P. 1
PERBEDAAN ALIRAN

PERBEDAAN ALIRAN

|Views: 36|Likes:
Published by dcycheesadonna09

More info:

Published by: dcycheesadonna09 on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2013

pdf

text

original

PERBEDAAN ALIRAN-ALIRRAN FILSAFAT PENDIDIKAN Aliran progresif 1.

Tujuan  Mengakui dan berusaha mengembangkan asas progresif dalam semua realita terutama dalam kehhidupan adalah tetap survive terhadap semua tantangan hidup manusia,harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungan.  Menganggap bahwa intelegensi alat untuk hidup,untuk kesejahteraan,untuk mengembangkan kepribadian manusia.  Nilai-nilai yang dianut bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan. Aliran Esensialisme  Dalam memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuuh fleksibilitas,serta terbuka untuk perubahan,dan tidak ada keterkaitan dengan dooktrin tertentu  Memandang bahwa pendidikan berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama memberikan kestabilan dan nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas  Esensialisme adalah pendidikan didasarkan pada nilai-nilai uang telah ada sejak awal umat manusia.

`

Bidang pendidikan

 Anak didik diberikan kebebasan baik secara fisik maupun cara berpikir,guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya,tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat orang lain.  Tidak menyetujui pendidikan yang otoriter,sebab pendidikan otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar untuk hidup sebagai pribadi yang gembira menghadapi pelajaran.  Pendidikan sebagai usaha manusia Yang merupakan refleksi dari kebudayaan itu haruslah sejiwa dengan kebudayaan itu.Untuk itu pendidikan sebagai alat untuk memprrooses dan merekonsruksi kebudayaan baru haruslah dapat menciptakan situasi yang edukatif yang pada akhirnya akan dapat memberikan warna dan corak dari output (keluaran ) yang dihasilkan sehingga krrluarran yang dihasilkan ( anak didik ) adalah manusia – manusia yang berkualitas unggul,berkompetitif,inisiatif,adaftif,dan kreatif sanggup menjawab tantangan zaman.

 Bila seorang itu belajar pada permulaan adalah memahami sendiri terus bergerak keluar untuk memahami dunia objektif.  Belajar dapat didefinisikan sebagai yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spiritual,juga membina dan menciptakan sendiri.  Pendidikan adalah sosial,jadi belajar adalah menerima dan mengenal secarra sungguh-sungguh nilai-nilai social angkatan baru yang timbul untuk ditambah dan dikurangi dan diteruskan kepada angkatan berikutnya.

Pandangan Kurikulum

Konsep dasarnya kurikulum yang program pengajarannya dapat mempengaruhi anak belajar secara edukatif baik dilingkungan sekkolah maupun di luar lingkungan sekolah dibutuuhkan sekoolah yang baik dan kurookulum yang baik pula. Kurikuulum diktakan baik apabila bersifat fleksibel dan ekspremental ( pengalaman ) Tidak menghendaki adanya pelajaran yang terpisah

Kurikulum hendaklah berpangkal pada landasan idiil dan organisasi yang kuat. Menurut Herman Herrrel,hendaknya kurikulum itu berdasarkan atas fundamen tunggal,yaitu watak manusia yang ideal dan cirri-ciri masyarakat yang ideal. Bogoslousky,mengutamakan disamping menegaskan supaya kurikulum dapat diumpamakan sebagai sebuah rumah yang mempunyai empat bagian yaitu,universum,sivvilisasi.kebudayaa n dan kepribadian.

Pandangan – Pandangan

 Secarra ontoloogi : adanya realita yang aman dan luas tidak terbatas,sebab kenyataan alam semesta adalah kenyattaan dalam hidup manusia..  Secara Epismoologi : pengetahuan adalah informasi,fakta,hokum prinsip,proses,kekuasaan yang terakumulasai dalam pribadi sebagai hasil prooses interaksi pengalaman.  Secara Aksiologi : Nilai timbul karena manusia mempunyai bahasa,dengan demikian adanya pergaulan. Secara sudut budaya : Kebudayaan sebagai hasil budi manusia,dalam berbagai bentuk dan mmanifestasinya,dikenal sepanjang sejarah sebagai milik manusia yang tidak kaku,melainkan salalu berkembang dan berubah.

 Secara Ontologi : Dunia dikuasai oleh tata yang tiada cela,yang mengatur isinya tiada ada pula.  Secara Epismologi : Teorri kepribadian manusia sebagai refleksi Tuhan.  Secara Aksioologi : nilai-nilai berasal,tergantung pada pandangan – pandangan idealism dan realisme sebab essensialisme terbina oleh kedua masyarakat.

Tujuan

Aliran Perenialisme Aliran Rekonstruksionalisne  Pendidikan harus lebih banyak  Aliran yang berusaha merombak tata mengarahkan pusat perhatianmya kepada susunan lama dan membangun tata kebudayaan ideal yang telah teruji dan susunan hidup kebudayaan yang tangguh.jelaslah pendidikanyang sekarang bercorak modern. ini perlu kembali kemasa lampau,karena  Berupaya membina suatu konsesus dengan mengembalikan keapaan masa yang paling luas dan mengenai tujuan lampau ini,kebudayyaan yang dianggap pokok dan tertinggi dalam kehidupan krisis ini dapat teratasi. manusia.  Memandang pendidikan sebagai jalan  Berupaya mencari kesepakatan antar kembali atau proses mngembalikan sesama manusia atau orang,agar keadaan sekarang terutama pendidikan dapat mengatur tata kehidupan zaman sekarang perlu kembali kemasa manusia dalam suatu tatanan dan lampau. seluruh lingkungannya,dan lembaga  Susunannya itu merupakan hasil pikiran pendidikan perlu merombak tata yang memberikan kemungkinan bagi susunan lama dan membangun tata seseorang untuk bersikap yang tegas dan susunan hidup kebudayaan yang lurus. baru,untuk mencapai tujuan utama tersebut memerlukan kerjasama antar ummat manusia

Bidang pendidikan

 Ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang  Tugas penyelamatan dunia tertinggi,karena dengan ilmu pengetahuan merupakan tugas semua ummat atau seseorang dapat berfikir secara induktif lembaga,karenanya pembinaan yang bersifat analisa,Jadi dengan berfikir kembali daya intelektual dan spiritual maka kebenaran itu akan dapat dihasilkan yang sehat akan membina kembali melalui akal fikiran. manusia malalui pendidikanyang  Harrus memiliki pengetahuan tentang tepat atas nilai dan norma yang benar pengertian dari kebenaran yang sesuai pula demi generrasi sekarang dan dengan realita hakiki,yang dibuktikan akan dating. dengan kebenaran yang ada pada diri  Masa depan suatu bangsa merupakan sendiri dengan menggunakan tenaga pada suatu dunia yang diatur,diperintah logika melalui hokum berfikirr metoode oleh rakyat secara demokratis san deduksi, bukan dunia yang dikuasai oleh  Dengan pengetahuan,bahan peneranngan golongan tertentu. yang cukup,orang akan mampu mengenal factor-faktor dengan pertautanny masingmasing memahami problema yang perlu diselesaikan dan berusaha menyelesaian masalah.

Pandangan Kurikulum

Manusia itu pada hakikatnya sama,maka perlulah dikembangkan pendidikan yang sama bagi semmua orang,disebut pendidikan umum,melalui kurrikulum yang sattu serta proses belajar yang mungkin

perluu disesuikan dengan sifat individu,diharapkan dengan individu itu terbentuk atas dasar landasan kejiwaan yang sama.

Pandanganpandangan

 Secara Ontologi : segala yang ada terdiri  Secara Ontologi : memandang bahwa darri materi dan bentuk atau badab dan realita itu universal. jiwa yang disebut denngan subtansi.  Secara Ontologis : memandang  SecaraEpistemologi : segala sesuatu yyang masalah nilai berdasarkan azas-azas dapat diketahui dan merupakan kenyataan supernatural yakni menerima nilai adalah apa yang terlindung pada natural yang universal. kepercayaan.  Secara Epistemologis : untuk  Secara Aksiologi : memandang segala memahami realita alam nyata masalah nilai berdasarkan azas-azas memerlukan suatu azas tahu dalam supernatural,yakni menerima universal arti bahwa tidak mungkin memahami yang abadi. realita tanpa melalui proses pengalaman dan hubungan dengan realita terlebih dahulu melalui penemuan suatu gerbang ilmu pengetahuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->