CONTOH PARAGRAF ARGUMENTASI Sekali lagi, kita patut bersyukur karena tampaknya kegiatan ospek di kampus-kampus sudah

ada perubahan ke arah yang lebih bermakna positif. Sudah saatnya kita meninggalkan perpeloncoan. Hidup ini sudah begitu keras untuk diperjuangkan, jangan ditambah lagi dengan kekerasan yang lain. CONTOH PARAGRAF PERSUASI Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional. WAWANCARA LAPORAN WAWANCARA A . HASIL WAWANCARA A: Sejak kapan ibu Asih berjualan buah pisang ? B: Ibu berjualan sekitar 15 tahunan.

A: Oh, begitu ya. Berarti sudah sangat lama ? dimana ibu berjualan buah pisang ? B: Biasanya ibu pagi – pagi sekali sudah berangkat ke pasar Dlanggu yang jaraknya lumayan jauh, tapi kalau ada orang, atau tetangga ingin membeli buah pisang, langsung bisa juga datang ke rumah saya.

A : Emm, mengapa sih ibu Asih memilih berjualan buah pisang ini ? B : Iya, dulu sebenarnya sebelum berjualan pisang, ibu jualan sembako di rumah. Tapi, karena banyak tetangga yang hutang dan tidak di kembalikan , jadi ibu memilih berjualan pisang, dan karena pisang salah satu buah favorit orang Jawa. Sedikit sekali yang tidak suka buah pisang, kebanyakan orang menyukai karena dari segi vitamin yang terkandung dalam buah pisang, dan harganya terjangkau, bisa di beli semua kalangan.

A: Bagaimana suka duka ibu dalam berjualan selama belasan tahun ini ? B : Yang pastinya banyak , salah satunya ya mungkin pasang surutnya para pembeli karena banyaknya saingan para pedagang buah pisang.

A: Siapa yang membuat ibu Asih tetap semangat, bertahan untuk berjualan pisang ? B: Yang pastinya untuk keluarga, membantu bapak mencari nafkah, untuk anak –anak dan

TOPIK : profesi pedagang buah pisang JUDUL : Pedagang buah pisang I. Sedangkan. Jadi Ibu Asih memiliki satu cucu. apa yang ibu cita – citakan atau harapan ibu untuk kedepannya ? B : Ibu merasa senang dengan pekerjaan ini. Anak perempuan sudah menikah dan dikaruniai satu putri. Seperti itu juga efeknya jika seorang pedagang memulai rutinitasnya di pagi hari. H. E.seorang cucu (hehehe). PEWAWANCARA : Frantusy putri liani G. kata mereka jika ingin mendapat banyak rejeki maka bangunlah pada pagi hari. A: Lalu setelah ibu berjualan bertahun – tahun yang cukup lama. sehingga akan membawa dampak positif terhadap otak kita. Karena pagi hari itu masih sangat hening dan sepi. HARI : Senin C. ibu ingin menjadi pedagang besar. Seorang yang bangun pada pagi hari dan memulai aktifitasnya itu adalah ibu pedagang buah pisang. B. . HASIL WAWANCARA (paragraf) PEDAGANG BUAH PISANG Fajar pagi yang cerah adalah awal yang indah untuk memulai segala macam aktivitas.selesai D. WAKTU : 16. laki-laki dan perempuan. Ibu itu bernama ibu asih. Tapi ibu tetap bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. TEMPAT : Rumah ibu Asih Ibu Asih NARASUMBER : F.00 . Ibu asih berangkat pagi-pagi sekali dari rumahnya Ibu asih dan suaminya dikaruniai dua orang anak . anak laki-lakinya masih duduk di bangku SMA.

Dia begitu gigih berjuang demi keluarganya. kebanyakan orang menyukai karena dari segi vitamin pisang adalah buah yang mengandung berbagai macam vitamin. Sebagai seorang pedagang buah pisang tentu Ibu Asih memiliki sebuah citacita. Ibu Asih bercita-cita ingin menjadi orang sukses. Tetapi ibu Asih pantang menyerah. Menurut ibu Asih 15 tahun bukanlah suatu waktu yang singkat. Ibu Asih memilih berjualan buah pisang karena menurutnya pisang adalah salah satu buah favorit orang Jawa. Tetapi karena dagangannya banyak yang dihutang oloh tetangganya dan kadang tidak dikembalikan maka beralih profesi menjadi pedagang buah pisang.Ibu Asih telah berdagang buah pisang di pasar Dlanggu selama 15 tahun. selain itu pisang harganya terjangkau jadi bisa dibeli oleh orang kalanagan manapun. Tapi dari semua yang telah ada.akhirnya menjadi bahagia. . Pahit dan getirnya berjualan buah pisang sudah dirasakan ibu Asih. Sedikit sekali orang yang tidak suka buah pisang. Jadi Ibu Asih ingin menjadi pedagang pisang yang sukses atau menjadi pedagang pisang besar. Sebelum berdagang pisang ibu Asih pernah berjualan sembako di rumahnya. ibu Asih tetap bersyukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa. Pendapat ibu Asih mengenai pekerjaannya bahwa berdagang ini adalah pekerjaan yang menyenangkan. Karena dia pernah mendengar suatu ilmu dari radio bahwa makan pisang bisa mengaktifkan suatu hormon penyebab gembira. Jadi singkatnya jika makan pisang bisa membantu kita menjadi pribadi yang ceria. Ibu Asih merasa senang berjualan karena menurutnya dengan melakukan ini dia telah membantu orang untuk menjadi lebih bahagia hidupnya.

“Untung ada anak babi hutan ini. Ketika ia mengayunkan parangnya ke tubuh babi hutan itu. Akibatnya. ladang itu tidak memberikan hasil sedikit pun. Tiba-tiba. Yang sulung berumur delapan tahun bernama Sulung. Sulung malas menggembalakan kambingnya ke padang rumput yang jauh letaknya. bagaimana dia membeli beras besok. Pada suatu hari. sedangkan ternak mereka pun hanya dua ekor kambing yang kurus dan sakit-sakitan. Sungai-sungai banyak yang menjadi kering. Ketika si Sulung bangun. Sebagai seorang anak. Oleh karena itu. Akhirnya. Dua bayangan hitam muncul menyerbu petani itu dengan langkah berat dan dengusan penuh kemarahan. Ternyata kedua induk babi itu amat marah karena anak mereka ditangkap. Akibatnya. Dia berkata bahwa kambing itu hanyut di sungai.” ujar petani itu dengan gembira sambl melepas jerat yang mengikat kaki anak babi hutan itu. ia akan membawa burung itu untuk dijual ke kota. petani itu telah terkapar di tanah dengan tubuh penuh luka. sungguh malang petani itu. ayahnya akan menjualnya ke pasar karena mereka sudah tidak memiliki uang. Agar kambing itu makan banyak dan terlihat gemuk sehingga orang mau membelinya agak mahal. Akan tetapi. Petani itu memarahi si Sulung dan bersedih. Ia lalu tidur di bawah pohon. Tewaslah petani itu tanpa diketahui anak istrinya. Anak babi itu menjerit-jerit. si Sulung diminta ayahnya untuk pergi mengembalakan kambing ke padang rumput. Di dalam hutan. parangnya yang telah aus itu patah menjadi dua. Ladang yang mereka punyai pun hanya sepetak kecil saja sehingga hasil ladang mereka tidak mampu untuk menyambung hidup selama semusim. petani itu menjala ikan di sungai Krueng Peusangan atau memasang jerat burung di hutan. semak belukar di depan petani itu terkuak. Namun. hari telah menjelang sore. untuk menyambung hidup keluarganya. sedangkan tanam-tanaman meranggas gersang. Babi hutan yang terluka itu semakin marah. Petani ini mempunyai dua orang anak. bukan main senangnya petani itu karena melihat seekor anak babi hutan terjerat dalam jebakannya.Batu Belah Pada jaman dahulu di tanah Gayo. ia terpeleset dan jatuh sehingga kepalanya terantuk batu. Saat ayahnya menanyakan kambing itu kepadanya. Ia selalu merengek minta uang. lebih baik disini saja sehingga aku bisa tidur di bawah pohon ini. Begitu pula tanaman yang ada di ladang petani itu. Apabila ada burung yang berhasil terjerat dalam perangkapnya. Aceh – hiduplah sebuah keluarga petani yang sangat miskin. Apabila ia disuruh untuk menjaga adiknya. petani itu memutuskan untuk berangkat ke hutan menengok perangkap.” kata si Sulung. sedangkan adiknya Bungsu baru berumur satu tahun. Kalau aku jual bias untuk membeli beras dan bisa untuk makan selama sepekan. adiknya pernah nyaris tenggelam di sebuah sungai. si Sulung ini bukan main nakalnya. Sementara itu – di rumah isri petani itu sedang memarahi si . ia akan sibuk bermain sendiri tanpa peduli apa yang dikerjakan adiknya. terjadilah musim kemarau yang amat dahsyat. Besok. padahal ia tahu orang tuanya tidak pernah mempunyai uang lebih. Petani itu berusaha bangkit sambil mencabut parangnya. namun petani itu segera mendekapnya untuk dibawa pulang. dia mendustai ayahnya. Ketika ia meloncati sebuah sungai kecil. Suatu ketika. Petani itu lari tunggang langgang dikejar babi hutan. Tetapi kambing yang digembalakannya sudah tidak ada. “Untuk apa aku pergi jauh-jauh. Ia berusaha melawan induk babi yang sedang murka itu. Ibu mereka kadang-kadang membantu mencari nafkah dengan membuat periuk dari tanah liat. Belum sempat berbuat sesuatu.

Bawalah aku serta. padahal periuk itu adalah harta kita yang tersisa. ibu merasa tidak sanggup lagi hidup di dunia ini. lalu berkata “Aduh. Jagalah adikmu karena ayahmu belum pulang. ayahmu telah tewas. Batu belah batu bertangkup. ia merasa tidak ada lagi yang memerintahkannya untuk melakukan hal-hal yang tidak disenanginya.” ujar ibu si Sulung dengan mata penuh air mata. Bagi si Sulung.Sulung dengan hati yang sedih karena si Sulung telah membuang segenggam beras terakhir yang mereka punyai ke dalam sumur. Setelah ibu si Sulung masuk ke dalamnya. mengapa harus makan pisang. Lalu. “Buat apa aku mengambil periuk itu. “Pokoknya aku tidak mau makan pisang! Aku bukan bayi lagi. pergilah ke belakang dan ambillah periuk tanah liat yang sudah ibu keringkan itu. Sesaat kemudian. Batu belah batu bertangkup. Sesampainya di sana. dibantingnya kedua periuk tanah liat yang menjadi harapan terakhir ibunya untuk membeli beras. Lebih baik aku pecahkan saja periuk ini. “Sulung. Asuhlah adikmu dengan baik. Bukan main terkejut dan kecewanya ibu si Sulung ketika mendengar suara periuk dibanting. Dipeluknya si Sulung sambil menangis. Namun si Sulung benar-benar tidak tahu diri. Entah bagaimana nasib kita nanti. yang disebut orang Batu Belah. Ia tidak pernah membayangkan bahwa anak yang telah dikandungnya selama sembilan bulan sepuluh hari dan dirawat dengan penuh cinta kasih itu. Mengapa periuk itu kamu pecahkan juga. kini menjadi anak yang nakal dan selalu membuat susah orang tua. Ia ingin makan nasi dengan lauk gulai ikan. “Sulung. Ibu akan menyusul ayahmu. aku harus menjaga si Bungsu dan aku tidak dapat pergi bermain. Ibunya telah menghilang ditelan Batu Belah. Ketika si Sulung sedang marah. Ibu akan menuju ke Batu Belah. bukan main nakalnya si Sulung ini. Akan tetapi. batu besar itu merapat kembali. ia tidak mau makan pisang. timbul penyesalan di hati si Sulung.” ucap ibu si Sulung. Kalau ibu pergi.” kata si Sulung. Kedua periuk itu pun hancur berantakan di tanah. ibu si Sulung pun bernyanyi. “Aduuuuuh…. Melihat kejadian itu.” teriak si Sulung marah sambil membanting piringnya ke tanah. Karena segenggam beras yang mereka miliki telah dibuang si Sulung ke dalam sumur maka istri petani itu berniat menjual periuk tanah liatnya ke pasar. Ia menangis keras dan memanggil ibunya sampai berjanji tidak akan nakal lagi. Dia bukannya menuruti perintahnya ibunya malah ia menggerutu.” ratap ibu si Sulung. namun penyesalan itu datangnya sudah terlambat. Ibu akan menjualnya ke pasar.. Tetapi si Sulung tidak tampak sedih sedikit pun mendengar berita itu. Sunguh sedih ibu si Sulung mendengar permintaan anaknya itu. Hatiku alangkah merana. datang seorang tetangga mereka yang mengabarkan bahwa mereka menemukan ayah si Sulung yang tewas di tepi sungai. Ibu si Sulung lalu menuju ke sebuah batu besar yang menonjol. bertiuplah angin kencang dan batu besar itu pun terbelah. Alangkah sedih dan berdukanya ibu si Sulung mendengar kabar buruk itu. Sulung.Sulung! Tidak tahukah kamu bahwa kita semua butuh makan.” ucapnya. Isnaini rahayu bilingual b . Hati ibu sedih sekali apabila memikirkan kamu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful