P. 1
Pengawas Sekolah

Pengawas Sekolah

|Views: 106|Likes:
Published by Ashar Hidayat

More info:

Published by: Ashar Hidayat on Dec 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2014

pdf

text

original

Sections

  • A. Judul Penelitian
  • B. Latar Belakang
  • C. Rumusan Masalah
  • D. Tujuan Penelitian
  • E. Manfaat Penelitian
  • 1. Manfaat teoritis
  • 2. Manfaat praktis
  • F. Tinjauan Pustaka
  • 1. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan
  • 3. Jenis-jenis supervisi pendidikan
  • 4. Tugas pengawas sekolah
  • 5. Penyusunan program pengawasan
  • 7. Pelaksanaan supervisi manajerial
  • 8. Penyusunan laporan hasil pengawasan
  • 9. Kerangka konseptual
  • G. Metode Penelitian
  • 1. Jenis dan setting penelitian
  • 2. Fokus penelitian
  • 3. Deskripsi fokus penelitian
  • 4. Sumber data
  • 5. Teknik pengumpulan data
  • 6. Instrumen penelitian
  • 7. Teknik analisis data
  • 8. Pengujian keabsahan data
  • H. Jadwal Penelitian
  • I. Rancangan Anggaran Biaya Penelitian
  • J. Daftar Pustaka

1

A. Judul Penelitian "Pelaksanaan Tugas Pengawas SMP di Kabupaten Mamasa"

B. Latar Belakang Guru berhadapan sebagai langsung pelaksana dengan terdepan berbagai dalam jajaran pendidikan pendidikan

masalah-masalah

utamanya masalah pengajaran. Banyak di antara masalah itu yang tidak dapat diselesaikan oleh guru itu sendiri. Mereka membutuhkan bantuan dalam usaha mengerti tujuan-tujuan pendidikan, usaha pengembangan kurikulum, dan usaha mengerti pendekatan/metode/model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Semuanya ini membutuhkan bantuan dari seseorang yang memiliki kompetensi dalam profesi keguruan. Menurut Sahertian (2008: 1), pentingnya supervisi pendidikan bertolak dari keyakinan dasar bahwa guru adalah suatu profesi. Suatu profesi selalu bertumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan dibutuhkan sebagai tuntutan untuk menghadapi dunia pendidikan yang dinamis seiring dengan adanya pengaruh globalisasi. Banyak ahli memberikan kesimpulan mengenai supervisi pendidikan, diantaranya sebagai berikut. Purwanto (2009: 76) menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan

2

pekerjaan mereka secara efektif. Sedangkan Menurut Sahertian (2008: 19) Sepervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual ataupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran. Dalam dua pengertian supervisi di atas, supervisi bukan hanya sekedar kontrol melihat apakah segala kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana atau program yang telah digariskan, tetapi lebih dari itu. Kegiatan supervisi mencakup penentuan kondisi-kondisi atau syarat-syarat personel maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar mengajar yang efektif, dan usaha-usaha memenuhi syarat-syarat itu. Menurut Munshy, dkk (dalam Zulkarnaini) bahwa orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dan menstimulir guru-guru ke arah usaha meningkatkan suasana belajar mengajar yang lebih baik, kita sebut supervisor atau pengawas. Pekerjaan memberi bantuan disebut supervisi. Demikian pula, Husaini Usman memberikan kesimpulan yang lebih rinci

tentang pengawas sekolah sebagai berikut. Pengawas sekolah/madrasah ialah tenaga kependidikan profesional yang mendapat otoritas dan diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pendidikan di sekolah/madrasah baik pengawasan dalam bidang akademik (teknis pendidikan) maupun bidang manajerial (Usman, 2008: 6). Di Inggris, Qaisra (dalam Kusnawan, 2009) menuturkan, peran pengawas (supervisor) sudah pada level mengelompokkan sekolah

berdasarkan kriteria penilaian sekolah, mulai penilaian sangat baik, baik,

3

memuaskan, sampai tidak memadai atau jelek dengan indikatornya pada kualitas manajemen pembelajaran/kurikulum, dan kepemimpinan sekolah, kualitas

kualitas kesiswaan, serta kualitas peran stake

holder/komite sekolah. Lembaga ini menjadi standar kualitas dan penjaminan mutu pendidikan di sana. Profesionalisme serta independensi lembaga menjadi hal menarik bagi fungsi pengawas lembaga pendidikan di negara ini. Keberadaan pengawas sekolah di Indonesia, dipayungi oleh sejumlah dasar hukum. Keputusan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 118 Tahun 1996 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya yang di dalamnya juga menetapkan tugas pokok pengawas sekolah dan Keputuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas adalah landasan hukum yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Tugas pokok pengawas sekolah dapat dirumuskan selaras dengan ayat 1, pasal 2, Kepmenpan Nomor 118/1996 sebagai berikut, "Pengawas Sekolah mempunyai tugas pokok menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggung jawabnya."

118/1996. ayat (8) menyatakan. bab I. Kepmenpan No. Subjek yang dinilai adalah teknis akademik dan manajerial pendidikan. pemantauan dan penilaian terhadap guru (pendidik) disebut supervisi akademik. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Dalam buku panduan pelaksanaan tugas guru dan pengawas di uraikan tugas pengawas satuan pendidikan meliputi menyusun program pengawasan satuan pendidikan. "Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan kriteria (tolok ukur) yang ditetapkan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Objek pembinaan dan penilaiannya adalah teknis akademik dan teknis manajerial. pemantauan. Program pengawasan sekolah adalah rencana kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh pengawas sekolah dalam kurun waktu (satu periode) tertentu.4 Inti tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah adalah menilai dan membina. dan menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan (Dirjen PMPTK. pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya disebut supervisi manajerial. sedangkan pembinaan. dan penilaian." Operasional kerja pengawas sekolah pada satuan pendidikan adalah supervisi yang berwujud penilaian dan pembinaan yang dilakukan pengawas sekolah terhadap satuan pendidikan (sekolah). pengawas sekolah harus mengawali kegiatannya dengan menyusun program . pasal 1. melaksanakan pembinaan. Melaksanakan pembinaan. 2009: 29).

Dalam tugas memantau dan menilai sekolah. pembelajaran sehingga mencapai kinerja sekolah. Dengan demikian. pengawas dituntut untuk memiliki pengetahuan. Proses pemantauan dan penilaian . pengawas dituntut untuk memiliki pengetahuan. terarah.5 kerja pengawasan yang jelas. pengawas harus mengumpulkan data-data sekolah. dan keterampilan di bidang proses pembelajaran sehingga ia dapat memainkan peranan dan fungsinya membantu guru dalam meningkatkan proses dan strategi pembelajaran. Dalam konteks manajemen. guru dan tenaga kependidikan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. dan berkesinambungan dengan kegiatan pengawasan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Ruang lingkup tugas pengawas dalam bentuk tatap muka adalah melaksanakan supervisi akademik dan supervisi manajerial (Dirjen PMPTK. sikap. 2008: 5). dan keterampilan di bidang manajemen dan kepemimpinan sehingga pengawas dapat memainkan peranan dan fungsinya dalam membantu kepala sekolah dalam mengelola sumberdaya sekolah secara efisien dan efektif. dan prestasi siswa yang maksimal. 2009: 29). kinerja kepala sekolah. Sebagai supervisor manajerial. sikap. program kerja pengawasan sekolah mengandung makna sebagai aplikasi fungsi perencanaan dalam bidang pengawasan sekolah (Dittendik. Sebagai supervisor akademik. kepala sekolah dapat menciptakan iklim dan budaya sekolah yang kondusif bagi proses .

Laporan pengawasan bertujuan memberikan gambaran tentang peningkatan mutu sekolah setelah dilaksanakannya pengawasan. Ketika pemerintah dan pemerintah daerah ingin mengetahui secara teknis keadaan atau permasalahan pendidikan di suatu daerah sebagai dasar dalam menyusun rencana dan kebijakan pendidikan di daerah tersebut. meliputi keseluruhan kualitasnya. standar . Ormston dan Shaw (dalam Dittendik.6 dilakukan secara ilmiah oleh pengawas sekolah dinyatakan dalam Lampiran Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses sebagai berikut. dan dokumentasi”. pencatatan. pengawas dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi suatu sekolah dan selanjutnya memberikan pembinaan yang tepat sesuai permasalahan yang dihadapi. “Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus. perekaman. maka pengawas sekolah yang paling berkompeten untuk menjawabnya. 2009: 79). 2009: 79) menyatakan bahwa tujuan laporan pengawasan adalah untuk mengkomunikasikan secara jelas mengenai kekuatan dan kelemahan sekolah. Pemerintah melalui Direktorat Tenaga Kependidikan mendefinisikan bahwa laporan pengawasan secara umum adalah kegiatan penyampaian informasi yang dilakukan secara teratur tentang proses dan hasil suatu kegiatan pada pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan pengawasan tersebut (Dittendik. Berdasarkan data tersebut. wawancara. pengamatan.

guru dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah yang bermuara pada prestasi belajar siswa. setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan.7 pencapaian kinerja kepala sekolah. Standar pengawas sekolah yang dimaksud meliputi kualifikasi dan kompetensi pengawas. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hal yang dibutuhkan. pada pasal 58 dinyatakan bahwa laporan oleh pengawas pendidikan ditujukan kepada Bupati/Walikota melalui Dinas Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan satuan pendidikan yang bersangkutan. Demikian juga dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kualifikasi pengawas sekolah/madrasah tersebut adalah: (1) pendidikan minimal S1 bagi guru TK/SD dan minimal S2 bagi guru . seseorang wajib memenuhi standar pengawas sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. seorang pengawas harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang relevan dengan beratnya tanggung jawab yang diembannya. Jika dicermati peran. fungsi dan tugas pokok pengawas satuan pendidikan yang sangat strategis di atas. Pasal 1 ayat 1 permendiknas no 12 tahun 2007 menyatakan bahwa untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah/ madrasah. Selanjutnya.

golongan ruang IIlc. pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. (4) berusia maksimal 50 tahun ketika diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. Kompetensi pengawas satuan pendidikan adalah: (1) kompetensi kepribadian. (2) kompetensi supervisi akademik. (3) kompetensi supervisi manajerial. (3) pangkat minimum penata. (5) memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas. Indonesia memasuki era otonomi daerah. (4) kompetensi evaluasi pendidikan. (5) kompetensi penelitian pengembangan. dan (6) lulus seleksi pengawas satuan pendidikan Untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik seorang pengawas satuan pendidikan juga diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan beban tugas yang dihadapinya. Dalam lampiran Permendiknas no 12 tahun 2007 telah pula ditetapkan kompetensi yang harus dimiliki pengawas satuan pendidikan.8 SMP/SMA/SMK. Sebagian besar tanggung jawab dan kewenangan pemerintahan dilimpahkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah termasuk kewenangan di . (2) guru bersertifikat dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun atau kepala sekolah dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. dan (6) kompetensi sosial.

kepala sekolah. penilaian dan pembinaan guru. 2008: 2) Dalam penelitian yang dilakukan oleh Zainun Misbah (staf Direktorat Tenaga Kependidikan) tentang persepsi pengawas terhadap kebutuhan training pengawas. melaksanaan pemantauan. mulai dari menyusunan program pengawasan. masih ada harapan mereka memiliki motivasi untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya. PhD. Saat itu terjadi banyak permasalahan dalam supervisi pendidikan. Berdasarkan pematauan peneliti terhadap proses sertifikasi guru dalam jabatan pengawas di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa terungkap kenyataan bahwa banyak pengawas sekolah tidak mengerti dan merasa asing dengan dokumen penyusunan program pengawasan yang harus . Surya Dharma. sampai pada penyusunan laporan hasil pengawasan. (Direktur Tenaga Pendidik) menyatakan: Masalahnya adalah pengawas sekolah/madrasah selama ini masih banyak yang belum mengetahui dan memahami peranan yang harus dimainkannya serta fungsi yang diembannya. Hal ini mengindikasikan sebagian besar pengawas memiliki pengetahuaan yang rendah terhadap aspek-aspek pelaksanaan tugasnya. Terlebih-Iebih. terungkap bahwa hampir seluruh pengawas yang diteliti (80-90%) mengatakan setuju mereka membutuhkan training pada seluruh bidang yang ditawarkan pada kuesioner (Misbah. Dalam makalahnya di Jurnal Tenaga Kependidikan. 2007: 38). Namun demikian. dan tenaga kependidikan lainnya. MPA.9 bidang pendidikan. (Dharma. melaksanakan peranan dan fungsi tersebut.

Sturges (dalam Sagala. pengawas kurang melakukan pembinaan guru dalam teknis akademik. Contohnya: tujuan supervisi pengajaran seharusnya membantu dalam perbaikan pengajaran. Pengawas datang ke sekolah hanya pada saat-saat tertentu seperti saat pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional. Hal di atas menyebabkan pelaksanaan supervisi oleh pengawas tidak berjalan dengan baik. Kesenjangan ini dilihat dari sifat dan tujuan supervisi pengajaran. Berdasarkan pengamatan peneliti di SMPN 1 Mamasa yang berada pada wilayah ibukota kabupaten Mamasa. kenyataan dalam praktiknya supervisor pengajaran lebih menekankan pada tanggung jawab administratiif guru. . Pengawas juga tidak pernah memfasilitasi dan membina pelaksanaan MGMP di wilayahnya tugasnya sehingga wadah yang sangat strategis untuk membina guru secara berkelompok itu. W. Hal ini mengindikasikan mereka jarang atau bahkan tidak pernah menyusun program pengawasan sekolah yang seharusnya mereka lakukan sebagai langkah pertama pelaksanaan tugas kepengawasan agar dapat menentukan dan mencapai tujuan pengawasan sekolah secara efektif dan efisien.10 mereka lampirkan dalam portofolio. Hal ini senada dengan hasil penelitian A. Pada umumnya pengawas hanya memantau pelaksanaan administrasi pengajaran. 2010) yang menyatakan bahwa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam pelaksanaan supervisi. tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Pelaksanaan tugas pengawas sekolah tidak berjalan dengan baik. Jika permasalahan di seputar pengawas ini tidak segera dibenahi maka akan menyebabkan ketimpangan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. dan tugas pengawas satuan pendidikan yang sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan seharusnya didukung dengan kualifikasi dan kompetensinya harus sesuai dengan standar pengawas yang telah ditentukan melalui permendiknas No. Namun kenyataan yang terjadi jauh dari harapan. Peran. diungkapkan bahwa banyak pengawas yang tidak tertib dalam menyusun laporan hasil pengawasan. penelitian ini terfokus pada pelaksanaan tugas pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1.12 Tahun 2007. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. fungsi. C. Bagaimana gambaran penyusunan program pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa 2. Laporan yang dibuat sekedar untuk memenuhi kewajiban dan bahkan ada yang sama sekali tidak membuatnya. Bagaimana gambaran pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa .11 Dalam wawancara dengan korwas di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa.

Untuk mengetahui gambaran penyusunan program pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa. Bagaimana gambaran penyusunan laporan pelaksanaan program pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa D. 2.12 3. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: . maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. Untuk mengetahui gambaran penyusunan laporan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa. Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa. 3. 1. E. Tujuan Penelitian Dari hasil penetapan rumusan masalah di atas.

13 1. Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu manajemen pendidikan khususnya pengembangan bidang pengawasan pendidikan menengah. Memberikan informasi kepada LPMP sebagai lembaga yang erat hubungannya dengan para pengawas dalam penjaminan mutu pendidikan sehingga LPMP dapat menyusun program yang tepat dalam membina pengawas sekolah. Dapat memberikan informasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa mengenai permasalahan dalam pelaksanaan tugas pengawas sekolah dan memberikan reverensi dalam pengambilan kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. 3. dapat menjadi sumber informasi tentang gambaran riil pelaksanaan tugasnya dibandingkan dengan harapan akan perannya dalam dunia pendidikan sehingga dapat mendorong untuk melakukan refleksi dan introspeksi. . 2. 2. Bagi para pengawas sekolah. Manfaat praktis 1.

Semua usaha itu mengarah pada pengadaan tenaga guru yang profesional. Gairah dan semangat kerja yang tinggi memungkinkan guru menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan peserta didik.14 4. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Berbagai usaha perbaikan dan peningkatan kualitas guru baik melalui lembaga pendidikan maupun melalui penataran pendidikan dan latihan. Guru yang profesional memiliki ciri-ciri antara lain: (1) memiliki kemapuan sebagai ahli dalam bidang mendidik dan mengajar. (2) memiliki rasa tanggung jawab. Itulah sebabnya guru perlu belajar terus menerus. yaitu mempunyai komitmen dan kepedulian terhadap tugasnya. Itulah . dan (3) memiliki rasa kesejawatan dan menghayati tugasnya sebagai suatu karier hidup serta menjunjung tinggi kode etik jabatan guru. Tinjauan Pustaka 1. dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan reverensi dan rujukan bagi penelitiannya. Guru perlu memiliki semangat korps dan moral kerja yang tinggi. membaca informasi yang paling baru. mengembangkan ideide yang kreatif. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi adalah suatu conditio sin qua non. F. Bagi peneliti lain yang akan meneliti dengan fokus penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini.

Namun demikian. Beberapa hal yang menjadi kendala adalah kurangnya sosialisasi kurikulum yang dapat memberikan informasi kepada guru secara utuh. Kedua. khusus sumber daya manusia. Dengan demikian. guru/kepala sekolah sebagai pengelola dan pelaksana pendidikan yang terdepan memerlukan bantuan dalam memecahkan masalah mereka. perkembangan kurikulum yang merupakan gejala kemajuan pendidikan. Pelaksanan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian secara terus menerus dengan kondisi nyata di lapangan. atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Demikian . Hal ini berarti bahwa guru-guru harus senantiasa mengembangkan kemampuannya dan kreativitasnya dalam menerapkan kurikulum tersebut agar dapat terlaksana dengan baik. Daryanto (2008) mengatakan bahwa supervisi diperlukan dalam proses pendidikan berdasarkan dua hal penting. Pertama. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. upaya tersebut berhadapan dengan banyak kendala. pengembanan personel.15 sebabnya diperlukan usaha mengembangkan sumber daya pendidikan. pegawai. Perkembangan kurikulum menimbulkan perubahan-perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. pengelola sekolah dan masyarakat yang kurang/tidak memberikan bantuan dll. salah satunya adalah tenaga guru.

yaitu hubunganhubungan kemanusiaan. Oleh sebab itu. (4) latar belakang sosial. secara psikologis menciptakan situasi belajar mengajar yang membangkitkan dorongan emosional berupa . Suatu sisitem pendidikan harus berakar pada sistem filsafat dan nlai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa itu. Kepala sekolah. (5) latar belakang sosiologis. guru. dan (6) latar belakang pertumbuhan jabatan. Guru harus dapat menterjemahkan filsafat dan sistem nilai yang hidup ke dalam bahasa program pendidikan. (3) latar belakang psikologis. la menyebutkan sejumlah latar belakang seperti: (1) latar belakang kultural. Thomas Gordon mengemukakan bahwa ada mata rantai yang putus dalam proses pembelajaran di kelas. Swearingen dalam Sahertian (2008) mengungkapkan bahwa latar belakang perlunya supervisi terletak berakar mendalam pada kebutuhan nyata masyarakat.16 pula halnya dengan sekolah. tenaga administrasi memerlukan peningkatan karier. Latar belakang kultural menyatakan sekolah bukanlah tempat untuk memperoleh pengetahuan saja. tetapi sekolah harus berfungsi sebagai laboratorium sosiologis dan pusat kebudayaan di mana ide. sehingga kita tidak menempuh kekeliruan dalam tindakan mendidik. pengetahuan. Dengan sudut pandang yang lebih luas. dan keterampilannya. (2) latar belakang filosofis. Dalam Sahertian (2008). karya serta potensi peserta didik dapat dikembangkan.

Sekarang norma-norma kehidupan menjadi relatif. Menghadapi perubahan seperti ini guru-guru memerlukan supervisor untuk mengadakan tukar-menukar ide dan pengalaman tentang mana yang terbaik dalam menghadapi perubahan tata nilai yang serba meragukan. 2008) menyatakan guru adalah penceramah zaman. memberi hormat. Secara sosiologis perubahan masyarakat oleh karena globalisasi punya dampak terhadap tata nilai. Langeveld (dalam Sahertian. Guru seharusnya punya visi masa depan. Dalam masyarakat yang demokratis setiap orang berkesempatan dan berkemampuan untuk menstimulasi usaha-usaha kreativitas dan mengubah ke arah perbaikan. Bekerja dengan komitmen yang tinggi terhadap usaha bersama. . akan memberi semangat baru dalam proses belajar mengajar di kelas. Ketajaman visi mendorong guru-guru untuk mampu mengembangkan misinya. Semua yang disebut di atas dapat dilaksanakan kalau nasib guru dan statusnya di masyarakat diubah agar melihat guru sebagai suatu jabatan . tertawa.17 lambang-Iambang dalam bentuk kata persetujuan seperti senyum. Sekolah harus mampu mengubah masyarakat agar menjadi masyarakat yang demokratis. Untuk dapat mewujudkan misi guru harus belajar terus menjadi guru yang profesional.

merawat. Super berarti atas atau lebih. tugasnya adalah melihat. menilik atau mengawasi orang-orang yang disupervisi. 2008: 4). Itulah sebabnya diperlukan bantuan supervisi yang bertugas memelihara. dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru. menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan. atau awasi. Ngalim Purwanto (2009:76) mengatakan "supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif”. Makna yang terkandung dari paduan kata tesebut. Sejalan dengan itu. sedangkan vision berarti lihat. bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran. termasuk menstimulasi. bahwa seorang supervisor mempunyai kedudukan atau posisi lebih dari orang yang disupervisi. tilik. Good Carter dalam Daryanto (2008) memberi pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran. Pengertian supervisi pendidikan Pengertian supervisi secara etimologis menurut Ametembun (dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. menyebutkan bahwa bentuk kata “supervisi” terdiri dari dua buah kata yaitu super dan vision. a.18 yang punya peranan utama dalam pembentukan harkat dan martabat manusia. .

dan mana pula yang tidak benar.19 Dari dua pengertian supervisi di atas. Semua pengertian di atas lebih memfokuskan supervisi pada pembinaan guru yang diharapkan dapat meningkatkan proses pengajaran. seperti upaya meningkatkan pribadi guru. "Supervisi adalah kegiatan mengamati. kemampuan berkomunikasi . mengidentifikasi mana hal-hal yang sudah benar. ia menyatakan bahwa supervisi adalah suatu usaha menstimulasi. secara umum supervisi dimaknai sebagai suatu aktivitas pembinaan bukan saja kepada guru tetapi juga kepada tenaga kependidikan lainnya yang secara tidak langsung berperan dalam melancarkan proses pengajaran yang dilakukan oleh para guru di kelas. agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. meningkatkan profesinya. Made Pidarta memberi ulasan yang lebih luas mengenai supervisi sebagai berikut. dengan maksud agar tepat dengan tujuan memberikan pembinaan". Proses pembelajaran ini berkailan dengan kegiatan-kegiatan yang lain. mana yang belum benar. Pengertian supervisi yang lebih demokratis diungkapkan oleh Boarman dalam Sahertian (2008). Menurut Suharsimi Arikunto (2004:5). mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif. supervisi selalu mengacu kepada kegiatan memperbaiki proses pembelajaran. Beberapa ahli memberikan pengertian secara khusus yang difokuskan pada pembinaan guru. Dalam dunia pendidikan.

untuk pengembangan potensi kualitas guru. 2002:1). baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. dan upaya membantu meningkatkan kesejahteraan mereka (Pidarta. Jenis-jenis supervisi pendidikan Berdasarkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan oleh guru-guru maupun para karyawan pendidikan. terutama kepada guru-guru. Dari uraian di atas jelas bahwa tujuan supervisi ialah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Oliva dalam Sahertian (2008) bahwa sasaran supervisi pendidikan adalah: (1) mengembangkan kurikulum. Dalam proses pendidikan. pengawasan atau supervisi merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. yaitu supervisi umum . 3.20 dan bergaul. Selain itu. (2) meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah. dan (3) mengembangkan seluruh staf di sekolah. baik dengan warga sekolah maupun dengan masyarakat. Sahertian (2008: 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan. Purwanto (2009: 89) membagi supervisi dalam dunia pendidikan menjadi dua macam.

dan pengawasan fungsional. pengawasan melekat. supervisi terhadap kegiatan pengelolaan administrasi kantor. pembinaan dan pengawasan terhadap kepala sekolah dan seluruh elemen sekolah lainnya di dalam mengelola. sehingga dapat berjalan efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan sekolah serta memenuhi standar pendidikan nasional (Direktorat Tenaga Kependidikan. Dalam Permendiknas 12 tahun 2007 tentang standar pengawas. dan sebagainya.21 dan supervisi pengajaran. supervisi pengelolaan perpustakaan.baik personal maupun material . Di samping kedua jenis supervisi tersebut diperkenalkan pula istilah supervisi klinis. supervisi umum disebut dengan supervisi manajerial. Supervisi umum adalah supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran seperti supervisi terhadap kegiatan pengelolaan bangunan dan perlengkapan sekolah. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. mengadministrasi dan melaksanakan seluruh aktivitas sekolah. memberikan pengertian supervisi manajerial sebagai berikut. 2008: 7). supervisi pengelolaan keuangan sekolah. Esensi dari supervisi manajerial adalah berupa kegiatan pemantauan.yang memungkinkan terciptanya situasi belajar-mengajar yang lebih baik demi . Sedangkan yang dimaksud dengan supervisi akademik/pengajaran oleh Depdiknas adalah “kegiatan-kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi .

22 tercapainya tujuan pendidikan”. Pengawasan fungsional adalah kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh orang-orang yang fungsi jabatannya sebagai pengawas. Supervisi pengajaran disebut juga supervisi akademik sesuai dengan permendiknas no 12 tahun 2007. Bolla Menyimpulkan: Supervisi klinis adalah suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk membantu pengembangan profesional guru/calon guru. Dikatakan supervisi klinis karena prosedur pelaksanaannya lebih ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam poses belajar-mengajar. 2008: 9) memberi batasan "Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran. Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Istilah "pengawasan melekat" diturunkan dari bahasa asing built in controle yang berarti suatu pengawasan yang memang sudah dengan sendirinya (melekat) menjadi tugas dan tanggung jawab semua pimpinan. Glickman (dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. dari pimpinan tingkat atas sampai dengan pimpinan tingkat yang paling bawah dari semua organisasi atau lembaga (Purwanto. John J. khususnya dalam penampilan mengajar. dan kemudian secara langsung pula diusahakan bagaimana cara memperbaiki kelemahan atau kekurangan tersebut. . 2009: 91). berdasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar tersebut (dalam Purwanto. 2009). demi pencapaian tujuan pembelajaran".

. Inti tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah adalah menilai dan membina. dan menengah. Pekerjaan memberi bantuan disebut supervisi. 118/1996. "Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan . mendefinisikan bahwa pengawas sekolah adalah tenaga kependidikan profesional yang berfungsi sebagai unsur pelaksana supervisi pendidikan yang mencakup supervisi akademik dan supervisi manajerial. Demikian pula melalui Direktorat Tenaga Kependidikan (Tendik). 118/1996. bab I.23 4. pasal 1. Pengawas sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. dan cara-cara membantu memperbaiki situasi belajar mengajar disebut teknik-teknik supervisi. dasar. ayat (8) menyatakan. pemerintah secara tegas menyatakan sebagai berikut. Sedangkan Kepmenpan No. Subjek yang dinilai adalah teknis pendidikan dan administrasi pendidikan. dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan prasekolah. kita sebut supervisor atau pengawas. dkk (dalam Zulkarnaini) bahwa orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dan menstimulir guru-guru ke arah usaha meningkatkan suasana belajar mengajar yang lebih baik. tanggung jawab. Tugas pengawas sekolah Menurut Munshy. Dalam Keputusan Menpan No.

(11) Memberikan bimbingan adalah upaya Pengawas Sekolah agar guru dan tenaga lain di sekolah yang diawasi mengetahui secara lebih rinci kegiatan yang harus dilaksanakan dan cara melaksanakannya. Bab I. (9) Pembinaan adalah memberi arahan. bimbingan. (12) Memberikan contoh adalah upaya Pengawas Sekolah yang dilaksanakan dengan cara yang bersangkutan bertindak sebagai guru yang melaksanakan proses belajar mengajar/bimbingan untuk materi tertentu di depan kelas/ruangan bimbingan dan konseling dengan tujuan agar guru yang diawasi dapat mempraktikkan model mengajar/membimbing yang baik. ayat 9 sampai ayat 13 menjelaskan mengenai proses pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sebagai berikut.24 kriteria (tolok ukur) yang ditetapkan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. dan saran dalam pelaksanaan pendidikan sekolah. seorang pengawas sekolah melakukan pengumpulan informasi tentang subjek dan objek kerjanya (teknik pendidikan dan administrasi). (13) Memberikan saran adalah upaya pengawas sekolah agar sesuatu proses pendidikan yang dilaksanakan di sekolah lebih baik dari pada hasil yang dicapai sebelumnya atau berupa saran kepada pimpinan . pasal 1. Begitu pula halnya dengan teknik administrasi. Hasil penilaian tersebut akan menginformasikan kepada pengawas sekolah bahwa teknik pendidikan di satuan pendidikan tertentu telah memenuhi tolok ukur (standar) yang ditetapkan atau sebaliknya. (10) Memberikan arahan adalah upaya Pengawas Sekolah agar guru dan tenaga lain di sekolah yang diawasi dalam melaksanakan tugasnya lebih terarah dan mencapai tujuan yang telah dirumuskan. contoh. Informasi itu kemudian diolah sedemikian rupa. Hasil olahan informasi itu digunakan untuk mengukur atau menentukan derajat kualitas subjek." Terkait dengan tugas menilai. Kepmenpan Nomor 118/1996.

menyatakan bahwa jenis pengawas terdiri dari (1). Pembinaan yang dimaksud bukan saja memberikan arahan. Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK. IPS. IPS. atau pengawas kelompok mata pelajaran. Kondisi jenis pengawas saat ini ada yang sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 54 ayat 8 dan 9 dan . atau Seni Budaya). (3). Pengawas Sekolah Menengah Pertama dan Pengawas Sekolah Menengah Atas dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK. Seni Budaya. Olahraga Kesehatan. Bahasa.25 untuk menindaklanjuti pembinaan yang tidak dapat dilaksanakan sendiri. atau Seni dan Kerajinan). Olahraga Kesehatan. Kesejahteraan Masyarakat. pengawas mata pelajaran. Pengawas Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Dari Kepmenpan tersebut. sangat jelas diatur bagaimana proses pembinaan kepada guru yang harus dilakukan pengawas sekolah. bimbingan. Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru Pasal 54 ayat 8 menyatakan bahwa pengawas terdiri dari pengawas satuan pendidikan. Teknik dan Industri. Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Bahasa. Bisnis dan Manajemen. Pertanian dan Kehutanan. (2). dan saran namun juga perlu memberikan contoh bagaimana mengelola dan melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan efektif. Pariwisata.

Ruang Iingkup tugas pengawas satuan pendidikan menurut Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 adalah melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik. 1. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas satuan pendidikan terhadap 24 jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah sekolah dan guru yang dibina. kegiatan bagi .26 ada yang sesuai dengan Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak berlakunya Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. pengawas satuan pendidikan untuk ekuivalensi dengan 24 jam tatap muka perminggu diuraikan sebagai berikut. Sesuai dengan permendiknas Nomor 12 tahun 2007. 2. Jumlah sekolah yang harus dibina untuk tiap pengawas satuan pendidikan paling sedikit 10 (sepuluh) sekolah dan paling banyak 15 (lima belas) sekolah. . Selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagaimana disebut dalam Peraturan Pemerintah 74 tahun 2008 tentang Guru. jenis pengawas disesuaikan dengan kondisi saat ini.

melaksanakan pembinaan. Pembinaan kepala sekolah. menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan Dalam buku panduan penyusunan program pengawasan sekolah yang dikeluarkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan. dituliskan ragam kegiatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah meliputi: 1. pemantauan. Penilaian kinerja kepala sekolah.27 3. dan pembinaan. dan lingkungan sekolah. 7. Tugas pengawas satuan pendidikan meliputi penyusunan program pengawasan satuan pendidikan. Jumlah guru yang harus dibina untuk tiap pengawas satuan pendidikan paling sedikit 40 (empat puluh) guru dan paling banyak 60 (enam puluh) guru. 4. kinerja guru dan kinerja tenaga kependidikan lainnya (TU. guru. Pelaksanaan analisis kebutuhan 2. Evaluasi proses dan hasil pengawasan . dan Pustakawan) . Pengolahan dan analisis data hasil penilaian. pemantauan. dan penilaian. Pemantauan kegiatan sekolah serta sumber daya pendidikan yang meliputi sarana belajar. prasarana pendidikan. dan tenaga kependidikan lainnya 5. Laboran. Penyusunan program kerja pengawaan sekolah 3. biaya. 6.

Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suatu siklus secara periodik yang dapat dilihat dalam Gambar 1 berikut ini. Tindak lanjut hasil pengawasan untuk pengawasan berikutnya. Penyusunan laporan hasil pengawasan.28 8. PROGRAM PENGAWASAN TINDAK LANJUT PENILAIAN LAPORAN PEMBINAAN EVALUASI PEMANTAUAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN Gambar 1. 9. Siklus kegiatan pengawasan sekolah .

(2) program semester . pembinaan. Penyusunan program pengawasan Dalam buku Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas (Dirjen PMPTK. dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah binaannya. pembinaan. Berdasarkan hasil analisis data. setiap pengawas sekolah baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan.29 Kegiatan pengawasan sekolah diawali dengan penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Program pengawasan terdiri atas (1) program tahunan. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah menetapkan tindak lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya. disusun laporan hasil pengawasan yang menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaannya. Pada tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil penilaian. dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian. 5. dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari setiap sekolah dan dari semua sekolah binaan. Tindak lanjut pengawasan diperoleh berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode. 2009: 29) diuraikan bahwa dalam menyusun program pengawasan sekolah. Dengan berpedoman pada program kerja yang disusun.

program pengawasan sekolah terdiri atas: (1) program pengawasan tahunan. . pengawas sekolah harus mengawali kegiatannya dengan menyusun program kerja pengawasan yang jelas. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. (3) rencana pengawasan akademik (RKA) . dan (4) rencana kepengawasan manajerial (RKM). Berdasarkan jangka waktunya atau periode kerjanya. dan berkesinambungan dengan kegiatan pengawasan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Program pengawasan sekolah adalah rencana kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh pengawas sekolah dalam kurun waktu (satu periode) tertentu. Program pengawasan semester merupakan penjabaran program pengawasan tahunan pada masing-masing sekolah binaan selama satu semester. Program pengawasan tahunan disusun dengan melibatkan sejumlah pengawas dalam satu Kabupaten/Kota. terarah. program kerja pengawasan sekolah mengandung makna sebagai aplikasi fungsi perencanaan dalam bidang pengawasan sekolah.30 pengawasan. Dalam konteks manajemen. Program pengawasan semester disusun oleh setiap pengawas sesuai kondisi obyektif sekolah binaanya masing-masing. dan (2) program pengawasan semester. Program pengawasan tahunan disusun dengan cakupan kegiatan pengawasan pada semua sekolah di tingkat kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun.

Pembinaan yang akan dilakukan terhadap: a.31 Secara umum. 3. Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah . Tahapan atau rangkaian kegiatan yang menunjukkan bagaimana masalah dipecahkan serta bagaimana pekerjaan diselesaikan. program pengawasan sekolah mengandung hal-hal pokok sebagai berikut: 1. Penilaian kinerja yang akan dilakukan terhadap: a. 4. Guru c. 5. Data atau informasi yang diperlukan. Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi. Tujuan pengawasan yang ingin dicapai. Kepala sekolah b. Berangkat dari tugas pokok pengawas satuan pendidikan. pustakawan) 2. Latar belakang 2. Deskripsi kegiatan pengawasan yang akan dilakukan. Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah b. laboran. maka ruang lingkup kegiatan dalam program pengawasan adalah sebagai berikut: 1.

Pemantauan yang akan dilakukan terhadap: a. Guru dalam hal perencanaan. perpustakaan). dan penilaian proses pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional e.32 c. Pelaksanaan penerimaan siswa baru f. cakupan program kegiatan pengawasan sekolah dapat dilihat dalam Gambar 2 di bawah ini. Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan untuk melaksanakan tugas pokok kepengawasan. 3. Tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan tugas pokoknya masing-masing e. laboratorium. Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan c. Pengelolaan dan administrasi sekolah b.  KEPALA SEKOLAH  GURU  TENAGA KEPENDIDIKAN PENILAIAN KINERJA  PERSIAPAN AKREDITASI  KEPALA SEKOLAH  GURU  TENAGA KEPENDIDIKAN . Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler g. d. Lingkungan sekolah d. pelaksanaan. Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran f. Sarana belajar (alat peraga. Untuk lebih jelasnya.

Stoner (dalam Dittendik. Menentukan situasi pada saat ini 3. Mengidentifikasi pendukung dan penghambat tujuan 4. Cakupan program kegiatan pengawasan sekolah Sebagai suatu bentuk perencanaan.33 PROGRAM PENGAWASAN SEKOLAH PEMBINAAN PEMANTAUAN  ADMINISTRASI SEKOLAH  STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  LINGKUNGAN SEKOLAH  UJIANSEKOLAH/ NASIONAL  PENERIMAAN SISWA BARU Gambar 2. Mengembangkan seperangkat tindakan untuk mencapai tujuan .9) memberikan empat tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam penyusunan program pengawasan sekolah meliputi: 1. 2008: 8. program pengawasan sekolah berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengawasan. Menetapkan tujuan atau seperangkat tujuan 2.

Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal wilayah dan sekolah-sekolah yang ada. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan 4. analisis Analisis SWOT SWOT ini (Strenght. dimaksudkan menemukan kekuatan. Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya dan kebijaksanaan di bidang pendidikan 2. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas kegiatan yang perlu segera ditingkatkan mutunya. Ancaman adalah faktor dari luar sekolah yang menghambat pencapaian sasaran. seorang pengawas dapat memulai dengan dan melakukan Threats). peluang.34 Dalam menyusun program pengawasan. Selanjutnya. untuk Opportunity. kelemahan. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya 3. Kekuatan adalah faktor dari dalam sekolah yang mendorong pencapaian sasaran. Eeakness. dan ancaman yang ada pada sekolah-sekolah yang berada pada wilayah binaan yang akan ditingkatkan mutunya. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan . empat isi pokok kegiatan yang akan dituangkan dalam program kerja pengawasan tahunan yaitu: 1. Kelemahan adalah faktor dari dalam sekolah yang menghambat pencapaian sasaran.

Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya merupakan tugas pokok pengawas muda. metode kerja serta langkah-Iangkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnnya. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok pengawas madya.35 Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya dan identifikasi kebijaksanaan di bidang pendidikan merupakan tugas pokok pengawas pratama. sasaran. Dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas . dikemukakan Hasil pula berbagai kebijaksanaan titik di tolak bidang dalam identifikasi tersebut merupakan menentukan tujuan sera !indakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang harus lebih ditingkatkan. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. pendidikan.

36 dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan acuan oleh pengawas dalam penyusunan program semester pada setiap sekolah binaannya. tentang tujuan. dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok pengawas utama. Rumusan rancangan program pengawasan sebaiknya dikaji secara bersama-sama oleh kelompok pengawas untuk mendapat masukan dan pertimbangan dilaksanakan. Alur proses penyusuan program pengawasan tahunan dapat dilihat pada Gambar 3 berikut. sasaran serta kegiatan yang akan HASIL PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA HASIL PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA ANALISIS DATA IDENTIFIKASI PERUMUSAN RANCANGAN PROGRAM .

Dalam hal ini. Program pengawasan semester merupakan tugas pokok semua pengawas pada setiap sekolah binaannya. serta (2) pengawas sekolah yang ditugaskan memiliki keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan butir kegiatan tersebut. pada kondisi tertentu seorang pengawas dapat melakukan tahapan proses yang menjadi kewenangan pengawas setingkat di atasnya. Hal ini dapat dilakukan karena (1) Pengawas sekolah yang memiliki jenjang jabatan yang sesuai belum ada. tidak dituntut adanya kesamaan program/kegiatan pada setiap sekolah binaan.37 PEMANTAPAN/PENYEMPURNAAN PROGRAM Gambar 3. Kegiatan pengawasan pada persoalan/masalah yang dihadapi oleh masing-masing sekolah binaan. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah pada setiap sekolah binaannya. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Tidak menutup kemungkinan . Aspek lain yang dipertimbangkan dalam penyusunan program pengawasan semester adalah visi dan misi sekolah binaan. Alur proses penyusunan program pengawasan tahunan Walaupun terdapat ketentuan yang mengatur batasan kewenangan bagi setiap jenjang jabatan pengawas dalam penyusunan program pengawasan tahunan.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas input. dan hasil pendidikan pada setiap sekolah binaannya dalam jangka pendek (selama satu semester) . . Untuk kepentingan praktis. PROGRAM PENGAWASAN TAHUNAN VISI DAN MISI SEKOLAH BINAAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN TAHUN SEBELUMNYA IDENTIFIKASI MASALAH PADA SEKOLAH BINAAN DESKRIPSI KEGIATAN PENGAWAAN SEMESTER PADA SEKOLAH BINAAN Gambar 4.38 adanya kolaborasi antara pengawas sekolah dan kepala sekolah dalam menyusun program pengawasan semester. Substansi yang dikembangkan dalam program pengawasan semester meliputi aspek-aspek sebagai berikut. Alur proses penyusunan program pengawasan semester Program pengawasan semester mencakup rincian teknis kegiatan yang akan dilakukan pengawas sekolah pada setiap sekolah binaan. program pengawasan semester dapat disusun dalam bentuk matrik kegiatan. Alur poses penyusunan program pengawasan semester dapat di lihat pada Gambar 4 berikut ini. proses.

metode kerjal teknik yang akan digunakan. Deskripsi kegiatan meliputi jenis kegiatan. dapat disusun dalam format time schedule tersendiri untuk semua sekolah binaan. jelas. dan terfokus pada pencapaian tujuan. Identifikasi masalah yang dihadapi sekolah binaan serta upaya pemecahannya.39 1. Atas dasar masalah tersebut. Sasaran pengawasan yaitu komponen sistem pendidikan di sekolah yang dianggap paling penting mendapatkan perhatian khusus berdasarkan hasil pengawasan pada tahun sebelumnya serta hasil identifikasi masalah yang telah ditetapkan. serta langkah-Iangkah pelaksanaan kegiatan kepengawasan. ditetapkan tujuan spesifik kegiatan pengawasan yang sejalan dengan visi dan misi sekolah binaan 2. (2) Measureable. artinya program-program dan kegiatan-kegiatan selain dapat diukur juga harus dapat dicapai disesuaikan dengan berbagai kondisi di sekolah. 4. (4) Realistics. (3) Achieveable. artinya pokok masalah yang dijadikan program dalam penyusunan program kerja secara spesifik. 3. Dalam upaya menghasilkan program yang baik kriteria SMART dapat digunakan sebagai acuan program kerja dengan uraian sebagai berikut: (1) Specific. artinya program-program . artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya. Jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan.

sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah dalam pencapaian hasilnya. penilaian dan instrumen pengawasan dan jadwal/waktu yang diperlukan 6. program semester. dan dirancang untuk dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. (5) Time Bound. sumberdaya yang diperlukan. serta dirancang untuk dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. skenario kegiatan. RKA dan RKM sekurang-kurangnya memuat: aspek/masalah. Komponen-komponen dalam program tahunan.40 dan kegiatan-kegiatan yang dipilih realistik tidak mengada-ada. RKA merupakan penjabaran dari program semester pengawasan sekolah yang rinci dan sistematis. indikator keberhasilan. agar pengawasan lebih terarah dengan menggunakan kriteria SMART dari ruang Iingkup supervisi manajerial dan sasarannya adalah kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah. strategi/metode kerja (teknik supervisi). Pelaksanaan supervisi akademik . tujuan/ sasaran. agar pengawasan lebih terarah dengan menggunakan kriteria SMART dari ruang lingkup supervisi akademik dan sasarannya adalah guru. RKA merupakan penjabaran dari program semester yang rinci dan sistematis. artinya jelas target waktu pencapaian dalam setiap langkah kegiatan.

esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. 2008). melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya. Penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran sebagai suatu proses pemberian estimasi kualitas unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran. merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan supervisi akademik. maka dalam . Meskipun demikian. bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran. Dengan demikian. 2008) mendefinisikan supervisi akademik sebagai serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. berarti. Apabila di atas dikatakan. maka menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya (Sergiovanni dalam Direktorat Tendik. dalam Direktorat Tenaga Kependidikan.41 Glickman (dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. Apabila dikatakan bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya. (Daresh. 2008).

Pelaksanaannya menggunakan format dan instrumen lain yang ditentukan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota bersangkutan. Hubungan kemanusiaan yang harus diciptakan harus bersifat terbuka. dan informal. guru. dan tenaga kependidikan lainnya. Oleh sebab itu. Berdasarkan pedoman pelaksanaan tugas pengawas (Direktorat Tenaga Kependidikan. melainkan juga antara supervisor dengan pihak lain yang terkait dengan program supervisi akademik. membina. yaitu sebagai berikut. dan tenaga kependidkan lainnya.42 pelaksanaannya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian kemampuan guru. dan memantau sekolah. Hubungan demikian ini bukan saja antara supervisor dengan guru. 2008) memberikan beberapa prinsip yang harus diperhatikan dan direalisasikan oleh supervisor dalam melaksanakan supervisi akademik. kesetiakawanan. Supervisi akademik harus mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis. sehingga bisa ditetapkan aspek yang perlu dikembangkan dan cara mengembangkannya. guru. supervisi akademik yang dilakukan pengawas sekolah terdiri dari kegiatan menilai. kepala sekolah. dalam . Dalam buku Metode dan Teknik Supervisi (Direktorat Tenaga Kependidikan. 1. 2008). Kegiatan supervisi akademik merupakan kegiatan interaksi langsung antara pengawas satuan pendidikan dengan kepala sekolah.

Oleh sebab itu. 2. program supervisi akademik sebaiknya direncanakan. antusias. jujur. ajeg. Titik tekan supervisi akademik yang demokratis adalah aktif dan kooperatif. Tanggung jawab perbaikan program akademik bukan hanya pada supervisor melainkan juga pada guru. Supervisor harus melibatkan secara aktif guru yang dibinanya. 3. Apabila guru telah berhasil mengembangkan dirinya tidaklah berarti selesailah tugas supervisor. dan penuh humor (Dodd). Supervisi akademik bukan tugas bersifat sambilan yang hanya dilakukan sewaktu-waktu jika ada kesempatan.43 pelaksanaannya supervisor harus memiliki sifat-sifat. Perlu dipahami bahwa supervisi akademik merupakan salah satu essential function dalam keseluruhan program sekolah (Alfonso dkk dan Weingartner). Supervisi akademik harus demokratis. terbuka. seperti sikap membantu. Supervisi akademik harus dilakukan secara berkesinambungan. kepala . memahami. dikembangkan dan dilaksanakan bersama secara kooperatif dengan guru. Hal ini logis. Supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademiknya. mengingat problema proses pembelajaran selalu muncul dan berkembang. melainkan harus tetap dibina secara berkesinambungan. sabar.

Antara satu sistem dengan sistem lainnya harus dilaksanakan secara integral. Prinsip ini tiada lain hanyalah untuk memenuhi tuntutan multi tujuan supervisi . sistem perilaku supervisi akademik (Alfonso. yaitu tujuan pendidikan.44 sekolah. Supervisi akademik harus komprehensif.). sistem perilaku pengembangan konseling. 5. sistem perilaku akademik. dan pihak lain yang terkait di bawah koordinasi supervisor. walaupun mungkin saja ada penekanan pada aspekaspek tertentu berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengembangan akademik sebelumnya. 4. sistem perilaku kesiswaan. Program supervisi akademik harus mencakup keseluruhan aspek pengembangan akademik. Di dalam setiap organisasi pendidikan terdapat bermacam-macam sistem perilaku dengan tujuan sama. Dalam upaya perwujudan prinsip ini diperlukan hubungan yang baik dan harmonis antara supervisor dengan semua pihak pelaksana program pendidikan (Dodd). Dengan demikian. Program supervisi akademik harus integral dengan program pendidikan. maka program supervisi akademik integral dengan program pendidikan secara keseluruhan. dkk. Sistem perilaku tersebut antara lain berupa sistem perilaku administratif.

dan mengevaluasi. Begitu pula dalam mengevaluasi keberhasilan program supervisi akademik. Memang dalam proses pelaksanaan supervisi akademik itu terdapat kegiatan penilaian unjuk kerja guru. Supervisi akademik bukanlah sekali-kali untuk mencari kesalahan-kesalahan guru. Supervisi akademik harus konstruktif. Di sinilah letak pentingnya instrumen pengukuran yang memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi untuk mengukur seberapa kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. keberhasilan program supervisi akademik harus obyektif. melaksanakan. . berupa pengawasan kualitas. Supervisi akademik harus obyektif. sebagaimana telah dijelaskan di muka. 7. 6. dan memotivasi guru. Supervisi akademik akan mengembangkan pertumbuhan dan kreativitas guru dalam memahami dan memecahkan problem-problem akademik yang dihadapi. Dalam menyusun. Objektivitas dalam penyusunan program berarti bahwa program supervisi akademik itu harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata pengembangan profesional guru.45 akademik. tetapi tujuannya bukan untuk mencar kesalahan-kesalahannya. pengembangan profesional.

(3) sarana dan prasarana. pengawas sekaligus juga dituntut melakukan pematauan terhadap pelaksanaan standar nasional pendidikan yang meliputi delapan komponen. (3) standar proses. (4) ketenagaan. yang antara lain meliputi: (1) manajemen kurikulum dan pembelajaran. Sebagaimana diketahui dalam dasa warsa terakhir telah dikembangkan wacana manajemen berbasis sekolah (MBS). Pelaksanaan supervisi manajerial Di muka telah dijelaskan bahwa esensi supervisi manajerial adalah pemantauan dan pembinaan terhadap pengelolaan dan administrasi sekolah. (7) standar pembiayaan. (5) keuangan. (6) standar pengelolaan. sebagai bentuk paradigma baru pengelolaan dari sentralisasi ke desentralisasi yang . (2) kesiswaan. (6) hubungan sekolah dengan masyarakat. Dengan demikian fokus supervisi ini ditujukan pada pelaksanaan bidang garapan manajemen sekolah. (2) standar kompetensi lulusan. (5) standar sarana dan prasarana. (4) tandar pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam melakukan supervisi terhadap hal-hal di atas.46 7. dan (8) standar penilaian. adalah berkaitan pengelolaan atau manajemen sekolah. yaitu: (1) standar isi. Tujuan supervisi terhadap kedelapan aspek tersebut adalah agar sekolah terakreditasi dengan baik dan dapat memenuhi standar nasional pendidikan. Salah satu fokus penting lainnya dalam dalam supervisi manajerial oleh pengawas terhadap sekolah. dan (7) layanan khusus.

Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial. di mana ia . koordinasi.47 memberikan otonomi kepada pihak sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat (Sudarwan Danim dalam Direktorat Tenaga Pendidik. yaitu: 1. (3) pusat informasi pengembangan mutu sekolah. pengawas sekolah/madrasah berperan sebagai: (1) kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan. pengembangan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) kependidikan dan sumberdaya lainnya. Prinsip yang pertama dan utama dalam supervisi adalah pengawas harus menjauhkan diri dari sifat otoriter. Dalam Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Madrasah (Dittendik. pelaksanaan. 2009: 20) dinyatakan bahwa supervisi manajerial adalah supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan. pengembangan manajemen sekolah. koordinasi. penilaian. 2008: 8) Pengawas dituntut dapat menjelaskan sekaligus mengintroduksi model inovasi manajemen ini sesuai dengan konteks sosial budaya serta kondisi internal masing-masing sekolah. (2) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah. Prinsip-prinsip supervisi manajerial pada hakikatnya tidak berbeda dengan supervisi akademik. dan (4) evaluator terhadap pemaknaan hasil pengawasan.

Program supervisi harus mencakup keseluruhan aspek. Titik tekan supervisi yang demokratis adalah aktif dan kooperatif. . karena hakikatnya suatu aspek pasti terkait dengan aspek lainnya.dan Weingartner dalam Dittendik. 2009: 15). kesetiakawanan. dkk. 2009: 15. 5. Supervisi harus komprehensif. Supervisi harus dilakukan secara berkesinambungan. Di dalam setiap organisasi pendidikan terdapat bermacam-macam sistem perilaku dengan tujuan sarna. dan informal (Dodd. Hubungan kemanusiaan yang harus diciptakan harus bersifat terbuka.48 bertindak sebagai atasan dan kepala sekolah/guru sebagai bawahan. yaitu tujuan pendidikan (Alfonso. 6. Program supervisi harus integral. 2009: 15). Supervisi bukan tugas bersifat sambilan yang hanya dilakukan sewaktuwaktu jika ada kesempatan (Alfonso dkk. dalam Dittendik. Supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi. 2. 3. Supervisi harus demokratis. Supervisi harus mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis.). 4. dalam Dittendik.

49

7. Supervisi harus konstruktif. Supervisi bukanlah sekali-kali untuk mencari kesalahan-kesalahan guru. 8. Supervisi harus obyektif. Dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi, keberhasilan program supervisi harus obyektif. Obyektivitas dalam penyusunan program berarti bahwa program supervisi itu harus disusun berdasarkan persoalan dan kebutuhan nyata yang dihadapi sekolah.

8. Penyusunan laporan hasil pengawasan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan menerangkan tugas pengawas dalam

menyusun laporan. Dalam peraturan tersebut di sebutkan bahwa pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. Selanjutnya dalam buku Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Pengawas Sekolah didefinisikan bahwa laporan pengawasan secara umum adalah suatu kegiatan penyampaian informasi yang dilakukan secara teratur tentang proses dan hasil suatu kegiatan pada pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan pengawasan tersebut (Dittendik, 2009: 79).

50

Laporan pengawasan bertujuan memberikan gambaran tentang peningkatan mutu sekolah setelah dilaksanakannya pengawasan. Ormston dan Shaw (dalam Dittendik, 2009: 79) menyatakan bahwa tujuan laporan pengawasan adalah untuk mengkomunikasikan secara jelas mengenai kekuatan dan kelemahan sekolah, meliputi keseluruhan kualitasnya, standar pencapaian kinerja kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah yang bermuara pada prestasi belajar siswa, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hal yang dibutuhkan. Secara terperinci, laporan hasil pengawasan disusun dengan tujuan sebagai berikut: 1. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah. 2. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan

berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan pengawas sekolah terhadap: 3. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan

berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan terhadap: 4. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan

berdasarkan hasil pembinaan yang telah dilakukan terhadap: 5. Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah.

51

6. Kinerja kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah 7. Kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan penelitian proses pembelajaran/bimbingan. 8. Kinerja tenaga kependidikan lainnya (TU, Laboran, pustakawan) dalam pelaksanaan tugas pokoknya masing-masing. 9. Administrasi sekolah 10. Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan 11. Lingkungan sekolah 12. Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional 13. Pelaksanaan penerimaan siswa baru 14. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler/pengembangan diri 15. Sarana belajar (alat peraga, laboratorium, perpustakaan) 16. Kepala sekolah terhadap pengelolaan sekolah dan administrasi sekolah 17. Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku 18. Tenaga kependidikan lainnya (tenaga administrasi, laboratorium, perpustakaan) dalam pelaksanaan tugas pokoknya masingmasing. 19. Kinerja sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah

1. 3. Sebagai sumber informasi untuk mengetahui gambaran spesifikasi tentang sekolah yang menjadi binaan pengawas yang bersangkutan. 4.52 20. Bagi Dinas Pendidikan. Penerapan berbagai inovasi pendidikan dan pembelajaran. laporan hasil pengawasan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan berikut: 1. Sebagai bukti pertanggungjawaban pengawas yang bersangkutan atas tugas dan fungsinya dalam penilaian. Sebagai landasan untuk menentukan tindak lanjut pembinaan dan fasilitasi terhadap sekolah yang menjadi binaan pengawas yang bersangkutan. . Sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan dalam satu periode pengawasan (semester) 3. mengetahui keterlaksanaan program 2. Sebagai bahan serta salah satu aspek dalam menilai kinerja pengawas sekolah yang bersangkutan 2. Sebagai landasan dalam penyusunan program kerja pengawasan tahun berikutnya. Sebagai sumber informasi untuk menyusun data statistik sekolah. pembinaan dan pemantauan sekolah yang dibina. Bagi pengawas sekolah yang bersangkutan. laporan hasil pengawasan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan berikut.

53 Berdasarkan lingkup sasaran kegiatan. kemudian menyampaikan laporannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Laporan hasil-hasil pengawasan di semua sekolah binaannya sebanyak satu laporan untuk semua sekolah binaan dengan sistematika yang telah ditetapkan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilasanakan pada setiap sekolah binaan. 2. Setiap pengawas sekolah membuat laporan per sekolah dan seluruh sekolah binaan. hasil yang dicapai. yaitu: 1. Laporan ini lebih merupakan informasi komprehensif tentang keterlaksanaan. serta kendala yang dihadapi oleh pengawas yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas pokok pada semua sekolah binaan. Setiap pengawas sekolah membuat laporan per sekolah dan seluruh sekolah binaan diserahkan kepada koordinator pengawas (KORWAS) sekolah atau ketua kelompok pengawas sekolah (KKPS) setiap jenjang pendidikan. . terdapat dua jenis laporan hasil pengawasan yang disusun pengawas sekolah pada setiap semester. Selanjutnya korwas membentuk tim kecil untuk merangkum laporan dari semua pengawas sekolah dan menyusunnya dalam satu laporan secara lengkap.

dan rencana kepengawasan manajerial. Selain itu guru perlu memahami dan melaksanakan pendekatan/metode/model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik serta sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. rencana kepengawasan akademik. Terlebih dari itu. program semester. diharapkan pengawas dapat melakukan tugasnya dengan baik.54 9. Seorang guru harus dapat mengembangkan kurikulum sesuai tuntutan KTSP. Tugas pengawas sekolah diawali dengan kegiatan penyusunan program pengawasan. guru adalah sebuah profesi yang menuntut upaya pertumbuhan dan perkembangan baik dari aspek sikap dan perilaku guru maupun aspek keahliannya. Tugas pengawas sekolah yang tertuang dalam Permendiknas No 12 Tahun 2007 terdiri dari supervisi akademik dan supervisi manajerial. Dengan kualifikasi dan kompetensi yang telah digariskan dalam standar pengawas sekolah. Program pengawasan minimal terdiri dari program tahunan. seorang guru dihadapkan pada masalah-masalah yang kompleks. Untuk itu. guru membutuhkan bimbingan dari Pengawas pendidikan yang berkompeten dalam membimbing guru bahkan segenap tenaga kependidikan yang ada di sekolah dalam menghadapi masalah-masalah tersebut. Kerangka konseptual Dalam melaksanakan tugasnya. Dengan adanya program pengawasan .

Setelah program pengawasan dibuat. . dan standar pebiayaan. standar pengelolaan. standar sarana dan prasarana. Laporan ini juga diperlukan untuk mengetahui pemetaan pendidikan di suatu daerah sehingga menjadi dasar perencanaan program dan kegiatan perbaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Supervisi manajerial adalah tugas pengawas dalam rangka menilai dan membina kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. Dari hasil pelaksanaan pengawasan. Supervisi akademik adalah tugas pengawas menilai dan membina para guru serta memantau keterlaksanaan standar isi. standar proses. Selain itu dalam supervisi manajerial terdapat kegiatan pemantauan kegiatan-kegiatan sekolah termasuk memantau keterlaksanaan standar pendidik dan tenaga kependidikan.55 diharapkan kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh pengawas di setiap sekolah binaannya dapat berjalan secara efektif dan efisien. para pengawas perlu menyusun laporan hasil pengawasan yang berisi evaluasi pelaksanaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan program pengawasan tahun berikutnya. standar penilaian dan standar kompetensi lulusan di setiap sekolah binaannya. pengawas melakukan kegiatan pengawasan sesuai dengan program yang telah dibuat yang di dalamnya terdapat kegiatan supervisi akademik dan supervisi manajerial.

Kebutuhan Supervisi Pendidikan Menyusun Program Pengawasan Supervisi Akademik  Memantau  Menilai  membina Supervisi Manajerial  Memantau  Menilai  membina . Untuk lebih jelasnya konsep tugas pengawas dapat dilihat pada Gambar 5 berikut ini. guru. maka akan berdampak pada meningkatnya kemampuan profesional kepala sekolah.56 Jika siklus tugas kepengawasan dilakukan dengan baik oleh setiap pengawas sekolah. Hal ini akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan. dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengelola dan melaksanakan proses pembelajaran.

dalam lingkup pelaksanaan pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah (SMP dan SMA) di Kabupaten Mamasa. serta penyusunan laporan pelaksanaan pengawasan melibatkan sikap dan perilaku pengawas terhadap pekerjaannya dan terdapat hubungan sosial antara pengawas. pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial. G. Jenis dan setting penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilakukan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. Skema kerangka konseptual Keterangan: kotak dengan garis putus-putus adalah fokus penelitian yaitu pelaksanaan tugas pengawas. Pelaksanaan tugas pengawas pendidikan menengah yang mencakup gambaran penyusunan program pengawasan. kepala sekolah. Metode Penelitian 1. guru dan tenaga kependidikan lain yang dapat dikaji lebih dalam.57 Menyusun Laporan Pelaksanaan Pengawasan Mutu Pendidikan Gambar 5. .

Fokus penelitian Fokus penelitian ini adalah pelaksanaan tugas pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa yang mencakup: 1. penyusunan program pengawasan. 2. norma. Dengan metode kuantitatif tidak dapat ditemukan data yang bersifat deskripsi yang meluas dan mendalam. sikap mental. kredibel dan bermakna dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga tujuan dan manfaat penelitian dapat dicapai. 2. pelaksanakan supervisi akademik dan supervisi manajerial. 3. Kegiatan ini mencakup . penyusunan laporan pelaksanaan pengawasan 3. keyakinan. Penyusunan program pengawasan adalah kegiatan pengawas sebelum melakukan pengawasan agar pelaksanaan pengawasan dapat berjalan efektif dan efisien.58 lebih lengkap. perasaan. dan etos kerja yang dianut seseorang atau sekelompok orang dalam lingkungan kerjanya. Deskripsi fokus penelitian Deskripsi fokus penelitian adalah sebagai berikut: 1.

Pelaksanaan supervisi manajerial adalah tugas pengawas dalam memantau. dan membina pelaksanaan manajemen sekolah oleh kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah binaannya berdasarkan standar sarana prasarana. standar proses. standar pendidik dan tenaga kependidikan. rencana kepengawasan akademik (RKA). 4.59 menyusun program pengawasan tahunan. dan standar kompetensi lulusan. Penyusunan laporan pelaksanaan program pengawasan adalah kegiatan pengawas yang dilakukan setelah dilaksanakan proses pengawasan untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanan program yang telah direncanakan dan sebagai dasar untuk membuat program pengawasan berikutnya 4. dan membina pelaksanaan pengajaran oleh para guru binaannya berdasarkan standar isi. menilai. maka yang . menilai. dan rencana kepengawasan manajerial (RKM) 2. dan standar pembiayaan. dan penyusunan laporan pengawasan. standar pengelolaan. standar penilaian. Sumber data Berdasarkan fokus penelitian yaitu penyusunan program pengawasan. program pengawasan semester. Pelaksanaan supervisi akademik adalah tugas pengawas dalam memantau. 3. pelaksanaan supervisi.

Para pendidik dan tenaga Kependidikan di sekolah yang dijadikan sumber data adalah kepala sekolah. laboran. dan tenaga administrasi di sekolah binaan para pengawas yang dijadikan informan. Sebagai subjek penelitian para pengawaslah yang akan menjadi sumber data utama/informan utama penelitian ini. guru. Dari beliau kemungkinan besar diperoleh informasi mengenai pelaksanaan tugas pengawas terkait dengan penyusunan program dan laporan pengawasan sekolah. pengawas memiliki masa kerja dan pengalaman yang cukup untuk memberikan informasi. Sumber data yang lain yang dapat mendukung sumber data utama adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. pustakawan.60 menjadi subjek penelitian adalah pengawas pendidikan menengah di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. Untuk menentukan siapa saja yang menjadi informan dari para pengawas yang ada akan digunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan/maksud tertentu (Patton. misalnya pengawas kooperatif dalam memberikan informasi. pustakawan. laboran. guru. dan tenaga administrasi yang mengalami langsung situasi atau kejadian-kejadian yang berhubungan . dan pengawas bersedia memberikan informasi secara jujur apa adanya. Selain itu sumber data pendukung lainnya diperoleh dari para kepala sekolah. 2006: 81) dalam hal ini adalah yang dapat memberikan informasi secara objektif tentang pelaksanaan tugasnya.

dan laporan pelaksanaan program pengawasan. a. 2009: 61) Sumber data lain yang tidak kalah pentingnya adalah dokumendokumen pengawasan. tidak menutup kemungkinan jika dalam pelaksanaannya di lapangan akan diperoleh sumber data lain yang dapat melengkapi data penelitian berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari sumber data sebelumnya (snowball sampling) seperti yang dikemukakan oleh Bogdan dan Biklen (dalam Sugiyono. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. instrument-instrumen pengawasan. 5. daftar hadir rapat/pertemuan pengawas. 2008: 55). Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa program pengawasan sekolah. Sumber data di atas adalah merupakan rencana dalam penelitian ini.61 dengan pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dan bersedia memberikan informasi yang objektif tentang pelaksanaan tugas pengawas sekolah (Kuswarno. Wawancara .

Pertanyaan disampaikan secara spontan berdasarkan umpan balik dari jawaban informan untuk menggali lebih dalam informasi dari informan (Nasution dalam Prastowo. laboran. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas tanpa pedoman wawancara. guru. 2010: 146).62 Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang berupa pertemuan dua orang atau lebih secara langsung untuk bertukar informasi dan ide dengan tanya jawab secara lisan sehingga dapat dibangun makna dalam suatu topik tertentu (Prastowo. . dan tenaga administrasi di sekolah binaan pengawas. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan berdasarkan panduan wawancara yang dibuat oleh peneliti oleh karena beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan telah diketahui dan dipersiapkan sesuai dengan fokus penelitian. Wawancara dilakukan langsung oleh peneliti kepada para pengawas pendidikan menengah. b. pustakawan. Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. Pengamatan Pengamatan atau observasi adalah “aktivitas mencatat suatu gejala dengan bantuan instrument-instrumen dan merekamnya demi tujuan-tujuan ilmiah atau tujuan lain” (Mortis dalam Denzin dan Lincoln. 2010). kepala sekolah. 2009: 524).

handycam. Dokumentasi. 2010: 192). pengamatan akan dilakukan pada aktivitas para pengawas saat melaksanakan rapat/pertemuan pengawas seperti rapat penyusunan program pengawasan dan rapat koordinasi. Dokumentasi adalah teknik pengambilan data yang diperoleh melalui catatan tertulis atau film yang berhubungan dengan suatu peristiwa masa lalu (Prastowo. dan kamera.63 Pengamatan dalam penelitian ini akan dilakukan secara langsung oleh peneliti dengan mengikuti aktivitas pengawas saat melakukan supervisi akademik dan supervisi manajerial di sekolah binaannya. instrumen supervisi. Agar pengumpulan data dapat berjalan dengan baik peneliti akan menggunakan alat bantu seperti perekam suara. laporan pengawasan dan catatan rapat/pertemuan pengawas. Selain itu. Instrumen penelitian Sesuai dengan jenis penelitian maka yang menjadi instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri yang akan turun ke lapangan secara . c. 6. Dokumen atau catatan tertulis yang akan dikumpulkan oleh peneliti adalah dokumen kepengawasan seperti program pengawasan.

7. yaitu data collection. data yang diperoleh dari lapangan yang jumlahnya cukup banyak perlu dicatat dengan teliti dan rinci. Komponen dalam analisis data Dari gambar tersebut. maka disusun pedoman wawancara dan pedoman observasi. Miles dan Huberman. Aktivitas dalam analisis data . dan datanya sampai jenuh. pengamatan. mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas. data display. dan conclusion drawinglverification (Miles dan Huberman 2007: 1521). dan dokumentasi tersebut langsung .64 langsung untuk mewawancarai dan mengamati informan. Teknik analisis data Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. mengikuti konsep Miles dan Huberman. Data yang diperoleh dari wawancara. Data Display Data collection Data reduction Conclusions: drawing/verifying Gambar 6. Langkah-Iangkah analisis ditunjukkan pada Gambar 6 berikut. data reduction. Namun untuk membantu dan melengkapi proses wawancara oleh peneliti.

dan membuat kategorisasi. didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten maka kesimpulan menjadi final. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara. Mengapa analisis dilakukan selama pengumpulan data? Pertanyaan ini dijawab oleh Miles dan Huberman sebagai berikut. dan penarikan kesimpulan.. 2007: 73). Langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data adalah kegiatan peneliti merangkum. Analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan. dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data yang berikutnya. maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi. Setelah data direduksi. merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. yaitu reduksi data. penyajian data.65 dianalisis secara berulang terus menerus. mengambil data yang pokok dan penting. . Dengan menyajikan data. yang dikaitkan dengan pengaruh kuat dari penelitian lapangan (Miles dan Huberman. maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. hal itu dapat menjadi suatu koreksi yang sehat bagi hal terselubung yang tidak terlihat sebelumnya dan membuat analisis sebagai suatu usaha yang terus berjalan dan hidup. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal. Analisis selama pengumpulan data memberikan kesempatan pada peneliti lapangan untuk pulang balik antara memikirkan tentang data yang ada dan menyusun strategi guna mengumpulkan data – yang seringkali kualitasnya lebih baik .

dan dokumentasi. Sumber-sumber tersebut adalah pihak-pihak yang terkait dan berhubungan dengan pelaksanaan tugas pengawas sekolah seperti Kepala Dinas Kabupaten Mamasa. kepala sekolah. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama kepada informan yang berbeda (Sugiyono. Dari hasil . pengamatan. yaitu melalui wawancara. Member chek Member chek adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. akan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang juga berperan sebagai teknik pengumpulan data. dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah.66 8. Triangulasi Pengujian keabsahan data dengan model triangulasi dalam penelitian ini. b. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kebenaran data yang telah diberikan oleh informan. Dalam penelitian ini member chek akan dilakukan oleh peneliti dengan membuat rangkuman hasil wawancara dengan informan pada tahap awal pengumpulan data yang selanjutnya dikonfirmasikan kebenarannya dengan informan. 2008: 127). guru. Triangulasi teknik dilakukan dengan pengambilan data yang sama kepada informan melalui teknik yang berbeda. Pengujian keabsahan data Pengujian Keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara: a.

Jadwal Penelitian . 2008: 129). H. bila ada data yang tidak sesuai.67 member chek tersebut. informan diberikan kesempatan untuk memberikan koreksi (Sugiyono.

selama 6 bulan (Agustus 2010 – Januari 2011) dengan rincian utama jenis kegiatan dan jadwal pelaksanaannya sebagai berikut. Januari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Menyusun proposal Diskusi proposal penelitian Memasuki lapangan Menentukan Fokus Tahap selection Menentukan Tema Uji keabsahan data Membuat Draf Laporan Diskusi draf laporan Peyempurnaan laporan I. JADWAL PELAKSANAAN (TAHUN 2010-2011) Jenis Kegiatan Agustus Sept Oktober Nopemb. Rancangan Anggaran Biaya Penelitian .68 Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil . Desemb.

00 100.00 600.000. Transport responden 6 14 43 300. Transportasi Konsultasi Pembimbing 2. NO URAIAN JUM/ UNIT HARGA/ UNIT JUMLAH (Rp) I GAJI 1. dll 6 200.000.00 V LAIN-LAIN 1. Daftar Pustaka .00 100.000. tinta printer.69 Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut.00 2. Alat Tulis.000.000.00 IV PERJALANAN 1.000.000.000.000.00 1. Pelaksanaan seminar 2.000.000.200.00 III PERALATAN 1.000 1.000.00 600.000. Pembuatan laporan 4.150.800. Penggandaan laporan JUMLAH 2 1 1 10 1.00 500.000.000.000.00 1.000.000.000.000.000.00 1. Sewa kamera digital 2.00 50.00 J.00 2. Sewa handy camp 3.00 II BAHAN HABIS PAKAI 1.00 13. Pengolahan data 3.00 700. Sewa alat perekam suara 600.00 500. Gaji petugas lapangan 2 350.00 500. Transportasi pelaksanaan penelitian 3.050.000’00 500.400.000. kertas.000.

dan Lincoln. Fenomenologi: Konsepsi. Jakarta: Depdiknas _________. Michael. 1-13. Administrasi Pendidikan. Asep.2008. 2008. 2009.70 Arikunto. Jakarta: Depdiknas Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Diakses 19 Oktober 2009 Kuswarno. Surya. Handbook Of Qualitative Research. 2007. Dasar-Dasar Supervisi. Online. dan Huberman. idllama/cfm/index. (htlp:/Ipendis. Matthew B. Metode dan Teknik Supervisi Jakarta: Depdiknas ` Dittendik. Norman K. Engkus. "Peranan dan fungsi pengawas sekolah/madrasah" Jurnal Tenaga Kependidikan. 2009. 2009.Volume 3 No. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia . Jakarta: Pustaka Pelajar Dharma. 2007. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Peranan Pengawas dalam Pembangunan Pendidikan. Yvonna S. Jakarta: Depdiknas Direktorat Tenaga Kependidikan. 2004. Jakarta: Rineka Cipta Badan Standar Nasional Pendidikan. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas. Jakarta: Rineka Cipta _________ . 2007.go. 2008.depag.1 hlm. A. Jakarta: Depdiknas Standar Pengawas Daryanto. Jakarta: Depdiknas Kusnawan. 2009. 2008. Jakarta: Rineka Cipta Denzin. Sekolah/Madrasah.2009. 2008. Bandung: Widya Padjadjaran Miles. Pedoman. dan Contoh Penelitian. Suharsimi. Penyusunan Program Pengawasan Sekolah. Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Pengawas Sekolah: Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial. Manajemen Penelitian. cfm?fuseaction=Kajian Berita&Berita ID=9091&Sub=7). Dirjen PMPTK.

Metode Evaluasi Kualitatif.wordpress . 2008. 2008. M. Memahami Penelitian Kualitatif Bandung: CV. Jurnal Tenaga Kependidikan Volume 3 No. 2009. Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif (Bimbingan dan Pelatihan Lengkap Serba Guna). Jogjakarta: Diva Press Purwanto.71 Misbah. Ngalim. Husaini. 2 No. “Peningkatan Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah”. 2007. Piet A. Andi. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan (Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia). . “Professional Development Pengawas Sekolah”. 3 Hal.(http://zulkarnainidiran. Bandung: Remaja Rosdakarya Sahertian. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 32-40. Jakarta: Rineka Cipta Prastowo. 1-16 Peranan Pengawas Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jakarta: Depdiknas Pidarta. 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. 1996. Jakarta: Rineka Cipta. Diakses 19 Oktober 2009 Zulkarnaini. Sugiyono. 3 hlm. 2006. Zainun. 2010. com/2009/07/03/peranan pengawas-sekolah-dalammeningkatkan-mutu-pendidikan). Jakarta: Menpan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Supervisi Pendidikan Kontekstual. Made. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 118 Tahun 1996 Tentang Jabatan Fungsiona/ Pengawas dan Angka Kreditnya. Patton. 2009. Michael Quinn. Online:. Alfabeta Usman. 2009. 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->