanol lebih disukai untuk industri fermentasi dengan masalah teknis yang cukup sedikit. Metana digunakan sebagai sumber karbon pada sebagian kecil mikroorganisme. karena mampu larut dalam lemak sehingga mampu merusak fosfolipid pada membrane sel.

Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Namun jika fermentasi ini dilanjutkan dengan keadaan aerob maka fermentasi alkohol oleh bakteri saccaromyces menghasilkan asam cuka. dengan kapasitas cadangan dibutuhkan utuk memuat penambahan ke sumber karbon (waites. Jika dalam medium fermentasi terdapat bakteri lain yang tidak ikut andil dalam pembentukan produk. otomatis produksi whey juga meningkat? Lalu apa contoh penggunaan whey? Jawab: Memang dulu whey itu harganya murah. dkk. Minyak nabati kebanyakan tersusun atas asam oleic dan asam linoleic. palm. Hanya saja. terdapat bakteri tertentu yang dapat mengalami proses fernentasi dalam keadaan aerob ataupun anaerob. whey ini dapat membentuk emulsi. Karbohidrat biasanya disiapkan pada larutan encer dengan konsentrasi tidak lebih dari 50% (w/w). jagung. Minyak nabati umumnya terbuat dari biji kapas.Lemak kasar hewani yang kebanyakan tersusun atas gliserida. Minyak nabati dan minyak ikan biasanya digunakan sebagai sumber karbon primer atau suplementer. Pertanyaan 3 (Ridhani Rida) Bagaimana proses fermentasi pada bakteri yang mempunyai 2 keadaan yang berbeda. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa jika produksi keju meningkat. hanya ada bakteri yang mendukung proses pembentukan produknya. dan kedelai. 2005). Jawab: Maksud kontaminasi bakteri pada kasus ini adalah kontaminasi oleh bakteri lain. Pertanyaan 2 (Lilis Triyowati) Mengapa whey itu harganya mahal? Padahal whey merupakan hasil produk sampingan pembuatan keju. oleh karena itu. Minyak mengandung energi lebih per unit berat dibanding karbohidrat. Bakteri saccaromyces dapat mengalami metabolism dalam dua keadaan. maka keberadaan bakteri tersebut merupakan salah satu bentuk kontaminasi. Karbohidrat menempati volume yang paling besar. yang mana menurut kandungannya yang ternyata didalamnya masih mengandung nutrisi penting. Bakteri saccaromyces dapat memproduksi alkohol jika kondisi pada keadaan anaerob. dimana ada sumber karbon. dan asam stearat. nah oleh karena itu. Apa bakteri lain dapat hidup di dalam media tersebut (glukosa)? Jawabannya adalah iya. yaitu anaerob dan aerob? Yang tentunya dari pengertiannya saja berbeda dari sumber kebutuhan oksigennya? Jawab: Memang. maka bakteri juga akan bertumbuh dan berkembang didalamnya. contohnya dapat diaplikasikan pada pembuatan eskrim. berbeda dengan protein pada keju (kasein) yang mudah menggumpal. whey ini merupakan protein yang sukar menggumpal. pada fermentasi alkohol dari glukosa. khususnya produksi antibiotic. jarang digunakan dalam fermentasi. seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini yaitu bakteri saccaromyces. maka orang lama-kelamaan mengetahui bahwa sesungguhnya whey ternyata masih bisa digunakan sebagai bahan baku. minyak dapat berguna secara khusus dalam operasi fed-batch. maka dalam proses fermentasi. Pertanyaan 4 (Febrika Larasati) 17 . maka bakteri yang hanya (harus) hidup hanyalah bakteri saccaromyces cerreviceae. LAMPIRAN Pertanyaan 1 (Nanang Adi) Mengapa kontaminasi media fermentasi perlu dimasalahkan? Padahal kita mengetahui bahwa fermentasi pada dasarnya juga menggunakan bakteri. Misalnya. Nah ternyata. buah zaitun. untuk membuat keju.

Pada sumber energi untuk fermentasi yang berupa selulosa dikatakan bahwa perlu dilakukukan proses pretreatment terlebuh dahulu. sebenarnya hal ini bergantung juga dengan produk apa yang ingin kita capai. Untuk membuat suatu medium kan kebutuhan karbonnya dihitung. bahwa whey merupakan hasil samping dari pembuatan keju. kita tidak perlu untuk mengeringkannya terlebih dahulu. Pertanyaan 7 (Alfonsina A. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. bakteri yang basah tidak bisa dikatakan bahwa ia adalah pure bakteri. mengapa? jika Tidak. Mengapa? Karena kita memberikan bakteri itu sudah dalam bentuk kering. Jadi untuk menghitung kebutuhan karbon yang menyertakan massa dari ragi tersebut. apa dalam kebutuhan karbon. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al.A Torimtubun) Apakah bisa suatu mikroba ditempatkan pada 2 media yang digabung menjadi 1 misalnya media cair (molasses atau yang lain) dicampur dengan media padat (pati atau yang lain) agar mendapat sumber karbon yang banyak? jika bisa. maka yang bersifat membasahinya merupakan suatu media (air). Seperti industri etanol di brazil yang konsentrasi pada ethanol bukan gula (tebu)? Jawab: Seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini. Ini disebut dengan medium semi padat. karena jika kita menghitungnya tidak dalam keadaan bakteri kering. mengapa? Jawab: Untuk pencampuran 2 medium dengan fase yang berbeda dapat dilakukan misalnya pada pembuatan asam sitrat dari ampas singkong dimana media tersebut dicampur dengan media cair (air). 1989). 1998). maka tentunya. tidak seperti kasein yang terdapat pada keju. dapatkah dari berbagai sumber misalnya Whey + molase + pati dicampur? Jelaskan! Jawab: Untuk campuran dari berbagai sumber. Pertanyaan 8 (Gregorius Bagas) Tadi dijelaskan bahwa nilai Whey cukup mahal. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. ragi tape. bagaimana proses pre-treatment tersebut? Dan siapa yang melakukan proses tersebut? Jawab: Dalam dunia industri. Nah untuk menghitung karbon yang memakai perhitungan mikroba dalam keadaan kering. 2002). 18 . Pertanyaan 6 (Dian Nita) Dari sumber karbon yang sudah dijelaskan. 1989). Jika susu tidak difermentasi dengan bakteri (lactobacillus casei) untuk pembuatan keju. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. Misalnya. bukan pada kejunya. Merupakan suatu bakteri saccaromyces yang sudah dalam bentuk kering. dapat langsung dihitung (dengan kita mengetahui massa ragi itu sendiri). Pertanyaan 5 (Dianita Citra Dewi) 1). bakteri wajib dikeringkan dahulu? Jawab: Jawabanya iya. tidaklah perlu dikhawatirkan. bagaimana caranya whey yang sebagai produk sampingan diubah menjadi produk utama? Agar industri berkonsentrasi pada wheynya. karena protein pada whey merupakan protein yang sulit untuk digumpalkan.

atau hanya sebagai bahan pakan babi. serta hewan yang tergolong sel eukariotik (Waites. Spesies metanogen lainnya hidup di lingkungan anaerobik di dalam perut hewan. Sehingga produksi whey sejalan dengan produksi keju. (Waites. yang berarti Archaebacteria ini akan teracuni bila terdapat oksigen. dan makanan bayi. terutama terdiri dari lipid dan protein. memang whey itu dibuang. Pertanyaan 10 (Adit Iqbal I) Whey itu dulu dibuang. 1. susu bubuk. Mereka adalah Archaebacteria atau archaea (bakteri „kuno‟) dan Eubacteria (bakteri „sesungguhnya‟). Mereka juga mengandung asam nukleat. Pertanyaan 11 (Freshsya Zatalini) Dapatkah Anda memberikan contoh produk fermentasi yang menggunakan media molase? Jawab: Salah satu produk fermentasi molasses adalah etanol. protozoa. 2001). Metanogen memiliki peranan sebagai pengurai yang penting. Archaebacteria disebut juga bakteri purba (archae = purba). Archae kelompok ini hidup di lumpur dan rawa tempat mikroorganisme lain yang telah menghabiskan semua oksigen. khususnya hewan yang memakan 19 . Sel dibagi menjadi dua kategori: Archaebacteria dan Eubacteria yang merupakan sel prokariotik. Dan berdasarkan lingkungan hidupnya tersebut. yang memungkinkan spesialisasi sel. tanpa pemasakan terlebih dahulu (oleh enzim) seperti pada jagung dan kentang. Metanogen merupakan Archaebacteria yang tergolong anaerob strict (tidak dapat mentolerir keberadaan oksigen). Banyak diantaranya yang merupakan uniseluler dan lainnya berupa multiseluler. kemudian diubah menjadi metana yang dijadikan bahan bakar. Archaebacteria Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang pertama muncul di Bumi. sedangkan sel-sel jamur. yaitu : (Karmana. Sel adalah unit dasar dari semua organisme hidup. ganggang dan tanaman lainnya. Karena pembentukan whey juga tergentung pada pembentukan keju (karena whey merupakan hasil samping keju). dkk. Misalnya. Bakteri dari kelompok ini memiliki cirri hidup dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Pada dasarnya molasses masih mengandung gugus gula. eskrim. Contoh bakteri golongan ini adalah Methanococcus jannaschii. ORGANISME PROKARIOTIK Organisme prokariotik telah dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda atas dasar studi filogenetik (evolusi) hubungan. Archaebacteria dibagi kedalam 3 kelompok utama. mengapa hasilnya dipakai lagi dan harganya mahal? Jika digunakan.maka whey pun tidak dapat diproduksi. pembawa fisik dari informasi genetik. dimana gugus gula tersebut langsung dapat difermentasi. Semua sel diisi dengan matriks cairan dan dikelilingi oleh membran sitoplasma. dkk. Namun seiring berkembangan ilmu pengetahuan. dalam pengolahan kotoran yang berasal dari sampah dan hewan. yaitu H₂ digunakan untuk mereduksi CO₂ menjadi (CH)₄. 2008) a. Whey sekarang digunakan untuk bahan pembuatan permen. bersama dengan ribosom yang mengambil bagian dalam sintesis protein. Seperti yang dijelaskan pada jawaban dari pertanyaan febrika larasati. Metanogen Archaebacteria ini dinamai sesuai dengan metabolism energinya yang khas. 2001). A. maka lama kelamaan orang di dunia mengetahui sebenarnya dalam whey ternyata masih terdapat nutrisi yang masih berguna. diproses buat apa? Jawab: Dahulu. Pertanyaan 9 (adit Iqbal I) Pada selulosa bagaimana cara memisah sel pada ikatannya? Jawab: Untuk memisah/ memecah ikatan pada selulosa adalah dengan cara hidrolisis enzimatik.

Contoh : Streptococcus mutans (penyebab gigi berlubang) Staphylococcus. terutama yang mengandalkan makanan berselulosa. bakteri menjadi tidak aktif. yaitu : (Aryulina. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk seperti buah anggur. 2. Walau berukuran lebih besar dari virus. Eubacteria (Bakteri) Eubacteria adalah bakteri yang bersifat prokariot. yaitu berupa dua sel bakteri kokus berdempetan (tergabung secara berpasangan dua-dua). 2001) Ukuran dan Bentuk Bakteri Bakteri merupakan organism mikroskopis dan rata-rata berdiameter 1. Pigmen ini tertanam dalam membrane plasma. (Karmana. dkk. Archaebacteria kelompok ini berperan penting dalam proses pembentukan nutrisi di hewanhewan tersebut. Dialister pneumosintes. bahkan dapat menyebabkan kematian. bakteri pun baru dapat diamati di bawah mikroskop. Contoh : Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru) 20 . Beberapa sepesies memerlukan suatu lingkungan yang salinitasnya sepuluh kali lebih asin dari air laut untuk tumbuh. 1) 2) 3) 4) 5) 6) tumbuhan. Spirillium volutans. bersifat mikroskopik. USA. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk rantai. Dari asal bahasa tersebut. yaitu berupa delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. Inti dan organelnya tidak memiliki membran.25 . Termofil Archaebacteria ini memiliki cirri-ciri hidup pada suhu ekstrim (panas). Archaebacteria halofil memiliki arti pecinta garam atau hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) cukup tinggi. Bakteri orhodopsin merupakan suatu pigmen yang menangkap energy cahaya. Contoh : Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata) Diplococcus. Namun. dkk. Sulfolobus yang menempati mata air panas sulfur di Yellowstone National Park. akan membentuk buih berwarna merah ungu yang dihasilkan oleh bakteri orhodopsin. yaitu berupa empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembap. Archaebacteria ini dapat bertahan hidup dalam lingkungan panas dengan suhu optimum 60⁰C sampai 80⁰C. Contoh : Pediococcus cerevisiae Sarcina. 1.15 . Contoh : Diplococcus pneumonia (penyebab penyakit pneumonia) Tetracoccus. panjang tubuhnya . Eubacteria adalah kelompok yang sangat beragam yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. dan philos = pecinta). Bakteri ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Halofil Archaebacteria kelompok ini memiliki cirri hidup di tempat-tempat yang memiliki salinitas tinggi (halo = garam. c. 2006) Bentuk Bulat (Coccus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: Monococcus. Contoh : Thiosarcina rosea (bakteri belerang) Streptococcus. Bakteri yang terkecil. yaitu Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. hampir semua bakteri yang terkandung dalam industri hanya dua. serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. bersifat uniseluler. Pada suatu larutan yang dipenuhi oleh koloni halofil. Aktivitas tertinggi bakteri terjadi pada kelmbapan 90%. Pada kondisi kekurangan air.b. Misalnya di danau air asin dan di laut mati. Adapun bakteri yang terbesar. 2006) Bentuk dasar sel bakteri beranekaragam. Contoh dari Archaebacteria kelompok ini adalah Halobacterium salinatrium. yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. (Waites. a. mempunyai panjang tubuh 0. Contohnya.

Struktur Bakteri Kistinnah dan Lestari. 2009 2. Contoh : Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) 2) Diplobacillus. yaitu bentuk sel seperti sekrup. yaitu berupa beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. Bentuk Batang (Bacillus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: 1) Monobacillus. Bentuk Spiral (Spirillium) Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi: 1) Spirillum. Contoh : Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang) 2) Spirocheta. yaitu bentuk sel bergelombang. yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan. Contoh : Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis) 3) Vibrio. Contoh : Salmonella typhosa (bakteri penyebab penyakit tifus) 3) Streptobacillus. yaitu berupa sel bakteri basil tunggal.b. 2009 21 . Contoh : Vibrio cholera (penyebab penyakit kolera) Untuk lebih jelasnya. yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. lihat tabel berikut ini : Kistinnah dan Lestari. Contoh : Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen) c.

mencuat menembus dinding sel. Untuk lebih jelasnya. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. dkk.4 tersebut. dkk. dan Bacillus subtilis. Struktur Utama di Luar Dinding Struktur utama di luar dinding adalah flagela. kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi inangnya (daya virulensi). 1) Flagelum (jamak: Flagela) Bentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis. yaitu : (Aryulina. yaitu gabungan protein dan polisakarida. Contohnya : Neisseria gonorrhoeae. 2006) ∞ Bakteri gram positif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. perhatikan gambar kenampakan bakteri berdasarkan pewarnaan Gram di bawah ini : (Aryulina. Vibrio cholera. tetapi diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya. Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah. 2009) a. Staphylococcus aureus. dapat diamati bahwa stuktur sel bakteri masih sangat sederhana yang tersusun atas dinding sel dan isi sel. ∞ Bakteri gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. terdapat empat macam bakteri. Permukaan paling luar dilindungi oleh kapsul berupa lapisan lendir yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan.Dengan melihat Gambar 4. 22 . dan kapsul. Akan tetapi untuk bakteri penyebab penyakit. Treponema pallidum. Contohnya : Propionibacterium acnes. monotorik (memiliki satu flagelum pada salah satu ujung sel bakteri). 2006) Struktur tubuh bakteri dibedakan menjadi struktur utama di luar dinding sel dan struktur di sebelah dalam dinding sel seperti berikut ini : (Kistinnah dan Lestari. dan fungsinya untuk pergerakan pada sel bakteri. dan sehelai filament panjang di luar dinding sel. (Kistinnah dan Lestari. Streptococcus mutans. Panjangnya beberapa kali lebih panjang dari selnya. yaitu tubuh dasar. 2009) Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan. Flagela terdiri atas tiga bagian. jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. juga berfungsi untuk melindungi isi sel. bakteri dibedakan menjadi dua. struktur seperti kait. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel. Adapun pada lapisan di dalamnya terdapat dinding sel yang sangat kaku sehingga bisa memberikan bentuk dari bakteri itu sendiri. dan Escheria coli. pili. Berdasarkan letak dan jumlahnya. yaitu : 1. Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa bakteri yang tidak memiliki flagelum yang disebut atrik.

kapsul merupakan penutup atau pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. 3. perhatikan gambar berikut : Kistinnah dan Lestari. dapat pula menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi. 2009 2) Pili (Fimbriae) Bentuknya seperti filamen. lebih pendek. yaitu mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula. dijumpai pada semua sel. tetapi bukan flagela. banyak terdapat pada bakteri gram negatif. Bagi bakteri. tetapi berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri. asam amino. maka akan menghasilkan suatu struktur yang disebut mesosom. Mesosom ini selalu bersambungan dengan membran sitoplasma. b. Pili ini tidak berfungsi untuk pergerakan. Diduga mesosom bisa berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus. juga berfungsi sebagai tempat perlekatan flagelum. dan 4. dan lebih banyak dari flagela. dalam jumlah yang sesuai dan membuang kelebihan nutrien atau produk-produk buangannya. Membran sitoplasma merupakan membran plasma yang membungkus sitoplasma beserta isinya.2. bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. Selain itu. berisi partikel-partikel RNA protein (ribosom). mineral. amfitrik (memiliki dua ataulebih flagella di kedua ujung sel bakteri). peritrik (memiliki flagela di seluruh permukaan sel bakteri). 23 . Ribosom ini merupakan biosintesis protein. 3) Kapsul Kapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lendir. Kapsul bakteri mempunyai arti penting bagi bakteri maupun organisme lain. Contohnya. Selain itu. Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. 2) Mesosom Apabila membran sitoplasma mengalami pelipatan ke arah dalam/ invaginasi. 3) Sitoplasma dan Struktur-Struktur di Dalamnya Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel Struktur paling umum yang terdapat di dalam dinding sel bakteri adalah sebagai berikut : 1) Membran Sitoplasma Membran ini amatlah penting karena berfungsi mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel. lopotrik (memiliki dua/lebih flagela pada salah satu ujung sel bakteri). b) Daerah nukleus. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom. Ukurannya lebih kecil. Selain itu. pili juga mempunyai fungsi lain. a) Daerah sitoplasma. baik eukariotik atau prokariotik. Sex pilus. Bahan sel yang dikandungnya antara lain seperti berikut. yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya. Untuk lebih jelasnya.

dan Nitrobacter. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang. kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. sampah. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia. Nitosococcus. polifosfat. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampahsampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua.c) Bagian zat alir. Jika materi materi ini menumpuk maka akan membentuk granul/globul di dalam sitoplasma. Pada bagian tubuh ini terdiri atas lipid. glikogen. pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. pernapasan. disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae. Berdasarkan asal energi yang digunakan. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. misalnya. proses oksidasi senyawa tertentu. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. bakteri Escherichia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya 1) Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. ataupun kontak langsung dengan penderita. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. contohnya. 5) Klorosom Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan. bakteri tersebut akan membentuk endospora. bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH₃. Jika kondisi telah membaik. bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO₂. bakteri Thiobacillus thioparus yang menumpuk sejumlah besar sulfur yang tampak seperti granul. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati. mengandung nutrien terlarut yang terbentuk sebagai tubuh inklusi. 3. minuman. sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penggolongan bakteri a. contohnya Chlorobium (bakteri hijau). baik secara langsung maupun tidak langsung. bangkai. 4) Plasmid dan Endospora Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal. 24 . Contohnya. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. antara lain. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. atau kotoran. misalnya. Contohnya. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. Fungsinya untuk pertahanan sel bakteri terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. dan pati. dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. fotosintesis dapat terjadi. Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. Sama halnya dengan plasmid dalam keadaan lingkungan yang jelek. 6) Vakuola gas Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula. 2) Bakteri Autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Dengan demikian.

seperti tumbuhan hijau. tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu pengurai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen. Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan. bakteri Nitrosomonas. sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora. delapan sel membentuk kubus (sarcina). CO₂. beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. 4. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. bakteri Lactobacillus bulgaricus. b. kenaikan suhu.Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. dan energi. bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus). Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri. Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya Berdasarkan kebutuhan oksigennya. yaitu dengan pembelahan biner : 25 . kekeringan. 2) Bakteri Anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas. bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob. misalnya. Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus. dan Clostridium tetani. Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. Reproduksi bakteri Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. 1 ) Bakteri Aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif. Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna. Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar. Pada keadaan optimal. Misalnya. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya. dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna). spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perkembangbiakan bakteri secara aseksual. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis. seperti antibiotika dan desinfektan. jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen. Akan tetapi. dan berbentuk rantai (streptococus). Dalam keadaan normal. Pada kondisi yang kurang menguntungkan. Akan tetapi. Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjutajuta sel. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air. antara lain. bakteri asam susu. misalnya.

karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin. harus terjadi hubungan langsung. Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara. konjugasi. a. Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. secara Selain reproduksi secara aseksual. Dalam hal ini. yaitu transformasi. Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya. Dalam proses ini. 2006) 26 . dkk. Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. dan transduksi. Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima. Oleh karena itu. Jadi. seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot. perhatikan gambar di bawah ini : (Aryulina. b.(Aryulina. Untuk lebih jelasnya. untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima. c. perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual. bakteri juga melakukan reproduksi 2006) seksual. protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima. Meskipun demikian. dkk.

dan pigmen tambahan. terdapat tiga macam sel utama. Pada beberapa jenis Cyanobacteria. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium. Sebagian besar bakteri dalam kelompok ini berbentuk batang dan anaerob fakultatif. karoten. Akinet adalah sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri. dan bakteri Gram-Positif. fragmentasi bagian dari filamen (hormogonia). Cyanobacteria membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. danau. atau bola berongga. dan beberapa ion anorganik lainnya. Cyanobacteria. ion nitrat atau ammonium. yaitu mengikat nitrogen (mengubah N₂ di atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan tumbuhan). yaitu heterokista. proteobacteria kemoautotrof. Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof. 2006). Pigmen tambahan berupa fikosianin yang berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah. Beberapa jenis berperan penting dalam siklus biogeokimia di dalam suatu ekosistem. yaitu: Proteobacteria. Sebagian besar bakteri ungu anaerob obligat dan hidup di endapan kolam. dkk. Heterokista merupakan sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen. Pigmen-pigmen tersebut yang menyebabkan warna Cyanobacteria beraneka ragam dari hijau. merah.5. Spirochetes. Cyanobacteria hidup secara fotoautotrof dengan mengasimilasi senyawa sederhana misalnya CO₂. atau lumpur. Baeosit juga berfungsi untuk melakukan fotosintesis. dan proteobacteria kemoheterotrof. Beberapa jeis bakteri ungu memiliki flagella. Membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung pigmen klorofil. Disebut ganggan hijaubiru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. Sedangkan baeosit adalah sel-sel bulat kecil hasil reproduksi. yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi. Tubuh Cyanobacteria juga memiliki vakuola gas yang memungkinkannya mengapung dekat permukaan air. Reproduksi Cyanobacteria adalah secara aseksual sengan cara membelah diri (pembelahan biner). dan pembentukan akinet (spora). Pada kondisi lingkungan yang buruk. misalnya Anabaena. 1) Proteobacteria Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. Contoh proteobacteria kemoheterotrof adalah Escherichia coli dan Salmonella. akinet terbentuk agar 27 . Koloni Cyanobacteria dapat berbentuk benang. Berbeda dengan kelompok bakteri yang lain. Sitoplasma Cyanobacteria tidak memiliki banyak organel serta tidak memiliki membran inti (prokariot). Cyanobacteia tidak memliki alat gerak dan dapat melakukan fotosintesis. dan baeosit. (Aryulina. Chlamydias. Perbedaan Cyanobacteria dengan bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria menghasilkan O₂ dalam proses fotosintesisnya sedangkan bakteri fotoautotrof tidak menghasilkan O₂. Klasifikasi Eubacteria Eubacteria dikelompokkan menjadi lima filum. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma. sedangkan fragmentasi pada bagian hormogonia dilakukan oleh Cyanobacteria yang berbentuk benang. Pada Cyanobacteria bentuk benang. ungu. Pembelahan biner dilakukan oleh Cyanobacteria bersel satu. lembaran. Proteobacteria kemoheterotrof meliputi bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. akinet. Cyanobacteia berukuran Cyanobacteria hidup soliter atau berkoloni. 2) Cyanobacteria Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. sampai kehitaman. Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. Contoh proteobacteria kemoautotrof adalah Rhizobium. lapisan lendir dapat membantu gerakan secara meluncur. Rhizobium hidup bersimbiosis dalam akar tanaman kacangkacangan. Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain.

sungai. penyakit menular seksual. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. beberapa jenis Treponema lain yang hidup dalam lambung hewan memamah biak. Salah satu Cyanobacteria. Jika lingkungan telah membaik. Nostoc hidup bersama dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichen) Peltigera. misalnya Nostoc dan Anabaena azollae. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. Anabaena azollae hidup di daun tumbuhan paku air Azolla piñata.0) dan temperatur tinggi (70⁰C). Cyanobacteria yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanobacteria tersebut. Reproduksi secara seksual belum diketahui. 4) Chlamydias Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil ( ). Sedangkan organisme simbiotiknya memberikan kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanobacteria. dan rawa. Cyanobacteria dapat terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau-biru. Sel induk pecah dan endospora dilepaskan. Contohnya Cyanobacteria berwarna hijau-biru (Anabaena) membuat air sawah tampak kehijauan dan Cyanobacteria berwarna merah (Oscillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur Tengah berwarna merah sehingga disebut Laut Merah. Simbiosis antara Cyanobacteria dengan organisme lain saling member keuntungan. merah. Spirocheta memiliki suatu struktur unik yang disebut filament aksial. keberadaan Spirocheta mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit. Contoh bakteri gram-positif yang dapat membentuk endospora adalah Bacillus dan Clostridium. serta hidup di akar tumbuhan paku Cycas. di dalam selubung terluar. Pada kondisi lingkungan yang membaik. Habitat Spirocheta bervariasi. Namun. Pada saat tertentu. sebagai parasit dalam tubuh manusia. tetapi di luar dinding sel.. Filamen aksial berfungsi untuk membuat gerakan berputar. 5) Bakteri Gram-Positif Beberapa bakteri gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). akinet dapat membentuk filamen baru. Badan inisial tumbuh dan membelah diri. Synechococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim. Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. tanah. laut. dan beberapa jenis penyakit pneumonia).Cyanobacteria dapat bertahan hifup. atau kekeringan. Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body). endospora menjadi aktif dan membelah diri. misalnya pantai berpasir atau gurun. Cyanobacteria terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada organisme simbiotiknya. suhu rendah. Cyanobacteria dapat ditemukan pada berbagai lingkungan. batu. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel inang. Spirocheta berbentuk spiral dengan panjang Spirocheta merupakan bakteri gram-negatif. 28 . atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. dan Leptospira interrogans (penyebab penyakit leptospirosis). Endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim. misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4. Dormansi endospora dapat bertahan lebih dari seribu tahun. Contoh Spirocheta antara lain Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis pada manusia). Contoh Chlamydias adalah Chlamydia psittaci (penyebab penyakit mata. Beberapa jenis Cyanobacteria yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan). misalnya suhu tinggi. 3) Spirochetes Spirocheta bukan merupakan kelompok yang besar dari Eubacteria. atau ungu kehitaman. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air. Filamen aksial merupakan semacam serabut di sepanjang tubuh. Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. membentuk sel-sel seperti induknya. misalnya : danau. Sedangkan jenis lainnya ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain.

Actinomycetes yang tidak membentuk spora berkembang biak dengan cara memutuskan ujung filamen dalam bentuk bulat atau batang. kulit(selubung atau kapsid). tetapi dapat dikristalkan. tetapi beberapa jenis memiliki struktur yang mengeras di luar membran plasma. Virus ini mempunyai ciri-ciri tidak dimiliki oleh organisme lain.2004) Morfologi virus 1.  Gambar. Ciri lainnya. isi tubuh.4. Tubuh virus terdiri atas kepala. Beberapa Mycoplasma berukuran lebih kecil dibandingkan Chlamydias. Selain itu irus tidak dapat membelah diri.(Waluyo. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi 5. Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai sel). Mycoplasma tidak memiliki dinding sel. 29 . 3. Actinomycetes berbentuk filament bercabang yang menyerupai jamur. Virus berukuran amat kecil. Contohnya Mycoplasma gallisepticum (dikenal sebagai bakteri terkecil). Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanya. 2. jauh lebih kecil daripada bakteri. Contoh Actinomycetes adalah Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC) dan Streptomyces (penghasil antibiotik streptomisin). Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa. filamen tersebut membelah diri. virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri. dan serabut ekor. Selanjutnya. Virus hanya memiliki sala satu macam asam nukleat (RNA atau DNA). Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. vius dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup.20 Anatomi virus(Waluyo. Actinomycetes berkembang biak dengan membentuk rantai spora di ujung filamen.2004) Anatomi virus Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. 4. B.Contoh lain bakteri gram-positif adalah kelompok Actinomycetes dan Mycoplasma. VIRUS Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme parasit.

lipida. atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi. Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein.(waluyo.Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid.(Winami. virus menginfeksi sel bakteri. yang masing-masing terdiri dari rantai polipeptida. dan banyak lipida. sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah. Pada infeksi secara litik.  Virus yang isi tubuhnya RNA. yaitu secara litik an secara lisogeni. sedangkan pada infeksi secara lisogenik.20 Gambar Reproduksi Virus(Winami.  Ekor  Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. dan lisis. virus radang mulut. contohnya virus cacar. sel hewan. Oleh karena itu. disebut nukleokapsid.  Isi tubuh Isi tubuh yang disebut viorin adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA).virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintregasi dengan DNA sel bakteri.2004) Reproduksi virus Untuk berkembang biak virus memerlukan tempat atau lingkungan yang hidup. yaitu melalui fase adsorpsi. Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri. contohnya paramixovirus. dan polisakarida. contohnya sebagai berikut:  Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. protein. protein.2007) 30 .  Virus yag isi tubuhnya tediri atas RNA. Kapsid juga dapat terdiri atas proten-protein monomer identik. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer.2007) Gambar 4. sintesis.

menjaga keseimbangan nutrien yang terdapat didalam sel. fotosintesis dapat terjadi.Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam. Membran plasma sangat berguna bagi kehidupan sel karena berfungsi untuk lalu-lalangnya substansi kimiawi dalam larutan atau keluar masuk dari dalam sel. Membran sitoplasma juga menyediakan peralatan 31 . Organel apa yang ada pada eukariotik tapi tidak ada di prokariotik. 1). terdapat vakuola gas pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. Dengan demikian. ke membran plasma. 3. atau sebaliknya? (Rahma Yulia Rusmo dan Ayu Indah Wibowo) Jawab : 2. Bagaimana proses bakteri memperoleh makanan? (Gregorious Bagas) Jawab : Jalannya proses dimana bakteri memperoleh makanan adalah dari dinding sel. terdapat klorosom di dalam selnya. 2). Dinding Sel . dan kemudian masuk ke dalam sitoplasma. Membran Plasma – Berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekirnya.DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. Selain itu. Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Bagaimana proses fotosintesis pada bakteri? (Vivi Anita) Jawab : Pada bakteri yang melakukan fotosintesis.

dipengaruhi jenis organisme. Dinding sel yang baru terbentuk di antara kedua DNA 4. 3). Sel memanjang dan terjadi replikasi DNA 2. gula. Waktu generasi (generation time) adalah waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah (dan populasinya untuk menggandakan diri).  Batch Culture Mikroba jika dikembangbiakkan pada satu medium tertentu. dan fragmen yang terbentuk lalu memulai pertumbuhan sel baru (Tortora. Beberapa spesies bakteri bereproduksi dengan cara membentuk tunas (budding). mereka biasanya akan tumbuh sebagai batch culture atau closed system. Beberapa bakteri berbentuk filamen bereproduksi dengan menghasilkan rantai konidiospora pada ujung filamen. Angkutan aktif yaitu kemampuan menghimpun nutrien secara selektif untuk kepentingan sel dalam pertumbuhan dan perkembangannya. b. ada pula yang lebih dari 24 jam per generasi. 32 . Dinding sel dan membran plasma mulai melakukan pembelahan 3. Kurva yang terbentuk memiliki 6 fase yang berbeda. Waktu generasi bervariasi. Sitoplasma . Pemindahan substansi-substansi tersebut dilakukan dengan cara: a. reproduksi yang diperhatikan hanyalah reproduksi dengan pembelahan biner. A. Sel pun memisah. di mana kebanyakan bakteri melakukan reproduksi dengan metode ini. elektron. Karena banyaknya jumlah mikroba yang bisa dihasilkan selama beberapa waktu. maka untuk mempermudah perhitungan biasanya dipakai skala logaritmik (Tortora. Difusi pasif (osmosis) yaitu pemindahan substansi yang berkonsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. bukan peningkatan ukuran tiap individu. Ada pula beberapa spesies yang melakukan fragmentasi. Untuk menghitung waktu generasi dari bakteri. Mikroba membentuk suatu tunas yang terus membesar hingga ukurannya mendekati ukuran sel induknya. lalu ia memisah. 2001). PERTUMBUHAN KULTUR MIKROBA Pertumbuhan di sini yang dimaksud adalah peningkatan jumlah bakteri. dan kondisi lingkungannya. asam-asam amino. dan konsentrasi limbah akan meningkat. maka konsentrasi nutrien akan turun.biokimiawi yang berguna untuk memindahkan ion ion. Kebanyakan bakteri memiliki waktu generasi 1-3 jam. mineral. dkk. Bakteri pada umumnya bereproduksi dengan cara pembelahan biner. serta metabolit-metabolit lain melintasi membran.Berfungsi untuk mencerna makanan secara ekstraselular untuk melakukan metabolisme sel. Tahapan-tahapan pembelahan biner yaitu: 1. 2001). Jika pada masa inkubasi tidak ada penyediaan medium baru yang segar. dkk. Pertumbuhan mikroorganisme yang bereproduksi secara biner bisa diplot kurva sebagai jumlah sel yang ada versus masa inkubasi.

Industrial Microbiology: An Introduction. Jika laju maksimum. mikroba mengalami pertumbuhan dan membelah dengan kecepatan semaksimal mungkin yang mungkin dicapai. Meskipun tidak ada pembelahan sel maupun peningkatan massa. maupun ribosom. kofaktor. namun pada fase ini sel melakukan sintesis komponen-komponen baru.Medium kemungkinan berbeda dengan medium yang ditempati mikroorganisme itu sebelumnya. dkk. atau inokulasi suatu kultur yang ditempatkan pada medium yang berbeda secara kimiawi. Lag phase bervariasi waktunya untuk setiap kondisi mikroba dan suasana dari medium yang bersangkutan. medium. Kecepatan pertumbuhan mikroba adalah konstan. sehingga mikroorganisme tersebut harus beradaptasi. Fase ini bisa saja berlangsung lama apabila inokulumnya berasal dari kultur yang sudah tua. Sel harus menyintesis bahan-bahan tersebut sebelum pertumbuhan mikroorganisme dapat dilakukan. dkk. dan kondisi pada saat mereka tumbuh. maka fase eksponensial pun dimulai (Waites. 2001). Pembentukan komponen-komponen baru ini bisa disebabkan karena hal-hal berikut: .1) Kurva-kurva tersebut adalah: 1) Lag phase Lag phase adalah fase di ketika mikroorganisme dimasukkan ke dalam medium kultur yang masih segar. tergantung pada potensial genetik.Gambar 1: Pertumbuhan Mikroorganisme pada Batch Culture (Waites. Pertumbuhan ini menghasilkan kurva naik yang 33 . kultur yang baru saja didinginkan. Namun fase ini juga bisa saja berlangsung cepat apabila kultur yang digunakan adalah kultur yang masih muda dan berada pada fase eksponensial ditempatkan pada medium yang masih segar dan dalam komposisi yang sesuai (Tortora. ini dikarenakan enzim yang baru dibutuhkan untuk mengolah nutrien yang baru. dkk. Biasanya pada fase ini tidak ada penambahan jumlah sel. 2001). . kalaupun ada penambahannya dalam jumlah yang sangat sedikit. dkk. Fig 2. 2001). 2) Acceleration phase Fase ini merupakan fase di mana pembelahan sel dimulai dan lajunya semakin meningkat hingga mencapai laju maksimum. .Kemungkinan mikroba mengalami kerusakan dan membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya (Tortora.Sel yang bersangkutan mungkin saja telah tua dan memiliki keterbatasan dalam jumlah ATP. 3) Exponential phase / Log phase Pada fase eksponensial.

Kecepatan pertumbuhan juga meningkat seiring dengan konsentrasi nutrien. Mulusnya kurva ini disebabkan tiap individu mikroba membelah berkali-kali dalam interval waktu yang sangat singkat. namun pembentukan protein dan sintesis RNA melambat. Ini dapat disebabkan oleh seimbangnya jumlah sel yang mati dan yang membelah. dkk. Namun jika level nutrien atau suasana lingkungan berubah. menghasilkan suatu kurva yang lebih kompleks. Pada kondisi ini. Jika mikroba dipindahkan dari medium bernutrisi rendah ke medium yang lebih kaya nutrisi. dkk. berarti sudah memasuki fase stasioner (Waites. Jumlah maksimum populasi yang dapat dicapai ditentukan oleh banyak faktor. 2001). misalnya saja nutrien yang tersedia. 2001). dkk. akan terjadi pertumbuhan tidak seimbang (unbalanced growth). sehingga menghasilkan kurva yang cenderung menuju datar. tipe mikroorganisme yang dikembangkan. semua komponen sel dihasilkan dengan kecepatan yang sama antara satu komponen dengan yang lain. dan sebagainya (Tortora. sedangkan algae dan protozoa mencapainya pada level populasi sekitar 106 sel per mL. maka laju pertumbuhan pun akan mulai melambat. Jika kurva sudah benar-benar datar (di mana tidak ada laju pertumbuhan mikroba).mulus. 2001). Saat seperti ini disebut dengan fase stasioner. mikroba pun melakukan reproduksi (Tortora. Pada kondisi ini. Jika mikroba dipindahkan dari medium kaya nutrisi ke medium miskin nutrisi. 2001). dkk. Pada fase stasioner jumlah mikroorganisme konstan. sel akan mulamula membentuk ribosom baru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam membentuk protein. Ini lalu diikuti dengan peningkatan jumlah sintesis protein dan DNA. dkk. Sel yang berada di bawahnya tidak dapat melakukan pertumbuhan. 2001). Pembelahan sel dan replikasi DNA tetap terjadi. Oksigen tidak terlalu bersifat larut dan bisa habis dalam waktu yang cukup cepat. 34 . kecepatan sintesis dari komponen-komponen sel bervariasi antara komponen satu dengan yang lain. Jika nutrien mulai mengalami keterbatasan. dan ini terjadi hingga keseimbangan yang baru telah tercapai (Tortora. Populasi mikroba bisa memasuki fase stasioner bisa disebabkan karena beberapa hal. kecuali jika kultur diguncang atau diaerasi (Tortora. atau memang karena populasi benar-benar berhenti melakukan pembelahan namun masih aktif melakukan metabolisme (Tortora. Sel akan menjadi lebih kecil dan melakukan reorganisasi secara metabolik hingga mereka dapat tumbuh kembali. Pada konsentrasi nutrien yang sangat tinggi. 2001). pertumbuhan akan melambat. Salah satunya adalah karena keterbatasan nutrien. sehingga hanya bagian permukaan kultur saja yang mendapatkan cukup oksigen dan melakukan pertumbuhan. Jika nutrien jumlahnya semakin terbatas. 4) Deceleration phase Nutrien yang dikonsumsi mikroba lama-kelamaan pasti akan mengalami keterbatasan. Pertumbuhan eksponensial termasuk dalam jenis pertumbuhan seimbang (balanced growth). mikroba akan membutuhkan waktu untuk membuat enzim baru. Kurva itu juga sekaligus menggambarkan jumlah nutrien yang mampu dimanfaatkan oleh mikroba. dkk. Organisme aerobik seringkali mengalami keterbatasan O2. 2001). Kemudian pertumbuhan yang seimbang dapat dimulai lagi dan kultur memasuki fase eksponensial (Tortora. Bakteria pada umumnya mencapai fase stasioner pada level populasi sekitar 109 sel per mL. dkk. dkk. 2001). sistem transpor pada mikroba sudah jenuh. dan kecepatan pertumbuhan tidak akan meningkat lagi (Tortora. 5) Stationary phase Pertumbuhan pada suatu saat akan berhenti dan kurva pertumbuhan membentuk garis horizontal. dkk. sehingga tidak menghasilkan kurva diskret (Tortora. Pada akhirnya. 2001).

2001). dkk. Selain itu. dkk. Jika ia tidak tumbuh dan bereproduksi. yang menandakan terjadinya fase mati (death phase). Ini dapat menyebabkan medium menjadi asam dan menghambat pertumbuhan. dkk. berarti dia dinyatakan mati. 2001). Cara untuk memastikan apakah suatu sel bakteri hidup atau tidak adalah dengan menempatkannya di medium yang masih segar. Sistem ini disebut dengan sistem kultur kontinu (continuous culture system). 6) Death phase Memburuknya suasana lingkungan. 2001). di mana kondisi lingkungan mikroorganisme tetap dipertahankan dengan cara pemberian nutrien dan pembuangan limbah secara kontinu. Banyak kultur anaerobik mengalami masalah ini.Pertumbuhan populasi juga bisa terhambat akibat akumulasi sisa metabolisme yang bersifat racun. dkk. pengkulturan mikroba dilakukan secara batch di mana persediaan nutrien tidak diperbarui dan limbah tidak dibuang.  Continuous Culture Pada penjabaran di sebelumnya. 2001). Pada sistem ini.4) 35 . Matinya mikroba biasanya berbentuk logaritmik pada kurva (Tortora. Contohnya. 2001). mikroorganisme bisa ditumbuhkan di dalam suatu sistem terbuka. dkk. Gambar 2: Peralatan untuk Continuous Culture (Waites. streptococci dapat memproduksi asam laktat dan asamasam organik lain dalam jumlah yang besar hasil dari fermentasi gula. streptococci juga bisa memasuki fase stasioner akibat kehabisan gula (Tortora. seperti habisnya nutrien atau menumpuknya sisa metabolisme menyebabkan menurunnya jumlah populasi mikroba. Mati di sini diartikan sebagai kehilangan kemampuan untuk bereproduksi (Tortora. dkk. Fig 2. Industrial Microbiology: An Introduction. Sehingga fase eksponensial hanya berlangsung selama beberapa saat saja (Tortora. laju kematian bisa saja mengalami penurunan drastis. Meskipun kebanyakan populasi mikroba mati dengan pola logaritmik. populasi mikroba dapat dipertahankan pada fase eksponensialnya untuk jangka waktu yang lebih lama (Tortora. Selain metode batch. dkk. Ini dikarenakan ada beberapa sel yang resisten dan tahan terhadap lingkungan yang tidak mendukung. 2001). Ini mengakibatkan kurva kematian terkadang bisa menjadi kompleks (Tortora.

