qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfgh Penyakit mata hordeolum dan kalazion jklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvb nmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwer tyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx

cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuio pasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty Bagian ilmu penyakit mata Balai kesehatan idera masyarakat uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf Medan ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc 2012 vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmrty uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
DISUSUN OLEH : NAMA NIM : vivid dwi rahmadi : 06310192 pembimbing Dr. yusni .s sp.m

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kelopak mata adalah bagian mata yang sangat penting. Kelopak mata berfungsi melindungi bola mata serta mengeluarkan sekresi kelenjar yang membentuk film air mata di depan kornea. Penutupan kelopak mata berguna untuk menyalurkan air mata ke seluruh permukaan mata dan memompa air mata ke seluruh permukaan mata serta memompa air mata melalui punctum lakrimalis. Kelainan yang didapat pada kelopak mata bermacammacam, mulai dari tumor jinak sampai keganasan, proses inflamasi, infeksi, maupun masalah struktur seperti ektropion, entropion dan blefaroptosis. Hordeolum merupakan infeksi lokal atau inflamasi tepi kelopak mata yang melibatkan glandula Zeiss atau Moll (hordeolum eksterna) dan glandula meibom (hordeolum internal). Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kronik yang steril dan idiopatik pada kelenjar Meibom yang tersumbat. Umumnya ditandai oleh pembengkakan setempat yang tidak terasa sakit dan berkembang dalam beberapa minggu. Kalazion awalnya dapat berupa radang ringan dan nyeri tekan mirip hordeolum, yang membedakannya yaitu tidak ada tanda-tanda peradangan akut.

epidemiologi. komplikasi. gejala klinis. Tujuan Penulisan Referat Referat ini bertujuan untuk mengetahui tentang penyakit hordeulum dan kalazion. yaitu meliputi definisi. C. dan prognosisnya. Sebagai bahan pembelajaran bagi dokter muda yang mengikuti kepaniteraan klinik senior di bagian ilmu penyakit mata BKIM (Balai Kesehatan Indera Masyarakat) Medan. pemeriksaan penunjang. . patofisiologi. diagnosis banding. 2. terapi. penyebab. diagnosis. Manfaat Penulisan Referat 1.B. Menambah pengetahuan mengenai penyakit mata khususnya hordeulum dan kalazion.

Bagian otot yang terdapat di dalam palpebra dikenal sebagai bagian pratarsal. Lapisan kulit Kulit pada palpebra berbeda dari kulit bagian lain tubuh karena tipis. longgar. dan lapis membran mukosa (konjungtiva palpebra). Struktur palpebra 1. Sebagian serat berjalan ke pipi dan dahi. bagian diatas septum orbitale adalah bagian praseptal. jaringan fibrosa (tarsus).BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Palpebra terdiri atas lima bidang jaringan utama. dan elastis. otot. tanpa lemak subkutan. dan jaringan fibrosa. Serat ototnya mengelilingi fissura palpebra secara konsentris dan meluas sedikit melewati tepian orbita. jaringan areolar. . dengan sedikit folikel rambut. Musculus orbikularis okuli Fungsi otot ini adalah untuk menutup palpebra. Anatomi Palpebra Palpebra adalah lipatan tipis yang terdiri dari kulit. yang berfungsi melindungi struktu-struktur mata yang rentan. lapis otot rangka (orbikularis okuli). Segmen luar palpebra disebut bagian orbita. 2. Dari superfisial ke dalam terdapat lapis kulit.

berhubungan dengan lapis sub aponeurotik dari kulit kepala. Gambar 1. Tarsus Struktur penyokong utama dari palpebra adalah lapis jaringan fibrosa padat yang disebut tarsus superior dan inferior. 5. 4. konjungtiva palpebra. Anatomi Palpebra . Tarsus terdiri atas jaringan penyokong kelopak mata dengan kelenjar Meibom (40 buah di kelopak atas dan 20 buah di kelopak bawah). Konjungtiva palpebra Bagian posterior palpebra dilapisi selapis membran mukosa. yang melekat erat pada tarsus.3. Jaringan areolar Terdapat di bawah muskulus orbikularis okuli.

glandula Zeiss dan Moll. peninggian kekuningan dari modifikasi kulit yang mengandung modifikasi kelenjar keringat dan kelenjar sebasea besar. tepian ini dipisahkan oleh garis kelabu (batas mukokutan) menjadi tepian anterior dan posterior. 1. Glandula Moll adalah modifikasi kelenjar keringat yang bermuara ke dalam satu baris dekat bulu mata. . 2. Tepian anterior Tepi anterior terdiri dari bulu mata.5 cm dari tepian lateral orbita dan membentuk sudut tajam.Tepian posterior Tepian posterior berkontak dengan bola mata.besar yang bermuara ke dalam folikel yang mengandung rambut-rambut halus dan plica semilunaris.Tepian palpebra Panjang tepian palpebra adalah 25-30 mm dan lebarnya 2 mm. Kanthus lateralis kira-kira 0. Kantus medialis lebih elips dari kantus lateralis dan mengelilingi lakus lakrimalis. Punktum lakrimalis Pada ujung medial dari tepian posterior palpebra. Glandula Zeiss adalah modifikasi kelenjar sebasea kecil yang bermuara dalam folikel rambut pada dasar bulu mata. dan sepanjang tepian ini terdapat muaramuara kecil dari kelenjar sebasea yang telah dimodifikasi (glandula Meibom atau tarsal). 3. Fisura palpebra Fisura palpebra adalah ruang elips di antara kedua palpebra yang terbuka. Lacus lakrimalias terdiri atas dua buah struktur yaitu karunkula lakrimalis. Punktum ini berfungsi menghantarkan air mata ke bawah melalui kanalikulus terkait ke sakus lakrimalis. Fisura ini berakhir di kanthus medialis dan lateralis.

Persarafan sensorik kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal nervus V (Trigeminus). Retraktor palpebrae Refraktor palpebra berfungsi membuka palpebra. yang menjulurkan jaringan fibrosa untuk membungkus muskulus obliqus inferior dan berinsersio ke dalam batas bawah tarsus inferior dan orbikularis okuli. yang berasal dari apeks orbita dan berjalan ke depan dan bercabang menjadi sebuah aponeurosis dan bagian yang lebih dalam yang mengandung serat-serat otot polos dari muskulus Muller (tarsalis superior). sedang kelopak mata bawah oleh cabang kedua nervus V (Trigeminus). Septum orbitale superius menyatu dengan tendo dari levator palpebra superior dan tarsus superior. Levator dan muskulus rektus inferior dipasok oleh nervus okulomotoris. Palpebra.Septum orbitale Septum orbitale adalah fascia di belakang bagian muskularis orbikularis yang terletak di antara tepian orbita dan tarsus dan berfungsi sebagai sawar antara palpebra orbita. Pembuluh darah yang memperdarahi palpebrae adalah a. . bagian otot rangka adalah levator palpebra superior. Di palpebra inferior. septum orbitale inferius menyatu dengan tarsus inferior. Otot polos dari retraktor palpebrae dipersarafi oleh nervus simpatis. Di palpebra superior. retraktor utama adalah muskulus rektus inferior.

Pada kelopak terdapat bagian-bagian: 1. c. Kelenjar Meibom (Kelenjar Tarsalis) terdapat di dalam tarsus. 2. b. dan terletak di bawah kulit kelopak. III yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata. Kelenjar ini menghasilkan sebum (minyak). Otot-otot Palpebra: a. M. Orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis okuli yang disebut sebagai M. . M. b. M. Levator Palpebra Berorigo pada Anulus Foramen Orbita dan berinsersi pada Tarsus atas dengan sebagian menembus M. Otot ini dipersarafi oleh N. Kelenjar : a. Rioland. Fasialis. Kelenjar Sebasea Kelenjar Moll atau Kelenjar Keringat Kelenjar Zeis pada pangkal rambut. Orbikularis Okuli menuju kulit kelopak bagian tengah. berhubungan dengan folikel rambut dan juga menghasilkan sebum d. Orbikularis Okuli Berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah.

Levator Palpebra Superior (N. M. Gambar 2.Gerakan palpebra 1. Menutup  Kontraksi M. Muller mempertahankan mata agar tetap terbuka. Proses Berkedip (Blink): Refleks (didahului oleh stimuli) dan Spontan (tidak didahului oleh stimuli)  Kontraksi M. Palpebra normal . Rioland menahan bagian belakang palpebra terhadap dorongan bola mata. M.III). Membuka  Kontraksi M.VII) dan relaksasi M. Orbikularis Okuli (N. Levator Palpebra superior. Orbikularis Okuli Pars Palpebra. 2.

