Definisi Konseling James F.

Adam “Suatu pertalian timbal balik antara 2 orang individu dimana yang seorang (counselor) membantu yang lain (conselee) supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan denfgan masalah-masalah hidup yang dihadapinya waktu itu dan waktu yang akan datang”. jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorangseorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya. Menurut Miller (I. Djumhur dan Moh. Surya, 1975) mengartikan bimbingan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.

2. Menurut United States Office of Education (Arifin, 2003), memberikan rumusan bimbingan sebagai kegiatan yang terorganisir untuk memberikan bantuan secara sistematis kepada peserta didik dalam membuat penyesuaian diri terhadap berbagai bentuk problema yang dihadapinya, misalnya problema kependidikan, jabatan, kesehatan, sosial dan pribadi. Dalam pelaksanaannya, bimbingan harus mengarahkan kegiatannya agar peserta didik mengetahui tentang diri pribadinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

3. Menurut Djumhur dan Moh. Surya, (1975), berpendapat bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.

Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan.

Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan. konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Menurut Mc.rencana. konseling merupakan interaksi yang(a)terjadi antara dua orang individu . 12. Menurut Berdnard & Fullmer . konseling merupakan “a relationship between a trained helper and a person seeking help in which both the skills of the helper and the atmosphere that he or she creates help people learn to relate with themselves and others in more growth-producing ways.1956 . Menurut Pepinsky 7 Pepinsky . 9. .1969. 7.(b)terjadi dalam suasana yang profesional (c)dilakukan dan dijaga sebagai alat untuk memudah kan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien 8.dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut. Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105).motivasi. Menurut Smith.dalan Shertzer & Stone.1974. 11. konseling merupakan suatu pertemuan langsung dengan individu yang ditujukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan lingkungan. Daniel. Menurut Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuat.masing-masing disebut konselor dan klien .” [Hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan. di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh (growth-producing ways).dalam Shertzer & Stone.1974 .6. konseling merupakan suatu proses dimana konselor membantu konselor membuat interprestasi – interprestasi tetang fakta-fakta yang berhubungan dengn pilihan. 10. Menurut Cavanagh.

Pietrofesa (1978) dalam bukunya The Authentic Counselor. Hubungan konseling tidak bermaksud mengalihkan pekerjaan klien pada konselor. proses belajar dari perilaku adaptif.tujuAn konseling Carl Rogers. Butuh proses yang merupakan waktu untuk membantu klien dalam memecahkan masalah mereka. Pada intinya Rogers dengan tegas menekankan pada perubahan system self klien sebagai tujuan koseling akibat dari struktur hubungan konselor dengan kliennya. membuat keputusan dan pemecahan masalah. Koseling Sebagai Hubungan Spesifik Hubungan antara konselor dan klien merupakan unsur penting dalam konseling. Membantu tetap memberikan kepercayaan pada klien dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan mereka. 3. dan empati. pemahaman. 2. mengemukakan dengan singkat bahwa konseling adalah proses yang melibatkan seorang profesional berusaha membantu orang lain dalam mencapai pemahaman dirinya. seorang psikolog humanistik terkemuka. Cormier (1979) lebih memberikan penekanan pada fungsi pihak-pihak yang terlibat. Mereka menegaskan konselor adalah tenaga terlatih yang berkemauan untuk membantu klien. 4. terdapat empat hal yang mereka tekankan. . dan belajar melakukan pemahaman yang lebih luas tentang dirinya yang tidak hanya membuat ”know about” tetapi juga ”how to” sejalan dengan kualitas dan kapasitasnya. sekalipun tidak berbeda dengan rumusan sebelumnya. Konseling Sebagai Proses Konseling sebagai proses berarti konseling tidak dapat dilakukan sesaat. Hubungan koseling harus dibangun secara spesifik dan berbeda dengan hubungan sosial lainnya. Konseling adalah Membantu Klien Hubungan konseling bersifat membantu (helping). dan bukan terjadi hanya dalam satu pertemuan. konseling dapat dilakukan beberapa kali dalam pertemuan secara berkelanjutan. yaitu: 1. Ahli lain. Permasalahan klien yang kompleks dan cukup berat. penghargaan secara positif tanpa syarat. Tujuan akhir konseling pada dasarnya adalah sejalan dengan tujuan hidupnya yang oleh Maslow (1968) disebut aktualisasi diri. tetapi memotivasi klien untuk lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan mengatasi masalahnya. Konseling untuk Mencapai Tujuan Hidup Konseling diselenggarakan untuk mencapai pemahaman dan penerimaan diri. Karena konseling membutuhkan hubungan yang diantaranya perlu adanya keterbukaan. berpandangan bahwa konseling merupakan hubungan terapi dengan klien yang bertujuan untuk melakukan perubahan self (diri) pada pihak klien. Menurut Stefflre dan Grant.

Memahami prinsip-prinsip etik konseling Memiliki kepedulian dan empati terhadap kliennya Memiliki komitmen dan tanggung jawab penuh kepada klien Menerima dan memperlakukan klien secara apa adanya Menghargai martabat dan harga diri klien Menjaga kerahasiaan klien Memenuhi hak klien untuk mengambil keputusan dan menentukan dirinya sendiri. 3. 7. jangan menekan untuk mendapatkan informasi jika klien tidak siap . hak dan martabat klien Lakukan konseling pada tempat yang khusus Jadilah pendengar yang baik. 8. memulai proses konseling dengan membangun hubungan baik dengan klien sehingga tumbuh rasa saling percaya. Menghargai orang lain sebagai manusia yang mampu menemukan solusi-solusi atas persoalannya sendiri dan memandang positif kliennya. 4. dia telah berbuat yang terbaik sesuai dengan kemampuannya. seiring dengan interaksi dan intensitas komunikasi konselor dengan kliennya. 5. Memperoleh kepercayaan klien memerlukan waktu yang panjang. rasa hormat pada harapan. HORMAT Memperlakukan orang sebabagi manusia yang layak dihargai. klien sulit untuk mengungkapkan masalah-masalahnya yang sangat pribadi. 6. bertumbuh dan berpotensi menebarkan pengaruh positif pada kehidupan. dan bersimpati Bersabar. terlepas dari apa yang dilakukannya. 9. apalagi menyangkut persoalan pribadi. sehingga tumbuh sikap saling percaya antara konselor dengan klien. Sikap hormat menyertakan keyakinan bahwa orang yang dibantu memiliki kemampuan untuk menanggung beban kehidupannya. Seyogyanya bagi konselor yang belum terlalu akrab dengan klien. Agenda konselor pada awal konseling adalah membina hubungan baik/rapport terhadap klien. Sungguh tidak mudah jika dua orang yang baru saja saling mengenal dituntut untuk membuka percakapan panjang lebar. Tanpa kepercayaan. Mencegah tindakan moral hazard selama menjalankan tugas sebagai konselor Prinsip-prinsip etik dalam konseling PERCAYA Jika konselor ingin berhasil dalam membantu orang lain. maka ia membutuhkan kepercayaan dari klien.Etika Konseling ETIKA KONSELING DAN SIKAP DASAR KONSELOR TUJUAN PEMBELAJARAN : 1. 2.

sehingga konselor dapat berhubungan dekat dengan klien. Jika hubungan bersifat hangat. Acceptance merupakan kunci untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan untuk menjadi vulnerable (terluka). Namun hal ini tidak berarti bahwa konselor membenarkan atau menetralisasi apa yang salah pada klien. dan secara tepat mengidentifikasi perasaan-perasaannya. menilai sikap dan cara berpikirnya selama ini. mengerti apa yang dirasakannya. Tetapi menempatkan hal-hal yang negatif tadi pada konteks yang tepat.hanya tanyakan pertanyaan yang relevan EMPATI Empati adalah sepenuhnya memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Rasa takut terluka membuat klien menjadi sulit terbuka. kasih dan empatik. Klien akan merasa dihargai. . maka yang muncul adalah sikap tidak mau berubah. yaitu kehidupannya secara utuh sebagai suatu pribadi yang unik. MENCIPTAKAN RASA AMAN Hampir setiap orang merasa aman jika ia sadar ada orang lain yang concern dengan persoalan yang dihadapi. Tidak melihat klien semata-mata berdasarkan kesalahan. dan memiliki new insight Fully acceptance tidak sepenuhnya dapat dicapai oleh Konselor. Sebaliknya jika klien dikritik. klien akan merasa dihargai dan aman untuk berbagi masalah yang sangat pribadi. Jangan menilai ! walau sulit untuk tidak menilai atau menyalahkan orang lain. merasa nyaman. kata-katanya pantas dipertimbangkan. menerima keberadaan kliennya sebagaimana ia ada. yang persoalannya pantas dipecahkan. malah mungkin semakin kental dengan pendapat dan perilakunya sendiri. Tetapi sikap positif yang terencana sengaja dikembangkan dan dipraktekkan oleh karena konselor sadar bahwa melalui cara inilah mereka dapat mengetahui inti persoalan yang sebenarnya. Hubungan semacam ini memungkinkan konselor lebih mampu memahami sudut pandang klien. Berjalan dengan menggunakan sepatu orang lain. namun sesuatu ini yang terus diupayakan. Konselor perlu belajar menghargai dan menghormati orang lain tanpa menyalahkan. MENERIMA Menerima klien sebagaimana adanya. kelemahan dan kegagalannya saja. berpandangan positif terhadap kepribadiannya dan berkembang lebih maju. apalagi bersedia menolong setiap saat. Melalui acceptance yang sejati klien terdorong untuk menemukan kepercayaan dirinya kembali sehingga ia mampu mengenali apa yang sedang terjadi. Seseorang tidak akan membangun hubungan jika melalui penilaian.

Konselor harus tampil secara jujur di depan klien-nya. Bagaimana sikap ini bisa diidentifikasi. misalnya jauh dari suara yang menganggu konsentrasi pembicaraan. Relasi profesional antara konselor dengan klien memang bukan hubungan yang tanpa kompensasi apapun. mengenal nilai-nilai yang dimiliki dan mengikuti nilai-nilai itu secara jujur. . Kepercayaan klien kepada konselor untuk menjaga kerahasiaan menjadi faktor penting untuk menumbuhkan rasa aman tersebut. pamrih dalam konteks ini lebih dipahami sebagai upaya untuk tidak menjadikan klien sebagai obyek semata-mata. konselor perlu konsultasi dengan orang tua atau referal kepada pihak lain. Ju jur pada dirinya sendiri. Namun. Justru kepentingan klien-lah yang menjadi pusat perhatian dan pelayanan konselor. Tulus juga bisa bermakna tanpa pamrih. Menerima orang lain secara tulus berarti tidak berusaha menghakimi. sehingga pembicaraan tidak terdengar orang lain.Untuk membantu orang lain. TULUS Konselor menerima klien-nya secara tulus dan memandangnya dengan sikap positif. Jika konseling harus menghadirkan orang selain klien. Konselor profesional justru mendapat kompensasi yang sangat memadai. Konselor dapat mempersiapkan ruang konseling yang menumbuhkan rasa aman bagi klien. Klien tidak ingin ditipu. Rasa aman juga dapat tumbuh jika klien percaya kepada konselor bahwa kasusnya tidak akan diketahui oleh publik atau orang lain selalin konselor. Jadilah diri anda sendiri. untuk menjadi konselor anda tidak perlu menghilangkan dan mengganti kepribadian anda secara menyeluruh. Klien tidak akan mempercayai anda jika anda berpura-pura menjadi orang yang berbeda dari diri anda sesunggguhnya. maka hendaknya minta ijin kepada klien terlebih dahulu. tidak perlu menunjukkan sikap yang dibuat-buat. Kerahasiaan klien perlu dilindungi. KERAHASIAAN Kerahasiaan terkait dengan hal-hal yang dibicarakan dalam konseling. Klien menganggap anda tidak jujur. Apabila dalam membantu klien. Barangkali konselor memang tidak semata-mata berorientasi pada uang. maka semua ini dilakukan atas persetujuan klien. konselor perlu menciptakan hubungan dan lingkungan yang menjamin klien dapat berbicara secara bebas. namun hasrat dan ambisi untuk mengendalikan dan menguasai klien menjadi bentuk lain dari sifat pemanfaatan tersebut JUJUR Kata kunci yang harus dipegang oleh konselor adalah „menjadi dirinya sendiri‟. tidak perlu diketahui atau dikemukakan kepada pihak lain. dan mudah mengenali sikap pura-pura. tidak dapat disampaikan secara terbuka oleh konselor kepada siapapun termasuk kolega-koleganya. yang dimanfaatkan bagi kepentingan konselor. Jika konseling dilakukan di sebuah lembaga maka lebih baik digunakan ruangan yang tertutup.

dan apa akibatnya jika anda berprasangka Jangan melakukan konseling berdasarkan prasangka diri yang berlebihan. konselor harus memahami dan menghargai perbedaanperbedaan yang berkaitan dengan ras. maka klien harus diberi tahu sesegera mungkin. maka konselor perlu secara tepat menyampaikan kepada orang yang bersangkutan (misalnya klien mengancam orang lain). Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan tentang konseling menjadi penyebab utama ketidakpercayaan diri tersebut. Meski demikian informasi tersebut juga harus disampaikan dengan cara-cara yang tepat. Diskusi tentang kepribadiannya sendiri dengan orang lain akan sangat membantu dalam melakukan konseling terhadap orang lain secara efektif. Apabila klien terkena kasus yang terkait dengan masalah hukum dan harus berhadapan dengan penyidik. budaya. gender. kadang-kadang ada batas-batas kerahasiaan yang layak diperhatikan. Ini akan membantu konselor dalam memahami dirinya sendiri. spiritualitas. Konselor sebaiknya memikirkan bagaimana perbedaan-perbedaan tersebut mempengaruhi dirinya ketika ia berbicara dengan orang yang berbeda latar belakangnya. usia dan berbagai keterbatasan /kelemahan individu. namun di tempat mereka memberi pelayanan dituntut untuk berperan dan menjalankan fungsi sebagai konselor. Dalam prakteknya. Konselor juga harus bertanggung jawab atas keselamatan orang lain dan diri sendiri. Memandang orang lain melalui prasangka sendiri atau bias ego semacam ini nyata-nyata merupakan kerikil yang menghambat kepribadian konselor. Pahami diri sendiri. relawan sosial atau pekerja kemanusiaan yang lain tidak mempunyai latar belakang penidikan formal sebagai konselor. Perasaan konselor terhadap klien . seksualitas. MENGHARGAI PERBEDAAN Dalam membantu dan melayani klien. Kesulitan yang dihadapi konselor Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan Seringkali konselor merasa kurang percaya diri. lebih-lebih bagi konselor pemula. Catatan hasil wawancara hanya boleh diambil atau dilihat bila ada persetujuan klien. apakah anda mempunyai prasangka.Jika kerahasiaan suatu keterangan tidak lagi dapat dijamin yang disebabkan karena adanya tuntutan hukum atau karena pertimbangan-pertimbangan lain yang mungkin dapat membahayakan diri klien. Hasil catatan hendaknya dimusnahkan bilamana konseling telah selesai dilakukan. Jika konselor mengetahui secara etis tidak patut dirahasiakan. Dalam banyak kasus. Bias ego memang tidak bisa dihapuskan sama sekali tetapi dapat dipahami dan diwaspadai. konselor juga harus memberikan informasi yang benar untuk kepentingan penyidikan.

4. Sebagai konselor anda perlu mengatasinya ! salah satu caranya adalah membicarakannya dengan teman sejawat atau supervisor anda. 5. konselor hendaknya : 1. Lanjutan… Di tantang oleh klien Konselor pada suatu saat akan berhadapan dengan situasi dimana klien menantang kehandalan.Karena konselor bukan malaikat. bisa saja konselor mempunyai perasaan cinta kepada kliennya. Gejala kejenuhan Pengambilan keputusan. 3. 3. Pikiran meloncat-loncat ketika berbicara atau menulis. berkaitan masalah yang besar atau kecil menjadi sulit. 2. tanda-tanda atau gejalanya harus kita kenali. Dalam menghadapi sikap klien tersebut. Karena ini merupakan masalah penting bagi para konselor. Lupa akan janji-janji. batas akhir tugas dan jadwal-jadwal. Dalam intensitas relasi dan komunikasi yang berlangsung lama. 5. Tidak bersikap defensif Jangan menganggap rendah diri sendiri Bersiaplah menghadapi pertanyaan-pertanyaan Memahami konteksnya Bersikaplah tegas dan berwibawa Meghindari kejenuhan Kejenuhan seringkali muncul di kalangan para konselor. Kekuatiran yang berlebihan tentang segala hal. Konselor yang bekerja sendirian atau yang mengunjungi sendiri klien di rumahnya adalah orangorang yang lebih rentan. Ledakan kemarahan dan sikap bermusuhan yang tiba-tiba. 1. melainkan manusia biasa maka kadang-kadang ia dapat terpengaruh oleh klien. Jika anda tetap tidk mampu mengatasinya. . Khayalan atau fantasi yang berlebihan “meninggalkan pekerjaan tersebut segera”. Meningkatnya penggunaan obat-obatan untuk pusing atau sakit-sakit ringan lainnya. Konselor kadang-kadang tidak suka kepada klien. 4. konselor bisa terlibat secara emosional. marah ketika menghadapi klien yang berperilaku kasar dan buruk ! Selain perasaan marah. sehingga sebagai konselor kita bisa melakukan antisipasi dan menangani perasaan jenuh tersebut. pengalaman atau status konselor. Klien dalam hal ini ingin menunjukkan dan mendapat jaminan bahwa ia sedang diperlakukan dengan satu cara yang tepat oleh orang yang kompeten. maka rujuklah klien anda kpada konselor lain. 2.

tetapi justru merupakan keputusan bijaksana. Misalnya berbicara dengan rekan sejawat. tetap belajar dari pengalaman untuk dapat bekerja lebih efektif. 3. 6. Jika anda merasa tidak sabar. 2. Anda tidak perlu memandang rendah terhadap diri sendiri. 4. lakukan sesuatu.6. Terbukalah untuk membuat percobaan dengan pendekatan yang berbeda. marah. 3. Memperlihatkan perilaku yang tidak biasa. Ini bukan berarti anda kalah. Cobalah kemungkinan-kemungkinan lain. 5. Lakukan konsultasi dengan konselor lain. Anda harus memikirkan baik kepentingan klien maupun kepentingan anda sendiri. Acuh tak acuh Merasa terbebani Tak sabar dan marah Terus memberi nasehat Terpengaruh secara emosional Tidak kreatif Faktor-faktor yang menyebabkan kejenuhan : 1. Jika perlu berusahalah untuk konseling dengan profesional yang lain. melakukan sesuatu yang bermanfaat. Kalau anda melakukan hal-hal yang sama. Pertimbangkanlah untuk meninggalkan sejenak pekerjaan anda atau meninggalkannya sama sekali dan mencari pekerjaan lain yang tidak perlu menuntut kehidupan emosional anda. Akui kegagalan-kegagalan anda. pantaulah perasaan-perasaan anda sendiri terhadap klien-klien anda. jangan biarkan perasaan anda merajalela. Mungkin anda membutuhkan saran dan pendapat mereka. jika perlu carilah rujukan untuk kasus tersebut. anda akan semakin frustasi. Secara seksama. Beratnya beban kasus Pengetahuan dan ketrampilan yang tidak memadai Manajemen kasus yang tidak efektif Kurangnya dukungan dari pimpinan Pengembangan staf dan kebijaksanaan kesejahteraan staf yang tidak memadai MENANGANI KEJENUHAN : Jangan melanjutkan hal yang sama jika anda tidak mengalami kemajuan. 4. 2. 7. . 5. tertekan. Terus melanjutkan pekerjaan anda dalam perasaan jenuh akan memperburuk situasi anda sendiri maupun orang-orang yang anda layani. Banyak mengungkapkan hal-hal sedih dan merasa tidak mampu. Tanda-tanda lain yang lebih mudah dikenali : 1.

Hadirlah dalam seminar atau lokakarya untuk memperluas pengetahuan anda. kecuali dalam situasi krisis.cahayainsani. saling berkonsultasi.LANGKAH PENCEGAHAN : Memeriksa diri secara berkala perasaan-perasaan anda. Tidak bijaksana jika anda bersedia menerima telepon atau kedatangan klien di rumah. Perkuat relasi-relasi anda. dengan teman-teman. liburan atau kegiatan pribadi lainnya. Mengembangkan diri anda sendiri. Ikuti pelatihan dari sejumlah lembaga secara berkelanjutan. Jangan lupa anda juga butuh ber-relasi dengan orang-orang yang tidak berkaitan dengan pekerjaan anda. Buatlah pendekatan Tim.com/578/etika-konseling-yatim . Sediakan waktu untuk diri anda sendiri dan keluarga. Jangan anggap diri sendiri sebagai sang penyelamat yang harus menolong setiap orang yang anda jumpai. karena bekerja dengan klien mungkin akan membawa anda untuk terlibat dalam berbagai aktivitas klien. Bergabunglah dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh himpunan-himpunan profesi. Atur dan seleksi-lah jenis masalah apa yang tepat anda tangani sesuai dengan jangkauan ketrampilan anda. Lakukan manajemen waktu secara lebih efektif. Pisahkan pekerjaan dari kehidupan pribadi. http://www. sesama profesional dan keluarga. Lakukan konsultasi dan supervisi dengan ahli-ahli yang lebih berpengalaman secara teratur. bekerjalah bersama-sama dengan kolega. Anda tidak perlu mengharapkan diri anda sendiri untuk melakukan hal-hal yang melampaui ketrampilan dan bekal yang anda miliki. anda didikte oleh kasus-kasus. Bacalah artikel dari berbagai sumber berita atau buku-buku yang dapat mendukung peningkatan ketrampilan anda. Ada membutuhkan dukungan dari sejumlah teman. Perjelas harapan-harapan anda. sahabat dan kolega anda. Aturlah kasus-kasus yang anda tangani. Jangan terlalu membenamkan diri dalam pekerjaan. Jangan sebaliknya. Pahami dengan benar pekerjaan anda. Bentuklah kelompok pendukung untuk saling membagi pengalaman dan belajar bersama. rekreasi. Buatlah rencana untuk istirahat. sementara anda mengabaikan urusan-urusan pribadi. Bersikap-lah realistis terhadap ketrampilan-ketrampilan anda. Buatlah suatu rencana pengembangan diri. baca buku tentang manajemen stress lakukan pengelolaan diri secara lebih tepat.

Faktor sosial. Suasana perilaku. Situasi Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya. Stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku. 7. Faktor ekologis (iklim atau kondisi alam). 2. misal cara berpakaian dan cara berbicara. sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya : 1. Latar Belakang Budaya Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya. 8. Faktor rancangan dan arsitektural (penaataan ruang). Ikatan kelompok atau group. . Harapan Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan. Ikatan Kelompok atau Group Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan. Teknologi. mencakup sistem peran. 3. 4. 5. Latar belakang budaya. Pendidikan Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan. 4. Harapan. 6. Faktor temporal. misal keadaan emosi. 3.Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi May 4th. struktur sosial dan karakteristik sosial individu. 2009 lusa Leave a comment Go to comments Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang diharapkan. Pendidikan. 5. Situasi. Faktor situasi ini adalah: 1. 2.

Tulisan Sejenis : 1. Proses Komunikasi 4. 2004. Komunikasi Terapeutik 9. Pengantar Ilmu Komunikasi. DR. 2008. 2006. Jakarta: PT Grasindo. Yogyakarta: Fitramaya. Hubungan Antar Manusia (Human Relation) 8.. Komunikasi Kebidanan. Cetakan Ketiga. massofa. dkk. Latihan Soal Komunikasi dan Konseling Kebidanan Bagian II . Konseling 10. Unsur-Unsur Komunikasi 6. Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication) 3. Vardiyansah. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan.Referensi Christina. dkk. Pengertian Komunikasi 7.wordpress.. Wiryanto.. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gizi Ibu Hamil 2. Jakarta: EGC. Bogor: Ghalia Indonesia.com/2008/03/26/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-dalamberkomunikasi// diunduh 27 Maret 2009. Komponen Komunikasi 5. Tyastuti. Pengantar Ilmu Komunikasi. 2003.