36 . Volume dari fermenter dibuat konstan dengan cara mengontrol antara jumlah medium kultur yang masuk dengan jumlah sel dan hasil metabolismenya yang dikeluarkan. Fig 2. Counting Chamber / Direct Microscope Method Cara paling umum untuk menentukan jumlah mikroba adalah dengan menghitungnya langsung menggunakan counting chamber. Petroff-Hauser counting chamber bisa digunakan untuk menghitung sel prokariot. Semakin mendekati nilai laju pertumbuhan maksimum. mikroba pada mulanya ditumbuhkan secara batch. di mana laju pertumbuhan mikroba sama dengan jumlah mikroba yang dikeluarkan (Waites. Kondisi steady-state dapat dipertahankan. Menggunakan counting chamber merupakan cara yang mudah. 1. semakin banyak substrat yang dihasilkan oleh mikroba. namun pada fase eksponensialnya nutrien diberikan secara kontinu untuk memperpanjang fase eksponensialnya. dkk. MENGUKUR PERTUMBUHAN MIKROBA  Metode penghitungan langsung (Direct Method) Metode ini dilakukan dengan menghitung pertambahan jumlah dari sel. Sel prokariot lebih mudah dihitung dengan counting chamber apabila sel-sel itu diberi warna. Namun jika laju pengencerannya lambat. cepat. Selain itu. Industrial Microbiology: An Introduction. dkk. sulit dibedakan antara sel yang hidup dan mati jika menggunakan counting chamber tanpa teknik khusus (Prescott. B. sedangkan hemocytometer digunakan untuk menghitung baik sel prokariot maupun eukariot. karena yang digunakan sebagai sampel hanyalah volume yang sangat kecil. 2002). Ada beberapa kelemahan metode ini. 2001). dan juga memberikan informasi mengenai ukuran dan morfologi mokroorganisme. 2002). dkk. namun juga laju pengenceran. Jika laju pengenceran lebih cepat dari laju pertumbuhan mikroba.Pada metode ini. atau menggunakan mikroskop fase-kontras atau mikroskop fluorescence (Prescott. Gambar 3: Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Kultur Kontinu (Waites. Populasi mikroba harus cukup besar. Maka kontrol pada continuous culture sangatlah penting (Waites. dkk.5) Laju pertumbuhan mikroba bisa dikontrol laju volumetrik medium yang masuk. murah. 2001). mikroba akan terbuang dari fermentor sebelum sempat melakukan pembelahan. dkk. konsentrasi substrat yang dihasilkan juga lebih rendah.

maka pada inokulum yang jumlah mikrobanya banyak perlu dilakukan pengenceran (Prescott. Filter ini memiliki lubang pori yang kecil. koloni yang terbentuk di dalam medium agar bisa saja tidak terlalu kelihatan. Arus listrik dialirkan melalui lubang. Jika plate count dilakukan. 2002). 2002). 3. dkk. bisa saja sejumlah bakteri yang melakukannya. Oleh karena itu. Teknik Filter Membran Pada teknik ini. Perhitungan pun bisa dilakukan (Prescott. Teknik ini berguna khususnya dalam menganalisa sampel akuatik (Prescott. karena satu koloni bisa saja dibentuk tidak hanya oleh 1 bakteri. maka beberapa sel tidak dapat tumbuh. Untuk menghindari masalah-masalah itu. dkk. Agar koloni berada dalam range ini. Lalu medium agar dituangkan ke dalam cawan dan diaduk dengan merata. Dengan teknik ini. Plate count bisa dilakukan baik dengan cara pour plates maupun spread plates. biasanya digunakan teknik spread plates. Metode ini mengasumsikan bahwa satu individu mikroba mampu bereproduksi dan membentuk koloni. karena bakteri tersebut bisa mengalami kerusakan dan tidak bisa melakukan reproduksi. sehingga mudah dihitung (Prescott. Sampel mula-mula disaring melalui membran polikarbonat hitam untuk memberikan background yang 37 . suatu sampel yang mengandung mikroba dilewatkan pada filter membran. koloni akan tumbuh di dalam atau di permukaan nutrien agar. Filter lalu ditempatkan pada medium agar atau pada suatu tempat yang telah diberi media liquid dan diinkubasi hingga tiap sel membentuk koloni-koloni yang berbeda. Plate Count: Pour Plates dan Spread Plates Plate Count adalah suatu metode untuk menghitung mikroba yang terdapat pada plate. hanya beberapa koloni saja yang dapat ditumbuhkan dalam satu plate. Coulter Counter Mikroorganisme berukuran besar seperti protozoa. Jika coloni terlalu banyak. filter membran juga bisa digunakan untuk menghitung mikroba secara langsung. dkk. 2002). Media-media tertentu dapat digunakan agar mikroorganisme yang dihitung bisa spesifik. 2002). dkk. pembentukan filamen. Coulter Counter kurang cocok digunakan untuk menghitung bakteri. Ketika agar memadat. Selain metode di atas. dkk. 2002). sehingga jumlah mikroba mula-mula sama dengan jumlah koloni yang ada saat ini. Tiap kali sel mikroba melalui lubang. Selain itu metode ini tidak bisa membedakan antara sel hidup dan sel mati (Prescott. karena adanya kemungkinan terganggu oleh partikel kecil. sehingga mempengaruhi perhitungan (Prescott. dkk. Pada teknik ini 0. 2002). Jumlah koloni yang terbentuk merupakan jumlah mikroorganisme yang tersaring pada filter. hasil perhitungan plate count biasanya dinyatakan sebagai colony-forming unit (CFU) (Prescott. Suspensi mikroba dipaksa masuk melalui sebuah lubang kecil. algae.2. Selain itu. dkk. Biasanya plate yang digunakan adalah plate dengan 25-250 koloni. sehingga mampu menangkap bakteri. 2002). dan elektrode dipasang di kedua sisi lubang untuk mengukur hambatan listrik. hambatan listrik terbentuk dan sel pun dihitung (Prescott. cawan kemudian diinkubasi. dan sebagainya. dkk.1 mL. Prosedur pour plates yaitu mula-mula suspensi bakteri yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam cawan Petri sebanyak 1 mL atau 0. Namun asumsi ini tidak selamanya benar. 2002).1 mL inokulum dituangkan ke dalam cawan. Bakteri yang telah tersebar tadi kemudian membentuk koloni-koloni yang tersebar. Kelemahan dari pour plate ini adalah tidak cocok digunakan pada bakteri yang tidak tahan panas ketika medium agar dituangkan ke dalam wadah. Kelemahannya adalah. 4. dan ragi nonfilamen bisa dihitung menggunakan alat hitung elektronik seperti Coulter Counter. Inokulum disebar secara uniform dengan menggunakan glass rod yang steril.

asalkan populasi mikroba terdapat dalam jumlah yang cukup untuk memberikan turbiditas yang dapat dideteksi (Prescott. Contohnya. suatu jerat inokulasi yang steril dicelupkan ke dalam kultur yang mengandung lebih dari satu jenis kultur. makanan. 2002). Kelemahan teknik ini adalah tidak dapat dibedakan antara sel hidup dan sel mati. Metode isolasi yang seringkali digunakan untuk mendapatkan kultur murni adalah metode streak plate. 2002). Sel terakhir yang lepas dari jerat jarajnya cukup jauh dari mikroba yang lainnya 38 . 2. Turbidimetri dan Spektrofotometri Metode lain yaitu dengan memanfaatkan fakta bahwa sel mikroba menyebarkan sinar yang mengenainya. Sehingga pertumbuhan populasi dapat diukur dengan mudah dengan spektrofotometer. dikeringkan di oven. Semakin besar konsentrasi mikroba. mengandung tidak hanya satu jenis mikroba. mikroba akan lepas dari jerat dan masuk ke medium. maka semakin keruh penampakannya dan semakin sedikit sinar yang diteruskan olehnya. Metode Berat Kering (Dry Weight) Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan penentuan berat kering mikroba (microbial dry weight). Begitu pola terbentuk. lalu jerat ini digosokkan pada medium nutrien membentuk pola. air. maka koloni-koloni akan tumbuh persis sama dengan organisme induknya. Teknik ini sangat cocok untuk menentukan jumlah fungi. Secara teori. seperti tanah. dkk. 1.  Metode penghitungan tidak langsung (Indirect Method) Selain pertambahan jumlah. Kelemahannya metode ini adalah terlalu memakan waktu dan tidak terlalu sensitif. Selain itu. sampel dari suatu sel yang didapatkan dari suatu medium dengan volume tertentu dapat dianalisa dengan menghitung jumlah protein atau nitrogennya. dan ditimbang. 2002). sehingga perlu sentrifugasi kultur dalam jumlah yang cukup besar (Prescott. Tingkat sebaran sinar itu bisa ditentukan dengan spektrofotometer. dan sebagainya. MENDAPATKAN KULTUR MURNI Kebanyakan sampel yang diambil dari alam. Mikroba lalu diberi warna dengan suatu fluorescent. 2001). Sel yang tumbuh di medium liquid dikumpulkan dengan sentrifugasi. dkk. dkk. penentuan klorofil dapat digunakan untuk menghitung populasi algae. Mikroba harus dipisahkan sejauh mungkin agar koloni yang tumbuh bisa terpisah secara jelas antara satu dengan yang lain (Tortora. Pada absorbansi rendah hubungannya dengan konsentrasi mikroba hampir linear. maka total jumlah substansi itu berhubungan langsung dengan massa sel mikroba. sehingga kelemahan tadi dapat teratasi (Prescott. Kebanyakan dari pekerjaan bidang mikrobiologi membutuhkan kultur yang murni. Menghitung Jumlah Substansi Tertentu Jika jumlah substansi dalam tiap sel sama antara satu dengan yang lain. dan jumlah ATP dapat digunakan untuk menghitung massa mikroba hidup (Prescott. 2002). 3. Koloni mikroba seringkali memiliki penampilan yang bisa dibedakan antara satu dengan yang lain. suatu koloni yang tumbuh berasal dari satu sel atau spora. Pada metode ini. dkk.bagus untuk menentukan objek fluorescent. misalnya acridine orange dan dihitung dengan mikroskop epifluorescence. dkk. C. pertumbuhan populasi juga ditandai dengan pertambahan massa total sel. Jika material-material tersebut ditumbuhkan mikrobanya pada suatu medium solid. Namun sekarang terdapat reaagen fluorescent yang mampu membedakan antara sel hidup dan sel mati. lalu dicuci. Besarnya pantulan sinar sebanding dengan massa sel yang dikenai sinar.

biasanya sekitar pH 5-6 (Waites. Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak terjadi (Waites. ada beberapa bakteri yang disebut acidophiles yang sangat toleran terhadap keasaman. maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroba digolongkan menjadi tiga. 2001). dkk. Jika terlalu sedikit. Apabila suhu naik atau turun secara drastis. bakteri dapat tumbuh dengan baik pada ph normal antara ph 6. dkk. EFEK DARI KONDISI LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN MIKROBA  pH ph mengacu pada keasaman atau alkalinitas dari solusi.  Suhu / Temperatur Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroorganisme. banyak diawetkan dari pembusukan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri fermentasi (Waites. 2001) D.5. 2001). dkk. tingkat pertumbuhan akan terhenti. memiliki pH optimum antara 8. Berdasarkan hal tersebut. dkk. 2001). 2. contohnya Bacillus dan Micrococcus. Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum. maka mikroba jumlahnya harus ditingkatkan dengan pengayaan nutrien sebelum dilakukan metode streak plate (Tortora. 2001). kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak.untuk membentuk koloni murni. dkk. Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan: 1.11. maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan diperlambat. akan tetapi pH optimum dari jamur dan ragi umumnya di bawah bakteri.5 dan 7. yaitu : 1. Metode sterak plate cocok digunakan ketika jumlah organisme yang akan diisolasi jumlahnya banyak. 2001). 2001). Koloni yang terbentuk lalu bisa dipindahkan ke dalam test tube yang berisi nutrien untuk menumbuhkan kultur yang murni (Tortora. acar dan keju . Bakteri alkalophiles. dkk. (Disebut juga suhu inkubasi).5 . Sebaliknya apabila suhu turun. Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti. Sebagai contoh. hal ini menyebabkan mengapa sejumlah makanan. yang ditemukan dalam air drainase dari tambang batubara dan mengoksidasi sulfur untuk membentuk asam sulfat dapat bertahan pada nilai pH kurang dari 1 (Waites. 2001). 2.5 (Waites. Ragi akan tumbuh selama rentang ph lebih besar dari bakteri. Meskipun demikian. 39 . dkk. 3. seperti asinan kubis. salah satu jenis bakteri chemoautotrophic. Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat. dkk. Bakteri sangat sedikit tumbuh pada ph asam dibawah 4. sehingga sel-sel menjadi mati (Waites.

dkk. dkk. Akan tetapi mereka tumbuh lebih baik apabila ada oxygen. protozoa. dan fungi memiliki temperatur maksimum hingga 55°C (Waites. 40 . hanya dapat tumbuh apabila ada oksigen bebas. Beberapa jenis algae. Industrial Microbiology: An Introduction. dan beberapa bakteri termofil ekstrim memiliki DNA dengan rasio guanin-sitosin yang tinggi. Termofil adalah organisme yang memiliki temperatur optimum di atas 50°C. Bakteri non-termofil apabila dikenakan temperatur tinggi biasanya menyebabkan kerusakan pada membran sitoplasma. Ia memiliki pelapis spora yang tebal dan aktifitas air yang rendah (Waites. Molekul ini tetap berbentuk cair pada temperatur rendah di mana membranmembran lain yang mengandung lemak jenuh tidak dapat berfungsi lagi (Waites. 2001). 2001). dkk. Fig 2. Sebagai contoh. rusaknya ribosom.  Oksigen Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri Mikroorganisme dalam hal ini digolongkan menjadi : 1) Aerobik obligat: 2) Anaerob obligat: di dalam kebutuhannya akan oksigen. 2001). 2001). Termofil ekstrim (hiper-termofil) bisa tumbuh pada temperatur 100°C ataupun lebih.6) Mesofil memiliki temperatur optimum pada range 20-45°C dan temperatur minimum sekitar 15-20°C (Waites. hanya dapat tumbuh apabila tidak ada oksigen bebas / tanpa adanya oksigen 3) Anaerob fakultatif: dapat tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen bebas. ribosom dari termofil bekerja dengan baik pada temperatur tinggi. Spora mikroba umunya tahan terhadap panas. namun masih mampu melakukan pertumbuhan dengan lambat pada temperatur sekitar 0°C. 2001). Beberapa mikroba jenis ini bertanggung jawab pada pembusukan produk-produk yang didinginkan (Waites. Psikrofil biasanya memiliki temperatur optimum di bawah 15°C dan organisme ini biasanya mati pada temperatur ruang. DNA mereka juga tetap terintegritas pada temperatur tinggi. dkk. 2001). Ini menyebabkan ikatan hidrogen semakin banyak yang mendukung kestabilan DNA (Waites. dkk. Pyrolobus fumarii memiliki temperatur optimum 106°C dan terus tumbuh hingga 113°C (Waites. Mereka tumbuh dengan optimum pada temperatur di atas 20°C. denaturasi enzim. Psikotrop bisa disebut psikrofil fakultatif. Namun. dan rusaknya DNA. Mereka mampu hidup pada temperatur rendah karena membran mereka mengandung banyak lemak tak jenuh. Enzim termofil juga memiliki sifat stabil pada temperatur tinggi.Gambar 4: Range Temperatur Pertumbuhan Mikroba (Waites. dkk. dkk. dkk. 2001).

Mereka bisa tumbuh pada level oksigen 2-10%. Mikroba yang tidak memiliki dinding akan terus mengembang dan pecah pada akhirnya (Waites.  Water activity Kebanyakan mikroorganisme mengandung 70-80% air dan membutuhkan sejumlah air bebas untuk melangsungkan beberapa aktifitas metabolik (Waites. 2001). ataupun kalau ada dalam jumlah yang sangat sedikit (Waites. 2001). yaitu superoksida (O2-). Aw= Psolution / Pwater (Waites. Jika kontak dengan oksigen. Lingkungan hipertonik mungkin mengandung air. Kebanyakan bakteri aerob. produk-produk ini mampu bereaksi dengan molekul-molekul organik dan menghancurkannya. namun dapat tumbuh dengan baik meskipun ada atau tidak ada oksigen (Waites. Jika tidak didetoksifikasi. 2001) 41 . Aktifitas air adalah rasio dari tekanan uap dari air dalam larutan dengan tekanan uap dari air murni (Waites. 2001). 2001). Aerotolerant: Biasanya mengabaikan oxygen. dkk. yaitu superoksida dismutase. dan peroksidase: Superoksida dismutase superoksida (2O2-) + 2H+ hidrogen peroksida (2H2O2) glutathione peroksidase katalase O2 + H2O2 O2 + 2H2O H2O2 + 2GSH glutathione 2H2O + GSSG glutathione teroksidasi (Waites. Adanya asam aksorbat. dkk. 2001) Bakteri-bakteri aerobik dan organisme lain yang mampu menoleransi oksigen memiliki superoksida dismutase. vitamin E.Mikroaerofil: dapat tumbuh apabila ada oksigen dalam jumlah kecil. mereka akan menyerap air. dkk. 2001). dan menjadi bengkak. dan beta-karoten juga membantu menghilangkan radikal bebas secara non-enzimatis. sebagian besar organisme akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat beracun. dkk. Sel yang ditempatkan di larutan hipertonik akan kehilangan air akibat osmosis dan pertumbuhan sel pun terhambat (Waites. namun jumlahnya cukup sedikit. hidrogen peroksida (H2O2) dan radikal hidroksil (OH). namun bukan aerotolerant juga memiliki katalase. Pada konstentrasi oksigen di atmosfer (21%) mereka tidak dapat tumbuh. Terdapat 3 enzim yang mampu menetralisir produk-produk di atas. dkk. Jika mikroba dengan dinding sel yang kaku ditempatkan di larutan hipotonik. Bakteri anaerob oligat tidak memiliki superoksida dismutase dan katalase. dkk. 2001). dkk. Ketersediaan air bagi mikroorganisme diistilahkan dengan aktivitas air (water activity). katalase. dkk.

 Tekanan hidrostatik Di alam. o Kondisi lingkungan (pH. Ada pula mikroorganisme yang mampu memperbaiki DNA mereka yang rusak akibat radiasi (Waites. Mikroorganisme tidak dapat dimusnahkan secara langsung sekaligus. morfologi. 2001). dkk. o Periode paparan agen pengontrol terhadap mikroba. misalkan saja pada Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan alami untuk tahan terhadap radiasi. dan pengawetan berbagai macam benda. di mana mereka terkena tekanan tinggi. dkk. semakin sulit populasi itu untuk dimusnahkan. 2001). yaitu dengan membunuh mikroba maupun mencegah pertumbuhan mikroba (Waites. 2001) E. dkk. o Temperatur Pada umunya semakin tinggi temperatur akan meningkatkan efektifitas dari agen pengontrol. 42 . khususnya pada pembentukan dimer thymine. oksidasi bahan-bahan kimia. food processing. 2001). Beberapa spesies ini tidak tumbuh pada lingkungan di mana terdapat air dalam jumlah besar (Waites. Namun ada beberapa mikroorganisme yang bersifat barotoleran. H.98) dan memiliki enzim yang mampu mengolah ion-ion sodium. dkk. KONTROL PERTUMBUHAN MIKROBA Pencegahan pertumbuhan mikroorganisme sangat diperlukan di banyak bidang. serta merusak DNA (Waites. True halofilik. Kebanyakan baktri tidak dapat tumbuh dengan Aw di bawah 0.6. o Konsentrasi dari agen anti mikrobial dan intensitas treatment. 2001). 2001). Beberapa hal yang mempengaruhi mudah tidaknya pengontrolan jumlah mikroba: o Ukuran populasi Semakin besar ukuran populasi. seperti kesehatan. misalkan saja sinar gamma yang dihasilkan dari eksitasi 60Co mampu menghasilkan radikal bebas. Beberapa bakteri juga memiliki pigmen yang dapat mengabsorpsi radiasi.9. o Komposisi populasi Tiap mikroorganisme memiliki sensitivitas yang berbeda-beda. Beberapa fungi filamentous xerofilik dan ragi osmofilik bisa hidup pada lingkungan di mana Aw bisa mencapai 0.  Radiasi Sinar UV. yang cukup berbahaya pada 260 nm mampu menyebabkan kerusakan pada DNA. OH. Bakteri laut teradaptasi pada air laut yang berkonsentrasi tinggi (aw = 0. Radiasi ionisasi. Radikal bebas ini dapat merusak ikatan hidrogen. bahkan hingga ratusan atm (Waites. dan hydrated elektron. dan tekanan yang lebih tinggi dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Contohnya mikroorganisme laut adalah termasuk barotolerant. Kebanyakan fungi yang menyebabkan biodeterioration merupakan xerotoleran (dapat tumbuh pada kelembaban rendah). banyak mikroorganisme yang tidak pernah diberi tekanan hingga lebih dari 1 atm. dkk. dkk. seperti Halobacterium halobium tidak dapat tumbuh di tempat yang konsentrasi garamnya kurang dari 3mol/L (Waites. Populasi mikroba akan menurun secara eksponensial (Waites.Spesies mikroba memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap kondisi kering dan tekanan osmosis tinggi. Beberapa mikroorganisme. 2001). dkk. 2001). Kontrol dapat dilakukan. dkk. viskositas medium. Dan keefektifan pengontrolan dapat dipengaruhi oleh umur mikroba. konsentrasi nutrien) (Waites. maupun kondisi fisiologisnya.

dan sebagainya. baik temperatur pemanasan maupun waktunya harus benar-benar diperhatikan. dkk. Proses ini cukup mahal. 2. Sehingga yang sering digunakan adalah sinar X dan gamma. Mekanisme dari penonaktifan sel dengan metode ini belum diketahui. Diterapkan pada proses fermentasi untuk sterilisasi wadah. Radiasi UV cukup efektif. namun ia tidak mampu menembus gelas. yaitu secara fisik dan kimia:  Kontrol pertumbuhan mikroba secara fisik 1. logam. bubuk. namun mayoritas tidak dapat tumbuh atau tumbuh dengan amat sangat lambat pada temperatur di bawah 5°C (Waites. 2001). 2001). 2001). Biasanya digunakan pada pengolahan limbah padat.  Moist heat Metode ini dilakukan dengan mengalirkan uap dalam tekanan tinggi untuk mencapai temperatur 121°C selama 15 menit. 4.Kontrol pertumbuhan mikroba ada 2 cara. Ia memang mampu membunuh sel. UV. namun diduga listrik mampu merusak membran melalui elektroporasi (pembentukan pori dalam membran) (Waites. bahkan buah dan sayuran. diikuti dengan perebusan kedua untuk membunuh sel-sel tersebut (Waites. pipa penghubung. Pendinginan Dengan pendinginan atau pembekuan. 2001). Radiasi digunakan secara luas untuk mensterilisasi benda-benda seperti cawan Petri. serta media kultur. dan bahan-bahan lain. organisme biasanya tidak terbunuh. Electric field treatment Metode ini dilakukan dengan cara memberi aliran listrik 15-20 kV/cm pada bahan yang akan disterilisasi hanya selama beberapa milidetik atau bahkan kurang dari itu. karena tiap jenis mikroba memiliki ketahanan sendiri-sendiri. dan tidak semua organisme bisa terbunuh (akibat sifat dari bahan itu dan dosis yang diberikan). 3. Panas Jika panas digunakan untuk mengontrol pertumbuhan mikroba. 5. benda yang akan disterilisasi diinkubasi pada 37°C untuk memberi kesempatan pada endospora untuk tumbuh menjadi sel. Bisa digunakan pada benda-benda gelas. serta bisa menghancurkan beberapa vitamin (Waites. dkk. freeze-drying. namun tidak bisa membunuh semua endospora. Pengurangan kadar air Metode ini dilakukan dengan menghilangkan kandungan air dari suatu bahan dengan cara pemanasan. dkk. Perebusan air atau pemanasan benda padat dalam air mendidih pada 100°C selama 30 menit tidak menjamin sterilitas. 2001). Radiasi Gelombang microwave. Untuk membunuh endospora. Kontrol pertumbuhan mikroba dengan panas bisa dicapai dengan cara:  Insinerasi Pembakaran dengan metode ini bisa mencapai temperatur 500°C dan mampu menghancurkan mikroorganisme. X. dkk. Bahan-bahan makanan bisa diberi radiasi untuk meningkatkan masa penyimpanannya hingga 500% dengan menghancurkan mikroorganisme pembusuk. dan gamma dapat digunakan untuk memusnahkan mikroorganisme. 43 . sesudah direbus. air. dkk.  Dry heat Dilakukan pada hot air oven pada 160°C selama 2 jam. penambahan gula ataupun garam (Waites.

2001). propionat. Ini dapat dicapai dengan menggunakan agen antiseptik microbiocidal. namun tidak bisa dimakan. Terdiri dari: o Asam organik alami (laktat. berdasarkan FDA. dkk.  Kontrol pertumbuhan mikroba secara kimia Agen kimia antimikroba dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme atau menghambat pertumbuhannya. 2001). 2001). o Senyawa-senyawa lain yang aman bagi manusia dan hewan yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori di atas (Waites. dan senyawa amonium kuartener (Waites. Contohnya adalah larutan iodine. dkk. 2001). dan sebagainya. hasil yang diperoleh mungkin saja tidak bebas virus. Tidak cocok digunakan pada jaringan hidup. yaitu agen yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk-produk yang mungkin ditelan. Ada 3 kategori untuk bahan pengawet tambahan.  Pengawetan antimikroba untuk makanan dan produk-produk terkait Senyawa yang digunakan kebanyakan agen statik. yaitu agen yang tidak membahayakan kulit dan membran mukus. Ada 3 tipe filtrasi:  Depth filter Yaitu filter dengan serat-serat tebal atau bergranula yang menghilangkan mikroorganisme dengan screening fisik. asam amino.  High efficiency particulate air (HEPA) Biasanya digunakan pada containment room untuk mensterilisasi udara yang terdapat di dalam ruangan itu (Waites.4 µm. di mana mikroorganisme tidak dapat lewat. Filtrasi Filtrasi digunakan untuk menghilangkan mikroba dari liquid atau gas. Namun. sehingga selektifitas agennya menjadi lebih efektif (Waites. dan fenol (Waites. dan sebagainya). dkk. Agen ini lebih mudah digunakan pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri. dkk. terdiri dari asam organik lainnya (benzoat. Contohnya adalah klorin. namun tidak memberikan dampak terhadap inangnya. 44 .  Antiseptik dan disinfektan Antiseptik adalah pencegahan infeksi jaringan hidup.2 atau 0. 2001). vitamin. dan sebagainya) o Substansi yang diklasifikasikan sebagai GRAS (generally regarded as safe). dkk. entrapment. yaitu ia harus mampu menghambat atau membunuh mikroorganisme patogen. karena antara sel bakteri (prokariot) dan sel inangnya (eukariot) terdapat perbedaan yang cukup jauh. Disinfektan adalah agen yang membunuh mikroba. biasanya 0. sehingga ultrafiltrasi dibutuhkan untuk menghilangkan virus (Waites. alkohol. Hal paling penting dari agen antimikroba yang akan digunakan adalah selektifitasnya. namun tidak membunuh sporanya.  Antimicrobial chemotherapy Antimicrobial chemotherapy adalah metode untuk mengontrol atau memusnahkan mikroorganisme penyebab penyakit di dalam jaringan hidup. sitrat. dan SO2. 2001). senyawa klorin. hipoklorit. dkk. ester dari para-hydrobenzoic acid). dan adsorpsi.6.  Membrane filter Filter tipis dengan ukuran pori tertentu. Metode ini diterapkan pada sterilisasi antibiotik dan obat-obatan lain.

2001). seperti streptomisin. Penisilin menghambat sintesis peptidoglikan yang berujung pada tidak terbentuknya dinding sel dari mikroba yang diserang. Namun. maka mikroba akan terbunuh. seperti eritromisin dan oleandomisin bekerja dengan cara menghambat translokasi dari ribosom (Waites. 2001). sehingga fungsi membran terganggu (Waites. Sulfonamida berperan sebagai substrat untuk enzim yang seharusnya digunakan untuk menyintesis THF. d. 2001). Golongan makrolida. Akibatnya. Antibiotik bekerja dengan 4 cara: a. Polymyxin adalah satu-satunya senyawa yang mampu menyerang hanya membran bakteri. Cara kerjanya adalah polymyxin mengikatkan dirinya dengan membran mikroba. sehingga selektifitas agen bisa dicapai. Senyawa ini mampu menghambat pembentukan tetrahydrofolic acid (THF) yang cukup penting untuk bakteri. Penghambat sintesis protein Antibiotik tipe ini mampu menyerang dengan berbagai cara. salah satunya menyerang ribosom pada saat translasi RNA.Antimicrobial chemotherapy terdiri dari: o Bahan kimia sintetis Agen chemotherapy sintesis adalah inhibitor kompetitif. dkk. pertumbuhan mikroba terhambat (Waites. dkk. kanamisin. Penghambat membran sel Pada bakteri. dkk. masing-masing memiliki penerapan sendiri-sendiri…… 45 . Menghambat sintesis dinding sel Penghambat pembentukan dinding sel biasanya menyerang mikroba pada saat pembentukan peptidoglikan. Ia bisa berperan sebagai pembunuh atau penghambat patogen. 2001). dkk. 2001). biasa disebut antimetabolit. membran eubakterial dan eukariot memiliki struktur yang sama. Contohnya adalah sulfonamida. b. dkk. o Antibiotik Antibiotik adalah obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk mengatasi infeksi mikroba. dan produk-produk dari Streptomyces bekerja dengan cara menghambat inisiasi sintesis protein. Jika membran rusak. Akibatnya mikroba menjadi rentan terhadap tekanan osmosis yang dapat membunuh mikroba itu (Waites. membran sangat penting untuk transpor nutrien dan produksi energi. Contohnya adalah rifamisin dari spesies Streptomyces (Waites. Struktur ribosom antara prokariot dan eukariot berbeda. Membran terluar dari bakteri Gram negatif juga berperan sebagai pelindung. 2001). manakah yang merupakan cara yang paling efektif? Cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan cara-cara menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam kondisi-kondisi tertentu. Renanto Pandu Wirawan (115061107111009) Di antara cara-cara menghambat pertumbuhan mikroba. LAMPIRAN PERTANYAAN 1. Golongan aminoglikosida. dkk. Contohnya adalah penisilin. c. Jadi dari semua cara itu. sehingga agen kimia tipe ini sulit untuk dibuat secara spesifik menyerang mikroba. Serangan terhadap asam nukleat Beberapa antibiotik mampu menghambat pertumbuhan sel dengan cara mengganggu sintesis DNA atau RNA. Salah satu contohnya adalah penisilin yang dihasilkan oleh Penicillium (Waites.

yaitu dengan cara mempertahankan fase eksponensialnya. Inggit Kresna Maharsih (115061100111005) Pada proses perhitungan coulter counter. yaitu 0. saluran tersebut dapat membuang kelebihan mikroba. mikroba ditempatkan ke dalam suatu wadah yang disebut fermentor. Jika mikroba terus-menerus diberikan nutrisi. terdapat garis-garis yang tebal dan yang tipis. 3. maka semakin kecil vapor pressure dari larutan itu. namun itu adalah garis tipis-tipis yang jajraknya berdekatan. Febrika Larasati (115061101111001) Pada water activity. bakteri disensor saat melewati electrode. Menghitungnya ini mamakai mikroskop. Dengan aliran ini. Jawab: Pada continuous culture. sehingga ukuran kotak-kotaknya pun harus sangat kecil. 46 . 5. Dengan cara inilah maka pertumbuhan mikroba dapat dijaga pada fase eksponensialnya. sehingga akan mengurangi water activity larutan itu. dan nutrisi pada fermentor. 4. suspensi bakteri yang akan dihitung dipaksa masuk ke dalam lubang dengan cara memberi hembusan angin atau aliran fluida melalui lubang itu. maka mikroba tidak akan mungkin bisa masuk kembali ke dalam lubang itu jika sudah melewatinya.05 mm.Tolong jelaskan lagi pertumbuhan mikroba pada proses continuous culture! Terutama proses yang terjadi pada fermenter. Tujuan dari pemberian garis itu adalah untuk mempermudah penghitungan mikroba. Apakah mungkin. Dobita Amanda Feliciana (115061100111021) Pada gambar counting chamber yang telah ditunjukkan. sehingga terlihat seperti garis tebal. Hal ini berakibat pada semakin pekatnya larutan itu. untuk mengatasinya maka pada fermentor diberi suatu saluran dimana jika terjadi overflow pada fermentor.2. apa saja yang mempengaruhi kepekatan air? Jawab: Yang mempengaruhi kepekatan air adalah jumlah zat terlarut di dalamnya. Rizka Dwi Octaria (115061101111017) . Dengan adanya nutrisi secara kontinu itu. dan apakah hal tersebut mengurangi keakuratan perhitungan bakteri? Jawab: Pada coulter counter. Semakin banyak zat terlarut. 1 bakteri melewati sensor lebih dari 1 kali. maka suatu saat akan terjadi overload pada fermentor. produk metabolisme.05 mm kalau pada counting chamber ini. Nutrisi diberikan secara terukur supaya fase pertumbuhan mikroba bisa dibuat optimal. Di dalam wadah itu mikroba diberi nutrisi secara terukur dan kontinu. Itu apa perbedaannya? Jawab: Itu bukan garis yang tebal. Kotak-kotak besar yang berada di bagian terluar berukuran 1x1 mm. mikroba dapat melakukan pertumbuhan dan melakukan metabolisme dengan terus-menerus. Oleh karena itu. Sedangkan garisgaris tipis yang saya sebutkan tadi itu lebarnya 0.

berarti mikroba sudah mulai aktif dan memasuki exponential phase. Pada filter membran. mikroba dapat diberi warna dengan fluorescent. Mar‟atus Sholihah (115061100111019) Pada metode coulter counter digunakan arus listrik untuk menghitung jumlah mikroba. Suatu saat jumlah makanan yang dibusukkan sudah agak banyak.5-11. karena pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang sebelumnya sudah dikondisikan oleh manusia untuk tujuan tertentu (misalnya industri). lebih akurat memakai metode apa? Dan yang paling sering digunakan metode apa? Jawab: Dari cara-cara menghitung mikroba tersebut. Jika mikroba jenis ini ditempatkan pada kisaran pH seperti di atas.5.5-11. kita banyak sekali menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Jika makanan sudah dibusukkan semuanya. maka ia tidak akan tahan sehingga ia akan mati. 6. maka mikroba kehabisan nutrisi dan lambat laun akan mati. maka mikroba tersebut dapat melakukan pertumbuhan dan metabolisme secara normal (secara normal yang dimaksud adalah. Contohnya yaitu Bacillus dan Micrococcus. ia mula-mula masih dalam kondisi baik. Lubang yang digunakan untuk melewatkan mikroba ukurannya sangat kecil.5 disebut sebagai bakteri alkalophiles. apa contohnya? Jawab: Mikroba yang dapat tumbuh pada pH 8. Ini dikarenakan metode ini merupakan direct counting method. Ridhani Rida Ramadhan (115061100111007) Dari cara menghitung mikroba tersebut. sehingga pertumbuhan mikroba pun terhambat dan memasuki stationery phase. bakteri ini melakukan pertumbuhan seperti biasanya.- Bagaimana pertumbuhan mikroba pada pH 8. Untuk continuous culture kita sulit menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. sehingga kita tidak menjumpainya secara alami. Freshsya Zatalini (115061100111003) Dalam kehidupan sehari-hari kapan kita menggunakan cara menumbuhkan mikroba scara batch culture maupun continuous culture? Jawab: Untuk batch culture. tetapi apakah arus listrik yang digunakan itu tidak menghambat pertumbukan mikroba? Kemudian bagaimana agar cara penghitungan ini tidak menghambat pertumbuhan mikroba? Jawab: Arus listrik yang digunakan pada coulter counter ini kecil sekali. 47 . hanya beberapa mV saja. yaitu mulai dari stationery phase hingga death phase). dan juga mampu membedakan antara mikroba yang mati dengan mikroba yang masih hidup. sehingga arus listrik yang dibutuhkan juga kecil. Bahan kimia itu mampu memberi warna yang berbeda antara mikroba hidup dan mati. Jika ada makanan yang tidak diawetkan kita biarkan begitu saja. Jika mikroba selain jenis alkalophiles ditempatkan pada pH ini. ini menandakan mikroba itu masih dalam lag phase. 7. 8. sehingga aman digunakan untuk perhitungan. Contoh yang paling sering kita jumpai adalah pembusukan makanan. yang paling akurat adalah metode filter membran. yang berarti tahan basa. Jika makanan mulai membusuk. Arus listrik yang sekecil ini kebanyakan tidak dapat membunuh bakteri. menandakan death phase.

dsb). sedangkan membrane filter bentuknya berupa lempengan yang memiliki lubang-lubang mikro. Dian Nita Citra Dewi (115061101111013) Jelaskan tentang cara kontrol kebutuhan oksigen pada jenis-jenis mikroba. Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun (115061100111027) Bagaimana cara mengatasi penghambatan mikroba agar tidak mengganggu (misal pemberian bahan kimia untuk makanan. selain lag phase hingga death phase. Jika oksigennya tidak sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mikroba non-patogen (misalnya mikroba pada makanan) jika ia resisten terhadap bahan kimia tertentu. kalau depth filter bentuknya berupa serabut-serabut. Sitanggang (115061100111015) Apa beda paling konkrit antara depth filter dan membrane filter? Jawab: Depth filter dan membrane filter sama-sama merupakan alat untuk menyaring mikroba. Jadi dari penampilannya. grafik pertumbuhan juga dibagi menjadi dua. Suatu mikroba kekurangan atau kelebihan oksigen dapat dilihat dari pertumbuhannya. selain dengan memberinya bahan kimia lain bisa pula dengan memberikan perlakuan fisik (dipanaskan. Sedangkan idiophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit sekunder.9. yaitu produk metabolisme yang dihasilkan spesifik tiap jenis mikroorganisme. Apa yang dimaksud dengan idiophase? Dan kenapa hanya berlaku pada beberapa organisme? Jawab: Pada grafik di atas. Oleh karena itulah pada grafik dituliskan bahwa idiophase hanya ada pada mikroorganisme tertentu.G. Bedanya. Queen G. depth filter bentuknya lebih tebal daripada yang membran. 12. yaitu tropophase dan idiophase. diasinkan. maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat bahan kimia lain atau antibiotik yang mampu membunuh mikroba tersebut. dan hal ini dapat diketahui menggunakan metode-metode perhitungan mikroba seperti yang telah diuraikan di atas. Tropophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit primer. pertumbuhan mikroba akan mengalami hambatan. Adakah ciri-ciri mikroba yang kekurangan atau kelebihan oksigen? Jawab: Cara kontrol kebutuhan oksigen yang paling mudah adalah dengan menggunakan regulator udara. (115061100111007) Pada slide grafik pertumbuhan mikroba disebutkan idiophase. 10. 11. Mutia Dhana F. 48 . kemudian makanan tersebut disterilkan dari mikroba) jika mikroba tersebut telah mengalami evolusi sehingga resisten terhadap bahan kimia tersebut? Jawab: Untuk mikroba patogen yang telah resisten terhadap bahan kimia tertentu.

namun bisa menjadi datar. (115061102111001) Apakah pada continuous culture tidak ada death phase? Jawab: Tentu saja ada. atau ada bakteri yang resisten. Teza Nur F. karena racun yang dikeluarkan bakteri tetanus menyerang sistem saraf. Jika fase eksponensial terhenti.Bagaimana penanggulangan lingkungan yang buruk agar pada death phase kurva menjadi kompleks? Jawab: Pada umumnya death phase terjadi akibat kehabisan nutrisi. atau berfluktuasi. Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Kapankah suatu pembelahan sel berhenti pada fermentor? Jawab: Pembelahan sel terjadi pada saat mikroba dalam fermentor brada dalam fase eksponensial. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. Dewi Ariesi R. kondisi lingkungan yang memburuk. sehingga pasien menjadi sensitif terhadap berbagai macam rangsangan. (115061105111007) . sehingga akan menghentikan fase eksponensial yang bisa berujung pada death phase. Jadi bukan bakterinya yang tidak tahan cahaya. Afida Khofsoh (115061100111031) Bagaimana tentang kebutuhan cahaya bagi pertumbuhan mikroorganisme? Misalnya saya pernah dengar bahwa pasien yang mengalami infeksi tetanus sebaiknya/harus ditempatkan pada tempat gelap/kurang cahaya agar bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus tersebut agar tidak tumbuh lagi. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. Mengenai tetanus sendiri. Kelemahan dan kelebihan metode menghitung mikroba? Dan yang mana yang lebih cepat dan akurat. 15. Cara menanggulangi lingkungan yang buruk agar kurva death phase tidak terus menurun adalah memberikan nutrisi yang sesuai dengan mikroba itu dan mengatur kondisi (temperatur. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. tekanan. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. sehingga akan menghentikan fase eksponensial. dsb) yang disukai mikroba itu. salah satunya cahaya. pasien ditempatkan dalam ruangan yang gelap. Berbagai jenis mikroorganisme memiliki sensitivitas sendiri-sendiri terhadap radiasi. maka otomatis akan menghentikan pertumbuhan mikroba. naik. maka kurva death phase tidak akan menurun lagi. serta yang paling ekonomis? 49 . karena pada continuous culture fungsinya hanyalah memperpanjang fase eksponensial selama kurun waktu tertentu. Jika nutrisi ataupun lingkungan ini dapat diperbaiki atau dikembalikan ke kondisi semula. 14. Apakah penyataan tersebut benar? Jawab: Cahaya adalah salah satu bentuk dari radiasi yang berada dalam panjang gelombang cahaya tampak.13. 16.

dan industri-industri lain yang proses produksinya membutuhkan mikroba. dan Kelahiran dari mikrobiologi industri sebagian besar dimulai dari studi Pasteur. Sejarah Awal Perkembangan Mikroorganisme Industri Kebanyakan mikroorganisme digunakan secara ekstensif untuk membantu menghasilkan produk dan jasa. tidak bisa langsung dilakukan perhitungan Kelebihan: mudah. mudah dilakukan Menghitung substansi tertentu Kelemahan: sulit dilakukan Kelebihan: hasilnya akurat 17. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: mudah dan cepat dilakukan Plate count dan membrane filter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. 50 . Sejarah yang memicu perkembangan pemanfaatan mikroorganisme berawal dari proses fermentasi sederhana yang dahulu terlibat dalam produksi susu fermentasi dan minuman beralkohol (anggur) yang berkembang ribuan tahun lalu. Bakteri anaerob dapat ditemui pada sungai yang keruh. murah. sulit dilakukan Kelebihan: murah Turbidimetri dan spektrofotometri Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. dapat menggunakan substrat yang murah (yang dalam banyak kasus adalah limbah) dan keragaman produknya cukup berpotensi (Waites. baru sekitar kurang dari 150 tahun lalu dasar ilmiah dari proses tersebut diperiksa. Untuk fermentor bakteri anaerob harus dikondisikan agar tidak ada oksigen yang masuk ke dalam fermentor. Saluran tempat pertukaran udara bisa diberi suatu regulator yang mencegah udara memasuki fermentor. sampah. dan cepat Coulter counter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati.o   o   o   o   o   o   Counting chamber Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati Kelebihan: mudah. fermentor yang menggunakan bakteri aerob diberi saluran atau lubang untuk pertukaran udara. membutuhkan mikroba dalam jumlah besar. Sharfina Widyaningrum (115061105111003) Aplikasi bakteri aerob dan anaerob dalam kehidupan sehari-hari apa? Penanganan khusus bakteri aerob dan anaerob dalam industri bagaimana? Jawab: Bakteri aerob dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. 2001). Saluran itu bisa diberi regulator jika oksigen yang diberikan harus terukur. dan murah dilakukan Dry weight Kelemahan: membutuhkan waktu lama. Mereka terbukti berguna karena mereka relative mudah untuk dibudidayakan. A. Untuk penanganannya. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: cepat. dan bahan-bahan organik non-xenobiotik lainnya semuanya dilakukan oleh bakteri aerob. pembusukan makanan. tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati.. industri tape. mempunyai kecepatan tumbuh tinggi. namun. koloni yang terbentuk belum tentu berasal dari satu sel.

sebagai ragi Carlsberg No. Sejak 80 tahun pertama pada abad ke 20. sedangkan yang lain sudah anaerobik (Waites. 2001 dan Okafor. Setelah adanya publikasi dari Pasteur. atau dapat juga mendapatkan mikroorganisme yang cocok dengan koleksi kultur (cultur collection). sebagian besar mikroorganisme terlepas dari asal-usul mereka. Berikut ini merupakan contoh mikroorganime untuk industry yang telah diklasifikasikan sebagai GRAS (bahan tambahan yang dianggap aman) : 51 . khususnya untuk pembuatan produk makanan. 2001). obat dan kosmetik oleh FDA ( Food and Drug Administration) Amerika. jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada suhu 50-60oC. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan. pertimbangan regulasi merupakan hal yang paling utama ketika memilih mikroorganisme untuk keperluan industri. setelah dingin kedalam sari buah tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganime yang diinginkan. Sehingga. GRAS ( generally regarded as safe) merupakan kategori bagi bahan yang ditambahkan ke dalam makanan. pada tahun 1857 akhirnya Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi alcohol dalam produksi bir dan anggur adalah hasil dari aktivitas mikroba. Denmark.Pasteur berkeyakinan bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil mikroorganisme yang ada. yang ditandai dengan banyaknya industri strain yang didirikan. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan mikroorganisme bagi kepentingan industry. B. 2007). yang melibatkan pemilihan secara acak ( random screening) dari banyak mikroorganisme yang telah diisolasi. Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara mikroorganisme tipe lain mendominasi anggur yang kurang bagus. mikroorganisme spesifik sering diisolasi dari lingkungan alam. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganime yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya. Jadi bahan yang telah masuk dalam GRAS adalah bahan yang telah diteliti dan diakui aman oleh para ahli dari badan FDA tersebut. karena akibat dari modifikasi oleh peningkatan strain secara konvensional dengan salah satu cara yaitu mutagenesis. Pada tahun 1950. muncul beberapa kemajuan penting seperti adanya teknik pengembangan kultur murni oleh Hansen di Brewery Carlsberg. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus. bukan fermentasi yang menghasilkan mikroorganisme sebagaimana yang dipercaya pada waktu tersebut. Pasteur menemukan mikroorganisme yang berbeda. dan beberapa fermentasi adalah aerobic. Beberapa proses telah dikembangakan selama 20 tahun terakhir yaitu melibatkan rekombinan mikroorganisme dan teknologi rekayasa genetika. Pasteur memecahkan masalah yang timbul di Industri anggur. Namun. Penggunaan kultur murni untuk fermentasi pertama kali dilakukan tahun 1883 dengan menggunakan ragi yang telah diisolasi oleh Hansen. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi ( proses pengawetan) yang digunakan secara luas dibidang industri makanan. Sehingga disimpulkan bahwa mikroorganisme pertama kali diisolasi dari proses fermentasi sebagai kultur alami kemudian dipilih sesuai dengan strain yang berguna (Waites. Fermentasi industry biasanya lebih memilih menggunakan mikroorganisme GRAS ( generally regarded as safe). Perkembangan Pemanfaatan Mikroorganisme bagi Industri Dalam kebanyakan kasus. Selain itu Pasteur juga mencatat bahwa organisme tertentu dapat merusak bir dan anggur.1 (Saccharomyces carlsbergensis) yang sekarang diklasifikasikan sebagai strain Saccharomyces cerevisiae.

( sumber : Waites.2001). sewage. tanah. sehingga hal tersebut lebih ketat terkait biaya yang jauh lebih tinggi. juga terdapat contoh beberapa mikroorganisme industry beserta produk fermentasi yang dihasilkan. Pendekatan ‘shotgun’ Pada pendekatan ini. air dan aliran limbah. C. Selain itu. Strategi yang diadopsi untuk mengisolasi mikroorganisme industry yang cocok dari lingkungan dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu pendekatan „shotgun’ dan pendekatan „objective’ ( Waites. sampel dari mikroorganisme bebas atau kelompok mikroorganisme lainnya dikoleksi dari berbagai habitat seperti materi tanaman. dan khususnya berasal dari habitat alam atau habitat buatan manusia. 2001) Mikroorganisme kategori diatas. biasanya tidak memerlukan pengujian yang terlalu lama jika kondisi budidaya yang digunakan dapat diterima. Hasil dari isolasi ini kemudian dipilih untuk mendapatkan sifat mikroorganisme yang diinginkan (Waites. 2001). sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.2 Mikroorganisme kategori GRAS. membutuhkan persyaratan untuk proses dan persetujuan untuk produk. a) a) b) c) 52 . Metode Isolasi Mikroorganisme dari Lingkungan Isolasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan tertentu. (Lihat lampiran).Tabel 4. hewan. Jadi ketika industry memilih menggunakan mikroorganisme yang baru. 1986). Kultur murni ialah kultur yang selsel mikrobanya berasal dari pembelahan satu sel tunggal (Pelczar.

seperti stabilitas. hal ini lebih sulit dilakukan untuk isolasi consortia yang sama-sama memiliki kemampuan/karakteristik yang dicari dan komposisi yang bervariasi seiring waktu. Kelompok semacam ini dapat menjadi lebih efisien. masing-masing harus diseleksi berdasarkan properti yang diinginkan. Namun. produksi dari enzim-enzim spesifik. Tingkat keakuratan dari identifikasi bergantung pada ketelitian kerga preparasi seperti pembuatan media. pada tahap ini. dll. Ketika suatu organism tidak dapat diidentifikasi atau seperti spesies asing. pengambilan sampel diarahkan pada tempat yang spesifik yang sesuai untuk kehidupan mikroorganisme tertentu atau berasal dari komponen yang kemungkinan mengandung mikroorganisme yang diinginkan. Langkah awal seringkali membunuh atau menekan proliferasi organism umum dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang langka. Setelah isolasi sebagai kultur murni pada media pertumbuhan padat termasuk pemilihan atau pengembangan media seleksi dan kondisi pertumbuhan yang tepat. mode pemilihan ini hanya cocok untuk kasus dimana sifat yang diinginkan dari mikroorganisme. Penetapan nama ilmiah Internasional yang tepat terhadap mikroba didasarkan pada sistem penamaan „Binomial Nomenklatur’ Carolus Linoleus ( Ketchum. pertama-tama sampel ditumbuhkan di media pertumbuhan yang sesuai dan kondisi kultivasi (budidaya) harus disesuaikan untuk mengisolasi mikroorganisme target.masing karakter atau ciri.Contoh habitat untuk pendekatan shotgun : a) tanah.2001). Identifikasi karakteristik suatu organism dapat dilakukan dengan 2 metode pendekatan yaitu konvensional (mikrobiologis) dan pendekatan molekuler. tetapi pada hasil dari uji tersebut. Isolasi yang dipilih juga harus diseleksi bagi ciri-ciri yang penting lainnya. tingkat aktivitas atau konsentrasi dari target produk per se bukan merupakan perhatian utama.1988). c) aliran air b) Pendekatan ‘objective‟ Pada pendekatan ini. Setelah mendapatkan sampel mikroorganisme. kita dapat menduga mungkin kultur tersebut tidak murni. Namun. karena kebanyakan taksonomi saat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk klasifikasi bobot yang sama harus diberikan terhadap masing. Hal ini mendorong pertumbuhan dari organisme-organisme dengan sifat (ciri-ciri) yang diinginkan dan meningkatkan kuantitas dari organisme target sebelum diisolasi dan diseleksi (screening). ketika mencoba mengisolasi organism yang dapat menurunkan (mendegradasi) atau mendetoksifikasi suatu senyawa spesifik. memberikan sebuah keuntungan bagi organisme itu sendiri. Teori identifikasi bakteri merupakan perbandingan antara yang tidak diketahui dan yang diketahui. b)sewage. karena pengembangan strain dapat dengan normal digunakan untuk pengembangan secara luas. Namun.2001). senyawa inhibitor. Sebagai contoh. Karakterisasi terbagi dalam beberapa tahap yaitu klasifikasi dan identifikasi. mengamati dan mencatat berbagai uji. Klasifikasi merupakan pengelompokan mikroba kedalam kelompok. atau seringkali lebih cocok dalam sistem kontinu. Hasil dari perbandingan ini dapat dianalisa secara laborat melalui perhitungan atau lebih mudah dengan 53 . Hubungan antara strain dapat dihitung dan diekspresikan sebagai kemiripan dari karakter positif atau dengan menjumlahkan antara ciri-ciri yang positif dan yang negative. atau kita sudah membuat kesalahan (error) dalam observasi dan pencatatan. Perbedaan antara karakterisasi untuk klasifikasi dan identifikasi tidak teretak pada banyaknya uji yang dilakukan. Pernyataan ini benar. tempat sampel yang dipilih adalah tempat (bahan) yang telah diketahui terkontaminasi organism ini. Kondisi ini dipilih ketika mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk melakukan metabolisme dari suatu senyawa (Waites. pembuatan reagen dan pewarnaan serta ketelitian dalam melakukan. 2001). khususnya meliputi kemampuan untuk mendegradasi senyawa bandel yang kompleks (Waites. Prosedur isolasi dan pemilihan ini lebih mudah diaplikasikan untuk mencari mikroorganisme tunggal. dan juga tidak beracun (Waites. Menyuburkan (menumbuhkan) kultur kemungkinan dapat dilakukan dengan sistem kultur batch.