( Gb.B. dengan penonjolan terutama ke daerah konjungtiva tarsal. Gambar 3 Gambar 4 Klasifikasi Hordeolum dikenal dalam bentuk :  Hordeolum internum atau radang kelenjar meibom.4 )  Hordeolum eksternum atau radang kelenjar zeis atau moll. ( Gb. Hordeolum secara histopatologik gambarannya seperti abses. dengan penonjolan terutama ke daerah kulit kelopak.13) . Hordeolum Definisi Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata. Hordeolum biasanya merupakan infeksi staphylococcus pada kelenjar sabasea kelopak mata. Biasanya sembuh sendiri dan dapat diberi hanya kompres hangat.

Hordeolum internum biasanya berukuran lebih besar dibanding hordeolum eksternum. Pada pasien dengan hordeolum. Sering hordeolum ini membentuk abses dan pecah dengan sendirinya.Gejala Klinis Hordeolum memberikan gejala radang pada kelopak mata seperti bengkak. tegak lurus pada margo palpebra. Pada insisi hordeolum terlebih dahulu diberikan anestesia topikal dengan pentokain tetes mata. Adanya pseudoptosis atau ptosis terjadi akibat bertambah beratnya kelopak sehingga sukar diangkat. Pengangkatan bulu mata dapat memberikan jalan untuk drainase nanah. Pengobatan Untuk mempercepat peradangan kelenjar dapat dapat diberikan kompres hangat. mengganjal dengan rasa sakit. merah.  Hordeolum eksternum dibuat insisi sejajar dengan margo palpebra. kelenjar preaurikel biasanya turut membesar. dan nyeri bila ditekan. Bila terdapat infeksi stafilokokus di bagian tubuh lain maka sebaiknya diobati juga bersama-sama. Pada nanah dan kantong nanah tidak dapat keluar dilakukan insisi. . 3 kali sehari selama 10 menit sampai nanah keluar. Antibiotik sistemik yang diberikan eritromisin 250 mg atau 125-250 mg diklosasilin 4 kali sehari. Dilakukan anestesi infiltrasi dengan prokain atau lidokain di daerah hordeolum dan dilakukan insisi yang bila :  Hordeolum internum dibuat insisi pada daerah fluktuasi pus. Diberi antibiotik lokal terutama bila berbakat rekuren atau terjadinya pembesaran kelenjar aurikel. dapat juga diberi tetrasiklin.

yang merupakan radang jaringan ikat jarang palpebra di depan septum orbita dan abses palpebra.Setelah dilakukan insisi dilakukan ekskohleasi atau kuretase seluruh isi jaringan meradang di dalam kantongnya dan kemudian diberi salep antibiotik. Diagnosis Banding Diagnosis Banding Hordeolum adalah selulitis preseptal. dan granuloma pyogenik. Komplikasi Penyulit hordeolum adalah selulitis palpebra. konjungtivitis adenovirus. .

kalazion Gambar 4. Umumnya ditandai dengan pembengkakan setempat yang tidak terasa sakit dan berkembang dalam beberapa minggu. sebagai akibatnya terjadilah suatu peradangan lipogranuloma kronik kelenjar meibom.C. Kalazion . Kalazion Definisi Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kronik yang steril dan idiopatik pada kelenjar meibom. Gambar 3.

Kebersihan yang buruk pada palpebra juga berhubungan dengan terjadinya kalazion. Pada pembalikan kelopak mata mungkin dapat ditemukan pembesaran kelenjar Meibom dan penebalan kronis pada kelenjar yang berkaitan. Pada pemeriksaan fisik. berbeda dari hordeolum yang terdapat lebih superfisial. Kalazion dikaitkan dengan seborrhea. Etiologi Kalazion dapat muncul secara spontan akibat sumbatan pada orifisium kelenjar atau karena adanya hordeolum. blefaritis kronik. . kemungkinan karena enzim dari bakteri. dan akne rosasea. dapat ditemukan nodul tunggal yang agak keras berlokasi jauh di dalam palpebra. Kalazion lebih umum terjadi pada dewasa daripada anak – anak. Pengaruh hormonal terhadap sekresi sebaseous dan viskositas mungkin menjelaskan terjadinya penumpukan pada masa pubertas dan selama kehamilan. walaupun hordeolum dapat menyebabkan kalazion atau sebaliknya. Proses granulomatous ini yang membedakan antara kalazion dan hordeolum interna atau eksternal (terutama proses piogenik yang menyebabkan pustul).Epidemiologi Kalazion merupakan penyakit yang umum dan terjadi pada semua umur. Patofisiologi Kerusakan lipid yang mengakibatkan tertahannya sekresi kelenjar. membentuk jaringan granulasi dan mengakibatkan inflamasi.

Biopsi di indikasikan untuk kalazion yang kambuh. Pemerikaan penunjang Pemeriksaan laboratorium jarang di minta. 6) Kadang-kadang mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut. 8) Biasanya dihubungkan dengan disfungsi kelenjar sebasea dan obstruksi di kulit (seperti komedo. namun pemeriksaan patologik menunjukken proliferasi endotel asinus dan respon radang granulomatosa yang mencakup sel-sel kelenjar mirip Langerhans. karena tampilan karsinoma kelenjar meibom dapat mirip kalazion. 5) Kelenjar preaurikel tidak membesar.Manifestasi klinis Tanda dan gejala kalazion 1) Edema 2) Tidak ada nyeri tekan 3) Tidak hiperemis. . 7) Keluarnya cairan putih (mirip pasta gigi) bila dilakukan penekanan pada kelopak mata. 4) Pseudoptosis. wajah berminyak).

Hordeolum Gambar 5.Diagnosa Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala yaitu adanya pembengkakan pada palpebra. hordeolum 2. Kista dermoid . Diagnosa banding 1. tidak ada nyeri tekan dan hasil pemeriksaan palpebra yaitu didapatkan edema palpebra. untuk memastikan hal ini maka perlu dilakukan pemeriksaan biopsi. tidak hiperemis dan adanya pseudoptosis. Kista dermoid Gambar 6. Kadang saluran kelenjar Meibom bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit.

Non farmakologi 1) Kompres hangat selama 10-15 menit. Dakriosistitis Gambar 7. minimal 4 kali/hari untuk membantu drainase. hal ini dapat menimbulkan infeksi yang lebih serius. 2) Jangan menekan atau menusuk kalazion. b. 1) Antibiotik topikal Bacitracin atau tobramicin salep mata diberikan setiap 4 jam selama 7-10 hari.3. . Dakriosistitis Penatalaksanaan a. Farmakologi Antibiotik diindikasikan bila dengan kompres hangat selama 24 jam tidak ada perbaikan.

. Dilakukan insisi tegak lurus margo palpebra dan kemudian isi kalazion dikuret sampai bersih. Pada kasus kalazion dengan kasus yang sedang sampai berat. Dilakukan ekskokleasi isi abses dari dalamnya atau dilakukan ekstirpasi kalazion tersebut. Dapat diberikan cephalexin atau dicloxacilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 7 hari.2) Antibiotik sistemik Diberikan bila terdapat tanda-tanda bakterimia atau terdapat tanda pembesaran kelenjar limfe di preauricular. Klem kalazion dilepas dan diberi salep mata. Kalazion dijepit dengan klem kalazion kemudian klem dibalik sehingga konjungtiva tarsal dan kalazion terlihat. Bila alergi penisilin atau cephalosporin dapat diberikan clindamycin 300 mg oral 4 kali sehari selama 7 hari atau klaritromycin 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari. Untuk mengurangi gejala : a. Terlebih dahulu mata ditetesi dengan anastesi topikal pentokain.Obat anestesia infiltratif disuntikan dibawah kulit didepan kalazion.

Pembedahan Bila dengan pengobatan selama >2 minggu tidak berespon dengan baik. Sebelumnya diberikan anastesi lokal infiltrasi. atau dapat juga dengan menggunakan anastesi topikal berbentuk krim untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien anak-anak. . Drainase dilakukan melalui tindakan insisi dan kuretase transkonjungtival.5 c. Bila terjadi kalazion yang berulang beberapa kali sebaiknya dilakukan pemeriksaan histopatologik untuk menghindarkan kesalahan diagnosis dengan kemungkinan adanya suatu keganasan. Ekskokleasi kalazion b. maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada kalazion.Gambar 8.

Komplikasi Drainase marginal kalazion dapat menyebabkan terbentuknya tonjolan. Kalazion yang didrainase secara tidak sempurna dapat mengakibatkan timbulnya massa besar terdiri dari jaringan granuloma yang jatuh ke konjungtiva atau kulit. Prognosis Pasien yang memperoleh perawatan biasanya memperoleh hasil yang baik. Seringkali timbul lesi baru dan rekuren. . trikiasis. ini terjadi pada lokasi yang sama akibat drainase yang kurang baik. namun sering terjadi peradangan akut intermiten. Kalazion yang tidak memperoleh perawatan dapat mengering dengan sendirinya. dan hilangnya bulu mata. Pada penderita kalazion dapat terjadi astigmatisma jika massa palpebra mencapai bagian kornea.

Dari anamnesis didapatkan adanya benjolan pada kelopak mata dan tidak disertai nyeri. sebagai akibatnya terjadilah suatu peradangan lipogranuloma kronik kelenjar meibom. Umumnya ditandai dengan pembengkakan setempat yang tidak terasa sakit dan berkembang dalam beberapa minggu Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan palpebra. Hordeolum internum biasanya berukuran lebih besar dibanding hordeolum eksternum Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kronik yang steril dan idiopatik pada kelenjar meibom. \ . mengganjal dengan rasa sakit.BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Hordeolum merupakan peradangan supuratif kelenjar kelopak mata. Penanganan Hordeolum dan kalazion terdiri dari kompres hangat. Hordeolum biasanya merupakan infeksi staphylococcus pada kelenjar sabasea kelopak mata. Dari pemeriksaan oftalmologis didapatkan adanya edema pada palpebra. antibiotik topikal ataupun sistemik dan pembedahan. dan nyeri bila ditekan. Benjolan ini tidak mengalami reaksi peradangan. Hordeolum memberikan gejala radang pada kelopak mata seperti bengkak. merah. Biasanya sembuh sendiri dan dapat diberi hanya kompres hangat. tidak hiperemi dan pseudoptosis yang terjadi akibat bertambah beratnya kelopak sehingga sukar diangkat. Hordeolum terdapat 2 bentuk yakni hordeolum internum(glandula meibom) dan hordeolum eksternum(glandula zeiss atau moll).

.B. Sehingga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan kelopak mata yaitu dengan membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah dan mengusap kelopak mata menggunakan washlap hangat untuk membersihkan ekskresi kelenjar lemak. Saran Hordeolum dan Kalazion dapat terjadi secara spontan pada semua umur dan dapat dikaitkan dengan kebersihan buruk pada kelopak mata.

Ilmu Penyakit Mata edisi keempat. Balai Penelitian FKUI.scribd.id. Hal 20-21.persify. Http//www. Jakarta. Jakarta. sidarta. 4.info/arsip/diagnosa kalazion . www.wordpress.com/doc/75827890/kalazion 8. oftalmologi umum edisi 17. Doktermaya.blogspot.DAFTAR PUSTAKA 1.scribd. Ilyas S. Sari Ilmu Penyakit Mata edisi ketiga.fk. 1993.com/id/perspektif/medical-condition-disease/kalazion 6.com. Riordan-eva.dokterspesialis.fkumyecase. Abadi Tegal. paul. 2011 3. Jakarta.html 10.2005 5.html 7.undip.com/2005/kalazion.com/2011/11/27/kalazion./unduhan/kalazion html 12. www. www. Ilmu Penyakit Mata Cetakan ke 5. Badan Penerbit FK UI. Html. www. Http:kalazion/medikaonline. Wijaya Nana. Jakarta.doc/64523158/kalazion 11. 2009 2.ac.net/diagnosis kalazion 9. EGC. Ilyas. www.

LATAR BELAKANG………………………………………………………………………… B... PENUTUP A. KALAZION……………………………………………………………………………………. HORDEOLUM………………………………………………………………………………… C.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………. SARAN…………………………………………………………………………………………. MANFAAT PENULISAN REFRAT………………………………………………………… BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KESIMPULAN………………………………………………………………………………… B. ANATOMI PALPEBRA……………………………………………………………………… B. KATA PENGANTAR……………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………… . DAFTAR ISI……………………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN PENULISAN REFRAT…………………………………………………………… C. BAB III.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada : 1. Besar harapan penyusun agar Refrat ini dapat bermanfaat bagi pembaca.M selaku dokter pembimbing Kepaniteraan Klinik Senior Penyakit Mata di Balai Kesehatan Indera Masyarakat Medan.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME karena atas izin-Nya lah laporan kasus ini telah dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. serta dapat memberikan suatu pengetahuan baru bagi para pembacanya untuk meningkatkan keilmuannya. Dr. Medan. September 2012 Penyusun . Amin. bertolak dari pepatah tersebut penyusun menyadari peyusunan Refrat ini masih banyak kekurangan. yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada kami dalam menyelesaikan Refrat “Hordeolum dan Kalazion”. Seperti pepatah “tak ada gading yang tak retak”. Ira Karina Siregar Sp. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca agar kedepannya penyusun dapat memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful