1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

2.1 Strain Industri 2.1.1 Pengertian Strain industri adalah koloni mikrobia (atau hasil biakannya) dengan sifat-sifat fisiologi yang sama sebagai hasil proses isolasi atau rekayasa lainnya untuk memurnikan sifat tersebut. 2.1.2 Syarat Terlepas dari asal-usul suatu mikroorganisme industri, idealnya harus menunjukkan : Stabilitas genetik Efisiensi produksi produk sasaran di mana rute biosintesis harus ditandai dengan baik Terbatas atau tidak ada kebutuhan akan vitamin dan faktor pertumbuhan tambahan Pemanfaatan berbagai karbon rendah biaya dan ketersediaan sumber karbon Dapat dimanipulasi secara genetik Aman, bukan patogen dan tidak menghasilkan produk beracun kecuali jika produk beracun tersebut adalah produk sasaran Siap dipanen dari fermentasi Siap rusak jika produk sasaran adalah intraselular Produksi terbatas oleh produk sebagai produk sampingan untuk meringankan masalah pemurnian selanjutnya Fitur lain yang dapat dimanfaatkan adalah sifat thermofilik atau halofilik yang dapat berguna dalam lingkungan fermentasi. Juga, khususnya untuk sel yang tumbuh dalam suspensi, mereka harus tumbuh dengan baik dalam bioreaktor konvensional sehingga industri dapat meminimalisir kewajiban untuk mengembangkan sistem alternatif. 2.2 Pemurnian Galur (Strain Improvement) 2.2.1 Pengertian Pemurnian galur adalah bagian vital dari pengembangan proses di industri fermentasi. Hal ini dapat mengurangi harga produksi, meningkatkan produktivitas produk yang lebih unggul. Pada beberapa kasus pemurnian galur dapat dilakukan menggunakan metode alami, yaitu rekombinasi genetik yang menyatukan elemen genetik dari dua genom yang berbeda menjadi satu membentuk genotip baru. Strategi lain melalui mutagenesis. Rekombinan dan mutan dipilih dan diseleksi untuk mendapatkan strain yang memiliki karakteristik lebih spesifik untuk proses industri fermentasi. Namun strain seperti ini tidak mungkin bertahan di alam karena gen mereka telah dimanipulasi sehingga tercipta ketidaksetimbangan metabolik. Akibatnya, strain tersebut harus dipertahankan pada media spesifik agar mampu tumbuh. 2.2.2 Tujuan Tujuan dari pemurnian galur ini adalah untuk meningkatkan produktivitas mikroorganisme, untuk mengubah produk metabolisme yang tidak terpakai, untuk memperbarui sumber karbon dan nitrogen sebagai nutrisi bagi mikroorganisme, dan memperbaiki morfologi sel menjadi sel yang lebih baik sehingga dapat memisahkan sel dan produk yang dihasilkan. 2.2.3 Rekombinasi Alami DNA bakteri umumnya dalam bentuk kromosom tunggal dan plasmid; belakangan ini DNA dapat mereplikasi dirinya sendiri. Tiap plasmid membawa hingga beberapa ratus gen tambahan dan ada sebanyak 1000 kopi plasmid per sel. Plasmid tersebut mengandung kode informasi genetik tambahan untuk ciri-ciri yang tidak ditemukan di kromosom DNA bakteri. Tidak seperti organisme eukariotik, bakteri tidak mempunyai bentuk reproduksi seksual. Namun, bakteri itu mampu bertukar beberapa materi genetik melalui proses konjugasi, transduksi, transformasi dan pembelahan biner. KONJUGASI melibatkan kontak antar sel satu dengan sel yang lain, di mana pendonor kontak dengan resipien melalui struktur protein filamen yang dinamakan pilus seks yang menghubungkan 2 sel tersebut berdekatan. Pendonor menyalin semua bagian dari plasmid atau kromosom DNAnya dan dibagikan melalui pilus ke resipien.

Pada TRANSDUKSI, bakteri yang mengandung virus (bakteriofage) berperan sebagai vektor dalam mentransfer gen antar bakteri. Bakteriofage menempel ke sel bakteri dan memasukkan DNA-nya ke inang untuk menggabungkan DNA bakteriofage ke kromosom inangnya. Selama replikasi, bakteriofage memperoleh potongan dari DNA inang. Jika fage-fage tesebut terus memasuki inang-inang baru, mereka mampu menggabungkan DNA asli dan gen-gen yang diambil dari inang sebelumnya ke dalam kromosom inang baru. Bakteriofage, seperti plasmid, juga memperoleh transposon (bagian dari DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain, dalam kromosom yang sama ataupun yang berbeda); misalnya, dari plasmid ke kromosom dan sebaliknya. Bakteriofage dapat membawa transposon ke dalam sel bakteri inang baru di mana mereka dapat meloncat ke dalam plasmid atau kromosom DNA inang. TRANSFORMASI melibatkan serapan selular bagian DNA dari medium sekitar yang kemudian menjadi tergabung di dalam sel. Pada lingkungan alami, transformasi merupakan proses acak, fragmen DNA tersedia untuk penyerapan yang berasal dari sel yang segaris. Pada eukariot, rekombinasi genetik secara alami terjadi selama reproduksi seksual. Genotif baru dihasilkan dari kombinasi kromosom parental dan sebagai akibat dari peristiwa crossing-over selama meiosis. Belakangan ini melibatkan kerusakan bagian kromosom DNA dan perubahan dari segmen antar kromosom homolog untuk membentuk kombinasi baru. Beberapa fungi yang berperan penting dalam industri, meliputi Penicillium dan Aspergillus, tidak mempunyai fase seksual yang sebenarnya. Namun, siklus paraseksual telah menyediakan rute sehingga strain baru dapat diproduksi. Hal ini dikembangkan saat dua strain haploid yang berbeda secara genetik tumbuh bersama, membolehkan fusi hifa mereka. Peristiwa ini akibat dari pembentukan heterokarion, inti yang mengandung miselium yang berasal dari masing-masing strain. Pembentukan herokarion secara langsung dapat dilakukan secara in vitro dengan menggabungkan protoplas yang dinding selnya telah dihilangkan. Juga, eukariot tertentu termasuk beberapa kapang dan jamur berfilamen, memiliki plasmid autonomous, seperti 2μm plasmid Saccharomyces cerevisiae yang terbukti berguna sebagai vektor dalam rekayasa genetika. 2.2.4 Mutasi Mutasi didapatkan dari perubahan fisik DNA sel, seperti delesi, insersi, duplikasi, inversi dan translokasi dari sepotong DNA, atau perubahan dalam jumlah salinan dari seluruh gen atau kromosom. Penaklukan mikroorganisme untuk mengulangi siklus mutagenesis, diikuti oleh seleksi yang sesuai dan pemilihan organisme yang dapat bertahan, merupakan cara efektif dalam banyak mikroorganisme industri. Mutan dapat muncul secara alami atau juga diinduksi, mereka dianggap sebagai produk dari peristiwa alami. Akibatnya, ada beberapa masalah dalam memperoleh persetujuan dari berwenang ketika teknologi rekombinasi DNA digunakan untuk mengembangkan mikroorganisme untuk industri. Laju mutasi spontan lambat; misalnya pada banyak gen bakteri, laju diperkirakan 10 -10 per generasi per gen. Laju mutasi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mutagaen, yang dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Mutagen fisik meliputi ultraviolet, radiasi γ dan X; mutagen kimia adalah senyawa seperti EMS, NTG, asam nitrit dan acridine mustards. Mutan terbentuk saat mutagen menginduksi modifikasi dari urutan basa DNA yang hasilnya dalam substitusi sepasang basa, mutasi frame-shift atau delesi besar kemudian menjadi tidak sepasang. Mutagenesis dapat juga diinduksi menggunakan transposon yang dikirimkan menggunakan vektor yang cocok. Mereka memproduksi mutan penginsersi yang rangkaian nukleotida normalnya disela oleh rangkaian transposon. Metode tradisional ini telah berhasil digunakan pada pemindahan warna kuning dari penyiapan penisilin dikarenakan chrysogenin, pigmen kuning dihasilkan oleh Penicillium chrysogenum. Program mutagenesis memiliki keefektifan yang besar dalam meningkatkan produksi penisilin di strain industri pada organisme yang sama.
2

Baru-baru ini, metode yang dikembangkan untuk meningkatkan baik keseluruhan kemampuan mutasi dan laju mutasi dari gen spesifik agar mendapatkan frekuensi maksimum dari tipe mutan yang diinginkan. Mutagenesis langsung ini dengan jelas membutuhkan pengetahuan tentang gen yang mengontrol target produk dan sering gambaran genetik dari organisme. Sebagai tambahan, mutagenesis in vitro sekarang digunakan dalam kombinasi dengan rekayasa genetik untuk memodifikasi gen terisolasi atau bagian dari gen. 2.2.4 Rekayasa Genetika Selama 20 tahun, perkembangan dari teknologi rekombinasi DNA dan metode fusi sel, seperti pembentukan hybridoma untuk produksi antibodi monoklonal memiliki pengaruh besar dalam mikrobiologi industri. Berbeda dengan proses rekombinasi alami, teknologi modern rekombinasi DNA menyediakan banyak kesempatan tidak terbatas untuk memproduksi gen kombinasi baru. Metode ini juga secara spesifik dan terkontrol dan memiliki berbagai macam informasi genetik yang tersedia dari beberapa makhluk hidup dan bahkan organisme yang punah. Teknologi rekombinasi DNA memungkinkan rangkaian gen spesifik dipindah dari satu organisme ke organisme lain dan memungkinkan metode tambahan diperkenalkan ke perbaikan strain. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan produk dengan menghapuskan kemacetan metabolik di bagian tertentu dan memperbesar atau memperbaiki langkah spesifik metabolisme. Secara keseluruhan, prosedur rekayasa genetika memperbolehkan sifat baru ditambahkan ke kemampuan mikroorganisme industri. Mikroorganisme dapat dimanipulasi untuk mensintesis dan meningkatkan rentangan enzim yang dapat memproduksi senyawa baru atau substrat kompleks yang lebih murah. Karena tidak ada pembatasan untuk gen alami yang ditampilkan mikroorganisme, produksi protein tanaman dan hewan dimungkinkan. Produk berharga yang diproduksi termasuk pertumbuhan hormon manusia, insulin dan interferon. Namun begitu, metode ini tidak secara total menggantikan metode mutagenesis tradisional dan pendekatan kepada kedua metode harus diperhatikan untuk menghasilkan strain improvement yang lebih banyak. Strategi Rekayasa Genetika Untuk Bakteri Rekayasa genetika melibatkan manipulasi DNA. Hal ini memerlukan isolasi awal dan pemulihan gen yang diinginkan dari genom organisme donor. Rangkaian DNA yang terisolasi kemudian dimodifikasi dan pengaturan ekspresi gen mereka diubah, sebelum dimasukkan ke dalam organisme inang melalui sistem vektor termanipulasi yang cocok. Langkah pertama membutuhkan ekstraksi DNA total dari organisme pendonor yang kemudian dipotong dalam urutan yang lebih kecil menggunakan endonuklease restriksi spesifik. Banyak dari enzim restriksi ditemukan pada beberapa spesies bakteri, membuat potongan DNA beruntai ganda yang memiliki urutan spesifik (palindrom) menjadi urutan tunggal. Bagian kecil dari DNA (fragmen restriksi) kemudian dapat bergabung atau disambung ke molekul DNA vektor yang telah dipotong dengan enzim restriksi yang sejenis. Penyambungan dilakukan oleh enzim DNA ligase, dan menciptakan sebuah molekul DNA sintesis. Plasmid dan bakteriofag adalah kloning vektor yang paling berguna. Mereka memainkan peran penting sebagai pengirim sistem untuk memperkenalkan molekul rekombinan ke sel inang melalui transduksi ataupun transformasi. Setelah masuk, mereka mampu mereplikasi diri sendiri sehingga dapat mempertahankan DNA rekombinan dalam sel inang. Pengenalan plasmid rekombinan dalam sel bakteri dapat dicapai setelah treatment kalsium klorida yang membuat membran sel lebih permeabel terhadap DNA. Setelah pengenalan, plasmid mereplikasi dirinya. Dalam beberapa kasus, banyak sekali salinan diproduksi dalam sel inang untuk meningkatkan jumlah DNA rekombinan per sel. Plasmid dapat dirancang untuk mengandung penanda genetik yang baik, seperti resistensi antibiotik, kebutuhan vitamin, dll. Penanda dapat digunakan untuk memilih sel inang yang telah memasukkan plasmid selama transformasi. Bakteriofag adalah vektor kloning yang sangat berguna. Setengah dari genom bakteriofag dapat dihilangkan dan diganti dengan DNA asing. Hal ini dilakukan secara in vitro menggunakan enzim restriksi
3

glikosilasi atau amidasi. vektor pengekspresi harus mereplikasi hingga jumlah salinan tinggi dan stabil. Hal ini menghasilkan perpustakaan DNA yang terdiri dari individu klon yang mengandung molekul DNA rekombinan yang berbeda. Sekresi protein rekombinan sering disukai untuk stabilitas produk dan membuat proses downstream memulihkan produk yang kurang bermasalah.yang mirip dengan cara manipulasi plasmid. Sekresi protein lebih sulit dari faktanya karena harus disintesis dengan ekstra urutan asam amina pada terminal akhir N. tujuan utama dari kloning gen adalah mendapatkana jumlah banyak dari suatu produk. yang mampu menginfeksi inang yang dipilih. deteksi dapat dicapai dengan penggunaan reaksi antibodi spesifik dengan protein. yang mampu menginfeksi inang Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. intron dipotong selama proses RNA normal. hal ini dapat diterima dengan menggunakan dinding sel bakteri. ketidakstabilan produk gen tertentu dalam host mikroorganisme. salah lipat dari polipeptida yang menghasilkan sebuah aktif molekul. klon spesifik yang berisi molekul DNA rekombinan yang diinginkan dapat diidentifikasi. Pada bakteri gram negatif. Setelah itu. mewakili seluruh urutan DNA / gen dari genom donor. Akibatnya. mRNA eukariot dapat digunakan utnuk mensintesis gen yang dapat berfungsi dalam sebuah prokariot. dan 3. Masalah umum lainnya pada ekspresi protein heterolog yang juga dapat ditemui dengan beberapa host eukariotik termasuk : 1. jika urutan nukleotida gen atau urutan asam amino dari protein produk diketahui. bakteri gram negatif mampu untuk mengekspresikan gen dari bakteri gram positif. Campuran dari fragmen restriksi yang berasal dari ekstrak DNA utuh. Atau jika protein rekombinan adalah enzim yang tidak diproduksi oleh inang. jika dari bakteri gen negatif ke positif. Masalah ini dapat ditangani menggunakan vektor pengekspresi di mana gen asing dimasukkan dalam konfigurasi di bawah kontrol inang. Namun. Tambahan masalah juga muncul jika tujuannya adalah untuk mengkloning dan mengekspresikan gen seperti E. Gen asing idealnya harus dihubungkan dengan promotor kuat yang memiliki afinitas tinggi untuk polimerase RNA dan mRNA tertranskripsi harus diterjemahkan secara efisien. 4 . tidak mudah untuk diekspresikan. ini mungkin bermanfaat seperti dalam proses downstream. klon diperbolehkan untuk membentuk koloni pada media padat selektif. seperti pembelahan. sekresi lebih sering ke ruang periplasmic daripada ke medium secara langsung. yang akan menimbulkan masalah jika gen langsung ditransfer ke sistem prokariotik. Kadang-kadang. 2. misalnya gen heterolog. Namun. menguntungkan bagi ekspresi gen kloning untuk dimanipulasi dengan menempatkan Secara umum. Coli. gen sintesis dapat disintesis. Urutan sinyal dari 20-25 asam amino membantu jalan protein melewati membran sel. Fragmen DNA yang sesuai kemudian dikumpulkan menjadi partikel fag. Ini memerlukan penggunaa reverse transcriptase untuk menghasilkan salinan pelengkap DNA atau cDNA dari RNA. yang mungkin terakumulasi membentuk inklusi tubuh di dalam sel. Selain itu. Namun. untuk memaksimalkan produksi proetin asing. aktivitas enzim dapat dideteksi. setelah dikumpulkan dalam fag atau plasmid. kesulitan dalam mencapai pasca-translasi modifikasi protein. Di mana sekresi dalam media dibutuhkan. Gen eukariot mengandung area non-coding. Jika gen asing berhasil mengekspresikan bakteri inang dan membuat protein heterolog. menyebabkan degradasi cepat mereka dengan protease. Coli. sehingga bakteri gram negatif tidak bisa mudah melintasi membran luar. intron. Untuk beberapa tujuan. keberadaan tantangan lebih lanjut pada beberapa organisme mengeluarkan lebih efisien dari yang lain. Perbedaan antara ekspresi gen prokariot dan eukariot harus diperhitungkan. Atau. Gen tidak dapat diekspresikan jika Escherchia coli digunakan sebagai inang dan gen yang dimasukkan pada inang bukan dari bentuk strain E. digunakan untuk transformasi atau mentranduksi sel inang. Pembatasan Inang Prokariot Seringkali. Pada tahap ini.

Juga. tumefaciens menginduksi tumor yang melibatkan plasmid Ti dan A. yang dimediasi oleh plasmid Ri. Perkembangan teknologi rekombinasi DNA maju dengan cepat dan kloning gen pada sel hewan dan tumbuhan sekarang diproduksi secara rutin. cerevisiae. Relatif kecil rekayasa genetika telah diimpelementasikan untuk memperbaiki produksi dari metabolit yang ada. tapi tidak seperti eukariot yang lebih tinggi tingkatannya (seperti sel hewan dan tumbuhan). Beberapa masalah dapat diatasi dengan menmbangun plasmid dengan hati-hati dan penempatan gen penting dalam plasmid. vektor berdasarkan virus.3 Stabilitas Strain Faktor utama dalam perkembangan strain baru adalah stabilitas strain. P. Sebagai akibatnya. enzim phytase sebagai umpan tambahan dan antitrombotic hirudin. Sel mengekspresikan repressor selama mereka memiliki plasmid. atau menghilangkan plasmid. Proses downstream juga memiliki masalah yang sedikit karena jamur tersebut tidak mensekresikan banyak protein mereka sendiri ke dalam media. Protein individiual dapat direkayasa dengan mengubah beberapa komponen asam amino untuk memodifikasi sifat dan memiliki peluang untuk fitur pembangun dalam membantuk proses downstream. Saccharomyces cerevisiae banyak dipilih karena aman dan mengandung jumlah informasi luas yang telah terakumulasi dari genetikanya. Pichia angusta.Pembatasan Inang Eukariot Strategi lain yang lebih baik untuk mengekspresikan gen heterolog eukariotik sering mempergunakan inang eukariot yang sesuai yang akan menunjukkan semua kebutuhan modifikasi protein post-translasi dan sekresi. A. Rhizogenes menginduksi pembentukan rambut akar. cerevisiae. Angusta seringkali lebih baik untuk aplikasi industri karena memiliki versatilitas yang lebih baik. Namun. jaringan metabolis dalam mikroorganisme dapat direstrukturisasi dan rekayasa metabolik yang luas memiliki implikasi utama dalam mikrobiologi industri. Namun. jamur ini dengan mudah dan murah tumbuh pada skala industri. memberikan kegiatan katabolik baru dan memperbaiki kinerja fermentasi. relatif cepat laju pertumbuhannya dan mudah mengalami manipulasi genetik. Mereka memiliki promotor induksi yang kuat dan mampu untuk menghasilkan modifikasi protein post-translasion mirip dengan yang dilakukan oleh sel manusia. Pada in vivo. sel bebas-plasmid mati dan tidak boleh diakumulasikan di kultur. Jamur lain dapat pula menjadi inang yang baik. retroviruses dan virus simian 40 digunakan untuk stabil mentransformasi sel mamalia. Transformasi dari sel tumbuhan dikotil dapat ditunjukkan menggunakan plasmid yang berasal dari bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens and A. Namun. Beberapa protein heterolog eukariotik telah sukses diproduksi secara massa dari S. tetapi jika kehilangan sel akan mengekspresikan gen mematikan. fisiologi. Strain ditransformasi oleh plasmid harus dipertahankan di bawah seleksi terus-menerus untuk memastikan bahwa stabilitas plasmid. khususnya methylotroph. Ketidakstabilan segregasi dapat pula diatasi dengan membangun strain pembunuh yang membutuhkan penanda spesifik pada plasmid untuk bertahan hidup. dan Pichia pastoris yang memiliki beberapa keuntungan dibanding S. disebut stabilitas segregasi. Hal ini melibatkan penyimpanan dalam larutan nitrogen atau lyophilization. Ketidakstabilan dihasilkan dari penghapusan dan penyusunan ulang plasmid rekombinan. termasuk organisme “food grade” menstimulasi kemajuan lebih jauh dalam rekayasa metabolik. 5 . Awalnya. produk jamur relatif sedikit yaitu 1-5% dari total protein dan beberapa protein disimpan dalam periplasma. urutan lengkap dari genom mikroba. Sebagai contoh. kerjanya pada proses industri farmasi. rhizogenes. yang leibh baik sebagi struktural ketidakstabilan. Sebagai tambahan. contohnya dalam produksi heterolog dari jamur termasuk vasin hepatitis B. 2. Aspek penting dari stabilitas strain adalah pemeliharaan dan penyimpanan stok kultur sehingga mereka atirbut mereka yang dengan hatihati dipilih tidak hilang. Strain tersebut dibangun dengan penanda “lethal” di kromosom dan repressor dari penanda ini terletak di plasmid. seperti virus bovine papiloma. integrasi gen ke kromosom normalnya adalah solusi terbaik untuk mengatasi banyak masalah ketidakstablitasan.

Tahap sintesis. virus akan menghancurkan dinding bakteri inang dan menyebabkan bakteri mati. 1986) 4. Adanya proses modifikasi dalam inang 4. ada yang pecah pada saat proses konjugasi. Apa yang menyebabkan pecah? . Tahap terakhir.Transformasi terjadi karena : 1. metode apa yang digunakan virus untuk menginjeksi agar menjadi banyak jumlahnya? Setau saya. Sedangkan pada daur lisogenik. virus mengalami daur litik. virus hanya mengalami tiga tahap. (Old and Primrose. Dewi Ariesi R (115061105111007) 6 . Tahap kedua.Yang menyebabkan pecah adalah kondisi virus yang berada di dalam mikroorganisme sudah “matang” sehingga virus siap keluar dengan cara memcah dinding dari bakteri inang (fase lisis). 1989) 3. mikroorganisme yang ditempati virus itu waktu virus keluar dari mikroorganisme tersebut hilang. DNA virus masuk ke sel inang dan menghancurkan dinding sel bakteri menggunakan enzim lisosom. virus merusak dan mengendalikan DNA bakteri hospesnya. Hal ini terjadi karena pada proses transduksi. (Old and Primrose. tetapi virus ikut membelah bersama bakteri. pembelahan virus ada lisis dan lisogenik. Tahap pertama adalah adsorpsi yaitu fase di mana virus menempel dan menginfeksi bagian tertentu dari dinding bakteri hospes. menggabungkan DNA virus ke DNA bakteri inang untuk membentuk calon virus baru dan ikut membelah bersama bakteri. Apakah memang mikroorganisme tersebut hilang dan menjadi apa waktu mikroorganisme tersebut hilang? Jelaskan! . Homologi DNA bakteri yang bersangkutan 3. Albertus Ardika (115061101111005) Dijawab : Alfonsina Pada proses transduksi. (Budiyanto. 1989) 5. Kontak antar sel bakteri 2. perakitan virus dalam jumlah besar. Kondisi morfologi (kemampuan untuk membentuk rambut getar / fili) 5.Mikroorganisme (bakteri) yang ditempati sebagai media berkembang biak bagi virus akan mati. Sehingga pada daur lisogenik ini. (115061102111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada video proses transduksi. lisis. 2010) 2.LAMPIRAN PERTANYAAN 1. yaitu penginfeksian virus ke bakteri inangnya. yang mana? Apakah salah satu atau keduanya? . penetrasi. stelah mencapai dinding dari mikroorganisme tersebut. virus tidak memecahkan dinding bakteri dan keluar dari bakteri. Perlunya gen khusus seperti gen TRA untuk proses konjugas (Brown. Pandu Rahmat Pinasthiko (115061107111001) Dijawab : Gregorius Bagas Pada saat di video transduksi.Metode replikasi virus (reproduksi virus) untuk memperbanyak diri yang digunakan pada proses transduksi adalah daur litik. Teza Nur F. Tahap eklifase. pecahnya dinding bakteri inang sehingga virus-virus baru akan terbebas. Pada fase lisis. Ayu Indah Wibowo (115061100111011) Dijawab : Gregorius Bagas Bagaimana bisa bakteri mengalami transformasi? Apakah terjadi pada kondisi yang khusus? Atau terjadi pada bakteri tertentu? .

DNA)) bertemu dengan bakteri resipien (bakteri tanpa faktor F (F-)) dan mendonorkan DNA bakteri pendonor melalui tonjolan sitoplasma. hasilnya dapat diwariskan pada keturunannya. dkk. - - 7.1. dan pendonor? Jelaskan spesifikasi bakteri untuk setiap kemampuannya tersebut! Apakah mungkin satu bakteri mengalami lebih dari satu kemampuan? Bakteri yang dapat melakukan transduksi adalah bakteriofag. hanya pada kondisi-kondisi tertentu seperti yang telah dijelaskan di jawaban point pertama. (Schaum. dirusak kesetimbangannya dengan masuknya virus ke strain sehingga virus dapat mengambil alih kerja DNA strain dan terjadi mutasi yang tidak diinginkan pada strain. apa syarat-syarat tersebut? Pada slide stabilitas strain. DNA) yang memiliki tonjolan pada dinding tubuhnya yang berfungsi untuk menempel dan mendonorkan DNAnya ke tubuh bakteri resipien. 2005). Bakteri pendonor adalah bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. Bakteriofag adalah bakteri yang diinjeksi oleh virus. bisakah strain tersebut mengalami ketidakseimbangan? Mengapa? Strain dapat mengalami ketidaksetimbangan jika terdapat faktor pengganggu. Pembentukan Media Pada umumnya fermentasi membutuhkan media cair. Nutrisi mikroorganisme harus terbentuk/ terformulasikan untuk mendukung proses sintesis dalam membentuk produk yang diinginkan begitu juga biomassa sel dan metabolik tertentu (Waites. Strain yang stabil.- - 6. 1. Salah satu contoh faktor pengganggu adalah virus. Transformasi terjadi saat bakteri dengan spesies sama. - Dijawab : Alfonsina Bakteri yang seperti apa yang dapat melakukan transduksi. Syarat untuk melakukan mutasi buatan adalah adanya perubahan materi genetik / DNA. transformasi. Bakteri yang dapat melakukan transformasi adalah bakteri sejenis yang memiliki potongan DNA yang sejenis pula. 2006) Dhanang (115061101111007) Dijawab : Adit Iqbal Dampak dari mutagenesis itu apa saja? Tolong dijelaskan? Mutia Dhana F. (115061100111007) Dijawab : Adit Iqbal Apakah syarat menjadi bakteri pendonor? Jika ada. (Schaum. apa yang membuat nitrogen cair tersebut berfungsi untuk penyimpanan galur? Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Dijawab : Alfonsina Kunci dari stabilitas strain adalah menjaga kesetimbangan strain tersebut. Bisa saja. 9. dan dilakukan oleh manusia. Transduksi terjadi saat virus mengalami fase litik (keluarnya virus dari tubuh bakteriofag). 7 . 2. Media fermentasi harus memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisme dan mendukung proses teknik perlakuan objek. fermentasi substrat padat juga banyak digunakan. satu spesies bakteri dapat memiliki lebih dari satu kemampuan (transduksi. Meskipun demikian. yang satu memberikan potongan DNAnya ke bakteri yang lain. untuk membantu proses pernafasan. transformasi ataupun konjugasi) namun kemampuan tersebut tidak terjadi secara bersamaan. yaitu bakteri penerima DNA / bakteri yang tidak memiliki faktor F (F-). transformasi dan transduksi pada mikroba? Syarat apa saja untuk melakukan mutasi buatan? Konjugasi terjadi saat bakteri pendonor (bakteri yang memiliki faktor F+ (bahan genetik. 8. 2006) Sharfina Widyaningrum (11506110511103) Dijawab : Alfonsina Kapan terjadi perpindahan secara konjugasi. (Walyo. 2005) 2.

sulfur dan unsur lain yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit 8 . kecuali keterlibatan substrat padat. 2005). Medium kultur harus mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. dan sumber nitrogen. Namun pada produksi steroid. membutuhkan jumlah air yang banyak dalam pembentukan media.03 Molybdeum (sumber: Hidayat. Kebutuhan media secara umum termasuk didalamnya adalah sumber karbon. daging. Dalam fermentasi konvensional. prosesing serat dan sebagainya. Dalam perkembangan produk bioteknologi dibutuhkan medium yang mahal seperti untuk pertumbuhan sel mamalia dan tanaman (hidayat. dkk. protein non-heme dan kofaktor pada beberapa enzim Penyusun vitamin B12 Seng. sumber fosfor. Unsur-unsur yang ada pada mikroba Unsur Fungsi fisiologi Hidrogen Oksigen Karbon Nitrogen Sulfur Fosfor Magnesium Mangan Kalsium Besi Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusun senyawa organik Penyusunan protein.2 Kobalt 0. dalam proporsi yang serupa dengan dengan adanya sel pada mikroba (Waites. P. 0.1 0. Tabel 1. karena produk yang dihasilkan tidak mahal. asam nukleat dan koenzim Penyusun protein dan beberapa koenzim Penyusun asam nukleat. Penyusun beberapa enzim Berat kering (%) 8 20 50 14 1 3 0. S dan mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit seperti Fe.Suatu strain yang mampu memberikan hasil yang tinggi dari produk yang diinginkan saat dikembangkan dalam laboratorium belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diaplikasikan dalam skala industry. Dalam bidang industri yang diperlukan adalah medium yang cocok secara ekonomi. produk bernilai lebih mahal sehingga penggunaan substrat dapat dipilih yang lebih dominan agar dihasilkan produk yang lebih banyak. dkk. fosfolipid dan koenzim Kofaktor pada sejumlah reaksi enzim (ATP) Kofaktor pada beberapa enzim Kofaktor pada beberapa enzim (protease) Penyusun sitokrom. 2006) Umumnya yang disebut makronutrien adalah yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C. Kebanyakan fermentasi. umumnya dipakai bahan baku yang tidak mahal. dkk.5 0.dkk. Zn dam Mo (hidayat.03 Tembaga. dkk. 2006). H. bahan baku yang digunakan tidak boleh mahal.5 0. yang mana sebenarnya semua industri fermentasi menghasilkan energi dan unit karbon untuk biosintesis. 2006). 2006) Pada fermentasi antibiotika. O dan N. Medium tersebut dapat berupa padat atau cair (Hidayat. Mesonutrien dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit seperti Mg. Cu. misalnya biji-bijian.

dkk. filament jamur dapat membentuk lempengan. kecepatan pembentukannya. Pembentukan. Ongkos dan pendapatan. Pada beberapa proses. Meskipun demikian. dilakukan penambahan medium segar secara berkala ataupun kontinyu.1. Misalnya. 5.1. biasanya dipertunjukkan dengan setiap batch baru untuk substrat. Di dalam beberapa yeast. Selain itu juga membutuhkan purifikasi pada downstream dan bisa juga meningkatkan biaya penanganan limbahnya. 2005). 7. sering juga menggunakan by produk dari industry lainnya dengan divariasikan komposisi variabel. Biasanya. Konsentrasi produk target yang dicapai. namun perubahan morfologi dapat mempengaruhi produk dan sifat fermentasi yang lain. 3. Level dan range ketidakmurnian dan muncul dan berkembangan produk yang tidak diinginkan selama proses berlangsung. sel tunggal dapat berkembang ke dalam pseudo-miycelium atau flocculate. Faktor utama yang mempengaruhi pilihan akhir bahan baku tersendiri yang diikuti/ digunakan (waites. juga harus tersedia. Pengaruh variasi batch-to-batch harus ditentukan. Sifat fisika dan kimia dalam medium yang terbentuk dapat mempengaruhi operasi sterilisasi. Saat kebutuhan unsur mikroorganisme sudah ditetapkan. Kebanyakan didapat dari material alami seperti hewan dan tumbuhan. mempercepat metabolism dapat menekan pembentukan produk. Kebutuhan sterilisasi dan potensi masalah perubahan sifat. dkk. dkk. 2. seperti biotin dan riboflavin. 2005). media menggabungkan buffer atau pengontrol pH dengan penambahan asam ataupun basa. Hal mungkin tidak sebagai keinginan utama. senyawa induksi atau inhibitor dikenalkan pada tingat/ taraf tertentu dari fermentasi (waites. 6. pengompleksan sifat viskositas yang mungkin mempengaruhi pergerakan dan aerasi selama fermentasi dan proses tingkat downstream. Bahan mentah substrat harus disesuaikan dengan ekonominya. Percobaan skala kecil. begitu juga ongkos penyimpanan misalnya memerlukan pengontrolan suhu. misalnya fermentasi bir. dimana sumber karbon dan nitrogen hampir tidak dapat ditegaskan dengan jelas. Pengendaliannya mudah untuk bentuk padatan ataupun cairan. Kesehatan dan keselamatan untuk semua. dan agent antibusa yang mungkin dibutuhkan. Medium yang mudah disterilkan dengan panas yang relatif rendah adalah yang sangat penting. namun jika tingkat ketidakmurnian dari substrat tinggi. khususnya untuk menguji adanya tabrakan yield produk dan tahap pemulihan produk (Waites. namun juga membentuk inhibitor by produk (penghalang) yang dapat menjadi pengganggu pada proses downstream (waites. sumber nutrisi yang cocok dapat digabungkan kedalam media untuk memenuhi permintaan ini. Fermentasi Media Cair 9 . maka tidak menutup kemungkinan akan membutuhkan ongkos lebih dan pemulihan yang kompleks. masalah potensial dapat timbul ketika menggunakan senyawa tertentu. ini penting untuk diketahui. bahan haruslah tidak mahal dan tidak perlu ditanya kualitasnya dan setiap tahun/ sepanjang tahun bahan tersebut dapat didapatkan. pencampuran. dan beberapa mikroorganisme membutuhkan penambahan vitamin. 2005). Fermentasi aerobik tergantung pada oksigen yang berkelanjutan sedangkan fermentasi anaerob membutuhkan aerasi awal dari media. Fermentasi skala industri pada dasarnya menggunakan pembagian kompleks untuk mendapatkan harga ongkos yang efektif. 2. 4. dkk. dan yield per gram substrat yang digunakan. Perlakuan ini dapat diangkat untuk memelihara konsentrasi zat (yang mengganggu pembentukan produk) sehingga relatif rendah agar tidak lagi bersifat menekan. Panas tidak hanya mengurangi komposisi spesifik/ tertentu. Untuk menagani masalah ini.1. sempurnanya. 2005). Nutrisi media tertentu atau kondisi lingkungan dapat mempengaruhi tidak hanya fisiologi dan biokimia tetapi juga morfologi dari mikroorganisme tersebut. pendahuluan.

dan tape (Dharma. namun pemanasan. tetapi meningkatkan resiko kontaminasi dengan bakteri. agitasi dilakukan dengan bantuan alat pengocok (shaker). Adapun faktor yang mempengaruhi fermentasi media padat diantaranya: (Dharma. yogurt dan kefir (Dharma. 3. Fermentasi substrat padat dengan kapang mempunyai keuntungan yaitu: (Dharma. Proses fermentasi cair modern dapat dikontrol lebih baik dan hasil uniform dan dapat diprediksi. pengatur suhu (pendingin atau pemanasan) dan pengaturan pH. 1992) Medium yang digunakan relative sederhana 10 1. Fermentasi media padat Fermentasi media padat merupakan proses fermentasi yang berlangsung dalam substrat tidak terlarut. Temperatur: temperatur berpengaruh pada laju reaksi biokimia selama proses fermentasi Pertukaran gas: pertukaran gas antara fase gas dengan substrat padat mempengaruhi proses fermentasi. Fermentasi cair meliputi minuman anggur dan alkohol. perebusan dan pengukusan mematikan banyak mikroba competitor (Dharma.5 – 5. organisme. Fermenatasi yang tidak diagitasi dimana substratnya larut dalam fasa cair. Kisaran kadar air yang optimal adalah 50-75%. Konsentrasi substrat dalam media dapat bervariasi mulai dari satu persen sampai pada suatu keadaan yang menyerupai bubur. Juga tidak dilakukan sterilisasi. pertukaran gas. Pengambilan substrat oleh mikriba biasanya disertai dengan produksi suatu faktor yang dapat melarutkan yang mungkin sifatnya ekstraseluler atau terletak didalam dinding dalam air sehingga partikel substrat tersipresi secara merata dalam medium yang mengandung air agar terjadi kontak dengan mikroba secara maksimum. . 1992) Kadar air: kadar optimum tergantung pada substrat. Medium didistribusikan berupa larutan yang dangkal dalam suatu baki atau dalam suatu wadah yang mempunyai permukaan yang luas dan dalamnya media biasanya 2. 1992). Pada kultur labu yang dikocok. Produk dari fermentasi media padat misalnya oncom. berbeda dengan fermentasi teknik fermentasi cair modern melibatkan fermentor yang dilengkapi dengan: pengaduk agar medium tetap homogen. dan tipe produk akhir. Fermentasi cair dengan teknik tradisional tidak dilakukan pengadukan. aerasi.0 cm untuk produksi yang sangat tinggi.1. Pada fermentor agitasi dikerjakan dengan pengaduk yang dijalankan oleh motor dan dapat dibantu oleh aerasi (gelembung udara). Pengambilan substrat melalui fase cair. Fermentasi yang diagitasi dimana zat cair yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fase cair. 2. Jenis fermentasi ini dan mekanisme pengambilan substrat dengan yang kedua kecuali substrat bersifat cair. 2. Garam dan zat hara lain mungkin terlarut dalam air. Pada fermentasi ini substrat zat padat tidak larut dalam air tetapi dalam bubuk-bubuk halus yang tersuspensi dalam sejumlah air yang banyak. 1992). volume gas. kecap. Fermentasi yang diagitasi dimana zat yang tak larut dalam air tersuspensi dalam fasa cair. Jenis-jenis fermentasi media cair yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: (Dharma. 3.1. Fermentasi media (substrat) padat mempunyai kandungan nutrien per volume jauh lebih pekat sehingga hasil per volume dapat lebih besar. difusi oksigen. Kadar air yang tinggi akan mengakibatkan penurunan porositas. 1992). 1992) Fermentasi yang diagitasi dimana substratnya larut dalam air. 1. namun mengandung air yang cukup sekalipun tidak mengalir bebas. Pada fermentasi ini substrat larut dalam air tetapi medianya tidak diagitasi atau dikocok. Pengambilan substrat oleh mikroba melalui fase larutan dalam air. 2.2. Fermentasi media cair diartikan sebagai fermentasi yang melibatkan air sebagai fase kontinyu dari sistem pertumbuhan sel yang bersangkutan atau substrat baik sumber karbon maupun mineral terlarut atau tersuspensi sebagai partikel-partikel dalam fase cair. 4. Jenis fermentasi ini dikerjakan dalam suatu labu atau gelas yang cocok atau yang lebih modern dengan menggunakan fermentor dimana substratnya larut sempurna dalam air. fermentasi asam cuka.

dkk. Pertumbuhan yield (Ycarbon) pada medium minimum dengan variasi sumber karbon dan energy Yglucosa Yethanol Ymethanol Yoktana Pertumbuhan aerob Aspergilus nidulans 0. sekitar 50% berat mikroba adalah karbon. yang dapat merubah nilai Y. Oleh karena itu karbon merupakan bahan yang paling besar dalam medium kultur (hidayat. Inokulum dapat disiapkan secara sederhana.56 0. 2006).52 Phicia angusta 0. Dengan memvariasi konsentrasi awal dari substrat pembatas pertumbuhan yang kemudian diplotkan dengan total pertumbuhan pada konsentrasi disetiap batch.43 Pseudomonas aeruginosa 0.11 Escherchia coli 0.68 Escherchia coli 0. Produk yang dihasilkan dapat dipanen dengan mudah.51 0.36 Penicillium chrysogenum 0. sehingga Y dapat ditentukan. 2005) - 11 . 4. Berdasarkan berat mikroba. 5. 2. Karbon merupakan unsure yang paling penting. 2005) Ycarbon (g/g) = Pada fermentasi komersial perhitungan koefisien yield untuk semua nutrisi biasanya menjadi dasar.2. Konsentrasi nitrogen bervariasi dari 3-15 %. Ruang yang diperlukan untuk peralatan fermentasi relative kecil. Aerasi dihasilkan dengan mudah karena ada ruang udara diantara tiap partikel substrat.12 Saccharomyces cereviceae 0. 3. Setiap nutrient dapat dihitung melalui rangkaian perlakuan pada percobaan batch-culture dimana substrat yang spesifik hanya menjadi media pembatas pertumbuhan dan nutrient yang lain sebagai excess.12 (Sumber: Waites. Kondisi medium tempat pertumbuhan fungi mendekati kondisi habitat alaminya.2. Selain itu juga untuk biosintesa. dkk.07 Saccharomyces cereviceae 0.54 1. Meskipun demikian.63 Pertombuhan anaerob Moorella thermacetica 0. Sumber Karbon Dengan mengecualikan alga dan bakteri autotrof yang menggunakan karbondioksida sebagai sumber karbon. dkk. pembentukan produk.13 Klebsiella pneumonia 0.43 Pseudomonas species 0. 6. Jenis/ variasi organisme juga dapat menujukkan perbedaan koefisien yield (Y) pada substrat yang sama. karena air yang digunakan sedikit. dan pemeliharaan sel. Kebutuhan karbon dapat ditentukan dari koefisien hasil biomasa (Y) maka: (waites. mikroba yang digunakan dalam industri membutuhkan senyawa organik sebagai sumber karbon dan energi.61 Candida utilis 0. Tabel 2. nilai yang didapatkan dapat menceritakan pada kondisi yang spesifik dengan memvariasi pH dan temperatur.

12 g/g pada kondisi aerob dan anaerob (waites. Fosforilasi substrat Oksidasi substrtat adalah hilangnya electron disertai oleh sintesis fosfat kaya energy yang akan dipindah lewat ADP dengan membentuk ATP. Jadi selama glikolisis. 2006). mikroba mendapatkan dua molekul ATP dari tiap molekul glukosa. laktosa didegradasi menjadi glukosa dan galaktosa. 2. 2005). Pada sumber karbon lain tidak dapat tumbuh dengan baik. Beberapa jasad dapat menggunakan lebih dari satu sumber karbon. 2006) 1. Biomassa ini diasumsikan mengandung 50 % karbon dan mikrobia mampu mengubah 50% karbon pada substrat menjadi karbon pada substrat menjadi biomassa secara aerob. Kebanyakan kapang menggunakan glukosa sebagai sumber karbonnya. Misalnya S. Ini memungkinkan untuk menghitung jumlah minimum substrat karbon yang dibutuhkan dalam medium untuk memperoleh biomassa. dkk. seperti manitol (hidayat. 2005). 2006) Gula murni seperti glukosa dan sukrosa umumnya mahal bila digunakan dalam industri dan biasanya dicari sumber karbon yang murah. Jumlah molekul ATP yang dibentuk dari sumber karbon dan energi dalam medium dapat dihitung berdasarkan berat kering yang diperoleh sebagai fungsi ATP yang dihasilkan selama katabolisme sumber energi (hidayat.Perbedaan dapat juga tetrjadi pada satu individu misalnya Saccharomyces cereviceae tumbuh pada glukosa yang menpunyai koefisien biomasa (Y) 0. Secara umum. tergantung harga. dkk. Pertumbuhan yang terjadi disebut pertumbuhan diauksi.1. Senyawa karbon yang digunakan dapat berasal dari senyawa C2 sederhana (asam asetat. karena mikroba tersebut tidak menggunakan banyak substrat untuk memperoleh energi. Tiga molekul ATP diperoleh dari tiap pasang electron yang dipindah dari NADH ke oksigen. Ada pula mikroba yang hanya dapat menggunakan substrat terbatas. Sebagian besar mikroba dapat menggunakan berbagai tipe nutrisi yang telah diketahui. dkk. Kapang tertentu tidak dapat menggunakan sukrosa. etanol) sampai senyawa kompleks (polisakarida. Hal yang menarik adalah penggunaan limbah pertanian atau industri. Kebanyakan kapang tidak dapat tumbuh pada gula alcohol. fluktuasi pasar dalam menggunakan surplus (hidayat. 2006). Sebagai contoh penelitian mula-mula menggunakan medium yang mengandung substrat berlebihan dan ini memungkinkan diperoleh berat kering sel bakteri maksimum perliter (misalnya 40 g). ceriviciae.2. mikroba aerob mengubah substrat karbon dalam jumlah lebih besar (±50 %) menjadi biomassa dibanding mikroba anaerob. Sebagai contoh adalah Methylomonas dan Methylococcus yang hanya menggunakan metana dan methanol sebagai sumber karbon dan energi (waites. dkk. misalnya Rhizopus dan Sordaria. 2006). Industri fermentasi dapat memilih antara beberapa bahan utama. sehingga medium harus mengandung: 40 x (100/50) x (50/100) = 40 g karbon/L Jika sumber karbon adalah glukosa maka jumlah yang harus ditambahkan dalam medium: (40 x 180)/72 = 100 g glukosa/L (hidayat. dkk. dkk. 2. Energi diperoleh terutama melalui 2 jalan: (hidayat. protein) dan senyawa aromatik.56 dan 0. Jika 12 pasang electron dapat digunakan dari tiap molekul glukosa yang dimetabolisme melalui glikolisis pada siklus kreb maka akan diperoleh 36 molekul ATP. dkk. Molase 12 . Fosforilasi oksidatif Dalam kasus ini energi diubah selama pemindahan electron dalam rantai respirasi. Jadi metabolism aerob menghasilkan (36+2)/2 = 19 kali lebih tinggi dari pada ATP secara anaerob.

tiamin. dkk. asam amino dan protein dengan kelompok karbonil dari penurunan gula. enzim ekstra seluler menghidrolisis substansi yang merupakan campuran dari glukosa.- Glukosa dan sukrosa murni jarang digunakan dalam fermentasi skala industri. Bahan ini mengandung karbohidrat yang disimpan sebagai pati sehingga harus mengalami perlakuan awal dengan memasaknya dan membutuhkan kerja enzim untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. dkk. dkk. Ekstrak gandum Ekstrak cair dari gandum dapat dibentuk seperti sirup yang secara khusus digunakan untuk sumber karbon yang biasanya untuk pembentukan filament pada jamur. 13 . 2005). glukosa 14% dan fruktosa 16% (hidayat. Sterilisasi media yang mengandung ekstrak gandum harus dikontrol dengan hati-hati untuk mencegah pemanasan berlebih. namun dapat secara langsung mengalami metabolism dengan produksi amylase oleh miroorganisme. 2. Ekstrak gandum juga mengandung beberapa vitamin dan kira-kira 5% substansi nitrogen. dan 10 % maltotriosa sebuah trisakarida. Pati Polisakarida ini tidak siap untuk digunakan seperti monoskarida dan disakarida. asam pantotenat. dkk. 2005). dikarenakan faktor biaya (waites. dkk. 2006). maltosa atau maltotriosa (waites. Molase berbeda dengan bahan baku yang umum digunakan dalam produksi alkohol seperti jagung dan kentang. Kandungan nitrogen organik sedikit. Dimana terdiri dari 20 % heksosa (glukosa dan sedikit fruktosa). ragi dan actinomycetes. Komposisi molase Komponen Persentase Air 17-25 Sukrosa 30-40 Dektrosa 4-9 Fruktosa 5-12 Gula reduksi lain 1-5 Karbohidrat lain 2-5 Abu 7-15 Senyawa nitrogen 2-6 Asam-asam non nitrogen 2-8 Lilin. khususnya pembentukan filament jamur. fosfor dan sulfur.2. produksi ini mengandung dekstrin bercabang dan tidak bercabang (15-20%). peptide dan asam amino (waites. Unsur yang menurukan gula dan asam amino cenderung menghasilkan produk reaksi maillard ketika dipanaskan pada pH yang rendah. Sebaliknya karbohidrat dalam molase siap untuk difermentasi tanpa perlakuan pendahuluan karena berbentuk gula (hidayat. 2006). Muncullah produk kondensat berwarna coklat hasil dari reaksi kelompok amino dari amin. keton dan aldehid. sterol dan fosfolipid 0.2. Molase tebu kaya akan biotin. Persiapan ekstrak pada dasarnya sama dengan pemasakan bir. protein. Tabel 3. 2006) 2. 55% disakarida (umumnya maltose dan sedikit sukrosa). Mengandung 62% gula yang terdiri dari sukrosa 32%.3. Komposisi molase dapat dilihat pada tabel 3. dkk. Lagi pula. Tidak hanya karena warnanya yang berubah tetapi juga hasil hilangnya materi yang menyebabkan fermentasi dan produk beberapa reaksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme (waites. Molase adalah limbah industri gula yang tentunya lebih murah. Komposisi dari ekstrak gandum biasanya mengandung 90% karbohidrat dalam basis kering. 2005). 2005).2. dkk. tergantung pada mikroorganismenya.1-1 (sumber: Hidayat. yang mana mungkin atau tidak mengalami metabolism.

ini sama sulitnya dengan menghidrolisis. Lignoselulosa tersedia dari pertanian. Beberapa hidrolisis asam dikembangkan selama perang dunia ke II. 2. pati biasanya dikonversi menjadi sirup gula.4. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan 14 . Candida utilis akan menggunakan gula ini untuk pertumbuhannya (hidayat. Setelah dihidrolisis meggunakan enzim tanaman atau amylase mikroba. Ini umumnya digunakan pada fermentasi substrat padat untuk memproduksi jamur yang bervariasi. Hidrolisis asam pada pada selulosa kayu itu sendiri memberikan 65-85% gula yang dapat difermentasi. Ini pertama-tama berubah menjadi agar-agar kemudian dihidrolisis dengan mengencerkan asam atau enzim amilolitik (waites.5% biasanya digunakan pada 150o-185oC. dkk. dkk. 1998). yang mana terbentuk dari 3 polimer yaitu: selulosa. 2006). dkk. limbah industri maupun domestik. namun ini dapat juga didapatkan dari cereal yang lain atau potongan akar. selulosa Selulosa paling dominan ditemukan sebagai lignoselulosa dalam dinding sel tumbuhan. Angiospermae memberikan Sulphite Liquor yang mengandung 3% gula yang 70 %-nya adalah pentosa (terutama silosa). Asam sulfat dengan konsentrasi 0. dkk. 2011) Dalam dunia industri. Gambar 1. 2.Pati jagung adalah yang paling banyak dipakai.5. hemiselulosa dan lignin. Selulosa biasanya dihidrolisis sebelum dapat digunakan sebagai substrat. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. 2005). komposisi SWL tergantung kayu yang digunakan. Sedikit mikroorganisme yang dapat langsung digunakan. Jamur berfilamen (Tricoderma viridae) dan bakteri (cellulomonas sp) merupakan mikroba yang sering digunakan. lapisan lignin dan memberikan area sempit untuk enzim menyerang. Dalam proses kontinyu kemungkinan didapat dari sirup bubuk gergaji yang mengandung 4-5% gula pereduksi (campuran glukosa dan pentosa) dengan hasil 45-55% (hidayat. hutan. 2006). terjadi proses kontinyu (proses symba) dikembangkan di Swedia untuk produksi biomassa menggunakan khamir Endomycopsis fibulinger untuk menghidrolisis pati menjadi gula yang dapat difermentasi. sedangkan gymnospermae menghasilkan liquor yang mengandung gula 2% dengan 75%-nya adalah heksosa (terutama manosa).4. Walaupun demikian ini dapat berpotensi tinggi yaitu sebagai sumber yang dapat diperbarui dari fermentasi gula saat dihidrolisis khususnya pada biokonversi menjadi etanol (waites. Struktur lignoselulosa dan pre-treatmen (sumber: Anonymous. Untuk diperbolekannya dalam fermentasi. Sulphite Waste Liquor Sulphite Waste Liquor (SWL) dari industri kertas mengandung gula dari hidrolisis hemiselulosa dalam kayu.2. Komponen dari selulosa adalah bagian kristalin. yang mengandung paling banyak glukosa. Berikut merupakan gambar lignoselulosa. 2005). tetapi penggunaan mikroba selulolitik memungkinkan diperolehnya protein mikroba secara langsung dari limbah selulosa tanpa perlakuan.

dkk. alkana dan alcohol Minyak (fraksi kasar minyak petroleum) mengandung C10-C18 10-25% hidrokarbon parafin yang sangat mudah digunakan mikrobia. Merupakan hasil samping keju yang merupakan protein yang sulit menggumpal seperti kasein pada keju. Disakarida ini secara pembentukannya digunakan dalam fermentasi penicillin dan ini juga dapat digunakan dalam fermentasi alcohol. sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen. Whey Whey adalah by produk cair dari suatu indutri harian (industri keju). Strain dari genus Pseudomonas. Oleh karena itu laktosa pekat sering disiapkan untuk fermentasi selanjutnya dari penguapan whey disertai dengan pemindahan protein susu yang digunakan sebagai misalnya.6. Sejumlah bakteri mampu tumbuh pada hidrokarbon.5 1-2 6-8 63-70 2. Smegmatis). Bacillus. Nocardia. seperti untuk terjadinya metabolism hanya sedikit mikroornaisme yang dapat melakukannya. dkk. Laktosa pada umumnya kurang berguna sebagai umpan awal pada fermentasi dibandingkan sukrosa. dkk. bahan diperkaya dengan isoparafin. Isoparafin mempunyai sifat yang mirip dengan bahan bakar. Komposisi Whey susu (g/L) Komponen Laktosa Protein Senyawa nitrogen terlarut Lipid Garam-garam mineral Berat kering (sumber : Hidayat. S. corynebacterium. Bahan ini cukup mahal untuk dijual. asam laktat. 15 .2 juta ton protein susu. 2006). lipolytica secara ekonomis memberikan hasil yang baik (hidayat. suplemen makanan. protein sel tunggal.4. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. Ini untuk proses penyempurnaan (hidayat. Hidrokarbon mempunyai rumus CnH2n+2 dapat berbentuk lurus ataupun rantai bercabang (iso) yang sukar didegradasi oleh semua mikroba.4. Beberapa bakteri dapat mengasimilasi normal parafin (n-alkana) dan normal olefin (n-alkena). Whey susu diperoleh dari limbah pembuatan keju dengan komposisi seperti tabel 4. Dalam fraksi petroleum seperti bahan bakar mungkin mengandung hidrokarbon lain (parafin siklik atau aromatis) yang biasanya kurang tersedia untuk dimetabolisme. Sejumlah khamir. 2005). yaitu sebagai protein sel tunggal (PST). 1989). Hidrokarbon sangat sesuai sebagai sumber karbon dan energi untuk pertumbuhan mikroba. dkk. 1989). Acinetobacter (A. Calcoaceticus). dan dari famili Enterobacteriaceae. Micobacterium (M. tidak memfermentasi laktosa. Cladosporium resinae mengasimilasi bahan bakar minyak dan menyebabkan korosi pada tanki bahan bakar. Candida lipolytica hanya memetabolisme normal parafin. dkk.7. Setelah tumbuh pada fraksi minyak petroleum. Sepanjang tahun produksi whey di dunia lebih dari 80 juta ton. Crypococcaceae mampu menggunakan hidrokarbon. 2. 2006). mengandung lebih dari 1 juta ton laktosadan 0. 2006) - Jumlah (g/ L) 45-50 7-9 1. Spesies dari genus Candida seperti C. 2006) Tabel 4. cerevisiae contohnya.untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. vitamuin B12 dan asam giberelik (waites. sering digunakan untuk pakan babi (Hidayat. 2002).

senyawa tunggal biasaya yang banyak cocok untuk fermentasi mikoba.2 C5H9NO4 + 4. dan sikloheksana). Oksigen yang dibutuhkan 3 kali lipat dan panas yang dihasilkan 3. Methanol mempunyai persentase karbon yang cukup besar dan relatif murah. Sejumlah produk fermentasi dapat diperoleh dari hidrokarbon. Pencampuran.73 kkal/g dari glukosa). dan oktana sebagai sumber karbon dan energi. 1. Walaupun demikian. biotransformasi ke asam asetat dengan menggunakan bakteri sisa fermentasi utama (waites. dengan 1 atau lebih kemungkinan jalan melalui oksigenasi. dkk. Hidrokarbin siklik dan paraffin rantai pendek biasanya bersifat racun pada konsentrasi tinggi sehingga yang dikembangkan adalah membuatnya pada konsentrasi rendah (hidayat. toluene. dan pigmen karatenoid) dapat diperoleh dari hidrokarbon sama baiknya dengan sumber karbon konvensional seperi karbohidrat. industr menggunakan tergantung pada harga petroleum yang berlaku. Namun ini akan terlalu mahal jika dipakai sebagai sumber karbon umum. Meskipun hanya sedikit mikroorganisme yang dapat merombaknya. namun konversi produk metanol lebih disukai untuk industri fermentasi dengan masalah teknis yang cukup sedikit. Selama fermentasi methanol. kebutuhan oksigen dan panas fermentasinya tinggi. dkk. biomassa optimum yang diperoleh pada C16-C20. 2005) Etanol lebih rendah sifat toksiknya dibandungkan methanol dan digunakan satu-satunya oleh banyak mikroorganisme. Lemak dan minyak 16 .35 kkal/ g asam glutamate yang dibentuk heksadekana sebanding dengan 2 kali denagn 2. tidak dapat dihasilkan oleh hidrokarbon tersebut. Walaupun demikian. asam laktat.1 O2 + NH3  1. termasuk di dalamnya sebagian besar antibiotik dan produk-produk fermentasi anaerob. dkk. n-alkana dari panjang ikatan C10-C20 dapat dimetobolisasikan oleh mikroorganisme tertentu. dkk. namun proses ini tidak ekonomis (waites.2. asam amino. vitamin. Katabolisme normal parafin terjadi melalui oksigenase. Oksigen dapat bereaksi dengan C1 dan C2. tetapi ini akan lebih bermasalah ketika berkembang pada alkana. Metana digunakan sebagai sumber karbon pada sebagian kecil mikroorganisme.2 C5H9NO4 + 5. Kemungkinan pembentukan biomasssa: (hidayat. Hidrokarbon alifatik bukanlah satusatunya yang dapat digunakan untuk metabolisme. Glukosa C6H12O6 + 2. Jadi kultur Methylomonas methanica mengoksidasi propane menghasilkan campuran asam propionate dan aceton (hidayat. Kemungkinan alkana dengan berat molekul rendah adalah racun.Khamir tidak mengasimilasi alkana yang lebih pendek dari C9.5 kali (10. Kemurnian methanol siap didapatkan dan ini sangat larut dalam air. Beberapa strain Pseudomonas dapat tumbuh pada heksana. heksadekana digunakan untuk menggantikan glukosa.4 H2O (Hasilnya adalah 120 % . Namun banyak senyawa. Penggunaan hidrokarbon membutuhkan oksigen lebih banyak daripada karbohidrat. heptana. 2006) 1.1 H2O (hasilnya adalah 320 % atau 208 % berdasarkan berat secara molekuler tetapi dengan kebutuhan oksigen 4 kali lebih besar) Dalam produksi asam glutamate. sedang alkana C11 dan C18 adalah yang paling banyak diasimilasi. styerene naphtalena. 2006). Sejumlah hidrokarbon siklik komersia dapat pula digunakan ( benzene. Beberapa perusahaan menggunakan methanol dan produksi protein mikroba pada tahun 1970an dan awal 1980an. Heksadekana C16H35 + 8. Sebagai contohnya adalah pembentukan biomassa (komposisi global C5H9NO4). 2005). dkk. Metabolism hidrokarbon harus melalui pembukaan cincin. Cincin aromatik pertama mengalami hidrosilasi kemudian dihidrogenasi menjadi senyawa dihidroksi yang terbuka. karena mampu larut dalam lemak sehingga mampu merusak fosfolipid pada membrane sel.98% berdasarkan berat secara molekuler) 2.8. Sejumlah produk (asam lemak. 2006).45 O2 + NH3  3.

Pertanyaan 2 (Lilis Triyowati) Mengapa whey itu harganya mahal? Padahal whey merupakan hasil produk sampingan pembuatan keju. Jika dalam medium fermentasi terdapat bakteri lain yang tidak ikut andil dalam pembentukan produk. Jawab: Maksud kontaminasi bakteri pada kasus ini adalah kontaminasi oleh bakteri lain. Pertanyaan 4 (Febrika Larasati) 17 . terdapat bakteri tertentu yang dapat mengalami proses fernentasi dalam keadaan aerob ataupun anaerob. dengan kapasitas cadangan dibutuhkan utuk memuat penambahan ke sumber karbon (waites. jagung. Namun jika fermentasi ini dilanjutkan dengan keadaan aerob maka fermentasi alkohol oleh bakteri saccaromyces menghasilkan asam cuka. palm. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa jika produksi keju meningkat. yaitu anaerob dan aerob? Yang tentunya dari pengertiannya saja berbeda dari sumber kebutuhan oksigennya? Jawab: Memang. berbeda dengan protein pada keju (kasein) yang mudah menggumpal. 2005). minyak dapat berguna secara khusus dalam operasi fed-batch. Bakteri saccaromyces dapat mengalami metabolism dalam dua keadaan. maka dalam proses fermentasi. otomatis produksi whey juga meningkat? Lalu apa contoh penggunaan whey? Jawab: Memang dulu whey itu harganya murah. Pertanyaan 3 (Ridhani Rida) Bagaimana proses fermentasi pada bakteri yang mempunyai 2 keadaan yang berbeda. Karbohidrat menempati volume yang paling besar. Minyak nabati umumnya terbuat dari biji kapas. Misalnya.Lemak kasar hewani yang kebanyakan tersusun atas gliserida. maka orang lama-kelamaan mengetahui bahwa sesungguhnya whey ternyata masih bisa digunakan sebagai bahan baku. Hanya saja. dimana ada sumber karbon. maka keberadaan bakteri tersebut merupakan salah satu bentuk kontaminasi. yang mana menurut kandungannya yang ternyata didalamnya masih mengandung nutrisi penting. Apa bakteri lain dapat hidup di dalam media tersebut (glukosa)? Jawabannya adalah iya. oleh karena itu. hanya ada bakteri yang mendukung proses pembentukan produknya. dan kedelai. dan asam stearat. pada fermentasi alkohol dari glukosa. contohnya dapat diaplikasikan pada pembuatan eskrim. LAMPIRAN Pertanyaan 1 (Nanang Adi) Mengapa kontaminasi media fermentasi perlu dimasalahkan? Padahal kita mengetahui bahwa fermentasi pada dasarnya juga menggunakan bakteri. Minyak nabati dan minyak ikan biasanya digunakan sebagai sumber karbon primer atau suplementer. khususnya produksi antibiotic. Nah ternyata. maka bakteri juga akan bertumbuh dan berkembang didalamnya. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. buah zaitun. seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini yaitu bakteri saccaromyces. Karbohidrat biasanya disiapkan pada larutan encer dengan konsentrasi tidak lebih dari 50% (w/w). Minyak nabati kebanyakan tersusun atas asam oleic dan asam linoleic. whey ini merupakan protein yang sukar menggumpal. maka bakteri yang hanya (harus) hidup hanyalah bakteri saccaromyces cerreviceae. whey ini dapat membentuk emulsi. dkk. Minyak mengandung energi lebih per unit berat dibanding karbohidrat. untuk membuat keju. Bakteri saccaromyces dapat memproduksi alkohol jika kondisi pada keadaan anaerob. nah oleh karena itu. jarang digunakan dalam fermentasi.

tidak seperti kasein yang terdapat pada keju. dapat langsung dihitung (dengan kita mengetahui massa ragi itu sendiri). bagaimana caranya whey yang sebagai produk sampingan diubah menjadi produk utama? Agar industri berkonsentrasi pada wheynya. Nah untuk menghitung karbon yang memakai perhitungan mikroba dalam keadaan kering. apa dalam kebutuhan karbon. Misalnya. maka yang bersifat membasahinya merupakan suatu media (air). 18 . Pertanyaan 5 (Dianita Citra Dewi) 1). mengapa? Jawab: Untuk pencampuran 2 medium dengan fase yang berbeda dapat dilakukan misalnya pada pembuatan asam sitrat dari ampas singkong dimana media tersebut dicampur dengan media cair (air). Merupakan suatu bakteri saccaromyces yang sudah dalam bentuk kering. Seperti industri etanol di brazil yang konsentrasi pada ethanol bukan gula (tebu)? Jawab: Seperti yang telah dijelaskan pada makalah ini. bukan pada kejunya. Ini disebut dengan medium semi padat. maka tentunya. proses perombakan atau pemecahan ikatan pada selulosa adalah proses hidrolisis enzimatik pada lignoselulosa (Mooney et al. dapatkah dari berbagai sumber misalnya Whey + molase + pati dicampur? Jelaskan! Jawab: Untuk campuran dari berbagai sumber. Untuk membuat suatu medium kan kebutuhan karbonnya dihitung. 1989). 1989). 1998). karena protein pada whey merupakan protein yang sulit untuk digumpalkan. tidaklah perlu dikhawatirkan. Ada 2 cara pretreatment yang biasa digunakan untuk menghilangkan lignin yaitu dengan delignifikasi oksidatif dan proses organosolv (Sun and Cheng. Jadi untuk menghitung kebutuhan karbon yang menyertakan massa dari ragi tersebut. Pertanyaan 8 (Gregorius Bagas) Tadi dijelaskan bahwa nilai Whey cukup mahal. karena jika kita menghitungnya tidak dalam keadaan bakteri kering.A Torimtubun) Apakah bisa suatu mikroba ditempatkan pada 2 media yang digabung menjadi 1 misalnya media cair (molasses atau yang lain) dicampur dengan media padat (pati atau yang lain) agar mendapat sumber karbon yang banyak? jika bisa. bagaimana proses pre-treatment tersebut? Dan siapa yang melakukan proses tersebut? Jawab: Dalam dunia industri. Pertanyaan 6 (Dian Nita) Dari sumber karbon yang sudah dijelaskan. mengapa? jika Tidak. sebenarnya hal ini bergantung juga dengan produk apa yang ingin kita capai. Mengapa? Karena kita memberikan bakteri itu sudah dalam bentuk kering. 2002). sedangkan pada proses organosolv lignin dalam bentuk cairan organic dapat didegradasi dengan menggunakan katalis inorganic seperti asam sulfat H2SO4 atau HCl (Aziz and Sarkanen.Pada sumber energi untuk fermentasi yang berupa selulosa dikatakan bahwa perlu dilakukukan proses pretreatment terlebuh dahulu. kita tidak perlu untuk mengeringkannya terlebih dahulu. bahwa whey merupakan hasil samping dari pembuatan keju. bakteri yang basah tidak bisa dikatakan bahwa ia adalah pure bakteri. Jika susu tidak difermentasi dengan bakteri (lactobacillus casei) untuk pembuatan keju. Pada proses delignifikasi oksidasi ini lignin dapat didegradasi dengan menggunakan katallis enzim peroksida H2O2 (Azzam. bakteri wajib dikeringkan dahulu? Jawab: Jawabanya iya. Pertanyaan 7 (Alfonsina A. ragi tape.

dimana gugus gula tersebut langsung dapat difermentasi.maka whey pun tidak dapat diproduksi. Pertanyaan 10 (Adit Iqbal I) Whey itu dulu dibuang. diproses buat apa? Jawab: Dahulu. Contoh bakteri golongan ini adalah Methanococcus jannaschii. Sehingga produksi whey sejalan dengan produksi keju. yang memungkinkan spesialisasi sel. Archaebacteria disebut juga bakteri purba (archae = purba). terutama terdiri dari lipid dan protein. memang whey itu dibuang. Archae kelompok ini hidup di lumpur dan rawa tempat mikroorganisme lain yang telah menghabiskan semua oksigen. Semua sel diisi dengan matriks cairan dan dikelilingi oleh membran sitoplasma. Pertanyaan 9 (adit Iqbal I) Pada selulosa bagaimana cara memisah sel pada ikatannya? Jawab: Untuk memisah/ memecah ikatan pada selulosa adalah dengan cara hidrolisis enzimatik. Archaebacteria dibagi kedalam 3 kelompok utama. Misalnya. Metanogen merupakan Archaebacteria yang tergolong anaerob strict (tidak dapat mentolerir keberadaan oksigen). pembawa fisik dari informasi genetik. Metanogen Archaebacteria ini dinamai sesuai dengan metabolism energinya yang khas. ganggang dan tanaman lainnya. dkk. 2008) a. dalam pengolahan kotoran yang berasal dari sampah dan hewan. Mereka juga mengandung asam nukleat. maka lama kelamaan orang di dunia mengetahui sebenarnya dalam whey ternyata masih terdapat nutrisi yang masih berguna. Pada dasarnya molasses masih mengandung gugus gula. ORGANISME PROKARIOTIK Organisme prokariotik telah dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda atas dasar studi filogenetik (evolusi) hubungan. sedangkan sel-sel jamur. protozoa. yang berarti Archaebacteria ini akan teracuni bila terdapat oksigen. Sel adalah unit dasar dari semua organisme hidup. A. Bakteri dari kelompok ini memiliki cirri hidup dalam kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Metanogen memiliki peranan sebagai pengurai yang penting. Spesies metanogen lainnya hidup di lingkungan anaerobik di dalam perut hewan. susu bubuk. dkk. Pertanyaan 11 (Freshsya Zatalini) Dapatkah Anda memberikan contoh produk fermentasi yang menggunakan media molase? Jawab: Salah satu produk fermentasi molasses adalah etanol. Mereka adalah Archaebacteria atau archaea (bakteri „kuno‟) dan Eubacteria (bakteri „sesungguhnya‟). dan makanan bayi. bersama dengan ribosom yang mengambil bagian dalam sintesis protein. khususnya hewan yang memakan 19 . Seperti yang dijelaskan pada jawaban dari pertanyaan febrika larasati. atau hanya sebagai bahan pakan babi. Whey sekarang digunakan untuk bahan pembuatan permen. Sel dibagi menjadi dua kategori: Archaebacteria dan Eubacteria yang merupakan sel prokariotik. Dan berdasarkan lingkungan hidupnya tersebut. kemudian diubah menjadi metana yang dijadikan bahan bakar. Archaebacteria Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang pertama muncul di Bumi. mengapa hasilnya dipakai lagi dan harganya mahal? Jika digunakan. Namun seiring berkembangan ilmu pengetahuan. 2001). yaitu : (Karmana. (Waites. Banyak diantaranya yang merupakan uniseluler dan lainnya berupa multiseluler. 2001). yaitu H₂ digunakan untuk mereduksi CO₂ menjadi (CH)₄. 1. Karena pembentukan whey juga tergentung pada pembentukan keju (karena whey merupakan hasil samping keju). tanpa pemasakan terlebih dahulu (oleh enzim) seperti pada jagung dan kentang. serta hewan yang tergolong sel eukariotik (Waites. eskrim.

c. Bakteri orhodopsin merupakan suatu pigmen yang menangkap energy cahaya. Contohnya. bersifat uniseluler. Contoh : Streptococcus mutans (penyebab gigi berlubang) Staphylococcus. Contoh dari Archaebacteria kelompok ini adalah Halobacterium salinatrium. Pigmen ini tertanam dalam membrane plasma. yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. Halofil Archaebacteria kelompok ini memiliki cirri hidup di tempat-tempat yang memiliki salinitas tinggi (halo = garam. yaitu : (Aryulina. Termofil Archaebacteria ini memiliki cirri-ciri hidup pada suhu ekstrim (panas). Contoh : Chlamydia trachomatis (penyebab penyakit mata) Diplococcus. panjang tubuhnya . serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. Pada kondisi kekurangan air. Bakteri ini hidup dengan mengoksidasi sulfur. Sulfolobus yang menempati mata air panas sulfur di Yellowstone National Park. 2006) Bentuk Bulat (Coccus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: Monococcus. a. yaitu berupa dua sel bakteri kokus berdempetan (tergabung secara berpasangan dua-dua). Archaebacteria kelompok ini berperan penting dalam proses pembentukan nutrisi di hewanhewan tersebut. 2001) Ukuran dan Bentuk Bakteri Bakteri merupakan organism mikroskopis dan rata-rata berdiameter 1. dkk.15 . Pada suatu larutan yang dipenuhi oleh koloni halofil. USA. yaitu Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif. 1) 2) 3) 4) 5) 6) tumbuhan. Inti dan organelnya tidak memiliki membran. Eubacteria adalah kelompok yang sangat beragam yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. bahkan dapat menyebabkan kematian. Archaebacteria halofil memiliki arti pecinta garam atau hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) cukup tinggi. dkk. bakteri menjadi tidak aktif. (Waites. mempunyai panjang tubuh 0.25 . Namun. 1. Spirillium volutans. yaitu berupa empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai. Misalnya di danau air asin dan di laut mati. terutama yang mengandalkan makanan berselulosa.b. yaitu berupa delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. Contoh : Staphylococcus aureus (penyebab penyakit radang paru-paru) 20 . Archaebacteria ini dapat bertahan hidup dalam lingkungan panas dengan suhu optimum 60⁰C sampai 80⁰C. dan philos = pecinta). Beberapa sepesies memerlukan suatu lingkungan yang salinitasnya sepuluh kali lebih asin dari air laut untuk tumbuh. Adapun bakteri yang terbesar. 2006) Bentuk dasar sel bakteri beranekaragam. 2. Contoh : Diplococcus pneumonia (penyebab penyakit pneumonia) Tetracoccus. Bakteri aktif bergerak pada kondisi lembap. Bakteri yang terkecil. akan membentuk buih berwarna merah ungu yang dihasilkan oleh bakteri orhodopsin. Contoh : Pediococcus cerevisiae Sarcina. hampir semua bakteri yang terkandung dalam industri hanya dua. bersifat mikroskopik. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk seperti buah anggur. Walau berukuran lebih besar dari virus. Eubacteria (Bakteri) Eubacteria adalah bakteri yang bersifat prokariot. Dari asal bahasa tersebut. yaitu berupa lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara bergerombol membentuk rantai. Dialister pneumosintes. bakteri pun baru dapat diamati di bawah mikroskop. (Karmana. Aktivitas tertinggi bakteri terjadi pada kelmbapan 90%. Contoh : Thiosarcina rosea (bakteri belerang) Streptococcus.

Bentuk Spiral (Spirillium) Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi: 1) Spirillum. Bentuk Batang (Bacillus) Berdasarkan koloninya dibagi menjadi: 1) Monobacillus. yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan. yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. 2009 21 . lihat tabel berikut ini : Kistinnah dan Lestari. 2009 2. yaitu berupa beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai. Struktur Bakteri Kistinnah dan Lestari. Contoh : Thiospirillopsis floridana (bakteri belerang) 2) Spirocheta. Contoh : Escherichia coli (bakteri usus besar manusia) 2) Diplobacillus. Contoh : Azotobacter (bakteri tanah yang mengikat nitrogen) c. yaitu bentuk sel bergelombang.b. Contoh : Treponema pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis) 3) Vibrio. Contoh : Salmonella typhosa (bakteri penyebab penyakit tifus) 3) Streptobacillus. yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. yaitu bentuk sel seperti sekrup. Contoh : Vibrio cholera (penyebab penyakit kolera) Untuk lebih jelasnya.

2009) a. dkk. dan kapsul. 2009) Dinding sel bakteri tersusun dari peptidoglikan. bakteri dibedakan menjadi dua. Berdasarkan letak dan jumlahnya. yaitu : (Aryulina. Akan tetapi untuk bakteri penyebab penyakit. yaitu gabungan protein dan polisakarida. Contohnya : Propionibacterium acnes.Dengan melihat Gambar 4. (Kistinnah dan Lestari. mencuat menembus dinding sel. perhatikan gambar kenampakan bakteri berdasarkan pewarnaan Gram di bawah ini : (Aryulina. dan Escheria coli. 2006) Struktur tubuh bakteri dibedakan menjadi struktur utama di luar dinding sel dan struktur di sebelah dalam dinding sel seperti berikut ini : (Kistinnah dan Lestari. Treponema pallidum. Contohnya : Neisseria gonorrhoeae. Staphylococcus aureus. Adapun pada lapisan di dalamnya terdapat dinding sel yang sangat kaku sehingga bisa memberikan bentuk dari bakteri itu sendiri. dkk. 1) Flagelum (jamak: Flagela) Bentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis. pili. monotorik (memiliki satu flagelum pada salah satu ujung sel bakteri). Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah. dan sehelai filament panjang di luar dinding sel. juga berfungsi untuk melindungi isi sel. tetapi diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya. yaitu tubuh dasar. Panjangnya beberapa kali lebih panjang dari selnya. 2006) ∞ Bakteri gram positif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Untuk lebih jelasnya. Perlu kita ketahui bahwa ada beberapa bakteri yang tidak memiliki flagelum yang disebut atrik. terdapat empat macam bakteri. yaitu : 1. struktur seperti kait. Vibrio cholera. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel. Permukaan paling luar dilindungi oleh kapsul berupa lapisan lendir yang juga berfungsi sebagai cadangan makanan. dan Bacillus subtilis. ∞ Bakteri gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. Struktur Utama di Luar Dinding Struktur utama di luar dinding adalah flagela. Flagela terdiri atas tiga bagian. kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi inangnya (daya virulensi). dapat diamati bahwa stuktur sel bakteri masih sangat sederhana yang tersusun atas dinding sel dan isi sel. 22 .4 tersebut. dan fungsinya untuk pergerakan pada sel bakteri. jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Streptococcus mutans.

bahan nukleus/DNA di dalam sel bakteri menempati posisi dekat pusat sel dan terikat pada mesosom sitoplasma. Selain itu. lebih pendek. Bahan sel yang dikandungnya antara lain seperti berikut. mineral. dan lebih banyak dari flagela. dapat pula menambah kemampuan bakteri untuk menginfeksi. berisi partikel-partikel RNA protein (ribosom). Ukurannya dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya. Ribosom ini merupakan biosintesis protein. maka akan menghasilkan suatu struktur yang disebut mesosom. pili juga mempunyai fungsi lain. dijumpai pada semua sel. Contohnya. kapsul merupakan penutup atau pelindung dan juga sebagai gudang makanan cadangan. yaitu sebagai alat untuk melekatkan pada berbagai permukaan jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan nutriennya. Kapsul bakteri mempunyai arti penting bagi bakteri maupun organisme lain. Bagi bakteri. amfitrik (memiliki dua ataulebih flagella di kedua ujung sel bakteri). 3) Sitoplasma dan Struktur-Struktur di Dalamnya Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid dan berisi semua zat yang diperlukan untuk kehidupan sel. 3) Kapsul Kapsul merupakan suatu bahan kental berupa lapisan lendir. Membran sitoplasma merupakan membran plasma yang membungkus sitoplasma beserta isinya. Mesosom ini selalu bersambungan dengan membran sitoplasma. Selain itu. lopotrik (memiliki dua/lebih flagela pada salah satu ujung sel bakteri). dalam jumlah yang sesuai dan membuang kelebihan nutrien atau produk-produk buangannya. b) Daerah nukleus. b. perhatikan gambar berikut : Kistinnah dan Lestari. Ukurannya lebih kecil. baik eukariotik atau prokariotik. Pili ini tidak berfungsi untuk pergerakan. asam amino. Selain itu. 2) Mesosom Apabila membran sitoplasma mengalami pelipatan ke arah dalam/ invaginasi. 3. peritrik (memiliki flagela di seluruh permukaan sel bakteri). Sex pilus. banyak terdapat pada bakteri gram negatif. tetapi bukan flagela. yaitu mampu mengambil dan menahan nutrien seperti gula. Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel Struktur paling umum yang terdapat di dalam dinding sel bakteri adalah sebagai berikut : 1) Membran Sitoplasma Membran ini amatlah penting karena berfungsi mengendalikan keluar masuknya substansi kimiawi dalam larutan sel. Diduga mesosom bisa berfungsi dalam sintesis dinding sel dan pembelahan nukleus. dan 4. 23 . 2009 2) Pili (Fimbriae) Bentuknya seperti filamen. juga berfungsi sebagai tempat perlekatan flagelum. Untuk lebih jelasnya. tetapi berfungsi sebagai pintu gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya perkawinan antarbakteri. a) Daerah sitoplasma. Bahan ini sebagai alat genetik yang terdiri atas kromosom.2.

mengandung nutrien terlarut yang terbentuk sebagai tubuh inklusi. antara lain. minuman. 5) Klorosom Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. atau kotoran. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Dengan demikian. bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO₂. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia. maka endospora akan bisa tumbuh menjadi bakteri seperti semula. yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit. Endospora ini tahan terhadap panas dengan batas sekitar 120° C. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini. kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Contohnya. bakteri tersebut akan membentuk endospora. dan pati. Berdasarkan asal energi yang digunakan. bakteri Thiobacillus thioparus yang menumpuk sejumlah besar sulfur yang tampak seperti granul. bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua. bangkai. 24 . fotosintesis dapat terjadi. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH₃. pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri.c) Bagian zat alir. Nitosococcus. polifosfat. sampah. Endospora ini sebenarnya adalah spora/struktur yang berdinding tebal. ataupun kontak langsung dengan penderita. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. baik secara langsung maupun tidak langsung. bakteri Escherichia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt. pernapasan. glikogen. misalnya. Pada bagian tubuh ini terdiri atas lipid. dan Nitrobacter. Penggolongan bakteri a. contohnya. 2) Bakteri Autotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae. 3. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati. Jika kondisi telah membaik. Jika materi materi ini menumpuk maka akan membentuk granul/globul di dalam sitoplasma. Fungsinya untuk pertahanan sel bakteri terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Contohnya. 6) Vakuola gas Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis. dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. contohnya Chlorobium (bakteri hijau). proses oksidasi senyawa tertentu. Sama halnya dengan plasmid dalam keadaan lingkungan yang jelek. Berdasarkan Cara Memperoleh Makanannya 1) Bakteri Heterotrof Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. misalnya. 4) Plasmid dan Endospora Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampahsampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia. sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang.

Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar. bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus). dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri. ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan. kekeringan. Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri. Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. 4. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak. yaitu dengan pembelahan biner : 25 . bakteri Lactobacillus bulgaricus. Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus. Contohnya bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna. bakteri asam susu. Reproduksi bakteri Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. dan Clostridium tetani. Pada keadaan optimal. seperti antibiotika dan desinfektan. kenaikan suhu. tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu pengurai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen. 2) Bakteri Anaerob Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas. Misalnya. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya. Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri. b.Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. seperti tumbuhan hijau. 1 ) Bakteri Aerob Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Pada kondisi yang kurang menguntungkan. misalnya. misalnya. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air. dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna). jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen. Akan tetapi. Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjutajuta sel. delapan sel membentuk kubus (sarcina). Akan tetapi. beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit. Berdasarkan Kebutuhan Oksigennya Berdasarkan kebutuhan oksigennya. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis. Berikut adalah gambar yang menunjukkan perkembangbiakan bakteri secara aseksual. CO₂. Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora. dan energi. antara lain. Dalam keadaan normal. dan berbentuk rantai (streptococus). bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif. bakteri Nitrosomonas. bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob.

untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima. yaitu transformasi. perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual. dkk. Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima. b.(Aryulina. dan transduksi. Oleh karena itu. perhatikan gambar di bawah ini : (Aryulina. dkk. 2006) 26 . a. c. seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot. Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus. Dalam proses ini. secara Selain reproduksi secara aseksual. Jadi. protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima. bakteri juga melakukan reproduksi 2006) seksual. pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya. Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara. Untuk lebih jelasnya. tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima. Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya. Dalam hal ini. Meskipun demikian. konjugasi. karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin. harus terjadi hubungan langsung.

Baeosit juga berfungsi untuk melakukan fotosintesis. (Aryulina. Pada beberapa jenis Cyanobacteria. Bakteri ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma. Membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung pigmen klorofil. proteobacteria kemoautotrof. Klasifikasi Eubacteria Eubacteria dikelompokkan menjadi lima filum. Beberapa jeis bakteri ungu memiliki flagella. akinet terbentuk agar 27 . Cyanobacteria hidup secara fotoautotrof dengan mengasimilasi senyawa sederhana misalnya CO₂. dan pembentukan akinet (spora). terdapat tiga macam sel utama. Koloni Cyanobacteria dapat berbentuk benang.5. Perbedaan Cyanobacteria dengan bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria menghasilkan O₂ dalam proses fotosintesisnya sedangkan bakteri fotoautotrof tidak menghasilkan O₂. dan proteobacteria kemoheterotrof. dan pigmen tambahan. Contoh proteobacteria kemoheterotrof adalah Escherichia coli dan Salmonella. fragmentasi bagian dari filamen (hormogonia). Pigmen-pigmen tersebut yang menyebabkan warna Cyanobacteria beraneka ragam dari hijau. yaitu heterokista. Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. Akinet adalah sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri. yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium. danau. Disebut ganggan hijaubiru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau. atau bola berongga. sampai kehitaman. Cyanobacteia berukuran Cyanobacteria hidup soliter atau berkoloni. Pada Cyanobacteria bentuk benang. 2) Cyanobacteria Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. Sedangkan baeosit adalah sel-sel bulat kecil hasil reproduksi. misalnya Anabaena. karoten. 1) Proteobacteria Proteobacteria merupakan kelompok terbesar bakteri. Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir. Tubuh Cyanobacteria juga memiliki vakuola gas yang memungkinkannya mengapung dekat permukaan air. ungu. Pigmen tambahan berupa fikosianin yang berwarna biru dan fikoeritrin yang berwarna merah. Cyanobacteia tidak memliki alat gerak dan dapat melakukan fotosintesis. lembaran. Cyanobacteria membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. atau lumpur. Sitoplasma Cyanobacteria tidak memiliki banyak organel serta tidak memiliki membran inti (prokariot). Reproduksi Cyanobacteria adalah secara aseksual sengan cara membelah diri (pembelahan biner). Beberapa jenis berperan penting dalam siklus biogeokimia di dalam suatu ekosistem. Berbeda dengan kelompok bakteri yang lain. ion nitrat atau ammonium. Proteobacteria dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof. Proteobacteria kemoheterotrof meliputi bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. Contoh proteobacteria kemoautotrof adalah Rhizobium. dkk. dan beberapa ion anorganik lainnya. 2006). Sebagian besar bakteri ungu anaerob obligat dan hidup di endapan kolam. dan bakteri Gram-Positif. Spirochetes. lapisan lendir dapat membantu gerakan secara meluncur. Chlamydias. Sebagian besar bakteri dalam kelompok ini berbentuk batang dan anaerob fakultatif. merah. sedangkan fragmentasi pada bagian hormogonia dilakukan oleh Cyanobacteria yang berbentuk benang. Rhizobium hidup bersimbiosis dalam akar tanaman kacangkacangan. yaitu mengikat nitrogen (mengubah N₂ di atmosfer menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan tumbuhan). dan baeosit. Heterokista merupakan sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen. akinet. Pada kondisi lingkungan yang buruk. yaitu: Proteobacteria. Cyanobacteria. Pembelahan biner dilakukan oleh Cyanobacteria bersel satu.

merah. membentuk sel-sel seperti induknya. sebagai parasit dalam tubuh manusia. endospora menjadi aktif dan membelah diri.0) dan temperatur tinggi (70⁰C). atau ungu kehitaman. Badan inisial membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel inang. Spirocheta berbentuk spiral dengan panjang Spirocheta merupakan bakteri gram-negatif. misalnya suhu tinggi. Nostoc hidup bersama dengan jamur membentuk lumut kerak (Lichen) Peltigera. Filamen aksial merupakan semacam serabut di sepanjang tubuh. Bentuk tubuh Chlamydias tidak beraturan. keberadaan Spirocheta mempengaruhi kehidupan manusia karena beberapa jenis menyebabkan penyakit. Pada saat tertentu. 3) Spirochetes Spirocheta bukan merupakan kelompok yang besar dari Eubacteria. Cyanobacteria terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada organisme simbiotiknya. batu. Contoh bakteri gram-positif yang dapat membentuk endospora adalah Bacillus dan Clostridium. Synechococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim. 5) Bakteri Gram-Positif Beberapa bakteri gram-positif membentuk endospora (struktur dormansi yang bersifat tahan terhadap panas). tetapi di luar dinding sel. Dormansi endospora dapat bertahan lebih dari seribu tahun. Habitat Spirocheta bervariasi. Reproduksi secara seksual belum diketahui. dan rawa. Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial. Badan inisial tumbuh dan membelah diri. 28 . sungai. atau kekeringan. Contohnya Cyanobacteria berwarna hijau-biru (Anabaena) membuat air sawah tampak kehijauan dan Cyanobacteria berwarna merah (Oscillatoria rubescens) membuat laut di daerah Timur Tengah berwarna merah sehingga disebut Laut Merah. Contoh Spirocheta antara lain Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis pada manusia). Sel induk pecah dan endospora dilepaskan. Pada kondisi lingkungan yang membaik. misalnya pantai berpasir atau gurun. Sedangkan jenis lainnya ada yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain. laut. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit dalam sel-sel makhluk hidup lain. dan beberapa jenis penyakit pneumonia). suhu rendah. misalnya : danau. Cyanobacteria dapat terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau-biru. serta hidup di akar tumbuhan paku Cycas. tanah. beberapa jenis Treponema lain yang hidup dalam lambung hewan memamah biak. Spirocheta memiliki suatu struktur unik yang disebut filament aksial. Cyanobacteria dapat ditemukan pada berbagai lingkungan. Contoh Chlamydias adalah Chlamydia psittaci (penyebab penyakit mata. dan Leptospira interrogans (penyebab penyakit leptospirosis). Endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan yang ekstrim.Cyanobacteria dapat bertahan hifup. Jika lingkungan telah membaik. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar (elementary body) dan badan inisial (initial body). akinet dapat membentuk filamen baru. misalnya Nostoc dan Anabaena azollae. di dalam selubung terluar. Salah satu Cyanobacteria. misalnya habitat dengan tingkat keasaman tinggi (pH 4. Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Namun. penyakit menular seksual. atau hidup dalam lambung hewan memamah biak. Simbiosis antara Cyanobacteria dengan organisme lain saling member keuntungan. Sedangkan organisme simbiotiknya memberikan kelembaban dan nutrisi anorganik pada Cyanobacteria. Cyanobacteria yang hidup di air muncul berlimpah sehingga menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanobacteria tersebut. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. Anabaena azollae hidup di daun tumbuhan paku air Azolla piñata.. 4) Chlamydias Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil ( ). Filamen aksial berfungsi untuk membuat gerakan berputar. Beberapa jenis Cyanobacteria yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan perintis pada habitat miskin nutrisi (makanan).

filamen tersebut membelah diri. vius dapat dibiakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. Selain itu irus tidak dapat membelah diri. kulit(selubung atau kapsid).2004) Morfologi virus 1. VIRUS Virus merupakan salah satu jenis mikroorganisme parasit. Contohnya Mycoplasma gallisepticum (dikenal sebagai bakteri terkecil). 29 . dan serabut ekor.20 Anatomi virus(Waluyo. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi 5. Beberapa Mycoplasma berukuran lebih kecil dibandingkan Chlamydias. Virus berukuran amat kecil.2004) Anatomi virus Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.4. Selanjutnya. Virus ini mempunyai ciri-ciri tidak dimiliki oleh organisme lain. 2. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) karenanya. Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. 4. Virus hanya memiliki sala satu macam asam nukleat (RNA atau DNA). Tubuh virus terdiri atas kepala. Ciri lainnya. Mycoplasma tidak memiliki dinding sel. virus tidak dapat bergerak maupun melakukan aktivitas metabolisme sendiri.  Gambar. B. Actinomycetes berbentuk filament bercabang yang menyerupai jamur. Actinomycetes berkembang biak dengan membentuk rantai spora di ujung filamen.Contoh lain bakteri gram-positif adalah kelompok Actinomycetes dan Mycoplasma. tetapi dapat dikristalkan. isi tubuh. tetapi beberapa jenis memiliki struktur yang mengeras di luar membran plasma. 3. Actinomycetes yang tidak membentuk spora berkembang biak dengan cara memutuskan ujung filamen dalam bentuk bulat atau batang.(Waluyo. Contoh Actinomycetes adalah Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC) dan Streptomyces (penghasil antibiotik streptomisin). jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus berukuran aseluler (tidak mempunyai sel).

 Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein.(Winami. Pada infeksi secara litik. contohnya sebagai berikut:  Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain. lipida.2007) Gambar 4. protein. dan lisis.  Ekor  Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut.  Isi tubuh Isi tubuh yang disebut viorin adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA). yaitu melalui fase adsorpsi. Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri. Oleh karena itu. protein.  Virus yang isi tubuhnya RNA. sedangkan pada infeksi secara lisogenik. yang masing-masing terdiri dari rantai polipeptida.Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi kapsid. virus menginfeksi sel bakteri. contohnya virus cacar.20 Gambar Reproduksi Virus(Winami. dan polisakarida. virus radang mulut. sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah.(waluyo. sel hewan. sintesis.virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintregasi dengan DNA sel bakteri. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer.2007) 30 . contohnya paramixovirus. atau sel tumbuhan untuk bereproduksi.  Virus yag isi tubuhnya tediri atas RNA. Kapsid juga dapat terdiri atas proten-protein monomer identik. dan banyak lipida. Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag. disebut nukleokapsid. virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi.2004) Reproduksi virus Untuk berkembang biak virus memerlukan tempat atau lingkungan yang hidup. yaitu secara litik an secara lisogeni.

ke membran plasma. fotosintesis dapat terjadi. 3. dan kemudian masuk ke dalam sitoplasma. Dinding Sel . terdapat vakuola gas pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis. Membran sitoplasma juga menyediakan peralatan 31 .Pada dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul. Dengan demikian. Selain itu. dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam.DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. 1). menjaga keseimbangan nutrien yang terdapat didalam sel. Organel apa yang ada pada eukariotik tapi tidak ada di prokariotik. Klorosom adalah struktur yang berada tepat di bawah membrane plasma. Bagaimana proses bakteri memperoleh makanan? (Gregorious Bagas) Jawab : Jalannya proses dimana bakteri memperoleh makanan adalah dari dinding sel. Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. atau sebaliknya? (Rahma Yulia Rusmo dan Ayu Indah Wibowo) Jawab : 2. Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari. Membran plasma sangat berguna bagi kehidupan sel karena berfungsi untuk lalu-lalangnya substansi kimiawi dalam larutan atau keluar masuk dari dalam sel. terdapat klorosom di dalam selnya. Membran Plasma – Berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekirnya. 2). Bagaimana proses fotosintesis pada bakteri? (Vivi Anita) Jawab : Pada bakteri yang melakukan fotosintesis.

Pemindahan substansi-substansi tersebut dilakukan dengan cara: a. Kurva yang terbentuk memiliki 6 fase yang berbeda. Waktu generasi (generation time) adalah waktu yang dibutuhkan sel untuk membelah (dan populasinya untuk menggandakan diri). Angkutan aktif yaitu kemampuan menghimpun nutrien secara selektif untuk kepentingan sel dalam pertumbuhan dan perkembangannya. PERTUMBUHAN KULTUR MIKROBA Pertumbuhan di sini yang dimaksud adalah peningkatan jumlah bakteri. 32 . A. Tahapan-tahapan pembelahan biner yaitu: 1. Pertumbuhan mikroorganisme yang bereproduksi secara biner bisa diplot kurva sebagai jumlah sel yang ada versus masa inkubasi. Sel memanjang dan terjadi replikasi DNA 2. Dinding sel dan membran plasma mulai melakukan pembelahan 3. dan konsentrasi limbah akan meningkat. b. 2001). maka konsentrasi nutrien akan turun. lalu ia memisah. reproduksi yang diperhatikan hanyalah reproduksi dengan pembelahan biner. Kebanyakan bakteri memiliki waktu generasi 1-3 jam. ada pula yang lebih dari 24 jam per generasi. Beberapa bakteri berbentuk filamen bereproduksi dengan menghasilkan rantai konidiospora pada ujung filamen. Dinding sel yang baru terbentuk di antara kedua DNA 4. maka untuk mempermudah perhitungan biasanya dipakai skala logaritmik (Tortora. bukan peningkatan ukuran tiap individu. di mana kebanyakan bakteri melakukan reproduksi dengan metode ini. dkk.  Batch Culture Mikroba jika dikembangbiakkan pada satu medium tertentu. dipengaruhi jenis organisme. Mikroba membentuk suatu tunas yang terus membesar hingga ukurannya mendekati ukuran sel induknya. Waktu generasi bervariasi. dan fragmen yang terbentuk lalu memulai pertumbuhan sel baru (Tortora. Untuk menghitung waktu generasi dari bakteri. dan kondisi lingkungannya. Sitoplasma . Difusi pasif (osmosis) yaitu pemindahan substansi yang berkonsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. mereka biasanya akan tumbuh sebagai batch culture atau closed system.biokimiawi yang berguna untuk memindahkan ion ion. dkk. Jika pada masa inkubasi tidak ada penyediaan medium baru yang segar. 3). Sel pun memisah. gula. Ada pula beberapa spesies yang melakukan fragmentasi. mineral. Bakteri pada umumnya bereproduksi dengan cara pembelahan biner. Beberapa spesies bakteri bereproduksi dengan cara membentuk tunas (budding). serta metabolit-metabolit lain melintasi membran. asam-asam amino. elektron.Berfungsi untuk mencerna makanan secara ekstraselular untuk melakukan metabolisme sel. Karena banyaknya jumlah mikroba yang bisa dihasilkan selama beberapa waktu. 2001).

Namun fase ini juga bisa saja berlangsung cepat apabila kultur yang digunakan adalah kultur yang masih muda dan berada pada fase eksponensial ditempatkan pada medium yang masih segar dan dalam komposisi yang sesuai (Tortora. Lag phase bervariasi waktunya untuk setiap kondisi mikroba dan suasana dari medium yang bersangkutan. 3) Exponential phase / Log phase Pada fase eksponensial. maupun ribosom. dkk. dkk.Kemungkinan mikroba mengalami kerusakan dan membutuhkan waktu untuk memulihkan dirinya (Tortora. tergantung pada potensial genetik. kalaupun ada penambahannya dalam jumlah yang sangat sedikit. atau inokulasi suatu kultur yang ditempatkan pada medium yang berbeda secara kimiawi. Fase ini bisa saja berlangsung lama apabila inokulumnya berasal dari kultur yang sudah tua. Kecepatan pertumbuhan mikroba adalah konstan.1) Kurva-kurva tersebut adalah: 1) Lag phase Lag phase adalah fase di ketika mikroorganisme dimasukkan ke dalam medium kultur yang masih segar. Pembentukan komponen-komponen baru ini bisa disebabkan karena hal-hal berikut: . dkk. . sehingga mikroorganisme tersebut harus beradaptasi. 2001). Industrial Microbiology: An Introduction. kofaktor. dan kondisi pada saat mereka tumbuh. Pertumbuhan ini menghasilkan kurva naik yang 33 . Biasanya pada fase ini tidak ada penambahan jumlah sel.Medium kemungkinan berbeda dengan medium yang ditempati mikroorganisme itu sebelumnya. kultur yang baru saja didinginkan. 2001). mikroba mengalami pertumbuhan dan membelah dengan kecepatan semaksimal mungkin yang mungkin dicapai.Sel yang bersangkutan mungkin saja telah tua dan memiliki keterbatasan dalam jumlah ATP. maka fase eksponensial pun dimulai (Waites. Fig 2. . Meskipun tidak ada pembelahan sel maupun peningkatan massa. dkk. Jika laju maksimum. namun pada fase ini sel melakukan sintesis komponen-komponen baru.Gambar 1: Pertumbuhan Mikroorganisme pada Batch Culture (Waites. ini dikarenakan enzim yang baru dibutuhkan untuk mengolah nutrien yang baru. 2) Acceleration phase Fase ini merupakan fase di mana pembelahan sel dimulai dan lajunya semakin meningkat hingga mencapai laju maksimum. Sel harus menyintesis bahan-bahan tersebut sebelum pertumbuhan mikroorganisme dapat dilakukan. medium. 2001).

2001). mikroba pun melakukan reproduksi (Tortora. Bakteria pada umumnya mencapai fase stasioner pada level populasi sekitar 109 sel per mL. 2001). kecepatan sintesis dari komponen-komponen sel bervariasi antara komponen satu dengan yang lain. Salah satunya adalah karena keterbatasan nutrien. atau memang karena populasi benar-benar berhenti melakukan pembelahan namun masih aktif melakukan metabolisme (Tortora. 2001). dkk. Mulusnya kurva ini disebabkan tiap individu mikroba membelah berkali-kali dalam interval waktu yang sangat singkat. Oksigen tidak terlalu bersifat larut dan bisa habis dalam waktu yang cukup cepat. dkk. Populasi mikroba bisa memasuki fase stasioner bisa disebabkan karena beberapa hal. sehingga tidak menghasilkan kurva diskret (Tortora. sehingga hanya bagian permukaan kultur saja yang mendapatkan cukup oksigen dan melakukan pertumbuhan. Kurva itu juga sekaligus menggambarkan jumlah nutrien yang mampu dimanfaatkan oleh mikroba. Jika kurva sudah benar-benar datar (di mana tidak ada laju pertumbuhan mikroba). Ini lalu diikuti dengan peningkatan jumlah sintesis protein dan DNA. dkk. Pada konsentrasi nutrien yang sangat tinggi. 2001). Pada kondisi ini. dkk. kecuali jika kultur diguncang atau diaerasi (Tortora. Ini dapat disebabkan oleh seimbangnya jumlah sel yang mati dan yang membelah. 2001). sedangkan algae dan protozoa mencapainya pada level populasi sekitar 106 sel per mL. dan kecepatan pertumbuhan tidak akan meningkat lagi (Tortora. 4) Deceleration phase Nutrien yang dikonsumsi mikroba lama-kelamaan pasti akan mengalami keterbatasan. 2001). Jika mikroba dipindahkan dari medium kaya nutrisi ke medium miskin nutrisi. sel akan mulamula membentuk ribosom baru untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam membentuk protein. Kemudian pertumbuhan yang seimbang dapat dimulai lagi dan kultur memasuki fase eksponensial (Tortora. Saat seperti ini disebut dengan fase stasioner. tipe mikroorganisme yang dikembangkan. Pada kondisi ini. Sel yang berada di bawahnya tidak dapat melakukan pertumbuhan. Pembelahan sel dan replikasi DNA tetap terjadi. misalnya saja nutrien yang tersedia. dkk. 34 . 2001). Pada fase stasioner jumlah mikroorganisme konstan. Jika mikroba dipindahkan dari medium bernutrisi rendah ke medium yang lebih kaya nutrisi. pertumbuhan akan melambat. mikroba akan membutuhkan waktu untuk membuat enzim baru. Jika nutrien jumlahnya semakin terbatas. Jika nutrien mulai mengalami keterbatasan. berarti sudah memasuki fase stasioner (Waites. 2001). semua komponen sel dihasilkan dengan kecepatan yang sama antara satu komponen dengan yang lain. akan terjadi pertumbuhan tidak seimbang (unbalanced growth). Pada akhirnya. 2001). Sel akan menjadi lebih kecil dan melakukan reorganisasi secara metabolik hingga mereka dapat tumbuh kembali. maka laju pertumbuhan pun akan mulai melambat. dkk. sistem transpor pada mikroba sudah jenuh. 5) Stationary phase Pertumbuhan pada suatu saat akan berhenti dan kurva pertumbuhan membentuk garis horizontal. Pertumbuhan eksponensial termasuk dalam jenis pertumbuhan seimbang (balanced growth). dan sebagainya (Tortora. menghasilkan suatu kurva yang lebih kompleks.mulus. sehingga menghasilkan kurva yang cenderung menuju datar. dkk. Namun jika level nutrien atau suasana lingkungan berubah. Kecepatan pertumbuhan juga meningkat seiring dengan konsentrasi nutrien. namun pembentukan protein dan sintesis RNA melambat. dkk. dkk. Organisme aerobik seringkali mengalami keterbatasan O2. dan ini terjadi hingga keseimbangan yang baru telah tercapai (Tortora. Jumlah maksimum populasi yang dapat dicapai ditentukan oleh banyak faktor.

dkk. 6) Death phase Memburuknya suasana lingkungan. yang menandakan terjadinya fase mati (death phase). 2001). Ini dapat menyebabkan medium menjadi asam dan menghambat pertumbuhan. dkk. streptococci juga bisa memasuki fase stasioner akibat kehabisan gula (Tortora. dkk. seperti habisnya nutrien atau menumpuknya sisa metabolisme menyebabkan menurunnya jumlah populasi mikroba. Pada sistem ini. Industrial Microbiology: An Introduction. Ini dikarenakan ada beberapa sel yang resisten dan tahan terhadap lingkungan yang tidak mendukung. dkk.Pertumbuhan populasi juga bisa terhambat akibat akumulasi sisa metabolisme yang bersifat racun. pengkulturan mikroba dilakukan secara batch di mana persediaan nutrien tidak diperbarui dan limbah tidak dibuang. Sistem ini disebut dengan sistem kultur kontinu (continuous culture system). dkk. Gambar 2: Peralatan untuk Continuous Culture (Waites. 2001). Jika ia tidak tumbuh dan bereproduksi. Cara untuk memastikan apakah suatu sel bakteri hidup atau tidak adalah dengan menempatkannya di medium yang masih segar. Meskipun kebanyakan populasi mikroba mati dengan pola logaritmik. Selain metode batch. Matinya mikroba biasanya berbentuk logaritmik pada kurva (Tortora. Mati di sini diartikan sebagai kehilangan kemampuan untuk bereproduksi (Tortora. 2001). mikroorganisme bisa ditumbuhkan di dalam suatu sistem terbuka. Banyak kultur anaerobik mengalami masalah ini. 2001). 2001). 2001). laju kematian bisa saja mengalami penurunan drastis.4) 35 . Sehingga fase eksponensial hanya berlangsung selama beberapa saat saja (Tortora. dkk. dkk. berarti dia dinyatakan mati. populasi mikroba dapat dipertahankan pada fase eksponensialnya untuk jangka waktu yang lebih lama (Tortora.  Continuous Culture Pada penjabaran di sebelumnya. di mana kondisi lingkungan mikroorganisme tetap dipertahankan dengan cara pemberian nutrien dan pembuangan limbah secara kontinu. streptococci dapat memproduksi asam laktat dan asamasam organik lain dalam jumlah yang besar hasil dari fermentasi gula. Ini mengakibatkan kurva kematian terkadang bisa menjadi kompleks (Tortora. Fig 2. Selain itu. Contohnya.

Namun jika laju pengencerannya lambat. B. mikroba pada mulanya ditumbuhkan secara batch. MENGUKUR PERTUMBUHAN MIKROBA  Metode penghitungan langsung (Direct Method) Metode ini dilakukan dengan menghitung pertambahan jumlah dari sel. dkk. Kondisi steady-state dapat dipertahankan.5) Laju pertumbuhan mikroba bisa dikontrol laju volumetrik medium yang masuk. sedangkan hemocytometer digunakan untuk menghitung baik sel prokariot maupun eukariot. Fig 2. dkk. sulit dibedakan antara sel yang hidup dan mati jika menggunakan counting chamber tanpa teknik khusus (Prescott. semakin banyak substrat yang dihasilkan oleh mikroba. dan juga memberikan informasi mengenai ukuran dan morfologi mokroorganisme. Semakin mendekati nilai laju pertumbuhan maksimum. Petroff-Hauser counting chamber bisa digunakan untuk menghitung sel prokariot. Gambar 3: Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Kultur Kontinu (Waites. Jika laju pengenceran lebih cepat dari laju pertumbuhan mikroba. Menggunakan counting chamber merupakan cara yang mudah. Ada beberapa kelemahan metode ini. 2001). murah. 1. 2002). Counting Chamber / Direct Microscope Method Cara paling umum untuk menentukan jumlah mikroba adalah dengan menghitungnya langsung menggunakan counting chamber. Selain itu. Industrial Microbiology: An Introduction. namun juga laju pengenceran. Volume dari fermenter dibuat konstan dengan cara mengontrol antara jumlah medium kultur yang masuk dengan jumlah sel dan hasil metabolismenya yang dikeluarkan.Pada metode ini. dkk. cepat. mikroba akan terbuang dari fermentor sebelum sempat melakukan pembelahan. di mana laju pertumbuhan mikroba sama dengan jumlah mikroba yang dikeluarkan (Waites. 2002). 36 . 2001). dkk. atau menggunakan mikroskop fase-kontras atau mikroskop fluorescence (Prescott. Populasi mikroba harus cukup besar. namun pada fase eksponensialnya nutrien diberikan secara kontinu untuk memperpanjang fase eksponensialnya. karena yang digunakan sebagai sampel hanyalah volume yang sangat kecil. Maka kontrol pada continuous culture sangatlah penting (Waites. konsentrasi substrat yang dihasilkan juga lebih rendah. dkk. Sel prokariot lebih mudah dihitung dengan counting chamber apabila sel-sel itu diberi warna.

Coulter Counter Mikroorganisme berukuran besar seperti protozoa. 3. Ketika agar memadat. dkk. Plate count bisa dilakukan baik dengan cara pour plates maupun spread plates. dkk. Arus listrik dialirkan melalui lubang.1 mL inokulum dituangkan ke dalam cawan. cawan kemudian diinkubasi. dkk. Metode ini mengasumsikan bahwa satu individu mikroba mampu bereproduksi dan membentuk koloni. sehingga mampu menangkap bakteri. hasil perhitungan plate count biasanya dinyatakan sebagai colony-forming unit (CFU) (Prescott. koloni akan tumbuh di dalam atau di permukaan nutrien agar. 2002). dkk. Sampel mula-mula disaring melalui membran polikarbonat hitam untuk memberikan background yang 37 . hanya beberapa koloni saja yang dapat ditumbuhkan dalam satu plate. 2002). Kelemahannya adalah. maka pada inokulum yang jumlah mikrobanya banyak perlu dilakukan pengenceran (Prescott. 2002). sehingga mempengaruhi perhitungan (Prescott. 2002). algae. 4. Tiap kali sel mikroba melalui lubang.2. Perhitungan pun bisa dilakukan (Prescott. Jika coloni terlalu banyak. dan ragi nonfilamen bisa dihitung menggunakan alat hitung elektronik seperti Coulter Counter. 2002). Prosedur pour plates yaitu mula-mula suspensi bakteri yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam cawan Petri sebanyak 1 mL atau 0. Kelemahan dari pour plate ini adalah tidak cocok digunakan pada bakteri yang tidak tahan panas ketika medium agar dituangkan ke dalam wadah. hambatan listrik terbentuk dan sel pun dihitung (Prescott. Oleh karena itu. Biasanya plate yang digunakan adalah plate dengan 25-250 koloni. dkk. karena satu koloni bisa saja dibentuk tidak hanya oleh 1 bakteri. Agar koloni berada dalam range ini. bisa saja sejumlah bakteri yang melakukannya. maka beberapa sel tidak dapat tumbuh. dkk. Namun asumsi ini tidak selamanya benar. Bakteri yang telah tersebar tadi kemudian membentuk koloni-koloni yang tersebar. karena adanya kemungkinan terganggu oleh partikel kecil. Dengan teknik ini. Filter ini memiliki lubang pori yang kecil. Filter lalu ditempatkan pada medium agar atau pada suatu tempat yang telah diberi media liquid dan diinkubasi hingga tiap sel membentuk koloni-koloni yang berbeda. suatu sampel yang mengandung mikroba dilewatkan pada filter membran. 2002). biasanya digunakan teknik spread plates. karena bakteri tersebut bisa mengalami kerusakan dan tidak bisa melakukan reproduksi. Pada teknik ini 0. Teknik Filter Membran Pada teknik ini. Lalu medium agar dituangkan ke dalam cawan dan diaduk dengan merata. dan elektrode dipasang di kedua sisi lubang untuk mengukur hambatan listrik. pembentukan filamen. dkk. Untuk menghindari masalah-masalah itu. Selain metode di atas. Inokulum disebar secara uniform dengan menggunakan glass rod yang steril. dan sebagainya. Teknik ini berguna khususnya dalam menganalisa sampel akuatik (Prescott. Jumlah koloni yang terbentuk merupakan jumlah mikroorganisme yang tersaring pada filter. filter membran juga bisa digunakan untuk menghitung mikroba secara langsung. Selain itu. Plate Count: Pour Plates dan Spread Plates Plate Count adalah suatu metode untuk menghitung mikroba yang terdapat pada plate. 2002). Suspensi mikroba dipaksa masuk melalui sebuah lubang kecil. koloni yang terbentuk di dalam medium agar bisa saja tidak terlalu kelihatan. dkk. sehingga mudah dihitung (Prescott. Coulter Counter kurang cocok digunakan untuk menghitung bakteri. Selain itu metode ini tidak bisa membedakan antara sel hidup dan sel mati (Prescott.1 mL. 2002). Jika plate count dilakukan. Media-media tertentu dapat digunakan agar mikroorganisme yang dihitung bisa spesifik. sehingga jumlah mikroba mula-mula sama dengan jumlah koloni yang ada saat ini.

asalkan populasi mikroba terdapat dalam jumlah yang cukup untuk memberikan turbiditas yang dapat dideteksi (Prescott. Sel yang tumbuh di medium liquid dikumpulkan dengan sentrifugasi. makanan.bagus untuk menentukan objek fluorescent. Sehingga pertumbuhan populasi dapat diukur dengan mudah dengan spektrofotometer. dkk. Kelemahannya metode ini adalah terlalu memakan waktu dan tidak terlalu sensitif. Sel terakhir yang lepas dari jerat jarajnya cukup jauh dari mikroba yang lainnya 38 . maka total jumlah substansi itu berhubungan langsung dengan massa sel mikroba. Koloni mikroba seringkali memiliki penampilan yang bisa dibedakan antara satu dengan yang lain. Pada metode ini. Menghitung Jumlah Substansi Tertentu Jika jumlah substansi dalam tiap sel sama antara satu dengan yang lain. misalnya acridine orange dan dihitung dengan mikroskop epifluorescence. dan sebagainya. Namun sekarang terdapat reaagen fluorescent yang mampu membedakan antara sel hidup dan sel mati. 3. Kebanyakan dari pekerjaan bidang mikrobiologi membutuhkan kultur yang murni. pertumbuhan populasi juga ditandai dengan pertambahan massa total sel. dkk. 1. C. mikroba akan lepas dari jerat dan masuk ke medium. penentuan klorofil dapat digunakan untuk menghitung populasi algae. Selain itu. 2002).  Metode penghitungan tidak langsung (Indirect Method) Selain pertambahan jumlah. 2002). lalu jerat ini digosokkan pada medium nutrien membentuk pola. mengandung tidak hanya satu jenis mikroba. Semakin besar konsentrasi mikroba. dkk. dan jumlah ATP dapat digunakan untuk menghitung massa mikroba hidup (Prescott. Mikroba lalu diberi warna dengan suatu fluorescent. Besarnya pantulan sinar sebanding dengan massa sel yang dikenai sinar. seperti tanah. Pada absorbansi rendah hubungannya dengan konsentrasi mikroba hampir linear. 2002). MENDAPATKAN KULTUR MURNI Kebanyakan sampel yang diambil dari alam. dan ditimbang. maka semakin keruh penampakannya dan semakin sedikit sinar yang diteruskan olehnya. sehingga kelemahan tadi dapat teratasi (Prescott. Tingkat sebaran sinar itu bisa ditentukan dengan spektrofotometer. Contohnya. dikeringkan di oven. maka koloni-koloni akan tumbuh persis sama dengan organisme induknya. Secara teori. sampel dari suatu sel yang didapatkan dari suatu medium dengan volume tertentu dapat dianalisa dengan menghitung jumlah protein atau nitrogennya. suatu jerat inokulasi yang steril dicelupkan ke dalam kultur yang mengandung lebih dari satu jenis kultur. 2002). lalu dicuci. 2. Metode isolasi yang seringkali digunakan untuk mendapatkan kultur murni adalah metode streak plate. Kelemahan teknik ini adalah tidak dapat dibedakan antara sel hidup dan sel mati. 2001). Begitu pola terbentuk. Teknik ini sangat cocok untuk menentukan jumlah fungi. Turbidimetri dan Spektrofotometri Metode lain yaitu dengan memanfaatkan fakta bahwa sel mikroba menyebarkan sinar yang mengenainya. Mikroba harus dipisahkan sejauh mungkin agar koloni yang tumbuh bisa terpisah secara jelas antara satu dengan yang lain (Tortora. suatu koloni yang tumbuh berasal dari satu sel atau spora. sehingga perlu sentrifugasi kultur dalam jumlah yang cukup besar (Prescott. dkk. Metode Berat Kering (Dry Weight) Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan penentuan berat kering mikroba (microbial dry weight). Jika material-material tersebut ditumbuhkan mikrobanya pada suatu medium solid. air. dkk.

2001). hal ini menyebabkan mengapa sejumlah makanan. dkk. dkk. Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti. Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat. Metode sterak plate cocok digunakan ketika jumlah organisme yang akan diisolasi jumlahnya banyak. 2001). 3. biasanya sekitar pH 5-6 (Waites. tingkat pertumbuhan akan terhenti. memiliki pH optimum antara 8. dkk.11. salah satu jenis bakteri chemoautotrophic. Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum. Sebaliknya apabila suhu turun. contohnya Bacillus dan Micrococcus. seperti asinan kubis.untuk membentuk koloni murni. dkk. Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan: 1. 39 . 2001) D. Jika terlalu sedikit. Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak terjadi (Waites. Meskipun demikian. 2001). Bakteri sangat sedikit tumbuh pada ph asam dibawah 4. acar dan keju . dkk. akan tetapi pH optimum dari jamur dan ragi umumnya di bawah bakteri. Bakteri alkalophiles. yaitu : 1. maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan diperlambat. sehingga sel-sel menjadi mati (Waites. banyak diawetkan dari pembusukan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri fermentasi (Waites. 2001). 2001). dkk. 2.5. ada beberapa bakteri yang disebut acidophiles yang sangat toleran terhadap keasaman. Ragi akan tumbuh selama rentang ph lebih besar dari bakteri. dkk. Apabila suhu naik atau turun secara drastis. dkk. kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak.5 .5 (Waites.  Suhu / Temperatur Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroorganisme. 2001). yang ditemukan dalam air drainase dari tambang batubara dan mengoksidasi sulfur untuk membentuk asam sulfat dapat bertahan pada nilai pH kurang dari 1 (Waites. maka mikroba jumlahnya harus ditingkatkan dengan pengayaan nutrien sebelum dilakukan metode streak plate (Tortora.5 dan 7. 2. (Disebut juga suhu inkubasi). maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroba digolongkan menjadi tiga. Sebagai contoh. Koloni yang terbentuk lalu bisa dipindahkan ke dalam test tube yang berisi nutrien untuk menumbuhkan kultur yang murni (Tortora. 2001). bakteri dapat tumbuh dengan baik pada ph normal antara ph 6. Berdasarkan hal tersebut. EFEK DARI KONDISI LINGKUNGAN PADA PERTUMBUHAN MIKROBA  pH ph mengacu pada keasaman atau alkalinitas dari solusi.

dan fungi memiliki temperatur maksimum hingga 55°C (Waites. ribosom dari termofil bekerja dengan baik pada temperatur tinggi. namun masih mampu melakukan pertumbuhan dengan lambat pada temperatur sekitar 0°C. Beberapa jenis algae. Psikrofil biasanya memiliki temperatur optimum di bawah 15°C dan organisme ini biasanya mati pada temperatur ruang. Beberapa mikroba jenis ini bertanggung jawab pada pembusukan produk-produk yang didinginkan (Waites. 2001). Sebagai contoh. dan beberapa bakteri termofil ekstrim memiliki DNA dengan rasio guanin-sitosin yang tinggi. Psikotrop bisa disebut psikrofil fakultatif. Pyrolobus fumarii memiliki temperatur optimum 106°C dan terus tumbuh hingga 113°C (Waites. Namun. 2001).  Oksigen Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri Mikroorganisme dalam hal ini digolongkan menjadi : 1) Aerobik obligat: 2) Anaerob obligat: di dalam kebutuhannya akan oksigen. dkk. Industrial Microbiology: An Introduction. dkk. Ia memiliki pelapis spora yang tebal dan aktifitas air yang rendah (Waites. dkk. dkk. Mereka mampu hidup pada temperatur rendah karena membran mereka mengandung banyak lemak tak jenuh. 2001). Spora mikroba umunya tahan terhadap panas. Termofil ekstrim (hiper-termofil) bisa tumbuh pada temperatur 100°C ataupun lebih. Molekul ini tetap berbentuk cair pada temperatur rendah di mana membranmembran lain yang mengandung lemak jenuh tidak dapat berfungsi lagi (Waites. 2001).6) Mesofil memiliki temperatur optimum pada range 20-45°C dan temperatur minimum sekitar 15-20°C (Waites. dkk. Bakteri non-termofil apabila dikenakan temperatur tinggi biasanya menyebabkan kerusakan pada membran sitoplasma. dkk. dan rusaknya DNA. DNA mereka juga tetap terintegritas pada temperatur tinggi. hanya dapat tumbuh apabila ada oksigen bebas. hanya dapat tumbuh apabila tidak ada oksigen bebas / tanpa adanya oksigen 3) Anaerob fakultatif: dapat tumbuh baik dengan atau tanpa oksigen bebas. dkk. Enzim termofil juga memiliki sifat stabil pada temperatur tinggi.Gambar 4: Range Temperatur Pertumbuhan Mikroba (Waites. 40 . rusaknya ribosom. 2001). Akan tetapi mereka tumbuh lebih baik apabila ada oxygen. protozoa. 2001). Ini menyebabkan ikatan hidrogen semakin banyak yang mendukung kestabilan DNA (Waites. dkk. 2001). Termofil adalah organisme yang memiliki temperatur optimum di atas 50°C. denaturasi enzim. Fig 2. Mereka tumbuh dengan optimum pada temperatur di atas 20°C.

Jika tidak didetoksifikasi. 2001). Ketersediaan air bagi mikroorganisme diistilahkan dengan aktivitas air (water activity). Lingkungan hipertonik mungkin mengandung air. namun dapat tumbuh dengan baik meskipun ada atau tidak ada oksigen (Waites. 2001). 2001). 2001) Bakteri-bakteri aerobik dan organisme lain yang mampu menoleransi oksigen memiliki superoksida dismutase. Mereka bisa tumbuh pada level oksigen 2-10%. Jika kontak dengan oksigen. dkk. Mikroba yang tidak memiliki dinding akan terus mengembang dan pecah pada akhirnya (Waites. dan menjadi bengkak. katalase. dkk. dkk. hidrogen peroksida (H2O2) dan radikal hidroksil (OH). dkk. Sel yang ditempatkan di larutan hipertonik akan kehilangan air akibat osmosis dan pertumbuhan sel pun terhambat (Waites. dkk. Bakteri anaerob oligat tidak memiliki superoksida dismutase dan katalase.Mikroaerofil: dapat tumbuh apabila ada oksigen dalam jumlah kecil. Kebanyakan bakteri aerob. 2001). namun jumlahnya cukup sedikit. Terdapat 3 enzim yang mampu menetralisir produk-produk di atas.  Water activity Kebanyakan mikroorganisme mengandung 70-80% air dan membutuhkan sejumlah air bebas untuk melangsungkan beberapa aktifitas metabolik (Waites. sebagian besar organisme akan menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat beracun. dan beta-karoten juga membantu menghilangkan radikal bebas secara non-enzimatis. Jika mikroba dengan dinding sel yang kaku ditempatkan di larutan hipotonik. Aerotolerant: Biasanya mengabaikan oxygen. dkk. Pada konstentrasi oksigen di atmosfer (21%) mereka tidak dapat tumbuh. produk-produk ini mampu bereaksi dengan molekul-molekul organik dan menghancurkannya. Aw= Psolution / Pwater (Waites. Aktifitas air adalah rasio dari tekanan uap dari air dalam larutan dengan tekanan uap dari air murni (Waites. vitamin E. 2001). 2001) 41 . namun bukan aerotolerant juga memiliki katalase. mereka akan menyerap air. 2001). dkk. dan peroksidase: Superoksida dismutase superoksida (2O2-) + 2H+ hidrogen peroksida (2H2O2) glutathione peroksidase katalase O2 + H2O2 O2 + 2H2O H2O2 + 2GSH glutathione 2H2O + GSSG glutathione teroksidasi (Waites. Adanya asam aksorbat. dkk. ataupun kalau ada dalam jumlah yang sangat sedikit (Waites. yaitu superoksida (O2-). yaitu superoksida dismutase.

Ada pula mikroorganisme yang mampu memperbaiki DNA mereka yang rusak akibat radiasi (Waites. maupun kondisi fisiologisnya. morfologi. yang cukup berbahaya pada 260 nm mampu menyebabkan kerusakan pada DNA. 2001). Radiasi ionisasi. dkk. 2001). Kebanyakan baktri tidak dapat tumbuh dengan Aw di bawah 0. 2001). 2001). Populasi mikroba akan menurun secara eksponensial (Waites. Contohnya mikroorganisme laut adalah termasuk barotolerant. o Temperatur Pada umunya semakin tinggi temperatur akan meningkatkan efektifitas dari agen pengontrol. dkk.9. Beberapa mikroorganisme. Beberapa bakteri juga memiliki pigmen yang dapat mengabsorpsi radiasi. oksidasi bahan-bahan kimia. food processing. Dan keefektifan pengontrolan dapat dipengaruhi oleh umur mikroba.  Tekanan hidrostatik Di alam. 42 . semakin sulit populasi itu untuk dimusnahkan. Kebanyakan fungi yang menyebabkan biodeterioration merupakan xerotoleran (dapat tumbuh pada kelembaban rendah).Spesies mikroba memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap kondisi kering dan tekanan osmosis tinggi. Beberapa spesies ini tidak tumbuh pada lingkungan di mana terdapat air dalam jumlah besar (Waites. Mikroorganisme tidak dapat dimusnahkan secara langsung sekaligus. Beberapa fungi filamentous xerofilik dan ragi osmofilik bisa hidup pada lingkungan di mana Aw bisa mencapai 0. misalkan saja pada Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan alami untuk tahan terhadap radiasi. dan pengawetan berbagai macam benda. dan tekanan yang lebih tinggi dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. True halofilik. dkk. o Periode paparan agen pengontrol terhadap mikroba. Radikal bebas ini dapat merusak ikatan hidrogen. o Kondisi lingkungan (pH. KONTROL PERTUMBUHAN MIKROBA Pencegahan pertumbuhan mikroorganisme sangat diperlukan di banyak bidang. Kontrol dapat dilakukan. H. 2001). Namun ada beberapa mikroorganisme yang bersifat barotoleran. Beberapa hal yang mempengaruhi mudah tidaknya pengontrolan jumlah mikroba: o Ukuran populasi Semakin besar ukuran populasi.6. dkk. seperti Halobacterium halobium tidak dapat tumbuh di tempat yang konsentrasi garamnya kurang dari 3mol/L (Waites. dan hydrated elektron. dkk. viskositas medium. konsentrasi nutrien) (Waites. misalkan saja sinar gamma yang dihasilkan dari eksitasi 60Co mampu menghasilkan radikal bebas. OH. seperti kesehatan. 2001). 2001). o Komposisi populasi Tiap mikroorganisme memiliki sensitivitas yang berbeda-beda.  Radiasi Sinar UV. serta merusak DNA (Waites.98) dan memiliki enzim yang mampu mengolah ion-ion sodium. yaitu dengan membunuh mikroba maupun mencegah pertumbuhan mikroba (Waites. bahkan hingga ratusan atm (Waites. o Konsentrasi dari agen anti mikrobial dan intensitas treatment. banyak mikroorganisme yang tidak pernah diberi tekanan hingga lebih dari 1 atm. dkk. khususnya pada pembentukan dimer thymine. Bakteri laut teradaptasi pada air laut yang berkonsentrasi tinggi (aw = 0. dkk. di mana mereka terkena tekanan tinggi. dkk. 2001) E.

Biasanya digunakan pada pengolahan limbah padat. X. dkk. Mekanisme dari penonaktifan sel dengan metode ini belum diketahui. Kontrol pertumbuhan mikroba dengan panas bisa dicapai dengan cara:  Insinerasi Pembakaran dengan metode ini bisa mencapai temperatur 500°C dan mampu menghancurkan mikroorganisme. 2. dkk. freeze-drying. serta bisa menghancurkan beberapa vitamin (Waites. 2001). Perebusan air atau pemanasan benda padat dalam air mendidih pada 100°C selama 30 menit tidak menjamin sterilitas. Ia memang mampu membunuh sel. dan sebagainya. 2001). dkk. 2001). benda yang akan disterilisasi diinkubasi pada 37°C untuk memberi kesempatan pada endospora untuk tumbuh menjadi sel. 43 . bahkan buah dan sayuran. Pendinginan Dengan pendinginan atau pembekuan. dan tidak semua organisme bisa terbunuh (akibat sifat dari bahan itu dan dosis yang diberikan). dan bahan-bahan lain. sesudah direbus. 2001). pipa penghubung. namun mayoritas tidak dapat tumbuh atau tumbuh dengan amat sangat lambat pada temperatur di bawah 5°C (Waites. namun diduga listrik mampu merusak membran melalui elektroporasi (pembentukan pori dalam membran) (Waites. Radiasi Gelombang microwave. Sehingga yang sering digunakan adalah sinar X dan gamma. 4. 2001).  Moist heat Metode ini dilakukan dengan mengalirkan uap dalam tekanan tinggi untuk mencapai temperatur 121°C selama 15 menit. Panas Jika panas digunakan untuk mengontrol pertumbuhan mikroba. namun ia tidak mampu menembus gelas. bubuk. dkk. Radiasi UV cukup efektif. yaitu secara fisik dan kimia:  Kontrol pertumbuhan mikroba secara fisik 1. serta media kultur. 3. penambahan gula ataupun garam (Waites. UV. Bisa digunakan pada benda-benda gelas. Radiasi digunakan secara luas untuk mensterilisasi benda-benda seperti cawan Petri. logam. baik temperatur pemanasan maupun waktunya harus benar-benar diperhatikan. Pengurangan kadar air Metode ini dilakukan dengan menghilangkan kandungan air dari suatu bahan dengan cara pemanasan. organisme biasanya tidak terbunuh. namun tidak bisa membunuh semua endospora. air. Electric field treatment Metode ini dilakukan dengan cara memberi aliran listrik 15-20 kV/cm pada bahan yang akan disterilisasi hanya selama beberapa milidetik atau bahkan kurang dari itu. dan gamma dapat digunakan untuk memusnahkan mikroorganisme. dkk. karena tiap jenis mikroba memiliki ketahanan sendiri-sendiri. Bahan-bahan makanan bisa diberi radiasi untuk meningkatkan masa penyimpanannya hingga 500% dengan menghancurkan mikroorganisme pembusuk. Untuk membunuh endospora. Proses ini cukup mahal. Diterapkan pada proses fermentasi untuk sterilisasi wadah. 5.  Dry heat Dilakukan pada hot air oven pada 160°C selama 2 jam.Kontrol pertumbuhan mikroba ada 2 cara. diikuti dengan perebusan kedua untuk membunuh sel-sel tersebut (Waites.

Tidak cocok digunakan pada jaringan hidup. o Senyawa-senyawa lain yang aman bagi manusia dan hewan yang tidak dapat dimasukkan dalam kategori di atas (Waites. propionat. terdiri dari asam organik lainnya (benzoat. 2001). dkk. alkohol.6. 2001). sehingga selektifitas agennya menjadi lebih efektif (Waites.  High efficiency particulate air (HEPA) Biasanya digunakan pada containment room untuk mensterilisasi udara yang terdapat di dalam ruangan itu (Waites. Ada 3 kategori untuk bahan pengawet tambahan. dkk. namun tidak memberikan dampak terhadap inangnya.  Antiseptik dan disinfektan Antiseptik adalah pencegahan infeksi jaringan hidup. 44 . dan adsorpsi. yaitu ia harus mampu menghambat atau membunuh mikroorganisme patogen. Contohnya adalah larutan iodine. dkk. Metode ini diterapkan pada sterilisasi antibiotik dan obat-obatan lain.  Pengawetan antimikroba untuk makanan dan produk-produk terkait Senyawa yang digunakan kebanyakan agen statik. berdasarkan FDA.  Antimicrobial chemotherapy Antimicrobial chemotherapy adalah metode untuk mengontrol atau memusnahkan mikroorganisme penyebab penyakit di dalam jaringan hidup.2 atau 0.4 µm. yaitu agen yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk-produk yang mungkin ditelan. sitrat. Filtrasi Filtrasi digunakan untuk menghilangkan mikroba dari liquid atau gas. dan sebagainya) o Substansi yang diklasifikasikan sebagai GRAS (generally regarded as safe). dan fenol (Waites. Ini dapat dicapai dengan menggunakan agen antiseptik microbiocidal. dkk. Namun. dan sebagainya. namun tidak membunuh sporanya. ester dari para-hydrobenzoic acid). di mana mikroorganisme tidak dapat lewat. Terdiri dari: o Asam organik alami (laktat. Ada 3 tipe filtrasi:  Depth filter Yaitu filter dengan serat-serat tebal atau bergranula yang menghilangkan mikroorganisme dengan screening fisik. vitamin. hasil yang diperoleh mungkin saja tidak bebas virus. entrapment. namun tidak bisa dimakan. hipoklorit. 2001). dkk. sehingga ultrafiltrasi dibutuhkan untuk menghilangkan virus (Waites.  Kontrol pertumbuhan mikroba secara kimia Agen kimia antimikroba dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme atau menghambat pertumbuhannya. dan SO2. dan senyawa amonium kuartener (Waites. Disinfektan adalah agen yang membunuh mikroba. senyawa klorin.  Membrane filter Filter tipis dengan ukuran pori tertentu. Hal paling penting dari agen antimikroba yang akan digunakan adalah selektifitasnya. asam amino. biasanya 0. karena antara sel bakteri (prokariot) dan sel inangnya (eukariot) terdapat perbedaan yang cukup jauh. dkk. dan sebagainya). Agen ini lebih mudah digunakan pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri. yaitu agen yang tidak membahayakan kulit dan membran mukus. 2001). Contohnya adalah klorin. 2001). 2001).

pertumbuhan mikroba terhambat (Waites. Penghambat sintesis protein Antibiotik tipe ini mampu menyerang dengan berbagai cara. sehingga agen kimia tipe ini sulit untuk dibuat secara spesifik menyerang mikroba. masing-masing memiliki penerapan sendiri-sendiri…… 45 . 2001). c. Serangan terhadap asam nukleat Beberapa antibiotik mampu menghambat pertumbuhan sel dengan cara mengganggu sintesis DNA atau RNA. Menghambat sintesis dinding sel Penghambat pembentukan dinding sel biasanya menyerang mikroba pada saat pembentukan peptidoglikan. Jika membran rusak. d. Membran terluar dari bakteri Gram negatif juga berperan sebagai pelindung. dkk. dkk.Antimicrobial chemotherapy terdiri dari: o Bahan kimia sintetis Agen chemotherapy sintesis adalah inhibitor kompetitif. Penghambat membran sel Pada bakteri. 2001). Sulfonamida berperan sebagai substrat untuk enzim yang seharusnya digunakan untuk menyintesis THF. salah satunya menyerang ribosom pada saat translasi RNA. Contohnya adalah penisilin. Akibatnya mikroba menjadi rentan terhadap tekanan osmosis yang dapat membunuh mikroba itu (Waites. Ia bisa berperan sebagai pembunuh atau penghambat patogen. maka mikroba akan terbunuh. sehingga fungsi membran terganggu (Waites. dan produk-produk dari Streptomyces bekerja dengan cara menghambat inisiasi sintesis protein. Polymyxin adalah satu-satunya senyawa yang mampu menyerang hanya membran bakteri. Penisilin menghambat sintesis peptidoglikan yang berujung pada tidak terbentuknya dinding sel dari mikroba yang diserang. Struktur ribosom antara prokariot dan eukariot berbeda. membran sangat penting untuk transpor nutrien dan produksi energi. seperti eritromisin dan oleandomisin bekerja dengan cara menghambat translokasi dari ribosom (Waites. 2001). dkk. 2001). Contohnya adalah sulfonamida. Antibiotik bekerja dengan 4 cara: a. manakah yang merupakan cara yang paling efektif? Cara-cara yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan cara-cara menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam kondisi-kondisi tertentu. kanamisin. Akibatnya. LAMPIRAN PERTANYAAN 1. Namun. 2001). Renanto Pandu Wirawan (115061107111009) Di antara cara-cara menghambat pertumbuhan mikroba. Golongan makrolida. b. Contohnya adalah rifamisin dari spesies Streptomyces (Waites. Cara kerjanya adalah polymyxin mengikatkan dirinya dengan membran mikroba. o Antibiotik Antibiotik adalah obat yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk mengatasi infeksi mikroba. Golongan aminoglikosida. seperti streptomisin. membran eubakterial dan eukariot memiliki struktur yang sama. dkk. Senyawa ini mampu menghambat pembentukan tetrahydrofolic acid (THF) yang cukup penting untuk bakteri. dkk. dkk. 2001). Jadi dari semua cara itu. sehingga selektifitas agen bisa dicapai. Salah satu contohnya adalah penisilin yang dihasilkan oleh Penicillium (Waites. biasa disebut antimetabolit.

Itu apa perbedaannya? Jawab: Itu bukan garis yang tebal. apa saja yang mempengaruhi kepekatan air? Jawab: Yang mempengaruhi kepekatan air adalah jumlah zat terlarut di dalamnya. Inggit Kresna Maharsih (115061100111005) Pada proses perhitungan coulter counter. Hal ini berakibat pada semakin pekatnya larutan itu. Kotak-kotak besar yang berada di bagian terluar berukuran 1x1 mm. Dengan aliran ini. terdapat garis-garis yang tebal dan yang tipis. dan nutrisi pada fermentor.05 mm. suspensi bakteri yang akan dihitung dipaksa masuk ke dalam lubang dengan cara memberi hembusan angin atau aliran fluida melalui lubang itu. sehingga ukuran kotak-kotaknya pun harus sangat kecil. Tujuan dari pemberian garis itu adalah untuk mempermudah penghitungan mikroba. 5. produk metabolisme. Jawab: Pada continuous culture. namun itu adalah garis tipis-tipis yang jajraknya berdekatan. untuk mengatasinya maka pada fermentor diberi suatu saluran dimana jika terjadi overflow pada fermentor.2. 3. maka mikroba tidak akan mungkin bisa masuk kembali ke dalam lubang itu jika sudah melewatinya.Tolong jelaskan lagi pertumbuhan mikroba pada proses continuous culture! Terutama proses yang terjadi pada fermenter. 4. yaitu dengan cara mempertahankan fase eksponensialnya. mikroba ditempatkan ke dalam suatu wadah yang disebut fermentor. Rizka Dwi Octaria (115061101111017) . maka semakin kecil vapor pressure dari larutan itu. Apakah mungkin. Nutrisi diberikan secara terukur supaya fase pertumbuhan mikroba bisa dibuat optimal. mikroba dapat melakukan pertumbuhan dan melakukan metabolisme dengan terus-menerus. Sedangkan garisgaris tipis yang saya sebutkan tadi itu lebarnya 0. 46 . dan apakah hal tersebut mengurangi keakuratan perhitungan bakteri? Jawab: Pada coulter counter. sehingga terlihat seperti garis tebal. bakteri disensor saat melewati electrode. Dobita Amanda Feliciana (115061100111021) Pada gambar counting chamber yang telah ditunjukkan. Semakin banyak zat terlarut. Febrika Larasati (115061101111001) Pada water activity. Menghitungnya ini mamakai mikroskop. Jika mikroba terus-menerus diberikan nutrisi. Dengan cara inilah maka pertumbuhan mikroba dapat dijaga pada fase eksponensialnya. 1 bakteri melewati sensor lebih dari 1 kali.05 mm kalau pada counting chamber ini. maka suatu saat akan terjadi overload pada fermentor. Di dalam wadah itu mikroba diberi nutrisi secara terukur dan kontinu. yaitu 0. Oleh karena itu. sehingga akan mengurangi water activity larutan itu. Dengan adanya nutrisi secara kontinu itu. saluran tersebut dapat membuang kelebihan mikroba.

5-11.5 disebut sebagai bakteri alkalophiles. maka mikroba kehabisan nutrisi dan lambat laun akan mati. Ridhani Rida Ramadhan (115061100111007) Dari cara menghitung mikroba tersebut. maka mikroba tersebut dapat melakukan pertumbuhan dan metabolisme secara normal (secara normal yang dimaksud adalah. ini menandakan mikroba itu masih dalam lag phase. Bahan kimia itu mampu memberi warna yang berbeda antara mikroba hidup dan mati. sehingga pertumbuhan mikroba pun terhambat dan memasuki stationery phase. yang paling akurat adalah metode filter membran. yang berarti tahan basa. 6. sehingga aman digunakan untuk perhitungan. Jika makanan sudah dibusukkan semuanya. Jika makanan mulai membusuk. bakteri ini melakukan pertumbuhan seperti biasanya. sehingga kita tidak menjumpainya secara alami.5. Suatu saat jumlah makanan yang dibusukkan sudah agak banyak. ia mula-mula masih dalam kondisi baik. Ini dikarenakan metode ini merupakan direct counting method. Contoh yang paling sering kita jumpai adalah pembusukan makanan. Pada filter membran. maka ia tidak akan tahan sehingga ia akan mati. Jika mikroba selain jenis alkalophiles ditempatkan pada pH ini. 7. Contohnya yaitu Bacillus dan Micrococcus. dan juga mampu membedakan antara mikroba yang mati dengan mikroba yang masih hidup. menandakan death phase. tetapi apakah arus listrik yang digunakan itu tidak menghambat pertumbukan mikroba? Kemudian bagaimana agar cara penghitungan ini tidak menghambat pertumbuhan mikroba? Jawab: Arus listrik yang digunakan pada coulter counter ini kecil sekali. Untuk continuous culture kita sulit menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari.5-11. Arus listrik yang sekecil ini kebanyakan tidak dapat membunuh bakteri.- Bagaimana pertumbuhan mikroba pada pH 8. yaitu mulai dari stationery phase hingga death phase). 8. sehingga arus listrik yang dibutuhkan juga kecil. kita banyak sekali menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada makanan yang tidak diawetkan kita biarkan begitu saja. apa contohnya? Jawab: Mikroba yang dapat tumbuh pada pH 8. Lubang yang digunakan untuk melewatkan mikroba ukurannya sangat kecil. berarti mikroba sudah mulai aktif dan memasuki exponential phase. hanya beberapa mV saja. Jika mikroba jenis ini ditempatkan pada kisaran pH seperti di atas. Mar‟atus Sholihah (115061100111019) Pada metode coulter counter digunakan arus listrik untuk menghitung jumlah mikroba. 47 . karena pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang sebelumnya sudah dikondisikan oleh manusia untuk tujuan tertentu (misalnya industri). lebih akurat memakai metode apa? Dan yang paling sering digunakan metode apa? Jawab: Dari cara-cara menghitung mikroba tersebut. Freshsya Zatalini (115061100111003) Dalam kehidupan sehari-hari kapan kita menggunakan cara menumbuhkan mikroba scara batch culture maupun continuous culture? Jawab: Untuk batch culture. mikroba dapat diberi warna dengan fluorescent.

G. (115061100111007) Pada slide grafik pertumbuhan mikroba disebutkan idiophase. Bedanya. Sedangkan idiophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit sekunder. Oleh karena itulah pada grafik dituliskan bahwa idiophase hanya ada pada mikroorganisme tertentu. yaitu produk metabolisme yang dihasilkan spesifik tiap jenis mikroorganisme. Adakah ciri-ciri mikroba yang kekurangan atau kelebihan oksigen? Jawab: Cara kontrol kebutuhan oksigen yang paling mudah adalah dengan menggunakan regulator udara. 12. sedangkan membrane filter bentuknya berupa lempengan yang memiliki lubang-lubang mikro. selain lag phase hingga death phase. maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat bahan kimia lain atau antibiotik yang mampu membunuh mikroba tersebut. Queen G. Tropophase adalah fase di mana mikroorganisme menghasilkan metabolit primer. 48 . Alfonsina Abat Amelenan Torimtubun (115061100111027) Bagaimana cara mengatasi penghambatan mikroba agar tidak mengganggu (misal pemberian bahan kimia untuk makanan. pertumbuhan mikroba akan mengalami hambatan. Apa yang dimaksud dengan idiophase? Dan kenapa hanya berlaku pada beberapa organisme? Jawab: Pada grafik di atas. depth filter bentuknya lebih tebal daripada yang membran. yaitu tropophase dan idiophase. Untuk mikroba non-patogen (misalnya mikroba pada makanan) jika ia resisten terhadap bahan kimia tertentu. kemudian makanan tersebut disterilkan dari mikroba) jika mikroba tersebut telah mengalami evolusi sehingga resisten terhadap bahan kimia tersebut? Jawab: Untuk mikroba patogen yang telah resisten terhadap bahan kimia tertentu. dan hal ini dapat diketahui menggunakan metode-metode perhitungan mikroba seperti yang telah diuraikan di atas. selain dengan memberinya bahan kimia lain bisa pula dengan memberikan perlakuan fisik (dipanaskan. Sitanggang (115061100111015) Apa beda paling konkrit antara depth filter dan membrane filter? Jawab: Depth filter dan membrane filter sama-sama merupakan alat untuk menyaring mikroba. Mutia Dhana F. 11.9. grafik pertumbuhan juga dibagi menjadi dua. Dian Nita Citra Dewi (115061101111013) Jelaskan tentang cara kontrol kebutuhan oksigen pada jenis-jenis mikroba. kalau depth filter bentuknya berupa serabut-serabut. Jika oksigennya tidak sesuai dengan kebutuhannya. diasinkan. Suatu mikroba kekurangan atau kelebihan oksigen dapat dilihat dari pertumbuhannya. Jadi dari penampilannya. dsb). 10.

maka kurva death phase tidak akan menurun lagi.Bagaimana penanggulangan lingkungan yang buruk agar pada death phase kurva menjadi kompleks? Jawab: Pada umumnya death phase terjadi akibat kehabisan nutrisi. Afida Khofsoh (115061100111031) Bagaimana tentang kebutuhan cahaya bagi pertumbuhan mikroorganisme? Misalnya saya pernah dengar bahwa pasien yang mengalami infeksi tetanus sebaiknya/harus ditempatkan pada tempat gelap/kurang cahaya agar bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus tersebut agar tidak tumbuh lagi. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. kondisi lingkungan yang memburuk. Meskipun mediumnya terus dipindahkan ketika overflow. Jadi bukan bakterinya yang tidak tahan cahaya. sehingga pasien menjadi sensitif terhadap berbagai macam rangsangan. Mengenai tetanus sendiri. Jika fase eksponensial terhenti. 14. salah satunya cahaya. tekanan. atau berfluktuasi. Dewi Ariesi R. Kelemahan dan kelebihan metode menghitung mikroba? Dan yang mana yang lebih cepat dan akurat. Teza Nur F. serta yang paling ekonomis? 49 . (115061105111007) . namun bisa menjadi datar. (115061102111001) Apakah pada continuous culture tidak ada death phase? Jawab: Tentu saja ada. 15. naik. sehingga akan menghentikan fase eksponensial yang bisa berujung pada death phase. karena racun yang dikeluarkan bakteri tetanus menyerang sistem saraf. Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Kapankah suatu pembelahan sel berhenti pada fermentor? Jawab: Pembelahan sel terjadi pada saat mikroba dalam fermentor brada dalam fase eksponensial. Apakah penyataan tersebut benar? Jawab: Cahaya adalah salah satu bentuk dari radiasi yang berada dalam panjang gelombang cahaya tampak. sehingga akan menghentikan fase eksponensial. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. karena pada continuous culture fungsinya hanyalah memperpanjang fase eksponensial selama kurun waktu tertentu. pasien ditempatkan dalam ruangan yang gelap. 16.13. dsb) yang disukai mikroba itu. namun suatu saat nanti jumlah metabolit yang terakumulasi pada medium akan menjadi jenuh. Cara menanggulangi lingkungan yang buruk agar kurva death phase tidak terus menurun adalah memberikan nutrisi yang sesuai dengan mikroba itu dan mengatur kondisi (temperatur. Jika nutrisi ataupun lingkungan ini dapat diperbaiki atau dikembalikan ke kondisi semula. Berbagai jenis mikroorganisme memiliki sensitivitas sendiri-sendiri terhadap radiasi. maka otomatis akan menghentikan pertumbuhan mikroba. atau ada bakteri yang resisten.

sampah. Bakteri anaerob dapat ditemui pada sungai yang keruh. Sharfina Widyaningrum (115061105111003) Aplikasi bakteri aerob dan anaerob dalam kehidupan sehari-hari apa? Penanganan khusus bakteri aerob dan anaerob dalam industri bagaimana? Jawab: Bakteri aerob dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. dan Kelahiran dari mikrobiologi industri sebagian besar dimulai dari studi Pasteur. sulit dilakukan Kelebihan: murah Turbidimetri dan spektrofotometri Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. namun. tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. 2001). 50 . membutuhkan mikroba dalam jumlah besar. Saluran itu bisa diberi regulator jika oksigen yang diberikan harus terukur. industri tape. Untuk fermentor bakteri anaerob harus dikondisikan agar tidak ada oksigen yang masuk ke dalam fermentor. tidak bisa langsung dilakukan perhitungan Kelebihan: mudah. murah. dan bahan-bahan organik non-xenobiotik lainnya semuanya dilakukan oleh bakteri aerob. dan murah dilakukan Dry weight Kelemahan: membutuhkan waktu lama. mudah dilakukan Menghitung substansi tertentu Kelemahan: sulit dilakukan Kelebihan: hasilnya akurat 17. mempunyai kecepatan tumbuh tinggi. dapat menggunakan substrat yang murah (yang dalam banyak kasus adalah limbah) dan keragaman produknya cukup berpotensi (Waites. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: cepat. dan cepat Coulter counter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. pembusukan makanan.. Mereka terbukti berguna karena mereka relative mudah untuk dibudidayakan. Untuk penanganannya. tidak bisa membedakan antara mikroba dan benda mati Kelebihan: mudah dan cepat dilakukan Plate count dan membrane filter Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati. Saluran tempat pertukaran udara bisa diberi suatu regulator yang mencegah udara memasuki fermentor. A.o   o   o   o   o   o   Counting chamber Kelemahan: tidak bisa membedakan mikroba hidup dan mati Kelebihan: mudah. koloni yang terbentuk belum tentu berasal dari satu sel. Sejarah Awal Perkembangan Mikroorganisme Industri Kebanyakan mikroorganisme digunakan secara ekstensif untuk membantu menghasilkan produk dan jasa. Sejarah yang memicu perkembangan pemanfaatan mikroorganisme berawal dari proses fermentasi sederhana yang dahulu terlibat dalam produksi susu fermentasi dan minuman beralkohol (anggur) yang berkembang ribuan tahun lalu. baru sekitar kurang dari 150 tahun lalu dasar ilmiah dari proses tersebut diperiksa. dan industri-industri lain yang proses produksinya membutuhkan mikroba. fermentor yang menggunakan bakteri aerob diberi saluran atau lubang untuk pertukaran udara.

B. Proses ini dikenal dengan pasteurisasi ( proses pengawetan) yang digunakan secara luas dibidang industri makanan. Pasteur memecahkan masalah yang timbul di Industri anggur. atau dapat juga mendapatkan mikroorganisme yang cocok dengan koleksi kultur (cultur collection). Sejak 80 tahun pertama pada abad ke 20. Sehingga disimpulkan bahwa mikroorganisme pertama kali diisolasi dari proses fermentasi sebagai kultur alami kemudian dipilih sesuai dengan strain yang berguna (Waites. Penggunaan kultur murni untuk fermentasi pertama kali dilakukan tahun 1883 dengan menggunakan ragi yang telah diisolasi oleh Hansen.Pasteur berkeyakinan bahwa produk fermentasi anggur merupakan hasil mikroorganisme yang ada. Pasteur menemukan mikroorganisme yang berbeda. Pada tahun 1950. Beberapa proses telah dikembangakan selama 20 tahun terakhir yaitu melibatkan rekombinan mikroorganisme dan teknologi rekayasa genetika. 2001). Dengan meneliti anggur yang baik dan anggur yang kurang bagus. Sehingga. khususnya untuk pembuatan produk makanan. 2007). jika sebelumnya dipanasi dulu selama beberapa menit pada suhu 50-60oC. 2001 dan Okafor. Dia menyimpulkan bahwa pemilihan mikroorganime yang sesuai akan menghasilkan produk yang bagus. Namun. Mikroorganisme tertentu mendominasi anggur yang bagus sementara mikroorganisme tipe lain mendominasi anggur yang kurang bagus. pertimbangan regulasi merupakan hal yang paling utama ketika memilih mikroorganisme untuk keperluan industri. sebagian besar mikroorganisme terlepas dari asal-usul mereka. sebagai ragi Carlsberg No. Hasilnya menunjukkan bahwa anggur yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tidak mengalami perubahan aroma selama disimpan. Setelah adanya publikasi dari Pasteur. mikroorganisme spesifik sering diisolasi dari lingkungan alam. GRAS ( generally regarded as safe) merupakan kategori bagi bahan yang ditambahkan ke dalam makanan. Perkembangan Pemanfaatan Mikroorganisme bagi Industri Dalam kebanyakan kasus. yang ditandai dengan banyaknya industri strain yang didirikan. setelah dingin kedalam sari buah tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang mengandung mikroorganime yang diinginkan. Denmark. yang melibatkan pemilihan secara acak ( random screening) dari banyak mikroorganisme yang telah diisolasi. Selain itu Pasteur juga mencatat bahwa organisme tertentu dapat merusak bir dan anggur. obat dan kosmetik oleh FDA ( Food and Drug Administration) Amerika. bukan fermentasi yang menghasilkan mikroorganisme sebagaimana yang dipercaya pada waktu tersebut. Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah anggur dengan cara memanaskannya. Jadi bahan yang telah masuk dalam GRAS adalah bahan yang telah diteliti dan diakui aman oleh para ahli dari badan FDA tersebut. Berikut ini merupakan contoh mikroorganime untuk industry yang telah diklasifikasikan sebagai GRAS (bahan tambahan yang dianggap aman) : 51 . dan beberapa fermentasi adalah aerobic. karena akibat dari modifikasi oleh peningkatan strain secara konvensional dengan salah satu cara yaitu mutagenesis. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan mikroorganisme bagi kepentingan industry. muncul beberapa kemajuan penting seperti adanya teknik pengembangan kultur murni oleh Hansen di Brewery Carlsberg.1 (Saccharomyces carlsbergensis) yang sekarang diklasifikasikan sebagai strain Saccharomyces cerevisiae. sedangkan yang lain sudah anaerobik (Waites. pada tahun 1857 akhirnya Pasteur menunjukkan bahwa fermentasi alcohol dalam produksi bir dan anggur adalah hasil dari aktivitas mikroba. Fermentasi industry biasanya lebih memilih menggunakan mikroorganisme GRAS ( generally regarded as safe).

2001). membutuhkan persyaratan untuk proses dan persetujuan untuk produk. Strategi yang diadopsi untuk mengisolasi mikroorganisme industry yang cocok dari lingkungan dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu pendekatan „shotgun’ dan pendekatan „objective’ ( Waites. Selain itu. 1986). dan khususnya berasal dari habitat alam atau habitat buatan manusia. Kultur murni ialah kultur yang selsel mikrobanya berasal dari pembelahan satu sel tunggal (Pelczar. Hasil dari isolasi ini kemudian dipilih untuk mendapatkan sifat mikroorganisme yang diinginkan (Waites. a) a) b) c) 52 . 2001). (Lihat lampiran). tanah. juga terdapat contoh beberapa mikroorganisme industry beserta produk fermentasi yang dihasilkan. biasanya tidak memerlukan pengujian yang terlalu lama jika kondisi budidaya yang digunakan dapat diterima. sewage. C. hewan. sampel dari mikroorganisme bebas atau kelompok mikroorganisme lainnya dikoleksi dari berbagai habitat seperti materi tanaman. air dan aliran limbah. 2001) Mikroorganisme kategori diatas.Tabel 4. sehingga hal tersebut lebih ketat terkait biaya yang jauh lebih tinggi. Metode Isolasi Mikroorganisme dari Lingkungan Isolasi merupakan salah satu cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan tertentu. Pendekatan ‘shotgun’ Pada pendekatan ini. Jadi ketika industry memilih menggunakan mikroorganisme yang baru. sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.2 Mikroorganisme kategori GRAS. ( sumber : Waites.

Teori identifikasi bakteri merupakan perbandingan antara yang tidak diketahui dan yang diketahui. Karakterisasi terbagi dalam beberapa tahap yaitu klasifikasi dan identifikasi.2001). khususnya meliputi kemampuan untuk mendegradasi senyawa bandel yang kompleks (Waites. atau kita sudah membuat kesalahan (error) dalam observasi dan pencatatan. Setelah isolasi sebagai kultur murni pada media pertumbuhan padat termasuk pemilihan atau pengembangan media seleksi dan kondisi pertumbuhan yang tepat. c) aliran air b) Pendekatan ‘objective‟ Pada pendekatan ini. Namun. b)sewage. dll.Contoh habitat untuk pendekatan shotgun : a) tanah. karena kebanyakan taksonomi saat ini mendukung konsep yang menyatakan bahwa untuk klasifikasi bobot yang sama harus diberikan terhadap masing. produksi dari enzim-enzim spesifik. Hasil dari perbandingan ini dapat dianalisa secara laborat melalui perhitungan atau lebih mudah dengan 53 . Setelah mendapatkan sampel mikroorganisme. dan juga tidak beracun (Waites. Penetapan nama ilmiah Internasional yang tepat terhadap mikroba didasarkan pada sistem penamaan „Binomial Nomenklatur’ Carolus Linoleus ( Ketchum. kita dapat menduga mungkin kultur tersebut tidak murni. tempat sampel yang dipilih adalah tempat (bahan) yang telah diketahui terkontaminasi organism ini. masing-masing harus diseleksi berdasarkan properti yang diinginkan. Hubungan antara strain dapat dihitung dan diekspresikan sebagai kemiripan dari karakter positif atau dengan menjumlahkan antara ciri-ciri yang positif dan yang negative. pengambilan sampel diarahkan pada tempat yang spesifik yang sesuai untuk kehidupan mikroorganisme tertentu atau berasal dari komponen yang kemungkinan mengandung mikroorganisme yang diinginkan. Ketika suatu organism tidak dapat diidentifikasi atau seperti spesies asing. mode pemilihan ini hanya cocok untuk kasus dimana sifat yang diinginkan dari mikroorganisme.1988). pada tahap ini. Langkah awal seringkali membunuh atau menekan proliferasi organism umum dan mendorong pertumbuhan mikroorganisme yang langka. pembuatan reagen dan pewarnaan serta ketelitian dalam melakukan. atau seringkali lebih cocok dalam sistem kontinu. Perbedaan antara karakterisasi untuk klasifikasi dan identifikasi tidak teretak pada banyaknya uji yang dilakukan. Namun. Hal ini mendorong pertumbuhan dari organisme-organisme dengan sifat (ciri-ciri) yang diinginkan dan meningkatkan kuantitas dari organisme target sebelum diisolasi dan diseleksi (screening). karena pengembangan strain dapat dengan normal digunakan untuk pengembangan secara luas. Kondisi ini dipilih ketika mikroorganisme mempunyai kemampuan untuk melakukan metabolisme dari suatu senyawa (Waites. Kelompok semacam ini dapat menjadi lebih efisien. Namun. 2001). Identifikasi karakteristik suatu organism dapat dilakukan dengan 2 metode pendekatan yaitu konvensional (mikrobiologis) dan pendekatan molekuler. ketika mencoba mengisolasi organism yang dapat menurunkan (mendegradasi) atau mendetoksifikasi suatu senyawa spesifik. tingkat aktivitas atau konsentrasi dari target produk per se bukan merupakan perhatian utama. pertama-tama sampel ditumbuhkan di media pertumbuhan yang sesuai dan kondisi kultivasi (budidaya) harus disesuaikan untuk mengisolasi mikroorganisme target. mengamati dan mencatat berbagai uji. Isolasi yang dipilih juga harus diseleksi bagi ciri-ciri yang penting lainnya. Tingkat keakuratan dari identifikasi bergantung pada ketelitian kerga preparasi seperti pembuatan media. tetapi pada hasil dari uji tersebut. Prosedur isolasi dan pemilihan ini lebih mudah diaplikasikan untuk mencari mikroorganisme tunggal. Pernyataan ini benar. senyawa inhibitor. Menyuburkan (menumbuhkan) kultur kemungkinan dapat dilakukan dengan sistem kultur batch.masing karakter atau ciri. seperti stabilitas. Klasifikasi merupakan pengelompokan mikroba kedalam kelompok. Sebagai contoh. memberikan sebuah keuntungan bagi organisme itu sendiri.2001). hal ini lebih sulit dilakukan untuk isolasi consortia yang sama-sama memiliki kemampuan/karakteristik yang dicari dan komposisi yang bervariasi seiring waktu.

mendeteksi. Setelah digores. D. Teknik Streak Plate. seperti menumbuhkan jamur pada media padatan yang ia tambahkan dengan gelatin pada media cair. Anton de Bary dan O Brefeld. Metodenya dapat digunakan dalam menghasilkan kultur untuk jamur tetapi tidak cocok untuk bakteri. dan plate yang mengandung medium diputar sekitar 90°. memutar plate dan membuat goresan tambahan. atau makanan mengandung jenis-jenis bakteri yang berbeda. tingkat pertumbuhannya harus ditingkatkan dengan menyuburkan bakteri tersebut sebelum isolasi menggunakan teknik goresan. Merupakan metode klasik untuk isolasi bakteri. Kultur murni awalnya digunakan saat meneliti jamur. jika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang kecil. spread plate. Hal ini mempelopori ahli bakteriologi dari Jerman.1988). atau dengan radiasi untuk membunuh mikroorganisme. Maka dari itu. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan temperatur. kawat nikrom diberi nyala api untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang tersisa.  Isolasi Mikroorganisme Sampel dari tanah. atau bahkan tidak sama sekali untuk karakter tertentu (Ketchum. sel bakteri dari sampel menyebar ke bagian-bagian ujung. dan bekerja dengan cepat serta efisien untuk meminimalisir adanya kontaminan. Ini dilakukan dengan membersihkan dan memberikan desifektan pada area kerja untuk mengurangi jumlah kontaminan. perlu dilakukan pengulangan proses goresan pada plate baru lainnya.menggunakan komputerisasi. Pengenceran lebih lanjut dari material yang diuji dilakukan dengan membakar kembali kawat nikrom. Robert Koch dan asistennya yang akhirnya mengembangkan kultur murni untuk bakteri. Untuk memastikan kemurnian dari spesies bakteri tersebut. 54 . Teknik Isolasi Kultur Murni Kultur murni didefinisikan sebagai turunan (cloning) dari suatu mikroba. dengan cara kimia. dengan memanaskan media inokulasi. garis-garis pada permukaan media hanya digoreskan sekali. untuk tujuan identifikasi kita memberikan bobot yang tinggi untuk beberapa karakter karena mempunyai nilai perbedaan yang sangat besar dan memberikan bobot yang kecil untuk yang lain. dan menghitung kehadiran bakteri dalam sampel dengan efektif. Teknik aseptik ialah suatu cara menghilangkan kontak dari kultur murni dan membuat medium pertumbuhan menjadi steril dari kontaminan. plate diinkubasi pada temperature yang tepat untuk membiarkan bakteri tumbuh. Tokoh yang mendukung penggunaan kultur murni ini adalah dua orang ahli ilmu jamur. Sel bakteri kemudian berkembang membentuk koloni. tiap mikroorganisme menggunakan metode yang berbeda. Kultur murni diperoleh ketika hanya satu jenis bakteri yang tumbuh pada plate. dan pour plate menjadi teknik yang sangat diperlukan. Pertama-tama. Di antara prosedur yang digunakan. inokulum bakteri disebarkan dengan menggunakan kawat nikrom pada permukaan media. Masing-masing teknik memiliki keuntungan dan kekurangan sendiri-sendiri. tidak ada metode yang dapat digunakan untuk seluruh mikroorganisme. teknik streak plate. Kawat yang telah diberi nyala api kemudian digunakan untuk membuat goresan kedua yang berfungsi untuk memperkecil populasi bakteri. Teknik goresan dapat bekerja dengan baik ketika bakteri yang diisolasi berada dalam jumlah yang besar. Dengan cara ini. Brefeld memperkenalkan cara mengisolasi sel tunggal. Dalam teknik ini. Isolasi kultur dilakukan dengan teknik aseptic. Namun. Namun. Berbagai macam teknik telah dikembangkan untuk isolasi kultur murni. air. Kultur murni pertama kali dilakukan sekitar tahun 1870. material yang mengandung bakteri disebar di atas permukaan dari medium agar yang padat. yaitu dengan memisahkan mereka pada medium padat dan membiarkannya berkembang membentuk koloni. Kemudian. Dalam teknik ini. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengisolasi. Pemisahan mikroorganisme yang tidak diinginkan perlu dilakukan untuk membuat sebuah kultur murni dari mikroorganisme.

teknik sebaran dapat digunakan untuk menentukan jumlah bakteri dari jenis tertentu yang ada pada sampel. sekitar 0. Teknik ini digunakan secara luas untuk isolasi bakteri. 2009) (a – d) prosedur urutan goresan untuk mendapatkan koloni terisolasi (e) kultur streak plate yang menunjukkan koloni-koloni yang diisolasi Spread Plate Technique. Metode ini juga digunakan untuk isolasi bakteri.1 ml dari sampel yang telah diencerkan ditempatkan pada bagian tengah dari agar dan disebarkan ke permukaan agar menggunakan batang kaca penyebar. bakteri yang tersebar berkembang menjadi koloni-koloni yang terisolasi. 2009) volume yang diketahui dari sampel dipipet secara aseptic pada permukaan medium agar cawan Petri. (a) (b) (c) (d) Gambar: Teknik spread plate untuk isolasi bakteri (Sumbali. Bakteri dan agar cair yang telah tercampur dengan baik dituangkan dengan segera ke dalam cawan Petri menggunakan teknik aseptik dan 55 . Isolasi koloni ini diambil dan digoreskan pada medium yang telah dipastikan kemurniannya. Setelah inkubasi pada temperature yang tepat. Dalam teknik agar tuang (pour plate). sel bakteri terpisah dan tertanam pada tempat yang berbeda-beda. batang yang telah steril digunakan untuk menyebarkan sampel pada bagian permukaan dari media. Dalam metode ini.Gambar: Teknik streak plate (Sumbali. Tidak seperti teknik goresan. koloni dari hasil isolasi tampak setelah diinkubasi. batang kaca penyebar disterilkan dengan cara dicelupkan dalam alkohol kemudian dibakar dalam nyala api. Ketika suspense menyebar. sampel diencerkan dan kemudian diencerkan dan ditambahkan sejumlah kecil suspensi mikroba ke dalam tabung yang berisi agar cair pada suhu sekitar 45 °C. Pour Plate Technique.

prosedur kultivasi. industri. Ada beberapa metode pemeliharaan koleksi kultur mikroba. penelitian. yang biasa disebut dengan koleksi stok kultur. garam mineral serta sumber karbohidrat. atau untuk tujuan-tujuan lainnya. koloni-koloni tersebar dengan merata dalam medium padat. Kenyataannya. ketersediaan alat. Metode yang digunakan juga bergantung pada jumlah kultur yang akan dipelihara. dan iklim dari tempat di mana proses tersebut berlangsung. 2009) Pemeliharaan dan Pelestarian Stok Kultur Setelah mikroorganisme diisolasi dan tumbuh dalam kultur murni. keahlian para pekerja laboratorium. hal berikunya yang penting dilakukan adalah menjaga kultur yang telah tumbuh dari adanya kontaminasi. Dalam prosedur ini. metode pour plate tidak cocok bagi isolasi bakteri psychrophilic.kemudian dibiarkan mengeras dan diinkubasi. Beberapa metode yang umum digunakan dalam koleksi kultur mikroba ialah:  Subculturing (Agar Slants or Microgardening) Metode pemeliharaan bakteri dan jamur yang paling tradisional dan paling sederhana adalah menumbuhkannya pada nutrient agar slants yang dibuat dalam tabung-tabung atau botol-botol. dan umur dari kultur saat dipelihara. Sebagai contoh. . koloni-koloni tunggal kemudian diambil dan digoreskan ke plate lainnya untuk dimurnikan. Gambar: Teknik pour plate (Sumbali. keberadaan media penyimpanan. Tujuan utama dari pelestarian kultur adalah untuk memelihara organisme hidup. waktu. Keberhasilan atau kegagalan dari metode pemeliharaan juga bergantung pada penggunaan media yang tepat. Kultur-kultur ini seringkali dibutuhkan dalam bidang pendidikan. Seperti metode lainnya. tidak membutuhkan 56 E. rebusan sayur. dan tanpa terjadi mutasi. Media yang kecil biasanya diperlukan untuk memproduksi subkultur karena mereka membuat laju metabolisme organism menurun. Pemeliharaan kultur dilakukan dalam kondisi yang semirip mungkin dengan isolasi alaminya. mereka disimpan pada suhu 5-8 °C. uji hayati. organisme yang tidak terkontaminasi. Kebanyakan laboratorium mikrobiologi memelihara sejumlah besar strain. tetapi semua spesies memiliki metodenya sendiri-sendiri. dan perlu dipindahkan secara periodik ke medium yang lebih segar untuk menumbuhkan dan memastikan keberlangsungan hidup dari stok kultur. Nutrient ini berasal dari potongan-potongan sayuran atau tanaman. Teknik ini memiliki satu kekurangan yaitu medium cair perlu diperhatikan karena temperature tinggi dari medium cair dapat membunuh beberapa spesies bakteri. beberapa strain dari spesies yang sama memberikan hasil yang sama dengan prosedur yang sama. Teknik pour plate juga membantu dalam menghitung jumlah bakteri yang dapat hidup. Setelah kultur dibuat. Metode ini memberikan keuntungan yaitu murah.

Metode alternative untuk sporulasi jamur meliputi inokulasi agar slants yang kemudian diinkubasi pada suhu 25 °C. dan bagian permukaan dari kultur dihilangkan dengan lembut untuk menghasilkan spora dan bubur miselium. Kultur ditumbuhkan pada slant agar hingga mencapai pertumbuhan yang baik dan spora yang didapat dilindungi menggunakan teknik yang steril. murah. Untuk mendapatkan kembali kultur dari minyak mineral. Pertumbuhan yang subur menunjukkan media pertumbuhan yang baik. serta mudah unutk digunakan. jamur pathogen. Basidiomikota. endapan spora dalam air ditambahkan ke tanah yang steril dan dibiarkan tumbuh pada 57 . Air suling (sekitar 5 ml) ditambahkan ke kultur secara aseptik. Bubur ini kemudian dipindahkan ke botol kaca kecil. Uap yang terjebak dihilangkan dengan memanaskan cairan dalam oven pengering pada 180 °C selama 1-2 jam.peralatan yang khusus. Kultur minyak ini dapat disimpan dalam suhu ruang atau pada temperatur rendah (15 °C). Dalam metode ini. Metode ini telah berhasil digunakan untuk memelihara Oomikota. Penutupnya kemudian dieratkan dan disimpan pada suhu 25 °C. Askomikota. Hipomikota. tidak membutuhkan waktu yang lama. cocok bagi koleksi berukuran kecil. tidak membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. sejumlah kecil bagian yang tumbuh diambil dan dibersihkan dari minyak dengan menggunakan potongan kertas dan kemudian digoreskan pada agar plate yang mengandung media pertumbuhan yang cocok. Metode pemeliharaan ini sangat berguna di daerah dengan iklim tropis karena dapat mencegah hilangnya kandungan air dari kultur.  Penyimpanan menggunakan air Ini adalah metode pemeliharaan yang tidak sulit dan murah yang berfungsi untuk menyimpan kultur dari beberapa jamur. Kerugian dari metode ini adalah dapat menyebabkan perubahan genetic (mutasi) dan adanya bahaya kontaminasi spora. tetapi plate dengan pertumbuha koloni yang sedikit menunjukkan media pertumbuhan yang buruk sehingga diperlukan stok yang baru. Dalam metode ini. 2009)  Penyimpanan menggunakan mineral oil Kultur dengan kondisi baik disimpan dengan ditutupi oleh minyak mineral dan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. dan koleksi kultur dapat bertahan selama beberapa tahun. Sejumlah besar spesies bakteri dan jamur berhasil disimpan menggunakan metode ini selama bertahun-tahun. dan yeasts. Jumlah minyak dalam tabung atau botol-botol kecil harus diperiksa secara periodik dan ditambah jika perlu. Gambar: Agar slants menunjukkan pertumbuhan jamur (Sumbali.  Penyimpanan menggunakan tanah Tanah yang steril dapat digunakan untuk menumbuhkan dan menyimpan mikroorganisme. yaitu dengan dicelupkan dalam minyak mineral steril dengan kedalaman 10 mm di atas permukaan agar. Metode ini pertama kali digagas oleh Castallani (1939). minyak mineral disterilkan di autoclave selama 2 jam.

suhu 20-25 °C selama sekitar 10 hari. yang dapat dengan mudah melewati membrane sel dan melindungi intrasel dan ekstrasel. dan keberhasilannya bergantung pada spesies dari mikroba. yang mencegah kerusakan sel selama proses pembekuan. Spora atau sel kemudian disuspensi dalam berbagai jenis zat cryoprotectif seperti gliserol atau DMSO yang dapat membantu menghilangkan kerusakan akibat pembekuan. Keberhasilan lyophilisation bergantung pada keadaan sel mikroba yang digunakan pada kondisi optimum dari media yang dipilih. Setelah mikroorganime tumbuh. dan bakteriofag.  Deep Freezing Ini adalah metode dengan jangka waktu yang pendek dalam memelihara mikroba yang dilakukan pada temperatur -70 °C dalam sebuah mesin pembeku. Dengan menurunkan suhu atau menghilangkan kandungan air.  Freeze-Drying (Lyophilization) Ini adalah salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk pemeliharaan mikroorganisme dalam jangka waktu yang lama. Cryoprotectant terdiri dari dua macam: zat penetrasi seperti gliserol dan DMSO. dan polyvinyl-pyrolidone. Dalam lyophilization. dextran. Banyak fisiologis telah berhasil memelihara jamur. Kultur lyophilize dapat dihidupkan kembali dengan membuka botol-botol kecil tersebut dan ditambahkan udara steril kemudian memindahkan kultur ke medium pertumbuhan yang tepat. yang menggunakan efek protektif mereka pada membrane sel. hal ini memungkinkan pelestarian mikroorganisme untuk beberapa saat. kultur kehilangan kemampuannya selama beberapa saat.  Ordinary Freezing Pemeliharaan mikroba dalam ruang pembeku atau dalam pendingin dengan temperature berkisar 0– -20 °C akan mendapatkan hasil yang bervariasi. spesies bakteri. Umumnya. Selama proses lyophilisation. Botol-botol ini kemudian disimpan dalam kondisi vakum pada suhu 2 hingga 8 °C. pembekuan ini tidak disarankan bagi pemeliharaan kultur karena proses pembekuan dapat merusak sel-sel mikroba. kultur tanah kemudian disimpan dalam sebuah pendingin (4-7 °C). kultur dibekukan pada temperature yang sangat rendah dan ditempatkan pada tekanan vakum. yaitu pada akhir fasa logaritmik atau awal fasa stasioner. menggunakan teknik ini dan menghilangkan kemampuan perkembangan mikroorganisme selama 40 tahun. laktosa. Freeze drying akan lebih baik dilakukan pada suhu -20 °C karena dapat membekukan suspensi mikroba dengan adanya zat cryoprotective seperti gliserol atau dimetyl sulfoksida (DMSO). mannitol. glukosa. dan zat non penetrasi seperti sukrosa. Metode ini terbukti berhasil diaplikasikan pada beberapa jenis jamur. Ini adalah metode yang singkat. Zat cryoprotectif adalah senyawa kimia yang memiliki sifat tertentu seperti non-toxic dan mampu menetrasi membrane sel dengan mudah. kelangsungan hidup mikroba dibatasi dengan mengaturnya dalam keadaan dorman. Pada kondisi ini. Dengan cara ini. Batol-botol kecil kemudian dihubungkan dengan mesin pengering vakum dan dikeringkan sekitar 12 hingga 17 jam hingga menyisakan sekitar 1-2% kandungan air. Penanaman kultur mikroba dilakukan saat berada pada stabilitas maksimum. yang dapat digunakan untuk memelihara bakteri selama 6 bulan hingga 2 tahun. air dan sel mikroba dalam kultur akan langsung berubah dari keadaan beku menjadi gas (sublimasi) sehingga sel menjadi kering. Lyophilisation bertujuan untuk mempertahankan mikroba agar tidak berubah dari bentuk aslinya. Umur kultur dapat diperpanjang ketika kultur disimpan pada suhu -30 hingga -70 °C dalam mesin pembeku. sel mikroba disuspensi dalam agen krioprotektif dalam botol kecil menggunakan teknik yang steril dan dibekukan pada suhu -60 hingga -70 °C dengan menggunakan campuran etil asetat dan es kering. 58 . sorbitol.

Gambar: Laboratorium freeze–drying (Lyophilization) (Sumbali. Ini menjadikan mikroorganisme berada dalam bentuk dorman sehingga organisme tidak mengalami perubahan genetik. dan perlindungan kultur dari kontaminasi. Kebanyakan mikroba dapat kehilangan kemampuannya dalam kondisi ini selama 10 hingga 30 tahun atau bahkan dapat lebih lama pada bakteri. Koleksi Kultur (Culture Collection) 59 . tetapi gliserol dan DMSO dapat digunakan secara efektif dalam upaya pemeliharaan sejumlah besar mikroba. pemilihan zat cryoprotectan seringkali bervariasi berdasarkan organisme yang dipelihara. penghematan waktu. Kerugian dari teknik ini adalah harga peralatan yang mahal dan nitrogen cair yang harus diisi ulang dalam interval waktu tertentu karena mengalami peristiwa evaporasi. termasuk yang tidak dapat dilakukan dengan cara lyophilisation. Suspensi sel disegel dalam botol-botol kecil dan dibekukan pada suhu -150 °C.com) F. 2009)  Penyimpanan menggunakan cairan nitrogen Penyimpanan dalam cairan nitrogen adalah cara pemeliharaan mikroorganisme jangka panjang yang efektif. Tabung-tabung kecil kemudian disimpan dalam pendingin nitrogen cair (tangki vakum yang besar dan dindingnya diisolasi) baik dengan perendaman dalam nitrogen cair (-195 °C) atau disimpan dalam fasa gas oleh nitrogen cair (-150 °C). Pada metode ini. Keuntungan dari penyimpanan menggunakan nitrogen cair meliputi pencegahan peningkatan variasi genetik stok kultur. Gambar: Liquid nitrogen vapor storage (biomedicalmarketing.

National Culture Collection (UKNCC) membuat beberapa koleksi. bebas dari mikroorganisme yang tak diinginkan. Ada hampir 500 koleksi kultur di seluruh dunia. kerugiannya adalah bahwa kompetitor memiliki akses ke mikroorganisme yang sama. Fungsi utama dari koleksi kultur adalah untuk memelihara koleksi-koleksi yang telah ada. yang menangani semua tipe mikroorganisme (Waites 2001).2001) : 60 . Kultur dihasilkan dari koleksi yang murni. Koleksi-koleksi nasional lainnya.Koleksi kultur mikroba memberikan sumber yang kaya akan mikroorganisme. dan potensi perhatian yang akan datang. khamir. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang menyediakan koleksi kultur untuk kebutuhan mikrobiologi bagi industry (Waites. kebanyakan dari mereka berukuran kecil. Penggunaan mikroorganisme yang dipilih dari sebuah koleksi kultur dengan jelas memberikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan dengan isolasi lingkungan dan memiliki keuntungan bahwa beberapa karakteristik dari mikroorganisme telah terbentuk. atau alga. Mereka terbagi menjadi institusi-institusi dan cenderung dikhususkan pada bakteri. dari kepentingan lain di bidang industri atau medis. yang berasal dari zaman dahulu. Namun. American Type Cultur Collection (ATCC). kapang. dan bentuk morfologi. saat ini. sedangkan isolasi yang berasal dari alam harus dimurnikan terlebih dahulu. menerbitkan daftar katalog bagi organisasi industri dan akademis. untuk meneruskan mengumpulkan strain-strain baru dan memberikan biakan yang murni. koleksi-koleksi menyediakan kultur atau servis berdasarkan bagiannya tersendiri. sedangkan di Amerika terdapat pusat koleksi utama. kultur murni harus diisolasi dan dikarakteristikkan. beserta metode penyimpanan miniatur. fisiologi. Masalah-masalah dari pemeliharaan kultur telah diatasi dengan pengembangan dan penggunaan dari teknik cryopreservation dan freeze-drying (lyophilization). menyediakan sampelsampel kultur dari masing-masing organisme. dan karakteristik biokimia dasar mereka telah diketahui. Sebagai contoh di Inggris.

61 .LAMPIRAN Contoh Produk Industry Fermentasi dan Mikroorganisme yang Memproduksinya (Waites. 2001).

62 .

apa larutan yang digunakan untuk mengencerkan? Jawaban : Larutan yang digunakan pada saat pengenceran dapat berupa larutan fosfat buffer. atau larutan Linger. karena apabila mikroorganisme terkontaminasi. dikatakan bahwa tanah harus steril. Cara sterilisasi tanah: 1. Tanah steril itu seperti apa? Bagaimana kita tahu bahwa tanah tersebut steril atau tidak? Kalau memang ada cara tersendiri untuk mensterilkan tanah.1 Produk fermentasi industry dan organisme yang memproduksinya. DEWI ARIESI R. WINDA FAUZI ISTIQOMAH (115061101111003) Pertanyaan : Pada teknik pour plate. Pada teknik ini. Kawat dengan bahan ini dapat berpijar saat dipanaskan sehingga dapat dengan mudah disterilkan. SISCA DWI A. Diambil tanah yang agak liat. terdapat beberapa bentuk bagian ujung dari kawat yang digunakan. (115061105111007) Pertanyaan : Pada teknik streak plate kenapa menggunakan kawat nikrom? Apakah ada kawat lain selain kawat nikrom? Apa karakteristik kawat yang bisa digunakan pada teknik ini? Jawaban : kawat yang digunakan pada teknik streak plate biasanya merupakan kawat nikrom yang merupakan campuran dari nikel dan kromium atau kawat platinum. waktu pembahasan penyimpanan media tanah. larutan garam fisiologi (NaCl 0. Sumber : Waites. dikeringanginkan dan diayak untuk memisahkan partikel tanah yang agak besar dan membuang sisa-sisa tanaman.85%). bagaimana caranya? Jawaban : Tanah steril adalah tanah yang tidak mengandung kuman dan mikroorganisme pathogen. 2001 Lampiran II PERTANYAAN DAN JAWABAN 1. (115061101111015) Pertanyaan : Pada saat pembekuan. 63 . AFIDA KHOFSOH ( 115061100111031) Pertanyaan : Apa saja syarat yang harus diperhatikan oleh pekerja pada saat mengulturkan mikroba? Jawaban : Pekerja yang akan mengkultur mikroorganisme haruslah steril . pekerja kultur tidak akan mendapatkan kultur murni yang diharapkan. steril yang dimaksud adalah meliputi kebersihan dari pakaian dan alat yang digunakan pekerja selain itu juga sebaiknya dihindari pengkulturan di tempat yang terbuka. mikroba tidak mengalami perkembangan karena mikroba tersebut akan berada pada fasa dorman/beristirahat dan mikroba ini masih dalam keadaan hidup. ujung kawat berbentuk lingkaran (loop) atau yang berbentuk lurus disebut inoculating needle. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kontaminan – kontaminan pengganggu untuk mikroorganisme.Tabel 4. apakah mikroba tetap hidup? Jawaban : Saat dibekukan. DEWI NUGRAHANI (115061100111001) Pertanyaan : Pada slide.

Selanjutnya. bagaimanakah alur prosesnya mulai dari pengambilan sampai penyimpanan. lalu disimpan untuk digunakan seanjutnya. kemudian diautoklaf pada suhu 121 ºC tiga kali berturut-turut selama 3 hari masingmasing selama satu jam. pembentukan tunas dll) Dhanang Edy P (115061101111007) Pertanyaan : Jika kita mengambil mikroba dari alam. dan diteliti morfologinya) dan ditanam dimedium yang cocok agar bakteri dapat melakukan metabolisme dan perkembang biakan. dan setelah itu diambil 1 bakteri ( yang telah dipilih. botol dioven kering pada suhu 105 ºC selama satu jam. 3. selanjutnya bakteri diisolasi. Tanah yang sudah dikeringaninkan dan diayak dimasukkan ke dalam tabung atau botol dengan tutup berukuran 25 ml hingga 1 cm dari permukaan tutup. 1. botol dapat dicelupkan dengan tali. suhu tinggi digunakan pada teknik pour plate. Untuk kontrol suhu agar tidak tinggi ( lebih dari 45 oC). sterilitas tanah diuji dengan menumbuhkan contoh tanah pada medium agar. FRESHSYA ZATALINI (115061100111003) Pertanyaan : Bagaimana cara kontrol temperatur pada proses spread plate agar suhunya tidak tinggi sehingga tidak mematikan bakteri? Jawaban : Pada teknik spread plate tidak menggunakan suhu yang tinggi. Mikroba yang akan dikultur menggunakan teknik ini merupakan mikroba yang dapat bertahan pada suhu tinggi.karena bakteri mempunyai kemampuan berkembang biak ( seperti berkembang biak dengan membelah diri. dan setelah dingin disimpan di dalam desikator hingga digunakan. Dari isolasi tersebut keadaan lingkungan (suhu) dan mediumnya disesuaikan dengan bakteri target. misalkan pengambilan bakteri dari air. Jawaban : Dari uraian materi diatas. Jika berasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri.2. Tabung atau botol yang berisi tanah diberi aquadest steril hingga kebasahan 50% kapasitas lapang. dari sinilah akan terbentuk koloni kultur murni. jika ingin 64 . (Desikator adalah suatu wadah yang terbuat dari bahan kaca yang kedap udara dan mengandung desikan yang berfungsi menghilangkan air dari kristal hasil pemurnian). Jika suhu tidak melebihi 45oC maka masih dianggap aman untuk melakukan teknik ini. 4. 5. teknik isolasi yang digunakan juga terdiri dari 3 macam misalnya kita memakai teknik pour plate dan penyimpanannya misalkan dengan metode freeze-drying. apakah membelah diri ? Jawaban : Pada saat setelah pengambilan bakteri dari medium tertentu. bakteri dapat diambil dari lingkungan dengan beberapa pendekatan misalnya pendekatan shotgun. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang. hal ini mudah dilakukan yaitu dengan mengontrol terlebih dahulu suhu lingkungan dimana akan dilakukan teknik ini. Ayu Indah Wibowo (115061101111011) Pertanyaan : Bagaimana bisa terjadi biakan murni. Namun. Bilamana diperlukan.

2.

3.

4. 5. 6. 7.

mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar. jika air sampel mengandung padatan maka harus diencerkan dahulu menjadi suspensi dengan aquades steril, fungsi dari tahap ini adalah untuk memisahkan mikroba dari medium padatnya. Selanjutnya teknik penanaman sampel dari cairan diatas, metode yang digunakan missal pour plate. pertama – tama menyiapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair (>45oC). Diteteskan 1 ml secara aseptis, suspensi sel kedalam cawan kosong dan setelah itu Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi (pada temperature kamar). Setelah 24-48 jam inkubasi, amati bentuk koloni bakteri yang tumbuh di permukaan dan di dalam agar, apakah koloni-koloni bakteri terpisah merata atau masih menyatu dengan bakteri lain membentuk spreader. Diperhatikan koloni yang tumbuh pada media baik yang dipermukaan, tengah atau dasar medium. lalu dicatat semua koloni berdasarkan warna, bentuk, ukuran dan konsistensi koloni. Dari hasil pengamatan, maka dipilih bakteri yang di inginkan, setelah itu dipindahkan inokulan tersebut dan dijadikan biakan murni ke medium yang baru. Dilakukan penyimpanan misalkan dengan metode freeze-drying. 9. Teza Nur F (11506110211100) Pertanyaan : Mikroorganisme dapat disimpan menggunakan media nitrogen cair, adakah media lain yang bagus untuk media penyimpanan mikroorganisme, metode apa yang paling baik ? Jawaban : Dari hasil literature yang kami dapatkan, media pendingin selain nitrogen cair belum ada namun seperti yang telah dijelaskan masih banyak media lain yang dapat digunakan seperti media air steril dan media tanah steril (penggunaan media biasanya bergantung pada jenis mikroba yang akan disimpan dan jangka waktu penyimpanan yang diinginkan) . Untuk metode yang efektif menurut Ilyas adalah metode penyimpanan freeze- Drying karena dapat memelihara mikroorganisme dengan jangka waktu lebih lama daripada metode lainnya.

I.

Fermentor control dan Monitoring Kontrol fermentor dan monitoring berfungsi untuk mendeteksi ketika suatu proses fermentasi berlangsung tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga membuat proses itu berjalan sesuai dengan design fermentor yang digunakan. Kebanyakan sistem fermentasi dibuat mendekati dengan kondisi natural atau kondisi sebenarnya agar menghasilkan produk yang sesuai dengan prosesnya. Sistem fermentasi bergantung pada pengaruh berbagai sumber dari luar fermentor, sehingga diharapkan terjadi proses yang menyebar keseluruh media di fermentor secara natural. Untuk mempersempit variasi kualitas produk, proses operasi harus dimodifikasi untuk memperhitungkan pencegahan variasi kualitas produk yang akan dihasilkan dari fermentasi itu sendiri. Metode kontrol dan monitoring efektif untuk mendeteksi penyimpangan dan mengimbangi proses fermentasi, sehingga sangat penting untuk mengatur efisiensi proses dalam fermentor. Dan, memaksimalkan performa ekonomik atau biaya yang dibutuhkan yang biasanya hanya bisa dikendalikan dengan mengimprofisasi kontrol fermentor.

65

( Gary montauge,1997) Sistem fermentasi harus dikontrol secara efisien untuk mengoptimalkan produktivitas dan produk hasil, dan memastikan reproduktifitasnya. Sebagian besar parameter kimia dan fisika yang terlibat tergantung pada bioreaktor, model operasi, dan mikroorganisme yang digunakan. Parameter tersebut terutama aerasi, pencampuran, temperatur, pH, dan kontrol busa. Kontrol dan pemeliharaan pada tingkat optimum di dalam reaktor dioperasikandengna sensor elektroda, sistem kontrol yang cocok dan data logging. 1. Temperatur Temperatur fermenter harus dikontrol dengan baik, dengan ketelitian lebih kurang 0,10C. Pada industri skala besar, pendingin untuk menjaga suhu biasanya dibuat dari jaket air atau kumparan pipa sehingga pemanasan akan jarang dilakukan. Jika fermentor didesign untuk produktivitas yang rendah atau biomassa dengan konsentrasi rendah tetapi fermentor tersebut digunakan untuk produktivitas tinggi atau fermentasi biomassa dengan konsentrasi tinggi, sehingga akan terjadi penambahan panas dalam proses dan akan dibutuhkan penambahan air untuk mengatur suhu dalam fermentor. Pada fermenter berskala kecil, kemampuan pendingin dan pemanas dibutuhkan tetapi temperatur kontrol juga harus diperhatikan. 2. Aliran gas laju aliran gas biasanya diatur dengan menggunakan katup, karena aliran tergantung tekanan, baik kompensasi feedforward dari posisi katup untuk perubahan tekanan yang dikendalikan atau keduanya, tekanan dan aliran gas yang dikendalikan. 3. Liquid flow Regulasi aliran bisa didapat pada skala kecil dengan menggunakan pompa meter. Sedangkan peristaltic pompa sering digunakan pada skala laboratorium. Pendekatan lain yang digunakan adalah dosing pot, katup bertekanan rendah diatas fermentor dengan katup isolasi. Dengan mengetahui tekanan katup tersebut maka volume penembakan dapat ditentukan.

66

( Gary montauge,1997) 4. pH pH biasa dinyatakan dengan kaca elektroda, dimana biasanya elektroda terbuat dari perak atau perak klorida atau mercury/mercurious chloride dengan potassium chloride sebagai elektrolit. Elektroda mampu bertahan pada kondisi sterilisasi ( 1210C) tetapi pengulangan sterilisasi membuat penurunan performa sepanjang waktu. Pengontrolan pH dapat diraih dengan penambahan asam atau alkali pada fermentor. Pada fermentasi skala kecil, kebanyakan liquid ditambahkan menggunakan pompa peristaltic. Pada skala besar, penambahan gas ammonia lebih dipilih daripada ammonia hydroxide untuk masuk menuju aliran udara pada fermentor. Pada kultur sel hewan, penambahan karbon dioksida pada media digunakan untuk meregulasi pH selama periode pertumbuhan. 5. Pressure Tekanan perlu dikontrol untuk proses sterilisasi dan memenuhi kebutuhan keamanan. Tekanan dapat dikontrol dengan menggunakan katup regulasi. Itu adalah standart alat yang secara hukum harus diinstal pada fermentor untuk melepas tekanan diatas batas tekanan yang sudah ditentukan
67

b. Dissolved Carbon Dioxide Dissolved carbon dioxide bisa diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Pengukuran redoks ini digunakan pada fermentasi anaerob dan fermentasi sel hewan dimana terdapat perubahan jumlah sel atau perubahan kondisi fisiologis. Potensial redoks Redoks ialah ukuran untuk oksidasi atau reduksi pada system biologi. Pengontrolan DO dengan mengganti komposisi gas yang dimasukkan akan lebih mahal karena membutuhakan gas yang telah dipurifikasi. Respon yang didapat dari analisa polarografi lebih cepat. Sehingga dapat digunakan pemecah busa . Biaya untuk analisa ini lima kali lebih mahal daripada galvani tetapi biaya untuk pemeliharaan cenderung lebih rendah. 7. Sedangkan proses fermentasi skala besar menggunakan analisa elektroda polarografi . atau iridium dan hasil yang didapat dari elektroda diindikasikan pada analisa pH yaitu perak atau perak klorida. Analisa galvani digunakan untuk fermentor skala kecil karena peralatannya yang padat dan arena disebabkan oleh biaya yang rendah. 8. yaitu galvani dan polarografi. Keduanya mengukur parsial DO dan membandingkannya dengan kejenuhan udara. Control untuk DO pada skala kecil biasanya menggunakan empat cara: Merubah kecepatan pengaduk Variasi pada aliran udara Modifikasi komposisi pada gas yang masuk Variasi pada tekanan yang berlebihan a. c. Metode ini biasanya digunakan pada kultur sel hewan karena disana terdapat spesifikasi komposisi gas yang dimasukkan. d. Alat ini menggunakan anoda perak dengan polarisasi negatif terhadap katoda platinum atau emas dengan menggunakan kalium klorida cair sebagai elektrolit. emas. 68 . yang mengukur tekanan dengan mendeteksi perubahan elektrik Kristal asimetri 6. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. Analisa galvani menggunakan anoda timbal dan seng. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan elektroda platinum.Metode elektrik pada pengukuran tekanan didasarkan pada penggunaan pembentukan kembali tranducer piezoelectric. 9. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. Dissolved Oxygen Tipe penganalisa DO pada bioreactor ada dua. Foam Masalah saat membentukan busa dapat diatasi dengan pemberian antibusa tetapi antibusa ini dapat mengakibatkan racun bagi mikroorganisme dan mengurangi laju aliran. Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. katoda perak dan potassium hydroxide.

RNA. karbohidrat dan substrat atau hasil metabolisme yang lain. yang juga dapat berperan sebagai sumber nitrogen. spesifik protein. Banyak proses fermentasi memproduksi asam dan pengaturan pH dapat berlangsung dengan menggunakan amonium oksida. Sensor ini digunakan untuk mengukur dan mencatat kondisi pada bioreaktor. Media fermentasi banyak mengandung garam buffer. 69 . karena produk fermentasi bisa berubah disebabkan adanya perubahan pH dalam media fermentasi. pH dalam fermentor dapat terjaga dengan cara penambahan asam atau basa secara otomatis jika pH yang ditangkap oleh sensor tidak sesuai. alat pemecah busa. atau penambahan agen antibusa. biasanya fosfat. Tingkat O2 dan CO2 terlarut ditentukan dengan elektroda O2 dan CO2. Pengontrolan pH adalah faktor. tetapi kapasitas fosfat untuk mengontrol pH dapat berlebihan sehingga dibutuhkan penambahan asam atau alkali. sistem kontrol kondisi fermentasi membutuhkan kalibrasi secara teratur saat pemasangan pertama kali dan di cek secara berkala. Meskipun begitu. Prinsip dasar pengontrolan sistem melibatkan sistem sensor yang terhubung dengan sistem kontrol dan feedback loop. terutama pada fermentasi aerasi. yaitu modifikasi media. Kontrol sistem fermentasi secara keseluruhan dapat dilakukan secara manual atau otomatis. Waites. Produksi busa pada bioreaktor adalah masalah utama. Ada tiga cara untuk mencegah pembentukan busa. Pembentuka busabusa tersebut disebabkan oleh hadirnya protein yang dapat membentuk busa.2001) Sampel dapat diambil secara acak untuk berbagai analisis seperti perhitungan sel dan penentuan DNA.(Michael J. Jika tidak dikontrol. busa ini bisa memicu kontaminan dan pemblokiran filter udara. Ketika terdapat kondisi yang tidak sesuai dengan kondisi yang diinginkan maka akan muncul tanda peringatan dan sistem pengkoreksi akan teraktifikasi sehingga memberikan kontrol yang lebih intens pada sistem fermentasi. lemak. Data atau informasi yang didapat dari kontrol sistem dapat digunakan untuk membuat model proses dan dapat digunakan untuk pengembangan sistem fermentasi. Pemantauan suhu melalui termometer resistensi dan termistor yang terhubung dengan pemanas otomatis ataupun dengan sistem pendingin.

sterilisasi. Pada fermentasi batch. Hanya sebagian kecil dari siklus fermentasi batch yang dapat dikatakan produktif. Kelemahan lain sistem batch yaitu keragaman produk. fed-batch. Fed-batch dengan menggunakan sel daur ulang ( biomassa) juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti fermentasi beberapa etanol. Selain itu. Untuk model operasi ini. perlu ditambahkan nutrisi ekstra selama proses fermentasi untuk menambah volume fermentasi.II. 70 . Proses yang banyak digunakan adalah proses batch. dimana sel-sel pertama tumbuh melampaui fase pertumbuhan yang cepat sebelum akumulasi metabolit. atau sesering mungkin sebagai satu suplementasi ketika kultur mendekati akhir fase pertumbuhan. pengisian dan pendinginan setelah sterilisasi. disterilkan. enzim. semua kondisi sudah ditentukan dan dipastikan pada awal dan akhir proses. Model fermentasi ini juga berguna saat substrat mengalami masalah viskositas atau racun ketika konsentrasi terlalu tinggi. serta metabolisme yang berlangsung secara cepat. Fermentor disiapkan. Keuntungan dari sistem batch adalah bahwa pengeluaran modal lebih rendah dan jika terjadi kontaminasi maka relatif cukup mudah untuk dihentikan dan dapat memulai proses fermentasi lagi. Peningkatan frekuensi sterilisasi juga dapat menyebabkan stres yang lebih besar pada instrumen pengontrol. atau asam organil. Bagaimanapun. dan lain-lain. banyak dari pembuatan asam amino. serta proses pengolahan air buangan. Mode Operasi Industri fermentasi berlangsung secara batch. sesekali. Sistem fermentasi batch telah telah sukses digunakan untuk menghasilkan banyak produk fermentasi tradisional dan untuk memproduksi metabolit sekunder seperti antibiotik. dan diinokulasi sehingga organisme tumbuh berdasarkan profil yang khas. Karena terdapat lag period yang cukup besar dan pada tahap selanjutnya dari fase eksponensial dengan banyaknya jumlah produk yang dihasilkan. fase non produktif ini disebut sebagai “down-time”. Ketika produk sudah dihasilkan dan dipanen. Contoh proses ini yaitu meliputi produksi minuman berakhohol. atau kontinu. ditambah meningkatnya fase non produktif downtime yang melibatkan proses pembersihan. Operasi fed-batch dapat memperpanjang fase pembentukan produk dan dapat mengatasi masalah yang terkait dengan penggunaan substrat yang banyak. fermentasi batch secara teoritis kurang efektif untuk produksi biomassa dan produk metabolit primer. Yaitu sistem tertutup yang tidak ada inokulasi (penyuntikan) ataupun tambahan asam atau basa untuk kontrol pH pemakaian udara untuk fermentasi aerob. Proses fermentasi yang lain yaitu fed-batch yang banyak digunakan dalam memproduksi ragi roti dan penicilin. fermentor harus dibersihkan sebelum proses fermentasi dimulai lagi. Penambahan nutrisi ekstra dapat dilakukan terus menerus.

Masalah yang terkait dengan proses fermentasi kontinu selain masalah pengeluaran air buangan. termasuk fakta bahwa sepanjang pengoperasian 20-50 hari atau lebih. dan umumnya dibutuhkan lebih banyak personil untuk mengoperasikan sistem batch. Akibatnya. Fermentasi kontinu sangat cocok untuk produksi biomassa dan pertumbuhan yang berkaitan dengan metabolit primer. sterilitas harus dipertahankan dan media harus disuplai secara terus menerus dengan komposisi konstan. kondisi operasi menyebabkan membentuk mutan yang lebih banyak pada hasil dengan kualitas yang lebih rendah daripada hasil asli. Dalam sistem kontinu. 1996) Kultur kontinu adalah sistem terbuka dimana medium akan ditambahkan secara kontinu dan kultur secara serempak dipindahkan pada tingkat yang sama. Sistem kontinu mengurangi down-time dan mengurangi biaya operasi yang lebih rendah. sistem tersebut lebih produktif daripada sistem batch. Namun sistem ini membutuhkan modal yang cukup tinggi. (Vogel. ( Gary montauge.1997) 71 . sel-sel tumbuh secara eksponensial (membelah) untuk waktu lama yang ditentukan dalam laju pertumbuhan spesifik. Selain itu sistem ini memiliki sifat untuk mencapai stady state dimana konsentrasi nutrisi dan jumlah sel sudah tidak bervariasi terhadap waktu. sehingga sistem bekerja pada volume yang sama.biaya yang dibutuhkan lebih besar untuk mempersiapkan dan memelihara stok kultur. Namun. masalah ini dapat diatasi dengan GMP dan praktek mikrobiologi yang benar. Meskipun begitu.

Teknik pensterilan udara yang paling efektif adalah dengan menggunakan filter membrane berserat (Dutta. produksi organisme harus bersaing dengan kontaminan untuk nutrisi yang terbatas. Oleh karena itu. Kontaminan dapat memproduksi produk yang berbahaya bagi organisme.AIR STERILIZATION Pada fermentasi aerob. kondisi aseptik harus dipertahankan (Waites. Sebagai kemungkinan lain. STERILIZATION Kebanyakan industri fermentasi menggunakan kultur murni dimana pertumbuhan terjadi pada strain yang terpilih. dapat melisiskan kultur. Oleh karena itu. 2008). yang disiapkan di dalam pemasak medium batch atau continous yang dapat mengoperasikan beberapa fermentasi. faktor del adalah ukuran pengurangan pecahan dalam jumlah organisme yang layak diproduksi oleh panas tertentu dan rezim waktu. Kontaminasi mikroorganisme juga dapat memetabolisme produk target. jika jumlah sel mikroba diketahui (No). Jjika terdapat mikroorganisme asing pada media atau pada peralatan.0 vvm (air volume per liquid volume per minute). atau pemanasan untuk membunuh mikroba spesifik tanpa memberikan efek yang berarti.penyuplaian udara dibutuhkan secara kontinu. Umumnya.MEDIA AND VESSEL STERILIZATION Untuk skala industry fermentasi aseptis fermenter dapat di sterilkan pada saat kosong. fermenter diisi dengan media yang sudah terformulasi.III. Namun. Maka dari itu factor Del nya dapat dinyatakan sebagai berikut: 72 . Oleh karena itu. Untuk skala industry fermentasi. mereka harus benar-benar disterilkan. 3. tidak hanya media saja yang harus steril namun udara yang digunakan juga. tujuannya adalah untuk memberikan kondisi sterilisasi yang memberikan probabilitas kontaminasi dari 0.1% (1 dalam 10000).2. dibutuhkan sterilisasi secara ketat. Ini membutuhkan jumlah udara yang sangat besar. factor Del (▽=ln No/Nt)dapat dihitung (selengkapnya ligat chapter 2). Gambar : filter membrane berserat 3. kontaminan yang dapat berkembang dengan cepat dapat tumbuh dan dapat menghilangkan nutrisi. tetapi kontaminasi mikroba tetap terjadi dalam jumlah yang dapat ditoleransi dengan cara pasteurization. Laju aerasi untuk tipikal fermentasi aerob adalah 0. 2001). Penghancuran sel terjadi pada saat pemanasan (T=121 oC) dan pendinginan.5 – 1. beberapa industry fermentasi tidak aseptis. Selain itu. Konsekuensinya. Faktor del sendiri adalah jumlah organisme pada awal sterilisasi dan Nt adalah jumlah yang tersisa setelah waktu t. semakin besar faktor del. dengan kata lain. sebelum proses fermentasi dilakukan. lalu kedua medium tersebut dapat di sterilkan bersamaan. seperti yang terjadi pada fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat. media dan seluruh alat yang akan digunakan harus bebas dari kontaminasi. Istilah ini banyak digunakan dalam industri fermentasi. Jika tidak. memproduksi senyawa beracun atau produk sekresi yang dapat memblokir filter dan mengganggu pengolahan hilir atau downstream process. Wadah atau vessel – nya lalu dimasuki media steril. Jika kontaminan adalah bakteriofag. yang melibatkan peningkatan suhu atau waktu sterilisasi . semakin besar waktu sterilisasi diperlukan. maka.1.

3. Namun. vitamin dan media kultur sel hewan. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. Ini dapat membantu sterilisasi. glukosa. Dapat beroperasi pada suhu tinggi (T = 140oC). konstituen media tertentu yang bersifat rapuh akan dirusak oleh panas yang berlebihan.3. Proses sterilisasi kontinu terdiri dari tiga bagian utama: heating.g. 73 . Bahan yang bersifat sensitive terhadap panas tadi sebelumnya disterilisasi dengan cara filter sterilization yang menggunakan filter membrane dimana pori – pori nya berukuran 0. Heating section : Metode pemanasan dapat dikategorikan menjadi dua yaitu (1) injeksi uap secara langsung. 2001) 3.▽total = ▽heating + ▽holding + ▽cooling Pada prakteknya. memerlukan sedikit air pendingin. Beberapa juga dapat disterilisasi dengan panas namun untuk meminimalisir kerusaka digunakan suhu tinggi untuk waktu yang sangat singkat. (2) pemanasan secara tidak langsung di heat exchanger. e. Metode injeksi uap secara langsunglebih efektif daripada pemanasan secara tidak langsung karena tidak ada penghalang antara media dan sumber panas. (Waites.dan cooling. Uap yang dibutuhkan untuk memulihkan panas dari media steril jauh lebih sedikit. Holding section atau ▽holding merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. 5. Lebih mudah dalam pengotomatisasi proses. suhu dapat diasumsikan konstan. Ini biasanya merupakan operasi continuous di mana waktu holding dikendalikan oleh laju aliran melalui sterilisasi dan material tersebut kemudian dengan cepat didinginkan dalam heat exchanger.CONTINUOUS STERILIZATION Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan cara kontinu.2 m yang akan secara efektif menyaring kontaminan microorganism. Sterilisasi kontinu memiliki beberapa kelebihan yaitu : Menyederhanakan strategi perencanaan produksi atau production planning.g. sterilisasi uap melibatkan pemberian uap dibawah tekanan kedalam selimut bejan atau kumparan internal. Memberikan kondisi yang mudah dalam menghasilkan produk. sehingga memungkinkan maximum utilisasi pabrik dan meminimalisir penundaan atau keterlambatan produksi. 2. Uap juga dapat diinjeksikan secara langsung ke dalam ruang di atas media fermentasi. 140oC dengan lama waktu pemanasan hanya 50 detik. dengan demikian. e. holding. Kelebihan sterilisasi uap adalah proses yang murah dan efektif dibandingkan sterilisasi panas kering. sehingga waktu sterilisasi dapat dipersingkat. memerlukan sedikit tenaga kerja. tetapi dapat mengakibatkan perubahan volume media. Akibatnya. 1. 4.

namun metode ini jarang digunakan di Eropa dan Amerika Utara. Teknik lain adalah dengan menyuntikkan media panas melalui katup ekspansi keruang hampa. 2008) 3. holding. asam organic dan etanol di produksi.Holding section : merupakan pemanasan media yang biasanya terdiri dari tabung panjang. Cooling : Untuk bagian pendingin. Holding section dipertahankan dalam kondisi adiabatik. FERMENTASI SUBSTRAT-PADAT Fermentasi substrat-padat telah digunakan untuk memproduksi berbagai macam makanan fermentasi terutama di Asia selama beribu tahun lamanya. dsb. Adapun kekurangan dan kelebihan fermentasi substrat-padat yang dapat dilihat pada tabel dibahawah ini: 74 . Fermentasi substrat-padat melibatkan penumbuhan mikroorganisme pada padatan. dan cooling. suhu dapat diasumsikan konstan. Fermentasi substrat-padat tidak memiliki mekanisme kontrol canggih yang biasanya berhubungan dengan fermentasi submerge. Penggunaan fermentasi substrat-padat sering terhambat dengan kurangnya control daripada kondisi didalam bioreactor. pengurangan kapasitan panas dengan menggunakan quench cooler secara efektif.4. yang dikenal sebagai flash cooling. kulit padi. Kedua teknik pendinginan ini membutuhkan waktu yang sangat singkat. (Dutta.BATCH STERILIZATION Media sterilisasi di dalam fermenter dapat dilakukan secara batch dengan penyebaran uap menggunakan pemanas elektrik atau sirkulasi tekanan konstan kondensasi uap melalui koil pemanas. kondisi yang diinginkan sulit dicapai. Pada proses fermentasi substrat-padat biasanya enzim. Jika panas yang hilang di bagian diabaikan. khususnya mempertahankan suhu dan kelembaban optimal. Substrat yang sering digunakan seperti butiran gandum. leguminosa. 2008) IV. sehingga dapat diabaikan (Dutta. Sirkulasi sterilisasi terdiri dari heating. biasanya organic. material dengan kadar air yang sangat kecil atau tampa air sana sekali.

Suhu sebagian besar dikontrol menggunakan aerasi dan/atau agitasi pada substrat. e. Penggunaan atau pemanfaatan produk daripada hydrolysis. AERASI Kebanyakan fermentasi substrat-padat bersifat aerob. Kultur campuran. Laju transfer oksigen terpengaruh dengan ukuran partikel substrat yang juga menyatakan ruang kosong. jika level kelembaban terlalu tinggi akan terjadi penurunan porositas substrat. kebanyakan fermentasi aerob membutuhkan aerasi dan agitasi. Jika level kelembaban terlalu rendah. e.2001) 4. Namun.1.g. (Waites.ENVIRONMENTAL PARAMETERS THAT INFLUENCE SOLID-SUBSTRATE FERMENTATIONS WATER ACTIVITY. proses ini tidak membutuhkan agitasi dan aerasi. seperti yang dijelaskan sebelumnya. penurunkan laju difusi oksigen. Beberapa proses anaerob. Transfer oksigen di dalam ruang kosong ini berhubungan dengan level kelembaban.g. Proses fermentasi subtrat-padat merupakan multistep process yang melibatkan: Pretreatment substrat. Aw Air yang hilang pada proses fermentasi pada umumnya melalui evaporasi dan aktivitas metabolisme. 3.2001) 4. adalah jenis yang dapat menoleransi water activity yang rendah. Mikroorganisme – mikroorganisme ini dapt berbentuk : 1. Bioreactor yang dipakai seperti yang terdapat pada gamabr dibawah ini: 75 . substrat menjadi sulit untuk diterima sehingga terjadi penurunan pertumbuhan mikroba. Sporulasi biasanya tercapai pada fermentasi substrat-padat.g. e. straw bioconversion yang menggunakan Chaetomium cellulilytic dan Candida tropicalis.2. Mikroorganisme yang terdapat pada fermentasi substrat-padat. Sclerotinia sclerotiorum. dapat mengganggu transfer oksigen. Bagaimanapun juga. Laju aerasi yang disediakan berhubungan dengan penghilangan panas. SUHU Panas yang dihasilkan dapat menjadi masalah serta merupakan pengaruh besar pada kelembaban relatif dalam fermentasi.1. 2. 4. Hidrolysis polimer substrat. Alhasil. seperti yang digunakan dalam composting (pembuatan pupuk kompos). seperti proses produksi silage. Metode ini berhasil digunakan dalam memproduksi spora Coniothyrium minitans untuk bio kontrol terhadap jenis bakteri tanaman jamur. Akan tetapi. serta penurunan pertukaran gas.Bioreactor yang digunakan pada fermentasi substrat-padat Kebanyakan fermentasi substrat-padat merupakan proses batch. jika air di dalam ruang kosong berlebih.7. 2. ketika oksigen terlarut dalam film air di sekitar partikel substrat. Ini biasanya diganti dengan pelembaban atau penambahan air secara berkala. (Waites. dan Pemisahan dan pemurnian produk akhir. protein & polysakarida. Dual kultur. mereka cukup melibatkan penyebaran substrat ke dasar. Agaricus bisporus. seperti yang ada pada produksi jamur. 3. Beberapa proses tidak membutuhkan bioreactor. namun adanya kebutuhan oksigen tergantung pada jenis mikroorganisme yang dipakai dan jenis proses. laju degradasi substrat menurun dan resiko kontaminasi mikroba menaik. Monokultur. yang biasanya membutukan proses kimiawi ataupun biologis. CO2 dan senyawa volatile yang dapat mengganggu. Aw = 0.

etc. dimana udara lembab di alirkan secara kontinu. jika tidak pengadukan akan tidak efisien. etc. fed-batch. Column bioreactor Terdiri dari kolom yang terbuat dari kaca atau plastic. Prosedur propagasi inokulum yang diadopsi. c. Tray fermenter Bioreactor jenis ini sering digunakan untuk produksi makanan fermentasi dan enzim.Fermentation process development Setelah mikroorganisme telah dipilih sebagai produser organism untuk proses tertentu . lalu dimasukkan ke dalam chamber yang di alirkan udara lembab. Factor utama yang mempengaruhi hasil atau yield pada saat proses scale up : 1. System ini membutuhkan sejumlah tray dan runag inkubasi yang luas dengan kapasitas volume mencapai 150 m3 . Substrat di tambahkan dengan ketinggian beberapa cm pada setiap tray. penelitian terhadap kinerja mikroorganisme dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti: pH optimum strategi pemberian nutrisi ( batch. Jika mikroorganisme dikatakan cocok maka akan dilakukan scale up.Rotating drum fermenter Terdiri dari bejana silinder yang berkapasitas 100 L dan terdapat roller yang berfungsi untuk menegakkan dan memutar bejana. Kerugian utama dari pada unit ini adalah hanya dapat diisi 30% dari kapasitas total. Fermenter ini digunakan pada produksi enzim dan biomassa mikroba. b. Fluidized bed reactor Bioreactor jenis ini menyediakan agitasi secara kontinu dengan udara yang dipakasa masuk untuk mencegah adhesi dan agregasi partikel substrat.3. hal ini disebabkan oleh kondisi dalam fermenter skala besar tidak identik dengan yang di praktekkan dalam laboraturium. a. (Waites. solid state. Namun dalam scale up terdapat kerugian – kerugian seperti menurunnya hasil produksi.2001) 4. hollow fibre.) formulasi media system fermentasi (stirred tank. packed bed. terdiri dari alas substrat yang kedalamannya mencapai 1 m. continuous. System ini berguna untuk memproduksi pakan ternak. serta kualitas dan kuantitas inokulum yang digunakan untuk memulai fermentasi. 76 . dimana substrat padat dikemas dengan selimut yang berfungsi sebagai control suhu. etanol dan biomassa. d.) suhu optimum oksigen terlarut produksi busa - Penelitian dilakukan menggunakan fermenter skala laboratrium yaitu 1-10L fermenter. Bed system Seperti yang digunakan dalam produksi sake. Bioreactor ini digunakan untuk memproduksi asam organic. airlift.

ph. sedangkan pada kontinu penghentian akan berdampak kerugian yang besar 8. Scale up juga dapat merubah generasi busa. b. Saat pH naik atau turun. mudah dihentikan. Pada mode operasi batch. (Waites. Pada proses fermentasi pasti akan menghasilkan limbah. Fermentasi harus digunakan pada fermentasi awal 3. maka asam atau basa dimasukkan. gradien suhu. Pemilihan media. Fermentor yang besar sering dikenakan perkembangan gizi. Pada fed batch substrat digunakan untuk controller. Terjemahan 2. Batch tidak untuk pembuatan metabolit primer. 3. Febrika Larasati (115061101111001) a. yang mempengaruhi kualitas akhir dari medium. Batch akan mudah mencapai fase datar( stasioner) 10. Protokol sterilisasi skala industri dapat menyebabkan degradasi yang lebih besar dari senyawa yang tidak stabil. Control proses dan monitoring pada fermentasi anaerob 5. Keuntungan fermentasi substrat-padat Prtanyaan: 1. Vivi anita aprilia (115061107111005) a. sumber nutrisi yang lebih murah sering digunakan untuk operasi skala besar karena kendala biaya.2. Ketika busa ditekan pembentukannya. 5. Apakah limbah tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan? 77 . ketika katup mendeteksi tekanan dalam fermentor mengalami penyimpangan maka katu akan memberikan sinyal kepada controller untuk mengoreksi fermentor 2. maka laju aliran dalam fermentor akan otomatis menjadi berkurang. Bagaimana cara kerja katup dalam proses fermentasi dalam mengatur tekanan dalam fermentor?  Katup yang dipasang dalam fermentor memiliki sensor yang dapat mendeteksi tekanan dalam fermentor. Foam terbentuk karena ada gas-gas yang menarik protein keatas 7. Bagaimana anti busa dapat mengurangi laju aliran dalam fermentor? Apa perbedaan antara penambahan antibusa dan tidak adanya penambahan antibusa pada kondisi fisik cairan dalam fermentor?  Fungsi antibusa adalah untuk memecah busa sedangkan busa dihasilkan karena laju aliran yang ada dalam fermentor. Untuk klasifikasi substrat yang dimasukkan bergantung pada macam fermentasi dan macam produk yang akan dihasilkan b. dan oksigen.. Konsentrasi asam atau basa ditentukan tergantung pada proses fermentasi 4. Semakin besar laju aliran.2001) Komentar: 1. metabolit primer bekerja pada fase eksponensial yang membutuhkan penambahan terus 9. Pada keadaan bagaimana uap langsung dipakai 6. maka akan semakin banyak protein yang dihasilkan dan busa yang terbentuk juga semakin banyak. Substrat yang seperti apa?  Substrat yang dimasukkan dalam fermentor adalah substrat yang dibutuhkan dalam proses fermentasi. yang tidak dilakukan dalam skala kecil. gaya geser dan laju penghapusan karbon dioksida. 4.

dan lain-lain. Sitanggang (1150611001110015) Apa perbedaan CSTR & PFR? CSTR adalah reaktor model berupa tangki berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja dalam tanki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap komponen dalam reaktor seragam sebesar konsentrasi aliran yang keluar dari reaktor. reaksi termal. PFR Untuk reaksi heterogen. Dua buffer dengan konsentrasi karbon dioksida yang diketahui digunakan sebagai bahan kalibrasi. Sebagai contoh. Semua proses fisika dan kimia merupakan hasil aplikasi atau perpindahan dari energi. Kerja kimia termasuk sintesis molekul biologi kompleks yang diperlukan oleh sel. dan kerja mekanik. Biasanya reaktor ini dipakai untuk mempelajari berbagai proses kimia yang penting seperti perubahan kimia senyawa. Ketiganya penting untuk proses hidup. • 8. biasanya limbah yang dihasilkan yaitu gas keluaran mikroorganisme yaitu gas CO2. 3. Queen G. Sedangkan pada metode Polarografi menggunakan anoda perak dengan polarisasi negative terhadap katoda platinum/emas dengan menggunakan kalium klorida sebagai elektrolit.  Pada proses fermentasi. Afida khofsoh (1150611011110031) Kapan metode fermentasi tertentu dapat digunakan? Tergantung hasil produk apa yang diinginkan. Hasil perubahan konsetrasi karbon dioksida terlarut didapat dari variasi pH larutan yang dianalisa pada membrane yang bisa diketahui dengan elektroda pH. atau reaksi antara cair dan gas dengan katalis cair. sebuah molekul bisa bergerak ke 78 . Kesetimbangan akan terbentuk antara konsentrasi karbon dioksida di sisi lain membran. Model ini biasanya digunakan pada reaksi homogen di mana semua bahan baku dan katalisnya berfasa cair. Untuk limbah-limbah ini biasanya digunakan untuk bahan baku proses lainnya.  4. Sharfina W. Misalkan metode fermentasi kontinu digunakan untuk memproduksi vinegar atau cuka. Dobita Amanda Feliciana (1150611001110021) Apa yang membedakan metode Galvani dan Polarografi pada kontrol proses? Pada proses Galvanisasi elektroda yang digunakan adalah anoda timbal atau seng dan katoda perak. G. Molekul dan ion ditransportasi melewati sel membran melawan gradien elektro-kimia.  5. Sel hidup memiliki tiga tipe kerja utama. yaitu kerja kimia. limbah lainnya yaitu zat-zat yang merupakan hasil samping dalam fermentasi. PFR mirip saringan air dari pasir. Limbah fermentasi biasanya tidak mencemari lingkungan Winda Fauzi Istiqomah (115061101111003) Apa yang mendasari kondisi aliran pada proses? Jenis mikroorganisme yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan dari proses fermentasi itu sendiri. Asumsi yang digunakan adalah tidak ada perbedaan konsentrasi tiap komponen yang terlibat di sepanjang arah jari-jari pipa. energi dibutuhkan untuk menambah kompleksitas molekular dari sel. kerja transport. Intan Nuroniyah (115061101111001) Bagaimana cara menganalisa karbon dioksida terlarut? Diukur dengan menggunakan hydrophobic membrane. misalnya antara bahan baku gas dengan katalis padat menggunakan model PFR. ENERGI DAN ENZIM Energi dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja atau untuk melakukan suatu pergerakan.  7.  6. (1150611005111003) Professor Chandra pernah menyebutka tentang Reaktor Plug Flow? Adalah suatu alat yang digunakan untuk mereaksikan suatu reaktan dalam hal ini fluida dan mengubahnya menjadi produk dengan cara mengalirkan fluida tersebut dalam pipa secara berkelanjutan (continuous). Katalis diletakkan pada suatu pipa lalu dari sela-sela katalis dilewatkan bahan baku seperti air melewati sela-sela pasir pada saringan.

dalam sel meskipun konsentrasi di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi di luar sel. Sama dengan larutan yang dapat keluar dari sel dengan melawan gradien konsentrasi. Proses ini disebut kerja transport dan membutuhkan energi agar dapat mengambil nutrisi, membuang kotoran, dan menjaga keseimbangan ion. Tipe ketiga adalah kerja mekanik. Energi dibutuhkan untuk mengubah lokasi fisik dari organisme, sel, dan struktur di dalam sel. Sumber energi pokok dari semua energi biologi adalah sinar matahari. Energi tersebut ditangkap oleh phototrops (organisme) selama fotosintesis, dimana ia diserap oleh klorofil dan pigmen lainnya, dan dikonversi menjadi energi kimia. Kemolithoautotrophs memeperoleh energi melalaui oksidasi komponen inorganik daripada melalui sinar matahari. Energi kimia dari fotosintesis dan kemolithotrofi dapat digunakan oleh fotolithoautotrophs dan chemolithoautotrophs untuk mengubah CO2 menjadi molekul biologi seperti glukosa. Molekul kompleks yang dihasilkan oleh organisme autotrophic (tanaman maupun produsen mikroba) bertindak sebagai sumber karbon untuk kemoheterotrophs dan konsumen lain yang menggunakan molekul organik kompleks sebagai sumber material dan energi untuk membangun struktur selulernya (autotrophs menggunakan molekul organik kompleks). Kemoheterotrophs selalu menggunakan O2 sebagai akseptor elektron ketika oksidasi glukosa dan molekul organik lain menjadi CO2. Proses ini, ketika O2 berperan sebagai akseptor elektron final dan O2 direduksi menjadi H2O, disebut respirasi aerobik. Banyak energi yang dihasilkan dalam proses ini. Jadi pada ekosistem, energi ditangkap oleh photoautotrophs dan kemolithoautotrophs; beberapa energi ini kemudian mengalir ke kemoheterotrophs ketika mereka memakai nutrisi yang didapat dari autotrophs. Produksi CO2 selama respirasi aerobik dapat digabungkan kembali ke dalam molekul organik kompleks selama fotosintesis dankemolithoautotrophy. Pada ekosistem, aliran karbon dan energi sangat berhubungan. Tabel mikroorganisme dan sumber energinya:

Sel-sel harus dengan efisien mentransfer energy dari produksi energy. Sel-sel harus memiliki bentuk yang sederhana dari energy, agar. Dalam kehidupan, kebanyakan organisme memiliki energi yang berupa adenosine 5‟ tripospat (ATP). Ketika ATP memecah diri menjadi adenosin dipospat (ADP)dan orthopospat (Pi), energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk melakukan kerja. Kemudian, energi dari fotositesis,
79

respirasi aerobik, respirasi anaerobik, dan fermentasi digunakan untuk menyintesis ulang ATP dari ADP dan Pi. Siklus energi ini terjadi di dalam sel. Siklus energy dibuat dalam sel. Enzim adalah protein katalis yang memiliki spesivitas untuk reaksi. Katalis adalah substan yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut dalam proses reaksi tersebut. Enzim mempercepat reaksi seluler. Molekul yang bereaksi disebut substrat, substan yang terbentuk disebut produk. Banyak enzim yang merupakan protein murni, contohnya apoenzim, dan juga komponen nonprotein, yaitu kofaktor, yang dibutuhkan untuk aktivitas katalitik. Enzim lengkap terdiri dari apoenzim dan kofaktornya, yang disebut holoenzim. Jika kofaktor melekat pada apoenzim, ini disebut prosthetic group. Meskipun enzim berjumlah banyak dan jenisnya bermacam-macam, namun enzim dikelompokkan menjadi tujuh kelas umum. Pengelompokkan ini berdasarkan reaksi katalis yang dihasilkan oleh enzim. Enzim biasanya memiliki nama yang mirip dengan substrat yang akan direaksikan dan tipe reaksi katalis. Sebagai contoh, laktat dehidrogenase fungsinya adalah menghilangkan hidrogen dari laktat. Biasanya ditambah akhiran –ase. Klasifikasi enzim: Mekanisme reaksi enzim Enzim menambah kecepatan reaksi, tetapi tidak menjaga kesetimbangan secara konstan. Pada reaksi endergonik, enzim tidak melakukan kesetimbangan agar banyak produk terbentuk. Enzim mempercepat laju reaksi, agar laju reaksi melanjutkan kesetimbangan finalnya. Pada reaksi eksergonik, enzim akan menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi yang dibutuhkan agar molekul reaktan dapat bereaksi bersama dan membentuk produk.

A B A tidak akan dikonversi menjadi B jika tidak disuplai oleh energi aktivasi. Enzim mengakselerasi reaksi dengan menurunkan energi aktivasi, sehingga banyak molekul yang memiliki cukup energi untuk membentuk produk. Enzim membawa substrat dengan bagian tertentu yang disebut sisi aktif atau katabolis aktif. Enzim dapat berinteraksi dengan substrat melalui dua cara, yaitu lock and key dan induced fit model. Pada lock and key, enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Ukuran molekul enzim > ukuran molekul substrat. Sementara itu pada induced fit model, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat
80

memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. Contohnya adalah enzim heksokinase. Perubahan pH dan suhu mempengaruhi kerja enzim. Setiap enzim memiliki pH dan suhu optimum yang berbeda antara satu dengan yang lain. METABOLISME Metabolisme mencakup semua reaksi enzim-katalis dari sel, dan dapat dibagi menjadi proses primer dan sekunder. Jalur metabolisme primer umumnya digunakan oleh sebagian besar organisme. Terdapat dua jenismetabolisme, disebut sebagai katabolisme dan anabolisme, yang memanfaatkan energi dalam biosintesis komponen seluler untuk pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mempermudah pemahaman, katabolisme dan anabolisme dianggap sebagai proses yang berbeda, tetapipada faktanya kedua jenis metabolisme tersebut sangat terintegrasi. Produk dari metabolisme primer yang penting untuk industri tertentu adalah alkohol, asam amino, asam organik, nukleotida, enzim dan mikroba sel (biomassa). Beberapa mikroorganisme juga melakukan metabolisme sekunder, yang melibatkan jalur yang tidak digunakan selama pertumbuhan yang cepat. Metabolisme, seringkali menghasilkan produk akhir yang spesifi. Metabolit sekunder yang penting untuk industri adalah alkaloid, antibiotik, racun dan beberapa pigmen. Metabolit sekunder tertentu dapat memberikan suatu keuntungan ekologi, sedangkan yang lain tidak memiliki nilai nyata untuk organisme produser. KATABOLISME Semua sel mikroba vegetatif memerlukan pasokan energi kontinyu untuk proses yang terkait dengan pertumbuhan,transportasi, gerakan, dan perkembangan. Dalam mikroorganismekemoheterotrophic, sumber energi organikdiperoleh dari lingkungan dan kemudianditransformasikan oleh serangkaian reaksi enzim yang dikendalikandalam jalur metabolik tertentu. Metabolisme ini (katabolisme) mengarah ke pembentukanenergi potensial dalam bentuk adenosine 5 ¢-trifosfat (ATP) dan koenzim tereduksi, sepertisebagai nikotinamida adenin dinukleotida (NADH), nicotinamideadenin dinukleotida fosfat (NADPH)dan flavin adenin dinukleotida (FADH2), dan panas. Sebagian besar mikroorganisme dapat memanfaatkan karbohidrat,yang dapat bertindak sebagai sumber karbon dan energy yang baik.Glukosa adalah substrat yang disukai banyak mikroorganisme danada sangat sedikit organisme yang tidak bisa menggunakannya. Di alam, glukosa bebas biasanya tidak tersedia, tetapi dapat diperoleh melalui berbagai bentuk. Ini mungkin berasal dari interkonversi heksosa lainnya, hidrolisis disakarida, oligosakarida dan polisakarida dari lingkungan, atau dari bahan sel penyimpanan, seperti pati, glikogen dan trehalosa. Pembentukan energi dari glukosa didahului oleh fosforilasi, awalnya diikuti oleh oksidasi melalui sebagian besar piruvat (C3). Metabolisme glukosa untuk piruvat disebut glikolisis yang menyediakan ATP, prekursor dan mengurangi daya (terutama NADH). Namun, hanya ATP dalam jumlah terbatas yang diproduksi, yang dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. Maksimal dua molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap unit glukosa teroksidasi ke titik ini. Proses ini menghasilkan piruvat yang menempati posisi penting dalam metabolisme perantara dan merupakan titik awal untuk katabolisme lanjut. JALUR GLIKOLISIS 1. Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)Pathway EMP merupakan rute yang paling umum dan ditemukan di semua kelompok utama organisme, termasuk flagelata, jamur, ragi dan bakteri. Jalur ini dapat beroperasi di bawah kondisi anaerobik atau aerobik dan terdiri dari reaksi 10 enzim-katalis yang terletak di dalam matriks sitoplasma. Kunci ketiga regulasi enzim dari jalur (heksokinase, fosfofruktokinase dan kinase piruvat) bertindak irreversibel. Semua langkah lainnya terjadi secara reversibel, yang penting untuk peran biosintesis dari jalur selama sintesis glukosa.

81

termasuk spesies Azotobacter. dari setiap molekul glukosa dimetabolisasi. Molekul ini kemudian dipecahmelalui aldolase untuk membentuk triose fosfat(C3). Untuk setiap molekul glukosa dioksidasi menjadi dua molekul piruvat. melalui 6-phosphoglukonat. Gula pentosa seperti xylose juga dapat dikatabolisasi melalui rute ini. intermediet untuk sintesis asam amino aromatik.GAP secara langsung diproses di jalur ini dan DAP akan diisomer untuk GAP sebelum dapat digunakan. terutama erythrose-4-fosfat. terutama spesies Lactobacillus dan Leuconostoc. Dekarboksilasi oksidatif piruvat dilibatkan untuk membentuk unit C2 asetil koenzim A (asetil KoA). dan lainnya biosintesis intermediet. Siklus enzim TCA terletak dalam matriks mitokondria pada bakteri eukariotik. bukan teroksidasi. 3. dan memiliki peran katabolik dan anabolik yang baik.Tahap awal dari pemecahan glukosa membutuhkandua molekul ATP dalam pembentukan tiga-tahap fruktosa1. tapi jarang dalam jamur. Molekul F6P dikonversikembali ke G6P untuk mempertahankan operasi dari siklus. Phosphoketolase (PK) Pathway Jalur ini juga sering disebut sebagai jalur Warburg-Dickens yang dioperasikan oleh beberapa asam laktat bakteri. Dalam ragi. seperti di jalur PP. sedangkan pada prokariota mereka berada di sitoplasma. terutama untuk digunakan dalam langkah reduktif dalam proses anabolik.dapat menghasilkan dua molekul piruvat. 10-20% glukosa (lebih selama pertumbuhan pesat) terdegradasi melalui jalur PP. enzimnya terletakdi matriks sitoplasma. Xanthomonas dan Zymomonas. satu ATP.Untuk proses setiap tiga unit glukosa. RuMP yang diisomerisasi untuk xylulose fosfat 5-(C5) dan kemudian dibelah oleh phosphoketolase untuk GAP (C3) dan asetil fosfat (C2). Jalur PP adalah siklik dan seperti semua jalur glikolitik. dan GAP. dihasilkan satuGAP. dan sisanya dikatabolisasi melalui jalur EMP. Yang pertama pada akhirnya dikonversi ke laktat dan yang kedua ke etanol. Jalur ini sangat penting dalam penyediaan NADPH. ribulosa 5-fosfat mengalami penataan ulang dalam serangkaianduakarbon dan tiga-karbon pertukaran fragmen. dari piruvat dibawah kondisi aerobic dengan menggunakan siklus Asam Trikarboksilat (TCA). dan yang terakhir juga dapat dikonversi menjadi piruvat. 4. ribulosa5-fosfat (Rump).Ini melibatkan hilangnya satu karbon sebagai CO2 danpembentukan dua NADPH. untuk membentuk 2-okso-3-deoksi-6-phosphogluconate. dan fosfat dihidroksiaseton (DAP). Rhizobium. Pseudomonas. Oksidasimolekul resultan GAP dua piruvat menghasilkanenergi dalam bentuk empat molekul ATP melalui reaksi fosforilasi duasubstrat. Setelah fase oksidatif ini. Jalur ini seringkali beroperasi pada waktu yang sama dengan jalur EMP. Ini melibatkan oksidasi dan dekarboksilasi glukosa 6-fosfat ke RuMP. ganggang dan protozoa. piruvat. 2. pentosa. Jalur ini menghasilkan hanya setengah hasil ATP dibandingkan dengan jalur EMP. 82 . Fosfat pentosa (PP) Pathway Jalur monofosfat ditemukan di banyak bakteri dan sebagian besar organisme eukariotik. satu NADH dan satu NADPH. gliseraldehida 3-fosfat(GAP). terutama ribosa untuk biosintesis asam nukleat. seperti di jalur PP.6-bifosfat. Kebanyakan bakteri gram-negatif. ragi.dikatalisis oleh enzimtransketolase dan transaldolase. kemudian mengalami dehidrasi. Jalur PP di bawah kondisi aerobik atau anaerobik. Molekul enam-karbon dibelah oleh aldolase untuk membentuk dua senyawa C3. jamur berfilamen. misalnya. GAP dapat dioksidasi menjadi piruvat dengan enzim pada jalur EMPatau juga dapat dikembalikan ke jalur awal melalui konversi dari dua GAP satu G6P. Jalur dimulai dengan pembentukan 6-phosphogluconate. enam NADPH dan dua fruktosa 6-fosfat (F6P). Mayoritas katabolisme bakteri. Jalur ini dimulai dengan oksidasi dua langkah oksidasi glukosa6-fosfat (G6P) ke fosfat pentosa(C5). Namun. Secara keseluruhan. yang merupakan hasil energi yang lebih rendah daripada jalur EMP. The Entner-Doudoroff (ED) Pathway Relatif digunakan oleh sedikit mikroorganisme yang tidak memiliki jalur EMP.

dan molekul ATP tunggal dibentuk langsung oleh fosforilasi tingkat-substrat. Hal ini membutuhkan oksigen . Respirasi mengarah ke pembentukanlebih banyak ATP dari oksidasi NADH dan FADH2. Namun. karena memiliki potensi redoks rendah dan direduksi menjadi air.dikatalisis oleh multienzim yang kompleks. Dalam kondisi anaerobik tidak berfungsi sebagai siklus. Siklus TCA tidak hanya sebuah jalur katabolik. siklus TCA melengkapi oksidasi piruvat menjadi CO2. sebagai perantara beberapa masih diperlukan untuk biosintesis. koenzim ini tereduksi kemudian dapat digunakan untuk sintesis ATP dalam respirasi dan yang lebih penting. senyawa C4 dan C5. dan mereduksi elektron pembawa untuk menghasilkan NADH dan FADH2. yang mana mikroorganisme dapat memanfaatkan. Hasilnya adalah sebagai berikut: Asetil KoA (C2) + 3NAD+ + FAD + ADP  2 CO2 + 3NADH + 3H+ + FADH2 + ATP Dalam hal katabolisme. senyawa lain atau ion yang memiliki potensial redoks rendah. untuk bertindak sebagai akseptor elektron terminal. Fasilitas ini untuk menghasilkan biosintetik intermediet juga hadir dalam mikroorganisme lainnya yang tidak memiliki siklus TCA lengkap. untuk biosintesis amino. dan dai oksidasi alkana. Siklus yang tepat dimulai dengan kondensasi senyawa dua-karbon dengan oksaloasetat (C4) untuk membentuk sitrat (C6). 2001) RESPIRASI Semua formasi ATP dari oksidasi glukosa memilikitelah dibentuk melalui substrat-tingkat fosforilasi. piruvatdehidrogenase. Tiga reaksi dalam hasil siklus dalam pembentukan NADH dan satu menghasilkan FADH2. 83 . namun juga menyediakan intermediet. seperti dalam beberapa prokariota anaerob fakultatif dan obligate. sedangkan beberapa dari produk akhir respirasi anaerob yang beracun. beroperasi sebagai bercabang biosintesis jalur. Asetil KoA juga dapat dibentuk melalui pemecahan lipid dan beberapa asam amino. ( Waites at all. asam purin dan pirimidin. misalnya nitrat direduksi menjadi nitrit. Oksigen sangat ideal untuk ini. Selama delapan langkah berikut dari sikluslengkap TCA. dua fragmen karbon teroksidasi menjadi dua molekul CO2 dan oksaloasetat adalah diregenerasi untuk menerima unit dua-karbon lebih lanjut.

terutama NADH atau FADH2. membentuk air. Elektron yang berasal dari oksidasi substrat yang berasal dari NADH atau FADH2. melalui serangkaian redoks atau reduksi-oksidasi reaksi.ETS Eukariota terletak di membran mitokondria. ke terminal akseptor. sedangkan pada prokariota itu terikat dalam membran sitoplasma. ETS dalam membran mitokondria menghasilkan tiga ATP molekul per NADH. muatan negatif tetap berada di dalam. Cythochromic yang terlibat meliputi : b558. proton (H+) yang dipindahkan dari dalam ke luar membran (ekskresi). mereka yang direoksidasi untuk digunakan lebih lanjut dalam metabolisme. Rangkaian reaksi yang terlibat dapat digabungkan ke kebutuhan energi proses. sedangkan di bagian dalam membrann mendekati 8. Ketika operator menyumbangkan elektron. Akibatnya. sedangkan proton pindah dari dalam ke luar membran. Respirasi aerobik dilakukan oleh bakteri aerob dan fakultatif anaerob dengan bantuan oksigen. akan dibentuh per NADH jika eneginya dikonversi 100% secara efisien. dalam teori. ETS dalam membran sitoplasmik memiliki pembawa yang agak berbeda. energi dilepaskan selama aliran elektron digunakan untuk membuat gradien proton untuk melintasi membran. tujuh ATP maksimum didapat. b562. mereka tidak bisa lewat kembali dan gradien proton didirikan. sebagian besar dalam bentuk hidroksil (OH-) ion.5. pH luar membran bisa mencapai 5. seperti transportasi terlarut. dimediasi oleh sintase ATP (ADP + Pi ÆATP). Hipotesis kemiosmotik diusulkan oleh Mitchell (1961) menjelaskan proses sebagai berikut: sebagai aliran elektron melalui sistem transportasi. dan o. dengan rantai pemendek yang tidak lengkap pembentukannya sehingga hanya satu atau dua molekul ATP setiap NADH yang terbentuk. Meskipun system ini hanya sampai 40% dan oleh karena itu produk maksimum hanya 3 molekul ATP per NADH. Dalam proses ini. atau untuk produksi ATP melalui oksidatif fosforilasi. dan terdiri dari berikut rantai pembawa elektron: NADH  flavoprotein  iron shulphur protein  quinone  cytochrome b  cytochrome c  cytochrome a  cytochrome a3 oxygen Dalam bakteri prokariotik. elektron tersebut kemudian melewati serangkaian dari pembawa dalam membran. Pasti anaerobic 84 . seperti yang dijelaskan di atas. 2001) Sebuah molekul NADH teridiri atas sekitar 218 kJ dari energy potensial dan itu diambil sekitar 30kJ untuk membentuk satu molekul ATP. Karena membran pada dasarnya kedap proton. ( Waites at all. sebagai positif biaya yang dikeluarkan dari dalam membran. Electron memasuki ETS dari pembawa. Pada eukariota.5. Ini merupakan energi potensial disimpan sebagai gradien proton atau proton-kekuatan pendorong. yang mendorong sintesis ATP melalui kemiosmotik fosforilasi. d. Oleh karena itu. Proton akhirnya melekat menjadi oksigen. Gradien proton Ini digunakan untuk mengankut pembentukan ATP oleh oksidatif kemiosmotik fosforilasi mekanisme.

fakultatif seperti Eshcerichia coli, setidaknya memiliki dua system respirasi, masing-masing berbeda afinitas oksigennya. Oleh karena itu, mereka dapat beradaptasi dengan konsentrasi oksigen yang bervariasi, dilanjutkan untuk menggunakan oksigen sebagai aseptor electron meskipun pada tingkat oksigen yang rendah. Beberapa bakteri anaerobic fakultatif atau anaerobic obligat melakukan respirasi anaerob. Keterlibatan ini serupa ETS, tetapi memiliki aseptor electron selain oksigen. Contoh dari respirasi anaerobic mencakup : 1. Respirasi Nitrogen, dilakukan oleh bakteri anaerobic fakultatif. Potensial redok dari nitrat adalah +0,42 volt, dibandingkan dengan +0,82 volt untuk oksigen. Oleh karena itu, lebih sedikit energy didapatkan kemudian oksigen sebagai electron aseptor dan molekul ATP dapat terbentuk. Prosesnya memiliki beberapa langkah, dimana nitrat direduksi melalui nitrat dan nitous oksida akhirnya menjadi dinitrogen, yangmana merujuk sebagai disimilator reduksi nitrat atau denitifikasi. Denitrifikasi meliputi spesies dari Pseudomonas, Paracoccus denitrificans, and Thiobacillius denitrificans.Bakterianaerob fakultativ yang lain meliputi E. coli dan relative, hanya mengurangi nitrat atau nitrit, dan tanggungjawab enzim, reduktase nitrat , dengan tingakt keberadaan oksigen yang terbatas. 2. Respirasi Sulfat, dipraktekan oleh kelompok kecil dari bakteri heterotrof, yang mana semuanya anaerobic obligat, misalnya spesies Desulfovibro. Mereka memproduksi hydrogen sulfide, yang berasal melalui beberapa kali intermediet. 3. Respirasi Karbon, dilakukan oleh archaeans seperti Methanococcus and Methanobacterium. Keduanya anaerob obligat yang mereduksi CO2 dan beberapa karbon monoksida menjadi metana. Bakteri metanogen ini biasanya menggunakan hydrogen sebagai sumber energy merekadan untuk mendapatkan anoksik lingkungan yang rendah nitrat dan sulfat. CO2 + 4H2 CH4 + 2H2O Dalam penambahan nitrat, sulfat, dan karbondioksida, Besi (Fe3+), magnesium (Mn4+) dan beberapa komponen organic (dimetil sulfoksida, fumarat,glisin, dan trimetilamin oksida )dapat digunakan sebagai aseptor pada respirasi anaerobic pada bakteri. FERMENTASI Ketika respirasi bukan sebuah pilihan, organisme harus menggunakan mekanisme alternative untuk regenerasi suplai coenzim yang terbatas, direduksi selama oksidasi glukosa menjadi piruvat. Jika NAD(P)H tidak dioksidasi kembali menjadi NAD(P)+, selanjutnya metabolisme akan berhenti. Oleh karena itu, sebuah aseptor electron yang cocok harus di dapatkan untuk membawa electron. Fermentasi digunakan oleh molekul organik, piruvat atau derivative, sebagai aseptor elektron akhir, dengan cara demikian pembentukan NAD(P)+ dan katabolisme akan berlanjut. Ini adalah hasil dari pembentukan reduksi produk limbah , seperti alkohol dan asam, yang kemudian dikeluarkan dari sel. Meskipun, ini sangat boros dalam ketentuan dari pemulihan energy potensial dari glukosa, sebagai sedikit atau tidak ada ATP lebih lanjut dibentuk. Sebaliknya, oksidasi yang lengkap menghasilkan CO2, dalam hubungan dengan oksidasi posporilasi selama respirasi akan dapat membentuk 36 molekul ATP bahkan lebih per molekul glukosa. Fermentasi alkohol dilakukan oleh ragi, filamen jamur tertentu dan bakteri. Ini adalah suatu penerusan proses, di mana piruvat dari jalur EMP, atau melalui jalur ED dalam kasus Zymomonas, adalah dekarboksilasipertama menjadi asetaldehida, NAD+ kemudian dibentuk kembali selama reduksi asetaldehida menjadi etanol. Fermentasi asam laktat dilakukan oleh sejumlah bakteri, termasuk Streptococcus, Lactobacillus, Lactococcus dan Leuconostoc, bersama dengan beberapa jamur, alga dan protozoa. Berikut piruvat, bukan turunan piruvat, adalah akseptor elektron dan bentuk laktat. Ada dua bentuk fermentasi ini: 1. Fermentasi Homolaktik yang dioperasikan oleh bakteri seperti Lactobacillus acidiophilus and Lactobacillus casei, yang mana mengurangi hampir semua piruvat yang dibentuk oleh glikolisis asam laktik.
85

2. Fermentasi heterofermentatif menghasilkan produk lainnya bersama dengan asam laktat. Organisme yang melakukan itu termasuk Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus brevis, yang mengoperasikan jalur PK. Mereka membentuk laktat dari piruvat dan etanol dari fosfat asetil, dan dalam kasus tertentu asetat beberapa mungkin diproduksi. Fermentasi asam campuran yang dilakukan oleh E. coli dan terkait fakultatif anaerob. Produk meliputi laktat, asetat, jumlah kecil dari etanol dan format. Beberapa organisme memiliki kemampuan untuk mengurangi formate menjadi hidrogen dan CO2. Fermentasi 2,3-Butanediol dilakukan oleh Enterobacter, Erwinia, Klebsiella dan Serratia. Hal ini mirip dengan fermentasi campuran asam, namun menghasilkan butanadiol, bersama dengan etanol dan asam. Fermentasi asam propionat dilakukan oleh beberapa usus bakteri, seperti Propionibacterium spesies, beberapa yang terlibat dalam produksi komersial tertentu jenis kejuSwiss dan vitamin B12 (cobalamin). Propionat yang terbentuk dari piruvat melaluiCoA, di mana piruvat adalah terkarboksilasi oleh oksaloasetat, dan kemudian dikurangi menjadi propionat melalui malat, fumarat dan suksinat.Proses ini membutuhkan kofaktor, biotin, CoA dan CoB12. Fermentasi asam butirat dilakukan oleh spesies Clostridium. Spesies ini adalah pembentuk spora anaerobik yang juga memproduksi aseton, butanol, propanol, alkohol danasam lainnya. Mereka juga fermentasi asam amino, nitrogen dan senyawa lainnya, serta karbohidrat. KATABOLISME LIPID DAN PROTEIN Karbon merupakan sumber karbohidrat,sebelum karbon digunakan dalam katabolisme, seperti lipid sebagai digliserida dan trigliserida dihidrolisis oleh lipase untuk menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol. Asam lemak kemudian dapat dipecah oleh jalur b-oksidasi. Berikut FAD dan NAD+ yang digunakan untuk menerima elektron, dan duaunitkarbon berhasil dihapus, dalam bentuk asetil CoA, yang kemudian dapat memberi makan langsung ke siklus TCA. Gliserol dapat terfosforilasi untuk fosfat gliserol, diikuti oleh oksidasi terhadap DAP dan isomerisasi untuk GAP. Unit C3 kemudian bisa masuk jalur EMP. Protein ekstraseluler yang dihidrolisis oleh protease untuk menghasilkan asam amino bebas, yang dapat diangkut ke sel. Katabolisme asam amino awalnya melibatkan penghapusan kelompok amino mereka. Hal ini biasanya dicapai melalui transaminasi, di mana kelompok amino yang disumbangkan ke host keto, misalnya aminasi piruvat untuk membentuk alanin. Asam keto yang dihasilkan dari transaminasi kemudian dapat dioksidasi dalam siklus TCA. Kelebihan gugus amino dapat terakumulasi dan sering diekskresikan sebagai ion amonium, yang menyumbang untuk meningkatkan pH media selama pertumbuhan beberapa bakteri. PENYIMPANAN ENERGI Ketika kelebihan gizi yang tersedia, mikroorganisme biasanya mensintesis senyawa yang dapat disimpan untuk kemudian gunakan selama periode kekurangan nutrisi. Penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. Bila diperlukan, cadangan polimer yang dihidrolisis oleh phosphorylases, membentuk glukosa 1-fosfat, yang secara langsung dapat masuk katabolisme. Banyak mikroorganisme menyimpan energi yang kaya lipid. Poli b-hidroksibutirat umumnya ditemukan pada bakteri, namun tidak diproduksi oleh eukariota. Jamur berfilamen dan ragi sering menyimpan lipid netral (trigliserida) dalam vakuola. Volutin butiran, terdiri dari polymetaphosphates, juga disimpan oleh beberapa prokariota dan eukariota, yang bertindak baik sebagai fosfat dan cadangan energi. Bakteri Sulphur dapat mengakumulasi butiran belerang oleh oksidasi H2S. Ketika tidak ada media lanjut pasokan sulfida yang tersedia, ini toko belerang teroksidasi untuk sulfat, menyediakan setara mengurangi CO2 untuk fiksasi atau fosforilasi oksidatif.
86

Pertanyaan: 1. Bagaimana proses pembentukan enzim? (Pandu Rahmat Pinasthiko/115061107111001). Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino, sehingga pembentukannya identik dengan sintesis protein. Sintesis protein dilakukan oleh RNA berdasarkan transkip kode dari DNA. Sintesis ini dilakukan di dalam ribosom (Sumardjo, 2006). 2. Mengapa pada siklus asam trikarboksilik, terdapat materi yang berubah-ubah? (Lilis Triyowati A./115061101111009) Pada siklus trikarboksilik, diperlukan enzim yang membantu untuk mengkatalis reaksi, enzim yang dibutuhkan tersebut berbeda-beda jenisnya dan nantinya akan keluar dari siklus membentuk enzim yang sama. 3. Pada proses respirasi sulfur anaerob, apa maksud intermediet yang menghasilkan hidrogen sulfida? (Ayu Indah W./115061101111011) Intermediet adalah molekul-molekul yang terbentuk dari reaksi sebelumnya. 4. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi siklus krebs? (Dian Nita Citra D./115061101) Faktor yang mempengaruhi silus kreb adalah ketersediaannya glukosa sebagai material utama yang dipecah. 5. Dimana energi disimpan pada mikroorganisme? (Dwi Chandra P./115061107111003) Energi disimpan dengan berbagai macam cara, setiap mikroorganisme memiliki cara yang berbeda, salah satunya adalah di dalam vakuola. 6. Dimana siklus trikarboksilik terjadi? (Dhanang Edy P./115061101111). Siklus trikarboksilik terjadi di matriks mitokondria (Campbell, dkk., 2002). 7. Perubahan NAD+ menjadi NADH, FADH menjadi FADH2 atau sebaliknya dibantu dengan apa ? Lalu saat kapan dan dimana proses tersebut terjadi ? Jelaskan ! (Sharfina Widyaningrum/1150611051110) Penjelasan : NAD+ adalah hasil reduksi dari NADH. NADH bersama piruvat dan H+bereaksi dan membentuk NAD+ dan laktat, seperti reaksi berikut :

Piruvat tersebut berasal dari proses glikolisis yang terjadi pada mikroba. (John F, 1986). Sedangkan pembentukan FADH2 terjadi seperti digambarkan pada reaksi berikut :

(Kenneth B,2004) 8. Mikroorganisme terdiri dari berbagai macam jenis. Apakah energy yang disimpan oleh tiap-tiap mikroorganisme sama? (Febrika Larasati/115061101111001) Energi yang disimpan oleh tiap-tiap organisme berbeda, sebagai contoh, penyimpanan karbohidrat termasuk polisakarida, glikogen dan pati, dan trehalosa disakarida, yang semuanya bertindak sebagai sumber karbon
87

dan energi. Trehalosa diproduksi oleh jamur berfilamen, ragi dan beberapa bakteri, dan glikogen merupakan penyimpanan utama karbohidrat di banyak kelompok mikroorganisme. 9. Hasil dari respirasi nitrat, sulfat, dan karbohidrat tersebut digunakan untuk apa? (Mutia Dhana F./11506110011100) Hasil dari reaksi anaerob menyebabkan lingkungan tercemar, jadi adanya hasil respirasi anaerob dapat dijadikan indikator kesehatan lingkungan. 10. Pada siklus asam trikarboksilik, mengapa CoASH harus masuk dan keluar lagi dalam siklus ? fungsi dari CoASH itu apa ? Dan apakah ada bedanya CoASH yang masuk dan keluar (komposisi) ?(Freshsya Zatalini/115061100111003) CoASH adalah koenzim A yang fungsinya adalah sebagai enzim yang mengkatalis reaksi, sehingga CoASH yang masuk ke dalam siklus sama dengan yang keluar, tidak ada perbedaan dari segi komposisi karena sifat enzim tidak ikut bereaksi. 11. Pada respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen, apakah itu benar? Padahal semua organisme itu selalu membutuhkan oksigen. (Mar‟atus Sholihah/11506110011100) Respirasi sulfat tidak memerlukan oksigen karena respirasi sulfat membutuhkan sufat yang direduksi, dalam peristiwa, oksigen tidak dibutuhkan

88

Sedangkan persayaratan akan sulfur pada tumbuhan secara khas dipenuhi melalui senyawa-senyawa anorganik. Semua organisme hidup membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolisme danpertumbuhannya. kalsium. kalium. Mikroorganisme yang lain tidak dapat menggunakan karbon dioksida sebagai sumber karbon dan hidupnya bergantung pada organisme ototrof untuk memproduksi karbohidrat dan senyawa-senyawa organik lain yang digunakan sebagai makanan. 4. natrium. semua organisme yang disebutkan diatas adalah organism autotrof. besi.(Berman dkk.Beberapa bentuk kehidupanseperti tumbuhan hijau dapat menggunakan energi pancaran atau cahaya dan dinamakan fotoautotrof. Co2+. Kebanyakan mikroorganisme dapat menggunakan sulfat sebagai sumber belerang. dan Fe2+). mangan. dan Zn2+ dibutuhkan dan mineral ini seringkali terdapat dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. 5. Ditinjau dari segi nutrisi. Semua organisme hidup membutuhkan sumber energi. Tumbuhan.butuhkan untuk fungsi tubuh. dan bila memperoleh energinya dengan cara mengoksidasi senyawa kimia. tembaga dan kobalt untuk pertumbuhannya yang normal. dan besi. Seluruh organisme hidup memerlukan oksigen 89 3. Semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsur logam. alga dan beberapa kuman berklorofil membutuhkan karbon dioksida dan mengubahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis. seng. hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. biasanya dalam bentuk ionion (K+. Belerang membentuk bagian struktur beberapa koenzim dan ditemukan dalam rantai samping cisteinil dan merionil protein. Ca2+. 6. maka disebut organisme kemoautotrof. 2.Belerang adalah komponen dari banyak substansi organik sel. kalsium. Cu2+. Beberapa bakteri autotropik dapat mengoksidasinya menjadi sulfat (SO42-).PENGERTIAN NUTRISI DAN NUTRIEN Nutrisi adalah apa yang dimakan seseorang dan bagamaina tubuh menggunakannya sedangkan nutrien adalah zat organik. mereduksi sulfat menjadi hidrogen sulfida (H2S). Semua organisme yang hidup memerlukan nitrogen Tumbuhan menggunakan nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik seperti kalium nitrat (KNO3)sedangkan hewan membutuhkan senyawa nitrogen organik seperti protein dan produk-produk hasil peruraiannya yaitu peptida dan asam-asam amino tertentu. Banyak mineral lainnya sepertiMn2+.Beberapa mikroorganisme dapat mengasimilasi H2S secara langsung dari medium pertumbuhan tetapi senyawa ini dapat menjadi racun bagi banyak organisme.2009) PERSYARATAN Persyaratan nutrisi bagi organisme secara umum adalah sebagai berikut:( Plezar. magnesium. .2006) Nutrisi sebagai sumber energi NUTRISI 1. Organisme yang membutuhkan senyawa-senyawa organik lain sebagai sumber karbonnya disebut organisme heterotrof . Mg2+. Semua organisme membutuhkan karbon Semua organisme hidup membutuhkan karbon dioksida walaupun dalam jumlah yang sedikit tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik. Semua organisme hidup membutuhkan belerang (sulfur) dan fosfor Persyaratan akan zat sulfur pada hewan secara khas dipenuhi oleh senyawa-senyawa sulfur organik. seperti gula dan karbohidrat lain. zat nonorganik dan zat yang memproduksi energi yang ditemukan dalam makanan dan di. Mo2+. Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan sebagian besar mikroorganisme. Fosfor biasanya diberikan sebagai fosfat yaitu garam-garam fosfat. magnesium. 7. Bila mereka memperoleh energinya dari cahaya maka disebut organisme fotoautotrof.

Mikroorganisme anaerob fakultatif tumbuh dengan adanya O2 udara. sumber mineral.Substrat pertumbuhan disuplai pada tingkatan yang cocok untuk galur mikroba yang akan ditumbuhkan. tetapi yang lain membutuhkan sumber karbondioksida pada medium pertumbuhannya. Banyak organisme respiratif menghasilkan lebih dari cukup karbondioksida untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam aspek nutrisi akan vitamin pada bakteri menunjukkan pola yang beragam.8. Organisme dibedakan menjadi tiga yaitu organisme aerob obligat yang mampu menghasilkan energi hanya melalui respirasi dan dengan demikian tergantung pada oksigen.Organisme ini termasuk kelompok autotrof. Karbondioksida dibutuhkan pada sejumlah reaksi biosintesis. faktor tumbuh. oksigen tersedia dalam bentuk air. Kebanyakan vitamin berfungsi membentuk subsansi yangmengaktifkan enzim. Organisme anaerob obligat hanya dapat hidup dalam lingkungan bebas oksigen. dan sumber nitrogen. jadi bersifat aerotoleran tetapi organisme ini tidak dapat memanfaatkan O2tetapi memperoleh energi semata-mata dari peragian. Oksigen yang berasal dari molekul oksigen hanya akan diinkorporasi ke dalam substansi sel sebagai sumber karbon yang digunakan metana atau hidrokarbon aromatik yang berantai panjang. bahan pembangun sel. glukosa. Bahan makanan yang digunakan oleh jasad hidup dapat berfungsi sebagai sumber energi. Heterotrof membutuhkan karbon organik untuk pertumbuhannya dan karbon organik tersebut harus dalam bentuk yang dapat diasimilasi. Meskipun bakteri membutuhkan vitamin didalam proses metaboliknya yang normal.Selain itu masih banyak organisme yang tergantung dari molekuloksigen (O2 atau dioksigen). dapat membantu pertumbuhan fermentatif atau respirasi dari banyak organisme.Sebaliknya.Hasil akhir dari seluruh jenis asimilasi nitrogen adalah bentuk paling tereduksi yaitu ion ammonium (NH4+).Jalur asimilasi ini berbeda dengan jalur dissimilasi nitrat dan nitrit.Jalur dissimilasi digunakan oleh organisme yang menggunakan ion ini sebagai 90 2. . Sumber Nitrogen dan Belerang Nitrogen merupakan komponen utama protein dan asam nukleat. makhluk hidup yang tidak membutuhkan nutrien organik untuk pertumbuhannya. Semua organisme hidup membutuhkan vitamin Vitamin adalah senyawa organik khusus yang penting untuk pertumbuhan. JENIS NUTRIENT Nutrien dalam media perbenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik organisme baru. tetapi sangat sedikit organisme yang memiliki jalur metabolik yang perlu untuk asimilasi naphthalene.Contohnya naphthalene dapat menyediakan semua karbon dan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan respirasi heterotropik.Secara garis besar bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu air.Selanjutnya oksigen juga terdapat dalam CO2 dan dalam bentuk senyawa organik. sumber aseptor elektron.Untuk organisme ini O2 bersifat toksik. dan sebagai aseptor atau donor elektron. beberapa mikroba mampu mensintesis seluruh kebutuhan vitaminnya. 1.2003) Sumber Karbon Tumbuhan-tumbuhan dan beberapa bakteri mampu mengunakan energyfotosintetik untuk mereduksi karbondioksida pada penggunaan air.Nitrogen mungkin disuplai dalam bentuk yang berbedadan mikroorganisme beragam kemampuannya untuk mengasimilasi nitrogen. yaitu ±10 % dari berat kering sel bakteri. Banyak mikroorganisme memiliki kemampuan untuk mengasimilasi nitrat (NO3) dan nitrit (NO2) secara reduksi dengan mengubahnya menjadi amoniak (NH3). Untuk sel. sumber karbon. Autotrof lain adalah khemolitotrof yaitu organisme yang menggunakan substrat anorganik seperti hidrogen atau thiosulfat sebagai reduktan dan karbondioksida sebagai sumber karbon. Nutrient diklasifikasikan berdasarkan elemen yang mereka suplai yaitu : (Rusdimin. sumber energi.

Kemampuan untuk mengasimilasi N2 secara reduksi melalui NH3 disebut fiksasi nitrogenadalah sifat untuk prokariota dan relatif sedikit bakteri yang memiliki kemampuan metabolisme ini. maka organisme semacam iini disebut aerob obligat. Ca2+. dan hasilnya adalah gas nitrogen (N2).Hal yang perlu dilakukan yaitu menyediakan sumber potassium. proses ini dikenal sebagai denitrifikasi. biasanya dalam bentuk ion-ion (K+. Banyak organisme yang memerlukan oksigen molekular(O2).Dalam memformulasikan medium untuk pembiakan mikroorganisme. Cu2+. Bagi banyak golongan faali. komponen dinding sel (teichoic acid). kalsium. asam nukleat dan sejumlah koenzim seperti NAD. NADP dan flavin. Pada ekstrem faali yang lain terdapat mikroorganisme yang mendapat energi dari reaksi yang tidak menyertakan pemanfaatan oksigen molekular dan bentuk kimia unsur ini bukanlah zat gizi. Organisme semacam ini adalah anaerob obligat. 6. Selain itu. magnesium. dan Zn2+) dapat ditemukan dalam air kran atau sebagai kontaminan dari kandungan medium lainnya. CO2 dan bahan material sel O2 dan cairan sel. Mo2+. banyak metabolit. dan Fe2+). Berdasarkan jumlah yang digunakan nutrient juga dibedakan menjadi dua yaitu makronutrient(digunakan dalam jumlah besar) dan micronutrient(digunakan dalam jumlah kecil). lipid (fosfolipid. Tabel 2. Banyak mineral lainnya (seperti Mn2+. baik membunuhnya maupun menghambat pertumbuhannya. Beberapa mikroorganisme yang dapat tumbuh baik dengan maupun tanpa oksigen molekular adalah anaerob fakultatif. dan besi. oksigen molekular merupakan racun. . yang dikeluarkan ke atmosfer. 5. lipid A). Sumber Mineral Sebagian besar mineral dibutuhkan untuk fungsi enzim.elektron penerima terminal dalam respirasi.Selain itu air berfungsi sebagai pelarut dan alat pengangkut dalam metabolism.1 Nutrisi Makronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Sumber Fungsi Makronutrien Karbon 50 Senyawa organik Konstituen utama atau CO2 dari bahan material sel Oksigen 20 H2O. Air Air merupakan komponen utama sel mikroba dan medium. 3. Organisme ini bergantung pada respirasi aerobik untuk memenuhi kebutuhan energi dan oksigen molekular berfungsi sebagai perantara yang mengoksidasi. senyawa Konstituen dalam organik. Co2+. beberapa polisakarida kapsul dan beberapa protein adalah bergugus fosfat.Fungsi air adalah sebagai sumber oksigen untuk bahan organik sel pada respirasi. Fosfat selalu diasimilasi sebagai fosfat anorganik bebas (Pi). O2 91 4. Kemampuan fiksasi nitrogen ditemukan pada beragam bakteri yang berevolusi sangat berbeda dalam strategi biokimia untuk melindungi enzim fixing-nitrogen nya dari oksigen. Sumber Phospor Fosfat (PO43-) dibutuhkan sebagai komponen ATP. Mg2+. Proses tersebut membutuhkan sejumlah besar energi metabolik dan tidak dapat aktif dengan adanya oksigen. Sumber Oksigen Oksigen adalah komponen universal pada sel dan selalu terdapat dalam jumlah yang besar pada zat gizi yang utama yaitu air.

Fosfat(PO4) Konstituen asam nukleat. N2 asam amino. H2S.coli dalam fase pertumbuhan eksponensial. kofaktor untuk enzim tertentu. Sumber : Rusdimin. senyawa Konstituen dari organik. H2 senyawa organik dan cairan sel. NO3. fosfolipid Sumber : Rusdimin.2003 SUMBER ENERGI 92 . asam nukleat dan koenzim H2O.2 Garam besi Komponen sitokrom dan protein lain serta salah satu kofaktor untuk beberapa reaksi enzim Ket : % berat kering tersebut untuk sel E.Nitrogen 14 Hidrogen 8 Fosforus 3 adalah akseptor dalam respirasi aerobik NH3.2 Nutrisi Mikronutrien Bakteri Elemen % Berat Kering Makronutrien Sulfur 1 Sumber SO2.5 Garam magneesium Kation sel dan kofaktor untuk beberapa reaksi enzim tertentu Kalsium 0. Senyawa Konstituen dalam organik. Juga penting bagi pembentukan sebagai proton.2003 Tabel 2. dan salah satu komponen endospora Besi 0. S. Senyawa sulfur organik Garam kalium Fungsi Konstituen dari senyawa ionik dan beberapa koenzim Kalium 1 Kation selular utama dan kofaktor untuk enzim-enzim tertentu Magnesium 0. nukleotida.5 Garam kalsium Kation sel.

Faktor tumbuh sering juga disebut zat tumbuh dan hanya diperlukan dalam jumlah sangat sedikit. Jasad parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya disebut jasad patogen. maka harus ada suatu zat yang dapat menangkap elektron tersebut. Berdasarkan sumber energi Berdasarkan atas sumber energi jasad dibedakan menjadi jasad fototrof. Jasad parasit ialah jasad yang hidup di dalam jasad hidup lain dan menggunakan bahan dari jasad inang nya. base purin dan pirimidinsebagai penyusun asam nukleat. dan Fe3+. 2. NO2-. Bharata Karya Aksara. 1982) 1. fotoheterotrof. 3. NO3-. dan vitamin sebagai gugus prostetis atau bagian aktif dari enzim.Autotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk anorganik. jika menggunakan energi cahaya. dan khemotrof. 93 .Ada beberapa sumber energi untuk mikroba yaitu senyawa organik atau anorganik yang dapat dioksidasi dan cahaya terutama cahaya matahari.Pada mikrobia yang dapat berfungsi sebagai aseptor elektron ialah O2. Heterotrof dibedakan lagi menjadi jasad saprofit dan parasit. N2O. Edward Alderberg dan John Ingraham. Fungsi Unsur Nutrisi untuk Mikroba Setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel unsur tersebut di berikan kepada medium sebagai kation garam anornagilik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya. Faktor tumbuh Faktor tumbuh ialah senyawa organik yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan (penyusun bahan sel) dan senyawa ini tidak dapat disintesis dari sumber karbon yang sederhana. Jakarta.3 Perbedaan jasad berdasarkan sumber energi Jasad Sumber Karbon Fotoautotrof Zat anorganik Fotoheterotrof Zat organik Khemoautotrof Zat anorganik khemoheterotrof Zat organik Sumber Energi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat anorganik Oksidasi zat organik Sumber :Stanier Roger. khemoautotrof dan khemoheterotrof. PENGGOLONGAN MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN Mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen dibedakan menjadi :( Stanier Roger dkk. CO2. senyawa organik. maka dikenal jasad fotoautotrof. Jasad saprofit ialah jasad yang dapat menggunakan bahan organik yang berasal dari sisa jasad hidup atau sisa jasad yang telah mati. Karena elektron dalam sel tidak berada dalam bentuk bebas.Aseptor elektron ialah agen pengoksidasi. Heterotrof ialah jasad yang memerlukan sumber karbon dalam bentuk senyawa organik. 2.Berdasarkan sumber karbon Berdasarkan atas kebutuhan karbon dibedakan menjadi autototrof dan heterotrof. 1982.Penangkap elektron ini disebut aseptor elektron. Perbedaan dari keempat jasad tersebut sbb: Tabel 2. misalnya CO2 dan senyawa karbonat.( Schlegel.Berdasarkan struktur dan fungsinya dalam metabolisme. Sumber aseptor elektron Proses oksidasi biologi merupakan proses pengambilan dan pemindahan elektron dari substrat. Dunia Mikroba 1. jika menggunakan energi dari reaksi kimia. faktor tumbuh digolongkan menjadi asam aminosebagai penyusun protein.Jika didasarkan atas sumber energi dan karbonnya.1994) 1.

Dunia Mikroba 1. dan khemoorganotrof. Jasad mikroaerob ialah jasad yang hanya memerlukan oksigen dalam jumlah yang sangat sedikit. pH (Kemasaman) 94 .Jasad ini juga bersifat anaerob toleran. 2. dan kapnofil. Berdasarkan kebutuhan oksigen Berdasarkan akan kebutuhan oksigen. Obligat aerob Fakultatif. mikroba juga dibedakan berdasarkan kondisi lingkungan yaitu suhu. mikroba ini tumbuh optimum pada suhu di atas 45oC. Pertumbuhan mikroba di dalam media cair dapat menunjukkan sifat berdasarkan kebutuhan oksigen. Jakarta.3. Perbedaan keempat golongan jasad tersebut sbb: Tabel 2. Jasad organotrof ialah jasad yang menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa organik. anaerob Obligat .Jasad kapnofil ialah jasad yang memerlukan kadar oksigen rendah dan kadar CO2 tinggi. sering disebut anaerob obligat atau anaerob 100% ialah jasad yang tidak dapat menggunakan oksigen bebas sebagai aseptor hidrogen terakhir dalam proses respirasinya. mikroaerob. Selain mikroba dibedakan berdasarkan nutrisi dan oksigen. Termofil. Mesofil. 4. mikroba yang tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20oC.( Cotty. anaerob. Bharata Karya Aksara.4 Perbedaan jasad berdasarkan sumber enegidan donor elektron Jasad Sumber Energi Sumber Donor Contoh Elektron Fotolitotrof Cahaya Zat anorganik Tumbuhan tingkat Fotoorganotrof Cahaya Zat organik tinggi. jasad dapat digolongkan dalam jasad aerob. H2S. dan masih dapat tumbuh pada suhu 0oC. Edward Alderberg dan John Ingraham. anaerob fakultatif. alga Khemolitotrof Oksidasi zat anorganik Zat anorganik Bakteri belerang Khemoorganotrof Oksidasi zat organik Zat organik fotosintetik Bakteri besi. 1982. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1.Jasad aerob fakultatif ialah jasad yang dapat hidup dalam keadaan anaerob maupun aerob. NH3. fotoorganotrof.anaerob Aerotoleran/Anaerob Mikroaerofil Jasad aerob ialah jasad yang menggunakan oksigen bebas (O2) sebagai satusatunya aseptor hidrogen yang terakhir dalam proses respirasinya. dan S. Jasa anaerob. khemolitotrof. 3.pH(keasaman) dan tekanan osmotik. bakteri hidrogen. 1988) Suhu Berdasarkan ketahanannya terhadap suhu. bahkan ada yang di atas 100 oC (ekstrim). Psikrofil. mikroba yang tumbuh pada suhu 20-40oC. Berdasarkan sumber donor elektron Berdasarkan atas sumber donor elektron jasad digolongkan manjadi jasad litotrof dan organotrof.Jasad litotrof ialah jasad yang dapat menggunakan donor elektron dalam bentuk senyawa anorganik seperti H2. 5. Berdasarkan sumber energi dan donor elektron Berdasarkan atas sumber energi dan sumber donor elektron jasad dapat digolongkan menjadi jasad fotolitotrof. bakteri nitrifikasi Jasad heterotrof Sumber : Stanier Roger. Beberapa bakteri mesofil dapat tumbuh (tetapi tidak optimal) pada suhu tinggi atau suhu yang lebih rendah.

S. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolate mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komponen media pertumbuhannya. Fenomena ini merupakan hasil interaksi metabolisme atau interaksi dalam penggunaan nutrisi yang dikenal sebagai sintropik atau sintropisme atau sinergitik. 1999) Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. 2008) MEDIA SEBAGAI SUMBER NUTRISI MIKROBA Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang di perlukan mikroorganisme untuk pertumbuhan. bakteri Thiobacillus yang hidup pada pH 2-3. yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Alkalofil. Adanya ekskresi tersebut memungkinkan tumbuhnya mikroba lain. Sebagai contoh ialah bakteri penghasil metan yang anaerob obligat tidak dapat menggunakan glukosa sebagai substrat. mikroba yang hidup optimum pada pH netral (6-8). Beberapa arkhaeobakteri hanya dapat tumbuh pada konsentrasi elektrolit (biasanya NaCl). karena kedua jasad tersebut saling memerlukanm faktor tumbuh esensiil yang diekskresikan oleh masing-masing jasad. Bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiose mutualistik. Asidofil. Koloni satelit hanya dapat tumbuh kalau ada ekskresi dari mikroba lain yang menghasilkan faktor tumbuh eseniil bagi mikroba tersebut.T. tidak dapat hidup pada pH di bawah 4 dan di atas 9. tinggi. Contoh lain ialah biakan campuran yang terdiri atas dua jenis mikroba atau lebih sering tidak memerlukan faktor tumbuh untuk pertumbuhannya. akan mengekskresikan berbagai vitamin atau asam amino yang sangat penting untuk mikroba lainnya.5. Dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad lainnya. ( Suriawiria. Tekanan Osmotik Perbedaan tekanan osmotik dapat memecahkan sel mikroba. maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah. Untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kita inginkan.( Tryana.( Suriawiria. Kenyataan ini dapat menimbulkan koloni satelit yang dapat dilihat pada medium padat. Bakteri yang tahan pada kadar garam yang relatif tinggi disebut bakteri Halofil yang bersifat halotoleran.Berdasarkan ketahanannya terhadap pH.Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-melekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKAN NUTRIEN Jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium. 3. Mikroba yang dapat mensintesis bahan selnya dari senyawa organik sederhana dalam medium. 2. mikroba yang tumbuh optimum pada pH di bawah 5. mikroba dapat dikategorikan menjadi beberapa yaitu: 1. tetapi bakteri tersebut akan segera tumbuh oleh adanya hasil metabolisme bakteri anaerob lain yang dapat menggunakan glukosa. 1999) 95 . mikroba yang tumbuh optimum pada pH di atas 9. Neutrofil. Contoh: fungi.

protein atau senyawa bernitrogen lain. laktobumin. sukrosa. c. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media a. 1999) 1. gelatin. darah. 2. H. nitrogen. untuk melarutkannya harus diasuk dan dipanasi.Bahan dasar a. granula atau bubuk dan terbuat dari rumput laut. d. semi-padat dan cair. 3. b. d. namun ada pula yang membutuhkan media khusus.Silica gel khususnya digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof abligat. Fungsinya juga sebagai pemadat media. c. manitol. Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur malro seperti C. Agar (dari rumput laut) yang berfungsi sebagai pemadat media. Glatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. Agar. plasenta. msalnya phenol red (indicator asam basa) ditambahkan untuk indicator perbahan pH akibat produksi asam organic hasil metabolisme. Jasad heterotrof memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat. sulfur. N. c. Silica gel. O. Bahan-bahan media biakan: ( Suriawiria. glukosa. Agar sulit di degradasi oleh mikroorganisme pada umunya dan mencair pada suhu 450C. mengandung basa organic terbuat dari otak. galaktosa. liver. dan lain-lain.Jenis karbohidrat yang umumnya digunakan adalah amilum. fruktosa. Meat extract. kasein. Glatin adalah polimer asam aminio yang diproduksi dari kologen. adalah produk hidrolisis protein hewani aau nabati seperti otot. fasfor.Media biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat. yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. protein. Sumber karbon dan energi yang dapat di peroleh berupa semyawa organic atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. limpa.Kekurangannya adalah lebih banyak jemis mikroba yang mampu menguraikan dibandingkan agar. 96 .Bahan tambahan Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke dalam medium dengan tujuan tertentu. lemak. karbon. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap dan vitamin (B complex). agar tidak akan larut. MEDIUM KULTUR Medium kultur adalah material nutrien yang disiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. Beberapa mikroorganisme dapat umbuh pada berbagai media. susu. dan asam organic. Sumber nitrogen mencakup asam amino. Peptone. P. Mg dan unsur pelekat/trace element.5-1%. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling). ditambahkan untuk memperkaya asam amino dan gas dari karbohidrat. Air (H2O) sebagai pelarut b. keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan.Media biakan harus berisi zat hara dan mempunyai keadaan fisik yang sesuai pertumbuhan bakteri. dan kedelai. dapat diperoleh dalam bentuk batangan. Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0. Vitamin-vitamin. Karbohidrat. unsur mikro seperti Fe. vitamin dan air. sintesis sel. dan daging sapi. terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alcohol. Yeast extract.Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsure dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. dan bahkan ada yang tidak dapat tumbuh sama sekali dalam medium buatan. Jika dicampur dengan air dingin. unsur-unsur logam.Nutrisi atau zat makanan a.Nutrisi yang berbeda di dalam media biakan di gunakan untuk pertumbuhan. b. d.

Kultur harus diinkubasi pada temperatur yang tepat. . karbon. Ada beberapa kriteria medium kultur agar dapat menumbuhkan suatu kultur: (Prescott dkk. . fosfor. dan sejenisnya.0 g Air 1 liter 97 bel 1: . suatu agen pemadat (solidifying agent) perlu ditambahkan ke dalam medium. Agen pemadat yang paling sering digunakan adalah agar. suatu senyawa polisakarida kompleks yang berasal dari alga di lautan. Tabel berikut menunjukkan resep yang umum digunakan. Kemudian medium. daging. maupun digest dari protein. dan mikroba digabungkan.Mengandung nutrien yang tepat untuk mikroorganisme yang ingin ditumbuhkan. Sebagai contoh.2002) . Untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof.Ketika mikroba pertama kali dimasukkan ke dalam medium kultur untuk memulai perkembangbiakan. suatu medium harus menyediakan energi. dan bahan-bahan lain yang tidak dapat disintesis oleh mikroba dalam medium itu. Komposisi kimianya sedikit bervariasi dari batch satu dan batch lain. Ada beberapa jenis medium. Medium dengan bahan kimia yang ditentukan adalah medium yang dapat diketahui dengan pasti komposisi kimianya. nitrogen. yang bisa dilihat dari jumlah asam laktat yang dihasilkan. sulfur. Organisme yang membutuhkan banyak bahan-bahan faktor pertumbuhan disebut “fastidious”. yaitu: (Prescott dkk. substansi yang akan dites. kecuali vitamin yang akan ditentukan konsentrasinya. tanaman. akan sebanding dengan jumlah vitamin dalam substansi. Jika dibutuhkan suatu medium solid untuk menumbuhkan bakteri. Supaya tetap cair. ia disebut inokulum. agar disimpan dalam air pada temperatur 50°C.0 g Ekstrak daging sapi 3. Pertumbuhan bakteri. Salah satu contohnya adalah Lactobacillus. medium harus mengandung bahan organik yang dibutuhkan mikroba untuk tumbuh. Beberapa mikroorganisme juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan microbiological assay. Agar biasa digunakan dalam makanan seperti jeli dan es krim. yaitu bahan yang mengandung karbon dan energi.0 g Agar 15. glukosa dimasukkan dalam medium untuk menumbuhkan mikroba kemoheterotrof E. Suatu Medium Kompleks untuk Pertumbuhan Bakteri Heterotrof Konstituen Jumlah Pepton 5.2002)  Chemically Defined Media Untuk mendukung pertumbuhan mikroba. contohnya adalah Neisseria. Komposisi Nutrient Agar.  Media kompleks (Complex Media) Hampir semua bakteri heterotropik dan fungi ditumbuhkan dalam media kompleks. yaitu menentukan konsentrasi vitamin dalam suatu substansi. yang terdiri dari sejumlah nutrien seperti ekstrak dari ragi. medium bisa diinkubasi bahkan hingga temperatur mendekati 100°C (agar mencair pada 100°C) sehingga bisa digunakan untuk menumbuhkan bakteri termofilik. Pada kisaran temperatur ini masih aman bagi bakteri ketika agar dituangkan pada mereka. coli.Medium harus steril (tidak ada kehidupan lain di dalamnya) sehingga kultur hanya mengandung mikroba yang diinginkan. medium pertumbuhan yang mengandung semua bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme disiapkan terlebih dahulu. Begitu agar memadat. Mikroba yang tumbuh dan berkembangbiak dalam medium kultur disebut dengan kultur. Untuk melakukannya.0 g NaCl 8.

 Media selektif dan media diferensiasi Media selektif adalah media yang didesain untuk menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan dan mendukung pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Kondisi di mana O 2 sedikit dan CO2 banyak adalah merupakan representasi dari kondisi dalam sistem pencernaan dan sistem pernafasan.5% NaCl. yang temperatur tubuhnya sesuai dengan yang dibutuhkan bakteri itu. Streptococcus pyogenes. kebutuhan energi. Test tube yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini haruslah tertutup rapat dan dipanaskan sebelum digunakan untuk menghilangkan O2. Vitamin dan bahan-bahan organik lain disediakan oleh ekstrak daging maupun ragi. Ada beberapa bakteri aerobik yang membutuhkan CO2 dalam jumlah lebih besar daripada yang ada di atmosfer. Reaksi yang terjadi menghasilkan H2 dan CO2. Cawan dimasukkan ke dalam wadah itu.  Media pertumbuhan anaerobik (Anaerobic Growth Media) Bakteri anaerobik merupakan bakteri yang tidak tahan oksigen. Typhi). Wadah lalu ditutup rapat. Agar darah (mengandung eritrosit) adalah media yang digunakan untuk mengidentifikasi spesies bakteri yang menghancurkan sel darah merah. Jika agar ditambahkan. bakteri obligat intraseluler. Pada metode ini. karbon. Jika kultur ternyata harus ditumbuhkan di cawan Petri. Mycobacterium leprae hanya bisa ditimbuhkan di dalam armadillo. H2 dan O2 di dalam wadah bereaksi membentuk air. Medium ini merupakan medium yang cocok untuk mengisolasi bakteri gram-negatif Salmonella typhi dari feses. seperti Rickettsias dan Chlamydias tidak dapat tumbuh dalam media buatan. bakteri yang menyebabkan sakit tenggorokan membentuk suatu cincin di sekitar koloninya di mana mereka menghancurkan eritrosit di sekitarnya. Ini menjadi masalah dalam kultivasi bakteri anaerobik. diperlukan suatu wadah khusus anaerobik. lalu oksigen dihilangkan dengan cara memberi air pada sodium bikarbonat dan sodium borohidrat yang sudah ada dalam wadah. Misalnya saja pemberian agar bismuth sulfite. Bismuth sulfite mampu menghambat bakteri gram-positif dan kebanyakan bakteri gram-negatif pada saluran pencernaan (kecuali S. nitrogen. Staphylococcus aureus mampu menoleransi NaCl dalam konsentrasi tinggi. Wadah kemudian ditutup rapat. yaitu pepton. sehingga perlu penanganan khusus untuk menumbuhkannya. Dengan bantuan katalis paladium. Lilin akan berhenti menyala ketika konsentrasi O2 dalam wadah menjadi sedikit (tapi masih cukup untuk pertumbuhan mikroba). Vitamin dan mineral dari daging atau ragi dilarutkan. Pada umumnya. dan ia juga dapat memfermentasi manitol untuk membentuk asam. ada cara yang lebih sederhana. Agar garam manitol mengandung 7. Suatu media khusus yang disebut media pereduksi (reducing media) digunakan untuk bakteri anaerobik. medium disebut nutrient agar. Media ini mengandung bahan seperti sodium thioglycolate yang mampu mengikat oksigen terlarut dan menghilangkan oksigen dalam media kultur.  Teknik kultur khusus Ada beberapa jenis bakteri yang tidak pernah bisa ditumbuhkan dalam media buatan. sehingga jika terkena oksigen ia akan mati. Media diferensiasi adalah media yang mampu mempermudah untuk membedakan koloni mikroba yang diinginkan dengan koloni-koloni lain yang tumbuh pada tempat yang sama. dan sulfur untuk pertumbuhan mikroba disediakan oleh digest protein. lalu diuapkan airnya sehingga bahan-bahan yang larut tadi akan terkonsentrasi. kultur dimasukkan ke dalam wadah yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala. Selain itu. Saat ini konsentrasi CO2 bisa diatur lewat alat elektronik. yaitu dengan candle jar. Kandungan NaCl mampu menghambat 98 . Mereka hanya bisa tumbuh dalam sel hidup. Jika medium kompleks dalam bentuk cair disebut nutrient broth.Dalam media kompleks. Terkadang media selektif dan diferensiasi dijadikan satu dalam sebuah medium.

sehingga kelihatan berwarna coklat kemerahmerahan dan digunakan untuk menyediakan faktor penumbuh yang diperlukan oleh bakteri patogen. aureus. Agar-darah (Blood agar) Agar darah merupakan media differensial yang digunakan untuk perbedaan beberapa bakteri patogen. misalnya Streptococcus. Asam yang dihasilkan dari perombakan laktosa dapat dideteksi dengan asetaldehida dan natrium sulfit. Garam-garam empedu dan kristal-kristal violet di dalam media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. 3. Mac Conkey Agar Media ini merupakan media padat dan media differensial.5% NaCl. yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteria selainStreptococcus. 5.pertumbuhan mikroba-mikroba lain dan mendukung pertumbuhan S. Media ini dibubuhi darah. digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang hidup di usus. Bakteri hemolitik a dapat menghasilkan suatu zona yang menghijau di sekelilingkoloni. aureus. 2. Berikut ini contoh media selektif dan media diferensial yang sering digunakan di dalam Laboratorium Mikrobiologi : (Tryana. EMB (Eosin Methylene Blue) EMB merupakan media diferensial berbentuk padat dapat digunakan untuk menggantikan Mac Conkey agar dan untuk mengadakan isolasi serta mendeteksi Enterobacteriaceae dan campuran spesiesspesies bakteri yangberbentuk batang koliform. Media ini mengandung natrium sulfit dan “basic fuchsin” yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif. Mannitol Salt Agar Mannitol salt agar merupakan medium yang mengandung 7. sedangkan bakteri hemolitik b. digunakan untuk seleksi dan penumbuh Enterobacteriaceae dan bakteri Gram negatif yang berbentuk batang. fenol merah sebagai indikator pH. menghasilkan suatu zona yang cerah di sekeliling koloni. Medium ini juga mengandung mannitol. berguna untuk mendeteksi adanya asam yang dihasilkan 99 . Eosin dan methylene blue berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.T. Eosin dan methylene blue ini dapat juga berperan sebagai indikator produksi asam. 2008) 1. S. Endo agar Endo agar adalah media padat (solid plating media). Bakteri dapat juga dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk mengadakan hemolisis pada sel-sel darah. Medium ini juga mengandung indikator pH yang berubah warna ketika manitol dalam medium difermentasi menjadi asam oleh S. 4.

Medium kultur diinkubasi beberapa hari. produk pangan. Metode ini hampir sama dengan medium selektif. namun ini didesain untuk meningkatkan jumlah mikroba yang ada dalam jumlah sangat kecil hingga mencapai level yang dapat dideteksi. Berikut adalah berbagai medium yang sering digunakan :( Buckle. Setelah beberapa kali transfer. sehingga digunakanlah enrichment culture. namun jumlahnya sangat sedikit dibandingkan mikroba lain. populasi yang tersisa itu adalah bakteri yang mampu mengolah fenol. sewage. Selenite Broth Media ini digunakan untuk mengadakan isolasi spesies Salmonella dari spesimen-spesimen seperti urin dan feses. namun tidak untuk mikroba-mikroba lain. pepton.oleh Staphylococcus yang memfermentasi mannitol dapat menghasilkan zona berwarna kuning di sekitar pertumbuhannya. maka mikroba yang tidak bisa mengolah fenol tidak akan bisa tumbuh. terutama ketika bakteri spesies lain terdapat dalam jumlah besar. lalu sebagian dari mikroba ditempatkan pada wadah lain yang berisi medium yang sama. Sodium Selenite dapat merupakan inhibitor terhadap Eschericia coli dan beberapa spesies dariShigella. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro.Mikroorganisme dapat tumbuh sesuai dengan medium yang digunakan. 1994).org/wiki/Nutrient_agar) Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air.NA juga digunakan untuk  pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. 6.  Kultur yang diperkaya (Enrichment culture) Terkadang suatu bakteri terdapat dalam jumlah yang sangat kecil terabaikan. dalam artian mikroorganisme heterotrof. Jika sampel tanah ditempatkan dalam medium cair kaya fenol (di mana fenol di sini sebagai sumber satu-satunya sumber karbon dan energi).Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. sedangkan yang tidak dapat memfermentasikan manitol tidak akan menimbulkan perubahan warna. Biasanya digunakan pada sampel tanah. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Medium yang digunakan untuk memperkaya kultur minoritas tadi biasanya berbentuk cair dan menyediakan nutrien dan suasana yang mendukung pertumbuhan mikroba minoritas.2007) Nutrien Agar(NA) Gambar:Nutrien Agar Sumber : (wikipedia. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. untuk membawa stok kultur. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga 100 . Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. Misalkan kita ingin mengisolasi mikroba dari tanah yang bisa tumbuh dengan fenol. MEDIUM YANG SERING DIGUNAKAN Medium untuk menumbuhkan mikroorganisme ada berbagai macam. dan agar.

Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Setelah didinginkan. Plate Count Agar (PCA) Gambar : Listeria monocytogenes pada PCA 101 . medium dapat ditanami bakteri . Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Dalam percobaan warna NA sebelum dilarutkan dalam aquades adalah coklat. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna.berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi.Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan.6+0. Jadi untuk menghilangkan endapan tersebut maka dipanaskan dalam penangas air dengan tabung Erlenmeyer disumbat dengan alat penyumbat. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. dan setelah dilarutkan dalam aquades berubah menjadi kekuning-kuningan dan terdapat endapan. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.). Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Serbuk PDA berwarna kuning karena merupakan ekstrak kentang yang pada dasarnya berarna kuning.org) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang.95gr jadi PDA yang digunakan untuk 50 ml aquades adalah 1.setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih.2. Tetapi pada praktikum kali ini PDA dilarutkan pada 50mL air dengan perhitungan : 39×50 = 1000x x = 1.95gr.serbuk dicampur dan dipanaskan serta aduk. 1993). Setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat  Potato Dextrose Agar (PDA) Gambar : Fusarium roseum on Potato Dextrose Agar (PDA)  (Sumber : forestryimages.

5 g/L kemudian disterilisasi pada autoklaf (15 menit pada suhu 121°C). dextrose. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate. yaitu :( Buckle. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. 102 .org) PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. Nutrient broth dibuat dengan cara sebagai berikut. 0. Intinya sama dengan nutrient agar. makanan. Fermentasi laktosa menyebabkan produksi asam dan perubahan dalam indikator pH ke warna kuning.  Nutrient Broth (NB) Gambar : media nutrient agar (NA) yang telah ditanam dari biakan media nutrient broth (NB) Sumber: mulyadiveterinary. agar) hingga membentuk suspensi 22.Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.Jika laktosa tidak difermentasi media tetap merah. yeast extract. dan 0.com Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair.2007) Lactose Broth  Gambar : Kaldu hasil laktosa (Sumber: marietta.5% laktosa.5% pepton. dan produk susu. Lactose broth dibuat dengan komposisi 0.wordpress. sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya.Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform.edu) Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air.Produksi gas ditunjukkan oleh akumulasi dalam tabung Durham (panah).(Sumber: mikrobiyoloji. MEDIUM LAINNYA Selain medium di atas masih terdapat medium lain yang juga memiliki fungsi untuk menumbuhkan kultur mikroorganisme.3% ekstrak beef.

2.Medium tersebut mengandung sukrosa karena kemempuan bakteri koli yang lebih cepat meragikan sukrosa daripada laktosa. Larutkan 5 g pepton dalam 850 ml air distilasi/akuades. Gambar : Salmonella enteritidis tumbuh di EMB Agar (Sumber : microbiologyatlas. Atur pH sampai 7. Aerugenosa dan Salmonella sp dapat menimbulkan keraguan. magnesium. MRS agar mengandung polysorbat.kvl. Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. Rogosa. dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. aerugenosa.0 g/L 4.1. Agar EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung. Magnesium sulfat 0.Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. Larutkan 3 g ekstrak daging dalam larutan yang 3. sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh. Bagaiamanapun media ini sangat baik untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. Ekstrak daging 8.2 g/L 103 . EMB yang menggunakan eosin dan metilin bklue sebagai indikator memberikan perbedaan yang nyata antara koloni yang meragikan laktosa dan yang tidak.coli. jika media ini digunakan pada tahap awal karena kuman lain juga tumbuh terutama P. Sterilisasi dengan autoklaf  EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) dibuat pada langkah pertama. tabel tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri coli dalam 100 ml dan 0. dan Shape (1960) untuk memperkaya. 4. Protein dari kasein 10 g/L 2. dan Salmonella. MRS agar mengandung: 1. D (+) glukosa 20 g/L 5.000 ml. 5. Ekstrak ragi 4. asetat. Beri air distilasi sebanyak 1.dk)  MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSA merupakan media yang diperkenalkan oleh De Mann. Namun demikian. Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Untuk mengetahui jumlah bakteri coli umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama MPN (most probable number) atau tabel JPT (jumlah perkiraan terdekat).1 ml contoh air. sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif.0 g/L 3. Adanya eosin dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. aureus. P. dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus.0. menumbuhkan.

glukosa. pepton. pH akhir adalah 7.Panaskan hingga mendidih sampai larut sempurna. 6. Natrium asetat 5 g/L 11. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak. Yeast ekstrak menyediakan vitamin B-kompleks yang mendukung pertumbuhan bakteri. 104  . dan halus pada bakteri Enterobacter cloacae.Dikalium fosfat ditambahkan sebagai buffer untuk mempertahankan pH.0 g/L 9. Diamonium hidrogen sitrat 2 g/L 10.Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik.4. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai. Agar-agar 14 g/L 7.coli. TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum. Mangan sulfat 0. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan 1 liter air yang telah didestilasi. agar dilelehkan dalam 500 ml air. Adanya asam tartarat dan pH rendah maka pertumbuhan bakteri terhambat. dipotassium hidrogen phosphate 2 g/L 8.Agar merupakan agen pemadat.com) Setelah 24 jam.Dinginkan hingga 50-60°C. APDA dibuat dengan merebus kentang selama 1 jam/45 menit. Tween 80 1. Laktosa merupakan sumber karbohidrat. agar). NaCl. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Campurkan ekstrak kentang dalam agar lalu ditambahkan glukosa dan diaduk rata. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Campuran garam bile dan kristal violet menghambat bakteri gram positif. Pindahkan dalam tabung sesuai kebutuhan. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. neutral red.04 g/L MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth Trypticase Soy Broth (TSB)  (Sumber : totallyfreeimages. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E. APDA Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. sedangkan sel mikroba bersifat asam. Pada APDA jadi ini juga ditambah asam tartarat. empedu.Neutral red sebagai indikator pH. untuk isolasi. VRBA (Violet Red Bile Agar) VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. kristal violet. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. menunjukkan pertumbuhan kolonial kasar.

5. Ion Na terikat 4. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Konformasi ini menunjukkan afinitas yang lebih rendah terhadap Na+ dibanding K+ 6. Dewi N (115061100111001) Bagaimana cara memisahkan mikroba dengan agar pada industri? Metode apa yang digunakan? Jawaban : Metode yang digunakan untuk memisahkan agar dan mikroba merupakan metode yang sederhana yaitu hanya dengan menggunakan pinset yang steril sehingga mikroba tidak tercemar oleh zat-zat lain. 2 untuk K+) dengan posisi terbuka pada sisi sitoplasma 2.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. PGYA Media ini berfungsi untuk isolasi. Ion K terikat 8. Binding site sekarang terbuka ke dalam. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0. Pompa Na dengan binding site (3 untuk Na+. LAMPIRAN II (TANYA-JAWAB) 1. yang menyebabkan perubahan konformasi ATPase sehingga binding site terbuka ke arah luar. enumerasi. Nanang(11506110111025) Bagaimana cara kerja pompa Na? Jawaban : Kerja Pompa Na adalah sebagai berikut 1.ATP terikat dan memfosforilasi permukaan sitoplasma dari pompa. Ion K dilepaskan dan kembali ke konformasi awal 105 . 2. Ion Na dilepaskan 7. Untuk membuatnya. Konformasi menunjukkan afinitas yang lebih tinggi terhadap Na+ dibanding K+ 3. mengubah konformasi ATPase 10. dengan afinitas lebih rendah terhadap K+ dibanding Na+ 11. Glikosida digitalis menghambat pompa dengan berikatan pada 1 tempat K+ 9. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Defosforilasi terjadi. dan menumbuhkan sel khamir.

Pandu R(115061107111001) Tadi dikatakan bahwa kapasitol itu membutuhkan oksigen yang sedikit nah apa bedanya dengan microaerophil? Jawaban: Kapnofil adalah mikroba yang memerlukan CO2 dalam konsentrasi yang tinggi.spesifik. 7.perhitungan penguji dan khusus. mangan. padat. Proses tersebut tergantung pada ketersediaan akseptor dan kondisi lingkungan 106 . 6.tempat kecil dan tempat tersebut harus dalm jumlah banyak 8. 9. Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof naerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Mutia Dhana (115061100111007) Syarat-syarat apa yang digunakan untuk untuk memilih medium yang cocok untuk mikroba yang kita gunakan? Jawaban : berdasarkan susunan kimianya. Ada media lain selain agar yaitu media cair seperti kaldu tetapi sangat jarang digunakan karena keefektifannya lebih rendah jika dibandingkan dengan media agar.sterlisasi. yaitu medium organik. sulfat dan karbon dioksida. Winda(115061101111003) Semua organisme membutuhkan belerang(sulfur) apa bahayannya jika sulfur menjadi sulfit? Jawaban : Tidak berbahaya karena perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan lalu semua makhluk hidup yang mati akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri.aniseptis.3. microaerophil adalah mikroba yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit. antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan tereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida(H2S). Ayu Indah Wibowo(115061101111011) Bagaimana cara mengendalikan nutrient untuk mikroba agar tidak berlebihan? Jawaban : Dengan cara cleaning. desinfeksi. Dian Nita Citra Dewi(115061101111013) Apa di dalam industri juga menggunakan media agar dalam skala besar? Jawaban : Dalam industri juga menggunakan agar tetapi agar tersebut di letakkan di tempat.medium sintetik dan medium nonsintetik -berdasarkan konsistensi medium separti medium cair. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur. Dewi Ariesi (115061105111007) Apakah di industri juga menggunakan agar dalam pemberian nutrient? Apakah ada media selain agar? Jawaban : Iya. lalu bagaimana aseptor untuk mikroorganisme anaerob yang tidak menyukai O2? Jawaban: Yang tidak menyukai O2 pada mikroba anaerobik terjadi pemanfaatan berbagai akseptor elektron seperti nitrat. 4.meium anorganik.Dll 5. dalam industri memakai media agar. Vivi Anita Aprilia(115061107111005) Aseptor yang digunakan oleh mikroba aalah O2. semi padat – berdasarkan fungsi yaitu diperkaya. besi.

hidrokarbon dan asam amino sebagai sumber karbon dan nitrogen mikroba.yaitu materi penentun sifat-sifat makhluk hidup. Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang berdiri sendiri. Dhanang Edy Pratama(115061101111007) Ada berapa mikroba yng benar benar tida bisa ditumbuhkan dalam medium buatan. Ridhani Rida Ramadhan(115061100111009) Sisa sisa metabolisme dari bakteri bis dijadikan sebagai media pertumbuhan mikroba atau tidak? Dan tolong jelaskan medium pengaya dengan diperkaya? Jawaban: Sisa-sisa metebolisme bakteri tidak bisa dijadikan sebagai media pertumbuhan mikoba. meskipun ukuran sel sangat kecil. seperti mikrobkteriel leprae yang hanya bisa di tumbuhkan dalam tubuh armadillo. tetapi ada bakteri anaerob itu bagaimana? Dan bagaimana cara kerja aseptor elektron serta bagaimana mikroba menggunakannya? Jawaban: Bakteri anaerobik untuk memenuhi syarat nutrisinya dengan cara aseptor elektron. sedangkan lisosom berfungsi sebagai pencerna. Cara kerja aseptor elektron yaitu dengan membuat ATP dengan menggunakan reaksi anaerobik yaitu fermentasi. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel. Sel juga disebut sebagai satuan fungsional makhluk hidup. Sel mengandung materi genetic. Bagaimana cara mengontrol asupan nutrisi pada mikroba seperti itu? Jawaban: Jawaban : Asupan pada mikrobakterium lepre berasal dari gula. Dengan adanya materi genetik. strukturnya sangat rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. mitokondria yang terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energy. Organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara mitosis. (Alberts B.10. Pengertian Sel Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. dan terhadap rangsangan. misalnya. karena media pertumbuhan harus steril sedangkan pada sisa sisa metabolisme tidak steril Medium pengaya medium yang kaya akan nutrient tertentu sehingga vdapat menumbuhkan dan memperbanyak sel 12. yang dapat melaksanakan kehidupan. Sel disebut satuan struktural makhluk hidup. penyusunan. 1994) Struktur Sel Struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan sel eukariotik. perombakan. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan respirasi. Nutrisi tersebut dapat diambil dari lingkungan maupun dari tubuh armadillo 11.  Struktur sel prokariotik 107 . sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya. Mariatus Sholihah(115061100111019) Pada syarat nutrisi dijelaskan bahwa semua mikroorganisme membutuhkan oksigen. reproduksi melalui pembelahan sel. ukuran sel bermacam-macam dan bentuk sel juga bermacam-macam . Pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu maupun organisme bersel banyak.

dan lisosom. yakni memiliki organelorganel bermembram seperti retikulum endoplasma. berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan ke luar sel dengan cara difusi. A. Membran plasma Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar. adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut: (Yunus. 108 . Membran sel Lipid Fosfolipid merupakan komponen utama dari membran sel. selain itu sel. Karena tidak mempunyai membran inti maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. 2009) 1. lipid dapat membuat mana saja dari 20 sampai 80 persen dari membran. bersifat semi/selektif permeabel. sel eukariotik juga memiliki sentriol. dan transport aktif. nukleoid (berupa DNA dan RNA). The bilayer lipid adalah semipermeabel. dan sitoplasma yang mengandung ribosom. sedangkan sel prokariotik tidak. yaitu mesosom dan kromatofor. Mereka membentuk bilayer lipid di mana mereka hidrofilik (menarik air) di daerah kepala spontan mengatur untuk menghadapi sitosol berair dan cairan ekstraselular. osmosis. namun mempunyai struktur yang berfungsi sama. sel prokariotik tidak memiliki membram inti. sepert reticulum endoplasma dan komplek golgi. selain itu. Ciri lain dari sel prokariotik adalah tidak memiliki sistem endomembran (membran dalam). protein memantau dan memelihara iklim kimia sel dan membantu dalam transfer molekul melintasi membran. 2009)  Struktur sel eukariotik Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki membran inti. mitokondria. sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas. eukariotik memiliki sistem endomembran. sedangkan hidrofobik mereka (ditolak oleh air) daerah ekor wajah jauh dari cairan sitosol dan ekstraseluler. Sementara lipid membantu memberikan fleksibilitas membran mereka. sedangkan sel prokariotik tidak. dengan sisanya menjadi protein. sehingga hanya molekul tertentu untuk meredakan melintasi membran. komplek Golgi. Membran sel terutama terdiri dari campuran protein dan lipid .Semua sel prokariotik mempunyai membram plasma. Tergantung pada lokasi membran dan peran dalam tubuh. (Yunus. A.

Mereka tertanam dalam membran sel dan membantu dalam sel untuk komunikasi sel dan transportasi molekul melintasi membran. seperti protein globular. mikrotubulus dan filamen intermediar. Daerah sitoplasma di luar organel individu disebut sitosol. Struktur ini memberikan sel bentuk dan memungkinkan untuk mengatur banyak reaksi kimia yang terjadi di sitoplasma. Selain informasi genetik. Glikolipid yang terletak pada permukaan membran sel dan memiliki karbohidrat rantai gula yang melekat pada mereka. sitoskeleton menentukan bentuk sel. Kolesterol merupakan komponen penting dari membran plasma hewan. Sel bentuk.Glikoprotein memiliki rantai karbohidrat yang menyertainya. Sitosol adalah struktur terbesar dalam sel. Kolesterol sebagian melumpuhkan ekor asam lemak membuat membran kurang fleksibel dan dengan demikian kurang permeabel untuk molekul yang lebih kecil. Sitoplasma berisi sisa organel seperti retikulum endoplasma dan mitokondria. Yang berperan penting pada sel sebagai pengendali kegiatan sel. Protein membran sel reseptor membantu sel berkomunikasi dengan lingkungan eksternal mereka melalui penggunaan hormon. Untuk sel tanpa dinding sel. Nucleolus adalah di mana ribosom dirakit. Ini adalah salah satu fungsi dari filamen intermediate. Selama replikasi. Protein transport. neurotransmitter dan molekul sinyal lainnya. Nukleus Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel. Sitoskleton Merupakan rangka sel yang tersusun atas tiga jenis serabut yaitu mikrofilamen. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti. Mereka membantu sel untuk mengenali sel-sel tubuh lainnya. chromatins dikondensasikan untuk membentuk struktur yang sangat terorganisir yang disebut kromosom . 2. Selain itu. Sitoskeleton menyediakan kerangka kerja struktural penting untuk: a. Ini composes 54% dari total volume sel. inti sebagian besar juga mengandung satu atau lebih bola berbentuk organel yang disebut nukleolus. Sitosol berisi ribuan enzim yang bertanggung jawab untuk catalyzation dari glikolisis dan glukoneogenesis dan untuk biosintesis gula. 4. Membran sel Protein Protein struktural membantu memberikan dukungan sel dan bentuk. dan asam amino. Inti bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan organel lain dalam sitoplasma (ruang seperti gel yang mengelilingi inti). terdiri atas air dan zat-zat yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup. molekul transportasi melintasi membran sel melalui difusi difasilitasi . 3. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat dan oval. Di dalam inti. Pesan dari dalam perjalanan inti melalui pori-pori di amplop nuklir untuk memasuki sitoplasma. masing-masing diperlukan untuk reproduksi sel dan kelangsungan hidup.Kolesterol merupakan komponen lipid dari membran sel. disebut nucleoplasm. Informasi genetik dikelilingi oleh amplop dua-lapisan nuklir dan umumnya ditemukan di tengah sel. Kadang-kadang konten adalah setinggi satu molekul kolesterol per satu molekul fosfolipid. sitoskeleton dapat membantu dalam pergerakan sel. Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma. DNA terikat oleh protein histon dan disusun dalam kromatin. 109 . Nukleus berdiameter 10 mikrometer. asam lemak.

Pembagian ribosom berdasarkan subunit besar dan subunit kecil. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. yang merupakan komponen sitoskeleton. RE halus mensintesis molekul. Dalam kasusendositosis ketika vesikula terbentuk untuk menelan beberapa partikel dari luar sel. Struktur Ribosom Susunan ribosom merupakan susunan yang rumit antara RNA ribosom (rRNA) dan protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). . Ribosom merupakan organel terkecil dalam sel yang berbentuk bulat padat dengan diameter sekitar 20 sampai 25 nm. maupun manusia. Ada juga dapat geser gerakan struktur ini. sehingga kekuatan yang menggerakkan sel.b. Organel gerakan. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. cincin mikrofilamen membantu membagi sel mengembangkan dua oleh konstriksi wilayah tengah antara sel-sel. sedangkan yang besar mengikat tRNA (transport RNA). 5.Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. Ini adalah bagian dari sel. dan diperkirakan bahwa pergerakan vesikel dipandu oleh sitoskeleton. atau pada membran inti sel. hewan. c. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid. d. Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium. yang bertindak sebagai pusat mikrotubulus memproduksi. Kantung ini disebut cisternae. fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. Ribosom tersuspensi dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar. Tanaman sel dan jamur tidak mengandung sentriol. terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ada tiga jenis retikulum endoplasma: RE kasar Di permukaan RE kasar. Sentriol adalah struktur yang ditemukan dalam sel-sel hewan eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”). Perbandingan keduanya yaitu 65% rRNA dan 35% RNP. tergantung pada jenisnya. detoksifikasi obat-obatan. yang artinya tubuh. Mikrotubulus dan mikrofilamen dapat membantu organel bergerak dari satu tempat ke tempat dalam sel. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi.Sebagian besar sintesis kompleks dan fungsi distribusi dari retikulum endoplasma dan kompleks Golgi memanfaatkan vescicles transportasi. Koleksi dinamis mikrofilamen dan microtubles dapat terus dalam proses perakitan dan pembongkaran. mikrotubulus mencapai gerakan chromosones ke inti putri. Audesirk dan Audesirk memberikan contoh sel darah putih "merangkak" dan perubahan migrasi dan bentuk sel selama perkembangan organisme multicelled. Kemudian untuk sel-sel hewan. Sentriol Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan. Pembelahan sel. Selama pembelahan sel. Kata ribosom didapat dari penggabungan kata yaitu ribonucleic acid dan kosakata Yunani. soma. mikrofilamen menempel vesikel dan menariknya ke dalam sel. Retikulum Endoplasma Adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. Gerakan sel. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. 110 6. dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE halus Berbeda dari RE kasar. Subunit kecil mengikat mRNA (messeger RNA). 7. Maka. Ribosom Ribosom merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh makhluk hidup karena dapat mengendalikan cara kerja tubuh tumbuh-tumbuhan.

Sebagian besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. • Translasi Pada tahap ini mRNA hasil transkripsi dibaca oleh ribosom dan diproses lebih lanjut oleh ribosom. • Transkripsi Transkripsi adalah proses penggandaan DNA menjadi RNA. Sel yang memiliki laju sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak. Ribosom berperan sebagai tempat pertemuan mRNA dengan tRNA serta penterjemahan kodon serta reaksi perangkaian asamamino. kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. dan rRNA. Proses pembentukan protein Ada tiga tahap proses pembentukan protein. Terdapat tiga unsur yang terlibat dalam proses translasi yaitu adalah mRNA. Tidak mengejutkan jika sel yang aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas. berisi enzim dan bahan-bahan lain. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma. sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. transkrpsi dan translasi. untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel. • Replikasi DNA Replikasi adalah pencetakan dan penggandaan DNA dengan membelah dan membentuk sel yang baru yang urutan A-C-G-T nya sama. yang dalam pelaksanaannya adalah berupa penyusunan basa-basa pada rantai RNA dengan menggunakan runtunan basa DNA gen sebagai modelnya. Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). Pada tahap transkripsi basa timin pada DNA digantikan oleh urasil pada RNA namun keduanya sama. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran. Ribosom akan membaca urutan basa RNA dan menterjemahkan (translate) menjadi urutan asam amino tertentu sesuai dengan resep yang dibawa mRNA. beberapa fungsi badan golgi antara lain : Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Membentuk dinding sel tumbuhan Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom. Kompleks golgi Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi. tRNA. misalnya ginjal. antara lain replikasi DNA. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Di sinilah asam-asam amino itu dirakit sesuai urutan yang diresepkan gen (DNA) dan kemudian melipat membentuk struktur tiga dimensi yang fungsional. Pada produksi awal protein.      . Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Misal.Fungsi ribosom Ribosom memiliki fungsi untuk mensintesis protein. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut. informasi pada gen digandakan satu per satu (basa per basa) dari sebuah rantai DNA menjadi rantai RNA pembawa pesan (mRNA).sama berpasangan dengan adenine. Tempat untuk memodifikasi protein 111 8. Membentuk membran plasma. Transkripsi adalah penyalinan informasi dari gen ke dalam molekul RNA.

Selain itu. yang disebut endosom awal. bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama. Dengan demikian. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma). dan autofagi. fosfatase. Pertama. materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik.0 µm. Di dalam endosom awal. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi 112   . Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri. yaitu membran luar.5 – 1. Fungsi utama lisosom adalah endositosis. 10. pH sekitar 6. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Badan Mikro Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil . Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Proses ini berguna pada sel hati. yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan. membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel Untuk membentuk lisosom 9. organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. lipase. mitokondria adalah “pembangkit tenaga” bagi sel.3-1. 2000]. ataupun sulfatase. Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel.5 µm dan panjang 0. Dalam hal ini. fagositosis. 2001]. fosfolipase. Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. membran dalam. transformasi berudu menjadi katak. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. 11. Setelah itu. Di endosom lanjut. glikosidase. misalnya sel otot jantung. Kemudian. membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani ?-oksidasi menghasilkan Asetil KoA. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. hanya bergaris tengah 0. Lisosom Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.Badan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom serta berisi enzim katalase. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak.5 mikro meter . dan embrio manusia. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0. membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Mitokondria Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. seperti organel yang tidak berfungsi lagi. dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper. disebut krista [Lodish. nuklease. ruang antar membran. Di dalamnya. yang tidak dibawa ke endosom lanjut. autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Mula-mula. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel.

R. Retikulum Endoplasma berdampingan dengan selaput inti luar namun membentang di seluruh sitoplasma dalam banyak tipe sel dan terlibat dengan sintesis dan transpor protein selaput.1996) Kloroplas melakukan fotosintesis pada sel tanaman. dibutuhkan untuk menarik kromosom ke sel-sel anakan. Ia terlibat dengan modifikasi protein untuk transpornya ke organel sel lain atau untuk ekspor ke luar sel. Organel ini berbentuk benangbenang halus . dan merupakan tipe organel khusus lainnya yang ditemukan dalam beberapa jenis sel eukariotik.Mikroorganisme yang termasuk jenis Eukariotik. Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel. dan filamen tipis membentuk empat kategori serat yang ditemukan dalam sel eukariotik. ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria. 1993). dan berpartisipasi dalam mengubah bentuk sel sehingga ia dapat bergerak.  Fungi. sebuah alat khusus bernama spindel. aktin.1997) Dalam sitoplasma eukariotik ada sejumlah protein struktural yang membentuk jaringan. Mikrotubulus dan Mikrofilamen Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa . kloroplas juga mengandung DNA dan ribosom yang berbeda dari struktur yang analog di daerah lain sel tersebut. kalsium dan kalium.1996) Sel eukariotik juga mengandung organel khusus seperti mitokondria.oksidatif. mitokondria mirip dengan bakteri dan kenyataannya tampaknya berevolusi dari bakteri. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik. Serat dalam sel memberikan kerangka struktur kaku. biasanya dalam bentuk kromosom melingkar seperti yang ditemukan juga pada E. Mereka juga mengikat mayoritas ribosom. yang fungsi utamanya tampaknya membantu DNA mempertahankan keadaan kakunya. Inti dikelilingi oleh dua selaput.tipis yang memanjang.M.Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein . dan terdiri dari sebagian mikrotubula. ribosom. ATP. dan kemudian menggumpal kembali. berpartisipasi dalam gerakan vesikel dan kromosom. serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam. (Prawirohartono S & Suhargono H. (Prawirohartono S & Suhargono H. hanya protein kecil dengan berat molekul kurang dari 20 hingga 40 ribu dapat bebas memasuki inti lewat selaput inti. ADP. (Schleif. Dalam tiap siklus sel. namun terselubung dalam selaput inti. yang melakukan fosforilasi oksidatif untuk membangkitkan energi kimia yang dibutuhkan sel.yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen. (Syamsuri I & Suliestijono. Dalam banyak hal. yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA). Sebagian besar sel eukariotik juga mengandung selaput dalam. filamen intermediat.dan juga membentuk rangka dalam pada sel. 12. Mereka mengandung DNA. DNA sendiri terkekang erat dengan sejenis protein yang disebut histon. (Schleif. seperti siklus Krebs. selaput inti meluruh. 2006) DNA sel eukariotik tidak mencampur bebas dengan sitoplasma.5 mikrometer dengan diameter 25 nm.Tabung tabung kecil itu tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. yang panjangnya 2. Ini adalah struktur besar yang secara aktif mentranspor protein atau RNA ke dalam atau ke luar inti. (Abercrombie. 1993). Golgi adalah struktur lain yang mengandung selaput. R.Diameter mikrofilamen hanya 5 nm. Secara normal. Seperti mitokondria. 113 .Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot .coli dan ribosom yang berada di sitoplasma sel eukariotik. Selain mikrotubulus . dan reaksi ?-oksidasi asam lemak. Mikrotubula. reaksi oksidasi asam amino. Retikulum Endoplasma adalah selaput lain yang ditemukan dalam sel eukariotik.yaitu aktin dan miosin. fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium. Saat sel membelah.

misalnyo khamir. dan senyawa kimia lainnya. mitokondria. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. haustoria dapat menembus jaringan substrat. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. contohnyojamur kayu. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Slamet. Clntuk memperoleh makanan. Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Pneumonia adalah jamur yang bersifat saprofit bersifat jika parasit tidak fakultatif jika mendapatkan inang yang mendapatkan inang yang c. ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter. hifa dapat juga langsung menyerap bahanbaha organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya. dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. a. obligat dapat hidup pada inangnya. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. 2003) 1. protein. Namun. beberapa jamur 114 . struktur tubuh. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat. jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Sebagai makhluk heterotrof. pertumbuhan. Meskipun kebanyakan hidup di darat. Misalnya. jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya. Saprofit Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Cara makan dan Habitat jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. jamur dapat bersifat parasit obligat. adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Struktur jamur. selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom. parasit fakultatif. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. b. dan reproduksinya. atau saprofit. Jamur yang hidup bersimbiosis. Ada jamur yang satu sel. vitamin. 2. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. hidup. Hifa membentuk jaringan yang disebutmiselium. tetapi cocok. (Prawirohartono. Parasit Parasit fakultatif sesuai. Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen.Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Selain itu. Parasit Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya sedangkan di luar inangnya tidak dapat carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). berbeda dengan organisme lainnya. Akan tetapi.

Microsporum. berkembang biak dengan cara membelah diri (asexual) membentuk tunas atau budding cell. H. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut. Berbentuk Yeast jika berada di dalam inang / host atau pada suhu inkubasi 37 derajat C. Hifa yang berada didalam media disebut Hifa Vegetatif berfungsi sebagai alat untuk menyerap makanan. 1991) 115 . Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit. dan bir. a. Contoh : Candida sp. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer. Contoh: Aspergillus. Rhizopus. Torulla (koloni berwarna merah / orange). Schmitdt. 1994) c. Trichophyton. 1994) Mold / Kapang Merupakan jamur multiselluler (mempunyai inti lebih dari satu) yang membentuk benang-benang hifa / filament. Candida albicans. Hifa yang dibentuk ada yang bersekat maupun tak bersekat. Cecie.G. dan berbentuk mold jika berada diluar inangnya atau pada suhu inkubasi suhu ruang. dan kebanyakan dari kelas Oomycetes. (Schlegel. 3. baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. (Schlegel. Schmitdt. tidak ada spesies ragi diketahui bahwa tumbuh hanya anaerob (anaerob obligat). H. roti. seperti glukosa dan fruktosa.ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air.G. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan. Contoh : Histoplasma capsulatum. Hifa yang berada di atas permukaan media disebut Hifa aerial yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. d. and K. (Schlegel. and K. MORFOLOGI Bentuk jamur secara garis besar ada 3 bentuk yaitu : a. Untuk identifikasi. Spesies ragi baik memerlukan oksigen untuk respirasi seluler aerobik (aerob obligat) atau anaerobik. and K. Secara makroskopik (pada media padat SGA) koloni jamur bentuk yeast tampak Smooth. Yeast Merupakan jamur uniselluler yang berbentuk oval / lonjong dengan diameter 3 – 15 mikron.G. yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom. (Starr. Penicellium. Yeast ada dua yaitu : Yeast murni merupakan jamur uniselluler yang tidak mampu membentuk pseudohifa/ klamidospora. karena mereka menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. Coccidioides immitis. Secara makroskopik (pada media SGA) jamur yang berbentuk Mold membentuk koloni yang berserabut / granuler koloninya tampak kasar (Rought). H. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik. Karbon diperoleh sebagian besar dari gula heksosa. e. Tidak seperti bakteri. atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa. 1994) b. c. cembung bau seperti ragi. Ragi tumbuh terbaik di lingkungan pH netral atau sedikit asam. warna krem. b. Schmitdt. Blastomyces dermatidis. Dimorfik Merupakan jamur yang mempunyai dua bentuk yaitu : Yeast dan Mold. Yeast like merupakan jamur uniselluler yang mampu membentuk pseudohifa. Ragi adalah chemoorganotrophs. hasil mikroskopik dan makroskopik merupakan dasar identifikasi. Cryptococcus neoformans. Mucor. kumpulan dari hifa disebut miselium yang membentuk suatu anyaman. Epidermophy ton. tetapi juga memiliki metode aerobik dari produksi energi (fakultatif anaerob).

Hanya dikatakan menyerupai tumbuhan karena ganggang tidak mempunyai akar. dan berbentuk seperti benang-benang halus. e. sertadapat pula hidup bersimbiosis dengan organisme lainnya. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.Di samping peranan yang menguntungkan.Pada kondisi yang kurang menguntungkan.Umumnya. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. Semua makhluk hidup eukariotik yang bukan merupakan hewan dan tumbuhan masuk dalam kelompok Protista. dapat berupa planktonyang melayanglayang di dalam air atau melekat di dasar sungai. protista sudah jauh lebih maju karena sel-selnya sudah memiliki membran inti atau eukariota. yaitu ganggang cokelat 116 . Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan. c. tetapi ada pulayang hidup di tempat-tempat yang lembap.. Ganggang dapat dikelompokkan menurut pigmen yang dimilikinya menjadi beberapa golongan. laut. seperti dinding tembok kamar mandi. kelompok Protista yang menyerupai hewan adalah Protozoa. Cecie. Secara taksonomis. ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan.Protista biasanya ditemukan di dalam air. f. batu-batuan.Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. menyerupai tumbuhan. lembaran. batang. Meskipun begitu. Nutrisi yang diperoleh dari fotosintesis Protista tersebut dapat bersifat fototropik. a. dan daun sejati seperti yang dimiliki oleh tumbuhan. sedangkan kelompok Protista yang menyerupai jamur adalah jamur lendir dan jamur air. Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut. berwarna hijau. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia. d. atau kulit-kulit pohon. Pada kenyataannya. (Starr. ada Protista yang dapat berlaku sebagai produsen.Ganggang juga memiliki ciri lain yang sama dengan Protista.Protista memiliki flagela atau cilia dalam hidupnya dan dapat berkembang secara aseksual atau seksual. antara lain sebagai berikut. Protista Menyerupai Tumbuhan (Ganggang atau Algae) Ganggang adalah Protista yang menyerupai tumbuhan. Kelompok makhluk hidup Protista yang menyerupai tumbuhan adalah ganggang (Algae). 2004) A. yaitumemiliki membran inti. Maka kingdom ini beranggotakan makhluk bersel satu atau bersel banyak yang tersusun sederhana. dibandingkan dengan monera. Protista tersebut dapat melakukan fotosintesis (dapat membuat makanan sendiri).Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.Ganggang dapat berbentuk benang. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut. baik sebagai parasit maupun sebagai saprofit. dan ksitos artinya menyusun. yaitu protos yang berarti pertama atau mula-mula.Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. ataupun menyerupai jamur. heterotropik. Candida sp. (Syamsuri. Zigot akan terusmberkembang menjadi individu baru. Protista dapat membentuk kistae. atap rumah. 1991)  Protista Protista sendiri berasal dari bahasa yunani. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan.atau danau. Protista dapat pula hidup di dalam tanah dan di tempattempatyang lembap. atau koloni sel. Karena ganggang merupakan Protista yang mengandung klorofil dan dapat berfotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri maka disebut protista mirip tumbuhan. tetapi hanya mempunyai sifat yang menyerupai hewan. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia. akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. Protista bersifat aerobik dan menggunakan mitokondriauntuk respirasi. b. yaitu sebagai berikut. atau keduanya.

karoten dan xantofil. sawah. Makhluk hidup ini juga mempunyai ciri-ciri yang menyerupai hewan karena dapat bergerak aktif. ganggang merah (Rhodophyta). contohnya. (Syamsuri I & Suliestijono. Oksigen adalah gas yang dihasilkan dalam proses fotosintesis. 2004) 1. sungai. 117 . ataupun air sungai. dan 5) mempunyai bintik mata yang terletak di dekat mulut sel yang berfungsi untuk membedakan antara gelap dan terang. berklorofil. ataupun berkoloni. Dengan bantuan cahaya matahari. Chlorophyta dapat melakukan fotosintesis. (Syamsuri I & Suliestijono. dan Ulothrix sp. antara lain. Jika kalian perhatikan dengan baik. Ganggang hijau dapat berbentuk benang. Ciri-Ciri Euglena Euglena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berwarna hijau karena mengandung klorofil. 2006) a . misalnya. Euglena viridis. Biasanya. Bagaimana kalian tahu jika Chlorophyta sedang melakukan fotosintesis? Amati dan perhatikan kolam ikan air tawar pada siang hari. ganggang ini hidup di air tawar. Cara Euglena Bereproduksi Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Air kolam. dan mempunyai bintik mata sehingga Euglena ini merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan dan sekaligus juga merupakan makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. cara memasukkan makanan melalui mulut sel. (Syamsuri. 2) sel berbentuk oval memanjang. makhluk hidup ini dapat pula memasukkan bahan makanan melalui mulut sel yang dimilikinya sehingga Euglena dapat disebut sebagai organisme fotoautotrof dan organisme heterotrof. atau parit. Plankton disebut sebagai produsen. (Syamsuri I & Suliestijono. Dari pembelahan ini akan dihasilkan dua sel anak. seperti air kolam. Setiap sel anak mempunyai inti sel. Spirogyra sp.(Phaeophyta). 2006) b . 2006) 2. Ciri-ciri Chlorophyta Ganggang hijau (Chlorophyta) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) tubuhnya mengandung klorofil dan berwarna hijau. ganggang pirang (Chrysophyta). 4) dari mulutnya muncul satu flagela (cambuk) yang berfungsi sebagai alat gerak. dan sitoplasma. Euglena biasa hidup di air tawar. Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan plankton yang hidup melayang-layang di air tawar atau laut. air kolam. 2006) c . Selain berfotosintesis. Sel mengandung kloroplas yang berisi klorofil a.. Contoh ganggang hijau. air danau. filamen. dan berfotosintesis sehingga dimasukkan ke dalam dalam kelompok makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan. Dengan bantuan cahaya matahari. makhluk hidup ini dapat mengubah klorofil menjadi energi. sungai. Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis. Plankton ini merupakan sumber makanan utama bagi hewan-hewan yang hidup di dalamnya. ganggang hijau (Chlorophyta). Cara Euglena Memperoleh Makanan Sebagai organisme yang menyerupai tumbuhan. Filum Ganggang Hijau (Chlorophyta) Chlorophyta adalah ganggang yang mengandung klorofil dan karotin berwarna kuning sehingga warnanya menjadi hijau kekuningan. 3) di salah satu ujungnya terdapat mulut sel. Makhluk hidup ini berwarna hijau. Filum Euglenophyta Euglenophyta merupakan ganggang bersel satu. Volvox sp. membran sel. tidak berdinding sel.. gas itu adalah oksigen. (Syamsuri I & Suliestijono. ganggang yang terkena cahaya matahari akan mengeluarkan gas berupa gelembung-gelembung kecil yang menempel pada pinggir-pinggir kolam. atau danau akan berwarna hijau karena adanya jenis ganggang hijau di dalamnya. 2004) a . dan ganggang Euglenophyta. (Syamsuri.b.

Ulva adalah ganggang yang hidup di air laut. memiliki kromosom diploid (2n). bahkan sekarang sedang dikembangkan untuk obat yang dikemas dalam bentuk kapsul. Cara Mendapatkan Makanan Ganggang hijau mengandung klorofil dan dapat melakukan fotosintesis untuk mendapatkan makanannya. 2) Chlamydomonas merupakan Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak dan bersifat mikroskopis.2) hidup melayang-layang di air tawar atau air laut. Sel Chlamydomonas mengandung satu inti. Spirogyra mempunyai sel yang mengandung kloroplas berbentuk pita spiral dan dalam satu sel mengandung satu inti. yaitu dengan pembentukan zoosprora dan konjugasi. fragmentasi (ganggang berbentuk benang dan berkoloni). Chlorella dapat berkembang biak dengan pembelahan sel. Pembuahan ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigospora yang selanjutnya akan berkembang menjadi individu baru. tetapi dilakukan dengan pembelahan biner (ganggang bersel satu). Ulva haploid (n) akan berkembang biak secara seksual menghasilkan Ulva diploid (2n). dapat berkembang biak secara fragmentasi dan konjugasi. (Syamsuri. 2004) b . Banyak terdapat di air tawar dan bentuk koloninya seperti jala. Bintik mata dan pirenoid terletak di dalam mangkuk yang berfungsi sebagai tempat pembentukan zat tepung. Nukula mengandung arkegonium penghasil ovum. Di perairan tersebut. mempunyai ruas-ruas yang mengandung nukula dan globula. Chara merupakan ganggang yang hidup di air tawar. Contoh-Contoh Chlorophyta Beberapa contoh ganggang hijau yang sering dijumpai adalah sebagai berikut : 1) Chlorococcum dan Chlorella merupakan Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak dan bersifat mikroskopis. berukuran mikroskopis. Hasil peleburan tersebut adalah zigot yang dapat tumbuh menjadi individu baru. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. satu vakuola. dan hidup sebagai zoospora pada Chlorococcum hingga terbentuk satu sel dewasa. dan berkoloni. ganggang hijau disebut sebagai produsen. Berkembang biak secara aseksual dengan spora dan fragmentasi. Chlamydomonas dapat berkembang biak dengan dua cara. 3) Spirogyra dan Oedogonium adalah sel yang membentuk benang atau untaian memanjang seperti benang dan bersifat mikroskopis. Alat gerak berupa dua flagel. Reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel kelamin jantan dan betina serta ada juga yang secara konjugasi. 5) cadangan makanan disimpan di suatu rongga yang berbentuk bulat. (Syamsuri. Reproduksi secara aseksual dilakukan tanpaadanya peleburan sel jantan dan betina. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan fragmentasi. 118 . 4) Chara dan Ulva merupakan Chlorophyta yang berbentuk lembaran. Globula mengandung anteridium penghasil spermatozoid. (Syamsuri. merupakan salah satu kelompok plankton air tawar. 2004) c . yaitu secara seksual dan secara aseksual. 4) telah memiliki dinding sel. berkembang biak secara aseksual dengan spora yang menghasilkan Ulva haploi (n). 3) merupakan makhluk hidup bersel satu yang berbentuk benang. serta pembentukan zoospora (spora kembara). Selnya berbentuk bulat telur. lembaran. Cara Chlorophyta Bereproduksi Reproduksi Chlorophyta dapat dilakukan dengan dua cara. Kloroplas berbentuk mangkuk. Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai obat. Chlorococcum dan Chlorella dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk zoospora yang bergerak dengan dua flagella. Rongga ini terletak di dekat kloroplas yang disebut pirenoid. dan kloroplas. Kloroplasnya berbentuk mangkuk. Oedogonium mempunyai kloroplas berbentuk jala dan dalam satu sel mengandung satu inti serta dapat berkembang biak dengan zoospora dan peleburan spermatozoid (anteridium) dengan ovum (oogonium) yang dihasilkan oleh benang yang berbeda. 5) Hydrodictyon merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni tak bergerak. 2004) d . Ganggang hijau berperan sebagai pemasok bahan makanan utama bagi hewan-hewan yang ada di perairan tersebut. Spirogyra dan Oedogonium banyak hidup di air tawar.

Contohnya. Filum Ganggang Merah (Rhodophyta) Ganggang merah merupakan makhluk hidup bersel banyak. secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. Selain untuk bahan makanan. Contoh ganggang merah yang digunakan sebagai bahan makanan. sedangkan secara seksual dilakukan dengan cara pembentukan konseptakel jantan yang mengandung anteridium penghasil spermatozoid dan konseptakel betina yang mengandung oogonium penghasil ovum. dan daun). dan Pinnularia. (Prawirohartono. bersel banyak. obat. Contoh ganggang cokelat adalah Fucus. sebagai bahan penggosok dan bahan isolasi. Navicula. Protista yang Menyerupai Hewan (Protozoa) 119 . 2004) 3. Sebagian besar hidup di laut dan ada juga yang hidup di air tawar. dan bersifat mikroskopis. Dinding sel Diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang pirang sering disebut juga ganggang kersik. 2004) B. Selanjutnya. Ganggang cokelat berkembang biak secara aseksual dengan fragmentasi. kosmetik. Ganggang ini hidup di laut. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk zoospora. dapat bergerak aktif. dinding sel berupa lempengan selulosa yang rapat. pelapis daging kaleng. pengeras es krim. Cyclotella. air payau. mempunyai tubuh yang multiseluler. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi. mengandung pigmen kuning kecokelatan. bersel satu (Ochromonas). Filum Ganggang Pirang atau Keemasan (Chrysophyta) Chrysophyta ada yang berwarna kuning kecokelatan. Filum Ganggang Api (Pyrrhophyta) Ganggang api sering disebut dengan Dinoflagelata. agar-agar juga dimanfaatkan sebagai medium kultur mikroorganisme. bersel banyak. 2003) 3. obat-obatan. 2004) 4. di luar sel terdapat celah dan alur yang masing-masing dilengkapi dengan satu flagel. Contohnya adalah Peridinium. dan Sargasum. Chrysophyta merupakan penyusun plankton yang terbesar. (Syamsuri. Ganggang ini mempunyai ciri tubuhnya bersel satu. dan benang berinti banyak (senosit). Ganggang ini hidup di air laut. (Syamsuri. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri. Pembuahan sperma dan ovum menghasilkan zigot. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri. Volvox hidup di air tawar dan tiap sel mempunyai dua flagel dan stigma. bercabang tidak bersekat. Chrysophyta ada yang bersel satu. Euchema spinosum dan Gellidium yang digunakan manusia untuk bahan agar-agar. dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Contoh ganggang ini adalah Diatom. Berkembang biak secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum yang menghasilkan zigot. seperti akar. sedangkan secara seksual dengan konjugasi. (Syamsuri. Berwarna merah tua karena selain mengandung klorofil. dan berkoloni (Synura). misalnya. Chrysophyta yang disebut diatom (Bacillariophyceae) berbentuk seperti kotak yang saling menutupi dan dapat hidup di tempat yang basah. hijau kekuningan. Chrysophyta hijau kekuningan (Xanthophyceae) mengandung klorofil dan pigmen kuning (xentofil). baik air tawar. Vaucheria yang mempunyai ciri berbentuk seperti benang. antara lain. Ganggang merah dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan dan kosmetika. Tulbilaria. serta sering digunakan sebagai bahan pakan ternak. 2004) 6. Chrysophyta kuning kecokelatan (Chrysophyceae) mengandung klorofil dan karoten (pigmen keemasan). zigot akan tumbuh menjadi individu baru. maupun air laut. memiliki bentuk seperti rumput maka sering disebut rumput laut (sea weed) dan bersel banyak (berbentuk seperti lembaran).000 buah. bentuk koloni seperti bola dengan jumlah sel 500 – 50.dan bahan cat.Laminaria. Pinnularia sp. serta pengelmusi lemak dan cokelat batangan. berbentuk seperti lembaran atau tumbuhan tinggi (memiliki alat.6) Volvox merupakan Chlorophyta yang berbentuk koloni dan bergerak. batang. Filum Ganggang Cokelat (Phaeophyta) Ganggang cokelat berwarna cokelat karena selain mengandung klorofil juga memiliki zat warna cokelat (fukosantin). juga mengandung zat warna merah (fikoeritrin). berklorofil. (Syamsuri. dan kuning keemasan (diatom).

Isi sel telah dilindungi oleh membran sel dan membran plasma yang sekaligus berfungsi sebagai pengatur pertukaran zat. seperti Entamoeba histolytica. Agar tidak sampai terserang. Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista. gosoklah gigi setelah selesai makan dan sebelum tidur. yaitu Rhizopoda atau Sarcodina (berkaki semu). alat gerak. Amoeba dapat membentuk dirinya menjadi kista. dan sebuah inti sel. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis. Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk) Flagellata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagela). Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel. Selain Entamoeba histolytica. Entamoeba hystolytica masuk ke dalam usus melalui makanan yang tidak higienis. secara aseksual dilakukan dengan membelah diri dan secara seksual dengan konjugasi. rendaman jerami.Protozoa merupakan makhluk hidup yang menyerupai hewan. Trypanosoma gambiense dan 120 . Sisa makanan yang berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut. Sel berisi sitoplasma yang terdiri dari sitoplasma bagian luar yang kental (ektoplasma). sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Akan tetapi. Entamoeba ginggivalis ini dapat hidup di sela-sela gigi yang kotor. terkena debu. Ada Amoeba yang dapat hidup bebas dan ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. 2004) 1. dan penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya. yaitu sebagai berikut. dan di dalam tubuh makhluk hidup lain atau di dalam jasad yang mati. Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Amoeba yang hidup sebagai parasit ini biasa disebut dengan Entamoeba. Segala aktivitas hidup terjadi di dalam sel itu sendiri. Amoeba Bentuk tubuh Amoeba dapat berubah-ubah. Protozoa hidup di air tawar (selokan. air laut. Ia bersel satu dan hidup bebas di tempattempat yang becek. berparasit dalam usus manusia. Selain Amoeba. kista Amoeba mungkin saja tertinggal di dalam tubuh. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua. membran plasma bergerak mendekati dan mengikuti kaki semu mengelilingi makanan. Pada keadaan tertentu. dan seterusnya. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terjadilah dua sel anak Amoeba. delapan sel. Protozoa dibagi menjadi enam filum. Salah satu contoh Rhizopoda adalah Amoeba sp. 2004) 2. Penyakit yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica adalah diare. dan mengandung makanan. yaitu Foraminifera dan Arcella. Dari sini. Amoeba dapat menangkap dan mengambil makanan. dan Sporozoa (penghasil spora). seperti Trypanosoma dan Trichomonas. (Syamsuri. berair. Ciliata (berambut getar). Misalnya. atau dihinggapi lalat. Entamoeba yang menyebabkan penyakit.Bersatunya kedua ujung membran plasma membentuk vakuola. Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu) Rhizopoda adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). (Syamsuri. dan waduk). Kemudian. Mula-mula kaki semu (pseudopoda) dijulurkan ke arah makanan lalu mengelilingi makanan tersebut. enam belas sel. lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. ada beberapa Protozoa yang termasuk dalam Rhizopoda. Pada keadaan yang tidak menguntungkan. Untuk mencegah diare. Makanan dicerna di dalam vakuola makanan. Flagellata merupakan nenek moyang dari hewan dan tumbuhan. ada Entamoeba ginggivalis yang hidup sebagai parasit di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan penyakit radang dan gusi berdarah. Actinopoda. sitoplasma bagian dalam yang encer (endoplasma). kista Amoeba akan pecah dan Amoeba akan keluar untuk memulai kembali hidupnya. hindarilah memakan makanan yang tidak bersih dan tidak ditutup. pengeluaran. Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang bersifat mikroskopis. Foraminifera. Kita harus berhati-hati terhadap penyakit ini karena meskipun sudah sembuh. mungkin tidak ditutup. bahkan dapat mencapai hati. Jika keadaan luar telah membaik. sungai. pertukaran gas. parit. yang dibahas dalam bab ini hanya empat filum. Dengan kaki semunya. permukaan tanah yang lembap. Flagellata atau Mastigophora (bercambuk). Flagellata dapat hidup bebas di dalam air atau sebagai parasit pada makhluk hidup lain. Keduanya merupakan Rhizopoda yang diselimuti oleh cangkang.

dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik. sitoplasma. Contoh lainnya adalah Babesia dan Theileria. mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma. Air yang masuk dan keluar mulut sel banyak mengandung bakteri atau bahan organik atau bahan makanan lainnya yang tertambat atau terkumpul di dalam mulut sel. (Syamsuri. Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora) Tidak seperti Rhizopoda. Paramaecium caudatum Paramaecium caudatum adalah Ciliata yang hidup bebas. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi. (Syamsuri. Makanan yang terkumpul akan masuk dalam sitofaring (kerongkongan sel) lalu masuk ke dalam vakuola makanan untuk dicerna dan diedarkan ke seluruh tubuhnya. terjadilah aliran keluar masuk air pada mulut sel. dan selnya diselubungi oleh pelikel. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronukleus). Stentor (hidup di perairan sawah yang mengandung bahan organik). Plasmodium berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan spora terjadi di dalam tubuh manusia dan berkembang biak secara seksual dengan pembentukan gamet. tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba. Pada saat ini. serta vakuola kontraktil (pengeluaran zat sisa). Sporozoa tidak memiliki alat gerak. T. Trichomonas vaginalis yang menyerang vagina dapat menyebabkan keputihan. sawah. Plasmodium hidup sebagai parasit pada tubuh manusia yang menyebabkan penyakit malaria. Makanannya adalah sel darah merah. Ada juga Ciliata yang hidup di air tawar. Bentuk tubuh Ciliata adalah oval. 2004) 3. Penularan malaria terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Ciliata. Protista Menyerupai Jamur Protista yang menyerupai jamur ini mempunyai struktur tubuh dan cara reproduksi yang tidak sama dengan kelompok Fungi. Sisa makanan padat dikeluarkan melalui membran plasma. dan Flagellata yang telah mempunyai alat gerak. Pada saat bergetar. makhluk hidup dapat bergerak bebas ke segala arah di dalam air. Mereka biasa hidup di rawa. Pada Trichomonas terdapat tiga flagel atau lebih. Evansi merupakan penyebab penyakit sura pada hewan. Contoh makhluk hidup yang termasuk dalam Sporozoa adalah Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Peleburan gamet jantan dan gamet betina terjadi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Penyerapan sari makanan terjadi di dalam sitoplasma. Ketika lalat menggigit. Dengan menggunakan rambut getar. Konjugasi didahului dengan pertukaran inti antara dua individu lalu berpisah dan masing-masing membelah menjadi dua individu. 121 . Bentuk selnya seperti sandal. Sporozoa hidup sebagai parasit pada makhluk hidup lain. yaitu Stylonichia (hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik). 2004) C. rambut di sekitar mulut sel akan bergetar pula. cruzi merupakan penyebab penyakit nagana pada sapi dan kerbau.. sedangkan sisa makanan berupa cairan dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang terletak di kedua ujungnya. T. tidak berubah-ubah. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika). 2004) 4. sedangkan yang hidup berparasit adalah Nyctoterus ovalis. Contoh Ciliata yang hidup bebas adalah Paramaecium sp. Didinium (hidup di perairan yang mengandung Protozoa). Rambut getar ini adalah bulu-bulu halus yang melekat pada membran sel. Gerakan Paramaecium caudatum dilakukan dengan menggetarkan cilianya. Ciliata mendapatkan makanan dengan mulut sel. hidupnya menumpang di usus kecoa. Kelompok Ciliata (Berambut Getar) Ciliata adalah Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (cilia). (Syamsuri. ukuran kira-kira 250 mikron. vakuola makanan (pencerna makanan). dan Vorticella. Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi.Trypanosoma rhodiense menyebabkan penyakit tidur yang disebarkan oleh gigitan lalat Tse-tse. lalat juga mengeluarkan air liur yang mengandung Trypanosoma untuk mencegah pembekuan darah. Gerakan cilia sulit diamati oleh mikroskop karena gerakannya sangat cepat.

dan Pythium. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf. Saat makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan bergabung membentuk Plasmodium. Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. 2003) 2. Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. atau sampah basah. Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. batang kayu yang membusuk. Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. (Timotius. biasa hidup di hutan-hutan basah. Sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Zoospora ini dilengkapi dengan alat berenang berupa dua buah flagel. tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi. bersel satu atau bersel banyak. infestans (kentang). Saphrolegnia. b.Semetara itu. Filum Jamur Lendir (Mycomycota) Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. 1982) b. struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba. setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat. H. berinti banyak. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat. kayu lapuk. P. berbentuk seperti lendir (plasmodium). 2003) Jamur lendir (Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe. dan P. Nicotin (tembakau). berkembang biak secara aseksual dan seksual. (Prawirohartono. Pada tingkat dewasa. d. palmifera (kelapa). dan di hutan basah. Jika telah dewasa. tanah lembap. kayu lapuk. (Prawirohartono. dan dapat bergerak bebas. (Timotius. kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. misalnya. Setelah matang. Spora yang dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. (Prawirohartono. spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Filum Jamur Air (Oomycota) Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan mempunyai oospora sebagai penghasil spora. e. hanya saja tidak mengandung klorofil. P. Jamur yang hidup secara parasit. Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. 1982) a. tanah lembap. jamur air lebih menyerupai ganggang pada struktur molekulnya. bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding. Jamur ini berinti banyak. . c. 2003) 1. Pada saat Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. K. dan c. yaitu Acrasiomycota dan Myxomycota. berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora. b. Pada kondisi tertentu. K. Contoh Oomycota adalah Phytophthora. dinding sel berupa selulosa. Pada saat kondisi menguntungkan. Sporangium yang masak 122 . bersifat uniseluler ataupun multiseluler. Pada saat ada makanan. Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk. H. spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba baru dan siklus akan berulang. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot. Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. sampah basah.

Plasmodium mempunyai banyak inti. DESAIN DAN KONSTRUKSI FERMENTOR Fermentor kebanyakan didesain untuk menjaga konsentrasi biomass tetap tinggi. Sebaliknya. (waites. Hasil peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. pH. . dan objek yang lebih spesifik untuk dihasilkan. kemudian sel gamet ini melakukan singami.tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel terpisah. K. Pada fermentor ada parameter yang harus dikontrol. suhu. Selain dari penggunaannya untuk budidaya sel. Myxomycota yang sedang bergerak dapat seukuran buah anggur. Pertama dalam metabolisme. H.2001) Fungsi utama bioreaktor adalah memberikan lingkungan terkontrol bagi pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu mikroorganisme untuk memperoleh produk yang diinginkan. pada Acrasiomycota. sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler. dimana prosesnya dilakukan oleh enzim-enzim dalam mikroba atau enzim murni yang diisolasi. yaitu laju agitasi. (Timotius.  Bioreaktor hendaknya mencegah kontaminasi produksi dari lingkungan pada kultur sambil mencegah pelepasan kultur ke lingkungan. Fermentor yang digunakan berdasarkan kapasitasnya dibagi menjadi dua. Jenis – Jenis Fermentor 123 . Fermentor merupakan system tertutup untuk reaksi biologis dari proses bioteknologi. kayubusuk untuk memakan bakteri. transfer oksigen. Saat Plasmodium membesar. dalam sebuah alat biasanya sebagai fermentor atau bioreaktor. bergerakberpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan. dan bahan baku. Pada Myxomycota. Dalam skala laboratorium digunakan dalam botol erlenmeyer (volume 50-2000 ml dengan pengisian maksimum 20 %). Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid. Kedua.  Bioreaktor sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar terjadi pengawasan proses optimum. Meskipun media dalam bentuk padat sering digunakan tetapi kebanyakan fermentasi menggunakan media cair. (waites. yaitu pada sel vegetatif dan spora. Sistem fermentasi ini mungkin terlihat mudah tetapi dalam kenyataanya fermentasi menggunakan nutrisi dan oksigen bisa dikembangkan. sel – sel yang ada berpencar dengan bebas dalam media dan berinteraksi sebagai bentuk tersendiri. massa berinti banyak yang disebut Plasmodium (jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria). yaitu skala laboratorium dan skala industry. 1982) FERMENTATION SYSTEMS Fermentasi pada mikrobiologi memilki dua arti yang berbeda.akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya).2001) Pada penundaan pertumbuhan mikroorganisme. fermentasi mengacu pada energi yang menghasilkan senyawa organik di mana bertindak sebagai pendonor elektron dan akseptor. (waites. mengacu pada kuantitas pertumbuhan besar sel aerobik atau anaerobik. dalam konteks industrial mikrobiologi. di daun. intinya membelah.2001) Alat yang biasa digunakan adalah fermentor (bioreactor) yaitu suatu unit alat yang digunakan untuk melangsungkan proses biokimia dari suatu bahan baku menjadi produk yang diinginkan. kontrol apa yang akan dilakukan bergantung pada proses tertentu. Fermentasi juga diklasifikasikan sebagai proses dalam fasa biologi. dimana yang penting untuk banyak proses fermentasi yang ingin dilakukan.

Loop reactor. Karakteristik hidrodinamik bioreaktor. 3. macam-macam reactor adalah sebagai berikut : 1. Bioreaktor terkemas padat diisi dengan bahan padatan yang dapat menjaring mikrobia masuk kedalamnya. 2.2001) A. serasi dan afitasi memadai untuk kelangsungan proses metabolik mirkobia. bahan kontruksi murah dan evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. c. Terdiri dari tabung panjang dengan beberapa sparger di bagian dasarnya. mamalia. Bioreaktor tangki adukan ( stirres tank bioreactor) 2.Kriteria Dasar Dalam Desain Bioreaktor:           Karakteristik mikrobiologi dan biokimia dr sistem sel (mikrobia. pH dan penambahan nutrien. Kinetika pertumbuhan sel dan pembentukan produk. Bubble column bioreactor. Air lift loop reactor . Pro peller‟loop reactor. (waites. Berdasarkan proses penyebaran organisme dan media dalam bejana mengelompokkan jenis fermentor ke dalam 3 grup : 1. PERANCANGAN FERMENTOR Rancangan dan kontroksi bioreaktor perlu diperhatikan tentang bejana harus dapat dioperasikan dalam jangka waktu lama. Grup ini termasuk stirred tank reactor. 3. Reaktor dengan agitasi internal. sistem kontrol suhu. Merupakan bioreaktor paling sederhana. tumbuhan). Jet loop reactor . Bioreaktor dengan pancaran udara (Airlift bioreactor) terdiri dari dua kolum yang dimasukkan ke dalam kolum yang lain. bejana harus dapat dicuci dan disterilisasi fasilitas sampling harus ada konsumsi tenaga serendah mungkin. Karakteristik stabilitas genetis dr sistem sel Desain peralatan yg aseptis Pengawasan lingkungan bioreaktor (makro dan mikro) Implikasi desain bioreaktor pada pemisahan produk menghilir Modal dan biaya operasi bioreactor Potensi pengembangan desain bioreactor 124 . Merupakan reaktor kolom di mana percampuran dan sirkulasi diinduksi dengan alat-alat tertentu. Merupakan biorekator yang paling lazim digunakan di berbagai industri fermentasi. b.Menurut Pujaningsih (2005). Udara dipaksa masuk melewati pipa sehingga udara dapat terpancar keatas dan medium ikut terbawa. fermentor ini dikelompokkan atas tiga jenis: a. Menurut Andhiko (2008). Bioreaktor kolom gelembung (Bubble column bioreactor) udara dialirkan melalui sparger di dasar bejana. Karakteristik massa dan panas bioreaktor. Berdasarkan penggunaan alat tersebut.

karena bentuk demikian dapat mengendur akibat dari gerakan/fibrasi alat dan kenaikan suhu. Bejana harus dapat dicuci. dibuat dari bahan transparan. misalnya katup bola atau diafragma. Konstruksi Fermentor.  Hindari ruang-ruang perangkap serta bentuk leher. E. Evaporasi diusahakan tidak terlalu besar. dengan menggunakan pembatas antara lingkungan dalam fermentasi dengan lingkungan luar. Sistim kontrol temperatur. dan memungkinkan kontaminasi. pH harus ada. Karakteristik Fermenter. Sistem stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup. Desain Bioreaktor Harus Memperhatikan Beberapa Hal Yaitu :        Bejana dapat dioperasikan dalam keadaan aseptis untuk jangka waktu lama. sehingga tidak mengalami stress mekanik akibat terlampau rapat. Syarat Fermentor adalah sebagai berikut :  Tidak boleh ada hubungan antara bagian sistem yang steril dengan non-steril. shg tdk menghambat pertumbuhan mikroba. Berupa silinder besar. karena ruangan seperti itu sulit untuk dibersihkan. dilengkapi pipa-pipa.B. D.  Setiap hubungan/kelep ke bejana harus dapat disterilkan dengan uap. Bahan fermentor harus tidak beracun & tidak mudah terlarut. Aerasi dan agitasi cukup memadai untuk kelangsungan proses metabolik mikrobia.  Gunakan katup-katup yang mudah dibersihkan maupun disterilkan. dibersihkan dan mudah dipelihara. Apapun yang keluar ataupun masuk pada proses 125 .  Tekanan dalam fermentor harus tetap positif sehingga kalau ada kebocoran akan mengarah ke luar. Fasilitas untuk sampling harus ada. C.  Dikonstruksi dari bahan yang murah.     Bahan fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi logam/ion selama proses.  Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk gelangan. KONTROL KIMIA DAN KONDISI FISIK Konsep dasar dari Bioreaktor adalah untuk pemisahan. Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi berulang kali pd tekanan uap tinggi. Fermentor aerobik memerlukan alat untuk mengaduk dan memberikan aerasi cukup. mempunyai geometri yang sama baik untuk laboratorium maupun skala industri. Konstruksi fermentor aerobic Tebuat dari baja anti karat. tertutup di bagian atas atau bawah.  Bila mungkin seluruh konstruksi alat dilas.  Pemeriksaan secara visual dari medium & kultur hrs tersedia.  Semua bagian sistem harus dapat disterilisasi secara tersendiri.     Fermentor anaerobik memerlukan alat khusus kecuali untuk menghilangkan panas. Konsumsi tenaga serendah mungkin.

Pencampuran yang efisien sangat penting untuk perpindahan oksigen pada fermentasi aerob. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mencari hubungan-hubungan antara konsumsi tenaga yang diperlukan dengan KLa. Perubahan fasa dari gas menjadi fasa cair meningkat dengan agitasi. Sistem ini harus menyediakan alat analitik yang baik. Pada fermentasi ada bagian yang intensif. apalagi ketika digabungkan dengan penetapan pada termodinamik ( perpindahan panas. agar tidak terjadi formasi vortex dan mengurangi “dead space”. entropi dan energy dapat diseimbangkan.Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sudah ada. . yaitu temperature. karena sebagai mikroorganisme hanya dapat mengambil oksigen pada saat fasa cair.Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar. 1. Dengan informasi yang didapat dapat digunakan untuk perhitungan matematik dan pemodelan pada computer yang kemungkinan bisa digunakan pada computer dan kontrol fermentasi selanjutnya. Ada bagian extrinsif seperti massa. Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter. Fasa padat dibuat oleh sel dan kemungkinan terdapat substrat padat.2001) Kunci pada bagian exrinsif adalah adalah pada energy dan massa. (waites. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas secara turbulen. konsentrasi. rheologi dan temperature) dan laju reaksi (produksi biomass). Proses pencampuran seharusnya terjadi pada kondisi produksi secara homogen dan meningkatkan fungsi nutrisi. Stirred Tank Reactors(STRs) STRs secara mekanis menggerakkan agitator atau impeller dalam sebuah wadah silinder baffle. Tingkat agitasi dapat diukur berdasarkan tenaga yang dikonsumsi oleh motor yang menggerakkannya. . tekanan dan panas yang tepat. oksigen dan energi yang ada di sistem pada saat awal operasi.2001) Agitasi Agitasi pada fermentasi sel tersuspensi adalah proses yang dilakukan dengan keinginan untuk mencampur 3 fasa yang berbeda dengan menggunakan fermentor.(waites. Pada fasa gas di dominasi oleh oksigen dan karbon dioksida. Pada fasa cair terkandung larutan nutrisi dan metabolit. volum. densitas. hal ini diakibatkan karena jumlah atom karbon. tetapi berat dari air (bagian extrinsif) adalah additive pada 45 gr. gas dan perpindahan panas.Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebih lama. Agitasi sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut: . Perpindahan panas sangat diperlukan pada proses sterilisasi dan penjagaan temperatur selama operasi terjadi. 126 . dan semuanya dikalkulasi pada akhir proses. hasilnya didapatkan air dengan temperature (bagian intensif) adalah 30ºC dan bukan 60ºC.2001) Agitasi fermentor membutuhkan input energi dan ada 3 prinsip mekanisme yang biasanya digunakan. Contohnya jika 10gr air dengan suhu 30ºC ditambahkan pada 35 gr air dengan suhu 30ºC.2001) Tingkat agitasi mempunyai pengaruh yang nyata terhadap efisiensi transfer oksigen di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik. nitrogen.fermentasi dapat dimonitor. (waites. (waites. dan input yang lebih jauh berguna untuk fermentasi. Bagian ini memiliki jumlah tersendiri pada system fermentasi.Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena sifat alir fluida yang menjadi tubulen. sehingga dengan hubungan-hubungan yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan tenaga yang dibutuhkan dalam desain dan scale-up. .

Produktivitas yang lebih tinggi .2001) 2.Pada wadah. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller. ini biasanya sebagai jalur yang potensial untuk kontaminasi.Tidak ada tindakan geser . Sebagai contohnya. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan.2001) Keuntungan: .(waites.Sebagai bagian dari perlindungan lingkungan . yang secara signifikan meningkatkan sirkulasi di dalam reaktor dengan mengorganisir konsentrasi oksigen terlarut dan substrat yang dapat disesuaikan sepanjang silinder gerakan agar tidak mengganggu pertumbuhan mikroba karena oksigen tidak mencukupi dan kelebihan gula. impeller dipasang pada motor external dimana sebagai pengendali pada sistem pengadukan. Cairan-dinamis kondisi dalam cairan fermentasi sangat homogen. Hal ini didasarkan pada proses yang dirancang setelah penelitian intensif dan pengembangan. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1.(waites. Untuk proses fermentasi tertentu. Airlift Fermenter Sistem ini sangat cocok untuk proses aerobik seperti produksi biomassa mikroba. dibutuhkan 2 atau 3 pelindung untuk meminimalkan adanya kontaminasi. sebuah batang pemisah dipasang pada fermenter sampai pada pelindung aseptik. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan. Dalam hal ini. Pada perakitan agitator yang juga terdapat sebuah pelindung. dan melepaskan mikroorganisme serta hasilnya ke lingkungan.Metode kompak konstruksi 127 . Untuk menghindari adanya kontaminasi.Pengurangan konsumsi energi .

pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. Walaupun demikian. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem.. (waites. perpindahan oksigen pada fermentasi aerob lebih kompleks. Pengontrol otomatis temperature selama fermentasi berhasil terjadi dengan penginjeksi air panas/dingin menuju jaket terluar dan atau gulungan dalam.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number. oksidasi kandungan besi dan mangan dalam air. efisiensi dari perpindahan panas sangat penting pada kontrol temperatur selama operasi penyeterilan dan mempertahankan temperature tetap selama proses fermentasi berlangsung. ukuran dan geometri wadah. serta membantu pengadukan air. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi. gulungan dan baffle.2001) Aerasi Aerasi merupakan salah satu proses dari transfer gas yang lebih dikhususkan pada transfer oksigen dari fase gas ke fase cair. (waites. Bagaimanapun. Terbentuknya panas pada fermentasi terutama akibat dari aktivitas metabolis mikroorganisme dan proses mekanisme agitasi. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks.Cepat pembersihan tanpa masalah .2001) Perpindahan Massa Pada perpindahan nutrisi dari fasa larutan menjadi sel – sel microbial selama fermentasi secara relatif tanpa kesulitan sebagagai nutriri biasanya tersedia di kelbihannya. Penyisihan besi dan mangan.Waktu amortisasi Sangat singkat 3. mereduksi kandungan ammonia dalam air dan untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut agar air terasa lebih segar.(waites. Panas terkonduksi masuk melewati dinding wadah. yaitu aliran laminar dan turbulen. Sistem tersebut juga digunakan untuk sterilisasi wadah dan konten sebelum inokulasi.2001) Aerasi dipergunakan pula untuk menghilangkan kandungan gas-gas terlarut. Hydrodynamic mechanism (Deep-jet Fermenter) Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. Perpindahan panas utamanya dicapai menggunakan jaket luar di sekitar fasa internal atau menggunakan gulungan internal.2001) Perpindahan Panas Pada desain fermentor. Aplikasi aerasi dalam proses ini dapat memberikan cukup banyak oksigen untuk berlangsungnya reaksi. aerasi dalam aplikasi ini akan menghasilkan endapan dan meningkatkan konsentrasi 128 . Fungsi utama aerasi dalam pengolahan air adalah melarutkan oksigen ke dalam air untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dan melepaskan kandungan gas-gas yang terlarut dalam air. Kontak tidak langsung antara sistem pendingin/pemanas dengan media fermentasi. Oleh karena itu. menggunakan injeksi penguap tekanan. Proses ini biasanya digunakan pada air tanah yang kebanyakan mempunyai kandungan oksigen terlarut yang rendah. (waites. Penyisihan besi dan mangan dapat dilakukan dengan proses oksidasi.

khususnya jika digunakan menara aerator. Ammonia merupakan polutan yang dapat dipisahkan dari suatu limbah cair walaupun seringkali memerlukan pengaturan pH terlebih dahulu. Kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan memungkin suhu proses stripping dapat diturunkan hingga suhu dibawah 80 oC.(%) 129 . Telah disebutkan diawal bahwa semakin tinggi kostanta Henry. Proses ini biasanya diterapkan pada pelunakan air tanah yang umumnya mempunyai kandungan karbondioksida yang tinggi. sedangkan kombinasi gas NH3 dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 15 MPa. Karbondioksida dapat cepat dihilangkan dengan cara aerasi. Proses yang terjadi adalah digambarkan seperti persamaan berikut. Karbondioksida mempunyai kelarutan yang rendah dalam air. maka proses stripping akan semakin mudah dilakukan. 1995) AIR STRIPPING Proses air stripping biasanya diawali dengan proses pre-asidifikasi. (Berne dan Cordonnier. Kondisi proses stripping yang dapat dijadikan acuan diperlihatkan pada Tabel 1. Tingginya konsentrasi karbondioksida dalam air dapat meningkatkan pemakaian bahan kimia untuk keperluan pelunakan. Proses pemisahan (stripping) lebih mudah dilakukan pada suhu tinggi. 1995) Tabel 1. Mekanisme pengolahannya adalah terjadi oksidasi hydrogen sulfide menghasilkan air dan belerang bebas. Pre-asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam kuat seperti asam sulfat sehingga dicapai pH 5. Proses pemisahan gas NH3 secara cepat umumnya dilakukan pada suhu 105 oC. 2 HSNH4 + H2SO4 à (NH4)2SO4 + 2 H2S / Gas H2S bersifat lebih volatile dibandingkan dengan gas NH3. Penyisihan karbondioksida. Penyisihan hydrogen sulfide. (Berne dan Cordonnier. sehingga aerasi sangat efisien dalam penyisihannya.2-0. Hidrogen sulfide adalah senyawa utama penyebab rasa dan bau yang dapat diolah cukup efektif dengan aerasi. Mangan sering kali tidak dapat teroksidasi pada pH normal. Peningkatan pH sampai 8. Penyisihan senyawa organic volatile.5-6.akhir (g/L) Efisiensi removal S2.oksigen terlarut. Hal tersebut didasari hasil percobaan bahwa kombinasi gas H2S dengan asam lemah akan menghasilkan konstanta Henry 150 MPa. Senyawa organic yang bersifat mudah menguap (volatile) dapat disisihkan dengan cara aerasi.5 dapat memperbesar oksidasi mangan.5 ambien 5-15 90-96 Kandungan S2-awal (g/L) Suhu (oC) Kandungan S2. Hal tersebut sejalan dengan koefisien hukum Henry dimana koefisian akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu. Tujuan pre-asidifikasi adalah untuk mendisosiasi ammonium dalam bentuk garam. Kondisi Proses Air Strippping Proses Air stripping 0.

Dalam hal ini. Tolong dijelaskan proses yang terjadi dalam deep-jet fermentor! (Rizka Dwi Octaria 115061101111017) Jawab: Mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. mikroba dikatakan akan keracunan bila mendapat oksigen. STRs tidak mungkin cocok tanpa dimodifikasi dan pancaran udara kemungkinan besar diperlukan. pada kenyataannya kondisi yang tidak seragam terdapat pada wadah dengan kapasitas lebih dari 500 Liter. Tadi dijelaskan pada airlift fermentor mempunyai keuntungan cepat pembersihan tanpa masalah. tapi ada fermentasi anaerobik itu ada pemasukan udara atau tidak?Kalau prosesnya anaerobik. Walaupun demikian. ukuran dan geometri wadah. 5. kecepatan dari proses agitasi dan kedalaman dari cairan. Pola aliran pada fluida di tangki pengadukan dapat menjadi 2 tipe. Jadi apakah mikroba tidak bernafas? (Maratus 115061100111019) Jawab: Pada proses fermentasi yang dijelaskan adalah aerob. tetapi ini juga menghasilkan kekuatan potong yang besar yang dapat merusak beberapa sel. Kesulitan pada deep jet adalah desain alat yang rumit sehingga untuk cara pembersihannya lebih sulit dari alat yang lain. prosesnya itu aerobik atau anaerobik? Yang dijelaskan tadi pada fermentor ada pemasukan udara. sebelumnya telah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya bahwa bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen untuk berespirasi sehingga saat proses fermentasi menggunakan bakteri anaerob tidak dialiri oksigen. Pada proses fermentasi. banyal sel hewan dan tumbuhan mudah terpotong dan pengadukan berlebihan mebuat hasil sel menjadi kacau. yaitu aliran laminar dan turbulen. Kebanyakan STRs memiliki ratio ketinggian dan diameter 3 : 1 atau 4 : 1. Hal tersebut dipengaruhi oleh densitas dari medium dan rheologi. m2) Sumber: Berne dan Cordonnier. Sebagai contohnya. 3. 4. Apa pengaruhnya aliran kultur yang terlalu cepat dalam fermentor proses agitasi? (Queen Sitanggang 115061100111015) Jawab: Keefektifan dari agitasi tergantung pada desain dari pisau impeller. 2. STRs harus dibuat pada turbulen yang tinggi untuk menjaga kecepatan dari perpindahan.aliran laminar dan turbulen berkarakteristik dengan tinggi dan rendahnya reynold number.40-80 V udara / V air 2-3 Tinggi kolom packing (m) Percolation velocity (m3/ jam. 1995 DAFTAR PERTANYAAN BESERTA JAWABAN 1. lalu bagaimana peran sparger dan sterile air pada fermentasi anaerob? Fermentasi anaerob kan tidak 130 30-40 . STRs memiliki agitator dengan impeller berlipat agar memberikan pencampuran yang baik pada lingkungan yang homogen. Pencampuran gizi dan penukaran gas dengan fermentor sangatlah kompleks. STR itu fermentor untuk fermentasi aerob atau anaerob? Kalau bisa digunakan untuk keduanya. dan banyaknya kekuatan yang digunakan pada sistem. (Winda Fauzi Istiqomah 115061101111003) Jawab: fermentor airlift ini wadahnya mudah dibuka serta didalamnya tidak terlalu banyak alat seperti pada STRs yang didalamnya ada alat pengaduk. itu maksudnya apa? Memang fermentor lainnya ada masalah dalam pembersihan? Padahal proses fermentasi tadi dikatakan steril.

Kalau mikroba anaerobic desain fermentornya bagaimana? Apa perbedaanya dengan desain fermentor untuk aerob? (Dhanang Edy Pratama 115061101111007) Jawab: Proses anaerobic yang terjadi dilakukan di dalam bioreactor anaerob dengan tipe Up-Flow anaerobic filter dengan volume 500L. 7. akan tetapi bagaimana untuk mikroba anaerob yang notabene tidak dapat hidup jika ada oksigen. Secara umum. jadi dapat dinyatakan bahwa mikroba anaerob benar akan mati bila masuk ke dalamnya. Pada deep-jet fermentor. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobic dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Mikroba aerob mungkin akan tetap bisa hidup jika udara tersebut mengandung oksigen. 11. Bagaimana cara menentukan kapan kita menggunakan fermentor dengan system batch. 9. feed batch. reactor tersebut menggunakan media sponge filter yang berfungsi sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. Diketahui bahwa mikroba berespirasi secara aerob atau anaerob dan dijelaskan pada diagram stirred tank reactor ada udara steril yang masuk. 8. atau sebagainya. feed batch. 12. deep jet fermentor juga menggunakan aliran laminar dimana harus disesuaikan dengan reynould number. maupun continous karena telah dijelaskan dikelompok selanjutnya. Nutrisi yang digunakan meliputi makro dan mikro karena 131 .Jelaskan! (Vivi Anita Aprilia 115061107111005) Jawab: Pada prinsipnya STR adalah fermentor aerob. Normalnya pelat baffle dipasang 4 -6 buah pada dinding wadah untuk membantu proses pencampuran dan perpindahan panas 10. untuk adanya kontaminan bisa dilakukan sterilisasi pada alat menggunakan udara bertekanan. (Inggit Kresna Maharsih 115061100111003) Jawab: Baffle selalu berupa pelat datar dipasang secara vertical dengan ketebalan 1 -10 diameter.membutuhkan oksigen? Tapi kalau STR digunakan hanya untuk fermentasi aerob. Udara seperti apa yang digunakan pada sparger?serta pada perpindahan massa nutrisi seperti apa yang digunakan?makro apa mikro? (Lilis Triyowati 115061101111009) Jawab: Udara yang digunakan pada STR berupa udara yang steril yang bebas dari kontaminan dan masuk melalui sparger yang dihubungkan dengan selang. apa tujuannya aliran secara turbulen? Kenapa jenis alirannya berbeda dengan fermentor lain? (Alfonsina 115061100111027) Jawab: Deep jet fermentor adalah salah satu alat dengan menggunakan mekanisme hidrodinamik. BagaimPada deep-jet bagaimana cara menghilangkan kontaminan pada system penggeraknya? Menggunakan apa? (Sharfina Widyaningrum 115061105111003) Jawab: pada deep jet ini ada pompa untuk mengalirkan hasil fermentasinya. Buffle terbuat dari bahan apa? Apakah ada spesifikasi tertentu tentang bahan-bahan yang digunakan untuk buffle? Misalnya harus kuat. Untuk fermentor anaerob itu sendiri contohnya pada pembuatan etanol. 6. maupun continous? Dan apa dampak dari produk yang dihasilkan? (Freshsya Zatalini 115061100111003) Jawab: Kelompok kami tidak membahas fermentor dengan system baych. lalu fermentor seperti apa yang biasa digunakan untuk fermentasi anaerob? (Dewi Nugrahani 115061100111001) Jawab: STR digunakam untuk aerob sedangkan Fermentor yang digunakan dalam produksi etanol dengan bahan baku gula biasanya mengunakan fermentor anaerob.

mikroorganisme adalah makhluk hidup dan pada dasarnya semua makhluk hidup butuh nutrisi baik makro maupun mikro. Jadi dapat dikatakan pompa tersebut membuat kinerja dari fermentor ini kurang efisien karena harus menggunakan tenaga untuk melakukannya. Sehingga melalui media fermentasi. 132 . karena setiap alat harus ada pengawasannya terhadap lingkungan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan aksi dari ragi dalam ekstrak buah atau biji-bijian yang menghasilkan gelembunggelembung gas karbondioksida sebagai akibat dari proses katabolisme anaerob dari gula yang terdapat dalam ekstrak.1 Medium Fermentasi Istilah fermentasi berasal dari bahasa latin fervare yang berarti mendidih. 3. mikroorganisme tersebut dapat memperoleh sumber nutrisi yang dapat digunakan untuk memperoleh energy dalam rangka pembentukan sel serta melakukan proses biosintesis untuk menghasilkan produk-produk metabolit. Oleh karena itu. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Mikroba sebagai inoculum 2. Amortisasi adalah penyusutan secara berangsur – angsur pada proses fermentasi. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai produk minuman atau makanan. Apa pengertian amortisasi? dan apa yang dimaksud sebagai bagian dari perlindungan lingkungan? (Ridhani 115061100111009) Jawab: alat dipasang ataupun dibuat dari bahan yang murah harganya dan ramah lingkungan. Dalam suatu proses fermentasi memerlukan: 1. 13. suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang diperlukan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi. Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal. Kenapa deep-jet fermentor jarang digunakan? Apa kekurangan dan kelebihannya? ( Pandu Rahmat 115061107111001) Jawab: Deep-jet fermentor jarang digunakan karena pada fermentor ini mekanisme hidrodinamik menggunakan energy kinetik cairan untuk pencampuran pada fermentor yang diterima menggunakan menggunakan pompa cairan diluar proses sirkulasi dan diinjeksi ulang. 14. Berikut ini terdapat tabel yang menjelaskan menganai kebutuhan nutrisi bagi 3 jenis mikroorganisme yang berbeda-beda. Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba Medium fermentasi memiliki fungsi yaitu untuk menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung. Idealnya suatu medium fermentasi harus mengandung komponen-komponen yang dapat berperan sebagai pensuplai nutrisi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung agar mikroorganisme tersebut dapat bekerja secara optimum selama proses fermentasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.

Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. 3. Selain itu sumber nitrogen organik lainnya yaitu berupa asam amino. 2. lipids. c. seperti nitrogen. 4. protein dan urea. oleh karena nya kebutuhan akan air sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme sangat penting. 6. Nitrogen organic didapatkan dari berbagai kombinasi hasil samping pertanian. molds). b. dan ash. 5. seperti kacang kedelai dan ampas biji kapas. yeast. yeast. nucleo acid. Selain ke-dua komponen tadi. Dimana air merupakan komponen terbesar dalam tubuh organisme yaitu sekitar 80-90%. Komponen . Sumber nitrogen dapat dibedakan menjadi 2. Sumber : The Internet Journal of Microbiology ISSN: 1937-8289 II. a. karbohidrat. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. Dalam hal ini sumber 133 . Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. 1. Dengan kebutuhan nitrogen bagi mikroorganisme yang harus disuplai pad media fermentasi yaitu sekitar 10-15% dari berat kering sel bakteri. 7.1.2 Sumber Nitrogen Fungsi sumber nitrogen dalam media fermentasi yaitu untuk mempercepat pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung.komponen penyusun media fermentasi adalah sebagai berikut : Sumber nitrogen Air dan mineral Vitamin Faktor pertumbuhan Prekursor dan Induser Elisitor Inhibitor Modifikasi permeabilitas sel Oksigen Antifoams Animal Colture Media Plant Culture Media Culture Maintance Media Gambar 1 : Tabel Komposisi rata-rata mikroorganisme (bakteri. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. Namun untuk kandungan karbon dan mineral yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. 8. kebutuhan dasar lain dari mikroorganisme yaitu air. 9. d. protein. yaitu nitrogen organik dan nitrogen anorganik. Nitrogen organik Nitrogen merupakan nitrogen yang berasal dari berbagai macam sumber zat organic.

Batas maksimum penggunaan amonium phosphat menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 235/Men. Amonium phosphat yang terdapat di pasaran terdapat dua jenis yaitu monobasis dan dibasis. Dalam proses industri. suhu. meliputi pH. Pada proses fermentasi. Amonium phosphat mempunyai kandungan nutrien yang tinggi yaitu fosfor (P) dan nitrogen (N). Komposisi pada Corn steep Liqour umumnya mengandung sekitar 4% (b / v) nitrogen. Sedangkan amonium phosphat dibasis atau disebut juga diamonium hidrogen phosphat mempunyai rumus kimia (NH4)2HPO4. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasikan keracunan dan hal-hal yang buruk bagi pengosumsi./Per/VI/79 adalah secukupnya untuk jenis makanan soda kue. 1. 2. Corn steep Liqour digunakan untuk produksi antibiotik penisilin pada tahun 1940-an. Dimana setiap sisa gula yang dihasilkan biasanya dikonversi menjadi asam laktat 134 . Seperti contohnya yaitu ketika melakukan proses fermentasi yoghurt. gas amonia. dalam hal ini sudah termasuk berbagai asam amino. Tujuan pengontrolan pH yaitu agar mikroorganisme yang berperan (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) dapat bekerja secara optimum karena pada pH demikian kerja mikroorganisme tersebut dapat optimum. Sedangkan Matz (1972) menyatakan bahwa penggunaan amonium phosphat pada pembuatan roti tawar tidak boleh lebih dari 0. Selain itu dengan penambahan nitrogen anorganik pada medium fermentasi juga berfungsi sebagai pengatur pH pada proses fermentasi. roti. Sumber nitrogen yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah amonium sulfat.25 bagian untuk setiap 100 bagian berdasarkan berat. Hal tersebut dikarenakan ke-dua sumber nitrogen tersebut harganya relatif murah dan mudah mendapatkannya. bir dan makanan lainnya. Untuk komposisi yang tepat dari Corn steep Liqour tergantung pada kualitas jagung sebagai sumber nya serta kondisi pengolahan. maka nitrogen anorganik tersebut akan mengontrol agar pH selama proses fermentasi berlangsung berkisar antara 4. ekstrak ragi.4. maupun amonium hidroksida. Sedangkan yang paling cocok digunakan sebagai sumber nitrogen adalah amonium sulfat dan diamonium hidrogen phosphate (DAHP) karena mudah didapat dan harganya cenderung murah.nitrogen organic yang paling banyak digunakan yaitu jenis urea dan asam amino. Dalam hal ini nitrogen anorganik bersifat sebagai suplemen untuk mikroorganisme pada proses fermentasi.2 – 4. ekstrak khamir dan pepton. sumber nitrogen tersebut dapat diproses sehingga menghasilkan produk seperti corn steep liquor. Corn steep Liqour Corn steep Liqour adalah produk samping yang dihasilkan dari ekstraksi pati dengan menggunakan jagung sebagai komponen pokok. peptones dan soya bean meal. Dalam hal ini sumber nitrogen akan membantu proses pertumbuhan dari mikroorganisme yang berperan (jamur) sehingga dapat menjalankan fungsinya secara optimum. serta mempunyai kelarutan yang tinggi dan mempunyai sifat yang stabil dalam penanganan penyimpanannya. Sementara nitrogen anorganik dapat bersumber dari amonium sulfat. Amonium phosphat monobasis disebut juga sebagai amonium dihidrogen phosphat yang mempunyai rumus kimia NH4H2PO4. vitamin dan mineral.Kes. dan tekanan.

Dalam hal ini. dalam hal ini beripa autolysis. 1995 penyaringan atau sentrifugasi. dan beberapa glukosa yang berasal dari karbohidrat yang tersimpan dalam ragi (trehalosa dan glikogen). namun kekurangan lisin. 1975 toko roti maupun ragi. pasta kental atau bubuk kering. Oleh karena itu dalam formulasi media fermentasi harus dapat diketahui terlebih dahulu 135 . sel-sel dalam ragi tersebut akan terganggu oleh adanya proses plasmolisis atau gangguan mekanis lainnya pada proses autolysis ini. namun hampir tanpa kandungan belerang yang mengandung asam amino. jeli. Ekstrak ragi dengan konsentrasi natrium klorida lebih besar dari 0. Peptone dari sumber tanaman selalu mengandung jumlah karbohidrat yang relatif besar. peptida. Selain itu kontrol suhu sangat penting untuk mencegah hilangnya vitamin dari proses autolysis ini. yaitu prolin dan sistein. 2. dll. Hal tersebut dikarenakan bahan penyusun pada pepton terdiri atas asam atau hidrolisis enzim dari bahan protein tinggi. Peptone Peptone biasanya terlalu mahal digunakan untuk industri fermentasi skala besar. vitamin larut air (Tabel 3). kedelai makan. keratin. b/ v oleh mikroorganisme yang mengkontaminasinya. yaitu apabila dia terhidrolis dengan air maka akan menyebabkan asam yang bersifat korosif. yang ditanamkan pada ragi untuk kemudian dibudidayakan (dikulturkan) menggunakan etanol.05% (b / v) tidak dapat digunakan dalam proses fermentasi karena memiliki potensial menyebabkan masalah korosi. sehingga dapat menyebabkan sel-sel dalam ragi (yeast) tersebut mati tanpa menonaktifkan enzim. Ekstrak Ragi Ekstrak ragi dapat didapatkan dari Gambar 2 : Tabel komposisi Corn Steep Liquor limbah Sumber : Anon. Ekstrak tersebut mengandung asam amino. sehingga ekstrak yang dihasilkanakan akan terkonsentrasi dengan cepat. biji bunga matahari. biasanya tanpa perlu enzim hidrolitik tambahan lainnya. Misalnya peptones yang berasal dari gelatin. ekstrak yang terbentuk berupa cairan yang mengandung padatan sekitar 50-65%. dan es krim. Suhu dan pH harus dikendalikan untuk memastikan proses autolisis optimal dan standar. seperti : daging. Sehingga pada akhirnya.Gambar 3 : Tabel kandungan protein dan vitamin pada ekstrak ragi. Proses autolisis bekerja pada rentang suhu pada 50-55⁰C selama beberapa jam sebelum suhu dinaikkan hingga 75⁰C untuk mengaktifkan enzim. atau dapat juga bersumber dari strain seperti Saccaromyches cerevisiae serta strain alternative lainnya yaitu Kluyveromyces marxianus. Berdasarkan hal di atas diketahui bahwa komposisi pepton berbeda-beda berdasarkan sumber protein penyusunnya. 3. Selain itu ekstrak ragi juga dapat ditemukan sebagai limbah dari kayu dan pengolahan kertas. Proses mendapatkan ekstrak ragi yaitu melalui proses hidrolisi. Ekstrak tersebut digunakan dalam formulasi media fermentasi biasanya berupa garam bebas dengan konsentrasi komponen yang larut dalam hidrolisis sel ragi. Pada proses autolysis ini menggunakan enzim endogen sel. memiliki kandungan prolin dan hidroksiprolin yang sangat besar. bahan pada dinding sel ragi rusak dan menjadi puing-puing dan dihilangkan melalui Sumber : Waites. gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak. Dalam hal ini komposisi dari pepton bervariasi tergantung pada sumber protein awalnya. Akibatnya bahan.sebanyak 9-20%. Sedangkan peptones dengan sumber keratin kaya akan kedua-nya. Corn steep Liqour kadang-kadang dapat digantikan oleh minuman keras yang sama. Dalam hal ini selama proses autolisis harus dapat mengontrol suhu dan tekanan osmotik. kacang. seperti yang berasal dari produksi tepung kentang. gelatin. Dalam industri pangan.

sehingga dapat memilih sumber pepton yang sesuai terhadap kebutuhan mikroorganisme nya. asam glutamate.1 Aplikasi penerapan media dengan komponen sumber Nitrogen dalam industry Pegaplikasinua yaitu dalam proses : Produksi β-Glukan dengan menggunakan mikroorganisme berupa Saccharomyces cervisiae dalam media dengan sumber nitrogen berbeda pada Air-Lift Fermentor.2. soya bean meal digunakan dalam proses fermentasi antibiotic. 8% senyawa non-protein nitrogen.karakteristik jenis pepton yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang akan digunakan selama proses fermentasi. Pada proses fermentasi. sehingga dapat digunakan untuk menghilangkan kemungkinan represi dari pembentukan produk. Gambar 4 : Garfik hasil β-Glukan yang dihasilkan dengan menggunakan medium : pepton. yang kemudian digunakan untuk mengekstrak sebagian besar minyak. Komposisi dari soya bean meal yaitu terdiri dari protein sebanyak 50%. urea. 4. dan 136 . Hal tersebut dikarenakan komponen nya hanya secara perlahan-lahan dilakukan proses metabolisme. II. Soya Bean Meal Soya Bean Meal merupakan residu yang tersisa setelah kacang kedelai selesai di proses. 30% karbohidrat dan minyak sebesar 1%.

fosfor. magnesium.Air digunakan untuk proses pembersih (sterilisasi) dalam proses fermentasi. Hal ini dikarenakan air merupakan komponen dasar yang dibutuhkan mikroorganisme untuk tumbuh selama proses fermentasi berlangsung. Hal ini dapat meminimalkan biaya dalam penggunaan air dan mengurangi volume limbah yang membutuhkan pengolahan air. Misalnya. maka dilakukan pemanasan pada kolom chamber dengan suhu 121⁰C selama minimal 15 menit untuk memastikan medium sudah tersterilisasi sempurna. Saat ini air menjadi semakin mahal. Sementara dengan menggunakan urea produksi β-Glukanpaling sedikit yaitu 633 mg. besi. KH2PO4. kalium. FeSO4. Dengan alat yang digunakan untuk sterilisasi adalah autoclave. sehingga dapat menggunakan alternative urea yang jauh lebih murah sementara produksi β-Glukan tidak jauh berbeda dengan β-Glukan yang dihasilkan oleh pepton. dan dengan injeksi steam dengan tekanan yang tinggi. Dalam hal ini media yang akan disterilisasi dimasukkan dalam chamber.Grafik diatas menerangkan bahwa produksi β-Glukan terbanyak pada akhir fermentasi (84 jam) adalah pada medium dengan menggunakan sumber nitrogen pepton. dan seng yang hadir dalam pasokan air. sulfur dan ion klorida terlalu rendah untuk memenuhi persyaratan ini sehingga dapat ditambahkan sebagai garam yang spesifik.1 Aplikasi dari penggunaan mineral dalam industri Pengaplikasi dapat dijelaskan dalam Proses Fermentasi menggunakan Residu Mango sebagai Sumber Karbon untuk Produksi Bioetanol dengan menggunakan garam mineral MnSO4. II. Dalam hal ini air yang akan digunakan untuk formulasi media fermentasi harus dipastikan bebas dari kandungan padatan tersuspensi maupun koloid seperti klorin. Respiro-fermentasi metabolisme dan respon terhadap stres lingkungan. MgSO4. kecuali solid-substrat fermentasi. Selain itu air tidak hanya digunakan sebagai komponen utama dari semua media fermentasi.1 Air Semua proses fermentasi. mangan. kadar kalsium. II. Dalam banyak kasus juga menyediakan elemen mineral dalam media fermentasi. Dan untuk medium urea dan DAHP βGlukan yang dihasilkan sama yaitu 733 mg. yaitu sekitar 833 mg. ferum. dan kotoran dalam bahan media lainnya. struktur dan fungsi mitokondria.2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber nitrogen terbaik untuk proses fermentasi (produksi β-Glukan) adalah menggunakan pepton.3. termasuk : saat pembelahan dan pertumbuhan sel. molibdenum. cornsteep liquor mengandung berbagai mineral yang biasanya akan memenuhi kebutuhan mineral minor.Hasil yang diperoleh yaitu : 137 . yaitu menambahkan butiran karbon aktif yang berfungsi sebagi filtrate air sehingga antara air dan kolod tersebut dapat terpisah sehingga menghasilkan air yang bebas koloid untuk proses formulasi media fermentasi. Dalam hal ini car menghilangkan koloid maupun suspensi tadi adalah dengan menggunakan teknik GAC (Granulated Carbon Active).2 Mineral Mineral – mineral yang sering terdapat dalam medium fermentasi yaitu seperti berikut : kobalt. Fungsi pemberian mineral dalam media fermentasi yaitu untuk fisiologi mikroorganisme tersebut. maupun garam mineral seperti kalsium karbonat. sehingga banyak perusahaan yang melakukan proses pendaur ulangan / penggunaan kembali dari air. Namun sayangnya pepton harganya relative mahal. copper. II. memerlukan air dalam jumlah yang besar.3 Air dan Mineral II. Proses sterilisasi bisa dengan meggunakan cara filtrasi maupun pemanasan.3. namun juga penting untuk peralatan pendukung dan pembersihan (sterilisasi). magnesium.3. Kadang-kadang.

dimana ditambahkan baik dalam bentuk murni atapun. 138 . Mg2+.Gambar 5 : Garfik laju produksi bioethanol pada produk yang mengandung mineral MgSO4 or KH2PO4 Berdasarkan kedua kurva di atas dapat dilihat bahwa penambahan mineral dalam medium fermentasi sangat penting dalam proses fermentasi.2. disimpulkan bahwa Mn2+. nukleotida.Ion K+ sangat diperlukan untuk pertumbuhan mikroorganise. Vitamin dapat ditemukan dalam produk-produk yang banyak mengandung sumber karbon dan sumber nitrogen sebagai kontaminan ringan. dimana precursor tadi akan berikatan dengan rantai samping molekul penisilin. K+. II. Dalam hal ini factor pertumbuhan yang ditambahkan pada media fermentasi dapat berupa : prekursor. Mn2+ berperan dalam produksi metabolit. Pada fermentasi membutuhkan suplemen precursor yang spesifik ditambahkan dalam jumlah terkontrol dan dalam bentuk relatif murni. II. seperti jamur dan ragi berserabut. maupun inhibitor.5 dan Agrobacterium sp. Sementara Fe2+ dapat merangsang pernapasan dan perkembangan mikroorganisme. maka harus ditambahkan vitamin sebagai suplemen untuk formulasi media fermentasi. Prekursor Prekursor adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke medium fermentasi dimana selama proses fermentasi berlangsung akan dapat berikatan dengan molekul produk untuk menghasilkan produk dari proses metabolit sekunder. Oleh karena itu. Contoh vitamin yang digunakan dalam formulasi media fermentasi yaitu pengunaan kalsium pantotenat dalam produksi vinegar dan biotin dalam produksi asam glutamate. dan asam antranilat ditambahkan pada produksi L-triptofan oleh khamir Hansenula anomala. vitamin disintesis oleh banyak bakteri dan digunakan sebagai unsur-unsur dasar penyusun media fermentasi.4 Vitamin Pada proses fermentasi. dalam bentuk ekstrak dengan tujuan untuk menekan biaya operasi fermentasi karena harganya yang lebih murah dalam bentuk ekstrak. inducer. Tetapi factor pertumbuhan ini tidak dapat dapat dibuat sendiri oleh mikroorganisme tersebut sehingga perlu ditambahkan dari pihak luar. dalam hal ini magnesium bertindak sebagai penggerak beberapa enzim (fosfatidilkolin transferase dan dekarboksilase). asam lemak dan sterol. 1. Contoh faktor-faktor pertumbuhan yang diperlukan dan ditambahkan dalam media fermentasi yaitu seperti : asam amino. Dalam medium fermentasi. Selain itu contoh lain dari penambahan precursor yaitu D-treonin digunakan sebagai precursor dalam produksi L-isoleusin oleh Serratia marcescens. Contoh precursor yang ditambahkan dalam media fermentasi yaitu penggunaan phenylacetic acid atau phenilacetamida pada fermentasi antibiotic penisilin oleh Penicilliumchrysogenum. karena perannya sebagai konstituen dehidrogenase laktat.5 Faktor Pertumbuhan Faktor pertumbuhan dalam media fermentasi didefinisikan sebagai persenyawaan organik yang harus terdapat dalam sel mikroorganisme agar mikroorganisme tersebut dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya selama proses fermentasi berlangsung. vitamin berperan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang digunakan selama proses fermentasi. Sementara untuk mikroorganisme lainnya. Fe2+ adalah ion yang dibutuhkan untuk proses fermentasi Ragi alkohol. Faktor pertumbuhan biasanya ditambahkan pada sumber karbon maupun sumber nitrogen pada saat formulasi media pertumbuhan.1. Mg2+ berperan penting untuk produksi enzim sehingga alkohol dapat terbentuk. Aplikasi dari penggunaan prekursor dalam industry dapat terlihat pada proses pengaruh penambahan urasil dalam media fermentasi terhadap hasil β-glukan dari dua strain Agrobacteriumradiobacter A1. elicitor. Bro 1.

Soja Jika pembentukan produk tergantung pada kehadiran senyawa elisitor tertentu atau analog struktural. dan pemberian selulosa sebagai induser untuk produksi selulase oleh Trichoderma viride . maka harus dimasukkan ke dalam media fermentasi atau ditambahkan pada suatu titik tertentu selama fermentasi. dimana gen kloning kemudian dapat 'dihidupkan' oleh penambahan elisitor kimia tertentu. Contoh : dihasilkannya isoflavonoid pada kultur sel kedelei oleh senyawa elisitor Pms yg dihasilkan oleh fungi patogen Phytophthoramegasperma var. Akibatnya. Dalam proses kultur sel tanaman produksi metabolit sekunder. Elisitasi adalah suatu metode untuk meningkatkan fitoaleksin dan metabolit sekunder lainnya dengan menambahkan berbagai elisitor biotik maupun abiotic. cerevisiae 139 . Inducer Dalam proses fermentasi.2. dapat dipicu dengan menambahkan elisitor. 3. 2. Bro 1. karena tingkat transkripsi dan translasi yang sangat tinggi. Dalam hal ini kultur yang digunakan adalah Catharanthus roseusdengan elisiator berupa S. baik dengan menggunakan kultur Agrobacteriumradiobacter A1. Agar enzim tetap disintesis selama fermentasi. substrat inducer harus selalu ada dalam medium fermentasi. Dalam hal ini dilakukan proses isolasi untuk produk target dari berbagai mikroorganisme. reagen juga sering diperlukan dalam fermentasi mikroorganisme hasil rekayasa genetika (GMMs). Elisitor Elisitor yaitu senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi untuk membantu mengsekresikan produk target dari sel tumbuhan. inducer adalah senyawa yang Gambar 6 : Grafik produksi βbersifat menginduksi sistem biosintesis produksi enzim yang berguna glukan dengan menggunakan selama proses fermentasi. Selain elisator.5 maupun Agrobacterium sp. seperti flavonoid dan trepenoids. Contoh pemberian induser dalam medium fementasi yaitu penggunaan starch untuk produksi amilase oleh kultur Aspergillus spp.Pada grafik samping dapat diamati bahwa produksi β-glukan dengan menggunakan medium yang diberi precursor urasil akan jauh lebih tinggi dibanding medium yang tanpa pemberian precursor. sistem untuk gen kloning digabungkan yang memungkinkan maksimalisasi awal pertumbuhan untuk membangun kepadatan biomassa yang tinggi.1 untuk fase logarigtmik (24 jam) maupun fase stasioner (46 jam). pemberian induser maltosa oleh Bacillus subtilis. Dalam hal ini aplikasi penggunaan elisiator dalam medium fermentasi adalah pada proses peningkatan produksi katarantin melalui teknik elisitasi pada kultur agregat sel catharanthus roseus. Dalam hal ini inducible enzyme hanya medium yang diberi precursor disintesis untuk merespon adanya inducer di lingkungannya. yaitu urasil biasanya berupa substrat enzim atau senyawa yang memiliki struktur berdekatan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan GMMs dapat terganggu ketika gen cloning 'dihidupkan'. Dalam hal ini inducer diberikan secara terus menerus dalam konsentrasi yang rendah. khususnya patogen tumbuhan.

Inhibitor Reversibel. yaitu penghambat yang tidak berikatan secara kuat dengan enzim. Contoh : penggunaan penisilin dlm produksi asam glutamat oleh Micrococcus glutamicus. cerevisiae.cerevisiae maupun pada medium akan lebih banyak dihasilkan dengan yang diberi perlakuan pemberian elisitor. Inhibitor Irreversibel. merupakan penghambat yang berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat sehinga tidak dapat terlepas. 5. 4. Contohnya adalah diisopropil-fluorofosfat (DFT) yang menghambat kerja asetilkolinestirase (enzim penting dalam transmisi implus saraf) yang dapat menyebabkan kekejagan otot. Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya. Inhibitor Inhibitor adalah molekul atau senyawa kimia yang bersifat mengalihkan reaksi metabolism sehingga bisa dihasikan produk yang lebih spesifik. Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim sehingga substrat tidak dapat masuk. Pada grafik di atas dapat disimpulkan bahwa kandungan katarantin baik pada sel S. Oleh sebab itu. Sebuah contoh dari penghambat khusus digunakan untuk mengarahkan metabolisme natrium bisulfit. Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Hal ini dikarenakan terinduksinya serangkaian proses yang mengarah pada akumulasi katarantin.Gambar 7: Garfik kandungan karantin dalam sel S. yaitu proses dimana satu fungsi di halangi oeh fungsi lainnya. Modifikasi sel permeabilitas 140 . Enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula. Jadi. penghambat ini dapat dibalikkan. Selain itu fungsi dari inhibitor adalah untuk mempengaruhi struktur dinding sel sehingga meningkatkan permeabilitas dinding sel untuk melepaskan metabolit. Inhibitor reversibel dibedakan menjadi inhibitor kompetitif dan nonkompetitif. Dengan kata lain inhibitor digunakan untuk mengarahkan metabolisme terhadap produk target dan mengurangi pembentukan produk yang tidak diinginkan. i. inhibitor menghentikan jalur pada titik tertentu untuk mencegah metabolisme lebih lanjut dari produk target. Inhibitor dibedakan menjadi dua kelompok. Inhibitor nonkompetitif merupakan senyawa kimia yang tidak mirip dengan subtrat den berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim. yaitu: a. Gambar 8 : cara kerja inhibitor kompetitif ii. Pada inhibitor terjadi proses inhibisi. yang digunakan dalam produksi gliserol oleh S. Selain itu dapat diamati pula bahwa pada produksi katarantin pada medium menunjukkan pola yang selalu naik setiap pertambahan waktu dalam proses fermentasi. Hal tersebut dikarenakan karena adanya perubahan pH pada medium setelah elisitasi. Gambar 9 : Cara kerja inhibitor nonkompetitif b. cerevisiae(A) dan medium(B) sebelum (control) dan sesudah elisitasi.

Hal ini di lakukan untuk meningkatkan permeabilitas sel dengan memodifikasi dinding sel dan membran. sumber nitrogen.manusia tau hewan Memiliki biaya yang rendah Antifoams alam termasuk minyak tanaman(misalnya kedelai. 2. fermentasi dibagi menjadi aerob (membutuhkan oksigen) dan anaerob (tidak membutuhkan oksigen).7 Antifoams Antifoams diperlukan untuk mengurangi pembentukan busa selama fermentasi. sdangkan fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen adalh fermentasi asam laktat.6 Oksigen Penggunaan oksigen pada fermentasi bergantung pada jumlah okisgen yag dibutuhkan oleh organisme. 4.9 Plant cell Culture Media Berbeda dengan anmal cultre media. Busa ini terjadi terbentuk disebabkan ole media potein yang melekat pada permukaan air-broth dimana mereka mengubah sifat busa yang stabil. Mereka sering ditambahkan ke fermentasi asam amino. II.kombinasi dan konsentrasi hormone tanaman diberika tergantung padafermentasi tretentu. Jika tidak dikontrol. yang mengakibatkan hilangnya kondisi aseptik. Antifoam yang ideal harus memiliki sifat sebagai berikut: Mudah dan cepat tersebar dengan tindakan yang cepat Aktivitas tinggi pada konsentrasi rendah Tidak beracun untuk microorganisme fermentasi. sehingga fermentor menjadi tercemari mikroorganisme yang dilepaskan ke limgkunagn. yang digunakan untuk palnt culture media hanyasenyawa kimia tretentu.hal itu dapat diberikan dalam udara yang mengandung sekitar 21% (v/v) oksigen. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen. termasuk proses untuk memproduksi L-glutamicacid menggunakan anggota Brevibacterium Corynebacteriumand genera. Media ini dirancang untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel yang baik dan memnimalisirkan segala kemungkinan berkembangnya variasi generic. Mereka mengandung sumber karbon organic. II. namun sering juga di tambahkan garam ammonium. mineral garam dan hormone pertumbuhan. Para antifoam sintetissebagian besar adalah silikon minyak miyak. vitamin dan asam amino.8 Animal Cell Culture Media Animal cell culture media biasanya didasarkan pada media yang kompleks.1. sehingga meningkatnya pelepasan produk intraseluler dari media fermentasi.10 Culture maintance media Media ini digunakan untukmenyimpan dan subkuktur sektir utama industry. penggunaan pemutus busa mekanik dan penambahan antifoams kimia. II. alkohol poli dan glikolteralkilasi. mineral garam. Ada tiga pendekatan yang memungkinkan untuk mengendalikan produksi foam: modifikasi komposisi media.minyak mineral dan dan lemak. Antifoams kimia bahan aktif yang dapat mengurangi tegangan yang mengikat busa bersama-sama. 3. Senyawa yang digunakan untuk tujuan ini termasuk penisilin dan surfaktan. Yang penting adalah kebutuhan untuk freeborad dalam fermentor untuk memberikan rang bagi busa yang dihasilkan. bunga matahari). II. Namun beberapa spesies memerlukan garam organic dalam bentuk asam amino. Nitrat adalah sumber nitrogen. seperti media kultur yang mengandung glukosa. minyak ikan. Fermentasi yang mengunakan oksigen salah satu nya adalah fermenasi asam cuka. busa dapat menghalangi udara. LAMPIRAN I. II. Daftar Pertayaan 141 .

Alfondsina ( Mengapa garam yang berlebih dapat menyebabkan korosi? Jawab: B. Ridhani R ( Bagaimana dengan penggunaan kultur lain selain saccaromyches dalam aplikasi penggunaan medium fermentasi sumber nitrogen terhadap hasi β-Glukan yang dihasilkan ? Jawab: Dalam hal ini penggunaan kultur jenis lain selain saccaromyches akan menyebabkan produksi β-Glukan berbeda. Hal tersebut dikarenakan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing mikroorganisme berbeda-beda setiap jenisnya. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. Hal tersebut dikarenakan mikroorganisme tersebut memiliki sifat fisiologis yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan nutrisinya juga berbeda. konsentrasi juga merupakan salah satu factor pada prose fermentasi. 2. 3. maupun molds) memiliki prosentase yang berbeda-beda untuk setiap komponen penyusunnya. Pertanyaan Lisan 1. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. meskipun bakteri dalam strain yang sama. Namun untuk kandungan karbon. Hal tersebut dikarenakan ke-dua komponen tadi merupakan kebutuhan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap jenis mikroorganisme untuk kelangsungan hidupnya. 3. Dian Nita Citra ( Apakah kondisi dan perlakuan setiap bakteri walaupun dengan strain yag berbeda itu sama? Jawab: iya. sehingga kultur ini dipilih untuk membantu proses fermentasi ini. Jadi tiap-tipa bekteri memeliki spesifikasi sifat yang berbeda-beda karena juga memiliki karakter untuk menghasilkan produk yang berbedbeda juga. Dalam hal ini kultur saccaromyches dapat menjalankan fungsinya secara optimum dalam produksi β-Glukan. Pertanyaan Tertulis 1. Respirasi anaerobik dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). lipids. asam laktat. namun memiliki spesifikasi sifat yang berbeda. mineral.A. dan air yang dibutuhkan oleh ke-tiga mikroorganisme tersebut cenderung sama prosentasenya. nucleo acid. protein. Dewi Nugrahani ( Apa yang menyebabkan komposisi masing-masing mikroorganisme berbeda ? Jawab : Kebutuhan nutrisi bagi masing-masing mikroorganisme ( bacteria. karbohidrat. Afida K ( Bagaimana cara menangani kandungan bahan pengotor pada air agar dihasilkan air yang murni untuk penyusun formulasi media fermentasi ? 142 . Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang menghasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Gula adalah bahan yang umum digunakan dalam fermentasi. Sehingga dapat menyebabkan kerugian. seperti nitrogen. dan hidrogen. dan ash. anggur dan minuman beralkohol lainnya. Maratus S ( Selain bahan yang mengandung gula. yeast. apa saja yang bisa difermentasi oleh bakteri ? Jawab : Fermentasi merupakan suatu proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Sebab.Sisca ( Apakah efek apabila konsentrasi pada komponen tidak sesuai? Jawab: Efek yag terjadi apabila konsentrasi komponen fermentasi tidak sesuai dapat menyebabkan hasil yang diinginkan tidak sesuai dengan target. 4. 2.

enzim yang berperan dalam katabolisme dapat pula berperan dalam anabolisme dengan suatu tindakan sederhana seperti merubah konsentrasi nisbi zat. ATP merupakan sumber energi bagi semua aktifitas anabolik didalam sel. Glikogen. Energi bebas diperlukan untuk biosintesis pada selsel dewasa dalam ukuran yang konstan karena molekul. Energi yang telah dihabiskan pada proses perggantian molekul untuk banyak sel yang tidak berkembang menggunakan energinya untuk mensintesis enzim dan zat. polisakarida dan asam nukleat dari bahan. Sintesis asam nukleat memungkinkan organisme untuk menyimpan dan mengutarakan tambahan dari perbendaharaan informasi genetiknya. Prinsip. Proses ini disebut dengan turnover atau pergantian. lemak dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme.molekul anorganik dan monomer.karbohidrat dan protein-lipid merupakan komponen structural yang esensial dari organism. Bila sintesis bahan. istilah biosintesis berarti pembentukan senyawa alami oleh organisme hidup. Enzim. Molekul protein.hati meregulasinya sehingga kecepatan dari biosintesis kira.organela baru dan sel.molekul seluler akan secara berkesinambungan terdegradasi dan disintesis. Hal ini bisa disebut dengan istilah biosintesis.bahan ini berlangsung lebih cepat dari perombakannnya maka organism akan tumbuh. 1. protein.Protein yang berbeda memiliki 143 . Pembuatan molekul komplek yang besar dimulai dari unit struktur sederhana yang disebut monomer dimana menyimpan kapasitas ruang genetic.hasil anabolisme berguna dalam sejumlah fungsi yang esensial. apapun ukuran.prinsip pengaturan biosintesis Sebuah sel mikroba mengandung sejumlah besar protein. Proses Anabolisme biasanya banyak membutuhkan energi sehingga reaksinya dapat berlangsung cepat dan efisien. Anabolisme adalah sintesis dari makromolekul seperti protein. sebuah mikroorganisme memulai dari prekursor sederhana seperti molekul.materi baku biosintesis dan energy. bentuk dan fungsinya dibuat dari 20 asam amino terikat oleh ikatan peptide. Hasil. BAB II ISI ANABOLISME: Penggunaan energi dalam Biosintesisi Pengetahuan tentang metabolisme yang sifatnya fundamental dan vital bagi makhluk hidup telah mengantarkan kita ke suatu tingkat pemahaman yang mendalam tentang proses-proses yang berkaitan.zat pada kedua sisi dari persamaan itu dan beberapa jalur anabolik menggunakan enzim yang juga digunakan dalam jalur katabolic yang serupa. Walaupun pergantian atau turnover dari unsure-unsur pokok suatu sel berkesinambungan. dan polisakarida yang tergabung dalam makromolekul atau molekul besar yang terdiri dari polimer-polimer kecil yang tergabung bersama. Protein.bahan kecil. Selama biosintesis. Proses sintesis demikian tidak dapat berlangsung tanpa adanya masukan energi. Banyak dari energi ini digunakan dalam biosintesis atau anabolisme. Semua transformasi anabolik seperti halnya dengan semua reaksi katabolic.sel terbentuk.kira setimbang dengan katabolisme.zat lainnya untuk dilepaskan ke lingkungan. metabolism secara hati. Karena anabolisme merupakan proses sintesis molekul kompleks dari beberapa molekul sederhana maka memerlukan sejumlah energi untuk biosintesisnya. yaitu dengan cara menambahkan butiran karbon aktif sebagai filtrate air sehingga antara air dan bahan suspen maupun koloid akan terpisah.monomer yang kemudian menjadi molekulmolekul yang lebih kompleks sampai menjadi organela. baik ekstra sel maupun intrasel. Anabolisme merupakan suatu proses pembentukan molekul alami dari molekul lain yang kurang rumit strukturnya. dikatalis oleh enzim. materi. Reaksi yang memerlukan energi dalam bentuk panas disebut reaksi endergonik atau reaksi endoterm Mikroorganisme dapat memperoleh energi dalam berbagai cara. asam nukleat.Jawab : Cara yang paling umum digunakan yaitu metode GAC (Granulated Active Carbon).

Sebaliknya. FIKSASI CO2 Sebagian besar mikroorganisme dapat menggabungkan dan memfiksasi CO2. ADP. Jalur anabolik dan katabolik sering menggunakan kofaktor berbeda. Untuk contoh. struktur yang lebih kompleks seperti sistem supramolekul dan organel. beberapa tahapnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda. Mikroorganisme autotrof mendapatkan energi dari oksidasi senyawa anorganik tetapi proses penangkapan energi sama dengan fosforilasi oksidatif. biosintesis asam lemak terjadi dalam matriks sitoplasma. 144 . amoniak. 5. 4. NADPH daripada NADH biasanya berfungsi sebagai donor Setelah makromolekul telah dibangun dari prekursor sederhana. Gen akan membutuhkan enzyme ekstra dan sel harus menanamkan materi-materi baku dalam sintesis atas penambahan gen. Misalnya. Makromolekul biasanya berisi informasi yang diperlukan untuk membentuk spontan dalam proses yang dikenal sebagai self-kumpulan. Satu enzim mengkatalisis reaksi dalam katabolisme.rangkaian asam amino yang berbeda pula. sedangkan oksidasi asam lemak terjadi di dalam mitokondria. Jika sebuah protein disusun oleh 40 asam amino yang berbeda yang terbagi menjadi dua puluh. AMP. Sel sering menyimpan penambahan materi dan energy dengan menggunakan enzim yang sama untuk proses katabolisme dan anabolisme. Biasanya oksidasi katabolik menghasilkan substrat NADH untuk transpor elektron. sama dengan mikroorganisme fotosintetik. mereka dirakit menjadi lebih besar. seperti misalnya elektron yang dibebaskan dari oksidasi belerang. Potensial yang terjadi diubah menjadi ikatan fosfat berenergi tinggi jika proton memasuki sel kembali melewati saluran proton. Pembagian ruang memudahkan jalur untuk beroperasi secara simultan namun independen 6. dan NAD +. enzim glikolisis yang terlibat dalam sintesis dan degradasi glukosa. Jalur anabolisme dan katabolisme tidak pernah sama walaupun banyak enzim digunakan bersama. Walaupun banyak enzim dalam jalur amphiobolik terlibat dalam aktivitas katabolisme dan anabolisme . dan yang lainnya membalik proses pengubahan. jalur anabolik harus beroperasi ireversibel ke arah reaksi biosintesis untuk pemecahan ATP dan trifosfat nukleosida lainnya. 2. Untuk mensintesis secara efisien suatu molekul. Regulasi anabolisme adalah bentuk yang agak berbeda dengan katabolisme. enzim dan asam amino. Kegunaan beberapa monomer yang terhubung bersama oleh ikatan kovalen membuat sintesis makromolekul memiliki proses yang efisien. Seperti misalnya. tetapi mikroorganisme autotrof memperoleh energi dari oksidasi kimia. Hampir semua struktur sel terbuat dari 30 prekursor-prekursor kecil. Mikroorganisme fotosintetik memperoleh energi untuk mengubah CO2 menjadi bahan sel berasal dari cahaya. energi bebas yang dibuat tersedia selama perombakan trifosfat nukleosida yang mendorong reaksi biosintesis sampai selesai. Hanya mikroorganisme autotrof yang menggunakan CO2 sebagai satu-satunya sumber karbon bagi sintesis selnya. ketika dua proses yang digabungkan. Kedua jenis jalur dapat diatur dengan produk akhir mereka serta oleh konsentrasi ATP. ribosom merupakan kumpulan besar proton banyak dan molekul ribonukleikasid namun mereka muncul dengan pembentukan komponen mereka tanpa keterlibatan. 3. Kegunaan enzim yang terpisah untuk dua reaksi dalam satu tahap memungkinkan regulasi independen dari katabolisme dan anabolisme. Dalam jalur biosintesis mikroorganisme eukariotik sering terletak di ruang selular yang berbeda dari jalur yang berhubungan secara katabolik. Sel mebutuhkan enzim untuk membuat dua kali lipat asam amino(atau menyediakan asam amino ekstra ). ketika elektron donor dibutuhkan selama biosintesis. A. dan lainnya disalurkan melewati rantai-rantai transpor elektron yang menyebabkan proton menyembul dari membran.

Walaupun begitu. Pembagian dari siklus ini mirip dengan jalur pentose fosfat dan melibatkan reaksi transketolase dan transaldolase. FOTOSINTESIS 1. dan merupakan proses pembalikan dari proses glikolisis.5-bifosfat karboksilase. Fotosintesis Anoksiganik Bakteri Unit Fotosintesis dalam unit bakteri berbeda dengan siano bakteri. dan bakteri yang membentuk asetat dari CO2 selama fermentasi (Acetogen). dan vitamin. Terdapat polyhedral yang mengandung enzim ribolusa-1. Hampir semua mikroorganisme autotrof menggabungkan CO2 melalui jalur metabolik yang disebut siklus calvin.) dan beberapa bakteri seperi Chlorobium dan desulfobacter). fruktosa. siklus calvin diketemukan pada fotosintesis eukariotik dan pada sebagian besar fotosintesis prokariotik (tidak untuk Archaea.protein lain. Pembentukan glukosa dari CO2 dapat dituliskan sebagai berikut 6CO2+18ATP+12NADPH+12H++12H2O → Glukosa+18ADP+18Pi+12NADP+ ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang fotosintesis dengan mengoksidasi molekul. beberapa bakteri nitrifikasi pemasukan thiobacilli carboxysomes . membentuk dua molekule 3-fosfogliserat (PGA) Fase Reduksi Setelah PGA terbentuk melalui karboksilase.molekul anorganik secara kemoautotrof. memiliki tiga komponen pertama. Pengumpulan cahaya (mengandung dan tambahan pigmen) sebuah reaksi pusat. Siklus Calvin terjadi di stroma pada kloroplas mikroba autotrof eukariotik . beberapa bakteri obligat anaerobic dan beberapa bakteri mikroaerofilik). 6RuBP+6CO2 → 12PGA → 6RuBP+Fruktosa 6-P Pengubahan CO2 menjadi materi organik membutuhkan 3 ATP dan 2NADP. Walau demikian. lemak. Fase Regenerasi Fase ketiga. Jalur reduktif asam trikarboksilik yang digunakan untuk beberapa Archaea (Thermoproteus. Sulfate Reducer. B. asam nukleat. regenerasi. dan glukosa.Mikroorganisme autotrof merupakan satu kelompok besar mikroorganisme yang mempunyai kemampuan untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik seperti protein. hydrogen molekuler. Siklus harus beroperasi enam kali untuk menghasilkan heksosa dan membentuk kembali 6 molekul-molekul RuBP. tersusun dari bacteriochlorophyll dan bacteriopheophytins dan sebuah ETS. dilakukan oleh dua enzyme.molekul yang diperlukan lainnya. siklus calvin-Benson atau siklus reduktivitas pentose phospat. Untuk mensintesis fruktosa 6-fosfat atau glukosa 6-fosfat dari CO2. Oksigen tidak terbentuk 145 .5-bifosfat karboksilase atau ribolosa difosfat karboksilase yang dikatalisis dengan penambahan CO2 menjadi ribolosa 1. Melalui jalur asetil-koA pada methanogen. Siklus ini selesai ketika fosforibulokinase membentuk kembali RuBP. dan senyawa organic yang digunakan sebagai donor electron terakhir. Mikroorganisme ini biasanya menggunakan satu dari dua jalur. dari siklus Calvin adalah pembentukan kembali RuBP dan dihasilkannya karbohidrat seperti gliseraldehid 3-fosfat.5-bifosfat (RuBP). Reduksi. Cyanobacteria. PGA Tereduksi menjadi gliseraldehid 3-fosfat. . Hal ini merupakan suatu kelebihan yang sangat tidak mungkin terjadi pada organisme tingkat tinggi. merupakan tempat fiksasi CO2 atau penyimpanan karboksilase dan protein. Fase Karboksilasi Fiksasi karbon dioksida dilakukan oleh enzim ribolosa-1. gliseraldehid 3-fosfat dehidroginase berbeda dengan enzim pada glikolisis dalam penggunakan NADP+. Senyawa sulfur tereduksi. sulfolobus. Dibagi menjadi tiga fase yakni karboksilasi. reduksi. Gula yang terbentuk dalam siklus Calvin dapat digunakan untuk mensintesis molekul.

Selam proses ini ATP disentesis melalui siklus fosforilasi. Electron yang diberikan ke fotosistem I melalui system transport electron adalah untuk mempertahankan proses operasi. Fotosintesis bakteri ungu non belerang CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 Fotosintesis bakteri hijau belerang CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S 2.molekul organic gula yang tereduksi dari CO2. Fotosistem I selesai dan tidak sanggup untuk memberikan electron lagi.Pembalikan transfor electron juga digunakan litotrof untuk mengatasi masalah yang sama. Sianobakteria.6 bifosfat dengan fosfofruktokinase yang dibalikkan oleh enzim. yang dibutuhkan bersama ATP untuk fiksasi nitrogen. Bakteri ini melewati sebuah quinine dan melalui berbagai sitokrom. Pemberian NADP+ tidak bergantung pada cahaya ATP tersintesis melalui siklus fosforilasi yang dibutuhkan untuk memaksa electron dari reduktor lemah untuk bergerak kemudian mereduksi NADP+ (Pembalikan transfor electron) . Tiga tahap glikolisis yang terjadi dalam sel dan bersifat irreversible 1. setiap electron berpindah. ATP tersintesis. alga dan tanaman tingkat tinggi mempunyai dua fotosintesis (I dan II) terhubung melalui pembawa electron. sebuah electron diberikan kepada bacteriopheophytin. Seperti contohnya fruktosa 1.+ 2H++ H2O ATP juga dapat dihasilkan dari electron yang terbentuk melalui fotosistem I.tahap ini dilewati ketika proses terjadi secara biosintetis. fruktosa bifosfatase yang mana secara 146 . Pembentukan fruktosa-1. Aseptor electron utama dari fotosistem I dapat melewatkan electron melalui sitokrom dapat kembali melakukann siklus untuk reaksi pusat pada fotosistem I. Fotosintesis oksigenik bakteri Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi. Dilakukan dengan fotolisis air dan hasilnya adalah oksigen. Electron berpindah dari reaksi pusat fotosistem I ketika ditangkap cahaya menuju ferredoksin kemudian menuju NADP+ untuk membentuk NADPH. Inilah proses oksigenenik. SINTESIS GULA DAN POLISAKARIDA Mikroorganisme yang tidak bisa melakukan fotosintesis dan mikroorganisme Heterotrof harus mensintesis molekul. Fotolisis air H2O + Cahaya Matahari → 2e. Dalam pembentukan NADH. Fotosintesis Sianobakteri 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 C. sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan. jika tidak digunakan dalam produksi NADPH . Pengubahan fosfoenolpiruvat menjadi piruvat 2.selama fotosintesis. Sintesis glukosa dari prekursorprekursor nonkarbohidrat disebut glukoneogenesis. Fosforilasi glukosa Tahap. Ketika bateriochlorophyll melalui dalam reaksi pusat ditangkap oleh cahaya. Proses ini dinamakan fotofosforilasi. Walaupun sama-sama menggunakan tujuh enzim. sebuah electron tereduksi dibutuhkan yakni H2S atau H2. System ini bertanggung jawab atas pembentukan ATP dan NADPH. jalur glukonigenesis berbeda dengan jalur glikolisis. Selama siklus ini.6 bifosfat dari fruktosa 6-fosfat 3. kembali pada reaksi pusat bacteriochlorophyll.

Katabolisme glikogen dan pati atau Starch mengolah tidak hanya melalui hidrolisis untuk membentuk gula bebas dengan penambahan fosfat pada polimer ini dengan produksi glukosa 1-fosfat. UDP-galaktosa disintesis dari UDPG melalui penyusunan ulang dari satu kelompok hidroksil. Seperti yang dikatakan sebelumnya biosintesis bukanlah proses pembalikan yang sederhana dari proses katabolisme. Paling tidak dua enzim terlibat dalam pengubahan piruvat menjadi fosfoenolpiruvat. ATP+glukosa 1-fosfat → ADP-glukosa + Pi (Glukosa)n + ADP-glukosa→(glukosa)n+1 + ADP Nukleosida difosfat juga ikut terlibat dalam sintesis molekul komplek pada dinding sel bakteri. gula pada umumnya juga akan terbentuk. gula adenosine difosfat terbentuk dari glukosa 1-fosfat dan kemudian memberikan glukosa pada akhir rantai glukosa dan pati. Glukosa teraktivasi melalui penyisipan pada pirpfosfat pada uridin melalui reaksi dengan uridin difosfat. Gula nukleosida difosfat paling penting adalah uridin difosfat glukosa (UDPG). Gula Nukleosida difosfat memiliki peran pusat dalam sintesis polisakarida seperti kanji (Starch) dan glikogen. 147 .hidrolisis memindahkan fosfat dari fruktosa bifosfat. Fruktosa 6-fosfat ↔ mannose-6 fosfat Beberapa gula tersintesis sambil tersisip menuju nukleosida difosfat. Berbeda selama sintesis gula dan kanji pada bakteri dan alga. Enzim yang berbeda mengkatalisis sintesis UDP-asam glukorin melalui proses oksidasi UDPG. Pembagian UDP oleh UPGD dikenali enzim dan membawa glukosa di sekitar sel untuk terlibat dalam reaksi enzim seperti ADP yang memecah fosfat dalam pembentukan ATP. Seperti misalnya mannose yang secara langsung dapat terbentuk dari fruktosa melalui perombakan sederhana. Gula nukleosida difosfat tidak terlibat. Ketika glukosa dan fruktosa telah terbentuk.

3-bifosfogliserat. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat.fosfat membentuk 1. Banyak organisme yang menggunakan sistein dan mesionin . sistein dapat juga digunakan sebagai sintesis sulfur yang mengandung senyawa organic 2. koenzim dan unsure-unsur pokok banyak sel lainnya. asam nukleat.3 Bifosfogliserat + ADP→3-Fosfogliserat+ATP Mikroorganisme memperoleh fosfat dari lingkungan disekitarnya yang larut maupun terbentuk. yang selanjutnya digunakan dalam sintesis ATP. Protozoa secara langsung menggunakan fosfat organic setelah ingesti atau hidrolisis di lisosom dan membentuk fosfat 1. Gliseradehid 3-P+Pi+NAD+→1. kemampuan sel untuk mengasimilasi nitrogen anorganik adalah penting.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul. koenzim seperti NADP. protein. Sistein dapat disintesis dari hidrogen sulfida dengan dua cara. fosfolipid. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. 2005) D. Asimilasi nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel. Gram negative. sehingga sulfat harus direduksi sebelum proses asimilasi.bakteri menggabungkan hidrogen sulfida dengan O-acetylserine (proses 2) (1) H2s+serin → sistein + H2O (2) Serin asetil-koA O-Asetilserin H2S Asetat sistein Setelah terbentuk.phosphosulfat yang kemudian diikuti dengan reduksi sulfat. Atom sulfur pada sulfat akan lebih teroksidasi daripada pada sistein dan molekulmolekul organic lainnya.ATP. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino. Fosfat anorganik terbentuk melalui pembentukan ATP dalam tiga cara yakni : fotofosforilasi. Jamur berperan untuk mengkombinasikan hidrogen sulfide dengan serin untuk membentuk sistein (proses 1) dimana banyak bakteri. Proses yang disebut dengan reduksi asimilasi sulfat ini dimaksudkan untuk dapat dibedakan dengan reduksi dissimilasi sulfat yang terjadi ketika sulfat berperan sebagai aseptor electron selama proses anaerobic berlangsung.fosforilasi oksidatif. Sumber fosfor paling utama fosfat anorganik dan ester fosfat organic. Asimilasi fosfor Fosfor ditemukan pada asam nukleida.Gambar glukeneogenesis. fosforisasi level substrat.3-bifosfogliserat+NADH+H+ 1. Fosfat terlibat dengan gliseraldehid 3.molekul organic melalui rute yang berbeda. protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan. ASIMILASI FOSFOR SULFUR. Walaupun gas 148 . ( Harley. karena keduanya merupakan sumber eksraselular dan tempat penyimpanan intraselular asam amino. termasuk protein. Phospatases sering menghidrolisis ester fosfat organic untuk menghasilkan fosfat anorganik. Reduksi asimilasi sulfat melibatkan proses pengaktifan sulfat melalui pembentukan phosphoadenosine 5. seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas Karena nitrogen merupakan komponen penting dari protein. mikroorganisme menbutuhkan fosfor. Asimilasi Sulfur Sulfur diperlukan dalam sintesis asam amino (sistein dan mesionin) dan beberapa enzim (koenzin A dan iotin) . Glikolisis memberikan contoh pada proses ketiga. sulfur. Proses ini merupakan proses yang kompleks dimana sulfat pertama direduksi menjadi sulfit (SO32-) kemudian menjadi hidrogen sulfida. DAN NITROGEN ANORGANIK Di samping karbon dan oksigen.bacteria mempunyai phosphatases di ruang periplasmic antara dinding sel dan membrane sel yang mengambil fosfat setelah dihasilkan. yang nantinya dimasukkan ke dalam protein. Masing. DNA dan RNA. sulfat dapat menghasilkan sulfur untuk proses biosintesis.

Enzim yang berperan dalam hal ini secara umum dikenal sebagai aminotransferase. glutamate synthase (GOGAT). Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup. Sel-sel mati ini bersama dengan sisa tanaman/hewan akan menjadi bahan organic yang siap didekomposisikan dan melalui serangkaian proses mineralisasi (aminisasi. Pembentukan amonia Nitrogen Amoniak dapat dibentuk menjadi materi organic dengan relative mudah dan langsung karena mudah tereduksi daripada nitrogen anorganik dalam bentuk lain . Salah satu contoh enzim ini adalah aspartate aminotransferase (AAT) yang mengkatalis reaksi 149 . kedua-duanya molekul glutamate dapat bertindak sebagai suatu akseptor amonia. namun berbagai bukti menunjukkan bahwa GDH bukanlah untuk menggantikan GS dan GOGAT namun lebih banyak berperan sebagai mekanisme untuk memisahkan amina (de-aminasi) dari glutamat. yang belakangan adalah produk dari siklus asam trikarboksilik (Gambar 7-4). Ini diaktifkan oleh pH tinggi dan konsentrasi ATP dan magnesium yang tinggi. α-Ketoglutarat + NH4++NADPH (NADH) +H+↔glutamat+NADP+(NAD+)+H2O Perbedaan kemampuan dalam penggunaan NADPH dan NADH sebagai agen pereduksi adalah pada sintesis glutamate. Sebagai suatu alternatif. manakala pemberian amonia besar. nitrat (NO3-). Glutamine synthetase mempunyai suatu gaya affinitas sangat tinggi untuk amonia dengan begitu mampu untuk memasuki amonia sekalipun konsentrasinya sangat rendah. sebagai contoh. amonifikasi. Untuk reaksi ini baik ferredoxin yang direduksi (dari photosystem) atau NADPH (dari respirasi) diperlukan untuk pemeliharaan siklus asimilasi amonia dan yang selebihnya dapat digunakan untuk biosynthesis protein. Dalam jalur ini asam amino glutamate bertindak sebagai akseptor untuk amonia. dan oleh mikroorganisme baik secara simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melaliu inangnya maupun setelah mati. 2-oxoglutarate + NH4+ + NAD(P)H glutamate + H2O + NADP+ Meskipun reaksi diatas nampak seperti asimilasi amonium menjadi glutamat. dan nitrifikasi) akan melepaskan N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau mikrobia Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik. dan satu molekul glutamine meninggalkan siklus itu. mengkatalisasi perpindahan kelompok amida (-NH2) dari glutamine ke 2-oxoglutarate.  Jalur alternatif untuk asimilasi amonia Glutamate dehidrogenase (GDH) mengkatalisis reaksi dua arah untuk membentuk glutamat atau membuang gugus amina dari glutamat . Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk kimia lain. dan gas nitrogen (N2). dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau humus dibangun. atau humus. beberapa mikroorganisme dapat mereduksi gas dan menggunakan menjadi sumber nitrogen. nitrit (NO2-). Sebagian besar dipakai untuk pembentukan ammonia atau nitrat Siklus nitrogen dari fiksasi N2-atmosfer secara fisik/kimiawi yang menyuplai tanah bersama presipitasi. Enzim yang lain dalam asimilasi amonia. nitrogen kemudian diinkorporasikan menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi.nitrogen melimpah di atmosfer. Banyak bakteri dan jamur menggunakan glutamat dehidroginase ketika konsentrasi amoniak tinggi. amonium + (NH4 ). beberapa mikroorganisme membentuk alanin asam amino dalam reaksi aminasi reduktif yang dikatalis oleh alanin dehidroginase Piruvat +NH4+NADH (NADPH)+H+↔L-alanin + NAD+ (NADP+)+H2O Rute utama untuk pembentukan amoniak adalah pembentukan glutamat dari α-Ketoglutarat (sebuah siklus TCA intermediet). Setelah terasimilasi menjadi glutamin dan glutamat. Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan a. dan amida glutamine dibentuk.

( Foster. Aminotransferase ditemukan dalam sitoplasma. yang diisolasi dari asparagus pada awal 1806. Donor elektron (kofaktor tereduksi) diperlukan dalam reaksi tersebut: feredoksin pada daun hijau dan NADH pada jaringan non-fotosintetik. dan peroksisom. Intensitas cahaya dan kandungan karbohidrat yang tinggi. yang banyak ditemukan pada sitoplasma daun dan akar dan dalam nodul pemfiksasi N. Dua glutamat dihasilkan dari glutamin dan 2-oxoglutarat (glutamat sintase). Fungsinya bukan sebagai prekursor protein. 2N:5C untuk glutamin atau 1N:5C untuk glutamat). alanin. mitokondria. Amonium dapat diasimilasi melalui kombinasi dengan glutamat untuk membentuk glutamin (Glutamin sintetase) atau dengan aminasi reduktis 2-oxoglurata yang menghasilkan glutamat (glutamat dehidrogenase). glioksisom. 2010)  Nitrogen ditransfer dari glutamin atau glutamat menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi Semua reaksi transaminasi memerlukan kofaktor pyridoxal phosphate (vitamin B6). bob. menghambat AS. Enzim biosintesis asam amino karena daun tanaman atau kloroplas yang diisolasi jika dipajankan pada CO 2 diberi label radiokatif akan segera menggabungkan C berlabel menjadi glutamat. Jalur utama sintesis asparagin mencakup transfer amida nitrogen dari glutamin ke aspartat (Gambar 7-4 bawah): Glutamine + aspartate + ATP asparagine + glutamate + AMP + PPi Reaksi tersebut dikatalis oleh asparagine synthetase (AS). namun sebagi senyawa kunci untuk transport dan penyimpanan nitrogen karena stabilitasnya dan tingginya rasio nitrogen:karbon (2N:4C untuk asparagin vs. dan dalam transport karbon dari sel mesofil menuju sel seludang pembuluh (bundle sheath) pada fiksasi karbon c4. kondisi yang merangsang aktivitas glutamine synthetase (GS) dan Fd-glutamate synthase (Fd-GOGAT). kloroplas. serin. dan glisin. asapartat.  Peran asparagin dan glutamin sebagai jembatan antara metabolisme N dan C Asparagin. menghambat ekspresi gen dan aktivitas asparagine synthetase (AS). sehingga mendorong asimilasi N 150 . merupakan bentuk amida pertama yang teridentifikasi. Gambar Struktur dan lintasan senyawa terkait dengan metabolisme amonium. Aspartate adalah asam amino yang berpartisipasi dalam malate-aspartate shuttle dari mitokondria dan kloroplas menuju sitoplasma.Glutamate + oxaloacetate aspartate + 2-oxoglutarate Dimana gugus amina dari glutamat ditransfer menuju atom C-2 asam keto. Kondisi cukup energi (cahaya dan karbohidrat tinggi) menstimulir GS dan GOGAT.

Proses ini disebut deaminasi. Nitrogen direduksi oleh penambahan dua elektron. Nitrat pertama kali direduksi menjadi amoniak sebelum nitrogen dapat dikonversikan menjadi bentuk organik.+ NADPH + H+→NO2-+NADP++H2O Nitrit selanjutnya direduksi menjadi amoniak dengan penambahan dua elektron yang dikatalisis oleh oleh nitrite reductase dan mungkin enzim lainnya. c. NO3. pada tanah yang kering mudah menguap. Fiksasi Nitrogen Reduksi gas nitrogen pada atmosfer menjadi ammonia dinamakan fiksasi nitrogen.alga. asam amino yang sudah terbentuk dikonversi menjadi ammonia (NH3) dan proses ini disebut amonifikasi. nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur. Karena amoniadan nitrat berada dalam jumlah yang sedikit dan hanya beberapa organisme prokariotik yang dapat melakukan fiksasi nitrogen (sel. menstimulir AS. Amonia merupakan senyawa dalam bentuk gas. Sianobakteri seperti (Nostoc dan Anabaena) Reduksi nitrogen menjadi amonia dikatalisis oleh enzim nitrogenase. dan Methanococcus 2. NADPH adalah sumber elektron.menjadi glutamin dan glitamat. Proses ini terjadi pada bakteri. keterbatasan energi menghambat GS dan GOGAT. 4 pasang ATP dan elektron dibutuhkan N2+8H++8e-+16ATP→2NH3+H2+16ADP+16Pi 151 . sehingga mendorong asimilasi N menuju asparagin. Sebagian besar keberadaan N2 di dalam tanah dalam bentuk molekul anorganik. Proses selanjutnya. fungi.molekul nitrogen menjadi amonia adalah cukup eksergonik. b. Reduksi molekul. Hidroxylamine mungkin sebuah internediet ( antara) amonia kemudian dibentuk menjadi asam amino. Sebaliknya. Langkah pertama dalam asimilasi nitrat adalah reduksi menjadi nitrit oleh nitrate reductase. laju dari proses ini terbatas pada pertumbuhan tanaman. Clostridium. senyawa yang kaya akan karbon dan berpartisipasi dalam sintesis. Walaupun ikatan enzim intermediet dalam proses ini masih belum diketahui. senyawa yang kaya nitrogen dan cukup stabil untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam jangka waktu lama (asparagine is stable for long-distance transport or long-term storage). Proses reduksi nitrat ini dinamakan reduksi asimilasi nitrat. enzim yang mengandung dan molibdenum. Fiksasi nitrogen terjadi pada 1. Reduksi asimilasi nitrat pada bakteri terjadi di kritoplasma. dimana ini terjadi selama pernafasan anaerobik reduksi dissimilasi nitrat. nitrat dibentuk menjadi materi organik dan tidak ikut dalam pembentukan energi. Reduksi asimilasi nitrat Nitrogen dalam nitrat (NO3-) lebih mudah teroksidasi daripada dalam amoniak. Amonifikasi dibantu oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Jika tumbuhan atau hewan mati. tetapi reaksi ini memiliki energi aktivasi yang tinggi karena molekul. Bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter Klebsiella. Organisme yang sudah mati diuraikan melalui proses hidrolisis yang menyebabkan protein terurai menjadi asam amino. sebaliknya pada tanah yang lembab/basah ammonia terlarut dalam air dan membentuk ion ammonium (NH4+ ). Bakteri yang hidup bersimbiosis tanaman Legumes seperti Rhizobium 3. Reduksi nitrogen membutuhkan pelepasan ATP dalam jumlah yang besar yakni 8 elektron dan 16 molekul ATP. Pada asimiasi nitrat.molekul nitrogen adalah gas tidak reaktif dengan tiga ikatan diantara dua atom nitrogen.sel eukariotik memiliki keterbatasan kemampuan dalam melakukan ini). Selanjutnya ion amonium dapat digunakan oleh bakteri dan tumbuhan untuk sintesa asam amino.

Reduksi N2 menjadi NH3 terjadi dalam tiga tahap. Nitrogenesa cukup sensitif dengan O2 dan harus dilindungi dari pentidakaktifan O2 didalam sel. setiap tahap membutuhkan sebuah pasangan elektron. dan energi. Glikolisis. E. Pada dasarnya sintesis asam amino merupakan reaksi aminasi (pengikatan gugus amin) karboksilat. HCΞCH + 2H++2e-→H2C=CH2 Laju reduksi dari asitilena menjadi etilena digunakan dalam estimasi aktivasi nitrogenase. amonia dapat terbentuk menjadi senyawa organik. jalur sintesis asam amino biasanya teregulasi secara rumit oleh allosteric dan mekanisme umpan balik. fotosintesis pada sianobakteri. Molekul nitrogen yang tereduksi menjadi amonia. prekursor untuk biosintesis asam amino diperoleh dari beberapa jalur utama ampiobolik. Karena kebutuhan untuk memelihara nitrogen. 6 elektron yang ditransfer membutuhkan 12 ATP setiap N2 direduksi. SINTESIS ASAM AMINO Sintesis asam amino membutuhkan susunan dari kerangka karbon yang cocok dan ini melalui proses komplek yang melibatkan banyak tahap. Protein MoFe yang telah tereduksi memberikan elektron pada atom nitrogen.Elektron diperoleh dari ferredoksin yang telah tereduksi dengan berbagai macam cara . Akan tetapi. Untuk memaksimalkan efisiensi dan ekonomi. ikatan ATPNdihilangkan untuk mereduksi protein MoFe. (asetilena. Ikatan ATP menyesuaikan dengan protein Fe dan memperendah potensialnya.000mw) yang diikuti satu atau dua protein Fe (64. dan azide). sianida. Dalam banyak sianobakteri. karbon. Walaupun jalur sintesis asam amino tidak dijelaskan secara rinci sebuah survey mengenai pola umum biosintesis asam amino mungkin diketemukan dalam textbook pengenalan biokimia. Reaksi H2 dengan diimin (HN=NH) untuk membentuk N2 dan H2. Seluruh proses ini membutuhkan paling tidak 8 elektron dan 16 ATP sebab nitrogenase juga mereduksi proton pada menjadi H2. Pengikatan gugus amin langsung terdapat pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat . proteksi melawan oksigen dilakukan oleh struktur istimewa yang dinamakan heterokis. jalur pentose phosphate. Rute utama asimilasi amonia adalah sintesis glutamin oleh sistem glutamin syinthetase-glutamat synthetase. pengikatan gugus amin ke karboksilat dapat langsung (1 tahap) atau tidak langsung (2 tahap). Protein Fe pertama direduksi oleh feredoksin kemudian mengikat ATP. Reaksi ini memerlukan glutamat dehidrogenase. Gugus amin biasanya berasal dari amonia. Nitrogenase adalah sistem komplek yang mencakup dua komponen protein utama. Nitrogenase dapat mereduksi bermacam molekul yang mengandung ikatan rangkap tiga. ATP dihidrolisis ketika terjadi transfer elektron. proses respirasi pada pemfiksasi nitrogen aerobik atau fermentasi pada bakteri anaerob seperti misalnya clostridium pasteurianum (bakteri anaerob) mereduksi ferredoksin selama oksidasi piruvat dimana Azetobacter aerob menggunakan elektron dari NADPH untuk mereduksi feredoksin. zat seperti turunan purin alantoin dan alantoik juga disintesis dan digunakan untuk transfer nitrogen menjadi bagian lain tanaman. Walupun begitu. 152 . protein MoFe (220. Simbiosis nitogen-bakteri dapat menghabiskan hampir 20% ATP yang dihasilkan oleh tanaman.000mw) . protein Fe mengandung 4 atom besi. Skeleton asam amino diperoleh dari asetil koA dan dari intermediet (antara) siklus TCA. Pada simbiosis dengan pemfiksasi nitrogen Rhizobium memunculkan difusi amonia keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar. protein MoFe mengandung 2 atom molibdenum dan 28 sampai 32 atom besi.

Gambar 813 Reaksi glutamat dehidrogenase (Kimball. 2010) Pengikatan gugus amin tidak langsung terjadi pada proses sintesis glutamat dari -ketoglutarat dan memerlukan glutamat lainnya. Reaksi ini merupakan proses transaminasi. Pada reaksi ini gugus amin lebih dulu diinkorporasi ke glutamat menghasilkan glutamin (dikatalisis glutamin sintase/GS).1993) Gambar Reaksi GS-GOGAT (anonim. menjadi glutamat. 153 . sehingga enzimnya disebut transaminase. Hal ini karena reaksi GH memerlukan kadar amonia yang tinggi di habitatnya. Sintesis asam amino lainnya memerlukan glutamat sebagai sumber nitrogen (gugus amin) ke karboksilat. sedangkan reaksi GS-GOGAT memerlukan sedikit amonia di habitatnya. Dari kedua tipe reaksi di atas (GH dan GS-GOGAT) tampaknya reaksi GS-GOGAT merupakan reaksi yang paling mungkin terjadi di alam. Glutamin yang kehilangan amida. Gugus amin ditransfer ke -ketoglutarat menghasilkan glutamat (dikatalisis glutamin -oksoglutarat transaminase atau GOGAT).

dan fosfat. Dua molekul purin penyusun nukleotida adalah guanin dan adenin dan nama nukleosidanya adalah guanosin dan adenosin. skeleton purin diperoleh dari beberapa komponen dimana pirimidin mula. G gambar Monomer nukleotida Gambar Molekul purin (atas) dan pirimidin (bawah) (Kimball. ribosa atau deoksiribosa. dan komponen dinding sel. timidin. dan NUKLEOTIDA Nukleotida adalah polimer molekul purin atau pirimidin. 154 . Biosintesis Pirimidin Berdasarkan asal atom karbon dan nitrogen. Jadi nukleotida adalah nukleosida fosfat. dan memiliki peran penting dalam aktivasi dan transfer gula. dan ketoglutarat. alanin. dan uridin. dan CO2 yang berasal dari karbonat. Nukleotida adalah building blocks dari DNA atau deoxribunucleic acid dan RNA atau ribonucleic Acid. timin. pirimidin disintesis dari aspartat. aspartat glutamate akan ditransminasi secara langsung dari piruvat. oksaloasetat. Sintesis purin sangatlah komplek. PIRIMIDIN. maka polimer tersebut dinamakan nukleosida.konstituen penting dari beberapa koenzim. 1993) Banyak mikroorganisme dapat mensintesis purine dan pirimidin mereka sendiri. dan urasil dan nama nukleosidanya adalah sitidin. Tiga molekul pirimidin penyusun nukleotida adalah sitosin. juga merupakan konstituen. SINTESIS PURIN. Jika tanpa fosfat.Rangkaiam cabang asam amino dari rute pusat. amonia yang berasal dari glutamin.mula dari asam orotik. Banyak dari jalur biosintetis F. asam amino. sebuah kondensasi produk dari carbomyl phosphates dengan asam aspartic.

Prekursor pirimidin (kiri) dan purin (kanan) (http://free. sehingga menghasilkan orotidin monofosfat (melepaskan pirofosfat).vlsm.1993) dikatalisis dihidroorotase. Hidrasi karbamoil aspartat menjadi Reaksi dihidroorotat. Gambar Biosintesis pirimidin (Kimball. Aminasi dan fosforilasi karbonat menjadi karbamoil fosfat. Reaksi ini dikatalisis orotat fosforibosil transferase. Selanjutnya. Dehidrogenasi (oksidasi) dihidroorotat menjadi orotat.2009) Sintesis nukleotida pirimidin dimulai dari fosforilasi aminasi karbonat. sehingga menghasilkan karbamoil aspartat (melepaskan fosfat).org. Reaksi ini dikatalisis aspartat transkarbamoilase. aspartat terikat pada karbamoil. Reaksi ini dikatalisis dihidroorotat dehidrogenase. Reaksi ini dikatalisis karbamoil fosfat sintetase. Terikatnya 5-fosforibosil pirofosfat (disintesis dari fosforilasi ribosa 5-fosfat) pada atom nitrogen dari orotat. Dekarboksilasi orotidin monofosfat menjadi uridin monofosfat 155 .

Sitidin trifosfat merupakan prekursor sitidin. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoamidazol karboksilase. Reaksi ini dikatalisis nukleosidadifosfat kinase. Biosintesis Purin Atom karbon dari purin berasal dari format atau serin. Fosforilasi uridin monofosfat menjadi uridin difosfat (UDP). sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-amidoimidazol. Terikatnya aspartat pada asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Terikatnya formil pada fosforibosil glisinamida. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil aminoimidazol sintetase. Timidin disintesis dari metilasi UTP. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 4-N suksinokarboksamida 5aminoimidazol. Terlepasnya 4 karbon yang semula berasal dari aspartat dari reaksi sebelumnya (Jadi aspartat akhirnya hanya menyumbang nitrogen saja). glisin. 156 . Terikatnya amonia pada uridin trifosfat menghasilkan sitidin trifosfat (CTP). Reaksi ini dikatalisis orotidin fosfat dekarboksilase. Reaksi ini dikatalisis nukleosidamonofosfat kinase. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamida sintetase. Karboksilasi 5fosforibosil 5-aminoimidazol. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil glisinamida. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamida.sehingga menghasilkan 5-fosforibosil N formilglisinamidin. glisin. Reaksi ini memerlukan energi (ATP) dan dikatalisis fosforibosil glisinamida sintetase. dan glutamin Sintesis cincin purin dimulai dari terikatnya atom nitrogen glutamin pada fosforibosil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5-fosforibosilamin. Reaksi ini dikatalisis fosforibosilaminoamidazol suksinokarboksamida sintetase. Fosforilasi uridin difosfat menjadi uridin trifosfat (UTP).(UMP). sehingga menghasilkan 5fosforibosil 5-aminoimidazol. Reaksi ini memerlukan energi/ATP. sehingga menghasilkan asam 5-fosforibosil 5-aminoimidazol 4-karboksilat. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil formilglisinamidin sintetase dan memerlukan energi. Atom nitrogen dari purin berasal dari aspartat. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase. Tersisipnya glisin ke 5-fosforibosilamin. Pengikatan gugus NH2 dari glutamin. Uridin trifosfat merupakan prekursor uridin. Pembentukan struktur cincin pada fosforibosil N formilglisinamidin. dan karbon dioksida.

Asam nukleat dari makanan akan dikatabolisme menjadi asam urat (purin)dan β-alaninatau β-amino isobutirat (pirimidin)dan CO2. NH3. Semua sel dalam tubuh dapat mensin-tesa purin dan pirimidin. 2009) 157 . Reaksi ini melepaskan air dan dikatalisis inosinat siklohidrolase. sehingga menghasilkan inosinat monofosfat (IMP). Pembentukan cincin (kedua) dari 5fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol.Gambar Biosintesis purin (Kimball. Reaksi ini dikatalisis fosforibosil amidoimidazol karboksamida formiltransferase. IMP merupakan prekursor dari semua nukleotida purin.Tidak ada purin atau pirimidin dari makanan yang digabung dgn asam nukleat jaringan Purin Pirimidin Nukleotida (masterprima. Terikatnya formil ke 5-fosforibosil 4-karboksamida 5amidoimidazol.1993) Reaksi ini dikatalisis adenilosuksinat liase. sehingga menghasilkan 5-fosforibosil 4-karboksamida 5-formamidoimidazol.

Turunan CDP akan bereaksi dengan serine untuk membentuk fosfolipid fosfatidilserin dan dekarboksilasi yang menghasilkan phosphatidylathanolamine. Fosfolipid adalah komponen utama dari membrane sel eukariotik dan prokariotik. ATP digunakan untuk menambahkan CO2 ke Asetil-koA. Sintesis ini biasanya diproses dengan jalan phosphatidic acid. Walaupun begitu.Seperti yang dijelaskan sebelumnya ada dua tipe asam nukleat yakni DNA dan RNA yang disusun oleh building blocks nukleotida. G. bakteri sintesis phosphatidylethanolamine. beberapa mikroorganisme membutuhkan CO2 demi pertumbuhan yang baik tetapi itu tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran fatty acid seperti oleic acid (fatty acid rantai 18 tak jenuh . Jalur anaerobic terjadi pada beberapa (gram-negative bacteria) seperi Escherichia Coli dan Salmonella typhimurium. Fatty acid adalah asam monokarbolik dengan rantai alkil panjang yang mempunyai serangkaian atom. Sebuah CDP (Cytidine diphosphate) yang mempunyai peran sama seperti adenosine difosfat. O O _ + R (CH2)9-C-SCoA + NADPH + H +O2→ R-CH=CH-(CH2)7-C-SCoA+NADPH++2H2O Sebuah ikatan rangkap terbentuk diantara karbon 9 dan 10 dan O2 tereduksi menjadi air dengan dengan electron yang diberikan oleh fatty acid dan NADPH. 158 . Bakteri eukariotik dan aerobic seperti bacillus megaterium membangun sebuah jalur aerobic menggunakan NADPH dan O2. Polimer keduanya dibuat dari formasi ikatan kovalen antar gula dan fosfat. fosfat adalah hidrolisis dari phospatidic acid oleh diacylglycerol dan fatty acid ketiga diberikan oleh hasil triagliserol. Katalisator sintesis menambahkan dua atom karbon pada rantai terakhir faaty acid dalam dua proses. Dehidroksiaseton phosphate mejadi gliserol 3-phosphate. tetapi beberapa ada yang bercabang. Sebagian besar mengandung fatty acid atau turunannya. membentuk Malonyl-koA. Fatty acid disiapkan untuk penambahan dua atau lebih atom karbon. kedua. Banyak dari mikrobia fatty acid merupakan rantai lurus. biosintesis fatty acid. dan biosintesis asam amino. Beberapa diantaranya tidak jenuh (mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap). yang mana kemudian akan teresterifikasi dengan dua fatty acid menjadi asam phosphatidik. gliserol teresterifikasi tiga fatty acid. Oksigen tidak diperluakan untuk sintesis ikatan rangkap dua pada jalur ini. Kehilangan CO2 membuat reaksi ini berkesudahan. sebuah membrane lipid yang komplek terbentuk dari hasil glikolisis. Pertama. Gram negative bacteria mempunyai fatty acid siklopropana (fatty acid dengan satu atau lebih cincin siklopropana pada rantainya) Sintesis fatty acid dikatalisis oleh fatty acid synthetase komplek dengan asetil koA dan Malonyl-koA sebagai substratnya dan NADPH sebagai donor electron. Pada jalan ini. protein kecil yang membawa rantai fatty acid yang berkembang selama sintesis.macam lipid ditemukan pada mikroorganisme terutama pada membrane sel.ACP memberikan atom karbon pada rantai.atom karbon.. Fatty acid tak jenuh disentesis dengan dua cara. β-keto yang berasal dari reaksi kondensasi awal dipindahkan dengan proses tiga langkah yang melibatkan dua reduksidan senuah dehidrasi. Gliserol berasal dari reduksi glikolitik intermediet. (gram-positive Bacteria) seperti Lactobacillus plantarum dan clostridium pasterianum ) dan sianobakteria. Sintesis Lipid Bermacam. Bakteri anaerobic dan beberapa bakteri aerobic membuat ikatan rangkap selama sintesis fatty acid dengan meng-dehidrasi hidroksi fatty acids. komponen. Sintesis terjadi setelah asetat dan malonat ditransfer dari koenzim A ke grup sulfyhydril dari ACP (Accetyl Carrier Protein). CO2 tersebut hilang ketika Malonyl. Carbon dioksida sangat diperlukan dalam sintesis fatty acid tetatpi tidak secara permanen terbentuk. melalui pembentukan awal CDP-diacylglyserol. Malonil-koA berasal dari karboksilasi ATP dari asetil koA. Dua asam nukleat berbeda dalam gula berbeda dalam nukleitida yakni deoksiribosa dan ribose. Malonyl-ACP bereaksi dengan fatty acid-ACP untuk menghasilkan CO2 dan fatty acid –ACP yang lebih lama.komponen utama membrane sel. Mikroorganisme eukariotik seringkali menyimpan karbon dan energi sebagai triacylgliserol.

UDP-NAG menambahkan NAG ke NAM untuk membentuk unit pengulang peptidoglikan. Sintesis peptidoglican terjadi dalam delapan tahap : 1. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. Sintesis peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen antimikroba. 4. Hanya aka nada sebuah kelompok yang bereaksi dengan subterminal D-alanin. 3. Rantai Pentapeptida terletak pada NAM. Turunan UDP dari (N-acetylmuramic acid dan N-acetylglucosamine) di sintesis kritoplasma. 2. Pada E. Naktoprenol ialah karbon-55 alkohol yamh terletak pada NAM oleh pirofosfat dan memindahkan komponen.komponen peptodoglican melalui membrane hidrofobik. Hal ini terjadi pada gram positive bacteria yakni (staphylococcus aureus). Unit pengulang Peptidoglikan NAM-NAG yang sudah sempurna diangkut menyeberangi membrane menuju permukaan luar oleh pembawa bactoprenol pyrophosphate 6. dapatkah kedua siklus berjalan secara bersama-sama?” 159 . 8. karena reaksi sintesis terjadi di dalam dan di luar membrane sel. LAMPIRAN Pertanyaan dan jawaban Pertanyaan lisan 1. Proses yang sama terjadi kepada interbridges terlibat.H. Peptide cross-link rantai peptidoglikan terbentuk oleh transpeptidado. Dua partisipan carrier yakni UDP (Uridin Difosfat)dan baktoprenol. Seperti misalnya penisilin menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate. Rantai polisakarida akan saling berhubungan melalui pentapeptida atau jembatandalam (interbridges) Sebuah struktur yang rumit (berkelit-kelit atau berseluk beluk ) membutuhkan proses biosintesis yang rumit juga. asam amino yang bebas dari asam diaminopimelik menyerang subterminal D-alanin. Unit Peptidoglikan diletakkan pada akhir rantai peptodoglican untuk memperpanjang oleh unit pengulang.Coli. Energi atp tidak lagi dibutuhkan ketika transpeptidasi yang terjadi di luar. Fosfat dihasilkan selama proses. Asam amino ditambahkan secara berurutan menjadi UDP-NAM untuk membentuk rantai pentapeptida (dua terminal D-alanin ditambahkan sebagai dipeptida) Energi ATP digunakan untuk membuat ikatan peptide tetapi tRNA dan ribosom tidak terlibat. 7. Pembawa bactoprenol kembali kedalam membrane. glisin ditambahkan menggunakan Molekul glisil-tRNA bukan ribosom 5. Alfonsina AAT (115061100111027) “ apakah dalam siklus glukeogenesis yang merupakan proses pembalikan glikolisis. menghasilkan residu D-alanin. Jika interbridges (jembatan dalam) pentaglisin diperlukan. Sintesis peptidoglican adalah sintesis dengan proses multi step. ATP digunakan untuk membentuk terminal ikatan peptide didalam membrane. Sintesis peptidoglikan Dinding sel bakteri mengandung mengandung molekul komplek peptidoglican yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran asam N-asetilmuramik (NAM) dan residu Nasetilglukosamin (NAG). NAM-Peptida ditrnasfer dari UDP menuju baktoprenol fosfat pada permukaan membrane.

itu menghasilkan AMP dan GMP. Jawaban “ walaupun siklus glukeogenesis reversible. antara lain . AMP menghambat sintesis adenilosuksinat dari inosinat. bakteri fotosintetik purple (sulfur dan non sulfur). dan Heliobacteria(white.” 3. dan bakterioklorofil. pada umumnya menujukkan resistensi yang tinggi terhadap oksianion logam tanah jarang.2. fotoautrotop atau fotoheterotrop pada kondisi anaerobik. seperti TeO3-2 dan SeO3-2. respirasi anerobik. Bakterioklorofil yang dimiliki bakteri ini dapat digunakan sebagai salah satu ciri morfologi dengan melihat spektra maksimumnya. pigmen karatenoid. konsentrasi sulfid harus benar-benar ditekan serendah mungkin. maka kelompok ini bibagi menjadi . tapi berdasarkan prinsip. seperti bakteri dari genus Rhodobacter. karena pada konsentrasi yang tinggi akan menjadi racun . Reinanto pandu (115061107111009) “ dalam fotosintesis anoksigenik kan ada reaksinya.prinsip biosintesis dijelaskan bahwa jalur anabolisme dan katabolisme (dalam hal ini merupakan glikolisis dan glukeogenesis) tidak pernah berjalan bersama walaupun banyak enzim yang digunakan bersama.1995) Pada bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksigenik. Kemampuan bakteri ini untuk melakukan fotofosforilasi karena adanya piranti fotosintesis dalam selnya yang berupa pigmen fotosintesis. Freshsya Zatalini (115061100111003) “ Apakah persyaratan dari asimilasi bagi mikroba? Bagaimana bakteri yang tidak punya klorofil melakukan asimilasi? Jawaban 160 . Reaksi ini dikatalisis fosforibosil pirofosfat amidotransferase . lalu senyawa-senyawa yang dihasilkan itu untuk apa?” “ Reaksinya adalah seperti ini • Fotosintesis bakteri ungu non belerang • CO2 + 2CH3CHOHCH3 → (CH2O) + H2O + 2CH3COCH3 • Fotosintesis bakteri hijau belerang • CO2 + 2H2S → (CH2O) + H2O + 2S Berdasar pada sumber yang saya baca pada keadaan anaerob tidak diproduksi oksigen. bakteri fotosintetik hijau (sulfur dan non sulfur). organisme-organisme ini pada umumnya merupakan penambat nitrogen yang hidup bebas. bakteri ini telah diketahui sejak awal abad ke-20 ketika pertama kalinya diisolasi oleh Hans Molisch. Berdasarkan bakteriaklorofil yang dimiliki oleh anoksegenik. dan fermentasi. Sebagian besar bakteri fotosintetik ungu non sulfur anoksegenik. oleh karena itu penambahan larutan oksianion (biasanya K2TeO3) memungkinkan isolasi kelompok bakteri tersebut secara selektif. sedang GMP menghambat perubahan substrat dari sintesis AMP. Ada beberapa mikroorganisme yang mampu melakukan fotofosforilasi dalam keadaan anaerob. Pertanyaan Tertulis 1. Karena pada dasarnya regulasinya berbeda” Alberus Ardika (115061101111005) “ tadi dijelaskan dalam presentasi siklus sintesis purin prosesnya. meraka ini dikenal dengan nama kelompok bakteri fotosintetik anoksigenik. lalu maksud kotak kecil ditengah itu apa? (menunjuk gambar) ” Jawaban “ gambar di tengah itu penjelasan dari proses awal sintesis purin yakni dimulai terikatnya atom nitrogen glutamine pada fosforibossil (berasal dari fosforibosil pirofosfat) menghasilkan 5. Bakteri-bakteri ini dapat melakukan berbagai macam metabolisme. Selain itu.fosforibosilamin.

“ Apakah dalam suatu sintesis itu mengalami hambatan? Jika iya apa?” Jawaban : “ pada sintesis Peptidoglikan mudah diserang dan mengalami gangguan oleh agen mikroba. Jadi tidak ada persyaratan. Begitu pula dengan sintesis peptidoglikan akan terjadi pada setiap kondisi karena dinding sel bakteri mengandung kompleks peptidoglikan” 3. Rintangan atau hambatan pada setiap tahap pada sintesis memperlemah dinding sel dan bisa mengakibatkan osmotic lisis. Sedangkan sintesis Peptidoglikan terjadi pada dinding sel bakteri. karena mikroba membutuhkan asimilasi (fosfor. sedangkan golongan purimidin itu ada pada RNA yang terdiri dari urasil dan sitosin. eukariotik ataupun prokariotik itu bisa asalnkan memiliki klorofil. Gregorius Bagas (115061105111005) 161 . Mekanismenya masing. “ Asimilasi adalah pembentukan molekul kompleks dari molekul sederhana yang membutuhkan energy yang tinggi. Tapi untuk mekanisme dan regulasi sintesisnya sama” Maratus Sholihah (115061100111019) “ apakah benar dari apa yang anda jelaskan bahwa fotosintesis hanya terjadi pada mikroorganisme prokariotik? Kemudian bagaimana untuk yang eukariotik?” Jawaban : “ fotosintesis itu terjadi pada mikroorganisme yang mempunyai klorofil dan dibagi menjadi anoksiganik (tidak menghasilkan O2) dan oksigenik (menghasilkan O2). tidak terbatas bakteri yang mempunyai klorofil ataupun tidak. Penjelasan mikroorganisme prokariotik pada slide adalah sebagai tambahan.” Adit Iqbal (115061105111005) 4. sulfur. fosfor dan nitrogen.masing diasimilasi atau dibentuk menjadi molekul – molekul organic melalui rute yang berbeda (tergantung apa yang diasimilasi) Sharfina W (115061105111003) “ Sintesis Purin dan Peptodoglikan terjadi saat kondisi apa? Di bagian mana kedua sintesis itu dapat terjadi?” Jawaban: “ purin adalah jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida dan terjadi dalam tingkat sel bakteri karena nukleotida ini akan membentuk building blok dari DNA dan RNA. sulfur. Yakni merupakan jenis basa yang disintesis dalam bentuk nukleotida untuk membentuk DNA dan RNA. Golongan pirimidin itu ada pada DNA yang terdiri dari timin dan sitosin. karena dinding sel bakteri mengandung molekul kompleks peptidoglikan yang mencakup rantai polisakarida panjang yang terbuat dari pertukaran NAM (asan N-asetilmuramik) dan residu NAG (N-asetilglukosamin)” “ sintesis purin terjadi pada bakteri karena basa dari nukleotida akan digunakan untuk membentuk materi pembawa genetic RNA dan DNA. Dalam presentasi dan makalah kami dijelaskan tentang asimilasi sulfur. bukan pengertian. dan nitrogen dalam jumlah banyak untuk biosintesis. Perlu ditekankan bahwa asimilasi dilakukan mikroorganisme karena mikroorganisme itu sendiri membutuhkan fosfor.nitrogen) disamping karbon dan oksigen” “ asimilasi dilakukan oleh semua mikroorganisme yang membutuhkan. Ridhani Ridha R (115061100111009) “ Pada siklus tersebut kalau tidak salah namanya siklus purimidin kenapa hasilnya tidak purimidin? Mungkin dari siklus yang lain ada seperti itu?” Jawaban : “ sintesis purimidin atau sintesis pirimidin itu sama. 5. Seperti misalnya penisilin yang menyerang reaksi transpeptidasi dan basitrasin yang menghalangi defosforilasi bactoprenol rophosphate” 6.2.

Perlu editing(pendandanan) 3. dan Sianobakteri “ Kesimpulan : 1. dan Methanococcus. Bakteri apa itu dan perannya apa?” Jawaban : “ Pada asimilasi nitrogen. Proses metabolisme adalah proses yang spesifik dan merupakan proses dasar 2. Telah dijelaskan . Perlu penjelasan lebih bagaimana fotosintesis aerob dan anaerob serta senyawa-senyawa yang dihasilkan 162 . sel. reduksi asimilasi nitrat dan fiksasi nitrogen. Perlu sitasi yang jelas(dituliskan) 2. clostridium.“ Pada sintesis nitrogen . Tetapi fiksasi nitrogen terjadi pada beberapa bakteri yakni bakteri yang hidup bebas seperti azetobacter klebsiella. Pada fiksasi nitrogen inilah. bakteri Rhizobium memunculkan sifat amoniak keluar sel bakteri dan mengasimilasi sel legume sekitar.Anabolisme dan Katabolisme dan memang benar kedua proses tersebut tidak pernah berjalan bersamaan Komentar : 1. dijelaskan tentang bakteri yang terlibat dalam prosesnya.sel eukariotik memiliki keterbatasan dalam melakukan ini. nitrogen dimanfaatkan untuk tiga hal yakni pembentukan ammonia. bakteri yang hidup bersibiosis tanama legumes seperti Rhizobium.