PENERAPAN METODE BERMAIN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

I. PENDAHULUAN Tugas observasi ini dilakukan sebagai salah satu tugas dalam Mata kuliah Psikologi Bermain. Psikologi Bermain itu sendiri merupakan salah satu Mata Kuliah Pilihan dari Psikologi Perkembangan. Sebagai mata kuliah pilihan, maka diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep materi perkuliahan namun lebih lanjut lagi, mahasiswa diharapkan dapat memahami penerapan konsep yang telah dipelajari secara langsung di lapangan. Bermain sebagai salah satu metode yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari, dan salah satunya adalah dalam dunia pendidikan. Melalui observasi, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami penerapan dari konsep-konsep psikologi bermain, terutama dalam dunia pendidikan anak usia dini.

1

II. KEPUSTAKAAN 2.1 Psikologi Bermain 2.1.1 Bermain Bermain adalah kegiatan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri. Bermain juga harus dilakukan dengan rasa senang, sehingga semua kegiatan bermain yang menyenangkan akan menghasilkan proses belajar pada anak. 2.1.2 Fungsi bermain bagi anak kaitannya dengan aspek-aspek perkembangan Aspek-aspek perkembangan yang dapat dioptimalkan dalam kegiatan bermain, antara lain : a. Bermain untuk Pengembangan Kognitif Anak  Bermain membantu anak membangun konsep dan

pengetahuan, misalnya pengetahuan tentang sekolah, pengetahuan tersebut dibangun anak lewat informasi yang didengarnya dari orang lain (termasuk teman sebaya), mengamati bangunan sekolah atau apapun tentang sekolah, maka hal itu akan diolahnya sehingga membentuk konsep yang semakin lama semakin sempurna.  Bermain membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, bermain ini terjadi ketika anak bermain peran dan bermain pura-pura, misalnya ketika anak bermain telepon-teleponan, anak belajar bagaimana

memahami perspektif orang lain dan memecahkan masalah.  Bermain mendorong anak untuk berpikir kreatif, karena didalam bermain anak memilih sendiri kegiatan yang mereka sukai, belajar membuat identifikasi tentang banyak hal, belajar menikmati proses sebuah kegiatan, belajar mengontrol diri mereka sendiri dan belajar mengenali makna sosial dan keberadaan diri di antara teman sebaya.

2

b. Bermain untuk Pengembangan Sosial – Emosi  Bermain membantu anak mengembangkan kemampuan mengorganisasi dan menyelesaikan masalah, misalnya ketika bermain dokter-dokteran, anak harus berpikir dimana ruang dokter, apa yang digunakan sebagai stetoskop, dan anak juga akan memikirkan tugas dokter serta mempertimbangkan materi-materi tertentu, seperti warna, ukuran, dan bentuk agar sesuai dengan karakteristik dokter yang diperankan.  Bermain meningkatkan kompetensi sosial anak Menurut Catron dan Allen (1999), bermain mendukung perkembangan sosialisasi dalam hal interaksi sosial, kerja sama, menghemat sumber daya, dan peduli terhadap orang lain.  Bermain membantu anak mengekspresikan dan mengurangi rasa takut, misalnya ketika anak menyaksikan kecelakaan ditaman bermain maka anak akan mengungkapkan ketakutan mereka melalui permainan “rumah sakit – rumah sakitan” atau permainan lain yang menceritakan orang yang kesakitan.  Bermain membantu anak menguasai konflik dan trauma sosial, karena melalui bermain anak dapat belajar mengekspresikan, dan menguasai peranan mereka secara positif dan konstruktif.

3

berayun. karena dengan kegiatan tersebut anak jadi dapat menguasai tubuh mereka.  Bermain menyediakan konteks yang aman dan memotivasi anak belajar bahasa kedua. dll. menarik. mengeluarkan pendapat. Bermain untuk Pengembangan Motorik  Bermain membantu anak mengontrol gerak motorik kasar.  Bermain membantu anak menguasai keterampilan motorik halus. memanjat. seperti menjahit. seperti saling berbicara. Bermain untuk Pengembangan Bahasa/Komunikasi  Bermain membantu anak meningkatkan kemampuan komunikasi. dan berjalan. anakanak mempraktikan serpihan-serpihan bahasa lain. bernegosiasi. d. yang direalisasikan melalui pengalaman bermain imajinatif c. how are you?”. dan menemukan jalan tengah bagi setiap persoalan yang muncul. memaku paku ke papan. meloncat. melompat. Oleh karena serpihan-serpihan bahasa memberikan efek kebanggaan. seperti “bagaimana aku meyakini keberadaanku?” serta anak belajar tentang diri mereka sendiri sebagai individu-individu yang terpisah dan unik yang mempunyai pikiran dan perasaan yang bermacammacam. mendorong. karena pengalaman bermain memungkinkan mereka menemukan jawaban dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam hati. terlebih ketika anak bermain peran. 4 . maka anak semakin terpacu untuk menambah kosakata bahasa kedua tersebut. seperti “Hello. menata puzzle. karena pada saat bermain. karena dengan bermain anak dapat berinteraksi dengan orang lain. seperti berlari. Bermain membantu anak mengenali diri mereka sendiri. mengecat.

Saat anak memiliki pengalaman sehari-hari dengan main peran makro (tema sekitar kehidupan nyata). 1968). dan bermain kerja sama dengan yang lain.1. sebagai berikut : 1. Bermain Peran Bermain peran disebut juga main simbolik. Bermain Konstruktif Bermain Konstruktif membantu anak mengembangkan keterampilan yang mendukung tugas-tugas di sekolahnya dikemudian hari (Piaget: 1962). Erikson. imajinasi. sosial.2. tetap dalam tugas. 1967.3 Jenis-jenis permainan Terdapat beberapa jenis permainan. Bahan – bahan bermain konstruktif diantaranya sebagai berikut : 5 . menyelesaikan masalah. yaitu sebagai berikut :  Makro Anak berperan sesungguhnya dan menjadi seseorang atau sesuatu. mereka belajar banyak keterampilan praakademis seperti : mendengarkan. fantasi. sangat penting untuk perkembangan kognisi. dan emosi anak pada usia 3-6 tahun (Vygotsky. makebelieve. atau main drama. pura-pura. Bermain peran terdapat 2 jenis.  Mikro Anak memegang atau menggerak-gerakkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan. mereka belajar untuk menghubungkan dan mengambil sudut pandang dari orangh lain. Saat anak main peran mikro. 2.

Bristle BlocksTM. Permainan ini berguna untuk meningkatkan motorik anak. Tinker Toys  Puzzle dua dimensi. Tanah Liat. botol. Play Dough. 6 . Bahan Sifat Cair Bahan sifat cair/ bahan alam (penggunaan & bentuk ditentukan oleh anak) oleh karena itu ada bermacam-macam alat bermain yang digunakan diantaranya adalah :  Air. Bermain Sensorimotor dan Fungsional Anak usia dini yang belum mempunyai pengalaman dengan bahan main pembangunan akan memulai dengan kegiatan sensorimotor dan fungsional. Pensil Warna. cup es krim. Lumpur  Tepung. Lincoln LogsTM. karena mereka sedang melakukan permainan pertama pada awal masa anak-anak. Puzzle tiga dimensi  Barang – barang bekas : dus besar-kecil. Dengan sensorimotor mereka akan memperlihatkan perilaku untuk memperoleh kenikmatan dari melatih perkembangan (skema) sensorimotor mereka. 3. sedangkan dengan fungsional mereka akan mengulang – ngulang kegiatan sederhana dan menemukan kesenangan dalam bermain dengan lingkungannya. Clay Dough  Krayon. Spidol. Cat Jari. Balok Berongga. stik. Plastisin. Kapur  Cat Air dengan Kuas. Cat Minyak  Bahan Terstruktur Bahan pembangunan yang terstruktur (penggunaan dikontrol oleh bentuk dari bahan) oleh karena itu ada bermacam-macam alat bermain yang digunakan diantaranya adalah :  Balok Unit. dan lain-lain. Pensil. Pulpen  Arang. Hollow Balok. Balok Berwarna  LegoTM. Pasir.

6 Model Pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini Model pembelajaran adalah suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran.1.5 Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini Rangsangan pendidikan pada usia dini diberikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut. logis. sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak.4 Definisi Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu cabang ilmu psikologi pendidikan yang mempelajari tentang berbagai perilaku anak usia dini baik secara overt (tampak/nyata) maupun cover. dan agar potensi anak dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan. dan terencana dalam memberikan stimulasi atau intervensi sejak dini secara tepat. dan terencana dalam rangka memberikan stimulasi/intervensi sejak dini secara tepat agar potensi anak dapat berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan. 2.2. logis. Komponen dari model pembelajaran yaitu :  Konsep  Tujuan Pembelajaran  Materi/Tema  Langkah-langkah/Prosedur  Metode  Alat/Sumber Belajar  Teknik Evaluasi 7 .1. untuk dipelajari sehingga dapat diberikan berbagai upaya yang sistematis. 2. Selain itu agar anak dapat diberikan berbagai upaya sistematis.1.

Sedangkan dengan kegiatan pengaman yang dimaksud diatas. Jika tidak tersedia tempat. Islam Almanar yaitu Model Pembelajaran Klasikal dengan tambahan kegiatan pengaman. Islam Almanar anak tidak dikelompokkan melainkan hanya per individu. Seiring dengan perkembangan teori dan pengembangan model pembelajaran. dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas. model ini sudah banyak ditinggalkan. 8 . Tetapi yang terdapat di RA/TK. serta kurang memperhatikan minat individu anak. yang berarti pola pembelajaran di mana anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda. anak tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman. Model Pembelajaran Klasikal itu sendiri yaitu pola pembelajaran dimana dalam waktu yang sama. kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat daripada temannya dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain. diambil dari Model Pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang paling awal digunakan di TK.Jenis Model Pembelajaran yaitu :  Model Pembelajaran Klasikal  Model Pembelajaran berdasarkan sudut-sudut Kegiatan  Model Pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman  Model Pembelajaran Area  Model Pembelajaran berdasarkan Sentra Adapun model pembelajaran yang digunakan di RA/TK. Jadi model pembelajarannya dapat digolongkan kedalam Model Pembelajaran Klasikal dengan tambahan kegiatan pengaman.

Membaca.2. jari kaki  Menghitung jumlah mainan. puzzle. Membaca Membaca adalah penerjemahan simbol dan suara ke dalam makna oleh karena itu membaca sangat terkait dengan masalah pancaindera.1. magnet  Melalui bernyanyi: penambahan (lagu 1+1) . Berbicara. balon. Anak perlu membedakan suara huruf yang berbeda-beda dan mencocokkan suara dengan tulisannya. Pengalaman yang kaya akan muatan bahasa yaitu Mendengarkan. 9 . pengurangan (tekkotek-kotek)  Permainan Dengan Huruf Belajar bahasa Kemampuan berbahasa dapat diperoleh melalui pengalaman komunikasi yang kaya.7 Contoh penerapan metode bermain dalam pendidikan  Permainan dengan angka Penguasaan matematika melalui tiga tahapan:  Tingkat pemahaman konsep: anak memahami konsep melalui pengalaman bekerja/bermain dengan benda konkret  Tingkat menghubungkan konsep konkrit dengan lambang bilangan  Tingkat lambang bilangan Contoh Bentuk permainan dengan angka:  Menghitung jari tangan.  Membiasakan kegiatan berhitung dalam keseharian Untuk mengenalkan konsep bilangan:  Melalui bentuk-bentuk angka. dan Menulis. kuncinya adalah Repetisi/Pengulangan.

berayun-ayun. tertawa. berputar. seperti: bernyanyi. 1971). bertepuk tangan. Kesenangan dirasakan ketika berkaitan langsung dengan musik. Memberi kesempatan untuk anak mengekspresikan diri. Gerak yang erat kaitannya dengan musik merupakan isyarat yang ekspresif membebaskan diri dari ketegangan melalui gerakan ritmis. dsb Manfaat dari latihan ritmis Membantu anak untuk melepaskan ketegangan. Adapun kondisi yang mempengaruhi proses kreatif yaitu Aspek internal anak dan Aspek eksternal anak . untuk melihat alternatif-alternatif baru. melompat. seseorang dapat melepaskan diri dari pola pemikiran yang lama. Melalui proses belajar. Melalui media gerak-ritmis. berbaris. Permainan dengan gerak dan lagu (ritmis) Gerak Berpartisipasi dalam latihan yang menggunakan gerak dapat memberikan anak kesempatan untuk menyalurkan energi. 10 . 1967: latihan ritmis memberikan sifat kebebasan dalam mengekspresikan diri pada anak dan memberikan perasaan keseimbangan  Permainan Kreatif Melalui pemikiran kreatif. anak yang agresif dapat menyalurkan energi negatif dengan cara yang dapat diterima lingkungan Lagu/Musik Musik dapat diibaratkan sebagai bahasa dari emosi (Boyden. menari. melepaskan energi dalam cara yang positif Seashore. anak menyelidiki dan mencoba aktivitas tertentu yang mendorong munculnya kreativitas.

2 Keterlibatan orang dewasa dalam bermain 2.2.2.1 Beberapa bentuk keterlibatan orang dewasa  Izin (approval)  Kelekatan (attachment)  Kompleksitas kognitif (cognitive complexity)  Rentang perhatian (attention span)  Interaksi dengan teman sebaya (peer interaction)  Memperkaya (enrichment)  Penopang (scaffolding) 2. PROVISION: WAKTU:  Jangan terlalu lama karena bisa menimbulkan kebosanan  Bermain ketika anak sedang berminat (jangan dipaksa)  Untuk prasekolah waktu yang disarankan 45 menit (Johnson.2.2 Tiga tahapan strategi untuk memperkaya bermain 1. 1999) RUANG:  Luas & lapang  Bersih  Aman MATERIALS: Faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih alat permainan:       Jumlah/banyaknya Keamanannya Derajat kesulitan yang sesuai dengan tingkat usia Kegunaan Daya tahan Desain menarik 11 .

OBSERVASI: Observasi merupakan “jembatan” antara PROVISION dengan INVOLVEMENT. 12 . Observasi menjadi senjata kapan bentuk keterlibatan yang lain dibutuhkan. yang ditunjukkan dalam bentuk memperhatikan dan bertanya Keuntungannya yaitu: › › Melalui komunikasi dan perhatian menjadikan anak mengetahui bahwa aktivitas bermain mereka penting. stage manager tidak masuk dalam wilayah bermain anak. anak perlu tahu tentang “koki” sebelum mampu berperan sebagai koki. sehingga anak akan memiliki banyak perbendaharaan “pengalaman” untuk dimainkan Misal: pada bermain sosiodrama. 3. 1999):  Onlooker Apresiasi audience bagi aktivitas bermain anak.EXPERIENCE: Orang dewasa perlu menyediakan berbagai informasi yang dapat menambah “experience” pada anak. INVOLVEMENT: Keterlibatan orang dewasa dalam bermain (Johnson. dan menawarkan bantuan sesekali ketika permainan berlangsung dan anak bebas menerima atau menolak tawaran bantuan dari stage manager. Observasi menentukan apakah “bantuan” diperlukan anak untuk mengembangkan dan memperluas permainan mereka.  Stage manager Seperti onloooker. selain itu observasi juga memberi informasi apakah anak sudah siap untuk bermain atau tidak. 2. tetapi stage manager lebih aktif dalam membantu anak ketika mempersiapkan bermain. karena dengan observasi memungkinkan orang dewasa untuk terlibat dalam kebutuhan dan ketertarikan anak sesuai zaman.

 Directur/instructur Orang dewasa bertugas mengajarkan dan sekaligus memberikan latihan dan bimbingan serta pengasuhan kepada anak. selain itu orang dewasa juga memberi contoh untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman anak. serta orang dewasa memberikan tambahan dalam permainan agar anak tidak kehilangan ketertarikannya saat bermain. Coplayer Orang dewasa ikut bermain dan aktif berpartisipasi dalam permainan serta orang dewasa menjadi partner bermain anak. 13 . Biasanya orang dewasa mengambil peran minor (peran utama dibiarkan untuk anak)  Play leader Orang dewasa ikut berpartisipasi dalam permainan anak dan orang dewasa juga yang memberikan saran tema baru untuk dimainkan.

III. IDENTITAS :  Nama Sekolah : RA/TK. Islam Almanar (Kindergarten Islamic School)  Hari/Tanggal : Rabu / 21 November 2012 Kelas Play Group TK (Marwah 1) Jumlah Guru 2 Orang 2 Orang Jumlah Siswa 6 Orang 18 Orang Nama Observer Abdul Kodir Dedeh Suherni Sentike Duka Rahmat Hidayat 14 .

HASIL OBSERVASI KELAS PLAY GROUP Observer: Abdul Kodir Sentike Duka 15 .

dll. A. Karena jarak antara mainan satu dengan yang lainnya tidak terlalu dekat. karena sekolah memiliki lapangan yang luas sekitar berukuran 10 x 20 meter untuk melakukan kegiatan olahraga dan bermain.IV. 16 . biasanya anak RA/TK. seperti bermain perosotan. jadi penggunaan lapangan saling bergantian. Islam Almanar sangat memadai untuk kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. HASIL OBSERVASI  Deskripsi kondisi fisik sekolah  Halaman bermain: Halaman bermain yang ada di RA/TK. tetapi lapangan tersebut di gabung dengan lapangan SD Islam Almanar. ayunan. Islam Almanar menggunakan lapangan ketika anak SD Islam Almanar sedang berada di dalam kelas selain itu lingkungan bermain yang ada di dekat kelas juga cukup efektif untuk di gunakan anak – anak bermain. patung binatang.

dan beberapa anak kelas siang tersebut ada yang sudah keluar masuk kelas terlebih dahulu ketika anak kelas pagi masih dalam proses belajar. selain itu di dalam kelas juga cara duduk yang di terapkan model lesehan sehingga siswa lebih leluasa bergerak tanpa khawatir terbentur kursi ketika bermain. tetapi ketika menulis di sediakan meja lipat untuk digunakan oleh siswa. meja lipat tersebut sengaja dibawa oleh siswa dari rumah masing-masing tetapi disimpan disekolah agar siswa lebih mudah untuk menggunakannya ketika meja tersebut dibutuhkan. Tetapi ruang kelas yang digunakan kurang efektif karena kelas tersebut di pakai bergantian dengan anak kelas siang. Kelas : RA/TK Islam Almanar memiliki ruang kelas yang di buat nyaman dengan diadakannya fasilitas-fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan sehingga anak – anak yang bermain dan belajar disitu tidak merasa kepanasan. bahkan ketika makan juga siswa tetap duduk secara lesehan. hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi anak kelas pagi. 17 . diruanganpun di sediakan loker untuk menyimpan barang-barang siswa dan disediakannya alat-alat bermain.

00-08. sehingga tidak kami bahas dalam laporan.30 TEMA Gerak Lagu Agama/Ketuhanan Gerak Angka Kreativitas Istirahat Ritmis Agama/Ketuhanan Review Pelajaran BENTUK KEGIATAN Baris .00 09.30 08.55-08.27 09.55 07.berbaris Bernyanyi Berdoa & Membaca Ikrar Olahraga Mengenal Angka Mewarnai Berdoa & Makan Bernyanyi Berdoa Evaluasi Pembelajaran KETERANGAN *Keterangan : Warna menunjukan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan metode bermain.30-08.00-09. 18 .25-09.20 09.45 08. TEMA DAN JADWAL KEGIATAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 WAKTU 07.50-07.00 08.50 07.45-09.27-09.45-07.25 09.20-09.

dan setelah semuanya berbaris dengan rapih guru membimbing siswa untuk melakukan gerakan-gerakan ringan agar siswa menjadi lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan-kegiatan selanjutnya  Stimulasi terhadap aspek:  Fisik Stimulasi pada aspek Fisik ini didapat ketika siswa melakukan gerakan-gerakan ringan seperti peregangan fisik karena adanya kordinasi antara gerakan tangan dan gerakan kaki. PROSES YANG BERLANGSUNG  Kegiatan Awal Tema 1 Waktu : Gerak : 07.berbaris Alat Bermain - Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru membimbing siswa untuk berbaris yang rapih. A. karena pada saat kegiatan ini semua siswa baik dari kelas playgroup ataupun TK digabungkan menjadi satu sehingga anak bisa bersosialisasi dengan yang lainnya. 19 . gerakan-gerakan tersebut dilakukan untuk melatih keseimbangan antara tangan dan kaki.45 s/d 07.50 No 1.  Kognitif Stimulasi pada aspek Kognitif ini didapat ketika siswa meniru gerakan-gerakan yang diberikan oleh guru. Jenis Kegiatan Baris .V.  Emosi Anak-anak merasa bergembira karena kegiatan ini sangat menghibur dan dapat membangkitkan semangat.  Sosial Stimulasi pada aspek Sosial ini didapat ketika kegiatan ini berlangsung .

Tema 2 Waktu : Lagu : 07. karena pada saat kegiatan ini semua siswa baik dari kelas playgroup ataupun TK digabungkan menjadi satu sehingga anak bisa bersosialisasi dengan yang lainnya. 20 .50 s/d 07.  Sosial Stimulasi pada aspek Sosial-emosi ini didapat ketika kegiatan ini berlangsung .  Stimulasi terhadap aspek:  Kognitif Melatih ingatan siswa ketika bernyanyi karena siswa diharapkan hafal yel-yel sekolah mereka.  Emosi Anak-anak merasa bergembira karena dengan bernyanyi anak jadi bisa mengekspresikan perasaannya. Jenis Kegiatan Bernyanyi Alat Bermain - Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru memilih 2 orang siswa untuk memimpin teman – temannya menyanyikan lagu bebas dan menyanyikan yel – yel sekolah mereka.55 No 1.

dan menghitung jumlah bola.  Sosial-emosi Stimulasi pada aspek Sosial-emosi ini didapat ketika siswa berinteraksi dengan lawan mainnya dan ketika permainan berlangsung mereka juga mengendalikan emosinya masing-masing agar tetap solider dalam satu tim. Keranjang.  Stimulasi terhadap aspek:  Motorik/Fisik Stimulasi pada aspek Motorik/Fisik ini didapat ketika siswa melakukan Olahraga. 21 . Kegiatan Inti Tema 1 Waktu : Gerak : 08. dalam kegiatan olahraga ini terjadinya kordinasi gerak ketika mereka berlari dalam kegiatan main futsal dan ketika mereka melempar bola. Disisi lain anak laki-laki diarahkan untuk bermain bola futsal dengan peran guru sebagai pengarah. Selain itu siswa juga patuh terhadap aturan main. dengan berperan sebagai pelempar bola. dan Bola Futsal Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru ikut serta dan berperan aktif dalam permainan lempar bola yang dilakukan oleh anak-anak perempuan. Kegiatan olahraga ini anak .30 No 1.  Kognitif Stimulasi pada aspek Kognitif ini didapat ketika siswa perempuan menyebutkan warna-warna bola dan menghitung jumlah bola sedangkan pada siswa laki-laki ketika mereka menduga bola tersebut tepat sasaran atau tidak.00 s/d 08. Jenis Kegiatan Olahraga Alat Bermain Bola Kecil.anak dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan digabungkan antara anak playgroup dengan anak TK (Marwah 1). mengenal warna-warna bola. setelah itu membimbing siswa untuk memasukan bola ke dalam keranjang.

 Kognitif Melatih ingatan siswa pada saat siswa mengenal angka. 22 . Jenis Kegiatan Mengenal Angka Alat Bermain Lilin Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru mengajarkan siswa untuk membentuk angka dari lilin. pada saat siswa membentuk angka.  Stimulasi terhadap aspek:  Motorik Melatih motorik halus.30 s/d 08.  Sosial Mematuhi guru untuk membentuk angka.Tema 2 Waktu : Angka : 08. dan siswa yang membentuk angka dengan baik mendapatkan bintang.45 No 1.

Tema 3 Waktu : Kreativitas : 08. Buku Kreatif dengan gambar batang & daun Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru membimbing siswa untuk mewarnai daun & batang bunga kemudian setelah selesai mewarnai daun & batang bunga.00 No 1.  Sosial Mendengarkan aturan yang dibuat oleh guru ketika mewarnai dan mengecapkan belimbing.45 s/d 09. siswa dibimbing untuk mengecap gambar tersebut dengan buah belimbing yang telah dipotong dan diberi cat air. 23 .  Stimulasi terhadap aspek:  Motorik Melatih motorik halus pada saat siswa mewarnai dan mengecapkan belimbing ke kertas. Selain itu siswa juga di harapkan menunggu giliran atau bergantian dengan temannya untuk dibimbing guru ketika mengecapkan belimbing. Belimbing. Jenis Kegiatan Mewarnai Alat Bermain Cat Air.  Kognitif Melatih siswa untuk mengenal warna dan mengembangkan kreativitasnya dalam pemilihan warna ketika mewarnai.

 Deskripsi interaksi siswa-guru: Dalam kegiatan ini guru berperan aktif karena guru dituntut untuk lebih sabar dalam membimbing siswa ketika makan. karena siswa harus diajarkan makan dengan benar dan diajarkan pentingnya berbagi.00 s/d 09. 24 .20  Aspek yang dipelajari saat makan/istirahat Pada kegiatan ini anak diajarkan untuk cuci tangan dan berdoa terlebih dahulu sebelum makan dan juga anak diajarkan makan menggunakan tangan kanan serta anak diajarkan untuk saling berbagi dengan teman-temannya.  Stimulasi terhadap aspek:  Kognitif Melatih ingatan siswa pada saat membacakan doa sebelum dan sesudah makan. Istirahat/Makan Waktu : 09.  Sosial Siswa diajarkan untuk berinteraksi dengan teman-temannya melalui berbagi makanan.

dengan begitu siswa menjadi senang. 25 .  Stimulasi terhadap aspek:  Kognitif Melatih ingatan siswa untuk menghafal lagu yang dinyanyikan.25 Jenis Kegiatan Bernyanyi (gelang sipatu gelang) Alat Bermain Boneka Tangan Peran Guru Play Leader  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru membimbing siswa untuk bernyanyi dengan menggunakan boneka tangan. Kegiatan Penutup Tema Waktu No 1.20 s/d 09.  Sosial-emosi Siswa dapat merespon gerakan boneka tangan yang dimainkan oleh gurunya. : Ritmis : 09.

HASIL OBSERVASI KELAS TK (MARWAH 1) Observer: Dedeh Suherni Rahmat Hidayat 26 .

HASIL OBSERVASI  Deskripsi kondisi fisik sekolah  Halaman bermain: Halaman bermain yang ada di RA/TK.VI. Islam Almanar menggunakan lapangan ketika anak SD Islam Almanar sedang berada di dalam kelas selain itu lingkungan bermain yang ada di dekat kelas juga cukup efektif untuk di gunakan anak – anak bermain. 27 . Islam Almanar sangat memadai untuk kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. biasanya anak RA/TK. tetapi lapangan tersebut di gabung dengan lapangan SD Islam Almanar. karena sekolah memiliki lapangan yang luas sekitar berukuran 10 x 20 meter untuk melakukan kegiatan olahraga dan bermain. jadi penggunaan lapangan saling bergantian. ayunan. Karena jarak antara mainan satu dengan yang lainnya tidak terlalu dekat. dll. patung binatang. B. seperti bermain perosotan.

tetapi ketika menulis di sediakan meja lipat untuk digunakan oleh siswa. 28 . hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi anak kelas pagi. Kelas : RA/TK Islam Almanar memiliki ruang kelas yang di buat nyaman dengan diadakannya fasilitas-fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan sehingga anak – anak yang bermain dan belajar disitu tidak merasa kepanasan. diruanganpun di sediakan loker untuk menyimpan barang-barang siswa dan disediakannya alat-alat bermain. Tetapi ruang kelas yang digunakan kurang efektif karena kelas tersebut di pakai bergantian dengan anak kelas siang. meja lipat tersebut sengaja dibawa oleh siswa dari rumah masing-masing tetapi disimpan disekolah agar siswa lebih mudah untuk menggunakannya ketika meja tersebut dibutuhkan. dan beberapa anak kelas siang tersebut ada yang sudah keluar masuk kelas terlebih dahulu ketika anak kelas pagi masih dalam proses belajar. bahkan ketika makan juga siswa tetap duduk secara lesehan. selain itu di dalam kelas juga cara duduk yang di terapkan model lesehan sehingga siswa lebih leluasa bergerak tanpa khawatir terbentur kursi ketika bermain.

00 Angka Kreativitas Istirahat Kedisiplinan Agama/Ketuhanan Review Pelajaran Berhitung Mewarnai Makan & Bermain Sosio Drama Belajar Disiplin Berdoa Evaluasi Pembelajaran *Keterangan : Warna menunjukan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan metode bermain.45-09. sehingga tidak kami bahas dalam laporan.03 09. 29 .30-08.30-08.00 08.52 09.55-08.berbaris Bernyanyi Berdoa & Membaca Ikrar Olahraga Membaca Bernyanyi mengenal nama bulan masehi.00-08.30 08.55 07.45-07.50-07.50 07.56 09.56-10.03-09. nama bunga.52-09.52 TEMA Gerak Lagu Agama/Ketuhanan Gerak Huruf Lingkungan Sekitar BENTUK KEGIATAN Baris .52-09. dan nama tanaman obat KETERANGAN 7 8 9 10 11 12 08.15-09.15 09. TEMA DAN JADWAL KEGIATAN No 1 2 3 4 5 6 WAKTU 07.45 09.52 08.

V. B. gerakan-gerakan tersebut dilakukan untuk melatih keseimbangan antara tangan dan kaki. 30 .  Emosi Anak-anak merasa bergembira karena kegiatan ini sangat menghibur dan dapat membangkitkan semangat.50 No 1. PROSES YANG BERLANGSUNG  Kegiatan Awal Tema 1 Waktu : Gerak : 07.  Kognitif Stimulasi pada aspek Kognitif ini didapat ketika siswa meniru gerakan-gerakan yang diberikan oleh guru. Jenis Kegiatan Baris . dan setelah semuanya berbaris dengan rapih guru membimbing siswa untuk melakukan gerakan-gerakan ringan agar siswa menjadi lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan-kegiatan selanjutnya  Stimulasi terhadap aspek:  Fisik Stimulasi pada aspek Fisik ini didapat ketika siswa melakukan gerakan-gerakan ringan seperti peregangan fisik karena adanya kordinasi antara gerakan tangan dan gerakan kaki.berbaris Alat Bermain - Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru membimbing siswa untuk berbaris yang rapih. karena pada saat kegiatan ini semua siswa baik dari kelas playgroup ataupun TK digabungkan menjadi satu sehingga anak bisa bersosialisasi dengan yang lainnya.  Sosial Stimulasi pada aspek Sosial ini didapat ketika kegiatan ini berlangsung .45 s/d 07.

Jenis Kegiatan Bernyanyi Alat Bermain - Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru memilih 2 orang siswa untuk memimpin teman – temannya menyanyikan lagu bebas dan menyanyikan yel – yel sekolah mereka.50 s/d 07.Tema 2 Waktu : Lagu : 07.  Stimulasi terhadap aspek:  Kognitif Melatih ingatan siswa ketika bernyanyi karena siswa diharapkan hafal yel-yel sekolah mereka.  Sosial Stimulasi pada aspek Sosial-emosi ini didapat ketika kegiatan ini berlangsung .55 No 1. karena pada saat kegiatan ini semua siswa baik dari kelas playgroup ataupun TK digabungkan menjadi satu sehingga anak bisa bersosialisasi dengan yang lainnya. 31 .  Emosi Anak-anak merasa bergembira karena dengan bernyanyi anak jadi bisa mengekspresikan perasaannya.

Disisi lain anak laki-laki diarahkan untuk bermain bola futsal dengan peran guru sebagai pengarah. mengenal warna-warna bola.30 No 1. Jenis Kegiatan Olahraga Alat Bermain Bola Kecil. setelah itu membimbing siswa untuk memasukan bola ke dalam keranjang.  Stimulasi terhadap aspek:  Motorik/Fisik Stimulasi pada aspek Motorik/Fisik ini didapat ketika siswa melakukan Olahraga. dan menghitung jumlah bola. Kegiatan olahraga ini anak . dalam kegiatan olahraga ini terjadinya kordinasi gerak ketika mereka berlari dalam kegiatan main futsal dan ketika mereka melempar bola.00 s/d 08.  Kognitif Stimulasi pada aspek Kognitif ini didapat ketika siswa perempuan menyebutkan warna-warna bola dan menghitung jumlah bola sedangkan pada siswa laki-laki ketika mereka menduga bola tersebut tepat sasaran atau tidak.anak dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan digabungkan antara anak TK (Marwah 1) dengan anak playgroup. Keranjang. 32 . Kegiatan Inti Tema 1 Waktu : Gerak : 08. dengan berperan sebagai pelempar bola. dan Bola Futsal Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru ikut serta dalam permainan lempar bola yang dilakukan oleh anak-anak perempuan.  Sosial-emosi Stimulasi pada aspek Sosial-emosi ini didapat ketika siswa berinteraksi dengan lawan mainnya dan ketika permainan berlangsung mereka juga mengendalikan emosinya masing-masing agar tetap menjaga keutuhan tim mereka.

namanama bunga dan nama-nama obat. Bernyanyi mengenal Nama Bunga (8 Menit) - Instructur 3. Selain itu kognitif siswa pun jadi menerima informasi baru tentang hal-hal tersebut. mengenal nama-nama tanaman sambil dinyanyikan agar anak-anak mudah dan cepat untuk menghafal namanama tersebut. : Lingkungan sekitar : 08.  Sosial Siswa dapat merespon guru dengan baik karena siswa juga dapat menyebutkan ulang apa yang telah disampaikan oleh guru. Bernyanyi mengenal Nama Tanaman Obat (7 Menit) - Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Di dalam kelas terdapat 2 orang guru.  Stimulasi terhadap aspek:  Kognitif Melatih ingatan siswa untuk mengingat apa saja nama-nama bulan masehi.30 s/d 08.Tema 2 Waktu No 1.52 Jenis Kegiatan Alat Bermain Peran Guru Instructur Bernyanyi mengenal nama bulan masehi (7 Menit) 2. Jadi waktu yang diberikan ketika guru memberikan tema huruf dan tema lingkungan sekitar dilakukan secara bersamaan.  Emosi Siswa mendapat kesenangan ketika bernyanyi 33 . ketika guru yang satu membimbing siswa untuk belajar membaca secara bergantian dan guru yang 1 lagi membimbing siswa untuk mengenal nama-nama bulan masehi. mengenal nama-nama bunga.

 Stimulasi terhadap aspek:  Motorik Melatih motorik halus siswa ketika siswa mewarnai dan mengecapkan kaos kaki ke cat air yang kemudian ke buku kreatif masing-masing. tetapi sebelum membuat bunga dengan mengecapkan kaos kaki. guru memerintahkan siswa agar mewarnai batang dan daunnya terlebih dahulu menggunakan krayon.  Sosial Terjadinya interaksi antara guru dan siswa. karena dalam kegiatan ini siswa diharapkan untuk mentaati aturan yang diberikan oleh guru. Jenis Kegiatan Mewarnai Alat Bermain Buku Kreatif dengan gambar batang & daun. 34 .Tema 3 Waktu : Kreativitas : 09.03 s/d 09. Krayon.15 No 1.  Kognitif Kognitif siswa juga jadi bisa terasah dengan memadukan warna ketika mereka mewarnai batang dan daun. dan Cat Air Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru membimbing siswa untuk membuat bunga dengan mengecapkan kaos kaki yang digulung oleh guru dengan diberi cat air. Kaos Kaki.

pada saat makan anak belajar untuk berbagi makanan dengan temannya. saling menghargai. Istirahat/Makan Tema Waktu : Sosio Drama : 09.  Sosial Terjadinya interaksi dengan teman-temannya. dan melatih siswa untuk saling berbagi dan peduli kepada temannya.15 s/d 09. dan rasa solidaritas dengan teman-temannya.  Kognitif Melatih ingatan siswa untuk membacakan doa sebelum dan sesudah makan dan melatih siswa agar mengetahui batasan-batasan dalam bermain peran kudakudaan agar tidak saling melukai satu sama lain.  Emosi Siswa mendapat kesenangan melalui bermain peran tersebut. dengan kuda-kudaan tersebut siswa merangkak sehingga dapat meningkatkan kordinasi antara tangan dan kaki.  Stimulasi terhadap aspek:  Motorik Melatih motorik kasar siswa ketika siswa bermain peran. setelah makan mereka melakukan kegiatan bermain bebas dengan pola bermain peran.  Deskripsi interaksi siswa-guru: Pada saat istirahat anak dibiarkan untuk makan dan bermain tanpa dibimbing oleh guru tapi sesekali guru mengingatkan kepada anak agar mainnya tidak kasar kepada temannya.45  Aspek yang dipelajari saat makan/istirahat Saat istirahat anak melakukan kegiatan makan dan bermain bebas tanpa bimbingan guru. dan tidak berlaku seenaknya kepada siswa yang menjadi kuda. 35 . didalam bermain itu anak dapat belajar untuk meningkatkan sosialisasi. karena pada saat bermain peran siswa melakukan aktifitas kejar-kejaran dengan temannya dalam bermain peran kuda-kudaan.

: Kedisiplinan : 09. 36 .  Stimulasi terhadap aspek:  Kognitif Melatih kognitif siswa agar selalu disiplin dan rapih dalam hal apapun.45 s/d 09.52 Jenis Kegiatan Belajar Disiplin Alat Bermain Peran Guru Instructur  Deskripsi interaksi siswa-guru: Guru mengarahkan siswa untuk menyimpan barang-barang termasuk mainan yang telah digunakan pada tempatnya kembali dan setelah itu guru mentertibkan siswa untuk duduk dengan rapih. Kegiatan Penutup Tema Waktu No 1.  Sosial Siswa dapat merespon apa yang telah di arahkan oleh gurunya.

seperti misalnya memperkaya pengetahuan siswa tentang tumbuh-tumbuhan. Sedangkan dengan bentuk memperkaya (enrichment) guru membimbing dan memberikan informasi-informasi kepada siswa. Jenis kegiatan yang dilakukan pada proses belajar mengajar sudah tersusun dengan rapih karena pada proses belajar mengajar sudah terdapat kegiatan pembuka. kegiatan inti. dimana anak berpura-pura menjadi kuda. warna. berhitung. nama-nama bunga. huruf. dan doa-doa yang biasanya digunakan sehari-hari. selain itu jenis permainan konstruktif juga di gunakan oleh kedua kelas yang di observasi ketika kegiatan inti berlangsung. maka dapat disimpulkan bahwa RA/TK Islam Almanar menggunakan model pembelajaran Klasikal dengan tambahan kegiatan pengaman. yaitu seperti yang terjadi di kelas playgroup anak dibimbing untuk membentuk angka dari lilin serta yang terjadi di kelas TK(marwah 1) dan playgroup juga anak di bimbing untuk mengecapkan kaos kaki / belimbing yang sudah di celupkan ke cat air untuk membentuk bunga dengan mengecapkannya ke dalam buku kreatif masing-masing. angka. Dengan bentuk kelekatan (attachment) guru berusaha untuk memperhatikan kebutuhan siswa serta berusaha sabar dalam menghadapi siswa-siswa yang agak sulit untuk di atur. hewan. seperti misalnya anak yang sudah selesai membaca maka dia diperbolehkan kembali kepada anak yang lain untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung pada anak yang lainnya seperti menyanyi. Dengan demikian kondisi ini cukup efektif sehingga anak bisa tetap terarah dalam melakukan kegiatan. Dari hasil observasi yang didapat. 37 . mewarnai dll. tanggal: 21 November 2012. kegiatan penutup dan pada RA/TK Islam Almanar ini guru berperan sangat aktif untuk membimbing siswa – siswanya dengan menerapkan bentuk keterlibatannya seperti kelekatan (attachment) dan memperkaya (enrichment).KESIMPULAN Berikut akan kami sampaikan hasil kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada hari Rabu. Jenis permainan yang digunakan pada tanggal 21 November 2012 adalah bermain peran yang dilakukan pada anak TK (Marwah 1) ketika istirahat.

Selain Provision untuk memperkaya bermain juga dapat di gunakan observasi. karena dengan observasi memungkinkan orang dewasa untuk terlibat dalam kebutuhan dan ketertarikan anak sesuai zaman. ketersediaan alat – alat bermain yang cukup lengkap dan aman. serta lingkungan bermain yang memadai.Adapun tahapan untuk memperkaya bermain yang di gunakan di RA/TK. kegunaannya di ketahui dengan jelas. dan alat permainan tersebut juga sudah dipilihkan yang aman. 38 . Observasi menentukan apakah “bantuan” diperlukan anak untuk mengembangkan dan memperluas permainan mereka. Islam Almanar secara umum adalah Instructur. dimana orang dewasa/guru bertugas mengajarkan dan sekaligus memberikan latihan. bimbingan serta pengasuhan kepada anak. derajat kesulitan sesuai dengan tingkat usia. yaitu adanya Provision seperti waktu yang di gunakan tidak terlalu lama sehingga membuat anak tidak bosan. selain itu aspek pengajaran yang dilakukan oleh guru – gurunya juga sudah dapat dibilang memenuhi kriteria pengajaran yang baik. Keterlibatan orang dewasa/guru yang terjadi pada RA/TK. Islam Almanar sudah sesuai dengan tiga tahapan strategi untuk memperkaya bermain. dan desainnya juga menarik. karena dengan guru menjadi Instructur maka pengajaran yang dilakukan dapat berjalan secara efektif karena semua siswa diberikan stimulasi yang sama. karena observasi merupakan jembatan antara Provision dengan Involvement. selain itu materials yang ada juga cukup mendukung karena adanya berbagai macam alat permainan yang di sediakan. ruangan yang di gunakan cukup nyaman karena ruang kelas cukup bersih dan aman di gunakan untuk bermain. Keterlibatan orang dewasa dalam bermain yang merupakan Instructur tersebut sudah sesuai dengan kondisi kelas. Dengan demikian maka terdapat beberapa aspek yang perlu dipertahankan oleh RA/TK Islam Almanar seperti tahap kegiatan yang dilakukan sudah tersusun dengan baik.

ada hal yang perlu diperhatikan agar RA/TK Islam Almanar lebih baik lagi dalam proses belajar mengajar seperti lebih memfokuskan kegiatan belajar siswa yang berada di dalam kelas. 39 .SARAN Berdasarkan hasil observasi. misalnya siswa yang belajar pada kelas siang tidak diperbolehkan masuk kelas terlebih dahulu jika siswa kelas pagi masih dalam proses belajar. karena dengan masuknya beberapa anak kelas siang maka dapat mengganggu konsentrasi anak kelas pagi selain itu kegiatan belajar juga jadi kurang terfokus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful