P. 1
Tugas Op-Amp Makalah

Tugas Op-Amp Makalah

|Views: 977|Likes:
Published by Satriya Rizkiyanto

More info:

Published by: Satriya Rizkiyanto on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Dunia teknik mesin sangat erat hubunganya dengan dunia pengukuran, karena hampir sebagian besar

semua aplikasi dalam ilmu teknik mesin memerlukan sistem pengukuran. Di dalam suatu alat ukur elektronik tentu memiliki sensor untuk dapat melakukan pengukuran pada suatu sistem. Namun terkadang sinyal input dari yang akan diukur sangatlah kecil sehingga alat ukur tidak dapat membacanya dengan baik dan tepat. Oleh sebab itu digunakanlah suatu komponen yang dapat menguatkan sinyal input sehingga alat ukur dapat membacanya dengan baik. Komponen yang dapat menguatkan sinyal input ini biasa disebut dengan operasional amplifier. Operasional amplifier atau op-amp ini merupakan salah satu komponen analog yang popular digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp popular yang paling sering dibuat antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar, dimana rangkaian feedback (umpan balik) negatif memegang peranan penting. Secara umum, umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, op-amp harus memiliki umpan balik. Hampir seluruh rancangan rangkaian yang ada pada umumnya menggunakan umpan balik negatif untuk mengendalikan besarnya gain serta memperoleh operasi kerja op-amp linear. Umpan balik negatif dapat diperoleh melalui pengunaan komponen-komponen rangkaian, misalnya resistor, yang dihubungkan di antara terminal keluaran op-amp dan masukan pembalik op-amp yaitu terminal masukan yang bertanda ( - ). Rangkaian-rangkaian nonlinear, misalnya komparator dan osilator, menggunakan umpan balik positif yang dapat diperoleh dengan menghubungkan komponen, misalnya resistor, diantara terminal keluaran op-amp dan masukan non-pembaliknya, yaitu terminal masukan yang bertanda ( + ). Pada makalah ini akan dibahas semua hal mengenai op-amp ini. Mulai dari definisi op-amp, teknik feedbacknya, model rangkaian op-amp, tipe-tipe op-amp, prinsip kerjanya, karakteristiknya, perhitungannya, dan akan dibahas pula bagaimana kondisi atau keadaan opamp yang ideal. Sebagai tambahan akan dibahas juga mengenai apa itu termokopel, rangkaian pengkondisi sinyalnya dan apa saja tipe-tipe termokopel itu sendiri.

16

dan sistem desain khusus.BAB II PEMBAHASAN II. perhitungan analog. Ketepatan dan fleksibilitas dari amplifier operasional merupakan hasil langsung dari penggunaan feedback negatif. karakteristik amplifier loop tertutup menjadi sebuah fungsi dari elemen umpan balik. Aplikasinya menjangkau industri elektronik yang luas yang memenuhi persyaratan untuk pengkondisian sinyal. komparator. elemen umpan balik adalah dua resistor. bias. Pada op-amp memiliki 2 rangkaian feedback (umpan balik) yaitu feedback negatif dan feedback positif dimana feedback negatif pada op-amp memegang peranan penting. Berikut adalah teknik feedback: Teknik Feedback. Driver Defleksi Yoke. Biasanya membuat perangkat dari op-amp lebih mudah dibandingkan membuat penguat dari transistor karena tidak memerlukan perhitungan titik kerja. feedback positif akan menghasilkan osilasi sedangkan feedback negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. fungsi transfer khusus. amplifier yang menggunakan umpan balik akan memiliki karakteristik operasi yang unggul pada pengorbanan keuntungan. Amplifier AC. Secara umum. dll. Opamp biasa terdapat di pasaran berupa rangkaian terpadu (Integrated Circuit-IC). Oscillators Distorsi rendah. multivibrators. Driver Servo Valve. Saat ini. I R1 Vn Vp + R2 V in Vout _ Gambar 1: Op-amp dengan menggunakan feedback. Secara umum. Penguat operasional tersusun dari beberapa rangakian penguat yang menggunakan transistor. integrator dan differensiator. Selain itu aplikasi op-amp yang juga sering digunakan antara lain adalah rangkaian inverter. Dengan umpan balik yang cukup. Aset dari analog yaitu simpel dan presisi merupakan ciri sirkuit dengan menggunakan op-amp. gambar 1. penggunaan umum penguat operasional telah diperluas untuk mencakup aplikasi seperti Amplifier DC. instrumentasi analog. Op-amp merupakan perangkat yang sangat efisien dan serbaguna. non-inverter. Dalam rangkaian umpan balik yang khas. Ketepatan gain "loop tertutup” diatur oleh rasio dari dua resistor 16 . AC ke DC Converter.1 Definisi Op-Amp Op-amp adalah suatu blok penguat yang mempunyai dua masukan dan satu keluaran.

..... II. Port output tegangannya bergantung pada sumber Avi secara seri dengan resistansi output Ro.dan secara praktis independen terhadap amplifier "loop terbuka”. yaitu: gain tegangan (tegangan luar/ tegangan dalam)... sinyal output = A x sinyal input.... lalu ada tahap penguatan (gain). tidak menghasilkan tegangan sendiri............. Berdasarkan sinyal input dan outputnya. Pada amplifier linier... dapat dilihat bahwa kita memiliki tegangan-pembagi sirkuit di port input maupun port output dari amplifier.. Gambar 2 menunjukkan rangkaian amplifier yang lengkap yaitu yang mengandung sumber tegangan input Vs yang dirangkai secara seri dengan sumber resistansi Rs dan sebuah beban resistansi output RL. gain arus (arus luar/ arus dalam)... amplifikasi untuk hampir semua tingkat presisi dapat dicapai dengan mudah....... Dengan demikian.... Port input berperan pasif. Dari gambar 2. dan dimodelkan oleh element resistif Ri atau disebut juga resistansi input.. dimana A adalah faktor amplifikasi atau gain..3 Diagram Op-Amp Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian.. selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan 16 .... II.. dimana Vi adalah perbedaan potensial antara terminal port input..(2) INPUT PORT R S + R i o OUTPUT PORT + V V S O S _ V _ o R i A A M P i V I F I E R L O L U R C E L R A D Gambar 2: Model rangkaian amplifier.... ada empat tipe gain penguat. Hal ini mengharuskan kita untuk menghitung ulang nilai Vi dan Vo setiap kali sumber/ beban yang digunakan berbeda dengan menggunakan rumus berikut:  Ri Vi =  R +R i  s  Vs     AVi   ... Model rangkaian sebuah amplifier ditunjukkan pada gambar 2..2 Rangkaian Op-Amp Sebuah amplifier memiliki port input dan port output.... dan transconductance (arus luar/ tegangan dalam)..... transresistance (tegangan luar/ arus dalam)..(1)  RL Vo =  R +R L  o ... yang pertama adalah penguat diferensial...

elektronik komersial dan aneka macam perangkat hobbyist. sistem pengolahan digital. maka output akan 16 . Rin adalah resitansi input yang nilai idealnya infinit (tak terhingga). Gambar 3 (a) berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut. Rout adalah resistansi output dan besar resistansi idealnya 0 (nol). Tegasnya. Sedangkan AOL adalah nilai penguatan open loop dan nilai idealnya tak terhingga. Fungsi utamanya adalah untuk melakukan operasi linier matematika (tegangan dan arus).4 Fungsi Op-Amp Pada mulanya op-amp digunakan untuk rangkaian perhitungan analog. Gambar 3 (a): Diagram blok operasional amplifier. jika input pada (-) lebih positif daripada input pada (+). II. Namun kini op-amp dapat digunakan dimana saja. Simbol op-amp adalah seperti pada gambar 3 (b) dengan 2 input.kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. system komunikasi. integrasi dan penguatan. Gambar 3 (b): Diagram skematik simbol operasional amplifier. Umumnya op-amp bekerja dengan dual supply (+Vcc dan –Vee) namun banyak juga op-amp dibuat dengan single supply (Vcc – ground). rangkaian pengaturan instrumentasi. Karakteristik satu op-amp dapat berbeda dengan op-amp lain tergantung dari teknologi pembuatan dan desain IC-nya. dalam berbagai bidang: reproduksi suara. non-inverting (+) dan input inverting (-). Simbol rangkaian di dalam op-amp pada gambar 3 (b) adalah parameter umum dari sebuah op-amp. Salah satu fungsi yang penting dari op-amp adalah hubungan polaritas antara input terhadap output.

Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal. (a) Gambar 4: Hubungan antara input dan output. Op-amp dikatan "differential-to-single-ended" amplifier.= 0 atau V+ = V-) Aturan 2: Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i. dan penguatannya menjadi tidak terukur (infinite). 16 . op-amp LM741 memiliki impedansi input Zin = 106 Ohm. Disinilah peran rangkaian negative feedback (umpanbalik negatif) diperlukan. Seperti misalnya op-amp LM741 yang sering digunakan oleh banyak praktisi elektronika. Penguatan yang sebesar ini membuat op-amp menjadi tidak stabil. Sebaliknya.4-1 Amplifier Operasional: Op-Amp Ideal (b) Op-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial) yang memiliki dua masukan. yaitu : Aturan 1: Perbedaan tegangan antara input V+ dan V. jika input pada (-) lebih negatif daripada input pada (+). Model amplifier standar ditunjukkan pada Gambar 5 dan pada Gambar 6 menunjukkan model amplifier ideal. Op-amp ideal memiliki open loop gain (penguatan loop terbuka) yang tak terhingga besarnya. sehingga op-amp dapat dirangkai menjadi aplikasi dengan nilai penguatan yang terukur (finite). jika menguatkan perbedaan tegangan Vp – Vn = Vi pada port input dan menghasilkan tegangan Vo di port output yang direferensikan ke node dasar dari sirkuit yang digunakan op-amp. Nilai impedansi ini masih relatif sangat besar sehingga arus input op-amp LM741 mestinya sangat kecil.menjadi negatif. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan “Golden Rule”. Input (masukan) op-amp ada yang dinamakan input inverting dan non-inverting. Impedasi input op-amp ideal mestinya adalah tak terhingga.adalah nol (V+ – V. II. maka output akan menjadi positif. Sebagai perbandingan praktis. sehingga mestinya arus input pada tiap masukannya adalah 0.= 0) Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang digunakan untuk menganalisa rangkaian opamp. memiliki karakteristik tipikal open loop gain sebesar 104 ~ 105.

... Ada jenis penguat operasional khusus yang memang atau Vp = Vn ....... Karena Ri = ∞ dan perbedaan tegangan Vp – Vn = Vi pada port input terbatas... Komparator (Rangkaian Pembanding)...........(3) Resistansi input tak terhingga: Ri = ∞ ..(8) Akhirnya.... Model yang ideal membuat tiga asumsi penyederhanaan: Gain tak terhingga: A = ∞ ............(9) 16 .. Gambar 6: Op-amp ideal....... karena Ro = 0....(7) Selain itu... Berikut ini akan dijelaskan beberapa tipe op-amp yang biasa digunakan: 1... penguat operasional yang sangat besar......... maka tidak ada efek pembebanan pada port uotput dari op-amp ideal: Vo = A × Vi .........(6) Maka tidak ada efek pembebanan pada port input dari op-amp ideal: Vi = Vs .(4) Resistansi output nol: Ro= 0 ......... Model op-amp yang ideal berasal untuk menyederhanakan analisis rangkaian dan umumnya digunakan oleh para insinyur untuk perkiraan perhitungan orde pertama...... maka: Vi = Vp – Vn = 0 II............................ maka nilai arus input adalah nol untuk op-amp ideal: in = ip = 0 .......................... Merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkan penguatan terbuka (open-loop gain).(5) Aplikasikasikan asumsi ini pada model op-amp standar dan hasilnya ada pada model op-amp ideal yang ditunjukkan gambar 6....... karena A = ∞ dan Vo harus terbatas....5 Macam-Macam Op-Amp Op-amp memiliki berbagai macam jenis dan tipenya berdasarkan rangkaiannya.......ip Vp _ + + Ri Vi _ R AVi o Vp _ + + + Vi Vo _ in + _ + AV i + Vo _ Vn _ Vn _ Gambar 5: Op-amp standar..........................

Karena arus yang mengalir ke input pembalik ideal op-amp adalah nol.. Vn = 0. bahwa fase keluaran dari penguat pembalik ini akan selalu berbalikan dengan inputnya. Gambar 8: Penguat pembalik Gambar 8 menunjukkan dasar lain rangkaian op-amp yang berguna yaitu penguat pembalik.. Mari kita ambil hubungan antara tegangan input Vin dan tegangan output Vout.....difungsikan semata-mata untuk penggunaan ini dan agak berbeda dari penguat operasional lainnya dan umumnya disebut juga dengan komparator.) 2.. Pertama. Penguat Pembalik (Inverting Amplifier) Rangkaian dasar penguat inverting adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 8.(10) 16 ..pembalik diterapkan pada ground... dimana sinyal masukannya dibuat melalui input inverting. Hal ini mirip dengan rangkaian non-pembalik hanya saja jika pada penguat pembalik sinyal input diterapkan pada R1 sedangkan pada penguat non.. karena Vn = Vp dan Vp dihubungkan ke grond. feedback negatif dibangun melalui resistor R2. Seperti namanya. Komparator membandingkan dua tegangan listrik dan mengubah keluarannya untuk menunjukkan tegangan mana yang lebih tinggi: Gambar 7: Komparator di mana Vs adalah tegangan catu daya dan penguat operasional beroperasi di antara Vs+ dan Vs −.. arus yang mengalir melalui R1 harus sama besarnya dan berlawanan arah dengan arus yang mengalir melalui R2 (oleh Hukum Saat Kirchhoff): Vin − Vn Vout − Vn = R1 R2 Karena Vn = 0. maka: .. Pada rangkaian ini.

.....pembalik dan terminal input dengan tanda “-“ (Vn)disebut input pembalik.. dimana input dimasukkan pada input non.. tanda negatif ini menunjukkan bahwa keluaran adalah pembalikan dari masukan..... Karena input pembalik (-) pada rangkaian ini diketahui adalah 0 (virtual ground) maka impendasi rangkaian ini tentu saja adalah Zin = R1.. R  Vout =  − 2 Vin  R  1   Dan nilai gain: G=− R2 R1 . Gambar 9: Penguat non-pembalik Gambar 9 menunjukkan rangkaian op-amp dasar.. Untuk menganalisa rangkaian penguat op-amp non-inverting.. Impedansi rangkaian pembalik didefenisikan sebagai impedansi input dari sinyal masukan terhadap ground...(11) .. tidak ada efek pembebanan pada input. Contohnya jika R2 adalah 10...000 Ω..... yaitu -10.000Ω / 1...pembalik sehingga polaritas output akan sama dengan polaritas input tapi memiliki penguatan yang tergantung dari besarnya Rfeedback dan Rinput. kita perlu mengetahui hubungan antara tegangan input Vin dan tegangan output Vout.....000 Ω dan R1 adalah 1.. caranya sama seperti menganalisa rangkaian inverting.000Ω. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya... Seperti namanya.. maka Vp = Vi ... 3....... yaitu op-amp non-pembalik..... Penguat Non-Pembalik (Non-Inverting Amplifier) Penguat non... maka nilai gain adalah -10. Untuk mengetahui cara kerja penguat non-pembalik.(13) 16 ..... Perlu diingat bahwa untuk op-amp ideal....... (12) Gain dari penguat pembalik selalu negatif....... penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting.... Terminal input yang ditandai “+” (Vp) disebut input non.pembalik amplifier merupakan kebalikan dari penguat pembalik......... Prinsip utama rangkaian penguat non-pembalik adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar 9 berikut ini..

. 4.....(16) Sedangkan untuk R1 =R2 dan Rf = Rg maka gain diferensial adalah: 16 ....... maka  R  Vout = 1 + 2 Vin . Rf R1 untuk R1 = R2 dan Rf = Rg.... Dari datasheet... LM741 diketahui memiliki impedansi input Zin = 108 to 1012 Ohm... Penguat Differential Gambar 10 menunjukkan rangkaian penguat diferensial.. Penguat diferensial digunakan untuk mencari selisih dari dua tegangan yang telah dikalikan dengan konstanta tertentu yang ditentukan oleh nilai resistansi yaitu sebesar berbeda dengan diferensiator...Karena arus yang mengalir pada input pembalik untuk op-amp ideal adalah nol...... Sesuai namanya.. Karena tegangan sinyal masukan terhubung langsung dengan masukan pada penguat operasional maka impedansi masukan bernilai Z in ≈ ∞ . arus yang mengalir melewati R1 sama dengan arus yang mengalir melewati R2 (sesuai Hukum Arus Kirchhoff yang menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus yang mengalir ke node adalah nol).(14) Gambar 10: Amplifier diferensial. Kita kemudian bisa mencari Vn:  R1 Vn =  R +R  1 2 Dari persamaan 9. Penguat jenis ini  Vout   ..(15)  R  1   Perhatikan bahwa gain (Vout / Vin) selalu lebih besar atau sama dengan satu.. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: Vout = (R (R f g + R1 ) R g + R2 ) R1 V2 − Rf R1 V1 . konfigurasi op-amp ini dapat memperkuat perbedaan dari dua sinyal input.. kita dapat Vin = Vp = Vn..

.....= Rn ..... misalnya rangkaian penapis (filter).... 5. Gambar 11: Penguat penjumlahan Penguat penjumlah menjumlahkan beberapa tegangan masukan. maka: Vout = −(V1 + V2 + .. secara ideal output pasti nol.. dan Rf saling bebas maka: Rf Vout = − (V1 + V2 + .. dengan persamaan sebagai berikut: V V V Vout = − R f ( 1 + 2 + .(19) R1 Saat R1 = R2 =. CMRR adalah rasio dari tegangan output yang sesuai dengan perbedaan dari dua sinyal masukan dengan tegangan keluaran sesuai dengan "bagian umum" dari dua sinyal.. Op-amp yang bagus memiliki CMRR yang tinggi.. 6.(18) R1 R2 Rn Saat R1 = R2 =..(20) Perlu diperhatikan bahwa keluaran adalah terbalik dan impedansi masukan dari masukan ke-n adalah Zn = Rn (di mana V... + Vn ) . Bentuk sederhana dari input yang banyak ditunjukkan pada gambar 11... Penguat Penjumlah (Summing Amplifier) Dalam beberapa aplikasi yang besar. istilah Common Mode Rejection Ratio (CMRR) didefinisikan. + Vn ) ..(17) Jika dua sinyal input sama. input untuk penguat pembalik lebih dari satu tegangan..........= Rn = Rf ..Vout = (V2 − V1 ) Rf R1 ......... Untuk mengukur kualitas amplifier... + n ) ..adalah Virtual ground).... Salah satu contohnya adalah rangkaian integrator seperti 16 ..... Penguat Integrator (Integrator Amplifier) Op-amp bisa juga digunakan untuk membuat rangkaian-rangkaian dengan respons frekuensi..

. dVin dt ... Diferensiator ideal (R1 = 0) tidak memiliki memori dan melakukan perhitungan. Hal ini menyebabkan peluruhan eksponensial dengan waktu konstan τ = R2C....... Rangkaian dasar sebuah integrator adalah rangkaian opamp inverting. dalam rangkaian yang sebenarnya (R2 < ∞) ada beberapa kerusakan dalam keadaan sistem pada tingkat proporsional keadaan itu sendiri... Dengan demikian.. dengan persamaan: Vout = −1 Vin dt + Vmula .. Vout = − R2 C di mana Vin dan Vout adalah fungsi dari waktu.yang ditunjukkan pada gambar 12..(22) 16 ... Namun.. hanya saja rangkaian umpanbaliknya (feedback) bukan resistor melainkan menggunakan kapasitor C.. input gelombang persegi akan menyebabkan gelombang output segitiga.. op-amp dapat digunakan untuk melakukan diferensiasi. op-amp dapat digunakan untuk melakukan integrasi.(21) R1C ∫ di mana t adalah waktu dan Vmula adalah tegangan keluaran pada t=0. Penguat ini mengintegrasikan tegangan masukan terhadap waktu.. Sebuah integrator dapat juga dipandang sebagai tapis pelewat-tinggi dan dapat digunakan untuk rangkaian tapis aktif.. Dengan menambahkan kapasitor secara paralel dengan umpanbalik resistor R2 dalam penguat pembalik seperti yang ditunjukkan pada gambar 12... 7. Differentiator Dengan menambahkan kapasitor secara seri dengan resistor input R1 dalam sebuah penguat pembalik... Gambar 12: Penguat integrator.

penguat tegangan DC. maka spesifikasi loob terbuka kadang-kadang diberikan nilai konservatif "biasa". II. sirkuit operasi dipandang bergantung sepenuhnya pada umpan balik yang digunakan. Random noise dari rangkaian input dan kebisingan yang dihasilkan dalam penguat operasional itu sendiri ditambah variasi karakteristik penguat akibat perubahan suhu atau penuaan komponen semua dikalikan dengan gain loop terbuka. Pada dasarnya diferensiator dapat juga dibangun dari integrator dengan cara mengganti kapasitor dengan induktor. untuk penguat operasional yang ideal akan menghasilkan beberapa variasi yang dapat diprediksi dari operasi ideal yang sedikit diabaikan di banyak aplikasi. sirkuit yang sebenarnya (R1 > 0) akan memiliki beberapa memori dari keadaan sistem (seperti kehilangan integrator) dengan peluruhan eksponensial dari waktu konstan τ = R1C. 16 . perlu untuk memahami karakteristik baik loop terbuka dan loop tertutup sebelum memulai untuk mendesain sirkuit menggunakan penguat operasional. Hal ini dimungkinkan untuk menggunakan loop amplifier nyata operasional terbuka. Gambar 13: Penguat diferensiator. Mengganti yang sebenarnya. Rangkaian umpan balik praktis bekerja berdasarkan pada rangkaian yang diturunkan dalam bagian sebelumnya menggunakan model op-amp ideal.Diferensiator dapat juga dilihat sebagai tapis pelewat-rendah dan dapat digunakan sebagai tapis aktif. tetapi kontrol dan stabilitas masalah yang dihadapi karena gain loop terbuka tinggi (X100000 biasanya di DC). Dalam kasus penguat operasional ideal.6 Karakteristik Op-Amp Penguat operasional modern adalah sebuah keadaan solid. Sedikit variasi dalam unit diproduksi menjadi nyata karena efek ini.Jadi masukan gelombang segitiga akan menyebabkan output gelombang persegi. Karena setiap rangkaian loop tertutup pada dasarnya adalah memiliki kasus yang khusus. namun tidak dilakukan karena harga induktor yang mahal dan bentuknya yang besar. Namun. memiliki gain tinggi. Setiap pernyataan yang harus dibuat tentang rangkaian penguat operasional harus memenuhi syarat oleh informasi "loop terbuka" atau "loop tertutup" dan karakter umpan balik harus ditentukan untuk informasi " loop tertutup ".

Arus bias input didefinisikan sebagai: (I + I ) I bias = 1 2 . 16 . Tegangan offset input ( input offset voltage). ada beberapa karakteristik op-amp antara lain: 1. Karakteristik Op-Amp Gain yang tinggi Bandwidth yang lebar Impedansi input yang besar Impedansi output yang kecil Stabil Konsumsi daya yang rendah Noise yang rendah Tipikal 90 dB – 110 dB 4 MHz 2 – 10 M ohm 20 – 100 ohm Tetapi pada prakteknya . Arus bias input (input bias current). Differensial voltage gain (Ad). I os = I1 − I 2 . 5. Merupakan gain bila suatu sinyal input yang sama disupplaykan pada kedua termi nal input opamp. Arus ini adalah arus bias mundur transistor. karena V0 = Ad (V2 – V). Tetapi pada prakteknya akan ada tegangan pada output. tegangan output idealnya harus nol. Arus offset input merupakan perbedaan arus bias input dari kedua terminal input. 2 2. Merupakan gain bila perbedaan sinyal tegangan input disupplaykan pada kedua terminal input. 4. Common mode voltage gain (Ac). 3. Untuk karakteristik ideal op-amp sendiri adalah: Tabel 1: Karakteristik ideal op-amp.Adapun simbol op-amp: Gambar 14: Simbol op-amp. Arus offset input (input offset current). Tegangan offset input didefinisikan sebagai perbedaan tegangan yang harus disupplaykan pada kedua terminal input agar tegangan output sama dengan nol. Bila V1 dan V2 berada pada tegangan yang sama. Pada prakteknya akan ada aliran arus yang mengalir ke dalam kedua input op-amp.

6. dt Gradien akan maximum bila cos (2πft) = 1. Merupakan ukuran waktu yang dibutuhkan untuk mensaklarkan output dari minimum tegangan negatif ke maksimum tegangan positif. dt Jadi SR = 2π f FPBW Vom . 7 Termokopel Thermocouple adalah dua logam yang didekatkan yang apabila terpapar oleh kalor dengan suhu tertentu akan menghasilkan beda potensial. CMRR = Ad / Ac. Perubahan suhu dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses ataupun material pada tingkatan molekul (Wilson. Respon frekuensi: Karakteristik umum respon frekuensi open loop gain dari op-amp adalah seperti berikut ( dalam skala logaritma): 10. V0 = Vom sin (2πft). 7. SVRR = Perubahan dalam tegangan suplai. Perubahan dalam tegangan offset input 8. Merupakan perbandingan antara Ad dan Ac dalam satuan dB. Supply voltage rejection ratio (SVRR). Full power bandwidth (f FPBW). Gambar 15: Respon frekuensi. Sensor suhu adalah device yang dapat melakukan deteksi pada perubahan 16 . Common mode rejection ratio (CMRR). f FPBW merupakan frekwensi terbesar dari tegangan sinus penuh yang dapat dioutputkan op-amp tanpa terjadinya efek slew rate. Dan f FPBW = SR / (2π Vom). II. Termokopel Suhu didefinisikan sebagai jumlah dari energi panas dari sebuah objek atau sistem. Maka: dV0 = 2πfVom . 9. maka gradienya: dV0 = 2πfVom cos( 2πft ) . Jika output. dimana f adalah f FPBW. SR = ∆V / ∆T. Slew rate. 2005).

Tipe N merupakan perbaikan tipe K.magnetik. Dalam perancangan serta penggolongan dari termokopel sendiri sudah diatur oleh Instrument Society of America (ISA). Tipe N (Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy) / Nisil (Ni-Si alloy)) Stabil dan tahanan yang tinggi terhadap oksidasi membuat tipe N cocok untuk pengukuran suhu yang tinggi tanpa platinum. sedikit di bawah tipe K. Tipe J memiliki sensitivitas sekitar ~52 µV/°C e.suhu berdasarkan pada parameter-parameter fisik seperti hambatan. 2003). Lebih murah. Salah satu jenis sensor suhu yang banyak digunakan sebagai sensor suhu pada suhu tinggi adalah termokopel seperti pada Gambar dibawah ini: Gambar 16: Termokopel (Wilson. 2005). 2005) Termokopel merupakan jenis logam yang berbeda disatukan salah satu ujungnya dan ujung tersebut dipanaskan maka akan timbul beda potensial pada ujung-ujung yang lain. tipe E adalah tipe non. c. Tipe J (Iron / Constantan) Rentangnya terbatas (−40 hingga +750 °C) membuatnya kurang populer dibanding tipe K d. hal ini diakibatkan oleh kecepatan gerak elektron dari dua material yang berbeda daya hantar panas sehingga mengakibatkan beda potensial. Tersedia untuk rentang suhu −200 °C hingga +1200 °C. b. Sensitifitasnya sekitar 39 µV/°C pada 900°C. ataupun perubahan voltage (Wilson. 7-1 Tipe-Tipe Termokopel Tersedia beberapa jenis termokopel. yaitu : a. Dapat mengukur suhu di atas 1200 °C. selanjutnya akan dibaca oleh alat ukur temperatur (Fraden. II. Tipe K (Chromel (Ni-Cr alloy) / Alumel (Ni-Al alloy)) Termokopel untuk tujuan umum. Tipe E (Chromel / Constantan (Cu-Ni alloy)) Tipe E memiliki output yang besar (68 µV/°C) membuatnya cocok digunakan pada temperatur rendah. tergantung aplikasi penggunaannya. 16 . Termokopel dibangun berdasarkan Asas Seeback dimana bila dua jenis logam yang berlainan disambungkan ini akan menjadi rangkaian tertutup sehingga perbedaan temperature pada sambungan akan menimbulkan beda potensial listrik pada kedua logam tersebut.

dan yang negatif terbuat dari konstantan. Low pass Filter 16 . Type T (Copper/ Constantan) Cocok untuk pengukuran antara −200 hingga 350 °C. Sering dipakai sebagai alat pengukur alternatif sejak penelitian kawat tembaga. R. Konduktor positif terbuat dari tembaga.43 °C). sensitivitas rendah (10 µV/°C) dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan umum. Type T memiliki sensitifitas ~43 µV/°C II. tetapi karena sensitifitasnya rendah (sekitar 10 µV/°C) mereka biasanya hanya digunakan untuk mengukur temperatur tinggi (>300 °C).f. Rangkaian signal conditioning terbagi dalam 3 blok fungsi: a. Mereka adalah termokopel yang paling stabil. g.  Type B (Platinum-Rhodium/Pt-Rh) dapat mengukur suhu di atas 1800 °C. Rangkaian pengkondisi sinyal berfungsi untuk mengolah sinyal dari transduser termokopel berupa tegangan yang cukup kecil menjadi tegangan yang lebih besar. dan S adalah termokopel logam mulia yang memiliki karakteristik yang hampir sama. 7-2 Rangkaian Pengkondisi Sinyal Termokopel Untuk rangkaian pengkondisi sinyal termokopel sendiri adalah sebagai berikut: Gambar 17: Rangkaian pengkondisi sinyal termokopel. sehingga output dari rangkaian ini dapat dibaca oleh untai Analog Digital Converter (ADC). sensitivitas rendah (10 µV/°C) dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan umum.  Type S (Platinum /Platinum with 10% Rhodium) dapat mengukur suhu di atas 1600 °C. Termokopel tipe B. Karena stabilitasnya yang tinggi Tipe S digunakan untuk standar pengukuran titik leleh emas (1064.  Type R (Platinum /Platinum with 7% Rhodium) dapat mengukur suhu di atas 1600 °C. Tipe B memberi output yang sama pada suhu 0°C hingga 42°C sehingga tidak dapat dipakai di bawah suhu 50°C.

karena output dari termokopel merupakan sinyal berfrekuensi rendah. C1. R10 sebagai Gain Adjustment. Tegangan ini digunakan untuk menentukan suhu terendah yang bisa dibaca alat ukur ini.Termokopel yang terlalu panjang bisa menangkap sinyal liar layaknya sebuah antena. Didalam rangkaian ini terdapat 2 buah potensiometer. berfungsi untuk mengatur besar kecilnya tegangan offset keluaran.Inverting op-amp menggunakan IC OP 07. Penguat tingkat I Penguat Tingkat I adalah rangkaian non. R5. Kami memilih penguat jenis non. besar penguatannya adalah seperti berikut: penguatan saat potensiometer posisi minimal: R10 = 0Ω AIm in = 1 + AIm in = 1 + AIm in = 31 penguatan saat potensiometer posisi maksimal: R10 = 100Ω AIm ax = 1 + AIm ax = 1 + AIm ax = 41 c. Diode zener D1 dan D3 digunakan untuk membatasi input yang masuk ke rangkaian. Tegangan offset adalah tegangan yang timbul pada keluaran saat nilai inputannya nol. R4. Op-amp yang digunakan adalah LF 353 Pada penguat ini nilai gain adalah tetap yaitu sebesar: ( R10 + R11 ) ( 0 + 300) 10 R9 ( R10 + R11 ) R9 10 (100 + 300) 16 . dengan menganggap tegangan offset = 0V. b. dan C2 adalah komponen penyusun low pass filter yang memiliki frekuensi cut off sekitar 3Hz. selain itu sinyal input dari termokopel sebanding dengan kenaikan suhu. berfungsi untuk mengatur besar penguatan pada tingkat ini. karena saat termokopel tidak terhubung input rangkaian signal conditioning menjadi besar sehingga pemanas tidak akan menyala bila alat ini digunakan sebagai pengendali suhu. Resistor pull up 1MΩ berfungsi sebagai pengaman pada saat termokopel putus / tidak terhubung. perlu dipasang sebuah filter untuk menghilangkan sinyal frekuensi tinggi yang tidak lain adalah noise. Penguat tingkat II Penguat tingkat II juga menggunakan penguat non-inverting sama seperti menguat tingkat I.inverting dengan pertimbangan penguat non-inverting memiliki impedansi masukan yang sangat tinggi dan impedansi keluaran yang rendah. R3 sebagai Zero adjustment.

rangkaian signal conditioning memiliki penguatan sebesar: Penguatan saat potensiometer posisi minimal: A = AIm in × AII A = 31× 6.8 Penguatan saat potensiometer posisi maksimal: A = AIm ax × AII A = 41× 6.8 Besarnya penguatan rangkaian signal conditioning adalah 210 – 279 kali. Sedangkan tegangan outputnya sebesar: V0 = Voffset + Vin × A 16 .8 Selanjutnya bila rangkaian di analisis secara keseluruhan.8 A = 278.AII = 1 + AII = 1+ AIm in ( R7 ) ( 68) R8 10 = 6.8 A = 210.

16 . tegangan offset (offset voltage). Semua pembahasan diatas adalah rumusan untuk penguatan op-amp ideal. non-inverter. kecuali kita menambahkan kapasitor secara seri dengan sinyal input (s) untuk memblokir komponen DC. feedback negatif memastikan bahwa operasi op-amp terjadi pada daerah linier (sebagai lawan dari daerah saturasi. Amplifikasi. yaitu terdapat jalur dari output op-amp kembali ke input pembaliknya. Sebagai catatan bahwa keduanya (sinyal AC dan offset DC) termasuk didalam operasi ini. penjumlahan/ pengurangan. Semua konfigurasi op-amp yang telah dibahas memiliki satu kesamaan. dimana tegangan output "dijenuhkan" di salah satu tegangan suplai). Ketika output tidak “dibatasi” ke suplai tegangan.BAB III PENUTUP Operational Amplifier atau op-amp merupakan salah satu komponen analog yang popular digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Umumnya ketidak-idealan op-amp dan bagaimana cara mengatasinya diterangkan pada datasheet opamp dan hal ini spesifik untuk masing-masing pabrikan. dan integrasi/ diferensiasi. Antara lain. integrator dan differensiator. arus bias (bias current). semua adalah operasi linier. Aplikasi op-amp yang paling sering dibuat antara lain adalah rangkaian inverter. arus offset (offset current) dan lain sebagainya. Pada prakteknya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dan ditambahkan pada rangkaian opamp.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->