BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembangunan didukung oleh dan perkembangan teknologi perekonomian telekomunikasi yang dan

kemajuan

informatika telah menghasilkan berbagai variasi barang dan atau jasa yang dapat dikonsumsi, mendasar, dan sehingga mendorong lingkungan pandang

terjadinya

perubahan yang

melahirkan cara

telekomunikasi

baru,

perubahan

dalam penyelenggaraan telekomunikasi. Penyelenggaraan jasa multimedia adalah

penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang menawarkan layanan berbasis teknologi informasi termasuk di dalamnya jasa

televisi berbayar, jasa akses internet (internet service provider), jasa interkoneksi internet (NAP), jasa internet teleponi untuk keperluan publik ,jasa wireless access

protocol (WAP), jasa portal, jasa small office home office

LN No. Selanjutnya diartikan Departemen Perhubungan. perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi2. 2 Indonesia. bidang sendiri bersama-sama.8 Tahun 1999. Kepmen Perhubungan Nomor KM 21 Tahun 2001. Pelaku Nomor 1999 Perlindungan ini disingkat (selanjutnya penelitian usaha adalah setiap orang. jasa transaksi on-line dan jasa aplikasi packet- switched lainnya1.46. Hubungan hukum yang terjadi di dalam kegiatan usaha multimedia adalah hubungan antara pengusaha dengan 8 konsumen Tahun dalam sehingga tentang dapat berlaku Undang-undang Konsumen UUPK). baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum hukum Negara yang didirikan dan berkedudukan baik di wilayah maupun Republik melalui Indonesia. Keputusan Menteri Perhubungan Tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. Pihak-pihak dalam usaha multimedia ini adalah pihak pelaku usaha jasa multimedia dan pihak masyarakat sebagai konsumen pemanfaat jasa multimedia. ps. 2 . perorangan atau badan usaha. Undang-Undang Tentang Perlindungan Konsumen. Jasa adalah setiap pelayanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat yang untuk dimanfaatkan 1 oleh konsumen.42 tahun 1999.1 angka 3.(SOHO). UU No. ps.

dengan konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. ps.28. dan dari jasa Beranjak ketentuan tersebut maka penyelenggara jasa multimedia sebagai pelaku usaha bertanggung jawab untuk yang multimedia memberikan mengadakan terhadapnya. 3 . orang lain.. maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan3. dan Pasal 23 merupakan beban dan tanggung jawab pelaku usaha”4. baik bagi kepentingan diri sendiri. ada ganti kerugian terhadap konsumen jasa perjanjian Kemungkinan yang penyelenggaraan pelaku usaha dibebaskan apabila hal-hal membebaskan dari pertanggungjawaban tersebut. 3 Ibid. ps.1 angka 5. Pasal 22. pencemaran barang kerugian yang akibat dan mengkonsumsi diperdagangkan. Pelaku kerugian konsumen dihasilkan usaha bertanggung jawab memberikan dan atau ganti atas kerusakan. keluarga.. Akan tetapi UUPK menganut pembuktian terbalik karena disebutkan : “Pembuktian terhadap ada tidaknya unsur kesalahan dalam tuntutan ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam pasal 19. 4 Ibid.

terdapat berdasarkan karena yang yang pasal bersangkutan pada pasal membuktikan KUHPerdata terdapat 4 . Pasal 1365 KUHPerdata tersebut bersifat sangat umum karena tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain. Apabila menggugat kesulitan. mengganti kerugian tersebut. unsur-unsur tersebut. Hal ini berkaitan pula dengan ketentuan Pasal 1865 KUHPerdata yang menyatakan setiap orang yang mendalilkan bahwa ia mempunyai sesuatu hak. 1365 termasuk KUHPerdata harus 1365 konsumen. atau guna meneguhkan haknya pihak yang dirugikan.Hubungan hukum antara konsumen dengan penyelenggara jasa multimedia di samping dapat didasarkan kepada UUPK juga dapat dilihat dari sudut ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (selanjutnya dalam penelitian ini disingkat KUHPerdata). yang dipergunakan haknya pasal oleh pihak pihak dirugikan Ketentuan untuk kepada 1365 tersebut KUHPerdata dikenal sebagai ketentuan mengenai perbuatan melawan hukum. Selain sangat umum itu yang terdapat sering menuntut adalah pula ketentuan yang bersifat yang lain. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu.

Berkaitan dengan perjanjian baku tersebut pelaku usaha dalam menawarkan barang dan atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan kalusula baku pada setiap dokumen dan atau perjanjian apabila menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Pembebasan tanggung jawab yang merupakan klausula baku Bahkan tersebut setiap secara klausula jelas-jelas baku yang tidak telah diperkenankan. Permasalahannya adalah bahwa di dalam praktek sebagian besar perjanjian antara konsumen dengan pelaku usaha termasuk penyelenggara jasa multimedia adalah merupakan perjanjian baku yang sering mengandung klausula baku. menunjuk pada suatu peristiwa. ditetapkan oleh pelaku usaha pada dokumen yang bersangkutan yang isinya 5 . Klausula baku dalam perjanjian antara penyelenggara jasa multimedia dengan konsumen terdapat dalam ketentuan layanan. yaitu suatu perjanjian yang isinya telah dibuat/ditentukan oleh salah satu pihak yaitu pelaku usaha sehingga pihak konsumen tidak dapat melakukan penawaran.sendiri maupun membantah suatu hak orang lain. diwajibkan membuktikan adanya hak atau peristiwa tersebut.

Pokok Permasalahan Pokok permasalahan merupakan salah satu yang sangat penting Soerjono dalam suatu penelitian. 106. 6 . 5 Soerjono Soekanto. yang menurut Soekanto merupakan proses mengalami halangan dalam mencapai tujuannya5. maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan Firstwap skripsi Sebagai dengan judul “Pertanggungjawaban Multimedia PT Penyelenggara Jasa Terhadap Konsumen”. suatu Suatu masalah. dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tanggung jawab penyelenggara jasa multimedia terhadap konsumen sebagai pemanfaat jasa multimedia serta permasalahan yang ada dalam hubungan hukum diantara mereka adalah hal-hal yang akan dibahas dalam penelitian ini. hal. B. Pengantar Penelitian Hukum. 1986). Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan di atas. Oleh sebab itu untuk menghasilkan suatu penelitian yang baik terlebih dahulu harus dimulai dengan merumuskan pokok permasalahannya. (Jakarta: UIPress.menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha dinyatakan batal demi hukum.

ganti rugi apakah yang dapat diterima oleh konsumen ? 3. Bagaimana pertanggungjawaban penyelenggara jasa multimedia terhadap konsumen ? 2. maka tujuan penulisan skripsi ini adalah : 1. Tujuan Penelitian Menurut Soerjono Soekanto tujuan penulisan dirumuskan secara deklaratif dan merupakan pernyataan-pernyataan tentang apa yang hendak dicapai dengan penulisan tersebut6. Untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban penyelenggara jasa multimedia terhadap konsumen. hal 118 7 . Bagaimana multimedia jika konsumen kerugian pemanfaat akibat jasa mengalami kesalahan penyelenggaraan jasa multimedia..Masalah-masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : 1. Berdasarkan permasalahan diatas. Bagaimana ketentuan layanan penerapan PT Firstwap klausula sebagai baku dalam penyelenggara jasa multimedia ? C. 6 Ibid.

jasa interkoneksi internet (NAP). jasa internet teleponi untuk keperluan publik .jasa 8 . yang yang menggambarkan ingin atau hubungan konsep-konsep konsep akan diteliti. jasa akses internet (internet service provider). analisa dan konstruksi data adalah: 1. Suatu bukan merupakan gejala yang akan diteliti. D. Penyelenggaraan jasa multimedia adalah penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang menawarkan layanan berbasis teknologi informasi termasuk di dalamnya antara lain jasa televisi berbayar. Kerangka Konsepsional Suatu kerangka konsepsional antara merupakan kerangka khusus. tetapi merupakan abstraksi dari gejala jadikan tersebut. pengolahan. Untuk mengetahui layanan penerapan PT Firstwap klausula sebagai baku dalam ketentuan penyelenggara jasa multimedia.2. pedoman Untuk itu konsep-konsep di dalam yang penulis operasional pengumpulan. 3. Untuk mengetahui ganti jasa rugi yang dapat jika diterima terjadi jasa konsumen kerugian pemanfaat akibat multimedia kesalahan penyelenggaraan multimedia.

Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan. Klausula Baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. jasa small office home office (SOHO). maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. jasa transaksi on- line dan jasa aplikasi packet-switched lainnya. jasa portal. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. keluarga. Penelitian menerangkan ini atau bersifat deskriptif suatu karena berbentuk dengan menggambarkan permasalahan menggunakan teori-teori sebagai landasan untuk memecahkan masalah. Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Alat 9 . 2. 3. baik bagi kepentingan diri sendiri. orang lain.wireless access protocol (WAP). E.

yaitu: 1. F. dan Keputusan Menteri. ensiklopedi. 2. najalah. surat kabar.pengumpulan data yang dipergunakan adalah studi dokumen. dan internet. dilakukan dengan mempergunakan bahan-bahan hukum. Bahan hukum tertier untuk yaitu bahan-bahan bahan atau penunjang/acuan/rujukan primer dan bahan memperjelas misalnya kamus sekunder. Subbab pertama berisi latar belakang ditulisnya topik pertanggungjawaban multimedia PT Firstwap sebagai konsumen . 3. Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan yang isinya mempunyai kekuatan mengikat misalnya Undang-undang. Bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan yang menjelaskan bahan primer misalnya buku-buku acuan. Subab penyelenggara kedua adalah jasa pokok terhadap yaitu permasalahan merupakan permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan 10 . Sistematika Penulisan Penulisan ini dibagi menjadi ke dalam beberapa bab dan sub bab sebagai berikut : BAB I Bab I terdiri dari enam subbab.

BAB II Bab II menguraikan mengenai pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap konsumen. Subbab pertama menguraikan mengenai pertanggungjawaban dalam hukum perdata dan subbab kedua menguraikan mengenai pertanggungjawaban dalam hukum perlindungan konsumen. yang berupa uraian singkat secara sistematis bab-bab yang akan diuraikan dalam penulisan ini. terhadap Subbab konsumen.skripsi ini. yang ingin atau akan diteliti. yang terdiri dari 2 subbab. Subbab ketiga adalah tujuan penulisan yaitu tujuan dari dilakukannya penulisan ini yang berkaitan dengan topik yang dipilih. Subbab keempat adalah kerangka konsepsional yang menggambarkan hubungan antara konsep- konsep khusus. Subbab kelima adalah metode penulisan yaitu metode yang digunakan untuk mengumpulkan bahan penulisan dan penyusunan penulisan. Subbab terakhir mengenai sistematika penulisan. BAB III Bab III menguraikan mengenai tanggung jawab penyelenggara jasa multimedia subbab. pertama yang terdiri dari 4 (empat) menguraikan mengenai 11 .

tinjauan subbab terhadap umum kedua terhadap penyelenggara mengenai ketiga jasa multimedia . sanksi administratif terhadap ketentuan layanan PT Firstwap menurut hukum perlindungan pidana konsumen. menguraikan yang terdiri dari 5 multimedia Subbab subbab. subbab perlindungan menguraikan hukum konsumen mengenai ganti rugi dalam hukum perlindungan konsumen dan subbab keempat menguraikan mengenai ganti rugi dalam Kitab Undangundang Hukum Perdata. mengenai ketentuan layanan penyelenggaraan jasa multimedia dan subbab kedua menguraikan mengenai tanggung jawab perdata terhadap ketentuan layanan PT Firstwap. BAB IV Bab tanggung jasa IV ini menguraikan mengenai tinjauan penerapan jawab perdata PT Firstwap sebagai penyelenggara terhadap pertama konsumen. 12 . menguraikan . subbab ketiga menguraikan mengenai ketentuan penerapan layanan hukum PT perlindungan subbab konsumen keempat terhadap mengenai Firstwap. terhadap dan subbab kelima PT menguraikan sanksi ketentuan layanan Firstwap menurut hukum perlindungan konsumen.

13 .BAB V Sebagai penutup dalam bab ini akan disampaikan kesimpulan dari topik yang dibahas dalam penulisan ini dan saran yang dapat di berikan terhadap permasalahan yang terjadi.

Penulisan ini dibagi menjadi ke dalam beberapa bab dan sub bab sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN A. Pokok Permasalahan C. Latar Belakang B. Tujuan Penelitian 14 .

Perbuatan Melawan Hukum Pertanggungjawaban Atas Perbuatan Melawan Hukum 3. 2. 3. Sistematika Penulisan BAB II PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN A.D. Pertanggungjawaban Badan Usaha Atas Perbuatan Melawan Hukum 4. Pertanggungjawaban Dalam Hukum Perdata 1. Pertanggungjawaban Konsumen 1. Hak dan Kewajiban Konsumen Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha Perbuatan Yang Dilarang Bagi Pelaku Usaha 4. 2. Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen 15 . BAB III Tanggung Jawab Pelaku Usaha PENYELENGGARA JASA MULTIMEDIA PERTANGGUNJAWABAN TERHADAP KONSUMEN A. Ganti Rugi Atas Perbuatan Melawan Hukum Dalam Hukum Perlindungan B. Tinjauan multimedia Umum Terhadap penyelenggara jasa B. Metode Penelitian E.

Menurut Hukum Perlindungan Konsumen C. Permasalahan Yang Terjadi Dalam Hubungan Hukum Antara penyelenggara jasa multimedia Dengan Konsumen. Kesimpulan B. D.1. Ganti Rugi Terhadap Konsumen Pemanfaat Jasa Multimedia Yang Dirugikan BAB IV ANALISA TANGGUNG JAWAB PERDATA PENYELENGGARA JASA MULTIMEDIA TERHADAP KONSUMEN BAB V PENUTUP A. Saran 16 . Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful