P. 1
PRINT Tugas Kelompok IPS Bab 10

PRINT Tugas Kelompok IPS Bab 10

|Views: 192|Likes:
Published by adeeess

More info:

Published by: adeeess on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2013

pdf

text

original

KELOMPOK 10 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PARTISIPASI SOSIAL

NAMA KELOMPOK :
• • •

Ade Supriyatna (1286206293) Neni Haryani (1286206289) Riska Arum Rustiatin (1286206273)

Kelas : 1.G

Prodi : PGSD

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

KEPEKAAN SOSIAL
Secara istilah “kepekaan” berasal dari kata sensitive yang berarti mudah merasa suatu kondisi seseorang yang mudah bereaksi terhadap suatu keadaan. Apabila dikaitkan dengan kondisi sosial maka istilahnya menjadi kepekaan sosial, kondisi seseorang yang mudah bereaksi terhadap masalah sosial. Pengertian ini berkaitan dengan istilah kesadaran sosial agar kemampuan siswa jadi paham dan peka terhadap aspek politik, sosial dan ekonomi di masyarakatnya.

CARA MENGEMBANGKAN KEPEKAAN SOSIAL UNTUK

MENGANTISIPASI, MEMPERSIAPKAN DAN SEKALIGUS MENGADAKAN PERUBAHAN SOSIAL

Agar kondisi kepekaan sosial dapat terjadi pada siswa dalam pembelajaran perlu diperkenalkan konsep, norma, prinsip, nilai, sosial yang erat dengan kehidupan siswa dan perlu ada pemecahan masalah secara segera seperti kemiskinan, suap, kejahatan kriminal, pungli, kebodohan, pengangguran, korupsi dan sebagainya.

CARA AGAR PARA SISWA MEMILIKI KEPEKAAN

TERHADAP MASALAH SOSIAL SEBAGAI PERSIAPAN UNTUK MEMASUKI KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG SEBENARNYA

Para siswa perlu dibelajarkan kepekaannya sejak mereka berada di lembaga persekolahan. Asumsi dasar teori belajar sosial dari bandura (1997) menyatakan bahwa perilaku individu yang berbeda dapat dipelajari melalui proses pengkondisian kelas ,proses peran perilaku dan proses pengamatan.

MENGEMBANGKAN STRATEGI KETERAMPILAN KEPEKAAN SOSIAL DILAKUKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Kepekaan sosial muncul karena ada pengalaman individu dari waktu sebelumnya. Upaya guru adalah mengklarifikasi dan mengembangkan pengalam tersebut di kelas dalam proses pembelajaran . kepekaan sosial akan terjadi apabila setiap guru melibatkan semua siswa dalam aktivitas pembelajaran di kelas maupun di luar sekolah secara terencana dan terprogram.

Jarolimek dan Parker (1993) mengemukakan sejumlah aktivitas agar siswa memiliki kepekaan sosial melalui pendidikan seni, drama bahkan olah raga. Aktivitas kelas terserbut akan memberi kontribusi terhadap pencapaian tujuan IPS antara lain : menarik perhatian siswa, mengembangkan sejumlah kemampuan berpikir, memberikan arah dan tujuan belajar ,melakukan sosialisasi program, bekerja dan menilai serta kemampuan lain yang dapat melatih kepekaan sosial.

AKTIVITAS PEMBELAJARAN YANG MELIBATKAN SISWA Kriteria pertimbangan guru IPS untuk aktivitas proses pembelajaran di kelas, kegiatan itu hendaknya : 1. Bermanfaat untuk mencapai tujuan IPS, 2. Dapat memperluas wawasan dan arti konsep, 3. Menuntut siswa untuk berpikir dan merencanakan sesuatu secara seksama, 4. Sesuai dengan kemampuan siswa, 5. Bahan-bahan yang diperlukan tersedia, 6. Waktu dan tenaga yang dihabiskan dapat diimbangi oleh hasil belajar yang diperoleh.

MUSIK DAPAT MENINGKATKAN KEPEKAAN SOSIAL BAGI PARA SISWA Menurut Jarolimek dan Parker (1993), kegiatan musik cukup penting bagi pembelajaran IPS agar siswa dapat memperluas pengetahuan ras dan budaya, baik pada masa lampau maupun masa kini. Bermacam jenis nyanyian dan musik ada hubungannya dengan sejarah perjuangan dan budaya bangsa kita. Ekspresi musik merupakan pengalaman emosional sehingga memberikan ispirasi bagi semangat patriotisme, cinta tanah air, loyalitas dan kesetiaan kepada bangsa dan negara.

BENTUK

UNGKAPAN PERASAAN DALAM IPS

Ada dua bentuk ungkapan perasaan yang digunakan dalam IPS yakni bersifat pribadi dan fungsional. 1. Ungkapan bersifat pribadi adalah bentuk ungkapan yang berupa ide dan karya seni yang memberikan kepuasan dari pengalaman yang diperoleh oleh siswa. 2. Ungkapan bersifat fungsional adalah bentuk pengungkapan perasaan yang menekankan pada aspek hasil sebagai akibat dari proses aktivitas.

Kosasih Djahiri (1979) mengemukakan beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kegiatan partisipasi sosial, sebagai berikut : 1. Kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan siswa memiliki timbal balik, 2. Kegiatan tersebut akan mendapat bantuan dan dukungan selama itu bersifat positif, 3. Kegiatan tersebut akan mengembangkan intelektual, etika, dan moral siswa, 4. Kegiatan tersebut akan membentuk siswa memiliki kemampuan untuk belajar bermasyarakat, 5. Agar kegiatan tersebut berhasil hendaknya disusun secara sistematis dan terorganisir.

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PARTISIPASI
SOSIAL
1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Penetapan tujuan instruksional, Pembelajaran konsep, Penentuan topik untuk proyek partisipasi, Pembuatan skenario pilihan partisipasi, Diskusi kelas, Latihan dan persiapan proyek partisipasi, Pelaksanaan proyek partisipasi, Membuat laporan kerja, Diskusi kelas, Penyimpulan proyek.

Welton dan mallan (1988) menyarankan untuk belajar berpartisipasi di dalam masyarakat, maka siswa perlu dibelajarkan dalam IPS tentang sejumlah keterampilan, sebagai berikut:  Bekerja dalam kelompok secara efektif, meliputi belajar mengorganisir, merencanakan, mengambil keputusan, dan mengambil tindakan,  Melakukan kompromi,  Berusaha memperbanyak pengalaman dalam situasi budaya yang berbeda-beda,  Bersikap sabar dan tekun dalam bekerja untuk mencapai tujuan.

BENTUK KEGIATAN PARTISIPASI SOSIAL YANG DAPAT DIBELAJARKAN DALAM IPS Sejumlah bentuk kegiatan kemasyarakatan antara lain sebagai berikut:  Kegiatan sosial politik,  Proyek kemasyarakatan,  Proyek sosial (sukarelawan),  Studi kemasyarakatan,  Permagangan,  Program model. Guru dapat memilih dan menyesuaikan kegiatan tersebut sesuai dengan karakteristik siswa.

ADA SEJUMLAH PERTIMBANGAN SEBELUM
MELAKUKAN PERMAINAN UNTUK MELAKUKAN PARTISIPASI SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Apakah tujuan pembelajaran yang akan dicapai melalui permainan? Apakah situasi sesungguhnya yang dapat digunakan untuk menggambarkan tujuan?

Bagaimana urutan peristiwa dan berapa lama waktu yang diperlukan?

Siapa dan berapa banyak yang akan dilibatkan? Apakah tujuan dari setiap pemain?

Bagaimana setiap pemain saling berinteraksi?
Bagaimana peran guru menyelenggarakan suatu peran ini? dalam

HATUR NUHUN TERIMAKASIH SEMOGA BERMANFAAT

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->