P. 1
MANAJEMEN PENGADAAN

MANAJEMEN PENGADAAN

|Views: 43|Likes:

More info:

Published by: Ariiq Chii Lastchild on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

MANAJEMEN PENGADAAN

DISUSUN OLEH : KELOMPOK IX 2. 1. ITA YANTI NAIBAHO (708221050) RIADI TUA SINURAT (708221068) 3. SARTONO PAKPAHAN(708221074)

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN SUMATERA UTARA 2009

oleh karena itu. semoga makalah sederhana ini bermanfaat bagi siapa saja dan selamat membaca. Meskipun kami telah berusaha menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya.Kata Pengantar Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan perkenaanNya makalah ini dapat kami selesaikan. Hormat Kami. segala kritik yang sifatnya membangun dari pihak manapun akan kami terima dengan senang hati. Kelompok IX BAB I . makalah ini kami susun dengan tujuan untuk membantu memperlancar dan mempermudah dalam penyampaian materi Manaemen Koperasi. namun kami menyadari bahwasanya makalah ini masih memiliki kekurangan dan kesalah-kesalahan.

peran signifikannya dapat diamati dalam hal penyaluran prasarana dan sarana produksi mulai dari pupuk. Selama era tahun 1980-an. yang belum tentu secara otomatis berpihak kepada komunitas ekonomi lemah atau kecil. Semula peran Bulog sangat dominan dalam pengadaan pangan dan penyangga harga dasar. terutama diperkirakan karena belum tertatanya sistem produksi dan distribusi dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi. bibit. kondisi tersebut membawa konsekuensi serius dalam hal pengadaan bahan pangan. Sementara itu. Konsepsi demikian mendudukkan koperasi sebagai badan usaha yang cukup strategis bagi anggotanya. sampai dengan pemasaran gabah atau beras. Bahkan sulit dibantah apabila terdapat pengamat yang menyatakan. Di sektor pertanian misalnya. dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomis yang pada gilirannya berdampak kepada masyarakat secara luas. 2003). Kondisi yang demikian berlangsung juga di sektor pangan. Ditinjau dari sisi produksi pangan khususnya beras. bahwa pemerintah tidak lagi memiliki konsep dan program pembangunan koperasi yang secara jelas memposisikan koperasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. peran koperasi dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan semakin tidak berarti lagi. . lumbung pangan. dan sentra-sentra pengolahan padi. Sebagai dampaknya. sedangkan pada masa krisis (tahun 2000) terjadi penurunan menjadi 7. mau bersatu dalam suatu wadah untuk meningkatka kesejahteraannya. Sebelum masa krisis (tahun 1997) terdapat sebanyak 8. Liberalisasi ekonomi dengan menyerahkan kendali roda perekonomian kepada mekanisme pasar. obat-obatan.427 koperasi yang menangani ketersediaan pangan. peranserta koperasi di masa lalu cukup efektif untuk mendorong peningkatan produksi khususnya di subsektor pangan. Fakta lain menunjukkan bahwa selama tiga tahun terakhir (tahun 2001–2003). Fakta ini mengungkap berkurangnya jumlah dan peran koperasi dalam bidang pangan.PENDAHULUAN STUDI KASUS EFEKTIFITAS PENGADAAN BERAS DI PROPINSI SUMATERA BARA Koperasi merupakan lembaga dimana orang-orang yang memilikin kepentingan relatif homogen. koperasi terutama KUD mampu memposisikan diri sebagai lembaga yang diperhitungkan dalam program pengadaan pangan nasional.150 koperasi (Kementerian Koperasi dan UKM. meskipun begitu beberapa koperasi telah melakukan inovasi model-model pelayanan dalam bidang pangan seperti bank padi. di dalam negeri telah terjadi berbagai perubahan seiring dengan berlangsungnya era globalisasi dan liberalisasi ekonomi. tetapi sekarang setelah tiadanya paket skim kredit pengadaan pangan melalui koperasi maka pengadaan pangan hampir sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar.

150 koperasi setelah krisis (tahun 2000) juga merupakan indikasi penurunan peran koperasi dalam menunjang ketahanan pangan (Kementrian Koperasi dan UKM. informasi. kini tidak ada lagi skim kredit bagi koperasi untuk pembiayaan usaha pembelian dan pemasaran pangan. dan koperasi mewadahi sejumlah besar petani padi. Petani diduga memiliki bargaining position yang lemah dan karena itu akan sangat merugikan mereka dalam hal stabilitas produksinya. Pada pengadaan gabah/beras dan penyalurannya kepada konsumen. Harga dasar pembelian gabah/beras petani hanya ditetapkan oleh Bulog.427 koperasi sebelum krisis (tahun 1997) menjadi 7. Model-model ini berperan menjamin persediaan gabah/beras baik di daerah sentra produksi maupun daerah defisit pangan dan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor beras yang sebenarnya secara substansial mengancam ketahanan nasional. Perubahan kebijakan pemerintah dalam pengadaan beras memberikan dampak serius bagi ketahanan pangan nasional. . dan bahkan belum tentu juga menjamin ketersediaan pangan nasional. dan harga yang wajar diterima terutama pada waktu panen raya. Koperasi yang selama ini sudah eksis sebenarnya memiliki peran mendasar dalam penguatan ekonomi petani yakni melalui penjaminan ketersediaan pupuk dan harga terjangkau bagi petani. Juga sesuai Inpres Nomor 9 tahun 2001 dan Inpres Nomor 9 tahun 2002 tentang kebijakan perberasan. penanganan dan pengolahan gabah petani di saat surplus maupun defisit produksi. pasar. Kekurangan produksi gabah/beras di dalam negeri selanjutnya akan dijadikan alasan untuk membuka impor beras meskipun kita tahu bahwa hal ini mengancam dan merugikan para petani. dan sentra-sentra pengolahan padi. koperasi hadir mengangkat posisi petani dan dapat menjamin ketersediaan pangan nasional. Padahal koperasi selama ini telah memiliki sejumlah fasilitas penunjang (gudang. ketahanan pangan di dalam negeri dewasa ini menghadapi ancaman keterpurukan yang cukup serius. Dalam kondisi mekanisme pasar yang belum menjamin posisi petani. penurunan jumlah koperasi dari 8. Karena itu bagaimana memerankan koperasi sebagai lembaga ekonomi petani dan penguatan agribisnis di dalam perekonomian pasar sangatlah diperlukan. maka koperasi tidak berfungsi lagi sebagai pelaksana tunggal pembelian gabah. Akibatnya. Dalam hal penanganan ketersediaan pangan. Dalam tujuan ketahanan pangan. tingkat pendapatannya. lumbung pangan. penjaminan nilai tukar dan income petani. 2003). dan lain-lain) yang mendukung pengadaan produksi gabah/beras. dan bisnis kepada petani. membuka berbagai akses teknologi. koperasi telah mengembangkan beberapa model pengamanan persediaan pangan diantaranya model bank padi. lantai jemur.terdapat kesenjangan antara produksi padi dengan kebutuhan konsumsi yang harus ditanggulangi dengan impor.

dan sebagainya. aspek barang. Dengan berprinsip bahwa kebutuhan barang suatu periode tercukupi. Hal.barang yang dibutuhkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan lokasi konsumen berada.Aspek Tempat Koperasi dituntut untuk beranggapan bahwa konsumen tidak mau bersusah payah dalam mendapatkan barang yang diinginkan. Oleh karena itu. Bila dilihat dari sisi anggota. 3. Sehingga koperasi harus berasumsi bahwa para pesaing membawa barang yang dijual ketempat dia berada. Barang itu tidak mempunyai substitusi sehingga koperasi harus selalu menyediakan barang tersebut sampai kebutuhan anggota terpenuhi.maka akan mengalami resiko seperti : kehilangan. dan biaya. aspek tempat dan aspek harga. dengan tenaga yang sekecil mungkin sudah dapat memperoleh barang yang dibutuhkan. penimangan.. Aspek Keuangan Dengan manajemen pengadaan yang baik. tenaga. 1. barang. Sedangkan pengorbanan yang berwujud biaya adalah anggota atau konsumen dapat memperoleh barang kebutuhan tanpa onkos.mereka menginginkan mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan pengorbanan sekecil mungkin. Jika persediaan barang berlebihan. Pengorbanan yang berwujud waktu adalah para anggota dapat memperoleh barang yang diinginkan secepat mungkin karena akan digunakan. pengepakan. Koperasi harus menyediakan barang kebutuhan konsumen di tempat yang strategis.hal yang menjadi perhatian koperasi atau organisasi yang menyediakan produk tersebut adalah masalah pembungkusan. . tingkat kepentingannya dapat dilihat dari aspek keuangan. Koperasi juga harus mempertimbangkan masalah pesaing. Aspek barang merupakan hal yang sangat penting yang harus tersedia dan harus disesuaikan dengan selera dan kebutuhan pelanggan. dan yang terpenting masalah kualitas barang.BAB II MANAJEMEN PENGADAAN Pengadaan sangat pentingbagi perusahaan. yaitu mendekati lokasi konsumen. Aspek Barang Pada saat tertentu beberapa jenis barang tertentu sangat dibutuhkan oleh konsumen yang anggota atau nonangota koperasi dan barang tersebut tidak dapat digantikan oleh barang lain. Pengorbanan tersebut dapat berupa waktu. Pengorbanan berupa tenaga. dengan kualitas pelayanan yang dikehendaki dan dengan biaya semurah mungkin 2. Organisasi atau koperasi juga harus mementingkan kualitas dari produk tersebut. Bagian pengadaan harus dapat mengatur jumlah bara dengan keperluan. rusak. biaya yang akan ditanggung organisasi atau koperasi dapat ditekan serendah mungkin.

Sehubungan dengan pengadaan barang yang dilakukan koperasi.hal berikut:  Menetapkan tingkat pelayanan yang optimal dari setiap aspek dan produk dengan memberikan keseimbangan antara kepentingan penghematan dengan kebutuhan anggota untuk memperoleh pelayanan. JENIS. Jika tidak bisa membeli langsung dari produsen. Manajer harus mengetahui sumber barang yang paling murah. Keadaan ini mengharuskan petugas bagian pengadaan untuk menguasai produk . Koperasi memberikan potongan harga dari kuantitas. Pemilihan Asal Barang Menyelidiki asal. Sehingga koperasi menyediakan cara pembayaran yang dilakukan dengan kredit. 2. karena biasanya anggota jarang mempunyai uang tunai yang cukup.usul barang tersebut. maka diusahakan memperpendek saluran distibusi sehingga dapat menekan biaya.  PEMILIHAN ASAL. maka manajemen koperasi harus melakukan hal. Apakah barang tesebut dibeli langsung dari pabrik atau dibeli dari agen penjualan atau melalui distributor yang ditunjuk. yaitu dengan tingkat pelayanan tertentu sehingga biaya operasinya minimum. DAN JUMLAH BARANG 1.faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah cara pembayaran.  Harus mampu mengelola pengadaan barang secara efektif. Di sini masing-masing konsumen sering mengalami kesulitan dalam menentukan barang mana yang akan dibeli dan yang memenuhi syarat. Jadi pengadaan ditinjau dari aspek harga adalah koperasi harus mampu menyediakan barang dengan harga “murah” dan dengan cara pembayaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan anggota. Aspek Harga koperasi harus berusaha menyediakan barang atau produk dengan harga yang pantas dan dengan harga yang termurah sehingga dapat terjangkau oleh anggota. koperasi dapat menghemat berbagai macam biaya. Koperasi harus berfungsi sebagai pedagang perantara dimana setiap pos yang dilewati (sebagai distribusi barang ) tentu ada biayanya. Faktor. Harga yang ditetapkan sudah dapat menutup harga pokok atau harga beli produk tersebut.4. Jenis Barang Bagian pengadaan barang harus mengetahui secara persis barang yang ada karena di pasar terdapat berbagai macam barang dengan kualitas dan jenis yang hampir sama. Jika saluran diperpendek.

Hal ini akan berakibat kepada efisiensi bagi individu anggota.Bagian persediaan akan merasa senang dan tenang kalau jumlah persediaan barangnya sedikit. biaya gudang.yang dikendaki disamping memberikan keterangan atau informasi tentang produk secara benar dan jujur kepada para anggota koperasi. 2. Selain itu. maka dapat menghemat biaya sehingga harga jual produk kepada anggota dapat lebih murah. Mengetahui dinas-dinas yang terkait untuk menaksir jumlah kebutuhan yang ideal. pengadaan oleh koperasi dapat dirasakan oleh anggota melalui pelayanan yang baik kepada mereka. Hal ini memang diharapkan karena beberapa alasan berikut : 1. dimana hal ini dapat ditempuh dengan cara-cara sebagai berikut : 1. 2. dan ketinggalan mode akan lebih ringan atau lebih rendah. 3. 2. Bagian produksi menginginkan jumlah persediaan bahan . fungsi utama pengendalian persediaan adalah mengamankan dan menjaga jumlah optimal serta jenis-jenis sumber daya fisik yang dibutuhkan oleh rencana strategik organisasi. Hal sebaliknya dapat terjadi bila dilihat dari sisi bagian produksi atau bagian pemasaran. Dilihat dari segi anggota. Resiko hilang . Jumlah Barang Bagian pengadaan barang selain harus mengetahui jenis dan asal produk juga harus mengetahui jumlah barang yang sekiranya akan dikonsumsi oleh para anggota yang benar-benar ingin berbelanja ke koperasi. otomatis juga sedikit sehingga dapat menghemat modal. 3. Setelah beberapa aspek pandangan tentang pengadaan tersebut diketahui. Lebih mudah mengawasi. Apabila mungkin dapat dilakukan penelitian atas jumlah tersebut. Jika dilihat dari segi koperasi. dan biaya asuransi. rusak. Disini anggota diharapkan untuk lebih berpartisipasi kepada koperasi yang akan mengakibatkan peningkatan atas Sisa Hasil Usaha koperasi. Ruangan yang dipakai menyimpan barang lebih sedikit sehingga dapat menghemat biaya. Jadi koperasi harus tahu pangsa pasarnya. • Dana yang diinvestasikan untuk barang yang jumlahnya sedikit. terutama bagi anggota yang mempunyai usaha. akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. pelayanan yang lain dapat juga diberikan secara lebih baik kepada anggota. Dengan demikian koperasi harus menyediakan berapa banyak untuk masing-masing jenis barang. apakah sudah ada yang disediakan oleh para pesaing. PENGENDALIAN PERSEDIAAN Faktor kunci dalam mengelola produks/operasi adalah pengendalian persediaan. misalnya biaya perawatan.

Ditinjau dari segi lain maka pengawas juga harus meneliti prosedur yang ada dan pelaksanaannya dimana prosedur pemeriksaan adalah sebagai berikut : 1. Harga beli per unit atau nilai barang per unit 4. Setelah itu baru dilakukan tindakan penanganannya. dimana hal ini biasa terjadi karena : • • • • • • • Kesalahan hitung . Kesal terhadap Barang rusak ( harus ada bukti ). Apabila sudah cocok bubuhkan suatu tanda. Jadi tugas bagian pengawasan adalah memastikan hal-hal seperti seberapa luas penyebabnya dan seberapa banyak tingkat keseringan atau frekuensi kejadian. Ada kebocoran tempat penyimpanan. . Pembongkaran barang harus benar. Mencocokkan dengan catatan dan dokumen yang menyertainya. Barang rusak ( harus ada bukti ). Waktu pengiriman seperti : • • • • • Meyakinkan bahwa barang yang dikirim itu benar. PENGAWASAN PERSEDIAAN Disini sering terjadi ketidaksesuaian mengenai jumlah yang tertulis dalam catatan dengan jumlah fisiknya. Biaya perawatan di gudang 2. kesalahan menulis dan mencatat.baku sebanyak mungkin dimana hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika ada permintan akan produksi. PEMBELIAN PALING EKONOMIS Keadaan paling ekonomis akan dapat dicapai apabila hal-hal berikut ini telah dipertimbangkan : 1. misalnya kebutuhsn barang satu tahun. Biaya pemesanan 3. Susut / menguap karena sifat barang. Laporan atau berita acara penerimaan barang harus segera diselesaikan dengan prosedur yang ada. Pencurian / kehilangan. baik caranya agar barang tidak rusak maupun jumlah dan jenisnya. Jumlah kebutuhan barang satu periode .

4.paket pekerjaan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil. serta memantau pelaksanaannya berdasarkan pedoman teknis dari Menteri yang membidangi usaha kecil. selanjutnya segera melaporkan kepada pimpinan instansinya. Menteri/ Panglima TNI/ Kapolri/ Pimpinan Lembaga Pemerintah/ Gubernur BI/ Pimpinan BHMN/ Direksi BUMN/ BUMD agar membebaskan segala bentuk pungutan biaya yang berkaitan dengan perizinan usaha. pengguna barang/ jasa atau pejabat berwenang lainnya wajib membuat rencana pengadaan barang/ jasa sesuai dengan keperluannya berdasarkan dana yang tersedia dan agar sebanyak mungkin menyediakan paket. ditetapkan sebagai berikut:  Setiap awal tahun anggaran. serta pungutan lain dalam pengadaan barang/ jasa instansi pemerintah kepada usaha kecil tewrmasuk koperasi kecil di wilayahnya. Pastikan bahwa fluktuasi barang atau mutasi persediaan harus didukung oleh bukti-bukti yang benar dan lengkap.  Instansi yang membidangi saha kecil di setiap kabupaten/ kota wajib menghimpun laporan rencana pengadaan barang/ jasa instansi pemerintah di wilayahnya dan menyusun direktori peluang bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil. 2. Pembinaan 1. B. Pemberdayaan Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil Dalam Pengadaan Barang / Jasa A. Pemeriksaan berkala secara rutin. serta instansi yang membidangi usaha kecil termasuk koperasi kecil disetiap kabupaten/ kota. registrasi uasaha kecil termasuk koperasi kecil. baik terhadap catatan maupun barangnya secara fisik dimana hal ini akan mempermudah pengawasan atau mencegah adanya ketidaksesuaian. Isilah kartu gudang dengan tertib dan benar. 3. 5. Perluasan Peluang Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil Untuk meningkatkan pemberdayaan usaha kecil termasuk koperasi kecil setempat dalam rangka pengadaan barang/ jasa instansi pemerintah. Pencatatan barang keluar harus sesuai dengan metode yang sudah disepakati. Tempatkan petugas yang mengetahui persis sifat-sifat barang yang disimpan dan pilihlah karyawan yang berdedikasi tinggi serta mau melayani anggota dengan sebaik-baiknya. Menteri/ Panglima TNI/ Kapolri/ Pimpinan Lembaga Pemerintah/ Gubernur/ Bupati/ Walikota/ Dewan Gubernur BI/ Pimpinan BHMN/ Direksi BUMN/ BUMD bertanggung jawab atas pengendalian pelaksanaan pengaaan barang/jasa termasuk upaya .2.

Kebijakan tersebut juga menurunkan kapasitas produksi beras koperasi serta volume usaha.peningkatan pelaksanaan kemitraan antara usaha besar. maka rekomendasi yang perlu dilakuakn pemerintah adalah 1. SHU dan indikator-indikator produktivitas koperasi. Saran Dari hasil pembahasan diatas. . volume usaha. produksi gabah. akibatnya produksi gabah petani menurun. 2. Kesimpulan Beberapa kesimpulan yang diambil berdasarkan pembahasan di atas adalah : Kebijakan pemerintah memberi peran lebih besar kepada pihak swasta dalam penyaluran pupuk. 3. menengah dan usaha kecil termasuk koperasi kecil di lingkungan instansinya. Kebijakan memerankan kembali koperasi dalam pengadaan beras . serta meningkatkan kapasitas produksi beras koperasi. Kebijakan mengembalikan koperasi dan memberikan peran sepenuhnya kepada koperasi dalam pengadaan beras dapat memberikan hasil yang lebih baik kepada para petani dan juga pada pengadaan beras nasional. sisa hasil usaha dan indikator-indikator produktivitas koperasi. 2. Usaha kecil termasuk koperasi kecil yang ditetapkan sebagai penyedia barang/jasa (pemenang pengadaan barang/jasa) dilarang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain dengan alasan apapun. dan pendapatan petani. Dalam hal ini kebijakan menyerahkan sepenuhnya distribusi pupuk dan pengadaan beras kepada pihak swasta tidak efektif. BAB KESIMPULAN DAN SARAN 1. 2. memberikan dampak yang merugikan para petani karena kelangkaan pupuk pada level petani.karena mampu meningkatkan penggunaan pupuk.

com/ studi kasus mengenai pengaadaan beras di Sumatera Barat.DAFTAR PUSTAKA www. .google.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->