P. 1
2

2

|Views: 708|Likes:
Published by fmdhana

More info:

Published by: fmdhana on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2014

pdf

text

original

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

2.1 Strain Industri 2.1.1 Pengertian Strain industri adalah koloni mikrobia (atau hasil biakannya) dengan sifat-sifat fisiologi yang sama sebagai hasil proses isolasi atau rekayasa lainnya untuk memurnikan sifat tersebut. 2.1.2 Syarat Terlepas dari asal-usul suatu mikroorganisme industri, idealnya harus menunjukkan : Stabilitas genetik Efisiensi produksi produk sasaran di mana rute biosintesis harus ditandai dengan baik Terbatas atau tidak ada kebutuhan akan vitamin dan faktor pertumbuhan tambahan Pemanfaatan berbagai karbon rendah biaya dan ketersediaan sumber karbon Dapat dimanipulasi secara genetik Aman, bukan patogen dan tidak menghasilkan produk beracun kecuali jika produk beracun tersebut adalah produk sasaran Siap dipanen dari fermentasi Siap rusak jika produk sasaran adalah intraselular Produksi terbatas oleh produk sebagai produk sampingan untuk meringankan masalah pemurnian selanjutnya Fitur lain yang dapat dimanfaatkan adalah sifat thermofilik atau halofilik yang dapat berguna dalam lingkungan fermentasi. Juga, khususnya untuk sel yang tumbuh dalam suspensi, mereka harus tumbuh dengan baik dalam bioreaktor konvensional sehingga industri dapat meminimalisir kewajiban untuk mengembangkan sistem alternatif. 2.2 Pemurnian Galur (Strain Improvement) 2.2.1 Pengertian Pemurnian galur adalah bagian vital dari pengembangan proses di industri fermentasi. Hal ini dapat mengurangi harga produksi, meningkatkan produktivitas produk yang lebih unggul. Pada beberapa kasus pemurnian galur dapat dilakukan menggunakan metode alami, yaitu rekombinasi genetik yang menyatukan elemen genetik dari dua genom yang berbeda menjadi satu membentuk genotip baru. Strategi lain melalui mutagenesis. Rekombinan dan mutan dipilih dan diseleksi untuk mendapatkan strain yang memiliki karakteristik lebih spesifik untuk proses industri fermentasi. Namun strain seperti ini tidak mungkin bertahan di alam karena gen mereka telah dimanipulasi sehingga tercipta ketidaksetimbangan metabolik. Akibatnya, strain tersebut harus dipertahankan pada media spesifik agar mampu tumbuh. 2.2.2 Tujuan Tujuan dari pemurnian galur ini adalah untuk meningkatkan produktivitas mikroorganisme, untuk mengubah produk metabolisme yang tidak terpakai, untuk memperbarui sumber karbon dan nitrogen sebagai nutrisi bagi mikroorganisme, dan memperbaiki morfologi sel menjadi sel yang lebih baik sehingga dapat memisahkan sel dan produk yang dihasilkan. 2.2.3 Rekombinasi Alami DNA bakteri umumnya dalam bentuk kromosom tunggal dan plasmid; belakangan ini DNA dapat mereplikasi dirinya sendiri. Tiap plasmid membawa hingga beberapa ratus gen tambahan dan ada sebanyak 1000 kopi plasmid per sel. Plasmid tersebut mengandung kode informasi genetik tambahan untuk ciri-ciri yang tidak ditemukan di kromosom DNA bakteri. Tidak seperti organisme eukariotik, bakteri tidak mempunyai bentuk reproduksi seksual. Namun, bakteri itu mampu bertukar beberapa materi genetik melalui proses konjugasi, transduksi, transformasi dan pembelahan biner. KONJUGASI melibatkan kontak antar sel satu dengan sel yang lain, di mana pendonor kontak dengan resipien melalui struktur protein filamen yang dinamakan pilus seks yang menghubungkan 2 sel tersebut berdekatan. Pendonor menyalin semua bagian dari plasmid atau kromosom DNAnya dan dibagikan melalui pilus ke resipien.

Pada TRANSDUKSI, bakteri yang mengandung virus (bakteriofage) berperan sebagai vektor dalam mentransfer gen antar bakteri. Bakteriofage menempel ke sel bakteri dan memasukkan DNA-nya ke inang untuk menggabungkan DNA bakteriofage ke kromosom inangnya. Selama replikasi, bakteriofage memperoleh potongan dari DNA inang. Jika fage-fage tesebut terus memasuki inang-inang baru, mereka mampu menggabungkan DNA asli dan gen-gen yang diambil dari inang sebelumnya ke dalam kromosom inang baru. Bakteriofage, seperti plasmid, juga memperoleh transposon (bagian dari DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dalam kromosom yang sama ataupun yang berbeda); misalnya, dari plasmid ke kromosom dan sebaliknya. Bakteriofage dapat membawa transposon ke dalam sel bakteri inang baru di mana mereka dapat meloncat ke dalam plasmid atau kromosom DNA inang. TRANSFORMASI melibatkan serapan selular bagian DNA dari medium sekitar yang kemudian menjadi tergabung di dalam sel. Pada lingkungan alami, transformasi merupakan proses acak, fragmen DNA tersedia untuk penyerapan yang berasal dari sel yang segaris. Pada eukariot, rekombinasi genetik secara alami terjadi selama reproduksi seksual. Genotif baru dihasilkan dari kombinasi kromosom parental dan sebagai akibat dari peristiwa crossing-over selama meiosis. Belakangan ini melibatkan kerusakan bagian kromosom DNA dan perubahan dari segmen antar kromosom homolog untuk membentuk kombinasi baru. Beberapa fungi yang berperan penting dalam industri, meliputi Penicillium dan Aspergillus, tidak mempunyai fase seksual yang sebenarnya. Namun, siklus paraseksual telah menyediakan rute sehingga strain baru dapat diproduksi. Hal ini dikembangkan saat dua strain haploid yang berbeda secara genetik tumbuh bersama, membolehkan fusi hifa mereka. Peristiwa ini akibat dari pembentukan heterokarion, inti yang mengandung miselium yang berasal dari masing-masing strain. Pembentukan herokarion secara langsung dapat dilakukan secara in vitro dengan menggabungkan protoplas yang dinding selnya telah dihilangkan. Juga, eukariot tertentu termasuk beberapa kapang dan jamur berfilamen, memiliki plasmid autonomous, seperti 2μm plasmid Saccharomyces cerevisiae yang terbukti berguna sebagai vektor dalam rekayasa genetika. 2.2.4 Mutasi Mutasi didapatkan dari perubahan fisik DNA sel, seperti delesi, insersi, duplikasi, inversi dan translokasi dari sepotong DNA, atau perubahan dalam jumlah salinan dari seluruh gen atau kromosom. Penaklukan mikroorganisme untuk mengulangi siklus mutagenesis, diikuti oleh seleksi yang sesuai dan pemilihan organisme yang dapat bertahan, merupakan cara efektif dalam banyak mikroorganisme industri. Mutan dapat muncul secara alami atau juga diinduksi, mereka dianggap sebagai produk dari peristiwa alami. Akibatnya, ada beberapa masalah dalam memperoleh persetujuan dari berwenang ketika teknologi rekombinasi DNA digunakan untuk mengembangkan mikroorganisme untuk industri. Laju mutasi spontan lambat; misalnya pada banyak gen bakteri, laju diperkirakan 10 -10 per generasi per gen. Laju mutasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mutagaen, yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Mutagen fisik meliputi ultraviolet, radiasi γ dan X; mutagen kimia adalah senyawa seperti EMS, NTG, asam nitrit dan acridine mustards. Mutan terbentuk saat mutagen menginduksi modifikasi dari urutan basa DNA yang hasilnya dalam substitusi sepasang basa, mutasi frame-shift atau delesi besar kemudian menjadi tidak sepasang. Mutagenesis dapat juga diinduksi menggunakan transposon yang dikirimkan menggunakan vektor yang cocok. Mereka memproduksi mutan penginsersi yang rangkaian nukleotida normalnya disela oleh rangkaian transposon. Metode tradisional ini telah berhasil digunakan pada pemindahan warna kuning dari penyiapan penisilin dikarenakan chrysogenin, pigmen kuning dihasilkan oleh Penicillium chrysogenum. Program mutagenesis memiliki keefektifan yang besar dalam meningkatkan produksi penisilin di strain industri pada organisme yang sama.
2

Baru-baru ini, metode yang dikembangkan untuk meningkatkan baik keseluruhan kemampuan mutasi dan laju mutasi dari gen spesifik agar mendapatkan frekuensi maksimum dari tipe mutan yang diinginkan. Mutagenesis langsung ini dengan jelas membutuhkan pengetahuan tentang gen yang mengontrol target produk dan sering gambaran genetik dari organisme. Sebagai tambahan, mutagenesis in vitro sekarang digunakan dalam kombinasi dengan rekayasa genetik untuk memodifikasi gen terisolasi atau bagian dari gen. 2.2.4 Rekayasa Genetika Selama 20 tahun, perkembangan dari teknologi rekombinasi DNA dan metode fusi sel, seperti pembentukan hybridoma untuk produksi antibodi monoklonal memiliki pengaruh besar dalam mikrobiologi industri. Berbeda dengan proses rekombinasi alami, teknologi modern rekombinasi DNA menyediakan banyak kesempatan tidak terbatas untuk memproduksi gen kombinasi baru. Metode ini juga secara spesifik dan terkontrol dan memiliki berbagai macam informasi genetik yang tersedia dari beberapa makhluk hidup dan bahkan organisme yang punah. Teknologi rekombinasi DNA memungkinkan rangkaian gen spesifik dipindah dari satu organisme ke organisme lain dan memungkinkan metode tambahan diperkenalkan ke perbaikan strain. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan produk dengan menghapuskan kemacetan metabolik di bagian tertentu dan memperbesar atau memperbaiki langkah spesifik metabolisme. Secara keseluruhan, prosedur rekayasa genetika memperbolehkan sifat baru ditambahkan ke kemampuan mikroorganisme industri. Mikroorganisme dapat dimanipulasi untuk mensintesis dan meningkatkan rentangan enzim yang dapat memproduksi senyawa baru atau substrat kompleks yang lebih murah. Karena tidak ada pembatasan untuk gen alami yang ditampilkan mikroorganisme, produksi protein tanaman dan hewan dimungkinkan. Produk berharga yang diproduksi termasuk pertumbuhan hormon manusia, insulin dan interferon. Namun begitu, metode ini tidak secara total menggantikan metode mutagenesis tradisional dan pendekatan kepada kedua metode harus diperhatikan untuk menghasilkan strain improvement yang lebih banyak. Strategi Rekayasa Genetika Untuk Bakteri Rekayasa genetika melibatkan manipulasi DNA. Hal ini memerlukan isolasi awal dan pemulihan gen yang diinginkan dari genom organisme donor. Rangkaian DNA yang terisolasi kemudian dimodifikasi dan pengaturan ekspresi gen mereka diubah, sebelum dimasukkan ke dalam organisme inang melalui sistem vektor termanipulasi yang cocok. Langkah pertama membutuhkan ekstraksi DNA total dari organisme pendonor yang kemudian dipotong dalam urutan yang lebih kecil menggunakan endonuklease restriksi spesifik. Banyak dari enzim restriksi ditemukan pada beberapa spesies bakteri, membuat potongan DNA beruntai ganda yang memiliki urutan spesifik (palindrom) menjadi urutan tunggal. Bagian kecil dari DNA (fragmen restriksi) kemudian dapat bergabung atau disambung ke molekul DNA vektor yang telah dipotong dengan enzim restriksi yang sejenis. Penyambungan dilakukan oleh enzim DNA ligase, dan menciptakan sebuah molekul DNA sintesis. Plasmid dan bakteriofag adalah kloning vektor yang paling berguna. Mereka memainkan peran penting sebagai pengirim sistem untuk memperkenalkan molekul rekombinan ke sel inang melalui transduksi ataupun transformasi. Setelah masuk, mereka mampu mereplikasi diri sendiri sehingga dapat mempertahankan DNA rekombinan dalam sel inang. Pengenalan plasmid rekombinan dalam sel bakteri dapat dicapai setelah treatment kalsium klorida yang membuat membran sel lebih permeabel terhadap DNA. Setelah pengenalan, plasmid mereplikasi dirinya. Dalam beberapa kasus, banyak sekali salinan diproduksi dalam sel inang untuk meningkatkan jumlah DNA rekombinan per sel. Plasmid dapat dirancang untuk mengandung penanda genetik yang baik, seperti resistensi antibiotik, kebutuhan vitamin, dll. Penanda dapat digunakan untuk memilih sel inang yang telah memasukkan plasmid selama transformasi. Bakteriofag adalah vektor kloning yang sangat berguna. Setengah dari genom bakteriofag dapat dihilangkan dan diganti dengan DNA asing. Hal ini dilakukan secara in vitro menggunakan enzim restriksi
3

Pembatasan Inang Prokariot Seringkali. vektor pengekspresi harus mereplikasi hingga jumlah salinan tinggi dan stabil. Perbedaan antara ekspresi gen prokariot dan eukariot harus diperhitungkan. Masalah ini dapat ditangani menggunakan vektor pengekspresi di mana gen asing dimasukkan dalam konfigurasi di bawah kontrol inang. hal ini dapat diterima dengan menggunakan dinding sel bakteri. Coli. ketidakstabilan produk gen tertentu dalam host mikroorganisme. jika urutan nukleotida gen atau urutan asam amino dari protein produk diketahui. Pada bakteri gram negatif. Kadang-kadang. bakteri gram negatif mampu untuk mengekspresikan gen dari bakteri gram positif. Akibatnya. Jika gen asing berhasil mengekspresikan bakteri inang dan membuat protein heterolog. Gen asing idealnya harus dihubungkan dengan promotor kuat yang memiliki afinitas tinggi untuk polimerase RNA dan mRNA tertranskripsi harus diterjemahkan secara efisien. Untuk beberapa tujuan. ini mungkin bermanfaat seperti dalam proses downstream. Setelah itu. mRNA eukariot dapat digunakan utnuk mensintesis gen yang dapat berfungsi dalam sebuah prokariot. keberadaan tantangan lebih lanjut pada beberapa organisme mengeluarkan lebih efisien dari yang lain. Sekresi protein rekombinan sering disukai untuk stabilitas produk dan membuat proses downstream memulihkan produk yang kurang bermasalah. intron dipotong selama proses RNA normal. deteksi dapat dicapai dengan penggunaan reaksi antibodi spesifik dengan protein. salah lipat dari polipeptida yang menghasilkan sebuah aktif molekul. 4 . Namun. tidak mudah untuk diekspresikan. yang mungkin terakumulasi membentuk inklusi tubuh di dalam sel. gen sintesis dapat disintesis. klon diperbolehkan untuk membentuk koloni pada media padat selektif. untuk memaksimalkan produksi proetin asing. mewakili seluruh urutan DNA / gen dari genom donor. yang mampu menginfeksi inang Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. 2. Pada tahap ini. Masalah umum lainnya pada ekspresi protein heterolog yang juga dapat ditemui dengan beberapa host eukariotik termasuk : 1. glikosilasi atau amidasi. Di mana sekresi dalam media dibutuhkan. sehingga bakteri gram negatif tidak bisa mudah melintasi membran luar. Atau jika protein rekombinan adalah enzim yang tidak diproduksi oleh inang. dan 3. Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. Hal ini menghasilkan perpustakaan DNA yang terdiri dari individu klon yang mengandung molekul DNA rekombinan yang berbeda. seperti pembelahan. misalnya gen heterolog. Urutan sinyal dari 20-25 asam amino membantu jalan protein melewati membran sel. Namun. yang akan menimbulkan masalah jika gen langsung ditransfer ke sistem prokariotik. Sekresi protein lebih sulit dari faktanya karena harus disintesis dengan ekstra urutan asam amina pada terminal akhir N. menguntungkan bagi ekspresi gen kloning untuk dimanipulasi dengan menempatkan Secara umum. Atau. aktivitas enzim dapat dideteksi. Namun. Selain itu. menyebabkan degradasi cepat mereka dengan protease. tujuan utama dari kloning gen adalah mendapatkana jumlah banyak dari suatu produk.yang mirip dengan cara manipulasi plasmid. Gen tidak dapat diekspresikan jika Escherchia coli digunakan sebagai inang dan gen yang dimasukkan pada inang bukan dari bentuk strain E. Tambahan masalah juga muncul jika tujuannya adalah untuk mengkloning dan mengekspresikan gen seperti E. Campuran dari fragmen restriksi yang berasal dari ekstrak DNA utuh. klon spesifik yang berisi molekul DNA rekombinan yang diinginkan dapat diidentifikasi. sekresi lebih sering ke ruang periplasmic daripada ke medium secara langsung. Coli. intron. jika dari bakteri gen negatif ke positif. Ini memerlukan penggunaa reverse transcriptase untuk menghasilkan salinan pelengkap DNA atau cDNA dari RNA. setelah dikumpulkan dalam fag atau plasmid. kesulitan dalam mencapai pasca-translasi modifikasi protein. yang mampu menginfeksi inang yang dipilih. Gen eukariot mengandung area non-coding. digunakan untuk transformasi atau mentranduksi sel inang.

cerevisiae. A. termasuk organisme “food grade” menstimulasi kemajuan lebih jauh dalam rekayasa metabolik. tetapi jika kehilangan sel akan mengekspresikan gen mematikan. yang dimediasi oleh plasmid Ri. integrasi gen ke kromosom normalnya adalah solusi terbaik untuk mengatasi banyak masalah ketidakstablitasan. Mereka memiliki promotor induksi yang kuat dan mampu untuk menghasilkan modifikasi protein post-translasion mirip dengan yang dilakukan oleh sel manusia. Jamur lain dapat pula menjadi inang yang baik. kerjanya pada proses industri farmasi. Pada in vivo. Proses downstream juga memiliki masalah yang sedikit karena jamur tersebut tidak mensekresikan banyak protein mereka sendiri ke dalam media. Sebagai akibatnya. Namun. rhizogenes.3 Stabilitas Strain Faktor utama dalam perkembangan strain baru adalah stabilitas strain. tumefaciens menginduksi tumor yang melibatkan plasmid Ti dan A. Relatif kecil rekayasa genetika telah diimpelementasikan untuk memperbaiki produksi dari metabolit yang ada. Saccharomyces cerevisiae banyak dipilih karena aman dan mengandung jumlah informasi luas yang telah terakumulasi dari genetikanya. dan Pichia pastoris yang memiliki beberapa keuntungan dibanding S. Ketidakstabilan segregasi dapat pula diatasi dengan membangun strain pembunuh yang membutuhkan penanda spesifik pada plasmid untuk bertahan hidup. relatif cepat laju pertumbuhannya dan mudah mengalami manipulasi genetik. produk jamur relatif sedikit yaitu 1-5% dari total protein dan beberapa protein disimpan dalam periplasma. Aspek penting dari stabilitas strain adalah pemeliharaan dan penyimpanan stok kultur sehingga mereka atirbut mereka yang dengan hatihati dipilih tidak hilang. Namun. contohnya dalam produksi heterolog dari jamur termasuk vasin hepatitis B. Sebagai contoh. Transformasi dari sel tumbuhan dikotil dapat ditunjukkan menggunakan plasmid yang berasal dari bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens and A. cerevisiae. enzim phytase sebagai umpan tambahan dan antitrombotic hirudin. Sel mengekspresikan repressor selama mereka memiliki plasmid. sel bebas-plasmid mati dan tidak boleh diakumulasikan di kultur. atau menghilangkan plasmid. fisiologi. Namun. Sebagai tambahan. jaringan metabolis dalam mikroorganisme dapat direstrukturisasi dan rekayasa metabolik yang luas memiliki implikasi utama dalam mikrobiologi industri. vektor berdasarkan virus. P. retroviruses dan virus simian 40 digunakan untuk stabil mentransformasi sel mamalia. urutan lengkap dari genom mikroba. Ketidakstabilan dihasilkan dari penghapusan dan penyusunan ulang plasmid rekombinan. Angusta seringkali lebih baik untuk aplikasi industri karena memiliki versatilitas yang lebih baik. tapi tidak seperti eukariot yang lebih tinggi tingkatannya (seperti sel hewan dan tumbuhan).Pembatasan Inang Eukariot Strategi lain yang lebih baik untuk mengekspresikan gen heterolog eukariotik sering mempergunakan inang eukariot yang sesuai yang akan menunjukkan semua kebutuhan modifikasi protein post-translasi dan sekresi. seperti virus bovine papiloma. Strain tersebut dibangun dengan penanda “lethal” di kromosom dan repressor dari penanda ini terletak di plasmid. Perkembangan teknologi rekombinasi DNA maju dengan cepat dan kloning gen pada sel hewan dan tumbuhan sekarang diproduksi secara rutin. 5 . Beberapa protein heterolog eukariotik telah sukses diproduksi secara massa dari S. Strain ditransformasi oleh plasmid harus dipertahankan di bawah seleksi terus-menerus untuk memastikan bahwa stabilitas plasmid. Protein individiual dapat direkayasa dengan mengubah beberapa komponen asam amino untuk memodifikasi sifat dan memiliki peluang untuk fitur pembangun dalam membantuk proses downstream. Awalnya. memberikan kegiatan katabolik baru dan memperbaiki kinerja fermentasi. Rhizogenes menginduksi pembentukan rambut akar. yang leibh baik sebagi struktural ketidakstabilan. Pichia angusta. jamur ini dengan mudah dan murah tumbuh pada skala industri. khususnya methylotroph. Juga. Beberapa masalah dapat diatasi dengan menmbangun plasmid dengan hati-hati dan penempatan gen penting dalam plasmid. Hal ini melibatkan penyimpanan dalam larutan nitrogen atau lyophilization. disebut stabilitas segregasi. 2.

Hal ini terjadi karena pada proses transduksi. virus mengalami daur litik. penetrasi. lisis. 1989) 3. pembelahan virus ada lisis dan lisogenik. Tahap pertama adalah adsorpsi yaitu fase di mana virus menempel dan menginfeksi bagian tertentu dari dinding bakteri hospes. yang mana? Apakah salah satu atau keduanya? . Albertus Ardika (115061101111005) Dijawab : Alfonsina Pada proses transduksi. DNA virus masuk ke sel inang dan menghancurkan dinding sel bakteri menggunakan enzim lisosom. tetapi virus ikut membelah bersama bakteri. perakitan virus dalam jumlah besar.Mikroorganisme (bakteri) yang ditempati sebagai media berkembang biak bagi virus akan mati. Pandu Rahmat Pinasthiko (115061107111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada saat di video transduksi. Kondisi morfologi (kemampuan untuk membentuk rambut getar / fili) 5. virus merusak dan mengendalikan DNA bakteri hospesnya. Sehingga pada daur lisogenik ini. Kontak antar sel bakteri 2. Teza Nur F. (115061102111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada video proses transduksi. (Budiyanto.LAMPIRAN PERTANYAAN 1. stelah mencapai dinding dari mikroorganisme tersebut. virus tidak memecahkan dinding bakteri dan keluar dari bakteri. ada yang pecah pada saat proses konjugasi. Dewi Ariesi R (115061105111007) 6 . Tahap kedua. metode apa yang digunakan virus untuk menginjeksi agar menjadi banyak jumlahnya? Setau saya. Perlunya gen khusus seperti gen TRA untuk proses konjugas (Brown.Yang menyebabkan pecah adalah kondisi virus yang berada di dalam mikroorganisme sudah “matang” sehingga virus siap keluar dengan cara memcah dinding dari bakteri inang (fase lisis). mikroorganisme yang ditempati virus itu waktu virus keluar dari mikroorganisme tersebut hilang.Metode replikasi virus (reproduksi virus) untuk memperbanyak diri yang digunakan pada proses transduksi adalah daur litik. Sedangkan pada daur lisogenik. pecahnya dinding bakteri inang sehingga virus-virus baru akan terbebas. Tahap sintesis. Ayu Indah Wibowo (115061100111011) Dijawab : Gregorius Bagas Bagaimana bisa bakteri mengalami transformasi? Apakah terjadi pada kondisi yang khusus? Atau terjadi pada bakteri tertentu? . (Old and Primrose. virus hanya mengalami tiga tahap.Transformasi terjadi karena : 1. Apa yang menyebabkan pecah? . yaitu penginfeksian virus ke bakteri inangnya. 1989) 5. (Old and Primrose. menggabungkan DNA virus ke DNA bakteri inang untuk membentuk calon virus baru dan ikut membelah bersama bakteri. Pada fase lisis. Apakah memang mikroorganisme tersebut hilang dan menjadi apa waktu mikroorganisme tersebut hilang? Jelaskan! . Tahap eklifase. virus akan menghancurkan dinding bakteri inang dan menyebabkan bakteri mati. 2010) 2. Homologi DNA bakteri yang bersangkutan 3. Adanya proses modifikasi dalam inang 4. Tahap terakhir. 1986) 4.

yaitu bakteri penerima DNA / bakteri yang tidak memiliki faktor F (F-). - - 7. Syarat untuk melakukan mutasi buatan adalah adanya perubahan materi genetik / DNA. Pembentukan Media Pada umumnya fermentasi membutuhkan media cair. bisakah strain tersebut mengalami ketidakseimbangan? Mengapa? Strain dapat mengalami ketidaksetimbangan jika terdapat faktor pengganggu. transformasi. Transformasi terjadi saat bakteri dengan spesies sama. transformasi dan transduksi pada mikroba? Syarat apa saja untuk melakukan mutasi buatan? Konjugasi terjadi saat bakteri pendonor (bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. Nutrisi mikroorganisme harus terbentuk/ terformulasikan untuk mendukung proses sintesis dalam membentuk produk yang diinginkan begitu juga biomassa sel dan metabolik tertentu (Waites. 2006) Sharfina Widyaningrum (11506110511103) Dijawab : Alfonsina Kapan terjadi perpindahan secara konjugasi. Strain yang stabil. untuk membantu proses pernafasan.- - 6. 1. DNA) yang memiliki tonjolan pada dinding tubuhnya yang berfungsi untuk menempel dan mendonorkan DNAnya ke tubuh bakteri resipien. 7 . (Schaum. apa yang membuat nitrogen cair tersebut berfungsi untuk penyimpanan galur? Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Dijawab : Alfonsina Kunci dari stabilitas strain adalah menjaga kesetimbangan strain tersebut. Bakteri yang dapat melakukan transformasi adalah bakteri sejenis yang memiliki potongan DNA yang sejenis pula. Media fermentasi harus memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme dan mendukung proses teknik perlakuan objek. dkk. hasilnya dapat diwariskan pada keturunannya. DNA)) bertemu dengan bakteri resipien (bakteri tanpa faktor F (F-)) dan mendonorkan DNA bakteri pendonor melalui tonjolan sitoplasma. Transduksi terjadi saat virus mengalami fase litik (keluarnya virus dari tubuh bakteriofag). dirusak kesetimbangannya dengan masuknya virus ke strain sehingga virus dapat mengambil alih kerja DNA strain dan terjadi mutasi yang tidak diinginkan pada strain. satu spesies bakteri dapat memiliki lebih dari satu kemampuan (transduksi. 2005) 2. 2. Bakteri pendonor adalah bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. 2005). hanya pada kondisi-kondisi tertentu seperti yang telah dijelaskan di jawaban point pertama. transformasi ataupun konjugasi) namun kemampuan tersebut tidak terjadi secara bersamaan. 8. Bisa saja. apa syarat-syarat tersebut? Pada slide stabilitas strain. - Dijawab : Alfonsina Bakteri yang seperti apa yang dapat melakukan transduksi. (Walyo. (115061100111007) Dijawab : Adit Iqbal Apakah syarat menjadi bakteri pendonor? Jika ada. Bakteriofag adalah bakteri yang diinjeksi oleh virus. Meskipun demikian. 9. dan dilakukan oleh manusia. (Schaum. 2006) Dhanang (115061101111007) Dijawab : Adit Iqbal Dampak dari mutagenesis itu apa saja? Tolong dijelaskan? Mutia Dhana F. yang satu memberikan potongan DNAnya ke bakteri yang lain.1. dan pendonor? Jelaskan spesifikasi bakteri untuk setiap kemampuannya tersebut! Apakah mungkin satu bakteri mengalami lebih dari satu kemampuan? Bakteri yang dapat melakukan transduksi adalah bakteriofag. Salah satu contoh faktor pengganggu adalah virus. fermentasi substrat padat juga banyak digunakan.

2006) Pada fermentasi antibiotika. Tabel 1. dkk.03 Tembaga. sumber fosfor. daging. kecuali keterlibatan substrat padat. Dalam fermentasi konvensional. Dalam perkembangan produk bioteknologi dibutuhkan medium yang mahal seperti untuk pertumbuhan sel mamalia dan tanaman (hidayat. dan sumber nitrogen. P.2 Kobalt 0. dkk. produk bernilai lebih mahal sehingga penggunaan substrat dapat dipilih yang lebih dominan agar dihasilkan produk yang lebih banyak. Zn dam Mo (hidayat. misalnya biji-bijian. dkk. bahan baku yang digunakan tidak boleh mahal. Kebutuhan media secara umum termasuk didalamnya adalah sumber karbon.Suatu strain yang mampu memberikan hasil yang tinggi dari produk yang diinginkan saat dikembangkan dalam laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diaplikasikan dalam skala industry.5 0. prosesing serat dan sebagainya. Mesonutrien dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit seperti Mg. umumnya dipakai bahan baku yang tidak mahal. Kebanyakan fermentasi. sulfur dan unsur lain yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit 8 . fosfolipid dan koenzim Kofaktor pada sejumlah reaksi enzim (ATP) Kofaktor pada beberapa enzim Kofaktor pada beberapa enzim (protease) Penyusun sitokrom. 2005). Medium kultur harus mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. 2006) Umumnya yang disebut makronutrien adalah yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C. 2006). S dan mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit seperti Fe. karena produk yang dihasilkan tidak mahal. protein non-heme dan kofaktor pada beberapa enzim Penyusun vitamin B12 Seng. Medium tersebut dapat berupa padat atau cair (Hidayat. H. membutuhkan jumlah air yang banyak dalam pembentukan media. Penyusun beberapa enzim Berat kering (%) 8 20 50 14 1 3 0.dkk. 2006). yang mana sebenarnya semua industri fermentasi menghasilkan energi dan unit karbon untuk biosintesis. dkk. asam nukleat dan koenzim Penyusun protein dan beberapa koenzim Penyusun asam nukleat. Cu. Namun pada produksi steroid. dalam proporsi yang serupa dengan dengan adanya sel pada mikroba (Waites. O dan N. Dalam bidang industri yang diperlukan adalah medium yang cocok secara ekonomi.5 0.03 Molybdeum (sumber: Hidayat. 0. Unsur-unsur yang ada pada mikroba Unsur Fungsi fisiologi Hidrogen Oksigen Karbon Nitrogen Sulfur Fosfor Magnesium Mangan Kalsium Besi Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusunan protein.1 0.

mempercepat metabolism dapat menekan pembentukan produk. Konsentrasi produk target yang dicapai. pendahuluan. Bahan mentah substrat harus disesuaikan dengan ekonominya. Percobaan skala kecil. 2. Fermentasi skala industri pada dasarnya menggunakan pembagian kompleks untuk mendapatkan harga ongkos yang efektif. Level dan range ketidakmurnian dan muncul dan berkembangan produk yang tidak diinginkan selama proses berlangsung. dan beberapa mikroorganisme membutuhkan penambahan vitamin. maka tidak menutup kemungkinan akan membutuhkan ongkos lebih dan pemulihan yang kompleks. Faktor utama yang mempengaruhi pilihan akhir bahan baku tersendiri yang diikuti/ digunakan (waites. kecepatan pembentukannya. sempurnanya. juga harus tersedia. dimana sumber karbon dan nitrogen hampir tidak dapat ditegaskan dengan jelas. dan agent antibusa yang mungkin dibutuhkan. Pembentukan. Meskipun demikian. 7. namun jika tingkat ketidakmurnian dari substrat tinggi. khususnya untuk menguji adanya tabrakan yield produk dan tahap pemulihan produk (Waites. begitu juga ongkos penyimpanan misalnya memerlukan pengontrolan suhu. 6. bahan haruslah tidak mahal dan tidak perlu ditanya kualitasnya dan setiap tahun/ sepanjang tahun bahan tersebut dapat didapatkan. Kesehatan dan keselamatan untuk semua. ini penting untuk diketahui. dkk. dkk. 2005). Misalnya. Kebanyakan didapat dari material alami seperti hewan dan tumbuhan. Pada beberapa proses. 4. Sifat fisika dan kimia dalam medium yang terbentuk dapat mempengaruhi operasi sterilisasi.1. media menggabungkan buffer atau pengontrol pH dengan penambahan asam ataupun basa. dkk. namun juga membentuk inhibitor by produk (penghalang) yang dapat menjadi pengganggu pada proses downstream (waites. Pengendaliannya mudah untuk bentuk padatan ataupun cairan. sel tunggal dapat berkembang ke dalam pseudo-miycelium atau flocculate. misalnya fermentasi bir. 5. sumber nutrisi yang cocok dapat digabungkan kedalam media untuk memenuhi permintaan ini. Selain itu juga membutuhkan purifikasi pada downstream dan bisa juga meningkatkan biaya penanganan limbahnya. 2005). biasanya dipertunjukkan dengan setiap batch baru untuk substrat. seperti biotin dan riboflavin. Fermentasi aerobik tergantung pada oksigen yang berkelanjutan sedangkan fermentasi anaerob membutuhkan aerasi awal dari media. senyawa induksi atau inhibitor dikenalkan pada tingat/ taraf tertentu dari fermentasi (waites. Panas tidak hanya mengurangi komposisi spesifik/ tertentu. Ongkos dan pendapatan. Saat kebutuhan unsur mikroorganisme sudah ditetapkan. 2. 2005).1. Medium yang mudah disterilkan dengan panas yang relatif rendah adalah yang sangat penting.1. dan yield per gram substrat yang digunakan. Di dalam beberapa yeast. Pengaruh variasi batch-to-batch harus ditentukan. Kebutuhan sterilisasi dan potensi masalah perubahan sifat. dilakukan penambahan medium segar secara berkala ataupun kontinyu. Biasanya. dkk. sering juga menggunakan by produk dari industry lainnya dengan divariasikan komposisi variabel. Perlakuan ini dapat diangkat untuk memelihara konsentrasi zat (yang mengganggu pembentukan produk) sehingga relatif rendah agar tidak lagi bersifat menekan. pencampuran. 2005). pengompleksan sifat viskositas yang mungkin mempengaruhi pergerakan dan aerasi selama fermentasi dan proses tingkat downstream. namun perubahan morfologi dapat mempengaruhi produk dan sifat fermentasi yang lain. 3. masalah potensial dapat timbul ketika menggunakan senyawa tertentu. Untuk menagani masalah ini. Nutrisi media tertentu atau kondisi lingkungan dapat mempengaruhi tidak hanya fisiologi dan biokimia tetapi juga morfologi dari mikroorganisme tersebut. Fermentasi Media Cair 9 . Hal mungkin tidak sebagai keinginan utama. filament jamur dapat membentuk lempengan.

kecap. 1992) Kadar air: kadar optimum tergantung pada substrat. Medium didistribusikan berupa larutan yang dangkal dalam suatu baki atau dalam suatu wadah yang mempunyai permukaan yang luas dan dalamnya media biasanya 2. Fermentasi yang diagitasi dimana zat yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fasa cair. organisme. 3.1. Fermentasi media (substrat) padat mempunyai kandungan nutrien per volume jauh lebih pekat sehingga hasil per volume dapat lebih besar. Produk dari fermentasi media padat misalnya oncom. 1992) Fermentasi yang diagitasi dimana substratnya larut dalam air. 3. Fermentasi substrat padat dengan kapang mempunyai keuntungan yaitu: (Dharma. . Adapun faktor yang mempengaruhi fermentasi media padat diantaranya: (Dharma. 4. Jenis fermentasi ini dan mekanisme pengambilan substrat dengan yang kedua kecuali substrat bersifat cair. Fermentasi cair meliputi minuman anggur dan alkohol. namun pemanasan. 1.5 – 5. fermentasi asam cuka. pertukaran gas. tetapi meningkatkan resiko kontaminasi dengan bakteri. 1992). 1992) Medium yang digunakan relative sederhana 10 1. agitasi dilakukan dengan bantuan alat pengocok (shaker). pengatur suhu (pendingin atau pemanasan) dan pengaturan pH. Proses fermentasi cair modern dapat dikontrol lebih baik dan hasil uniform dan dapat diprediksi. 2. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan penurunan porositas. 2.2. Pada fermentor agitasi dikerjakan dengan pengaduk yang dijalankan oleh motor dan dapat dibantu oleh aerasi (gelembung udara). 1992). dan tape (Dharma. Jenis-jenis fermentasi media cair yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: (Dharma. namun mengandung air yang cukup sekalipun tidak mengalir bebas. volume gas. yogurt dan kefir (Dharma. dan tipe produk akhir.0 cm untuk produksi yang sangat tinggi. difusi oksigen. Pada fermentasi ini substrat zat padat tidak larut dalam air tetapi dalam bubuk-bubuk halus yang tersuspensi dalam sejumlah air yang banyak. Pada fermentasi ini substrat larut dalam air tetapi medianya tidak diagitasi atau dikocok. Jenis fermentasi ini dikerjakan dalam suatu labu atau gelas yang cocok atau yang lebih modern dengan menggunakan fermentor dimana substratnya larut sempurna dalam air. Pada kultur labu yang dikocok. Fermentasi cair dengan teknik tradisional tidak dilakukan pengadukan. 1992). Fermenatasi yang tidak diagitasi dimana substratnya larut dalam fasa cair. aerasi. Garam dan zat hara lain mungkin terlarut dalam air. perebusan dan pengukusan mematikan banyak mikroba competitor (Dharma. Fermentasi yang diagitasi dimana zat cair yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fase cair. Juga tidak dilakukan sterilisasi. 2. Temperatur: temperatur berpengaruh pada laju reaksi biokimia selama proses fermentasi Pertukaran gas: pertukaran gas antara fase gas dengan substrat padat mempengaruhi proses fermentasi. Pengambilan substrat oleh mikriba biasanya disertai dengan produksi suatu faktor yang dapat melarutkan yang mungkin sifatnya ekstraseluler atau terletak didalam dinding dalam air sehingga partikel substrat tersipresi secara merata dalam medium yang mengandung air agar terjadi kontak dengan mikroba secara maksimum. berbeda dengan fermentasi teknik fermentasi cair modern melibatkan fermentor yang dilengkapi dengan: pengaduk agar medium tetap homogen. Fermentasi media padat Fermentasi media padat merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam substrat tidak terlarut. Fermentasi media cair diartikan sebagai fermentasi yang melibatkan air sebagai fase kontinyu dari sistem pertumbuhan sel yang bersangkutan atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel-partikel dalam fase cair. Pengambilan substrat melalui fase cair.1. Pengambilan substrat oleh mikroba melalui fase larutan dalam air. Konsentrasi substrat dalam media dapat bervariasi mulai dari satu persen sampai pada suatu keadaan yang menyerupai bubur. Kisaran kadar air yang optimal adalah 50-75%.

51 0.07 Saccharomyces cereviceae 0. 6.63 Pertombuhan anaerob Moorella thermacetica 0. karena air yang digunakan sedikit. 2005) - 11 . pembentukan produk. yang dapat merubah nilai Y. Karbon merupakan unsure yang paling penting. dan pemeliharaan sel.56 0. 3.2. Konsentrasi nitrogen bervariasi dari 3-15 %.36 Penicillium chrysogenum 0.61 Candida utilis 0. Dengan memvariasi konsentrasi awal dari substrat pembatas pertumbuhan yang kemudian diplotkan dengan total pertumbuhan pada konsentrasi disetiap batch. Selain itu juga untuk biosintesa. sekitar 50% berat mikroba adalah karbon. dkk. sehingga Y dapat ditentukan. Sumber Karbon Dengan mengecualikan alga dan bakteri autotrof yang menggunakan karbondioksida sebagai sumber karbon. Berdasarkan berat mikroba. 5. mikroba yang digunakan dalam industri membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon dan energi. Tabel 2. Jenis/ variasi organisme juga dapat menujukkan perbedaan koefisien yield (Y) pada substrat yang sama. Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relative kecil.52 Phicia angusta 0. Kebutuhan karbon dapat ditentukan dari koefisien hasil biomasa (Y) maka: (waites.11 Escherchia coli 0. Inokulum dapat disiapkan secara sederhana.43 Pseudomonas aeruginosa 0. Setiap nutrient dapat dihitung melalui rangkaian perlakuan pada percobaan batch-culture dimana substrat yang spesifik hanya menjadi media pembatas pertumbuhan dan nutrient yang lain sebagai excess.68 Escherchia coli 0.43 Pseudomonas species 0. dkk. Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah. dkk.13 Klebsiella pneumonia 0. 2.12 Saccharomyces cereviceae 0. 2005) Ycarbon (g/g) = Pada fermentasi komersial perhitungan koefisien yield untuk semua nutrisi biasanya menjadi dasar. 2006). Pertumbuhan yield (Ycarbon) pada medium minimum dengan variasi sumber karbon dan energy Yglucosa Yethanol Ymethanol Yoktana Pertumbuhan aerob Aspergilus nidulans 0. Kondisi medium tempat pertumbuhan fungi mendekati kondisi habitat alaminya. Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang udara diantara tiap partikel substrat. Oleh karena itu karbon merupakan bahan yang paling besar dalam medium kultur (hidayat.12 (Sumber: Waites.2. nilai yang didapatkan dapat menceritakan pada kondisi yang spesifik dengan memvariasi pH dan temperatur.54 1. 4. Meskipun demikian.

dkk. misalnya Rhizopus dan Sordaria. Ada pula mikroba yang hanya dapat menggunakan substrat terbatas. Molase 12 . Secara umum. Hal yang menarik adalah penggunaan limbah pertanian atau industri. ceriviciae. dkk. Energi diperoleh terutama melalui 2 jalan: (hidayat. mikroba mendapatkan dua molekul ATP dari tiap molekul glukosa.2. seperti manitol (hidayat. Sebagai contoh penelitian mula-mula menggunakan medium yang mengandung substrat berlebihan dan ini memungkinkan diperoleh berat kering sel bakteri maksimum perliter (misalnya 40 g). mikroba aerob mengubah substrat karbon dalam jumlah lebih besar (±50 %) menjadi biomassa dibanding mikroba anaerob. 2005).1. dkk. Kapang tertentu tidak dapat menggunakan sukrosa. karena mikroba tersebut tidak menggunakan banyak substrat untuk memperoleh energi. dkk. laktosa didegradasi menjadi glukosa dan galaktosa. 2. Kebanyakan kapang tidak dapat tumbuh pada gula alcohol. Senyawa karbon yang digunakan dapat berasal dari senyawa C2 sederhana (asam asetat.56 dan 0. sehingga medium harus mengandung: 40 x (100/50) x (50/100) = 40 g karbon/L Jika sumber karbon adalah glukosa maka jumlah yang harus ditambahkan dalam medium: (40 x 180)/72 = 100 g glukosa/L (hidayat. Pertumbuhan yang terjadi disebut pertumbuhan diauksi. fluktuasi pasar dalam menggunakan surplus (hidayat. Sebagian besar mikroba dapat menggunakan berbagai tipe nutrisi yang telah diketahui. 2005).12 g/g pada kondisi aerob dan anaerob (waites. Jumlah molekul ATP yang dibentuk dari sumber karbon dan energi dalam medium dapat dihitung berdasarkan berat kering yang diperoleh sebagai fungsi ATP yang dihasilkan selama katabolisme sumber energi (hidayat. Misalnya S. Jika 12 pasang electron dapat digunakan dari tiap molekul glukosa yang dimetabolisme melalui glikolisis pada siklus kreb maka akan diperoleh 36 molekul ATP. 2. 2006). Kebanyakan kapang menggunakan glukosa sebagai sumber karbonnya. Sebagai contoh adalah Methylomonas dan Methylococcus yang hanya menggunakan metana dan methanol sebagai sumber karbon dan energi (waites. Pada sumber karbon lain tidak dapat tumbuh dengan baik. Tiga molekul ATP diperoleh dari tiap pasang electron yang dipindah dari NADH ke oksigen. Biomassa ini diasumsikan mengandung 50 % karbon dan mikrobia mampu mengubah 50% karbon pada substrat menjadi karbon pada substrat menjadi biomassa secara aerob.Perbedaan dapat juga tetrjadi pada satu individu misalnya Saccharomyces cereviceae tumbuh pada glukosa yang menpunyai koefisien biomasa (Y) 0. Jadi metabolism aerob menghasilkan (36+2)/2 = 19 kali lebih tinggi dari pada ATP secara anaerob. Fosforilasi oksidatif Dalam kasus ini energi diubah selama pemindahan electron dalam rantai respirasi. 2006) Gula murni seperti glukosa dan sukrosa umumnya mahal bila digunakan dalam industri dan biasanya dicari sumber karbon yang murah. dkk. 2006) 1. dkk. 2006). 2006). dkk. protein) dan senyawa aromatik. Beberapa jasad dapat menggunakan lebih dari satu sumber karbon. etanol) sampai senyawa kompleks (polisakarida. tergantung harga. Ini memungkinkan untuk menghitung jumlah minimum substrat karbon yang dibutuhkan dalam medium untuk memperoleh biomassa. Industri fermentasi dapat memilih antara beberapa bahan utama. Jadi selama glikolisis. Fosforilasi substrat Oksidasi substrtat adalah hilangnya electron disertai oleh sintesis fosfat kaya energy yang akan dipindah lewat ADP dengan membentuk ATP.

2005). yang mana mungkin atau tidak mengalami metabolism. Tidak hanya karena warnanya yang berubah tetapi juga hasil hilangnya materi yang menyebabkan fermentasi dan produk beberapa reaksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme (waites. dkk. protein. 2005). maltosa atau maltotriosa (waites. Ekstrak gandum juga mengandung beberapa vitamin dan kira-kira 5% substansi nitrogen. produksi ini mengandung dekstrin bercabang dan tidak bercabang (15-20%).1-1 (sumber: Hidayat.3. Sterilisasi media yang mengandung ekstrak gandum harus dikontrol dengan hati-hati untuk mencegah pemanasan berlebih. dkk. 55% disakarida (umumnya maltose dan sedikit sukrosa). keton dan aldehid. dkk. 2. khususnya pembentukan filament jamur. dkk. Dimana terdiri dari 20 % heksosa (glukosa dan sedikit fruktosa). Ekstrak gandum Ekstrak cair dari gandum dapat dibentuk seperti sirup yang secara khusus digunakan untuk sumber karbon yang biasanya untuk pembentukan filament pada jamur. Mengandung 62% gula yang terdiri dari sukrosa 32%. Molase berbeda dengan bahan baku yang umum digunakan dalam produksi alkohol seperti jagung dan kentang. Unsur yang menurukan gula dan asam amino cenderung menghasilkan produk reaksi maillard ketika dipanaskan pada pH yang rendah. asam pantotenat. dikarenakan faktor biaya (waites. tergantung pada mikroorganismenya. dkk. asam amino dan protein dengan kelompok karbonil dari penurunan gula. Persiapan ekstrak pada dasarnya sama dengan pemasakan bir. dkk. namun dapat secara langsung mengalami metabolism dengan produksi amylase oleh miroorganisme. 2005). dkk.2. Komposisi dari ekstrak gandum biasanya mengandung 90% karbohidrat dalam basis kering. 2006) 2. fosfor dan sulfur. 2005). tiamin.- Glukosa dan sukrosa murni jarang digunakan dalam fermentasi skala industri. ragi dan actinomycetes. glukosa 14% dan fruktosa 16% (hidayat.2. sterol dan fosfolipid 0. Bahan ini mengandung karbohidrat yang disimpan sebagai pati sehingga harus mengalami perlakuan awal dengan memasaknya dan membutuhkan kerja enzim untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. Lagi pula. Sebaliknya karbohidrat dalam molase siap untuk difermentasi tanpa perlakuan pendahuluan karena berbentuk gula (hidayat. Molase adalah limbah industri gula yang tentunya lebih murah. Tabel 3. Molase tebu kaya akan biotin. peptide dan asam amino (waites. Muncullah produk kondensat berwarna coklat hasil dari reaksi kelompok amino dari amin. Komposisi molase Komponen Persentase Air 17-25 Sukrosa 30-40 Dektrosa 4-9 Fruktosa 5-12 Gula reduksi lain 1-5 Karbohidrat lain 2-5 Abu 7-15 Senyawa nitrogen 2-6 Asam-asam non nitrogen 2-8 Lilin.2. 2006). Komposisi molase dapat dilihat pada tabel 3. 13 . dan 10 % maltotriosa sebuah trisakarida. enzim ekstra seluler menghidrolisis substansi yang merupakan campuran dari glukosa. Kandungan nitrogen organik sedikit. 2006). Pati Polisakarida ini tidak siap untuk digunakan seperti monoskarida dan disakarida.

4. 2005). proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. 2. yang mengandung paling banyak glukosa. Dalam proses kontinyu kemungkinan didapat dari sirup bubuk gergaji yang mengandung 4-5% gula pereduksi (campuran glukosa dan pentosa) dengan hasil 45-55% (hidayat. Walaupun demikian ini dapat berpotensi tinggi yaitu sebagai sumber yang dapat diperbarui dari fermentasi gula saat dihidrolisis khususnya pada biokonversi menjadi etanol (waites. pati biasanya dikonversi menjadi sirup gula. Sedikit mikroorganisme yang dapat langsung digunakan. Beberapa hidrolisis asam dikembangkan selama perang dunia ke II. tetapi penggunaan mikroba selulolitik memungkinkan diperolehnya protein mikroba secara langsung dari limbah selulosa tanpa perlakuan. dkk.5% biasanya digunakan pada 150o-185oC. hutan. Berikut merupakan gambar lignoselulosa. Ini umumnya digunakan pada fermentasi substrat padat untuk memproduksi jamur yang bervariasi. dkk. 2005). 1998). Untuk diperbolekannya dalam fermentasi. Lignoselulosa tersedia dari pertanian. Komponen dari selulosa adalah bagian kristalin. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan 14 . dkk. Jamur berfilamen (Tricoderma viridae) dan bakteri (cellulomonas sp) merupakan mikroba yang sering digunakan. lapisan lignin dan memberikan area sempit untuk enzim menyerang. terjadi proses kontinyu (proses symba) dikembangkan di Swedia untuk produksi biomassa menggunakan khamir Endomycopsis fibulinger untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. Setelah dihidrolisis meggunakan enzim tanaman atau amylase mikroba. 2006). Hidrolisis asam pada pada selulosa kayu itu sendiri memberikan 65-85% gula yang dapat difermentasi. Candida utilis akan menggunakan gula ini untuk pertumbuhannya (hidayat. Sulphite Waste Liquor Sulphite Waste Liquor (SWL) dari industri kertas mengandung gula dari hidrolisis hemiselulosa dalam kayu. namun ini dapat juga didapatkan dari cereal yang lain atau potongan akar. 2011) Dalam dunia industri. sedangkan gymnospermae menghasilkan liquor yang mengandung gula 2% dengan 75%-nya adalah heksosa (terutama manosa). dkk. Struktur lignoselulosa dan pre-treatmen (sumber: Anonymous. ini sama sulitnya dengan menghidrolisis. Angiospermae memberikan Sulphite Liquor yang mengandung 3% gula yang 70 %-nya adalah pentosa (terutama silosa). Ini pertama-tama berubah menjadi agar-agar kemudian dihidrolisis dengan mengencerkan asam atau enzim amilolitik (waites.2.4.Pati jagung adalah yang paling banyak dipakai. selulosa Selulosa paling dominan ditemukan sebagai lignoselulosa dalam dinding sel tumbuhan.5. Selulosa biasanya dihidrolisis sebelum dapat digunakan sebagai substrat. Gambar 1. 2. komposisi SWL tergantung kayu yang digunakan. limbah industri maupun domestik. hemiselulosa dan lignin. 2006). yang mana terbentuk dari 3 polimer yaitu: selulosa. Asam sulfat dengan konsentrasi 0.

Laktosa pada umumnya kurang berguna sebagai umpan awal pada fermentasi dibandingkan sukrosa. dkk.untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. Whey susu diperoleh dari limbah pembuatan keju dengan komposisi seperti tabel 4.4. 2. asam laktat. Spesies dari genus Candida seperti C. Merupakan hasil samping keju yang merupakan protein yang sulit menggumpal seperti kasein pada keju. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. Sejumlah bakteri mampu tumbuh pada hidrokarbon. alkana dan alcohol Minyak (fraksi kasar minyak petroleum) mengandung C10-C18 10-25% hidrokarbon parafin yang sangat mudah digunakan mikrobia. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. Komposisi Whey susu (g/L) Komponen Laktosa Protein Senyawa nitrogen terlarut Lipid Garam-garam mineral Berat kering (sumber : Hidayat. dkk. Isoparafin mempunyai sifat yang mirip dengan bahan bakar. seperti untuk terjadinya metabolism hanya sedikit mikroornaisme yang dapat melakukannya. 2005). corynebacterium. 1989). mengandung lebih dari 1 juta ton laktosadan 0. sering digunakan untuk pakan babi (Hidayat. Hidrokarbon mempunyai rumus CnH2n+2 dapat berbentuk lurus ataupun rantai bercabang (iso) yang sukar didegradasi oleh semua mikroba. Sejumlah khamir. protein sel tunggal. S. 1989). Sepanjang tahun produksi whey di dunia lebih dari 80 juta ton.7.4. 2006). dan dari famili Enterobacteriaceae. Setelah tumbuh pada fraksi minyak petroleum. Oleh karena itu laktosa pekat sering disiapkan untuk fermentasi selanjutnya dari penguapan whey disertai dengan pemindahan protein susu yang digunakan sebagai misalnya. yaitu sebagai protein sel tunggal (PST). 2006). Nocardia. Acinetobacter (A. Micobacterium (M. dkk. cerevisiae contohnya. 2002). bahan diperkaya dengan isoparafin. Bahan ini cukup mahal untuk dijual. Crypococcaceae mampu menggunakan hidrokarbon. 2006) Tabel 4. 15 .2 juta ton protein susu. Bacillus. Smegmatis). Hidrokarbon sangat sesuai sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhan mikroba. dkk.6. Ini untuk proses penyempurnaan (hidayat. Dalam fraksi petroleum seperti bahan bakar mungkin mengandung hidrokarbon lain (parafin siklik atau aromatis) yang biasanya kurang tersedia untuk dimetabolisme. 2006) - Jumlah (g/ L) 45-50 7-9 1.5 1-2 6-8 63-70 2. lipolytica secara ekonomis memberikan hasil yang baik (hidayat. Calcoaceticus). Beberapa bakteri dapat mengasimilasi normal parafin (n-alkana) dan normal olefin (n-alkena). Candida lipolytica hanya memetabolisme normal parafin. Cladosporium resinae mengasimilasi bahan bakar minyak dan menyebabkan korosi pada tanki bahan bakar. Strain dari genus Pseudomonas. tidak memfermentasi laktosa. Whey Whey adalah by produk cair dari suatu indutri harian (industri keju). suplemen makanan. dkk. vitamuin B12 dan asam giberelik (waites. Disakarida ini secara pembentukannya digunakan dalam fermentasi penicillin dan ini juga dapat digunakan dalam fermentasi alcohol.

2 C5H9NO4 + 4. sedang alkana C11 dan C18 adalah yang paling banyak diasimilasi. Beberapa strain Pseudomonas dapat tumbuh pada heksana. Glukosa C6H12O6 + 2. 2006). dengan 1 atau lebih kemungkinan jalan melalui oksigenasi. Lemak dan minyak 16 . Namun ini akan terlalu mahal jika dipakai sebagai sumber karbon umum. styerene naphtalena. namun proses ini tidak ekonomis (waites. heksadekana digunakan untuk menggantikan glukosa. Katabolisme normal parafin terjadi melalui oksigenase. Pencampuran. Kemungkinan pembentukan biomasssa: (hidayat.45 O2 + NH3  3.35 kkal/ g asam glutamate yang dibentuk heksadekana sebanding dengan 2 kali denagn 2. Beberapa perusahaan menggunakan methanol dan produksi protein mikroba pada tahun 1970an dan awal 1980an. Namun banyak senyawa. Oksigen dapat bereaksi dengan C1 dan C2. Penggunaan hidrokarbon membutuhkan oksigen lebih banyak daripada karbohidrat. biomassa optimum yang diperoleh pada C16-C20. dkk. Kemungkinan alkana dengan berat molekul rendah adalah racun. 2005) Etanol lebih rendah sifat toksiknya dibandungkan methanol dan digunakan satu-satunya oleh banyak mikroorganisme. Heksadekana C16H35 + 8. Jadi kultur Methylomonas methanica mengoksidasi propane menghasilkan campuran asam propionate dan aceton (hidayat. Sebagai contohnya adalah pembentukan biomassa (komposisi global C5H9NO4). industr menggunakan tergantung pada harga petroleum yang berlaku. Selama fermentasi methanol. dan pigmen karatenoid) dapat diperoleh dari hidrokarbon sama baiknya dengan sumber karbon konvensional seperi karbohidrat. vitamin. Sejumlah produk fermentasi dapat diperoleh dari hidrokarbon.Khamir tidak mengasimilasi alkana yang lebih pendek dari C9. senyawa tunggal biasaya yang banyak cocok untuk fermentasi mikoba. 1. Metabolism hidrokarbon harus melalui pembukaan cincin. dan oktana sebagai sumber karbon dan energi. Cincin aromatik pertama mengalami hidrosilasi kemudian dihidrogenasi menjadi senyawa dihidroksi yang terbuka. 2006). Methanol mempunyai persentase karbon yang cukup besar dan relatif murah. Walaupun demikian. 2005). Sejumlah produk (asam lemak. dkk. dan sikloheksana). 2006) 1.73 kkal/g dari glukosa). dkk. dkk. tidak dapat dihasilkan oleh hidrokarbon tersebut. Sejumlah hidrokarbon siklik komersia dapat pula digunakan ( benzene. toluene. karena mampu larut dalam lemak sehingga mampu merusak fosfolipid pada membrane sel. Hidrokarbon alifatik bukanlah satusatunya yang dapat digunakan untuk metabolisme. Meskipun hanya sedikit mikroorganisme yang dapat merombaknya. Walaupun demikian. asam laktat. tetapi ini akan lebih bermasalah ketika berkembang pada alkana.8. Hidrokarbin siklik dan paraffin rantai pendek biasanya bersifat racun pada konsentrasi tinggi sehingga yang dikembangkan adalah membuatnya pada konsentrasi rendah (hidayat.1 O2 + NH3  1. heptana. namun konversi produk metanol lebih disukai untuk industri fermentasi dengan masalah teknis yang cukup sedikit. asam amino. Kemurnian methanol siap didapatkan dan ini sangat larut dalam air.5 kali (10. Oksigen yang dibutuhkan 3 kali lipat dan panas yang dihasilkan 3.98% berdasarkan berat secara molekuler) 2.1 H2O (hasilnya adalah 320 % atau 208 % berdasarkan berat secara molekuler tetapi dengan kebutuhan oksigen 4 kali lebih besar) Dalam produksi asam glutamate.4 H2O (Hasilnya adalah 120 % . kebutuhan oksigen dan panas fermentasinya tinggi. dkk. termasuk di dalamnya sebagian besar antibiotik dan produk-produk fermentasi anaerob.2. n-alkana dari panjang ikatan C10-C20 dapat dimetobolisasikan oleh mikroorganisme tertentu.2 C5H9NO4 + 5. biotransformasi ke asam asetat dengan menggunakan bakteri sisa fermentasi utama (waites. Metana digunakan sebagai sumber karbon pada sebagian kecil mikroorganisme.

Minyak mengandung energi lebih per unit berat dibanding karbohidrat.Lemak kasar hewani yang kebanyakan tersusun atas gliserida. otomatis produksi whey juga meningkat? Lalu apa contoh penggunaan whey? Jawab: Memang dulu whey itu harganya murah. Pertanyaan 3 (Ridhani Rida) Bagaimana proses fermentasi pada bakteri yang mempunyai 2 keadaan yang berbeda. Minyak nabati umumnya terbuat dari biji kapas. dkk. maka bakteri yang hanya (harus) hidup hanyalah bakteri saccaromyces cerreviceae. maka keberadaan bakteri tersebut merupakan salah satu bentuk kontaminasi. Jika dalam medium fermentasi terdapat bakteri lain yang tidak ikut andil dalam pembentukan produk. Karbohidrat biasanya disiapkan pada larutan encer dengan konsentrasi tidak lebih dari 50% (w/w). dan asam stearat. whey ini merupakan protein yang sukar menggumpal. berbeda dengan protein pada keju (kasein) yang mudah menggumpal. nah oleh karena itu. whey ini dapat membentuk emulsi. Misalnya. dan kedelai. jarang digunakan dalam fermentasi. maka dalam proses fermentasi. hanya ada bakteri yang mendukung proses pembentukan produknya. seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini yaitu bakteri saccaromyces. Nah ternyata. Pertanyaan 2 (Lilis Triyowati) Mengapa whey itu harganya mahal? Padahal whey merupakan hasil produk sampingan pembuatan keju. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa jika produksi keju meningkat. Apa bakteri lain dapat hidup di dalam media tersebut (glukosa)? Jawabannya adalah iya. dengan kapasitas cadangan dibutuhkan utuk memuat penambahan ke sumber karbon (waites. dimana ada sumber karbon. khususnya produksi antibiotic. yaitu anaerob dan aerob? Yang tentunya dari pengertiannya saja berbeda dari sumber kebutuhan oksigennya? Jawab: Memang. Namun jika fermentasi ini dilanjutkan dengan keadaan aerob maka fermentasi alkohol oleh bakteri saccaromyces menghasilkan asam cuka. pada fermentasi alkohol dari glukosa. LAMPIRAN Pertanyaan 1 (Nanang Adi) Mengapa kontaminasi media fermentasi perlu dimasalahkan? Padahal kita mengetahui bahwa fermentasi pada dasarnya juga menggunakan bakteri. jagung. yang mana menurut kandungannya yang ternyata didalamnya masih mengandung nutrisi penting. oleh karena itu. maka orang lama-kelamaan mengetahui bahwa sesungguhnya whey ternyata masih bisa digunakan sebagai bahan baku. Bakteri saccaromyces dapat memproduksi alkohol jika kondisi pada keadaan anaerob. Minyak nabati dan minyak ikan biasanya digunakan sebagai sumber karbon primer atau suplementer. Jawab: Maksud kontaminasi bakteri pada kasus ini adalah kontaminasi oleh bakteri lain. untuk membuat keju. Minyak nabati kebanyakan tersusun atas asam oleic dan asam linoleic. buah zaitun. maka bakteri juga akan bertumbuh dan berkembang didalamnya. Bakteri saccaromyces dapat mengalami metabolism dalam dua keadaan. contohnya dapat diaplikasikan pada pembuatan eskrim. Hanya saja. Pertanyaan 4 (Febrika Larasati) 17 . 2005). Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. minyak dapat berguna secara khusus dalam operasi fed-batch. Karbohidrat menempati volume yang paling besar. palm. terdapat bakteri tertentu yang dapat mengalami proses fernentasi dalam keadaan aerob ataupun anaerob.

dapat langsung dihitung (dengan kita mengetahui massa ragi itu sendiri). tidak seperti kasein yang terdapat pada keju. bakteri wajib dikeringkan dahulu? Jawab: Jawabanya iya. Jadi untuk menghitung kebutuhan karbon yang menyertakan massa dari ragi tersebut. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. Nah untuk menghitung karbon yang memakai perhitungan mikroba dalam keadaan kering. bagaimana caranya whey yang sebagai produk sampingan diubah menjadi produk utama? Agar industri berkonsentrasi pada wheynya. dapatkah dari berbagai sumber misalnya Whey + molase + pati dicampur? Jelaskan! Jawab: Untuk campuran dari berbagai sumber. apa dalam kebutuhan karbon. bahwa whey merupakan hasil samping dari pembuatan keju. ragi tape. Pertanyaan 6 (Dian Nita) Dari sumber karbon yang sudah dijelaskan. Ini disebut dengan medium semi padat. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. kita tidak perlu untuk mengeringkannya terlebih dahulu. 2002). mengapa? jika Tidak. Misalnya. Merupakan suatu bakteri saccaromyces yang sudah dalam bentuk kering. Seperti industri etanol di brazil yang konsentrasi pada ethanol bukan gula (tebu)? Jawab: Seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini. 1989). karena jika kita menghitungnya tidak dalam keadaan bakteri kering. maka yang bersifat membasahinya merupakan suatu media (air). Mengapa? Karena kita memberikan bakteri itu sudah dalam bentuk kering. 1998). Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng.Pada sumber energi untuk fermentasi yang berupa selulosa dikatakan bahwa perlu dilakukukan proses pretreatment terlebuh dahulu. mengapa? Jawab: Untuk pencampuran 2 medium dengan fase yang berbeda dapat dilakukan misalnya pada pembuatan asam sitrat dari ampas singkong dimana media tersebut dicampur dengan media cair (air). bakteri yang basah tidak bisa dikatakan bahwa ia adalah pure bakteri. Pertanyaan 8 (Gregorius Bagas) Tadi dijelaskan bahwa nilai Whey cukup mahal. tidaklah perlu dikhawatirkan. Pertanyaan 7 (Alfonsina A. Untuk membuat suatu medium kan kebutuhan karbonnya dihitung. Pertanyaan 5 (Dianita Citra Dewi) 1). maka tentunya. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. Jika susu tidak difermentasi dengan bakteri (lactobacillus casei) untuk pembuatan keju. karena protein pada whey merupakan protein yang sulit untuk digumpalkan. 1989). bukan pada kejunya.A Torimtubun) Apakah bisa suatu mikroba ditempatkan pada 2 media yang digabung menjadi 1 misalnya media cair (molasses atau yang lain) dicampur dengan media padat (pati atau yang lain) agar mendapat sumber karbon yang banyak? jika bisa. 18 . sebenarnya hal ini bergantung juga dengan produk apa yang ingin kita capai. bagaimana proses pre-treatment tersebut? Dan siapa yang melakukan proses tersebut? Jawab: Dalam dunia industri.

Whey sekarang digunakan untuk bahan pembuatan permen. memang whey itu dibuang. Semua sel diisi dengan matriks cairan dan dikelilingi oleh membran sitoplasma. yang berarti Archaebacteria ini akan teracuni bila terdapat oksigen. 2001). 2001). A. serta hewan yang tergolong sel eukariotik (Waites. Bakteri dari kelompok ini memiliki cirri hidup dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. ganggang dan tanaman lainnya. Dan berdasarkan lingkungan hidupnya tersebut. Metanogen Archaebacteria ini dinamai sesuai dengan metabolism energinya yang khas. Archaebacteria disebut juga bakteri purba (archae = purba). Spesies metanogen lainnya hidup di lingkungan anaerobik di dalam perut hewan. susu bubuk. Metanogen memiliki peranan sebagai pengurai yang penting. Sel dibagi menjadi dua kategori: Archaebacteria dan Eubacteria yang merupakan sel prokariotik. 2008) a. khususnya hewan yang memakan 19 . ORGANISME PROKARIOTIK Organisme prokariotik telah dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda atas dasar studi filogenetik (evolusi) hubungan. yaitu : (Karmana. Metanogen merupakan Archaebacteria yang tergolong anaerob strict (tidak dapat mentolerir keberadaan oksigen). Pada dasarnya molasses masih mengandung gugus gula. Sel adalah unit dasar dari semua organisme hidup. Mereka adalah Archaebacteria atau archaea (bakteri „kuno‟) dan Eubacteria (bakteri „sesungguhnya‟). Pertanyaan 9 (adit Iqbal I) Pada selulosa bagaimana cara memisah sel pada ikatannya? Jawab: Untuk memisah/ memecah ikatan pada selulosa adalah dengan cara hidrolisis enzimatik. Archaebacteria Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang pertama muncul di Bumi. pembawa fisik dari informasi genetik. bersama dengan ribosom yang mengambil bagian dalam sintesis protein. yang memungkinkan spesialisasi sel. terutama terdiri dari lipid dan protein. Archae kelompok ini hidup di lumpur dan rawa tempat mikroorganisme lain yang telah menghabiskan semua oksigen. diproses buat apa? Jawab: Dahulu. Pertanyaan 10 (Adit Iqbal I) Whey itu dulu dibuang. dkk. mengapa hasilnya dipakai lagi dan harganya mahal? Jika digunakan. Contoh bakteri golongan ini adalah Methanococcus jannaschii. kemudian diubah menjadi metana yang dijadikan bahan bakar. dalam pengolahan kotoran yang berasal dari sampah dan hewan. Misalnya. Sehingga produksi whey sejalan dengan produksi keju. Seperti yang dijelaskan pada jawaban dari pertanyaan febrika larasati. Pertanyaan 11 (Freshsya Zatalini) Dapatkah Anda memberikan contoh produk fermentasi yang menggunakan media molase? Jawab: Salah satu produk fermentasi molasses adalah etanol. eskrim. dkk.maka whey pun tidak dapat diproduksi. atau hanya sebagai bahan pakan babi. 1. tanpa pemasakan terlebih dahulu (oleh enzim) seperti pada jagung dan kentang. yaitu H₂ digunakan untuk mereduksi CO₂ menjadi (CH)₄. dimana gugus gula tersebut langsung dapat difermentasi. Banyak diantaranya yang merupakan uniseluler dan lainnya berupa multiseluler. sedangkan sel-sel jamur. (Waites. Namun seiring berkembangan ilmu pengetahuan. protozoa. Karena pembentukan whey juga tergentung pada pembentukan keju (karena whey merupakan hasil samping keju). Archaebacteria dibagi kedalam 3 kelompok utama. dan makanan bayi. maka lama kelamaan orang di dunia mengetahui sebenarnya dalam whey ternyata masih terdapat nutrisi yang masih berguna. Mereka juga mengandung asam nukleat.

hampir semua bakteri yang terkandung dalam industri hanya dua. Walau berukuran lebih besar dari virus. Sulfolobus yang menempati mata air panas sulfur di Yellowstone National Park.15 . Contoh : Thiosarcina rosea (bakteri belerang) Streptococcus. (Waites. bakteri pun baru dapat diamati di bawah mikroskop. bakteri menjadi tidak aktif. Aktivitas tertinggi bakteri terjadi pada kelmbapan 90%. USA. 1) 2) 3) 4) 5) 6) tumbuhan. Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembap. Adapun bakteri yang terbesar. yaitu berupa delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. yaitu berupa empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. 2006) Bentuk Bulat (Coccus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: Monococcus. Beberapa sepesies memerlukan suatu lingkungan yang salinitasnya sepuluh kali lebih asin dari air laut untuk tumbuh. 1. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk rantai. Pigmen ini tertanam dalam membrane plasma. akan membentuk buih berwarna merah ungu yang dihasilkan oleh bakteri orhodopsin. dan philos = pecinta). Contoh : Diplococcus pneumonia (penyebab penyakit pneumonia) Tetracoccus. Archaebacteria halofil memiliki arti pecinta garam atau hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) cukup tinggi. Termofil Archaebacteria ini memiliki cirri-ciri hidup pada suhu ekstrim (panas). dkk. yaitu berupa dua sel bakteri kokus berdempetan (tergabung secara berpasangan dua-dua).25 . yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk seperti buah anggur.b. c. yaitu Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. 2. Bakteri orhodopsin merupakan suatu pigmen yang menangkap energy cahaya. a. 2001) Ukuran dan Bentuk Bakteri Bakteri merupakan organism mikroskopis dan rata-rata berdiameter 1. Contoh dari Archaebacteria kelompok ini adalah Halobacterium salinatrium. Eubacteria (Bakteri) Eubacteria adalah bakteri yang bersifat prokariot. terutama yang mengandalkan makanan berselulosa. panjang tubuhnya . Spirillium volutans. yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. yaitu : (Aryulina. Halofil Archaebacteria kelompok ini memiliki cirri hidup di tempat-tempat yang memiliki salinitas tinggi (halo = garam. Contoh : Pediococcus cerevisiae Sarcina. bersifat mikroskopik. (Karmana. Dari asal bahasa tersebut. Archaebacteria ini dapat bertahan hidup dalam lingkungan panas dengan suhu optimum 60⁰C sampai 80⁰C. dkk. Pada suatu larutan yang dipenuhi oleh koloni halofil. bahkan dapat menyebabkan kematian. Misalnya di danau air asin dan di laut mati. Contoh : Streptococcus mutans (penyebab gigi berlubang) Staphylococcus. Contoh : Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata) Diplococcus. Eubacteria adalah kelompok yang sangat beragam yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Contoh : Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru) 20 . serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. Bakteri ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Inti dan organelnya tidak memiliki membran. Archaebacteria kelompok ini berperan penting dalam proses pembentukan nutrisi di hewanhewan tersebut. Dialister pneumosintes. Contohnya. bersifat uniseluler. mempunyai panjang tubuh 0. Namun. 2006) Bentuk dasar sel bakteri beranekaragam. Pada kondisi kekurangan air. Bakteri yang terkecil.

lihat tabel berikut ini : Kistinnah dan Lestari. Contoh : Salmonella typhosa (bakteri penyebab penyakit tifus) 3) Streptobacillus. 2009 2. Struktur Bakteri Kistinnah dan Lestari. Contoh : Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis) 3) Vibrio.b. Bentuk Spiral (Spirillium) Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi: 1) Spirillum. yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. Contoh : Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang) 2) Spirocheta. yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan. yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. Contoh : Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) 2) Diplobacillus. Bentuk Batang (Bacillus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: 1) Monobacillus. Contoh : Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen) c. yaitu bentuk sel seperti sekrup. 2009 21 . yaitu bentuk sel bergelombang. yaitu berupa beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. Contoh : Vibrio cholera (penyebab penyakit kolera) Untuk lebih jelasnya.

Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa bakteri yang tidak memiliki flagelum yang disebut atrik. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel. Treponema pallidum. dkk. dan fungsinya untuk pergerakan pada sel bakteri. dan kapsul. Akan tetapi untuk bakteri penyebab penyakit. terdapat empat macam bakteri. bakteri dibedakan menjadi dua. Panjangnya beberapa kali lebih panjang dari selnya. yaitu : (Aryulina. Adapun pada lapisan di dalamnya terdapat dinding sel yang sangat kaku sehingga bisa memberikan bentuk dari bakteri itu sendiri. 2006) ∞ Bakteri gram positif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Streptococcus mutans. dapat diamati bahwa stuktur sel bakteri masih sangat sederhana yang tersusun atas dinding sel dan isi sel. dan Escheria coli. dan sehelai filament panjang di luar dinding sel. kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi inangnya (daya virulensi). tetapi diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya. pili. 2009) a. Contohnya : Propionibacterium acnes. 1) Flagelum (jamak: Flagela) Bentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis. Struktur Utama di Luar Dinding Struktur utama di luar dinding adalah flagela. 2009) Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan. Vibrio cholera. juga berfungsi untuk melindungi isi sel. 22 . yaitu gabungan protein dan polisakarida.Dengan melihat Gambar 4.4 tersebut. yaitu tubuh dasar. 2006) Struktur tubuh bakteri dibedakan menjadi struktur utama di luar dinding sel dan struktur di sebelah dalam dinding sel seperti berikut ini : (Kistinnah dan Lestari. Berdasarkan letak dan jumlahnya. (Kistinnah dan Lestari. monotorik (memiliki satu flagelum pada salah satu ujung sel bakteri). perhatikan gambar kenampakan bakteri berdasarkan pewarnaan Gram di bawah ini : (Aryulina. Flagela terdiri atas tiga bagian. ∞ Bakteri gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. mencuat menembus dinding sel. Staphylococcus aureus. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. dkk. dan Bacillus subtilis. Contohnya : Neisseria gonorrhoeae. Permukaan paling luar dilindungi oleh kapsul berupa lapisan lendir yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan. Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah. Untuk lebih jelasnya. yaitu : 1. struktur seperti kait.

2) Mesosom Apabila membran sitoplasma mengalami pelipatan ke arah dalam/ invaginasi. Selain itu. peritrik (memiliki flagela di seluruh permukaan sel bakteri). b) Daerah nukleus. 23 . maka akan menghasilkan suatu struktur yang disebut mesosom. b. 3.2. dalam jumlah yang sesuai dan membuang kelebihan nutrien atau produk-produk buangannya. 2009 2) Pili (Fimbriae) Bentuknya seperti filamen. perhatikan gambar berikut : Kistinnah dan Lestari. kapsul merupakan penutup atau pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. baik eukariotik atau prokariotik. Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel Struktur paling umum yang terdapat di dalam dinding sel bakteri adalah sebagai berikut : 1) Membran Sitoplasma Membran ini amatlah penting karena berfungsi mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom. a) Daerah sitoplasma. Membran sitoplasma merupakan membran plasma yang membungkus sitoplasma beserta isinya. mineral. lebih pendek. berisi partikel-partikel RNA protein (ribosom). tetapi bukan flagela. banyak terdapat pada bakteri gram negatif. Ribosom ini merupakan biosintesis protein. 3) Kapsul Kapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lendir. pili juga mempunyai fungsi lain. dapat pula menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi. Selain itu. Pili ini tidak berfungsi untuk pergerakan. dan 4. yaitu mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula. Bahan sel yang dikandungnya antara lain seperti berikut. 3) Sitoplasma dan Struktur-Struktur di Dalamnya Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. Kapsul bakteri mempunyai arti penting bagi bakteri maupun organisme lain. lopotrik (memiliki dua/lebih flagela pada salah satu ujung sel bakteri). tetapi berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri. Mesosom ini selalu bersambungan dengan membran sitoplasma. Contohnya. amfitrik (memiliki dua ataulebih flagella di kedua ujung sel bakteri). dijumpai pada semua sel. Diduga mesosom bisa berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus. asam amino. Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. Bagi bakteri. Ukurannya lebih kecil. Selain itu. Sex pilus. yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya. dan lebih banyak dari flagela. juga berfungsi sebagai tempat perlekatan flagelum. Untuk lebih jelasnya.

sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae. 5) Klorosom Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. misalnya. Nitosococcus. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. Berdasarkan asal energi yang digunakan. proses oksidasi senyawa tertentu. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Dengan demikian. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. bangkai. 24 . Contohnya. dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. Jika materi materi ini menumpuk maka akan membentuk granul/globul di dalam sitoplasma. contohnya. bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO₂. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. bakteri Escherichia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt. bakteri Thiobacillus thioparus yang menumpuk sejumlah besar sulfur yang tampak seperti granul. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati. 2) Bakteri Autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Penggolongan bakteri a. contohnya Chlorobium (bakteri hijau). Sama halnya dengan plasmid dalam keadaan lingkungan yang jelek. bakteri tersebut akan membentuk endospora.c) Bagian zat alir. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. minuman. polifosfat. ataupun kontak langsung dengan penderita. Contohnya. Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. Jika kondisi telah membaik. 6) Vakuola gas Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. dan Nitrobacter. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya 1) Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia. Pada bagian tubuh ini terdiri atas lipid. misalnya. antara lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. sampah. dan pati. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan. Fungsinya untuk pertahanan sel bakteri terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang. fotosintesis dapat terjadi. pernapasan. bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH₃. maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula. glikogen. baik secara langsung maupun tidak langsung. 3. 4) Plasmid dan Endospora Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampahsampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia. mengandung nutrien terlarut yang terbentuk sebagai tubuh inklusi. atau kotoran. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal.

Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air. Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis. dan berbentuk rantai (streptococus). tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu pengurai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen. antara lain. kenaikan suhu. seperti tumbuhan hijau. b. bakteri Nitrosomonas. spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri. dan energi. Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar. dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna). jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen. CO₂. Pada kondisi yang kurang menguntungkan. ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan. kekeringan. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus).Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Dalam keadaan normal. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perkembangbiakan bakteri secara aseksual. Reproduksi bakteri Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif. Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. misalnya. seperti antibiotika dan desinfektan. 4. Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjutajuta sel. sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora. Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. delapan sel membentuk kubus (sarcina). bakteri asam susu. dan Clostridium tetani. dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. Akan tetapi. Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya Berdasarkan kebutuhan oksigennya. beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. Pada keadaan optimal. Akan tetapi. misalnya. yaitu dengan pembelahan biner : 25 . bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob. 1 ) Bakteri Aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. bakteri Lactobacillus bulgaricus. Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). 2) Bakteri Anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas. Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya. Misalnya.

(Aryulina. a. dkk. Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya. Dalam hal ini. secara Selain reproduksi secara aseksual. bakteri juga melakukan reproduksi 2006) seksual. Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. harus terjadi hubungan langsung. seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot. perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual. dan transduksi. yaitu transformasi. Dalam proses ini. pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. 2006) 26 . Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara. dkk. untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima. protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima. tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima. Meskipun demikian. b. Jadi. Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. perhatikan gambar di bawah ini : (Aryulina. konjugasi. Oleh karena itu. Untuk lebih jelasnya. c. karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin.

Cyanobacteria hidup secara fotoautotrof dengan mengasimilasi senyawa sederhana misalnya CO₂. proteobacteria kemoautotrof. yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi. Chlamydias. Pada Cyanobacteria bentuk benang. Heterokista merupakan sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen. Baeosit juga berfungsi untuk melakukan fotosintesis. Proteobacteria kemoheterotrof meliputi bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. Disebut ganggan hijaubiru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. dkk. Cyanobacteria. Perbedaan Cyanobacteria dengan bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria menghasilkan O₂ dalam proses fotosintesisnya sedangkan bakteri fotoautotrof tidak menghasilkan O₂. Cyanobacteia tidak memliki alat gerak dan dapat melakukan fotosintesis. Tubuh Cyanobacteria juga memiliki vakuola gas yang memungkinkannya mengapung dekat permukaan air. lapisan lendir dapat membantu gerakan secara meluncur. dan baeosit. Rhizobium hidup bersimbiosis dalam akar tanaman kacangkacangan. Membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung pigmen klorofil. Pembelahan biner dilakukan oleh Cyanobacteria bersel satu. sampai kehitaman. dan beberapa ion anorganik lainnya. Pigmen tambahan berupa fikosianin yang berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah. Sitoplasma Cyanobacteria tidak memiliki banyak organel serta tidak memiliki membran inti (prokariot). Reproduksi Cyanobacteria adalah secara aseksual sengan cara membelah diri (pembelahan biner).5. lembaran. atau bola berongga. terdapat tiga macam sel utama. dan bakteri Gram-Positif. yaitu mengikat nitrogen (mengubah N₂ di atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan tumbuhan). Sebagian besar bakteri dalam kelompok ini berbentuk batang dan anaerob fakultatif. 2) Cyanobacteria Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium. Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. 1) Proteobacteria Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. misalnya Anabaena. akinet. Cyanobacteria membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. ungu. Contoh proteobacteria kemoheterotrof adalah Escherichia coli dan Salmonella. Sedangkan baeosit adalah sel-sel bulat kecil hasil reproduksi. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma. ion nitrat atau ammonium. Spirochetes. Pada beberapa jenis Cyanobacteria. 2006). Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof. yaitu: Proteobacteria. (Aryulina. merah. Berbeda dengan kelompok bakteri yang lain. yaitu heterokista. Akinet adalah sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri. dan pembentukan akinet (spora). Sebagian besar bakteri ungu anaerob obligat dan hidup di endapan kolam. Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. danau. sedangkan fragmentasi pada bagian hormogonia dilakukan oleh Cyanobacteria yang berbentuk benang. akinet terbentuk agar 27 . karoten. Beberapa jenis berperan penting dalam siklus biogeokimia di dalam suatu ekosistem. Contoh proteobacteria kemoautotrof adalah Rhizobium. dan pigmen tambahan. Pada kondisi lingkungan yang buruk. atau lumpur. Koloni Cyanobacteria dapat berbentuk benang. Beberapa jeis bakteri ungu memiliki flagella. Pigmen-pigmen tersebut yang menyebabkan warna Cyanobacteria beraneka ragam dari hijau. Klasifikasi Eubacteria Eubacteria dikelompokkan menjadi lima filum. fragmentasi bagian dari filamen (hormogonia). dan proteobacteria kemoheterotrof. Cyanobacteia berukuran Cyanobacteria hidup soliter atau berkoloni.

Contoh bakteri gram-positif yang dapat membentuk endospora adalah Bacillus dan Clostridium. misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4. Endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim. misalnya : danau. Pada kondisi lingkungan yang membaik. endospora menjadi aktif dan membelah diri. 5) Bakteri Gram-Positif Beberapa bakteri gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). Namun. Reproduksi secara seksual belum diketahui. keberadaan Spirocheta mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit. Jika lingkungan telah membaik. Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. membentuk sel-sel seperti induknya. penyakit menular seksual. Cyanobacteria terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada organisme simbiotiknya. sebagai parasit dalam tubuh manusia. suhu rendah. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air. beberapa jenis Treponema lain yang hidup dalam lambung hewan memamah biak. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel inang. Contoh Spirocheta antara lain Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis pada manusia). merah. dan beberapa jenis penyakit pneumonia). Anabaena azollae hidup di daun tumbuhan paku air Azolla piñata. Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial. di dalam selubung terluar. Nostoc hidup bersama dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichen) Peltigera. Sedangkan organisme simbiotiknya memberikan kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanobacteria. Synechococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim. dan rawa. Dormansi endospora dapat bertahan lebih dari seribu tahun. misalnya suhu tinggi. 3) Spirochetes Spirocheta bukan merupakan kelompok yang besar dari Eubacteria.. 28 . sungai. akinet dapat membentuk filamen baru. atau ungu kehitaman. batu.Cyanobacteria dapat bertahan hifup. Sedangkan jenis lainnya ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. serta hidup di akar tumbuhan paku Cycas. Beberapa jenis Cyanobacteria yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan). atau kekeringan. tetapi di luar dinding sel. Cyanobacteria dapat terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau-biru. Spirocheta berbentuk spiral dengan panjang Spirocheta merupakan bakteri gram-negatif. misalnya Nostoc dan Anabaena azollae. Filamen aksial merupakan semacam serabut di sepanjang tubuh. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. 4) Chlamydias Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil ( ). laut. Cyanobacteria yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanobacteria tersebut. misalnya pantai berpasir atau gurun. Contohnya Cyanobacteria berwarna hijau-biru (Anabaena) membuat air sawah tampak kehijauan dan Cyanobacteria berwarna merah (Oscillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur Tengah berwarna merah sehingga disebut Laut Merah. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body). Salah satu Cyanobacteria. Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Pada saat tertentu. Habitat Spirocheta bervariasi. Contoh Chlamydias adalah Chlamydia psittaci (penyebab penyakit mata. tanah. dan Leptospira interrogans (penyebab penyakit leptospirosis). Sel induk pecah dan endospora dilepaskan. Simbiosis antara Cyanobacteria dengan organisme lain saling member keuntungan. Cyanobacteria dapat ditemukan pada berbagai lingkungan. Badan inisial tumbuh dan membelah diri.0) dan temperatur tinggi (70⁰C). Spirocheta memiliki suatu struktur unik yang disebut filament aksial. Filamen aksial berfungsi untuk membuat gerakan berputar.

tetapi dapat dikristalkan. Actinomycetes yang tidak membentuk spora berkembang biak dengan cara memutuskan ujung filamen dalam bentuk bulat atau batang.4.2004) Morfologi virus 1.2004) Anatomi virus Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. filamen tersebut membelah diri. isi tubuh. Selanjutnya. Virus berukuran amat kecil. jauh lebih kecil daripada bakteri. Beberapa Mycoplasma berukuran lebih kecil dibandingkan Chlamydias. kulit(selubung atau kapsid). dan serabut ekor. VIRUS Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme parasit. Ciri lainnya. Virus ini mempunyai ciri-ciri tidak dimiliki oleh organisme lain.20 Anatomi virus(Waluyo. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanya. tetapi beberapa jenis memiliki struktur yang mengeras di luar membran plasma.(Waluyo. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi 5. Virus hanya memiliki sala satu macam asam nukleat (RNA atau DNA). Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. Contoh Actinomycetes adalah Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC) dan Streptomyces (penghasil antibiotik streptomisin). Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai sel).Contoh lain bakteri gram-positif adalah kelompok Actinomycetes dan Mycoplasma.  Gambar. 2. B. Actinomycetes berbentuk filament bercabang yang menyerupai jamur. Actinomycetes berkembang biak dengan membentuk rantai spora di ujung filamen. Selain itu irus tidak dapat membelah diri. vius dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. 4. 3. virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri. 29 . Tubuh virus terdiri atas kepala. Contohnya Mycoplasma gallisepticum (dikenal sebagai bakteri terkecil). Mycoplasma tidak memiliki dinding sel.

(waluyo. Kapsid juga dapat terdiri atas proten-protein monomer identik. Pada infeksi secara litik. dan banyak lipida. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut.virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintregasi dengan DNA sel bakteri.  Virus yang isi tubuhnya RNA. contohnya paramixovirus. Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag. contohnya virus cacar. virus menginfeksi sel bakteri. atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. disebut nukleokapsid.2004) Reproduksi virus Untuk berkembang biak virus memerlukan tempat atau lingkungan yang hidup. sintesis.  Virus yag isi tubuhnya tediri atas RNA. lipida.2007) Gambar 4. yaitu melalui fase adsorpsi.Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid. yaitu secara litik an secara lisogeni. Oleh karena itu. contohnya sebagai berikut:  Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer. dan polisakarida. Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri. yang masing-masing terdiri dari rantai polipeptida. dan lisis. virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi. protein.20 Gambar Reproduksi Virus(Winami.(Winami.  Ekor  Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. protein. sel hewan.2007) 30 . virus radang mulut. sedangkan pada infeksi secara lisogenik.  Isi tubuh Isi tubuh yang disebut viorin adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA).

ke membran plasma. dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam. Selain itu. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Membran plasma sangat berguna bagi kehidupan sel karena berfungsi untuk lalu-lalangnya substansi kimiawi dalam larutan atau keluar masuk dari dalam sel.Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul. Membran Plasma – Berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekirnya. menjaga keseimbangan nutrien yang terdapat didalam sel. Bagaimana proses bakteri memperoleh makanan? (Gregorious Bagas) Jawab : Jalannya proses dimana bakteri memperoleh makanan adalah dari dinding sel. dan kemudian masuk ke dalam sitoplasma. atau sebaliknya? (Rahma Yulia Rusmo dan Ayu Indah Wibowo) Jawab : 2. Organel apa yang ada pada eukariotik tapi tidak ada di prokariotik. Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. Dinding Sel . Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. 2). 1). Membran sitoplasma juga menyediakan peralatan 31 . Bagaimana proses fotosintesis pada bakteri? (Vivi Anita) Jawab : Pada bakteri yang melakukan fotosintesis. terdapat vakuola gas pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. terdapat klorosom di dalam selnya.DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. fotosintesis dapat terjadi. 3. Dengan demikian.

maka untuk mempermudah perhitungan biasanya dipakai skala logaritmik (Tortora. Pemindahan substansi-substansi tersebut dilakukan dengan cara: a. Sitoplasma . mineral. 3). Dinding sel dan membran plasma mulai melakukan pembelahan 3. dan fragmen yang terbentuk lalu memulai pertumbuhan sel baru (Tortora. lalu ia memisah. ada pula yang lebih dari 24 jam per generasi. Kurva yang terbentuk memiliki 6 fase yang berbeda. b. A. Kebanyakan bakteri memiliki waktu generasi 1-3 jam. Waktu generasi (generation time) adalah waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah (dan populasinya untuk menggandakan diri). serta metabolit-metabolit lain melintasi membran. Bakteri pada umumnya bereproduksi dengan cara pembelahan biner. PERTUMBUHAN KULTUR MIKROBA Pertumbuhan di sini yang dimaksud adalah peningkatan jumlah bakteri. reproduksi yang diperhatikan hanyalah reproduksi dengan pembelahan biner. dkk. Jika pada masa inkubasi tidak ada penyediaan medium baru yang segar. elektron. Sel memanjang dan terjadi replikasi DNA 2. Beberapa bakteri berbentuk filamen bereproduksi dengan menghasilkan rantai konidiospora pada ujung filamen. di mana kebanyakan bakteri melakukan reproduksi dengan metode ini. Waktu generasi bervariasi. Dinding sel yang baru terbentuk di antara kedua DNA 4. Beberapa spesies bakteri bereproduksi dengan cara membentuk tunas (budding). 2001). 32 . bukan peningkatan ukuran tiap individu. maka konsentrasi nutrien akan turun. dan konsentrasi limbah akan meningkat. Mikroba membentuk suatu tunas yang terus membesar hingga ukurannya mendekati ukuran sel induknya. Pertumbuhan mikroorganisme yang bereproduksi secara biner bisa diplot kurva sebagai jumlah sel yang ada versus masa inkubasi. Sel pun memisah.Berfungsi untuk mencerna makanan secara ekstraselular untuk melakukan metabolisme sel. asam-asam amino. Untuk menghitung waktu generasi dari bakteri. dan kondisi lingkungannya. Ada pula beberapa spesies yang melakukan fragmentasi.  Batch Culture Mikroba jika dikembangbiakkan pada satu medium tertentu. Karena banyaknya jumlah mikroba yang bisa dihasilkan selama beberapa waktu.biokimiawi yang berguna untuk memindahkan ion ion. Difusi pasif (osmosis) yaitu pemindahan substansi yang berkonsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. dipengaruhi jenis organisme. Tahapan-tahapan pembelahan biner yaitu: 1. Angkutan aktif yaitu kemampuan menghimpun nutrien secara selektif untuk kepentingan sel dalam pertumbuhan dan perkembangannya. gula. 2001). dkk. mereka biasanya akan tumbuh sebagai batch culture atau closed system.

Biasanya pada fase ini tidak ada penambahan jumlah sel. atau inokulasi suatu kultur yang ditempatkan pada medium yang berbeda secara kimiawi. 3) Exponential phase / Log phase Pada fase eksponensial. . 2) Acceleration phase Fase ini merupakan fase di mana pembelahan sel dimulai dan lajunya semakin meningkat hingga mencapai laju maksimum. dkk. . ini dikarenakan enzim yang baru dibutuhkan untuk mengolah nutrien yang baru. maka fase eksponensial pun dimulai (Waites. dkk. 2001). kalaupun ada penambahannya dalam jumlah yang sangat sedikit. Pembentukan komponen-komponen baru ini bisa disebabkan karena hal-hal berikut: . dkk.Sel yang bersangkutan mungkin saja telah tua dan memiliki keterbatasan dalam jumlah ATP. Industrial Microbiology: An Introduction. mikroba mengalami pertumbuhan dan membelah dengan kecepatan semaksimal mungkin yang mungkin dicapai. Namun fase ini juga bisa saja berlangsung cepat apabila kultur yang digunakan adalah kultur yang masih muda dan berada pada fase eksponensial ditempatkan pada medium yang masih segar dan dalam komposisi yang sesuai (Tortora. dkk. dan kondisi pada saat mereka tumbuh. 2001). kofaktor. Fig 2. Sel harus menyintesis bahan-bahan tersebut sebelum pertumbuhan mikroorganisme dapat dilakukan. sehingga mikroorganisme tersebut harus beradaptasi.Gambar 1: Pertumbuhan Mikroorganisme pada Batch Culture (Waites. Meskipun tidak ada pembelahan sel maupun peningkatan massa. 2001). Jika laju maksimum.Kemungkinan mikroba mengalami kerusakan dan membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya (Tortora.Medium kemungkinan berbeda dengan medium yang ditempati mikroorganisme itu sebelumnya. medium. Fase ini bisa saja berlangsung lama apabila inokulumnya berasal dari kultur yang sudah tua. namun pada fase ini sel melakukan sintesis komponen-komponen baru. maupun ribosom. tergantung pada potensial genetik. Kecepatan pertumbuhan mikroba adalah konstan. Pertumbuhan ini menghasilkan kurva naik yang 33 .1) Kurva-kurva tersebut adalah: 1) Lag phase Lag phase adalah fase di ketika mikroorganisme dimasukkan ke dalam medium kultur yang masih segar. kultur yang baru saja didinginkan. Lag phase bervariasi waktunya untuk setiap kondisi mikroba dan suasana dari medium yang bersangkutan.

Ini lalu diikuti dengan peningkatan jumlah sintesis protein dan DNA. dan kecepatan pertumbuhan tidak akan meningkat lagi (Tortora. dkk. Kecepatan pertumbuhan juga meningkat seiring dengan konsentrasi nutrien. dkk. tipe mikroorganisme yang dikembangkan. Mulusnya kurva ini disebabkan tiap individu mikroba membelah berkali-kali dalam interval waktu yang sangat singkat. Jika mikroba dipindahkan dari medium kaya nutrisi ke medium miskin nutrisi. Jika nutrien mulai mengalami keterbatasan. dkk. namun pembentukan protein dan sintesis RNA melambat. dkk. 2001). menghasilkan suatu kurva yang lebih kompleks. Pada kondisi ini. Kemudian pertumbuhan yang seimbang dapat dimulai lagi dan kultur memasuki fase eksponensial (Tortora. dkk. sel akan mulamula membentuk ribosom baru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam membentuk protein. 5) Stationary phase Pertumbuhan pada suatu saat akan berhenti dan kurva pertumbuhan membentuk garis horizontal. 34 . Salah satunya adalah karena keterbatasan nutrien. 2001). Pertumbuhan eksponensial termasuk dalam jenis pertumbuhan seimbang (balanced growth). sehingga menghasilkan kurva yang cenderung menuju datar. Pada akhirnya. dan ini terjadi hingga keseimbangan yang baru telah tercapai (Tortora. kecuali jika kultur diguncang atau diaerasi (Tortora. Pembelahan sel dan replikasi DNA tetap terjadi. dan sebagainya (Tortora. Saat seperti ini disebut dengan fase stasioner. pertumbuhan akan melambat. 2001). 4) Deceleration phase Nutrien yang dikonsumsi mikroba lama-kelamaan pasti akan mengalami keterbatasan. 2001). Ini dapat disebabkan oleh seimbangnya jumlah sel yang mati dan yang membelah. semua komponen sel dihasilkan dengan kecepatan yang sama antara satu komponen dengan yang lain. dkk. mikroba akan membutuhkan waktu untuk membuat enzim baru. berarti sudah memasuki fase stasioner (Waites. Organisme aerobik seringkali mengalami keterbatasan O2. Oksigen tidak terlalu bersifat larut dan bisa habis dalam waktu yang cukup cepat. sistem transpor pada mikroba sudah jenuh. 2001). mikroba pun melakukan reproduksi (Tortora. Jika nutrien jumlahnya semakin terbatas. Namun jika level nutrien atau suasana lingkungan berubah. dkk. Pada konsentrasi nutrien yang sangat tinggi. Jumlah maksimum populasi yang dapat dicapai ditentukan oleh banyak faktor. Populasi mikroba bisa memasuki fase stasioner bisa disebabkan karena beberapa hal. 2001). sehingga tidak menghasilkan kurva diskret (Tortora. maka laju pertumbuhan pun akan mulai melambat. Sel yang berada di bawahnya tidak dapat melakukan pertumbuhan. 2001). Jika mikroba dipindahkan dari medium bernutrisi rendah ke medium yang lebih kaya nutrisi. Kurva itu juga sekaligus menggambarkan jumlah nutrien yang mampu dimanfaatkan oleh mikroba.mulus. sedangkan algae dan protozoa mencapainya pada level populasi sekitar 106 sel per mL. 2001). dkk. atau memang karena populasi benar-benar berhenti melakukan pembelahan namun masih aktif melakukan metabolisme (Tortora. akan terjadi pertumbuhan tidak seimbang (unbalanced growth). Bakteria pada umumnya mencapai fase stasioner pada level populasi sekitar 109 sel per mL. Pada kondisi ini. misalnya saja nutrien yang tersedia. dkk. 2001). sehingga hanya bagian permukaan kultur saja yang mendapatkan cukup oksigen dan melakukan pertumbuhan. Pada fase stasioner jumlah mikroorganisme konstan. Jika kurva sudah benar-benar datar (di mana tidak ada laju pertumbuhan mikroba). kecepatan sintesis dari komponen-komponen sel bervariasi antara komponen satu dengan yang lain. Sel akan menjadi lebih kecil dan melakukan reorganisasi secara metabolik hingga mereka dapat tumbuh kembali.

streptococci dapat memproduksi asam laktat dan asamasam organik lain dalam jumlah yang besar hasil dari fermentasi gula. yang menandakan terjadinya fase mati (death phase). dkk. Selain itu. Fig 2. Ini dapat menyebabkan medium menjadi asam dan menghambat pertumbuhan.4) 35 . Matinya mikroba biasanya berbentuk logaritmik pada kurva (Tortora. mikroorganisme bisa ditumbuhkan di dalam suatu sistem terbuka. laju kematian bisa saja mengalami penurunan drastis. Sistem ini disebut dengan sistem kultur kontinu (continuous culture system). Industrial Microbiology: An Introduction. dkk. seperti habisnya nutrien atau menumpuknya sisa metabolisme menyebabkan menurunnya jumlah populasi mikroba. dkk. Ini dikarenakan ada beberapa sel yang resisten dan tahan terhadap lingkungan yang tidak mendukung. berarti dia dinyatakan mati. 2001). dkk. 2001). Sehingga fase eksponensial hanya berlangsung selama beberapa saat saja (Tortora. 2001).Pertumbuhan populasi juga bisa terhambat akibat akumulasi sisa metabolisme yang bersifat racun. Gambar 2: Peralatan untuk Continuous Culture (Waites. dkk. Selain metode batch.  Continuous Culture Pada penjabaran di sebelumnya. streptococci juga bisa memasuki fase stasioner akibat kehabisan gula (Tortora. 2001). pengkulturan mikroba dilakukan secara batch di mana persediaan nutrien tidak diperbarui dan limbah tidak dibuang. 2001). Mati di sini diartikan sebagai kehilangan kemampuan untuk bereproduksi (Tortora. Ini mengakibatkan kurva kematian terkadang bisa menjadi kompleks (Tortora. populasi mikroba dapat dipertahankan pada fase eksponensialnya untuk jangka waktu yang lebih lama (Tortora. Meskipun kebanyakan populasi mikroba mati dengan pola logaritmik. Cara untuk memastikan apakah suatu sel bakteri hidup atau tidak adalah dengan menempatkannya di medium yang masih segar. dkk. Contohnya. Banyak kultur anaerobik mengalami masalah ini. 2001). di mana kondisi lingkungan mikroorganisme tetap dipertahankan dengan cara pemberian nutrien dan pembuangan limbah secara kontinu. Jika ia tidak tumbuh dan bereproduksi. Pada sistem ini. dkk. 6) Death phase Memburuknya suasana lingkungan.

Sel prokariot lebih mudah dihitung dengan counting chamber apabila sel-sel itu diberi warna. Namun jika laju pengencerannya lambat. Fig 2. karena yang digunakan sebagai sampel hanyalah volume yang sangat kecil. namun pada fase eksponensialnya nutrien diberikan secara kontinu untuk memperpanjang fase eksponensialnya. Populasi mikroba harus cukup besar. Selain itu. dkk. 2002). semakin banyak substrat yang dihasilkan oleh mikroba. 2001). B. dkk. mikroba akan terbuang dari fermentor sebelum sempat melakukan pembelahan. Petroff-Hauser counting chamber bisa digunakan untuk menghitung sel prokariot. sulit dibedakan antara sel yang hidup dan mati jika menggunakan counting chamber tanpa teknik khusus (Prescott. konsentrasi substrat yang dihasilkan juga lebih rendah. dkk. 2001). atau menggunakan mikroskop fase-kontras atau mikroskop fluorescence (Prescott. mikroba pada mulanya ditumbuhkan secara batch. Menggunakan counting chamber merupakan cara yang mudah. dkk. 1. cepat. sedangkan hemocytometer digunakan untuk menghitung baik sel prokariot maupun eukariot. Ada beberapa kelemahan metode ini. Semakin mendekati nilai laju pertumbuhan maksimum. Gambar 3: Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Kultur Kontinu (Waites. namun juga laju pengenceran. Jika laju pengenceran lebih cepat dari laju pertumbuhan mikroba. dan juga memberikan informasi mengenai ukuran dan morfologi mokroorganisme. Industrial Microbiology: An Introduction.Pada metode ini. Kondisi steady-state dapat dipertahankan. di mana laju pertumbuhan mikroba sama dengan jumlah mikroba yang dikeluarkan (Waites. Maka kontrol pada continuous culture sangatlah penting (Waites. murah. Volume dari fermenter dibuat konstan dengan cara mengontrol antara jumlah medium kultur yang masuk dengan jumlah sel dan hasil metabolismenya yang dikeluarkan. dkk.5) Laju pertumbuhan mikroba bisa dikontrol laju volumetrik medium yang masuk. 36 . Counting Chamber / Direct Microscope Method Cara paling umum untuk menentukan jumlah mikroba adalah dengan menghitungnya langsung menggunakan counting chamber. MENGUKUR PERTUMBUHAN MIKROBA  Metode penghitungan langsung (Direct Method) Metode ini dilakukan dengan menghitung pertambahan jumlah dari sel. 2002).

Perhitungan pun bisa dilakukan (Prescott. Selain itu. dkk. dkk. suatu sampel yang mengandung mikroba dilewatkan pada filter membran. 2002). sehingga mampu menangkap bakteri. Coulter Counter Mikroorganisme berukuran besar seperti protozoa. sehingga jumlah mikroba mula-mula sama dengan jumlah koloni yang ada saat ini. hasil perhitungan plate count biasanya dinyatakan sebagai colony-forming unit (CFU) (Prescott. 4. Sampel mula-mula disaring melalui membran polikarbonat hitam untuk memberikan background yang 37 . 2002). karena bakteri tersebut bisa mengalami kerusakan dan tidak bisa melakukan reproduksi. Inokulum disebar secara uniform dengan menggunakan glass rod yang steril. cawan kemudian diinkubasi. Agar koloni berada dalam range ini.1 mL. Coulter Counter kurang cocok digunakan untuk menghitung bakteri. Selain metode di atas.2. filter membran juga bisa digunakan untuk menghitung mikroba secara langsung. 2002). dkk. Bakteri yang telah tersebar tadi kemudian membentuk koloni-koloni yang tersebar. Untuk menghindari masalah-masalah itu. hambatan listrik terbentuk dan sel pun dihitung (Prescott. karena adanya kemungkinan terganggu oleh partikel kecil. Tiap kali sel mikroba melalui lubang. Jika coloni terlalu banyak.1 mL inokulum dituangkan ke dalam cawan. dan elektrode dipasang di kedua sisi lubang untuk mengukur hambatan listrik. Prosedur pour plates yaitu mula-mula suspensi bakteri yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam cawan Petri sebanyak 1 mL atau 0. dkk. Ketika agar memadat. Lalu medium agar dituangkan ke dalam cawan dan diaduk dengan merata. dkk. Teknik Filter Membran Pada teknik ini. karena satu koloni bisa saja dibentuk tidak hanya oleh 1 bakteri. dan sebagainya. Jika plate count dilakukan. Kelemahan dari pour plate ini adalah tidak cocok digunakan pada bakteri yang tidak tahan panas ketika medium agar dituangkan ke dalam wadah. Namun asumsi ini tidak selamanya benar. Teknik ini berguna khususnya dalam menganalisa sampel akuatik (Prescott. hanya beberapa koloni saja yang dapat ditumbuhkan dalam satu plate. Oleh karena itu. sehingga mudah dihitung (Prescott. pembentukan filamen. dkk. Selain itu metode ini tidak bisa membedakan antara sel hidup dan sel mati (Prescott. Media-media tertentu dapat digunakan agar mikroorganisme yang dihitung bisa spesifik. dan ragi nonfilamen bisa dihitung menggunakan alat hitung elektronik seperti Coulter Counter. Dengan teknik ini. dkk. koloni akan tumbuh di dalam atau di permukaan nutrien agar. Plate count bisa dilakukan baik dengan cara pour plates maupun spread plates. bisa saja sejumlah bakteri yang melakukannya. Plate Count: Pour Plates dan Spread Plates Plate Count adalah suatu metode untuk menghitung mikroba yang terdapat pada plate. Filter lalu ditempatkan pada medium agar atau pada suatu tempat yang telah diberi media liquid dan diinkubasi hingga tiap sel membentuk koloni-koloni yang berbeda. Suspensi mikroba dipaksa masuk melalui sebuah lubang kecil. dkk. Jumlah koloni yang terbentuk merupakan jumlah mikroorganisme yang tersaring pada filter. sehingga mempengaruhi perhitungan (Prescott. maka pada inokulum yang jumlah mikrobanya banyak perlu dilakukan pengenceran (Prescott. Metode ini mengasumsikan bahwa satu individu mikroba mampu bereproduksi dan membentuk koloni. Kelemahannya adalah. Arus listrik dialirkan melalui lubang. algae. Filter ini memiliki lubang pori yang kecil. 2002). Biasanya plate yang digunakan adalah plate dengan 25-250 koloni. Pada teknik ini 0. 2002). 3. biasanya digunakan teknik spread plates. 2002). maka beberapa sel tidak dapat tumbuh. koloni yang terbentuk di dalam medium agar bisa saja tidak terlalu kelihatan. 2002). 2002).

3. Mikroba lalu diberi warna dengan suatu fluorescent. 2002). Koloni mikroba seringkali memiliki penampilan yang bisa dibedakan antara satu dengan yang lain. Kelemahan teknik ini adalah tidak dapat dibedakan antara sel hidup dan sel mati. seperti tanah.  Metode penghitungan tidak langsung (Indirect Method) Selain pertambahan jumlah. C. 2002). Contohnya. MENDAPATKAN KULTUR MURNI Kebanyakan sampel yang diambil dari alam. Turbidimetri dan Spektrofotometri Metode lain yaitu dengan memanfaatkan fakta bahwa sel mikroba menyebarkan sinar yang mengenainya. dikeringkan di oven. 2. Kelemahannya metode ini adalah terlalu memakan waktu dan tidak terlalu sensitif. dan ditimbang. maka total jumlah substansi itu berhubungan langsung dengan massa sel mikroba. dkk. penentuan klorofil dapat digunakan untuk menghitung populasi algae. 2002). Namun sekarang terdapat reaagen fluorescent yang mampu membedakan antara sel hidup dan sel mati. maka semakin keruh penampakannya dan semakin sedikit sinar yang diteruskan olehnya. lalu jerat ini digosokkan pada medium nutrien membentuk pola. Secara teori.bagus untuk menentukan objek fluorescent. Metode Berat Kering (Dry Weight) Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan penentuan berat kering mikroba (microbial dry weight). Besarnya pantulan sinar sebanding dengan massa sel yang dikenai sinar. Pada absorbansi rendah hubungannya dengan konsentrasi mikroba hampir linear. dan sebagainya. 1. 2001). suatu koloni yang tumbuh berasal dari satu sel atau spora. 2002). pertumbuhan populasi juga ditandai dengan pertambahan massa total sel. dkk. Mikroba harus dipisahkan sejauh mungkin agar koloni yang tumbuh bisa terpisah secara jelas antara satu dengan yang lain (Tortora. Jika material-material tersebut ditumbuhkan mikrobanya pada suatu medium solid. asalkan populasi mikroba terdapat dalam jumlah yang cukup untuk memberikan turbiditas yang dapat dideteksi (Prescott. Begitu pola terbentuk. maka koloni-koloni akan tumbuh persis sama dengan organisme induknya. dkk. Kebanyakan dari pekerjaan bidang mikrobiologi membutuhkan kultur yang murni. Sel terakhir yang lepas dari jerat jarajnya cukup jauh dari mikroba yang lainnya 38 . Teknik ini sangat cocok untuk menentukan jumlah fungi. makanan. sehingga kelemahan tadi dapat teratasi (Prescott. air. sampel dari suatu sel yang didapatkan dari suatu medium dengan volume tertentu dapat dianalisa dengan menghitung jumlah protein atau nitrogennya. Selain itu. mengandung tidak hanya satu jenis mikroba. dkk. Semakin besar konsentrasi mikroba. Sel yang tumbuh di medium liquid dikumpulkan dengan sentrifugasi. Metode isolasi yang seringkali digunakan untuk mendapatkan kultur murni adalah metode streak plate. Pada metode ini. suatu jerat inokulasi yang steril dicelupkan ke dalam kultur yang mengandung lebih dari satu jenis kultur. dkk. dan jumlah ATP dapat digunakan untuk menghitung massa mikroba hidup (Prescott. Menghitung Jumlah Substansi Tertentu Jika jumlah substansi dalam tiap sel sama antara satu dengan yang lain. lalu dicuci. Sehingga pertumbuhan populasi dapat diukur dengan mudah dengan spektrofotometer. misalnya acridine orange dan dihitung dengan mikroskop epifluorescence. Tingkat sebaran sinar itu bisa ditentukan dengan spektrofotometer. sehingga perlu sentrifugasi kultur dalam jumlah yang cukup besar (Prescott. mikroba akan lepas dari jerat dan masuk ke medium.

Berdasarkan hal tersebut.5. biasanya sekitar pH 5-6 (Waites. Sebaliknya apabila suhu turun. contohnya Bacillus dan Micrococcus. Sebagai contoh. Bakteri alkalophiles. sehingga sel-sel menjadi mati (Waites. banyak diawetkan dari pembusukan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri fermentasi (Waites. 39 . bakteri dapat tumbuh dengan baik pada ph normal antara ph 6.5 . yaitu : 1. maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroba digolongkan menjadi tiga. dkk. EFEK DARI KONDISI LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN MIKROBA  pH ph mengacu pada keasaman atau alkalinitas dari solusi. 2001). memiliki pH optimum antara 8. 2.5 dan 7. 2001). Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan: 1. Bakteri sangat sedikit tumbuh pada ph asam dibawah 4. dkk. 2001). acar dan keju .11. dkk. Metode sterak plate cocok digunakan ketika jumlah organisme yang akan diisolasi jumlahnya banyak. 2001). dkk. ada beberapa bakteri yang disebut acidophiles yang sangat toleran terhadap keasaman. 3. 2001).5 (Waites. (Disebut juga suhu inkubasi). Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum.  Suhu / Temperatur Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroorganisme. Apabila suhu naik atau turun secara drastis. Jika terlalu sedikit. Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti. Ragi akan tumbuh selama rentang ph lebih besar dari bakteri. dkk. maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan diperlambat. dkk. Koloni yang terbentuk lalu bisa dipindahkan ke dalam test tube yang berisi nutrien untuk menumbuhkan kultur yang murni (Tortora. hal ini menyebabkan mengapa sejumlah makanan. 2. Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak terjadi (Waites. dkk. kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak. tingkat pertumbuhan akan terhenti. maka mikroba jumlahnya harus ditingkatkan dengan pengayaan nutrien sebelum dilakukan metode streak plate (Tortora. dkk. yang ditemukan dalam air drainase dari tambang batubara dan mengoksidasi sulfur untuk membentuk asam sulfat dapat bertahan pada nilai pH kurang dari 1 (Waites.untuk membentuk koloni murni. 2001). 2001). 2001) D. seperti asinan kubis. salah satu jenis bakteri chemoautotrophic. akan tetapi pH optimum dari jamur dan ragi umumnya di bawah bakteri. Meskipun demikian. Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat.

Psikrofil biasanya memiliki temperatur optimum di bawah 15°C dan organisme ini biasanya mati pada temperatur ruang. Fig 2. Akan tetapi mereka tumbuh lebih baik apabila ada oxygen. Ini menyebabkan ikatan hidrogen semakin banyak yang mendukung kestabilan DNA (Waites. Mereka mampu hidup pada temperatur rendah karena membran mereka mengandung banyak lemak tak jenuh. Mereka tumbuh dengan optimum pada temperatur di atas 20°C. 2001). 2001). Ia memiliki pelapis spora yang tebal dan aktifitas air yang rendah (Waites. Pyrolobus fumarii memiliki temperatur optimum 106°C dan terus tumbuh hingga 113°C (Waites. rusaknya ribosom. 2001). Termofil adalah organisme yang memiliki temperatur optimum di atas 50°C. dkk. DNA mereka juga tetap terintegritas pada temperatur tinggi. dan beberapa bakteri termofil ekstrim memiliki DNA dengan rasio guanin-sitosin yang tinggi. namun masih mampu melakukan pertumbuhan dengan lambat pada temperatur sekitar 0°C. Bakteri non-termofil apabila dikenakan temperatur tinggi biasanya menyebabkan kerusakan pada membran sitoplasma. 40 . 2001).6) Mesofil memiliki temperatur optimum pada range 20-45°C dan temperatur minimum sekitar 15-20°C (Waites. dkk. Beberapa jenis algae. denaturasi enzim.Gambar 4: Range Temperatur Pertumbuhan Mikroba (Waites. dkk. Molekul ini tetap berbentuk cair pada temperatur rendah di mana membranmembran lain yang mengandung lemak jenuh tidak dapat berfungsi lagi (Waites. protozoa. Namun. hanya dapat tumbuh apabila tidak ada oksigen bebas / tanpa adanya oksigen 3) Anaerob fakultatif: dapat tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen bebas.  Oksigen Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri Mikroorganisme dalam hal ini digolongkan menjadi : 1) Aerobik obligat: 2) Anaerob obligat: di dalam kebutuhannya akan oksigen. 2001). dan rusaknya DNA. Beberapa mikroba jenis ini bertanggung jawab pada pembusukan produk-produk yang didinginkan (Waites. 2001). Termofil ekstrim (hiper-termofil) bisa tumbuh pada temperatur 100°C ataupun lebih. dan fungi memiliki temperatur maksimum hingga 55°C (Waites. dkk. Sebagai contoh. dkk. ribosom dari termofil bekerja dengan baik pada temperatur tinggi. Spora mikroba umunya tahan terhadap panas. dkk. 2001). Psikotrop bisa disebut psikrofil fakultatif. hanya dapat tumbuh apabila ada oksigen bebas. Enzim termofil juga memiliki sifat stabil pada temperatur tinggi. dkk. dkk. Industrial Microbiology: An Introduction.

ataupun kalau ada dalam jumlah yang sangat sedikit (Waites. 2001) Bakteri-bakteri aerobik dan organisme lain yang mampu menoleransi oksigen memiliki superoksida dismutase. Aw= Psolution / Pwater (Waites. 2001). Mereka bisa tumbuh pada level oksigen 2-10%. dkk. mereka akan menyerap air. katalase. dan peroksidase: Superoksida dismutase superoksida (2O2-) + 2H+ hidrogen peroksida (2H2O2) glutathione peroksidase katalase O2 + H2O2 O2 + 2H2O H2O2 + 2GSH glutathione 2H2O + GSSG glutathione teroksidasi (Waites. yaitu superoksida (O2-). Adanya asam aksorbat. namun bukan aerotolerant juga memiliki katalase. namun dapat tumbuh dengan baik meskipun ada atau tidak ada oksigen (Waites. yaitu superoksida dismutase. dan menjadi bengkak. Ketersediaan air bagi mikroorganisme diistilahkan dengan aktivitas air (water activity). dan beta-karoten juga membantu menghilangkan radikal bebas secara non-enzimatis. 2001). 2001). dkk.Mikroaerofil: dapat tumbuh apabila ada oksigen dalam jumlah kecil. Aerotolerant: Biasanya mengabaikan oxygen. dkk. Aktifitas air adalah rasio dari tekanan uap dari air dalam larutan dengan tekanan uap dari air murni (Waites. Kebanyakan bakteri aerob. dkk. produk-produk ini mampu bereaksi dengan molekul-molekul organik dan menghancurkannya. Lingkungan hipertonik mungkin mengandung air. Bakteri anaerob oligat tidak memiliki superoksida dismutase dan katalase. Mikroba yang tidak memiliki dinding akan terus mengembang dan pecah pada akhirnya (Waites. Pada konstentrasi oksigen di atmosfer (21%) mereka tidak dapat tumbuh. dkk. dkk. Jika tidak didetoksifikasi. 2001) 41 . Jika kontak dengan oksigen. 2001). 2001). dkk. dkk. hidrogen peroksida (H2O2) dan radikal hidroksil (OH). namun jumlahnya cukup sedikit.  Water activity Kebanyakan mikroorganisme mengandung 70-80% air dan membutuhkan sejumlah air bebas untuk melangsungkan beberapa aktifitas metabolik (Waites. Terdapat 3 enzim yang mampu menetralisir produk-produk di atas. vitamin E. Jika mikroba dengan dinding sel yang kaku ditempatkan di larutan hipotonik. sebagian besar organisme akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat beracun. Sel yang ditempatkan di larutan hipertonik akan kehilangan air akibat osmosis dan pertumbuhan sel pun terhambat (Waites. 2001).

dkk. Ada pula mikroorganisme yang mampu memperbaiki DNA mereka yang rusak akibat radiasi (Waites. semakin sulit populasi itu untuk dimusnahkan. Kontrol dapat dilakukan. dkk. H. Kebanyakan fungi yang menyebabkan biodeterioration merupakan xerotoleran (dapat tumbuh pada kelembaban rendah).  Tekanan hidrostatik Di alam. seperti Halobacterium halobium tidak dapat tumbuh di tempat yang konsentrasi garamnya kurang dari 3mol/L (Waites. 2001). bahkan hingga ratusan atm (Waites. misalkan saja sinar gamma yang dihasilkan dari eksitasi 60Co mampu menghasilkan radikal bebas. yaitu dengan membunuh mikroba maupun mencegah pertumbuhan mikroba (Waites. banyak mikroorganisme yang tidak pernah diberi tekanan hingga lebih dari 1 atm.98) dan memiliki enzim yang mampu mengolah ion-ion sodium. dkk. di mana mereka terkena tekanan tinggi. o Konsentrasi dari agen anti mikrobial dan intensitas treatment. Namun ada beberapa mikroorganisme yang bersifat barotoleran. Beberapa bakteri juga memiliki pigmen yang dapat mengabsorpsi radiasi. morfologi.9. Bakteri laut teradaptasi pada air laut yang berkonsentrasi tinggi (aw = 0. dan tekanan yang lebih tinggi dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. o Kondisi lingkungan (pH. 2001). oksidasi bahan-bahan kimia. Beberapa spesies ini tidak tumbuh pada lingkungan di mana terdapat air dalam jumlah besar (Waites. food processing. 42 . Beberapa mikroorganisme. KONTROL PERTUMBUHAN MIKROBA Pencegahan pertumbuhan mikroorganisme sangat diperlukan di banyak bidang. dkk. o Temperatur Pada umunya semakin tinggi temperatur akan meningkatkan efektifitas dari agen pengontrol. serta merusak DNA (Waites. Radiasi ionisasi. 2001). Beberapa fungi filamentous xerofilik dan ragi osmofilik bisa hidup pada lingkungan di mana Aw bisa mencapai 0. o Periode paparan agen pengontrol terhadap mikroba.Spesies mikroba memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap kondisi kering dan tekanan osmosis tinggi. dkk. 2001). yang cukup berbahaya pada 260 nm mampu menyebabkan kerusakan pada DNA. Populasi mikroba akan menurun secara eksponensial (Waites. konsentrasi nutrien) (Waites. dan pengawetan berbagai macam benda. seperti kesehatan.  Radiasi Sinar UV. dkk. Beberapa hal yang mempengaruhi mudah tidaknya pengontrolan jumlah mikroba: o Ukuran populasi Semakin besar ukuran populasi. 2001). viskositas medium. OH. o Komposisi populasi Tiap mikroorganisme memiliki sensitivitas yang berbeda-beda.6. Radikal bebas ini dapat merusak ikatan hidrogen. Mikroorganisme tidak dapat dimusnahkan secara langsung sekaligus. dkk. dkk. misalkan saja pada Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan alami untuk tahan terhadap radiasi. dan hydrated elektron. Kebanyakan baktri tidak dapat tumbuh dengan Aw di bawah 0. 2001). Dan keefektifan pengontrolan dapat dipengaruhi oleh umur mikroba. 2001). Contohnya mikroorganisme laut adalah termasuk barotolerant. 2001) E. True halofilik. maupun kondisi fisiologisnya. khususnya pada pembentukan dimer thymine.

Bisa digunakan pada benda-benda gelas. bubuk. namun ia tidak mampu menembus gelas. Sehingga yang sering digunakan adalah sinar X dan gamma. dkk. pipa penghubung. namun diduga listrik mampu merusak membran melalui elektroporasi (pembentukan pori dalam membran) (Waites. penambahan gula ataupun garam (Waites. Diterapkan pada proses fermentasi untuk sterilisasi wadah. freeze-drying. Ia memang mampu membunuh sel. dkk. air. Untuk membunuh endospora. benda yang akan disterilisasi diinkubasi pada 37°C untuk memberi kesempatan pada endospora untuk tumbuh menjadi sel. 5. Pengurangan kadar air Metode ini dilakukan dengan menghilangkan kandungan air dari suatu bahan dengan cara pemanasan.Kontrol pertumbuhan mikroba ada 2 cara.  Dry heat Dilakukan pada hot air oven pada 160°C selama 2 jam. 2001). serta bisa menghancurkan beberapa vitamin (Waites. karena tiap jenis mikroba memiliki ketahanan sendiri-sendiri. namun tidak bisa membunuh semua endospora. logam. Radiasi UV cukup efektif. 4. Perebusan air atau pemanasan benda padat dalam air mendidih pada 100°C selama 30 menit tidak menjamin sterilitas. Panas Jika panas digunakan untuk mengontrol pertumbuhan mikroba.  Moist heat Metode ini dilakukan dengan mengalirkan uap dalam tekanan tinggi untuk mencapai temperatur 121°C selama 15 menit. Radiasi Gelombang microwave. 43 . 2. 2001). Proses ini cukup mahal. 2001). dan sebagainya. baik temperatur pemanasan maupun waktunya harus benar-benar diperhatikan. Mekanisme dari penonaktifan sel dengan metode ini belum diketahui. yaitu secara fisik dan kimia:  Kontrol pertumbuhan mikroba secara fisik 1. sesudah direbus. namun mayoritas tidak dapat tumbuh atau tumbuh dengan amat sangat lambat pada temperatur di bawah 5°C (Waites. dkk. dan tidak semua organisme bisa terbunuh (akibat sifat dari bahan itu dan dosis yang diberikan). Radiasi digunakan secara luas untuk mensterilisasi benda-benda seperti cawan Petri. Pendinginan Dengan pendinginan atau pembekuan. 2001). UV. 2001). Kontrol pertumbuhan mikroba dengan panas bisa dicapai dengan cara:  Insinerasi Pembakaran dengan metode ini bisa mencapai temperatur 500°C dan mampu menghancurkan mikroorganisme. Bahan-bahan makanan bisa diberi radiasi untuk meningkatkan masa penyimpanannya hingga 500% dengan menghancurkan mikroorganisme pembusuk. 3. bahkan buah dan sayuran. Electric field treatment Metode ini dilakukan dengan cara memberi aliran listrik 15-20 kV/cm pada bahan yang akan disterilisasi hanya selama beberapa milidetik atau bahkan kurang dari itu. Biasanya digunakan pada pengolahan limbah padat. organisme biasanya tidak terbunuh. serta media kultur. diikuti dengan perebusan kedua untuk membunuh sel-sel tersebut (Waites. dkk. dan bahan-bahan lain. dan gamma dapat digunakan untuk memusnahkan mikroorganisme. dkk. X.

6. karena antara sel bakteri (prokariot) dan sel inangnya (eukariot) terdapat perbedaan yang cukup jauh. 2001). berdasarkan FDA. dan sebagainya) o Substansi yang diklasifikasikan sebagai GRAS (generally regarded as safe). hipoklorit. entrapment. 2001). yaitu agen yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk-produk yang mungkin ditelan. dkk. 2001). sehingga selektifitas agennya menjadi lebih efektif (Waites. 2001). Contohnya adalah larutan iodine. namun tidak membunuh sporanya. Contohnya adalah klorin. o Senyawa-senyawa lain yang aman bagi manusia dan hewan yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori di atas (Waites. 2001). ester dari para-hydrobenzoic acid). asam amino. dkk.  Membrane filter Filter tipis dengan ukuran pori tertentu. Disinfektan adalah agen yang membunuh mikroba. sitrat.2 atau 0. dkk.4 µm. dan adsorpsi. Tidak cocok digunakan pada jaringan hidup. dan sebagainya. Namun. dan fenol (Waites. propionat. 44 . vitamin. namun tidak bisa dimakan. dkk. terdiri dari asam organik lainnya (benzoat. namun tidak memberikan dampak terhadap inangnya. dkk.  Antimicrobial chemotherapy Antimicrobial chemotherapy adalah metode untuk mengontrol atau memusnahkan mikroorganisme penyebab penyakit di dalam jaringan hidup.  Kontrol pertumbuhan mikroba secara kimia Agen kimia antimikroba dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme atau menghambat pertumbuhannya.  Pengawetan antimikroba untuk makanan dan produk-produk terkait Senyawa yang digunakan kebanyakan agen statik. biasanya 0. Metode ini diterapkan pada sterilisasi antibiotik dan obat-obatan lain. dkk. senyawa klorin. Filtrasi Filtrasi digunakan untuk menghilangkan mikroba dari liquid atau gas. alkohol. dan SO2. Agen ini lebih mudah digunakan pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ini dapat dicapai dengan menggunakan agen antiseptik microbiocidal. Terdiri dari: o Asam organik alami (laktat. 2001). hasil yang diperoleh mungkin saja tidak bebas virus. dan sebagainya). yaitu ia harus mampu menghambat atau membunuh mikroorganisme patogen. di mana mikroorganisme tidak dapat lewat. yaitu agen yang tidak membahayakan kulit dan membran mukus. dan senyawa amonium kuartener (Waites. sehingga ultrafiltrasi dibutuhkan untuk menghilangkan virus (Waites. Ada 3 kategori untuk bahan pengawet tambahan.  High efficiency particulate air (HEPA) Biasanya digunakan pada containment room untuk mensterilisasi udara yang terdapat di dalam ruangan itu (Waites.  Antiseptik dan disinfektan Antiseptik adalah pencegahan infeksi jaringan hidup. Hal paling penting dari agen antimikroba yang akan digunakan adalah selektifitasnya. Ada 3 tipe filtrasi:  Depth filter Yaitu filter dengan serat-serat tebal atau bergranula yang menghilangkan mikroorganisme dengan screening fisik.

Akibatnya mikroba menjadi rentan terhadap tekanan osmosis yang dapat membunuh mikroba itu (Waites. Polymyxin adalah satu-satunya senyawa yang mampu menyerang hanya membran bakteri. dkk. Struktur ribosom antara prokariot dan eukariot berbeda. sehingga fungsi membran terganggu (Waites. o Antibiotik Antibiotik adalah obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk mengatasi infeksi mikroba. Contohnya adalah sulfonamida. Penisilin menghambat sintesis peptidoglikan yang berujung pada tidak terbentuknya dinding sel dari mikroba yang diserang. Namun. 2001). Jadi dari semua cara itu. 2001). Menghambat sintesis dinding sel Penghambat pembentukan dinding sel biasanya menyerang mikroba pada saat pembentukan peptidoglikan. Penghambat sintesis protein Antibiotik tipe ini mampu menyerang dengan berbagai cara. dan produk-produk dari Streptomyces bekerja dengan cara menghambat inisiasi sintesis protein. dkk. dkk. membran eubakterial dan eukariot memiliki struktur yang sama. Membran terluar dari bakteri Gram negatif juga berperan sebagai pelindung. Senyawa ini mampu menghambat pembentukan tetrahydrofolic acid (THF) yang cukup penting untuk bakteri. dkk. Penghambat membran sel Pada bakteri. d. c. sehingga agen kimia tipe ini sulit untuk dibuat secara spesifik menyerang mikroba. 2001). Renanto Pandu Wirawan (115061107111009) Di antara cara-cara menghambat pertumbuhan mikroba. LAMPIRAN PERTANYAAN 1. masing-masing memiliki penerapan sendiri-sendiri…… 45 . Ia bisa berperan sebagai pembunuh atau penghambat patogen. Akibatnya. dkk.Antimicrobial chemotherapy terdiri dari: o Bahan kimia sintetis Agen chemotherapy sintesis adalah inhibitor kompetitif. Contohnya adalah penisilin. 2001). Contohnya adalah rifamisin dari spesies Streptomyces (Waites. salah satunya menyerang ribosom pada saat translasi RNA. maka mikroba akan terbunuh. manakah yang merupakan cara yang paling efektif? Cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan cara-cara menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam kondisi-kondisi tertentu. 2001). b. Antibiotik bekerja dengan 4 cara: a. membran sangat penting untuk transpor nutrien dan produksi energi. kanamisin. Golongan aminoglikosida. Salah satu contohnya adalah penisilin yang dihasilkan oleh Penicillium (Waites. seperti eritromisin dan oleandomisin bekerja dengan cara menghambat translokasi dari ribosom (Waites. pertumbuhan mikroba terhambat (Waites. biasa disebut antimetabolit. Sulfonamida berperan sebagai substrat untuk enzim yang seharusnya digunakan untuk menyintesis THF. Cara kerjanya adalah polymyxin mengikatkan dirinya dengan membran mikroba. Golongan makrolida. sehingga selektifitas agen bisa dicapai. dkk. Jika membran rusak. seperti streptomisin. Serangan terhadap asam nukleat Beberapa antibiotik mampu menghambat pertumbuhan sel dengan cara mengganggu sintesis DNA atau RNA. 2001).

Dengan cara inilah maka pertumbuhan mikroba dapat dijaga pada fase eksponensialnya. namun itu adalah garis tipis-tipis yang jajraknya berdekatan. Rizka Dwi Octaria (115061101111017) . Semakin banyak zat terlarut. 5. Dobita Amanda Feliciana (115061100111021) Pada gambar counting chamber yang telah ditunjukkan. maka mikroba tidak akan mungkin bisa masuk kembali ke dalam lubang itu jika sudah melewatinya. 4. saluran tersebut dapat membuang kelebihan mikroba.2. 3. Dengan aliran ini. suspensi bakteri yang akan dihitung dipaksa masuk ke dalam lubang dengan cara memberi hembusan angin atau aliran fluida melalui lubang itu. sehingga terlihat seperti garis tebal. Nutrisi diberikan secara terukur supaya fase pertumbuhan mikroba bisa dibuat optimal. dan nutrisi pada fermentor. Sedangkan garisgaris tipis yang saya sebutkan tadi itu lebarnya 0. terdapat garis-garis yang tebal dan yang tipis. sehingga ukuran kotak-kotaknya pun harus sangat kecil. maka semakin kecil vapor pressure dari larutan itu. Hal ini berakibat pada semakin pekatnya larutan itu. Menghitungnya ini mamakai mikroskop. Kotak-kotak besar yang berada di bagian terluar berukuran 1x1 mm. maka suatu saat akan terjadi overload pada fermentor. 46 . Oleh karena itu.05 mm kalau pada counting chamber ini. mikroba dapat melakukan pertumbuhan dan melakukan metabolisme dengan terus-menerus. untuk mengatasinya maka pada fermentor diberi suatu saluran dimana jika terjadi overflow pada fermentor. dan apakah hal tersebut mengurangi keakuratan perhitungan bakteri? Jawab: Pada coulter counter. 1 bakteri melewati sensor lebih dari 1 kali. Jawab: Pada continuous culture. Inggit Kresna Maharsih (115061100111005) Pada proses perhitungan coulter counter. apa saja yang mempengaruhi kepekatan air? Jawab: Yang mempengaruhi kepekatan air adalah jumlah zat terlarut di dalamnya.Tolong jelaskan lagi pertumbuhan mikroba pada proses continuous culture! Terutama proses yang terjadi pada fermenter. mikroba ditempatkan ke dalam suatu wadah yang disebut fermentor. Febrika Larasati (115061101111001) Pada water activity. produk metabolisme. Apakah mungkin. yaitu dengan cara mempertahankan fase eksponensialnya. Di dalam wadah itu mikroba diberi nutrisi secara terukur dan kontinu. Dengan adanya nutrisi secara kontinu itu. sehingga akan mengurangi water activity larutan itu. yaitu 0. Itu apa perbedaannya? Jawab: Itu bukan garis yang tebal. bakteri disensor saat melewati electrode.05 mm. Jika mikroba terus-menerus diberikan nutrisi. Tujuan dari pemberian garis itu adalah untuk mempermudah penghitungan mikroba.

sehingga kita tidak menjumpainya secara alami. karena pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang sebelumnya sudah dikondisikan oleh manusia untuk tujuan tertentu (misalnya industri). Bahan kimia itu mampu memberi warna yang berbeda antara mikroba hidup dan mati.5. ini menandakan mikroba itu masih dalam lag phase. tetapi apakah arus listrik yang digunakan itu tidak menghambat pertumbukan mikroba? Kemudian bagaimana agar cara penghitungan ini tidak menghambat pertumbuhan mikroba? Jawab: Arus listrik yang digunakan pada coulter counter ini kecil sekali.- Bagaimana pertumbuhan mikroba pada pH 8.5 disebut sebagai bakteri alkalophiles. Jika mikroba selain jenis alkalophiles ditempatkan pada pH ini. lebih akurat memakai metode apa? Dan yang paling sering digunakan metode apa? Jawab: Dari cara-cara menghitung mikroba tersebut. menandakan death phase. dan juga mampu membedakan antara mikroba yang mati dengan mikroba yang masih hidup.5-11. yaitu mulai dari stationery phase hingga death phase). Lubang yang digunakan untuk melewatkan mikroba ukurannya sangat kecil. Contohnya yaitu Bacillus dan Micrococcus. ia mula-mula masih dalam kondisi baik. maka mikroba tersebut dapat melakukan pertumbuhan dan metabolisme secara normal (secara normal yang dimaksud adalah. Ini dikarenakan metode ini merupakan direct counting method. Jika mikroba jenis ini ditempatkan pada kisaran pH seperti di atas. Jika makanan sudah dibusukkan semuanya. Ridhani Rida Ramadhan (115061100111007) Dari cara menghitung mikroba tersebut. 6. Mar‟atus Sholihah (115061100111019) Pada metode coulter counter digunakan arus listrik untuk menghitung jumlah mikroba. yang berarti tahan basa. Jika ada makanan yang tidak diawetkan kita biarkan begitu saja. kita banyak sekali menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari.5-11. apa contohnya? Jawab: Mikroba yang dapat tumbuh pada pH 8. sehingga pertumbuhan mikroba pun terhambat dan memasuki stationery phase. yang paling akurat adalah metode filter membran. sehingga aman digunakan untuk perhitungan. hanya beberapa mV saja. maka mikroba kehabisan nutrisi dan lambat laun akan mati. 8. maka ia tidak akan tahan sehingga ia akan mati. berarti mikroba sudah mulai aktif dan memasuki exponential phase. sehingga arus listrik yang dibutuhkan juga kecil. 7. Arus listrik yang sekecil ini kebanyakan tidak dapat membunuh bakteri. Untuk continuous culture kita sulit menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Jika makanan mulai membusuk. Contoh yang paling sering kita jumpai adalah pembusukan makanan. 47 . mikroba dapat diberi warna dengan fluorescent. bakteri ini melakukan pertumbuhan seperti biasanya. Pada filter membran. Suatu saat jumlah makanan yang dibusukkan sudah agak banyak. Freshsya Zatalini (115061100111003) Dalam kehidupan sehari-hari kapan kita menggunakan cara menumbuhkan mikroba scara batch culture maupun continuous culture? Jawab: Untuk batch culture.

pertumbuhan mikroba akan mengalami hambatan. Sitanggang (115061100111015) Apa beda paling konkrit antara depth filter dan membrane filter? Jawab: Depth filter dan membrane filter sama-sama merupakan alat untuk menyaring mikroba. 10. Untuk mikroba non-patogen (misalnya mikroba pada makanan) jika ia resisten terhadap bahan kimia tertentu. yaitu produk metabolisme yang dihasilkan spesifik tiap jenis mikroorganisme. 48 . dan hal ini dapat diketahui menggunakan metode-metode perhitungan mikroba seperti yang telah diuraikan di atas. dsb). Dian Nita Citra Dewi (115061101111013) Jelaskan tentang cara kontrol kebutuhan oksigen pada jenis-jenis mikroba. Bedanya. diasinkan. grafik pertumbuhan juga dibagi menjadi dua. Adakah ciri-ciri mikroba yang kekurangan atau kelebihan oksigen? Jawab: Cara kontrol kebutuhan oksigen yang paling mudah adalah dengan menggunakan regulator udara. Jadi dari penampilannya. maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat bahan kimia lain atau antibiotik yang mampu membunuh mikroba tersebut.G. selain lag phase hingga death phase. Oleh karena itulah pada grafik dituliskan bahwa idiophase hanya ada pada mikroorganisme tertentu. 11. Queen G. depth filter bentuknya lebih tebal daripada yang membran. Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun (115061100111027) Bagaimana cara mengatasi penghambatan mikroba agar tidak mengganggu (misal pemberian bahan kimia untuk makanan. Jika oksigennya tidak sesuai dengan kebutuhannya.9. Sedangkan idiophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit sekunder. Tropophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit primer. yaitu tropophase dan idiophase. Suatu mikroba kekurangan atau kelebihan oksigen dapat dilihat dari pertumbuhannya. sedangkan membrane filter bentuknya berupa lempengan yang memiliki lubang-lubang mikro. selain dengan memberinya bahan kimia lain bisa pula dengan memberikan perlakuan fisik (dipanaskan. 12. kalau depth filter bentuknya berupa serabut-serabut. (115061100111007) Pada slide grafik pertumbuhan mikroba disebutkan idiophase. Mutia Dhana F. kemudian makanan tersebut disterilkan dari mikroba) jika mikroba tersebut telah mengalami evolusi sehingga resisten terhadap bahan kimia tersebut? Jawab: Untuk mikroba patogen yang telah resisten terhadap bahan kimia tertentu. Apa yang dimaksud dengan idiophase? Dan kenapa hanya berlaku pada beberapa organisme? Jawab: Pada grafik di atas.

salah satunya cahaya. dsb) yang disukai mikroba itu. karena pada continuous culture fungsinya hanyalah memperpanjang fase eksponensial selama kurun waktu tertentu. 15. Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Kapankah suatu pembelahan sel berhenti pada fermentor? Jawab: Pembelahan sel terjadi pada saat mikroba dalam fermentor brada dalam fase eksponensial. atau ada bakteri yang resisten. sehingga akan menghentikan fase eksponensial. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. Kelemahan dan kelebihan metode menghitung mikroba? Dan yang mana yang lebih cepat dan akurat. serta yang paling ekonomis? 49 . (115061105111007) . Jadi bukan bakterinya yang tidak tahan cahaya. atau berfluktuasi. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. karena racun yang dikeluarkan bakteri tetanus menyerang sistem saraf. Cara menanggulangi lingkungan yang buruk agar kurva death phase tidak terus menurun adalah memberikan nutrisi yang sesuai dengan mikroba itu dan mengatur kondisi (temperatur. namun bisa menjadi datar. Jika nutrisi ataupun lingkungan ini dapat diperbaiki atau dikembalikan ke kondisi semula.13.Bagaimana penanggulangan lingkungan yang buruk agar pada death phase kurva menjadi kompleks? Jawab: Pada umumnya death phase terjadi akibat kehabisan nutrisi. Jika fase eksponensial terhenti. kondisi lingkungan yang memburuk. maka otomatis akan menghentikan pertumbuhan mikroba. 14. pasien ditempatkan dalam ruangan yang gelap. Berbagai jenis mikroorganisme memiliki sensitivitas sendiri-sendiri terhadap radiasi. Teza Nur F. Mengenai tetanus sendiri. Apakah penyataan tersebut benar? Jawab: Cahaya adalah salah satu bentuk dari radiasi yang berada dalam panjang gelombang cahaya tampak. Afida Khofsoh (115061100111031) Bagaimana tentang kebutuhan cahaya bagi pertumbuhan mikroorganisme? Misalnya saya pernah dengar bahwa pasien yang mengalami infeksi tetanus sebaiknya/harus ditempatkan pada tempat gelap/kurang cahaya agar bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus tersebut agar tidak tumbuh lagi. tekanan. 16. maka kurva death phase tidak akan menurun lagi. Dewi Ariesi R. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. sehingga akan menghentikan fase eksponensial yang bisa berujung pada death phase. sehingga pasien menjadi sensitif terhadap berbagai macam rangsangan. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. naik. (115061102111001) Apakah pada continuous culture tidak ada death phase? Jawab: Tentu saja ada.

tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. dan Kelahiran dari mikrobiologi industri sebagian besar dimulai dari studi Pasteur. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: cepat. industri tape.. sulit dilakukan Kelebihan: murah Turbidimetri dan spektrofotometri Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. dan industri-industri lain yang proses produksinya membutuhkan mikroba. pembusukan makanan. Saluran itu bisa diberi regulator jika oksigen yang diberikan harus terukur. Untuk fermentor bakteri anaerob harus dikondisikan agar tidak ada oksigen yang masuk ke dalam fermentor. fermentor yang menggunakan bakteri aerob diberi saluran atau lubang untuk pertukaran udara. Sejarah Awal Perkembangan Mikroorganisme Industri Kebanyakan mikroorganisme digunakan secara ekstensif untuk membantu menghasilkan produk dan jasa. dapat menggunakan substrat yang murah (yang dalam banyak kasus adalah limbah) dan keragaman produknya cukup berpotensi (Waites. 2001). membutuhkan mikroba dalam jumlah besar. mempunyai kecepatan tumbuh tinggi. Saluran tempat pertukaran udara bisa diberi suatu regulator yang mencegah udara memasuki fermentor. Sharfina Widyaningrum (115061105111003) Aplikasi bakteri aerob dan anaerob dalam kehidupan sehari-hari apa? Penanganan khusus bakteri aerob dan anaerob dalam industri bagaimana? Jawab: Bakteri aerob dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. A. mudah dilakukan Menghitung substansi tertentu Kelemahan: sulit dilakukan Kelebihan: hasilnya akurat 17. Untuk penanganannya. dan murah dilakukan Dry weight Kelemahan: membutuhkan waktu lama. Bakteri anaerob dapat ditemui pada sungai yang keruh. 50 . baru sekitar kurang dari 150 tahun lalu dasar ilmiah dari proses tersebut diperiksa. murah. namun. koloni yang terbentuk belum tentu berasal dari satu sel. tidak bisa langsung dilakukan perhitungan Kelebihan: mudah. Mereka terbukti berguna karena mereka relative mudah untuk dibudidayakan. dan cepat Coulter counter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: mudah dan cepat dilakukan Plate count dan membrane filter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. dan bahan-bahan organik non-xenobiotik lainnya semuanya dilakukan oleh bakteri aerob. sampah. Sejarah yang memicu perkembangan pemanfaatan mikroorganisme berawal dari proses fermentasi sederhana yang dahulu terlibat dalam produksi susu fermentasi dan minuman beralkohol (anggur) yang berkembang ribuan tahun lalu.o   o   o   o   o   o   Counting chamber Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati Kelebihan: mudah.

bukan fermentasi yang menghasilkan mikroorganisme sebagaimana yang dipercaya pada waktu tersebut. Namun. Sehingga. sebagian besar mikroorganisme terlepas dari asal-usul mereka. sebagai ragi Carlsberg No. Beberapa proses telah dikembangakan selama 20 tahun terakhir yaitu melibatkan rekombinan mikroorganisme dan teknologi rekayasa genetika. jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada suhu 50-60oC. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan. yang melibatkan pemilihan secara acak ( random screening) dari banyak mikroorganisme yang telah diisolasi. yang ditandai dengan banyaknya industri strain yang didirikan.Pasteur berkeyakinan bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil mikroorganisme yang ada. Fermentasi industry biasanya lebih memilih menggunakan mikroorganisme GRAS ( generally regarded as safe). Sejak 80 tahun pertama pada abad ke 20. Pada tahun 1950. Sehingga disimpulkan bahwa mikroorganisme pertama kali diisolasi dari proses fermentasi sebagai kultur alami kemudian dipilih sesuai dengan strain yang berguna (Waites. dan beberapa fermentasi adalah aerobic. pertimbangan regulasi merupakan hal yang paling utama ketika memilih mikroorganisme untuk keperluan industri. Pasteur menemukan mikroorganisme yang berbeda. Perkembangan Pemanfaatan Mikroorganisme bagi Industri Dalam kebanyakan kasus. setelah dingin kedalam sari buah tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganime yang diinginkan. Denmark. atau dapat juga mendapatkan mikroorganisme yang cocok dengan koleksi kultur (cultur collection). Jadi bahan yang telah masuk dalam GRAS adalah bahan yang telah diteliti dan diakui aman oleh para ahli dari badan FDA tersebut. pada tahun 1857 akhirnya Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi alcohol dalam produksi bir dan anggur adalah hasil dari aktivitas mikroba. Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganime yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. 2001). khususnya untuk pembuatan produk makanan. Pasteur memecahkan masalah yang timbul di Industri anggur.1 (Saccharomyces carlsbergensis) yang sekarang diklasifikasikan sebagai strain Saccharomyces cerevisiae. 2001 dan Okafor. Setelah adanya publikasi dari Pasteur. GRAS ( generally regarded as safe) merupakan kategori bagi bahan yang ditambahkan ke dalam makanan. 2007). B. sedangkan yang lain sudah anaerobik (Waites. Selain itu Pasteur juga mencatat bahwa organisme tertentu dapat merusak bir dan anggur. mikroorganisme spesifik sering diisolasi dari lingkungan alam. obat dan kosmetik oleh FDA ( Food and Drug Administration) Amerika. karena akibat dari modifikasi oleh peningkatan strain secara konvensional dengan salah satu cara yaitu mutagenesis. Berikut ini merupakan contoh mikroorganime untuk industry yang telah diklasifikasikan sebagai GRAS (bahan tambahan yang dianggap aman) : 51 . Penggunaan kultur murni untuk fermentasi pertama kali dilakukan tahun 1883 dengan menggunakan ragi yang telah diisolasi oleh Hansen. Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara mikroorganisme tipe lain mendominasi anggur yang kurang bagus. muncul beberapa kemajuan penting seperti adanya teknik pengembangan kultur murni oleh Hansen di Brewery Carlsberg. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan mikroorganisme bagi kepentingan industry. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi ( proses pengawetan) yang digunakan secara luas dibidang industri makanan. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya.

Hasil dari isolasi ini kemudian dipilih untuk mendapatkan sifat mikroorganisme yang diinginkan (Waites. Jadi ketika industry memilih menggunakan mikroorganisme yang baru. biasanya tidak memerlukan pengujian yang terlalu lama jika kondisi budidaya yang digunakan dapat diterima. sehingga hal tersebut lebih ketat terkait biaya yang jauh lebih tinggi.2 Mikroorganisme kategori GRAS. sewage. tanah.Tabel 4. sampel dari mikroorganisme bebas atau kelompok mikroorganisme lainnya dikoleksi dari berbagai habitat seperti materi tanaman. Strategi yang diadopsi untuk mengisolasi mikroorganisme industry yang cocok dari lingkungan dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu pendekatan „shotgun’ dan pendekatan „objective’ ( Waites. Selain itu. ( sumber : Waites. 2001) Mikroorganisme kategori diatas. juga terdapat contoh beberapa mikroorganisme industry beserta produk fermentasi yang dihasilkan. Pendekatan ‘shotgun’ Pada pendekatan ini. hewan.2001). C. 2001). Metode Isolasi Mikroorganisme dari Lingkungan Isolasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan tertentu. sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. dan khususnya berasal dari habitat alam atau habitat buatan manusia. membutuhkan persyaratan untuk proses dan persetujuan untuk produk. 1986). Kultur murni ialah kultur yang selsel mikrobanya berasal dari pembelahan satu sel tunggal (Pelczar. air dan aliran limbah. (Lihat lampiran). a) a) b) c) 52 .

b)sewage. Hubungan antara strain dapat dihitung dan diekspresikan sebagai kemiripan dari karakter positif atau dengan menjumlahkan antara ciri-ciri yang positif dan yang negative. Namun. atau kita sudah membuat kesalahan (error) dalam observasi dan pencatatan. Isolasi yang dipilih juga harus diseleksi bagi ciri-ciri yang penting lainnya. Sebagai contoh. tempat sampel yang dipilih adalah tempat (bahan) yang telah diketahui terkontaminasi organism ini. Pernyataan ini benar. 2001). Namun. Menyuburkan (menumbuhkan) kultur kemungkinan dapat dilakukan dengan sistem kultur batch. Kelompok semacam ini dapat menjadi lebih efisien. masing-masing harus diseleksi berdasarkan properti yang diinginkan. karena kebanyakan taksonomi saat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk klasifikasi bobot yang sama harus diberikan terhadap masing. Identifikasi karakteristik suatu organism dapat dilakukan dengan 2 metode pendekatan yaitu konvensional (mikrobiologis) dan pendekatan molekuler. Tingkat keakuratan dari identifikasi bergantung pada ketelitian kerga preparasi seperti pembuatan media. pertama-tama sampel ditumbuhkan di media pertumbuhan yang sesuai dan kondisi kultivasi (budidaya) harus disesuaikan untuk mengisolasi mikroorganisme target.1988). khususnya meliputi kemampuan untuk mendegradasi senyawa bandel yang kompleks (Waites. Setelah mendapatkan sampel mikroorganisme. mengamati dan mencatat berbagai uji. pembuatan reagen dan pewarnaan serta ketelitian dalam melakukan. kita dapat menduga mungkin kultur tersebut tidak murni. tingkat aktivitas atau konsentrasi dari target produk per se bukan merupakan perhatian utama.2001). ketika mencoba mengisolasi organism yang dapat menurunkan (mendegradasi) atau mendetoksifikasi suatu senyawa spesifik. senyawa inhibitor. mode pemilihan ini hanya cocok untuk kasus dimana sifat yang diinginkan dari mikroorganisme. dll. Setelah isolasi sebagai kultur murni pada media pertumbuhan padat termasuk pemilihan atau pengembangan media seleksi dan kondisi pertumbuhan yang tepat. seperti stabilitas. Penetapan nama ilmiah Internasional yang tepat terhadap mikroba didasarkan pada sistem penamaan „Binomial Nomenklatur’ Carolus Linoleus ( Ketchum. Karakterisasi terbagi dalam beberapa tahap yaitu klasifikasi dan identifikasi. pengambilan sampel diarahkan pada tempat yang spesifik yang sesuai untuk kehidupan mikroorganisme tertentu atau berasal dari komponen yang kemungkinan mengandung mikroorganisme yang diinginkan. pada tahap ini. hal ini lebih sulit dilakukan untuk isolasi consortia yang sama-sama memiliki kemampuan/karakteristik yang dicari dan komposisi yang bervariasi seiring waktu. memberikan sebuah keuntungan bagi organisme itu sendiri. produksi dari enzim-enzim spesifik. atau seringkali lebih cocok dalam sistem kontinu. Namun. Kondisi ini dipilih ketika mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk melakukan metabolisme dari suatu senyawa (Waites. c) aliran air b) Pendekatan ‘objective‟ Pada pendekatan ini.masing karakter atau ciri. Teori identifikasi bakteri merupakan perbandingan antara yang tidak diketahui dan yang diketahui. Ketika suatu organism tidak dapat diidentifikasi atau seperti spesies asing. Klasifikasi merupakan pengelompokan mikroba kedalam kelompok. Hal ini mendorong pertumbuhan dari organisme-organisme dengan sifat (ciri-ciri) yang diinginkan dan meningkatkan kuantitas dari organisme target sebelum diisolasi dan diseleksi (screening). Langkah awal seringkali membunuh atau menekan proliferasi organism umum dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang langka. tetapi pada hasil dari uji tersebut. Perbedaan antara karakterisasi untuk klasifikasi dan identifikasi tidak teretak pada banyaknya uji yang dilakukan. dan juga tidak beracun (Waites.Contoh habitat untuk pendekatan shotgun : a) tanah. Prosedur isolasi dan pemilihan ini lebih mudah diaplikasikan untuk mencari mikroorganisme tunggal. Hasil dari perbandingan ini dapat dianalisa secara laborat melalui perhitungan atau lebih mudah dengan 53 . karena pengembangan strain dapat dengan normal digunakan untuk pengembangan secara luas.2001).

Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan temperatur. Kultur murni diperoleh ketika hanya satu jenis bakteri yang tumbuh pada plate. Merupakan metode klasik untuk isolasi bakteri. Kemudian. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengisolasi. kawat nikrom diberi nyala api untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang tersisa. air. Namun. Teknik Streak Plate. Dengan cara ini. Kultur murni awalnya digunakan saat meneliti jamur.  Isolasi Mikroorganisme Sampel dari tanah. jika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang kecil. garis-garis pada permukaan media hanya digoreskan sekali. teknik streak plate. untuk tujuan identifikasi kita memberikan bobot yang tinggi untuk beberapa karakter karena mempunyai nilai perbedaan yang sangat besar dan memberikan bobot yang kecil untuk yang lain. Berbagai macam teknik telah dikembangkan untuk isolasi kultur murni. Robert Koch dan asistennya yang akhirnya mengembangkan kultur murni untuk bakteri. mendeteksi.1988). seperti menumbuhkan jamur pada media padatan yang ia tambahkan dengan gelatin pada media cair. Namun. tingkat pertumbuhannya harus ditingkatkan dengan menyuburkan bakteri tersebut sebelum isolasi menggunakan teknik goresan. spread plate. Dalam teknik ini. Pemisahan mikroorganisme yang tidak diinginkan perlu dilakukan untuk membuat sebuah kultur murni dari mikroorganisme. Teknik Isolasi Kultur Murni Kultur murni didefinisikan sebagai turunan (cloning) dari suatu mikroba. dengan memanaskan media inokulasi. memutar plate dan membuat goresan tambahan. Teknik goresan dapat bekerja dengan baik ketika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang besar. atau makanan mengandung jenis-jenis bakteri yang berbeda. Setelah digores. Ini dilakukan dengan membersihkan dan memberikan desifektan pada area kerja untuk mengurangi jumlah kontaminan. dan pour plate menjadi teknik yang sangat diperlukan. Metodenya dapat digunakan dalam menghasilkan kultur untuk jamur tetapi tidak cocok untuk bakteri. perlu dilakukan pengulangan proses goresan pada plate baru lainnya. Maka dari itu. Anton de Bary dan O Brefeld. Teknik aseptik ialah suatu cara menghilangkan kontak dari kultur murni dan membuat medium pertumbuhan menjadi steril dari kontaminan. Pengenceran lebih lanjut dari material yang diuji dilakukan dengan membakar kembali kawat nikrom. inokulum bakteri disebarkan dengan menggunakan kawat nikrom pada permukaan media. plate diinkubasi pada temperature yang tepat untuk membiarkan bakteri tumbuh. Di antara prosedur yang digunakan. Untuk memastikan kemurnian dari spesies bakteri tersebut. dan bekerja dengan cepat serta efisien untuk meminimalisir adanya kontaminan. material yang mengandung bakteri disebar di atas permukaan dari medium agar yang padat. Sel bakteri kemudian berkembang membentuk koloni. Kawat yang telah diberi nyala api kemudian digunakan untuk membuat goresan kedua yang berfungsi untuk memperkecil populasi bakteri. Isolasi kultur dilakukan dengan teknik aseptic. Brefeld memperkenalkan cara mengisolasi sel tunggal. yaitu dengan memisahkan mereka pada medium padat dan membiarkannya berkembang membentuk koloni. tiap mikroorganisme menggunakan metode yang berbeda. D. sel bakteri dari sampel menyebar ke bagian-bagian ujung. Tokoh yang mendukung penggunaan kultur murni ini adalah dua orang ahli ilmu jamur. Dalam teknik ini. Kultur murni pertama kali dilakukan sekitar tahun 1870. Pertama-tama. dengan cara kimia.menggunakan komputerisasi. Hal ini mempelopori ahli bakteriologi dari Jerman. tidak ada metode yang dapat digunakan untuk seluruh mikroorganisme. 54 . dan plate yang mengandung medium diputar sekitar 90°. dan menghitung kehadiran bakteri dalam sampel dengan efektif. Masing-masing teknik memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri-sendiri. atau bahkan tidak sama sekali untuk karakter tertentu (Ketchum. atau dengan radiasi untuk membunuh mikroorganisme.

Isolasi koloni ini diambil dan digoreskan pada medium yang telah dipastikan kemurniannya. teknik sebaran dapat digunakan untuk menentukan jumlah bakteri dari jenis tertentu yang ada pada sampel. Tidak seperti teknik goresan. sampel diencerkan dan kemudian diencerkan dan ditambahkan sejumlah kecil suspensi mikroba ke dalam tabung yang berisi agar cair pada suhu sekitar 45 °C. sekitar 0. Dalam teknik agar tuang (pour plate). bakteri yang tersebar berkembang menjadi koloni-koloni yang terisolasi. Dalam metode ini. Teknik ini digunakan secara luas untuk isolasi bakteri. 2009) volume yang diketahui dari sampel dipipet secara aseptic pada permukaan medium agar cawan Petri. 2009) (a – d) prosedur urutan goresan untuk mendapatkan koloni terisolasi (e) kultur streak plate yang menunjukkan koloni-koloni yang diisolasi Spread Plate Technique.1 ml dari sampel yang telah diencerkan ditempatkan pada bagian tengah dari agar dan disebarkan ke permukaan agar menggunakan batang kaca penyebar. (a) (b) (c) (d) Gambar: Teknik spread plate untuk isolasi bakteri (Sumbali. Pour Plate Technique.Gambar: Teknik streak plate (Sumbali. Setelah inkubasi pada temperature yang tepat. sel bakteri terpisah dan tertanam pada tempat yang berbeda-beda. batang kaca penyebar disterilkan dengan cara dicelupkan dalam alkohol kemudian dibakar dalam nyala api. Bakteri dan agar cair yang telah tercampur dengan baik dituangkan dengan segera ke dalam cawan Petri menggunakan teknik aseptik dan 55 . batang yang telah steril digunakan untuk menyebarkan sampel pada bagian permukaan dari media. Ketika suspense menyebar. Metode ini juga digunakan untuk isolasi bakteri. koloni dari hasil isolasi tampak setelah diinkubasi.

keberadaan media penyimpanan. prosedur kultivasi. organisme yang tidak terkontaminasi. Metode ini memberikan keuntungan yaitu murah. Dalam prosedur ini. Kultur-kultur ini seringkali dibutuhkan dalam bidang pendidikan. tetapi semua spesies memiliki metodenya sendiri-sendiri. Tujuan utama dari pelestarian kultur adalah untuk memelihara organisme hidup. industri. uji hayati. Nutrient ini berasal dari potongan-potongan sayuran atau tanaman. Kebanyakan laboratorium mikrobiologi memelihara sejumlah besar strain. 2009) Pemeliharaan dan Pelestarian Stok Kultur Setelah mikroorganisme diisolasi dan tumbuh dalam kultur murni. Seperti metode lainnya. koloni-koloni tunggal kemudian diambil dan digoreskan ke plate lainnya untuk dimurnikan. atau untuk tujuan-tujuan lainnya. Sebagai contoh. mereka disimpan pada suhu 5-8 °C. metode pour plate tidak cocok bagi isolasi bakteri psychrophilic.kemudian dibiarkan mengeras dan diinkubasi. rebusan sayur. Ada beberapa metode pemeliharaan koleksi kultur mikroba. Kenyataannya. Beberapa metode yang umum digunakan dalam koleksi kultur mikroba ialah:  Subculturing (Agar Slants or Microgardening) Metode pemeliharaan bakteri dan jamur yang paling tradisional dan paling sederhana adalah menumbuhkannya pada nutrient agar slants yang dibuat dalam tabung-tabung atau botol-botol. Teknik ini memiliki satu kekurangan yaitu medium cair perlu diperhatikan karena temperature tinggi dari medium cair dapat membunuh beberapa spesies bakteri. yang biasa disebut dengan koleksi stok kultur. waktu. beberapa strain dari spesies yang sama memberikan hasil yang sama dengan prosedur yang sama. ketersediaan alat. Pemeliharaan kultur dilakukan dalam kondisi yang semirip mungkin dengan isolasi alaminya. Teknik pour plate juga membantu dalam menghitung jumlah bakteri yang dapat hidup. tidak membutuhkan 56 E. dan tanpa terjadi mutasi. garam mineral serta sumber karbohidrat. dan umur dari kultur saat dipelihara. hal berikunya yang penting dilakukan adalah menjaga kultur yang telah tumbuh dari adanya kontaminasi. keahlian para pekerja laboratorium. Metode yang digunakan juga bergantung pada jumlah kultur yang akan dipelihara. dan perlu dipindahkan secara periodik ke medium yang lebih segar untuk menumbuhkan dan memastikan keberlangsungan hidup dari stok kultur. . Media yang kecil biasanya diperlukan untuk memproduksi subkultur karena mereka membuat laju metabolisme organism menurun. Keberhasilan atau kegagalan dari metode pemeliharaan juga bergantung pada penggunaan media yang tepat. dan iklim dari tempat di mana proses tersebut berlangsung. Gambar: Teknik pour plate (Sumbali. penelitian. Setelah kultur dibuat. koloni-koloni tersebar dengan merata dalam medium padat.

Dalam metode ini. sejumlah kecil bagian yang tumbuh diambil dan dibersihkan dari minyak dengan menggunakan potongan kertas dan kemudian digoreskan pada agar plate yang mengandung media pertumbuhan yang cocok. Metode pemeliharaan ini sangat berguna di daerah dengan iklim tropis karena dapat mencegah hilangnya kandungan air dari kultur. dan yeasts. Kultur ditumbuhkan pada slant agar hingga mencapai pertumbuhan yang baik dan spora yang didapat dilindungi menggunakan teknik yang steril.  Penyimpanan menggunakan tanah Tanah yang steril dapat digunakan untuk menumbuhkan dan menyimpan mikroorganisme. Hipomikota. murah. Pertumbuhan yang subur menunjukkan media pertumbuhan yang baik. dan bagian permukaan dari kultur dihilangkan dengan lembut untuk menghasilkan spora dan bubur miselium. 2009)  Penyimpanan menggunakan mineral oil Kultur dengan kondisi baik disimpan dengan ditutupi oleh minyak mineral dan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Basidiomikota. Gambar: Agar slants menunjukkan pertumbuhan jamur (Sumbali. Dalam metode ini. Jumlah minyak dalam tabung atau botol-botol kecil harus diperiksa secara periodik dan ditambah jika perlu. Sejumlah besar spesies bakteri dan jamur berhasil disimpan menggunakan metode ini selama bertahun-tahun. Air suling (sekitar 5 ml) ditambahkan ke kultur secara aseptik. Metode ini telah berhasil digunakan untuk memelihara Oomikota. tetapi plate dengan pertumbuha koloni yang sedikit menunjukkan media pertumbuhan yang buruk sehingga diperlukan stok yang baru. minyak mineral disterilkan di autoclave selama 2 jam.peralatan yang khusus.  Penyimpanan menggunakan air Ini adalah metode pemeliharaan yang tidak sulit dan murah yang berfungsi untuk menyimpan kultur dari beberapa jamur. Kultur minyak ini dapat disimpan dalam suhu ruang atau pada temperatur rendah (15 °C). Untuk mendapatkan kembali kultur dari minyak mineral. Metode ini pertama kali digagas oleh Castallani (1939). cocok bagi koleksi berukuran kecil. Metode alternative untuk sporulasi jamur meliputi inokulasi agar slants yang kemudian diinkubasi pada suhu 25 °C. Askomikota. tidak membutuhkan waktu yang lama. jamur pathogen. serta mudah unutk digunakan. Penutupnya kemudian dieratkan dan disimpan pada suhu 25 °C. Kerugian dari metode ini adalah dapat menyebabkan perubahan genetic (mutasi) dan adanya bahaya kontaminasi spora. endapan spora dalam air ditambahkan ke tanah yang steril dan dibiarkan tumbuh pada 57 . tidak membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. dan koleksi kultur dapat bertahan selama beberapa tahun. yaitu dengan dicelupkan dalam minyak mineral steril dengan kedalaman 10 mm di atas permukaan agar. Uap yang terjebak dihilangkan dengan memanaskan cairan dalam oven pengering pada 180 °C selama 1-2 jam. Bubur ini kemudian dipindahkan ke botol kaca kecil.

kultur dibekukan pada temperature yang sangat rendah dan ditempatkan pada tekanan vakum. air dan sel mikroba dalam kultur akan langsung berubah dari keadaan beku menjadi gas (sublimasi) sehingga sel menjadi kering. Kultur lyophilize dapat dihidupkan kembali dengan membuka botol-botol kecil tersebut dan ditambahkan udara steril kemudian memindahkan kultur ke medium pertumbuhan yang tepat. laktosa. menggunakan teknik ini dan menghilangkan kemampuan perkembangan mikroorganisme selama 40 tahun. yang dapat digunakan untuk memelihara bakteri selama 6 bulan hingga 2 tahun. mannitol. dan keberhasilannya bergantung pada spesies dari mikroba. dan bakteriofag. Metode ini terbukti berhasil diaplikasikan pada beberapa jenis jamur.suhu 20-25 °C selama sekitar 10 hari. Freeze drying akan lebih baik dilakukan pada suhu -20 °C karena dapat membekukan suspensi mikroba dengan adanya zat cryoprotective seperti gliserol atau dimetyl sulfoksida (DMSO).  Ordinary Freezing Pemeliharaan mikroba dalam ruang pembeku atau dalam pendingin dengan temperature berkisar 0– -20 °C akan mendapatkan hasil yang bervariasi. yang menggunakan efek protektif mereka pada membrane sel. Spora atau sel kemudian disuspensi dalam berbagai jenis zat cryoprotectif seperti gliserol atau DMSO yang dapat membantu menghilangkan kerusakan akibat pembekuan. Setelah mikroorganime tumbuh. pembekuan ini tidak disarankan bagi pemeliharaan kultur karena proses pembekuan dapat merusak sel-sel mikroba. Umumnya. Ini adalah metode yang singkat. spesies bakteri. yang dapat dengan mudah melewati membrane sel dan melindungi intrasel dan ekstrasel. Lyophilisation bertujuan untuk mempertahankan mikroba agar tidak berubah dari bentuk aslinya. Batol-botol kecil kemudian dihubungkan dengan mesin pengering vakum dan dikeringkan sekitar 12 hingga 17 jam hingga menyisakan sekitar 1-2% kandungan air.  Freeze-Drying (Lyophilization) Ini adalah salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk pemeliharaan mikroorganisme dalam jangka waktu yang lama. Banyak fisiologis telah berhasil memelihara jamur. dan polyvinyl-pyrolidone. Pada kondisi ini.  Deep Freezing Ini adalah metode dengan jangka waktu yang pendek dalam memelihara mikroba yang dilakukan pada temperatur -70 °C dalam sebuah mesin pembeku. glukosa. Cryoprotectant terdiri dari dua macam: zat penetrasi seperti gliserol dan DMSO. Botol-botol ini kemudian disimpan dalam kondisi vakum pada suhu 2 hingga 8 °C. sorbitol. sel mikroba disuspensi dalam agen krioprotektif dalam botol kecil menggunakan teknik yang steril dan dibekukan pada suhu -60 hingga -70 °C dengan menggunakan campuran etil asetat dan es kering. Zat cryoprotectif adalah senyawa kimia yang memiliki sifat tertentu seperti non-toxic dan mampu menetrasi membrane sel dengan mudah. hal ini memungkinkan pelestarian mikroorganisme untuk beberapa saat. Dengan cara ini. Selama proses lyophilisation. Penanaman kultur mikroba dilakukan saat berada pada stabilitas maksimum. Dengan menurunkan suhu atau menghilangkan kandungan air. Keberhasilan lyophilisation bergantung pada keadaan sel mikroba yang digunakan pada kondisi optimum dari media yang dipilih. kultur kehilangan kemampuannya selama beberapa saat. dextran. dan zat non penetrasi seperti sukrosa. kultur tanah kemudian disimpan dalam sebuah pendingin (4-7 °C). Umur kultur dapat diperpanjang ketika kultur disimpan pada suhu -30 hingga -70 °C dalam mesin pembeku. Dalam lyophilization. kelangsungan hidup mikroba dibatasi dengan mengaturnya dalam keadaan dorman. 58 . yaitu pada akhir fasa logaritmik atau awal fasa stasioner. yang mencegah kerusakan sel selama proses pembekuan.

Keuntungan dari penyimpanan menggunakan nitrogen cair meliputi pencegahan peningkatan variasi genetik stok kultur. dan perlindungan kultur dari kontaminasi. Tabung-tabung kecil kemudian disimpan dalam pendingin nitrogen cair (tangki vakum yang besar dan dindingnya diisolasi) baik dengan perendaman dalam nitrogen cair (-195 °C) atau disimpan dalam fasa gas oleh nitrogen cair (-150 °C). Kebanyakan mikroba dapat kehilangan kemampuannya dalam kondisi ini selama 10 hingga 30 tahun atau bahkan dapat lebih lama pada bakteri. Koleksi Kultur (Culture Collection) 59 . Gambar: Liquid nitrogen vapor storage (biomedicalmarketing.Gambar: Laboratorium freeze–drying (Lyophilization) (Sumbali. penghematan waktu. pemilihan zat cryoprotectan seringkali bervariasi berdasarkan organisme yang dipelihara. Ini menjadikan mikroorganisme berada dalam bentuk dorman sehingga organisme tidak mengalami perubahan genetik. 2009)  Penyimpanan menggunakan cairan nitrogen Penyimpanan dalam cairan nitrogen adalah cara pemeliharaan mikroorganisme jangka panjang yang efektif. Suspensi sel disegel dalam botol-botol kecil dan dibekukan pada suhu -150 °C.com) F. Kerugian dari teknik ini adalah harga peralatan yang mahal dan nitrogen cair yang harus diisi ulang dalam interval waktu tertentu karena mengalami peristiwa evaporasi. tetapi gliserol dan DMSO dapat digunakan secara efektif dalam upaya pemeliharaan sejumlah besar mikroba. Pada metode ini. termasuk yang tidak dapat dilakukan dengan cara lyophilisation.

kapang. beserta metode penyimpanan miniatur. fisiologi. Mereka terbagi menjadi institusi-institusi dan cenderung dikhususkan pada bakteri. khamir. dan potensi perhatian yang akan datang. menyediakan sampelsampel kultur dari masing-masing organisme. sedangkan di Amerika terdapat pusat koleksi utama. kultur murni harus diisolasi dan dikarakteristikkan. atau alga. dan bentuk morfologi. koleksi-koleksi menyediakan kultur atau servis berdasarkan bagiannya tersendiri.Koleksi kultur mikroba memberikan sumber yang kaya akan mikroorganisme. yang menangani semua tipe mikroorganisme (Waites 2001). menerbitkan daftar katalog bagi organisasi industri dan akademis. Fungsi utama dari koleksi kultur adalah untuk memelihara koleksi-koleksi yang telah ada. kerugiannya adalah bahwa kompetitor memiliki akses ke mikroorganisme yang sama. Sebagai contoh di Inggris. yang berasal dari zaman dahulu. dari kepentingan lain di bidang industri atau medis. saat ini. Penggunaan mikroorganisme yang dipilih dari sebuah koleksi kultur dengan jelas memberikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan dengan isolasi lingkungan dan memiliki keuntungan bahwa beberapa karakteristik dari mikroorganisme telah terbentuk. National Culture Collection (UKNCC) membuat beberapa koleksi. Namun. American Type Cultur Collection (ATCC). kebanyakan dari mereka berukuran kecil. Koleksi-koleksi nasional lainnya. Kultur dihasilkan dari koleksi yang murni. Masalah-masalah dari pemeliharaan kultur telah diatasi dengan pengembangan dan penggunaan dari teknik cryopreservation dan freeze-drying (lyophilization).2001) : 60 . dan karakteristik biokimia dasar mereka telah diketahui. sedangkan isolasi yang berasal dari alam harus dimurnikan terlebih dahulu. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang menyediakan koleksi kultur untuk kebutuhan mikrobiologi bagi industry (Waites. untuk meneruskan mengumpulkan strain-strain baru dan memberikan biakan yang murni. bebas dari mikroorganisme yang tak diinginkan. Ada hampir 500 koleksi kultur di seluruh dunia.

61 .LAMPIRAN Contoh Produk Industry Fermentasi dan Mikroorganisme yang Memproduksinya (Waites. 2001).

62 .

dikeringanginkan dan diayak untuk memisahkan partikel tanah yang agak besar dan membuang sisa-sisa tanaman. dikatakan bahwa tanah harus steril. apakah mikroba tetap hidup? Jawaban : Saat dibekukan. Diambil tanah yang agak liat. waktu pembahasan penyimpanan media tanah. Pada teknik ini. (115061105111007) Pertanyaan : Pada teknik streak plate kenapa menggunakan kawat nikrom? Apakah ada kawat lain selain kawat nikrom? Apa karakteristik kawat yang bisa digunakan pada teknik ini? Jawaban : kawat yang digunakan pada teknik streak plate biasanya merupakan kawat nikrom yang merupakan campuran dari nikel dan kromium atau kawat platinum. pekerja kultur tidak akan mendapatkan kultur murni yang diharapkan.1 Produk fermentasi industry dan organisme yang memproduksinya. (115061101111015) Pertanyaan : Pada saat pembekuan. SISCA DWI A. larutan garam fisiologi (NaCl 0. Tanah steril itu seperti apa? Bagaimana kita tahu bahwa tanah tersebut steril atau tidak? Kalau memang ada cara tersendiri untuk mensterilkan tanah. Sumber : Waites. WINDA FAUZI ISTIQOMAH (115061101111003) Pertanyaan : Pada teknik pour plate. Cara sterilisasi tanah: 1. mikroba tidak mengalami perkembangan karena mikroba tersebut akan berada pada fasa dorman/beristirahat dan mikroba ini masih dalam keadaan hidup. ujung kawat berbentuk lingkaran (loop) atau yang berbentuk lurus disebut inoculating needle. steril yang dimaksud adalah meliputi kebersihan dari pakaian dan alat yang digunakan pekerja selain itu juga sebaiknya dihindari pengkulturan di tempat yang terbuka. bagaimana caranya? Jawaban : Tanah steril adalah tanah yang tidak mengandung kuman dan mikroorganisme pathogen. DEWI NUGRAHANI (115061100111001) Pertanyaan : Pada slide. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kontaminan – kontaminan pengganggu untuk mikroorganisme. atau larutan Linger. DEWI ARIESI R. Kawat dengan bahan ini dapat berpijar saat dipanaskan sehingga dapat dengan mudah disterilkan. AFIDA KHOFSOH ( 115061100111031) Pertanyaan : Apa saja syarat yang harus diperhatikan oleh pekerja pada saat mengulturkan mikroba? Jawaban : Pekerja yang akan mengkultur mikroorganisme haruslah steril . terdapat beberapa bentuk bagian ujung dari kawat yang digunakan. apa larutan yang digunakan untuk mengencerkan? Jawaban : Larutan yang digunakan pada saat pengenceran dapat berupa larutan fosfat buffer.Tabel 4. 2001 Lampiran II PERTANYAAN DAN JAWABAN 1. 63 .85%). karena apabila mikroorganisme terkontaminasi.

Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. suhu tinggi digunakan pada teknik pour plate. sterilitas tanah diuji dengan menumbuhkan contoh tanah pada medium agar. 5. Jika berasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. hal ini mudah dilakukan yaitu dengan mengontrol terlebih dahulu suhu lingkungan dimana akan dilakukan teknik ini. 4. botol dapat dicelupkan dengan tali. dan diteliti morfologinya) dan ditanam dimedium yang cocok agar bakteri dapat melakukan metabolisme dan perkembang biakan. Namun. jika ingin 64 . dari sinilah akan terbentuk koloni kultur murni. bagaimanakah alur prosesnya mulai dari pengambilan sampai penyimpanan. Bilamana diperlukan. (Desikator adalah suatu wadah yang terbuat dari bahan kaca yang kedap udara dan mengandung desikan yang berfungsi menghilangkan air dari kristal hasil pemurnian). teknik isolasi yang digunakan juga terdiri dari 3 macam misalnya kita memakai teknik pour plate dan penyimpanannya misalkan dengan metode freeze-drying. apakah membelah diri ? Jawaban : Pada saat setelah pengambilan bakteri dari medium tertentu. selanjutnya bakteri diisolasi. Jika suhu tidak melebihi 45oC maka masih dianggap aman untuk melakukan teknik ini. dan setelah itu diambil 1 bakteri ( yang telah dipilih. Mikroba yang akan dikultur menggunakan teknik ini merupakan mikroba yang dapat bertahan pada suhu tinggi. pembentukan tunas dll) Dhanang Edy P (115061101111007) Pertanyaan : Jika kita mengambil mikroba dari alam. Tanah yang sudah dikeringaninkan dan diayak dimasukkan ke dalam tabung atau botol dengan tutup berukuran 25 ml hingga 1 cm dari permukaan tutup. 3. lalu disimpan untuk digunakan seanjutnya. Ayu Indah Wibowo (115061101111011) Pertanyaan : Bagaimana bisa terjadi biakan murni. misalkan pengambilan bakteri dari air. kemudian diautoklaf pada suhu 121 ºC tiga kali berturut-turut selama 3 hari masingmasing selama satu jam. Selanjutnya.2. Jawaban : Dari uraian materi diatas. botol dioven kering pada suhu 105 ºC selama satu jam. Dari isolasi tersebut keadaan lingkungan (suhu) dan mediumnya disesuaikan dengan bakteri target. FRESHSYA ZATALINI (115061100111003) Pertanyaan : Bagaimana cara kontrol temperatur pada proses spread plate agar suhunya tidak tinggi sehingga tidak mematikan bakteri? Jawaban : Pada teknik spread plate tidak menggunakan suhu yang tinggi.karena bakteri mempunyai kemampuan berkembang biak ( seperti berkembang biak dengan membelah diri. bakteri dapat diambil dari lingkungan dengan beberapa pendekatan misalnya pendekatan shotgun. Untuk kontrol suhu agar tidak tinggi ( lebih dari 45 oC). Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang. Tabung atau botol yang berisi tanah diberi aquadest steril hingga kebasahan 50% kapasitas lapang. dan setelah dingin disimpan di dalam desikator hingga digunakan. 1.

2.

3.

4. 5. 6. 7.

mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar. jika air sampel mengandung padatan maka harus diencerkan dahulu menjadi suspensi dengan aquades steril, fungsi dari tahap ini adalah untuk memisahkan mikroba dari medium padatnya. Selanjutnya teknik penanaman sampel dari cairan diatas, metode yang digunakan missal pour plate. pertama – tama menyiapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC). Diteteskan 1 ml secara aseptis, suspensi sel kedalam cawan kosong dan setelah itu Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi (pada temperature kamar). Setelah 24-48 jam inkubasi, amati bentuk koloni bakteri yang tumbuh di permukaan dan di dalam agar, apakah koloni-koloni bakteri terpisah merata atau masih menyatu dengan bakteri lain membentuk spreader. Diperhatikan koloni yang tumbuh pada media baik yang dipermukaan, tengah atau dasar medium. lalu dicatat semua koloni berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan konsistensi koloni. Dari hasil pengamatan, maka dipilih bakteri yang di inginkan, setelah itu dipindahkan inokulan tersebut dan dijadikan biakan murni ke medium yang baru. Dilakukan penyimpanan misalkan dengan metode freeze-drying. 9. Teza Nur F (11506110211100) Pertanyaan : Mikroorganisme dapat disimpan menggunakan media nitrogen cair, adakah media lain yang bagus untuk media penyimpanan mikroorganisme, metode apa yang paling baik ? Jawaban : Dari hasil literature yang kami dapatkan, media pendingin selain nitrogen cair belum ada namun seperti yang telah dijelaskan masih banyak media lain yang dapat digunakan seperti media air steril dan media tanah steril (penggunaan media biasanya bergantung pada jenis mikroba yang akan disimpan dan jangka waktu penyimpanan yang diinginkan) . Untuk metode yang efektif menurut Ilyas adalah metode penyimpanan freeze- Drying karena dapat memelihara mikroorganisme dengan jangka waktu lebih lama daripada metode lainnya.

I.

Fermentor control dan Monitoring Kontrol fermentor dan monitoring berfungsi untuk mendeteksi ketika suatu proses fermentasi berlangsung tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga membuat proses itu berjalan sesuai dengan design fermentor yang digunakan. Kebanyakan sistem fermentasi dibuat mendekati dengan kondisi natural atau kondisi sebenarnya agar menghasilkan produk yang sesuai dengan prosesnya. Sistem fermentasi bergantung pada pengaruh berbagai sumber dari luar fermentor, sehingga diharapkan terjadi proses yang menyebar keseluruh media di fermentor secara natural. Untuk mempersempit variasi kualitas produk, proses operasi harus dimodifikasi untuk memperhitungkan pencegahan variasi kualitas produk yang akan dihasilkan dari fermentasi itu sendiri. Metode kontrol dan monitoring efektif untuk mendeteksi penyimpangan dan mengimbangi proses fermentasi, sehingga sangat penting untuk mengatur efisiensi proses dalam fermentor. Dan, memaksimalkan performa ekonomik atau biaya yang dibutuhkan yang biasanya hanya bisa dikendalikan dengan mengimprofisasi kontrol fermentor.

65

( Gary montauge,1997) Sistem fermentasi harus dikontrol secara efisien untuk mengoptimalkan produktivitas dan produk hasil, dan memastikan reproduktifitasnya. Sebagian besar parameter kimia dan fisika yang terlibat tergantung pada bioreaktor, model operasi, dan mikroorganisme yang digunakan. Parameter tersebut terutama aerasi, pencampuran, temperatur, pH, dan kontrol busa. Kontrol dan pemeliharaan pada tingkat optimum di dalam reaktor dioperasikandengna sensor elektroda, sistem kontrol yang cocok dan data logging. 1. Temperatur Temperatur fermenter harus dikontrol dengan baik, dengan ketelitian lebih kurang 0,10C. Pada industri skala besar, pendingin untuk menjaga suhu biasanya dibuat dari jaket air atau kumparan pipa sehingga pemanasan akan jarang dilakukan. Jika fermentor didesign untuk produktivitas yang rendah atau biomassa dengan konsentrasi rendah tetapi fermentor tersebut digunakan untuk produktivitas tinggi atau fermentasi biomassa dengan konsentrasi tinggi, sehingga akan terjadi penambahan panas dalam proses dan akan dibutuhkan penambahan air untuk mengatur suhu dalam fermentor. Pada fermenter berskala kecil, kemampuan pendingin dan pemanas dibutuhkan tetapi temperatur kontrol juga harus diperhatikan. 2. Aliran gas laju aliran gas biasanya diatur dengan menggunakan katup, karena aliran tergantung tekanan, baik kompensasi feedforward dari posisi katup untuk perubahan tekanan yang dikendalikan atau keduanya, tekanan dan aliran gas yang dikendalikan. 3. Liquid flow Regulasi aliran bisa didapat pada skala kecil dengan menggunakan pompa meter. Sedangkan peristaltic pompa sering digunakan pada skala laboratorium. Pendekatan lain yang digunakan adalah dosing pot, katup bertekanan rendah diatas fermentor dengan katup isolasi. Dengan mengetahui tekanan katup tersebut maka volume penembakan dapat ditentukan.

66

( Gary montauge,1997) 4. pH pH biasa dinyatakan dengan kaca elektroda, dimana biasanya elektroda terbuat dari perak atau perak klorida atau mercury/mercurious chloride dengan potassium chloride sebagai elektrolit. Elektroda mampu bertahan pada kondisi sterilisasi ( 1210C) tetapi pengulangan sterilisasi membuat penurunan performa sepanjang waktu. Pengontrolan pH dapat diraih dengan penambahan asam atau alkali pada fermentor. Pada fermentasi skala kecil, kebanyakan liquid ditambahkan menggunakan pompa peristaltic. Pada skala besar, penambahan gas ammonia lebih dipilih daripada ammonia hydroxide untuk masuk menuju aliran udara pada fermentor. Pada kultur sel hewan, penambahan karbon dioksida pada media digunakan untuk meregulasi pH selama periode pertumbuhan. 5. Pressure Tekanan perlu dikontrol untuk proses sterilisasi dan memenuhi kebutuhan keamanan. Tekanan dapat dikontrol dengan menggunakan katup regulasi. Itu adalah standart alat yang secara hukum harus diinstal pada fermentor untuk melepas tekanan diatas batas tekanan yang sudah ditentukan
67

Foam Masalah saat membentukan busa dapat diatasi dengan pemberian antibusa tetapi antibusa ini dapat mengakibatkan racun bagi mikroorganisme dan mengurangi laju aliran. Potensial redoks Redoks ialah ukuran untuk oksidasi atau reduksi pada system biologi. d. 68 . Pengukuran redoks ini digunakan pada fermentasi anaerob dan fermentasi sel hewan dimana terdapat perubahan jumlah sel atau perubahan kondisi fisiologis. Sedangkan proses fermentasi skala besar menggunakan analisa elektroda polarografi . atau iridium dan hasil yang didapat dari elektroda diindikasikan pada analisa pH yaitu perak atau perak klorida. c. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. katoda perak dan potassium hydroxide. emas. Analisa galvani digunakan untuk fermentor skala kecil karena peralatannya yang padat dan arena disebabkan oleh biaya yang rendah. Biaya untuk analisa ini lima kali lebih mahal daripada galvani tetapi biaya untuk pemeliharaan cenderung lebih rendah. 7. Alat ini menggunakan anoda perak dengan polarisasi negatif terhadap katoda platinum atau emas dengan menggunakan kalium klorida cair sebagai elektrolit. 8. Keduanya mengukur parsial DO dan membandingkannya dengan kejenuhan udara. Sehingga dapat digunakan pemecah busa .Metode elektrik pada pengukuran tekanan didasarkan pada penggunaan pembentukan kembali tranducer piezoelectric. yaitu galvani dan polarografi. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. Dissolved Oxygen Tipe penganalisa DO pada bioreactor ada dua. yang mengukur tekanan dengan mendeteksi perubahan elektrik Kristal asimetri 6. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan elektroda platinum. Analisa galvani menggunakan anoda timbal dan seng. Control untuk DO pada skala kecil biasanya menggunakan empat cara: Merubah kecepatan pengaduk Variasi pada aliran udara Modifikasi komposisi pada gas yang masuk Variasi pada tekanan yang berlebihan a. Metode ini biasanya digunakan pada kultur sel hewan karena disana terdapat spesifikasi komposisi gas yang dimasukkan. 9. Dissolved Carbon Dioxide Dissolved carbon dioxide bisa diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Pengontrolan DO dengan mengganti komposisi gas yang dimasukkan akan lebih mahal karena membutuhakan gas yang telah dipurifikasi. b. Respon yang didapat dari analisa polarografi lebih cepat.

Ketika terdapat kondisi yang tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan maka akan muncul tanda peringatan dan sistem pengkoreksi akan teraktifikasi sehingga memberikan kontrol yang lebih intens pada sistem fermentasi. yaitu modifikasi media. Pengontrolan pH adalah faktor. spesifik protein. Data atau informasi yang didapat dari kontrol sistem dapat digunakan untuk membuat model proses dan dapat digunakan untuk pengembangan sistem fermentasi. Kontrol sistem fermentasi secara keseluruhan dapat dilakukan secara manual atau otomatis. tetapi kapasitas fosfat untuk mengontrol pH dapat berlebihan sehingga dibutuhkan penambahan asam atau alkali. Ada tiga cara untuk mencegah pembentukan busa. Media fermentasi banyak mengandung garam buffer. Waites. biasanya fosfat. karena produk fermentasi bisa berubah disebabkan adanya perubahan pH dalam media fermentasi. Produksi busa pada bioreaktor adalah masalah utama. Banyak proses fermentasi memproduksi asam dan pengaturan pH dapat berlangsung dengan menggunakan amonium oksida. Pembentuka busabusa tersebut disebabkan oleh hadirnya protein yang dapat membentuk busa. terutama pada fermentasi aerasi. 69 . atau penambahan agen antibusa. lemak. busa ini bisa memicu kontaminan dan pemblokiran filter udara. Meskipun begitu. Pemantauan suhu melalui termometer resistensi dan termistor yang terhubung dengan pemanas otomatis ataupun dengan sistem pendingin. Jika tidak dikontrol. Sensor ini digunakan untuk mengukur dan mencatat kondisi pada bioreaktor. sistem kontrol kondisi fermentasi membutuhkan kalibrasi secara teratur saat pemasangan pertama kali dan di cek secara berkala.2001) Sampel dapat diambil secara acak untuk berbagai analisis seperti perhitungan sel dan penentuan DNA. RNA. alat pemecah busa. Tingkat O2 dan CO2 terlarut ditentukan dengan elektroda O2 dan CO2.(Michael J. karbohidrat dan substrat atau hasil metabolisme yang lain. pH dalam fermentor dapat terjaga dengan cara penambahan asam atau basa secara otomatis jika pH yang ditangkap oleh sensor tidak sesuai. yang juga dapat berperan sebagai sumber nitrogen. Prinsip dasar pengontrolan sistem melibatkan sistem sensor yang terhubung dengan sistem kontrol dan feedback loop.

Fermentor disiapkan. Pada fermentasi batch. Operasi fed-batch dapat memperpanjang fase pembentukan produk dan dapat mengatasi masalah yang terkait dengan penggunaan substrat yang banyak. Keuntungan dari sistem batch adalah bahwa pengeluaran modal lebih rendah dan jika terjadi kontaminasi maka relatif cukup mudah untuk dihentikan dan dapat memulai proses fermentasi lagi. sesekali. Yaitu sistem tertutup yang tidak ada inokulasi (penyuntikan) ataupun tambahan asam atau basa untuk kontrol pH pemakaian udara untuk fermentasi aerob.II. atau sesering mungkin sebagai satu suplementasi ketika kultur mendekati akhir fase pertumbuhan. pengisian dan pendinginan setelah sterilisasi. Penambahan nutrisi ekstra dapat dilakukan terus menerus. fed-batch. atau kontinu. 70 . serta metabolisme yang berlangsung secara cepat. dan diinokulasi sehingga organisme tumbuh berdasarkan profil yang khas. disterilkan. serta proses pengolahan air buangan. Hanya sebagian kecil dari siklus fermentasi batch yang dapat dikatakan produktif. Kelemahan lain sistem batch yaitu keragaman produk. Fed-batch dengan menggunakan sel daur ulang ( biomassa) juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti fermentasi beberapa etanol. Mode Operasi Industri fermentasi berlangsung secara batch. Selain itu. dan lain-lain. atau asam organil. Proses fermentasi yang lain yaitu fed-batch yang banyak digunakan dalam memproduksi ragi roti dan penicilin. Contoh proses ini yaitu meliputi produksi minuman berakhohol. sterilisasi. banyak dari pembuatan asam amino. perlu ditambahkan nutrisi ekstra selama proses fermentasi untuk menambah volume fermentasi. Bagaimanapun. fermentor harus dibersihkan sebelum proses fermentasi dimulai lagi. fase non produktif ini disebut sebagai “down-time”. Untuk model operasi ini. Model fermentasi ini juga berguna saat substrat mengalami masalah viskositas atau racun ketika konsentrasi terlalu tinggi. ditambah meningkatnya fase non produktif downtime yang melibatkan proses pembersihan. dimana sel-sel pertama tumbuh melampaui fase pertumbuhan yang cepat sebelum akumulasi metabolit. Proses yang banyak digunakan adalah proses batch. Ketika produk sudah dihasilkan dan dipanen. fermentasi batch secara teoritis kurang efektif untuk produksi biomassa dan produk metabolit primer. Sistem fermentasi batch telah telah sukses digunakan untuk menghasilkan banyak produk fermentasi tradisional dan untuk memproduksi metabolit sekunder seperti antibiotik. Peningkatan frekuensi sterilisasi juga dapat menyebabkan stres yang lebih besar pada instrumen pengontrol. Karena terdapat lag period yang cukup besar dan pada tahap selanjutnya dari fase eksponensial dengan banyaknya jumlah produk yang dihasilkan. enzim. semua kondisi sudah ditentukan dan dipastikan pada awal dan akhir proses.

1996) Kultur kontinu adalah sistem terbuka dimana medium akan ditambahkan secara kontinu dan kultur secara serempak dipindahkan pada tingkat yang sama. dan umumnya dibutuhkan lebih banyak personil untuk mengoperasikan sistem batch. masalah ini dapat diatasi dengan GMP dan praktek mikrobiologi yang benar. Akibatnya.1997) 71 . sterilitas harus dipertahankan dan media harus disuplai secara terus menerus dengan komposisi konstan. sel-sel tumbuh secara eksponensial (membelah) untuk waktu lama yang ditentukan dalam laju pertumbuhan spesifik. sistem tersebut lebih produktif daripada sistem batch. Meskipun begitu. Fermentasi kontinu sangat cocok untuk produksi biomassa dan pertumbuhan yang berkaitan dengan metabolit primer. Masalah yang terkait dengan proses fermentasi kontinu selain masalah pengeluaran air buangan. termasuk fakta bahwa sepanjang pengoperasian 20-50 hari atau lebih. Selain itu sistem ini memiliki sifat untuk mencapai stady state dimana konsentrasi nutrisi dan jumlah sel sudah tidak bervariasi terhadap waktu. (Vogel. Dalam sistem kontinu. sehingga sistem bekerja pada volume yang sama.biaya yang dibutuhkan lebih besar untuk mempersiapkan dan memelihara stok kultur. kondisi operasi menyebabkan membentuk mutan yang lebih banyak pada hasil dengan kualitas yang lebih rendah daripada hasil asli. ( Gary montauge. Namun. Sistem kontinu mengurangi down-time dan mengurangi biaya operasi yang lebih rendah. Namun sistem ini membutuhkan modal yang cukup tinggi.

Teknik pensterilan udara yang paling efektif adalah dengan menggunakan filter membrane berserat (Dutta. 2008).III. tujuannya adalah untuk memberikan kondisi sterilisasi yang memberikan probabilitas kontaminasi dari 0. STERILIZATION Kebanyakan industri fermentasi menggunakan kultur murni dimana pertumbuhan terjadi pada strain yang terpilih. beberapa industry fermentasi tidak aseptis. Namun. 2001). Penghancuran sel terjadi pada saat pemanasan (T=121 oC) dan pendinginan. sebelum proses fermentasi dilakukan. yang disiapkan di dalam pemasak medium batch atau continous yang dapat mengoperasikan beberapa fermentasi. dibutuhkan sterilisasi secara ketat. Maka dari itu factor Del nya dapat dinyatakan sebagai berikut: 72 .0 vvm (air volume per liquid volume per minute). Jika kontaminan adalah bakteriofag. fermenter diisi dengan media yang sudah terformulasi. Untuk skala industry fermentasi. Oleh karena itu. yang melibatkan peningkatan suhu atau waktu sterilisasi . mereka harus benar-benar disterilkan. semakin besar waktu sterilisasi diperlukan.5 – 1. factor Del (▽=ln No/Nt)dapat dihitung (selengkapnya ligat chapter 2). Umumnya. Sebagai kemungkinan lain. produksi organisme harus bersaing dengan kontaminan untuk nutrisi yang terbatas.1% (1 dalam 10000). kondisi aseptik harus dipertahankan (Waites. Faktor del sendiri adalah jumlah organisme pada awal sterilisasi dan Nt adalah jumlah yang tersisa setelah waktu t. Laju aerasi untuk tipikal fermentasi aerob adalah 0. Gambar : filter membrane berserat 3. dengan kata lain. Kontaminan dapat memproduksi produk yang berbahaya bagi organisme. Jika tidak. tidak hanya media saja yang harus steril namun udara yang digunakan juga.1. dapat melisiskan kultur. Wadah atau vessel – nya lalu dimasuki media steril. Jjika terdapat mikroorganisme asing pada media atau pada peralatan. Istilah ini banyak digunakan dalam industri fermentasi.2. kontaminan yang dapat berkembang dengan cepat dapat tumbuh dan dapat menghilangkan nutrisi. Selain itu. Kontaminasi mikroorganisme juga dapat memetabolisme produk target. Ini membutuhkan jumlah udara yang sangat besar. semakin besar faktor del. maka. media dan seluruh alat yang akan digunakan harus bebas dari kontaminasi. faktor del adalah ukuran pengurangan pecahan dalam jumlah organisme yang layak diproduksi oleh panas tertentu dan rezim waktu. 3.MEDIA AND VESSEL STERILIZATION Untuk skala industry fermentasi aseptis fermenter dapat di sterilkan pada saat kosong. Oleh karena itu. Konsekuensinya. jika jumlah sel mikroba diketahui (No). tetapi kontaminasi mikroba tetap terjadi dalam jumlah yang dapat ditoleransi dengan cara pasteurization. lalu kedua medium tersebut dapat di sterilkan bersamaan. atau pemanasan untuk membunuh mikroba spesifik tanpa memberikan efek yang berarti. memproduksi senyawa beracun atau produk sekresi yang dapat memblokir filter dan mengganggu pengolahan hilir atau downstream process. seperti yang terjadi pada fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat.penyuplaian udara dibutuhkan secara kontinu. Oleh karena itu.AIR STERILIZATION Pada fermentasi aerob.

Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. Dapat beroperasi pada suhu tinggi (T = 140oC). 1. sterilisasi uap melibatkan pemberian uap dibawah tekanan kedalam selimut bejan atau kumparan internal. Memberikan kondisi yang mudah dalam menghasilkan produk.3. Uap yang dibutuhkan untuk memulihkan panas dari media steril jauh lebih sedikit. Lebih mudah dalam pengotomatisasi proses. Heating section : Metode pemanasan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu (1) injeksi uap secara langsung. holding.dan cooling. Bahan yang bersifat sensitive terhadap panas tadi sebelumnya disterilisasi dengan cara filter sterilization yang menggunakan filter membrane dimana pori – pori nya berukuran 0. Uap juga dapat diinjeksikan secara langsung ke dalam ruang di atas media fermentasi. Namun. 140oC dengan lama waktu pemanasan hanya 50 detik. 5. Ini dapat membantu sterilisasi.▽total = ▽heating + ▽holding + ▽cooling Pada prakteknya. suhu dapat diasumsikan konstan. e. Proses sterilisasi kontinu terdiri dari tiga bagian utama: heating. konstituen media tertentu yang bersifat rapuh akan dirusak oleh panas yang berlebihan. 73 . 2001) 3. tetapi dapat mengakibatkan perubahan volume media. 4. 2. Beberapa juga dapat disterilisasi dengan panas namun untuk meminimalisir kerusaka digunakan suhu tinggi untuk waktu yang sangat singkat. sehingga waktu sterilisasi dapat dipersingkat. Kelebihan sterilisasi uap adalah proses yang murah dan efektif dibandingkan sterilisasi panas kering.g.CONTINUOUS STERILIZATION Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan cara kontinu. Akibatnya. Ini biasanya merupakan operasi continuous di mana waktu holding dikendalikan oleh laju aliran melalui sterilisasi dan material tersebut kemudian dengan cepat didinginkan dalam heat exchanger.2 m yang akan secara efektif menyaring kontaminan microorganism. memerlukan sedikit tenaga kerja. Sterilisasi kontinu memiliki beberapa kelebihan yaitu : Menyederhanakan strategi perencanaan produksi atau production planning. (2) pemanasan secara tidak langsung di heat exchanger.g. vitamin dan media kultur sel hewan. sehingga memungkinkan maximum utilisasi pabrik dan meminimalisir penundaan atau keterlambatan produksi. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. Holding section atau ▽holding merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. (Waites. e. memerlukan sedikit air pendingin. dengan demikian. glukosa. Metode injeksi uap secara langsunglebih efektif daripada pemanasan secara tidak langsung karena tidak ada penghalang antara media dan sumber panas. 3.

leguminosa. (Dutta. Fermentasi substrat-padat melibatkan penumbuhan mikroorganisme pada padatan. yang dikenal sebagai flash cooling. Teknik lain adalah dengan menyuntikkan media panas melalui katup ekspansi keruang hampa. kondisi yang diinginkan sulit dicapai. asam organic dan etanol di produksi.4. Kedua teknik pendinginan ini membutuhkan waktu yang sangat singkat. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. Penggunaan fermentasi substrat-padat sering terhambat dengan kurangnya control daripada kondisi didalam bioreactor. biasanya organic. Substrat yang sering digunakan seperti butiran gandum. 2008) IV. suhu dapat diasumsikan konstan. dsb. 2008) 3. Adapun kekurangan dan kelebihan fermentasi substrat-padat yang dapat dilihat pada tabel dibahawah ini: 74 . Fermentasi substrat-padat tidak memiliki mekanisme kontrol canggih yang biasanya berhubungan dengan fermentasi submerge. Cooling : Untuk bagian pendingin. sehingga dapat diabaikan (Dutta. FERMENTASI SUBSTRAT-PADAT Fermentasi substrat-padat telah digunakan untuk memproduksi berbagai macam makanan fermentasi terutama di Asia selama beribu tahun lamanya. dan cooling. pengurangan kapasitan panas dengan menggunakan quench cooler secara efektif. Pada proses fermentasi substrat-padat biasanya enzim. Sirkulasi sterilisasi terdiri dari heating. kulit padi. material dengan kadar air yang sangat kecil atau tampa air sana sekali. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. holding. namun metode ini jarang digunakan di Eropa dan Amerika Utara.Holding section : merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. khususnya mempertahankan suhu dan kelembaban optimal.BATCH STERILIZATION Media sterilisasi di dalam fermenter dapat dilakukan secara batch dengan penyebaran uap menggunakan pemanas elektrik atau sirkulasi tekanan konstan kondensasi uap melalui koil pemanas.

Transfer oksigen di dalam ruang kosong ini berhubungan dengan level kelembaban. seperti yang dijelaskan sebelumnya.ENVIRONMENTAL PARAMETERS THAT INFLUENCE SOLID-SUBSTRATE FERMENTATIONS WATER ACTIVITY. Dual kultur.2001) 4. dapat mengganggu transfer oksigen. protein & polysakarida.g. Proses fermentasi subtrat-padat merupakan multistep process yang melibatkan: Pretreatment substrat. Jika level kelembaban terlalu rendah. Aw Air yang hilang pada proses fermentasi pada umumnya melalui evaporasi dan aktivitas metabolisme. 3. jika air di dalam ruang kosong berlebih. Namun.1. Alhasil. dan Pemisahan dan pemurnian produk akhir. serta penurunan pertukaran gas.1. Hidrolysis polimer substrat. proses ini tidak membutuhkan agitasi dan aerasi. Bagaimanapun juga. Beberapa proses anaerob. ketika oksigen terlarut dalam film air di sekitar partikel substrat. Akan tetapi. Laju transfer oksigen terpengaruh dengan ukuran partikel substrat yang juga menyatakan ruang kosong. namun adanya kebutuhan oksigen tergantung pada jenis mikroorganisme yang dipakai dan jenis proses. Penggunaan atau pemanfaatan produk daripada hydrolysis. Laju aerasi yang disediakan berhubungan dengan penghilangan panas.7. Aw = 0. (Waites. jika level kelembaban terlalu tinggi akan terjadi penurunan porositas substrat. adalah jenis yang dapat menoleransi water activity yang rendah. (Waites. laju degradasi substrat menurun dan resiko kontaminasi mikroba menaik. 2.Bioreactor yang digunakan pada fermentasi substrat-padat Kebanyakan fermentasi substrat-padat merupakan proses batch. Beberapa proses tidak membutuhkan bioreactor.g. Sporulasi biasanya tercapai pada fermentasi substrat-padat. 2. Suhu sebagian besar dikontrol menggunakan aerasi dan/atau agitasi pada substrat. CO2 dan senyawa volatile yang dapat mengganggu. SUHU Panas yang dihasilkan dapat menjadi masalah serta merupakan pengaruh besar pada kelembaban relatif dalam fermentasi. e. AERASI Kebanyakan fermentasi substrat-padat bersifat aerob. Bioreactor yang dipakai seperti yang terdapat pada gamabr dibawah ini: 75 . 3. yang biasanya membutukan proses kimiawi ataupun biologis. substrat menjadi sulit untuk diterima sehingga terjadi penurunan pertumbuhan mikroba. e. Monokultur. mereka cukup melibatkan penyebaran substrat ke dasar. e. Mikroorganisme yang terdapat pada fermentasi substrat-padat. straw bioconversion yang menggunakan Chaetomium cellulilytic dan Candida tropicalis. Metode ini berhasil digunakan dalam memproduksi spora Coniothyrium minitans untuk bio kontrol terhadap jenis bakteri tanaman jamur.2. seperti yang ada pada produksi jamur. Ini biasanya diganti dengan pelembaban atau penambahan air secara berkala. Mikroorganisme – mikroorganisme ini dapt berbentuk : 1. Sclerotinia sclerotiorum.2001) 4. seperti yang digunakan dalam composting (pembuatan pupuk kompos).g. kebanyakan fermentasi aerob membutuhkan aerasi dan agitasi. penurunkan laju difusi oksigen. Agaricus bisporus. seperti proses produksi silage. 4. Kultur campuran.

etc. Namun dalam scale up terdapat kerugian – kerugian seperti menurunnya hasil produksi. fed-batch. (Waites. d. Kerugian utama dari pada unit ini adalah hanya dapat diisi 30% dari kapasitas total.3. jika tidak pengadukan akan tidak efisien. penelitian terhadap kinerja mikroorganisme dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti: pH optimum strategi pemberian nutrisi ( batch. b. Bioreactor ini digunakan untuk memproduksi asam organic. continuous. dimana substrat padat dikemas dengan selimut yang berfungsi sebagai control suhu. System ini berguna untuk memproduksi pakan ternak.2001) 4.Rotating drum fermenter Terdiri dari bejana silinder yang berkapasitas 100 L dan terdapat roller yang berfungsi untuk menegakkan dan memutar bejana. packed bed. hollow fibre. hal ini disebabkan oleh kondisi dalam fermenter skala besar tidak identik dengan yang di praktekkan dalam laboraturium. Factor utama yang mempengaruhi hasil atau yield pada saat proses scale up : 1. 76 . airlift. serta kualitas dan kuantitas inokulum yang digunakan untuk memulai fermentasi. lalu dimasukkan ke dalam chamber yang di alirkan udara lembab. Substrat di tambahkan dengan ketinggian beberapa cm pada setiap tray. terdiri dari alas substrat yang kedalamannya mencapai 1 m. dimana udara lembab di alirkan secara kontinu. Tray fermenter Bioreactor jenis ini sering digunakan untuk produksi makanan fermentasi dan enzim. Fermenter ini digunakan pada produksi enzim dan biomassa mikroba.) formulasi media system fermentasi (stirred tank. System ini membutuhkan sejumlah tray dan runag inkubasi yang luas dengan kapasitas volume mencapai 150 m3 . Jika mikroorganisme dikatakan cocok maka akan dilakukan scale up. Column bioreactor Terdiri dari kolom yang terbuat dari kaca atau plastic. solid state. etanol dan biomassa. a. Bed system Seperti yang digunakan dalam produksi sake.Fermentation process development Setelah mikroorganisme telah dipilih sebagai produser organism untuk proses tertentu . etc.) suhu optimum oksigen terlarut produksi busa - Penelitian dilakukan menggunakan fermenter skala laboratrium yaitu 1-10L fermenter. Fluidized bed reactor Bioreactor jenis ini menyediakan agitasi secara kontinu dengan udara yang dipakasa masuk untuk mencegah adhesi dan agregasi partikel substrat. c. Prosedur propagasi inokulum yang diadopsi.

metabolit primer bekerja pada fase eksponensial yang membutuhkan penambahan terus 9. Apakah limbah tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan? 77 . Ketika busa ditekan pembentukannya. Keuntungan fermentasi substrat-padat Prtanyaan: 1. gaya geser dan laju penghapusan karbon dioksida. sedangkan pada kontinu penghentian akan berdampak kerugian yang besar 8. Vivi anita aprilia (115061107111005) a. Pada keadaan bagaimana uap langsung dipakai 6. Control proses dan monitoring pada fermentasi anaerob 5. dan oksigen. gradien suhu. sumber nutrisi yang lebih murah sering digunakan untuk operasi skala besar karena kendala biaya. ph. Pada proses fermentasi pasti akan menghasilkan limbah.2. Foam terbentuk karena ada gas-gas yang menarik protein keatas 7. Bagaimana anti busa dapat mengurangi laju aliran dalam fermentor? Apa perbedaan antara penambahan antibusa dan tidak adanya penambahan antibusa pada kondisi fisik cairan dalam fermentor?  Fungsi antibusa adalah untuk memecah busa sedangkan busa dihasilkan karena laju aliran yang ada dalam fermentor. 3. Pemilihan media. maka akan semakin banyak protein yang dihasilkan dan busa yang terbentuk juga semakin banyak. Terjemahan 2. (Waites. Semakin besar laju aliran. yang tidak dilakukan dalam skala kecil. mudah dihentikan. Saat pH naik atau turun. Substrat yang seperti apa?  Substrat yang dimasukkan dalam fermentor adalah substrat yang dibutuhkan dalam proses fermentasi. maka laju aliran dalam fermentor akan otomatis menjadi berkurang. Protokol sterilisasi skala industri dapat menyebabkan degradasi yang lebih besar dari senyawa yang tidak stabil. Batch tidak untuk pembuatan metabolit primer. yang mempengaruhi kualitas akhir dari medium. Konsentrasi asam atau basa ditentukan tergantung pada proses fermentasi 4. Bagaimana cara kerja katup dalam proses fermentasi dalam mengatur tekanan dalam fermentor?  Katup yang dipasang dalam fermentor memiliki sensor yang dapat mendeteksi tekanan dalam fermentor. Pada mode operasi batch.2001) Komentar: 1. Febrika Larasati (115061101111001) a. 5. Fermentor yang besar sering dikenakan perkembangan gizi. Untuk klasifikasi substrat yang dimasukkan bergantung pada macam fermentasi dan macam produk yang akan dihasilkan b.. b. maka asam atau basa dimasukkan. 4. ketika katup mendeteksi tekanan dalam fermentor mengalami penyimpangan maka katu akan memberikan sinyal kepada controller untuk mengoreksi fermentor 2. Scale up juga dapat merubah generasi busa. Pada fed batch substrat digunakan untuk controller. Fermentasi harus digunakan pada fermentasi awal 3. Batch akan mudah mencapai fase datar( stasioner) 10.

 5. sebuah molekul bisa bergerak ke 78 .  6. Misalkan metode fermentasi kontinu digunakan untuk memproduksi vinegar atau cuka. Untuk limbah-limbah ini biasanya digunakan untuk bahan baku proses lainnya. yaitu kerja kimia. reaksi termal. Kerja kimia termasuk sintesis molekul biologi kompleks yang diperlukan oleh sel. misalnya antara bahan baku gas dengan katalis padat menggunakan model PFR. Sharfina W. Sel hidup memiliki tiga tipe kerja utama. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. kerja transport. Sedangkan pada metode Polarografi menggunakan anoda perak dengan polarisasi negative terhadap katoda platinum/emas dengan menggunakan kalium klorida sebagai elektrolit. Biasanya reaktor ini dipakai untuk mempelajari berbagai proses kimia yang penting seperti perubahan kimia senyawa. atau reaksi antara cair dan gas dengan katalis cair. Sitanggang (1150611001110015) Apa perbedaan CSTR & PFR? CSTR adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tanki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. Dobita Amanda Feliciana (1150611001110021) Apa yang membedakan metode Galvani dan Polarografi pada kontrol proses? Pada proses Galvanisasi elektroda yang digunakan adalah anoda timbal atau seng dan katoda perak. 3. limbah lainnya yaitu zat-zat yang merupakan hasil samping dalam fermentasi. G. Intan Nuroniyah (115061101111001) Bagaimana cara menganalisa karbon dioksida terlarut? Diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. energi dibutuhkan untuk menambah kompleksitas molekular dari sel. Queen G. Molekul dan ion ditransportasi melewati sel membran melawan gradien elektro-kimia. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. dan lain-lain. dan kerja mekanik. Afida khofsoh (1150611011110031) Kapan metode fermentasi tertentu dapat digunakan? Tergantung hasil produk apa yang diinginkan. ENERGI DAN ENZIM Energi dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja atau untuk melakukan suatu pergerakan. (1150611005111003) Professor Chandra pernah menyebutka tentang Reaktor Plug Flow? Adalah suatu alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi produk dengan cara mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara berkelanjutan (continuous). Model ini biasanya digunakan pada reaksi homogen di mana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair. Limbah fermentasi biasanya tidak mencemari lingkungan Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Apa yang mendasari kondisi aliran pada proses? Jenis mikroorganisme yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan dari proses fermentasi itu sendiri. Sebagai contoh.  Pada proses fermentasi.  7. • 8. PFR mirip saringan air dari pasir. biasanya limbah yang dihasilkan yaitu gas keluaran mikroorganisme yaitu gas CO2.  4. Semua proses fisika dan kimia merupakan hasil aplikasi atau perpindahan dari energi. Ketiganya penting untuk proses hidup. Katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari sela-sela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada saringan. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. PFR Untuk reaksi heterogen. Asumsi yang digunakan adalah tidak ada perbedaan konsentrasi tiap komponen yang terlibat di sepanjang arah jari-jari pipa.

dalam sel meskipun konsentrasi di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi di luar sel. Sama dengan larutan yang dapat keluar dari sel dengan melawan gradien konsentrasi. Proses ini disebut kerja transport dan membutuhkan energi agar dapat mengambil nutrisi, membuang kotoran, dan menjaga keseimbangan ion. Tipe ketiga adalah kerja mekanik. Energi dibutuhkan untuk mengubah lokasi fisik dari organisme, sel, dan struktur di dalam sel. Sumber energi pokok dari semua energi biologi adalah sinar matahari. Energi tersebut ditangkap oleh phototrops (organisme) selama fotosintesis, dimana ia diserap oleh klorofil dan pigmen lainnya, dan dikonversi menjadi energi kimia. Kemolithoautotrophs memeperoleh energi melalaui oksidasi komponen inorganik daripada melalui sinar matahari. Energi kimia dari fotosintesis dan kemolithotrofi dapat digunakan oleh fotolithoautotrophs dan chemolithoautotrophs untuk mengubah CO2 menjadi molekul biologi seperti glukosa. Molekul kompleks yang dihasilkan oleh organisme autotrophic (tanaman maupun produsen mikroba) bertindak sebagai sumber karbon untuk kemoheterotrophs dan konsumen lain yang menggunakan molekul organik kompleks sebagai sumber material dan energi untuk membangun struktur selulernya (autotrophs menggunakan molekul organik kompleks). Kemoheterotrophs selalu menggunakan O2 sebagai akseptor elektron ketika oksidasi glukosa dan molekul organik lain menjadi CO2. Proses ini, ketika O2 berperan sebagai akseptor elektron final dan O2 direduksi menjadi H2O, disebut respirasi aerobik. Banyak energi yang dihasilkan dalam proses ini. Jadi pada ekosistem, energi ditangkap oleh photoautotrophs dan kemolithoautotrophs; beberapa energi ini kemudian mengalir ke kemoheterotrophs ketika mereka memakai nutrisi yang didapat dari autotrophs. Produksi CO2 selama respirasi aerobik dapat digabungkan kembali ke dalam molekul organik kompleks selama fotosintesis dankemolithoautotrophy. Pada ekosistem, aliran karbon dan energi sangat berhubungan. Tabel mikroorganisme dan sumber energinya:

Sel-sel harus dengan efisien mentransfer energy dari produksi energy. Sel-sel harus memiliki bentuk yang sederhana dari energy, agar. Dalam kehidupan, kebanyakan organisme memiliki energi yang berupa adenosine 5‟ tripospat (ATP). Ketika ATP memecah diri menjadi adenosin dipospat (ADP)dan orthopospat (Pi), energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk melakukan kerja. Kemudian, energi dari fotositesis,
79

respirasi aerobik, respirasi anaerobik, dan fermentasi digunakan untuk menyintesis ulang ATP dari ADP dan Pi. Siklus energi ini terjadi di dalam sel. Siklus energy dibuat dalam sel. Enzim adalah protein katalis yang memiliki spesivitas untuk reaksi. Katalis adalah substan yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut dalam proses reaksi tersebut. Enzim mempercepat reaksi seluler. Molekul yang bereaksi disebut substrat, substan yang terbentuk disebut produk. Banyak enzim yang merupakan protein murni, contohnya apoenzim, dan juga komponen nonprotein, yaitu kofaktor, yang dibutuhkan untuk aktivitas katalitik. Enzim lengkap terdiri dari apoenzim dan kofaktornya, yang disebut holoenzim. Jika kofaktor melekat pada apoenzim, ini disebut prosthetic group. Meskipun enzim berjumlah banyak dan jenisnya bermacam-macam, namun enzim dikelompokkan menjadi tujuh kelas umum. Pengelompokkan ini berdasarkan reaksi katalis yang dihasilkan oleh enzim. Enzim biasanya memiliki nama yang mirip dengan substrat yang akan direaksikan dan tipe reaksi katalis. Sebagai contoh, laktat dehidrogenase fungsinya adalah menghilangkan hidrogen dari laktat. Biasanya ditambah akhiran –ase. Klasifikasi enzim: Mekanisme reaksi enzim Enzim menambah kecepatan reaksi, tetapi tidak menjaga kesetimbangan secara konstan. Pada reaksi endergonik, enzim tidak melakukan kesetimbangan agar banyak produk terbentuk. Enzim mempercepat laju reaksi, agar laju reaksi melanjutkan kesetimbangan finalnya. Pada reaksi eksergonik, enzim akan menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan agar molekul reaktan dapat bereaksi bersama dan membentuk produk.

A B A tidak akan dikonversi menjadi B jika tidak disuplai oleh energi aktivasi. Enzim mengakselerasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga banyak molekul yang memiliki cukup energi untuk membentuk produk. Enzim membawa substrat dengan bagian tertentu yang disebut sisi aktif atau katabolis aktif. Enzim dapat berinteraksi dengan substrat melalui dua cara, yaitu lock and key dan induced fit model. Pada lock and key, enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Ukuran molekul enzim > ukuran molekul substrat. Sementara itu pada induced fit model, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat
80

memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. Contohnya adalah enzim heksokinase. Perubahan pH dan suhu mempengaruhi kerja enzim. Setiap enzim memiliki pH dan suhu optimum yang berbeda antara satu dengan yang lain. METABOLISME Metabolisme mencakup semua reaksi enzim-katalis dari sel, dan dapat dibagi menjadi proses primer dan sekunder. Jalur metabolisme primer umumnya digunakan oleh sebagian besar organisme. Terdapat dua jenismetabolisme, disebut sebagai katabolisme dan anabolisme, yang memanfaatkan energi dalam biosintesis komponen seluler untuk pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mempermudah pemahaman, katabolisme dan anabolisme dianggap sebagai proses yang berbeda, tetapipada faktanya kedua jenis metabolisme tersebut sangat terintegrasi. Produk dari metabolisme primer yang penting untuk industri tertentu adalah alkohol, asam amino, asam organik, nukleotida, enzim dan mikroba sel (biomassa). Beberapa mikroorganisme juga melakukan metabolisme sekunder, yang melibatkan jalur yang tidak digunakan selama pertumbuhan yang cepat. Metabolisme, seringkali menghasilkan produk akhir yang spesifi. Metabolit sekunder yang penting untuk industri adalah alkaloid, antibiotik, racun dan beberapa pigmen. Metabolit sekunder tertentu dapat memberikan suatu keuntungan ekologi, sedangkan yang lain tidak memiliki nilai nyata untuk organisme produser. KATABOLISME Semua sel mikroba vegetatif memerlukan pasokan energi kontinyu untuk proses yang terkait dengan pertumbuhan,transportasi, gerakan, dan perkembangan. Dalam mikroorganismekemoheterotrophic, sumber energi organikdiperoleh dari lingkungan dan kemudianditransformasikan oleh serangkaian reaksi enzim yang dikendalikandalam jalur metabolik tertentu. Metabolisme ini (katabolisme) mengarah ke pembentukanenergi potensial dalam bentuk adenosine 5 ¢-trifosfat (ATP) dan koenzim tereduksi, sepertisebagai nikotinamida adenin dinukleotida (NADH), nicotinamideadenin dinukleotida fosfat (NADPH)dan flavin adenin dinukleotida (FADH2), dan panas. Sebagian besar mikroorganisme dapat memanfaatkan karbohidrat,yang dapat bertindak sebagai sumber karbon dan energy yang baik.Glukosa adalah substrat yang disukai banyak mikroorganisme danada sangat sedikit organisme yang tidak bisa menggunakannya. Di alam, glukosa bebas biasanya tidak tersedia, tetapi dapat diperoleh melalui berbagai bentuk. Ini mungkin berasal dari interkonversi heksosa lainnya, hidrolisis disakarida, oligosakarida dan polisakarida dari lingkungan, atau dari bahan sel penyimpanan, seperti pati, glikogen dan trehalosa. Pembentukan energi dari glukosa didahului oleh fosforilasi, awalnya diikuti oleh oksidasi melalui sebagian besar piruvat (C3). Metabolisme glukosa untuk piruvat disebut glikolisis yang menyediakan ATP, prekursor dan mengurangi daya (terutama NADH). Namun, hanya ATP dalam jumlah terbatas yang diproduksi, yang dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Maksimal dua molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap unit glukosa teroksidasi ke titik ini. Proses ini menghasilkan piruvat yang menempati posisi penting dalam metabolisme perantara dan merupakan titik awal untuk katabolisme lanjut. JALUR GLIKOLISIS 1. Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)Pathway EMP merupakan rute yang paling umum dan ditemukan di semua kelompok utama organisme, termasuk flagelata, jamur, ragi dan bakteri. Jalur ini dapat beroperasi di bawah kondisi anaerobik atau aerobik dan terdiri dari reaksi 10 enzim-katalis yang terletak di dalam matriks sitoplasma. Kunci ketiga regulasi enzim dari jalur (heksokinase, fosfofruktokinase dan kinase piruvat) bertindak irreversibel. Semua langkah lainnya terjadi secara reversibel, yang penting untuk peran biosintesis dari jalur selama sintesis glukosa.

81

The Entner-Doudoroff (ED) Pathway Relatif digunakan oleh sedikit mikroorganisme yang tidak memiliki jalur EMP. 82 . Fosfat pentosa (PP) Pathway Jalur monofosfat ditemukan di banyak bakteri dan sebagian besar organisme eukariotik.dikatalisis oleh enzimtransketolase dan transaldolase. dan lainnya biosintesis intermediet. pentosa. Ini melibatkan oksidasi dan dekarboksilasi glukosa 6-fosfat ke RuMP. termasuk spesies Azotobacter. satu NADH dan satu NADPH. piruvat. Oksidasimolekul resultan GAP dua piruvat menghasilkanenergi dalam bentuk empat molekul ATP melalui reaksi fosforilasi duasubstrat. Molekul F6P dikonversikembali ke G6P untuk mempertahankan operasi dari siklus. Jalur PP di bawah kondisi aerobik atau anaerobik. terutama spesies Lactobacillus dan Leuconostoc. Jalur ini sangat penting dalam penyediaan NADPH. kemudian mengalami dehidrasi. Molekul ini kemudian dipecahmelalui aldolase untuk membentuk triose fosfat(C3). dihasilkan satuGAP. intermediet untuk sintesis asam amino aromatik. Phosphoketolase (PK) Pathway Jalur ini juga sering disebut sebagai jalur Warburg-Dickens yang dioperasikan oleh beberapa asam laktat bakteri. enam NADPH dan dua fruktosa 6-fosfat (F6P). tapi jarang dalam jamur. Gula pentosa seperti xylose juga dapat dikatabolisasi melalui rute ini. terutama untuk digunakan dalam langkah reduktif dalam proses anabolik. Untuk setiap molekul glukosa dioksidasi menjadi dua molekul piruvat.Ini melibatkan hilangnya satu karbon sebagai CO2 danpembentukan dua NADPH. Dalam ragi. Rhizobium. Mayoritas katabolisme bakteri.6-bifosfat. bukan teroksidasi. 2. Setelah fase oksidatif ini.Tahap awal dari pemecahan glukosa membutuhkandua molekul ATP dalam pembentukan tiga-tahap fruktosa1. satu ATP. Pseudomonas. dan yang terakhir juga dapat dikonversi menjadi piruvat. ribulosa 5-fosfat mengalami penataan ulang dalam serangkaianduakarbon dan tiga-karbon pertukaran fragmen. dari setiap molekul glukosa dimetabolisasi. seperti di jalur PP. RuMP yang diisomerisasi untuk xylulose fosfat 5-(C5) dan kemudian dibelah oleh phosphoketolase untuk GAP (C3) dan asetil fosfat (C2). GAP dapat dioksidasi menjadi piruvat dengan enzim pada jalur EMPatau juga dapat dikembalikan ke jalur awal melalui konversi dari dua GAP satu G6P. Jalur ini dimulai dengan oksidasi dua langkah oksidasi glukosa6-fosfat (G6P) ke fosfat pentosa(C5).dapat menghasilkan dua molekul piruvat. yang merupakan hasil energi yang lebih rendah daripada jalur EMP. Jalur ini menghasilkan hanya setengah hasil ATP dibandingkan dengan jalur EMP. Molekul enam-karbon dibelah oleh aldolase untuk membentuk dua senyawa C3.GAP secara langsung diproses di jalur ini dan DAP akan diisomer untuk GAP sebelum dapat digunakan. Siklus enzim TCA terletak dalam matriks mitokondria pada bakteri eukariotik.Untuk proses setiap tiga unit glukosa. 4. gliseraldehida 3-fosfat(GAP). Dekarboksilasi oksidatif piruvat dilibatkan untuk membentuk unit C2 asetil koenzim A (asetil KoA). Namun. Jalur PP adalah siklik dan seperti semua jalur glikolitik. terutama ribosa untuk biosintesis asam nukleat. Yang pertama pada akhirnya dikonversi ke laktat dan yang kedua ke etanol. dan fosfat dihidroksiaseton (DAP). ragi. dan memiliki peran katabolik dan anabolik yang baik. terutama erythrose-4-fosfat. untuk membentuk 2-okso-3-deoksi-6-phosphogluconate. misalnya. dan sisanya dikatabolisasi melalui jalur EMP. Jalur ini seringkali beroperasi pada waktu yang sama dengan jalur EMP. melalui 6-phosphoglukonat. Jalur dimulai dengan pembentukan 6-phosphogluconate. Secara keseluruhan. seperti di jalur PP. enzimnya terletakdi matriks sitoplasma. sedangkan pada prokariota mereka berada di sitoplasma. Xanthomonas dan Zymomonas. ganggang dan protozoa. Kebanyakan bakteri gram-negatif. ribulosa5-fosfat (Rump). dari piruvat dibawah kondisi aerobic dengan menggunakan siklus Asam Trikarboksilat (TCA). jamur berfilamen. 10-20% glukosa (lebih selama pertumbuhan pesat) terdegradasi melalui jalur PP. 3. dan GAP.

sedangkan beberapa dari produk akhir respirasi anaerob yang beracun. untuk biosintesis amino. namun juga menyediakan intermediet.dikatalisis oleh multienzim yang kompleks. Tiga reaksi dalam hasil siklus dalam pembentukan NADH dan satu menghasilkan FADH2. koenzim ini tereduksi kemudian dapat digunakan untuk sintesis ATP dalam respirasi dan yang lebih penting. dan dai oksidasi alkana. siklus TCA melengkapi oksidasi piruvat menjadi CO2. seperti dalam beberapa prokariota anaerob fakultatif dan obligate. misalnya nitrat direduksi menjadi nitrit. Hal ini membutuhkan oksigen . Namun. 83 . Fasilitas ini untuk menghasilkan biosintetik intermediet juga hadir dalam mikroorganisme lainnya yang tidak memiliki siklus TCA lengkap. Dalam kondisi anaerobik tidak berfungsi sebagai siklus. 2001) RESPIRASI Semua formasi ATP dari oksidasi glukosa memilikitelah dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. untuk bertindak sebagai akseptor elektron terminal. yang mana mikroorganisme dapat memanfaatkan. Siklus TCA tidak hanya sebuah jalur katabolik. beroperasi sebagai bercabang biosintesis jalur. Siklus yang tepat dimulai dengan kondensasi senyawa dua-karbon dengan oksaloasetat (C4) untuk membentuk sitrat (C6). ( Waites at all. Selama delapan langkah berikut dari sikluslengkap TCA. karena memiliki potensi redoks rendah dan direduksi menjadi air. piruvatdehidrogenase. dua fragmen karbon teroksidasi menjadi dua molekul CO2 dan oksaloasetat adalah diregenerasi untuk menerima unit dua-karbon lebih lanjut. Respirasi mengarah ke pembentukanlebih banyak ATP dari oksidasi NADH dan FADH2. dan mereduksi elektron pembawa untuk menghasilkan NADH dan FADH2. dan molekul ATP tunggal dibentuk langsung oleh fosforilasi tingkat-substrat. Asetil KoA juga dapat dibentuk melalui pemecahan lipid dan beberapa asam amino. sebagai perantara beberapa masih diperlukan untuk biosintesis. Oksigen sangat ideal untuk ini. asam purin dan pirimidin. senyawa C4 dan C5. Hasilnya adalah sebagai berikut: Asetil KoA (C2) + 3NAD+ + FAD + ADP  2 CO2 + 3NADH + 3H+ + FADH2 + ATP Dalam hal katabolisme. senyawa lain atau ion yang memiliki potensial redoks rendah.

Pasti anaerobic 84 . 2001) Sebuah molekul NADH teridiri atas sekitar 218 kJ dari energy potensial dan itu diambil sekitar 30kJ untuk membentuk satu molekul ATP. ke terminal akseptor.5. proton (H+) yang dipindahkan dari dalam ke luar membran (ekskresi). Rangkaian reaksi yang terlibat dapat digabungkan ke kebutuhan energi proses. yang mendorong sintesis ATP melalui kemiosmotik fosforilasi. Elektron yang berasal dari oksidasi substrat yang berasal dari NADH atau FADH2. seperti transportasi terlarut. Oleh karena itu. seperti yang dijelaskan di atas. pH luar membran bisa mencapai 5. ETS dalam membran sitoplasmik memiliki pembawa yang agak berbeda. sebagian besar dalam bentuk hidroksil (OH-) ion. sebagai positif biaya yang dikeluarkan dari dalam membran. sedangkan pada prokariota itu terikat dalam membran sitoplasma. Akibatnya. sedangkan di bagian dalam membrann mendekati 8. dalam teori. mereka yang direoksidasi untuk digunakan lebih lanjut dalam metabolisme. tujuh ATP maksimum didapat. melalui serangkaian redoks atau reduksi-oksidasi reaksi. dan o. dimediasi oleh sintase ATP (ADP + Pi ÆATP). sedangkan proton pindah dari dalam ke luar membran. Hipotesis kemiosmotik diusulkan oleh Mitchell (1961) menjelaskan proses sebagai berikut: sebagai aliran elektron melalui sistem transportasi. Pada eukariota. Ketika operator menyumbangkan elektron. Meskipun system ini hanya sampai 40% dan oleh karena itu produk maksimum hanya 3 molekul ATP per NADH. Respirasi aerobik dilakukan oleh bakteri aerob dan fakultatif anaerob dengan bantuan oksigen. terutama NADH atau FADH2. Proton akhirnya melekat menjadi oksigen. mereka tidak bisa lewat kembali dan gradien proton didirikan. d. Karena membran pada dasarnya kedap proton. Dalam proses ini. dengan rantai pemendek yang tidak lengkap pembentukannya sehingga hanya satu atau dua molekul ATP setiap NADH yang terbentuk. membentuk air. energi dilepaskan selama aliran elektron digunakan untuk membuat gradien proton untuk melintasi membran. ( Waites at all.ETS Eukariota terletak di membran mitokondria. Gradien proton Ini digunakan untuk mengankut pembentukan ATP oleh oksidatif kemiosmotik fosforilasi mekanisme. Ini merupakan energi potensial disimpan sebagai gradien proton atau proton-kekuatan pendorong. elektron tersebut kemudian melewati serangkaian dari pembawa dalam membran.5. atau untuk produksi ATP melalui oksidatif fosforilasi. akan dibentuh per NADH jika eneginya dikonversi 100% secara efisien. Electron memasuki ETS dari pembawa. Cythochromic yang terlibat meliputi : b558. dan terdiri dari berikut rantai pembawa elektron: NADH  flavoprotein  iron shulphur protein  quinone  cytochrome b  cytochrome c  cytochrome a  cytochrome a3 oxygen Dalam bakteri prokariotik. muatan negatif tetap berada di dalam. b562. ETS dalam membran mitokondria menghasilkan tiga ATP molekul per NADH.

fakultatif seperti Eshcerichia coli, setidaknya memiliki dua system respirasi, masing-masing berbeda afinitas oksigennya. Oleh karena itu, mereka dapat beradaptasi dengan konsentrasi oksigen yang bervariasi, dilanjutkan untuk menggunakan oksigen sebagai aseptor electron meskipun pada tingkat oksigen yang rendah. Beberapa bakteri anaerobic fakultatif atau anaerobic obligat melakukan respirasi anaerob. Keterlibatan ini serupa ETS, tetapi memiliki aseptor electron selain oksigen. Contoh dari respirasi anaerobic mencakup : 1. Respirasi Nitrogen, dilakukan oleh bakteri anaerobic fakultatif. Potensial redok dari nitrat adalah +0,42 volt, dibandingkan dengan +0,82 volt untuk oksigen. Oleh karena itu, lebih sedikit energy didapatkan kemudian oksigen sebagai electron aseptor dan molekul ATP dapat terbentuk. Prosesnya memiliki beberapa langkah, dimana nitrat direduksi melalui nitrat dan nitous oksida akhirnya menjadi dinitrogen, yangmana merujuk sebagai disimilator reduksi nitrat atau denitifikasi. Denitrifikasi meliputi spesies dari Pseudomonas, Paracoccus denitrificans, and Thiobacillius denitrificans.Bakterianaerob fakultativ yang lain meliputi E. coli dan relative, hanya mengurangi nitrat atau nitrit, dan tanggungjawab enzim, reduktase nitrat , dengan tingakt keberadaan oksigen yang terbatas. 2. Respirasi Sulfat, dipraktekan oleh kelompok kecil dari bakteri heterotrof, yang mana semuanya anaerobic obligat, misalnya spesies Desulfovibro. Mereka memproduksi hydrogen sulfide, yang berasal melalui beberapa kali intermediet. 3. Respirasi Karbon, dilakukan oleh archaeans seperti Methanococcus and Methanobacterium. Keduanya anaerob obligat yang mereduksi CO2 dan beberapa karbon monoksida menjadi metana. Bakteri metanogen ini biasanya menggunakan hydrogen sebagai sumber energy merekadan untuk mendapatkan anoksik lingkungan yang rendah nitrat dan sulfat. CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O Dalam penambahan nitrat, sulfat, dan karbondioksida, Besi (Fe3+), magnesium (Mn4+) dan beberapa komponen organic (dimetil sulfoksida, fumarat,glisin, dan trimetilamin oksida )dapat digunakan sebagai aseptor pada respirasi anaerobic pada bakteri. FERMENTASI Ketika respirasi bukan sebuah pilihan, organisme harus menggunakan mekanisme alternative untuk regenerasi suplai coenzim yang terbatas, direduksi selama oksidasi glukosa menjadi piruvat. Jika NAD(P)H tidak dioksidasi kembali menjadi NAD(P)+, selanjutnya metabolisme akan berhenti. Oleh karena itu, sebuah aseptor electron yang cocok harus di dapatkan untuk membawa electron. Fermentasi digunakan oleh molekul organik, piruvat atau derivative, sebagai aseptor elektron akhir, dengan cara demikian pembentukan NAD(P)+ dan katabolisme akan berlanjut. Ini adalah hasil dari pembentukan reduksi produk limbah , seperti alkohol dan asam, yang kemudian dikeluarkan dari sel. Meskipun, ini sangat boros dalam ketentuan dari pemulihan energy potensial dari glukosa, sebagai sedikit atau tidak ada ATP lebih lanjut dibentuk. Sebaliknya, oksidasi yang lengkap menghasilkan CO2, dalam hubungan dengan oksidasi posporilasi selama respirasi akan dapat membentuk 36 molekul ATP bahkan lebih per molekul glukosa. Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi, filamen jamur tertentu dan bakteri. Ini adalah suatu penerusan proses, di mana piruvat dari jalur EMP, atau melalui jalur ED dalam kasus Zymomonas, adalah dekarboksilasipertama menjadi asetaldehida, NAD+ kemudian dibentuk kembali selama reduksi asetaldehida menjadi etanol. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sejumlah bakteri, termasuk Streptococcus, Lactobacillus, Lactococcus dan Leuconostoc, bersama dengan beberapa jamur, alga dan protozoa. Berikut piruvat, bukan turunan piruvat, adalah akseptor elektron dan bentuk laktat. Ada dua bentuk fermentasi ini: 1. Fermentasi Homolaktik yang dioperasikan oleh bakteri seperti Lactobacillus acidiophilus and Lactobacillus casei, yang mana mengurangi hampir semua piruvat yang dibentuk oleh glikolisis asam laktik.
85

2. Fermentasi heterofermentatif menghasilkan produk lainnya bersama dengan asam laktat. Organisme yang melakukan itu termasuk Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus brevis, yang mengoperasikan jalur PK. Mereka membentuk laktat dari piruvat dan etanol dari fosfat asetil, dan dalam kasus tertentu asetat beberapa mungkin diproduksi. Fermentasi asam campuran yang dilakukan oleh E. coli dan terkait fakultatif anaerob. Produk meliputi laktat, asetat, jumlah kecil dari etanol dan format. Beberapa organisme memiliki kemampuan untuk mengurangi formate menjadi hidrogen dan CO2. Fermentasi 2,3-Butanediol dilakukan oleh Enterobacter, Erwinia, Klebsiella dan Serratia. Hal ini mirip dengan fermentasi campuran asam, namun menghasilkan butanadiol, bersama dengan etanol dan asam. Fermentasi asam propionat dilakukan oleh beberapa usus bakteri, seperti Propionibacterium spesies, beberapa yang terlibat dalam produksi komersial tertentu jenis kejuSwiss dan vitamin B12 (cobalamin). Propionat yang terbentuk dari piruvat melaluiCoA, di mana piruvat adalah terkarboksilasi oleh oksaloasetat, dan kemudian dikurangi menjadi propionat melalui malat, fumarat dan suksinat.Proses ini membutuhkan kofaktor, biotin, CoA dan CoB12. Fermentasi asam butirat dilakukan oleh spesies Clostridium. Spesies ini adalah pembentuk spora anaerobik yang juga memproduksi aseton, butanol, propanol, alkohol danasam lainnya. Mereka juga fermentasi asam amino, nitrogen dan senyawa lainnya, serta karbohidrat. KATABOLISME LIPID DAN PROTEIN Karbon merupakan sumber karbohidrat,sebelum karbon digunakan dalam katabolisme, seperti lipid sebagai digliserida dan trigliserida dihidrolisis oleh lipase untuk menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak kemudian dapat dipecah oleh jalur b-oksidasi. Berikut FAD dan NAD+ yang digunakan untuk menerima elektron, dan duaunitkarbon berhasil dihapus, dalam bentuk asetil CoA, yang kemudian dapat memberi makan langsung ke siklus TCA. Gliserol dapat terfosforilasi untuk fosfat gliserol, diikuti oleh oksidasi terhadap DAP dan isomerisasi untuk GAP. Unit C3 kemudian bisa masuk jalur EMP. Protein ekstraseluler yang dihidrolisis oleh protease untuk menghasilkan asam amino bebas, yang dapat diangkut ke sel. Katabolisme asam amino awalnya melibatkan penghapusan kelompok amino mereka. Hal ini biasanya dicapai melalui transaminasi, di mana kelompok amino yang disumbangkan ke host keto, misalnya aminasi piruvat untuk membentuk alanin. Asam keto yang dihasilkan dari transaminasi kemudian dapat dioksidasi dalam siklus TCA. Kelebihan gugus amino dapat terakumulasi dan sering diekskresikan sebagai ion amonium, yang menyumbang untuk meningkatkan pH media selama pertumbuhan beberapa bakteri. PENYIMPANAN ENERGI Ketika kelebihan gizi yang tersedia, mikroorganisme biasanya mensintesis senyawa yang dapat disimpan untuk kemudian gunakan selama periode kekurangan nutrisi. Penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. Bila diperlukan, cadangan polimer yang dihidrolisis oleh phosphorylases, membentuk glukosa 1-fosfat, yang secara langsung dapat masuk katabolisme. Banyak mikroorganisme menyimpan energi yang kaya lipid. Poli b-hidroksibutirat umumnya ditemukan pada bakteri, namun tidak diproduksi oleh eukariota. Jamur berfilamen dan ragi sering menyimpan lipid netral (trigliserida) dalam vakuola. Volutin butiran, terdiri dari polymetaphosphates, juga disimpan oleh beberapa prokariota dan eukariota, yang bertindak baik sebagai fosfat dan cadangan energi. Bakteri Sulphur dapat mengakumulasi butiran belerang oleh oksidasi H2S. Ketika tidak ada media lanjut pasokan sulfida yang tersedia, ini toko belerang teroksidasi untuk sulfat, menyediakan setara mengurangi CO2 untuk fiksasi atau fosforilasi oksidatif.
86

Pertanyaan: 1. Bagaimana proses pembentukan enzim? (Pandu Rahmat Pinasthiko/115061107111001). Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino, sehingga pembentukannya identik dengan sintesis protein. Sintesis protein dilakukan oleh RNA berdasarkan transkip kode dari DNA. Sintesis ini dilakukan di dalam ribosom (Sumardjo, 2006). 2. Mengapa pada siklus asam trikarboksilik, terdapat materi yang berubah-ubah? (Lilis Triyowati A./115061101111009) Pada siklus trikarboksilik, diperlukan enzim yang membantu untuk mengkatalis reaksi, enzim yang dibutuhkan tersebut berbeda-beda jenisnya dan nantinya akan keluar dari siklus membentuk enzim yang sama. 3. Pada proses respirasi sulfur anaerob, apa maksud intermediet yang menghasilkan hidrogen sulfida? (Ayu Indah W./115061101111011) Intermediet adalah molekul-molekul yang terbentuk dari reaksi sebelumnya. 4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi siklus krebs? (Dian Nita Citra D./115061101) Faktor yang mempengaruhi silus kreb adalah ketersediaannya glukosa sebagai material utama yang dipecah. 5. Dimana energi disimpan pada mikroorganisme? (Dwi Chandra P./115061107111003) Energi disimpan dengan berbagai macam cara, setiap mikroorganisme memiliki cara yang berbeda, salah satunya adalah di dalam vakuola. 6. Dimana siklus trikarboksilik terjadi? (Dhanang Edy P./115061101111). Siklus trikarboksilik terjadi di matriks mitokondria (Campbell, dkk., 2002). 7. Perubahan NAD+ menjadi NADH, FADH menjadi FADH2 atau sebaliknya dibantu dengan apa ? Lalu saat kapan dan dimana proses tersebut terjadi ? Jelaskan ! (Sharfina Widyaningrum/1150611051110) Penjelasan : NAD+ adalah hasil reduksi dari NADH. NADH bersama piruvat dan H+bereaksi dan membentuk NAD+ dan laktat, seperti reaksi berikut :

Piruvat tersebut berasal dari proses glikolisis yang terjadi pada mikroba. (John F, 1986). Sedangkan pembentukan FADH2 terjadi seperti digambarkan pada reaksi berikut :

(Kenneth B,2004) 8. Mikroorganisme terdiri dari berbagai macam jenis. Apakah energy yang disimpan oleh tiap-tiap mikroorganisme sama? (Febrika Larasati/115061101111001) Energi yang disimpan oleh tiap-tiap organisme berbeda, sebagai contoh, penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon
87

dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. 9. Hasil dari respirasi nitrat, sulfat, dan karbohidrat tersebut digunakan untuk apa? (Mutia Dhana F./11506110011100) Hasil dari reaksi anaerob menyebabkan lingkungan tercemar, jadi adanya hasil respirasi anaerob dapat dijadikan indikator kesehatan lingkungan. 10. Pada siklus asam trikarboksilik, mengapa CoASH harus masuk dan keluar lagi dalam siklus ? fungsi dari CoASH itu apa ? Dan apakah ada bedanya CoASH yang masuk dan keluar (komposisi) ?(Freshsya Zatalini/115061100111003) CoASH adalah koenzim A yang fungsinya adalah sebagai enzim yang mengkatalis reaksi, sehingga CoASH yang masuk ke dalam siklus sama dengan yang keluar, tidak ada perbedaan dari segi komposisi karena sifat enzim tidak ikut bereaksi. 11. Pada respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen, apakah itu benar? Padahal semua organisme itu selalu membutuhkan oksigen. (Mar‟atus Sholihah/11506110011100) Respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen karena respirasi sulfat membutuhkan sufat yang direduksi, dalam peristiwa, oksigen tidak dibutuhkan

88

.Belerang adalah komponen dari banyak substansi organik sel. magnesium. Semua organisme yang hidup memerlukan nitrogen Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik seperti kalium nitrat (KNO3)sedangkan hewan membutuhkan senyawa nitrogen organik seperti protein dan produk-produk hasil peruraiannya yaitu peptida dan asam-asam amino tertentu. Bila mereka memperoleh energinya dari cahaya maka disebut organisme fotoautotrof. Ditinjau dari segi nutrisi. mereduksi sulfat menjadi hidrogen sulfida (H2S). Tumbuhan. 4. semua organisme yang disebutkan diatas adalah organism autotrof. Mo2+. Banyak mineral lainnya sepertiMn2+. Semua organisme hidup membutuhkan sumber energi. Belerang membentuk bagian struktur beberapa koenzim dan ditemukan dalam rantai samping cisteinil dan merionil protein. Seluruh organisme hidup memerlukan oksigen 89 3. maka disebut organisme kemoautotrof. Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan sebagian besar mikroorganisme. Semua organisme hidup membutuhkan belerang (sulfur) dan fosfor Persyaratan akan zat sulfur pada hewan secara khas dipenuhi oleh senyawa-senyawa sulfur organik. dan bila memperoleh energinya dengan cara mengoksidasi senyawa kimia. Organisme yang membutuhkan senyawa-senyawa organik lain sebagai sumber karbonnya disebut organisme heterotrof . magnesium. Mg2+. natrium. 2. kalsium. seng. Semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsur logam.Beberapa mikroorganisme dapat mengasimilasi H2S secara langsung dari medium pertumbuhan tetapi senyawa ini dapat menjadi racun bagi banyak organisme. kalium.2009) PERSYARATAN Persyaratan nutrisi bagi organisme secara umum adalah sebagai berikut:( Plezar. Semua organisme membutuhkan karbon Semua organisme hidup membutuhkan karbon dioksida walaupun dalam jumlah yang sedikit tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik. seperti gula dan karbohidrat lain. 7.PENGERTIAN NUTRISI DAN NUTRIEN Nutrisi adalah apa yang dimakan seseorang dan bagamaina tubuh menggunakannya sedangkan nutrien adalah zat organik. Sedangkan persayaratan akan sulfur pada tumbuhan secara khas dipenuhi melalui senyawa-senyawa anorganik. dan Zn2+ dibutuhkan dan mineral ini seringkali terdapat dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. 5. zat nonorganik dan zat yang memproduksi energi yang ditemukan dalam makanan dan di. kalsium. besi. Ca2+.Beberapa bentuk kehidupanseperti tumbuhan hijau dapat menggunakan energi pancaran atau cahaya dan dinamakan fotoautotrof. Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan sulfat sebagai sumber belerang. mangan. Fosfor biasanya diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat. Semua organisme hidup membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolisme danpertumbuhannya. biasanya dalam bentuk ionion (K+. tembaga dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. dan besi. hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. Co2+. Mikroorganisme yang lain tidak dapat menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbon dan hidupnya bergantung pada organisme ototrof untuk memproduksi karbohidrat dan senyawa-senyawa organik lain yang digunakan sebagai makanan. dan Fe2+). alga dan beberapa kuman berklorofil membutuhkan karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis. Beberapa bakteri autotropik dapat mengoksidasinya menjadi sulfat (SO42-).butuhkan untuk fungsi tubuh.2006) Nutrisi sebagai sumber energi NUTRISI 1. 6. Cu2+.(Berman dkk.

Hasil akhir dari seluruh jenis asimilasi nitrogen adalah bentuk paling tereduksi yaitu ion ammonium (NH4+). Banyak organisme respiratif menghasilkan lebih dari cukup karbondioksida untuk memenuhi kebutuhannya. Heterotrof membutuhkan karbon organik untuk pertumbuhannya dan karbon organik tersebut harus dalam bentuk yang dapat diasimilasi. Untuk sel.Jalur asimilasi ini berbeda dengan jalur dissimilasi nitrat dan nitrit.8.Sebaliknya. Autotrof lain adalah khemolitotrof yaitu organisme yang menggunakan substrat anorganik seperti hidrogen atau thiosulfat sebagai reduktan dan karbondioksida sebagai sumber karbon. Organisme anaerob obligat hanya dapat hidup dalam lingkungan bebas oksigen. yaitu ±10 % dari berat kering sel bakteri. dapat membantu pertumbuhan fermentatif atau respirasi dari banyak organisme. Dalam aspek nutrisi akan vitamin pada bakteri menunjukkan pola yang beragam. makhluk hidup yang tidak membutuhkan nutrien organik untuk pertumbuhannya. Bahan makanan yang digunakan oleh jasad hidup dapat berfungsi sebagai sumber energi. faktor tumbuh. Karbondioksida dibutuhkan pada sejumlah reaksi biosintesis. jadi bersifat aerotoleran tetapi organisme ini tidak dapat memanfaatkan O2tetapi memperoleh energi semata-mata dari peragian. 1. .Secara garis besar bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu air.Contohnya naphthalene dapat menyediakan semua karbon dan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan respirasi heterotropik.Nitrogen mungkin disuplai dalam bentuk yang berbedadan mikroorganisme beragam kemampuannya untuk mengasimilasi nitrogen. JENIS NUTRIENT Nutrien dalam media perbenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik organisme baru.Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam bentuk senyawa organik.Substrat pertumbuhan disuplai pada tingkatan yang cocok untuk galur mikroba yang akan ditumbuhkan.Mikroorganisme anaerob fakultatif tumbuh dengan adanya O2 udara.2003) Sumber Karbon Tumbuhan-tumbuhan dan beberapa bakteri mampu mengunakan energyfotosintetik untuk mereduksi karbondioksida pada penggunaan air. Organisme dibedakan menjadi tiga yaitu organisme aerob obligat yang mampu menghasilkan energi hanya melalui respirasi dan dengan demikian tergantung pada oksigen. Semua organisme hidup membutuhkan vitamin Vitamin adalah senyawa organik khusus yang penting untuk pertumbuhan. Nutrient diklasifikasikan berdasarkan elemen yang mereka suplai yaitu : (Rusdimin.Untuk organisme ini O2 bersifat toksik.Jalur dissimilasi digunakan oleh organisme yang menggunakan ion ini sebagai 90 2. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi ke dalam substansi sel sebagai sumber karbon yang digunakan metana atau hidrokarbon aromatik yang berantai panjang.Organisme ini termasuk kelompok autotrof. sumber energi. Banyak mikroorganisme memiliki kemampuan untuk mengasimilasi nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) secara reduksi dengan mengubahnya menjadi amoniak (NH3). beberapa mikroba mampu mensintesis seluruh kebutuhan vitaminnya. sumber mineral. glukosa. dan sumber nitrogen. sumber aseptor elektron.Selain itu masih banyak organisme yang tergantung dari molekuloksigen (O2 atau dioksigen). sumber karbon. tetapi yang lain membutuhkan sumber karbondioksida pada medium pertumbuhannya. bahan pembangun sel. Kebanyakan vitamin berfungsi membentuk subsansi yangmengaktifkan enzim. Sumber Nitrogen dan Belerang Nitrogen merupakan komponen utama protein dan asam nukleat. Meskipun bakteri membutuhkan vitamin didalam proses metaboliknya yang normal. tetapi sangat sedikit organisme yang memiliki jalur metabolik yang perlu untuk asimilasi naphthalene. dan sebagai aseptor atau donor elektron. oksigen tersedia dalam bentuk air.

Organisme ini bergantung pada respirasi aerobik untuk memenuhi kebutuhan energi dan oksigen molekular berfungsi sebagai perantara yang mengoksidasi. Pada ekstrem faali yang lain terdapat mikroorganisme yang mendapat energi dari reaksi yang tidak menyertakan pemanfaatan oksigen molekular dan bentuk kimia unsur ini bukanlah zat gizi. kalsium. Air Air merupakan komponen utama sel mikroba dan medium. banyak metabolit.Hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. NADP dan flavin. Cu2+.Fungsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. Proses tersebut membutuhkan sejumlah besar energi metabolik dan tidak dapat aktif dengan adanya oksigen. lipid (fosfolipid. 3. Selain itu. Kemampuan fiksasi nitrogen ditemukan pada beragam bakteri yang berevolusi sangat berbeda dalam strategi biokimia untuk melindungi enzim fixing-nitrogen nya dari oksigen. oksigen molekular merupakan racun. maka organisme semacam iini disebut aerob obligat. Sumber Phospor Fosfat (PO43-) dibutuhkan sebagai komponen ATP. Kemampuan untuk mengasimilasi N2 secara reduksi melalui NH3 disebut fiksasi nitrogenadalah sifat untuk prokariota dan relatif sedikit bakteri yang memiliki kemampuan metabolisme ini. Bagi banyak golongan faali. Organisme semacam ini adalah anaerob obligat. asam nukleat dan sejumlah koenzim seperti NAD. dan hasilnya adalah gas nitrogen (N2). dan Zn2+) dapat ditemukan dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya.Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan mikroorganisme. dan besi. Beberapa mikroorganisme yang dapat tumbuh baik dengan maupun tanpa oksigen molekular adalah anaerob fakultatif.elektron penerima terminal dalam respirasi. lipid A). magnesium. Ca2+. proses ini dikenal sebagai denitrifikasi. Berdasarkan jumlah yang digunakan nutrient juga dibedakan menjadi dua yaitu makronutrient(digunakan dalam jumlah besar) dan micronutrient(digunakan dalam jumlah kecil). yang dikeluarkan ke atmosfer.1 Nutrisi Makronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Sumber Fungsi Makronutrien Karbon 50 Senyawa organik Konstituen utama atau CO2 dari bahan material sel Oksigen 20 H2O. komponen dinding sel (teichoic acid). Tabel 2. dan Fe2+). Mg2+. Co2+. 5. Sumber Mineral Sebagian besar mineral dibutuhkan untuk fungsi enzim. CO2 dan bahan material sel O2 dan cairan sel. 6. Banyak organisme yang memerlukan oksigen molekular(O2). biasanya dalam bentuk ion-ion (K+. Fosfat selalu diasimilasi sebagai fosfat anorganik bebas (Pi). . baik membunuhnya maupun menghambat pertumbuhannya. Mo2+.Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolism. beberapa polisakarida kapsul dan beberapa protein adalah bergugus fosfat. Banyak mineral lainnya (seperti Mn2+. O2 91 4. senyawa Konstituen dalam organik. Sumber Oksigen Oksigen adalah komponen universal pada sel dan selalu terdapat dalam jumlah yang besar pada zat gizi yang utama yaitu air.

Senyawa Konstituen dalam organik. H2S.2003 SUMBER ENERGI 92 .coli dalam fase pertumbuhan eksponensial. nukleotida.5 Garam magneesium Kation sel dan kofaktor untuk beberapa reaksi enzim tertentu Kalsium 0. dan salah satu komponen endospora Besi 0.Nitrogen 14 Hidrogen 8 Fosforus 3 adalah akseptor dalam respirasi aerobik NH3.5 Garam kalsium Kation sel. H2 senyawa organik dan cairan sel. asam nukleat dan koenzim H2O. senyawa Konstituen dari organik. fosfolipid Sumber : Rusdimin. Fosfat(PO4) Konstituen asam nukleat. Juga penting bagi pembentukan sebagai proton. N2 asam amino. Senyawa sulfur organik Garam kalium Fungsi Konstituen dari senyawa ionik dan beberapa koenzim Kalium 1 Kation selular utama dan kofaktor untuk enzim-enzim tertentu Magnesium 0.2 Nutrisi Mikronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Makronutrien Sulfur 1 Sumber SO2. S. NO3. kofaktor untuk enzim tertentu.2003 Tabel 2.2 Garam besi Komponen sitokrom dan protein lain serta salah satu kofaktor untuk beberapa reaksi enzim Ket : % berat kering tersebut untuk sel E. Sumber : Rusdimin.

dan Fe3+. Heterotrof dibedakan lagi menjadi jasad saprofit dan parasit. 93 . 1982) 1.Berdasarkan sumber karbon Berdasarkan atas kebutuhan karbon dibedakan menjadi autototrof dan heterotrof. Faktor tumbuh Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana. 1982.3 Perbedaan jasad berdasarkan sumber energi Jasad Sumber Karbon Fotoautotrof Zat anorganik Fotoheterotrof Zat organik Khemoautotrof Zat anorganik khemoheterotrof Zat organik Sumber Energi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat anorganik Oksidasi zat organik Sumber :Stanier Roger. NO2-.( Schlegel.Autotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik. Bharata Karya Aksara. Jakarta. Jasad saprofit ialah jasad yang dapat menggunakan bahan organik yang berasal dari sisa jasad hidup atau sisa jasad yang telah mati. CO2. maka dikenal jasad fotoautotrof.Ada beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya terutama cahaya matahari. jika menggunakan energi cahaya. dan khemotrof. Heterotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik.1994) 1. Berdasarkan sumber energi Berdasarkan atas sumber energi jasad dibedakan menjadi jasad fototrof.Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2.Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit. Karena elektron dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas. dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim. base purin dan pirimidinsebagai penyusun asam nukleat. NO3-. maka harus ada suatu zat yang dapat menangkap elektron tersebut. fotoheterotrof. Fungsi Unsur Nutrisi untuk Mikroba Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel unsur tersebut di berikan kepada medium sebagai kation garam anornagilik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya.Berdasarkan struktur dan fungsinya dalam metabolisme. Sumber aseptor elektron Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. PENGGOLONGAN MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dibedakan menjadi :( Stanier Roger dkk. 2.Jika didasarkan atas sumber energi dan karbonnya. Perbedaan dari keempat jasad tersebut sbb: Tabel 2. 2.Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron. faktor tumbuh digolongkan menjadi asam aminosebagai penyusun protein. jika menggunakan energi dari reaksi kimia. Dunia Mikroba 1. khemoautotrof dan khemoheterotrof. N2O. Jasad parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya disebut jasad patogen. misalnya CO2 dan senyawa karbonat. 3. senyawa organik. Edward Alderberg dan John Ingraham. Jasad parasit ialah jasad yang hidup di dalam jasad hidup lain dan menggunakan bahan dari jasad inang nya.Aseptor elektron ialah agen pengoksidasi.

Jakarta. Bharata Karya Aksara. Berdasarkan kebutuhan oksigen Berdasarkan akan kebutuhan oksigen. Dunia Mikroba 1. 2. Berdasarkan sumber energi dan donor elektron Berdasarkan atas sumber energi dan sumber donor elektron jasad dapat digolongkan menjadi jasad fotolitotrof. Jasad mikroaerob ialah jasad yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit.Jasad kapnofil ialah jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO2 tinggi. dan masih dapat tumbuh pada suhu 0oC.pH(keasaman) dan tekanan osmotik.3. alga Khemolitotrof Oksidasi zat anorganik Zat anorganik Bakteri belerang Khemoorganotrof Oksidasi zat organik Zat organik fotosintetik Bakteri besi.anaerob Aerotoleran/Anaerob Mikroaerofil Jasad aerob ialah jasad yang menggunakan oksigen bebas (O2) sebagai satusatunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya. Perbedaan keempat golongan jasad tersebut sbb: Tabel 2. jasad dapat digolongkan dalam jasad aerob. Termofil. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. Obligat aerob Fakultatif. Selain mikroba dibedakan berdasarkan nutrisi dan oksigen. anaerob fakultatif. Edward Alderberg dan John Ingraham. dan S. anaerob Obligat . mikroba ini tumbuh optimum pada suhu di atas 45oC. H2S.Jasad aerob fakultatif ialah jasad yang dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob.Jasad litotrof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2. bakteri hidrogen. mikroba yang tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20oC. 1982. mikroba yang tumbuh pada suhu 20-40oC.( Cotty. Jasa anaerob. 5. Jasad organotrof ialah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik. Berdasarkan sumber donor elektron Berdasarkan atas sumber donor elektron jasad digolongkan manjadi jasad litotrof dan organotrof. anaerob. Psikrofil. fotoorganotrof. bakteri nitrifikasi Jasad heterotrof Sumber : Stanier Roger. dan kapnofil. mikroaerob. 3. 4. sering disebut anaerob obligat atau anaerob 100% ialah jasad yang tidak dapat menggunakan oksigen bebas sebagai aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya. dan khemoorganotrof. Beberapa bakteri mesofil dapat tumbuh (tetapi tidak optimal) pada suhu tinggi atau suhu yang lebih rendah. mikroba juga dibedakan berdasarkan kondisi lingkungan yaitu suhu. Pertumbuhan mikroba di dalam media cair dapat menunjukkan sifat berdasarkan kebutuhan oksigen. khemolitotrof. pH (Kemasaman) 94 .4 Perbedaan jasad berdasarkan sumber enegidan donor elektron Jasad Sumber Energi Sumber Donor Contoh Elektron Fotolitotrof Cahaya Zat anorganik Tumbuhan tingkat Fotoorganotrof Cahaya Zat organik tinggi. bahkan ada yang di atas 100 oC (ekstrim). 1988) Suhu Berdasarkan ketahanannya terhadap suhu. Mesofil.Jasad ini juga bersifat anaerob toleran. NH3.

Adanya ekskresi tersebut memungkinkan tumbuhnya mikroba lain. maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah. tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9. Contoh lain ialah biakan campuran yang terdiri atas dua jenis mikroba atau lebih sering tidak memerlukan faktor tumbuh untuk pertumbuhannya. bakteri Thiobacillus yang hidup pada pH 2-3. Mikroba yang dapat mensintesis bahan selnya dari senyawa organik sederhana dalam medium.( Tryana. 3.Berdasarkan ketahanannya terhadap pH.Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-melekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolate mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komponen media pertumbuhannya. Kenyataan ini dapat menimbulkan koloni satelit yang dapat dilihat pada medium padat.( Suriawiria. Dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad lainnya. 1999) Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. ( Suriawiria. Sebagai contoh ialah bakteri penghasil metan yang anaerob obligat tidak dapat menggunakan glukosa sebagai substrat. tetapi bakteri tersebut akan segera tumbuh oleh adanya hasil metabolisme bakteri anaerob lain yang dapat menggunakan glukosa. mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8). Untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kita inginkan. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9. Asidofil. tinggi. Koloni satelit hanya dapat tumbuh kalau ada ekskresi dari mikroba lain yang menghasilkan faktor tumbuh eseniil bagi mikroba tersebut. Contoh: fungi. Fenomena ini merupakan hasil interaksi metabolisme atau interaksi dalam penggunaan nutrisi yang dikenal sebagai sintropik atau sintropisme atau sinergitik. 2. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5. Alkalofil. Tekanan Osmotik Perbedaan tekanan osmotik dapat memecahkan sel mikroba. karena kedua jasad tersebut saling memerlukanm faktor tumbuh esensiil yang diekskresikan oleh masing-masing jasad. Bakteri yang tahan pada kadar garam yang relatif tinggi disebut bakteri Halofil yang bersifat halotoleran. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1.5.T. Bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiose mutualistik. Neutrofil. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKAN NUTRIEN Jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium. 1999) 95 . yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Beberapa arkhaeobakteri hanya dapat tumbuh pada konsentrasi elektrolit (biasanya NaCl). akan mengekskresikan berbagai vitamin atau asam amino yang sangat penting untuk mikroba lainnya. 2008) MEDIA SEBAGAI SUMBER NUTRISI MIKROBA Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang di perlukan mikroorganisme untuk pertumbuhan. S.

2. c. MEDIUM KULTUR Medium kultur adalah material nutrien yang disiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. O. vitamin dan air.Media biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat. darah. b. glukosa. Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur malro seperti C. Beberapa mikroorganisme dapat umbuh pada berbagai media. susu.Bahan tambahan Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam medium dengan tujuan tertentu. Sumber nitrogen mencakup asam amino. agar tidak akan larut. protein atau senyawa bernitrogen lain. msalnya phenol red (indicator asam basa) ditambahkan untuk indicator perbahan pH akibat produksi asam organic hasil metabolisme. c. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling). Glatin adalah polimer asam aminio yang diproduksi dari kologen. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap dan vitamin (B complex). dan daging sapi. liver. ditambahkan untuk memperkaya asam amino dan gas dari karbohidrat. semi-padat dan cair. dan lain-lain. Sumber karbon dan energi yang dapat di peroleh berupa semyawa organic atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya.Media biakan harus berisi zat hara dan mempunyai keadaan fisik yang sesuai pertumbuhan bakteri. sintesis sel. gelatin. dan kedelai. dapat diperoleh dalam bentuk batangan. laktobumin. Agar. Vitamin-vitamin. namun ada pula yang membutuhkan media khusus. fruktosa. yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. protein. dan asam organic. Glatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. unsur-unsur logam. galaktosa. 96 . Peptone. adalah produk hidrolisis protein hewani aau nabati seperti otot. manitol. c. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0. Karbohidrat. unsur mikro seperti Fe. Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea.Kekurangannya adalah lebih banyak jemis mikroba yang mampu menguraikan dibandingkan agar. kasein. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi sebagai pemadat media. Yeast extract. sulfur. Jika dicampur dengan air dingin.Nutrisi atau zat makanan a.5-1%. Jasad heterotrof memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat. P. d. plasenta. Meat extract. nitrogen.Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsure dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. Air (H2O) sebagai pelarut b. b. Bahan-bahan media biakan: ( Suriawiria. Silica gel.Nutrisi yang berbeda di dalam media biakan di gunakan untuk pertumbuhan. 3.Silica gel khususnya digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof abligat. terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alcohol. Fungsinya juga sebagai pemadat media. keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. limpa. untuk melarutkannya harus diasuk dan dipanasi. Agar sulit di degradasi oleh mikroorganisme pada umunya dan mencair pada suhu 450C. N. d. H. karbon. 1999) 1. d.Bahan dasar a.Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan adalah amilum. Mg dan unsur pelekat/trace element. lemak. sukrosa. fasfor. dan bahkan ada yang tidak dapat tumbuh sama sekali dalam medium buatan. granula atau bubuk dan terbuat dari rumput laut. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media a. mengandung basa organic terbuat dari otak.

glukosa dimasukkan dalam medium untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof E. Komposisi Nutrient Agar.0 g NaCl 8. Sebagai contoh. coli.  Media kompleks (Complex Media) Hampir semua bakteri heterotropik dan fungi ditumbuhkan dalam media kompleks.0 g Air 1 liter 97 bel 1: . dan sejenisnya. Mikroba yang tumbuh dan berkembangbiak dalam medium kultur disebut dengan kultur. akan sebanding dengan jumlah vitamin dalam substansi. Ada beberapa kriteria medium kultur agar dapat menumbuhkan suatu kultur: (Prescott dkk. medium harus mengandung bahan organik yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh. medium bisa diinkubasi bahkan hingga temperatur mendekati 100°C (agar mencair pada 100°C) sehingga bisa digunakan untuk menumbuhkan bakteri termofilik. suatu agen pemadat (solidifying agent) perlu ditambahkan ke dalam medium. Supaya tetap cair.Ketika mikroba pertama kali dimasukkan ke dalam medium kultur untuk memulai perkembangbiakan. suatu senyawa polisakarida kompleks yang berasal dari alga di lautan. substansi yang akan dites. . Suatu Medium Kompleks untuk Pertumbuhan Bakteri Heterotrof Konstituen Jumlah Pepton 5. yaitu: (Prescott dkk. Ada beberapa jenis medium.Medium harus steril (tidak ada kehidupan lain di dalamnya) sehingga kultur hanya mengandung mikroba yang diinginkan. yaitu menentukan konsentrasi vitamin dalam suatu substansi. medium pertumbuhan yang mengandung semua bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme disiapkan terlebih dahulu. nitrogen. Jika dibutuhkan suatu medium solid untuk menumbuhkan bakteri. Tabel berikut menunjukkan resep yang umum digunakan. daging. yaitu bahan yang mengandung karbon dan energi. tanaman. Begitu agar memadat. Agar biasa digunakan dalam makanan seperti jeli dan es krim. suatu medium harus menyediakan energi. dan bahan-bahan lain yang tidak dapat disintesis oleh mikroba dalam medium itu. yang terdiri dari sejumlah nutrien seperti ekstrak dari ragi. fosfor. Organisme yang membutuhkan banyak bahan-bahan faktor pertumbuhan disebut “fastidious”. sulfur. Salah satu contohnya adalah Lactobacillus. . dan mikroba digabungkan. agar disimpan dalam air pada temperatur 50°C. Medium dengan bahan kimia yang ditentukan adalah medium yang dapat diketahui dengan pasti komposisi kimianya.Mengandung nutrien yang tepat untuk mikroorganisme yang ingin ditumbuhkan. Untuk melakukannya.0 g Agar 15. Agen pemadat yang paling sering digunakan adalah agar. Komposisi kimianya sedikit bervariasi dari batch satu dan batch lain. yang bisa dilihat dari jumlah asam laktat yang dihasilkan.0 g Ekstrak daging sapi 3. Pada kisaran temperatur ini masih aman bagi bakteri ketika agar dituangkan pada mereka. contohnya adalah Neisseria. ia disebut inokulum. Untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof. maupun digest dari protein.Kultur harus diinkubasi pada temperatur yang tepat. Beberapa mikroorganisme juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan microbiological assay. Pertumbuhan bakteri.2002) . kecuali vitamin yang akan ditentukan konsentrasinya.2002)  Chemically Defined Media Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. karbon. Kemudian medium.

Staphylococcus aureus mampu menoleransi NaCl dalam konsentrasi tinggi. bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan membentuk suatu cincin di sekitar koloninya di mana mereka menghancurkan eritrosit di sekitarnya. Mereka hanya bisa tumbuh dalam sel hidup. Saat ini konsentrasi CO2 bisa diatur lewat alat elektronik. Vitamin dan mineral dari daging atau ragi dilarutkan. seperti Rickettsias dan Chlamydias tidak dapat tumbuh dalam media buatan. Wadah lalu ditutup rapat. H2 dan O2 di dalam wadah bereaksi membentuk air. diperlukan suatu wadah khusus anaerobik. Ini menjadi masalah dalam kultivasi bakteri anaerobik. Suatu media khusus yang disebut media pereduksi (reducing media) digunakan untuk bakteri anaerobik. Pada metode ini. Selain itu. bakteri obligat intraseluler.5% NaCl. Agar darah (mengandung eritrosit) adalah media yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies bakteri yang menghancurkan sel darah merah. lalu diuapkan airnya sehingga bahan-bahan yang larut tadi akan terkonsentrasi. Misalnya saja pemberian agar bismuth sulfite. kebutuhan energi. Typhi). ada cara yang lebih sederhana. Dengan bantuan katalis paladium. Streptococcus pyogenes.  Media pertumbuhan anaerobik (Anaerobic Growth Media) Bakteri anaerobik merupakan bakteri yang tidak tahan oksigen. Pada umumnya. Media diferensiasi adalah media yang mampu mempermudah untuk membedakan koloni mikroba yang diinginkan dengan koloni-koloni lain yang tumbuh pada tempat yang sama. sehingga jika terkena oksigen ia akan mati. Mycobacterium leprae hanya bisa ditimbuhkan di dalam armadillo. Cawan dimasukkan ke dalam wadah itu. Terkadang media selektif dan diferensiasi dijadikan satu dalam sebuah medium. lalu oksigen dihilangkan dengan cara memberi air pada sodium bikarbonat dan sodium borohidrat yang sudah ada dalam wadah.  Media selektif dan media diferensiasi Media selektif adalah media yang didesain untuk menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan dan mendukung pertumbuhan mikroba yang diinginkan. yaitu pepton. Ada beberapa bakteri aerobik yang membutuhkan CO2 dalam jumlah lebih besar daripada yang ada di atmosfer. nitrogen. Vitamin dan bahan-bahan organik lain disediakan oleh ekstrak daging maupun ragi. Wadah kemudian ditutup rapat. yaitu dengan candle jar. Reaksi yang terjadi menghasilkan H2 dan CO2. dan ia juga dapat memfermentasi manitol untuk membentuk asam. Agar garam manitol mengandung 7. Bismuth sulfite mampu menghambat bakteri gram-positif dan kebanyakan bakteri gram-negatif pada saluran pencernaan (kecuali S. Jika kultur ternyata harus ditumbuhkan di cawan Petri. Medium ini merupakan medium yang cocok untuk mengisolasi bakteri gram-negatif Salmonella typhi dari feses.Dalam media kompleks. Jika medium kompleks dalam bentuk cair disebut nutrient broth. yang temperatur tubuhnya sesuai dengan yang dibutuhkan bakteri itu. kultur dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala. Kondisi di mana O 2 sedikit dan CO2 banyak adalah merupakan representasi dari kondisi dalam sistem pencernaan dan sistem pernafasan.  Teknik kultur khusus Ada beberapa jenis bakteri yang tidak pernah bisa ditumbuhkan dalam media buatan. Lilin akan berhenti menyala ketika konsentrasi O2 dalam wadah menjadi sedikit (tapi masih cukup untuk pertumbuhan mikroba). medium disebut nutrient agar. karbon. Jika agar ditambahkan. sehingga perlu penanganan khusus untuk menumbuhkannya. Kandungan NaCl mampu menghambat 98 . dan sulfur untuk pertumbuhan mikroba disediakan oleh digest protein. Test tube yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini haruslah tertutup rapat dan dipanaskan sebelum digunakan untuk menghilangkan O2. Media ini mengandung bahan seperti sodium thioglycolate yang mampu mengikat oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen dalam media kultur.

Medium ini juga mengandung indikator pH yang berubah warna ketika manitol dalam medium difermentasi menjadi asam oleh S. EMB (Eosin Methylene Blue) EMB merupakan media diferensial berbentuk padat dapat digunakan untuk menggantikan Mac Conkey agar dan untuk mengadakan isolasi serta mendeteksi Enterobacteriaceae dan campuran spesiesspesies bakteri yangberbentuk batang koliform. Bakteri hemolitik a dapat menghasilkan suatu zona yang menghijau di sekelilingkoloni. sehingga kelihatan berwarna coklat kemerahmerahan dan digunakan untuk menyediakan faktor penumbuh yang diperlukan oleh bakteri patogen. S. 5. Mac Conkey Agar Media ini merupakan media padat dan media differensial. Asam yang dihasilkan dari perombakan laktosa dapat dideteksi dengan asetaldehida dan natrium sulfit. 2. fenol merah sebagai indikator pH. Agar-darah (Blood agar) Agar darah merupakan media differensial yang digunakan untuk perbedaan beberapa bakteri patogen. Garam-garam empedu dan kristal-kristal violet di dalam media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Medium ini juga mengandung mannitol.pertumbuhan mikroba-mikroba lain dan mendukung pertumbuhan S.5% NaCl. 3. menghasilkan suatu zona yang cerah di sekeliling koloni. Endo agar Endo agar adalah media padat (solid plating media). 2008) 1. Bakteri dapat juga dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk mengadakan hemolisis pada sel-sel darah. misalnya Streptococcus. aureus.T. 4. Media ini mengandung natrium sulfit dan “basic fuchsin” yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. Media ini dibubuhi darah. Berikut ini contoh media selektif dan media diferensial yang sering digunakan di dalam Laboratorium Mikrobiologi : (Tryana. sedangkan bakteri hemolitik b. aureus. yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteria selainStreptococcus. Mannitol Salt Agar Mannitol salt agar merupakan medium yang mengandung 7. digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang hidup di usus. Eosin dan methylene blue berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. digunakan untuk seleksi dan penumbuh Enterobacteriaceae dan bakteri Gram negatif yang berbentuk batang. Eosin dan methylene blue ini dapat juga berperan sebagai indikator produksi asam. berguna untuk mendeteksi adanya asam yang dihasilkan 99 .

namun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan mikroba lain. Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. maka mikroba yang tidak bisa mengolah fenol tidak akan bisa tumbuh. Sodium Selenite dapat merupakan inhibitor terhadap Eschericia coli dan beberapa spesies dariShigella. namun ini didesain untuk meningkatkan jumlah mikroba yang ada dalam jumlah sangat kecil hingga mencapai level yang dapat dideteksi.oleh Staphylococcus yang memfermentasi mannitol dapat menghasilkan zona berwarna kuning di sekitar pertumbuhannya. 6. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Medium yang digunakan untuk memperkaya kultur minoritas tadi biasanya berbentuk cair dan menyediakan nutrien dan suasana yang mendukung pertumbuhan mikroba minoritas. lalu sebagian dari mikroba ditempatkan pada wadah lain yang berisi medium yang sama. Metode ini hampir sama dengan medium selektif. dan agar. namun tidak untuk mikroba-mikroba lain. Selenite Broth Media ini digunakan untuk mengadakan isolasi spesies Salmonella dari spesimen-spesimen seperti urin dan feses. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro.2007) Nutrien Agar(NA) Gambar:Nutrien Agar Sumber : (wikipedia. Setelah beberapa kali transfer. 1994).Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. untuk membawa stok kultur.  Kultur yang diperkaya (Enrichment culture) Terkadang suatu bakteri terdapat dalam jumlah yang sangat kecil terabaikan. populasi yang tersisa itu adalah bakteri yang mampu mengolah fenol. Misalkan kita ingin mengisolasi mikroba dari tanah yang bisa tumbuh dengan fenol. dalam artian mikroorganisme heterotrof. MEDIUM YANG SERING DIGUNAKAN Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. Medium kultur diinkubasi beberapa hari. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan :( Buckle. Biasanya digunakan pada sampel tanah. sehingga digunakanlah enrichment culture. sewage. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga 100 .org/wiki/Nutrient_agar) Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. pepton.Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan.NA juga digunakan untuk  pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. terutama ketika bakteri spesies lain terdapat dalam jumlah besar. produk pangan. Jika sampel tanah ditempatkan dalam medium cair kaya fenol (di mana fenol di sini sebagai sumber satu-satunya sumber karbon dan energi). untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. sedangkan yang tidak dapat memfermentasikan manitol tidak akan menimbulkan perubahan warna.

Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Setelah didinginkan.berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel.org) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Tetapi pada praktikum kali ini PDA dilarutkan pada 50mL air dengan perhitungan : 39×50 = 1000x x = 1. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit.serbuk dicampur dan dipanaskan serta aduk. Setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat  Potato Dextrose Agar (PDA) Gambar : Fusarium roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)  (Sumber : forestryimages.6+0. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Plate Count Agar (PCA) Gambar : Listeria monocytogenes pada PCA 101 . Dalam percobaan warna NA sebelum dilarutkan dalam aquades adalah coklat.). Jadi untuk menghilangkan endapan tersebut maka dipanaskan dalam penangas air dengan tabung Erlenmeyer disumbat dengan alat penyumbat. medium dapat ditanami bakteri .2.95gr.95gr jadi PDA yang digunakan untuk 50 ml aquades adalah 1. dan setelah dilarutkan dalam aquades berubah menjadi kekuning-kuningan dan terdapat endapan. Serbuk PDA berwarna kuning karena merupakan ekstrak kentang yang pada dasarnya berarna kuning. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi. 1993).Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.

Intinya sama dengan nutrient agar. Fermentasi laktosa menyebabkan produksi asam dan perubahan dalam indikator pH ke warna kuning. agar) hingga membentuk suspensi 22.org) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.2007) Lactose Broth  Gambar : Kaldu hasil laktosa (Sumber: marietta. yeast extract.com Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. 0. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. dan produk susu. dextrose.3% ekstrak beef. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. MEDIUM LAINNYA Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme.(Sumber: mikrobiyoloji.Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.Jika laktosa tidak difermentasi media tetap merah.Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.edu) Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air. yaitu :( Buckle.wordpress.5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). dan 0. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.5% pepton. sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.5% laktosa.  Nutrient Broth (NB) Gambar : media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth (NB) Sumber: mulyadiveterinary. makanan. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0. 102 .Produksi gas ditunjukkan oleh akumulasi dalam tabung Durham (panah).

000 ml. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Beri air distilasi sebanyak 1. MRS agar mengandung polysorbat. 4. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. D (+) glukosa 20 g/L 5.2 g/L 103 . Sterilisasi dengan autoklaf  EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) dibuat pada langkah pertama. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. P. EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak.0.0 g/L 3. asetat. menumbuhkan.kvl. 2. MRS agar mengandung: 1. dan Shape (1960) untuk memperkaya. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. aureus. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. Namun demikian. dan Salmonella.1 ml contoh air.1. Ekstrak daging 8. magnesium. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang 3. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat). jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P.Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Atur pH sampai 7. Gambar : Salmonella enteritidis tumbuh di EMB Agar (Sumber : microbiologyatlas. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna.dk)  MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Rogosa.coli. Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aerugenosa.0 g/L 4. Protein dari kasein 10 g/L 2. 5. Ekstrak ragi 4.Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Magnesium sulfat 0.

Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae.Neutral red sebagai indikator pH. kristal violet.Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.0 g/L 9. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati.com) Setelah 24 jam. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. menunjukkan pertumbuhan kolonial kasar. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. Agar-agar 14 g/L 7. NaCl. dan halus pada bakteri Enterobacter cloacae. 6.Agar merupakan agen pemadat. Natrium asetat 5 g/L 11.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth Trypticase Soy Broth (TSB)  (Sumber : totallyfreeimages. untuk isolasi. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. agar). sedangkan sel mikroba bersifat asam.Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan.coli. pH akhir adalah 7. pepton. empedu. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. 104  . Mangan sulfat 0. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum.Dinginkan hingga 50-60°C. glukosa. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit.4. neutral red. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Tween 80 1. dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8. Laktosa merupakan sumber karbohidrat.

Nanang(11506110111025) Bagaimana cara kerja pompa Na? Jawaban : Kerja Pompa Na adalah sebagai berikut 1. Ion Na dilepaskan 7. Ion K dilepaskan dan kembali ke konformasi awal 105 . PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. 2. 2 untuk K+) dengan posisi terbuka pada sisi sitoplasma 2. Ion Na terikat 4. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Glikosida digitalis menghambat pompa dengan berikatan pada 1 tempat K+ 9. Pompa Na dengan binding site (3 untuk Na+.ATP terikat dan memfosforilasi permukaan sitoplasma dari pompa. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Binding site sekarang terbuka ke dalam. Ion K terikat 8. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Konformasi menunjukkan afinitas yang lebih tinggi terhadap Na+ dibanding K+ 3. yang menyebabkan perubahan konformasi ATPase sehingga binding site terbuka ke arah luar. Dewi N (115061100111001) Bagaimana cara memisahkan mikroba dengan agar pada industri? Metode apa yang digunakan? Jawaban : Metode yang digunakan untuk memisahkan agar dan mikroba merupakan metode yang sederhana yaitu hanya dengan menggunakan pinset yang steril sehingga mikroba tidak tercemar oleh zat-zat lain. dan menumbuhkan sel khamir. Defosforilasi terjadi.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Untuk membuatnya. enumerasi. Konformasi ini menunjukkan afinitas yang lebih rendah terhadap Na+ dibanding K+ 6. mengubah konformasi ATPase 10. LAMPIRAN II (TANYA-JAWAB) 1. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. dengan afinitas lebih rendah terhadap K+ dibanding Na+ 11. 5.

sterlisasi. Dian Nita Citra Dewi(115061101111013) Apa di dalam industri juga menggunakan media agar dalam skala besar? Jawaban : Dalam industri juga menggunakan agar tetapi agar tersebut di letakkan di tempat. Proses tersebut tergantung pada ketersediaan akseptor dan kondisi lingkungan 106 . sulfat dan karbon dioksida. Pandu R(115061107111001) Tadi dikatakan bahwa kapasitol itu membutuhkan oksigen yang sedikit nah apa bedanya dengan microaerophil? Jawaban: Kapnofil adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi. padat.spesifik. desinfeksi. Ada media lain selain agar yaitu media cair seperti kaldu tetapi sangat jarang digunakan karena keefektifannya lebih rendah jika dibandingkan dengan media agar.3.medium sintetik dan medium nonsintetik -berdasarkan konsistensi medium separti medium cair. yaitu medium organik. 4.aniseptis. Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof naerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. 6. Winda(115061101111003) Semua organisme membutuhkan belerang(sulfur) apa bahayannya jika sulfur menjadi sulfit? Jawaban : Tidak berbahaya karena perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan lalu semua makhluk hidup yang mati akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan tereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida(H2S).tempat kecil dan tempat tersebut harus dalm jumlah banyak 8.meium anorganik. Mutia Dhana (115061100111007) Syarat-syarat apa yang digunakan untuk untuk memilih medium yang cocok untuk mikroba yang kita gunakan? Jawaban : berdasarkan susunan kimianya. 9. mangan. Vivi Anita Aprilia(115061107111005) Aseptor yang digunakan oleh mikroba aalah O2. Dewi Ariesi (115061105111007) Apakah di industri juga menggunakan agar dalam pemberian nutrient? Apakah ada media selain agar? Jawaban : Iya.perhitungan penguji dan khusus. Ayu Indah Wibowo(115061101111011) Bagaimana cara mengendalikan nutrient untuk mikroba agar tidak berlebihan? Jawaban : Dengan cara cleaning. dalam industri memakai media agar. 7. besi. semi padat – berdasarkan fungsi yaitu diperkaya. microaerophil adalah mikroba yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit. lalu bagaimana aseptor untuk mikroorganisme anaerob yang tidak menyukai O2? Jawaban: Yang tidak menyukai O2 pada mikroba anaerobik terjadi pemanfaatan berbagai akseptor elektron seperti nitrat. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur.Dll 5.

dan terhadap rangsangan.10. seperti mikrobkteriel leprae yang hanya bisa di tumbuhkan dalam tubuh armadillo. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi. Organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis. Dengan adanya materi genetik. Pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun organisme bersel banyak. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. hidrokarbon dan asam amino sebagai sumber karbon dan nitrogen mikroba. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel. strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam . reproduksi melalui pembelahan sel. meskipun ukuran sel sangat kecil. Bagaimana cara mengontrol asupan nutrisi pada mikroba seperti itu? Jawaban: Jawaban : Asupan pada mikrobakterium lepre berasal dari gula. mitokondria yang terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy. yang dapat melaksanakan kehidupan. Pengertian Sel Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. tetapi ada bakteri anaerob itu bagaimana? Dan bagaimana cara kerja aseptor elektron serta bagaimana mikroba menggunakannya? Jawaban: Bakteri anaerobik untuk memenuhi syarat nutrisinya dengan cara aseptor elektron.  Struktur sel prokariotik 107 . Dhanang Edy Pratama(115061101111007) Ada berapa mikroba yng benar benar tida bisa ditumbuhkan dalam medium buatan. Sel disebut satuan struktural makhluk hidup. perombakan. Ridhani Rida Ramadhan(115061100111009) Sisa sisa metabolisme dari bakteri bis dijadikan sebagai media pertumbuhan mikroba atau tidak? Dan tolong jelaskan medium pengaya dengan diperkaya? Jawaban: Sisa-sisa metebolisme bakteri tidak bisa dijadikan sebagai media pertumbuhan mikoba. (Alberts B. Mariatus Sholihah(115061100111019) Pada syarat nutrisi dijelaskan bahwa semua mikroorganisme membutuhkan oksigen. sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. karena media pertumbuhan harus steril sedangkan pada sisa sisa metabolisme tidak steril Medium pengaya medium yang kaya akan nutrient tertentu sehingga vdapat menumbuhkan dan memperbanyak sel 12. sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna. Nutrisi tersebut dapat diambil dari lingkungan maupun dari tubuh armadillo 11. misalnya. Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. Cara kerja aseptor elektron yaitu dengan membuat ATP dengan menggunakan reaksi anaerobik yaitu fermentasi. 1994) Struktur Sel Struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan sel eukariotik. penyusunan. Sel mengandung materi genetic.

Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma. nukleoid (berupa DNA dan RNA). adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut: (Yunus. Membran sel Lipid Fosfolipid merupakan komponen utama dari membran sel. Sementara lipid membantu memberikan fleksibilitas membran mereka. sel prokariotik tidak memiliki membram inti. sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas. namun mempunyai struktur yang berfungsi sama. Karena tidak mempunyai membran inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. sehingga hanya molekul tertentu untuk meredakan melintasi membran. sepert reticulum endoplasma dan komplek golgi. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam). yakni memiliki organelorganel bermembram seperti retikulum endoplasma. berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi. selain itu sel. bersifat semi/selektif permeabel. osmosis. dengan sisanya menjadi protein. The bilayer lipid adalah semipermeabel. sedangkan hidrofobik mereka (ditolak oleh air) daerah ekor wajah jauh dari cairan sitosol dan ekstraseluler. komplek Golgi. Tergantung pada lokasi membran dan peran dalam tubuh. eukariotik memiliki sistem endomembran. dan sitoplasma yang mengandung ribosom. selain itu. 2009) 1. Membran plasma Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar. lipid dapat membuat mana saja dari 20 sampai 80 persen dari membran. yaitu mesosom dan kromatofor. A. Mereka membentuk bilayer lipid di mana mereka hidrofilik (menarik air) di daerah kepala spontan mengatur untuk menghadapi sitosol berair dan cairan ekstraselular. 2009)  Struktur sel eukariotik Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membran inti. sedangkan sel prokariotik tidak. mitokondria. (Yunus. 108 . A. Membran sel terutama terdiri dari campuran protein dan lipid . sel eukariotik juga memiliki sentriol. dan lisosom. protein memantau dan memelihara iklim kimia sel dan membantu dalam transfer molekul melintasi membran. sedangkan sel prokariotik tidak. dan transport aktif.

disebut nucleoplasm. Sitoskleton Merupakan rangka sel yang tersusun atas tiga jenis serabut yaitu mikrofilamen. Sitosol adalah struktur terbesar dalam sel. seperti protein globular. Selama replikasi. Selain informasi genetik. Nukleus Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel. 3. Kadang-kadang konten adalah setinggi satu molekul kolesterol per satu molekul fosfolipid. 2. chromatins dikondensasikan untuk membentuk struktur yang sangat terorganisir yang disebut kromosom . dan asam amino.Kolesterol merupakan komponen lipid dari membran sel. Daerah sitoplasma di luar organel individu disebut sitosol. Sitosol berisi ribuan enzim yang bertanggung jawab untuk catalyzation dari glikolisis dan glukoneogenesis dan untuk biosintesis gula. Membran sel Protein Protein struktural membantu memberikan dukungan sel dan bentuk. Protein membran sel reseptor membantu sel berkomunikasi dengan lingkungan eksternal mereka melalui penggunaan hormon. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval. 109 . Sitoskeleton menyediakan kerangka kerja struktural penting untuk: a. Nukleus berdiameter 10 mikrometer. 4. Mereka membantu sel untuk mengenali sel-sel tubuh lainnya. masing-masing diperlukan untuk reproduksi sel dan kelangsungan hidup. Sel bentuk. Struktur ini memberikan sel bentuk dan memungkinkan untuk mengatur banyak reaksi kimia yang terjadi di sitoplasma. neurotransmitter dan molekul sinyal lainnya. Yang berperan penting pada sel sebagai pengendali kegiatan sel. molekul transportasi melintasi membran sel melalui difusi difasilitasi . asam lemak. Kolesterol sebagian melumpuhkan ekor asam lemak membuat membran kurang fleksibel dan dengan demikian kurang permeabel untuk molekul yang lebih kecil. terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. Nucleolus adalah di mana ribosom dirakit. Inti bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan organel lain dalam sitoplasma (ruang seperti gel yang mengelilingi inti). DNA terikat oleh protein histon dan disusun dalam kromatin. sitoskeleton dapat membantu dalam pergerakan sel. Ini adalah salah satu fungsi dari filamen intermediate. Pesan dari dalam perjalanan inti melalui pori-pori di amplop nuklir untuk memasuki sitoplasma. inti sebagian besar juga mengandung satu atau lebih bola berbentuk organel yang disebut nukleolus. Protein transport. mikrotubulus dan filamen intermediar.Glikoprotein memiliki rantai karbohidrat yang menyertainya. Di dalam inti. Kolesterol merupakan komponen penting dari membran plasma hewan. Ini composes 54% dari total volume sel. sitoskeleton menentukan bentuk sel. Sitoplasma berisi sisa organel seperti retikulum endoplasma dan mitokondria. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti. Glikolipid yang terletak pada permukaan membran sel dan memiliki karbohidrat rantai gula yang melekat pada mereka. Mereka tertanam dalam membran sel dan membantu dalam sel untuk komunikasi sel dan transportasi molekul melintasi membran. Selain itu. Untuk sel tanpa dinding sel. Informasi genetik dikelilingi oleh amplop dua-lapisan nuklir dan umumnya ditemukan di tengah sel.

sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium.Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela.Sebagian besar sintesis kompleks dan fungsi distribusi dari retikulum endoplasma dan kompleks Golgi memanfaatkan vescicles transportasi. Mikrotubulus dan mikrofilamen dapat membantu organel bergerak dari satu tempat ke tempat dalam sel. Maka. Ada juga dapat geser gerakan struktur ini. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. Koleksi dinamis mikrofilamen dan microtubles dapat terus dalam proses perakitan dan pembongkaran. Ini adalah bagian dari sel. Selama pembelahan sel. Ribosom tersuspensi dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar. RE halus mensintesis molekul. Kantung ini disebut cisternae. Sentriol adalah struktur yang ditemukan dalam sel-sel hewan eukariotik. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Subunit kecil mengikat mRNA (messeger RNA). 5. yang artinya tubuh. Tanaman sel dan jamur tidak mengandung sentriol. dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi. RE halus Berbeda dari RE kasar. Kemudian untuk sel-sel hewan. Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar. hewan. detoksifikasi obat-obatan. Organel gerakan. Struktur Ribosom Susunan ribosom merupakan susunan yang rumit antara RNA ribosom (rRNA) dan protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). soma. Pembagian ribosom berdasarkan subunit besar dan subunit kecil. atau pada membran inti sel. . RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. 7. Perbandingan keduanya yaitu 65% rRNA dan 35% RNP. Sentriol Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. cincin mikrofilamen membantu membagi sel mengembangkan dua oleh konstriksi wilayah tengah antara sel-sel. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. yang merupakan komponen sitoskeleton. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid. Audesirk dan Audesirk memberikan contoh sel darah putih "merangkak" dan perubahan migrasi dan bentuk sel selama perkembangan organisme multicelled. d. mikrotubulus mencapai gerakan chromosones ke inti putri. maupun manusia. Pembelahan sel. sehingga kekuatan yang menggerakkan sel. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”). Gerakan sel. yang bertindak sebagai pusat mikrotubulus memproduksi. tergantung pada jenisnya. 110 6. metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium. Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Retikulum Endoplasma Adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik. Kata ribosom didapat dari penggabungan kata yaitu ribonucleic acid dan kosakata Yunani.b. mikrofilamen menempel vesikel dan menariknya ke dalam sel. Ribosom Ribosom merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh makhluk hidup karena dapat mengendalikan cara kerja tubuh tumbuh-tumbuhan. sedangkan yang besar mengikat tRNA (transport RNA). Ribosom merupakan organel terkecil dalam sel yang berbentuk bulat padat dengan diameter sekitar 20 sampai 25 nm. c. Dalam kasusendositosis ketika vesikula terbentuk untuk menelan beberapa partikel dari luar sel. dan diperkirakan bahwa pergerakan vesikel dipandu oleh sitoskeleton.

Tempat untuk memodifikasi protein 111 8. untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel. Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. • Replikasi DNA Replikasi adalah pencetakan dan penggandaan DNA dengan membelah dan membentuk sel yang baru yang urutan A-C-G-T nya sama. antara lain replikasi DNA. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut. Di sinilah asam-asam amino itu dirakit sesuai urutan yang diresepkan gen (DNA) dan kemudian melipat membentuk struktur tiga dimensi yang fungsional. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. tRNA. Ribosom akan membaca urutan basa RNA dan menterjemahkan (translate) menjadi urutan asam amino tertentu sesuai dengan resep yang dibawa mRNA. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas. beberapa fungsi badan golgi antara lain : Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma. sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. misalnya ginjal. kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel.sama berpasangan dengan adenine. • Transkripsi Transkripsi adalah proses penggandaan DNA menjadi RNA. Misal. yang dalam pelaksanaannya adalah berupa penyusunan basa-basa pada rantai RNA dengan menggunakan runtunan basa DNA gen sebagai modelnya. Membentuk dinding sel tumbuhan Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom. Terdapat tiga unsur yang terlibat dalam proses translasi yaitu adalah mRNA. informasi pada gen digandakan satu per satu (basa per basa) dari sebuah rantai DNA menjadi rantai RNA pembawa pesan (mRNA). Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran.      . Membentuk membran plasma.Fungsi ribosom Ribosom memiliki fungsi untuk mensintesis protein. Pada produksi awal protein. sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi. dan rRNA. berisi enzim dan bahan-bahan lain. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. • Translasi Pada tahap ini mRNA hasil transkripsi dibaca oleh ribosom dan diproses lebih lanjut oleh ribosom. Kompleks golgi Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. transkrpsi dan translasi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Transkripsi adalah penyalinan informasi dari gen ke dalam molekul RNA. Pada tahap transkripsi basa timin pada DNA digantikan oleh urasil pada RNA namun keduanya sama. Proses pembentukan protein Ada tiga tahap proses pembentukan protein. Ribosom berperan sebagai tempat pertemuan mRNA dengan tRNA serta penterjemahan kodon serta reaksi perangkaian asamamino.

mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel. autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). fosfatase. disebut krista [Lodish. dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper. pH sekitar 6. Dalam hal ini. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri.5 – 1. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. nuklease. Pertama. lipase. yaitu membran luar. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan. Mula-mula. Proses ini berguna pada sel hati. hanya bergaris tengah 0. Fungsi utama lisosom adalah endositosis. membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA. membran dalam. 10. Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Mitokondria Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. transformasi berudu menjadi katak. materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. seperti organel yang tidak berfungsi lagi. fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut). bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. misalnya sel otot jantung. fosfolipase. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma). Di dalam endosom awal. 2001]. glikosidase. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Dengan demikian.5 mikro meter . Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi 112   . Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0. Badan Mikro Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil . Kemudian. 2000]. yang disebut endosom awal. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks. Di dalamnya.3-1. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak. dan embrio manusia. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom. 11.Badan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom serta berisi enzim katalase. ataupun sulfatase. Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Di endosom lanjut. dan autofagi. ruang antar membran. fagositosis. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama.Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel Untuk membentuk lisosom 9. Setelah itu.0 µm. membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Lisosom Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Selain itu.5 µm dan panjang 0. yang tidak dibawa ke endosom lanjut. organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease.

2006) DNA sel eukariotik tidak mencampur bebas dengan sitoplasma. dan terdiri dari sebagian mikrotubula. Mikrotubulus dan Mikrofilamen Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa . berpartisipasi dalam gerakan vesikel dan kromosom.yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen. Seperti mitokondria.1996) Kloroplas melakukan fotosintesis pada sel tanaman. ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria. biasanya dalam bentuk kromosom melingkar seperti yang ditemukan juga pada E. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. (Syamsuri I & Suliestijono. ATP.M. (Schleif. mitokondria mirip dengan bakteri dan kenyataannya tampaknya berevolusi dari bakteri. Ini adalah struktur besar yang secara aktif mentranspor protein atau RNA ke dalam atau ke luar inti. dibutuhkan untuk menarik kromosom ke sel-sel anakan. 1993). Selain mikrotubulus .coli dan ribosom yang berada di sitoplasma sel eukariotik. dan berpartisipasi dalam mengubah bentuk sel sehingga ia dapat bergerak.tipis yang memanjang.dan juga membentuk rangka dalam pada sel.1997) Dalam sitoplasma eukariotik ada sejumlah protein struktural yang membentuk jaringan. 12. kalsium dan kalium. filamen intermediat. ribosom.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein . 113 . Mereka mengandung DNA. yang fungsi utamanya tampaknya membantu DNA mempertahankan keadaan kakunya. Retikulum Endoplasma adalah selaput lain yang ditemukan dalam sel eukariotik. serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam. yang panjangnya 2. Ia terlibat dengan modifikasi protein untuk transpornya ke organel sel lain atau untuk ekspor ke luar sel. yang melakukan fosforilasi oksidatif untuk membangkitkan energi kimia yang dibutuhkan sel. Inti dikelilingi oleh dua selaput. Serat dalam sel memberikan kerangka struktur kaku. (Prawirohartono S & Suhargono H. R. (Schleif. Sebagian besar sel eukariotik juga mengandung selaput dalam.oksidatif. Retikulum Endoplasma berdampingan dengan selaput inti luar namun membentang di seluruh sitoplasma dalam banyak tipe sel dan terlibat dengan sintesis dan transpor protein selaput. aktin. sebuah alat khusus bernama spindel.Mikroorganisme yang termasuk jenis Eukariotik. yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA). ADP. dan filamen tipis membentuk empat kategori serat yang ditemukan dalam sel eukariotik.Diameter mikrofilamen hanya 5 nm. Golgi adalah struktur lain yang mengandung selaput. DNA sendiri terkekang erat dengan sejenis protein yang disebut histon. hanya protein kecil dengan berat molekul kurang dari 20 hingga 40 ribu dapat bebas memasuki inti lewat selaput inti. seperti siklus Krebs. Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel. Secara normal. (Abercrombie.1996) Sel eukariotik juga mengandung organel khusus seperti mitokondria.  Fungi. Saat sel membelah. 1993). (Prawirohartono S & Suhargono H. kloroplas juga mengandung DNA dan ribosom yang berbeda dari struktur yang analog di daerah lain sel tersebut. Dalam banyak hal. dan kemudian menggumpal kembali. selaput inti meluruh. Dalam tiap siklus sel. Mereka juga mengikat mayoritas ribosom. R.yaitu aktin dan miosin. Mikrotubula. fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium. reaksi oksidasi asam amino. dan reaksi ?-oksidasi asam lemak.Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot . namun terselubung dalam selaput inti.5 mikrometer dengan diameter 25 nm. Organel ini berbentuk benangbenang halus . dan merupakan tipe organel khusus lainnya yang ditemukan dalam beberapa jenis sel eukariotik.

beberapa jamur 114 . Meskipun kebanyakan hidup di darat. haustoria dapat menembus jaringan substrat. Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. protein. a. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan. vitamin. Misalnya.Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. parasit fakultatif. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. misalnyo khamir. Struktur jamur. Selain itu. ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter. mitokondria. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. pertumbuhan. Pneumonia adalah jamur yang bersifat saprofit bersifat jika parasit tidak fakultatif jika mendapatkan inang yang mendapatkan inang yang c. kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. obligat dapat hidup pada inangnya. dan reproduksinya. Slamet. Clntuk memperoleh makanan. berbeda dengan organisme lainnya. Cara makan dan Habitat jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Jamur yang hidup bersimbiosis. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. hidup. yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Saprofit Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. (Prawirohartono. Namun. b. tetapi cocok. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Hifa membentuk jaringan yang disebutmiselium. 2003) 1. Ada jamur yang satu sel. dan senyawa kimia lainnya. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. jamur dapat bersifat parasit obligat. Sebagai makhluk heterotrof. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. atau saprofit. Parasit Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya sedangkan di luar inangnya tidak dapat carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. 2. Akan tetapi. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat. selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. struktur tubuh. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. contohnyojamur kayu. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza. hifa dapat juga langsung menyerap bahanbaha organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. Parasit Parasit fakultatif sesuai.

Torulla (koloni berwarna merah / orange). e. (Schlegel. Coccidioides immitis. seperti glukosa dan fruktosa. and K. dan bir. b. Contoh: Aspergillus. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit. berkembang biak dengan cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell. cembung bau seperti ragi. Candida albicans. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. Trichophyton. Schmitdt. Spesies ragi baik memerlukan oksigen untuk respirasi seluler aerobik (aerob obligat) atau anaerobik. and K. Penicellium. dan berbentuk mold jika berada diluar inangnya atau pada suhu inkubasi suhu ruang. Tidak seperti bakteri. Berbentuk Yeast jika berada di dalam inang / host atau pada suhu inkubasi 37 derajat C. atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. H. Untuk identifikasi.ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. tidak ada spesies ragi diketahui bahwa tumbuh hanya anaerob (anaerob obligat). Cecie. Rhizopus. Dimorfik Merupakan jamur yang mempunyai dua bentuk yaitu : Yeast dan Mold. Contoh : Histoplasma capsulatum. H. (Schlegel. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju. baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. MORFOLOGI Bentuk jamur secara garis besar ada 3 bentuk yaitu : a. Blastomyces dermatidis. Yeast like merupakan jamur uniselluler yang mampu membentuk pseudohifa. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. roti. (Starr. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Mucor. warna krem. kumpulan dari hifa disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. Yeast Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron. 1994) b. tetapi juga memiliki metode aerobik dari produksi energi (fakultatif anaerob).G. 1994) Mold / Kapang Merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu) yang membentuk benang-benang hifa / filament. 1994) c. Ragi adalah chemoorganotrophs. Schmitdt. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. and K. 1991) 115 . c.G. Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar (Rought). Contoh : Candida sp. dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. Epidermophy ton. Yeast ada dua yaitu : Yeast murni merupakan jamur uniselluler yang tidak mampu membentuk pseudohifa/ klamidospora. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat maupun tak bersekat. Secara makroskopik (pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak Smooth. Karbon diperoleh sebagian besar dari gula heksosa. Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak. Hifa yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan. (Schlegel. Microsporum. a. hasil mikroskopik dan makroskopik merupakan dasar identifikasi. d. karena mereka menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. H. Cryptococcus neoformans. Ragi tumbuh terbaik di lingkungan pH netral atau sedikit asam. Schmitdt.G. Hifa yang berada di atas permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. 3.

batu-batuan. Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri maka disebut protista mirip tumbuhan. (Starr. b. atau kulit-kulit pohon. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri). Meskipun begitu. dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. d. baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian. laut.Di samping peranan yang menguntungkan.atau danau. 1991)  Protista Protista sendiri berasal dari bahasa yunani. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. yaitumemiliki membran inti.Pada kondisi yang kurang menguntungkan. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan. sertadapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya. Kelompok makhluk hidup Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae). dan ksitos artinya menyusun. menyerupai tumbuhan. beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan.Umumnya. heterotropik. tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan. yaitu sebagai berikut. antara lain sebagai berikut. Cecie. Zigot akan terusmberkembang menjadi individu baru.Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut. Hanya dikatakan menyerupai tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. (Syamsuri. batang. e. Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondriauntuk respirasi. f.Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista.Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. Secara taksonomis. berwarna hijau. dapat berupa planktonyang melayanglayang di dalam air atau melekat di dasar sungai. akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. dan berbentuk seperti benang-benang halus. Pada kenyataannya. atau keduanya. dibandingkan dengan monera. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista. kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa.Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual.Protista memiliki flagela atau cilia dalam hidupnya dan dapat berkembang secara aseksual atau seksual.Protista biasanya ditemukan di dalam air. Protista dapat membentuk kistae.Ganggang dapat berbentuk benang. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. 2004) A. c..Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. seperti dinding tembok kamar mandi. Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut. atap rumah. yaitu ganggang cokelat 116 . tetapi ada pulayang hidup di tempat-tempat yang lembap. Candida sp. lembaran. ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula. Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan. atau koloni sel. a. ataupun menyerupai jamur. Nutrisi yang diperoleh dari fotosintesis Protista tersebut dapat bersifat fototropik. Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan di tempattempatyang lembap. Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang atau Algae) Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.

2004) 1. Cara Euglena Memperoleh Makanan Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan. Filum Euglenophyta Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. Contoh ganggang hijau. Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif. makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof. (Syamsuri I & Suliestijono.. dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. ganggang pirang (Chrysophyta). dan sitoplasma. Spirogyra sp. sawah. ganggang hijau (Chlorophyta). tidak berdinding sel. atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya. atau parit. Dengan bantuan cahaya matahari. sungai. misalnya. dan 5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang. karoten dan xantofil. seperti air kolam. Ganggang hijau dapat berbentuk benang. Euglena viridis. Setiap sel anak mempunyai inti sel. cara memasukkan makanan melalui mulut sel.b. ataupun air sungai. Euglena biasa hidup di air tawar.. membran sel. air kolam. Biasanya. filamen. 117 . (Syamsuri. Volvox sp. Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. Cara Euglena Bereproduksi Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Plankton disebut sebagai produsen. antara lain. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. 2) sel berbentuk oval memanjang. (Syamsuri I & Suliestijono. 2006) a . ataupun berkoloni. contohnya. air danau. (Syamsuri I & Suliestijono. Selain berfotosintesis. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta) Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. dan Ulothrix sp. 2006) c . Dengan bantuan cahaya matahari. 2006) b .(Phaeophyta). 2006) 2. Makhluk hidup ini berwarna hijau. Jika kalian perhatikan dengan baik. Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a. 4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak. berklorofil. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. gas itu adalah oksigen. dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. dan ganggang Euglenophyta. ganggang ini hidup di air tawar. Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. Ciri-ciri Chlorophyta Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. Air kolam. ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam. sungai. 2004) a . (Syamsuri I & Suliestijono. (Syamsuri. makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. 3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel. ganggang merah (Rhodophyta). Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berwarna hijau karena mengandung klorofil.

bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul. tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu). Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar. 2004) c . Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella. Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. 2004) d . lembaran. 3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang. Sel Chlamydomonas mengandung satu inti. 2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar. berukuran mikroskopis. (Syamsuri. Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut.2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut. Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n). sedangkan secara seksual dengan konjugasi. ganggang hijau disebut sebagai produsen. Cara Chlorophyta Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara. dan berkoloni. merupakan salah satu kelompok plankton air tawar. yaitu secara seksual dan secara aseksual. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi. Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut. 4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. dan kloroplas. Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut : 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum. Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. satu vakuola. 118 . serta pembentukan zoospora (spora kembara). Kloroplas berbentuk mangkuk. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru. 4) telah memiliki dinding sel. Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. 3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploi (n). Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. Cara Mendapatkan Makanan Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid. Selnya berbentuk bulat telur. yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi. dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi. Alat gerak berupa dua flagel. Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara. 5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. (Syamsuri. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti. 5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. memiliki kromosom diploid (2n). fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni). 2004) b . Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi. Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. (Syamsuri. Kloroplasnya berbentuk mangkuk. Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpaadanya peleburan sel jantan dan betina. Di perairan tersebut. dan hidup sebagai zoospora pada Chlorococcum hingga terbentuk satu sel dewasa.

Zat kersik ini sangat berguna bagi industri. (Syamsuri. misalnya. Contohnya adalah Peridinium. 2003) 3.dan bahan cat. Pinnularia sp. Tulbilaria. dan berkoloni (Synura). 2004) 4. Filum Ganggang Merah (Rhodophyta) Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan. hijau kekuningan. obat-obatan. mengandung pigmen kuning kecokelatan. Contohnya. agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme. Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan. Ganggang ini hidup di air laut. dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma.000 buah. pelapis daging kaleng. Navicula. antara lain. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora. 2004) 6. Cyclotella. 2004) B.Laminaria. Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu. Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi. batang. seperti akar. (Prawirohartono. zigot akan tumbuh menjadi individu baru. air payau. pengeras es krim. (Syamsuri. juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin). Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. dan bersifat mikroskopis. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. Chrysophyta ada yang bersel satu. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar. Selanjutnya. Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta) Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah. dan Pinnularia. bersel satu (Ochromonas). Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang. dan daun). Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. bersel banyak. bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50.6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta) Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. (Syamsuri. mempunyai tubuh yang multiseluler. dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat. 2004) 3. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil. serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak. Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). dan Sargasum. di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel. Contoh ganggang ini adalah Diatom. obat. maupun air laut. Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa) 119 . bercabang tidak bersekat. Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. dapat bergerak aktif. memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran). Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. bersel banyak. berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat. baik air tawar. Contoh ganggang cokelat adalah Fucus. kosmetik. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. (Syamsuri. Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum. berklorofil. Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan). Ganggang ini hidup di laut. dan benang berinti banyak (senosit). dan kuning keemasan (diatom). Selain untuk bahan makanan. Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta) Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan. sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi.

Untuk mencegah diare. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang.Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. permukaan tanah yang lembap. Selain Entamoeba histolytica. pengeluaran. Dengan kaki semunya. kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya. Dari sini. sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma). Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. air laut. Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare. berparasit dalam usus manusia. mungkin tidak ditutup. lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. bahkan dapat mencapai hati. Entamoeba yang menyebabkan penyakit. terkena debu. Flagellata atau Mastigophora (bercambuk). dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. enam belas sel. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan. Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. Agar tidak sampai terserang. Trypanosoma gambiense dan 120 . secara aseksual dilakukan dengan membelah diri dan secara seksual dengan konjugasi. Ia bersel satu dan hidup bebas di tempattempat yang becek. Pada keadaan yang tidak menguntungkan. Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk) Flagellata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). Actinopoda. seperti Entamoeba histolytica. Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. dan seterusnya. Pada keadaan tertentu. dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis. parit. gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur.Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. Protozoa hidup di air tawar (selokan. ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis. Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. Jika keadaan luar telah membaik. kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh. Protozoa dibagi menjadi enam filum. Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan. sungai. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. delapan sel. pertukaran gas. yaitu Foraminifera dan Arcella. yaitu sebagai berikut. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua. Akan tetapi. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. alat gerak. (Syamsuri. Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. dan mengandung makanan. Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma). Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. berair. Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. dan Sporozoa (penghasil spora). sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Misalnya. yang dibahas dalam bab ini hanya empat filum. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh. dan waduk). Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat. Kemudian. yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu). Ciliata (berambut getar). Flagellata dapat hidup bebas di dalam air atau sebagai parasit pada makhluk hidup lain. rendaman jerami. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). (Syamsuri. 2004) 2. Amoeba Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. Flagellata merupakan nenek moyang dari hewan dan tumbuhan. 2004) 1. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. Foraminifera. seperti Trypanosoma dan Trichomonas. Selain Amoeba. atau dihinggapi lalat. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis. dan sebuah inti sel. ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel.

121 . Penyerapan sari makanan terjadi di dalam sitoplasma. 2004) 3. sedangkan sisa makanan berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang terletak di kedua ujungnya. hidupnya menumpang di usus kecoa. Stentor (hidup di perairan sawah yang mengandung bahan organik). mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma. Ketika lalat menggigit. terjadilah aliran keluar masuk air pada mulut sel. Protista Menyerupai Jamur Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat.. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Pada saat bergetar. Sporozoa tidak memiliki alat gerak. Mereka biasa hidup di rawa. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramaecium sp. dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik. tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. lalat juga mengeluarkan air liur yang mengandung Trypanosoma untuk mencegah pembekuan darah. 2004) 4. Konjugasi didahului dengan pertukaran inti antara dua individu lalu berpisah dan masing-masing membelah menjadi dua individu. Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi. Ada juga Ciliata yang hidup di air tawar. makhluk hidup dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam air. Plasmodium hidup sebagai parasit pada tubuh manusia yang menyebabkan penyakit malaria. Bentuk selnya seperti sandal. Plasmodium berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora terjadi di dalam tubuh manusia dan berkembang biak secara seksual dengan pembentukan gamet. Makanan yang terkumpul akan masuk dalam sitofaring (kerongkongan sel) lalu masuk ke dalam vakuola makanan untuk dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. T. vakuola makanan (pencerna makanan). Ciliata. (Syamsuri. Makanannya adalah sel darah merah. (Syamsuri. cruzi merupakan penyebab penyakit nagana pada sapi dan kerbau. Kelompok Ciliata (Berambut Getar) Ciliata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (cilia). Paramaecium caudatum Paramaecium caudatum adalah Ciliata yang hidup bebas. Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Pada Trichomonas terdapat tiga flagel atau lebih. Sporozoa hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. rambut di sekitar mulut sel akan bergetar pula. Contoh lainnya adalah Babesia dan Theileria. Evansi merupakan penyebab penyakit sura pada hewan. Rambut getar ini adalah bulu-bulu halus yang melekat pada membran sel. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam Sporozoa adalah Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Didinium (hidup di perairan yang mengandung Protozoa). Ciliata mendapatkan makanan dengan mulut sel. Sisa makanan padat dikeluarkan melalui membran plasma. dan selnya diselubungi oleh pelikel. Pada saat ini. Peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. yaitu Stylonichia (hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik). sedangkan yang hidup berparasit adalah Nyctoterus ovalis. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika). Air yang masuk dan keluar mulut sel banyak mengandung bakteri atau bahan organik atau bahan makanan lainnya yang tertambat atau terkumpul di dalam mulut sel. ukuran kira-kira 250 mikron. Trichomonas vaginalis yang menyerang vagina dapat menyebabkan keputihan. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronukleus). 2004) C. dan Flagellata yang telah mempunyai alat gerak. serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). (Syamsuri. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi. Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora) Tidak seperti Rhizopoda. dan Vorticella. Bentuk tubuh Ciliata adalah oval. tidak berubah-ubah. sawah. Dengan menggunakan rambut getar. sitoplasma. T.Trypanosoma rhodiense menyebabkan penyakit tidur yang disebarkan oleh gigitan lalat Tse-tse.

(Prawirohartono. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. tanah lembap. spora akan tumbuh menjadi hifa baru. jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya. Jamur yang hidup secara parasit. dan Pythium. batang kayu yang membusuk.Semetara itu. Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. 1982) a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada saat ada makanan. kayu lapuk. Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Contoh Oomycota adalah Phytophthora. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. infestans (kentang). hanya saja tidak mengandung klorofil. P. berinti banyak. yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota. berkembang biak secara aseksual dan seksual. dan P. Pada saat kondisi menguntungkan. bersel satu atau bersel banyak. spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang. Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding. K. Sporangium yang masak 122 . sampah basah. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot. b. K. b. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. d. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. misalnya. Jika telah dewasa. bersifat uniseluler ataupun multiseluler. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. 2003) 1. c. Filum Jamur Air (Oomycota) Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. P. tanah lembap. tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). dinding sel berupa selulosa. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. (Timotius. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Saphrolegnia. (Prawirohartono. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf. dan c. Nicotin (tembakau). Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. 1982) b. kayu lapuk. Jamur ini berinti banyak. (Prawirohartono. 2003) 2. Setelah matang. Pada kondisi tertentu. Pada tingkat dewasa. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba. Filum Jamur Lendir (Mycomycota) Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. 2003) Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe. . setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat. H. dan di hutan basah. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. biasa hidup di hutan-hutan basah. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. (Timotius. atau sampah basah. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. dan dapat bergerak bebas. e. H. kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. palmifera (kelapa). berbentuk seperti lendir (plasmodium). mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk.

transfer oksigen. Dalam skala laboratorium digunakan dalam botol erlenmeyer (volume 50-2000 ml dengan pengisian maksimum 20 %). suhu. mengacu pada kuantitas pertumbuhan besar sel aerobik atau anaerobik. Pertama dalam metabolisme. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid.2001) Fungsi utama bioreaktor adalah memberikan lingkungan terkontrol bagi pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu mikroorganisme untuk memperoleh produk yang diinginkan. dan bahan baku. intinya membelah. Selain dari penggunaannya untuk budidaya sel.  Bioreaktor sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar terjadi pengawasan proses optimum. Pada fermentor ada parameter yang harus dikontrol. Meskipun media dalam bentuk padat sering digunakan tetapi kebanyakan fermentasi menggunakan media cair. (waites. (Timotius. Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler. Fermentor yang digunakan berdasarkan kapasitasnya dibagi menjadi dua. bergerakberpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan.tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. Saat Plasmodium membesar. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Plasmodium mempunyai banyak inti. H. di daun. dan objek yang lebih spesifik untuk dihasilkan. Pada Myxomycota. sel – sel yang ada berpencar dengan bebas dalam media dan berinteraksi sebagai bentuk tersendiri. yaitu pada sel vegetatif dan spora. Fermentasi juga diklasifikasikan sebagai proses dalam fasa biologi. dimana yang penting untuk banyak proses fermentasi yang ingin dilakukan. . Kedua.2001) Alat yang biasa digunakan adalah fermentor (bioreactor) yaitu suatu unit alat yang digunakan untuk melangsungkan proses biokimia dari suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. kemudian sel gamet ini melakukan singami.  Bioreaktor hendaknya mencegah kontaminasi produksi dari lingkungan pada kultur sambil mencegah pelepasan kultur ke lingkungan. yaitu laju agitasi. DESAIN DAN KONSTRUKSI FERMENTOR Fermentor kebanyakan didesain untuk menjaga konsentrasi biomass tetap tinggi. Sistem fermentasi ini mungkin terlihat mudah tetapi dalam kenyataanya fermentasi menggunakan nutrisi dan oksigen bisa dikembangkan. Sebaliknya. dimana prosesnya dilakukan oleh enzim-enzim dalam mikroba atau enzim murni yang diisolasi. K. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. (waites. Fermentor merupakan system tertutup untuk reaksi biologis dari proses bioteknologi. dalam sebuah alat biasanya sebagai fermentor atau bioreaktor. pada Acrasiomycota. kontrol apa yang akan dilakukan bergantung pada proses tertentu. Jenis – Jenis Fermentor 123 .2001) Pada penundaan pertumbuhan mikroorganisme. massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria). (waites.akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. dalam konteks industrial mikrobiologi. pH. yaitu skala laboratorium dan skala industry. fermentasi mengacu pada energi yang menghasilkan senyawa organik di mana bertindak sebagai pendonor elektron dan akseptor. kayubusuk untuk memakan bakteri. 1982) FERMENTATION SYSTEMS Fermentasi pada mikrobiologi memilki dua arti yang berbeda.

Menurut Pujaningsih (2005). Air lift loop reactor . Bioreaktor kolom gelembung (Bubble column bioreactor) udara dialirkan melalui sparger di dasar bejana. Loop reactor. Berdasarkan penggunaan alat tersebut. b. Karakteristik hidrodinamik bioreaktor. 3. Reaktor dengan agitasi internal. Karakteristik stabilitas genetis dr sistem sel Desain peralatan yg aseptis Pengawasan lingkungan bioreaktor (makro dan mikro) Implikasi desain bioreaktor pada pemisahan produk menghilir Modal dan biaya operasi bioreactor Potensi pengembangan desain bioreactor 124 . bejana harus dapat dicuci dan disterilisasi fasilitas sampling harus ada konsumsi tenaga serendah mungkin. serasi dan afitasi memadai untuk kelangsungan proses metabolik mirkobia.Kriteria Dasar Dalam Desain Bioreaktor:           Karakteristik mikrobiologi dan biokimia dr sistem sel (mikrobia. Bioreaktor dengan pancaran udara (Airlift bioreactor) terdiri dari dua kolum yang dimasukkan ke dalam kolum yang lain.2001) A. Bioreaktor terkemas padat diisi dengan bahan padatan yang dapat menjaring mikrobia masuk kedalamnya. Merupakan bioreaktor paling sederhana. Merupakan biorekator yang paling lazim digunakan di berbagai industri fermentasi. Terdiri dari tabung panjang dengan beberapa sparger di bagian dasarnya. 3. Bubble column bioreactor. Berdasarkan proses penyebaran organisme dan media dalam bejana mengelompokkan jenis fermentor ke dalam 3 grup : 1. fermentor ini dikelompokkan atas tiga jenis: a. Karakteristik massa dan panas bioreaktor. Grup ini termasuk stirred tank reactor. Udara dipaksa masuk melewati pipa sehingga udara dapat terpancar keatas dan medium ikut terbawa. Menurut Andhiko (2008). pH dan penambahan nutrien. Jet loop reactor . macam-macam reactor adalah sebagai berikut : 1. c. PERANCANGAN FERMENTOR Rancangan dan kontroksi bioreaktor perlu diperhatikan tentang bejana harus dapat dioperasikan dalam jangka waktu lama. tumbuhan). 2. mamalia. Merupakan reaktor kolom di mana percampuran dan sirkulasi diinduksi dengan alat-alat tertentu. bahan kontruksi murah dan evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. Bioreaktor tangki adukan ( stirres tank bioreactor) 2. Kinetika pertumbuhan sel dan pembentukan produk. Pro peller‟loop reactor. (waites. sistem kontrol suhu.

D. Konstruksi Fermentor. karena bentuk demikian dapat mengendur akibat dari gerakan/fibrasi alat dan kenaikan suhu. dan memungkinkan kontaminasi. Desain Bioreaktor Harus Memperhatikan Beberapa Hal Yaitu :        Bejana dapat dioperasikan dalam keadaan aseptis untuk jangka waktu lama. sehingga tidak mengalami stress mekanik akibat terlampau rapat. pH harus ada. Aerasi dan agitasi cukup memadai untuk kelangsungan proses metabolik mikrobia. dibersihkan dan mudah dipelihara. Syarat Fermentor adalah sebagai berikut :  Tidak boleh ada hubungan antara bagian sistem yang steril dengan non-steril.  Hindari ruang-ruang perangkap serta bentuk leher.  Setiap hubungan/kelep ke bejana harus dapat disterilkan dengan uap.  Semua bagian sistem harus dapat disterilisasi secara tersendiri. shg tdk menghambat pertumbuhan mikroba. misalnya katup bola atau diafragma. dilengkapi pipa-pipa. Karakteristik Fermenter. Sistem stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup. karena ruangan seperti itu sulit untuk dibersihkan.  Bila mungkin seluruh konstruksi alat dilas. C. Fermentor aerobik memerlukan alat untuk mengaduk dan memberikan aerasi cukup. Berupa silinder besar. Fasilitas untuk sampling harus ada. Konsumsi tenaga serendah mungkin. mempunyai geometri yang sama baik untuk laboratorium maupun skala industri. Bejana harus dapat dicuci. Sistim kontrol temperatur.     Bahan fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi logam/ion selama proses. tertutup di bagian atas atau bawah. Konstruksi fermentor aerobic Tebuat dari baja anti karat. dibuat dari bahan transparan.  Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk gelangan.  Dikonstruksi dari bahan yang murah. Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi berulang kali pd tekanan uap tinggi.  Tekanan dalam fermentor harus tetap positif sehingga kalau ada kebocoran akan mengarah ke luar.B.  Gunakan katup-katup yang mudah dibersihkan maupun disterilkan. dengan menggunakan pembatas antara lingkungan dalam fermentasi dengan lingkungan luar. Evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. Apapun yang keluar ataupun masuk pada proses 125 .     Fermentor anaerobik memerlukan alat khusus kecuali untuk menghilangkan panas. E. Bahan fermentor harus tidak beracun & tidak mudah terlarut.  Pemeriksaan secara visual dari medium & kultur hrs tersedia. KONTROL KIMIA DAN KONDISI FISIK Konsep dasar dari Bioreaktor adalah untuk pemisahan.

Perpindahan panas sangat diperlukan pada proses sterilisasi dan penjagaan temperatur selama operasi terjadi. konsentrasi. hal ini diakibatkan karena jumlah atom karbon. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas secara turbulen. .Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sudah ada. Ada bagian extrinsif seperti massa. Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. Fasa padat dibuat oleh sel dan kemungkinan terdapat substrat padat. dan semuanya dikalkulasi pada akhir proses. karena sebagai mikroorganisme hanya dapat mengambil oksigen pada saat fasa cair.(waites. Pada fasa cair terkandung larutan nutrisi dan metabolit. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencari hubungan-hubungan antara konsumsi tenaga yang diperlukan dengan KLa. agar tidak terjadi formasi vortex dan mengurangi “dead space”. Pencampuran yang efisien sangat penting untuk perpindahan oksigen pada fermentasi aerob. Dengan informasi yang didapat dapat digunakan untuk perhitungan matematik dan pemodelan pada computer yang kemungkinan bisa digunakan pada computer dan kontrol fermentasi selanjutnya.2001) Agitasi fermentor membutuhkan input energi dan ada 3 prinsip mekanisme yang biasanya digunakan. yaitu temperature. dan input yang lebih jauh berguna untuk fermentasi.2001) Agitasi Agitasi pada fermentasi sel tersuspensi adalah proses yang dilakukan dengan keinginan untuk mencampur 3 fasa yang berbeda dengan menggunakan fermentor. Tingkat agitasi dapat diukur berdasarkan tenaga yang dikonsumsi oleh motor yang menggerakkannya. 126 . apalagi ketika digabungkan dengan penetapan pada termodinamik ( perpindahan panas. hasilnya didapatkan air dengan temperature (bagian intensif) adalah 30ºC dan bukan 60ºC. Agitasi sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut: .2001) Tingkat agitasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap efisiensi transfer oksigen di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik. Proses pencampuran seharusnya terjadi pada kondisi produksi secara homogen dan meningkatkan fungsi nutrisi. Sistem ini harus menyediakan alat analitik yang baik. (waites. nitrogen. . gas dan perpindahan panas. Stirred Tank Reactors(STRs) STRs secara mekanis menggerakkan agitator atau impeller dalam sebuah wadah silinder baffle. sehingga dengan hubungan-hubungan yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan tenaga yang dibutuhkan dalam desain dan scale-up. oksigen dan energi yang ada di sistem pada saat awal operasi. Pada fasa gas di dominasi oleh oksigen dan karbon dioksida. Pada fermentasi ada bagian yang intensif. entropi dan energy dapat diseimbangkan.fermentasi dapat dimonitor. (waites. (waites. tetapi berat dari air (bagian extrinsif) adalah additive pada 45 gr. Contohnya jika 10gr air dengan suhu 30ºC ditambahkan pada 35 gr air dengan suhu 30ºC. tekanan dan panas yang tepat. densitas. volum.2001) Kunci pada bagian exrinsif adalah adalah pada energy dan massa. Bagian ini memiliki jumlah tersendiri pada system fermentasi. rheologi dan temperature) dan laju reaksi (produksi biomass). 1. . Perubahan fasa dari gas menjadi fasa cair meningkat dengan agitasi.Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena sifat alir fluida yang menjadi tubulen.Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar.Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebih lama.

ini biasanya sebagai jalur yang potensial untuk kontaminasi.Pada wadah. dibutuhkan 2 atau 3 pelindung untuk meminimalkan adanya kontaminasi.2001) 2.Pengurangan konsumsi energi . Dalam hal ini. Hal ini didasarkan pada proses yang dirancang setelah penelitian intensif dan pengembangan. Airlift Fermenter Sistem ini sangat cocok untuk proses aerobik seperti produksi biomassa mikroba. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. Pada perakitan agitator yang juga terdapat sebuah pelindung.(waites. Cairan-dinamis kondisi dalam cairan fermentasi sangat homogen. Untuk menghindari adanya kontaminasi. impeller dipasang pada motor external dimana sebagai pengendali pada sistem pengadukan. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. Sebagai contohnya.Produktivitas yang lebih tinggi .Sebagai bagian dari perlindungan lingkungan . tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel.Metode kompak konstruksi 127 .2001) Keuntungan: . STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan.Tidak ada tindakan geser .(waites. yang secara signifikan meningkatkan sirkulasi di dalam reaktor dengan mengorganisir konsentrasi oksigen terlarut dan substrat yang dapat disesuaikan sepanjang silinder gerakan agar tidak mengganggu pertumbuhan mikroba karena oksigen tidak mencukupi dan kelebihan gula. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. sebuah batang pemisah dipasang pada fermenter sampai pada pelindung aseptik. Untuk proses fermentasi tertentu. dan melepaskan mikroorganisme serta hasilnya ke lingkungan.

(waites. Proses ini biasanya digunakan pada air tanah yang kebanyakan mempunyai kandungan oksigen terlarut yang rendah. oksidasi kandungan besi dan mangan dalam air. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. (waites. mereduksi kandungan ammonia dalam air dan untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut agar air terasa lebih segar. Kontak tidak langsung antara sistem pendingin/pemanas dengan media fermentasi.2001) Aerasi Aerasi merupakan salah satu proses dari transfer gas yang lebih dikhususkan pada transfer oksigen dari fase gas ke fase cair. serta membantu pengadukan air. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. Penyisihan besi dan mangan. perpindahan oksigen pada fermentasi aerob lebih kompleks. aerasi dalam aplikasi ini akan menghasilkan endapan dan meningkatkan konsentrasi 128 . ukuran dan geometri wadah. Walaupun demikian.Waktu amortisasi Sangat singkat 3. efisiensi dari perpindahan panas sangat penting pada kontrol temperatur selama operasi penyeterilan dan mempertahankan temperature tetap selama proses fermentasi berlangsung.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. (waites. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem.2001) Perpindahan Massa Pada perpindahan nutrisi dari fasa larutan menjadi sel – sel microbial selama fermentasi secara relatif tanpa kesulitan sebagagai nutriri biasanya tersedia di kelbihannya. Fungsi utama aerasi dalam pengolahan air adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. Penyisihan besi dan mangan dapat dilakukan dengan proses oksidasi.2001) Perpindahan Panas Pada desain fermentor. Pengontrol otomatis temperature selama fermentasi berhasil terjadi dengan penginjeksi air panas/dingin menuju jaket terluar dan atau gulungan dalam. Hydrodynamic mechanism (Deep-jet Fermenter) Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. yaitu aliran laminar dan turbulen. Terbentuknya panas pada fermentasi terutama akibat dari aktivitas metabolis mikroorganisme dan proses mekanisme agitasi. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. menggunakan injeksi penguap tekanan. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi.(waites..2001) Aerasi dipergunakan pula untuk menghilangkan kandungan gas-gas terlarut. gulungan dan baffle. Panas terkonduksi masuk melewati dinding wadah. Oleh karena itu. Sistem tersebut juga digunakan untuk sterilisasi wadah dan konten sebelum inokulasi. Bagaimanapun. Aplikasi aerasi dalam proses ini dapat memberikan cukup banyak oksigen untuk berlangsungnya reaksi.Cepat pembersihan tanpa masalah . Perpindahan panas utamanya dicapai menggunakan jaket luar di sekitar fasa internal atau menggunakan gulungan internal.

Proses pemisahan gas NH3 secara cepat umumnya dilakukan pada suhu 105 oC.5 ambien 5-15 90-96 Kandungan S2-awal (g/L) Suhu (oC) Kandungan S2. sedangkan kombinasi gas NH3 dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 15 MPa. Mangan sering kali tidak dapat teroksidasi pada pH normal. Karbondioksida mempunyai kelarutan yang rendah dalam air.(%) 129 . Proses pemisahan (stripping) lebih mudah dilakukan pada suhu tinggi. (Berne dan Cordonnier. Hidrogen sulfide adalah senyawa utama penyebab rasa dan bau yang dapat diolah cukup efektif dengan aerasi. Penyisihan senyawa organic volatile. Proses ini biasanya diterapkan pada pelunakan air tanah yang umumnya mempunyai kandungan karbondioksida yang tinggi.5-6. Ammonia merupakan polutan yang dapat dipisahkan dari suatu limbah cair walaupun seringkali memerlukan pengaturan pH terlebih dahulu.akhir (g/L) Efisiensi removal S2. Senyawa organic yang bersifat mudah menguap (volatile) dapat disisihkan dengan cara aerasi. Hal tersebut didasari hasil percobaan bahwa kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 150 MPa. maka proses stripping akan semakin mudah dilakukan. Karbondioksida dapat cepat dihilangkan dengan cara aerasi. 2 HSNH4 + H2SO4 à (NH4)2SO4 + 2 H2S / Gas H2S bersifat lebih volatile dibandingkan dengan gas NH3.oksigen terlarut. Proses yang terjadi adalah digambarkan seperti persamaan berikut. Penyisihan hydrogen sulfide. Telah disebutkan diawal bahwa semakin tinggi kostanta Henry. 1995) Tabel 1. (Berne dan Cordonnier. Peningkatan pH sampai 8. sehingga aerasi sangat efisien dalam penyisihannya. Tujuan pre-asidifikasi adalah untuk mendisosiasi ammonium dalam bentuk garam. Tingginya konsentrasi karbondioksida dalam air dapat meningkatkan pemakaian bahan kimia untuk keperluan pelunakan. Kondisi proses stripping yang dapat dijadikan acuan diperlihatkan pada Tabel 1. khususnya jika digunakan menara aerator. Pre-asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam kuat seperti asam sulfat sehingga dicapai pH 5. Mekanisme pengolahannya adalah terjadi oksidasi hydrogen sulfide menghasilkan air dan belerang bebas. Penyisihan karbondioksida. Kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan memungkin suhu proses stripping dapat diturunkan hingga suhu dibawah 80 oC. Kondisi Proses Air Strippping Proses Air stripping 0.5 dapat memperbesar oksidasi mangan. 1995) AIR STRIPPING Proses air stripping biasanya diawali dengan proses pre-asidifikasi. Hal tersebut sejalan dengan koefisien hukum Henry dimana koefisian akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu.2-0.

yaitu aliran laminar dan turbulen. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. Sebagai contohnya. m2) Sumber: Berne dan Cordonnier. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. sebelumnya telah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya bahwa bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen untuk berespirasi sehingga saat proses fermentasi menggunakan bakteri anaerob tidak dialiri oksigen. STR itu fermentor untuk fermentasi aerob atau anaerob? Kalau bisa digunakan untuk keduanya. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. Tadi dijelaskan pada airlift fermentor mempunyai keuntungan cepat pembersihan tanpa masalah. 2. 1995 DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. Walaupun demikian. prosesnya itu aerobik atau anaerobik? Yang dijelaskan tadi pada fermentor ada pemasukan udara. 5. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. (Winda Fauzi Istiqomah 115061101111003) Jawab: fermentor airlift ini wadahnya mudah dibuka serta didalamnya tidak terlalu banyak alat seperti pada STRs yang didalamnya ada alat pengaduk. lalu bagaimana peran sparger dan sterile air pada fermentasi anaerob? Fermentasi anaerob kan tidak 130 30-40 . tapi ada fermentasi anaerobik itu ada pemasukan udara atau tidak?Kalau prosesnya anaerobik.40-80 V udara / V air 2-3 Tinggi kolom packing (m) Percolation velocity (m3/ jam. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. ukuran dan geometri wadah. 4. mikroba dikatakan akan keracunan bila mendapat oksigen. Dalam hal ini. Tolong dijelaskan proses yang terjadi dalam deep-jet fermentor! (Rizka Dwi Octaria 115061101111017) Jawab: Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Pada proses fermentasi. itu maksudnya apa? Memang fermentor lainnya ada masalah dalam pembersihan? Padahal proses fermentasi tadi dikatakan steril. Jadi apakah mikroba tidak bernafas? (Maratus 115061100111019) Jawab: Pada proses fermentasi yang dijelaskan adalah aerob. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. Apa pengaruhnya aliran kultur yang terlalu cepat dalam fermentor proses agitasi? (Queen Sitanggang 115061100111015) Jawab: Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller. 3. Kesulitan pada deep jet adalah desain alat yang rumit sehingga untuk cara pembersihannya lebih sulit dari alat yang lain. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem.

jadi dapat dinyatakan bahwa mikroba anaerob benar akan mati bila masuk ke dalamnya. 8. reactor tersebut menggunakan media sponge filter yang berfungsi sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. maupun continous karena telah dijelaskan dikelompok selanjutnya. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Udara seperti apa yang digunakan pada sparger?serta pada perpindahan massa nutrisi seperti apa yang digunakan?makro apa mikro? (Lilis Triyowati 115061101111009) Jawab: Udara yang digunakan pada STR berupa udara yang steril yang bebas dari kontaminan dan masuk melalui sparger yang dihubungkan dengan selang. Kalau mikroba anaerobic desain fermentornya bagaimana? Apa perbedaanya dengan desain fermentor untuk aerob? (Dhanang Edy Pratama 115061101111007) Jawab: Proses anaerobic yang terjadi dilakukan di dalam bioreactor anaerob dengan tipe Up-Flow anaerobic filter dengan volume 500L. 9. Bagaimana cara menentukan kapan kita menggunakan fermentor dengan system batch. 11. atau sebagainya. Pada deep-jet fermentor. Nutrisi yang digunakan meliputi makro dan mikro karena 131 . 6.Jelaskan! (Vivi Anita Aprilia 115061107111005) Jawab: Pada prinsipnya STR adalah fermentor aerob. lalu fermentor seperti apa yang biasa digunakan untuk fermentasi anaerob? (Dewi Nugrahani 115061100111001) Jawab: STR digunakam untuk aerob sedangkan Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol dengan bahan baku gula biasanya mengunakan fermentor anaerob. feed batch. feed batch. Secara umum. maupun continous? Dan apa dampak dari produk yang dihasilkan? (Freshsya Zatalini 115061100111003) Jawab: Kelompok kami tidak membahas fermentor dengan system baych. Buffle terbuat dari bahan apa? Apakah ada spesifikasi tertentu tentang bahan-bahan yang digunakan untuk buffle? Misalnya harus kuat. Mikroba aerob mungkin akan tetap bisa hidup jika udara tersebut mengandung oksigen. Untuk fermentor anaerob itu sendiri contohnya pada pembuatan etanol.membutuhkan oksigen? Tapi kalau STR digunakan hanya untuk fermentasi aerob. Diketahui bahwa mikroba berespirasi secara aerob atau anaerob dan dijelaskan pada diagram stirred tank reactor ada udara steril yang masuk. 7. apa tujuannya aliran secara turbulen? Kenapa jenis alirannya berbeda dengan fermentor lain? (Alfonsina 115061100111027) Jawab: Deep jet fermentor adalah salah satu alat dengan menggunakan mekanisme hidrodinamik. BagaimPada deep-jet bagaimana cara menghilangkan kontaminan pada system penggeraknya? Menggunakan apa? (Sharfina Widyaningrum 115061105111003) Jawab: pada deep jet ini ada pompa untuk mengalirkan hasil fermentasinya. deep jet fermentor juga menggunakan aliran laminar dimana harus disesuaikan dengan reynould number. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas 10. (Inggit Kresna Maharsih 115061100111003) Jawab: Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. 12. untuk adanya kontaminan bisa dilakukan sterilisasi pada alat menggunakan udara bertekanan. akan tetapi bagaimana untuk mikroba anaerob yang notabene tidak dapat hidup jika ada oksigen.

Berikut ini terdapat tabel yang menjelaskan menganai kebutuhan nutrisi bagi 3 jenis mikroorganisme yang berbeda-beda. Idealnya suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang dapat berperan sebagai pensuplai nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung agar mikroorganisme tersebut dapat bekerja secara optimum selama proses fermentasi. 14. Kenapa deep-jet fermentor jarang digunakan? Apa kekurangan dan kelebihannya? ( Pandu Rahmat 115061107111001) Jawab: Deep-jet fermentor jarang digunakan karena pada fermentor ini mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aksi dari ragi dalam ekstrak buah atau biji-bijian yang menghasilkan gelembunggelembung gas karbondioksida sebagai akibat dari proses katabolisme anaerob dari gula yang terdapat dalam ekstrak. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai produk minuman atau makanan. Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal. Dalam suatu proses fermentasi memerlukan: 1. Sehingga melalui media fermentasi. mikroorganisme tersebut dapat memperoleh sumber nutrisi yang dapat digunakan untuk memperoleh energy dalam rangka pembentukan sel serta melakukan proses biosintesis untuk menghasilkan produk-produk metabolit. Apa pengertian amortisasi? dan apa yang dimaksud sebagai bagian dari perlindungan lingkungan? (Ridhani 115061100111009) Jawab: alat dipasang ataupun dibuat dari bahan yang murah harganya dan ramah lingkungan. Oleh karena itu.mikroorganisme adalah makhluk hidup dan pada dasarnya semua makhluk hidup butuh nutrisi baik makro maupun mikro. Jadi dapat dikatakan pompa tersebut membuat kinerja dari fermentor ini kurang efisien karena harus menggunakan tenaga untuk melakukannya.1 Medium Fermentasi Istilah fermentasi berasal dari bahasa latin fervare yang berarti mendidih. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 132 . 13. Mikroba sebagai inoculum 2. Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba Medium fermentasi memiliki fungsi yaitu untuk menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. Amortisasi adalah penyusutan secara berangsur – angsur pada proses fermentasi. karena setiap alat harus ada pengawasannya terhadap lingkungan. 3.

8. 7. Selain itu sumber nitrogen organik lainnya yaitu berupa asam amino. yeast. Namun untuk kandungan karbon dan mineral yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. lipids. 4. seperti kacang kedelai dan ampas biji kapas. Dimana air merupakan komponen terbesar dalam tubuh organisme yaitu sekitar 80-90%.1. a. b. Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. Nitrogen organik Nitrogen merupakan nitrogen yang berasal dari berbagai macam sumber zat organic. 1. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. yaitu nitrogen organik dan nitrogen anorganik. Sumber nitrogen dapat dibedakan menjadi 2.2 Sumber Nitrogen Fungsi sumber nitrogen dalam media fermentasi yaitu untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. karbohidrat. nucleo acid. 2. Dengan kebutuhan nitrogen bagi mikroorganisme yang harus disuplai pad media fermentasi yaitu sekitar 10-15% dari berat kering sel bakteri. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. yeast. Dalam hal ini sumber 133 . kebutuhan dasar lain dari mikroorganisme yaitu air. d. protein dan urea.komponen penyusun media fermentasi adalah sebagai berikut : Sumber nitrogen Air dan mineral Vitamin Faktor pertumbuhan Prekursor dan Induser Elisitor Inhibitor Modifikasi permeabilitas sel Oksigen Antifoams Animal Colture Media Plant Culture Media Culture Maintance Media Gambar 1 : Tabel Komposisi rata-rata mikroorganisme (bakteri. Selain ke-dua komponen tadi. Sumber : The Internet Journal of Microbiology ISSN: 1937-8289 II. 3. Nitrogen organic didapatkan dari berbagai kombinasi hasil samping pertanian. oleh karena nya kebutuhan akan air sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme sangat penting. c. seperti nitrogen. 6. 5. protein. 9. molds). dan ash. Komponen .

Seperti contohnya yaitu ketika melakukan proses fermentasi yoghurt. 1. Dalam hal ini sumber nitrogen akan membantu proses pertumbuhan dari mikroorganisme yang berperan (jamur) sehingga dapat menjalankan fungsinya secara optimum. Dalam hal ini nitrogen anorganik bersifat sebagai suplemen untuk mikroorganisme pada proses fermentasi. Amonium phosphat mempunyai kandungan nutrien yang tinggi yaitu fosfor (P) dan nitrogen (N). meliputi pH. Sumber nitrogen yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah amonium sulfat. peptones dan soya bean meal. Sedangkan amonium phosphat dibasis atau disebut juga diamonium hidrogen phosphat mempunyai rumus kimia (NH4)2HPO4. 2.25 bagian untuk setiap 100 bagian berdasarkan berat. Selain itu dengan penambahan nitrogen anorganik pada medium fermentasi juga berfungsi sebagai pengatur pH pada proses fermentasi.nitrogen organic yang paling banyak digunakan yaitu jenis urea dan asam amino. serta mempunyai kelarutan yang tinggi dan mempunyai sifat yang stabil dalam penanganan penyimpanannya. Amonium phosphat monobasis disebut juga sebagai amonium dihidrogen phosphat yang mempunyai rumus kimia NH4H2PO4. suhu. Dimana setiap sisa gula yang dihasilkan biasanya dikonversi menjadi asam laktat 134 . Tujuan pengontrolan pH yaitu agar mikroorganisme yang berperan (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) dapat bekerja secara optimum karena pada pH demikian kerja mikroorganisme tersebut dapat optimum. Batas maksimum penggunaan amonium phosphat menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 235/Men.4. ekstrak ragi. dan tekanan. Sedangkan yang paling cocok digunakan sebagai sumber nitrogen adalah amonium sulfat dan diamonium hidrogen phosphate (DAHP) karena mudah didapat dan harganya cenderung murah. sumber nitrogen tersebut dapat diproses sehingga menghasilkan produk seperti corn steep liquor. dalam hal ini sudah termasuk berbagai asam amino. Corn steep Liqour digunakan untuk produksi antibiotik penisilin pada tahun 1940-an.Kes. Pada proses fermentasi. Komposisi pada Corn steep Liqour umumnya mengandung sekitar 4% (b / v) nitrogen.2 – 4. Sedangkan Matz (1972) menyatakan bahwa penggunaan amonium phosphat pada pembuatan roti tawar tidak boleh lebih dari 0. Dalam proses industri. ekstrak khamir dan pepton. maupun amonium hidroksida. gas amonia. Untuk komposisi yang tepat dari Corn steep Liqour tergantung pada kualitas jagung sebagai sumber nya serta kondisi pengolahan. maka nitrogen anorganik tersebut akan mengontrol agar pH selama proses fermentasi berlangsung berkisar antara 4. Hal tersebut dikarenakan ke-dua sumber nitrogen tersebut harganya relatif murah dan mudah mendapatkannya. roti. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasikan keracunan dan hal-hal yang buruk bagi pengosumsi. Sementara nitrogen anorganik dapat bersumber dari amonium sulfat. Amonium phosphat yang terdapat di pasaran terdapat dua jenis yaitu monobasis dan dibasis. Corn steep Liqour Corn steep Liqour adalah produk samping yang dihasilkan dari ekstraksi pati dengan menggunakan jagung sebagai komponen pokok. bir dan makanan lainnya. vitamin dan mineral./Per/VI/79 adalah secukupnya untuk jenis makanan soda kue.

namun kekurangan lisin. Ekstrak ragi dengan konsentrasi natrium klorida lebih besar dari 0. memiliki kandungan prolin dan hidroksiprolin yang sangat besar. peptida. biji bunga matahari. Proses autolisis bekerja pada rentang suhu pada 50-55⁰C selama beberapa jam sebelum suhu dinaikkan hingga 75⁰C untuk mengaktifkan enzim. Sedangkan peptones dengan sumber keratin kaya akan kedua-nya. Suhu dan pH harus dikendalikan untuk memastikan proses autolisis optimal dan standar. b/ v oleh mikroorganisme yang mengkontaminasinya. ekstrak yang terbentuk berupa cairan yang mengandung padatan sekitar 50-65%. pasta kental atau bubuk kering. dalam hal ini beripa autolysis. Corn steep Liqour kadang-kadang dapat digantikan oleh minuman keras yang sama. atau dapat juga bersumber dari strain seperti Saccaromyches cerevisiae serta strain alternative lainnya yaitu Kluyveromyces marxianus. Pada proses autolysis ini menggunakan enzim endogen sel. 1975 toko roti maupun ragi.Gambar 3 : Tabel kandungan protein dan vitamin pada ekstrak ragi. Proses mendapatkan ekstrak ragi yaitu melalui proses hidrolisi. sel-sel dalam ragi tersebut akan terganggu oleh adanya proses plasmolisis atau gangguan mekanis lainnya pada proses autolysis ini. Selain itu kontrol suhu sangat penting untuk mencegah hilangnya vitamin dari proses autolysis ini. jeli. bahan pada dinding sel ragi rusak dan menjadi puing-puing dan dihilangkan melalui Sumber : Waites. Hal tersebut dikarenakan bahan penyusun pada pepton terdiri atas asam atau hidrolisis enzim dari bahan protein tinggi. yaitu prolin dan sistein.05% (b / v) tidak dapat digunakan dalam proses fermentasi karena memiliki potensial menyebabkan masalah korosi. Peptone Peptone biasanya terlalu mahal digunakan untuk industri fermentasi skala besar. dll. seperti yang berasal dari produksi tepung kentang. Akibatnya bahan.sebanyak 9-20%. Dalam hal ini selama proses autolisis harus dapat mengontrol suhu dan tekanan osmotik. Misalnya peptones yang berasal dari gelatin. sehingga ekstrak yang dihasilkanakan akan terkonsentrasi dengan cepat. kacang. Berdasarkan hal di atas diketahui bahwa komposisi pepton berbeda-beda berdasarkan sumber protein penyusunnya. dan es krim. Selain itu ekstrak ragi juga dapat ditemukan sebagai limbah dari kayu dan pengolahan kertas. kedelai makan. seperti : daging. 3. keratin. vitamin larut air (Tabel 3). 2. Ekstrak Ragi Ekstrak ragi dapat didapatkan dari Gambar 2 : Tabel komposisi Corn Steep Liquor limbah Sumber : Anon. Dalam hal ini komposisi dari pepton bervariasi tergantung pada sumber protein awalnya. biasanya tanpa perlu enzim hidrolitik tambahan lainnya. yang ditanamkan pada ragi untuk kemudian dibudidayakan (dikulturkan) menggunakan etanol. Dalam industri pangan. dan beberapa glukosa yang berasal dari karbohidrat yang tersimpan dalam ragi (trehalosa dan glikogen). Ekstrak tersebut mengandung asam amino. gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak. Peptone dari sumber tanaman selalu mengandung jumlah karbohidrat yang relatif besar. sehingga dapat menyebabkan sel-sel dalam ragi (yeast) tersebut mati tanpa menonaktifkan enzim. Oleh karena itu dalam formulasi media fermentasi harus dapat diketahui terlebih dahulu 135 . Sehingga pada akhirnya. Ekstrak tersebut digunakan dalam formulasi media fermentasi biasanya berupa garam bebas dengan konsentrasi komponen yang larut dalam hidrolisis sel ragi. 1995 penyaringan atau sentrifugasi. Dalam hal ini. namun hampir tanpa kandungan belerang yang mengandung asam amino. yaitu apabila dia terhidrolis dengan air maka akan menyebabkan asam yang bersifat korosif. gelatin.

30% karbohidrat dan minyak sebesar 1%. soya bean meal digunakan dalam proses fermentasi antibiotic. II.karakteristik jenis pepton yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang akan digunakan selama proses fermentasi. Hal tersebut dikarenakan komponen nya hanya secara perlahan-lahan dilakukan proses metabolisme. sehingga dapat memilih sumber pepton yang sesuai terhadap kebutuhan mikroorganisme nya. Soya Bean Meal Soya Bean Meal merupakan residu yang tersisa setelah kacang kedelai selesai di proses. asam glutamate.2. sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan kemungkinan represi dari pembentukan produk. dan 136 . 4. urea. Gambar 4 : Garfik hasil β-Glukan yang dihasilkan dengan menggunakan medium : pepton. yang kemudian digunakan untuk mengekstrak sebagian besar minyak. 8% senyawa non-protein nitrogen.1 Aplikasi penerapan media dengan komponen sumber Nitrogen dalam industry Pegaplikasinua yaitu dalam proses : Produksi β-Glukan dengan menggunakan mikroorganisme berupa Saccharomyces cervisiae dalam media dengan sumber nitrogen berbeda pada Air-Lift Fermentor. Pada proses fermentasi. Komposisi dari soya bean meal yaitu terdiri dari protein sebanyak 50%.

1 Aplikasi dari penggunaan mineral dalam industri Pengaplikasi dapat dijelaskan dalam Proses Fermentasi menggunakan Residu Mango sebagai Sumber Karbon untuk Produksi Bioetanol dengan menggunakan garam mineral MnSO4.Air digunakan untuk proses pembersih (sterilisasi) dalam proses fermentasi. Kadang-kadang. dan seng yang hadir dalam pasokan air. memerlukan air dalam jumlah yang besar. KH2PO4. maka dilakukan pemanasan pada kolom chamber dengan suhu 121⁰C selama minimal 15 menit untuk memastikan medium sudah tersterilisasi sempurna. Namun sayangnya pepton harganya relative mahal.3. namun juga penting untuk peralatan pendukung dan pembersihan (sterilisasi). Respiro-fermentasi metabolisme dan respon terhadap stres lingkungan. II. sehingga dapat menggunakan alternative urea yang jauh lebih murah sementara produksi β-Glukan tidak jauh berbeda dengan β-Glukan yang dihasilkan oleh pepton. II.3 Air dan Mineral II. struktur dan fungsi mitokondria.2 Mineral Mineral – mineral yang sering terdapat dalam medium fermentasi yaitu seperti berikut : kobalt. Saat ini air menjadi semakin mahal. Dalam hal ini media yang akan disterilisasi dimasukkan dalam chamber. maupun garam mineral seperti kalsium karbonat. yaitu sekitar 833 mg. kalium. besi. dan kotoran dalam bahan media lainnya. fosfor.3. Dalam banyak kasus juga menyediakan elemen mineral dalam media fermentasi. ferum. MgSO4. Misalnya. yaitu menambahkan butiran karbon aktif yang berfungsi sebagi filtrate air sehingga antara air dan kolod tersebut dapat terpisah sehingga menghasilkan air yang bebas koloid untuk proses formulasi media fermentasi. Selain itu air tidak hanya digunakan sebagai komponen utama dari semua media fermentasi.Hasil yang diperoleh yaitu : 137 . Fungsi pemberian mineral dalam media fermentasi yaitu untuk fisiologi mikroorganisme tersebut. Hal ini dikarenakan air merupakan komponen dasar yang dibutuhkan mikroorganisme untuk tumbuh selama proses fermentasi berlangsung. II. cornsteep liquor mengandung berbagai mineral yang biasanya akan memenuhi kebutuhan mineral minor. magnesium. Hal ini dapat meminimalkan biaya dalam penggunaan air dan mengurangi volume limbah yang membutuhkan pengolahan air.1 Air Semua proses fermentasi. mangan. dan dengan injeksi steam dengan tekanan yang tinggi. copper. kecuali solid-substrat fermentasi. termasuk : saat pembelahan dan pertumbuhan sel. magnesium.3.2. sehingga banyak perusahaan yang melakukan proses pendaur ulangan / penggunaan kembali dari air. molibdenum. Proses sterilisasi bisa dengan meggunakan cara filtrasi maupun pemanasan. FeSO4. Dalam hal ini car menghilangkan koloid maupun suspensi tadi adalah dengan menggunakan teknik GAC (Granulated Carbon Active). sulfur dan ion klorida terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan ini sehingga dapat ditambahkan sebagai garam yang spesifik. Sementara dengan menggunakan urea produksi β-Glukanpaling sedikit yaitu 633 mg. kadar kalsium. Dalam hal ini air yang akan digunakan untuk formulasi media fermentasi harus dipastikan bebas dari kandungan padatan tersuspensi maupun koloid seperti klorin.Grafik diatas menerangkan bahwa produksi β-Glukan terbanyak pada akhir fermentasi (84 jam) adalah pada medium dengan menggunakan sumber nitrogen pepton. Dan untuk medium urea dan DAHP βGlukan yang dihasilkan sama yaitu 733 mg. Dengan alat yang digunakan untuk sterilisasi adalah autoclave. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber nitrogen terbaik untuk proses fermentasi (produksi β-Glukan) adalah menggunakan pepton.

dalam hal ini magnesium bertindak sebagai penggerak beberapa enzim (fosfatidilkolin transferase dan dekarboksilase). dan asam antranilat ditambahkan pada produksi L-triptofan oleh khamir Hansenula anomala. II. Tetapi factor pertumbuhan ini tidak dapat dapat dibuat sendiri oleh mikroorganisme tersebut sehingga perlu ditambahkan dari pihak luar. II. dalam bentuk ekstrak dengan tujuan untuk menekan biaya operasi fermentasi karena harganya yang lebih murah dalam bentuk ekstrak. Contoh precursor yang ditambahkan dalam media fermentasi yaitu penggunaan phenylacetic acid atau phenilacetamida pada fermentasi antibiotic penisilin oleh Penicilliumchrysogenum.1. inducer. Mn2+ berperan dalam produksi metabolit. Aplikasi dari penggunaan prekursor dalam industry dapat terlihat pada proses pengaruh penambahan urasil dalam media fermentasi terhadap hasil β-glukan dari dua strain Agrobacteriumradiobacter A1. dimana ditambahkan baik dalam bentuk murni atapun. asam lemak dan sterol. Sementara untuk mikroorganisme lainnya. vitamin disintesis oleh banyak bakteri dan digunakan sebagai unsur-unsur dasar penyusun media fermentasi. Prekursor Prekursor adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke medium fermentasi dimana selama proses fermentasi berlangsung akan dapat berikatan dengan molekul produk untuk menghasilkan produk dari proses metabolit sekunder. 1. maka harus ditambahkan vitamin sebagai suplemen untuk formulasi media fermentasi. seperti jamur dan ragi berserabut. Bro 1. karena perannya sebagai konstituen dehidrogenase laktat. Mg2+. Contoh faktor-faktor pertumbuhan yang diperlukan dan ditambahkan dalam media fermentasi yaitu seperti : asam amino. dimana precursor tadi akan berikatan dengan rantai samping molekul penisilin.2. disimpulkan bahwa Mn2+.4 Vitamin Pada proses fermentasi.5 Faktor Pertumbuhan Faktor pertumbuhan dalam media fermentasi didefinisikan sebagai persenyawaan organik yang harus terdapat dalam sel mikroorganisme agar mikroorganisme tersebut dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya selama proses fermentasi berlangsung. Selain itu contoh lain dari penambahan precursor yaitu D-treonin digunakan sebagai precursor dalam produksi L-isoleusin oleh Serratia marcescens. Mg2+ berperan penting untuk produksi enzim sehingga alkohol dapat terbentuk. Dalam medium fermentasi. Faktor pertumbuhan biasanya ditambahkan pada sumber karbon maupun sumber nitrogen pada saat formulasi media pertumbuhan. vitamin berperan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang digunakan selama proses fermentasi.5 dan Agrobacterium sp. Dalam hal ini factor pertumbuhan yang ditambahkan pada media fermentasi dapat berupa : prekursor. Contoh vitamin yang digunakan dalam formulasi media fermentasi yaitu pengunaan kalsium pantotenat dalam produksi vinegar dan biotin dalam produksi asam glutamate. Sementara Fe2+ dapat merangsang pernapasan dan perkembangan mikroorganisme. 138 . Oleh karena itu. elicitor. Pada fermentasi membutuhkan suplemen precursor yang spesifik ditambahkan dalam jumlah terkontrol dan dalam bentuk relatif murni. Vitamin dapat ditemukan dalam produk-produk yang banyak mengandung sumber karbon dan sumber nitrogen sebagai kontaminan ringan. nukleotida. Fe2+ adalah ion yang dibutuhkan untuk proses fermentasi Ragi alkohol.Ion K+ sangat diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganise. maupun inhibitor. K+.Gambar 5 : Garfik laju produksi bioethanol pada produk yang mengandung mineral MgSO4 or KH2PO4 Berdasarkan kedua kurva di atas dapat dilihat bahwa penambahan mineral dalam medium fermentasi sangat penting dalam proses fermentasi.

Dalam proses kultur sel tanaman produksi metabolit sekunder. dan pemberian selulosa sebagai induser untuk produksi selulase oleh Trichoderma viride . Hal ini dikarenakan pertumbuhan GMMs dapat terganggu ketika gen cloning 'dihidupkan'. Elisitor Elisitor yaitu senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi untuk membantu mengsekresikan produk target dari sel tumbuhan. Agar enzim tetap disintesis selama fermentasi. Soja Jika pembentukan produk tergantung pada kehadiran senyawa elisitor tertentu atau analog struktural. maka harus dimasukkan ke dalam media fermentasi atau ditambahkan pada suatu titik tertentu selama fermentasi. yaitu urasil biasanya berupa substrat enzim atau senyawa yang memiliki struktur berdekatan.5 maupun Agrobacterium sp. khususnya patogen tumbuhan. Contoh : dihasilkannya isoflavonoid pada kultur sel kedelei oleh senyawa elisitor Pms yg dihasilkan oleh fungi patogen Phytophthoramegasperma var. Dalam hal ini inducible enzyme hanya medium yang diberi precursor disintesis untuk merespon adanya inducer di lingkungannya. Inducer Dalam proses fermentasi. pemberian induser maltosa oleh Bacillus subtilis. Dalam hal ini inducer diberikan secara terus menerus dalam konsentrasi yang rendah. seperti flavonoid dan trepenoids. dapat dipicu dengan menambahkan elisitor. 3. Bro 1. Akibatnya. Contoh pemberian induser dalam medium fementasi yaitu penggunaan starch untuk produksi amilase oleh kultur Aspergillus spp. cerevisiae 139 . substrat inducer harus selalu ada dalam medium fermentasi. Dalam hal ini aplikasi penggunaan elisiator dalam medium fermentasi adalah pada proses peningkatan produksi katarantin melalui teknik elisitasi pada kultur agregat sel catharanthus roseus. inducer adalah senyawa yang Gambar 6 : Grafik produksi βbersifat menginduksi sistem biosintesis produksi enzim yang berguna glukan dengan menggunakan selama proses fermentasi.1 untuk fase logarigtmik (24 jam) maupun fase stasioner (46 jam). sistem untuk gen kloning digabungkan yang memungkinkan maksimalisasi awal pertumbuhan untuk membangun kepadatan biomassa yang tinggi. Dalam hal ini dilakukan proses isolasi untuk produk target dari berbagai mikroorganisme. Elisitasi adalah suatu metode untuk meningkatkan fitoaleksin dan metabolit sekunder lainnya dengan menambahkan berbagai elisitor biotik maupun abiotic. Dalam hal ini kultur yang digunakan adalah Catharanthus roseusdengan elisiator berupa S. karena tingkat transkripsi dan translasi yang sangat tinggi. reagen juga sering diperlukan dalam fermentasi mikroorganisme hasil rekayasa genetika (GMMs). 2.2.Pada grafik samping dapat diamati bahwa produksi β-glukan dengan menggunakan medium yang diberi precursor urasil akan jauh lebih tinggi dibanding medium yang tanpa pemberian precursor. Selain elisator. baik dengan menggunakan kultur Agrobacteriumradiobacter A1. dimana gen kloning kemudian dapat 'dihidupkan' oleh penambahan elisitor kimia tertentu.

Inhibitor Reversibel. Modifikasi sel permeabilitas 140 . Contohnya adalah diisopropil-fluorofosfat (DFT) yang menghambat kerja asetilkolinestirase (enzim penting dalam transmisi implus saraf) yang dapat menyebabkan kekejagan otot. yaitu penghambat yang tidak berikatan secara kuat dengan enzim. 5. Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula. Contoh : penggunaan penisilin dlm produksi asam glutamat oleh Micrococcus glutamicus. yaitu: a. Inhibitor reversibel dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Inhibitor Inhibitor adalah molekul atau senyawa kimia yang bersifat mengalihkan reaksi metabolism sehingga bisa dihasikan produk yang lebih spesifik. Pada inhibitor terjadi proses inhibisi. Inhibitor dibedakan menjadi dua kelompok. cerevisiae. Dengan kata lain inhibitor digunakan untuk mengarahkan metabolisme terhadap produk target dan mengurangi pembentukan produk yang tidak diinginkan. Gambar 9 : Cara kerja inhibitor nonkompetitif b. yaitu proses dimana satu fungsi di halangi oeh fungsi lainnya. i. Hal ini dikarenakan terinduksinya serangkaian proses yang mengarah pada akumulasi katarantin. 4. Selain itu dapat diamati pula bahwa pada produksi katarantin pada medium menunjukkan pola yang selalu naik setiap pertambahan waktu dalam proses fermentasi.cerevisiae maupun pada medium akan lebih banyak dihasilkan dengan yang diberi perlakuan pemberian elisitor. inhibitor menghentikan jalur pada titik tertentu untuk mencegah metabolisme lebih lanjut dari produk target. penghambat ini dapat dibalikkan.Gambar 7: Garfik kandungan karantin dalam sel S. Pada grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kandungan katarantin baik pada sel S. Inhibitor nonkompetitif merupakan senyawa kimia yang tidak mirip dengan subtrat den berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. Inhibitor Irreversibel. Jadi. Oleh sebab itu. merupakan penghambat yang berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehinga tidak dapat terlepas. Selain itu fungsi dari inhibitor adalah untuk mempengaruhi struktur dinding sel sehingga meningkatkan permeabilitas dinding sel untuk melepaskan metabolit. yang digunakan dalam produksi gliserol oleh S. Hal tersebut dikarenakan karena adanya perubahan pH pada medium setelah elisitasi. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Sebuah contoh dari penghambat khusus digunakan untuk mengarahkan metabolisme natrium bisulfit. Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim sehingga substrat tidak dapat masuk. Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. cerevisiae(A) dan medium(B) sebelum (control) dan sesudah elisitasi. Gambar 8 : cara kerja inhibitor kompetitif ii.

Antifoam yang ideal harus memiliki sifat sebagai berikut: Mudah dan cepat tersebar dengan tindakan yang cepat Aktivitas tinggi pada konsentrasi rendah Tidak beracun untuk microorganisme fermentasi. LAMPIRAN I. Jika tidak dikontrol. Mereka mengandung sumber karbon organic.9 Plant cell Culture Media Berbeda dengan anmal cultre media. yang digunakan untuk palnt culture media hanyasenyawa kimia tretentu. Ada tiga pendekatan yang memungkinkan untuk mengendalikan produksi foam: modifikasi komposisi media. Busa ini terjadi terbentuk disebabkan ole media potein yang melekat pada permukaan air-broth dimana mereka mengubah sifat busa yang stabil. termasuk proses untuk memproduksi L-glutamicacid menggunakan anggota Brevibacterium Corynebacteriumand genera. alkohol poli dan glikolteralkilasi. penggunaan pemutus busa mekanik dan penambahan antifoams kimia. II. II. minyak ikan. II. Yang penting adalah kebutuhan untuk freeborad dalam fermentor untuk memberikan rang bagi busa yang dihasilkan. sehingga fermentor menjadi tercemari mikroorganisme yang dilepaskan ke limgkunagn. mineral garam.10 Culture maintance media Media ini digunakan untukmenyimpan dan subkuktur sektir utama industry. 2. II. busa dapat menghalangi udara. II. seperti media kultur yang mengandung glukosa. 4.8 Animal Cell Culture Media Animal cell culture media biasanya didasarkan pada media yang kompleks. Nitrat adalah sumber nitrogen. Para antifoam sintetissebagian besar adalah silikon minyak miyak.hal itu dapat diberikan dalam udara yang mengandung sekitar 21% (v/v) oksigen. Mereka sering ditambahkan ke fermentasi asam amino. bunga matahari). fermentasi dibagi menjadi aerob (membutuhkan oksigen) dan anaerob (tidak membutuhkan oksigen). Berdasarkan kebutuhan akan oksigen. yang mengakibatkan hilangnya kondisi aseptik. namun sering juga di tambahkan garam ammonium. sdangkan fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen adalh fermentasi asam laktat. sumber nitrogen. vitamin dan asam amino. 3. Antifoams kimia bahan aktif yang dapat mengurangi tegangan yang mengikat busa bersama-sama. sehingga meningkatnya pelepasan produk intraseluler dari media fermentasi.1.minyak mineral dan dan lemak.kombinasi dan konsentrasi hormone tanaman diberika tergantung padafermentasi tretentu.7 Antifoams Antifoams diperlukan untuk mengurangi pembentukan busa selama fermentasi. Media ini dirancang untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel yang baik dan memnimalisirkan segala kemungkinan berkembangnya variasi generic.manusia tau hewan Memiliki biaya yang rendah Antifoams alam termasuk minyak tanaman(misalnya kedelai. Daftar Pertayaan 141 . mineral garam dan hormone pertumbuhan. Senyawa yang digunakan untuk tujuan ini termasuk penisilin dan surfaktan. Fermentasi yang mengunakan oksigen salah satu nya adalah fermenasi asam cuka.6 Oksigen Penggunaan oksigen pada fermentasi bergantung pada jumlah okisgen yag dibutuhkan oleh organisme. Namun beberapa spesies memerlukan garam organic dalam bentuk asam amino. Hal ini di lakukan untuk meningkatkan permeabilitas sel dengan memodifikasi dinding sel dan membran.

Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. Dalam hal ini kultur saccaromyches dapat menjalankan fungsinya secara optimum dalam produksi β-Glukan. Namun untuk kandungan karbon. Dian Nita Citra ( Apakah kondisi dan perlakuan setiap bakteri walaupun dengan strain yag berbeda itu sama? Jawab: iya. sehingga kultur ini dipilih untuk membantu proses fermentasi ini. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. asam laktat. anggur dan minuman beralkohol lainnya. Afida K ( Bagaimana cara menangani kandungan bahan pengotor pada air agar dihasilkan air yang murni untuk penyusun formulasi media fermentasi ? 142 .A. lipids. seperti nitrogen. Gula adalah bahan yang umum digunakan dalam fermentasi. Sehingga dapat menyebabkan kerugian. dan hidrogen. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. 3.Alfondsina ( Mengapa garam yang berlebih dapat menyebabkan korosi? Jawab: B. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Hal tersebut dikarenakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing mikroorganisme berbeda-beda setiap jenisnya. protein. Pertanyaan Lisan 1. yeast. 4. dan ash. 2. Jadi tiap-tipa bekteri memeliki spesifikasi sifat yang berbeda-beda karena juga memiliki karakter untuk menghasilkan produk yang berbedbeda juga.Sisca ( Apakah efek apabila konsentrasi pada komponen tidak sesuai? Jawab: Efek yag terjadi apabila konsentrasi komponen fermentasi tidak sesuai dapat menyebabkan hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan target. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). Sebab. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. namun memiliki spesifikasi sifat yang berbeda. Dewi Nugrahani ( Apa yang menyebabkan komposisi masing-masing mikroorganisme berbeda ? Jawab : Kebutuhan nutrisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. Maratus S ( Selain bahan yang mengandung gula. nucleo acid. meskipun bakteri dalam strain yang sama. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. Ridhani R ( Bagaimana dengan penggunaan kultur lain selain saccaromyches dalam aplikasi penggunaan medium fermentasi sumber nitrogen terhadap hasi β-Glukan yang dihasilkan ? Jawab: Dalam hal ini penggunaan kultur jenis lain selain saccaromyches akan menyebabkan produksi β-Glukan berbeda. konsentrasi juga merupakan salah satu factor pada prose fermentasi. mineral. 3. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. dan air yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. 2. karbohidrat. Pertanyaan Tertulis 1. apa saja yang bisa difermentasi oleh bakteri ? Jawab : Fermentasi merupakan suatu proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).

organela baru dan sel.enzim yang berperan dalam katabolisme dapat pula berperan dalam anabolisme dengan suatu tindakan sederhana seperti merubah konsentrasi nisbi zat. Walaupun pergantian atau turnover dari unsure-unsur pokok suatu sel berkesinambungan. Proses Anabolisme biasanya banyak membutuhkan energi sehingga reaksinya dapat berlangsung cepat dan efisien. bentuk dan fungsinya dibuat dari 20 asam amino terikat oleh ikatan peptide. Hasil. istilah biosintesis berarti pembentukan senyawa alami oleh organisme hidup.monomer yang kemudian menjadi molekulmolekul yang lebih kompleks sampai menjadi organela. asam nukleat. Proses ini disebut dengan turnover atau pergantian. Banyak dari energi ini digunakan dalam biosintesis atau anabolisme. Prinsip.molekul anorganik dan monomer. Proses sintesis demikian tidak dapat berlangsung tanpa adanya masukan energi. Karena anabolisme merupakan proses sintesis molekul kompleks dari beberapa molekul sederhana maka memerlukan sejumlah energi untuk biosintesisnya. yaitu dengan cara menambahkan butiran karbon aktif sebagai filtrate air sehingga antara air dan bahan suspen maupun koloid akan terpisah.kira setimbang dengan katabolisme. BAB II ISI ANABOLISME: Penggunaan energi dalam Biosintesisi Pengetahuan tentang metabolisme yang sifatnya fundamental dan vital bagi makhluk hidup telah mengantarkan kita ke suatu tingkat pemahaman yang mendalam tentang proses-proses yang berkaitan. Selama biosintesis. Protein.Jawab : Cara yang paling umum digunakan yaitu metode GAC (Granulated Active Carbon). Enzim. metabolism secara hati.materi baku biosintesis dan energy. Hal ini bisa disebut dengan istilah biosintesis. polisakarida dan asam nukleat dari bahan.hati meregulasinya sehingga kecepatan dari biosintesis kira.Protein yang berbeda memiliki 143 . Semua transformasi anabolik seperti halnya dengan semua reaksi katabolic. Reaksi yang memerlukan energi dalam bentuk panas disebut reaksi endergonik atau reaksi endoterm Mikroorganisme dapat memperoleh energi dalam berbagai cara.zat pada kedua sisi dari persamaan itu dan beberapa jalur anabolik menggunakan enzim yang juga digunakan dalam jalur katabolic yang serupa. dikatalis oleh enzim. lemak dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme. Sintesis asam nukleat memungkinkan organisme untuk menyimpan dan mengutarakan tambahan dari perbendaharaan informasi genetiknya. dan polisakarida yang tergabung dalam makromolekul atau molekul besar yang terdiri dari polimer-polimer kecil yang tergabung bersama. materi.hasil anabolisme berguna dalam sejumlah fungsi yang esensial. Anabolisme merupakan suatu proses pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya.bahan kecil. Energi bebas diperlukan untuk biosintesis pada selsel dewasa dalam ukuran yang konstan karena molekul. apapun ukuran.karbohidrat dan protein-lipid merupakan komponen structural yang esensial dari organism.bahan ini berlangsung lebih cepat dari perombakannnya maka organism akan tumbuh. protein. 1. sebuah mikroorganisme memulai dari prekursor sederhana seperti molekul.molekul seluler akan secara berkesinambungan terdegradasi dan disintesis. Anabolisme adalah sintesis dari makromolekul seperti protein. Pembuatan molekul komplek yang besar dimulai dari unit struktur sederhana yang disebut monomer dimana menyimpan kapasitas ruang genetic. Energi yang telah dihabiskan pada proses perggantian molekul untuk banyak sel yang tidak berkembang menggunakan energinya untuk mensintesis enzim dan zat.zat lainnya untuk dilepaskan ke lingkungan. ATP merupakan sumber energi bagi semua aktifitas anabolik didalam sel. Molekul protein. Glikogen.sel terbentuk. baik ekstra sel maupun intrasel.prinsip pengaturan biosintesis Sebuah sel mikroba mengandung sejumlah besar protein. Bila sintesis bahan.

Kegunaan beberapa monomer yang terhubung bersama oleh ikatan kovalen membuat sintesis makromolekul memiliki proses yang efisien. 3. enzim dan asam amino. Potensial yang terjadi diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi jika proton memasuki sel kembali melewati saluran proton. A. Sebaliknya. struktur yang lebih kompleks seperti sistem supramolekul dan organel. Misalnya. Jika sebuah protein disusun oleh 40 asam amino yang berbeda yang terbagi menjadi dua puluh. beberapa tahapnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda. Mikroorganisme autotrof mendapatkan energi dari oksidasi senyawa anorganik tetapi proses penangkapan energi sama dengan fosforilasi oksidatif. Sel mebutuhkan enzim untuk membuat dua kali lipat asam amino(atau menyediakan asam amino ekstra ). Seperti misalnya. NADPH daripada NADH biasanya berfungsi sebagai donor Setelah makromolekul telah dibangun dari prekursor sederhana. 4. Untuk mensintesis secara efisien suatu molekul. tetapi mikroorganisme autotrof memperoleh energi dari oksidasi kimia. Sel sering menyimpan penambahan materi dan energy dengan menggunakan enzim yang sama untuk proses katabolisme dan anabolisme. FIKSASI CO2 Sebagian besar mikroorganisme dapat menggabungkan dan memfiksasi CO2. Gen akan membutuhkan enzyme ekstra dan sel harus menanamkan materi-materi baku dalam sintesis atas penambahan gen. sedangkan oksidasi asam lemak terjadi di dalam mitokondria. ketika dua proses yang digabungkan. Mikroorganisme fotosintetik memperoleh energi untuk mengubah CO2 menjadi bahan sel berasal dari cahaya. enzim glikolisis yang terlibat dalam sintesis dan degradasi glukosa. Jalur anabolik dan katabolik sering menggunakan kofaktor berbeda. sama dengan mikroorganisme fotosintetik. Jalur anabolisme dan katabolisme tidak pernah sama walaupun banyak enzim digunakan bersama. 5. dan lainnya disalurkan melewati rantai-rantai transpor elektron yang menyebabkan proton menyembul dari membran. 2. mereka dirakit menjadi lebih besar. dan yang lainnya membalik proses pengubahan. Biasanya oksidasi katabolik menghasilkan substrat NADH untuk transpor elektron. Kegunaan enzim yang terpisah untuk dua reaksi dalam satu tahap memungkinkan regulasi independen dari katabolisme dan anabolisme. energi bebas yang dibuat tersedia selama perombakan trifosfat nukleosida yang mendorong reaksi biosintesis sampai selesai. Dalam jalur biosintesis mikroorganisme eukariotik sering terletak di ruang selular yang berbeda dari jalur yang berhubungan secara katabolik. jalur anabolik harus beroperasi ireversibel ke arah reaksi biosintesis untuk pemecahan ATP dan trifosfat nukleosida lainnya. seperti misalnya elektron yang dibebaskan dari oksidasi belerang. ADP. Untuk contoh. Regulasi anabolisme adalah bentuk yang agak berbeda dengan katabolisme. dan NAD +. Pembagian ruang memudahkan jalur untuk beroperasi secara simultan namun independen 6. biosintesis asam lemak terjadi dalam matriks sitoplasma. Hampir semua struktur sel terbuat dari 30 prekursor-prekursor kecil. Satu enzim mengkatalisis reaksi dalam katabolisme. ribosom merupakan kumpulan besar proton banyak dan molekul ribonukleikasid namun mereka muncul dengan pembentukan komponen mereka tanpa keterlibatan.rangkaian asam amino yang berbeda pula. Walaupun banyak enzim dalam jalur amphiobolik terlibat dalam aktivitas katabolisme dan anabolisme . Makromolekul biasanya berisi informasi yang diperlukan untuk membentuk spontan dalam proses yang dikenal sebagai self-kumpulan. amoniak. ketika elektron donor dibutuhkan selama biosintesis. 144 . Hanya mikroorganisme autotrof yang menggunakan CO2 sebagai satu-satunya sumber karbon bagi sintesis selnya. AMP. Kedua jenis jalur dapat diatur dengan produk akhir mereka serta oleh konsentrasi ATP.

Untuk mensintesis fruktosa 6-fosfat atau glukosa 6-fosfat dari CO2. tersusun dari bacteriochlorophyll dan bacteriopheophytins dan sebuah ETS.5-bifosfat (RuBP). dari siklus Calvin adalah pembentukan kembali RuBP dan dihasilkannya karbohidrat seperti gliseraldehid 3-fosfat.5-bifosfat karboksilase. gliseraldehid 3-fosfat dehidroginase berbeda dengan enzim pada glikolisis dalam penggunakan NADP+. dan vitamin. Pembentukan glukosa dari CO2 dapat dituliskan sebagai berikut 6CO2+18ATP+12NADPH+12H++12H2O → Glukosa+18ADP+18Pi+12NADP+ ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang fotosintesis dengan mengoksidasi molekul. dan bakteri yang membentuk asetat dari CO2 selama fermentasi (Acetogen). dilakukan oleh dua enzyme.protein lain. Sulfate Reducer. Siklus Calvin terjadi di stroma pada kloroplas mikroba autotrof eukariotik . Pembagian dari siklus ini mirip dengan jalur pentose fosfat dan melibatkan reaksi transketolase dan transaldolase. dan glukosa. Hal ini merupakan suatu kelebihan yang sangat tidak mungkin terjadi pada organisme tingkat tinggi.Mikroorganisme autotrof merupakan satu kelompok besar mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik seperti protein. Fotosintesis Anoksiganik Bakteri Unit Fotosintesis dalam unit bakteri berbeda dengan siano bakteri. dan merupakan proses pembalikan dari proses glikolisis. Cyanobacteria.5-bifosfat karboksilase atau ribolosa difosfat karboksilase yang dikatalisis dengan penambahan CO2 menjadi ribolosa 1. fruktosa. PGA Tereduksi menjadi gliseraldehid 3-fosfat. FOTOSINTESIS 1. sulfolobus. siklus calvin-Benson atau siklus reduktivitas pentose phospat. beberapa bakteri obligat anaerobic dan beberapa bakteri mikroaerofilik). Pengumpulan cahaya (mengandung dan tambahan pigmen) sebuah reaksi pusat.molekul anorganik secara kemoautotrof. hydrogen molekuler. Oksigen tidak terbentuk 145 . Dibagi menjadi tiga fase yakni karboksilasi. Terdapat polyhedral yang mengandung enzim ribolusa-1. Mikroorganisme ini biasanya menggunakan satu dari dua jalur. lemak. Gula yang terbentuk dalam siklus Calvin dapat digunakan untuk mensintesis molekul. asam nukleat. 6RuBP+6CO2 → 12PGA → 6RuBP+Fruktosa 6-P Pengubahan CO2 menjadi materi organik membutuhkan 3 ATP dan 2NADP. regenerasi. . merupakan tempat fiksasi CO2 atau penyimpanan karboksilase dan protein. Siklus ini selesai ketika fosforibulokinase membentuk kembali RuBP.molekul yang diperlukan lainnya. Jalur reduktif asam trikarboksilik yang digunakan untuk beberapa Archaea (Thermoproteus. Reduksi. reduksi. beberapa bakteri nitrifikasi pemasukan thiobacilli carboxysomes . siklus calvin diketemukan pada fotosintesis eukariotik dan pada sebagian besar fotosintesis prokariotik (tidak untuk Archaea. dan senyawa organic yang digunakan sebagai donor electron terakhir. Fase Regenerasi Fase ketiga. membentuk dua molekule 3-fosfogliserat (PGA) Fase Reduksi Setelah PGA terbentuk melalui karboksilase.) dan beberapa bakteri seperi Chlorobium dan desulfobacter). Hampir semua mikroorganisme autotrof menggabungkan CO2 melalui jalur metabolik yang disebut siklus calvin. Siklus harus beroperasi enam kali untuk menghasilkan heksosa dan membentuk kembali 6 molekul-molekul RuBP. Melalui jalur asetil-koA pada methanogen. Walaupun begitu. Fase Karboksilasi Fiksasi karbon dioksida dilakukan oleh enzim ribolosa-1. memiliki tiga komponen pertama. Senyawa sulfur tereduksi. Walau demikian. B.

jalur glukonigenesis berbeda dengan jalur glikolisis. yang dibutuhkan bersama ATP untuk fiksasi nitrogen. Tiga tahap glikolisis yang terjadi dalam sel dan bersifat irreversible 1. Inilah proses oksigenenik.tahap ini dilewati ketika proses terjadi secara biosintetis. Seperti contohnya fruktosa 1. Ketika bateriochlorophyll melalui dalam reaksi pusat ditangkap oleh cahaya. Fosforilasi glukosa Tahap. Electron berpindah dari reaksi pusat fotosistem I ketika ditangkap cahaya menuju ferredoksin kemudian menuju NADP+ untuk membentuk NADPH. sebuah electron tereduksi dibutuhkan yakni H2S atau H2. Fotosintesis oksigenik bakteri Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi.Pembalikan transfor electron juga digunakan litotrof untuk mengatasi masalah yang sama. Aseptor electron utama dari fotosistem I dapat melewatkan electron melalui sitokrom dapat kembali melakukann siklus untuk reaksi pusat pada fotosistem I. sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan. Pengubahan fosfoenolpiruvat menjadi piruvat 2. kembali pada reaksi pusat bacteriochlorophyll. Dilakukan dengan fotolisis air dan hasilnya adalah oksigen. Fotosintesis bakteri ungu non belerang CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 Fotosintesis bakteri hijau belerang CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S 2. Selama siklus ini. setiap electron berpindah. Dalam pembentukan NADH. ATP tersintesis. Pemberian NADP+ tidak bergantung pada cahaya ATP tersintesis melalui siklus fosforilasi yang dibutuhkan untuk memaksa electron dari reduktor lemah untuk bergerak kemudian mereduksi NADP+ (Pembalikan transfor electron) . Walaupun sama-sama menggunakan tujuh enzim. alga dan tanaman tingkat tinggi mempunyai dua fotosintesis (I dan II) terhubung melalui pembawa electron. Sintesis glukosa dari prekursorprekursor nonkarbohidrat disebut glukoneogenesis. Selam proses ini ATP disentesis melalui siklus fosforilasi.+ 2H++ H2O ATP juga dapat dihasilkan dari electron yang terbentuk melalui fotosistem I. Pembentukan fruktosa-1. Electron yang diberikan ke fotosistem I melalui system transport electron adalah untuk mempertahankan proses operasi. System ini bertanggung jawab atas pembentukan ATP dan NADPH. Fotolisis air H2O + Cahaya Matahari → 2e.6 bifosfat dari fruktosa 6-fosfat 3. Bakteri ini melewati sebuah quinine dan melalui berbagai sitokrom. Fotosistem I selesai dan tidak sanggup untuk memberikan electron lagi. Fotosintesis Sianobakteri 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 C.molekul organic gula yang tereduksi dari CO2. Proses ini dinamakan fotofosforilasi.6 bifosfat dengan fosfofruktokinase yang dibalikkan oleh enzim.selama fotosintesis. Sianobakteria. SINTESIS GULA DAN POLISAKARIDA Mikroorganisme yang tidak bisa melakukan fotosintesis dan mikroorganisme Heterotrof harus mensintesis molekul. jika tidak digunakan dalam produksi NADPH . sebuah electron diberikan kepada bacteriopheophytin. fruktosa bifosfatase yang mana secara 146 .

UDP-galaktosa disintesis dari UDPG melalui penyusunan ulang dari satu kelompok hidroksil. Katabolisme glikogen dan pati atau Starch mengolah tidak hanya melalui hidrolisis untuk membentuk gula bebas dengan penambahan fosfat pada polimer ini dengan produksi glukosa 1-fosfat. Berbeda selama sintesis gula dan kanji pada bakteri dan alga.hidrolisis memindahkan fosfat dari fruktosa bifosfat. Gula nukleosida difosfat paling penting adalah uridin difosfat glukosa (UDPG). Gula Nukleosida difosfat memiliki peran pusat dalam sintesis polisakarida seperti kanji (Starch) dan glikogen. Gula nukleosida difosfat tidak terlibat. Glukosa teraktivasi melalui penyisipan pada pirpfosfat pada uridin melalui reaksi dengan uridin difosfat. Pembagian UDP oleh UPGD dikenali enzim dan membawa glukosa di sekitar sel untuk terlibat dalam reaksi enzim seperti ADP yang memecah fosfat dalam pembentukan ATP. ATP+glukosa 1-fosfat → ADP-glukosa + Pi (Glukosa)n + ADP-glukosa→(glukosa)n+1 + ADP Nukleosida difosfat juga ikut terlibat dalam sintesis molekul komplek pada dinding sel bakteri. Seperti misalnya mannose yang secara langsung dapat terbentuk dari fruktosa melalui perombakan sederhana. Fruktosa 6-fosfat ↔ mannose-6 fosfat Beberapa gula tersintesis sambil tersisip menuju nukleosida difosfat. gula pada umumnya juga akan terbentuk. Ketika glukosa dan fruktosa telah terbentuk. Paling tidak dua enzim terlibat dalam pengubahan piruvat menjadi fosfoenolpiruvat. Seperti yang dikatakan sebelumnya biosintesis bukanlah proses pembalikan yang sederhana dari proses katabolisme. 147 . Enzim yang berbeda mengkatalisis sintesis UDP-asam glukorin melalui proses oksidasi UDPG. gula adenosine difosfat terbentuk dari glukosa 1-fosfat dan kemudian memberikan glukosa pada akhir rantai glukosa dan pati.

fosfolipid. Walaupun gas 148 . Gliseradehid 3-P+Pi+NAD+→1. Fosfat anorganik terbentuk melalui pembentukan ATP dalam tiga cara yakni : fotofosforilasi. Protozoa secara langsung menggunakan fosfat organic setelah ingesti atau hidrolisis di lisosom dan membentuk fosfat 1. sistein dapat juga digunakan sebagai sintesis sulfur yang mengandung senyawa organic 2. Phospatases sering menghidrolisis ester fosfat organic untuk menghasilkan fosfat anorganik. Jamur berperan untuk mengkombinasikan hidrogen sulfide dengan serin untuk membentuk sistein (proses 1) dimana banyak bakteri. sulfur. karena keduanya merupakan sumber eksraselular dan tempat penyimpanan intraselular asam amino.ATP. ASIMILASI FOSFOR SULFUR. Asimilasi nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel. termasuk protein. ( Harley.3-bifosfogliserat+NADH+H+ 1. kemampuan sel untuk mengasimilasi nitrogen anorganik adalah penting. Reduksi asimilasi sulfat melibatkan proses pengaktifan sulfat melalui pembentukan phosphoadenosine 5. seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas Karena nitrogen merupakan komponen penting dari protein. asam nukleat. Proses ini merupakan proses yang kompleks dimana sulfat pertama direduksi menjadi sulfit (SO32-) kemudian menjadi hidrogen sulfida. Banyak organisme yang menggunakan sistein dan mesionin .Gambar glukeneogenesis. Proses yang disebut dengan reduksi asimilasi sulfat ini dimaksudkan untuk dapat dibedakan dengan reduksi dissimilasi sulfat yang terjadi ketika sulfat berperan sebagai aseptor electron selama proses anaerobic berlangsung.fosforilasi oksidatif. Gram negative. Glikolisis memberikan contoh pada proses ketiga. fosforisasi level substrat. DAN NITROGEN ANORGANIK Di samping karbon dan oksigen. sulfat dapat menghasilkan sulfur untuk proses biosintesis. Asimilasi fosfor Fosfor ditemukan pada asam nukleida.bacteria mempunyai phosphatases di ruang periplasmic antara dinding sel dan membrane sel yang mengambil fosfat setelah dihasilkan. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis.phosphosulfat yang kemudian diikuti dengan reduksi sulfat. Sistein dapat disintesis dari hidrogen sulfida dengan dua cara. Masing. mikroorganisme menbutuhkan fosfor. Asimilasi Sulfur Sulfur diperlukan dalam sintesis asam amino (sistein dan mesionin) dan beberapa enzim (koenzin A dan iotin) .3-bifosfogliserat. Fosfat terlibat dengan gliseraldehid 3. DNA dan RNA.molekul organic melalui rute yang berbeda. Atom sulfur pada sulfat akan lebih teroksidasi daripada pada sistein dan molekulmolekul organic lainnya. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino.fosfat membentuk 1. 2005) D. protein. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat.bakteri menggabungkan hidrogen sulfida dengan O-acetylserine (proses 2) (1) H2s+serin → sistein + H2O (2) Serin asetil-koA O-Asetilserin H2S Asetat sistein Setelah terbentuk. yang selanjutnya digunakan dalam sintesis ATP. koenzim dan unsure-unsur pokok banyak sel lainnya. sehingga sulfat harus direduksi sebelum proses asimilasi. protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan. yang nantinya dimasukkan ke dalam protein. Sumber fosfor paling utama fosfat anorganik dan ester fosfat organic.3 Bifosfogliserat + ADP→3-Fosfogliserat+ATP Mikroorganisme memperoleh fosfat dari lingkungan disekitarnya yang larut maupun terbentuk. koenzim seperti NADP.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul.

mengkatalisasi perpindahan kelompok amida (-NH2) dari glutamine ke 2-oxoglutarate. Banyak bakteri dan jamur menggunakan glutamat dehidroginase ketika konsentrasi amoniak tinggi. dan amida glutamine dibentuk. beberapa mikroorganisme membentuk alanin asam amino dalam reaksi aminasi reduktif yang dikatalis oleh alanin dehidroginase Piruvat +NH4+NADH (NADPH)+H+↔L-alanin + NAD+ (NADP+)+H2O Rute utama untuk pembentukan amoniak adalah pembentukan glutamat dari α-Ketoglutarat (sebuah siklus TCA intermediet). α-Ketoglutarat + NH4++NADPH (NADH) +H+↔glutamat+NADP+(NAD+)+H2O Perbedaan kemampuan dalam penggunaan NADPH dan NADH sebagai agen pereduksi adalah pada sintesis glutamate. Sebagian besar dipakai untuk pembentukan ammonia atau nitrat Siklus nitrogen dari fiksasi N2-atmosfer secara fisik/kimiawi yang menyuplai tanah bersama presipitasi. yang belakangan adalah produk dari siklus asam trikarboksilik (Gambar 7-4). manakala pemberian amonia besar. dan nitrifikasi) akan melepaskan N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau mikrobia Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik. Ini diaktifkan oleh pH tinggi dan konsentrasi ATP dan magnesium yang tinggi. nitrit (NO2-). Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup. sebagai contoh. nitrogen kemudian diinkorporasikan menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk kimia lain. glutamate synthase (GOGAT). Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan a. amonium + (NH4 ). beberapa mikroorganisme dapat mereduksi gas dan menggunakan menjadi sumber nitrogen. dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau humus dibangun. namun berbagai bukti menunjukkan bahwa GDH bukanlah untuk menggantikan GS dan GOGAT namun lebih banyak berperan sebagai mekanisme untuk memisahkan amina (de-aminasi) dari glutamat. Glutamine synthetase mempunyai suatu gaya affinitas sangat tinggi untuk amonia dengan begitu mampu untuk memasuki amonia sekalipun konsentrasinya sangat rendah.nitrogen melimpah di atmosfer. Salah satu contoh enzim ini adalah aspartate aminotransferase (AAT) yang mengkatalis reaksi 149 . dan oleh mikroorganisme baik secara simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melaliu inangnya maupun setelah mati. Untuk reaksi ini baik ferredoxin yang direduksi (dari photosystem) atau NADPH (dari respirasi) diperlukan untuk pemeliharaan siklus asimilasi amonia dan yang selebihnya dapat digunakan untuk biosynthesis protein. Pembentukan amonia Nitrogen Amoniak dapat dibentuk menjadi materi organic dengan relative mudah dan langsung karena mudah tereduksi daripada nitrogen anorganik dalam bentuk lain . atau humus. 2-oxoglutarate + NH4+ + NAD(P)H glutamate + H2O + NADP+ Meskipun reaksi diatas nampak seperti asimilasi amonium menjadi glutamat. dan satu molekul glutamine meninggalkan siklus itu. Enzim yang lain dalam asimilasi amonia. Dalam jalur ini asam amino glutamate bertindak sebagai akseptor untuk amonia. Sel-sel mati ini bersama dengan sisa tanaman/hewan akan menjadi bahan organic yang siap didekomposisikan dan melalui serangkaian proses mineralisasi (aminisasi. Sebagai suatu alternatif. Setelah terasimilasi menjadi glutamin dan glutamat. amonifikasi. dan gas nitrogen (N2). Enzim yang berperan dalam hal ini secara umum dikenal sebagai aminotransferase. kedua-duanya molekul glutamate dapat bertindak sebagai suatu akseptor amonia.  Jalur alternatif untuk asimilasi amonia Glutamate dehidrogenase (GDH) mengkatalisis reaksi dua arah untuk membentuk glutamat atau membuang gugus amina dari glutamat . nitrat (NO3-).

 Peran asparagin dan glutamin sebagai jembatan antara metabolisme N dan C Asparagin. merupakan bentuk amida pertama yang teridentifikasi. menghambat AS. Jalur utama sintesis asparagin mencakup transfer amida nitrogen dari glutamin ke aspartat (Gambar 7-4 bawah): Glutamine + aspartate + ATP asparagine + glutamate + AMP + PPi Reaksi tersebut dikatalis oleh asparagine synthetase (AS). Aminotransferase ditemukan dalam sitoplasma. Amonium dapat diasimilasi melalui kombinasi dengan glutamat untuk membentuk glutamin (Glutamin sintetase) atau dengan aminasi reduktis 2-oxoglurata yang menghasilkan glutamat (glutamat dehidrogenase). glioksisom. sehingga mendorong asimilasi N 150 . Enzim biosintesis asam amino karena daun tanaman atau kloroplas yang diisolasi jika dipajankan pada CO 2 diberi label radiokatif akan segera menggabungkan C berlabel menjadi glutamat. bob. dan glisin. yang banyak ditemukan pada sitoplasma daun dan akar dan dalam nodul pemfiksasi N. 2N:5C untuk glutamin atau 1N:5C untuk glutamat). kondisi yang merangsang aktivitas glutamine synthetase (GS) dan Fd-glutamate synthase (Fd-GOGAT). alanin. Aspartate adalah asam amino yang berpartisipasi dalam malate-aspartate shuttle dari mitokondria dan kloroplas menuju sitoplasma. Kondisi cukup energi (cahaya dan karbohidrat tinggi) menstimulir GS dan GOGAT. ( Foster. asapartat. kloroplas. Donor elektron (kofaktor tereduksi) diperlukan dalam reaksi tersebut: feredoksin pada daun hijau dan NADH pada jaringan non-fotosintetik. 2010)  Nitrogen ditransfer dari glutamin atau glutamat menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi Semua reaksi transaminasi memerlukan kofaktor pyridoxal phosphate (vitamin B6). menghambat ekspresi gen dan aktivitas asparagine synthetase (AS). Fungsinya bukan sebagai prekursor protein. dan dalam transport karbon dari sel mesofil menuju sel seludang pembuluh (bundle sheath) pada fiksasi karbon c4. Dua glutamat dihasilkan dari glutamin dan 2-oxoglutarat (glutamat sintase). Gambar Struktur dan lintasan senyawa terkait dengan metabolisme amonium. yang diisolasi dari asparagus pada awal 1806. namun sebagi senyawa kunci untuk transport dan penyimpanan nitrogen karena stabilitasnya dan tingginya rasio nitrogen:karbon (2N:4C untuk asparagin vs. serin. dan peroksisom. mitokondria. Intensitas cahaya dan kandungan karbohidrat yang tinggi.Glutamate + oxaloacetate aspartate + 2-oxoglutarate Dimana gugus amina dari glutamat ditransfer menuju atom C-2 asam keto.

Fiksasi nitrogen terjadi pada 1. c. Reduksi asimilasi nitrat pada bakteri terjadi di kritoplasma. Nitrogen direduksi oleh penambahan dua elektron. Bakteri yang hidup bersimbiosis tanaman Legumes seperti Rhizobium 3. NADPH adalah sumber elektron. 4 pasang ATP dan elektron dibutuhkan N2+8H++8e-+16ATP→2NH3+H2+16ADP+16Pi 151 . Pada asimiasi nitrat. sehingga mendorong asimilasi N menuju asparagin. b. Proses ini disebut deaminasi. dimana ini terjadi selama pernafasan anaerobik reduksi dissimilasi nitrat. fungi. Sebagian besar keberadaan N2 di dalam tanah dalam bentuk molekul anorganik. Reduksi asimilasi nitrat Nitrogen dalam nitrat (NO3-) lebih mudah teroksidasi daripada dalam amoniak. Amonia merupakan senyawa dalam bentuk gas. NO3. laju dari proses ini terbatas pada pertumbuhan tanaman. Amonifikasi dibantu oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.menjadi glutamin dan glitamat. Sebaliknya. enzim yang mengandung dan molibdenum.alga. Bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter Klebsiella. Fiksasi Nitrogen Reduksi gas nitrogen pada atmosfer menjadi ammonia dinamakan fiksasi nitrogen. Langkah pertama dalam asimilasi nitrat adalah reduksi menjadi nitrit oleh nitrate reductase.sel eukariotik memiliki keterbatasan kemampuan dalam melakukan ini). Nitrat pertama kali direduksi menjadi amoniak sebelum nitrogen dapat dikonversikan menjadi bentuk organik. Jika tumbuhan atau hewan mati. dan Methanococcus 2. sebaliknya pada tanah yang lembab/basah ammonia terlarut dalam air dan membentuk ion ammonium (NH4+ ).molekul nitrogen menjadi amonia adalah cukup eksergonik. nitrat dibentuk menjadi materi organik dan tidak ikut dalam pembentukan energi. Proses ini terjadi pada bakteri. Sianobakteri seperti (Nostoc dan Anabaena) Reduksi nitrogen menjadi amonia dikatalisis oleh enzim nitrogenase. nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur.molekul nitrogen adalah gas tidak reaktif dengan tiga ikatan diantara dua atom nitrogen. Proses selanjutnya. pada tanah yang kering mudah menguap. tetapi reaksi ini memiliki energi aktivasi yang tinggi karena molekul. Hidroxylamine mungkin sebuah internediet ( antara) amonia kemudian dibentuk menjadi asam amino. Reduksi nitrogen membutuhkan pelepasan ATP dalam jumlah yang besar yakni 8 elektron dan 16 molekul ATP. keterbatasan energi menghambat GS dan GOGAT. Organisme yang sudah mati diuraikan melalui proses hidrolisis yang menyebabkan protein terurai menjadi asam amino. Proses reduksi nitrat ini dinamakan reduksi asimilasi nitrat. Clostridium. Karena amoniadan nitrat berada dalam jumlah yang sedikit dan hanya beberapa organisme prokariotik yang dapat melakukan fiksasi nitrogen (sel. senyawa yang kaya nitrogen dan cukup stabil untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam jangka waktu lama (asparagine is stable for long-distance transport or long-term storage). Selanjutnya ion amonium dapat digunakan oleh bakteri dan tumbuhan untuk sintesa asam amino. Walaupun ikatan enzim intermediet dalam proses ini masih belum diketahui. senyawa yang kaya akan karbon dan berpartisipasi dalam sintesis.+ NADPH + H+→NO2-+NADP++H2O Nitrit selanjutnya direduksi menjadi amoniak dengan penambahan dua elektron yang dikatalisis oleh oleh nitrite reductase dan mungkin enzim lainnya. menstimulir AS. asam amino yang sudah terbentuk dikonversi menjadi ammonia (NH3) dan proses ini disebut amonifikasi. Reduksi molekul.

Glikolisis. protein MoFe mengandung 2 atom molibdenum dan 28 sampai 32 atom besi. Seluruh proses ini membutuhkan paling tidak 8 elektron dan 16 ATP sebab nitrogenase juga mereduksi proton pada menjadi H2. pengikatan gugus amin ke karboksilat dapat langsung (1 tahap) atau tidak langsung (2 tahap).000mw) yang diikuti satu atau dua protein Fe (64. Gugus amin biasanya berasal dari amonia. ikatan ATPNdihilangkan untuk mereduksi protein MoFe. Walupun begitu. HCΞCH + 2H++2e-→H2C=CH2 Laju reduksi dari asitilena menjadi etilena digunakan dalam estimasi aktivasi nitrogenase. Nitrogenesa cukup sensitif dengan O2 dan harus dilindungi dari pentidakaktifan O2 didalam sel. Akan tetapi. Nitrogenase adalah sistem komplek yang mencakup dua komponen protein utama. Walaupun jalur sintesis asam amino tidak dijelaskan secara rinci sebuah survey mengenai pola umum biosintesis asam amino mungkin diketemukan dalam textbook pengenalan biokimia. Simbiosis nitogen-bakteri dapat menghabiskan hampir 20% ATP yang dihasilkan oleh tanaman. Pengikatan gugus amin langsung terdapat pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat . SINTESIS ASAM AMINO Sintesis asam amino membutuhkan susunan dari kerangka karbon yang cocok dan ini melalui proses komplek yang melibatkan banyak tahap. zat seperti turunan purin alantoin dan alantoik juga disintesis dan digunakan untuk transfer nitrogen menjadi bagian lain tanaman. Protein Fe pertama direduksi oleh feredoksin kemudian mengikat ATP. ATP dihidrolisis ketika terjadi transfer elektron. amonia dapat terbentuk menjadi senyawa organik. prekursor untuk biosintesis asam amino diperoleh dari beberapa jalur utama ampiobolik. E. Molekul nitrogen yang tereduksi menjadi amonia. dan energi. protein Fe mengandung 4 atom besi. Ikatan ATP menyesuaikan dengan protein Fe dan memperendah potensialnya. dan azide). sianida. setiap tahap membutuhkan sebuah pasangan elektron. Karena kebutuhan untuk memelihara nitrogen. Reduksi N2 menjadi NH3 terjadi dalam tiga tahap. Reaksi H2 dengan diimin (HN=NH) untuk membentuk N2 dan H2. 6 elektron yang ditransfer membutuhkan 12 ATP setiap N2 direduksi. Dalam banyak sianobakteri. proteksi melawan oksigen dilakukan oleh struktur istimewa yang dinamakan heterokis. (asetilena. Pada simbiosis dengan pemfiksasi nitrogen Rhizobium memunculkan difusi amonia keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. protein MoFe (220. Pada dasarnya sintesis asam amino merupakan reaksi aminasi (pengikatan gugus amin) karboksilat. fotosintesis pada sianobakteri. Skeleton asam amino diperoleh dari asetil koA dan dari intermediet (antara) siklus TCA. Protein MoFe yang telah tereduksi memberikan elektron pada atom nitrogen. jalur sintesis asam amino biasanya teregulasi secara rumit oleh allosteric dan mekanisme umpan balik. jalur pentose phosphate.000mw) . Reaksi ini memerlukan glutamat dehidrogenase. Untuk memaksimalkan efisiensi dan ekonomi. karbon. Rute utama asimilasi amonia adalah sintesis glutamin oleh sistem glutamin syinthetase-glutamat synthetase. Nitrogenase dapat mereduksi bermacam molekul yang mengandung ikatan rangkap tiga. proses respirasi pada pemfiksasi nitrogen aerobik atau fermentasi pada bakteri anaerob seperti misalnya clostridium pasteurianum (bakteri anaerob) mereduksi ferredoksin selama oksidasi piruvat dimana Azetobacter aerob menggunakan elektron dari NADPH untuk mereduksi feredoksin.Elektron diperoleh dari ferredoksin yang telah tereduksi dengan berbagai macam cara . 152 .

Dari kedua tipe reaksi di atas (GH dan GS-GOGAT) tampaknya reaksi GS-GOGAT merupakan reaksi yang paling mungkin terjadi di alam. Sintesis asam amino lainnya memerlukan glutamat sebagai sumber nitrogen (gugus amin) ke karboksilat. menjadi glutamat. sedangkan reaksi GS-GOGAT memerlukan sedikit amonia di habitatnya.1993) Gambar Reaksi GS-GOGAT (anonim. sehingga enzimnya disebut transaminase. Reaksi ini merupakan proses transaminasi. Pada reaksi ini gugus amin lebih dulu diinkorporasi ke glutamat menghasilkan glutamin (dikatalisis glutamin sintase/GS). Hal ini karena reaksi GH memerlukan kadar amonia yang tinggi di habitatnya. 2010) Pengikatan gugus amin tidak langsung terjadi pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat dan memerlukan glutamat lainnya. 153 . Glutamin yang kehilangan amida. Gugus amin ditransfer ke -ketoglutarat menghasilkan glutamat (dikatalisis glutamin -oksoglutarat transaminase atau GOGAT).Gambar 813 Reaksi glutamat dehidrogenase (Kimball.

Banyak dari jalur biosintetis F. Dua molekul purin penyusun nukleotida adalah guanin dan adenin dan nama nukleosidanya adalah guanosin dan adenosin. Biosintesis Pirimidin Berdasarkan asal atom karbon dan nitrogen. amonia yang berasal dari glutamin. Jadi nukleotida adalah nukleosida fosfat. aspartat glutamate akan ditransminasi secara langsung dari piruvat. Jika tanpa fosfat. PIRIMIDIN. timin. oksaloasetat. dan komponen dinding sel. pirimidin disintesis dari aspartat. dan fosfat. Sintesis purin sangatlah komplek. G gambar Monomer nukleotida Gambar Molekul purin (atas) dan pirimidin (bawah) (Kimball. SINTESIS PURIN. dan NUKLEOTIDA Nukleotida adalah polimer molekul purin atau pirimidin. dan memiliki peran penting dalam aktivasi dan transfer gula. alanin. Tiga molekul pirimidin penyusun nukleotida adalah sitosin. dan urasil dan nama nukleosidanya adalah sitidin. ribosa atau deoksiribosa. Nukleotida adalah building blocks dari DNA atau deoxribunucleic acid dan RNA atau ribonucleic Acid.Rangkaiam cabang asam amino dari rute pusat. maka polimer tersebut dinamakan nukleosida. dan ketoglutarat. 1993) Banyak mikroorganisme dapat mensintesis purine dan pirimidin mereka sendiri. juga merupakan konstituen. dan CO2 yang berasal dari karbonat. dan uridin. sebuah kondensasi produk dari carbomyl phosphates dengan asam aspartic. timidin. asam amino.mula dari asam orotik. 154 .konstituen penting dari beberapa koenzim. skeleton purin diperoleh dari beberapa komponen dimana pirimidin mula.

Reaksi ini dikatalisis orotat fosforibosil transferase. Reaksi ini dikatalisis dihidroorotat dehidrogenase. Aminasi dan fosforilasi karbonat menjadi karbamoil fosfat.vlsm. Dehidrogenasi (oksidasi) dihidroorotat menjadi orotat. Reaksi ini dikatalisis aspartat transkarbamoilase. Dekarboksilasi orotidin monofosfat menjadi uridin monofosfat 155 . Terikatnya 5-fosforibosil pirofosfat (disintesis dari fosforilasi ribosa 5-fosfat) pada atom nitrogen dari orotat. Selanjutnya.2009) Sintesis nukleotida pirimidin dimulai dari fosforilasi aminasi karbonat.1993) dikatalisis dihidroorotase.org. Reaksi ini dikatalisis karbamoil fosfat sintetase. Hidrasi karbamoil aspartat menjadi Reaksi dihidroorotat. aspartat terikat pada karbamoil. Gambar Biosintesis pirimidin (Kimball. sehingga menghasilkan orotidin monofosfat (melepaskan pirofosfat).Prekursor pirimidin (kiri) dan purin (kanan) (http://free. sehingga menghasilkan karbamoil aspartat (melepaskan fosfat).

Atom nitrogen dari purin berasal dari aspartat. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Biosintesis Purin Atom karbon dari purin berasal dari format atau serin. Fosforilasi uridin monofosfat menjadi uridin difosfat (UDP). Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoamidazol karboksilase. Tersisipnya glisin ke 5-fosforibosilamin. dan glutamin Sintesis cincin purin dimulai dari terikatnya atom nitrogen glutamin pada fosforibosil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5-fosforibosilamin. glisin. Reaksi ini dikatalisis nukleosidamonofosfat kinase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase. Pembentukan struktur cincin pada fosforibosil N formilglisinamidin. Timidin disintesis dari metilasi UTP. Reaksi ini dikatalisis fosforibosilaminoamidazol suksinokarboksamida sintetase. Terikatnya formil pada fosforibosil glisinamida. Terikatnya aspartat pada asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Reaksi ini memerlukan energi (ATP) dan dikatalisis fosforibosil glisinamida sintetase. Fosforilasi uridin difosfat menjadi uridin trifosfat (UTP).sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamidin. 156 . sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-amidoimidazol. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil glisinamida. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamidin sintetase dan memerlukan energi. glisin. Pengikatan gugus NH2 dari glutamin. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 4-N suksinokarboksamida 5aminoimidazol. Karboksilasi 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Reaksi ini dikatalisis orotidin fosfat dekarboksilase. Sitidin trifosfat merupakan prekursor sitidin. Terlepasnya 4 karbon yang semula berasal dari aspartat dari reaksi sebelumnya (Jadi aspartat akhirnya hanya menyumbang nitrogen saja). sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamida. dan karbon dioksida. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamida sintetase. Reaksi ini dikatalisis nukleosidadifosfat kinase. Uridin trifosfat merupakan prekursor uridin. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoimidazol sintetase.(UMP). Reaksi ini memerlukan energi/ATP. sehingga menghasilkan 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Terikatnya amonia pada uridin trifosfat menghasilkan sitidin trifosfat (CTP).

Reaksi ini melepaskan air dan dikatalisis inosinat siklohidrolase. Semua sel dalam tubuh dapat mensin-tesa purin dan pirimidin. NH3. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil amidoimidazol karboksamida formiltransferase. 2009) 157 .1993) Reaksi ini dikatalisis adenilosuksinat liase. IMP merupakan prekursor dari semua nukleotida purin. Terikatnya formil ke 5-fosforibosil 4-karboksamida 5amidoimidazol.Tidak ada purin atau pirimidin dari makanan yang digabung dgn asam nukleat jaringan Purin Pirimidin Nukleotida (masterprima. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. Pembentukan cincin (kedua) dari 5fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol. Asam nukleat dari makanan akan dikatabolisme menjadi asam urat (purin)dan β-alaninatau β-amino isobutirat (pirimidin)dan CO2. sehingga menghasilkan inosinat monofosfat (IMP).Gambar Biosintesis purin (Kimball.

G. Dua asam nukleat berbeda dalam gula berbeda dalam nukleitida yakni deoksiribosa dan ribose. Kehilangan CO2 membuat reaksi ini berkesudahan. Pada jalan ini.ACP memberikan atom karbon pada rantai. Bakteri anaerobic dan beberapa bakteri aerobic membuat ikatan rangkap selama sintesis fatty acid dengan meng-dehidrasi hidroksi fatty acids. Beberapa diantaranya tidak jenuh (mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap).komponen utama membrane sel. Sintesis ini biasanya diproses dengan jalan phosphatidic acid. Gliserol berasal dari reduksi glikolitik intermediet. Bakteri eukariotik dan aerobic seperti bacillus megaterium membangun sebuah jalur aerobic menggunakan NADPH dan O2. Walaupun begitu. Sebuah CDP (Cytidine diphosphate) yang mempunyai peran sama seperti adenosine difosfat. melalui pembentukan awal CDP-diacylglyserol. Fatty acid disiapkan untuk penambahan dua atau lebih atom karbon. Sintesis Lipid Bermacam. (gram-positive Bacteria) seperti Lactobacillus plantarum dan clostridium pasterianum ) dan sianobakteria. membentuk Malonyl-koA. Banyak dari mikrobia fatty acid merupakan rantai lurus. Fatty acid tak jenuh disentesis dengan dua cara. yang mana kemudian akan teresterifikasi dengan dua fatty acid menjadi asam phosphatidik. Mikroorganisme eukariotik seringkali menyimpan karbon dan energi sebagai triacylgliserol. Pertama. beberapa mikroorganisme membutuhkan CO2 demi pertumbuhan yang baik tetapi itu tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran fatty acid seperti oleic acid (fatty acid rantai 18 tak jenuh . Sebagian besar mengandung fatty acid atau turunannya. Sintesis terjadi setelah asetat dan malonat ditransfer dari koenzim A ke grup sulfyhydril dari ACP (Accetyl Carrier Protein). Dehidroksiaseton phosphate mejadi gliserol 3-phosphate. Malonil-koA berasal dari karboksilasi ATP dari asetil koA. 158 . sebuah membrane lipid yang komplek terbentuk dari hasil glikolisis. Turunan CDP akan bereaksi dengan serine untuk membentuk fosfolipid fosfatidilserin dan dekarboksilasi yang menghasilkan phosphatidylathanolamine. gliserol teresterifikasi tiga fatty acid. tetapi beberapa ada yang bercabang. protein kecil yang membawa rantai fatty acid yang berkembang selama sintesis. fosfat adalah hidrolisis dari phospatidic acid oleh diacylglycerol dan fatty acid ketiga diberikan oleh hasil triagliserol. komponen. Oksigen tidak diperluakan untuk sintesis ikatan rangkap dua pada jalur ini. bakteri sintesis phosphatidylethanolamine.atom karbon. CO2 tersebut hilang ketika Malonyl. Gram negative bacteria mempunyai fatty acid siklopropana (fatty acid dengan satu atau lebih cincin siklopropana pada rantainya) Sintesis fatty acid dikatalisis oleh fatty acid synthetase komplek dengan asetil koA dan Malonyl-koA sebagai substratnya dan NADPH sebagai donor electron. Carbon dioksida sangat diperlukan dalam sintesis fatty acid tetatpi tidak secara permanen terbentuk. dan biosintesis asam amino. kedua. Fatty acid adalah asam monokarbolik dengan rantai alkil panjang yang mempunyai serangkaian atom. Polimer keduanya dibuat dari formasi ikatan kovalen antar gula dan fosfat. biosintesis fatty acid. Fosfolipid adalah komponen utama dari membrane sel eukariotik dan prokariotik..macam lipid ditemukan pada mikroorganisme terutama pada membrane sel. β-keto yang berasal dari reaksi kondensasi awal dipindahkan dengan proses tiga langkah yang melibatkan dua reduksidan senuah dehidrasi. Katalisator sintesis menambahkan dua atom karbon pada rantai terakhir faaty acid dalam dua proses. Malonyl-ACP bereaksi dengan fatty acid-ACP untuk menghasilkan CO2 dan fatty acid –ACP yang lebih lama. O O _ + R (CH2)9-C-SCoA + NADPH + H +O2→ R-CH=CH-(CH2)7-C-SCoA+NADPH++2H2O Sebuah ikatan rangkap terbentuk diantara karbon 9 dan 10 dan O2 tereduksi menjadi air dengan dengan electron yang diberikan oleh fatty acid dan NADPH. ATP digunakan untuk menambahkan CO2 ke Asetil-koA. Jalur anaerobic terjadi pada beberapa (gram-negative bacteria) seperi Escherichia Coli dan Salmonella typhimurium.Seperti yang dijelaskan sebelumnya ada dua tipe asam nukleat yakni DNA dan RNA yang disusun oleh building blocks nukleotida.

Sintesis peptidoglikan Dinding sel bakteri mengandung mengandung molekul komplek peptidoglican yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran asam N-asetilmuramik (NAM) dan residu Nasetilglukosamin (NAG). Hanya aka nada sebuah kelompok yang bereaksi dengan subterminal D-alanin. Asam amino ditambahkan secara berurutan menjadi UDP-NAM untuk membentuk rantai pentapeptida (dua terminal D-alanin ditambahkan sebagai dipeptida) Energi ATP digunakan untuk membuat ikatan peptide tetapi tRNA dan ribosom tidak terlibat.H. Peptide cross-link rantai peptidoglikan terbentuk oleh transpeptidado. UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM untuk membentuk unit pengulang peptidoglikan. Alfonsina AAT (115061100111027) “ apakah dalam siklus glukeogenesis yang merupakan proses pembalikan glikolisis. karena reaksi sintesis terjadi di dalam dan di luar membrane sel.Coli.komponen peptodoglican melalui membrane hidrofobik. Pembawa bactoprenol kembali kedalam membrane. NAM-Peptida ditrnasfer dari UDP menuju baktoprenol fosfat pada permukaan membrane. Pada E. Naktoprenol ialah karbon-55 alkohol yamh terletak pada NAM oleh pirofosfat dan memindahkan komponen. Unit pengulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah sempurna diangkut menyeberangi membrane menuju permukaan luar oleh pembawa bactoprenol pyrophosphate 6. 7. Sintesis peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen antimikroba. Jika interbridges (jembatan dalam) pentaglisin diperlukan. Sintesis peptidoglican adalah sintesis dengan proses multi step. asam amino yang bebas dari asam diaminopimelik menyerang subterminal D-alanin. Energi atp tidak lagi dibutuhkan ketika transpeptidasi yang terjadi di luar. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. 2. LAMPIRAN Pertanyaan dan jawaban Pertanyaan lisan 1. Turunan UDP dari (N-acetylmuramic acid dan N-acetylglucosamine) di sintesis kritoplasma. Seperti misalnya penisilin menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate. menghasilkan residu D-alanin. Fosfat dihasilkan selama proses. Proses yang sama terjadi kepada interbridges terlibat. 4. 3. Hal ini terjadi pada gram positive bacteria yakni (staphylococcus aureus). Dua partisipan carrier yakni UDP (Uridin Difosfat)dan baktoprenol. glisin ditambahkan menggunakan Molekul glisil-tRNA bukan ribosom 5. dapatkah kedua siklus berjalan secara bersama-sama?” 159 . Rantai polisakarida akan saling berhubungan melalui pentapeptida atau jembatandalam (interbridges) Sebuah struktur yang rumit (berkelit-kelit atau berseluk beluk ) membutuhkan proses biosintesis yang rumit juga. Unit Peptidoglikan diletakkan pada akhir rantai peptodoglican untuk memperpanjang oleh unit pengulang. 8. Rantai Pentapeptida terletak pada NAM. ATP digunakan untuk membentuk terminal ikatan peptide didalam membrane. Sintesis peptidoglican terjadi dalam delapan tahap : 1.

antara lain . Bakterioklorofil yang dimiliki bakteri ini dapat digunakan sebagai salah satu ciri morfologi dengan melihat spektra maksimumnya. oleh karena itu penambahan larutan oksianion (biasanya K2TeO3) memungkinkan isolasi kelompok bakteri tersebut secara selektif. pigmen karatenoid. Karena pada dasarnya regulasinya berbeda” Alberus Ardika (115061101111005) “ tadi dijelaskan dalam presentasi siklus sintesis purin prosesnya. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase . Ada beberapa mikroorganisme yang mampu melakukan fotofosforilasi dalam keadaan anaerob. Reinanto pandu (115061107111009) “ dalam fotosintesis anoksigenik kan ada reaksinya. Bakteri-bakteri ini dapat melakukan berbagai macam metabolisme. Jawaban “ walaupun siklus glukeogenesis reversible. seperti TeO3-2 dan SeO3-2. Sebagian besar bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksegenik. respirasi anerobik. dan bakterioklorofil. dan Heliobacteria(white. pada umumnya menujukkan resistensi yang tinggi terhadap oksianion logam tanah jarang. bakteri fotosintetik hijau (sulfur dan non sulfur). karena pada konsentrasi yang tinggi akan menjadi racun . lalu maksud kotak kecil ditengah itu apa? (menunjuk gambar) ” Jawaban “ gambar di tengah itu penjelasan dari proses awal sintesis purin yakni dimulai terikatnya atom nitrogen glutamine pada fosforibossil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5. bakteri fotosintetik purple (sulfur dan non sulfur). sedang GMP menghambat perubahan substrat dari sintesis AMP.2. Freshsya Zatalini (115061100111003) “ Apakah persyaratan dari asimilasi bagi mikroba? Bagaimana bakteri yang tidak punya klorofil melakukan asimilasi? Jawaban 160 .fosforibosilamin. dan fermentasi. Berdasarkan bakteriaklorofil yang dimiliki oleh anoksegenik. Kemampuan bakteri ini untuk melakukan fotofosforilasi karena adanya piranti fotosintesis dalam selnya yang berupa pigmen fotosintesis.itu menghasilkan AMP dan GMP. seperti bakteri dari genus Rhodobacter. konsentrasi sulfid harus benar-benar ditekan serendah mungkin. maka kelompok ini bibagi menjadi . Selain itu. bakteri ini telah diketahui sejak awal abad ke-20 ketika pertama kalinya diisolasi oleh Hans Molisch. fotoautrotop atau fotoheterotrop pada kondisi anaerobik.1995) Pada bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksigenik. organisme-organisme ini pada umumnya merupakan penambat nitrogen yang hidup bebas.” 3.prinsip biosintesis dijelaskan bahwa jalur anabolisme dan katabolisme (dalam hal ini merupakan glikolisis dan glukeogenesis) tidak pernah berjalan bersama walaupun banyak enzim yang digunakan bersama. meraka ini dikenal dengan nama kelompok bakteri fotosintetik anoksigenik. Pertanyaan Tertulis 1. tapi berdasarkan prinsip. lalu senyawa-senyawa yang dihasilkan itu untuk apa?” “ Reaksinya adalah seperti ini • Fotosintesis bakteri ungu non belerang • CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 • Fotosintesis bakteri hijau belerang • CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S Berdasar pada sumber yang saya baca pada keadaan anaerob tidak diproduksi oksigen. AMP menghambat sintesis adenilosuksinat dari inosinat.

eukariotik ataupun prokariotik itu bisa asalnkan memiliki klorofil. Begitu pula dengan sintesis peptidoglikan akan terjadi pada setiap kondisi karena dinding sel bakteri mengandung kompleks peptidoglikan” 3. Ridhani Ridha R (115061100111009) “ Pada siklus tersebut kalau tidak salah namanya siklus purimidin kenapa hasilnya tidak purimidin? Mungkin dari siklus yang lain ada seperti itu?” Jawaban : “ sintesis purimidin atau sintesis pirimidin itu sama. “ Asimilasi adalah pembentukan molekul kompleks dari molekul sederhana yang membutuhkan energy yang tinggi. “ Apakah dalam suatu sintesis itu mengalami hambatan? Jika iya apa?” Jawaban : “ pada sintesis Peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen mikroba. karena dinding sel bakteri mengandung molekul kompleks peptidoglikan yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran NAM (asan N-asetilmuramik) dan residu NAG (N-asetilglukosamin)” “ sintesis purin terjadi pada bakteri karena basa dari nukleotida akan digunakan untuk membentuk materi pembawa genetic RNA dan DNA.2. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. Penjelasan mikroorganisme prokariotik pada slide adalah sebagai tambahan. Sedangkan sintesis Peptidoglikan terjadi pada dinding sel bakteri. Perlu ditekankan bahwa asimilasi dilakukan mikroorganisme karena mikroorganisme itu sendiri membutuhkan fosfor. Jadi tidak ada persyaratan. sedangkan golongan purimidin itu ada pada RNA yang terdiri dari urasil dan sitosin. Gregorius Bagas (115061105111005) 161 . Yakni merupakan jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida untuk membentuk DNA dan RNA. Tapi untuk mekanisme dan regulasi sintesisnya sama” Maratus Sholihah (115061100111019) “ apakah benar dari apa yang anda jelaskan bahwa fotosintesis hanya terjadi pada mikroorganisme prokariotik? Kemudian bagaimana untuk yang eukariotik?” Jawaban : “ fotosintesis itu terjadi pada mikroorganisme yang mempunyai klorofil dan dibagi menjadi anoksiganik (tidak menghasilkan O2) dan oksigenik (menghasilkan O2). Seperti misalnya penisilin yang menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate” 6. Dalam presentasi dan makalah kami dijelaskan tentang asimilasi sulfur. Golongan pirimidin itu ada pada DNA yang terdiri dari timin dan sitosin. fosfor dan nitrogen.” Adit Iqbal (115061105111005) 4.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul – molekul organic melalui rute yang berbeda (tergantung apa yang diasimilasi) Sharfina W (115061105111003) “ Sintesis Purin dan Peptodoglikan terjadi saat kondisi apa? Di bagian mana kedua sintesis itu dapat terjadi?” Jawaban: “ purin adalah jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida dan terjadi dalam tingkat sel bakteri karena nukleotida ini akan membentuk building blok dari DNA dan RNA. karena mikroba membutuhkan asimilasi (fosfor. sulfur. bukan pengertian. 5. Mekanismenya masing. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. sulfur.nitrogen) disamping karbon dan oksigen” “ asimilasi dilakukan oleh semua mikroorganisme yang membutuhkan. tidak terbatas bakteri yang mempunyai klorofil ataupun tidak.

Tetapi fiksasi nitrogen terjadi pada beberapa bakteri yakni bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter klebsiella. Perlu sitasi yang jelas(dituliskan) 2.Anabolisme dan Katabolisme dan memang benar kedua proses tersebut tidak pernah berjalan bersamaan Komentar : 1. Bakteri apa itu dan perannya apa?” Jawaban : “ Pada asimilasi nitrogen. bakteri yang hidup bersibiosis tanama legumes seperti Rhizobium. dijelaskan tentang bakteri yang terlibat dalam prosesnya. reduksi asimilasi nitrat dan fiksasi nitrogen. bakteri Rhizobium memunculkan sifat amoniak keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. sel. nitrogen dimanfaatkan untuk tiga hal yakni pembentukan ammonia. Telah dijelaskan . Proses metabolisme adalah proses yang spesifik dan merupakan proses dasar 2.sel eukariotik memiliki keterbatasan dalam melakukan ini. dan Sianobakteri “ Kesimpulan : 1. Perlu editing(pendandanan) 3. dan Methanococcus. Perlu penjelasan lebih bagaimana fotosintesis aerob dan anaerob serta senyawa-senyawa yang dihasilkan 162 . clostridium. Pada fiksasi nitrogen inilah.“ Pada sintesis nitrogen .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->