Kultur murni diperoleh ketika hanya satu jenis bakteri yang tumbuh pada plate. Setelah digores. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengisolasi. tiap mikroorganisme menggunakan metode yang berbeda. garis-garis pada permukaan media hanya digoreskan sekali. Pengenceran lebih lanjut dari material yang diuji dilakukan dengan membakar kembali kawat nikrom. Kultur murni pertama kali dilakukan sekitar tahun 1870. Kemudian. seperti menumbuhkan jamur pada media padatan yang ia tambahkan dengan gelatin pada media cair. Merupakan metode klasik untuk isolasi bakteri. Namun. yaitu dengan memisahkan mereka pada medium padat dan membiarkannya berkembang membentuk koloni. atau dengan radiasi untuk membunuh mikroorganisme. spread plate. Anton de Bary dan O Brefeld. dengan memanaskan media inokulasi. Sel bakteri kemudian berkembang membentuk koloni. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan temperatur. Berbagai macam teknik telah dikembangkan untuk isolasi kultur murni. dan menghitung kehadiran bakteri dalam sampel dengan efektif. Untuk memastikan kemurnian dari spesies bakteri tersebut. 54 . Masing-masing teknik memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri-sendiri. D. Tokoh yang mendukung penggunaan kultur murni ini adalah dua orang ahli ilmu jamur. tidak ada metode yang dapat digunakan untuk seluruh mikroorganisme. inokulum bakteri disebarkan dengan menggunakan kawat nikrom pada permukaan media. Dalam teknik ini. Teknik aseptik ialah suatu cara menghilangkan kontak dari kultur murni dan membuat medium pertumbuhan menjadi steril dari kontaminan. Kawat yang telah diberi nyala api kemudian digunakan untuk membuat goresan kedua yang berfungsi untuk memperkecil populasi bakteri. dan plate yang mengandung medium diputar sekitar 90°. dengan cara kimia.  Isolasi Mikroorganisme Sampel dari tanah. Metodenya dapat digunakan dalam menghasilkan kultur untuk jamur tetapi tidak cocok untuk bakteri. Teknik Isolasi Kultur Murni Kultur murni didefinisikan sebagai turunan (cloning) dari suatu mikroba. Teknik Streak Plate. Maka dari itu. tingkat pertumbuhannya harus ditingkatkan dengan menyuburkan bakteri tersebut sebelum isolasi menggunakan teknik goresan. Teknik goresan dapat bekerja dengan baik ketika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang besar. Di antara prosedur yang digunakan.1988). teknik streak plate. dan bekerja dengan cepat serta efisien untuk meminimalisir adanya kontaminan. Dengan cara ini. sel bakteri dari sampel menyebar ke bagian-bagian ujung. Ini dilakukan dengan membersihkan dan memberikan desifektan pada area kerja untuk mengurangi jumlah kontaminan. dan pour plate menjadi teknik yang sangat diperlukan. Hal ini mempelopori ahli bakteriologi dari Jerman. atau makanan mengandung jenis-jenis bakteri yang berbeda. Pertama-tama. kawat nikrom diberi nyala api untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang tersisa. Pemisahan mikroorganisme yang tidak diinginkan perlu dilakukan untuk membuat sebuah kultur murni dari mikroorganisme. mendeteksi. Brefeld memperkenalkan cara mengisolasi sel tunggal. material yang mengandung bakteri disebar di atas permukaan dari medium agar yang padat. Robert Koch dan asistennya yang akhirnya mengembangkan kultur murni untuk bakteri. perlu dilakukan pengulangan proses goresan pada plate baru lainnya. memutar plate dan membuat goresan tambahan. Kultur murni awalnya digunakan saat meneliti jamur. Namun. Isolasi kultur dilakukan dengan teknik aseptic.menggunakan komputerisasi. Dalam teknik ini. air. atau bahkan tidak sama sekali untuk karakter tertentu (Ketchum. plate diinkubasi pada temperature yang tepat untuk membiarkan bakteri tumbuh. jika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang kecil. untuk tujuan identifikasi kita memberikan bobot yang tinggi untuk beberapa karakter karena mempunyai nilai perbedaan yang sangat besar dan memberikan bobot yang kecil untuk yang lain.

Metode ini juga digunakan untuk isolasi bakteri. batang yang telah steril digunakan untuk menyebarkan sampel pada bagian permukaan dari media. teknik sebaran dapat digunakan untuk menentukan jumlah bakteri dari jenis tertentu yang ada pada sampel. Tidak seperti teknik goresan.Gambar: Teknik streak plate (Sumbali.1 ml dari sampel yang telah diencerkan ditempatkan pada bagian tengah dari agar dan disebarkan ke permukaan agar menggunakan batang kaca penyebar. Isolasi koloni ini diambil dan digoreskan pada medium yang telah dipastikan kemurniannya. Setelah inkubasi pada temperature yang tepat. Teknik ini digunakan secara luas untuk isolasi bakteri. (a) (b) (c) (d) Gambar: Teknik spread plate untuk isolasi bakteri (Sumbali. sampel diencerkan dan kemudian diencerkan dan ditambahkan sejumlah kecil suspensi mikroba ke dalam tabung yang berisi agar cair pada suhu sekitar 45 °C. 2009) (a – d) prosedur urutan goresan untuk mendapatkan koloni terisolasi (e) kultur streak plate yang menunjukkan koloni-koloni yang diisolasi Spread Plate Technique. sekitar 0. Dalam metode ini. Dalam teknik agar tuang (pour plate). sel bakteri terpisah dan tertanam pada tempat yang berbeda-beda. Ketika suspense menyebar. Bakteri dan agar cair yang telah tercampur dengan baik dituangkan dengan segera ke dalam cawan Petri menggunakan teknik aseptik dan 55 . 2009) volume yang diketahui dari sampel dipipet secara aseptic pada permukaan medium agar cawan Petri. koloni dari hasil isolasi tampak setelah diinkubasi. batang kaca penyebar disterilkan dengan cara dicelupkan dalam alkohol kemudian dibakar dalam nyala api. Pour Plate Technique. bakteri yang tersebar berkembang menjadi koloni-koloni yang terisolasi.

dan tanpa terjadi mutasi. metode pour plate tidak cocok bagi isolasi bakteri psychrophilic. Beberapa metode yang umum digunakan dalam koleksi kultur mikroba ialah:  Subculturing (Agar Slants or Microgardening) Metode pemeliharaan bakteri dan jamur yang paling tradisional dan paling sederhana adalah menumbuhkannya pada nutrient agar slants yang dibuat dalam tabung-tabung atau botol-botol. Keberhasilan atau kegagalan dari metode pemeliharaan juga bergantung pada penggunaan media yang tepat. dan umur dari kultur saat dipelihara. Kebanyakan laboratorium mikrobiologi memelihara sejumlah besar strain. industri. keberadaan media penyimpanan. prosedur kultivasi.kemudian dibiarkan mengeras dan diinkubasi. Metode yang digunakan juga bergantung pada jumlah kultur yang akan dipelihara. Tujuan utama dari pelestarian kultur adalah untuk memelihara organisme hidup. atau untuk tujuan-tujuan lainnya. koloni-koloni tunggal kemudian diambil dan digoreskan ke plate lainnya untuk dimurnikan. 2009) Pemeliharaan dan Pelestarian Stok Kultur Setelah mikroorganisme diisolasi dan tumbuh dalam kultur murni. Setelah kultur dibuat. Ada beberapa metode pemeliharaan koleksi kultur mikroba. Pemeliharaan kultur dilakukan dalam kondisi yang semirip mungkin dengan isolasi alaminya. Sebagai contoh. Gambar: Teknik pour plate (Sumbali. tetapi semua spesies memiliki metodenya sendiri-sendiri. Kenyataannya. waktu. uji hayati. Dalam prosedur ini. . rebusan sayur. organisme yang tidak terkontaminasi. Teknik pour plate juga membantu dalam menghitung jumlah bakteri yang dapat hidup. Seperti metode lainnya. ketersediaan alat. dan perlu dipindahkan secara periodik ke medium yang lebih segar untuk menumbuhkan dan memastikan keberlangsungan hidup dari stok kultur. hal berikunya yang penting dilakukan adalah menjaga kultur yang telah tumbuh dari adanya kontaminasi. tidak membutuhkan 56 E. Nutrient ini berasal dari potongan-potongan sayuran atau tanaman. Kultur-kultur ini seringkali dibutuhkan dalam bidang pendidikan. beberapa strain dari spesies yang sama memberikan hasil yang sama dengan prosedur yang sama. penelitian. yang biasa disebut dengan koleksi stok kultur. koloni-koloni tersebar dengan merata dalam medium padat. mereka disimpan pada suhu 5-8 °C. Media yang kecil biasanya diperlukan untuk memproduksi subkultur karena mereka membuat laju metabolisme organism menurun. Metode ini memberikan keuntungan yaitu murah. garam mineral serta sumber karbohidrat. keahlian para pekerja laboratorium. Teknik ini memiliki satu kekurangan yaitu medium cair perlu diperhatikan karena temperature tinggi dari medium cair dapat membunuh beberapa spesies bakteri. dan iklim dari tempat di mana proses tersebut berlangsung.

Sejumlah besar spesies bakteri dan jamur berhasil disimpan menggunakan metode ini selama bertahun-tahun. serta mudah unutk digunakan. dan koleksi kultur dapat bertahan selama beberapa tahun. tidak membutuhkan peralatan dan keahlian khusus.peralatan yang khusus. Askomikota. cocok bagi koleksi berukuran kecil. Jumlah minyak dalam tabung atau botol-botol kecil harus diperiksa secara periodik dan ditambah jika perlu. murah. Kultur minyak ini dapat disimpan dalam suhu ruang atau pada temperatur rendah (15 °C).  Penyimpanan menggunakan air Ini adalah metode pemeliharaan yang tidak sulit dan murah yang berfungsi untuk menyimpan kultur dari beberapa jamur. Metode ini telah berhasil digunakan untuk memelihara Oomikota. Untuk mendapatkan kembali kultur dari minyak mineral. Penutupnya kemudian dieratkan dan disimpan pada suhu 25 °C. Kerugian dari metode ini adalah dapat menyebabkan perubahan genetic (mutasi) dan adanya bahaya kontaminasi spora. Dalam metode ini. Basidiomikota. jamur pathogen. yaitu dengan dicelupkan dalam minyak mineral steril dengan kedalaman 10 mm di atas permukaan agar. dan bagian permukaan dari kultur dihilangkan dengan lembut untuk menghasilkan spora dan bubur miselium. Pertumbuhan yang subur menunjukkan media pertumbuhan yang baik. Air suling (sekitar 5 ml) ditambahkan ke kultur secara aseptik. Kultur ditumbuhkan pada slant agar hingga mencapai pertumbuhan yang baik dan spora yang didapat dilindungi menggunakan teknik yang steril. Metode ini pertama kali digagas oleh Castallani (1939). minyak mineral disterilkan di autoclave selama 2 jam. 2009)  Penyimpanan menggunakan mineral oil Kultur dengan kondisi baik disimpan dengan ditutupi oleh minyak mineral dan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. dan yeasts.  Penyimpanan menggunakan tanah Tanah yang steril dapat digunakan untuk menumbuhkan dan menyimpan mikroorganisme. Hipomikota. Bubur ini kemudian dipindahkan ke botol kaca kecil. Dalam metode ini. endapan spora dalam air ditambahkan ke tanah yang steril dan dibiarkan tumbuh pada 57 . Metode alternative untuk sporulasi jamur meliputi inokulasi agar slants yang kemudian diinkubasi pada suhu 25 °C. Uap yang terjebak dihilangkan dengan memanaskan cairan dalam oven pengering pada 180 °C selama 1-2 jam. tidak membutuhkan waktu yang lama. Gambar: Agar slants menunjukkan pertumbuhan jamur (Sumbali. tetapi plate dengan pertumbuha koloni yang sedikit menunjukkan media pertumbuhan yang buruk sehingga diperlukan stok yang baru. Metode pemeliharaan ini sangat berguna di daerah dengan iklim tropis karena dapat mencegah hilangnya kandungan air dari kultur. sejumlah kecil bagian yang tumbuh diambil dan dibersihkan dari minyak dengan menggunakan potongan kertas dan kemudian digoreskan pada agar plate yang mengandung media pertumbuhan yang cocok.

dan bakteriofag. Pada kondisi ini. Keberhasilan lyophilisation bergantung pada keadaan sel mikroba yang digunakan pada kondisi optimum dari media yang dipilih. yang dapat dengan mudah melewati membrane sel dan melindungi intrasel dan ekstrasel. Dengan menurunkan suhu atau menghilangkan kandungan air. dan zat non penetrasi seperti sukrosa. kultur dibekukan pada temperature yang sangat rendah dan ditempatkan pada tekanan vakum. spesies bakteri. yang menggunakan efek protektif mereka pada membrane sel. dan keberhasilannya bergantung pada spesies dari mikroba. kultur kehilangan kemampuannya selama beberapa saat. yaitu pada akhir fasa logaritmik atau awal fasa stasioner.  Deep Freezing Ini adalah metode dengan jangka waktu yang pendek dalam memelihara mikroba yang dilakukan pada temperatur -70 °C dalam sebuah mesin pembeku. Lyophilisation bertujuan untuk mempertahankan mikroba agar tidak berubah dari bentuk aslinya. dan polyvinyl-pyrolidone.  Ordinary Freezing Pemeliharaan mikroba dalam ruang pembeku atau dalam pendingin dengan temperature berkisar 0– -20 °C akan mendapatkan hasil yang bervariasi. Metode ini terbukti berhasil diaplikasikan pada beberapa jenis jamur. Ini adalah metode yang singkat. air dan sel mikroba dalam kultur akan langsung berubah dari keadaan beku menjadi gas (sublimasi) sehingga sel menjadi kering. Setelah mikroorganime tumbuh.suhu 20-25 °C selama sekitar 10 hari. dextran. Umur kultur dapat diperpanjang ketika kultur disimpan pada suhu -30 hingga -70 °C dalam mesin pembeku. kultur tanah kemudian disimpan dalam sebuah pendingin (4-7 °C). Kultur lyophilize dapat dihidupkan kembali dengan membuka botol-botol kecil tersebut dan ditambahkan udara steril kemudian memindahkan kultur ke medium pertumbuhan yang tepat. Spora atau sel kemudian disuspensi dalam berbagai jenis zat cryoprotectif seperti gliserol atau DMSO yang dapat membantu menghilangkan kerusakan akibat pembekuan. Banyak fisiologis telah berhasil memelihara jamur. Dengan cara ini. pembekuan ini tidak disarankan bagi pemeliharaan kultur karena proses pembekuan dapat merusak sel-sel mikroba.  Freeze-Drying (Lyophilization) Ini adalah salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk pemeliharaan mikroorganisme dalam jangka waktu yang lama. menggunakan teknik ini dan menghilangkan kemampuan perkembangan mikroorganisme selama 40 tahun. Zat cryoprotectif adalah senyawa kimia yang memiliki sifat tertentu seperti non-toxic dan mampu menetrasi membrane sel dengan mudah. yang dapat digunakan untuk memelihara bakteri selama 6 bulan hingga 2 tahun. Penanaman kultur mikroba dilakukan saat berada pada stabilitas maksimum. sorbitol. Freeze drying akan lebih baik dilakukan pada suhu -20 °C karena dapat membekukan suspensi mikroba dengan adanya zat cryoprotective seperti gliserol atau dimetyl sulfoksida (DMSO). mannitol. hal ini memungkinkan pelestarian mikroorganisme untuk beberapa saat. Cryoprotectant terdiri dari dua macam: zat penetrasi seperti gliserol dan DMSO. yang mencegah kerusakan sel selama proses pembekuan. 58 . kelangsungan hidup mikroba dibatasi dengan mengaturnya dalam keadaan dorman. Selama proses lyophilisation. Umumnya. sel mikroba disuspensi dalam agen krioprotektif dalam botol kecil menggunakan teknik yang steril dan dibekukan pada suhu -60 hingga -70 °C dengan menggunakan campuran etil asetat dan es kering. glukosa. laktosa. Botol-botol ini kemudian disimpan dalam kondisi vakum pada suhu 2 hingga 8 °C. Batol-botol kecil kemudian dihubungkan dengan mesin pengering vakum dan dikeringkan sekitar 12 hingga 17 jam hingga menyisakan sekitar 1-2% kandungan air. Dalam lyophilization.

Pada metode ini. termasuk yang tidak dapat dilakukan dengan cara lyophilisation. Gambar: Liquid nitrogen vapor storage (biomedicalmarketing. pemilihan zat cryoprotectan seringkali bervariasi berdasarkan organisme yang dipelihara. Suspensi sel disegel dalam botol-botol kecil dan dibekukan pada suhu -150 °C. Keuntungan dari penyimpanan menggunakan nitrogen cair meliputi pencegahan peningkatan variasi genetik stok kultur. Koleksi Kultur (Culture Collection) 59 . Kerugian dari teknik ini adalah harga peralatan yang mahal dan nitrogen cair yang harus diisi ulang dalam interval waktu tertentu karena mengalami peristiwa evaporasi. tetapi gliserol dan DMSO dapat digunakan secara efektif dalam upaya pemeliharaan sejumlah besar mikroba.Gambar: Laboratorium freeze–drying (Lyophilization) (Sumbali. dan perlindungan kultur dari kontaminasi. 2009)  Penyimpanan menggunakan cairan nitrogen Penyimpanan dalam cairan nitrogen adalah cara pemeliharaan mikroorganisme jangka panjang yang efektif. penghematan waktu. Ini menjadikan mikroorganisme berada dalam bentuk dorman sehingga organisme tidak mengalami perubahan genetik. Kebanyakan mikroba dapat kehilangan kemampuannya dalam kondisi ini selama 10 hingga 30 tahun atau bahkan dapat lebih lama pada bakteri. Tabung-tabung kecil kemudian disimpan dalam pendingin nitrogen cair (tangki vakum yang besar dan dindingnya diisolasi) baik dengan perendaman dalam nitrogen cair (-195 °C) atau disimpan dalam fasa gas oleh nitrogen cair (-150 °C).com) F.

yang berasal dari zaman dahulu. menyediakan sampelsampel kultur dari masing-masing organisme. dan karakteristik biokimia dasar mereka telah diketahui. Mereka terbagi menjadi institusi-institusi dan cenderung dikhususkan pada bakteri. Fungsi utama dari koleksi kultur adalah untuk memelihara koleksi-koleksi yang telah ada. sedangkan isolasi yang berasal dari alam harus dimurnikan terlebih dahulu. kapang. koleksi-koleksi menyediakan kultur atau servis berdasarkan bagiannya tersendiri. Penggunaan mikroorganisme yang dipilih dari sebuah koleksi kultur dengan jelas memberikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan dengan isolasi lingkungan dan memiliki keuntungan bahwa beberapa karakteristik dari mikroorganisme telah terbentuk. kebanyakan dari mereka berukuran kecil. khamir. beserta metode penyimpanan miniatur. dan potensi perhatian yang akan datang. menerbitkan daftar katalog bagi organisasi industri dan akademis. Ada hampir 500 koleksi kultur di seluruh dunia. dan bentuk morfologi. dari kepentingan lain di bidang industri atau medis. Kultur dihasilkan dari koleksi yang murni. kerugiannya adalah bahwa kompetitor memiliki akses ke mikroorganisme yang sama. saat ini. sedangkan di Amerika terdapat pusat koleksi utama. untuk meneruskan mengumpulkan strain-strain baru dan memberikan biakan yang murni. American Type Cultur Collection (ATCC). Sebagai contoh di Inggris. Koleksi-koleksi nasional lainnya. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang menyediakan koleksi kultur untuk kebutuhan mikrobiologi bagi industry (Waites. yang menangani semua tipe mikroorganisme (Waites 2001). kultur murni harus diisolasi dan dikarakteristikkan. Masalah-masalah dari pemeliharaan kultur telah diatasi dengan pengembangan dan penggunaan dari teknik cryopreservation dan freeze-drying (lyophilization). fisiologi. bebas dari mikroorganisme yang tak diinginkan.Koleksi kultur mikroba memberikan sumber yang kaya akan mikroorganisme. National Culture Collection (UKNCC) membuat beberapa koleksi. atau alga.2001) : 60 . Namun.

LAMPIRAN Contoh Produk Industry Fermentasi dan Mikroorganisme yang Memproduksinya (Waites. 2001). 61 .

62 .

1 Produk fermentasi industry dan organisme yang memproduksinya. terdapat beberapa bentuk bagian ujung dari kawat yang digunakan. WINDA FAUZI ISTIQOMAH (115061101111003) Pertanyaan : Pada teknik pour plate. SISCA DWI A. Pada teknik ini. Tanah steril itu seperti apa? Bagaimana kita tahu bahwa tanah tersebut steril atau tidak? Kalau memang ada cara tersendiri untuk mensterilkan tanah. Kawat dengan bahan ini dapat berpijar saat dipanaskan sehingga dapat dengan mudah disterilkan. (115061101111015) Pertanyaan : Pada saat pembekuan. ujung kawat berbentuk lingkaran (loop) atau yang berbentuk lurus disebut inoculating needle. steril yang dimaksud adalah meliputi kebersihan dari pakaian dan alat yang digunakan pekerja selain itu juga sebaiknya dihindari pengkulturan di tempat yang terbuka. apakah mikroba tetap hidup? Jawaban : Saat dibekukan. atau larutan Linger. dikeringanginkan dan diayak untuk memisahkan partikel tanah yang agak besar dan membuang sisa-sisa tanaman. 63 . Cara sterilisasi tanah: 1. (115061105111007) Pertanyaan : Pada teknik streak plate kenapa menggunakan kawat nikrom? Apakah ada kawat lain selain kawat nikrom? Apa karakteristik kawat yang bisa digunakan pada teknik ini? Jawaban : kawat yang digunakan pada teknik streak plate biasanya merupakan kawat nikrom yang merupakan campuran dari nikel dan kromium atau kawat platinum. karena apabila mikroorganisme terkontaminasi. DEWI NUGRAHANI (115061100111001) Pertanyaan : Pada slide. AFIDA KHOFSOH ( 115061100111031) Pertanyaan : Apa saja syarat yang harus diperhatikan oleh pekerja pada saat mengulturkan mikroba? Jawaban : Pekerja yang akan mengkultur mikroorganisme haruslah steril . DEWI ARIESI R. apa larutan yang digunakan untuk mengencerkan? Jawaban : Larutan yang digunakan pada saat pengenceran dapat berupa larutan fosfat buffer. waktu pembahasan penyimpanan media tanah. Sumber : Waites. bagaimana caranya? Jawaban : Tanah steril adalah tanah yang tidak mengandung kuman dan mikroorganisme pathogen. pekerja kultur tidak akan mendapatkan kultur murni yang diharapkan. mikroba tidak mengalami perkembangan karena mikroba tersebut akan berada pada fasa dorman/beristirahat dan mikroba ini masih dalam keadaan hidup. dikatakan bahwa tanah harus steril. Diambil tanah yang agak liat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kontaminan – kontaminan pengganggu untuk mikroorganisme. 2001 Lampiran II PERTANYAAN DAN JAWABAN 1.Tabel 4.85%). larutan garam fisiologi (NaCl 0.

sterilitas tanah diuji dengan menumbuhkan contoh tanah pada medium agar. pembentukan tunas dll) Dhanang Edy P (115061101111007) Pertanyaan : Jika kita mengambil mikroba dari alam. dan setelah itu diambil 1 bakteri ( yang telah dipilih. Selanjutnya. Untuk kontrol suhu agar tidak tinggi ( lebih dari 45 oC). 3. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang. 4. teknik isolasi yang digunakan juga terdiri dari 3 macam misalnya kita memakai teknik pour plate dan penyimpanannya misalkan dengan metode freeze-drying. Jawaban : Dari uraian materi diatas. jika ingin 64 . misalkan pengambilan bakteri dari air. 1. FRESHSYA ZATALINI (115061100111003) Pertanyaan : Bagaimana cara kontrol temperatur pada proses spread plate agar suhunya tidak tinggi sehingga tidak mematikan bakteri? Jawaban : Pada teknik spread plate tidak menggunakan suhu yang tinggi. kemudian diautoklaf pada suhu 121 ºC tiga kali berturut-turut selama 3 hari masingmasing selama satu jam. Ayu Indah Wibowo (115061101111011) Pertanyaan : Bagaimana bisa terjadi biakan murni. Jika berasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. hal ini mudah dilakukan yaitu dengan mengontrol terlebih dahulu suhu lingkungan dimana akan dilakukan teknik ini. Bilamana diperlukan.karena bakteri mempunyai kemampuan berkembang biak ( seperti berkembang biak dengan membelah diri. Tabung atau botol yang berisi tanah diberi aquadest steril hingga kebasahan 50% kapasitas lapang. Tanah yang sudah dikeringaninkan dan diayak dimasukkan ke dalam tabung atau botol dengan tutup berukuran 25 ml hingga 1 cm dari permukaan tutup. Namun. 5. lalu disimpan untuk digunakan seanjutnya. Mikroba yang akan dikultur menggunakan teknik ini merupakan mikroba yang dapat bertahan pada suhu tinggi. selanjutnya bakteri diisolasi. botol dapat dicelupkan dengan tali. Jika suhu tidak melebihi 45oC maka masih dianggap aman untuk melakukan teknik ini. dan setelah dingin disimpan di dalam desikator hingga digunakan. dari sinilah akan terbentuk koloni kultur murni. (Desikator adalah suatu wadah yang terbuat dari bahan kaca yang kedap udara dan mengandung desikan yang berfungsi menghilangkan air dari kristal hasil pemurnian). Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. bakteri dapat diambil dari lingkungan dengan beberapa pendekatan misalnya pendekatan shotgun.2. bagaimanakah alur prosesnya mulai dari pengambilan sampai penyimpanan. apakah membelah diri ? Jawaban : Pada saat setelah pengambilan bakteri dari medium tertentu. suhu tinggi digunakan pada teknik pour plate. botol dioven kering pada suhu 105 ºC selama satu jam. Dari isolasi tersebut keadaan lingkungan (suhu) dan mediumnya disesuaikan dengan bakteri target. dan diteliti morfologinya) dan ditanam dimedium yang cocok agar bakteri dapat melakukan metabolisme dan perkembang biakan.

2.

3.

4. 5. 6. 7.

mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar. jika air sampel mengandung padatan maka harus diencerkan dahulu menjadi suspensi dengan aquades steril, fungsi dari tahap ini adalah untuk memisahkan mikroba dari medium padatnya. Selanjutnya teknik penanaman sampel dari cairan diatas, metode yang digunakan missal pour plate. pertama – tama menyiapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC). Diteteskan 1 ml secara aseptis, suspensi sel kedalam cawan kosong dan setelah itu Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi (pada temperature kamar). Setelah 24-48 jam inkubasi, amati bentuk koloni bakteri yang tumbuh di permukaan dan di dalam agar, apakah koloni-koloni bakteri terpisah merata atau masih menyatu dengan bakteri lain membentuk spreader. Diperhatikan koloni yang tumbuh pada media baik yang dipermukaan, tengah atau dasar medium. lalu dicatat semua koloni berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan konsistensi koloni. Dari hasil pengamatan, maka dipilih bakteri yang di inginkan, setelah itu dipindahkan inokulan tersebut dan dijadikan biakan murni ke medium yang baru. Dilakukan penyimpanan misalkan dengan metode freeze-drying. 9. Teza Nur F (11506110211100) Pertanyaan : Mikroorganisme dapat disimpan menggunakan media nitrogen cair, adakah media lain yang bagus untuk media penyimpanan mikroorganisme, metode apa yang paling baik ? Jawaban : Dari hasil literature yang kami dapatkan, media pendingin selain nitrogen cair belum ada namun seperti yang telah dijelaskan masih banyak media lain yang dapat digunakan seperti media air steril dan media tanah steril (penggunaan media biasanya bergantung pada jenis mikroba yang akan disimpan dan jangka waktu penyimpanan yang diinginkan) . Untuk metode yang efektif menurut Ilyas adalah metode penyimpanan freeze- Drying karena dapat memelihara mikroorganisme dengan jangka waktu lebih lama daripada metode lainnya.

I.

Fermentor control dan Monitoring Kontrol fermentor dan monitoring berfungsi untuk mendeteksi ketika suatu proses fermentasi berlangsung tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga membuat proses itu berjalan sesuai dengan design fermentor yang digunakan. Kebanyakan sistem fermentasi dibuat mendekati dengan kondisi natural atau kondisi sebenarnya agar menghasilkan produk yang sesuai dengan prosesnya. Sistem fermentasi bergantung pada pengaruh berbagai sumber dari luar fermentor, sehingga diharapkan terjadi proses yang menyebar keseluruh media di fermentor secara natural. Untuk mempersempit variasi kualitas produk, proses operasi harus dimodifikasi untuk memperhitungkan pencegahan variasi kualitas produk yang akan dihasilkan dari fermentasi itu sendiri. Metode kontrol dan monitoring efektif untuk mendeteksi penyimpangan dan mengimbangi proses fermentasi, sehingga sangat penting untuk mengatur efisiensi proses dalam fermentor. Dan, memaksimalkan performa ekonomik atau biaya yang dibutuhkan yang biasanya hanya bisa dikendalikan dengan mengimprofisasi kontrol fermentor.

65

( Gary montauge,1997) Sistem fermentasi harus dikontrol secara efisien untuk mengoptimalkan produktivitas dan produk hasil, dan memastikan reproduktifitasnya. Sebagian besar parameter kimia dan fisika yang terlibat tergantung pada bioreaktor, model operasi, dan mikroorganisme yang digunakan. Parameter tersebut terutama aerasi, pencampuran, temperatur, pH, dan kontrol busa. Kontrol dan pemeliharaan pada tingkat optimum di dalam reaktor dioperasikandengna sensor elektroda, sistem kontrol yang cocok dan data logging. 1. Temperatur Temperatur fermenter harus dikontrol dengan baik, dengan ketelitian lebih kurang 0,10C. Pada industri skala besar, pendingin untuk menjaga suhu biasanya dibuat dari jaket air atau kumparan pipa sehingga pemanasan akan jarang dilakukan. Jika fermentor didesign untuk produktivitas yang rendah atau biomassa dengan konsentrasi rendah tetapi fermentor tersebut digunakan untuk produktivitas tinggi atau fermentasi biomassa dengan konsentrasi tinggi, sehingga akan terjadi penambahan panas dalam proses dan akan dibutuhkan penambahan air untuk mengatur suhu dalam fermentor. Pada fermenter berskala kecil, kemampuan pendingin dan pemanas dibutuhkan tetapi temperatur kontrol juga harus diperhatikan. 2. Aliran gas laju aliran gas biasanya diatur dengan menggunakan katup, karena aliran tergantung tekanan, baik kompensasi feedforward dari posisi katup untuk perubahan tekanan yang dikendalikan atau keduanya, tekanan dan aliran gas yang dikendalikan. 3. Liquid flow Regulasi aliran bisa didapat pada skala kecil dengan menggunakan pompa meter. Sedangkan peristaltic pompa sering digunakan pada skala laboratorium. Pendekatan lain yang digunakan adalah dosing pot, katup bertekanan rendah diatas fermentor dengan katup isolasi. Dengan mengetahui tekanan katup tersebut maka volume penembakan dapat ditentukan.

66

( Gary montauge,1997) 4. pH pH biasa dinyatakan dengan kaca elektroda, dimana biasanya elektroda terbuat dari perak atau perak klorida atau mercury/mercurious chloride dengan potassium chloride sebagai elektrolit. Elektroda mampu bertahan pada kondisi sterilisasi ( 1210C) tetapi pengulangan sterilisasi membuat penurunan performa sepanjang waktu. Pengontrolan pH dapat diraih dengan penambahan asam atau alkali pada fermentor. Pada fermentasi skala kecil, kebanyakan liquid ditambahkan menggunakan pompa peristaltic. Pada skala besar, penambahan gas ammonia lebih dipilih daripada ammonia hydroxide untuk masuk menuju aliran udara pada fermentor. Pada kultur sel hewan, penambahan karbon dioksida pada media digunakan untuk meregulasi pH selama periode pertumbuhan. 5. Pressure Tekanan perlu dikontrol untuk proses sterilisasi dan memenuhi kebutuhan keamanan. Tekanan dapat dikontrol dengan menggunakan katup regulasi. Itu adalah standart alat yang secara hukum harus diinstal pada fermentor untuk melepas tekanan diatas batas tekanan yang sudah ditentukan
67

atau iridium dan hasil yang didapat dari elektroda diindikasikan pada analisa pH yaitu perak atau perak klorida.Metode elektrik pada pengukuran tekanan didasarkan pada penggunaan pembentukan kembali tranducer piezoelectric. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan elektroda platinum. b. katoda perak dan potassium hydroxide. biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Analisa galvani menggunakan anoda timbal dan seng. Foam Masalah saat membentukan busa dapat diatasi dengan pemberian antibusa tetapi antibusa ini dapat mengakibatkan racun bagi mikroorganisme dan mengurangi laju aliran. Sehingga dapat digunakan pemecah busa . 8. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. 68 . yang mengukur tekanan dengan mendeteksi perubahan elektrik Kristal asimetri 6. d. Dissolved Oxygen Tipe penganalisa DO pada bioreactor ada dua. Pengontrolan DO dengan mengganti komposisi gas yang dimasukkan akan lebih mahal karena membutuhakan gas yang telah dipurifikasi. 9. Control untuk DO pada skala kecil biasanya menggunakan empat cara: Merubah kecepatan pengaduk Variasi pada aliran udara Modifikasi komposisi pada gas yang masuk Variasi pada tekanan yang berlebihan a. Biaya untuk analisa ini lima kali lebih mahal daripada galvani tetapi biaya untuk pemeliharaan cenderung lebih rendah. 7. Potensial redoks Redoks ialah ukuran untuk oksidasi atau reduksi pada system biologi. emas. Alat ini menggunakan anoda perak dengan polarisasi negatif terhadap katoda platinum atau emas dengan menggunakan kalium klorida cair sebagai elektrolit. Sedangkan proses fermentasi skala besar menggunakan analisa elektroda polarografi . c. yaitu galvani dan polarografi. Keduanya mengukur parsial DO dan membandingkannya dengan kejenuhan udara. Metode ini biasanya digunakan pada kultur sel hewan karena disana terdapat spesifikasi komposisi gas yang dimasukkan. Dissolved Carbon Dioxide Dissolved carbon dioxide bisa diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. Analisa galvani digunakan untuk fermentor skala kecil karena peralatannya yang padat dan arena disebabkan oleh biaya yang rendah. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. Pengukuran redoks ini digunakan pada fermentasi anaerob dan fermentasi sel hewan dimana terdapat perubahan jumlah sel atau perubahan kondisi fisiologis. Respon yang didapat dari analisa polarografi lebih cepat.

sistem kontrol kondisi fermentasi membutuhkan kalibrasi secara teratur saat pemasangan pertama kali dan di cek secara berkala. Media fermentasi banyak mengandung garam buffer. atau penambahan agen antibusa. lemak.2001) Sampel dapat diambil secara acak untuk berbagai analisis seperti perhitungan sel dan penentuan DNA. spesifik protein. terutama pada fermentasi aerasi. busa ini bisa memicu kontaminan dan pemblokiran filter udara. Jika tidak dikontrol. Prinsip dasar pengontrolan sistem melibatkan sistem sensor yang terhubung dengan sistem kontrol dan feedback loop. alat pemecah busa. Pengontrolan pH adalah faktor. Ketika terdapat kondisi yang tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan maka akan muncul tanda peringatan dan sistem pengkoreksi akan teraktifikasi sehingga memberikan kontrol yang lebih intens pada sistem fermentasi. Produksi busa pada bioreaktor adalah masalah utama. Ada tiga cara untuk mencegah pembentukan busa.(Michael J. Banyak proses fermentasi memproduksi asam dan pengaturan pH dapat berlangsung dengan menggunakan amonium oksida. karena produk fermentasi bisa berubah disebabkan adanya perubahan pH dalam media fermentasi. Sensor ini digunakan untuk mengukur dan mencatat kondisi pada bioreaktor. Waites. Pembentuka busabusa tersebut disebabkan oleh hadirnya protein yang dapat membentuk busa. Meskipun begitu. 69 . yang juga dapat berperan sebagai sumber nitrogen. Kontrol sistem fermentasi secara keseluruhan dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Pemantauan suhu melalui termometer resistensi dan termistor yang terhubung dengan pemanas otomatis ataupun dengan sistem pendingin. biasanya fosfat. Data atau informasi yang didapat dari kontrol sistem dapat digunakan untuk membuat model proses dan dapat digunakan untuk pengembangan sistem fermentasi. pH dalam fermentor dapat terjaga dengan cara penambahan asam atau basa secara otomatis jika pH yang ditangkap oleh sensor tidak sesuai. karbohidrat dan substrat atau hasil metabolisme yang lain. RNA. tetapi kapasitas fosfat untuk mengontrol pH dapat berlebihan sehingga dibutuhkan penambahan asam atau alkali. Tingkat O2 dan CO2 terlarut ditentukan dengan elektroda O2 dan CO2. yaitu modifikasi media.

Operasi fed-batch dapat memperpanjang fase pembentukan produk dan dapat mengatasi masalah yang terkait dengan penggunaan substrat yang banyak. Contoh proses ini yaitu meliputi produksi minuman berakhohol. ditambah meningkatnya fase non produktif downtime yang melibatkan proses pembersihan. fermentor harus dibersihkan sebelum proses fermentasi dimulai lagi. serta proses pengolahan air buangan. atau kontinu. Kelemahan lain sistem batch yaitu keragaman produk. sterilisasi. Selain itu. pengisian dan pendinginan setelah sterilisasi. perlu ditambahkan nutrisi ekstra selama proses fermentasi untuk menambah volume fermentasi. serta metabolisme yang berlangsung secara cepat. atau asam organil. sesekali. Bagaimanapun. Sistem fermentasi batch telah telah sukses digunakan untuk menghasilkan banyak produk fermentasi tradisional dan untuk memproduksi metabolit sekunder seperti antibiotik. fermentasi batch secara teoritis kurang efektif untuk produksi biomassa dan produk metabolit primer. enzim. Fermentor disiapkan. Yaitu sistem tertutup yang tidak ada inokulasi (penyuntikan) ataupun tambahan asam atau basa untuk kontrol pH pemakaian udara untuk fermentasi aerob. Mode Operasi Industri fermentasi berlangsung secara batch. Keuntungan dari sistem batch adalah bahwa pengeluaran modal lebih rendah dan jika terjadi kontaminasi maka relatif cukup mudah untuk dihentikan dan dapat memulai proses fermentasi lagi. Peningkatan frekuensi sterilisasi juga dapat menyebabkan stres yang lebih besar pada instrumen pengontrol. Proses yang banyak digunakan adalah proses batch. dan lain-lain. banyak dari pembuatan asam amino. disterilkan. Proses fermentasi yang lain yaitu fed-batch yang banyak digunakan dalam memproduksi ragi roti dan penicilin. Ketika produk sudah dihasilkan dan dipanen. Karena terdapat lag period yang cukup besar dan pada tahap selanjutnya dari fase eksponensial dengan banyaknya jumlah produk yang dihasilkan. 70 . semua kondisi sudah ditentukan dan dipastikan pada awal dan akhir proses. Pada fermentasi batch. Hanya sebagian kecil dari siklus fermentasi batch yang dapat dikatakan produktif. Fed-batch dengan menggunakan sel daur ulang ( biomassa) juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti fermentasi beberapa etanol. Model fermentasi ini juga berguna saat substrat mengalami masalah viskositas atau racun ketika konsentrasi terlalu tinggi. fed-batch. Untuk model operasi ini. dimana sel-sel pertama tumbuh melampaui fase pertumbuhan yang cepat sebelum akumulasi metabolit. dan diinokulasi sehingga organisme tumbuh berdasarkan profil yang khas. fase non produktif ini disebut sebagai “down-time”.II. Penambahan nutrisi ekstra dapat dilakukan terus menerus. atau sesering mungkin sebagai satu suplementasi ketika kultur mendekati akhir fase pertumbuhan.

sehingga sistem bekerja pada volume yang sama.1997) 71 . sistem tersebut lebih produktif daripada sistem batch.biaya yang dibutuhkan lebih besar untuk mempersiapkan dan memelihara stok kultur. kondisi operasi menyebabkan membentuk mutan yang lebih banyak pada hasil dengan kualitas yang lebih rendah daripada hasil asli. Masalah yang terkait dengan proses fermentasi kontinu selain masalah pengeluaran air buangan. masalah ini dapat diatasi dengan GMP dan praktek mikrobiologi yang benar. ( Gary montauge. Dalam sistem kontinu. Namun sistem ini membutuhkan modal yang cukup tinggi. Sistem kontinu mengurangi down-time dan mengurangi biaya operasi yang lebih rendah. sel-sel tumbuh secara eksponensial (membelah) untuk waktu lama yang ditentukan dalam laju pertumbuhan spesifik. Meskipun begitu. (Vogel. Fermentasi kontinu sangat cocok untuk produksi biomassa dan pertumbuhan yang berkaitan dengan metabolit primer. Akibatnya. Selain itu sistem ini memiliki sifat untuk mencapai stady state dimana konsentrasi nutrisi dan jumlah sel sudah tidak bervariasi terhadap waktu. termasuk fakta bahwa sepanjang pengoperasian 20-50 hari atau lebih. Namun. 1996) Kultur kontinu adalah sistem terbuka dimana medium akan ditambahkan secara kontinu dan kultur secara serempak dipindahkan pada tingkat yang sama. dan umumnya dibutuhkan lebih banyak personil untuk mengoperasikan sistem batch. sterilitas harus dipertahankan dan media harus disuplai secara terus menerus dengan komposisi konstan.

Untuk skala industry fermentasi. faktor del adalah ukuran pengurangan pecahan dalam jumlah organisme yang layak diproduksi oleh panas tertentu dan rezim waktu. seperti yang terjadi pada fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat. Wadah atau vessel – nya lalu dimasuki media steril. Umumnya. 2008).1.5 – 1.MEDIA AND VESSEL STERILIZATION Untuk skala industry fermentasi aseptis fermenter dapat di sterilkan pada saat kosong. Teknik pensterilan udara yang paling efektif adalah dengan menggunakan filter membrane berserat (Dutta. atau pemanasan untuk membunuh mikroba spesifik tanpa memberikan efek yang berarti. produksi organisme harus bersaing dengan kontaminan untuk nutrisi yang terbatas. semakin besar waktu sterilisasi diperlukan. Jjika terdapat mikroorganisme asing pada media atau pada peralatan. media dan seluruh alat yang akan digunakan harus bebas dari kontaminasi. factor Del (▽=ln No/Nt)dapat dihitung (selengkapnya ligat chapter 2).1% (1 dalam 10000). semakin besar faktor del. maka. Oleh karena itu. dapat melisiskan kultur. Jika kontaminan adalah bakteriofag. mereka harus benar-benar disterilkan. 2001). Penghancuran sel terjadi pada saat pemanasan (T=121 oC) dan pendinginan. Jika tidak. lalu kedua medium tersebut dapat di sterilkan bersamaan.III. beberapa industry fermentasi tidak aseptis. tujuannya adalah untuk memberikan kondisi sterilisasi yang memberikan probabilitas kontaminasi dari 0. Oleh karena itu. Kontaminasi mikroorganisme juga dapat memetabolisme produk target. dengan kata lain. STERILIZATION Kebanyakan industri fermentasi menggunakan kultur murni dimana pertumbuhan terjadi pada strain yang terpilih. memproduksi senyawa beracun atau produk sekresi yang dapat memblokir filter dan mengganggu pengolahan hilir atau downstream process. Namun. Oleh karena itu. 3. sebelum proses fermentasi dilakukan. Konsekuensinya.penyuplaian udara dibutuhkan secara kontinu. dibutuhkan sterilisasi secara ketat. yang disiapkan di dalam pemasak medium batch atau continous yang dapat mengoperasikan beberapa fermentasi. Sebagai kemungkinan lain. Gambar : filter membrane berserat 3. Faktor del sendiri adalah jumlah organisme pada awal sterilisasi dan Nt adalah jumlah yang tersisa setelah waktu t.AIR STERILIZATION Pada fermentasi aerob. Ini membutuhkan jumlah udara yang sangat besar. fermenter diisi dengan media yang sudah terformulasi. Laju aerasi untuk tipikal fermentasi aerob adalah 0. Istilah ini banyak digunakan dalam industri fermentasi. Kontaminan dapat memproduksi produk yang berbahaya bagi organisme. tidak hanya media saja yang harus steril namun udara yang digunakan juga. jika jumlah sel mikroba diketahui (No).2. kontaminan yang dapat berkembang dengan cepat dapat tumbuh dan dapat menghilangkan nutrisi.0 vvm (air volume per liquid volume per minute). tetapi kontaminasi mikroba tetap terjadi dalam jumlah yang dapat ditoleransi dengan cara pasteurization. yang melibatkan peningkatan suhu atau waktu sterilisasi . Selain itu. kondisi aseptik harus dipertahankan (Waites. Maka dari itu factor Del nya dapat dinyatakan sebagai berikut: 72 .

Uap juga dapat diinjeksikan secara langsung ke dalam ruang di atas media fermentasi.3. 3. Ini dapat membantu sterilisasi. memerlukan sedikit air pendingin. glukosa. e.g. Bahan yang bersifat sensitive terhadap panas tadi sebelumnya disterilisasi dengan cara filter sterilization yang menggunakan filter membrane dimana pori – pori nya berukuran 0. holding. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. 140oC dengan lama waktu pemanasan hanya 50 detik. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. suhu dapat diasumsikan konstan. 2. Dapat beroperasi pada suhu tinggi (T = 140oC). Sterilisasi kontinu memiliki beberapa kelebihan yaitu : Menyederhanakan strategi perencanaan produksi atau production planning. konstituen media tertentu yang bersifat rapuh akan dirusak oleh panas yang berlebihan. vitamin dan media kultur sel hewan. sehingga waktu sterilisasi dapat dipersingkat. (2) pemanasan secara tidak langsung di heat exchanger.CONTINUOUS STERILIZATION Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan cara kontinu. 4.dan cooling. Memberikan kondisi yang mudah dalam menghasilkan produk. 1. Holding section atau ▽holding merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang.g. tetapi dapat mengakibatkan perubahan volume media. e. Heating section : Metode pemanasan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu (1) injeksi uap secara langsung. 5. Metode injeksi uap secara langsunglebih efektif daripada pemanasan secara tidak langsung karena tidak ada penghalang antara media dan sumber panas. dengan demikian. Kelebihan sterilisasi uap adalah proses yang murah dan efektif dibandingkan sterilisasi panas kering.▽total = ▽heating + ▽holding + ▽cooling Pada prakteknya. (Waites. memerlukan sedikit tenaga kerja. Beberapa juga dapat disterilisasi dengan panas namun untuk meminimalisir kerusaka digunakan suhu tinggi untuk waktu yang sangat singkat. sterilisasi uap melibatkan pemberian uap dibawah tekanan kedalam selimut bejan atau kumparan internal. 2001) 3. sehingga memungkinkan maximum utilisasi pabrik dan meminimalisir penundaan atau keterlambatan produksi. Uap yang dibutuhkan untuk memulihkan panas dari media steril jauh lebih sedikit. Namun.2 m yang akan secara efektif menyaring kontaminan microorganism. Ini biasanya merupakan operasi continuous di mana waktu holding dikendalikan oleh laju aliran melalui sterilisasi dan material tersebut kemudian dengan cepat didinginkan dalam heat exchanger. Akibatnya. 73 . Lebih mudah dalam pengotomatisasi proses. Proses sterilisasi kontinu terdiri dari tiga bagian utama: heating.

asam organic dan etanol di produksi. kondisi yang diinginkan sulit dicapai. leguminosa.BATCH STERILIZATION Media sterilisasi di dalam fermenter dapat dilakukan secara batch dengan penyebaran uap menggunakan pemanas elektrik atau sirkulasi tekanan konstan kondensasi uap melalui koil pemanas. Fermentasi substrat-padat melibatkan penumbuhan mikroorganisme pada padatan. namun metode ini jarang digunakan di Eropa dan Amerika Utara. FERMENTASI SUBSTRAT-PADAT Fermentasi substrat-padat telah digunakan untuk memproduksi berbagai macam makanan fermentasi terutama di Asia selama beribu tahun lamanya. kulit padi. yang dikenal sebagai flash cooling. biasanya organic. dsb. suhu dapat diasumsikan konstan. Fermentasi substrat-padat tidak memiliki mekanisme kontrol canggih yang biasanya berhubungan dengan fermentasi submerge. 2008) 3. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. khususnya mempertahankan suhu dan kelembaban optimal. Adapun kekurangan dan kelebihan fermentasi substrat-padat yang dapat dilihat pada tabel dibahawah ini: 74 . Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. pengurangan kapasitan panas dengan menggunakan quench cooler secara efektif. material dengan kadar air yang sangat kecil atau tampa air sana sekali. Cooling : Untuk bagian pendingin. holding. 2008) IV.4. sehingga dapat diabaikan (Dutta. Sirkulasi sterilisasi terdiri dari heating. Pada proses fermentasi substrat-padat biasanya enzim. dan cooling. Kedua teknik pendinginan ini membutuhkan waktu yang sangat singkat. Teknik lain adalah dengan menyuntikkan media panas melalui katup ekspansi keruang hampa. (Dutta. Penggunaan fermentasi substrat-padat sering terhambat dengan kurangnya control daripada kondisi didalam bioreactor.Holding section : merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. Substrat yang sering digunakan seperti butiran gandum.

e. Beberapa proses anaerob. Transfer oksigen di dalam ruang kosong ini berhubungan dengan level kelembaban. Aw = 0. kebanyakan fermentasi aerob membutuhkan aerasi dan agitasi. serta penurunan pertukaran gas. seperti yang digunakan dalam composting (pembuatan pupuk kompos).2001) 4. yang biasanya membutukan proses kimiawi ataupun biologis. Mikroorganisme – mikroorganisme ini dapt berbentuk : 1. Kultur campuran. substrat menjadi sulit untuk diterima sehingga terjadi penurunan pertumbuhan mikroba. CO2 dan senyawa volatile yang dapat mengganggu.g.ENVIRONMENTAL PARAMETERS THAT INFLUENCE SOLID-SUBSTRATE FERMENTATIONS WATER ACTIVITY. Sclerotinia sclerotiorum.7.2001) 4. 3. 2. Suhu sebagian besar dikontrol menggunakan aerasi dan/atau agitasi pada substrat. seperti yang ada pada produksi jamur. Proses fermentasi subtrat-padat merupakan multistep process yang melibatkan: Pretreatment substrat.g. jika level kelembaban terlalu tinggi akan terjadi penurunan porositas substrat. mereka cukup melibatkan penyebaran substrat ke dasar. Agaricus bisporus. Bioreactor yang dipakai seperti yang terdapat pada gamabr dibawah ini: 75 . dan Pemisahan dan pemurnian produk akhir. Penggunaan atau pemanfaatan produk daripada hydrolysis. adalah jenis yang dapat menoleransi water activity yang rendah. Jika level kelembaban terlalu rendah. protein & polysakarida. straw bioconversion yang menggunakan Chaetomium cellulilytic dan Candida tropicalis. Bagaimanapun juga. namun adanya kebutuhan oksigen tergantung pada jenis mikroorganisme yang dipakai dan jenis proses. jika air di dalam ruang kosong berlebih. Ini biasanya diganti dengan pelembaban atau penambahan air secara berkala. Aw Air yang hilang pada proses fermentasi pada umumnya melalui evaporasi dan aktivitas metabolisme.1. 4. 2. (Waites. SUHU Panas yang dihasilkan dapat menjadi masalah serta merupakan pengaruh besar pada kelembaban relatif dalam fermentasi. e. 3. (Waites. ketika oksigen terlarut dalam film air di sekitar partikel substrat. proses ini tidak membutuhkan agitasi dan aerasi. Akan tetapi. Sporulasi biasanya tercapai pada fermentasi substrat-padat. AERASI Kebanyakan fermentasi substrat-padat bersifat aerob. Beberapa proses tidak membutuhkan bioreactor.2. penurunkan laju difusi oksigen. Hidrolysis polimer substrat. Dual kultur. Monokultur. Metode ini berhasil digunakan dalam memproduksi spora Coniothyrium minitans untuk bio kontrol terhadap jenis bakteri tanaman jamur. Namun. Alhasil.g. Laju aerasi yang disediakan berhubungan dengan penghilangan panas. Laju transfer oksigen terpengaruh dengan ukuran partikel substrat yang juga menyatakan ruang kosong. seperti yang dijelaskan sebelumnya.Bioreactor yang digunakan pada fermentasi substrat-padat Kebanyakan fermentasi substrat-padat merupakan proses batch. laju degradasi substrat menurun dan resiko kontaminasi mikroba menaik. dapat mengganggu transfer oksigen.1. seperti proses produksi silage. Mikroorganisme yang terdapat pada fermentasi substrat-padat. e.

2001) 4. Jika mikroorganisme dikatakan cocok maka akan dilakukan scale up.3. penelitian terhadap kinerja mikroorganisme dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti: pH optimum strategi pemberian nutrisi ( batch. fed-batch. hollow fibre. a. dimana udara lembab di alirkan secara kontinu. serta kualitas dan kuantitas inokulum yang digunakan untuk memulai fermentasi. Column bioreactor Terdiri dari kolom yang terbuat dari kaca atau plastic.Fermentation process development Setelah mikroorganisme telah dipilih sebagai produser organism untuk proses tertentu .) suhu optimum oksigen terlarut produksi busa - Penelitian dilakukan menggunakan fermenter skala laboratrium yaitu 1-10L fermenter. Bioreactor ini digunakan untuk memproduksi asam organic. continuous. etc. System ini berguna untuk memproduksi pakan ternak.) formulasi media system fermentasi (stirred tank. System ini membutuhkan sejumlah tray dan runag inkubasi yang luas dengan kapasitas volume mencapai 150 m3 . Factor utama yang mempengaruhi hasil atau yield pada saat proses scale up : 1. Prosedur propagasi inokulum yang diadopsi. etanol dan biomassa. hal ini disebabkan oleh kondisi dalam fermenter skala besar tidak identik dengan yang di praktekkan dalam laboraturium. Namun dalam scale up terdapat kerugian – kerugian seperti menurunnya hasil produksi. terdiri dari alas substrat yang kedalamannya mencapai 1 m. packed bed. Fermenter ini digunakan pada produksi enzim dan biomassa mikroba. d. Substrat di tambahkan dengan ketinggian beberapa cm pada setiap tray. c. lalu dimasukkan ke dalam chamber yang di alirkan udara lembab. jika tidak pengadukan akan tidak efisien. etc.Rotating drum fermenter Terdiri dari bejana silinder yang berkapasitas 100 L dan terdapat roller yang berfungsi untuk menegakkan dan memutar bejana. solid state. (Waites. Fluidized bed reactor Bioreactor jenis ini menyediakan agitasi secara kontinu dengan udara yang dipakasa masuk untuk mencegah adhesi dan agregasi partikel substrat. Tray fermenter Bioreactor jenis ini sering digunakan untuk produksi makanan fermentasi dan enzim. airlift. dimana substrat padat dikemas dengan selimut yang berfungsi sebagai control suhu. 76 . b. Bed system Seperti yang digunakan dalam produksi sake. Kerugian utama dari pada unit ini adalah hanya dapat diisi 30% dari kapasitas total.

4. ketika katup mendeteksi tekanan dalam fermentor mengalami penyimpangan maka katu akan memberikan sinyal kepada controller untuk mengoreksi fermentor 2. Konsentrasi asam atau basa ditentukan tergantung pada proses fermentasi 4. (Waites. Fermentasi harus digunakan pada fermentasi awal 3. dan oksigen. Control proses dan monitoring pada fermentasi anaerob 5. maka akan semakin banyak protein yang dihasilkan dan busa yang terbentuk juga semakin banyak. ph. 3. Batch tidak untuk pembuatan metabolit primer. metabolit primer bekerja pada fase eksponensial yang membutuhkan penambahan terus 9. Apakah limbah tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan? 77 . Pada fed batch substrat digunakan untuk controller. Keuntungan fermentasi substrat-padat Prtanyaan: 1. Terjemahan 2. Ketika busa ditekan pembentukannya.2001) Komentar: 1. Vivi anita aprilia (115061107111005) a.. gaya geser dan laju penghapusan karbon dioksida. mudah dihentikan. Bagaimana cara kerja katup dalam proses fermentasi dalam mengatur tekanan dalam fermentor?  Katup yang dipasang dalam fermentor memiliki sensor yang dapat mendeteksi tekanan dalam fermentor. Pada proses fermentasi pasti akan menghasilkan limbah. Febrika Larasati (115061101111001) a. b. sedangkan pada kontinu penghentian akan berdampak kerugian yang besar 8. maka asam atau basa dimasukkan. maka laju aliran dalam fermentor akan otomatis menjadi berkurang. Pemilihan media. Fermentor yang besar sering dikenakan perkembangan gizi. Batch akan mudah mencapai fase datar( stasioner) 10. Protokol sterilisasi skala industri dapat menyebabkan degradasi yang lebih besar dari senyawa yang tidak stabil. Bagaimana anti busa dapat mengurangi laju aliran dalam fermentor? Apa perbedaan antara penambahan antibusa dan tidak adanya penambahan antibusa pada kondisi fisik cairan dalam fermentor?  Fungsi antibusa adalah untuk memecah busa sedangkan busa dihasilkan karena laju aliran yang ada dalam fermentor. 5. sumber nutrisi yang lebih murah sering digunakan untuk operasi skala besar karena kendala biaya. Substrat yang seperti apa?  Substrat yang dimasukkan dalam fermentor adalah substrat yang dibutuhkan dalam proses fermentasi.2. Semakin besar laju aliran. Pada keadaan bagaimana uap langsung dipakai 6. Pada mode operasi batch. Untuk klasifikasi substrat yang dimasukkan bergantung pada macam fermentasi dan macam produk yang akan dihasilkan b. yang tidak dilakukan dalam skala kecil. Foam terbentuk karena ada gas-gas yang menarik protein keatas 7. Scale up juga dapat merubah generasi busa. yang mempengaruhi kualitas akhir dari medium. Saat pH naik atau turun. gradien suhu.

• 8.  7. Sitanggang (1150611001110015) Apa perbedaan CSTR & PFR? CSTR adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tanki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. energi dibutuhkan untuk menambah kompleksitas molekular dari sel. Asumsi yang digunakan adalah tidak ada perbedaan konsentrasi tiap komponen yang terlibat di sepanjang arah jari-jari pipa. misalnya antara bahan baku gas dengan katalis padat menggunakan model PFR. yaitu kerja kimia. Untuk limbah-limbah ini biasanya digunakan untuk bahan baku proses lainnya. Sel hidup memiliki tiga tipe kerja utama. Afida khofsoh (1150611011110031) Kapan metode fermentasi tertentu dapat digunakan? Tergantung hasil produk apa yang diinginkan. Sharfina W. kerja transport. G. Molekul dan ion ditransportasi melewati sel membran melawan gradien elektro-kimia.  5. atau reaksi antara cair dan gas dengan katalis cair. Sebagai contoh. dan kerja mekanik.  6. Dobita Amanda Feliciana (1150611001110021) Apa yang membedakan metode Galvani dan Polarografi pada kontrol proses? Pada proses Galvanisasi elektroda yang digunakan adalah anoda timbal atau seng dan katoda perak. Semua proses fisika dan kimia merupakan hasil aplikasi atau perpindahan dari energi. Biasanya reaktor ini dipakai untuk mempelajari berbagai proses kimia yang penting seperti perubahan kimia senyawa. Kerja kimia termasuk sintesis molekul biologi kompleks yang diperlukan oleh sel. Limbah fermentasi biasanya tidak mencemari lingkungan Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Apa yang mendasari kondisi aliran pada proses? Jenis mikroorganisme yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan dari proses fermentasi itu sendiri. Sedangkan pada metode Polarografi menggunakan anoda perak dengan polarisasi negative terhadap katoda platinum/emas dengan menggunakan kalium klorida sebagai elektrolit. sebuah molekul bisa bergerak ke 78 . PFR Untuk reaksi heterogen. Ketiganya penting untuk proses hidup. 3. Model ini biasanya digunakan pada reaksi homogen di mana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair. reaksi termal. Queen G.  Pada proses fermentasi.  4. (1150611005111003) Professor Chandra pernah menyebutka tentang Reaktor Plug Flow? Adalah suatu alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi produk dengan cara mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara berkelanjutan (continuous). Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. dan lain-lain. Misalkan metode fermentasi kontinu digunakan untuk memproduksi vinegar atau cuka. PFR mirip saringan air dari pasir. biasanya limbah yang dihasilkan yaitu gas keluaran mikroorganisme yaitu gas CO2. ENERGI DAN ENZIM Energi dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja atau untuk melakukan suatu pergerakan. Intan Nuroniyah (115061101111001) Bagaimana cara menganalisa karbon dioksida terlarut? Diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. limbah lainnya yaitu zat-zat yang merupakan hasil samping dalam fermentasi. Katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari sela-sela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada saringan.

dalam sel meskipun konsentrasi di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi di luar sel. Sama dengan larutan yang dapat keluar dari sel dengan melawan gradien konsentrasi. Proses ini disebut kerja transport dan membutuhkan energi agar dapat mengambil nutrisi, membuang kotoran, dan menjaga keseimbangan ion. Tipe ketiga adalah kerja mekanik. Energi dibutuhkan untuk mengubah lokasi fisik dari organisme, sel, dan struktur di dalam sel. Sumber energi pokok dari semua energi biologi adalah sinar matahari. Energi tersebut ditangkap oleh phototrops (organisme) selama fotosintesis, dimana ia diserap oleh klorofil dan pigmen lainnya, dan dikonversi menjadi energi kimia. Kemolithoautotrophs memeperoleh energi melalaui oksidasi komponen inorganik daripada melalui sinar matahari. Energi kimia dari fotosintesis dan kemolithotrofi dapat digunakan oleh fotolithoautotrophs dan chemolithoautotrophs untuk mengubah CO2 menjadi molekul biologi seperti glukosa. Molekul kompleks yang dihasilkan oleh organisme autotrophic (tanaman maupun produsen mikroba) bertindak sebagai sumber karbon untuk kemoheterotrophs dan konsumen lain yang menggunakan molekul organik kompleks sebagai sumber material dan energi untuk membangun struktur selulernya (autotrophs menggunakan molekul organik kompleks). Kemoheterotrophs selalu menggunakan O2 sebagai akseptor elektron ketika oksidasi glukosa dan molekul organik lain menjadi CO2. Proses ini, ketika O2 berperan sebagai akseptor elektron final dan O2 direduksi menjadi H2O, disebut respirasi aerobik. Banyak energi yang dihasilkan dalam proses ini. Jadi pada ekosistem, energi ditangkap oleh photoautotrophs dan kemolithoautotrophs; beberapa energi ini kemudian mengalir ke kemoheterotrophs ketika mereka memakai nutrisi yang didapat dari autotrophs. Produksi CO2 selama respirasi aerobik dapat digabungkan kembali ke dalam molekul organik kompleks selama fotosintesis dankemolithoautotrophy. Pada ekosistem, aliran karbon dan energi sangat berhubungan. Tabel mikroorganisme dan sumber energinya:

Sel-sel harus dengan efisien mentransfer energy dari produksi energy. Sel-sel harus memiliki bentuk yang sederhana dari energy, agar. Dalam kehidupan, kebanyakan organisme memiliki energi yang berupa adenosine 5‟ tripospat (ATP). Ketika ATP memecah diri menjadi adenosin dipospat (ADP)dan orthopospat (Pi), energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk melakukan kerja. Kemudian, energi dari fotositesis,
79

respirasi aerobik, respirasi anaerobik, dan fermentasi digunakan untuk menyintesis ulang ATP dari ADP dan Pi. Siklus energi ini terjadi di dalam sel. Siklus energy dibuat dalam sel. Enzim adalah protein katalis yang memiliki spesivitas untuk reaksi. Katalis adalah substan yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut dalam proses reaksi tersebut. Enzim mempercepat reaksi seluler. Molekul yang bereaksi disebut substrat, substan yang terbentuk disebut produk. Banyak enzim yang merupakan protein murni, contohnya apoenzim, dan juga komponen nonprotein, yaitu kofaktor, yang dibutuhkan untuk aktivitas katalitik. Enzim lengkap terdiri dari apoenzim dan kofaktornya, yang disebut holoenzim. Jika kofaktor melekat pada apoenzim, ini disebut prosthetic group. Meskipun enzim berjumlah banyak dan jenisnya bermacam-macam, namun enzim dikelompokkan menjadi tujuh kelas umum. Pengelompokkan ini berdasarkan reaksi katalis yang dihasilkan oleh enzim. Enzim biasanya memiliki nama yang mirip dengan substrat yang akan direaksikan dan tipe reaksi katalis. Sebagai contoh, laktat dehidrogenase fungsinya adalah menghilangkan hidrogen dari laktat. Biasanya ditambah akhiran –ase. Klasifikasi enzim: Mekanisme reaksi enzim Enzim menambah kecepatan reaksi, tetapi tidak menjaga kesetimbangan secara konstan. Pada reaksi endergonik, enzim tidak melakukan kesetimbangan agar banyak produk terbentuk. Enzim mempercepat laju reaksi, agar laju reaksi melanjutkan kesetimbangan finalnya. Pada reaksi eksergonik, enzim akan menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan agar molekul reaktan dapat bereaksi bersama dan membentuk produk.

A B A tidak akan dikonversi menjadi B jika tidak disuplai oleh energi aktivasi. Enzim mengakselerasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga banyak molekul yang memiliki cukup energi untuk membentuk produk. Enzim membawa substrat dengan bagian tertentu yang disebut sisi aktif atau katabolis aktif. Enzim dapat berinteraksi dengan substrat melalui dua cara, yaitu lock and key dan induced fit model. Pada lock and key, enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Ukuran molekul enzim > ukuran molekul substrat. Sementara itu pada induced fit model, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat
80

memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. Contohnya adalah enzim heksokinase. Perubahan pH dan suhu mempengaruhi kerja enzim. Setiap enzim memiliki pH dan suhu optimum yang berbeda antara satu dengan yang lain. METABOLISME Metabolisme mencakup semua reaksi enzim-katalis dari sel, dan dapat dibagi menjadi proses primer dan sekunder. Jalur metabolisme primer umumnya digunakan oleh sebagian besar organisme. Terdapat dua jenismetabolisme, disebut sebagai katabolisme dan anabolisme, yang memanfaatkan energi dalam biosintesis komponen seluler untuk pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mempermudah pemahaman, katabolisme dan anabolisme dianggap sebagai proses yang berbeda, tetapipada faktanya kedua jenis metabolisme tersebut sangat terintegrasi. Produk dari metabolisme primer yang penting untuk industri tertentu adalah alkohol, asam amino, asam organik, nukleotida, enzim dan mikroba sel (biomassa). Beberapa mikroorganisme juga melakukan metabolisme sekunder, yang melibatkan jalur yang tidak digunakan selama pertumbuhan yang cepat. Metabolisme, seringkali menghasilkan produk akhir yang spesifi. Metabolit sekunder yang penting untuk industri adalah alkaloid, antibiotik, racun dan beberapa pigmen. Metabolit sekunder tertentu dapat memberikan suatu keuntungan ekologi, sedangkan yang lain tidak memiliki nilai nyata untuk organisme produser. KATABOLISME Semua sel mikroba vegetatif memerlukan pasokan energi kontinyu untuk proses yang terkait dengan pertumbuhan,transportasi, gerakan, dan perkembangan. Dalam mikroorganismekemoheterotrophic, sumber energi organikdiperoleh dari lingkungan dan kemudianditransformasikan oleh serangkaian reaksi enzim yang dikendalikandalam jalur metabolik tertentu. Metabolisme ini (katabolisme) mengarah ke pembentukanenergi potensial dalam bentuk adenosine 5 ¢-trifosfat (ATP) dan koenzim tereduksi, sepertisebagai nikotinamida adenin dinukleotida (NADH), nicotinamideadenin dinukleotida fosfat (NADPH)dan flavin adenin dinukleotida (FADH2), dan panas. Sebagian besar mikroorganisme dapat memanfaatkan karbohidrat,yang dapat bertindak sebagai sumber karbon dan energy yang baik.Glukosa adalah substrat yang disukai banyak mikroorganisme danada sangat sedikit organisme yang tidak bisa menggunakannya. Di alam, glukosa bebas biasanya tidak tersedia, tetapi dapat diperoleh melalui berbagai bentuk. Ini mungkin berasal dari interkonversi heksosa lainnya, hidrolisis disakarida, oligosakarida dan polisakarida dari lingkungan, atau dari bahan sel penyimpanan, seperti pati, glikogen dan trehalosa. Pembentukan energi dari glukosa didahului oleh fosforilasi, awalnya diikuti oleh oksidasi melalui sebagian besar piruvat (C3). Metabolisme glukosa untuk piruvat disebut glikolisis yang menyediakan ATP, prekursor dan mengurangi daya (terutama NADH). Namun, hanya ATP dalam jumlah terbatas yang diproduksi, yang dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Maksimal dua molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap unit glukosa teroksidasi ke titik ini. Proses ini menghasilkan piruvat yang menempati posisi penting dalam metabolisme perantara dan merupakan titik awal untuk katabolisme lanjut. JALUR GLIKOLISIS 1. Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)Pathway EMP merupakan rute yang paling umum dan ditemukan di semua kelompok utama organisme, termasuk flagelata, jamur, ragi dan bakteri. Jalur ini dapat beroperasi di bawah kondisi anaerobik atau aerobik dan terdiri dari reaksi 10 enzim-katalis yang terletak di dalam matriks sitoplasma. Kunci ketiga regulasi enzim dari jalur (heksokinase, fosfofruktokinase dan kinase piruvat) bertindak irreversibel. Semua langkah lainnya terjadi secara reversibel, yang penting untuk peran biosintesis dari jalur selama sintesis glukosa.

81

dan sisanya dikatabolisasi melalui jalur EMP. Molekul enam-karbon dibelah oleh aldolase untuk membentuk dua senyawa C3. satu ATP. dan lainnya biosintesis intermediet. dihasilkan satuGAP. 10-20% glukosa (lebih selama pertumbuhan pesat) terdegradasi melalui jalur PP. bukan teroksidasi. jamur berfilamen. Pseudomonas. Setelah fase oksidatif ini. Oksidasimolekul resultan GAP dua piruvat menghasilkanenergi dalam bentuk empat molekul ATP melalui reaksi fosforilasi duasubstrat. Jalur dimulai dengan pembentukan 6-phosphogluconate. Jalur PP adalah siklik dan seperti semua jalur glikolitik. satu NADH dan satu NADPH. ribulosa5-fosfat (Rump). tapi jarang dalam jamur. Xanthomonas dan Zymomonas. enzimnya terletakdi matriks sitoplasma. untuk membentuk 2-okso-3-deoksi-6-phosphogluconate. dan fosfat dihidroksiaseton (DAP). dan yang terakhir juga dapat dikonversi menjadi piruvat. seperti di jalur PP. terutama untuk digunakan dalam langkah reduktif dalam proses anabolik.Ini melibatkan hilangnya satu karbon sebagai CO2 danpembentukan dua NADPH. Jalur ini sangat penting dalam penyediaan NADPH. Yang pertama pada akhirnya dikonversi ke laktat dan yang kedua ke etanol. Jalur ini seringkali beroperasi pada waktu yang sama dengan jalur EMP. dan GAP. terutama erythrose-4-fosfat. piruvat. ragi.GAP secara langsung diproses di jalur ini dan DAP akan diisomer untuk GAP sebelum dapat digunakan. yang merupakan hasil energi yang lebih rendah daripada jalur EMP. kemudian mengalami dehidrasi. 2. The Entner-Doudoroff (ED) Pathway Relatif digunakan oleh sedikit mikroorganisme yang tidak memiliki jalur EMP. Dalam ragi. Fosfat pentosa (PP) Pathway Jalur monofosfat ditemukan di banyak bakteri dan sebagian besar organisme eukariotik. 3. ganggang dan protozoa. Jalur ini dimulai dengan oksidasi dua langkah oksidasi glukosa6-fosfat (G6P) ke fosfat pentosa(C5). Jalur ini menghasilkan hanya setengah hasil ATP dibandingkan dengan jalur EMP. Siklus enzim TCA terletak dalam matriks mitokondria pada bakteri eukariotik. terutama spesies Lactobacillus dan Leuconostoc. Ini melibatkan oksidasi dan dekarboksilasi glukosa 6-fosfat ke RuMP. Dekarboksilasi oksidatif piruvat dilibatkan untuk membentuk unit C2 asetil koenzim A (asetil KoA). seperti di jalur PP. 82 . sedangkan pada prokariota mereka berada di sitoplasma. pentosa. GAP dapat dioksidasi menjadi piruvat dengan enzim pada jalur EMPatau juga dapat dikembalikan ke jalur awal melalui konversi dari dua GAP satu G6P. gliseraldehida 3-fosfat(GAP). intermediet untuk sintesis asam amino aromatik. misalnya. terutama ribosa untuk biosintesis asam nukleat. ribulosa 5-fosfat mengalami penataan ulang dalam serangkaianduakarbon dan tiga-karbon pertukaran fragmen.Untuk proses setiap tiga unit glukosa. Rhizobium. Kebanyakan bakteri gram-negatif. dari piruvat dibawah kondisi aerobic dengan menggunakan siklus Asam Trikarboksilat (TCA). Secara keseluruhan.Tahap awal dari pemecahan glukosa membutuhkandua molekul ATP dalam pembentukan tiga-tahap fruktosa1. Phosphoketolase (PK) Pathway Jalur ini juga sering disebut sebagai jalur Warburg-Dickens yang dioperasikan oleh beberapa asam laktat bakteri. Molekul F6P dikonversikembali ke G6P untuk mempertahankan operasi dari siklus. 4. RuMP yang diisomerisasi untuk xylulose fosfat 5-(C5) dan kemudian dibelah oleh phosphoketolase untuk GAP (C3) dan asetil fosfat (C2).dapat menghasilkan dua molekul piruvat. enam NADPH dan dua fruktosa 6-fosfat (F6P). Namun. dan memiliki peran katabolik dan anabolik yang baik. Gula pentosa seperti xylose juga dapat dikatabolisasi melalui rute ini. melalui 6-phosphoglukonat. Molekul ini kemudian dipecahmelalui aldolase untuk membentuk triose fosfat(C3). termasuk spesies Azotobacter.6-bifosfat.dikatalisis oleh enzimtransketolase dan transaldolase. Jalur PP di bawah kondisi aerobik atau anaerobik. Untuk setiap molekul glukosa dioksidasi menjadi dua molekul piruvat. Mayoritas katabolisme bakteri. dari setiap molekul glukosa dimetabolisasi.

Siklus yang tepat dimulai dengan kondensasi senyawa dua-karbon dengan oksaloasetat (C4) untuk membentuk sitrat (C6). dua fragmen karbon teroksidasi menjadi dua molekul CO2 dan oksaloasetat adalah diregenerasi untuk menerima unit dua-karbon lebih lanjut. yang mana mikroorganisme dapat memanfaatkan. dan mereduksi elektron pembawa untuk menghasilkan NADH dan FADH2. misalnya nitrat direduksi menjadi nitrit. Tiga reaksi dalam hasil siklus dalam pembentukan NADH dan satu menghasilkan FADH2. ( Waites at all. Namun. asam purin dan pirimidin. Oksigen sangat ideal untuk ini. senyawa C4 dan C5. Asetil KoA juga dapat dibentuk melalui pemecahan lipid dan beberapa asam amino. Hasilnya adalah sebagai berikut: Asetil KoA (C2) + 3NAD+ + FAD + ADP  2 CO2 + 3NADH + 3H+ + FADH2 + ATP Dalam hal katabolisme. dan dai oksidasi alkana. untuk biosintesis amino. koenzim ini tereduksi kemudian dapat digunakan untuk sintesis ATP dalam respirasi dan yang lebih penting. 2001) RESPIRASI Semua formasi ATP dari oksidasi glukosa memilikitelah dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. siklus TCA melengkapi oksidasi piruvat menjadi CO2.dikatalisis oleh multienzim yang kompleks. Fasilitas ini untuk menghasilkan biosintetik intermediet juga hadir dalam mikroorganisme lainnya yang tidak memiliki siklus TCA lengkap. 83 . piruvatdehidrogenase. sedangkan beberapa dari produk akhir respirasi anaerob yang beracun. namun juga menyediakan intermediet. Dalam kondisi anaerobik tidak berfungsi sebagai siklus. sebagai perantara beberapa masih diperlukan untuk biosintesis. untuk bertindak sebagai akseptor elektron terminal. Respirasi mengarah ke pembentukanlebih banyak ATP dari oksidasi NADH dan FADH2. karena memiliki potensi redoks rendah dan direduksi menjadi air. Siklus TCA tidak hanya sebuah jalur katabolik. senyawa lain atau ion yang memiliki potensial redoks rendah. beroperasi sebagai bercabang biosintesis jalur. dan molekul ATP tunggal dibentuk langsung oleh fosforilasi tingkat-substrat. Selama delapan langkah berikut dari sikluslengkap TCA. seperti dalam beberapa prokariota anaerob fakultatif dan obligate. Hal ini membutuhkan oksigen .

elektron tersebut kemudian melewati serangkaian dari pembawa dalam membran. Dalam proses ini. energi dilepaskan selama aliran elektron digunakan untuk membuat gradien proton untuk melintasi membran. ke terminal akseptor. ETS dalam membran mitokondria menghasilkan tiga ATP molekul per NADH. melalui serangkaian redoks atau reduksi-oksidasi reaksi. pH luar membran bisa mencapai 5. Karena membran pada dasarnya kedap proton. tujuh ATP maksimum didapat. sedangkan pada prokariota itu terikat dalam membran sitoplasma. ETS dalam membran sitoplasmik memiliki pembawa yang agak berbeda. seperti transportasi terlarut. Ketika operator menyumbangkan elektron. Proton akhirnya melekat menjadi oksigen. Electron memasuki ETS dari pembawa. sedangkan proton pindah dari dalam ke luar membran. muatan negatif tetap berada di dalam. dengan rantai pemendek yang tidak lengkap pembentukannya sehingga hanya satu atau dua molekul ATP setiap NADH yang terbentuk. Ini merupakan energi potensial disimpan sebagai gradien proton atau proton-kekuatan pendorong. sebagian besar dalam bentuk hidroksil (OH-) ion. Hipotesis kemiosmotik diusulkan oleh Mitchell (1961) menjelaskan proses sebagai berikut: sebagai aliran elektron melalui sistem transportasi. Meskipun system ini hanya sampai 40% dan oleh karena itu produk maksimum hanya 3 molekul ATP per NADH. akan dibentuh per NADH jika eneginya dikonversi 100% secara efisien. sebagai positif biaya yang dikeluarkan dari dalam membran. yang mendorong sintesis ATP melalui kemiosmotik fosforilasi. dimediasi oleh sintase ATP (ADP + Pi ÆATP). Pada eukariota. dan terdiri dari berikut rantai pembawa elektron: NADH  flavoprotein  iron shulphur protein  quinone  cytochrome b  cytochrome c  cytochrome a  cytochrome a3 oxygen Dalam bakteri prokariotik. dalam teori. Gradien proton Ini digunakan untuk mengankut pembentukan ATP oleh oksidatif kemiosmotik fosforilasi mekanisme. membentuk air. mereka tidak bisa lewat kembali dan gradien proton didirikan. seperti yang dijelaskan di atas.ETS Eukariota terletak di membran mitokondria. Cythochromic yang terlibat meliputi : b558. Oleh karena itu. proton (H+) yang dipindahkan dari dalam ke luar membran (ekskresi). terutama NADH atau FADH2. b562. ( Waites at all. Elektron yang berasal dari oksidasi substrat yang berasal dari NADH atau FADH2. sedangkan di bagian dalam membrann mendekati 8. d. Rangkaian reaksi yang terlibat dapat digabungkan ke kebutuhan energi proses. Pasti anaerobic 84 . Akibatnya. mereka yang direoksidasi untuk digunakan lebih lanjut dalam metabolisme. Respirasi aerobik dilakukan oleh bakteri aerob dan fakultatif anaerob dengan bantuan oksigen.5. 2001) Sebuah molekul NADH teridiri atas sekitar 218 kJ dari energy potensial dan itu diambil sekitar 30kJ untuk membentuk satu molekul ATP. dan o.5. atau untuk produksi ATP melalui oksidatif fosforilasi.

fakultatif seperti Eshcerichia coli, setidaknya memiliki dua system respirasi, masing-masing berbeda afinitas oksigennya. Oleh karena itu, mereka dapat beradaptasi dengan konsentrasi oksigen yang bervariasi, dilanjutkan untuk menggunakan oksigen sebagai aseptor electron meskipun pada tingkat oksigen yang rendah. Beberapa bakteri anaerobic fakultatif atau anaerobic obligat melakukan respirasi anaerob. Keterlibatan ini serupa ETS, tetapi memiliki aseptor electron selain oksigen. Contoh dari respirasi anaerobic mencakup : 1. Respirasi Nitrogen, dilakukan oleh bakteri anaerobic fakultatif. Potensial redok dari nitrat adalah +0,42 volt, dibandingkan dengan +0,82 volt untuk oksigen. Oleh karena itu, lebih sedikit energy didapatkan kemudian oksigen sebagai electron aseptor dan molekul ATP dapat terbentuk. Prosesnya memiliki beberapa langkah, dimana nitrat direduksi melalui nitrat dan nitous oksida akhirnya menjadi dinitrogen, yangmana merujuk sebagai disimilator reduksi nitrat atau denitifikasi. Denitrifikasi meliputi spesies dari Pseudomonas, Paracoccus denitrificans, and Thiobacillius denitrificans.Bakterianaerob fakultativ yang lain meliputi E. coli dan relative, hanya mengurangi nitrat atau nitrit, dan tanggungjawab enzim, reduktase nitrat , dengan tingakt keberadaan oksigen yang terbatas. 2. Respirasi Sulfat, dipraktekan oleh kelompok kecil dari bakteri heterotrof, yang mana semuanya anaerobic obligat, misalnya spesies Desulfovibro. Mereka memproduksi hydrogen sulfide, yang berasal melalui beberapa kali intermediet. 3. Respirasi Karbon, dilakukan oleh archaeans seperti Methanococcus and Methanobacterium. Keduanya anaerob obligat yang mereduksi CO2 dan beberapa karbon monoksida menjadi metana. Bakteri metanogen ini biasanya menggunakan hydrogen sebagai sumber energy merekadan untuk mendapatkan anoksik lingkungan yang rendah nitrat dan sulfat. CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O Dalam penambahan nitrat, sulfat, dan karbondioksida, Besi (Fe3+), magnesium (Mn4+) dan beberapa komponen organic (dimetil sulfoksida, fumarat,glisin, dan trimetilamin oksida )dapat digunakan sebagai aseptor pada respirasi anaerobic pada bakteri. FERMENTASI Ketika respirasi bukan sebuah pilihan, organisme harus menggunakan mekanisme alternative untuk regenerasi suplai coenzim yang terbatas, direduksi selama oksidasi glukosa menjadi piruvat. Jika NAD(P)H tidak dioksidasi kembali menjadi NAD(P)+, selanjutnya metabolisme akan berhenti. Oleh karena itu, sebuah aseptor electron yang cocok harus di dapatkan untuk membawa electron. Fermentasi digunakan oleh molekul organik, piruvat atau derivative, sebagai aseptor elektron akhir, dengan cara demikian pembentukan NAD(P)+ dan katabolisme akan berlanjut. Ini adalah hasil dari pembentukan reduksi produk limbah , seperti alkohol dan asam, yang kemudian dikeluarkan dari sel. Meskipun, ini sangat boros dalam ketentuan dari pemulihan energy potensial dari glukosa, sebagai sedikit atau tidak ada ATP lebih lanjut dibentuk. Sebaliknya, oksidasi yang lengkap menghasilkan CO2, dalam hubungan dengan oksidasi posporilasi selama respirasi akan dapat membentuk 36 molekul ATP bahkan lebih per molekul glukosa. Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi, filamen jamur tertentu dan bakteri. Ini adalah suatu penerusan proses, di mana piruvat dari jalur EMP, atau melalui jalur ED dalam kasus Zymomonas, adalah dekarboksilasipertama menjadi asetaldehida, NAD+ kemudian dibentuk kembali selama reduksi asetaldehida menjadi etanol. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sejumlah bakteri, termasuk Streptococcus, Lactobacillus, Lactococcus dan Leuconostoc, bersama dengan beberapa jamur, alga dan protozoa. Berikut piruvat, bukan turunan piruvat, adalah akseptor elektron dan bentuk laktat. Ada dua bentuk fermentasi ini: 1. Fermentasi Homolaktik yang dioperasikan oleh bakteri seperti Lactobacillus acidiophilus and Lactobacillus casei, yang mana mengurangi hampir semua piruvat yang dibentuk oleh glikolisis asam laktik.
85

2. Fermentasi heterofermentatif menghasilkan produk lainnya bersama dengan asam laktat. Organisme yang melakukan itu termasuk Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus brevis, yang mengoperasikan jalur PK. Mereka membentuk laktat dari piruvat dan etanol dari fosfat asetil, dan dalam kasus tertentu asetat beberapa mungkin diproduksi. Fermentasi asam campuran yang dilakukan oleh E. coli dan terkait fakultatif anaerob. Produk meliputi laktat, asetat, jumlah kecil dari etanol dan format. Beberapa organisme memiliki kemampuan untuk mengurangi formate menjadi hidrogen dan CO2. Fermentasi 2,3-Butanediol dilakukan oleh Enterobacter, Erwinia, Klebsiella dan Serratia. Hal ini mirip dengan fermentasi campuran asam, namun menghasilkan butanadiol, bersama dengan etanol dan asam. Fermentasi asam propionat dilakukan oleh beberapa usus bakteri, seperti Propionibacterium spesies, beberapa yang terlibat dalam produksi komersial tertentu jenis kejuSwiss dan vitamin B12 (cobalamin). Propionat yang terbentuk dari piruvat melaluiCoA, di mana piruvat adalah terkarboksilasi oleh oksaloasetat, dan kemudian dikurangi menjadi propionat melalui malat, fumarat dan suksinat.Proses ini membutuhkan kofaktor, biotin, CoA dan CoB12. Fermentasi asam butirat dilakukan oleh spesies Clostridium. Spesies ini adalah pembentuk spora anaerobik yang juga memproduksi aseton, butanol, propanol, alkohol danasam lainnya. Mereka juga fermentasi asam amino, nitrogen dan senyawa lainnya, serta karbohidrat. KATABOLISME LIPID DAN PROTEIN Karbon merupakan sumber karbohidrat,sebelum karbon digunakan dalam katabolisme, seperti lipid sebagai digliserida dan trigliserida dihidrolisis oleh lipase untuk menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak kemudian dapat dipecah oleh jalur b-oksidasi. Berikut FAD dan NAD+ yang digunakan untuk menerima elektron, dan duaunitkarbon berhasil dihapus, dalam bentuk asetil CoA, yang kemudian dapat memberi makan langsung ke siklus TCA. Gliserol dapat terfosforilasi untuk fosfat gliserol, diikuti oleh oksidasi terhadap DAP dan isomerisasi untuk GAP. Unit C3 kemudian bisa masuk jalur EMP. Protein ekstraseluler yang dihidrolisis oleh protease untuk menghasilkan asam amino bebas, yang dapat diangkut ke sel. Katabolisme asam amino awalnya melibatkan penghapusan kelompok amino mereka. Hal ini biasanya dicapai melalui transaminasi, di mana kelompok amino yang disumbangkan ke host keto, misalnya aminasi piruvat untuk membentuk alanin. Asam keto yang dihasilkan dari transaminasi kemudian dapat dioksidasi dalam siklus TCA. Kelebihan gugus amino dapat terakumulasi dan sering diekskresikan sebagai ion amonium, yang menyumbang untuk meningkatkan pH media selama pertumbuhan beberapa bakteri. PENYIMPANAN ENERGI Ketika kelebihan gizi yang tersedia, mikroorganisme biasanya mensintesis senyawa yang dapat disimpan untuk kemudian gunakan selama periode kekurangan nutrisi. Penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. Bila diperlukan, cadangan polimer yang dihidrolisis oleh phosphorylases, membentuk glukosa 1-fosfat, yang secara langsung dapat masuk katabolisme. Banyak mikroorganisme menyimpan energi yang kaya lipid. Poli b-hidroksibutirat umumnya ditemukan pada bakteri, namun tidak diproduksi oleh eukariota. Jamur berfilamen dan ragi sering menyimpan lipid netral (trigliserida) dalam vakuola. Volutin butiran, terdiri dari polymetaphosphates, juga disimpan oleh beberapa prokariota dan eukariota, yang bertindak baik sebagai fosfat dan cadangan energi. Bakteri Sulphur dapat mengakumulasi butiran belerang oleh oksidasi H2S. Ketika tidak ada media lanjut pasokan sulfida yang tersedia, ini toko belerang teroksidasi untuk sulfat, menyediakan setara mengurangi CO2 untuk fiksasi atau fosforilasi oksidatif.
86

Pertanyaan: 1. Bagaimana proses pembentukan enzim? (Pandu Rahmat Pinasthiko/115061107111001). Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino, sehingga pembentukannya identik dengan sintesis protein. Sintesis protein dilakukan oleh RNA berdasarkan transkip kode dari DNA. Sintesis ini dilakukan di dalam ribosom (Sumardjo, 2006). 2. Mengapa pada siklus asam trikarboksilik, terdapat materi yang berubah-ubah? (Lilis Triyowati A./115061101111009) Pada siklus trikarboksilik, diperlukan enzim yang membantu untuk mengkatalis reaksi, enzim yang dibutuhkan tersebut berbeda-beda jenisnya dan nantinya akan keluar dari siklus membentuk enzim yang sama. 3. Pada proses respirasi sulfur anaerob, apa maksud intermediet yang menghasilkan hidrogen sulfida? (Ayu Indah W./115061101111011) Intermediet adalah molekul-molekul yang terbentuk dari reaksi sebelumnya. 4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi siklus krebs? (Dian Nita Citra D./115061101) Faktor yang mempengaruhi silus kreb adalah ketersediaannya glukosa sebagai material utama yang dipecah. 5. Dimana energi disimpan pada mikroorganisme? (Dwi Chandra P./115061107111003) Energi disimpan dengan berbagai macam cara, setiap mikroorganisme memiliki cara yang berbeda, salah satunya adalah di dalam vakuola. 6. Dimana siklus trikarboksilik terjadi? (Dhanang Edy P./115061101111). Siklus trikarboksilik terjadi di matriks mitokondria (Campbell, dkk., 2002). 7. Perubahan NAD+ menjadi NADH, FADH menjadi FADH2 atau sebaliknya dibantu dengan apa ? Lalu saat kapan dan dimana proses tersebut terjadi ? Jelaskan ! (Sharfina Widyaningrum/1150611051110) Penjelasan : NAD+ adalah hasil reduksi dari NADH. NADH bersama piruvat dan H+bereaksi dan membentuk NAD+ dan laktat, seperti reaksi berikut :

Piruvat tersebut berasal dari proses glikolisis yang terjadi pada mikroba. (John F, 1986). Sedangkan pembentukan FADH2 terjadi seperti digambarkan pada reaksi berikut :

