P. 1
Karakteristik Tuna Daksa

Karakteristik Tuna Daksa

|Views: 366|Likes:
Published by Agil
Definisi Tuna Daksa, Anak, Karakteristik Tuna Daksa, Penggolongan Kecacatan, Sebab Lumpuh
Definisi Tuna Daksa, Anak, Karakteristik Tuna Daksa, Penggolongan Kecacatan, Sebab Lumpuh

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Agil on Dec 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/21/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH

ORTOPEDAGOGIK
TUNA DAKSA

Disusun oleh: WAHYU SURYA KUSUMAWATI AGIL PRASETYA NINGARUM JAUHAROTUR RIHLAH SYELINA DWI FARINDI B 2010 (101684) (101684060) (101684212) (101684221)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU – PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 2012- 2013

Oleh karena itu kita harus menggunakan anugrah itu dengan sebaik-baiknya dengan cara merwat tubuh kita dengan cara berolahraga. Hal ini disebabkan dengan memanfaatkan kedua jenis organ tubuh tersebut. Latar Belakang Semua anak. manusialah yang mempunyai bentuk dan struktur yang paling sempurna. Keluarbiasaan jenis apapun yang disandang anak tuna merupakan pengalaman personal. bersama organ sensoris pendukung lainnya. kelainan pertumbuhan. Tapi tidak semua orang . belum tentu apa yang dirasakan seseorang sama dengan yang dirasakan anak tuna-tuna lainnya. Anak atau siswa tuna daksa yang satu dengan yang lain belum tentu sama apa yang dipikirkannya. baik sebagian atau keseluruhan. memahami dan mengalaminya.BAB I PENDAHULUAN A. akan memengaruhi mobilitas hidup yang bersangkutan. baik normal maupun tuna (berkelainan) memiliki kesempatan sama didalam hal pendidikan dan pengajaran. Diantara organisme yang lainnya. Barangkali kita sependapat bahwa kaki dan tangan merupakan organ tubuh yang memiliki peranan sangat penting untuk mobilitas. yang disebabkan oleh luka pada bagian saraf otak (cerebral palsy). ataupun amputasi. Oleh karena itu anak digolongkan luar biasa apabila anak itu tidak masuk pada kategori sebagai anak normal baik fisik. Ini berarti siapapun yang berada diluar dirinya tidak akan merasakan tanpa ia mengerti. mental maupun intelegensianya. apabila fungsi kedua anggota tubuh tersebutmengalami gangguan. Namun harus diakui bahwa anak yang mengalami ketunaan memiliki berbagai hambatan dan kelainan dalam kondisi fisik dan psikisnya sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan perilaku dan kehidupannya. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Anak luar biasa diasumsikan berkaitan dengan kondisi jasmani maupun rohani yang berkelainan dibanding anak normal. Atas dasar itulah. baik yang dilakukan secara parsial maupun integral. Jadi meskipun samasama mengalami ketunaan. manusia dapat melengkapi dan merealisasikan segala keinginan untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Oleh karena itu kami ingin menyajikan makalah yang membahas pengertian tunadaksa. Untuk mengetahui karateristik anak tunadaksa. 2. . Untuk mengetahui pengertiana tunadaksa. masih banyak saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan baik dalam hal fisik maupun psikis. penyebab terjadinya ketunadaksaan. Tujuan 1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya ketunadaksaan. karakteristik anak tunadaksa.memiliki bentuk yang sempurna. 3. B. Apakah pengertian tunadaksa? 2. Bagaimana karakteristik anak tunadaksa? 3. Apa penyebab terjadinya ketunadaksaan? C. Rumusan Masalah 1.

