P. 1
Pengertian Sumber Belajar

Pengertian Sumber Belajar

|Views: 95|Likes:

More info:

Published by: Agung Pradana Izhiver on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

Pengertian Sumber Belajar Sering kita dengar istilah sumber belajar, orang juga banyak yang telah memanfaatkan

sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar. Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru. Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004) Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Dengan demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku. Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut. 1. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya. 2. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya. 3. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya. 4. Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar. 5. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.

peristiwa bencana. Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai: 1. orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa. dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar. Bahan ajar merupakan informasi. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. . Pengertian Bahan Ajar Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas. dan atau buku hanya sekedar tempat. menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. alat dan teks yang diperlukan guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Pendapat lain mengatakan sebagai berikut. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran. benda. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu. 2. terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan. Bahan ajar atau teaching-material. Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan belajar yang efektif. Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar. dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. misalnya peristiwa kerusuhan. 3. orang. bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran.6. Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. benda. sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.

Dalam hal ini. Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Apabila bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum tidak ada ataupun sulit diperoleh. Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild).Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). film bisu (Stummfilm). 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar. 3. Sedangkan Bernd Weidenmann. artinya bahan belajar yang akan kita kembangkan harus sesuai dengan kurikulum. bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext. namun bagaimana untuk mencapainya dan apa bahan ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada para pendidik sebagai tenaga profesional. dapat berupa Lembar Kerja (LK) Evaluasi Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi Mengapa guru perlu mengembangkan Bahan Ajar? Terdapat sejumlah alasan. ataupun penggalian informasi dari narasumber baik orang ahli ataupun teman sejawat. video bisu (Stummvideo). standard kompetensi lulusan telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk mengembangkan bahan ajar. piringan hitam (Schallplatte). 6. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) Kompetensi yang akan dicapai Content atau isi materi pembelajaran Informasi pendukung Latihan-latihan Petunjuk kerja. ketersediaan bahan sesuai tuntutan kurikulum. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. maka membuat bahan belajar sendiri adalah suatu keputusan yang bijak. referensi dapat diperoleh dari berbagai sumber baik itu berupa pengalaman ataupun pengetahauan sendiri. karakteristik sasaran. pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk). kaset (Tonkassette). 2. Pengembangan bahan ajar harus memperhatikan tuntutan kurikulum. Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain : 1. 7. 4. 5. dan tuntutan pemecahan masalah belajar. Demikian pula referensi dapat kita . yakni antara lain. Kedua yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart. program komputer (Computer-Lernprogramm). pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau).dan film/video. mengapa guru perlu untuk mengembangkan bahan ajar. Pada kurikukulum tingkat satuan pendidikan. mit und ohne Abbildung). 8. gambar (Wandbild). guru dituntut untuk mempunyai kemampuan mengembangkan bahan ajar sendiri.

pengembangan bahan ajar harus dapat menjawab atau memecahkan masalah ataupun kesulitan dalam belajar. ketiga. yakni antara lain. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Apabila materi pembelajaran yang akan disampaikan bersifat abstrak. geografis. Pertimbangan lain adalah karakteristik sasaran. asing. yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa. lingkungan sosial. kemampuan awal yang telah dikuasai. Kesulitan tersebut dapat saja terjadi karena materi tersebut abstrak. Demikian pula materi yang rumit. maka bahan ajar harus mampu membantu siswa menggambarkan sesuatu yang abstrak gersebut. maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik siswa sebagai sasaran. Namun demikian. skema. 2. Selanjutnya. rumit. Untuk itu. Untuk mengatasi kesulitan ini maka perlu dikembangkan bahan ajar yang tepat. media masa. menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar. Untuk itu. dll. kalaupun bahan yang sesuai dengan kurikulum cukup melimpah bukan berarti kita tidak perlu mengembangkan bahan sendiri. Bahan ajar yang dikembangkan orang lain seringkali tidak cocok untuk siswa kita. Tujuan Bahan ajar disusun dengan tujuan: 1. dll. foto. harus dapat dijelaskan dengan cara yang sederhana. karakteristik sasaran juga mencakup tahapan perkembangan siswa. pertama. Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa. Selain lingkungan sosial. misalnya dengan penggunaan gambar. . Manfaat Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru mengembangkan bahan ajar sendiri. kedua. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar 1. dll. keempat. misalnya. budaya. sehingga menjadi lebih mudah dipahami.peroleh dari buku-buku. bagan. Ada sejumlah alasan ketidakcocokan. dan geografis. latar belakang keluarga dll. diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. 3. dsb. internet. Membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh. bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi. Terdapat sejumlah materi pembelajaran yang seringkali siswa sulit untuk memahaminya ataupun guru sulit untuk menjelaskannya. tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh. 2. budaya. sesuai dengan tingkat berfikir siswa. maka bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik sasaran. minat.

. Perkataan seorang guru seperti ’ya benar’ atau ‚’ya kamu pintar’ atau. akan lebih berbekas pada ingatan siswa. Misalnya untuk menjelaskan konsep pasar. maka mulailah siswa diajak untuk berbicara tentang pasar yang terdapat di tempat mereka tinggal. Di antara prinsip pembelajaran tersebut adalah: Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit. Pengulangan akan memperkuat pemahaman. kita bisa membawa mereka untuk berbicara tentang berbagai jenis pasar lainnya. sesuatu informasi yang diulang-ulang. maka siswa akan mendapatkan manfaat yaitu. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa Seringkali kita menganggap enteng dengan memberikan respond yang sekedarnya atas hasil kerja siswa. jangan lupa berikan umpan balik yang positif terhadap hasil kerja siswa. Siswa akan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru. Untuk itu. Dalam pembelajaran. walaupun maksudnya sama. Siswa juga akan mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.’itu benar.kelima. pengulangan sangat diperlukan agar siswa lebih memahami suatu konsep. Di samping itu. namun akan lebih baik kalau begini…’ akan menimbulkan kepercayaan diri pada siswa bahwa ia telah menjawab atau mengerjakan sesuatu dengan benar. Artinya. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar Pengembangan bahan ajar hendaklah memperhatikan prinsisp-prinsip pembelajaran. Dengan tersedianya bahan ajar yang bervariasi. misalnya tulisan tersebut dapat diajukan untuk menambah angka kredit ataupun dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan. Padahal respond yang diberikan oleh guru terhadap siswa akan menjadi penguatan pada diri siswa. Siswa akan lebih mudah memahami suatu konsep tertentu apabila penjelasan dimulai dari yang mudah atau sesuatu yang kongkret. guru juga dapat memperoleh manfaat lain. Setelah itu. Namun pengulangan dalam penulisan bahan belajar harus disajikan secara tepat dan bervariasi sehingga tidak membosankan. bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya. Sebaliknya. Dalam prinsip ini kita sering mendengar pepatah yang mengatakan bahwa 5 x 2 lebih baik daripada 2 x 5. dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak. respond negatif akan mematahkan semangat siswa. sesuatu yang nyata ada di lingkungan mereka. kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.

foto/gambar. dan compact disk audio. memberi contoh. Pembelajaran adalah suatu proses yang bertahap dan berkelanjutan. akan memberitahukan kota tujuan akhir yang ingin dicapai. guru ibarat pemandu perjalanan. yaitu bahan cetak (printed) seperti antara lain handout. sehingga kita menjadi tahu sudah sampai di mana dan berapa jauh lagi kita akan berjalan. sesuai dengan karakteristik siswa. Dalam pembelajaran. setiap anak akan mencapai tujuan tersebut dengan kecepatannya sendiri. namun juga anak tangga yang terlalu kecil terlampau mudah melewatinya. namun mereka semua akan sampai kepada tujuan meskipun dengan waktu yang berbeda-beda. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset. Dalam bahan ajar. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk. kota-kota apa saja yang akan dilewati. Untuk itu. Dengan demikian. maka salah satu tugas guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah memberikan dorongan (motivasi) agar siswa mau belajar. semua peserta dapat mencapai kota tujuan dengan selamat. Demikian pula dalam proses pembelajaran. akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu. dll. Untuk mencapai suatu standard kompetensi yang tinggi. Inilah sebagian dari prinsip belajar tuntas. sepanjang perjalanan kita akan melewati kota-kota lain. menjelas tujuan dan manfaat. setahap demi setahap. film. buku. semakin lebar anak tangga semakin sulit kita melangkah. anak tangga tersebut dirumuskan dalam bentuk indikator-indikator kompetensi. bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat kategori. lembar kerja siswa. Kita akan senang apabila pemandu perjalanan kita memberitahukan setiap kota yang dilewati. Ibarat menempuh perjalanan jauh. antara lain dengan memberikan pujian. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted . dan memberitahukan pula sudah sampai di mana dan berapa jauh lagi perjalanan. Pemandu perjalanan yang baik. radio. leaflet. memberikan harapan. brosur.Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar Seorang siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan lebih berhasil dalam belajar. wallchart. Mencapai tujuan ibarat naik tangga. maka guru perlu menyusun anak tangga tujuan pembelajaran secara pas. Banyak cara untuk memberikan motivasi. model/maket. Ibarat anak tangga. Jenis Bahan Ajar Berdasarkan teknologi yang digunakan. piringan hitam. modul. bagaimana cara mencapainya. ataupun menceritakan sesuatu yang membuat siswa senang belajar. Untuk itu. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong siswa untuk terus mencapai tujuan. untuk mencapai kota yang dituju. perlu dibuatkan tujuan-tujuan antara.

Susunannya menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu 5. Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca di mana saja 6. Untuk bahan ajar non-cetak akan dibahas pada buku pedoman tersendiri. atau menyadur dari sebuah buku. dan leaflet. antara lain hand out. antara lain dengan cara download dari internet. b. sehingga memudahkan bagi seorang guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang sedang dipelajari 2. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit 3. modul. 1. Handout biasanya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/ KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri Kita mengenal berbagai jenis bahan ajar cetak. buku diartikan sebagai: Book is number of sheet of paper. Handout adalah pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara. Buku adalah sejumlah lembaran kertas baik cetakan maupun kosong yang dijilid . handout is prepared statement given. Bahan Ajar Cetak (Printed) Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. membuat sketsa 7. either printed or blank. dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials). seperti menandai. Bahan tertulis dapat dinikmati sebagai sebuah dokumen yang bernilai besar 8. Jika bahan ajar cetak tersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan beberapa keuntungan seperti yang dikemukakan oleh Steffen Peter Ballstaedt. fastened together in a cover. Buku Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan buah pikiran dari pengarangnya. Oleh pengarangnya isi buku didapat dari berbagai cara misalnya: hasil penelitian. Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara. Menurut kamus Oxford hal 389. atau hasil imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. mencatat. aktualisasi pengalaman. Menurut kamus oxford hal 94. Selanjutnya pada buku pedoman ini hanya akan dibahas tentang bahan ajar cetak. a. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan aktivitas. brosur. buku. poster. compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif.Instruction). 1994 yaitu: 1. Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dipindah-pindah secara mudah 4. otobiografi. hasil pengamatan. Handout Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi.

dan seterusnya. Buku sebagai bahan ajar merupakan buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis. Buku pelajaran berisi tentang ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang akan dicapainya. d. dilengkapi dengan ilustrasi. sehingga modul berisi paling tidak tentang: • • • • • • • • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) Kompetensi yang akan dicapai Content atau isi materi Informasi pendukung Latihan-latihan Petunjuk kerja. Buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti. dapat berupa Lembar Kerja (LK) Evaluasi Balikan terhadap hasil evaluasi Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. buku fiksi akan berisi tentang fikiran-fikiran fiksi si penulis.dan diberi kulit. Dengan demikian maka modul harus menggambarkan KD yang akan dicapai oleh peserta didik. langkahlangkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Sedangkan tugas praktis dapat berupa kerja laboratorium atau kerja lapangan. misalnya survey tentang harga cabe dalam kurun waktu tertentu di suatu tempat. Tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis. Modul Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Tugas-tugas sebuah lembar kegiatan tidak akan dapat dikerjakan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. kemudian membuat resume untuk dipresentasikan. disajikan secara menarik dilengkapi dengan gambar dan keteranganketerangannya. menarik. Tugas teoritis misalnya tugas membaca sebuah artikel tertentu. c. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk. disajikan dengan menggunakan bahasa yang baik. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih KD dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Keuntungan adanya lembar kegiatan adalah bagi guru. memudahkan guru dalam . Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pembelajaran apa saja. isi buku juga menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya. Lembar kegiatan siswa Lembar kegiatan siswa (student worksheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.

tikus dan lingkungannya. dan bagaimana cara menggunakannya. Dalam menyiapkannya guru harus cermat dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. maka brosur dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar. Agar wallchart terlihat lebih menarik bagi siswa maupun guru. Foto/Gambar Foto/gambar memiliki makna yang lebih baik dibandingkan dengan tulisan. karena bentuknya yang menarik dan praktis. Wallchart biasanya masuk dalam kategori alat bantu melaksanakan pembelajaran. Leaflet sebagai bahan ajar juga harus memuat materi yang dapat menggiring peserta didik untuk menguasai satu atau lebih KD. Sebagai contoh wallchart tentang siklus makhluk hidup binatang antara ular. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi dan menggunakan bahasa yang sederhana. biasanya berupa bagan siklus/proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. Ilustrasi dalam sebuah brosur akan menambah menarik minat peserta didik untuk menggunakannya. Leaflet A separate sheet of printed matter. diajarkan untuk berapa lama.melaksanakan pembelajaran. Foto/gambar sebagai bahan ajar tentu saja diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai . maka brosur didesain hanya memuat satu KD saja. e. h. f. karena sebuah lembar kerja harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai/ tidaknya sebuah KD dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian. Karena didesain sebagai bahan ajar. 1996) Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. Wallchart Wallchart adalah bahan cetak. Agar lembaran brosur tidak terlalu banyak. namun dalam hal ini wallchart didesain sebagai bahan ajar. Brosur Brosur adalah bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi lengkap tentang perusahaan atau organisasi (Kamus besar Bahasa Indonesia. bagi siswa akan belajar secara mandiri dan belajar memahami dan menjalankan suatu tugas tertulis. Balai Pustaka. maka wallchart harus memenuhi kriteria sebagai bahan ajar antara lain bahwa memiliki kejelasan tentang KD dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. selama sajian brosur diturunkan dari KD yang harus dikuasai oleh siswa. often folded but not stitched (Webster’s New World. Edisi Kedua. Mungkin saja brosur dapat menjadi bahan ajar yang menarik. singkat serta mudah dipahami. maka wallchart didesain dengan menggunakan tata warna dan pengaturan proporsi yang baik. g. 1996).

Mulai dari anak tukang sapu jalan. Gambar bermakna dan dapat dimengerti. tidak salah pengertian.org ini akan membantu memberikan sedikit jawaban sesuai dengan kondisi yang ada. Sehingga jangan sampai gambar miskin informasi yang berakibat penggunanya tidak belajar apa-apa. Sehingga. Foto/gambar yang didesain secara baik dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. anak pak tani. anak tukang dagang martabak mesir. anak bisnismen. Sebuah gambar yang bermakna paling tidak memiliki kriteria sebagai berikut: • • • Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. Kegunaan/Manfaat/Fungsi Sekolah Dan Kuliah (Pendidikan Formal) Di Indonesia Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara adalah sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia. Bahan ajar ini dalam menggunakannya harus dibantu dengan bahan tertulis. Bahan tertulis dapat berupa petunjuk cara menggunakannya dan atau bahan tes. Menurut Weidenmann dalam buku Lehren mit Bildmedien menggambarkan bahwa melihat sebuah foto/gambar lebih tinggi maknanya dari pada membaca atau mendengar. Lengkap. dan dari melihat yang diingat 30%. Melalui membaca yang dapat diingat hanya 10%. dari mendengar yang diingat 20%.melihat sebuah atau serangkaian foto/gambar siswa dapat melakukan sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih KD. anak tukang jambret. rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran. bahannya diambil dari sumber yang benar. si pembaca gambar benarbenar mengerti. Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak (Biar Pintar) . Sehingga gambar tidak hanya sekedar gambar yang tidak mengandung arti atau tidak ada yang dapat dipelajari. dan sebagainya harus bersekolah minimal selama 9 tahun lamanya hingga lulus SMP. Mungkin banyak dari kita yang mempertanyakan apakah sebenarnya fungsi pendidikan formal tersebut. anak pejabat tinggi negara. Kenapa kita harus sekolah dan mengapa semakin tinggi jenjang pendidikan kita maka semakin baik? Manfaat dan Fungsi Belajar di Sekolah dan di Perguruan Tinggi : 1. Situs organisasi.

dan lain sebagainya maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. . guru. menganalisa. Dengan begitu padatnya jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik. Menggembleng dan Memperkuat Mental. Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Dengan memiliki teman maka kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan baik. Fisik dan Disiplin Dengan mengharuskan seorang siswa atau mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. Orang yang tidak sekolah biasanya tidak memiliki kemampuan akademis yang baik sehingga dapat dibedakan dengan orang yang bersekolah. Yang mengubah diri seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri. famili. logika. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas hubungan sosial seorang siswa. 3. Jika disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dengan bersekolah yang rajin akan membuat bangga orang tua. 4. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri.Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal. 5. maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam mendapatkan pekerjaan tersebut. saudara. 2. dan lainlain. memecahkan masalah. memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Memperkenalkan Tanggung Jawab Tanggung jawab seorang anak adalah belajar di mana orangtua atau wali yang memberi nafkah. Sebagai Identitas Diri Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar. Kehidupan yang ada di masa depan tidaklah semudah dan seindah saat ini karena dibutuhkan perjuangan dan kerja keras serta banyak ilmu pengetahuan. Tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman di mana di antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya. 6.

. Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan: (a) mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik dan (b) mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. di perguruan tinggi selama 4 tahun makan waktu yang diperlukan untuk meraih gelar sarjana yaitu sekitar kurang lebih 16 tahun. (b) memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung. 4. (b) penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit. sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah. dan (b) memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya. Memungkinkan belajar secara seketika. Sumber belajar memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara: (a) perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis. yaitu: (a) mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit.Memang proses belajar manusia sangat lama dan panjang. dan (b) pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian. dengan jalan: (a) meningkatkan kemampuan sumber belajar. 2. 3. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual. Lebih memantapkan pembelajaran. 5. Bayangkan saja jika sekolah dasar (SD) memakan waktu 6 tahun. sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas selama 6 tahun. dengan cara: (a) mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.

kemudian makin mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit. (pemanfaatan sumber belajar) Peranan sumber belajar dalam proses belajar saat ini masih belum optimal. Misalnya dalam 50 menit belajar. 13% indera pendengaran. 3. maka sumber belajar dapat berfungsi sebagai berikut: 1. oleh karena itu dalam proses kegiatan belajar mengajar hendaklah diarahkan pada peningkatan proses belajar dalam diri peserta didik baik secara langsung (ada pendidik) atau secara tidak langsung. Dapat memberi pengalaman belajar langsung dan kongkrit 2. maka pada awal belajar attention span-nya berkisar antara 12-15 menit. melainkan lingkungan sekitar. Menurut Percival dan Ellington (1984) bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah (attention span) makin lama makin menurun drastis. Menimbulkan kegairahan belajar. Keterbatasan dalam penggunaan sumber belajar terjadi karena metode belajar yang utama hanyalah metode ceramah atau kuliah yang verbalistis dan tidak efektif. Menambah dan memperluas cakrawala sajian. Memberi informasi yang akurat dan terpadu. dan 6% indera penciuman dan lidah. 4. dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis. Berdasarkan uraian tersebut di atas. Pendidik bukanlah satu-satunya sumber belajar. 6% indera sentuhan dan rabaan. menyatakan bahwa: 75% pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan. 2. dilihat secara langsung. Memungkinkan sesuatu yang tidak bisa diadakan. Dengan melihat potensi yang dimiliki sumber belajar yang demikian besar untuk pencapaian tujuan pendidikan. itupun tidak selalu seluruh isi buku tersebut relevan dengan isi dan tujuan yang ingin dicapai. dikunjungi. Fungsi-fungsi di atas sekaligus menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa. Lingkungan yang sudah dirancang oleh pendidik untuk disajikan dalam proses belajar mengajarnya akan memberikan peluang kepada peserta didik untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya. sumber belajar lain yang digunakan hanya buku. manusia sumber (nara sumber) juga dapat dijadikan pegangan dalam memecahkan masalah. Menurut Hijrah Saputra (2008) fungsi sumber belajar adalah : 1.6. Disamping itu British Audio Visual Association (1985). Biasanya selain pendidik. Memungkinkan adanya interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungan. Dengan interaksi tersebut peserta . Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas. Gairah belajar akan timbul karena bukan hanya guru saja yang dapat dijadikan tumpuan untuk memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Hal ini mengingat sumber belajar memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan dan memperjelas materi pelajaran yang akan disampaikan pada peserta didik. penyelenggaran proses belajar mengajar hendaknya dicari dan digunakan secara tepat berbagai sumber belajar guna memudahkan pencapaian tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

Ciptakan dan jaga perhatian. karena bahan tersebut merupakan bahan yang dapat menyajikan isyarat-isyarat dan tekanan bagi berbagai pesan baru. Arahkan proses belajar dengan menggunakan bahan-bahan visual. 2. audio. 3. (Sudjarwo. Peserta didik yang dihadapkan pada sumber belajar secara langsung akan dapat menafsirkan sendiri tentang hakekat atau pengertian sesuatu itu. Komponen sumber belajar tidak bisa lepas dalam proses belajar mengajar apabila menginginkan suatu keberhasilan pengajaran. lebih-lebih nilai pengalaman yang diperolehnya itu langsung dari sumbernya akan terkesan dan tetap akan mengakar pada pikirannya untuk waktu yang relatif lama. Ciptakan komunikasi dua arah yang fair dan seimbang. Tanpa adanya perhatian maka proses belajar mengajar tidak akan terjadi. Keenam kejadian tersebut di atas dapat dibentuk oleh sumber belajar yang dimanfaatkan. dan diterapkan secara tepat. dipilih. karena dengan cara seperti nilah fungsi transfer of learning yang sesungguhnya terjadi. kemudian tingkat ketertarikan tersebut perlu dijaga terus sampai berakhirnya proses belajar. sehingga umpan balik dari dan ke sasaran didik dapat dimanfaatkan untuk mempercepat tingkat kesamaan bahasa dan persepsi sasaran didik. dan mengevaluasi pesan yang diterima. 1989). 5. Caranya dengan menciptakan rangsangan-rangsangan yang tepat dan memukau. dan kombinasi dari berbagai bahan tersebut. dimana mula-mula harus menarik. Pemaksaan belajar kepada peserta didik untuk berpikir di luar kemampuannya akan mengakibatkan malapetaka bagi peserta didik. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari pengalaman. Pengalaman langsung mempunyai nilai tersendiri bagi peserta didik. Selama dan setelah selesai belajar. menyimpulkan. Perhatian ini sebaiknya bertingkat. hal ini karena sumber belajar merupakan masukan dalam proses pengajaran itu sendiri. Menurut Gagne dan Ausubel dalam proses belajar penting sekali untuk menyebutkan hal-hal tertentu yang telah diketahui sasaran didik yang berkaitan dengan pesan yang sedang dijelaskan. 5. kemampuan sedang. kemudian berangsur-angsur rangsangan tersebut perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi belajar. Penafsiran yang berbeda itu akibat sumber yang digunakan belum bisa menggambarkan atau menjelaskan hakikat/pengertian dari sesuatu yang diajarkan. verbal. menginventarisir. menerapkan. Tunjukkan keterkaitan pesan yang sedang diajarkan dengan pesan yang telah diterima sebelumnya. Dalam proses belajar mengajar menurut Sudjarwo. Ciptakan dan pelihara kondisi untuk mengingat-ingat. Tingkat kemampuan peserta didik itu beraneka ragam. paling tidak ada enam kejadian penting yang perlu ada dan perlu diperhatikan. yaitu: 1. ada yang berkemampuan tinggi. .didik dapat secara langsung belajar terhadap obyek yang dikehendaki atau pada sumber yang asli. 6. 4. 4. 3. dan ada yang tingkat kemampuannya rendah. sebaiknya dilakukan kegiatan evaluasi sesuai dengan tingkat formalitas masing-masing situasi belajar. Memungkinkan peserta didik untuk belajar mandiri sesuai dengan tingkat kemampuannya. Menghilangkan kekacauan atau kesalahan penafsiran. dibuat. menganalisis.

Mayer merekomendasikan empat hal yang harus dipertimbangkan. Dengan adanya pengembangan-pengembangan itulah sebuah PSB akan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi. menyediakan berbagai macam pilihan komunikasi untuk menunjang kegiatan kelas tradisional 6. melayani kebutuhan perkembangan informasi bagi masyarakat 3. pengembangan PSB memberikan manfaat sebagai berikut: 1. sebuah pusat sumber belajar harus diikuti dengan langkahlangkah pengembangan. Berorientasi kepada peserta didik (siswa) 2. antara lain: 1.com/social-sciences/education/2157849-fungsi-sumberbelajar/#ixzz2AJjPx9t1 Langkah-Langkah Pengembangan Pusat Sumber Belajar Agar lebih berdayaguna. Desentralisasi 3. Program media dikembangkan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran. meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. melaksanakan latihan bagi para tenaga pendidik dan kependidikan mengenai sistem pembelajaran dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi . mendorong cara-cara belajar baru yang paling cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran 7. Pengembangan PSB yang dilaksanakan dengan beberapa hal di atas setidaknya akan memberikan berbagai manfaat. menurut Bambang Warsita.Sumber: http://id. Dalam lingkup satuan pendidikan. memberikan pelayanan dalam perencanaan. operasional. dan tindakan lanjutan untuk pengembangan sistem pembelajaran 8. mengembangkan kreativitas dan produktivitas tenaga pendidik dan kependidikan 4. baik secara individu maupun kelompok 5. memperluas dan meningkatkan kesempatan belajar 2.shvoong. produksi. Dalam rangka pengembangan PSB. Bahan-bahan belajar diprodukso dan dipelihara secara lokal 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->