1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

2.1 Strain Industri 2.1.1 Pengertian Strain industri adalah koloni mikrobia (atau hasil biakannya) dengan sifat-sifat fisiologi yang sama sebagai hasil proses isolasi atau rekayasa lainnya untuk memurnikan sifat tersebut. 2.1.2 Syarat Terlepas dari asal-usul suatu mikroorganisme industri, idealnya harus menunjukkan : Stabilitas genetik Efisiensi produksi produk sasaran di mana rute biosintesis harus ditandai dengan baik Terbatas atau tidak ada kebutuhan akan vitamin dan faktor pertumbuhan tambahan Pemanfaatan berbagai karbon rendah biaya dan ketersediaan sumber karbon Dapat dimanipulasi secara genetik Aman, bukan patogen dan tidak menghasilkan produk beracun kecuali jika produk beracun tersebut adalah produk sasaran Siap dipanen dari fermentasi Siap rusak jika produk sasaran adalah intraselular Produksi terbatas oleh produk sebagai produk sampingan untuk meringankan masalah pemurnian selanjutnya Fitur lain yang dapat dimanfaatkan adalah sifat thermofilik atau halofilik yang dapat berguna dalam lingkungan fermentasi. Juga, khususnya untuk sel yang tumbuh dalam suspensi, mereka harus tumbuh dengan baik dalam bioreaktor konvensional sehingga industri dapat meminimalisir kewajiban untuk mengembangkan sistem alternatif. 2.2 Pemurnian Galur (Strain Improvement) 2.2.1 Pengertian Pemurnian galur adalah bagian vital dari pengembangan proses di industri fermentasi. Hal ini dapat mengurangi harga produksi, meningkatkan produktivitas produk yang lebih unggul. Pada beberapa kasus pemurnian galur dapat dilakukan menggunakan metode alami, yaitu rekombinasi genetik yang menyatukan elemen genetik dari dua genom yang berbeda menjadi satu membentuk genotip baru. Strategi lain melalui mutagenesis. Rekombinan dan mutan dipilih dan diseleksi untuk mendapatkan strain yang memiliki karakteristik lebih spesifik untuk proses industri fermentasi. Namun strain seperti ini tidak mungkin bertahan di alam karena gen mereka telah dimanipulasi sehingga tercipta ketidaksetimbangan metabolik. Akibatnya, strain tersebut harus dipertahankan pada media spesifik agar mampu tumbuh. 2.2.2 Tujuan Tujuan dari pemurnian galur ini adalah untuk meningkatkan produktivitas mikroorganisme, untuk mengubah produk metabolisme yang tidak terpakai, untuk memperbarui sumber karbon dan nitrogen sebagai nutrisi bagi mikroorganisme, dan memperbaiki morfologi sel menjadi sel yang lebih baik sehingga dapat memisahkan sel dan produk yang dihasilkan. 2.2.3 Rekombinasi Alami DNA bakteri umumnya dalam bentuk kromosom tunggal dan plasmid; belakangan ini DNA dapat mereplikasi dirinya sendiri. Tiap plasmid membawa hingga beberapa ratus gen tambahan dan ada sebanyak 1000 kopi plasmid per sel. Plasmid tersebut mengandung kode informasi genetik tambahan untuk ciri-ciri yang tidak ditemukan di kromosom DNA bakteri. Tidak seperti organisme eukariotik, bakteri tidak mempunyai bentuk reproduksi seksual. Namun, bakteri itu mampu bertukar beberapa materi genetik melalui proses konjugasi, transduksi, transformasi dan pembelahan biner. KONJUGASI melibatkan kontak antar sel satu dengan sel yang lain, di mana pendonor kontak dengan resipien melalui struktur protein filamen yang dinamakan pilus seks yang menghubungkan 2 sel tersebut berdekatan. Pendonor menyalin semua bagian dari plasmid atau kromosom DNAnya dan dibagikan melalui pilus ke resipien.

Pada TRANSDUKSI, bakteri yang mengandung virus (bakteriofage) berperan sebagai vektor dalam mentransfer gen antar bakteri. Bakteriofage menempel ke sel bakteri dan memasukkan DNA-nya ke inang untuk menggabungkan DNA bakteriofage ke kromosom inangnya. Selama replikasi, bakteriofage memperoleh potongan dari DNA inang. Jika fage-fage tesebut terus memasuki inang-inang baru, mereka mampu menggabungkan DNA asli dan gen-gen yang diambil dari inang sebelumnya ke dalam kromosom inang baru. Bakteriofage, seperti plasmid, juga memperoleh transposon (bagian dari DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dalam kromosom yang sama ataupun yang berbeda); misalnya, dari plasmid ke kromosom dan sebaliknya. Bakteriofage dapat membawa transposon ke dalam sel bakteri inang baru di mana mereka dapat meloncat ke dalam plasmid atau kromosom DNA inang. TRANSFORMASI melibatkan serapan selular bagian DNA dari medium sekitar yang kemudian menjadi tergabung di dalam sel. Pada lingkungan alami, transformasi merupakan proses acak, fragmen DNA tersedia untuk penyerapan yang berasal dari sel yang segaris. Pada eukariot, rekombinasi genetik secara alami terjadi selama reproduksi seksual. Genotif baru dihasilkan dari kombinasi kromosom parental dan sebagai akibat dari peristiwa crossing-over selama meiosis. Belakangan ini melibatkan kerusakan bagian kromosom DNA dan perubahan dari segmen antar kromosom homolog untuk membentuk kombinasi baru. Beberapa fungi yang berperan penting dalam industri, meliputi Penicillium dan Aspergillus, tidak mempunyai fase seksual yang sebenarnya. Namun, siklus paraseksual telah menyediakan rute sehingga strain baru dapat diproduksi. Hal ini dikembangkan saat dua strain haploid yang berbeda secara genetik tumbuh bersama, membolehkan fusi hifa mereka. Peristiwa ini akibat dari pembentukan heterokarion, inti yang mengandung miselium yang berasal dari masing-masing strain. Pembentukan herokarion secara langsung dapat dilakukan secara in vitro dengan menggabungkan protoplas yang dinding selnya telah dihilangkan. Juga, eukariot tertentu termasuk beberapa kapang dan jamur berfilamen, memiliki plasmid autonomous, seperti 2μm plasmid Saccharomyces cerevisiae yang terbukti berguna sebagai vektor dalam rekayasa genetika. 2.2.4 Mutasi Mutasi didapatkan dari perubahan fisik DNA sel, seperti delesi, insersi, duplikasi, inversi dan translokasi dari sepotong DNA, atau perubahan dalam jumlah salinan dari seluruh gen atau kromosom. Penaklukan mikroorganisme untuk mengulangi siklus mutagenesis, diikuti oleh seleksi yang sesuai dan pemilihan organisme yang dapat bertahan, merupakan cara efektif dalam banyak mikroorganisme industri. Mutan dapat muncul secara alami atau juga diinduksi, mereka dianggap sebagai produk dari peristiwa alami. Akibatnya, ada beberapa masalah dalam memperoleh persetujuan dari berwenang ketika teknologi rekombinasi DNA digunakan untuk mengembangkan mikroorganisme untuk industri. Laju mutasi spontan lambat; misalnya pada banyak gen bakteri, laju diperkirakan 10 -10 per generasi per gen. Laju mutasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mutagaen, yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Mutagen fisik meliputi ultraviolet, radiasi γ dan X; mutagen kimia adalah senyawa seperti EMS, NTG, asam nitrit dan acridine mustards. Mutan terbentuk saat mutagen menginduksi modifikasi dari urutan basa DNA yang hasilnya dalam substitusi sepasang basa, mutasi frame-shift atau delesi besar kemudian menjadi tidak sepasang. Mutagenesis dapat juga diinduksi menggunakan transposon yang dikirimkan menggunakan vektor yang cocok. Mereka memproduksi mutan penginsersi yang rangkaian nukleotida normalnya disela oleh rangkaian transposon. Metode tradisional ini telah berhasil digunakan pada pemindahan warna kuning dari penyiapan penisilin dikarenakan chrysogenin, pigmen kuning dihasilkan oleh Penicillium chrysogenum. Program mutagenesis memiliki keefektifan yang besar dalam meningkatkan produksi penisilin di strain industri pada organisme yang sama.
2

Baru-baru ini, metode yang dikembangkan untuk meningkatkan baik keseluruhan kemampuan mutasi dan laju mutasi dari gen spesifik agar mendapatkan frekuensi maksimum dari tipe mutan yang diinginkan. Mutagenesis langsung ini dengan jelas membutuhkan pengetahuan tentang gen yang mengontrol target produk dan sering gambaran genetik dari organisme. Sebagai tambahan, mutagenesis in vitro sekarang digunakan dalam kombinasi dengan rekayasa genetik untuk memodifikasi gen terisolasi atau bagian dari gen. 2.2.4 Rekayasa Genetika Selama 20 tahun, perkembangan dari teknologi rekombinasi DNA dan metode fusi sel, seperti pembentukan hybridoma untuk produksi antibodi monoklonal memiliki pengaruh besar dalam mikrobiologi industri. Berbeda dengan proses rekombinasi alami, teknologi modern rekombinasi DNA menyediakan banyak kesempatan tidak terbatas untuk memproduksi gen kombinasi baru. Metode ini juga secara spesifik dan terkontrol dan memiliki berbagai macam informasi genetik yang tersedia dari beberapa makhluk hidup dan bahkan organisme yang punah. Teknologi rekombinasi DNA memungkinkan rangkaian gen spesifik dipindah dari satu organisme ke organisme lain dan memungkinkan metode tambahan diperkenalkan ke perbaikan strain. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan produk dengan menghapuskan kemacetan metabolik di bagian tertentu dan memperbesar atau memperbaiki langkah spesifik metabolisme. Secara keseluruhan, prosedur rekayasa genetika memperbolehkan sifat baru ditambahkan ke kemampuan mikroorganisme industri. Mikroorganisme dapat dimanipulasi untuk mensintesis dan meningkatkan rentangan enzim yang dapat memproduksi senyawa baru atau substrat kompleks yang lebih murah. Karena tidak ada pembatasan untuk gen alami yang ditampilkan mikroorganisme, produksi protein tanaman dan hewan dimungkinkan. Produk berharga yang diproduksi termasuk pertumbuhan hormon manusia, insulin dan interferon. Namun begitu, metode ini tidak secara total menggantikan metode mutagenesis tradisional dan pendekatan kepada kedua metode harus diperhatikan untuk menghasilkan strain improvement yang lebih banyak. Strategi Rekayasa Genetika Untuk Bakteri Rekayasa genetika melibatkan manipulasi DNA. Hal ini memerlukan isolasi awal dan pemulihan gen yang diinginkan dari genom organisme donor. Rangkaian DNA yang terisolasi kemudian dimodifikasi dan pengaturan ekspresi gen mereka diubah, sebelum dimasukkan ke dalam organisme inang melalui sistem vektor termanipulasi yang cocok. Langkah pertama membutuhkan ekstraksi DNA total dari organisme pendonor yang kemudian dipotong dalam urutan yang lebih kecil menggunakan endonuklease restriksi spesifik. Banyak dari enzim restriksi ditemukan pada beberapa spesies bakteri, membuat potongan DNA beruntai ganda yang memiliki urutan spesifik (palindrom) menjadi urutan tunggal. Bagian kecil dari DNA (fragmen restriksi) kemudian dapat bergabung atau disambung ke molekul DNA vektor yang telah dipotong dengan enzim restriksi yang sejenis. Penyambungan dilakukan oleh enzim DNA ligase, dan menciptakan sebuah molekul DNA sintesis. Plasmid dan bakteriofag adalah kloning vektor yang paling berguna. Mereka memainkan peran penting sebagai pengirim sistem untuk memperkenalkan molekul rekombinan ke sel inang melalui transduksi ataupun transformasi. Setelah masuk, mereka mampu mereplikasi diri sendiri sehingga dapat mempertahankan DNA rekombinan dalam sel inang. Pengenalan plasmid rekombinan dalam sel bakteri dapat dicapai setelah treatment kalsium klorida yang membuat membran sel lebih permeabel terhadap DNA. Setelah pengenalan, plasmid mereplikasi dirinya. Dalam beberapa kasus, banyak sekali salinan diproduksi dalam sel inang untuk meningkatkan jumlah DNA rekombinan per sel. Plasmid dapat dirancang untuk mengandung penanda genetik yang baik, seperti resistensi antibiotik, kebutuhan vitamin, dll. Penanda dapat digunakan untuk memilih sel inang yang telah memasukkan plasmid selama transformasi. Bakteriofag adalah vektor kloning yang sangat berguna. Setengah dari genom bakteriofag dapat dihilangkan dan diganti dengan DNA asing. Hal ini dilakukan secara in vitro menggunakan enzim restriksi
3

bakteri gram negatif mampu untuk mengekspresikan gen dari bakteri gram positif. keberadaan tantangan lebih lanjut pada beberapa organisme mengeluarkan lebih efisien dari yang lain. menguntungkan bagi ekspresi gen kloning untuk dimanipulasi dengan menempatkan Secara umum. Pembatasan Inang Prokariot Seringkali. gen sintesis dapat disintesis. tujuan utama dari kloning gen adalah mendapatkana jumlah banyak dari suatu produk. Namun. Coli. Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. klon spesifik yang berisi molekul DNA rekombinan yang diinginkan dapat diidentifikasi. jika dari bakteri gen negatif ke positif. vektor pengekspresi harus mereplikasi hingga jumlah salinan tinggi dan stabil. Selain itu. salah lipat dari polipeptida yang menghasilkan sebuah aktif molekul. Setelah itu. intron. intron dipotong selama proses RNA normal. 2. Atau jika protein rekombinan adalah enzim yang tidak diproduksi oleh inang. Masalah ini dapat ditangani menggunakan vektor pengekspresi di mana gen asing dimasukkan dalam konfigurasi di bawah kontrol inang. 4 . misalnya gen heterolog. yang akan menimbulkan masalah jika gen langsung ditransfer ke sistem prokariotik. hal ini dapat diterima dengan menggunakan dinding sel bakteri. dan 3. Sekresi protein lebih sulit dari faktanya karena harus disintesis dengan ekstra urutan asam amina pada terminal akhir N. Untuk beberapa tujuan. Tambahan masalah juga muncul jika tujuannya adalah untuk mengkloning dan mengekspresikan gen seperti E. yang mungkin terakumulasi membentuk inklusi tubuh di dalam sel. sekresi lebih sering ke ruang periplasmic daripada ke medium secara langsung. Perbedaan antara ekspresi gen prokariot dan eukariot harus diperhitungkan. Pada tahap ini. setelah dikumpulkan dalam fag atau plasmid. Pada bakteri gram negatif. deteksi dapat dicapai dengan penggunaan reaksi antibodi spesifik dengan protein. yang mampu menginfeksi inang yang dipilih. digunakan untuk transformasi atau mentranduksi sel inang. Campuran dari fragmen restriksi yang berasal dari ekstrak DNA utuh. Masalah umum lainnya pada ekspresi protein heterolog yang juga dapat ditemui dengan beberapa host eukariotik termasuk : 1. glikosilasi atau amidasi. Coli. Gen asing idealnya harus dihubungkan dengan promotor kuat yang memiliki afinitas tinggi untuk polimerase RNA dan mRNA tertranskripsi harus diterjemahkan secara efisien. Namun. seperti pembelahan. Hal ini menghasilkan perpustakaan DNA yang terdiri dari individu klon yang mengandung molekul DNA rekombinan yang berbeda.yang mirip dengan cara manipulasi plasmid. Urutan sinyal dari 20-25 asam amino membantu jalan protein melewati membran sel. ketidakstabilan produk gen tertentu dalam host mikroorganisme. Atau. sehingga bakteri gram negatif tidak bisa mudah melintasi membran luar. Namun. Di mana sekresi dalam media dibutuhkan. tidak mudah untuk diekspresikan. Sekresi protein rekombinan sering disukai untuk stabilitas produk dan membuat proses downstream memulihkan produk yang kurang bermasalah. Gen eukariot mengandung area non-coding. Gen tidak dapat diekspresikan jika Escherchia coli digunakan sebagai inang dan gen yang dimasukkan pada inang bukan dari bentuk strain E. kesulitan dalam mencapai pasca-translasi modifikasi protein. Jika gen asing berhasil mengekspresikan bakteri inang dan membuat protein heterolog. Akibatnya. menyebabkan degradasi cepat mereka dengan protease. klon diperbolehkan untuk membentuk koloni pada media padat selektif. aktivitas enzim dapat dideteksi. jika urutan nukleotida gen atau urutan asam amino dari protein produk diketahui. Kadang-kadang. Ini memerlukan penggunaa reverse transcriptase untuk menghasilkan salinan pelengkap DNA atau cDNA dari RNA. mRNA eukariot dapat digunakan utnuk mensintesis gen yang dapat berfungsi dalam sebuah prokariot. ini mungkin bermanfaat seperti dalam proses downstream. yang mampu menginfeksi inang Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. untuk memaksimalkan produksi proetin asing. mewakili seluruh urutan DNA / gen dari genom donor.

Relatif kecil rekayasa genetika telah diimpelementasikan untuk memperbaiki produksi dari metabolit yang ada. kerjanya pada proses industri farmasi. enzim phytase sebagai umpan tambahan dan antitrombotic hirudin.Pembatasan Inang Eukariot Strategi lain yang lebih baik untuk mengekspresikan gen heterolog eukariotik sering mempergunakan inang eukariot yang sesuai yang akan menunjukkan semua kebutuhan modifikasi protein post-translasi dan sekresi. memberikan kegiatan katabolik baru dan memperbaiki kinerja fermentasi. Hal ini melibatkan penyimpanan dalam larutan nitrogen atau lyophilization. Mereka memiliki promotor induksi yang kuat dan mampu untuk menghasilkan modifikasi protein post-translasion mirip dengan yang dilakukan oleh sel manusia. Ketidakstabilan dihasilkan dari penghapusan dan penyusunan ulang plasmid rekombinan. contohnya dalam produksi heterolog dari jamur termasuk vasin hepatitis B. produk jamur relatif sedikit yaitu 1-5% dari total protein dan beberapa protein disimpan dalam periplasma. Pichia angusta. Awalnya. yang dimediasi oleh plasmid Ri. Aspek penting dari stabilitas strain adalah pemeliharaan dan penyimpanan stok kultur sehingga mereka atirbut mereka yang dengan hatihati dipilih tidak hilang. cerevisiae. 2. jamur ini dengan mudah dan murah tumbuh pada skala industri. dan Pichia pastoris yang memiliki beberapa keuntungan dibanding S. fisiologi. P. termasuk organisme “food grade” menstimulasi kemajuan lebih jauh dalam rekayasa metabolik. Strain tersebut dibangun dengan penanda “lethal” di kromosom dan repressor dari penanda ini terletak di plasmid. Sebagai tambahan. Angusta seringkali lebih baik untuk aplikasi industri karena memiliki versatilitas yang lebih baik. jaringan metabolis dalam mikroorganisme dapat direstrukturisasi dan rekayasa metabolik yang luas memiliki implikasi utama dalam mikrobiologi industri. relatif cepat laju pertumbuhannya dan mudah mengalami manipulasi genetik. Juga. Namun. Strain ditransformasi oleh plasmid harus dipertahankan di bawah seleksi terus-menerus untuk memastikan bahwa stabilitas plasmid. Sebagai contoh. rhizogenes. Namun. seperti virus bovine papiloma. yang leibh baik sebagi struktural ketidakstabilan. Transformasi dari sel tumbuhan dikotil dapat ditunjukkan menggunakan plasmid yang berasal dari bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens and A. Proses downstream juga memiliki masalah yang sedikit karena jamur tersebut tidak mensekresikan banyak protein mereka sendiri ke dalam media. Beberapa protein heterolog eukariotik telah sukses diproduksi secara massa dari S. Saccharomyces cerevisiae banyak dipilih karena aman dan mengandung jumlah informasi luas yang telah terakumulasi dari genetikanya.3 Stabilitas Strain Faktor utama dalam perkembangan strain baru adalah stabilitas strain. Sel mengekspresikan repressor selama mereka memiliki plasmid. cerevisiae. sel bebas-plasmid mati dan tidak boleh diakumulasikan di kultur. Jamur lain dapat pula menjadi inang yang baik. Perkembangan teknologi rekombinasi DNA maju dengan cepat dan kloning gen pada sel hewan dan tumbuhan sekarang diproduksi secara rutin. Sebagai akibatnya. urutan lengkap dari genom mikroba. vektor berdasarkan virus. A. Beberapa masalah dapat diatasi dengan menmbangun plasmid dengan hati-hati dan penempatan gen penting dalam plasmid. tumefaciens menginduksi tumor yang melibatkan plasmid Ti dan A. Protein individiual dapat direkayasa dengan mengubah beberapa komponen asam amino untuk memodifikasi sifat dan memiliki peluang untuk fitur pembangun dalam membantuk proses downstream. atau menghilangkan plasmid. Ketidakstabilan segregasi dapat pula diatasi dengan membangun strain pembunuh yang membutuhkan penanda spesifik pada plasmid untuk bertahan hidup. Namun. integrasi gen ke kromosom normalnya adalah solusi terbaik untuk mengatasi banyak masalah ketidakstablitasan. 5 . Rhizogenes menginduksi pembentukan rambut akar. disebut stabilitas segregasi. tetapi jika kehilangan sel akan mengekspresikan gen mematikan. Pada in vivo. retroviruses dan virus simian 40 digunakan untuk stabil mentransformasi sel mamalia. khususnya methylotroph. tapi tidak seperti eukariot yang lebih tinggi tingkatannya (seperti sel hewan dan tumbuhan).

Teza Nur F. Tahap eklifase. lisis.Mikroorganisme (bakteri) yang ditempati sebagai media berkembang biak bagi virus akan mati. 2010) 2. Pandu Rahmat Pinasthiko (115061107111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada saat di video transduksi. (Old and Primrose. Dewi Ariesi R (115061105111007) 6 .Yang menyebabkan pecah adalah kondisi virus yang berada di dalam mikroorganisme sudah “matang” sehingga virus siap keluar dengan cara memcah dinding dari bakteri inang (fase lisis). yang mana? Apakah salah satu atau keduanya? . pembelahan virus ada lisis dan lisogenik. Apakah memang mikroorganisme tersebut hilang dan menjadi apa waktu mikroorganisme tersebut hilang? Jelaskan! . Homologi DNA bakteri yang bersangkutan 3. yaitu penginfeksian virus ke bakteri inangnya. mikroorganisme yang ditempati virus itu waktu virus keluar dari mikroorganisme tersebut hilang. DNA virus masuk ke sel inang dan menghancurkan dinding sel bakteri menggunakan enzim lisosom. 1989) 5. 1989) 3. virus mengalami daur litik. virus hanya mengalami tiga tahap. Tahap kedua. menggabungkan DNA virus ke DNA bakteri inang untuk membentuk calon virus baru dan ikut membelah bersama bakteri. ada yang pecah pada saat proses konjugasi. Hal ini terjadi karena pada proses transduksi. pecahnya dinding bakteri inang sehingga virus-virus baru akan terbebas. (Budiyanto. 1986) 4. penetrasi.LAMPIRAN PERTANYAAN 1.Transformasi terjadi karena : 1. Adanya proses modifikasi dalam inang 4. Sedangkan pada daur lisogenik. Ayu Indah Wibowo (115061100111011) Dijawab : Gregorius Bagas Bagaimana bisa bakteri mengalami transformasi? Apakah terjadi pada kondisi yang khusus? Atau terjadi pada bakteri tertentu? . Tahap pertama adalah adsorpsi yaitu fase di mana virus menempel dan menginfeksi bagian tertentu dari dinding bakteri hospes. Pada fase lisis. (Old and Primrose. virus merusak dan mengendalikan DNA bakteri hospesnya. Apa yang menyebabkan pecah? . Tahap sintesis. Perlunya gen khusus seperti gen TRA untuk proses konjugas (Brown. virus tidak memecahkan dinding bakteri dan keluar dari bakteri. virus akan menghancurkan dinding bakteri inang dan menyebabkan bakteri mati. Tahap terakhir. stelah mencapai dinding dari mikroorganisme tersebut. Albertus Ardika (115061101111005) Dijawab : Alfonsina Pada proses transduksi. perakitan virus dalam jumlah besar. Kondisi morfologi (kemampuan untuk membentuk rambut getar / fili) 5.Metode replikasi virus (reproduksi virus) untuk memperbanyak diri yang digunakan pada proses transduksi adalah daur litik. tetapi virus ikut membelah bersama bakteri. Kontak antar sel bakteri 2. metode apa yang digunakan virus untuk menginjeksi agar menjadi banyak jumlahnya? Setau saya. Sehingga pada daur lisogenik ini. (115061102111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada video proses transduksi.

apa syarat-syarat tersebut? Pada slide stabilitas strain. dan pendonor? Jelaskan spesifikasi bakteri untuk setiap kemampuannya tersebut! Apakah mungkin satu bakteri mengalami lebih dari satu kemampuan? Bakteri yang dapat melakukan transduksi adalah bakteriofag. 2. transformasi ataupun konjugasi) namun kemampuan tersebut tidak terjadi secara bersamaan. dkk. dirusak kesetimbangannya dengan masuknya virus ke strain sehingga virus dapat mengambil alih kerja DNA strain dan terjadi mutasi yang tidak diinginkan pada strain. yaitu bakteri penerima DNA / bakteri yang tidak memiliki faktor F (F-). Transduksi terjadi saat virus mengalami fase litik (keluarnya virus dari tubuh bakteriofag). Nutrisi mikroorganisme harus terbentuk/ terformulasikan untuk mendukung proses sintesis dalam membentuk produk yang diinginkan begitu juga biomassa sel dan metabolik tertentu (Waites. Bisa saja. Bakteri pendonor adalah bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. satu spesies bakteri dapat memiliki lebih dari satu kemampuan (transduksi. transformasi. Strain yang stabil. (Walyo. hasilnya dapat diwariskan pada keturunannya. fermentasi substrat padat juga banyak digunakan. Bakteriofag adalah bakteri yang diinjeksi oleh virus. - - 7. Media fermentasi harus memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme dan mendukung proses teknik perlakuan objek. DNA) yang memiliki tonjolan pada dinding tubuhnya yang berfungsi untuk menempel dan mendonorkan DNAnya ke tubuh bakteri resipien. (115061100111007) Dijawab : Adit Iqbal Apakah syarat menjadi bakteri pendonor? Jika ada. 8. 2006) Sharfina Widyaningrum (11506110511103) Dijawab : Alfonsina Kapan terjadi perpindahan secara konjugasi.1. 9. 7 . transformasi dan transduksi pada mikroba? Syarat apa saja untuk melakukan mutasi buatan? Konjugasi terjadi saat bakteri pendonor (bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. (Schaum. dan dilakukan oleh manusia. hanya pada kondisi-kondisi tertentu seperti yang telah dijelaskan di jawaban point pertama. DNA)) bertemu dengan bakteri resipien (bakteri tanpa faktor F (F-)) dan mendonorkan DNA bakteri pendonor melalui tonjolan sitoplasma. Syarat untuk melakukan mutasi buatan adalah adanya perubahan materi genetik / DNA. Transformasi terjadi saat bakteri dengan spesies sama. Pembentukan Media Pada umumnya fermentasi membutuhkan media cair. - Dijawab : Alfonsina Bakteri yang seperti apa yang dapat melakukan transduksi. bisakah strain tersebut mengalami ketidakseimbangan? Mengapa? Strain dapat mengalami ketidaksetimbangan jika terdapat faktor pengganggu. untuk membantu proses pernafasan. Salah satu contoh faktor pengganggu adalah virus. (Schaum.- - 6. 2005). Meskipun demikian. 1. Bakteri yang dapat melakukan transformasi adalah bakteri sejenis yang memiliki potongan DNA yang sejenis pula. 2006) Dhanang (115061101111007) Dijawab : Adit Iqbal Dampak dari mutagenesis itu apa saja? Tolong dijelaskan? Mutia Dhana F. 2005) 2. yang satu memberikan potongan DNAnya ke bakteri yang lain. apa yang membuat nitrogen cair tersebut berfungsi untuk penyimpanan galur? Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Dijawab : Alfonsina Kunci dari stabilitas strain adalah menjaga kesetimbangan strain tersebut.

Dalam perkembangan produk bioteknologi dibutuhkan medium yang mahal seperti untuk pertumbuhan sel mamalia dan tanaman (hidayat. sulfur dan unsur lain yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit 8 . 2006) Pada fermentasi antibiotika. Penyusun beberapa enzim Berat kering (%) 8 20 50 14 1 3 0. misalnya biji-bijian. Dalam fermentasi konvensional. 2006). yang mana sebenarnya semua industri fermentasi menghasilkan energi dan unit karbon untuk biosintesis. dkk. Kebutuhan media secara umum termasuk didalamnya adalah sumber karbon. P. H. 2005).dkk.1 0. asam nukleat dan koenzim Penyusun protein dan beberapa koenzim Penyusun asam nukleat. kecuali keterlibatan substrat padat. Medium tersebut dapat berupa padat atau cair (Hidayat. Kebanyakan fermentasi. daging. fosfolipid dan koenzim Kofaktor pada sejumlah reaksi enzim (ATP) Kofaktor pada beberapa enzim Kofaktor pada beberapa enzim (protease) Penyusun sitokrom. membutuhkan jumlah air yang banyak dalam pembentukan media. dalam proporsi yang serupa dengan dengan adanya sel pada mikroba (Waites. Medium kultur harus mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. produk bernilai lebih mahal sehingga penggunaan substrat dapat dipilih yang lebih dominan agar dihasilkan produk yang lebih banyak.03 Molybdeum (sumber: Hidayat. dkk. Unsur-unsur yang ada pada mikroba Unsur Fungsi fisiologi Hidrogen Oksigen Karbon Nitrogen Sulfur Fosfor Magnesium Mangan Kalsium Besi Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusunan protein. S dan mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit seperti Fe. Namun pada produksi steroid. Tabel 1.5 0. Mesonutrien dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit seperti Mg. Cu. protein non-heme dan kofaktor pada beberapa enzim Penyusun vitamin B12 Seng. Zn dam Mo (hidayat. Dalam bidang industri yang diperlukan adalah medium yang cocok secara ekonomi. karena produk yang dihasilkan tidak mahal. O dan N. umumnya dipakai bahan baku yang tidak mahal. bahan baku yang digunakan tidak boleh mahal.Suatu strain yang mampu memberikan hasil yang tinggi dari produk yang diinginkan saat dikembangkan dalam laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diaplikasikan dalam skala industry. dkk.5 0. 2006) Umumnya yang disebut makronutrien adalah yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C. dan sumber nitrogen. dkk. sumber fosfor. 0. prosesing serat dan sebagainya. 2006).2 Kobalt 0.03 Tembaga.

Kesehatan dan keselamatan untuk semua. dkk. pendahuluan. juga harus tersedia. ini penting untuk diketahui. Pengendaliannya mudah untuk bentuk padatan ataupun cairan. Fermentasi skala industri pada dasarnya menggunakan pembagian kompleks untuk mendapatkan harga ongkos yang efektif. Ongkos dan pendapatan. Fermentasi aerobik tergantung pada oksigen yang berkelanjutan sedangkan fermentasi anaerob membutuhkan aerasi awal dari media. biasanya dipertunjukkan dengan setiap batch baru untuk substrat. dkk. Meskipun demikian. namun perubahan morfologi dapat mempengaruhi produk dan sifat fermentasi yang lain. 4. Level dan range ketidakmurnian dan muncul dan berkembangan produk yang tidak diinginkan selama proses berlangsung. Saat kebutuhan unsur mikroorganisme sudah ditetapkan.1. 2. Misalnya. Di dalam beberapa yeast. 2005). media menggabungkan buffer atau pengontrol pH dengan penambahan asam ataupun basa. 2. senyawa induksi atau inhibitor dikenalkan pada tingat/ taraf tertentu dari fermentasi (waites. 2005). Pembentukan. pengompleksan sifat viskositas yang mungkin mempengaruhi pergerakan dan aerasi selama fermentasi dan proses tingkat downstream. 6. 5. mempercepat metabolism dapat menekan pembentukan produk.1. sempurnanya. 7. dan yield per gram substrat yang digunakan. 2005). Pada beberapa proses. 3. Konsentrasi produk target yang dicapai. khususnya untuk menguji adanya tabrakan yield produk dan tahap pemulihan produk (Waites. dkk. Kebutuhan sterilisasi dan potensi masalah perubahan sifat. masalah potensial dapat timbul ketika menggunakan senyawa tertentu. misalnya fermentasi bir. dan agent antibusa yang mungkin dibutuhkan. dimana sumber karbon dan nitrogen hampir tidak dapat ditegaskan dengan jelas. Hal mungkin tidak sebagai keinginan utama. Bahan mentah substrat harus disesuaikan dengan ekonominya. bahan haruslah tidak mahal dan tidak perlu ditanya kualitasnya dan setiap tahun/ sepanjang tahun bahan tersebut dapat didapatkan. Fermentasi Media Cair 9 . dan beberapa mikroorganisme membutuhkan penambahan vitamin. Medium yang mudah disterilkan dengan panas yang relatif rendah adalah yang sangat penting. dilakukan penambahan medium segar secara berkala ataupun kontinyu.1. Percobaan skala kecil. 2005). Sifat fisika dan kimia dalam medium yang terbentuk dapat mempengaruhi operasi sterilisasi. Panas tidak hanya mengurangi komposisi spesifik/ tertentu. Selain itu juga membutuhkan purifikasi pada downstream dan bisa juga meningkatkan biaya penanganan limbahnya. Kebanyakan didapat dari material alami seperti hewan dan tumbuhan. maka tidak menutup kemungkinan akan membutuhkan ongkos lebih dan pemulihan yang kompleks. Untuk menagani masalah ini. Perlakuan ini dapat diangkat untuk memelihara konsentrasi zat (yang mengganggu pembentukan produk) sehingga relatif rendah agar tidak lagi bersifat menekan. filament jamur dapat membentuk lempengan. Nutrisi media tertentu atau kondisi lingkungan dapat mempengaruhi tidak hanya fisiologi dan biokimia tetapi juga morfologi dari mikroorganisme tersebut. Faktor utama yang mempengaruhi pilihan akhir bahan baku tersendiri yang diikuti/ digunakan (waites. sel tunggal dapat berkembang ke dalam pseudo-miycelium atau flocculate. kecepatan pembentukannya. sumber nutrisi yang cocok dapat digabungkan kedalam media untuk memenuhi permintaan ini. Pengaruh variasi batch-to-batch harus ditentukan. namun jika tingkat ketidakmurnian dari substrat tinggi. dkk. pencampuran. seperti biotin dan riboflavin. sering juga menggunakan by produk dari industry lainnya dengan divariasikan komposisi variabel. begitu juga ongkos penyimpanan misalnya memerlukan pengontrolan suhu. namun juga membentuk inhibitor by produk (penghalang) yang dapat menjadi pengganggu pada proses downstream (waites. Biasanya.

Pada kultur labu yang dikocok. 3. Medium didistribusikan berupa larutan yang dangkal dalam suatu baki atau dalam suatu wadah yang mempunyai permukaan yang luas dan dalamnya media biasanya 2.0 cm untuk produksi yang sangat tinggi. Temperatur: temperatur berpengaruh pada laju reaksi biokimia selama proses fermentasi Pertukaran gas: pertukaran gas antara fase gas dengan substrat padat mempengaruhi proses fermentasi. yogurt dan kefir (Dharma. 1992). tetapi meningkatkan resiko kontaminasi dengan bakteri. Fermentasi yang diagitasi dimana zat cair yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fase cair. pengatur suhu (pendingin atau pemanasan) dan pengaturan pH. Jenis fermentasi ini dan mekanisme pengambilan substrat dengan yang kedua kecuali substrat bersifat cair. 1992). 2. fermentasi asam cuka. 1. Garam dan zat hara lain mungkin terlarut dalam air. aerasi. 1992). pertukaran gas. Fermenatasi yang tidak diagitasi dimana substratnya larut dalam fasa cair. 2.2. 4. Kisaran kadar air yang optimal adalah 50-75%. 2. Pada fermentasi ini substrat zat padat tidak larut dalam air tetapi dalam bubuk-bubuk halus yang tersuspensi dalam sejumlah air yang banyak. Fermentasi media cair diartikan sebagai fermentasi yang melibatkan air sebagai fase kontinyu dari sistem pertumbuhan sel yang bersangkutan atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel-partikel dalam fase cair. Jenis-jenis fermentasi media cair yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: (Dharma. Produk dari fermentasi media padat misalnya oncom. namun pemanasan. berbeda dengan fermentasi teknik fermentasi cair modern melibatkan fermentor yang dilengkapi dengan: pengaduk agar medium tetap homogen. Pengambilan substrat oleh mikriba biasanya disertai dengan produksi suatu faktor yang dapat melarutkan yang mungkin sifatnya ekstraseluler atau terletak didalam dinding dalam air sehingga partikel substrat tersipresi secara merata dalam medium yang mengandung air agar terjadi kontak dengan mikroba secara maksimum. dan tape (Dharma. perebusan dan pengukusan mematikan banyak mikroba competitor (Dharma. volume gas. Fermentasi substrat padat dengan kapang mempunyai keuntungan yaitu: (Dharma. Konsentrasi substrat dalam media dapat bervariasi mulai dari satu persen sampai pada suatu keadaan yang menyerupai bubur. organisme. Juga tidak dilakukan sterilisasi. difusi oksigen. Adapun faktor yang mempengaruhi fermentasi media padat diantaranya: (Dharma.1. Pada fermentasi ini substrat larut dalam air tetapi medianya tidak diagitasi atau dikocok. namun mengandung air yang cukup sekalipun tidak mengalir bebas. 1992) Fermentasi yang diagitasi dimana substratnya larut dalam air. Fermentasi media (substrat) padat mempunyai kandungan nutrien per volume jauh lebih pekat sehingga hasil per volume dapat lebih besar. Pengambilan substrat oleh mikroba melalui fase larutan dalam air. Pengambilan substrat melalui fase cair. Proses fermentasi cair modern dapat dikontrol lebih baik dan hasil uniform dan dapat diprediksi. agitasi dilakukan dengan bantuan alat pengocok (shaker).1. Fermentasi cair dengan teknik tradisional tidak dilakukan pengadukan. . 1992) Kadar air: kadar optimum tergantung pada substrat. Fermentasi yang diagitasi dimana zat yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fasa cair. kecap. Jenis fermentasi ini dikerjakan dalam suatu labu atau gelas yang cocok atau yang lebih modern dengan menggunakan fermentor dimana substratnya larut sempurna dalam air. Fermentasi cair meliputi minuman anggur dan alkohol. Pada fermentor agitasi dikerjakan dengan pengaduk yang dijalankan oleh motor dan dapat dibantu oleh aerasi (gelembung udara).5 – 5. 1992) Medium yang digunakan relative sederhana 10 1. Fermentasi media padat Fermentasi media padat merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam substrat tidak terlarut. dan tipe produk akhir. 3. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan penurunan porositas.

2. Berdasarkan berat mikroba. Sumber Karbon Dengan mengecualikan alga dan bakteri autotrof yang menggunakan karbondioksida sebagai sumber karbon. sekitar 50% berat mikroba adalah karbon. Kondisi medium tempat pertumbuhan fungi mendekati kondisi habitat alaminya. Inokulum dapat disiapkan secara sederhana.56 0. Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah. 5. nilai yang didapatkan dapat menceritakan pada kondisi yang spesifik dengan memvariasi pH dan temperatur. Dengan memvariasi konsentrasi awal dari substrat pembatas pertumbuhan yang kemudian diplotkan dengan total pertumbuhan pada konsentrasi disetiap batch.51 0.43 Pseudomonas species 0. dkk. 4.13 Klebsiella pneumonia 0.54 1. 2006).43 Pseudomonas aeruginosa 0.2.61 Candida utilis 0. Jenis/ variasi organisme juga dapat menujukkan perbedaan koefisien yield (Y) pada substrat yang sama.52 Phicia angusta 0. Karbon merupakan unsure yang paling penting. Oleh karena itu karbon merupakan bahan yang paling besar dalam medium kultur (hidayat. dan pemeliharaan sel. Tabel 2.36 Penicillium chrysogenum 0. Kebutuhan karbon dapat ditentukan dari koefisien hasil biomasa (Y) maka: (waites. mikroba yang digunakan dalam industri membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon dan energi.07 Saccharomyces cereviceae 0. 6. 2005) - 11 .12 Saccharomyces cereviceae 0. Pertumbuhan yield (Ycarbon) pada medium minimum dengan variasi sumber karbon dan energy Yglucosa Yethanol Ymethanol Yoktana Pertumbuhan aerob Aspergilus nidulans 0. yang dapat merubah nilai Y. Konsentrasi nitrogen bervariasi dari 3-15 %. Setiap nutrient dapat dihitung melalui rangkaian perlakuan pada percobaan batch-culture dimana substrat yang spesifik hanya menjadi media pembatas pertumbuhan dan nutrient yang lain sebagai excess. dkk. Meskipun demikian. 3. dkk. pembentukan produk.63 Pertombuhan anaerob Moorella thermacetica 0. 2. sehingga Y dapat ditentukan. Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang udara diantara tiap partikel substrat.68 Escherchia coli 0. Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relative kecil.12 (Sumber: Waites. karena air yang digunakan sedikit.11 Escherchia coli 0. 2005) Ycarbon (g/g) = Pada fermentasi komersial perhitungan koefisien yield untuk semua nutrisi biasanya menjadi dasar. Selain itu juga untuk biosintesa.

protein) dan senyawa aromatik. dkk. Secara umum. Sebagai contoh penelitian mula-mula menggunakan medium yang mengandung substrat berlebihan dan ini memungkinkan diperoleh berat kering sel bakteri maksimum perliter (misalnya 40 g).56 dan 0. Kapang tertentu tidak dapat menggunakan sukrosa. karena mikroba tersebut tidak menggunakan banyak substrat untuk memperoleh energi. Pertumbuhan yang terjadi disebut pertumbuhan diauksi. mikroba mendapatkan dua molekul ATP dari tiap molekul glukosa. Beberapa jasad dapat menggunakan lebih dari satu sumber karbon. Fosforilasi oksidatif Dalam kasus ini energi diubah selama pemindahan electron dalam rantai respirasi. sehingga medium harus mengandung: 40 x (100/50) x (50/100) = 40 g karbon/L Jika sumber karbon adalah glukosa maka jumlah yang harus ditambahkan dalam medium: (40 x 180)/72 = 100 g glukosa/L (hidayat. 2006). 2006). Sebagian besar mikroba dapat menggunakan berbagai tipe nutrisi yang telah diketahui. dkk. Senyawa karbon yang digunakan dapat berasal dari senyawa C2 sederhana (asam asetat. Ini memungkinkan untuk menghitung jumlah minimum substrat karbon yang dibutuhkan dalam medium untuk memperoleh biomassa. laktosa didegradasi menjadi glukosa dan galaktosa. fluktuasi pasar dalam menggunakan surplus (hidayat. etanol) sampai senyawa kompleks (polisakarida.Perbedaan dapat juga tetrjadi pada satu individu misalnya Saccharomyces cereviceae tumbuh pada glukosa yang menpunyai koefisien biomasa (Y) 0. ceriviciae. Kebanyakan kapang menggunakan glukosa sebagai sumber karbonnya. dkk.12 g/g pada kondisi aerob dan anaerob (waites. Jika 12 pasang electron dapat digunakan dari tiap molekul glukosa yang dimetabolisme melalui glikolisis pada siklus kreb maka akan diperoleh 36 molekul ATP. Industri fermentasi dapat memilih antara beberapa bahan utama. Misalnya S. Jadi metabolism aerob menghasilkan (36+2)/2 = 19 kali lebih tinggi dari pada ATP secara anaerob. misalnya Rhizopus dan Sordaria. Ada pula mikroba yang hanya dapat menggunakan substrat terbatas. dkk. seperti manitol (hidayat. dkk. Jumlah molekul ATP yang dibentuk dari sumber karbon dan energi dalam medium dapat dihitung berdasarkan berat kering yang diperoleh sebagai fungsi ATP yang dihasilkan selama katabolisme sumber energi (hidayat. mikroba aerob mengubah substrat karbon dalam jumlah lebih besar (±50 %) menjadi biomassa dibanding mikroba anaerob.1. 2. tergantung harga. 2005). 2006). Biomassa ini diasumsikan mengandung 50 % karbon dan mikrobia mampu mengubah 50% karbon pada substrat menjadi karbon pada substrat menjadi biomassa secara aerob. Kebanyakan kapang tidak dapat tumbuh pada gula alcohol. Hal yang menarik adalah penggunaan limbah pertanian atau industri. Energi diperoleh terutama melalui 2 jalan: (hidayat. 2006) 1. Tiga molekul ATP diperoleh dari tiap pasang electron yang dipindah dari NADH ke oksigen. Sebagai contoh adalah Methylomonas dan Methylococcus yang hanya menggunakan metana dan methanol sebagai sumber karbon dan energi (waites. 2005).2. Jadi selama glikolisis. Pada sumber karbon lain tidak dapat tumbuh dengan baik. 2006) Gula murni seperti glukosa dan sukrosa umumnya mahal bila digunakan dalam industri dan biasanya dicari sumber karbon yang murah. dkk. Molase 12 . Fosforilasi substrat Oksidasi substrtat adalah hilangnya electron disertai oleh sintesis fosfat kaya energy yang akan dipindah lewat ADP dengan membentuk ATP. dkk. 2.

Tabel 3. yang mana mungkin atau tidak mengalami metabolism. fosfor dan sulfur. namun dapat secara langsung mengalami metabolism dengan produksi amylase oleh miroorganisme. ragi dan actinomycetes. dkk. maltosa atau maltotriosa (waites. dikarenakan faktor biaya (waites. 2006). 2. 2005). Dimana terdiri dari 20 % heksosa (glukosa dan sedikit fruktosa). Muncullah produk kondensat berwarna coklat hasil dari reaksi kelompok amino dari amin. Komposisi dari ekstrak gandum biasanya mengandung 90% karbohidrat dalam basis kering. 13 . Molase berbeda dengan bahan baku yang umum digunakan dalam produksi alkohol seperti jagung dan kentang.2. Tidak hanya karena warnanya yang berubah tetapi juga hasil hilangnya materi yang menyebabkan fermentasi dan produk beberapa reaksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme (waites. asam amino dan protein dengan kelompok karbonil dari penurunan gula.- Glukosa dan sukrosa murni jarang digunakan dalam fermentasi skala industri. enzim ekstra seluler menghidrolisis substansi yang merupakan campuran dari glukosa. Ekstrak gandum Ekstrak cair dari gandum dapat dibentuk seperti sirup yang secara khusus digunakan untuk sumber karbon yang biasanya untuk pembentukan filament pada jamur. Sterilisasi media yang mengandung ekstrak gandum harus dikontrol dengan hati-hati untuk mencegah pemanasan berlebih. Bahan ini mengandung karbohidrat yang disimpan sebagai pati sehingga harus mengalami perlakuan awal dengan memasaknya dan membutuhkan kerja enzim untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi.2. Pati Polisakarida ini tidak siap untuk digunakan seperti monoskarida dan disakarida. Mengandung 62% gula yang terdiri dari sukrosa 32%. khususnya pembentukan filament jamur. tergantung pada mikroorganismenya. Komposisi molase Komponen Persentase Air 17-25 Sukrosa 30-40 Dektrosa 4-9 Fruktosa 5-12 Gula reduksi lain 1-5 Karbohidrat lain 2-5 Abu 7-15 Senyawa nitrogen 2-6 Asam-asam non nitrogen 2-8 Lilin. peptide dan asam amino (waites.3.1-1 (sumber: Hidayat. asam pantotenat. Kandungan nitrogen organik sedikit. Lagi pula. Molase tebu kaya akan biotin. dkk. 2006). glukosa 14% dan fruktosa 16% (hidayat. 2005). 2005). sterol dan fosfolipid 0. Ekstrak gandum juga mengandung beberapa vitamin dan kira-kira 5% substansi nitrogen. dkk. dkk. produksi ini mengandung dekstrin bercabang dan tidak bercabang (15-20%). dkk.2. protein. tiamin. 2005). Persiapan ekstrak pada dasarnya sama dengan pemasakan bir. 55% disakarida (umumnya maltose dan sedikit sukrosa). keton dan aldehid. Molase adalah limbah industri gula yang tentunya lebih murah. dkk. dkk. Komposisi molase dapat dilihat pada tabel 3. 2006) 2. Unsur yang menurukan gula dan asam amino cenderung menghasilkan produk reaksi maillard ketika dipanaskan pada pH yang rendah. Sebaliknya karbohidrat dalam molase siap untuk difermentasi tanpa perlakuan pendahuluan karena berbentuk gula (hidayat. dan 10 % maltotriosa sebuah trisakarida.

dkk. Asam sulfat dengan konsentrasi 0. selulosa Selulosa paling dominan ditemukan sebagai lignoselulosa dalam dinding sel tumbuhan. 2005). Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan 14 .4. Selulosa biasanya dihidrolisis sebelum dapat digunakan sebagai substrat. Walaupun demikian ini dapat berpotensi tinggi yaitu sebagai sumber yang dapat diperbarui dari fermentasi gula saat dihidrolisis khususnya pada biokonversi menjadi etanol (waites. Dalam proses kontinyu kemungkinan didapat dari sirup bubuk gergaji yang mengandung 4-5% gula pereduksi (campuran glukosa dan pentosa) dengan hasil 45-55% (hidayat. Sulphite Waste Liquor Sulphite Waste Liquor (SWL) dari industri kertas mengandung gula dari hidrolisis hemiselulosa dalam kayu. pati biasanya dikonversi menjadi sirup gula. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. tetapi penggunaan mikroba selulolitik memungkinkan diperolehnya protein mikroba secara langsung dari limbah selulosa tanpa perlakuan. ini sama sulitnya dengan menghidrolisis. dkk.Pati jagung adalah yang paling banyak dipakai. Hidrolisis asam pada pada selulosa kayu itu sendiri memberikan 65-85% gula yang dapat difermentasi. komposisi SWL tergantung kayu yang digunakan. 2. dkk. Angiospermae memberikan Sulphite Liquor yang mengandung 3% gula yang 70 %-nya adalah pentosa (terutama silosa). Ini pertama-tama berubah menjadi agar-agar kemudian dihidrolisis dengan mengencerkan asam atau enzim amilolitik (waites. limbah industri maupun domestik. Struktur lignoselulosa dan pre-treatmen (sumber: Anonymous.5. yang mengandung paling banyak glukosa. hutan. 1998). 2006). dkk. terjadi proses kontinyu (proses symba) dikembangkan di Swedia untuk produksi biomassa menggunakan khamir Endomycopsis fibulinger untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. lapisan lignin dan memberikan area sempit untuk enzim menyerang. Sedikit mikroorganisme yang dapat langsung digunakan. Setelah dihidrolisis meggunakan enzim tanaman atau amylase mikroba. 2. Gambar 1.5% biasanya digunakan pada 150o-185oC. hemiselulosa dan lignin.4. Lignoselulosa tersedia dari pertanian. 2011) Dalam dunia industri. Komponen dari selulosa adalah bagian kristalin.2. 2005). sedangkan gymnospermae menghasilkan liquor yang mengandung gula 2% dengan 75%-nya adalah heksosa (terutama manosa). namun ini dapat juga didapatkan dari cereal yang lain atau potongan akar. Beberapa hidrolisis asam dikembangkan selama perang dunia ke II. Jamur berfilamen (Tricoderma viridae) dan bakteri (cellulomonas sp) merupakan mikroba yang sering digunakan. Candida utilis akan menggunakan gula ini untuk pertumbuhannya (hidayat. 2006). Berikut merupakan gambar lignoselulosa. Untuk diperbolekannya dalam fermentasi. yang mana terbentuk dari 3 polimer yaitu: selulosa. Ini umumnya digunakan pada fermentasi substrat padat untuk memproduksi jamur yang bervariasi.

Spesies dari genus Candida seperti C. Dalam fraksi petroleum seperti bahan bakar mungkin mengandung hidrokarbon lain (parafin siklik atau aromatis) yang biasanya kurang tersedia untuk dimetabolisme. Acinetobacter (A. vitamuin B12 dan asam giberelik (waites. Nocardia. dkk. Bacillus. 2006) - Jumlah (g/ L) 45-50 7-9 1. bahan diperkaya dengan isoparafin.2 juta ton protein susu.untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. yaitu sebagai protein sel tunggal (PST). Cladosporium resinae mengasimilasi bahan bakar minyak dan menyebabkan korosi pada tanki bahan bakar.6. lipolytica secara ekonomis memberikan hasil yang baik (hidayat. Merupakan hasil samping keju yang merupakan protein yang sulit menggumpal seperti kasein pada keju. Setelah tumbuh pada fraksi minyak petroleum. Whey Whey adalah by produk cair dari suatu indutri harian (industri keju). sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen.5 1-2 6-8 63-70 2. sering digunakan untuk pakan babi (Hidayat. Hidrokarbon sangat sesuai sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhan mikroba. S. seperti untuk terjadinya metabolism hanya sedikit mikroornaisme yang dapat melakukannya. dkk. dkk. Isoparafin mempunyai sifat yang mirip dengan bahan bakar. 1989). Beberapa bakteri dapat mengasimilasi normal parafin (n-alkana) dan normal olefin (n-alkena). Smegmatis). 1989). Sepanjang tahun produksi whey di dunia lebih dari 80 juta ton. dkk. Candida lipolytica hanya memetabolisme normal parafin. dan dari famili Enterobacteriaceae. Sejumlah khamir. 2. Bahan ini cukup mahal untuk dijual. Sejumlah bakteri mampu tumbuh pada hidrokarbon. Ini untuk proses penyempurnaan (hidayat. Whey susu diperoleh dari limbah pembuatan keju dengan komposisi seperti tabel 4. cerevisiae contohnya. Disakarida ini secara pembentukannya digunakan dalam fermentasi penicillin dan ini juga dapat digunakan dalam fermentasi alcohol. protein sel tunggal. Micobacterium (M. 2006) Tabel 4. tidak memfermentasi laktosa. Crypococcaceae mampu menggunakan hidrokarbon. Oleh karena itu laktosa pekat sering disiapkan untuk fermentasi selanjutnya dari penguapan whey disertai dengan pemindahan protein susu yang digunakan sebagai misalnya. 2006). suplemen makanan. alkana dan alcohol Minyak (fraksi kasar minyak petroleum) mengandung C10-C18 10-25% hidrokarbon parafin yang sangat mudah digunakan mikrobia. Hidrokarbon mempunyai rumus CnH2n+2 dapat berbentuk lurus ataupun rantai bercabang (iso) yang sukar didegradasi oleh semua mikroba. corynebacterium. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. mengandung lebih dari 1 juta ton laktosadan 0. 2006). Komposisi Whey susu (g/L) Komponen Laktosa Protein Senyawa nitrogen terlarut Lipid Garam-garam mineral Berat kering (sumber : Hidayat. Calcoaceticus). asam laktat.4. 15 . 2005). Strain dari genus Pseudomonas. dkk. Laktosa pada umumnya kurang berguna sebagai umpan awal pada fermentasi dibandingkan sukrosa.4.7. 2002).

biotransformasi ke asam asetat dengan menggunakan bakteri sisa fermentasi utama (waites. Walaupun demikian. Sejumlah hidrokarbon siklik komersia dapat pula digunakan ( benzene. asam amino. Hidrokarbin siklik dan paraffin rantai pendek biasanya bersifat racun pada konsentrasi tinggi sehingga yang dikembangkan adalah membuatnya pada konsentrasi rendah (hidayat. asam laktat.2 C5H9NO4 + 4. dengan 1 atau lebih kemungkinan jalan melalui oksigenasi.73 kkal/g dari glukosa). Walaupun demikian.1 H2O (hasilnya adalah 320 % atau 208 % berdasarkan berat secara molekuler tetapi dengan kebutuhan oksigen 4 kali lebih besar) Dalam produksi asam glutamate. dan sikloheksana). styerene naphtalena.1 O2 + NH3  1.2 C5H9NO4 + 5. Lemak dan minyak 16 . dkk. heksadekana digunakan untuk menggantikan glukosa.45 O2 + NH3  3. Sejumlah produk fermentasi dapat diperoleh dari hidrokarbon. dan oktana sebagai sumber karbon dan energi. Namun banyak senyawa. heptana. Oksigen dapat bereaksi dengan C1 dan C2.4 H2O (Hasilnya adalah 120 % . 2006). Glukosa C6H12O6 + 2. Kemungkinan alkana dengan berat molekul rendah adalah racun. Penggunaan hidrokarbon membutuhkan oksigen lebih banyak daripada karbohidrat.8. Cincin aromatik pertama mengalami hidrosilasi kemudian dihidrogenasi menjadi senyawa dihidroksi yang terbuka. sedang alkana C11 dan C18 adalah yang paling banyak diasimilasi. senyawa tunggal biasaya yang banyak cocok untuk fermentasi mikoba. Selama fermentasi methanol. tetapi ini akan lebih bermasalah ketika berkembang pada alkana. Metana digunakan sebagai sumber karbon pada sebagian kecil mikroorganisme. vitamin. biomassa optimum yang diperoleh pada C16-C20. 1. Katabolisme normal parafin terjadi melalui oksigenase. Kemurnian methanol siap didapatkan dan ini sangat larut dalam air. Beberapa strain Pseudomonas dapat tumbuh pada heksana. Hidrokarbon alifatik bukanlah satusatunya yang dapat digunakan untuk metabolisme. Sejumlah produk (asam lemak. dkk. Kemungkinan pembentukan biomasssa: (hidayat.Khamir tidak mengasimilasi alkana yang lebih pendek dari C9. toluene.5 kali (10.2. Metabolism hidrokarbon harus melalui pembukaan cincin.35 kkal/ g asam glutamate yang dibentuk heksadekana sebanding dengan 2 kali denagn 2. 2006) 1. Jadi kultur Methylomonas methanica mengoksidasi propane menghasilkan campuran asam propionate dan aceton (hidayat. namun konversi produk metanol lebih disukai untuk industri fermentasi dengan masalah teknis yang cukup sedikit. Sebagai contohnya adalah pembentukan biomassa (komposisi global C5H9NO4). karena mampu larut dalam lemak sehingga mampu merusak fosfolipid pada membrane sel. 2005) Etanol lebih rendah sifat toksiknya dibandungkan methanol dan digunakan satu-satunya oleh banyak mikroorganisme. Methanol mempunyai persentase karbon yang cukup besar dan relatif murah. Namun ini akan terlalu mahal jika dipakai sebagai sumber karbon umum. 2006). kebutuhan oksigen dan panas fermentasinya tinggi. 2005). Oksigen yang dibutuhkan 3 kali lipat dan panas yang dihasilkan 3. namun proses ini tidak ekonomis (waites. dkk. dkk. Heksadekana C16H35 + 8. termasuk di dalamnya sebagian besar antibiotik dan produk-produk fermentasi anaerob. dan pigmen karatenoid) dapat diperoleh dari hidrokarbon sama baiknya dengan sumber karbon konvensional seperi karbohidrat. Beberapa perusahaan menggunakan methanol dan produksi protein mikroba pada tahun 1970an dan awal 1980an.98% berdasarkan berat secara molekuler) 2. Meskipun hanya sedikit mikroorganisme yang dapat merombaknya. n-alkana dari panjang ikatan C10-C20 dapat dimetobolisasikan oleh mikroorganisme tertentu. dkk. industr menggunakan tergantung pada harga petroleum yang berlaku. tidak dapat dihasilkan oleh hidrokarbon tersebut. Pencampuran.

Nah ternyata. berbeda dengan protein pada keju (kasein) yang mudah menggumpal. khususnya produksi antibiotic. Pertanyaan 2 (Lilis Triyowati) Mengapa whey itu harganya mahal? Padahal whey merupakan hasil produk sampingan pembuatan keju. dan kedelai. palm. minyak dapat berguna secara khusus dalam operasi fed-batch. untuk membuat keju. Misalnya. Karbohidrat menempati volume yang paling besar. Minyak mengandung energi lebih per unit berat dibanding karbohidrat. 2005). Bakteri saccaromyces dapat mengalami metabolism dalam dua keadaan. pada fermentasi alkohol dari glukosa. Apa bakteri lain dapat hidup di dalam media tersebut (glukosa)? Jawabannya adalah iya. contohnya dapat diaplikasikan pada pembuatan eskrim. whey ini dapat membentuk emulsi. oleh karena itu. Jawab: Maksud kontaminasi bakteri pada kasus ini adalah kontaminasi oleh bakteri lain. yang mana menurut kandungannya yang ternyata didalamnya masih mengandung nutrisi penting. maka bakteri juga akan bertumbuh dan berkembang didalamnya. maka orang lama-kelamaan mengetahui bahwa sesungguhnya whey ternyata masih bisa digunakan sebagai bahan baku. maka dalam proses fermentasi. LAMPIRAN Pertanyaan 1 (Nanang Adi) Mengapa kontaminasi media fermentasi perlu dimasalahkan? Padahal kita mengetahui bahwa fermentasi pada dasarnya juga menggunakan bakteri. Pertanyaan 4 (Febrika Larasati) 17 . whey ini merupakan protein yang sukar menggumpal. Bakteri saccaromyces dapat memproduksi alkohol jika kondisi pada keadaan anaerob. buah zaitun. terdapat bakteri tertentu yang dapat mengalami proses fernentasi dalam keadaan aerob ataupun anaerob. Namun jika fermentasi ini dilanjutkan dengan keadaan aerob maka fermentasi alkohol oleh bakteri saccaromyces menghasilkan asam cuka. Minyak nabati kebanyakan tersusun atas asam oleic dan asam linoleic. Minyak nabati dan minyak ikan biasanya digunakan sebagai sumber karbon primer atau suplementer. jagung. Hanya saja. dengan kapasitas cadangan dibutuhkan utuk memuat penambahan ke sumber karbon (waites. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa jika produksi keju meningkat. otomatis produksi whey juga meningkat? Lalu apa contoh penggunaan whey? Jawab: Memang dulu whey itu harganya murah. hanya ada bakteri yang mendukung proses pembentukan produknya.Lemak kasar hewani yang kebanyakan tersusun atas gliserida. maka keberadaan bakteri tersebut merupakan salah satu bentuk kontaminasi. dkk. Jika dalam medium fermentasi terdapat bakteri lain yang tidak ikut andil dalam pembentukan produk. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. dan asam stearat. jarang digunakan dalam fermentasi. nah oleh karena itu. seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini yaitu bakteri saccaromyces. Minyak nabati umumnya terbuat dari biji kapas. Karbohidrat biasanya disiapkan pada larutan encer dengan konsentrasi tidak lebih dari 50% (w/w). Pertanyaan 3 (Ridhani Rida) Bagaimana proses fermentasi pada bakteri yang mempunyai 2 keadaan yang berbeda. maka bakteri yang hanya (harus) hidup hanyalah bakteri saccaromyces cerreviceae. yaitu anaerob dan aerob? Yang tentunya dari pengertiannya saja berbeda dari sumber kebutuhan oksigennya? Jawab: Memang. dimana ada sumber karbon.

ragi tape. bagaimana caranya whey yang sebagai produk sampingan diubah menjadi produk utama? Agar industri berkonsentrasi pada wheynya. bakteri wajib dikeringkan dahulu? Jawab: Jawabanya iya. Jika susu tidak difermentasi dengan bakteri (lactobacillus casei) untuk pembuatan keju. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. Jadi untuk menghitung kebutuhan karbon yang menyertakan massa dari ragi tersebut. karena jika kita menghitungnya tidak dalam keadaan bakteri kering.A Torimtubun) Apakah bisa suatu mikroba ditempatkan pada 2 media yang digabung menjadi 1 misalnya media cair (molasses atau yang lain) dicampur dengan media padat (pati atau yang lain) agar mendapat sumber karbon yang banyak? jika bisa. 1989). mengapa? jika Tidak. karena protein pada whey merupakan protein yang sulit untuk digumpalkan. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. Untuk membuat suatu medium kan kebutuhan karbonnya dihitung. Mengapa? Karena kita memberikan bakteri itu sudah dalam bentuk kering. maka tentunya. sebenarnya hal ini bergantung juga dengan produk apa yang ingin kita capai. maka yang bersifat membasahinya merupakan suatu media (air). Ini disebut dengan medium semi padat. Pertanyaan 8 (Gregorius Bagas) Tadi dijelaskan bahwa nilai Whey cukup mahal. tidaklah perlu dikhawatirkan. dapat langsung dihitung (dengan kita mengetahui massa ragi itu sendiri). sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. 2002). tidak seperti kasein yang terdapat pada keju. Misalnya. bakteri yang basah tidak bisa dikatakan bahwa ia adalah pure bakteri. mengapa? Jawab: Untuk pencampuran 2 medium dengan fase yang berbeda dapat dilakukan misalnya pada pembuatan asam sitrat dari ampas singkong dimana media tersebut dicampur dengan media cair (air). apa dalam kebutuhan karbon. bagaimana proses pre-treatment tersebut? Dan siapa yang melakukan proses tersebut? Jawab: Dalam dunia industri. Merupakan suatu bakteri saccaromyces yang sudah dalam bentuk kering. 1989). bukan pada kejunya. kita tidak perlu untuk mengeringkannya terlebih dahulu. bahwa whey merupakan hasil samping dari pembuatan keju. Pertanyaan 6 (Dian Nita) Dari sumber karbon yang sudah dijelaskan. Pertanyaan 7 (Alfonsina A. 1998).Pada sumber energi untuk fermentasi yang berupa selulosa dikatakan bahwa perlu dilakukukan proses pretreatment terlebuh dahulu. Pertanyaan 5 (Dianita Citra Dewi) 1). proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. dapatkah dari berbagai sumber misalnya Whey + molase + pati dicampur? Jelaskan! Jawab: Untuk campuran dari berbagai sumber. Nah untuk menghitung karbon yang memakai perhitungan mikroba dalam keadaan kering. 18 . Seperti industri etanol di brazil yang konsentrasi pada ethanol bukan gula (tebu)? Jawab: Seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini.

memang whey itu dibuang. yaitu : (Karmana. yaitu H₂ digunakan untuk mereduksi CO₂ menjadi (CH)₄. A. ORGANISME PROKARIOTIK Organisme prokariotik telah dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda atas dasar studi filogenetik (evolusi) hubungan. Mereka juga mengandung asam nukleat. 1. khususnya hewan yang memakan 19 . Whey sekarang digunakan untuk bahan pembuatan permen. Semua sel diisi dengan matriks cairan dan dikelilingi oleh membran sitoplasma. Archae kelompok ini hidup di lumpur dan rawa tempat mikroorganisme lain yang telah menghabiskan semua oksigen. (Waites. Namun seiring berkembangan ilmu pengetahuan. Metanogen memiliki peranan sebagai pengurai yang penting. susu bubuk. yang berarti Archaebacteria ini akan teracuni bila terdapat oksigen. Contoh bakteri golongan ini adalah Methanococcus jannaschii. dimana gugus gula tersebut langsung dapat difermentasi. Sel adalah unit dasar dari semua organisme hidup. mengapa hasilnya dipakai lagi dan harganya mahal? Jika digunakan. atau hanya sebagai bahan pakan babi. 2001). bersama dengan ribosom yang mengambil bagian dalam sintesis protein. pembawa fisik dari informasi genetik.maka whey pun tidak dapat diproduksi. ganggang dan tanaman lainnya. Banyak diantaranya yang merupakan uniseluler dan lainnya berupa multiseluler. Pada dasarnya molasses masih mengandung gugus gula. Archaebacteria Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang pertama muncul di Bumi. sedangkan sel-sel jamur. Karena pembentukan whey juga tergentung pada pembentukan keju (karena whey merupakan hasil samping keju). Metanogen merupakan Archaebacteria yang tergolong anaerob strict (tidak dapat mentolerir keberadaan oksigen). Misalnya. Bakteri dari kelompok ini memiliki cirri hidup dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. terutama terdiri dari lipid dan protein. yang memungkinkan spesialisasi sel. Pertanyaan 11 (Freshsya Zatalini) Dapatkah Anda memberikan contoh produk fermentasi yang menggunakan media molase? Jawab: Salah satu produk fermentasi molasses adalah etanol. eskrim. dan makanan bayi. Pertanyaan 9 (adit Iqbal I) Pada selulosa bagaimana cara memisah sel pada ikatannya? Jawab: Untuk memisah/ memecah ikatan pada selulosa adalah dengan cara hidrolisis enzimatik. protozoa. Pertanyaan 10 (Adit Iqbal I) Whey itu dulu dibuang. 2001). Metanogen Archaebacteria ini dinamai sesuai dengan metabolism energinya yang khas. dalam pengolahan kotoran yang berasal dari sampah dan hewan. Seperti yang dijelaskan pada jawaban dari pertanyaan febrika larasati. dkk. Spesies metanogen lainnya hidup di lingkungan anaerobik di dalam perut hewan. Archaebacteria disebut juga bakteri purba (archae = purba). diproses buat apa? Jawab: Dahulu. Mereka adalah Archaebacteria atau archaea (bakteri „kuno‟) dan Eubacteria (bakteri „sesungguhnya‟). dkk. maka lama kelamaan orang di dunia mengetahui sebenarnya dalam whey ternyata masih terdapat nutrisi yang masih berguna. serta hewan yang tergolong sel eukariotik (Waites. kemudian diubah menjadi metana yang dijadikan bahan bakar. Sel dibagi menjadi dua kategori: Archaebacteria dan Eubacteria yang merupakan sel prokariotik. Dan berdasarkan lingkungan hidupnya tersebut. 2008) a. Archaebacteria dibagi kedalam 3 kelompok utama. Sehingga produksi whey sejalan dengan produksi keju. tanpa pemasakan terlebih dahulu (oleh enzim) seperti pada jagung dan kentang.

Bakteri ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Misalnya di danau air asin dan di laut mati. bakteri menjadi tidak aktif. Walau berukuran lebih besar dari virus. dan philos = pecinta). c. Contoh : Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru) 20 . Dari asal bahasa tersebut. Termofil Archaebacteria ini memiliki cirri-ciri hidup pada suhu ekstrim (panas). USA. a. Pada suatu larutan yang dipenuhi oleh koloni halofil. Namun. 2001) Ukuran dan Bentuk Bakteri Bakteri merupakan organism mikroskopis dan rata-rata berdiameter 1. Contoh : Diplococcus pneumonia (penyebab penyakit pneumonia) Tetracoccus. dkk. Contohnya.15 . Sulfolobus yang menempati mata air panas sulfur di Yellowstone National Park. (Karmana. bersifat mikroskopik. yaitu berupa empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. mempunyai panjang tubuh 0. panjang tubuhnya . Contoh dari Archaebacteria kelompok ini adalah Halobacterium salinatrium. yaitu berupa delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. Pada kondisi kekurangan air. Contoh : Thiosarcina rosea (bakteri belerang) Streptococcus. Eubacteria adalah kelompok yang sangat beragam yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Inti dan organelnya tidak memiliki membran. Contoh : Streptococcus mutans (penyebab gigi berlubang) Staphylococcus. Contoh : Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata) Diplococcus. Bakteri yang terkecil. Archaebacteria halofil memiliki arti pecinta garam atau hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) cukup tinggi. bakteri pun baru dapat diamati di bawah mikroskop. serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal.b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) tumbuhan. 2. 1. Archaebacteria kelompok ini berperan penting dalam proses pembentukan nutrisi di hewanhewan tersebut. Archaebacteria ini dapat bertahan hidup dalam lingkungan panas dengan suhu optimum 60⁰C sampai 80⁰C. Beberapa sepesies memerlukan suatu lingkungan yang salinitasnya sepuluh kali lebih asin dari air laut untuk tumbuh. Pigmen ini tertanam dalam membrane plasma. akan membentuk buih berwarna merah ungu yang dihasilkan oleh bakteri orhodopsin. Adapun bakteri yang terbesar. terutama yang mengandalkan makanan berselulosa. (Waites. bersifat uniseluler. 2006) Bentuk Bulat (Coccus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: Monococcus. hampir semua bakteri yang terkandung dalam industri hanya dua. dkk. Bakteri orhodopsin merupakan suatu pigmen yang menangkap energy cahaya. Contoh : Pediococcus cerevisiae Sarcina. Spirillium volutans. Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembap. Halofil Archaebacteria kelompok ini memiliki cirri hidup di tempat-tempat yang memiliki salinitas tinggi (halo = garam.25 . yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk rantai. yaitu : (Aryulina. Eubacteria (Bakteri) Eubacteria adalah bakteri yang bersifat prokariot. yaitu berupa dua sel bakteri kokus berdempetan (tergabung secara berpasangan dua-dua). Aktivitas tertinggi bakteri terjadi pada kelmbapan 90%. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk seperti buah anggur. 2006) Bentuk dasar sel bakteri beranekaragam. yaitu Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. Dialister pneumosintes. bahkan dapat menyebabkan kematian.

yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. lihat tabel berikut ini : Kistinnah dan Lestari. 2009 21 . Contoh : Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) 2) Diplobacillus. yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan. Bentuk Spiral (Spirillium) Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi: 1) Spirillum. Struktur Bakteri Kistinnah dan Lestari. Bentuk Batang (Bacillus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: 1) Monobacillus. Contoh : Salmonella typhosa (bakteri penyebab penyakit tifus) 3) Streptobacillus. yaitu berupa beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. yaitu bentuk sel seperti sekrup. yaitu bentuk sel bergelombang. 2009 2. Contoh : Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen) c. Contoh : Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis) 3) Vibrio. Contoh : Vibrio cholera (penyebab penyakit kolera) Untuk lebih jelasnya.b. Contoh : Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang) 2) Spirocheta.

bakteri dibedakan menjadi dua. Vibrio cholera. Permukaan paling luar dilindungi oleh kapsul berupa lapisan lendir yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan. yaitu : 1. dkk. tetapi diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya. (Kistinnah dan Lestari. terdapat empat macam bakteri. dan Bacillus subtilis. pili. Struktur Utama di Luar Dinding Struktur utama di luar dinding adalah flagela. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa bakteri yang tidak memiliki flagelum yang disebut atrik. Untuk lebih jelasnya. Flagela terdiri atas tiga bagian. Adapun pada lapisan di dalamnya terdapat dinding sel yang sangat kaku sehingga bisa memberikan bentuk dari bakteri itu sendiri. Contohnya : Neisseria gonorrhoeae. Akan tetapi untuk bakteri penyebab penyakit.Dengan melihat Gambar 4. Panjangnya beberapa kali lebih panjang dari selnya. dan kapsul.4 tersebut. yaitu : (Aryulina. Treponema pallidum. 1) Flagelum (jamak: Flagela) Bentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis. ∞ Bakteri gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. 2006) Struktur tubuh bakteri dibedakan menjadi struktur utama di luar dinding sel dan struktur di sebelah dalam dinding sel seperti berikut ini : (Kistinnah dan Lestari. Contohnya : Propionibacterium acnes. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel. perhatikan gambar kenampakan bakteri berdasarkan pewarnaan Gram di bawah ini : (Aryulina. dan sehelai filament panjang di luar dinding sel. Streptococcus mutans. dan fungsinya untuk pergerakan pada sel bakteri. monotorik (memiliki satu flagelum pada salah satu ujung sel bakteri). 22 . Berdasarkan letak dan jumlahnya. dkk. struktur seperti kait. 2009) a. kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi inangnya (daya virulensi). juga berfungsi untuk melindungi isi sel. yaitu gabungan protein dan polisakarida. 2006) ∞ Bakteri gram positif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. mencuat menembus dinding sel. 2009) Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan. dapat diamati bahwa stuktur sel bakteri masih sangat sederhana yang tersusun atas dinding sel dan isi sel. Staphylococcus aureus. Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah. dan Escheria coli. yaitu tubuh dasar.

lopotrik (memiliki dua/lebih flagela pada salah satu ujung sel bakteri). mineral. peritrik (memiliki flagela di seluruh permukaan sel bakteri). b. Bahan sel yang dikandungnya antara lain seperti berikut. berisi partikel-partikel RNA protein (ribosom). pili juga mempunyai fungsi lain. kapsul merupakan penutup atau pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. Pili ini tidak berfungsi untuk pergerakan. baik eukariotik atau prokariotik. a) Daerah sitoplasma. Sex pilus. yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya. 2009 2) Pili (Fimbriae) Bentuknya seperti filamen. bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. 23 .2. Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. Untuk lebih jelasnya. Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel Struktur paling umum yang terdapat di dalam dinding sel bakteri adalah sebagai berikut : 1) Membran Sitoplasma Membran ini amatlah penting karena berfungsi mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel. dan lebih banyak dari flagela. Mesosom ini selalu bersambungan dengan membran sitoplasma. tetapi bukan flagela. asam amino. b) Daerah nukleus. amfitrik (memiliki dua ataulebih flagella di kedua ujung sel bakteri). dijumpai pada semua sel. Ukurannya lebih kecil. maka akan menghasilkan suatu struktur yang disebut mesosom. juga berfungsi sebagai tempat perlekatan flagelum. Selain itu. banyak terdapat pada bakteri gram negatif. 2) Mesosom Apabila membran sitoplasma mengalami pelipatan ke arah dalam/ invaginasi. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom. Ribosom ini merupakan biosintesis protein. tetapi berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri. Selain itu. dalam jumlah yang sesuai dan membuang kelebihan nutrien atau produk-produk buangannya. Kapsul bakteri mempunyai arti penting bagi bakteri maupun organisme lain. lebih pendek. Contohnya. Bagi bakteri. perhatikan gambar berikut : Kistinnah dan Lestari. Membran sitoplasma merupakan membran plasma yang membungkus sitoplasma beserta isinya. dapat pula menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi. 3. 3) Sitoplasma dan Struktur-Struktur di Dalamnya Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. 3) Kapsul Kapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lendir. yaitu mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula. Diduga mesosom bisa berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus. dan 4. Selain itu.

kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH₃. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. polifosfat. bangkai. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampahsampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia. mengandung nutrien terlarut yang terbentuk sebagai tubuh inklusi. dan pati. Nitosococcus. baik secara langsung maupun tidak langsung. 6) Vakuola gas Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal. Penggolongan bakteri a. Sama halnya dengan plasmid dalam keadaan lingkungan yang jelek. Dengan demikian. maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula. contohnya Chlorobium (bakteri hijau). yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. minuman. Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. 4) Plasmid dan Endospora Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma. 24 . bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO₂. fotosintesis dapat terjadi. Jika kondisi telah membaik. Berdasarkan asal energi yang digunakan. Contohnya. Jika materi materi ini menumpuk maka akan membentuk granul/globul di dalam sitoplasma. ataupun kontak langsung dengan penderita. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. proses oksidasi senyawa tertentu. sampah. atau kotoran. 2) Bakteri Autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri.c) Bagian zat alir. Fungsinya untuk pertahanan sel bakteri terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya 1) Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. Contohnya. bakteri Escherichia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. pernapasan. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. misalnya. 5) Klorosom Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. misalnya. dan Nitrobacter. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. contohnya. disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae. antara lain. glikogen. Pada bagian tubuh ini terdiri atas lipid. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. bakteri Thiobacillus thioparus yang menumpuk sejumlah besar sulfur yang tampak seperti granul. sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. bakteri tersebut akan membentuk endospora. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan. dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia. 3.

Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air. Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjutajuta sel. dan energi. bakteri Nitrosomonas. dan berbentuk rantai (streptococus). Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis. bakteri asam susu. kekeringan. 1 ) Bakteri Aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas.Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perkembangbiakan bakteri secara aseksual. misalnya. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. dan Clostridium tetani. Akan tetapi. dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna). bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif. delapan sel membentuk kubus (sarcina). Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna. 4. b. spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri. bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus). Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya Berdasarkan kebutuhan oksigennya. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya. Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Misalnya. Pada keadaan optimal. Reproduksi bakteri Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. 2) Bakteri Anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas. dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri. Pada kondisi yang kurang menguntungkan. jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen. antara lain. kenaikan suhu. Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. Akan tetapi. Dalam keadaan normal. misalnya. bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob. seperti antibiotika dan desinfektan. sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. seperti tumbuhan hijau. beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan. Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu pengurai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen. Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar. Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus. yaitu dengan pembelahan biner : 25 . bakteri Lactobacillus bulgaricus. CO₂.

c. dkk. perhatikan gambar di bawah ini : (Aryulina.(Aryulina. b. Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya. bakteri juga melakukan reproduksi 2006) seksual. Jadi. Meskipun demikian. harus terjadi hubungan langsung. dkk. a. Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. Dalam hal ini. protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima. pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. Untuk lebih jelasnya. karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin. secara Selain reproduksi secara aseksual. dan transduksi. 2006) 26 . seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot. Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara. Oleh karena itu. Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima. perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual. Dalam proses ini. Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. yaitu transformasi. konjugasi. untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima.

Tubuh Cyanobacteria juga memiliki vakuola gas yang memungkinkannya mengapung dekat permukaan air. yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi. Pada Cyanobacteria bentuk benang. sedangkan fragmentasi pada bagian hormogonia dilakukan oleh Cyanobacteria yang berbentuk benang. 1) Proteobacteria Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. Chlamydias. Pada kondisi lingkungan yang buruk. Perbedaan Cyanobacteria dengan bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria menghasilkan O₂ dalam proses fotosintesisnya sedangkan bakteri fotoautotrof tidak menghasilkan O₂. dan proteobacteria kemoheterotrof. Spirochetes. dan pembentukan akinet (spora). danau. Cyanobacteria membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. 2006). Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof. atau lumpur. Pigmen-pigmen tersebut yang menyebabkan warna Cyanobacteria beraneka ragam dari hijau. Cyanobacteria. sampai kehitaman. ungu. Proteobacteria kemoheterotrof meliputi bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. Cyanobacteia berukuran Cyanobacteria hidup soliter atau berkoloni. Sebagian besar bakteri dalam kelompok ini berbentuk batang dan anaerob fakultatif. yaitu: Proteobacteria. proteobacteria kemoautotrof. Reproduksi Cyanobacteria adalah secara aseksual sengan cara membelah diri (pembelahan biner). lembaran.5. Beberapa jeis bakteri ungu memiliki flagella. dan beberapa ion anorganik lainnya. Sebagian besar bakteri ungu anaerob obligat dan hidup di endapan kolam. Beberapa jenis berperan penting dalam siklus biogeokimia di dalam suatu ekosistem. (Aryulina. Klasifikasi Eubacteria Eubacteria dikelompokkan menjadi lima filum. Akinet adalah sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri. Cyanobacteria hidup secara fotoautotrof dengan mengasimilasi senyawa sederhana misalnya CO₂. dan pigmen tambahan. Rhizobium hidup bersimbiosis dalam akar tanaman kacangkacangan. yaitu heterokista. dan bakteri Gram-Positif. Contoh proteobacteria kemoautotrof adalah Rhizobium. Baeosit juga berfungsi untuk melakukan fotosintesis. akinet. Disebut ganggan hijaubiru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium. lapisan lendir dapat membantu gerakan secara meluncur. atau bola berongga. Pigmen tambahan berupa fikosianin yang berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah. Cyanobacteia tidak memliki alat gerak dan dapat melakukan fotosintesis. merah. Koloni Cyanobacteria dapat berbentuk benang. Pada beberapa jenis Cyanobacteria. akinet terbentuk agar 27 . Sitoplasma Cyanobacteria tidak memiliki banyak organel serta tidak memiliki membran inti (prokariot). fragmentasi bagian dari filamen (hormogonia). ion nitrat atau ammonium. misalnya Anabaena. Contoh proteobacteria kemoheterotrof adalah Escherichia coli dan Salmonella. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma. karoten. Heterokista merupakan sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen. Sedangkan baeosit adalah sel-sel bulat kecil hasil reproduksi. yaitu mengikat nitrogen (mengubah N₂ di atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan tumbuhan). Pembelahan biner dilakukan oleh Cyanobacteria bersel satu. Berbeda dengan kelompok bakteri yang lain. Membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung pigmen klorofil. terdapat tiga macam sel utama. dan baeosit. dkk. Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. 2) Cyanobacteria Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir.

Cyanobacteria dapat ditemukan pada berbagai lingkungan. Pada saat tertentu. keberadaan Spirocheta mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit. batu. membentuk sel-sel seperti induknya. endospora menjadi aktif dan membelah diri. merah. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body). penyakit menular seksual. di dalam selubung terluar. Spirocheta memiliki suatu struktur unik yang disebut filament aksial. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. 28 . atau kekeringan. 3) Spirochetes Spirocheta bukan merupakan kelompok yang besar dari Eubacteria. sungai.0) dan temperatur tinggi (70⁰C). Simbiosis antara Cyanobacteria dengan organisme lain saling member keuntungan. Filamen aksial merupakan semacam serabut di sepanjang tubuh. Badan inisial tumbuh dan membelah diri. Jika lingkungan telah membaik. misalnya pantai berpasir atau gurun. Cyanobacteria dapat terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau-biru. Sedangkan organisme simbiotiknya memberikan kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanobacteria. Beberapa jenis Cyanobacteria yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan). misalnya suhu tinggi. Contoh Spirocheta antara lain Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis pada manusia). dan rawa. Cyanobacteria terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada organisme simbiotiknya. tetapi di luar dinding sel.Cyanobacteria dapat bertahan hifup. Contoh Chlamydias adalah Chlamydia psittaci (penyebab penyakit mata. sebagai parasit dalam tubuh manusia. Synechococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. Pada kondisi lingkungan yang membaik. 5) Bakteri Gram-Positif Beberapa bakteri gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. dan beberapa jenis penyakit pneumonia). dan Leptospira interrogans (penyebab penyakit leptospirosis). Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial. Salah satu Cyanobacteria. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel inang. serta hidup di akar tumbuhan paku Cycas. Sel induk pecah dan endospora dilepaskan. Contoh bakteri gram-positif yang dapat membentuk endospora adalah Bacillus dan Clostridium. tanah. Spirocheta berbentuk spiral dengan panjang Spirocheta merupakan bakteri gram-negatif. Habitat Spirocheta bervariasi. Dormansi endospora dapat bertahan lebih dari seribu tahun. atau ungu kehitaman. Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. beberapa jenis Treponema lain yang hidup dalam lambung hewan memamah biak. Nostoc hidup bersama dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichen) Peltigera. Cyanobacteria yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanobacteria tersebut. Sedangkan jenis lainnya ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain.. 4) Chlamydias Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil ( ). Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4. Reproduksi secara seksual belum diketahui. Filamen aksial berfungsi untuk membuat gerakan berputar. Anabaena azollae hidup di daun tumbuhan paku air Azolla piñata. misalnya Nostoc dan Anabaena azollae. suhu rendah. akinet dapat membentuk filamen baru. misalnya : danau. laut. Contohnya Cyanobacteria berwarna hijau-biru (Anabaena) membuat air sawah tampak kehijauan dan Cyanobacteria berwarna merah (Oscillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur Tengah berwarna merah sehingga disebut Laut Merah. Namun. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air. Endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim.

VIRUS Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme parasit. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa. vius dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. kulit(selubung atau kapsid).4. Virus hanya memiliki sala satu macam asam nukleat (RNA atau DNA). Virus berukuran amat kecil. Selain itu irus tidak dapat membelah diri.  Gambar. Mycoplasma tidak memiliki dinding sel. tetapi beberapa jenis memiliki struktur yang mengeras di luar membran plasma.20 Anatomi virus(Waluyo. Actinomycetes berbentuk filament bercabang yang menyerupai jamur. 29 . Contohnya Mycoplasma gallisepticum (dikenal sebagai bakteri terkecil). 2.2004) Morfologi virus 1. filamen tersebut membelah diri.2004) Anatomi virus Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Ciri lainnya. tetapi dapat dikristalkan. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanya. Actinomycetes yang tidak membentuk spora berkembang biak dengan cara memutuskan ujung filamen dalam bentuk bulat atau batang. Beberapa Mycoplasma berukuran lebih kecil dibandingkan Chlamydias. jauh lebih kecil daripada bakteri.(Waluyo. Actinomycetes berkembang biak dengan membentuk rantai spora di ujung filamen. Selanjutnya. Tubuh virus terdiri atas kepala.Contoh lain bakteri gram-positif adalah kelompok Actinomycetes dan Mycoplasma. Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi 5. B. 4. virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri. 3. Contoh Actinomycetes adalah Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC) dan Streptomyces (penghasil antibiotik streptomisin). Virus ini mempunyai ciri-ciri tidak dimiliki oleh organisme lain. Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai sel). isi tubuh. dan serabut ekor.

virus radang mulut. Oleh karena itu. sintesis.2004) Reproduksi virus Untuk berkembang biak virus memerlukan tempat atau lingkungan yang hidup.(Winami. yaitu secara litik an secara lisogeni. virus menginfeksi sel bakteri.  Virus yag isi tubuhnya tediri atas RNA. yaitu melalui fase adsorpsi. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. lipida. dan polisakarida. dan banyak lipida. Kapsid juga dapat terdiri atas proten-protein monomer identik. contohnya sebagai berikut:  Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain.(waluyo. Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri. sedangkan pada infeksi secara lisogenik. yang masing-masing terdiri dari rantai polipeptida.2007) Gambar 4.  Ekor  Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. Pada infeksi secara litik. sel hewan. dan lisis.  Isi tubuh Isi tubuh yang disebut viorin adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA). atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah. contohnya virus cacar.  Virus yang isi tubuhnya RNA.virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintregasi dengan DNA sel bakteri. protein. disebut nukleokapsid. virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi. Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer.20 Gambar Reproduksi Virus(Winami.2007) 30 . contohnya paramixovirus. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. protein.Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid.

terdapat klorosom di dalam selnya. ke membran plasma. fotosintesis dapat terjadi.DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. Bagaimana proses bakteri memperoleh makanan? (Gregorious Bagas) Jawab : Jalannya proses dimana bakteri memperoleh makanan adalah dari dinding sel. Organel apa yang ada pada eukariotik tapi tidak ada di prokariotik. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Dinding Sel . Membran Plasma – Berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekirnya. Membran plasma sangat berguna bagi kehidupan sel karena berfungsi untuk lalu-lalangnya substansi kimiawi dalam larutan atau keluar masuk dari dalam sel. 1). atau sebaliknya? (Rahma Yulia Rusmo dan Ayu Indah Wibowo) Jawab : 2. 2). Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam. Membran sitoplasma juga menyediakan peralatan 31 . Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Dengan demikian.Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul. menjaga keseimbangan nutrien yang terdapat didalam sel. Selain itu. Bagaimana proses fotosintesis pada bakteri? (Vivi Anita) Jawab : Pada bakteri yang melakukan fotosintesis. dan kemudian masuk ke dalam sitoplasma. terdapat vakuola gas pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. 3.

Mikroba membentuk suatu tunas yang terus membesar hingga ukurannya mendekati ukuran sel induknya. Ada pula beberapa spesies yang melakukan fragmentasi. Angkutan aktif yaitu kemampuan menghimpun nutrien secara selektif untuk kepentingan sel dalam pertumbuhan dan perkembangannya. serta metabolit-metabolit lain melintasi membran. A. 2001). Waktu generasi (generation time) adalah waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah (dan populasinya untuk menggandakan diri). Sitoplasma . Pertumbuhan mikroorganisme yang bereproduksi secara biner bisa diplot kurva sebagai jumlah sel yang ada versus masa inkubasi.  Batch Culture Mikroba jika dikembangbiakkan pada satu medium tertentu. Jika pada masa inkubasi tidak ada penyediaan medium baru yang segar. Beberapa bakteri berbentuk filamen bereproduksi dengan menghasilkan rantai konidiospora pada ujung filamen. Difusi pasif (osmosis) yaitu pemindahan substansi yang berkonsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. maka untuk mempermudah perhitungan biasanya dipakai skala logaritmik (Tortora. 2001).biokimiawi yang berguna untuk memindahkan ion ion. gula. di mana kebanyakan bakteri melakukan reproduksi dengan metode ini. Kebanyakan bakteri memiliki waktu generasi 1-3 jam. dkk. asam-asam amino. reproduksi yang diperhatikan hanyalah reproduksi dengan pembelahan biner. Dinding sel dan membran plasma mulai melakukan pembelahan 3. mineral. Untuk menghitung waktu generasi dari bakteri. Kurva yang terbentuk memiliki 6 fase yang berbeda. b. lalu ia memisah. 32 . Dinding sel yang baru terbentuk di antara kedua DNA 4. dkk. dan fragmen yang terbentuk lalu memulai pertumbuhan sel baru (Tortora. Tahapan-tahapan pembelahan biner yaitu: 1. elektron. mereka biasanya akan tumbuh sebagai batch culture atau closed system. Beberapa spesies bakteri bereproduksi dengan cara membentuk tunas (budding). Pemindahan substansi-substansi tersebut dilakukan dengan cara: a. dan kondisi lingkungannya. 3). dan konsentrasi limbah akan meningkat. Karena banyaknya jumlah mikroba yang bisa dihasilkan selama beberapa waktu. Waktu generasi bervariasi. Sel memanjang dan terjadi replikasi DNA 2. maka konsentrasi nutrien akan turun. dipengaruhi jenis organisme. bukan peningkatan ukuran tiap individu. Bakteri pada umumnya bereproduksi dengan cara pembelahan biner.Berfungsi untuk mencerna makanan secara ekstraselular untuk melakukan metabolisme sel. ada pula yang lebih dari 24 jam per generasi. PERTUMBUHAN KULTUR MIKROBA Pertumbuhan di sini yang dimaksud adalah peningkatan jumlah bakteri. Sel pun memisah.

maupun ribosom. medium. maka fase eksponensial pun dimulai (Waites.1) Kurva-kurva tersebut adalah: 1) Lag phase Lag phase adalah fase di ketika mikroorganisme dimasukkan ke dalam medium kultur yang masih segar. Lag phase bervariasi waktunya untuk setiap kondisi mikroba dan suasana dari medium yang bersangkutan. Industrial Microbiology: An Introduction. dkk. Jika laju maksimum. Meskipun tidak ada pembelahan sel maupun peningkatan massa. 2001). 2001). Fase ini bisa saja berlangsung lama apabila inokulumnya berasal dari kultur yang sudah tua. 2001).Sel yang bersangkutan mungkin saja telah tua dan memiliki keterbatasan dalam jumlah ATP. Biasanya pada fase ini tidak ada penambahan jumlah sel. 2) Acceleration phase Fase ini merupakan fase di mana pembelahan sel dimulai dan lajunya semakin meningkat hingga mencapai laju maksimum. dkk. dan kondisi pada saat mereka tumbuh. Namun fase ini juga bisa saja berlangsung cepat apabila kultur yang digunakan adalah kultur yang masih muda dan berada pada fase eksponensial ditempatkan pada medium yang masih segar dan dalam komposisi yang sesuai (Tortora. tergantung pada potensial genetik.Medium kemungkinan berbeda dengan medium yang ditempati mikroorganisme itu sebelumnya. . kultur yang baru saja didinginkan. Sel harus menyintesis bahan-bahan tersebut sebelum pertumbuhan mikroorganisme dapat dilakukan. Kecepatan pertumbuhan mikroba adalah konstan. Pertumbuhan ini menghasilkan kurva naik yang 33 . ini dikarenakan enzim yang baru dibutuhkan untuk mengolah nutrien yang baru. namun pada fase ini sel melakukan sintesis komponen-komponen baru. atau inokulasi suatu kultur yang ditempatkan pada medium yang berbeda secara kimiawi.Gambar 1: Pertumbuhan Mikroorganisme pada Batch Culture (Waites. kalaupun ada penambahannya dalam jumlah yang sangat sedikit. sehingga mikroorganisme tersebut harus beradaptasi. mikroba mengalami pertumbuhan dan membelah dengan kecepatan semaksimal mungkin yang mungkin dicapai. 3) Exponential phase / Log phase Pada fase eksponensial.Kemungkinan mikroba mengalami kerusakan dan membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya (Tortora. kofaktor. dkk. Pembentukan komponen-komponen baru ini bisa disebabkan karena hal-hal berikut: . . Fig 2. dkk.

tipe mikroorganisme yang dikembangkan. 34 . kecuali jika kultur diguncang atau diaerasi (Tortora. Pada kondisi ini. dkk. Kecepatan pertumbuhan juga meningkat seiring dengan konsentrasi nutrien. Sel yang berada di bawahnya tidak dapat melakukan pertumbuhan. Ini lalu diikuti dengan peningkatan jumlah sintesis protein dan DNA. Jika nutrien jumlahnya semakin terbatas. dkk. Pada kondisi ini. Kurva itu juga sekaligus menggambarkan jumlah nutrien yang mampu dimanfaatkan oleh mikroba. Namun jika level nutrien atau suasana lingkungan berubah. Jika nutrien mulai mengalami keterbatasan. kecepatan sintesis dari komponen-komponen sel bervariasi antara komponen satu dengan yang lain. semua komponen sel dihasilkan dengan kecepatan yang sama antara satu komponen dengan yang lain. sehingga hanya bagian permukaan kultur saja yang mendapatkan cukup oksigen dan melakukan pertumbuhan. 2001). Organisme aerobik seringkali mengalami keterbatasan O2. 2001). Pembelahan sel dan replikasi DNA tetap terjadi. 2001). akan terjadi pertumbuhan tidak seimbang (unbalanced growth). maka laju pertumbuhan pun akan mulai melambat. 2001). sehingga tidak menghasilkan kurva diskret (Tortora. menghasilkan suatu kurva yang lebih kompleks. dkk. dan ini terjadi hingga keseimbangan yang baru telah tercapai (Tortora. Jika mikroba dipindahkan dari medium kaya nutrisi ke medium miskin nutrisi. dan sebagainya (Tortora. Pertumbuhan eksponensial termasuk dalam jenis pertumbuhan seimbang (balanced growth). sehingga menghasilkan kurva yang cenderung menuju datar. 4) Deceleration phase Nutrien yang dikonsumsi mikroba lama-kelamaan pasti akan mengalami keterbatasan. 5) Stationary phase Pertumbuhan pada suatu saat akan berhenti dan kurva pertumbuhan membentuk garis horizontal. atau memang karena populasi benar-benar berhenti melakukan pembelahan namun masih aktif melakukan metabolisme (Tortora. Ini dapat disebabkan oleh seimbangnya jumlah sel yang mati dan yang membelah. Jumlah maksimum populasi yang dapat dicapai ditentukan oleh banyak faktor. dkk. 2001). 2001). Jika mikroba dipindahkan dari medium bernutrisi rendah ke medium yang lebih kaya nutrisi. Sel akan menjadi lebih kecil dan melakukan reorganisasi secara metabolik hingga mereka dapat tumbuh kembali. dkk.mulus. dkk. mikroba akan membutuhkan waktu untuk membuat enzim baru. dkk. sedangkan algae dan protozoa mencapainya pada level populasi sekitar 106 sel per mL. dan kecepatan pertumbuhan tidak akan meningkat lagi (Tortora. Populasi mikroba bisa memasuki fase stasioner bisa disebabkan karena beberapa hal. namun pembentukan protein dan sintesis RNA melambat. Oksigen tidak terlalu bersifat larut dan bisa habis dalam waktu yang cukup cepat. Kemudian pertumbuhan yang seimbang dapat dimulai lagi dan kultur memasuki fase eksponensial (Tortora. Salah satunya adalah karena keterbatasan nutrien. 2001). dkk. 2001). berarti sudah memasuki fase stasioner (Waites. Jika kurva sudah benar-benar datar (di mana tidak ada laju pertumbuhan mikroba). Mulusnya kurva ini disebabkan tiap individu mikroba membelah berkali-kali dalam interval waktu yang sangat singkat. Pada fase stasioner jumlah mikroorganisme konstan. 2001). Bakteria pada umumnya mencapai fase stasioner pada level populasi sekitar 109 sel per mL. misalnya saja nutrien yang tersedia. dkk. mikroba pun melakukan reproduksi (Tortora. sistem transpor pada mikroba sudah jenuh. pertumbuhan akan melambat. sel akan mulamula membentuk ribosom baru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam membentuk protein. Pada akhirnya. Pada konsentrasi nutrien yang sangat tinggi. Saat seperti ini disebut dengan fase stasioner.

populasi mikroba dapat dipertahankan pada fase eksponensialnya untuk jangka waktu yang lebih lama (Tortora. Cara untuk memastikan apakah suatu sel bakteri hidup atau tidak adalah dengan menempatkannya di medium yang masih segar. Gambar 2: Peralatan untuk Continuous Culture (Waites. streptococci juga bisa memasuki fase stasioner akibat kehabisan gula (Tortora. Fig 2. Contohnya. mikroorganisme bisa ditumbuhkan di dalam suatu sistem terbuka. Jika ia tidak tumbuh dan bereproduksi. yang menandakan terjadinya fase mati (death phase). dkk. Selain itu. 2001). dkk.Pertumbuhan populasi juga bisa terhambat akibat akumulasi sisa metabolisme yang bersifat racun. Ini dikarenakan ada beberapa sel yang resisten dan tahan terhadap lingkungan yang tidak mendukung. streptococci dapat memproduksi asam laktat dan asamasam organik lain dalam jumlah yang besar hasil dari fermentasi gula. Banyak kultur anaerobik mengalami masalah ini. dkk. 2001). di mana kondisi lingkungan mikroorganisme tetap dipertahankan dengan cara pemberian nutrien dan pembuangan limbah secara kontinu. dkk. 6) Death phase Memburuknya suasana lingkungan. Sistem ini disebut dengan sistem kultur kontinu (continuous culture system). Selain metode batch. Industrial Microbiology: An Introduction. Meskipun kebanyakan populasi mikroba mati dengan pola logaritmik. Pada sistem ini.4) 35 . dkk. pengkulturan mikroba dilakukan secara batch di mana persediaan nutrien tidak diperbarui dan limbah tidak dibuang. berarti dia dinyatakan mati. 2001). Matinya mikroba biasanya berbentuk logaritmik pada kurva (Tortora. Ini dapat menyebabkan medium menjadi asam dan menghambat pertumbuhan. Mati di sini diartikan sebagai kehilangan kemampuan untuk bereproduksi (Tortora. dkk. Sehingga fase eksponensial hanya berlangsung selama beberapa saat saja (Tortora. laju kematian bisa saja mengalami penurunan drastis. 2001). 2001). 2001). Ini mengakibatkan kurva kematian terkadang bisa menjadi kompleks (Tortora. dkk. seperti habisnya nutrien atau menumpuknya sisa metabolisme menyebabkan menurunnya jumlah populasi mikroba.  Continuous Culture Pada penjabaran di sebelumnya.

Jika laju pengenceran lebih cepat dari laju pertumbuhan mikroba. dkk. namun juga laju pengenceran. mikroba pada mulanya ditumbuhkan secara batch. MENGUKUR PERTUMBUHAN MIKROBA  Metode penghitungan langsung (Direct Method) Metode ini dilakukan dengan menghitung pertambahan jumlah dari sel. Maka kontrol pada continuous culture sangatlah penting (Waites. B. sedangkan hemocytometer digunakan untuk menghitung baik sel prokariot maupun eukariot. karena yang digunakan sebagai sampel hanyalah volume yang sangat kecil. cepat. Namun jika laju pengencerannya lambat. 1. dan juga memberikan informasi mengenai ukuran dan morfologi mokroorganisme. 2002). Gambar 3: Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Kultur Kontinu (Waites. dkk. dkk.5) Laju pertumbuhan mikroba bisa dikontrol laju volumetrik medium yang masuk.Pada metode ini. Selain itu. Counting Chamber / Direct Microscope Method Cara paling umum untuk menentukan jumlah mikroba adalah dengan menghitungnya langsung menggunakan counting chamber. konsentrasi substrat yang dihasilkan juga lebih rendah. Populasi mikroba harus cukup besar. mikroba akan terbuang dari fermentor sebelum sempat melakukan pembelahan. Volume dari fermenter dibuat konstan dengan cara mengontrol antara jumlah medium kultur yang masuk dengan jumlah sel dan hasil metabolismenya yang dikeluarkan. Kondisi steady-state dapat dipertahankan. Petroff-Hauser counting chamber bisa digunakan untuk menghitung sel prokariot. Sel prokariot lebih mudah dihitung dengan counting chamber apabila sel-sel itu diberi warna. 36 . 2001). 2001). Ada beberapa kelemahan metode ini. sulit dibedakan antara sel yang hidup dan mati jika menggunakan counting chamber tanpa teknik khusus (Prescott. dkk. murah. di mana laju pertumbuhan mikroba sama dengan jumlah mikroba yang dikeluarkan (Waites. atau menggunakan mikroskop fase-kontras atau mikroskop fluorescence (Prescott. 2002). Menggunakan counting chamber merupakan cara yang mudah. dkk. Fig 2. Semakin mendekati nilai laju pertumbuhan maksimum. namun pada fase eksponensialnya nutrien diberikan secara kontinu untuk memperpanjang fase eksponensialnya. semakin banyak substrat yang dihasilkan oleh mikroba. Industrial Microbiology: An Introduction.

biasanya digunakan teknik spread plates. Lalu medium agar dituangkan ke dalam cawan dan diaduk dengan merata. dkk. Jika plate count dilakukan. Selain metode di atas. Media-media tertentu dapat digunakan agar mikroorganisme yang dihitung bisa spesifik. maka beberapa sel tidak dapat tumbuh. Kelemahan dari pour plate ini adalah tidak cocok digunakan pada bakteri yang tidak tahan panas ketika medium agar dituangkan ke dalam wadah. Biasanya plate yang digunakan adalah plate dengan 25-250 koloni. Plate Count: Pour Plates dan Spread Plates Plate Count adalah suatu metode untuk menghitung mikroba yang terdapat pada plate. suatu sampel yang mengandung mikroba dilewatkan pada filter membran. Tiap kali sel mikroba melalui lubang. Prosedur pour plates yaitu mula-mula suspensi bakteri yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam cawan Petri sebanyak 1 mL atau 0. Filter ini memiliki lubang pori yang kecil. sehingga jumlah mikroba mula-mula sama dengan jumlah koloni yang ada saat ini. 2002). 2002). pembentukan filamen. hambatan listrik terbentuk dan sel pun dihitung (Prescott.1 mL inokulum dituangkan ke dalam cawan. dkk. dkk. koloni yang terbentuk di dalam medium agar bisa saja tidak terlalu kelihatan. Jumlah koloni yang terbentuk merupakan jumlah mikroorganisme yang tersaring pada filter. hasil perhitungan plate count biasanya dinyatakan sebagai colony-forming unit (CFU) (Prescott. 2002). Suspensi mikroba dipaksa masuk melalui sebuah lubang kecil. Agar koloni berada dalam range ini. Teknik Filter Membran Pada teknik ini. karena adanya kemungkinan terganggu oleh partikel kecil. Coulter Counter Mikroorganisme berukuran besar seperti protozoa. Bakteri yang telah tersebar tadi kemudian membentuk koloni-koloni yang tersebar. Pada teknik ini 0. Metode ini mengasumsikan bahwa satu individu mikroba mampu bereproduksi dan membentuk koloni. cawan kemudian diinkubasi. algae. Oleh karena itu. dkk. maka pada inokulum yang jumlah mikrobanya banyak perlu dilakukan pengenceran (Prescott. dkk. sehingga mudah dihitung (Prescott. Kelemahannya adalah. 3. dkk. Teknik ini berguna khususnya dalam menganalisa sampel akuatik (Prescott. dan ragi nonfilamen bisa dihitung menggunakan alat hitung elektronik seperti Coulter Counter. 2002). 2002). 2002). Filter lalu ditempatkan pada medium agar atau pada suatu tempat yang telah diberi media liquid dan diinkubasi hingga tiap sel membentuk koloni-koloni yang berbeda. Arus listrik dialirkan melalui lubang. filter membran juga bisa digunakan untuk menghitung mikroba secara langsung. karena satu koloni bisa saja dibentuk tidak hanya oleh 1 bakteri. 2002). Untuk menghindari masalah-masalah itu. Selain itu. Coulter Counter kurang cocok digunakan untuk menghitung bakteri. Jika coloni terlalu banyak. sehingga mempengaruhi perhitungan (Prescott. 2002). dan sebagainya. Namun asumsi ini tidak selamanya benar. Sampel mula-mula disaring melalui membran polikarbonat hitam untuk memberikan background yang 37 . 4. Plate count bisa dilakukan baik dengan cara pour plates maupun spread plates. Dengan teknik ini.2. dkk. koloni akan tumbuh di dalam atau di permukaan nutrien agar. Selain itu metode ini tidak bisa membedakan antara sel hidup dan sel mati (Prescott. Perhitungan pun bisa dilakukan (Prescott. Inokulum disebar secara uniform dengan menggunakan glass rod yang steril. Ketika agar memadat.1 mL. dkk. bisa saja sejumlah bakteri yang melakukannya. dan elektrode dipasang di kedua sisi lubang untuk mengukur hambatan listrik. hanya beberapa koloni saja yang dapat ditumbuhkan dalam satu plate. sehingga mampu menangkap bakteri. karena bakteri tersebut bisa mengalami kerusakan dan tidak bisa melakukan reproduksi.

MENDAPATKAN KULTUR MURNI Kebanyakan sampel yang diambil dari alam. Pada absorbansi rendah hubungannya dengan konsentrasi mikroba hampir linear. lalu jerat ini digosokkan pada medium nutrien membentuk pola. sehingga kelemahan tadi dapat teratasi (Prescott. 1. dkk. Besarnya pantulan sinar sebanding dengan massa sel yang dikenai sinar. dikeringkan di oven. asalkan populasi mikroba terdapat dalam jumlah yang cukup untuk memberikan turbiditas yang dapat dideteksi (Prescott. misalnya acridine orange dan dihitung dengan mikroskop epifluorescence. Tingkat sebaran sinar itu bisa ditentukan dengan spektrofotometer. 2002). makanan. Mikroba lalu diberi warna dengan suatu fluorescent. 2002). Secara teori. suatu jerat inokulasi yang steril dicelupkan ke dalam kultur yang mengandung lebih dari satu jenis kultur. Koloni mikroba seringkali memiliki penampilan yang bisa dibedakan antara satu dengan yang lain. dkk. pertumbuhan populasi juga ditandai dengan pertambahan massa total sel. dkk. Namun sekarang terdapat reaagen fluorescent yang mampu membedakan antara sel hidup dan sel mati. Sel yang tumbuh di medium liquid dikumpulkan dengan sentrifugasi. Menghitung Jumlah Substansi Tertentu Jika jumlah substansi dalam tiap sel sama antara satu dengan yang lain. sehingga perlu sentrifugasi kultur dalam jumlah yang cukup besar (Prescott. Metode Berat Kering (Dry Weight) Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan penentuan berat kering mikroba (microbial dry weight). Contohnya. Teknik ini sangat cocok untuk menentukan jumlah fungi. C. dkk. Pada metode ini. maka koloni-koloni akan tumbuh persis sama dengan organisme induknya. lalu dicuci. air. Jika material-material tersebut ditumbuhkan mikrobanya pada suatu medium solid. Metode isolasi yang seringkali digunakan untuk mendapatkan kultur murni adalah metode streak plate. dkk. maka semakin keruh penampakannya dan semakin sedikit sinar yang diteruskan olehnya. suatu koloni yang tumbuh berasal dari satu sel atau spora. dan sebagainya.bagus untuk menentukan objek fluorescent. Selain itu. Begitu pola terbentuk. Sel terakhir yang lepas dari jerat jarajnya cukup jauh dari mikroba yang lainnya 38 . seperti tanah. 2001). Sehingga pertumbuhan populasi dapat diukur dengan mudah dengan spektrofotometer. 2002). maka total jumlah substansi itu berhubungan langsung dengan massa sel mikroba. sampel dari suatu sel yang didapatkan dari suatu medium dengan volume tertentu dapat dianalisa dengan menghitung jumlah protein atau nitrogennya. Semakin besar konsentrasi mikroba.  Metode penghitungan tidak langsung (Indirect Method) Selain pertambahan jumlah. mikroba akan lepas dari jerat dan masuk ke medium. dan jumlah ATP dapat digunakan untuk menghitung massa mikroba hidup (Prescott. 2002). dan ditimbang. 3. Kebanyakan dari pekerjaan bidang mikrobiologi membutuhkan kultur yang murni. Turbidimetri dan Spektrofotometri Metode lain yaitu dengan memanfaatkan fakta bahwa sel mikroba menyebarkan sinar yang mengenainya. mengandung tidak hanya satu jenis mikroba. Kelemahannya metode ini adalah terlalu memakan waktu dan tidak terlalu sensitif. Mikroba harus dipisahkan sejauh mungkin agar koloni yang tumbuh bisa terpisah secara jelas antara satu dengan yang lain (Tortora. penentuan klorofil dapat digunakan untuk menghitung populasi algae. Kelemahan teknik ini adalah tidak dapat dibedakan antara sel hidup dan sel mati. 2.

yaitu : 1. acar dan keju . Ragi akan tumbuh selama rentang ph lebih besar dari bakteri. maka mikroba jumlahnya harus ditingkatkan dengan pengayaan nutrien sebelum dilakukan metode streak plate (Tortora. biasanya sekitar pH 5-6 (Waites. Bakteri alkalophiles. Metode sterak plate cocok digunakan ketika jumlah organisme yang akan diisolasi jumlahnya banyak. yang ditemukan dalam air drainase dari tambang batubara dan mengoksidasi sulfur untuk membentuk asam sulfat dapat bertahan pada nilai pH kurang dari 1 (Waites. Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak terjadi (Waites. 2001).  Suhu / Temperatur Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroorganisme. EFEK DARI KONDISI LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN MIKROBA  pH ph mengacu pada keasaman atau alkalinitas dari solusi. contohnya Bacillus dan Micrococcus. seperti asinan kubis. dkk. dkk. 2001). 2.11. dkk. 39 . 2001) D. tingkat pertumbuhan akan terhenti. dkk. dkk. Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum. Sebaliknya apabila suhu turun. hal ini menyebabkan mengapa sejumlah makanan. Jika terlalu sedikit. Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti. 2. Sebagai contoh.5 dan 7. Meskipun demikian.5 . 2001). akan tetapi pH optimum dari jamur dan ragi umumnya di bawah bakteri. Apabila suhu naik atau turun secara drastis. sehingga sel-sel menjadi mati (Waites. dkk.untuk membentuk koloni murni.5 (Waites. Berdasarkan hal tersebut. 3. Bakteri sangat sedikit tumbuh pada ph asam dibawah 4. 2001). ada beberapa bakteri yang disebut acidophiles yang sangat toleran terhadap keasaman. Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan: 1. maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan diperlambat. bakteri dapat tumbuh dengan baik pada ph normal antara ph 6. Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat. dkk. 2001). banyak diawetkan dari pembusukan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri fermentasi (Waites. Koloni yang terbentuk lalu bisa dipindahkan ke dalam test tube yang berisi nutrien untuk menumbuhkan kultur yang murni (Tortora. 2001). 2001). (Disebut juga suhu inkubasi). memiliki pH optimum antara 8. maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroba digolongkan menjadi tiga. dkk.5. salah satu jenis bakteri chemoautotrophic. kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak.

ribosom dari termofil bekerja dengan baik pada temperatur tinggi. 2001). 2001). dan fungi memiliki temperatur maksimum hingga 55°C (Waites. Psikotrop bisa disebut psikrofil fakultatif. denaturasi enzim. dkk. Beberapa mikroba jenis ini bertanggung jawab pada pembusukan produk-produk yang didinginkan (Waites. dkk. 2001). dkk. Ini menyebabkan ikatan hidrogen semakin banyak yang mendukung kestabilan DNA (Waites. 2001). 40 . Bakteri non-termofil apabila dikenakan temperatur tinggi biasanya menyebabkan kerusakan pada membran sitoplasma. rusaknya ribosom. Beberapa jenis algae. hanya dapat tumbuh apabila tidak ada oksigen bebas / tanpa adanya oksigen 3) Anaerob fakultatif: dapat tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen bebas. Pyrolobus fumarii memiliki temperatur optimum 106°C dan terus tumbuh hingga 113°C (Waites.  Oksigen Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri Mikroorganisme dalam hal ini digolongkan menjadi : 1) Aerobik obligat: 2) Anaerob obligat: di dalam kebutuhannya akan oksigen. Ia memiliki pelapis spora yang tebal dan aktifitas air yang rendah (Waites. 2001). Termofil adalah organisme yang memiliki temperatur optimum di atas 50°C. Industrial Microbiology: An Introduction. dkk. Fig 2. dkk. dan rusaknya DNA. hanya dapat tumbuh apabila ada oksigen bebas. Psikrofil biasanya memiliki temperatur optimum di bawah 15°C dan organisme ini biasanya mati pada temperatur ruang. dkk. DNA mereka juga tetap terintegritas pada temperatur tinggi. Sebagai contoh. Mereka mampu hidup pada temperatur rendah karena membran mereka mengandung banyak lemak tak jenuh. protozoa. namun masih mampu melakukan pertumbuhan dengan lambat pada temperatur sekitar 0°C. dan beberapa bakteri termofil ekstrim memiliki DNA dengan rasio guanin-sitosin yang tinggi. dkk. Enzim termofil juga memiliki sifat stabil pada temperatur tinggi. dkk. Spora mikroba umunya tahan terhadap panas. 2001).6) Mesofil memiliki temperatur optimum pada range 20-45°C dan temperatur minimum sekitar 15-20°C (Waites. Akan tetapi mereka tumbuh lebih baik apabila ada oxygen. Termofil ekstrim (hiper-termofil) bisa tumbuh pada temperatur 100°C ataupun lebih. 2001). Mereka tumbuh dengan optimum pada temperatur di atas 20°C.Gambar 4: Range Temperatur Pertumbuhan Mikroba (Waites. Namun. Molekul ini tetap berbentuk cair pada temperatur rendah di mana membranmembran lain yang mengandung lemak jenuh tidak dapat berfungsi lagi (Waites.

dkk. yaitu superoksida (O2-). Sel yang ditempatkan di larutan hipertonik akan kehilangan air akibat osmosis dan pertumbuhan sel pun terhambat (Waites. Mikroba yang tidak memiliki dinding akan terus mengembang dan pecah pada akhirnya (Waites. dkk. 2001). Aerotolerant: Biasanya mengabaikan oxygen. 2001). Mereka bisa tumbuh pada level oksigen 2-10%. sebagian besar organisme akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat beracun. dkk. mereka akan menyerap air. dan menjadi bengkak. dkk. Aktifitas air adalah rasio dari tekanan uap dari air dalam larutan dengan tekanan uap dari air murni (Waites. Lingkungan hipertonik mungkin mengandung air. Jika tidak didetoksifikasi. Terdapat 3 enzim yang mampu menetralisir produk-produk di atas. namun dapat tumbuh dengan baik meskipun ada atau tidak ada oksigen (Waites. 2001). Jika kontak dengan oksigen. dan peroksidase: Superoksida dismutase superoksida (2O2-) + 2H+ hidrogen peroksida (2H2O2) glutathione peroksidase katalase O2 + H2O2 O2 + 2H2O H2O2 + 2GSH glutathione 2H2O + GSSG glutathione teroksidasi (Waites. dkk.  Water activity Kebanyakan mikroorganisme mengandung 70-80% air dan membutuhkan sejumlah air bebas untuk melangsungkan beberapa aktifitas metabolik (Waites. 2001). Aw= Psolution / Pwater (Waites. namun jumlahnya cukup sedikit. katalase. namun bukan aerotolerant juga memiliki katalase. 2001) 41 . Jika mikroba dengan dinding sel yang kaku ditempatkan di larutan hipotonik. vitamin E. dkk. dkk. 2001). 2001) Bakteri-bakteri aerobik dan organisme lain yang mampu menoleransi oksigen memiliki superoksida dismutase. dkk. Bakteri anaerob oligat tidak memiliki superoksida dismutase dan katalase. produk-produk ini mampu bereaksi dengan molekul-molekul organik dan menghancurkannya. Pada konstentrasi oksigen di atmosfer (21%) mereka tidak dapat tumbuh.Mikroaerofil: dapat tumbuh apabila ada oksigen dalam jumlah kecil. Ketersediaan air bagi mikroorganisme diistilahkan dengan aktivitas air (water activity). hidrogen peroksida (H2O2) dan radikal hidroksil (OH). dan beta-karoten juga membantu menghilangkan radikal bebas secara non-enzimatis. ataupun kalau ada dalam jumlah yang sangat sedikit (Waites. 2001). yaitu superoksida dismutase. Adanya asam aksorbat. Kebanyakan bakteri aerob.

dan pengawetan berbagai macam benda. 2001) E. Bakteri laut teradaptasi pada air laut yang berkonsentrasi tinggi (aw = 0. Kebanyakan fungi yang menyebabkan biodeterioration merupakan xerotoleran (dapat tumbuh pada kelembaban rendah). bahkan hingga ratusan atm (Waites. 2001). Kontrol dapat dilakukan. Populasi mikroba akan menurun secara eksponensial (Waites. dkk. Ada pula mikroorganisme yang mampu memperbaiki DNA mereka yang rusak akibat radiasi (Waites. o Periode paparan agen pengontrol terhadap mikroba. oksidasi bahan-bahan kimia. o Temperatur Pada umunya semakin tinggi temperatur akan meningkatkan efektifitas dari agen pengontrol. dkk. dkk. 2001). food processing. Namun ada beberapa mikroorganisme yang bersifat barotoleran.  Radiasi Sinar UV. o Kondisi lingkungan (pH. Beberapa hal yang mempengaruhi mudah tidaknya pengontrolan jumlah mikroba: o Ukuran populasi Semakin besar ukuran populasi. 2001). 2001). 2001). seperti kesehatan. Beberapa mikroorganisme. dkk.  Tekanan hidrostatik Di alam. Radiasi ionisasi. serta merusak DNA (Waites.98) dan memiliki enzim yang mampu mengolah ion-ion sodium. semakin sulit populasi itu untuk dimusnahkan.6. KONTROL PERTUMBUHAN MIKROBA Pencegahan pertumbuhan mikroorganisme sangat diperlukan di banyak bidang. 2001). Beberapa fungi filamentous xerofilik dan ragi osmofilik bisa hidup pada lingkungan di mana Aw bisa mencapai 0. 42 . dkk. Beberapa bakteri juga memiliki pigmen yang dapat mengabsorpsi radiasi. H. dkk. dan tekanan yang lebih tinggi dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. 2001). dan hydrated elektron. OH. dkk. banyak mikroorganisme yang tidak pernah diberi tekanan hingga lebih dari 1 atm. Dan keefektifan pengontrolan dapat dipengaruhi oleh umur mikroba. Contohnya mikroorganisme laut adalah termasuk barotolerant. True halofilik. viskositas medium. maupun kondisi fisiologisnya. o Konsentrasi dari agen anti mikrobial dan intensitas treatment. Radikal bebas ini dapat merusak ikatan hidrogen. misalkan saja pada Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan alami untuk tahan terhadap radiasi. misalkan saja sinar gamma yang dihasilkan dari eksitasi 60Co mampu menghasilkan radikal bebas. di mana mereka terkena tekanan tinggi.Spesies mikroba memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap kondisi kering dan tekanan osmosis tinggi. konsentrasi nutrien) (Waites. dkk. o Komposisi populasi Tiap mikroorganisme memiliki sensitivitas yang berbeda-beda. Kebanyakan baktri tidak dapat tumbuh dengan Aw di bawah 0. morfologi. yang cukup berbahaya pada 260 nm mampu menyebabkan kerusakan pada DNA. yaitu dengan membunuh mikroba maupun mencegah pertumbuhan mikroba (Waites. Beberapa spesies ini tidak tumbuh pada lingkungan di mana terdapat air dalam jumlah besar (Waites.9. khususnya pada pembentukan dimer thymine. seperti Halobacterium halobium tidak dapat tumbuh di tempat yang konsentrasi garamnya kurang dari 3mol/L (Waites. Mikroorganisme tidak dapat dimusnahkan secara langsung sekaligus.

dkk. pipa penghubung. Pengurangan kadar air Metode ini dilakukan dengan menghilangkan kandungan air dari suatu bahan dengan cara pemanasan. serta media kultur. dkk. 5. Electric field treatment Metode ini dilakukan dengan cara memberi aliran listrik 15-20 kV/cm pada bahan yang akan disterilisasi hanya selama beberapa milidetik atau bahkan kurang dari itu. Radiasi Gelombang microwave. dkk. dan bahan-bahan lain. 2001). Untuk membunuh endospora.  Moist heat Metode ini dilakukan dengan mengalirkan uap dalam tekanan tinggi untuk mencapai temperatur 121°C selama 15 menit. bahkan buah dan sayuran. Bisa digunakan pada benda-benda gelas. Ia memang mampu membunuh sel. penambahan gula ataupun garam (Waites. namun tidak bisa membunuh semua endospora. dan gamma dapat digunakan untuk memusnahkan mikroorganisme. X. Pendinginan Dengan pendinginan atau pembekuan. dkk. 43 . 2001). 4. Kontrol pertumbuhan mikroba dengan panas bisa dicapai dengan cara:  Insinerasi Pembakaran dengan metode ini bisa mencapai temperatur 500°C dan mampu menghancurkan mikroorganisme. Sehingga yang sering digunakan adalah sinar X dan gamma. 2. Panas Jika panas digunakan untuk mengontrol pertumbuhan mikroba. Diterapkan pada proses fermentasi untuk sterilisasi wadah. Bahan-bahan makanan bisa diberi radiasi untuk meningkatkan masa penyimpanannya hingga 500% dengan menghancurkan mikroorganisme pembusuk. baik temperatur pemanasan maupun waktunya harus benar-benar diperhatikan. dan tidak semua organisme bisa terbunuh (akibat sifat dari bahan itu dan dosis yang diberikan). 2001). yaitu secara fisik dan kimia:  Kontrol pertumbuhan mikroba secara fisik 1. logam. dan sebagainya. diikuti dengan perebusan kedua untuk membunuh sel-sel tersebut (Waites. sesudah direbus. Mekanisme dari penonaktifan sel dengan metode ini belum diketahui. 2001). namun ia tidak mampu menembus gelas. UV. freeze-drying. dkk. karena tiap jenis mikroba memiliki ketahanan sendiri-sendiri. benda yang akan disterilisasi diinkubasi pada 37°C untuk memberi kesempatan pada endospora untuk tumbuh menjadi sel. Radiasi UV cukup efektif. namun diduga listrik mampu merusak membran melalui elektroporasi (pembentukan pori dalam membran) (Waites. serta bisa menghancurkan beberapa vitamin (Waites.Kontrol pertumbuhan mikroba ada 2 cara. 2001). Perebusan air atau pemanasan benda padat dalam air mendidih pada 100°C selama 30 menit tidak menjamin sterilitas.  Dry heat Dilakukan pada hot air oven pada 160°C selama 2 jam. Proses ini cukup mahal. 3. organisme biasanya tidak terbunuh. bubuk. air. Radiasi digunakan secara luas untuk mensterilisasi benda-benda seperti cawan Petri. namun mayoritas tidak dapat tumbuh atau tumbuh dengan amat sangat lambat pada temperatur di bawah 5°C (Waites. Biasanya digunakan pada pengolahan limbah padat.

dan adsorpsi. dan sebagainya) o Substansi yang diklasifikasikan sebagai GRAS (generally regarded as safe).  Membrane filter Filter tipis dengan ukuran pori tertentu.  Antiseptik dan disinfektan Antiseptik adalah pencegahan infeksi jaringan hidup. yaitu agen yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk-produk yang mungkin ditelan.2 atau 0. dkk.  Antimicrobial chemotherapy Antimicrobial chemotherapy adalah metode untuk mengontrol atau memusnahkan mikroorganisme penyebab penyakit di dalam jaringan hidup. sitrat. dan sebagainya). Namun. Agen ini lebih mudah digunakan pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri. sehingga ultrafiltrasi dibutuhkan untuk menghilangkan virus (Waites. dkk. propionat. Ada 3 tipe filtrasi:  Depth filter Yaitu filter dengan serat-serat tebal atau bergranula yang menghilangkan mikroorganisme dengan screening fisik. di mana mikroorganisme tidak dapat lewat. dan fenol (Waites. dkk. Terdiri dari: o Asam organik alami (laktat. yaitu agen yang tidak membahayakan kulit dan membran mukus. yaitu ia harus mampu menghambat atau membunuh mikroorganisme patogen. berdasarkan FDA. biasanya 0. vitamin. dan sebagainya. dan senyawa amonium kuartener (Waites. 2001). 2001). Contohnya adalah larutan iodine. terdiri dari asam organik lainnya (benzoat. dkk. dkk. 2001).  Kontrol pertumbuhan mikroba secara kimia Agen kimia antimikroba dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme atau menghambat pertumbuhannya. hasil yang diperoleh mungkin saja tidak bebas virus. 2001). alkohol. ester dari para-hydrobenzoic acid).  High efficiency particulate air (HEPA) Biasanya digunakan pada containment room untuk mensterilisasi udara yang terdapat di dalam ruangan itu (Waites. hipoklorit. Contohnya adalah klorin. 2001). Ini dapat dicapai dengan menggunakan agen antiseptik microbiocidal. dkk. asam amino. sehingga selektifitas agennya menjadi lebih efektif (Waites.6. Disinfektan adalah agen yang membunuh mikroba. Metode ini diterapkan pada sterilisasi antibiotik dan obat-obatan lain. 44 . 2001). senyawa klorin. Tidak cocok digunakan pada jaringan hidup. Filtrasi Filtrasi digunakan untuk menghilangkan mikroba dari liquid atau gas. namun tidak membunuh sporanya. o Senyawa-senyawa lain yang aman bagi manusia dan hewan yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori di atas (Waites. dan SO2. Hal paling penting dari agen antimikroba yang akan digunakan adalah selektifitasnya.  Pengawetan antimikroba untuk makanan dan produk-produk terkait Senyawa yang digunakan kebanyakan agen statik. entrapment. Ada 3 kategori untuk bahan pengawet tambahan. namun tidak bisa dimakan.4 µm. karena antara sel bakteri (prokariot) dan sel inangnya (eukariot) terdapat perbedaan yang cukup jauh. namun tidak memberikan dampak terhadap inangnya.

Renanto Pandu Wirawan (115061107111009) Di antara cara-cara menghambat pertumbuhan mikroba. c. pertumbuhan mikroba terhambat (Waites. maka mikroba akan terbunuh. membran eubakterial dan eukariot memiliki struktur yang sama. dkk. Akibatnya mikroba menjadi rentan terhadap tekanan osmosis yang dapat membunuh mikroba itu (Waites. Menghambat sintesis dinding sel Penghambat pembentukan dinding sel biasanya menyerang mikroba pada saat pembentukan peptidoglikan. o Antibiotik Antibiotik adalah obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk mengatasi infeksi mikroba. Cara kerjanya adalah polymyxin mengikatkan dirinya dengan membran mikroba. Golongan makrolida. Antibiotik bekerja dengan 4 cara: a. Penisilin menghambat sintesis peptidoglikan yang berujung pada tidak terbentuknya dinding sel dari mikroba yang diserang. Contohnya adalah rifamisin dari spesies Streptomyces (Waites. sehingga fungsi membran terganggu (Waites. 2001). Membran terluar dari bakteri Gram negatif juga berperan sebagai pelindung. Jika membran rusak. Ia bisa berperan sebagai pembunuh atau penghambat patogen. dkk. 2001). 2001). manakah yang merupakan cara yang paling efektif? Cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan cara-cara menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam kondisi-kondisi tertentu. Golongan aminoglikosida. 2001). Contohnya adalah sulfonamida. dkk. Sulfonamida berperan sebagai substrat untuk enzim yang seharusnya digunakan untuk menyintesis THF. Salah satu contohnya adalah penisilin yang dihasilkan oleh Penicillium (Waites. sehingga selektifitas agen bisa dicapai. Akibatnya. seperti eritromisin dan oleandomisin bekerja dengan cara menghambat translokasi dari ribosom (Waites. masing-masing memiliki penerapan sendiri-sendiri…… 45 . salah satunya menyerang ribosom pada saat translasi RNA. Senyawa ini mampu menghambat pembentukan tetrahydrofolic acid (THF) yang cukup penting untuk bakteri. biasa disebut antimetabolit. 2001). seperti streptomisin. LAMPIRAN PERTANYAAN 1. Struktur ribosom antara prokariot dan eukariot berbeda. sehingga agen kimia tipe ini sulit untuk dibuat secara spesifik menyerang mikroba. b.Antimicrobial chemotherapy terdiri dari: o Bahan kimia sintetis Agen chemotherapy sintesis adalah inhibitor kompetitif. Namun. membran sangat penting untuk transpor nutrien dan produksi energi. Contohnya adalah penisilin. Polymyxin adalah satu-satunya senyawa yang mampu menyerang hanya membran bakteri. Penghambat membran sel Pada bakteri. dan produk-produk dari Streptomyces bekerja dengan cara menghambat inisiasi sintesis protein. Serangan terhadap asam nukleat Beberapa antibiotik mampu menghambat pertumbuhan sel dengan cara mengganggu sintesis DNA atau RNA. d. Jadi dari semua cara itu. kanamisin. 2001). dkk. dkk. Penghambat sintesis protein Antibiotik tipe ini mampu menyerang dengan berbagai cara. dkk.

sehingga akan mengurangi water activity larutan itu. Jika mikroba terus-menerus diberikan nutrisi. sehingga terlihat seperti garis tebal. Kotak-kotak besar yang berada di bagian terluar berukuran 1x1 mm. Dengan adanya nutrisi secara kontinu itu. 5. Itu apa perbedaannya? Jawab: Itu bukan garis yang tebal. Dobita Amanda Feliciana (115061100111021) Pada gambar counting chamber yang telah ditunjukkan. Di dalam wadah itu mikroba diberi nutrisi secara terukur dan kontinu. maka suatu saat akan terjadi overload pada fermentor. namun itu adalah garis tipis-tipis yang jajraknya berdekatan. produk metabolisme. Semakin banyak zat terlarut. mikroba ditempatkan ke dalam suatu wadah yang disebut fermentor. suspensi bakteri yang akan dihitung dipaksa masuk ke dalam lubang dengan cara memberi hembusan angin atau aliran fluida melalui lubang itu. dan apakah hal tersebut mengurangi keakuratan perhitungan bakteri? Jawab: Pada coulter counter. Jawab: Pada continuous culture. Dengan cara inilah maka pertumbuhan mikroba dapat dijaga pada fase eksponensialnya. apa saja yang mempengaruhi kepekatan air? Jawab: Yang mempengaruhi kepekatan air adalah jumlah zat terlarut di dalamnya. Dengan aliran ini.05 mm kalau pada counting chamber ini. Menghitungnya ini mamakai mikroskop. dan nutrisi pada fermentor.Tolong jelaskan lagi pertumbuhan mikroba pada proses continuous culture! Terutama proses yang terjadi pada fermenter. Febrika Larasati (115061101111001) Pada water activity. Nutrisi diberikan secara terukur supaya fase pertumbuhan mikroba bisa dibuat optimal. Oleh karena itu.2. sehingga ukuran kotak-kotaknya pun harus sangat kecil. bakteri disensor saat melewati electrode. 4. Hal ini berakibat pada semakin pekatnya larutan itu. Sedangkan garisgaris tipis yang saya sebutkan tadi itu lebarnya 0. untuk mengatasinya maka pada fermentor diberi suatu saluran dimana jika terjadi overflow pada fermentor. maka semakin kecil vapor pressure dari larutan itu. maka mikroba tidak akan mungkin bisa masuk kembali ke dalam lubang itu jika sudah melewatinya. 1 bakteri melewati sensor lebih dari 1 kali. saluran tersebut dapat membuang kelebihan mikroba. 3. Rizka Dwi Octaria (115061101111017) . Inggit Kresna Maharsih (115061100111005) Pada proses perhitungan coulter counter.05 mm. yaitu 0. Tujuan dari pemberian garis itu adalah untuk mempermudah penghitungan mikroba. Apakah mungkin. yaitu dengan cara mempertahankan fase eksponensialnya. terdapat garis-garis yang tebal dan yang tipis. 46 . mikroba dapat melakukan pertumbuhan dan melakukan metabolisme dengan terus-menerus.

Freshsya Zatalini (115061100111003) Dalam kehidupan sehari-hari kapan kita menggunakan cara menumbuhkan mikroba scara batch culture maupun continuous culture? Jawab: Untuk batch culture. dan juga mampu membedakan antara mikroba yang mati dengan mikroba yang masih hidup. karena pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang sebelumnya sudah dikondisikan oleh manusia untuk tujuan tertentu (misalnya industri). apa contohnya? Jawab: Mikroba yang dapat tumbuh pada pH 8. Jika mikroba jenis ini ditempatkan pada kisaran pH seperti di atas. Jika ada makanan yang tidak diawetkan kita biarkan begitu saja. Untuk continuous culture kita sulit menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Pada filter membran. Ridhani Rida Ramadhan (115061100111007) Dari cara menghitung mikroba tersebut.5-11. lebih akurat memakai metode apa? Dan yang paling sering digunakan metode apa? Jawab: Dari cara-cara menghitung mikroba tersebut. Mar‟atus Sholihah (115061100111019) Pada metode coulter counter digunakan arus listrik untuk menghitung jumlah mikroba. Lubang yang digunakan untuk melewatkan mikroba ukurannya sangat kecil.5. maka mikroba kehabisan nutrisi dan lambat laun akan mati. kita banyak sekali menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. maka mikroba tersebut dapat melakukan pertumbuhan dan metabolisme secara normal (secara normal yang dimaksud adalah. Jika mikroba selain jenis alkalophiles ditempatkan pada pH ini. sehingga aman digunakan untuk perhitungan. hanya beberapa mV saja. Suatu saat jumlah makanan yang dibusukkan sudah agak banyak.5-11.- Bagaimana pertumbuhan mikroba pada pH 8. 6. Arus listrik yang sekecil ini kebanyakan tidak dapat membunuh bakteri. Jika makanan sudah dibusukkan semuanya. Contohnya yaitu Bacillus dan Micrococcus. Jika makanan mulai membusuk.5 disebut sebagai bakteri alkalophiles. sehingga arus listrik yang dibutuhkan juga kecil. berarti mikroba sudah mulai aktif dan memasuki exponential phase. ini menandakan mikroba itu masih dalam lag phase. Bahan kimia itu mampu memberi warna yang berbeda antara mikroba hidup dan mati. 8. yang berarti tahan basa. mikroba dapat diberi warna dengan fluorescent. tetapi apakah arus listrik yang digunakan itu tidak menghambat pertumbukan mikroba? Kemudian bagaimana agar cara penghitungan ini tidak menghambat pertumbuhan mikroba? Jawab: Arus listrik yang digunakan pada coulter counter ini kecil sekali. yaitu mulai dari stationery phase hingga death phase). yang paling akurat adalah metode filter membran. ia mula-mula masih dalam kondisi baik. bakteri ini melakukan pertumbuhan seperti biasanya. Ini dikarenakan metode ini merupakan direct counting method. Contoh yang paling sering kita jumpai adalah pembusukan makanan. maka ia tidak akan tahan sehingga ia akan mati. 7. sehingga pertumbuhan mikroba pun terhambat dan memasuki stationery phase. 47 . menandakan death phase. sehingga kita tidak menjumpainya secara alami.

11. Adakah ciri-ciri mikroba yang kekurangan atau kelebihan oksigen? Jawab: Cara kontrol kebutuhan oksigen yang paling mudah adalah dengan menggunakan regulator udara. Jika oksigennya tidak sesuai dengan kebutuhannya. selain lag phase hingga death phase. Dian Nita Citra Dewi (115061101111013) Jelaskan tentang cara kontrol kebutuhan oksigen pada jenis-jenis mikroba. Mutia Dhana F. grafik pertumbuhan juga dibagi menjadi dua. Suatu mikroba kekurangan atau kelebihan oksigen dapat dilihat dari pertumbuhannya. Jadi dari penampilannya. kalau depth filter bentuknya berupa serabut-serabut. 10.G. Untuk mikroba non-patogen (misalnya mikroba pada makanan) jika ia resisten terhadap bahan kimia tertentu. kemudian makanan tersebut disterilkan dari mikroba) jika mikroba tersebut telah mengalami evolusi sehingga resisten terhadap bahan kimia tersebut? Jawab: Untuk mikroba patogen yang telah resisten terhadap bahan kimia tertentu. yaitu produk metabolisme yang dihasilkan spesifik tiap jenis mikroorganisme.9. Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun (115061100111027) Bagaimana cara mengatasi penghambatan mikroba agar tidak mengganggu (misal pemberian bahan kimia untuk makanan. Bedanya. sedangkan membrane filter bentuknya berupa lempengan yang memiliki lubang-lubang mikro. (115061100111007) Pada slide grafik pertumbuhan mikroba disebutkan idiophase. Oleh karena itulah pada grafik dituliskan bahwa idiophase hanya ada pada mikroorganisme tertentu. 12. pertumbuhan mikroba akan mengalami hambatan. Sitanggang (115061100111015) Apa beda paling konkrit antara depth filter dan membrane filter? Jawab: Depth filter dan membrane filter sama-sama merupakan alat untuk menyaring mikroba. dsb). yaitu tropophase dan idiophase. depth filter bentuknya lebih tebal daripada yang membran. selain dengan memberinya bahan kimia lain bisa pula dengan memberikan perlakuan fisik (dipanaskan. diasinkan. Queen G. Sedangkan idiophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit sekunder. dan hal ini dapat diketahui menggunakan metode-metode perhitungan mikroba seperti yang telah diuraikan di atas. Apa yang dimaksud dengan idiophase? Dan kenapa hanya berlaku pada beberapa organisme? Jawab: Pada grafik di atas. Tropophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit primer. 48 . maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat bahan kimia lain atau antibiotik yang mampu membunuh mikroba tersebut.

Jika fase eksponensial terhenti.13. serta yang paling ekonomis? 49 . pasien ditempatkan dalam ruangan yang gelap. karena pada continuous culture fungsinya hanyalah memperpanjang fase eksponensial selama kurun waktu tertentu. naik. sehingga akan menghentikan fase eksponensial. dsb) yang disukai mikroba itu. atau ada bakteri yang resisten. Berbagai jenis mikroorganisme memiliki sensitivitas sendiri-sendiri terhadap radiasi. sehingga akan menghentikan fase eksponensial yang bisa berujung pada death phase. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. namun bisa menjadi datar. kondisi lingkungan yang memburuk. maka otomatis akan menghentikan pertumbuhan mikroba. atau berfluktuasi. Teza Nur F. 14. tekanan. maka kurva death phase tidak akan menurun lagi. (115061102111001) Apakah pada continuous culture tidak ada death phase? Jawab: Tentu saja ada. 16.Bagaimana penanggulangan lingkungan yang buruk agar pada death phase kurva menjadi kompleks? Jawab: Pada umumnya death phase terjadi akibat kehabisan nutrisi. Jika nutrisi ataupun lingkungan ini dapat diperbaiki atau dikembalikan ke kondisi semula. sehingga pasien menjadi sensitif terhadap berbagai macam rangsangan. Kelemahan dan kelebihan metode menghitung mikroba? Dan yang mana yang lebih cepat dan akurat. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. salah satunya cahaya. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. (115061105111007) . Cara menanggulangi lingkungan yang buruk agar kurva death phase tidak terus menurun adalah memberikan nutrisi yang sesuai dengan mikroba itu dan mengatur kondisi (temperatur. Apakah penyataan tersebut benar? Jawab: Cahaya adalah salah satu bentuk dari radiasi yang berada dalam panjang gelombang cahaya tampak. Jadi bukan bakterinya yang tidak tahan cahaya. Mengenai tetanus sendiri. 15. Afida Khofsoh (115061100111031) Bagaimana tentang kebutuhan cahaya bagi pertumbuhan mikroorganisme? Misalnya saya pernah dengar bahwa pasien yang mengalami infeksi tetanus sebaiknya/harus ditempatkan pada tempat gelap/kurang cahaya agar bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus tersebut agar tidak tumbuh lagi. Dewi Ariesi R. karena racun yang dikeluarkan bakteri tetanus menyerang sistem saraf. Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Kapankah suatu pembelahan sel berhenti pada fermentor? Jawab: Pembelahan sel terjadi pada saat mikroba dalam fermentor brada dalam fase eksponensial.

tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: mudah dan cepat dilakukan Plate count dan membrane filter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. murah. namun. 2001). membutuhkan mikroba dalam jumlah besar. fermentor yang menggunakan bakteri aerob diberi saluran atau lubang untuk pertukaran udara..o   o   o   o   o   o   Counting chamber Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati Kelebihan: mudah. dan murah dilakukan Dry weight Kelemahan: membutuhkan waktu lama. sulit dilakukan Kelebihan: murah Turbidimetri dan spektrofotometri Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. koloni yang terbentuk belum tentu berasal dari satu sel. mudah dilakukan Menghitung substansi tertentu Kelemahan: sulit dilakukan Kelebihan: hasilnya akurat 17. industri tape. Sejarah Awal Perkembangan Mikroorganisme Industri Kebanyakan mikroorganisme digunakan secara ekstensif untuk membantu menghasilkan produk dan jasa. A. mempunyai kecepatan tumbuh tinggi. dan industri-industri lain yang proses produksinya membutuhkan mikroba. Untuk penanganannya. Untuk fermentor bakteri anaerob harus dikondisikan agar tidak ada oksigen yang masuk ke dalam fermentor. Sharfina Widyaningrum (115061105111003) Aplikasi bakteri aerob dan anaerob dalam kehidupan sehari-hari apa? Penanganan khusus bakteri aerob dan anaerob dalam industri bagaimana? Jawab: Bakteri aerob dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. 50 . baru sekitar kurang dari 150 tahun lalu dasar ilmiah dari proses tersebut diperiksa. Sejarah yang memicu perkembangan pemanfaatan mikroorganisme berawal dari proses fermentasi sederhana yang dahulu terlibat dalam produksi susu fermentasi dan minuman beralkohol (anggur) yang berkembang ribuan tahun lalu. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: cepat. tidak bisa langsung dilakukan perhitungan Kelebihan: mudah. Saluran tempat pertukaran udara bisa diberi suatu regulator yang mencegah udara memasuki fermentor. dan cepat Coulter counter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. Bakteri anaerob dapat ditemui pada sungai yang keruh. pembusukan makanan. dan Kelahiran dari mikrobiologi industri sebagian besar dimulai dari studi Pasteur. Saluran itu bisa diberi regulator jika oksigen yang diberikan harus terukur. Mereka terbukti berguna karena mereka relative mudah untuk dibudidayakan. sampah. dapat menggunakan substrat yang murah (yang dalam banyak kasus adalah limbah) dan keragaman produknya cukup berpotensi (Waites. dan bahan-bahan organik non-xenobiotik lainnya semuanya dilakukan oleh bakteri aerob.

2001). sebagian besar mikroorganisme terlepas dari asal-usul mereka. Sehingga. GRAS ( generally regarded as safe) merupakan kategori bagi bahan yang ditambahkan ke dalam makanan. jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada suhu 50-60oC. atau dapat juga mendapatkan mikroorganisme yang cocok dengan koleksi kultur (cultur collection). Setelah adanya publikasi dari Pasteur. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganime yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. muncul beberapa kemajuan penting seperti adanya teknik pengembangan kultur murni oleh Hansen di Brewery Carlsberg. 2007). pada tahun 1857 akhirnya Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi alcohol dalam produksi bir dan anggur adalah hasil dari aktivitas mikroba. Perkembangan Pemanfaatan Mikroorganisme bagi Industri Dalam kebanyakan kasus. dan beberapa fermentasi adalah aerobic. bukan fermentasi yang menghasilkan mikroorganisme sebagaimana yang dipercaya pada waktu tersebut.Pasteur berkeyakinan bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil mikroorganisme yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan mikroorganisme bagi kepentingan industry.1 (Saccharomyces carlsbergensis) yang sekarang diklasifikasikan sebagai strain Saccharomyces cerevisiae. Jadi bahan yang telah masuk dalam GRAS adalah bahan yang telah diteliti dan diakui aman oleh para ahli dari badan FDA tersebut. Sejak 80 tahun pertama pada abad ke 20. karena akibat dari modifikasi oleh peningkatan strain secara konvensional dengan salah satu cara yaitu mutagenesis. yang melibatkan pemilihan secara acak ( random screening) dari banyak mikroorganisme yang telah diisolasi. Selain itu Pasteur juga mencatat bahwa organisme tertentu dapat merusak bir dan anggur. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi ( proses pengawetan) yang digunakan secara luas dibidang industri makanan. B. Beberapa proses telah dikembangakan selama 20 tahun terakhir yaitu melibatkan rekombinan mikroorganisme dan teknologi rekayasa genetika. sebagai ragi Carlsberg No. Fermentasi industry biasanya lebih memilih menggunakan mikroorganisme GRAS ( generally regarded as safe). pertimbangan regulasi merupakan hal yang paling utama ketika memilih mikroorganisme untuk keperluan industri. Pasteur menemukan mikroorganisme yang berbeda. setelah dingin kedalam sari buah tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganime yang diinginkan. Namun. 2001 dan Okafor. Berikut ini merupakan contoh mikroorganime untuk industry yang telah diklasifikasikan sebagai GRAS (bahan tambahan yang dianggap aman) : 51 . Pada tahun 1950. obat dan kosmetik oleh FDA ( Food and Drug Administration) Amerika. sedangkan yang lain sudah anaerobik (Waites. Denmark. Sehingga disimpulkan bahwa mikroorganisme pertama kali diisolasi dari proses fermentasi sebagai kultur alami kemudian dipilih sesuai dengan strain yang berguna (Waites. khususnya untuk pembuatan produk makanan. Penggunaan kultur murni untuk fermentasi pertama kali dilakukan tahun 1883 dengan menggunakan ragi yang telah diisolasi oleh Hansen. mikroorganisme spesifik sering diisolasi dari lingkungan alam. yang ditandai dengan banyaknya industri strain yang didirikan. Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara mikroorganisme tipe lain mendominasi anggur yang kurang bagus. Pasteur memecahkan masalah yang timbul di Industri anggur.

2001) Mikroorganisme kategori diatas. tanah. biasanya tidak memerlukan pengujian yang terlalu lama jika kondisi budidaya yang digunakan dapat diterima. Kultur murni ialah kultur yang selsel mikrobanya berasal dari pembelahan satu sel tunggal (Pelczar. Selain itu.2001). C. Metode Isolasi Mikroorganisme dari Lingkungan Isolasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan tertentu. sewage. a) a) b) c) 52 . juga terdapat contoh beberapa mikroorganisme industry beserta produk fermentasi yang dihasilkan. Strategi yang diadopsi untuk mengisolasi mikroorganisme industry yang cocok dari lingkungan dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu pendekatan „shotgun’ dan pendekatan „objective’ ( Waites. ( sumber : Waites. air dan aliran limbah. 1986). dan khususnya berasal dari habitat alam atau habitat buatan manusia. sampel dari mikroorganisme bebas atau kelompok mikroorganisme lainnya dikoleksi dari berbagai habitat seperti materi tanaman. Jadi ketika industry memilih menggunakan mikroorganisme yang baru. (Lihat lampiran). sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.Tabel 4. 2001).2 Mikroorganisme kategori GRAS. sehingga hal tersebut lebih ketat terkait biaya yang jauh lebih tinggi. Hasil dari isolasi ini kemudian dipilih untuk mendapatkan sifat mikroorganisme yang diinginkan (Waites. Pendekatan ‘shotgun’ Pada pendekatan ini. hewan. membutuhkan persyaratan untuk proses dan persetujuan untuk produk.

seperti stabilitas. dll. tempat sampel yang dipilih adalah tempat (bahan) yang telah diketahui terkontaminasi organism ini. Klasifikasi merupakan pengelompokan mikroba kedalam kelompok. kita dapat menduga mungkin kultur tersebut tidak murni. b)sewage. senyawa inhibitor. karena pengembangan strain dapat dengan normal digunakan untuk pengembangan secara luas. Penetapan nama ilmiah Internasional yang tepat terhadap mikroba didasarkan pada sistem penamaan „Binomial Nomenklatur’ Carolus Linoleus ( Ketchum. memberikan sebuah keuntungan bagi organisme itu sendiri. Isolasi yang dipilih juga harus diseleksi bagi ciri-ciri yang penting lainnya. c) aliran air b) Pendekatan ‘objective‟ Pada pendekatan ini. Tingkat keakuratan dari identifikasi bergantung pada ketelitian kerga preparasi seperti pembuatan media. mengamati dan mencatat berbagai uji. Ketika suatu organism tidak dapat diidentifikasi atau seperti spesies asing. tingkat aktivitas atau konsentrasi dari target produk per se bukan merupakan perhatian utama. Hubungan antara strain dapat dihitung dan diekspresikan sebagai kemiripan dari karakter positif atau dengan menjumlahkan antara ciri-ciri yang positif dan yang negative. Pernyataan ini benar. produksi dari enzim-enzim spesifik.2001). ketika mencoba mengisolasi organism yang dapat menurunkan (mendegradasi) atau mendetoksifikasi suatu senyawa spesifik. Prosedur isolasi dan pemilihan ini lebih mudah diaplikasikan untuk mencari mikroorganisme tunggal. Setelah isolasi sebagai kultur murni pada media pertumbuhan padat termasuk pemilihan atau pengembangan media seleksi dan kondisi pertumbuhan yang tepat. Namun. pada tahap ini. Setelah mendapatkan sampel mikroorganisme. pembuatan reagen dan pewarnaan serta ketelitian dalam melakukan. Perbedaan antara karakterisasi untuk klasifikasi dan identifikasi tidak teretak pada banyaknya uji yang dilakukan. Namun.1988). Namun. pengambilan sampel diarahkan pada tempat yang spesifik yang sesuai untuk kehidupan mikroorganisme tertentu atau berasal dari komponen yang kemungkinan mengandung mikroorganisme yang diinginkan.2001). khususnya meliputi kemampuan untuk mendegradasi senyawa bandel yang kompleks (Waites. atau kita sudah membuat kesalahan (error) dalam observasi dan pencatatan. Identifikasi karakteristik suatu organism dapat dilakukan dengan 2 metode pendekatan yaitu konvensional (mikrobiologis) dan pendekatan molekuler.masing karakter atau ciri.Contoh habitat untuk pendekatan shotgun : a) tanah. tetapi pada hasil dari uji tersebut. 2001). Kelompok semacam ini dapat menjadi lebih efisien. mode pemilihan ini hanya cocok untuk kasus dimana sifat yang diinginkan dari mikroorganisme. Menyuburkan (menumbuhkan) kultur kemungkinan dapat dilakukan dengan sistem kultur batch. Sebagai contoh. Hal ini mendorong pertumbuhan dari organisme-organisme dengan sifat (ciri-ciri) yang diinginkan dan meningkatkan kuantitas dari organisme target sebelum diisolasi dan diseleksi (screening). masing-masing harus diseleksi berdasarkan properti yang diinginkan. Karakterisasi terbagi dalam beberapa tahap yaitu klasifikasi dan identifikasi. Langkah awal seringkali membunuh atau menekan proliferasi organism umum dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang langka. dan juga tidak beracun (Waites. Hasil dari perbandingan ini dapat dianalisa secara laborat melalui perhitungan atau lebih mudah dengan 53 . Teori identifikasi bakteri merupakan perbandingan antara yang tidak diketahui dan yang diketahui. hal ini lebih sulit dilakukan untuk isolasi consortia yang sama-sama memiliki kemampuan/karakteristik yang dicari dan komposisi yang bervariasi seiring waktu. karena kebanyakan taksonomi saat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk klasifikasi bobot yang sama harus diberikan terhadap masing. Kondisi ini dipilih ketika mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk melakukan metabolisme dari suatu senyawa (Waites. pertama-tama sampel ditumbuhkan di media pertumbuhan yang sesuai dan kondisi kultivasi (budidaya) harus disesuaikan untuk mengisolasi mikroorganisme target. atau seringkali lebih cocok dalam sistem kontinu.

atau dengan radiasi untuk membunuh mikroorganisme. Anton de Bary dan O Brefeld. Kultur murni awalnya digunakan saat meneliti jamur. Ini dilakukan dengan membersihkan dan memberikan desifektan pada area kerja untuk mengurangi jumlah kontaminan. seperti menumbuhkan jamur pada media padatan yang ia tambahkan dengan gelatin pada media cair. garis-garis pada permukaan media hanya digoreskan sekali. Setelah digores. Pengenceran lebih lanjut dari material yang diuji dilakukan dengan membakar kembali kawat nikrom. Pertama-tama. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan temperatur. Untuk memastikan kemurnian dari spesies bakteri tersebut. teknik streak plate. memutar plate dan membuat goresan tambahan. Tokoh yang mendukung penggunaan kultur murni ini adalah dua orang ahli ilmu jamur. Namun. Masing-masing teknik memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri-sendiri.  Isolasi Mikroorganisme Sampel dari tanah. Teknik Isolasi Kultur Murni Kultur murni didefinisikan sebagai turunan (cloning) dari suatu mikroba. jika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang kecil. Kultur murni pertama kali dilakukan sekitar tahun 1870.1988). Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengisolasi. inokulum bakteri disebarkan dengan menggunakan kawat nikrom pada permukaan media. dan menghitung kehadiran bakteri dalam sampel dengan efektif. tingkat pertumbuhannya harus ditingkatkan dengan menyuburkan bakteri tersebut sebelum isolasi menggunakan teknik goresan. air. mendeteksi. Berbagai macam teknik telah dikembangkan untuk isolasi kultur murni. Dalam teknik ini. Brefeld memperkenalkan cara mengisolasi sel tunggal. untuk tujuan identifikasi kita memberikan bobot yang tinggi untuk beberapa karakter karena mempunyai nilai perbedaan yang sangat besar dan memberikan bobot yang kecil untuk yang lain. D. Dengan cara ini. material yang mengandung bakteri disebar di atas permukaan dari medium agar yang padat. dan plate yang mengandung medium diputar sekitar 90°. Dalam teknik ini. Kawat yang telah diberi nyala api kemudian digunakan untuk membuat goresan kedua yang berfungsi untuk memperkecil populasi bakteri. yaitu dengan memisahkan mereka pada medium padat dan membiarkannya berkembang membentuk koloni. Merupakan metode klasik untuk isolasi bakteri. atau makanan mengandung jenis-jenis bakteri yang berbeda. dan pour plate menjadi teknik yang sangat diperlukan. dengan cara kimia. sel bakteri dari sampel menyebar ke bagian-bagian ujung. kawat nikrom diberi nyala api untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang tersisa. Kemudian. Teknik goresan dapat bekerja dengan baik ketika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang besar. Isolasi kultur dilakukan dengan teknik aseptic. dan bekerja dengan cepat serta efisien untuk meminimalisir adanya kontaminan. Kultur murni diperoleh ketika hanya satu jenis bakteri yang tumbuh pada plate. perlu dilakukan pengulangan proses goresan pada plate baru lainnya. Teknik Streak Plate. Pemisahan mikroorganisme yang tidak diinginkan perlu dilakukan untuk membuat sebuah kultur murni dari mikroorganisme. spread plate. Teknik aseptik ialah suatu cara menghilangkan kontak dari kultur murni dan membuat medium pertumbuhan menjadi steril dari kontaminan. Di antara prosedur yang digunakan. tidak ada metode yang dapat digunakan untuk seluruh mikroorganisme. Namun. dengan memanaskan media inokulasi. atau bahkan tidak sama sekali untuk karakter tertentu (Ketchum. Metodenya dapat digunakan dalam menghasilkan kultur untuk jamur tetapi tidak cocok untuk bakteri.menggunakan komputerisasi. Sel bakteri kemudian berkembang membentuk koloni. Robert Koch dan asistennya yang akhirnya mengembangkan kultur murni untuk bakteri. 54 . tiap mikroorganisme menggunakan metode yang berbeda. plate diinkubasi pada temperature yang tepat untuk membiarkan bakteri tumbuh. Maka dari itu. Hal ini mempelopori ahli bakteriologi dari Jerman.

Gambar: Teknik streak plate (Sumbali. Teknik ini digunakan secara luas untuk isolasi bakteri.1 ml dari sampel yang telah diencerkan ditempatkan pada bagian tengah dari agar dan disebarkan ke permukaan agar menggunakan batang kaca penyebar. 2009) (a – d) prosedur urutan goresan untuk mendapatkan koloni terisolasi (e) kultur streak plate yang menunjukkan koloni-koloni yang diisolasi Spread Plate Technique. Metode ini juga digunakan untuk isolasi bakteri. Bakteri dan agar cair yang telah tercampur dengan baik dituangkan dengan segera ke dalam cawan Petri menggunakan teknik aseptik dan 55 . Ketika suspense menyebar. bakteri yang tersebar berkembang menjadi koloni-koloni yang terisolasi. sekitar 0. Setelah inkubasi pada temperature yang tepat. Dalam metode ini. Isolasi koloni ini diambil dan digoreskan pada medium yang telah dipastikan kemurniannya. batang yang telah steril digunakan untuk menyebarkan sampel pada bagian permukaan dari media. teknik sebaran dapat digunakan untuk menentukan jumlah bakteri dari jenis tertentu yang ada pada sampel. sampel diencerkan dan kemudian diencerkan dan ditambahkan sejumlah kecil suspensi mikroba ke dalam tabung yang berisi agar cair pada suhu sekitar 45 °C. Pour Plate Technique. 2009) volume yang diketahui dari sampel dipipet secara aseptic pada permukaan medium agar cawan Petri. Tidak seperti teknik goresan. koloni dari hasil isolasi tampak setelah diinkubasi. sel bakteri terpisah dan tertanam pada tempat yang berbeda-beda. Dalam teknik agar tuang (pour plate). batang kaca penyebar disterilkan dengan cara dicelupkan dalam alkohol kemudian dibakar dalam nyala api. (a) (b) (c) (d) Gambar: Teknik spread plate untuk isolasi bakteri (Sumbali.

Keberhasilan atau kegagalan dari metode pemeliharaan juga bergantung pada penggunaan media yang tepat. Teknik ini memiliki satu kekurangan yaitu medium cair perlu diperhatikan karena temperature tinggi dari medium cair dapat membunuh beberapa spesies bakteri. waktu. Kenyataannya. uji hayati. dan perlu dipindahkan secara periodik ke medium yang lebih segar untuk menumbuhkan dan memastikan keberlangsungan hidup dari stok kultur. Nutrient ini berasal dari potongan-potongan sayuran atau tanaman. Sebagai contoh. Kebanyakan laboratorium mikrobiologi memelihara sejumlah besar strain. penelitian. Media yang kecil biasanya diperlukan untuk memproduksi subkultur karena mereka membuat laju metabolisme organism menurun. Ada beberapa metode pemeliharaan koleksi kultur mikroba. dan tanpa terjadi mutasi.kemudian dibiarkan mengeras dan diinkubasi. prosedur kultivasi. ketersediaan alat. mereka disimpan pada suhu 5-8 °C. garam mineral serta sumber karbohidrat. dan iklim dari tempat di mana proses tersebut berlangsung. metode pour plate tidak cocok bagi isolasi bakteri psychrophilic. Gambar: Teknik pour plate (Sumbali. Metode yang digunakan juga bergantung pada jumlah kultur yang akan dipelihara. Metode ini memberikan keuntungan yaitu murah. rebusan sayur. Dalam prosedur ini. hal berikunya yang penting dilakukan adalah menjaga kultur yang telah tumbuh dari adanya kontaminasi. koloni-koloni tersebar dengan merata dalam medium padat. Kultur-kultur ini seringkali dibutuhkan dalam bidang pendidikan. industri. tetapi semua spesies memiliki metodenya sendiri-sendiri. yang biasa disebut dengan koleksi stok kultur. 2009) Pemeliharaan dan Pelestarian Stok Kultur Setelah mikroorganisme diisolasi dan tumbuh dalam kultur murni. atau untuk tujuan-tujuan lainnya. Tujuan utama dari pelestarian kultur adalah untuk memelihara organisme hidup. dan umur dari kultur saat dipelihara. Teknik pour plate juga membantu dalam menghitung jumlah bakteri yang dapat hidup. Pemeliharaan kultur dilakukan dalam kondisi yang semirip mungkin dengan isolasi alaminya. Setelah kultur dibuat. keberadaan media penyimpanan. Beberapa metode yang umum digunakan dalam koleksi kultur mikroba ialah:  Subculturing (Agar Slants or Microgardening) Metode pemeliharaan bakteri dan jamur yang paling tradisional dan paling sederhana adalah menumbuhkannya pada nutrient agar slants yang dibuat dalam tabung-tabung atau botol-botol. koloni-koloni tunggal kemudian diambil dan digoreskan ke plate lainnya untuk dimurnikan. beberapa strain dari spesies yang sama memberikan hasil yang sama dengan prosedur yang sama. organisme yang tidak terkontaminasi. Seperti metode lainnya. tidak membutuhkan 56 E. keahlian para pekerja laboratorium. .

Hipomikota. Untuk mendapatkan kembali kultur dari minyak mineral. endapan spora dalam air ditambahkan ke tanah yang steril dan dibiarkan tumbuh pada 57 . dan koleksi kultur dapat bertahan selama beberapa tahun. Metode alternative untuk sporulasi jamur meliputi inokulasi agar slants yang kemudian diinkubasi pada suhu 25 °C. Air suling (sekitar 5 ml) ditambahkan ke kultur secara aseptik. yaitu dengan dicelupkan dalam minyak mineral steril dengan kedalaman 10 mm di atas permukaan agar. minyak mineral disterilkan di autoclave selama 2 jam. tetapi plate dengan pertumbuha koloni yang sedikit menunjukkan media pertumbuhan yang buruk sehingga diperlukan stok yang baru. Bubur ini kemudian dipindahkan ke botol kaca kecil. Pertumbuhan yang subur menunjukkan media pertumbuhan yang baik.  Penyimpanan menggunakan air Ini adalah metode pemeliharaan yang tidak sulit dan murah yang berfungsi untuk menyimpan kultur dari beberapa jamur. Uap yang terjebak dihilangkan dengan memanaskan cairan dalam oven pengering pada 180 °C selama 1-2 jam. serta mudah unutk digunakan. Jumlah minyak dalam tabung atau botol-botol kecil harus diperiksa secara periodik dan ditambah jika perlu.peralatan yang khusus. Penutupnya kemudian dieratkan dan disimpan pada suhu 25 °C. sejumlah kecil bagian yang tumbuh diambil dan dibersihkan dari minyak dengan menggunakan potongan kertas dan kemudian digoreskan pada agar plate yang mengandung media pertumbuhan yang cocok. Metode pemeliharaan ini sangat berguna di daerah dengan iklim tropis karena dapat mencegah hilangnya kandungan air dari kultur. cocok bagi koleksi berukuran kecil. Basidiomikota. tidak membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. Askomikota. Metode ini pertama kali digagas oleh Castallani (1939).  Penyimpanan menggunakan tanah Tanah yang steril dapat digunakan untuk menumbuhkan dan menyimpan mikroorganisme. Dalam metode ini. murah. Dalam metode ini. dan bagian permukaan dari kultur dihilangkan dengan lembut untuk menghasilkan spora dan bubur miselium. Sejumlah besar spesies bakteri dan jamur berhasil disimpan menggunakan metode ini selama bertahun-tahun. dan yeasts. Kerugian dari metode ini adalah dapat menyebabkan perubahan genetic (mutasi) dan adanya bahaya kontaminasi spora. tidak membutuhkan waktu yang lama. Kultur ditumbuhkan pada slant agar hingga mencapai pertumbuhan yang baik dan spora yang didapat dilindungi menggunakan teknik yang steril. 2009)  Penyimpanan menggunakan mineral oil Kultur dengan kondisi baik disimpan dengan ditutupi oleh minyak mineral dan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Gambar: Agar slants menunjukkan pertumbuhan jamur (Sumbali. Kultur minyak ini dapat disimpan dalam suhu ruang atau pada temperatur rendah (15 °C). jamur pathogen. Metode ini telah berhasil digunakan untuk memelihara Oomikota.

Dengan cara ini. Metode ini terbukti berhasil diaplikasikan pada beberapa jenis jamur. air dan sel mikroba dalam kultur akan langsung berubah dari keadaan beku menjadi gas (sublimasi) sehingga sel menjadi kering.  Ordinary Freezing Pemeliharaan mikroba dalam ruang pembeku atau dalam pendingin dengan temperature berkisar 0– -20 °C akan mendapatkan hasil yang bervariasi. sorbitol. kultur tanah kemudian disimpan dalam sebuah pendingin (4-7 °C). Keberhasilan lyophilisation bergantung pada keadaan sel mikroba yang digunakan pada kondisi optimum dari media yang dipilih. glukosa. Selama proses lyophilisation. kultur dibekukan pada temperature yang sangat rendah dan ditempatkan pada tekanan vakum. hal ini memungkinkan pelestarian mikroorganisme untuk beberapa saat. Dengan menurunkan suhu atau menghilangkan kandungan air.suhu 20-25 °C selama sekitar 10 hari. Ini adalah metode yang singkat. dan keberhasilannya bergantung pada spesies dari mikroba. Umur kultur dapat diperpanjang ketika kultur disimpan pada suhu -30 hingga -70 °C dalam mesin pembeku. Cryoprotectant terdiri dari dua macam: zat penetrasi seperti gliserol dan DMSO. Dalam lyophilization. Banyak fisiologis telah berhasil memelihara jamur. dan polyvinyl-pyrolidone. Botol-botol ini kemudian disimpan dalam kondisi vakum pada suhu 2 hingga 8 °C. yang mencegah kerusakan sel selama proses pembekuan. laktosa. Batol-botol kecil kemudian dihubungkan dengan mesin pengering vakum dan dikeringkan sekitar 12 hingga 17 jam hingga menyisakan sekitar 1-2% kandungan air. Freeze drying akan lebih baik dilakukan pada suhu -20 °C karena dapat membekukan suspensi mikroba dengan adanya zat cryoprotective seperti gliserol atau dimetyl sulfoksida (DMSO). Lyophilisation bertujuan untuk mempertahankan mikroba agar tidak berubah dari bentuk aslinya. spesies bakteri. menggunakan teknik ini dan menghilangkan kemampuan perkembangan mikroorganisme selama 40 tahun. Setelah mikroorganime tumbuh. Kultur lyophilize dapat dihidupkan kembali dengan membuka botol-botol kecil tersebut dan ditambahkan udara steril kemudian memindahkan kultur ke medium pertumbuhan yang tepat. pembekuan ini tidak disarankan bagi pemeliharaan kultur karena proses pembekuan dapat merusak sel-sel mikroba. Pada kondisi ini. mannitol. yang dapat dengan mudah melewati membrane sel dan melindungi intrasel dan ekstrasel. dextran. yang menggunakan efek protektif mereka pada membrane sel. kelangsungan hidup mikroba dibatasi dengan mengaturnya dalam keadaan dorman. Umumnya. Zat cryoprotectif adalah senyawa kimia yang memiliki sifat tertentu seperti non-toxic dan mampu menetrasi membrane sel dengan mudah.  Freeze-Drying (Lyophilization) Ini adalah salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk pemeliharaan mikroorganisme dalam jangka waktu yang lama. Penanaman kultur mikroba dilakukan saat berada pada stabilitas maksimum. Spora atau sel kemudian disuspensi dalam berbagai jenis zat cryoprotectif seperti gliserol atau DMSO yang dapat membantu menghilangkan kerusakan akibat pembekuan. sel mikroba disuspensi dalam agen krioprotektif dalam botol kecil menggunakan teknik yang steril dan dibekukan pada suhu -60 hingga -70 °C dengan menggunakan campuran etil asetat dan es kering. kultur kehilangan kemampuannya selama beberapa saat. dan zat non penetrasi seperti sukrosa. yang dapat digunakan untuk memelihara bakteri selama 6 bulan hingga 2 tahun.  Deep Freezing Ini adalah metode dengan jangka waktu yang pendek dalam memelihara mikroba yang dilakukan pada temperatur -70 °C dalam sebuah mesin pembeku. dan bakteriofag. yaitu pada akhir fasa logaritmik atau awal fasa stasioner. 58 .

pemilihan zat cryoprotectan seringkali bervariasi berdasarkan organisme yang dipelihara. termasuk yang tidak dapat dilakukan dengan cara lyophilisation. tetapi gliserol dan DMSO dapat digunakan secara efektif dalam upaya pemeliharaan sejumlah besar mikroba. Keuntungan dari penyimpanan menggunakan nitrogen cair meliputi pencegahan peningkatan variasi genetik stok kultur. dan perlindungan kultur dari kontaminasi.Gambar: Laboratorium freeze–drying (Lyophilization) (Sumbali. penghematan waktu. Kebanyakan mikroba dapat kehilangan kemampuannya dalam kondisi ini selama 10 hingga 30 tahun atau bahkan dapat lebih lama pada bakteri. Pada metode ini. Koleksi Kultur (Culture Collection) 59 . 2009)  Penyimpanan menggunakan cairan nitrogen Penyimpanan dalam cairan nitrogen adalah cara pemeliharaan mikroorganisme jangka panjang yang efektif. Tabung-tabung kecil kemudian disimpan dalam pendingin nitrogen cair (tangki vakum yang besar dan dindingnya diisolasi) baik dengan perendaman dalam nitrogen cair (-195 °C) atau disimpan dalam fasa gas oleh nitrogen cair (-150 °C).com) F. Gambar: Liquid nitrogen vapor storage (biomedicalmarketing. Suspensi sel disegel dalam botol-botol kecil dan dibekukan pada suhu -150 °C. Ini menjadikan mikroorganisme berada dalam bentuk dorman sehingga organisme tidak mengalami perubahan genetik. Kerugian dari teknik ini adalah harga peralatan yang mahal dan nitrogen cair yang harus diisi ulang dalam interval waktu tertentu karena mengalami peristiwa evaporasi.

kerugiannya adalah bahwa kompetitor memiliki akses ke mikroorganisme yang sama. Namun. atau alga. kapang. Koleksi-koleksi nasional lainnya. sedangkan di Amerika terdapat pusat koleksi utama. untuk meneruskan mengumpulkan strain-strain baru dan memberikan biakan yang murni. dari kepentingan lain di bidang industri atau medis. Kultur dihasilkan dari koleksi yang murni. kultur murni harus diisolasi dan dikarakteristikkan. beserta metode penyimpanan miniatur. kebanyakan dari mereka berukuran kecil. khamir. dan karakteristik biokimia dasar mereka telah diketahui. Masalah-masalah dari pemeliharaan kultur telah diatasi dengan pengembangan dan penggunaan dari teknik cryopreservation dan freeze-drying (lyophilization). fisiologi. Fungsi utama dari koleksi kultur adalah untuk memelihara koleksi-koleksi yang telah ada. dan potensi perhatian yang akan datang. dan bentuk morfologi. menyediakan sampelsampel kultur dari masing-masing organisme.2001) : 60 . American Type Cultur Collection (ATCC). Ada hampir 500 koleksi kultur di seluruh dunia. menerbitkan daftar katalog bagi organisasi industri dan akademis. yang berasal dari zaman dahulu. sedangkan isolasi yang berasal dari alam harus dimurnikan terlebih dahulu. Mereka terbagi menjadi institusi-institusi dan cenderung dikhususkan pada bakteri. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang menyediakan koleksi kultur untuk kebutuhan mikrobiologi bagi industry (Waites. yang menangani semua tipe mikroorganisme (Waites 2001). Sebagai contoh di Inggris. Penggunaan mikroorganisme yang dipilih dari sebuah koleksi kultur dengan jelas memberikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan dengan isolasi lingkungan dan memiliki keuntungan bahwa beberapa karakteristik dari mikroorganisme telah terbentuk. saat ini. koleksi-koleksi menyediakan kultur atau servis berdasarkan bagiannya tersendiri. National Culture Collection (UKNCC) membuat beberapa koleksi. bebas dari mikroorganisme yang tak diinginkan.Koleksi kultur mikroba memberikan sumber yang kaya akan mikroorganisme.

2001).LAMPIRAN Contoh Produk Industry Fermentasi dan Mikroorganisme yang Memproduksinya (Waites. 61 .

62 .

pekerja kultur tidak akan mendapatkan kultur murni yang diharapkan. apakah mikroba tetap hidup? Jawaban : Saat dibekukan. apa larutan yang digunakan untuk mengencerkan? Jawaban : Larutan yang digunakan pada saat pengenceran dapat berupa larutan fosfat buffer. dikatakan bahwa tanah harus steril. larutan garam fisiologi (NaCl 0.1 Produk fermentasi industry dan organisme yang memproduksinya. DEWI NUGRAHANI (115061100111001) Pertanyaan : Pada slide. karena apabila mikroorganisme terkontaminasi. steril yang dimaksud adalah meliputi kebersihan dari pakaian dan alat yang digunakan pekerja selain itu juga sebaiknya dihindari pengkulturan di tempat yang terbuka. (115061101111015) Pertanyaan : Pada saat pembekuan. AFIDA KHOFSOH ( 115061100111031) Pertanyaan : Apa saja syarat yang harus diperhatikan oleh pekerja pada saat mengulturkan mikroba? Jawaban : Pekerja yang akan mengkultur mikroorganisme haruslah steril . dikeringanginkan dan diayak untuk memisahkan partikel tanah yang agak besar dan membuang sisa-sisa tanaman. Diambil tanah yang agak liat. ujung kawat berbentuk lingkaran (loop) atau yang berbentuk lurus disebut inoculating needle. Tanah steril itu seperti apa? Bagaimana kita tahu bahwa tanah tersebut steril atau tidak? Kalau memang ada cara tersendiri untuk mensterilkan tanah. waktu pembahasan penyimpanan media tanah. 63 . mikroba tidak mengalami perkembangan karena mikroba tersebut akan berada pada fasa dorman/beristirahat dan mikroba ini masih dalam keadaan hidup. bagaimana caranya? Jawaban : Tanah steril adalah tanah yang tidak mengandung kuman dan mikroorganisme pathogen. terdapat beberapa bentuk bagian ujung dari kawat yang digunakan. (115061105111007) Pertanyaan : Pada teknik streak plate kenapa menggunakan kawat nikrom? Apakah ada kawat lain selain kawat nikrom? Apa karakteristik kawat yang bisa digunakan pada teknik ini? Jawaban : kawat yang digunakan pada teknik streak plate biasanya merupakan kawat nikrom yang merupakan campuran dari nikel dan kromium atau kawat platinum. Sumber : Waites. Pada teknik ini. DEWI ARIESI R. WINDA FAUZI ISTIQOMAH (115061101111003) Pertanyaan : Pada teknik pour plate. Cara sterilisasi tanah: 1. 2001 Lampiran II PERTANYAAN DAN JAWABAN 1.85%). atau larutan Linger. SISCA DWI A. Kawat dengan bahan ini dapat berpijar saat dipanaskan sehingga dapat dengan mudah disterilkan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kontaminan – kontaminan pengganggu untuk mikroorganisme.Tabel 4.

teknik isolasi yang digunakan juga terdiri dari 3 macam misalnya kita memakai teknik pour plate dan penyimpanannya misalkan dengan metode freeze-drying. 3. dan setelah dingin disimpan di dalam desikator hingga digunakan. sterilitas tanah diuji dengan menumbuhkan contoh tanah pada medium agar. Bilamana diperlukan. dari sinilah akan terbentuk koloni kultur murni. Dari isolasi tersebut keadaan lingkungan (suhu) dan mediumnya disesuaikan dengan bakteri target. Selanjutnya. suhu tinggi digunakan pada teknik pour plate. misalkan pengambilan bakteri dari air. Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. selanjutnya bakteri diisolasi. pembentukan tunas dll) Dhanang Edy P (115061101111007) Pertanyaan : Jika kita mengambil mikroba dari alam. Tanah yang sudah dikeringaninkan dan diayak dimasukkan ke dalam tabung atau botol dengan tutup berukuran 25 ml hingga 1 cm dari permukaan tutup. Mikroba yang akan dikultur menggunakan teknik ini merupakan mikroba yang dapat bertahan pada suhu tinggi. 5. Tabung atau botol yang berisi tanah diberi aquadest steril hingga kebasahan 50% kapasitas lapang. Untuk kontrol suhu agar tidak tinggi ( lebih dari 45 oC). Jika suhu tidak melebihi 45oC maka masih dianggap aman untuk melakukan teknik ini. jika ingin 64 . apakah membelah diri ? Jawaban : Pada saat setelah pengambilan bakteri dari medium tertentu. dan diteliti morfologinya) dan ditanam dimedium yang cocok agar bakteri dapat melakukan metabolisme dan perkembang biakan. lalu disimpan untuk digunakan seanjutnya. kemudian diautoklaf pada suhu 121 ºC tiga kali berturut-turut selama 3 hari masingmasing selama satu jam. 1. hal ini mudah dilakukan yaitu dengan mengontrol terlebih dahulu suhu lingkungan dimana akan dilakukan teknik ini. Ayu Indah Wibowo (115061101111011) Pertanyaan : Bagaimana bisa terjadi biakan murni. Jika berasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. botol dapat dicelupkan dengan tali. 4.karena bakteri mempunyai kemampuan berkembang biak ( seperti berkembang biak dengan membelah diri. (Desikator adalah suatu wadah yang terbuat dari bahan kaca yang kedap udara dan mengandung desikan yang berfungsi menghilangkan air dari kristal hasil pemurnian). bagaimanakah alur prosesnya mulai dari pengambilan sampai penyimpanan. bakteri dapat diambil dari lingkungan dengan beberapa pendekatan misalnya pendekatan shotgun. FRESHSYA ZATALINI (115061100111003) Pertanyaan : Bagaimana cara kontrol temperatur pada proses spread plate agar suhunya tidak tinggi sehingga tidak mematikan bakteri? Jawaban : Pada teknik spread plate tidak menggunakan suhu yang tinggi. dan setelah itu diambil 1 bakteri ( yang telah dipilih. botol dioven kering pada suhu 105 ºC selama satu jam. Namun. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang. Jawaban : Dari uraian materi diatas.2.

2.

3.

4. 5. 6. 7.

mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar. jika air sampel mengandung padatan maka harus diencerkan dahulu menjadi suspensi dengan aquades steril, fungsi dari tahap ini adalah untuk memisahkan mikroba dari medium padatnya. Selanjutnya teknik penanaman sampel dari cairan diatas, metode yang digunakan missal pour plate. pertama – tama menyiapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC). Diteteskan 1 ml secara aseptis, suspensi sel kedalam cawan kosong dan setelah itu Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi (pada temperature kamar). Setelah 24-48 jam inkubasi, amati bentuk koloni bakteri yang tumbuh di permukaan dan di dalam agar, apakah koloni-koloni bakteri terpisah merata atau masih menyatu dengan bakteri lain membentuk spreader. Diperhatikan koloni yang tumbuh pada media baik yang dipermukaan, tengah atau dasar medium. lalu dicatat semua koloni berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan konsistensi koloni. Dari hasil pengamatan, maka dipilih bakteri yang di inginkan, setelah itu dipindahkan inokulan tersebut dan dijadikan biakan murni ke medium yang baru. Dilakukan penyimpanan misalkan dengan metode freeze-drying. 9. Teza Nur F (11506110211100) Pertanyaan : Mikroorganisme dapat disimpan menggunakan media nitrogen cair, adakah media lain yang bagus untuk media penyimpanan mikroorganisme, metode apa yang paling baik ? Jawaban : Dari hasil literature yang kami dapatkan, media pendingin selain nitrogen cair belum ada namun seperti yang telah dijelaskan masih banyak media lain yang dapat digunakan seperti media air steril dan media tanah steril (penggunaan media biasanya bergantung pada jenis mikroba yang akan disimpan dan jangka waktu penyimpanan yang diinginkan) . Untuk metode yang efektif menurut Ilyas adalah metode penyimpanan freeze- Drying karena dapat memelihara mikroorganisme dengan jangka waktu lebih lama daripada metode lainnya.

I.

Fermentor control dan Monitoring Kontrol fermentor dan monitoring berfungsi untuk mendeteksi ketika suatu proses fermentasi berlangsung tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga membuat proses itu berjalan sesuai dengan design fermentor yang digunakan. Kebanyakan sistem fermentasi dibuat mendekati dengan kondisi natural atau kondisi sebenarnya agar menghasilkan produk yang sesuai dengan prosesnya. Sistem fermentasi bergantung pada pengaruh berbagai sumber dari luar fermentor, sehingga diharapkan terjadi proses yang menyebar keseluruh media di fermentor secara natural. Untuk mempersempit variasi kualitas produk, proses operasi harus dimodifikasi untuk memperhitungkan pencegahan variasi kualitas produk yang akan dihasilkan dari fermentasi itu sendiri. Metode kontrol dan monitoring efektif untuk mendeteksi penyimpangan dan mengimbangi proses fermentasi, sehingga sangat penting untuk mengatur efisiensi proses dalam fermentor. Dan, memaksimalkan performa ekonomik atau biaya yang dibutuhkan yang biasanya hanya bisa dikendalikan dengan mengimprofisasi kontrol fermentor.

65

( Gary montauge,1997) Sistem fermentasi harus dikontrol secara efisien untuk mengoptimalkan produktivitas dan produk hasil, dan memastikan reproduktifitasnya. Sebagian besar parameter kimia dan fisika yang terlibat tergantung pada bioreaktor, model operasi, dan mikroorganisme yang digunakan. Parameter tersebut terutama aerasi, pencampuran, temperatur, pH, dan kontrol busa. Kontrol dan pemeliharaan pada tingkat optimum di dalam reaktor dioperasikandengna sensor elektroda, sistem kontrol yang cocok dan data logging. 1. Temperatur Temperatur fermenter harus dikontrol dengan baik, dengan ketelitian lebih kurang 0,10C. Pada industri skala besar, pendingin untuk menjaga suhu biasanya dibuat dari jaket air atau kumparan pipa sehingga pemanasan akan jarang dilakukan. Jika fermentor didesign untuk produktivitas yang rendah atau biomassa dengan konsentrasi rendah tetapi fermentor tersebut digunakan untuk produktivitas tinggi atau fermentasi biomassa dengan konsentrasi tinggi, sehingga akan terjadi penambahan panas dalam proses dan akan dibutuhkan penambahan air untuk mengatur suhu dalam fermentor. Pada fermenter berskala kecil, kemampuan pendingin dan pemanas dibutuhkan tetapi temperatur kontrol juga harus diperhatikan. 2. Aliran gas laju aliran gas biasanya diatur dengan menggunakan katup, karena aliran tergantung tekanan, baik kompensasi feedforward dari posisi katup untuk perubahan tekanan yang dikendalikan atau keduanya, tekanan dan aliran gas yang dikendalikan. 3. Liquid flow Regulasi aliran bisa didapat pada skala kecil dengan menggunakan pompa meter. Sedangkan peristaltic pompa sering digunakan pada skala laboratorium. Pendekatan lain yang digunakan adalah dosing pot, katup bertekanan rendah diatas fermentor dengan katup isolasi. Dengan mengetahui tekanan katup tersebut maka volume penembakan dapat ditentukan.

66

( Gary montauge,1997) 4. pH pH biasa dinyatakan dengan kaca elektroda, dimana biasanya elektroda terbuat dari perak atau perak klorida atau mercury/mercurious chloride dengan potassium chloride sebagai elektrolit. Elektroda mampu bertahan pada kondisi sterilisasi ( 1210C) tetapi pengulangan sterilisasi membuat penurunan performa sepanjang waktu. Pengontrolan pH dapat diraih dengan penambahan asam atau alkali pada fermentor. Pada fermentasi skala kecil, kebanyakan liquid ditambahkan menggunakan pompa peristaltic. Pada skala besar, penambahan gas ammonia lebih dipilih daripada ammonia hydroxide untuk masuk menuju aliran udara pada fermentor. Pada kultur sel hewan, penambahan karbon dioksida pada media digunakan untuk meregulasi pH selama periode pertumbuhan. 5. Pressure Tekanan perlu dikontrol untuk proses sterilisasi dan memenuhi kebutuhan keamanan. Tekanan dapat dikontrol dengan menggunakan katup regulasi. Itu adalah standart alat yang secara hukum harus diinstal pada fermentor untuk melepas tekanan diatas batas tekanan yang sudah ditentukan
67

9. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. Pengontrolan DO dengan mengganti komposisi gas yang dimasukkan akan lebih mahal karena membutuhakan gas yang telah dipurifikasi. Respon yang didapat dari analisa polarografi lebih cepat. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. Analisa galvani digunakan untuk fermentor skala kecil karena peralatannya yang padat dan arena disebabkan oleh biaya yang rendah. Alat ini menggunakan anoda perak dengan polarisasi negatif terhadap katoda platinum atau emas dengan menggunakan kalium klorida cair sebagai elektrolit. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan elektroda platinum. yang mengukur tekanan dengan mendeteksi perubahan elektrik Kristal asimetri 6. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. Biaya untuk analisa ini lima kali lebih mahal daripada galvani tetapi biaya untuk pemeliharaan cenderung lebih rendah. b. 7. atau iridium dan hasil yang didapat dari elektroda diindikasikan pada analisa pH yaitu perak atau perak klorida. Dissolved Carbon Dioxide Dissolved carbon dioxide bisa diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. Sedangkan proses fermentasi skala besar menggunakan analisa elektroda polarografi . Sehingga dapat digunakan pemecah busa . Foam Masalah saat membentukan busa dapat diatasi dengan pemberian antibusa tetapi antibusa ini dapat mengakibatkan racun bagi mikroorganisme dan mengurangi laju aliran. c. Analisa galvani menggunakan anoda timbal dan seng. Control untuk DO pada skala kecil biasanya menggunakan empat cara: Merubah kecepatan pengaduk Variasi pada aliran udara Modifikasi komposisi pada gas yang masuk Variasi pada tekanan yang berlebihan a. Potensial redoks Redoks ialah ukuran untuk oksidasi atau reduksi pada system biologi. Keduanya mengukur parsial DO dan membandingkannya dengan kejenuhan udara. Metode ini biasanya digunakan pada kultur sel hewan karena disana terdapat spesifikasi komposisi gas yang dimasukkan. Pengukuran redoks ini digunakan pada fermentasi anaerob dan fermentasi sel hewan dimana terdapat perubahan jumlah sel atau perubahan kondisi fisiologis. 8. biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik. katoda perak dan potassium hydroxide.Metode elektrik pada pengukuran tekanan didasarkan pada penggunaan pembentukan kembali tranducer piezoelectric. d. Dissolved Oxygen Tipe penganalisa DO pada bioreactor ada dua. 68 . emas. yaitu galvani dan polarografi.

Prinsip dasar pengontrolan sistem melibatkan sistem sensor yang terhubung dengan sistem kontrol dan feedback loop. biasanya fosfat. Kontrol sistem fermentasi secara keseluruhan dapat dilakukan secara manual atau otomatis. busa ini bisa memicu kontaminan dan pemblokiran filter udara. Waites. Tingkat O2 dan CO2 terlarut ditentukan dengan elektroda O2 dan CO2.2001) Sampel dapat diambil secara acak untuk berbagai analisis seperti perhitungan sel dan penentuan DNA. Pembentuka busabusa tersebut disebabkan oleh hadirnya protein yang dapat membentuk busa. Data atau informasi yang didapat dari kontrol sistem dapat digunakan untuk membuat model proses dan dapat digunakan untuk pengembangan sistem fermentasi. Jika tidak dikontrol. Ada tiga cara untuk mencegah pembentukan busa. atau penambahan agen antibusa. Media fermentasi banyak mengandung garam buffer. Ketika terdapat kondisi yang tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan maka akan muncul tanda peringatan dan sistem pengkoreksi akan teraktifikasi sehingga memberikan kontrol yang lebih intens pada sistem fermentasi. pH dalam fermentor dapat terjaga dengan cara penambahan asam atau basa secara otomatis jika pH yang ditangkap oleh sensor tidak sesuai. Meskipun begitu. Pemantauan suhu melalui termometer resistensi dan termistor yang terhubung dengan pemanas otomatis ataupun dengan sistem pendingin. 69 . karena produk fermentasi bisa berubah disebabkan adanya perubahan pH dalam media fermentasi. RNA. sistem kontrol kondisi fermentasi membutuhkan kalibrasi secara teratur saat pemasangan pertama kali dan di cek secara berkala. karbohidrat dan substrat atau hasil metabolisme yang lain. yang juga dapat berperan sebagai sumber nitrogen. Sensor ini digunakan untuk mengukur dan mencatat kondisi pada bioreaktor. Pengontrolan pH adalah faktor. lemak. tetapi kapasitas fosfat untuk mengontrol pH dapat berlebihan sehingga dibutuhkan penambahan asam atau alkali.(Michael J. terutama pada fermentasi aerasi. Banyak proses fermentasi memproduksi asam dan pengaturan pH dapat berlangsung dengan menggunakan amonium oksida. alat pemecah busa. Produksi busa pada bioreaktor adalah masalah utama. yaitu modifikasi media. spesifik protein.

sesekali. perlu ditambahkan nutrisi ekstra selama proses fermentasi untuk menambah volume fermentasi. dan lain-lain. atau asam organil. Model fermentasi ini juga berguna saat substrat mengalami masalah viskositas atau racun ketika konsentrasi terlalu tinggi. sterilisasi. Bagaimanapun. Pada fermentasi batch. fase non produktif ini disebut sebagai “down-time”.II. serta metabolisme yang berlangsung secara cepat. Proses yang banyak digunakan adalah proses batch. disterilkan. Proses fermentasi yang lain yaitu fed-batch yang banyak digunakan dalam memproduksi ragi roti dan penicilin. fed-batch. dan diinokulasi sehingga organisme tumbuh berdasarkan profil yang khas. atau sesering mungkin sebagai satu suplementasi ketika kultur mendekati akhir fase pertumbuhan. 70 . Operasi fed-batch dapat memperpanjang fase pembentukan produk dan dapat mengatasi masalah yang terkait dengan penggunaan substrat yang banyak. serta proses pengolahan air buangan. Fed-batch dengan menggunakan sel daur ulang ( biomassa) juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti fermentasi beberapa etanol. Yaitu sistem tertutup yang tidak ada inokulasi (penyuntikan) ataupun tambahan asam atau basa untuk kontrol pH pemakaian udara untuk fermentasi aerob. fermentasi batch secara teoritis kurang efektif untuk produksi biomassa dan produk metabolit primer. Peningkatan frekuensi sterilisasi juga dapat menyebabkan stres yang lebih besar pada instrumen pengontrol. ditambah meningkatnya fase non produktif downtime yang melibatkan proses pembersihan. Contoh proses ini yaitu meliputi produksi minuman berakhohol. Karena terdapat lag period yang cukup besar dan pada tahap selanjutnya dari fase eksponensial dengan banyaknya jumlah produk yang dihasilkan. Mode Operasi Industri fermentasi berlangsung secara batch. Keuntungan dari sistem batch adalah bahwa pengeluaran modal lebih rendah dan jika terjadi kontaminasi maka relatif cukup mudah untuk dihentikan dan dapat memulai proses fermentasi lagi. dimana sel-sel pertama tumbuh melampaui fase pertumbuhan yang cepat sebelum akumulasi metabolit. Selain itu. Sistem fermentasi batch telah telah sukses digunakan untuk menghasilkan banyak produk fermentasi tradisional dan untuk memproduksi metabolit sekunder seperti antibiotik. Kelemahan lain sistem batch yaitu keragaman produk. Untuk model operasi ini. fermentor harus dibersihkan sebelum proses fermentasi dimulai lagi. enzim. Ketika produk sudah dihasilkan dan dipanen. Penambahan nutrisi ekstra dapat dilakukan terus menerus. banyak dari pembuatan asam amino. Fermentor disiapkan. Hanya sebagian kecil dari siklus fermentasi batch yang dapat dikatakan produktif. atau kontinu. pengisian dan pendinginan setelah sterilisasi. semua kondisi sudah ditentukan dan dipastikan pada awal dan akhir proses.

1997) 71 . Selain itu sistem ini memiliki sifat untuk mencapai stady state dimana konsentrasi nutrisi dan jumlah sel sudah tidak bervariasi terhadap waktu. Akibatnya. Namun sistem ini membutuhkan modal yang cukup tinggi. masalah ini dapat diatasi dengan GMP dan praktek mikrobiologi yang benar. dan umumnya dibutuhkan lebih banyak personil untuk mengoperasikan sistem batch. Dalam sistem kontinu.biaya yang dibutuhkan lebih besar untuk mempersiapkan dan memelihara stok kultur. Namun. termasuk fakta bahwa sepanjang pengoperasian 20-50 hari atau lebih. sterilitas harus dipertahankan dan media harus disuplai secara terus menerus dengan komposisi konstan. ( Gary montauge. Sistem kontinu mengurangi down-time dan mengurangi biaya operasi yang lebih rendah. Meskipun begitu. sehingga sistem bekerja pada volume yang sama. sel-sel tumbuh secara eksponensial (membelah) untuk waktu lama yang ditentukan dalam laju pertumbuhan spesifik. kondisi operasi menyebabkan membentuk mutan yang lebih banyak pada hasil dengan kualitas yang lebih rendah daripada hasil asli. 1996) Kultur kontinu adalah sistem terbuka dimana medium akan ditambahkan secara kontinu dan kultur secara serempak dipindahkan pada tingkat yang sama. (Vogel. Masalah yang terkait dengan proses fermentasi kontinu selain masalah pengeluaran air buangan. Fermentasi kontinu sangat cocok untuk produksi biomassa dan pertumbuhan yang berkaitan dengan metabolit primer. sistem tersebut lebih produktif daripada sistem batch.

Untuk skala industry fermentasi. semakin besar faktor del. Gambar : filter membrane berserat 3. Teknik pensterilan udara yang paling efektif adalah dengan menggunakan filter membrane berserat (Dutta.5 – 1. Oleh karena itu. media dan seluruh alat yang akan digunakan harus bebas dari kontaminasi. Oleh karena itu. kontaminan yang dapat berkembang dengan cepat dapat tumbuh dan dapat menghilangkan nutrisi. Oleh karena itu. 2001). Ini membutuhkan jumlah udara yang sangat besar.2. Jjika terdapat mikroorganisme asing pada media atau pada peralatan. sebelum proses fermentasi dilakukan. atau pemanasan untuk membunuh mikroba spesifik tanpa memberikan efek yang berarti. Faktor del sendiri adalah jumlah organisme pada awal sterilisasi dan Nt adalah jumlah yang tersisa setelah waktu t. beberapa industry fermentasi tidak aseptis. tetapi kontaminasi mikroba tetap terjadi dalam jumlah yang dapat ditoleransi dengan cara pasteurization. lalu kedua medium tersebut dapat di sterilkan bersamaan. Namun. Jika tidak. semakin besar waktu sterilisasi diperlukan. jika jumlah sel mikroba diketahui (No). Kontaminasi mikroorganisme juga dapat memetabolisme produk target.MEDIA AND VESSEL STERILIZATION Untuk skala industry fermentasi aseptis fermenter dapat di sterilkan pada saat kosong. Konsekuensinya. Laju aerasi untuk tipikal fermentasi aerob adalah 0. 3. dapat melisiskan kultur. seperti yang terjadi pada fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat.0 vvm (air volume per liquid volume per minute). Selain itu. Jika kontaminan adalah bakteriofag. Penghancuran sel terjadi pada saat pemanasan (T=121 oC) dan pendinginan.penyuplaian udara dibutuhkan secara kontinu. tujuannya adalah untuk memberikan kondisi sterilisasi yang memberikan probabilitas kontaminasi dari 0. yang disiapkan di dalam pemasak medium batch atau continous yang dapat mengoperasikan beberapa fermentasi. tidak hanya media saja yang harus steril namun udara yang digunakan juga. maka. Istilah ini banyak digunakan dalam industri fermentasi. memproduksi senyawa beracun atau produk sekresi yang dapat memblokir filter dan mengganggu pengolahan hilir atau downstream process. fermenter diisi dengan media yang sudah terformulasi.1. factor Del (▽=ln No/Nt)dapat dihitung (selengkapnya ligat chapter 2). dibutuhkan sterilisasi secara ketat. Umumnya. dengan kata lain. Sebagai kemungkinan lain. Maka dari itu factor Del nya dapat dinyatakan sebagai berikut: 72 . Wadah atau vessel – nya lalu dimasuki media steril. mereka harus benar-benar disterilkan. faktor del adalah ukuran pengurangan pecahan dalam jumlah organisme yang layak diproduksi oleh panas tertentu dan rezim waktu.1% (1 dalam 10000). kondisi aseptik harus dipertahankan (Waites.III.AIR STERILIZATION Pada fermentasi aerob. yang melibatkan peningkatan suhu atau waktu sterilisasi . 2008). produksi organisme harus bersaing dengan kontaminan untuk nutrisi yang terbatas. Kontaminan dapat memproduksi produk yang berbahaya bagi organisme. STERILIZATION Kebanyakan industri fermentasi menggunakan kultur murni dimana pertumbuhan terjadi pada strain yang terpilih.

Uap yang dibutuhkan untuk memulihkan panas dari media steril jauh lebih sedikit. sehingga memungkinkan maximum utilisasi pabrik dan meminimalisir penundaan atau keterlambatan produksi.dan cooling. dengan demikian. sehingga waktu sterilisasi dapat dipersingkat. Heating section : Metode pemanasan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu (1) injeksi uap secara langsung. Bahan yang bersifat sensitive terhadap panas tadi sebelumnya disterilisasi dengan cara filter sterilization yang menggunakan filter membrane dimana pori – pori nya berukuran 0. Akibatnya.CONTINUOUS STERILIZATION Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan cara kontinu. vitamin dan media kultur sel hewan. Sterilisasi kontinu memiliki beberapa kelebihan yaitu : Menyederhanakan strategi perencanaan produksi atau production planning. 2. Memberikan kondisi yang mudah dalam menghasilkan produk. Beberapa juga dapat disterilisasi dengan panas namun untuk meminimalisir kerusaka digunakan suhu tinggi untuk waktu yang sangat singkat. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. memerlukan sedikit air pendingin. memerlukan sedikit tenaga kerja.▽total = ▽heating + ▽holding + ▽cooling Pada prakteknya. Namun. Lebih mudah dalam pengotomatisasi proses. Uap juga dapat diinjeksikan secara langsung ke dalam ruang di atas media fermentasi. 1. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. (Waites. Metode injeksi uap secara langsunglebih efektif daripada pemanasan secara tidak langsung karena tidak ada penghalang antara media dan sumber panas. Ini biasanya merupakan operasi continuous di mana waktu holding dikendalikan oleh laju aliran melalui sterilisasi dan material tersebut kemudian dengan cepat didinginkan dalam heat exchanger.3. Proses sterilisasi kontinu terdiri dari tiga bagian utama: heating. glukosa. tetapi dapat mengakibatkan perubahan volume media. 4. (2) pemanasan secara tidak langsung di heat exchanger. sterilisasi uap melibatkan pemberian uap dibawah tekanan kedalam selimut bejan atau kumparan internal. 140oC dengan lama waktu pemanasan hanya 50 detik. Ini dapat membantu sterilisasi.g.g. 3. Dapat beroperasi pada suhu tinggi (T = 140oC). suhu dapat diasumsikan konstan. holding.2 m yang akan secara efektif menyaring kontaminan microorganism. e. 2001) 3. Holding section atau ▽holding merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. 5. Kelebihan sterilisasi uap adalah proses yang murah dan efektif dibandingkan sterilisasi panas kering. konstituen media tertentu yang bersifat rapuh akan dirusak oleh panas yang berlebihan. 73 . e.

BATCH STERILIZATION Media sterilisasi di dalam fermenter dapat dilakukan secara batch dengan penyebaran uap menggunakan pemanas elektrik atau sirkulasi tekanan konstan kondensasi uap melalui koil pemanas. sehingga dapat diabaikan (Dutta. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik.Holding section : merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. Substrat yang sering digunakan seperti butiran gandum.4. Teknik lain adalah dengan menyuntikkan media panas melalui katup ekspansi keruang hampa. asam organic dan etanol di produksi. khususnya mempertahankan suhu dan kelembaban optimal. pengurangan kapasitan panas dengan menggunakan quench cooler secara efektif. dsb. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. material dengan kadar air yang sangat kecil atau tampa air sana sekali. Cooling : Untuk bagian pendingin. Fermentasi substrat-padat tidak memiliki mekanisme kontrol canggih yang biasanya berhubungan dengan fermentasi submerge. suhu dapat diasumsikan konstan. kulit padi. Kedua teknik pendinginan ini membutuhkan waktu yang sangat singkat. dan cooling. Fermentasi substrat-padat melibatkan penumbuhan mikroorganisme pada padatan. biasanya organic. Adapun kekurangan dan kelebihan fermentasi substrat-padat yang dapat dilihat pada tabel dibahawah ini: 74 . holding. FERMENTASI SUBSTRAT-PADAT Fermentasi substrat-padat telah digunakan untuk memproduksi berbagai macam makanan fermentasi terutama di Asia selama beribu tahun lamanya. Penggunaan fermentasi substrat-padat sering terhambat dengan kurangnya control daripada kondisi didalam bioreactor. 2008) IV. namun metode ini jarang digunakan di Eropa dan Amerika Utara. 2008) 3. leguminosa. kondisi yang diinginkan sulit dicapai. yang dikenal sebagai flash cooling. Sirkulasi sterilisasi terdiri dari heating. Pada proses fermentasi substrat-padat biasanya enzim. (Dutta.

g. seperti yang ada pada produksi jamur. Aw = 0. Monokultur. straw bioconversion yang menggunakan Chaetomium cellulilytic dan Candida tropicalis. Bioreactor yang dipakai seperti yang terdapat pada gamabr dibawah ini: 75 . Kultur campuran.7. e. jika level kelembaban terlalu tinggi akan terjadi penurunan porositas substrat. 3. Sclerotinia sclerotiorum. kebanyakan fermentasi aerob membutuhkan aerasi dan agitasi. Beberapa proses anaerob. substrat menjadi sulit untuk diterima sehingga terjadi penurunan pertumbuhan mikroba. jika air di dalam ruang kosong berlebih. AERASI Kebanyakan fermentasi substrat-padat bersifat aerob. Jika level kelembaban terlalu rendah. ketika oksigen terlarut dalam film air di sekitar partikel substrat.2001) 4. Hidrolysis polimer substrat. Suhu sebagian besar dikontrol menggunakan aerasi dan/atau agitasi pada substrat. 3. laju degradasi substrat menurun dan resiko kontaminasi mikroba menaik. SUHU Panas yang dihasilkan dapat menjadi masalah serta merupakan pengaruh besar pada kelembaban relatif dalam fermentasi. Ini biasanya diganti dengan pelembaban atau penambahan air secara berkala. Mikroorganisme – mikroorganisme ini dapt berbentuk : 1. Laju transfer oksigen terpengaruh dengan ukuran partikel substrat yang juga menyatakan ruang kosong. Penggunaan atau pemanfaatan produk daripada hydrolysis. seperti proses produksi silage. Proses fermentasi subtrat-padat merupakan multistep process yang melibatkan: Pretreatment substrat. penurunkan laju difusi oksigen. 4. Mikroorganisme yang terdapat pada fermentasi substrat-padat. yang biasanya membutukan proses kimiawi ataupun biologis. dapat mengganggu transfer oksigen. protein & polysakarida. Alhasil.g. seperti yang digunakan dalam composting (pembuatan pupuk kompos). (Waites. Metode ini berhasil digunakan dalam memproduksi spora Coniothyrium minitans untuk bio kontrol terhadap jenis bakteri tanaman jamur. Bagaimanapun juga. Agaricus bisporus.1. serta penurunan pertukaran gas. seperti yang dijelaskan sebelumnya. Laju aerasi yang disediakan berhubungan dengan penghilangan panas. Namun.g. dan Pemisahan dan pemurnian produk akhir. namun adanya kebutuhan oksigen tergantung pada jenis mikroorganisme yang dipakai dan jenis proses. Akan tetapi. (Waites. adalah jenis yang dapat menoleransi water activity yang rendah.1.Bioreactor yang digunakan pada fermentasi substrat-padat Kebanyakan fermentasi substrat-padat merupakan proses batch. 2. 2. e. Sporulasi biasanya tercapai pada fermentasi substrat-padat. mereka cukup melibatkan penyebaran substrat ke dasar.ENVIRONMENTAL PARAMETERS THAT INFLUENCE SOLID-SUBSTRATE FERMENTATIONS WATER ACTIVITY.2. Aw Air yang hilang pada proses fermentasi pada umumnya melalui evaporasi dan aktivitas metabolisme. Transfer oksigen di dalam ruang kosong ini berhubungan dengan level kelembaban. proses ini tidak membutuhkan agitasi dan aerasi. e. Dual kultur. Beberapa proses tidak membutuhkan bioreactor.2001) 4. CO2 dan senyawa volatile yang dapat mengganggu.

System ini membutuhkan sejumlah tray dan runag inkubasi yang luas dengan kapasitas volume mencapai 150 m3 . Fluidized bed reactor Bioreactor jenis ini menyediakan agitasi secara kontinu dengan udara yang dipakasa masuk untuk mencegah adhesi dan agregasi partikel substrat.2001) 4. packed bed. Kerugian utama dari pada unit ini adalah hanya dapat diisi 30% dari kapasitas total. (Waites. dimana substrat padat dikemas dengan selimut yang berfungsi sebagai control suhu.) formulasi media system fermentasi (stirred tank. Bioreactor ini digunakan untuk memproduksi asam organic. a. c. etc. fed-batch. lalu dimasukkan ke dalam chamber yang di alirkan udara lembab. Column bioreactor Terdiri dari kolom yang terbuat dari kaca atau plastic. continuous. hal ini disebabkan oleh kondisi dalam fermenter skala besar tidak identik dengan yang di praktekkan dalam laboraturium. Substrat di tambahkan dengan ketinggian beberapa cm pada setiap tray. airlift. Bed system Seperti yang digunakan dalam produksi sake. serta kualitas dan kuantitas inokulum yang digunakan untuk memulai fermentasi. b. System ini berguna untuk memproduksi pakan ternak. jika tidak pengadukan akan tidak efisien. dimana udara lembab di alirkan secara kontinu. Tray fermenter Bioreactor jenis ini sering digunakan untuk produksi makanan fermentasi dan enzim. Prosedur propagasi inokulum yang diadopsi. Factor utama yang mempengaruhi hasil atau yield pada saat proses scale up : 1. solid state. Jika mikroorganisme dikatakan cocok maka akan dilakukan scale up.Rotating drum fermenter Terdiri dari bejana silinder yang berkapasitas 100 L dan terdapat roller yang berfungsi untuk menegakkan dan memutar bejana. etanol dan biomassa.) suhu optimum oksigen terlarut produksi busa - Penelitian dilakukan menggunakan fermenter skala laboratrium yaitu 1-10L fermenter. terdiri dari alas substrat yang kedalamannya mencapai 1 m. Namun dalam scale up terdapat kerugian – kerugian seperti menurunnya hasil produksi. etc. penelitian terhadap kinerja mikroorganisme dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti: pH optimum strategi pemberian nutrisi ( batch. 76 .Fermentation process development Setelah mikroorganisme telah dipilih sebagai produser organism untuk proses tertentu . hollow fibre. Fermenter ini digunakan pada produksi enzim dan biomassa mikroba. d.3.

Substrat yang seperti apa?  Substrat yang dimasukkan dalam fermentor adalah substrat yang dibutuhkan dalam proses fermentasi. Control proses dan monitoring pada fermentasi anaerob 5. Konsentrasi asam atau basa ditentukan tergantung pada proses fermentasi 4. yang tidak dilakukan dalam skala kecil. ph. Fermentor yang besar sering dikenakan perkembangan gizi. Pada fed batch substrat digunakan untuk controller. Bagaimana anti busa dapat mengurangi laju aliran dalam fermentor? Apa perbedaan antara penambahan antibusa dan tidak adanya penambahan antibusa pada kondisi fisik cairan dalam fermentor?  Fungsi antibusa adalah untuk memecah busa sedangkan busa dihasilkan karena laju aliran yang ada dalam fermentor. Semakin besar laju aliran.. gaya geser dan laju penghapusan karbon dioksida. 3. Foam terbentuk karena ada gas-gas yang menarik protein keatas 7.2001) Komentar: 1. Pada mode operasi batch. Saat pH naik atau turun. Pada keadaan bagaimana uap langsung dipakai 6. gradien suhu. Untuk klasifikasi substrat yang dimasukkan bergantung pada macam fermentasi dan macam produk yang akan dihasilkan b. dan oksigen. metabolit primer bekerja pada fase eksponensial yang membutuhkan penambahan terus 9. yang mempengaruhi kualitas akhir dari medium. 5. Protokol sterilisasi skala industri dapat menyebabkan degradasi yang lebih besar dari senyawa yang tidak stabil. sedangkan pada kontinu penghentian akan berdampak kerugian yang besar 8. mudah dihentikan. b. sumber nutrisi yang lebih murah sering digunakan untuk operasi skala besar karena kendala biaya. Pemilihan media.2. maka laju aliran dalam fermentor akan otomatis menjadi berkurang. Keuntungan fermentasi substrat-padat Prtanyaan: 1. Vivi anita aprilia (115061107111005) a. Bagaimana cara kerja katup dalam proses fermentasi dalam mengatur tekanan dalam fermentor?  Katup yang dipasang dalam fermentor memiliki sensor yang dapat mendeteksi tekanan dalam fermentor. Pada proses fermentasi pasti akan menghasilkan limbah. Terjemahan 2. Scale up juga dapat merubah generasi busa. maka asam atau basa dimasukkan. Apakah limbah tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan? 77 . Batch akan mudah mencapai fase datar( stasioner) 10. maka akan semakin banyak protein yang dihasilkan dan busa yang terbentuk juga semakin banyak. Batch tidak untuk pembuatan metabolit primer. Febrika Larasati (115061101111001) a. Fermentasi harus digunakan pada fermentasi awal 3. Ketika busa ditekan pembentukannya. 4. (Waites. ketika katup mendeteksi tekanan dalam fermentor mengalami penyimpangan maka katu akan memberikan sinyal kepada controller untuk mengoreksi fermentor 2.

Biasanya reaktor ini dipakai untuk mempelajari berbagai proses kimia yang penting seperti perubahan kimia senyawa.  Pada proses fermentasi. PFR Untuk reaksi heterogen. kerja transport. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. Sitanggang (1150611001110015) Apa perbedaan CSTR & PFR? CSTR adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tanki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Model ini biasanya digunakan pada reaksi homogen di mana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair. Limbah fermentasi biasanya tidak mencemari lingkungan Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Apa yang mendasari kondisi aliran pada proses? Jenis mikroorganisme yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan dari proses fermentasi itu sendiri. Molekul dan ion ditransportasi melewati sel membran melawan gradien elektro-kimia. Sebagai contoh. dan kerja mekanik. Katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari sela-sela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada saringan. (1150611005111003) Professor Chandra pernah menyebutka tentang Reaktor Plug Flow? Adalah suatu alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi produk dengan cara mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara berkelanjutan (continuous). Semua proses fisika dan kimia merupakan hasil aplikasi atau perpindahan dari energi. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. Misalkan metode fermentasi kontinu digunakan untuk memproduksi vinegar atau cuka. reaksi termal. limbah lainnya yaitu zat-zat yang merupakan hasil samping dalam fermentasi.  6. Kerja kimia termasuk sintesis molekul biologi kompleks yang diperlukan oleh sel. G. PFR mirip saringan air dari pasir. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi.  4. energi dibutuhkan untuk menambah kompleksitas molekular dari sel. yaitu kerja kimia. dan lain-lain. sebuah molekul bisa bergerak ke 78 . Sel hidup memiliki tiga tipe kerja utama. ENERGI DAN ENZIM Energi dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja atau untuk melakukan suatu pergerakan. • 8. misalnya antara bahan baku gas dengan katalis padat menggunakan model PFR. Untuk limbah-limbah ini biasanya digunakan untuk bahan baku proses lainnya.  7. Sharfina W. atau reaksi antara cair dan gas dengan katalis cair. Ketiganya penting untuk proses hidup. Queen G. 3. Afida khofsoh (1150611011110031) Kapan metode fermentasi tertentu dapat digunakan? Tergantung hasil produk apa yang diinginkan. Intan Nuroniyah (115061101111001) Bagaimana cara menganalisa karbon dioksida terlarut? Diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. Dobita Amanda Feliciana (1150611001110021) Apa yang membedakan metode Galvani dan Polarografi pada kontrol proses? Pada proses Galvanisasi elektroda yang digunakan adalah anoda timbal atau seng dan katoda perak. Sedangkan pada metode Polarografi menggunakan anoda perak dengan polarisasi negative terhadap katoda platinum/emas dengan menggunakan kalium klorida sebagai elektrolit. Asumsi yang digunakan adalah tidak ada perbedaan konsentrasi tiap komponen yang terlibat di sepanjang arah jari-jari pipa.  5. biasanya limbah yang dihasilkan yaitu gas keluaran mikroorganisme yaitu gas CO2.

dalam sel meskipun konsentrasi di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi di luar sel. Sama dengan larutan yang dapat keluar dari sel dengan melawan gradien konsentrasi. Proses ini disebut kerja transport dan membutuhkan energi agar dapat mengambil nutrisi, membuang kotoran, dan menjaga keseimbangan ion. Tipe ketiga adalah kerja mekanik. Energi dibutuhkan untuk mengubah lokasi fisik dari organisme, sel, dan struktur di dalam sel. Sumber energi pokok dari semua energi biologi adalah sinar matahari. Energi tersebut ditangkap oleh phototrops (organisme) selama fotosintesis, dimana ia diserap oleh klorofil dan pigmen lainnya, dan dikonversi menjadi energi kimia. Kemolithoautotrophs memeperoleh energi melalaui oksidasi komponen inorganik daripada melalui sinar matahari. Energi kimia dari fotosintesis dan kemolithotrofi dapat digunakan oleh fotolithoautotrophs dan chemolithoautotrophs untuk mengubah CO2 menjadi molekul biologi seperti glukosa. Molekul kompleks yang dihasilkan oleh organisme autotrophic (tanaman maupun produsen mikroba) bertindak sebagai sumber karbon untuk kemoheterotrophs dan konsumen lain yang menggunakan molekul organik kompleks sebagai sumber material dan energi untuk membangun struktur selulernya (autotrophs menggunakan molekul organik kompleks). Kemoheterotrophs selalu menggunakan O2 sebagai akseptor elektron ketika oksidasi glukosa dan molekul organik lain menjadi CO2. Proses ini, ketika O2 berperan sebagai akseptor elektron final dan O2 direduksi menjadi H2O, disebut respirasi aerobik. Banyak energi yang dihasilkan dalam proses ini. Jadi pada ekosistem, energi ditangkap oleh photoautotrophs dan kemolithoautotrophs; beberapa energi ini kemudian mengalir ke kemoheterotrophs ketika mereka memakai nutrisi yang didapat dari autotrophs. Produksi CO2 selama respirasi aerobik dapat digabungkan kembali ke dalam molekul organik kompleks selama fotosintesis dankemolithoautotrophy. Pada ekosistem, aliran karbon dan energi sangat berhubungan. Tabel mikroorganisme dan sumber energinya:

Sel-sel harus dengan efisien mentransfer energy dari produksi energy. Sel-sel harus memiliki bentuk yang sederhana dari energy, agar. Dalam kehidupan, kebanyakan organisme memiliki energi yang berupa adenosine 5‟ tripospat (ATP). Ketika ATP memecah diri menjadi adenosin dipospat (ADP)dan orthopospat (Pi), energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk melakukan kerja. Kemudian, energi dari fotositesis,
79

respirasi aerobik, respirasi anaerobik, dan fermentasi digunakan untuk menyintesis ulang ATP dari ADP dan Pi. Siklus energi ini terjadi di dalam sel. Siklus energy dibuat dalam sel. Enzim adalah protein katalis yang memiliki spesivitas untuk reaksi. Katalis adalah substan yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut dalam proses reaksi tersebut. Enzim mempercepat reaksi seluler. Molekul yang bereaksi disebut substrat, substan yang terbentuk disebut produk. Banyak enzim yang merupakan protein murni, contohnya apoenzim, dan juga komponen nonprotein, yaitu kofaktor, yang dibutuhkan untuk aktivitas katalitik. Enzim lengkap terdiri dari apoenzim dan kofaktornya, yang disebut holoenzim. Jika kofaktor melekat pada apoenzim, ini disebut prosthetic group. Meskipun enzim berjumlah banyak dan jenisnya bermacam-macam, namun enzim dikelompokkan menjadi tujuh kelas umum. Pengelompokkan ini berdasarkan reaksi katalis yang dihasilkan oleh enzim. Enzim biasanya memiliki nama yang mirip dengan substrat yang akan direaksikan dan tipe reaksi katalis. Sebagai contoh, laktat dehidrogenase fungsinya adalah menghilangkan hidrogen dari laktat. Biasanya ditambah akhiran –ase. Klasifikasi enzim: Mekanisme reaksi enzim Enzim menambah kecepatan reaksi, tetapi tidak menjaga kesetimbangan secara konstan. Pada reaksi endergonik, enzim tidak melakukan kesetimbangan agar banyak produk terbentuk. Enzim mempercepat laju reaksi, agar laju reaksi melanjutkan kesetimbangan finalnya. Pada reaksi eksergonik, enzim akan menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan agar molekul reaktan dapat bereaksi bersama dan membentuk produk.

A B A tidak akan dikonversi menjadi B jika tidak disuplai oleh energi aktivasi. Enzim mengakselerasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga banyak molekul yang memiliki cukup energi untuk membentuk produk. Enzim membawa substrat dengan bagian tertentu yang disebut sisi aktif atau katabolis aktif. Enzim dapat berinteraksi dengan substrat melalui dua cara, yaitu lock and key dan induced fit model. Pada lock and key, enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Ukuran molekul enzim > ukuran molekul substrat. Sementara itu pada induced fit model, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat
80

memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. Contohnya adalah enzim heksokinase. Perubahan pH dan suhu mempengaruhi kerja enzim. Setiap enzim memiliki pH dan suhu optimum yang berbeda antara satu dengan yang lain. METABOLISME Metabolisme mencakup semua reaksi enzim-katalis dari sel, dan dapat dibagi menjadi proses primer dan sekunder. Jalur metabolisme primer umumnya digunakan oleh sebagian besar organisme. Terdapat dua jenismetabolisme, disebut sebagai katabolisme dan anabolisme, yang memanfaatkan energi dalam biosintesis komponen seluler untuk pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mempermudah pemahaman, katabolisme dan anabolisme dianggap sebagai proses yang berbeda, tetapipada faktanya kedua jenis metabolisme tersebut sangat terintegrasi. Produk dari metabolisme primer yang penting untuk industri tertentu adalah alkohol, asam amino, asam organik, nukleotida, enzim dan mikroba sel (biomassa). Beberapa mikroorganisme juga melakukan metabolisme sekunder, yang melibatkan jalur yang tidak digunakan selama pertumbuhan yang cepat. Metabolisme, seringkali menghasilkan produk akhir yang spesifi. Metabolit sekunder yang penting untuk industri adalah alkaloid, antibiotik, racun dan beberapa pigmen. Metabolit sekunder tertentu dapat memberikan suatu keuntungan ekologi, sedangkan yang lain tidak memiliki nilai nyata untuk organisme produser. KATABOLISME Semua sel mikroba vegetatif memerlukan pasokan energi kontinyu untuk proses yang terkait dengan pertumbuhan,transportasi, gerakan, dan perkembangan. Dalam mikroorganismekemoheterotrophic, sumber energi organikdiperoleh dari lingkungan dan kemudianditransformasikan oleh serangkaian reaksi enzim yang dikendalikandalam jalur metabolik tertentu. Metabolisme ini (katabolisme) mengarah ke pembentukanenergi potensial dalam bentuk adenosine 5 ¢-trifosfat (ATP) dan koenzim tereduksi, sepertisebagai nikotinamida adenin dinukleotida (NADH), nicotinamideadenin dinukleotida fosfat (NADPH)dan flavin adenin dinukleotida (FADH2), dan panas. Sebagian besar mikroorganisme dapat memanfaatkan karbohidrat,yang dapat bertindak sebagai sumber karbon dan energy yang baik.Glukosa adalah substrat yang disukai banyak mikroorganisme danada sangat sedikit organisme yang tidak bisa menggunakannya. Di alam, glukosa bebas biasanya tidak tersedia, tetapi dapat diperoleh melalui berbagai bentuk. Ini mungkin berasal dari interkonversi heksosa lainnya, hidrolisis disakarida, oligosakarida dan polisakarida dari lingkungan, atau dari bahan sel penyimpanan, seperti pati, glikogen dan trehalosa. Pembentukan energi dari glukosa didahului oleh fosforilasi, awalnya diikuti oleh oksidasi melalui sebagian besar piruvat (C3). Metabolisme glukosa untuk piruvat disebut glikolisis yang menyediakan ATP, prekursor dan mengurangi daya (terutama NADH). Namun, hanya ATP dalam jumlah terbatas yang diproduksi, yang dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Maksimal dua molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap unit glukosa teroksidasi ke titik ini. Proses ini menghasilkan piruvat yang menempati posisi penting dalam metabolisme perantara dan merupakan titik awal untuk katabolisme lanjut. JALUR GLIKOLISIS 1. Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)Pathway EMP merupakan rute yang paling umum dan ditemukan di semua kelompok utama organisme, termasuk flagelata, jamur, ragi dan bakteri. Jalur ini dapat beroperasi di bawah kondisi anaerobik atau aerobik dan terdiri dari reaksi 10 enzim-katalis yang terletak di dalam matriks sitoplasma. Kunci ketiga regulasi enzim dari jalur (heksokinase, fosfofruktokinase dan kinase piruvat) bertindak irreversibel. Semua langkah lainnya terjadi secara reversibel, yang penting untuk peran biosintesis dari jalur selama sintesis glukosa.

81

Jalur ini seringkali beroperasi pada waktu yang sama dengan jalur EMP.dapat menghasilkan dua molekul piruvat. Jalur PP di bawah kondisi aerobik atau anaerobik. Molekul ini kemudian dipecahmelalui aldolase untuk membentuk triose fosfat(C3).Tahap awal dari pemecahan glukosa membutuhkandua molekul ATP dalam pembentukan tiga-tahap fruktosa1. dan fosfat dihidroksiaseton (DAP). tapi jarang dalam jamur. dari setiap molekul glukosa dimetabolisasi. dari piruvat dibawah kondisi aerobic dengan menggunakan siklus Asam Trikarboksilat (TCA). satu ATP. 4. enam NADPH dan dua fruktosa 6-fosfat (F6P). Setelah fase oksidatif ini. yang merupakan hasil energi yang lebih rendah daripada jalur EMP. piruvat. sedangkan pada prokariota mereka berada di sitoplasma. melalui 6-phosphoglukonat. Dalam ragi. ribulosa 5-fosfat mengalami penataan ulang dalam serangkaianduakarbon dan tiga-karbon pertukaran fragmen. Ini melibatkan oksidasi dan dekarboksilasi glukosa 6-fosfat ke RuMP. GAP dapat dioksidasi menjadi piruvat dengan enzim pada jalur EMPatau juga dapat dikembalikan ke jalur awal melalui konversi dari dua GAP satu G6P. kemudian mengalami dehidrasi. terutama spesies Lactobacillus dan Leuconostoc. intermediet untuk sintesis asam amino aromatik. terutama erythrose-4-fosfat. pentosa. Molekul F6P dikonversikembali ke G6P untuk mempertahankan operasi dari siklus. Xanthomonas dan Zymomonas. enzimnya terletakdi matriks sitoplasma. 82 . dan GAP. satu NADH dan satu NADPH. Rhizobium. Secara keseluruhan. Jalur ini menghasilkan hanya setengah hasil ATP dibandingkan dengan jalur EMP.Untuk proses setiap tiga unit glukosa. Phosphoketolase (PK) Pathway Jalur ini juga sering disebut sebagai jalur Warburg-Dickens yang dioperasikan oleh beberapa asam laktat bakteri. Molekul enam-karbon dibelah oleh aldolase untuk membentuk dua senyawa C3. dihasilkan satuGAP. RuMP yang diisomerisasi untuk xylulose fosfat 5-(C5) dan kemudian dibelah oleh phosphoketolase untuk GAP (C3) dan asetil fosfat (C2). Jalur PP adalah siklik dan seperti semua jalur glikolitik. Jalur dimulai dengan pembentukan 6-phosphogluconate. ganggang dan protozoa. Yang pertama pada akhirnya dikonversi ke laktat dan yang kedua ke etanol. Oksidasimolekul resultan GAP dua piruvat menghasilkanenergi dalam bentuk empat molekul ATP melalui reaksi fosforilasi duasubstrat. The Entner-Doudoroff (ED) Pathway Relatif digunakan oleh sedikit mikroorganisme yang tidak memiliki jalur EMP. seperti di jalur PP. Kebanyakan bakteri gram-negatif. 3. untuk membentuk 2-okso-3-deoksi-6-phosphogluconate. ribulosa5-fosfat (Rump). terutama untuk digunakan dalam langkah reduktif dalam proses anabolik. termasuk spesies Azotobacter. Gula pentosa seperti xylose juga dapat dikatabolisasi melalui rute ini. terutama ribosa untuk biosintesis asam nukleat. dan sisanya dikatabolisasi melalui jalur EMP. Fosfat pentosa (PP) Pathway Jalur monofosfat ditemukan di banyak bakteri dan sebagian besar organisme eukariotik. Dekarboksilasi oksidatif piruvat dilibatkan untuk membentuk unit C2 asetil koenzim A (asetil KoA). Siklus enzim TCA terletak dalam matriks mitokondria pada bakteri eukariotik. Jalur ini sangat penting dalam penyediaan NADPH. Pseudomonas.6-bifosfat. bukan teroksidasi. Namun. misalnya. seperti di jalur PP. dan memiliki peran katabolik dan anabolik yang baik. dan lainnya biosintesis intermediet. dan yang terakhir juga dapat dikonversi menjadi piruvat. Untuk setiap molekul glukosa dioksidasi menjadi dua molekul piruvat. gliseraldehida 3-fosfat(GAP).GAP secara langsung diproses di jalur ini dan DAP akan diisomer untuk GAP sebelum dapat digunakan. ragi. 10-20% glukosa (lebih selama pertumbuhan pesat) terdegradasi melalui jalur PP. Mayoritas katabolisme bakteri.Ini melibatkan hilangnya satu karbon sebagai CO2 danpembentukan dua NADPH.dikatalisis oleh enzimtransketolase dan transaldolase. jamur berfilamen. 2. Jalur ini dimulai dengan oksidasi dua langkah oksidasi glukosa6-fosfat (G6P) ke fosfat pentosa(C5).

karena memiliki potensi redoks rendah dan direduksi menjadi air. 83 . Oksigen sangat ideal untuk ini. misalnya nitrat direduksi menjadi nitrit. asam purin dan pirimidin. Dalam kondisi anaerobik tidak berfungsi sebagai siklus. seperti dalam beberapa prokariota anaerob fakultatif dan obligate. senyawa lain atau ion yang memiliki potensial redoks rendah. Tiga reaksi dalam hasil siklus dalam pembentukan NADH dan satu menghasilkan FADH2. piruvatdehidrogenase. Selama delapan langkah berikut dari sikluslengkap TCA. dan molekul ATP tunggal dibentuk langsung oleh fosforilasi tingkat-substrat. siklus TCA melengkapi oksidasi piruvat menjadi CO2. Siklus yang tepat dimulai dengan kondensasi senyawa dua-karbon dengan oksaloasetat (C4) untuk membentuk sitrat (C6). beroperasi sebagai bercabang biosintesis jalur. untuk bertindak sebagai akseptor elektron terminal. Hal ini membutuhkan oksigen . dan mereduksi elektron pembawa untuk menghasilkan NADH dan FADH2. yang mana mikroorganisme dapat memanfaatkan. sebagai perantara beberapa masih diperlukan untuk biosintesis. Namun. Asetil KoA juga dapat dibentuk melalui pemecahan lipid dan beberapa asam amino. senyawa C4 dan C5. namun juga menyediakan intermediet. Respirasi mengarah ke pembentukanlebih banyak ATP dari oksidasi NADH dan FADH2. dua fragmen karbon teroksidasi menjadi dua molekul CO2 dan oksaloasetat adalah diregenerasi untuk menerima unit dua-karbon lebih lanjut. Siklus TCA tidak hanya sebuah jalur katabolik. ( Waites at all. 2001) RESPIRASI Semua formasi ATP dari oksidasi glukosa memilikitelah dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. koenzim ini tereduksi kemudian dapat digunakan untuk sintesis ATP dalam respirasi dan yang lebih penting. Hasilnya adalah sebagai berikut: Asetil KoA (C2) + 3NAD+ + FAD + ADP  2 CO2 + 3NADH + 3H+ + FADH2 + ATP Dalam hal katabolisme. untuk biosintesis amino. dan dai oksidasi alkana. Fasilitas ini untuk menghasilkan biosintetik intermediet juga hadir dalam mikroorganisme lainnya yang tidak memiliki siklus TCA lengkap.dikatalisis oleh multienzim yang kompleks. sedangkan beberapa dari produk akhir respirasi anaerob yang beracun.

sedangkan pada prokariota itu terikat dalam membran sitoplasma. Proton akhirnya melekat menjadi oksigen. ( Waites at all. Cythochromic yang terlibat meliputi : b558. Oleh karena itu. Gradien proton Ini digunakan untuk mengankut pembentukan ATP oleh oksidatif kemiosmotik fosforilasi mekanisme. Karena membran pada dasarnya kedap proton. mereka yang direoksidasi untuk digunakan lebih lanjut dalam metabolisme. dan terdiri dari berikut rantai pembawa elektron: NADH  flavoprotein  iron shulphur protein  quinone  cytochrome b  cytochrome c  cytochrome a  cytochrome a3 oxygen Dalam bakteri prokariotik. dengan rantai pemendek yang tidak lengkap pembentukannya sehingga hanya satu atau dua molekul ATP setiap NADH yang terbentuk. dimediasi oleh sintase ATP (ADP + Pi ÆATP). energi dilepaskan selama aliran elektron digunakan untuk membuat gradien proton untuk melintasi membran. sebagian besar dalam bentuk hidroksil (OH-) ion. akan dibentuh per NADH jika eneginya dikonversi 100% secara efisien. Dalam proses ini. Pasti anaerobic 84 . Respirasi aerobik dilakukan oleh bakteri aerob dan fakultatif anaerob dengan bantuan oksigen. proton (H+) yang dipindahkan dari dalam ke luar membran (ekskresi). atau untuk produksi ATP melalui oksidatif fosforilasi. pH luar membran bisa mencapai 5. tujuh ATP maksimum didapat. sedangkan di bagian dalam membrann mendekati 8. seperti transportasi terlarut.5. yang mendorong sintesis ATP melalui kemiosmotik fosforilasi.ETS Eukariota terletak di membran mitokondria. membentuk air. Meskipun system ini hanya sampai 40% dan oleh karena itu produk maksimum hanya 3 molekul ATP per NADH. 2001) Sebuah molekul NADH teridiri atas sekitar 218 kJ dari energy potensial dan itu diambil sekitar 30kJ untuk membentuk satu molekul ATP. Pada eukariota. terutama NADH atau FADH2. dalam teori. dan o. Hipotesis kemiosmotik diusulkan oleh Mitchell (1961) menjelaskan proses sebagai berikut: sebagai aliran elektron melalui sistem transportasi.5. b562. muatan negatif tetap berada di dalam. Ini merupakan energi potensial disimpan sebagai gradien proton atau proton-kekuatan pendorong. Rangkaian reaksi yang terlibat dapat digabungkan ke kebutuhan energi proses. Ketika operator menyumbangkan elektron. Akibatnya. seperti yang dijelaskan di atas. ke terminal akseptor. Elektron yang berasal dari oksidasi substrat yang berasal dari NADH atau FADH2. ETS dalam membran sitoplasmik memiliki pembawa yang agak berbeda. sedangkan proton pindah dari dalam ke luar membran. sebagai positif biaya yang dikeluarkan dari dalam membran. melalui serangkaian redoks atau reduksi-oksidasi reaksi. mereka tidak bisa lewat kembali dan gradien proton didirikan. Electron memasuki ETS dari pembawa. ETS dalam membran mitokondria menghasilkan tiga ATP molekul per NADH. d. elektron tersebut kemudian melewati serangkaian dari pembawa dalam membran.

fakultatif seperti Eshcerichia coli, setidaknya memiliki dua system respirasi, masing-masing berbeda afinitas oksigennya. Oleh karena itu, mereka dapat beradaptasi dengan konsentrasi oksigen yang bervariasi, dilanjutkan untuk menggunakan oksigen sebagai aseptor electron meskipun pada tingkat oksigen yang rendah. Beberapa bakteri anaerobic fakultatif atau anaerobic obligat melakukan respirasi anaerob. Keterlibatan ini serupa ETS, tetapi memiliki aseptor electron selain oksigen. Contoh dari respirasi anaerobic mencakup : 1. Respirasi Nitrogen, dilakukan oleh bakteri anaerobic fakultatif. Potensial redok dari nitrat adalah +0,42 volt, dibandingkan dengan +0,82 volt untuk oksigen. Oleh karena itu, lebih sedikit energy didapatkan kemudian oksigen sebagai electron aseptor dan molekul ATP dapat terbentuk. Prosesnya memiliki beberapa langkah, dimana nitrat direduksi melalui nitrat dan nitous oksida akhirnya menjadi dinitrogen, yangmana merujuk sebagai disimilator reduksi nitrat atau denitifikasi. Denitrifikasi meliputi spesies dari Pseudomonas, Paracoccus denitrificans, and Thiobacillius denitrificans.Bakterianaerob fakultativ yang lain meliputi E. coli dan relative, hanya mengurangi nitrat atau nitrit, dan tanggungjawab enzim, reduktase nitrat , dengan tingakt keberadaan oksigen yang terbatas. 2. Respirasi Sulfat, dipraktekan oleh kelompok kecil dari bakteri heterotrof, yang mana semuanya anaerobic obligat, misalnya spesies Desulfovibro. Mereka memproduksi hydrogen sulfide, yang berasal melalui beberapa kali intermediet. 3. Respirasi Karbon, dilakukan oleh archaeans seperti Methanococcus and Methanobacterium. Keduanya anaerob obligat yang mereduksi CO2 dan beberapa karbon monoksida menjadi metana. Bakteri metanogen ini biasanya menggunakan hydrogen sebagai sumber energy merekadan untuk mendapatkan anoksik lingkungan yang rendah nitrat dan sulfat. CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O Dalam penambahan nitrat, sulfat, dan karbondioksida, Besi (Fe3+), magnesium (Mn4+) dan beberapa komponen organic (dimetil sulfoksida, fumarat,glisin, dan trimetilamin oksida )dapat digunakan sebagai aseptor pada respirasi anaerobic pada bakteri. FERMENTASI Ketika respirasi bukan sebuah pilihan, organisme harus menggunakan mekanisme alternative untuk regenerasi suplai coenzim yang terbatas, direduksi selama oksidasi glukosa menjadi piruvat. Jika NAD(P)H tidak dioksidasi kembali menjadi NAD(P)+, selanjutnya metabolisme akan berhenti. Oleh karena itu, sebuah aseptor electron yang cocok harus di dapatkan untuk membawa electron. Fermentasi digunakan oleh molekul organik, piruvat atau derivative, sebagai aseptor elektron akhir, dengan cara demikian pembentukan NAD(P)+ dan katabolisme akan berlanjut. Ini adalah hasil dari pembentukan reduksi produk limbah , seperti alkohol dan asam, yang kemudian dikeluarkan dari sel. Meskipun, ini sangat boros dalam ketentuan dari pemulihan energy potensial dari glukosa, sebagai sedikit atau tidak ada ATP lebih lanjut dibentuk. Sebaliknya, oksidasi yang lengkap menghasilkan CO2, dalam hubungan dengan oksidasi posporilasi selama respirasi akan dapat membentuk 36 molekul ATP bahkan lebih per molekul glukosa. Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi, filamen jamur tertentu dan bakteri. Ini adalah suatu penerusan proses, di mana piruvat dari jalur EMP, atau melalui jalur ED dalam kasus Zymomonas, adalah dekarboksilasipertama menjadi asetaldehida, NAD+ kemudian dibentuk kembali selama reduksi asetaldehida menjadi etanol. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sejumlah bakteri, termasuk Streptococcus, Lactobacillus, Lactococcus dan Leuconostoc, bersama dengan beberapa jamur, alga dan protozoa. Berikut piruvat, bukan turunan piruvat, adalah akseptor elektron dan bentuk laktat. Ada dua bentuk fermentasi ini: 1. Fermentasi Homolaktik yang dioperasikan oleh bakteri seperti Lactobacillus acidiophilus and Lactobacillus casei, yang mana mengurangi hampir semua piruvat yang dibentuk oleh glikolisis asam laktik.
85

2. Fermentasi heterofermentatif menghasilkan produk lainnya bersama dengan asam laktat. Organisme yang melakukan itu termasuk Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus brevis, yang mengoperasikan jalur PK. Mereka membentuk laktat dari piruvat dan etanol dari fosfat asetil, dan dalam kasus tertentu asetat beberapa mungkin diproduksi. Fermentasi asam campuran yang dilakukan oleh E. coli dan terkait fakultatif anaerob. Produk meliputi laktat, asetat, jumlah kecil dari etanol dan format. Beberapa organisme memiliki kemampuan untuk mengurangi formate menjadi hidrogen dan CO2. Fermentasi 2,3-Butanediol dilakukan oleh Enterobacter, Erwinia, Klebsiella dan Serratia. Hal ini mirip dengan fermentasi campuran asam, namun menghasilkan butanadiol, bersama dengan etanol dan asam. Fermentasi asam propionat dilakukan oleh beberapa usus bakteri, seperti Propionibacterium spesies, beberapa yang terlibat dalam produksi komersial tertentu jenis kejuSwiss dan vitamin B12 (cobalamin). Propionat yang terbentuk dari piruvat melaluiCoA, di mana piruvat adalah terkarboksilasi oleh oksaloasetat, dan kemudian dikurangi menjadi propionat melalui malat, fumarat dan suksinat.Proses ini membutuhkan kofaktor, biotin, CoA dan CoB12. Fermentasi asam butirat dilakukan oleh spesies Clostridium. Spesies ini adalah pembentuk spora anaerobik yang juga memproduksi aseton, butanol, propanol, alkohol danasam lainnya. Mereka juga fermentasi asam amino, nitrogen dan senyawa lainnya, serta karbohidrat. KATABOLISME LIPID DAN PROTEIN Karbon merupakan sumber karbohidrat,sebelum karbon digunakan dalam katabolisme, seperti lipid sebagai digliserida dan trigliserida dihidrolisis oleh lipase untuk menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak kemudian dapat dipecah oleh jalur b-oksidasi. Berikut FAD dan NAD+ yang digunakan untuk menerima elektron, dan duaunitkarbon berhasil dihapus, dalam bentuk asetil CoA, yang kemudian dapat memberi makan langsung ke siklus TCA. Gliserol dapat terfosforilasi untuk fosfat gliserol, diikuti oleh oksidasi terhadap DAP dan isomerisasi untuk GAP. Unit C3 kemudian bisa masuk jalur EMP. Protein ekstraseluler yang dihidrolisis oleh protease untuk menghasilkan asam amino bebas, yang dapat diangkut ke sel. Katabolisme asam amino awalnya melibatkan penghapusan kelompok amino mereka. Hal ini biasanya dicapai melalui transaminasi, di mana kelompok amino yang disumbangkan ke host keto, misalnya aminasi piruvat untuk membentuk alanin. Asam keto yang dihasilkan dari transaminasi kemudian dapat dioksidasi dalam siklus TCA. Kelebihan gugus amino dapat terakumulasi dan sering diekskresikan sebagai ion amonium, yang menyumbang untuk meningkatkan pH media selama pertumbuhan beberapa bakteri. PENYIMPANAN ENERGI Ketika kelebihan gizi yang tersedia, mikroorganisme biasanya mensintesis senyawa yang dapat disimpan untuk kemudian gunakan selama periode kekurangan nutrisi. Penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. Bila diperlukan, cadangan polimer yang dihidrolisis oleh phosphorylases, membentuk glukosa 1-fosfat, yang secara langsung dapat masuk katabolisme. Banyak mikroorganisme menyimpan energi yang kaya lipid. Poli b-hidroksibutirat umumnya ditemukan pada bakteri, namun tidak diproduksi oleh eukariota. Jamur berfilamen dan ragi sering menyimpan lipid netral (trigliserida) dalam vakuola. Volutin butiran, terdiri dari polymetaphosphates, juga disimpan oleh beberapa prokariota dan eukariota, yang bertindak baik sebagai fosfat dan cadangan energi. Bakteri Sulphur dapat mengakumulasi butiran belerang oleh oksidasi H2S. Ketika tidak ada media lanjut pasokan sulfida yang tersedia, ini toko belerang teroksidasi untuk sulfat, menyediakan setara mengurangi CO2 untuk fiksasi atau fosforilasi oksidatif.
86

Pertanyaan: 1. Bagaimana proses pembentukan enzim? (Pandu Rahmat Pinasthiko/115061107111001). Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino, sehingga pembentukannya identik dengan sintesis protein. Sintesis protein dilakukan oleh RNA berdasarkan transkip kode dari DNA. Sintesis ini dilakukan di dalam ribosom (Sumardjo, 2006). 2. Mengapa pada siklus asam trikarboksilik, terdapat materi yang berubah-ubah? (Lilis Triyowati A./115061101111009) Pada siklus trikarboksilik, diperlukan enzim yang membantu untuk mengkatalis reaksi, enzim yang dibutuhkan tersebut berbeda-beda jenisnya dan nantinya akan keluar dari siklus membentuk enzim yang sama. 3. Pada proses respirasi sulfur anaerob, apa maksud intermediet yang menghasilkan hidrogen sulfida? (Ayu Indah W./115061101111011) Intermediet adalah molekul-molekul yang terbentuk dari reaksi sebelumnya. 4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi siklus krebs? (Dian Nita Citra D./115061101) Faktor yang mempengaruhi silus kreb adalah ketersediaannya glukosa sebagai material utama yang dipecah. 5. Dimana energi disimpan pada mikroorganisme? (Dwi Chandra P./115061107111003) Energi disimpan dengan berbagai macam cara, setiap mikroorganisme memiliki cara yang berbeda, salah satunya adalah di dalam vakuola. 6. Dimana siklus trikarboksilik terjadi? (Dhanang Edy P./115061101111). Siklus trikarboksilik terjadi di matriks mitokondria (Campbell, dkk., 2002). 7. Perubahan NAD+ menjadi NADH, FADH menjadi FADH2 atau sebaliknya dibantu dengan apa ? Lalu saat kapan dan dimana proses tersebut terjadi ? Jelaskan ! (Sharfina Widyaningrum/1150611051110) Penjelasan : NAD+ adalah hasil reduksi dari NADH. NADH bersama piruvat dan H+bereaksi dan membentuk NAD+ dan laktat, seperti reaksi berikut :

Piruvat tersebut berasal dari proses glikolisis yang terjadi pada mikroba. (John F, 1986). Sedangkan pembentukan FADH2 terjadi seperti digambarkan pada reaksi berikut :

(Kenneth B,2004) 8. Mikroorganisme terdiri dari berbagai macam jenis. Apakah energy yang disimpan oleh tiap-tiap mikroorganisme sama? (Febrika Larasati/115061101111001) Energi yang disimpan oleh tiap-tiap organisme berbeda, sebagai contoh, penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon
87

dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. 9. Hasil dari respirasi nitrat, sulfat, dan karbohidrat tersebut digunakan untuk apa? (Mutia Dhana F./11506110011100) Hasil dari reaksi anaerob menyebabkan lingkungan tercemar, jadi adanya hasil respirasi anaerob dapat dijadikan indikator kesehatan lingkungan. 10. Pada siklus asam trikarboksilik, mengapa CoASH harus masuk dan keluar lagi dalam siklus ? fungsi dari CoASH itu apa ? Dan apakah ada bedanya CoASH yang masuk dan keluar (komposisi) ?(Freshsya Zatalini/115061100111003) CoASH adalah koenzim A yang fungsinya adalah sebagai enzim yang mengkatalis reaksi, sehingga CoASH yang masuk ke dalam siklus sama dengan yang keluar, tidak ada perbedaan dari segi komposisi karena sifat enzim tidak ikut bereaksi. 11. Pada respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen, apakah itu benar? Padahal semua organisme itu selalu membutuhkan oksigen. (Mar‟atus Sholihah/11506110011100) Respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen karena respirasi sulfat membutuhkan sufat yang direduksi, dalam peristiwa, oksigen tidak dibutuhkan

88

biasanya dalam bentuk ionion (K+. natrium.Beberapa mikroorganisme dapat mengasimilasi H2S secara langsung dari medium pertumbuhan tetapi senyawa ini dapat menjadi racun bagi banyak organisme. Mg2+. Cu2+. 5. maka disebut organisme kemoautotrof.(Berman dkk.Belerang adalah komponen dari banyak substansi organik sel. Beberapa bakteri autotropik dapat mengoksidasinya menjadi sulfat (SO42-). kalsium. dan Zn2+ dibutuhkan dan mineral ini seringkali terdapat dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya.butuhkan untuk fungsi tubuh. Semua organisme membutuhkan karbon Semua organisme hidup membutuhkan karbon dioksida walaupun dalam jumlah yang sedikit tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik. . Semua organisme hidup membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolisme danpertumbuhannya.2009) PERSYARATAN Persyaratan nutrisi bagi organisme secara umum adalah sebagai berikut:( Plezar. Sedangkan persayaratan akan sulfur pada tumbuhan secara khas dipenuhi melalui senyawa-senyawa anorganik. Banyak mineral lainnya sepertiMn2+. Bila mereka memperoleh energinya dari cahaya maka disebut organisme fotoautotrof. dan bila memperoleh energinya dengan cara mengoksidasi senyawa kimia. Co2+. seng. Ditinjau dari segi nutrisi. Semua organisme hidup membutuhkan belerang (sulfur) dan fosfor Persyaratan akan zat sulfur pada hewan secara khas dipenuhi oleh senyawa-senyawa sulfur organik. hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. semua organisme yang disebutkan diatas adalah organism autotrof. kalium. 6. seperti gula dan karbohidrat lain. Semua organisme hidup membutuhkan sumber energi. zat nonorganik dan zat yang memproduksi energi yang ditemukan dalam makanan dan di. Belerang membentuk bagian struktur beberapa koenzim dan ditemukan dalam rantai samping cisteinil dan merionil protein. Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan sebagian besar mikroorganisme. dan besi. Mikroorganisme yang lain tidak dapat menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbon dan hidupnya bergantung pada organisme ototrof untuk memproduksi karbohidrat dan senyawa-senyawa organik lain yang digunakan sebagai makanan.2006) Nutrisi sebagai sumber energi NUTRISI 1. kalsium. mereduksi sulfat menjadi hidrogen sulfida (H2S). Ca2+. magnesium. Organisme yang membutuhkan senyawa-senyawa organik lain sebagai sumber karbonnya disebut organisme heterotrof . mangan. 2. Seluruh organisme hidup memerlukan oksigen 89 3. Tumbuhan. Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan sulfat sebagai sumber belerang. dan Fe2+). 4. magnesium. alga dan beberapa kuman berklorofil membutuhkan karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis. besi. 7. Semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsur logam. tembaga dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. Fosfor biasanya diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat.Beberapa bentuk kehidupanseperti tumbuhan hijau dapat menggunakan energi pancaran atau cahaya dan dinamakan fotoautotrof. Semua organisme yang hidup memerlukan nitrogen Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik seperti kalium nitrat (KNO3)sedangkan hewan membutuhkan senyawa nitrogen organik seperti protein dan produk-produk hasil peruraiannya yaitu peptida dan asam-asam amino tertentu.PENGERTIAN NUTRISI DAN NUTRIEN Nutrisi adalah apa yang dimakan seseorang dan bagamaina tubuh menggunakannya sedangkan nutrien adalah zat organik. Mo2+.

Contohnya naphthalene dapat menyediakan semua karbon dan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan respirasi heterotropik. Banyak organisme respiratif menghasilkan lebih dari cukup karbondioksida untuk memenuhi kebutuhannya.Secara garis besar bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu air. sumber aseptor elektron. Sumber Nitrogen dan Belerang Nitrogen merupakan komponen utama protein dan asam nukleat. Semua organisme hidup membutuhkan vitamin Vitamin adalah senyawa organik khusus yang penting untuk pertumbuhan. sumber karbon. Heterotrof membutuhkan karbon organik untuk pertumbuhannya dan karbon organik tersebut harus dalam bentuk yang dapat diasimilasi. .Mikroorganisme anaerob fakultatif tumbuh dengan adanya O2 udara. Untuk sel. oksigen tersedia dalam bentuk air. jadi bersifat aerotoleran tetapi organisme ini tidak dapat memanfaatkan O2tetapi memperoleh energi semata-mata dari peragian. glukosa. 1. dapat membantu pertumbuhan fermentatif atau respirasi dari banyak organisme. Meskipun bakteri membutuhkan vitamin didalam proses metaboliknya yang normal. Banyak mikroorganisme memiliki kemampuan untuk mengasimilasi nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) secara reduksi dengan mengubahnya menjadi amoniak (NH3).Organisme ini termasuk kelompok autotrof.8. dan sebagai aseptor atau donor elektron. Bahan makanan yang digunakan oleh jasad hidup dapat berfungsi sebagai sumber energi. sumber energi. faktor tumbuh. bahan pembangun sel.2003) Sumber Karbon Tumbuhan-tumbuhan dan beberapa bakteri mampu mengunakan energyfotosintetik untuk mereduksi karbondioksida pada penggunaan air.Jalur dissimilasi digunakan oleh organisme yang menggunakan ion ini sebagai 90 2.Substrat pertumbuhan disuplai pada tingkatan yang cocok untuk galur mikroba yang akan ditumbuhkan. Karbondioksida dibutuhkan pada sejumlah reaksi biosintesis. Nutrient diklasifikasikan berdasarkan elemen yang mereka suplai yaitu : (Rusdimin. Organisme anaerob obligat hanya dapat hidup dalam lingkungan bebas oksigen. Dalam aspek nutrisi akan vitamin pada bakteri menunjukkan pola yang beragam. JENIS NUTRIENT Nutrien dalam media perbenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik organisme baru.Jalur asimilasi ini berbeda dengan jalur dissimilasi nitrat dan nitrit.Nitrogen mungkin disuplai dalam bentuk yang berbedadan mikroorganisme beragam kemampuannya untuk mengasimilasi nitrogen. Autotrof lain adalah khemolitotrof yaitu organisme yang menggunakan substrat anorganik seperti hidrogen atau thiosulfat sebagai reduktan dan karbondioksida sebagai sumber karbon.Hasil akhir dari seluruh jenis asimilasi nitrogen adalah bentuk paling tereduksi yaitu ion ammonium (NH4+). sumber mineral. yaitu ±10 % dari berat kering sel bakteri. dan sumber nitrogen.Selain itu masih banyak organisme yang tergantung dari molekuloksigen (O2 atau dioksigen). Kebanyakan vitamin berfungsi membentuk subsansi yangmengaktifkan enzim. tetapi sangat sedikit organisme yang memiliki jalur metabolik yang perlu untuk asimilasi naphthalene. makhluk hidup yang tidak membutuhkan nutrien organik untuk pertumbuhannya. tetapi yang lain membutuhkan sumber karbondioksida pada medium pertumbuhannya. beberapa mikroba mampu mensintesis seluruh kebutuhan vitaminnya.Sebaliknya.Untuk organisme ini O2 bersifat toksik.Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam bentuk senyawa organik. Organisme dibedakan menjadi tiga yaitu organisme aerob obligat yang mampu menghasilkan energi hanya melalui respirasi dan dengan demikian tergantung pada oksigen. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi ke dalam substansi sel sebagai sumber karbon yang digunakan metana atau hidrokarbon aromatik yang berantai panjang.

lipid A). yang dikeluarkan ke atmosfer. Selain itu. Sumber Oksigen Oksigen adalah komponen universal pada sel dan selalu terdapat dalam jumlah yang besar pada zat gizi yang utama yaitu air. Fosfat selalu diasimilasi sebagai fosfat anorganik bebas (Pi). biasanya dalam bentuk ion-ion (K+. 5. oksigen molekular merupakan racun. dan hasilnya adalah gas nitrogen (N2). Berdasarkan jumlah yang digunakan nutrient juga dibedakan menjadi dua yaitu makronutrient(digunakan dalam jumlah besar) dan micronutrient(digunakan dalam jumlah kecil). senyawa Konstituen dalam organik. Tabel 2. Kemampuan untuk mengasimilasi N2 secara reduksi melalui NH3 disebut fiksasi nitrogenadalah sifat untuk prokariota dan relatif sedikit bakteri yang memiliki kemampuan metabolisme ini. magnesium.elektron penerima terminal dalam respirasi.Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolism. Sumber Phospor Fosfat (PO43-) dibutuhkan sebagai komponen ATP. Banyak mineral lainnya (seperti Mn2+. Air Air merupakan komponen utama sel mikroba dan medium. kalsium. CO2 dan bahan material sel O2 dan cairan sel. Ca2+. dan Fe2+). 3. Cu2+. maka organisme semacam iini disebut aerob obligat. Kemampuan fiksasi nitrogen ditemukan pada beragam bakteri yang berevolusi sangat berbeda dalam strategi biokimia untuk melindungi enzim fixing-nitrogen nya dari oksigen.1 Nutrisi Makronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Sumber Fungsi Makronutrien Karbon 50 Senyawa organik Konstituen utama atau CO2 dari bahan material sel Oksigen 20 H2O. komponen dinding sel (teichoic acid). lipid (fosfolipid. banyak metabolit. Mg2+.Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan mikroorganisme. dan Zn2+) dapat ditemukan dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. Pada ekstrem faali yang lain terdapat mikroorganisme yang mendapat energi dari reaksi yang tidak menyertakan pemanfaatan oksigen molekular dan bentuk kimia unsur ini bukanlah zat gizi. . Bagi banyak golongan faali.Fungsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. Organisme semacam ini adalah anaerob obligat. beberapa polisakarida kapsul dan beberapa protein adalah bergugus fosfat. Co2+. Sumber Mineral Sebagian besar mineral dibutuhkan untuk fungsi enzim. Beberapa mikroorganisme yang dapat tumbuh baik dengan maupun tanpa oksigen molekular adalah anaerob fakultatif. asam nukleat dan sejumlah koenzim seperti NAD. Mo2+. dan besi. Banyak organisme yang memerlukan oksigen molekular(O2). baik membunuhnya maupun menghambat pertumbuhannya.Hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. NADP dan flavin. Organisme ini bergantung pada respirasi aerobik untuk memenuhi kebutuhan energi dan oksigen molekular berfungsi sebagai perantara yang mengoksidasi. Proses tersebut membutuhkan sejumlah besar energi metabolik dan tidak dapat aktif dengan adanya oksigen. 6. O2 91 4. proses ini dikenal sebagai denitrifikasi.

N2 asam amino. S. H2 senyawa organik dan cairan sel. senyawa Konstituen dari organik.2003 SUMBER ENERGI 92 .5 Garam kalsium Kation sel. kofaktor untuk enzim tertentu.5 Garam magneesium Kation sel dan kofaktor untuk beberapa reaksi enzim tertentu Kalsium 0. Sumber : Rusdimin.coli dalam fase pertumbuhan eksponensial. Senyawa sulfur organik Garam kalium Fungsi Konstituen dari senyawa ionik dan beberapa koenzim Kalium 1 Kation selular utama dan kofaktor untuk enzim-enzim tertentu Magnesium 0. nukleotida.2 Nutrisi Mikronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Makronutrien Sulfur 1 Sumber SO2. Fosfat(PO4) Konstituen asam nukleat. Senyawa Konstituen dalam organik.2003 Tabel 2.Nitrogen 14 Hidrogen 8 Fosforus 3 adalah akseptor dalam respirasi aerobik NH3. asam nukleat dan koenzim H2O. fosfolipid Sumber : Rusdimin. H2S. NO3. Juga penting bagi pembentukan sebagai proton.2 Garam besi Komponen sitokrom dan protein lain serta salah satu kofaktor untuk beberapa reaksi enzim Ket : % berat kering tersebut untuk sel E. dan salah satu komponen endospora Besi 0.

Faktor tumbuh Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana. senyawa organik. Jakarta.Aseptor elektron ialah agen pengoksidasi. Edward Alderberg dan John Ingraham. jika menggunakan energi cahaya. NO3-.Autotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik. NO2-. Berdasarkan sumber energi Berdasarkan atas sumber energi jasad dibedakan menjadi jasad fototrof. dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim. Jasad parasit ialah jasad yang hidup di dalam jasad hidup lain dan menggunakan bahan dari jasad inang nya. Fungsi Unsur Nutrisi untuk Mikroba Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel unsur tersebut di berikan kepada medium sebagai kation garam anornagilik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya.Jika didasarkan atas sumber energi dan karbonnya. dan Fe3+. khemoautotrof dan khemoheterotrof. maka dikenal jasad fotoautotrof. fotoheterotrof. Bharata Karya Aksara. base purin dan pirimidinsebagai penyusun asam nukleat. 1982) 1. 93 . faktor tumbuh digolongkan menjadi asam aminosebagai penyusun protein. Dunia Mikroba 1.1994) 1. PENGGOLONGAN MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dibedakan menjadi :( Stanier Roger dkk. misalnya CO2 dan senyawa karbonat.Berdasarkan struktur dan fungsinya dalam metabolisme.Berdasarkan sumber karbon Berdasarkan atas kebutuhan karbon dibedakan menjadi autototrof dan heterotrof. Heterotrof dibedakan lagi menjadi jasad saprofit dan parasit. Sumber aseptor elektron Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. 2. 1982. Jasad saprofit ialah jasad yang dapat menggunakan bahan organik yang berasal dari sisa jasad hidup atau sisa jasad yang telah mati. Jasad parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya disebut jasad patogen.Ada beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya terutama cahaya matahari. N2O. Perbedaan dari keempat jasad tersebut sbb: Tabel 2. 2.Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2. Karena elektron dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas.3 Perbedaan jasad berdasarkan sumber energi Jasad Sumber Karbon Fotoautotrof Zat anorganik Fotoheterotrof Zat organik Khemoautotrof Zat anorganik khemoheterotrof Zat organik Sumber Energi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat anorganik Oksidasi zat organik Sumber :Stanier Roger. dan khemotrof. 3. jika menggunakan energi dari reaksi kimia. CO2.Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit.Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron.( Schlegel. maka harus ada suatu zat yang dapat menangkap elektron tersebut. Heterotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik.

Berdasarkan sumber donor elektron Berdasarkan atas sumber donor elektron jasad digolongkan manjadi jasad litotrof dan organotrof.3. Edward Alderberg dan John Ingraham. dan masih dapat tumbuh pada suhu 0oC.( Cotty. mikroba yang tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20oC. fotoorganotrof. khemolitotrof.Jasad kapnofil ialah jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO2 tinggi. Termofil. NH3. mikroba juga dibedakan berdasarkan kondisi lingkungan yaitu suhu. Dunia Mikroba 1. alga Khemolitotrof Oksidasi zat anorganik Zat anorganik Bakteri belerang Khemoorganotrof Oksidasi zat organik Zat organik fotosintetik Bakteri besi. mikroba ini tumbuh optimum pada suhu di atas 45oC. sering disebut anaerob obligat atau anaerob 100% ialah jasad yang tidak dapat menggunakan oksigen bebas sebagai aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya. Pertumbuhan mikroba di dalam media cair dapat menunjukkan sifat berdasarkan kebutuhan oksigen. dan kapnofil. 2. jasad dapat digolongkan dalam jasad aerob. Beberapa bakteri mesofil dapat tumbuh (tetapi tidak optimal) pada suhu tinggi atau suhu yang lebih rendah. 1988) Suhu Berdasarkan ketahanannya terhadap suhu. pH (Kemasaman) 94 .Jasad ini juga bersifat anaerob toleran.4 Perbedaan jasad berdasarkan sumber enegidan donor elektron Jasad Sumber Energi Sumber Donor Contoh Elektron Fotolitotrof Cahaya Zat anorganik Tumbuhan tingkat Fotoorganotrof Cahaya Zat organik tinggi. dan khemoorganotrof. bahkan ada yang di atas 100 oC (ekstrim). anaerob fakultatif. dan S. Jasa anaerob. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. Berdasarkan sumber energi dan donor elektron Berdasarkan atas sumber energi dan sumber donor elektron jasad dapat digolongkan menjadi jasad fotolitotrof. anaerob.Jasad aerob fakultatif ialah jasad yang dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob. Jakarta. 3. Perbedaan keempat golongan jasad tersebut sbb: Tabel 2. bakteri nitrifikasi Jasad heterotrof Sumber : Stanier Roger.pH(keasaman) dan tekanan osmotik. H2S. Berdasarkan kebutuhan oksigen Berdasarkan akan kebutuhan oksigen. Bharata Karya Aksara. 1982.anaerob Aerotoleran/Anaerob Mikroaerofil Jasad aerob ialah jasad yang menggunakan oksigen bebas (O2) sebagai satusatunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya. mikroaerob. anaerob Obligat . Jasad mikroaerob ialah jasad yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit. mikroba yang tumbuh pada suhu 20-40oC. Selain mikroba dibedakan berdasarkan nutrisi dan oksigen.Jasad litotrof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2. bakteri hidrogen. 5. Psikrofil. 4. Obligat aerob Fakultatif. Jasad organotrof ialah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik. Mesofil.

Tekanan Osmotik Perbedaan tekanan osmotik dapat memecahkan sel mikroba. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5. Untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kita inginkan. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9. Mikroba yang dapat mensintesis bahan selnya dari senyawa organik sederhana dalam medium. Contoh lain ialah biakan campuran yang terdiri atas dua jenis mikroba atau lebih sering tidak memerlukan faktor tumbuh untuk pertumbuhannya.( Tryana. Sebagai contoh ialah bakteri penghasil metan yang anaerob obligat tidak dapat menggunakan glukosa sebagai substrat. Kenyataan ini dapat menimbulkan koloni satelit yang dapat dilihat pada medium padat.T.( Suriawiria. Contoh: fungi. Beberapa arkhaeobakteri hanya dapat tumbuh pada konsentrasi elektrolit (biasanya NaCl). Alkalofil.Berdasarkan ketahanannya terhadap pH. Adanya ekskresi tersebut memungkinkan tumbuhnya mikroba lain. 2. Dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad lainnya. Bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiose mutualistik. 1999) 95 . Neutrofil.5. 1999) Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8). karena kedua jasad tersebut saling memerlukanm faktor tumbuh esensiil yang diekskresikan oleh masing-masing jasad. S. maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah.Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-melekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKAN NUTRIEN Jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium. 3. Asidofil. 2008) MEDIA SEBAGAI SUMBER NUTRISI MIKROBA Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang di perlukan mikroorganisme untuk pertumbuhan. Bakteri yang tahan pada kadar garam yang relatif tinggi disebut bakteri Halofil yang bersifat halotoleran. akan mengekskresikan berbagai vitamin atau asam amino yang sangat penting untuk mikroba lainnya. Koloni satelit hanya dapat tumbuh kalau ada ekskresi dari mikroba lain yang menghasilkan faktor tumbuh eseniil bagi mikroba tersebut. bakteri Thiobacillus yang hidup pada pH 2-3. ( Suriawiria. tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9. Fenomena ini merupakan hasil interaksi metabolisme atau interaksi dalam penggunaan nutrisi yang dikenal sebagai sintropik atau sintropisme atau sinergitik. tetapi bakteri tersebut akan segera tumbuh oleh adanya hasil metabolisme bakteri anaerob lain yang dapat menggunakan glukosa. yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. tinggi. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolate mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komponen media pertumbuhannya.

glukosa. namun ada pula yang membutuhkan media khusus. fruktosa. Air (H2O) sebagai pelarut b. c. msalnya phenol red (indicator asam basa) ditambahkan untuk indicator perbahan pH akibat produksi asam organic hasil metabolisme. sukrosa. Silica gel. O. terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alcohol.Bahan tambahan Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam medium dengan tujuan tertentu. liver. Beberapa mikroorganisme dapat umbuh pada berbagai media. gelatin. Yeast extract. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0. Jasad heterotrof memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat. unsur mikro seperti Fe. Bahan-bahan media biakan: ( Suriawiria. plasenta.Media biakan harus berisi zat hara dan mempunyai keadaan fisik yang sesuai pertumbuhan bakteri. lemak. c. mengandung basa organic terbuat dari otak. N.Kekurangannya adalah lebih banyak jemis mikroba yang mampu menguraikan dibandingkan agar. manitol. Agar. Vitamin-vitamin. b. Peptone. unsur-unsur logam. adalah produk hidrolisis protein hewani aau nabati seperti otot. limpa. Glatin adalah polimer asam aminio yang diproduksi dari kologen. Meat extract. 96 . Jika dicampur dengan air dingin. Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur malro seperti C. Mg dan unsur pelekat/trace element. protein. b. c. Sumber nitrogen mencakup asam amino. P.Nutrisi yang berbeda di dalam media biakan di gunakan untuk pertumbuhan. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap dan vitamin (B complex).Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan adalah amilum.Silica gel khususnya digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof abligat. protein atau senyawa bernitrogen lain.5-1%. d. susu. Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Fungsinya juga sebagai pemadat media. dapat diperoleh dalam bentuk batangan. fasfor.Nutrisi atau zat makanan a. ditambahkan untuk memperkaya asam amino dan gas dari karbohidrat. agar tidak akan larut. dan daging sapi. dan bahkan ada yang tidak dapat tumbuh sama sekali dalam medium buatan. darah. granula atau bubuk dan terbuat dari rumput laut. Karbohidrat. MEDIUM KULTUR Medium kultur adalah material nutrien yang disiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. semi-padat dan cair. 3. karbon. sintesis sel. H. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling). 1999) 1. Agar sulit di degradasi oleh mikroorganisme pada umunya dan mencair pada suhu 450C. sulfur. d.Bahan dasar a. vitamin dan air. dan asam organic. keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. nitrogen. dan lain-lain. galaktosa.Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsure dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Glatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. kasein. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi sebagai pemadat media. laktobumin. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media a. dan kedelai. untuk melarutkannya harus diasuk dan dipanasi. 2.Media biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat. d. Sumber karbon dan energi yang dapat di peroleh berupa semyawa organic atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya.