(Kenneth B,2004) 8. Mikroorganisme terdiri dari berbagai macam jenis. Apakah energy yang disimpan oleh tiap-tiap mikroorganisme sama? (Febrika Larasati/115061101111001) Energi yang disimpan oleh tiap-tiap organisme berbeda, sebagai contoh, penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon
87

dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. 9. Hasil dari respirasi nitrat, sulfat, dan karbohidrat tersebut digunakan untuk apa? (Mutia Dhana F./11506110011100) Hasil dari reaksi anaerob menyebabkan lingkungan tercemar, jadi adanya hasil respirasi anaerob dapat dijadikan indikator kesehatan lingkungan. 10. Pada siklus asam trikarboksilik, mengapa CoASH harus masuk dan keluar lagi dalam siklus ? fungsi dari CoASH itu apa ? Dan apakah ada bedanya CoASH yang masuk dan keluar (komposisi) ?(Freshsya Zatalini/115061100111003) CoASH adalah koenzim A yang fungsinya adalah sebagai enzim yang mengkatalis reaksi, sehingga CoASH yang masuk ke dalam siklus sama dengan yang keluar, tidak ada perbedaan dari segi komposisi karena sifat enzim tidak ikut bereaksi. 11. Pada respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen, apakah itu benar? Padahal semua organisme itu selalu membutuhkan oksigen. (Mar‟atus Sholihah/11506110011100) Respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen karena respirasi sulfat membutuhkan sufat yang direduksi, dalam peristiwa, oksigen tidak dibutuhkan

88

. Seluruh organisme hidup memerlukan oksigen 89 3. hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. dan besi. Co2+. Bila mereka memperoleh energinya dari cahaya maka disebut organisme fotoautotrof. Cu2+. 2. Organisme yang membutuhkan senyawa-senyawa organik lain sebagai sumber karbonnya disebut organisme heterotrof . biasanya dalam bentuk ionion (K+.Beberapa mikroorganisme dapat mengasimilasi H2S secara langsung dari medium pertumbuhan tetapi senyawa ini dapat menjadi racun bagi banyak organisme. Fosfor biasanya diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat. tembaga dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. Belerang membentuk bagian struktur beberapa koenzim dan ditemukan dalam rantai samping cisteinil dan merionil protein. Tumbuhan. mangan. Semua organisme hidup membutuhkan belerang (sulfur) dan fosfor Persyaratan akan zat sulfur pada hewan secara khas dipenuhi oleh senyawa-senyawa sulfur organik. Sedangkan persayaratan akan sulfur pada tumbuhan secara khas dipenuhi melalui senyawa-senyawa anorganik. kalium. 4. Semua organisme membutuhkan karbon Semua organisme hidup membutuhkan karbon dioksida walaupun dalam jumlah yang sedikit tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik. zat nonorganik dan zat yang memproduksi energi yang ditemukan dalam makanan dan di. Semua organisme yang hidup memerlukan nitrogen Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik seperti kalium nitrat (KNO3)sedangkan hewan membutuhkan senyawa nitrogen organik seperti protein dan produk-produk hasil peruraiannya yaitu peptida dan asam-asam amino tertentu. seperti gula dan karbohidrat lain. Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan sebagian besar mikroorganisme. mereduksi sulfat menjadi hidrogen sulfida (H2S). maka disebut organisme kemoautotrof.butuhkan untuk fungsi tubuh. natrium. Mikroorganisme yang lain tidak dapat menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbon dan hidupnya bergantung pada organisme ototrof untuk memproduksi karbohidrat dan senyawa-senyawa organik lain yang digunakan sebagai makanan. dan bila memperoleh energinya dengan cara mengoksidasi senyawa kimia.Beberapa bentuk kehidupanseperti tumbuhan hijau dapat menggunakan energi pancaran atau cahaya dan dinamakan fotoautotrof. 7.PENGERTIAN NUTRISI DAN NUTRIEN Nutrisi adalah apa yang dimakan seseorang dan bagamaina tubuh menggunakannya sedangkan nutrien adalah zat organik. Semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsur logam.2009) PERSYARATAN Persyaratan nutrisi bagi organisme secara umum adalah sebagai berikut:( Plezar. Banyak mineral lainnya sepertiMn2+.2006) Nutrisi sebagai sumber energi NUTRISI 1. Mg2+. kalsium. Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan sulfat sebagai sumber belerang. kalsium. besi.(Berman dkk. magnesium. Ditinjau dari segi nutrisi. magnesium. Semua organisme hidup membutuhkan sumber energi. Ca2+. dan Fe2+). 6.Belerang adalah komponen dari banyak substansi organik sel. 5. alga dan beberapa kuman berklorofil membutuhkan karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis. seng. Beberapa bakteri autotropik dapat mengoksidasinya menjadi sulfat (SO42-). dan Zn2+ dibutuhkan dan mineral ini seringkali terdapat dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. Semua organisme hidup membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolisme danpertumbuhannya. semua organisme yang disebutkan diatas adalah organism autotrof. Mo2+.

beberapa mikroba mampu mensintesis seluruh kebutuhan vitaminnya. yaitu ±10 % dari berat kering sel bakteri.Sebaliknya.2003) Sumber Karbon Tumbuhan-tumbuhan dan beberapa bakteri mampu mengunakan energyfotosintetik untuk mereduksi karbondioksida pada penggunaan air. Bahan makanan yang digunakan oleh jasad hidup dapat berfungsi sebagai sumber energi. dan sumber nitrogen. Semua organisme hidup membutuhkan vitamin Vitamin adalah senyawa organik khusus yang penting untuk pertumbuhan. sumber aseptor elektron. tetapi yang lain membutuhkan sumber karbondioksida pada medium pertumbuhannya. glukosa.Mikroorganisme anaerob fakultatif tumbuh dengan adanya O2 udara.8. jadi bersifat aerotoleran tetapi organisme ini tidak dapat memanfaatkan O2tetapi memperoleh energi semata-mata dari peragian. . Kebanyakan vitamin berfungsi membentuk subsansi yangmengaktifkan enzim. sumber mineral. dan sebagai aseptor atau donor elektron.Untuk organisme ini O2 bersifat toksik. dapat membantu pertumbuhan fermentatif atau respirasi dari banyak organisme. Organisme anaerob obligat hanya dapat hidup dalam lingkungan bebas oksigen. Banyak organisme respiratif menghasilkan lebih dari cukup karbondioksida untuk memenuhi kebutuhannya.Substrat pertumbuhan disuplai pada tingkatan yang cocok untuk galur mikroba yang akan ditumbuhkan. bahan pembangun sel. Sumber Nitrogen dan Belerang Nitrogen merupakan komponen utama protein dan asam nukleat.Organisme ini termasuk kelompok autotrof. tetapi sangat sedikit organisme yang memiliki jalur metabolik yang perlu untuk asimilasi naphthalene. Meskipun bakteri membutuhkan vitamin didalam proses metaboliknya yang normal. Untuk sel. Banyak mikroorganisme memiliki kemampuan untuk mengasimilasi nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) secara reduksi dengan mengubahnya menjadi amoniak (NH3).Secara garis besar bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu air. Karbondioksida dibutuhkan pada sejumlah reaksi biosintesis.Hasil akhir dari seluruh jenis asimilasi nitrogen adalah bentuk paling tereduksi yaitu ion ammonium (NH4+).Nitrogen mungkin disuplai dalam bentuk yang berbedadan mikroorganisme beragam kemampuannya untuk mengasimilasi nitrogen. 1. Organisme dibedakan menjadi tiga yaitu organisme aerob obligat yang mampu menghasilkan energi hanya melalui respirasi dan dengan demikian tergantung pada oksigen. sumber energi. Heterotrof membutuhkan karbon organik untuk pertumbuhannya dan karbon organik tersebut harus dalam bentuk yang dapat diasimilasi.Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam bentuk senyawa organik.Jalur asimilasi ini berbeda dengan jalur dissimilasi nitrat dan nitrit. oksigen tersedia dalam bentuk air. Dalam aspek nutrisi akan vitamin pada bakteri menunjukkan pola yang beragam. JENIS NUTRIENT Nutrien dalam media perbenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik organisme baru. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi ke dalam substansi sel sebagai sumber karbon yang digunakan metana atau hidrokarbon aromatik yang berantai panjang.Jalur dissimilasi digunakan oleh organisme yang menggunakan ion ini sebagai 90 2. sumber karbon. Nutrient diklasifikasikan berdasarkan elemen yang mereka suplai yaitu : (Rusdimin. makhluk hidup yang tidak membutuhkan nutrien organik untuk pertumbuhannya.Selain itu masih banyak organisme yang tergantung dari molekuloksigen (O2 atau dioksigen). faktor tumbuh.Contohnya naphthalene dapat menyediakan semua karbon dan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan respirasi heterotropik. Autotrof lain adalah khemolitotrof yaitu organisme yang menggunakan substrat anorganik seperti hidrogen atau thiosulfat sebagai reduktan dan karbondioksida sebagai sumber karbon.

maka organisme semacam iini disebut aerob obligat. Ca2+. Beberapa mikroorganisme yang dapat tumbuh baik dengan maupun tanpa oksigen molekular adalah anaerob fakultatif. Kemampuan fiksasi nitrogen ditemukan pada beragam bakteri yang berevolusi sangat berbeda dalam strategi biokimia untuk melindungi enzim fixing-nitrogen nya dari oksigen. Tabel 2. Sumber Oksigen Oksigen adalah komponen universal pada sel dan selalu terdapat dalam jumlah yang besar pada zat gizi yang utama yaitu air. Air Air merupakan komponen utama sel mikroba dan medium.1 Nutrisi Makronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Sumber Fungsi Makronutrien Karbon 50 Senyawa organik Konstituen utama atau CO2 dari bahan material sel Oksigen 20 H2O. senyawa Konstituen dalam organik.Fungsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. yang dikeluarkan ke atmosfer. dan hasilnya adalah gas nitrogen (N2). Organisme semacam ini adalah anaerob obligat. lipid (fosfolipid. Selain itu. kalsium. Organisme ini bergantung pada respirasi aerobik untuk memenuhi kebutuhan energi dan oksigen molekular berfungsi sebagai perantara yang mengoksidasi. Berdasarkan jumlah yang digunakan nutrient juga dibedakan menjadi dua yaitu makronutrient(digunakan dalam jumlah besar) dan micronutrient(digunakan dalam jumlah kecil). Banyak organisme yang memerlukan oksigen molekular(O2). 3. lipid A). NADP dan flavin.Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan mikroorganisme. Pada ekstrem faali yang lain terdapat mikroorganisme yang mendapat energi dari reaksi yang tidak menyertakan pemanfaatan oksigen molekular dan bentuk kimia unsur ini bukanlah zat gizi. Kemampuan untuk mengasimilasi N2 secara reduksi melalui NH3 disebut fiksasi nitrogenadalah sifat untuk prokariota dan relatif sedikit bakteri yang memiliki kemampuan metabolisme ini.elektron penerima terminal dalam respirasi. 5. proses ini dikenal sebagai denitrifikasi. dan besi. banyak metabolit. asam nukleat dan sejumlah koenzim seperti NAD. biasanya dalam bentuk ion-ion (K+. Sumber Phospor Fosfat (PO43-) dibutuhkan sebagai komponen ATP. Co2+. baik membunuhnya maupun menghambat pertumbuhannya. dan Zn2+) dapat ditemukan dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. Sumber Mineral Sebagian besar mineral dibutuhkan untuk fungsi enzim. dan Fe2+).Hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. Mg2+. oksigen molekular merupakan racun. Banyak mineral lainnya (seperti Mn2+. komponen dinding sel (teichoic acid). Bagi banyak golongan faali. Fosfat selalu diasimilasi sebagai fosfat anorganik bebas (Pi). beberapa polisakarida kapsul dan beberapa protein adalah bergugus fosfat. 6. . Cu2+. O2 91 4. magnesium. Proses tersebut membutuhkan sejumlah besar energi metabolik dan tidak dapat aktif dengan adanya oksigen.Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolism. Mo2+. CO2 dan bahan material sel O2 dan cairan sel.

Fosfat(PO4) Konstituen asam nukleat. senyawa Konstituen dari organik. Senyawa Konstituen dalam organik. N2 asam amino. fosfolipid Sumber : Rusdimin. H2 senyawa organik dan cairan sel.coli dalam fase pertumbuhan eksponensial.2003 Tabel 2. Juga penting bagi pembentukan sebagai proton.2 Nutrisi Mikronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Makronutrien Sulfur 1 Sumber SO2.5 Garam kalsium Kation sel. Senyawa sulfur organik Garam kalium Fungsi Konstituen dari senyawa ionik dan beberapa koenzim Kalium 1 Kation selular utama dan kofaktor untuk enzim-enzim tertentu Magnesium 0. S. kofaktor untuk enzim tertentu. NO3. nukleotida.Nitrogen 14 Hidrogen 8 Fosforus 3 adalah akseptor dalam respirasi aerobik NH3. dan salah satu komponen endospora Besi 0. Sumber : Rusdimin. H2S. asam nukleat dan koenzim H2O.2 Garam besi Komponen sitokrom dan protein lain serta salah satu kofaktor untuk beberapa reaksi enzim Ket : % berat kering tersebut untuk sel E.2003 SUMBER ENERGI 92 .5 Garam magneesium Kation sel dan kofaktor untuk beberapa reaksi enzim tertentu Kalsium 0.

maka dikenal jasad fotoautotrof. misalnya CO2 dan senyawa karbonat. Faktor tumbuh Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana. Karena elektron dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas. base purin dan pirimidinsebagai penyusun asam nukleat. faktor tumbuh digolongkan menjadi asam aminosebagai penyusun protein.Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2. Dunia Mikroba 1. Jakarta. Jasad parasit ialah jasad yang hidup di dalam jasad hidup lain dan menggunakan bahan dari jasad inang nya. 1982. NO2-.Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit. N2O. Bharata Karya Aksara. Sumber aseptor elektron Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. dan Fe3+.Jika didasarkan atas sumber energi dan karbonnya. Jasad parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya disebut jasad patogen.Berdasarkan sumber karbon Berdasarkan atas kebutuhan karbon dibedakan menjadi autototrof dan heterotrof. fotoheterotrof.( Schlegel. maka harus ada suatu zat yang dapat menangkap elektron tersebut. senyawa organik. Perbedaan dari keempat jasad tersebut sbb: Tabel 2.Autotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik. jika menggunakan energi dari reaksi kimia. NO3-. Jasad saprofit ialah jasad yang dapat menggunakan bahan organik yang berasal dari sisa jasad hidup atau sisa jasad yang telah mati. Fungsi Unsur Nutrisi untuk Mikroba Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel unsur tersebut di berikan kepada medium sebagai kation garam anornagilik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya. 93 . 2. Heterotrof dibedakan lagi menjadi jasad saprofit dan parasit. Heterotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik. dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim. CO2.1994) 1.3 Perbedaan jasad berdasarkan sumber energi Jasad Sumber Karbon Fotoautotrof Zat anorganik Fotoheterotrof Zat organik Khemoautotrof Zat anorganik khemoheterotrof Zat organik Sumber Energi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat anorganik Oksidasi zat organik Sumber :Stanier Roger.Berdasarkan struktur dan fungsinya dalam metabolisme. 3. 1982) 1. dan khemotrof.Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron. Berdasarkan sumber energi Berdasarkan atas sumber energi jasad dibedakan menjadi jasad fototrof.Ada beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya terutama cahaya matahari. jika menggunakan energi cahaya. 2.Aseptor elektron ialah agen pengoksidasi. PENGGOLONGAN MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dibedakan menjadi :( Stanier Roger dkk. Edward Alderberg dan John Ingraham. khemoautotrof dan khemoheterotrof.

H2S. Jasad mikroaerob ialah jasad yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit. mikroaerob. khemolitotrof. jasad dapat digolongkan dalam jasad aerob. Jasad organotrof ialah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik. Dunia Mikroba 1. mikroba yang tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20oC. sering disebut anaerob obligat atau anaerob 100% ialah jasad yang tidak dapat menggunakan oksigen bebas sebagai aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya. Bharata Karya Aksara. Perbedaan keempat golongan jasad tersebut sbb: Tabel 2. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. dan masih dapat tumbuh pada suhu 0oC. 5.( Cotty. Beberapa bakteri mesofil dapat tumbuh (tetapi tidak optimal) pada suhu tinggi atau suhu yang lebih rendah. bakteri nitrifikasi Jasad heterotrof Sumber : Stanier Roger. mikroba ini tumbuh optimum pada suhu di atas 45oC. Jasa anaerob. dan S. alga Khemolitotrof Oksidasi zat anorganik Zat anorganik Bakteri belerang Khemoorganotrof Oksidasi zat organik Zat organik fotosintetik Bakteri besi. mikroba yang tumbuh pada suhu 20-40oC. mikroba juga dibedakan berdasarkan kondisi lingkungan yaitu suhu.4 Perbedaan jasad berdasarkan sumber enegidan donor elektron Jasad Sumber Energi Sumber Donor Contoh Elektron Fotolitotrof Cahaya Zat anorganik Tumbuhan tingkat Fotoorganotrof Cahaya Zat organik tinggi. Mesofil.Jasad litotrof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2. fotoorganotrof. Berdasarkan sumber energi dan donor elektron Berdasarkan atas sumber energi dan sumber donor elektron jasad dapat digolongkan menjadi jasad fotolitotrof. 3. 4. Berdasarkan kebutuhan oksigen Berdasarkan akan kebutuhan oksigen.pH(keasaman) dan tekanan osmotik. anaerob fakultatif.3. bakteri hidrogen. Obligat aerob Fakultatif. pH (Kemasaman) 94 . Berdasarkan sumber donor elektron Berdasarkan atas sumber donor elektron jasad digolongkan manjadi jasad litotrof dan organotrof. dan khemoorganotrof.anaerob Aerotoleran/Anaerob Mikroaerofil Jasad aerob ialah jasad yang menggunakan oksigen bebas (O2) sebagai satusatunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya. Selain mikroba dibedakan berdasarkan nutrisi dan oksigen.Jasad ini juga bersifat anaerob toleran. Pertumbuhan mikroba di dalam media cair dapat menunjukkan sifat berdasarkan kebutuhan oksigen. Termofil. Edward Alderberg dan John Ingraham. Jakarta.Jasad kapnofil ialah jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO2 tinggi. bahkan ada yang di atas 100 oC (ekstrim). 1982. NH3.Jasad aerob fakultatif ialah jasad yang dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob. Psikrofil. 2. 1988) Suhu Berdasarkan ketahanannya terhadap suhu. dan kapnofil. anaerob. anaerob Obligat .

Neutrofil.T.5. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolate mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komponen media pertumbuhannya. Dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad lainnya. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKAN NUTRIEN Jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium. karena kedua jasad tersebut saling memerlukanm faktor tumbuh esensiil yang diekskresikan oleh masing-masing jasad. Alkalofil. Bakteri yang tahan pada kadar garam yang relatif tinggi disebut bakteri Halofil yang bersifat halotoleran. Beberapa arkhaeobakteri hanya dapat tumbuh pada konsentrasi elektrolit (biasanya NaCl). mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8). Tekanan Osmotik Perbedaan tekanan osmotik dapat memecahkan sel mikroba. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5. S. Adanya ekskresi tersebut memungkinkan tumbuhnya mikroba lain.( Suriawiria. Fenomena ini merupakan hasil interaksi metabolisme atau interaksi dalam penggunaan nutrisi yang dikenal sebagai sintropik atau sintropisme atau sinergitik. Sebagai contoh ialah bakteri penghasil metan yang anaerob obligat tidak dapat menggunakan glukosa sebagai substrat. Untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kita inginkan. 2. Koloni satelit hanya dapat tumbuh kalau ada ekskresi dari mikroba lain yang menghasilkan faktor tumbuh eseniil bagi mikroba tersebut.Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-melekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. 1999) Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Contoh lain ialah biakan campuran yang terdiri atas dua jenis mikroba atau lebih sering tidak memerlukan faktor tumbuh untuk pertumbuhannya. 3. Bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiose mutualistik. tinggi. tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9. Asidofil. Contoh: fungi. ( Suriawiria. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. Kenyataan ini dapat menimbulkan koloni satelit yang dapat dilihat pada medium padat. maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah. 1999) 95 . bakteri Thiobacillus yang hidup pada pH 2-3. Mikroba yang dapat mensintesis bahan selnya dari senyawa organik sederhana dalam medium. akan mengekskresikan berbagai vitamin atau asam amino yang sangat penting untuk mikroba lainnya. 2008) MEDIA SEBAGAI SUMBER NUTRISI MIKROBA Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang di perlukan mikroorganisme untuk pertumbuhan.( Tryana.Berdasarkan ketahanannya terhadap pH. tetapi bakteri tersebut akan segera tumbuh oleh adanya hasil metabolisme bakteri anaerob lain yang dapat menggunakan glukosa.

Media biakan harus berisi zat hara dan mempunyai keadaan fisik yang sesuai pertumbuhan bakteri. Fungsinya juga sebagai pemadat media. d. Peptone. protein. Silica gel. unsur-unsur logam. b.Kekurangannya adalah lebih banyak jemis mikroba yang mampu menguraikan dibandingkan agar. gelatin. Beberapa mikroorganisme dapat umbuh pada berbagai media. protein atau senyawa bernitrogen lain. dan daging sapi. Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur malro seperti C. Meat extract. Vitamin-vitamin. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0.Nutrisi yang berbeda di dalam media biakan di gunakan untuk pertumbuhan. vitamin dan air. Jasad heterotrof memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat. adalah produk hidrolisis protein hewani aau nabati seperti otot.Bahan dasar a.Nutrisi atau zat makanan a. ditambahkan untuk memperkaya asam amino dan gas dari karbohidrat. dapat diperoleh dalam bentuk batangan. H. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling). semi-padat dan cair. Karbohidrat. d. sintesis sel. Yeast extract. Jika dicampur dengan air dingin. fasfor. MEDIUM KULTUR Medium kultur adalah material nutrien yang disiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. Agar sulit di degradasi oleh mikroorganisme pada umunya dan mencair pada suhu 450C. Sumber karbon dan energi yang dapat di peroleh berupa semyawa organic atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. Sumber nitrogen mencakup asam amino. kasein. O. msalnya phenol red (indicator asam basa) ditambahkan untuk indicator perbahan pH akibat produksi asam organic hasil metabolisme.Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan adalah amilum. lemak. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi sebagai pemadat media. terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alcohol. c. 2. karbon. granula atau bubuk dan terbuat dari rumput laut. Bahan-bahan media biakan: ( Suriawiria. nitrogen.Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsure dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. Air (H2O) sebagai pelarut b. liver.Bahan tambahan Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam medium dengan tujuan tertentu. dan asam organic. agar tidak akan larut. sukrosa. P. unsur mikro seperti Fe. N. 96 . Glatin adalah polimer asam aminio yang diproduksi dari kologen. fruktosa. glukosa. d. laktobumin. yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. b. Mg dan unsur pelekat/trace element.Media biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap dan vitamin (B complex). namun ada pula yang membutuhkan media khusus. dan kedelai. keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. c. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media a. darah. sulfur.Silica gel khususnya digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof abligat.5-1%. 3. galaktosa. dan bahkan ada yang tidak dapat tumbuh sama sekali dalam medium buatan. manitol. dan lain-lain. untuk melarutkannya harus diasuk dan dipanasi. Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Agar. limpa. plasenta. Glatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. 1999) 1. c. susu. mengandung basa organic terbuat dari otak.

dan bahan-bahan lain yang tidak dapat disintesis oleh mikroba dalam medium itu.0 g Agar 15. Organisme yang membutuhkan banyak bahan-bahan faktor pertumbuhan disebut “fastidious”. yaitu bahan yang mengandung karbon dan energi. dan mikroba digabungkan. Sebagai contoh. Pertumbuhan bakteri. dan sejenisnya. fosfor. suatu senyawa polisakarida kompleks yang berasal dari alga di lautan. medium pertumbuhan yang mengandung semua bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme disiapkan terlebih dahulu. Untuk melakukannya. Ada beberapa jenis medium.Medium harus steril (tidak ada kehidupan lain di dalamnya) sehingga kultur hanya mengandung mikroba yang diinginkan. Salah satu contohnya adalah Lactobacillus. Suatu Medium Kompleks untuk Pertumbuhan Bakteri Heterotrof Konstituen Jumlah Pepton 5. Komposisi Nutrient Agar. Supaya tetap cair. yaitu: (Prescott dkk. . substansi yang akan dites.Mengandung nutrien yang tepat untuk mikroorganisme yang ingin ditumbuhkan. medium harus mengandung bahan organik yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh.2002) . contohnya adalah Neisseria.  Media kompleks (Complex Media) Hampir semua bakteri heterotropik dan fungi ditumbuhkan dalam media kompleks. suatu medium harus menyediakan energi. Agen pemadat yang paling sering digunakan adalah agar. coli. Jika dibutuhkan suatu medium solid untuk menumbuhkan bakteri. kecuali vitamin yang akan ditentukan konsentrasinya. agar disimpan dalam air pada temperatur 50°C.2002)  Chemically Defined Media Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. Pada kisaran temperatur ini masih aman bagi bakteri ketika agar dituangkan pada mereka. Begitu agar memadat. Mikroba yang tumbuh dan berkembangbiak dalam medium kultur disebut dengan kultur.0 g NaCl 8.Ketika mikroba pertama kali dimasukkan ke dalam medium kultur untuk memulai perkembangbiakan. nitrogen. yaitu menentukan konsentrasi vitamin dalam suatu substansi. maupun digest dari protein. yang bisa dilihat dari jumlah asam laktat yang dihasilkan. Komposisi kimianya sedikit bervariasi dari batch satu dan batch lain. tanaman. akan sebanding dengan jumlah vitamin dalam substansi. Agar biasa digunakan dalam makanan seperti jeli dan es krim.0 g Ekstrak daging sapi 3. medium bisa diinkubasi bahkan hingga temperatur mendekati 100°C (agar mencair pada 100°C) sehingga bisa digunakan untuk menumbuhkan bakteri termofilik. Untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof.0 g Air 1 liter 97 bel 1: . suatu agen pemadat (solidifying agent) perlu ditambahkan ke dalam medium. sulfur. daging. glukosa dimasukkan dalam medium untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof E. ia disebut inokulum. Medium dengan bahan kimia yang ditentukan adalah medium yang dapat diketahui dengan pasti komposisi kimianya. yang terdiri dari sejumlah nutrien seperti ekstrak dari ragi. Kemudian medium. Beberapa mikroorganisme juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan microbiological assay. . karbon. Tabel berikut menunjukkan resep yang umum digunakan. Ada beberapa kriteria medium kultur agar dapat menumbuhkan suatu kultur: (Prescott dkk.Kultur harus diinkubasi pada temperatur yang tepat.

Dengan bantuan katalis paladium.5% NaCl. Pada metode ini. yaitu pepton. Kandungan NaCl mampu menghambat 98 . Media ini mengandung bahan seperti sodium thioglycolate yang mampu mengikat oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen dalam media kultur. Saat ini konsentrasi CO2 bisa diatur lewat alat elektronik. Selain itu. ada cara yang lebih sederhana. Kondisi di mana O 2 sedikit dan CO2 banyak adalah merupakan representasi dari kondisi dalam sistem pencernaan dan sistem pernafasan. sehingga perlu penanganan khusus untuk menumbuhkannya. Pada umumnya. kultur dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala. dan sulfur untuk pertumbuhan mikroba disediakan oleh digest protein. Agar garam manitol mengandung 7. Mycobacterium leprae hanya bisa ditimbuhkan di dalam armadillo. bakteri obligat intraseluler. Medium ini merupakan medium yang cocok untuk mengisolasi bakteri gram-negatif Salmonella typhi dari feses. Jika kultur ternyata harus ditumbuhkan di cawan Petri. Misalnya saja pemberian agar bismuth sulfite. dan ia juga dapat memfermentasi manitol untuk membentuk asam. Ada beberapa bakteri aerobik yang membutuhkan CO2 dalam jumlah lebih besar daripada yang ada di atmosfer. Suatu media khusus yang disebut media pereduksi (reducing media) digunakan untuk bakteri anaerobik.  Media pertumbuhan anaerobik (Anaerobic Growth Media) Bakteri anaerobik merupakan bakteri yang tidak tahan oksigen. Vitamin dan mineral dari daging atau ragi dilarutkan. bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan membentuk suatu cincin di sekitar koloninya di mana mereka menghancurkan eritrosit di sekitarnya. nitrogen. Staphylococcus aureus mampu menoleransi NaCl dalam konsentrasi tinggi. Jika medium kompleks dalam bentuk cair disebut nutrient broth. Test tube yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini haruslah tertutup rapat dan dipanaskan sebelum digunakan untuk menghilangkan O2. Lilin akan berhenti menyala ketika konsentrasi O2 dalam wadah menjadi sedikit (tapi masih cukup untuk pertumbuhan mikroba). kebutuhan energi. lalu oksigen dihilangkan dengan cara memberi air pada sodium bikarbonat dan sodium borohidrat yang sudah ada dalam wadah. H2 dan O2 di dalam wadah bereaksi membentuk air. Terkadang media selektif dan diferensiasi dijadikan satu dalam sebuah medium. diperlukan suatu wadah khusus anaerobik. Typhi).  Teknik kultur khusus Ada beberapa jenis bakteri yang tidak pernah bisa ditumbuhkan dalam media buatan. lalu diuapkan airnya sehingga bahan-bahan yang larut tadi akan terkonsentrasi. seperti Rickettsias dan Chlamydias tidak dapat tumbuh dalam media buatan. Reaksi yang terjadi menghasilkan H2 dan CO2. medium disebut nutrient agar. Mereka hanya bisa tumbuh dalam sel hidup. Jika agar ditambahkan. Wadah lalu ditutup rapat. karbon. Streptococcus pyogenes.Dalam media kompleks. Media diferensiasi adalah media yang mampu mempermudah untuk membedakan koloni mikroba yang diinginkan dengan koloni-koloni lain yang tumbuh pada tempat yang sama. yaitu dengan candle jar. sehingga jika terkena oksigen ia akan mati. yang temperatur tubuhnya sesuai dengan yang dibutuhkan bakteri itu.  Media selektif dan media diferensiasi Media selektif adalah media yang didesain untuk menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan dan mendukung pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Bismuth sulfite mampu menghambat bakteri gram-positif dan kebanyakan bakteri gram-negatif pada saluran pencernaan (kecuali S. Vitamin dan bahan-bahan organik lain disediakan oleh ekstrak daging maupun ragi. Ini menjadi masalah dalam kultivasi bakteri anaerobik. Wadah kemudian ditutup rapat. Cawan dimasukkan ke dalam wadah itu. Agar darah (mengandung eritrosit) adalah media yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies bakteri yang menghancurkan sel darah merah.

Mac Conkey Agar Media ini merupakan media padat dan media differensial. Medium ini juga mengandung indikator pH yang berubah warna ketika manitol dalam medium difermentasi menjadi asam oleh S. Media ini mengandung natrium sulfit dan “basic fuchsin” yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. berguna untuk mendeteksi adanya asam yang dihasilkan 99 . 4. Eosin dan methylene blue ini dapat juga berperan sebagai indikator produksi asam.5% NaCl. digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang hidup di usus. aureus. EMB (Eosin Methylene Blue) EMB merupakan media diferensial berbentuk padat dapat digunakan untuk menggantikan Mac Conkey agar dan untuk mengadakan isolasi serta mendeteksi Enterobacteriaceae dan campuran spesiesspesies bakteri yangberbentuk batang koliform. aureus. Media ini dibubuhi darah. Bakteri hemolitik a dapat menghasilkan suatu zona yang menghijau di sekelilingkoloni. 2008) 1. menghasilkan suatu zona yang cerah di sekeliling koloni. sehingga kelihatan berwarna coklat kemerahmerahan dan digunakan untuk menyediakan faktor penumbuh yang diperlukan oleh bakteri patogen. Endo agar Endo agar adalah media padat (solid plating media). Bakteri dapat juga dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk mengadakan hemolisis pada sel-sel darah. Eosin dan methylene blue berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Agar-darah (Blood agar) Agar darah merupakan media differensial yang digunakan untuk perbedaan beberapa bakteri patogen. S. fenol merah sebagai indikator pH. 5. yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteria selainStreptococcus. Berikut ini contoh media selektif dan media diferensial yang sering digunakan di dalam Laboratorium Mikrobiologi : (Tryana. 3. Garam-garam empedu dan kristal-kristal violet di dalam media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Medium ini juga mengandung mannitol.pertumbuhan mikroba-mikroba lain dan mendukung pertumbuhan S.T. 2. sedangkan bakteri hemolitik b. misalnya Streptococcus. digunakan untuk seleksi dan penumbuh Enterobacteriaceae dan bakteri Gram negatif yang berbentuk batang. Asam yang dihasilkan dari perombakan laktosa dapat dideteksi dengan asetaldehida dan natrium sulfit. Mannitol Salt Agar Mannitol salt agar merupakan medium yang mengandung 7.

namun tidak untuk mikroba-mikroba lain.  Kultur yang diperkaya (Enrichment culture) Terkadang suatu bakteri terdapat dalam jumlah yang sangat kecil terabaikan. terutama ketika bakteri spesies lain terdapat dalam jumlah besar. pepton. Selenite Broth Media ini digunakan untuk mengadakan isolasi spesies Salmonella dari spesimen-spesimen seperti urin dan feses. Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. Misalkan kita ingin mengisolasi mikroba dari tanah yang bisa tumbuh dengan fenol. Jika sampel tanah ditempatkan dalam medium cair kaya fenol (di mana fenol di sini sebagai sumber satu-satunya sumber karbon dan energi). Biasanya digunakan pada sampel tanah. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan :( Buckle. namun ini didesain untuk meningkatkan jumlah mikroba yang ada dalam jumlah sangat kecil hingga mencapai level yang dapat dideteksi.Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. untuk membawa stok kultur.Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan. MEDIUM YANG SERING DIGUNAKAN Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. lalu sebagian dari mikroba ditempatkan pada wadah lain yang berisi medium yang sama. maka mikroba yang tidak bisa mengolah fenol tidak akan bisa tumbuh.NA juga digunakan untuk  pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga 100 . 6. produk pangan. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. 1994). Sodium Selenite dapat merupakan inhibitor terhadap Eschericia coli dan beberapa spesies dariShigella.oleh Staphylococcus yang memfermentasi mannitol dapat menghasilkan zona berwarna kuning di sekitar pertumbuhannya. dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.org/wiki/Nutrient_agar) Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. sedangkan yang tidak dapat memfermentasikan manitol tidak akan menimbulkan perubahan warna.2007) Nutrien Agar(NA) Gambar:Nutrien Agar Sumber : (wikipedia. Medium kultur diinkubasi beberapa hari. Medium yang digunakan untuk memperkaya kultur minoritas tadi biasanya berbentuk cair dan menyediakan nutrien dan suasana yang mendukung pertumbuhan mikroba minoritas. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro. populasi yang tersisa itu adalah bakteri yang mampu mengolah fenol. Setelah beberapa kali transfer. namun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan mikroba lain. Metode ini hampir sama dengan medium selektif. sehingga digunakanlah enrichment culture. sewage.

2. Plate Count Agar (PCA) Gambar : Listeria monocytogenes pada PCA 101 . dan setelah dilarutkan dalam aquades berubah menjadi kekuning-kuningan dan terdapat endapan. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi.6+0.serbuk dicampur dan dipanaskan serta aduk.). Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5.berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel.95gr jadi PDA yang digunakan untuk 50 ml aquades adalah 1. Setelah didinginkan.Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Serbuk PDA berwarna kuning karena merupakan ekstrak kentang yang pada dasarnya berarna kuning. Dalam percobaan warna NA sebelum dilarutkan dalam aquades adalah coklat. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Tetapi pada praktikum kali ini PDA dilarutkan pada 50mL air dengan perhitungan : 39×50 = 1000x x = 1.95gr. Setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat  Potato Dextrose Agar (PDA) Gambar : Fusarium roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)  (Sumber : forestryimages.setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih.org) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. 1993). Jadi untuk menghilangkan endapan tersebut maka dipanaskan dalam penangas air dengan tabung Erlenmeyer disumbat dengan alat penyumbat. medium dapat ditanami bakteri .Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan.

dan 0. dextrose. Intinya sama dengan nutrient agar.edu) Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. Fermentasi laktosa menyebabkan produksi asam dan perubahan dalam indikator pH ke warna kuning.(Sumber: mikrobiyoloji. dan produk susu. 102 .Jika laktosa tidak difermentasi media tetap merah. makanan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C).Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.Produksi gas ditunjukkan oleh akumulasi dalam tabung Durham (panah). yaitu :( Buckle. MEDIUM LAINNYA Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme.com Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.org) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.  Nutrient Broth (NB) Gambar : media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth (NB) Sumber: mulyadiveterinary. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.wordpress.5% pepton. agar) hingga membentuk suspensi 22.5% laktosa.2007) Lactose Broth  Gambar : Kaldu hasil laktosa (Sumber: marietta. yeast extract. sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.3% ekstrak beef. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. 0.Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.

dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. asetat. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.000 ml. magnesium. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. 5.0 g/L 4. Ekstrak daging 8. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. Protein dari kasein 10 g/L 2. D (+) glukosa 20 g/L 5. aerugenosa. 4.0.1 ml contoh air. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang 3. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Gambar : Salmonella enteritidis tumbuh di EMB Agar (Sumber : microbiologyatlas. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat).coli.1. Magnesium sulfat 0. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. MRS agar mengandung polysorbat. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. P. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Sterilisasi dengan autoklaf  EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) dibuat pada langkah pertama. Ekstrak ragi 4. MRS agar mengandung: 1.kvl. 2.Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. menumbuhkan. aureus. dan Shape (1960) untuk memperkaya.2 g/L 103 . Rogosa. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Namun demikian. Atur pH sampai 7. Beri air distilasi sebanyak 1.0 g/L 3.dk)  MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. dan Salmonella.

Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai.Neutral red sebagai indikator pH.4. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.Agar merupakan agen pemadat. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.com) Setelah 24 jam. Agar-agar 14 g/L 7.0 g/L 9. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Mangan sulfat 0. neutral red. pH akhir adalah 7. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Tween 80 1. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. menunjukkan pertumbuhan kolonial kasar. kristal violet. untuk isolasi. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. NaCl. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. agar). Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Natrium asetat 5 g/L 11. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. glukosa. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. pepton. agar dilelehkan dalam 500 ml air. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. 6. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri.Dinginkan hingga 50-60°C. 104  . sedangkan sel mikroba bersifat asam. dan halus pada bakteri Enterobacter cloacae.coli. empedu.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth Trypticase Soy Broth (TSB)  (Sumber : totallyfreeimages. Laktosa merupakan sumber karbohidrat.Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.

enumerasi. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. dan menumbuhkan sel khamir. mengubah konformasi ATPase 10. Binding site sekarang terbuka ke dalam. Ion Na terikat 4. Ion K dilepaskan dan kembali ke konformasi awal 105 . Ion K terikat 8. Pompa Na dengan binding site (3 untuk Na+. Nanang(11506110111025) Bagaimana cara kerja pompa Na? Jawaban : Kerja Pompa Na adalah sebagai berikut 1. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. LAMPIRAN II (TANYA-JAWAB) 1. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Konformasi menunjukkan afinitas yang lebih tinggi terhadap Na+ dibanding K+ 3. Ion Na dilepaskan 7. 2. Untuk membuatnya. 5. 2 untuk K+) dengan posisi terbuka pada sisi sitoplasma 2. Glikosida digitalis menghambat pompa dengan berikatan pada 1 tempat K+ 9. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. yang menyebabkan perubahan konformasi ATPase sehingga binding site terbuka ke arah luar. Dewi N (115061100111001) Bagaimana cara memisahkan mikroba dengan agar pada industri? Metode apa yang digunakan? Jawaban : Metode yang digunakan untuk memisahkan agar dan mikroba merupakan metode yang sederhana yaitu hanya dengan menggunakan pinset yang steril sehingga mikroba tidak tercemar oleh zat-zat lain. Defosforilasi terjadi. Konformasi ini menunjukkan afinitas yang lebih rendah terhadap Na+ dibanding K+ 6. dengan afinitas lebih rendah terhadap K+ dibanding Na+ 11.ATP terikat dan memfosforilasi permukaan sitoplasma dari pompa. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir.

spesifik. yaitu medium organik. Vivi Anita Aprilia(115061107111005) Aseptor yang digunakan oleh mikroba aalah O2. Winda(115061101111003) Semua organisme membutuhkan belerang(sulfur) apa bahayannya jika sulfur menjadi sulfit? Jawaban : Tidak berbahaya karena perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan lalu semua makhluk hidup yang mati akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri.medium sintetik dan medium nonsintetik -berdasarkan konsistensi medium separti medium cair.aniseptis. 9.perhitungan penguji dan khusus. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur. Ayu Indah Wibowo(115061101111011) Bagaimana cara mengendalikan nutrient untuk mikroba agar tidak berlebihan? Jawaban : Dengan cara cleaning. Ada media lain selain agar yaitu media cair seperti kaldu tetapi sangat jarang digunakan karena keefektifannya lebih rendah jika dibandingkan dengan media agar.tempat kecil dan tempat tersebut harus dalm jumlah banyak 8. Dian Nita Citra Dewi(115061101111013) Apa di dalam industri juga menggunakan media agar dalam skala besar? Jawaban : Dalam industri juga menggunakan agar tetapi agar tersebut di letakkan di tempat. Mutia Dhana (115061100111007) Syarat-syarat apa yang digunakan untuk untuk memilih medium yang cocok untuk mikroba yang kita gunakan? Jawaban : berdasarkan susunan kimianya. microaerophil adalah mikroba yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit. desinfeksi. padat.Dll 5. 4. semi padat – berdasarkan fungsi yaitu diperkaya. dalam industri memakai media agar. mangan. lalu bagaimana aseptor untuk mikroorganisme anaerob yang tidak menyukai O2? Jawaban: Yang tidak menyukai O2 pada mikroba anaerobik terjadi pemanfaatan berbagai akseptor elektron seperti nitrat. besi. Dewi Ariesi (115061105111007) Apakah di industri juga menggunakan agar dalam pemberian nutrient? Apakah ada media selain agar? Jawaban : Iya. sulfat dan karbon dioksida.3. Proses tersebut tergantung pada ketersediaan akseptor dan kondisi lingkungan 106 . 7.sterlisasi.meium anorganik. Pandu R(115061107111001) Tadi dikatakan bahwa kapasitol itu membutuhkan oksigen yang sedikit nah apa bedanya dengan microaerophil? Jawaban: Kapnofil adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi. 6. antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan tereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida(H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof naerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen.

Dhanang Edy Pratama(115061101111007) Ada berapa mikroba yng benar benar tida bisa ditumbuhkan dalam medium buatan. Sel disebut satuan struktural makhluk hidup. Bagaimana cara mengontrol asupan nutrisi pada mikroba seperti itu? Jawaban: Jawaban : Asupan pada mikrobakterium lepre berasal dari gula. dan terhadap rangsangan. Organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis. 1994) Struktur Sel Struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan sel eukariotik. Ridhani Rida Ramadhan(115061100111009) Sisa sisa metabolisme dari bakteri bis dijadikan sebagai media pertumbuhan mikroba atau tidak? Dan tolong jelaskan medium pengaya dengan diperkaya? Jawaban: Sisa-sisa metebolisme bakteri tidak bisa dijadikan sebagai media pertumbuhan mikoba. Dengan adanya materi genetik. (Alberts B. karena media pertumbuhan harus steril sedangkan pada sisa sisa metabolisme tidak steril Medium pengaya medium yang kaya akan nutrient tertentu sehingga vdapat menumbuhkan dan memperbanyak sel 12. Sel mengandung materi genetic. Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Cara kerja aseptor elektron yaitu dengan membuat ATP dengan menggunakan reaksi anaerobik yaitu fermentasi. seperti mikrobkteriel leprae yang hanya bisa di tumbuhkan dalam tubuh armadillo. Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. tetapi ada bakteri anaerob itu bagaimana? Dan bagaimana cara kerja aseptor elektron serta bagaimana mikroba menggunakannya? Jawaban: Bakteri anaerobik untuk memenuhi syarat nutrisinya dengan cara aseptor elektron.yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. Pengertian Sel Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. Nutrisi tersebut dapat diambil dari lingkungan maupun dari tubuh armadillo 11. reproduksi melalui pembelahan sel. yang dapat melaksanakan kehidupan. penyusunan. hidrokarbon dan asam amino sebagai sumber karbon dan nitrogen mikroba.10. sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna.  Struktur sel prokariotik 107 . mitokondria yang terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi. perombakan. Mariatus Sholihah(115061100111019) Pada syarat nutrisi dijelaskan bahwa semua mikroorganisme membutuhkan oksigen. meskipun ukuran sel sangat kecil. strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. misalnya. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya. Pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun organisme bersel banyak. ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam .

Mereka membentuk bilayer lipid di mana mereka hidrofilik (menarik air) di daerah kepala spontan mengatur untuk menghadapi sitosol berair dan cairan ekstraselular. osmosis. sel eukariotik juga memiliki sentriol. dan sitoplasma yang mengandung ribosom. 108 .Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma. yaitu mesosom dan kromatofor. Membran plasma Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar. mitokondria. dengan sisanya menjadi protein. dan transport aktif. Membran sel Lipid Fosfolipid merupakan komponen utama dari membran sel. A. Karena tidak mempunyai membran inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam). namun mempunyai struktur yang berfungsi sama. sehingga hanya molekul tertentu untuk meredakan melintasi membran. Membran sel terutama terdiri dari campuran protein dan lipid . dan lisosom. selain itu sel. komplek Golgi. bersifat semi/selektif permeabel. A. sedangkan sel prokariotik tidak. protein memantau dan memelihara iklim kimia sel dan membantu dalam transfer molekul melintasi membran. lipid dapat membuat mana saja dari 20 sampai 80 persen dari membran. Tergantung pada lokasi membran dan peran dalam tubuh. sedangkan hidrofobik mereka (ditolak oleh air) daerah ekor wajah jauh dari cairan sitosol dan ekstraseluler. Sementara lipid membantu memberikan fleksibilitas membran mereka. yakni memiliki organelorganel bermembram seperti retikulum endoplasma. (Yunus. nukleoid (berupa DNA dan RNA). 2009) 1. The bilayer lipid adalah semipermeabel. sepert reticulum endoplasma dan komplek golgi. sel prokariotik tidak memiliki membram inti. selain itu. eukariotik memiliki sistem endomembran. sedangkan sel prokariotik tidak. adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut: (Yunus. sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas. berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi. 2009)  Struktur sel eukariotik Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membran inti.

Inti bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan organel lain dalam sitoplasma (ruang seperti gel yang mengelilingi inti). Sitosol adalah struktur terbesar dalam sel. Kolesterol merupakan komponen penting dari membran plasma hewan. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval. seperti protein globular. Untuk sel tanpa dinding sel. Sitoskeleton menyediakan kerangka kerja struktural penting untuk: a. 2. Mereka tertanam dalam membran sel dan membantu dalam sel untuk komunikasi sel dan transportasi molekul melintasi membran. molekul transportasi melintasi membran sel melalui difusi difasilitasi . Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Selain informasi genetik. DNA terikat oleh protein histon dan disusun dalam kromatin. Sitosol berisi ribuan enzim yang bertanggung jawab untuk catalyzation dari glikolisis dan glukoneogenesis dan untuk biosintesis gula.Kolesterol merupakan komponen lipid dari membran sel. Membran sel Protein Protein struktural membantu memberikan dukungan sel dan bentuk. Pesan dari dalam perjalanan inti melalui pori-pori di amplop nuklir untuk memasuki sitoplasma. sitoskeleton dapat membantu dalam pergerakan sel. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti. Sitoskleton Merupakan rangka sel yang tersusun atas tiga jenis serabut yaitu mikrofilamen. asam lemak. Kadang-kadang konten adalah setinggi satu molekul kolesterol per satu molekul fosfolipid. dan asam amino. Daerah sitoplasma di luar organel individu disebut sitosol. Glikolipid yang terletak pada permukaan membran sel dan memiliki karbohidrat rantai gula yang melekat pada mereka. Kolesterol sebagian melumpuhkan ekor asam lemak membuat membran kurang fleksibel dan dengan demikian kurang permeabel untuk molekul yang lebih kecil. Mereka membantu sel untuk mengenali sel-sel tubuh lainnya. Nukleus berdiameter 10 mikrometer. Yang berperan penting pada sel sebagai pengendali kegiatan sel. Ini composes 54% dari total volume sel. 109 . Sitoplasma berisi sisa organel seperti retikulum endoplasma dan mitokondria. Protein membran sel reseptor membantu sel berkomunikasi dengan lingkungan eksternal mereka melalui penggunaan hormon.Glikoprotein memiliki rantai karbohidrat yang menyertainya. sitoskeleton menentukan bentuk sel. mikrotubulus dan filamen intermediar. Selama replikasi. Di dalam inti. 4. Informasi genetik dikelilingi oleh amplop dua-lapisan nuklir dan umumnya ditemukan di tengah sel. disebut nucleoplasm. Nucleolus adalah di mana ribosom dirakit. Ini adalah salah satu fungsi dari filamen intermediate. terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Struktur ini memberikan sel bentuk dan memungkinkan untuk mengatur banyak reaksi kimia yang terjadi di sitoplasma. neurotransmitter dan molekul sinyal lainnya. 3. Sel bentuk. inti sebagian besar juga mengandung satu atau lebih bola berbentuk organel yang disebut nukleolus. chromatins dikondensasikan untuk membentuk struktur yang sangat terorganisir yang disebut kromosom . Nukleus Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel. Selain itu. Protein transport. masing-masing diperlukan untuk reproduksi sel dan kelangsungan hidup.

5. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. Gerakan sel. 7. Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar. Kemudian untuk sel-sel hewan. RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. atau pada membran inti sel. c. Dalam kasusendositosis ketika vesikula terbentuk untuk menelan beberapa partikel dari luar sel. sedangkan yang besar mengikat tRNA (transport RNA). detoksifikasi obat-obatan. Organel gerakan. Ada juga dapat geser gerakan struktur ini. Mikrotubulus dan mikrofilamen dapat membantu organel bergerak dari satu tempat ke tempat dalam sel. Ribosom Ribosom merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh makhluk hidup karena dapat mengendalikan cara kerja tubuh tumbuh-tumbuhan. Retikulum Endoplasma Adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik. Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. Kantung ini disebut cisternae. mikrotubulus mencapai gerakan chromosones ke inti putri. Struktur Ribosom Susunan ribosom merupakan susunan yang rumit antara RNA ribosom (rRNA) dan protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Tanaman sel dan jamur tidak mengandung sentriol. d. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi. hewan. RE halus mensintesis molekul. Audesirk dan Audesirk memberikan contoh sel darah putih "merangkak" dan perubahan migrasi dan bentuk sel selama perkembangan organisme multicelled. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. RE halus Berbeda dari RE kasar. Perbandingan keduanya yaitu 65% rRNA dan 35% RNP. tergantung pada jenisnya. yang artinya tubuh.Sebagian besar sintesis kompleks dan fungsi distribusi dari retikulum endoplasma dan kompleks Golgi memanfaatkan vescicles transportasi. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. Sentriol adalah struktur yang ditemukan dalam sel-sel hewan eukariotik. yang bertindak sebagai pusat mikrotubulus memproduksi. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Kata ribosom didapat dari penggabungan kata yaitu ribonucleic acid dan kosakata Yunani. yang merupakan komponen sitoskeleton. sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. Pembagian ribosom berdasarkan subunit besar dan subunit kecil. dan diperkirakan bahwa pergerakan vesikel dipandu oleh sitoskeleton. maupun manusia. Koleksi dinamis mikrofilamen dan microtubles dapat terus dalam proses perakitan dan pembongkaran. Maka. Ini adalah bagian dari sel. metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium. soma. Pembelahan sel. Ribosom tersuspensi dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar. . Selama pembelahan sel. Sentriol Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. sehingga kekuatan yang menggerakkan sel. cincin mikrofilamen membantu membagi sel mengembangkan dua oleh konstriksi wilayah tengah antara sel-sel.b. mikrofilamen menempel vesikel dan menariknya ke dalam sel. 110 6. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid. Subunit kecil mengikat mRNA (messeger RNA). Ribosom merupakan organel terkecil dalam sel yang berbentuk bulat padat dengan diameter sekitar 20 sampai 25 nm. dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.

berisi enzim dan bahan-bahan lain. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. antara lain replikasi DNA. Terdapat tiga unsur yang terlibat dalam proses translasi yaitu adalah mRNA. tRNA. • Transkripsi Transkripsi adalah proses penggandaan DNA menjadi RNA. Misal. Kompleks golgi Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi. sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi.      . Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas. Pada tahap transkripsi basa timin pada DNA digantikan oleh urasil pada RNA namun keduanya sama. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi. sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. • Translasi Pada tahap ini mRNA hasil transkripsi dibaca oleh ribosom dan diproses lebih lanjut oleh ribosom. Ribosom akan membaca urutan basa RNA dan menterjemahkan (translate) menjadi urutan asam amino tertentu sesuai dengan resep yang dibawa mRNA. • Replikasi DNA Replikasi adalah pencetakan dan penggandaan DNA dengan membelah dan membentuk sel yang baru yang urutan A-C-G-T nya sama. Ribosom berperan sebagai tempat pertemuan mRNA dengan tRNA serta penterjemahan kodon serta reaksi perangkaian asamamino. Proses pembentukan protein Ada tiga tahap proses pembentukan protein.Fungsi ribosom Ribosom memiliki fungsi untuk mensintesis protein. beberapa fungsi badan golgi antara lain : Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. transkrpsi dan translasi. Tempat untuk memodifikasi protein 111 8. dan rRNA. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma. informasi pada gen digandakan satu per satu (basa per basa) dari sebuah rantai DNA menjadi rantai RNA pembawa pesan (mRNA). Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. yang dalam pelaksanaannya adalah berupa penyusunan basa-basa pada rantai RNA dengan menggunakan runtunan basa DNA gen sebagai modelnya. Di sinilah asam-asam amino itu dirakit sesuai urutan yang diresepkan gen (DNA) dan kemudian melipat membentuk struktur tiga dimensi yang fungsional. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Transkripsi adalah penyalinan informasi dari gen ke dalam molekul RNA. misalnya ginjal. Membentuk membran plasma. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut. untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran. Membentuk dinding sel tumbuhan Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.sama berpasangan dengan adenine. Pada produksi awal protein.

Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel.5 mikro meter . misalnya sel otot jantung. disebut krista [Lodish. hanya bergaris tengah 0. Di dalam endosom awal. fosfatase. Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri. Pertama. transformasi berudu menjadi katak. ataupun sulfatase. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0. materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Fungsi utama lisosom adalah endositosis. fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut). membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks. mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel. yaitu membran luar. membran dalam. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom. Badan Mikro Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil . 11. Setelah itu. Dengan demikian. seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Lisosom Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. fosfolipase. Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. dan autofagi. 10. yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan. autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. fagositosis. 2001]. Di endosom lanjut. Proses ini berguna pada sel hati. Mitokondria Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma). Mula-mula. pH sekitar 6. Dalam hal ini.0 µm. Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP.5 – 1. dan embrio manusia. glikosidase.Badan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom serta berisi enzim katalase. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi 112   . organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. lipase. nuklease. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. yang disebut endosom awal.3-1. ruang antar membran.Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel Untuk membentuk lisosom 9. Selain itu. 2000]. Di dalamnya. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper.5 µm dan panjang 0. Kemudian. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama.

5 mikrometer dengan diameter 25 nm. Mikrotubula. kalsium dan kalium.oksidatif.1996) Sel eukariotik juga mengandung organel khusus seperti mitokondria. berpartisipasi dalam gerakan vesikel dan kromosom. mitokondria mirip dengan bakteri dan kenyataannya tampaknya berevolusi dari bakteri. reaksi oksidasi asam amino. dibutuhkan untuk menarik kromosom ke sel-sel anakan. ADP. Ini adalah struktur besar yang secara aktif mentranspor protein atau RNA ke dalam atau ke luar inti.Mikroorganisme yang termasuk jenis Eukariotik. yang melakukan fosforilasi oksidatif untuk membangkitkan energi kimia yang dibutuhkan sel. DNA sendiri terkekang erat dengan sejenis protein yang disebut histon. Sebagian besar sel eukariotik juga mengandung selaput dalam. Secara normal. 1993). sebuah alat khusus bernama spindel. (Syamsuri I & Suliestijono. selaput inti meluruh. namun terselubung dalam selaput inti. dan filamen tipis membentuk empat kategori serat yang ditemukan dalam sel eukariotik.dan juga membentuk rangka dalam pada sel.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. kloroplas juga mengandung DNA dan ribosom yang berbeda dari struktur yang analog di daerah lain sel tersebut. R. Serat dalam sel memberikan kerangka struktur kaku. filamen intermediat. Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel. (Schleif.1996) Kloroplas melakukan fotosintesis pada sel tanaman. ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot . serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.M. Golgi adalah struktur lain yang mengandung selaput. Dalam banyak hal. R.tipis yang memanjang. dan berpartisipasi dalam mengubah bentuk sel sehingga ia dapat bergerak. aktin. 2006) DNA sel eukariotik tidak mencampur bebas dengan sitoplasma. dan reaksi ?-oksidasi asam lemak. dan kemudian menggumpal kembali. ribosom. hanya protein kecil dengan berat molekul kurang dari 20 hingga 40 ribu dapat bebas memasuki inti lewat selaput inti. (Schleif.yaitu aktin dan miosin. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik. 12. Retikulum Endoplasma berdampingan dengan selaput inti luar namun membentang di seluruh sitoplasma dalam banyak tipe sel dan terlibat dengan sintesis dan transpor protein selaput. Organel ini berbentuk benangbenang halus . Dalam tiap siklus sel. yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA). Mikrotubulus dan Mikrofilamen Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa . 113 . Mereka mengandung DNA. fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium. (Prawirohartono S & Suhargono H. (Abercrombie. dan terdiri dari sebagian mikrotubula.yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen. Mereka juga mengikat mayoritas ribosom. seperti siklus Krebs. yang fungsi utamanya tampaknya membantu DNA mempertahankan keadaan kakunya.1997) Dalam sitoplasma eukariotik ada sejumlah protein struktural yang membentuk jaringan. biasanya dalam bentuk kromosom melingkar seperti yang ditemukan juga pada E. ATP. (Prawirohartono S & Suhargono H.  Fungi. dan merupakan tipe organel khusus lainnya yang ditemukan dalam beberapa jenis sel eukariotik. 1993). Selain mikrotubulus .Diameter mikrofilamen hanya 5 nm. Saat sel membelah. Inti dikelilingi oleh dua selaput. yang panjangnya 2.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein .coli dan ribosom yang berada di sitoplasma sel eukariotik. Seperti mitokondria. Retikulum Endoplasma adalah selaput lain yang ditemukan dalam sel eukariotik. Ia terlibat dengan modifikasi protein untuk transpornya ke organel sel lain atau untuk ekspor ke luar sel.

hifa dapat juga langsung menyerap bahanbaha organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. Akan tetapi. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. Saprofit Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. haustoria dapat menembus jaringan substrat. Cara makan dan Habitat jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. protein. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. jamur dapat bersifat parasit obligat. dan reproduksinya. pertumbuhan. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Jamur yang hidup bersimbiosis. obligat dapat hidup pada inangnya. tetapi cocok. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. beberapa jamur 114 . struktur tubuh. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. misalnyo khamir. contohnyojamur kayu. adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Sebagai makhluk heterotrof. Parasit Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya sedangkan di luar inangnya tidak dapat carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. hidup. 2. Pneumonia adalah jamur yang bersifat saprofit bersifat jika parasit tidak fakultatif jika mendapatkan inang yang mendapatkan inang yang c. Meskipun kebanyakan hidup di darat. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Selain itu. Slamet. berbeda dengan organisme lainnya. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. a. (Prawirohartono. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Clntuk memperoleh makanan. parasit fakultatif. Struktur jamur. Hifa membentuk jaringan yang disebutmiselium. kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan. Misalnya. ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat. vitamin. 2003) 1. b. mitokondria. Ada jamur yang satu sel. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). dan senyawa kimia lainnya. dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Parasit Parasit fakultatif sesuai. Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Namun. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. atau saprofit.

Contoh: Aspergillus. Schmitdt. roti. Secara makroskopik (pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak Smooth. dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Ragi tumbuh terbaik di lingkungan pH netral atau sedikit asam. Untuk identifikasi.G.G. baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. kumpulan dari hifa disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. H. (Schlegel. a. Tidak seperti bakteri. and K. Spesies ragi baik memerlukan oksigen untuk respirasi seluler aerobik (aerob obligat) atau anaerobik. cembung bau seperti ragi. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. and K. Ragi adalah chemoorganotrophs. Yeast like merupakan jamur uniselluler yang mampu membentuk pseudohifa. (Schlegel. Contoh : Candida sp. and K. MORFOLOGI Bentuk jamur secara garis besar ada 3 bentuk yaitu : a. Blastomyces dermatidis. Hifa yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan. (Schlegel. e. Yeast ada dua yaitu : Yeast murni merupakan jamur uniselluler yang tidak mampu membentuk pseudohifa/ klamidospora. Rhizopus. seperti glukosa dan fruktosa. H. 1994) c. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Penicellium. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat maupun tak bersekat. Contoh : Histoplasma capsulatum. Berbentuk Yeast jika berada di dalam inang / host atau pada suhu inkubasi 37 derajat C. d. Schmitdt. Yeast Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron. dan berbentuk mold jika berada diluar inangnya atau pada suhu inkubasi suhu ruang. berkembang biak dengan cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell. Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar (Rought). Trichophyton. Mucor. (Starr. Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak. H. hasil mikroskopik dan makroskopik merupakan dasar identifikasi. b. karena mereka menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. Hifa yang berada di atas permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Cecie. Torulla (koloni berwarna merah / orange). tidak ada spesies ragi diketahui bahwa tumbuh hanya anaerob (anaerob obligat). c. atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa. Cryptococcus neoformans. dan bir. Karbon diperoleh sebagian besar dari gula heksosa. Schmitdt. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. 1994) b. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. Candida albicans. Epidermophy ton. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit.ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Coccidioides immitis. Microsporum.G. 1991) 115 . 1994) Mold / Kapang Merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu) yang membentuk benang-benang hifa / filament. Dimorfik Merupakan jamur yang mempunyai dua bentuk yaitu : Yeast dan Mold. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. tetapi juga memiliki metode aerobik dari produksi energi (fakultatif anaerob). 3. warna krem. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju.

seperti dinding tembok kamar mandi. Nutrisi yang diperoleh dari fotosintesis Protista tersebut dapat bersifat fototropik. Zigot akan terusmberkembang menjadi individu baru. dan ksitos artinya menyusun. e. Candida sp. atau keduanya. ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen. ataupun menyerupai jamur. Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang atau Algae) Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan. menyerupai tumbuhan. yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. lembaran.Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. 1991)  Protista Protista sendiri berasal dari bahasa yunani.Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. batang. Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondriauntuk respirasi. sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. Meskipun begitu. atau koloni sel. f. tetapi ada pulayang hidup di tempat-tempat yang lembap. (Syamsuri. beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri).. batu-batuan. 2004) A. Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri maka disebut protista mirip tumbuhan. tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. b. Secara taksonomis. Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan.Umumnya.Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista.Di samping peranan yang menguntungkan. atau kulit-kulit pohon.Ganggang dapat berbentuk benang. Cecie. Hanya dikatakan menyerupai tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar. dapat berupa planktonyang melayanglayang di dalam air atau melekat di dasar sungai. protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. Pada kenyataannya. c.Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami.Protista memiliki flagela atau cilia dalam hidupnya dan dapat berkembang secara aseksual atau seksual. Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan di tempattempatyang lembap. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. antara lain sebagai berikut. dibandingkan dengan monera.atau danau. (Starr. yaitu sebagai berikut. Kelompok makhluk hidup Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae). ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. atap rumah. Protista dapat membentuk kistae. laut. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan.Protista biasanya ditemukan di dalam air. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. heterotropik. kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa. d. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. yaitu ganggang cokelat 116 .Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. a.Pada kondisi yang kurang menguntungkan. berwarna hijau. baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit. sertadapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya. dan berbentuk seperti benang-benang halus. yaitumemiliki membran inti.

Cara Euglena Memperoleh Makanan Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan. ganggang ini hidup di air tawar. 2004) 1. (Syamsuri I & Suliestijono. ataupun berkoloni. dan Ulothrix sp. Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. Dengan bantuan cahaya matahari. air danau. Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. (Syamsuri I & Suliestijono. Volvox sp. Filum Euglenophyta Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. contohnya. Euglena viridis. makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof. tidak berdinding sel. gas itu adalah oksigen. dan ganggang Euglenophyta. Air kolam. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta) Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. seperti air kolam.b. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. 2006) 2. Makhluk hidup ini berwarna hijau. cara memasukkan makanan melalui mulut sel. 3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel. Contoh ganggang hijau. Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a. Jika kalian perhatikan dengan baik. Ganggang hijau dapat berbentuk benang. atau parit. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. Cara Euglena Bereproduksi Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif. air kolam. ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam. Dengan bantuan cahaya matahari. Plankton disebut sebagai produsen. 2) sel berbentuk oval memanjang. atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya. 2004) a . Setiap sel anak mempunyai inti sel. Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berwarna hijau karena mengandung klorofil. 117 .(Phaeophyta). sungai. sawah. 2006) c . 4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak. 2006) a . dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. misalnya. dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. 2006) b . sungai. berklorofil.. dan 5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang. Biasanya. antara lain. filamen. (Syamsuri I & Suliestijono. (Syamsuri. karoten dan xantofil. Ciri-ciri Chlorophyta Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. ataupun air sungai. ganggang hijau (Chlorophyta). ganggang merah (Rhodophyta). makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. Spirogyra sp. Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. membran sel. Selain berfotosintesis. dan sitoplasma. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari. Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. ganggang pirang (Chrysophyta). Euglena biasa hidup di air tawar. (Syamsuri. (Syamsuri I & Suliestijono..

2004) d . berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploi (n). Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat. dan hidup sebagai zoospora pada Chlorococcum hingga terbentuk satu sel dewasa. Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti. Kloroplas berbentuk mangkuk. Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella. 5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru. yaitu secara seksual dan secara aseksual. dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi. dan kloroplas. (Syamsuri. tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu). bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul. yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi. 3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. 2004) c . Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum. 5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. satu vakuola. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. Di perairan tersebut. memiliki kromosom diploid (2n). Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar. 4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. (Syamsuri. mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. Cara Mendapatkan Makanan Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. Cara Chlorophyta Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara. 3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang. Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut : 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni). Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi. 2004) b . Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpaadanya peleburan sel jantan dan betina. ganggang hijau disebut sebagai produsen. Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. lembaran. 4) telah memiliki dinding sel. Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid.2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut. Alat gerak berupa dua flagel. Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. 118 . Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara. serta pembentukan zoospora (spora kembara). Selnya berbentuk bulat telur. merupakan salah satu kelompok plankton air tawar. berukuran mikroskopis. Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n). Sel Chlamydomonas mengandung satu inti. dan berkoloni. (Syamsuri. 2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut. Kloroplasnya berbentuk mangkuk.

2004) B. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang. Navicula. mempunyai tubuh yang multiseluler. 2004) 6. dan benang berinti banyak (senosit). dan daun). Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin). (Syamsuri. mengandung pigmen kuning kecokelatan. bersel satu (Ochromonas). air payau. seperti akar.dan bahan cat. memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran). serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. dapat bergerak aktif. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil. zigot akan tumbuh menjadi individu baru. Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar. Ganggang ini hidup di air laut. dan kuning keemasan (diatom). sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi. Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora. Selain untuk bahan makanan. kosmetik. dan bersifat mikroskopis. baik air tawar. batang.000 buah. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi. Pinnularia sp. secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. Contoh ganggang ini adalah Diatom. serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan. Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi. Ganggang ini hidup di laut. Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta) Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta) Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan. dan berkembang biak dengan cara membelah diri. obat.Laminaria. antara lain. (Syamsuri. misalnya. Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. 2004) 4. pelapis daging kaleng. Chrysophyta ada yang bersel satu. dan Sargasum. bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50. di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel. Filum Ganggang Merah (Rhodophyta) Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu. obat-obatan. Contohnya. Contoh ganggang cokelat adalah Fucus. Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah. 2004) 3. Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika. Contohnya adalah Peridinium. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. Tulbilaria. dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat. berklorofil. (Syamsuri. maupun air laut. Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan). agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme. bercabang tidak bersekat. Selanjutnya. bersel banyak. Cyclotella. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma. Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan. dan Pinnularia. hijau kekuningan. bersel banyak. (Prawirohartono. (Syamsuri.6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. pengeras es krim. Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta) Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). 2003) 3. Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. dan berkoloni (Synura). sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum. Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa) 119 .

Agar tidak sampai terserang. lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare. kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya. hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. yaitu sebagai berikut. Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk) Flagellata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu). Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma). Trypanosoma gambiense dan 120 . gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua. membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan.Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. permukaan tanah yang lembap. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. Kemudian. dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. 2004) 2. Pada keadaan tertentu. Dari sini. Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat. Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. dan seterusnya. dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. seperti Entamoeba histolytica. dan mengandung makanan. Flagellata merupakan nenek moyang dari hewan dan tumbuhan. berparasit dalam usus manusia. sungai. Ciliata (berambut getar). Dengan kaki semunya. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis. delapan sel. Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis. rendaman jerami. bahkan dapat mencapai hati. alat gerak. Protozoa dibagi menjadi enam filum. Untuk mencegah diare. dan sebuah inti sel. Pada keadaan yang tidak menguntungkan. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). parit. Flagellata atau Mastigophora (bercambuk). Jika keadaan luar telah membaik. Protozoa hidup di air tawar (selokan. pertukaran gas. air laut. kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh. ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang. berair. Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. seperti Trypanosoma dan Trichomonas. Actinopoda. dan Sporozoa (penghasil spora). terkena debu. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis. dan waduk). mungkin tidak ditutup. pengeluaran. yaitu Foraminifera dan Arcella. Selain Amoeba. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda. secara aseksual dilakukan dengan membelah diri dan secara seksual dengan konjugasi. (Syamsuri. Foraminifera. enam belas sel. Ia bersel satu dan hidup bebas di tempattempat yang becek. Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. Flagellata dapat hidup bebas di dalam air atau sebagai parasit pada makhluk hidup lain.Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. Entamoeba yang menyebabkan penyakit. Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma). Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel. Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan. atau dihinggapi lalat. 2004) 1. Amoeba Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. Misalnya. Akan tetapi. (Syamsuri. Selain Entamoeba histolytica. yang dibahas dalam bab ini hanya empat filum.

Air yang masuk dan keluar mulut sel banyak mengandung bakteri atau bahan organik atau bahan makanan lainnya yang tertambat atau terkumpul di dalam mulut sel. dan selnya diselubungi oleh pelikel. Protista Menyerupai Jamur Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Sporozoa hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. Rambut getar ini adalah bulu-bulu halus yang melekat pada membran sel. Bentuk selnya seperti sandal. Dengan menggunakan rambut getar. Ciliata. serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). (Syamsuri. 2004) 4. T. tidak berubah-ubah. Makanannya adalah sel darah merah. Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora) Tidak seperti Rhizopoda. Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Stentor (hidup di perairan sawah yang mengandung bahan organik). Penyerapan sari makanan terjadi di dalam sitoplasma. Pada saat bergetar. Mereka biasa hidup di rawa. sedangkan yang hidup berparasit adalah Nyctoterus ovalis. dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik. 2004) C. Bentuk tubuh Ciliata adalah oval. sedangkan sisa makanan berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang terletak di kedua ujungnya. Makanan yang terkumpul akan masuk dalam sitofaring (kerongkongan sel) lalu masuk ke dalam vakuola makanan untuk dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. (Syamsuri. makhluk hidup dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam air. mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma. cruzi merupakan penyebab penyakit nagana pada sapi dan kerbau. Sisa makanan padat dikeluarkan melalui membran plasma. Ada juga Ciliata yang hidup di air tawar. Plasmodium berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora terjadi di dalam tubuh manusia dan berkembang biak secara seksual dengan pembentukan gamet. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. sitoplasma. (Syamsuri. 121 . Trichomonas vaginalis yang menyerang vagina dapat menyebabkan keputihan. terjadilah aliran keluar masuk air pada mulut sel. Evansi merupakan penyebab penyakit sura pada hewan.. Pada saat ini. rambut di sekitar mulut sel akan bergetar pula. Kelompok Ciliata (Berambut Getar) Ciliata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (cilia). tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Konjugasi didahului dengan pertukaran inti antara dua individu lalu berpisah dan masing-masing membelah menjadi dua individu. dan Flagellata yang telah mempunyai alat gerak. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronukleus). ukuran kira-kira 250 mikron. Ciliata mendapatkan makanan dengan mulut sel. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramaecium sp. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi. sawah. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika). Paramaecium caudatum Paramaecium caudatum adalah Ciliata yang hidup bebas. vakuola makanan (pencerna makanan). Didinium (hidup di perairan yang mengandung Protozoa). 2004) 3. lalat juga mengeluarkan air liur yang mengandung Trypanosoma untuk mencegah pembekuan darah. Plasmodium hidup sebagai parasit pada tubuh manusia yang menyebabkan penyakit malaria. Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi. Contoh lainnya adalah Babesia dan Theileria. yaitu Stylonichia (hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik). hidupnya menumpang di usus kecoa. dan Vorticella. Peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam Sporozoa adalah Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Ketika lalat menggigit. Pada Trichomonas terdapat tiga flagel atau lebih.Trypanosoma rhodiense menyebabkan penyakit tidur yang disebarkan oleh gigitan lalat Tse-tse. T.

misalnya. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. kayu lapuk. b. Nicotin (tembakau). Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Pada tingkat dewasa. 2003) 2. kayu lapuk. K. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang. setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat. Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. 2003) Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe. K. (Prawirohartono. yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota. b. tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi. (Prawirohartono. spora akan tumbuh menjadi hifa baru. e. Saphrolegnia. d. batang kayu yang membusuk. Jamur ini berinti banyak. Filum Jamur Air (Oomycota) Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf. dan dapat bergerak bebas. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. 1982) a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. H. H. Pada saat kondisi menguntungkan. palmifera (kelapa). . Pada kondisi tertentu. Contoh Oomycota adalah Phytophthora. c. dan c.Semetara itu. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. (Prawirohartono. Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). (Timotius. (Timotius. Setelah matang. dinding sel berupa selulosa. dan Pythium. 1982) b. sampah basah. 2003) 1. Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. berkembang biak secara aseksual dan seksual. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. dan di hutan basah. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba. berbentuk seperti lendir (plasmodium). Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. Filum Jamur Lendir (Mycomycota) Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. Jamur yang hidup secara parasit. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat. kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. P. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Jika telah dewasa. tanah lembap. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Sporangium yang masak 122 . biasa hidup di hutan-hutan basah. bersifat uniseluler ataupun multiseluler. hanya saja tidak mengandung klorofil. Pada saat ada makanan. infestans (kentang). Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding. atau sampah basah. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. dan P. P. bersel satu atau bersel banyak. tanah lembap. berinti banyak. Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi.

dalam sebuah alat biasanya sebagai fermentor atau bioreaktor. . yaitu pada sel vegetatif dan spora. dan objek yang lebih spesifik untuk dihasilkan. Fermentasi juga diklasifikasikan sebagai proses dalam fasa biologi. Pada fermentor ada parameter yang harus dikontrol. Kedua. dan bahan baku. (Timotius.2001) Fungsi utama bioreaktor adalah memberikan lingkungan terkontrol bagi pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu mikroorganisme untuk memperoleh produk yang diinginkan. sel – sel yang ada berpencar dengan bebas dalam media dan berinteraksi sebagai bentuk tersendiri. Fermentor yang digunakan berdasarkan kapasitasnya dibagi menjadi dua.2001) Alat yang biasa digunakan adalah fermentor (bioreactor) yaitu suatu unit alat yang digunakan untuk melangsungkan proses biokimia dari suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. 1982) FERMENTATION SYSTEMS Fermentasi pada mikrobiologi memilki dua arti yang berbeda. yaitu laju agitasi.akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. dimana yang penting untuk banyak proses fermentasi yang ingin dilakukan. Pertama dalam metabolisme. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). pada Acrasiomycota. pH. sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler. Fermentor merupakan system tertutup untuk reaksi biologis dari proses bioteknologi. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid. massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria). Plasmodium mempunyai banyak inti. Jenis – Jenis Fermentor 123 . dimana prosesnya dilakukan oleh enzim-enzim dalam mikroba atau enzim murni yang diisolasi. kontrol apa yang akan dilakukan bergantung pada proses tertentu. (waites. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. intinya membelah. H.  Bioreaktor hendaknya mencegah kontaminasi produksi dari lingkungan pada kultur sambil mencegah pelepasan kultur ke lingkungan. Selain dari penggunaannya untuk budidaya sel. (waites. mengacu pada kuantitas pertumbuhan besar sel aerobik atau anaerobik. kayubusuk untuk memakan bakteri. yaitu skala laboratorium dan skala industry. Dalam skala laboratorium digunakan dalam botol erlenmeyer (volume 50-2000 ml dengan pengisian maksimum 20 %). Sebaliknya. (waites. Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa.tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. Sistem fermentasi ini mungkin terlihat mudah tetapi dalam kenyataanya fermentasi menggunakan nutrisi dan oksigen bisa dikembangkan.2001) Pada penundaan pertumbuhan mikroorganisme. dalam konteks industrial mikrobiologi. bergerakberpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan. Pada Myxomycota. K. di daun. transfer oksigen.  Bioreaktor sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar terjadi pengawasan proses optimum. DESAIN DAN KONSTRUKSI FERMENTOR Fermentor kebanyakan didesain untuk menjaga konsentrasi biomass tetap tinggi. fermentasi mengacu pada energi yang menghasilkan senyawa organik di mana bertindak sebagai pendonor elektron dan akseptor. Meskipun media dalam bentuk padat sering digunakan tetapi kebanyakan fermentasi menggunakan media cair. suhu. Saat Plasmodium membesar. kemudian sel gamet ini melakukan singami.

Kriteria Dasar Dalam Desain Bioreaktor:           Karakteristik mikrobiologi dan biokimia dr sistem sel (mikrobia. c. Berdasarkan penggunaan alat tersebut. sistem kontrol suhu. Pro peller‟loop reactor. 3. Merupakan biorekator yang paling lazim digunakan di berbagai industri fermentasi. 3. Menurut Andhiko (2008). PERANCANGAN FERMENTOR Rancangan dan kontroksi bioreaktor perlu diperhatikan tentang bejana harus dapat dioperasikan dalam jangka waktu lama. Loop reactor. mamalia.Menurut Pujaningsih (2005). bahan kontruksi murah dan evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. Karakteristik stabilitas genetis dr sistem sel Desain peralatan yg aseptis Pengawasan lingkungan bioreaktor (makro dan mikro) Implikasi desain bioreaktor pada pemisahan produk menghilir Modal dan biaya operasi bioreactor Potensi pengembangan desain bioreactor 124 . Bioreaktor tangki adukan ( stirres tank bioreactor) 2. Bubble column bioreactor. b. serasi dan afitasi memadai untuk kelangsungan proses metabolik mirkobia. pH dan penambahan nutrien. Karakteristik hidrodinamik bioreaktor. Air lift loop reactor . Bioreaktor terkemas padat diisi dengan bahan padatan yang dapat menjaring mikrobia masuk kedalamnya. bejana harus dapat dicuci dan disterilisasi fasilitas sampling harus ada konsumsi tenaga serendah mungkin. (waites. Merupakan reaktor kolom di mana percampuran dan sirkulasi diinduksi dengan alat-alat tertentu. Bioreaktor kolom gelembung (Bubble column bioreactor) udara dialirkan melalui sparger di dasar bejana. 2. Merupakan bioreaktor paling sederhana. Kinetika pertumbuhan sel dan pembentukan produk. Grup ini termasuk stirred tank reactor.2001) A. tumbuhan). fermentor ini dikelompokkan atas tiga jenis: a. Jet loop reactor . Udara dipaksa masuk melewati pipa sehingga udara dapat terpancar keatas dan medium ikut terbawa. macam-macam reactor adalah sebagai berikut : 1. Karakteristik massa dan panas bioreaktor. Reaktor dengan agitasi internal. Terdiri dari tabung panjang dengan beberapa sparger di bagian dasarnya. Bioreaktor dengan pancaran udara (Airlift bioreactor) terdiri dari dua kolum yang dimasukkan ke dalam kolum yang lain. Berdasarkan proses penyebaran organisme dan media dalam bejana mengelompokkan jenis fermentor ke dalam 3 grup : 1.

Syarat Fermentor adalah sebagai berikut :  Tidak boleh ada hubungan antara bagian sistem yang steril dengan non-steril.  Pemeriksaan secara visual dari medium & kultur hrs tersedia.     Bahan fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi logam/ion selama proses. Bahan fermentor harus tidak beracun & tidak mudah terlarut. Fasilitas untuk sampling harus ada. Konstruksi fermentor aerobic Tebuat dari baja anti karat. Fermentor aerobik memerlukan alat untuk mengaduk dan memberikan aerasi cukup. pH harus ada. Desain Bioreaktor Harus Memperhatikan Beberapa Hal Yaitu :        Bejana dapat dioperasikan dalam keadaan aseptis untuk jangka waktu lama. mempunyai geometri yang sama baik untuk laboratorium maupun skala industri. dilengkapi pipa-pipa. Evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. C. Konstruksi Fermentor. sehingga tidak mengalami stress mekanik akibat terlampau rapat. Sistim kontrol temperatur. Aerasi dan agitasi cukup memadai untuk kelangsungan proses metabolik mikrobia. dan memungkinkan kontaminasi.  Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk gelangan. dibersihkan dan mudah dipelihara. dibuat dari bahan transparan. tertutup di bagian atas atau bawah. Bejana harus dapat dicuci. Sistem stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup. Berupa silinder besar.  Bila mungkin seluruh konstruksi alat dilas.  Semua bagian sistem harus dapat disterilisasi secara tersendiri. Karakteristik Fermenter.  Hindari ruang-ruang perangkap serta bentuk leher. Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi berulang kali pd tekanan uap tinggi.     Fermentor anaerobik memerlukan alat khusus kecuali untuk menghilangkan panas. KONTROL KIMIA DAN KONDISI FISIK Konsep dasar dari Bioreaktor adalah untuk pemisahan. misalnya katup bola atau diafragma. Konsumsi tenaga serendah mungkin. dengan menggunakan pembatas antara lingkungan dalam fermentasi dengan lingkungan luar.  Gunakan katup-katup yang mudah dibersihkan maupun disterilkan. E.  Setiap hubungan/kelep ke bejana harus dapat disterilkan dengan uap. karena ruangan seperti itu sulit untuk dibersihkan. Apapun yang keluar ataupun masuk pada proses 125 .  Dikonstruksi dari bahan yang murah. shg tdk menghambat pertumbuhan mikroba. karena bentuk demikian dapat mengendur akibat dari gerakan/fibrasi alat dan kenaikan suhu.  Tekanan dalam fermentor harus tetap positif sehingga kalau ada kebocoran akan mengarah ke luar.B. D.

agar tidak terjadi formasi vortex dan mengurangi “dead space”. densitas. Contohnya jika 10gr air dengan suhu 30ºC ditambahkan pada 35 gr air dengan suhu 30ºC. .Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena sifat alir fluida yang menjadi tubulen. Ada bagian extrinsif seperti massa. Agitasi sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut: . Perubahan fasa dari gas menjadi fasa cair meningkat dengan agitasi. Dengan informasi yang didapat dapat digunakan untuk perhitungan matematik dan pemodelan pada computer yang kemungkinan bisa digunakan pada computer dan kontrol fermentasi selanjutnya. volum.Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebih lama. tetapi berat dari air (bagian extrinsif) adalah additive pada 45 gr. Pencampuran yang efisien sangat penting untuk perpindahan oksigen pada fermentasi aerob. (waites. Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. dan semuanya dikalkulasi pada akhir proses.Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar. yaitu temperature. Pada fermentasi ada bagian yang intensif.Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sudah ada. oksigen dan energi yang ada di sistem pada saat awal operasi. dan input yang lebih jauh berguna untuk fermentasi. hal ini diakibatkan karena jumlah atom karbon. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencari hubungan-hubungan antara konsumsi tenaga yang diperlukan dengan KLa. gas dan perpindahan panas. apalagi ketika digabungkan dengan penetapan pada termodinamik ( perpindahan panas. . rheologi dan temperature) dan laju reaksi (produksi biomass). Tingkat agitasi dapat diukur berdasarkan tenaga yang dikonsumsi oleh motor yang menggerakkannya. nitrogen. Pada fasa cair terkandung larutan nutrisi dan metabolit.2001) Tingkat agitasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap efisiensi transfer oksigen di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik.(waites. . sehingga dengan hubungan-hubungan yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan tenaga yang dibutuhkan dalam desain dan scale-up.2001) Agitasi Agitasi pada fermentasi sel tersuspensi adalah proses yang dilakukan dengan keinginan untuk mencampur 3 fasa yang berbeda dengan menggunakan fermentor. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas secara turbulen.fermentasi dapat dimonitor. Pada fasa gas di dominasi oleh oksigen dan karbon dioksida. Sistem ini harus menyediakan alat analitik yang baik. (waites.2001) Kunci pada bagian exrinsif adalah adalah pada energy dan massa. Proses pencampuran seharusnya terjadi pada kondisi produksi secara homogen dan meningkatkan fungsi nutrisi.2001) Agitasi fermentor membutuhkan input energi dan ada 3 prinsip mekanisme yang biasanya digunakan. Perpindahan panas sangat diperlukan pada proses sterilisasi dan penjagaan temperatur selama operasi terjadi. 1. 126 . Stirred Tank Reactors(STRs) STRs secara mekanis menggerakkan agitator atau impeller dalam sebuah wadah silinder baffle. entropi dan energy dapat diseimbangkan. karena sebagai mikroorganisme hanya dapat mengambil oksigen pada saat fasa cair. tekanan dan panas yang tepat. konsentrasi. Bagian ini memiliki jumlah tersendiri pada system fermentasi. hasilnya didapatkan air dengan temperature (bagian intensif) adalah 30ºC dan bukan 60ºC. Fasa padat dibuat oleh sel dan kemungkinan terdapat substrat padat. (waites.

tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. Dalam hal ini.Sebagai bagian dari perlindungan lingkungan .(waites. impeller dipasang pada motor external dimana sebagai pengendali pada sistem pengadukan.Metode kompak konstruksi 127 . STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. dan melepaskan mikroorganisme serta hasilnya ke lingkungan.Pengurangan konsumsi energi .(waites.Produktivitas yang lebih tinggi .Tidak ada tindakan geser . Sebagai contohnya. sebuah batang pemisah dipasang pada fermenter sampai pada pelindung aseptik. dibutuhkan 2 atau 3 pelindung untuk meminimalkan adanya kontaminasi. Pada perakitan agitator yang juga terdapat sebuah pelindung. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan.2001) 2. Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller.2001) Keuntungan: . Hal ini didasarkan pada proses yang dirancang setelah penelitian intensif dan pengembangan. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. Cairan-dinamis kondisi dalam cairan fermentasi sangat homogen. Untuk menghindari adanya kontaminasi. Airlift Fermenter Sistem ini sangat cocok untuk proses aerobik seperti produksi biomassa mikroba. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. Untuk proses fermentasi tertentu. ini biasanya sebagai jalur yang potensial untuk kontaminasi. yang secara signifikan meningkatkan sirkulasi di dalam reaktor dengan mengorganisir konsentrasi oksigen terlarut dan substrat yang dapat disesuaikan sepanjang silinder gerakan agar tidak mengganggu pertumbuhan mikroba karena oksigen tidak mencukupi dan kelebihan gula. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan.Pada wadah.

(waites.2001) Aerasi dipergunakan pula untuk menghilangkan kandungan gas-gas terlarut. Penyisihan besi dan mangan.(waites. ukuran dan geometri wadah. efisiensi dari perpindahan panas sangat penting pada kontrol temperatur selama operasi penyeterilan dan mempertahankan temperature tetap selama proses fermentasi berlangsung. (waites. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. Sistem tersebut juga digunakan untuk sterilisasi wadah dan konten sebelum inokulasi.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. Panas terkonduksi masuk melewati dinding wadah. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen.Waktu amortisasi Sangat singkat 3.2001) Aerasi Aerasi merupakan salah satu proses dari transfer gas yang lebih dikhususkan pada transfer oksigen dari fase gas ke fase cair. Walaupun demikian. serta membantu pengadukan air. Bagaimanapun. Kontak tidak langsung antara sistem pendingin/pemanas dengan media fermentasi. aerasi dalam aplikasi ini akan menghasilkan endapan dan meningkatkan konsentrasi 128 . pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. Pengontrol otomatis temperature selama fermentasi berhasil terjadi dengan penginjeksi air panas/dingin menuju jaket terluar dan atau gulungan dalam. Oleh karena itu. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks.. perpindahan oksigen pada fermentasi aerob lebih kompleks. Aplikasi aerasi dalam proses ini dapat memberikan cukup banyak oksigen untuk berlangsungnya reaksi.2001) Perpindahan Massa Pada perpindahan nutrisi dari fasa larutan menjadi sel – sel microbial selama fermentasi secara relatif tanpa kesulitan sebagagai nutriri biasanya tersedia di kelbihannya. Hydrodynamic mechanism (Deep-jet Fermenter) Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Proses ini biasanya digunakan pada air tanah yang kebanyakan mempunyai kandungan oksigen terlarut yang rendah. Perpindahan panas utamanya dicapai menggunakan jaket luar di sekitar fasa internal atau menggunakan gulungan internal. (waites. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem. Terbentuknya panas pada fermentasi terutama akibat dari aktivitas metabolis mikroorganisme dan proses mekanisme agitasi. mereduksi kandungan ammonia dalam air dan untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut agar air terasa lebih segar. oksidasi kandungan besi dan mangan dalam air.2001) Perpindahan Panas Pada desain fermentor. Fungsi utama aerasi dalam pengolahan air adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. yaitu aliran laminar dan turbulen. Penyisihan besi dan mangan dapat dilakukan dengan proses oksidasi. gulungan dan baffle. menggunakan injeksi penguap tekanan.Cepat pembersihan tanpa masalah .

