P. 1
surat kuasa jual tanah

surat kuasa jual tanah

|Views: 580|Likes:
Published by Rahmat Hudaya
kuasa jual tanah
kuasa jual tanah

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Rahmat Hudaya on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

Membahas tentang PEMBERIAN KUASA (SURAT KUASA

)
Oleh Sujarwo (Instruktur) Apabila seseorang tidak dapat menjalankan suatu urusan, maka alternatifnya adalah menunda urusan tersebut sampai ia mampu melakukannya sendiri atau mewakilkan kepada orang lain untuk melakukannya. Mewakilkan kepada orang lain untuk menjalankan suatu urusan itulah yang dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan pemberian kuasa. Terdapat beberapa pengertian tentang surat kuasa dan masalah-masalah yang perlu dibahas dalam surat kuasa yang ada hubungannya dengan kegiatan kita sehari-hari baik secara yuridis maupun dalam kenyataan dilapangan. Berikut ini penulis sengaja menyajikan pembahasan tentang pemberian kuasa (surat kuasa) dalam bentuk tanya jawab guna lebih mempermudah para pembaca untuk memahaminya: 1. Apa pengertian dari Pemberian Kuasa/Surat Kuasa...? a Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka) pengertian dari: SURAT adalah kertas dsb yang tertulis (berbagai-bagai isi maksudnya) KUASA terdapat dua pengertian yaitu: 1) Kuasa adalah kewenangan atau kesanggupan (untuk berbuat sesuatu); kekuatan. 2) Kuasa adalah wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintahkan, mewakili, mngurus, dlsb) sesuatu. SURAT KUASA adalah surat yang berisi tentang pemberian kuasa kepada seseorang untuk mengurus sesuatu. b Sesuai Kamus Hukum – Prof R. Soebekti, SH & Tjitrosoedibio): KUASA adalah Wenang PEMBERIAN KUASA (lastgeving, Bld) adalah pemberian kewenangan kepada orang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan hukum atas nama si pemberi kuasa. c Sesuai Kamus Perbankan – Institus Bankir Indonesia: KUASA (Authority, Ingg) adalah wewenang untuk melakukan sesuatu. d Sesuai Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) pasal 1792 memberikan pengertian tentang pemberian kuasa yaitu: “Pemberian kuasa adalah suatu persetujuan dengan mana seseorang memberikan kekuasaan kepada seseorang lain yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan”. e Kesimpulan penulis: pemberian kuasa pada intinya adalah seseorang (pemberi kuasa) melimpahkan kewenangannya kepada orang lain (penerima kuasa) untuk melakukan perbuatanperbuatan (suatu urusan) yang mengatas-namakan pemberi kuasa.

Yang perlu dicermati dan digarisbawahi dalam pengertian diatas adalah definisi menurut KUH Perdata, dimana disitu terdapat kata-kata “menyelenggarakan suatu urusan” dan kata-kata “untuk atas namanya” ditinjau dari sisi yuridis kata-kata “menyelenggarakan suatu urusan” berarti bahwa disitu terdapat suatu perbuatan hukum yang akan mengakibatkan akibat hukum tertentu sedangkan kata-kata “untuk atas namanya” berarti adanya sesrorang yang mewakilkan kepada orang lain untuk melakukan suatu perbuatan tertentu. Sehingga dapat diartikan bahwa orang yang menerima kuasa dalam melakukan urusan tersebut adalah mewakili dan dalam hal ini berarti sipenerima kuasa berbuat untuk dan atas nama si

· Pemberian Kuasa secara Umum yaitu meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. namun Pemberi Kuasa juga mempunyai kewajiban-kewajiban yaitu: · Pemberi kuasa wajib memenuhi perikatan-perikatan yang dibuat oleh Penerima Kuasa. maka akibat dari perbuatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari penerima kuasa. · Mempertanggungjawabkan kerugian-kerugian yang mungkin timbul akibat dilaksanakannya kuasa tersebut. serta akan menimbulkan hak dan kewajiban baik dari si pemberi kuasa maupun penerima kuasa tersebut. .? a Bentuk surat kuasa Bentuk dari surat kuasa menurut pasal 1793 KUH Perdata adalah: 1) Bahwa kuasa dapat diberikan dan diterima dalam suatu akta umum. namun sesuai dengan perundang-undangan dapat dibedakan menjadi sbb: 1) Pasal 1795 KUH Perdata menyebutkan bahwa isi pemberian kuasa sbb: · Pemberian Kuasa secara Khusus yaitu mengenai hanya satu kepentingan tertentu atau lebih. Jadi apabila seseorang yang diberi kuasa melakukan perbuatan yang melebihi dari apa yang disebutkan di dalam surat kuasa tersebut. 2. b Kewajiban Pemberi kuasa Tidak hanya seorang Penerima Kuasa saja yang mempunyai kewajiban. sekali-kali tidak mengandung kekuasaan untuk menyerahkan perkaranya kepada putusan wasit. Bagaimana bentuk dan isi dari Pemberian Kuasa.? a Kewajiban Penerima kuasa Penerima kuasa merupakan orang yang telah diberi wewenang oleh pemberi kuasa.. bahkan dalam sepucuk surat ataupun dengan lisan. sehingga ia mempunyai Penerima Kuasa mempunyai kewajiban-kewajiban antara lain: · Melaksanakan tugas yang diberikan dengan sempurna... Akta umum adalah akta yang dibuat oleh dan dihadapan pejabat umum yang diberikan wewenang oleh Undang-undang.. · Memberikan laporan tentang apa yang diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada Pemberi Kuasa tentang segala hal yang diterimanya dalam melaksanakan tugas yang diberikannya.. Tulisan dibawah tangan adalah akta yang dibuat hanya oleh para pihak saja (pemberi dan penerima kuasa) 2) Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh si kuasa..pemberi kuasa.. 2) Pasa 1797 KUH Perdata menyebutkan bahwa Si Kuasa tidak diperbolehkan melakukan sesuatu apapun yang melampaui kuasanya: kekuasaan yang diberikan untuk menyelesaikan suatu urusan dengan jalan perdamaian. sebatas kewenangan yang telah diberikan kepada Penerima Kuasa. Apa saja kewajiban dari Pemberi maupun Penerima Kuasa. b Isi pemberian kuasa Banyak sekali isi dari pemberian kuasa. 3. Dan si pemberi kuasa dapat meminta ganti rugi dari penerima kuasa atau bisa juga pemberi kuasa menyetujui apa yang telah dilakukan penerima kuasa walaupun melampaui kuasanya. dalam suatu tulisan dibawah tangan.

.? Surat kuasa adalah termasuk dalam perjanjian yang akan menimbulkan perikatan yaitu hak dan kewajiban antara dua pihak yaitu pihak pemberi kuasa di satu sisi dan pihak penerima kuasa dilain pihak. hanya saja sesuai undang-undang tentang materai bahwa perjanjian termasuk juga surat kuasa termasuk dokumen yang wajib dikenakan bea meterai. Misalnya Pemimpin Cabang BRI mendapat Kuasa dari Direksi untuk menandatangani SKMHT kemudian Pinca tersebut memberikan kuasa kembali kepada Kaunit untuk menandatangani SKMHT yang dibuat untuk masing-masing nasabah yang ada di BRI Unit masing-masing. Pada dasarnya pembubuhan materai adalah hanya berfungsi sebagai suatu cara untuk mengenakan pajak yang harus dibayar kepada negara terhadap suatu surat-surat atau dokumendokumen yang dihasilkan atas perbuatan hukum tertentu dan dimaksudkan akan dijadikan sebagai alat bukti. bagaimana status hukumnya. ternyata orang tersebut tidak cakap atau tidak mampu maka hal tersebut menjadi tanggung jawab dari Pemberi Kuasa substitusi. Karena merupakan perjanjian maka untuk syarat syahnya sudah diatur dalam pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat syahnya suatu perjanjian. sedangkan orang yang dipilihnya itu ternyata seorang yang tak-cakap atau tak mampu... yaitu: Cakap. Sepakat. Surat Kuasa merupakan suatu perjanjian maka syarat syahnya bukan ditentukan ada atau tidak adanya meterai. kemudian ditempelkan dalam lembar kertas surat kuasa tersebut.? a Pengertian Kuasa Substitusi Yang dimaksud dengan Kuasa Substitusi adalah penggantian penerima kuasa melalui pengalihan. Hal ini tetap menjadi tanggung jawab Pemberi Kuasa walaupun urusannya tidak berhasil dilaksanakan asalkan Penerima Kuasa telah mengerjakan tugasnya dengan baik dan bertindak dalam batas wewenang yang telah disebutkan di dalam surat kuasa. Jadi jelas bahwa pasal tersebut menghendaki apabila pengangkatan kuasa substitusi tidak diperbolehkan atau tidak mendapat persetujuan dari Pemberi Kuasa (pemberi kuasa pertama kali sebelum terbit kuasa substitusi) dan apabila pengangkatan kuasa substitusi telah mendapat wewenang dari Pemberi Kuasa tanpa menentukan siapa orangnya... Hal tertentu dan Causa yang halal. Sehingga surat kuasa yang tidak bermeterai. maka terhadap surat kuasa yang tidak ada meterainya tersebut harus dilunasi terlebih dahulu bea meterainya dengan cara yang telah diatur dalam Undang-undang tentang meterai. Surat Kuasa tidak bermeterai. Surat Kuasa yang tidak bermeterai tersebut tetap dapat dijadikan sebagai alat bukti. Apa yang dimaksud dengan Kuasa Substitusi.. b Tanggung jawab Penerima Kuasa substitusi Pasal 1803 KUH Perdata menegaskan bahwa “Si Kuasa bertanggungjawab untuk orang yang telah ditunjuk olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya: · Jika ia tidak diberikan kekuasann untuk menunjuk seorang lain sebagai penggantinya · Jika kekuasaan itu telah diberikan kepadanya tanpa penyebutan seorang tertentu. 5. Atau dengan kata lain bahwa Kuasa Substitusi adalah Kuasa yang dapat dikuasakan kembali kepada orang lain. .· Pemberi kuasa wajib mengembalikan perskot-perskot dan biaya-biaya (bila ada) yang telah dikeluarkan oleh Penerima Kuasa. bukanlah berarti bahwa surat kuasa tersebut menjadi tidak sah. Cara untuk melunasi bea meterai atas surat kuasa yang tidak bermeterai adalah dibelikan meterai di Kantor Pos dan Giro.. 4.

. b Dilakukan secara diam-diam yang dapat dilihat dari tindakan-tindakan Pemberi Kuasa. Terlampauinya jangka waktu SKMHT. 6. Dengan kata lain bahwa SKMHT tidak dapat dicabut oleh pemberi kuasa dan tidak dapat berakhir karena pemberi kuasa meninggal.dst”. b Berakhirnya masa berlakunya Surat Kuasa. hal-hal yang dapat menyebabkan berakhirnya kuasa antara lain: a Karena telah dilaksanakannya kuasa tersebut.... sesuai yang disebutkan di dalam pasal pasal 15 (3) dan ..... b Dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh penerima kuasa... dicabut atau berakhir karena pemilik jaminan meninggal dunia? Terhadap Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) merupakan kuasa yang tidak dapat ditarik kembali karena sebab apapun.? Aturan mengenai berakhirnya Pemberian Kuasa adalah pasal 1813 KUH Perdata yang terdiri dari: a Ditariknya kembali kuasanya dari penerima kuasa. Diluar pasal 1813 KUH Perdata.... Dapatkah Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT). 2... Namun dapat kami tambahkan disini khususnya tentang pencabutan secara sepihak oleh Pemberi Kuasa dapat terjadi apabila: a Dilakukan secara tegas oleh Pemberi Kuasa. SKMHT tetap berlaku atau dengan meninggalnya nasabah tidak menjadikan SKMHT tersebut tidak dapat dilaksanakan.... Secara tegas telah disebutkan dalam pasal 15 ayat 2 Undang-undang Hak Tanggungan No. Mengapa SKMHT tidak dapat berakhir karena hal-hal yang disebutkan dalam pasal 1813 KUH Perdata.. 4 tahun 1996 yang bunyinya: “Kuasa Untuk Membebankan Hak Tanggungan tidak dapat ditarik kembali atau tidak dapat berakhir oleh sebab apapun juga kecuali karena kuasa tersebut telah dilaksanakan atau karena telah habis jangka waktunya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4). Di dalam SKMHT terdapat klausula yang berbunyi “ “Kuasa ini tidak dapat ditarik kembali dan tidak berakhir karena sebab apapun kecuali oleh karena telah dilaksnakan pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan selambat-lambatnya tanggal ..? Sesuai pasal 1813 KUH Perdata tersebut diatas.. Dapatkah Surat Kuasa berakhir.. telah diatur mengenai berakhirnya surat kuasa. Walaupun nasabah meninggal atau mencabut/menarik SKMHT yang telah diberikannya kepada kreditor.... penghapusannya. 7.. c Dengan meninggalkannya. SKMHT hanya dapat berakhir karena sbb: 1.. Pemberi Kuasa dapat saja mencabut wewenang kuasa setiap saat dan menuntut pengembalian kuasa untuk menghindari penyalahgunaan Surat Kuasa yang telah dicabut tersebut.... Telah dilaksanakannya kuasa tersebut yaitu telah dibuatkan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APH) oleh penerima kuasa... atau pailitanya si pemberi kuasa maupun penerima kuasa.. Apakah surat kuasa dapat dicabut... Dengan demikian SKMHT tidak dapat berakhir karena alasan yang dimaksud dalam pasal 1813 KUH Perdata...kemduaian dimintakan cap pos atau istilah lainnya adalah Nazekling. misalnya mengangkat kuasa. 8. 2.? penyebabnya adalah ada dua hal yaitu: 1..

· 3 (tiga) bulan untuk hak atas tanah yang belum terdaftar (tanah yang berlum bersertifikat).(4) UU .Hak Tanggungan No. 4 tahun 1996 yaitu: · 1 (satu) bulan untuk hak atas tanah yang sudah terdaftar seperti (Sertifikat Hak Milik. · Sampai saat berakhirnya masa berlakunya perjanjian pokok yang bersangkutan yaitu khusus untuk jenis-jenis Kredit Usaha Kecil dengan plafond tidak melebihi Rp. 50 juta diantaranya Kupedes (PMNA No. SHGB. SHGU dan Hak Pakai).4/1996) Diposkan oleh Admin di 19:45 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->