Mikroba yang tumbuh dan berkembangbiak dalam medium kultur disebut dengan kultur. ia disebut inokulum. daging. yang terdiri dari sejumlah nutrien seperti ekstrak dari ragi.Mengandung nutrien yang tepat untuk mikroorganisme yang ingin ditumbuhkan.Kultur harus diinkubasi pada temperatur yang tepat.2002)  Chemically Defined Media Untuk mendukung pertumbuhan mikroba.0 g NaCl 8. medium harus mengandung bahan organik yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh. Agar biasa digunakan dalam makanan seperti jeli dan es krim. Supaya tetap cair. coli. contohnya adalah Neisseria. . suatu senyawa polisakarida kompleks yang berasal dari alga di lautan. nitrogen.0 g Ekstrak daging sapi 3. Suatu Medium Kompleks untuk Pertumbuhan Bakteri Heterotrof Konstituen Jumlah Pepton 5. suatu medium harus menyediakan energi. Ada beberapa kriteria medium kultur agar dapat menumbuhkan suatu kultur: (Prescott dkk. Ada beberapa jenis medium. fosfor. tanaman. akan sebanding dengan jumlah vitamin dalam substansi.2002) . Beberapa mikroorganisme juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan microbiological assay. kecuali vitamin yang akan ditentukan konsentrasinya. yang bisa dilihat dari jumlah asam laktat yang dihasilkan. Salah satu contohnya adalah Lactobacillus. Untuk melakukannya. suatu agen pemadat (solidifying agent) perlu ditambahkan ke dalam medium. Organisme yang membutuhkan banyak bahan-bahan faktor pertumbuhan disebut “fastidious”. substansi yang akan dites.Medium harus steril (tidak ada kehidupan lain di dalamnya) sehingga kultur hanya mengandung mikroba yang diinginkan. Sebagai contoh. Tabel berikut menunjukkan resep yang umum digunakan.0 g Agar 15. medium pertumbuhan yang mengandung semua bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme disiapkan terlebih dahulu. dan sejenisnya. glukosa dimasukkan dalam medium untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof E. maupun digest dari protein. yaitu menentukan konsentrasi vitamin dalam suatu substansi. sulfur. Untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof. agar disimpan dalam air pada temperatur 50°C. . Pada kisaran temperatur ini masih aman bagi bakteri ketika agar dituangkan pada mereka. medium bisa diinkubasi bahkan hingga temperatur mendekati 100°C (agar mencair pada 100°C) sehingga bisa digunakan untuk menumbuhkan bakteri termofilik. Agen pemadat yang paling sering digunakan adalah agar. Komposisi kimianya sedikit bervariasi dari batch satu dan batch lain. dan bahan-bahan lain yang tidak dapat disintesis oleh mikroba dalam medium itu. Pertumbuhan bakteri. karbon.  Media kompleks (Complex Media) Hampir semua bakteri heterotropik dan fungi ditumbuhkan dalam media kompleks. Medium dengan bahan kimia yang ditentukan adalah medium yang dapat diketahui dengan pasti komposisi kimianya. yaitu: (Prescott dkk. dan mikroba digabungkan. Begitu agar memadat. Jika dibutuhkan suatu medium solid untuk menumbuhkan bakteri.0 g Air 1 liter 97 bel 1: . yaitu bahan yang mengandung karbon dan energi. Kemudian medium.Ketika mikroba pertama kali dimasukkan ke dalam medium kultur untuk memulai perkembangbiakan. Komposisi Nutrient Agar.

Bismuth sulfite mampu menghambat bakteri gram-positif dan kebanyakan bakteri gram-negatif pada saluran pencernaan (kecuali S. Suatu media khusus yang disebut media pereduksi (reducing media) digunakan untuk bakteri anaerobik. Kandungan NaCl mampu menghambat 98 . Cawan dimasukkan ke dalam wadah itu. Selain itu.  Media pertumbuhan anaerobik (Anaerobic Growth Media) Bakteri anaerobik merupakan bakteri yang tidak tahan oksigen. ada cara yang lebih sederhana. Jika agar ditambahkan. Pada umumnya. Pada metode ini. yaitu dengan candle jar. sehingga jika terkena oksigen ia akan mati. Staphylococcus aureus mampu menoleransi NaCl dalam konsentrasi tinggi. Reaksi yang terjadi menghasilkan H2 dan CO2. Vitamin dan bahan-bahan organik lain disediakan oleh ekstrak daging maupun ragi.  Media selektif dan media diferensiasi Media selektif adalah media yang didesain untuk menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan dan mendukung pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Ini menjadi masalah dalam kultivasi bakteri anaerobik. kebutuhan energi. Jika kultur ternyata harus ditumbuhkan di cawan Petri. dan ia juga dapat memfermentasi manitol untuk membentuk asam. Dengan bantuan katalis paladium. Lilin akan berhenti menyala ketika konsentrasi O2 dalam wadah menjadi sedikit (tapi masih cukup untuk pertumbuhan mikroba). lalu diuapkan airnya sehingga bahan-bahan yang larut tadi akan terkonsentrasi. lalu oksigen dihilangkan dengan cara memberi air pada sodium bikarbonat dan sodium borohidrat yang sudah ada dalam wadah. nitrogen. seperti Rickettsias dan Chlamydias tidak dapat tumbuh dalam media buatan. Typhi). bakteri obligat intraseluler. yang temperatur tubuhnya sesuai dengan yang dibutuhkan bakteri itu. Media ini mengandung bahan seperti sodium thioglycolate yang mampu mengikat oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen dalam media kultur. Kondisi di mana O 2 sedikit dan CO2 banyak adalah merupakan representasi dari kondisi dalam sistem pencernaan dan sistem pernafasan. diperlukan suatu wadah khusus anaerobik. medium disebut nutrient agar. dan sulfur untuk pertumbuhan mikroba disediakan oleh digest protein. Medium ini merupakan medium yang cocok untuk mengisolasi bakteri gram-negatif Salmonella typhi dari feses. H2 dan O2 di dalam wadah bereaksi membentuk air. Wadah kemudian ditutup rapat. Mycobacterium leprae hanya bisa ditimbuhkan di dalam armadillo. Test tube yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini haruslah tertutup rapat dan dipanaskan sebelum digunakan untuk menghilangkan O2. yaitu pepton. Streptococcus pyogenes.Dalam media kompleks. Wadah lalu ditutup rapat. sehingga perlu penanganan khusus untuk menumbuhkannya. Agar darah (mengandung eritrosit) adalah media yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies bakteri yang menghancurkan sel darah merah. Misalnya saja pemberian agar bismuth sulfite.5% NaCl. karbon. Ada beberapa bakteri aerobik yang membutuhkan CO2 dalam jumlah lebih besar daripada yang ada di atmosfer. Vitamin dan mineral dari daging atau ragi dilarutkan. Jika medium kompleks dalam bentuk cair disebut nutrient broth.  Teknik kultur khusus Ada beberapa jenis bakteri yang tidak pernah bisa ditumbuhkan dalam media buatan. Mereka hanya bisa tumbuh dalam sel hidup. bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan membentuk suatu cincin di sekitar koloninya di mana mereka menghancurkan eritrosit di sekitarnya. Agar garam manitol mengandung 7. Saat ini konsentrasi CO2 bisa diatur lewat alat elektronik. Terkadang media selektif dan diferensiasi dijadikan satu dalam sebuah medium. Media diferensiasi adalah media yang mampu mempermudah untuk membedakan koloni mikroba yang diinginkan dengan koloni-koloni lain yang tumbuh pada tempat yang sama. kultur dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala.

digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang hidup di usus. 2. Medium ini juga mengandung indikator pH yang berubah warna ketika manitol dalam medium difermentasi menjadi asam oleh S. yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteria selainStreptococcus. Media ini dibubuhi darah. Endo agar Endo agar adalah media padat (solid plating media). EMB (Eosin Methylene Blue) EMB merupakan media diferensial berbentuk padat dapat digunakan untuk menggantikan Mac Conkey agar dan untuk mengadakan isolasi serta mendeteksi Enterobacteriaceae dan campuran spesiesspesies bakteri yangberbentuk batang koliform. Asam yang dihasilkan dari perombakan laktosa dapat dideteksi dengan asetaldehida dan natrium sulfit. Bakteri dapat juga dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk mengadakan hemolisis pada sel-sel darah. Eosin dan methylene blue ini dapat juga berperan sebagai indikator produksi asam. 3. S. Mac Conkey Agar Media ini merupakan media padat dan media differensial. Media ini mengandung natrium sulfit dan “basic fuchsin” yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. berguna untuk mendeteksi adanya asam yang dihasilkan 99 . 2008) 1. 4. menghasilkan suatu zona yang cerah di sekeliling koloni. digunakan untuk seleksi dan penumbuh Enterobacteriaceae dan bakteri Gram negatif yang berbentuk batang. Garam-garam empedu dan kristal-kristal violet di dalam media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Berikut ini contoh media selektif dan media diferensial yang sering digunakan di dalam Laboratorium Mikrobiologi : (Tryana. misalnya Streptococcus. Medium ini juga mengandung mannitol.pertumbuhan mikroba-mikroba lain dan mendukung pertumbuhan S. Mannitol Salt Agar Mannitol salt agar merupakan medium yang mengandung 7. Eosin dan methylene blue berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. aureus. Agar-darah (Blood agar) Agar darah merupakan media differensial yang digunakan untuk perbedaan beberapa bakteri patogen. Bakteri hemolitik a dapat menghasilkan suatu zona yang menghijau di sekelilingkoloni.T. 5. sehingga kelihatan berwarna coklat kemerahmerahan dan digunakan untuk menyediakan faktor penumbuh yang diperlukan oleh bakteri patogen. fenol merah sebagai indikator pH.5% NaCl. sedangkan bakteri hemolitik b. aureus.

Medium kultur diinkubasi beberapa hari. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.  Kultur yang diperkaya (Enrichment culture) Terkadang suatu bakteri terdapat dalam jumlah yang sangat kecil terabaikan.Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Medium yang digunakan untuk memperkaya kultur minoritas tadi biasanya berbentuk cair dan menyediakan nutrien dan suasana yang mendukung pertumbuhan mikroba minoritas. produk pangan. populasi yang tersisa itu adalah bakteri yang mampu mengolah fenol. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga 100 . namun tidak untuk mikroba-mikroba lain.Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan. sedangkan yang tidak dapat memfermentasikan manitol tidak akan menimbulkan perubahan warna.2007) Nutrien Agar(NA) Gambar:Nutrien Agar Sumber : (wikipedia. Misalkan kita ingin mengisolasi mikroba dari tanah yang bisa tumbuh dengan fenol. 6. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan :( Buckle. sehingga digunakanlah enrichment culture. Selenite Broth Media ini digunakan untuk mengadakan isolasi spesies Salmonella dari spesimen-spesimen seperti urin dan feses. Jika sampel tanah ditempatkan dalam medium cair kaya fenol (di mana fenol di sini sebagai sumber satu-satunya sumber karbon dan energi). lalu sebagian dari mikroba ditempatkan pada wadah lain yang berisi medium yang sama. untuk membawa stok kultur. maka mikroba yang tidak bisa mengolah fenol tidak akan bisa tumbuh. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro.NA juga digunakan untuk  pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif.org/wiki/Nutrient_agar) Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.oleh Staphylococcus yang memfermentasi mannitol dapat menghasilkan zona berwarna kuning di sekitar pertumbuhannya. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Biasanya digunakan pada sampel tanah. Metode ini hampir sama dengan medium selektif. Sodium Selenite dapat merupakan inhibitor terhadap Eschericia coli dan beberapa spesies dariShigella. namun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan mikroba lain. Setelah beberapa kali transfer. pepton. terutama ketika bakteri spesies lain terdapat dalam jumlah besar. sewage. dan agar. MEDIUM YANG SERING DIGUNAKAN Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. 1994). Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. namun ini didesain untuk meningkatkan jumlah mikroba yang ada dalam jumlah sangat kecil hingga mencapai level yang dapat dideteksi.

PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Tetapi pada praktikum kali ini PDA dilarutkan pada 50mL air dengan perhitungan : 39×50 = 1000x x = 1.6+0. dan setelah dilarutkan dalam aquades berubah menjadi kekuning-kuningan dan terdapat endapan. 1993). Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Plate Count Agar (PCA) Gambar : Listeria monocytogenes pada PCA 101 .95gr jadi PDA yang digunakan untuk 50 ml aquades adalah 1.).serbuk dicampur dan dipanaskan serta aduk.setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.2. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna.Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat  Potato Dextrose Agar (PDA) Gambar : Fusarium roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)  (Sumber : forestryimages. Serbuk PDA berwarna kuning karena merupakan ekstrak kentang yang pada dasarnya berarna kuning. Dalam percobaan warna NA sebelum dilarutkan dalam aquades adalah coklat. Jadi untuk menghilangkan endapan tersebut maka dipanaskan dalam penangas air dengan tabung Erlenmeyer disumbat dengan alat penyumbat.org) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang.95gr. medium dapat ditanami bakteri .Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Setelah didinginkan. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5.berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel.

2007) Lactose Broth  Gambar : Kaldu hasil laktosa (Sumber: marietta. dextrose.Produksi gas ditunjukkan oleh akumulasi dalam tabung Durham (panah).org) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Fermentasi laktosa menyebabkan produksi asam dan perubahan dalam indikator pH ke warna kuning. dan 0.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). dan produk susu. yeast extract.  Nutrient Broth (NB) Gambar : media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth (NB) Sumber: mulyadiveterinary.edu) Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.5% laktosa. 0. 102 . sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0.Jika laktosa tidak difermentasi media tetap merah. Intinya sama dengan nutrient agar.5% pepton.Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform. MEDIUM LAINNYA Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme. makanan.Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate.wordpress. yaitu :( Buckle. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. agar) hingga membentuk suspensi 22.com Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.3% ekstrak beef.(Sumber: mikrobiyoloji. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut.

Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus.kvl.1 ml contoh air. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak. Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. MRS agar mengandung polysorbat. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. aureus.2 g/L 103 . 5. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. Protein dari kasein 10 g/L 2. menumbuhkan. dan Shape (1960) untuk memperkaya. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P.000 ml. magnesium.dk)  MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. P. Beri air distilasi sebanyak 1. D (+) glukosa 20 g/L 5. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan.0 g/L 4.0 g/L 3. MRS agar mengandung: 1. Ekstrak daging 8. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0.1. Rogosa. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades.0. Gambar : Salmonella enteritidis tumbuh di EMB Agar (Sumber : microbiologyatlas. Atur pH sampai 7. Magnesium sulfat 0. 2. aerugenosa. Sterilisasi dengan autoklaf  EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) dibuat pada langkah pertama. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Ekstrak ragi 4.coli. 4. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang 3. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). dan Salmonella. Namun demikian. asetat.Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa.

dan penumbuhan bermacam mikroorganisme.Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna.Agar merupakan agen pemadat. Agar-agar 14 g/L 7. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. empedu. pepton. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif.coli. dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. 104  .0 g/L 9. TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. untuk isolasi. pH akhir adalah 7. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. kristal violet.Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. menunjukkan pertumbuhan kolonial kasar.Neutral red sebagai indikator pH. 6. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. sedangkan sel mikroba bersifat asam. agar). NaCl. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati.4.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth Trypticase Soy Broth (TSB)  (Sumber : totallyfreeimages. neutral red. dan halus pada bakteri Enterobacter cloacae. Tween 80 1.Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.com) Setelah 24 jam. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. Natrium asetat 5 g/L 11. glukosa. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. agar dilelehkan dalam 500 ml air.Dinginkan hingga 50-60°C. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Mangan sulfat 0. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak.

5. Konformasi menunjukkan afinitas yang lebih tinggi terhadap Na+ dibanding K+ 3. Konformasi ini menunjukkan afinitas yang lebih rendah terhadap Na+ dibanding K+ 6. Binding site sekarang terbuka ke dalam. dengan afinitas lebih rendah terhadap K+ dibanding Na+ 11. Defosforilasi terjadi. yang menyebabkan perubahan konformasi ATPase sehingga binding site terbuka ke arah luar. Ion Na terikat 4. Glikosida digitalis menghambat pompa dengan berikatan pada 1 tempat K+ 9. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. Nanang(11506110111025) Bagaimana cara kerja pompa Na? Jawaban : Kerja Pompa Na adalah sebagai berikut 1.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. mengubah konformasi ATPase 10. Ion K dilepaskan dan kembali ke konformasi awal 105 . enumerasi. Dewi N (115061100111001) Bagaimana cara memisahkan mikroba dengan agar pada industri? Metode apa yang digunakan? Jawaban : Metode yang digunakan untuk memisahkan agar dan mikroba merupakan metode yang sederhana yaitu hanya dengan menggunakan pinset yang steril sehingga mikroba tidak tercemar oleh zat-zat lain.ATP terikat dan memfosforilasi permukaan sitoplasma dari pompa. Ion Na dilepaskan 7. Pompa Na dengan binding site (3 untuk Na+. 2. dan menumbuhkan sel khamir. Ion K terikat 8. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. LAMPIRAN II (TANYA-JAWAB) 1. 2 untuk K+) dengan posisi terbuka pada sisi sitoplasma 2. Untuk membuatnya.

Vivi Anita Aprilia(115061107111005) Aseptor yang digunakan oleh mikroba aalah O2. Dewi Ariesi (115061105111007) Apakah di industri juga menggunakan agar dalam pemberian nutrient? Apakah ada media selain agar? Jawaban : Iya. dalam industri memakai media agar. Mutia Dhana (115061100111007) Syarat-syarat apa yang digunakan untuk untuk memilih medium yang cocok untuk mikroba yang kita gunakan? Jawaban : berdasarkan susunan kimianya. Proses tersebut tergantung pada ketersediaan akseptor dan kondisi lingkungan 106 . 9. yaitu medium organik. semi padat – berdasarkan fungsi yaitu diperkaya. 7. besi. Dian Nita Citra Dewi(115061101111013) Apa di dalam industri juga menggunakan media agar dalam skala besar? Jawaban : Dalam industri juga menggunakan agar tetapi agar tersebut di letakkan di tempat.perhitungan penguji dan khusus.meium anorganik. microaerophil adalah mikroba yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit.aniseptis. Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof naerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen.tempat kecil dan tempat tersebut harus dalm jumlah banyak 8. Ada media lain selain agar yaitu media cair seperti kaldu tetapi sangat jarang digunakan karena keefektifannya lebih rendah jika dibandingkan dengan media agar. padat.sterlisasi. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur. 6. mangan.Dll 5.spesifik.medium sintetik dan medium nonsintetik -berdasarkan konsistensi medium separti medium cair. Pandu R(115061107111001) Tadi dikatakan bahwa kapasitol itu membutuhkan oksigen yang sedikit nah apa bedanya dengan microaerophil? Jawaban: Kapnofil adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi. sulfat dan karbon dioksida. desinfeksi. lalu bagaimana aseptor untuk mikroorganisme anaerob yang tidak menyukai O2? Jawaban: Yang tidak menyukai O2 pada mikroba anaerobik terjadi pemanfaatan berbagai akseptor elektron seperti nitrat.3. Ayu Indah Wibowo(115061101111011) Bagaimana cara mengendalikan nutrient untuk mikroba agar tidak berlebihan? Jawaban : Dengan cara cleaning. Winda(115061101111003) Semua organisme membutuhkan belerang(sulfur) apa bahayannya jika sulfur menjadi sulfit? Jawaban : Tidak berbahaya karena perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan lalu semua makhluk hidup yang mati akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan tereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida(H2S). 4.

sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna. (Alberts B. karena media pertumbuhan harus steril sedangkan pada sisa sisa metabolisme tidak steril Medium pengaya medium yang kaya akan nutrient tertentu sehingga vdapat menumbuhkan dan memperbanyak sel 12.  Struktur sel prokariotik 107 . dan terhadap rangsangan. penyusunan. perombakan. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. meskipun ukuran sel sangat kecil. Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. Bagaimana cara mengontrol asupan nutrisi pada mikroba seperti itu? Jawaban: Jawaban : Asupan pada mikrobakterium lepre berasal dari gula. Dhanang Edy Pratama(115061101111007) Ada berapa mikroba yng benar benar tida bisa ditumbuhkan dalam medium buatan. reproduksi melalui pembelahan sel. 1994) Struktur Sel Struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan sel eukariotik. misalnya. Ridhani Rida Ramadhan(115061100111009) Sisa sisa metabolisme dari bakteri bis dijadikan sebagai media pertumbuhan mikroba atau tidak? Dan tolong jelaskan medium pengaya dengan diperkaya? Jawaban: Sisa-sisa metebolisme bakteri tidak bisa dijadikan sebagai media pertumbuhan mikoba. mitokondria yang terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy. Pengertian Sel Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. Sel mengandung materi genetic. Mariatus Sholihah(115061100111019) Pada syarat nutrisi dijelaskan bahwa semua mikroorganisme membutuhkan oksigen. yang dapat melaksanakan kehidupan. tetapi ada bakteri anaerob itu bagaimana? Dan bagaimana cara kerja aseptor elektron serta bagaimana mikroba menggunakannya? Jawaban: Bakteri anaerobik untuk memenuhi syarat nutrisinya dengan cara aseptor elektron. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel. strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. Sel disebut satuan struktural makhluk hidup. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi. Cara kerja aseptor elektron yaitu dengan membuat ATP dengan menggunakan reaksi anaerobik yaitu fermentasi. Pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun organisme bersel banyak. ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam . Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Nutrisi tersebut dapat diambil dari lingkungan maupun dari tubuh armadillo 11.10. hidrokarbon dan asam amino sebagai sumber karbon dan nitrogen mikroba. seperti mikrobkteriel leprae yang hanya bisa di tumbuhkan dalam tubuh armadillo. Dengan adanya materi genetik. Organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis.

mitokondria. yaitu mesosom dan kromatofor. 108 . Sementara lipid membantu memberikan fleksibilitas membran mereka. berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi. A. Mereka membentuk bilayer lipid di mana mereka hidrofilik (menarik air) di daerah kepala spontan mengatur untuk menghadapi sitosol berair dan cairan ekstraselular. dan lisosom. nukleoid (berupa DNA dan RNA). dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Membran plasma Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar. dan transport aktif. A. osmosis. selain itu. sedangkan sel prokariotik tidak. adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut: (Yunus. sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas. dengan sisanya menjadi protein. Karena tidak mempunyai membran inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. lipid dapat membuat mana saja dari 20 sampai 80 persen dari membran. sel prokariotik tidak memiliki membram inti. bersifat semi/selektif permeabel. The bilayer lipid adalah semipermeabel. komplek Golgi. protein memantau dan memelihara iklim kimia sel dan membantu dalam transfer molekul melintasi membran. eukariotik memiliki sistem endomembran. yakni memiliki organelorganel bermembram seperti retikulum endoplasma.Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma. (Yunus. namun mempunyai struktur yang berfungsi sama. Membran sel Lipid Fosfolipid merupakan komponen utama dari membran sel. 2009)  Struktur sel eukariotik Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membran inti. sedangkan sel prokariotik tidak. selain itu sel. Tergantung pada lokasi membran dan peran dalam tubuh. sedangkan hidrofobik mereka (ditolak oleh air) daerah ekor wajah jauh dari cairan sitosol dan ekstraseluler. sehingga hanya molekul tertentu untuk meredakan melintasi membran. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam). 2009) 1. sel eukariotik juga memiliki sentriol. sepert reticulum endoplasma dan komplek golgi. Membran sel terutama terdiri dari campuran protein dan lipid .

neurotransmitter dan molekul sinyal lainnya. 3. Di dalam inti. masing-masing diperlukan untuk reproduksi sel dan kelangsungan hidup.Kolesterol merupakan komponen lipid dari membran sel. 4. Untuk sel tanpa dinding sel. Sitoskeleton menyediakan kerangka kerja struktural penting untuk: a. chromatins dikondensasikan untuk membentuk struktur yang sangat terorganisir yang disebut kromosom . Pesan dari dalam perjalanan inti melalui pori-pori di amplop nuklir untuk memasuki sitoplasma. Ini composes 54% dari total volume sel. Selama replikasi. Glikolipid yang terletak pada permukaan membran sel dan memiliki karbohidrat rantai gula yang melekat pada mereka. Sitosol berisi ribuan enzim yang bertanggung jawab untuk catalyzation dari glikolisis dan glukoneogenesis dan untuk biosintesis gula. Membran sel Protein Protein struktural membantu memberikan dukungan sel dan bentuk. DNA terikat oleh protein histon dan disusun dalam kromatin. 2. terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti. Nukleus Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel. inti sebagian besar juga mengandung satu atau lebih bola berbentuk organel yang disebut nukleolus. Struktur ini memberikan sel bentuk dan memungkinkan untuk mengatur banyak reaksi kimia yang terjadi di sitoplasma.Glikoprotein memiliki rantai karbohidrat yang menyertainya. Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Daerah sitoplasma di luar organel individu disebut sitosol. Sel bentuk. mikrotubulus dan filamen intermediar. Kolesterol sebagian melumpuhkan ekor asam lemak membuat membran kurang fleksibel dan dengan demikian kurang permeabel untuk molekul yang lebih kecil. disebut nucleoplasm. Sitosol adalah struktur terbesar dalam sel. Protein transport. sitoskeleton dapat membantu dalam pergerakan sel. Kadang-kadang konten adalah setinggi satu molekul kolesterol per satu molekul fosfolipid. 109 . Sitoskleton Merupakan rangka sel yang tersusun atas tiga jenis serabut yaitu mikrofilamen. sitoskeleton menentukan bentuk sel. asam lemak. seperti protein globular. Mereka tertanam dalam membran sel dan membantu dalam sel untuk komunikasi sel dan transportasi molekul melintasi membran. Nucleolus adalah di mana ribosom dirakit. Mereka membantu sel untuk mengenali sel-sel tubuh lainnya. dan asam amino. Nukleus berdiameter 10 mikrometer. Kolesterol merupakan komponen penting dari membran plasma hewan. Selain itu. Ini adalah salah satu fungsi dari filamen intermediate. Inti bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan organel lain dalam sitoplasma (ruang seperti gel yang mengelilingi inti). Informasi genetik dikelilingi oleh amplop dua-lapisan nuklir dan umumnya ditemukan di tengah sel. Selain informasi genetik. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval. Yang berperan penting pada sel sebagai pengendali kegiatan sel. Protein membran sel reseptor membantu sel berkomunikasi dengan lingkungan eksternal mereka melalui penggunaan hormon. molekul transportasi melintasi membran sel melalui difusi difasilitasi . Sitoplasma berisi sisa organel seperti retikulum endoplasma dan mitokondria.

sedangkan yang besar mengikat tRNA (transport RNA). Subunit kecil mengikat mRNA (messeger RNA). Pembelahan sel. Ini adalah bagian dari sel. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus Berbeda dari RE kasar. Sentriol adalah struktur yang ditemukan dalam sel-sel hewan eukariotik. mikrotubulus mencapai gerakan chromosones ke inti putri. hewan. . Mikrotubulus dan mikrofilamen dapat membantu organel bergerak dari satu tempat ke tempat dalam sel. Maka. d. maupun manusia. Dalam kasusendositosis ketika vesikula terbentuk untuk menelan beberapa partikel dari luar sel. Kantung ini disebut cisternae. Gerakan sel. Koleksi dinamis mikrofilamen dan microtubles dapat terus dalam proses perakitan dan pembongkaran. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. detoksifikasi obat-obatan. Selama pembelahan sel. Perbandingan keduanya yaitu 65% rRNA dan 35% RNP. Tanaman sel dan jamur tidak mengandung sentriol. Ada juga dapat geser gerakan struktur ini. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. Pembagian ribosom berdasarkan subunit besar dan subunit kecil. Kata ribosom didapat dari penggabungan kata yaitu ribonucleic acid dan kosakata Yunani. Kemudian untuk sel-sel hewan. 5. cincin mikrofilamen membantu membagi sel mengembangkan dua oleh konstriksi wilayah tengah antara sel-sel. sehingga kekuatan yang menggerakkan sel. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”). Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar. fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium. dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid. atau pada membran inti sel.b. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Organel gerakan. yang merupakan komponen sitoskeleton. Struktur Ribosom Susunan ribosom merupakan susunan yang rumit antara RNA ribosom (rRNA) dan protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). Audesirk dan Audesirk memberikan contoh sel darah putih "merangkak" dan perubahan migrasi dan bentuk sel selama perkembangan organisme multicelled. 110 6. sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. Sentriol Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. c. terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom merupakan organel terkecil dalam sel yang berbentuk bulat padat dengan diameter sekitar 20 sampai 25 nm. Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. RE halus mensintesis molekul. RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya.Sebagian besar sintesis kompleks dan fungsi distribusi dari retikulum endoplasma dan kompleks Golgi memanfaatkan vescicles transportasi. yang artinya tubuh. mikrofilamen menempel vesikel dan menariknya ke dalam sel. Retikulum Endoplasma Adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik. Ribosom Ribosom merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh makhluk hidup karena dapat mengendalikan cara kerja tubuh tumbuh-tumbuhan. yang bertindak sebagai pusat mikrotubulus memproduksi. dan diperkirakan bahwa pergerakan vesikel dipandu oleh sitoskeleton. tergantung pada jenisnya. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi. Ribosom tersuspensi dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar. soma. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. 7.

     . Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma. sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. tRNA. Proses pembentukan protein Ada tiga tahap proses pembentukan protein. misalnya ginjal. untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel. beberapa fungsi badan golgi antara lain : Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. • Translasi Pada tahap ini mRNA hasil transkripsi dibaca oleh ribosom dan diproses lebih lanjut oleh ribosom. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi. transkrpsi dan translasi. informasi pada gen digandakan satu per satu (basa per basa) dari sebuah rantai DNA menjadi rantai RNA pembawa pesan (mRNA). Kompleks golgi Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi. Misal. sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. Membentuk membran plasma. Transkripsi adalah penyalinan informasi dari gen ke dalam molekul RNA. Tempat untuk memodifikasi protein 111 8. Ribosom akan membaca urutan basa RNA dan menterjemahkan (translate) menjadi urutan asam amino tertentu sesuai dengan resep yang dibawa mRNA. yang dalam pelaksanaannya adalah berupa penyusunan basa-basa pada rantai RNA dengan menggunakan runtunan basa DNA gen sebagai modelnya. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran. Terdapat tiga unsur yang terlibat dalam proses translasi yaitu adalah mRNA. antara lain replikasi DNA. Pada tahap transkripsi basa timin pada DNA digantikan oleh urasil pada RNA namun keduanya sama.sama berpasangan dengan adenine. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. dan rRNA. Membentuk dinding sel tumbuhan Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Pada produksi awal protein. Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.Fungsi ribosom Ribosom memiliki fungsi untuk mensintesis protein. berisi enzim dan bahan-bahan lain. Ribosom berperan sebagai tempat pertemuan mRNA dengan tRNA serta penterjemahan kodon serta reaksi perangkaian asamamino. • Replikasi DNA Replikasi adalah pencetakan dan penggandaan DNA dengan membelah dan membentuk sel yang baru yang urutan A-C-G-T nya sama. Di sinilah asam-asam amino itu dirakit sesuai urutan yang diresepkan gen (DNA) dan kemudian melipat membentuk struktur tiga dimensi yang fungsional. • Transkripsi Transkripsi adalah proses penggandaan DNA menjadi RNA.

Di endosom lanjut. 2000]. seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama. membran dalam. Fungsi utama lisosom adalah endositosis. Badan Mikro Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil . Dalam hal ini. organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut). Selain itu. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi 112   . Lisosom Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Di dalam endosom awal.3-1.0 µm. ataupun sulfatase. yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Kemudian. yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan. Pertama. hanya bergaris tengah 0. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0. Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. fosfolipase. membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA. dan embrio manusia. nuklease. yaitu membran luar. ruang antar membran. mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. 11. lipase. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma).Badan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom serta berisi enzim katalase. autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati. membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Mitokondria Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper. fosfatase. transformasi berudu menjadi katak. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak. Setelah itu. fagositosis. dan autofagi. Di dalamnya. yang disebut endosom awal. Mula-mula. disebut krista [Lodish. membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. 10. misalnya sel otot jantung. materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Dengan demikian. glikosidase.5 – 1. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri.5 mikro meter .5 µm dan panjang 0. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. 2001].Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel Untuk membentuk lisosom 9. pH sekitar 6.

(Syamsuri I & Suliestijono. Golgi adalah struktur lain yang mengandung selaput. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik. DNA sendiri terkekang erat dengan sejenis protein yang disebut histon.5 mikrometer dengan diameter 25 nm. dan berpartisipasi dalam mengubah bentuk sel sehingga ia dapat bergerak. ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria.  Fungi. Selain mikrotubulus .dan juga membentuk rangka dalam pada sel.Mikroorganisme yang termasuk jenis Eukariotik. Ini adalah struktur besar yang secara aktif mentranspor protein atau RNA ke dalam atau ke luar inti. kalsium dan kalium. Secara normal. kloroplas juga mengandung DNA dan ribosom yang berbeda dari struktur yang analog di daerah lain sel tersebut. Seperti mitokondria. ribosom. ATP.1996) Kloroplas melakukan fotosintesis pada sel tanaman.1996) Sel eukariotik juga mengandung organel khusus seperti mitokondria. Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel. Sebagian besar sel eukariotik juga mengandung selaput dalam. fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium. yang panjangnya 2. dan kemudian menggumpal kembali. dibutuhkan untuk menarik kromosom ke sel-sel anakan.oksidatif. Retikulum Endoplasma berdampingan dengan selaput inti luar namun membentang di seluruh sitoplasma dalam banyak tipe sel dan terlibat dengan sintesis dan transpor protein selaput. R. 1993). Dalam banyak hal.M.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus dan Mikrofilamen Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa . serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam. yang melakukan fosforilasi oksidatif untuk membangkitkan energi kimia yang dibutuhkan sel. Mereka mengandung DNA. Inti dikelilingi oleh dua selaput. aktin. (Abercrombie. hanya protein kecil dengan berat molekul kurang dari 20 hingga 40 ribu dapat bebas memasuki inti lewat selaput inti. Mikrotubula. 12. dan reaksi ?-oksidasi asam lemak. (Schleif. mitokondria mirip dengan bakteri dan kenyataannya tampaknya berevolusi dari bakteri. Mereka juga mengikat mayoritas ribosom.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot . biasanya dalam bentuk kromosom melingkar seperti yang ditemukan juga pada E. (Prawirohartono S & Suhargono H. Organel ini berbentuk benangbenang halus . namun terselubung dalam selaput inti. yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA).coli dan ribosom yang berada di sitoplasma sel eukariotik. dan filamen tipis membentuk empat kategori serat yang ditemukan dalam sel eukariotik. berpartisipasi dalam gerakan vesikel dan kromosom. Saat sel membelah. yang fungsi utamanya tampaknya membantu DNA mempertahankan keadaan kakunya.Diameter mikrofilamen hanya 5 nm. dan merupakan tipe organel khusus lainnya yang ditemukan dalam beberapa jenis sel eukariotik. Retikulum Endoplasma adalah selaput lain yang ditemukan dalam sel eukariotik. dan terdiri dari sebagian mikrotubula. reaksi oksidasi asam amino. 2006) DNA sel eukariotik tidak mencampur bebas dengan sitoplasma. selaput inti meluruh. filamen intermediat.yaitu aktin dan miosin. R. sebuah alat khusus bernama spindel. (Schleif.tipis yang memanjang. Ia terlibat dengan modifikasi protein untuk transpornya ke organel sel lain atau untuk ekspor ke luar sel. ADP.yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein . 113 . Serat dalam sel memberikan kerangka struktur kaku.1997) Dalam sitoplasma eukariotik ada sejumlah protein struktural yang membentuk jaringan. Dalam tiap siklus sel. 1993). seperti siklus Krebs. (Prawirohartono S & Suhargono H.

Misalnya. atau saprofit. ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter.Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. a. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. contohnyojamur kayu. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat. protein. Akan tetapi. Pneumonia adalah jamur yang bersifat saprofit bersifat jika parasit tidak fakultatif jika mendapatkan inang yang mendapatkan inang yang c. kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. beberapa jamur 114 . parasit fakultatif. berbeda dengan organisme lainnya. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. Slamet. jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Jamur yang hidup bersimbiosis. pertumbuhan. dan reproduksinya. Parasit Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya sedangkan di luar inangnya tidak dapat carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. haustoria dapat menembus jaringan substrat. hifa dapat juga langsung menyerap bahanbaha organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. Struktur jamur. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. misalnyo khamir. b. Clntuk memperoleh makanan. Ada jamur yang satu sel. obligat dapat hidup pada inangnya. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. 2003) 1. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. (Prawirohartono. Namun. hidup. dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. vitamin. struktur tubuh. tetapi cocok. Parasit Parasit fakultatif sesuai. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. mitokondria. dan senyawa kimia lainnya. jamur dapat bersifat parasit obligat. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Saprofit Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Meskipun kebanyakan hidup di darat. Cara makan dan Habitat jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. 2. yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Sebagai makhluk heterotrof. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. Hifa membentuk jaringan yang disebutmiselium. Selain itu.

Spesies ragi baik memerlukan oksigen untuk respirasi seluler aerobik (aerob obligat) atau anaerobik. Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar (Rought). dan bir. 3. e. kumpulan dari hifa disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. Ragi adalah chemoorganotrophs. Secara makroskopik (pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak Smooth. Cryptococcus neoformans. Microsporum. d. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. berkembang biak dengan cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Berbentuk Yeast jika berada di dalam inang / host atau pada suhu inkubasi 37 derajat C. H. Yeast ada dua yaitu : Yeast murni merupakan jamur uniselluler yang tidak mampu membentuk pseudohifa/ klamidospora. Karbon diperoleh sebagian besar dari gula heksosa.ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Schmitdt. seperti glukosa dan fruktosa. dan berbentuk mold jika berada diluar inangnya atau pada suhu inkubasi suhu ruang. Candida albicans. Penicellium. Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak. Yeast Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron. Blastomyces dermatidis. cembung bau seperti ragi. Untuk identifikasi. Contoh: Aspergillus. 1994) b. b. dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Contoh : Candida sp. karena mereka menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. 1991) 115 . (Schlegel. Coccidioides immitis. a. MORFOLOGI Bentuk jamur secara garis besar ada 3 bentuk yaitu : a.G. Rhizopus. (Schlegel. 1994) c. warna krem. Cecie. tetapi juga memiliki metode aerobik dari produksi energi (fakultatif anaerob). Tidak seperti bakteri. H. Hifa yang berada di atas permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan.G. c. Schmitdt. and K. 1994) Mold / Kapang Merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu) yang membentuk benang-benang hifa / filament. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. Epidermophy ton. (Schlegel. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Dimorfik Merupakan jamur yang mempunyai dua bentuk yaitu : Yeast dan Mold. Ragi tumbuh terbaik di lingkungan pH netral atau sedikit asam. and K.G. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. Torulla (koloni berwarna merah / orange). Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat maupun tak bersekat. tidak ada spesies ragi diketahui bahwa tumbuh hanya anaerob (anaerob obligat). H. Schmitdt. Mucor. Contoh : Histoplasma capsulatum. Hifa yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju. Trichophyton. Yeast like merupakan jamur uniselluler yang mampu membentuk pseudohifa. (Starr. roti. atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa. and K. hasil mikroskopik dan makroskopik merupakan dasar identifikasi.

atau kulit-kulit pohon. Protista dapat membentuk kistae. batang. Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. Zigot akan terusmberkembang menjadi individu baru.Protista biasanya ditemukan di dalam air. Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan di tempattempatyang lembap. dan ksitos artinya menyusun. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. b. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut. ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. Hanya dikatakan menyerupai tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar.Di samping peranan yang menguntungkan. Pada kenyataannya. c. atau keduanya. ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen. batu-batuan. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. yaitumemiliki membran inti. Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri maka disebut protista mirip tumbuhan. Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondriauntuk respirasi. Kelompok makhluk hidup Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae). sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. Cecie. sertadapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya.Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. 1991)  Protista Protista sendiri berasal dari bahasa yunani. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. (Starr. protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. yaitu ganggang cokelat 116 . baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit. yaitu sebagai berikut. dapat berupa planktonyang melayanglayang di dalam air atau melekat di dasar sungai. ataupun menyerupai jamur. e. akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot.Umumnya.Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. a. beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan. Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang atau Algae) Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan. (Syamsuri. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan. Secara taksonomis. seperti dinding tembok kamar mandi. Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri).Ganggang dapat berbentuk benang. tetapi ada pulayang hidup di tempat-tempat yang lembap.atau danau. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. Candida sp. atau koloni sel. heterotropik. 2004) A. yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula. d. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan.Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista. f. atap rumah. Meskipun begitu. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Nutrisi yang diperoleh dari fotosintesis Protista tersebut dapat bersifat fototropik.Pada kondisi yang kurang menguntungkan. dibandingkan dengan monera. kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa.Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. dan berbentuk seperti benang-benang halus. berwarna hijau.Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami.. lembaran. menyerupai tumbuhan.Protista memiliki flagela atau cilia dalam hidupnya dan dapat berkembang secara aseksual atau seksual. laut. antara lain sebagai berikut.

Cara Euglena Bereproduksi Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. contohnya. (Syamsuri. Volvox sp. ganggang merah (Rhodophyta). Ciri-ciri Chlorophyta Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. misalnya. Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berwarna hijau karena mengandung klorofil. 117 . Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. seperti air kolam. Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. 2006) 2. 2004) a . Contoh ganggang hijau. ganggang ini hidup di air tawar. sungai. (Syamsuri I & Suliestijono. Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. Biasanya.. (Syamsuri I & Suliestijono. 2006) a . Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. karoten dan xantofil. Air kolam. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta) Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. Dengan bantuan cahaya matahari. tidak berdinding sel. dan ganggang Euglenophyta. berklorofil. Selain berfotosintesis. Spirogyra sp. Cara Euglena Memperoleh Makanan Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan. sawah. Dengan bantuan cahaya matahari. atau parit. (Syamsuri I & Suliestijono. dan sitoplasma. 4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak. gas itu adalah oksigen.. (Syamsuri I & Suliestijono. Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. 2) sel berbentuk oval memanjang. 2006) b .(Phaeophyta). Makhluk hidup ini berwarna hijau. Filum Euglenophyta Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. air kolam. 2004) 1. dan 5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang. antara lain. dan Ulothrix sp. ataupun air sungai. air danau. Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif. ganggang pirang (Chrysophyta).b. cara memasukkan makanan melalui mulut sel. 3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel. sungai. Plankton disebut sebagai produsen. Euglena viridis. filamen. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari. ganggang hijau (Chlorophyta). Setiap sel anak mempunyai inti sel. makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof. dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. Euglena biasa hidup di air tawar. ataupun berkoloni. makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya. Jika kalian perhatikan dengan baik. dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. Ganggang hijau dapat berbentuk benang. 2006) c . (Syamsuri. ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam. membran sel.

(Syamsuri. Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella. serta pembentukan zoospora (spora kembara). Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. Sel Chlamydomonas mengandung satu inti. dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi.2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut. 2004) b . 118 . dan berkoloni. Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar. lembaran. ganggang hijau disebut sebagai produsen. fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni). 4) telah memiliki dinding sel. Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n). (Syamsuri. Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid. Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut. 4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi. dan kloroplas. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi. 2004) d . Kloroplas berbentuk mangkuk. mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. 2004) c . 3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. dan hidup sebagai zoospora pada Chlorococcum hingga terbentuk satu sel dewasa. tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu). Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpaadanya peleburan sel jantan dan betina. Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. 2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. satu vakuola. Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. 5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid. Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar. Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut : 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Di perairan tersebut. Selnya berbentuk bulat telur. yaitu secara seksual dan secara aseksual. Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut. merupakan salah satu kelompok plankton air tawar. 5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. Alat gerak berupa dua flagel. bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Cara Mendapatkan Makanan Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. memiliki kromosom diploid (2n). berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploi (n). (Syamsuri. berukuran mikroskopis. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. 3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang. Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara. Cara Chlorophyta Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara. Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. Kloroplasnya berbentuk mangkuk. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum.

Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta) Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). 2004) 4. Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta) Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. pelapis daging kaleng. bersel satu (Ochromonas). dan berkembang biak dengan cara membelah diri. obat. Contohnya. bersel banyak. baik air tawar. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma.dan bahan cat. berklorofil. di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel. dapat bergerak aktif. misalnya. sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi. serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak. Contoh ganggang ini adalah Diatom. dan bersifat mikroskopis.Laminaria. Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. dan benang berinti banyak (senosit). (Syamsuri. seperti akar. antara lain. Cyclotella. Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. (Syamsuri. Chrysophyta ada yang bersel satu. Ganggang ini hidup di air laut. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. Pinnularia sp. Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). (Syamsuri. Selanjutnya. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri. obat-obatan. berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat. Tulbilaria. 2004) B. Contohnya adalah Peridinium. mengandung pigmen kuning kecokelatan. 2004) 3. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora. hijau kekuningan. dan berkoloni (Synura). Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. maupun air laut. batang. memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran). agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme. Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan).6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. dan kuning keemasan (diatom). Contoh ganggang cokelat adalah Fucus. kosmetik. 2004) 6. sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum.000 buah. (Prawirohartono. bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50. dan daun). Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa) 119 . pengeras es krim. Filum Ganggang Merah (Rhodophyta) Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar. air payau. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. dan Sargasum. Ganggang ini hidup di laut. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi. Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan. (Syamsuri. mempunyai tubuh yang multiseluler. dan Pinnularia. secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. Navicula. Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang. Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil. bersel banyak. juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin). Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika. Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta) Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan. Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. 2003) 3. Selain untuk bahan makanan. Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat. bercabang tidak bersekat. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu. zigot akan tumbuh menjadi individu baru. Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah. serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan.

Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare. yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu). Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. Untuk mencegah diare. Amoeba Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. berparasit dalam usus manusia. Akan tetapi. yaitu sebagai berikut. pertukaran gas. parit. pengeluaran. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. dan Sporozoa (penghasil spora). Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma). dan sebuah inti sel. (Syamsuri. mungkin tidak ditutup. Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh. sungai. Protozoa dibagi menjadi enam filum. Jika keadaan luar telah membaik.Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Dengan kaki semunya. Protozoa hidup di air tawar (selokan. Misalnya. Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan. Flagellata dapat hidup bebas di dalam air atau sebagai parasit pada makhluk hidup lain. enam belas sel. Agar tidak sampai terserang. sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Ia bersel satu dan hidup bebas di tempattempat yang becek. Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma). Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis.Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. seperti Entamoeba histolytica. terkena debu. 2004) 2. Foraminifera. berair. secara aseksual dilakukan dengan membelah diri dan secara seksual dengan konjugasi. membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan. dan mengandung makanan. Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. seperti Trypanosoma dan Trichomonas. yaitu Foraminifera dan Arcella. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. delapan sel. Pada keadaan yang tidak menguntungkan. Selain Entamoeba histolytica. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang. Trypanosoma gambiense dan 120 . gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur. rendaman jerami. Entamoeba yang menyebabkan penyakit. Ciliata (berambut getar). Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). (Syamsuri. air laut. Dari sini. dan seterusnya. 2004) 1. Pada keadaan tertentu. atau dihinggapi lalat. Actinopoda. dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis. Selain Amoeba. Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. Flagellata merupakan nenek moyang dari hewan dan tumbuhan. yang dibahas dalam bab ini hanya empat filum. dan waduk). Kemudian. bahkan dapat mencapai hati. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua. lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda. permukaan tanah yang lembap. kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya. Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk) Flagellata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. Flagellata atau Mastigophora (bercambuk). Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel. alat gerak.

Trichomonas vaginalis yang menyerang vagina dapat menyebabkan keputihan. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramaecium sp. Ciliata mendapatkan makanan dengan mulut sel. Peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Sporozoa hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. (Syamsuri. Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi. Kelompok Ciliata (Berambut Getar) Ciliata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (cilia). terjadilah aliran keluar masuk air pada mulut sel. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat. Rambut getar ini adalah bulu-bulu halus yang melekat pada membran sel. Protista Menyerupai Jamur Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). 2004) C. tidak berubah-ubah. T. Plasmodium berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora terjadi di dalam tubuh manusia dan berkembang biak secara seksual dengan pembentukan gamet. Plasmodium hidup sebagai parasit pada tubuh manusia yang menyebabkan penyakit malaria. 121 . cruzi merupakan penyebab penyakit nagana pada sapi dan kerbau. hidupnya menumpang di usus kecoa. (Syamsuri. 2004) 4.Trypanosoma rhodiense menyebabkan penyakit tidur yang disebarkan oleh gigitan lalat Tse-tse. dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik. mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma. dan Vorticella. sitoplasma. Makanan yang terkumpul akan masuk dalam sitofaring (kerongkongan sel) lalu masuk ke dalam vakuola makanan untuk dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. vakuola makanan (pencerna makanan). Contoh lainnya adalah Babesia dan Theileria. dan Flagellata yang telah mempunyai alat gerak. sawah. sedangkan yang hidup berparasit adalah Nyctoterus ovalis. Didinium (hidup di perairan yang mengandung Protozoa). Paramaecium caudatum Paramaecium caudatum adalah Ciliata yang hidup bebas. Konjugasi didahului dengan pertukaran inti antara dua individu lalu berpisah dan masing-masing membelah menjadi dua individu. Penyerapan sari makanan terjadi di dalam sitoplasma. Pada Trichomonas terdapat tiga flagel atau lebih. lalat juga mengeluarkan air liur yang mengandung Trypanosoma untuk mencegah pembekuan darah. Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Bentuk selnya seperti sandal. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi. rambut di sekitar mulut sel akan bergetar pula. makhluk hidup dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam air. sedangkan sisa makanan berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang terletak di kedua ujungnya.. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. yaitu Stylonichia (hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik). Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora) Tidak seperti Rhizopoda. Dengan menggunakan rambut getar. Ada juga Ciliata yang hidup di air tawar. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. (Syamsuri. T. dan selnya diselubungi oleh pelikel. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika). Mereka biasa hidup di rawa. 2004) 3. Pada saat ini. Stentor (hidup di perairan sawah yang mengandung bahan organik). Sisa makanan padat dikeluarkan melalui membran plasma. Pada saat bergetar. Evansi merupakan penyebab penyakit sura pada hewan. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronukleus). Air yang masuk dan keluar mulut sel banyak mengandung bakteri atau bahan organik atau bahan makanan lainnya yang tertambat atau terkumpul di dalam mulut sel. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam Sporozoa adalah Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Ketika lalat menggigit. Bentuk tubuh Ciliata adalah oval. ukuran kira-kira 250 mikron. tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Ciliata. Makanannya adalah sel darah merah.

Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk. kayu lapuk. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Pada kondisi tertentu. Filum Jamur Air (Oomycota) Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. sampah basah. tanah lembap. dinding sel berupa selulosa. 2003) 2. e. biasa hidup di hutan-hutan basah. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. 1982) a. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. infestans (kentang). b. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Setelah matang. palmifera (kelapa). atau sampah basah. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. 1982) b. dan di hutan basah. Contoh Oomycota adalah Phytophthora. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. K. dan c. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. H. (Prawirohartono. Saphrolegnia. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. dan P. Pada tingkat dewasa. c. jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya. Jamur ini berinti banyak. setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat. (Timotius. Sporangium yang masak 122 . Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. 2003) Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe. kayu lapuk. dan dapat bergerak bebas.Semetara itu. tanah lembap. d. (Prawirohartono. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding. bersifat uniseluler ataupun multiseluler. Jika telah dewasa. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota. berinti banyak. Nicotin (tembakau). Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Filum Jamur Lendir (Mycomycota) Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. bersel satu atau bersel banyak. dan Pythium. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba. b. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot. Pada saat kondisi menguntungkan. Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi. spora akan tumbuh menjadi hifa baru. P. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. batang kayu yang membusuk. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. hanya saja tidak mengandung klorofil. berbentuk seperti lendir (plasmodium). Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. H. misalnya. Jamur yang hidup secara parasit. (Prawirohartono. berkembang biak secara aseksual dan seksual. P. (Timotius. Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. K. 2003) 1. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Pada saat ada makanan. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf. . spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang.

Saat Plasmodium membesar. suhu. Sebaliknya. mengacu pada kuantitas pertumbuhan besar sel aerobik atau anaerobik. Fermentor yang digunakan berdasarkan kapasitasnya dibagi menjadi dua. DESAIN DAN KONSTRUKSI FERMENTOR Fermentor kebanyakan didesain untuk menjaga konsentrasi biomass tetap tinggi. yaitu skala laboratorium dan skala industry. bergerakberpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan. .  Bioreaktor hendaknya mencegah kontaminasi produksi dari lingkungan pada kultur sambil mencegah pelepasan kultur ke lingkungan. Jenis – Jenis Fermentor 123 . Selain dari penggunaannya untuk budidaya sel. Kedua. dalam sebuah alat biasanya sebagai fermentor atau bioreaktor. Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. Dalam skala laboratorium digunakan dalam botol erlenmeyer (volume 50-2000 ml dengan pengisian maksimum 20 %). Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). H.2001) Fungsi utama bioreaktor adalah memberikan lingkungan terkontrol bagi pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu mikroorganisme untuk memperoleh produk yang diinginkan. Fermentasi juga diklasifikasikan sebagai proses dalam fasa biologi. Pada Myxomycota. di daun. dan objek yang lebih spesifik untuk dihasilkan.tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. dan bahan baku. (waites. Fermentor merupakan system tertutup untuk reaksi biologis dari proses bioteknologi. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. Meskipun media dalam bentuk padat sering digunakan tetapi kebanyakan fermentasi menggunakan media cair. sel – sel yang ada berpencar dengan bebas dalam media dan berinteraksi sebagai bentuk tersendiri. dimana prosesnya dilakukan oleh enzim-enzim dalam mikroba atau enzim murni yang diisolasi. yaitu laju agitasi.  Bioreaktor sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar terjadi pengawasan proses optimum.2001) Pada penundaan pertumbuhan mikroorganisme. 1982) FERMENTATION SYSTEMS Fermentasi pada mikrobiologi memilki dua arti yang berbeda.2001) Alat yang biasa digunakan adalah fermentor (bioreactor) yaitu suatu unit alat yang digunakan untuk melangsungkan proses biokimia dari suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. kontrol apa yang akan dilakukan bergantung pada proses tertentu. fermentasi mengacu pada energi yang menghasilkan senyawa organik di mana bertindak sebagai pendonor elektron dan akseptor.akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. transfer oksigen. Pada fermentor ada parameter yang harus dikontrol. K. sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler. (Timotius. pada Acrasiomycota. kayubusuk untuk memakan bakteri. Sistem fermentasi ini mungkin terlihat mudah tetapi dalam kenyataanya fermentasi menggunakan nutrisi dan oksigen bisa dikembangkan. Pertama dalam metabolisme. kemudian sel gamet ini melakukan singami. yaitu pada sel vegetatif dan spora. (waites. massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria). (waites. pH. dimana yang penting untuk banyak proses fermentasi yang ingin dilakukan. Plasmodium mempunyai banyak inti. intinya membelah. dalam konteks industrial mikrobiologi. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid.

macam-macam reactor adalah sebagai berikut : 1. Bubble column bioreactor. c. Menurut Andhiko (2008). 2. tumbuhan). Karakteristik massa dan panas bioreaktor. Terdiri dari tabung panjang dengan beberapa sparger di bagian dasarnya.2001) A. bahan kontruksi murah dan evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. Berdasarkan penggunaan alat tersebut. PERANCANGAN FERMENTOR Rancangan dan kontroksi bioreaktor perlu diperhatikan tentang bejana harus dapat dioperasikan dalam jangka waktu lama. sistem kontrol suhu. Karakteristik stabilitas genetis dr sistem sel Desain peralatan yg aseptis Pengawasan lingkungan bioreaktor (makro dan mikro) Implikasi desain bioreaktor pada pemisahan produk menghilir Modal dan biaya operasi bioreactor Potensi pengembangan desain bioreactor 124 . b. 3. Karakteristik hidrodinamik bioreaktor.Kriteria Dasar Dalam Desain Bioreaktor:           Karakteristik mikrobiologi dan biokimia dr sistem sel (mikrobia. Grup ini termasuk stirred tank reactor. 3. Air lift loop reactor . fermentor ini dikelompokkan atas tiga jenis: a. Loop reactor. Merupakan reaktor kolom di mana percampuran dan sirkulasi diinduksi dengan alat-alat tertentu. Jet loop reactor . (waites. Bioreaktor kolom gelembung (Bubble column bioreactor) udara dialirkan melalui sparger di dasar bejana. mamalia. serasi dan afitasi memadai untuk kelangsungan proses metabolik mirkobia. bejana harus dapat dicuci dan disterilisasi fasilitas sampling harus ada konsumsi tenaga serendah mungkin. Kinetika pertumbuhan sel dan pembentukan produk. Berdasarkan proses penyebaran organisme dan media dalam bejana mengelompokkan jenis fermentor ke dalam 3 grup : 1. Bioreaktor terkemas padat diisi dengan bahan padatan yang dapat menjaring mikrobia masuk kedalamnya. Udara dipaksa masuk melewati pipa sehingga udara dapat terpancar keatas dan medium ikut terbawa. Pro peller‟loop reactor. Merupakan bioreaktor paling sederhana. Reaktor dengan agitasi internal. Bioreaktor tangki adukan ( stirres tank bioreactor) 2.Menurut Pujaningsih (2005). pH dan penambahan nutrien. Bioreaktor dengan pancaran udara (Airlift bioreactor) terdiri dari dua kolum yang dimasukkan ke dalam kolum yang lain. Merupakan biorekator yang paling lazim digunakan di berbagai industri fermentasi.

karena bentuk demikian dapat mengendur akibat dari gerakan/fibrasi alat dan kenaikan suhu.  Semua bagian sistem harus dapat disterilisasi secara tersendiri. pH harus ada. Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi berulang kali pd tekanan uap tinggi. sehingga tidak mengalami stress mekanik akibat terlampau rapat.  Setiap hubungan/kelep ke bejana harus dapat disterilkan dengan uap. dibersihkan dan mudah dipelihara.  Dikonstruksi dari bahan yang murah. Sistim kontrol temperatur.B. Konstruksi Fermentor. Bejana harus dapat dicuci.  Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk gelangan. Sistem stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup. Bahan fermentor harus tidak beracun & tidak mudah terlarut. Fermentor aerobik memerlukan alat untuk mengaduk dan memberikan aerasi cukup. Konstruksi fermentor aerobic Tebuat dari baja anti karat. Konsumsi tenaga serendah mungkin. Apapun yang keluar ataupun masuk pada proses 125 . C.  Tekanan dalam fermentor harus tetap positif sehingga kalau ada kebocoran akan mengarah ke luar. Evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. KONTROL KIMIA DAN KONDISI FISIK Konsep dasar dari Bioreaktor adalah untuk pemisahan.  Bila mungkin seluruh konstruksi alat dilas. D. dibuat dari bahan transparan. shg tdk menghambat pertumbuhan mikroba. Karakteristik Fermenter. Aerasi dan agitasi cukup memadai untuk kelangsungan proses metabolik mikrobia. Syarat Fermentor adalah sebagai berikut :  Tidak boleh ada hubungan antara bagian sistem yang steril dengan non-steril.  Pemeriksaan secara visual dari medium & kultur hrs tersedia. karena ruangan seperti itu sulit untuk dibersihkan. Desain Bioreaktor Harus Memperhatikan Beberapa Hal Yaitu :        Bejana dapat dioperasikan dalam keadaan aseptis untuk jangka waktu lama. tertutup di bagian atas atau bawah. misalnya katup bola atau diafragma.     Fermentor anaerobik memerlukan alat khusus kecuali untuk menghilangkan panas. Fasilitas untuk sampling harus ada.     Bahan fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi logam/ion selama proses. E. dilengkapi pipa-pipa. dengan menggunakan pembatas antara lingkungan dalam fermentasi dengan lingkungan luar. mempunyai geometri yang sama baik untuk laboratorium maupun skala industri.  Gunakan katup-katup yang mudah dibersihkan maupun disterilkan. Berupa silinder besar. dan memungkinkan kontaminasi.  Hindari ruang-ruang perangkap serta bentuk leher.

Stirred Tank Reactors(STRs) STRs secara mekanis menggerakkan agitator atau impeller dalam sebuah wadah silinder baffle.2001) Kunci pada bagian exrinsif adalah adalah pada energy dan massa.Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sudah ada. Pada fasa gas di dominasi oleh oksigen dan karbon dioksida. . dan input yang lebih jauh berguna untuk fermentasi.Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar. apalagi ketika digabungkan dengan penetapan pada termodinamik ( perpindahan panas. tekanan dan panas yang tepat. 126 . (waites. volum. Dengan informasi yang didapat dapat digunakan untuk perhitungan matematik dan pemodelan pada computer yang kemungkinan bisa digunakan pada computer dan kontrol fermentasi selanjutnya. Pada fasa cair terkandung larutan nutrisi dan metabolit. gas dan perpindahan panas. Ada bagian extrinsif seperti massa. oksigen dan energi yang ada di sistem pada saat awal operasi. (waites. hal ini diakibatkan karena jumlah atom karbon. Perpindahan panas sangat diperlukan pada proses sterilisasi dan penjagaan temperatur selama operasi terjadi. Contohnya jika 10gr air dengan suhu 30ºC ditambahkan pada 35 gr air dengan suhu 30ºC. Pencampuran yang efisien sangat penting untuk perpindahan oksigen pada fermentasi aerob.(waites. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas secara turbulen. Tingkat agitasi dapat diukur berdasarkan tenaga yang dikonsumsi oleh motor yang menggerakkannya.Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena sifat alir fluida yang menjadi tubulen. Fasa padat dibuat oleh sel dan kemungkinan terdapat substrat padat. entropi dan energy dapat diseimbangkan. agar tidak terjadi formasi vortex dan mengurangi “dead space”. 1. tetapi berat dari air (bagian extrinsif) adalah additive pada 45 gr.Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebih lama. Proses pencampuran seharusnya terjadi pada kondisi produksi secara homogen dan meningkatkan fungsi nutrisi.2001) Tingkat agitasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap efisiensi transfer oksigen di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik. Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. Sistem ini harus menyediakan alat analitik yang baik. Pada fermentasi ada bagian yang intensif. konsentrasi.fermentasi dapat dimonitor.2001) Agitasi fermentor membutuhkan input energi dan ada 3 prinsip mekanisme yang biasanya digunakan. Bagian ini memiliki jumlah tersendiri pada system fermentasi. . hasilnya didapatkan air dengan temperature (bagian intensif) adalah 30ºC dan bukan 60ºC. Perubahan fasa dari gas menjadi fasa cair meningkat dengan agitasi. nitrogen.2001) Agitasi Agitasi pada fermentasi sel tersuspensi adalah proses yang dilakukan dengan keinginan untuk mencampur 3 fasa yang berbeda dengan menggunakan fermentor. (waites. yaitu temperature. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencari hubungan-hubungan antara konsumsi tenaga yang diperlukan dengan KLa. karena sebagai mikroorganisme hanya dapat mengambil oksigen pada saat fasa cair. . rheologi dan temperature) dan laju reaksi (produksi biomass). Agitasi sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut: . densitas. dan semuanya dikalkulasi pada akhir proses. sehingga dengan hubungan-hubungan yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan tenaga yang dibutuhkan dalam desain dan scale-up.

2001) 2. Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller.(waites. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. Hal ini didasarkan pada proses yang dirancang setelah penelitian intensif dan pengembangan. Untuk menghindari adanya kontaminasi. Dalam hal ini. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan.2001) Keuntungan: .Pada wadah. dan melepaskan mikroorganisme serta hasilnya ke lingkungan. yang secara signifikan meningkatkan sirkulasi di dalam reaktor dengan mengorganisir konsentrasi oksigen terlarut dan substrat yang dapat disesuaikan sepanjang silinder gerakan agar tidak mengganggu pertumbuhan mikroba karena oksigen tidak mencukupi dan kelebihan gula. dibutuhkan 2 atau 3 pelindung untuk meminimalkan adanya kontaminasi. Pada perakitan agitator yang juga terdapat sebuah pelindung.Produktivitas yang lebih tinggi . Untuk proses fermentasi tertentu. ini biasanya sebagai jalur yang potensial untuk kontaminasi. Airlift Fermenter Sistem ini sangat cocok untuk proses aerobik seperti produksi biomassa mikroba.Pengurangan konsumsi energi . Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1.Tidak ada tindakan geser . impeller dipasang pada motor external dimana sebagai pengendali pada sistem pengadukan. Cairan-dinamis kondisi dalam cairan fermentasi sangat homogen.(waites. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel.Metode kompak konstruksi 127 . sebuah batang pemisah dipasang pada fermenter sampai pada pelindung aseptik. Sebagai contohnya. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan.Sebagai bagian dari perlindungan lingkungan .

oksidasi kandungan besi dan mangan dalam air. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. (waites. Aplikasi aerasi dalam proses ini dapat memberikan cukup banyak oksigen untuk berlangsungnya reaksi.2001) Aerasi dipergunakan pula untuk menghilangkan kandungan gas-gas terlarut. Sistem tersebut juga digunakan untuk sterilisasi wadah dan konten sebelum inokulasi.2001) Perpindahan Panas Pada desain fermentor. Panas terkonduksi masuk melewati dinding wadah. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen.Waktu amortisasi Sangat singkat 3. gulungan dan baffle. Kontak tidak langsung antara sistem pendingin/pemanas dengan media fermentasi. Walaupun demikian. Hydrodynamic mechanism (Deep-jet Fermenter) Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi. aerasi dalam aplikasi ini akan menghasilkan endapan dan meningkatkan konsentrasi 128 . Penyisihan besi dan mangan dapat dilakukan dengan proses oksidasi. ukuran dan geometri wadah. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. (waites. menggunakan injeksi penguap tekanan. perpindahan oksigen pada fermentasi aerob lebih kompleks. yaitu aliran laminar dan turbulen. Bagaimanapun. mereduksi kandungan ammonia dalam air dan untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut agar air terasa lebih segar. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. Pengontrol otomatis temperature selama fermentasi berhasil terjadi dengan penginjeksi air panas/dingin menuju jaket terluar dan atau gulungan dalam. Oleh karena itu. Fungsi utama aerasi dalam pengolahan air adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. Proses ini biasanya digunakan pada air tanah yang kebanyakan mempunyai kandungan oksigen terlarut yang rendah. Perpindahan panas utamanya dicapai menggunakan jaket luar di sekitar fasa internal atau menggunakan gulungan internal. Penyisihan besi dan mangan. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem.Cepat pembersihan tanpa masalah . (waites. Terbentuknya panas pada fermentasi terutama akibat dari aktivitas metabolis mikroorganisme dan proses mekanisme agitasi.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. serta membantu pengadukan air.2001) Perpindahan Massa Pada perpindahan nutrisi dari fasa larutan menjadi sel – sel microbial selama fermentasi secara relatif tanpa kesulitan sebagagai nutriri biasanya tersedia di kelbihannya.. efisiensi dari perpindahan panas sangat penting pada kontrol temperatur selama operasi penyeterilan dan mempertahankan temperature tetap selama proses fermentasi berlangsung.(waites.2001) Aerasi Aerasi merupakan salah satu proses dari transfer gas yang lebih dikhususkan pada transfer oksigen dari fase gas ke fase cair.

Penyisihan karbondioksida. Mekanisme pengolahannya adalah terjadi oksidasi hydrogen sulfide menghasilkan air dan belerang bebas. 2 HSNH4 + H2SO4 à (NH4)2SO4 + 2 H2S / Gas H2S bersifat lebih volatile dibandingkan dengan gas NH3.5 dapat memperbesar oksidasi mangan. Hal tersebut didasari hasil percobaan bahwa kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 150 MPa. Hidrogen sulfide adalah senyawa utama penyebab rasa dan bau yang dapat diolah cukup efektif dengan aerasi. Kondisi Proses Air Strippping Proses Air stripping 0. Proses yang terjadi adalah digambarkan seperti persamaan berikut.5 ambien 5-15 90-96 Kandungan S2-awal (g/L) Suhu (oC) Kandungan S2. 1995) AIR STRIPPING Proses air stripping biasanya diawali dengan proses pre-asidifikasi. Hal tersebut sejalan dengan koefisien hukum Henry dimana koefisian akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. Kondisi proses stripping yang dapat dijadikan acuan diperlihatkan pada Tabel 1. Mangan sering kali tidak dapat teroksidasi pada pH normal. Telah disebutkan diawal bahwa semakin tinggi kostanta Henry. Proses ini biasanya diterapkan pada pelunakan air tanah yang umumnya mempunyai kandungan karbondioksida yang tinggi. Tingginya konsentrasi karbondioksida dalam air dapat meningkatkan pemakaian bahan kimia untuk keperluan pelunakan. Ammonia merupakan polutan yang dapat dipisahkan dari suatu limbah cair walaupun seringkali memerlukan pengaturan pH terlebih dahulu. Tujuan pre-asidifikasi adalah untuk mendisosiasi ammonium dalam bentuk garam. Penyisihan hydrogen sulfide.oksigen terlarut. Kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan memungkin suhu proses stripping dapat diturunkan hingga suhu dibawah 80 oC. sehingga aerasi sangat efisien dalam penyisihannya. Proses pemisahan (stripping) lebih mudah dilakukan pada suhu tinggi. Proses pemisahan gas NH3 secara cepat umumnya dilakukan pada suhu 105 oC.akhir (g/L) Efisiensi removal S2. sedangkan kombinasi gas NH3 dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 15 MPa. Pre-asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam kuat seperti asam sulfat sehingga dicapai pH 5. Peningkatan pH sampai 8. Penyisihan senyawa organic volatile. maka proses stripping akan semakin mudah dilakukan. Karbondioksida mempunyai kelarutan yang rendah dalam air.2-0. 1995) Tabel 1. Senyawa organic yang bersifat mudah menguap (volatile) dapat disisihkan dengan cara aerasi. (Berne dan Cordonnier. Karbondioksida dapat cepat dihilangkan dengan cara aerasi.5-6. khususnya jika digunakan menara aerator. (Berne dan Cordonnier.(%) 129 .

Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. Walaupun demikian. Kesulitan pada deep jet adalah desain alat yang rumit sehingga untuk cara pembersihannya lebih sulit dari alat yang lain. 5. Dalam hal ini. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem. Jadi apakah mikroba tidak bernafas? (Maratus 115061100111019) Jawab: Pada proses fermentasi yang dijelaskan adalah aerob. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi. Tolong dijelaskan proses yang terjadi dalam deep-jet fermentor! (Rizka Dwi Octaria 115061101111017) Jawab: Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Sebagai contohnya. tapi ada fermentasi anaerobik itu ada pemasukan udara atau tidak?Kalau prosesnya anaerobik. ukuran dan geometri wadah. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. 3. prosesnya itu aerobik atau anaerobik? Yang dijelaskan tadi pada fermentor ada pemasukan udara. sebelumnya telah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya bahwa bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen untuk berespirasi sehingga saat proses fermentasi menggunakan bakteri anaerob tidak dialiri oksigen. Tadi dijelaskan pada airlift fermentor mempunyai keuntungan cepat pembersihan tanpa masalah. (Winda Fauzi Istiqomah 115061101111003) Jawab: fermentor airlift ini wadahnya mudah dibuka serta didalamnya tidak terlalu banyak alat seperti pada STRs yang didalamnya ada alat pengaduk. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. m2) Sumber: Berne dan Cordonnier. 2. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan. 1995 DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. lalu bagaimana peran sparger dan sterile air pada fermentasi anaerob? Fermentasi anaerob kan tidak 130 30-40 . mikroba dikatakan akan keracunan bila mendapat oksigen. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. itu maksudnya apa? Memang fermentor lainnya ada masalah dalam pembersihan? Padahal proses fermentasi tadi dikatakan steril. 4. Apa pengaruhnya aliran kultur yang terlalu cepat dalam fermentor proses agitasi? (Queen Sitanggang 115061100111015) Jawab: Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. yaitu aliran laminar dan turbulen. STR itu fermentor untuk fermentasi aerob atau anaerob? Kalau bisa digunakan untuk keduanya. Pada proses fermentasi. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan.40-80 V udara / V air 2-3 Tinggi kolom packing (m) Percolation velocity (m3/ jam. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan.

Kalau mikroba anaerobic desain fermentornya bagaimana? Apa perbedaanya dengan desain fermentor untuk aerob? (Dhanang Edy Pratama 115061101111007) Jawab: Proses anaerobic yang terjadi dilakukan di dalam bioreactor anaerob dengan tipe Up-Flow anaerobic filter dengan volume 500L. Untuk fermentor anaerob itu sendiri contohnya pada pembuatan etanol. atau sebagainya. Buffle terbuat dari bahan apa? Apakah ada spesifikasi tertentu tentang bahan-bahan yang digunakan untuk buffle? Misalnya harus kuat. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Pada deep-jet fermentor. 6. (Inggit Kresna Maharsih 115061100111003) Jawab: Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. Diketahui bahwa mikroba berespirasi secara aerob atau anaerob dan dijelaskan pada diagram stirred tank reactor ada udara steril yang masuk. maupun continous karena telah dijelaskan dikelompok selanjutnya. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas 10. 11. 8. apa tujuannya aliran secara turbulen? Kenapa jenis alirannya berbeda dengan fermentor lain? (Alfonsina 115061100111027) Jawab: Deep jet fermentor adalah salah satu alat dengan menggunakan mekanisme hidrodinamik. lalu fermentor seperti apa yang biasa digunakan untuk fermentasi anaerob? (Dewi Nugrahani 115061100111001) Jawab: STR digunakam untuk aerob sedangkan Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol dengan bahan baku gula biasanya mengunakan fermentor anaerob.membutuhkan oksigen? Tapi kalau STR digunakan hanya untuk fermentasi aerob. Udara seperti apa yang digunakan pada sparger?serta pada perpindahan massa nutrisi seperti apa yang digunakan?makro apa mikro? (Lilis Triyowati 115061101111009) Jawab: Udara yang digunakan pada STR berupa udara yang steril yang bebas dari kontaminan dan masuk melalui sparger yang dihubungkan dengan selang. BagaimPada deep-jet bagaimana cara menghilangkan kontaminan pada system penggeraknya? Menggunakan apa? (Sharfina Widyaningrum 115061105111003) Jawab: pada deep jet ini ada pompa untuk mengalirkan hasil fermentasinya. akan tetapi bagaimana untuk mikroba anaerob yang notabene tidak dapat hidup jika ada oksigen.Jelaskan! (Vivi Anita Aprilia 115061107111005) Jawab: Pada prinsipnya STR adalah fermentor aerob. reactor tersebut menggunakan media sponge filter yang berfungsi sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. maupun continous? Dan apa dampak dari produk yang dihasilkan? (Freshsya Zatalini 115061100111003) Jawab: Kelompok kami tidak membahas fermentor dengan system baych. feed batch. deep jet fermentor juga menggunakan aliran laminar dimana harus disesuaikan dengan reynould number. Bagaimana cara menentukan kapan kita menggunakan fermentor dengan system batch. jadi dapat dinyatakan bahwa mikroba anaerob benar akan mati bila masuk ke dalamnya. 7. untuk adanya kontaminan bisa dilakukan sterilisasi pada alat menggunakan udara bertekanan. Mikroba aerob mungkin akan tetap bisa hidup jika udara tersebut mengandung oksigen. 12. Nutrisi yang digunakan meliputi makro dan mikro karena 131 . Secara umum. 9. feed batch.

Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba Medium fermentasi memiliki fungsi yaitu untuk menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. Jadi dapat dikatakan pompa tersebut membuat kinerja dari fermentor ini kurang efisien karena harus menggunakan tenaga untuk melakukannya. karena setiap alat harus ada pengawasannya terhadap lingkungan.1 Medium Fermentasi Istilah fermentasi berasal dari bahasa latin fervare yang berarti mendidih. Kenapa deep-jet fermentor jarang digunakan? Apa kekurangan dan kelebihannya? ( Pandu Rahmat 115061107111001) Jawab: Deep-jet fermentor jarang digunakan karena pada fermentor ini mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. 13. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aksi dari ragi dalam ekstrak buah atau biji-bijian yang menghasilkan gelembunggelembung gas karbondioksida sebagai akibat dari proses katabolisme anaerob dari gula yang terdapat dalam ekstrak. mikroorganisme tersebut dapat memperoleh sumber nutrisi yang dapat digunakan untuk memperoleh energy dalam rangka pembentukan sel serta melakukan proses biosintesis untuk menghasilkan produk-produk metabolit. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.mikroorganisme adalah makhluk hidup dan pada dasarnya semua makhluk hidup butuh nutrisi baik makro maupun mikro. 14. Dalam suatu proses fermentasi memerlukan: 1. Idealnya suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang dapat berperan sebagai pensuplai nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung agar mikroorganisme tersebut dapat bekerja secara optimum selama proses fermentasi. Sehingga melalui media fermentasi. 132 . Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal. suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi. Amortisasi adalah penyusutan secara berangsur – angsur pada proses fermentasi. Berikut ini terdapat tabel yang menjelaskan menganai kebutuhan nutrisi bagi 3 jenis mikroorganisme yang berbeda-beda. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai produk minuman atau makanan. Oleh karena itu. 3. Apa pengertian amortisasi? dan apa yang dimaksud sebagai bagian dari perlindungan lingkungan? (Ridhani 115061100111009) Jawab: alat dipasang ataupun dibuat dari bahan yang murah harganya dan ramah lingkungan. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Mikroba sebagai inoculum 2.

Komponen . seperti kacang kedelai dan ampas biji kapas. a. yeast. 3.komponen penyusun media fermentasi adalah sebagai berikut : Sumber nitrogen Air dan mineral Vitamin Faktor pertumbuhan Prekursor dan Induser Elisitor Inhibitor Modifikasi permeabilitas sel Oksigen Antifoams Animal Colture Media Plant Culture Media Culture Maintance Media Gambar 1 : Tabel Komposisi rata-rata mikroorganisme (bakteri. yeast. Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. 1.1. 9.2 Sumber Nitrogen Fungsi sumber nitrogen dalam media fermentasi yaitu untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. b. Nitrogen organik Nitrogen merupakan nitrogen yang berasal dari berbagai macam sumber zat organic. nucleo acid. Nitrogen organic didapatkan dari berbagai kombinasi hasil samping pertanian. kebutuhan dasar lain dari mikroorganisme yaitu air. lipids. 6. 7. dan ash. Selain ke-dua komponen tadi. protein dan urea. karbohidrat. d. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. molds). Sumber nitrogen dapat dibedakan menjadi 2. c. Sumber : The Internet Journal of Microbiology ISSN: 1937-8289 II. Dalam hal ini sumber 133 . maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. 4. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. 5. 8. Dengan kebutuhan nitrogen bagi mikroorganisme yang harus disuplai pad media fermentasi yaitu sekitar 10-15% dari berat kering sel bakteri. protein. yaitu nitrogen organik dan nitrogen anorganik. seperti nitrogen. Selain itu sumber nitrogen organik lainnya yaitu berupa asam amino. Namun untuk kandungan karbon dan mineral yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. 2. Dimana air merupakan komponen terbesar dalam tubuh organisme yaitu sekitar 80-90%. oleh karena nya kebutuhan akan air sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme sangat penting.

Sementara nitrogen anorganik dapat bersumber dari amonium sulfat./Per/VI/79 adalah secukupnya untuk jenis makanan soda kue. serta mempunyai kelarutan yang tinggi dan mempunyai sifat yang stabil dalam penanganan penyimpanannya. gas amonia. ekstrak ragi.2 – 4. Corn steep Liqour digunakan untuk produksi antibiotik penisilin pada tahun 1940-an. Untuk komposisi yang tepat dari Corn steep Liqour tergantung pada kualitas jagung sebagai sumber nya serta kondisi pengolahan. Amonium phosphat mempunyai kandungan nutrien yang tinggi yaitu fosfor (P) dan nitrogen (N). bir dan makanan lainnya. maka nitrogen anorganik tersebut akan mengontrol agar pH selama proses fermentasi berlangsung berkisar antara 4. Sedangkan yang paling cocok digunakan sebagai sumber nitrogen adalah amonium sulfat dan diamonium hidrogen phosphate (DAHP) karena mudah didapat dan harganya cenderung murah.4. Selain itu dengan penambahan nitrogen anorganik pada medium fermentasi juga berfungsi sebagai pengatur pH pada proses fermentasi. Dalam proses industri. Hal tersebut dikarenakan ke-dua sumber nitrogen tersebut harganya relatif murah dan mudah mendapatkannya. Corn steep Liqour Corn steep Liqour adalah produk samping yang dihasilkan dari ekstraksi pati dengan menggunakan jagung sebagai komponen pokok. Komposisi pada Corn steep Liqour umumnya mengandung sekitar 4% (b / v) nitrogen. 2. meliputi pH. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasikan keracunan dan hal-hal yang buruk bagi pengosumsi. vitamin dan mineral.25 bagian untuk setiap 100 bagian berdasarkan berat. Amonium phosphat monobasis disebut juga sebagai amonium dihidrogen phosphat yang mempunyai rumus kimia NH4H2PO4. Tujuan pengontrolan pH yaitu agar mikroorganisme yang berperan (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) dapat bekerja secara optimum karena pada pH demikian kerja mikroorganisme tersebut dapat optimum. maupun amonium hidroksida. sumber nitrogen tersebut dapat diproses sehingga menghasilkan produk seperti corn steep liquor. peptones dan soya bean meal. Sumber nitrogen yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah amonium sulfat. 1. Pada proses fermentasi.nitrogen organic yang paling banyak digunakan yaitu jenis urea dan asam amino. ekstrak khamir dan pepton. dan tekanan. Seperti contohnya yaitu ketika melakukan proses fermentasi yoghurt. Dalam hal ini sumber nitrogen akan membantu proses pertumbuhan dari mikroorganisme yang berperan (jamur) sehingga dapat menjalankan fungsinya secara optimum. Dalam hal ini nitrogen anorganik bersifat sebagai suplemen untuk mikroorganisme pada proses fermentasi. dalam hal ini sudah termasuk berbagai asam amino. Batas maksimum penggunaan amonium phosphat menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 235/Men. Dimana setiap sisa gula yang dihasilkan biasanya dikonversi menjadi asam laktat 134 .Kes. suhu. Amonium phosphat yang terdapat di pasaran terdapat dua jenis yaitu monobasis dan dibasis. Sedangkan amonium phosphat dibasis atau disebut juga diamonium hidrogen phosphat mempunyai rumus kimia (NH4)2HPO4. roti. Sedangkan Matz (1972) menyatakan bahwa penggunaan amonium phosphat pada pembuatan roti tawar tidak boleh lebih dari 0.

Dalam hal ini. Ekstrak tersebut digunakan dalam formulasi media fermentasi biasanya berupa garam bebas dengan konsentrasi komponen yang larut dalam hidrolisis sel ragi. yaitu prolin dan sistein.05% (b / v) tidak dapat digunakan dalam proses fermentasi karena memiliki potensial menyebabkan masalah korosi. seperti : daging. Dalam hal ini selama proses autolisis harus dapat mengontrol suhu dan tekanan osmotik.Gambar 3 : Tabel kandungan protein dan vitamin pada ekstrak ragi. bahan pada dinding sel ragi rusak dan menjadi puing-puing dan dihilangkan melalui Sumber : Waites. dll. Peptone Peptone biasanya terlalu mahal digunakan untuk industri fermentasi skala besar. peptida. gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak. 1975 toko roti maupun ragi. namun hampir tanpa kandungan belerang yang mengandung asam amino. dalam hal ini beripa autolysis. 2. Selain itu ekstrak ragi juga dapat ditemukan sebagai limbah dari kayu dan pengolahan kertas. Ekstrak tersebut mengandung asam amino. Misalnya peptones yang berasal dari gelatin. memiliki kandungan prolin dan hidroksiprolin yang sangat besar. sehingga dapat menyebabkan sel-sel dalam ragi (yeast) tersebut mati tanpa menonaktifkan enzim. biasanya tanpa perlu enzim hidrolitik tambahan lainnya. Dalam industri pangan. gelatin. Peptone dari sumber tanaman selalu mengandung jumlah karbohidrat yang relatif besar. Sehingga pada akhirnya. Ekstrak Ragi Ekstrak ragi dapat didapatkan dari Gambar 2 : Tabel komposisi Corn Steep Liquor limbah Sumber : Anon. 1995 penyaringan atau sentrifugasi. dan es krim. yaitu apabila dia terhidrolis dengan air maka akan menyebabkan asam yang bersifat korosif. Selain itu kontrol suhu sangat penting untuk mencegah hilangnya vitamin dari proses autolysis ini. Proses autolisis bekerja pada rentang suhu pada 50-55⁰C selama beberapa jam sebelum suhu dinaikkan hingga 75⁰C untuk mengaktifkan enzim. Suhu dan pH harus dikendalikan untuk memastikan proses autolisis optimal dan standar. Dalam hal ini komposisi dari pepton bervariasi tergantung pada sumber protein awalnya. seperti yang berasal dari produksi tepung kentang. Pada proses autolysis ini menggunakan enzim endogen sel. jeli. Corn steep Liqour kadang-kadang dapat digantikan oleh minuman keras yang sama. yang ditanamkan pada ragi untuk kemudian dibudidayakan (dikulturkan) menggunakan etanol. namun kekurangan lisin. b/ v oleh mikroorganisme yang mengkontaminasinya. Sedangkan peptones dengan sumber keratin kaya akan kedua-nya. pasta kental atau bubuk kering. sel-sel dalam ragi tersebut akan terganggu oleh adanya proses plasmolisis atau gangguan mekanis lainnya pada proses autolysis ini. sehingga ekstrak yang dihasilkanakan akan terkonsentrasi dengan cepat.sebanyak 9-20%. 3. Berdasarkan hal di atas diketahui bahwa komposisi pepton berbeda-beda berdasarkan sumber protein penyusunnya. biji bunga matahari. Hal tersebut dikarenakan bahan penyusun pada pepton terdiri atas asam atau hidrolisis enzim dari bahan protein tinggi. keratin. vitamin larut air (Tabel 3). Akibatnya bahan. ekstrak yang terbentuk berupa cairan yang mengandung padatan sekitar 50-65%. kedelai makan. dan beberapa glukosa yang berasal dari karbohidrat yang tersimpan dalam ragi (trehalosa dan glikogen). Proses mendapatkan ekstrak ragi yaitu melalui proses hidrolisi. Ekstrak ragi dengan konsentrasi natrium klorida lebih besar dari 0. atau dapat juga bersumber dari strain seperti Saccaromyches cerevisiae serta strain alternative lainnya yaitu Kluyveromyces marxianus. Oleh karena itu dalam formulasi media fermentasi harus dapat diketahui terlebih dahulu 135 . kacang.

soya bean meal digunakan dalam proses fermentasi antibiotic. sehingga dapat memilih sumber pepton yang sesuai terhadap kebutuhan mikroorganisme nya. Hal tersebut dikarenakan komponen nya hanya secara perlahan-lahan dilakukan proses metabolisme. Gambar 4 : Garfik hasil β-Glukan yang dihasilkan dengan menggunakan medium : pepton. Komposisi dari soya bean meal yaitu terdiri dari protein sebanyak 50%. 8% senyawa non-protein nitrogen. asam glutamate. II. urea.1 Aplikasi penerapan media dengan komponen sumber Nitrogen dalam industry Pegaplikasinua yaitu dalam proses : Produksi β-Glukan dengan menggunakan mikroorganisme berupa Saccharomyces cervisiae dalam media dengan sumber nitrogen berbeda pada Air-Lift Fermentor. sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan kemungkinan represi dari pembentukan produk. 30% karbohidrat dan minyak sebesar 1%. dan 136 .2.karakteristik jenis pepton yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang akan digunakan selama proses fermentasi. Pada proses fermentasi. Soya Bean Meal Soya Bean Meal merupakan residu yang tersisa setelah kacang kedelai selesai di proses. yang kemudian digunakan untuk mengekstrak sebagian besar minyak. 4.

magnesium.3. fosfor.1 Air Semua proses fermentasi. Dalam hal ini air yang akan digunakan untuk formulasi media fermentasi harus dipastikan bebas dari kandungan padatan tersuspensi maupun koloid seperti klorin. Fungsi pemberian mineral dalam media fermentasi yaitu untuk fisiologi mikroorganisme tersebut. maupun garam mineral seperti kalsium karbonat. Dalam banyak kasus juga menyediakan elemen mineral dalam media fermentasi. dan seng yang hadir dalam pasokan air. cornsteep liquor mengandung berbagai mineral yang biasanya akan memenuhi kebutuhan mineral minor. memerlukan air dalam jumlah yang besar. Misalnya. sehingga banyak perusahaan yang melakukan proses pendaur ulangan / penggunaan kembali dari air. termasuk : saat pembelahan dan pertumbuhan sel. II.3.3. II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber nitrogen terbaik untuk proses fermentasi (produksi β-Glukan) adalah menggunakan pepton.Hasil yang diperoleh yaitu : 137 . dan dengan injeksi steam dengan tekanan yang tinggi. Hal ini dikarenakan air merupakan komponen dasar yang dibutuhkan mikroorganisme untuk tumbuh selama proses fermentasi berlangsung. Namun sayangnya pepton harganya relative mahal. kecuali solid-substrat fermentasi. Kadang-kadang. struktur dan fungsi mitokondria. II.2. mangan. sehingga dapat menggunakan alternative urea yang jauh lebih murah sementara produksi β-Glukan tidak jauh berbeda dengan β-Glukan yang dihasilkan oleh pepton.2 Mineral Mineral – mineral yang sering terdapat dalam medium fermentasi yaitu seperti berikut : kobalt. Sementara dengan menggunakan urea produksi β-Glukanpaling sedikit yaitu 633 mg. yaitu menambahkan butiran karbon aktif yang berfungsi sebagi filtrate air sehingga antara air dan kolod tersebut dapat terpisah sehingga menghasilkan air yang bebas koloid untuk proses formulasi media fermentasi. Dan untuk medium urea dan DAHP βGlukan yang dihasilkan sama yaitu 733 mg. Dengan alat yang digunakan untuk sterilisasi adalah autoclave. yaitu sekitar 833 mg. magnesium.Grafik diatas menerangkan bahwa produksi β-Glukan terbanyak pada akhir fermentasi (84 jam) adalah pada medium dengan menggunakan sumber nitrogen pepton. Hal ini dapat meminimalkan biaya dalam penggunaan air dan mengurangi volume limbah yang membutuhkan pengolahan air. copper.1 Aplikasi dari penggunaan mineral dalam industri Pengaplikasi dapat dijelaskan dalam Proses Fermentasi menggunakan Residu Mango sebagai Sumber Karbon untuk Produksi Bioetanol dengan menggunakan garam mineral MnSO4. namun juga penting untuk peralatan pendukung dan pembersihan (sterilisasi). Proses sterilisasi bisa dengan meggunakan cara filtrasi maupun pemanasan. ferum. Saat ini air menjadi semakin mahal. besi. dan kotoran dalam bahan media lainnya. KH2PO4. FeSO4. kalium. MgSO4. Dalam hal ini car menghilangkan koloid maupun suspensi tadi adalah dengan menggunakan teknik GAC (Granulated Carbon Active). Selain itu air tidak hanya digunakan sebagai komponen utama dari semua media fermentasi. molibdenum. kadar kalsium. sulfur dan ion klorida terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan ini sehingga dapat ditambahkan sebagai garam yang spesifik.Air digunakan untuk proses pembersih (sterilisasi) dalam proses fermentasi.3 Air dan Mineral II. Respiro-fermentasi metabolisme dan respon terhadap stres lingkungan. Dalam hal ini media yang akan disterilisasi dimasukkan dalam chamber. maka dilakukan pemanasan pada kolom chamber dengan suhu 121⁰C selama minimal 15 menit untuk memastikan medium sudah tersterilisasi sempurna.

Mg2+. Sementara untuk mikroorganisme lainnya. maupun inhibitor. Pada fermentasi membutuhkan suplemen precursor yang spesifik ditambahkan dalam jumlah terkontrol dan dalam bentuk relatif murni. dimana precursor tadi akan berikatan dengan rantai samping molekul penisilin. vitamin berperan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang digunakan selama proses fermentasi. Fe2+ adalah ion yang dibutuhkan untuk proses fermentasi Ragi alkohol. 138 .1. Contoh faktor-faktor pertumbuhan yang diperlukan dan ditambahkan dalam media fermentasi yaitu seperti : asam amino. Bro 1. Tetapi factor pertumbuhan ini tidak dapat dapat dibuat sendiri oleh mikroorganisme tersebut sehingga perlu ditambahkan dari pihak luar. Aplikasi dari penggunaan prekursor dalam industry dapat terlihat pada proses pengaruh penambahan urasil dalam media fermentasi terhadap hasil β-glukan dari dua strain Agrobacteriumradiobacter A1. asam lemak dan sterol. Oleh karena itu. seperti jamur dan ragi berserabut. Contoh vitamin yang digunakan dalam formulasi media fermentasi yaitu pengunaan kalsium pantotenat dalam produksi vinegar dan biotin dalam produksi asam glutamate.4 Vitamin Pada proses fermentasi.5 Faktor Pertumbuhan Faktor pertumbuhan dalam media fermentasi didefinisikan sebagai persenyawaan organik yang harus terdapat dalam sel mikroorganisme agar mikroorganisme tersebut dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya selama proses fermentasi berlangsung. K+.2. disimpulkan bahwa Mn2+. II. 1. Dalam hal ini factor pertumbuhan yang ditambahkan pada media fermentasi dapat berupa : prekursor. Vitamin dapat ditemukan dalam produk-produk yang banyak mengandung sumber karbon dan sumber nitrogen sebagai kontaminan ringan.Gambar 5 : Garfik laju produksi bioethanol pada produk yang mengandung mineral MgSO4 or KH2PO4 Berdasarkan kedua kurva di atas dapat dilihat bahwa penambahan mineral dalam medium fermentasi sangat penting dalam proses fermentasi. Mg2+ berperan penting untuk produksi enzim sehingga alkohol dapat terbentuk. dalam hal ini magnesium bertindak sebagai penggerak beberapa enzim (fosfatidilkolin transferase dan dekarboksilase). Contoh precursor yang ditambahkan dalam media fermentasi yaitu penggunaan phenylacetic acid atau phenilacetamida pada fermentasi antibiotic penisilin oleh Penicilliumchrysogenum. elicitor. Selain itu contoh lain dari penambahan precursor yaitu D-treonin digunakan sebagai precursor dalam produksi L-isoleusin oleh Serratia marcescens. II. maka harus ditambahkan vitamin sebagai suplemen untuk formulasi media fermentasi. nukleotida. dan asam antranilat ditambahkan pada produksi L-triptofan oleh khamir Hansenula anomala.Ion K+ sangat diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganise. Dalam medium fermentasi. dalam bentuk ekstrak dengan tujuan untuk menekan biaya operasi fermentasi karena harganya yang lebih murah dalam bentuk ekstrak. inducer. dimana ditambahkan baik dalam bentuk murni atapun.5 dan Agrobacterium sp. Faktor pertumbuhan biasanya ditambahkan pada sumber karbon maupun sumber nitrogen pada saat formulasi media pertumbuhan. karena perannya sebagai konstituen dehidrogenase laktat. Sementara Fe2+ dapat merangsang pernapasan dan perkembangan mikroorganisme. Prekursor Prekursor adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke medium fermentasi dimana selama proses fermentasi berlangsung akan dapat berikatan dengan molekul produk untuk menghasilkan produk dari proses metabolit sekunder. Mn2+ berperan dalam produksi metabolit. vitamin disintesis oleh banyak bakteri dan digunakan sebagai unsur-unsur dasar penyusun media fermentasi.

Inducer Dalam proses fermentasi. dan pemberian selulosa sebagai induser untuk produksi selulase oleh Trichoderma viride . Elisitor Elisitor yaitu senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi untuk membantu mengsekresikan produk target dari sel tumbuhan. Bro 1. Contoh : dihasilkannya isoflavonoid pada kultur sel kedelei oleh senyawa elisitor Pms yg dihasilkan oleh fungi patogen Phytophthoramegasperma var.5 maupun Agrobacterium sp.1 untuk fase logarigtmik (24 jam) maupun fase stasioner (46 jam). substrat inducer harus selalu ada dalam medium fermentasi. Dalam hal ini aplikasi penggunaan elisiator dalam medium fermentasi adalah pada proses peningkatan produksi katarantin melalui teknik elisitasi pada kultur agregat sel catharanthus roseus. Dalam proses kultur sel tanaman produksi metabolit sekunder. maka harus dimasukkan ke dalam media fermentasi atau ditambahkan pada suatu titik tertentu selama fermentasi. sistem untuk gen kloning digabungkan yang memungkinkan maksimalisasi awal pertumbuhan untuk membangun kepadatan biomassa yang tinggi. Selain elisator. khususnya patogen tumbuhan. Soja Jika pembentukan produk tergantung pada kehadiran senyawa elisitor tertentu atau analog struktural. inducer adalah senyawa yang Gambar 6 : Grafik produksi βbersifat menginduksi sistem biosintesis produksi enzim yang berguna glukan dengan menggunakan selama proses fermentasi. reagen juga sering diperlukan dalam fermentasi mikroorganisme hasil rekayasa genetika (GMMs). yaitu urasil biasanya berupa substrat enzim atau senyawa yang memiliki struktur berdekatan. Agar enzim tetap disintesis selama fermentasi. Dalam hal ini dilakukan proses isolasi untuk produk target dari berbagai mikroorganisme. pemberian induser maltosa oleh Bacillus subtilis. Hal ini dikarenakan pertumbuhan GMMs dapat terganggu ketika gen cloning 'dihidupkan'. seperti flavonoid dan trepenoids.2. karena tingkat transkripsi dan translasi yang sangat tinggi. Elisitasi adalah suatu metode untuk meningkatkan fitoaleksin dan metabolit sekunder lainnya dengan menambahkan berbagai elisitor biotik maupun abiotic. Contoh pemberian induser dalam medium fementasi yaitu penggunaan starch untuk produksi amilase oleh kultur Aspergillus spp. dapat dipicu dengan menambahkan elisitor. Akibatnya. baik dengan menggunakan kultur Agrobacteriumradiobacter A1. dimana gen kloning kemudian dapat 'dihidupkan' oleh penambahan elisitor kimia tertentu. cerevisiae 139 . Dalam hal ini inducible enzyme hanya medium yang diberi precursor disintesis untuk merespon adanya inducer di lingkungannya. 3. Dalam hal ini inducer diberikan secara terus menerus dalam konsentrasi yang rendah. Dalam hal ini kultur yang digunakan adalah Catharanthus roseusdengan elisiator berupa S. 2.Pada grafik samping dapat diamati bahwa produksi β-glukan dengan menggunakan medium yang diberi precursor urasil akan jauh lebih tinggi dibanding medium yang tanpa pemberian precursor.

5. Inhibitor Inhibitor adalah molekul atau senyawa kimia yang bersifat mengalihkan reaksi metabolism sehingga bisa dihasikan produk yang lebih spesifik. 4. merupakan penghambat yang berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehinga tidak dapat terlepas. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Gambar 9 : Cara kerja inhibitor nonkompetitif b. Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Hal tersebut dikarenakan karena adanya perubahan pH pada medium setelah elisitasi. penghambat ini dapat dibalikkan. Contoh : penggunaan penisilin dlm produksi asam glutamat oleh Micrococcus glutamicus. Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim sehingga substrat tidak dapat masuk. Hal ini dikarenakan terinduksinya serangkaian proses yang mengarah pada akumulasi katarantin. Inhibitor Reversibel. yaitu: a. cerevisiae(A) dan medium(B) sebelum (control) dan sesudah elisitasi. Inhibitor nonkompetitif merupakan senyawa kimia yang tidak mirip dengan subtrat den berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. yaitu penghambat yang tidak berikatan secara kuat dengan enzim. yang digunakan dalam produksi gliserol oleh S. Selain itu fungsi dari inhibitor adalah untuk mempengaruhi struktur dinding sel sehingga meningkatkan permeabilitas dinding sel untuk melepaskan metabolit.Gambar 7: Garfik kandungan karantin dalam sel S. Selain itu dapat diamati pula bahwa pada produksi katarantin pada medium menunjukkan pola yang selalu naik setiap pertambahan waktu dalam proses fermentasi. cerevisiae. Inhibitor reversibel dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Gambar 8 : cara kerja inhibitor kompetitif ii. Pada inhibitor terjadi proses inhibisi. Sebuah contoh dari penghambat khusus digunakan untuk mengarahkan metabolisme natrium bisulfit.cerevisiae maupun pada medium akan lebih banyak dihasilkan dengan yang diberi perlakuan pemberian elisitor. inhibitor menghentikan jalur pada titik tertentu untuk mencegah metabolisme lebih lanjut dari produk target. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula. Inhibitor Irreversibel. i. Dengan kata lain inhibitor digunakan untuk mengarahkan metabolisme terhadap produk target dan mengurangi pembentukan produk yang tidak diinginkan. Jadi. Inhibitor dibedakan menjadi dua kelompok. Oleh sebab itu. Contohnya adalah diisopropil-fluorofosfat (DFT) yang menghambat kerja asetilkolinestirase (enzim penting dalam transmisi implus saraf) yang dapat menyebabkan kekejagan otot. yaitu proses dimana satu fungsi di halangi oeh fungsi lainnya. Modifikasi sel permeabilitas 140 . Pada grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kandungan katarantin baik pada sel S.

Hal ini di lakukan untuk meningkatkan permeabilitas sel dengan memodifikasi dinding sel dan membran. Antifoam yang ideal harus memiliki sifat sebagai berikut: Mudah dan cepat tersebar dengan tindakan yang cepat Aktivitas tinggi pada konsentrasi rendah Tidak beracun untuk microorganisme fermentasi. II. II. Senyawa yang digunakan untuk tujuan ini termasuk penisilin dan surfaktan. Fermentasi yang mengunakan oksigen salah satu nya adalah fermenasi asam cuka.8 Animal Cell Culture Media Animal cell culture media biasanya didasarkan pada media yang kompleks. alkohol poli dan glikolteralkilasi. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen. II. sehingga fermentor menjadi tercemari mikroorganisme yang dilepaskan ke limgkunagn. minyak ikan.1. Jika tidak dikontrol. 2. Antifoams kimia bahan aktif yang dapat mengurangi tegangan yang mengikat busa bersama-sama. seperti media kultur yang mengandung glukosa.7 Antifoams Antifoams diperlukan untuk mengurangi pembentukan busa selama fermentasi.kombinasi dan konsentrasi hormone tanaman diberika tergantung padafermentasi tretentu. termasuk proses untuk memproduksi L-glutamicacid menggunakan anggota Brevibacterium Corynebacteriumand genera. sumber nitrogen. mineral garam. Ada tiga pendekatan yang memungkinkan untuk mengendalikan produksi foam: modifikasi komposisi media. 3. Nitrat adalah sumber nitrogen.hal itu dapat diberikan dalam udara yang mengandung sekitar 21% (v/v) oksigen. Namun beberapa spesies memerlukan garam organic dalam bentuk asam amino. Mereka sering ditambahkan ke fermentasi asam amino.9 Plant cell Culture Media Berbeda dengan anmal cultre media. yang mengakibatkan hilangnya kondisi aseptik.minyak mineral dan dan lemak.10 Culture maintance media Media ini digunakan untukmenyimpan dan subkuktur sektir utama industry. busa dapat menghalangi udara. fermentasi dibagi menjadi aerob (membutuhkan oksigen) dan anaerob (tidak membutuhkan oksigen). Busa ini terjadi terbentuk disebabkan ole media potein yang melekat pada permukaan air-broth dimana mereka mengubah sifat busa yang stabil. II. 4. II. penggunaan pemutus busa mekanik dan penambahan antifoams kimia. mineral garam dan hormone pertumbuhan. Yang penting adalah kebutuhan untuk freeborad dalam fermentor untuk memberikan rang bagi busa yang dihasilkan. Para antifoam sintetissebagian besar adalah silikon minyak miyak. Mereka mengandung sumber karbon organic. LAMPIRAN I. bunga matahari). vitamin dan asam amino.6 Oksigen Penggunaan oksigen pada fermentasi bergantung pada jumlah okisgen yag dibutuhkan oleh organisme. sehingga meningkatnya pelepasan produk intraseluler dari media fermentasi.manusia tau hewan Memiliki biaya yang rendah Antifoams alam termasuk minyak tanaman(misalnya kedelai. Media ini dirancang untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel yang baik dan memnimalisirkan segala kemungkinan berkembangnya variasi generic. Daftar Pertayaan 141 . namun sering juga di tambahkan garam ammonium. sdangkan fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen adalh fermentasi asam laktat. yang digunakan untuk palnt culture media hanyasenyawa kimia tretentu.

2. Pertanyaan Lisan 1.A. Ridhani R ( Bagaimana dengan penggunaan kultur lain selain saccaromyches dalam aplikasi penggunaan medium fermentasi sumber nitrogen terhadap hasi β-Glukan yang dihasilkan ? Jawab: Dalam hal ini penggunaan kultur jenis lain selain saccaromyches akan menyebabkan produksi β-Glukan berbeda.Alfondsina ( Mengapa garam yang berlebih dapat menyebabkan korosi? Jawab: B. 4. Pertanyaan Tertulis 1. seperti nitrogen. dan ash. yeast. Gula adalah bahan yang umum digunakan dalam fermentasi. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). apa saja yang bisa difermentasi oleh bakteri ? Jawab : Fermentasi merupakan suatu proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). 2. dan hidrogen. Sehingga dapat menyebabkan kerugian. nucleo acid. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Afida K ( Bagaimana cara menangani kandungan bahan pengotor pada air agar dihasilkan air yang murni untuk penyusun formulasi media fermentasi ? 142 . maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. meskipun bakteri dalam strain yang sama. Jadi tiap-tipa bekteri memeliki spesifikasi sifat yang berbeda-beda karena juga memiliki karakter untuk menghasilkan produk yang berbedbeda juga. Namun untuk kandungan karbon. Sebab. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Dalam hal ini kultur saccaromyches dapat menjalankan fungsinya secara optimum dalam produksi β-Glukan. protein. dan air yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. anggur dan minuman beralkohol lainnya. konsentrasi juga merupakan salah satu factor pada prose fermentasi. lipids. 3. karbohidrat. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. 3. Hal tersebut dikarenakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing mikroorganisme berbeda-beda setiap jenisnya. namun memiliki spesifikasi sifat yang berbeda. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya.Sisca ( Apakah efek apabila konsentrasi pada komponen tidak sesuai? Jawab: Efek yag terjadi apabila konsentrasi komponen fermentasi tidak sesuai dapat menyebabkan hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan target. Dewi Nugrahani ( Apa yang menyebabkan komposisi masing-masing mikroorganisme berbeda ? Jawab : Kebutuhan nutrisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. Maratus S ( Selain bahan yang mengandung gula. asam laktat. sehingga kultur ini dipilih untuk membantu proses fermentasi ini. Dian Nita Citra ( Apakah kondisi dan perlakuan setiap bakteri walaupun dengan strain yag berbeda itu sama? Jawab: iya. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. mineral. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda.

lemak dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme. Protein. Banyak dari energi ini digunakan dalam biosintesis atau anabolisme. metabolism secara hati. Sintesis asam nukleat memungkinkan organisme untuk menyimpan dan mengutarakan tambahan dari perbendaharaan informasi genetiknya.zat pada kedua sisi dari persamaan itu dan beberapa jalur anabolik menggunakan enzim yang juga digunakan dalam jalur katabolic yang serupa. BAB II ISI ANABOLISME: Penggunaan energi dalam Biosintesisi Pengetahuan tentang metabolisme yang sifatnya fundamental dan vital bagi makhluk hidup telah mengantarkan kita ke suatu tingkat pemahaman yang mendalam tentang proses-proses yang berkaitan.molekul anorganik dan monomer.prinsip pengaturan biosintesis Sebuah sel mikroba mengandung sejumlah besar protein. dan polisakarida yang tergabung dalam makromolekul atau molekul besar yang terdiri dari polimer-polimer kecil yang tergabung bersama. Energi yang telah dihabiskan pada proses perggantian molekul untuk banyak sel yang tidak berkembang menggunakan energinya untuk mensintesis enzim dan zat.molekul seluler akan secara berkesinambungan terdegradasi dan disintesis.Protein yang berbeda memiliki 143 . Hasil. Glikogen. yaitu dengan cara menambahkan butiran karbon aktif sebagai filtrate air sehingga antara air dan bahan suspen maupun koloid akan terpisah.enzim yang berperan dalam katabolisme dapat pula berperan dalam anabolisme dengan suatu tindakan sederhana seperti merubah konsentrasi nisbi zat.Jawab : Cara yang paling umum digunakan yaitu metode GAC (Granulated Active Carbon).monomer yang kemudian menjadi molekulmolekul yang lebih kompleks sampai menjadi organela. Walaupun pergantian atau turnover dari unsure-unsur pokok suatu sel berkesinambungan. Prinsip. istilah biosintesis berarti pembentukan senyawa alami oleh organisme hidup. Selama biosintesis. bentuk dan fungsinya dibuat dari 20 asam amino terikat oleh ikatan peptide. Energi bebas diperlukan untuk biosintesis pada selsel dewasa dalam ukuran yang konstan karena molekul. Enzim.materi baku biosintesis dan energy. Bila sintesis bahan.kira setimbang dengan katabolisme.organela baru dan sel. Proses Anabolisme biasanya banyak membutuhkan energi sehingga reaksinya dapat berlangsung cepat dan efisien.hati meregulasinya sehingga kecepatan dari biosintesis kira. polisakarida dan asam nukleat dari bahan. sebuah mikroorganisme memulai dari prekursor sederhana seperti molekul. Molekul protein. Pembuatan molekul komplek yang besar dimulai dari unit struktur sederhana yang disebut monomer dimana menyimpan kapasitas ruang genetic. ATP merupakan sumber energi bagi semua aktifitas anabolik didalam sel.bahan ini berlangsung lebih cepat dari perombakannnya maka organism akan tumbuh.sel terbentuk. Karena anabolisme merupakan proses sintesis molekul kompleks dari beberapa molekul sederhana maka memerlukan sejumlah energi untuk biosintesisnya. Proses ini disebut dengan turnover atau pergantian. Semua transformasi anabolik seperti halnya dengan semua reaksi katabolic. Reaksi yang memerlukan energi dalam bentuk panas disebut reaksi endergonik atau reaksi endoterm Mikroorganisme dapat memperoleh energi dalam berbagai cara. materi.bahan kecil. dikatalis oleh enzim. baik ekstra sel maupun intrasel. apapun ukuran. 1.hasil anabolisme berguna dalam sejumlah fungsi yang esensial. Proses sintesis demikian tidak dapat berlangsung tanpa adanya masukan energi. Anabolisme adalah sintesis dari makromolekul seperti protein.karbohidrat dan protein-lipid merupakan komponen structural yang esensial dari organism. asam nukleat. protein. Anabolisme merupakan suatu proses pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya. Hal ini bisa disebut dengan istilah biosintesis.zat lainnya untuk dilepaskan ke lingkungan.

Mikroorganisme autotrof mendapatkan energi dari oksidasi senyawa anorganik tetapi proses penangkapan energi sama dengan fosforilasi oksidatif. struktur yang lebih kompleks seperti sistem supramolekul dan organel. sama dengan mikroorganisme fotosintetik. biosintesis asam lemak terjadi dalam matriks sitoplasma. Jalur anabolik dan katabolik sering menggunakan kofaktor berbeda. energi bebas yang dibuat tersedia selama perombakan trifosfat nukleosida yang mendorong reaksi biosintesis sampai selesai. ribosom merupakan kumpulan besar proton banyak dan molekul ribonukleikasid namun mereka muncul dengan pembentukan komponen mereka tanpa keterlibatan. seperti misalnya elektron yang dibebaskan dari oksidasi belerang.rangkaian asam amino yang berbeda pula. Walaupun banyak enzim dalam jalur amphiobolik terlibat dalam aktivitas katabolisme dan anabolisme . Sel sering menyimpan penambahan materi dan energy dengan menggunakan enzim yang sama untuk proses katabolisme dan anabolisme. beberapa tahapnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda. ADP. tetapi mikroorganisme autotrof memperoleh energi dari oksidasi kimia. Dalam jalur biosintesis mikroorganisme eukariotik sering terletak di ruang selular yang berbeda dari jalur yang berhubungan secara katabolik. 4. Misalnya. Kegunaan beberapa monomer yang terhubung bersama oleh ikatan kovalen membuat sintesis makromolekul memiliki proses yang efisien. 144 . Sebaliknya. Hampir semua struktur sel terbuat dari 30 prekursor-prekursor kecil. amoniak. Untuk contoh. Pembagian ruang memudahkan jalur untuk beroperasi secara simultan namun independen 6. sedangkan oksidasi asam lemak terjadi di dalam mitokondria. Satu enzim mengkatalisis reaksi dalam katabolisme. Untuk mensintesis secara efisien suatu molekul. NADPH daripada NADH biasanya berfungsi sebagai donor Setelah makromolekul telah dibangun dari prekursor sederhana. Gen akan membutuhkan enzyme ekstra dan sel harus menanamkan materi-materi baku dalam sintesis atas penambahan gen. dan lainnya disalurkan melewati rantai-rantai transpor elektron yang menyebabkan proton menyembul dari membran. 5. 3. dan yang lainnya membalik proses pengubahan. mereka dirakit menjadi lebih besar. Seperti misalnya. enzim glikolisis yang terlibat dalam sintesis dan degradasi glukosa. Mikroorganisme fotosintetik memperoleh energi untuk mengubah CO2 menjadi bahan sel berasal dari cahaya. Hanya mikroorganisme autotrof yang menggunakan CO2 sebagai satu-satunya sumber karbon bagi sintesis selnya. Potensial yang terjadi diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi jika proton memasuki sel kembali melewati saluran proton. Regulasi anabolisme adalah bentuk yang agak berbeda dengan katabolisme. FIKSASI CO2 Sebagian besar mikroorganisme dapat menggabungkan dan memfiksasi CO2. jalur anabolik harus beroperasi ireversibel ke arah reaksi biosintesis untuk pemecahan ATP dan trifosfat nukleosida lainnya. Jalur anabolisme dan katabolisme tidak pernah sama walaupun banyak enzim digunakan bersama. Makromolekul biasanya berisi informasi yang diperlukan untuk membentuk spontan dalam proses yang dikenal sebagai self-kumpulan. ketika elektron donor dibutuhkan selama biosintesis. AMP. 2. Kegunaan enzim yang terpisah untuk dua reaksi dalam satu tahap memungkinkan regulasi independen dari katabolisme dan anabolisme. dan NAD +. Jika sebuah protein disusun oleh 40 asam amino yang berbeda yang terbagi menjadi dua puluh. A. Biasanya oksidasi katabolik menghasilkan substrat NADH untuk transpor elektron. enzim dan asam amino. Kedua jenis jalur dapat diatur dengan produk akhir mereka serta oleh konsentrasi ATP. ketika dua proses yang digabungkan. Sel mebutuhkan enzim untuk membuat dua kali lipat asam amino(atau menyediakan asam amino ekstra ).

Hampir semua mikroorganisme autotrof menggabungkan CO2 melalui jalur metabolik yang disebut siklus calvin. Cyanobacteria. Fase Karboksilasi Fiksasi karbon dioksida dilakukan oleh enzim ribolosa-1. reduksi. dan merupakan proses pembalikan dari proses glikolisis. 6RuBP+6CO2 → 12PGA → 6RuBP+Fruktosa 6-P Pengubahan CO2 menjadi materi organik membutuhkan 3 ATP dan 2NADP.molekul yang diperlukan lainnya. gliseraldehid 3-fosfat dehidroginase berbeda dengan enzim pada glikolisis dalam penggunakan NADP+. dan glukosa. . Oksigen tidak terbentuk 145 . Sulfate Reducer. Siklus Calvin terjadi di stroma pada kloroplas mikroba autotrof eukariotik . Walau demikian. siklus calvin-Benson atau siklus reduktivitas pentose phospat. dari siklus Calvin adalah pembentukan kembali RuBP dan dihasilkannya karbohidrat seperti gliseraldehid 3-fosfat. Pembagian dari siklus ini mirip dengan jalur pentose fosfat dan melibatkan reaksi transketolase dan transaldolase. beberapa bakteri obligat anaerobic dan beberapa bakteri mikroaerofilik).Mikroorganisme autotrof merupakan satu kelompok besar mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik seperti protein. lemak. Senyawa sulfur tereduksi. asam nukleat.5-bifosfat karboksilase. Gula yang terbentuk dalam siklus Calvin dapat digunakan untuk mensintesis molekul. sulfolobus. Fotosintesis Anoksiganik Bakteri Unit Fotosintesis dalam unit bakteri berbeda dengan siano bakteri.protein lain. merupakan tempat fiksasi CO2 atau penyimpanan karboksilase dan protein. Jalur reduktif asam trikarboksilik yang digunakan untuk beberapa Archaea (Thermoproteus. Pengumpulan cahaya (mengandung dan tambahan pigmen) sebuah reaksi pusat. siklus calvin diketemukan pada fotosintesis eukariotik dan pada sebagian besar fotosintesis prokariotik (tidak untuk Archaea. tersusun dari bacteriochlorophyll dan bacteriopheophytins dan sebuah ETS. Pembentukan glukosa dari CO2 dapat dituliskan sebagai berikut 6CO2+18ATP+12NADPH+12H++12H2O → Glukosa+18ADP+18Pi+12NADP+ ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang fotosintesis dengan mengoksidasi molekul. Mikroorganisme ini biasanya menggunakan satu dari dua jalur. dan vitamin. Reduksi. Terdapat polyhedral yang mengandung enzim ribolusa-1.5-bifosfat (RuBP). fruktosa. Untuk mensintesis fruktosa 6-fosfat atau glukosa 6-fosfat dari CO2. Fase Regenerasi Fase ketiga. B. dilakukan oleh dua enzyme. dan senyawa organic yang digunakan sebagai donor electron terakhir. Melalui jalur asetil-koA pada methanogen.molekul anorganik secara kemoautotrof. memiliki tiga komponen pertama. PGA Tereduksi menjadi gliseraldehid 3-fosfat.5-bifosfat karboksilase atau ribolosa difosfat karboksilase yang dikatalisis dengan penambahan CO2 menjadi ribolosa 1. FOTOSINTESIS 1. Dibagi menjadi tiga fase yakni karboksilasi. hydrogen molekuler. Siklus ini selesai ketika fosforibulokinase membentuk kembali RuBP.) dan beberapa bakteri seperi Chlorobium dan desulfobacter). dan bakteri yang membentuk asetat dari CO2 selama fermentasi (Acetogen). beberapa bakteri nitrifikasi pemasukan thiobacilli carboxysomes . Hal ini merupakan suatu kelebihan yang sangat tidak mungkin terjadi pada organisme tingkat tinggi. Siklus harus beroperasi enam kali untuk menghasilkan heksosa dan membentuk kembali 6 molekul-molekul RuBP. membentuk dua molekule 3-fosfogliserat (PGA) Fase Reduksi Setelah PGA terbentuk melalui karboksilase. Walaupun begitu. regenerasi.

6 bifosfat dari fruktosa 6-fosfat 3. Selama siklus ini. Dilakukan dengan fotolisis air dan hasilnya adalah oksigen. alga dan tanaman tingkat tinggi mempunyai dua fotosintesis (I dan II) terhubung melalui pembawa electron. Seperti contohnya fruktosa 1. Pengubahan fosfoenolpiruvat menjadi piruvat 2. Fotolisis air H2O + Cahaya Matahari → 2e. ATP tersintesis.Pembalikan transfor electron juga digunakan litotrof untuk mengatasi masalah yang sama. Electron yang diberikan ke fotosistem I melalui system transport electron adalah untuk mempertahankan proses operasi. Fotosintesis Sianobakteri 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 C. Fosforilasi glukosa Tahap. Sianobakteria. jalur glukonigenesis berbeda dengan jalur glikolisis.6 bifosfat dengan fosfofruktokinase yang dibalikkan oleh enzim. Selam proses ini ATP disentesis melalui siklus fosforilasi. Aseptor electron utama dari fotosistem I dapat melewatkan electron melalui sitokrom dapat kembali melakukann siklus untuk reaksi pusat pada fotosistem I. Walaupun sama-sama menggunakan tujuh enzim. sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan.+ 2H++ H2O ATP juga dapat dihasilkan dari electron yang terbentuk melalui fotosistem I. Pembentukan fruktosa-1.tahap ini dilewati ketika proses terjadi secara biosintetis. SINTESIS GULA DAN POLISAKARIDA Mikroorganisme yang tidak bisa melakukan fotosintesis dan mikroorganisme Heterotrof harus mensintesis molekul. Bakteri ini melewati sebuah quinine dan melalui berbagai sitokrom. sebuah electron tereduksi dibutuhkan yakni H2S atau H2. jika tidak digunakan dalam produksi NADPH . Ketika bateriochlorophyll melalui dalam reaksi pusat ditangkap oleh cahaya. sebuah electron diberikan kepada bacteriopheophytin. Inilah proses oksigenenik. setiap electron berpindah.selama fotosintesis. Electron berpindah dari reaksi pusat fotosistem I ketika ditangkap cahaya menuju ferredoksin kemudian menuju NADP+ untuk membentuk NADPH. System ini bertanggung jawab atas pembentukan ATP dan NADPH. Sintesis glukosa dari prekursorprekursor nonkarbohidrat disebut glukoneogenesis. yang dibutuhkan bersama ATP untuk fiksasi nitrogen. kembali pada reaksi pusat bacteriochlorophyll. Proses ini dinamakan fotofosforilasi.molekul organic gula yang tereduksi dari CO2. Fotosintesis oksigenik bakteri Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi. Fotosistem I selesai dan tidak sanggup untuk memberikan electron lagi. Tiga tahap glikolisis yang terjadi dalam sel dan bersifat irreversible 1. Dalam pembentukan NADH. Pemberian NADP+ tidak bergantung pada cahaya ATP tersintesis melalui siklus fosforilasi yang dibutuhkan untuk memaksa electron dari reduktor lemah untuk bergerak kemudian mereduksi NADP+ (Pembalikan transfor electron) . Fotosintesis bakteri ungu non belerang CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 Fotosintesis bakteri hijau belerang CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S 2. fruktosa bifosfatase yang mana secara 146 .

Ketika glukosa dan fruktosa telah terbentuk. Berbeda selama sintesis gula dan kanji pada bakteri dan alga. Enzim yang berbeda mengkatalisis sintesis UDP-asam glukorin melalui proses oksidasi UDPG. Pembagian UDP oleh UPGD dikenali enzim dan membawa glukosa di sekitar sel untuk terlibat dalam reaksi enzim seperti ADP yang memecah fosfat dalam pembentukan ATP. Paling tidak dua enzim terlibat dalam pengubahan piruvat menjadi fosfoenolpiruvat. Gula nukleosida difosfat tidak terlibat. gula pada umumnya juga akan terbentuk. gula adenosine difosfat terbentuk dari glukosa 1-fosfat dan kemudian memberikan glukosa pada akhir rantai glukosa dan pati.hidrolisis memindahkan fosfat dari fruktosa bifosfat. UDP-galaktosa disintesis dari UDPG melalui penyusunan ulang dari satu kelompok hidroksil. Fruktosa 6-fosfat ↔ mannose-6 fosfat Beberapa gula tersintesis sambil tersisip menuju nukleosida difosfat. Seperti misalnya mannose yang secara langsung dapat terbentuk dari fruktosa melalui perombakan sederhana. Katabolisme glikogen dan pati atau Starch mengolah tidak hanya melalui hidrolisis untuk membentuk gula bebas dengan penambahan fosfat pada polimer ini dengan produksi glukosa 1-fosfat. Seperti yang dikatakan sebelumnya biosintesis bukanlah proses pembalikan yang sederhana dari proses katabolisme. Gula Nukleosida difosfat memiliki peran pusat dalam sintesis polisakarida seperti kanji (Starch) dan glikogen. Glukosa teraktivasi melalui penyisipan pada pirpfosfat pada uridin melalui reaksi dengan uridin difosfat. ATP+glukosa 1-fosfat → ADP-glukosa + Pi (Glukosa)n + ADP-glukosa→(glukosa)n+1 + ADP Nukleosida difosfat juga ikut terlibat dalam sintesis molekul komplek pada dinding sel bakteri. Gula nukleosida difosfat paling penting adalah uridin difosfat glukosa (UDPG). 147 .

Masing. ASIMILASI FOSFOR SULFUR. protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan. Sumber fosfor paling utama fosfat anorganik dan ester fosfat organic. ( Harley. Proses ini merupakan proses yang kompleks dimana sulfat pertama direduksi menjadi sulfit (SO32-) kemudian menjadi hidrogen sulfida. karena keduanya merupakan sumber eksraselular dan tempat penyimpanan intraselular asam amino.bakteri menggabungkan hidrogen sulfida dengan O-acetylserine (proses 2) (1) H2s+serin → sistein + H2O (2) Serin asetil-koA O-Asetilserin H2S Asetat sistein Setelah terbentuk. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat. Asimilasi nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel.ATP. seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas Karena nitrogen merupakan komponen penting dari protein. protein.3-bifosfogliserat. Reduksi asimilasi sulfat melibatkan proses pengaktifan sulfat melalui pembentukan phosphoadenosine 5. kemampuan sel untuk mengasimilasi nitrogen anorganik adalah penting. Asimilasi Sulfur Sulfur diperlukan dalam sintesis asam amino (sistein dan mesionin) dan beberapa enzim (koenzin A dan iotin) . Asimilasi fosfor Fosfor ditemukan pada asam nukleida.molekul organic melalui rute yang berbeda. Jamur berperan untuk mengkombinasikan hidrogen sulfide dengan serin untuk membentuk sistein (proses 1) dimana banyak bakteri.phosphosulfat yang kemudian diikuti dengan reduksi sulfat. mikroorganisme menbutuhkan fosfor.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul. Proses yang disebut dengan reduksi asimilasi sulfat ini dimaksudkan untuk dapat dibedakan dengan reduksi dissimilasi sulfat yang terjadi ketika sulfat berperan sebagai aseptor electron selama proses anaerobic berlangsung. Phospatases sering menghidrolisis ester fosfat organic untuk menghasilkan fosfat anorganik.fosfat membentuk 1.3 Bifosfogliserat + ADP→3-Fosfogliserat+ATP Mikroorganisme memperoleh fosfat dari lingkungan disekitarnya yang larut maupun terbentuk. asam nukleat. sehingga sulfat harus direduksi sebelum proses asimilasi. Gram negative. Banyak organisme yang menggunakan sistein dan mesionin . yang selanjutnya digunakan dalam sintesis ATP. fosforisasi level substrat. fosfolipid. Glikolisis memberikan contoh pada proses ketiga. Fosfat terlibat dengan gliseraldehid 3. koenzim dan unsure-unsur pokok banyak sel lainnya. 2005) D. DNA dan RNA. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino.3-bifosfogliserat+NADH+H+ 1. Sistein dapat disintesis dari hidrogen sulfida dengan dua cara. Gliseradehid 3-P+Pi+NAD+→1. Walaupun gas 148 . Fosfat anorganik terbentuk melalui pembentukan ATP dalam tiga cara yakni : fotofosforilasi. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. Atom sulfur pada sulfat akan lebih teroksidasi daripada pada sistein dan molekulmolekul organic lainnya.bacteria mempunyai phosphatases di ruang periplasmic antara dinding sel dan membrane sel yang mengambil fosfat setelah dihasilkan. koenzim seperti NADP. sulfat dapat menghasilkan sulfur untuk proses biosintesis. sistein dapat juga digunakan sebagai sintesis sulfur yang mengandung senyawa organic 2. Protozoa secara langsung menggunakan fosfat organic setelah ingesti atau hidrolisis di lisosom dan membentuk fosfat 1. termasuk protein.Gambar glukeneogenesis. DAN NITROGEN ANORGANIK Di samping karbon dan oksigen.fosforilasi oksidatif. sulfur. yang nantinya dimasukkan ke dalam protein.

dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau humus dibangun. dan amida glutamine dibentuk. Sebagai suatu alternatif. Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup. nitrit (NO2-). α-Ketoglutarat + NH4++NADPH (NADH) +H+↔glutamat+NADP+(NAD+)+H2O Perbedaan kemampuan dalam penggunaan NADPH dan NADH sebagai agen pereduksi adalah pada sintesis glutamate. dan oleh mikroorganisme baik secara simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melaliu inangnya maupun setelah mati. kedua-duanya molekul glutamate dapat bertindak sebagai suatu akseptor amonia. Enzim yang berperan dalam hal ini secara umum dikenal sebagai aminotransferase. amonium + (NH4 ). Dalam jalur ini asam amino glutamate bertindak sebagai akseptor untuk amonia. yang belakangan adalah produk dari siklus asam trikarboksilik (Gambar 7-4). Ini diaktifkan oleh pH tinggi dan konsentrasi ATP dan magnesium yang tinggi. dan satu molekul glutamine meninggalkan siklus itu. 2-oxoglutarate + NH4+ + NAD(P)H glutamate + H2O + NADP+ Meskipun reaksi diatas nampak seperti asimilasi amonium menjadi glutamat. Sebagian besar dipakai untuk pembentukan ammonia atau nitrat Siklus nitrogen dari fiksasi N2-atmosfer secara fisik/kimiawi yang menyuplai tanah bersama presipitasi.  Jalur alternatif untuk asimilasi amonia Glutamate dehidrogenase (GDH) mengkatalisis reaksi dua arah untuk membentuk glutamat atau membuang gugus amina dari glutamat . nitrat (NO3-). amonifikasi. Salah satu contoh enzim ini adalah aspartate aminotransferase (AAT) yang mengkatalis reaksi 149 . Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan a. Glutamine synthetase mempunyai suatu gaya affinitas sangat tinggi untuk amonia dengan begitu mampu untuk memasuki amonia sekalipun konsentrasinya sangat rendah. beberapa mikroorganisme dapat mereduksi gas dan menggunakan menjadi sumber nitrogen. namun berbagai bukti menunjukkan bahwa GDH bukanlah untuk menggantikan GS dan GOGAT namun lebih banyak berperan sebagai mekanisme untuk memisahkan amina (de-aminasi) dari glutamat. sebagai contoh. beberapa mikroorganisme membentuk alanin asam amino dalam reaksi aminasi reduktif yang dikatalis oleh alanin dehidroginase Piruvat +NH4+NADH (NADPH)+H+↔L-alanin + NAD+ (NADP+)+H2O Rute utama untuk pembentukan amoniak adalah pembentukan glutamat dari α-Ketoglutarat (sebuah siklus TCA intermediet). Setelah terasimilasi menjadi glutamin dan glutamat. nitrogen kemudian diinkorporasikan menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk kimia lain. dan gas nitrogen (N2). dan nitrifikasi) akan melepaskan N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau mikrobia Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik. Sel-sel mati ini bersama dengan sisa tanaman/hewan akan menjadi bahan organic yang siap didekomposisikan dan melalui serangkaian proses mineralisasi (aminisasi. Enzim yang lain dalam asimilasi amonia.nitrogen melimpah di atmosfer. glutamate synthase (GOGAT). Banyak bakteri dan jamur menggunakan glutamat dehidroginase ketika konsentrasi amoniak tinggi. manakala pemberian amonia besar. Untuk reaksi ini baik ferredoxin yang direduksi (dari photosystem) atau NADPH (dari respirasi) diperlukan untuk pemeliharaan siklus asimilasi amonia dan yang selebihnya dapat digunakan untuk biosynthesis protein. Pembentukan amonia Nitrogen Amoniak dapat dibentuk menjadi materi organic dengan relative mudah dan langsung karena mudah tereduksi daripada nitrogen anorganik dalam bentuk lain . atau humus. mengkatalisasi perpindahan kelompok amida (-NH2) dari glutamine ke 2-oxoglutarate.

Donor elektron (kofaktor tereduksi) diperlukan dalam reaksi tersebut: feredoksin pada daun hijau dan NADH pada jaringan non-fotosintetik. merupakan bentuk amida pertama yang teridentifikasi. Dua glutamat dihasilkan dari glutamin dan 2-oxoglutarat (glutamat sintase). asapartat. serin.Glutamate + oxaloacetate aspartate + 2-oxoglutarate Dimana gugus amina dari glutamat ditransfer menuju atom C-2 asam keto. Enzim biosintesis asam amino karena daun tanaman atau kloroplas yang diisolasi jika dipajankan pada CO 2 diberi label radiokatif akan segera menggabungkan C berlabel menjadi glutamat. kloroplas. Fungsinya bukan sebagai prekursor protein. mitokondria. kondisi yang merangsang aktivitas glutamine synthetase (GS) dan Fd-glutamate synthase (Fd-GOGAT). Jalur utama sintesis asparagin mencakup transfer amida nitrogen dari glutamin ke aspartat (Gambar 7-4 bawah): Glutamine + aspartate + ATP asparagine + glutamate + AMP + PPi Reaksi tersebut dikatalis oleh asparagine synthetase (AS). dan glisin. yang diisolasi dari asparagus pada awal 1806. Aspartate adalah asam amino yang berpartisipasi dalam malate-aspartate shuttle dari mitokondria dan kloroplas menuju sitoplasma. alanin. sehingga mendorong asimilasi N 150 . 2010)  Nitrogen ditransfer dari glutamin atau glutamat menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi Semua reaksi transaminasi memerlukan kofaktor pyridoxal phosphate (vitamin B6).  Peran asparagin dan glutamin sebagai jembatan antara metabolisme N dan C Asparagin. dan peroksisom. Aminotransferase ditemukan dalam sitoplasma. Intensitas cahaya dan kandungan karbohidrat yang tinggi. menghambat AS. bob. 2N:5C untuk glutamin atau 1N:5C untuk glutamat). Gambar Struktur dan lintasan senyawa terkait dengan metabolisme amonium. ( Foster. Kondisi cukup energi (cahaya dan karbohidrat tinggi) menstimulir GS dan GOGAT. dan dalam transport karbon dari sel mesofil menuju sel seludang pembuluh (bundle sheath) pada fiksasi karbon c4. namun sebagi senyawa kunci untuk transport dan penyimpanan nitrogen karena stabilitasnya dan tingginya rasio nitrogen:karbon (2N:4C untuk asparagin vs. Amonium dapat diasimilasi melalui kombinasi dengan glutamat untuk membentuk glutamin (Glutamin sintetase) atau dengan aminasi reduktis 2-oxoglurata yang menghasilkan glutamat (glutamat dehidrogenase). yang banyak ditemukan pada sitoplasma daun dan akar dan dalam nodul pemfiksasi N. menghambat ekspresi gen dan aktivitas asparagine synthetase (AS). glioksisom.

Sianobakteri seperti (Nostoc dan Anabaena) Reduksi nitrogen menjadi amonia dikatalisis oleh enzim nitrogenase. Karena amoniadan nitrat berada dalam jumlah yang sedikit dan hanya beberapa organisme prokariotik yang dapat melakukan fiksasi nitrogen (sel. NADPH adalah sumber elektron.molekul nitrogen menjadi amonia adalah cukup eksergonik. Bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter Klebsiella. sehingga mendorong asimilasi N menuju asparagin. pada tanah yang kering mudah menguap. Reduksi molekul.+ NADPH + H+→NO2-+NADP++H2O Nitrit selanjutnya direduksi menjadi amoniak dengan penambahan dua elektron yang dikatalisis oleh oleh nitrite reductase dan mungkin enzim lainnya. Jika tumbuhan atau hewan mati. Reduksi asimilasi nitrat Nitrogen dalam nitrat (NO3-) lebih mudah teroksidasi daripada dalam amoniak. dan Methanococcus 2. Fiksasi nitrogen terjadi pada 1. enzim yang mengandung dan molibdenum. Organisme yang sudah mati diuraikan melalui proses hidrolisis yang menyebabkan protein terurai menjadi asam amino. senyawa yang kaya akan karbon dan berpartisipasi dalam sintesis. Reduksi asimilasi nitrat pada bakteri terjadi di kritoplasma. Nitrogen direduksi oleh penambahan dua elektron. Amonifikasi dibantu oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.sel eukariotik memiliki keterbatasan kemampuan dalam melakukan ini). Proses ini disebut deaminasi. Clostridium. keterbatasan energi menghambat GS dan GOGAT. Proses ini terjadi pada bakteri.menjadi glutamin dan glitamat. laju dari proses ini terbatas pada pertumbuhan tanaman. Pada asimiasi nitrat. Bakteri yang hidup bersimbiosis tanaman Legumes seperti Rhizobium 3. Proses reduksi nitrat ini dinamakan reduksi asimilasi nitrat. Amonia merupakan senyawa dalam bentuk gas.alga. Proses selanjutnya. fungi. menstimulir AS.molekul nitrogen adalah gas tidak reaktif dengan tiga ikatan diantara dua atom nitrogen. sebaliknya pada tanah yang lembab/basah ammonia terlarut dalam air dan membentuk ion ammonium (NH4+ ). Walaupun ikatan enzim intermediet dalam proses ini masih belum diketahui. Sebagian besar keberadaan N2 di dalam tanah dalam bentuk molekul anorganik. Selanjutnya ion amonium dapat digunakan oleh bakteri dan tumbuhan untuk sintesa asam amino. Sebaliknya. Reduksi nitrogen membutuhkan pelepasan ATP dalam jumlah yang besar yakni 8 elektron dan 16 molekul ATP. NO3. nitrat dibentuk menjadi materi organik dan tidak ikut dalam pembentukan energi. Fiksasi Nitrogen Reduksi gas nitrogen pada atmosfer menjadi ammonia dinamakan fiksasi nitrogen. Langkah pertama dalam asimilasi nitrat adalah reduksi menjadi nitrit oleh nitrate reductase. Hidroxylamine mungkin sebuah internediet ( antara) amonia kemudian dibentuk menjadi asam amino. b. asam amino yang sudah terbentuk dikonversi menjadi ammonia (NH3) dan proses ini disebut amonifikasi. dimana ini terjadi selama pernafasan anaerobik reduksi dissimilasi nitrat. senyawa yang kaya nitrogen dan cukup stabil untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam jangka waktu lama (asparagine is stable for long-distance transport or long-term storage). tetapi reaksi ini memiliki energi aktivasi yang tinggi karena molekul. c. 4 pasang ATP dan elektron dibutuhkan N2+8H++8e-+16ATP→2NH3+H2+16ADP+16Pi 151 . Nitrat pertama kali direduksi menjadi amoniak sebelum nitrogen dapat dikonversikan menjadi bentuk organik. nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur.

protein MoFe mengandung 2 atom molibdenum dan 28 sampai 32 atom besi. protein MoFe (220. zat seperti turunan purin alantoin dan alantoik juga disintesis dan digunakan untuk transfer nitrogen menjadi bagian lain tanaman. Ikatan ATP menyesuaikan dengan protein Fe dan memperendah potensialnya. Seluruh proses ini membutuhkan paling tidak 8 elektron dan 16 ATP sebab nitrogenase juga mereduksi proton pada menjadi H2. Nitrogenase adalah sistem komplek yang mencakup dua komponen protein utama. 152 .000mw) yang diikuti satu atau dua protein Fe (64.000mw) . Pengikatan gugus amin langsung terdapat pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat . jalur pentose phosphate. Karena kebutuhan untuk memelihara nitrogen. proses respirasi pada pemfiksasi nitrogen aerobik atau fermentasi pada bakteri anaerob seperti misalnya clostridium pasteurianum (bakteri anaerob) mereduksi ferredoksin selama oksidasi piruvat dimana Azetobacter aerob menggunakan elektron dari NADPH untuk mereduksi feredoksin. protein Fe mengandung 4 atom besi. Nitrogenesa cukup sensitif dengan O2 dan harus dilindungi dari pentidakaktifan O2 didalam sel.Elektron diperoleh dari ferredoksin yang telah tereduksi dengan berbagai macam cara . amonia dapat terbentuk menjadi senyawa organik. Walaupun jalur sintesis asam amino tidak dijelaskan secara rinci sebuah survey mengenai pola umum biosintesis asam amino mungkin diketemukan dalam textbook pengenalan biokimia. proteksi melawan oksigen dilakukan oleh struktur istimewa yang dinamakan heterokis. Nitrogenase dapat mereduksi bermacam molekul yang mengandung ikatan rangkap tiga. E. jalur sintesis asam amino biasanya teregulasi secara rumit oleh allosteric dan mekanisme umpan balik. Untuk memaksimalkan efisiensi dan ekonomi. dan energi. ATP dihidrolisis ketika terjadi transfer elektron. Pada dasarnya sintesis asam amino merupakan reaksi aminasi (pengikatan gugus amin) karboksilat. Protein Fe pertama direduksi oleh feredoksin kemudian mengikat ATP. Gugus amin biasanya berasal dari amonia. Skeleton asam amino diperoleh dari asetil koA dan dari intermediet (antara) siklus TCA. dan azide). Dalam banyak sianobakteri. fotosintesis pada sianobakteri. Reduksi N2 menjadi NH3 terjadi dalam tiga tahap. Molekul nitrogen yang tereduksi menjadi amonia. Protein MoFe yang telah tereduksi memberikan elektron pada atom nitrogen. SINTESIS ASAM AMINO Sintesis asam amino membutuhkan susunan dari kerangka karbon yang cocok dan ini melalui proses komplek yang melibatkan banyak tahap. Walupun begitu. Akan tetapi. HCΞCH + 2H++2e-→H2C=CH2 Laju reduksi dari asitilena menjadi etilena digunakan dalam estimasi aktivasi nitrogenase. ikatan ATPNdihilangkan untuk mereduksi protein MoFe. Glikolisis. Reaksi ini memerlukan glutamat dehidrogenase. Pada simbiosis dengan pemfiksasi nitrogen Rhizobium memunculkan difusi amonia keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. sianida. 6 elektron yang ditransfer membutuhkan 12 ATP setiap N2 direduksi. (asetilena. setiap tahap membutuhkan sebuah pasangan elektron. pengikatan gugus amin ke karboksilat dapat langsung (1 tahap) atau tidak langsung (2 tahap). prekursor untuk biosintesis asam amino diperoleh dari beberapa jalur utama ampiobolik. Reaksi H2 dengan diimin (HN=NH) untuk membentuk N2 dan H2. Simbiosis nitogen-bakteri dapat menghabiskan hampir 20% ATP yang dihasilkan oleh tanaman. Rute utama asimilasi amonia adalah sintesis glutamin oleh sistem glutamin syinthetase-glutamat synthetase. karbon.

Gugus amin ditransfer ke -ketoglutarat menghasilkan glutamat (dikatalisis glutamin -oksoglutarat transaminase atau GOGAT).1993) Gambar Reaksi GS-GOGAT (anonim. Dari kedua tipe reaksi di atas (GH dan GS-GOGAT) tampaknya reaksi GS-GOGAT merupakan reaksi yang paling mungkin terjadi di alam.Gambar 813 Reaksi glutamat dehidrogenase (Kimball. Hal ini karena reaksi GH memerlukan kadar amonia yang tinggi di habitatnya. Sintesis asam amino lainnya memerlukan glutamat sebagai sumber nitrogen (gugus amin) ke karboksilat. Reaksi ini merupakan proses transaminasi. sehingga enzimnya disebut transaminase. Pada reaksi ini gugus amin lebih dulu diinkorporasi ke glutamat menghasilkan glutamin (dikatalisis glutamin sintase/GS). Glutamin yang kehilangan amida. 153 . sedangkan reaksi GS-GOGAT memerlukan sedikit amonia di habitatnya. menjadi glutamat. 2010) Pengikatan gugus amin tidak langsung terjadi pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat dan memerlukan glutamat lainnya.

asam amino. dan CO2 yang berasal dari karbonat. dan ketoglutarat. SINTESIS PURIN. dan fosfat. G gambar Monomer nukleotida Gambar Molekul purin (atas) dan pirimidin (bawah) (Kimball. oksaloasetat. timidin. amonia yang berasal dari glutamin. Nukleotida adalah building blocks dari DNA atau deoxribunucleic acid dan RNA atau ribonucleic Acid.Rangkaiam cabang asam amino dari rute pusat. Jadi nukleotida adalah nukleosida fosfat. alanin. maka polimer tersebut dinamakan nukleosida. dan uridin. Biosintesis Pirimidin Berdasarkan asal atom karbon dan nitrogen.konstituen penting dari beberapa koenzim. pirimidin disintesis dari aspartat. 1993) Banyak mikroorganisme dapat mensintesis purine dan pirimidin mereka sendiri. Tiga molekul pirimidin penyusun nukleotida adalah sitosin. 154 . skeleton purin diperoleh dari beberapa komponen dimana pirimidin mula. dan memiliki peran penting dalam aktivasi dan transfer gula. timin. Jika tanpa fosfat. Banyak dari jalur biosintetis F. dan komponen dinding sel. dan NUKLEOTIDA Nukleotida adalah polimer molekul purin atau pirimidin. PIRIMIDIN.mula dari asam orotik. aspartat glutamate akan ditransminasi secara langsung dari piruvat. Sintesis purin sangatlah komplek. Dua molekul purin penyusun nukleotida adalah guanin dan adenin dan nama nukleosidanya adalah guanosin dan adenosin. dan urasil dan nama nukleosidanya adalah sitidin. juga merupakan konstituen. sebuah kondensasi produk dari carbomyl phosphates dengan asam aspartic. ribosa atau deoksiribosa.

Selanjutnya. aspartat terikat pada karbamoil. Dehidrogenasi (oksidasi) dihidroorotat menjadi orotat. Gambar Biosintesis pirimidin (Kimball.Prekursor pirimidin (kiri) dan purin (kanan) (http://free. Reaksi ini dikatalisis orotat fosforibosil transferase. sehingga menghasilkan orotidin monofosfat (melepaskan pirofosfat). sehingga menghasilkan karbamoil aspartat (melepaskan fosfat). Reaksi ini dikatalisis dihidroorotat dehidrogenase. Reaksi ini dikatalisis karbamoil fosfat sintetase. Terikatnya 5-fosforibosil pirofosfat (disintesis dari fosforilasi ribosa 5-fosfat) pada atom nitrogen dari orotat. Hidrasi karbamoil aspartat menjadi Reaksi dihidroorotat. Aminasi dan fosforilasi karbonat menjadi karbamoil fosfat.2009) Sintesis nukleotida pirimidin dimulai dari fosforilasi aminasi karbonat.1993) dikatalisis dihidroorotase.vlsm. Dekarboksilasi orotidin monofosfat menjadi uridin monofosfat 155 .org. Reaksi ini dikatalisis aspartat transkarbamoilase.

Reaksi ini dikatalisis fosforibosilaminoamidazol suksinokarboksamida sintetase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoamidazol karboksilase. Pembentukan struktur cincin pada fosforibosil N formilglisinamidin. Reaksi ini dikatalisis orotidin fosfat dekarboksilase. Atom nitrogen dari purin berasal dari aspartat. Pengikatan gugus NH2 dari glutamin. glisin. Fosforilasi uridin monofosfat menjadi uridin difosfat (UDP). sehingga menghasilkan 5-fosforibosil glisinamida. Terikatnya aspartat pada asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoimidazol sintetase. Sitidin trifosfat merupakan prekursor sitidin. dan karbon dioksida. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase.(UMP). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamidin sintetase dan memerlukan energi. Karboksilasi 5fosforibosil 5-aminoimidazol. dan glutamin Sintesis cincin purin dimulai dari terikatnya atom nitrogen glutamin pada fosforibosil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5-fosforibosilamin. Reaksi ini memerlukan energi/ATP.sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamidin. Fosforilasi uridin difosfat menjadi uridin trifosfat (UTP). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamida sintetase. Biosintesis Purin Atom karbon dari purin berasal dari format atau serin. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-amidoimidazol. Terlepasnya 4 karbon yang semula berasal dari aspartat dari reaksi sebelumnya (Jadi aspartat akhirnya hanya menyumbang nitrogen saja). 156 . Terikatnya amonia pada uridin trifosfat menghasilkan sitidin trifosfat (CTP). Uridin trifosfat merupakan prekursor uridin. Reaksi ini dikatalisis nukleosidamonofosfat kinase. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamida. glisin. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 4-N suksinokarboksamida 5aminoimidazol. Timidin disintesis dari metilasi UTP. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Tersisipnya glisin ke 5-fosforibosilamin. sehingga menghasilkan 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Reaksi ini memerlukan energi (ATP) dan dikatalisis fosforibosil glisinamida sintetase. Terikatnya formil pada fosforibosil glisinamida. Reaksi ini dikatalisis nukleosidadifosfat kinase.

Tidak ada purin atau pirimidin dari makanan yang digabung dgn asam nukleat jaringan Purin Pirimidin Nukleotida (masterprima. Pembentukan cincin (kedua) dari 5fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. IMP merupakan prekursor dari semua nukleotida purin.Gambar Biosintesis purin (Kimball. NH3. Semua sel dalam tubuh dapat mensin-tesa purin dan pirimidin. Terikatnya formil ke 5-fosforibosil 4-karboksamida 5amidoimidazol. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil amidoimidazol karboksamida formiltransferase. Asam nukleat dari makanan akan dikatabolisme menjadi asam urat (purin)dan β-alaninatau β-amino isobutirat (pirimidin)dan CO2. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. 2009) 157 . Reaksi ini melepaskan air dan dikatalisis inosinat siklohidrolase. sehingga menghasilkan inosinat monofosfat (IMP).1993) Reaksi ini dikatalisis adenilosuksinat liase.

yang mana kemudian akan teresterifikasi dengan dua fatty acid menjadi asam phosphatidik. Carbon dioksida sangat diperlukan dalam sintesis fatty acid tetatpi tidak secara permanen terbentuk. Gram negative bacteria mempunyai fatty acid siklopropana (fatty acid dengan satu atau lebih cincin siklopropana pada rantainya) Sintesis fatty acid dikatalisis oleh fatty acid synthetase komplek dengan asetil koA dan Malonyl-koA sebagai substratnya dan NADPH sebagai donor electron. gliserol teresterifikasi tiga fatty acid. ATP digunakan untuk menambahkan CO2 ke Asetil-koA. Sebuah CDP (Cytidine diphosphate) yang mempunyai peran sama seperti adenosine difosfat. beberapa mikroorganisme membutuhkan CO2 demi pertumbuhan yang baik tetapi itu tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran fatty acid seperti oleic acid (fatty acid rantai 18 tak jenuh .Seperti yang dijelaskan sebelumnya ada dua tipe asam nukleat yakni DNA dan RNA yang disusun oleh building blocks nukleotida. protein kecil yang membawa rantai fatty acid yang berkembang selama sintesis. biosintesis fatty acid. Jalur anaerobic terjadi pada beberapa (gram-negative bacteria) seperi Escherichia Coli dan Salmonella typhimurium. Bakteri eukariotik dan aerobic seperti bacillus megaterium membangun sebuah jalur aerobic menggunakan NADPH dan O2.macam lipid ditemukan pada mikroorganisme terutama pada membrane sel. dan biosintesis asam amino. Sebagian besar mengandung fatty acid atau turunannya. Beberapa diantaranya tidak jenuh (mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap).atom karbon. G. Mikroorganisme eukariotik seringkali menyimpan karbon dan energi sebagai triacylgliserol. Sintesis ini biasanya diproses dengan jalan phosphatidic acid. tetapi beberapa ada yang bercabang. Pertama. membentuk Malonyl-koA. Sintesis terjadi setelah asetat dan malonat ditransfer dari koenzim A ke grup sulfyhydril dari ACP (Accetyl Carrier Protein). Turunan CDP akan bereaksi dengan serine untuk membentuk fosfolipid fosfatidilserin dan dekarboksilasi yang menghasilkan phosphatidylathanolamine. Fosfolipid adalah komponen utama dari membrane sel eukariotik dan prokariotik. CO2 tersebut hilang ketika Malonyl. komponen. Malonil-koA berasal dari karboksilasi ATP dari asetil koA.komponen utama membrane sel. Fatty acid adalah asam monokarbolik dengan rantai alkil panjang yang mempunyai serangkaian atom. Sintesis Lipid Bermacam. β-keto yang berasal dari reaksi kondensasi awal dipindahkan dengan proses tiga langkah yang melibatkan dua reduksidan senuah dehidrasi.ACP memberikan atom karbon pada rantai. O O _ + R (CH2)9-C-SCoA + NADPH + H +O2→ R-CH=CH-(CH2)7-C-SCoA+NADPH++2H2O Sebuah ikatan rangkap terbentuk diantara karbon 9 dan 10 dan O2 tereduksi menjadi air dengan dengan electron yang diberikan oleh fatty acid dan NADPH. Walaupun begitu. Pada jalan ini. kedua. Fatty acid tak jenuh disentesis dengan dua cara. Gliserol berasal dari reduksi glikolitik intermediet. 158 . Katalisator sintesis menambahkan dua atom karbon pada rantai terakhir faaty acid dalam dua proses. bakteri sintesis phosphatidylethanolamine. Kehilangan CO2 membuat reaksi ini berkesudahan. (gram-positive Bacteria) seperti Lactobacillus plantarum dan clostridium pasterianum ) dan sianobakteria. Malonyl-ACP bereaksi dengan fatty acid-ACP untuk menghasilkan CO2 dan fatty acid –ACP yang lebih lama. Dehidroksiaseton phosphate mejadi gliserol 3-phosphate. fosfat adalah hidrolisis dari phospatidic acid oleh diacylglycerol dan fatty acid ketiga diberikan oleh hasil triagliserol. Dua asam nukleat berbeda dalam gula berbeda dalam nukleitida yakni deoksiribosa dan ribose. melalui pembentukan awal CDP-diacylglyserol. Banyak dari mikrobia fatty acid merupakan rantai lurus. sebuah membrane lipid yang komplek terbentuk dari hasil glikolisis. Oksigen tidak diperluakan untuk sintesis ikatan rangkap dua pada jalur ini. Bakteri anaerobic dan beberapa bakteri aerobic membuat ikatan rangkap selama sintesis fatty acid dengan meng-dehidrasi hidroksi fatty acids. Fatty acid disiapkan untuk penambahan dua atau lebih atom karbon. Polimer keduanya dibuat dari formasi ikatan kovalen antar gula dan fosfat..

glisin ditambahkan menggunakan Molekul glisil-tRNA bukan ribosom 5. Unit pengulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah sempurna diangkut menyeberangi membrane menuju permukaan luar oleh pembawa bactoprenol pyrophosphate 6. Rantai Pentapeptida terletak pada NAM. Sintesis peptidoglican adalah sintesis dengan proses multi step. Pada E. Seperti misalnya penisilin menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate. Energi atp tidak lagi dibutuhkan ketika transpeptidasi yang terjadi di luar. Pembawa bactoprenol kembali kedalam membrane. Jika interbridges (jembatan dalam) pentaglisin diperlukan. Hanya aka nada sebuah kelompok yang bereaksi dengan subterminal D-alanin. dapatkah kedua siklus berjalan secara bersama-sama?” 159 . 7. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis.komponen peptodoglican melalui membrane hidrofobik. Naktoprenol ialah karbon-55 alkohol yamh terletak pada NAM oleh pirofosfat dan memindahkan komponen. Rantai polisakarida akan saling berhubungan melalui pentapeptida atau jembatandalam (interbridges) Sebuah struktur yang rumit (berkelit-kelit atau berseluk beluk ) membutuhkan proses biosintesis yang rumit juga. ATP digunakan untuk membentuk terminal ikatan peptide didalam membrane. menghasilkan residu D-alanin. 2. Hal ini terjadi pada gram positive bacteria yakni (staphylococcus aureus). UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM untuk membentuk unit pengulang peptidoglikan. 3. Proses yang sama terjadi kepada interbridges terlibat. Turunan UDP dari (N-acetylmuramic acid dan N-acetylglucosamine) di sintesis kritoplasma. asam amino yang bebas dari asam diaminopimelik menyerang subterminal D-alanin. Dua partisipan carrier yakni UDP (Uridin Difosfat)dan baktoprenol. 8. LAMPIRAN Pertanyaan dan jawaban Pertanyaan lisan 1.Coli. Sintesis peptidoglikan Dinding sel bakteri mengandung mengandung molekul komplek peptidoglican yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran asam N-asetilmuramik (NAM) dan residu Nasetilglukosamin (NAG). Peptide cross-link rantai peptidoglikan terbentuk oleh transpeptidado.H. Asam amino ditambahkan secara berurutan menjadi UDP-NAM untuk membentuk rantai pentapeptida (dua terminal D-alanin ditambahkan sebagai dipeptida) Energi ATP digunakan untuk membuat ikatan peptide tetapi tRNA dan ribosom tidak terlibat. Sintesis peptidoglican terjadi dalam delapan tahap : 1. 4. NAM-Peptida ditrnasfer dari UDP menuju baktoprenol fosfat pada permukaan membrane. Fosfat dihasilkan selama proses. karena reaksi sintesis terjadi di dalam dan di luar membrane sel. Unit Peptidoglikan diletakkan pada akhir rantai peptodoglican untuk memperpanjang oleh unit pengulang. Sintesis peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen antimikroba. Alfonsina AAT (115061100111027) “ apakah dalam siklus glukeogenesis yang merupakan proses pembalikan glikolisis.

bakteri ini telah diketahui sejak awal abad ke-20 ketika pertama kalinya diisolasi oleh Hans Molisch. lalu senyawa-senyawa yang dihasilkan itu untuk apa?” “ Reaksinya adalah seperti ini • Fotosintesis bakteri ungu non belerang • CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 • Fotosintesis bakteri hijau belerang • CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S Berdasar pada sumber yang saya baca pada keadaan anaerob tidak diproduksi oksigen. bakteri fotosintetik purple (sulfur dan non sulfur). Sebagian besar bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksegenik. pada umumnya menujukkan resistensi yang tinggi terhadap oksianion logam tanah jarang. Selain itu. Kemampuan bakteri ini untuk melakukan fotofosforilasi karena adanya piranti fotosintesis dalam selnya yang berupa pigmen fotosintesis.fosforibosilamin. maka kelompok ini bibagi menjadi .itu menghasilkan AMP dan GMP. Karena pada dasarnya regulasinya berbeda” Alberus Ardika (115061101111005) “ tadi dijelaskan dalam presentasi siklus sintesis purin prosesnya. Bakterioklorofil yang dimiliki bakteri ini dapat digunakan sebagai salah satu ciri morfologi dengan melihat spektra maksimumnya. Reinanto pandu (115061107111009) “ dalam fotosintesis anoksigenik kan ada reaksinya. oleh karena itu penambahan larutan oksianion (biasanya K2TeO3) memungkinkan isolasi kelompok bakteri tersebut secara selektif. Bakteri-bakteri ini dapat melakukan berbagai macam metabolisme. Jawaban “ walaupun siklus glukeogenesis reversible. dan fermentasi.1995) Pada bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksigenik. karena pada konsentrasi yang tinggi akan menjadi racun . Freshsya Zatalini (115061100111003) “ Apakah persyaratan dari asimilasi bagi mikroba? Bagaimana bakteri yang tidak punya klorofil melakukan asimilasi? Jawaban 160 . tapi berdasarkan prinsip. seperti bakteri dari genus Rhodobacter. bakteri fotosintetik hijau (sulfur dan non sulfur). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase . dan bakterioklorofil.” 3. Pertanyaan Tertulis 1. Berdasarkan bakteriaklorofil yang dimiliki oleh anoksegenik. AMP menghambat sintesis adenilosuksinat dari inosinat. seperti TeO3-2 dan SeO3-2. antara lain . organisme-organisme ini pada umumnya merupakan penambat nitrogen yang hidup bebas. pigmen karatenoid.prinsip biosintesis dijelaskan bahwa jalur anabolisme dan katabolisme (dalam hal ini merupakan glikolisis dan glukeogenesis) tidak pernah berjalan bersama walaupun banyak enzim yang digunakan bersama. dan Heliobacteria(white. konsentrasi sulfid harus benar-benar ditekan serendah mungkin. respirasi anerobik. fotoautrotop atau fotoheterotrop pada kondisi anaerobik. lalu maksud kotak kecil ditengah itu apa? (menunjuk gambar) ” Jawaban “ gambar di tengah itu penjelasan dari proses awal sintesis purin yakni dimulai terikatnya atom nitrogen glutamine pada fosforibossil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5. meraka ini dikenal dengan nama kelompok bakteri fotosintetik anoksigenik. sedang GMP menghambat perubahan substrat dari sintesis AMP. Ada beberapa mikroorganisme yang mampu melakukan fotofosforilasi dalam keadaan anaerob.2.

sulfur. “ Apakah dalam suatu sintesis itu mengalami hambatan? Jika iya apa?” Jawaban : “ pada sintesis Peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen mikroba. Begitu pula dengan sintesis peptidoglikan akan terjadi pada setiap kondisi karena dinding sel bakteri mengandung kompleks peptidoglikan” 3. Sedangkan sintesis Peptidoglikan terjadi pada dinding sel bakteri.nitrogen) disamping karbon dan oksigen” “ asimilasi dilakukan oleh semua mikroorganisme yang membutuhkan. sulfur. Yakni merupakan jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida untuk membentuk DNA dan RNA. 5. Gregorius Bagas (115061105111005) 161 . sedangkan golongan purimidin itu ada pada RNA yang terdiri dari urasil dan sitosin. Ridhani Ridha R (115061100111009) “ Pada siklus tersebut kalau tidak salah namanya siklus purimidin kenapa hasilnya tidak purimidin? Mungkin dari siklus yang lain ada seperti itu?” Jawaban : “ sintesis purimidin atau sintesis pirimidin itu sama. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. Mekanismenya masing.” Adit Iqbal (115061105111005) 4. Jadi tidak ada persyaratan. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. karena mikroba membutuhkan asimilasi (fosfor. bukan pengertian. Penjelasan mikroorganisme prokariotik pada slide adalah sebagai tambahan. Dalam presentasi dan makalah kami dijelaskan tentang asimilasi sulfur. karena dinding sel bakteri mengandung molekul kompleks peptidoglikan yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran NAM (asan N-asetilmuramik) dan residu NAG (N-asetilglukosamin)” “ sintesis purin terjadi pada bakteri karena basa dari nukleotida akan digunakan untuk membentuk materi pembawa genetic RNA dan DNA.2. “ Asimilasi adalah pembentukan molekul kompleks dari molekul sederhana yang membutuhkan energy yang tinggi. Perlu ditekankan bahwa asimilasi dilakukan mikroorganisme karena mikroorganisme itu sendiri membutuhkan fosfor. Seperti misalnya penisilin yang menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate” 6. eukariotik ataupun prokariotik itu bisa asalnkan memiliki klorofil. Tapi untuk mekanisme dan regulasi sintesisnya sama” Maratus Sholihah (115061100111019) “ apakah benar dari apa yang anda jelaskan bahwa fotosintesis hanya terjadi pada mikroorganisme prokariotik? Kemudian bagaimana untuk yang eukariotik?” Jawaban : “ fotosintesis itu terjadi pada mikroorganisme yang mempunyai klorofil dan dibagi menjadi anoksiganik (tidak menghasilkan O2) dan oksigenik (menghasilkan O2). Golongan pirimidin itu ada pada DNA yang terdiri dari timin dan sitosin. fosfor dan nitrogen.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul – molekul organic melalui rute yang berbeda (tergantung apa yang diasimilasi) Sharfina W (115061105111003) “ Sintesis Purin dan Peptodoglikan terjadi saat kondisi apa? Di bagian mana kedua sintesis itu dapat terjadi?” Jawaban: “ purin adalah jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida dan terjadi dalam tingkat sel bakteri karena nukleotida ini akan membentuk building blok dari DNA dan RNA. tidak terbatas bakteri yang mempunyai klorofil ataupun tidak.

Anabolisme dan Katabolisme dan memang benar kedua proses tersebut tidak pernah berjalan bersamaan Komentar : 1. Tetapi fiksasi nitrogen terjadi pada beberapa bakteri yakni bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter klebsiella. dijelaskan tentang bakteri yang terlibat dalam prosesnya. dan Methanococcus. Perlu editing(pendandanan) 3. Perlu sitasi yang jelas(dituliskan) 2. Pada fiksasi nitrogen inilah. Telah dijelaskan . clostridium. sel. reduksi asimilasi nitrat dan fiksasi nitrogen. nitrogen dimanfaatkan untuk tiga hal yakni pembentukan ammonia. bakteri yang hidup bersibiosis tanama legumes seperti Rhizobium.sel eukariotik memiliki keterbatasan dalam melakukan ini. Perlu penjelasan lebih bagaimana fotosintesis aerob dan anaerob serta senyawa-senyawa yang dihasilkan 162 .“ Pada sintesis nitrogen . Proses metabolisme adalah proses yang spesifik dan merupakan proses dasar 2. Bakteri apa itu dan perannya apa?” Jawaban : “ Pada asimilasi nitrogen. bakteri Rhizobium memunculkan sifat amoniak keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. dan Sianobakteri “ Kesimpulan : 1.