Kerusakan pada sistem saraf pusat mengakibatkan bentuk kelainan yang krusial. Tunadakasa berasal dari kata “ Tuna “ yang berarti rugi. yaitu kelainan pada sistem serebral (Cerebral System) dan kelainan pada sistem otot dan rangka (Musculus Skeletal System). Pengertian Tunadaksa Tunadaksa berarti suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat gangguan bentuk atau hambatan pada tulang. dan sendi dalam fungsinya yang normal. karena otak dan sumsum tulang belakang sumsum merupakan pusat komputer dari aktivitas hidup manusia. Menurut Frances G. pada emosi atau terhadap fungsi-fungsi mental. b. Infeksi. menyebabkan retardasi dari mental (tunagrahita). Sebagai contoh. Kondisi traumatik atau kerusakan traumatik. Kerusakan pada waktu kelahiran. Klasifikasi Anak Tunadaksa Pada dasarnya kelainan pada anak tunadaksa dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar. B. otot. d. Kerusakan yang dibawa sejak lahir atau kerusakan yang merupakan keturunan. c. Apabila ada sesuatu yang salah pada otak (luka atau infeksi). maupun sesudah kelahiran. luka yang terjadi pada bagian otak baik sebelum.BAB II PEMBAHASAN A. kurang dan “daksa“ berarti tubuh. tunadaksa dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Penggolongan anak tunadaksa kedalam kelainan sistem serebral (cerebral) didasarkan pada letak penyebab kelahiran yang terletak didalam sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Di . dapat mengakibatkan sesuatu pada fisik/tubuh. a. e. pada saat. Keoning. Dalam banyak literitur cacat tubuh atau kerusakan tubuh tidak terlepas dari pembahasan tentang kesehatan sehingga sering dijumpai judul “Physical and Health Impairments“ (kerusakan atau gangguan fisik dan kesehatan). Kelainan pada sistem serebral (cerebral system disorders). otak adalah pusat kontrol seluruh tubuh manusia. Tumor.

golongan sedang. misalnya tangan kanan dan kaki kanan. a. mereka tidak dapat hidup mandiri ditengah-tengah masyarakat. golongan ini memerlukan alat-alat khusus untuk membantu gerakannya. . Cerebral Palsy dapat diklasifikasikan menurut. misalnya kaki kiri sedangkan kaki kanan dan kedua tangannya normal. Diplegia. Golongan sedang ialah mereka yang membutuhkan treatment/latihan khusus untuk bicara. berbicara tegas. anak-anak kelompok ini diharapkan dapat mengurus dirinya sendiri. b. dan Sisiologi kelainan geraknya. pusat motorik. seperti brace untuk membantu penyangga kaki. Paraplegia. Cerebral Palsy dapat digolongkan menjadi 6 (enam) golongan yaitu: a. dan mengurus dirinya sendiri. dan golongan berat. kruk/tongkat sebagai penopang dalam berjalan. Mereka dapat hidup bersama-sama dengan anak normal lainnya. pusat sensoris dan lain sebagainya. Golongan berat anak cerebral palsy golongan ini yang tetap membutuhkan perawatan dalam ambulasi. lumpuh pada kedua tungkai kakinya. Monoplegia. lumpuh anggota gerak atas dan bawah pada sisi yang sama. b. c. Penggolongan Menurut Topografi Dilihat dari topografi yaitu banyaknya anggota tubuh yang lumpuh. lumpuh kedua tangan kanan dan kiri atau kedua kaki kanan dan kiri. c. d. meskipun cacat tetapi tidak mengganggu kehidupan dan pendidikannya. topograpi anggota badan yang cacat. berjalan. pusat kecerdasan. derajat kecacatan. Kelompok kerusakan bagian otak ini disebut Cerebral Palsy (CP). Golongan ringan adalah mereka yang dapat berjalan tanpa menggunakan alat. Hemiplegia. dan menolong dirinya sendiri. dapat menolong dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. pusat ide.dalamnya terdapat pusat kesadaran. golongan ringan. hanya satu anggota gerak yang lumpuh. cerebal palsy dapat digolongkan atas. bicara. 2. 1. Penggolongan menurut derajat kecacatan Menurut derajat kecacatan. Dengan pertolongan secara khusus. atau tangan kiri dan kaki kiri.

Ciri khas tipe ini terdapat pada sistem gerakan. Anak Cerebral Palsy dibedakan atas: a. f. b. anak jenis ini mengalami kelumpuhan seluruhnya anggota geraknya. c. Quadriplegia disebut juga Tetraplegia. sebaliknya dalam keadaan tenang. anak CP jenis spastik ini memiliki tingkat kecerdasan yang tidak terlalu rendah. misalnya tangan kanan dan kedua kakinya lumpuh. Diantara mereka ada yang normal bahkan ada yang diatas normal. Quadriplegia. Ataxia Ciri khas tipe ini adalah seakan-akan kehilangan keseimbangan. Penggolongan menurut Fisiologi Kelainan gerak dilihat dari segi letak kelainan di otak dan fungsi gerak (motorik). atau tangan kiri dan kedua kakinya lumpuh. Otot-ototnya dapat digerakan dengan mudah. Pada umumnya. Dalam keadaan ketergantungan emosional kekakuan atau kekejangan itu akan makin bertambah. Gangguan utama pada tipe ini terletak pada sistem koordinasi dan pusat keseimbangan pada otak. anak tuna tipe ini mengalami gangguan dalam hal koordinasi ruang dan ukuran. tiga anggota gerak mengalami kelumpuhan. Kekakuan itu timbul sewaktu akan digerakan sesuai dengan kehendak. 3. . Akibatnya.e. pada saat makan mulut terkatup terlebih dahulu sebelum sendok berisi makanan sampai ujung mulut. Triplegia. sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua gerakan terjadi diluar kontrol. Gerakan dimaksud adalah dengan tidak adanya kontrol dan koordinasi gerak. kekakuan memang tidak tampak tetapi mengalami kekakuan pada waktu berdiri atau berjalan. Spastik Tipe Spastik ini ditandai dengan adanya gejala kekejangan atau kekakuan pada sebagian ataupun seluruh otot. Athetoid Pada tipe ini tidak terdapat kekejangan atau kekakuan. Mereka cacat pada kedua tangan dan kedua kakinya. gejala itu menjadi berkurang.

tangkai dan bibir. tangan dan sendi. mata. atau kedua tangan dan kedua kakinya. Kelumpuhan pada penderita muscle dystrophy sifatnya progressif. f. peradangan akibat virus polio yang menyerang sumsum tulang belakang pada anak usia 2-6 tahun. Tanda-tanda anak menderita muscle dystrophy baru kelihatan setelah anak berusia 3 tahun melalui gejala yang tampak yaitu gerakan-gerakan anak lambat. semakin hari keadaannya semakin mundur jika berjalan sering . 2) Muscle Dystrophy Anak mengalami kelumpuhan pada fungsi otot. tetapi tidak seperti pada tipe spastik. Penyebab terjadinya muscle distrophy belum diketahui secara pasti. Tipe Campuran Pada tipe ini seorang anak menunjukan dua jenis ataupun lebih gejala tuna CP sehingga akibatnya lebih berat bila dibandingkan dengan anak yang hanya memiliki satu jenis/tipe kecacatan. dan tulang belakang. e. b.d. Jenisjenis kelainan sistem otak dan rangka antara lain meliputi: 1) Poliomylitis Penderita polio adalah mengalami kelumpuhan otot sehingga otot akan mengecil dan tenaganya melemah. semakin hari semakin parah. Kelainan pada Sistem Otot dan Rangka (Musculus Scelatel System) Penggolongan anak tunadaksa kedalam kelompok sistem otot dan rangka didasarkan pada letak penyebab kelainan anggota tubuh yang mengalami kelainan. yang lebih tampak adalah gerakan mekanik. Gerakan itu dapat terjadi pada kepala. Tremor Gejala yang tampak jelas pada tipe tremor adalah senantiasa dijumpai adanya gerakan-gerakan kecil dan terus menerus berlangsung sehingga tampak seperti bentuk getaran-getaran. Rigid Pada tipe ini terjadi kekakuan otot. gerakannya tampak tidak ada keluwesan. Kondisi kelumpuhannya bersifat simetris yaitu pada kedua tangan atau kedua kaki saja. yaitu kaki.