Penyisihan senyawa organic volatile. Mangan sering kali tidak dapat teroksidasi pada pH normal. Penyisihan hydrogen sulfide. Proses pemisahan gas NH3 secara cepat umumnya dilakukan pada suhu 105 oC. Peningkatan pH sampai 8. khususnya jika digunakan menara aerator. 1995) Tabel 1. (Berne dan Cordonnier. (Berne dan Cordonnier. Hidrogen sulfide adalah senyawa utama penyebab rasa dan bau yang dapat diolah cukup efektif dengan aerasi. Karbondioksida mempunyai kelarutan yang rendah dalam air. Kondisi proses stripping yang dapat dijadikan acuan diperlihatkan pada Tabel 1.akhir (g/L) Efisiensi removal S2.5 ambien 5-15 90-96 Kandungan S2-awal (g/L) Suhu (oC) Kandungan S2.(%) 129 . Ammonia merupakan polutan yang dapat dipisahkan dari suatu limbah cair walaupun seringkali memerlukan pengaturan pH terlebih dahulu. Tujuan pre-asidifikasi adalah untuk mendisosiasi ammonium dalam bentuk garam. 2 HSNH4 + H2SO4 à (NH4)2SO4 + 2 H2S / Gas H2S bersifat lebih volatile dibandingkan dengan gas NH3.2-0. Hal tersebut didasari hasil percobaan bahwa kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 150 MPa. sedangkan kombinasi gas NH3 dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 15 MPa.5-6.oksigen terlarut. Penyisihan karbondioksida. maka proses stripping akan semakin mudah dilakukan. sehingga aerasi sangat efisien dalam penyisihannya. Senyawa organic yang bersifat mudah menguap (volatile) dapat disisihkan dengan cara aerasi. Proses pemisahan (stripping) lebih mudah dilakukan pada suhu tinggi. Pre-asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam kuat seperti asam sulfat sehingga dicapai pH 5. Kondisi Proses Air Strippping Proses Air stripping 0. Tingginya konsentrasi karbondioksida dalam air dapat meningkatkan pemakaian bahan kimia untuk keperluan pelunakan. Proses ini biasanya diterapkan pada pelunakan air tanah yang umumnya mempunyai kandungan karbondioksida yang tinggi. Hal tersebut sejalan dengan koefisien hukum Henry dimana koefisian akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. Proses yang terjadi adalah digambarkan seperti persamaan berikut. Telah disebutkan diawal bahwa semakin tinggi kostanta Henry. Karbondioksida dapat cepat dihilangkan dengan cara aerasi. 1995) AIR STRIPPING Proses air stripping biasanya diawali dengan proses pre-asidifikasi. Kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan memungkin suhu proses stripping dapat diturunkan hingga suhu dibawah 80 oC.5 dapat memperbesar oksidasi mangan. Mekanisme pengolahannya adalah terjadi oksidasi hydrogen sulfide menghasilkan air dan belerang bebas.

pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. 5. Dalam hal ini. Jadi apakah mikroba tidak bernafas? (Maratus 115061100111019) Jawab: Pada proses fermentasi yang dijelaskan adalah aerob. 4. Walaupun demikian. m2) Sumber: Berne dan Cordonnier. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi.40-80 V udara / V air 2-3 Tinggi kolom packing (m) Percolation velocity (m3/ jam. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. Tadi dijelaskan pada airlift fermentor mempunyai keuntungan cepat pembersihan tanpa masalah. tapi ada fermentasi anaerobik itu ada pemasukan udara atau tidak?Kalau prosesnya anaerobik. yaitu aliran laminar dan turbulen. itu maksudnya apa? Memang fermentor lainnya ada masalah dalam pembersihan? Padahal proses fermentasi tadi dikatakan steril. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. Apa pengaruhnya aliran kultur yang terlalu cepat dalam fermentor proses agitasi? (Queen Sitanggang 115061100111015) Jawab: Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller. Sebagai contohnya. 1995 DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. Tolong dijelaskan proses yang terjadi dalam deep-jet fermentor! (Rizka Dwi Octaria 115061101111017) Jawab: Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem. sebelumnya telah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya bahwa bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen untuk berespirasi sehingga saat proses fermentasi menggunakan bakteri anaerob tidak dialiri oksigen. 3. (Winda Fauzi Istiqomah 115061101111003) Jawab: fermentor airlift ini wadahnya mudah dibuka serta didalamnya tidak terlalu banyak alat seperti pada STRs yang didalamnya ada alat pengaduk. Pada proses fermentasi. mikroba dikatakan akan keracunan bila mendapat oksigen. ukuran dan geometri wadah. prosesnya itu aerobik atau anaerobik? Yang dijelaskan tadi pada fermentor ada pemasukan udara. Kesulitan pada deep jet adalah desain alat yang rumit sehingga untuk cara pembersihannya lebih sulit dari alat yang lain. STR itu fermentor untuk fermentasi aerob atau anaerob? Kalau bisa digunakan untuk keduanya. lalu bagaimana peran sparger dan sterile air pada fermentasi anaerob? Fermentasi anaerob kan tidak 130 30-40 . banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. 2.

lalu fermentor seperti apa yang biasa digunakan untuk fermentasi anaerob? (Dewi Nugrahani 115061100111001) Jawab: STR digunakam untuk aerob sedangkan Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol dengan bahan baku gula biasanya mengunakan fermentor anaerob. Secara umum. Mikroba aerob mungkin akan tetap bisa hidup jika udara tersebut mengandung oksigen. 9. atau sebagainya. maupun continous? Dan apa dampak dari produk yang dihasilkan? (Freshsya Zatalini 115061100111003) Jawab: Kelompok kami tidak membahas fermentor dengan system baych. Diketahui bahwa mikroba berespirasi secara aerob atau anaerob dan dijelaskan pada diagram stirred tank reactor ada udara steril yang masuk.Jelaskan! (Vivi Anita Aprilia 115061107111005) Jawab: Pada prinsipnya STR adalah fermentor aerob. untuk adanya kontaminan bisa dilakukan sterilisasi pada alat menggunakan udara bertekanan. (Inggit Kresna Maharsih 115061100111003) Jawab: Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. 7. akan tetapi bagaimana untuk mikroba anaerob yang notabene tidak dapat hidup jika ada oksigen. Pada deep-jet fermentor. Kalau mikroba anaerobic desain fermentornya bagaimana? Apa perbedaanya dengan desain fermentor untuk aerob? (Dhanang Edy Pratama 115061101111007) Jawab: Proses anaerobic yang terjadi dilakukan di dalam bioreactor anaerob dengan tipe Up-Flow anaerobic filter dengan volume 500L. 11. Udara seperti apa yang digunakan pada sparger?serta pada perpindahan massa nutrisi seperti apa yang digunakan?makro apa mikro? (Lilis Triyowati 115061101111009) Jawab: Udara yang digunakan pada STR berupa udara yang steril yang bebas dari kontaminan dan masuk melalui sparger yang dihubungkan dengan selang. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas 10. reactor tersebut menggunakan media sponge filter yang berfungsi sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. Buffle terbuat dari bahan apa? Apakah ada spesifikasi tertentu tentang bahan-bahan yang digunakan untuk buffle? Misalnya harus kuat. 8. 6. feed batch. Nutrisi yang digunakan meliputi makro dan mikro karena 131 . 12. Bagaimana cara menentukan kapan kita menggunakan fermentor dengan system batch. feed batch. deep jet fermentor juga menggunakan aliran laminar dimana harus disesuaikan dengan reynould number. Untuk fermentor anaerob itu sendiri contohnya pada pembuatan etanol. maupun continous karena telah dijelaskan dikelompok selanjutnya. jadi dapat dinyatakan bahwa mikroba anaerob benar akan mati bila masuk ke dalamnya. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa akseptor elektron eksternal. apa tujuannya aliran secara turbulen? Kenapa jenis alirannya berbeda dengan fermentor lain? (Alfonsina 115061100111027) Jawab: Deep jet fermentor adalah salah satu alat dengan menggunakan mekanisme hidrodinamik.membutuhkan oksigen? Tapi kalau STR digunakan hanya untuk fermentasi aerob. BagaimPada deep-jet bagaimana cara menghilangkan kontaminan pada system penggeraknya? Menggunakan apa? (Sharfina Widyaningrum 115061105111003) Jawab: pada deep jet ini ada pompa untuk mengalirkan hasil fermentasinya.

mikroorganisme adalah makhluk hidup dan pada dasarnya semua makhluk hidup butuh nutrisi baik makro maupun mikro. Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal. 3.1 Medium Fermentasi Istilah fermentasi berasal dari bahasa latin fervare yang berarti mendidih. Jadi dapat dikatakan pompa tersebut membuat kinerja dari fermentor ini kurang efisien karena harus menggunakan tenaga untuk melakukannya. Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba Medium fermentasi memiliki fungsi yaitu untuk menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 13. Oleh karena itu. Dalam suatu proses fermentasi memerlukan: 1. karena setiap alat harus ada pengawasannya terhadap lingkungan. Amortisasi adalah penyusutan secara berangsur – angsur pada proses fermentasi. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Mikroba sebagai inoculum 2. 132 . Berikut ini terdapat tabel yang menjelaskan menganai kebutuhan nutrisi bagi 3 jenis mikroorganisme yang berbeda-beda. Sehingga melalui media fermentasi. mikroorganisme tersebut dapat memperoleh sumber nutrisi yang dapat digunakan untuk memperoleh energy dalam rangka pembentukan sel serta melakukan proses biosintesis untuk menghasilkan produk-produk metabolit. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai produk minuman atau makanan. suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi. 14. Apa pengertian amortisasi? dan apa yang dimaksud sebagai bagian dari perlindungan lingkungan? (Ridhani 115061100111009) Jawab: alat dipasang ataupun dibuat dari bahan yang murah harganya dan ramah lingkungan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aksi dari ragi dalam ekstrak buah atau biji-bijian yang menghasilkan gelembunggelembung gas karbondioksida sebagai akibat dari proses katabolisme anaerob dari gula yang terdapat dalam ekstrak. Kenapa deep-jet fermentor jarang digunakan? Apa kekurangan dan kelebihannya? ( Pandu Rahmat 115061107111001) Jawab: Deep-jet fermentor jarang digunakan karena pada fermentor ini mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Idealnya suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang dapat berperan sebagai pensuplai nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung agar mikroorganisme tersebut dapat bekerja secara optimum selama proses fermentasi.

7. 4. protein dan urea. Dengan kebutuhan nitrogen bagi mikroorganisme yang harus disuplai pad media fermentasi yaitu sekitar 10-15% dari berat kering sel bakteri. Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. karbohidrat. oleh karena nya kebutuhan akan air sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme sangat penting. nucleo acid. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. 6. dan ash. 9. d. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda.komponen penyusun media fermentasi adalah sebagai berikut : Sumber nitrogen Air dan mineral Vitamin Faktor pertumbuhan Prekursor dan Induser Elisitor Inhibitor Modifikasi permeabilitas sel Oksigen Antifoams Animal Colture Media Plant Culture Media Culture Maintance Media Gambar 1 : Tabel Komposisi rata-rata mikroorganisme (bakteri. b. kebutuhan dasar lain dari mikroorganisme yaitu air.2 Sumber Nitrogen Fungsi sumber nitrogen dalam media fermentasi yaitu untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. seperti kacang kedelai dan ampas biji kapas. Nitrogen organic didapatkan dari berbagai kombinasi hasil samping pertanian. protein. 3. yeast. yaitu nitrogen organik dan nitrogen anorganik. 2. 8. yeast. Selain ke-dua komponen tadi. seperti nitrogen. Dimana air merupakan komponen terbesar dalam tubuh organisme yaitu sekitar 80-90%. a. Komponen . Sumber nitrogen dapat dibedakan menjadi 2. 1. Namun untuk kandungan karbon dan mineral yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. 5. Nitrogen organik Nitrogen merupakan nitrogen yang berasal dari berbagai macam sumber zat organic.1. Dalam hal ini sumber 133 . molds). Selain itu sumber nitrogen organik lainnya yaitu berupa asam amino. Sumber : The Internet Journal of Microbiology ISSN: 1937-8289 II. lipids. c.

Dimana setiap sisa gula yang dihasilkan biasanya dikonversi menjadi asam laktat 134 . Corn steep Liqour digunakan untuk produksi antibiotik penisilin pada tahun 1940-an. Batas maksimum penggunaan amonium phosphat menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 235/Men. Amonium phosphat mempunyai kandungan nutrien yang tinggi yaitu fosfor (P) dan nitrogen (N). Sementara nitrogen anorganik dapat bersumber dari amonium sulfat. 2. bir dan makanan lainnya.2 – 4. ekstrak khamir dan pepton. Dalam hal ini sumber nitrogen akan membantu proses pertumbuhan dari mikroorganisme yang berperan (jamur) sehingga dapat menjalankan fungsinya secara optimum. vitamin dan mineral. serta mempunyai kelarutan yang tinggi dan mempunyai sifat yang stabil dalam penanganan penyimpanannya. 1. roti. Hal tersebut dikarenakan ke-dua sumber nitrogen tersebut harganya relatif murah dan mudah mendapatkannya. meliputi pH.nitrogen organic yang paling banyak digunakan yaitu jenis urea dan asam amino. maupun amonium hidroksida. gas amonia. Sedangkan yang paling cocok digunakan sebagai sumber nitrogen adalah amonium sulfat dan diamonium hidrogen phosphate (DAHP) karena mudah didapat dan harganya cenderung murah. Sedangkan amonium phosphat dibasis atau disebut juga diamonium hidrogen phosphat mempunyai rumus kimia (NH4)2HPO4. Tujuan pengontrolan pH yaitu agar mikroorganisme yang berperan (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) dapat bekerja secara optimum karena pada pH demikian kerja mikroorganisme tersebut dapat optimum.4. Pada proses fermentasi.25 bagian untuk setiap 100 bagian berdasarkan berat. Untuk komposisi yang tepat dari Corn steep Liqour tergantung pada kualitas jagung sebagai sumber nya serta kondisi pengolahan.Kes. Dalam proses industri. dan tekanan. peptones dan soya bean meal. Selain itu dengan penambahan nitrogen anorganik pada medium fermentasi juga berfungsi sebagai pengatur pH pada proses fermentasi. sumber nitrogen tersebut dapat diproses sehingga menghasilkan produk seperti corn steep liquor. Seperti contohnya yaitu ketika melakukan proses fermentasi yoghurt. Amonium phosphat yang terdapat di pasaran terdapat dua jenis yaitu monobasis dan dibasis. suhu. Sumber nitrogen yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah amonium sulfat. Komposisi pada Corn steep Liqour umumnya mengandung sekitar 4% (b / v) nitrogen. maka nitrogen anorganik tersebut akan mengontrol agar pH selama proses fermentasi berlangsung berkisar antara 4. Corn steep Liqour Corn steep Liqour adalah produk samping yang dihasilkan dari ekstraksi pati dengan menggunakan jagung sebagai komponen pokok./Per/VI/79 adalah secukupnya untuk jenis makanan soda kue. Dalam hal ini nitrogen anorganik bersifat sebagai suplemen untuk mikroorganisme pada proses fermentasi. dalam hal ini sudah termasuk berbagai asam amino. Sedangkan Matz (1972) menyatakan bahwa penggunaan amonium phosphat pada pembuatan roti tawar tidak boleh lebih dari 0. ekstrak ragi. Amonium phosphat monobasis disebut juga sebagai amonium dihidrogen phosphat yang mempunyai rumus kimia NH4H2PO4. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasikan keracunan dan hal-hal yang buruk bagi pengosumsi.

biji bunga matahari. Misalnya peptones yang berasal dari gelatin. Dalam hal ini komposisi dari pepton bervariasi tergantung pada sumber protein awalnya. dan beberapa glukosa yang berasal dari karbohidrat yang tersimpan dalam ragi (trehalosa dan glikogen). gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak. seperti yang berasal dari produksi tepung kentang.Gambar 3 : Tabel kandungan protein dan vitamin pada ekstrak ragi. 2. Suhu dan pH harus dikendalikan untuk memastikan proses autolisis optimal dan standar. 1975 toko roti maupun ragi. Selain itu ekstrak ragi juga dapat ditemukan sebagai limbah dari kayu dan pengolahan kertas. 1995 penyaringan atau sentrifugasi. dalam hal ini beripa autolysis.05% (b / v) tidak dapat digunakan dalam proses fermentasi karena memiliki potensial menyebabkan masalah korosi. dan es krim. kedelai makan. pasta kental atau bubuk kering. yaitu prolin dan sistein. sehingga dapat menyebabkan sel-sel dalam ragi (yeast) tersebut mati tanpa menonaktifkan enzim. peptida. Akibatnya bahan. Ekstrak ragi dengan konsentrasi natrium klorida lebih besar dari 0. Sedangkan peptones dengan sumber keratin kaya akan kedua-nya. Hal tersebut dikarenakan bahan penyusun pada pepton terdiri atas asam atau hidrolisis enzim dari bahan protein tinggi. vitamin larut air (Tabel 3). kacang. yang ditanamkan pada ragi untuk kemudian dibudidayakan (dikulturkan) menggunakan etanol. Proses autolisis bekerja pada rentang suhu pada 50-55⁰C selama beberapa jam sebelum suhu dinaikkan hingga 75⁰C untuk mengaktifkan enzim. Dalam hal ini. 3. memiliki kandungan prolin dan hidroksiprolin yang sangat besar. Ekstrak Ragi Ekstrak ragi dapat didapatkan dari Gambar 2 : Tabel komposisi Corn Steep Liquor limbah Sumber : Anon. keratin. seperti : daging. Oleh karena itu dalam formulasi media fermentasi harus dapat diketahui terlebih dahulu 135 . Corn steep Liqour kadang-kadang dapat digantikan oleh minuman keras yang sama. Proses mendapatkan ekstrak ragi yaitu melalui proses hidrolisi. Dalam hal ini selama proses autolisis harus dapat mengontrol suhu dan tekanan osmotik. Pada proses autolysis ini menggunakan enzim endogen sel. biasanya tanpa perlu enzim hidrolitik tambahan lainnya. Ekstrak tersebut mengandung asam amino. ekstrak yang terbentuk berupa cairan yang mengandung padatan sekitar 50-65%. jeli. sel-sel dalam ragi tersebut akan terganggu oleh adanya proses plasmolisis atau gangguan mekanis lainnya pada proses autolysis ini. gelatin. atau dapat juga bersumber dari strain seperti Saccaromyches cerevisiae serta strain alternative lainnya yaitu Kluyveromyces marxianus. Peptone dari sumber tanaman selalu mengandung jumlah karbohidrat yang relatif besar. Selain itu kontrol suhu sangat penting untuk mencegah hilangnya vitamin dari proses autolysis ini. sehingga ekstrak yang dihasilkanakan akan terkonsentrasi dengan cepat. Berdasarkan hal di atas diketahui bahwa komposisi pepton berbeda-beda berdasarkan sumber protein penyusunnya. Dalam industri pangan.sebanyak 9-20%. Ekstrak tersebut digunakan dalam formulasi media fermentasi biasanya berupa garam bebas dengan konsentrasi komponen yang larut dalam hidrolisis sel ragi. Peptone Peptone biasanya terlalu mahal digunakan untuk industri fermentasi skala besar. dll. b/ v oleh mikroorganisme yang mengkontaminasinya. yaitu apabila dia terhidrolis dengan air maka akan menyebabkan asam yang bersifat korosif. bahan pada dinding sel ragi rusak dan menjadi puing-puing dan dihilangkan melalui Sumber : Waites. namun kekurangan lisin. Sehingga pada akhirnya. namun hampir tanpa kandungan belerang yang mengandung asam amino.

Soya Bean Meal Soya Bean Meal merupakan residu yang tersisa setelah kacang kedelai selesai di proses. sehingga dapat memilih sumber pepton yang sesuai terhadap kebutuhan mikroorganisme nya. 30% karbohidrat dan minyak sebesar 1%.karakteristik jenis pepton yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang akan digunakan selama proses fermentasi. II. Pada proses fermentasi.1 Aplikasi penerapan media dengan komponen sumber Nitrogen dalam industry Pegaplikasinua yaitu dalam proses : Produksi β-Glukan dengan menggunakan mikroorganisme berupa Saccharomyces cervisiae dalam media dengan sumber nitrogen berbeda pada Air-Lift Fermentor. soya bean meal digunakan dalam proses fermentasi antibiotic. yang kemudian digunakan untuk mengekstrak sebagian besar minyak. sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan kemungkinan represi dari pembentukan produk. 8% senyawa non-protein nitrogen. Komposisi dari soya bean meal yaitu terdiri dari protein sebanyak 50%. asam glutamate. urea.2. 4. Hal tersebut dikarenakan komponen nya hanya secara perlahan-lahan dilakukan proses metabolisme. dan 136 . Gambar 4 : Garfik hasil β-Glukan yang dihasilkan dengan menggunakan medium : pepton.

sehingga dapat menggunakan alternative urea yang jauh lebih murah sementara produksi β-Glukan tidak jauh berbeda dengan β-Glukan yang dihasilkan oleh pepton. Dalam hal ini air yang akan digunakan untuk formulasi media fermentasi harus dipastikan bebas dari kandungan padatan tersuspensi maupun koloid seperti klorin. namun juga penting untuk peralatan pendukung dan pembersihan (sterilisasi). copper. kecuali solid-substrat fermentasi. struktur dan fungsi mitokondria. II. Selain itu air tidak hanya digunakan sebagai komponen utama dari semua media fermentasi. Namun sayangnya pepton harganya relative mahal. Hal ini dapat meminimalkan biaya dalam penggunaan air dan mengurangi volume limbah yang membutuhkan pengolahan air. KH2PO4. fosfor. Proses sterilisasi bisa dengan meggunakan cara filtrasi maupun pemanasan.2. FeSO4. mangan. kalium. termasuk : saat pembelahan dan pertumbuhan sel. kadar kalsium. Dalam hal ini media yang akan disterilisasi dimasukkan dalam chamber. Dalam hal ini car menghilangkan koloid maupun suspensi tadi adalah dengan menggunakan teknik GAC (Granulated Carbon Active).3.Hasil yang diperoleh yaitu : 137 . dan dengan injeksi steam dengan tekanan yang tinggi.3. Misalnya. Kadang-kadang. yaitu menambahkan butiran karbon aktif yang berfungsi sebagi filtrate air sehingga antara air dan kolod tersebut dapat terpisah sehingga menghasilkan air yang bebas koloid untuk proses formulasi media fermentasi. dan seng yang hadir dalam pasokan air. Dengan alat yang digunakan untuk sterilisasi adalah autoclave. yaitu sekitar 833 mg. Dalam banyak kasus juga menyediakan elemen mineral dalam media fermentasi. Sementara dengan menggunakan urea produksi β-Glukanpaling sedikit yaitu 633 mg. magnesium. cornsteep liquor mengandung berbagai mineral yang biasanya akan memenuhi kebutuhan mineral minor. besi. maupun garam mineral seperti kalsium karbonat. ferum. magnesium. Fungsi pemberian mineral dalam media fermentasi yaitu untuk fisiologi mikroorganisme tersebut. Saat ini air menjadi semakin mahal.1 Air Semua proses fermentasi.3 Air dan Mineral II. Dan untuk medium urea dan DAHP βGlukan yang dihasilkan sama yaitu 733 mg. II.3.1 Aplikasi dari penggunaan mineral dalam industri Pengaplikasi dapat dijelaskan dalam Proses Fermentasi menggunakan Residu Mango sebagai Sumber Karbon untuk Produksi Bioetanol dengan menggunakan garam mineral MnSO4. memerlukan air dalam jumlah yang besar. Hal ini dikarenakan air merupakan komponen dasar yang dibutuhkan mikroorganisme untuk tumbuh selama proses fermentasi berlangsung. Respiro-fermentasi metabolisme dan respon terhadap stres lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber nitrogen terbaik untuk proses fermentasi (produksi β-Glukan) adalah menggunakan pepton. maka dilakukan pemanasan pada kolom chamber dengan suhu 121⁰C selama minimal 15 menit untuk memastikan medium sudah tersterilisasi sempurna.Grafik diatas menerangkan bahwa produksi β-Glukan terbanyak pada akhir fermentasi (84 jam) adalah pada medium dengan menggunakan sumber nitrogen pepton. sulfur dan ion klorida terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan ini sehingga dapat ditambahkan sebagai garam yang spesifik. dan kotoran dalam bahan media lainnya.Air digunakan untuk proses pembersih (sterilisasi) dalam proses fermentasi. molibdenum. sehingga banyak perusahaan yang melakukan proses pendaur ulangan / penggunaan kembali dari air. MgSO4. II.2 Mineral Mineral – mineral yang sering terdapat dalam medium fermentasi yaitu seperti berikut : kobalt.

dalam hal ini magnesium bertindak sebagai penggerak beberapa enzim (fosfatidilkolin transferase dan dekarboksilase). Contoh precursor yang ditambahkan dalam media fermentasi yaitu penggunaan phenylacetic acid atau phenilacetamida pada fermentasi antibiotic penisilin oleh Penicilliumchrysogenum. maupun inhibitor. seperti jamur dan ragi berserabut. vitamin disintesis oleh banyak bakteri dan digunakan sebagai unsur-unsur dasar penyusun media fermentasi. II.2. Selain itu contoh lain dari penambahan precursor yaitu D-treonin digunakan sebagai precursor dalam produksi L-isoleusin oleh Serratia marcescens.5 Faktor Pertumbuhan Faktor pertumbuhan dalam media fermentasi didefinisikan sebagai persenyawaan organik yang harus terdapat dalam sel mikroorganisme agar mikroorganisme tersebut dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya selama proses fermentasi berlangsung. Mg2+ berperan penting untuk produksi enzim sehingga alkohol dapat terbentuk. vitamin berperan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang digunakan selama proses fermentasi.5 dan Agrobacterium sp. elicitor. Faktor pertumbuhan biasanya ditambahkan pada sumber karbon maupun sumber nitrogen pada saat formulasi media pertumbuhan. Dalam hal ini factor pertumbuhan yang ditambahkan pada media fermentasi dapat berupa : prekursor. maka harus ditambahkan vitamin sebagai suplemen untuk formulasi media fermentasi. Contoh faktor-faktor pertumbuhan yang diperlukan dan ditambahkan dalam media fermentasi yaitu seperti : asam amino.Gambar 5 : Garfik laju produksi bioethanol pada produk yang mengandung mineral MgSO4 or KH2PO4 Berdasarkan kedua kurva di atas dapat dilihat bahwa penambahan mineral dalam medium fermentasi sangat penting dalam proses fermentasi. Sementara Fe2+ dapat merangsang pernapasan dan perkembangan mikroorganisme. inducer. Aplikasi dari penggunaan prekursor dalam industry dapat terlihat pada proses pengaruh penambahan urasil dalam media fermentasi terhadap hasil β-glukan dari dua strain Agrobacteriumradiobacter A1. dan asam antranilat ditambahkan pada produksi L-triptofan oleh khamir Hansenula anomala. K+. disimpulkan bahwa Mn2+. dimana precursor tadi akan berikatan dengan rantai samping molekul penisilin. II. Dalam medium fermentasi. Contoh vitamin yang digunakan dalam formulasi media fermentasi yaitu pengunaan kalsium pantotenat dalam produksi vinegar dan biotin dalam produksi asam glutamate.4 Vitamin Pada proses fermentasi. asam lemak dan sterol. dimana ditambahkan baik dalam bentuk murni atapun. 1. Bro 1.Ion K+ sangat diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganise.1. nukleotida. Oleh karena itu. Tetapi factor pertumbuhan ini tidak dapat dapat dibuat sendiri oleh mikroorganisme tersebut sehingga perlu ditambahkan dari pihak luar. Vitamin dapat ditemukan dalam produk-produk yang banyak mengandung sumber karbon dan sumber nitrogen sebagai kontaminan ringan. Pada fermentasi membutuhkan suplemen precursor yang spesifik ditambahkan dalam jumlah terkontrol dan dalam bentuk relatif murni. Prekursor Prekursor adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke medium fermentasi dimana selama proses fermentasi berlangsung akan dapat berikatan dengan molekul produk untuk menghasilkan produk dari proses metabolit sekunder. Sementara untuk mikroorganisme lainnya. Mn2+ berperan dalam produksi metabolit. karena perannya sebagai konstituen dehidrogenase laktat. dalam bentuk ekstrak dengan tujuan untuk menekan biaya operasi fermentasi karena harganya yang lebih murah dalam bentuk ekstrak. 138 . Fe2+ adalah ion yang dibutuhkan untuk proses fermentasi Ragi alkohol. Mg2+.

Dalam hal ini inducible enzyme hanya medium yang diberi precursor disintesis untuk merespon adanya inducer di lingkungannya.Pada grafik samping dapat diamati bahwa produksi β-glukan dengan menggunakan medium yang diberi precursor urasil akan jauh lebih tinggi dibanding medium yang tanpa pemberian precursor. substrat inducer harus selalu ada dalam medium fermentasi.2. 3. khususnya patogen tumbuhan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan GMMs dapat terganggu ketika gen cloning 'dihidupkan'. Soja Jika pembentukan produk tergantung pada kehadiran senyawa elisitor tertentu atau analog struktural. Dalam proses kultur sel tanaman produksi metabolit sekunder. Elisitor Elisitor yaitu senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi untuk membantu mengsekresikan produk target dari sel tumbuhan. Inducer Dalam proses fermentasi. Bro 1. Dalam hal ini dilakukan proses isolasi untuk produk target dari berbagai mikroorganisme. maka harus dimasukkan ke dalam media fermentasi atau ditambahkan pada suatu titik tertentu selama fermentasi. dapat dipicu dengan menambahkan elisitor. Akibatnya. reagen juga sering diperlukan dalam fermentasi mikroorganisme hasil rekayasa genetika (GMMs). pemberian induser maltosa oleh Bacillus subtilis. karena tingkat transkripsi dan translasi yang sangat tinggi. yaitu urasil biasanya berupa substrat enzim atau senyawa yang memiliki struktur berdekatan. inducer adalah senyawa yang Gambar 6 : Grafik produksi βbersifat menginduksi sistem biosintesis produksi enzim yang berguna glukan dengan menggunakan selama proses fermentasi. 2. baik dengan menggunakan kultur Agrobacteriumradiobacter A1. Dalam hal ini kultur yang digunakan adalah Catharanthus roseusdengan elisiator berupa S. Dalam hal ini aplikasi penggunaan elisiator dalam medium fermentasi adalah pada proses peningkatan produksi katarantin melalui teknik elisitasi pada kultur agregat sel catharanthus roseus. sistem untuk gen kloning digabungkan yang memungkinkan maksimalisasi awal pertumbuhan untuk membangun kepadatan biomassa yang tinggi. Selain elisator. Elisitasi adalah suatu metode untuk meningkatkan fitoaleksin dan metabolit sekunder lainnya dengan menambahkan berbagai elisitor biotik maupun abiotic. Contoh pemberian induser dalam medium fementasi yaitu penggunaan starch untuk produksi amilase oleh kultur Aspergillus spp. dan pemberian selulosa sebagai induser untuk produksi selulase oleh Trichoderma viride . Contoh : dihasilkannya isoflavonoid pada kultur sel kedelei oleh senyawa elisitor Pms yg dihasilkan oleh fungi patogen Phytophthoramegasperma var. cerevisiae 139 . seperti flavonoid dan trepenoids. Dalam hal ini inducer diberikan secara terus menerus dalam konsentrasi yang rendah.5 maupun Agrobacterium sp.1 untuk fase logarigtmik (24 jam) maupun fase stasioner (46 jam). dimana gen kloning kemudian dapat 'dihidupkan' oleh penambahan elisitor kimia tertentu. Agar enzim tetap disintesis selama fermentasi.

Contohnya adalah diisopropil-fluorofosfat (DFT) yang menghambat kerja asetilkolinestirase (enzim penting dalam transmisi implus saraf) yang dapat menyebabkan kekejagan otot. Hal ini dikarenakan terinduksinya serangkaian proses yang mengarah pada akumulasi katarantin. yaitu penghambat yang tidak berikatan secara kuat dengan enzim. Pada inhibitor terjadi proses inhibisi. merupakan penghambat yang berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehinga tidak dapat terlepas. yaitu: a. Inhibitor nonkompetitif merupakan senyawa kimia yang tidak mirip dengan subtrat den berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. yang digunakan dalam produksi gliserol oleh S. Selain itu fungsi dari inhibitor adalah untuk mempengaruhi struktur dinding sel sehingga meningkatkan permeabilitas dinding sel untuk melepaskan metabolit. Inhibitor dibedakan menjadi dua kelompok. Modifikasi sel permeabilitas 140 . Inhibitor Reversibel. cerevisiae(A) dan medium(B) sebelum (control) dan sesudah elisitasi. Inhibitor reversibel dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula.Gambar 7: Garfik kandungan karantin dalam sel S. Contoh : penggunaan penisilin dlm produksi asam glutamat oleh Micrococcus glutamicus.cerevisiae maupun pada medium akan lebih banyak dihasilkan dengan yang diberi perlakuan pemberian elisitor. inhibitor menghentikan jalur pada titik tertentu untuk mencegah metabolisme lebih lanjut dari produk target. Gambar 8 : cara kerja inhibitor kompetitif ii. Gambar 9 : Cara kerja inhibitor nonkompetitif b. i. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Inhibitor Inhibitor adalah molekul atau senyawa kimia yang bersifat mengalihkan reaksi metabolism sehingga bisa dihasikan produk yang lebih spesifik. Sebuah contoh dari penghambat khusus digunakan untuk mengarahkan metabolisme natrium bisulfit. Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim sehingga substrat tidak dapat masuk. cerevisiae. Pada grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kandungan katarantin baik pada sel S. 4. Hal tersebut dikarenakan karena adanya perubahan pH pada medium setelah elisitasi. Jadi. yaitu proses dimana satu fungsi di halangi oeh fungsi lainnya. Selain itu dapat diamati pula bahwa pada produksi katarantin pada medium menunjukkan pola yang selalu naik setiap pertambahan waktu dalam proses fermentasi. penghambat ini dapat dibalikkan. Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. 5. Oleh sebab itu. Dengan kata lain inhibitor digunakan untuk mengarahkan metabolisme terhadap produk target dan mengurangi pembentukan produk yang tidak diinginkan. Inhibitor Irreversibel.

manusia tau hewan Memiliki biaya yang rendah Antifoams alam termasuk minyak tanaman(misalnya kedelai. seperti media kultur yang mengandung glukosa. Mereka sering ditambahkan ke fermentasi asam amino. Fermentasi yang mengunakan oksigen salah satu nya adalah fermenasi asam cuka. busa dapat menghalangi udara. sehingga fermentor menjadi tercemari mikroorganisme yang dilepaskan ke limgkunagn. Hal ini di lakukan untuk meningkatkan permeabilitas sel dengan memodifikasi dinding sel dan membran.7 Antifoams Antifoams diperlukan untuk mengurangi pembentukan busa selama fermentasi. mineral garam. vitamin dan asam amino. minyak ikan. Media ini dirancang untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel yang baik dan memnimalisirkan segala kemungkinan berkembangnya variasi generic. II. Yang penting adalah kebutuhan untuk freeborad dalam fermentor untuk memberikan rang bagi busa yang dihasilkan. sehingga meningkatnya pelepasan produk intraseluler dari media fermentasi. Mereka mengandung sumber karbon organic. mineral garam dan hormone pertumbuhan. 2.kombinasi dan konsentrasi hormone tanaman diberika tergantung padafermentasi tretentu. termasuk proses untuk memproduksi L-glutamicacid menggunakan anggota Brevibacterium Corynebacteriumand genera. 3. Daftar Pertayaan 141 . Antifoams kimia bahan aktif yang dapat mengurangi tegangan yang mengikat busa bersama-sama. II. sumber nitrogen. Nitrat adalah sumber nitrogen. 4. Para antifoam sintetissebagian besar adalah silikon minyak miyak. II. sdangkan fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen adalh fermentasi asam laktat. Namun beberapa spesies memerlukan garam organic dalam bentuk asam amino. namun sering juga di tambahkan garam ammonium. fermentasi dibagi menjadi aerob (membutuhkan oksigen) dan anaerob (tidak membutuhkan oksigen). Busa ini terjadi terbentuk disebabkan ole media potein yang melekat pada permukaan air-broth dimana mereka mengubah sifat busa yang stabil. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen. bunga matahari). yang mengakibatkan hilangnya kondisi aseptik.minyak mineral dan dan lemak.9 Plant cell Culture Media Berbeda dengan anmal cultre media. LAMPIRAN I. alkohol poli dan glikolteralkilasi.6 Oksigen Penggunaan oksigen pada fermentasi bergantung pada jumlah okisgen yag dibutuhkan oleh organisme. yang digunakan untuk palnt culture media hanyasenyawa kimia tretentu.1.hal itu dapat diberikan dalam udara yang mengandung sekitar 21% (v/v) oksigen. II. Jika tidak dikontrol.8 Animal Cell Culture Media Animal cell culture media biasanya didasarkan pada media yang kompleks. Antifoam yang ideal harus memiliki sifat sebagai berikut: Mudah dan cepat tersebar dengan tindakan yang cepat Aktivitas tinggi pada konsentrasi rendah Tidak beracun untuk microorganisme fermentasi. Ada tiga pendekatan yang memungkinkan untuk mengendalikan produksi foam: modifikasi komposisi media. penggunaan pemutus busa mekanik dan penambahan antifoams kimia. Senyawa yang digunakan untuk tujuan ini termasuk penisilin dan surfaktan.10 Culture maintance media Media ini digunakan untukmenyimpan dan subkuktur sektir utama industry. II.

apa saja yang bisa difermentasi oleh bakteri ? Jawab : Fermentasi merupakan suatu proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). dan ash. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal).Sisca ( Apakah efek apabila konsentrasi pada komponen tidak sesuai? Jawab: Efek yag terjadi apabila konsentrasi komponen fermentasi tidak sesuai dapat menyebabkan hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan target. seperti nitrogen. namun memiliki spesifikasi sifat yang berbeda. meskipun bakteri dalam strain yang sama. nucleo acid. Namun untuk kandungan karbon. sehingga kultur ini dipilih untuk membantu proses fermentasi ini. Pertanyaan Lisan 1. 2. Sehingga dapat menyebabkan kerugian. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. Ridhani R ( Bagaimana dengan penggunaan kultur lain selain saccaromyches dalam aplikasi penggunaan medium fermentasi sumber nitrogen terhadap hasi β-Glukan yang dihasilkan ? Jawab: Dalam hal ini penggunaan kultur jenis lain selain saccaromyches akan menyebabkan produksi β-Glukan berbeda. dan air yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. asam laktat. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. 3. Maratus S ( Selain bahan yang mengandung gula.A. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Dewi Nugrahani ( Apa yang menyebabkan komposisi masing-masing mikroorganisme berbeda ? Jawab : Kebutuhan nutrisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. anggur dan minuman beralkohol lainnya. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Pertanyaan Tertulis 1. lipids. 2. Dian Nita Citra ( Apakah kondisi dan perlakuan setiap bakteri walaupun dengan strain yag berbeda itu sama? Jawab: iya. karbohidrat. 3. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. mineral. Hal tersebut dikarenakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing mikroorganisme berbeda-beda setiap jenisnya. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. Afida K ( Bagaimana cara menangani kandungan bahan pengotor pada air agar dihasilkan air yang murni untuk penyusun formulasi media fermentasi ? 142 . Dalam hal ini kultur saccaromyches dapat menjalankan fungsinya secara optimum dalam produksi β-Glukan. protein. dan hidrogen. Gula adalah bahan yang umum digunakan dalam fermentasi. konsentrasi juga merupakan salah satu factor pada prose fermentasi. 4. Sebab. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Jadi tiap-tipa bekteri memeliki spesifikasi sifat yang berbeda-beda karena juga memiliki karakter untuk menghasilkan produk yang berbedbeda juga. yeast.Alfondsina ( Mengapa garam yang berlebih dapat menyebabkan korosi? Jawab: B.

BAB II ISI ANABOLISME: Penggunaan energi dalam Biosintesisi Pengetahuan tentang metabolisme yang sifatnya fundamental dan vital bagi makhluk hidup telah mengantarkan kita ke suatu tingkat pemahaman yang mendalam tentang proses-proses yang berkaitan. dan polisakarida yang tergabung dalam makromolekul atau molekul besar yang terdiri dari polimer-polimer kecil yang tergabung bersama. istilah biosintesis berarti pembentukan senyawa alami oleh organisme hidup. apapun ukuran.zat lainnya untuk dilepaskan ke lingkungan. Anabolisme merupakan suatu proses pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya.Jawab : Cara yang paling umum digunakan yaitu metode GAC (Granulated Active Carbon).zat pada kedua sisi dari persamaan itu dan beberapa jalur anabolik menggunakan enzim yang juga digunakan dalam jalur katabolic yang serupa. Hasil. materi. Reaksi yang memerlukan energi dalam bentuk panas disebut reaksi endergonik atau reaksi endoterm Mikroorganisme dapat memperoleh energi dalam berbagai cara. Hal ini bisa disebut dengan istilah biosintesis. lemak dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme.hasil anabolisme berguna dalam sejumlah fungsi yang esensial. Semua transformasi anabolik seperti halnya dengan semua reaksi katabolic.bahan ini berlangsung lebih cepat dari perombakannnya maka organism akan tumbuh. Proses Anabolisme biasanya banyak membutuhkan energi sehingga reaksinya dapat berlangsung cepat dan efisien. baik ekstra sel maupun intrasel.kira setimbang dengan katabolisme. Molekul protein. ATP merupakan sumber energi bagi semua aktifitas anabolik didalam sel. Proses ini disebut dengan turnover atau pergantian. Bila sintesis bahan. Enzim. Energi bebas diperlukan untuk biosintesis pada selsel dewasa dalam ukuran yang konstan karena molekul. Prinsip. protein. polisakarida dan asam nukleat dari bahan. Pembuatan molekul komplek yang besar dimulai dari unit struktur sederhana yang disebut monomer dimana menyimpan kapasitas ruang genetic. Banyak dari energi ini digunakan dalam biosintesis atau anabolisme. Anabolisme adalah sintesis dari makromolekul seperti protein.molekul anorganik dan monomer.karbohidrat dan protein-lipid merupakan komponen structural yang esensial dari organism.Protein yang berbeda memiliki 143 .sel terbentuk.prinsip pengaturan biosintesis Sebuah sel mikroba mengandung sejumlah besar protein.monomer yang kemudian menjadi molekulmolekul yang lebih kompleks sampai menjadi organela. Protein.bahan kecil. yaitu dengan cara menambahkan butiran karbon aktif sebagai filtrate air sehingga antara air dan bahan suspen maupun koloid akan terpisah. Karena anabolisme merupakan proses sintesis molekul kompleks dari beberapa molekul sederhana maka memerlukan sejumlah energi untuk biosintesisnya. sebuah mikroorganisme memulai dari prekursor sederhana seperti molekul.enzim yang berperan dalam katabolisme dapat pula berperan dalam anabolisme dengan suatu tindakan sederhana seperti merubah konsentrasi nisbi zat. asam nukleat.hati meregulasinya sehingga kecepatan dari biosintesis kira. bentuk dan fungsinya dibuat dari 20 asam amino terikat oleh ikatan peptide.organela baru dan sel. Proses sintesis demikian tidak dapat berlangsung tanpa adanya masukan energi. dikatalis oleh enzim. metabolism secara hati. Glikogen. Energi yang telah dihabiskan pada proses perggantian molekul untuk banyak sel yang tidak berkembang menggunakan energinya untuk mensintesis enzim dan zat. Sintesis asam nukleat memungkinkan organisme untuk menyimpan dan mengutarakan tambahan dari perbendaharaan informasi genetiknya. Walaupun pergantian atau turnover dari unsure-unsur pokok suatu sel berkesinambungan. 1. Selama biosintesis.molekul seluler akan secara berkesinambungan terdegradasi dan disintesis.materi baku biosintesis dan energy.

Gen akan membutuhkan enzyme ekstra dan sel harus menanamkan materi-materi baku dalam sintesis atas penambahan gen. Mikroorganisme autotrof mendapatkan energi dari oksidasi senyawa anorganik tetapi proses penangkapan energi sama dengan fosforilasi oksidatif. Walaupun banyak enzim dalam jalur amphiobolik terlibat dalam aktivitas katabolisme dan anabolisme . Untuk contoh. amoniak. Jalur anabolisme dan katabolisme tidak pernah sama walaupun banyak enzim digunakan bersama. Sel mebutuhkan enzim untuk membuat dua kali lipat asam amino(atau menyediakan asam amino ekstra ). Misalnya. seperti misalnya elektron yang dibebaskan dari oksidasi belerang. struktur yang lebih kompleks seperti sistem supramolekul dan organel. ketika dua proses yang digabungkan. NADPH daripada NADH biasanya berfungsi sebagai donor Setelah makromolekul telah dibangun dari prekursor sederhana. 5. dan yang lainnya membalik proses pengubahan. Hampir semua struktur sel terbuat dari 30 prekursor-prekursor kecil. ribosom merupakan kumpulan besar proton banyak dan molekul ribonukleikasid namun mereka muncul dengan pembentukan komponen mereka tanpa keterlibatan. Mikroorganisme fotosintetik memperoleh energi untuk mengubah CO2 menjadi bahan sel berasal dari cahaya. mereka dirakit menjadi lebih besar. Sebaliknya. A. dan NAD +. Kegunaan enzim yang terpisah untuk dua reaksi dalam satu tahap memungkinkan regulasi independen dari katabolisme dan anabolisme. beberapa tahapnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda. FIKSASI CO2 Sebagian besar mikroorganisme dapat menggabungkan dan memfiksasi CO2. Sel sering menyimpan penambahan materi dan energy dengan menggunakan enzim yang sama untuk proses katabolisme dan anabolisme. Kedua jenis jalur dapat diatur dengan produk akhir mereka serta oleh konsentrasi ATP. ketika elektron donor dibutuhkan selama biosintesis. Jika sebuah protein disusun oleh 40 asam amino yang berbeda yang terbagi menjadi dua puluh. Biasanya oksidasi katabolik menghasilkan substrat NADH untuk transpor elektron. AMP. Regulasi anabolisme adalah bentuk yang agak berbeda dengan katabolisme. sama dengan mikroorganisme fotosintetik. enzim glikolisis yang terlibat dalam sintesis dan degradasi glukosa. Hanya mikroorganisme autotrof yang menggunakan CO2 sebagai satu-satunya sumber karbon bagi sintesis selnya. ADP. jalur anabolik harus beroperasi ireversibel ke arah reaksi biosintesis untuk pemecahan ATP dan trifosfat nukleosida lainnya. enzim dan asam amino. Seperti misalnya. sedangkan oksidasi asam lemak terjadi di dalam mitokondria.rangkaian asam amino yang berbeda pula. dan lainnya disalurkan melewati rantai-rantai transpor elektron yang menyebabkan proton menyembul dari membran. biosintesis asam lemak terjadi dalam matriks sitoplasma. Dalam jalur biosintesis mikroorganisme eukariotik sering terletak di ruang selular yang berbeda dari jalur yang berhubungan secara katabolik. tetapi mikroorganisme autotrof memperoleh energi dari oksidasi kimia. 3. Untuk mensintesis secara efisien suatu molekul. Kegunaan beberapa monomer yang terhubung bersama oleh ikatan kovalen membuat sintesis makromolekul memiliki proses yang efisien. Jalur anabolik dan katabolik sering menggunakan kofaktor berbeda. 4. Pembagian ruang memudahkan jalur untuk beroperasi secara simultan namun independen 6. energi bebas yang dibuat tersedia selama perombakan trifosfat nukleosida yang mendorong reaksi biosintesis sampai selesai. Makromolekul biasanya berisi informasi yang diperlukan untuk membentuk spontan dalam proses yang dikenal sebagai self-kumpulan. 144 . 2. Satu enzim mengkatalisis reaksi dalam katabolisme. Potensial yang terjadi diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi jika proton memasuki sel kembali melewati saluran proton.

Dibagi menjadi tiga fase yakni karboksilasi. dan glukosa.protein lain. dan senyawa organic yang digunakan sebagai donor electron terakhir. Hal ini merupakan suatu kelebihan yang sangat tidak mungkin terjadi pada organisme tingkat tinggi. Senyawa sulfur tereduksi.molekul yang diperlukan lainnya. lemak. sulfolobus. dilakukan oleh dua enzyme.5-bifosfat karboksilase atau ribolosa difosfat karboksilase yang dikatalisis dengan penambahan CO2 menjadi ribolosa 1. Oksigen tidak terbentuk 145 . 6RuBP+6CO2 → 12PGA → 6RuBP+Fruktosa 6-P Pengubahan CO2 menjadi materi organik membutuhkan 3 ATP dan 2NADP. dan merupakan proses pembalikan dari proses glikolisis. siklus calvin-Benson atau siklus reduktivitas pentose phospat. gliseraldehid 3-fosfat dehidroginase berbeda dengan enzim pada glikolisis dalam penggunakan NADP+. Fotosintesis Anoksiganik Bakteri Unit Fotosintesis dalam unit bakteri berbeda dengan siano bakteri. Sulfate Reducer. Siklus ini selesai ketika fosforibulokinase membentuk kembali RuBP. Gula yang terbentuk dalam siklus Calvin dapat digunakan untuk mensintesis molekul.molekul anorganik secara kemoautotrof. regenerasi. Cyanobacteria. Hampir semua mikroorganisme autotrof menggabungkan CO2 melalui jalur metabolik yang disebut siklus calvin. Pembagian dari siklus ini mirip dengan jalur pentose fosfat dan melibatkan reaksi transketolase dan transaldolase. dan bakteri yang membentuk asetat dari CO2 selama fermentasi (Acetogen). PGA Tereduksi menjadi gliseraldehid 3-fosfat. Walaupun begitu. dan vitamin.) dan beberapa bakteri seperi Chlorobium dan desulfobacter). Siklus Calvin terjadi di stroma pada kloroplas mikroba autotrof eukariotik . fruktosa. Fase Regenerasi Fase ketiga. Mikroorganisme ini biasanya menggunakan satu dari dua jalur. Walau demikian. Pembentukan glukosa dari CO2 dapat dituliskan sebagai berikut 6CO2+18ATP+12NADPH+12H++12H2O → Glukosa+18ADP+18Pi+12NADP+ ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang fotosintesis dengan mengoksidasi molekul. memiliki tiga komponen pertama. . Untuk mensintesis fruktosa 6-fosfat atau glukosa 6-fosfat dari CO2. Terdapat polyhedral yang mengandung enzim ribolusa-1. reduksi. asam nukleat. merupakan tempat fiksasi CO2 atau penyimpanan karboksilase dan protein. FOTOSINTESIS 1. beberapa bakteri nitrifikasi pemasukan thiobacilli carboxysomes . tersusun dari bacteriochlorophyll dan bacteriopheophytins dan sebuah ETS. Pengumpulan cahaya (mengandung dan tambahan pigmen) sebuah reaksi pusat. beberapa bakteri obligat anaerobic dan beberapa bakteri mikroaerofilik). B. dari siklus Calvin adalah pembentukan kembali RuBP dan dihasilkannya karbohidrat seperti gliseraldehid 3-fosfat. membentuk dua molekule 3-fosfogliserat (PGA) Fase Reduksi Setelah PGA terbentuk melalui karboksilase.5-bifosfat (RuBP). Melalui jalur asetil-koA pada methanogen. Jalur reduktif asam trikarboksilik yang digunakan untuk beberapa Archaea (Thermoproteus.Mikroorganisme autotrof merupakan satu kelompok besar mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik seperti protein. hydrogen molekuler. siklus calvin diketemukan pada fotosintesis eukariotik dan pada sebagian besar fotosintesis prokariotik (tidak untuk Archaea.5-bifosfat karboksilase. Fase Karboksilasi Fiksasi karbon dioksida dilakukan oleh enzim ribolosa-1. Siklus harus beroperasi enam kali untuk menghasilkan heksosa dan membentuk kembali 6 molekul-molekul RuBP. Reduksi.

System ini bertanggung jawab atas pembentukan ATP dan NADPH. Tiga tahap glikolisis yang terjadi dalam sel dan bersifat irreversible 1. SINTESIS GULA DAN POLISAKARIDA Mikroorganisme yang tidak bisa melakukan fotosintesis dan mikroorganisme Heterotrof harus mensintesis molekul. fruktosa bifosfatase yang mana secara 146 . Sintesis glukosa dari prekursorprekursor nonkarbohidrat disebut glukoneogenesis. Selama siklus ini. sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan. Aseptor electron utama dari fotosistem I dapat melewatkan electron melalui sitokrom dapat kembali melakukann siklus untuk reaksi pusat pada fotosistem I. Fotosintesis oksigenik bakteri Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi. alga dan tanaman tingkat tinggi mempunyai dua fotosintesis (I dan II) terhubung melalui pembawa electron.molekul organic gula yang tereduksi dari CO2. Pengubahan fosfoenolpiruvat menjadi piruvat 2. Ketika bateriochlorophyll melalui dalam reaksi pusat ditangkap oleh cahaya. kembali pada reaksi pusat bacteriochlorophyll.+ 2H++ H2O ATP juga dapat dihasilkan dari electron yang terbentuk melalui fotosistem I. Pemberian NADP+ tidak bergantung pada cahaya ATP tersintesis melalui siklus fosforilasi yang dibutuhkan untuk memaksa electron dari reduktor lemah untuk bergerak kemudian mereduksi NADP+ (Pembalikan transfor electron) . Fosforilasi glukosa Tahap. Electron yang diberikan ke fotosistem I melalui system transport electron adalah untuk mempertahankan proses operasi. Fotosintesis bakteri ungu non belerang CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 Fotosintesis bakteri hijau belerang CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S 2. setiap electron berpindah. Dilakukan dengan fotolisis air dan hasilnya adalah oksigen. Selam proses ini ATP disentesis melalui siklus fosforilasi. Bakteri ini melewati sebuah quinine dan melalui berbagai sitokrom. Sianobakteria. jika tidak digunakan dalam produksi NADPH .selama fotosintesis. Fotosistem I selesai dan tidak sanggup untuk memberikan electron lagi. yang dibutuhkan bersama ATP untuk fiksasi nitrogen. Pembentukan fruktosa-1.6 bifosfat dari fruktosa 6-fosfat 3. ATP tersintesis. Seperti contohnya fruktosa 1.6 bifosfat dengan fosfofruktokinase yang dibalikkan oleh enzim. Inilah proses oksigenenik. Electron berpindah dari reaksi pusat fotosistem I ketika ditangkap cahaya menuju ferredoksin kemudian menuju NADP+ untuk membentuk NADPH.Pembalikan transfor electron juga digunakan litotrof untuk mengatasi masalah yang sama. Walaupun sama-sama menggunakan tujuh enzim. Fotolisis air H2O + Cahaya Matahari → 2e. sebuah electron diberikan kepada bacteriopheophytin. jalur glukonigenesis berbeda dengan jalur glikolisis. Dalam pembentukan NADH. sebuah electron tereduksi dibutuhkan yakni H2S atau H2. Proses ini dinamakan fotofosforilasi.tahap ini dilewati ketika proses terjadi secara biosintetis. Fotosintesis Sianobakteri 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 C.

Gula nukleosida difosfat paling penting adalah uridin difosfat glukosa (UDPG). gula pada umumnya juga akan terbentuk. Ketika glukosa dan fruktosa telah terbentuk. Katabolisme glikogen dan pati atau Starch mengolah tidak hanya melalui hidrolisis untuk membentuk gula bebas dengan penambahan fosfat pada polimer ini dengan produksi glukosa 1-fosfat. UDP-galaktosa disintesis dari UDPG melalui penyusunan ulang dari satu kelompok hidroksil. Seperti misalnya mannose yang secara langsung dapat terbentuk dari fruktosa melalui perombakan sederhana. Pembagian UDP oleh UPGD dikenali enzim dan membawa glukosa di sekitar sel untuk terlibat dalam reaksi enzim seperti ADP yang memecah fosfat dalam pembentukan ATP. Fruktosa 6-fosfat ↔ mannose-6 fosfat Beberapa gula tersintesis sambil tersisip menuju nukleosida difosfat. Enzim yang berbeda mengkatalisis sintesis UDP-asam glukorin melalui proses oksidasi UDPG. Paling tidak dua enzim terlibat dalam pengubahan piruvat menjadi fosfoenolpiruvat. gula adenosine difosfat terbentuk dari glukosa 1-fosfat dan kemudian memberikan glukosa pada akhir rantai glukosa dan pati. Gula Nukleosida difosfat memiliki peran pusat dalam sintesis polisakarida seperti kanji (Starch) dan glikogen. Glukosa teraktivasi melalui penyisipan pada pirpfosfat pada uridin melalui reaksi dengan uridin difosfat. Seperti yang dikatakan sebelumnya biosintesis bukanlah proses pembalikan yang sederhana dari proses katabolisme. Berbeda selama sintesis gula dan kanji pada bakteri dan alga. Gula nukleosida difosfat tidak terlibat.hidrolisis memindahkan fosfat dari fruktosa bifosfat. ATP+glukosa 1-fosfat → ADP-glukosa + Pi (Glukosa)n + ADP-glukosa→(glukosa)n+1 + ADP Nukleosida difosfat juga ikut terlibat dalam sintesis molekul komplek pada dinding sel bakteri. 147 .

termasuk protein. Gram negative. fosforisasi level substrat. sulfur. fosfolipid. 2005) D. Proses ini merupakan proses yang kompleks dimana sulfat pertama direduksi menjadi sulfit (SO32-) kemudian menjadi hidrogen sulfida. karena keduanya merupakan sumber eksraselular dan tempat penyimpanan intraselular asam amino. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino. protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan. ASIMILASI FOSFOR SULFUR. Masing.phosphosulfat yang kemudian diikuti dengan reduksi sulfat.3-bifosfogliserat+NADH+H+ 1. protein. Asimilasi Sulfur Sulfur diperlukan dalam sintesis asam amino (sistein dan mesionin) dan beberapa enzim (koenzin A dan iotin) .ATP. Sistein dapat disintesis dari hidrogen sulfida dengan dua cara.bacteria mempunyai phosphatases di ruang periplasmic antara dinding sel dan membrane sel yang mengambil fosfat setelah dihasilkan. Jamur berperan untuk mengkombinasikan hidrogen sulfide dengan serin untuk membentuk sistein (proses 1) dimana banyak bakteri.Gambar glukeneogenesis. Asimilasi fosfor Fosfor ditemukan pada asam nukleida. seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas Karena nitrogen merupakan komponen penting dari protein. DAN NITROGEN ANORGANIK Di samping karbon dan oksigen. kemampuan sel untuk mengasimilasi nitrogen anorganik adalah penting.molekul organic melalui rute yang berbeda. ( Harley. Sumber fosfor paling utama fosfat anorganik dan ester fosfat organic.fosforilasi oksidatif.3-bifosfogliserat. sulfat dapat menghasilkan sulfur untuk proses biosintesis. Fosfat anorganik terbentuk melalui pembentukan ATP dalam tiga cara yakni : fotofosforilasi.3 Bifosfogliserat + ADP→3-Fosfogliserat+ATP Mikroorganisme memperoleh fosfat dari lingkungan disekitarnya yang larut maupun terbentuk. Glikolisis memberikan contoh pada proses ketiga. Protozoa secara langsung menggunakan fosfat organic setelah ingesti atau hidrolisis di lisosom dan membentuk fosfat 1. Banyak organisme yang menggunakan sistein dan mesionin .masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul. Asimilasi nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel. mikroorganisme menbutuhkan fosfor. sistein dapat juga digunakan sebagai sintesis sulfur yang mengandung senyawa organic 2. asam nukleat. koenzim dan unsure-unsur pokok banyak sel lainnya. yang nantinya dimasukkan ke dalam protein. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat. Proses yang disebut dengan reduksi asimilasi sulfat ini dimaksudkan untuk dapat dibedakan dengan reduksi dissimilasi sulfat yang terjadi ketika sulfat berperan sebagai aseptor electron selama proses anaerobic berlangsung. Fosfat terlibat dengan gliseraldehid 3. Atom sulfur pada sulfat akan lebih teroksidasi daripada pada sistein dan molekulmolekul organic lainnya. koenzim seperti NADP.bakteri menggabungkan hidrogen sulfida dengan O-acetylserine (proses 2) (1) H2s+serin → sistein + H2O (2) Serin asetil-koA O-Asetilserin H2S Asetat sistein Setelah terbentuk.fosfat membentuk 1. DNA dan RNA. Walaupun gas 148 . Gliseradehid 3-P+Pi+NAD+→1. yang selanjutnya digunakan dalam sintesis ATP. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. Phospatases sering menghidrolisis ester fosfat organic untuk menghasilkan fosfat anorganik. sehingga sulfat harus direduksi sebelum proses asimilasi. Reduksi asimilasi sulfat melibatkan proses pengaktifan sulfat melalui pembentukan phosphoadenosine 5.

Glutamine synthetase mempunyai suatu gaya affinitas sangat tinggi untuk amonia dengan begitu mampu untuk memasuki amonia sekalipun konsentrasinya sangat rendah. Banyak bakteri dan jamur menggunakan glutamat dehidroginase ketika konsentrasi amoniak tinggi. Salah satu contoh enzim ini adalah aspartate aminotransferase (AAT) yang mengkatalis reaksi 149 . Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan a. Dalam jalur ini asam amino glutamate bertindak sebagai akseptor untuk amonia. 2-oxoglutarate + NH4+ + NAD(P)H glutamate + H2O + NADP+ Meskipun reaksi diatas nampak seperti asimilasi amonium menjadi glutamat. Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup. Untuk reaksi ini baik ferredoxin yang direduksi (dari photosystem) atau NADPH (dari respirasi) diperlukan untuk pemeliharaan siklus asimilasi amonia dan yang selebihnya dapat digunakan untuk biosynthesis protein. dan satu molekul glutamine meninggalkan siklus itu. α-Ketoglutarat + NH4++NADPH (NADH) +H+↔glutamat+NADP+(NAD+)+H2O Perbedaan kemampuan dalam penggunaan NADPH dan NADH sebagai agen pereduksi adalah pada sintesis glutamate. glutamate synthase (GOGAT). namun berbagai bukti menunjukkan bahwa GDH bukanlah untuk menggantikan GS dan GOGAT namun lebih banyak berperan sebagai mekanisme untuk memisahkan amina (de-aminasi) dari glutamat. nitrit (NO2-). dan nitrifikasi) akan melepaskan N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau mikrobia Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik. yang belakangan adalah produk dari siklus asam trikarboksilik (Gambar 7-4). sebagai contoh. Pembentukan amonia Nitrogen Amoniak dapat dibentuk menjadi materi organic dengan relative mudah dan langsung karena mudah tereduksi daripada nitrogen anorganik dalam bentuk lain . Sebagai suatu alternatif. nitrogen kemudian diinkorporasikan menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi. Enzim yang berperan dalam hal ini secara umum dikenal sebagai aminotransferase. amonifikasi. Sel-sel mati ini bersama dengan sisa tanaman/hewan akan menjadi bahan organic yang siap didekomposisikan dan melalui serangkaian proses mineralisasi (aminisasi. kedua-duanya molekul glutamate dapat bertindak sebagai suatu akseptor amonia. dan amida glutamine dibentuk. dan gas nitrogen (N2). Ini diaktifkan oleh pH tinggi dan konsentrasi ATP dan magnesium yang tinggi.nitrogen melimpah di atmosfer. beberapa mikroorganisme membentuk alanin asam amino dalam reaksi aminasi reduktif yang dikatalis oleh alanin dehidroginase Piruvat +NH4+NADH (NADPH)+H+↔L-alanin + NAD+ (NADP+)+H2O Rute utama untuk pembentukan amoniak adalah pembentukan glutamat dari α-Ketoglutarat (sebuah siklus TCA intermediet). Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk kimia lain. beberapa mikroorganisme dapat mereduksi gas dan menggunakan menjadi sumber nitrogen. dan oleh mikroorganisme baik secara simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melaliu inangnya maupun setelah mati. nitrat (NO3-). Enzim yang lain dalam asimilasi amonia. Setelah terasimilasi menjadi glutamin dan glutamat. Sebagian besar dipakai untuk pembentukan ammonia atau nitrat Siklus nitrogen dari fiksasi N2-atmosfer secara fisik/kimiawi yang menyuplai tanah bersama presipitasi. mengkatalisasi perpindahan kelompok amida (-NH2) dari glutamine ke 2-oxoglutarate. atau humus. dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau humus dibangun. amonium + (NH4 ). manakala pemberian amonia besar.  Jalur alternatif untuk asimilasi amonia Glutamate dehidrogenase (GDH) mengkatalisis reaksi dua arah untuk membentuk glutamat atau membuang gugus amina dari glutamat .

dan dalam transport karbon dari sel mesofil menuju sel seludang pembuluh (bundle sheath) pada fiksasi karbon c4.Glutamate + oxaloacetate aspartate + 2-oxoglutarate Dimana gugus amina dari glutamat ditransfer menuju atom C-2 asam keto. glioksisom. ( Foster. Enzim biosintesis asam amino karena daun tanaman atau kloroplas yang diisolasi jika dipajankan pada CO 2 diberi label radiokatif akan segera menggabungkan C berlabel menjadi glutamat. Fungsinya bukan sebagai prekursor protein. kloroplas. Aspartate adalah asam amino yang berpartisipasi dalam malate-aspartate shuttle dari mitokondria dan kloroplas menuju sitoplasma. sehingga mendorong asimilasi N 150 . Jalur utama sintesis asparagin mencakup transfer amida nitrogen dari glutamin ke aspartat (Gambar 7-4 bawah): Glutamine + aspartate + ATP asparagine + glutamate + AMP + PPi Reaksi tersebut dikatalis oleh asparagine synthetase (AS). yang banyak ditemukan pada sitoplasma daun dan akar dan dalam nodul pemfiksasi N. 2010)  Nitrogen ditransfer dari glutamin atau glutamat menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi Semua reaksi transaminasi memerlukan kofaktor pyridoxal phosphate (vitamin B6). mitokondria. kondisi yang merangsang aktivitas glutamine synthetase (GS) dan Fd-glutamate synthase (Fd-GOGAT). dan peroksisom. Dua glutamat dihasilkan dari glutamin dan 2-oxoglutarat (glutamat sintase). menghambat ekspresi gen dan aktivitas asparagine synthetase (AS). serin. Donor elektron (kofaktor tereduksi) diperlukan dalam reaksi tersebut: feredoksin pada daun hijau dan NADH pada jaringan non-fotosintetik.  Peran asparagin dan glutamin sebagai jembatan antara metabolisme N dan C Asparagin. menghambat AS. Aminotransferase ditemukan dalam sitoplasma. Kondisi cukup energi (cahaya dan karbohidrat tinggi) menstimulir GS dan GOGAT. namun sebagi senyawa kunci untuk transport dan penyimpanan nitrogen karena stabilitasnya dan tingginya rasio nitrogen:karbon (2N:4C untuk asparagin vs. yang diisolasi dari asparagus pada awal 1806. Intensitas cahaya dan kandungan karbohidrat yang tinggi. alanin. merupakan bentuk amida pertama yang teridentifikasi. dan glisin. Gambar Struktur dan lintasan senyawa terkait dengan metabolisme amonium. bob. asapartat. 2N:5C untuk glutamin atau 1N:5C untuk glutamat). Amonium dapat diasimilasi melalui kombinasi dengan glutamat untuk membentuk glutamin (Glutamin sintetase) atau dengan aminasi reduktis 2-oxoglurata yang menghasilkan glutamat (glutamat dehidrogenase).

Fiksasi nitrogen terjadi pada 1. Bakteri yang hidup bersimbiosis tanaman Legumes seperti Rhizobium 3. asam amino yang sudah terbentuk dikonversi menjadi ammonia (NH3) dan proses ini disebut amonifikasi. Proses reduksi nitrat ini dinamakan reduksi asimilasi nitrat. Clostridium. nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur.alga. NADPH adalah sumber elektron. NO3. b. Reduksi molekul.molekul nitrogen menjadi amonia adalah cukup eksergonik. laju dari proses ini terbatas pada pertumbuhan tanaman. Fiksasi Nitrogen Reduksi gas nitrogen pada atmosfer menjadi ammonia dinamakan fiksasi nitrogen. dan Methanococcus 2. Amonifikasi dibantu oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. enzim yang mengandung dan molibdenum. Nitrat pertama kali direduksi menjadi amoniak sebelum nitrogen dapat dikonversikan menjadi bentuk organik. Pada asimiasi nitrat. Sianobakteri seperti (Nostoc dan Anabaena) Reduksi nitrogen menjadi amonia dikatalisis oleh enzim nitrogenase. Amonia merupakan senyawa dalam bentuk gas. pada tanah yang kering mudah menguap. Organisme yang sudah mati diuraikan melalui proses hidrolisis yang menyebabkan protein terurai menjadi asam amino. Bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter Klebsiella. Karena amoniadan nitrat berada dalam jumlah yang sedikit dan hanya beberapa organisme prokariotik yang dapat melakukan fiksasi nitrogen (sel.molekul nitrogen adalah gas tidak reaktif dengan tiga ikatan diantara dua atom nitrogen. menstimulir AS. 4 pasang ATP dan elektron dibutuhkan N2+8H++8e-+16ATP→2NH3+H2+16ADP+16Pi 151 . Langkah pertama dalam asimilasi nitrat adalah reduksi menjadi nitrit oleh nitrate reductase.menjadi glutamin dan glitamat. senyawa yang kaya akan karbon dan berpartisipasi dalam sintesis. nitrat dibentuk menjadi materi organik dan tidak ikut dalam pembentukan energi. Sebagian besar keberadaan N2 di dalam tanah dalam bentuk molekul anorganik. Proses selanjutnya. senyawa yang kaya nitrogen dan cukup stabil untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam jangka waktu lama (asparagine is stable for long-distance transport or long-term storage). dimana ini terjadi selama pernafasan anaerobik reduksi dissimilasi nitrat. sehingga mendorong asimilasi N menuju asparagin. Sebaliknya. Reduksi asimilasi nitrat pada bakteri terjadi di kritoplasma. Selanjutnya ion amonium dapat digunakan oleh bakteri dan tumbuhan untuk sintesa asam amino. Reduksi asimilasi nitrat Nitrogen dalam nitrat (NO3-) lebih mudah teroksidasi daripada dalam amoniak.sel eukariotik memiliki keterbatasan kemampuan dalam melakukan ini). Nitrogen direduksi oleh penambahan dua elektron. Proses ini terjadi pada bakteri. Walaupun ikatan enzim intermediet dalam proses ini masih belum diketahui.+ NADPH + H+→NO2-+NADP++H2O Nitrit selanjutnya direduksi menjadi amoniak dengan penambahan dua elektron yang dikatalisis oleh oleh nitrite reductase dan mungkin enzim lainnya. Proses ini disebut deaminasi. c. fungi. Hidroxylamine mungkin sebuah internediet ( antara) amonia kemudian dibentuk menjadi asam amino. sebaliknya pada tanah yang lembab/basah ammonia terlarut dalam air dan membentuk ion ammonium (NH4+ ). Reduksi nitrogen membutuhkan pelepasan ATP dalam jumlah yang besar yakni 8 elektron dan 16 molekul ATP. Jika tumbuhan atau hewan mati. keterbatasan energi menghambat GS dan GOGAT. tetapi reaksi ini memiliki energi aktivasi yang tinggi karena molekul.

Reduksi N2 menjadi NH3 terjadi dalam tiga tahap. SINTESIS ASAM AMINO Sintesis asam amino membutuhkan susunan dari kerangka karbon yang cocok dan ini melalui proses komplek yang melibatkan banyak tahap. Rute utama asimilasi amonia adalah sintesis glutamin oleh sistem glutamin syinthetase-glutamat synthetase. (asetilena. ikatan ATPNdihilangkan untuk mereduksi protein MoFe. HCΞCH + 2H++2e-→H2C=CH2 Laju reduksi dari asitilena menjadi etilena digunakan dalam estimasi aktivasi nitrogenase. Skeleton asam amino diperoleh dari asetil koA dan dari intermediet (antara) siklus TCA.Elektron diperoleh dari ferredoksin yang telah tereduksi dengan berbagai macam cara . Pada simbiosis dengan pemfiksasi nitrogen Rhizobium memunculkan difusi amonia keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. 6 elektron yang ditransfer membutuhkan 12 ATP setiap N2 direduksi.000mw) yang diikuti satu atau dua protein Fe (64. Pengikatan gugus amin langsung terdapat pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat . Simbiosis nitogen-bakteri dapat menghabiskan hampir 20% ATP yang dihasilkan oleh tanaman. Pada dasarnya sintesis asam amino merupakan reaksi aminasi (pengikatan gugus amin) karboksilat. amonia dapat terbentuk menjadi senyawa organik. fotosintesis pada sianobakteri. Reaksi H2 dengan diimin (HN=NH) untuk membentuk N2 dan H2. Ikatan ATP menyesuaikan dengan protein Fe dan memperendah potensialnya. zat seperti turunan purin alantoin dan alantoik juga disintesis dan digunakan untuk transfer nitrogen menjadi bagian lain tanaman. Nitrogenesa cukup sensitif dengan O2 dan harus dilindungi dari pentidakaktifan O2 didalam sel. Walaupun jalur sintesis asam amino tidak dijelaskan secara rinci sebuah survey mengenai pola umum biosintesis asam amino mungkin diketemukan dalam textbook pengenalan biokimia. dan energi. protein Fe mengandung 4 atom besi. 152 . Dalam banyak sianobakteri. proteksi melawan oksigen dilakukan oleh struktur istimewa yang dinamakan heterokis. jalur sintesis asam amino biasanya teregulasi secara rumit oleh allosteric dan mekanisme umpan balik. Seluruh proses ini membutuhkan paling tidak 8 elektron dan 16 ATP sebab nitrogenase juga mereduksi proton pada menjadi H2. protein MoFe mengandung 2 atom molibdenum dan 28 sampai 32 atom besi. Protein MoFe yang telah tereduksi memberikan elektron pada atom nitrogen. prekursor untuk biosintesis asam amino diperoleh dari beberapa jalur utama ampiobolik. Nitrogenase adalah sistem komplek yang mencakup dua komponen protein utama. setiap tahap membutuhkan sebuah pasangan elektron. sianida. Gugus amin biasanya berasal dari amonia. jalur pentose phosphate. E. karbon. Reaksi ini memerlukan glutamat dehidrogenase. proses respirasi pada pemfiksasi nitrogen aerobik atau fermentasi pada bakteri anaerob seperti misalnya clostridium pasteurianum (bakteri anaerob) mereduksi ferredoksin selama oksidasi piruvat dimana Azetobacter aerob menggunakan elektron dari NADPH untuk mereduksi feredoksin. Protein Fe pertama direduksi oleh feredoksin kemudian mengikat ATP. Karena kebutuhan untuk memelihara nitrogen. Akan tetapi. Untuk memaksimalkan efisiensi dan ekonomi. protein MoFe (220. Walupun begitu.000mw) . Nitrogenase dapat mereduksi bermacam molekul yang mengandung ikatan rangkap tiga. pengikatan gugus amin ke karboksilat dapat langsung (1 tahap) atau tidak langsung (2 tahap). Molekul nitrogen yang tereduksi menjadi amonia. dan azide). ATP dihidrolisis ketika terjadi transfer elektron. Glikolisis.

sedangkan reaksi GS-GOGAT memerlukan sedikit amonia di habitatnya. Dari kedua tipe reaksi di atas (GH dan GS-GOGAT) tampaknya reaksi GS-GOGAT merupakan reaksi yang paling mungkin terjadi di alam. Gugus amin ditransfer ke -ketoglutarat menghasilkan glutamat (dikatalisis glutamin -oksoglutarat transaminase atau GOGAT). Pada reaksi ini gugus amin lebih dulu diinkorporasi ke glutamat menghasilkan glutamin (dikatalisis glutamin sintase/GS). 153 . Sintesis asam amino lainnya memerlukan glutamat sebagai sumber nitrogen (gugus amin) ke karboksilat. Hal ini karena reaksi GH memerlukan kadar amonia yang tinggi di habitatnya. 2010) Pengikatan gugus amin tidak langsung terjadi pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat dan memerlukan glutamat lainnya. menjadi glutamat. Reaksi ini merupakan proses transaminasi.1993) Gambar Reaksi GS-GOGAT (anonim. sehingga enzimnya disebut transaminase. Glutamin yang kehilangan amida.Gambar 813 Reaksi glutamat dehidrogenase (Kimball.

timidin. dan uridin. dan fosfat. skeleton purin diperoleh dari beberapa komponen dimana pirimidin mula. dan NUKLEOTIDA Nukleotida adalah polimer molekul purin atau pirimidin. timin. dan ketoglutarat. Nukleotida adalah building blocks dari DNA atau deoxribunucleic acid dan RNA atau ribonucleic Acid. Dua molekul purin penyusun nukleotida adalah guanin dan adenin dan nama nukleosidanya adalah guanosin dan adenosin. Banyak dari jalur biosintetis F. oksaloasetat. amonia yang berasal dari glutamin. G gambar Monomer nukleotida Gambar Molekul purin (atas) dan pirimidin (bawah) (Kimball. 1993) Banyak mikroorganisme dapat mensintesis purine dan pirimidin mereka sendiri. 154 . dan CO2 yang berasal dari karbonat. sebuah kondensasi produk dari carbomyl phosphates dengan asam aspartic. Biosintesis Pirimidin Berdasarkan asal atom karbon dan nitrogen. ribosa atau deoksiribosa. pirimidin disintesis dari aspartat. PIRIMIDIN. juga merupakan konstituen. Jika tanpa fosfat.mula dari asam orotik. Tiga molekul pirimidin penyusun nukleotida adalah sitosin. dan urasil dan nama nukleosidanya adalah sitidin. Jadi nukleotida adalah nukleosida fosfat. dan komponen dinding sel. SINTESIS PURIN. alanin.Rangkaiam cabang asam amino dari rute pusat.konstituen penting dari beberapa koenzim. dan memiliki peran penting dalam aktivasi dan transfer gula. aspartat glutamate akan ditransminasi secara langsung dari piruvat. maka polimer tersebut dinamakan nukleosida. Sintesis purin sangatlah komplek. asam amino.

vlsm.org. sehingga menghasilkan karbamoil aspartat (melepaskan fosfat). Reaksi ini dikatalisis karbamoil fosfat sintetase. Dehidrogenasi (oksidasi) dihidroorotat menjadi orotat. Gambar Biosintesis pirimidin (Kimball. Selanjutnya. Terikatnya 5-fosforibosil pirofosfat (disintesis dari fosforilasi ribosa 5-fosfat) pada atom nitrogen dari orotat. Reaksi ini dikatalisis orotat fosforibosil transferase.2009) Sintesis nukleotida pirimidin dimulai dari fosforilasi aminasi karbonat. Hidrasi karbamoil aspartat menjadi Reaksi dihidroorotat. Reaksi ini dikatalisis aspartat transkarbamoilase.Prekursor pirimidin (kiri) dan purin (kanan) (http://free.1993) dikatalisis dihidroorotase. Reaksi ini dikatalisis dihidroorotat dehidrogenase. sehingga menghasilkan orotidin monofosfat (melepaskan pirofosfat). aspartat terikat pada karbamoil. Dekarboksilasi orotidin monofosfat menjadi uridin monofosfat 155 . Aminasi dan fosforilasi karbonat menjadi karbamoil fosfat.

Karboksilasi 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Biosintesis Purin Atom karbon dari purin berasal dari format atau serin. Terlepasnya 4 karbon yang semula berasal dari aspartat dari reaksi sebelumnya (Jadi aspartat akhirnya hanya menyumbang nitrogen saja). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamidin sintetase dan memerlukan energi. glisin. Reaksi ini dikatalisis orotidin fosfat dekarboksilase. Reaksi ini memerlukan energi/ATP. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 4-N suksinokarboksamida 5aminoimidazol. 156 . Reaksi ini dikatalisis nukleosidamonofosfat kinase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamida sintetase. Fosforilasi uridin difosfat menjadi uridin trifosfat (UTP).(UMP). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoamidazol karboksilase. Fosforilasi uridin monofosfat menjadi uridin difosfat (UDP). Pembentukan struktur cincin pada fosforibosil N formilglisinamidin. Terikatnya amonia pada uridin trifosfat menghasilkan sitidin trifosfat (CTP). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase. Timidin disintesis dari metilasi UTP. Reaksi ini dikatalisis nukleosidadifosfat kinase. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. dan glutamin Sintesis cincin purin dimulai dari terikatnya atom nitrogen glutamin pada fosforibosil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5-fosforibosilamin. glisin.sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamidin. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamida. sehingga menghasilkan 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Terikatnya aspartat pada asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Tersisipnya glisin ke 5-fosforibosilamin. dan karbon dioksida. Atom nitrogen dari purin berasal dari aspartat. Uridin trifosfat merupakan prekursor uridin. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-amidoimidazol. Pengikatan gugus NH2 dari glutamin. Reaksi ini dikatalisis fosforibosilaminoamidazol suksinokarboksamida sintetase. Terikatnya formil pada fosforibosil glisinamida. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil glisinamida. Reaksi ini memerlukan energi (ATP) dan dikatalisis fosforibosil glisinamida sintetase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoimidazol sintetase. Sitidin trifosfat merupakan prekursor sitidin.

IMP merupakan prekursor dari semua nukleotida purin. Asam nukleat dari makanan akan dikatabolisme menjadi asam urat (purin)dan β-alaninatau β-amino isobutirat (pirimidin)dan CO2.Tidak ada purin atau pirimidin dari makanan yang digabung dgn asam nukleat jaringan Purin Pirimidin Nukleotida (masterprima. Semua sel dalam tubuh dapat mensin-tesa purin dan pirimidin. 2009) 157 . Pembentukan cincin (kedua) dari 5fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol.1993) Reaksi ini dikatalisis adenilosuksinat liase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil amidoimidazol karboksamida formiltransferase.Gambar Biosintesis purin (Kimball. NH3. Reaksi ini melepaskan air dan dikatalisis inosinat siklohidrolase. sehingga menghasilkan inosinat monofosfat (IMP). Terikatnya formil ke 5-fosforibosil 4-karboksamida 5amidoimidazol.

Malonil-koA berasal dari karboksilasi ATP dari asetil koA. Dua asam nukleat berbeda dalam gula berbeda dalam nukleitida yakni deoksiribosa dan ribose. CO2 tersebut hilang ketika Malonyl.macam lipid ditemukan pada mikroorganisme terutama pada membrane sel. Banyak dari mikrobia fatty acid merupakan rantai lurus. bakteri sintesis phosphatidylethanolamine. Gliserol berasal dari reduksi glikolitik intermediet. Fatty acid tak jenuh disentesis dengan dua cara. Kehilangan CO2 membuat reaksi ini berkesudahan. Sebuah CDP (Cytidine diphosphate) yang mempunyai peran sama seperti adenosine difosfat. Fosfolipid adalah komponen utama dari membrane sel eukariotik dan prokariotik.. komponen. fosfat adalah hidrolisis dari phospatidic acid oleh diacylglycerol dan fatty acid ketiga diberikan oleh hasil triagliserol. Sebagian besar mengandung fatty acid atau turunannya.komponen utama membrane sel. Katalisator sintesis menambahkan dua atom karbon pada rantai terakhir faaty acid dalam dua proses. Sintesis terjadi setelah asetat dan malonat ditransfer dari koenzim A ke grup sulfyhydril dari ACP (Accetyl Carrier Protein). Fatty acid disiapkan untuk penambahan dua atau lebih atom karbon. (gram-positive Bacteria) seperti Lactobacillus plantarum dan clostridium pasterianum ) dan sianobakteria. Turunan CDP akan bereaksi dengan serine untuk membentuk fosfolipid fosfatidilserin dan dekarboksilasi yang menghasilkan phosphatidylathanolamine. Dehidroksiaseton phosphate mejadi gliserol 3-phosphate. Carbon dioksida sangat diperlukan dalam sintesis fatty acid tetatpi tidak secara permanen terbentuk. Polimer keduanya dibuat dari formasi ikatan kovalen antar gula dan fosfat. sebuah membrane lipid yang komplek terbentuk dari hasil glikolisis. gliserol teresterifikasi tiga fatty acid. ATP digunakan untuk menambahkan CO2 ke Asetil-koA. tetapi beberapa ada yang bercabang. Gram negative bacteria mempunyai fatty acid siklopropana (fatty acid dengan satu atau lebih cincin siklopropana pada rantainya) Sintesis fatty acid dikatalisis oleh fatty acid synthetase komplek dengan asetil koA dan Malonyl-koA sebagai substratnya dan NADPH sebagai donor electron.atom karbon. Pada jalan ini. yang mana kemudian akan teresterifikasi dengan dua fatty acid menjadi asam phosphatidik. G. Pertama.ACP memberikan atom karbon pada rantai. Mikroorganisme eukariotik seringkali menyimpan karbon dan energi sebagai triacylgliserol. Sintesis ini biasanya diproses dengan jalan phosphatidic acid. Sintesis Lipid Bermacam. Oksigen tidak diperluakan untuk sintesis ikatan rangkap dua pada jalur ini.Seperti yang dijelaskan sebelumnya ada dua tipe asam nukleat yakni DNA dan RNA yang disusun oleh building blocks nukleotida. β-keto yang berasal dari reaksi kondensasi awal dipindahkan dengan proses tiga langkah yang melibatkan dua reduksidan senuah dehidrasi. Bakteri eukariotik dan aerobic seperti bacillus megaterium membangun sebuah jalur aerobic menggunakan NADPH dan O2. beberapa mikroorganisme membutuhkan CO2 demi pertumbuhan yang baik tetapi itu tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran fatty acid seperti oleic acid (fatty acid rantai 18 tak jenuh . Walaupun begitu. dan biosintesis asam amino. kedua. 158 . O O _ + R (CH2)9-C-SCoA + NADPH + H +O2→ R-CH=CH-(CH2)7-C-SCoA+NADPH++2H2O Sebuah ikatan rangkap terbentuk diantara karbon 9 dan 10 dan O2 tereduksi menjadi air dengan dengan electron yang diberikan oleh fatty acid dan NADPH. Beberapa diantaranya tidak jenuh (mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap). Malonyl-ACP bereaksi dengan fatty acid-ACP untuk menghasilkan CO2 dan fatty acid –ACP yang lebih lama. biosintesis fatty acid. melalui pembentukan awal CDP-diacylglyserol. Jalur anaerobic terjadi pada beberapa (gram-negative bacteria) seperi Escherichia Coli dan Salmonella typhimurium. membentuk Malonyl-koA. Fatty acid adalah asam monokarbolik dengan rantai alkil panjang yang mempunyai serangkaian atom. protein kecil yang membawa rantai fatty acid yang berkembang selama sintesis. Bakteri anaerobic dan beberapa bakteri aerobic membuat ikatan rangkap selama sintesis fatty acid dengan meng-dehidrasi hidroksi fatty acids.

Seperti misalnya penisilin menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate. Fosfat dihasilkan selama proses. asam amino yang bebas dari asam diaminopimelik menyerang subterminal D-alanin. Sintesis peptidoglican adalah sintesis dengan proses multi step. NAM-Peptida ditrnasfer dari UDP menuju baktoprenol fosfat pada permukaan membrane. Sintesis peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen antimikroba. Sintesis peptidoglikan Dinding sel bakteri mengandung mengandung molekul komplek peptidoglican yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran asam N-asetilmuramik (NAM) dan residu Nasetilglukosamin (NAG). Asam amino ditambahkan secara berurutan menjadi UDP-NAM untuk membentuk rantai pentapeptida (dua terminal D-alanin ditambahkan sebagai dipeptida) Energi ATP digunakan untuk membuat ikatan peptide tetapi tRNA dan ribosom tidak terlibat. Sintesis peptidoglican terjadi dalam delapan tahap : 1. Unit pengulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah sempurna diangkut menyeberangi membrane menuju permukaan luar oleh pembawa bactoprenol pyrophosphate 6. Hal ini terjadi pada gram positive bacteria yakni (staphylococcus aureus). glisin ditambahkan menggunakan Molekul glisil-tRNA bukan ribosom 5. 3. Naktoprenol ialah karbon-55 alkohol yamh terletak pada NAM oleh pirofosfat dan memindahkan komponen. Pembawa bactoprenol kembali kedalam membrane. 4. dapatkah kedua siklus berjalan secara bersama-sama?” 159 . Dua partisipan carrier yakni UDP (Uridin Difosfat)dan baktoprenol. Jika interbridges (jembatan dalam) pentaglisin diperlukan. menghasilkan residu D-alanin. Unit Peptidoglikan diletakkan pada akhir rantai peptodoglican untuk memperpanjang oleh unit pengulang. 8. 2. Proses yang sama terjadi kepada interbridges terlibat.Coli. Alfonsina AAT (115061100111027) “ apakah dalam siklus glukeogenesis yang merupakan proses pembalikan glikolisis.komponen peptodoglican melalui membrane hidrofobik. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. Rantai polisakarida akan saling berhubungan melalui pentapeptida atau jembatandalam (interbridges) Sebuah struktur yang rumit (berkelit-kelit atau berseluk beluk ) membutuhkan proses biosintesis yang rumit juga. Pada E. ATP digunakan untuk membentuk terminal ikatan peptide didalam membrane.H. Peptide cross-link rantai peptidoglikan terbentuk oleh transpeptidado. 7. UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM untuk membentuk unit pengulang peptidoglikan. Turunan UDP dari (N-acetylmuramic acid dan N-acetylglucosamine) di sintesis kritoplasma. karena reaksi sintesis terjadi di dalam dan di luar membrane sel. Hanya aka nada sebuah kelompok yang bereaksi dengan subterminal D-alanin. LAMPIRAN Pertanyaan dan jawaban Pertanyaan lisan 1. Energi atp tidak lagi dibutuhkan ketika transpeptidasi yang terjadi di luar. Rantai Pentapeptida terletak pada NAM.

organisme-organisme ini pada umumnya merupakan penambat nitrogen yang hidup bebas. Pertanyaan Tertulis 1. Karena pada dasarnya regulasinya berbeda” Alberus Ardika (115061101111005) “ tadi dijelaskan dalam presentasi siklus sintesis purin prosesnya. AMP menghambat sintesis adenilosuksinat dari inosinat. lalu senyawa-senyawa yang dihasilkan itu untuk apa?” “ Reaksinya adalah seperti ini • Fotosintesis bakteri ungu non belerang • CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 • Fotosintesis bakteri hijau belerang • CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S Berdasar pada sumber yang saya baca pada keadaan anaerob tidak diproduksi oksigen. Berdasarkan bakteriaklorofil yang dimiliki oleh anoksegenik. Jawaban “ walaupun siklus glukeogenesis reversible.” 3. tapi berdasarkan prinsip. Kemampuan bakteri ini untuk melakukan fotofosforilasi karena adanya piranti fotosintesis dalam selnya yang berupa pigmen fotosintesis. Sebagian besar bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksegenik. bakteri fotosintetik purple (sulfur dan non sulfur).fosforibosilamin. Freshsya Zatalini (115061100111003) “ Apakah persyaratan dari asimilasi bagi mikroba? Bagaimana bakteri yang tidak punya klorofil melakukan asimilasi? Jawaban 160 . karena pada konsentrasi yang tinggi akan menjadi racun . Ada beberapa mikroorganisme yang mampu melakukan fotofosforilasi dalam keadaan anaerob. dan bakterioklorofil. seperti TeO3-2 dan SeO3-2. lalu maksud kotak kecil ditengah itu apa? (menunjuk gambar) ” Jawaban “ gambar di tengah itu penjelasan dari proses awal sintesis purin yakni dimulai terikatnya atom nitrogen glutamine pada fosforibossil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5. maka kelompok ini bibagi menjadi . bakteri ini telah diketahui sejak awal abad ke-20 ketika pertama kalinya diisolasi oleh Hans Molisch. oleh karena itu penambahan larutan oksianion (biasanya K2TeO3) memungkinkan isolasi kelompok bakteri tersebut secara selektif.2. sedang GMP menghambat perubahan substrat dari sintesis AMP. Selain itu. seperti bakteri dari genus Rhodobacter. dan Heliobacteria(white. pigmen karatenoid. Reinanto pandu (115061107111009) “ dalam fotosintesis anoksigenik kan ada reaksinya. meraka ini dikenal dengan nama kelompok bakteri fotosintetik anoksigenik. fotoautrotop atau fotoheterotrop pada kondisi anaerobik. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase . Bakterioklorofil yang dimiliki bakteri ini dapat digunakan sebagai salah satu ciri morfologi dengan melihat spektra maksimumnya. konsentrasi sulfid harus benar-benar ditekan serendah mungkin. antara lain .itu menghasilkan AMP dan GMP. dan fermentasi.1995) Pada bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksigenik.prinsip biosintesis dijelaskan bahwa jalur anabolisme dan katabolisme (dalam hal ini merupakan glikolisis dan glukeogenesis) tidak pernah berjalan bersama walaupun banyak enzim yang digunakan bersama. pada umumnya menujukkan resistensi yang tinggi terhadap oksianion logam tanah jarang. Bakteri-bakteri ini dapat melakukan berbagai macam metabolisme. bakteri fotosintetik hijau (sulfur dan non sulfur). respirasi anerobik.

Seperti misalnya penisilin yang menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate” 6. Ridhani Ridha R (115061100111009) “ Pada siklus tersebut kalau tidak salah namanya siklus purimidin kenapa hasilnya tidak purimidin? Mungkin dari siklus yang lain ada seperti itu?” Jawaban : “ sintesis purimidin atau sintesis pirimidin itu sama. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis.nitrogen) disamping karbon dan oksigen” “ asimilasi dilakukan oleh semua mikroorganisme yang membutuhkan. Jadi tidak ada persyaratan. fosfor dan nitrogen. bukan pengertian. Mekanismenya masing. “ Asimilasi adalah pembentukan molekul kompleks dari molekul sederhana yang membutuhkan energy yang tinggi. tidak terbatas bakteri yang mempunyai klorofil ataupun tidak. Gregorius Bagas (115061105111005) 161 . sedangkan golongan purimidin itu ada pada RNA yang terdiri dari urasil dan sitosin.2. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. Sedangkan sintesis Peptidoglikan terjadi pada dinding sel bakteri. eukariotik ataupun prokariotik itu bisa asalnkan memiliki klorofil. Penjelasan mikroorganisme prokariotik pada slide adalah sebagai tambahan.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul – molekul organic melalui rute yang berbeda (tergantung apa yang diasimilasi) Sharfina W (115061105111003) “ Sintesis Purin dan Peptodoglikan terjadi saat kondisi apa? Di bagian mana kedua sintesis itu dapat terjadi?” Jawaban: “ purin adalah jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida dan terjadi dalam tingkat sel bakteri karena nukleotida ini akan membentuk building blok dari DNA dan RNA. sulfur. Golongan pirimidin itu ada pada DNA yang terdiri dari timin dan sitosin. Yakni merupakan jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida untuk membentuk DNA dan RNA. Dalam presentasi dan makalah kami dijelaskan tentang asimilasi sulfur. “ Apakah dalam suatu sintesis itu mengalami hambatan? Jika iya apa?” Jawaban : “ pada sintesis Peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen mikroba. karena mikroba membutuhkan asimilasi (fosfor. Perlu ditekankan bahwa asimilasi dilakukan mikroorganisme karena mikroorganisme itu sendiri membutuhkan fosfor. Begitu pula dengan sintesis peptidoglikan akan terjadi pada setiap kondisi karena dinding sel bakteri mengandung kompleks peptidoglikan” 3. karena dinding sel bakteri mengandung molekul kompleks peptidoglikan yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran NAM (asan N-asetilmuramik) dan residu NAG (N-asetilglukosamin)” “ sintesis purin terjadi pada bakteri karena basa dari nukleotida akan digunakan untuk membentuk materi pembawa genetic RNA dan DNA. Tapi untuk mekanisme dan regulasi sintesisnya sama” Maratus Sholihah (115061100111019) “ apakah benar dari apa yang anda jelaskan bahwa fotosintesis hanya terjadi pada mikroorganisme prokariotik? Kemudian bagaimana untuk yang eukariotik?” Jawaban : “ fotosintesis itu terjadi pada mikroorganisme yang mempunyai klorofil dan dibagi menjadi anoksiganik (tidak menghasilkan O2) dan oksigenik (menghasilkan O2). sulfur.” Adit Iqbal (115061105111005) 4. 5.

Perlu penjelasan lebih bagaimana fotosintesis aerob dan anaerob serta senyawa-senyawa yang dihasilkan 162 . dan Sianobakteri “ Kesimpulan : 1. dijelaskan tentang bakteri yang terlibat dalam prosesnya. bakteri yang hidup bersibiosis tanama legumes seperti Rhizobium. Telah dijelaskan .Anabolisme dan Katabolisme dan memang benar kedua proses tersebut tidak pernah berjalan bersamaan Komentar : 1. bakteri Rhizobium memunculkan sifat amoniak keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. reduksi asimilasi nitrat dan fiksasi nitrogen.“ Pada sintesis nitrogen . Perlu editing(pendandanan) 3. sel. Proses metabolisme adalah proses yang spesifik dan merupakan proses dasar 2. Tetapi fiksasi nitrogen terjadi pada beberapa bakteri yakni bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter klebsiella.sel eukariotik memiliki keterbatasan dalam melakukan ini. dan Methanococcus. clostridium. Pada fiksasi nitrogen inilah. nitrogen dimanfaatkan untuk tiga hal yakni pembentukan ammonia. Perlu sitasi yang jelas(dituliskan) 2. Bakteri apa itu dan perannya apa?” Jawaban : “ Pada asimilasi nitrogen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful