P. 1
PENGENDALIAN TIKUS

PENGENDALIAN TIKUS

|Views: 353|Likes:
Published by Fitri Bintankz
tikus merupakan hewan pengganggu
tikus merupakan hewan pengganggu

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Fitri Bintankz on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

Identifikasi Tikus dan Ektoparasit Pada Tikus Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengendalian Vektor

Disusun Oleh :

NO 1 2 3 4 5

NAMA Dodik Pribadi Defia Ayu Tirta K Epy Nurul Cahyani Fara Ferbiyan Saputri Febiona Vista Putri K

NO 6 7 8 9 10

NAMA Fitri Maryani Galih Kristianto Habibah Nur Rahmatika Handini Citraswari Harini Merdekawati

Kelas Non Reguler B

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

IDENTIFIKASI TIKUS DAN EKTOPARASIT PADA TIKUS

A. Hari/Tanggal

: Selasa, 22 Mei 2012

B. Materi

: Identifikasi tikus dan ektoparasit pada tikus

C. Tempat

: Laboratorium Rekayasa Lingkungan

D. Tujuan

:

1. Mahasiswa mampu melakukan pengendalian tikus secara primer dengan menurunkan daya dukung lingkungan. 2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis tikus dan ektoparasit pada tikus. 3. Mengetahui morfologi tikus.

E. Dasar Teori Tikus merupakan binatang yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Namun dengan kebiasaan hidupnya tikus membawa banyak kerugian bagi manusia. Tikus menyukai lingkungan yang terlindung dari gangguan, di dalam gudang, di atas plafon bangunan, daerah hutan disekitar bangunan. Tikus dapat menimbulkan permasalahan pada area pertanian, perkebunan, kehutanan terutama pada permukiman penduduk yang kemudian akan berdampak buruk pada kesehatan. Dengan kelebihan yang dimiliki dan kebiasaan hidupnya, tikus merupakan binatang yang banyak terdapat organisme (ektoparasit maupun endoparasit) yang mungkin berbahaya bagi manusia. Apalagi dengan kebiasaan memakan segala yang ada tikus berdampak negatif, diantaranya merusak produk pertanian. Kerugian yang disebabkan tikus yaitu : 1. Penularan penyakit pest oleh tikus 2. Kerusakan bahan bangunan fisik 3. Kerusakan pada makanan 4. Kontaminasi oleh rambut, kotoran, dan urin tikus 5. Adanya patogen pada tikus : Salmonella sp., Leptospira sp., Entamoeba histolitica, Giardia muris dapat menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan.

6. Kerusakan pada halaman, tanaman hias, pohon buah-buahan, pohon pelindung jalan. Oleh karena itu tikus harus dikendalikan. Pengendalian tikus dapat dilakukan secara primer dengan menurunkan daya dukung lingkungan hidup tikus itu sendiri, seperti melakukan pengelolaan sampah dan makanan serta memberi barier agar tikus tidak masuk ke dalam rumah. Pengendalian secara sekunder dengan pemasangan perangkap terutama di tempat yang sering dilewati tikus (runway) karena kebiasaan tikus lewat tempat yang sama karena keterbatasan pada indra penglihatannya. Perangkap yang digunakan untuk menangkap tikus hendaknya tidak bersifat membunuh tikus dengan tujuan apabila terdapat pinjal yang hidup ditubuh tikus tidak tidak berpindah ke sumber darah lain (manusia). Selain itu perangkap harus bersih atau tidak berbau tikus sebelumnya dalam kandang tersebut sehingga tikus selanjutnya yang akan ditangkap tidak menyadari adanya perangkap.

F. Alat dan Bahan

:

a. Alat dan bahan di lapangan 1. Perangkap tikus 2. Umpan tikus

b. Alat dan Bahan Di Laboratorium 1. Kantong gandum 2. Sisir rapat (serit) 3. Sarung tangan 4. Toples 5. Mistar 6. Pinset 7. Alat tulis 8. Kertas putih 9. Mikroskop 10. Lup 11. Kapas 12. Kloroform

G. Cara Kerja: 1. Penangkapan Tikus a. Disiapkan perangkap yang sudah dibersihkan dan tidak berbau tikus. b. Umpan dipasang pada perangkap dengan dikaitkan pada kawat yang terhubung dengan pintu perangkap,sehingga jika umpan dimakan tikus pintu akan langsung tertutup. c. Perangkap dipasang di runway tikus. d. Dibiarkan sampai ada tikus yang terperangkap. e. Jika tikus telah tertangkap, tikus dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi.

2. Identifikasi Tikus a. Tikus di dalam perangkap dimasukkan ke dalam kantong gandum dengan bagian mulut perangkap dimasukkan ke dalam kantong dan diketok-ketok sampai tikus masuk di dalam kantong. b. Kemudian tikus dimasukkan ke dalam toples dengan memasukkan mulut kantong terigu sampai tikus masuk ke dalam toples. c. Pada posisis kepala tikus menghadap ke atas diberi kloroform yaitu dengan kapas kloroform diambil dan dimasukkan ke dalam toples. d. Ditunggu sampai tikus benar-benar mati. e. Setelah mati,tikus dipindahkan dengan sarung tangan ke atas kaca yang sudah dilapisi dengan kertas putih. f. Tikus disisiri dan jika terdapat pinjal kertas langsung dilipat agar pinjal tidak lari. g. Tikus diidentifikasi dengan mengamati ciri-ciri khusus dan melakukan pengukuran bagian-bagian tikus dengan mistar seperti panjang ekor, panjang badan. h. Dicatat hasil pengukuran dan hasil analisa spesies tikus yang tertangkap. i. Setelah itu tikus dikuburkan dan toples dicuci.

3. Identifikasi Ektoparasit pada Tikus a. Lipatan kertas yang dicurigai terdapat pinjal dibawa ke laboratorium untuk diamati dengan mikroskop. b. Ektoparasit yangmasih hidup dimatikan dengan kapas berkloroform. c. Letakkan ektoparasit ke objek glass.

d. Diidentifikasi dengan mikroskop. e. Dicatat hasil identifikasi.

H. Hasil pemeriksaan 1. Penangkapan Tikus

:

Tabel Pemasangan Perangkap Tikus

Pemasangan Perangkap Di Kos Bambang Dirumah Galih

Umpan Kelapa Ikan asin

Tempat Di kamar Di dapur

Hasil Berhasil Berhasil

2. Identifikasi Tikus Kunci identifikasi a. Ratus-ratus diardii (tikus rumah) Ciri-ciri : 1. 2. 3. 4. 5. Panjang tubuh (HB) dewasa = 17-20 cm Panjang ekor (tail) dewasa = 20-25 cm Tubuh lebih langsing Telinga membentuk sudut 900 Ekor terdiri dari satu warna (unicoloured)

b. Bandicota indica Ciri-ciri : 1. 2. 3. Panjang tubuh (HB) dewasa > 25 cm Panjang ekor (tail) dewasa > 25 cm Panjang tengkorak ± 6 cm

c. Ratus norwegica Ciri-ciri : 1. Panjang tubuh (HB) dewasa = 19-25 cm 2. Panjang ekor (tail) dewasa = 16-20 cm

3. Tubuh agak gempal 4. Telinga membentuk sudut 450 5. Ekor memiliki dua warna (bicoloured)

d. Mus musculus (tikus mencit) Ciri-ciri : 1. 2. 3. 4. Panjang tubuh (HB) dewasa ± 9 cm Panjang ekor (tail) dewasa ± 9 cm Tubuh kecil, panjang tulang tengkorak ± 2 cm Sering mengeluarkan bunyi mencicit

e. Suncus murinus Ciri-ciri : 1. Warna rambut kelabu pucat kehitaman 2. Tidak memiliki diastema (celah antara gigi seri) 3. Berbau tidak sedap 4. Rahang bawah menempel pada lantai 5. Tekstur rambut halus 6. Ekor tebal di bagian pangkal 7. Panjang HB 100-150 mm 8. Tail 70-96 m

Tabel Identifikasi Tikus

Spesies HB

Tail

Diastema TL

Ear

HF

SK

M

Caplak Pijal Sudut tlnga 90o

Rattusrattus

31,5

18

_

32

1,2

4

11

_

_

4

Keterangan :  HB  Tail  TL = = = panjang kepala - anus panjang anus - ekor total panjang dari kepala - ujung ekor

 Ear  HF  Sk  M

= = = =

panjang telinga dari telinga palig dalam – ujung telinga paling atas panjang kaki belakang dari tumit paling luar - jari paling panjang panjang tulang tengkorak Jumlah kelenjar susu celah antara gigi seri

 Diastema =

I. Kesimpulan Dari hasil identifikasi tikus yang tertangkap merupakan spesies Ratus - ratus jantan dan ditemukan pinjal sebanyak 4 ekor.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->