kecenderungan untuk bersifat pasif. tidak lentur/tidak terkendali) 3) Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa 4) Terdapat cacat pada alat gerak 5) Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam 6) Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk. . anak tunadaksa cenderung merasa malu. KARAKTERISTIK ANAK TUNADAKSA Derajat keturunan akan mempengaruhi kemampuan penyesuaian diri dengan lingkungan. C. akhirnya anak tidak mampu berdiri dengan kedua kakinya dan harus duduk di atas kursi roda. Disamping karakteristik tersebut terdapat beberapa problema penyerta bagi anak tunadaksa antara lain: a) Kelainan perkembangan/intelektual b) Ganguan pendengaran c) Gangguan penglihatan d) Gangguan taktik dan kinestetik e) Gangguan persepsi f) Gangguan emosi D. Jenis kecacatan itu akan dapat menimbulkan perubahan tingkah laku sebagai kompensasi kekurangan atau kecacatannya. rendah diri dan sensitif. Demikianlah pada halnya dengan tingkah laku anak tunadaksa sangat dipengaruhi oleh jenis dan derajat keturunannya. Karakteristik anak tunadaksa adalah sebagai berikut: 1) Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh 2) Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna. memisahkan diri dari lingkungan. dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal 7) Hiperaktif/tidak dapat tenang. Kerusakan tersebut ada yang terletak dijaringan otak. PENYEBAB TUNADAKSA Ada beberapa macam sebab yang dapat menimbulkan kerusakan pada anak hingga menjadi tunadaksa.terjatuh tanpa sebab. Ditinjau dari aspek psikologis.

Infeksi atau penyakit yang menyerang ketika ibu mengandung sehingga menyerang otak bayi yang sedang dikandungnya. sehingga merusak pembentukan saraf-saraf di dalam otak c. kerusakan disebabkan oleh: a. Misalnya ibu jatuh dan perutnya membentur yang cukup keras dan secara kebetulan mengganggu kepala bayi maka dapat merusak sistem saraf pusat. dan sesudah lahir. 2. pada sistem musculus skeletal. sypilis. b. dan typhus abdominolis b. Radiasi langsung mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga struktur maupun fungsinya terganggu d. Dilihat dari saat terjadinya kerusakan otak dapat terjadi pada masa sebelum lahir. Pemakaian alat bantu berupa tang ketika proses kelahiran yang mengalami kesulitan sehingga dapat merusak jaringan saraf otak pada bayi. sehingga bayi mengalami kekurangan oksigen. Pemakaian anestasi yang melebihi ketentuan. c. 1. Ibu yang melahirkan karena operasi dan menggunakan anestesi yang melebihi dosis dapat mempengaruhi sistem persarafan otak bayi. akibatnya jaringan saraf pusat mengalami kerusakan. Kekurangan oksigen ini menyebabkan terganggunya sistem metabolisme dalam otak bayi. saat lahir. peri natal) Hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan otak bayi pada saat bayi dilahirkan antara lain: a. Sebab-sebab Sebelum Lahir (Fase Prenatal) Pada fase ini. misalnya infeksi. Ibu yang sedang mengandung mengalami trauma (kecelakaan) yang dapat mengakibatkan terganggunya pembentukan sistem saraf pusat. Sebab-sebab pada saat kelahiran (fase natal. kerusakan terjadi pada saat bayi masih dalam kandungan. Adanya keragaman jenis tunadaksa dan masing-masing kerusakan timbulnya berbeda-beda. tali pusat tertekan. . Kelainan kandungan yang menyebabkan peredaran terganggu.jaringan sumsum tulang belakang. rubela. Proses kelahiran yang terlalu lama karena tulang pinggang ibu kecil. sehingga otak mengalami kelainan struktur ataupun fungsinya. Bayi dalam kandungan terkena radiasi.

minum. lebih-lebih bila dihubungkan dengan kenyataan-kenyataan pada saat ini. Hal-hal yang dapat menyebabkan kecacatan setelah bayi lahir adalah: a. Hydro Therapy Anak tunadaksa pada dasarnya sama dengan anak-anak normal lainnya. emosi maupun dalam usaha penyesuaian diri dengan pihak luar atau lingkunagan sekitar. Dengan demikian secara tidak langsung mereka dituntut untuk menjadi manusia serba bisa dan serba biasa. Disatu pihak. E. pendidik. tugas guru semakin berat yang dituntut keahlian serta keterampilan tertentu. guru berfungsi sebagai pengajar. Sebab-sebab setelah Proses kelahiran (fase post natal) Fase setelah kelahiran adalah masa mulai bayi dilahirkan sampai masa perkembangan otak dianggap selesai. b. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari fisik dan psiko-sosial. BAGAIMANA IMPLIKASI PENDIDIKAN ANAK TUNADAKSA Dalam dunia Pendidikan pada prinsipnya guru mempunyai peranan ganda. dan pelatih bagi anak didik. Oleh karena itu. Latihan wicara (speech Therapy) 2. Fisioterapi 3. Mereka berpendapat bahwa berhasil atau tidaknya pendidikan anak-anak mereka diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah. mereka memerlukan rasa aman . mereka dapat makan. Pelayanan terapi yang diperlukan anak tunadaksa antara lain: 1. Dari segi fisik. Sedangkan dari aspek psiko-sosial. yaitu bahwa orang tua dan masyarakat pada umumnya masih mempunyai anggapan yang keliru. baik kemanpuan fisik. baik dalam bidang metodologi yang bersifat khusus. c. mental. amputasi Infeksi penyakit yang menyerang otak Anoxia/hipoxia. Dipihak lain. Kecelakaan/trauma kepala. termasuk didalamnya para guru tanpa ikut campur mereka. yaitu pada usia 5 tahun.3. dan kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam beberapa menit yaitu bernafas. Keadaan semacam ini lebih komplit lagi dalam dunia pendidikan luar biasa karena subjek didik yang dihadapi memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu. Occupational therapy 4. maupun dalam bidang pelayanan terapi. guru berfungsi sebagai pengganti orang tua murid di sekolah.

bahkan sampai pada bentuk layanan yang tidak memiliki makna edukasi sama sekali. sebab sebagian dari mereka (anak tunadaksa) pendidikannya dapat berlangsung di sekolah dan kelas reguler/sekolah umum. Melalui pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. Evelyn Deno. (1984) menjelaskan sistem layanan pendidikan bagi anak luar biasa (termasuk anak tunadaksa) yang bervariasi. mulai dari sistem pendidikan di kelas dan sekolah reguler/umum sampai pendidikan yang diberikan disuatu rumah sakit. sehingga yang muncul adalah kritik atau cemoohan. ketimbang pandangan yang semata-mata mengekspos segi kekurangannya. Oleh karena itu. karena pada dasarnya mereka memiliki fitrah yang sama sebagai manusia. Hal ini disebabkan oleh faktor kemampuan dan ketidakmampuan anak tunadaksa dan lingkungannya. BAGAIMANA MODEL PELAYANAN PENDIDIKAN Sebagaimana diketahui.dalam bermobilisasi. Anak-anak tunadaksa diharapkan memiliki masa depan yang tidak selalu bergantung pada orang tua dan masyarakat. tergantung dari pada penyebab ketunaannya. bahwa pendidikan bagi anak tidak selalu harus berlangsung disuatu lembaga pendidikan khusus. Atas dasar kondisi anak tunadaksa . diterima dan perlu pendidikan. Pandangan yang melihat anak tunadaksa dan anak normal dari sudut kesamaan akan lebih banyak memberikan layanan optimal untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. berat ringannya ketunaannya. (1970) dan Ronald L Taylor. andaikata kita melihat anak tunadaksa semata-mata dari kecacatannya. Dari kenyataan di lapangan bahwa anak tunadaksa memiliki problema penyerta. Pendidikan yang juga merupakan kebutuhan anak tunadaksa perlu direncanakan dan dilaksanakan dengan mengacu pada kemampuan masing-masing anak tunasaksa. perlu afiliasi. Kiranya demikian. F. Problema penyerta ini berbeda-beda antara seorang anak tunadaksa yang satu dengan anak tunadaksa yang lainnya. yakni layanan yang diberikan kepada anak-anak tunadaksa dalam perawatan medis dan bantuan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang sering melihat orang lain tentang kelemahannya. Adapun unsur kesamaan kebutuhan antara anak tunadaksa dan anak normal. pandangan yang mendahulukan sifat positif pada anak tunadaksa perlu dimasyarakatkan supaya kesempatan perkembangan dirinya yang baik semakin lebar. butuh kasih sayang dari orang lain.

Sekolah Khusus untuk Anak Tunadaksa Ringan (SLB-D) Pelayanan pendidikan di unit tunadaksa ringan atau SLB-D diperlukan bagi anak tunadaksa yang tidak mempunyai problema penyerta retardasi mental. yaitu anak tunadaksa yang mempunyai intelektual rata-rata atau bahkan di atas rata-rata intelektual anak normal. baik problema penyerta intelektualnya seperti retardasi mental maupun problema penyerta kesulitan lokomosi (gerakan) dan emosinya. speech therapy. a. Karena anak tunadaksa tersebut sudah dapat mengatasi problema fisik maupun intelektual serta emosionalnya. maka model pelayanan pendidikannya dibagi pada “Sekolah Khusus” dan “Sekolah Terpadu/Inklusi”. Sekolah Khusus untuk Anak Tunadaksa Sedang (SLB-D1) Pelayanan pendidikan di unit ini. Kelompok anak tunadaksa sedang ini mempunyai intelektual di bawah ratarata anak normal. seperti fisio terapi. dan tidak disertai dengan problema penyerta retardasi mental akan sangat baik jika sedini mungkin pelayanan pendidikannya disatukan dengan anak-anak normal lainnya di sekolah reguler/sekolah umum. 2. . Dapat juga terjadi anak tunadaksa tidak ditempatkan di sekolah reguler karena derajat kecacatannya terlalu berat. emosi. Namun anak kelompok ini belum ditempatkan di sekolah terpadu/sekolah umum karena anak masih memerlukan terapi-terapi. persepsi atau campuran dari ketiganya disertai problema penyerta retardasi mental. Sekolah Khusus Pelayanan pendidikan bagi anak tunadaksa di sekolah khusus ini diperuntukkan bagi anak yang mempunyai problema lebih berat. 1. yaitu unit sekolah khusus bagi anak tunadaksa ringan. dan unit sekolah khusus bagi anak tunadaksa sedang. b. Di sekolah khusus ini pelayanan pendidikannya dibagi menjadi dua unit.tersebut. diperuntukkan bagi anak tunadaksa yang mempunyai problema seperti. Sekolah Terpadu/Inklusi Bagi anak tunadaksa dengan problema penyerta relatif ringan. occuppational therapy atau terapi yang lain.

KETENAGAAN KHUSUS. kloset harus dapat dipergunakan bagi anak yang menggunakan kursi roda. Disamping itu sistem guru kunjung dapat membantu memecahkan permasalahan yang mungkin timbul pada anak tunadaksa dikemudian hari. S1 IKIP/Universitas . sekolah reguler yang ditunjuk untuk melayani pendidikannya perlu persiapan yang matang terlebih dahulu. sehingga tidak menimbulkan problema tambahan bagi anak tunadaksa. S1 IKIP atau Universitas d) Untuk guru keterampilan DIII. Juga bentuk toilet.Namun walaupun kondisi penyerta anak tunadaksa cukup ringan. sarjana muda/DIII. atau bagi anak yang khusus menggunakan alat bantu jalan lainnya seperti kruk atau wolker. Bentuk meja atau kursi belajar disesuaikan dengan kondisi anak. G. Hal demikian memerlukan persiapan yang lebih terencana. Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan untuk Pendidikan Luar Biasa bagian D (tunadaksa) adalah guru yang secara khusus mempersiapkan diri untuk mengajar anak tunadaksa yang mempunyai berbagai masalah dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai dengan Tingkat Menengah. Jika memungkinkan dibuatkan ramp-ramp untuk akses kursi roda. Ketenagaan a. Disamping itu juga dapat merencanakan dan melaksanakan tugas pendidikan bagi anak yang sedang dalam perawatan karena operasi. b) Untuk guru agama dari PGA. baik persiapan sarana maupun prasarananya. 1) Tenaga Guru yang Diperlukan adalah : a) Guru Kelas atau Guru Bidang Studi b) Guru Keterampilan c) Guru Agama d) Guru Olahraga 2) Persyaratan Tenaga Guru/Pendidik adalah: a) Tamatan minimal SGPLB. sarjana pendidikan luar biasa dari IKIP/Universitas. DIII. Seperti persiapan aksesibilitas misalnya meminimalkan tangga-tangga. S1 IAIN atau sederajat c) Untuk guru olahraga dari DIII. KURIKULUM DAN ADMINISTRASI 1.

2. Penjaga Sekolah/SATPAM Petugas yang diberi wewenang untuk menjaga keamanan/memelihara ketertiban sekolah. 2) Team Rehabilitasi a) Dokter umum b) Dokter anak c) Dokter anak pediatry d) Dokter orthopedi e) Psikolog f) Orthopedagogik g) Speech therapist h) Occupational therapist i) Pekerja sosial c. yang dapat melaksanakan agendaris. inventaris dan pengetikan 5) Pesuruh/pembantu sekolah d. Kurikulum Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum PLB tahun 1994. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk: 1) Remedial Teaching Guru yang mendapat tugas khusus untuk remedial atau bertugas memberi bimbingan dan penyuluhan. Tenaga Administrasi Tenaga administrasi untuk pendidikan luar biasa bagian D (tunadaksa) adalah: 1) Kepala Sekolah 2) Wakil Kepala Sekolah 3) Bendahara 4) Tenaga Usaha. yang terdiri dari: . b.e) Untuk guru bidang studi minimal DIII. S1 IKIP/Universitas dari jurusan yang sesuai.

Landasan Program Garis-garis Program Pengajaran Pedoman Pelaksanaan 3.a. . Administrasi Administrasi yang digunakan adalah administrasi yang sesuai dengan pedoman administrasi yang telah dibukukan antara lain: a. d. Administrasi Program Pengajaran Administrasi Kepegawaian Administrasi Keuangan Administrasi Perlengkapan dan Barang. c. b. c. b.

saat lahir. Tuna Daksa berasal dari kata “Tuna“ yang berarti rugi. dan sesudah lahir. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk. dan sendi dalam fungsinya yang normal. Terdapat cacat pada alat gerak. Karakteristik anak tunadaksa adalah sebagai berikut: Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh. otot. Adanya keragaman jenis tunadaksa dan masing-masing kerusakan timbulnya berbeda-beda. tidak lentur/tidak terkendali). Dalam banyak literitur cacat tubuh atau kerusakan tubuh tidak terlepas dari pembahasan tentang kesehatan sehingga sering dijumpai judul “Physical and Health Impairments“ (kerusakan atau gangguan fisik dan kesehatan).BAB III PENUTUP Kesimpulan Tunadaksa berarti suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat gangguan bentuk atau hambatan pada tulang. dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal. Hiperaktif/tidak dapat tenang. kurang dan “daksa“ berarti tubuh. . Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna. Dilihat dari saat terjadinya kerusakan otak dapat terjadi pada masa sebelum lahir. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa.

wordpress.html http://jakartahomeschoolingmyblog.blogspot.com .com/2009/02/informasi-mengenai-pendidikan-untuk.com/social-sciences/education/2194391-pengertiantunadaksa/#ixzz289M2UK6Y http://ppcisulsel.shvoong.Daftar Pustaka http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->